peningkatkan kemampuan pemahaman dan komunikasi matematik

advertisement
PENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN
KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS
(SMA) MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
Henra Saputra Tanjung
STKIP Bina Bangsa Meulaboh, Jl. Nasional Meulaboh-Tapaktuan Peunaga Cut Ujong Kec. Meureubo Kab. Aceh Barat
23615, E-mail: [email protected]
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan kemampuan Pemahaman dan komunikasi
matematis siswa melalui model pembelajaran kooperatif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen
yang terdiri dari kelompok eksperimsen dan kelompok kontrol. Penelitian ini dilakukan di Sekolah
Menengah Atas, dengan populasi adalah siswa SMA dengan sampel penelitian siswa kelas X di salah satu
SMP di Kota Padangsidimpuan, dengan responden penelitian siswa kelas X sebanyak dua kelas yang dipilih
secara acak kelas dari enam kelas. Analisis data dilakukan secara kuantitatif yang digunakan untuk
menghitung rataan gain ternormalisasi antara kedua kelompok sampel dengan menggunakan Uji-t dan
analasis kualitatif untuk menelah sikap siswa terhadap pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif.
Data hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan model pembelajaran kooperatif
dapat meningkatkan kemampuan pemahaman dan komunikasi matematik siswa. Pembelajaran dengan medel
pembelajaran kooperatif dapat dijadikan sebagai salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan di
Sekolah Menengah Atas.
Kata-kata kunci: Pembelajaran Kooperatif, Kemampuan Pemahaman dan Komunikasi Matematis.
maupun peranan dan kedudukannya diantara
cabang ilmu
PENDAHULUAN
Matematika
diakui
penting
dalam
kehidupan manusia. Ditinjau dari sudut
pandang permbelajaran yang dibuat oleh guru
lainnya. Menurut Marpaung (Iskandar,
matematika, salah satu penyebab gagalnya
2012:150) Matematika tidak ada artinya bila
siswa
dalam
pemahaman
belajar
siswa
yaitu
kurangnya
hanya dihafalkan, namun lebih dari itu
dalam
menerima
dengan
pemahaman
siswa
dapat
lebih
penjelasan dari guru pada saat proses
mengerti akan konsep materi pelajaran itu
pembelajaran
sendiri.
berlangsung. Kondisi ini
Menurut
Manfaat
(2010:11)
disebabkan pembelajaran yang dibuat oleh
Matematika adalah suatu disiplin ilmu yang
guru membosankan siswa dalam proses
muncul
belajar mengajar.
manusia yang sangat panjang di bumi ini.
Matematika
merupakan
mata
dari
Sedangkan
sebuah
menurut
proses
Saleh
peradaban
(2008:38)
pelajaran yang mempunyai objek kajian
Matematika adalah pelajaran yang tidak bisa
abstrak, berupa fakta, konsep, operasi dan
dibayangkan
prinsip.
Mempelajari hakekat matematika
matamatika justru memaksa peserta didik
berarti meninjau apa sebenarnya belajar
untuk menuliskan proses penyelesaiaan di
matematika itu, baik dalam arti katanya
atas kertas sehingga mengurangi tingkat
Peningkatan Kemampuan Pemahaman
dalam
pikiran,
sebaliknya
59
Matematika Jurnal, Volume III No. 2, September 2016
ISSN: 2355 -3782
kesalahan anak didik dalam melakukan
suatu
perhitungan
mengkomunikasikan berbagai ide secara
Kemampuan
yang
berharga
untuk
matemati
jelas, tepat dan cermat. Kedua, mathematics
merupakan salah satu yang sangat penting
learning as social activity; artinya sebagai
dalam pembelajaran, karena bisa memberikan
aktivitas
pengertian yang secara mendalam kepada
matematika, matematika juga sebagai wahana
siswa dengan materi yang diajarkan kepada
interaksi antar siswa dan juga komunikasi
bukan hanya sebagai hafalan, namun lebih
antar guru dan siswa. Hal ini merupakan
dari itu dengan pemahaman siswa dapat lebih
bagian
mengerti akan konsep materi pelajaran itu
pemahaman matematik siswa
sendiri.
