prospektus - OSO Manajemen Investasi

advertisement
Tanggal Efektif
: 3 Oktober 2012
Masa Penawaran
: Maksimum 90 Hari Bursa, terhitung sejak Tanggal Efektif
Tanggal Jatuh Tempo
: Maksimum tahun 2017
Tanggal Penjualan Kembali
: Setiap 3 (tiga) bulan sekali sejak tanggal penjualan kembali yang pertama kali
Tanggal Pembagian Hasil Investasi: Setiap awal bulan Maret, awal bulan Juni, awal bulan September dan awal bulan
Desember
Jangka waktu investasi
: Direncanakan maksimum 5 (lima) tahun
Tanggal Pembayaran Pelunasan : Paling lambat T+7 setelah Tanggal Penjualan Kembali, Tanggal Jatuh Tempo, Tanggal
Pembagian Hasil Investasi atau tanggal Pelunasan Lebih Awal
PROSPEKTUS
REKSA DANA TERPROTEKSI OSO DANA TERPROTEKSI III
BAPEPAM DAN LK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA
MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN
DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.
Reksa Dana Terproteksi OSO DANA TERPROTEKSI III (d/h BRENT DANA TERPROTEKSI) (selanjutnya disebut “OSO
DANA TERPROTEKSI III”) adalah Reksa Dana Terproteksi berbentuk Kontrak Investasi Kolektif berdasarkan Undangundang No.8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal beserta peraturan pelaksanaannya.
Tujuan investasi OSO DANA TERPROTEKSI III adalah untuk memberikan proteksi 100% (seratus persen) atas Pokok Investasi
dan potensi tambahan hasil investasi pada akhir masa investasi yang jatuh pada Tanggal Jatuh Tempo dengan melakukan
investasi sesuai dengan Kebijakan Investasi dimana Manajer Investasi wajib membeli kembali (pelunasan) seluruh Unit
Penyertaan yang telah diterbitkan dan dimiliki oleh Pemegang Unit Penyertaan dengan harga yang ditetapkan
berdasarkan Nilai Aktiva Bersih pada Tanggal Jatuh Tempo yang nilainya paling kurang dapat menutupi jumlah nilai yang
terproteksi atau Pokok Investasi.
OSO DANA TERPROTEKSI III akan berinvestasi maksimum 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi pada minimum 80% (delapan
puluh persen) dan maksimum 100% (seratus persen) pada Efek bersifat utang yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik
Indonesia dan/atau obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan swasta yang masuk dalam kategori layak
investasi (Investment Grade) dalam mata uang Rupiah yang diperdagangkan menurut peraturan perudang-undangan di
Indonesia serta minimum 0% (nol persen) dan maksimum 20% (dua puluh persen) pada instrumen pasar uang antara lain
Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Efek bersifat utang yang jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun, deposito dan/atau setara
kas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
PENAWARAN UMUM
PT OSO Manajemen Investasi (d/h PT Brent Asset Management) sebagai Manajer Investasi melakukan Penawaran
Umum secara terus-menerus atas Unit Penyertaan OSO DANA TERPROTEKSI III dengan jumlah sekurang-kurangnya
25.000.000 (dua puluh lima juta) Unit Penyertaan sampai dengan jumlah sebanyak-banyaknya 200.000.000 (dua ratus
juta) Unit Penyertaan pada Masa Penawaran.
Setiap Unit Penyertaan OSO DANA TERPROTEKSI III akan ditawarkan dengan harga sama dengan Nilai Aktiva Bersih awal
yaitu sebesar Rp 1.000,- (seribu Rupiah) per Unit Penyertaan selama Masa Penawaran.
Sebelum berakhirnya Masa Penawaran, Manajer Investasi dapat mempersingkat Masa Penawaran berdasarkan pada
kondisi pasar dan akumulasi jumlah pembelian. Keterangan lebih lanjut mengenai Masa Penawaran dapat dilihat pada
Bab II Prospektus.
Calon Pemegang Unit Penyertaan tidak dapat membatalkan permohonan pembelian Unit Penyertaan OSO DANA
TERPROTEKSI III
Pada Tanggal Jatuh Tempo, Manajer Investasi untuk kepentingan Pemegang Unit Penyertaan wajib melakukan pelunasan
atas seluruh Unit Penyertaan yang telah diterbitkan, yang masih dimiliki oleh Pemegang Unit Penyertaan, dalam waktu
yang bersamaan (serentak) dan dengan harga per Unit Penyertaan yang sama besarnya bagi semua Pemegang Unit
Penyertaan berdasarkan Nilai Aktiva Bersih OSO DANA TERPROTEKSI III pada Tanggal Jatuh Tempo. Pembayaran pelunasan
oleh Bank Kustodian akan dilakukan paling lambat 7 (tujuh) Hari Bursa setelah Tanggal Jatuh Tempo
Pemegang Unit Penyertaan tidak dikenakan biaya pembelian Unit Penyertaan (subscription fee) dan tidak dikenakan
biaya penjualan Unit Penyertaan(redemption fee). Uraian lengkap mengenai biaya dapat dilihat pada Bab X Prospektus.
MANAJER INVESTASI
PT OSO MANAJEMEN INVESTASI
Gd. Cyber 2 Lantai 31
Jl. HR. Rasuna Said Blok X-5/13
Jakarta 10950
Telp. (021) 29411429
Fax. (021) 29411428
BANK KUSTODIAN
PT BANK DBS INDONESIA
Plaza Permata Lt. 8
Jl. M.H. Thamrin Kav. 57
Jakarta 10350
Telp. (021) 390 3366
Fax. (021) 390 3443
SEBELUM ANDA MEMUTUSKAN UNTUK MEMBELI UNIT PENYERTAAN REKSA DANA INI ANDA HARUS TERLEBIH DAHULU
MEMPELAJARI ISI PROSPEKTUS INI KHUSUSNYA BAB V MENGENAI TUJUAN, KEBIJAKAN INVESTASI DAN MEKANISME
PROTEKSI POKOK INVESTASI, BAB IX MENGENAI MANFAAT INVESTASI DAN FAKTOR-FAKTOR RISIKO, BAB III MENGENAI
MANAJER INVESTASI.
