4. Materi Prof Triyuni Soemartono

advertisement
1
Prof. Dr.. Triyuni Soemartono
PENELITIAN
KARYA ILMIAH
JURNAL NASIONAL/INTERASIONAL
BIO DATA
Prof. Dr. Triyuni Soemartono
Guru Besar Administrasi
Pemerintahan Universitas
Prof.Dr. Moestopo (Beragama)
Doktor Ilmu Pemerintahan
UNPAD
mgister manajemen immi
S1 Faperta unpad
PENGALAMAN BEKERJA :
Sekretaris Ditjen Otda kemendagri
Direktur perkembangan kependudukan
Ditjen Adminduk Kemendagri
Sesditjen Adminduk Kemendagri
Ketua Harian Sosialisasi UU 32 Thn 2004
Tim Kepres 157 Th 2005 pengawalan Otda
Kemendagri
Ketua Tim Inti pembentukan DOB Kepri
Sekretaris Tim penyusunan Rancangan
PP Mahkamah Syar.’iyah NAD
Sekretaris Tim sekretariat RUU no 32/2004
tentang Pemerintahan Daerah
Sekretaris Tim Sekretariat RUU Susduk
MPR,DPR, DPRD
Koord kerja sama 6 PDAM Jabar dg
Melbourne Water Corp Australia
dosen IPDN kemendagri, dosen
unswagati cirebon
Narsum Kebijakan Dukcapil di
KBRI welington New Zealand
Dirut PDAM Kab Cirebon
Kepala Bappeda Kabupaten Cirebon
Dekan Fak.Pertanian Unswagati Cirebon
1983-1999.
Universitas Prof. Dr. Moestopo
(Beragama),
Jl. Hang Lekir I No. 8, Senayan,
Jakarta 10270, Indonesia
E-mail:
[email protected]
[email protected]
PENYUSUN NASKAH
•
•
•
•
1. PROF TUTUT
HERAWAN AMCS
CENTER ( ADVANCE
MATHEMATIC AND
COMPUTER SCIENCE)
Yogyakarta, Kuala
Lumpur, Algeria
Tel: +62 274 867644,
Email:
[email protected]
URL: http://amcs.co
•
•
•
•
•
•
•
2. PROF DR TRIYUNI
SOEMARTONO
GURU BESAR
ADMINISTRAI
PEMERINTAHAN
UNIVERSITAS PROF.
DR. MOESTOPO
( BERAGAMA)
ADVISER
INTERNATIONAL
JOURNAL AMCS
3. DR.RACHMA
FITRIATI M.SI. MS(Han)
UNIVERSITAS
INDONESIA RESEACHER
5
SAHABAT BAIK PENULIS, Sudahkah dimiliki ?
Wajib punya
SAHABAT BAIK PENULIS, Sudahkah dimiliki ?
Wajib punya
Wajib punya
http://arjuna.ristekdikti.go.id/index.php/akreditasi/panduan#two2
Pernah Browsing ?
LAKUKAN SECARA
BERTAHAP
1. Rewrite dari format SKRIPSI/TESIS/DISERTASI ke
FORMAT ARTIKEL ILMIAH
2. Mulai lakukan pencarian
a) Melalui jurnal populer
b) Melalui conference
c) Melalui jurnal ilmiah
1) Tidak terakreditasi
2) Terakreditas Ilmiah
3) Internasional
4) Internasional Non Impact Factor namun
terindeks
5) Internasional Impact Factor
PERMENPAN 46
•
JURNAL INTERNASIONAL ADALAH JURNAL YANG MEMENUHI KRITERIA SBB
:
A. KARYA ILMIAH YG DITERBITKAN DITULIS DENGAN MEMENUHI KAIDAH
ILMIAH DAN ETIKA KEILMUAN
B. MEMILIKI ISSN
C. DITULIS DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA RESMI PBB ( ARAB, INGGRIS,
PERANCIS, RUSIA, SPANYOL DAN TIONGKOK)
D. MEMILIKI TERBITAN VERSI ON LINI
E. DEWAN REDAKSI (EDITORIAL BOARD) ADALAH PAKAR DI BIDANGNYA
PALING SEDIKIT BERASAL DARI 4 NERGARA
F. ARTIKEL ILMIAH YANG DITERBITKAN DALAM 1 (SATU) TERBITAN PALING
SEDIKIT PENULISNYA BERASAL DARI 4 NEGARA
G. TERINDEKS OLEH DATABASE INTERNASIONAL: WEB OF SCIENCE,
SCOPUS, MICROSOF ACDEMIC SEARCH/ATAU LAMAN SESUAI DENGAN
PERTIMBANGAN DIKTI
JURNAL INTERNASIONAL BEREPUTASI
• Jurnal Internasional bereputasi adalah jurnal
yg memenuhi kriteria jurnal internasional,
dengan kriteria tambahan terindek pada web
of science dan / atau Scopus serta
mempunyai faktor dampak (impact factor)
dari ISI web of science (thompson reuters)
atau Scimago jurnal rank (SJR) mempunyai
urutan tertinggi dalam penilaian karya ilmiah
dan dinilai paling tinggi 40
• Jurnal yg memenuhi kriteria jurnal
internasional (web of science, scopus,
atau microsof academic research) namun
belum mempunyai faktor dampak (impact
faktor) dari ISI Web of science
(Thompson Reuters) atau SJR dalam
penilaian karya ilmiah dan dinilai paling
tinggi 30…
SEBELUM MEMULAI MENULIS
• Tulisan yang akan dibuat merupakan HASIL PENELITIAN yang sudah dirancang dan dilakuka dengan baik
• Sudah DIANALISIS DENGAN BAIK DAN BENAR
• Data telah disederhanakan dalam bentuk tabel grafik dan ilustrasi lainnya
• SUDAH DIKUASAI DAN DIBAHAS
• SUDAH MENGHASILKAN KESIMPULAN
Mien A. Rifai
Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia
KRITERIA PEMUATAN ARTIKEL
• Untuk bisa diterima di
berkala ilmiah bertaraf
NASIONAL
• Harus menjadi MINAT NASIONAL
• Bukan hanya
kepentingan lokal saja
• Untuk bisa diterima di berkala
ilmiah bertaraf intl’ :
•
•
•
•
•
•
Harus menjadi minat
Internasional (references Journal)
Bukan hanya kepentingan
lokal saja
Keuniversalan ilmu yang
ditulis
Penyampaian hasil‐hasil
penemuan ilmiah kepada komunitas saintis akan lebih efektif jika dilakukan dengan cara yang seragam.
•Cara yang seragam tersebut hadir dalam bentuk dan urutan yang disepakati oleh komunitas ilmiah sebagai scientific format.
•Penyampaian dengan format ilmiah membantu agar artikel ilmiah dapat dibaca oleh komunitas ilmiah dalam berbagai tingkatan
Bagaimana langkah-langkahnya?