pemahaman
alat
Pemahaman
matematik
juga
sosial
dalam
terpenting
Model
pembelajaran
untuk
mempercepat
pembelajaran
kooperatif
merupakan salah satu tujuan dari setiap
merupakan salah satu model pembelajaran
materi yang disampaikan oleh guru, karena
yang menuntut siswa untuk belajar bersama
guru merupakan sebagai fasilitator untuk
berbagi ide, saling menyambung pemikiran
memberikan materi pelajaran yang akan di
dan bertanggungjawab terhadap pencapaian
sampaikan kepada siswa..
hasil belajar teman satu kelompok untuk
Kualitas
pemahaman
mempengaruhi
kemampuan
turut
komunikasi
matematika siswa. Karena, jika siswa tidak
memecahkan masalah, menyelesaikan suatu
tugas
atau
menyelesaikan
suatu tujuan
bersama.
memahami dengan benar suatu konsep
Pada
definsi
ini
terkandung
matematika tentu saja siswa tidak akan
pemahaman bahwa dalam belajar kooperatif
mampu
atau
tercipta kerjasama yang baik antar anggota
mengkomunikasikan pemahamannya. Ansari
team ada ketergantungan saling memerlukan
(2012:25)
yang
menjelaskan
mengatakan,
“pemahaman
positif
(menanamkan
matematik merupakan salah satu aspek yang
kebersamaan),
dapat
masing anggota (setiap anggota memiliki
mempengaruhi
kemampuan
komunikasi matematik.
Baroody
(Ansari,
2012:4)
tanggung
jawab
rasa
masing-
sumbangan dan belajar),
keterampilan
hubungan
(komunikasi,
antar
person
menyebutkan sedikitnya ada dua alasan
keberhasilan,
penting
dalam
keputusan, dan penyelesaian konflik), tatap
matematika perlu ditumbuhkembangkan di
muka menaikkan interaksi dan pengolahan
kalangan siswa. Pertama, mathematics as
data.
mengapa
komunikasi
kepemimpinan,
language, artinya matematika tidak hanya
Dalam
sekedar alat bantu berfikir (a tool to aid
dikembangkan
thinking), alat untuk menemukan pola,
dengan tujuan agar siswa saling berbagi
menyelesaikan masalah atau mengambil
kemampuan, saling belajar berpikir kritis,
kesimpulan, tetapi matematika juga sebagai
saling menyampaikan
Peningkatan Kemampuan Pemahaman
pembelajaran
membuat
diskusi
dan
kooperatif
komunikasi
pendapat, saling
60
Matematika Jurnal, Volume III No. 2, September 2016
memberi
kesempatan
menyalurkan
kemampuan, saling membantu belajar, saling
ISSN: 2355 -3782
matematika melalui medel pembelajaran
kooperatif?
menilai kemampuan dan peranan diri sendiri
maupun teman lain.
Dengan rumusan masalah yang telah
dikemukakan di atas, maka tujuan penelitian
Pada penelitian ini, diggunakan Model
ini adalah sebagai berikut: (1) Untuk
pembelajaran kooperatif sebagai salah satu
menelaah apakah peningkatan kemampuan
model
dapat
pemahaman
mengarahkan dan membimbing siswa untuk
memperoleh
dapat
mampu
menggunakan medel pembelajaran kooperatif
menjelaskan
lebih baik daripada siswa yang memperoleh
keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan
pemebelajaran biasa; (2) Untuk menelaah
konsep atau algoritma, secara luwes, akurat,
apakah peningkatan komunikasi matematis
efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah
siswa
serta
manipulasi
dengan menggunakan metode penemuan
matematika dalam membuat generalisasi,
terbimbing lebih baik daripada siswa yang
menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan
memperoleh pembelajaran biasa; dan (3)
dan pernyataan matematika untuk dapat
Untuk
meningkatkan kemampuan pemahaman dan
pembelajaran matematika melalui pendekatan
komunikasi matemats siswa.
