PT. BANK BUMI ARTA Tbk

advertisement
PT. BANK BUMI ARTA Tbk
LAPORAN KEUANGAN
30 JUNI 2012
PT. BANK BUMI ARTA Tbk
DAFTAR ISI
Halaman
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
1
LAPORAN KEUANGAN
Neraca
2
Laporan Laba Rugi
4
Laporan Perubahan Ekuitas
5
Laporan Arus Kas
6
Catatan atas Laporan Keuangan
7
I
BANK BUMI ARTA
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
TENTANG
TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN IINTUK'TANGGAL YANG
BERAKHIR 30 JUNI 2012DAN 31 DESEMBER2011
PT BAI\IK BUN{I ARTA TbK
Kami yang bertandatangandibawahini:
1. Nama
Alamat kantor
Alamat domisili sesuaiKTP
atau kartu identitas lain
Nomor Telepon
Jabatan
WikanAryono S.
Jl. Wahid HasyimNo. 234, JakartaPusat
Jl. JanurElok VIII QG 4/6, JakartaUtara
2.
Hendrik Atmaja
Jl. WahidHasyimNo. 234,JakartaPusat
Jl. Pluit PermaiRayaNo. 5, JakartaUtara
02t -2300455
PresidenDirektur
Nama
Alamat kantor
Alamat domisili sesuaiKTP
atau kartu identitas lain
Nomor Telepon
Jabatan
a2t -n04455
Direktur
menyatakan bahwa:
1. Bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan;
2. Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang
berlaku umum;
3. a; Semua informasi dalam laporan telah dimuat secaralengkap dan benar;
b. Laporan keuangan tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak
benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material;
4
,
Blr-tanggung jawab atas sistem pengendalian intern dalam Bank.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakart*30 Jnli20l2
Direfttur
Wikan Arvono S.
HendrikAtmaja
PT BANKBUMI ARTATbK.
Fax.(021)3102632
Tel.(021)2300893,2300455,
10250,
HasyimNo.234Jakarta
HeadOffce:Jl.tAlahid
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
30 JUNI 2012 DAN 31 DESEMBER 2011
Catatan
2012
Rp
2011
Rp
ASET
KAS
34,801,929,105
36,900,181,615
GIRO PADA BANK INDONESIA
5
225,181,598,707
225,962,030,860
GIRO PADA BANK LAIN - setelah dikurangi
cadangan kerugian penurunan nilai sebesar
Rp 219.717.841 tahun 2012 dan Rp 206.439.688 tahun 2011
6
19,277,876,371
17,983,918,617
PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA
DAN BANK LAIN - setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar nihil untuk tahun 2012 dan 2011
7
596,937,831,928
770,238,492,508
EFEK-EFEK DIMILIKI HINGGA JATUH TEMPO - setelah
dikurangi pendapatan bunga diterima dimuka
yang belum diamortisasi sebesar Rp 1.880.263.695 tahun 2012
dan Rp 2.415.348.128 tahun 2011
8
113,384,736,305
147,584,651,872
58,330,923,897
57,873,810,832
1,912,080,286,928
1,551,980,287,598
1,970,411,210,825
1,609,854,098,430
KREDIT
Pihak berelasi - setelah dikurangi
cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp 19.849.147
tahun 2012 dan Rp 192.861.714 tahun 2011
Pihak ketiga - setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp 18.586.679.194 tahun 2012 dan
Rp 24.268.997.976 tahun 2011
9
32
Jumlah
TAGIHAN AKSEPTASI - setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp 59.375.691 tahun 2012 dan
Rp 33.707.797 tahun 2011
10
5,878,198,098
3,337,070,042
PENYERTAAN DALAM BENTUK SAHAM
Pihak ketiga - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai
sebesar Rp 100.000 untuk tahun 2012 dan 2011
11
9,900,000
9,900,000
PENDAPATAN BUNGA YANG MASIH AKAN DITERIMA
12
15,484,762,417
13,246,868,322
ASET TETAP - setelah dikurangi akumulasi
penyusutan sebesar Rp 65.229.898.094
tahun 2012 dan Rp 62.948.938.900 tahun 2011
13
116,219,422,617
113,852,318,910
7,240,806,721
7,240,806,721
45,796,489,499
16,938,115,616
3,150,624,762,593
2,963,148,453,513
ASET PAJAK TANGGUHAN
ASET LAIN-LAIN - BERSIH
14
JUMLAH ASET
*) Disajikan kembali - Catatan 41
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
-2-
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
30 JUNI 2012 DAN 31 DESEMBER 2011 (Lanjutan)
Catatan
2012
Rp
2011
Rp
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS SEGERA
15
30,711,508,529
13,103,870,296
1,114,827,326,199
1,420,184,939,236
2,535,012,265,435
999,861,911,518
1,420,153,998,257
2,420,015,909,775
SIMPANAN
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Jumlah Simpanan
16
33
SIMPANAN DARI BANK LAIN
17
8,209,362,230
3,576,571,003
LIABILITAS AKSEPTASI
10
5,937,573,789
3,370,777,839
UTANG PAJAK
18
3,684,176,980
8,812,802,638
BUNGA YANG MASIH HARUS DIBAYAR
19
6,268,467,494
6,505,030,597
LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA
20
29,126,792,306
27,613,226,874
LIABILITAS LAIN-LAIN
21
26,496,705,607
4,019,156,908
2,645,446,852,370
2,487,017,345,930
JUMLAH LIABILITAS
EKUITAS
MODAL SAHAM - nilai nominal
Rp 100 per saham
Modal dasar - 8.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh 2.310.000.000 saham
22
231,000,000,000
231,000,000,000
TAMBAHAN MODAL DISETOR
24
10,989,779,766
10,989,779,766
SALDO LABA
Ditentukan penggunaannya
Tidak ditentukan penggunaannya
23
17,500,000,000
245,688,130,457
15,000,000,000
219,141,327,817
505,177,910,223
476,131,107,583
3,150,624,762,593
2,963,148,453,513
JUMLAH EKUITAS
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
*) Disajikan kembali - Catatan 41
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
-3-
PT. BANK BUMI ARTA Tbk
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF
UNTUK TAHUN -TAHUN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2012 DAN 30 JUNI 2011
Catatan
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan Bunga
Bunga
25,32
2012
Rp
2011 *)
Rp
145,854,811,023
125,330,678,663
145,854,811,023
125,330,678,663
56,773,663,167
2,498,109,167
399,741,350
54,172,806,045
2,325,073,206
375,000,000
Jumlah Beban Bunga
59,671,513,684
56,872,879,251
Pendapatan Bunga - Bersih
86,183,297,339
68,457,799,412
Jumlah Pendapatan Bunga
Beban Bunga
Bunga
Premi penjaminan pemerintah
Hadiah
26,32
Pendapatan Operasional Lainnya
Jasa administrasi
Provisi dan komisi selain dari kredit - Bersih
Keuntungan transaksi mata uang asing - Bersih
Lain-lain
27
3,725,932,914
456,495,934
1,612,852,469
2,635,115,412
3,224,924,713
460,175,149
(271,327,009)
1,720,914,605
8,430,396,729
5,134,687,458
28
(5,026,223,947)
2,799,680,448
29
30,32
34,865,984,997
26,666,547,157
29,572,825,992
20,435,081,810
Jumlah Beban Operasional Lainnya
61,532,532,154
50,007,907,802
Beban Operasional Lainnya - Bersih
(48,075,911,478)
(47,672,900,792)
38,107,385,861
20,784,898,620
391,900,000
34,900,000
194,867,979
19,942,510
4,500,000
31,950,000
99,282,999
-
-
621,667,979
155,675,509
38,729,053,840
20,940,574,129
BEBAN PAJAK
9,682,251,200
4,889,387,475
LABA BERSIH
29,046,802,640
16,051,186,654
25.15
13.90
Jumlah Pendapatan Operasional Lainnya
Beban cadangan kerugian penurunan
nilai - Bersih
Beban Operasional Lainnya
Tenaga kerja
Umum dan administrasi
LABA OPERASIONAL
PENDAPATAN (BEBAN) NON OPERASIONAL
Pendapatan Non Operasional
Keuntungan penjualan agunan diambil alih
Keuntungan penjualan aset tetap
Pendapatan sewa
Lain-lain
14
13
Beban Non Operasional - lain-lain
PENDAPATAN NON OPERASIONAL - BERSIH
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK
LABA PER SAHAM DASAR
31
*) Disajikan kembali - Catatan 41
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
-4-
PT. BANK BUMI ARTA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
UNTUK TAHUN -TAHUN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2012 DAN 31 DESEMBER 2011
Tambahan
Modal Disetor
Catatan
Saldo per 1 Januari 2011
Ditentukan untuk cadangan umum
Dividen tunai
Modal disetor
Rp
231,000,000,000
12,500,000,000
21,22
-
-
-
(6,930,000,000)
(6,930,000,000)
-
-
-
42,624,596,226
42,624,596,226
219,141,327,817
476,131,107,583
29,046,802,640
29,046,802,640
248,188,130,457
505,177,910,223
10,989,779,766
231,000,000,000
10,989,779,766
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
-5-
15,000,000,000
15,000,000,000
(2,500,000,000)
440,436,511,357
-
231,000,000,000
2,500,000,000
185,946,731,591
-
Laba komprehensif tahun berjalan
Saldo per 30 Juni 2012
10,989,779,766
Jumlah ekuitas
Rp
23
Laba komprehensif tahun berjalan
Saldo per 31 Desember 2011
Rp
Saldo laba
Ditentukan
Tidak ditentukan
penggunaannya
penggunaannya
Rp
Rp
-
PT. BANK BUMI ARTA Tbk
LAPORAN ARUS KAS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2012 DAN 2011
2012
Rp
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan bunga, provisi dan komisi
Pembayaran bunga, provisi dan komisi
Penerimaan operasional lainnya
Pembayaran gaji dan tunjangan karyawan
Pembayaran beban umum dan administrasi
Pembayaran beban non-operasional lainnya
Pembayaran pajak penghasilan
Arus Kas Operasi Sebelum Perubahan Aktivitas Operasi
Penurunan (kenaikan) dalam aset operasi:
Kredit
Aset lain-lain
Kenaikan (penurunan) dalam liabilitas operasi:
Simpanan
Simpanan dari Bank Lain
Liabilitas lainnya
Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penempatan efek-efek yang dimiliki hingga jatuh tempo
Pencairan efek-efek yang dimiliki hingga jatuh tempo
Hasil penjualan aset tetap
Hasil penjualan agunan yang diambil alih
Perolehan aset tetap
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi
143,522,666,640
(59,908,076,788)
7,183,323,174
(33,352,419,565)
(12,422,477,881)
11,502,793,539
(13,493,893,700)
125,381,548,379
(56,462,051,326)
4,256,978,265
(27,941,245,892)
(8,190,460,351)
30,485,314,735
(6,707,548,475)
43,031,915,419
60,822,535,335
(354,701,781,046)
19,765,032,112
(168,348,008,413)
(36,045,446,126)
114,996,355,659
4,632,791,228
16,289,508,633
(52,981,545,518)
(2,204,280,657)
2,107,026,665
(155,986,177,995)
(196,649,718,714)
(65,265,000,000)
100,000,000,000
391,900,000
(5,389,841,610)
(200,000,000,000)
200,000,000,000
4,500,000
40,000,000
(1,467,621,890)
29,737,058,390
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
SETARA KAS
2011
Rp
(126,249,119,605)
(1,423,121,890)
(198,072,840,604)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN
1,052,219,793,080
1,169,032,922,502
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN
925,970,673,475
970,960,081,898
PENGUNGKAPAN TAMBAHAN
Kas dan Setara Kas terdiri dari:
Kas
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain
Sertifikat Bank Indonesia
34,801,929,105
225,181,598,707
19,497,594,212
596,937,831,928
49,551,719,523
43,422,965,418
216,416,916,827
33,301,236,009
677,818,963,644
-
Jumlah Kas dan Setara Kas
925,970,673,475
970,960,081,898
Transaksi yang tidak mempengaruhi kas:
Penurunan (Kenaikan) dalam tagihan akseptasi
Kenaikan (Penurunan) dalam kewajiban akseptasi
(2,566,795,950)
2,566,795,950
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
-6-
(3,034,136,444)
3,034,136,444
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
1.
UMUM
a. Pendirian dan Informasi Umum
P.T. Bank Bumi Arta Tbk (Bank), didirikan berdasarkan akta No. 4 tanggal 3 Maret 1967 yang
dibuat dihadapan Soeleman Ardjasasmita, notaris di Jakarta. Anggaran dasar Bank telah
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusannya No.
J.A.5/25/6 tertanggal 25 April 1967 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 41 tanggal 23 Mei 1967 Tambahan No. 87. Berdasarkan Surat Keputusan
Menteri Keuangan RI No. Kep-436/DJM/III.3/9/1976 tanggal 18 September 1976, Bank
menggabungkan usahanya (merger) dengan PT Bank Duta Nusantara sesuai dengan anjuran
pemerintah untuk memperluas jaringan operasional perbankan dan meningkatkan struktur
permodalan.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 35
tanggal 17 Desember 2007 yang dibuat dihadapan Fathiah Helmi, S.H., notaris di Jakarta,
Bank merubah seluruh anggaran dasar untuk disesuaikan dengan Undang-undang Republik
Indonesia No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Perubahan tersebut telah disetujui
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. AHU-00533.AH.01.02
tanggal 4 Januari 2008, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.
42 tanggal 23 Mei 2008 Tambahan No. 6949.
Anggaran Dasar Bank telah beberapa kali mengalami perubahan, yang terakhir kali dengan
Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 10 tanggal 3 Juni
2009, yang dihadapan Fathiah Helmi, S.H., notaris di Jakarta. Perubahan tersebut telah
diberitahukan dan diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam surat
penerimaan pemberitahuan perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.10-11840 tanggal 30
Juli 2009, antara lain untuk disesuaikan dengan Peraturan No. IX.J.1 Lampiran Keputusan
Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) No. KEP179/BL/2008 tanggal 14 Mei 2008 tentang Pokok-pokok Anggaran Dasar Perseroan yang
melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Bank, ruang lingkup kegiatan Bank adalah melakukan
usaha di bidang perbankan dengan memperhatikan peraturan-peraturan yang berlaku. Kantor
pusat Bank beralamat di Jl. Wahid Hasyim No. 234, Jakarta. Bank memiliki 9 kantor cabang, 19
kantor cabang pembantu, 16 kantor kas dan 69 payment points yang seluruhnya berlokasi di
Indonesia.
Bank memperoleh izin usaha untuk melakukan kegiatan sebagai bank umum dan beroperasi
secara komersial berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.
D.15.6.1.2.29 tanggal 28 Maret 1967. Sesuai Surat Keputusan Bank Indonesia No.
24/35/KEP/DIR tanggal 20 Agustus 1991, status Bank meningkat menjadi bank devisa.
Jumlah karyawan Bank sebanyak 837 dan 816 masing-masing pada tanggal 30 Juni 2012 dan
31 Desember 2011.
Susunan pengurus Bank pada tanggal 30 Juni 2012 adalah sebagai berikut:
Presiden Komisaris
Wakil Presiden Komisaris
Komisaris
: Rachmat Mulia Suryahusada
: Daniel Budidharma
: R.M. Sjariffudin (Mohammad Syariffudin)
Presiden Direktur
Direktur
: Wikan Aryono S.
: Hendrik Atmaja
Tan Hendra Jonathan
-7-
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi telah mendapat persetujuan dari Bank
Indonesia.
Susunan Komite Audit Bank pada tanggal 30 Juni 2012 adalah sebagai berikut:
Ketua
Anggota
: R.M. Sjariffudin (Mohammad Syariffudin)
: Djoki Sutiono
Leland G. Rompas
Susunan Komite Pemantau Risiko pada tanggal 30 Juni 2012 adalah sebagai berikut:
Ketua
Anggota
: Daniel Budidharma
: Leland G. Rompas
Nancy Effendy
Susunan Komite Remunerasi dan Nominasi pada tanggal 30 Juni 2012 adalah sebagai
berikut:
Ketua
: Daniel Budidharma
Anggota
: Rachmat Mulia Suryahusada
Jenny
b. Penawaran Umum Saham
Pada tanggal 18 Mei 2006, Bank telah memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) melalui suratnya No. S49/BL/2006 untuk melakukan penawaran umum perdana atas 210.000.000 lembar saham
Bank kepada masyarakat. Nilai nominal per saham Rp 100 dengan harga penawaran sebesar
Rp 160 per saham.
Pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011, 2.286.900.000 lembar saham Bank telah
dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.
2.
PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU DAN REVISI (PSAK) DAN
INTERPRETASI STÁNDAR AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK)
a. Standar yang berlaku efektif pada tahun berjalan
Dalam tahun berjalan, Bank telah mengadopsi semua standar baru dan revisi serta interpretasi
yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan dari Ikatan Akuntan Indonesia
yang relevan dengan operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada tanggal
1 Januari 2011 yang relevan dengan operasi bank. Penerapan standar-standar baru dan revisi
serta interpretasi menghasilkan perubahan kebijakan akuntansi Bank yang mempengaruhi
penyajian dan pengungkapan laporan keuangan untuk tahun berjalan atau tahun sebelumnya:
• PSAK 1 (Revisi 2009), Penyajian Laporan Keuangan
Standar revisi ini mengatur perubahan dalam format dan isi laporan keuangan
konsolidasian, termasuk revisi judul laporan keuangan.
Sebagai hasil dari penerapan standar revisi ini, Bank menyajikan semua perubahan ekuitas
pemilik dalam ekuitas pada laporan perubahan ekuitas. Semua perubahan non-pemilik
dalam ekuitas disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif. Informasi komparatif
disajikan kembali untuk menyesuaikan dengan standar. Selain itu, standard yang direvisi
mengharuskan penyajian posisi laporan keuangan ketiga pada tanggal 1 Januari 2010
-8-
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
karena adanya perubahan peraturan Bank Indonesia terkait penyisihan penurunan nilai
yang dijelaskan pada Catatan 3g.
Selanjutnya, pengungkapan tambahan dibuat
sehubungan dengan manajemen modal, penilaian kritis dalam penerapan kebijakan
akuntansi dan sumber-sumber Utama estimasi ketidakpastian.
•
PSAK 7 (Revisi 2010), Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi
Standar ini memperluas definisi pihak-pihak berelasi dan pengungkapan hubungan pihakpihak berelasi, transaksi dan saldo termasuk komitmen. Standar ini juga mengharuskan
pengungkapan hubungan antara entitas induk dan entitas anak terlepas dari apakah telah
terjadi transaksi antara mereka. Selanjutnya anggota personil manajemen kunci merupakan
pihak berelasi, sehingga mengharuskan pengungkapan atas kompensasi personil
manajemen kunci untuk masing-masing kategori. Bank telah mengevaluasi hubungan
pihak-pihak berelasi dan mengungkapkan sesuai dengan standar revisi ini.
Berikut ini standard baru dam standard revisi serta interpretasi yang diterapkan dalam laporan
keuangan tetapi mempengaruhi akuntansi untuk transaksi masa depan:
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
PSAK 2 (revisi 2009), Laporan Arus Kas
PSAK 3 (revisi 2010), Laporan Keuangan Interim
PSAK 4 (revisi 2009), Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri
PSAK 5 (revisi 2009), Segmen Operasi
PSAK 8 (revisi 2010), Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
PSAK 12 (revisi 2009), Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama
PSAK 15 (revisi 2009), Investasi pada Entitas Asosiasi
PSAK 19 (revisi 2010), Aset Tak Berwujud
PSAK 22 (revisi 2010), Kombinasi Bisnis
PSAK 23 (revisi 2010), Pendapatan
PSAK 25 (revisi 2009), Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan
Kesalahan
PSAK 48 (revisi 2009), Penurunan Nilai Aset
PSAK 57 (revisi 2009), Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi
PSAK 58 (revisi 2009), Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang
Dihentikan
ISAK 7 (revisi 2009), Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus
ISAK 9, Perubahan atas Liabilitas Aktivitas Purnaoperasi, Restorasi, dan Liabilitas Serupa
ISAK 10, Program Loyalitas Pelanggan
ISAK 11, Distribusi Aset Nonkas Kepada Pemilik
ISAK 12, Pengendalian Bersama Entitas:
Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer
ISAK 14, Aset Tak Berwujud – Biaya Situs Web
ISAK 17, Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai
b. Penerapan Awal PSAK 50 (revisi 2006) dan 55 (revisi 2006) efektif 1 Januari 2010
Efektif 1 Januari 2010, Bank menerapkan PSAK revisi berikut ini yang berlaku efektif untuk
laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2010:
• PSAK 50 (revisi 2006), Instrumen Keuangan:
Penyajian dan Pengungkapan
• PSAK 55 (revisi 2006), Instrumen Keuangan:
Pengakuan dan Pengukuran
-9-
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Penerapan PSAK 50 (revisi 2006) menghasilkan pengungkapan instrument keuangan yang
lebih luas termasuk beberapa pengungkapan kualitatif yang berkaitan dengan tujuan
manajemen risiko keuangan.
PSAK 55 (revisi 2006) memberikan panduan pada pengakuan dan pengukuran instrumen
keuangan dan kontrak untuk membeli item non-keuangan. Antara lain, penerapan standar ini
memerlukan penggunaan metode suku bunga efektif ketika aset atau kewajiban diukur pada
biaya perolehan diamortisasi. Selain itu, PSAK ini juga mengubah cara Bank dalam mengukur
penurunan nilai aset keuangan tergantung pada klasifikasi instrumen keuangan.
Bank menerapkan PSAK 50 (revisi 2006) dan PSAK 55 (revisi 2006) secara prospektif, dan
penerapan pedoman tambahan Buletin Teknis No. 4, mengenai Transisi Pedoman Penerapan
Awal PSAK 50 (revisi 2006) dan PSAK 55 (revisi 2006) adalah sebagai berikut:
i. Suku bunga efektif
Suku bunga efektif instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
yang diperoleh sebelum tanggal 1 Januari 2010 dengan saldo terhutang pada tanggal 1
Januari 2010 dihitung dengan mengacu pada arus kas masa depan yang akan dihasilkan
pada saat penerapan awal PSAK 55 (revisi 2006) sampai dengan jatuh tempo instrumen
keuangan.
Pada tanggal 1 Januari 2010, Bank tidak mempunyai pendapatan provisi yang belum
diamortisasi.
ii. Penghentian pengakuan
Instrumen keuangan yang telah dihentikan pengakuannya sebelum tanggal 1 Januari 2010
tidak dinilai kembali berdasarkan kriteria penghentian pengakuan PSAK 55 (revisi 2006).
iii. Penurunan nilai instrumen keuangan
Sesuai dengan Buletin Teknis No 4, pada tanggal 1 Januari 2010, Bank telah menilai
instrumen keuangan untuk penurunan nilai dengan mempertimbangkan kondisi yang ada
pada tanggal tersebut. Buletin Teknis No 4, selanjutnya menetapkan bahwa perbedaan
antara penurunan nilai yang diakui berdasarkan PSAK 55 (revisi 2006) dan penurunan nilai
yang diakui berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum sebelumnya, diakui
langsung ke saldo laba pada tanggal penerapan awal PSAK 55 (revisi 2006).
Manajemen menentukan bahwa perbedaan tersebut dalam penurunan aset keuangan tidak
material terhadap laporan keuangan Bank.
Sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia (SE-BI) No.11/33/DPNP tanggal 8 Desember
2009, Bank menerapkan ketentuan transisi untuk memperkirakan penurunan nilai pinjaman
kolektif berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No 11/2/PBI/2009 tanggal 29 Januari 2009
mengenai Penilaian Kualitas Aset Bank Umum (Catatan 3q).
c. Standar dan interpretasi telah diterbitkan tapi belum diterapkan
i. Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2012
•
•
•
•
PSAK 10 (revisi 2010), Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing
PSAK 13 (revisi 2011), Properti Investasi
PSAK 16 (revisi 2011), Aset Tetap
PSAK 18 (revisi 2010), Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya
- 10 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
PSAK 24 (revisi 2010), Imbalan Kerja
PSAK 26 (revisi 2011), Biaya Pinjaman
PSAK 28 (revisi 2011), Akuntansi Kontrak Asuransi Kerugian
PSAK 30 (revisi 2011), Sewa
PSAK 33 (revisi 2011), Aktivitas Pengupasan Lapisan Tanah dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup pada Pertambangan Umum
PSAK 34 (revisi 2010), Kontrak Konstruksi
PSAK 36 (revisi 2011), Akuntansi Kontrak Asuransi Jiwa
PSAK 45 (revisi 2011), Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba
PSAK 46 (revisi 2010), Pajak Penghasilan
PSAK 50 (revisi 2010), Instrumen Keuangan: Penyajian
PSAK 53 (revisi 2010), Pembayaran Berbasis Saham
PSAK 55 (revisi 2011), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran
PSAK 56 (revisi 2011), Laba Per Saham
PSAK 60, Instrumen Keuangan: Pengungkapan
PSAK 61, Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah
PSAK 62, Kontrak Asuransi
PSAK 63, Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi
PSAK 64, Aktivitas Eksplorasi dan Evaluasi pada Pertambangan Sumber Daya Mineral
ISAK 13, Lindung Nilai Investasi Neto dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri
ISAK 15, PSAK 24 - Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan Pendanaan Minimum dan
Interaksinya
ISAK 16, Perjanjian Jasa Konsesi
ISAK 18, Bantuan Pemerintah – Tidak Berelasi Spesifik dengan Aktivitas Operasi
ISAK 19, Penerapan Pendekatan Penyajian Kembali dalam PSAK 63: Pelaporan
Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi
ISAK 20, Pajak Penghasilan – Perubahan dalam Status Pajak Entitas atau Para
Pemegang Sahamnya
ISAK 22, Perjanjian Konsensi Jasa: Pengungkapan
ISAK 23, Sewa Operasi - Insentif
ISAK 24, Evaluasi Substansi Beberapa Transaksi yang Melibatkan Suatu Bentuk Legal
Sewa.
ISAK 25, Hak Atas Tanah
ISAK 26, Penilaian Ulang Derivatif Melekat
ii. Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2013 adalah ISAK 21,
Perjanjian Kontrak Real Estat dan PSAK 38 (revisi 2012), Kombinasi Bisnis Entitas
Sepengendali
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan, manajemen sedang mengevaluasi
dampak dari standar dan interpretasi terhadap laporan keuangan.
- 11 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
3.
KEBIJAKAN AKUNTANSI
a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
b. Penyajian Laporan Keuangan
Dasar penyusunan laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas adalah dasar akrual.
Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan adalah mata uang
Rupiah (Rp), sementara laporan keuangan disusun berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa
akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan
akuntansi masing-masing akun tersebut.
Untuk tujuan penyajian arus kas, laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode
langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Untuk tujuan laporan arus kas, kas dan setara kas mencakup kas, giro pada Bank indonesia
dan giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain, Sertifikat Bank
Indonesia dan Fasilitas Simpanan Bank Indonesia yang jatuh tempo dalam 3 (tiga) bulan atau
kurang dari tanggal perolehannya dan tidak dibatasi penggunaannya.
c. Transaksi dan Saldo Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing
Pembukuan Bank diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama
tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya
transaksi. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs spot Reuters pada pukul
16.00 WIB. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam
laporan laba rugi tahun berjalan.
d. Transaksi Pihak-pihak Berelasi
Pihak-pihak bereleasi terdiri atas:
a. Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang
tersebut:
i. memiliki pengendalian atau pengendalian bersama entitas pelapor;
ii. memiliki pengaruh signifikan entitas pelapor; atau
iii. personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor.
b. Suatu entitas berelasi entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya
entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain).
ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas
asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang
mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
- 12 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
iv.Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah
entitas asosiasi dari entitas ketiga.
v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah
satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor
adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga
berelasi dengan entitas pelapor.
vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang
diidentifikasi dalam huruf (a).
vii.Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau
personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
Seluruh transaksi yang dilakukan dengan pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan kondisi
dan persyaratan dengan pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada laporan keuangan.
e. Aset Keuangan
Seluruh aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya pada tanggal diperdagangkan
dimana pembelian dan penjualan aset keuangan berdasarkan kontrak yang mensyaratkan
penyerahan aset keuangan dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh kebiasaan pasar yang
berlaku, dan awalnya diukur sebesar nilai wajar ditambah biaya transaksi.
Aset keuangan Bank diklasifikasikan sebagai berikut:
Aset keuangan
Klasifikasi
Kas
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain
Efek-efek dimiliki hingga jatuh tempo
Kredit yang diberikan
Tagihan akseptasi
Penyertaan dalam bentuk saham
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Dimiliki hingga jatuh tempo
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Tersedia untuk dijual - sebesar biaya
perolehan
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Pendapatan bunga yang masih akan diterima
Dimiliki hingga jatuh tempo
Aset keuangan diklasifikasikan sebagai investasi dimiliki hingga jatuh tempo hanya jika
investasi tersebut memiliki pembayaran yang tetap atau telah ditentukan dan kemampuan
untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo. Investasi dimiliki hingga jatuh
tempo diukur dengan biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga
efektif dikurangi penurunan dengan pendapatan diakui berdasarkan metode pengembalian
efektif.
Aset keuangan tersedia untuk dijual
Aset keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai dimiliki hingga jatuh tempo, diukur pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi, atau pinjaman yang diberikan dan piutang diklasifikasikan
sebagai tersedia untuk dijual.
- 13 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Saham yang tidak tercatat di bursa yang dimiliki oleh Bank diperdagangkan di pasar aktif
diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual dan dinyatakan sebesar nilai wajarnya. Apabila
saham tidak memiliki kuotasi di pasar aktif atau nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal,
maka penyertaan diukur dengan nilai perolehan.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui pada pendapatan
komprehensif lainnya dan akumulasi revaluasi investasi tersedia untuk dijual, kecuali untuk
kerugian penurunan nilai, bunga yang dihitung dengan metode suku bunga efektif dan laba rugi
selisih kurs aas aset moneter yang diakui pada laporan laba rugi komprehensif. Jika aset
keuangan dilepas atau mengalami penurunan nilai, akumulasi laba atau rugi yang sebelumnya
diakui di revaluasi investasi tersedia untuk dijual, direklasifikasi ke laporan laba rugi.
Dividen atas instrument ekuitas tersedia untuk dijual, jika ada, diakui pada laporan laba rugi
pada saat hak Bank untuk memperoleh pembayaran dividen ditetapkan.
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Aset keuangan dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi
di pasar aktif diklasifikasi sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang, yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penurunan
nilai. Bunga diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif, kecuali piutang jangka
pendek dimana pengakuan bunga tidak material.
Metode suku bunga efektif
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan
diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga
selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat
mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan
bentuk lain yang dibayarkan dan diterima oleh para pihak dalam kontrak yang merupakan
bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto
lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan periode
yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset keuangan pada saat
pengakuan awal.
Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrument keuangan.
Penurunan nilai aset keuangan
Aset keuangan dievaluasi terhadap indikator penurunan nilai pada setiap tanggal pelaporan.
Aset keuangan diturunkan nilainya bila terdapat bukti objektif, sebagai akibat dari satu atau
lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan, dan peristiwa yang
merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan yang
dapat diestimasi secara handal.
Untuk investasi ekuitas yang diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual yang tidak tercatat di
bursa, penurunan yang signifikan atau jangka panjang pada nilai wajar dari investasi ekuitas di
bawah biaya perolehannya dianggap sebagai bukti obyektif penurunan nilai.
Bukti obyektif penurunan nilai termasuk sebagai berikut:
• kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam; atau
• pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok
atau bunga; atau
- 14 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
• terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan
reorganisasi keuangan.
Untuk kredit dan piutang, aset yang dinilai tidak akan diturunkan secara individual adalah, di
samping itu, dinilai untuk penurunan nilai secara kolektif. Bukti obyektif penurunan nilai
portofolio piutang dapat mencakup pengalaman masa lalu Bank dalam penerimaan
pembayaran, peningkatan jumlah pembayaran tertunda dalam portofolio masa lalu periode
kredit rata-rata, serta perubahan diamati dalam kondisi ekonomi nasional atau lokal yang
berhubungan dengan piutang yang tak tertagih.
Metode penurunan pinjaman tertagih Bank dijelaskan pada Catatan 2b.
Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi, jumlah kerugian
penurunan nilai merupakan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari
estimasi arus kas masa datang yang didiskontokan menggunakan tingkat suku bunga efektif
awal dari aset keuangan.
Nilai tercatat aset keuangan tersebut dikurangi dengan kerugian penurunan nilai secara
langsung atas aset keuangan, kecuali piutang yang nilai tercatatnya dikurangi melalui
penggunaan akun penyisihan piutang. Jika piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapuskan
melalui akun penyisihan piutang. Pemulihan kemudian dari jumlah yang sebelumnya telah
dihapuskan dikreditkan terhadap akun penyisihan. Perubahan nilai tercatat akun penyisihan
piutang diakui dalam laporan laba rugi komprehensif.
Kerugian penurunan nilai dihitung secara individual untuk aset keuangan yang signifikan
secara individual serta kolektif untuk aset yang secara individual tidak signifikan dan secara
individual signifikan namun tidak terdapat bukti obyektif penurunan nilai. Di dalam menentukan
penurunan nilai kolektif, aset keuangan dikelompokkan pada kelompok aset keuangan
berdasarkan karakteristik risiko kredit yang serupa. Arus kas masa depan dari kelompok aset
keuangan ini diestimasi berdasarkan arus kas kontraktual dan pengalaman kerugian historis
untuk aset yang memiliki karakteristik risiko kredit yang serupa. Pengalaman historis kerugian
disesuaikan berdasarkan hasil pengamatan data pada masa kini, untuk merefleksikan efek dari
kondisi masa kini yang tidak mempengaruhi periode dari pengalaman historis.
Dalam melakukan penilaian secara kolektif, Bank dan entitas anak harus menghitung:
• Probability of default (”PD”) – model ini menilai probabilitas konsumen gagal melakukan
pembayaran kembali secara penuh dan tepat waktu.
• Recoverable amount – didasarkan pada identifikasi arus kas masa datang dan estimasi nilai
kini dari arus kas tersebut (discounted cash flow).
• Loss given default (”LGD”) – Bank mengestimasi kerugian ekonomis yang mungkin akan
diderita Bank apabila terjadi tunggakan fasilitas kredit/ pembiayaan. LGD menggambarkan
jumlah utang yang tidak dapat diperoleh kembali dan umumnya ditunjukkan dalam
persentase dari exposure at default (EAD). Model perhitungan LGD mempertimbangkan
jenis peminjam, fasilitas dan mitigasi risiko, misalnya ketersediaan agunan.
• Loss identification period (”LIP”) - periode waktu antara terjadinya peristiwa yang merugikan
dalam kelompok aset keuangan sampai bukti obyektif dapat diidentifikasi atas fasilitas
kredit/pembiayaan secara individual.
• Exposure at default (”EAD”) – Bank mengestimasi tingkat utilisasi yang diharapkan dari
fasilitas kredit/pembiayaan pada saat terjadi tunggakan.
- 15 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PD, LGD dan LIP diperoleh dari observasi data fasilitas kredit/piutang pembiayaan selama
minimal tiga tahun.
Cadangan kerugian penurunan nilai yang dinilai secara kolektif dilakukan dengan mengkalikan
nilai baki debet fasilitas kredit/piutang pembiayaan pada posisi laporan dengan probability
default (PD), loss identification period (LIP) dan loss given default (LGD).
Kerugian penurunan nilai diakui pada laporan laba rugi komprehensif dan nilai tercatat dari aset
keuangan atau kelompok aset keuangan dikurangi dengan penyisihan kerugian penurunan nilai
yang terbentuk. Apabila pada periode berikutnya jumlah kerugian penurunan nilai berkurang
dan pengurangan tersebut dapat dikaitkan secara obyektif pada peristiwa yang terjadi setelah
penurunan nilai diakui, maka kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus
dipulihkan, baik secara langsung atau dengan menyesuaikan cadangan kerugian penurunan
nilai. Pada saat penurunan nilai diakui dalam aset keuangan atau kelompok aset keuangan,
pendapatan bunga diakui berdasarkan nilai tercatat setelah penurunan nilai menggunakan tarif
bunga yang digunakan untuk mendiskontokan estimasi arus kas masa datang pada saat
menghitung penurunan nilai.
Jika aset keuangan tersedia untuk dijual dianggap menurun nilainya, keuntungan atau kerugian
kumulatif yang sebelumnya telah diakui dalam ekuitas direklasifikasi kelaporan laba rugi
komprehensif dalam periode yang bersangkutan.
Pengecualian dari instrumen ekuitas tersedia untuk dijual, jika, pada periode berikutnya, jumlah
penurunan nilai berkurang dan penurunan dapat dikaitkan secara obyektif dengan sebuah
peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai tersebut diakui, kerugian penurunan nilai yang
sebelumnya diakui dipulihkan melalui laporan laba rugi komprehensif hingga nilai tercatat
investasi pada tanggal pemulihan penurunan nilai tidak melebihi biaya perolehan diamortisasi
sebelum pengakuan kerugian penurunan nilai dilakukan.
Dalam hal efek ekuitas tersedia untuk dijual, kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui
dalam laporan laba rugi komprehensif tidak boleh dipulihkan melalui laporan laba rugi
komprehensif. Setiap kenaikan nilai wajar setelah penurunan nilai diakui secara langsung ke
pendapatan komprehensif lainnya.
Aset keuangan yang tidak dinilai secara individual, dievaluasi secara kolektif.
Sebagaimana diijinkan dalam Surat Edaran Bank Indonesia (SE-BI) No.11/33/DPNP tanggal 8
Desember 2009, untuk tahun 2011 Bank menerapkan ketentuan transisi penurunan nilai atas
kredit secara kolektif dengan menggunakan estimasi yang didasarkan pada ketentuan Bank
Indonesia No.7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 dan perubahannya, Peraturan Bank
Indonesia No. 8/2/PBI/2006 tanggal 30 Maret 2007 dan No.11/2/PBI/2009 tanggal 29 Januari
2009 mengenai Penilaian Kualitas Aset Bank Umum.
Penghentian pengakuan aset keuangan
Bank menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus
kas yang berasal dari aset berakhir, atau Bank mentransfer aset keuangan dan secara
substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain.
Jika Bank tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan
manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer, maka Bank mengakui
keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar jumlah yang
mungkin harus dibayar. Jika Bank memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat
kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Bank masih mengakui aset keuangan dan juga
mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima.
- 16 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
f. Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas
Klasifikasi sebagai liabilitas atau ekuitas
Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh Bank diklasifikasi sesuai
dengan substansi perjanjian kontraktual dan definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas.
Instrumen ekuitas
Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset Bank setelah
dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat sebesar hasil penerimaan
bersih setelah dikurangi biaya penerbitan langsung.
Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan Bank perusahaan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan pada biaya
perolehan yang diamortisasi.
Liabilitas keuangan
Klasifikasi
Liabilitas segera
Liabilitas keuangan
diamortisasi
Liabilitas keuangan
diamortisasi
Liabilitas keuangan
diamortisasi
Liabilitas keuangan
diamortisasi
Liabilitas keuangan
diamortisasi
Simpanan
Simpanan dari bank lain
Liabilitas akseptasi
Bunga yang masih harus dibayar
yang diukur pada biaya perolehan
yang diukur pada biaya perolehan
yang diukur pada biaya perolehan
yang diukur pada biaya perolehan
yang diukur pada biaya perolehan
Liabilitas keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajar dikurangi biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan penerbitan liabilitas keuangan tersebut. Pengukuran
selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku
bunga efektif, dimana beban bunga diakui berdasarkan tingkat pengembalian efektif, kecuali
untuk liabilitas jangka pendek dimana pengakuan bunganya tidak material.
Selisih antara hasil emisi (setelah dikurangi biaya transaksi) dan penyelesaian atau pelunasan
pinjaman diakui selama jangka waktu pinjaman.
Penghentian pengakuan liabilitas keuangan
Bank menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas Bank telah
dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa.
g. Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Nilai wajar adalah nilai yang digunakan untuk mempertukarkan suatu aset atau untuk
menyelesaikan suatu liabilitas antara pihak-pihak yang memahami dan berkeinginan untuk
melakukan transaksi secara wajar (arm’s length transaction).
Nilai wajar suatu aset atau liabilitas keuangan dapat diukur dengan menggunakan kuotasi di
pasar aktif, yaitu jika harga yang dikuotasikan tersedia setiap waktu dan dapat diperoleh secara
rutin dan harga tersebut mencerminkan transaksi pasar yang aktual dan rutin dalam suatu
transaksi yang wajar.
- 17 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Dalam hal tidak terdapat pasar aktif untuk suatu aset atau liabilitas keuangan, maka Bank
menentukan nilai wajar dengan menggunakan teknik penilaian yang sesuai. Teknik penilaian
meliputi penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak yang
berkeinginan dan memahami, dan bilamana tersedia, penggunaan analisa arus kas yang
diskonto dan penggunaan nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial sama.
Rincian asumsi yang digunakan disediakan pada Catatan 39.
h. Reklasifikasi Aset Keuangan
Bank tidak diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi aset keuangan dari atau ke kelompok
aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan pinjaman yang diberikan
dan piutang. Bank hanya dapat melakukan reklasifikasi atas aset keuangan dari kelompok
tersedia untuk dijual ke kelompok dimiliki hingga jatuh tempo (atau sebaliknya). Untuk aset
keuangan dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo, reklasifikasi dalam jumlah yang lebih
dari jumlah yang tidak signifikan maka sisa investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh
tempo harus direklasifikasikan menjadi investasi dalam kelompok tersedia untuk dijual (tainting
rule). Apabila terdapat reklasifikasi dari klasifikasi dimiliki hingga jatuh tempo ke tersedia untuk
dijual, maka aset keuangan tersebut akan dihitung nilai wajarnya dan selisih antara nilai wajar
dan nilai tercatat harus dicatat pada ekuitas. Ketika aset keuangan yang dijual atau
dihapuskan, akumulasi keuntungan atau kerugian yang sebelumnya diakui dalam ekuitas
diakui dalam laporan laba rugi komprehensif.
i. Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam
laporan posisi keuangan, jika dan hanya jika, Bank:
• saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah
yang telah diakui tersebut; dan
• berniat untuk menyelesaikan secara neto atau
menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
untuk
merealisasikan aset
dan
j. Penggunaan Estimasi
Penyusunan laporan keuangansesuai dengan Standar Akuntansi keuangan di Indonesia
mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset
dan liabilitas yang dilaporkan dan pengungkapan aset dan liabilitas kontinjensi pada tanggal
laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi
dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi.
k. Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Giro pada Bank Indonesia dan giro pada bank lain diklasifikasikan sebagai pinjaman yang
diberikan dan piutang diukur sesuai dengan kebijakan akuntansi seperti yang dijelaskan pada
Catatan 3e.
l. Pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Penempatan pada Bank Indonesia dan penempatan pada bank lain diklasifikasikan sebagai
pinjaman yang diberikan dan piutang diukur sesuai dengan kebijakan akuntansi seperti yang
dijelaskan pada Catatan 3e.
- 18 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
m. Efek-efek
Efek-efek yang dimiliki terdiri dari efek-efek yang diperdagangkan di pasar uang seperti
Sertifikat Bank Indonesia. Sertifikat Bank Indonesia diklasifikasi sebagai investasi yang dimiliki
hingga jatuh tempo dan diukur sesuai dengan kebijakan akuntansi yang seperti dijelaskan pada
Catatan 3e.
n. Kredit
Kredit diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang dan diukur sesuai dengan
kebijakan akuntansi seperti yang dijelaskan pada Catatan 3e.
o. Tagihan dan Liabilitas Akseptasi
Tagihan akseptasi diklasifikasikan sebagai pinjaman dan piutang dan diukur sesuai dengan
kebijakan akuntansi seperti yang diuraikan dalam Catatan 3e.
Kewajiban akseptasi diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan pada biaya perolehan
diamortisasi dan diukur sesuai dengan kebijakan akuntansi seperti yang dijelaskan dalam
Catatan 3f.
p. Penyertaan dalam Bentuk Saham
Penyertaan saham dengan pemilikan kurang dari 20% diklasifikasikan sebagai AFS dan diukur
sesuai dengan kebijakan akuntansi seperti yang dijelaskan dalam Catatan 3e.
q. Kerugian Penurunan Nilai/ Cadangan Kerugian Penurunan Nilai dan Estimasi Kerugian
Komitmen dan Kontinjensi
Pada setiap tanggal pelaporan Bank mengevaluasi apakah terdapat bukti obyektif bahwa aset
keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai, seperti yang dijelaskan
pada Catatan 3e.
Sebagaimana diijinkan dalam Surat Edaran Bank Indonesia (SE-BI) No. 11/33/DPNP tanggal 8
Desember 2009, untuk penerapan pertama kali PSAK 50 (revisi 2006) dan 55 (revisi 2006)
untuk tahun 2010, Bank akan menerapkan ketentuan transisi penurunan nilai secara kolektif
yang didasarkan pada ketentuan Bank Indonesia yang berlaku mengenai Penilaian Kualitas
Aset Bank Umum (Catatan 2b).
Sesuai dengan Surat Bank Indonesia No. 13/658/DPNP/IDPnP tanggal 23 Desember 2011,
Bank tidak diwajibkan lagi membentuk penyisihan penghapusan untuk aset non-produktif dan
transaksi rekening administratif (komitmen dan kontinjensi), namun Bank tetap harus
menghitung cadangan kerugian penurunan nilai mengacu pada standar akuntansi yang
berlaku.
Perubahan metode penentuan penyisihan kerugian penurunan nilai diatas merupakan
perubahan kebijakan akuntansi yang diterapkan secara retrospektif dengan melakukan
penyajian kembali laporan keuangan tahun sebelumnya.
Pada tahun 2011, sehubungan dengan dikeluarkannya Surat Edaran Bank Indonesia No.
13/30/DPNP tanggal 23 Desember 2011, Bank tidak diwajibkan lagi membentuk cadangan
kerugian penurunan nilai untuk aset non produktif dan transaksi rekening administratif.
- 19 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
r. Aset Tetap
Aset tetap yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa
atau untuk tujuan administratif dicatat berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi
akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai.
Seluruh aset tetap, kecuali tanah dan bangunan disusutkan dengan menggunakan metode
saldo menurun ganda (double declining balance method) sesuai dengan taksiran masa
manfaatnya. Bangunan disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line
method) sesuai dengan taksiran masa manfaatnya selama 20 tahun. Aset tetap disusutkan
dengan masa manfaat sebagai berikut:
Bangunan
Instalasi
Perlengkapan dan peralatan kantor
Kendaraan bermotor
Tahun
20
4–8
4–8
4
Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan di-review setiap akhir tahun dan
pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif.
Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. Aset tetap yang tidak
digunakan (aset terbengkalai) dinyatakan sebesar jumlah terendah dari jumlah tercatat atau
nilai realisasi bersih.
Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif pada
saat terjadinya. Biaya-biaya lain yang terjadi selanjutnya yang timbul untuk menambah,
mengganti atau memperbaiki aset tetap dicatat sebagai biaya perolehan aset jika dan hanya
jika besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut
akan mengalir ke entitas dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. Aset tetap yang
sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut
akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aset tetap tersebut
dibukukan dalam laporan laba rugi komprehensif pada tahun yang bersangkutan.
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan tersebut
termasuk biaya pinjaman yang terjadi selama masa pembangunan yang timbul dari hutang
yang digunakan untuk pembangunan aset tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan
dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap
digunakan.
s. Penurunan Nilai Aset Non Keuangan
Pada tanggal pelaporan, Bank menelaah nilai tercatat aset non-keuangan untuk menentukan
apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika terdapat
indikasi tersebut, nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset diestimasi untuk menentukan
tingkat kerugian penurunan nilai (jika ada). Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi nilai
yang dapat diperoleh kembali atas suatu aset individu, Bank mengestimasi nilai yang dapat
diperoleh kembali dari unit penghasil kas atas aset.
