BAB II KOMUNIKASI ANTAR ANGGOTA KELOMPOK TANI DALAM

advertisement
BAB II
KOMUNIKASI ANTAR ANGGOTA KELOMPOK TANI DALAM
PEMANFAATAN AIR SUNGAI
A. Kajian Pustaka
1. Komunikasi
Istilah
komunikasi
dalam
bahasa
inggrisnya
disebut
dengan
(communication) berasal dari kata (communi)s yang berati sama atau sama
maknanya atau pengertian bersama, dengan maksud untuk mengubah
pikiran sikap, perilaku, penerima dan melaksanakan apa yang diinginkan
komunikator. Sama halnya dengan pegeertian tersebut, Astrid Susant
mengemukakan perkataan komunikasi berasal dari kata (communicare)
yang
dalam
bahasa
latinya
mempunyai
arti
berpartisipasi
atau
memberitahukan , menyampaikan pesan, informasi, pikiran, perasaan,
gagasan, dan pendapat yang dilakukan seseoran kepada orang lain dengan
mengharapkan jawaban, tanggapan atau arus balik (feedback). Kata
communis berarti milik bersama atau berlaku dimana-mana.
Komunikasi adalah usaha penyampaian pesan antar manusia.1 Chery
dalam stuart, (1993) mendefinisikan komunikasi berpangkal paerkataan
latin communis yang artinya membuat kebersamaan atau membangun
1
Nurani Soyomukti, Pengantar Ilmu Komunikasi (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2010) Hal. 56
33
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
kebersamaan antara dua orang atau lebih. Komunikasi juga berasal dari kata
dari bahasa latin (communico) yang artinya membagi.2
Wilbur Schram menyatakan komunikasi sebagai suatu proses berbagi
(sharing proces), Schram menguraikannya demikian : “komunikasi berasal
dari bahasa latin yang berarti umum (common) atau bersama”. Dari uraian
Schram diatas dapat disimpulkan bahwa sebuah komunikasi yang efektif
adalah komunikasi yang berhasil melahirkan kebersamaan, kesepahaman
antara sumber dengan penerimanya.3
Sebuah definisi singkat dibuat oleh Harold D Laswell bahwa cara yang
tepat untuk meneramgkan suatu tindakan komunikasi adalah menjawab
pertanyaan “siapa yang menyampaikan, apa yang disampaiakan, melalui
saluran apa, kepada siapa dan apa pengaruhnya”.4
Paradigma Laswell di atas mrenunjukan bahwa komunikasi meliputi
lima unsur yakni :
1. Sumber (Source)
2. Komunikator ( communicator, surce, sender )
3. Pesan ( message )
4. Media ( chanel )
5. Komunikan ( communicant, receiver, recipient )
2
H. Hafied Cangara, Pengantar Ilmu Komunikasi (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2007)
Hal. 18
3
Tommy Suprapto, Pengantar Teori Komunikasi ( Yogykarta: Media Persindo, 2006 ) Hal. 5
4
H. Hafied Cangara, Pengantar Ilmu Komunikasi ( Jakarta: PT. Raja Graindo Persada, 2007)
Hal. 19
34
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
6. Efek ( effect, impact, influence)
Jadi pada dasarnya Laswell menyatakan bahwa komunikasi adalah
proses penyampaiaan pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui
media yang menimbulkan efek tertentu.5
Proses komunikasi pada hakikatnya adalah proses penyampaiaan atau
perasaan oleh seorang (Komunikator) kepada orang lain (Komunikan).
Kegiatan komunikasi tidak hanya informatif, yakni agar orang lain tahu
tetapi juga bersifat persuasif, yaitu agar orang lain bersedia menerima suatu
paham atau keyakinan melekukan suatu perbuatan atau kegiatan dan lainlain. Perasaan bisa berupa keyakinan, kepastian, keraguan, kekhawatiran,
kemarahan, kegairahan, dan sebagainya yang muncul dari lubuk hati
seseorang. Adakalanya seseorang menyampaikan buah pikirannya kepada
orang lain tanpa menempatkan perasaan tertentu. Pada saat lain seseorang
menyampaikan perasaanya kepada orang lain tanpa pemikiran. Tidak jarang
pula seseorang menyampaikan pikirannya disertai perasaan tertentu,
disadari atau tidak disadari.
Komunikasi akan berhasil apabila pikiran disampaikan dengan
menggunakan perasaan yang disadari; sebaliknya kominikasi akan gagal
jika sewaktu menyampaikan pikiran, perasaan, yang tidak terkontrol.6
5
Onong Uchana, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek ( Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,
2007) Hal. 10
6
Nikmah Hadiati, Ilmu Komunikasi Sebuah Pengantar (Pasuruan: Lunar Media, 2012) Hal. 26
35
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Dari beberapa uraian diatas maka penulis
menyimpulkan bahwa
komunikasi merupakan suatu proses pengoperan atau pemindahan
lambang-lambang informasi (pesan) dari komunikator kepada komunikan
agar tujuan yang diinginkan tercapai.
2. Komunikasi Internal
a. Definisi Komunikasi Internal
Komunikasi internal sebagai fungsi komunikasi yang secara khusus
dirancang untuk membangun dan membina untuk menciptakan
komitmen yang dimiliki bersama yang akan bermanfaat bagi
keberlangsungan suatu kelompok atau sistem yang ada yang telah
disepakati.
Dalam pengertian yang lain adalah komunikasi internal adaah
menciptakan suasana hormat atau saling menjaga hubungan dengan baik
dalam satu kelompok tertentu. Pertukaran gagasan diantara para anggota
kelompok yang terjadi diharapkan mampu membangun serta
memberikan dampk positif bagi keberlangsungan hak dan kewajiban
yang dibentuk untuk kepentingan bersama sesama anggota kelompok.
Komunikasi internal berkaitan dengan pencapaian efektifitas dalam
proses komunikasi kerja dan membawa harmoni dalam organisasi atau
kelompok. Salah satu fungsi komunikasi internal yang lain adalah
semua anggota menrima dan menyelesaikan masalah yang ada dengan
membicarakan berbagai masalah yang ada di dalam organisasi atau
kelompok.
36
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
b. Tujuan Komunikasi Internal
Ruslan (1999) mengatakan bahwa tujuan dari komunikasi internal
adalah :

Sebagai sarana komunikasi internal secara timbal balik yang
dipergunakan dalam suatu organisasi/kelompok.

Untuk menghilangkan kesalahpahaman/hambatan yang
terjadi antar angota kelompok/organisasi.

Sebagai saluran atau sarana dalam upaya menjelaskan
tentang kebijakan, peraturan dan ketatakerjaan dalam
sebuah komunikasi.

Sebagai sarana atau alat komunikasi internal untuk
menyampaikan keinginan-keinginan atau sumbang saran
kepada organisasi/kelompok.
