BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Komunikasi Organisasi Secara

advertisement
7
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Komunikasi Organisasi
Secara sederhana di dalam proses komunikasi diharuskan adanya unsur-unsur
kesamaan makna penyampaian pesan dan orang yang menerima pesan agar terjadi
suatu pertukaran pikiran dan pengertian antara komunikator (penyebaran pesan) dan
komunikan (penerima pesan) .
Menurut Hardjana dalam Khaerul Nurjaman mengatakan bahwa komunikasi
berasal dari bahasa latin, yaitu cum, kata depan yang artinya dengan dan
bersama dengan, dan kata units, kata bilangan yang berarti satu. Dua kata
tersebut membentuk kata benda communion, yang dalam bahasa inggris
disebut dengan communion, yang berarti kebersamaan, persatuan,
persekutuan, pergaulan, dan hubungan. Karena untuk melakukan communion
diperlukan usaha dan kerja. Kata communion dibuat kata kerja communicate
yang berarti membagi sesuatu dengan seseorang, tukar-menukar,
membicarakan sesuatu dengan orang, memberitahukan sesuatu kepada
seseorang, bercakap-cakap, bertukar pikiran, berhubungan, berteman,
sehingga kesimpulannya komunikasi berarti pemberitahuan pembicaraan,
percakapan, pertukaran pikiran atau hubungan”.1
Menurut Suprapto dalam bukunya mengatakan, komunikasi dapat diartikan
sebagai transfer informasi atau pesan (message) dari pengirim pesan sebagai
komunikator dan kepada penerima sebagai komunikan. Dalam proses
komunikasi tersebut bertujuan untuk saling mencapai rasa pengertian antara
kedua belah pihak yang terlibat didalam proses komunikasi. Dalam proses
komunikasi, komunikator mengirimkan pesan atau informasi kepada
komunikan sebagai target komunikasi.2
1
Hardjana dalam Khaerul Nurjaman. Komunikasi dan Public Relations. Cetakan Petama. Bandung:CV Pustaka
Setia.2012 hal 35
2
Suprapto. Pengantar Teori & Manajemen Komunikasi . Yogyakarta: Medpress. 2009 hal 5
http://digilib.mercubuana.ac.id/
8
Organisasi merupakan suatu kumpulan atau sistem individual yang berhierarki
secara jenjang dan memiliki sistem pembagian tugas untuk mencapai tujuan tertentu.
Didalam kegiatan ini komunikasi organisasi terjadi didalam lingkup organisasi yang
dapat bersifat formal dan informal, serta berlangsung dalam suatu jaringan yang lebih
besar dari komunikasi kelompok. Menurut DeVito yang dikutip oleh Burhan,
menjelaskan “organisasi sebagai sebuah kelompok individu yang diorganisasikan
untuk mencapai tujuan tertentu”.3 Jumlah anggota organisasi bervariasi dari tiga atau
empat sampai dengan ribuan anggota. Organisasi memiliki tujuan umum untuk
meningkatkan pendapatan, namun juga memiliki tujuan-tujuan spesifik yang dimiliki
oleh orang-orang dalam organisasi itu dan untuk mencapai tujuan, organisasi
membuat norma aturan yang dipatuhi oleh semua anggota organisasi. Dari batasan
tersebut, maka suatu organisasi sebenarnya memiliki karakter yang hampir sama
dengan kelompok, perbedaannya adalah pada jumlah anggota yang lebih banyak dan
struktur yang lebih rumit, dengan demikian juga, maka norma-norma organisasi juga
lebih kompleks. Organisasi memiliki suatu jenjang jabatan ataupun kedudukan yang
memungkinkan semua individu dalam organisasi tersebut memiliki perbedaan posisi
yang sangat jelas, seperti pimpinan, staf pimpinan, dan karyawan . Masing-masing
orang dalam posisi tersebut memiliki tanggung jawab terhadap bidang pekerjaannnya,
dengan demikian komunikasi organisasi adalah komunikasi antar manusia (human
communication) yang terjadi dalam konteks organisasi dimana terjadi jaringanjaringan pesan satu sama lain yang saling bergantung satu sama lain .
3
Burhan Bungin. Sosiologi Komunikasi. Cetakan kelima. Jakarta: Kharisma Putra Utama.2009 hal 277 - 288
http://digilib.mercubuana.ac.id/
9
Pace dan Don menejelaskan bahwa
komunikasi
organisasi
dapat
didefinisikan sebagai petunjukan dan penukaran pesan diantara unit-unit
komunikasi yang merupakaan bagian dari suatu organisasi. Suatu organisasi
terdiri dari unit-unit komunikasi dalam hubungan – hubungan hierarkis
anatara yang satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.4
Dengan definisi diatas menunjukkan bahwa adanya pertukaran pesan antara
unit - unit komunikasi. Pertukaran pesan merupakan penyampaian dan penerimaan
informasi yang dimana dikatakan oleh Pace dan Don dalam penyampaian dan
penerimaan informasi keseluruh unit-unit organisasi merupakan salah satu tantangan
besar dalam organisasi, proses penyampaian dan penerimaan informasi berhubungan
dengan pola komunikasi yaitu pola lingkaran, pola roda, pola Y, pola rantai, dan pola
semua saluran.
2.1.1 Fungsi Komunikasi Dalam Organisasi
Dalam organisasi baik yang bergerak di bidang komersial maupun
Sosial, komunikasi dalam organisisasi atau lembaga tersebut akan melibatkan
empat fungsi seperti yang dikemukakan Romli dalam bukunya yaitu : fungsi
informatif, regulatif, persuasift dan integratif.5
Fungsi informatif adalah bahwa komunikasi dapat berfungsi sebagai
alat untuk menyampaikan informasi antar anggota dalam suatu organisasi
yang mempunyai kedudukan yang sama maupun yang memiliki perbedaan
kedudukan. Misalnya, orang-orang dalam tatanan manajemen membutuhkan
4
Pace dan Don. Komunikasi organisasi Strategi Meningkatkan Kinerja Perusahaan. Cetakan Ketujuh. Bandung:
Remaja Rosdakarya. 2010 hal 31
5
Syaiful Rohim. Teori Komunikasi Perspektif, Ragam, & Aplikasi. Jakarta:Rineka Cipta.2009 hal 113
http://digilib.mercubuana.ac.id/
10
informasi dalam pembuatan kebijakan maupun untuk mengatasi konflik yang
terjadi. Sedangkan karyawan membutuhkan informasi terkait instruksi kerja,
jaminan keamanan, izin cuti, dan sebagainya.
Fungsi regulatif adalah berkaitan dengan peraturan-peraturan yang
berlaku dalam organisasi. Pesan regulatif pada dasarnya berorientasi pada
kerja. Artinya bawahan membutuhkan kepastian peraturan tentang pekerjaan
sesuai denyang boleh dan tidak boleh dilaksanakan.
Fungsi regulatif adalah bahwa komunikasi bisa dijadikan sebagai alat
untuk mengajak, mempengaruhi sikpa seseorang agar dapat melakukan
sesuatu sesuai dengan kehendak komunikator tanpa adanya kesan memerintah
ataupun memaksa.
Fungsi Integratif dapat dimaksimalkan dengan pemanfaatan secara
optimal saluran-saluran komunikasi yang ada seperti saluran komunikasi
formal (newsletter, buletin, dan media internal lainnya) atau melalui saluran
komunikasi informal seperti perbincangan antarpribadi selama jam istirahat,
saat berolahraga bersama dan lain-lain.
