BAB III DATA 3.1 Landasan Teori 3.1.1 Fungsi

advertisement
BAB III
DATA
3.1
Landasan Teori
3.1.1
Fungsi-fungsi Iklan
Secara umum, periklanan di hargai karena dikenal sebagai pelaksanaan
beragam fungsi komunikisnis yang penting bagi perusahaan bisnis dan
organisasi lainnya: (1) informing (memberi informasi), (2) persuading
(mempersuasi),
(3)
reminding
(menginggatkan),
(4)
adding
value
(memberikan nilai tambah), dan (5) assisting (mendampingi) upaya-upaya
lain dari perusahaan. 1
3.1.2 Pesan Iklan: Halus dan Tidak Langsung
Seperti tulisan dinding (grafiti), iklan hampir tidak lagi memberikan pesanpesan informasi langsung. Iklan grafiti sering berupa pesan-pesan ringkas
dan cerdas yang di sampaikan tidak langsung. Untuk melihat seberapa
jauh kebenaran kutipan pertanyaan diatas, kita perlu membandingkannya
dengan satu pernyataan yang meminta agar kita ”Berhati-hati terhadap
kutipan statistik yang dapat dengan mudah di palsukan”. Pesan yang di
sampaikan secara tidak langsung sama seperti ungkapan-ungkapan yang
tidak mengandung pesan herbal. Namun, bentuk komunikasi tidak
langsung kadang-kadang jusru lebih berpengaruh. 2
1
Shimp, Terence A.2000.Periklanan Promosi Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran
Terpadu.Terjemahan oleh : Revyani Sjahrial, S.E. dan Dyah Anikasari,S.Sos.2003.Jakarta:
Erlangga.
2
Sutherland, Max. dan Silvester, Alice K.2000.Periklanan dalam Pemikiran
Konsumen.Terjemahan oleh : Andreas Haryono dan Slamet.2007.Jakarta: PPM.
12
http://digilib.mercubuana.ac.id/
3.1.3 Iklan Layanan Masyarakat (ILM)
Iklan layanan masyarakat, adalah jenis periklanan yang dilakukan oleh
pemerintah, suatu organisasi komersial atau pun nonkomersial untuk
mencapai tujuan sosial atau sosio-ekonomis terutama untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.
Di negara-negara maju, iklan telah dirasakan manfaatnya dalam
menggerakkan solidaritas masyarakat manakala menghadapi suatu
masalah sosial. Dalam iklan tersebut disajikan pesan-pesan sosial yang
dimaksud
untuk
membangkitkan
kepedulian
masyarakat
terhadap
sejumlah masalah yang harus dihadapi, yakni kondisi yang bisa
mengancam keserasian dan kehidupan umum. Iklan seperti itu disebut
iklan layanan masyarakat (ILM).
Melalui ILM orang bisa diajak
berkomunikasi guna memikirkan sesuatu yang bersifat memunculkan
kesadaran baru yang bersumber dari nurani individual maupun kelompok.
Pada dasarnya ILM sebagai salah satu karya kreatif dalam ranah desain
komunikasi visual, merupakan salah satu media yang berfungsi untuk
mensosialisasikan pesan-pesan sosial kepada khalayak sasaran dengan
cara penyampaian yang berpedoman pada metode periklanan komersial.
Tujuannya agar kelompok tertentu dalam masyarakat mau memikirkan
sesuatu dan terlibat secara aktif seperti yang dimaksudkan oleh pesan
dalam ILM tersebut.
3.1.4 Iklan Tanggung Jawab Sosial
Iklan tanggung jawab sosial yaitu iklan yang bertujuan untuk menyebarkan
pesan yang bersifat informatif, penerangan, pendidikan agar membentuk
sikap warga sehingga mereka bertanggung jawab terhadap masalah
sosial dan kemasyarakatan tertentu. Dalam arti lain, kategori iklan seperti
ini dapat pula disebut sebagai iklan layanan masyarakat.
13
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Termasuk iklan ini adalah iklan anjuran, iklan ini adalah iklan pesanpesannya telah jelas menganjurkan secara tegas kepada masyarakat
tentang sesuatu tindakan tertentu. 3
3.1.5 Proses Pembuatan Iklan
Kini, dalam dunia perdagangan maupun komunikasi yang semakin global,
dan persaingan usaha semakin ketat, penentuan pemasangan iklan pun
harus lebih cermat lagi, harus menggunakan pendekatan-pendekatan
persuasif yang sistimatis. Sejalan dengan strategi marketing, penyusunan
pariwara hendaknya dilakukan petugas Public Relation melalui tahaptahap kerja: (1) Developing (Perencanaan dan Pemekaran), (2) Executing
(Pelaksanaan), dan (3) Evaluating (Penilaian).
Namun demikian, agar iklan dimaksud tepat mengenai sasarannya dan
berasil meraih tujuannya, seyogiannya dipertimbangkan pula demikian
Why (mengapa) dan How (bagaimana) untuk melengkapinya. Dengan
demikian rumus penentuan program perencanaan iklan itu menjadi
5W+1H.
WHAT – Apa tujuan penurunan/pemasangan iklan dimaksud?
WHO
– Siapa Khalayak yang akan dijangkaunya?
WHEN – Kapan iklan yang dimaksud akan diturunkan / dipasang
(dikampanyekan)?
