HUBUNGAN PROGRAM ACARA TEMBANG PANTURA DI RADAR

advertisement
HUBUNGAN PROGRAM ACARA TEMBANG PANTURA DI RADAR CIREBON
TELEVISI DENGAN APRESIASI MAHASISWA PADA MUSIK TARLING
Welly Wihayati
Program Studi Ilmu Komunisi FISIP Unswagati Cirebon
Jl. Terusan Pemuda No. 1.A Cirebon, Telp (0231) 488926
ABSTRAK
Perkembangan televisi lokal dewasa ini mengalami kemajuan yang cukup pesat. Beragam
acara dikemas oleh stasiun televisi yang ada, baik televisi nasional maupun lokal yang
berkedudukan di daerah, termasuk program-program yang berbasis lokal seperti mengenai
seni dan budaya setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hubungan
antara program acara Tembang Pantura di Radar Cirebon Televisi (RCTV) dengan adanya
peningkatan apresiasi mahasiswa pada musik tarling. Metode yang digunakan adalah
pendekatan kuantitatif dengan analisis statistik korelasi Rank Spearman. Responden dalam
penelitian ini, yaitu mahasiswa Ilmu Komunikasi pada Universitas Swadaya Gunung Jati
Cirebon yang pernah menonton acara tersebut. Sedangkan untuk teknik pengambilan sampel
dilakukan melalui random proporsional berlapis (stratified proportionate random sampling).
Hasil penelitian yang ecara umum, mayoritas mahasiswa memberikan penilaian yang cukup
baik terhadap musik tarling dengan melalui proses belajar dari program yang disajikan oleh
stasiun televisi swasta lokal yang mengemas acara Tembang Pantura tersebut. Di antaranya
meliputi tahapan perhatian, mengingat, motivasi, dan reproduksi gerak/tindakan (Teori
Pembelajaran Sosial). Program acara Tembang Pantura di RCTV memiliki korelasi yang erat
dengan apresiasi mahasiswa pada musik tarling, dengan koefisien korelasi (rs) sebesar 0,838.
Dengan demikian, hubungan di antara keduanya dinyatakan positif dan signifikan.
Kata Kunci: Program Acara, Televisi Lokal, Apresiasi Mahasiswa, Teori Pembelajaran
Sosial
Abstract
The development of local television today progressing quite rapidly. Various events are
packed by existing television stations, both national and local television, located in the area,
including programs such as the locally based on local art and culture. This study aims to
determine the extent of the relationship between song Pantura program in Cirebon Radar
Television (RCTV) with an increase of students in music appreciation Tarling. The method
used is quantitative approach to statistical analysis Spearman Rank correlation. Respondents
in this study, the students of Communication Studies at the University of Governmental
Gunung Jati Cirebon who never watched the show. As for the technique is done through
random sampling proportional layered (stratified proportionate random sampling). The results
obtained in general, the majority of students give a fairly good assessment of the music
Tarling through the learning process of the program presented by local private television
stations that resemble the Pantura song event. Among which includes the stages of attention,
memory, motivation, and reproduction of social learning theory. Song Pantura program on
RCTV has a close correlation with the students in music appreciation Tarling, with a
correlation coefficient (rs) of 0.838. Thus, the relationship between the two tested positive
and significant.
Keyword: Events Program, Local TV, Student Appreciation, Social Learning Theory
iklan. Loyalitas tersebut akan sangat
PENDAHULUAN
Kehadiran televisi sebagai salah
satu
jenis
media
massa
mengalami
perkembangan yang pesat. Era otonomi
daerah mendorong lahirnya keberadaan
televisi
lokal
di
daerah.
Dengan
disahkannya Undang-Undang Penyiaran
No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran oleh
pemerintah
dan
DPR,
membuat
keberadaan televisi lokal pun semakin
mantap. Peraturan dalam undang-undang
ini dapat memberikan perlindungan secara
hukum bagi eksistensi TV swasta lokal
yang banyak bermunculan, namun tetap
mensyaratkan adanya wilayah jangkauan
siaran yang terbatas pada lokasi televisi
tersebut.
