bab ii landasan teori

advertisement
 BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Sistem SCADA
Sistem pengontrolan merupakan sistem yang tidak bisa dipisahkan dari
sebuah sistem ketenagalistrikan. Dimulai dari sistem konvensional yang
semuanya dilakukan secara manual sampai pada sistem pengontrolan otomatis
yang dapat mengefisiensikan waktu, tenaga dan juga biaya.
Sesuai dengan penjelasan di atas, maka sistem pengontrolan secara
otomatis menjadi pilihan yang tepat sesuai dengan kondisi dan keadaan sistem
saat ini. Salah satu sistem pengontrolan yang dikenal dan biasa digunakan pada
sistem tenaga listrik adalah sistem SCADA.
2.1.1 Pengertian sistem SCADA
SCADA merupakan singkatan dari Supervisory Control and Data
Acquisition merupakan sebuah sistem yang mengumpulkan informasi atau datadata dari lapangan dan kemudian mengirimkannya ke sebuah komputer pusat
yang akan mengatur, mengolah mengontrol, data-data tersebut. Sistem SCADA
digunakan dalam berbagai industri dan sistem proses, khususnya dalam bidang
ketenagalistrikan. Sistem SCADA diperlukan untuk menangani suatu sistem
plant dengan melakukan pengendalian, pengawasan, penandaan, perekaman dan
pengambilan data dengan tingkat kompleksitas yang tinggi bahkan bisa
menangani hingga ratusan ribu I/O secara terpusat.
Gambar 2.1. Konfigurasi sistem SCADA
5
6
Sebuah sistem SCADA terdiri dari Master Terminal Unit (MTU), Human
Machine Interface (HMI), Front End Processor (FEP), Media Komunikasi
Data, Remote Terminal Unit (RTU), dan plant. semua itu menjadi satu sistem,
istilah
SCADA merujuk pada sistem pusat keseluruhan. Sistem pusat ini
biasanya
melakukan pemantauan data-data dari berbagai macam sensor di
lapangan atau bahkan dari tempat yang lebih jauh.
2.1.2 Komponen sistem SCADA
Sistem SCADA digunakan untuk memonitor dan mengendalikan pabrik
atau alat-alat pada bidang industri seperti telekomunikasi, kendali air dan
limbah,
energi,
minyak,pemurnian
gas,
transportasi,
dan
dibidang
ketenagalistrikan . sistem SCADA ini dibentuk oleh empat komponen yang
memiliki sinergitas fungsi satu sama lain, komponen tersebut antara lain:
1) Peralatan Lapangan : Peralatan instrumentasi di lapangan pada sebuah plant
berupa sensor digunakan untuk membaca sinyal analog atau digital yang
diukur, sedangkan aktuator digunakan untuk mengendalikan peralatan
seperti motor,saklar,katup,dan sebagainya.
2) Remote Terminal Unit (RTU) umumnya berupa sebuah unit yang dilengkapi
dengan sistem mandiri seperti sebuah komputer, yang ditempatkan pada
lokasi dan tempat-tempat tertentu di lapangan. RTU bertindak sebagai
pengumpul data lokal yang mendapatkan datanya dari sensor-sensor dan
mengirimkan perintah langsung ke peralatan di lapangan yang berfungsi
untuk mengendalikan
aktuator,
membaca
sinyal
dari
sensor
dan
berkomunikasi dengan pengendali.
3) Jaringan komunikasi digunakan untuk menghubungkan RTU dengan stasiun
pusat pengendali MTU yang dapat berupa jaringan kabel,atau radio
4) Master Terminal Unit (MTU) merupakan komputer yang digunakan sebagai
pengolah pusat dari sistem SCADA. MTU ini menyidiakan Human Machine
Interface(HMI) bagi pengguna, dan secara otomatis mengatur sistem sesuai
dengan masukan-masukan dari sensor yang diterima.
7
2.1.3 Aplikasi sistem SCADA
SCADA bukanlah teknologi khusus, tapi lebih merupakan sebuah aplikasi,
SCADA digunakan untuk melakukan proses industri yang kompleks secara
otomatis,
menggantikan tenaga manusia, dan biasanya merupakan proses-proses
yang
melibatkan faktor-faktor kontrol yang lebih banyak, faktor-faktor kontrol
dengan
gerakan cepat yang lebih banyak, dan lain sebagainya, dimana
pengontrolan oleh manusia menjadi tidak efektif lagi. Sebagai contoh, SCADA
digunakan di seluruh dunia misalnya antara lain:
1) Pembangkit, transmisi dan distribusi listrik, SCADA digunakan untuk
mendeteksi besarnya arus dan tegangan, pemantauan operasional circuit
breaker, dan untuk mematikan atau menghidupkan the power grid.
2) Penampungan dan distribusi air, SCADA digunakan untuk pemantauan dan
pengaturan laju aliran air, tinggi reservoir, tekanan pipa dan berbagai macam
faktor lainnya.
3) Bangunan, fasilitas dan lingkungan, manajer fasilitas menggunakan SCADA
untuk mengontrol unit-unit pendingin, penerangan, dan sistem keamanan.
4) Produksi, sistem SCADA mengatur inventori komponen-komponen,
mengatur otomasi alat atau robot, memantau proses dan kontrol kualitas
5) Transportasi KA listrik, menggunakan SCADA bisa dilakukan pemantauan
dan pengontrolan distribusi listrik, otomasi sinyal trafik KA, melacak dan
menemukan lokasi KA, mengontrol palang KA dan lain sebagainya.
6) Lampu lalu lintas, SCADA memantau lampu lalu lintas, mengontrol laju
lalu lintas, dan memdeteksi sinyal-sinyal yang salah.
2.1.4 SCADA pada sistem tenaga listrik
Fasilitas SCADA diperlukan untuk melaksanakan pengusahaan tenaga
listrikterutama pengendalian operasi secara realtime. Suatu sistem SCADA
terdiri dari sejumlah RTU, sebuah MTU, dan jaringan telekomunkasi data antara
RTU dan FEP. RTU dipasang disetiap Gardu Induk atau Pusat Pembangkit yang
hendak dipantau. RTU ini bertugas untuk mengetahui setiap kondisi peralatan
tegangan tinggi melalui pengumpulan data besaran-besaran listrik, status
peralatan, dan sinyal alarm yang kemudian diteruskan ke FEP melalui jaringan
8
telekomunikasi data. RTU juga dapat menerima dan melaksanakan perintah
untuk merubah status peralatan tegangan tinggi melalui sinyal-sinyal perintah
yang dikirim dari FEP.