WHERE - Dimana iklan dimaksud akan diturunkan / dipasang?
WHY
– Mengapa harus demikian?
HOW
– Bagaimana tentang:
a) Pembiayaannya?
b) Bentuk naskah atau produk (iklan) yang akan digunakan.
4
3
Widyatama,Rendra.2007.Pengantar Periklanan.Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.
4
Suhandang, Kustadi.2005.Periklanan Manajemen, Kiat dan Strategi.Bandung:Penerbit
Nuansa.
14
http://digilib.mercubuana.ac.id/
3.2
Teori Sosial
3.2.1 Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan masyarakat dapat didefinisikan sebagai tindakan sosial
dimana penduduk sebuah komunitas mengorganisasikan diri dalam
membuat perencanaan dan tindakan kolektif untuk memecahkan masalah
sosial atau memenuhi kebutuhan sosial sesuai dengan kemampuan dan
sumber daya yang dimilikinya. Para pekerja sosial baik yang bekerja
berdasarkan dorongan karitatif maupun perspektif profesional. Para
pekerja sosial berperan sebagai pendamping sosial. Peran pendamping
umumnya mencakup tiga peran utama, yaitu:
1. Fasilitator. Merupakan peran yang berkaitan dengan pemberian
motivasi, kesempatan, dan dukungan bagi masyarakat.
2. Pendidik. Pendamping berperan aktif sebagai agen yang memberi
masukan
positif
dan
negatif.
Membangkitkan
kesadaran
masyarakat, menyampaikan informasi, melakukan konfrontasi,
menyelenggarakan pelatihan bagi masyarakat adalah beberapa
tugas yang berkaitan dengan peran pendidik.
3. Perwakilan masyarakat. Pekerja sosial dapat bertugas mencari
sumber-sumber, melakukan pembelaan, menggunakan media,
meningkatkan hubungan masyarakat, dan membangun jaringan
kerja.
4. Peran-peran teknis. Mengacu pada aplikasi keterampilan yang
bersifat praktis, seperti; melakukan analisis sosial, mengelola
dinamika kelompok, menjalin relasi, bernegosiasi, berkomunikasi,
memberi konsultasi, dan mencari serta mengatur sumber dana. Di
banyak negara berkembang, terjadi peningkatan jumlah anak yatim
piatu, anak jalanan dan pekerja anak yang berada dalam kondisi
yang buruk.
15
http://digilib.mercubuana.ac.id/
3.3
Kampanye Sosial
3.3.1 Kampanye
Kampanye adalah suatu kegiatan promosi, komunikasi atau rangkaian
pesan terencana yang khususnya spesifik atau untuk memecahkan
masalah kritis, bisa masalah komersial, bisa juga masalah non komersial,
seperti masalah sosial, budaya, politik, lingkungan hidup atau ekologi. 5
3.3.2 Hal-hal tentang kampanye
Ada beberapa hal yang penting tentang kampanye tersebut, yang
berkaitan dengan strategi dan taktik:
•
Stategi secara jelas dihubungan dengan tujuan kampanye.
•
Anggaran yang terbatas tidak berarti kampanye yang di sajikan tidak
ambisius! Justru hal ini dapat mendorong kreativitas. Dalam kasus ini
Shand-wick International menempatkan tujuan Scottish Opera, yaitu
mendekati masyarakat, mereka kerjakan dan muncul dengan
kemitraan yang sesuai untuk kedua organisasi tersebut dengan biaya
yang ninimal.
•
Jika tidak berfikir kreatif atau ‘di luar kontak’, akan kehilangan peluang
besar.
•
Serangkaian taktik – pers, edaran, surat, poster,- saling menguatkan
dan mengisi.
•
Sudut media dibidik dengan tepat: menarik, baru, fotogenik, dan
menyenangkan.
•
Dibalik kampanye tersebut adalah perancangan yang matang dan
implementasi yang detil. 6
5
6
(Desain Komunikasi Visual Terpadu, Jakarta: Penerbit Yongky Safanayong, 2006)
Gregory,anne.2004.Perancangan
Relation.Jakarta:Erlangga
dan
Manajemen
Kampanye
Public
16
http://digilib.mercubuana.ac.id/
3.3.3 Peranan Kampanye Untuk Memenangkan Persaingan
Peranan pokok atau tanggung jawab untuk kampanye adalah gaimana
menciptakan kepercayaan, goodwill, dan kejujuran dalam menyampaikan
pesan atau informasi, serta publkasi yang positif kepada publik (khalayak)
yang didukung dengan kiat dan taktik serta teknik dalam berkampanye
untuk memperoleh citra.
Disamping itu, kampanye harus proaktif, dinamis, kreatif, dan antisipatif
untuk menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi dengan cepat, baik
dibidang komunikasi dan informasi. Kampanye menggunakan interaksi
simbolis (symbolic interaction), artinya pengoperan simbol-simbol atau
lambang
komunikasi
yang
mempunyai
lambang
tertentu
dalam
berkampanye.
Lambang komunikasi itu sendiri bisa berbentuk bahasa, baik tulisan
maupun lisan, tanda (sign), gambar-gambar, isyarat, tertentu yang telah
dirumuskan sedemikian rupa sehingga dapat menarik perhatian sekali
sedemikian
rupa
sehingga
dapat
menarik
perhatian
sekaligus
berpengaruh terhadap pesan yang disampaikan dan pada akhirnya akan
menimbulkan efek atau hasil sesuai yang telah dirncanakan oleh
komunikator.
