pengaruh kesehatan dan keselamatan kerja (k3) terhadap kinerja

advertisement
PENGARUH KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
(K3) TERHADAP KINERJA KARYAWAN DIVISI
ENGINEERING PT XYZ
Oleh
DYMAS PRADANA KUNCORO ADI
H24080078
DEPARTEMEN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2012
PENGARUH KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3)
TERHADAP KINERJA KARYAWAN DIVISI ENGINEERING PT XYZ
SKRIPSI
Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
SARJANA EKONOMI
Pada Departemen Manajemen
Fakultas Ekonomi dan Manajemen
Institut Pertanian Bogor
Oleh
DYMAS PRADANA KUNCORO ADI
(H24080078)
DEPARTEMEN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2012
RINGKASAN
Dymas Pradana K.A. H24080078. Pengaruh Kesehatan dan Keselamatan Kerja
(K3) terhadap Kinerja Karyawan Divisi Engineering PT XYZ. Di bawah
bimbingan Dra. Siti Rahmawati, M.Pd. dan Lindawati Kartika, SE, M.Si.
PT XYZ merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang property
perkantoran dan penyewaan ruangan kerja, baik untuk perusahaan luar negeri
maupun dalam negeri. Perusahaan berlokasi dikawasan A, di kota B. Perusahaan
ini memiliki sistem kerja yang disiplin terhadap karyawan, mulai dari hal terkecil
sampai pada hal yang terbesar supaya saat melakukan pekerjaan tidak salah
melangkah dan sesuai aturan, serta mempunyai pedoman untuk melaksanakannya.
Kesehatan dan keselamatan kerja karyawan perlu diperhatikan lebih optimal
karena dapat mempengaruhi kinerja karyawan untuk bekerja lebih maksimal, dan
pada akhirnya akan berdampak kepada kinerja perusahaan yang semakin baik.
Dengan program K3 yang meliputi; pelatihan keselamatan, kontrol lingkungan
kerja, pengawasan dan disiplin, publikasi keselamatan kerja, dan peningkatan
kesadaran K3 diharapkan mampu meningktakan kinerja yang ditunjang dengan
inisiatif, tanggung jawab, kerja sama, dan ketelitian, serta kedisiplinan yang
terdapat pada setiap individu karyawan.
Rumusan masalah penelitian ini adalah (1) bagaimana penerapan program
kesehatan dan keselamatan (K3) kerja divisi Engineering PT XYZ, (2) bagaimana
kinerja karyawan divisi Engineering PT XYZ, (3) bagaimana pengaruh kesehatan
dan keselamatan kerja terhadap kinerja karyawan divisi Engineering PT XYZ, (4)
program kesehatan dan keselamatan kerja (K3) manakah yang berpengaruh
terhadap kinerja karyawan.
Tujuan penelitian ini yaitu (1) mengidentifikasi penerapan program
keselamatan
dan
kesehatan
kerja
divisi
Engineering
PT
XYZ,
(2)
mengidentifikasi kinerja karyawan divisi Engineering PT XYZ, (3) menganalisis
pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kinerja karyawan divisi
Engineering PT XYZ. (4) menganalisis indikator program kesehatan dan
keselamatan kerja (K3) terhadap kinerja karyawan yang memiliki pengaruh paling
besar dan implikasi manajerial.
Informasi dan data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data
primer dan sekunder. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam
penelitian ini adalah sensus yaitu dengan
40 responden. Uji validitas dan
reliabilitas kuesioner dilakukan dengan uji Product Moment Pearson dan teknik
Cronbach’s Alpha. Alat analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif cross
tab dan analisis Structural Equation Modelling (SEM) dengan metode Latent
Variable Score (LVS) dengan bantuan software Lisrel 8.30.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil identifikasi yang didasarkan
pada persepsi karyawan menunjukkan bahwa program kesehatan dan keselamatan
kerja (K3) yang diterapkan PT XYZ, sudah berjalan baik. Secara berturut-turut
yang mempunyai hasil terbesar yaitu pelatihan keselamatan, publikasi
keselamatan
kerja,
pengawasan,
peningkatan
kesadaran
kesehatan
dan
keselamatan kerja (K3), kontrol lingkungan kerja. Hasil identifikasi yang
didasarkan pada persepsi karyawan yang bekerja pada divisi engineering PT XYZ
secara umum menunjukkan kinerja sudah memenuhi standar perusahaan. Secara
berturut-turut adalah tanggung jawab, kedisiplinan, kerjasama, ketelitian, dan
inisiatif.. Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang diterapkan pada
divisi engineering PT XYZ berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja
karyawan, khususnya divisi engineering. Program kesehatan dan keselamatan
kerja (K3) yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap kinerja karyawan
divisi engineering PT XYZ secara berturut-turut adalah indikator peningkatan
kesadaran kesehatan dan keselamatan kerja (K3), pelatihan keselamatan, dan
kontrol lingkungan kerja.
RIWAYAT HIDUP
Dymas Pradana Kuncoro Adi dilahirkan di Sragen, Jawa Tengah pada
tanggal 18 April 1990. Merupakan anak pertama dari Bapak Joko Tuwahono dan
Ibu Any Susilawati.
Penulis menyelesaikan pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 16 Grogol
Utara Jakarta tahun 2002. Melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama
Tarakanita 3 Jakarta lulus tahun 2005. Melanjutkan pendidikan di Sekolah
Menengah Atas Negeri 32 Jakarta lulus tahun 2008, pada tahun yang sama
penulis masuk Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui jalur Undangan Seleksi
Masuk IPB (USMI). Penulis memilih mayor Departemen Manajemen, Fakultas
Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.
Selama mengikuti masa perkuliahan, penulis pernah mengikuti kegiatan
kampus diantaranya SES-C tahun 2009 dan Dewan Perwakilan Mahasiswa
Fakultas Ekonomi Manajemen ( DPM FEM 2011). Aktif di kepanitiaan Masa
Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) tahun 2009, Masa Perkenalan
Fakultas (MPF) 2010, dan Bina Desa BEM KM 2010
i
KATA PENGANTAR
Penulis panjatkan segala puji dan syukur kepada Allah SWT yang tanpa
henti memberikan nikmat dan hidayah-Nya kepada penulis , sehingga penulis
dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Pengaruh Kesehatan dan Keselamatan
Kerja (K3) Terhadap Kinerja Karyawan Divisi Engineering PT XYZ sebagai
salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen
Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.
Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada Ibu Dra. Siti Rahmawati,
M.Pd. dan Ibu Lindawati Kartika, SE, M.Si. yang telah membimbing penulis
dengan penuh kesabaran, memberikan pengarahan, dan meluangkan waktu bagi
penulis.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan skripsi ini.
Karena itu penulis sangat mengharapkan masukan, saran dan kritik dari berbagai
pihak demi perbaikan skripsi ini kedepannya. Penulis memohon maaf jika banyak
kekurangan dalam skripsi ini, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT
dan kekurangan hanya milik pribadi penulis. Semoga skripsi ini bisa bermanfaat
bagi banyak orang.
Bogor, Juli 2012
Penulis
ii
UCAPAN TERIMA KASIH
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan
hidayahNya yang senantiasa memberikan kesehatan dan kekuatan terutama dalam
penyelesaian skripsi ini. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyelesaian
skripsi ini tidak terlepas dari bantuan, motivasi dan kerjasama dari berbagai pihak.
Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Dra. Siti Rahmawati, M.Pd. dan Lindawati Kartika, SE, M.Si sebagai
pembimbing skripsi yang telah memberikan pengetahuan, bimbingan, saran,
motivasi, dan pengarahan dengan penuh kesabaran kepada penulis.
2. Prof. Dr. Ir. WH. Limbong, MS. Sebagai dosen penguji sidang yang telah
meluangkan waktunya menjadi penguji siding serta memberikan saran dalam
penulisan skripsi ini.
3. Dr. Ir. Jono Munandar, M.Sc selaku Ketua Departemen Manajemen, FEM
IPB.
4. Kedua orang tua tercinta, Bapak Joko Tuwahono dan Ibu Any Susilawati yang
selalu memberikan dukungan, mendidik, memberikan saran, motivasi, dan
mendampingi, serta memberikan kasih sayang tiada henti kepada penulis
selama ini.
5. Chief Engineering PT XYZ yang meluangkan waktunya kepada penulis
memberikan pengetahuan dan wawasan untuk penyusunan skripsi ini.
6. Om Hari Nugroho yang telah memberiakn pengalaman dan ilmu statistik
kepada penulis.
7. Seseorang yang istimewa Eva Farichatul Aeni makasih telah menjadi tempat
berbagi suka dan duka, memberikan support, memotivasi, serta mendoakan
kepada penulis.
8. Sahabat-sahabat kontrakkan Agus Setyabudi, Agus Cahyadi, Aldi Rahman
Hakim, dan Bayu Adi Sasmita yang membantu penulis menyelesaikan skripsi
ini.
9. Teman-teman sebimbingan yang juga seperjuangan dalam menyelesaikan
skripsi penulis Ismi Fatmawati, Lely Lutfiyanti, Meylisa, Dwi Antin, dan
Vivin Lian Hutajulu.
iii
10. Teman-teman DPM FEM 2011 Dewan Gradasi yang senantiasa membantu
dan memberi masukan.
11. Teman-teman Manajemen 45 yang senantiasa membantu, memberi semangat,
dan berbagi pengetahuan serta pengalaman hingga skripsi ini dapat
diselesaikan.
12. Mas Hadi, Ibu Yeyet, dan Mas Entis yang sudah sangat membantu proses
sidang penulis.
13. Seluruh staf pendidik dan staf kependidikan Departemen Manajemen FEM
IPB yang sangat membantu terlaksananya perolehan ilmu dan penelitian
penulis.
14. Seluruh pihak yang turut membantu dalam penulisan skripsi ini yang tidak
bisa disebutkan satu persatu.
Demikianlah ucapan terima kasih penulis sampaikan. Tidak banyak yang
bisa penulis berikan sebagai tanda terima kasih atas bantuan selama ini. Semoga
Allah SWT memberikan balasan atas semua kebaikan.
iv
DAFTAR ISI
Halaman
RIWAYAT HIDUP .....................................................................................
i
KATA PENGANTAR .................................................................................
ii
UCAPAN TERIMA KASIH ......................................................................
iii
DAFTAR ISI ...........................................................................................
v
DAFTAR TABEL .....................................................................................
vii
DAFTAR GAMBAR ..................................................................................
viii
DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................
ix
I.
Pendahuluan
1.1. Latar Belakang ................................................................................
1.2. Perumusan Masalah ........................................................................
1.3. Tujuan Penelitian ............................................................................
1.4. Manfaat Penelitian ..........................................................................
1.5. Ruang Lingkup Penelitian...............................................................
1
3
4
4
5
II. Tinjauan Pustaka
2.1. Kesehatan dan Keselamatan Kerja..................................................
2.1.1 Tujuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja ............................
2.1.2 Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) .................
2.1.3 Sistem Manajemen K3 ...........................................................
2.1.4 Manfaat K3 ............................................................................
2.1.5 Perlindungan Pengendalian K3 ..............................................
2.1.6 Landasan Hukum K3 .............................................................
2.2. Kecelakaan ......................................................................................
2.2.1 Faktor-faktor Kecelakaan ......................................................
2.2.2 Pencegahan Kecelakaan ........................................................
2.3. Kinerja ...........................................................................................
2.3.1 Faktor-faktor Kinerja ............................................................
2.3.2 Penilaian Kinerja ...................................................................
2.3.3 Jenis-jenis Penilaian Kinerja .................................................
2.4. Teori Pengaruh K3 Terhadap Kinerja Karyawan ...........................
2.5. Hasil Penelitian Terdahulu ..............................................................
6
6
7
9
10
11
13
14
14
15
16
17
19
21
22
22
III. Metodologi Penelitian
3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian.......................................................
3.2. Penentuan Lokasi dan Waktu Penelitian.........................................
3.3. Jenis dan Sumber Data ....................................................................
3.4. Metode Pengumpulan Data…… .....................................................
3.5. Teknik Sampel ................................................................................
3.6. Hipotesis .........................................................................................
3.7. Metode Pengolahan Data dan Analisis Data ...................................
3.7.1 Analisis Deskriptif ................................................................
3.7.2 Analisis Structural Equation Modeling (SEM) .....................
v
24
25
26
27
30
30
30
30
30
IV. Hasil dan Pembahasan
4.1. Profil Perusahaan ............................................................................
4.2. Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja ...................................
4.3. Evaluasi Kinerja ..............................................................................
4.4. Analisis Deskriptif Karakteristik Responden Menggunakan
Tabulasi Silang................................................................................
4.4.1 Karakteristik Masa Kerja Terhadap Jenis Kelamin ...............
4.4.2 Karakteristik Masa Kerja Terhadap Usia ...............................
4.4.3 Karakteristik Masa Kerja Terhadap Pendidikan Terakhir .....
4.5. Persepsi Karyawan Terhadap Program Kesehatan dan
Keselamatan Kerja (K3) .................................................................
4.5.1 Pelatihan Keselamatan ...........................................................
4.5.2 Kontrol Lingkungan Kerja .....................................................
4.5.3 Pengawasan dan Disiplin .......................................................
4.5.4 Publikasi Keselamatan Kerja .................................................
4.5.5 Peningkatan Kesadaran K3 ....................................................
4.6. Persepsi Karyawan Terhadap Kinerja .............................................
4.6.1 Inisiatif ...................................................................................
4.6.2 Tanggung Jawab ....................................................................
4.6.3 Kerjasama ..............................................................................
4.6.4 Ketelitian ................................................................................
4.6.5 Kedisiplinan ...........................................................................
4.7. Pengaruh Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Terhadap
Kinerja Karyawan ...........................................................................
4.7.1 Pengaruh Kesehatan dan Keselamatan Kerja Terhadap
Kinerja Karyawan ..................................................................
4.7.2 Kinerja Karyawan Divisi Engineering PT XYZ ...................
4.8. Implikasi Manajerial .......................................................................
35
37
38
41
41
42
43
44
45
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
58
62
64
65
Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan ...........................................................................................
Saran
...........................................................................................
68
69
DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................
70
LAMPIRAN
72
...........................................................................................
vi
DAFTAR TABEL
Nomor
Halaman
1. Rentang Skala Intrepretasi Hasil Jawaban Kuesioner ..............................
27
2. Klasifikasi Chronbach Alpha ...................................................................
29
3. Penilaian Evaluasi Kinerja........................................................................
41
4. Hasil Tabulasi Silang Karakteristik Masa Kerja Terhadap Jenis
Kelamin ....................................................................................................
42
5. Hasil Tabulasi Silang Karakteristik Masa Kerja Terhadap Usia ..............
43
6. Hasil Tabulasi Silang Karakteristik Masa Kerja Terhadap Pendidikan
Terakhir ....................................................................................................
44
45
7. Analisis Deskriptif Persepsi Karyawan Terhadap K3 ..............................
8. Persepsi Karyawan Terkait Pelatihan Keselamatan .................................
46
9. Persepsi Karyawan Terkait Kontrol Lingkungan Kerja ...........................
48
10. Persepsi Karyawan Terkait Pengawasan dan Disiplin .............................
49
11. Persepsi Karyawan Terkait Publikasi Keselamatan Kerja .......................
50
51
12. Persepsi Karyawan Terkait Peningkatan Kesadarn K3 ............................
13. Rataan Skor Kuesioner Kinerja Karyawan ...............................................
52
14. Persepsi Karyawan Terkait Inisiatif .........................................................
53
15. Persepsi Karyawan Terkait Tanggung Jawab ...........................................
54
16. Persepsi Karyawan Terkait Kerjasama .....................................................
55
56
17. Persepsi Karyawan Terkait Ketelitian ......................................................
18. Persepsi Karyawan Terkait Kedisiplinan .................................................
57
19. Good Of Fit (GOF) Model 1.....................................................................
60
20. Nilai Loading Factor dan t-value untuk Semua Variabel ........................
61
21. Pengaruh Kesehatan dan Keselamatan Kerja Terhadap Kinerja
Karyawan ..................................................................................................
62
22. Nilai Loading Factor Kinerja Karyawan..................................................
64
vii
DAFTAR GAMBAR
Nomor
Halaman
1. Kasus Kecelakaan Kerja Karyawan di Seluruh Indonesia .......................
2
2. Tingkat Kecelakaan Karyawan Divisi Engineering PT XYZ dari
Tahun 2007-2011 ......................................................................................
3
3. Sistem Model Manajemen K3 LK ............................................................
10
4. Kerangka Pemikiran Penelitian ................................................................
25
5. Model SEM K3 Terhadap Kinerja Karyawan ..........................................
34
6. Koefisien Lintas Model 1 Pengaruh Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Terhadap Kinerja Karyawan .....................................................................
59
7. Nilai Signifikan Test (Uji-t) Model 1 Pengaruh Kesehatan dan
Keselamatan Kerja (K3) Terhadap Kinerja Karyawan.............................
59
viii
DAFTAR LAMPIRAN
Nomor
Halaman
1. Uji Validitas dan Reliabilitas ....................................................................
73
2. Kuesioner Penelitian .................................................................................
75
3. Struktur Organisasi PT XYZ ....................................................................
79
4. Hasil SEM dengan LVS ...........................................................................
80
ix
1
I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Karyawan sebagai sumberdaya yang paling berharga dan dominan
disetiap perusahaan, merupakan salah satu faktor internal perusahaan yang
berperan penting menghasilkan suatu kinerja yang berkualitas. Kinerja
karyawan yang baik dapat memberikan dampak yang positif untuk
perusahaan
secara
keseluruhan.
Salah
satunya
adalah
peningkatan
penyelesaian tanggung jawab yang diberikan perusahaan kepeda pekerja.
Apabila dikerjakan dengan sungguh-sungguh oleh karyawan maka output
yang dihasilkan akan memuaskan, namun sebaliknya jika dikerjakan dengan
suasana yang tidak kondusif akan menghasilkan output yang jauh dari
memuaskan. Mencapai kinerja perusahaan yang unggul dan kompeten dalam
segala bidang, perusahaan harus terlebih dahulu mengetahui secara lebih
spesifik dan mendalam terutama pada keinginan serta kebutuhan karyawan
yang menjadi dasar tercapainya kinerja organisasi yang baik.
Kualitas sumberdaya manusia yang dimiliki oleh perusahaan,
merupakan salah satu faktor penentu yang memegang peranan penting dalam
pencapaian tujuan organisasi perusahaan. Suasana lingkungan dan budaya
kerja perusahaan yang mendukung secara keseluruhan baik dalam tata kelola
manajemen yang sistematis maupun hal-hal non-teknis seperti solidaritas
sesama karyawan, menjadi alasan tersendiri bagi peneliti untuk melakukan
penelitian di perusahaan tersebut supaya dapat mengetahui dan mendapatkan
hasil dari objek yang diteliti.
Pengaruh kesehatan dan keselamatan kerja dengan kinerja karyawan
sangat menentukan kemajuan perusahaan, karena kondisi pekerja yang
maksimal akan mempengaruhi hasil kinerjanya, terlebih perusahaan
memberikan kenyamanan, jaminan keselamatan, dan fasilitas yang memadai
dapat membuat pekerja dengan tenang mengerjakan tanggung jawabnya.
Hasil penelitian ini diharapkan mampu menekan sekecil mungkin kecelakaan
kerja yang dialami karyawan ditempat kerja.
2
PT XYZ merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang
properti perkantoran dan penyewaan ruangan kerja, baik untuk perusahaan
luar negeri maupun dalam negeri. Perusahaan ini berlokasi dikawasan A, kota
B. Perusahaan memiliki sistem kerja yang disiplin kepada karyawan mulai
dari hal terkecil sampai pada hal yang terbesar supaya saat melakukan kerja
tidak salah melangkah dan mempunyai pedoman untuk melaksanakannya.
Kinerja karyawan dalam perusahaan secara berkala lebih ditingkatkan dan
mendapat dorongan yang positif oleh lingkungan kerja yang kondusif, maka
PT XYZ dapat meningkatkan kinerja perusahaan khususnya pada bagian
engineering yang menjadi salah satu bagian terpenting dalam perusahaan.
Divisi engineering merupakan salah satu divisi yang mengatur jalannya
operasional perusahaan, mulai dari pengaturan dan pengontrolan tata lampu
ruangan, mesin genset, dan kerusakan-kerusakan peralatan secara teknis.
Apabila terjadi gangguan divisi engineering bertugas untuk memperbaiki
secara cepat, supaya tidak mengganggu jalannya operasional kerja.
Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) menjadi salah satu prioritas yang
utama bagi perusahaan untuk melindungi pekerja dari bahaya yang menimpa.
Tingkat kecelakaan yang menimpa pekerja yang dihimpun oleh PT Jamsostek
Jumlah Kejadian
kecelakaan
dapat dilihat pada Gambar 1.