2.2
Aliran Informasi dalam Komunikasi Organisasi
Pace and Don dalam Baden Eunson mengatakan aliran informasi
adalah suatu proses yang dinamik, dalam proses inilah pesan-pesan
diciptakan, dimunculkan dan ditafsirkan. Aliran informasi berdampak
pada efisiensi , iklim, penyesuaian, dan inovasi organisasi. Struktur
organisasi dapat memiliki pengaruh yang menentukan pada pola dan
peranan komunikasi. Konsep arah aliran komunikasi dalam organisasi
http://digilib.mercubuana.ac.id/
11
berhubungan dengan apa yang disampaikan , kepada siapa dan
bagaimana penyampaiannya.6
Salah satu tantangan besar dalam komunikasi organisasi adalah bagaimana
menyampaikan informasi ke seluruh bagian organisasi dan bagaimana menerima
informasi dari seluruh bagian organisasi. Proses ini berhubungan dengan aliran
informasi. Mengapa hal ini dipermasalahkan? Proses aliran informasi merupakan
proses yang rumit. Apa yang dikemukakan dalam dalam struktur dapat saja bukan
yang sebenarnya terjadi. Efisiensi dapat bergantung pada aliran informasi, tetapi ini
bukan pertimbangan satu satunya. Organisasi mengandalkan inovasi, dan harus
mampu menghasilkan informasi dari para anggotanya. Aliran informasi dapat
membantu menentukan iklim dan moral organisasi yang pada gilirannya berpengaruh
pada aliran informasi.7
Informasi tidak mengalir secara harfiah. Kenyataannya, informasi sendiri
tidak bergerak. Yang sesungguhnya terlihat adalah penyampaian suatu pesan,
intepretasi penyampaian tersebut dan penciptaan penyampaian lainnya. Penciptaaan,
penyampaian, dan interpretasi pesan merupakan proses yang mendistribusikan pesanpesan ke seluruh orgnisasi. Konsep proses menginsyaratkan bahwa peristiwaperistiwa dan hubungan-hubungan bergerak secara bekesinambungan, bahwa
peristiwa dan hubungan adalah dinamik. Suatu hubungan atau peristiwa dinamik
melibatkan energi dan tindakan. Jadi yang kita namakan aliran informasi suatu
6
Pace dan Don.Organizational Communication dalam Baden Eunson, Communication in the 21
Centutry.Australia:John Wiley and Sons Australia Ltd.2012 hal 524
7
Op.Cit. hal 215
http://digilib.mercubuana.ac.id/
st
12
organisasi sebenarnya adalah suatu proses yang dinamik. Dalam proses inilah pesanpesan secara tetap berkesinambungan diciptakan, ditampilkan, dan di interpretasikan.
Proses ini berlangsung terus dan berubah secara konstan. Artinya, komunikasi
organisasi bukanlah sesuatu yang terjadi kemudian berhenti. Komunikasi terjadi
sepanjang waktu. Guetzkow menyatakan bahwa penyebaran aliran informasi dalam
suatu Organisasi dapat terjadi dengan tiga cara yaitu serentak, berurutan, atau
kombinsasi dari kedua cara ini: 8
1. Penyebaran Informasi Secara Serentak
Bila pesan yang sama harus tiba di beberapa tempat yang
berbeda pada saat yang sama, maka harus dibuat recana untuk
menggunakan strategi atau teknik penyebaran pesan secara serentak.
Pemilihan teknik penyebaran yang berdasarkan pada waktu (tiba
secara serentak) memerlukan pemikiran mengenai metode penyebaran
yang sedikit berbeda dari yang biasa kita kerjakan. Dengan
berkembangnya sistem kabel dan telepon yang lebih canggih,
dirangkaikan dengan video, semua organisasi dapat berhubungan
secara visual dan vokal antara satu dengan yang lainnnya sambil tetap
berada di tempat kerja masing-masing. Penyebaran pesan secara
serentak mungkin suatu cara yang lebih umum, lebih efektif, dan lebih
8
Pace dan Don. Komunikasi organisasi Strategi Meningkatkan Kinerja Perusahaan. Cetakan Pertama. Bandung:
Remaja Rosdakarya. 1998 hal 172
http://digilib.mercubuana.ac.id/
13
efisien daripada cara lainnya untuk melancarkan aliran informasi
dalam suatu organisasi.
Gambar 2.2.1 Penyebaran pesan secara serentak
Sumber : R.Wayne Pace, Don F. Faules, 1998 :172
2. Penyebaran Informasi Secara Berurutan
Bentuk Penyebaran informasi secara berurutan meliputi
perluasan bentuk di, jadi pesan disampaikan dari si A kepada si B
kepada si C kepada si D kepada si E dalam serangkaian transasksi dua
orang. Dalam hal ini setiap individu kecuali orang ke -1(sumber
pesan) mula-mula megintepretasikan pesan yang diterimanya dan
kemudian meneruskan hasil intrepretasinya kepada orang berikutnya
dalam rangkaian tersebut.9 Penyebaran pesan secara berurutan
memperlihatkan pola “siapa berbicara kepada siapa”. Penyebaran
tersebut mempunyai pola sebagai salah satu satu ciri terpentingnya.
Bila pesan disebarkan secara berurutan, penyebaran informasi
berlangsung dalam waktu yang tidak berurutan, jadi informasi tersebut
9
Ibid. 173
http://digilib.mercubuana.ac.id/
14
tidak tiba ditempat yang berbeda dan pada waktu yang berbeda pula.
Individu cenderung menyadari informasi pada waktu yang berlainan.
Karena adanya perbedaan dalam menyadari informasi tersebut,
mungkin timbul masalah dalam koordinasi. Adanya keterlambatan
dalam penyebaran informasi akan menyebabkan informasi itu sulit
digunakan untuk membuat keputusan karena ada orang yang belum
memperoleh informasi. Bila jumlah orang yang harus diberi informasi
cukup banyak, proses berurutan memerlukan waktu yang lebih lama
lagi untuk menyampaikan informasi kepada mereka. Selain itu,
kebenaran atau kecermatan informasi akan tergannggu sebagai akibat
dari intepretasi dan dan reproduksi pesan yang berlangsung dalam
penyampaian pesan secara berurutan.10
Gambar 2.2.2 Penyebaran pesan secara berurutan
Sumber: R.Wayne Pace, Don F. Faules, 1998 :173
10
Ibid.173
http://digilib.mercubuana.ac.id/
15
2.2.1
Arah Aliran Informasi
Dalam komunikasi organisasi kita berbicara tentang informasi yang
berpindah secara formal dari seseorang yang otoritasnya lebih tinggi kepada
orang otoritasnya lebih rendah (komunikasi kebawah), informasi yang
bergerak dari seseorang yang otoritasnya lebih rendah dari kepada orang yang
otoritasnya lebih tinggi (komunikasi keatas), informasi yang bergerak di
antara oranag-orang yang memiliki tingkat otoritas yang sama (komunikasi
horizontal), atau informasi yang bergerak di antara orang-orang dan jabatanjabatan menjadi atasan maupun bawahan satu dengan yang lainnya
(komunikasi lintas saluran).
Rosmawati menjelaskan bahwa, “aliran informasi dalam organisasi
adalah suatu Proses sistemik. Dalam proses inilah pesan-pesan secara
tetap dan berkesinambungan ditampilkan, dan di interpretasikan lewat
upaya saling mempengaruhi dan proses ini berlangsung secara terusmenerus dan berubah secara konstan”. 11
Definisi tersebut menjelaskan bahwa aliran informasi dalam organisasi
adalah sebuah proses yang terus menerus, dengan kata lain aliran informasi ini
bukanlah sesuatu yang terjadi lalu kemudian berhenti, karena komunikasi
terjadi sepanjang waktu. Untuk lebih jelasnya akan disampaikan melalui
gambar dibawah ini :
11
Rosmawati. Mengenal Ilmu Komunikasi.Jakarta:Widya Padjajaran.2010 hal 102
http://digilib.mercubuana.ac.id/
16
Gambar 2.2.3 Empat arah komunikasi organisasi
Sumber : R.Wayne Pace, Don F. Faules, 1998 : 184
2.2.1.1 Komunikasi ke Bawah (Downward Communication)
Komunikasi ke bawah dalam sebuah organisasi artinya nformasi
mengalir dari jabatan yang berotoritas lebih tinggi kepada mereka yang
berotoritas lebih rendah. Menurut Romli “komunikasi kebawah merupakan
aliran komunikasi dari tingkat atas ke tingkat bawah melalui hierarki
organisasi”.12Dengan kata lain bahwa komunikasi ini menunjukan arus pesan
yang mengalir dari para atasan atau pimpinan kepada bawahannya.