Dalam sistem SCADA dispatcherkita dapat mendapatkan data dengan
cepat
setiap saat atau realtime bila diperlukan, disamping itu SCADA dapat
dengan cepat memberikan peringatan pada dispatcher bila terjadi gangguan
pada sistem sehingga gangguan dapat dengan mudah dan cepat diatasi atau
dinormalkan. Data yang dapat diamati berupa kondisi ON/OFF peralatan
transmisi daya, kondisi sistem SCADA sendiri, dan juga kondisi tegangan dan
arus
pada setiap bagian di komponen transmisi. Setiap kondisi memiliki
indikator bebeda, bahkan apabila terdapat indikasi yang tidak valid maka
operator akan mengetahui dengan mudah.
MTU secara berurutan memindai seluruh RTU dengan mengirimkan pesan
pendek pada tiap RTU untuk mengetahui jika RTU mempunyai informasi yang
perlu dilaporkan. Jika RTU mempunyai sesuatu yang perlu dilaporkan, RTU
akan mengirim pesan balik pada MTU, dan data akan diterima dan dimasukan
ke dalam memori komputer.
Siklus pindai membutuhkan waktu relatif pendek, sekitar 7 detik
(maksimal 10 detik). Siklus pindai yaitu pemindaian seluruh remote terminal
unit dalam sistem. Ketika MTU memberikan perintah kepada sebuah RTU,
maka semua RTU akan menerima perintah itu, akan tetapi hanya RTU yang
alamatnya sesuai dengan perintah itulah yang akan menjalankannya. Sistem ini
dinamakan dengan istem polling. Pada pelaksanaanya terdapat waktu tunda
untuk mencegah kesalahan yang berkaitan dengan umur data analog. Selain
dengan pemindaian, pertukaran data juga dapat terjadi secara incidental (segera
setelah aksi manuver terjadi) misalnya terjadi penutupan CB oleh operator gardu
induk, maka RTU secara otomatis akan segera mengirimkan status CB di gardu
induk tersebut ke MTU. Dispatcher akan segera mengetahui bahwa CB telah
tertutup. Secara umum pengaplikasian SCADA pada sistem tenaga listrik
memilki fungsi antara lain:
9
1) Pengawasan dan Pengendalian
Pengawasan dan pengendalian dioperasikan secara jarak jauh pada peralatan
yang berada di gardu dan memberikan sinyal balik dan memberitahukan aksi
kendali telah dilaksanakan. Fungsi-fungsi pengawasan dan pengendalian
diantaranya adalah:
a) Telesignallling (TS) berfungsi untuk pengiriman sinyal atas gejala atau
perubahan keadaan pada sistem generator kepada pusat pengaturan
pembangkit, serta pembacaan data status peralatan diplant, seperti status dari
load generator close atau open. Dengan ini diharapkan gangguan padaplant
bisa dideteksi lebih cepat karena pemantauan dari pusat kontrol terhadap
saklar pembebanan bisa diketahui dalam waktu yang realtime.
b) Telecontrol (TC) berfungsi mengeluarkan dan memasukan beban generator
pada plant generator. TC dilaksanakan dari pusat pengaturan pembangkit.
Sistem ini sebelumnya melakukan aktivitas polling yaitu aktivitas rutin
selama waktu tertentu untuk menanyakan informasi dari setiap RTU. Seleksi
ini memastikan ada atau tidaknya hubungan dari RTU ke pusat kontrol. Jika
ada hubungan akan di jawab siap (in scan), sebaliknya jika tidak ada
hubungan akan dijawab (out scan). Kondisi out of scan atau tidak adanya
hubungan dengan RTU dengan pusat kontrol bisa disebabkan oleh beberapa
sebab, misalnya kerusakan pada sisi kabel atau media transmisi, RTU yang
bermasalah. Pada kondisi out of scan tidak dapat dilakukan Remote Control.
c) Telemetering (TM) yang berfungsi sebagai pembaca data. Hasil pemantauan
ini selaindigunakan sebagai pencatat data, beroperasinya tegangan plant
generator juga dapat digunakan kaitannya untuk melakukan Remote Control.
2) Pengarsipan Data
Fungsi lainnya dari sistem SCADA yang terdapat di pusat kontrol yaitu
pencatat status dan data pengukuran yang ada di bawah pengendalinya.
Pencatatan ini berisi status dari plant generator, data pengukuran semua
generator, energi total yang digunakan dan dibangkitkan pada periode
tertentu, kondisi darurat, yang semuanya dilengkapi dengan dengan waktu
terjadinya peristiwa. Hasil pencatatan akan dicetak oleh printer, sehingga
tersedia dokumentasi yang tetap. Selain itu juga dapat ditampilkan pada
10
layar peraga bila diinginkan oleh operator. Pusat kontrol mampu melakukan
perhitungan besaran yang diperoleh dengan waktuyang relatif singkat. Hal
ini yang menyebabkan sistem dapat dioperasikan dengan tingkat keandalan
dan keamanan yang lebih tinngi.
2.2 Sistem Pembangkitan
Sistem pembangkitan merupakan salah satu bagian dari sistem tenaga
listrik. Sistem ini merupakan sistem yang paling awal dari sistem tenaga listrik
dimana sistem ini berfungsi sebagai penghasil energi listrik. Tenaga listrk ini
diperoleh dari proses konversi dari energi mekanik menjadi energi listrik.
2.2.1 Proses pembangkitan sistem tenaga listrik
Pada dasarnya proses pembangkitan tenaga listrik adalah proses memutar
generator sinkron sehingga didapatkan tenaga listrik arus bolak –balik tiga fasa.
Generator dapat diputar oleh tenaga mekanik, tenaga ini didapat dari mesin
penggerak generator listrik atau biasa disebut penggerak mula (primover).
Mesin penggerak generator listrik yang banyak digunakan adalah mesin diesel,
turbin uap, turbin air, dan turbin gas.
Mesin penggerak generator melakukan konversi tenaga primer menjadi
tenaga mekanik. Tenaga primer ini dapat dihasilkan dari bahan bakar, potensi
tenaga air, panas bumi bahkan reaksi nuklir. Energi yang terkandung dalam
tenaga primer digunakan sebagai tenaga penggerak untuk turbin, kemudian
turbin ini akan menjadi mesin yang menggerakan generator. Ketika generator
berputar akibat mesin penggerak generator, generator akan mengalami induksi
yang pada akhirnya generator akan menghasilkan tenaga listrik.