120000
100000
80000
60000
40000
20000
0
83714
94736
96314
98711
99491
Kasus Kecelakaan
2007
2008
2009
2010
2011
Tahun
Gambar 1. Kasus Kecelakaan Kerja Karyawan di Seluruh Indonesia
( http://www.jamsostek.co.id, 2012)
Berdasarkan Gambar 1 terlihat bahwa tingkat kecelakaan kerja masih
relatif tinggi, dan tingkat kesadaran pekerja terhadap keselamatan dan
kesehatan kerja masih rendah. Undang-Undang nomor 1 tahun 1970 tentang
keselamatan kerja dinyatakan bahwa kecelakaan kerja tidak hanya terjadi di
tempat kerja, tetapi juga saat pekerja tersebut berangkat atau pulang kerja.
3
PT XYZ mempunyai jumlah kejadian kecelakaan kerja yang relatif
menurun setiap tahunnya, khususnya untuk divisi engineering. Dapat dilihat
Jumlah Kejadian Kecelakaan
pada Gambar 2.
14
12
10
8
6
4
2
0
13
9
7
4
2
2007
2008
2009
2010
Kasus Kecelakaan
2011
Tahun
Gambar 2. Tingkat Kecelakaan Karyawan Divisi Engineering PT XYZ dari
Tahun 2007-2011
Berdasarkan data Gambar 2, menunjukkan bahwa program kesehatan
dan keselamatan kerja yang ada di PT XYZ sudah berjalan baik, terlihat
adanya penurunan angka kecelakaan kerja dari tahun 2007 sampai tahun
2011. Dapat disimpulkan penurunan jumlah kejadian kecelakaan pada divisi
engineering PT XYZ, berdampak pada meningkatnya kinerja individu divisi
engineering maupun perusahaan PT XYZ.
1.2. Perumusan Masalah
Sumberdaya manusia sangat berperan penting dan memberikan
kontribusi baik secara langsung maupun tidak langsung dalam kelangsungan
kinerja perusahaan seperti pemikiran dan kreativitas pekerja yang dapat
menunjang output yang dihasilkan. Apabila karyawan tidak memiliki
kenyamanan dalam bekerja, maka kinerja karyawan tersebut tidak akan
maksimal berdampak pada mobilitas kerja. Sedangkan jika kenyamanan yang
pegawai dapatkan selama melaksanakan tanggung jawabnya diperusahaan
kinerja karyawan akan maksimal. Pimpinan dalam perusahaan harus
menciptakan suasana yang kondusif dan memberikan rasa kekeluargaan.
Peningkatan kesehatan dan keselamatan kerja diharapkan berdampak
pada penurunan angka kecelakaan kerja yang mampu mengendalikan masalah
diperusahaan. Sehingga karyawan saat kembali bekerja, dapat lebih optimal
4
untuk menghasilkan output yang maksimal khususnya meningkatkan kinerja
karyawan. Program kesehatan dan keselamatan kerja PT XYZ telah
dijalankan pada tahun 2000, dari tahun ke tahun diharapkan angka kecelakaan
semakin menurun. Penelitian ini dilakukan untuk membantu divisi
Engineering PT XYZ mencapai kinerja yang bersaing dan unggul dengan
memperhatikan faktor kesehatan dan keselamatan kerja.
Berdasarkan uraian diatas dapat ditarik suatu permasalahan yang akan
diteliti, yaitu:
1. Bagaimana penerapan program kesehatan dan keselamatan kerja (K3)
divisi Engineering PT XYZ?
2. Bagaimana kinerja karyawan divisi Engineering PT XYZ?
3. Bagaimana pengaruh kesehatan dan keselamatan kerja terhadap kinerja
karyawan divisi Engineering PT XYZ?
4. Program kesehatan dan keselamatan kerja (K3) manakah
yang
berpengaruh terhadap kinerja karyawan?
1.3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan sebelumnya, maka
tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Mengidentifikasi penerapan program kesehatan dan keselamatan kerja
divisi Engineering PT XYZ.
2. Mengidentifikasi kinerja karyawan divisi Engineering PT XYZ.
3. Menganalisis pengaruh kesehatan dan keselamatan kerja terhadap kinerja
karyawan divisi Engineering PT XYZ.
4. Menentukan program kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang
berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
1.4. Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini diharapkan memberikan manfaat kepada
pihak-pihak terkait, yaitu:
1. Perusahaan divisi Engineering PT XYZ sebagai masukan untuk langkah
terbaik pengambilan keputusan, dan penetapan kebijakan perusahaan yang
5
berkaitan dengan upaya menekan kecelakaan kerja karyawan serta
meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja (K3).
2. Karyawan dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mengenai
kesehatan dan keselamatan kerja untuk peningkatan kinerja dari hasil
penelitian ini.
1.5. Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup dari permasalahan dalam penelitian ini dibatasi, supaya
lebih memudahkan dan dipahami. Penelitian ini dilakukan di PT XYZ
difokuskan pada penerapan program kesehatan dan keselamatan kerja (K3)
dengan menganalisis indikator publikasi keselamatan kerja, kontrol
lingkungan kerja, pelatihan keselamatan, pengawasan,
peningkatan
kesadaran kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dan pengaruhnya terhadap
kinerja karyawan di divisi Engineering. Kinerja karyawan yang dianalisis
meliputi indikator yang mempengaruhi kinerja karyawan, yaitu: inisiatif,
tanggung jawab, kerjasama, ketelitian, dan kedisiplinan.
6
II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Kesehatan Kerja dan Keselamatan Kerja
Menurut Mangkunegara (2005), keselamatan kerja menunjukkan
kondisi yang aman atau selamat dari penderitaan, kerusakan atau kerugian di
tempat kerja. Resiko keselamatan merupakan aspek-aspek dari lingkungan
kerja yang dapat menyebabkan kebakaran, ketakutan, terpotong, luka memar,
keseleo, patah tulang, kerugian alat tubuh, penglihatan, dan pendengaran.
Semua itu dihubungkan dengan perlengkapan perusahaan atau lingkungan
fisik, dan mencakup tugas-tugas kerja yang membutuhkan pemeliharaan serta
pelatihan. Sedangkan kesehatan kerja menunjukkan pada kondisi yang bebas
dari gangguan fisik, mental, emosi, atau rasa sakit yang disebabkan oleh
lingkungan kerja.
Menurut Rivai (2004) keselamatan dan kesehatan kerja menunjuk
kepada kondisi-kondisi fisiologis-fisikal dan psikologis tenaga kerja yang
diakibatkan oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh perusahaan. Jika
sebuah
perusahaan
melaksanakan
tindakan-tindakan
kesehatan
dan
keselamatan kerja yang efektif, maka lebih sedikit pekerja yang menderita
cedera atau penyakit jangka pendek maupun panjang sebagai akibat dari
pekerjaan mereka di perusahaan tersebut.
Kondisi fisiologis-fisikal meliputi penyakit-penyakit dan kecelakaan
kerja seperti kehilangan nyawa atau anggota badan, cedera yang diakibatkan
gerakan berulang-ulang, sakit punggung, sindrom carpal tunnel, penyakitpenyakit kardiovaskular, berbagai jenis kanker seperti kanker paru-paru dan
leukimia.
2.1.1 Tujuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Menurut
Mangkunegara
(2001),
tujuan
kesehatan
dan
keselamatan kerja diantaranya sebagai berikut:
1. Agar setiap pegawai mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan
kerja baik secara fisik, sosial, dan psikologis.
2. Agar semua hasil produksi dipelihara keamanannya.
7
3. Agar adanya jaminan atas pemeliharaan dan peningkatan kesehatan
gizi pegawai.
4. Agar setiap perlengkapan dan peralatan kerja digunakan sebaikbaiknya dan seefektif mungkin.
5. Agar terhindar dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh
lingkungan atau kondisi kerja.
6. Agar meningkatkan kegairahan, keserasian, dan partisipasi kerja.
7. Agar setiap pegawai merasa aman dan terlindungi dalam bekerja.
Menurut Rivai (2004), tujuan keselamatan kerja meliputi:
1. Meningkatnya produktivitas karena menurunnya jumlah hari kerja
yang hilang.
2. Meningkatnya
efisiensi
dan
kualitas
pekerja
yang
lebih
berkomitmen.
3. Menurunnya biaya-biaya kesehatan dan asuransi.
4. Tingkat kompensasi pekerja dan pembayaran langsung yang lebih
rendah karena menurunnya pengajuan klaim.
5. Fleksibilitas dan adaptibilitas yang lebih besar sebagai akibat dari
meningkatnya partisipasi dan rasa kepemilikan.
6. Rasio seleksi tenaga kerja yang lebih baik karena meningkatnya
citra perusahaan.
2.1.2 Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Menurut J.B Miner, mengatasi masalah K3 dapat dilakukan
dengan cara Safety Psychology dan Industrial Clinical Psychology.
Safety Psychology lebih menitikberatkan usaha mencegah kecelakaan
itu terjadi, dengan meneliti kenapa dan bagaimana kecelakaan bisa
terjadi. Industrial Clinical Psychology menitiberatkan pada kinerja
karyawan yang menurun, sebab-sebab penurunan dan bagaimana
mengatasinya.
Faktor-faktor dari dua cara tersebut adalah sebagai berikut:
1. Safety Psychology terdiri dari enam faktor, yaitu:
a. Laporan dan Statistik Kecelakaan
8
Laporan dan statistik kecelakaan sangat penting dalam program
kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Dengan adanya laporan
dan statistic kecelakaan yang terjadi di tempat kerja, perusahaan
akan
memiliki
gambaran
mengenai
potensi
terjadinya
kecelakaan dan cara mengantisipasinya.
b. Pelatihan Keselamatan
Merupakan salah satu program K3 yang diperlukan karyawan
sebagai pengetahuan tentang keselamatan kerja. Pelatihan
keselamatan yang dilakukan perusahaan kepada karyawannya
diharapkan dapat mengurangi atau mencegah terjadinya
kecelakaan kerja.
c. Publikasi Keselamatan Kerja
Publikasi keselamatan kerja adalah hal-hal yang berhubungan
dengan
pemberian
informasi
dan
pesan-pesan
terkait
keselamatan kerja karyawan, melalui berbagai macam cara
diantaranya lewat spanduk, pamflet, gambar, poster, dan
selebaran yang berguna untuk mengurangi tindakan-tindakan
yang membahayakan saat bekerja. Publikasi keselamatan kerja
juga dapat memberikan pemahaman kepada karyawan mengenai
pentingnya K3.
d. Kontrol Lingkungan Kerja
Kontrol lingkungan kerja adalah pemeriksaan/pengendalian
yang berhubungan dengan kondisi lingkungan kerja yang
bertujuan untuk melindungi karyawan dari bahaya kecelakaan
kerja yang mungkin terjadi dan menciptakan lingkungan kerja
yang nyaman dan aman. Perusahaan harus dapat melindungi
karyawannya dari kemungkinan kecelakaan kerja. Oleh karena
itu, perusahaan harus menyediakan peralatan pengaman dan
peralatan pelindung diri untuk karyawannya.
e. Pengawasan dan Disiplin
Pengawasan dan disiplin adalah melakukan kontrol terhadap
lingkungan kerja dan perilaku kerja karyawan. Pengawasan
9
dilakukan dengan maksud untuk menjaga setiap mesin dan
peralatan selalu dalam kondisi stabil dan siap untuk digunakan.
f. Peningkatan Kesadaran K3
Peningkatan kesadaran K3 merupakan usaha perusahaan dalam
mensukseskan program K3. Adanya komitmen yang kuat dan
perhatian yang besar dari manajemen perusahaan membuat
karyawan sadar terhadap pentingnya kesehatan dan keselamatan
saat bekerja.
2. Industrial Clinical Psychology terdiri dari dua faktor, yaitu:
a. Konseling
Konseling atau pemimbingan dilakukan untuk meningkatkan
kembali semangat kerja dari karyawan. Disebabkan penurunan
kinerja karyawan dari suatu permasalahan yang dihadapi.
b. Employee Assistance Program
Karyawan yang memiliki masalah akan dibimbing secara
intensif oleh supervisor yang ditunjuk. Hal ini digunakan untuk
menangani bermacam-macam masalah karyawan terutama yang
berhubungan dengan kinerja karyawan.
2.1.3 Sistem Manajemen K3
Sistem manajemen K3 secara keseluruhan mencakup struktur
organisasi, kegiatan perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan,
prosedur,
proses,
pengembangan
dan
penerapan
sumberdaya
dan
yang
dibutuhkan
bagi
pencapaian
pengkajian
dan
pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka
pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja. Berguna
untuk tercapainya lingkungan tempat kerja yang aman, efisien, dan
produktif. Dapat dilihat pada Gambar 3 Bagan sistem model
manajemen K3 LK (Santoso, 2004).
10
Peningkatan
berkelanjutan
Komitmen
dan
kebijaksanaan
Peningkatan
ulang dan
peningkatan
manajemen
Perencanaan
Pelaksanaan
Pengukuran
Gambar 3. Sistem Model Manajemen K3 LK (Santoso,2004)
2.1.4 Manfaat K3
Menurut Arep dan Tanjung (2004), mengungkapkan manfaat K3
adalah sebagai berikut:
1. Manfaat Ekonomis
a. Berkurangnya kecelakaan dan sakit karena kerja.
b. Mencegah hilangnya investasi fisik dan investasi sumber daya
manusia.
c. Meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja yang nyaman dan
aman, serta motivasi kerja yang meningkat.
2. Manfaat Psikologis
a. Meningkatkan kepuasan kerja.
b. Kepuasan kerja tersebut akan meningkatkan motivasi kerja dan
selanjutnya akan meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja.
c. Perusahaan akan merasa bangga bahwa telah ikut serta dalam
melaksanakan program pemerintah dan ikut serta dalam
pembangunan
meningkat.
nasional
dan
citra
baik
perusahaan
akan
11
2.1.5 Perlindungan Pengendalian K3
Menurut Rivai (2004) perlindungan terhadap kesehatan dan
keselamatan kerja. Perlindungan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Berhubungan dengan Masalah Keuangan
Perlindungan yang berhubungan dengan masalah keuangan
dilakukan melalui pemberian berbagai santunan dalam bentuk
santunan jaminan sosial (social security), kompensasi ketiadaan
pekerjaan (unemployment compensation), biaya medis (medical
coverage), dan kompensasi pekerja (worker’s compensation)
2. Perlindungan
yang
berhubungan
dengan
Keamanan
Fisik
Karyawan
Memberikan perlindungan terhadap keselamatan dan kesehatan
pekerja, pemerintah mengeluarkan peraturan perundang-undangan
yang mengharuskan perusahaan untuk memberikan fasilitas yang
memadai demi menjamin keamanan kerja serta memberikan
jaminan finansial apabila karyawan mengalami kecelakaan kerja.
Karyawan memiliki hak untuk menuntut perusahaan agar
menyediakan fasilitas kerja yang memadai agar keselamatan fisik
dan mental karyawan terlindungi dari jenis kecelakaan yang
dilakukan pekerja.
Menurut
Santoso
(2004),
pengendalian
kesehatan
dan
keselamatan kerja (K3) dapat dilakukan dengan berbagai cara,
diantaranya:
1. Upaya-upaya pengendalian
a. Proses isolasi
b. Pemasangan lokal exhauster
c. Ventilasi umum
d. Pemakaian alat pelindung diri
e. Penggadaan fasilitas saniter
f. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja dan secara berkala
dilakukan.
12
g. Penyelenggaraan latihan/penyuluhan kepada semua karyawan
dan pengusaha.
h. Kontrol administrasi
2. Hirarki pengendalian
a. Eliminasi
b. Substitusi
c. Pengendalian rekayasa
d. Pengendalian administratif
e. Alat pelindung diri
3. Masalah umum alat pelindung diri (APD)
a. Tidak semua alat pelindung diri melalui pengujian laboratoris,
sehingga tidak diketahui derajat perlindungannya.
b. Tidak nyaman dan kadang-kadang membuat pemakai sulit
bekerja.
c. Alat pelindung diri (APD) dapat menciptakan masalah baru.
d. Perlindungan yang diberikan alat pelindung diri (APD) sulit
untuk dimonitor.
e. Kewajiban pemeliharaan alat pelindung diri (APD) dialihkan dari
pihak manajemn ke pekerja.
f. Efektivitas alat pelindung diri (APD) sering tergantung “GOOD
FIT” pada pekerja.
g. Kepercayaan pada alat pelindung diri (APD) akan menghambat
pengembangan kontrol teknologi yang baru.
4. Masalah pemakaian alat pelindung diri (APD)
a. Pekerja tidak mau memakai dengan alasan
1) Tidak sadar/tidak mengerti
2) Panas
3) Sesak
4) Tidak enak dipakai
5) Tidak enak dipandang
6) Berat
7) Mengganggu pekerjaan
13
8) Tidak sesuai dengan bahaya yang ada
9) Tidak ada sangsi
10) Atasan juga tidak memakai
b. Tidak disediakan oleh perusahaan
1) Ketidakmengertian
2) Pura-pura tidak mengerti
3) Alasan bahaya
4) Dianggap sia-sia (karena pekerja tidak mau memakai)
c. Pengadaan oleh perusahaan
1) Tidak sesuai dengan bahaya yang ada
2) Asal beli (terutama memilih yang murah)
2.1.6 Landasan Hukum K3
Menurut Sugeng (2005). Hukum kesehatan dan keselamatan
kerja (K3) di Indonesia telah banyak diterbitkan baik dalam bentuk
Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Keputusan Menteri, dan Surat
Edaran, antara lain:
1. Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003
2. Undang-undang Keselamatan Kerja No. 1/1997
3. Undang-undang tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja No. 3/1992
4. UUD 1945 pasal 27 ayat 1 dan 2.
5. Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Jaminan Sosial
Tenaga Kerja No. 14/1993.
6. Keputusan Presiden, Penyakit yang timbul Karena Hubungsn Kerja
No.22/1993.
7. Peraturan
Menteri
Perburuhan
tentang
Syarat
Kesehatan,
Kebersihan, serta Penerangan dalam Tempat Kerja No. 7/1964.
8. Peraturan Menteri Tenaga Kerja tentang Pemeriksaan Kesehatan
Tenaga Kerja dalam penyelenggaraan Keselamatan Kerja No.
2/1980.
9. Peraturan Menteri Tenaga Kerja tentang Pelayanan Kesehatan
Kerja No. 3/1982.
14
2.2. Kecelakaan
2.2.1 Faktor-faktor kecelakaan
Menurut Mangkuprawira dan Vitayala (2007). Faktor penyebab
terjadinya kecelakaan kerja dapat dilihat dari berbagai sudut. Bisa dari
sudut kebijakan pemerintah, kondisi pekerjaan, kondisi fisik, dan
mental karyawan, serta kondisi fasilitas yang disediakan.
1. Kebijakan Pemerintah
a. Undang-undang Ketenagakerjaan, khususnya yang menyangkut
tentang keselamatan dan kesehatan kerja karyawan belum ada.
b. Peraturan pemerintah tentang pelaksanaan keselamatan dan
kesehatan kerja karyawan belum ada.
c. Pengendalian dan tindakan hukum bagi perusahaan yang
mengabaikan undang-undang dan peraturan yang berlaku
keselamatan dan kesehatan kerja belum ada kalaupun sudah ada,
tetapi tidak diterapkan secara tegas.
2. Kondisi Pekerjaan
a. Standar kerja yang kurang tepat dan pelaksanaannya juga tidak
tepat.
b. Jenis pekerjaan fisik yang sangat berbahaya. Namun, di sisi lain,
fasilitas keselamatan kerja sangat kurang.
c. Kenyamanan kerja yang sangat kurang karena kurang tersedianya
unsur pendukung keselamatan dan kenyamanan kerja.
d. Tidak tersedianya prosedur manual petunjuk kerja.
e. Kurangnya kontrol, evaluasi, dan pemeliharaan tentang alat-alat
kerja secara rutin.
3. Kondisi Karyawan
a. Keterampilan karyawan mengenai kesehatan dan keselamatan
kerja (K3) yang rendah.
b. Kondisi kesehatan fisik karyawan yang tidak prima.
c. Kondisi kesehatan mental, seperti rendahnya motivasi tentang K3
serta tingginya derajat stres dan depresi.
d. Kecanduan merokok, minuman keras, dan narkoba.
15
4. Kondisi Fasilitas Perusahaan
a. Ketersediaan fasilitas yang kurang cukup (jumlah dan mutu)
b. Kondisi ruangan kerja yang kurang nyaman.
c. Tidak tersediannya fasilitas kesehatan dan klinik perusahaan
d. Tidak tersediannya fasilitas asuransi kecelakaan.
e. Kurangnya
pelatihan
dan
sosialisasi
tentang
pentingnya
keselamatan kerja dikalangan karyawan..
2.2.2 Pencegahan Kecelakaan
Menurut
Bennett
NBS
(1995)
dalam
Santoso
(2004),
mengungkapkan bahwa teknik pencegahan kecelakaan harus didekati
dengan dua aspek, yaitu: aspek perangkat keras (peralatan,
perlengkapan, mesin, dan letak) dan aspek perangkat lunak ( manusia
dan segala unsur yang berkaitan).