Prospektus Pembaharuan ini diterbitkan di Jakarta tanggal 28 Mei 2013
OSO DANA TERPROTEKSI III
UNTUK DIPERHATIKAN
OSO DANA TERPROTEKSI III tidak termasuk instrumen investasi yang dijamin oleh Pemerintah dan Bank
Indonesia. Sebelum membeli Unit Penyertaan, calon investor harus terlebih dahulu mempelajari dan
memahami prospektus dan dokumen penawaran lainnya. Isi dari Prospektus dan dokumen
penawaran lainnya bukanlah suatu saran baik dari sisi bisnis, hukum maupun pajak. Oleh karena itu,
calon Pemegang Unit Penyertaan disarankan untuk meminta pertimbangan atau nasehat dari pihak pihak yang berkompeten sehubungan dengan investasi dalam OSO DANA TERPROTEKSI III. Calon
Pemegang Unit Penyertaan harus menyadari bahwa terdapat kemungkinan Pemegang Unit
Penyertaan akan menanggung risiko sehubungan dengan Unit Penyertaan yang dipegangnya.
Sehubungan dengan kemungkinan adanya risiko tersebut, apabila dianggap perlu calon Pemegang
Unit Penyertaan dapat meminta pendapat dari pihak-pihak yang berkompeten atas aspek bisnis,
hukum, keuangan, pajak, maupun aspek lain yang relevan.
Perkiraan yang terdapat dalam Prospektus yang menunjukkan indikasi hasil investasi dari BRENT DANA
TERPROTEKSI III, bila ada, hanyalah perkiraan dan tidak ada kepastian atau jaminan bahwa
Pemegang Unit Penyertaan akan memperoleh hasil investasi yang sama dimasa yang akan datang,
dan indikasi ini bukan merupakan janji atau jaminan dari Manajer Investasi atas target hasil investasi
maupun potensi hasil investasi, bila ada, yang akan diperoleh oleh calon Pemegang Unit Penyertaan.
Perkiraan tersebut dapat berubah sebagai akibat dari berbagai faktor, termasuk antara lain faktor faktor yang telah diungkapkan dalam BAB IX mengenai Manfaat Investasi dan Faktor-Faktor Risiko.
OSO DANA TERPROTEKSI III
DAFTAR ISI
BAB I
ISTILAH DAN DEFINISI ........................................................................................................ ......
1
BAB II
INFORMASI MENGENAI OSO DANA TERPROTEKSI III ..........................................................
5
BAB III
MANAJER INVESTASI ...............................................................................................................
9
BAB IV
BANK KUSTODIAN ....................................................................................................................
11
BAB V
TUJUAN, KEBIJAKAN INVESTASI DAN MEKANISME PROTEKSI POKOK INVESTASI ...............
12
BAB VI
MEKANISME PROTEKSI .............................................................................................................
16
BAB VII
METODE PENGHITUNGAN NILAI PASAR WAJAR DARI EFEK DALAM PORTOFOLIO
OSO DANA TERPROTEKSI III ..................................................................................................
17
BAB VIII
PERPAJAKAN ...........................................................................................................................
19
BAB IX
MANFAAT INVESTASI DAN FAKTOR-FAKTOR RISIKO .............................................................
20
BAB X
IMBALAN JASA DAN ALOKASI BIAYA ....................................................................................
23
BAB XI
HAK PEMEGANG UNIT PENYERTAAN .............................................................................
24
BAB XII
TATA CARA PEMBELIAN UNIT PENYERTAAN ..........................................................................
26
BAB XIII
TATA CARA PENJUALAN KEMBALI (PELUNASAN) UNIT PENYERTAAN PADA TANGGAL
PENJUALAN KEMBALI.............................................................................
28
BAB XIV
TATA CARA PENJUALAN KEMBALI (PELUNASAN) UNIT PENYERTAAN PADA TANGGAL
JATUH TEMPO ..................
30
BAB XV
TATA CARA PELUNASAN LEBIH AWAL UNIT PENYERTAAN....................................................
31
BAB XVI
SKEMA PEMBELIAN DAN PENJUALAN KEMBALI (PELUNASAN)
32
OSO DANA TERPROTEKSI III ..................................................................................................
BAB XVII
JANGKA WAKTU, PEMBUBARAN DAN LIKUIDASI ..................................................................
33
BAB XVIII LAPORAN KEUANGAN………. ................................................................................................
38
BAB XIX
39
PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL ..................................................................................
OSO DANA TERPROTEKSI III
BAB I
ISTILAH DAN DEFINISI
1.1
Istilah dan Definisi dibawah ini merujuk pada Undang-undang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar
Modal beserta peraturan pelaksanaannya di bidang Reksa Dana.
1.1.1.
“Afiliasi”, adalah:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
1.1.2.
Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara
horisontal maupun vertikal;
Hubungan antara satu pihak dengan pegawai, Direktur, atau Komisaris dari pihak tersebut;
Hubungan antara 2 (dua) perusahaan dimana terdapat satu atau lebih anggota Direksi atau
Komisaris yang sama;
Hubungan antara perusahaan dengan suatu pihak, baik langsung maupun tidak langsung,
mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut;
Hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan baik langsung maupun tidak
langsung oleh pihak yang sama; atau
Hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama.
“Bank Kustodian”, adalah Bank Umum yang telah mendapat persetujuan dari Bapepam dan LK
untuk menyelenggarakan kegiatan usaha sebagai Kustodian, dalam hal ini adalah PT Bank DBS
Indonesia atau pengganti haknya.
1.1.3. “Bapepam dan LK”, adalah Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal dan Keputusan Menteri Keuangan
Republik Indonesia No. KMK 606/KMK.01/2005 tanggal 30 Desember 2005 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan.
1.1.4.
“OSO DANA TERPROTEKSI III”, adalah reksa dana terproteksi berbentuk kontrak investasi kolektif
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan No. IV.C.4 dan tercantum dalam Kontrak.
1.1.5.
“Bukti Kepemilikan”, adalah Surat Konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan yang membuktikan jumlah
Unit Penyertaan yang dimiliki oleh masing-masing Pemegang Unit Penyertaan, yang diterbitkan
oleh Bank Kustodian.