model pembelajaran kooperatif.
pembelajaran
memahami
berkomunikasi
yang
konsep
dan
matematis,
dapat
melakukan
Berdasarkan
latar
belakang
yang
yang
matematik
siswa
pembelajaran
memperoleh
melihat
Model
sikap
dengan
pembelajaran
siswa
pembelajaran
kooperatif
merupakan
pada peningkatan kemampuan pemahaman
yang
dan komunikasi matematis siswa SMA,
kelompok. Setiap siswa yang ada dalam
dengan rumusan masalah sebagai berikut: (1)
kelompok mempunyai tingkat kemampuan
Apakah
yang berbeda-beda (tinggi, sedang dan
pemahaman
memperoleh
matematik
kemampuan
siswa
pembelajaran
model
terhadap
dikemukakan di atas, penelitian ini mengarah
peningkatan
suatu
yang
mengutamakan
pembelajaran
adanya
kelompok-
yang
rendah) dan jika memungkinkan anggota
dengan
kelompok berasal dari ras, budaya, suku
menggunakan model pembelajaran kooperatif
yang
lebih baik daripada siswa yang memperoleh
kesetaraan jender. Joice (Trianto, 2009:22)
pembelajaran biasa?; (2) Apakah peningkatan
menyebutkan bahwa: “Model pembelajaran
kemampuan komunikasi matematis siswa
adalah suatu perencanaan atau suatu pola
yang
dengan
yang digunakan sebagai pedoman dalam
meng-gunakan metode penemuan terbimbing
merencanakan pembelajaran di kelas atau
lebih baik daripada siswa yang memperoleh
pembelajaran dalam tutorial dan untuk
pembelajaran biasa?; dan (3) Bagaimana
menentukan perangkat-perangkat pembela-
sikap
jaran termasuk didalamnya buku-buku, film,
memperoleh
siswa
pembelajaran
terhadap
pembelajaran
berbeda
serta
memperhatikan
komputer dan lain-lain”.
Peningkatan Kemampuan Pemahaman
61
Matematika Jurnal, Volume III No. 2, September 2016
ISSN: 2355 -3782
Enam tahap pembelajaran kooperatif menurut Ibrahim,dkk (dalam Trianto, 2009 : 66)
dijelaskan dalam tabel di bawah ini
Tabel 1. Enam Tahap Pembelajaran Kooperatif
Tahapan
Indikator
Perilaku Guru
Tahap 1
Menyampaikan tujuan
memotivasi siswa.
dan
Guru menyampaikan semua tujuan
pembelajaran yang akan dicapai pada
materi yang dipelajari dan memotivasi
siswa untuk belajar.
Tahap 2
Menyajikan informasi atau
materi pelajaran
Guru menyajikan informasi atau materi
pelajaran kepada siswa baik dengan
demonstrasi atau bahan bacaan.
Tahap 3
Mengorganisasikan siswa ke
dalam
kelompok-kelompok
belajar.
Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana
membentuk kelompok belajar dan bekerja
sama dalam kelompok agar terjadi
peerubahan yang efisien.
Tahap 4
Membimbing kelompok
bekerja dan belajar.
Guru mengamati, mendorong dan
membimbing siswa dalam menyelesaikan
tugas.
Tahap 5
Evaluasi.
Guru mengevaluasi hasil belajar tentang
materi yang dipelajari atau masing-masing
kelompok mempresentasikan hasil
kelompoknya.
Tahap 6
Mengumumkan pengakuan dan
penghargaan.
Guru memberikan umpan balik terhadap
hasil kerja.