Menurut Olishifski dalam Santoso (2004), bahwa aktivitas
pencegahan kecelakaan dalam keselamatan kerja profesional dapat
dilakukan dengan beberapa hal berikut:
1. Memperkecil (menekan) kejadian yang membahayakan dari mesin,
cara kerja, material, dan struktur perencanaan.
2. Memberikan alat pengaman agar tidak membahayakan sumber
daya yang ada dalam perusahaan tersebut.
3. Memberikan pendidikan (training) kepada tenaga kerja atau
karyawan tentang kecelakaan dan keselamatan kerja.
4. Memberikan alat pelindung diri tetentu terhadap tenaga kerja yang
berada pada area yang membahayakan.
Menurut Suma’mur dalam Santoso (2004), kecelakaan akibat
kerja dapat dicegah dengan 12 hal berikut ini:
1. Peraturan perundangan, yaitu ketentuan-ketentuan yang diwajibkan
mengenai kondisi kerja pada umumnya, perencanaan, konstruksi,
perawatan, dan pemeliharaan, pengawasan, pengujian,dan cara
kerja peralatan industri, serta P3K dan pemeriksaan kesehatan.
16
2. Standardisasi yang ditetapkan secara resmi, setengah resmi, dan
tidak resmi mengenai misalnya syarat-syarat keselamatan sesuai
instruksi peralatan industri dan alat pelindung diri (APD).
3. Pengawasan, agar ketentuan Undang-Undang wajib dipatuhi.
4. Penelitian bersifat teknik, misalnya tentang bahan-bahan yang
berbahaya, pagar pengamanan, pengujian alat pelindung diri
(APD), pencegahan ledakan dan peralatan lainnya.
5. Riset medis, terutama meliputi efek fisiologis dan psikologis,
faktor
lingkungan,
dan
teknologi,
serta
keadaan
yang
mengakibatkan kecelakaan.
6. Penelitian psikologis, meliputi penelitian tentang pola-pola
kewajiban yang mengakibatkan kecelakaan.
7. Penelitian secara statistik, untuk menetapkan jenis-jenis kecelakaan
yang terjadi.
8. Pendidikan
9. Latihan-latihan
10. Asuransi, yaitu insetif finansial untuk meningkatkan pencegahan
kecelakaan.
11. Penggairahan, pendekatan lain supaya bersikap selamat.
12. Usaha keselamatan pada tingkat perusahaan.
2.3. Kinerja
Menurut Rivai (2004), kinerja merupakan perilaku nyata yang
ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh
karyawan sesuai dengan peranannya dalam perusahaan. Kinerja karyawan
merupakan suatu hal yang sangat penting sebagai indikator dalam kemajuan
perusahaan dan upaya perusahaan untuk mencapai tujuannya.
Kinerja adalah implementasi dari rencana yang telah disusun dari awal
sebelum
melakukan
kegiatan.
Implementasi
kinerja
dilakukan
oleh
sumberdaya manusia yang memiliki kemampuan, kompetensi, motivasi, dan
kepentingan. Melihat sebuah organisasi menghargai dan memperlakukan
sumberdaya manusianya akan mempengaruhi sikap dan perilakunya dalam
17
menjalankan tugas dan tanggung jawabnya pada suatu organisasi.
(Wibowo,2008)
2.3.1 Faktor-faktor Kinerja
Menurut Mangkuprawira (2009) faktor-faktor kinerja dapat
dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu unsur internal dan unsur eksternal.
1. Unsur Internal meliputi:
a. Tingkat Pendidikan
Pendidikan seseorang yang dimiliki sangat mempengaruhi
kinerja seseorang dalam menyelesaikan suatu tanggung jawab
dan tugas yang diberikan. Tingkat pendidikan dapat dilihat dari
penguasaan sikap, ilmu pengetahuan, dan keterampilan pada
tingkat tertentu. Semakin tinggi kecerdasan intelektualnya dapat
mempengaruhi dalam mencari alternatif penyelesaian masalah
dan keterampilan menganalisis.
b. Tingkat Pengetahuan
Pengetahuan yang dikuasai oleh pekerja sangat mendukung
dalam menunjang pekerjaannya. Pengetahuan yang ada meliputi
komunikasi, inisiatif, kreativitas, dan konflik. Semakin tinggi
tingkat
pemahaman
sesorang
dapat
dapat
terlihat
mempengaruhi
daya
inovasinya.
c. Tingkat Keterampilan
Keterampilan
pekerja
penerapan ilmu
dan
dengan
pengetahuan, serta
penguasaan
teknologi
yang
dipraktikkan dalam pekerjaannya.
d. Sikap Motivasi terhadap Kinerja
Sikap motivasi pekerja terhadap pekerjaannya, mempengaruhi
kinerja yang ingin dicapai. Apabila terdapat penghargaan yang
tinggi dapat mendorong seseorang untuk lebih giat melakukan
tugas dan meningkatkan kinerja di dalam perusahaan.
e. Tingkat Pengalaman Kerja
Pengalaman seseorang dapat memberikan pengaruh yang
berdampak
positif,
karena
seseorang
akan
belajar
dari
18
pengalaman yang pernah dialami untuk melakukan sesuatu
kearah yang lebih baik dalam kinerjanya.
2. Unsur Eksternal meliputi:
a. Lingkungan Keluarga
Lingkungan keluarga yang kondusif dan memberikan hal yang
positif terhadap pekerjaan sangat mempengaruhi dan mendorong
kinerja karyawan untuk bekerja sebaik mungkin supaya
menghasilkan output yang memuaskan.
b. Lingkungan Sosial Budaya
Aspek kedisiplinan sosial yang tinggi, tanggung jawab sosial,
dan sistem nilai tentang pekerjaannya mendorong karyawan
untuk berperan aktif untuk meningkatkan kinerjanya.
c. Lingkungan Ekonomi
Lingkungan ekonomi dapat terlihat dari laju pertumbuhan
ekonomi, pengangguran, derajat kemiskinan, penguasaan aset
produksi, dan pendapatan perkapita.
d. Lingkungan Belajar
Lingkungan belajar dapat terlihat dalam perilaku masyarakat
yang
menghargai
pentingnya
pendidikan
dan
pelatihan.
Lingkungan belajar dapat terlihat dari ketersediaan infrastruktur
penunjang
proses
belajar,
mutu
belajar,
dan
metode
pembelajaran.
e. Lingkungan Kerja Termasuk Budaya Kerja
Lingkungan kerja tempat dimana seorang bekerja. Suasana kerja
dicirikan oleh aspek-aspek budaya produktif, kepemimpinan,
hubungan karyawan dengan sesama rekan dan atasan yang
seimbang, manajemen kinerja, manajemen pendidikan dan
pelatihan, manajemen karier, dan manajemen kompensasi.
f. Teknologi
Teknologi dibedakan menjadi dua, yaitu teknologi lunak dan
teknologi keras. Teknologi lunak meliputi metode, teknik, dan
19
prosedur kerja. Sedangkan teknologi keras meliputi mesin-mesin
atau alat-alat produksi.
2.3.2 Penilaian Kinerja
Menurut Rivai (2004), penilaian kinerja adalah suatu sistem
formal dan terstruktur yang digunakan untuk mengukur, menilai dan
mempengaruhi sifat-sifat yang berkaitan dengan pekerjaan, perilaku
dan hasil, termasuk tingkat ketidakhadiran. Pada saat bersamaan
karyawan memerlukan umpan balik atas hasil kerja mereka sebagai
panduan bagi perilaku mereka di masa yang akan datang. Pekerja juga
ingin mendapatkan hal positif atas berbagai hal yang telah mereka
lakukan dengan baik selama melakukan pekerjaan.
Menurut Hasibuan (2008), kriteria atau unsur-unsur yang dinilai
dalam penilaian kinerja karyawan meliputi beberapa hal, yaitu:
1. Kesetiaan:
penyelia
mengukur
kesetiaan
karyawan
terhadap
pekerjaannya, jabatan dan organisasinya. Dapat terlihat dari seorang
pekerja yang dihadapkan pada kondisi dan situasi yang sulit yang
berhubungan dengan masa depannya.
2. Kejujuran:
penyelia
menilai
kejujuran
karyawan
dalam
melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sejalan atau tidak
dengan kenyataan.
3. Prestasi kerja: penyelia melihat hasil kerja karyawan dari kualitas
dan kuantitasnya dalam uraian pekerjaannya.
4. Kedisiplinan: penyelia melihat kedisiplinan karyawan dalam
mematuhi paratuaran yang telah dibuat oleh perusahaan dan
melakukan pekerjaan sesuai dengan instruksi dan standar prosedur
yang menjadi tanggung jawab pekerja.
5. Kreativitas:
penyelia
melihat
kemampuan
karyawan
dalam
mengembangkan kreativitasnya dalam penyelesaian pekerjaannya.
6. Kerjasama: penyelia menilai kesediaan karyawan berpartisipasi dan
bekerjasama dengan karyawan lainnya secara vertikal dan horizontal
baik diluar maupun didalam pekerjaan sehingga pekerjaan akan
semakin baik.
20
7. Kepimpinan: penyelia melihat bahwa pekerja mampu untuk
memimpin,
mempunyai
kewibawaan
yang kuat,
dan dapat
mempengaruhi pekerja lainnya.
8. Tanggung jawab: penyelia melihat dan mampu menilai kesediaan
karyawan dalam mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya,
sarana dan prasarana yang digunakan, serta perilaku pekerjaannya.
9. Ketelitian: penyelia melihat kemampuan karyawan dapat menilai
karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya, kehati-hatian dalam
bekerja, dan langkah-langkah dalam bekerja.
Menurut Siagian (2008), berpendapat sistem penilaian prestasi
kerja adalah suatu pendekatan dalam melakukan penilaian prestasi kerja
para pekerja dimana terdapat berbagai faktor,yaitu:
1. Kriteria penilaian adalah manusia yang disamping memiliki
kemampuan tertentu juga tidak luput dari berbagai kelemahan dan
kekurangan.
2. Penilaian yang dilakuakn pada serangkaian tolok ukur tertentu yang
realistik, berkaitan langsung dengan tugas seseorang serta kriteria
yang ditetapkan dan diterapkan secara obyektif.
3. Hasil penilaian yang dilakukan secara berkala itu terdokumentasikan
dengan rapi dan arsip kepegawaian setiap orang sehingga tidak ada
informasi yang hilang, baik yang sifatnya menguntungkan maupun
merugikan pekerja.
4. Hasil penilaian prestasi kerja setiap orang menjadi bahan yang selalu
dipertimbangkan dalam setiap keputusan yang diambil mengenai
mutasi pegawai, baik dalam arti promosi, pengambilalihan tugas, alih
wilayah, maupun pemberhentian tidak atas permintaan sendiri.
Selain itu masih menurut Siagian (2008), pentingnya penilaian
prestasi kerja yang baik sangat bermanfaat untuk berbagai kepentingan,
seperti:
1. Mendorong peningkatan prestasi kerja. Dengan mengetahui hasil
prestasi kerja, ketiga pihak yang terlibat dapat mengambil berbagai
21
langkah yang diperlukan agar prestasi kerja pegawai lebih
meningkat.
2. Bahan pengambilan keputusan dalam pemberian imbalan.
3. Kepentingan mutasi pegawai.
4. Berguna untuk menyusun program pendidikan dan pelatihan, baik
yang dimasksudkan untuk mengatasi berbagai kekurangan dan
kelemahan maupun untuk mengembangkan potensi karyawan yang
ternyata belum sepenuhnya digali dan terungkap melalui penilaian
prestasi kerja.
5. Membantu para pegawai menentukan rancana kariernya dan dengan
bantuan bagian kepegawaian menyusun program pengembangan
karier yang paling tepat, dalam arti sesuai dengan kebutuhan para
pegawai dan kepentingan organisasi
2.3.3 Jenis-jenis penilaian kinerja
Menurut
Rivai
(2004),
jenis-jenis
penilaian
kinerja
dikelompokkan menjadi 6 kategori yaitu:
1. Penilaian hanya oleh atasan
2. Penilaian oleh kelompok lini: atasan dan atasannya lagi bersamasama membahas kinerja dari bawahannya yang dinilai.
3. Penilaian oleh kelompok staf: atasan meminta satu atau lebih
individu untuk bermusyawarah dengannya, dan atasan langsung yang
membuat keputusan akhir.
4. Penilaian melalui keputusan komite, sama seperti pada pola
sebelumnya kecuali bahwa manajer yang bertanggung jawab tidak
lagi mengambil keputusan akhir, dan hasilnya didasarkan pada
pilihan mayoritas.
5. Penilaian berdasarkan peninjauan lapangan: sama seperti pada
kelompok
staf,
namun
melibatkan
wakil
dari
pimpinan
pengembangan atau departemen SDM yang bertindak sebagai
peninjau yang independen.
6. Penilaian oleh bawahan dan sejawat.
22
2.4. Teori Pengaruh K3 Terhadap Kinerja Karyawan
Menurut Mangkuprawira dan Vitayala (2007), kesehatan dan
keselamatan kerja karyawan sangat berperan dalam mempengaruhi kinerja di
perusahaan. Apabila kesehatan kerja terganggu dapat mengganggu mutu dan
produktivitas kerja.
Menurut Rivai (2004), karyawan memiliki hak untuk menuntut
perusahaan agar menyediakan fasilitas kerja yang memadai agar keselamatan
fisik dan mental mereka terlindungi dan dapat meningkatkan kinerja dari
pekerjaan yang dilakukan. Selain itu juga jika perusahaan dapat menurunkan
tingkat dan beratnya kecelakaan kerja, penyakit, dan hal-hal yang berkaitan
dengan stress mampu meningkatkan kualitas kehidupan kerja para
pekerjanya, maka perusahaan akan semakin efektif dan berdampak pada
kinerja baik untuk perusahaan dan karyawan.
2.5. Hasil Penelitian Terdahulu
Mahardika
(2005)
melakukan
penelitian
tentang
Pengaruh
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di PT PLN
(persero) Unit Bisnis Strategis Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UBS
P3B) Region Jawa Timur dan Bali. Analisis data menggunakan analisis
regresi berganda dan hasil penelitiannya menunjukkan bahwa program K3
mempunyai pengaruh yang positif terhadap kinerja karyawan, sehingga
penerapan program K3 yang baik akan meningkatkan kinerja karyawan.
Riestiany (2008) dalam penelitiannya yang berjudul Analisis
Pengaruh Efektivitas Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (SMK3) Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Plant
11 PT Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk. Analisis data yang digunakan
yaitu analisis regresi berganda. PT Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk. Telah
menerapkan SMK3 berdasarkan standar OHSAS 18001 dan Permeneker No.
05/MEN/1996. Penerapan SMK3 tersebut, telah terorganisir dengan baik
sehingga telah mendapat penghargaan Golden Flag dari PT Sucifindo
(auditor eksternal) selama tiga kali pada tahun 2000,2003, dan 2006. Tingkat
keseringan kecelakaan (Injured Frequency Rate-IFR) dan Tingkat keparahan
23
kecelakaan (Injured Saverity Rate-ISR) dari P-11 cenderung menurun hingga
tahun 2007 sejak pertama kali beroperasi tahun 2000 dan telah mencapai zero
accident pada tahun 2006 dan 2007. Berdasarkan persepsi karyawan,
pelaksanaan SMK3 di P-11 telah berjalan dengan baik dan efektif
mengurangi angka kecelakaan kerja terutama dengan penggunaan Alat
Pelindung Diri (APD). Selain itu, karyawan P-11 sangat merasakan manfaat
yang besar dari pemeriksaan kesehatan rutin yang diadakan oleh PT ITP,
Tbk. Tingkat keseringan kecelakaan (Injured Frequency Rate-IFR) dan
Tingkat keparahan kecelakaan (Injured Saverity Rate-ISR) mempengaruhi
produktivitas kerja karyawan, namun IFR lebih signifikan mempengaruhi
tingkat produktivitas kerja karyawan dibandingkan ISR. Semakin kecil IFR
dan ISR maka semakin tinggi tingkat produktivitas kerja karyawan PT ITP.
Noegroho (2009) melakukan penelitian dengan judul Analisis
Hubungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Karyawan Terhadap
Kinerja Karyawan (Studi Kasus PT XYZ Bagian Pressing). Analisis data
yang digunakan untuk penelitian ini menggunakan analisis deskriptif.
Hubungan antara keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan kinerja
karyawan adalah positif, sangat nyata dan berkorelasi substansial (agak kuat).
Faktor K3 memiliki hubungan yang positif, sangat nyata, dan berkorelasi
substansial (agak kuat) dengan kinerja karyawan kecuali kontrol lingkungan
kerja yang memiliki hubungan yang rendah terhadap kinerja karyawan.
Ropiah (2010) dengan judul penelitian Persepsi Karyawan Tentang
Hubungan Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan
Motivasi Kepuasan Kerja Karyawan (Studi Kasus PT Korma Jaya Utama,
Jakarta Selatan).Penelitian ini
menggunakan
analisis
korelasi
Rank
Spearman.Pelaksanaan program K3 di Divisi Produksi PT KJU sudah baik.
Hal ini ditunjukkan dengan kualitas pelaksanaan pelatihan keselamatan yang
sudah efektif, tingginya kontrol lingkungan kerja yaitu dengan adanya
laporan sanitasi yang digunakan sebagai evaluasi terhadap pelaksanaan
program K3 di perusahaan, serta inspeksi dan disiplin yang dilaksanakan
secara rutin dan adanya peningkatan kesadaran K3 oleh karyawan.
24
III. METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian
Perusahaan PT XYZ mempunyai visi dan misi yang digunakan untuk
pedoman dalam menjalankan mekanisme kerja. Perusahaan PT XYZ
mempunyai bagian yang menjadi struktur penting perusahaan yaitu divisi
Engineering yang mempunyai fungsi mengatur segala kebutuhan perusahaan
yang bersifat teknis. Divisi engineering biasa mengatur bagian permesinan
dan ruang kontrol seluruh bagian gedung. Apabila gedung mengalami
kendala teknis karena kurangnya pasokan aliran maka divisi ini yang
bertanggung jawab untuk segera menyelesaikan masalah supaya tidak
mengganggu kelancaran kerja perusahaan.
Program kesehatan dan keselamatan kerja yang peneliti lakukan di
perusahaan PT XYZ meliputi: pelatihan keselamatan terhadap karyawan
dalam melakukan pekerjaan di perusahaan, adanya kontrol lingkungan kerja
yang dilakukan oleh atasan, pengawasan dan disiplin, publikasi keselamatan
kerja yang disebar kepada suluruh pekerja, dan meningkatkan kesadaran akan
kesehatan dan keselamatan kerja saat menjalankan tanggung jawab pekerjaan.
Sedangkan untuk kinerja karyawan peneliti melihat dari inisiatif dan
kreativitas, tanggung jawab, kerjasama, ketelitian, dan kedisiplinan. Dalam
pengolahan data menggunakan analisis Structural Equation Modeling (SEM)
menggunakan metode Latent Variable Score (LVS) dengan bantuan software
LISREL 8.30. Mendapatkan rasa aman dalam meningkatkan pekerjaannya,
aspek kesehatan dan keselamatan kerja merupakan faktor penting dalam
menunjang kinerja karyawan supaya lebih baik. Hal ini akan berdampak
positif terhadap karyawan khususnya divisi engineering. Apabila terpelihara
dengan baik dapat menekan faktor kecelakaan dalam bekerja dan kesehatan
karyawan lebih terjamin. Kerangka pemikiran penelitian dapat dilihat pada
Gambar 4.
25
PT XYZ
Visi dan Misi
Divisi Engineering
Program K3: (Miner, J.B. 1992)
1. Pelatihan Keselamatan
2. Kontrol Lingkungan Kerja
3. Pengawasan dan Disiplin
4. Publikasi Keselamatan Kerja
5. Peningkatan Kesadaran Keselamatan
dan Kesehatan Kerja
Kinerja karyawan: (Hasibuan, 2008)
1. Inisiatif
2. Tanggung jawab
3. Kerjasama
4. Ketelitian
5. Kedisiplinan
Pengaruh Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Kinerja Karyawan divisi Engineering PT XYZ
(K3) terhadap
Rekomendasi
Gambar 4. Kerangka Pemikiran Penelitian
3.2. Penentuan Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Kantor PT XYZ yang berada di Jalan A,
Kota B. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja dengan
pertimbangan bahwa perusahaan PT XYZ telah menerapkan program
kesehatan dan keselamatan kerja (K3) sebagai bukti perhatian dan kepedulian
terhadap tenaga kerjanya sendiri. Penelitian ini dilaksanakan peda bulan Mei
2012-Juni 2012.
26
3.3. Jenis dan Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini ada dua jenis yaitu, data primer dan
data sekunder.