3. Komunikasi Antar Kelompok
Komunikasi kelompok (group communication) berarti komunikasi
yang berlangsung antara seseorang komunikator dengan sekelompok
orang yang jumlahnya lebih dari dua orang.7 Komunikasi kelompok
lebih tertarik pada deskripsi dan analisa proses diskusi daripada
merumuskan bermacam persyaratan untuk meningkatkan efektivitas
suatu diskusi daripada merumuskan bermacam-macam persyaratan
untuk meningkatkan efektivitas suatu diskusi kelompok. Selain itu
7
Onong Uchjana E, Ilmu Teori dan Filsafat Komunikasi (Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 2003)
Hal. 75
37
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
komunikasi kelompok juga merupakan proses komunikasi yang
berlangsung 3 orang atau lebih secara tatap muka dimana anggotaanggotanya saling berinteraksi satu sama lain. Tidak ada jumplah
batasan anggota yang pasti, 2-3 orang atau 20-30 orang. Komunikasi
kelompok dengan sendirinya melibatkan pula komunikasi antar pribadi.
Komunikasi kelompok terjadi dalam suasana yang lebih berstruktur di
mana para pesertanya lbih cenderung dilakukan secara sengaja dan pada
umumnya pesertanya lebih sadar akan peranan dan tanggung jawab
mereka masing-masing.
4. Unsur-unsur Komunikasi
Dari pengertian komunikasi sebagaimana diuraikan di atas, tampak
adanya sejumlah komponen dan unsur yang di cakup dan merupakan
persyaratan terjadinya komunikasi. Dalam bahasa komunikasi komponen
atau unsur adalah sebagai berikut:
A. Source (sumber)
Sumber adalah dasar yang digunakan dalam penyampaiaan
pesan dan digunakan dalam rangka memperkuat pesan itu sendiri.
Sumber dapat berupa orang, lembaga, buku, ide, peristiwa dan
sejenisnya.
B. Komunikator
Komunikator dapat berupa individu yang sedang bericara,
menulis, kelompok orang, lembaga dan sejenisnya. Dalam
38
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
komunikator menyampaikan pesan kadang-kadang komunikator
dapat
menjadi
komunikan
sebaliknya
komunikan
menjadi
komunikator
C. Pesan
Pesan adalah keseluruhan dari apa yang dsampaikan oleh
komunikator. Pesan dapat disampaikan dengan cara tatap muka atau
melalui media komunikasi. Isinya bisa berupa pengetahuan, hiburan,
informaasi, nasihat atau propaganda. Syarat-syarat pesan harus
memenuhi: umum, jelas serta gamblang.
D. Chanel (saluran/media)
Saluran komunikasi selalu menyampaikan pesan yang dapat
diterima melaui indera manusia secara langsung maupun
menggunakan media. Media yang dimaksud disini adalah alat yang
di gunakan untuk memindahkan pesan yang berupa perasaan,
penglihatan, serta suara sebagai bentuk komunikasi antarpribadi.
Berbeda dalam komunikasi massa yang menggunakan teknologi
atau alat penyebar/media seperti buku, surat kabar, majalah, radio,
televisi. 8
E. Penerima (komunikan)
8
Nikmah Hadiati, Ilmu Komunikasi Sebagai Sebuah Pengantar, .... Hal. 1
39
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Penerima adalah pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim
oleh sumber. Penerima bisa terdiri dari satu orang atau lebih, bisa
dalam bentuk kelompok, partai atau negara. Komunikan mempunyai
sebagai
penerjemah
lambang-lambang
pada
pesan
yang
disampaikan.
Penerima adalah elemen penting, dalam proses komunikasi,
karena dialah yang menjadi sasaran dari komunikasi. Komunikan
haruslah mengikuti dan menyelesaikan diri dengan proses
komunikasi agar tidak terjadi hambatan-hambatan sehingga tercapai
pada tujuan komunikasi. Komunikasi akan berhasil baik jika pesan
yang disampaikan sesuai dengan rangka dan pengetahuan dan
lingkup pengalaman komunikan.
F. Efek (Pengaruh)
Efek adalah hasil akhir suatu komunikasi, yakni sikap dan
tingkah laku orang, sesuai atau tidak dengan yang diharapkan.
Pengaruh bisa juga diartikan perubahan dan penguatan sebagai
akibat dari penerimaan pesan.
Yang merupakan efek dalam proses belajar-mengajar adalah
hasil dari apa yang diajukan oleh kelompok petani satu dengan
lainya yang memunculkan pesan yang ditangkap yang tentunya
menyebabkan perubahan tingkah laku pada komunikan tersebut.
5. Tujuan Komunikasi
40
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Pada umumnya komunikasi mempunyai beberapa tujuan antara lain :
a. Mengubah sikap (to change the attitude)
b. Mengubah opini/pendapat/pandangan (to change the opinion)
c. Mengubah perilaku (to change the behavior)
d. Mengubah masyarakat (to change the society)9
6. Komunikasi Kelompok
a. Pengertian Komunikasi Kelompok
Komunikasi kelompok adalah komuunikasi antara seseorang
dengan sekelompok orang dalam situasi tatap muka. Kelompok
ini bisa kecil, dapat juga besar, tetapi beberapa jumlah orang
yang termasuk kelompok kecil dan berapa jumlahnya yang
termasuk kelompok besar tidak ditentukan dengan perhitungan
secara eksak, dengan ditentukan berdasarkan berdasarkan ciri
dan sifat komunikan dalam hubungannya dengan proses
komunikasi. Oleh karena itu, dalam komunikasi kelompok
dibedakan antara komunikasi kelompok kecil dan komunikasi
kelompok besar.10
Komunikasi kelompok (group communication) berarti
komunikasi yang berlangsung antara seseorang komunikator
dengan sekelompok orang yang jumlahnya lebih dari dua
orang.11 Komunikasi kelompok lebih tertarik pada deskripsi dan
9
Onong Uchjana, Ilmu Teori dan Filsafat Komunikasi,..... Hal. 55
Onong Uchjana, Ilmu Teori dan Filsafat Komunikasi,..... Hal. 126
11
Onong Uchjana, Ilmu Teori dan Filsafat Komunikasi,..... Hal. 75
10
41
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
analisa proses diskusi daripada merumuskan bermacam
persyaratan untuk meningkatkan efektivitas suatu diskusi
daripada merumuskan bermacam-macam persyaratan untuk
meningkatkan efektivitas suatu diskusi kelompok. Selain itu
komunikasi kelompok juga merupakan proses komunikasi yang
berlangsung 3 orang atau lebih secara tatap muka dimana
anggota-anggotanya saling berinteraksi satu sama lain. Tidak
ada jumplah batasan anggota yang pasti, 2-3 orang atau 20-30
orang. Komunikasi kelompok dengan sendirinya melibatkan
pula komunikasi antar pribadi. Komunikasi kelompok terjadi
dalam suasana yang lebih berstruktur di mana para pesertanya
lbih cenderung dilakukan secara sengaja dan pada umumnya
pesertanya lebih sadar akan peranan dan tanggung jawab mereka
masing-masing.12
Dalam sudut pandang lain kelompok adalah pengembangan struktur
relasi internal di antara para anggota melalui pertukaran dan pengembangan
nilai, norma, status, dan peranan yang struktur internalnya bisa formal
maupun informal. Kelompok adalah kumpulan orang-orang yang bersatu
karena mempunyai identitas yang sama diantara masyarakat lain yang
tinggal di tempat yang sama.13
12
13
Alvin A . Goldberg Carl E. Larson, Komunikasi Kelompok (Jakarta: UI PRESS, 1985) Hal. 7
Alo Liliweri, Sosiologi dan Komunikasi Organisasi (Jakarta: Bumi Aksara, 2014) Hal. 19
42
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama
yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal
satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok
tersebut. Kelompok ini misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi,
kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah mengadakan
rapat untuk mengambil keputusan. Dalam komunikasi kelompok, juga
melibatkan komunikasi antar pribadi. Karena itu kebanyakan teori
komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok. Sifatsifat komunikasi kelompok sebagai berikut:
a. Kelompok berkomunikasi melalui tatap muka
b.Kelompok memiliki sedikit partisipan
c.Kelompok bekerja dibawah arahan seorang pemimpin
d.Kelompok membagi tujuan atau sasaran bersama;
e.Anggota kelompok memiliki pengaruh atas sama lain.
