Penjelasan RAM

advertisement
Penjelasan RAM
Oleh
Rabu, 04 November 2009 07:18
ROM kependekan dari Read Only Memory, yaitu perangkat keras pada komputer berupa chip
memori semikonduktor yang isinya hanya dapat dibaca. ROM tidak dapat digolongkan sebagai
RAM, walaupun keduanya memiliki kesamaan yaitu dapat diakses secara acak (random). ROM
berbeda dengan RAM. Perbedaan diantara keduanya antara lain:
1. ROM tidak dapat diisi atau ditulisi data sewaktu-waktu seperti RAM. Pengisian atau
penulisan data, informasi, ataupun program pada ROM memerlukan proses khusus yang tidak
semudah dan se-fleksibel cara penulisan pada RAM. Biasanya, data atau program yang tertulis
pada ROM diisi oleh pabrik yang membuatnya. Umumnya ROM digunakan untuk menyimpan
firmware, yaitu perangkat lunak yang berhubungan dengan perangkat keras. Contoh ROM
semacam ini adalah ROM BIOS. ROM BIOS berisi program dasar sistem komputer yang
berfungsi untuk mengatur dan menyiapkan semua peralatan atau komponen yang ada atau
yang terpasang pada komputer saat komputer ‘dinyalakan/dihidupkan’.
2. Informasi/data/program yang tertulis pada ROM (isi ROM) bersifat permanen dan tidak
mudah hilang dan tidak mudah berubah walaupun komputer ‘dimatikan’ atau dalam keadaan
mati (off). Sedangkan pada RAM, semua isinya (baik berupa data, program atau informasi)
akan hilang dengan sendirinya jika komputer ‘dimatikan’ (dalam keadaan off).
3. ROM dapat menyimpan data tanpa membutuhkan daya. Itulah sebabnya data dalam
ROM tidak akan hilang walaupun komputer mati. Sedangkan RAM membutuhkan daya agar
dapat menyimpan data, jika RAM tidak mendapatkan daya, dengan sendirinya tidak akan dapat
menyimpan data. Hal inilah yang menyebabkan data yang terdapat dalam RAM secara
otomatis akan hilang bila komputer mati (off).
4. ROM modern sering ditemukan dalam bentuk IC (Integrated Circuit), sama seperti RAM
yag wujudnya kebanyakan juga berupa IC. Teks atau kode yang tertulis pada kedua jenis IC ini
berbeda. IC ROM biasanya memiliki kode tulisan (teks) 27xxx. Angka 27 menunjukkan kode
untuk ROM, sedangkan xxx menjunjukkan kapasitas ROM dalan satuan kilo bit.
Fungsi ROM
Seperti telah diungkapkan sebelumnya bahwa umumnya ROM digunakan untuk menyimpan
firmware. Pada perangkat komputer, sering ditemukan untuk menyimpan BIOS. Pada saat
sebuah komputer dinyalakan, BIOS tersebut dapat langsung dieksekusi dengan cepat, tanpa
harus menunggu untuk menyalakan perangkat media penyimpan lebih dahulu seperti yang
umum terjadi pada alat penyimpan lain selain ROM.
Umumnya, pada media simpan lain, jika dieksekusi untuk dibaca isi atau datanya, media
simpan tersebut harus dinyalakan lebih dahulu sebelum dibaca, yang tentu saja membutuhkan
waktu agak lama. Hal seperti ini tidak terjadi pada ROM.
Pada komputer (PC) modern, BIOS disimpan dalam chip ROM yang dapat ditulisi ulang secara
elektrik yang dikenal dengan nama Flash ROM. Itulah sebabnya istilah flash BIOS lebih populer
daripada ROM BIOS.
1/4
Penjelasan RAM
Oleh
Rabu, 04 November 2009 07:18
Jenis ROM
Sampai sekarang dikenal beberapa jenis ROM yang pernah beredar dan terpasang pada
komputer, antara lain Mask ROM, PROM, EPROM, EAROM, EEPROM, dan Flash Memory.