• Memilih tema yang akan ditulis (sesuai bidang
keahlian dan linearitas keilmuan)
• Menentukan cakupan dan batasan (ruang lingkup
penelitian)
• Identifikasi masalah yang akan ditangani dengan
banyak membaca bahan terkait (prioritaskan
jurnal internasional berimpact factor)
• Melakukan evaluasi diri naskah (kelayakan
naskah yang akan ditulis menjadi artikel)
Linieritas Bidang Ilmu
sebagai Prasyarat Guru
Besar
Merujuk pada Surat Dirjen Dikti nomor
696/E.E3/MI/2014 perihal linieritas Bidang Ilmu bagi
Dosen kepada Para Pimpinan PTN dan Koordinator
Kopertis Wilayah I s.d. XIV, poin 2 b) menguraikan:
“Dalam hal kenaikan jabatan ke Guru Besar
dimungkinkan apabila bidang pendidikan S1
dan S2 berbeda dengan pendidikan S3 yang
ditekuninya, sepanjang dapat menunjukkan
publikasi internasional yang serumpun dengan
pendidikan akhir yang ditempuhnya dengan
merujuk pada ketentuan yang berlaku.”
EVALUASI DIRI NASKAH
• Menguasai hasil penelitian yang akan ditulis
• Menjaga kemutakhiran dan ke orisinalitas sudut pandang
dan pendekatan yang dipakai
• Mempunyai temuan kebaruan atau keunikan yang tidak
ditemukan pada penelitian lain yang sejenis
• Bagaimana sudut pandang dan pembatasan cakupan
dalam tulisan yang akan dibuat
• Fokus pada bidang ilmu atau kajian apa
• Siapa yang akan membaca tulisan kita atau medan apa
yang akan dimasuki
• Mengikuti petunjuk penulisan artikel ilmiah pada jurnal yang dituju
Mien A. Rifai,
Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia
Proses Penyiapan &
Penerbitan Artikel
• Memilih berkala yang sesuai
• Mencari instruction for authors
• Mencari satu contoh artikel yang sudah
terbit
• Menulis artikel menurut petunjuk
• Mengirim naskah
• Mengembalikan naskah kepada
editor‐in‐chief
• Memperbaiki naskah
• Mengirim naskah yang sudah diperbaiki
• Memeriksa galley proof
• Menyelesaikan syarat administrasi
• Memesan reprints
• Menerima reprints
Mencari Petunjuk bagi Penulis
(Instruction for Authors)
• Bila sudah menemukan berkala ilmiah yang tepat,
carilah instruction or guide for authors pada berkala
tersebut atau pada web jurnal itu
• Selain itu, dapatkan juga contoh artikel dari edisi
terbaru berkala tersebut dan ikuti formatnya
21
22
23
TRICK AND TIPS
TESIS
HASIL
PENELITIAN
DISERTASI
HASIL
PENELITIAN
LAINNYA
ARTIKEL
ILMIAH
25
26
27
JUDUL
 Judul merupakan jiwa, semangat, esensi, inti, dan citra sebuah karya
 Judul merupakan label, secara ringkas mewadahi keseluruhan artikel
 Bagian artikel yang pertama kali dibaca dan dijadikan kunci pencarian
 Judul harus MENARIK dan PROVKATIF
ilmiah
ilmiah
oleh pembaca.
Hal‐hal yang perlu diperhatikan:
 Judul harus SINGKAT dan mampu menggambarkan KESELURUHAN ISI ARTIKEL  deskriptif dan informatif.  Judul lebih baik dipikirkan dan ditulis setelah seluruh naskah selesai disusun.
Sumber: Prof. Dr. DIAN FIANTIS
TITLE
The title should convey to the
objective/purpose of the paper. The
nicer the better.
Example:
A Support-Ordered Trie for Fast
Frequent Itemset Discovery
mmd-kuittho
29
JUDUL
Judul harus menyampaikan tujuan /
tujuan makalah. Semakin bagus
semakin baik.
Contoh:
Cobalah urutan yang saling
menunjang untuk penemuan
rangkaian uraian yang sering
mmd-kuittho
30
The Dynamics of Competence-Equating
Policy Implementation in the
ASEAN Economic Community Era: A Study
on the Construction
Sector Workers
Triyuni Soemartono#
# Universitas Prof. Dr. Moestopo
(Beragama), Jl. Hang Lekir I No. 8, Senayan,
Jakarta 10270, Indonesia
E-mail:
[email protected]
32
Setiap kata dalam judul Anda penting
Jadi kuncinya adalah menyusun judul itu :
 Harus masuk akal bagi editor / reviewer / mitra bestari (will immediately
make sense to the referee)
 Mudah ditemukan oleh mesin pencari atau sistem pengindeksan
 Akan menarik pembaca yang tepat, dan juga akan menarik perhatian
browser
Menjadi catatan 'daya tarik' tidak berarti beralih ke berita utama
seperti koran, tapi hanya berisi kata-kata yang mungkin diharapkan
pembaca di temukan pada tulisan Anda
 Tidak terdiri dari serangkaian kata benda dan akan segera dipahami oleh
siapapun di bidang umum Anda singkat
 Memiliki indikasi yang pasti dan ringkas tentang apa yang tertulis di artikel itu
sendiri.
 Tidak spesifik dan tidak jelas atau tidak umum
Wallwork. 2011. English for Writing Research Papers
Sumber: Prof. Dr. DIAN FIANTIS
Bagaimana saya bisa menghasilkan sebuah judul?
Pikirkan pertanyaan berikut ini:
•
•
•
Apa yang telah saya temukan yang akan menarik perhatian?
Apa yang baru, berbeda dan menarik tentang temuan saya?
Apa saja 3-5 kata kunci yang menyoroti apa yang membuat
penelitian dan temuan saya unik?
Atas dasar jawaban Anda, Anda harus bisa merumuskan sebuah judul.
34
Sumber: Prof. Dr. DIAN FIANTIS
Observasi terhadap . . .
Pengamatan awal atas . . .
Jauhi kata-kata klise seperti
Penelitian pendahuluan tentang . . .
Studi perbandingan . . .
Analisis efek . . .
Pengaruh pemberian . . .
Judul yang ideal terdiri dari
•
•
•
•
8 kata (Jerman)
10 kata (Inggris)
12 kata (Indonesia)
90 ketukan (termasuk spasi)
pada papan kunci
Sumber: Prof. Dr. DIAN FIANTIS
Contoh Kata Panjang vs Pendek untuk Judul Artikel
Wallwork. 2011. English for Writing Research Papers
Sumber: Prof. Dr. DIAN FIANTIS
Bagaimana saya menilai kualitas judul saya?
Anda perlu memeriksa apakah judul Anda adalah:
• Dalam bahasa Inggris yang benar - dalam hal sintaksis, kosa kata,
ejaan dan kapitalisasi
• Bisa dimengerti (tidak ada senar kata benda)
• Eye-catching dan dinamis (melalui penggunaan kosakata yang
efektif dan bahkan tanda baca)
• Cukup spesifik dan tepat
• Mencerminkan isi kertas Anda
• Dinyatakan dalam bentuk yang dapat diterima untuk sebuah jurnal
Sumber: Prof. Dr. DIAN FIANTIS
Judul hendaklah tidak mengandung
 Singkatan dan akronim
 Kalimat lengkap terutama yang menggunakan kata kerja
 lihat contoh
 Nama dagang
 Hindari penyebutan nama ilmiah makhluk (seperti padi,
karet, kelapa sawit, sapi, gurami) yang sudah sangat
terkenal
Sumber: Prof. Dr. DIAN FIANTIS
Ingat bahwa dalam menyusun judul
Bombastik
TIDAK
Artistik
BERTERIMA
Provokatif
BOLEH
Sumber: Prof. Dr. DIAN FIANTIS
ABSTRACT merupakan ulasan singkat mengenai alasan penelitian dilakukan, pendekatan atau metode yang dipilih, hasil‐hasil penting dan simpulan utama.