Gambar 2.2 menunjukan diagram proses pembangkitan tenaga listrik,
mulai dari tenaga primer sampai dengan konsumen : (a) Pusat Listrik Tenaga
Air (PLTA); (b) Pusat Listrik Tenaga Panas(PLTP); dan (c) Pusat Listrik
Tenaga Nuklir (PLTN).
11
Gambar 2.2 Diagram Proses Pembangkitan Tenaga Listrik
2.2.2 Generator Induksi
Generator adalah suatu mesin yang mengubah tenaga mekanik menjadi
tenaga listrik melalui proses induksi elektromagnetik, generator memperoleh
energi mekanik dari prime mover.
Mesin-mesin pengubah energi ini perkembangannya dimulai dari
diketemukannya hukum induksi elektromagnetik oleh faraday, hukum itu
berbunyi sebagai berikut : “ Jika fluksi magnet menembus suatu rangkaian
tertutup dan berubah terhadap waktu, maka akan timbul suatu tegangan induksi
yang sebanding dengan perubahan fluksi terhadap waktu didalam rangkaian
tersebut “ dan bila dinyatakan dalam persamaan adalah : e =
fluksi (Ø) dinyatakan dalam weber.
volt,dimana
12
Untuk mesin-mesin pembangkit listrik yang berputar, yaitu bila
konduktorbergerak relatif dengan kecepatan v terhadap fluksi yang konstan
terhadap waktu,maka hukum faraday dapat dinyatakan dengan “ Tegangan
induksi
yang dibangkitkan didalam konduktor adalah sebanding dengan
besarnya
fluksi yang di potong oleh konduktor dalam waktu satu detik, “ atau
dinyatakan dalam persamaan sebagai : e = - Blv volt dimana dalam satuan mks
dan dalam karapatan fluksi dinyatakan dalam weber/m2 panjang l dalam meter
dan kecepatan v dalam meter / detik.
Untuk membangkitkan tegangan pada kumparan jangkar dari altenator
generator sinkron dapat dilakukan dengan memutar kumparan jangkar
atau
dalam sebuah medan magnet stasioner. Jika sebuah lilitan konduktor diputarkan
diantara dua buah kutub utara dan selatan dan ujung dari konduktor
dihubungkan dengan sliprings, maka pada sliprings akan timbul tegangan bila
kita hubungkan dengan rangkaian luar misalnya dengan tahanan R. Bilamana
kerapatan fluksi antara kutub utara dan kutub selatan itu uniform maka tegangan
yang dibangkitkan merupakan tegangan bolak balik.
Gambar 2.3 Diagram generator tiga fasa
2.3Motor induksi sebagai generator
Motor induksi tiga fasa merupakan motor yang banyak digunakan. Salah
satunya motor induksi rotor sangkar yang banyak digunakan karena kelebihannya
sangat kokoh, sederhana, murah, dan mudah perawatannya. Motor induksi tiga
fasa dapat digunakan sebagai generator dengan cara memutar rotor pada
13
kecepatan diatas kecepatan medan putar. Motor listrik tiga fasa dapat dioperasikan
sebagai generator satu fasa atau generator tiga fasa. Agar motor induksi dapat
berfungsi sebagai generator, maka diperlukan arus eksitasi, arus eksitasi tersebut
didapat
dari kapasitor. Pada motor induksi yang dioperasikan sebagai generator
tidak
terdapat pengatur tegangan, oleh karena itu tegangan keluarannya sangat
dipengaruhi oleh besarnya beban dan nilai kapasitor eksitasi.
Pada umumnya pengendalian tegangan generator induksi mengunakan
Induction Generator Controller (IGC). IGC merupakan piranti elektronis yang
menyensor tegangan, kemudian mengatur besar beban penyeimbang. IGC
berbasis
komputar dan berbasis komparator, kelemahan IGC adalah menggunakan
teknologi yang tidak sederhana. Kemudian salah satu cara untuk mngendalikan
tegangan dan frekuensi pada generator ini adalah dengan cara mengatur beban
pada (output) generator. Apabila beban nyata berkurang maka ada mekanisme
yang mengatur beban penyeimbang (ballast load) agar terjadi keseimbangan
antara masukan dan keluaran.
2.4. Perangkat keras
Perangkat keras merupakan salah satu komponen pembentuk sebuah
sistem. perangkat ini merupakan perangkat yang dapat dilihat dan dirasakan oleh
indera peraba.
2.4.1. Definisi trafo tegangan
Trafo tegangan / voltage transformator / potensial transformator adalah
suatu peralatan listrik yang dapat memperkecil tegangan tinggi menjadi
tegangan rendah, yang dipergunakan dalam rangkaian arus bolak-balik. Fungsi
trafo tegangan adalah untuk memperoleh tegangan yang sebanding dengan
tegangan yang hendak dipergunakan dan untuk memisahkan sirkuit dari sistem
dengan tegangan tinggi ( yang selanjutnya disebut sirkuit primer) terhadap
siskut dimana terdapat alat ukur (instrumen) tersambung (yang selanjutnya
disebut sirkuit sekunder). Perbedaan dengan transformator tenaga adalah pada
transformator tenaga yang dibutuhkan adalah tegangan dan daya keluarannya
tetapi pada transformator tegangan yang dibutuhkan adalah tingkat ketelitiannya
dan penurunan tegangannya yang disesuaikan dengan alat ukur.
14
Hubungan antara tegangan primer, jumlah lilitan primer, tegangan sekunder, dan
jumlah lilitan sekunder, dapat dinyatakan dalam persamaan
Gambar 2.4 Transformator tegangan
2.4.2 Definisitrafo arus
Trafo arus / current transformator (CT) adalah suatu peralatan listrik yang
dapat memperkecil arus besar menjadi arus kecil, yang digunakan dalam
rangkaian arus bolak-balik. Fungsi CT adalah untuk memperoleh arus yang
sebanding dengan arus yang hendak diukur (sisi sekunder 5 A atau 1 A) dan
untuk memisahkan sirkuit dari sistem yang arus nya hendak diukur (yang
selanjutnya di sebut sirkuit primer) tehadap sirkuit dimana instrument
15
tersambung (yang selanjutnya disebut sirkuit sekunder). Berbeda dari
transformator tenaga yang arusnya tergantung beban disisi sekunder, tetapi pada
trafo arus seperti haknya ampere meter yang disisipkan ke dalam sirkuit primer,
arusnya
tidak tergantung beban disisi sekunder, melainkan tergantung pada arus
disisi
primernya.
