Format Penulisan Makalah - Universitas Indo Global Mandiri

advertisement
JURNAL PEMERINTAHAN DAN POLITIK VOLUME 2 No.1 AGUSTUS 2016
ISSN PRINT : 2502-0900
ISSN ONLINE : 2502-2032
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH
DI KABUPATEN OGAN KOMERING ULU
Novia Kencana1)
1)
Program Studi Kepemerintahan Universitas Indo Global Mandiri
Jl. Jend. Sudirman No. 629 KM.4 Palembang Kode Pos 30129
Email : [email protected])
ABSTRACT
The purpose of this study was to present the results of recycle trash implementation policy in Ogan Komering Ulu
District based on Regulation number 5 year 2009 about recycle trash and constraints faced in recycle trash
implementation policy in Ogan Komering Ulu District. This study used qualitative research method and the technique
of collecting data through interview, observation and documentation. This study used a model or policy implementation
approach of George C. Edward III, namely communication, human resources, disposition and bureaucracy structure to
see and know the recycle trash policy implementation in Ogan Komering Ulu District.The results showed that the
recycle trash implementation policy in Ogan Komering Ulu District based on Regulation Ogan Komering Ulu district
number 5 year 2009 about trash recylce in general were running well, but not optimal. It was because many obstacles
that interfere the process of implementation of the policy, namely participation or society awareness who did not really
support government policy. Facilities and infrastructure are inadequate and limited budgets by Departement of Hygine
and Town Beauty Kota Ogan Komering Ulu made yet optimal implementation of this trash of public service fields.
Keyword: Implementation, Policy, Trash Recycle
dan/atau pihak lain yang diberi tanggung jawab untuk
itu. Selain itu kebijakan pengelolaan sampah diharapkan
dapat menjadi jembatan pertisipasi bagi masyarakat dan
pemerintah dalam proses pengambilan keputusan,
penyelenggaraaan dan pengawasan pengelolaan sampah.
Pelayanan publik tentang persampahan ini memang
merupakan isu lama yang hampir terjadi disetiap daerah.
Namun, masalah sampah ini masih menjadi
permasalahan yang cukup krusial dalam hal pengelolaan,
kebersihan dan keindahan suatu daerah. Sama halnya
dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu ini,
permasalahan sampah masih menjadi permasalahan
publik yang belum memiliki solusi tepat dalam masalah
pengelolaan sampah ini. hal ini dapat terlihat dengan
masih banyaknya sampah yang berserakan dipusat-pusat
kota, dipinggir jalan raya, bahkan tempat umum, seperti
sekolah, rumah sakit dan pasar. Meskipun Dinas
Kebersihan dan Keindahan Kabupaten Ogan Komering
Ulu sudah menyebar kotak sampah dipinggir jalan dan
dengan adanya petugas kebersihan yang mengambil
sampah tiap pagi dan sore, tetapi sampah masih terlihat
menumupuk dititik-titik tertentu.
Keseluruhan permasalahan yang muncul dalam
pelayanan Kebersihan/Persampahan menjadi semakin
krusial ketika semua hak warga tidak terpenuhi sesuai
dengan standar pelayanan yang berlaku. Peraturan
Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu nomor 5 tahun
2009 tentang pengelolaan sampah idealnya adalah
bagaimana dapat meningkatkan kualitas pelayanan
publik sesuai dengan asas-asas umum penyelenggaraan
negara dan sekaligus merupakan perwujudan dari prinsip
utama kebijakan desentralisasi yaitu demokratisasi,
akuntabilitas publik daan pemberdayaan masyarakat.