Abstrak ditempatkan pada bagian awal artikel di bawah judul dan baris kepemilikan.
Abstrak biasanya ditulis dalam bahasa Indonesia DAN Inggris sebagai syarat untuk akreditasi (fungsi lembaga pelayanan abstrak).
Abstrak biasanya disajikan dalam SATU PARAGRAF berisikan 100‐200 kata. Pada Jurnal tertentu  Ada kalanya terdiri atas beberapa paragraf dan terstruktur.
Harus dipastikan tidak ada kesalahan ejaan, tata bahasa, dan ungkapan dalam bahasa yang digunakan.
40
Sumber: Prof. Dr. DIAN FIANTIS
Idealnya abstrak mengandung:
 masalah pokok dan/atau tujuan penelitian,
 menunjukkan pendekatan atau metode yang dipakai
untuk memecahkannya,
 menyuguhkan temuan penting serta simpulan yang
dicapai
41
Sumber: Prof. Dr. DIAN FIANTIS
Components of research paper
A COMMON FORMAT IN WRITING F:
•
•
•
•
•
•
•
•
Abstract
Introduction
Material & Methodology
Results
Discussion
Conclusion
Acknowledgement
References
42
Komponen Paper
Penelitian
FORMAT UMUM DALAM PENULISAN
TERDIRI DARI:
•
•
•
•
•
•
•
•
Abstrak
Pendahuluan
Materi & Metodologi
Hasil
Pembahasan
Kesimpulan
Kata Pengantar
Referensi
43
ABSTRACT
An abstract should briefly:
•
•
•
•
•
Re-establish the topic of the research.
Give the research problem and/or
main objective of the research (this
usually comes first).
Indicate the methodology used.
Present the main findings.
Present the main conclusions
44
ABSTRAK
Abstrak harus menggambarkan:
•
•
•
•
•
Membangun kembali topik penelitian.
Memberikan masalah penelitian
dan/atau tujuan utama dari penelitian
(bagian ini biasa muncul pertama).
Menunjukkan metodologi yang
digunakan.
Menyajikan temuan utama.
Menyajikan kesimpulan utama.
45
ABSTRACT
The Body of the Abstract
The abstract is a very brief overview of your
ENTIRE study. It tells the reader WHAT you did,
WHY you did it, HOW you did it, WHAT you
found, and WHAT it means.
The abstract should briefly state the purpose of
the research (introduction), how the problem was
studied (methods), the principal findings (results),
and what the findings mean (discussion and
conclusion). It is important to be descriptive but
concise--say only what is essential, using no more
words than necessary to convey meaning.
46
ABSTRAK
Kerangka Abstrak
Abstrak merupakan gambaran yang sangat singkat dari
studi anda secara keseluruhan. Abstrak menceritakan
APA yang anda lakukan, MENGAPA anda melakukan,
BAGAIMANA anda melakukannya, APA yang anda
temukan, dan APA maksudnya.
Abstrak harus secara singkat menyebutkan tujuan
penelitian (pendahuluan), bagaimana masalah yang diteliti
(metode), temuan utama (hasil), dan apa maksud temuan
(diskusi dan kesimpulan). Penting untuk deskriptif tapi
ringkas - katakan hanya apa yang penting, tidak
menggunakan kata-kata selain diperlukan untuk
menyampaikan makna.
47
Common Problems
Too long. If your abstract is too long, it may be rejected – usually
depends on specified maximum number of words.
Too much detail. Abstracts that are too long often have unnecessary
details. The abstract is not the place for detailed explanations.
Too short. Shorter is not necessarily better, because you probably
have not written in sufficient detail, especially on their findings.
Failure to include important information. You need to be careful to
cover the points listed above.
mmd-kuittho
48
Permasalahan Utama
Terlalu panjang. Jika abstrak Anda terlalu panjang, mungkin akan
ditolak - biasanya tergantung pada jumlah kata maksimum yang
ditentukan.
Terlalu banyak detail. Abstrak yang terlalu lama sering memiliki
detail yang tidak perlu. Abstrak bukan tempat untuk penjelasan
rinci.
Terlalu pendek. Lebih pendek tidak harus lebih baik, karena Anda
mungkin belum cukup banyak menulis, terutama pada temuan
mereka.
Gagal memasukkan informasi penting. Anda harus berhati-hati
untuk menutupi poin yang tercantum di atas.
mmd-kuittho
49
ABSTRACT
Model 1
The importance of data mining is apparent with the advent of
powerful data collection and storage tools; raw data is so abundant that
manual analysis is no longer possible.
Unfortunately, data mining problems are difficult to solve and this
prompted the introduction of several novel data structures to improve
mining efficiency.
Here, we will, critically examine existing preprocessing data structures
used in association rule mining for enhancing performance in an attempt
to understand their strength and weaknesses.
Our analysis culminate in a practical structure called the SOTrieT
(Support-Ordered Trie Itemset) and two synergistic algorithms to
accompany it for the fast discovery of frequent itemsets.
Experiments involving a wide range of synthetic data sets reveal that its
algorithms outperform FP-growth, a recent association rule mining
algorithm with excellent performance, by up to two orders of magnitude
and, thus, verifying its efficiency and viability.
mmd-kuittho
50
ABSTRAK
Model 1
Pentingnya penggalian data tampak jelas dengan munculnya kumpulan data
dan alat penyimpanan yang hebat; Data mentah sangat melimpah
sehingga analisis manual tidak mungkin lagi dilakukan.
Sayangnya, masalah data mining sulit dipecahkan dan ini mendorong
diperkenalkannya beberapa struktur data baru untuk meningkatkan
efisiensi penambangan.
Di sini, kita akan, secara kritis memeriksa struktur data preprocessing
yang ada yang digunakan dalam aturan asosiasi pertambangan untuk
meningkatkan kinerja dalam upaya untuk memahami kekuatan dan
kelemahan mereka.
Analisis kami berujung pada struktur praktis yang disebut SOTrieT
(Support-Ordered Trie Itemset) dan dua algoritma sinergis untuk
menyertainya untuk penemuan frequent frequent itemset.
Percobaan yang melibatkan serangkaian set data sintetis menunjukkan
bahwa algoritmanya mengungguli pertumbuhan FP, algoritma penggolongan
aturan asosiasi baru-baru ini dengan kinerja yang sangat baik, hingga
dua urutan besarnya dan, dengan demikian, memverifikasi efisiensi dan
viabilitasnya.
mmd-kuittho
51
ABSTRACT
Model 2
The importance of data mining is apparent with the advent of
powerful data collection and storage tools [WHY].