Penyiaran
sendiri
ini didefinisikan secara khusus sebagai
kegiatan pemancarluasan siaran melalui
pemancaran,
lainnya
untuk
dan
dapat
atau
media
diterima
secara
serentak dan bersamaan oleh masyarakat
dengan
perangkat
penerima
siaran
yang
diminati
oleh
masyarakat dari industri televisi adalah
program acara. Salah satu kunci sukses
dari
program
acara
menciptakan
terletak
pada
programming-nya. Perlu diingat bahwa
program acara pada setiap stasiun televisi
tidak akan dapat hidup ataupun bertahan
lama tanpa adanya loyalitas pemirsa dan
terjadinya
suatu
kompetisi/persaingan antar-program acara
televisi yang cukup ketat guna meraih
target audiens yang diinginkan. Selain itu,
sukses tidaknya suatu program tidak saja
semata-mata diakibatkan oleh intensitas
acara
yang
ditayangkan
yang
menyebabkan audiens akan menyukainya,
melainkan juga terdapatnya sebuah unsur
strategi
kreatif
membangun
program
dalam
dan
acara
usaha
untuk
memperkenalkan
tersebut
(Wirodono,
2005:27).
Mengingat fungsi media massa
sebagai salah satu saluran budaya atau
informasi, maka sudah sewajarnya apabila
pesan atau informasi yang disampaikan
kepada masyarakat tidak dimanipulasi
untuk
kepentingan
tidaknya
informasi
tertentu.
itu
Setidak-
menekankan
kualitas budaya. Sumber daya yang perlu
dan
(Djamal&Fachruddin, 2011:46).
Hal
dari pemasang iklan, sehingga dapat
menurut
Ketentuan Umum dalam undang-undang
sarana
berpengaruh terhadap jumlah pendapatan
paling
masyarakat
penting
untuk
menuju
informasi
adalah
kualitas
manusianya. Indikator kualitas di sini
adalah tingginya tingkat pendidikan, status
sosial dalam lingkungan, serta tingkat
ekonomi yang memadai. Industri teknologi
komunikasi
semakin
pesat
di
dalam
perkembangannya, untuk itu perlunya
mempersiapkan
diri
sebagai
pelaku
industri media dan khalayak manusianya
(audience)
dengan
seperangkat
menjadi suatu identitas yang memiliki ciri
pengetahuan yang benar-benar kualitatif.
khas tersendiri yang membedakan satu
Hal ini dapat ditempuh dengan cara
daerah
penyebaran
informasi
merupakan
mendirikan
sarana
yang
merata,
komunikasi
dan
dengan
daerah
suatu
lainnya,
kekayaan
dan
dari
keberagaman budaya yang ada dalam
informasi di daerah-daerah, menyesuaikan
masyarakat
bangsa
sistem pendidikan dengan perkembangan
Keberadaan
televisi
zaman
memiliki andil di dalam pelestarian akan
yang
katup
terjadi,
pengaman
mempersiapkan
untuk
mencegah
suatu
lokal
negara.
seharusnya
seni maupun budaya yang ada tersebut,
terjadinya kejutan budaya serta konflik
karena
budaya (Kuswandi, 2008:10).
segala sesuatu yang dimiliki daerah atau
Pesatnya perkembangan teknologi
melalui media
komunitas
tertentu
komunikasi-lah
akan
dapat
komunikasi massa dalam bentuk media
diinformasikan
massa khususnya televisi telah membuat
(diwariskan) kepada generasi selanjutnya
dunia semakin kecil. Trend perubahan
maupun juga pihak luar, sehingga dapat
gaya
hanya
ditumbuh-kembangkan adanya apresiasi
membawa pengaruh globalisasi, melainkan
atas seni budaya yang ada di dalam diri
juga
anggota komunitas itu sendiri sebagai
hidup
masyarakat
polarisasi-polarisasi
tidak
baru
yang
mendorong dilakukannya restrukturisasi
dan refungsionalisasi berbagai bidang
kehidupan.