Dari latar belakang di atas, maka permasalahan dalam
1. Pendahuluan
Perkembangan dan pertumbuhan penduduk di suatu
daerah telah membawa sebuah perubahan pola perilaku
dan pola hidup sekelompok manusia. Perilaku tersebut
terkadang
memiliki
berbagai
dampak
untuk
kelangsungan lingkungan sekitar, baik berupa dampak
positif maupun dampak negatif. Tak ubahnya dengan
pola perilaku, pertumbuhan penduduk pun telah
membuat sebuah perubahan pola konsumsi masyarakat
yang menimbulkan bertambahnya volume, jenis dan
karakteristik sampah yang semakin beragam. 1
Perubahan pola konsumsi yang menimbulkan
sampah atau sisa kegiatan sehari-hari manusia ini telah
banyak menimbulkan dampak negatif terhadap
kesehatan masyarakat dan lingkungan.Hal tersebut
terjadi karena pengelolaan sampah selama ini belum
sesuai dengan metode dan tekhnik pengelolaan sampah
yang berwawasan lingkungan serta belum dikelolanya
secara kompherensif dan terpadu agar dapat memberikan
manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat dan
aman bagi lingkugan, serta dapat mengubah perilaku
masyarakat.Kemudian agar pengelolaan sampah dapat
berjalan secara proporsional, efektif dan efisien maka
diperlukannya kepastian hukum yang tertuang dalam
Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu nomor
5 Tahun 2009 Tentang Pengelolaan Sampah yang
didalamnya terdapat hak dan kewajiban, dimana setiap
orang berhak mendapat pelayanan dalam pengelolaan
sampah secara baik dan berwawasan lingkungan dari
pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten,
1
Dalam paparan kunjungan kerja DPRD Kabupaten Tana
Tidung dan DPRD Kota Tarakan dengan Pemkot Malang pada
10 juni 2011
17
JURNAL PEMERINTAHAN DAN POLITIK VOLUME 2 No.1 AGUSTUS 2016
penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : (1)
Bagaimana Implementasi Kebijakan Pengelolaan
Sampah di Kabupaten Ogan Komering Ulu? dan (2)
Kendala-kendala apa yang dihadapi dalam Implementasi
Kebijakan Pengelolaan Sampah di Kabupaten Ogan
Komering Ulu?
ISSN PRINT : 2502-0900
ISSN ONLINE : 2502-2032
ditentukan, strategi, waktu keputusan itu diambil dan
dilaksanakan.
Konsep Implementasi Kebijakan
George C. Edwards III mendefinisikan implementasi
sebagai
tahap
pembuatan
keputusan
diantara
pembentukan sebuah kebijakan, seperti halnya pasalpasal, pengeluaran sebuah peraturan eksekutif, pelolosan
keputusan pengadilan atau keluarnya suatu standar
peraturan dan konsekuensi dari kebijakan bagi
masyarakat dan mempengaruhi beberapa aspek
kehidupan.5
Implementasi adalah serangkaian tindakan yang
dilakukan oleh berbagai aktor dengan sarana-sarana
pendukung berdasarkan aturan-aturan yang telah
ditetapkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Pada beberapa proses kebijakan, umumnya kebijakan
yang merupakan implementasi harus dilakukan secara
efektif dan efisien. Namun, dalam kenyataannya
kemungkinan bisa terjadi adanya kendala dan
penyimpangan pada saat implementasi oleh pelaksana.
Dalam penelitian yang berjudul Implementasi
Kebijakan Pengelolaan Sampah di Kabupaten Ogan
Komering Ulu model implementasi yang digunakan
adalah Model George C.Edward III. George menjelaskan
ada empat faktor yang berpengaruh terhadap
keberhasilan atau kegagalan implementasi suatu
kebijakan :
1. Komunikasi, diartikan sebagai proses penyampaian
informasi
komunikator
dengan
komunikan.
Komunikasi yang dilakukan merupakan komunikasi
yang dibangun dan berlangsung baik didalam
maupun diluar area organisasi tersebut antara
pelaksana
kebijakan
yang ditunjuk dalam
pelaksanaan pengadaan.
2. Sumber daya, sumber-sumber yang mendukung dan
digunakan dalam implementasi suatu kebijakan.
3. Disposisi, kecendrungan dan kemauan untuk
melaksanakan kebijakan.
4. Struktur birokrasi, implementasi kebijakan yang
dilaksanakan tidak akan berlangsung dengan efektif
jika masih terdapat ketidakefisienan dalam struktur
birokrasi.