Unfortunately, data mining problems are difficult to discover the
frequent
itemsets
due
to
computationally-intensive
process
[WHY/WHAT].
This paper will propose a model called SOTrieT (Support-Ordered Trie
Itemset) and two synergistic algorithms accompany it for the fast
discovery of frequent itemsets [HOW].
Experiments involving a wide range of synthetic data sets reveal that its
algorithms outperform FP-growth, a recent association rule mining
algorithm with excellent performance, by up to two orders of magnitude
and, thus, verifying its efficiency and viability.[WHAT YOU FOUND]
mmd-kuittho
52
ABSTRAK
Model 2
Pentingnya data mining terlihat dengan munculnya kumpulan data dan alat
penyimpanan yang hebat [WHY].
Sayangnya, masalah data mining sulit ditemukan frequent itemset karena
proses komputasi intensif [WHY / WHAT].
Makalah ini akan mengusulkan sebuah model yang disebut SOTrieT
(Support-Ordered Trie Itemset) dan dua algoritma sinergis menemani
untuk penemuan cepat frequent itemset [CARA].
Percobaan yang melibatkan serangkaian set data sintetis menunjukkan
bahwa algoritmanya mengungguli pertumbuhan FP, algoritma penggolongan
aturan asosiasi baru-baru ini dengan kinerja yang sangat baik, hingga
dua urutan besarnya dan, dengan demikian, memverifikasi efisiensi dan
kelangsungan hidupnya. [APA YANG DITEMUKAN]
mmd-kuittho
53
INTRODUCTION
The introduction comes at the start of a piece of
writing. It introduces the research by situating it (by
giving background), presenting the research problem
and saying how and why this problem will be "solved."
Without this important information the reader cannot
easily understand the more detailed information about
the research that comes later in the paper. It also
explains why the research is being done (rationale)
which is crucial for the reader to understand the
significance of the study.
54
PENDAHULUAN
Pengantar muncul pada awal penulisan. Ini
mengenalkan penelitian dengan menempatkannya
(dengan memberi latar belakang), menyajikan
masalah penelitian dan mengatakan bagaimana
dan mengapa masalah ini akan "dipecahkan."
Tanpa informasi penting ini pembaca tidak dapat
dengan mudah memahami informasi lebih rinci
tentang penelitian yang akan datang kemudian di
koran. Ini juga menjelaskan mengapa penelitian
sdilakukan (rationale yang sangat penting bagi
pembaca untuk memahami pentingnya penelitian.
55
INTRODUCTION
COMMON PROBLEMS
Too much detail, and hence too long. Remember, this is the introduction, a
kind of overview. Although you will cover important points, detailed descriptions of
method, study site and results will be in later sections.
Repetition of words, phrases or ideas. You will have keywords that are crucial
to your study. However, your reader doesn't want to read them over and over! A
high level of repetition makes your writing look careless. To reduce it, highlight
repeated words or phrases - then you can easily judge if you are overusing them
and find synonyms or pronouns to replace them.
56
PENDAHULUAN
MASALAH UMUM
Terlalu banyak detail, dan karenanya terlalu lama. Ingat, ini adalah
pendahuluan, semacam ikhtisar. Meskipun Anda akan membahas poin
penting, deskripsi metode, tempat studi dan hasil yang terperinci akan ada
di bagian selanjutnya.
Pengulangan kata, ungkapan atau gagasan. Anda akan memiliki kata kunci
yang penting untuk penelitian Anda. Namun, pembaca Anda tidak ingin
membacanya berulang-ulang! Tingkat pengulangan yang tinggi membuat
tulisan Anda terlihat ceroboh. Untuk menguranginya, sorot kata atau
ungkapan berulang - maka Anda dapat dengan mudah menilai jika Anda
terlalu banyak menggunakannya dan menemukan sinonim atau kata ganti
untuk menggantikannya.
57
COMMON PROBLEMS
Unclear problem definition. Without a clear definition of your research problem,
your reader is left with no clear idea of what you were studying. This means that
they cannot judge your work's relevance to their own work, or its usefulness, quality,
etc. As an exercise, you should be able to complete a sentence that starts, "The
purpose of this study is . . . " that encapsulates the problem you are
investigating. You should also ensure that your research problem matches the title of
your paper (you'd be surprised how many don't !) as well as its methodology and
objectives.
Poor organization. Writing an introduction that effectively introduces your research
problem and encapsulates your study is not an easy task. Often when we write we
discover gradually what we want to say and how we want to say it. Writing is often a
process of discovery. Bear this in mind when you write your introduction, and be
prepared to go back and make big changes to what you have written, and the order
in which you have presented your ideas and information. Your introduction must have
a logical sequence that your reader can follow easily.
58
PERMASALAHAN UMUM
Definisi masalah yang tidak jelas. Tanpa definisi yang jelas tentang masalah
penelitian Anda, pembaca Anda dibiarkan tanpa gagasan yang jelas tentang
apa yang sedang Anda pelajari. Ini berarti bahwa mereka tidak dapat
menilai relevansi pekerjaan Anda dengan pekerjaan mereka sendiri, atau
kegunaannya, kualitas, dan lain-lain. Sebagai latihan, Anda harus bisa
menyelesaikan sebuah kalimat yang dimulai, "TUJUAN DARI PENELITIAN
ini adalah ..." yang merangkum Masalah yang sedang Anda selidiki Anda juga
harus memastikan bahwa masalah penelitian Anda sesuai dengan judul
makalah Anda (Anda akan terkejut berapa banyak yang tidak!) Serta
metodologinya dan tujuannya.
Organisasi yang buruk. Menulis sebuah perkenalan yang secara efektif
memperkenalkan masalah penelitian Anda dan merangkum penelitian Anda
bukanlah tugas yang mudah. Seringkali ketika kita menulis, kita akan
menemukan secara bertahap apa yang ingin kita katakan dan bagaimana kita
ingin mengatakannya. Menulis sering merupakan proses penemuan. Ingatlah
hal ini saat Anda menulis pendahuluan, dan bersiaplah untuk kembali dan
membuat perubahan besar pada apa yang telah Anda tulis, dan urutan di
mana Anda telah mempresentasikan gagasan dan informasi Anda. Pengantar
Anda harus memiliki urutan logis yang bisa diikuti pembaca Anda dengan
mudah.
59
PURPOSE OF THE INTRODUCTION?
What is the context of this problem? In what situation or environment can
this problem be observed? (Background)
Why is this research important? Who will benefit? Why do we need to
know this? Why does this situation, method, model or piece of equipment need
to be improved? (Rationale/justification)
What is it we don’t know? What is the gap in our knowledge this research
will fill? What needs to be improved? (Problem Statement)
What steps will the researcher take to try and fill this gap or improve the
situation? (Objectives)
Is there any aspect of the problem the researcher will not discuss? Is the study
limited to a specific geographical area or to only certain aspects of the
situation? (Scope)
60
TUJUAN PENDAHULUAN
Apa konteks dari masalah ini? Dalam situasi atau lingkungan apa
masalah ini dapat diamati? (Latar Belakang)…contohkan….artikel Triyuni.
