herbal 3 - Paguyuban Siluman

advertisement
Kemiren
Nama Ilmiah : Hernandia peltata Meissn.
Nama Daerah
Melayu: Kampe
Sunda: Binong
Jawa: Kemiren
Halmahera: Nauma lako
Ternate: Nyalako
Tidore: Nyalau
Botani
Sinonim: Hernandia sonora L, H. javanica Tuyama
Klasifikasi
Divisi: Spermatophyta
Sub divisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledoneae
Bangsa: Ranales
Suku: Hernandiaceae
Marga: Hernandia
Jenis: Hernandia peltata Meissn.
Ciri-ciri
Habitus: Pohon, tinggi ± 15 m.
Batang: Tegak, berkayu, bulat, percabangan simpodial, putih kotor.
Daun: Tunggal, tersebar, lonjong, panjang 15-22 cm, lebar 9-11 cm, tepi rata, ujung runcing,
pangkal tumpul, pertulangan menyirip, hijau.
Bunga: Majemuk, bentuk malai, dalam satu malai terdapat dua bunga jantan di pinggir dan
bunga betina di tengah, di ketiak daun, mahkota 8 helai, benang sari empat, kepala sari bulat,
putik bentuk gada, putih,
Buah: Kotak, bulat, hijau.
Biji: Bulat, pipih, coklat.
Akar: Tunggang, kuning kecoklatan.
Kandungan Kimia
Biji dan buah kemiren mengandung saponin, flavonoida dan tanin, batangnya mengandung
saponin.
Khasiat
Biji kemiren berkhasiat sebagai obat masuk angin.
Untuk obat masuk angin dipakai + 15 gram biji kemiren kering, dicuci, ditumbuk sampai
lumat ditambah air secukupnya diperas dan disaring.Hasil saringan digosokkan pada badan.
Kemenyan
Nama Ilmiah : Styrax benzoin
Nama Daerah
Medan: Kemenyan
Jawa: Kemenyan
Makasar: Kamanyang
Botani
Sinonim: Laurus benzoin Houtt, Benzoin officinalis Hayne, Lithocarpus benzoicus Bl, Styrax
tonkinensis (Pierre) ex Hartwich
Klasifikasi
Divisi: Spermatophyta
Sub divisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledoneae
Bangsa: Ebenales
Suku: Styracaceae
Marga: Styrax
Jenis: Styrax benzoin Dryand.
Ciri-ciri
Habitus: Pohon tinggi ± 18 m.
Batang: Tegak, bulat, berkayu, halus, percabangan simpodial, coklat muda.
Daun: Tunggal, lonjong, berseling, tersebar, panjang 4-8 cm, lebar 2-5 cm, tepi rata, ujung
meruncing, pangkal runcing, pertulangan menyirip, hijau, tangkai bulat, panjang 0,5-1,5 cm,
hijau pucat.
Bunga: Majemuk, lonjong, di ketiak daun dan ujung batang, tangkai bulat, hijau, kelopak
bentuk mangkok, berbulu, hijau, benang sari putih, putik silindris, putih, mahkota bertaju
lima, bentuk lonceng, putih.
Buah: Lonjong, masih muda hijau setelah tua coklat.
Biji: Bulat, diameter ± 1,2 cm, coklat.
Akar: Tunggang, coklat muda.
Kandungan Kimia
Daun, kulit batang dan akar kemenyan mengandung saponin, flavonoida dan polifenol.
Khasiat
Kulit batang kemenyan berkhasiat sebagai obat penenang.
Untuk obat penenang dipakai + 3 gram kulit batang kemenyan, dicuci lalu ditumbuk halus,
diseduh dengan 1 gelas air matang panas, setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum
sekaligus.
Kamboja
Nama Ilmiah : Plumiera acuminata Aft.
Nama Daerah
Minangkabau: Pandam
Melayu: Bunga kemboja
Jawa Tengah: Semboj'a
Madura: Cempaka
Bali: Bunga jabun
Sasak: Semboja
Roti: Bunga matandani
Manado: Kamboja
Buol: Bunga jera
Makasar: Bunga Jene mawara
Halmahera: Capak butu
Ternate: Saya kolocucu
Tidore: Capaka kubu
Botani
Sinonim: Plumiera acutifolia Poir.
Klasifikasi
Divisi: Spermatophyta
Sub divisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledonae
Bangsa: Apocynales
Suku: Apocynaceae
Marga: Plumiera
Jenis: Plumiera acuminata Aft.
Ciri-ciri
Habitus: Pohon, begetah, tinggi 1,5-6 m.
Batang: Berkayu, bulat, bercabang, bekas dudukan daun nampak jelas, putih kehijauan.
Daun: Tunggal, lanset, ujung runcing, pangkal meruncing, tepi rata, tebal, panjang 10-25 cm,
lebar 5-10 cm, pertulangan menjari, permukaan atas hijau tua, permukaan bawah hijau muda.
Bunga: Majemuk, malai rata, di ujung batang, kelopak bentuk corong, putih kemerahmerahan, mahkota bunga empat, putih.
Buah: Bumbung, bentuk lanset, panjang 18-20 cm, lebar 1-2 cm, masih muda hijau setelah
tua hitam.
Biji: Bulat, bersayap, putih kotor.
Akar: Tunggang, bercabang, coklat muda.
Kandungan Kimia
Akar dan daun kamboja mengandung saponin, flavonoida dan polifenol, disamping itu
daunnya juga mengandung alkaloida.
Khasiat
Getah batang kamboja berkhasiat sebagai obat bisul dan obat busung lapar.
Untuk obat bisul dipakai ± 2 ml getah batang kamboja kemudian dioleskan pada bisul.
Kembang torong (Hippeastrum equestre)
Nama Ilmiah : Hippeastrum equestre Herb.
Klasifikasi
Divisi: Spermatophyta
Sub divisi: Angiospermae
Kelas: Monocotyledoneae
Bangsa: Liliales
Suku: Amaryllidaceae
Marga: Hipeastrum
Jenis: Hippeastrum equestre Herb.
Ciri-ciri
Habitus: Herba, menahun, tinggi 40-60 cm.
Batang: Tidak berbatang, di dalam tanah membentuk umbi lapis, putih.
Daun: Tunggal, roset akar, lanset, panjang 30-60 cm, lebar 3-6 cm, ujung runcing, pangkal
tumpul, tepi rata, pertulangan sejajar, sedikit berdaging, lunak, licin, hijau.