Landasan Teori
Secara umum teori merupakan definisi yang dipakai
oleh para peneliti untuk menggambarkan secara abstrak
suatu fenomena sosial ataupun alami. Dengan demikian
kerangka teori dapat diartikan sebagai alur logika atau
penalaran yang merupakan definisi yang dipakai untuk
menggambarkan secara abstrak suatu fenomena sosial
ataupun alami. Berikut ini akan diuraikan tentang konsep
Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Ogan
Komering Ulu nomor 5 Tahun 2009 Tentang
Pengelolaan Sampah yang secara garis besar adalah
sebagai berikut :
Kebijakan Publik
Istilah kebijakan dan kebijaksanaan sering dianggap
memiliki pengertian dan makna yang sama oleh sebagian
orng. Hal tersebut tentu tidak benar, berbeda dan
memiliki makna yang tak sama antar satu sama lainnya.
George C.Edward III menyatakan bahwa tidak ada
definisi yang tunggal dari kebijakan publik1 sebagaimana
yang dimaksud oleh Dye yang dikutip Young dan Quinn
memberikan definisi kebijakan publik secara luas, yakni
“whatever governments choose to do or not to do”. 2
Maksudnya kebijakan publik meliputi segala yang
dinyatakan dan dilakukan atau tidak dilakukan oleh
pemerintah.
Hal ini dipertegas oleh Anderson yang juga dikutip
oleh Young dan Quinn, menyampaikan definisi
kebijakan publik yang relative lebih spesifik, yaitu
sebagai “a purposive course of action followed by an
actor or set of actors in dealing with a problem or
matter of concern.3 Menurut Hoogerwerf pada
hakekatnya pengertian kebijakan adalah semacam
jawaban terhadap suatu masalah, merupakan upaya
untuk memecahkan, mengurangi, mencagah suatu
masalah dengan cara tertentu, yaitu dengan tindakan
yang terarah.4
Berdasarkan beberapa pengertian tentang kebijakan
yang telah dikemukan oleh para ilmuwan diatas tersebut,
kiranya dapatlah ditarik kesimpulan bahwa pada
hakikatnya studi tentang kebijakan mencangkup
pertanyaan : what,why, who, where, dan how. Semua
pertanyaan itu menyangkut tentang masalah yang
dihadapi lembaga-lembaga yang mengambil keputusan
yang menyangkut isi, caara atau prosedur yang
Konsep Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Komering
Ulu nomor 5 Tahun 2009Tentang Pengelolaan
Sampah
Dalam Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Komering
Ulu Nomor 5 Tahun 2009 Tentang pengelolaan sampah.
dijelaskan tentang kewenangan pemerintah kabupaten
Ogan Komering Ulu dalam menetapkan kebijakan dan
strategi pengelolaan sampah berdasarkan kebijakan
nasional dan provinsi. Dan masyarakat mendapat hak
untuk mendapat pelayanan pengelolaan sampah secara
baik dan berwawasan lingkungan dari pemerintah,
pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan/atau
pihak lain yang diberi tanggung jawab untuk itu.
1
Edwards III., George C (1980). Implementing Public Policy.
Washington DC : Congressional Quaterly. Inc. hal.2
2
Young dan Quinn dalam Suharto, Edi. 2008. Analisis
Kebijakan Publik : Panduan Praktis Mengkaji Masalah dan
Kebijakan Sosial. Bandung : Alfabeta.hal.22
3
Ibid, hal 23
4
Hoogerwerf dalam Sjahrir.1988. Kebijaksanaan Negara :
Konsistensi dan Implementasi. Jakarta : LP3ES. hal. 66
5
Edwards III., George C (1980). Implementing Public Policy.
Washington DC : Congressional Quaterly. Inc. hal.111
18
JURNAL PEMERINTAHAN DAN POLITIK VOLUME 2 No.1 AGUSTUS 2016
Dalam kaitannya dengan pelayanan publik di bidang
pengelolaan pemerintah telah menetapkan kebijakan
publik yang mengarah pada kepuasan masyarakat
terhadap pelayanan publik yang diselenggarakan oleh
pemerintah
daerah.
Upaya
pemerintah
untuk
memberikan pelayanan publik yang optimal menjadi
sangat penting untuk dilakukan. Pelayanan publik harus
memperoleh perhatian dan penanganan yang sungguhsungguh, karena merupakan tugas dan fungsi yang
melekat pada setiap aparatur pemerintahan. Tingkat
kualitas kinerja pelayanan publik memiliki implikasi
yang luas dalam berbagai aspek kehidupan, terutama
untuk mencapai tingkat kesejahteraan masyarakat. Oleh
karena itu upaya penyempurnaan pelayanan publik harus
dilakukan secara terus menerus, berkelanjutan dan
dilaksanakan oleh jajaran aparatur pemerintah daerah.