1. Data Primer
Sumber data yang diperoleh secara langsung dari perusahaan yang menjadi
objek penelitian dengan mewancarai secara langsung kepada chief
Engineering, karyawan bagian engineering terkait kesehatan dan
keselamatan kerja (K3) serta kinerja karyawan yang diperoleh dengan
menyebarkan kuesioner kepada responden.
2. Data Sekunder
Data sekunder di peroleh dari studi literatur, baik dari tulisan, data
perusahaan, referensi yang relevan maupun sumber lain yang menunjang
penelitian.
Penelitian ini membahas dua variabel yaitu, kesehatan dan keselamatan
kerja (K3) sebagai variabel bebas (independent) dan kinerja karyawan
sebagai variabel terikat (dependent). Indikator penelitian kesehatan dan
keselamatan kerja meliputi: pelatihan keselamatan, kontrol lingkungan kerja,
pengawasan dan disiplin, publikasi keselamatan kerja, serta peningkatan
kesadaran kesehatan dan keselamatan kerja. Sedangkan indikator penelitian
kinerja meliputi: inisiatif, tanggung jawab, kerjasama, ketelitian, dan
kedisiplinan. Setiap poin jawaban ditentukan skornya menggunakan skala
Likert. Kuesioner penelitian ini menggunakan skala ordinal sebagai acuan,
yaitu:
1. Sangat Tidak Setuju (STS)
2. Tidak Setuju (TS)
3. Setuju (S)
4. Sangat Setuju (SS)
Hasil intrepretasi dari setiap item pernyataan yang digunakan dalam
kuesioner ditentukan berdasarkan rentang skala dengan rumus yaitu:
Rentang Skala
………(1)
27
Penelitian ini menggunakan skala likert 1 sampai 4, sehingga
berdasarkan rumus didapatkan nilai skor rata-rata yang diperoleh sebesar
0,75. Rentang skala yang diperoleh untuk intrepretasi hasil jawaban
kuesioner dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Rentang Skala Intrepretasi Hasil Jawaban Kuesioner
Rataan
Pernyataan
Intrepretasi Hasil
Skor
Jawaban
1.00 – 1.75
Sangat Tidak Setuju
Sangat Tidak Baik
1.76 – 2.50
Tidak Setuju
Tidak Baik
2.51 – 3.25
Setuju
Baik
3.26 – 4.00
Sangat Setuju
Sangat Baik
3.4. Metode Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini
adalah:
1. Wawancara
Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian
dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara penanya dengan
narasumber menggunakan alat yang umum disebut panduan wawancara.
Alat yang umum digunakan untuk mengumpulkan data primer disebut
kuesioner, kuesioner berisi sekumpulan pertanyaan yang diajukan pada
responden untuk diisi dan dijawab. Alat kuesioner yang akan diisi tersebut
bersifat tertutup. Pengisian kuesioner ini dilaksanakan untuk memperoleh
tanggapan terkait dengan penelitian yang berhubungan pengaruh
kesehatan dan keselamatan kerja terhadap kinerja karyawan. Kuesioner
sebelum digunakan untuk penelitian dilakukan uji validitas dan uji
reliabilitas terlebih dahulu.
a.
Uji Validitas
Validitas dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh instrumen
penelitian mampu mencerminkan isi sesuai dengan hal dan sifat yang
diukur.
Artinya,
setiap
butir
instrumen
telah
benar-benar
menggambarkan keseluruhan isi atau sifat konsep yang menjadi dasar
penyusunan instrumen. Langkah-langkah untuk mengukur validitas
kuesioner menurut Umar (2003):
28
1) Mendefenisikan secara operasional suatu konsep yang akan diukur.
2) Melakukan uji coba pengukur tersebut kepada sejumlah responden.
3) Mempersiapkan tabel tabulasi jawaban.
4) Menghitung nilai korelasi antara data pada masing-masing
pertanyaan atau pernyataan dengan skor total. Nilai korelasi dapat
diketahui dengan menggunakan korelasi product moment. Rumus
dari korelasi product moment yang digunakan yaitu:
r(Xi,Y) =
∑
√
∑
∑
∑
∑
∑
∑
..............
Keterangan:
r
= Angka korelasi
Xi = Skor masing-masing pernyataan ke-I r (Xi,Y)
Y = Skor total
n
= Jumlah responden
5) Hasil perhitungan dari Product Moment temyata r hitung > r tabel
yaitu lebih besar 0,361. Maka butir instrument tersebut dianggap
valid dan signifikan, sebaliknya jika r hitung < r tabel maka
dianggap tidak valid, sehingga instrumen tidak dapat digunakan
dalam penelitian.
Berdasarkan hasil pengujian menggunakan bantuan software
SPSS 20.0 for windows, diperoleh pengolahan sebanyak 50 butir
pernyataan yang terbukti valid, karena nilai r hitung lebih besar dari
0.361 (Lampiran 1).
b.
Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas berguna untuk menetapkan apakah instrumen
yang dalam hal ini kuesioner dapat digunakan lebih dari satu kali,
paling tidak oleh responden yang sama. uji reliabilitas untuk
mengetahui sejauh mana suatu instrumen dapat dipercaya. Suatu
instrumen akan reliabel apabila instrumen tersebut dipakai dua kali
untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukuran yang
diperoleh relatif konsisten. Pada uji reliabilitas ini digunakan teknik
Chronbach Alpha yang skornya rentang antara beberapa nilai,
misalnya 0-10 atau 0-100, bila dalam bentuk skala 1-3, 1-5, 1-7, dan
29
seterusnya (Umar,2003). Uji reliabilitas menggunakan software
Microsoft Excell 2010 dan software SPSS 20 for windows, penilaian
koefisien mengacu pada Chronbach Alpha yang memiliki aturan,
dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Klasifikasi Chronbach Alpha
R Alpha
>0.9
>0.8
>0.7
>0.6
>0.5
<0.5
Klasifikasi
Sempurna
Baik
Dapat Diterima
Dipertanyakan
Buruk
Tidak Dapat Diterima
Uji reliabilitas menggunakan rumus Chronbach Alpha sebagai
berikut:
2.
Dimana:
= Reliabilitas isntrumen
= Banyak butir pernyataan
∑
= Jumlah Varian total
= Jumlah varian pernyataan
= Jumlah responden
X
= Nilai skor yang dipilih
Kesimpulan diperoleh dengan cara membandingkan nilai hitung alpha
dan nilai r tabel dari hasil perhitungan. Hasil uji reliabilitas untuk
Program K3 adalah 0.932 dan hasil uji reliabilitas kinerja karyawan
adalah 0.939 dengan menggunakan alat bantu software SPSS 20.0 for
windows, ini berarti instrument dinyatakan reliabel karena nilai hitung
Cronbach Alpha lebih dari 0.6 (nilai hitung Cronbach Alpha > nilai r
tabel).
Hasil perhitungan uji validitas dan reliabilitas dengan menggunakan alat
bantu software SPSS 20.0 for windows dapat dilihat pada Lampiran 1.
Kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya dapat dilihat pada
Lampiran 2.
30
3.5. Teknik Sampel
Menurut Sugiyono (2005) probability sampling adalah teknik sampling
(teknik pengambilan sampel) memberikan peluang yang sama kepada setiap
unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Jumlah
karyawan divisi engineering adalah 40 orang, maka dijadikan sebagai objek
dalam penelitian.
3.6. Hipotesis
Penelitian ini nantinya berguna untuk menegaskan suatu teori dan dapat
diterapkan dalam keadaan nyata. Maka diterapkan suatu hipotesis, yaitu:
Program kesehatan dan keselamatan kerja (K3) mempunyai pengaruh yang
signifikan dan positif terhadap Kinerja Karyawan Divisi Engineering PT
XYZ.
3.7. Metode Pengolahan Data
3.7.1 Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif dilakukan dengan cara mencari nilai rata-rata
yang diperoleh. Nilai rata-rata digunakan untuk memperoleh
kesimpulan yang didapat dengan menggunakan rentang skala yang
sudah ditentukan sebelumnya berdasarkan masing-masing kriteria.
Analisis ini untuk mengetahui karakteristik responden pada penelitian
melalui perhitungan persentase jawaban yang telah ditabulasi. Anaisis
deskriptif
menggunakan
tabulasi
silang.
Analisis
ini
juga
mengidentifikasi karakteristik responden yang berpengaruh terhadap
variabel penelitian, yaitu kesehatan dan keselamatan kerja (K3) serta
kinerja karyawan.
3.7.2 Analisis Structural Equation Modeling (SEM)
Menurut
Wijayanto
(2008)
model
persamaan
structural
(Structural Equation Modeling) yaitu teknik analisis multivariate yang
memungkinkan peneliti untuk menguji hubungan antara variabel yang
kompleks, baik recursive maupun non-recursive untuk memperoleh
gambaran secara menyeluruh terkait keseluruhan model. Komponenkomponen model SEM yang terdiri dari:
31
1. Dua Jenis Variabel, yaitu: variabel laten (Latent Variable) dan
variabel teramati (Observed atau Manifest Variable atau Measured).
2. Dua Jenis Model yaitu model struktural (Structural Model) dan
model pengukuran (Measurement Model).
3. Dua jenis kesalahan yaitu kesalahan structural (Structural Error) dan
kesalahan pengukuran (Measurement Error).
Aplikasi dari model SEM ini menggunakan metode Latent
Variable Score (LVS) dengan bantuan software LISREL 8.30.
Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) serta Kinerja Karyawan dalam
penelitian ini dianggap sebagai indikator yang tidak bisa diukur secara
langsung yang disebut variabel laten.
Bollen dan Long dalam Wijayanto (2008), mengungkapkan
prosedur SEM secara umum akan mengandung tahap-tahap sebagai
berikut:
1. Spesifikasi model
Tahap ini berkaitan dengan pembentukan model awal persamaan
structural,
sebelum
dilakukan
estimasi.
Model
awal
ini
diformulasikan berdasarkan suatu teori atau penelitian sebelumnya.
2. Identifikasi
Tahap ini berkaitan dengan pengkajian tentang kemungkinan
diperolehnya nilai yang unik untuk setiap parameter yang ada di
dalam model dan kemungkinan persamaan simultan tidak ada
solusinya.
3. Estimasi
Tahap ini berkaitan dengan estimasi terhadap model untuk
menghasilkan nilai-nilai parameter dengan menggunakan salah satu
metode estimasi yang digunakan seringkali ditentukan berdasarkan
kerakteristik dari variabel-variabel yang dianalisis.
4. Uji kecocokan
Tahap ini berkaitan dengan pengujian kecocokan antara model
dengan data. Beberapa kriteria ukuran kecocokan atau Goodness Of
Fit (GOF) dapat digunakan untuk melaksanakan langkah ini.
32
5. Respesifikasi
Tahap ini berkaitan dengan respesifikasi model berdasarkan atas
hasil uji kecocokan tahap sebelumnya.
Penelitian
ini
menggunakan
langkah-langkah
Structural
Equation Modeling (SEM) adalah sebagai berikut:
1. Pengembangan model berbasis konsep dan teori
Melakukan pemahaman teori tentang pengaruh kesehatan dan
keselamatan kerja (K3) terhadap kinerja karyawan. Kemudian
menentukan variabel laten dan variabel indikator berdasarkan teori.
2. Mengkonstruksi diagram path
Variabel laten dan variabel indikator dibentuk dalam diagram path
agar lebih mudah memahami bentuk hubungan antar variabel.
3. Konversi diagram path ke model struktural.
Tahap selanjutnya model struktural dan model pengukuran
digambarkan lebih jelas.
4. Memilih matriks input.
Matriks input dipilih dan dimasukkan ke dalam perhitungan
5. Solusi standard model dan evaluasi Goodness Of Fit (GOF)
Matriks input diolah dan melihat nilai Goodness Of Fit (GOF) dari
model solusi standard. Nilai koefisen konstruk kesehatan dan
keselamatan kerja apabila bernilai negatif tidak mempunyai
pengaruh terhadap kinerja karyawan.
6. Intrepretasi model
Tahap akhir adalah mengintrepretasikan model solusi standard,
yaitu melihat besarnya pengaruh atau kontribusi variabel indikator
terhadap variabel laten dan besarnya pengaruh antar variabel laten.
Penyusunan hubungan jalur tiap atribut dalam model dapat dilihat
pada Gambar 5. Indikator pelatihan keselamatan yaitu X1,
indikator kontrol lingkungan kerja yaitu X2, indiaktor pengawasan
dan disiplin yaitu X3, indikator publikasi keselamatan kerja yaitu
X4, dan peningkatan kesadaran kesehatan dan keselamatan kerja
yaitu X5, dimana lima indikator X tersebut akan menerangkan
33
variabel leten eksogen program kesehatan dan keselamatan kerja
(K3). Sedangkan indikator inisiatif yaitu Y1, indikator tanggung
jawab sebagai Y2, indikator kerjasama yaitu Y3, indikator
ketelitian yaitu Y4, dan indikator kedisiplinan yaitu Y5, variabel Y
yang berjumlah lima indikator menerangkan variabel laten
endogen kinerja karyawan.
Adapun hipotesis yang dilakukan sebelum penelitian, adalah
sebagai berikut:
Hipotesis 1 = Indikator pelatihan keselamatan terdapat pengaruh
yang
positif
kesehatan
dan
dan
signifikan
keselamatan
terhadap
kerja
program
(K3)
divisi
Engineering PT XYZ.
Hipotesis 2 = Indikator kontrol lingkungan kerja terdapat pengaruh
yang
positif
kesehatan
dan
dan
signifikan
keselamatan
terhadap
kerja
program
(K3)
divisi
Engineering PT XYZ.
Hipotesis 3 = Indikator pengawasan dan disiplin terdapat pengaruh
yang
positif
kesehatan
dan
dan
signifikan
keselamatan
terhadap
kerja
program
(K3)
divisi
Engineering PT XYZ.
Hipotesis 4 = Indikator
publikasi
keselamatan
kerja
terdapat
pengaruh yang positif dan signifikan terhadap
program kesehatan dan keselamatan kerja (K3) divisi
Engineering PT XYZ.
Hipotesis 5 = Indikator peningkatan kesadaran kesehatan dan
keselamatan kerja (K3) terdapat pengaruh yang positif
dan signifikan terhadap program kesehatan dan
keselamatan kerja (K3) divisi Engineering PT XYZ.
Hipotesis 6 = Indikator inisiatif terdapat pengaruh yang positif dan
signifikan
terhadap
Engineering PT XYZ.
kinerja
karyawan
divisi
34
Hipotesis 7 = Indikator tanggung jawab terdapat pengaruh yang
positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan divisi
Engineering PT XYZ.
Hipotesis 8 = Indikator kerjasama terdapat pengaruh yang positif
dan signifikan terhadap kinerja karyawan divisi
Engineering PT XYZ.
Hipotesis 9 = Indikator ketelitian terdapat pengaruh yang positif dan
signifikan
terhadap
kinerja
karyawan
divisi
Engineering PT XYZ.
Hipotesis 10 = Indikator kedisiplinan terdapat pengaruh yang positif
dan signifikan terhadap kinerja karyawan divisi
Engineering PT XYZ.
Model SEM menggunakan Latend Variable Score (LVS) dapat
dilihat pada Gambar 5.
X1
Y1
X2
Y2
Program
K3
X3
Kinerja
X4
Y3
Y4
X5
Y5
Gambar 5. Model SEM K3 terhadap Kinerja Karyawan
Keterangan :
X1= Pelatihan Keselamatan
Y1= Inisiatif
X2= Kontrol Lingkungan Kerja
Y2= Tanggungjawab
X3= Pengawasan dan Disiplin
Y3= Kerjasama
X4= Publikasi Keselamatan Kerja
Y4= Ketelitian
X5= Peningkatan Kesadaran K3
Y5= Kedisiplinan
X = Program K3
Y = Kinerja
35
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Profil Perusahaan
Perusahaan PT XYZ bergerak dibidang property perkantoran yaitu
penyewaan tempat ruang kerja dan gedung yang didirikan pada tahun 1996.
Perusahaan memiliki desain arsitektur yang bagus, perencanaan ruang yang
efisien, dan keunggulan operasional. Desain arsitektur melalui manajemen
konstruksi yang berasal dari ahli lokal dan internasional, menciptakan
bangunan yang memenuhi standar kenyamanan pengguna. PT XYZ terletak
di daerah yang strategis dari berbagai arah untuk menjangkau lokasi
perusahaan, dan lokasi bebas dari aturan lalu lintas three in one. Mempunyai
luas bangunan total sebesar 90.830 meter persegi dengan 40 lantai membuat
penyewa dan pengunjung dapat merasakan kenyamanan, kemewahan, dan
fleksibilitas.
Perusahaan memiliki perencanaan ruang yang efisien dibangun
ditengah-tengah pusat perekonomian dan bisnis, membuat PT XYZ mendapat
penghargaan landmark dari Pemerintah. Perusahaan PT XYZ terletak
beberapa kavling dengan hotel berbintang, kedutaan besar negara sahabat,
bursa efek, dan pusat konvensi, sehingga perusahaan PT XYZ merupakan
bagian dari zona district bisnis. Lingkungan perusahaan PT XYZ dikelilingi
pepohonan dan tanaman hijau yang subur, taman untuk tempat berkumpul,
serta trotoar khusus pejalan kaki yang menambah nilai eksotik PT XYZ.
Perusahaan PT XYZ menyewakan beberapa ruangan kerja yang dapat
digunakan sebagai pertemuan rapat, operasional kerja perusahaan, dan bank.
Bank yang menyewa diantaranya BCA, BNI, Permata, dan Global. Gedung I
dapat digunakan sebagai tempat ibadah dan menggelar event-event penting
perusahaan penyewa. Gedung II digunakan sebagai pusat operasional
perbankan. Pembayaran uang kontrak sebagai bukti menyewa ruang kerja
maupun gedung menggunakan alat tukar mata uang asing yaitu dollar
Amerika ($) dan penyewa harus memiliki deposito selama setahun kepada PT
XYZ. Ruangan PT XYZ berbentuk unik, dapat melihat panorama tata kota
dari segala arah. Bagian atas gedung terdapat helipad yang dapat digunakan
36
mendarat helikopter sewaktu-waktu untuk urusan yang mendesak dan
kedatangan tamu penting.
Keunggulan operasional perusahaan PT XYZ, setiap ruangan kerja
dilengkapi dengan air conditioner (AC) sentral, cahaya lampu sesuai standar
dinas pekerjaan umum, dan desain interior ruangan yang mewah dapat
disesuaikan dengan keinginan pelanggan. Fasilitas yang diberikan perusahaan
kepada penyewa ruang kerja dan gedung meliputi: layanan kantor, minimart,
kantor pos, restoran, security, air PDAM dan jetpump, listrik, power
generator, serta lahan parkir kurang lebih luasnya 2400 meter persegi terletak
di dalam area gedung yang terbagi dalam tiga basement. Lahan parkir
kendaraan terletak di basement 1, 2, dan 3. Mampu menampung parkir mobil
dan sepeda motor kurang lebih 300 unit untuk masing-masing basement.
Keamanan yang diberikan perusahaan kepada penyewa ruangan adalah 24
jam non stop.
Jabatan paling tinggi di dalam perusahaan PT XYZ adalah General
Manager (GM), tugasnya adalah mengatur, mengawasi, membuat keputusan,
memberikan informasi, dan menerima laporan secara keseluruhan dari empat
departemen yang ada yaitu HRD, Engineering, Security, serta House
Keeping. Setiap departemen dipimpin oleh seorang Chief. Chief HRD
mempunyai tugas dan wewenang membuat laporan keuangan, menginput
data karyawan baik yang aktif maupun tidak untuk keseluruhan departemen.
Chief Security mempunyai tugas dan wewenang mengawasi kinerja
bawahannya,
mengetahui
jumlah
keseluruhan
karyawan
security,
memberikan pelayanan keamanan terbaik untuk pelanggan. Chief House
Keeping mempunyai tugas dan wewenang mengatur jalannya rumah tangga
perusahaan, dan mengawasi kinerja karyawan seperti Office Boy dan
Cleaning Service. Chief Engineering mempunyai tugas dan wewenag
mengatur dan mengawasi jalannya kinerja empat divisi yaitu komunikasi,
listrik, mechanic, air conditioner (AC), dan power generator division (PGD).
Setiap divisi dipimpin oleh seorang supervisor, bertanggung jawab terhadap
kinerja karyawannya. Sruktur organisasi perusahaan dapat dilihat pada
37
Lampiran 3. Sehingga perusahaan dapat dipercaya oleh pelanggan yang ingin
menyewa tempat tersebut.
4.2. Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program kesehatan dan
keselamatan kerja sudah berjalan di perusahaan PT XYZ. Program kesehatan
dan keselamatan kerja (K3) meliputi pelatihan keselamatan, kontrol
lingkungan kerja, pengawasan dan disiplin, publikasi keselamatan kerja, serta
peningkatan kesadaran kesehatan dan keselamatan kerja (K3).