Bunga: Majemuk, bentuk payung, di ketiak daun, terdiri dari 2-5 kuntum, daun penumpu
tipis, coklat, tangkai bunga berongga, panjang 25-40 cm, benang sari jumlah 6-8, putik duduk
di tengah bunga, ujung beruang 3 berlendir, putih, dasar mahkota saling menutup membentuk
terompet, ujung lepas, 6 helai, panjang 10-15 cm, merah.
Buah: Kotak, beruang 3 atau 4, bulat panjang, tiap kotak berisi banyak biji, hijau.
Biji: Bulat, pipih, hitam.
Akar: Serabut, putih.
Kandungan Kimia
Umbi, daun dan bunga kembang torong mengandung saponin dan
flavonoida, di samping itu umbinyajuga mengandung polifenol.
Khasiat
Umbi lapis kembang torong berkhasiat sebagai obat bengkak leher dan sakit tenggorokan.
Untuk obat bengkak leher dipakai ± 25 gram umbi lapis kembang torong, dicuci dan
ditumbuk halus lalu ditempelkan pada leher yang
membengkak kemudian dibalut dengan kain yang bersih.
Kembang torong (Hippeastrum puniceum)
Nama Ilmiah : Hippeastrum puniceum (Lamk.) O. K.
Botani
Sinonim: Hippeastrum equestre (W. Ait) Herb, Amaryllis equestris W. Ait, A. belladonna
Auct. non L
Klasifikasi
Divisi: Spermatophyta
Sub divisi: Angiospermae
Kelas: Monocotyledoneae
Bangsa: Liliales
Suku: Amaryllidaceae
Marga: Hippeastrum
Jenis: Hippeastrum puniceum (Lamk.) O. K.
Ciri-ciri
Habitus: Semak, semusim, tinggi ± 70 cm.
Batang: Lunak, bulat, membentuk umbi, coklat kotor.
Daun: Tunggal, lanset, panjang 20-60 cm, lebar 3-5 cm, tebal, ujung runcing, pangkal
melekat pada batang, tepi rata, hijau.
Bunga: Majemuk, bentuk karang, tangkai 30-60 cm, bulat daun pelindung dua, mahkota
tebal, 6 helai, bertaju, benang sari enam, putih, putik panjang ± 9 cm, merah.
Buah: Kotak, bulat telur, panjang 3-7 cm, lebar 1-3 cm, coklat.
Biji: Bulat, kecil, hitam.
Akar: Serabut, putih kotor.
Kandungan Kimia
Umbi dan daun kembang torong mengandung saponin dan polifenol, di samping itu umbinya
juga mengandung alkaloida dan daunnya mengandung flavonoida.
Khasiat
Umbi kembang torong berkhasiat sebagai obat kaki bengkak
Untuk obat kaki bengkak dipakai ± 30 gram umbi segar kembang torong, dicuci, ditumbuk
sampai lumat, tempelkan pada bagian yang sakit dan dibalut dengan kain bersih.
Kembang Telang
Nama Ilmiah : Clitoria ternatea L.
Nama Daerah
Melayu: Bunga biru
Sunda: Kembang telang
Jawa: Kembang teleng
Makasar: Bunga talang
Bugis: Bunga temen raleng
Halmahera: Bisi
Ternate: Sejamagulele
Klasifikasi
Divisi: Spermatophyta
Sub divisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledoneae
Bangsa: Resales
Suku: Papilionaceae
Marga: Clitoria
Jenis: Clitoria ternatea L.
Ciri-ciri
Habitus: Semak, menjalar, panjang 3-5 m.
Batang: Membelit, masif, permukaan beralur, hijau.
Daun: Majemuk, menyirip, lonjong, tepi rata, ujung tumpul, pangkal meruncing, panjang 4-9
cm, lebar 2-4 cm, tangkai silindris, panjang 4-8 cm, pertulangan menyirip, permukaan
berbulu, hijau.
Bunga: Majemuk, bentuk tandan, di ketiak daun, tangkai silindris, panjang + 1,5 cm, hijau,
kelopak bentuk corong, panjang 1,5-2,5 cm, hijau kekuningan, tangkai benang sari berlekatan
membentuk tabung, putih, kepala sari bulat, kuning, tangkai putik silindris, kepala putik
bulat, hijau, mahkota bentuk kupu-kupu, ungu.
Buah: Polong, panjang 7-14 cm, bertangkai pendek, masih muda hijau setelah tua hitam.
Biji: Bentuk ginjal, masih muda hijau setelah tua coklat.
Akar: Tunggang, putih kotor.
Kandungan Kimia
Daun kembang telang mengandung saponin dan polifenol.
Khasiat
Daun kembang telang berkhasiat sebagai obat bisul dan obat sakit mata.
Untuk obat bisul dipakai ± 10 gram daun kembang telang, dicuci dan ditumbuk halus,
dicampur dengan sedikit gula jawa, ditempelkan pada bagian yang bengkak atau bisul dan
dibalut dengan kain bersih.
Kembang Sepatu
Nama Ilmiah : Hibiscus rosa-sinensis L
Nama Daerah
Aceh: Bungong roja
Batak karo: Bunga-bunga
Nias: Soma-soma
Mentawai: Bekeju
Betawi: Kembang sepatu
Sunda: Kembang wera
Jawa Tengah: Kembang sepatu
Madura: Bunga rebong
Bali: Waribang
Sangir: Embuhanga
Timor: Bunga cepatu
Gorontalo: Ulange
Buol: Kulango
Makasar: Bunga cepatu
Bugis: Bunga bisu
Ternate: Ubu-ubu
Tidore: Bala bunga
Klasifikasi
Divisi: Spermatophyta
Sub divisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledonae
Bangsa: Malvales
Suku: Malvaceae
Marga: Hibiscus
Jenis: Hibiscus rosa-sinensis L
Ciri-ciri
Habitus: Perdu, tahunan, tegak, tinggi ± 3 m.
Batang: Bulat, berkayu, keras, diameter ± 9 cm, masih muda ungu setelah tua putih kotor.
Daun: Tunggal, tepi beringgit, ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 10-16 cm, lebar 5-11
cm, hijau muda, hijau.
Bunga: Tunggal, bentuk terompet, di ketiak daun, kelopak bentuk lonceng, berbagi lima,
hijau kekuningan, mahkota terdiri dari lima belas sampai dua puluh daun mahkota, merah
muda, benang sari banyak, tangkai sari merah, kepala sari kuning, putik bentuk tabung,
merah.
Buah: Kecil, lonjong, diameter ± 4 mm, masih muda putih setelah tua coklat.
Biji: Pipih, putih.
Akar: Tunggang, coklat muda.