Ruseffendi (1991: 221) mengungkap-
membantu murid memahami konsep utama
kan bahwa: “ Bila siswa memahami sesuatu
dalam suatu subjek, bukan hanya mengingat
itu berarti bahwa siswa mengerti tentang
fakta-fakta yang terpisah-pisah. Pemahaman
sesuatu itu tetapi tahap mengertinya masih
konsep akan berkembang apabila guru dapat
rendah. Kemampuan mengerti pada tahap ini
mengeksplorasi topik secara mendalam dan
misalnya mampu mengubah informasi ke
memberi mereka contoh yang tepat dan
dalam bentuk paralel yang lebih bermakna,
menarik dari suatu konsep.
memberikan interpretasi”. Sumarmo (2007:
689), menyatakan
kemampuan
bahwa
indikator
pembelajaran
dari
matematika
Dalam penelitian ini yang dimaksud
dengan kemampuan pemahaman matematik
mengacu
pada
Taksonomi
Bloom
meliputi; (1) mengenal, (2) memahami, dan
(Ruseffendi, 1991 : 221) meliputi pemahaman
(3) menerapkan konsep, prosedur, prinsip, dan
interpretasi,
ide matematika. Pemahaman konsep adalah
Pemahaman interpretasi (pemberian arti) yaitu
aspek kunci dari pembelajaran. Salah satu
kemampuan dalam memahami bahan atau ide
tujuan
yang direkam, diubah atau disusun dalam
pengajaran
yang
penting
Peningkatan Kemampuan Pemahaman
adalah
translasi,
dan
ekstrapolasi.
62
Matematika Jurnal, Volume III No. 2, September 2016
bentuk lain, misalnya dalam bentuk kata-
ISSN: 2355 -3782
Baroody
2012:13-18)
komunikasi
kedalam
katanya sendiri, menggambarkan kembali inti
membagi
dari masalah yang dihadapinya dalam bentuk
bagian, yaitu sebagai berikut:
yang dimengertinya.
Pemahaman translasi
(pengubahan)
kemampuan
yaitu
dalam
aspek
(Ansari,
5
1. Mempresentasikan
Mempresentasikan meliputi menun-
memahami suatu masalah yang dinyatakan
jukkan
dengan ide/gagasan/cara lain misalnya, dalam
masalah dalam bentuk baru, misalnya
bentuk
notasi
menerjemahkan masalah ke dalam
matematika, dan sebagainya. Pemahaman
suatu bentuk konkret dengan bagan
ekstrapolasi (meramalkan) adalah kemampuan
atau gambar, menyajikan persoalan
untuk meramalkan kecenderungan yang ada
atau
menurut
matematika yang berupa diagram,
tabel,
grafik,
data/fakta
diagram,
tertentu
atau
grafik
kembali
masalah
suatu idea
ke
dalam
model
tertentu dengan mengutarakan konsekuensi
persamaan
dan implikasi yang sejalan dengan kondisi
matematika,
yang diberikan atau digambarkan.
sejumlah kalimat yang sederhana
Kemampuan komunikasi matematika
atau
atau
pertidaksamaan
grafik,
tabel,
atau
2. Mendengar
merupakan kemampuan untuk menggunakan
Mendengar adalah menerima suara
matematika sebagai alat komunikasi tertulis
dengan kedua telinga yang kemudian
yang dapat dilihat dari kemampuan : (1)
memberi respon terhadap apa yang
menyatakan masalah kehidupan sehari-hari
didengar.
kedalan simbol atau bahasa matematika, (2)
mendengar dengan teliti kemudian
menginterpretasi
dapat
gambar
kedalam
model
Siswa
dituntut
bermanfaat
untuk
dalam
matematika, (3) menjelaskan ide matematika
mengkonstruksi
secara tulisan dengan gambar, diagram dan
matematis yang lebih lengkap atau
tabel.
strategi yang lebih efektif
Greenes
dan
Schulman
(Ansari,
pengetahuan
2012:12) menjelaskan komunikasi matematik
3. Membaca
adalah: kemampuan (1) menyatakan ide
Membaca
matematika
tulisan,
memahami isi apa yang ditulis. Siswa
demonstrasi, dan melukiskannya secara visual
dianjurkan untuk menggunakan buku
dalam tipe yang berbeda, (2) memahami,
matematikanya sebagai suatu sumber
menafsirkan, dan menilai ide yang disajikan
informasi dan ide-ide, tidak hanya
dalam tulisan, lisan, atau dalam bentuk visual,
dari guru atau pekerjaan rumah.