1.1.6.
“Dokumen Keterbukaan Produk”, adalah dokumen yang memuat secara rinci instrumen-instrumen
investasi yang akan ada di dalam portofolio investasi OSO DANA TERPROTEKSI III dan ilustrasi
imbal hasil yang diharapkan dari OSO DANA TERPROTEKSI III serta informasi material lainnya.
Dokumen ini akan disediakan oleh Manajer Investasi pada Masa Penawaran.
1.1.7.
“Efek”, adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham,
obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek,
dan setiap derivatif dari Efek.
1.1.8.
“Efektif”, adalah terpenuhinya seluruh tata cara dan persyaratan Pernyataan Pendaftaran Dalam
Rangka Penawaran Umum Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang ditetapkan
dalam Undang-undang Pasar Modal dan Peraturan No. IX.C.5. yang dibuktikan dengan Surat
Pernyataan Efektif Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum Reksa Dana
Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang dikeluarkan oleh Bapepam dan LK.
1.1.9.
“Formulir Pemesanan Pembelian Unit Penyertaan”, adalah formulir asli yang dipakai oleh calon
pembeli untuk membeli Unit Penyertaan yang diisi, ditandatangani dan diajukan oleh calon
pembeli kepada Manajer Investasi.
1.1.10. “Formulir Penjualan Kembali (Pelunasan) Unit Penyertaan”, adalah formulir asli yang dipakai oleh
Pemegang Unit Penyertaan untuk menjual (pelunasan) Unit Penyertaan yang dimilikinya yang
diisi, ditandatangani dan diajukan oleh Pemegang Unit Penyertaan kepada Manajer Investasi.
1.1.11. “Formulir Profil Calon Pemegang Unit Penyertaan”, adalah formulir yang wajib untuk diisi oleh
calon Pemegang Unit Penyertaan sebagaimana disyaratkan dalam Peraturan No. IV.D.2, yang
berisi data dan informasi mengenai profil risiko calon Pemegang Unit Penyertaan sebelum
melakukan pembelian Unit Penyertaan yang pertama kali pada Manajer Investasi.
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 1
1.1.12. “Hari Bursa”, adalah setiap hari diselenggarakannya perdagangan Efek di Bursa Efek, yaitu hari
Senin sampai dengan hari Jumat, kecuali hari tersebut merupakan hari libur nasional atau
dinyatakan sebagai hari libur oleh Bursa Efek.
1.1.13. “Hari Kalender”, adalah setiap hari dalam 1 (satu) tahun sesuai dengan kalendar Gregorius tanpa
kecuali.
1.1.14.
“Hari Kerja”, adalah hari Senin sampai dengan hari Jumat dimana Bank Indonesia buka dan
melakukan kliring, kecuali hari libur nasional yang ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia
dan/atau Hari Kerja yang karena suatu keadaan tertentu ditetapkan oleh pemerintah Republik
Indonesia dan/atau Bank Indonesia sebagai hari libur.
1.1.15. “Kebijakan Investasi”, adalah penentuan Efek dalam portofolio BRENT DANA TERPROTEKSI III
sebagaimana diatur dalam BAB V Prospektus.
1.1.16.
“Kontrak”, adalah kontrak investasi kolektif OSO DANA TERPROTEKSI III antara Manajer Investasi
dan Bank Kustodian yang mengikat Pemegang Unit Penyertaan, dimana Manajer Investasi diberi
wewenang untuk mengelola portofolio investasi kolektif dan Bank Kustodian diberi wewenang
untuk melaksanakan penitipan kolektif, sebagaimana termaktub dalam Akta Kontrak Investasi
Koletif No. 15 tanggal 18 Juli 2012 yang dibuat di hadapan B. Andy Widyanto, S.H., Notaris di
Tangerang.
1.1.17. “Kustodian”, adalah pihak yang memberikan jasa penitipan Efek (termasuk penitipan kolektif atas
Efek yang dimiliki bersama oleh lebih dari satu pihak yang kepentingannya diwakili oleh Bank
Kustodian) dan harta lain yang berkaitan dengan Efek serta jasa lain, termasuk menerima
dividen, bunga, dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi Efek, dan mewakili pemegang
rekening yang menjadi nasabahnya.
1.1.18. “Manajer Investasi”, adalah pihak yang kegiatan usahanya mengelola Portofolio Efek untuk para
nasabahnya atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah, dalam hal
ini adalah PT OSO Manajemen Investasi atau pengganti haknya.
1.1.19. “Nilai Aktiva Bersih”, adalah nilai pasar yang wajar dari Efek dan kekayaan lain OSO DANA
TERPROTEKSI III yang ditentukan oleh Manajer Investasi dikurangi seluruh kewajibannya. Metode
Penghitungan Nilai Aktiva Bersih harus dilakukan sesuai dengan Peraturan No. IV.C.2.
1.1.20. “Nilai Pasar Wajar”, adalah nilai yang dapat diperoleh dari transaksi Efek yang dilakukan antar
para pihak yang bebas bukan karena paksaan atau likuidasi.
1.1.21. ”Pelunasan Jatuh Tempo”, adalah pelunasan atas seluruh investasi Pemegang Unit Penyertaan
pada OSO DANA TERPROTEKSI III yang dilakukan oleh Manajer Investasi berdasarkan Nilai Aktiva
Bersih pada Tanggal Jatuh Tempo, dengan nilai sekurang-kurangnya sebesar nilai yang
diproteksi.
1.1.22. “Pelunasan Lebih Awal”, adalah suatu tindakan dari Manajer Investasi untuk melakukan
pelunasan seluruh Unit Penyertaan yang masih dimiliki Pemegang Unit Penyertaan sebelum
Tanggal Jatuh Tempo karena sebab-sebab yang tercantum dalam Bab XV Prospektus, yang
wajib dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan dan dengan harga per Unit Penyertaan yang
sama besarnya bagi semua Pemegang Unit Penyertaan yang ditetapkan berdasarkan Nilai
Aktiva Bersih pada tanggal dilakukannya Pelunasan Lebih Awal tersebut.