Kandungan Kimia
Daun, bunga dan akar kembang sepatu mengandung flavonoida. Di samping itu daunnya juga
mengandung saponin, dan polifenol, bunga mengandung polifenol, akarnya juga mengandung
tanin dan saponin.
Khasiat
Daun kembang sepatu berkhasiat sebagai obat demam pada anak-anak, obat batuk dan obat
sariawan.
Untuk obat demam pada anak-anak dipakai ± 25 gram daun segar kembang sepatu, ditambah
dengan air 2 sendok makan, ditumbuk sampai lumat, kemudian dibalurkan pada bagian dada
punggung dan leher.
Kembang Pukul Empat
Nama Ilmiah : Mirabilis jalapa L.
Nama Daerah
Jawa tengah: Kembang pukul empat
Bali: Kederat
Sasak: Noja
Roti: Bunga-bunga perengki
Timor: Bunga ledonosok
Klasifikasi
Divisi: Spermatophyta
Sub divisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledonae
Bangsa: Caryophyllales
Suku: Nyctaginaceae
Marga: Mirabilis
Jenis: Mirabilis jalapa L.
Ciri-ciri
Habitus: Semak, semusim, tinggi 50-80 cm.
Batang: Tegak, bulat, permukaan licin, beralas, pada buku tumbuh daun dan cabang, putih.
Daun: Tunggal, segi tiga, panjang 5-8 cm, lebar 5-10 cm, ujung meruncing, pangkal tumpul,
tepi rata, pertulangan menyirip, hijau keputih-putihan.
Bunga: Tunggal, bentuk terompet, di ujung batang, benang sari enam, pipih, merah, tangkai
sari melengkung ke dalam, panjang ± 3 cm, mahkota panjang ± 5 cm, diameter 1-1,5 crn,
daun pelindung bagian bawah menjadi satu, segi tiga, ujung bertaju lima, kuning.
Buah: Kecil, keras, permukaan berkerut, diameter ±5 mm, bagian dalam putih dan lunak,
hitam.
Akar: Tunggang, putih.
Kandungan Kimia
Daun dan bunga kembang pukul empat mengandung saponin dan flavonoida.disamping itu
daunnya juga mengandung tanin dan bunganya mengandung polifenol. Biji tanaman tersebut
mengandung flavonoida dan polifenol.
Khasiat
Daun kembang pukul empat berkhasiat sebagai obat bisul, akarnya untuk mengobati sembelit
dan bengkak. Bijinya sebagai bahan kosmetika.
Untuk obat bisul dipakai ± 7 gram daun segar kembang pukul empat, dicuci, ditambah 1/2
gram garam, ditumbuk kemudian ditempelkan pada bisul.
Kembang Kuning
Nama Ilmiah : Cassia surattensis Burm. f.
Botani
Sinonim: Cassia fruticosa Koen, C. glabra Lamk
Klasifikasi
Divisi: Spermatophyta
Sub divisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledoneae
Bangsa: Resales
Suku: Leguminosae
Marga: Cassia
Jenis: Cassia surattensis Burm. f.
Ciri-ciri
Habitus: Pohon, tinggi 8-10 m.
Batang: Tegak, berkayu, halus, percabangan simpodial, putih keabu-abuan.
Daun: Majemuk, tangkai bulat, panjang ± 7 cm, putih kehijauan, lonjong, tepi rata, pangkal
dan ujung tumpul, tipis, halus, pertulangan menyirip, panjang 4-5 cm, lebar 2-3 cm, hijau.
Bunga: Majemuk, berkelamin dua, di ketiak daun, tangkai silindris, panjang + 7 cm, hijau
muda, kelopak halus, putih kehijauan, benang sari panjang + 5 mm, kuning, kepala sari
bentuk taju, panjang ± 5 mm, mahkota halus, kuning terang.
Buah: Polong, panjang + 10 cm, masih muda hijau setelah tua coklat.
Biji: Pipih, coklat.
Akar: Tunggang, putih kotor.
Kandungan Kimia
Kulit batang dan akar kembang kuning mengandung alkaloida dan polifenol.
Khasiat
Akar kembang kuning berkhasiat sebagai obat kencing nanah.
Untuk obat kencing nanah dipakai + 10 gram akar segar kembang kuning, dicuci, dipotongpotong, direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit, setelah dingin disaring. Hasil saringan
diminum dua kali sama banyak pagi dan sore.
Kembang Emas
Nama Ilmiah : Stephanotis floribunda (R. Br.) Brongn.
Botani
Sinonim: Marsdenia floribunda (R. Br.) Schitr.
Klasifikasi
Divisi: Spermatophyta.
Sub divisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledoneae
Bangsa: Apocynales
Suku: Asdepiadaceae
Marga: Stephanotis
Jenis: Stephanotis floribunda (R. Br.) Brongn.
Ciri-ciri
Habitus: Tema, menahun, panjang ±2-5 m.
Batang: Membelit, berkayu, bulat, beralur tegas, bercabang, coklat.
Daun: Tunggal, lonjong, berhadapan, ujung runcing, pangkal membulat, tepi rata, panjang 612 cm, lebar 3-7 cm, pertulangan menyirip, tipis, mengkilap, hijau.
Bunga: Majemuk, bentuk payung, di ketiak daun, panjang karangan bunga 12-15 cm, kelopak
bentuk cawan, halus, bertoreh enam, simetris, hijau, tangkai benang sari dan putik silindris,
panjang ± 4,5 cm, kepala sari kuning, bentuk ginjal, kepala putik bentuk solet, panjang + 4
mm, putih kekuningan, mahkota bentuk terompet, halus, sisi dalam berbulu halus, merah
kekuningan.
Buah: Kotak, bulat, licin, ukuran + 0,5 cm, hijau.
Biji: Kecil, hitam, berumbi.
Akar: Tunggang, putih kecoklatan.
Kandungan Kimia
Daun dan bunga kembang emas mengandung saponin dan polifenol, di samping itu bunganya
mengandung flavonoida.
Khasiat
Daun kembang emas berkhasiat sebagai obat luka dan bunganya untuk obat demam.
Untuk obat luka dipakai + 10 gram daun kembang emas, dicuci ditumbuk halus kemudian
ditempelkan pada bagian yang luka.
Kembang Ceplikan
Nama Ilmiah : Solidago virgaurea L.
Klasifikasi
Divisi: Spermatophyta
Sub divisi: Angiospermae
Kelas: Dicotylcdoneae
Bangsa: Asterales
Suku: Asteraceae
Marga: Solidago
Jenis: Solidago virgaurea L.