(3)
dan
Membaca apa yang ditulis siswa
bermacam-macam
adalah merupakan cara yang istimewa
melalui
mengkonstruk,
menghubungkan
ucapan,
menafsirkan
representasi ide dan hubungannya.
adalah
melihat
serta
untuk guru dalam mengidentifikasi
pengertian
dan
miskonsepsi
dari
siswa.
Peningkatan Kemampuan Pemahaman
63
Matematika Jurnal, Volume III No. 2, September 2016
4. Berdiskusi
dengan
Diskusi merupakan pertemuan ilmiah
serta
ISSN: 2355 -3782
memahami
sesuatu
isi
yang
atas
ditulis.
antara
dua
belajar
matematika
(Ruseffendi, 1991).
segala
Dalam
METODE
berdiskusi diharapkan terjadi proses
interaksi
prestasi
atau
lebih
Penelitian ini merupakan penelitian
kuasi
eksperimen
dengan
pendekatan
individu yang terlibat dalam tukar
kuantitatif dan kualitatif, dengan tujuan untuk
menukar
memecahkan
menyelidiki hubungan sebab akibat serta
masalah, dan membantu siswa dalam
berapa besar hubungan sebab-akibat teresebut
mempraktekkan
dengan cara memberikan perlakuan.Adapun
informasi,
keteramplian
berkomunikasi.
desain penelitian adalah sebagai berikut:
5. Menulis
Kelas Eksperimen
:O X O
Kegiatan menulis dalam matematika
Kelas Kontrol
:O
lebih
Dimana
ditekankan
kepada
O
pengekspresian ide-ide matematik.
O: Pretes dan postes berupa tes pemahaman
Menulis mengenai matematika dapat
dan penalaran matematik
mendorong
X: Pembelajaran dengan metode penemuan
siswa
untuk
merefleksikan pekerjaan mereka dan
mengklarifikasi ide-ide untuk mereka
sendiri.
Sikap
kepribadian
terbimbing
Populasi penelitian ini adalah siswa
kelas X Sekolah Menengah Atas (SMA)
merupakan
bagian
seseorang,
oleh
dari
karenanya
Negeri 6 Kota Padangsidimpuan yang dipilih
secara Random
Sampling.
Sampel
pada
sangatlah sulit untuk menelahnya. Meskipun
penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri
demikian
6 Padangsidimpuan.
beberapa
menerangkan
teori
bagaimana
mencoba
pembentukan
Instrumen penelitian yang digunakan
perubahan sikap tersebut. Salah satu teori
meliputi:
yang sering digunakan bahwa sikap akan
pemahaman
"mencari kesesuaian" antara kepercayaan dan
bentuk uraian, dan(2) angket skala sikap
perasaan
dan
dengan menggunakan model Skala Likert.Tes
sikap
ini digunakan untuk mengukur kemampuan
tergantung dari salah satu perasaan (feelings)
pemahaman matematik siswa. Tes disusun
atau kepercayaan (beliefs). Dengan kata lain,
dalam bentuk uraian yang terdiri dari 5 (lima)
dalam proses pembelajaran matematika perlu
butir soal untuk mengukur kemampuan
diperhatikan sikap positif siswa terhadap
pemahaman
matematika. Hal ini penting mengingat sikap
dengan soal yang diberikan siswa memang
positif terhadap matematika berkorelasi positif
benar benar bisa atau mengerti benar dengan
mereka
menyarankan
terhadap
bahwa
objek,
perubahan
(1)
lembar
dan
tes
kemampuan
komunikasi
matematik
matematik siswa. Diharakan
materi pelajaran yang dipelajarinya.