- 20 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Perkiraan jumlah yang dapat diperoleh kembali adalah nilai tertinggi antara harga jual neto atau
nilai pakai. Jika jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset non-keuangan (unit penghasil
kas) kurang dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil kas) dikurangi menjadi
sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali dan rugi penurunan nilai diakui langsung ke laba
rugi.
Kebijakan akuntansi untuk penurunan nilai aset keuangan dijelaskan dalam Catatan 3e.
t. Agunan yang Diambil Alih
Tanah dan aset lainnya yang merupakan jaminan kredit yang telah diambil alih oleh Bank
disajikan dalam perkiraan “Aset Lain-lain”.
Agunan yang diambil alih diakui sebesar nilai realisasi bersih. Selisih lebih saldo kredit di atas
nilai realisasi bersih dari agunan yang diambil alih yang telah diterima pada saat kredit diambil
alih, dibebankan ke dalam akun cadangan kerugian penurunan nilai aset produktif. Sedangkan
selisih lebih nilai realisasi bersih di atas saldo kredit dari agunan yang diambil alih diakui
maksimum sebesar saldo kredit dan selisihnya dicatat dalam catatan administrasi Bank.
Selisih antara nilai agunan yang diambil alih dan hasil penjualannya diakui sebagai keuntungan
atau kerugian pada saat penjualan agunan.
Biaya-biaya yang berkaitan dengan pemeliharaan agunan yang diambil alih dibebankan ke
laporan laba rugi pada saat terjadinya.
Manajemen mengevaluasi nilai agunan yang diambil alih secara berkala. Penyisihan
penghapusan aset agunan yang diambil alih dibentuk atas penurunan nilai agunan yang
diambil alih.
Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, maka nilai tercatatnya dikurangi untuk
mengakui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun
berjalan.
u. Simpanan
Simpanan diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan pada biaya perolehan diamortisasi dan
diukur sesuai dengan kebijakan akuntansi seperti yang dijelaskan dalam Catatan 3f.
v. Simpanan dari Bank Lain
Simpanan dari bank lain terdiri dari kewajiban terhadap bank lain, baik local maupun luar
negeri, dalam bentuk giro, inter-bank call money dengan periode jatuh tempo menurut
perjanjian kurang dari atau 90 hari, tabungan dan deposito berjangka.
Simpanan dari bank lain diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan biaya perolehan
diamortisasi dan diukur sesuai dengan kebijakan akuntansi, seperti dijelaskan pada Catatan 3e
dan 3f.
- 21 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
w. Pengakuan Pendapatan dan Beban Bunga
Pendapatan dan beban bunga diakui dengan menggunakan metode bunga efektif seperti
dijelaskan dalam Catatan 3f.
Untuk tujuan penerapan metode suku bunga efektif untuk pengakuan pendapatan bunga,
ketika menghitung suku bunga efektif, Bank memperkirakan arus kas dengan
mempertimbangkan semua persyaratan kontraktual dari instrumen keuangan (tidak termasuk
kerugian kredit di masa mendatang) pada tanggal 1 Januari 2010 atau pada tanggal
pembukaan sampai dengan jatuh tempo instrumen keuangan.
x. Pengakuan Pendapatan dan Beban Provisi dan Komisi
Pendapatan provisi dan komisi yang jumlahnya signifikan yang berkaitan langsung dengan
kegiatan pemberian aset keuangan diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Provisi dan komisi yang tidak berkaitan dengan kegiatan perkreditan dan jangka waktu, diakui
sebagai pendapatan atau beban pada saat terjadinya transaksi.
y. Pajak Penghasilan
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan
yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang
timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan
dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua
perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer
yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi
laba kena pajak pada masa datang.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang
diekspektasikan berlaku dalam periode ketika liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan
dengan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku
pada akhir periode pelaporan.
Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai
dengan cara Bank ekspektasikan, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau
menyelesaikan jumlah tecatat aset dan liabilitasnya.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi
jumlah tercatatnya jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah
yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan
tersebut.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat
dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas
pajak kini dan ketika aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak
penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama serta Bank yang berbeda
yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto.
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba atau rugi,
kecuali sepanjang pajak penghasilan yang berasal dari transaksi atau kejadian yang diakui,
diluar laba atau rugi (baik dalam pendapatan komprehensif lain maupun secara langsung di
ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar laba atau rugi.
- 22 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
z. Imbalan Pasca Kerja
Bank memberikan imbalan pasca kerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan Undangundang Ketenagakerjaan No. 13/2003. Tidak terdapat pendanaan yang disisihkan oleh Bank
sehubungan dengan imbalan pasca kerja ini.
Perhitungan imbalan pasca kerja menggunakan metode Projected Unit Credit. Akumulasi
keuntungan dan kerugian aktuarial bersih yang belum diakui yang melebihi jumlah yang besar
diantara 10% dari nilai kini liabilitas imbalan pasti diakui dengan metode garis lurus selama
rata-rata sisa masa kerja yang diperkirakan dari para pekerja dalam program tersebut. Biaya
jasa lalu dibebankan langsung apabila imbalan tersebut menjadi hak atau vested, dan
sebaliknya akan diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama periode rata-rata
sampai imbalan tersebut menjadi vested.
Jumlah yang diakui sebagai liabilitas imbalan pasti di laporan posisi keuangan merupakan nilai
kini liabilitas imbalan pasti disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum
diakui dan biaya jasa lalu yang belum diakui.
aa. Laba per Saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata
tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata
tertimbang saham biasa yang telah disesuaikan dengan dampak dari semua efek berpotensi
saham biasa yang dilutif.
ab. Informasi Segmen
PSAK 5 (revisi 2009) mengharuskan segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal
mengenai komponen dari Bank yang secara regular di-review oleh “pengambil keputusan
operasional” dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi.
Sebaliknya, standar sebelumnya mengharuskan Bank mengidentifikasi dua segmen (bisnis dan
geografis), menggunakan pendekatan risiko dan pengembalian.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
a) yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan
beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain
dari entitas yang sama);
b) yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional
untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut
dan menilai kinerjanya; dan
c) dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional Bank dalam rangka alokasi
sumber daya dan penilaian kinerja mereka terfokus pada pengelompokkan geografis cabang.
- 23 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
4.
PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Pertimbangan Kritis dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi yang dijelaskan dalam Catatan 3, tidak terdapat
pertimbangan kritis yang memiliki dampak signifikan pada jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan, selain dari penyajian perkiraan yang diatur di bawah ini.
Sumber Estimasi Ketidakpastian
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber estimasi lainnya pada akhir periode pelaporan,
yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat
aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya dijelaskan dibawah ini:
Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan
Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, Bank dan entitas anak mengevaluasi
apakah terdapat bukti obyektif bahwa aset keuangan mengalami penurunan nilai. Suatu aset
keuangan dinyatakan mengalami penurunan nilai bila ada bukti obyektif terjadinya peristiwa yang
berdampak pada estimasi arus kas atas aset keuangan. Bukti tersebut meliputi data yang dapat
diobservasi yang menunjukkan bahwa telah terjadi peristiwa yang merugikan dalam status
pembayaran debitur atau kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi dengan kelalaian
membayar piutang.
Kerugian penurunan nilai adalah selisih antara nilai tercatat dan nilai kini dari estimasi arus kas
masa depan dan realisasi agunan pada tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan
tersebut. Penyisihan penurunan nilai akan dibentuk untuk mengakui kerugian penurunan nilai yang
terjadi dalam portofolio aset keuangan. Manajemen menggunakan perkiraan berdasarkan
pengalaman kerugian historis untuk aset dengan karakteristik risiko kredit dan bukti obyektif
adanya penurunan nilai yang serupa dengan yang ada dalam portofolio pada saat penjadwalan
arus kas masa depan.
Bank melakukan penilaian terhadap penurunan nilai dalam dua cara, yaitu:
a. Individual, dilakukan untuk jumlah aset keuangan yang melebihi ambang batas (threshold)
tertentu dan aset keuangan yang memiliki bukti obyektif penurunan nilai yang telah
teridentifikasi secara terpisah pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian. Kerugian
penurunan nilai adalah selisih antara nilai tercatat dan nilai kini dari estimasi terbaik atas arus
kas masa depan dan realisasi agunan pada tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan
tersebut. Estimasi ini dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas utang dan fleksibilitas
keuangan debitur, kualitas pendapatan debitur, jumlah dan sumber arus kas, industri di mana
debitur beroperasi dan nilai realisasi agunan. Estimasi jumlah dan waktu pemulihan masa
depan akan membutuhkan banyak pertimbangan. Jumlah penerimaan tergantung pada kinerja
debitur pada masa mendatang dan nilai agunan, keduanya akan dipengaruhi oleh kondisi
ekonomi di masa depan, di samping itu agunan mungkin tidak mudah dijual. Nilai aktual arus
kas masa depan dan tanggal penerimaan mungkin berbeda dari estimasi tersebut dan
akibatnya kerugian aktual yang terjadi mungkin berbeda dengan yang diakui dalam laporan
keuangan.
- 24 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
b. Kolektif, dilakukan untuk jumlah aset keuangan yang tidak melebihi ambang batas (threshold)
tertentu, tidak memiliki bukti obyektif penurunan nilai dan aset keuangan yang memiliki bukti
obyektif penurunan nilai, namun belum diidentifikasi secara terpisah pada tanggal laporan
posisi keuangan konsolidasian. Pembentukan kerugian penurunan nilai dilakukan secara
kolektif dengan antara lain memperhitungkan jumlah dan lamanya tunggakan, agunan dan
pengalaman kerugian masa lalu. Faktor paling penting dalam pembentukan cadangan adalah
probability of default dan loss given default. Kualitas aset keuangan pada masa mendatang
dipengaruhi oleh ketidakpastian yang dapat menyebabkan kerugian aktual aset keuangan
dapat berbeda secara material dari cadangan kerugian penurunan nilai yang telah dibentuk.
Ketidakpastian ini termasuk lingkungan ekonomi, suku bunga dan pengaruhnya terhadap
pembelanjaan debitur, tingkat pengangguran dan perilaku pembayaran.
Metodologi dan asumsi yang digunakan dalam penurunan nilai individual dan kolektif ini akan
ditelaah secara berkala untuk mengurangi perbedaan antara estimasi kerugian dan kerugian
aktual.
Manfaat Karyawan
Penentuan liabilitas imbalan kerja tergantung pada pemilihan asumsi tertentu yang digunakan oleh
aktuaris dalam menghitung jumlah liabilitas tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain tingkat
diskonto dan tingkat kenaikan gaji. Realisasi yang berbeda dari asumsi Bank dan entitas anak
diakumulasi dan diamortisasi selama periode mendatang dan akibatnya akan berpengaruh
terhadap jumlah biaya serta liabilitas yang diakui di masa mendatang. Walaupun asumsi Bank
dianggap tepat dan wajar, namun perubahan signifikan pada kenyataannya atau perubahan
signifikan dalam asumsi yang digunakan dapat berpengaruh secara signifikan terhadap liabilitas
imbalan pasca kerja Bank.
Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap
Masa manfaat setiap aset tetap Bank dan entitas anak ditentukan berdasarkan kegunaan yang
diharapkan dari penggunaan aset tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis
internal dan pengalaman atas aset sejenis. Masa manfaat setiap aset direview secara periodik dan
disesuaikan apabila prakiraan berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan
teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat
kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa mendatang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh
perubahan atas jumlah serta periode pencatatan biaya yang diakibatkan karena perubahan faktor
yang disebutkan di atas.
Perubahan masa manfaat aset tetap dapat mempengaruhi jumlah biaya penyusutan yang diakui
dan penurunan nilai tercatat aset tetap.
Nilai tercatat aset tetap diungkapkan dalam Catatan 13.
- 25 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
5.
GIRO PADA BANK INDONESIA
30 Juni 2012
Jumlah
Persentase
Rp
%
Rupiah
Dollar Amerika Serikat
220.485.348.707
4.696.250.000
Jumlah
225.181.598.707
11,54
8,31
31 Desember 2011
Jumlah
Persentase
Rp
%
221.881.655.860
4.080.375.000
12,01
9,26
225.962.030.860
Nilai wajar dari giro pada Bank Indonesia adalah nilai tercatatnya (Catatan 38).
Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 12/19/PBI/2010 tanggal 4 Oktober 2010, yang
diubah dengan Peraturan Bank Indonesia No. 13/10/PBI/2011 tanggal 9 Pebruari 2011, tentang
Giro Wajib Minimum Bank Umum pada Bank Indonesia dalam Rupiah dan Valuta Asing, setiap
bank di Indonesia diwajibkan mempunyai saldo giro minimum di Bank Indonesia untuk cadangan
likuiditas. Giro Wajib Minimum (GWM) dalam Rupiah terdiri dari GWM Primer yang ditetapkan
sebesar 8% dan GWM Sekunder yang ditetapkan 2,5% yang mulai berlaku tanggal 1 Nopember
2010, serta GWM Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar perhitungan antara parameter disintensif
bawah atau parameter disintensif atas dengan selisih antara LDR bank dan LDR target dengan
memperhatikan selisih antara Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) bank dan KPMM
Insentif yang mulai berlaku tanggal 1 Maret 2011. GWM dalam Dollar Amerika Serikat ditetapkan
sebesar 8% sejak tanggal 1 Juni 2011, 5% sejak tanggal 1 Maret 2011 sampai dengan 31 Mei
2011 dan 1% yang mulai berlaku sejak tanggal 1 November 2010 sampai dengan 28 Pebruari
2011.
Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 10/19/PBI/2008 tanggal 14 Oktober 2008 yang
diubah dengan Peraturan Bank Indonesia No. 10/25/PBI/2008 tanggal 23 Oktober 2008, tentang
Giro Wajib Minimum Bank Umum pada Bank Indonesia dalam Rupiah dan Valuta Asing, GWM
dalam Rupiah untuk tahun 2009 ditetapkan sebesar 7,5% yang terdiri dari GWM utama sebesar
5% yang mulai berlaku tanggal 24 Oktober 2008 dan GWM sekunder sebesar 2,5% yang mulai
berlaku tanggal 24 Oktober 2009 dan GWM dalam Dollar Amerika Serikat ditetapkan sebesar 1%
yang mulai berlaku tanggal 24 Oktober 2008.
Berdasarkan PBI No. 12/19/PBI/2010, Bank Indonesia menyediakan pendapatan bunga sebesar
2,5% per tahun ketika primer cadangan kewajiban dalam rupiah telah terpenuhi.
Giro wajib minimum (GWM) Bank pada tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2012
%
Rupiah
GWM Utama
GWM Sekunder
Mata uang asing
30 Juni 2011
%
9,04
5,76
8,31
10,20
11,79
8,54
Pada tanggal 30 Juni 2012 dan 2011, Bank telah memenuhi Giro Wajib Minimum sesuai dengan
ketentuan Bank Indonesia.
- 26 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
6.
GIRO PADA BANK LAIN
30 Juni 2012
Rp
Rupiah
Bank Danamon
Bank Central Asia
Lain-lain
31 Desember 2011
Rp
12.639.504.857
4.181.210.999
4.108.483
5.821.299.086
7.247.189.291
4.740.177
Jumlah
Cadangan kerugian penurunan nilai
16.824.824.339
(168.248.243)
13.073.228.554
(130.732.286)
Jumlah
16.656.576.096
12.942.496.268
218.818.669
215.378.196
281.211.450
118.075.559
237.880.654
83.878.031
823.573.369
353.615.725
271.480.950
251.427.176
69.415.158
101.613.307
196.683.346
63.736.331
82.617.558
1.509.667.313
39.476.690
46.640.987
299.874.266
53.323.175
166.415.856
45.505.290
47.308.227
90.328.679
430.147.467
596.057.159
49.932.513
67.945.017
24.991.713
305.777.260
128.661.920
24.783.981
32.316.977
7.152.501
20.234.551
26.736.722
346.582.626
60.633.255
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat
Standard Chartered Bank, New York
Bank Central Asia, Jakarta
Standard Chartered Bank, Hongkong
Bank Mandiri, Jakarta
OCBC, Singapora
Bank of China, Jakarta
Yen Jepang
Sumitomo Mitsui Banking, Tokyo
Mitsubishi UFJ, Tokyo
Dolar Singapore
OCBC, Singapore
Standard Chartered Bank, Singapore
Dolar Australia
Commonwealth Bank, Sydney
Westpack Bank, Sydney
Poundsterling Inggris
Standard Chartered Bank, London
Euro
Unicredit S.P.A, Roma
Commerz Bank AG, Frankfurt
Indover, Amsterdam
Dollar Hongkong
OCBC, Hongkong
Standard Chartered Bank, Hongkong
Franc Swiss
UBS AG, Zurich
Jumlah
Cadangan kerugian penurunan nilai
2.672.769.873
(51.469.598)
5.117.129.751
(75.707.402)
Jumlah
2.621.300.275
5.041.422.349
19.277.876.371
17.983.918.617
Jumlah Giro pada bank lain - Bersih
Tingkat bunga rata-rata per tahun
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
0,54%
0,02%
- 27 -
1,42%
0,03%
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Nilai wajar dari giro pada bank lain dengan suku bunga variabel adalah nilai tercatatnya (Catatan
38).
Seluruh giro pada bank lain pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 ditempatkan pada
pihak ketiga serta dikelompokkan lancar kecuali giro pada Bank Indover dikelompokkan macet
sejak tahun 2008. Pada tanggal 15 Maret 2010 Bank Indover mengembalikan dana ke Bank
sebesar EUR 2.762,05 dan tanggal 20 September sebesar EUR 999,04.
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai giro pada bank lain adalah sebagai berikut:
Rupiah
Rp
30 Juni 2012
Mata uang asing
Rp
Jumlah
Rp
Rupiah
Rp
31 Desember 2011
Mata uang asing
Rp
Jumlah
Rp
Saldo awal tahun
Penyisihan (pemulihan)
tahun berjalan
Selisih kurs penjabaran
130.732.286
75.707.402
206.439.688
217.943.042
91.699.823
309.642.865
37.515.957
(25.459.281)
1.221.477
12.056.676
1.221.477
(87.210.756)
(18.958.858)
2.966.437
(106.169.614)
2.966.437
Saldo akhir tahun
168.248.243
51.469.598
219.717.841
130.732.286
75.707.402
206.439.688
Pada tanggal 30 Juni 2012, tidak terdapat giro pada bank lain yang dijadikan agunan oleh Bank.
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai giro pada bank lain
adalah cukup untuk menutup kerugian penurunan nilai yang mungkin timbul akibat tidak
tertagihnya giro pada bank lain.
Informasi mengenai jatuh tempo diungkapkan pada Catatan 35.
7.
PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK LAIN
Nilai wajar dari penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain adalah sebesar nilai tercatatnya
(Catatan 39).
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain berdasarkan jenis penempatan adalah sebagai
berikut:
30 Juni 2012
31 Desember 2011
Rp
Rp
Rupiah
BI Fasilitas Simpanan termasuk bunga
sebesar Rp 62.168.072 pada 30 Juni 2012 dan
Rp 71.535.674 pada 31 Desember 2011
596.937.831.928
572.428.464.326
BI Penempatan berjangka termasuk bunga
nihil pada 30 Juni 2012 dan
Rp 2.189.971.818 pada 31 Desember 2011
197.810.028.182
Jumlah penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain
596.937.831.928
770.238.492.508
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember
2011 seluruhnya merupakan penempatan pada pihak ketiga dan dikelompokkan lancar.
- 28 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Jangka waktu dan tingkat bunga rata-rata per tahun adalah sebagai berikut:
30 Juni 2012
31 Desember 2011
Tingkat bunga
Tingkat bunga
Jangka waktu rata-rata pertahun Jangka waktu rata-rata pertahun
Fasilitas Simpanan
1-7 hari
Penempatan berjangka 7-15 hari
>3 <6 bln
3,84%
3,95%
1-7 hari
5,27%
>3 <6 bln
6,21%
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain berdasarkan sisa umur jatuh tempo pada tanggal
30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 dikelompokkan lancar dengan jatuh tempo sampai dengan 1
bulan (Catatan 35).
Pada tanggal 30 Juni 2012, tidak terdapat penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain yang
dijadikan agunan oleh Bank.
8.
EFEK-EFEK DIMILIKI HINGGA JATUH TEMPO
30 Juni 2012
Rp
Rupiah
Dimiliki hingga jatuh tempo
Serfifkat Bank Indonesia
Pendapatan bunga diterima dimuka
yang belum diamortisasi
115.265.000.000
Jumlah efek-efek - Bersih
113.384.736.305
Tingat bunga rata-rata per tahun
Jangka waktu
4,25%
273 - 280 hari
(1.880.263.695)
31 Desember 2011
Rp
150.000.000.000
(2.415.348.128)
147.584.651.872
6,18%
273 hari
Efek-efek pada tanggal 30 Juni 2012 berdasarkan sisa umur sampai dengan jatuh tempo
berjangka waktu lebih dari 1 bulan sampai dengan 9 bulan dan efek-efek pada tanggal 31
Desember 2011 berjangka waktu lebih dari 1 bulan sampai dengan 6 bulan dan dikelompokkan
lancar (Catatan 35).
Nilai wajar efek yang dimiliki hingga jatuh tempo adalah pada nilai tercatat karena jatuh tempo
dalam jangka pendek (Catatan 38).
9.
KREDIT
Kredit yang diberikan diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang.
Estimasi nilai wajar kredit ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas masa datang
menggunakan suku bunga saat ini. Pada tanggal 30 Juni 2012, nilai wajar dari kredit adalah
sebesar Rp 1.970.411.210.825 (Catatan 38).
Kredit kepada pihak berelasi dijelaskan dalam Catatan 33.