Kebanyakan komunikasi ke bawah digunakan untuk menyampaikan pesanpesan yang berkenaan dengan tugas-tugas pemeliharaan. Pesan tersebut
12
Khomsahrial Romli.Komunikasi Organisasi Lengkap.Jakarta:Grasindo.2011 hal 176
http://digilib.mercubuana.ac.id/
17
biasanya berhubungan dengan pengarah, tujuan, disiplin, perintah, pertanyaan
dan kebijakan umum.
2.2.1.2 Komunikasi ke Atas (Upward Communications)
Komunikasi ke atas menurut Dennis dalam Tubbs adalah “proses
penyampaian gagasan, perasaan, dan pandangan pegawai tingkat bawah
kepada atasannya dalam organisasi”.13 Jadi komunikasi ke atas adalah pesan
yang mengalir dari bawah kepada atasan atau tingkat yang lebih rendah
kepada tingkat yang lebih tinggi. Semua karyawan dalam suatu organisasi
yang berada pada tingkatan yang paling bawah dapat berkomunikasi ke atas
.Tujuan dari komunikasi ini adalah untuk memberikan balikan, memberikan
saran, dan mengajukan pertanyaan.
2.2.1.3
Komunikasi Horizontal (Horizontal Communication)
Komunikasi horizontal adalah pertukaran pesan diantara orang-orang
yang sama tingkatan otoritasnya di dalam organisasi. Pesan yang mengalir
menurut fungsi dalam organisasi diarahkan secara horizontal. Masmuh
menjelaskan bahwa “komunikasi horizontal terjadi antara dua pejabat atau
pihak yang berada dalam tingkatan hierarki wewenang yang sama”.14 Contoh
dari komunikasi horizontal misalnya antara karyawan A dengan karyawan B
13
Stewart L. Tubbbs and Sylvia Moss.Human Communication Konteks-Konteks Komunikasi.Bandung:Remaja
Rosdakarya.2005 hal 181
14
Abdullah Masmuh.Komunikasi Organisasi dalam Perspektif Teori dan Praktek.Malang:UMM Press.2010 hal 10
http://digilib.mercubuana.ac.id/
18
yang memiliki kedudukan yang sama sebagai staff keuangan. Pesan ini
biasanya berhubungan dengan tugas-tugas, koordinasi, penyelesaian masalah,
dan saling memberikan informasi. Komunikasi horizontal sangat penting
untuk koordinasi pekerjaan antara bagian-bagian dalam organisasi.
2.2.1.4 Komunikasi Lintas Saluran (Diagonal Communications)
Dalam kebanyakan organisasi, muncul keinginan pegawai untuk
berbagi informasi melewati batas-batas fungsional dengan individu yang tidak
menduduki posisi atasan maupun bawahan mereka. Romli menjelaskan bahwa
“komunikasi diagonal merupakan aliran komunikasi dari orang-orang yang
memiliki hubungan kewenangan secara langsung”.15Kesimpulannya bahwa
komunikasi lintas saluran merupakan komunikasi yang melintasi jalur
fungsional dan berkomunikasi dengan orang-orang yang diawasi dan
mengawasi tetapi bukan atasan atau bawahan mereka. Mereka tidak memiliki
otoritas lini untuk mengarahkan orang-orang yang berkomunikasi dengan
mereka dan terutama harus mengutarakan gagasan-gagasan mereka. Misalnya
bagian-bagian seperti akuntan, operasional, pemasaran, dan personalia
mengumpulkan data, laporan, rencana persiaoan, kegiatan koordinasi dan
memberikan nasihat kepada manajer dari semua bagian organisasi.
15
Khomsarial Romli.Komunikasi Organisasi Lengkap.Jakarta:Grasindo.2011 hal 176
http://digilib.mercubuana.ac.id/
19
2.2.1.5
Komunikasi Informal / Selentingan (Grapevine Communications)
Seperti yang dijelaskan oleh Devito bahwa komunikasi informal tidak
mengikuti jalur komunikasi formal,hierarki yang dibangun dalam organisasi,
namun memiliki jalur sendiri.
Suatu organisasi memiliki persyaratan teknis yang berasal dari tujuan
yang ditetapkannya. Pencapaian tujuan tersebut menuntut agar tugas-tugas
tertentu harus dilaksanakan dan para karyawan harus melaksanakan tugastugas tersebut. Sebagai hasilnya, sebagian karyawan akan menjadi anggota
dari suatu kelompok yang didasarkan atas kedudukan mereka dalam
organisasi (kelompok formal). Di lain pihak, bilamana individu berhubungan
secara terus menerus, ada kecendrungan orang-orang itu untuk membentuk
kelompok yang kegiatannya mungkin berbeda dari yang diiinginkan
organisasi (kelompok informal).
Menurut Gibson, “kelompok informal adalah pengelompokan orangorang secara alamaiah dalam situasi kerja sebagai tanggapan terhadap
kebutuhan sosial. Kelompok ini muncul dari upaya individu dan tumbuh atas
dasar kepentingan yang sama bukan dibentuk dengan sengaja”.16
Komunikasi informal terjadi bila pegawai satu sama lainnya tidak
mengindahkan posisinya dalam organisasi. Faktor-faktor yang mengarahkan
aliran informasi lebih bersifat pribadi. Arah aliran komunikasi menjadi tidak
16
Gibson L. James, John M.Ivancevich and James H.Donelly.Organisasi Struktur dan Proses.Jakarta:Erlangga.hal
243
http://digilib.mercubuana.ac.id/
20
stabil, terkadang mengalir ke atas, ke bawah dan melitasi saluran jika ada
perhatian pada hubungan-hubungan posisional. Karena komunikasi informal
muncul dari interaksi diantara orang-orang sehingga infomasi ini mengalir
dari arah yang tidak diduga, dan jaringannnya digolongkan sebagai
selentingan (grapevine).
Komunikasi informal cenderung mengandung laporan “rahasia”
tentang orang dan peristiwa yang tidak mengalir dari saluran perusahaan
formal.
Informasi
yang
diperoleh
dari
melalui
selentingan
lebih
memperhatikan apa yang dikatakan atau didengarkan oleh seseorang daripada
apa yang dikeluarkan oleh pemegang kekuasaan, paling tidak sumbernya
rahasia meskipun sebenarnya informasi tersebut bukan bersifat rahasia.
2.3
Jaringan Komunikasi
2.3.1
Pengertian Jaringan Komunikasi
Little John menjelaskan “communication network is the way in which anny 2
person are linked together”.17 Jaringan Komunikasi adalah cara dimana dua
orang terikat dalam komunikasi bersama. Jadi, jaringan komuinikasi adalah
sistem komunikasi umum yang akan digunakan oleh kelompok dalam
mengirimkan pesan dari satu orang kepada orang lainnya sebagai struktur
yang diformalkan dan diciptakan sebagai saran komunikasi.
17
Stephen W. Little John dan Karen A. Foss. Theories of Human Communication.Belmont, Thompson
Sadsworth.2008. hal 261
http://digilib.mercubuana.ac.id/
21
2.3.2
Peranan Jaringan Kerja Komunikasi
Sebuah Organisasi terdiri dari orang-orang dalam berbagai jabatan.
Ketika orang-orang dalam itu mulai berkounikasi satu dengan yang lainnnyam
berkembanglah keteraturan dalam kontak dan jaringan yang terjadi memberi
peranan pada orang tersebut.
