BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Umum

advertisement
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Tinjauan Umum Museum
2.1.1 Definisi Museum
Secara
etimologis,
museum
berasal
dari
kata Yunani, Μουσεῖον atau mouseion, yang sebenarnya merujuk kepada
nama kuil untuk sembilan Dewi Muses, anak-anak Dewa Zeus yang
melambangkan ilmu dan kesenian. Pada awalnya, museum bermula
sebagai tempat untuk menyimpan koleksi milik individu, keluarga atau
institusi kaya. Benda-benda yang disimpan biasanya merupakan karya
seni dan benda-benda yang langka, atau kumpulan benda alam
dan artefak arkeologi. Fungsi serta tugas dan tujuan museum pun
berubah seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan manusia
semakin
membutuhkan
bukti-bukti
otentik
mengenai
catatan sejarah kebudayaan.
Definisi tentang museum sendiri tidaklah sedikit. Secara umum,
museum sendiri merupakan tempat penyimpangan benda artistik dan
pendidikan bagi keperluan umum. Atau dapat dikatakan sebagai
institusi permanen, nirlaba, melayani kebutuhan publik, dengan sifat
terbuka, dengan cara melakukan usaha pengoleksian, mengkonservasi,
meriset,
mengomunikasikan,
dan
memamerkan
benda
nyata
kepada masyarakat untuk kebutuhan studi, pendidikan, dan kesenangan.
Namun dalam berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 19 Tahun
1995, museum adalah lembaga, tempat penyimpanan, perawatan,
pengamanan dan pemanfaatan benda-benda bukti materil hasil budaya
manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya
perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa. Sedangkan
menurut Intenasional Council of Museum (ICOM) : museum adalah
sebuah lembaga yang bersifat tetap, tidak mencari keuntungan, melayani
masyarakat dan perkembangannya, terbuka untuk umum, memperoleh,
merawat, menghubungkan dan memamerkan artefak-artefak perihal jati
7
8
diri manusia dan lingkungannya untuk tujuan studi, pendidikan dan
rekreasi(Pedoman Museum Indoneisa,2008).
2.1.2 Fungsi Dan Tujuan Museum
Barry(1994:46) ada 6 fungsi dasar sebuah museum, yaitu:
•
Mengoleksi
•
Dokumentasi
•
Mengawetkan
•
Penelitian
•
Pajangan
•
Interpretasi
A.
Mengoleksi
Mengoleksikan benda bersejarah maupun benda yang dibutuhkan
dalam keperluan penelitian dan ilmu pengetahuan sesuai dengan
kebutuhan dan klasifikasi yang ingin dicapai.
B.
Dokumentasi
Salah satu fungsi penting museum adalah mendokumentasikan
segala jenis benda yang di koleksi oleh museum itu sendiri. Secara
umum fungsi dokumentasi museum sebagai berikut :
Kontrol
•
dan
manajemen
dokumenter penerimaan dan transfer aset budaya internal dan
eksternal , serta penghapusan mereka dari koleksi museum .
Pendaftaran dan inventarisasi aset
•
budaya .
Pengarsipan
•
semua
jenis
dokumentasi teknis , grafis dan audio visual , dalam format
apapun .
•
Organisasi
dan
perpustakaan museum dan arsip dokumenter .
pengelolaan
9
Saran dan layanan konsultasi untuk
•
para profesional , peneliti dan masyarakat umum di bidang
tanggung jawab mereka .
10
C.
Mengawetkan
Museum melestarikan aset budaya untuk menjamin bahwa mereka
diwariskan kepada generasi mendatang . Fungsi ini sangat penting
dan membenarkan sendiri keberadaan museum . untuk itu Museum
bertugas untuk menjaga agar barang yang dimusiumkan disimpan
dalam kedaan baik dan dengan treatment sesuai jenis bendanya.
Adapun beberapa cara perawatan benda museum sebagai berikut:
•
Perawatan dan pembersihkan benda koleksi untuk logam yang
biasanya berkarat,menggunakan bahan kimia khusus seperti
tepol. Selain itu dalam merawat logam biasanya menggunakan
bahan kimia jenis asam citrid.
•
Untuk
benda
koleksi
keris
atau
benda
sejenis
cara
membersihkannya digosok dengansikat bulu halus lalu dibilas
menggunakan air di wastafel
•
Benda koleksi seperti guci perawatannya memerlukan kehatihatian agar tidak pecah guciharus dipegang atau didekap
dengan
hati-hati
terutama
pada
saat
akan
memindahkannya, pembersihannya juga harus rutin dilakukan.
Koleksi yang materialnya berbahan bakukeramik biasanya
menggunakan sabun yang tidak mengandung soda.
Pembersihan untuk setiap material berbeda penanganannya, tetapi
yang pasti penangannya harus hati-hati dan lembut agar tidak
merusak keaslian bentuk dandilakukan di laboratorium konservasi
dan preservasi.Sedangkan untuk jenis koleksi yang berupa Arsip,
dapat dilakukan perawatan dan preparasi sebagai berikut :
•
Teknik konservasi tradisional seperti dengan laminasi
•
Teknik perparasi yaitu dengan memperbaiki dikarenakan
sobek, cavernya adakerusakan dan harus diperbaiki
•
Arsip-arsip dirawat dan disimpan secara rapi
11
D.
Penelitian
Penelitian merupakan salah satu tugas pokok dari Museum di
seluruh bidang tindakan mereka . Hal ini juga merupakan fungsi
dasar museum yaitu aset tersebut tidak dapat dilindungi ,
dilestarikan atau menyebar secara memadai jika mereka tidak diteliti
sebelumnya
.
pengembangan
Singkatnya
semua
,
penelitian
fungsi
adalah
museum.
dasar
Dalam
dari
rangka
mengembangkan fungsi ini , museum memiliki alat seperti
perpustakaan , arsip , laboratorium dan bengkel.
E.
Pajangan Dan Publikasi
Kegiatan yang dilakukan oleh departemen penyebaran museum
ditujukan untuk tujuan akhir dari fungsi museum kepada
masyarakat. Dibutuhkan semua strategi yang memungkinkan untuk
mencapai komunikasi , kontemplasi dan pendidikan sebagai tujuan
museum '
2.1.3 Klasifikasi Museum
Museum yang terdapat diIndonesia dapat dibedakan melalui beberapa
klasifikasi(Ayo Kita Mengenalmuseum,2009), yakni sebagai berikut :
a. Jenis museum berdasarkan koleksi yang dimiliki, yaitu terdapat dua
jenis :
•
Museum Umum, museum yang koleksinya terdiri dari kumpulan
bukti material manusia dan atau lingkungannya yang berkaitan
dengan berbagai cabang seni, disiplin ilmu dan teknologi.
•
Museum Khusus, museum yang koleksinya terdiri dari kumpulan
bukti material manusia atau lingkungannya yang berkaitan dengan
satu cabang seni, satu cabang ilmu atau satu cabang teknologi.
b.
Jenis museum berdasarkan kedudukannya, terdapat tiga jenis :
•
Museum Nasional, museum yang koleksinya terdiri dari kumpulan
benda yang berasal, mewakili dan berkaitan dengan bukti material
12
manusia dan atau lingkungannya dari seluruh wilayah Indonesia
yang bernilai nasional.
•
Museum Propinsi, museum yang koleksinya terdiri dari kumpulan
benda yang berasal, mewakili dan berkaitan dengan bukti material
manusia dan atau lingkungannya dari wilayah propinsi dimana
museum berada.
•
Museum Lokal, museum yang koleksinya terdiri dari kumpulan
benda yang berasal, mewakili dan berkaitan dengan bukti material
manusia dan atau lingkungannya dari wilayah kabupaten atau
kotamadya dimana museum tersebut berada.
c.
Jenis museum menurut jenis koleksinya :
•
Museum Arkeologi
Museum arkeologi merupakan museum yang mengkhususkan diri
untuk memajang artefak arkeologis. Museum arkeologi banyak
yang bersifat museum terbuka (museum yang terdapat di ruang
terbuka atau Open Air Museum). Di Indonesia, contoh dari
museum arkeologi adalah Museum Trowulan di Trowulan, Jawa
Timur.
•
Museum Seni
Museum seni, lebih dikenal dengan nama galeri seni, merupakan
sebuah ruangan untuk pameran benda seni, mulai dari seni
visual yaitu diantaranya lukisan, gambar, dan patung. Beberapa
contoh lainnya adalah senikeramik, seni logam dan furnitur.
•
Museum Biografi
Museum Biografi merupakan museum yang didedikasikan kepada
benda yang terkait dengan kehidupan seseorang atau sekelompok
orang, dan terkadang memajang benda-benda yang mereka
koleksi. Beberapa museum terletak di dalam rumah atau situs
yang terkait dengan orang yang bersangkutan pada saat dia hidup.