- 29 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
a. Berdasarkan Jenis, Mata Uang dan Kolektibilitas:
30 Juni 2012
Lancar
Rp
Rupiah
Modal Kerja
Konsumen
Investasi
Karyawan
Dalam
Perhatian
Khusus
Rp
Kurang
Lancar
Rp
Diragukan
Rp
Macet
Rp
Jumlah
Rp
1.067.267.372.907
508.300.064.686
307.163.387.362
376.664.507
16.019.798.896
10.040.115.400
911.660.828
-
4.465.803
96.433.143
-
474.249.010
297.302.251
-
14.004.891.148
525.222.116
1.097.770.777.764
519.259.137.596
308.075.048.190
376.664.507
1.883.107.489.462
26.971.575.124
100.898.946
771.551.261
14.530.113.264
1.925.481.628.057
63.536.111.109
-
-
-
-
63.536.111.109
Jumlah
Cadangan kerugian
penurunan nilai
1.946.643.600.571
26.971.575.124
100.898.946
771.551.261
14.530.113.264
1.989.017.739.166
(702.545.706)
(2.588.391.874)
(96.083.757)
(766.146.605)
(14.453.360.399)
(18.606.528.341)
Jumlah Kredit - Bersih
1.945.941.054.865
24.383.183.250
4.815.189
5.404.656
76.752.865
1.970.411.210.825
Jumlah
Dolar Amerika Serikat
Modal Kerja
31 Desember 2011
Lancar
Rp
Rupiah
Modal Kerja
Konsumen
Investasi
Karyawan
Dalam
Perhatian
Khusus
Rp
Kurang
Lancar
Rp
Diragukan
Rp
Macet
Rp
Jumlah
Rp
987.580.396.927
410.682.158.773
160.583.698.772
378.441.949
4.116.231.503
5.031.429.581
674.548.132
-
419.259.984
56.007.571
-
516.736.638
73.205.690
-
16.060.529.488
416.157.633
1.008.693.154.540
416.258.959.248
161.258.246.904
378.441.949
1.559.224.696.421
9.822.209.216
475.267.555
589.942.328
16.476.687.121
1.586.588.802.641
47.727.155.479
-
-
-
-
47.727.155.479
Jumlah
Cadangan kerugian
penurunan nilai
1.606.951.851.900
9.822.209.216
475.267.555
589.942.328
16.476.687.121
1.634.315.958.120
(14.859.659.621)
(265.401.513)
(19.613.906)
(44.001.747)
(9.273.182.903)
(24.461.859.690)
Jumlah Kredit - Bersih
1.592.092.192.279
9.556.807.703
455.653.649
545.940.581
7.203.504.218
1.609.854.098.430
Jumlah
Dolar Amerika Serikat
Modal Kerja
- 30 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
b. Berdasarkan Sektor Ekonomi
30 Juni 2012
Lancar
Rp
Rupiah
Perdagangan
Industri
Konstruksi
Transportasi
Pertanian
Lain-lain
Dalam
Perhatian
Khusus
Rp
Kurang
Lancar
Rp
Diragukan
Rp
Macet
Rp
Jumlah
Rp
726.751.759.664
202.480.909.262
17.330.962.105
94.112.993.408
645.624.823
841.785.240.200
15.844.757.067
933.114.938
10.193.703.119
4.465.803
96.433.143
437.302.692
334.248.569
4.675.319.966
7.695.364.078
31.065.065
23.963.048
2.104.401.107
747.713.605.192
211.109.388.278
17.330.962.105
94.144.058.473
669.587.871
854.514.026.138
1.883.107.489.462
26.971.575.124
100.898.946
771.551.261
14.530.113.264
1.925.481.628.057
56.608.113.223
6.927.997.886
-
-
-
-
56.608.113.223
6.927.997.886
63.536.111.109
-
-
-
-
63.536.111.109
Jumlah
Cadangan kerugian
penurunan nilai
1.946.643.600.571
26.971.575.124
100.898.946
771.551.261
14.530.113.264
1.989.017.739.166
(702.545.706)
(2.588.391.874)
(96.083.757)
(766.146.605)
(14.453.360.399)
(18.606.528.341)
Jumlah Kredit - Bersih
1.945.941.054.865
24.383.183.250
4.815.189
5.404.656
76.752.865
1.970.411.210.825
Jumlah
Dolar Amerika Serikat
Perdagangan
Industri
Jumlah
31 Desember 2011
Lancar
Rp
Rupiah
Perdagangan
Industri
Konstruksi
Transportasi
Pertanian
Lain-lain
Dalam
Perhatian
Khusus
Rp
Kurang
Lancar
Rp
Diragukan
Rp
Macet
Rp
Jumlah
Rp
613.047.919.295
195.659.508.610
15.332.798.217
38.231.910.756
979.554.893
695.973.004.650
4.000.425.877
693.363.819
5.128.419.520
419.259.984
56.007.571
92.755.794
423.980.844
73.205.690
6.059.728.916
7.152.124.671
30.545.576
1.245.611.754
1.988.676.204
623.620.089.866
203.928.977.944
15.332.798.217
38.262.456.332
2.225.166.647
703.219.313.635
1.559.224.696.421
9.822.209.216
475.267.555
589.942.328
16.476.687.121
1.586.588.802.641
42.617.545.510
5.109.609.969
-
-
-
-
42.617.545.510
5.109.609.969
47.727.155.479
-
-
-
-
47.727.155.479
Jumlah
Cadangan kerugian
penurunan nilai
1.606.951.851.900
9.822.209.216
475.267.555
589.942.328
16.476.687.121
1.634.315.958.120
(14.859.659.621)
(265.401.513)
(19.613.906)
(44.001.747)
(9.273.182.903)
(24.461.859.690)
Jumlah Kredit - Bersih
1.592.092.192.279
9.556.807.703
455.653.649
545.940.581
7.203.504.218
1.609.854.098.430
Jumlah
Dolar Amerika Serikat
Perdagangan
Industri
Jumlah
Kredit berdasarkan sektor ekonomi lain-lain terutama merupakan kredit konsumsi untuk
pinjaman pensiun.
- 31 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
c. Jangka Waktu
1. Berdasarkan periode perjanjian kredit:
30 Juni 2012
Dolar Amerika
Serikat
Rp
Rupiah
Rp
Kurang dari atau sama
dengan 1 tahun
Lebih dari 1 - 2 tahun
Lebih dari 2 - 5 tahun
Lebih 5 tahun
Jumlah
Rp
840.200.925.377
83.713.799.003
588.871.212.650
412.695.691.027
63.536.111.109
-
903.737.036.486
83.713.799.003
588.871.212.650
412.695.691.027
Jumlah Kredit
Cadangan kerugian
penurunan nilai
1.925.481.628.057
63.536.111.109
1.989.017.739.166
(18.606.528.341)
-
(18.606.528.341)
Jumlah Kredit - Bersih
1.906.875.099.716
63.536.111.109
1.970.411.210.825
31 Desember 2011
Dolar Amerika
Serikat
Rp
Rupiah
Rp
Kurang dari atau sama
dengan 1 tahun
Lebih dari 1 - 2 tahun
Lebih dari 2 - 5 tahun
Lebih 5 tahun
Jumlah
Rp
762.449.285.366
51.534.863.680
482.267.874.574
290.336.779.021
47.727.155.479
-
810.176.440.845
51.534.863.680
482.267.874.574
290.336.779.021
Jumlah Kredit
Cadangan kerugian
penurunan nilai
1.586.588.802.641
47.727.155.479
1.634.315.958.120
Jumlah Kredit - Bersih
1.562.604.214.350
(23.984.588.291)
(477.271.399)
47.249.884.080
(24.461.859.690)
1.609.854.098.430
2. Berdasarkan sisa umur jatuh tempo:
30 Juni 2012
Dolar Amerika
Serikat
Rp
Rupiah
Rp
Kurang dari atau sama
dengan 1 tahun
Lebih dari 1 - 2 tahun
Lebih dari 2 - 5 tahun
Lebih 5 tahun
Jumlah
Rp
858.532.439.263
114.063.874.803
559.009.681.982
393.875.632.009
63.536.111.109
-
922.068.550.372
114.063.874.803
559.009.681.982
393.875.632.009
Jumlah Kredit
Cadangan kerugian
penurunan nilai
1.925.481.628.057
63.536.111.109
1.989.017.739.166
Jumlah Kredit - Bersih
1.906.875.099.716
(18.606.528.341)
- 32 -
63.536.111.109
(18.606.528.341)
1.970.411.210.825
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2011
Dolar Amerika
Serikat
Rp
Rupiah
Rp
Kurang dari atau sama
dengan 1 tahun
Lebih dari 1 - 2 tahun
Lebih dari 2 - 5 tahun
Lebih 5 tahun
Jumlah
Rp
781.272.330.169
72.037.025.883
453.358.486.129
279.920.960.460
47.727.155.479
-
828.999.485.648
72.037.025.883
453.358.486.129
279.920.960.460
Jumlah Kredit
Cadangan kerugian
penurunan nilai
1.586.588.802.641
47.727.155.479
1.634.315.958.120
Jumlah Kredit - Bersih
1.562.604.214.350
(23.984.588.291)
(477.271.399)
47.249.884.080
(24.461.859.690)
1.609.854.098.430
d. Berdasarkan Pihak:
30 Juni 2012
Rp
Pihak berelasi
Rupiah
Cadangan kerugian
penurunan nilai
Jumlah - Bersih
Pihak ketiga
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
Cadangan kerugian
penurunan nilai
Jumlah - Bersih
Jumlah Kredit - Bersih
58.350.773.044
(19.849.147)
31 Desember 2011
Rp
58.066.672.546
(192.861.714)
58.330.923.897
57.873.810.832
1.867.130.855.013
63.536.111.109
1.528.522.130.095
47.727.155.479
(18.586.679.194)
(24.268.997.976)
1.912.080.286.928
1.551.980.287.598
1.970.411.210.825
1.609.854.098.430
e. Tingkat bunga rata-rata per tahun:
Rupiah
Kredit yang diberikan
Pensiun
Dolar Amerika Serikat
30 Juni 2012
31 Desember 2011
12,74%
21,94%
6,98%
9,63%
22,88%
7,09%
f. Kredit dijamin dengan agunan yang diikat dengan hak tanggungan, jaminan lain atau aset yang
umumnya diterima oleh bank, antara lain deposito berjangka, logam mulia, kendaraan
bermotor, tanah dan bangunan. Manajemen berkeyakinan bahwa agunan yang diterima dari
debitur cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya kredit.
- 33 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
g. Kredit modal kerja terdiri dari pinjaman rekening koran dan fasilitas cerukan.
h. Kredit konsumen terdiri dari kredit pemilikan rumah, kredit kendaraan bermotor, kredit
pensiunan, dan kredit perorangan lainnya.
i. Kredit yang diberikan kepada karyawan Bank merupakan kredit untuk pembelian kendaraan,
rumah dan keperluan lainnya dengan jangka waktu 1 sampai 10 tahun dan dibayar kembali
melalui pemotongan gaji setiap bulan. Kredit yang diberikan kepada karyawan dibebani bunga
rata-rata per tahun sebesar 10,47% dan 9,16% pada 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011.
j. Berikut ini adalah saldo kredit pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 berdasarkan
klasifikasi kolektibilitas sesuai dengan peraturan Bank Indonesia:
30 Juni 2012
Dolar Amerika
Serikat
Rp
Rupiah
Rp
Jumlah
Rp
Lancar
Dalam Perhatian Khusus
Kurang Lancar
Diragukan
Macet
1.883.107.489.462
26.971.575.124
100.898.946
771.551.261
14.530.113.264
63.536.111.109
-
1.946.643.600.571
26.971.575.124
100.898.946
771.551.261
14.530.113.264
Jumlah Kredit
Cadangan kerugian
penurunan nilai
1.925.481.628.057
63.536.111.109
1.989.017.739.166
Jumlah Kredit - Bersih
1.906.875.099.716
(18.606.528.341)
63.536.111.109
31 Desember 2011
Dolar Amerika
Serikat
Rp
Rupiah
Rp
(18.606.528.341)
1.970.411.210.825
Jumlah
Rp
Lancar
Dalam Perhatian Khusus
Kurang Lancar
Diragukan
Macet
1.559.224.696.421
9.822.209.216
475.267.555
589.942.328
16.476.687.121
47.727.155.479
-
1.606.951.851.900
9.822.209.216
475.267.555
589.942.328
16.476.687.121
Jumlah Kredit
Cadangan kerugian
penurunan nilai
1.586.588.802.641
47.727.155.479
1.634.315.958.120
Jumlah Kredit - Bersih
1.562.604.214.350
(23.984.588.291)
(477.271.399)
47.249.884.080
(24.461.859.690)
1.609.854.098.430
k. Pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011, Bank tidak melakukan restrukturisasi
kredit.
- 34 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
l. Dalam laporan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) kepada Bank Indonesia pada
tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 tidak terdapat kredit yang melampaui ketentuan
BMPK.
m. Rincian kredit bermasalah (kolektibilitas kurang lancar, diragukan dan macet) menurut sektor
ekonomi adalah sebagai berikut:
30 Juni 2012
Kredit
Bermasalah
Rp
Rupiah
Perdagangan
Industri
Konstruksi
Transportasi
Pertanian
Lain-lain
Jumlah
Minimum
Penyisihan
Rp
31 Desember 2011
Kredit
Minimum
Bermasalah
Penyisihan
Rp
Rp
5.117.088.461
7.695.364.078
31.065.065
23.963.048
2.535.082.819
(5.039.361.840)
(7.694.741.510)
(31.033.741)
(23.940.630)
(2.526.513.040)
6.571.744.694
7.576.105.515
30.545.576
1.245.611.754
2.117.889.465
(2.123.610.860)
(5.826.674.577)
(2.068.969)
(2.918.137)
(1.381.526.013)
15.402.563.471
(15.315.590.761)
17.541.897.004
(9.336.798.556)
n. Rasio Non-Performing Loan (NPL) gros pada tanggal 30 Juni 2012 dan tanggal 31 Desember
2011 masing-masing sebesar 0,77% dan 1,07% dan rasio NPL Neto pada tanggal 30 Juni
2012 dan tanggal 31 Desember 2011 masing-masing sebesar 0,00% dan 0,50%.
o. Pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011, jumlah kredit yang dijamin dengan jaminan
tunai masing-masing sebesar Rp 129.880.591.848 dan Rp 121.225.884.185.
p. Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai kredit adalah sebagai berikut:
Rupiah
Rp
30 Juni 2012
Dolar Amerika Serikat
Rp
Jumlah
Rp
Rupiah
Rp
31 Desember 2011
Dolar Amerika Serikat
Rp
Jumlah
Rp
Saldo awal tahun
Penyisihan (pemulihan)
tahun berjalan
Penghapusan tahun
berjalan
Selisih kurs penjabaran
23.984.588.291
477.271.399
24.461.859.690
15.414.942.679
389.805.487
15.804.748.166
(4.597.068.464)
(473.192.156)
(5.070.260.620)
10.090.837.008
87.167.733
10.178.004.741
(780.991.486)
(4.079.243)
(780.991.486)
(4.079.243)
(1.521.191.396)
298.179
(1.521.191.396)
298.179
Saldo akhir tahun
18.606.528.341
-
18.606.528.341
23.984.588.291
477.271.399
24.461.859.690
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai kredit adalah
cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya kredit.
- 35 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
q. Mutasi kredit yang dihapusbukukan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2012
Rp
31 Desember 2011
Rp
Saldo awal tahun
Penambahan tahun berjalan
8.109.710.205
780.991.486
6.588.518.809
1.521.191.396
Saldo akhir
8.890.701.691
8.109.710.205
10. TAGIHAN DAN LIABILITAS AKSEPTASI
a. Tagihan Akseptasi
30 Juni 2012
Rp
Bukan bank - pihak ketiga
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
Cadangan kerugian
penurunan nilai
Jumlah Tagihan Akseptasi - Bersih
31 Desember 2011
Rp
563.640.825
5.373.932.964
3.370.777.839
(59.375.691)
(33.707.797)
5.878.198.098
3.337.070.042
Tagihan akseptasi di atas merupakan fasilitas L/C pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31
Desember 2011 yang seluruhnya diberikan kepada pihak ketiga dikelompokkan lancar.
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai tagihan akseptasi adalah sebagai berikut:
30 Juni 2012
Rp
31 Desember 2011
Rp
Saldo awal tahun
Penyisihan tahun berjalan
Selisih kurs penjabaran
33.707.797
25.251.626
416.268
24.838.317
7.359.640
1.509.840
Saldo akhir
59.375.691
33.707.797
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai tersebut adalah cukup
untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya tagihan akseptasi.
- 36 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
b. Liabilitas Akseptasi
30 Juni 2012
Rp
Bukan bank - pihak ketiga
Dolar Amerika Serikat
5.937.573.789
31 Desember 2011
Rp
3.370.777.839
Tagihan dan Liabilitas akseptasi berdasarkan sisa jatuh tempo adalah sebagai berikut:
30 Juni 2012
Rp
Kurang dari atau sama dengan
1 bulan
Lebih dari 1 - 3 bulan
Lebih dari 3 - 6 bulan
Jumlah Tagihan dan Kewajiban
Akseptasi
31 Desember 2011
Rp
3.675.367.622
1.892.705.217
369.500.950
3.034.017.236
336.760.603
-
5.937.573.789
3.370.777.839
11. PENYERTAAN DALAM BENTUK SAHAM
Nama Perusahaan
Tersedia untuk dijual - metode biaya
Pihak ketiga
PT Aplikasinusa Lintasarta
Cadangan kerugian penurunan nilai
Jenis Usaha
Persentase
Pemilikan
Komunikasi
1%
Jumlah Penyertaan - Bersih
30 Juni 2012
Rp
31 Desember 2011
Rp
10.000.000
(100.000)
10.000.000
(100.000)
9.900.000
9.900.000
Pada tahun 2011 Bank telah menjual seluruh saham yang ada pada PT Balimor Finance seharga
Rp 20.000.000.000 dengan keuntungan penjualan sebesar Rp 18.525.000.000.
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai penyertaan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2012
Rp
31 Desember 2011
Rp
Saldo awal tahun
Penyisihan tahun berjalan
100.000
-
14.850.000
(14.750.000)
Saldo akhir
100.000
100.000
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai penyertaan dalam bentuk
saham tersebut adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul.
- 37 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
12. PENDAPATAN BUNGA YANG MASIH AKAN DITERIMA
Pendapatan bunga yang masih akan diterima atas kredit adalah sebesar Rp 15.484.762.417 dan
Rp 13.246.868.322 masing-masing untuk tahun yang berakhir 30 Juni 2012 dan 31 Desember
2011.
13. ASET TETAP
1 Januari
2012
Ro
Biaya perolehan
Pemilikan langsung
Tanah
Bangunan
Instalsi
Perlengkapan dan
peralatan kantor
Kendaraan bermotor
Bangunan dalam
penyelesaian
Jumlah
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung
Bangunan
Instalsi
Perlengkapan dan
peralatan kantor
Kendaraan bermotor
Jumlah
Jumlah Tercatat
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung
Bangunan
Instalsi
Perlengkapan dan
peralatan kantor
Kendaraan bermotor
Jumlah
Jumlah Tercatat
Pengurangan
Ro
70.906.453.553
62.187.045.614
2.587.908.111
345.037.000
664.248.850
267.603.250
28.526.501
26.653.497.382
11.252.876.000
1.163.702.510
2.949.250.000
3.213.477.150
176.801.257.810
30 Juni
2012
Ro
Reklasifikasi
Ro
(83.879.000)
71.251.490.553
62.851.294.464
2.743.105.860
92.123.208
621.129.000
83.879.000
-
27.808.955.684
13.580.997.000
5.389.841.610
741.778.709
-
3.213.477.150
181.449.320.711
30.934.009.407
1.855.348.267
1.145.499.745
94.759.163
28.526.501
147.014.000
32.079.509.152
2.068.594.929
23.592.471.552
6.567.109.674
62.948.938.900
887.176.251
895.302.744
3.022.737.903
92.123.208
621.129.000
741.778.709
(147.014.000)
-
24.240.510.595
6.841.283.418
65.229.898.094
113.852.318.910
1 Januari
2011
Ro
Biaya perolehan
Pemilikan langsung
Tanah
Bangunan
Instalsi
Perlengkapan dan
peralatan kantor
Kendaraan bermotor
Bangunan dalam
penyelesaian
Jumlah
Penambahan
Ro
116.219.422.617
Penambahan
Ro
Pengurangan
Ro
31 Desember
2011
Ro
Reklasifikasi
Ro
68.991.651.015
60.895.130.137
2.221.558.601
1.195.950.000
846.712.500
443.356.640
77.007.130
718.852.538
445.202.977
-
70.906.453.553
62.187.045.614
2.587.908.111
34.527.756.158
9.256.351.000
1.432.126.684
3.182.750.000
9.306.385.460
1.186.225.000
-
26.653.497.382
11.252.876.000
879.706.200
176.772.153.111
3.497.826.465
10.598.722.289
10.569.617.590
28.701.548.626
1.791.987.105
2.232.460.781
140.060.318
76.699.156
-
30.934.009.407
1.855.348.267
31.054.139.383
6.730.408.402
68.278.083.516
1.830.093.544
991.998.797
5.194.613.440
9.291.761.375
1.155.297.525
10.523.758.056
-
23.592.471.552
6.567.109.674
62.948.938.900
108.494.069.595
(1.164.055.515)
-
3.213.477.150
176.801.257.810
113.852.318.910
- 38 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Pengurangan aset tetap yang merupakan penjualan aset dengan rincian sebagai berikut:
30 Juni 2012
Rp
30 Juni 2011
Rp
Harga jual aset tetap
Nilai tercatat
391.900.000.000
-
4.500.000
-
Keuntungan penjualan aset tetap
391.900.000.000
4.500.000
Beban penyusutan adalah sebesar Rp 3.022.737.904 dan Rp 3.168.938.114 masing-masing untuk
tahun yang berakhir 30 Juni 2012 dan 2011.
Bank memiliki beberapa bidang tanah yang digunakan sebagai kantor cabang yang terletak di
Jakarta, Bandung, Solo, Semarang, Surabaya, Denpasar, Bandar Lampung dan Medan dengan
hak legal berupa Hak Milik, Hak Guna Bangunan dan Bukti Ijin Pemakaian Tanah yang berjangka
waktu 5 sampai 30 tahun dan akan jatuh tempo antara tahun 2012 dan 2039. Manajemen
berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan hak atas tanah karena seluruh tanah
diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti pemilikan yang memadai.
Aset tetap kecuali tanah, telah diasuransikan pada PT Asuransi Artarindo (pihak berelasi –
Catatan 33), PT Asuransi Wahana Tata dan lainnya terhadap risiko kebakaran, kecurian, dan
risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 89.346.936.478 dan Rp 55.610.104.478
masing-masing untuk tanggal 30 Juni 2012 dan 30 Juni 2011. Manajemen berpendapat bahwa
nilai pertanggungan aset tetap yang diasuransikan adalah cukup untuk menutupi kemungkinan
kerugian atas aset yang dipertanggungkan.
14. ASET LAIN – LAIN – BERSIH
Tarikan kliring
Aset tidak berwujud - setelah dikurangi
akumulasi amortisasi sebesar
Rp 8.527.599.355 dan Rp 7.936.815.425
masing-masing untuk tanggal 30 Juni 2012
dan 31 Desember 2011
Uang jaminan ATM
Agunan yang diambil alih - setelah dikurangi
cadangan kerugian penurunan nilai sebesar
Rp 1.793.124.806 untuk tanggal 30 Juni 2012
dan 31 Desember 2011
Biaya dibayar dimuka
Persediaan alat tulis kantor dan perlengkapan kantor
Aset terbengkalai
Uang muka L/C
Lain-lain
Jumlah
- 39 -
30 Juni 2012
Rp
22.702.325.103
31 Desember 2011
Rp
-
4.109.852.904
2.000.000.000
4.700.636.834
2.000.000.000
1.664.409.694
8.699.210.291
1.085.294.780
1.700.643.000
3.834.753.727
1.671.138.065
5.492.462.587
1.114.330.522
1.700.643.000
85.551.863
173.352.745
45.796.489.499
16.938.115.616
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai agunan yang diambil alih adalah sebagai berikut:
30 Juni 2012
Rp
31 Desember 2011
Rp
Saldo awal tahun
Penyisihan tahun berjalan
1.786.396.435
6.728.371
1.786.396.435
-
Saldo akhir
1.793.124.806
1.786.396.435
30 Juni 2012
Rp
31 Desember 2011
Rp
Aset terbengkalai
Macet
1.700.643.000
1.700.643.000
Jumlah - Bersih
1.700.643.000
1.700.643.000
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai agunan yang diambil
alih dan aset terbengkalai adalah cukup.
Pada tanggal 30 Juni 2012 tidak ada agunan yang diambil alih dijual, sedangkan agunan yang
diambil alih yang dijual pada 30 Juni 2011 adalah sebesar Rp 20.057.490 dengan laba penjualan
sebesar Rp 19.942.510
15. LIABILITAS SEGERA
30 Juni 2012
Rp
Rupiah
Transfer dalam proses
Titipan nasabah
Lain-lain
Jumlah
24.457.167.237
5.908.886.123
343.948.142
11.464.856.329
1.605.817.094
28.949.203
30.710.001.502
13.099.622.626
-
2.792.790
1.507.027
1.454.880
1.507.027
4.247.670
30.711.508.529
13.103.870.296
Mata uang asing
Transfer dalam proses
Dolar Amerika Serikat
Lain-lain
Dolar Amerika Serikat
Jumlah
Jumlah
31 Desember 2011
Rp
- 40 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
16. SIMPANAN
Estimasi nilai wajar dari simpanan tanpa jangka waktu, termasuk juga simpanan tanpa suku
bunga, adalah jumlah yang harus dikembalikan pada saat ada permintaan. Estimasi nilai wajar
dari simpanan dengan suku bunga tetap didasarkan pada diskonto arus kas menggunakan suku
bunga dari utang baru dengan jangka waktu yang sama. Pada tanggal 31 Maret 2012, nilai wajar
dari simpanan adalah sebesar Rp 2.535.012.265.435 (Catatan 38).