Karena jumlah komunikan itu menimbulkan konsekuensi, jenis ini
diklasifikasikan menjadi komunikasi kelompok kecil dan kelompok
komunikasi besar. Dasar pengklasifikasiannya bukan julah yang dihitung
secara matematis, melainkan kesempatan komunikan dalam menyampaikan
tanggapannya.
Komunikasi merupakan hal yang megikat kesatuan organisasi.
Kemudian, komunikasi membantu anggota-anggota organisasi mencapai
tujuan individu dan juga organisasi, mengoordinasikan aktivitas organisasi,
43
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
dan ikut memainkan peran dalam hampir semua tindakan organisasi yang
relevan.14
Proses komunikasi kelompok yang terjadi pada kelompok petani ini
adalah verbal dan non verbal, serta komunikasi kelompok melalui undangan
untuk bermusyawarah di Balai Desa dengan dipimpin kepala Desa dan
beberapa anggota kelompok tani tersebut. Komunikasi verbal diantaranya
percakapan antara petani yaang terjadi dilapangan atau disawah yang
melibatkan beberapa orang yang berasal dari dua kelompok tersebut hal
yang dibicarakan sering menyangkut masalah air. Komunikasi non verbal
adalah ketika seorang petani yang emosi karena air yang seharusnya
mengalir ke aliran sawahnya di curi oleh petani lain sehingga memicu emosi
sehingga membuat hubungan antara petani tidak harmonis.
1. Komunikasi Kelompok Kecil
Robert F. Bales dalam bukunya, Interaction Proces Analysis,
mendefinisikan kelompok kecil sebagai :
“Sejumlah orang yang terlibat dalam interaksi satu sama lain dalam
suatu pertemuan yang bersifat tatap muka (face to face) dimana setiap
peserta mendapat kesan atau penglihatan antara satu sama lainnya yang
cukup kentara, sehingga dia- baik pada saat timbulnya pertanyaan
maupun sesudahnya-dapat memberikan tanggapan kepada masingmasing sebagai perseorangan.”15
Berdasarkan hal itu kita dapat mengatakan bahwa komunikasi kelompo
kecil adalah suatu kelompok individu yang dapat mempengaruhi satu sama
14
15
John Ivancevich, Perilaku dan Manajemen Organsasi (Jakarta : Erlangga, 2006) Hal. 115
Onong Uchjana, Ilmu Teori dan Filsafat Komunikasi,..... Hal. 127
44
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
lain, memperoleh beberapa kepuasan satu sama lain, berinteraksi untuk
beberapa tujuan, mengambil peranan, teriakat satu sama lain dan
berkomunikasi tatap muka. Jika salah satu komponen ini hilang individu
yang terlibat tidaklah berkomunikasi dalam kelompok kecil.
Dalam komunikasi kelompok kecil komunikator menunjukan pesannya
kepada
orang
lain/benak
pikiran
komunikan,
misalnya
kuliah,
ceramah,diskusi, rapat dan sejenisnya. Dalam situasi komunikasi seperti itu
logika berperan penting. Komunikan akan dapat menilai logis tidaknya
uraian komunikator.
Ciri yang kedua dari komunikasi kecil ialah bahwa prosesnya
berlangsung secara diologis, tidak linear melainkan sirkular. Umpan balik
terjadi secara verbal. Komunikan dapat menanggapi uraian komunikator,
bisa bertanya jika tidak mengerti, dapat menyanggah bila tidak setuju, dan
lain sebagainya. Dalam kehidupan sehari-hari begitu banyak
jenis
komunikasi kelompok kecil, antara lain, seperti telah dijelaskan diataas. 16
1. Tujuan Komunikasi Kelompok Kecil
a) Tujuan personal
Alasan orang untuk mengikuti kelompok dapat
dibedakan atas empat kategori utama yaitu untuk hubungan
social, penyaluran, dan belajar.
(1) Hubungan sosial
16
Onong Uchjana, Ilmu Teori dan Filsafat Komunikasi,..... Hal. 77
45
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Kita sering terlibat dalam komunikasi kelompok
kecil agar dapat bergaul dengan orang lain. Misalnya minum
kopi bersama-sama, pesta atau tempat orang berkumpul
bersama-sama dan bercakap-cakap satu sama lain. Bila kita
berkumpul pada kelompok kecil untuk tujuan hubungan
sosial,
tujuan
interpersonal
kita
dan
adalah
memperkuat
menaikkan
hubungan
kesejahteraan
kita.
Kelompokkelompok yang demikian memenuhi kebutuhan
interpersonal kita untuk kasih sayang dan merasa di ikut
sertakan.17
(2) Penyaluran
Kelompok kecil memberiak kemungkinan untuk
menyalurkan perasaan kita, termasuk perasaan kecewa,
perasaan takut, keluhan, maupun harapan dan keinginan kita.
Bila kita mempunyai satu kesempatan membiarkan orang
lain mengetahui perasaan kita tentang sesuatu, kita sering
merasa lega atau bebas dari ketegangan. Tujuan ini biasa
dilakukan
dalam
suasana
yang
mendukung
adanya
pertukaran pikiran atau pertengkaran sengit atau dalam
diskusi keluarga dimana keterbukaan diri adalah tepat.18
(3) Kelompok terapi
17
18
Arni Muhammad,Komunikasi Organisasi (Jakarta, Bumi Aksara, 2011) Hal. 183
Ibid, Arni Muhammad, Hal. 183
46
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Biasanya
digunakan
untuk
membantu
orang
menghilangkan sikap-sikap mereka, atau tingkah laku dalam
beberapa aspek kehidupan mereka.