Menurut R. Wayne Pace dalam bukunya mengatakan bahwa analisis
jaringan telah mengungkapkan sifat-sifat khas sejumlah peranan
jaringan komunikasi meliputi anggota klik, penyendiri (isolate),
jembatan (bridge), penghubung (liason), penjaga gawang (gate
keeper), pemimpin pendapat (opinion leader), dan kosmopolit
(cosmopolites)18
Dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwaya peran-peran yang
muncul dalam jaringan komunikasi adalah sebagai berikut :
1. Anggota Klik
Klik terdiri dari Individu-individu yang keadaan sekelililingnya
/ (kantor atau tempat bekerja) memungkinkan kontak antar
individu yang satu sama lain saling menyukai dan yang merasa
amat puas dengan kontak-kontak tersebut. Rogers dan Kincaid
dalam Kriyantoro menyebutkan bahwa klik adalah bagian dari
sistem jaringan komunikasi yang anggota-anggotanya relatif leih
sering berhubungan satu sama lain antar anggotanya dengan syarat
sebagai berikut : Setiap klik paling sedikit terdiri dari tiga anggta,
setiap anggota klik tidak memiliki 50% hubungan, dan setiap
18
R.Wayne Pace dan Don F. Faules. Komunikasi Organisasi Strategi Meningkatkan Kinerja perusahaan.Bandung:
Remaja Rosda Karya.2006 hal 177-183
http://digilib.mercubuana.ac.id/
22
anggota klik harus berhubungan satu sama lains secarla langsung
ataupun tidak langsung, artinya tidak memperhatikan arah
hubungan.19
Klik seringkali terdiri dari individu-individu yang memiliki
alasan formal, yang berhubungan dengan jabatan untuk melakukan
kontak sekaligus juga mempunyai alasan informal dan bersifat
antar persona.
2. Penyendiri (isolate)
Penyendiri adalah mereka yang hanya melakukan sedikit atau
sama sekali tidak mengadakan kontak dengan anggota lainnya,
Konsep penyendiri ini relatif dan harus didefinisikan untuk setiap
analisis jaringan kerja komunikasi. Biasanya jaringan kerja di
definisikan bergantung pada isi pesan. Jadi mungkin saja seorang
anggota menyendiri dalam suatu jaringan yang pesan-pesannya
mengenai hubungan pemerintahan dengan organisasi, tetapi menjadi
seorang anggota klik sentral bila pesannya berkenaan dengan
administrasi internal suatu dari suatu divisi dalam organisasi tersebut.
Karakteristik penyendiri :
1. Lebih berorientasi diri sendiri, kurang motivasi dan upaya
untuk maju serta rendah keinginan untuk berinteraksi.
19
Kriyantoro Rahmat. Teknik Praktis Riset Komunikasi.Jakarta:Kencana Prenada Media.2010 hal 326
http://digilib.mercubuana.ac.id/
23
2. Kurang pengalaman dalam sistem, rata-rata lebih muda,
dan tidak memiliki power dalam organisasi
3. Lebih
banyak
menyimpan
informasi
daripada
mengalirkannnya.
4. Menganggap komunikasi sebagai sistem tertutup dan tidak
nyaman berada dalam sistem.
5. Tidak banyak tahu anggota grup dibanding lainnya, dan
cenderung menyimpan informasi yang relevan untuk
kepentingannya sendiri.
3. Jembatan (bridge)
Jembatan adalah seorang anggota klik yang memiliki sejumlah
kontak yang menonjol dalam kontak antar kelompok, juga
menjalin kontak denhan anggota klik lain. Sebuah jembatan
berlaku sebagai pengontak langsung antara dua kelompok
pegawai.
4. Penghubung (liason)
Penghubung
adalah
orang
yang
mengaitkan
atau
menghubungkan dua klik atau lebih tetapi bukan anggota salah
satu kelompok yang dihubungkan tersebut. Peranan penghubung
adalah mengaitkan satuan-satuan organisasi bersama-sama dan
menggambarkan orang-orang yang berlaku sebagai penyaring
informasi dalam organisasi.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
24
5. Penjaga Gawang (gate keeper)
Dalam suatu jaringan komunikasi organsisasi penjaga
gawang (gate keeper) adalah orang yang secara strategi
ditempatkan dalam jaringan agar dapat melakukan pengendalian
atas pesan apa yang akan disebarkan melalui sistem tersebut.
Seorang penjaga gawang paling mudah dikenali dalam jaringan
komunikasi berurutan, karena informasi dan pesan dapat
dikendalikan hampir dalam setiap hubungan.Setiap penyampai
pesan dalam suatu rantai urutan dapat menjadi penjaga gawang.
6. Pemimpin Pendapat (opinion leader)
Berlawanan dengan pemimpin resmi yang memiliki
otoritas dalam organisasi berdasarkan jabatan yang mereka
pegang. Pemimpin pendapat (opinion leader) adalah orang tanpa
jabatan formal dalam sistem sosial yang membimbing pendapat
dan mempengaruhi orang-orang dalam keputusan mereka. Orang
ini disebut sebagai pempimpin pendapat yang dibutuhkan karena
pendapat dan pengaruh mereka. Mereka merupakan orang-orang
yang mengikuti persoalan dan dipercayai orang-orang lainnya
mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.
7. Kosmpolit (cosmopolites)
Manusia kosmopolitan adalah orang yang menjadi milik seluruh
duni atau orang yang bebas dari gagasan, prasangka, atau
http://digilib.mercubuana.ac.id/
25
kecintaan lokal, daerah dan nasional. Seorang kosmopolit adalah
individu yang melakukan kontak dengan dunia luar atau individu
diluar organisasi.
2.4
Pola Komunikasi
Pola khusus aliran informasi berkembang dari kontak antarpersona yang
teratur dan cara-cara informasi rutin pengiriman serta penerimaan pesan. Katz dan
Kahn menunjukan bahwa “pola atau keadaan urusan yang teratur mensyaratkan
bahwa komunikasi di antara para anggota sistem tersebut dibatasi. Sifat asal
organisasi mengisyaratkan pembatasan mengenai siapa berbicara kepada siapa”. 20
Burgess mengamati bahwa karakter komunikasi yang ganjil dalam organisasi
adalah pesan mengalir menjadi amat teratur sehingga kita dapat berbicara
tentang jaringan atau struktur komunikasi. Ia juga mengatakan bahwa
orgnanisasi formal mengendalikan struktur komunikasi dengan menggunakan
sarana tertentu seperti penunjukan otoritas dan hubungan-hubungan kerja,
penetapan kantor, dan fungsi-fungsi komunikasi khusus.21
2.4.1
Pengertian Pola Komunikasi
Pola komunikasi adalah suatu bentuk arus penyampaian pesan yang
biasanya telah menjadi sistem dalam sebuah kelompok atau organisasi yang
dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan kelompok
atau organisasi tersebut.22
20
Katz dan Kahn. The Social Psychology of Organization. New York:John Wiley. 1966
Burgess. Communication Networks and Behavioral Consequences.1969 hal 137-160
22
Karl Weick dalam Morrisan,M.A. Teori Komunikasi Organisasi. Jakarta. Ghalia Indonesia, 2009 hal 34
21
http://digilib.mercubuana.ac.id/
26
Karl Weick seorang ahli yang memiliki pemikiran Sibernetika, yaitu
pemikiran yang menempatkan komunikasi sebagai proses penting dalam
pembentukan sebuah sistem dalam organisasi, teori tentang pola arus
informasi yang dimiliki Weick adalah Teori Sistem dan Teori Sosiokultural
a.
Teori Sistem
Teori sistem adalah teori yang melihat pola-pola interaksi yang
kompleks diantara bagian-bagian dalam sistem, dan memahami berbagai
interaksi yang berada di dalamnya. Komponen penting dalam Teori sistem
untuk memahami informasi dalam organisasi adalah umpan balik (feedback),
yaitu informasi yang diterima organisasi.
Informasi yang diterima dapat dipandang sebagai informasi yang
positif atau negatif. Organisasi dan anggotanya dapat memilih perubahan yang
sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai pada sistem yang bersangkutan.
Melalui umpan balik bagian-bagian organisasi dapat menentukan jika
informasi yang diterima bersifat jelas dan mencukupi untuk mencapai tujuan
yang diinginkan.23
b. Teori Sosiokultural
Teori Sosiokultural melihat organisasi sama seperti makhluk hidup
Yang selalu memiliki naluri untuk bertahan dan memiliki kemauan dan
kemampuan
untuk
beradaptasi
dengan
lingkungannya.
Karl
Weick
mengadopsi teori evolusi sosiokultural untuk menjelaskan proses yang harus
23
Ibid.34
http://digilib.mercubuana.ac.id/
27
dijalani organisasi untuk dapat menyesuaikan diri terhadap tekanan dari
berbagai informasi yang diterima organisasi.