Simpanan dari pihak berelasi dijelaskan dalam Catatan 33.
Simpanan terdiri dari:
Pihak berelasi
Rp
Giro
Tabungan
Deposito berjangka
Jumlah
30 Juni 2012
Pihak ketiga
Rp
Jumlah
Rp
300.236.425.193
49.417.634.252
765.173.266.754
276.578.975.477
321.181.644.466
822.424.319.293
576.815.400.670
370.599.278.718
1.587.597.586.047
1.114.827.326.199
1.420.184.939.236
2.535.012.265.435
Pihak berelasi
Rp
31 Desember 2011
Pihak ketiga
Rp
Jumlah
Rp
Giro
Tabungan
Deposito berjangka
154.195.022.802
45.734.955.738
799.931.932.978
293.139.882.437
306.201.090.080
820.813.025.740
447.334.905.239
351.936.045.818
1.620.744.958.718
Jumlah
999.861.911.518
1.420.153.998.257
2.420.015.909.775
a. Giro terdiri atas:
30 Juni 2012
Rp
31 Desember 2011
Rp
Pihak berelasi
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
Jumlah
298.402.230.460
1.834.194.733
300.236.425.193
152.819.214.381
1.375.808.421
154.195.022.802
Pihak ketiga
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
Jumlah
272.902.584.544
3.676.390.933
276.578.975.477
288.778.263.692
4.361.618.745
293.139.882.437
Jumlah Giro
576.815.400.670
447.334.905.239
Tingkat bunga rata-rata
per tahun
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
0,67%
0,50%
2,32%
0,49%
Jumlah giro yang diblokir dan dijadikan jaminan kredit pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31
Desember 2011 adalah Rp 50.000.000.
- 41 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
b. Tabungan terdiri atas:
30 Juni 2012
Rp
Pihak berelasi
Rupiah
Tabungan Kesra
Tabungan BBA
Tabunganku
Dolar Amerika Serikat
Tabungan BBA
Jumlah
Pihak ketiga
Rupiah
Tabungan Kesra
Tabungan BBA
Tabunganku
Tabungan pensiun
Dolar Amerika Serikat
Tabungan BBA
Jumlah
Jumlah Tabungan
Tingkat bunga rata-rata
per tahun
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
31 Desember 2011
Rp
12.465.365.077
36.878.440.999
31.925.885
13.176.134.696
32.321.759.022
168.002.398
41.902.291
49.417.634.252
69.059.622
45.734.955.738
174.462.391.123
135.098.024.076
2.268.558.335
6.411.364.848
166.364.981.254
128.942.554.329
2.167.264.485
5.973.992.203
2.941.306.084
321.181.644.466
2.752.297.809
306.201.090.080
370.599.278.718
351.936.045.818
1,38%
0,62%
3,53%
0,49%
Pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011, tidak terdapat tabungan yang diblokir dan
dijadikan jaminan kredit.
c. Deposito berjangka terdiri atas:
30 Juni 2012
Rp
31 Desember 2011
Rp
Pihak berelasi
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
Jumlah
751.040.726.008
14.132.540.746
765.173.266.754
795.651.495.738
4.280.437.240
799.931.932.978
Pihak ketiga
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
Jumlah
799.173.498.876
23.250.820.417
822.424.319.293
797.811.224.927
23.001.800.813
820.813.025.740
1.587.597.586.047
1.620.744.958.718
Jumlah Deposito berjangka
- 42 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Klasifikasi deposito berjangka berdasarkan periode:
Pihak berelasi
Rp
Rupiah
1 bulan
3 bulan
6 bulan
12 bulan
Jumlah
Dolar Amerika Serikat
1 bulan
Jumlah Deposito berjangka
Dolar Amerika Serikat
1 bulan
Jumlah Deposito berjangka
Jumlah
Rp
748.061.811.421
2.451.958.332
516.737.879
10.218.376
751.040.726.008
753.418.452.797
32.520.417.401
5.528.589.586
7.706.039.092
799.173.498.876
1.501.480.264.218
34.972.375.733
6.045.327.465
7.716.257.468
1.550.214.224.884
14.132.540.746
23.250.820.417
37.383.361.163
765.173.266.754
822.424.319.293
1.587.597.586.047
Pihak berelasi
Rp
Rupiah
1 bulan
3 bulan
6 bulan
12 bulan
Jumlah
30 Juni 2012
Pihak ketiga
Rp
31 Desember 2011
Pihak ketiga
Rp
Jumlah
Rp
792.682.691.277
2.465.745.582
503.058.879
795.651.495.738
777.509.357.773
16.797.238.543
2.804.398.782
700.229.829
797.811.224.927
1.570.192.049.050
19.262.984.125
3.307.457.661
700.229.829
1.593.462.720.665
4.280.437.240
23.001.800.813
27.282.238.053
799.931.932.978
820.813.025.740
1.620.744.958.718
Tingkat bunga rata-rata per tahun:
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
30 Juni 2012
31 Desember 2011
5,96%
1,12%
6,77%
1,02%
Jumlah deposito berjangka yang diblokir dan dijadikan jaminan kredit pada tanggal 30 Juni 2012
dan 31 Desember 2011 masing-masing sebesar Rp 225.618.715.806 dan Rp 189.730.310.026.
- 43 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
17. SIMPANAN DARI BANK LAIN
Estimasi nilai wajar dari simpanan tanpa jangka waktu, termasuk juga simpanan tanpa suku
bunga, adalah jumlah yang harus dikembalikan saat ada permintaan. Estimasi nilai wajar dari
simpanan dengan suku bunga tetap didasarkan pada diskonto arus kas menggunakan suku bunga
dari utang baru dengan jangka waktu yang sama. Pada tanggal 31 Maret, nilai wajar dari
simpanan dari bank lain adalah sebesar Rp 8.209.362.230 (Catatan 38).
30 Juni 2012
Rp
31 Desember 2011
Rp
Pihak ketiga
Giro
Deposito berjangka
1.359.362.230
6.850.000.000
826.571.003
2.750.000.000
Jumlah
8.209.362.230
3.576.571.003
Tingkat bunga rata-rata per tahun:
Giro
Deposito berjangka
Jangka waktu deposito berjangka
3,17%
6,42%
1 - 3 bulan
4,26%
6,37%
1 - 3 bulan
Klasifikasi deposito berjangka berdasarkan periode:
30 Juni 2012
Rp
31 Desember 2011
Rp
Rupiah
1 bulan
3 bulan
5.000.000.000
1.850.000.000
2.500.000.000
250.000.000
Jumlah
6.850.000.000
2.750.000.000
18. UTANG PAJAK
30 Juni 2012
Rp
Pajak penghasilan badan
(Catatan 31)
Pajak penghasilan
Pasal 4(2) - Final
Pasal 21
Pasal 23
Pasal 25
Pasal 26
Pajak titipan
Jumlah
31 Desember 2011
Rp
1.874.945.000
4.691.816.500
1.543.945.535
246.301.787
17.031.989
806.227
1.146.442
1.942.932.812
1.112.151.325
68.651.693
994.771.000
2.479.308
-
3.684.176.980
8.812.802.638
- 44 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
19. BUNGA YANG MASIH HARUS DIBAYAR
30 Juni 2012
Rp
Rupiah
Deposito berjangka
Tabungan
Giro
Simpanan dari bank lain
Jumlah
4.716.148.536
639.967.947
846.885.899
17.204.098
6.220.206.480
5.449.375.306
490.044.772
540.550.607
6.017.347
6.485.988.032
43.412.511
2.695.366
2.153.137
48.261.014
16.428.496
1.817.399
796.670
19.042.565
6.268.467.494
6.505.030.597
Mata uang asing
Deposito berjangka
Tabungan
Giro
Jumlah
Jumlah
31 Desember 2011
Rp
20. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA
Bank menghitung imbalan pasca kerja imbalan pasti sesuai dengan Undang-undang
Ketenagakerjaan No.13/2003.
Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan pasca kerja tersebut pada tanggal 30 Juni 2012 dan
31 Desember 2011 masing-masing sebanyak 837 dan 809.
Liabilitas imbalan pasca kerja di pos nerca pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011
masing-masing adalah sebesar Rp 29.126.792.306 dan Rp 27.613.226.874.
21. LIABILITAS LAIN-LAIN
31 Maret 2012
Rp
31 Desember 2011
Rp
Setoran kliring
Biaya masih harus dibayar
Setoran jaminan
Hadiah undian kesra
Pendapatan diterima dimuka
Lain-lain
16.335.429.095
9.903.336.433
600.000.168
225.000.000
117.295.405
429.424.866
42.196.550
3.317.288.149
205.378.875
75.000.000
379.293.334
Jumlah
27.610.485.967
4.019.156.908
- 45 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
22. MODAL SAHAM
31 Maret 2012 dan 31 Desember 2011
Persentase
Jumlah
Jumlah Saham
Kepemilikan
Modal disetor
%
Rp
PT Surya Husada Investment
PT Dana Graha Agung
PT Budiman Kencana Lestari
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%)
1.050.000.000
630.000.000
420.000.000
210.000.000
45,45
27,27
18,48
9,1
105.000.000.000
63.000.000.000
42.000.000.000
21.000.000.000
Jumlah
2.310.000.000
100
231.000.000.000
23. DIVIDEN TUNAI DAN CADANGAN UMUM
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Bank yang dinyatakan dalam akta No. 32
tanggal 8 Juni 2012 dari Fathiah Helmi, S.H., notaris di Jakarta, para pemegang saham Bank
menyetujui:
a. Pembentukan cadangan umum sebesar Rp 2.500.000.000 dari saldo laba tahun 2011
sehingga cadangan umum per 30 Juni 2012 menjadi Rp 17.500.000.000.
b. Pembagian dividen tunai sebesar Rp 10.741.500.000 yang berasal dari saldo laba tahun 2011
kepada pemegang saham secara proposional yang akan dibayar pada tanggal 18 Juli 2012.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Bank yang dinyatakan dalam akta No. 44
tanggal 15 Juni 2011 dari Fathiah Helmi, S.H., notaris di Jakarta, para pemegang saham Bank
menyetujui:
a. Pembentukan cadangan umum sebesar Rp 2.500.000.000 dari saldo laba tahun 2010
sehingga cadangan umum per 31 Desember 2011 menjadi Rp 15.000.000.000.
b. Pembagian dividen tunai sebesar Rp 6.930.00.000 yang berasal dari saldo laba tahun 2010
kepada pemegang saham secara proposional yang dibayar penuh pada tahun 2011.
24. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Akun ini merupakan agio saham setelah dikurangi biaya emisi saham sehubungan dengan
penawaran umum saham perdana Bank pada tahun 2006 dengan perincian sebagai berikut:
Rp
Jumlah yang diterima dari pengeluaran 210.000.000 saham
Jumlah yang tercatat sebagai Modal Disetor
33.600.000.000
(21.000.000.000)
Bersih
Biaya emisi saham atas penawaran umum
12.600.000.000
(1.610.220.234)
Tambahan modal disetor
10.989.779.766
- 46 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
25. PENDAPATAN BUNGA
30 Juni 2012
Rp
Rupiah
Kredit
Efek-efek
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain
Jumlah
Mata uang asing
Kredit
Penempatan pada bank lain
Jumlah
Jumlah
30 Juni 2011
Rp
127.342.502.880
2.512.555.239
93.568.391.391
8.165.133.793
13.954.298.717
22.092.051.931
143.809.356.836
123.825.577.115
2.017.365.381
28.088.806
1.472.989.317
32.112.231
2.045.454.187
1.505.101.548
145.854.811.023
125.330.678.663
Jumlah pendapatan bunga dari pihak yang berelasi untuk tahun-tahun yang berakhir 30 Juni 2012
dan 2011 masing-masing sebesar Rp 2.185.821.619 dan Rp 732.603.223 (Catatan 33).
26. BEBAN BUNGA
30 Juni 2012
Rp
Rupiah
Simpanan
Deposito berjangka
Tabungan
Giro
Simpanan dari bank lain
Jumlah
Mata uang asing
Simpanan
Deposito berjangka
Tabungan
Giro
Jumlah
Jumlah
30 Juni 2011
Rp
48.509.664.867
3.871.254.259
4.029.070.474
139.792.813
42.754.227.918
6.258.654.631
4.853.901.823
145.877.574
56.549.782.413
54.012.661.946
200.602.030
10.175.785
13.102.939
141.819.157
10.469.257
7.855.685
223.880.754
160.144.099
56.773.663.167
54.172.806.045
Jumlah beban bunga dari pihak yang berelasi untuk tahun-tahun yang berakhir pada 30 Juni 2012
dan 2011 masing-masing sebesar Rp 24.917.443.227 dan Rp 23.221.416.896 (Catatan 33).
- 47 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
27. PENDAPATAN JASA ADMINISTRASI
Akun ini merupakan pendapatan dari jasa-jasa administrasi nasabah, komunikasi (SWIFT dan
RTGS), pos dan materai, dan lainnya.
28. BEBAN CADANGAN (PEMULIHAN) KERUGIAN PENURUNAN NILAI
30 Juni 2012
Rp
30 Juni 2011
Rp
Kredit (Catatan 9)
Tagihan akseptasi (Catatan 10)
Giro pada bank lain (Catatan 6)
Agunan yang diambil alih (catatan 14)
(5.070.260.620)
25.251.626
12.056.676
6.728.371
2.728.008.172
22.161.127
49.511.149
-
Jumlah - Bersih
(5.026.223.947)
2.799.680.448
29. BEBAN TENAGA KERJA
Rincian gaji dan bonus atas kelompok direksi, dewan komisaris, komite audit dan pejabat eksekutif
sebagai berikut:
30 Juni 2012
Rp
30 Juni 2011
Rp
Gaji dan honor
Tunjangan
Bonus
Imbalan pasca kerja (Catatan 20)
Lembur
20.343.037.480
6.341.547.200
5.330.129.107
1.777.201.710
1.074.069.500
16.887.206.057
5.625.164.460
4.916.167.193
1.306.703.582
837.584.700
Jumlah
34.865.984.997
29.572.825.992
- 48 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
30. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
30 Juni 2012
Rp
Penyusutan dan amortisasi
Pemeliharaan dan perbaikan
Administrasi bank
Premi asuransi pinjaman pensiun
Alat tulis, barang cetakan dan materai
Telepon dan teleks
Biaya listrik, air dan bahan bakar
Keamanan dan kebersihan
Asuransi
Konsumsi
Jamsostek
Transportasi
Pendidikan dan latihan
Komunikasi
Iuran anggota
Sewa
Administrasi ATM
Pemasaran
Persediaan kantor
Jasa profesional
Pajak
Dinas luar
Lain-lain
Jumlah
30 Juni 2011
Rp
3.613.521.834
3.100.399.996
2.514.217.891
2.195.846.649
2.003.340.174
1.580.165.449
1.540.091.098
1.214.485.511
998.304.275
889.104.215
831.050.027
829.872.876
748.522.401
667.086.763
629.209.904
593.671.401
568.301.000
353.171.890
344.254.468
317.550.000
244.322.226
123.876.125
766.180.984
3.168.938.114
2.158.741.049
1.717.973.098
509.515.870
1.815.869.096
1.553.883.497
1.304.669.431
861.942.340
844.849.870
812.444.394
717.441.057
586.432.870
410.546.490
460.042.420
554.494.165
721.516.556
533.991.000
227.153.363
177.403.790
252.300.000
164.036.109
109.331.727
771.565.504
26.666.547.157
20.435.081.810
Jumlah beban sewa gedung dan asuransi yang dilakukan dengan pihak yang berelasi pada
tanggal 30 Juni 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp 686.944.274 dan Rp 698.866.430
(Catatan 33).
- 49 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31. LABA PER SAHAM
a. Laba per Saham Dasar
Berikut ini data yang digunakan untuk perhitungan laba per saham dasar:
30 Juni 2012
Rp
Laba bersih
Laba bersih untuk perhitungan laba
per saham dasar
30 Juni 2011
Rp
29.046.802.640
16.051.186.654
Lembar
Lembar
Jumlah saham
Jumlah rata-rata tertimbang saham
biasa untuk perhitungan laba
per saham dasar
2.310.000.000
2.310.000.000
b. Laba per Saham Dilusian
Bank tidak menghitung laba per saham dilusian karena Bank tidak memiliki efek berpotensi
saham pada tanggal pelaporan.
32. SIFAT, TRANSAKSI, DAN SALDO DENGAN PIHAK-PIHAK YANG BERELASI
Sifat Pihak Berelasi
Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 7/3/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 yang diubah
dengan Peraturan Bank Indonesia No 8/13/PBI/2006 tanggal 5 Oktober 2006 tentang Batas
Maksimum Pemberian Kredit Bank Umum pihak-pihak yang berelasi adalah perusahaan pihak
berelasi adalah perusahaan yang mempunyai keterkaitan kepemilikan atau kepengurusan secara
langsung maupun tidak langsung dengan Bank.
Perusahaan dan perorangan yang mempunyai keterkaitan kepemilikan dan kepengurusan secara
langsung maupun tidak langsung dengan Bank adalah sebagai berikut:
a. Perusahaan yang merupakan pemegang saham Bank adalah P.T. Surya Husada Investment,
P.T. Dana Graha Agung dan P.T. Budiman Kencana Lestari.
b. Perusahaan-perusahaan yang berelasi karena keterkaitan kepemilikan dan kepengurusan
secara langsung maupun tidak langsung adalah sebagai berikut:
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
PT Surya Husada Investment
PT Budiman Kencana Lestari
PT Dana Graha Agung
PT Honda Prospect Motor
PT Mitra Karawangjaya
PT Imora Makmur
PT Imora Motor
PT Prospect Motor
PT Surya Makmur Jaya Mandiri
PT Triwarga Dian Sakti
PT Istana Mobil Surabaya Indah
- 50 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
PT Tochu Silika Indonesia
PT Asuransi Artarindo
PT Mandalatama Armada Motor
PT Daikinaircon
PT Daikin Indonesia
PT Istana Bandung Raya Motor
PT Saranaduta Jasa Medika
PT Mizuho Balimor Finance
PT Pluit Auto Plaza
PT Mulia Dipta Jaya
PT Silicaindo Makmur Sentosa
PT Istana Kebayoran Raya Motor
PT Majetek Sentosa
PT Lingkarindo Buana Raya
PT Duta Warga Jaya
PT Gunung Geulis Sentra Rekreasi
PT Warga Djaja
PT Gadingprima Autoland
PT Istana Kemakmuran Motor
PT Golden Navara
PT Parisindo Pratama
PT Alga Jaya Raya
PT Mulia Colliman International
PT Multi Alam Elok
PT Mitrametal Perkasa
PT Divatama Intiperintis Indopaper
PT Rahadicipta Primasatya
PT Gemasuara Adhitama
PT Jara Silica
dan lain-lain
Transaksi dengan Pihak-pihak yang Berelasi
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Bank juga mengadakan transaksi tertentu dengan pihakpihak yang berelasi. Menurut manajemen Bank, transaksi-transaksi tersebut dilakukan dengan
persyaratan dan kondisi normal seperti yang dilakukan dengan pihak ketiga lainnya. Transaksitransaksi tersebut meliputi:
a. Pemberian kredit kepada pihak yang berelasi antara lain: PT Mizuho Balimor Finance, PT
Mitrametal Perkasa, PT Divatama Intiperintis Indopaper, PT Istana Mobil Surabaya Indah, PT
Saranaduta Jasa Medika, PT Warga Djaja, PT Rahadicipta Primasatya, PT Jara Silica dan lainlain. Jumlah pemberian kredit pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 masingmasing sebesar Rp 58.350.773.044 dan Rp 58.066.672.546 (Catatan 9).
b. Penempatan dana dalam bentuk simpanan dari pihak yang berelasi antara lain: PT Honda
Prospect Motor, PT Mitra Karawangjaya, PT Prospect Motor, PT Mandalatama Armada Motor,
PT Imora Motor, PT Triwarga Dian Sakti, PT Asuransi Artarindo, PT Surya Makmur Jaya
Mandiri, PT Mizuho Balimor Finance, PT Daikin Aircon, PT Mulia Colliman International, PT
Daikin Indonesia, PT Sarana Duta Jasa Medika, PT Surabaya Jasa Medika, PT Silicaindo
Makmur Sentosa, PT Istana Kebayoran Raya Motor, PT Pluit Auto Plaza, PT Mulia Dipta Jaya,
PT Istana Bandung Raya Motor, PT Tochu Silica Indonesia, PT Istana Kemakmuran Motor, PT
Majetek Sentosa, PT Istana Mobil Surabaya Indah dan lain-lain. Jumlah penempatan dana
- 51 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
dalam bentuk simpanan yang diterima pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011
masing-masing sebesar Rp 1.114.827.326.199 dan Rp 999.861.911.518 (Catatan 16).
c. Pendapatan bunga dari pihak yang berelasi untuk tahun-tahun yang berakhir 30 Juni 2012 dan
30 Juni 2011 masing-masing sebesar Rp 2.185.821.619 dan Rp 732.603.223 (Catatan 25).
d. Jumlah beban bunga dari pihak yang berelasi untuk tahun-tahun yang berakhir 30 Juni 2012
dan 30 Juni 2011 masing-masing sebesar Rp 24.917.443.227 dan Rp 23.221.416.896 (Catatan
26).
e. Asuransi atas aset tetap Bank, “Cash-in-transit” dan “Cash-in-Safe” pada PT Asuransi Artarindo
masing-masing sebesar Rp 581.748.194 dan Rp 473.621.630 pada tanggal 30 Juni 2012 dan
30 Juni 2011 (Catatan 30).
f. Sewa menyewa ruang-ruang kantor dengan PT Imora Motor dan RS Husada masing-masing
sebesar Rp 105.196.080 dan Rp 225.244.800 pada tanggal 30 Juni 2012 dan 30 Juni 2011
(Catatan 30).