•
Museum Anak
Museum anak merupakan institusi yang menyediakan benda
pameran dan program acara untuk menstimulasi pengalaman
13
informal anak. Berlawanan dengan museum tradisiona; yang
memiliki peraturan untuk tidak menyentuh benda pameran,
museum ini biasanya memiliki benda yang dirancang untuk
dimainkan oleh anak-anak. Museum anak kebanyakan merupakan
organisasi nirlaba dan dikelola oleh sukarelawan atau oleh staf
profesional dalam jumlah yang kecil. Contoh dari museum anak
ini
adalah Museum
Anak
Kolong
Tangga yang
terletak
di Yogyakarta. Pada museum ini terdapat beberapa mainan anak
tradisional.
•
Museum Universal
Museum universal atau dikenal pula dalam bahasa Inggris sebagai
Museum encyclopedic, merupakan museum yang umum kita
jumpai. Biasanya merupakan institusi besar, yang bersifat
nasional,
dan
memberikan
informasi
kepada
pengunjung
mengenai berbagai variasi dari tema lokal dan dunia. Museum ini
penting karena meningkatkan rasa keingin-tahuan terhadap dunia.
Contoh museum universal adalah British Museum di London,
Inggris.
•
Museum Etnologi
Museum etnologi merupakan museum
yang mempelajari,
mengumpulkan, merawat, dan memamerkan artefak dan obyek
yang berhubungan dengan etnologi dan antropologi. Museum
seperti ini biasanya dibangun di negara yang memiliki kelompok
etnis atau etnis minoritas yang berjumlah banyak.
Contoh dari museum ini adalah Museum Indonesia di TMII.
•
Museum Rumah Bersejarah
Museum rumah bersejarah, atau yang lebih dikenal dengan rumah
bersejarah merupakan yang terbanyak jumlahnya di dunia dari
kategori museum sejarah. Museum ini biasanya beroprasi dengan
dana yang terbatas dan staff yang sedikit. Kebanyakan dikelola
oleh relawan dan sering kali tidak memenuhi syarat untuk menjadi
museum profesional.
Contoh dari rumah bersejarah ini di Indonesia adalah Museum
Sasmita Loka Ahmad Yani.
14
•
Museum Sejarah
Museum sejarah mencakup pengetahuan sejarah dan kaitannya
dengan masa kini dan masa depan. Beberapa di antara museum
tersebut memiliki benda koleksi yang sangat beragam, mulai dari
dokumen, artefak dalam berbagai bentuk, benda sejarah yang
terkait dengan even kesejarahan tersebut.
Ada beberapa macam museum sejarah, diantaranya, rumah
bersejarah yang merupakan bangunan yang memiliki nilai sejarah
atau arsitektural yang tinggi. Kedua adalah situs bersejarah yang
menjadi museum, seperti Pulau Robben. Ketiga adalah museum
ruang terbuka atau disebut juga dengan nama open air museum.
Pada museum ini, para masyarakat yang berada di dalamnya
berusaha untuk membuat ulang kehidupan pada suatu waktu
dengan sebaik mungkin, termasuk diantaranya bangunan dan
bahasa.
Contoh museum sejarah di Indonesia adalah Museum Sumpah
Pemuda dan Museum Fatahillah.
•
Museum Maritim
Museum maritim merupakan museum yang mengkhususkan diri
kepada
peresentasi sejarah, budaya atau arkeologi maritim.
Mereka menceritakan kaitan antara masyarakat dengan kehidupan
yang berkaitan dengan air atau maritim. Terdapat beberapa jenis
museum maritim, diantaranya:
· Museum arkeologi maritim yang menceritakan mengenai kaitan
arkeologi dengan maritim. Museum ini biasanya memajang dan
mengawetkan kapal karam dan artefak yang terkait dengan
lingkungannya.
· Museum
sejarah
maritim,
merupakan
museum
yang
mengedukasi masyarakat mengenai sejarah maritim di suatu
komunitas atau masyarakat. Contoh dari museum ini adalah
Museum Maritim San Francisco dan Mystic Seaport.
· Museum
militer
maritim.
Contoh
dari
museum
ini
adalah Museum Nasional Angkatan Laut Amerika Serikat.
15
Contoh lainnya adalah Museum Laut, Udara dan Luar Angkasa
Intrepid.
16
2.1.4 Jenis Fasilitas
Perencanaan aktifitas dalam pembuatan museum akan memberikan efek
besar kepada layout keseluruhan bangunan museum dan fasilitas utama
maupun penunjangnya. Beberapa fasilitas yang terdapat dimuseum
sebagai berikut:
a.
Facilities for creative participation
Meliputi area area yang berhubungan dengan pengembangan kreativitas
pengunjung.seperti ruang khusus untuk berkarya atau mengadakan
acara/pameran temporer. Area inilah yang akan melibatkan partisipasi
pengunjung terhadap museum. Beberapa hal yang perlu diperhatikan
dalam creative room ini sebagai berikut:
Memiliki fleksibilitas dalam tata
•
cahaya dan tata suara
Memperhatikan
•
elemen interior
sesuai fungsi ruang. Misalnya dengan menggunakan lantai yang
mudah di bersihkan mengingat ruang kreatif yang akan padat
aktifitas
Sistem
•
display
yang
sangat
fleksibel
Ruang yang mempunyai banyak
•
kegunaan
b.
Study centre
Jika akses terhadap semua koleksi yang di pajang tidak bisa didapatkan
secara maksimal, fasilitas harus disediakan dimana orang dapat
mengekplorasi ide-ide dan sensasi yang distimulasikan oleh koleksikoleksi tersebut. adapun subjeknya bermacam-macam seperti seni,
arkeologi, anthropologi, pengetahuan alam, foto dan referensi dasar
dalam buku yang dapat memberikan awal yang berguna. Desain dari
ruang belajar itu sendiri harus menjadi bahan pertimbangan juga karena
adanya
perbedaan
kebutuhan
pada
pemakainya
seperti
oleh
pengunujung dewasa, remaja, anak-anak, ataupun yang berkeluarga dan
17
juga seperti apakah fasilitas ini membutuhkan staf pembantu atau
terbuka untuk umum.
18
c.
Staff on view
Banyak museum yang mempekerjakan staf-staf professional dalam
bidang seni dan kerajinan, seperti ahli dalam perawatan lukisan, tekstil,
kerimik, dll. Staf-staf seperti ini sangat membantu pengunjung yang
memiliki pertanyaan seputar koleksi pameran yang ada di museum.
Sehingga dibutuhkan baik ruang penelitian, pengelolaan, maupun
ruangan yang dapat digunakan sebagai ruang pertemuan antara
pengelola dan pengunjung dalam special case.
d.
A tranquil space
Tidak semua orang menyukai suasana ramai atau berbaur dengan
banyak orang, oleh sebab itu sebaiknya museum memiliki area khusus
yang dimaksudkan sebagai daerah yang sepi dan tenang. Untuk
menunjukan fungsi ruang pada pengunjung, tidak harus dengan papan
penunjuk besar dan sebagainya, namun bisa dicapai melalui desain
terutama pada desain pencahayaan yang secara bertahap dapat menjadi
redup saat pengunjung mendeketi dan memasuki area tersebut. koleksi
yang sensitive terhdap panas dari pencahayaan ataupun koleksi
arekeologis bisa menjadi pilihan koleksi yang dipanjang pada area
tersebut.
2.1.5 Standarisasi Museum/Pedoman Pendirian Museum
Republik
Indonesia.1995.Peraturan
Indonesianomor
19
Tahun
1995
Pemerintah
Tentang
Republik
Pemeliharaan
Dan
Pemanfaatan Cagar Budaya Bab Vii Pasal 30. Sekertarian Negara.
Jakarta
“Dalam rangka pemeliharaan dan pemanfaatan benda cagar budaya di
museum, setiap museum harus memenuhi persyaratan : a. standar teknis
bangunan museum; b. sarana dan prasarana; c. tenaga; d. sumber dana
yang tetap.”
Dalam pembuatan suatu Museum tentu diperlukan pemenuhan standart
yang telah ditentukan demi mencapai tujuan utama sebagaimana fungsi
19
dari Museum itu sendiri. Beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi
dalam pembuatan adalah sebagai berikut :
A. Lokasi museum
1. Lokasi museum harus strategis. Strategis disini tidak berarti harus
berada dipusat kota atau pusat keramaian kota, melainkan tempat
yang mudah dijangkau oleh umum.
2. Lokasi museum harus sehat. Yang dimaksud lokasi sehat adalah :
a. Lokasi yang bukan terletak di daerah industri yang banyak
pengotoran udara
b. Bukan daerah yang tanahnya berlumpur/tanah rawa atau tanah
berpasir. kelembaban udara setidak-tidaknya harus terkontrol
mencapai kenetralan yaitu antara 55 sampai 65 persen
B. Persyaratan Bangunan
1.
Persyaratan Umum
a. Bangunan dikelompokkan dan dipisahkan menurut:
•
Funsi dan aktifitasnya
•
Ketenagaan dan keramaian
•
Keamanan
b. Pintu masuk utama (main entrance) adalah untuk pengunjung
museum
c. Pintu masuk khusus (service entrance) untuk lalulintas
koleksi, bagian pelayanan, perkantoran, rumah jaga serta
ruang-ruang pada bangunan khusus
d. Area public/umum terdiri dari:
•
Bangunan utama (Pameran Tetap dan Pameran Temporer)
•
Auditorium; Keamanan/Pos Jaga; Giftshop dan Kafetaria;
Ticket box dan penitipan barang; Lobby/Ruang istirahat;
Toilet; Taman dan tempat parker.
e. Area Semi Public terdiri dari;
Bangunan Administrasi (termasuk perpustakaan dan ruang
rapat)
20
21
f. Area Private terdiri dari:
2.