Tekanan yang muncul merupakan hasil dari kelebihan informasi atau
adanya multi interpretasi terhadap suatu informasi. Walaupun pendekatan
melalui teori evolusi sosiokultural bermanfaat dalam menjelaskan adaptasi
yang diperlukan untuk mengolah informasi, teori mengenai sistem juga
memainkan peran penting dalam pola komunikasi karena menyoroti
keterkaitan antar tim, departemen, dan karyawan dalam mengelola
informasi.24
Pada dasarnya organisasi memiliki dua tugas utama agar dapat
mengelola berbagai sumber informasi dengan tepat. Yang pertama organisasi
harus mampu menafsirkan informasi yang ada di lingkungan eksternal
organisasinya, kedua organisasi harus bisa mengkoordinasikan atau
menerjemahkan bahasa yang sesuai agar dapat dimengerti dan memiliki
manfaat untuk membantu organisasi mencapai tujuannya.
Pada sebuah kelompok yang memiliki pola komunikasi yang tetap dan
terstruktur, umumnya ada dua struktur yang menjadi dasar acuan untuk
melihat pola komunikasi yang ada dalam sebuah kelompok yaitu:25
a. Sturktur Permukaan (surface structure)
24
25
Ibid. 35
Ibid. 49
http://digilib.mercubuana.ac.id/
28
Struktur permukaan organisasi adalah aktivitas sehari-hari anggota
organisasi. Aktivitas tersebut bukanlah interaksi yang tidak saling
berhungan atau kebetulan saja. Berbagai kegiatan tersebut digerakan
dari ‘struktur dalam’ (deep structure) organisasi yang bersangkutan.
b. Struktur Dalam (deep structure)
Struktural dalam organisasi adalah seperti tata bahasa atau
pengaturan struktural yang memberikan karakter pada organisasi dan
memandu tindakannya. Struktur dalam adalah suatu jaringan aturan
yang rumit mengenai pola-pola interaksi yang diperbolehkan dalam
organisasi, kewajiban anggota serta tanggungjawab yang diharapkan.
Struktur adalah aturan moral atau suatu rasa mengenai bagaimana
sesuatu harus dikerjakan.
Organisasi harus harus menciptakan jaringan komunikasi yang
beragam. Yang dimaksud dengan jaringan disini adalah saluran yang
digunakan untuk meneruskan pesan dari satu orang ke orang lain. Jaringan ini
dapat dilihat dari dua perspektif.
Pertama, kelompok kecil sesuai dengan sumberdaya yang dimilikinya
akan mengembangkan Pola Komunikasi yang menggabungkan beberapa
struktur jaringan komunikasi. Jaringan komunikasi ini merupakan sistem
komunikasi umum yang akan digunakan kelompok dalam mengirimkan pesan
dari satu orang ke orang lainnnya. Kedua, jaringan komunikasi ini bisa di
http://digilib.mercubuana.ac.id/
29
pandang sebagai struktur yang diinformalkan dan diciptakan oleh organisasi
sebagai sarana komunikasi organisasi.26
Little John mengatakan bawah terdapat empat ciri atau acuan yang
terlihat dari komunikasi antar individu dalam sebuah jaringan antara lain :27
a. Fungsi Jaringan
Jaringan memiliki fungsi yang tertentu dibandingkan fungsifungsi lainnnya. Misalnya jaringan yang menggunakan pendekatan
kekuasaan
atau
pengaruh,
seringkali
dinamakan
jaringan
kewenangan atau instrumental misalnya organisasi militer.
Jaringan lain lebih mengutamakan persahabatan atau afiliasi
misalnya pecinta alam, informasi, produksi, dan inovasi.
b. Tingkat Keterhubungan
Yaitu rasio antara hubungan yang sebenarnya dengan
kemungkinan hubungan. Jaringan yang memiliki keterhubungan
tinggi adalah jaringan yang kuat dan dekat. Jaringan seperti ini
dapat memberikan banyak pengaruh kedalam hubungan dan
membangun norma-norma bagi pikiran perilaku.
c. Sentralitas atau Desentralitas
Sebuah organisasi yang sentralistis memiliki garis hubungan
yang dimulai dari kelompok hingga ke sejumlah pusat hubungan.
26
Joseph A. DeVito. Komunikasi Antar Manusia.Jakarta.Profesional Books.2009. hal 344
Stephen W. Little John dan Karen A. Foss. Theories of Human Communication.Belmont, Thompson
Sadsworth.2008. hal 261
27
http://digilib.mercubuana.ac.id/
30
Sistem yang terdesentralisasi memiliki hubungan lebih besar
diatara pada anggota secara keseluruhan, dan tidak ada kelompok
yang mengontrol hubungan tersebut.
d. Derajat Pemisahan
Jumlah hubungan yang terdapat antara anda dengan orang lain
dinamakan “derajat pemisahan”(degrees of separation). Misalnya,
anda ingin bertemu dengan seseorang, namun anda tidak tahu
dimana orang itu anda berada dan anda juga tidak tahu bagaimana
cara menghubunginya. Dalam rgfhal ini anda bertanya kepada
sejumlah
orang
yang
dapat
membantu
anda
mengetahui
keberadaan orang yang anda cari itu. Setelah bertanya dengan
empat orang barulah anda dapat menemuinya. Dalam hal ini
derajat pemisahan yang anda butuhkan adalah sebanyak empat
hubungan, yaitu jumlah
hubungan yang anda butuhkan untuk dapat menemui orang-orang
yang adan cari. Cukup banyak pemikiran yang membahas caracara jaringan sehingga dapat berfungsi dalam organisasi, misalnya
:28
a. Mengontrol aliran informasi
b. Menyatukan orang-orang dengan kepentingan yang sama
c. Membangun interpretasi yang sama
28
Morrisan, M.A. Teori Komunikasi Organisasi. Jakarta. Ghalia Indonesia. 2009. hal 54
http://digilib.mercubuana.ac.id/
31
d. Mendorong Pengaruh Sosial
e. Memungkinkan terjadinya tukar menukar sumber daya
Ketika seseorang berkomunikasi dengan orang lain, maka tercipta
hubungan (link) atau jaringan yang merupakan garis-garis komunikasi yang
saling berhubungan dan menjadi sebuah pola kounikasi yang membentuk
sebuh aturan baik dapat menjadi formal, ataupun hanya sebuah pola informal
namun menjadi hal yang membudaya dalam individu, kelompok, hingga
organisasi. Gagasan yang penting lainnya tentang pola komunikasi yaitung
mengenai jaringan yang relatif stabil diatara interaksi antra individu.
2.4.2
Macam-Macam Pola Komunikasi
Dalam kelompok formal ataupun informal pola komunikasi sangat
dibutuhkan untuk terciptanya keselarasan penyaluran pesan dalam setiap
individu
yang menjadi
bagian
dari
sebuah
kelompok
agar
dapat
memaksimalkan hasil dan meminimalisir hal yang tidak diinginkan /
hambatan untuk mencapai tujuan. Struktur pola komunikasi dalam buku
Komunikasi Antar Manusia karangan Josep A. DeVito terdapat lima pola,
yaitu : 29
a. Pola Lingkaran
Pola Lingkaran tidak memiliki tidak memiliki pemimpin.
Semua anggota posisinya sama. Mereka memiliki wewenang atau
29
Joseph A. DeVito. Komunikasi Antar Manusia.Jakarta.Profesional Books.2009. hal 345
http://digilib.mercubuana.ac.id/
32
kekuatan yang sama untuk mempengaruhi kelompok. Setiap
anggota bisa berkomunikasi dengan dua anggota lain disisinya.
b. Pola Roda
Pola Roda memiliki pemimpin yang jelas yaitu yang posisinya
berada di pusat. Orang ini merupakan satu-satunya yang dapat
mengirim dan menerima pesan dari semua anggota, Oleh karena
itu, jika seorang anggota ingin berkomunikasi dengan anggota lain
maka pesannya harus disampaikan melalui pemimpinnya.