A. Kampanye yang Dikenal
Kegiatan kampanye dilakukan pada event tertentu dan jangka
waktu tertentu yang diancang sedemukian rupa, aktratif, kreatif dan
dinamis dalam rangka untuk mempengruhi masyarakat. Kegiatan
kampanye itu biasanya memuncak dalam event tertentu untuk
menarik perhatian, dukungan, pemahaman, dan meningkatkan
kesadaran, sekaligus mempengaruhi masyarakat tentang suatu isu,
tema dan topik tertentu.
17
http://digilib.mercubuana.ac.id/
B. Proses dan Bentuk Kampanye
Proses kampanye melalui komunikasi tersebut, antara lain
merupakan penyebaran informasi, pengetauan, gagasan, atau ide
untuk membangun atau menciptakan kesadaran dan pengertian
melalui teknik komunikasi. Sedangkan bentuk dan komunikasi
dalam melakukan kampanye sebagai berikut :
1) Komunikasi intrapersona;
2) Komunikasi antarpesona (face to face);
3) Komunikasi kelompok (group communication);
4) Komunikasi massa (mass communication);
5) Komunikasi media massa dan media nirmassa.
Seharusnya kampanye tidak dilakukan secara insidentil atau hanya
dilakukan sekali, tertentu dan terbatas, maka hal ini jelas tidak
bermanfaat atau kurang berhasil untuk menggolkan suatu tema,
materi dan tujuan dari kampanye. Sebelumnya sudah disinggung,
dalam kampenye tidak terlepas dari komunikasi yang bersifat
membujuk (persusif) dan mendidik (edukatif), yaitu berupaya untuk
merubah prilaku, sikap bertindak, tindakan, persepsi, hingga
membentuk opini publik yang positif dan mendukung atau yang
menguntukan segi citra dan sebagainya.
C. Proses sepuluh tahapan perancanaan kampanye (The ten
stages of campaign Planning)
Proses pesengembangan tahapan-tahapan perencanaan suatu
pelaksanaan
program
kampanye
secara
keseluruhan,
yaitu
termasuk tujuan, publik sasaran dan pesan-pesan yang efektif, baik
bertujuan periode jaka panjang (strategi) maupun berbentuk secara
mikro (individual) dalam pelaksanaan jangka pendek dengan tujuan
khusus (taktik) dapat dilakukan secara bersama-sama melalui
18
http://digilib.mercubuana.ac.id/
proses 10 tahapan atau rangkaian secara logis. Tahapan-tahapan
kampanye adalah sebagai berikut :
1. Analysis (analisis)
2. Objectives (tujuan)
3. Public or audiance (publik atau khalayak sasaran)
a. Messages (pesan-pesan)
b. Strategy (strategi)
c. Tactics (Taktik pelaksanaan)
d. Timescales (skala waktu)
e. Resoucres (sumber daya)
f. Evaluations (penilaian)
g. Selain evaluasi, terdapat istilah review
(peninjauan)
3.3.4 Agenda menyusun strategi kampanye
Patut ingatkan kembali bahwa ada dua aktivitas utama dari program ini
yang sudah dilakukan, yaitu riset sosiologis dan legal audit, yang hasilhasilnya dalam bentuk ringkas telah ada di tangan peserta yang juga akan
didiskusikan. Dari hasil dua kegiatan itu diharapkan diperoleh gambaran
strategi apa yang dapat disusun dalam upaya menekan seminimal
mungkin diskriminasi.
Sebagai bahan diskusi penyusunan strategi kampanye keperdulian
terhadap anak panti asuhan, maka patut dipertimbangkan agenda-agenda
berikut:
Pertama, agenda menumbuhkan sikap menerima perbedaan di antara
manusia dan keanekaragaman latar belakang manusia.
Kedua, agenda melibatkan lembaga-lembaga intuk kesejahteraan anak
indonesia sperti Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dengan
19
http://digilib.mercubuana.ac.id/
tujuan utama membangun kesadaran dini setiap anak manusia tentang
makna manusia, makna persamaan, makna saling menjaga dan
melindungi sesama manusia.
Ketiga, agenda regulasi di level nasional atau setidaknya lokal yang
melarang diskriminasi, sebagai konsekuensi ratifikasi Konvensi-Konvensi
anti diskriminasi.
Keempat, agenda membuka saluransaluran tidak resmi melalui aktivitasaktivitas kebudayaan (musik, melukis, dsb) dalam rangka mendorong
dialog semanis mungkin diantara kebudayaan-kebudayaan.
Kelima, agenda memunculkan media komunikasi bagi sosialisasi HAM,
khususnya dalam menentang diskriminasi.
3.3.5 Kampanye Komunikasi dan Perubahan Sikap
Kegiatan kampanye secara umum merupakan kegiatan persuasif
(Komunikasi Persuasif) yang bertujuan mempengaruhi pola berpikir,
bersikap, dan berperilaku orang lain seperti yang diharapkan. Sebagai
salah satu bentuk komunikasi persuasif, yang secara umum berarti suatu
kegiatan psikologis, yang bertujuan mengubah sikap dan perilaku dalam
arti sempit dan luas, yang dilakukan secara halus dan lebih mengandung
unsur manusiawi.