Pelatihan keselamatan yang dilakukan oleh PT XYZ untuk karyawan
khususnya divisi engineering yang sering dilaksanakan yaitu pelatihan
kebakaran dilakukan setiap enam bulan sekali, dampak dari pelatihan ini
diharapkan membuat karyawan dapat lebih terampil saat terjadina kebakaran.
Selain itu juga pelatihan keselamatan dapat memberikan ilmu pengetahuan
kepada karyawan supaya saat bekerja dapat lebih menguasai dan memahami
pekerjaan yang akan dikerjakan. Perusahaan juga memastikan bahwa seluruh
karyawan telah mendapatkan pelatihan secara keseluruhan.
Publikasi keselamatan kerja yang terdapat di PT XYZ meliputi
pemasangan rambu-rambu bahaya pekerjaan, cara pemakaian alat pelindung
diri yang terpampang di setiap sudut ruang kerja, bahaya merokok, cara
menggunakan peralatan yang benar dan aman, serta terdapat pesan-pesan
keselamatan pada setiap ruang kerja yang dimaksudkan untuk diperhatikan
oleh karyawan saat bekerja. Adanya publikasi keselamatan kerja, karyawan
memperhatikan keselamatan saat bekerja berdampak pada tingkat kesehatan
setiap individu.
Pengawasan dilakukan oleh chief engineering kepada bawahannya,
meninjau dan melihat secara langsung kinerja karyawan. Apabila dalam
melakukan pekerjaan karyawan tidak memenuhi standar kerja terlebih hasil
yang dihasilkan tidak memuaskan, maka karyawan tersebut akan diberikan
teguran. Kemudian melanggar tata cara kerja akan diberikan surat peringatan
yang disesuaikan dengan tingkatan pelanggaran dari SP 1 sampai SP 3.
Peningkatan kesadaran kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang
terdapat di perusahaan dimulai pada tingkatan yang rendah sampai pada
38
tingkatan yang paling tinggi. Tingkatan yang rendah dimulai pada pribadi
karyawan seperti penggunaan alat pelindung diri saat bekerja, dengan begitu
karyawan telah sadar terhadap kesehatannya. Tingkatan yang paling tinggi
yaitu perusahaan melibatkan setiap karyawan untuk memberikan masukanmasukan terkait peningkatan kesadaran kesehatan dan keselamatan, karena
hasil masukan-masukan tersebut dijadikan keputusan pembuatan program
yang sesuai dengan karyawannya.
Kontrol lingkungan kerja perusahaan langsung dilakukan oleh atasan,
dengan begitu dapat tercapai lingkungan yang kondusif. Perusahaan sering
melakukan kontrol secara rutin. Hal yang sering dilakukan pengecekan
adalah pengecekan alat pelindung diri mulai dari masker, alat penutup
telinga, safety shoes, dan kacamata dilakukan secara berkala. Jika persediaan
mendekati titik kritis maka secepatnya dilakukan pemesanan satu bulan
sebelum masa habis persediaan kepada supplier. Kecuali untuk safety shoes
dilakukan setiap tahun. Perusahaan tidak pernah melakukan kegiatan
olahraga secara rutin, kegiatan dilakukan secara individu dan pengecekan
kesehatan setiap karyawan hanya dilaksanakan apabila ada klaim dari
karyawan.
4.3. Evaluasi Kinerja Karyawan
Evaluasi kinerja yang dilakukan oleh perusahaan di PT XYZ untuk
menilai hasil kerja karyawan divisi Engineering selama satu tahun meliputi
inisiatif, tanggung jawab, dorongan dan produktivitas, membina hubungan,
kerjasama, komunikasi verbal, ketelitian, kemampuan beradaptasi, kesan
pribadi, kedisiplinan, serta kepimpinan.
Inisiatif karyawan engineering dibutuhkan untuk memberikan
masukan pemikiran kepada PT XYZ untuk menghasilkan inovasi baru
perusahaan. Selain itu juga karyawan dituntut untuk bisa menyelesaikan
masalah dan mencari solusi untuk hasil terakhir dari suatu permasalahan
tersebut. Dapat dilihat pada karyawan divisi engineering harus memiliki
wawasan dan pengetahuan, karena dengan wawasan dan pengetahuan yang
lebih yang dimiliki setiap karyawan divisi engineering dapat menimbulkan
pola pikir yang beragam yang berdampak pada pengambilan keputusan.
39
Tanggung jawab yang diberikan kepada karyawan divisi engineering
disesuaikan terhadap bidang pekerjaannya. Apabila karyawan memiliki
tanggung jawab yang besar terhadap tugas yang diberikan, maka output yang
dihasilkan akan memenuhi standar
yang ingin dicapai perusahaan serta
memiliki kualitas kerja yang sangat baik. Jika karyawan tidak memiliki
tanggung jawab dalam dirinya saat bekerja, maka pekerjaan itu tidak dapat
diselesaikan tepat waktu. Karyawan mengerjakan tanggung jawabnya dengan
sepuh hati tidak ada paksaan sedikit pun untuk menyelesaikan tugas-tugas
yang diberikan oleh atasan.
Dorongan dan produktivitas terdapat di dalam perusahaan PT XYZ
khususnya karyawan engineering. Suatu dorongan diberikan oleh atasan
kepada bawahan untuk menghasilkan tingkat produktivitas kerja yang tinggi.
Dengan adanya dorongan dari atasan diharapkan para karyawan termotivasi
untuk bekerja lebih bersemangat untuk menghasilkan output yang lebih baik
serta menggunakan waktu sebaik mungkin untuk produktivitas yang efektif
dan efisien. Atasan juga memberikan motivasi kepada karyawan, supaya
karyawan dapat bekerja secara serius dan bersungguh-sungguh untuk
mencapai target yang sudah ditetapkan oleh manajemen perusahaan.
Membina hubungan yang baik secara horizontal maupun vertikal
dibutuhkan setiap karyawan divisi engineering dalam menyelesaikan tugas
yang diberikan dari perusahaan dengan baik. Perusahaan menekankan
pentingnya membina hubungan untuk menambah jaringan, berinteraksi, dan
mendekatkan pribadi masing-masing karyawan serta atasan. Selain itu juga
membina hubungan yang baik, karyawan dapat merasakan bahwa mereka
adalah keluarga, dan menimbulkan rasa memiliki antar karyawan. Membina
hubungan yang baik dapat memperkokoh silaturahmi baik antar atasan
maupun sesame pekerja.
Kerjasama atau teamwork sangat diperlukan dalam menyelesaikan
pekerjaan.
Perusahaan
menuntut
kepada
setiap
individu
karyawan
engineering memiliki kerjasama yang baik dengan sesama rekan kerja baik
dalam satu departemen maupun berbeda departemen. Kerjasama yang baik,
40
membuat tugas yang diberikan oleh atasan dapat diselesaikan tepat waktu dan
memuaskan.
Komunikasi verbal yang dilakukan secara bertatap muka maupun
tidak bertatap muka harus dimiliki oleh setiap karyawan engineering.
Perusahaan menuntut karyawan untuk bisa menyampaikan informasi,pesan,
dan pengetahuan secara jelas, baik kepada atasan maupun kepada sesama
karyawan. Sehingga mencegah terjadinya kesalahan dalam komunikasi.
Ketelitian termasuk kedalam keahlian teknis yang harus karyawan
punya, karena pekerjaan ini khususnya pada divisi engineering membutuhkan
tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Apabila setiap karyawan memiliki
kemampuan ketelitian yang tinggi saat bekerja, maka pekerjaan yang
dihasilkan akan bagus. Selain itu kecakapan karyawan dalam bekerja akan
hati-hati dan sesuai prosedur kerja. Sedangkan karyawan yang memiliki
tingkat ketelitian yang rendah saat bekerja, mengakibatkan hasil yang tidak
sesuai dan terkadang tidak menghasilkan output sama sekali dari pekerjaan
tersebut.
Kemampuan beradaptsi karyawan harus secara cepat tidak boleh
melebihi batas yang sudah ditentukan oleh perusahaan PT XYZ. Karena
perusahaan
menginginkan
karyawan
mampu
menyesuaikan
kondisi
lingkungan kerja. Apabila karyawan sangat lambat dan dibawah prosedur
untuk menyesuaikan lingkungan pekerjaan, maka akan menghambat kinerja
perusahaan. Perusahaan akan mengadakan evaluasi terhadap karyawan
tersebut.
Kesan pribadi yang baik harus diperlihatkan oleh setiap karyawan saat
menghadapi atasan, pelanggan, maupun sesama karyawan. Karena kesan
pribadi yang baik memberikan suatu kenyamanan, ketentraman, dan rasa
kekeluargaan saat bekerja.
Kedisiplinan dalam bekerja sudah ditentukan standar oleh perusahaan
untuk dipatuhi seluruh karyawan PT XYZ. Misalnya untuk masuk jam kerja
karyawan, 15 menit sebelum jam masuk sudah datang di kantor. Waktu yang
masih longgar tersebut dapat digunakan untuk menyiapkan pakaian kerja,
menggunakan perlengkapan alat pelindung diri, dan istirahat sebentar
41
sebelum siap untuk memulai pekerjaan. Apabila karyawan datang terlambat,
langsung mengisi formulir pernyataan tidak datang terlambat, dan
mendapatkan teguran dari Chief. Jika mengulangi kejadian yang sama maka
dikenakan sanksi SP1-SP3.
Kepemimpinan yang tegas sangat dibutuhkan dalam suatu organisasi,
setiap karyawan divisi engineering harus memiliki jiwa kepemimpinan yang
baik, bagus, dan berwibawa. Saat diberikan tanggungjawab sebagai
pemimpin untuk memimpin rekan-rekan karyawan divisi engineering,
diharapkan mampu mencapai tujuan kegiatan. Seorang pemimpin yang baik
mampu membawa rekan-rekan kerja untuk memberikan dan mengeluarkan
kemampuan semaksimal mungkin dalam menyelesaikan tugas-tugasnya.
Penilaian dari keseluruhan hasil evaluasi kinerja, dapat dikategorikan
dalam beberapa rentang nilai Tabel 3.
Tabel 3. Penilaian Evaluasi Kinerja
Rentang Nilai Kategori
Intrepretasi
Harus
Memperlihatkan
Perbaikan Dengan Segera.
< 1.9
D
Membutuhkan Penilaian Tambahan
2.0–2.9
C
Sangat Kompeten
3.0–3.5
B
Istimewa
3.6–4.0
A
4.4. Analisis Deskriptif Karakteristik Responden Menggunakan Tabulasi
Silang
Informasi karakteristik responden diperoleh berdasarkan kuesioner
yang diberikan kepada 40 orang karyawan divisi engineering, yang menjadi
responden sebagai hasil keseluruhan dalam pengambilan data primer untuk
dianalisis secara deskriptif menggunakan tabulasi silang. Menganalisis secara
lebih lanjut karakteristik karyawan berdasarkan masa kerja terhadap jenis
kelamin, usia, dan pendidikan terakhir.
4.4.1 Karakteristik Masa Kerja Terhadap Jenis Kelamin
Karyawan divisi engineering PT XYZ yang menjadi responden
dalam penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah karyawan didominasi
oleh pekerja laki-laki yang berjumlah 40 orang atau 100 persen, dengan
masa kerja > 15 tahun sebanyak 16 orang atau menunjukkan presentasi
40 persen. Hal ini disebabkan pekerjaan yang dilakukan pada divisi
42
engineering bersifat teknis dan membutuhkan tenaga yang lebih besar
dibandingkan pekerja perempuan, sehingga karyawan laki-laki lebih
penting dan dibutuhkan untuk menangani pekerjaan ini. Secara umum
dipandang lebih pantas daripada pekerja perempuan. Karakteristik
karyawan divisi engineering berdasarkan masa kerja terhadap jenis
kelamin dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Hasil Tabulasi Silang Karakteristik Masa Kerja Terhadap
Jenis Kelamin
Jenis Kelamin
Total
Laki-Laki
Count
2
2
% of Total
5.0%
5.0%
Count
2
2
% of Total
5.0%
5.0%
Count
4
4
% of Total
10.0%
10.0%
Count
9
9
% of Total
22.5%
22.5%
Count
7
7
% of Total
17.5%
17.5%
Count
16
16
% of Total
40.0%
40.0%
Count
40
40
% of Total
100.0%
100.0%
1-3
4-6
7-9
Masa Kerja
(Tahun)
10-12
13-15
>15
Total
4.4.2 Karakteristik Masa Kerja Terhadap Usia
Karakteristik karyawan divisi engineering PT XYZ berdasarkan
data tabulasi dapat dianalisis bahwa karyawan mayoritas berusia 35 s.d
39 tahun dengan presentasi 37.5 persen yaitu sebanyak 15 orang dengan
lama masa kerja berkisar antara 10 s.d 12 tahun yang berjumlah 9 orang
dengan presentasi 22.5 persen, menandakan bahwa karyawan yang
bekerja di PT XYZ merupakan karyawan senior dan sudah
berpengalaman dibidang engineering sehingga dapat dikatakan sudah
ahli dan menguasai bidang pekerjaannya. Karakteristik masa kerja
terhadap usia dapat dilihat pada Tabel 5.
43
Tabel 5. Hasil Tabulasi Silang Karakteristik Masa Kerja
Terhadap Usia
Usia
Count
1-3
% of
Total
Count
4-6
% of
Total
Count
Masa
7-9
% of
Kerja
Total
(tahun)
Count
10-12
% of
Total
Count
13-15
% of
Total
Count
>15
% of
Total
Count
Total
% of
Total
Total
30 s.d
35 s.d
40 s.d
45 s.d
50 s.d
34
39
44
49
54
2
0
0
0
0
2
5.0%
0.0%
0.0%
0.0%
0.0%
5.0%
1
1
0
0
0
2
2.5%
2.5%
0.0%
0.0%
0.0%
5.0%
0
4
0
0
0
4
0.0%
10.0%
0.0%
0.0%
0.0%
10.0%
0
9
0
0
0
9
0.0%
22.5%
0.0%
0.0%
0.0%
22.5%
0
1
6
0
0
7
0.0%
2.5%
15.0%
0.0%
0.0%
17.5%
0
0
4
6
6
16
0.0%
0.0%
10.0%
15.0%
15.0%
40.0%
3
15
10
6
6
40
7.5%
37.5%
25.0%
15.0%
15.0%
100.0%
4.4.3 Karakteristik Masa Kerja Terhadap Pendidikan Terakhir
Karakteristik karyawan divisi engineering PT XYZ yang menjadi
responden dalam penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas
pendidikan terakhir karyawan yang bekerja memiliki latar belakang
pendidikan SMA Sederajat dengan presentasi 92.5 persen berjumlah 37
orang dan masa kerja paling lama yaitu > 15 tahun dengan jumlah
presentasi 32.5 persen. Hal ini menunjukkan bahwa latar belakang
pendidikan SMA Sederajat untuk bekerja di divisi engineering PT XYZ
pada rentang tahun 1996-1998 sudah sangat memadai dan mampu
untuk berkompetensi. Karakteristik masa kerja dengan pendidikan
terakhir dapat dilihat pada Tabel 6.
44
Tabel 6. Hasil Tabulasi Silang Karakteristik Masa Kerja
Terhadap Pendidikan Terakhir
Pendidikan Terakhir
SMA Sederajat
Count
D3
Total
S1
2
0
0
2
5.0%
0.0%
0.0%
5.0%
2
0
0
2
5.0%
0.0%
0.0%
5.0%
4
0
0
4
10.0%
0.0%
0.0%
10.0%
9
0
0
9
22.5%
0.0%
0.0%
22.5%
7
0
0
7
17.5%
0.0%
0.0%
17.5%
13
2
1
16
32.5%
5.0%
2.5%
40.0%
37
2
1
40
92.5%
5.0%
2.5%
100.0%
1-3
% of Total
Count
4-6
% of Total
Count
Masa
7-9
% of Total
Kerja
(tahun)
Count
10-12
% of Total
Count
13-15
% of Total
Count
>15
% of Total
Count
Total
% of Total
4.5. Persepsi Karyawan Terhadap Program Kesehatan dan Keselamatan
Kerja (K3)
Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) terdiri dari pelatihan
keselamatan, kontrol lingkungan kerja, pengawasan dan disiplin, publikasi
keselamatan kerja, serta peningkatan kesadaran kesehatan dan keselamatan
kerja (K3). Program kesehatan dan keselamatan kerja (K3) secara
keseluruhan dapat diketahui nilai rataan skor melalui hasil rekapitulasi dari
kuesioner yang telah dijawab oleh responden. Nilai rataan menunjukkan
persepsi karyawan terhadap pernyataan dalam kuesioner, dengan batasan
nilai 1.00-1.75 menunjukkan persepsi sangat tidak setuju/sangat tidak baik;
nilai 1.76-2.50 menunjukkan persepsi tidak setuju/tidak baik; nilai 2.51-3.25
menunjukkan persepsi setuju/baik; dan nilai 3.26-4.00 menunjukkan persepsi
sangat setuju/sangat baik. Berdasarkan hasil rataan skor dari program
kesehatan dan keselamatan kerja (K3) secara keseluruhan dapat dilihat pada
Tabel 7.
45
Hasil persepsi karyawan terhadap program kesehatan dan keselamatan
kerja (K3) secara keseluruhan, menunjukkan bahwa semua program
kesehatan dan keselamatan kerja (K3) memperoleh nilai rataan sebesar 3.22
yang termasuk pada kategori baik. Hasil persepsi karyawan, pelatihan
keselamatan memperoleh nilai rataan paling tinggi yaitu 3.34 termasuk pada
kategori sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa dari lima program kesehatan
dan keselamatan kerja lainnya, pelatihan keselamatan paling besar
manfaatnya oleh karyawan divisi engineering PT XYZ. Sedangkan secara
berturut-turut rataan skor terbesar meliputi publikasi keselamatan kerja
memperoleh rataan 3.26, pengawasan dan disiplin mendapat rataan sebesar
3.24, peningkatan kesadaran kesehatan dan keselamatan kerja (K3)
memperoleh hasil rataan sebesar 3.22, serta kontrol lingkungan kerja dengan
nilai rataan sebesar 3.00.
Tabel 7. Analisis Deskriptif Persepsi Karyawan Terhadap K3
No.
Indikator
Rataan Skor
Intrepretasi
1
Pelatihan Keselamatan
3.34
Sangat Baik
2
Kontrol Lingkungan Kerja
3.00
Baik
3
Pengawasan dan Disiplin
3.24
Baik
4
Publikasi Keselamatan Kerja
3.26
Sangat Baik
5
Peningkatan Kesadaran K3
3.22
Baik
Rataan
3.21
Baik
4.5.1 Pelatihan Keselamatan
Nilai rataan skor yang didapatkan dari hasil penelitian pada
pelatihan keselamatan menunjukkan hasil persepsi karyawan divisi
engineering PT XYZ. Pelatihan keselamatan memiliki unsur yang
meliputi: perusahaan telah memberikan pelatihan penggunaan alat-alat
keselamatan kerja kepada karyawan, pelatihan keselamatan yang
diselenggarakan perusahaan sudah sesuai standar OHSAS, pelatihan
yang diberikan oleh perusahan untuk mendapatkan ISO 18001,
pelatihan kesehatan dan keselamatan kerja telah membuat karyawan
berpartisipasi dalam menjaga lingkungan, dan pelatihan kesehatan dan
keselamatan memberikan banyak informasi terhadap bahaya pekerjaan
46
serta pentingnya keselamatan kerja. Persepsi karyawan mengenai
pelatihan keselamatan dapat dilihat pada Tabel 8.
Tabel 8. Persepsi Karyawan Terkait Pelatihan Keselamatan
Pelatihan Keselamatan
No.
Pernyataan
Rataan
Intrepretasi
Skor
Perusahaan
telah
memberikan
1
2
3
4
5
pelatihan
penggunaan
alat-alat
keselamatan kerja kepada saya.
Pelatihan
keselamatan
yang
diselenggarakan perusahaan kepada
saya sesuai standar OHSAS
Menurut saya, pelatihan yang
diberikan
perusahan
untuk
mendapatkan ISO 18001
Pelatihan keselamatan dan kesehatan
kerja
telah
membuat
saya
berpartisipasi
dalam
menjaga
lingkungan
Pelatihan K3 memberikan banyak
informasi
terhadap
bahaya
pekerjaan
serta
pentingnya
keselamatan kerja
Rataan
3.43
Sangat Baik
3.20
Baik
3.18
Baik
3.40
Sangat Baik
3.48
Sangat Baik
3.34
Sangat Baik
Berdasarkan hasil penelitian (Tabel 8), menunjukkan persepsi
karyawan
terhadap
memperoleh
nilai
pelatihan
rataan
skor
keselamatan
sebesar
secara
3.34.
keseluruhan
Hasil
tersebut
menunjukkan bahwa tingkat persepsi karyawan terhadap pelatihan
adalah sangat baik. Menurut persepsi karyawan sangat baik, dengan
rataan skor 3.48 terhadap pernyataan bahwa pelatihan kesehatan dan
keselamatan kerja (K3) memberikan banyak informasi terhadap bahaya
pekerjaan. Menurut persepsi karyawan baik, dengan rataan skor 3.18
terhadap pernyataan bahwa pelatihan yang diberikan perusahaan untuk
mendapatkan ISO 18001. Nilai tersebut telah memperlihatkan bahwa
persepsi karyawan terhadap semua pernyataan pelatihan keselamatan
termasuk dalam kategori sangat baik. Namun karena mempunyai nilai
rataan skor terkecil pada pernyataan pelatihan yang diberikan
perusahaan untuk mendapatkan ISO 18001, tetap dibutuhkan langkah
nyata untuk mengoptimalkan lebih lanjut, supaya dapat melaksanakan
47
pelatihan dengan sangat baik. Persepsi atasan pada program
keselamatan sudah berjalan sangat baik, selalu diadakannya pelatihan
keselamatan setiap enam bulan sekali.
