resume - Yudy Surya Irawan @ Mechanical Engineering

advertisement
RESUME
PENGAWASAN K3 LINGKUNGAN KERJA
MATA KULIAH:
STANDAR KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Ditulis oleh:
Yudy Surya Irawan
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik
Universitas Brawijaya
Malang
Judul Resume :
Pengawasan K3 Lingkungan Kerja
Resume Pengawasan K3 Lingkungan Kerja
2012 Yudy Surya Irawan, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang
2
Daftar Isi
A. Pendahuluan……………………………………………………………………………. 4
B. Dasar Hukum Pengawasan K3 Lingkungan Kerja………………………………….. 4
C. Pengertian Pengawasan K3 Lingkungan Kerja……………………………………… 5
D. Ruang Lingkup Pengawasan K3 Lingkungan Kerja………………………………… 5
E. Faktor-faktor Bahaya Lingkungan Kerja…………………………………………….. 5
F. Hygiene Perusahaan……………………………………………………………………. 6
G. Sanitasi Lingkungan……………………………………………………………………. 6
H. Pengendalian Bahaya Besar………………………………………………………….. 6
I. Bahan Kimia Berbahaya…………………………………………………………………7
J. Pestisida…………………………………………………………………………………. 7
K. Alat Pelindung Diri (APD)……………………………………………………………… 7
L. Limbah…………………………………………………………………………………… 8
M. Penutup dan Saran……………………………………………………………………. 8
Resume Pengawasan K3 Lingkungan Kerja
2012 Yudy Surya Irawan, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang
3
A. Pendahuluan
Produktifitas dan daya saing yang tinggi dari perusahaan salah satunya dapat
tercapai karena tenaga kerja yang produktif secara stabil. Untuk mencapai itu maka
keselamatan dan kesehatan tenaga kerja merupakan faktor penting bagi perusahaan.
Banyak faktor yang dapat meningkatkan keselamatan dan kesehatan tenaga kerja di
antaranya adalah lingkungan kerja yang baik. Tanpa lingkungan kerja yang baik maka
motivasi, keselamatan dan kesehatan tenaga kerja tidak akan menjadi baik apalagi
meningkat. Faktor lingkungan kerja ini meliputi tempat kerja dan bahan-bahan serta
peralatan yang ada. Bahan-bahan kimia seperti kebocoran cairan, tumpahan atau
dampak bahan kimia dalam bentuk seperti debu, gas, cairan, asap dan fume dapat
mencemari udara lingkungan kerja maupun lingkungan masyarakat.
Agar dapat menjaga kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja, UU No.1
tahun 1970 pasal 3 ayat 1 menyatakan bahwa syarat-syarat keselamatan kerja
termasuk pengawasan terhadap lingkungan kerja harus dilaksanakan. Untuk
mendukung usaha ini maka perlu sekali mempelajari, memahami dan menerapkan
pengetahuan tentang Pengawasan K3 Lingkungan Kerja. Tanpa ada pengawasan
maka tujuan K3 akan sulit tercapai.
B. Dasar Hukum Pengawasan K3 Lingkungan Kerja
Peraturan perundangan yang terkait dengan pengawasan lingkungan kerja
adalah:
1.
Undang-undang No.1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja pasal 2, pasal 3 ayat
1, f, g,I,j,k,l,m pasal 5, pasal 8, pasal 9 dan pasal 14.
2.
Undang-undang No.3 tahun 1969 tentang persetujuan Konvensi ILO No.120
mengenai Hygiene dalam perniagaan dan kantor-kantor pasal 7.
3.
Peraturan Pemerintah No.7 Tahun 1973 tentang pengawasan atas peredaran,
penyimpanan dan penggunaan pestisida.
4.
Peraturan Pemerintah No.11 tahun 1975 tentang Keselamatan Kerja terhadap
Radiasi.
5.
Peraturan Menteri Perburuhan No.7 tahun 1964 tentang syarat kesehatan
kebersihan serta penerangan dalam tempat kerja.
6.
Permenaker No.3/Men/1985 tentang keselamatan dan kesehatan kerja pemakaian
asbes
7.
Permenaker No.3/men/1985 tentang syarat keselamatan dan kesehatan di tempat
kerja yang mengelola pestisida.
8.
Kepnaker No.51/Men/1999 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika di tempat
kerja.
Resume Pengawasan K3 Lingkungan Kerja
2012 Yudy Surya Irawan, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang
4
9.
Kepmenaker No.187/Men/1999 tentang Pengendalian bahan kimia berbahaya di
tempat kerja
10. Instruksi Menteri Tenaga Kerja No.2/M/BW/BK/1984, tentang pengesahan alat
pelindung diri.
11. Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja No.01/Men/1997 tentang nilai Ambang Batas
Faktor Kimia dll. udara lingkungan kerja.