Mengingat Kabupaten Ogan Komering Ulu
merupakan sebuah kota yang memiliki tingkat mobilitas
yang tinggi di bidang ekonomi khususnya industri dan
perdagangan. Oleh sebab itu pelayanan publik yang
dilakukan oleh pemerintah kota akan terus meningkat.
Hal ini sejalan dengan adanya Peraturan Daerah
Kabupaten Ogan Komering Ulu Nomor 5 Tahun 2009
Tentang pengelolaan sampah yang menjadi acuan
masyarakat sekitar untuk memperoleh pelayanan
dibidang persampahan guna kelangsungan lingkungan
dan kesehatan bagi warga kota itu sendiri.
ISSN PRINT : 2502-0900
ISSN ONLINE : 2502-2032
yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.
Key informant adalah informasi dari orang-orang atau
masyarakat yang memiliki pengetahuan luas yang
memberikan layanan untuk membantu peneliti dalam
menyelesaikan observasinya. Adapun key informant
yang membantu dalam penyelesaian proposal penelitian
ini ialah warga atau masyarakat yang menjawab
quesioner, relawan masyarakat, orang-orang terlatih
dalam bidang pelayanan publik dan otonomi daerah,
serta sumber tambahan dalam bentuk pustaka.
Tekhnik Analisis Data
Unit analisis dalam penelitian ini dilakukan pada
tingkat kelompok dan masyarakat sekitar Kabupaten
Ogan Komering Ulu. Inteprestasi data dilakukan dengan
analisis deskriptif-kualitatif bukan untuk mengeneralisasi
dari data-data yang didapat, tetapi hanya untuk
menggambarkan varians-varians dalam kerangka holistik
dari realitas sosial mengenai pelayanan publik dalam
rangka
pengimplementasian
Peraturan
Daerah
Kabupaten Ogan Komering Ulu Nomor 5 Tahun 2009
Tentang pengelolaan sampah.
Analisis data kualitatif terdiri dari tiga alur kegiatan
yang berlangsung secara bersamaan, yaitu : reduksi data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan. Reduksi data
berlangsung terus selama proses penelitian yang
dilakukan dengan jalan membuat abstraksi yang
merupakan rangkuman inti, proses dan pernyataanpernyataan yang perlu dijaga keaslian datanya, sehingga
tidak merubah makna sebenarnya. Langkah kedua,
penyajian data adalah menyusun data serangkaian
informasi yang memungkinkan untuk penarikan
kesimpulan. Tahap akhir dari proses analisis adalah
penarikan kesimpulan, dalam penelitian ini hanya
bertujuan untuk menjelaskan bagaimana Implementasi
Kebijakan Pengelolaan Sampah di Kabupaten Ogan
Komering Ulu. Ketiga kegiatan tersebut saling berkaitan
dan berlangsung terus menerus mulai sebelum, saat dan
sesudah pengumpulan data.
Metodologi Penelitian
Penelitian mengenai Implementasi Kebijakan
Pengelolaan Sampah di Kabupaten Ogan Komering Ulu
ialah dengan menggunakan metode penelitian kulitatif.
Unit Analis
Unit analisis adalah satuan tertentu yang
diperhitungkan sebagai subjek penelitian.Subjek
penelitian tersebut dapat berupa benda atau manusia.
Berdasarkan hal tersebut maka yang menjadi unit
analisis dalam penelitian ini adalah kelompok
masyarakat yang menjadi objek sebagai penerima
pelayanan publik di Bidang Persampahan.
2. Pembahasan
Bab ini akan membahas mengenai Implementasi
Kebijakan Pengelolaan Sampah di Kabupaten Ogan
Komering Ulu berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten
Ogan Komering Ulu Nomor 5 Tahun 2009 Tentang
pengelolaan sampah. Kajian ini sekaligus merupakan
jawaban dari permasalahan yang diteliti, didasarkan pada
data-data yang didapat baik secara langsung maupun
secara tidak langsung melalui bahan tertulis yang
diperoleh saat penelitian. Hasil analisis terhadap datadata inilah yang nantinya diharapkan dapat menjawab
permasalahan-permasalahan yang dihadapi serta dapat
menarik suatu kesimpulan dari hasil analisis yang
diperoleh.