(4) Belajar
Alasan umum orang mengikuti kelompok kecil
adalah belajar dari orang lain. Belajar terjadi dalam
bermacam-macam setting.Asumsi yang mendasari belajar
kelompok adalah ide dari dua arah.
b) Tujuan yang berhubungan dengan pekerjaan
(1) Pebuatan Keputusan
Orang-orang yang berkumpul bersama-sama dalam
kelompok untuk membuat keputusan mengenai sesuatu.
Mendiskusikan alternatif dengan orang lain membantu orang
memutuskan mana pilihan terbaik untuk kelompok.
(2) Pemecahan Masalah
Masalah yang mereka usahakan menyelesaikan
mencakup
bagaimana
menyempurnakan
produksi,
bagaimana menyempurnakan hubungan yang kurang baik.19
A) Kelompok Kecil Sebagai Suatu Sistem
Kelompok kecil merupakan organisasi kecil yang
mempunyai empat komponen dasar yaitu input atau
masukan proses,output atau hasil dari balikan. Masukan ,
19
Ibid, Arni Muhammad, Hal. 184
47
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
merupakan materi mentah dalam kelompok kecil seperti
orang,
informasi
yang
digunakan
kelompok
untuk
berinteraksi. Orang atau anggota kelompok adalah masukan
karena tiap orang dalam kelompok membawa kualitas
tertentu seperti kepribadian, umur, kesehatan, pengetahuan,
sikap, nilai dan kemampuan memecahkan masalah. Proses,
menunjukkan kepada semua proses internal yang terjadi
dalam kelompok selama diskusi. Hasil, merupakan
keputusan
atau
penyelesaian
yang
dicapai
oleh
kelompok.Balikan, berisi respon yang mengikat system
bersama. Balikan memberikan masukan untuk pertemuan
kelompok masa akan datang.
B) Karakteristik Kelompok Kecil
Ada beberapa karakteristik dari kelompok kecil,
yang pertama, mempermudah pertemuan ramah tamah, yang
kedua adalahpersonaliti kelompok. Bila sekelompok orang
datang bersama maka mereka membentuk identitas sendiri
yang menjadikan personality kelompok, karakteristik yang
ketiga adalah kekompakan, yaitu daya tarikan anggota
kelompok satu sama lain dan keinginan mereka untuk
bersatu, karakteristik yang ke empat adalah komitmen
terhadap tugas.20Aktifitas individu lainnya dalam kelompok
20
Ibid, Arni Muhammad, Hal. 185
48
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
yang dekata hubungannya dengan komitmen adalah
motivasi.Karakteristik
yang
kelima
adalah
besarnya
kelompok, kelihatannya cukup sederhn tapi besarnya
kelompok itu mempunyai beberapa pencabangan penting
dalam kelompok. Kemudian norma kelompok, adalah aturan
dan pedoman yang digunakan oleh sekelompok itu sendiri,
maupun beberapa factor eksternal di luar kelompok. Saling
bergantung sama lain. Yang paling penting anggota
kelompok tergantung satu sama lain untuk beberapa
tingkatan tertentu, dan paling kurang pada seorang lainnya.21
C) Variabel Kunci Kelompok Kecil
Ada
beberapa
factor
yang
mempengaruhi
komunikasi kelompok kecil, diantaranya adalah variable
yang berhubungan dengan input kelompok dan proses
transformasi kelompok. Beberapa diantara factor
kunci tersebut akan dibicarakan pada bagian berikut ini:22
(1) Peranan Berdasarkan Fungsi
Para
peneliti
kelompok
yang
dinamis
mengidentifikasi dua peranan utama dari anggota
kelompok yaitu peranan tugas dan peranan untuk
pemeliharaan. Peranan tugas berhubungan dengan
21
22
Ibid, Arni Muhammad, Hal. 186
Ibid, Arni Muhammad, Hal. 185-188
49
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
penyelesaian tujuan yang segera dari kelompok,
seperti membuat keputusan, meyelesaikan masalah
atau merencanakan suatu proyek. Pemeliharaan
berhubungan denngan perasaan anggota kelompok.
Kelompok
mungkin
gagal
memperhitungkan
kebutuhan sosioemosional yang sangat halus yang
dapat mempersulit interaksi dalam kelompok.23
(2) Tingkah Laku Tugas
a. Mengambil inisiatif, seperti menentukan apakah
masalah yang akan dibahas, menentuka aturan dalam
komunikasi kelompok dan mengembangkan ide.
b. Memberikan dan mencari informasi misalnya
bertanya atau memberikan pendapat
c. Mencari dan memberikan pendapat seperti
bertanya dan memberikan pendapat.
d.
Mengolaborasi
dan
menjelaskan,
seperti
memberikan informasi tambahan tentang saran dan
ide tertentu.
e. Orientasi dan ringkasan seperti meninjau kembali
pokok-pokok penting dalam usahan memberikan
pengarahan/bimbingan dalam diskusi.
23
Ibid, Arni Muhammad, Hal. 188-189
50
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
f. Mengecek apakah kelompok sudah siap untuk
membuat keputusan.
(3) Tingkah Laku Pemeliharaan
a.
Mengharmoniskan
menyelesaikan
kelompok
pebedaan
dan
seperti
mengurangi
ketegangan komunikasi kelompok, kadang-kadang
dengan membuat humor.
b. Mencari jalan tengah, seperti menawarkan jalan
tengah pada isu atau perubahan posisi.
c. Memberikan sokongan dan semangat seperti
mengahargai, setuju, meneriam kontribus yang lain.
d.
Menjaga
lalu
lintas
komunikasi
seperti,
mempermudah interaksi diantara anggota.
e. Menentukan standart dan tes seperti pengecekan
kemajuan
kelompok,
perasaan
orang,
norma
kelompok, kesukaran menilai jalannya komunikasi
kelompok.