•
Laboratorium konservasi
•
Studio preparasi
•
Storage dan ruangan studi koleksi
Persyaratan Khusus
a. Bangunan utama (Pameran tetap dan Pameran Temporer)
harus:
•
Dapat memuat benda-benda kolesi yang akan dipamerkan
•
Mudah dicapai baik dari luar maupun dari dalam
•
Merupakan bangunan penerima yang memiliki daya tarik
sebagai bangunan pertama yang dikunjungi pengunjung
museum
•
Mempunyai system keamanan yang baik, baik dari segi
konstruksi, spesifikasi ruang untuk mencegah rusaknya
benda-benda secara alami (cuaca dan lain-lain) maupun
dari segi kriminalitas dan pencurian.
b. Bangunan Auditorium harus:
•
Mudah dicapai oleh umum
•
Dapat dipakai untuk ruang pertemuan, diskusi, ceramah
c. Bangunan khusus terdiri dari; Laboratorium konservasi, Studi
Preparasi, Storage, dan Studi koleksi..
Bangunan khusus ini harus:
•
Terletak pada daerah tenang
•
Mempunyai pintu masuk khusus
•
Memiliki
system
keamanan
yang
baik
(terhadap
kerusakan, kebakaran, insek, dan kriminalitas) yang
menyangkut segi-segi konstruksi maupun spesifikasi
ruang.
d. Bangunan Administrasi harus:
•
Terletak strageis baik terhadap pencapaian umum maupun
bangunan-bangunan lain.
22
•
Mempunyai pintu masuk khusus
23
C. Persyaratan koleksi museum
Penentuan persyaratan koleksi suatu museum diperlukan, karena
belum ada keseragaman persyaratan koleksi baik untuk museum
pemerintah
maupun
museum
swasta.
Untuk
mendapatkan
keseragaman persyaratan koleksi, maka diperlukan syarat-syarat
sebagai berikut:
Koleksi museum harus:
a. Mempunyai nilai sejarah dan ilmiah (termasuk nilai estetika)
b. Dapat diidentifikasikan mengenai wujudnya (morfologi),
tipenya (tipologi), gayanya (style), fungsinya, maknanya,
asalnya secara histirus dan geografis, genusnya (dalam orde
biologi) atau periodenya dalam geologi khususnya untuk
benda-benda sejarah alam dan teknologi
c. Harus dapat dijadikan dokumen dalam arti sebagai bukti
kenyataan dan kehadirannya (realitas dan eksistensinya) bagi
penelitian ilmiah
d. Dapat dijadikan suatu monument atau bakal jadi monument
dalam sejarah alam dan budaya
e. Benda asli (realia), replica atau reproduksi yang syah menurut
persyaratan museum
D. Persyaratan organisasi dan ketenagaan
Berdasarkan tugas dan fungsi museum, maka sayangnya setiap
museum mempunyai susunan organisasi sebagai berikut:
1. Bagian tata usaha, menangani kegiatan ang berhubungan dengan
registrasi, ketertiban /keamanan, kepegawaian, dan keuangan
2. Bagian koleksi, menangani kegiatan yang berhubungan dengan
pelaksanaan
identifikasi,
klarifikasi,
katalogisasi
koleksi.
Menyusun konsepsi yang berhubungan dengan kegiatan koleksi
dan menyusun tulisan yang bersifat ilmiah dan popular serta
mempersiapkan bahan untuk label
3. Bagian Konservasi, menangani kegiatan yang berhubungan
dengan perawatan koleksi yang bersifat preventif dan kreatif
24
serta mengendalikan keadaan kelembaban suhu di ruang koleksi
dan gudang serta penanganan laboratorium konservasi
4. Bagian preparasi, menangani kegiatan yang berhubungan dengan
pelaksanaan restorasi koleksi, reproduksi, penataan pameran, dan
penanganan bengkel preparasi.
5. Bagian bimbingan dan publikasi, menangani kegiatan yang
berhubungan dengan bimbingan edukatif cultural, penelitian
yang bersifat ilmiah dan popular serta penanganan peralatan
audiovisual
6. Bagian pengelolaan perpustakaan, menangani kegiataan yang
berhubungan dengan kepustakaan/referensi
Setiap bagian tersebut dipimpin oleh seorang kepala atau coordinator
yang bertanggung jawab kepada Kepala Museum Susunan Organisasi
dan tata kerja museum, tergantung tingkat kedudukan dan status
museum. Berdasarkan organisasi dan tata kerja museum sebagaimana
tersebut dalam butir-butir diatas, maka jelaslaj bahwa personil museum
merupakan unsure utama yang menggerakan museum
2.1.6 Sistem Penyajian Koleksi
Dalam sebuah museum, bukan hanya ke indahan benda yang
dimuseumkan ataupunseberapa besar pengaruh benda benda tersebut
pada sejarah makhluk hidup, namun juga harus memperhatikan
penyajian benda koleksi itu juga. Tujuannya adalah membuat museum
menjadi lebih menarik serta informative, kembali lagi pada tujuan dan
fungsi awal pendirian sebuah museum.
A. Prinsip Penyajian
•
Alur cerita/storyline
Storyline yang dimaksut disini adalah alur cerita atau sistematika
pameran merupakan sekumpulan dokumen atau blueprint tertulis
mengenai apa yang akan dipamerkan. Dokumen ini tidak
diartikan secara sempit sebagai outline linear yang sederhana
tetapi merupakan acuan utama dalam perancangan dan produksi
25
pameran yang didalamnya mengandung muatan pembelajaran
dan pewarisan nilai.
Storyline untuk penataan pameran tetap pada museum-museum
negeri provinsi di Indonesia adalah alam, manusia, aktivitas,
keluarga, seni, religi, dan sejarah (Direktorat Pemuseuman, 1998
: 11-2) Storyline tersebut telah dibakukan sejak tahun 1979
dalam sebuah pedoman pembakuan museum umum tingkat
provinsi.
Pembakuan
yang
sudah
ini
hendaknya
dapat
disesuaikan dengan kondisi kebijakan masing-masing daerah
sekarang akan tetapi tetap memperlihatkan semangat persatuan
dan konsepsi wawasan nusantara.
•
Alur penyajian dan pemilihan koleksi
Alur pengunjung dan penanda arah adalah proses kerja
perencanaan pada fase konseptual. Disamping untuk ruang
pamer dalam (interior) alur ini juga berlaku untuk penataan luar
(exterior) yang dalam perencanaannya harus dikaji secara
holistik atau terpadu. Ada beberapa hal utama yang harus
diperhatikan dalam penyusunan gagasan pola alur penyajian dan
alur pengunjung, yaitu:
·
Alur Sirkulasi, mulai dari pintu masuk hingga pintu
keluar
·
Konsep dan Besaran ruang
·
Material (bahan bangunan), tekstur dan warna yang
digunakan (textual dan visual concept)
Empat Pendekatan untuk konsep alur penyajian yang digunakan
dalam mengarahkan isi pameran, yaitu:
·
Pendekatan kronologi, lebih menekankan pada penyajian
koleksi secara kronologi dari waktu ke waktu dengan
menempatkan benda koleksi dan informasi pendukungnya
secara berurut dan linear dari fase awal hingga akhir
mengikuti alur bergerak pengunjung pada ruang pamer.
·
Pendekatan
taksonomik,
lebih
menekankan
pada
penyajian koleksi yang memiliki kesamaan jenis serta
26
berdasarkan kualitas, kegunaan, gaya, periode, dan
pembuat.
·
Pendekatan tematik, lebih menekankan pada cerita
dengan tema tertentu dibandingkan dengan objek yang
disajikan.
·
Pendekatan gabungan, model penyajian materi untuk
ruang pameran tetap, diupayakan agar pengunjung tidak
selalu digiring untuk bergerak secara linear, misalnya
menurut kurun waktu, tetapi pameran tetap disajikan
secara tematik. Dalam hal ini pengunjung dapat secara
bebas menentukan tema-tema pameran yang diinginkan,
misalnya hewan purba, pithecantropus, homo erectus, dan
sebagainya. Penyajian secara linear ditempatkan dalam
satu kelompok yang alurnya tidak harus terlalu panjang.
•
Konsep tata ruang pamer museum
·
Alur Sirkulasi, mulai dari pintu masuk hingga pintu
keluar
·
Konsep dan besaran ruang
·
Material (bahan bangunan), tekstur dan warna yang
digunakan (textual and visual concept)Alur pengunjung
dan penanda arah adalah proses kerja perencanaan pada
fase konseptual. Disamping untuk dalam ruang pamer
(interior) alur ini juga berlaku untuk penataan luar
(exterior) yang dalam perencanaannya harus dikaji secara
holistik atau terpadu.