Gambar 2.4.2.1 Dua pola dasar komunikasi
Sumber : R.Wayne Pace, Don F. Faules, 1998 :174
c. Pola Y
Pola Y relatif kurang tersentralisasi dibandingkan dengan struktur
roda, tetapi lebih tersentralisasi dibanding dengan pola lainnya. Pada
Pola Y juga terdapat pemimpin yang jelas, tetapi satu anggota lain
berperan sebagai pemimpin kedua. Anggota ini dapat mengirimkan
dan menerima pesan dari dua orang lainnya. Ketiga anggota yang lain
komunikasinya terbatas hanya dengan satu orang lainnya.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
33
Gambar 2.4.2.2 Pola Y
Sumber : Alur Komunikasi (2006, 29 November.Diakses
pada tanggal 07 November 2015 dari https //deprazz.wordpress.com)
d. Pola Rantai
Pola Rantai sama dengan pola lingkaran kecuali bahwa para
anggota yang paling ujung hanya dapat berkomunikasi dengan satu
orang saja. Keadaan terpusat juga terdapat disini. Orang yang
berada di posisi tengah lebih berperan sebagai pemimpin daripada
mereka yang berada di posisi lain.
Gambar 2.4.2.3 Pola Rantai
(Sumber gambar : Alur Komunikasi (2006, 29 November).Diakses
pada tanggal 07 November 2015 dari https //deprazz.wordpress.com)
e. Pola Semua Saluran atau Pola Bintang
Pola Semua Saluran atau Pola Bintang hampir sama dengan
pola lingkaran. Artinya semua anggota adalah sama dan semuanya
http://digilib.mercubuana.ac.id/
34
juga memiliki kekuatan yang sama untuk mempengaruhi anggota
lainnya. Akan tetapi dalam struktur semua saluran setiap
anggotanya bisa berkomunikasi dengan setiap anggota lainnya.
Dalam pola anggota ini memungkinkan adanya partisipasi secara
optimal.
Gambar 2.4.2.4 Pola Semua Saluran atau Pola Bintang
Sumber Alur Komunikasi (2006, 29 November.Diakses
pada tanggal 07 November 2015 dari https //deprazz.wordpress.com)
Struktur diatas memiliki keunggulan dan kekurangan dalam sebuah kelompok
atau organisasi struktur jaringan yang tidak sesuai dengan kebutuhan kelompok atau
organisasi hasilnya akan menghambat arus pesan dalam komunikasi internal antara
masing-masing anggota, ketua kelompok atau organisasi harus dengan cermat
memutuskan jaringan seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan kelompok atau
organisasinya.
2.5
Public Relations
Didalam kegiatan operasionalnya, sebuah organisasi tentunya memerlukan
pihak-pihak yang dapat memberikan dukungan baik dari sisi operasional
http://digilib.mercubuana.ac.id/
35
perusahaan, pemberdayaan sumber daya manusia, hingga pihak yang mampu
menyelesaikan masalah perusahaan tanpa mengurangi nama baik perusahaan.
Dalam hal tersebut seorang profesional public relations, mampu untuk
menjaga nama baik perusahaan dan memberikan improvisasi yang baik bagi
perkembangan perusahaan.
2.5.1
Definisi Public Relations
Frank Jefkins mendefinisikan Public Relations sebagai sesuatu yang
merangkum keseluruhan komunikasi yang terencana baik itu ke dalam
maupun ke luar antara suatu organisasi atau perusahaan dengan semua
khalayaknya dalam mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan saling
pengertian.30
Sedangkan Rhenald Kasali berpendapat bahwa “Public Relations
merupakan suatu fungsi strategi dalam manajemen yang melakukan
komunikasi untuk menimbulkan pemahaman dan penerimaan dari Publik”.
Public Relations adalah fungsi manajemen yang membangun dan
mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi
dengan publik yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi
tersebut.
30
Frank Jefkins.Public Relations.Edisi ke 4.Jakarta:Erlangga. 1995 hal 9
http://digilib.mercubuana.ac.id/
36
2.5.2
Tugas dan Fungsi Public Relations
Selain fungsi yang disebutkan di atas, Public Relations juga memiliki
tugas seperti :31
1.
Menyelenggarakan dan bertanggung jawab atas penyampaian
informasi atau pesan secara lisan, tertulis, atau melalui gambar (visual)
kepada publik, sehingga publik mempunnya pengertian yang benar
tentang ikhwal atau lembaga, dan segenap tujuan serta kegiatan yang
dilakukan.
2.
Memonitor, merekam, dan mengevaluasi tanggapan serta
pendapat umum atau masyarakat.
3.
Mempelajari dan melakukan analisis reaksi publik terhadap
kebijakan perusahaan maupun segala macam pendapat (public
acceptance and non accpetance)
4.
Menyelenggarakan hubungan baik dengan masyarakat dan
media massa untuk memperoleh simpati publik, publik good opinion,
dan terjadi perubahan sikap
2.5.3
Peran Public Relations
Ada empat peran utama PR yang mendeskripsikan sebagian besar
praktik PR yaitu :32
1.
31
32
Teknisi Komunikasi
Rachmadi, Public Relations dalam Teori dan Praktek.Jakarta:PT. Gramedia Pustaka Utama.1994 hal 22
Ibid.46-47
http://digilib.mercubuana.ac.id/
37
Teknisi Komunikasi memiliki fungsi untuk menulis dan
mengedit news letter karyawan , menulis news release dan
feature, mengembangkan isi website dan menangani kontak
dengan media. Praktisi yang melakukan peran ini biasanya
tidak hadir saat manajemen mendefinisikan problem dan
memilih solusi. Mereka baru bergabung untuk melakukan
komunikasi dan mengimplementasikan program.
2.
Expert Prescriber
Ketika para praktisi mengambil peran sebagai pakar / ahli,
orang lain akan menganggap mereka sebagai otoritas dalam
persoalan PR dan solusinya. Manajemen PR menyerahkan PR
di tangan para ahli dan manajemen biasanya mengambil peran
pasif saja. Praktisi yang beroperasi sebagai praktisi pakar
bertugas mendefinisikan problem, mengembangkan program
dan bertanggung jawab penuh atas implementasinya.
3.
Fasilitator Komunikasi
Peran Fasilitator Komunikasi bagi seorang praktisi adalah
sebagai pendengar yang peka dan perantara komunikasi.
Fasilitator komunikasi bertindak sebagai perantara (liaison),
interpreter, dan mediator antara organisasi dan publiknya.
Mereka menjaga komunikasi dua arah dan memfasilitasi
percakapan dengan menyingkirkan rintangan dalam hubungan
http://digilib.mercubuana.ac.id/
38
dan menjaga agar saluran komunikasi tetap terbuka. Tujuannya
adalah memberi informasi yang dibutuhkan oleh manajemen
atau publik untuk membuat keputusan demi kepentingan
bersama.
4.
Fasilitator Pemecah Masalah (Problem Solver)
Ketika praktisi melakukan peran fasilitator pemecah masalah
mereka
berkolaborasi
dengan
manajer
lain
untuk
mendefinisikan dan memecahkan masalah. Mereka menjadi
bagian dari tim perencanaan strategis. Kolaborasi dan
musyawarah dimulai dengan persoalan pertama dan kemudian
sampai ke evaluasi program final. Praktisi pemecah masalah
membantu manajer lain dan organisasi untuk mengaplikasikan
PR dalam proses manejemen PR bertahap yang juga dipakai
untuk memecahkan problem organisasional lainnya.
2.5.4
Peran Public Relations terhadap Stakeholder
Menurut Arif Budimanta , Stakeholder merupakan individu,
sekelompok manusia, komunitas atau masyrakat baik secara keseluruhan
maupun secara parsial yang memiliki hubungan serta kepentingan terhadap
perusahaan, individu, kelompok, maupun komunitas dan masyrakat. Dapat
dikatakan sebagai stakeholder
apabila memiliki karakteristik seperti
mempuyai kekuasaan, legitimasi, dan kepentingan terhadap perusahaan.33
33
Arif Budimanta, Adi Prasetijo, dan Bambang Rudito.Corporate Social Responsiblity Alternatif bagi
Pembangunan Indonesia.Jakarta:Indonesia Center for Sustainable Development (ICSD). 2008
http://digilib.mercubuana.ac.id/
39
Menurut Rumanti dalam penerapannya stakeholder dibagi menjadi
beberapa bagian yaitu sebagai berikut : 34
1.