Berikut ini disajikan uraian singkat dari masing-masing jenis ROM tersebut.
PROM
PROM kependekan dari Programmable Read Only Memory. PROM adalah salah satu jenis
ROM, merupakan alat penyimpan berupa memori (memory device) yang hanya bisa dibaca
isinya. PROM memang tergolong memori non-volatile, artinya program yang tersimpan di
dalamnya tidak akan hilang walaupun komputer dimatikan (tidak mendapatkan daya listrik).
Program yang tersimpan di dalamnya bersifat permanen. Biasanya digunakan untuk
menyimpan program bahasa mesin yang sudah menjadi bagian hardware (perangkat keras)
komputer. Contohnya adalah program yang men-start komputer ketika komputer baru
dinyalakan (di-on-kan).
Program yang ada di dalam PROM diisi oleh pabrik pembuatnya. Pengisian program ke dalam
PROM menggunakan alat khusus bernama PROM burner, atau PROM Writer Program atau
informasi yang telah diisikan atau direkamkan ke dalam PROM, tidak dapat dihapus lagi.
EPROM
EPROM kependekan dari Erasable Programmable Read Only Memory. EPROM berbeda
dengan PROM. EPROM adalah jenis chip memori yang dapat ditulisi program secara elektris.
Program atau informasi yang tersimpan di dalam EPROM dapat dihapus bila terkena sinar
ultraviolet dan dapat ditulisi kembali. Kesamaannya dengan PROM adalah keduanya
merupakan jenis ROM, termasuk memori non-volatile, data yang tersimpan di dalamnya tidak
bisa hilang walaupun komputer dimatikan, tidak membutuhkan daya listrik untuk
mempertahankan atau menjaga informasi atau program yang tersimpan di dalamnya.
Alat yang dapat digunakan untuk menghapus isi chip EPROM adalah UV PROM eraser. Alat ini
akan menyinarkan sinar ultraviolet ke memori tempat data disimpan dalam chip EPROM
(disinarkan tepat pada lubang kuarsa bening). Dengan demikian, chip EPROM dapat digunakan
kembali dan dapat diisikan informasi/program baru ke dalamnya. Informasi lain menyebutkan
bahwa alat yang dapat digunakan untuk menghapus isi EPROM adalah EPROM Rewriter.
EEPROM
EEPROM kependekan dari Electrically Erasable Programmable Read Only Memory. Seperti
halnya PROM dan EPROM, EEPROM merupakan memori non-volatile. Informasi, data atau
program yang tersimpan di dalamnya tidak akan hilang walaupun komputer dimatikan, dan tidak
membutuhkan daya listrik untuk mempertahankan atau menjaga informasi atau program yang
tersimpan di dalamnya.
2/4
Penjelasan RAM
Oleh
Rabu, 04 November 2009 07:18
EEPROM adalah komponen yang banyak digunakan dalam komputer dan peralatan elektronik
lain untuk menyimpan konfigurasi data pada peralatan elektronik tersebut. Kapasitas atau daya
tampung simpan datanya sangat terbatas. Pada sistem hardware komputer, chip EEPROM
umumnya digunakan untuk menyimpan data konfigurasi BIOS dan pengaturan (setting) sistem
yang berhubungan dengannya.
EEPROM memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan EPROM. EEPROM dapat dihapus secara
elektris menggunakan sinar ultraviolet, sehingga proses penghapusannya lebih cepat
dibandingkan EPROM. Penghapusan juga dapat dilakukan secara elektrik dari papan circuit
dengan menggunakan perangkat lunak EEPROM Programmer. Alat yang dapat digunakan
untuk menghapus isi EEPROM disebut EEPROM Rewriter. Produk EEPROM versi awal, hanya
dapat dihapus dan diisi ulang kurang lebih sebanyak 100 kali. Sedangkan produk-produk
terbaru dapat dihapus dan diisi ulang (erase-rewrite) sampai ribuan kali (bahkan beberapa
informasi menyebutkan mampu sampai 100 ribu kali)
Flash Memory
Flash memory yang dikenal pula dengan sebutan memori flash, adalah memori sejenis
EEPROM yang memberikan banyak lokasi memori untuk dihapus atau ditulisi dalam suatu
operasi pemrograman. Flash memory tetap dapat menyimpan data tanpa memerlukan
penyediaan listrik. Penulisan ke dalam flash memori dapat dilakukan dengan menggunakan alat
yang disebut EEPROM Writer atau software yang dapat menulisi Flash ROM. Sedangkan
penghapusan datanya dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut EEPROM
Writer, atau langsung secara elektrik dari papan sirkuit dengan menggunakan software Flash
BIOS Programmer.