2. Kepemimpinan
Yang erat hubungannya dengan peranan yang bersifat fungsi
dalam kelompok adalah konsep kepemimpinan.Kita biasa percaya
bahwa pemimpin yang baik mempunyai sifat-sifat tertentu, seperti
bertanggung jawab, mempunyai kemapuan yang lebih, mempunyai
status yang tinggi, jujur dan percaya pada diri sendiri.Pemimpin
51
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
mempermudah interaksi kelompok dan menggerakkan anggota
kelompok untuk menyelesaikan tugas-tugas kelompok.24
Dalam kebanyakan kelompok kecil, satu orang berperan
sebagi pemimpin. Dalam kelompok lain, kepemimpinan bias
dipegang oleh beberapa orang. Lebih lanjut, sang pemimpin bisa
ditunjuk atau secara otomatis muncul dalam proses perkembangan
komunikasi kelompok. Berdasarkan preposisi Smith ini kelihatan
bahwa suatu organisasi seharusnya menggunakan jaringan
komunikasi sentralis bila masalah yang akan diselesaikan sederhana
dan bila mencari seorang pemimpin. Tetapi bila masalahnya
komplek organisasi haruslah menggunakan jaringan desntralisasi
dan juga bila menginginkan fleksibilitas dan moral yang tinggi.
Analisis jaringan komunikasi dapat membantu dalam
menentukan apakah struktur organisasi mebiarkan arus komunikasi
yang efektif dan koordinasi unit-unit yang tergantung satu sama
lainnya. Analisis jaringan juga dapat menunjukkan apakah
kelompok kerja terlalu besar atau terlalu kurang terpadu untuk
bekerja secara efektif. Kelompok yang terisolasi dari system dan
hubungan dengan system hanya melalui seri hubungan langsung
dapat diidentifiaksi dan sumber-sumber komunikasi yang lebih
besar dapat dipusatkan pada area ini.
24
Ibid, Arni Muhammad, Hal. 190-192
52
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Kelompok juga dipengaruhi oleh susunan ruangan dan jarak
secara fisik dari anggota kelompok. Studi mengenai ini dinamakan
ekologi.Steinzor mempelajari efek susunan dengan ruangan pada
interaksi kelompok. Dia menemukan bahwa orang akan berbicara
banyak terhadap orang yang langsung dihadapan mereka daripada
orang yang duduk disebelahnya bila pimpinan kelompok ada. Tetapi
bila tidak ada pimpinan kelompok maka hal yang sebaliknya yang
terjadi. Sommer menemukan bahwa pimpinan kelompok kecil
cenderung duduk pada posisi kepala dan orang yang menduduki
posisi kepala lebih banyak berpartisipasi dari pada orang yang duduk
pada posisi samping. Orang yang tinggi nilai dominannya cenderung
duduk pada pusat jaringan dan lebih banyak bicara.
3. Pemecahan Masalah dan Pembuatan Keputusan
Dalam keadaan tertentu kelompok lebih baik melakukan
tugas dari pada individu , seperti tugas-tugas yang mempunyai
pembagian kerja dan membawa hasil bersama. Menurut Marier
(1967), komunukasi kelompok kecil ini memiliki kekuatan dan
kelemahan tertentu.Kekuatanya adalah sebagai berikut:25
a. Lebih besar pengetahauan dan informasi yang diperoleh.
Kelompok lebih banyak mengetahui dari pada individu.
b. Jumlah pendekatan lebih banyak terhadap masalah yan
akan dipecahkan.
25
Ibid, Arni Muhammad, Hal. 192
53
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
c. Partisipasi dalam penyelesaian masalah menambah
penerimaan penyelesaian masalah.
d. Pemahaman yang lebih baik tehadap keputusan kelompok.
Pembuat keputusan tidaklah perlu menyiarkan keputusan
yang dibuat, karena mereka yang membuat bersama.
Sedangkan kelemahan dari komunikasi kecil adalah
sebagai berikut:
(1) Tekanan sosial
(2) Valensi penyelesaian
(3) Dominasi individual
(4) Konflik dari tujuan kedua yaitu memenangkan
argumentasi.
4. Kepatuhan Akan Norma Kelompok
Yang dimaksud dengan norma adalah satu set asumsi atau
harapan yang dipegang oleh anggota kelompok atau oraganisasi
mengenai tingkah laku yang benar atau yang salah, baik atau buruk,
cocok atau tidak cocok, diizinkan atau tidak diizinkan. Kelompok
dapat meneapkan secara eksplisit dan implicit norma-norma mereka.
Kelompok kerja juga menetapkan norma mengenai penampilan,
lamanya rapat, topic yang akan dibahas, tingkat formalitas dalam
rapat, tipe strategi pembuatan keputusan danbahkan bahasa yang
digunakan dalam rapat.26
26
Arni Muhammad,Komunikasi Organisasi (Jakarta, Bumi Aksara, 2011) hal. 193
54
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Ada variable-variabel kunci yang mempengaruhi tingkat
kepatuhan dalam kelompok, diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Sifat kepribadian yang mungkin mempengarui anggota
untuk kelompok untuk patuh.
b.
Variabel
dalam
kelompok
yang
mempengarhi
kepatuahan.
c. Tekanan luar yang mempengaruhi kepatuhan.
5. Konflik
Organisasi yang sempurna, sehat tidaklah bebas dari konflik.
Konflik jika ditangani secara pantas dapat diarahkan pada
penyesuaian yang efektif dan tepat. Applbaum (1973) mengatakan
bahwa ada hal-hal terntentu yang dapat menimbulkan konflik dalam
organisasi seperti hal berikut:27
a. Anggota kelompok bekerja terlalu dekat dan saling
tergantung satu sama lain.
b. Anggota kelompok mempunyai kreativitas yang sangat
berbeda.
c. Anggota kelompok mempunyai nilai dan kebutuhan yang
berbeda.
27
Ibid, Arni Muhammad, Hal. 194
55
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
6. Besar kelompok beberapa penemuan yang berkenaan dengan
jumlah kelompok dalam komunikasi kelompok kecil adalah sebagai
berikut:28
a. Kualitas pekerja dan produktivitas kelompok, berhubunga
dengan positif dengan besar kelompok dibawah beberapa
kondisi tertentu. Bila tidak ada kondisi tertentu maka jumlah
kelompok yang kecil yang lebih superior.
b. Kelompok yang lebih kecil memperlhatakan ekspresi
ketidak setujuan dan ketidakpasan yang lebih banyak dari
pada kelompok yang besar. Juga memberikan kesempatan
kepada individu berinteraksi dan memperlihatkan tingkah
laku kepemimpinan.
c. Ketika besar kelompok bertambah maka kekompakan
kelompok berkurang.
d. Kelompok yang lebih besar cenderung lebih memenuhi
norma kelompok.
e. Anggota kelompok yang besar dalam pemecahan masalah
sering merasa tidak puas dengan jumlah waktu yang tersedia
untuk diskusi, kesempatan berpatisipasi, dan rapat kelompok
serta keputusan yang dibuat.
