PENGEMBANGAN STANDARISASI KEMAMPUAN PROFESI

advertisement
PENGEMBANGAN STANDARISASI KEMAMPUAN
PROFESI PELAKSANA LAPANGAN
DALAM INDUSTRI KONSTRUKSI INDONESIA
TESIS MAGISTER
Oleh
Rochany Natawidjana
NIM 25094020
BIDANG KHUSUS MANAJEMEN REKAYASA
KONSTRUKSI
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
PROGRAM PASCA SARJANA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
1998
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasikan standar kemampuan profesi
Pelaksana Lapangan. dalam rangka pengembangan standarisasi kemampuan
Pelaksana Lapangan dalam industri konstruksi Indonesia. Standar kemampuan
profesi Pelaksana Lapangan merupakan persyaratan yang diperlukan oleh
Pelaksana Lapangan agar dapat memberikan jasa pelayanan kemampuannya
dalam pelaksanaan pembangunan proyek konstruksi. Persyaratan yang
diperlukan meliputi.:kemampuan teknis pelaksanaan dan kemampuan manajerial,
pengetahuan, pendidikan dan pengalaman, dan
prilaku pelaksana lapangan yang sesuai dengan tingkatan penguasaan
kemampuan Pelaksana Lapangan, yang berarti diperlukan tingkatan dalam
kualifikasi Pelaksana Lapangan yang sesuai dengan tahap pembelajaran
Pelaksana lapangan. Dalam posisinya Pelaksana' Lapangan. merupakan tenaga
kerja yang sangat strategis dalam pelaksanaan proyek konstruksi karena
Pelaksana Lapangan harus mampu mengimplementasikan rancangan gambar,
maupun metoda pelaksanaan dan gambar kerja menjadi ujud bangunan yang
dapat dipertanggung jawabkan kekuatannya. Kemampuan Pelaksana Lapangan
meliputi kemampuan teknis pelaksanaan yang diperlukan untuk melaksanakan
kegiatan yang berkaitan dengan cara dan prosedur pengerjaan fisik bangunan.
Kemampuan manajerial diperlukan oleh Pelaksana Lapangan untuk mengelola
berbagai sumber daya proyek antara lain tenaga kerja konstruksi, sesuai dengan
fungsi jabatannya agar pelaksanaan proyek konstruksi dapat effisien,effektif
sesuai dengan mutu, biaya dan waktu yang telah ditetapkan. Kemampuan
Pelaksana Lapangan tersebut dalam tingkatan penguasaan kemampuan lebih
banyak menggunakan kemampuan kognitif dan affektif. Kegiatan tingkatan
terendah Pelaksana Lapangan dapat dilaksanakan pada seluruh jenis konstruksi,
dan pada tingkatan selanjutnya, kegiatan Pelaksana Lapangan telah mengarah
kepada jenis konstruksi tertentu.
Posisi Pelaksana Lapangan dalam struktur organisasi proyek konstruksi.,
ditentukan oleh tingkatan kemampuannya
Download