Kajian ini menggunakan model atau pendekatan
implementasi kebijakan dari George C. Edward III
sebagai acuan dalam melihat dan mengetahui
implementasi kebijakan pengelolaan sampah dai
Kabupaten Ogan Komering Ulu berdasarkan Peraturan
Populasi, Sampel Dan Key Informant
Dalam penelitian ini, populasi didefinisikan sebagai
jumlah atau kesatuan individu yang memiliki beberapa
kesamaan ciri atau sifat, dan kepada merekalah
kesimpulan penelitian ini diberlakukan. Populasi dalam
penelitian ini adalah sejumlah masyarakat yang tinggal
di Kabupaten Ogan Komering Ulu dan juga pemerintah
setempat yang terkait sebagai pelaku Peraturan Daerah
Nomor Kabupaten Ogan Komering Ulu 5 Tahun 2009
Tentang pengelolaan sampah.
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik
yang dimiliki oleh populasi tersebut.1 Tekhnik sampel
yang digunakan adalah tekhnik sampel incidental yaitu
tekhnik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu
siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti
dapat digunakan sebagi sampel, bila dipandang orang
1
Sugiyono.2003. Metode Penelitian Administrasi.Bandung.
Alfabeta. hal-91
19
JURNAL PEMERINTAHAN DAN POLITIK VOLUME 2 No.1 AGUSTUS 2016
Daerah kabupaten Ogan Komering Ulu nomor 5 tahun
2009 Tentang pengelolaan sampah. Setelah itu
dilanjutkan dengan kendala-kendala apa saja yang
dihadapi dalam Implementasi Kebijakan pengelolaan
Sampah di Kabupaten Ogan Komering Ulu.
ISSN PRINT : 2502-0900
ISSN ONLINE : 2502-2032
sering juga terjadi miss communication diantara
atasan dan bawahan seperti salah persepsi terhadap
sesama pegawai hingga faktor-faktor manusiawi
seperti lupa, salah mengartikan perintah atasan dan
lain-lain. Sedangkan, komunikasi secara vertikal
maupun horizontal yang terjadi antara pihak
pemerintah dan masyarakat belum berjalan dengan
baik. Hal ini di tinjau dari kurangnya sosialisasi yang
diberikan pihak Dinas Kebersihan dan Keindahan
Kota pada masyarakat Kabupaten Ogan Komering
Ulu serta kurangnya ruang untuk menyampaikan
masukan dan pendapat dari masyarakat itu sendiri.
2. Sumber daya
Sumber daya merupakan salah satu faktor terpenting
yang mempengaruhi keberhasilan suatu implementasi
kebijakan. Sumber daya juga dapat diartikan sebagai
segala sesuatu atau asset yang dimiliki suatu
organisasi dalam rangka pencapaian tujuan. Sumber
daya itu sendiri dalam proses implemetasi kebijakan
sangat mutlak diperlukan untuk mencapai tujuan
kebijakan. Sebaik apapun sebuah kebijakan yang
dihasilkan jika dilaksanakan tanpa adanya sumber
daya yang akan mendukung, akan sangat mustahil
implementasi kebijakan tersbut akan terlaksana
dengan baik. Untuk instansi Dinas kebersihan dan
keindahan Kota yang khusus menangani masalah
pengelolaan sampah di Kabupaten OKU, secara
kuantitas dan telah memenuhi persyaratan idealnya
sebuah instansi. Namun secara kualitas kerja
berdasarkan hasil wawancara dan observasi peneliti
pada saat dilapangan menunjukkan kinerja pegawai
belum optimal.
3. Disposisi
Untuk disposisi yang berlangsung pada Implementasi
Kebijakan Pengelolaan Sampah di Kabupaten Ogan
Komering Ulu dapat dilihat dari sikap dan kemauan
dari para pelaksana kebijakan yang terlibat pada
pelaksanaan kegiatan guna mewujudkan pelayanan
publik dibidang persampahan di kalangan
masyarakat kabupaten Ogan Komering Ulu.