Memori jenis ini banyak digunakan dalam kartu memori, drive flash USB, kamera digital,
pemutar MP3, hingga telepon genggam.
BIOS dan ROM
BIOS memang berkaitan erat dengan ROM, sebab sebagian besar BIOS yang terdapat di
dalam perangkat keras komputer disimpan di dalam ROM, baik PROM, EPROM, EEPROM,
Flash ROM, ataupun jenis ROM lainnya. Namun, setelah tahun 1995, EEPROM dan Flash
Memory lebih banyak digunakan daripada jenis ROM lainnya karena BIOS yang terdapat pada
kedua jenis ROM ini mudah dihapus dan ditulisi lagi sehingga membuka kemungkinan
dilakukannya update BIOS. Update BIOS seringkali diperlukan oleh para pengguna komputer
karena beberapa alasan, antara lain:
1. Untuk mendukung prosesor yang lebih baru, sebab pengguna komputer baru saja
mengganti prosesor yang lama dengan prosesor tipe baru untuk mendapatkan kinerja yang
lebih baik.
2. Untuk mendukung perangkat lain yang baru dipasangkan karena BIOS yang lama belum
memberikan dukungan pada perangkat tipe baru tersebut.
3. Adanya bug yang mengganggu pada BIOS yang lama.
3/4
Penjelasan RAM
Oleh
Rabu, 04 November 2009 07:18
4. Atau berbagai alasan lainnya.
Para produsen motherboard sering menyediakan BIOS versi baru untuk meningkatkan
kemampuan produk mereka atau untuk membuang bug-bug yang mengganggu. Adanya
bug-bug pada BIOS biasanya baru diketahui setelah BIOS tersebut dirilis. Oleh karena itu BIOS
yang ber-bug harus di-update dengan BIOS versi yang lebih baru yang merupakan edisi
perbaikan dari BIOS yang lama.
Proses update BIOS harus dilakukan dengan cermat dan hati-hati. Proses update yang tidak
benar dapat mengakibatkan tidak berfungsinya motherboard (motherboard mati), karena
firmware yang digunakan untuk membantu proses booting (BIOS) tidak dapat berfungsi.
Kerusakan yang terjadi bukan kerusakan fisik komponen motherboard, tetapi kerusakan
software BIOS (firmware) yang ada pada EEPROM atau Flash Memory.
Kebanyakan BIOS pada saat ini, memiliki sebuah region (lokasi) di dalam EEPROM atau Flash
Memory yang disebut dengan istilah Boot Block yang sengaja ‘dilindungi’ dan tidak dapat
di-upgrade. Ketika komputer dinyalakan, Boot Block tersebut selalu dieksekusi pertamakali.
Kode dari Boot Block akan mem-verifikasi BIOS untuk mengetahui apakah BIOS dalam kondisi
normal atau rusak. Apabila BIOS dalam kondisi normal (tidak rusak), komputer segera
mengeksekusi BIOS itu sendiri. Sebaliknya, bila ternyata BIOS mengalami kerusakan, maka
boot block akan menampilkan pesan di layar monitor agar pengguna komputer melakukan
pemrograman (pengisian) BIOS lagi dengan menggunakan versi BIOS yang sama atau
di-update dengan versi BIOS yang lebih baik. Program BIOS yang digunakan untuk
meng-update biasanya disimpan di dalam disket, di dalamnya tersimpan flash memory
programmer dan image BIOS.
4/4
Download