I1=(I2*N2)/N1
Ket :
I1 =Arus primer (Amper)
I2 = Arussekunder (Amper)
N1= Lilitan primer
N2= Lilitansekunder
Gambar . 2.5 Transformator Arus
2.4.3. Sensor tegangan
Variabel tegangan mempunyai satuan volt yang merupakan satuan standar
kelistrikan. Pendeteksi tegangan sangatlah penting dalam instrumentasi. Hampir
semua sensor mengeluarkan keluaran dalam bentuk tegangan.
Terdapat dua cara dalam melakukan pengukuran tegangan yaitu : metode
elektronik, dan metode mekanik. Metode mekanik adalah yang biasa digunakan
pada voltmeter analog, dimana besarnya beda potensial itu menggerakan
kumparan dan membuat jarum meter menyimpang hingga bila dikalibrasi dapat
menunjukan besarnya tegangan yang terukur. Metode digital memanfaatkan
16
komponen analog to digital converter atau ADC yang besarnya beda potensial
akan di tampilkan menggunakan display seperti led, seven segmen, atau LCD.
Gambar 2.6 Rangkaian sensor tegangan
2.4.4 Sensor arus
Sensor arus adalah peralatan yang digunakan untuk merubah suatu bentuk
besaran fisik menjadi suatu bentuk besaran listrik sehingga dapat dianalisa
menggunakan rangkaian listrik tertentu.
Dalam suatu rangkaian elektronik terdapat tegangan, arus, dan hambatan
yang saling berhubungan. Amperemeter adalah alat untuk megukur arus yang
mengalir pada suatu rangkaian elektronik. Arus listrik yang mengalir pada
konduktor menimbulkan medan magnet. Oleh sebab itu arus listrik dapat diukur
dengan besarnya medan magnet. Medan magnet dipengaruhi oleh beberapa
faktor antara lain :
1.
Besar arus listrik
2.
Jarak medan magnet terhadap suatu titik pengukuran
3.
Arah medan magnet yang terbentuk
Medan magnet adalah suatu medan yang dibentuk dengan menggerakan
muatan listrik (arus listrik) yang menyebabkan munculnya gaya di muatan
listrik yang bergerak lainnya. Putaran mekanika kuantum dari suatu partikel
membentuk medan magnet dan putaran itu dipengaruhi oleh dirinya sendiri
seperti arus listrik. Sebuah medan magnet adalah medan vektor, yaitu
berhubungan dengan setiap titik dalam ruang vektor yang dapat berubah
17
menurut waktu. Arah dari medan ini searah dengan arah jarum kompas yang
terletak didalam medan tersebut.
Secara konvensional kuat arus dapat diukur dengan menghubungkan alat
secara
seri pada rangkaian. Cara ini memilki kelemahan karena mengganggu
aliran
arus yang akan diukur. Kemajuan teknologi digital menngkatkan
kemampuan alat ukur.
Sensor arus adalah sebatang kawat teraliri arus listrik menuju beban
dilewatkan diantara cincin toroid dan sejumlah kawat email digulung pada
cincin toroid tersebut maka kumparan kawat pada cincin tersebut akan
menginduksikan arus listrik dari sebatang kawat. Dengan mengolah sinyal
induksi pada kawat kumparan toroid tersebut maka akan diperoleh nilai arus
yang dilewatkan untuk mensuplay beban pada ujung kawat arus. Dengan metode
ini arus yang dilewatkan akan terbaca pada fungsi besaran tegangan berbentuk
gelombang sinusoidal.
Jenis penguat yang digunakan pada pengolah sinyal arus diatas merupakan
penguat non inverting, pada bagian belakang diberikan sebuah dioda terpasang
sebagai callper yang memotong sinyal dibawah sumbu nol dan kapasitor
berfungsi sebagai pemurni tegangan DC. Sehingga pada rangkaian pengkondisi
sinyal ini menghasilkan tegangan DC yang kompatibel terhadap kebutuhan
tegangan ADC.
Gambar 2.7 Rangkaian sensor arus
2.4.5 Sensor suhu
LM35 ialah sensor temperatur paling banyak digunakan untuk praktek,
karena selain harganya cukup murah, linearitasnya lumayan bagus, LM35 tidak
18
membutuhkan kalibrasi eksternal yang menyediakan akurasi
temperatur ruangan dan
pada
pada kisaran -55 to + 150 . LM35 dimaksudkan
untuk beroperasi pada -55° hingga +150 , sedangkan LM35 pada -40°C hingga
+110 , dan LM35D pada kisaran 0-100 . LM35D juga tersedia pada paket 8
kaki dan paket TO-220. Sensor LM35 umumnya akan naik sebesar 10mV setiap
kenaikan 1
(300mV pada 30 )
Gambar 2.8 Bentuk fisik LM35 tampak bawah
Untuk menggunakan LM35, cukup menyadap keluaran pin Vout untuk
dapat dihubungkan ke ADC seperti gambar.
Jika anda ingin standar pengukuran dalam Fahrenheit, maka dapat
menggunakan sensor bertipe LM34A yang mempunyai kisaran pengukuran dari
50F hingga 300F dengan akurasi +2.0F. skala outputnya juga sama yaitu
10mV/F
IC LM35 sensor suhu yang teliti dan terkemas dalam bentuk integrated
Circuit (IC), dimana output tegangan keluaran sangat linear berpadan dengan
perubahan suhu. Sensor ini berfungsi sebagai pengubah dari besaran fisis suhu
ke besaran tegangan yang memilki koefisien sebesar 10mV/ yang berati bahwa
kenaikan suhu 1
maka akan terjadi kenaikan tegangan sebesar 10mV.
IC LM35 ini tidak memerlukan pengkalibrasian atau penyetelan dari luar
karena ketelitiannya lebih kurang seperempat derajat celcius pada temperatur
ruang. Jangkauan sensor suhu mulai dari 0
- 100 . IC LM35 penggunaanya
sangat mudah, difungikan sebagi kontrol dari indikator tampilan catu daya
terbelah.