4. Struktrur Birokrasi
Dalam mengimplementasikan suatu kebijakan
diperlukan struktur birokrasi yang jelas untuk dapat
mengimplementasikan suatu kebijakan dengan
efektif. Tanpa andanya struktur birokrasi yang jelas
akan mempengaruhi efektifitas implementasi
kebijakan. Pada saat berlangsungnya Peraturan
Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu nomor 5
tahun 2009 Tentang pengelolaan sampah telah
didukung dengan struktur birokrasi yang jelas.
Kejelasan tersebut dapat dilihat dari adanya prosedur
kerja dan koordinasi tugas yang dilakukan Dinas
Kebersihan dan Keindahan Kota Kab.
Implementasi Kebijakan Pengelolaan Sampah di
Kabupaten Ogan Komering Ulu
Implementasi kebijakan pengelolaan sampah di
Kabupaten Ogan Komering Ulu ini menganalisis
penerapan konkret dalam penyelenggaraan pengadaan
pelayanan publik di bidang pengelolaan sampah melalui
Peraturan Daerah kabupaten Ogan Komering Ulu nomor
5 tahun 2009 Tentang pengelolaan sampah.
Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu
Nomor 5 Tahun 2009 Tentang Pengelolaan Sampah
Berdasarkan isi dari Peraturan Daerah kabupaten
Ogan Komering Ulu nomor 5 tahun 2009 Tentang
pengelolaan sampah ini, banyak terdapat ketentuanketentuan bagi pemerintah untuk menetapkan kebijakan
dan strategi pengelolaan sampah berdasarkan kebijakan
nasional dan provinsi. Selain itu, didalam peraturan itu
juga terdapat hak dan kewajiban yang dimiliki oleh
masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dalam
pengelolaan sampah secara baik dan berwawasan
lingkungan dari pemerintah atau pihak yang diberi
tanggung jawab untuk itu. Selain itu masyarakatpun
dapat berpartisipasi dalam proses pengambilan
keputusan, penyelenggaraan, dan pengawassan dibidang
pengelolaan samph serta mendapat perlindungan dari
dampak negatif yang ditimbulkan dari kegiatan tempat
pemrosesan akhir sampah.
Penerapan
Model
Implementasi
Kebijakan
Pengelolaan Sampah di Kabupaten Ogan Komering
Ulu
Dalam proses implementasi kebijakan terdapat
berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan
implementasi suatu kebijakan. Sebagaimana yang
disampaikan oleh George C. Edward III, ada empat
faktor berpengaruh terhadap keberhasilan atau kegagalan
implementasi suatu kebijakan, yaitu faktor komunikasi,
sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. Keempat
faktor tersebut dijelaskan sebagai berikut :
1. Komunikasi
Komunikasi diartikan sebagai proses penyampaian
informasi
komunikator
kepada
komunikan.
Penyampaian informasi tersebut biasanya berupa
penyampaian pesan antar manusia. Komunikasi yang
berlangsung
pada
implementasi
kebijakan
pengelolaan sampah di kabupaten Ogan Komering
Ulu telah berlangsung secara vertikal dan horizontal.
Secara vertikal komunikasi tersbut berlangsung
antara atasan dan bawahan, antara pemerintah dan
masyarakat. Kemudian, secara horizontal komunikasi
yang dibangun antara sesama staff atau pun antar
kelompok masyarakat dalam memperoleh informasi
tentang pelayanan publik bidang persampahan ini
telah berjalan dengan lancar. Namun, terkadang
Prosedur yang dibuat oleh DKK OKU mampu
mengatur dan mengarahkan kepada pembagian kerja
masing-masing bidang. Dimana dalam DKK OKU
terbagi menjadi Kepala Dinas, Sekretaris, Bidang
Kebersihan, Bidang Keindahan, Bidang Keindahan,
Bidang Pengelolaan Sampah dan Kelompok Jabatan
20
JURNAL PEMERINTAHAN DAN POLITIK VOLUME 2 No.1 AGUSTUS 2016
Fungsional. Dimana untuk bidang sampah terbagi
menjadi tiga seksi, yaitu seksi Pengelolaan Sampah,
seksi Pemanfaatan dan Pemusnahan Sampah dan seksi
Sarana dan Prasarana. Pembagian bidang melalui
struktur birokrasi ini telah memenuhi standar ideal
sebuah prosedur dan spesialisasi kerja. Dimana
spesialisasi bidang ini merupakan upaya awal DKK
Kabupaten Ogan Komering Ulu untuk dapat menangani
permasalahan pengelolaan sampah secara spesifik
sehingga prosedur kerja yang ada tersebut diharapkan
dapat mengatur dan mengarahkan segala tindakan yang
dilakukan sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan
dengan efektif. Sedangkan dari hasil penelitian di DKK
Kabupaten OKU untuk koordinasi tugas intern antar
bidang dan seksi yang ada di DKK Kabupaten Ogan
Komering Ulu sudah cukup baik namun dilihat dari
koordinasi tugas DKK Kabupaten Ogan Komering Ulu
dengan ekstern Dinas atau organisasi belum terlalu
mendukung.