1.1.23. “Pelunasan Parsial”, adalah pelunasan bertahap atas investasi Pemegang Unit Penyertaan pada
OSO DANA TERPROTEKSI III yang dilakukan oleh Manajer Investasi dengan membeli kembali Unit
Penyertaan (pelunasan) dalam waktu bersamaan (serentak)yang disesuaikan dengan jatuh
tempo dari atau pelaksanaan opsi untuk melunasi (jika ada) Efek bersifat utang yang menjadi
basis nilai proteksi atas Pokok Investasi dalam portofolio investasi OSO DANA TERPROTEKSI III
yang secara rinci akan dicantumkan dalam Dokumen Keterbukaan Produk.
1.1.24. “Pemegang Unit Penyertaan”, adalah setiap pihak yang mempunyai bagian dalam kepentingan
portofolio OSO DANA TERPROTEKSI III melalui kepemilikan Unit Penyertaan.
1.1.25. “Penawaran Umum”, adalah kegiatan penawaran Unit Penyertaan yang dilakukan oleh Manajer
Investasi untuk menjual Unit Penyertaan kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur
dalam Undang-Undang Pasar Modal dan Kontrak.
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 2
1.1.26. “Peraturan No IV.B.1”, adalah Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor KEP552/BL/2010 tanggal 30 Desember 2010 tentang Pedoman Pengelolaan Reksa Dana berbentuk
Kontrak Investasi Kolektif.
1.1.27. “Peraturan No. IV.B.2”, adalah Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor KEP553/BL/2010 tanggal 30 Desember 2010 tentang Pedoman Kontrak Reksa Dana Berbentuk
Kontrak Investasi Kolektif.
1.1.28. “Peraturan No. IV.C.2”, adalah Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep402/BL/2008 tanggal 9 Oktober 2008 Tentang Nilai Pasar Wajar Dari Efek Dalam Portofolio Reksa
Dana.
1.1.29. “Peraturan No. IV.C.4”, adalah Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep262/BL/2011 tanggal 31 Mei 2011 Tentang Pedoman Pengelolaan Reksa Dana Terproteksi, Reksa
Dana Dengan Penjaminan, dan Reksa Dana Indeks.
1.1.30. “Peraturan No. IV.D.2”, adalah Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor Kep-20/PM/2004
tanggal 29 April 2004 Tentang Profil Pemodal Reksa Dana.
1.1.31. “Peraturan No. V.D.10”, adalah Lampiran Keputusan Ketua Bapepam & LK Nomor Kep-476/BL/2009
tanggal 23 Desember 2009 Tentang Prinsip Mengenal Nasabah Oleh Penyedia Jasa Keuangan Di
Bidang Pasar Modal.
1.1.32. “Peraturan No. IX.C.5”, adalah Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep430/BL/2007 tanggal 19 Desember 2007 Tentang Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka
Penawaran Umum Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif.
1.1.33. “Peraturan No. X.D.1”, adalah Lampiran Keputusan Ketua
tanggal 9 Februari 2004 Tentang Laporan Reksa Dana.
Bapepam Nomor Kep-06/PM/2004
1.1.34. “Pernyataan Pendaftaran”, adalah penyampaian formulir dalam rangka Penawaran Umum Unit
Penyertaan Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif sesuai dengan Lampiran I pada
Peraturan No. IX.C.5 berikut semua dokumen sebagaimana disyaratkan dalam Peraturan No.
IX.C.5 yang diajukan oleh Manajer Investasi kepada Bapepam dan LK.
1.1.35. "Pokok Investasi" adalah investasi awal Pemegang Unit Penyertaan atau uang yang diinvestasikan
pertama kali oleh Pemegang Unit Penyertaan dengan membeli Unit Penyertaan pada Masa
Penawaran
1.1.36. “Portofolio Efek”, adalah kumpulan Efek yang merupakan kekayaan OSO DANA TERPROTEKSI III
berdasarkan investasi yang dilakukan oleh Manajer Investasi sesuai dengan Kebijakan Investasi.
1.1.37. “Prospektus”, adalah setiap pernyataan yang dicetak atau informasi tertulis yang digunakan
dengan tujuan agar pemodal membeli Unit Penyertaan melalui Penawaran Umum, kecuali
pernyataan atau informasi yang berdasarkan peraturan Bapepam dan LK yang dinyatakan
bukan sebagai Prospektus.
1.1.38. “Reksa Dana”, adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat
pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Unit Penyertaan oleh Manajer
Investasi, yang dapat berbentuk Perseroan Terbatas atau Kontrak Investasi Kolektif.
1.1.39. ”Surat Konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan”, adalah surat yang mengkonfirmasikan telah
dilaksanakannya instruksi pembelian dan/atau penjualan kembali Unit Penyertaan oleh
Pemegang Unit Penyertaan yang akan disampaikan oleh Bank Kustodian dalam waktu paling
lambat 7 (tujuh) Hari Bursa setelah diterimanya perintah untuk pembelian dan/atau penjualan
kembali (pelunasan), yang dapat menunjukkan jumlah Unit Penyertaan yang dimiliki oleh
Pemegang Unit Penyertaan serta Nilai Aktiva Bersih pada Tanggal Emisi, Tanggal Jatuh Tempo,
Tanggal Pelunasan Kembali, Tanggal Pelunasan Parsial, Tanggal Pembagian Hasil Investasi dan
jika terjadi Pelunasan Lebih Awal.
1.1.40. “Tanggal Efektif”, adalah tanggal dimana Pernyataan Pendaftaran ke Bapepam dan LK
sehubungan dengan penerbitan OSO DANA TERPROTEKSI III dinyatakan Efektif.
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 3
1.1.41. ”Tanggal Emisi”, adalah tanggal dimana Unit Penyertaan diterbitkan dengan Nilai Aktiva Bersih
awal sebesar Rp 1.000,- (seribu Rupiah), yang merupakan tanggal atau hari pertama dimulainya
investasi dalam OSO DANA TERPROTEKSI III. Tanggal Emisi dimulai selambat-lambatnya pada
Hari Bursa ke-3 (ketiga) setelah berakhirnya Masa Penawaran.