19
LM35 memiliki kelebihan – kelebihan sebagai berikut:
1.
Dapat dikalibrasi langsung dalam celcius
2.
Memilki faktor skala linear +10.0mV/
3.
Memiliki kecepatan 0.5
4. Jangkauan maksimal suhu antara -55
5.
Cocok untuk aplikasi jarak jauh
6.
Harganya cukup murah
7.
Bekerja pada tegangan catu daya 4 sampai 20 Volt
pada suhu 25
sampai 150
8.
Memilki arus drain kurang dari 60 Amp
9. Pemansan sendiri yang lambat (low self-heating)
10.
0.08
11.
Impedansi keluaran yang sangat kecil yaitu 0,1 watt untuk beban 1mAmp
diudara diam
Penggunaan sensor suhu ini dilengkapi dengan penguat operational
dimana penguat operational ini akan menaikan nilai tegangan 10 mV keluran
sensor menjadi 0.1 V. Berikut adalah penjelasan mengenai penguat operational.
Penguat operasional (op-amp) merupakan kumpulan puluhan transistor
dan resistor dalam bentuk satu chip IC. Op-Amp merupakan komponen aktif
linear yang merupakan penguat gandeng langsung(direct coupling), dengan
penguatan terbuka (open gain) yang sangat besar dan dapat dipakai untuk
menjumlahkan,
mengalikan,membagi,
mendiferensialkan,
serta
mengintegralkan tegangan listrik. IC OP-Amp sering dipakai untuk perhitunganperhitungan analog, instrumentasi, maupun berbagai macam aplikasi kontrol. IC
LM358 didesain secara sempurna dalam hal penggunaan dua buah OP-Amp
secara bersamaan dalam satu buah chip.
IC OP-Amp LM358 memiliki keunggulan dalam pemakaian daya yang
lebih rendah, kemampuan penggunaan saluran input yang berkolerasi dengan
saluran pentanahan, dan dapat dicatu menggunakan mode catu daya tunggal
maupun catu daya ganda.
20
Tabel 2.1 Fungsional pin LM358
No
Fungsi
Pin
1
Keluaran A (Output A)
2
Masukan menjungkir ( Input inverting)
3
Masukan tak menjungkir (Inverting non-inverting)
4
Dihubungkan dengan terminal negatif pencatu daya (V-)
5
Masukan tak menjungkir (Inverting non-inverting)
6
Masukan menjungkir ( Input inverting)
7
Keluaran B (Output B)
8
Dihubungkan dengan terminal positif pencatu daya (V+)
Gambar 2.9 Simbol diagram dan bentuk fisik LM358
2.4.6 Sensor frekuensi
Frekuensi adalah jumlah putaran perdetik yang dinyatakan dalam hertz
(Hz). Satu periode tegangan dibangkitkan pada konduktor jangkar bilamana
rotor berputar satu kali sebesar 360 derajat listrik sehingga frekuensi tergantung
pada jumlah kutub dan kecepatan. Bilamana rotor mempunyai P jumlah kutub
maka arus bolak-balik pada tiap-tiap perputaran rotor menjalani P/2 periode.
Jadi sebuah rotor berkutub P untuk menghasilkan arus bolak-balik dengan
frekuensi harus membuat
putaran perdetik atau
putaran per menit.
Sehingga :
n=
dimana :
................................................. (2.1)
21
n = Dalam putaran permenit
f = Frekuensi dalam Hz
p = Jumlah kutub
Untuk mengetahui besaran frekuensi dibuatlah sensor frekuensi yang
berupa instrument elektronik, untuk dapat mengukur atau membaca besarnya
frekuensi. Komponen yang digunkan adalah komponen berupa IC yang dapat
mengubah bentuk gelombang DC rata menjadi bentuk pulsa yang kemudian
dikombinasikan
dengan IC yang mampu mengubah bentuk pulsa kembali
menjadi tegangan yang akan masuk ke mikrokontroler.
Gambar 2.10 Rangkaian frekuensi
2.4.7 AVR ATMega 16
AVR merupakan seri mikrokontroler CMOS 8-bit buatan Atmel,
berbasisarsitektur RISC (Reduced Instruction Set Computer). Hampir semua
instruksidieksekusi dalam satu siklus clock. AVR mempunyai 32 register
general-purpose,timer/Counter fleksibel dengan mode compare, interrupt
internal dan eksternal,serial UART, programmable Watchdog Timer, dan mode
power saving, ADC danPWM internal. AVR juga mempunyai In-System
Programmable Flash on-chipyang mengijinkan memori program untuk
22
diprogram ulang dalam sistemmenggunakan hubungan serial SPI. ATMega16.
ATMega16 mempunyaithroughput mendekati 1 MIPS per MHz membuat
disainer sistem untukmengoptimasi konsumsi daya versus kecepatan proses.
Beberapa
keistimewaan dari AVR ATMega16 antara lain:
1) Sistem Mikrokontroler AVR 8 bit yang memiliki kemampuan tinggi dengan
daya rendah
2) CPU yang terdiri atas 32 register.
3) Arsitektur RISC dengan throughput mencapai 16 MIPS pada frekuensi 16 Hz
4) Memiliki kapasitas flash memori 16 Kbyte, SRAM 1 Kbyte, dan EEPROM
512 byte
5) Saluran I/O sebanyak 32 buah, yaitu Port A, Port B, Port C, dan Port D.
6) Unit interupsi internal dan eksternal.
7) Port USART untuk komunikasi serial.
8) Fitur Peripheral, antara lain:
a) Tiga buah Timer/Counter dengan kemampuan perbandingan.
b) Analog to Digital Converte (ADC)) 10 bit sebanyak 8 channel.
c) Real time Counter dengan Oscilator tersendiri.
d) Empat channel PWM.
e) Watchdog timer dengan Oscilator internal.
f) Byte-oriented Two-Wire Serial Interface.
g) Port antarmuka SPI.
h) Tagangan operasi 2,7 V – 5,5 V pada ATMega16L.
2.4.7.1. Konfigurasi pin AVR ATMega16
Pin-pin pada ATmega16 dengan kemasan 40-pin DIP (dual inlinepackage)
ditunjukkan oleh gambar 2.10 Kemasan pin tersebut terdiri dari 4Port yaitu Port
A, Port B, Port C,Port D yang masing masing Port terdiri dari 8buah pin.