MENGAPA PENELITIAN INI PENTING? Siapa yang akan diuntungkan?
Mengapa kita perlu tahu ini? Mengapa situasi, metode, model, atau
peralatan ini perlu diperbaiki? (Rasional / justifikasi)
Apa yang kita tidak tahu? Apa kesenjangan dalam pengetahuan kita
yang akan kita isi penelitian ini? Apa yang perlu diperbaiki? (Pernyataan
masalah)
Langkah apa yang akan diambil peneliti untuk mencoba dan mengisi
kesenjangan ini atau memperbaiki situasi? (Tujuan)
Adakah aspek masalah yang tidak akan dibahas oleh peneliti? Apakah
penelitian terbatas pada wilayah geografis tertentu atau hanya aspekaspek tertentu dari situasi? (Cakupan)
61
A SCHEMA FOR INTRODUCTIONS
• Establish the Field – centrality, general to specific, previous research
• Define a research problem – gap, questions, previous inquiry
• Propose a Solution
62
SKEMA PENDAHULUAN
• Tetapkan bidang penelitian – sentralitas, umum ke khusus, penelitian
sebelumnya
• Definisikan sebuah masalah penelitian, gap, pertanyaan-pertanyaan,
penyelidikan sebelumnya
• Ajukan sebuah solusi
63
FIELD
First you need to establish the area of research in which
your work belongs, and to provide a context for the
research problem. This has three main elements:
Claiming centrality: Claiming that the area of research is an
important one, and therefore implying that the research done is also
crucial.
For example:
“ … although computing power has increased tremendously over the
years, efficient algorithms with customized data structures are still
necessary to obtain timely results. “B. Cui et. al. July 2004, IEEE
Trans. On Knowledge and Data Engineering” Here the words "
efficient algorithms with customized data structures " indicates
centrality by showing that this factor is crucial.
64
BIDANG
Pertama, Anda perlu menetapkan bidang
penelitian tempat pekerjaan Anda berada,
dan untuk menyediakan konteks untuk
masalah penelitian. Ini memiliki tiga elemen
utama:
Mengklaim sentralitas: Mengklaim bahwa bidang
penelitian itu penting, dan karena itu menyiratkan bahwa
penelitian yang dilakukan juga penting.
Sebagai contoh:
"Meskipun daya komputasi telah meningkat pesat selama
bertahun-tahun, algoritma yang efisien dengan struktur
data yang disesuaikan masih diperlukan untuk
mendapatkan hasil yang tepat waktu. "B. Cui et. Al. Juli
2004, IEEE Trans. Pada Pengetahuan dan Teknik Data
"Disini kata-kata" algoritma efisien dengan struktur
data yang disesuaikan "menunjukkan sentralitas dengan
menunjukkan bahwa faktor ini sangat penting.
65
FIELD
General to specific: Most writing starts with general
information and then moves to specific information. This
is true of introductions too.
General
Specific
66
FIELD
Umum ke khusus: Hampir sebagian besar penulisan
berawal dari informasi umum lalu bergerak ke khusus
informasi. Hal ini juga berlaku untuk pendahuluan.
Umum
Khusus
67
FIELD
General to specific: For example:
… This prompted keen interest in automated data analysis
tools, that in turn, catapulted the rise of data mining. However,
data mining process with the current data structure having a
computationally-intensive process i.e. NP-complete.
We focus on Association Rule Mining (ARM) because of its
immense popularity and usefulness in a wide variety of
situations such as e-commerce, classification, clustering, webmining, and bioinformatics.
Several data structures have been proposed for the
enhancement of ARM, but none is able to cope effectively with
the size and dynamism of current database.
68
BIDANG
Umum ke khusus: Contoh:
... Hal ini mendorong minat pada alat analisis data
otomatis,
yang
pada
gilirannya,
melambungkan
peningkatan data mining. Namun, proses data mining
dengan struktur data saat ini memiliki proses komputasi
intensif
yaitu
NP-complete.
Kami fokus pada Association Rule Mining (ARM) karena
popularitas dan kegunaannya yang sangat besar dalam
berbagai
situasi
seperti
e-commerce,
klasifikasi,
clustering,
web-mining,
dan
bioinformatika.
Beberapa struktur data telah diusulkan untuk peningkatan
ARM, namun tidak ada yang mampu mengatasi secara
efektif ukuran dan dinamisme database saat ini.
69
Explaination
FIELD
The first sentence: This prompted keen interest in automated data analysis tools,
that in turn, catapulted the rise of data mining. (general).
The second sentence: However, data mining process with the current data
structure having a computationally-intensive process i.e. NP-complete. (less
general).
The third sentence: We focus on Association Rule Mining (ARM) because of its
immense popularity and usefulness in a wide variety of situations (more specific).
The fourth sentence: Several data structures have been proposed for the
enhancement of ARM, but none is able to cope effectively with the size and
dynamism of current database. (yet more specific).
70
BIDANG
Penjelasan
Kalimat pertama: Hal ini mendorong minat pada alat analisis data
otomatis, yang pada gilirannya, melambungkan peningkatan data mining.
(umum).
Kalimat kedua: Namun, proses data mining dengan struktur data saat ini
memiliki proses komputasi intensif yaitu NP-complete. (Kurang umum).
Kalimat ketiga: Kami fokus pada Association Rule Mining (ARM) karena
popularitas dan kegunaannya yang sangat luas dalam berbagai situasi (lebih
spesifik).
Kalimat keempat: Beberapa struktur data telah diusulkan untuk peningkatan ARM,
namun tidak ada yang mampu mengatasi secara efektif ukuran dan dinamisme
database saat ini. (Belum lebih spesifik).
71
FIELD
Previous research: Often the introduction will refer to work already done in the
research area in order to provide background (and often also to help define the
research problem). For example:
Several data structures have been proposed for the enhancement of the
ARM, but none is able to cope effectively with the size and dynamism of
current databases
[9-14].
72
BIDANG
Penelitian sebelumnya: Seringkali pengantar akan mengacu pada pekerjaan yang
sudah dilakukan di daerah penelitian untuk memberi latar belakang (dan
seringkali juga untuk membantu menentukan masalah penelitian). Sebagai
contoh:
Beberapa struktur data telah diusulkan untuk peningkatan ARM,
namun tidak ada yang mampu mengatasi secara efektif ukuran dan
dinamisme database saat ini.
[9-14].
73
DEFINE RESEARCH PROBLEM
PROBLEM
Your research must be new in some way. It must add
knowledge to your field so you need to show in what way your
work explores an area/issue/question that has previously not
been explored, or not been explored in detail, in not explored
in the way that you are going to use. In other words, you
need to give a rationale for your work (i.e. show the reasons
for doing it). There are four ways to demonstrate that you are
adding to the knowledge in your field:
74
MENDEFINISIKAN MASALAH
PENELITIAN
MASALAH
Penelitian Anda pasti baru dalam beberapa cara. Ini
harus menambahkan pengetahuan ke bidang Anda
sehingga Anda perlu menunjukkan dengan cara apa
pekerjaan Anda menjelajahi area / isu / pertanyaan
yang sebelumnya belum dieksplorasi, atau belum
dieksplorasi secara rinci, agar tidak dieksplorasi dengan
cara yang akan Anda gunakan . Dengan kata lain, Anda
perlu memberikan alasan untuk pekerjaan Anda (yaitu
menunjukkan alasan untuk melakukannya). Ada empat
cara untuk menunjukkan bahwa Anda menambah
pengetahuan di bidang Anda:
75
DEFINE RESEARCH PROBLEM
Gap: A research gap is an area where no or little research has been
carried out. This is shown by outlining the work already done to show
where there is a gap in the research (which you will then fill with your
research).