Kemajuan
komunikasi
telah
dan
diteruskan
suatu identitas daerah.
Kaum muda termasuk mahasiswa
teknologi
sebagai generasi penerus dituntut untuk
memungkinkan
dapat melestarikan budaya dan kesenian
terjadinya globalisasi informasi. Melihat
lokal yang ada. Oleh sebab itu, mereka
fungsi media televisi yang begitu luas,
perlu mengapresiasi kesenian daerahnya
maka secara otomatis akan memberikan
sendiri agar kesenian daerah tersebut tidak
kesadaran
tergusur oleh budaya dan kesenian modern
muatan
bahwa
pesan
seharusnya muatandapat
yang selalu dianggap lebih maju dan
mendukung keinginan seluruh masyarakat
modern. Untuk mewujudkan apresiasi
yang
sendi
kepada kesenian daerah di kalangan kaum
kehidupan sosial, baik secara politik,
muda ini dapat dilakukan melalui berbagai
ekonomi, dan budaya termasuk seni.
cara dan media. Salah satu media yang
terlibat
televisi
dalam
harus
berbagai
Seni adalah salah satu unsur
dianggap ampuh untuk mewujudkan hal
perekat yang ada dalam komunitas tertentu
itu adalah program acara kesenian daerah
sebagai produk budaya. Seni juga dapat
di televisi lokal, karena televisi lokal
memiliki berbagai keunggulan seperti yang
mengetahui
telah diuraikan di atas. Melalui acara
Tembang
kesenian daerah di televisi lokal tersebut,
Televisi dengan apresiasi mahasiswa pada
mahasiswa
musik tarling.
diharapkan
dapat
belajar
mengapresiasi kesenian daerahnya.
hubungan
Pantura
program
di
Radar
acara
Cirebon
Kerangka Pemikiran
Perkembangan dari media televisi
Masalah-masalah yang dihadapi
di tingkat lokal ini setidaknya diharapkan
oleh peneliti memerlukan suatu penjelasan
akan memiliki andil dalam memberikan
yang disusun dalam kerangka teoretis
kontribusi bagi pembangunan daerah itu
tertentu.
sendiri, termasuk salah satunya dalam
berhubungan
bidang seni-budaya yang ada. Peneliti
penelitian membentuk beberapa proposisi.
tertarik
Hubungan-hubungan
untuk
meneliti
keberadaan
Konsep-konsep
dengan
yang
permasalahan
yang
terbentuk
program acara musik tarling sebagai musik
disusun dalam suatu kerangka dasar,
daerah Cirebon yang ditampilkan melalui
sehingga
stasiun televisi lokal, kemudian bagaimana
secara teoretis terhadap masalah yang
hal tersebut direspons, ditanggapi dan
diteliti.
diapresiasi oleh kalangan muda khususnya
dalam kerangka dasar penelitian itu adalah
mahasiswa, di tengah ketatnya persaingan
konsep-konsep
musik
maupun
hipotesis-hipotesis yang telah dirumuskan
mancanegara yang mewarnai kehidupan
sebelumnya. Karena itu, kerangka dasar
kaum muda kita. Adanya respon positif
tersebut disebut juga kerangka hipotesis.
dari
akan
Dengan dirumuskannya secara operasional
kalangan
konsep-konsep dalam kerangka hipotesis
mahasiswa pada kesenian daerah, dalam
itu, maka diperoleh kejelasan tentang data
hal ini yaitu musik tarling. Oleh sebab itu,
apa
Tujuan dari penelitian ini, sesuai dengan
membuktikan hipotesis penelitian (Gulo,
identifikasi masalah di atas, yaitu sebagai
2010:27-28).