Stakeholder Internal (internal publik)
Publik internal adalah orang-orang yang berada di dalam atau
yang tercangkup dalam suatu organisasi, yaitu seluruh
karyawan dari staf sampai dengan karyawan terbawah.
Misalnhya, top manajemen, pemegang saham, dan keluarga
karyawan.
2.
Stakeholder External (publik luar)
Publik eksternal (luar) adalah orang-orang yang berada di luar
organisasi
yang
berhubungan
dengan
perusahaan
atau
organisasi dan memiliki timbal balik di dalam aktifitasnya.
Misalnya konsumen, pesaing, pemasok, distributor, kalangan
perbankan, komunitas, pemerintah, dan pers.
2.5.5
Hubungan PR dengan Publik Internal
PR menanangani hubungan-hubungan antara oragnisasi dan semua
tipe publik. PR dapat diupayakan untuk berkomunikasi dengan publik
eksternal. Namun, publik internal seperti karyawan merupakan publik yang
penting bagi semua organisasi.35
34
35
Maria Assumpta Rumanti.Dasar-Dasar Public Relations. Jakarta:Grasindo.2008 hal 89
Ibid.254
http://digilib.mercubuana.ac.id/
40
Hubungan terpenting dalam organisasi adalah hubungan dengan
karyawan di semua level. Istilah publik internal dan publik karyawan
mengacu pada manajer atau orang-orang yang menjadi bawahannya. Publik
ini merupakan sumber daya terbesar dari organisasi. Menurut Alvie Smith,
mantan Direktur Komunikasi Korporat General Motors, ada dua faktor yang
mempengaruhi komunikasi internal dengan karyawan dan menambah rasa
hormat manajemen terhadap salah satu fungsi PR ini : 36
1.
Manfaat dari pemahaman, teamwork, dan komitmen karyawan
dalam mencapai hasil yang diinginkan. Aspek positif dari
perilaku karyawan ini sangat dipengaruhi oleh komunikasi
interaktif yang efektif di seluruh organisasi.
2.
Kebutuhkan untuk membangun jaringan komunikasi manajer
yang kuat, yang membuat setiap supervisor di semua level
dapat
melakukan
komunikasi
secara
efektif
dengan
karyawannya. Kebutuhan ini lebih dari sekedar menciptakan
informasi yang berhubungan dengan pekerjaan tetapi juga
harus memuat informasi bisnis dan isu publik yang
mempengaruhi organisasi secara keseluruhan.
Organisasi akan kehilangan sebagian besar potensi sumber daya
manusianya karena tidak memprioritaskan komunikasi dua arah yang efektif
36
Ibid.254-255
http://digilib.mercubuana.ac.id/
41
yang mana merupakan landasan untuk hubungan manajemen dengan
karyawan secara keseluruhan.37
Hubungan
kerja
sehari-hari
melibatkan
banyak
kontak,
tapi
komunikasi karyawan yang efektif akan bekembang dalam iklim yang jujur
dan dapat dipercaya. Idealnya, hubungan kerja itu dicirikan dengan tujuh
kondisi sebagai berikut : 38
1.
Keyakinan dan kepercayaan antara karyawan dan atasan
2.
Informasi yang jujur dan transparan bebas mengalir ke atas
bawah dan samping di dalam organisasi
2.5.6
3.
Status dan partisipasi yang memuaskan untuk setiap orang
4.
Kontinuitas kerja tanpa perselisihan
5.
Lingkungan yang sehat dan aman
6.
Keberhasilan usaha, dan
7.
Optimisme tentang masa depan
Hubungan PR dengan Publik Eksternal
Terkait dengan hubungan organisasi dengan Publik Eksternal, Crable
dan Vibbert berpendapat bahwa, Most Organization communicate outwardly
to solicit business, raise funds, notify members of community, and resolve
conflicts. As organizations communicate outwardly, they provide information
and influence aimed at shaping judgements and behavior of people who are
not that members, informational and persuasive campaign often involve the
use of mass mediated communication, such as print or electronic ads
regarding products or services. The exent to which the organization is in
harmony with key stakeholder in its environment can affect its operations. For
37
Ibid.255
Paul Holmes.Employers Must Be Up Front with Employees,Who are Well Equipped to Cut through
the Spin.PR Week, 19 Januari 2004, hal 9
38
http://digilib.mercubuana.ac.id/
42
instance, at one time , air pollution was virtually uncontrolled. The Scientist
governmental efforts lead to clean air standards. Thus, issue managers may
need to observe early in public policy debate tha activist and governmental
efforts are being made to change the wat the oragnization is allowed to
function.
Yang dapat diartikan bahwa sebagian besar organisasi berkomunikasi ke luar
organisasi untuk mencari usaha, mengumpulkan dana, memberitahukan
anggota masyarakat , dan menyelesaikan konflik. Sebagai organisasi yang
berkomunikasi keluar mereka memberikan informasi dan pengaruh yang
ditujukan untuk membentuk penilaian dan perilaku orang-orang yang bukan
anggota mereka. Kampanye informatif dan persuasif sering melibatkan
penggunaan komunikasi media massaa seperti media cetak atau iklan
elektronik mengenai produk atau jasa. Sejauh mana organisasi ini menjadi
selaras dengan pemangku kepentingan kunci dalam lingkungannnya dapat
mempengaruhi beroperasinya organisasi. Misalnya, ketika polusi udara
hampir tidak terkendali, maka ilmuan mengakui resiko kesehatan yang terkait
dengan polusi udara. Usaha-usaha dari kelompok aktivis dan pemerintah
mendorong ditetapkannya standar (kualitas) udara. Dengan demikian menurut
Crable dan Vibbert, manajer yang menangani isu ini mungkin perlu untuk
mengamati debat awal terkait dengan kebijakan publik dan usaha aktivis serta
pemerintah untuk merubah bagaimana organisasi diperbolehkan berfungsi.39
39
Rob L. Heath & Jennings Bryant. Human Communication Theory and Research.Concepts,Contexts,
dan Challenges.New York,USA:Routledge.2012
http://digilib.mercubuana.ac.id/
43
Grunig mengidentifikasi Public Relations yang menganut Two Way
Symetrical Communication adalah memiliki karakter :40
1. Adanya saling ketergantungan dan pembinaan hubungan
2. Ketergantungan dan pembinaan hubungan tersebut memunculkan
kurangnya konflik, perjuangan, dan saling berbagi misi
3. Adanya keterbukaan, saling percaya, dan saling memahami
4. Konsep kunci mengenai negoisasi, kolaborasi dan mediasi
5. Perlu dikembangkan suatu aturan bagi proses dan strategi.
2.6
Kinerja
2.6.1
Kinerja Pegawai atau Pekerja
Pada dasarnya seorang pekerja di dalam melaksanakan tugas yang
dibebankan kepadanya diharapkan untuk menunjukkan suatu performance
atau kinerja terbaik yang bisa ditunjukkan oleh para pekerja, selain itu kinerja
ini perlu diukur oleh pimpinan agar dapat diketahui sampai sejauh mana
perkembangan kinerja dari seorang pekerja pada khususnya organisasi pada
umumnya.
Pengertian kinerja yang dikemuka kan oleh Mangkunegara adalah
“hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai
40
Rosady Ruslan.Manajemen Humas dan Manajemen Komunikasi.Jakarta:Edisi Revisi, Gravindo
Persada.2002
http://digilib.mercubuana.ac.id/
44
dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang
diberikan”.41
Pendapat lain mengenai definisi kerja diberikan oleh Veithzal adalah
“ketersediaan seseorang atau kelompok orang untuk melakukan sesuatu
kegiatan dan menyempurnakannya sesuai dengan tanggung jawabnya dengan
hasil seperti yang diharapkan”.42
Menurut Robert L. Mathis dan John H. Jackson, faktor-faktor yang
mempengaruhi kinerja individu tenaga-tenaga kerja yaitu :43
1. Kemampuan Mereka
Karyawan diberikan jabatan dalam suatu perusahaan harus sesuai
dengan kemampuan mereka. Oleh karena itu perusahaan harus selektif
dalam hal penerimaan dan penempatan karyawan untuk suatu jabatan.