For example:
The structures that had been proposed for mining the data were not able to
cope effectively with the size and dynamism of current databases.
76
MENDEFINISKAN MASALAH
PENELITIAN
Gap: Kesenjangan penelitian adalah area dimana tidak atau
sedikit penelitian telah dilakukan. Hal ini ditunjukkan dengan
menguraikan pekerjaan yang telah dilakukan untuk menunjukkan
di mana ada celah dalam penelitian (yang kemudian akan Anda
isi dengan penelitian Anda).
Sebagai contoh:
Struktur yang diusulkan untuk penambangan data tidak dapat
mengatasi secara efektif ukuran dan dinamisme database saat
ini.
77
DEFINE RESEARCH PROBLEM
Raising a question: The research problem is defined by asking a
question to which the answer is unknown, and which you will
explore in your research. For example:
The question we address here is how technological change occurs
when it is the overall system that needs to be changed. In
particular, how can we begin and sustain a technological transition
away from hydrocarbon based technologies? (Street and Miles,
1996)
78
MENDEFINISIKAN MASALAH
PENELITIAN
Membangkitkan sebuah pertanyaan: Masalah penelitian
didefinisikan dengan mengajukan pertanyaan yang
jawabannya tidak diketahui, dan yang akan Anda jelajahi
dalam penelitian Anda. Sebagai contoh:
Pertanyaan yang kami bahas di sini adalah bagaimana
perubahan teknologi terjadi ketika keseluruhan sistem itu
perlu diubah. Secara khusus, bagaimana kita bisa memulai
dan mempertahankan transisi teknologi dari teknologi
berbasis hidrokarbon? (Jalan dan Miles, 1996)
79
DEFINE RESEARCH PROBLEM
Continuing a previously developed line of enquiry: Building on
work already done, but taking it further (by using a new sample,
extending the area studied, taking more factors into consideration,
taking fewer factors into consideration, etc.). For example:
Taking all these elements and their possible variations into account is
often far too complex and tedious for determining efficient gas
development patterns with simple back of the envelope calculations. In
their survey of these elements, Julius and Mashayeki [8] present a
detailed analysis of these different interactions. They suggest that these
be taken into account through gas planning models constructed in the
same spirit as the planning models developed in the power generation
sector.
In this paper, we present a gas planning model that fulfils some of the
specifications established in Julius and Mashayeki [8]. (Boucher and
Smeers, 1996)
mmd-kuittho
80
MENDEFINISIKAN MASALAH
PENELITIAN
Melanjutkan jalur penyelidikan yang telah dikembangkan
sebelumnya: Membangun pekerjaan yang sudah dilakukan, namun
membawanya lebih jauh (dengan menggunakan sampel baru,
memperluas wilayah yang diteliti, mempertimbangkan lebih banyak
faktor, mempertimbangkan lebih sedikit faktor, dll.). Sebagai
contoh:
Mengambil semua elemen ini dan variasi yang mungkin mereka
perhitungkan seringkali terlalu rumit dan membosankan untuk
menentukan pola pengembangan gas yang efisien dengan
perhitungan balik amplop yang sederhana. Dalam survei mereka
terhadap unsur-unsur ini, Julius dan Mashayeki [8] menyajikan
analisis rinci tentang berbagai interaksi ini. Mereka menyarankan
agar hal ini diperhitungkan melalui model perencanaan gas yang
dibangun dengan semangat yang sama dengan model perencanaan
yang dikembangkan di sektor pembangkit tenaga listrik.
Dalam makalah ini, kami menyajikan model perencanaan gas yang
memenuhi beberapa spesifikasi yang ditetapkan di Julius dan
Mashayeki [8]. (Boucher dan Smeer, 1996)
mmd-kuittho
81
DEFINE RESEARCH PROBLEM
Counter-claiming: A conflicting claim, theory or method is put
forward. Here, for example, the researchers argue that previous
researchers' assessments of cost effectiveness/methodology were too
complex, and that a simplified process could and should be used instead:
82
MENDEFINISKAN MASALAH
PENELITIAN
Kontra-klaim: Klaim, teori, atau metode yang saling bertentangan
dikemukakan. Di sini, misalnya, para periset berpendapat bahwa
penilaian peneliti terhadap efektivitas / metodologi biaya terlalu
rumit, dan bahwa proses yang disederhanakan dapat dan harus
digunakan sebagai gantinya:
83
PROPOSE A SOLUTION
SOLUTION
Once the field and problem have been defined, it is time to give the
"solution." In other words, how will the research gap be filled? How
will the question that was raised be answered?
This last part of the introduction can also be used to show the
benefits, to explain the objectives, to clarify the scope of the research,
to announce what was found from doing the research and how it can
be used. Notice that an introduction will discuss a number of the
following points but is unlikely to cover them all.
84
AJUKAN SEBUAH SOLUSI
SOLUSI
Begitu bidang dan masalah telah ditetapkan, sekarang saatnya
untuk memberikan "solusi". Dengan kata lain, bagaimana
kesenjangan penelitian akan terisi? Bagaimana pertanyaan yang
diajukan dijawab?
Bagian pendahuluan terakhir ini juga dapat digunakan untuk
menunjukkan manfaatnya, untuk menjelaskan tujuannya, untuk
memperjelas lingkup penelitian, untuk mengumumkan apa yang
ditemukan dari melakukan penelitian dan bagaimana
penggunaannya. Perhatikan bahwa pengantar akan membahas
sejumlah hal berikut namun tidak mungkin mencakup semuanya.
85
PROPOSE A SOLUTION
Outlining purpose: Often researchers will described their objectives in
their introduction in order for the reader to have a clear idea of what they
set out to accomplish. Usually there is a general objective written in one
sentence (details of more specific objectives can be given in following
sentences). For example:
This work aims to establish the extent of interaction of alginate with
calcium and aluminium ions with respect to the influence of algal exudates
have on the removal of humic substances by aluminium coagulation during
drinking water treatment. (Gregor et al., 1996)
Hint!: always give an overall objective before giving specific
objectives. This will help you explain much more clearly to your
reader what your work aimed to accomplish.
86
AJUKAN SEBUAH SOLUSI
Uraikan tujuan: Seringkali peneliti akan menjelaskan tujuan mereka
dalam pengenalan mereka agar pembaca memiliki gagasan yang jelas
tentang apa yang ingin mereka capai. Biasanya ada tujuan umum
yang ditulis dalam satu kalimat (rincian tujuan yang lebih spesifik
dapat diberikan dalam kalimat berikut). Sebagai contoh:
Pekerjaan ini bertujuan untuk menentukan tingkat interaksi alginat
dengan ion kalsium dan aluminium sehubungan dengan pengaruh
eksudat alga terhadap penghilangan zat humat dengan pembekuan
aluminium selama pengolahan air minum. (Gregor et al., 1996)
Petunjuk: selalu memberikan tujuan secara keseluruhan
sebelum memberikan tujuan tertentu. Ini akan membantu
Anda menjelaskan dengan lebih jelas kepada pembaca
Anda apa pekerjaan Anda yang ingin dicapai.