4.5.2 Kontrol Lingkungan Kerja
Pernyataan kontrol lingkungan kerja meliputi: perusahaan
menyediakan ventilasi, suhu, dan penerangan di ruang kerja cukup
baik, ruangan tempat saya bekerja cukup bersih, perusahaan selalu
mengadakan pemeriksaan kesehatan karyawan secara rutin dan
memberikan jaminan asuransi, perlengkapan keamanan keselamatan
kerja selalu tersedia di lingkungan kerja, serta perusahaan selalu
mengadakan kegiatan olahraga secara rutin untuk menjaga kesehatan
pekerja. Persepsi karyawan terkait dengan kontrol lingkungan kerja
dapat dilihat pada Tabel 9.
Berdasarkan hasil penelitian (Tabel 9), menunjukkan persepsi
karyawan terhadap kontrol lingkungan kerja secara keseluruhan
memperoleh rataan skor sebesar 3.00. Hasil tersebut menunjukkan
bahwa kontrol lingkungan kerja sudah berjalan dengan baik. Menurut
persepsi karyawan sangat baik, dengan rataan skor 3.43 terhadap
pernyataan bahwa perusahaan menyediakan ventilasi, penerangan yang
cukup, dan pengaturan suhu memperoleh. Dapat disimpulkan bahwa
kondisi tempat kerja karyawan sudah cukup nyaman untuk melakukan
kegiatan sehari-hari. Menurut persepsi karyawan tidak baik, dengan
rataan skor 2.48 dan 2.50 terhadap pernyataan bahwa perusahaan
melakukan pemeriksaan karyawan secara kontinu dan perusahaan
sering melakukan kegiatan olahraga. Hasil ini dapat membuat atasan
untuk lebih sering melakukan kontrol. Persepsi atasan belum semua
program berjalan dengan baik, harus lebih mengupayakan adanya
kegiatan internal yang dapat mengurangi stress kerja pada karyawan
melalui kegiatan olahraga setiap akhir pekan. Sehingga karyawan
dapat kembali bekerja lebih maksimal untuk menghasilkan output.
48
Tabel 9. Persepsi Karyawan Terkait Kontrol Lingkungan Kerja
Kontrol Lingkungan Kerja
No.
Pernyataan
Rataan Intrepretasi
Skor
Perusahaan menyediakan ventilasi,
1
2
3
4
5
suhu, dan penerangan di ruang kerja
cukup baik.
Ruangan tempat saya bekerja cukup
bersih
Perusahaan
selalu
mengadakan
pemeriksaan kesehatan karyawan secara
rutin dan memberikan jaminan asuransi.
Perlengkapan
keamanan
dan
keselamatan kerja selalu tersedia di
lingkungan kerja saya.
Perusahaan selalu mengadakan kegiatan
olahraga secara rutin untuk menjaga dan
menunjang kesehatan pekerja
Rataan
3.43
Sangat Baik
3.23
Baik
2.48
Tidak Baik
3.35
Sangat Baik
2.50
Tidak Baik
3.00
Baik
4.5.3 Pengawasan dan Disiplin
Pengawasan dan disiplin memiliki unsur dalam setiap
pernyataan yang diantaranya meliputi: perusahaan selalu melakukan
pengecekan alat-alat keselamatan kerja dan mesin-mesin sebelum
dioperasikan secara rutin, perusahaan selalu mewajibkan bagi seluruh
karyawan menggunakan alat pelindung diri saat bekerja, melakukan
sidak secara tiba-tiba, serta memiliki aturan yang tegas terkait dengan
keselamatan kerja.
Berdasarkan hasil penelitian (Tabel 10), menurut persepsi
karyawan sangat baik, dengan rataan skor 3.40 terhadap pernyataan
bahwa perusahaan selalu mewajibkan bagi seluruh karyawan
menggunakan alat pelindung diri saat bekerja. Menurut persepsi
karyawan baik, dengan rataan 2.95 terhadap pernyataan bahwa
perusahaan melakukan sidak secara tiba-tiba. Secara keseluruhan
pengawasan dan disiplin sudah berjalan baik. Namun lebih diusahakan
lagi supaya pengawasan dan disiplin berjalan lebih optimal. Persepsi
atasan sudah melakukan pengawasan dengan baik terhadap kinerja
karyawan dan memantau setiap pekerjaan yang dilakukan oleh
karyawan. Karyawan tersebut telah mematuhi standar prosedur yang
49
ditetapkan, salah satunya adalah penggunaan alat pelindung diri saat
bekerja.
Tabel 10. Persepsi Karyawan Terkait Pengawasan dan Disiplin
Pengawasan dan Disiplin
No.
Pernyataan
Rataan Intrepretasi
Skor
Perusahaan
selalu
melakukan
1
2
3
4
5
pengecekan alat-alat keselamatan kerja
secara rutin.
Perusahaan
selalu
melakukan
pengecekan
terhadap
mesin-mesin
sebelum dioperasikan.
Perusahaan selalu mewajibkan bagi
seluruh karyawan menggunakan alat
pelindung diri saat bekerja.
Perusahaan melakukan sidak secara tibatiba
Perusahaan telah mempunyai aturan
yang tegas terkait dengan keselamatan
kerja.
Rataan
3.30
Sangat Baik
3.30
Sangat Baik
3.40
Sangat Baik
2.95
Baik
3.25
Baik
3.24
Baik
4.5.4 Publikasi Keselamatan Kerja
Nilai rataan skor yang didapatkan dari hasil penelitian pada
publikasi keselamatan kerja, menunjukkan persepsi karyawan divisi
engineering PT XYZ. Pernyataan tentang publikasi keselamatan kerja
meliputi: perusahaan mensosialisasikan penggunaan alat pelindung diri
(APD), telah memasang rambu-rambu tanda peringatan bahaya di
tempat strategis, memberikan informasi tentang tingkat bahaya, atasan
memberikan contoh yang baik dalam bekerja, dan terdapat pesanpesan.
Berdasarkan hasil penelitian (Tabel 11), publikasi keselamatan
kerja. Menurut persepsi karyawan, perusahaan telah melaksanakan
program kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dengan sangat baik,
memperoleh rataan skor keseluruhan sebesar 3.26. Menurut persepsi
karyawan sangat baik, dengan rataan skor sebesar 3.40 terhadap
pernyataan bahwa perusahaan telah mensosialisasikan penggunaan alat
pelindung diri dan alat pemadam kebakaran. Menurut persepsi
karyawan baik, dengan rataan skor 3.13 terhadap pernyataan bahwa
50
perusahaan memberikan informasi tentang tingkat bahaya pekerjaan
kepada karyawan. Walaupun secara keseluruhan sudah sangat baik,
nilai yang kurang harus dioptimalkan lagi.
Persepsi atasan terhadap publikasi sudah berjalan sangat baik,
salah satunya yang diterapkan di perusahaan tersebut dengan
memasang gambar-gambar bahaya kecelakaan dan tulisan-tulisan
keselamatan, tata cara pekerjaan pada dinding, serta ruangan kerja
karyawan.
Tabel 11. Persepsi Karyawan Terkait Publikasi Keselamatan
Kerja
Publikasi Keselamatan Kerja
No.
Pernyataan
Rataan Intrepretasi
Skor
Perusahaan
mensosialisasikan
1
2
3
4
5
penggunaan alat pelindung diri (APD)
dan alat pemadam kebakaran.
Perusahaan telah memasang ramburambu tanda peringatan bahaya di
tempat strategis.
Perusahaan
memberikan
informasi
tentang tingkat bahaya pekerjaan kepada
karyawan.
Atasan saya memberikan contoh yang
baik mengenai cara bekerja yang aman
dan sehat.
Di lingkungan perusahaan terdapat
pesan – pesan tentang keselamatan dan
kesehatan kerja.
Rataan
3.40
Sangat Baik
3.28
Sangat Baik
3.13
Baik
3.23
Baik
3.25
Baik
3.26
Sangat Baik
4.5.5 Peningkatan Kesadaran K3
Nilai rataan yang didapatkan dari peningkatan kesadaran K3,
menunjukkan persepsi karyawan divisi engineering PT XYZ.
Peningkatan kesadaran K3 meliputi pernyataan: menempatkan
kesehatan dan keselamatan kerja (K3) sebagai prioritas utama dalam
bekerja, menginginkan masukan terkait dengan masalah kesehatan dan
keselamatan
kerja
(K3),
berkomitmen
secara
serius
untuk
meningkatkan kesadaran terkait kesehatan dan keselamatan kerja (K3),
penggunaan alat pelindung diri saat bekerja, dan berperan aktif dalam
51
penerapan program kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dalam
bekerja.
Tabel 12. Persepsi Karyawan Terkait Peningkatan Kesadaran K3
Peningkatan Kesadaran K3
No.
Pernyataan
Rataan Intrepretasi
Skor
Perusahaan telah menempatkan K3
3.25
Baik
1
2
3
4
5
sebagai prioritas utama dalam
bekerja.
Perusahaan menginginkan masukanmasukan dari saya terkait dengan
masalah K3.
Menurut saya, perusahaan berkomitmen
secara serius untuk meningkatkan
kesadaran terkait K3.
Saya selalu menggunakan alat pelindung
diri saat bekerja.
Perusahaan menginginkan saya berperan
aktif dalam penerapan program K3
dalam bekerja.
Rataan
3.15
Baik
3.23
Baik
3.28
Sangat Baik
3.20
Baik
3.22
Baik
Berdasarkan hasil penelitian (Tabel 12), peningkatan kesadaran
K3 diperoleh nilai rataan keseluruhan sebesar 3.22 yang termasuk
dalam kategori baik. Menurut persepsi karyawan sangat baik, dengan
rataan skor 3.28 tehadap pernyataan menggunakan alat pelindung diri
saat bekerja mempunyai. Dapat disimpulkan bahwa semua pekerja
telah menggunakan alat pelindung diri saat bekerja. Menurut persepsi
karyawan baik, dengan rataan skor 3.15 terhadap pernyataan bahwa
perusahaan menginginkan masukan dari karyawan.
4.6. Persepsi Karyawan Terhadap Kinerja
Kinerja karyawan memiliki lima indikator yang terdiri dari: inisiatif,
tanggung jawab, kerjasama, ketelitian, dan kedisiplinan. Indikator tersebut
dapat diketahui nilai rataan skala melalui kuesioner yang telah dijawab oleh
responden. Berdasarkan hasil rataan skala dari kelima indikator kinerja
karyawan diperoleh rincian skala secara keseluruhan yang dapat dilihat pada
Tabel 13. Persepsi karyawan dengan menggunakan kuesioner diperoleh nilai
52
kinerja karyawan secara keseluruhan memperlihatkan bahwa persepsi
karyawan terhadap kinerja mempunyai nilai rataan skala sebesar 3.25 yang
menunjukkan bahwa kinerja yang dimiliki karyawan sudah berjalan dengan
baik. Tanggung jawab dan kedisiplinan yang dimiliki oleh karyawan divisi
engineering PT XYZ sudah sangat baik, dapat diartikan bahwa mereka
bekerja dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati.
Tabel 13. Rataan Skor Kuesioner Kinerja Karyawan
No.
Indikator
Rataan Skor
Inisiatif
1
3.18
2
Tanggung jawab
3.28
3
Kerjasama
3.27
4
Ketelitian
3.23
5
Kedisiplinan
3.28
Rataan
3.25
Intrepretasi
Baik
Sangat Baik
Sangat Baik
Baik
Sangat Baik
Baik
4.6.1 Inisiatif
Nilai rataan yang didapatkan dari inisiatif, menunjukkan
persepsi karyawan divisi engineering PT XYZ. Inisiatif memiliki
beberapa pernyataan yaitu kemampuan karyawan untuk mengeluarkan
potensi yang dimilikinya baik itu berupa gagasan, tindakan yang
dilakukan berdasarkan dorongan hati tanpa paksaan, mampu
mengkomunikasikan gagasan secara efektif, menemukan solusi untuk
pemecahan masalah, dan bertanya apabila mengalami kesulitan.
Berdasarkan hasil penelitian (Tabel 14), persepsi karyawan
terhadap inisiatif, secara keseluruhan menunjukkan nilai rataan sebesar
3.18. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi karyawan terhadap inisiatif
sudah berjalan dengan baik. Persepsi karyawan sangat baik, dengan
rataan skor 3.33 terhadap pernyataan karyawan akan bertanya kepada
teman kerja apabila mengalami kesulitan dalam bekerja. Menurut
persepsi karyawan baik, dengan rataan skor 3.05 terhadap pernyataan
bahwa mampu mengkomunikasikan secara efektif. Kesimpulan yang
didapatkan bahwa karyawan divisi engineering apabila mengalami
kesulitan dalam bekerja akan selalu bertanya kepada teman. Namun
53
dalam
mengkomunikasikan
ide
dengan
efektif
harus
lebih
dioptimalkan lagi supaya bisa berjalan sangat baik.
Persepsi atasan terhadap inisiatif yang dimiliki karyawan divisi
engineering sudah berjalan baik. Karyawan dapat mencari solusi
dalam menyelesaikan permasalahan baik secara individu maupun
bersama-sama.
Tabel 14. Persepsi Karyawan Terkait Inisiatif
Inisiatif
No.
Pernyataan
Rataan
Skor
Saya selalu bertanya kepada rekan
1
2
3
4
5
kerja apabila mengalami kesulitan
dalam melakukan pekerjaan
Saya selalu mampu menemukan
beberapa alternatif solusi dari suatu
masalah.
Saya selalu suka menemukan gagasan
baru
Saya selalu bertindak karena dorongan
hati bukan paksaan
Saya selalu mampu mengkomunikasikan
gagasan secara efektif.
Rataan
Intrepretasi
3.33
Sangat Baik
3.10
Baik
3.15
Baik
3.28
Sangat Baik
3.05
Baik
3.18
Baik
4.6.2 Tanggung Jawab
Nilai rataan skor tanggung jawab, menunjukkan persepsi
karyawan divisi engineering PT XYZ. Tanggung jawab memiliki
beberapa pernyataan diantaranya adalah tugas-tugas yang diberikan
sesuai dengan wewenang, mendahulukan kepentingan pekerjaan
daripada kepentingan pribadi, menyelesaikan tugas tepat waktu,
memberikan hasil yang memuaskan, dan bertanggung jawab terhadap
lingkungan.
Berdasarkan hasil penelitian (Tabel 15), menunjukkan persepsi
karyawan terhadap tanggung jawab sudah berjalan sangat baik.
Terlihat dari hasil rataan skor secara keseluruhan dari lima pernyataan
memperoleh nilai akhir sebesar 3.28. Menurut persepsi karyawan
sangat baik, dengan rataan skor 3.38 terhadap pernyataan karyawan
selalu memberikan hasil yang memuaskan dari pekerjaan yang
54
dihasilkan. Menurut persepsi karyawan baik, dengan rataan skor 3.20
terhadap pernyataan tugas-tugas yang diberikan kepada karyawan
sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya. Untuk nilai terkecil
yang masih berada pada intrepetasi baik, harus dioptimalkan lebih
lanjut supaya semua dapat berjalan dengan sangat baik.
Persepsi atasan sudah berjalan baik terhadap tanggung jawab
yng dimiliki karyawan, terlihat dari pekerjaan yang dilakukan dengan
sungguh-sungguh dan sepenuh hati.
Tabel 15. Persepsi Karyawan Terkait Tanggung Jawab
Tanggung Jawab
No.
Pernyataan
Rataan
Intrepretasi
Skor
Tugas-tugas yang diberikan kepada
3.20
Baik
1
2
3
4
5
saya sesuai dengan wewenang dan
tanggung jawab.
Saya selalu mendahulukan kepentingan
pekerjaan
daripada
kepentingan
pribadi.
Saya selalu menyelesaikan tugas tepat
waktu
Saya selalu memberikan hasil yang
memuaskan dari hasil pekerjaan
yang saya lakukan.
Saya selalu bertanggung jawab
terhadap lingkungan tempat saya
bertugas.
Rataan
3.28
Sangat Baik
3.25
Baik
3.38
Sangat Baik
3.30
Sangat Baik
3.28
Sangat Baik
4.6.3 Kerjasama
Nilai rataan skor kerjasama, menunjukkan persepsi karyawan
divisi engineering PT XYZ. Kerjasama memiliki beberapa unsur
pernyataan diantaranya adalah mampu bekerja sama dengan rekan
kerja satu departemen, kerjasama antara atasan dan bawahan sudah
terjalin dengan baik, mampu bekerjasama dalam kondisi apapun,
pentingnya kerjasama dengan departemen lain, serta mempunyai
hubungan yang baik sesama rekan kerja.
Berdasarkan hasil penelitian (Tabel 16), menunjukkan bahwa
persepsi karyawan terkait dengan kerjasama memiliki nilai rataan
55
keseluruhan sebesar 3.27, termasuk dalam intrepretasi sangat baik.
Menurut persepsi karyawan sangat baik, dengan rataan skor 3.35
terhadap pernyataan bahwa karyawan mampu bekerja sama dengan
orang lain dalam menyelesaikan pekerjaan dalam satu departemen dan
perusahaan menekankan pentingnya kerjasama dengan departemen
lain. Dapat disimpulkan bahwa karyawan telah melaksanakan
kerjasama baik dalam satu departemen maupun departemen lain.
Menurut persepsi karyawan baik, dengan rataan skor 3.13 terhadap
pernyataan bahwa karyawan mampu diajak bekerjasama dalam kondisi
apapun. Persepsi atasan terhadap kerjasama yang dilakukan karyawan
sudah berjalan sangat baik, terlihat pada keterpaduan teamwork.
Tabel 16. Persepsi Karyawan Terkait Kerjasama
Kerjasama
No.
Pernyataan
Rataan
Skor
Saya selalu mampu bekerja sama
3.35
1
2
3
4
5
dengan
orang
lain
dalam
menyelesaikan pekerjaan dalam satu
departemen
Menurut saya, kerjasama antara atasan
dan bawahan sudah terlaksana dengan
baik.
Saya selalu mampu diajak kerja sama
dalam kondisi apapun.
Perusahaan menekankan kepada
saya pentingnya kerja sama dengan
departemen lain.
Saya selalu mempunyai hubungan yang
baik dengan rekan kerja.
Rataan
Intrepretasi
Sangat Baik
3.23
Baik
3.13
Baik
3.35
Sangat Baik
3.28
Sangat Baik
3.27
Sangat Baik
4.6.4 Ketelitian
Nilai rataan skor dari hasil penelitian pada ketelitian,
menunjukkan persepsi karyawan divisi engineering PT XYZ.
Ketelitian memiliki beberapa unsur pernyataan diantaranya adalah
membutuhkan ketelitian dalam bekerja, melakukan pengecekan
terhadap oli mesin, baterai starter, bahan bakar minyak, dan berhatihati saat melakukan pembersihan mesin.
56
Tabel 17. Persepsi Karyawan Terkait Ketelitian
Ketelitian
No.
Pernyataan
Rataan
Skor
Menurut saya, pekerjaan ini
1
2
3
4
5
membutuhkan
ketelitian
dan
kecermatan yang tinggi
Saya selalu melakukan pengecekan
oli mesin
Saya selalu melakukan pengecekan
terhadap Baterai Starter
Saya selalu melakukan pengecekan
terhadap bahan bakar minyak
Saya
selalu
berhati-hati
saat
pembersihan mesin.
Rataan
Intrepretasi
3.40
Sangat Baik
3.18
Baik
3.15
Baik
3.15
Baik
3.28
Sangat Baik
3.23
Baik
Berdasarkan hasil penelitian (Tabel 17), menunjukkan persepsi
karyawan terkait dengan ketelitian sudah berjalan dengan baik
mempunyai rataan skor sebesar 3.23. Menurut persepsi karyawan
sangat baik, dengan rataan skor 3.40 terhadap pernyataan bahwa
pekerjaan
di
divisi engineering
membutuhkan
ketelitian
dan
kecermatan saat bekerja sangat tinggi. Menurut persepsi karyawan
baik, dengan rataan skor 3.15 terhadap pernyataan bahwa karyawan
selalu
melakukan
pengecekan
baterai
starter
dan
melakukan
pengecekan terhadap bahan bakar minyak. Nilai terkecil harus lebih
dimaksimalkan supaya ketelitian karyawan dapat berjalan dengan
sangat baik.