2. Motivasi
Pemberian motivasi dikatakan sangat penting karena mempunyai
pengaruh atau dampak yang sangat besar terhadap keberhasilan dan
kesuksesan suatu organisasi.
3. Dukungan yang diterima
Karyawan dalam mengerjakan suatu pekerjaan sebaiknya diberikan
kepercayaan penuh oleh pimpinan dikarenakan dengan memberikan
41
42
43
Mangkunegara Anwar Prabu. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2004. 67
Rivai Veithzal. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 2005. 15
Robert L. Mathis dan John Harold Jackson, Human Resources Mangement. Jakarta: Salemba Empat. Hal 82
http://digilib.mercubuana.ac.id/
45
kepercayaan
karyawan
mersa
didukung
oleh
manajemen
untuk
berkembang dan berkreatifitas.
4. Keberadaan pekerjaan yang mereka lakukan
Setiap karyawan menerima pekerjaan yang akan dilakukan sesuai
dengan Job Description yang sesuai agar pekerjaan yang dikerjakan oleh
karyawan maksimal
5. Hubungan mereka dengan organisasi
Karyawan adalah asset milik organisasi sehingga keberadaan mereka
sangat dibutuhkan oleh manajemen. Perusahaan dapat mewujudkan visi
dan misinya dikarenakan karyawan yang memiliki kinerja yang baik , dan
agar
kinerja
mereka
semakin
meningkat
manajemen
pun
harus
meperhatikan keberadaan karyawan.
2.6.2
Dimensi Kinerja
Dimensi kerja bagi suatu organisasi akan berbeda dengan organisasi
lainnya, bergantung pada karakteristik bisnisnya. Penentuan dimensi kerja
sangat penting ditetapkan, seluruh elemen organisasi harus berkomitmen untuk
mencapai tujuan yang dimensinya telah ditetapkan tersebut. Prestasi kerja
mereka tidak bisa diukur dengan dimensi lain diluar yang telah ditetapkan.44
Kinerja karyawan dikualifikasikan dalam penelitian sebagai berikut :
1. Kualitas pekerjaan, adalah sejauh mana karyawan dapat menyelesaikan
pekerjaan dengan kualitas baik.
44
Ibid.84
http://digilib.mercubuana.ac.id/
46
2. Kejujuran dan Tanggung Jawab , meliputi sejauh mana karyawan dapat
mengungkapkan
keinginannya
terhadap
pekerjaan
yang
diberikan
kepadanya dan kesulitan yang dihadapi dalam menyelesaikan setiap
tanggung jawab tersebut.
3. Inisiatif,
yaitu
karyawan
mampu
mengembangkan
pikiran
dan
melaksanakan suatu pekerjaan tanpa diberi perintah.
4. Kehadiran, meliputi kedisiplinan karyawan yang berkaitan dengan absensi
5. Sikap dan Etika kerja, mengacu pada kemampuan terhadap pemahaman
tugas dalam hubungan kerja dengan lingkungan kerja.
6. Kerjasama, adalah kemampuan dalam menjalin hubungan yang baik
dengan rekan kerja dalam melaksanakan dan menyelesaikan secara
bersama-sama.
7. Kehandalan dan Pengetahuan, adalah kemampuan dalam menjalankan
setiap tugas yang diberikan berdasarkan pemahaman tentang prosedur yang
diperlukan untuk menunjang keberhasilan suatu pekerjaan.
8. Pemanfaatan waktu, adalah sesuai tidaknya dengan waktu yang
direncanakan perusahaan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan
kepada karyawan.
2.6.3
Hambatan dan Cara Mengatasinya
Karyawan
juga
sering
mengalami
hambatan-hambatan
dalam
meningkatkan kualitas kinerja yang mereka miliki. Hambatan-hambatan
http://digilib.mercubuana.ac.id/
47
tersebut antara lain hilangnya kesetiaan pada diri karyawan terhadap
perusahaan, hilangnya motivasi kerja yang dimiliki oleh karyawan, timbulnya
banyak kesalahan pada saat menyelesaikan pekerjaan, lambat dalam
menyelesaikan pekerjaan, banyak absen, menyatakan ketidaksetujuan dalam
bentuk protes yang disampaikan dengan cara yang tidak tepat, atau yang lebih
ekstrim lagi dalam bentuk demonstrasi.
Umpan balik yang efektif perlu dikomunikasikan secara efektif.
Semenarik apa pun sebuah bingkisan, jika penyampaiannya tidak dilakukan
dengan sopan dan simpatik, kemungkinan besar bingkisan itu tidak akan
diterima. Begitu pula dengan umpan balik yang efektif. Meskipun memiliki isi
yang positif, namun jika penyampaiannya dilakukan dengan cara yang tidak
pas, bisa jadi umpan balik itu tidak akan diterima dengan baik seperti yang
lainnya. Berikut ini adalah model bimbingan yang bisa diterapkan pada saat
hendak menyampaikan umpan balik yang diarahkan untuk meningkatkan
kinerja:45
1. Amati dan Dokumentasikan Perilaku atau Kinerja Anak Buah
Anda harus mendasarkan bimbingan kinerja anda pada data data yang
objektif. Bukan pada persepsi dan penilaian anda sendiri, atau dari
informasi pihak ketiga. Bimbingan kinerja yang hendak anda sampaikan
adalah sesuatu yang memang anda amati sendiri dilakukan atau
45
Adryanto dan Michael.Tips and Trick for Driving Productivity.Jakarta:PT.Gramedia Pustaka Utama.
Hal 91-93
http://digilib.mercubuana.ac.id/
48
ditampilkan oleh anak buah anda. Dalam hal ini tanpa bermaksud
merendahkan kekuatan daya ingat
akan lebih membantu jika hasil
pengamatan tersebut senantiasa anda dokumentasikan.
2. Diskusikan dan Dapatkan Kesepakatan Anaka Buah Tentang Keberadaan
Masalahnya
Proses bimbingan hanya akan berjalan di “rel”nya jika pihak-pihak
yang terlibat mengakui adanya masalah yang dijadikan inti pembicaraan.
Dalam hal ini, anda maupun anak buah anda harus memiliki pemahaman
yang sama tentang apa yang terjadi dan bagaimana konsekuensinya jika
situasi itu terus berlanjut.
3. Bahas Bersama Alternatif Pemecahan Masalah
Segera setelah semua penyangkalan dan perdebatan teratasi, anda dan
anak buah anda harus mencari sejumlah gagasan mengenai bagaimana cara
mengatasi masalah-masalah tersebut. Diskusikan pro dan kontra dari setiap
gagasan,
sehingga
anda
berdua
memperoleh
gambaran
yang
kompreherensif tentang alternatif solusinya.
4. Sepakati Bersama Tindakan yang Akan di Ambil
Dapatkan kesempatan tentang alternatif tindakan yang hendak
dipilih. Jika perlu, sepakati alternatif solusi yang diprioritaskan dan
alternatif daruratnya. Setelah itu diskusikan rencana tindakannya, dan
identifikasi dukungan serta sumber daya apa yang dia butuhkan untuk
http://digilib.mercubuana.ac.id/
49
melaksanakan
tindakan
tersebut,
kemudian
sepakati
juga
ukuran
kemajuannya
5. Tindaklanjuti , Amati Hasilnya , dan Berikan Umpan Balik (Feedback)
Kumpulkan data yang objektif tentang perilaku atau kinerja anak
buah. Jika anak buah berhasil mencapai kemajuan, maka berikan apresiasi
kepadanya. Sebaliknya, jika dia gagal menunjukan perkembangan yang
diharapkan, anda harus membimbingnya lagi dengan mengulangi langkahlangkah di atas.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Download