populer
mahasiswa
menimbulkan
domestik
diharapkan
apresiasi
di
kita
memperoleh
Konsep-konsep
yang
yang
akan
penjelasan
yang
tercakup
dikumpulkan
disusun
dalam
untuk
Televisi memiliki jaringan luas
berikut : 1). Untuk mengetahui keberadaan
program acara Tembang Pantura di Radar
yang
Cirebon
menurut
penonton baik nasional, regional, maupun
persepsi mahasiswa, 2). Untuk mengetahui
lokal. Televisi tersebut mempunyai stasiun
apresiasi mahasiswa kepada program acara
nasional yang isi program siarannya
Tembang Pantura yang ditayangkan oleh
bermuatan nasional dan dapat diterima
Radar Cirebon Televisi (RCTV). 3). Untuk
masyarakat secara nasional. Sedangkan
Televisi
(RCTV)
dapat
memenuhi
pendekatan
televisi lokal atau televisi daerah - yang
tahunan (yearly program), merencanakan
berkedudukan
lebih
program pekanan atau mingguan (weekly
menekankan pada program-program lokal.
program), dan menentukan program harian
di
daerah
-
Menurut Soenarto (2007:91), ada
(daily program).
Dalam
lima aspek yang perlu diperhatikan dalam
penelitian
ini,
respon
program siaran televisi, yaitu:
pemirsa berupa apresiasi terhadap materi
a.
program acara televisi tersebut akan
Pola siaran
Sebelum menyusun acara siaran, terlebih
dianalisis dengan menggunakan Teori
dahulu harus menyiapkan pola siaran. Pola
Belajar Sosial yang dikemukakan oleh
siaran dapat digambarkan sebagai model
Albert
yang
berbagai
Ardianto&Erdinaya, 2005:62). Teori ini
pertimbangan produksi siaran agar mampu
dipakai karena melalui tayangan program
diterima oleh khalayaknya.
musik tarling Tembang Pantura di RCTV,
b.
mahasiswa
dirancang
dengan
Arahan pola siaran
Untuk memolakan suatu acara siaran,
Bandura
dapat
(dalam
belajar
untuk
mengapresiasi kesenian daerahnya.
dibutuhkan wawasan arahan penyiaran
Menurut Bandura & Walters
program. Dari arahan itu, diharapkan akan
(1963), tahapan-tahapan Teori Belajar
kian memperkuat posisi perusahaan atau
Sosial, yaitu sebagai berikut :
instansi pertelevisian yang bersangkutan.
1.
c.
Perhatian adalah pembelajaran sosial yang
Perubahan pola acara
Attention Process (Perhatian)
Pola acara siaran dapat diubah sesuai
dilakukan
keadaan. Meskipun demikian, sebaiknya
Tahap ini menekankan bahwa hanya
perubahan tidak sering dilakukan, karena
dengan
perubahan acara yang sering dilakukan
pembelajaran dapat dipelajari.
dapat mengurangi simpati penonton.
2.
d.
Mengingat adalah pembelajaran sosial
Bahan program
melalui
perhatian
memperhatikan
individu.
orang
lain,
Retentional Process (Mengingat)
Kreativitas penyusun dan penata program
yang dilakukan melalui ingatan/merekam
dalam menyiapkan bahan program sangat
obyek. Kemampuan untuk menyimpan
diperlukan agar program bersangkutan jadi
informasi juga merupakan bagian penting
menarik dan enak ditonton.
dari proses belajar.
e.
3.
Sistem penempatan program siaran
Motivational Process (Motivasi)
dengan
sistem
Timbulnya motivasi atas adanya ganjaran
siaran,
masing-
terhadap proses yang dilakukan. Motivasi
masing adalah merencanakan program
juga penting karena motivasi adalah
Yang
dimaksudkan
penempatan
program
penggerak individu untuk terus melakukan
menganalisis
sesuatu.
berhubungan
4.
Motor Reproduction (Reproduksi
faktor-faktor
dengan
yang
pokok-pokok
permasalahan, sehingga akan didapat suatu
kebenaran atau data yang diinginkan.