Selain itu juga terdapat RESET, VCC, GND 2 buah, VCC, AVCC,XTAL1,
XTAL2 dan AREF.
23
Gambar 2.11. Konfigurasi pin ATMega 16
Diskripsi dari pin-pin ATmega16 adalah sebagai berikut :
1) VCC : Suplai tegangan digital
2) GND : Ground
3) Port A : Port A sebagai input analog ke A/D konverter. Port A juga sebagai
8-bit bi-directional port I/O, jika A/D konverter tidak digunakan. Pin-pin
port dapat menyediakan resistor-resistor internal pull-up. Ketika port A
digunakan sebagai input dan pull eksternal yang rendah akan menjadi
sumber arus jika resistor-resistor pull-up diaktifkan. Pin-pin port A adalah
tri-state ketika kondisi reset menjadi aktif sekalipun clock tidak aktif.
4) Port B : Port B adalah port I/O 8-bit bi-directional dengan resistor-resistor
internal pull-up. Buffer output port B mempunyai karakteristik drive yang
simetris dengan kemampuan keduanya sink dan source yang tinggi. Sebagai
input, port B yang mempunyai pull eksternal yang rendah akan menjadi
sumber arus jika resistor- resistor pull-up diaktifkan. Pin-pin port B adalah
tri-state ketika kondisi reset menjadi aktif sekalipun clock tidak aktif.
5) Port C : Port C adalah port I/O 8-bit bi-directional dengan resistor-resistor
internal pull-up. Buffer output port C mempunyai karaketristik drive yang
simetris dengan kemampuan keduanya sink dan source yang tinggi. Sebagai
24
input, port C yang mempunyai pull eksternal yang rendah akan menjadi
sumber arus jika resistor- resistor pull-up diaktifkan. Pin-pin port C adalah
tri-state ketika kondisi reset menjadi aktif seklipun clock tidak aktif. Jika
antarmuka JTAG enable, resistor- resistor pull-up pada pin-pin PC5(TDI),
PC3(TMS), PC2(TCK) akan diktifkan sekalipun terjadi reset.
6) Port D : Port D adalah port I/O 8-bit bi-directional dengan resistor-resistor
internal pull-up. Buffer output port D mempunyai karaketristik drive yang
simetris dengan kemampuan keduanya sink dan source yang tinggi. Sebagai
input, port D yang mempunyai pull eksternal yang rendah akan menjadi
sumber arus jika resistor- resistor pull-up diaktifkan. Pin-pin port D adalah
tri- state ketika kondisi reset menjadi aktif sekalipun clock tidak aktif.
7) Reset : Sebuah low level pulsa yang lebih lama daripada lebar
pulsaminimum pada pin ini akan menghasilkan reset meskipun clock tidak
berjalan.
8) XTAL1: Input inverting Oscilator dan input intenal clock operasi rangkaian.
9) XTAL2: Output dari inverting penguat Oscilator.
10) AVCC : Pin supply tegangan untuk Port A dan A/D converter.
Sebaiknyaeksternalnya dihubungkan ke VCC meskipun ADC tidak
digunakan. JikaADCdigunakan seharusnya dihubungkan ke VCC melalui
low pas filter.
11) AREF : Pin referensi analog untuk A/D konverter.
2.4.7.2. Arsitektur ATMega 16
Mikrokontroler
yangmemisahkan
AVR
memori
menggunakan
dan
bus
untuk
konsep
data
arsitektur
dan
program
Harvard
untuk
memaksimalkankemampuan dan kecepatan. Instruksi dalam memori program
dieksekusi denganpipelining single level. Dimana ketika satu instruksi
dieksekusi, instruksiberikutnya diambil dari memori program. Konsep ini
mengakibatkan instruksidieksekusi setiap clock cycle. Selain itu, mikrokontroler
AVR jugamengimplementasikan RISC sehingga eksekusi instruksi dapat
berlangsungsangat cepat dan efisien.
25
Gambar 2.12 Diagram blok ATMega 16
2.4.7.3. Serial pada ATMega16
Universal synchronous dan asynchronous pemancar dan penerima
serialadalah suatu alat komunikasi serial sangat fleksibel.
Jenis yang utama adalah :
1) Operasi full duplex (register penerima dan pengirim serial berdiri sendiri)
2) Operasi Asychronous atau synchronous
26
3) Master atau Slave mendapat clock dengan operasi synchronous
4) Pembangkit baud rate dengan resolusi tinggi
5) Dukung frames serial dengan 5, 6, 7, 8 atau 9 Data bit dan 1 atau 2 Stop bit
6) Tahap odd atau even parity dan parity check didukung oleh hardware
7) Pendeteksian data overrun
8) Pendeteksi framing error
9) Pemfilteran gangguan (noise) meliputi pendeteksian bit false start dan
pendeteksian
low pass filter digital
10) Tiga interrupt terdiri dari TX complete, TX register empty dan RX complete.
11) Mode komunikasi multi-processor
12) Mode komunikasi double speed asynchronous
2.4.8 Liquid crystal display (LCD)
Tampilan kristal cair (Inggris: Liquid Crystal Dislay) juga dikenal sebagai
LCD adalah suatu jenis media tampilan yang menggunakan kristal cair sebagai
penampil data.
Gambar 2.13 Bentuk fisik LCD
LCD dengan jumlah segmen yang kecil, seperti yang digunakan dalam
jam digital dan kalkulator saku, memiliki kontak listrik individu untuk setiap
segmen. Sebuah sirkuit berdedikasi eksternal pasokan muatan listrik untuk
mengontrol setiap segmen. Struktur layar berat selama lebih dari beberapa
elemen layar. Menampilkan monokrom kecil seperti yang ditemukan dalam
organizer pribadi, timbnagan lktronik, layar laptop lebih tua, dan nitendo
nematic (STN) atau double-layer STN(DSTN) teknologi (ini memecahkan
27
masalah dengan perubahan warna) dan warna-STN (CSTN), di mana warna
ditambahkan dengan menggunakan filter internal. Setia baris atau kolom dari
layar memiliki sirkuit listrik tunggal. Pixel ditangani satu per satu waktu dengan
alamat
baris dan kolom.
2.5 Perangkat Lunak Bahasa BASIC (BASCOM)
BASCOM-8051 adalah program BASIC compiler berbasis windows untuk
mikrikontroler keluarga 8051 seperti AT89C2051,AT89C51, dan yang lainnya.