Ciri-ciri
Habitus: Terna, menahun, tinggi 30-60 cm.
Batang: Bulat, sedikit berkayu, licin, hijau kebiruan.
Daun: Tunggal, reset batang, di ujung batang, tersebar, bentuk lanset, ujung dan pangkal
runcing, panjang 5-20 cm, lebar 2-4 cm, permukaan licin, hijau.
Bunga: Majemuk, di ujung batang, tersusun dalam bulir, dengan daun penumpu, kelopak
bentuk segitiga, panjang 2-13 cm, tersusun bertingkat melingkar, hijau, benang sari jumlah
banyak, ungu, mahkota bentuk lanset, panjang 1-1,5 cm, ungu.
Buah: Tunggal, bentuk elips, kecil, hitam.
Biji: Bentuk elips, kecil, lunak, putih.
Akar: Serabut, berwarna putih kecoklatan.
Ekologi dan Penyebaran
Merupakan tumbuhan yang umumnya dibudidayakan sebagai tanaman bias pada ketinggian
800 m sampai 1.000 m di atas permukaan laut. Tumbuh baik pada tanah-tanah yang subur
dan gembur tetapi tidak menyukai banyak air. Berbunga pada bulan Oktober dan pemanenan
sebaiknya dilakukan pada bulan Juli-Agustus.
Kandungan Kimia
Daun dan batang kembang ceplikan mengandung saponin dan polifenol, sedangkan bunganya
mengandung minyak atsiri.
Khasiat
Daun, bunga dan batang kembang ceplikan berkhasiat sebagai obat influensa, obat batuk.
Obat influensa, bunga kembang ceplikan sebanyak 10 gram, dicuci dan rendam dalam gelas
dengan air matang panas sebanyak 200 ml tutup rapat dan biarkan sampai dingin, diminum
sekaligus, dilakukan sehari 2 kali sehari pagi dan sore.
Obat batuk, daun dan batang kembang ceplikan segar sebanyak 30 gram, dicuci direbus
dengan 400 ml air sampai mendidih selama 10 menit, disaring, setelah dingin diminum 2 kali
sehari pagi dan sore.
Kembang Bulan
Nama Ilmiah : Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray
Botani
Sinonim: Mirasolia diversifolia Hemsley
Klasifikasi
Divisi: Spermatophyta
Sub divisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledoneae
Bangsa: Asterales
Suku: Asreraceae
Marga: Tithonia
Jenis: Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray
Ciri-ciri
Habitus: Perdu, tinggi ± 5 m.
Batang: Tegak, bulat, berkayu, hijau.
Daun: Tunggal, berseling, panjang 26-32 cm, lebar 15-25 cm, ujung dan pangkal runcing,
pertulangan menyirip, hijau.
Bunga: Majemuk, di ujung ranting, tangkai bulat, kelopak bentuk tabung, berbulu halus,
hijau, mahkota lepas, bentuk pita, halus, kuning, benang sari bulat, kuning, putik
melengkung, kuning.
Buah: Kotak, bulat, masih muda hijau setelah tua coklat.
Biji: Bulat, keras, coklat.
Akar: Tunggang, putih kotor.
Kandungan Kimia
Daun, kulit batang dan akar kembang bulan mengandung saponin, polifenol dan flavonoida.
Khasiat
Daun kembang bulan berkhasiat sebagai obat sakit perut kembung
Untuk obat sakit perut kembung dipakai ± 7 gram daun segar kembang bulan, dicuci, direbus
dengan 2 gelas air selama 25 menit, setelah dingin disaring, hasil saringan diminum
sekaligus.
Kembang Anting-anting
Nama Ilmiah : Fuchsia speciosa Hort.
Botani
Sinonim: Fuchsia hibrida Hort.
Klasifikasi
Divisi: Spermatophyta
Sub divisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledoneae
Bangsa Myrfales
Suku: Onagraceae
Marga: Fuchsia
Jenis: Fuchsia speciosa Hort.
Ciri-ciri
Habitus: Perdu, tinggi ± 1,5 m.
Batang: Berkayu, bulat, beruas-ruas, coklat.
Daun: Tunggal, lanset, panjang 2,5-3,5 cm, lebar 1-1,5 cm, ujung runcing, pangkal tumpul,
tepi bergelombang, pertulangan menyirip, ibu tulang bagian bawah menonjol, permukaan
halus, hijau.
Bunga: Tunggal, di ujung cabang dan di ketiak daun, tangkai panjang 2-3 cm, merah muda,
kelopak empat helai, merah jingga, putik panjang ± 5 cm, benang sari delapan, mahkota
empat, ungu.
Buah: Buni, bulat, ungu.
Biji: Kecil, keras, putih kekuningan.
Akar: Tunggang, kuning kecoklatan.
Kandungan Kimia
Daun, akar dan batang kembang anting-anting mengandung saponin, di samping itu akar dan
batangnya juga mengandung tanin dan daunnya mengandung polifenol.
Khasiat
Daun kembang anting-anting berkhasiat sebagai obat diare.
Untuk obat diare dipakai ± 15 gram daun segar kembang anting-anting, dicuci dan ditumbuk
sampai lumat, diseduh dengan 1/2 gelas air matang panas, dinginkan dan disaring, Hasil
saringan diminum sekaligus.
Kemarogan
Nama Ilmiah : Gymnopetalum leucostictum Miq.
Klasifikasi
Divisi: Spermatophyta
Sub dlvisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledoneae
Bangsa: Cucurbitales
Suku: Cucurbitaceae
Marga: Gymnopetalum
Jenis: Gymnopetalum leucostictum Miq.
Ciri-ciri
Habitus: Semak, tahunan, menjalar, panjang ± 10 m.
Batang: Lunak, segi lima, berambut, hijau kekuningan.
Daun: Tunggal, bentuk jantung, bercangap lima, ujung runcing, pangkal bertoreh, tepi
beringgit, hijau.
Bunga: Tunggal, berumah satu, bentuk terompet, di ketiak daun, bertaju lima, kuning, tangkar
putik silindris, panjang 1-1,5 cm, kuning kecoklatan, putih.
Buah: Buni, bulat telur, panjang 4-5 cm, beralur, berbulu, hijau.
Biji: Kecil, coklat.
Akar: Tunggang, putih kotor.
Kandungan Kimia
Daun, batang dan akar kemarogan mengandung saponin dan polifenol.
Khasiat
Daun kemarogan berkhasiat sebagai obat sakit encok,
obat penurun panas, obat perut mual dan untuk menambah napsu makan.