1.1.42. ”Tanggal Jatuh Tempo”, adalah suatu tanggal yang jatuh maksimum 20 (dua puluh) tahun sejak
Tanggal Emisi, dimana seluruh Efek bersifat Utang yang menjadi basis nilai proteksi dalam
portofolio investasi OSO DANA TERPROTEKSI III telah jatuh tempo dan/atau telah dijual untuk
memenuhi kewajiban Manajer Investasi membeli kembali seluruh Unit Penyertaan (pelunasan)
yang telah diterbitkan dan masih dimiliki Pemegang Unit Penyertaan dalam waktu yang
bersamaan (serentak) dan dengan harga per Unit Penyertaan yang sama besarnya bagi semua
Pemegang Unit Penyertaan, yang ditetapkan berdasarkan Nilai Aktiva Bersih pada Tanggal
Jatuh Tempo tersebut dengan nilai sekurang-kurangnya sebesar nilai yang diproteksi.
1.1.43. ”Tanggal Pelunasan Parsial”, adalah tanggal-tanggal sebelum Tanggal Jatuh Tempo, dimana
Manajer Investasi wajib melakukan Pelunasan Parsial.
1.1.44. ”Tanggal Pembagian Hasil Investasi”, adalah tanggal-tanggal dimana Manajer Investasi dapat
membagikan hasil investasi kepada seluruh Pemegang Unit Penyertaan secara serentak dan
proporsional sesuai dengan Unit Penyertaan yang dimiliki, yaitu setiap pertengahan bulan Juni
dan pertengahan bulan Desember sebagaimana diatur dalam BAB V Prospektus.
1.1.45. ”Tanggal Pembayaran Pelunasan”, adalah suatu tanggal dimana Bank Kustodian atas instruksi
Manajer Investasi untuk kepentingan Pemegang Unit Penyertaan wajib melakukan pembayaran
atas pelunasan Unit Penyertaan sesegera mungkin paling lambat 7 (tujuh) Hari Bursa setelah
Tanggal Penjualan Kembali, Tanggal Pelunasan Parsial, Tanggal Pembagian Hasil Investasi,
Tanggal Jatuh Tempo atau bila terjadi Pelunasan Lebih Awal.
1.1.46. ”Tanggal Penjatahan”, adalah tanggal dimana Manajer Investasi akan melakukan penjatahan
atas kepemilikan Unit Penyertaan kepada masing-masing Pemegang Unit Penyertaan secara
proporsional sesuai dengan jumlah dana yang disetor oleh Pemegang Unit Penyertaan.
Penjatahan terjadi apabila total Unit Penyertaan yang terjual selama Masa Penawaran lebih dari
jumlah maksimum Unit Penyertaan yang ditawarkan. Tanggal Penjatahan, jika ada, adalah Hari
Bursa berikutnya setelah hari terakhir Masa Penawaran.
1.1.47. ”Tanggal Penjualan Kembali” adalah tanggal-tanggal dimana Pemegang Unit Penyertaan dapat
melakukan penjualan kembali (pelunasan) Unit Penyertaan yang dimilikinya. Tanggal Penjualan
Kembali untuk pertama kali jatuh pada pertengahan bulan ke 6 (enam) sejak Tanggal Emisi dan
selanjutnya jatuh pada setiap pertengahan bulan dari semester berikutnya. Apabila Tanggal
Penjualan Kembali tersebut bukan merupakan Hari Bursa, maka Nilai Aktiva Bersih yang
dipergunakan adalah Nilai Aktiva Bersih pada akhir Hari Bursa setelah Tanggal Penjualan Kembali
sebagaimana diatur dalam BAB XIII Prospektus.
1.1.48. “Undang-undang Pasar Modal”, adalah Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 tahun 1995
tentang Pasar Modal dan peraturan pelaksanaannya
1.1.49. “Unit Penyertaan”, adalah satuan ukuran yang menunjukkan bagian kepentingan setiap
Pemegang Unit Penyertaan dalam portofolio investasi kolektif OSO DANA TERPROTEKSI III.
1.2.
Apabila tanggal-tanggal pemenuhan kewajiban sebagaimana tercantum dalam Prospektus
jatuh pada hari yang bukan merupakan Hari Bursa maka tanggal pemenuhan kewajiban akan
dilakukan pada Hari Bursa berikutnya.
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 4
BAB II
INFORMASI MENGENAI OSO DANA TERPROTEKSI III
2.1.
PEMBENTUKAN OSO DANA TERPROTEKSI III
OSO DANA TERPROTEKSI III (d/h BRENT DANA TERPROTEKSI III)adalah Reksa Dana Terproteksi
berbentuk Kontrak Investasi Kolektif berdasarkan Undang-Undang Pasar Modal beserta peraturan
pelaksanaannya sebagaimana termaktub dalam Kontrak Investasi Kolektif REKSA DANA
TERPROTEKSI OSO DANA TERPROTEKSI III Nomor 15 tanggal 18 Juli 2012, dibuat di hadapan B. Andy
Widyanto, S.H., Notaris di Tangerang, Akta Addendum No. 8 tanggal 8 Maret 2013, dibuat
dihadapan Leolin Jayayanti, SH., Notaris di Jakarta, Akta Addendum I No. 02 tanggal 27 Maret
2013, dibuat dihadapan Siti Rumondang Bulan Lubis, SH, MKn., Notaris di Tangerang, Akta
Addendum II No. 48 tanggal 27 Mei 2013, dibuat dihadapan Leolin Jayayanti, Notaris di
Jakarta antara PT OSO Manajemen Investasi (d/h PT Brent Asset Management) sebagai Manajer
Investasi dan PT Bank DBS Indonesia sebagai Bank Kustodian.
2.2.
PENAWARAN UMUM
PT OSO MANAJEMEN INVESTASI sebagai Manajer Investasi akan melakukan Penawaran Umum
atas Unit Penyertaan dengan jumlah sekurang–kurangnya 25.000.000 (dua puluh lima juta) Unit
Penyertaan sampai dengan sebanyak–banyaknya 200.000.000 (dua ratus juta) Unit Penyertaan
pada Masa Penawaran.