Peningkatan Kemampuan Pemahaman
64
Matematika Jurnal, Volume III No. 2, September 2016
ISSN: 2355 -3782
Tes kemampuan komunikasi matematik
Sedangkan hasil analisis terhadap peningkatan
pada penelitian ini berbentuk uraian sebanyak
kemampuan pemahaman matematik setelah
5 soal yang diberikan awal dan akhir
pembelajaran dilakukan, ditemukan bahwa
pembelajaran melalui Model pembelajaran
siswa yang memperoleh model pembelajaran
kooperatif. Dalam penyusunan tes penalaran
kooperatif
matematika, terlebih dahulu menyusun kisi-
kemampuan pemahaman yang lebih baik
kisi soal yang mencakup kompetensi dasar,
daripada
indikator, aspek yang diukur beserta skor
pembelajaran
penilaian dan nomor butir soal, dilanjutkan
peningkatan menunjukan bahwa siswa telah
dengan menyusun soal serta alternatif kunci
memahami konsep-konsep yang diberikan
jawabannya masing-masing soal.
atau diajarkan sehingga mereka dapat mencari
mempunyai
siswa
peningkatan
yang
memperoleh
konvensional.
Adanya
pemahaman dari dua kasus atau hal yang
berbeda pada setiap soal.
HASIL DAN PEMBAHAN
Berdasarkan hasil analisis terhadap
Rangkuman hasil pengujian hipotesis
pretes, ternyata tidak ada perbedaan pada
penelitian terhadap gain yang berkenaan
kemampuan pemahaman matematik siswa
dengan kemampuan pemahaman matematik
yang
pembelajaran
siswa pada kedua kelas penelitian dengan
kooperatif dibandingkan dengan siswa yang
menggunakan T-tes pada taraf signifikansi
memperoleh
0,05 disajikan pada tabel berikut.
memperoleh
model
pembelajaran
konvensional.
Tabel 2. Rangkuman Hasil Uji Hipotesis Penelitian
No.
1.
Hipotesis Penelitian
thitung
Peningkatan
kemampuan
pemahaman 4,486
matematik
siswa
yang
memperoleh
pembelajaran dengan model pembelajaran
kooperatif lebih baik daripada siswa yang
memperoleh pembelajaran konvensional.
ttabel
1,669
Hasil
Pengujian
Ho ditolak,
artinya, lebih
baik
Hipotesis
Penelitian
Diterima
Data pada tabel di atas, menunjukkan
memperoleh model pembelajaran kooperatif
bahwa terdapat peningkatan kemampuan
lebih baik dibandingkan dengan siswa yang
pemahaman matematik siswa yang signifikan
memperoleh
antara rerata skor siswa kelas eksperimen dan
Penolakan Ho menunjukan bahwa terdapat
siswa kelas kontrol pada taraf signifikansi α
perbedaan
= 0,05. Dengan thitung adalah 4,486 adalah
pemahaman matematik siswa antara kelas
lebih dari ttabel sebesar 1,669. Sehingga
eksperimen dan kelas kontrol.
dapat
disimpulkan
pemahaman
bahwa
matematik
kemampuan
siswa
Peningkatan Kemampuan Pemahaman
yang
Hasil
pembelajaran
peningkatan
analisis
uji
konvensional.
kemampuan
dua
rerata
menunjukkan bahwa terdapat perbedaan
65
Matematika Jurnal, Volume III No. 2, September 2016
ISSN: 2355 -3782
kemampuan penalaran matemati antara siswa
yang
memperoleh
model
Rangkuman hasil pengujian hipotesis
pembelajaran
penelitian terhadap gain yang berkenaan
kooperatif dengan siswa yang memperoleh
dengan kemampuan penalaran matematik
pembelajaran
siswa pada kedua kelas penelitian dengan
konvensional.
Dengan
demikian Siswa yang memperoleh model
menggunakan
pembelajaran
statistik T-tes pada taraf signifikansi 0,05
memilliki
penemuan
terbimbing
kemampuan
pemahaman
SPSS
18
dengan
uji
disajikan pada tabel berikut.
matematik lebih baik daripada siswa yang
memperoleh pembelajaran konvensional.