Untuk menambah napsu makan dipakai ± 15 gram daun segar kemarogan, dicuci kemudian
direbus dengan 3 gelas air hingga airya tinggal setengah, dinginkan lalu disaring. Hasil
saringan diminum dua kali sehari pagi dan sore sama banyak.
Timun
Nama Ilmiah : Cucumis sativus
Nama Daerah
Aceh: Timor
Gayo: Timun
Batak Dairi: Antimun
Batak: Cimun
Simalungun: Ansimun
Angkola: Ancimun
Mandailing: Ancimun
Simalur: Timon
Nias: Laisen
Melayu: Mentimun
Lampung: Hantimun
Madura: Temon
Bali: Katimun
Bima: Timu
Sumba: Kadingir
Flores: Daha of Koto
Buru: Timun
Ternate/Tidore: Tim
Inggris: Cucumber
Klasifikasi
Divisi: Spermatophyta
Kelas: Magnoliopsida
Bangsa: Cucurbitales
Suku: Cucurbitaceae
Marga: Cucumis
Jenis: Cucumis sativus
Ciri-ciri
Habitus: Herba 1 tahun, merambat
Batang: Bentuk segitiga, berbulu halus, hijau.
Daun: Tunggal, bulat telur, ujung runcing, pangkal bentuk jantung, bertaju tiga sampai tujuh,
hijau.
Bunga: Tunggal, kelopak bentuk lonceng, benang sari 3, kepala sari panjang ± 7 mm, kepala
putik tiga, kuning.
Buah: Bulat memanjang, panjang 10-30 cm, banyak mengandung cairan, masih muda hijau
berlilin putih setelah tua kuning kotor.
Biji: Bulat, putih.
Akar: Tunggang, putih kotor.
Kandungan Kimia
Daun dan buah timun mengandung saponin, flavonoida dan polifenol.
Khasiat
Buah timun berkhasiat sebagai obat tekanan darah tinggi, penyegar badan dan bahan
kosmetika. Bijinya sebagai obat cacing.
Untuk obat tekanan darah tinggi dipakai ± 300 gram buah segar timun, dicuci lalu diparut,
diperas dan disaring. Hasil saringan diminum sekaligus.
Kelor
Nama Ilmiah : Moringa oleifera Lam.
Nama Daerah
Aceh: Murong
Melayu: Kelor
Minangkabau: Munggai
Lampung: Kilor
Sunda: Kelor
Jawa Tengah: Kelor
Madura: Marongghi
Bali: Kelor
Bima: Parongge
Sumba: Kawona
Buru: Kirol
Ternate: Kelo
Tidore: Kelo
Botani
Sinonim: Moringa pterygosperma Gaertn. N. W.
Klasifikasi
Divisi: Spermatophyta
Sub divisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledonae
Bangsa: Brassicales
Suku: Moringaceae
Marga: Moringa
Jenis: Moringa oleifera Lam.
Ciri-ciri
Habitus: Pohon, tinggi + 8 m.
Batang: Berkayu, bulat, bercabang, berbintik hitam, putih kotor.
Daun: Majemuk, panjang 20-60 cm, anak daun bulat telur, tepi rata, ujung berlekuk, menyirip
ganjil, hijau.
Bunga: Majemuk, bentuk malai, letak di ketiak daun, panjang 10-30 cm, daun kelopak nijau,
benang sari dan putik kecil, mahkota putih, putih.
Buah: Polong, panjang 20-45 cm, berisi 15-25 biji, coklat kehitaman.
Biji: Bulat, bersayap tiga, hitam.
Akar: Tunggang, putih kotor.
Kandungan Kimia
Akar, daun dan kulit batang kelor mengandung saponin dan polifenol.di samping itu kulit
batangnya juga mengandung alkaloida dan daunnya juga mengandung minyak atsiri.
Khasiat
Akar kelor berkhasiat sebagai obat kejang, obat gusi berdarah, obat haid tidak teratur dan
obat pusing. Daunnya berkhasiat sebagai obat sesak nafas, encok dan beri-beri, bijinya
sebagai obat mual.
Untuk obat kejang dipakai ± 25 gram akar segar kelor, dicuci, ditambah 1/4 gram garam dan
1/4 gelas air, ditumbuk lalu diperas. Hasil perasan digosokkan pada bagian yang kejang.
Kelembak
Nama Ilmiah : Rheum officinale Baill.
Nama Daerah
Melayu: Kelembak
Sunda: Kalemba
Jawa Tengah: Kalembak
Madura: Kelembak
Klasifikasi
Divisi: Spermatophyta
Sub divisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledonae
Bangsa: Polygonales
Suku: Polygonaceae
Marga: Rheum
Jenis: Rheum officinale Baill.
Ciri-ciri
Habitus: Semak, tahunan, tinggi 25-80 cm.
Batang: Pendek, terdapat di dalam tanah, beralur melintang, masif, coklat.
Daun: Tunggal, bulat telur, pangkal bentuk jantung dan berbulu, ujung runcing, tepi rata,
bertangkai 10-40 cm, pangkal tangkai daun memeluk batang, panjang 10-35 cm, lebar 8-30
cm, hijau.
Bunga: Majemuk, berkelamin dua atau satu,bergabung menjadi malai yang bercabang,
mahkota enam helai tersusun dalam lingkaran, benang sari sembilan, bakal buah bentuk segi
tiga, tangkai putik melengkung, kepala putik tebal, putih kehijauan.
Buah: Padi, bersayap tiga, bulat telur, merah.
Akar: Tunggang, lunak, bulat, coklat muda.
Kandungan Kimia
Akar dan daun kelembak mengandung flavonoida, di samping itu akarnya juga mengandung
glikosida dan saponin, sedangkan daunnya juga mengandung polifenol.
Khasiat
Akar kelembak berkhasiat sebagai urus-urus dan juga dimanfaatkan untuk bumbu rokok.
Untuk urus-urus dipakai ± 10 gram akar segar Kelembak, direbus dengan 1 gelas air selama
15 menit. setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum sakaligus.
Kapulaga
Nama Ilmiah : Amomum cardamomum Willd
Nama Daerah
Aceh: Kapulaga, Kardamon
Minangkabau: Palago, Pelaga, Puwar
Sunda: Kapol, Kapol sebrang, Pelaga
Jawa: Kapulogo, Kapulogo sabrang, Pulogo, Kapol sabrang
Madura: Kapolagha, palagha
Bugis: Gandimong
Malaysia: Pelaga
Thailand: Luk grawan
Inggris: Cardamom
Ciri-ciri
Habitus: Herba, tahunan, tinggi 1-5m, berkelompok membentuk banyak anakan.