Kampanye komunikasi secara teoritis ialah untuk memberi informasi dan
mempengaruhi masyarakat merupakan bagian yang dikenal dan tidak
dapat dipisahkan dari program pelayanan masyarakat, melalui berbagai
poster, pemberitaan majalah, iklan di televisi, radio, berbicara dengan
pemuka masyarakat, dan selebaran-selebaran mengenai kampanye
kepedulian terhadap mayarakat. 7
7
Ruslan, Rusady.2007.Kampanye Public Relation. Jakarta:PT Raja Grafindo Persada.
20
http://digilib.mercubuana.ac.id/
3.4
Panti Asuhan
3.4.1
Profil Panti Asuhan Al Kautsar
Dibawah ini adalah data dari Panti Asuhan tentang gambaran umum
seputar Panti Asuhan Al Kautsar :
Dalam kondisi sekarang ini perekonomian Indonesia semakin susah. Jadi
masyarakat yang kurang mampu merasa dalam menghadapi hidup
sekarang ini semakin sulit. Menurut data Panti Asuhan Al Kautsar, yang
diperoleh sedikitnya 302 orang dari anak tidak mampu, anak terlantar,
mereka menginginkan suatu ketrampilan dan potensi agar mereka dapat
hidup mandiri yang dapat menbuka usaha dan dapat menjadi mitra kerja
yang baik.
Untuk itu Panti Asuhan Al Kautsar yang merupakan program sosial dalam
bidang penampungan anak-anak putus sekolah, kurang mampu, anak
terlantar dan juga yang bermasalah lainnya akan membantu untuk
masyarakat yang kurang beruntung. Yayasan Al Kautsar memberi dana
untuk anak-anak tidak mampu untuk bersekolah dan membina anak-anak
tersebut dalam bidang pendidikan Agama Islam.
Yayasan Al Kautsar percaya bahwa, meski perlu didasarkan pada
keimanan yang kuat, dan pengetahuan intelektual yang memadai, pada
puncaknya agama adalah akhlak. Karena itu, pelajaran agama pun harus
diorientasikan pada pengembangan akhlak mulia (al-akhlaq). Dan akhlak
adalah soal praktik budi-pekerti luhur dalam kehidupan sehari-hari, dalam
interaksi antar manusia.
Yayasan panti asuhan Al Kautsar memberi kesempatan kepada anakanak putus sekolah, masyarakat kurang mampu, anak terlantar dan anak
yang bermasalah lainnya untuk menjadi anak asuh. Di yayasan panti
asuhan Al Kautsar selain mendidik anak-anak yang telantar, tetapi juga
memberi pelajaran agama kepada tuna netra, tuna wicara dan tuna wungu
21
http://digilib.mercubuana.ac.id/
serta para ibu-ibu yang kurang mampu. Untuk ibu-ibu panti asuhan Al
Kautsar mengadakan bantuan TPA yaitu pengajaran agama khusus ibuibu. Jumlah guru di panti asuhan Al Kautsar tidak banyak hanya berjumlah
sembilan orang, tiga pria dan enam wanita.
Pemilik dan ketua pengelolah panti asuhan Al Kautsar adalah ibu Hj.
Mariati Bustami beliau bersama suaminaya sudah mendirikan panti
asuhan Al Kautsar sejak tahun 1998 yang berawal dari puskesman yang
mengadakan sunat masal waktu itu anak-anak yang ada di Al Kautsar
baru berjumlah 50 anak, lalu ibu Mariati menolong anak yang terkena
musibah, anak yang tubuhnya terbakar. Lalu ibu mariati di bimbing oleh
dinas sosial PMKS (Penyandang Masalah Kegiatan Sosial). Selain
menjadi ketua pengelolah Al Kautsar ibu Mariati juga menjadi guru yang
pengajian anak-anak jika salah seorang guru yang tidak hadir. Selain
mendirikan panti asuhan Al Kautsar beliau juga mendirikan sekolah Paud.
Paud adalah sekolah kanak-kanak untuk menengah ke bawah karena
biaya sekolah di Paud cukup murah di banding sekolah kanak-kanak di
luar sana. Kesibukan ibu Mariati di luar panti adalah pengurus PKK
kecamatan, kelurahan, ketua posyandu, poswindu dan ketua KJS (senam
jantung).
Kendala yang di hadapi panti asuhan Al Kautsar adalah sumber dana
yang masih minim, kurangnya donatur tetap dan perhatian dari
masyarakat. Bantuan pemerintah pun tidak cukup untuk keperluan anakanak karena pemerintah hanya memberikan dana 1 sampai 2 juta
pertahun. Donatur tetap di panti asuhan Al Kautsar hanya 10 orang yang
memberi bantuan tiap bulannya dan yang lainnya datang dengan
sendirinya.
22
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Dibawah ini adalah kegiatan Panti Asuhan Al Kautsar :
KEGIATAN :
1. SANTUNAN UNTUK ANAK YATIM, FAKIR MISKIN DAN LANSIA
(LANJUT USIA)
2. MENGADAKAN TK ISLAM / TPQ BAGI ANAK DAN REMAJA
3. MENGADAKAN MAJELIS TAKLIM KAUM TUNA NETRA DAN
LANSIA
4. MENGADAKAN KELOMPOK BELAJAR ANAK USIA 3 S/D 5
TAHUN (PAUD)
Gambar I
Gambar I diatas adalah data susunan pengurus Panti Asuhan Al Kautsar
23
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Gambar II
Gambar II adalah jadwal kegiatan Panti Asuhan Al Kautsar
Gambar III
Gambar III adalah data–data struktur organisasi Asuransi
Kesejahteraan Sosial atau (ASKEOS)
24
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Berikut adalah perincian - perincian daftar anak-anak yang
panti asuhan Al Kautsar
DAFTAR JENIS DAN JUMLAH KELAYAN ( BINAAN )
No
1.