Tabel 3. Rangkuman Hasil Uji Hipotesis Penelitian
No. Hipotesis Penelitian
thitung
1.
Peningkatan kemampuan komunikasi 5.679
matematik siswa yang memperoleh
model
pembelajaran
penemuan
terbimbing lebih baik daripada siswa
yang
memperoleh
pembelajaran
konvensional.
Data tabel di atas dapat dilihat bahwa
ttabel
1,669
Hasil Pengujian
Ho ditolak, artinya,
berbeda signifikan
Hipotesis
Penelitian
Diterima
pembelajaran matematika. Selama ini siswa
peningkatan kemampuan penalaran secara
yang
keseluruhan antara kelas yang memperoleh
terhadap pelajaran matematika. Tetapi pada
model pembelajaran kooperatif dengan kelas
model
yang memperoleh pembelajaran konvensional
sebaliknya,
berbeda secara signifikan. Dengan thitung
pelajaran matematika. Faktor pembelajaran
5,679 adalah lebih dari ttabel yaitu 1,669,
(PPT dan PK) memberikan pengaruh yang
maka dapat disimpulkan bahwa terdapat
berbeda secara signifikan terhadap sikap
perbedaan kemampuan penalaran matematik
siswa. Hal ini menunjukkan bahwa siswa
siswa
memperoleh banyak manfaat dari model
yang
memperoleh
pemebelajaran
dengan metode permbelajaran kooperatif lebih
baik
dibandingkan
dengan
pembelajaran
konvensional.
cenderung
bersikap
pembelajaran
mereka
kurang
kooperatif
terlihat
suka
justru
menyukai
pembelajaran kooperatif.
Pembelajaran
dengan
model
pembelajaran kooperatif telah berhasil secara
Model pembelajaran kooperatif telah
signifikan meningkatkan sikap positif siswa
berhasil secara signifikan meningkatkan sikap
terhadap pelajaran matematika, yaitu dengan
positif siswa terhadap pelajaran matematika,
skor rerata sikap siswa adalah sebesar 85.36%
yaitu dengan skor rerata sikap siswa adalah
dengan skor kelas 4,4, dengan ini maka dapat
sebesar 84,24% dengan skor kelas sebesar 4,3
disimpulkan bahwa sebagian besar siswa
Model
pembelajaran
mempunyai
sikap
memberikan pengaruh yang berbeda secara
pembelajaran
matematika
signifikan
pembelajaran kooperatif.
terhadap
sikap
kooperatif
siswa
Peningkatan Kemampuan Pemahaman
dalam
positif
dengan
terhadap
model
66
Matematika Jurnal, Volume III No. 2, September 2016
Sehingga dapat disimpulkan bahwa
model
pembelajaran
kooperatifsecara
signifikan
meningkatkan
pemahaman
dan
kemampuan
penalaran
ISSN: 2355 -3782
4. Setelah mendapatkan pembelajaran, para
siswa menunjukkan sikap positif terhadap
pelajaran
matematika,
terhadap
matematik
pembelajaran dengan model kooperatif,
dibandingkan dengan kelompok kontrol yang
dan terhadap soal-soal pemahaman dan
memperoleh pembelajaran konvensional.
komunikasi matematis yang diberikan.
Secara umum dapat dikatakan bahwa
siswa memperlihatkan sikap yang positif
SIMPULAN
Dari hasil penelitian dan pembahasan,
dapat diperoleh kesimpulan dan saran sebagai
berikut:
terhadap keseluruhan aspek pembelajaran
dengan model pembelajaran kooperatif.
5. Temuan di lapangan menunjukan bahwa
1. Pembelajaran matematika dengan model
pembelajaran
kooperatif
dapat
pembelajaran
masih
matematika
konvensional.
di
sekolah
Pembelajaran
meningkatkan kemapuan pemahaman dan
matematika di sekolah diperoleh melalui
komunikasi matematik siswa sekolah
pemberitahuan
menengah atas.