Saldo kredit dan simpanan dari pihak yang berelasi dapat diikhtisarkan sebagai berikut:
30 Juni 2012
Rp
Kredit
PT Mizuho Balimor Finance
PT Mitrametal Perkasa
PT Divatama Intiperintis Indopaper
PT Istana Mobil Surabaya Indah
PT Saranaduta Jasa Medika
PT Warga Djaja
PT Rahadicipta Primasatya
PT Jara Silica
PT Silicaindo Makmur Sentosa
PT Prospect Motor
Lain-lain
20.001.786.114
10.305.884.667
8.364.403.369
4.198.200.313
3.636.943.958
2.084.475.190
1.254.714.955
1.000.608.482
193.159.427
7.310.596.569
58.350.773.044
30 Juni 2012
Rp
Simpanan
Giro
Tabungan
Deposito berjangka
Jumlah
31 Desember 2011
Rp
20.002.003.660
10.360.000.000
3.064.486.974
7.168.910.258
1.858.487.923
2.702.527.807
513.904.434
2.163.000.000
10.233.351.490
58.066.672.546
Jumlah
31 Desember 2011
Rp
300.236.425.193
49.417.634.252
765.173.266.754
1.114.827.326.199
154.195.022.802
45.734.955.738
799.931.932.978
999.861.911.518
Jumlah
30 Juni 2012
Rp
Pendapatan bunga kredit
30 Juni 2011
Rp
2.185.821.619
732.603.223
Jumlah
30 Juni 2012
Rp
Beban Bunga
24.917.443.227
- 52 -
30 Juni 2011
Rp
23.221.416.896
Persentase terhadap jumlah aset
30 Juni 2012
31 Desember 2011
%
%
0,63
0,33
0,27
0,13
0,12
0,07
0,04
0,03
0,01
0,23
1,85
0,67
0,35
0,10
0,24
0,06
0,09
0,02
0,07
0,35
1,95
Persentase
30 Juni 2012
31 Desember 2011
%
%
9,53
1,57
24,29
35,38
5,04
1,82
28,97
35,84
Persentase terhadap pendapatan bunga
30 Juni 2012
30 Juni 2011
%
%
1,50
0,58
Persentase terhadap beban bunga
30 Juni 2012
30 Juni 2011
%
%
43,89
42,87
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Rincian gaji dan bonus atas dewan komisaris, dewan direksi, komite audit dan pejabat eksekutif
sebagai berikut:
30 Juni 2012
Jumlah
Pegawai
Dewan Komisaris
Dewan Direksi
Komite Audit dan
Pemantau Risiko
Pejabat eksekutif
Jumlah
Gaji
Rp
Tunjangan
Rp
3
3
461.022.000
927.030.000
54.011.644
3
23
32
80.010.000
2.539.384.500
4.007.446.500
188.510.676
242.522.320
Bonus
Rp
Jumlah
Rp
-
461.022.000
981.041.644
80.010.000
2.727.895.176
4.249.968.820
30 Juni 2011
Jumlah
Pegawai
Dewan Komisaris
Dewan Direksi
Komite Audit dan
Pemantau Risiko
Pejabat eksekutif
Jumlah
Gaji
Rp
Tunjangan
Rp
Bonus
Rp
Jumlah
Rp
2
3
325.800.000
708.240.000
79.873.928
-
2
22
29
60.010.000
1.895.163.000
2.989.213.000
189.471.364
269.345.292
-
- 53 -
325.800.000
788.113.928
60.010.000
2.084.634.364
3.258.558.292
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
33. KOMITMEN DAN KONTINJENSI
30 Juni 2012
Rp
Liabilitas Komitmen
Fasilitas kredit kepada nasabah
yang belum digunakan
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
Irrecovable Letter of Credit yang
masih berjalan
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
Yen Jepang
Euro
Jumlah Liabilitas Komitmen - Bersih
Tagihan Kontijensi
Bunga dalam penyelesaian
Rupiah
Liabilitas Kontijensi
Bank garansi yang diberikan
Rupiah
Jumlah Liabilitas Kontijensi - Bersih
LAIN-LAIN
Titipan klriing berupa warkat cek, billyet
giro, inkaso dan lainnya
- 54 -
31 Desember 2011
Rp
600.733.323.158
6.007.365.043
592.312.190.545
5.880.301.950
394.300.000
12.118.827.350
2.434.627.720
679.244.625
622.367.687.896
5.475.000.256
16.438.677.761
940.108.950
621.046.279.462
1.053.321.150
1.948.828.247
6.451.196.955
5.397.875.805
5.963.625.732
4.014.797.485
255.646.198.275
266.730.303.452
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
34. JATUH TEMPO ASET DAN LIABILITAS
Analisis jatuh tempo aset dan liabilitas menurut kelompok jatuh temponya berdasarkan periode
yang tersisa, terhitung sejak tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 sampai dengan tanggal
jatuh tempo adalah sebagai berikut:
30 Juni 2012
Lain-lain
1 bulan
> 1 - 3 bulan
> 3 - 12 bulan
> 1 - 5 tahun
> 5 tahun
Jumlah
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Aset
Kas
-
34.801.929.105
-
-
-
-
34.801.929.105
Giro pada Bank Indonesia
-
225.181.598.707
-
-
-
-
225.181.598.707
Giro pada Bank Lain
-
19.277.876.371
-
-
-
-
19.277.876.371
-
-
-
-
-
-
-
-
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai
-
-
-
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain
-
596.937.831.928
596.937.831.928
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai
Efek-efek
-
-
-
-
49.551.719.524
63.833.016.781
-
-
-
-
113.384.736.305
Dikurangi pendapatan
bunga diterima di muka
Kredit
-
83.951.347.893
102.604.970.535
719.762.955.568
670.929.744.063
393.162.192.766
1.970.411.210.825
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai
-
Tagihan akseptasi
-
3.638.613.993
1.873.778.165
365.805.940
-
-
-
-
5.878.198.098
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai
Penyertaan dalam bentuk saham
9.900.000
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
15.484.762.417
-
-
-
-
116.219.422.617
9.900.000
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai
-
-
Pendapatan bunga yang
masih akan diterima
Aset tetap - Bersih
116.219.422.617
15.484.762.417
-
Aset pajak tangguhan
7.240.806.721
-
-
-
-
-
7.240.806.721
Aset lain-lain - Bersih
45.796.489.499
-
-
-
-
-
45.796.489.499
Jumlah aktiva
169.266.618.837
979.273.960.414
154.030.468.224
783.961.778.289
670.929.744.063
393.162.192.766
3.150.624.762.593
Liabilitas
Liabilitas segera
-
30.711.508.529
Simpanan
-
2.497.598.998.708
27.168.347.527
Simpanan dari bank lain
-
6.609.362.230
1.600.000.000
Liabilitas akseptasi
-
3.675.367.622
1.892.705.217
Utang pajak
-
3.684.176.980
-
6.268.467.494
10.244.919.200
369.500.950
-
-
-
30.711.508.529
-
-
2.535.012.265.435
-
-
8.209.362.230
-
-
5.937.573.789
-
-
3.684.176.980
Bunga yang masih harus
dibayar
-
-
-
6.268.467.494
-
-
-
-
29.126.792.306
-
-
-
26.496.705.607
-
-
2.645.446.852.370
29.126.792.306
Liabilitas lain-lain
26.496.705.607
Jumlah Liablitas
55.623.497.913
2.548.547.881.563
30.661.052.744
10.614.420.150
113.643.120.924
(1.569.273.921.149)
123.369.415.480
773.347.358.139
Bersih
-
-
Liabilitas imbalan pasca kerja
-
-
- 55 -
670.929.744.063
393.162.192.766
505.177.910.223
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2011
Lain-lain
1 bulan
> 1 - 3 bulan
> 3 - 12 bulan
> 1 - 5 tahun
> 5 tahun
Jumlah
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Aset
Kas
-
36.900.181.615
-
-
-
-
36.900.181.615
Giro pada Bank Indonesia
-
225.962.030.860
-
-
-
-
225.962.030.860
Giro pada Bank Lain
-
18.190.358.305
-
-
-
-
18.190.358.305
-
-
-
-
(206.439.688)
-
-
772.500.000.000
-
-
(2.261.507.492)
-
-
150.000.000.000
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai
(206.439.688)
-
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain
-
622.500.000.000
50.000.000.000
100.000.000.000
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai
Efek-efek
(2.261.507.492)
-
-
100.000.000.000
50.000.000.000
Dikurangi pendapatan
bunga diterima di muka
Kredit
(2.415.348.128)
-
47.667.283.502
183.200.418.372
598.131.783.774
525.395.512.012
279.920.960.460
(2.415.348.128)
1.634.315.958.120
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai
Tagihan akseptasi
(24.461.859.690)
-
3.370.777.839
-
-
-
-
(24.461.859.690)
-
-
-
-
3.370.777.839
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai
Penyertaan dalam bentuk saham
(33.707.797)
-
-
-
-
-
(33.707.797)
10.000.000
-
-
-
-
-
10.000.000
(100.000)
-
-
-
-
-
(100.000)
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai
Pendapatan bunga yang
masih akan diterima
Aset tetap - Bersih
27.969.623
13.246.868.322
214.998.954
-
101.499.095.696
-
3.213.477.148
-
1.196.724.867
-
13.246.868.322
113.852.318.910
Aset pajak tangguhan
7.240.806.721
Aset lain-lain - Bersih
1.836.127.267
5.383.558.314
3.721.171.445
741.100.984
1.683.180.289
3.572.977.317
16.938.115.616
(20.264.059.184)
973.436.057.711
344.621.642.439
850.371.980.454
530.292.169.449
284.690.662.644
2.963.148.453.513
Jumlah aktiva
-
7.700.052.622
7.240.806.721
Liabilitas
Liabilitas segera
-
13.103.870.296
Simpanan
-
2.404.507.136.581
14.392.900.216
1.115.872.978
-
-
13.103.870.296
-
-
2.420.015.909.775
Simpanan dari bank lain
-
3.576.571.003
-
-
-
-
3.576.571.003
Liabilitas akseptasi
-
3.370.777.839
-
-
-
-
3.370.777.839
Utang pajak
-
8.812.802.638
-
-
-
8.812.802.638
-
6.505.030.597
Bunga yang masih harus
dibayar
Liabiliutas imbalan pasca kerja
Liabilitas lain-lain
27.613.226.874
-
-
-
-
-
6.505.030.597
-
-
-
-
27.613.226.874
33.035.673
2.491.221.235
10.000.000
134.900.000
1.350.000.000
-
4.019.156.908
Jumlah Liablitas
27.646.262.547
2.442.367.410.189
14.402.900.216
1.250.772.978
1.350.000.000
-
2.487.017.345.930
Bersih
(47.910.321.731)
(1.468.931.352.478)
330.218.742.223
849.121.207.476
528.942.169.449
284.690.662.644
476.131.107.583
Langkah yang diambil oleh Bank sehubungan dengan mismatch aset dan liabilitas moneter yang
jatuh tempo sampai dengan 3 bulan, adalah meningkatkan pelayanan kepada nasabah simpanan
serta menawarkan produk dan bunga yang menarik kepada nasabah untuk menjaga stabilitas dan
kontinuitas jumlah simpanan. Disamping itu, Bank juga mengintensifkan usaha penagihan kepada
debitur bermasalah.
- 56 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
35. ASET DAN LIABILITAS DALAM MATA UANG ASING
a. Posisi aset dan liabilitas dalam mata uang asing setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai adalah sebagai berikut:
30 Juni 2012
Mata uang
ekuivalen
asing
ASET
Kas
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain - bersih
Kredit - bersih
Pihak ketiga
Tagihan akseptasi - bersih
Pendapatan bunga yang
masih akan diterima
Aset lain-lain
Jumlah aset
LIABILITAS
Liabilitas segera
Simpanan
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Liabiliats akseptasi
Setoran jaminan
Liabilitas lain-lain
Jumlah Liabilitas
Jumlah Aset - Bersih
31 Desember 2011
Mata uang
asing
ekuivalen
USD
SGD
EUR
HKD
AUD
USD
USD
GBP
CHF
JPY
AUD
EUR
SGD
HKD
113.928
2.309
1.250
1.000
100
500.000
121.766
29.034
34.893
2.181.918
21.963
9.879
11.524
32.266
1.070.068.740
17.081.982
14.766.188
1.211.030
955.265
4.696.250.000
1.143.690.161
425.845.979
343.116.794
257.815.481
209.801.891
116.698.715
85.256.475
39.074.779
90.211
1.918
15.735
160
450.000
204.292
42.224
6.232
13.493.940
14.802
36.714
50.070
39.839
817.988.242
13.394.449
184.331.749
1.472.925
4.080.375.000
1.852.414.537
590.096.558
60.026.924
1.576.362.023
136.260.549
430.094.761
349.665.441
46.501.556
USD
USD
6.764.558
566.430
63.536.111.109
5.320.193.681
5.210.905
368.025
47.249.884.080
3.337.070.042
USD
USD
29.274
-
274.960.459
77.552.898.729
24.401
9.435
221.251.896
85.551.863
61.032.742.595
USD
-
308
2.792.790
631.409
3.321.281
371.743
22.650
2.261
5.725.305.283
30.115.717.367
3.370.777.839
205.378.875
20.497.446
39.440.469.600
21.592.272.995
USD
USD
USD
USD
USD
-
1.704.406
3.180.039
572.152
12.075
5.299
16.008.637.769
29.868.517.435
5.373.932.964
113.414.438
49.768.040
51.414.270.646
26.138.628.083
b. Berdasarkan pedoman Bank Indonesia, posisi devisa neto (PDN) merupakan nilai absolut dari
penjumlahan atas (i) selisih bersih aset dan kewajiban untuk setiap mata uang asing dan (ii)
selisih bersih tagihan dan kewajiban, berupa komitmen dan kontinjensi di rekening administratif
(transaksi rekening administratif), untuk setiap mata uang yang semuanya dinyatakan dalam
Rupiah.
Bank diwajibkan untuk mempertahankan posisi devisa netonya (termasuk semua kantor
cabangnya) setinggi-tingginya 30% dari modal dengan memperhitungkan risiko pasar sesuai
ketentuan yang berlaku atau 20% dari modal tanpa memperhitungkan risiko pasar sesuai
ketentuan yang berlaku pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011.
- 57 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PDN Bank pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 dihitung berdasarkan Peraturan
Bank Indonesia (PBI) No. 5/13/PBI/2003 tanggal 17 Juli 2003 dan perubahan terakhir dengan
PBI No. 12/10/PBI/2010 tanggal 1 Juli 2010.
Berikut ini adalah rincian Posisi Devisa Neto Bank:
Jenis Mata Uang
Dollar AS
Dollar Hongkong
Dollar Singapura
Poundsterling Inggris
Swiss Franc
Dollar Australia
Yen Jepang
Euro
30 Juni 2012
Liablitas dan Liabilitas
komitmen dan kontinjensi
Mata uang
Ekuivalen
asing
dalam Rp
Aset dan tagihan
komitmen dan kontinjensi
Mata uang
Ekuivalen
asing
dalam Rp
8.095.957
33.266
13.833
29.034
34.893
22.063
2.181.918
11.129
Jumlah
76.041.274.150
40.285.809
102.338.457
425.845.979
343.116.794
210.757.156
257.815.481
131.464.903
6.764.237
20.604.500
57.500
77.552.898.729
63.533.097.995
2.434.627.720
679.244.625
Posisi Devisa
Bersih absolut
Mata uang
Ekuivalen
asing
dalam Rp
1.331.720
33.266
13.833
29.034
34.893
22.063
18.422.582
46.371
66.646.970.340
12.508.176.155
40.285.809
102.338.457
425.845.979
343.116.794
210.757.156
2.176.812.239
547.779.722
16.355.112.311
Modal *)
Modal inti dan pelengkap
setelah dikurangi penyertaan
422.575.339.893
Persentase PDN terhadap modal
Jenis Mata Uang
Dollar AS
Dollar Hongkong
Dollar Singapura
Poundsterling Inggris
Swiss Franc
Dollar Australia
Yen Jepang
Euro
3,87%
31 Desember 2011
Liabilitas dan Liabilitas
komitmen dan kontinjensi
Mata uang
Ekuivalen
asing
dalam Rp
Aset dan tagihan
komitmen dan kontinjensi
Mata uang
Ekuivalen
asing
dalam Rp
6.357.269
39.839
51.988
42.224
6.232
14.962
13.493.940
52.449
Jumlah
57.644.535.660
46.501.556
363.059.890
590.096.558
60.026.924
137.733.474
1.576.362.023
614.426.510
61.032.742.595
6.162.732
8.047.500
-
55.879.147.362
940.108.950
56.819.256.312
Posisi Devisa
Bersih absolut
Mata uang
Ekuivalen
asing
dalam Rp
194.694
39.839
51.988
42.224
6.232
14.962
5.446.440
52.449
1.765.388.298
46.501.556
363.059.890
590.096.558
60.026.924
137.733.474
636.253.073
614.426.510
4.213.486.283
Modal *)
Modal inti dan pelengkap
setelah dikurangi penyertaan
418.827.849.463
Persentase PDN terhadap modal
1,01%
*) Sesuai dengan peraturan Bank Indonesia, perhitungan persentase PDN terhadap modal
menggunakan modal bulan sebelumnya.
- 58 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Batas nilai absolut PDN yang diperkenankan pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember
2011 masing-masing sebesar Rp 84.515 juta dan Rp 83.766 juta.
Persentase PDN terhadap modal pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 masingmasing sebesar 3,87% dan 1,01%.
Pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 tidak terdapat pelampauan dari batas nilai (absolut)
yang diperkenankan oleh Bank Indonesia.
c. Lainnya
Kurs yang digunakan untuk menjabarkan aset dan liabilitas dalam mata uang asing adalah kurs
Reuters jam 16.00 WIB dengan rincian sebagai berikut:
30 Juni 2012
Rp
1
1
1
1
1
1
1
1
Poundsterling Inggris
Euro
Dollar Amerika Serikat
Franc Swiss
Dollar Australia
Dollar Singapura
Dollar Hongkong
Yen Jepang
14.667,33
11.812,95
9.392,50
9.833,54
9.552,65
7.398,00
1.211,03
118,16
- 59 -
31 Desember 2011
Rp
13.975,29
11.714,76
9.067,50
9.631,94
9.205,78
6.983,55
1.167,23
116,82
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
36. INFORMASI SEGMEN
Segmen Wilayah Geografis
Bank beroperasi di dua wilayah geografis utama yaitu: Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dan
di luar DKI Jakarta.
Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen geografis:
Jakarta
Rp
PENDAPATAN SEGMEN
Pendapatan Bunga
Bunga
- Kredit
- Penempatan pada bank
Indonesia dan bank Lain
- Efek-efek
30 Juni 2012
Luar Jakarta
Rp
Jumlah
Rp
69.052.081.703
60.307.786.559
129.359.868.262
13.862.180.295
2.512.555.239
85.426.817.237
120.207.227
60.427.993.786
13.982.387.522
2.512.555.239
145.854.811.023
44.666.120.244
12.107.542.923
56.773.663.167
Pendapatan Operasional Lainnya
5.112.181.813
3.318.214.916
8.430.396.729
HASIL
Hasil segmen
Laba sebelum beban pajak
Laba bersih
8.654.380.362
9.032.248.341
4.510.762.891
29.453.005.499
29.696.805.499
24.536.039.749
38.107.385.861
38.729.053.840
29.046.802.640
19.272.675.684
5.200.687
19.277.876.371
596.937.831.928
-
596.937.831.928
113.384.736.305
1.205.059.159.521
5.878.198.098
765.352.051.304
-
113.384.736.305
1.970.411.210.825
5.878.198.098
9.900.000
347.972.922.309
96.752.086.757
9.900.000
444.725.009.066
Jumlah Aset
2.288.515.423.845
862.109.338.748
3.150.624.762.593
LIABILITAS
- Simpanan
- Simpanan dari bank lain
- Liabilitas lain-lain
2.011.865.183.605
70.022.886.334
523.147.081.830
8.209.362.230
32.202.338.371
2.535.012.265.435
8.209.362.230
102.225.224.705
Jumlah Kewajiban
2.081.888.069.939
563.558.782.431
2.645.446.852.370
2.273.686.047
1.339.835.787
3.613.521.834
(3.711.543.639)
(1.314.680.308)
(5.026.223.947)
BEBAN SEGMEN
Beban bunga
INFORMASI LAINNYA
ASET
- Giro pada bank lain - bersih
- Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain - bersih
- Efek-efek - dimiliki hingga jatuh
tempo - Bersih
- Kredit - bersih
- Tagihan akseptasi - bersih
- Penyertaan dalam bentuk
saham - bersih
- Aset lainnya
Beban penyusutan dan amortisasi
Beban (pemulihan) cadangan kerugian
dan estimasi kerugian komitmen
dan kontijensi
- 60 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Jakarta
Rp
PENDAPATAN SEGMEN
Pendapatan Bunga
Bunga
- Kredit
- Penempatan pada bank
Indonesia dan bank Lain
- Efek-efek
BEBAN SEGMEN
Beban bunga
Pendapatan Operasional Lainnya
HASIL
Hasil segmen
Laba sebelum beban pajak
Laba bersih
Jumlah
Rp
49.147.583.887
45.893.796.821
95.041.380.708
22.016.880.593
8.165.133.793
79.329.598.273
107.283.569
46.001.080.390
22.124.164.162
8.165.133.793
125.330.678.663
41.726.097.680
2.147.050.821
12.446.708.365
2.987.636.637
54.172.806.045
5.134.687.458
2.707.807.300
7.073.168.374
5.565.114.124
18.077.091.320
13.867.405.755
10.486.072.530
20.784.898.620
20.940.574.129
16.051.186.654
Jakarta
Rp
INFORMASI LAINNYA
ASET
- Giro pada bank lain - bersih
- Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain - bersih
- Efek-efek - dimiliki hingga jatuh
tempo - Bersih
- Kredit - bersih
- Tagihan akseptasi - bersih
- Penyertaan dalam bentuk
saham - bersih
- Aset lainnya
30 Juni 2011
Luar Jakarta
Rp
31 Desember 2011
Luar Jakarta
Rp
Jumlah
Rp
17.950.590.353
33.328.264
17.983.918.617
770.238.492.508
-
770.238.492.508
147.584.651.872
970.344.936.940
3.337.070.042
639.509.161.490
-
147.584.651.872
1.609.854.098.430
3.337.070.042
9.900.000
326.316.189.735
87.824.132.309
9.900.000
414.140.322.044
Jumlah Aset
2.235.781.831.450
727.366.622.063
2.963.148.453.513
LIABILITAS
- Simpanan
- Simpanan dari bank lain
- Liabilitas lain-lain
1.908.861.714.702
42.530.762.458
511.154.195.073
3.576.571.003
20.894.102.694
2.420.015.909.775
3.576.571.003
63.424.865.152
Jumlah Kewajiban
1.951.392.477.160
535.624.868.770
2.487.017.345.930
Jakarta
Rp
Beban penyusutan dan amortisasi
Beban cadangan penurunan
dan estimasi kerugian komitmen
dan kontinjensi
30 Juni 2011
Luar Jakarta
Rp
Jumlah
Rp
2.272.809.147
896.128.967
3.168.938.114
1.569.647.337
1.230.033.111
2.799.680.448
- 61 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
37. KLASIFIKASI DAN NILAI WAJAR ATAS ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN
(KONVENSIONAL)
Tabel di bawah ini menunjukkan nilai tercatat dan nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan.
30 Juni 2012
Dimiliki hingga
jatuh tempo
Rp
Diperdagangkan
Rp
Aset keuangan
Kas
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain
Efek-efek
Kredit
Tagihan akseptasi
Pendapatan bunga yang
masih akan diterima
Jumlah
Liabilitas keuangan
Simpanan
Simpanan dari bank lain
Liabilitas akseptasi
Bunga yang masih
dibayar
Pinjaman
yang diberikan
dan piutang
Rp
Biaya
Perolehan
Diamortisasi
Rp
Tersedia
untuk dijual
Rp
Jumlah
Nilai tercatat
Rp
Nilai Wajar
Rp
-
-
34.801.929.105
225.181.598.707
19.277.876.371
-
-
34.801.929.105
225.181.598.707
19.277.876.371
34.801.929.105
225.181.598.707
19.277.876.371
-
113.384.736.305
-
596.937.831.928
1.970.411.210.825
5.878.198.098
-
-
596.937.831.928
113.384.736.305
1.970.411.210.825
5.878.198.098
596.937.831.928
113.384.736.305
1.970.411.210.825
5.878.198.098
-
-
15.484.762.417
-
-
15.484.762.417
15.484.762.417
-
113.384.736.305
2.867.973.407.451
-
-
2.981.358.143.756
2.981.358.143.756
-
-
-
-
2.535.012.265.435
8.209.362.230
5.937.573.789
2.535.012.265.435
8.209.362.230
5.937.573.789
2.535.012.265.435
8.209.362.230
5.937.573.789
-
-
-
-
6.268.467.494
6.268.467.494
6.268.467.494
Jumlah
-
-
-
-
2.555.427.668.948
2.555.427.668.948
2.555.427.668.948
Selisih
-
113.384.736.305
2.867.973.407.451
-
(2.555.427.668.948)
425.930.474.808
425.930.474.808
31 Desember 2011
Dimiliki hingga
jatuh tempo
Rp
Diperdagangkan
Rp
Aset keuangan
Kas
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain
Efek-efek
Kredit
Tagihan akseptasi
Pendapatan bunga yang
masih akan diterima
Jumlah
Pinjaman
yang diberikan
dan piutang
Rp
Biaya
Perolehan
Diamortisasi
Rp
Tersedia
untuk dijual
Rp
Jumlah
Nilai tercatat
Rp
Nilai Wajar
Rp
-
-
36.900.181.615
225.962.030.860
17.983.918.617
-
-
36.900.181.615
225.962.030.860
17.983.918.617
36.900.181.615
225.962.030.860
17.983.918.617
-
147.584.651.872
-
770.238.492.508
1.609.854.098.430
3.337.070.042
-
-
770.238.492.508
147.584.651.872
1.609.854.098.430
3.337.070.042
770.238.492.508
147.584.651.872
1.609.854.098.430
3.337.070.042
-
-
13.246.868.322
-
-
13.246.868.322
13.246.868.322
-
147.584.651.872
2.677.522.660.394
-
-
2.825.107.312.266
2.825.107.312.266
-
-
-
-
2.420.015.909.775
3.576.571.003
3.370.777.839
2.420.015.909.775
3.576.571.003
3.370.777.839
2.420.015.909.775
3.576.571.003
3.370.777.839
Liabilitas keuangan
Simpanan
Simpanan dari bank lain
Liabilitas akseptasi
Bunga yang masih harus
diabayar
-
-
-
-
6.505.030.597
6.505.030.597
6.505.030.597
Jumlah
-
-
-
-
2.433.468.289.214
2.433.468.289.214
2.433.468.289.214
Selisih
-
147.584.651.872
2.677.522.660.394
-
(2.433.468.289.214)
391.639.023.052
391.639.023.052
- 62 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat aset keuangan dan liabilitas keuangan yang dicatat
pada biaya perolehan diamortisasi dalam laporan keuangan merupakan perkiraan nilai wajar, baik
karena aset dan kewajiban tersebut memiliki waktu jatuh tempo yang pendek atau karena aset
dan liabilitas tersebut memiliki tingkat suku bunga pasar.