B. Metode Penyajian
•
Penataan pameran
Penataan dalam suatu pameran dapat disajikan secara :
a) Tematik, yaitu dengan menata materi pameran dengan tema
dan subtema.
b) Taksonomik, yaitu menyajikan koleksi dalam kelompok atau
sistem klasifikasi.
27
c) Kronologis, yaitu menyajikan koleksi yang disusun menurut
usianya dari yang tertua hingga sekarang.
•
Vitrin dan panil informasi
a) Teks dinding (introductory label) yang memuat informasi
awal / pengenalan mengenai pameran yang diselenggarakan,
tema dan subtema pameran, kelompok koleksi.
b) Label individu yang berisi nama dan keterangan singkat
mengenai koleksi yang dipamerkan.
Informasi yang
disampaikan berisi keterangan yang bersifat deskriptif, dan
informasi yang dibutuhkan sesuai dengan alur cerita.
Gambar 2.1 Tata Letak Panil Dan Sudut Pandang
(Sumber : http://belajaritutiadaakhir.blogspot.com/2011/08/tatacara-penyajian-koleksi.html)
“Moh. Amir Sutaarga. (1997).”
•
Pertimbangan konservasi
Dalam menuangkan gagasan pameran, maka pertimbangan
konservasi harus mulai dipikirkan sejak awal mengingat koleksi
yang disajikan perlu dijaga kelestariannya. Baik pemilihan
material sekitar koleksi maupun system maintenance-nya.
Faktor yang perlu diperhatikan adalah:
· Pemantauan terhadap kelembaban dan suhu udara.
· Pemantauan dari bahaya serangga yang dapat menyerang
koleksi maupun media penyimpanan koleksi
28
· Memberi batas agar koleksi tidak tersentuh oleh tangan
manusia
· Penggunaan bahan/ material yang bebas dari zat asam (acid
free) sebagai media untuk menempatkan atau menempelkan
koleksi
· Kedudukan koleksi harus selalu dalam keadaan ajeg terhadap
getaran maupun benturan.
•
Tata cahaya
Pengaturan tata cahaya tidak boleh mengganggu koleksi atau
menyilaukan pengunjung. Usahakan cahaya lampu tersebut
tersembunyi
sehingga
tidak
langsung
mengenai
mata
pengunjung dan kemudian mengganggu penglihatan pengunjung
terhadap koleksi yang dipamerkan.
·
Benda koleksi anorganik
Misalnya batu, keramik, benda benda dari kaca,
tembikar, dan baja putih bebas dari ukuran cahaya
·
Benda koleksi organik
Misalnya benda benda dari kayu, kulit bambu dapat
digunakan hingga 150 LUX
·
Benda peka terhadap cahaya
Misalnya lukisan, barang barang tekstil maksimal 50 Lux
dan jarak lampu TL yang digunakan minimal 40cm dari
benda koleksi
•
Tata pengamanan
Pengamanan benda koleksi sangatlah penting untuk menjaga
ketahanan dan keawetan benda koleksi. Sehingga sering
digunakan vitrin untuk penutup. Selain agar tidak dipegang dan
menghindari bahaya pencurian, vitrin digunakan juga untuk
antisipasi terhadap debu dan kotoran.
Benda koleksi tidak tahan dengan unsur garam dan lemak,
sehingga dalam menjaga benda tersebut pengelola juga harus
menggunakan sarungtangan. Karena seringkali tangan kita
mengandung unsur lemak dan garam.
29
Selain dari segi maintenance, dapat juga di gunakan kamera
pemantau/CCTV, Passive Infra Red dan Flush Moun Door
Contact.
C. Ergonomi dan Tata Letak
Untuk memudahkan pengunjung dalam melihat, menikmati, dan
mengapresiasi koleksi, maka perletakan peraga atau koleksi turut
berperan. Berikut standar-standar perletakan koleksi di ruang
pamer museum. “Pedoman Pendirian Museum (1999/2000)”
Gambar 2.2 Ukuran ergonomi peletakan koleksi
“Pedoman Pendirian Museum (1999/2000)”
Gambar 2.3 Standar Alur Sirkulasi Ruang Pamer
(Sumber: Data Arsitek, 2006)
2.1.7 Studi Aktifitas Manusia
Pemakai museum dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok
Pengelola Museum dan Pengunjung Museum. dua kategori pengguna
30
dalam sebuah museum yakni sebagai berikut(Moh. Amir Sutaarga,
1997):
31
1. Pengelola
Pengelola
museum
adalah
petugas
yang
berada
dan
melaksanakan tugas museum dan dipimpin oleh seorang kepala
museum. Kepala museum membawahkan dua bagian yaitu
bagian administrasi dan bagian teknis.
• Bagian administrasi
Petugas administrasi mengelola ketenagaan, keuangan,
surat-menyurat,
kerumah
tanggaan,
pengamanan,
dan
registrasi koleksi.
• Bagian teknis
Bagian teknis terdiri dari tenaga pengelola koleksi, tenaga
konservasi, tenaga preparasi, tenaga bimbingan dan humas.
·
Tenaga
pengelola
koleksi
bertugas
melakukan
inventarisasi dan kajian setiap koleksi museum.
·
Tenaga konservasi bertugas melakukan pemeliharaan
dan perawatan koleksi.
·
Tenaga preparasi bertugas menyiapkan sarana dan
prasarana serta menata pameran.
·
Tenaga bimbingan dan humas bertugas memberikan
informasi
dan
mempublikasikan
koleksi
untuk
dimanfaatkan oleh masyarakat.
2. Pengunjung
Berdasarkan intensitas kunjungannya dapat dibedakan menjadi
dua kelompok, yaitu:
•
Kelompok orang yang secara rutin berhubungan dengan museum
seperti kolektor, seniman, desainer, ilmuwan, mahasiswa, dan
pelajar.
•
Kelompok orang yang baru mengunjungi museum
Berdasarkan tujuanya pengunjung dibedakan atas :
•
Pengunjung pelaku studi
•
Pengunjung bertujuan tertentu
32
•
Pengunjung pelaku rekreasi
2.2 Tinjauan Umum Zoologi Dan Museum Zoologi
2.2.1 Definisi zoologi
Zoologi adalah cabang biologi yang mempelajari struktur, fungsi,
perilaku, serta evolusi hewan. Ilmu ini antara lain meliputi anatomi
perbandingan, psikologi
perilaku,biologi
hewan, biologi
evolusioner, taksonomi,
molekular, etologi, ekologi
dan paleontologi.
Kajian
ilmiah zoologi dimulai sejak sekitar abad ke-16.
Zoologi ilmiah benar-benar dimulai pada abad ke 16 dengan
kebangkitan semangat baru observasi dan eksplorasi, tetapi untuk waktu
yang lama zoologi sendiri terpisah dari kemajuan penelitian medis
anatomi dan fisiologi. Lalu zoologi yang sudah semakin umum dan
menarik perhatian khsusu bagi kaum terpelajar memunculkan sekolahsekolah/Universitas di Italia pada abad ke-16 dan lima puluh tahun
kemudian menyebar ke Inggris seperti Universitas Oxford.
2.2.2 Zoologi dasar dan zoologi Indonesia
Zoologi di Indonesia muncul setelah timbulnya kesadaran akan
kebutuhan petanian. Dibutuhkan penelitian dan pembelajaran mengenai
hama tumbuhan dan penyakit tanaman lain yang akan merusak
tumbuhan dengan nilai ekonomis tinggi. Sehingga Mr. C.A. Henny
(Direktur Nederlansh-Indische Handelsbank di Jakarta) dan Th. J. Van
Haren Noman (wakil Nederlansh-Indische Landbouw Maatschappy)
menunjuk dan mengundang seorang ahli zoologi pertanian yaitu Dr. J. C.
Koningsberger untuk mengurus perihal Zoologi di Indonesia yang saat
itu masih dalam pendudukan Belanda.
2.2.3 Sejarah museum zoologi
Berawal dari Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) yang didirikan
di Bogor pada tahun 1894, merupakan bagian dari 's Lands Plantentuin.
Pada awal didirikannya MZB berfungsi sebagai laboratorium zoologi
yang memberi wadah penelitian yang berkaitan dengan pertanian dan
zoologi, meliputi kegiatan inventarisasi fauna Indonesia.
Dalam perkembangannya sebagai bidang zoologi aktivitasnya diperluas.