BASCOM-8051 merupakan pemograman dengan bahasa tingkat BASIC yang
dikembangkan dan dikeluarkan oleh MCS Elektronik.
2.5.1 Karakter dalam BASCOM
Dalam program BASCOM, karakter dasarnya terdiri atas karakter alphabet
(A-Z dan a-z), karakter numeric (0-9), dan karakter special (lihat tabel)
Tabel 2.2 Karakter Spesial
Karakter
Nama
Blank
‘
Apostrophe
*
Asteriks (Symbol perkalian)
+
Plus sign
.
Comma
-
Minus sign
.
Peiod (decimal point)
/
Slash (division symbol) will be handled as/
:
Colon
“
Double quotation mark
;
Semicolon
<
Less than
28
2.5.2 Tipe Data
daya
Setiap variabel dalam BASCOM memiliki tipe data yang menunjukan
tampungnya.
ini
berhubungan
dengan
penggunaan
memori
mikrokontroler. Berikut adalah tipe data pada BASCOM berikut keterangannya
Tabel 2.3 Tipe data BASCOM
Tipe data
Hal
Ukuran (byte)
Range
Bit
1/8
-
Byte
1
0 – 225
Integer
2
-32,2768 - +32,767
Word
2
0 -65535
Long
4
-214783648 - + 214783647
Single
4
-
String
Hingga 254 byte
-
2.5.3 Variabel
Variabel dalam sebuah pemograman berfungsi sebagai tempat penyimpanan
data atau penampung data sementara, misalnya menampung hasil perhitungan dan
menampung data hasil pembacaan register. Variabel merupakan pointer yang
menunjukan pada alamat memori fisik dan mikrokontroler.
Dalam BASCOM, ada beberapa aturan dalam penamaan sebuah variabel:
1. Nama Variabel maksimum terdiri atas 32 karakter.
2. Karakter bisa berupa angka atau huruf
3. Nama variabel harus dimulai dengan huruf
4. Variabel tidak boleh menggunakan kata-kata yang digunakan oleh BASCOM
sebagai perintah, pernyataan, internal register, dan nama operatorSebelum
digunakan, maka variabelharus dideklarasikan terlebih dahulu.
29
Dalam BASCOM, ada beberapa cara untuk mendeklarsikan sebuah variabel.
Cara pertama adalah dengan menggunakan pernyataan ‘DIM’ diikuti nama tipe
datanya. Contoh pendeklasian menggunakan DIM sebagai berikut:
Dim nama as byte
Dim tombol as integer
Dim Kas as string*10
2.5.4 Alias
Dengan menggunakan alias, variabel yang sama dapat diberikan nama yang
lain. Tujuannya adalah mempermudah proses pemograman. Umumnya, alias
digunakan untuk mengganti nama variabel yang baku, seperti port mikrokontroler.
LEDBAR alias PI
Tombol1 alias P0.1
Tombol2 alias P0.2
Dengan deklarsi seperti diatas, perubahan pada tombol akan mengubah kondisi
P0.1 selain mengganti nama port, kita dapat pula menggunakan alias untuk
mengakses bit tertentu dari sebuah variabel yang telah dideklarasikan. Dim
LedBar as byte, Led1 as LedBar.0, LedBar.1, LedBar as LedBar.2
2.5.5 Konstanta
Dalam BASCOM, selain variabel kita mengenal pula konstanta. Konstanta
merupakan variabel juga. Perbedaannya dengan variabel biasa adalah nilai yang
dikandung tetap. Dengan konstanta, kode pemograman yang dibuat akan lebih
mudah dibaca dan dapat mencegah kesalahan penulisan pada program kita.
Misalnya, kita akan lebih mudah menulis phi dari pada menulis 3,14159867.
Sama seperti variabel, agar konstanta bisa dikenali oleh program, maka harus
dideklarasikan terlebih dahulu. Berikut adalah cara pendeklarasian sebuah
konstanta
Dim A as Const 5
Dim B1 as Const &B1001
30
Cara lain yang paling mudah:
Const Cbyte =&HF
Const Cint=-1000
Const Csingle 1.1
Const Cstring = “test”
2.5.6 Array
Dengan Array, kita bisa menggunakan sekumpulan variabel dengan nama
dan tipe yang sama. Untuk mengakses variabel tertentu dalam array, kita harus
menggunakan indeks. Indeks harus berupa angka dengan tipe data byte, integer.
Atau word. Artinya, nilai maksimum sebuah indeks sebesar 6553.
Proses pendeklarasian sebuah array hampir sama dengan variabel, namun
perbedaanya kita pun mengikutkan jumlah elemenya. Berikut adalah conth
pemakaian array
Dim kelas(10) as byte, c as integer
For C =1 to 10 a(c) = c p1 =a(c)
Next
Program diatas membuat sebuah array dengan nama kelas yang berisi 10
elemen (1-10) dan kemudian seluruh elemennya diisikan dengan nilai c yang
berurutan. Untuk membacanya, kita menggunakan indeks dimana elemen
disimpan. Pada pogram diatas, elemen-elemen arraynya dikeluarkan ke port 1 dari
mikrokontroler.
2.5.7 Analog to Digital Converter
Proses konversi data analog menjadi digital merupakan proses penting dalam
proses akusisi data. Proses konversi ini dilakukan oleh sebuah komponen yang
dinamakan analog to digital converter (ADC). ADC memiliki dua karakter
prinsip yaitu kecepatan sampling dan resolusi. Kecepatan sampling suatu ADC
menyatakan seberapa sering sinyal analog dikonversikan ke bentuk sinyal digital
pada selang waktu tertentu. Kecepatan sampling biasanya dinyatakan dalam
31
sample persecond(SPS). Resolusi ADC menentukan ketelitian nilai hasil konversi
ADC. Sebagai contoh :
1. ADC 8 bit akan memiliki output 8 bit data digital, berarti sinyal input dapat
dinyatakan
dalam 255 (2n-1) nilai diskrit
2. ADC
12 bit memiliki 12 bit utput data digital, ini berarti sinyal input dapat
dinyatakan dalam 4096 nilai diskrit
Dari contoh di atas ADC 12 bit akan memberikan ketelitian nilai hasil
konversi
yang jauh lebih baik daripada ADC 8 bit.