URAIAN
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
JUMLAH
ANAK YANG MENDAPAT
BANTUAN (YATIM DAN
DUAFA)
SD
34
24
58
SMP
16
24
40
SMU
9
6
15
---------------JUMLAH
------------------
----------------
59
54
113
SD
108
76
184
SMP
16
24
40
SMA
9
6
15
TK PAUD
29
34
63
----------------
------------------
----------------
JUMLAH
162
140
302
3
TUNA NETRA
10
10
20
4
IBU-IBU ( LANSIA,JANDA )
-
74
74
2
ANAK BINAAN (TOTAL)
TPA (YATIM + DUAFA)
JAKARTA, 7 APRIL 2009
KETUA PAUD AL KAUTSAR
( HJ. MARIATUI BUSTAMI ) 8
8
Data profil panti asuhan Al Kautsar.
25
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Berikut adalah sebagian foto anak-anak panti asuhan yang
terpajang di halaman depan ruangan.
Berikut adalah foto-foto anak-anak yang sedang berkumpul dan
bermaian
26
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Berikut adalah lingkungan tempat berkumpulnya anak-anak
panti asuhan Al Kautsar.
3.4.2 Data Kuantitatif dan Kualitaif
Tujuan utama penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif ialah
mengembangkan
pengertian,
konsep-konsep,
yang
pada
akhirnya
menjadi teori, tahap ini dikenal sebagai “grounded theory research”.
Sebaliknya
pendekatan
kuantitatif
bertujuan
untuk
menguji
teori,
membangun fakta, menunjukkan hubungan antar variable, memberikan
deskripsi statistik, menaksir dan meramalkan hasilnya.
Setelah penulis menggunakan data kualitatif (wawancara) penulis juga
menggunakan penelitian kuantitatif yaitu kuesioner. Selain mencari datadata melalui penelitian kualitatif dan kuantitatif penulis juga menggunakan
data dari metode kepustakaan dengan mencari informasi yang dibutuhkan
untuk bahan seminar dapat melalui buku, majalah, internet, dan bahanbahan kuliah yang diperoleh selama kuliah dan berkaitan dengan materi
penelitian
ini.
Metode
kepustakaan
ini
akan
bermanfaat
untuk
menganalisa data-data sebagai bahan referensi studi dan mendapatkan
berbagai macam teori sehingga dapat memberikan pengertian secara
teoritis mengenai permasalahan yang penulis bahas dalam seminar ini.
27
http://digilib.mercubuana.ac.id/
A.
Data Kuantitatif
Berdasarkan tujuan yang akan dicapai dan jenis objek yang ditinjau, cara
pengumpulan data yang akan penulis pergunakan untuk kelengkapan
data dari seminar ini adalah dengan melakukan penyebaran angket /
kuesioner dan survey langsung kepada masyarakat untuk mengukur
seberapa besar pengetahuan masyarakat terhadap kehidupan anak-anak
panti asuhan.
Alasan pemilihan cara tersebut, karena penulis ingin pendapat dari
masing-masing masyarakat tentang kepedulian dan pandangan terhadap
anak-anak panti asuhan. Maka cara yang tepat untuk mengetahuinya
adalah, dengan mengadakan survey lapangan dan membagi-bagikan
kuesioner kepada masyarakat. Maka kuesioner tersebut akan berisikan
pendapat mereka masing-masing, atau disebut pendekatan kuantitatif.
Quisioner
Data yang telah dapat untuk bahan penelitian Penulis diperoleh secara
langsung dari masyarakat sekitar, dengan menggunakan metode, antara
lain :
Dengan menyebarkan kuesioner kepada masyarakat sekitar.
Meliputi aktifitas keseharian dan kehidupan anak-anak panti
asuhan dari masyarakat, hingga pemerintah.
28
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Pertanyaan I
NO
PERTANYAAN
SANGAT
SETUJU
BIASA
SETUJU
TIDAK
SETUJU
SANGAT
TIDAK
SETUJU
1
Menurut anda apakah saat
ini anak panti asuhan
sudah mendapatkan
0%
10%
20%
65%
5%
5%
5%
35%
50%
5%
0%
15%
30%
50%
5%
15%
20%
5%
40%
20%
30%
50%
15%
5%
0%
35%
50%
10%
5%
0%
kehidupan yang layak?
2
Apakah anda setuju sarana
dan prasarana di panti
asuhan yang anda dengar
sudah cukup memadai?
3
Menurut pendapat anda,
apakah anda setuju
pendidikan anak-anak panti
asuhan sudah terjamin?
4
Apakah anda setuju bahwa
anak-anak panti asuhan
harus menjadi tanggungan
pemerintah saja?
5
Setujukah anda bila
menjadi donatur dipanti
asuhan, dimanapun panti
asuhan itu berada?