33
Tabel 2.1 Sejarah Museum Zoologi
(sumber: penulis)
TAHUN
1894
NAMA LEMBAGA
KETERANGAN
Landbouw
Pada awalnya ditujukan untuk
Zoologisch
mendukung perkembangan botani yang
Laboratorium
sedang maju. Lebih spesifiknya, untuk
meneliti hama dan penyakit tanaman
yang dapat merusak tanaman
terutanama yang memiliki nilai
ekonomis tinggi dan dapat
menguntungkan Negara
1899
Lanbdouw
Dr. J.C. Koningsberger yang saat itu
Zoologisch Museum
merupakan ahli zoologi pertanian
pertama di Landbouw Zoologisch
Laboratorium mengajukan pembuatan
Zoologisch en phytopathologisch
setelah melakukan perjalanan dinas di
Eropa. Dia terpesona dengan koleksi
museum Eropa terutama Museum
Colombo
1906-
Zoologisch Museum
1909
Perkembangan zoologi pertanian
ternyata mencakup hal-hal yang tidak
langsung berhubungan dengan zoologi
pertanian. Untuk menunjang itu semua
perlu diketahuinya fungsi,
identitasserta peranan fauna pada
ekosistem. Oleh karena itu ruang
lingkup zoologi ini di perbesar
1910-
Zoologisch Museum
Nama kembali berubah untuk
1942
and Laboratorium
memberikan kelenturan pada ruang
lingkup kerja zoologi pada saat itu
34
1942-
Dobutsu
Nama yang memiliki eksistensi di era
1945
Hakubutsukan
pemerintahan Hindia Belanda
1946-
Zoologisch Museum
Nama dihidupkan kembali
1947
and Laboratorium
1947-
Museum Zoologicum
Muncul nama baru yang kemudian
1954
Bogoriense
dikenal masyarakat
1955-
Lembaga Museum
Ditambahkan kata Lembaga untuk
1962
Zoologicum Bogorie
menyesuaikan dengannama induk
lembaganya yaitu Lembaga Pusat
Penyelidikan Alam
1962-
Museum Zoologicum
1986
Bogoriense
1987-
Balai Penelitian &
2000
Pengembangan
Zoologi
2000-
Bidang Zoologi –
Pusat Penelitian
Biologi - LIPI
2.2.4 Tugas dan Fungsi Museum Zoologi
A. Tahun 1894
Museum Zoologicum Bogoriense(MBZ) saat itu berfungsi
meneliti berbagai aspek zoologi, terutama taksonomi yang
mengandalkan
koleksi
ilmiah
zoologi.
Namun
pada
perkembangannya, zoologi mencakup aspek lain seperti ekologi
dan fisiologi.
B. Tahun 1987
MZB
menjadi
suatu
Balai
Penelitian
dan
Pengembangan(Balitbang Zoologi) yang menjadi bagian dari
bagian dari Pusat Penelitian Dan Pengembangan Biologi
(Puslitbang
Biologi)
dibawah
Pengetahuan Indonesia(LIPI).
naungan
Lembaga
Ilmu
35
Pada masa initugas pokok bagi Balitbang Zoologi adalah
penelitia
dan
pengembangan,
peningkatan
kemampuan
masyarakat ilmiah, pelayanan jasa dan pemasyarakatan ilmu
pegetahuan dibidang zoologi.
Tugas lainnya adalah sebagai berikut:
•
Membantu kebijaksanaan dalam menentukan jenis satwa
yang harus dilindungi melalui CITES(Convention Of
International Trade On Endangered Species Of Wild
Fauna And Flora)
•
Memberikan rekomendasi untuk mengijinkan apakah
jenis hewan tertentu baik dalam keadaan mati atau hidup,
dapat atau tidak dapat dibawa atau dikirim keluar negeri
sebagai bahan penelitan, dengan syarat-syarat yang telah
ditentukan.
C. Tahun 2014
Saaat ini MZB yang dikenal dengan Museum Zoologi berfungsi
sebagai museum/ruang pamer koleksi species baik species asli
yang di awetkan maupun berupa replika dengan tujuan sebagai
berikut :
•
Mengembangkan pameran yang ideal sesuai kemajuan
teknologi.
•
Menjadikan pameran museum sebagai sarana pendidikan
praktis untuk mempelajari keanekaragaman, perilku,
ekosistem dan daya guna fauna.
•
Menjadikan pameran museum zoologi menjadi wahana
bertaraf internasional.
•
Menjalin kerjasama secara nasional dan international
dalam biang penyelenggaraan pameran ilmiah terkini.
36
2.3 Tinjauan Khusus
2.3.1 Studi Kasus – Museum Zoologi Bogor
A. Sejarah
Museum Zoologi Bogor berdiri pada Agustus 1894 dengan nama
Museum Zoologicum Bogoriense atas jasa Dr. J.C. Koningsberger,
yang merupakan bagian dari ‘s Lands Plantentuin Atau Kebun Raya
Bogor. Pada awalnya didirikan berfungsi sebagai laboratorium
zoologi(Landbouw Zoologisch Museum) yang memberi wadah
penelitian yang berkaitan dengan pertanian dan zoologi. Dalam
perkembangannya sebagai sebuah museum zoologi yang merawat,
meneliti dan memamerkan benda zoologi, aktivitasnya diperluas
meliputi kegiatan inventarisasi jenis fauna nusantara.
B. Visi – Misi
VISI
• Menjadi pusat informasi Fauna Nusantara yang terkini dan
terpercaya
MISI
• Mengungkapkan kekayaan dan manfaat Fauna Nusantara
• Mencerdaskan bangsa melalui pengetahuan Zoologi
C. Lokasi/Data Geografis
Alamat : jalan Ir. Haji Juanda No.9 Bogor 1612
37
Gambar 2.4 Peta Kebun Raya Bogor
(Sumber: google.com)
D. Operasional
Jam operasional sebagai berikut :
Senin-Kamis 08.00-16.00
Jumat 08.00-11.30 13.00-16.00
Hari Libur 08.00-17.00
E. Fungsi Dan Tugas Pokok
a.
Tahun 1894
Museum Zoologicum Bogoriense(MBZ) saat itu berfungsi
meneliti berbagai aspek zoologi, terutama taksonomi yang
mengandalkan
koleksi
ilmiah
zoologi.
Namun
pada
perkembangannya, zoologi mencakup aspek lain seperti
ekologi dan fisiologi.
b.
Tahun 1987
MZB
menjadi
suatu
Balai
Penelitian
dan
Pengembangan(Balitbang Zoologi) yang menjadi bagian dari
bagian dari Pusat Penelitian Dan Pengembangan Biologi
(Puslitbang Biologi) dibawah naungan
Lembaga
Ilmu
Pengetahuan Indonesia(LIPI).
Pada masa initugas pokok bagi Balitbang Zoologi adalah
penelitia
dan
pengembangan,
peningkatan
kemampuan
masyarakat ilmiah, pelayanan jasa dan pemasyarakatan ilmu
pegetahuan dibidang zoologi.
c. Tahun 2014
Saaat ini MZB yang dikenal dengan Museum Zoologi
berfungsi sebagai museum/ruang pamer koleksi species baik
species asli yang di awetkan maupun berupa replika dengan
tujuan sebagai berikut :
•
Mengembangkan pameran yang ideal sesuai kemajuan
teknologi.
38
•
Menjadikan pameran museum sebagai sarana pendidikan
praktis untuk mempelajari keanekaragaman, perilku,
ekosistem dan daya guna fauna.
•
Menjadikan pameran museum zoologi menjadi wahana
bertaraf internasional.
•
Menjalin kerjasama secara nasional dan international
dalam biang penyelenggaraan pameran ilmiah terkini.
F. Struktur Organisasi
PUSLIT BIOLOGI
LIPPII
BID. ZOOLOGI
BID. BOTANI
BID.
MIKROBIOLOGI
BID. TATA
USAHA
MANAGER PMZB
UNIT EDUKASI
UNIT PREPARASI
&
KONSERVASI
(BENGKEL
TAXIDERMI)
UNIT
DOKUMENTASI
&
ADMINISTRASI
39
G. Fasilitas
a. Ruang pamer
Terdapat 7 klasifikasi besar benda koleksi baik replika
maupun dengan system pengawetan.
Tabel 2.2 Koleksi Museum Zoologi Berdasarkan Klasifikasi Tahun 2014
JENIS
N
KELOMPOK FAUNA
O
JENIS
YANG
YANG DI
TERDAPA
PAMERKA
T DI
N
INDONESI
A
1
2
Burung
211
1602
88
707
Mamalia
3
Reptile+amphibi
92
111
4
Ikan
55
5472
40
5
Moluska
6
Udang/Kepiting
7
243
5170
3
1200
262
151847
Serangga
b. Ruang serbaguna/Auditorium
Ruangan berkapasitas 50 orang ini memiliki fasilitas berupa
sebuah layar proyektor, lemari penyimpanan, dan beberapa
alat peraga untuk pendemonstrasian bagi pengunjung
khsusus yang memang sudah membuat janji temu untuk
seminar.
41
Biayaya seminar
Golongan umum & mahasiswa
: Rp 100.000,-
Golongan Sekolah Menengah
: Rp 75.000,-
Golongan sekolah Dasar
: Rp 50.000,-
c. Ruang Kesehatan
Ruang kesehatan ini berada dekat dengan pintu masuk,
difungsikan untuk tempat pertolongan pertama pada orang
yang jatuh sakit saat didalam museum, namun untuk tindak
lanjut pasien akan dibawa ke rumah sakit terdekat.
d. Laboratorium/Bengkel Taksidermi
Laboratorium pada Museum ini berupa bengkel Taksidermi.