C. Pengertian Pengawasan K3 Lingkungan Kerja
Beberapa pengertian yang berhubungan dengan pengawasan K3 lingkungan
kerja adalah :
a) Pengawasan lingkungan kerja adalah serangkaian kegiatan pengawasan dari
semua tindakan yang dilakukan oleh pegawai pengawas ketenagakerjaan atas
pemenuhan pelaksanaan peraturan perundang-undangan atas objek pengawasan
lingkungan kerja.
b) Lingkungan kerja adalah istilah generic yang mencakup identifikasi dan evaluasi
faktor-faktor lingkungan yang memberikan dampak pada kesehatan tenaga kerja
(ILO).
c) Obyek pengawasan lingkungan kerja meliputi: faktor-faktor bahaya lingkungan
kerja (faktor fisika, kimia, biologi, psikologi, dan fisiologi), hygiene perusahaan,
pengendalian bahaya besar, pestisida, bahan kimia yang berbahaya, sanitasi
lingkungan, alat pelindung diri (APD), limbah industri.
D. Ruang Lingkup Pengawasan K3 Lingkungan Kerja
Ruang lingkup pengawasan lingkungan kerja meliputi penanganan bahan kimia
berbahaya, lingkungan kerja, penggunaan pestisida, limbah industri di tempat kerja,
hygiene industri dan alat pelindung diri di tempat kerja.
E. Faktor-faktor Bahaya Lingkungan Kerja
Terdapat lima faktor penyebab kecelakaan dan penyakit akibat kerja yaitu :
1. Faktor fisik seperti faktor kebisingan, iklim kerja, pencahayaan, radiasi tidak
mengion (non ionizing radiation), tekanan udara tinggi dan rendah, getaran mekanis
2. Faktor kimia seperti efek bahan kimia di lingkungan kerja terhadap tenaga kerja
berupa gangguan pernapasan, merusak syaraf dll.
3. Faktor biologi seperti yang disebabkan oleh virus, bakteri protozoa, jamur, cacing,
kutu pinjal, hewan atau tumbuhan.
4. Faktor fisiologi seperti kelelahan akibat kerja terus menerus, pusing karena
kekurangan gas O2 dalam tempat kerja.
5. Faktor lingkungan meliputi lingkungan kerja mekanik, hubungan antara manusia di
Resume Pengawasan K3 Lingkungan Kerja
2012 Yudy Surya Irawan, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang
5
tempat kerja, sistem kerja yang dapat mempengaruhi kesehatan jiwa dan
produktifitas tenaga kerja.
6. Faktor psikologi meliputi masalah-masalah tingkah laku, kepribadian dari tenaga
kerja, pimpinan, pengusaha di tempat kerja yang dapat mempengaruhi psikologi
dan kinerja tenaga kerja.
F. Hygiene Perusahaan
Hygiene perusahaan adalah ilmu dari seni pengenalan, penilaian dan
pengendalian faktor-faktor bahaya, sehingga masyarakat tenaga kerja dan masyarakat
terhindar dari efek sampingan kemajuan teknologi.
Konsep hygiene perusahaan terdiri atas tiga tahapan yaitu :
a) pengenalan lingkungan (secara kualitatif),
b) penilaian lingkungan (secara kuantitatif)
c)pengendalian
lingkungan
untuk
menurunkan
tingkat
faktor
bahaya
seperti
penggantian bahan menjadi yang tidak berbahaya serta pemberian ventilasi yang
cukup.
G. Sanitasi Lingkungan
Sanitasi lingkungan adalah usaha kesehatan masyarakat lingkungan industri
dengan mengadakan pencegahan penyebaran penyakit menular atau gangguan
lain-lain terhadap kesehatan tenaga kerja yang penyebabnya tidak bisa dipisahkan dari
proses produksi.
Tujuannya diutamakan terhadap lingkungan kerja manusia dengan menciptakan
linkungan kerja yang nyaman, sehat melalui program good house keeping.
Ruang lingkup sanitasi lingkungan adalah
1) Penyediaan air bersih dapat diminum dan cukup
2) Menjamin kebersihan penyediaan makanan
3) Pencegahan dan pembasmian serangga dan binatang mengerat
4) Ketatarumahtanggaan yang baik di industri
5) Limbah industri
6) Sarana sanitasi/kakus dll.