6
Apakah anda setuju jika
ikut berpartisipasi secara
langsung dalam membantu
anak-anak panti asuhan?
29
http://digilib.mercubuana.ac.id/
7
Pemerintah saat ini kurang
memperhatikan kondisi
anak-anak terlantar,
50%
44%
5%
0%
0%
5%
5%
20%
50%
20%
50%
40%
10%
0%
0%
0%
5%
30%
50%
15%
apakah anda setuju apabila
pemerintah mengadakan
program kerjasama dengan
masyarakat dalam
menyejahterakan anakanak panti asuhan?
8
Apakah anda setuju jika
sekarang ini pemerintah
sudah sangat membantu
dalam kehidupan anakanak panti asuhan?
9
Apakah anda setuju
apabila anak-anak panti
asuhan diharuskan dibekali
skill/kemampuan tertentu?
10
Apakah Anda setuju
apabila anak-anak panti
asuhan saat ini sudah
memiliki kategori setara
dengan anak-anak
lainnya?
30
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Pertanyaan II
No
1
2
Pertanyaan
Jawaban
Apakah anda tahu panti
Tahu
Tidak tahu
asuhan terdekat?
30%
70%
Apakah anda kenal dengan Ibu
Kenal
Tidak kenal
Panti Asuhan atau Pekerja
10%
90%
Pernah
Tidak pernah
30%
70%
Apakah anda mengetahui
Tahu
Tidak tahu
bagaimana kehidupan di panti
60%
40%
Memperhatinkan
Biasa saja
60%
40%
Pemerintah
Pemerintah dan
Kita Bersama
90%
dipanti asuhan disekitar anda?
3
Apakah anda pernah
mendengar keseharian mereka
seperti apa?
4
asuhan?
5
Menurut pandangan anda,
panti asuhan di Jakarta seperti
apa?
6
Menurut anda panti asuhan
adalah tanggung jawab siapa?
7
10%
Memberikan
bantuan materil
70%
Memberikan
bantuan materil
maupun imateril
30%
Menurut pandangan anda
Kurang Layak
Biasa
fenomena panti asuhan di
30%
70%
Bagaimana cara anda untuk
ikut berpatisipasi terhadap
anak panti asuhan?
8
Jakarta itu seperti apa?
B.
Data Kualitatif
Instrumen manusia yang beroperasi dalam situasi yang tidak ditentukan,
di mana peneliti memasuki lapangan yang terbuka, sehingga tidak
31
http://digilib.mercubuana.ac.id/
mengetahui apa yang tidak diketahui. Untuk itu maka peneliti haruslah
mengandalkan teknik-teknik kualitatif, seperti wawancara, observasi,
pengukuran, dokumen, rekaman, dan indikasi non-verbal. Dalam rekaman
data terbagi pada dua dimensi, yaitu fidelitas dan struktur. Fidelitas
mengacu pada kemampuan peneliti untuk menunjukkan bukti secara
nyata dari lapangan (fidelitas tinggi, misalnya rekaman video atau audio,
sedangkan fidelitas kurang, misalnya catatan lapangan). Sedangkan
dimensi struktur meliputi terstrukturnya wawancara dan observasi.
Salah satu yang dilakukan oleh Penulis adalah dengan melakukan
wawancara pada Ibu Panti atau Ketua Susunan Pengurus Panti Asuhan
dan Guru sekolah :
1. Ibu Hj. Mariati Bustami
Ibu Mariati adalah ibu panti yang mengurus dan mengelolah Panti
Asuhan Al Kautsar bersama suaminya. Selain itu ibu Mariati juga
menjadi guru mengaji apabila guru pengajar tidak dapat masuk. Selain
menjadi pengurus serta pemilik panti asuhan Al Kautsar ibu Mariati juga
mendirikan sekolah Paud yaitu TK untuk menengah bawah dengan
biaya iauran sangat murah. Menurut ibu Mariati bantuan dari pemrintah
tidak cukup untuk kebutuhan anak-anak. Pemerintah hanya memberi
sumbangan hanya 1 sampai 2 jutaan pertahun. Sedangkan anak-anak
di Al Kautsar berjumlah 302 anak, itupun belum termasuk tuna rungu
dan tuna wicara. Jadi menurut ibu Hj Mariati Bustami keperdulian
masyarakat sekitar yang turut membantu, saangat berperan penting
dalam kehidupan anak-anak panti asuhan ini.
2. Ibu Fitri
32
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Ibu Fitri adalah guru SMP yang mengajar di sekolah Al Abror.
Pandangan Ibu Fitri tentang anak panti asuhan adalah anak-anak yang
malang karena tidak dapat berkumpul dengan keluarganya, dan kurang
mendapatkan kasih sayang dan perhatian. Terkadang mereka merasa
di buang dan tidak di harapkan oleh orang-orang terdekatnya.
Dukungan dan perhatian amat sangat di butuhkan oleh anak-anak panti
asuhan untuk mengembalikan rasa percaya diri mereka. Tekadang
orang-orang disekitar mereka bersikap acuh tak acuh, pada hal
perhatian masyarakat membut mereka merasa di perhatikan.
3.5
Campaign
1. Kampanye Penghijauan
Pemerintah Daerah Kota Badung, Bali melakukan aksi penanaman pohon
disejumlah lahan kering. Upaya itu, sebagai bentuk penghijaun kembali
lahan kritis yang tersebar di sejumlah daerah jurang dan aliran sungai di
Kecamatan Petang, dan Kuta Selatan.
Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Badung, Bali, I Gusti
Made Agung mengatakan, saat ini Wilayah Badung, tengah menghadapi
krisis lahan yang mencapai 1.000 hektar. Penanaman di lahan kritis
diutamakan untuk tanaman yang berfungsi ganda, seperti buah-buahan.
"Dengan begitu masyarakat tak buru-buru untuk menebang," katanya usai
aksi tanam 1.000 pohon di kawasan Beranda Mumbul, Nusa Dua.
33
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Penghijauan juga dilakukan pada lahan kosong mencapai ratusan ribu
pohon, yang dilakukan di semua kecamatan di Badung, terdiri 93.000
pohon di Kecamatan Petang, 23.000 pohon di Mengwi, 40.000 pohon di
Abiansemal, 29.000 pohon di Kuta Selatan, dan 2.300 pohon di
Kecamatan Kuta.
Berdasarkan data Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Badung,
luas lahan hutan yang saat ini masih hijau di wilayah Badung sebanyak
8.000 hektar. Dari jumlah tersebut, luas hutan milik pemerintah hanya
3.000 hektar berupa hutan lindung di wilayah Kecamatan Petang.
Sementara sisanya merupakan lahan hutan rakyat. Agung mengharapkan
sektor swasta lebih banyak mengambil peran dalam program penghijauan
di Kabupaten Badung. Program penghijauan tersebut diharapkan dapat
mengurangi dampak pemanasan global, mencegah banjir kekeringan dan
longsor, dan meningkatkan upaya konservasi hutan. "Kegiatan semacam
ini harus terus kita lakukan sehingga lahan kritis di Kabupaten Badung
bisa dihijaukan. 9
2.
9
Kampanye Berhenti Merokok
http://nasional.vivanews.com
34
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Perayaan Hari Tanpa Tembakau se-Dunia 31 Mei dilakukan dengan
berbagai
bentuk
kegiatan.
Seperti
Nampak
pada
hari
minggu
(30/05/2010), beberapa kelompok masyarakat anti rokok di Jakarta
melakukan
kampanye
anti-tembakau/anti-rokok
dengan
menggelar
sepeda santai dari Tugu Monas hingga Bundara Hotel Grand Indonesia.
Kampanye anti-tembakau adalah bagian dari promosi kesehatan pada
umumnya. Peserta kampanye membawa berbagai poster dan spanduk
yang berisi imbauan anti merokok. Selain itu, mereka juga membagikan
leaflet berisi bahaya merokok dan langkah yang dapat ditempuh untuk
berhenti merokok.
Rokok sebagai sumber masalah kesehatan masyarakat juga mulai
menjadi perhatian para kepala daerah dan penyelenggara negara di
daerah di berbagai di Indonesia. Perhatian para penyelenggara negara di
daerah itu terhadap bahaya rokok pada aspek kesehatan masyarakat
ditunjukkan dengan beragam cara, misalnya dengan menerapakn
kawasan tanpa rokok hingga kota tanpa rokok.10
3.6 Event
10
http://www.kapanlagi.com
35
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Event yang masuk kriteria dalam seminar ini adalah event yang cukup
merakyat di Jakarta, seperti di bawah ini.
1.
Event ‘Car Free Day’ di jalan Sudirman Thamrin Jakarta
Warga Ibukota menghadiri Gelanggang Olahraga Senayan, sepanjang
ruas Sudirman - Thamrin hingga Monas karena sepanjang Minggu pagi ini
kawasan itu penuh acara. Gelanggang Olahraga Senayan, sepanjang
ruas Sudirman-Thamrin, hingga Lapangan Selatan Monumen Nasional,
dipadati berbagai acara.
Berdasarkan informasi dari Traffic Management Center Kepolisian Daerah
Metropolitan Jakarta Raya, di Senayan, Alfamart menggelar Lomba Gerak
Jalan Sehat mulai jam 6 sampai 12 di Parkir Timur. Di waktu yang sama,
Ikatan Sport Sepeda Indonesia juga melangsungkan kegiatannya di Pintu
1. Di Jalan MH Thamrin, Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara
menggelar Lomba Gerak Jalan dan Panggung Hiburan mulai pukul 6.30 sampai
13. Kepolisian memperkirakan perhelatan ini dihadiri sekitar 5000 orang. 11
2.
11
Event Pekan Raya Jakarta (PRJ)
http://www.tempointeraktif.com
36
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair adalah pameran tahunan
terbesar di Indonesia. Walaupun dinamai "pekan", biasanya berlangsung
selama satu bulan penuh dari pertengahan Juni sampai pertengahan Juli
untuk memperingati hari jadi kota Jakarta. 12
Pasalnya, di hari pertama saja, jumlah pengunjung sudah mencapai 29
ribu orang. Dan itu adalah jumlah yang cukup bayak dibanding tahun lalu.
“Ada peningkatan hingga 10 persen lebih dibanding hari pertama PRJ
tahun lalu. Ini menggembirakan. Itu artinya antusiasme masyarakat terus
meningkat.
3.
Event Urban Fest
Bertempat di spot paling ujung di Taman Impian Jaya Ancol, pantai
Carnaval, pengunjung yang datang tanpa mengetahui spot venue Pantai
Carnaval disambut oleh petunjuk seadanya dan umbul-umbul sponsor.