Karena sebetulnya untuk penelitian sendiri ilmu pada bidang
biologi terpusat di Cibinong. Bengkel taksidermi ini
digunakan untuk membuat barang koleksi. Dengan teknik
taksidermi ini yaitu pelepasan kulit binatang untuk kemudian
di beri pengawet jenis borax lalu di tempelkan pada model
tiruan hewan itu sendiri.
e. Mushola
Museum ini memiliki 2 mushola. Mushola pertama untuk
para staff dan yang lainnya untuk pengunjung.
f. Toilet
Sama halnya dengan mushola, toiletpun dibedakan untuk
pengunjung dan pengelola.
g. Ruang Control
Ruang control berisi computer yang sudah terhubung dengan
kamera CCTV pada area display. Gunanya untuk memantau
segala kegiatan dan keadaan yang terjadi pada ruang pamer.
h. Ruang Souvenir
Menjual berbagai barang dan buku yang berhubungan
dengan Zoologi itu sendiri. Seperti buku Zoologi, sejarah,
miniature binatang danlain lain.
i. Kantin
Memfasilitasi pengunjung dnegan makanan dan minuman
serta sebagai tempat untuk beristirahat sejenak.
42
j. Back office
Dalam back office seperti yang telah di sebutkan
sebelumnya dalam struktur organisasi, terdapat ruang
manajer PMZB, pimpinan unit Edukasi, staff administrasi
dan staff ilmiah.
k. Post satpam
Terdapat diluar gedung museum itu sendiri. Dilengkapi
dengan sebuah meja dan dua buah bangku untuk atpam
berjaga terutama saat malam hari.
H. Tinjauan Elemen Interior
Table 2.3 Tinjauan Elemen Interior Museum Zoologi
No.
Elemen
Interior/Fasilitas
Foto
Analisa
Adanya denah lokasi pada
pintu masuk museum ini
sangat membantu
pengunjung dalam
mendapatkan informasi
1.
Denah Lokasi
arah dan tujuan yang akan
mereka lalui. Denah
museum ini sudah cukup
jelas, tidak hanya layout
area display namun
mencakup koleksi yang
ada.
43
2.
Lantai
Lantai yang digunakan
pada museum ini adalah
lantai tegel, sehingga
kesan dinginpun muncul
dan membantu
meningkatkan system
penghawaan dalam
ruangan.
3.
Dinsing
Finishing dinding
menggunakan cat.
Sedangkan warna cat
sendiri mengikuti konsep
dasar eksterior museum
yaitu biru dan hijau.
Namun warna biru dan
hijau yang digunakan
pada interior merupakan
warna soft sehingga tidak
mengganggu konsentrasi
pada display yang ada.
4.
Ceiling/Plafon
Ceiling yang digunakan
menggunakan bahan PVC.
Sehingga memudahkan
dalam hal maintenance.
Karena sifatnya ynag
tahan terhadap air dan anti
rayap.
5.
Area display
Keseluruhan display
sudah mengikuti standart
Area Birung
pameran seperti
mengusahakan tidak
adanya display yang
menyudut. Disetiap sudut
44
dibentuk seperti segi 6.
Pencahayaan pada area
dalam vitrin juga sudah
cukup terang namun
terbilang monoton. Dan
tidak didukung dengan
Area Mamalia
pencahayaan general
ruang pamer itu sendiri.
Area Hewan Air
Area Serangga
45
6.
Sign Age
Keterbatasan signage pada
museum ini menyulitkan
pengunjung dalam
meperoleh informasi.
Termasuk terlalu kecil dan
tidak ter-expose nya
signage pada masing
masing display.
I. Aktivitas/Kegiatan Dalam Museum
Selain adanya pameran benda koleksi museum, untuk pengunjung
rombongan/yang sudah membuat janji terlebih dahulu dapat
mendengarkan semirar tentang Museum Zoologi serta perihal koleksi
termasuk teknik pengawetan yang dilakukan yaitu Taksidermi.
J. Data Pengguna
•
Pengunjung umum
Untuk dapat masuk kemuseum pengunjungtidak dipungut
biaya, biaya sudah termsuk dalam tiket masuk ke kebun raya
bogor. Didalam pengunjung dapat menikmati segala koleksi
fauna yang dimiliki Museum Zoologi Bogor yang saat ini
berjumlah 954 koleksi dari berbagai wilayah di Indonesia.
Dibagian depanpun disediakan fasilits seperti kantin dan
mushola bagi yang membutuhkan. Dan sebuah took souvenir
yang menjual berbagai hal yang berhubungan dengan Zoologi
itu sendiri.
•
Pengunjung rombongan
Rombongan pengunjung yang dating ke museum ini akan di
sambut oleh unit edukasi setelah sebelumnya melakukan
pendaftaran. Kemudian pengunjung ini diarahkan ke ruang
Auditorium untuk diberikan seminar mengenai museum itu
46
sendiri, teknik pengawetan dan koleksi yang ada di museum.
Lalu kemudian diarahkan untuk berkeliling museum.
Biayaya kunjungan rombongan+seminar sebagai berikut :
•
Golongan umum & mahasiswa
: Rp 100.000,-
Golongan Sekolah Menengah
: Rp 75.000,-
Golongan sekolah Dasar
: Rp 50.000,-
Pengelola – Staff Administrasi
Staff administrasi mencakup sdtaff di bawahnya yaitu
dokumentasi dan edukasi. Mereka bertugas untuk melakukan
pencatatatn baik data pengunjung, kwantitas koleksi hingga
pengelolaan keuangan yang dihasilkan dari seminar dan toko
souvenir. Mereka bekerja diruangan yang terpisah dari ruang
pamer museum.
•
Pengelola – Staff Ilmiah
Staff ilmiah yang didalamnya mencakup unit preparasi dan
konservasi ini melakukan tugasnya di sebuah ruangan yang
disebut dengan bengkel taksidermi. Di ruangan tersebutlah para
unit preparasi ini membuat barang koleksi, mengawetkan dan
melakukan kegiatan perbaikan pada benda koleksi yang dinilai
berat baik kerusakannya maupun besarannya.
Setiap hari(Senin-Jumat) unit ini akan melakukan pengecekan
dan pembersihan berkala pada pagi hari sebelum museum ini
dibuka.
2.3.2 Studi Banding –Museum Serangga, TMII
A. Sejarah
Museum serangga adalah salah satu wahana untuk memperkenalkan
keanekaragaman dunia serangga sekaligus merangsang keinginan dan
kepedulian masyarakat terhadap perannya di alam. Museum ini
didirikan atas prakarsa pengurus Perhimpunan Kebun Binatang
Seluruh Indonesia (PKBSI) dan Museum Zoologicum Bogoriense
(MZB) dengan restu Ibu Tien Soeharto. bangunan museum
menempati areal seluas 5000 m2 berbentuk tubuh belalang yang
dirancang oleh arsitek bernama Ir. H. Rawoto Robbana dan
47
doresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 20 April 1993.
museum serangga memiliki sejumlah koleksi unik yang semuanya
berasal dari kepulauan Indonesia. diperkirakan sekitar 16% jumlah
jenis serangga yang ada di dunia atau sekitar 250.000 yang hidup di
Indonesia. Ada sekitar 600 jenis yang menjadi koleksi Museum
Serangga, terdiri atas kupu-kupu yang berjumlah sekitar 250 jenis,
kumbang sekitar 200 jenis, dan kelompok serangga lain sekitar 150
jenis. koleksi tersebut disimpan dalam diorama-diorama yang
dikelompokan ke dalam jenis serangga kedalam jenis serangga yang
terdapat di kepulauan Indonesia, seperti Pesona Kumbang Nusantara
yang dapat dilihat di depan pintu masuk, Peranan Serangga dalam
Ekosistem dan Pelestarian Kupu-kupu Bantimurung, serta Seranggaserangga di Pekarangan, dan kotak-kotak koleksi yang menampilkan
kelompok serangga lain. hampir semua koleksi museum berupa
serangga
mati
yang
sudah
diawetkan.
Museum ini sungguh menarik dan laayak untuk dikunjungi. dengan
berkunjung ke tempat ini, kita diajakuntuk mengenal lingkungan
dengan ekosistemnya. Salah satu kerja ekosistem tadi ternyata tidak
dapat dilepaskan dari peran serangga, seperti pada proses terjadinya
pembusukan. Di tempat ini terdapat banyak koleksi serangga yang
cukup unik, seperti Kumbang Badak terbesar nomor dua terbesar di
dunia, belalang daun yang tubuhnya sama dengan daun, kumbang
gitar, belalang ranting, dan juga Kupu-kupu tersimpan dalam kotakkotak berbingkai. Museum Serangga juga dilengkapi dengan
laboratorium yang digunakan sebagai sarana penangkaran dan
terbukan bagi mahasiswa dan pelajar yang ingin belajar bagaimana
mengoleksi, membuat awetan serangga, identifikasi serta memelihara
serangga hidup dan mati. selain itu, museum juga menyediakan
layanan untuk menambah pengetahuan mengenai berbagai hal yang
berhubungan dengan serangga, misalnya bimbingan umum tentang
serangga dan kehidupannya, pemutaran film tentang kehidupan
serangga
dan
penjelasan
di
ruang
audio-visual,
bimbingan
mengawetkan serangga dan penangkaran serangga (kupu, belalang
ranting dan belalang daun), yang dilengkapi dengan perpustakaan.