Batang: Semu, tersusun oleh pelepah daun, bentuk silindris, hijau, umbi batang besar dan
gemuk.
Daun: Tunggal, tersebar, hijau tua, helai daun licin, berbulu, bentuk lanset, pangkal dan
ujung runcing, tepi daun rata, panjang 30-60 cm, lebar 10-12cm, menyirip, pendek.
Bunga: Kecil, bongkol, putih atau putih kekuningan, benang sari panjang 1-1,5 cm, kepala
sari bentuk elips.
Buah: Kotak, bulat memanjang, lekuk segitiga agak pipih, putih kekuningan.
Biji: Kecil, warna coklat atau hitam, beraroma harum yang khas.
Akar: Serabut, putih kotor.
Kandungan Kimia
Buah, biji dan rimpang kapulaga banyak mengandung minyak atsiri, saponin, flavonoida, dan
polifenol. Dan minyak atsri terdiri dari terpinoel, terpinil, sineol, borneol, dan beta kamfer.
Khasiat
Seluruh bagian tanaman baik buah, batang, daun kapulaga berkhasiat sebagai obat kuat,
encok, rematik, demam, dan meningkatkan afrodisiaka(libido).
Air rebusan seluruh bagian tanaman digunakan untuk obat kuat bagi orang yang merasa
lemas atau lemah akibat kecapaian. Juga berguna bagi orang yang berpenyakit encok atau
rematik. Kadang-kadang juga digunakan sebagai afrodisiaka (untuk meningkatkan libido).
Air rebusan batang digunakan sebagai obat menurunkan panas (demam). Buahnya
dipergunakan untuk bahan penyedap dan penyegar makanan dan minuman. Buah juga
berkhasiat menghilangkan rasa gatal pada tenggorokan, sebagai obat batuk, dan obat sakit
perut, daun sering digunakan untuk menghilangkan bau mulut, untuk obat batuk, dan
menurunkan panas (sebagai antipiretikum). Daun yang dikeringkan, digiling, 1alu direbus
dapat menjadi minuman penghangat bagi orang yang kedinginan, terutama bagi yang tinggal
di pegunungan, di daerah beriklim dingin atau di hutan yang sangat lembab. Minuman ini
sekaligus dapat
mengobati sakit panas dalam.
Kedondong
Nama Ilmiah ; Spondias pinnata (L. f.) Kurz.
Nama Daerah
Sunda: Kadondong
Jawa: Kedondong
Madura: Kedundung
Bali: Kacemcem
Bima: Inci
Makasar: Karunrung
Bugis: Dau kaci
Botani
Sinonim: Spondias mangifera Willd, Evia amara Comm.
Klasifikasi
Divisi: Spermatophyta
Sub divisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledoneae
Bangsa: Sapindales
Suku: Anacardiaceae
Marga: Spondias
Jenis: Spondias pinnata (L. f.) Kurz.
Ciri-ciri
Habitus: Pohon, tinggi ± 20 m.
Batang: Tegak, bulat, berkayu, permukaan halus, percabangan simpodial, putih kehijauan.
Daun: Majemuk, lonjong, menyetrip ganjil, tersebar, pangkal runcing, ujung meruncing,
pertulangan menyirip, tepi rata, panjang 5-8 cm, lebar 3-6 cm, hijau.
Bunga: Majemuk, bentuk malai, di ketiak daun dan di ujung cabang, panjang 24-40 cm,
kelopak panjang + 5 cm, ungu, benang sari delapan, kuning, mahkota empat sampai lima,
lanset, putih kekuningan.
Buah: Buni, lonjong, berdaging, diameter ± 5 cm, berserat, hijau kekuningan.
Biji: Bulat, berserat kasar kasar, putih kekuningan.
Akar: Tunggang, coklat tua.
Kandungan Kimia
Daun, kulit batang dan kulit akar kedondong mengandung saponin, flavonoida dan tanin.
Khasiat
Kulit kayu kedondong berkhasiat sebagai obat disentri, dan daunnya untuk obat batuk.
Untuk obat disentri dipakai + 5 gram kulit kayu segar kedondong. dicuci lalu dipotongpotong, direbus dengan 2 gelas air selama 25 menit, setelah dingin disaring. Hasil saringan
diminum sekaligus.
Kelapa
Nama Ilmiah : Cocos nucifera L
Nama Daerah
Aceh: Baku
Gayo Krambii
Batak: Krambir
Nias: Ohi
Minangkabau: Krambie
Lampung: Nyiui
Sunda: Kelapa
Jawa Kelapa, Klopo
Bali: Nyuh
Timor: Nian
Roti: No
Gorontalo: Bongo
Buof: Bongo
Toraja: Aluu
Bugis: Kaluku
Makasar: Kaluku
Aur: Nur
Seram: Niur
Ambon: Ninelo
Buru: Niwelhoni
Ternate: Igo
Klasifikasi
Divisi: Spermatophyta
Subdivisi: Angiospermae
Kelas: Monocotyledoneae
Bangsa: Palmales
Suku: Palmae
Marga: Cocos
Jenis: Cocos nucifera L.
Ciri-ciri
Habitus: Pohon, tinggi 20-30 m.
Batang: Tegak, silindris, permukaan kasar, coklat.
Daun: Majemuk, menyirip, bentuk pita, ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 0,5-1 m,
lebar 3-4 cm, berpelepah, tangkai silindris, panjang 0,5-1 m, hijau, pertulangan sejajar, hijau.
Bunga: Majemuk, bentuk malai, di ketiak daun, panjang 25-40 cm, tangkai segi tiga, panjang
10-15 cm, kuning, kelopak bercangap, kuning tua, benang sari panjang 3-5 cm, kuning,
tangkai putik silindris, kuning, mahkota lonjong, lima helai, kuning.
Buah: Batu, bulat telur, berkulit serabut, hijau.
Biji: Bulat, berkulit keras, coklat.
Akar: Serabut, coklat.
Kandungan Kimia
Akar daun dan daging buah kelapa mengandung saponin dan
flavonoida, di samping itu daun dan daging buahnya mengandung polifenol sedang akarnya
juga mengandung tanin.
Khasiat
Akar kelapa berkhasiat sebagai obat demam dan mencret, air buahnya digunakan untuk
penambah kekuatan.
Untuk obat demam dipakai ± 15 gram akar kelapa direbus dengan 1 gelas air selama 15
menit, dinginkan dan disaring. Hasil saringan diminum sekaligus.