87
PROPOSE A SOLUTION
Announcing present research (method): Important points about
the methodology used are outlined, perhaps including the scope of
the study. However, the methodology is not given in detail (since
details are given in the methodology section). For example:
In this paper, we focus on ARM…..Here, we shall critically examine
existing preprocessing data structures in ARM for enhancing
performance in an attempt to understand the strengths and
weaknesses. Our analysis culminate in a practical structure called
Support-Ordered Trie Itemset (SOTrieIT) and two synergetic AR
mining algorithms to accompany it. Experiments involving a wide
range of synthetic data sets reveal that the algorithm outperform
FP-growth, a recent ARM algorithm by up to two orders of
magnitude…..
“B. Cui et. al. IEEE Trans. On Knowledge and Data Engineering, pp
mmd-kuittho
875-879, July 2004. ”
88
AJUKAN SEBUAH SOLUSI
Mengumumkan penelitian (metode) saat ini: Poin penting
tentang metodologi yang digunakan diuraikan, mungkin
termasuk ruang lingkup penelitian. Namun, metodologi ini tidak
diberikan secara rinci (karena rinciannya diberikan di bagian
metodologi). Sebagai contoh:
Dalam makalah ini, kami berfokus pada ARM ... .. Di sini,
kami akan memeriksa secara kritis struktur data
preprocessing yang ada di ARM untuk meningkatkan kinerja
dalam upaya untuk memahami kekuatan dan kelemahan.
Analisis kami berujung pada struktur praktis yang disebut
Support-Ordered Trie Itemset (SOTrieIT) dan dua algoritme
AR yang synergetik untuk menyertainya. Percobaan yang
melibatkan serangkaian set data sintetis menunjukkan bahwa
algoritma ini melebihi pertumbuhan FP, algoritma ARM barubaru ini hingga dua urutan besarnya ... ..
"B. Cui et. Al. IEEE Trans. Pada Pengetahuan dan Teknik
Data,
hal. 875-879, Juli 2004. "
mmd-kuittho
89
PROPOSE A SOLUTION
Example:
This paper proposes a new model called Support-Ordered Trie
Itemset (SOTrieIT) with synergistic ARM algorithms to improve the
performance process.
90
AJUKAN SEBUAH SOLUSI
Contoh:
Paper ini mengajukan sebuah model yang disebut dengan
Support-Ordered Tried Itemset (SOTrieIT) with synergistic
ARM algorithms untuk membangun proses tampilan.
91
PROPOSE A SOLUTION
Announcing principle findings (results): Researchers may indicate the
kind of results they obtained, or an overall summary of their findings. For
example:
Example:
It reveals that the performance of the model increases up to two
orders of magnitude and, thus, verifying its efficiency and viability.
92
AJUKAN SEBUAH SOLUSI
Mengumumkan temuan prinsip (hasil): Periset mungkin
menunjukkan jenis hasil yang mereka dapatkan, atau ringkasan
keseluruhan temuan mereka. Sebagai contoh:
Contoh:
Ini menunjukkan bahwa kinerja model meningkat hingga dua
urutan besarnya dan, dengan demikian, memverifikasi efisiensi
dan viabilitasnya.
93
PROPOSE A SOLUTION
Indicating the structure of the research: It is useful to
outline the organization of the written up research that follows
so that the reader has a clear idea of what is going to follow,
and in what order. In other words, “Paper Organization”
For example:
The rest of the paper is organized as follows: The next section
describes the problem of mining ARs. Section 3 reviews the
ARM algorithms that utilize data structures, while section 4
introduces our enhanced data structures and algorithms. The
performance of our approach is evaluated in section 5, and
finally, the papers is concluded in section 6.
“B. Cui et. al. IEEE Trans. On Knowledge and Data Engineering, pp
875-879, July 2004.”
94
AJUKAN SEBUAH SOLUSI
Menunjukkan struktur penelitian: Hal ini berguna untuk
menguraikan organisasi penelitian tertulis yang diikuti
sehingga pembaca memiliki gagasan yang jelas tentang
apa yang akan diikuti, dan dalam urutan apa. Dengan
kata lain, "Organisasi Kertas"
Sebagai contoh:
Sisa makalah ini disusun sebagai berikut: Bagian selanjutnya
menjelaskan masalah AR pertambangan. Bagian 3 mengulas
algoritma ARM yang memanfaatkan struktur data, sementara
bagian 4 memperkenalkan struktur data dan algoritme yang
disempurnakan. Kinerja pendekatan kami dievaluasi pada bagian
5, dan akhirnya, makalah disimpulkan di bagian 6.
"B. Cui et. Al. IEEE Trans. Pada Pengetahuan dan Teknik
Data, hal. 875-879, Juli 2004. "
95
PROPOSE A SOLUTION
Indicating directions for further research: Research often
opens up other areas where research could or should be done,
so it is common for these areas to be defined in the
introduction. It is also a way of indicating that the current
study is not designed to be comprehensive.
This paper takes a first step in this direction by laying out the
rationale for incorporating feedback and feedforward
mechanisms in decision support for dynamic tasks such as
software project management (Sengupta and Abdel-Hamid,
1993).
96
AJUKAN SEBUAH SOLUSI
Menunjukkan arah untuk penelitian lebih lanjut: Penelitian
sering membuka area lain di mana penelitian dapat atau
harus dilakukan, jadi umum bagi area-area ini untuk
didefinisikan dalam pendahuluan. Ini juga merupakan cara
untuk menunjukkan bahwa penelitian saat ini tidak
dirancang untuk menjadi komprehensif.
Makalah ini mengambil langkah pertama dalam arah ini
dengan meletakkan dasar pemikiran untuk menggabungkan
umpan balik dan mekanisme umpan balik dalam mendukung
keputusan untuk tugas dinamis seperti manajemen proyek
perangkat lunak (Sengupta dan Abdel-Hamid, 1993).
97
PROPOSE A SOLUTION
Indicating benefits of current research: Indicating the
benefits of the research helps to justify why it was carried out
and emphasizes the value of the study. For example:
…..because of its immense popularity and usefulness in a wide
variety of situations such as e-commence, classification,
clustering, web mining, and bio-informatics.
98
AJUKAN SEBUAH SOLUSI
Menunjukkan manfaat penelitian saat ini: Menunjukkan
manfaat penelitian membantu untuk membenarkan
mengapa hal itu dilakukan dan menekankan nilai
penelitian. Sebagai contoh:
... .. karena popularitas dan kegunaannya yang luar biasa
dalam berbagai situasi seperti e-commence, klasifikasi,
clustering, web mining, dan bio-informatics.