Agak bingung juga bagi yang belum pernah ke Pantai Carnaval. Karena
petunjuk terakhir ke spot, bukannya tulisan 'Urban Fest, tetapi 'Tempat
Parkir Urban Fest.
Setelah berhasil menemukan ke arah mana pintu masuknya, pengunjung
disambut dengan pintu gerbang Urban Fest kemudian baliho besar
tentang info acara Urban Fest serta petunjuk arah.
12
http://id.wikipedia.org/wiki/Pekan_Raya_Jakarta
37
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Gambar 1. Pintu Gerbang Urban Fest
Memasuki area lapangan besar, yang paling kontras terlihat adalah
panggung besar di ujung yang dikelilingi oleh tenda-tenda bazaar. Sangat
memperlihatkan festival / bazaarnya. Hal ini diakui panitia karena Urban
Fest
kali
ini
sponsor
utamanya
adalah
Kompas,
dan
Kompas
menginginkan konsep dari Urban Fest kali ini benar-benar seperti bazaar,
bergaya street festival. Di tengah-tengah lapangan ada beberapa kegiatan
seperti bungee trampolin dan flying fox.
Seperti yang di depan panggung ramai nonton musik, di depan stand low
rider juga ramai sekali banyak orang-orang yang melihat. Trus justru main
pamerannya, yaitu urban artnya, tendanya tidak terlalu besar walaupun
agak stand out dibanding tenda yang lain, kalau yang lain pakai tenda
putih, tendanya dia pake plastik transparan.
Kata panitianya tujuannya memperkenalkan para seniman urban yang
susah sekali menembus dunia galeri dengan pameran disini jadi bisa diliat
orang-orang yang berminat dengan meliat namanya (yang terus bisa
eksis). Sekarang baru mengerti kenapa namanya bukan urban art festival,
tapi urban fest, karena festival yang keliatan justru yang lain-lain.
Maksudnya komunitas-komunitas yang happening sekali di daerah
urban ada di urban fest sini. Tapi yang paling menonjol Musik,
Sport, Art & Hobbies. Ada juga yang mengusung 'go green' tapi itu
juga cuma beberapa.
38
http://digilib.mercubuana.ac.id/
gambar 2 & 3. booth 'Recycle Experiences'
Stand terfavorite method! stand ini mengggabungkan 'go green'
dengan kreatifitas dengan mengolah barang-barang bekas menjadi
barang-barang lucu seperti ini.
Musik, dengan ditampilkannya band-band yang happening di
jakarta. Sudah jelas dengan meliat ukuran panggungnya yang
sangat besar, brarti segi yang dijual salah satunya musik. Juga ada
tenda-tenda bazaar lain yang ngejual pernak pernik musik rock, dan
komunitas musik dari game (chiptune) pesta mikro.
Gambar 4& 5 : Musik Chiptunes :
Musik yang dibuat dari sound format yang telah disintesiskan secara
Realtime oleh komputer atau video game soundchip
Sport, ada futsal atawa bola, basket, extreme sport kaya
skateboard, bike, dan in line skate dan juga yang di tengah-tengah
lapangan itu, bungee trampolin dan flying fox, dan ada parkour,
olahraga tangan kosong no boundaries / lompat-lompat ngelewatin
halang rintang.
39
http://digilib.mercubuana.ac.id/
gambar 6. extreme sport
Art & Hobbies, utamanya mah pameran urban art itu yang isinya
ada lukisan, vector art, toys, sneakers, tapi ternyata pamerannya
dipisah antara panitia dan IKJ yang ngisi grafiti dan juga grafiti di
bajaj (bajaj yang dilukis-lukis). Stand yg lain (komersial) ada
komunitas-komunitas kaya cosplay (costume player ala jepang),
karya-karya recycle, dsb.
gambar 7 & 8. stand panita - urban art.
Tidak ketinggalan ada low rider yang tendanya lumayan menarik
perhatian dengan pameran. low rider (sepeda pendek, katanya di
US sana seperti sepeda mafia) yang bagus-bagus.
40
http://digilib.mercubuana.ac.id/
gambar 9 & 10. kompetisi low rider.
salah satu peserta yang pernah menang kompetisi lain dan jajaran
piala yang unik!
Juga ada stand-stand komersial yang lain, kaya stand sponsor kaya
kompas, prambors, bank, esia, body shop (yang mengusung go
green juga), juga tidak lupa ada Food Fest, stand makananmakanan.
gambar 11. stand HAI
yang kreatif banget jualan kaos dengan manual hand drawing.
Tanya-tanya ke beberapa pengunjung, tujuannya memang berbeda-beda
sesuai dengan hobinya. Ada sekumpulan pria-pria dan wanita-wanita (tim
futsal) yang datang buat tanding futsal atau basket, ada yang datang ingin
liat Goodnight Electric atau Andra and the backbone (pokonya nonton
musik), ada yang hanya mau melihat-lihan stand-standnya saja, ada yang
41
http://digilib.mercubuana.ac.id/
mau liat karyanya yang dipajang / partisipan urban art, ada yang ikutan
kontes urban art, atau ada yang ditugasin ngeliput dan poto-foto sama
kantornya. 13
13
http://desainmethod.blogspot.com/2008/07/urban-fest-2008-sebuah-pesta-khasurban.html
42
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Download