Persepsi atasan terhadap hasil kerja karyawannya saat bekerja
adalah baik, dapat dilihat pada saat mengerjakan perawatan mesin
dilakukan dengan hati-hati dan perhitungan.
4.6.5 Kedisiplinan
Nilai rataan kedisiplinan, menunjukkan persepsi karyawan divisi
engineering PT XYZ. Kedisiplinan meliputi pernyataan menaati
peraturan, datang tepat waktu, mengutamakan etos kerja, menghindari
pemakaian alat komunikasi kerja, dan hadir setiap hari kerja. Persepsi
karyawan dapat dilihat pada Tabel 18.
57
Tabel 18. Persepsi Karyawan Terkait Kedisiplinan
Kedisiplinan
No.
Pernyataan
Rataan
Skor
Saya selalu menaati segala peraturan
3.43
1
2
3
4
5
yang telah dibuat oleh perusahaan.
Saya selalu datang waktu sesuai dengan
jam masuk kerja.
Saya selalu mengedepankan etos kerja.
Saya selalu menghindari pemakaian
alat komunikasi saat bekerja.
Saya selalu hadir setiap hari kerja.
Rataan
Intrepretasi
Sangat Baik
3.28
Sangat Baik
3.30
Sangat Baik
3.18
Baik
3.20
Baik
3.28
Sangat Baik
Berdasarkan hasil penelitian (Tabel 18) menunjukkan persepsi
karyawan
secara
keseluruhan
untuk
pernyataan
kedisiplinan
mempunyai rataan sebesar 3.28. Kedisiplinan karyawan divisi
engineering PT XYZ sudah sangat baik. Menurut persepsi karyawan,
dengan rataan skor 3.43 terhadap pernyataan bahwa menaati segala
peraturan yang telah dibuat, hal ini memperlihatkan bahwa karyawan
memiliki kepatuhan yang tinggi kepada peraturan yang berlaku.
Mereka menyadari pentingnya menaati peraturan buat diri sendiri saat
bekerja. Persepsi karyawan baik, dengan rataan skor 3.18 terhadap
pernyataan menghindari pemakaian alat komunikasi kerja, hasil
tersebut menunjukkan bahwa ada beberapa karyawan yang masih
menggunakan alat komunikasi saat bekerja. Untuk nilai terkecil harus
lebih dimaksimalkan, supaya seluruh pernyataan dapat berjalan dengan
sangat baik.
Persepsi atasan terhadap kedisiplinan karyawan saat bekerja
sudah memenuhi standar perusahan, dimana karyawan mematuhi
segala aturan yang dibuat perusahaan dan menerapkannya dengan
sangat baik. Terlihat pada saat jam masuk kerja dan pemakaian alat
pelindung diri (APD).
58
4.7. Pengaruh Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Terhadap Kinerja
Karyawan
Hasil
karakteristik
karyawan
divisi
engineering
PT
XYZ,
memperlihatkan bahwa karyawan laki-laki memiliki jumlah yang sangat
banyak dibandingkan dengan karyawan berjenis kelamin perempuan. Terlihat
pada hasil tabulasi kuesioner responden seluruhnya berjenis kelamin laki-laki
yang berjumlah 40 orang atau 100 persen, mayoritas usia karyawan yang
bekerja pada divisi engineering berada pada rentang usia 35 – 39 tahun
sebesar 37.5 persen atau 15 orang, pendidikan terakhir karyawan ngineering
mayoritas adalah SMA Sederajat sebesar 92.5 persen atau 37 orang, dan masa
kerja karyawan engineering mayoritas > 15 tahun sebanyak 40 persen atau 16
orang.
Pengaruh kesehatan dan keselamatan kerja (K3) terhadap kinerja
karyawan menggunakan alat analisis data yaitu Structural Equation Modeling
(SEM) metode Latend Variable Score (LVS) dengan bantuan software
LISREL 8.30 for windows. Penggunaan Structural Equation Modeling (SEM)
bertujuan untuk mendapatkan yang terbaik dari model yang dihasilkan oleh
model Structural Equation Modeling (SEM) itu sendiri. Model persamaan
struktural yang dihasilkan nantinya akan memenuhi standar Goodness Of Fit
(GOF) yang sudah ditentukan standarnya berdasarkan ketetapan. Jika
indikator yang menilai adalah fit, nilai yang dihasilkan memenuhi standar
Cut-off-value, maka bisa dihasilkan nilai Good Fit. Sedangkan indikatornya
yang menilai adalah fit tetapi tidak memenuhi standar maka indikator tersebut
termasuk pada kategori marginal fit/close fit/poor fit dengan aturan rentang
nilai yang semakin jauh dari standar sebenarnya. Program Kesehatan dan
Keselamatan Kerja (K3) di simbolkan X, dan Kinerja dengan simbol Y.
Model yang dihasilkan oleh Structural Equation Modeling (SEM) dapat
dilihat pada Model 1 (Gambar 6 dan 7).
59
Pelatihan
Keselamatan
Inisiatif
Kontrol
Lingkung
an Kerja
Tanggung
Jawab
Pengawas
an dan
Disiplin
Kerjasama
Publikasi
Keselamat
an Kerja
Ketelitian
Peningkatan
Kesadaran
K3
Kedisiplinan
Gambar 6. Koefisien Lintas Model 1 Pengaruh Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Terhadap Kinerja Karyawan
Pelatihan
Keselamatan
Inisiatif
Kontrol
Lingkungan
Kerja
Tanggung
Jawab
Pengawasan
dan Disiplin
Kerjasama
Publikasi
Keselamatan
Kerja
Ketelitian
Peningkatan
Kesadaran
K3
Kedisiplinan
Gambar 7. Nilai Signifikan Test (Uji-t) Model 1 Pengaruh Kesehatan dan
Keselamatan Kerja (K3) Terhadap Kinerja Karyawan
Berdasarkan hasil penelitian (Gambar 6 dan 7), menunjukkan bahwa nilai
koefisien konstruk yang dihasilkan dari perhitungan SEM dengan metode
LVS bernilai positif dan signifikan sebesar 0.18. Nilai 0.18 bernilai positif
dan memenuhi standar tidak bernilai negatif yang berarti program kesehatan
60
dan keselamatan kerja (K3) mempunyai pengaruh terhadap peningkatan
kinerja karyawan divisi engineering PT XYZ. Terbukti bahwa seluruh
program kesehatan secara keseluruhan yang meliputi pelatihan keselamatan,
publikasi keselamatan K3, peningkatan kesadaran K3, kontrol lingkungan,
serta pengawasan dan disiplin memberikan keterikatan yang tinggi pada
kinerja karyawan divisi engineering.
Tabel 19. Good Of Fit (GOF) Model 1
Good Of Fit
Model 1
Absolute fit model
107.35
Chi-Square
32
Degree of freedom
0.95
GFI
0.246
RMSEA
Incremental fit model
0.91
AGFI
0.93
NFI
1.00
NNFI
1.00
IFI
0.90
RFI
1.00
CFI
Parsimonius Goodness Of Fit Index
0.55
PGFI
0.66
PNFI
Syarat
Keterangan
Model 1
Nilai Kecil
Nilai Kecil
≥ 0.90
≤ 0.08
Good Fit
Good Fit
Good Fit
Good Fit
≥ 0.90
≥ 0.90
≥ 0.90
≥ 0.90
≥ 0.90
≥ 0.90
Good Fit
Good Fit
Good Fit
Good Fit
Good Fit
Good Fit
Nilai Tinggi
Nilai Tinggi
Good Fit
Good Fit
Loading factor yang diperoleh dari hasil perhitungan SEM dengan
LVS secara keseluruhan menunjukkan nilai positif baik untuk program K3
dan kinerja, dapat diartikan bahwa kesemuanya memberikan pengaruh.
Peningkatan kesadaran K3 mempunyai pengaruh paling tinggi dengan nilai
1.00 terhadap pelaksanaan program kesehatan dan keselamatan kerja divisi
engineering PT XYZ, sedangkan ketelitian memberikan pengaruh paling
tinggi dengan nilai 0.96 terhadap kinerja karyawan divisi engineering. Nilai
t-value pada hasil perhitungan didapatkan nilai sebesar 4.32, hal ini
menunjukkan bahwa program kesehatan dan keselamatan kerja (K3)
memberikan pengaruh nyata terhadap kinerja karyawan divisi engineering
karena diatas standar ketentuan sebesar 1.96. Perhitungan keseluruhan
61
terdapat pada Lampiran 4. Rekapitulasi hasil perhitungan SEM dengan LVS
dapat dilihat pada Tabel 19.
Model Persamaan Struktural (SEM) digunakan untuk mengetahui
bentuk dan besar pengaruh antara variabel laten bebas, yaitu kesehatan dan
keselamatan kerja (ξ1) dengan variabel laten terikat, yaitu kinerja karyawan
(η1). Setiap data yang terdapat pada Gambar 6 dan 7, diambil rataannya yang
mempunyai tujuan mewakili nilai dari setiap data yang akan diolah
menggunakan software LISREL 8.30 for windows. Hasil pengolahan data
menggunakan software LISREL 8.30 for windows menyatakan bahwa
kesehatan dan keselamatan kerja (ξ1) memiliki pengaruh yang positif
terhadap kinerja karyawan (η1) dapat dilihat pada koefisien konstruk (γ)
sebesar 0.18. Berikut Tabel 20. Nilai Loading Factor (λ) dan t-value untuk
Semua Variabel.
Tabel 20. Nilai Loading Factor (λ) dan t-value untuk Semua Variabel
Variabel Laten
Kesehatan dan
Keselamatan
Kerja
Kinerja
Variabel Indikator
Pelatihan Keselamatan
Kontrol Lingkungan Kerja
Pengawasan dan Disiplin
Publikasi Keselamatan Kerja
Peningkatan Kesadaran K3
Inisiatif
Tanggung Jawab
Kerjasama
Ketelitian
Kedisiplinan
Loading
factor (λ)
0.88
0.87
0.69
0.45
1.00
0.69
0.83
0.83
0.96
0.85
t-value
7.27
7.95
5.52
4.39
12.17
4.79
3.66
3.30
3.31
3.16
Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) juga memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap kinerja karyawan karena memiliki t-value lebih dari 1.96
sebesar 4.32, sehingga dapat disimpulkan bahwa kesehatan dan keselamatan
kerja (K3) mempunyai pengaruh signifikan dan positif terhadap peningkatan
kinerja karyawan. Hal tersebut menunjukkan bahwa kesehatan dan
keselamatan kerja (K3) karyawan divisi engineering PT XYZ sudah baik,
sehingga menunjukkan keterikatan yang tinggi terhadap kinerja karyawan.
62
4.7.1
Pengaruh Kesehatan dan Keselamatan Kerja Terhadap Kinerja
Karyawan
Hasil pengaruh kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dapat
dilihat pada Tabel 21. Untuk mendapatkan nilai kontribusi terlebih
dahulu dicari nilai kuadrat antara koefisien konstruknya dikali loading
faktornya. Berdasarkan hasil penelitian pada Tabel 21, peningkatan
kesadaran K3 mempunyai kontribusi paling besar dengan nilai 0.0324
(bernilai positif) dan semua berpengaruh positif kepada peningkatan
kinerja karyawan. Kontribusi tersebut memperlihatkan bahwa
peningkatan kesadaran K3 berpengaruh positif dan signifikan
terhadap peningkatan kinerja karyawan. Sedangkan pada publikasi
keselamatan kerja mempunyai kontribusi paling rendah dengan nilai
0.0066 (bernilai positif).
Tabel 21. Pengaruh Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Terhadap Kinerja Karyawan
Loading Koefisien
factor
Konstruk
Indikator
(λ)
(γ)
Kontribusi
Pelatihan Keselamatan
0.88
0.18
0.0251
Kontrol Lingkungan Kerja
0.87
0.18
0.0245
Pengawasan dan Disiplin
0.69
0.18
0.0154
Publikasi Keselamatan Kerja
0.45
0.18
0.0066
Peningkatan Kesadaran K3
1.00
0.18
0.0324
Peningkatan kesadaran kesehatan dan keselamatan kerja dapat
disimpulkan mempunyai peranan signifikan dan positif dalam
peningkatan kinerja, dikarenakan karyawan sudah memahami dan
memiliki kesadaran tinggi terhadap bahaya yang akan menimpanya,
jika tidak mematuhi rambu-rambu saat bekerja. Selain itu juga
karyawan membuat langkah safety dalam melakukan setiap pekerjaan.
Pelatihan keselamatan mempunyai nilai loading factor sebesar
0.88 dan kontribusi 0.0251. Memiliki pengaruh signifikan kedua
terhadap peningkatan kinerja karyawan. Hal ini sangat diperlukan
karyawan
divisi
engineering
untuk
menambah
pengetahuan,
informasi, dan keterampilan dalam penggunaan alat keselamatan dan
63
alat pemadam kebakaran apabila sewaktu-waktu terdapat gangguan,
maka mereka dengan cepat mengatasi karena sudah terlatih
sebelumnya. Sehingga kinerja mereka akan meningkat karena
bertambahnya Hard Skill dari diadakannya pelatihan keselamatan.
Kontrol lingkungan kerja mempunyai nilai loading factor
sebesar 0.87 dan kontribusi 0.0245. Hal ini menunjukkan bahwa
kontrol lingkungan juga mempunyai nilai signifikan ketiga dan
berperan dalam peningkatan kinerja karyawan. Kontrol lingkungan
kerja meliputi penyediaan sarana dan prasarana yang dapat digunakan
oleh karyawan divisi engineering supaya lebih optimal dalam bekerja.
Dengan adanya kontrol lingkungan kerja, karyawan akan bekerja
dengan nyaman dan merasa telah menjadi bagian dari PT XYZ.
Pengawasan dan disiplin mempunyai nilai loading factor
sebesar 0.69 dan nilai kontribusi 0.0154. Hal ini menunjukkan bahwa
pengawasan dan disiplin juga memberikan pengaruh yang signifikan
yang diperlukan dalam peningkatan kinerja karyawan. Adanya aturan
tetap yang jadi pedoman dalam melakukan pekerjaan, pengecekan
secara rutin terhadap alat-alat kerja, dan mesin, serta perhatian dari
atasan yang membuat kinerja karyawan dalam bekerja lebih disiplin,
rajin, dan berusaha semaksimal mungkin memberikan hasil yang
memuaskan.
Publikasi keselamatan kerja meliputi sosialisasi penggunaan
alat pelindung diri, memberikan berbagai informasi terkait tentang
bahaya kepada karyawan, dan pemasangan rambu-rambu ditempat
strategis memberikan pengaruh yang paling kecil dalam peningkatan
kinerja karyawan. Terlihat pada loading factor 0.45 dan kontribusi
sebesar 0.0066. Menunjukkan bahwa karyawan sudah mengetahui
tentang bahaya pekerjaan yang berasal dari informasi dari luar
maupun
dalam
sehingga
publikasi
keselamatan
kerja
memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja karyawan.
tidak
64
4.7.2
Kinerja Karyawan Divisi Engineering PT XYZ
Kinerja karyawan divisi Engineering PT XYZ dianalisis
meliputi: inisiatif, tanggung jawab, kerjasama, ketelitian, dan
kedisiplinan. Inisiatif menunjukkan kemampuan individu untuk
mencari ide, solusi, dan pemecahan masalah dalam setiap pekerjaan
yang dirasakan sulit, tanggung jawab menunjukkan bahwa karyawan
mempunyai kewajiban terhadap pekerjaan yang harus diselesaikan,
apabila dikerjakan dengan sepenuh hati maka pekerjaan itu dapat
selesai tepat waktu. Kerjasama dibutuhkan dalam pekerjaan, biar
tugas
yang
diberikan
kepada
karyawan
cepat
selesai
dan
memperingankan beban. Ketelitian dalam bekerja menunjukkan cara
kerja karyawan dalam menjalankan tugas sehari-hari, apabila
mempunyai ketelitian tinggi maka karyawan tersebut akan bekerja
secara hati-hati yang sesuai dengan prosedur kerja. Kedisiplinan
sangat dibutuhkan karyawan, karena bekerja secara disiplin
berdampak pada hasil yang diperoleh nantinya memperlihatkan
pencapaian yang maksimal. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 22.
Tabel 22. Nilai Loading Factor Kinerja Karyawan
Loading factor (λ)
0.69
0.83
0.83
0.96
0.85
Indikator
Inisiatif
Tanggung Jawab
Kerjasama
Ketelitian
Kedisiplinan
Berdasarkan
hasil
penelitian,
Tabel
22,
menunjukkan
ketelitian memiliki nilai loading factor yang paling besar dibanding
kinerja lainnya dengan nilai 0.96. Nilai loading factor yang paling
besar memperlihatkan bahwa faktor yang paling berpengaruh dalam
membentuk variabel laten kinerja karyawan secara signifikan. Hal
tersebut menunjukkan dalam penerapan pekerjaan, kehati-hatian
sangat diperhatikan dalam bekerja. Melalui program kesehatan dan
keselamatan kerja, ketelitian sangat besar pengaruhnya dalam
peningkatan kinerja dibandingkan dengan kedisiplinan, kerjasama,
65
tanggung jawab, dan inisiatif. Selain itu karyawan divisi engineering
PT XYZ juga dapat dinilai telah memenuhi standar kinerja
perusahaan dalam melaksanakan tugas-tugas mereka serta menguasai
pekerjaan mereka masing-masing.
4.8. Implikasi Manajerial
Berdasarkan pada hasil penelitian yang sudah dilakukan, proses
kesehatan dan keselamatan kerja (K3) secara umum memiliki pengaruh
signifikan dan positif terhadap kinerja karyawan divisi engineering PT XYZ.
Hal ini menjelaskan bahwa semakin baik pelaksanaan program kesehatan dan
keselamatan kerja pada perusahaan maka semakin baik pula kinerja karyawan
divisi engineering PT XYZ. Berdasarkan hasil analisis dapat dihasilkan
implikasi manajerial untuk divisi engineering PT XYZ yang nantinya
diharapkan dapat dijadikan rujukan rekomendasi. Implikasi manajerial
tersebut secara berturut-turut meliputi:
1. Peningkatan kesadaran kesehatan dan keselamatan kerja (K3) merupakan
bagian dari program kesehatan dan keselamatan kerja yang memiliki
pengaruh paling besar, dapat dilihat pada tingkat kontribusi (0.0324).
Peningkatan
kesadaran
kesehatan
dan
keselamatan
kerja
dalam
meningkatkan kinerja karyawan divisi engineering sangat berpengaruh
signifikan, terutama dalam meningkatkan kerja karyawan pada ketelitian
saat
melaksanakan
kewajibannya.
Hal
ini
menunjukkan
bahwa
kemampuan kesadaran karyawan divisi engineering dalam bekerja,
membuat mereka akan bertindak lebih hati-hati dan penuh perhitungan
untuk menghasilkan output yang maksimal. Dengan memperhatikan
tingkat ketelitian lebih mendalam setiap melakukan prosedur pekerjaan
yang menjadi kewajibannya sehari-hari salah satunya selalu menggunakan
alat pelindung diri baik itu helm pengaman, safety shoes, masker, dan
penutup telinga dapat meningkatkan kemampuan karyawan divisi
engineering terhadap pentingnya kesadaran dan keselamatan kerja yang
akan menekan angka kecelakaan saat bekerja, serta memberikan dampak
positif pada kondisi kesehatan karyawan. Bagi perusahaan hal ini dapat
meningkatkan kinerja perusahaan supaya lebih maksimal karena karyawan
66
tidak ada yang sakit dan mengurangi beban pembayaran klaim asuransi
karyawan karena kasus kecelakaan. Atasan juga harus terjun langsung
dengan memberikan pengarahan kepada karyawan akan pentingnya sadar
kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Perusahaan juga harus memberikan
pengarahan tentang rambu-rambu bahaya pekejaan dengan visualisasi
melalui gambar supaya mudah dimengerti dan dipahami oleh karyawan.