Gerak)
yang
Metode yang digunakan dalam penelitian
aktivitas.
ini adalah kuantitatif, yaitu penelitian yang
mempelajari
kemudian diolah dan dianalisis untuk
sesuatu tingkah laku, kemudian dapat
diambil kesimpulan. Artinya, penelitian
menunjukkan
atau
yang dilakukan adalah penelitian yang
menghasilkan apa yang disimpan dalam
menekankan analisisnya pada tanggapan
bentuk tingkah laku.
mahasiswa dan program acara musik
Merupakan
dilakukan
Setelah
pembelajaran
melalui
sosial
tindakan/
mengetahui
atau
kemampuannya
Teori Belajar Sosial menjelaskan
tarling.
bahwa pemirsa meniru apa yang mereka
Metode yang digunakan dalam
lihat di televisi, melalui suatu proses
penelitian ini adalah metode dengan
observational learning in (pembelajaran
analisis
hasil pengamatan). Teori ini dilakukan
penelitian yang kemudian diolah dan
atau didapat melalui pengamatan media.
dianalisis
Respons atau tindakan individu muncul
Artinya, penelitian yang dilakukan adalah
setelah melakukan pengamatan terhadap
penelitian yang menekankan analisisnya
pesan yang disampaikan
pada apresiasi mahasiswa dan program
media, baik
secara langsung maupun tidak langsung.
acara
Teori
menurut
tersebut
mengalahkan
teori
pendekatan
untuk
musik.
kuantitatif,
diambil
kesimpulan.
Pengertian
Sugiyono
yaitu
kuantitatif
(2007:13),
adalah
sebelumnya, yakni teori tradisional yang
metode penelitian yang berlandaskan pada
menyatakan respon individu/masyarakat
filsafat
akan terjadi apabila dilakukan secara
meneliti
berulang pada aktivitas tertentu, hingga
tertentu. Teknik pengambilan sampel pada
mengakibatkan respon tertentu.
umumnya
Metode Penelitian
pengumpulan
Metode penelitian adalah teknik
atau
cara
mencari,
memperoleh,
positivisme,
pada
data primer maupun data sekunder yang
ditetapkan.
menyusun
karya
dilakukan
atau
secara
data
sampel
random,
menggunakan
kuantitatif atau statistik dengan tujuan
untuk
digunakan
populasi
untuk
instrumen penelitian, analisis data bersifat
mengumpulkan dan mencatat data, baik
dapat
digunakan
menguji
hipotesis
yang
telah
untuk
keperluan
Penelitian yang dilakukan dengan
ilmiah.
Kemudian
metode kuantitatif ini merupakan suatu
bentuk penelitian yang berdasarkan data
tersebut nantinya akan dihitung secara
yang
statistik.
dikumpulkan
selama
penelitian
secara sistematis, mengenai fakta-fakta
Cara pengambilan sampel yang
dan sifat-sifat dari obyek yang diteliti
dilakukan di sini adalah dengan random
dengan menggabungkan hubungan antar-
proporsional
variabel
dalamnya,
propotionate random sampling). Kalau
kemudian diinterpretasikan berdasarkan
besarnya populasi adalah N, dan besarnya
teori-teori
yang
sampel yang ditarik dari populasi tersebut
dan
adalah n, berarti proporsinya adalah n/N.
program acara. Metode ini bertujuan untuk
Dari setiap strata ditarik sebanyak n/N dari
memberikan gambaran yang cukup jelas
jumlah anggota sebagai anggota sampel.
atas
Dalam hal ini, terdapat 3 strata dari N,
yang
terlibat
dan
berhubungan
literatur-literatur
dengan
masalah
di
yang
tanggapan
diteliti.