Suatu situasi komunikasi dinilai sebagai komunikasi
kelompok kecil (small group communication) apabila situasi
28
Ibid, Arni Muhammad, Hal. 196
56
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
komunikasi situasi seperti itu dapa di ubah menjadi komunikasi
antar pesona denga setiap komunikan. Dengan kata lain perktaan,
antara komunikator dengan setiap komunikan dapat terjadi dialog
atau tanya jawab. Dibandingkan dengan komunikasi antar pesona,
komunikasi kelompok kecil kurang efektif dala mengubah sikap,
pendapat, dan perilaku komunikan tidak mungkin dikuasai seperti
halnya pada komunikan komunikasi antarpesona. Dibandingkan
dengan komunikasi kelompok besar, komunikasi kelompok kecil
lebih bersifat rasional. Ketika menerima suatu pesan dari
komunikator, komunikan menanggapinya dengan lebih banyak
menggunakan pikiran daripada perasaan.
2. Komunikasi Kelompok Besar
Suatu situasi dinilai sebagai komunikasi kelompok besar ( large
group communication) jika antara komunikator dan komunikan sukar
terjadi komunikasi antarpesona. Kecil kemungkinan untuk terjadi dialog
seperti pada komunikasi kelompok kecil. Pada situasi seperti ini
komunikan menerima pesan yang disampaikan komunikator lebih
bersifat emosional. Lebih-lebih jika komunikan heterogen atau
beragam.
Kelompok besar adalah sekelompok komunikan yang karena
jumlahnya yang banyak dalam situasi komunikasi hampir tidak terdapat
kesempatan untuk memberikan tanggapan secara verbal, ditujukan
57
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
kepada afeksi (perasaan) komunikan dan prosesnya berlangsung secara
linear.
Faktor yang mempengaruhi efektifitas komunikasi kelompok
1. Faktor situasional karakteristik kelompok:29
a. Ukuran kelompok.
b. Tujuan kelompok.
c. Jaringan komunikasi.
d. Kohesi kelompok.
e. Kepemimpinan.
2. Faktor personal karakteristik kelompok:
a. Kebutuhan interpersonal.
b. Tindak komunikasi
c. Peranan
3. Proses Komunikasi Kelompok
Proses komunikasi pada dasarnya sama dengan komunikasi pada
umumya, komponen dasar yang digunakan dalam berkomunikasi adalah
komunikan, komunikator (sender), pesan (message), media (channel)
dan respon (efec). Akan tetapi dalam komunikasi kelompok proses
komunikasi
berlangsung
secara
tatap
muka,
dengan
lebih
mengintensifkan tentang komunikasi dengan individu antar individu
dan individu dengan personal structural (formal). Ketika seluruh orang
yang terlibat dalam komunitas atau kelompok tersebut berkomunikasi di
29
https://prezi.com/sfup8qpvsxbi/komunikasi-kelompok-besar/
58
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
luar forum, maka komunikasi yang terjalin antar individu berlangsung
secara pribadi dan bahasa yang digunakan cenderung tidak formal. Akan
tetapi jika individu tersebut bertemu dalam satu forum yang dihadiri
anggota kelompok atau komunitas tersebut, maka komunikasi yang
berlangsung akan cenderung menggunakan bahasa yang lebih formal.
Proses komunikasi kelompok dapat dijelaskan sebagai berikut :30
a. Komunikator (Sender)
Proses komunikasi pada dasarnya sama dengan komunikasi
pada
umumya,
komponen
dasar
yang
digunakan
dalam
berkomunikasi adalah komunikan, komunikator (sender), pesan
(message), media (channel) dan respon (efec). Akan tetapi dalam
komunikasi kelompok proses komunikasi berlangsung secara tatap
muka, dengan lebih mengintensifkan tentang komunikasi dengan
individu antar individu dan individu dengan personal structural
(formal). Ketika seluruh orang yang terlibat dalam komunitas atau
kelompok tersebut berkomunikasi di luar forum, maka komunikasi
yang terjalin antar individu berlangsung secara pribadi dan bahasa
yang digunakan cenderung tidak formal. Akan tetapi jika individu
tersebut bertemu dalam satu forum yang dihadiri anggota kelompok
atau komunitas tersebut, maka komunikasi yang berlangsung akan
30
Alvin A . Goldberg Carl E. Larson, Komunikasi Kelompok (Jakarta: UI PRESS, 1985) Hal. 2024
59
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
cenderung menggunakan bahasa yang lebih formal. Proses
komunikasi kelompok dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Komunikator (sender)
Komunikator merupakan orang yang mengirimkan pesan
yang berisi ide, gagasan, opini dan lain-lain untuk disampaikan
kepada seseorang (komunikan) dengan harapan dapat dipahami
oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan yang
dimaksudkannya.Anggota dan pengurus dalam suatu kelompok
atau komunitas bisa menjadi komunikator. Ketika mereka
melakukan proses komunikasi dalam proses tersebut.
b. Pesan (Message)
Pesan adalah informasi yang akan disampaikan atau
diekspresikan oleh pengirim pesan. Pesan dapat verbal atau non
verbal dan pesan akan efektif jika diorganisir secara baik dan
jelas. Materi pesan yang disampaikan dapat berupa informasi,
ajakan, rencana kerja, pertanyaan dan lain sebagainya. Pada
tahap ini pengirim pesan membuat kode atau symbol sehingga
pesannya dapat dipahami oleh orang lain. Biasanya seorang
manager menyampaikan pesan dalam bentuk kata-kata, gerakan
anggota badan, (tangan, kepala, mata dan anggota badan yang
lainnya).Tujaun menyampaikan pesan adalah untuk mengajak,
membujuk, mengubah sikap, perilaku atau menunjukkan arah
tertentu.
60
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
c. Media (Channel)
Media adalah alat untuk menyampaikan pesan seperti TV,
radio, surat kabar, papan pengumuman, telepon dan media
jejaring sosial. Media yang terdapat dalam komunikasi
kelompok
bermaca-macam
jenis.Seperti
rapat,
seminar,
pameran, diskusi panel, workshop dan lain-lain. Media dapat
dipengaruhi oleh isi pesan yang disampaika, jumlah penerima
pesan, situasi dan vested of interest.
d. Mengartikan kode atau isyarat
Setelah pesan diterima melalui indra (telinga, mata dan
seterusnya)maka si penerima pesan harus dapat mengartikan
symbol atau kode dari pesan tersebut, sehingga dapat dapat
dimengerti atau dipahami. Komunikasi kelompok mempunyai
suatu symbol, kode atau isyarat tersendiri yang menjadi ciri khas
suatu kelompok yang hanya dimengerti oleh kelompok atau
komunitas itu sendiri.
e. Komunikan
Komunikan adalah orang yang menerima pesan yang dapat
memahami pesan dari si pengirim meskipun dalam bentuk kode
atau isyarat tanpa mengurangi arti atau pesan yang dimakasud
oleh pengirim. Dalam komunikasi kelompok komunikan
bertatap
muka
dan
bertemu
langsung
dengan
61
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
komunikatornya.Sehingga seseorang bisa berkomunikasi secara
langsung.
f. Respon
Respon adalah isyarat atau tanggapan yang berisi kesan dari
penerima pesan dalam bentuk verbal maupun non verbal. Tanpa
respon seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak
pesannya terhadap si penerima pesan. Hal ini penting bagi
manager atau pengirim pesan untuk mengetahui apakah oesan
sudah diterima dengan pemahaman yang benar dan tepat.