H. Pengendalian Bahaya Besar
Prosedur tanggap darurat untuk pengendalian bahaya besar perlu disiapkan dan
diterapkan oleh pabrik-pabrik yang menggunakan atau mengolah dan menyimpan
bahan kimia berbahaya dalam jumlah besar. Prosedur tanggap darurat disusun
berdasarkan hasil identifikasi potensi bahaya dan mempertimbangkan kondisi
Resume Pengawasan K3 Lingkungan Kerja
2012 Yudy Surya Irawan, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang
6
lingkungan kerja serta iklim untuk menghindari jatuhnya korban dan kerusakan besar
terhadap bangunan serta harta benda baik di dalam maupun di luar pabrik. Tindakan
penyelamatan manusia merupakan prioritas utama dibandingkan penyelamatan
terhadap harta benda. Kecelakaan yang memerlukan tindakan darurat adalah berupa
kebakaran besar, ledakan dan kebocoran atau penyebaran racun.
I. Bahan Kimia Berbahaya
Bahan kimia berbahaya adalah bahan kimia dalam bentuk tunggal atau campuran
yang berdasarkan sifat kimia dan atau campuran yang berdasarkan sifat kimia dan atau
fisika dan atau toksiologi berbahaya terhadap tenaga kerja, instalasi dan lingkungan.
Penggunaan bahan kimia berbahaya di tempat kerja banyak mengandung bahaya
bagi keselamatan dan kesehatan manusia. Sifat bahan kimia dan faktor-faktor yang
mempengaruhinya dapat dipahami dengan baik apabila sifat dari bahan kimia
berbahaya tersebut dapat dipahami secara garis besar beserta label-label bahayanya.
J. Pestisida
Menurut permenaker no.3 tahun 1986, pestisida adalah semua zat kima dan
bahan lain serta jasad renik dan virus yang dipergunakan untuk :
- memberantas atau mencegah hama-hama dan penyakit yang merusak tanaman,
bagian-bagian tanaman atau hasil-hasil tanaman.
- memberantas rerumputan
- mematikan daun dan mencegah pertumbuhan yang tidak diinginkan
- mengatur dan merangsang pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian tanaman tidak
termasuk pupuk hewan piaraan dan ternak.
- memberantas atau mencegah binatang-binatang atau jasad-jasad renik dalam rumah
tangga, bangunan dan dalam alat-alat pengangkutan.
Pengawasan atas peredaran, penyimpanan dan penggunaan pestisida adalah
untuk melindungi keselamatan manusia, sumber-sumber kekayaan, perairan, fauna
dan flora alami serta untuk menghindari dari kontaminasi lingkungan. Agar tenaga kerja
terhindar dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dari bahaya pestisida,
persyaratan
keselamatan
kerja
harus
dipenuhi
sesuai
dengan
Permenaker
No.03/men/1986
K. Alat Pelindung Diri (APD)
APD adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi
seseorang dalam pekerjaan yang fungsinya mengisolasi tubuh tenaga kerja dari
bahaya di tempat kerja. APD dipakai setelah usaha rekayasa (engineering) dan cara
Resume Pengawasan K3 Lingkungan Kerja
2012 Yudy Surya Irawan, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang
7
kerja yang aman (work practice) telah maksimum.
Penggunaan alat pelindung diri merupakan usaha terakhir untuk mengurangi
resiko secara maksimal, namun apabila pemakaian tidak tepat dapat menyebabkan
kecelakaan kerja. Perawatan alat pelindung diri (APD) dilakukan dengan maksud agar
sarana pelindung diri tetap memberikan perlindungan yang efektif terhadap faktor-faktor
yang berbahaya bagi keselamatan dan kesehatan kerja. Untuk mencegah kerusakan
dan hilang, sarana pelindung diri harus disimpan dengan baik sesuai dengan ketentuan.
L. Limbah
Limbah industri adalah buangan yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat
tertentu tidak dikehendaki lingkungannya karena tidak mempunyai nilai ekonomi.
Limbah industri yang mengandung bahan pencemaran yang bersifat racun dan bahaya
dengan limbah B3. Limbah B3 adalah bahan dalam jumlah relatif sedikit tetapi
mempunyai potensi mencemarkan atau merusak lingkungan kehidupan dan sumber
daya.
Masalah limbah industri banyak mengganggu lingkungan dan masyarakat. Sikap
masa bodoh dari pengelola pabrik/pengusaha akan menimbulkan konflik dengan
masyarakat. Pengetahuan yang cukup dalam pengelolaan limbah akan menghasilkan
limbah yang ramah lingkungan. Dan hal ini akan mempunyai nilai banyak, tidak hanya
dari masyarakat dan lingkungan tetapi juga bagi industri.
M. Penutup
Lingkungan kerja merupakan faktor yang dapat mempengaruhi motivasi,
keselamatan dan kesehatan tenaga kerja. Oleh sebab itu materi ini sangat menarik
untuk diperhatikan, dipahami dan diterapkan di tempat kerja supaya kerja menjadi lebih
nyaman dan produktif serta aman.
Resume Pengawasan K3 Lingkungan Kerja
2012 Yudy Surya Irawan, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang
8
Download