Dalam
penelitian ini, penulis memperoleh data
berlapis
(stratified
masing-masing N1, N2, dan N3:
dengan menggunakan kuesioner tertutup
yang kemudian diberi skor, dimana data
Strata
Jumlah
Anggota
Banyaknya Sampel
I
N1
Jumlah
n/N x N1
II
n/N(N1+N2+N3)=n/NxN
N2
n/N x N2
III
N3
n/N x N3
Menurut Umar (2003:201), teknik
Total mahasiswa Program Studi
sampling berguna agar mereduksi anggota
Ilmu Komunikasi FISIP Unswagati tingkat
populasi menjadi anggota sampel yang
I sampai dengan tingkat IV adalah
mewakili
(representative),
sebanyak 328 orang. Dari 328 orang
sehingga kesimpulan terhadap populasi
tersebut terdapat 108 orang mahasiswa
dapat dipertanggungjawabkan. Kemudian
yang setidak-tidaknya pernah satu kali
di samping itu, juga lebih teliti menghitung
melihat acara Tembang Pantura di RCTV,
yang sedikit daripada yang banyak serta
dengan perincian sebagai berikut :
populasinya
menghemat waktu, tenaga dan biaya.
Tabel 1.1.
Jumlah Mahasiswa Program Studi Ilmu
Komunikasi yang Setidak-tidaknya
Pernah Satu Kali Melihat Acara
Tembang Pantura di RCTV
No.
Tingkat/
Jumlah Seluruh
Angkatan
Mahasiswa
Populasi dalam penelitian ini
bukan
seluruh
mahasiswa,
1
I / 2013
114
96
2
II / 2012
84
54
3
III / 2011
66
37
4
IV / 2010
64
Jumlah Mahasiswa yang Pernah
Jumlah
328
Menonton Acara Tembang Pantura
46
mengapresiasinya.
Populasi
%
adalah
tetapi
sebanyak 233 orang dan karena jumlah ini
mahasiswa yang setidak-tidaknya pernah
termasuk populasi besar (jumlahnya lebih
satu kali melihat acara Tembang Pantura di
dari 100), maka perlu dilakukan penarikan
RCTV. Dengan pernah melihat acara
sampel. Rumus penarikan sampel yang
tersebut,
digunakan, yaitu:
maka
mahasiswa
dapat
d = presisi yang digunakan =
N
n =
2010 : 82)
(Rahmat,
N.d2 + 1
Keterangan :
0,1
Sampel yang diperoleh dengan
menggunakan rumus tersebut, yaitu :
N = ukuran populasi = 233
n = ukuran sampel
233
=
233.(0,5)2 +1
= 70
233
=
(233 x 0,001) + 1
233
Dengan demikian, jumlah sampel sebagai
responden dalam penelitian ini sebanyak
=
2,33 + 1
70 orang. Selanjutnya ditentukan sampel
dari tiap-tiap tingkat dengan rumus sebagai
233
berikut:
=
3,33
Ni =
(Sugiyono, 2008:73)
Keterangan :
ni
strata ke-i
=
ukuran sampel untuk
ukuran populasi untuk
strata ke-i
N
keseluruhan
=
ukuran
populasi
233
n
keseluruhan
=
ukuran
1. Mahasiswa tingkat II =
x 70 = 16
sampel
233
Responden terpilih dari tiap golongan
adalah sebagai berikut :
96
1. Mahasiswa tingkat I
x 70 = 29
37
3. Mahasiswa tingkat III
x 70 = 11
=
=
233
233
46
3. Mahasiswa tingkat IV
x 70 = 14
54
=
233
Berdasarkan perhitungan di atas, maka
alokasi sampel dalam tiap tingkat dapat
diringkas sebagai berikut:
Tabel 1.2.
Hasil Penelitian dan Pembahasan
Populasi dan Sampel Penelitian
Tabel 1.3
Identitas Responden Berdasarkan
No. Tingkat / Angkatan
1
I / 2013
2
II / 2012
3
III / 2011
4
IV / 2010
Jumlah Mahasiswa Tingkat / Angkatan
Jumlah Sampel
96
29
No.