ISSN PRINT : 2502-0900
ISSN ONLINE : 2502-2032
persepsi terhadap sesama pegawai hingga faktorfaktor manusiawi seperti lupa, salah mengartikan
perintah atasan dan lain-lain.
b. Faktor sumber daya seperti sumber daya manusia,
sumber dana dan fasilitas semuanya mendukukng
implementasi
kebijakan
tersebut
dalam
pelaksanaan mewujudkan pelayanan publik
walaupun pada faktor sumber daya ditemukan
adanya sedikit kesulitan seperti kurangnya
fasilitas sarana dan prasarana dilapangan dan
kurangnya komitmen dari para pelaksana.
c. Selanjutnya pada faktor disposisi dijumpai
kemauan dan sikap yang baik untuk
melaksanakan kebijakan tersebut di dalam
pelaksanaan
pelayanan
publik
bidang
persampahan tersebut.
d. Implementasi kebijakan tersebut tidak lepas dari
dukungan struktur birokrasi yang ada seperti
adanya prosedur kerja dan koordinasi yang baik
diantara pelaksana kebijakan tersebut. Sehingga
dengan demikian Implementasi Kebijakan
Pengelolaan Sampah di Kabupaten Ogan
Komering Ulu telah berlangsung dengan baik
yang dapat dilihat dari sejumlah faktor
pendukung yang membantu implementasi
kebijakan tersebut.
2. Implementasi Kebijakan Pengelolaan Sampah di
Kabupaten Ogan Komering Ulu masih dijumpai
beberapa hambatan. Hambatan tersebut berupa :
a. Partisipasi masyarakat yang kurang dalam
mewujudkan kebijakan otonomi daerah terhadap
pelayanan publik bidang persampahan. Hal ini
merupakan salah satu kendala terbesar yang
dialami oleh Dinas Kebersihan dan keindahan
Kabupaten Ogan Komering Ulu dalam
mewujudkan Kabupaten yang bersih dan bebas
dari sampah.
b. Perlengkapaan sarana dan prasarana yang belum
memadai membuat kinerja Dinas Kebersihan dan
Keindahan Kabupaten Ogan Komering Ulu dalam
mewujudkan Kabupaten yang bersih dan bebas
dari sampah sedikit terhambat.
c. Terbatasnya anggaran/dana yang dimiliki oleh
Dinas Kebersihan dan Keindahan Kabupaten
Ogan Komering Ulu membuat belum optimalnya
pelaksanaan
pelayanan
publik
bidang
persampahan ini.