99
PROPOSE A SOLUTION
Notice that the introduction includes information that is
presented in other parts of the paper. Does this mean
that if you indicate your results in your
Introduction that you will have nothing left to present
in your Results chapter?
No! Introductions literally "introduce" information to
give an overview, often offering only a short summary
because full details are given in later chapters.
100
AJUKAN SEBUAH SOLUSI
Perhatikan bahwa pendahuluan mencakup informasi
yang disajikan di bagian lain kertas. Apakah ini
berarti bahwa jika Anda menunjukkan hasil Anda di
Pendahuluan Anda bahwa Anda tidak memiliki apaapa lagi untuk disajikan di bab Hasil Anda?
Tidak! Perkenalan secara harfiah "mengenalkan"
informasi untuk memberikan gambaran umum,
seringkali hanya menawarkan ringkasan singkat
karena rincian lengkap diberikan di bab-bab
selanjutnya.
101
AJUKAN SEBUAH SOLUSI
Perhatikan bahwa pendahuluan mencakup informasi
yang disajikan di bagian lain kertas. Apakah ini
berarti bahwa jika Anda menunjukkan hasil Anda di
Pendahuluan Anda bahwa Anda tidak memiliki apaapa lagi untuk disajikan di bab Hasil Anda?
Tidak! Perkenalan secara harfiah "mengenalkan"
informasi untuk memberikan gambaran umum,
seringkali hanya menawarkan ringkasan singkat
karena rincian lengkap diberikan di bab-bab
selanjutnya.
102
FORMAT PENULISAN
FORMAT UMUM DALAM PENULISAN TERDIRI DARI:
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Abstrak
Pendahuluan
Kajian Literatur
Materi & Metodologi
Hasil
Pembahasan
Kesimpulan ….gabung
Kata Pengantar
Referensi
103
Menggunakan Literatur
Meliputi:
Apa itu: literatur”?
Mengapa menulis sebuah kajian literatur?
Menulis kajian literatur sendiri
Bagaiaman menulis sebuah kajian literatur yang baik?
Jebakan-jebakan
Kajian literatur: sebuah contoh
104
APA ITU LITERATUR
Meskipun Anda mungkin memikirkan novel dan puisi saat Anda
mendengar kata "sastra", untuk sebuah penelitian, maknanya lebih
spesifik. Dalam hal tinjauan pustaka, "literatur" berarti karya yang
Anda konsultasi untuk memahami dan menyelidiki masalah penelitian
Anda.
Bagaimana manfaat sumber-sumber berikut?
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Jurnal
Konferensi
Laporan
Buku-buku
Koran
Tesis
Internet
CD-ROM
Majalah
105
Artikel jurnal: ini bagus terutama untuk informasi terbaru. Ingat,
meskipun, dibutuhkan waktu hingga dua tahun untuk menerbitkan
artikel. Mereka sering digunakan dalam ulasan literatur karena
mereka menawarkan format penelitian yang relatif ringkas dan up to
date, dan karena semua jurnal terkemuka terdaftar (yaitu editor
hanya mempublikasikan penelitian yang paling relevan dan dapat
diandalkan).
Buku: buku cenderung kurang up-to-date karena membutuhkan
waktu lebih lama agar buku diterbitkan daripada artikel jurnal. Buku
teks tidak mungkin berguna untuk disertakan dalam tinjauan literatur
Anda karena ini dimaksudkan untuk pengajaran, bukan untuk
Prosiding
berguna
dalam memberikan
penelitian
penelitian,konferensi:
namun mereka
menawarkan
titik awal yang
baik untuk
terbaru,
atau sumber
penelitian
yang
belum dipublikasikan. Mereka juga
menemukan
yang
lebih
membantu
terperinci. dalam memberikan informasi tentang orang-orang yang
saat ini terlibat di bidang penelitian mana, dan dapat membantu
melacak pekerjaan lain oleh peneliti yang sama.
106
Laporan pemerintah / perusahaan: banyak departemen pemerintah
dan perusahaan melakukan commissioning atau melakukan
penelitian. Temuan mereka yang dipublikasikan dapat memberikan
sumber informasi yang berguna, bergantung pada bidang studi Anda.
Surat kabar: Karena surat kabar biasanya ditujukan untuk khalayak
umum (tidak khusus), informasi yang mereka berikan akan sangat
terbatas untuk tinjauan literatur Anda. Seringkali surat kabar lebih
bermanfaat sebagai penyedia informasi tentang tren, penemuan, atau
perubahan terkini, mis. Mengumumkan perubahan dalam kebijakan
pemerintah, namun Anda kemudian harus mencari informasi lebih rinci
di sumber lain.
Tesis dan disertasi: ini bisa menjadi sumber informasi yang berguna.
Namun ada kekurangannya: 1) sulit didapat karena tidak
dipublikasikan, namun umumnya hanya tersedia dari rak
perpustakaan atau melalui pinjaman interlibrary; 2) siswa yang
melakukan penelitian mungkin bukan peneliti berpengalaman dan oleh
karena itu Anda mungkin harus memperlakukan temuan mereka
107
dengan lebih hati-hati daripada penelitian yang dipublikasikan.
Internet: sumber informasi yang tumbuh paling cepat ada di
Internet. Tidak mungkin untuk mengkarakterisasi informasi yang
tersedia tetapi berikut adalah beberapa petunjuk tentang
penggunaan sumber elektronik: 1) ingatlah bahwa setiap orang
dapat memposting informasi di Internet sehingga kualitasnya
mungkin tidak dapat diandalkan, 2) informasi yang Anda temukan
mungkin ditujukan untuk Khalayak umum sehingga tidak sesuai
untuk dimasukkan dalam tinjauan literatur Anda (informasi untuk
khalayak umum biasanya kurang rinci) dan 3) jurnal elektronik
wasit yang lebih banyak dan lebih banyak muncul di Internet - jika
mereka diberi syarat Bahwa ada dewan editorial yang
mengevaluasi pekerjaan sebelum mempublikasikannya di jurnal
elektronik mereka, jadi kualitasnya harus lebih dapat diandalkan
(tergantung pada reputasi jurnal).
CD-ROM: Saat ini, beberapa CR-ROM menyediakan jenis
informasi terperinci dan khusus tentang penelitian akademis yang
Anda butuhkan untuk penelitian Anda sendiri karena kebanyakan
ditujukan untuk khalayak umum. Namun, semakin banyak
bibliografi yang dimasukkan ke dalam CD-ROM untuk digunakan
di perpustakaan akademis, maka alat tersebut bisa menjadi alat
yang sangat berharga dalam mencari informasi yang Anda
butuhkan.
108
Majalah: majalah yang ditujukan untuk khalayak umum (mis., Waktu) tidak
mungkin berguna dalam memberikan jenis informasi yang Anda butuhkan.
Majalah khusus mungkin lebih berguna (misalnya majalah bisnis untuk
siswa manajemen) tapi biasanya majalah tidak berguna untuk penelitian
Anda kecuali sebagai titik awal dengan memberikan berita atau informasi
umum tentang penemuan baru, kebijakan, dll. Sehingga Anda dapat
meneliti lebih lanjut lebih banyak lagi. Sumber khusus
Download