Tingkat / Angkatan
54
16
1 Tingkat I / 2013
37
11
2 Tingkat II / 2012
46
14
3 Tingkat III / 2011
233
70
4 Tingkat IV / 2010
Jumlah
Identitas
mahasiswa
sebagai
Jumlah
responden dalam penelitian ini, yaitu
sebagai berikut :
I atau berstatus sebagai mahasiswa baru
Berdasarkan tabel di atas, sebagian
pada saat penelitian ini dilakukan. Hal ini
besar responden (41,4 %) duduk di tingkat
memang karena dibandingkan dengan
f
29
16
11
14
70
tingkat di atasnya, jumlah mahasiswa
tingkat I ini paing banyak.
Selanjutnya
disajikan
identitas
responden berdasarkan jenis kelamin yaitu
sebagai berikut:
Tabel 1.4
Identitas Responden Berdasarkan Jenis
Kelamin
No.
Jenis Kelamin
f
1
Laki-laki
41
2
Perempuan
29
Jumlah
70
Hadirnya RCTV sebagai
Apresiasi Mahasiswa
Aspek pertama yang harus
televisi swasta lokal tidak terlepas
diperhatikan dalam program acara
dari khalayak pemirsanya yang
di televisi adalah menentukan pola
merespon
siaran. Dalam hal ini, sebelum
ditawarkan oleh stasiun televisi
menyusun program acara Tembang
tersebut,
salah
satunya
adalah
Pantura,
program
acara
musik
tarling
pengelola
program
program
acara
yang
terlebih dahulu harus menyiapkan
Tembang Pantura. Program acara
pola siaran. Pola siaran merupakan
ini diharapkan dapat direspons
suatu
secara positif oleh generasi muda
model
dengan
produksi
yang
berbagai
siaran
dirancang
pertimbangan
agar
mampu
khususnya
mahasiswa
sehingga
timbul apresiasi kepada kesenian
diterima oleh khalayaknya. Salah
daerah
satu aspek penting dalam pola
Apresiasi khalayak pada musik
siaran di televisi adalah persiapan
tarling tentu saja tidak datang
dan perencanaan program acara
dengan sendirinya tetapi diperoleh
tersebut. Pemirsa dapat mengetahui
melalui
sampai seberapa baik persiapan dan
belajar ini salah satunya yaitu
perencanaan ini dengan melihat
dengan cara menonton program
kualitas program tersebut.
acara
yaitu
proses
Tembang
musik
belajar.
tarling.
Proses
Pantura
menyajikan lagu-lagu tarling.
yang
Apresiasi sebagai hasil
dari
proses
melalui
belajar
empat
dilakukan
tahapan
gerak dalam bentuk tindakan nyata
sebagai
wujud
dari
apresiasi
secara
tersebut. Berikut ini akan diuraikan
kronologis yaitu diawali dengan
tentang empat tahapan terwujudnya
timbulnya
perhatian
kemudian
apresiasi
mengingat,
timbulnya
motivasi,
melalui proses belajar tersebut.
pada
musik
dan diakhiri dengan reproduksi
Tabel 1.5.
Apresiasi Mahasiswa Terhadap
Program Acara Tembang Pantura
No.
Pilihan Jawaban
f
%
-
-
1
Sangat mengapresiasi
2
Mengapresiasi
33
47,1
3
Biasa-biasa saja
28
40,0
4
Kurang mengapresiasi
6
8,6
5
Tidak mengapresiasi
3
4,3
70
100,0
Jumlah
tarling
acara
Tembang
Pantura
RCTV.
Simpulan
Berdasarkan
hasil
di
Mahasiswa
mengapresiasi
musik
tarling
penelitian dan pembahasan yang
melalui proses belajar dengan
telah diuraikan pada Bab IV, maka
cara melihat program acara
penulis
Tembang
menarik
kesimpulan
sebagai berikut:
1. Program
acara
Tembang
Pantura
Proses
belajar
tahap
perhatian,
Pantura merupakan salah satu
motivasi,
program acara unggulan Radar
gerak/tindakan.