Faktor-Faktor Yang Menghambat Implementasi
Kebijakan Pengelolaan Sampah di Kabupaten Ogan
Komering Ulu
Pada saat berlangsungnya implementasi suatu
kebijakan biasanya sering dijumpai sejumlah hambatan
yang menggangu pelaksanaan kebijakan tersebut. Seperti
halnya pada Implementasi Kebijakan Pengelolaan
Sampah Di Kabupaten Ogan Komering Ulu ditemukan
sejumlah hambatan yang mempengaruhi implementasi
kebijakan tersebut. Kesulitan-kesuliatan itu antara lain
dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Partisipasi masyarakat yang kurang
2. Perlengkapan yang minim
3. Terbatasnya anggaran yang dimiliki
3. Kesimpulan
Implementasi Kebijakan Pengelolaan Sampah di
Kabupaten Ogan Komering Ulu secara umum sudah
cukup berjalan dengan baik namun belum optimal. Hal
tersebut dikarenakan masih terdapatnya sejumlah
hambatan yang menggangu jalannya implementasi
kebijakan tersebut secara lebih rinci kesimpulan tersebut
akan diuraikan sebagai berikut :
1. Implementasi Kebijakan Pengelolaan Sampah di
Kabupaten Ogan Komering Ulu didukung oleh
sejumlah faktor yang mempengaruhi Implementasi
kebijakan tersebut. Faktor-faktor tersebut adalah
faktor komunikasi, sumber daya, disposisi dan
struktur birokrasi.
a. Komunikasi
yang
berlangsung
selama
implementasi kebijakan tersebut berjalan dengan
baik.
Para
pelaksana
kebijakan
saling
berkomunikasi satu sama lainnya dalam
melaksanakan pekerjaannya. Sehingga faktor
komunikasi
tersebut
sangat
mendukung
Implementasi Kebijakan Pengelolaan Sampah Di
Kabupaten Ogan Komering Ulu. Namun,
terkadang sering juga terjadi miss communication
diantara atasan dan bawahan seperti salah
Saran
Masih
dijumpai
beberapa
hambatan
pada
Implementasi Kebijakan Pengelolaan Sampah di
Kabupaten Ogan Komering Ulu menuntut masukan
saran yang dapat dilakukan unutk masa yang akan
datang. Adapun saran-saran yang dapat diberikan antara
lain adalah sebagai berikut :
1. Sosialisasi dan penyuluhan tentang kebersihan dan
dampak-dampak negatif yang dihasilkan oleh
sampah yang tidak kelola dengan baik merupakan
salah satu solusi untuk menarik partisipasi dari
masyarakat sekitar. Banyaknya masyarakat yang
21
JURNAL PEMERINTAHAN DAN POLITIK VOLUME 2 No.1 AGUSTUS 2016
belum berpartisipasi dalam proses kebersihan dan
pengelolaan sampah dikarenakan belum ada
kesadaran dari masyarakat itu sendiri
2. Penambahan jumlah perlengkapan dan saranaprasarana seperti armada angkutan, bak sampah dan
sebagainya
dapat
semakin
memaksimalkan
pelayanan publik dibidang persampahan ini.
3. Anggaran yang cukup akan semakin membuat
pelaksanaan pelayanan publik ini semakin maksimal.
Oleh karena itu, bantuan dari pemerintah pusat
maupun daerah dengan berupa anggaran ataupun
dana dapat semakin membuat pelayanan publik
dibidang persampahan ini berjalan dengan lancar
Daftar pustaka
[1] Agustina, Leo.2006. Dasar-dasar kebijakan Publik.
Bandung: Alfabeta
[2] Edwards III., George C (1980). Implementing Public
Policy. Washington DC : Congressional Quaterly.
Inc.
[3] Hoogerwerf (1983). Ilmu Pemerintahan. Jakarta:
PT.Gramedia.
[4] Setyawan Salam., Dharma,M.Ed (2004) Otonomi
Daerah, dalam Perspektif Lingkungan, Nilai dan
Sumber Daya. Bandung: Djambatan.
[5] Singarimbun, Masri & Effendi, Sofian (1995).
Metode Penelitian Survei. Jakarta : LP3ES
[6] Sjahrir.1988. Kebijaksanaan Negara : Konsistensi
dan Implementasi. Jakarta : LP3ES.
[7] Sugiyono.2003. Metode Penelitian Administrasi.
Bandung. Alfabeta.
[8] Suharto, Edi. 2008. Analisis Kebijakan Publik :
Panduan Praktis Mengkaji Masalah dan Kebijakan
Sosial. Bandung : Alfabeta.
[9] Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang
Pengelolaan Sampah.
[10] Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu
Nomor 5 Tahun 2009 Tentang Pengelolaan
Sampah.
[11] Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu
Nomor 16 Tahun 2011 Tentang Retribusi Jasa
Umum.
22
ISSN PRINT : 2502-0900
ISSN ONLINE : 2502-2032
Download