Selama Masa Penawaran, setiap Unit Penyertaan akan ditawarkan dengan harga yang sama
dengan Nilai Aktiva Bersih awal yaitu sebesar Rp 1.000,- (seribu Rupiah) per Unit Penyertaan.
Setelah Masa Penawaran berakhir, Nilai Aktiva Bersih Unit Penyertaan ditetapkan berdasarkan
Nilai Pasar Wajar dari Efek yang termasuk dalam portofolio OSO DANA TERPROTEKSI III yang
disampaikan oleh Manajer Investasi kepada Bank Kustodian pada akhir Hari Bursa yang
bersangkutan.
Masa Penawaran adalah selama 90 (sembilan puluh) Hari Bursa dihitung sejak Tanggal Efektif.
Manajer Investasi dapat mempersingkat Masa Penawaran berdasarkan pada kondisi pasar dan
akumulasi jumlah pembelian Unit Penyertaan dengan memperhatikan peraturan perundangundangan yang berlaku, kebijakan dan atau persetujuan Bapepam dan LK.
Manajer Investasi wajib membatalkan Penawaran Umum atas Unit Penyertaan apabila sampai
dengan akhir Masa Penawaran jumlah Unit Penyertaan yang terjual kurang dari jumlah minimum
Unit Penyertaan sebagaimana ditentukan dalam Peraturan IV.B.1 dan/atau apabila dalam Masa
Penawaran terdapat kondisi yang dianggap tidak menguntungkan atau dapat merugikan calon
Pemegang Unit Penyertaan. Dalam hal Penawaran Umum dibatalkan, maka dana investasi milik
calon Pemegang Unit Penyertaan akan dikembalikan oleh Bank Kustodian atas instruksi Manajer
Investasi (tanpa bunga) sesegera mungkin paling lambat 7 (tujuh) Hari Bursa terhitung sejak
tanggal dibatalkannya Penawaran Umum tersebut dengan cara pemindahbukuan dalam mata
uang Rupiah ke rekening yang terdaftar atas nama calon Pemegang Unit Penyertaan setelah
diperhitungkan biaya pemindahbukuan sebagaimana diatur dalam Angka 10.3 BAB X Prospektus.
Dalam hal jumlah penjualan Unit Penyertaan dalam Masa Penawaran melampaui 200.000.000
(dua ratus juta) Unit Penyertaan, maka Manajer Investasi akan melakukan penjatahan dengan
mengalokasikan kelebihan pemesanan Unit Penyertaan untuk masing-masing calon Pemegang
Unit Penyertaan secara proporsional dan mengembalikan uang milik calon Pemegang Unit
Penyertaan tersebut yang tidak dapat dialokasikan tanpa bunga paling lama 2 (dua) Hari Bursa
setelah Masa Penawaran dengan cara pemindahbukuan dalam mata uang Rupiah ke rekening
yang terdaftar atas nama calon Pemegang Unit Penyertaan setelah diperhitungkan biaya
pemindahbukuan sebagaimana diatur dalam Angka 10.3 BAB X Prospektus.
Unit Penyertaan akan diterbitkan pada Tanggal Emisi. Unit Penyertaan tidak akan ditawarkan
setelah berakhirnya Masa Penawaran.
Calon Pemegang Unit Penyertaan tidak dapat membatalkan permohonan pembelian Unit
Penyertaan
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 5
2.3.
PENJUALAN KEMBALI (PELUNASAN) PADA TANGGAL JATUH TEMPO
Pada Tanggal Jatuh Tempo, Manajer Investasi untuk kepentingan Pemegang Unit Penyertaan
wajib melakukan pelunasan atas seluruh Unit Penyertaan yang telah diterbitkan yang masih
dimiliki Pemegang Unit Penyertaan dalam waktu yang bersamaan (serentak) dan dengan harga
per Unit Penyertaan yang sama besarnya bagi semua Pemegang Unit Penyertaan berdasarkan
Nilai Aktiva Bersih pada Tanggal Jatuh Tempo. Penjelasan lengkap mengenai Pelunasan Unit
Penyertaan Pada Tanggal Jatuh Tempo ini diuraikan secara rinci dalam Bab XIV Prospektus.
2.4.
PELUNASAN LEBIH AWAL
Manajer Investasi untuk kepentingan Pemegang Unit Penyertaan wajib melakukan Pelunasan
Lebih Awal atas seluruh Unit Penyertaan yang telah diterbitkan yang masih dimiliki Pemegang Unit
Penyertaan dalam waktu yang bersamaan (serentak) dan dengan harga per Unit Penyertaan
yang sama besarnya dengan Nilai Aktiva Bersih pada tanggal Pelunasan Lebih Awal tersebut,
sebagaimana diuraikan secara rinci dalam Bab XV Prospektus.
2.5.
PELUNASAN PARSIAL
Manajer Investasi untuk kepentingan Pemegang Unit Penyertaan wajib melakukan pelunasan
atas sebagian Unit Penyertaan yang telah diterbitkan dan masih dimiliki oleh Pemegang Unit
Penyertaan secara proporsional berdasarkan kepemilikan Unit Penyertaan dari setiap Pemegang
Unit Penyertaan, dalam waktu yang bersamaan (serentak), sebagaimana diuraikan secara rinci
dalam Bab XVI Prospektus.
2.6.
PEMBAGIAN HASIL INVESTASI
Hasil investasi yang diperoleh OSO DANA TERPROTEKSI III dari dana yang diinvestasikan (jika
ada), akan dibukukan ke dalam OSO DANA TERPROTEKSI III sehingga akan meningkatkan Nilai
Aktiva Bersihnya.
Manajer Investasi dapat membagikan hasil investasi yang diperoleh OSO DANA TERPROTEKSI III
kepada seluruh Pemegang Unit Penyertaan secara serentak dan proporsional sesuai dengan Unit
Penyertaan yang dimiliki pada Tanggal Pembagian Hasil Investasi dan memiliki kewenangan
dalam menentukan besarnya Hasil Investasi yang dibagikan, selama pembagian tersebut tetap
sesuai dengan tujuan investasi yaitu memberikan proteksi minimum 100 % (seratus persen) pada
Tanggal Jatuh Tempo atas Pokok Investasi, sebagaimana diuraikan secara rinci dalam angka 5.7
Bab V Prospektus.