(ceramah/ekspositori), bacaan, meniru,
2. Terdapat
perbedaan
peningkatan
melihat,
dengan
mengamati
dan
cara
sebagainya,
kemampuan pemahaman matematik siswa
bukan diperoleh melalui penemuan.Hal
yang belajar dengan menggunakan model
ini menyebabkan kurangnya pemahaman
pembelajaran
terhadap konsep matemaika. Mengingat
daripada
kooperatif
siswa
yang
lebih
baik
memperoleh
hasil
penelitian
menunjukan
pembelajaran konvensional. Siswa pada
pembelajaran
kelas
model pembelajaran kooperatif lebih baik
pembelajaran
kooperatif
(kelas
dengan
bahwa
menggunakan
eksperimen) mengalami peningkatan yang
dalam
lebih tinggi daripada siswa pada kelas
pemahaman dan komunikasi matematik
konvensional (kelas kontrol).
siswa dibandingkan dengan pembelajaran
3. Terdapat
kemampuan
peningkatan
konvensional, maka peneliti menyarankan
kemampuan komunikasi matematik siswa
agar model pembelajaran kooperatif dapat
yang belajar dengan menggunakan model
dijadikan
pembelajaran
pembelajaran yang diterapkan pada siswa
daripada
perbedaan
meningkatkan
kooperatif
siswa
yang
lebih
baik
memperoleh
pembelajaran konvensional. Siswa pada
kelas
pembelajaran
kooperatif
sebgai
salah
satu
metode
sekolah menengah pertama.
6. Hasil
penelitian
menunjukan
bahwa
(kelas
kemampuan pemahaman dan komunikasi
eksperimen) mengalami peningkatan yang
matematik saling berkorelasi. Oleh karena
lebih tinggi daripada siswa pada kelas
itu, perlu penelitian lebih lanjut tentang
konvensional (kelas kontrol).
hal ini. Selain itu, perlu juga dilakukan
penelitian
Peningkatan Kemampuan Pemahaman
lebih
lanjut
untuk
67
Matematika Jurnal, Volume III No. 2, September 2016
ISSN: 2355 -3782
pengembangan kemampuan matematik
menyeluruh untuk semua kemampuan
lainnya sehingga diperoleh gambaran
matematik yang dikembangkan.
DAFTAR RUJUKAN
Ansari,
Bansu
l,
(2009).
Matematika
Komunikasi
Konsep
Ruseffendi, E.T. (1991). Pengantar Kepada
dan
Membantu Guru Mengembangkan
Aplikasi. Jakarta: Pena.
Kompetensinya Dalam Pengajaran
Arikonto. (2006). Prosedur Penelitian: Suatu
Pendekatan
Matematika Untuk Meningkatkan
Praktik.. Jakarta:
Rineka Cipta.
CBSA. Bandung: Tarsito.
Saleh,
Iskandar Alam, Burhan, (2012). Peningkatan
Kemampuan
Pemahaman
Melalui
Mathematic
Pendekatan
Prosiding
Makalah
Nasional
Matematika
dan Penalaran Matematika Siswa
SMA
Seminar
Budi.(2010).
Matematika
dari
Dikaitkan
Kemampuan
dan
Siswa.
Pendidikan Matematika F MIPA
Manpaat,
Mengajar
Sumarmo, (2007). Kemampuan Pemahaman
(RME),
UNY, 10 November 2012.
Seni
Majemuk. Bogor: Regina.
Realistic
Education
(2008).
Matematika Berbasis Kecerdasan
dan
Komunikasi Matematika Siswa SD
Andri.
Penalaran
Bandung:
Dengan
Logik
Remaja
Rosdakarya.
Trianto
(2009).
Mendesain
Model
membumikan
Pembelajaran
kampus
Jakarta: Kencana Prenada Group.
ke
Inovatif-Progresif.
Kampung. Jakarta: Buku kita.
Peningkatan Kemampuan Pemahaman
68
Download