Keladi
Nama Ilmiah : Caladium bicolor
Klasifikasi
Divisi: Spermatophyta
Sub divisi: Angiospermae
Kelas: Monocotyledoneae
Bangsa: Arales
Suku: Araceae
Marga: Caladium
Jenis: Caladium bicolor
Ciri-ciri
Habitus: Herba, muslman, tinggi 25-50 cm.
Batang: Membentuk umbi.
Daun: Tunggal, roset akar, bentuk perisai bersegi, garis tengah 15-30 cm, tepi rata,
permukaan licin, pertulangan daun menjari, hijau berbintik putih, sekitar tulang daun merah.
Bunga: Majemuk, bentuk bongkol, tangkai silindris, panjang 28-40 cm, pangkal tangkai
dilindungi seludang bunga, benang sari mengumpul membentuk gada, kuning, mahkota satu
helai, putih.
Buah: Belum pemah ditemukan.
Biji: Belum pemah ditemukan.
Akar: Serabut, putih.
Kandungan Kimia
Daun dan bunga keladi mengandung saponin, rimpangnya mengandung flavonoida, di
samping itu bunga dan rimpangnya mengandung polifenol.
Khasiat
Umbi keladi berkhasiat sebagai obat sakit bengkak pada jari tangan.
Untuk sakit bengkak jari dipakai ±15 gram umbi keladi, dicuci dan ditumbuk sampai halus
lalu ditempelkan pada jari yang sakit, jika sudah mengering segera diganti yang baru.
Keji beling
Nama Ilmiah : Strobilanthes crispus B L
Nama Daerah
Jakarta: Daun pecah beling
Jawa Tengah: Daun keji beling
Klasifikasi
Divisi: Spermatophyta
Sub divisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledonae
Bangsa: Solanales
Suku: Acanthaceae
Marga: Strobiianthes
Jenis: Strobiianthes crispus Bl.
Ciri-ciri
Habitus: Semak, tinggi 1-2 m.
Batang: Beruas, bentuk bulat, berbulu Kasar, percabangan monopodial, hijau.
Daun: Tunggal, berhadapan, lanset atau lonjong, tepi beringgil, ujung meruncing, pangkal
runcing, panjang 9-18 cm, lebar 3-8 cm, bertangkai pendek, pertulangan menyirip, hijau.
Bunga: Majemuk, bentuk bulir, mahkota bentuk corong, berambut, ungu, kelopak berambut
pendek, ungu, benang sari empat, putih, kuning.
Buah: Bulat, coklat.
Biji: Bulat, kecil, pipih, coklat.
Akar: Tunggang, coklat muda
Kandungan Kimia
Daun keji beling mengandung alkaloida, saponin, flavonoida dan polifenol.
Khasiat
Daun keji beling berkhasiat sebagai peluruh air seni.
Untuk peluruh air seni dipakai ± 25 gram daun segar keji beling, direbus dengan 2 gelas air
selama 15 menit, setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum sekaligus
Keji besi
Nama Ilmiah : Hemigraphis rependa L
Nama Daerah
Jawa Tengah: Keji besi
Klasifikasi
Divisi: Spermatophyta
Sub divisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledonae
Bangsa: Solanales
Suku: Acanthaceae
Marga: Hemigraphis
Jenis: Hemigraphis rependa (L) Hall f.
Ciri-ciri
Habitus: Herba, merayap, tahunan.
Batang: Bulat, beruas-ruas, bercabang, berbulu, hijau.
Daun: Tunggal, bersilang berhadapan, helaian daun bulat telur, ujung lancip, tepi bergerigi,
pangkal meruncing, pertulangan menyirip, berambut, hijau, hijau keunguan.
Bunga: Tunggal, di ujung batang dan di ketiak daun, kelopak lepas, lima daun kelopak,
berbulu, putih kehijauan, mahkota bentuk terompet, benang sari putih bentuk benang, putik
putih, melekat pada mahkota, putih.
Buah: Kotak, kecil, berbulu, masih muda hijau setelah tua hitam.
Biji: Bulat, kecil, coklat.
Akar: Tunggang, kuning keputih-putihan.
Kandungan Kimia
Herba keji besi mengandung saponin, flavonoida, tanin dan polifenol
Khasiat
Herba keji besi berkhasiat sebagi peluruh air seni.
Untuk peluruh air seni dipakai ± 30 gram herba segar keji besi, direbus dengan 2 gelas air
selama 20 menit, setelah dingin diperas dan disaring. Hasil saringan diminum sehari dua kali
sama banyak pagi dan sore.
Ketumbar
Nama Ilmiah ; Coriandrum sativum L
Nama Daerah
Aceh: Keutumba
Gayo: Ketumbar
Batak toba: Hatumbar
Kerinci: PenyiJang
Minangkabau: Katumba
Melayu: Ketumbar
Sunda: Katuancar
Jawa Tengah: Ketumbar
Madura: Katombar
Bali: Katumbah
Bima: Katumba
Gorontalo: Katumbaii
Makasar: Katumbare
Bugis: Katumbare
Klasifikasi
Divisi: Spermatophyta
Sub divisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledonae
Bangsa: Umbellales
Suku: Umbelliferae
Marga: Coriandrum
Jenis: Coriandrum sativum L
Ciri-ciri
Habitus: Semak, semusim, tinggi ± 1m.
Batang: Berkayu, lunak, beralur, berlubang, percabangan dichotom, hijau.
Daun: Majemuk, berbagi menyirip, berseludang, tepi daun berwarna putih, hijau keputihputihan.
Bunga: Majemuk, bentuk payung, tangkai panjang 5-10 cm, putih, kelopak teridiri dari 5
lembar lepas satu sama lain, panjang 2-3 mm, hijau, mahkota terdiri dari 5 daun mahkota,
putih atau merah muda.
Buah: Kotak, bulat, masih muda hijau setelah tua kuning kecoklatan.
Biji: Bulat, coklat.
Akar: Tunggang, bulat, bercabang, putih.
Kandungan Kimia
Biji ketumbar mengandung saponin, flavonoida dan tanin.
Khasiat
Biji ketumbar berkhasiat sebagai obat masuk angin, obat sariawan, obat radang lambung,
pencernaan kurang baik, obat pening, obat mual dan haid tidak teratur.
Untuk obat masuk angin dipakai ± 3 gram serbuk biji ketumbar, diseduh dengan 1/2 gelas air
matang panas, dinginkan dan disaring. Hasil saringan ditambah 1 sendok makan madu,
diaduk dan diminum sekaligus.
Kedondong laut
Nama Ilmiah : Nothopanax fruticosum Miq.