2.7.
PENJUALAN KEMBALI (PELUNASAN) PADA TANGGAL PENJUALAN KEMBALI
Pemegang Unit Penyertaan dapat melakukan penjualan kembali Unit Penyertaan yang
dimilikinya pada Tanggal Penjualan Kembali, dengan batas minimum penjualan kembali
(pelunasan) Unit Penyertaan bagi setiap Pemegang Unit Penyertaan adalah sebesar Rp.
1.000.000,- (satu juta Rupiah) setiap transaksi. Manajer Investasi berhak menolak penjualan
kembali (pelunasan) dari Pemegang Unit Penyertaan tersebut lebih kecil dari Rp. 1.000.000,- (satu
juta rupiah). Saldo minimum kepemilikan Unit Penyertaan yang harus dipertahankan oleh setiap
Pemegang Unit Penyertaan adalah sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta Rupiah), sebagaimana
diuraikan secara rinci dalam Bab XIII Prospektus .
2.8.
PENGELOLA OSO DANA TERPROTEKSI III
Dalam pengelolaan investasi, PT OSO Manajemen Investasi didukung oleh 2 (dua) tim yaitu
Komite
Investasi dan Tim Pengelola Investasi.
a) Komite Investasi
Komite Investasi akan mengarahkan dan mengawasi Tim Pengelola Investasi dalam
menjalankan Kebijakan dan Strategi Investasi sehingga sesuai dengan tujuan investasi.
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 6
Komite Investasi terdiri dari:
Irfano Chamra, Ketua
Warga Negara Indonesia, lulusan dari Universitas Indonesia tahun 1967 dengan gelar
Sarjana Ekonomi dan Master in Public Administration dari University of Southern California
tahun 1980. Sejak tahun 1968 sampai dengan 1997 bekerja di Bank Indonesia memulai karir
sebagai staff umum. Pada tahun 1986 mengikuti Sekolah Pimpinan Bank Indonesia (SESPIBI)
dan tahun 1987 diangkat menjadi Direktur dan memimpin Cabang Bank Indonesia Ujung
Pandang kemudian Cabang Bank Indonesia Bandung, dan terakhir Pemimpin Cabang
Bank Indonesia Surabaya sampai dengan tahun 1997. Tahun 1997 sampai dengan tahun
2002 diangkat menjadi Direktur PT. Askrindo dan dalam periode yang sama menjadi
Komisaris Utama pada anak perusahaan PT Askrindo yaitu pada PT Reassuransi Nasional
Indonesia dan periode tahun 2005 hingga 2012 menjadi Dosen Leadership dan Dosen
Management Bank sejak tahun 2012 pada Indonesia Banking School.
.
Maria Rosaline Nindita Radyati, Anggota
Warga Negara Indonesia, Meraih gelar PhD di bidang manajemen dari University of
Technology, Sydney (UTS), Magister Ekonomi dari Universitas Indonesia dan Sarjana Ekonomi
dari Universitas Trisakti dan telah menjadi dosen di Univesitas Trisakti sejak 1990 dan
memimpin CECT (Center for Entrepreneurship Change and Third Sector) mulai 2000 sekaligus
menjadi Koordinator Program MM-CSR yang merupakan pendidikan S2 dengan konsentrasi
CSR pertama di Indonesia. Aktif dalam penelitian di bidang CSR (Corporate Social
Responsibility), social entrepreneurship, dan governance serta kerap menjadi nara sumber
pada berbagai seminar, pelatihan dan workshop di dalam maupun luar negeri, Hasil
penelitian beliau diterbitkan dalam beberapa buku, antara lain berjudul Third Sector
Organisation Governance in Indonesia: Regulations, Initiatives and Models, in Comparative
Third Sector Governance in Asia: Structure, Process, and Political Economy yang diterbitkan
Springer, New York. Beberapa buku lainnya diterbitkan penerbit Indonesia adalah CSR untuk
Pemberdayaan Ekonomi Lokal yang diterbitkan Indonesia Business Links (IBL).
Deddy Laksana, Anggota
Warga Negara Indonesia, lulusan dari Golden Gate University di San Fransisco, USA dengan
gelar Bachelor of Science pada tahun 1996 dan Master of Science in Finance pada tahun
1997. Mengawali karirnya di industri keuangan dan pasar modal sebagai Credit
Analyst di PT Bank Baja International pada tahun 1997, dan kemudian pada
tahun 1999 bergabung di MeesPierson Finas Investment Management (sekarang
PT BNP Paribas Investment Partners) sebagai Fixed Income Fund Manager dan
pada tahun 2003 sebagai Fund Manager d i PT Mandiri Manajemen Investasi.
Beliau terus mengembangkan minat dan pengetahuannya terhadap industry
pasar modal mencakup strategi ivnestasi, a lternatif investasi, sumber
pendanaan, dan aset alokasi portofolio. Pada tahun 2012 menjabat sebagai
direktur PT Pacific Capital Investment dan saat ini menjabat sebagai Direktur PT
OSO Manajemen Investasi (d/h PT Brent Asset Management) .Memiliki ijin
sebagai Wakil Manajer Investasi berdasarkan Surat Keputusan Ketua Badan
Pengawas Pasar Modal Nomor Kep-118/PM/IP/WMI tanggal 23 Juli 2001, ijin
sebagai Wakil Perantara Pedagang Efek berdasarkan Surat Keputusan Ketua
Badan Pengawas Pasar Modal Nomor -Kep 44/PM/IP/PPE/2000 tanggal 23
Februari 2000 dan ijin sebagai Wakil Penjamin Emisi Efek berdasark an Surat
Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor -Kep 19/PM/WPEE/2004
tanggal 14 Juni 2004.
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 7
b)
Tim Pengelola Investasi
Tugas dan tanggung jawab Tim Pengelola Investasi adalah sebagai berikut:

Tim Pengelola Investasi melakukan tugas sebagai pelaksanaan kegiatan investasi
sehari–hari atas pengarahan yang telah diberikan oleh Komite Investasi.

Menganalisa dan merekomendasikan portofolio Efek yang akan diinvestasikan ke
dalam portofolio.