Respon dapat disampaikan oleh penerima pesan atau orang lain
yang bukan penerima pesan. Respon yang disampaikan oleh
penerima pesan pada umumnya merupakan respon langsung
yang mengandung pemahaman atas pesan tersebut dan sekaligus
merupakan apakah pesan itu akan dilaksanakan atau tidak.
Respon bermanfaat untuk memberikan informasi, saran yang
dapat menjadi bahan pertimbangan dan membantu untuk
menumbuhkan
kepercayaan
serta
keterbukaan
diantara
komunikan, juga balikan dapat memperjelas persepsi.
Dalam komunikasi kelompok respon atau tanggapan yang
dihasilkan oleh anggota dan pengurus dalam komunitas tersebut
berbeda-beda, usulan atau keputusan dalam komunikasi tersebut
didukung, diperbaiki, dijelaskan, dirangkum, atau disetujui,
62
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
maupun yang mengakibatkan tanggapan yang menyenangkan
atau bahkan meragukan.
Fisher mengemukakan terdapat empat fase unutk mengenal
suatu pola yang relatif lebih konsisten yang dilalui dalam diskusi
kelompok dalam memutuskan suatu ide, gagasan, masalah dan
lain-lain.31
1. Fase satu : Orientasi
Dalam fase ini, anggota masih dalam taraf perkenalan, para
anggota masih belum dapat memastikan seberapa jauh ideide mereka akan dapat diterima oleh anggota lain.
Pernyataan dalam fase ini masih bersifat sementara dan
pendapat-pendapat yang dikemukakan secara hati hati.
Komentar dan interpretasi yang meragukan cenderung
memperoleh persetujuan dalam fase ini dibandingkan
dengan fase-fase yang lain. Ide-ide yang dilontarkan tanpa
banyak menggunakan fakta pendukung.
2. Fase dua : Konflik
Fase ini mulai muncul adanya ketidaksetujuan yang
ditunjukkan masing-masing anggota sehingga menimbulkan
suatu pertentangan.Dalam fase in dukungan dan penafsiran
meningkat, pendapat semakin tegas dan komentar yang
meragukan berkurang.Usulan keputusan yang relevan
31
Ibid, Alvin A . Goldberg Carl E. Larson, Hal. 25
63
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
seolaholah sudah dapata ditentukan dan anggota kelompok
mulai mengambil sikap untuk berargumentasi, baik itu sikap
yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan
terhadap usulan-usulan tersebut. Dalam fase ini koalisi pun
terbentuk, anggota mulai membentuk gang-gang tertentu
sehingg terjadi suatu konflik.
3.Fase Ketiga : Timbulnya sikap-sikap baru
Konflik yang terjadi dan komentar yang berkurang dalam
fase ini, anggota-anggota kelompok tidak lagi membela diri
secara gigih dalam menanggapi komentar yang tidak
menyenangkan.Sikap-sikap anggota berubah dari tidak
setuju menjadi setuju terhadap usulan dan keputusan yang
ada.
4. Fase Keempat : Dukungan
Usulan dan keputusan yang di inginkan semakin nampak
pada fase keempat.Pertentangan berubah menjadi dukungan
yang
lebih
menguntungkan
bagi
usulan
dan
keputusan.Perbedaan pendapat sudah tidak lagi ada. Para
anggota kelompok berusaha keras mencari kesepakatan
bersama dan satu sama lain cenderung saling mendukung,
khususnya dalam menyetejui beberapa usulan keputusan
tertentu.
g. Gangguan
64
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Gangguan bukan merupakan bagian dari proses komunikasi
akan tetapi mempunyai pengaruh dalam proses komunikasi,
karena pada setiap situasi hampir ada hal yang mengganggu kita.
Gangguan adalah hal yang merintangi atau menghambat
komunikasi sehingga penerima salah menafsirkan pesan yang
diterimanya.
6. Pemanfaatan Air Sungai
Sungai yaitu aliran air alami yang membawa air dari pegunungan ke
lautan.32 Sungai dapat mengubah permukaan daratan serta mengukir lembah
dan jurang sepanjang lapisan batuan yang dilewatinya.
Bentuk tindakan pengelolaan sumberdaya air bermacan-macam.
Bentuk tindakan yang bagaimana yang harus dilakukan dengan cara
menemukan satu pokok permasalahan yang ada. Apakah masalah yang ada
untuk irigasi sawah, pembangkit listrik atau untuk lahan pertanian tambak
masyarakat.33
Dengan air sungai manusia dapat melakukan kegiatan irigasi yang
berguna untuk mengairi persawahanya baik secara individu maupun
kelompok. Pemanfataan air sungai memang perlu pengawasan oleh instansi
terkait dikarenakan bila tidak dalam pengawasan maka akan terjadi masalah
di dalam kelompok masyarakat tersebut yang sama-sama membutuhkan air
sebagai sarana irigasi sawah mereka.
32
33
Ruslin Anwar, Ekonomika Sumber Daya Air, ..... Hal. 2
Dumiairy, Pengembangan Sumber Daya Air, ..... Hal. 37
65
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Tujuan pemanfatan sumberdaya air adalah untuk mengetahui
kuantitas, kualitas, ketersediaan, cara pemanfaatan secara optional dan
lestari. Air merupakan sumberdaya yang dapat diperbaharui, oleh karena itu
air adalah sumberdaya yang harus mendapatkan perhatian serius.34
Sungai merupakan peranan yang sangat penting bagi perkembangan
peradaban manusia diseluruh dunia ini khususnya di Indonesia, yakni
dengan menyediakan daerah-daerah subur yang umunya terletak di lembahlembah dan sungai serta sumber ai sebagai kehidupan yang paling utama
bagi kehidupan manusia dan hewan. 35
Salah satu pemanfatan air sungai adalah sebagai irigasi atau
pengairan bagi persawahan masyarakat. Dengan irigasi lahan persawahan
yang umunya terletak didaerah-daerah lembah atau lereng pegunungan
diharapkan dapat memberikan manfaat bagi tumbuh kembangnya tanaman
khususnya adalah tanaman padi di Desa Babadan Kecamatan Ngrambe
Kabupaten Ngawi.
Kondisi atau letak geografis dari lahan persawahan yang dimiliki
oleh beberapa kelompok petani di Desa Babadan berada di daerah dataran
tinggi di pegenungan lawu. Sehingga air sungai sangat dibutuhkan ketika
datang masa kemarau panjang untuk irigasi sawah dan ladang yang telah
digarap dari masa tanam hingga menjelang panen, khususnya pada tanaman
padi.