Cirebon
apresiasi
Televisi
Keberadaan
(RCTV).
program
tersebut.
ini
dan
meliputi
mengingat,
reproduksi
Tingkat
mahasiswa
pada
acara
musik tarling memang belum
Tembang Pantura ditanggapi
optimal, salah satunya karena
positif oleh mahasiswa yang
mahasiswa masih merasa malu
menjadi
menjadi
responden
penelitian
menilai
ini.
dalam
Mahasiswa
program
acara
penggemar
Meskipun
tarling.
demikian,
diapresiasinya
musik
tarling
Tembang Pantura merupakan
oleh mahasiswa itu merupakan
program acara yang baik dan
kenyataan yang membanggakan
positif. Mahasiswa juga menilai
karena mahasiswa adalah kaum
pihak
intelektual
RCTV
telah
yang
cenderung
melaksanakan dengan cukup
memilih pola dan gaya hidup
baik lima aspek yang harus
modern, termasuk juga dalam
diperhatikan
memilih aliran musik.
dalam
memproduksi suatu program
3. Program
acara
Tembang
acara, yaitu pola siaran, arahan
Pantura di RCTV memiliki
pola siaran, perubahan pola
korelasi/hubungan yang sangat
acara,
bahan
erat
sistem
penempatan
program,
dan
program
siaran.
dengan
apresiasi
mahasiswa pada musik tarling,
dengan koefisien korelasi (rs)
sebesar
0,838.
tumbuh apresiasi yang cukup
Korelasi/hubungan
antara
baik terhadap musik tarling
keduanya adalah positif, artinya
yang diusung oleh program
jika program acara Tembang
2. Di kalangan mahasiswa sudah
Pantura
ditingkatkan,
maka
mahasiswa
pada
apresiasi
musik
tarling
juga
akan
meningkat.
Kontribusi
hubungan
program
Tembang
Pantura
apresiasi
atau
acara
dengan
mahasiswa
pada
musik tarling adalah sebesar
70,2 %, sedangkan kontribusi
atau
hubungan
variabel-
variabel lain dengan apresiasi
mahasiswa pada musik tarling
hanya sebesar 29,8 %. Hasil
penelitian juga menunjukkan
hubungan
tersebut
signifikan,
artinya
acara
Tembang
apresiasi
Effendy, Onong Uchjana. 2003. Ilmu, teori
dan Filsafat Komunikasi. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.
Junaedi, Fajar. 2007. Komunikasi Massa
Pengantar Teoritis. Yogyakarta:
Santusta.
Gulo, W. 2010. Metodologi Penelitian.
Jakarta: PT Grasindo.
Kriyantono, Rachmat. 2008. Teknik
Praktis Riset Komunikasi. Jakarta:
Kencana Prenada Media Group.
adalah
program
Pantura
memiliki hubungan yang positif
dengan
Djamal, Hidajanto & Fachruddin, Andi.
2011. Dasar-Dasar Penyiaran:
Sejarah, Organisasi, Operasional
dan Regulasi. Jakarta: Kencana
Prenada Media Group.
mahasiswa
pada musik tarling.
Reperensi
Ardianto, Elvinaro. 2007. Komunikasi
Bandung:
Simbiosa
Massa.
Rekatama Media.
Cangara, Hafied. 2006. Pengantar Ilmu
Komunikasi. Jakarta: Rajawali
Press.
Kuswandi, Wawan. 2008. Komunikasi
Massa Analisis Interaktif Budaya
Massa. Jakarta: Rineka Cipta.
Rakhmat, Jalaluddin. 2007. Psikologi
Komunikasi. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Soenarto. 2007. Program Televisi Dari
Penyusunan Sampai Pengaruh
Siaran. Jakarta: FFTV IKJ.
Wirodono, Sunardian. 2005. Matikan TVMu! Yogyakarta: Resist Book.
Wiryanto.
2005.
Pengantar
Ilmu
Komunikasi. Jakarta: PT Grasindo.
Download