2. Pelatihan keselamatan memiliki pengaruh yang penting dalam kinerja
karyawan divisi engineering terutama pada ketelitian. Karena dengan
memberikan berbagai macam pelatihan keselamatan secara berkala dan
menyeluruh kepada karyawan divisi engineering PT XYZ, membuat
karyawan dapat lebih menguasai tentang pekerjaannya dan mereka lebih
terampil, serta teliti dalam menggunakan peralatan kerja. Selain itu juga
pelatihan keselamatan dapat menambah wawasan dan informasi kepada
karyawan dalam memahami bagian-bagian penting setiap peralatan kerja,
bagaimana tata cara penggunaannya sehingga saat terjadi keadaan darurat
mereka sudah terlatih. Dampak dari hasil pelatiham secara kontinu dapat
dirasakan manfaatnya oleh karyawan engineering PT XYZ mereka dapat
terlatih dan lebih teliti dalam penggunaan alat pemadam kebakaran, serta
saat melakukan pembersihan mesin secara berkala pada setiap komponen
yang akan dibersihkan tidak ada yang hilang. Perusahaan PT XYZ bisa
memberikan berbagai macam pelatihan yang sesuai kebutuhan dilakukan
secara kontinu dengan waktu yang lebih banyak dan bekerja sama dengan
pihak-pihak terkait dalam menyelenggarakan pelatihan keselamatan baik
dari pihak swasta maupun pemerintah meliputi pelatihan penanganan
kebocoran oli mesin, penanganan kebocoran bahan bakar minyak, gempa
bumi, kebakaran, penggunaan hydrant, pelatihan anti teror, pembebasan
sandera dan antisipasi jatuhnya gondola. Perusahaan juga harus
memastikan bahwa semua karyawan pernah terlibat mengikuti program
pelatihan keselamatan yang diadakan.
3. Kontrol lingkungan kerja juga memberikan pengaruh yang signifikan
terhadap kinerja karyawan pada tingkat ketelitian, kontrol lingkungan
kerja cukup memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan karena
67
dengan lingkungan kerja yang nyaman, kondusif, dan bersih dapat
membuat karyawan saat menjalankan tugas setiap harinya lebih teliti dan
menjaga lingkungan supaya mencapai hasil yang diinginkan secara
maksimal. Karyawan merasa nyaman dan tenang terlebih ditunjang
dengan fasilitas yang memadai membuat mereka dapat bekerja dengan
sunguh-sunguh. Dengan menjaga lingkungan kerja secara menyeluruh,
karyawan divisi engineering akan bertindak sangat teliti saat sedang
melakukan pengecekan bahan bakar minyak dan oli. Apabila ada yang
tumpah ke lantai mareka akan segera membersihkan, supaya tidak
membahayakan baik pekerja maupun orang lain. Namun dilihat dari
persepsi jawaban kuesioner karyawan terdapat dua pernyataan yang belum
berjalan tidak baik yaitu terkait pada pemeriksaan kesehatan dan kegiatan
olahraga secara rutin yang di perusahaan PT XYZ. Sehingga perusahaan
harus mampu mengadakan kegiatan olahraga secara rutin minimal satu
bulan dua kali dan melaksanakan pemeriksaan rutin karyawan minimal
satu bulan satu kali secara berkala bekerjasama dengan pihak yang
berwenang, kegiatan tersebut ditargetkan untuk menjamin kesehatan
karyawan. Selain itu juga perusahaan harus lebih sering mengadakan
kontrol lingkungan kerja secara menyeluruh untuk melihat ketelitian
karyawan apabila ada yang tidak sesuai dengan standar prosedur kerja bisa
memberikan punishment bagi yang melanggar. Perusahaan juga harus
mensosialisasikan working permit yaitu untuk melaksanakan perintah
pekerjaan yang berpotensi bahaya.
4. Ketelitian memilki nilai loading factor tertinggi yaitu (0.96). Hal ini
memperlihatkan bahwa ketelitian memiliki pengaruh yang lebih signifikan
terhadap kinerja karyawan. Karena dengan memperhatikan ketelitan setiap
pekerjaan secara detail, maka pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan
akan menghasilkan output yang memuaskan. Dapat disimpulkan bahwa
pekerjaan divisi engineering membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi,
karena apabila tidak teliti akan berdampak fatal pada proses kinerja baik
individu maupun untuk perusahaan.
68
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, kesimpulan yang diperoleh
adalah:
1. Penerapan program kesehatan dan keselamatan kerja (K3) divisi Engineering
PT XYZ sudah berjalan baik. Menurut persepsi karyawan, program kesehatan
dan keselamatan kerja (K3) yang sudah diterapkan meliputi pelatihan
keselamatan, publikasi
keselamatan kerja, pengawasan dan disiplin,
peningkatan kesadaran K3, serta kontrol lingkungan kerja.
2. Kinerja karyawan divisi Engineering PT XYZ berdasarkan persepsi karyawan
secara umum menunjukkan bahwa kinerja sudah memenuhi standar
perusahaan. Kinerja yang sudah memenuhi standar perusahaan meliputi
tanggungjawab, kedisiplinan, kerjasama, ketelitian, dan inisiatif.
3. Pengaruh program kesehatan dan keselamatan kerja (K3) terhadap kinerja
karyawan divisi Engineering PT XYZ bernilai positif, ini berarti bahwa
adanya pengaruh antara program K3 dengan kinerja karyawan.
4. Program kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang berpengaruh terhadap
kinerja karyawan divisi Engineering PT XYZ, yaitu: peningkatan kesadaran
kesehatan dan keselamatan kerja (K3), pelatihan keselamatan, dan kontrol
lingkungan kerja.
69
Saran
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, saran yang dapat diberikan untuk
divisi engineering PT XYZ antara lain:
1. Sebaiknya perusahaan mengadakan peningkatan safety talk yang diberikan oleh
atasan untuk meningkatkan kesadaran kesehatan dan keselamatan kerja (K3)
2. Sebaiknya perusahaan lebih meningkatkan sosialisasian penggunaan working
order untuk melakukan prosedur kerja lebih terkontrol.
3. Sebaiknya perusahaan mengadakan training pelatihan keselamatan yang
bekerjasama dengan pihak-pihak terkait baik swasta maupun pemerintah.
4. Sebaiknya perusahaan memberikan reward kepada karyawannya yang masuk
kerja zero absent selama setahun.
5. Sebaiknya penelitian selanjutnya dilakukan pada PT XYZ secara keseluruhan
agar diketahui program kesehatan dan keselamatan kerja (K3) secara
keseluruhan.
70
DAFTAR PUSTAKA
Arep dan Tanjung. 2004. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Universitas
Trisakti. Jakarta.
Hasibuan, M. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara. Jakarta.
Mahardika, R. 2005. Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap
Kinerja Karyawan Di PT PLN (Persero) Unit Bisnis Strategis
Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UBS P3B) Region Jawa Timur
dan Bali. Skripsi pada Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan
Manajemen, Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Mangkunegara, P. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Remaja
Rosdakarya. Bandung.
Mangkunegara, P. 2005. Evaluasi Kinerja SDM. Refika Aditama. Bandung.
Mangkuprawira, S dan Vitayala, A. 2007. Manajemen Mutu Sumber Daya
Manusia. Ghalia Indonesia.Bogor.
Mangkuprawira, S. 2009. Horison: Bisnis, Manajemen, dan Sumberdaya Manusia.
IPB Press. Bogor.
Miner, J.B. 1992. Industrial Organizational Psychology. Mcgraw-Hill College,
Inc. New York (USA).
Noegroho, G. 2009. Analisis Hubungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Karyawan Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus PT XYZ Bagian
Presiing). Skripsi pada Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan
Manajemen, Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Riestiany. 2008. Analisa Pengaruh Efektivitas Penerapan Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja
Karyawan (Studi Kasus Plant 11 PT Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk
Citereup, Bogor). Skripsi pada Departemen Manajemen, Fakultas
Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Rivai, V. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan: Dari Teori
ke Praktik. PT Raja Grafindo. Jakarta.
Ropiah, S. 2010. Persepsi Karyawan Tentang Hubungan Persiapan Keselamatan
dan Kesehatan Kerja (K3) Dengan Motivasi dan Kepuasan Kerja
Karyawan (Studi Kasus PT Korma Jaya Utama, Jakarta Selatan). Skripsi
pada Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen,
Institut Pertanian Bogor. Bogor.
71
Santoso, G. 2004. Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Prestasi
Pustaka. Jakarta
Siagian, S. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara. Jakarta.
Sugeng, A.M. Jusuf, RMS. Pusparini, A. 2005. Bunga Rampai Hiperkes & KK
Edisi Kedua. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang
Sugiyono. 2005. Statistik untuk Penelitian. CV Alfabeta. Bandung.
Umar, H. 2003. Riset Sumber Daya Manusia. PT Gramedia Pustaka Utama.
Jakarta.
Wibowo. 2008. Manajemen Kinerja. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Wijayanto, S. 2008. Structural Equation Modeling. Graha Ilmu. Yogyakarta.
Http://www.jamsostek.co.id. 2012. Kejadian Kecelakaan Kerja pada Perusahaan di
Seluruh Indonesia. [ diakses pada tanggal 3 Maret 2012].
72
LAMPIRAN
73
Lampiran 1. Uji Validitas dan Reliabilitas
a.
Uji Validitas dan Reliabilitas Indikator Program Kesehatan dan Keselamatan
Kerja
Item-Total Statistics
Scale Mean if
Scale Variance
Corrected Item-
Cronbach's
Item Deleted
if Item Deleted
Total
Alpha if Item
Correlation
Deleted
p1
79.3750
49.215
.685
.927
p2
79.3750
49.215
.685
.927
p3
79.7250
51.179
.442
.931
p4
79.3750
49.215
.685
.927
p5
79.5000
50.154
.533
.930
p6
79.3750
50.958
.427
.931
p7
79.3750
49.215
.685
.927
p8
79.3500
49.772
.596
.929
p9
79.3500
49.772
.596
.929
p10
79.7250
51.179
.442
.931
p11
79.3500
49.772
.596
.929
p12
79.4750
49.948
.620
.929
p13
79.3500
49.772
.596
.929
p14
79.4750
49.948
.620
.929
p15
79.4750
49.948
.620
.929
p16
79.5250
50.461
.574
.929
p17
79.4750
51.384
.395
.932
p18
79.4750
49.948
.620
.929
p19
79.4750
49.948
.620
.929
p20
79.5250
51.230
.447
.931
p21
79.3750
49.215
.685
.927
p22
79.7250
51.179
.442
.931
p23
79.5250
50.461
.574
.929
p24
79.5000
50.154
.533
.930
p25
79.3500
49.772
.596
.929
Reliability Statistics
Cronbach's
N of Items
Alpha
.932
25
74
Lanjutan Lampiran 2
b. Uji Validitas dan Reliabilitas Indikator Kinerja
Item-Total Statistics
Scale Mean if
Scale Variance
Corrected Item-
Cronbach's
Item Deleted
if Item Deleted
Total
Alpha if Item
Correlation
Deleted
p26
77.7750
54.743
.690
.936
p27
77.9500
54.972
.631
.937
p28
77.7750
54.743
.690
.936
p29
77.9500
54.972
.631
.937
p30
77.9500
54.972
.631
.937
p31
77.8750
54.984
.727
.936
p32
77.7750
55.256
.501
.939
p33
77.9500
54.972
.631
.937
p34
77.9500
54.972
.631
.937
p35
77.8000
55.600
.577
.937
p36
77.7750
54.743
.690
.936
p37
78.0500
56.305
.474
.939
p38
77.8750
54.984
.727
.936
p39
77.8000
55.600
.577
.937
p40
77.8750
54.984
.727
.936
p41
77.7750
55.615
.458
.939
p42
78.0250
56.333
.510
.938
p43
77.9500
54.972
.631
.937
p44
77.8750
54.984
.727
.936
p45
77.8750
54.984
.727
.936
p46
77.7750
55.256
.501
.939
p47
77.8500
56.951
.403
.939
p48
77.8250
56.558
.449
.939
p49
78.0500
56.305
.474
.939
p50
77.8750
54.984
.727
.936
Reliability Statistics
Cronbach's
N of Items
Alpha
.939
25
75
Lampiran 2. Kuesioner Penelitian
KUESIONER PENELITIAN
Pengaruh Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
terhadap Kinerja Karyawan Divisi Engineering PT XYZ
Kuesioner ini merupakan salah satu alat pengumpulan data yang disusun
untuk memenuhi tugas akhir mahasiswa program Sarjana Departemen Manajemen
Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB. Tujuan penyebaran kuesioner ini adalah
mengetahui pengaruh Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) terhadap Kinerja
Karyawan Divisi Engineering PT XYZ.
Mengingat pentingnya pengisian kuesioner ini sebagai data primer dari
penelitian, maka saya sangat mengharapkan kesediaan Bapak/Saudara untuk
menjawab secara benar sesuai dengan kondisi yang dirasakan di Divisi
Engineering PT XYZ. Kuesioner ini tidak mempengaruhi terhadap apapun
dan dijamin kerahasiaannya.
Terimakasih atas perhatian dan partisipasi Bapak/Saudara menjadi
responden dan secara sukarela mengisi kuesioner ini.
Nama: Dymas Pradana K.A
NIM : H24080078
A. Identitas Responden
1. No
:
2. Jenis kelamin
:
Laki-laki
3. Usia
:
tahun
4. Pendidikan terakhir
:
SMA sederajat
S1
D3
S2
< 1 tahun
4 – 6 tahun
1 - 3 tahun
7 - 9 tahun
10 - 12 tahun
13-15 tahun
5. Masa Kerja
:
 15 tahu
B. Daftar Pertanyaan
Petunjuk:
Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang Bapak/Saudara anggap paling
sesuai dengan kondisi kerja.
Keterangan:
STS : Sangat Tidak Setuju
TS : Tidak Setuju
S
: Setuju
SS
: Sangat Setuju
76
Lanjutan Lampiran 2
Bagian I. Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
No.
1
2
3
4
5
No.
6
7
8
9
10
No.
11
12
13
14
15
No.
16
17
18
19
20
PELATIHAN KESELAMATAN
Pernyataan
Perusahaan telah memberikan pelatihan penggunaan alat-alat
keselamatan kerja kepada saya.
Pelatihan keselamatan yang diselenggarakan perusahaan kepada
saya sesuai standar OHSAS.
Menurut saya, pelatihan yang diberikan perusahan untuk
mendapatkan ISO 18001.
Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja telah membuat saya
berpartisipasi dalam menjaga lingkungan .
Pelatihan K3 memberikan banyak informasi terhadap bahaya
pekerjaan serta pentingnya keselamatan kerja.
KONTROL LINGKUNGAN KERJA
Pernyataan
Perusahaan menyediakan ventilasi, suhu, dan penerangan di ruang
kerja cukup baik.
Ruangan tempat saya bekerja cukup bersih
Perusahaan selalu mengadakan pemeriksaan kesehatan karyawan
secara rutin dan memberikan jaminan asuransi.
Perlengkapan keamanan dan keselamatan kerja selalu tersedia di
lingkungan kerja saya.
Perusahaan selalu mengadakan kegiatan olahraga secara rutin
untuk menjaga dan menunjang kesehatan pekerja
PENGAWASAN DAN DISIPLIN
Pernyataan
Perusahaan selalu melakukan pengecekan alat-alat keselamatan
kerja secara rutin.
Perusahaan selalu melakukan pengecekan terhadap mesin-mesin
sebelum dioperasikan.
Perusahaan selalu mewajibkan bagi seluruh karyawan
menggunakan alat pelindung diri saat bekerja.
Perusahaan melakukan sidak secara tiba-tiba
Perusahaan telah mempunyai aturan yang tegas terkait dengan
keselamatan kerja.
PUBLIKASI KESELAMATAN KERJA
Pernyataan
Perusahaan mensosialisasikan penggunaan alat pelindung diri
(APD) dan alat pemadam kebakaran.
Perusahaan telah memasang rambu-rambu tanda peringatan
bahaya di tempat strategis.
Perusahaan memberikan informasi tentang tingkat bahaya
pekerjaan kepada karyawan.
Atasan saya memberikan contoh yang baik mengenai cara bekerja
yang aman dan sehat.
Di lingkungan perusahaan terdapat pesan – pesan tentang
keselamatan dan kesehatan kerja.
STS
TS
S
SS
STS
TS
S
SS
STS
TS
S
SS
STS
TS
S
SS
77
Lanjutan Lampiran 2
No
.
21
22
23
24
25
PENINGKATAN KESADARAN K3
Pernyataan
STS
TS
S
S
S
Perusahaan telah menempatkan K3 sebagai prioritas utama dalam
bekerja.
Perusahaan menginginkan masukan-masukan dari saya terkait
dengan masalah K3
Menurut saya, perusahaan berkomitmen secara serius untuk
meningkatkan kesadaran terkait K3
Saya selalu menggunakan alat pelindung diri saat bekerja
Perusahaan menginginkan saya berperan aktif dalam penerapan
program K3 dalam bekerja
Bagian II. Kinerja Karyawan
No.
26
27
28
29
30
No.
31
32
33
34
35
No.
36
37
38
39
40
INISIATIF
Pernyataan
Saya selalu bertanya kepada rekan kerja apabila mengalami
kesulitan dalam melakukan pekerjaan
Saya selalu mampu menemukan beberapa alternatif solusi dari
suatu masalah.
STS
TS
S
SS
STS
TS
S
SS
STS
TS
S
SS
Saya selalu suka menemukan gagasan baru
Saya selalu bertindak karena dorongan hati bukan paksaan
Saya selalu mampu mengkomunikasikan gagasan secara efektif.
TANGGUNG JAWAB
Pernyataan
Tugas-tugas yang diberikan kepada saya sesuai dengan wewenang
dan tanggung jawab.
Saya selalu mendahulukan kepentingan pekerjaan daripada
kepentingan pribadi.
Saya selalu menyelesaikan tugas tepat waktu
Saya selalu memberikan hasil yang memuaskan dari hasil
pekerjaan yang saya lakukan.
Saya selalu bertanggung jawab terhadap lingkungan tempat saya
bertugas.
KERJA SAMA
Pernyataan
Saya selalu mampu bekerja sama dengan orang lain dalam
menyelesaikan pekerjaan dalam satu departemen
Menurut saya, kerjasama antara atasan dan bawahan sudah
terlaksana dengan baik.
Saya selalu mampu diajak kerja sama dalam kondisi apapun.
Perusahaan menekankan kepada saya pentingnya kerja sama
dengan departemen lain.
Saya selalu mempunyai hubungan yang baik dengan rekan kerja.
78
Lanjutan Lampiran 2
No.
41
42
43
44
45
No.
46
47
48
49
50
KETELITIAN
Pernyataan
Menurut saya, pekerjaan ini membutuhkan ketelitian dan
kecermatan yang tinggi
Saya selalu melakukan pengecekan oli mesin
Saya selalu melakukan pengecekan terhadap Baterai Starter
Saya selalu melakukan pengecekan terhadap bahan bakar minyak
Saya selalu berhati-hati saat pembersihan mesin.
KEDISIPLINAN
Pernyataan
Saya selalu menaati segala peraturan yang telah dibuat oleh
perusahaan.
Saya selalu datang waktu sesuai dengan jam masuk kerja.
Saya selalu mengedepankan etos kerja
Saya selalu menghindari pemakaian alat komunikasi saat
bekerja
Saya selalu hadir setiap hari kerja.
STS
TS
S
SS
STS
TS
S
SS
79
Lampiran 3. Struktur Organisasi PT XYZ
GM
Chief
Security
Chief
HRD
Chief
Enggineering
Chief House
Keeping
Sekretasris
Komunikasi
Supervisor
Listrik
Supervisor
Air Conditioner
(AC)
Mechanic
Power
Generation
Division (PGD)
Supervisor
Supervisor
Supervisor
Karyawan
Karyawan
Karyawan
Karyawan
Karyawan
80
Lampiran 4. Hasil SEM dengan LVS
Goodness Of Fit Model
Goodness of Fit Statistics
Degrees of Freedom = 32
Normal Theory Weighted Least Squares Chi-Square = 107.35 (P = 0.00)
Estimated Non-centrality Parameter (NCP) = 75.35
90 Percent Confidence Interval for NCP = (47.63 ; 110.67)
Minimum Fit Function Value = 0.81
Population Discrepancy Function Value (F0) = 1.93
90 Percent Confidence Interval for F0 = (1.22 ; 2.84)
Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA) = 0.25
90 Percent Confidence Interval for RMSEA = (0.20 ; 0.30)
P-Value for Test of Close Fit (RMSEA < 0.05) = 0.00
Expected Cross-Validation Index (ECVI) = 3.93
90 Percent Confidence Interval for ECVI = (3.22 ; 4.84)
ECVI for Saturated Model = 2.82
ECVI for Independence Model = 11.39
Chi-Square for Independence Model with 45 Degrees of Freedom = 424.13
Independence AIC = 444.13
Model AIC = 153.35
Saturated AIC = 110.00
Independence CAIC = 471.01
Model CAIC = 215.20
Saturated CAIC = 257.89
Root Mean Square Residual (RMR) = 0.12
Standardized RMR = 0.12
Goodness of Fit Index (GFI) = 0.95
Adjusted Goodness of Fit Index (AGFI) = 0.91
Parsimony Goodness of Fit Index (PGFI) = 0.55
Normed Fit Index (NFI) = 0.93
Non-Normed Fit Index (NNFI) = 1.00
Parsimony Normed Fit Index (PNFI) = 0.66
Comparative Fit Index (CFI) = 1.00
Incremental Fit Index (IFI) = 1.00
Relative Fit Index (RFI) = 0.90
Critical N (CN) = 67.28
Download