Nilai wajar untuk pinjaman dan piutang dan liabilitas kepada bank dan nasabah ditentukan dengan
menggunakan model nilai kini atas dasar arus kas yang telah disetujui, dengan menggunakan
tingkat diskonto dari instrumen keuangan dengan jangka waktu dan jatuh tempo yang sama.
Untuk efek yang tersedia untuk dijual di mana nilai wajar tidak dapat ditentukan secara andal,
instrumen tersebut dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi penurunan nilai.
38. RASIO KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM
a. Rasio kecukupan modal (CAR) Bank pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011
adalah 20,55% dan 19,96% (Catatan 40).
b. Rasio aset produktif yang diklasifikasikan terhadap total aset produktif pada tanggal 30 Juni
2012 dan 31 Desember 2011 masing-masing adalah sebesar 0,57% dan 0,68%.
c. Rasio kredit terhadap total dana pihak ketiga pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember
2011 masing-masing sebesar 78,46% dan 67,53%.
39. MANAJEMEN RISIKO
Sesuai dengan kerangka Tata Kelola Perusahaan yang baik, Bank telah mengimplementasikan
struktur Manajemen Risiko yang terpadu yang terdiri dari Komite Pemantau Risiko, Komite
Manajemen Risiko, Unit Manajemen Risiko dan beberapa komite lain yang bertugas untuk
menangani risiko-risiko secara spesifik, yaitu antara lain, Komite Kebijaksanaan Perkreditan,
Komite Kredit Cabang dan Kantor Pusat, Komite Kredit Treasury Kantor Pusat dan Komite Aktiva
dan Pasiva (Asset and Liability Committee/ALCO).
Komite Pemantau Risiko merupakan salah satu bentuk pengawasan aktif Dewan Komisaris dalam
penerapan Manajemen Risiko. Komite Pemantau Risiko dibentuk dengan tujuan untuk membantu
Dewan Komisaris dalam menjalankan tugas dan fungsi pengawasan atas hal-hal yang terkait
dengan kebijakan dan strategi Manajemen Risiko yang disusun oleh manajemen. Komite
Pemantau Risiko diketuai oleh Wakil Presiden Komisaris dan 2 (dua) Pihak Independen yang
masing-masing mempunyai keahlian dibidang perbankan, keuangan dan manajemen risiko.
Pengawasan aktif manajemen dalam rangka penerapan Manajemen Risiko dilakukan oleh Komite
Manajemen Risiko. Komite Manajemen Risiko yang beranggotakan Direksi dan Middle
Management bertanggung jawab untuk memberikan rekomendasi kepada Presiden Direktur terkait
Manajemen Risiko yang meliputi:
1. Penyusunan kebijakan Manajemen Risiko serta perubahannya, termasuk strategi Manajemen
Risiko, tingkat risiko yang diambil dan toleransi risiko, kerangka Manajemen Risiko serta
rencana kontinjensi untuk mengantisipasi terjadinya kondisi tidak normal;
- 63 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
2. Penyempurnaan proses Manajemen Risiko secara berkala maupun bersifat insidentil sebagai
akibat dari suatu perubahan kondisi eksternal dan internal Bank yang mempengaruhi
kecukupan permodalan, profil risiko Bank, dan tidak efektifnya penerapan Manajemen Risiko
berdasarkan hasil evaluasi;
3. Penetapan kebijakan dan/atau keputusan bisnis yang menyimpang dari prosedur normal,
seperti pelampauan ekspansi usaha yang signifikan dibandingkan dengan rencana bisnis Bank
yang telah ditetapkan sebelumnya atau pengambilan posisi/eksposur risiko yang melampaui
limit yang telah ditetapkan.
Pelaksanaan atas kebijakan dan penerapan Manajemen Risiko dilakukan oleh Unit Manajemen
Risiko yang independen terhadap satuan kerja operasional (risk taking unit).
Unit Manajemen Risiko bertanggung jawab kepada Direktur Kepatuhan. Wewenang dan tanggung
jawab Unit Manajemen Risiko adalah:
1. Memberikan masukan kepada Direksi dalam penyusunan kebijakan, strategi, dan kerangka
Manajemen Risiko;
2. Mengembangkan prosedur dan alat untuk identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan
pengendalian risiko;
3. Mendesain dan menerapkan perangkat yang dibutuhkan dalam penerapan Manajemen Risiko;
4. Memantau implementasi kebijakan, strategi, dan kerangka Manajemen Risiko yang
direkomendasikan oleh Komite Manajemen Risiko dan yang telah disetujui oleh Direksi;
5. Memantau posisi/eksposur risiko secara keseluruhan, maupun per risiko termasuk pemantauan
kepatuhan terhadap toleransi risiko dan limit yang ditetapkan;
6. Melakukan stress testing guna mengetahui dampak dari implementasi kebijakan dan strategi
Manajemen Risiko terhadap portofolio atau kinerja Bank secara keseluruhan;
7. Mengkaji usulan aktivitas dan/atau produk baru yang dikembangkan oleh suatu unit tertentu
Bank. Pengkajian difokuskan terutama pada aspek kemampuan Bank untuk mengelola
aktivitas dan atau produk baru termasuk kelengkapan sistem dan prosedur yang digunakan
serta dampaknya terhadap eksposur risiko Bank secara keseluruhan;
8. Memberikan rekomendasi kepada satuan kerja bisnis dan/atau kepada Komite Manajemen
Risiko terkait penerapan Manajemen Risiko antara lain mengenai besaran atau maksimum
eksposur risiko yang dapat dipelihara Bank;
9. Mengevaluasi akurasi dan validitas data yang digunakan oleh Bank untuk mengukur risiko bagi
Bank;
10. Menyusun dan menyampaikan laporan profil risiko kepada Presiden Direktur, Direktur
Kepatuhan, dan Komite Manajemen Risiko secara berkala atau paling kurang secara
triwulanan. Frekuensi laporan harus ditingkatkan apabila kondisi pasar berubah dengan cepat;
- 64 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
11. Melaksanakan kaji ulang secara berkala dengan frekuensi yang disesuaikan kebutuhan Bank,
untuk memastikan:
a. Kecukupan kerangka Manajemen Risiko;
b. Keakuratan metodologi penilaian risiko; dan
c. Kecukupan sistem informasi Manajemen Risiko;
12. Memeriksa dan bertanggung jawab atas kebenaran dan ketepatan penyampaian laporanlaporan baik internal maupun eksternal dalam rangka penerapan Manajemen Risiko;
13. Sebagai anggota Komite Manajemen Risiko bertanggung jawab untuk menyusun kebijakan
Manajemen Risiko.
Proses Manajemen Risiko yang dilaksanakan oleh Bank meliputi prosesl indentifikasi,
pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko dengan berpedoman pada Peraturan Bank
Indonesia No. 11/25/PBI/2009 tanggal 1 Juli 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank
Indonesia No. 5/8/PBI/2003 tanggal 19 Mei 2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank
Umum dan Surat Edaran Bank Indonesia No. 13/23/DPNP tanggal 25 Oktober 2011 perihal
“Perubahan atas Surat Edaran Nomor 5/21/DPNP perihal Penerapan Manajemen Risiko Bagi
Bank Umum”.
Salah satu bentuk pelaksanaan pengelolaan risiko adalah penyusunan profil risiko Bank yang
dilaporkan ke Bank Indonesia secara triwulanan. Laporan profil risiko ini menggambarkan risiko
yang melekat dalam kegiatan bisnis Bank (inherent risk) termasuk Kualitas Penerapan Manajemen
Risiko untuk masing-masing jenis risiko.
Penilaian profil risiko Bank dilakukan terhadap 8 (delapan) jenis risiko yaitu Risiko Kredit, Risiko
Pasar, Risiko Likuiditas, Risiko Operasional, Risiko Hukum, Risiko Strategik, Risiko Kepatuhan
dan Risiko Reputasi. Hasil penilaian risiko komposit Bank per 30 Desember 2011 adalah Rendah
ke Moderat yang merupakan kombinasi dari Risiko Inheren Agregat Rendah ke Moderat dan
Kualitas Penerapan Manajemen Risiko Wajar.
Risiko Kredit
Bank mengelola dan mengkontrol risiko kredit dengan berbagai cara diantaranya, diversifikasi
produk kredit, menetapkan limit kredit, pengukuran dan pemantauan risiko kredit serta
pengendalian risiko kredit. Selain itu Bank juga menjalankan fungsi pengawasan (supervisi) kredit
dengan efektif yang mencakup pemantauan dan pemeriksaan yang ketat, berkala dan terus
menerus pada kredit yang telah disalurkan.
- 65 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Bank telah membentuk Komite Kebijaksanaan Perkreditan (Credit Policy Committee) di dalam
menerapkan prinsip perkreditan yang sehat. Komite ini dibentuk untuk membantu Direksi di dalam
menetapkan kebijaksanaan perkreditan Bank, mengawasi pelaksanaan dari kebijaksaan tersebut,
memantau perkembangan dan kondisi portofolio perkreditan serta memberikan saran yang
menuju ke arah perbaikan.
Bank memiliki sistem credit rating dan scoring terhadap outstanding kredit dengan batas plafond
tertentu kecuali kredit pensiun dan kredit dengan jaminan cash collateral dan melakukan
pemantauan terhadap hasil sistem tersebut yang dibandingkan dengan realisasi kolektibilitas
kredit.
i. Eksposur maksimum terhadap risiko kredit, disajikan setelah dikurangi dengan cadangan
kerugian penurunan nilai
Uraian
30 Juni 2012
Rp
Laporan posisi keuangan:
Kas
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain
Efek-efek dimiliki hingga jatuh tempo
Kredit
Tagihan akseptasi
Pendapatan bunga yang masih akan
diterima
Sub Jumlah
Komitmen dan Kontijensi:
Fasilitas kredit kepada nasabah
yang belum digunakan
Bank garansi yang diterbitkan
Irrevocable letters of credit yang
masih berjalan
Sub Jumlah
Jumlah
- 66 -
31 Desember 2011
Rp
34.801.929.105
225.181.598.707
19.277.876.371
36.900.181.615
225.962.030.860
17.983.918.617
596.937.831.928
113.384.736.305
1.970.411.210.825
5.878.198.098
770.238.492.508
147.584.651.872
1.609.854.098.430
3.337.070.042
15.484.762.417
2.981.358.143.756
13.246.868.322
2.825.107.312.266
606.740.688.201
6.451.196.955
598.192.492.495
5.963.625.732
15.626.999.695
628.818.884.851
22.853.786.967
627.009.905.194
3.610.177.028.607
3.452.117.217.460
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
ii. Analisis risiko konsentrasi kredit
Konsentrasi risiko kredit terhadap aset keuangan (selain efek-efek tersedia untuk dijual) dan
komitmen dan kontijensi berdasarkan jenis, sektor ekonomi dan wilayah geografis.
Tabel berikut menyajikan konsentrasi kredit berdasarkan jenis setelah dikurangi dengan
cadangan kerugian penurunan nilai:
30 Juni 2012
Jumlah
Rp
31 Desember 2011
Jumlah
%
Rp
%
Investasi
Modal Kerja
Konsumsi
1.036.435.784.959
2.046.704.933.284
527.036.310.364
28,71
56,69
14,60
1.078.472.990.965
1.954.619.987.482
419.024.239.013
31,24
56,62
12,14
Jumlah
3.610.177.028.607
100,00
3.452.117.217.460
100,00
Tabel berikut menyajikan konsentrasi kredit setelah dikurangi dengan cadangan kerugian
penurunan nilai berdasarkan sektor ekonomi:
30 Juni 2012
Jumlah
Rp
Rumah tangga
Perdagangan besar dan eceran
Industri pengolahan
Perantara keuangan
Real estate, usaha persewaan dan
jasa perusahaan
Konstruksi
Transportasi, pergudangan dan
komunikasi
Penyediaan akomodasi dan
penyediaan makan minum
Jasa kemasyarakatan, sosial budaya,
hiburan dan perorangan lainnya
Pertambangan dan penggalian
Listrik, gas dan air
Pertanian, perburuan dan kehutanan
Jasa kesehatan dan kegiatan sosial
Jasa pendidikan
Perikanan
Administrasi pemerintah, pertahanan
dan jaminan sosial wajib
Lain-lain
Jumlah
63.371.025.492
1.217.774.334.588
291.744.651.675
237.958.714.914
%
31 Desember 2011
Jumlah
%
Rp
25.137.325
1.482.944.033.976
1,76
33,73
8,08
6,59
1,75
0,82
2,73
0,84
0,64
0,04
0,03
0,02
1,73
0,16
0,00
0,00
41,08
61.746.736
1.557.239.309.336
1,75
32,86
7,89
6,54
1,48
0,62
1,23
0,60
0,64
0,04
0,02
0,02
1,08
0,08
0,04
0,00
45,11
3.610.177.028.607
100,00
3.452.117.217.460
100,00
63.082.123.820
29.544.303.649
98.495.867.178
30.476.317.600
23.063.610.081
1.313.309.504
1.193.305.520
628.893.900
62.554.518.593
5.858.544.559
148.336.233
- 67 -
60.454.205.149
1.134.228.144.896
272.502.101.874
225.877.880.113
50.926.813.085
21.432.016.776
42.458.318.910
20.621.309.205
21.976.338.004
1.364.377.497
700.000.000
821.270.758
37.311.971.615
2.727.276.412
1.414.137.094
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tabel berikut menyajikan konsentrasi kredit setelah dikurangi dengan cadangan kerugian
penurunan nilai berdasarkan wilayah geografis:
30 Juni 2012
Jumlah
Rp
31 Desember 2011
Jumlah
%
Rp
%
DKI Jakarta
Jawa Barat
Banten
Jawa Timur
Bali
Jawa Tengah
Sumatera Utara
Lampung
Nusa Tenggara Barat
DI Yogyakarta
Kalimantan Selatan
Papua
Jambi
Nusa Tenggara Timur
Maluku
Sumatera Selatan
Sulawesi Selatan
Riau
Bengkulu
2.275.474.798.946
349.851.626.539
212.303.521.888
204.868.902.979
189.970.246.275
181.535.165.849
110.397.758.276
81.580.362.863
3.435.701.770
209.331.961
199.115.952
133.957.684
55.670.073
49.052.038
42.750.825
31.735.436
19.190.241
18.139.012
-
63,03
9,69
5,88
5,67
5,26
5,03
3,06
2,26
0,10
0,01
0,01
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
-
2.316.773.972.647
331.457.873.424
134.859.390.311
186.257.321.559
163.957.826.905
158.787.287.300
79.541.766.517
76.602.935.042
3.319.472.284
221.499.552
158.263.055
60.262.047
43.657.928
33.919.276
20.846.343
20.923.270
67,11
9,60
3,91
5,40
4,75
4,60
2,30
2,22
0,10
0,01
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
Jumlah
3.610.177.028.607
100,00
3.452.117.217.460
100,00
iii. Konsentrasi kredit termasuk komitmen dan kontijensi berdasarkan jenis debitur
30 Juni 2012
Giro pada bank lain
dan BI
Rp
Kas
Rp
Bank Indonesia
Bank-bank
Korporasi
Retail
Kredit beragun
rumah tinggal
Kredit beragun
properti komersial
Lainnya
Jumlah
Penempatan pada
bank lain dan BI
Rp
Efek-efek dimiliki
hingga jatuh tempo
Rp
Kredit
Rp
Tagihan akseptasi
Rp
Pendapatan bunga
yang masih akan
diterima
Rp
Komitmen dan
kontinjensi
Rp
Jumlah
Rp
%
-
225.181.598.707
19.277.876.371
-
596.937.831.928
-
113.384.736.305
-
1.312.943.739.398
182.182.018.308
5.878.198.098
7.824.711.965
1.511.428.763
504.864.846.624
123.954.038.227
935.504.166.940
19.277.876.371
1.825.633.297.987
313.525.683.396
26%
1%
51%
9%
-
-
-
-
20.229.197.945
-
102.685.189
-
20.331.883.134
1%
34.801.929.105
-
-
-
455.056.255.174
-
6.045.936.500
-
495.904.120.779
0%
14%
34.801.929.105
244.459.475.078
596.937.831.928
113.384.736.305
1.970.411.210.825
5.878.198.098
15.484.762.417
628.818.884.851
3.610.177.028.607
100%
Tagihan akseptasi
Rp
Pendapatan bunga
yang masih akan
diterima
Rp
31 Desember 2011
Giro pada bank lain
dan BI
Rp
Kas
Rp
Bank Indonesia
Bank-bank
Korporasi
Retail
Kredit beragun
rumah tinggal
Kredit beragun
properti komersial
Lainnya
Jumlah
Penempatan pada
bank lain dan BI
Rp
Efek-efek dimiliki
hingga jatuh tempo
Rp
Kredit
Rp
Komitmen dan
kontinjensi
Rp
Jumlah
Rp
%
-
225.962.030.860
17.983.918.617
-
770.238.492.508
-
147.584.651.872
-
338.791.171.998
846.854.838.010
3.337.070.042
-
115.821.347.963
497.841.518.134
1.143.785.175.240
17.983.918.617
454.612.519.961
1.348.033.426.186
32%
0%
13%
37%
-
-
-
-
42.865.029.891
-
-
6.999.999.999
49.865.029.890
1%
36.900.181.615
-
-
-
486.346.081
380.856.712.450
-
13.246.868.322
6.347.039.098
486.346.081
437.350.801.485
0%
12%
36.900.181.615
243.945.949.477
770.238.492.508
147.584.651.872
1.609.854.098.430
3.337.070.042
13.246.868.322
627.009.905.194
3.452.117.217.460
96%
- 68 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Risiko Pasar
Kebijakan Risiko Pasar ditetapkan dan disetujui oleh Direksi dan dilaporkan kepada Dewan
Komisaris yang kemudian mendelegasikan tanggung jawab pengelolaannya kepada Asset and
Liability Management Committee (ALCO).
Bank memiliki kebijakan dan prosedur pengendalian Risiko Pasar seperti ketentuan penetapan
suku bunga Dana Pihak Ketiga dan Kredit. Pengelolaan Risiko Pasar di Bank merupakan tujuan
untuk menghindari terjadinya kerugian akibat pergerakan harga pasar.
Penetapan perubahan pada instrumen keuangan yang dimiliki oleh Bank, penetapan limit Risiko
Pasar seperti Intra Day Limit, Cut Loss Limit, Dealer Limit dan lain-lain maupun penetapan tingkat
suku bunga atau nilai tukar dilakukan oleh ALCO yang diberikan wewenang oleh Direksi.
Proses indentifikasi, pengukuran dan pemantauan Risiko Pasar dilakukan melalui analisa
perkembangan suku bunga pasar dan kurs valuta asing secara berkala.
Risiko pasar dalam hal ini dibagi menjadi dua bagian:
1. Risiko Nilai Tukar
Risiko nilai tukar merupakan risiko yang timbul dari transaksi forex baik dari posisi
keuanganmaupun dari sisi off balance sheet. Risiko nilai tukar diukur dengan Value at Risk
(VaR) dengan memakai metodologi variance covariance untuk mengukur potential loss
maksimum dengan tingkat kepercayaan tertentu dan untuk waktu tertentu dalam keadaan
normal.
Sensitivitas Nilai Tukar
Analisis sensitivitas nilai tukar diukur dengan kemampuan ekses modal Bank untuk menyerap
potential loss dari nilai tukar, yaitu membuat asumsi perubahan/fluktuasi nilai tukar yang
berlawanan arah dengan masing-masing posisi nilai tukar. Fluktuasi nilai tukar dipilih yang
lebih tinggi antara asumsi fluktuasi masing-masing nilai tukar sebesar 12% atau fluktuasi
berdasarkan data historis selama setahun ke belakang. Pada posisi Desember 2011 selisih
lebih modal Bank mampu meng-cover risiko nilai tukar sebesar 465,09 kali. Hal ini disebabkan
karena posisi devisa neto Bank yang rendah sedangkan ekses modal Bank yang tinggi
sehingga Bank dinilai sangat tidak rentan terhadap pergerakan nilai tukar.
2. Risiko Suku Bunga
Untuk memperkecil dampak perubahan risiko suku bunga terhadap pendapatan Bank, Bank
tetap menjaga rasio RSA (rate sensitivity asset) terhadap RSL (rate sensitivity liabilities) agar
tidak terlalu jauh dari 100%. Pada posisi 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 rasio RSA/RSL
masing-masing sebesar 102,50% dan 103,9%. Dengan rasio yang tidak jauh dari 100%
tersebut apabila terjadi perubahan suku bunga secara paralel pada aset dan liabilitas, Bank
tidak terekspos risiko suku bunga yang besar. Bank juga senantiasa memantau repricing profile
setiap pengelompokan waktu (time bucket) untuk mengetahui dampak perubahan suku bunga
terhadap NII Bank secara lebih akurat.
- 69 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tabel di bawah ini menunjukkan repricing profile aset dan liabilitas Bank yang sensitif terhadap
suku bunga dan diurutkan berdasarkan rentang waktu suku bunga tersebut akan di-repricing
(untuk floating rate) atau tanggal jatuh temponya (untuk fixed rate).
30 Juni 2012
Jumlah
Rp
Sampai
dengan
1 bulan
Rp
> 1 bulan
s/d
3 bulan
Rp
> 3 bulan
s/d
6 bulan
Rp
> 6 bulan
s/d
1 tahun
Rp
> 1 tahun
Rp
Aset
Penempatan pada BI
Efek-efek dimiliki
hingga jatuh tempo
Kredit
596.937.831.928
596.937.831.928
-
-
-
-
113.384.736.305
1.970.411.210.825
83.951.347.893
49.551.719.524
102.604.970.535
15.061.465.057
268.584.155.083
48.771.551.724
451.178.800.485
1.064.091.936.829
Jumlah
2.680.733.779.058
680.889.179.821
152.156.690.059
283.645.620.140
499.950.352.209
1.064.091.936.829
Liabilitas
Simpanan nasabah
Simpanan dari bank lain
2.535.012.265.435
8.209.362.230
2.497.598.998.708
6.609.362.230
27.168.347.527
1.600.000.000
2.714.097.713
-
7.530.821.487
-
-
Jumlah
2.543.221.627.665
2.504.208.360.938
28.768.347.527
2.714.097.713
7.530.821.487
-
Jumlah
Rp
Sampai
dengan
1 bulan
Rp
31 Desember 2011
> 1 bulan
> 3 bulan
s/d
s/d
3 bulan
6 bulan
Rp
Rp
> 6 bulan
s/d
1 tahun
Rp
> 1 tahun
Rp
Aset
Penempatan pada BI
Efek-efek dimiliki
hingga jatuh tempo
Kredit
772.500.000.000
622.500.000.000
50.000.000.000
100.000.000.000
-
-
400.000.000.000
1.634.315.958.120
200.000.000.000
47.667.283.502
100.000.000.000
183.200.418.372
50.000.000.000
217.962.454.648
50.000.000.000
380.169.329.126
805.316.472.472
Jumlah
2.806.815.958.120
870.167.283.502
333.200.418.372
367.962.454.648
430.169.329.126
805.316.472.472
Liabilitas
Simpanan nasabah
Simpanan dari bank lain
2.420.015.909.775
3.576.571.003
2.404.507.136.581
3.576.571.003
14.392.900.216
-
927.161.833
-
188.711.145
-
-
Jumlah
2.423.592.480.778
2.408.083.707.584
14.392.900.216
927.161.833
188.711.145
-
Sensitivitas Suku Bunga
Analisis sensitivitas suku bunga diukur dengan kemampuan ekses modal Bank untuk menyerap
potential loss dari perubahan suku bunga, yaitu membuat asumsi perubahan/fluktuasi suku bunga.