Jenis-jenis
ADC yaitu successsive approximaition, integritas, pencacahan dan
servo, parallel. Pada ADC ini digunakan tegangan referensi (Vreff) sebesar 5
Vdc. Contohnya untuk dapat mengetahui besarnya tegangan yang diterima oleh
mikrikontroler dapat menggunkan persamaan di bawah ini:
VAD =
. Vit..............................................................(2.10)
N i l A D (desin) =
. V. Resol.................................(2.8)
Keterangan :
Vadc = tegangan terukur yang masuk ke mikrokontroler
Vin = Tegangan analog yang msuk ke ADC
Vi
= Nilai tegangan yagn terukur
V2
= Nilai niminal tegangan
2.6 Komunikasi Data
Komunikasi data merupakan bagian dari telekominikasi yang secara khusus
berkenaan dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi diantara
komputer-komputer dan piranti-piranti yang lain dalam bentuk digital yang
dikirim melalui media komunikasi data. Data berarti informasi yang disajikan
oleh isyarat digital. Komunikasi data merupakan bagian vital karena sistem ini
32
menyediakan infrastruktur yang memungkinkan komputer-komputer dapat
berkomunikasi satu sama lain.
2.6.1Jenis komuniksi data
Terdapat dua jenis cara komunikasi data yaitu:
1. Komunikasi Data Parallel
Komunikasi data parallel adalah pengiriman data diantara beberapa komputer
dan ke terminal lainnya dengan merubah besaran tegangan dan arus dalam kanal
atau kabel. Dalam komunikasi data ini bit berpindah secara satu demi satu
melewati beberapa saluran pada saat bersamaan
2. Komunkasi Data Serial
Perbedaan yang paling mendasar antara komunikasi serial dengan parallel
adalah proses perpindahan bit melewari satu saluran saja. Ada 2 macam cara
komunikasi data serial yaitu sinkron dan Asinkron. Pada komunikasi data serial
sinkron, clock dikirimkan bersama sama dengan data serial, tetapi clock tersebut
dibankitkan sendiri-sendiri baik pada sisi pengirim maupun penerima. Sedangkan
pada komunikasi serial asinkron tidak diperlukan clock karena data dikirikmkan
dengan kecepatan tertentu yang sama baik pada pengirim dan juga penerima.
Kecepatan pengirim data (atau yang sering disebut baud rate) dan fasa clock pada
sisi transmiter dan Receiver harus sinkron. Untuk itu diperlukan sinkronisasi
antara transmiter dan receiver. Kecepatan transmisi (baud rate) dapat dipilih
bebas dalam rentang tertentu. Baud rate yang umum dipakai adalah
110,135,150,300.600,1200,2400,9600,dan 19200 (bit/detik), jadi jika waktu satu
bit=3,33 ms, maka baud rate nya =1/3,33 ms atau 300 baud. Dalam komunikasi
data serial, baud rate dari kedua alat yang berhubungan
harus diatur pada
kecepatan yang sama. Selanjutnya harus ditentukan panjang data (6,7 atau 8 bit),
paritas (genap,ganjil,atau tanpa paritas), dan jumlah stop bit (1,15 atau 2 bit).
2.6.2 Recomended Standard 485
33
Recommended Standard 485 (RS485) adalah standar komunikasi yang paling
serbaguna dalam seri standar yang ditentukan oleh EIA. Itu sebabnya RS485 saat
ini digunakan secara luas antarmuka komunikasi data akusisi dan kontrol aplikasi
di mana
beberapa node berkomuniksi satu sama lain. Komunikasi RS 485 bisa
mencpai
jarak maksimal 4000 kaki, atau setara dengan 1,2 Km. Selainitu RS485
merupakan standar komunikasi serial asyncrons yang menyediakan kemampuan
komunikasi, seperti perangkat keras kontrol aliran, kontrol aliran perangkat lunak,
dan paritas cek.
Gambar 2.14 Konfigurasi IC MAX485
Tabel 2.4 Spesifikasi dari komunikasi RS485
Spesifikasi
RS485
Mode operasi
Differential
Toyal jumlah driver dan receivers pada satu jalur
1 DRIVER, 32 RECEIVER
Maksimum panjang kabel
4.000 FT
Maximum data rate
10Mb/s
Voltase Driver Output Maksimum
-7V s/d +12V
Driver Output Signal Level (Loaded Min)
+ /-1.5V
Driver Output Signal Level (diturunkan Max)
+/-6V
Driver Load Impedance (Ohms)
54
Driver Current in High Z satate Power On
+/-100uA
Driver Current in High Z state POWER
+/-100uA
Slew Rate (Max)
N/A
Receiver Input Voltage Range
-7V s/d +12V
34
Receiver Inpur Sensitivity
+/-200mV
Receiver Input Resistance (Ohms)
>= 12k
2.6.3 Topologi Jaringan RS-485
Topologi jaringan merupakan alasan mengapa RS485 kini menjadi favorit dari
empat interface dalam akusisi data dan kontrol aplikasi. Rs485 adalah satu satunya
dari interface internetworking yang mampu bekerja pada pemancar dan
penerima
dalam jaringan yang sama. Bila menggunakan standar RS 485 receiver
dengan resistansi masukan dari 1200Ω adalah mungkin untuk menghubungkan 32
perangkat ke jaringan. RS485 repeater memungkinkan untiuk meningkatkan
jumlah node menjadi beberapa ribu, dalam beberapa kilometer
Gambar 2.15 Topologi jaringan RS485
1. Single twisted pair RS485
Dalam versi ini, semua perangkat yang terhubung ke satu Twisted Pair, dengan
demikian, semuanya harus memiliki driver dengan output tri-state (temasuk
Master). Komunikasi berjalan di atas satu baris di kedua arah. Penting untuk
mencegah lebih banyak dari pemancaran perangkat sekaligus masalah perangkat
lunak
2. Double Twisted Pair RS-485
Jika menggunakan jenis ini tidak perlu menggunakan output tri-state, karena
perangkat Slave mengirim lebih dari twisted pair yang kedua, yang dimaksudkan
untuk mengirim data dari Slave ke Master. Solusi ini sering memungkinkan
35
pelaksanaan dalam sistem komunikasi multipoint, yang pada awalnya dirancang
(HW dan juga SW) untuk RS-232. Tentu saja, master perangkat lunak harus
dimodifikasi, sehingga Master query secara periodik mengirim paket ke semua
perangkat
Slave.
Download