Nama Daerah
Melayu: Puding
Sunda: Kedongdong laut
Jawa: Kedongdong laut
Madura: Kadungdung petedhan
Makasar: Bombu
Minahasa: Keudem rintek
Ternate: Gurabati
Ambon: Dewu papua
Botani
Sinonim: Panax fruticosum L, Polyscias fruticosa Harms
Klasifikasi
Divisi: Spermatophyta
Sub divisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledoneae
Bangsa: Apiales
Suku: Araliaceae
Marga: Nothopanax
Jenis: Nothopanax fruticosum Miq.
Ciri-ciri
Habitus: Perdu, tahunan, tinggi ± 6m.
Batang: Tegak, berkayu, bulat, hijau kekuningan
Daun: Majemuk, lonjong, berhadapan, panjang 8-15 cm, lebar 3-7 cm, ujung runcing,
pangkal tumpul, tepi rata, pertulangan menyirip, kuning.
Bunga: Majemuk, berkelamin dua, di ketiak daun, kelopak bentuk mangkok, bertaju,
mahkota bulat telur, halus, benang sari silindris, kuning.
Buah: Buni, bulat, hijau keunguan.
Biji: Bulat, pipih, hitam,
Akar: Tunggang, coklat.
Kandungan Kimia
Daun, kulit batang dan akar kedondong laut mengandung saponin, di samping itu daun dan
kulit batangnya mengandung flavonoida, sedangkan kulit batang dan akarnya mengandung
polifenol, serta daunnya mengandung tanin.
Khasiat
Daun dan akar kedondong laut berkhasiat untuk peluruh air seni.
Untuk peluruh air seni dipakai ± 15 gram daun atau akar segar kedondong laut, dicuci dan
ditumbuk sampai lumat, ditambah dengan 1/2 gelas air matang kemudian diperas dan
disaring. Hasil saringan diminum sekaligus.
Kedinding
Nama Ilmiah : Cassia mimosoides L
Nama Daerah
Sunda: Tuturiyan
Jawa: Dinding, Jewer, Kedinding
Klasifikasi
Divisi: Spermatophyta
Sub divisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledoneae
Bangsa: Rosales
Suku: Fabaceae
Marga: Cassia
Jenis: Cassia mimosoides L.
Ciri-ciri
Habitus: Terna, menahun, tegak, tinggi 0,5—1 m.
Batang: Bulat, kasar, beruas-ruas, warna hijau keunguan.
Daun: Majemuk, menyirip genap, duduk bersilang, anal daun bentuk lonjong, panjang 0,5-1
S 5 cm, lebar 3-8 mm, ujung dan pangkal tumpul, tepi rata, pertulangan daun menyirip.
permukaan licin. warna hijau atau hijau keunguan, daun penumpu panjang 1-2 cm, ujung
runcing, pangkal membulat, warna hijau kecoklatan.
Bunga: Tunggal, terletak di ujung batang, muncul dari ketiak daun, sempurna, kelopak
berlepasan, ujung runcing, panjang 1-2 cm, warna hijau kekuningan, benang sari bentuk
jarum, jumlah banyak, warna kuning, putik silindris, mahkota berbilang 4, berlepasan, bentuk
cawan, panjang 8-12 mm, warna kuning.
Buah: Tunggal, polong, berbulu, panjang 2-3 cm, warna hijau kecoklatan.
Biji: Bulat, pipih, diameter 3-6 mm, keras, berwarna kuning kecoklatan.
Akar: Tunggang, berwarna kuning kecoklatan.
Ekologi dan Penyebaran
Merupakan tumbuhan liar di tepi-tepi jalan, dekat saluran air, kebun-kebun terbuka, sawah
atau di semak belukar. Tumbuh dari dataran rendah sampai pegunungan di ketinggian 100 m
sampai 1.000 m di atas permukaan laut. Tumbuh pada berbagai jenis tanah terutama di
tempat-tempat yang sedikit basah. Berbunga pada bulan Februari-April, masa panen yang
tepat bulan Desember-Februari.
Kandungan Kimia
Seluruh bagian tanaman kedinding mengandung saponin, kardenolin, flavonoida dan
polifenol.
Khasiat
Daun atau seluruh bagian tanaman kedinding berkhasiat sebagai pelancar air seni dan antiradang.
Untuk pelancar air seni, seluruh bagian tanaman kedinding segar sebanyak 30 gram, dicuci,
direbus dengan 200 ml air sampai mendidih dan air rebusannya tinggal setengah, saring,
setelah dingin diminum sekaligus, sehari sekali dan sebaiknya diminum pada pagi hari.
Obat turun panas, seluruh bagian tanaman kedinding segar sebanyak 40 gram, dicuci dan
direbus dengan 400 ml air sampai mendidih selama 15 menit, disaring, selelah dingin
diminum 2 kali sehari pagi dan sore.
Kedelai
Nama Ilmiah : Soya max Piper
Nama Daerah
Minangkabau: Kacang bulu
Lampung: Retah mejong
Melayu: Kedele
Sunda: Kedele
Jawa Tenggah: Kedele
Madura: Khadele
Sasak: Lebui bawad
Botani
Sinonim: Glycine max Merr,; G. soya Benth.
Klasifikasi
Divisi: Spermatophyta
Sub divisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledonae
Bangsa: Resales
Suku: Leguminosae
Marga: Soya
Jenis: Soya max Piper
Ciri-ciri
Habitus: Semak, semusim, tinggi 20-60 cm.
Batang: Bersegi, berkayu, berambut, bercabang, hijau keputih-putihan.
Daun: Majemuk, menyirip ganjil, bulat telur, ujung tumpul, tepi rata, pangkal membulat,
panjang 2-5 cm, lebar 2-4 cm, pertulangan menyirip, hijau.
Bunga: Majemuk, bentuk tandan, kelopak 5-7 mm, berambut, bertaju sempit, runcing, hijau,
mahkota panjang 6-7 mm, ungu, benang sari, bentuk jarum, bakal buah berambut lebat,
kuning keunguan.
Buah: Polong, bertangkai pendek, pipih, masih muda hijau setelah tua kuning kecoklatan.
Biji: Bulat telur, kuning keputih-putihan.
Akar: Tunggang, putih kekuningan.
Kandungan Kimia
Biji kedelai mengandung saponin, flavonoida dan tanin.
Khasiat
Biji kedelai berkhasiat sebagai obat penurun tekanan darah tinggi.
Untuk obat penurun tekanan darah tinggi dipakai 100 gram biji kedelai, dicuci, direbus
dengan 1 gelas air selama 30 menit, setelah dingin disaring. Ampasnya dimakan sekaligus.
Download