Fluktuasi suku bunga dipilih mana lebih tinggi antara asumsi fluktuasi masing-masing suku bunga
neraca rupiah sebesar 5% dan neraca valas sebesar 2% atau fluktuasi bedasarkan historical data
selama setahun ke belakang. Untuk posisi Desember 2011 dan 2010 ekses modal Bank mampu
menutup risiko suku bunga masing-masing sebesar 20,48 kali dan 16,27 kali. Hal ini disebabkan
karena ekses modal bank yang tinggi untuk menutup perubahan suku bunga pada laporan posisi
keuangan sehingga Bank dinilai sangat tidak rentan terhadap pergerakan suku bunga.
- 70 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Risiko Likuiditas
Kebijakan Risiko Likuiditas ditetapkan dan disetujui oleh Direksi dan dilaporkan kepada Dewan
Komisaris yang kemudian mendelegasikan tanggung jawab pengelolaannya kepada Asset and
Liability Management Committee (ALCO). Bank juga membentuk Komite Kredit Treasury yang
bertugas dan bertanggung jawab untuk menentukan pasar, instrumen serta transaksi dengan
eligible counterparty.
Kebijakan pengelolaan Risiko Likuiditas bertujuan untuk menghindari kerugian akibat kekurangan
likuiditas, konsentrasi gap dan ketergantungan kepada counterparty, instrumen atau market
segmen tertentu.
Bank menetapkan sistem manajemen likuiditas yang bertujuan untuk menjaga Cadangan Wajib
Formal (Legal Reserve Requirement) sesuai dengan ketentuan
yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia.
Beberapa cara untuk menetapkan sistem manajemen likuiditas tersebut adalah dengan
mengurangi idle fund seminimum mungkin dan menjaga alat-alat likuid yang ada agar dapat
memenuhi kebutuhan arus kas sehari-hari maupun dari hal-hal yang tidak terduga.
Pengelolaan dan pemantauan tingkat likuiditas Bank dilakukan secara harian, mingguan dan
bulanan di Kantor Pusat, Kantor Cabang maupun Kantor Pusat Non Operasional.
Bank mengukur dan memantau risiko likuiditas melalui analisis perbedaan jatuh tempo likuiditas
dan rasio-rasio likuiditas. Salah satu rasio likuiditas adalah rasio dari aset likuid terhadap liabilitas
lancar. Pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011, rasio dari aset likuid terhadap liabilitas
lancar adalah sebagai berkut:
30 Juni 2012
Rp
Kas
Giro BI, SBI dan Penempatan BI
lainnya
Penempatan pada bank lain
dikurangi dengan simpanan
dari bank lain
Jumlah aset likuid bersih
Simpanan
31 Desember 2011
Rp
34.801.929.105
36.900.181.615
937.446.598.707
1.148.462.030.860
11.288.231.982
14.613.787.302
983.536.759.794
1.199.975.999.777
2.535.012.265.435
2.420.015.909.775
Rasio
38,80%
- 71 -
49,59%
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Analisa Perbedaan Jatuh Tempo Aset dan Liabilitas Keuangan
Tabel dibawah ini menyajikan analisis jatuh tempo aset dan liabilitas Bank pada tanggal 30 Juni
2012 dan 31 Desember 2011, berdasarkan jangka waktu yang tersisa sampai tanggal jatuh tempo
kontrak dan asumsi perilaku (behavioral assumptions):
Sampai dengan
1 bulan
Rp
Lain-lain
Rp
30 Juni 2012
> 3 bulan
> 1 tahun
s/d
s/d
12 bulan
2 tahun
Rp
Rp
> 1 bulan
s/d
3 bulan
Rp
> 2 tahun
s/d
5 tahun
Rp
> 5 tahun
Rp
Jumlah
Rp
Aset
Tanpa suku bunga
Kas
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain
Dikurangi: cadangan kerugian
penurunan nilai giro pada bank lain
Tagihan akseptasi
Penyertaan dalam bentuk saham
Dikurangi: cadangan kerugian
penurunan nilai penyertaan dalam
bentuk saham
Aset tetap - bersih
Aset pajak tangguhan
Aset lain-lain - bersih
-
34.801.929.105
225.181.598.707
-
-
-
-
-
34.801.929.105
225.181.598.707
-
6.677.659.914
3.638.613.993
1.873.778.165
365.805.940
-
-
-
6.677.659.914
5.878.198.098
9.900.000
116.219.422.617
7.240.806.721
45.796.489.499
-
-
-
-
-
-
15.484.762.417
-
-
-
-
-
9.900.000
116.219.422.617
7.240.806.721
61.281.251.916
-
12.600.216.457
-
-
-
-
-
12.600.216.457
83.724.434.233
101.874.838.795
709.547.815.177
73.234.994.501
384.051.856.581
129.871.712.118
1.482.305.651.405
-
596.937.831.928
-
-
-
-
-
596.937.831.928
-
-
-
49.551.719.524
63.833.016.781
-
-
-
113.384.736.305
-
226.913.660
730.131.740
10.215.140.391
40.733.356.626
172.909.536.355
263.290.480.648
488.105.559.420
169.266.618.837
979.273.960.414
154.030.468.224
783.961.778.289
113.968.351.127
556.961.392.936
393.162.192.766
3.150.624.762.593
55.623.497.913
30.711.508.529
3.675.367.622
3.684.176.980
6.268.467.494
1.892.705.217
-
369.500.950
-
-
-
-
30.711.508.529
5.937.573.789
3.684.176.980
61.891.965.407
Suku bunga variabel:
Simpanan
Simpanan dari bank lain
-
947.414.679.388
1.359.362.230
-
-
-
-
-
947.414.679.388
1.359.362.230
Suku bunga tetap:
Simpanan
Simpanan dari bank lain
-
1.550.184.319.320
5.250.000.000
27.168.347.527
1.600.000.000
10.244.919.200
-
-
-
-
1.587.597.586.047
6.850.000.000
Suku bunga variabel
Giro pada bank lain
Kredit
Dikurangi: cadangan kerugian
penurunan nilai kredit
Suku bunga tetap:
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain
Dikurangi: cadangan kerugian
penurunan nilai penempatan pada
bank lain
Efek-efek
Dikurangi: cadangan kerugian
penurunan nilai efek-efek
Kredit
Dikurangi: cadangan kerugian
penurunan nilai kredit
Jumlah Aset
Liabilitas
Tanpa suku bunga:
Liabilitas segera
Liabilitas akseptasi
Utang pajak
Liabilitas lain-lain
Jumlah Liabilitas
Selisih
55.623.497.913
2.548.547.881.563
30.661.052.744
10.614.420.150
-
-
-
2.645.446.852.370
113.643.120.924
(1.569.273.921.149)
123.369.415.480
773.347.358.139
113.968.351.127
556.961.392.936
393.162.192.766
505.177.910.223
- 72 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Sampai dengan
1 bulan
Rp
Lain-lain
Rp
31 Desember 2011
> 3 bulan
> 1 tahun
s/d
s/d
12 bulan
2 tahun
Rp
Rp
> 1 bulan
s/d
3 bulan
Rp
> 2 tahun
s/d
5 tahun
Rp
> 5 tahun
Rp
Jumlah
Rp
Aset
Tanpa suku bunga
Kas
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain
Dikurangi: cadangan kerugian
penurunan nilai giro pada bank lain
Tagihan akseptasi
Penyertaan dalam bentuk saham
Dikurangi: cadangan kerugian
penurunan nilai penyertaan dalam
bentuk saham
Aset tetap - bersih
Aset pajak tangguhan - bersih
Aset lain-lain - bersih
Suku bunga variabel
Giro pada bank lain
Kredit
Dikurangi: cadangan kerugian
penurunan nilai kredit
Suku bunga tetap:
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain
Dikurangi: cadangan kerugian
penurunan nilai penempatan pada
bank lain
Efek-efek
Dikurangi: cadangan kerugian
penurunan nilai efek-efek
Kredit
Dikurangi: cadangan kerugian
penurunan nilai kredit
-
36.900.181.615
225.962.030.860
-
-
-
-
-
36.900.181.615
225.962.030.860
-
17.882.305.310
3.337.070.042
-
-
-
-
-
17.882.305.310
3.337.070.042
9.900.000
27.969.623
7.240.806.721
1.836.127.267
214.998.954
7.700.052.622
101.499.095.696
3.213.477.148
-
1.196.724.867
18.630.426.636
3.721.171.445
741.100.984
1.683.180.289
-
3.572.977.317
9.900.000
113.852.318.910
7.240.806.721
30.184.983.938
-
101.613.307
-
-
-
-
-
101.613.307
-
44.311.887.457
181.270.524.477
576.061.628.104
41.547.981.163
307.085.441.246
81.370.157.095
1.231.647.619.542
-
622.196.956.748
49.719.616.090
98.321.919.670
-
-
-
770.238.492.508
-
-
-
99.250.649.463
48.334.002.409
-
-
-
147.584.651.872
-
219.783.235
531.861.470
11.150.547.592
29.735.212.188
141.345.079.115
195.223.995.288
378.206.478.888
9.114.803.611
969.757.254.164
342.193.875.567
836.108.294.455
76.179.850.788
448.430.520.361
281.363.854.567
2.963.148.453.513
27.836.887.544
13.103.870.296
3.370.777.839
8.812.802.638
8.955.626.835
10.000.000
1.334.900.000
-
-
-
13.103.870.296
3.370.777.839
8.812.802.638
38.137.414.379
Suku bunga variabel:
Simpanan
Simpanan dari bank lain
-
799.270.951.057
826.571.003
-
-
-
-
-
799.270.951.057
826.571.003
Suku bunga tetap:
Simpanan
Simpanan dari bank lain
-
1.605.236.185.524
2.750.000.000
14.392.900.216
-
1.115.872.978
-
-
-
-
1.620.744.958.718
2.750.000.000
Jumlah Liabilitas
27.836.887.544
2.442.326.785.192
14.402.900.216
2.450.772.978
-
-
-
2.487.017.345.930
Selisih
(18.722.083.933)
(1.472.569.531.028)
327.790.975.351
833.657.521.477
76.179.850.788
448.430.520.361
281.363.854.567
476.131.107.583
Jumlah Aset
Liabilitas
Tanpa suku bunga:
Liabilitas segera
Liabilitas akseptasi
Utang pajak
Liabilitas lain-lain
Risiko Operasional
Dalam menghadapi Risiko Operasional Dewan Komisaris dan Direksi telah menetapkan strategi
yang meliputi kelengkapan sistem dan prosedur mengenai pengelolaan Risiko Operasional.
Bank telah memiliki kebijakan dan prosedur mengenai pengelolaan Risiko Operasional seperti
Buku Pedoman Penggunaan Teknologi Sistem Informasi (BPPTSI), Pedoman Pelaksanaan
Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU dan PPT) dan
Pedoman Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi (PPMRPTI),
serta adanya penetapan limit seperti limit transaksi, limit mata uang yang selalu dievaluasi secara
berkala. Selain itu Bank juga memberikan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia yang
berkesinambungan agar dapat memberikan pelayanan yang baik kepada nasabah.
- 73 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Kebijakan pengelolaan Risiko Operasional bertujuan untuk menghindari kerugian akibat kegagalan
atau tidak memadainya proses internal, manusia, sistem atau akibat adanya kejadian eksternal.
Bank melakukan identifikasi data kejadian operasional yang berisi kejadian-kejadian yang terjadi di
Bank baik yang berpotensi menimbulkan kerugian maupun yang sudah menimbulkan kerugian
serta pelampauan limit, rasio-rasio operasional, kepatuhan Bank terhadap Program APU dan PPT
dan penerapan prinsip akuntansi dalam pengakuan pendapatan dan biaya.
Selain itu, Bank melakukan penyempurnaan sistem informasi yang dapat menghasilkan informasi
yang akurat dan tepat waktu dengan memperhatikan pengkinian data dan distribusi informasi
terkini ke seluruh aktivitas fungsional Bank.
Risiko kepatuhan yang melekat pada Bank terkait peraturan perundang-undangan, ketentuan
kehati-hatian dan ketentuan lain yang berlaku, seperti:
-
Risiko kredit yang terkait dengan ketentuan Kewajiban Modal Minimun (KPMM), Kualitas
Aktiva Produktif dan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK)
Risiko pasar terkait dengan ketentuan Posisi Devisa Neto (PDN)
Risiko stratejik terkait dengan ketentuan Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) Bank.
Risiko lain terkait dengan ketentuan eksternal.
Dalam mengelola manajemen risiko kepatuhan, Bank melakukan peningkatan budaya kepatuhan
yang terus menerus dilakukan melalui program kepatuhan yaitu:
-
Pengkinian dan penatausahaan database kepatuhan.
Sosialisasi/pelatihan melalui regulation update dan in-class training.
Uji kepatuhan terhadap produk baru, kebijakan baru dan aktivitas bank.
Monitor pelaksanaan kepatuhan melalui compliance matrix.
Penerapan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Teroris.
Risiko Modal
Sebagai Bank yang beroperasional di Indonesia, Bank diwajibkan oleh Bank Indonesia untuk
menjaga rasio kewajiban penyediaan modal minimum (“CAR”) diatas persentase tertentu.
Peraturan Bank Indonesia No. 3/21/PBI/2001 tanggal 13 Desember 2001 mengharuskan bank
komersial di Indonesia untuk memelihara rasio kewajiban penyediaan modal minimum 8%.
Selanjutnya berdasarkan PBI No. 5/12/PBI/2003 tanggal 17 Juli 2003 mengharuskan bank
komersial dengan kualifikasi tertentu untuk menghitung risiko pasar dalam perhitungan CAR dan
menjaga rasio kewajiban penyediaan modal minimum 8% dengan memperhitungkan risiko pasar.
Peraturan Bank Indonesia No. 10/15/PBI/2008 tanggal 24 September 2008 mengharuskan bank
komersial di Indonesia untuk memperhitungkan risiko modal operasional dalam perhitungan CAR
untuk risiko operasional yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2010.
- 74 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Rasio kecukupan modal (CAR) Bank pada tanggal 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 dengan
perhitungan sebagai berikut:
30 Juni 2012
Rp
31 Desember 2011
Rp
Modal
- Modal inti
- Modal pelengkap
389.367.074.968
35.468.731.287
363.941.774.627
49.587.106.887
Jumlah Modal
424.835.806.255
413.528.881.514
20,55%
19,96%
2.067.094.057.497
2.071.877.938.095
18,84%
17,57%
8,00%
8,00%
Rasio Kecukupan Modal
Aktiva Tertimbang Menurut
Risiko (Rp)
Rasio modal inti terhadap aktiva
tertimbang menurut risiko *)
Rasio Kewajiban Penyediaan Modal
Minimum yang diwajibkan
*) Tidak memperhitungkan risiko pasar karena efek-efek yang dimiliki Bank hanya berupa
Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
Risiko Hukum
Bank mengelola Risiko Hukum yang disebabkan adanya tuntutan hukum dan/atau kelemahan
aspek yuridis dengan mereview dan menganalisis setiap pengikatan kredit dan jaminan,
menyusun kontrak dan perjanjian antara Bank dengan pihak lain/nasabah berdasarkan ketentuan
yang berlaku, mereview syarat dan ketentuan yang berkaitan dengan transparansi informasi
produk Bank dan penggunaan data pribadi nasabah serta mengawasi pelaksanaan dan kepatuhan
pegawai pada setiap jenjang organisasi atas etika bisnis Bank.
Penetapan limit Risiko Hukum ditujukan untuk mengurangi Risiko Hukum yang ditimbulkan karena
adanya perkara hukum yang dihadapi Bank, kelemahan perikatan, dan ketiadaan/perubahan
perundang-undangan.
Bank mengidentifikasi setiap kejadian yang terkait dengan Risiko Hukum termasuk jumlah potensi
kerugian yang diakibatkan kejadian tersebut dalam suatu administrasi data.
Pemantauan dan pengendalian Risiko Hukum dilakukan dengan review secara berkala kontrak
dan perjanjian Bank dengan pihak lain, memastikan kesesuaian antara operasional, organisasi
dan pengendalian intern dengan ketentuan yang berlaku, kode etik dan strategi usaha, kepatuhan
terhadap prosedur internal, kualitas laporan keuangan, efektivitas dan efisiensi Sistem Informasi
Manajemen Risiko, serta efektivitas penerapan komunikasi yang berkaitan dengan dampak Risiko
Hukum kepada seluruh pegawai.
Risiko Strategik
Bank menetapkan kebijakan pengelolaan Risiko Strategik untuk memastikan pengambilan
dan/atau pelaksanaan suatu keputusan strategik telah tepat untuk pencapaian tujuan usaha Bank
dengan mempertimbangkan visi dan misi Bank, kelemahan dan kekuatan Bank, sumber daya
manusia dan infrastrukturnya serta faktor dan kondisi eksternal, termasuk rencana penerbitan
produk atau peluncuran aktivitas baru.
- 75 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Penetapan limit Risiko Strategik seperti limit penyimpangan atas rencana bisnis Bank ditujukan
untuk menyesuaikan rencana strategik dan rencana bisnis dengan visi, misi, dan strategi Bank.
Pengukuran Risiko Strategik dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat kompleksitas strategi
bisnis Bank, posisi bisnis Bank di industri perbankan dan pencapaian Rencana Bisnis Bank.
Bank melaksanakan proses pengendalian keuangan yang bertujuan untuk memantau realisasi
dibandingkan dengan target yang akan dicapai dan memastikan bahwa risiko yang diambil masih
dalam batas toleransi serta melakukan evaluasi secara berkala terhadap perubahan/kondisi
eksternal dan ketentuan yang berlaku.
Risiko Kepatuhan
Bank memiliki kebijakan dan prosedur mengenai pengelolaan Risiko Kepatuhan yang tertuang
dalam Pedoman Kepatuhan, Pedoman Pelaksanaan Program Anti Pencucian Uang dan
Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU dan PPT), Buku Pedoman Manajemen Risiko (BPMR),
dan Surat Edaran.
Penetapan limit dilakukan untuk melaksanakan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap
peraturan Bank Indonesia dan peraturan perundang-undangan lain yang berlaku.
Bank telah membentuk Satuan Kerja Kepatuhan dalam rangka memantau pelaksanaan ketentuan
dalam rangka pelaksanaan prinsip kehati-hatian dan menjaga agar kegiatan Bank tidak
menyimpang dari ketentuan yang berlaku.
Pengendalian Risiko Kepatuhan dilaksanakan dengan melakukan evaluasi secara berkala atas
kepatuhan Bank terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, pengendalian
pengembangan produk/aktivitas baru, pengendalian internal Bank seperti pemisahan fungsi dan
pengendalian berlapis, efektivitas dan independensi fungsi pengawasan internal, serta akurasi,
kelengkapan, integritas laporan dan sistem informasi manajemen.
Risiko Reputasi
Bank memiliki kebijakan dan prosedur mengenai pengelolaan Risiko Reputasi yang tertuang
dalam Buku Pedoman Manajemen Risiko (BPMR), kebijakan dan prosedur mengenai transparansi
informasi produk Bank dan penggunaan data pribadi nasabah serta penanganan pengaduan
nasabah untuk meminimalisikan Risiko Reputasi akibat publikasi negatif terhadap Bank yang
tertuang dalam Surat Edaran.
Bank membentuk fungsi khusus penanganan dan penyelesaian pengaduan yang diajukan
nasabah dan/atau perwakilan nasabah serta menunjuk Corporate Secretary yang berwenang dan
bertanggung jawab untuk memberikan info / penjelasan yang dibutuhkan kepada nasabah dan
pihak ekstern lainnya.
Meminimalisasi Risiko Reputasi yang timbul karena adanya pemberitaan media dan/atau rumor
mengenai Bank yang bersifat negatif, serta adanya strategi komunikasi Bank yang kurang efektif
dilakukan dengan penetapan limit kerugian akibat complaint nasabah dan publikasi negatif.
Pengendalian Risiko Reputasi dilakukan dengan meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan
yang berlaku, mengatasi dengan segera adanya keluhan nasabah dan gugatan hukum yang dapat
meningkatkan eksposur Risiko Reputasi dengan cara melakukan komunikasi dengan nasabah /
pihak ekstern lainnya secara kontinyu dan melakukan perundingan bilateral dengan nasabah
untuk menghindari litigasi dan tuntutan hukum, serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia
untuk mengurangi keluhan nasabah karena kesalahan informasi atau transaksi.
- 76 -
P.T. BANK BUMI ARTA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
40. IKATAN LAINNYA
Bank melakukan perjanjian dengan PT Rintis Sejahtera (Rintis), yang bertindak sebagai switching
operator dari PT Bank Central Asia (BCA), melalui Perjanjian Kerjasama Penggunaan ATM BCA
dan Debit BCA No. PKS/RS-BUMIARTA/001/II/2001 tanggal 19 Pebruari 2001 juncto Perjanjian
mengenai Kerjasama Penggunaan ATM BCA No. PKS/RS-BUMI ARTA/002/VII/2002 tanggal 17
Juli 2002. Sesuai dengan perjanjian tersebut, nasabah Bank dapat menggunakan fasilitas jaringan
ATM BCA untuk melakukan transaksi. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun
terhitung sejak tanggal 19 Pebruari 2001, dan secara otomatis diperpanjang untuk jangka waktu
yang sama, demikian seterusnya. Dalam hal terdapat pihak yang tidak ingin memperpanjang
perjanjian ini, maka diwajibkan memberitahukan secara tertulis kepada pihak lainnya selambatnya
90 hari sebelum jangka waktu tersebut di atas. Sampai saat ini, perjanjian tersebut masih berlaku
karena tidak ada pihak yang mengajukan penghentian perjanjian.
41
PENYAJIAN KEMBALI LAPOARAN KEUANGAN
Bank menyajikan kembali laporan keuangan pada 30 Juni 2011 karena adanya perubahan
kebijakan akuntansi atas penyisihan penghapusan atas aset non-produktif dan transaksi rekening
administratif.
Sejak tanggal 1 Januari 2011, Bank menentukan cadangan kerugian penurunan nilai trasaksi
rekening administratif berdasarkan selisih antara nilai tercatat dan nilai kini atas pembayaran
liabilitas yang diharapkan akan terjadi dan aset non produktif berdasarkan nilai yang lebih rendah
antara nilai tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual sesuai dengan Surat
Bank Indonesia No. 13/658/DPNP/IDPnP tanggal 23 Desember 2011.
Dampak dari penyesuaian yang dilakukan terhadap laporan laba rugi komprehensif Bank pada
tanggal 30 Juni 2010 adalah sebagai beriukut:
Laporan Laba Rugi Komprehensif
Sebelum Penyajian
Keuntungan transaksi mata uang
asing - bersih
(264.803.563)
Setelah Penyajian
(271.327.009)
Beban cadangan kerugian penurunan
nilai
751.931.198
2.799.680.448
Beban estimasi kerugian komitmen
dan kontijensi
437.294.511
-
14.668.164.845
16.051.186.654
12,70
13,90
Laba bersih tahun berjalan
Laba bersih per saham
42. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN DAN PERSETUJUAN LAPORAN KEUANGAN
Penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan dari halaman 2 sampai dengan 77 merupakan
tanggung jawab manajamen, dan telah disetujui oleh Direksi untuk diterbitkan pada tanggal 30 Juli
2012.
ooOoo
- 77 -
Download