34
Ruslin Anwar, Ekonomika Sumber Daya Air, .... Hal. 14
Suyono Sosrodarsono. Perbaikan dan Pengaturan Sungai (Jakarta: PT Pradnya Paramita, 2001)
Hal. 6
35
66
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Irigasi adalah pemberian air pada suatu lahan untuk menunjang
curah hujan yang tidak cukup, agar tersedia lengas tanah bagi pertumbuhan
tanaman. Lahan yang baik untuk irigasi adalah lahan yang sesuai untuk
pertanian dengan persedian air yang cukup.36
Masalah yang terjadi pada proses pemanfaatan air sungai ini terjadi
pada saat kemarau panjang yang biasanya terjadi pada bulan juniseptember. Pada saat itu aliran sungai sangat kecil, namun banyak petani
yang menanam padi pada bulan-bulan maret sampai april sehingga pada
bulan setelah itu air sangat sedikit jumlahnya karena ada aturan giliran
seminggu hanya 3 kali gilir. Namun giliran itu dirasa sangat kurang karena
luas wilayah sawah dan banyaknya kebutuhan air yang dieperlukan oleh
petani.
Berkaitan dengan masalah tersebut terkadang terjadi masalah atau
konflik antara petani di dalam kelompoknya masing-masing yang
disebabkan karena rebutan air dan jatah giliran air. Konflik yang terjadi
adalah cek-cok antara petani yang bermula pada pencurian air di tengah
malam. Air yang seharusnya mengalir di blok mekar tani dengan sengaja di
alihkan ke blok sri widodo, hal tersebut memicu terjadinya gesekan antara
kelompok petani. Masalah ini yang akan di bahas pada penelitian ini.
Selain dipengaruhi oleh faktor cuaca dan kandungan unsur hara di
dalam
tanah, tanaman hanya dapat hidup dengan subur apabila ia
memperoleh cukup air. Pemberian air yang mencukupi merupakan faktor
36
Ruslin Anwar, Ekonomika Sumber Daya Air, ...... Hal. 57
67
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
penting bagi pertumbuhan tanaman. Fasilitas irigasi yang memadai bukan
saja akan meningkatkan hasil produksi pertanian dan tingkat pendapatan
pertaniannya, tetapi juga perekonomian masyarakat secara keseluruhan.
Kebutuhan air untuk suatu areal pertanian dapat dilihat secara
menyeluruh atau total dan dapat pula dilihat secara bagian demi bagian atau
parsial. Kebutuhan air secara parsial dibeda-bedakan atas kebutuhan air
tanaman, kebutuhan air pada tingkat usaha tani dan kebutuhan air irigasi.
Kebutuhan air di persawahan dihitung berdasarkan dalamnya kebutuhan air
dalam usaha tani.
B. Kajian Teori
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Teori Interaksi
Simbolis. Paham interaksi simbolis adalah suatu cara berfikir mengenai
pikiran, didi dan masyarakat yang telah memerikan kontribusi dalam
masyarakat.37
Teori intraksi simbolik adalah segala hal yang saling berhubungan
dengan pembentukan makna dari satu benda atau simbol baik benda mati
maupun benda hidup melalui proses komunikasi baik sebagai pesan verbal
maupun prilaku non verbal dan tujuan akhir na adalah memaknai simbol
(objek) tersebut berdasarkan kesepakatan bersama yang berlaku di wilayah
suporter sepak bola tersebut. Jadi teori interaksi simbolik ini pada intinya
adalah sebuah kerangka acuan untuk memahami bagaimana manusia
bersama dengan orang lainnya menciptakan dunia simbolik dan
37
Morrisan, Teori Komunikasi Individu Hingga Massa (Jakarta: Ghalia Indonesia,2009) hal. 111
68
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
menciptakan perilaku manusia. Dari pesan verbal maupun prilaku non
verbal sebagai pemahaman satu sama lain melalui proses komunikasi antar
suporter sepakbola sehingga membentuk pola komunkasi.
gagasan Bales, model yang dikemukakan Barry Collins dan Harold
Guetzkow ini menunjukkan bahwa suatu kelompok kerja atau tugas (task
group) berhadapan dengan dua jenis masalah atau hambatan, yaitu
hambatan kerja dan hambatan interpersonal. Hambatan kerja (task
obstacles) adalah kesulitan-kesulitan yang ditemui oleh kelompok dalam
menangani tugas atau pekerjaannya, misalnya merencanakan kegiatan atau
menyetujui suatu kebijakan, dan lain sebagainya. Dalam mengatasi
hambatan kerja ini, anggota kelompok harus menangani masalah yang
dihadapi dengan cara menganalisis situasi, menyarankan solusi serta
mempertimbangkan sejumlah alternatif. Jika kelompok harus mengambil
keputusan, maka anggota kelompok tidak saja harus mempertimbangkan
keputusan yang sebaiknya diambil, tetapi juga mereka harus bekerja secara
efektif dengan anggota kelompok lainnya. Bila dua atau lebih anggota
bersama-sama mengatasi sesuatu masalah, maka muncul hambatan
interpersonal (interpersonal obstacles). Hambatan mencakup kebutuhan
untuk membuat gagasan atau ide agar dapat dapat dipahami dengan jelas
oleh anggota lain, kebutuhan untuk mengatasi konflik, kebutuhan untuk
mengola perbedaan dan seterusnya.38
38
Ibid, Morrisan, Hal. 338
69
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Kita dapat menganggap upaya yang dilakukan suatu kelompok
untuk mencapai tujuan sebagai suatu “energi”. Sebagian dari energi yang
dimiliki kelompok digunakan untuk mengatasi hambatan kerja dan sebagian
lagi digunakan untuk mengatasi hambatan interpersonal. Raymond Cattel
menggunakan istilah “sinergi” bagi upaya yang dilakukan kelompok untuk
mencapai tujuan. Jumlah energi yang digunakan untuk mengatasi hambatan
interpersonal dinamakan dengan sinergi intrinsik dan sisa energi yang
tersedia untuk melaksanakan tugas atau kerja dinamakan sinergi efektif.
Jika sinergi efektif tinggi, maka tugas dapat diselesaikan dengan efektif
(baik) jika tidak, maka tugas tidak akan dapat diselesaikan dengan efektif
(buruk). Tingkat sinergi dalam suatu kelompok merupakan hasil dari sikap
anggota kepada anggota lainnya. Adanya konflik akan menyedot energi
yang ada dalam jumlah besar yang digunakan untuk mempertahankan
kelompok, dan sedikit sisa energi digunakan untuk menyelesaikan tugas.
Sebaliknya, jika anggota kelompok memiliki sikap yang sama, maka
terdapat sedikit kebutuhan energi untuk mengatasi masalah interpersonal
sehingga sinergi efektif akan lebih besar.
70
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
Download