48
Selain koleksi serangga mati, museum ini juga mempunyai kleksi
serangga hidup yang dapat dilihat langsung oleh pengunjung, antara
lain : kumbang tanduk, kumbang air, lebah madu, belalang ranting,
belalang daun, kumbang badak dan lain-lain.
B. Visi – misi
VISI
Menjadi pusat informasi fauna nusantara yang terkini dan terpercaya.
MISI
•
Mengungkapkan kekayaan dan manfaat fauna nusantara
•
Meningkatkan kepeduliaan dan kecintaan generasi muda akan
fauna nusantara
•
Mencerdaskan bangsa melalui pengetahuan zoology
C. Lokasi/data geografis
Gambar 2.5 Arsitektur Museum Serangga
(Sumber: google.com)
Nama Instansi
: Museum Serangga dan Taman Kupu TMII
Alamat
: Taman Mini Indonesia Indah, Jl. Raya Taman
Mini
Telpon
Jakarta Timur 13560
: 021-8409472
D. Operasional
Buka setiap hari (Senin-Minggu)
Jam 09.00-16.00
49
50
E. Fungsi dan tugas pokok
a. Fungsi
• Pusat data informasi jenis2 serangga penting di
Indonesia sebagai penyajian citra kekayaan budaya
bangsa dan kekayaan alam Indonesia.
• Sarana pendidikan informasi bagi masyarakat
• Sarana penelitian
• Membangun
apresiasi
dan
rasa
bangga
bagi
masyarakat akan keaneka ragaman dan kekayaan
alam Indonesia yang perlu dilestarikan sehingga
merupakan
sarana
bagi
pembudayaan
jiwa
pelestarian alam.
• Sarana Atraksi serta hiburan bagi masyarakat dan
wisatawan.
b. Tugas
• Menjadikan Museum Serangga dan Taman Kupu
sebagai
pusat
data
koleksi
serangga,
menginfentarisasi dan mendata seluruh jenis koleksi
serangga Indonesia.
• Memberikan pengetahuan kepada masyarakat umum
pelajar, maupun mahasiswa tentang keberadaan
Museum Serangga dan Taman Kupu TMII.
• Memberikan sarana dan prasarana fasilitas belajar
maupun
penelitian
serangga
kepada
yang
berhubungan
masyarakat
siswa
dengan
maupun
mahasiswa. Menampilkan keberadaan seluruh jenis
koleksi serangga Indonesia yang disajikan dalam
suatu peragaan yang menarik dan unik untuk
membangkitkan apresiasi dan rasa bangga bagi
masyarakat akan keanekaragaman dan kekayaan
alam Indonesia.
51
• Menarik dan mendatangkan pengunjung sebanyakbanyaknya baik dalam negeri maupun luar negeri.
F. Struktur organisasi
Gambar 2.6 Bagan Struktur Organisasi Museum Serangga
G. Fasilitas
• Museum serangga (ruang pamer)
Seluruh koleksi yang ada di DS ini berasal dari kepulauan
Indonesia. Diperkirakan sekitar 16% jumlah jenis serangga di
dunia ada di Indonesia. Keanekaragaman serangga Indonesia
sangat tinggi karena negara Indonesia merupakan negara
kepulaan yang dilalui oleh garis katulistiwa yang ada di
dalamnya dapat beradaptasi dengan baik. Disamping itu
setiap pulau yang termasuk ke dalam wilayah Indonesia
mempunyai ciri khas flora dan faunanya yang berbeda-beda.
6 Dunia Serangga mempunyai sekitar 600 jenis, terdiri dari
kupukupu (sekitar 250 jenis), kumbang (sekitar 200 jenis) dan
kelompok serangga lain (sekitar 150 jenis). Diorama-diorama
yang dapat dilihat di DS antara lain: Pesona Kumabang
Nusantara, Peranan Serangga Tanah dalam Ekosistem dan
Pelestarian Ekosistem, Peta Serangga Indonesia, Seranggaserangga perombak, Peta kupukupu Indonesia, Kupu-kupu
Bantimurung, Serangga-serangga di pekarangan dan masih
banyak lagi koleksi serangga lainnya.
52
• Taman kupu-kupu (mini zoo)
Bangunan Taman Kupu seluas lebih kurang 500 m terletak di
samping gedung Dunia Serangga. Ada sekitar 20 jenis
tanaman berbunga yang sering dikunjungi kupu-kupu. Di sini
pengunjung dapat melihat seraca langsung kupu-kupu dari
berbagai jenis terbang dan menghisap nektar bunga-bunga
yang ada di dalam taman kupu.
• Laboratorium serangga
Laboratorium
digunakan
sebagai
sarana
penangkaran
(pemeliharaan serangga hidup dari tahapan telur samapai
dewasa). Selain itu terbuka juga untuk Mahasiswa atau
pelajar yang ingin melakukan penelitian dan belajar tentang
bagaimana
mengkoleksi,
membuat
awetan
serangga,
identifikasi serta memelihara serangga hidup dan mati.
• Ruang audiovisual
Ruang audiovisual ini digunakan untuk pemutaran film juga
penjelasan mengenai serangga bagi pengunjung yang ingin
tahu lebih dalam mengenai serangga. Tentu saja dengan
pendaftaran terlebih dahulu.
• Perpustakaan
Perpustakaan ini bertujuan menunjang kebutuhan akan
informasi bagi pengunjung maupun peneliti yang dating ke
Museum Serangga ini.
• Toko souvenir
Menjual berbagai souvenir dengan ciri khas serangga ini.
Dapat berupa miniature serangga yang kemudian dijadikan
hiasan, sampai benda benda yang terbuat dari hasil olahan
segala sesuatu yang dihasilkan serangga.
• Kafetaria
Kafetaria dapat juga dikatakan sebagai tempat istirahat
sejenak. Dengan banyaknya kursi dan meja juga pelayanan
makanan yang begitu beragam.
53
H. Tinjauan elemen interior
Table 2.4 Tinjauan Elemen Interior Museum Serangga
No.
1.
Elemen
Interior/Fasilitas
Foyer
Foto
Analisa
Pada bagian
depan terdapat
foyer yang berisi
display serangga
serangga yang
disusun
sedemikian rupa
membentuk
sebuah alur. Juga
monument
peresmian
museum ini.
Tidak terdapatnya
peta museum
mungkin sempat
membingungkan,
namun ternyata
museum ini
hanya memiliki
satu alur saja.
2.
Lantai
Lantai yang
digunakan pada
museum ini
adalah lantai
keramik dengan
finishing glossy.
54
Lantai bernuansa
abu-abu ini
meredamkan
suasana yang
sudah meriah
oleh warna warna
lain di dalamnya.
Juga mendukung
pencahayaan bagi
display itu sendiri
3.
Dinding
Dinding pada
ruangan ini
sendiri bernuansa
hijau biru.
Namun
banyaknya
bukaan celah
pada dinding
yang
berhubungan
langsung dengan
cahaya alami luar
bnagunan
mendukung
pencahayaan
alami. Juga
diletakkannya
akrilik ungu
membuat efek
tersendiri pada
pencahayaan,
dapat dilihat pada
bias didinding.
55
4.
Ceiling/Plafon
Ceiling sendiri
menggunakan
papan grc yang
disusun
sedemikian rupa
membentuk suatu
pola persegi.
Pencahayaan
yang tidak
langsung
menyorot
kebawah sangat
mendukung
pencahaayn pada
vitrin display
sehingga tidak
saling
bertabrakan.
5.
Area display
Pencahayaan
pada display
sangat baik,
Koleksi yang sudah diawetkan
walaupun
monoton tapi
terkesan rapih
dan mampu
menunjang fungsi
informasi koleksi.
Sedangkan untuk
display serangga
hidup terkesan
Koleksi hidup
kumuh dan
kurang terawatt.
Cara displaypun
56
tidak menarik
sehingga jarang
pengunjung yang
melihat lebih
jelas kondisi
serangga tersebut.
6.
Mini Zoo/
Ketersediaan mini
taman kupu-
zoo atau taman
kupu
kupu-kupu ini
sangat menarik.
Taman ini
menjadi daya
Tarik tersendiri
bagi wisatawan
asing. Namun
saying, jarring
yang digunakan
untuk membatasi
langit agar
binatang tidak
lepas kurang
terawatt sehingga
bolong-bolong
dan
memungkinkan
keluarnya
serangga dari
celah tersebut.
57
7.
Laboratorium
Laboratorium
yang dapat
digunakan umum
ini menyimpan
banyak sekali
jenis serangga.
Serta memiliki
perlengkapan
memadai untuk
penelitian
terutama
mahasiswa yang
membutuhkan
praktek penelitian
serangga.
I. Aktivitas/kegiatan dalam museum
Selain pameran koleksi dan pemutaran film, seperti yang telah
disebutkan sebelumnya, bahwa laboratorium pada museum ini dapat
digunakan oleh khalayak umum yang ingin meneliti tentang
serangga?fauna yang ada tentu saja dengan izin dari pengelola.
J. Data pengguna
• Staff
Tata Usaha
· Mengatur jalannya administrasi kantor
· Mencatat surat masuk atau surat keluar kedalam buku
agenda dan Memasukkan surat ke dalam almari arsip
Kasir
· Pembukuan administrasi keuangan dan Administrasi
briefing (cad)
· Pelayanan perpustakaan
· Kasir
58
Kebersihan
· Menjaga kebersihan lingkungan Museum Seranga
• Pengunjung Umum
Melihat lihat area pamer serta dapat berinteraksi langsung
dengan serangga hidup di taman serangga.
• Pengunjung Rombongan
Mendapatkan fasilitas pemutaran film di Ruang Audiovisual
dan mendapatkan seminar langsung mengenai serangga
serangga tersebut. Selanjutnya dapat mengunjungi area pamer
untuk melihat koleksi yang ada sambal dipandu oleh pemandu
yang seblumnya telah ditunjuk.
2.3.3 Strudi Literatur – National Museum Of Science And Nature,
Tokyo
A. Sejarah
Didirikan pada tahun 1877, Museum Nasional Sains dan Alam
menawarkan salah satu penyedia sumber sejarah terbanyak dari
setiap museum di Jepang.
Museeum ini adalah satu satunya museum sains Jepang yang
komprehensif, dan merupakan pusat lembaga penelitian dalam
sejarah alam dan sejarah ilmu pengetahuan dan teknologi. Museum
ini juga sebagai menyimpan koleksi berharga lebih dari 4 juta
spesimen.
Memanfaatkan koleksi dan hasil penelitian, Museum menyajikan
banyak pameran. Pada tahun 2013, museum ini sudah dapat
menyambut lebih dari 2,3 juta pengunjung di Ueno Kabupaten,
Tsukuba Botanical Garden dan Institut
Ilmu Pengetahuan Alam
59
B. Visi – misi
a. Misi Museum National of Science and Nature, Tokyo
Misi Museum National of Science and Nature adalah untuk
meningkatkan keingintahuan publik terhadap apresiasi bumi,
kehidupan,
ilmu
pengetahuan
dan
teknologi,
serta
mendorong orang untuk berpikir tentang bagaimana
manusia, alam, dan ilmu pengetahuan dan teknologi harus
terhubung satu sama lain dengan baik. Museum ini
memenuhi misi ini dalam dua cara. Pertama, dengan
menjelaskan
sejarah
kehidupan
dan
sejarah
ilmu
pengetahuan dan teknologi melalui Penelitian pembuktian,
menggunakan spesimen dan sumber daya lainnya. Kedua,
dengan mengumpulkan dengan system tersendiri dalam
mengatur koleksi spesimen, untuk mendukung semua
perilaku penelitian ilmiah. Koleksi ini adalah warisan yang
tak ternilai, yang disediakan untuk kepentingan orang di
mana-mana dan sebagai warisan untuk generasi mendatang.
Manfaat dari intelektual dan fisik sumber daya yang
diperoleh melalui program penelitian ini dan koleksi
spesimen ini dikembalikan kepada publik karena hanya
Museum yang dapat meningkatkan literasi dan mendukung
pendidikan.
b. Tujuan
• Menjadi sebuah museum yang menawarkan salah satu
penelitian terbaik di dunia dan koleksi di studi
sejarah alam dan sejarah ilmu pengetahuan dan
teknologi dari Jepang dan daerah sekitarnya
• Sebuah museum yang memunculkan penemuan,
kejutan
dan
kegembiraan
pengetahuan
keingintahuan,
dan
kehausan
membangkitkan
masyarakat
akan
60
• Sebuah museum proaktif yang bekerja keras untuk
menyebarkan pengetahuan ilmiah dan
informasi
tentang museum pada umumnya
• Sebuah museum yang memiliki akar yang kuat di
masyarakat,
didukung
oleh
masyarakat
yang
dilayaninya dan menanggapi kebutuhan masyarakat.
C. Lokasi/Data Geografis
Gambar 2.7 National Museum of Science And Nature, Tokyo
Alamat
: 7-2 Ueno Park, Taito-ku
Tokyo, 110-8718
No. tlp
: 03-5777-8600
Web
: http://www.kahaku.go.jp/english/
D. Operasional
Buka pada pukul 09.00 – 17.00
Senin – Sabtu(hari libur tetap buka*)
Full Maintenance dilakukan pada 23 juni – 27 juni sehingga museum
ditutup
*jika hari libur nasional jatuh pada hari minggu, hari selasa minggu
depannya akan ditutup
61
62
E. Fungsi Dan Tugas Pokok
• Research
Museum ini melakukan survei dan penelitian sejarah dan
keadaan sekarang tentang bumi dan biosfer, serta sejarah ilmu
pengetahuan dan teknologi.
• Collecting
Museum ini mengumpulkan spesimen dan bahan lain yang
relevan dengan ilmu alam dan mempertahankan mereka untuk
generasi mendatang sebagai bagian dari warisan ilmu dan
budaya.
• Exhibition and Education
Museum ini menempatkan hasil penelitian dan koleksi untuk
bekerja
menciptakan
kesempatan
bagi
orang
untuk
memikirkan dan mengembangkan minat di alam, ilmu
pengetahuan dan teknologi.
F. Struktur organisasi
Struktur Museum-penelitian yang berkaitan, seperti yang ditunjukkan
pada bagan organisasi di bawah ini, terdiri dari lima Departemen
Penelitian (Departemen Zoologi, Botani, Geologi dan Paleontologi,
Antropologi dan Sains dan Teknik); dua kebun (Tsukuba Botanical
Garden dan Institut Ilmu Pengetahuan Alam); tiga pusat informasi
(Collection Center, Pusat Molekuler Penelitian Keanekaragaman
Hayati dan Pusat Sejarah Jepang Teknologi Industri); dan Showa
Memorial Institute.
63
Gambar 2.8 Struktur Organisasi National Museum Of Science And Nature, Tokyo
G. Fasilitas
Selain ruang pamer, museum ini juga dilengkapi ruang serbaguna
yang ditujukan untuk pameran temporer juga auditorium. Museum
ini juga dilengkapi dengan fasilitas untuk penyandang disabilitas dan
lansia. Seperti rem, toilet khusus, lift dan lain lain.
64
H. Tinjauan Elemen Interior
Table 2.5 Tinjauan Elemen Interior National Museum Of Science
And Nature, Tokyo
Elemen
No.
Interior/
Foto
Analisa
Fasilitas
1.
Lantai
Lantai yang digunakan
adalah lantai keramik
dengan motif kayu.
Sehingga ambience hangat
dan dramatis didapatkan
tanpa harus khawatir
dengan maintenance yang
sulit sebagai kelemahan
dari parket, serta
mendapatkan efek dingin
dari keramik itu sendiri.
Efek glossy yang dipilih
juga menambah kesan
glamor pada ruangan.
2.
Ceiling/
Ceiling pada ruang pamer
Plafon
diberi finishing cat putih
untuk memberikan kesan
simple mengingat sudah
banyaknya elemen elemen
lain baik warna dan
material pada bagian
bawah.
3.
Dinding
Hamper semua dinding
tertutup dengan display
65
yang ada. Jika tidak,
finishing pada dinding
akan menyesuaikan
kebutuhan benda koleksi.
Ada yang memakai akrilik
warna, cermin dan lain
sebagainya.
4.
Display
Semua display yang ada
mengikuti konsep dari
benda koleksi itu sendiri.
Beberapa benda
memerlukan penglihatan
dari segala sisi sehingga
dipajang di tengah ruangan
dengan vitrin kaca.
Disisi lain terdapat display
sederhana dengan
menjejerkan barang koleksi
namun tetap menarik
dengan pemilihat
background yang gelap dan
simple menonjolkan benda
koleksi itu sendiri.
Berbeda dengan sisi lain
museum yang
menampilkan koleksi
kupu-kupu yang kita tahu
memiliki kesan lucu dan
indah. deisplay didesain
sedemikian agar memberi
kesan ringan dan lightly
agar menonjolkan kesan
indah dan lebih feminin.
66
5.
Lighting/
Pencahayaan generan
Pencahayaa
terdapat di tengah ruangan.
n
Dengan penggunaan akrilik
sebagai pembias cahaya
agar cahaya idak terlalu
menuju ke satu titik.
Namun untuk masingmasing benda yang
dipamekarkan digunakan
spot light dengan derajat
dan pertimbangan
tersendiri setiap bendanya
sesau efek yang ingin
ditimbulkan.
Seperti pada rangka
dinosaurus, kesan dramatis
yang ingin ditimbulkan
dicapai dengan warm light
dari atas dan bawah.
Sedangkan untuk benda
yang lebih kecil namun
dengan penataan yang
sederhana tetap digunakan
lambu spot light LED mini
untuk menerangi masingmasing benda.
67
I. Aktivitas/kegiatan dalam museum
Selain pameran regular yang ada, seringkali museum ini juga
mengadakan pameran temporer
Gambar 2.9 Special Exhibition “Prehistoric Mamals”
(sumber: http://a-fragi.blogspot.com/2014/07/i-participated-inpreview-of.html)
68
Download