Memantau semua informasi material mengenai portofolio Efek.

Melakukan eksekusi dan penempatan efek–efek ke dalam portofolio Efek setelah
mendapat persetujuan dari Tim Komite Investasi.
Adapun anggota Tim Pengelola Investasi adalah sebagai berikut:
Rusdi Oesman, Ketua
Warga Negara Indonesia, lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana, Jakarta
tahun 1989, memiliki Certified Wealth Manager (CWM) dari Erasmus University - Roterdam dan
MM UGM tahun 2010. Mendapat Ijin Wakil Manajer Investasi dari BAPEPAM berdasarkan Surat
Keputusan No. KEP-82/BL/WMI/2012. Mulai bergabung dengan PT Brent Asset Manajemen
pada Oktober 2012 sebagai Assosiate Director, Sebelum bergabung dengan PT OSO
Manajemen Investasi (d/h PT Brent Asset Management), ia berkarir sebagai Product & SME
Development Manager di PT PNM Investment Management (2012), Manajer Investasi Dana
Pensiun PLN (2002-Jan 2012) dan sebelum memasuki industri pasar modal, ia memiliki
pengalaman yang luas di bidang Investasi selama bekerja di YDP/THT Bank Bumi Daya
(1990 -2002).
Soemarijadi, Anggota
Warga Negara Indonesia, lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Jendral Sudirman, Purwokerto
dan mendapatkan gelar Strata 2 (dua) program studi Manajemen dari Universitas Gajah
Mada pada tahun 1990. Memiliki ijin Wakil Manajer Investasi dari BAPEPAM-LK berdasarkan
Surat Keputusan No. Kep-48/PM/IP/WMI/1999. Mengawali karirnya di industri pasar modal
sebagai Fixed Income Associate di PT. Exim Securities pada tahun 1996. Kemudian menjabat
sebagai Head of Accounting & Finance di PT. Mandiri Sekuritas dan di PT. Mandiri Manajemen
Invesatasi sebagai Assistant Vice President. Sebelum bergabung dengan PT. OSO Manajemen
Investasi , ia bergabung dengan PT. Pacific Capital Investment.
2.9.
Ikhtisar Laporan Keuangan Singkat Reksa Dana
Berikut adalah tabel ikhtisar rasio keuangan Reksa Dana untuk 1 (satu) tahun yang berakhir
tanggal 31 Desember 2012 yang telah diperiksa oleh akuntan yang independen Akhyadi
Wadisono:
Ikhtisar Keuangan Singkat
Hasil investasi
Hasil investasi setelah memperhitungkan beban pemasaran
Beban operasi
Perputaran portofolio
31 Des 2012
0.88%
0.88%
1.07%
1 : 0.51
Tujuan tabel ini adalah semata-mata untuk membantu memahami kinerja masa lalu dari Reksa
Dana, tetapi seharusnya tidak dianggap sebagai indikasi dari kinerja masa depan akan sama
baiknya dengan kinerja masa lalu.
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 8
BAB III
MANAJER INVESTASI
3.1.
KETERANGAN SINGKAT MENGENAI MANAJER INVESTASI
Manajer Investasi pada awalnya didirikan dengan nama PT
Brent
Asset
Management,
merupakan perusahaan Manajer Investasi yang didirikan berdasarkan hukum Negara
Republik Indonesia sebagaimana termuat dalam akta pendirian Perseroan Terbatas No. 12
tanggal 14 September 2004, dibuat dihadapan Muhammad Hanafi, S.H., Notaris di Jakarta
dan telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan surat keputusannya No. C-26010 HT.01.01.TH.2004, tertanggal 19 Oktober
2004, Tambahan No. 2372, Berita Negara Republik Indonesia No. 18 tanggal 4 Maret 2005.
Anggaran Dasar tersebut telah mengalami beberapa kali perubahan yang dituangkan dalam
Akta No. 2 tanggal 7 Mei 2008, dibuat di hadapan B. Andy Widyanto, SH., Notaris di Jakarta dan
telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan surat keputusannya No. AHU-26295.AH.01.02 Tahun 2008 tanggal 19 Mei 2008, Akta No.
06 tanggal 14 Januari 2013, dibuat oleh Herlina Pakpahan, SH., Notaris di Jakarta dan telah
mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
surat keputusannya No. AHU-0015837.AH.01.09 Tahun 2013 tanggal 26 Februari 2013,
Kemudian pada tahun 2013, Manajer Investasi mengubah namanya menjadi PT OSO Manajemen
Investasi berdasarkan Akta No. 08 tanggal 28-03-2013 yang dibuat dihadapan SRI RAHAYU, SH,
Notaris di Bekasi dan telah dicatat oleh Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia tanggal 12-04-2013 nomor : AHU-AH.01.10-13537, Akta No. 07 tanggal 29-04-2013 dibuat
dihadapan SRI RAHAYU, SH, Notaris di Bekasi dan perubahan tersebut telah memperoleh
Persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Keputusannya tanggal 02-05-2013 nomor : AHU-23822.AH.01.02.Tahun 2013 dan perubahan
terakhir Akta No. 07 tanggal 07-05-2013 yang dibuat dihadapan Leolin Jayayanti, SH, Notaris
diJakarta.
PT OSO Manajemen Investasi (d/h PT Brent Asset Management) sebagai Manajer Investasi telah
mendapat ijin usaha dari Bapepam dan LK berdasarkan Surat Keputusan Ketua Bapepam dan
LK No. 01/PM/MI/2005 tanggal 17
Januari 2005.
Susunan Direksi dan Komisaris PT OSO Manajemen Investasi pada saat Prospektus ini diterbitkan
adalah sebagai berikut :
3.2.
Komisaris
Komisaris Utama
Komisaris
: Irfano Chamra
: Maria Rosaline Nindita R
Direktur
Direktur Utama
Direktur
: Rusdi Oesman
: Deddy Laksana
PENGALAMAN MANAJER INVESTASI
PT Brent Asset Management sebelumnya adalah anak perusahaan PT. Brent Securities telah
berpengalaman selaku Manajer Investasi sejak 1997. Dalam rangka pengembangan perusahaan
pada bulan Oktober 2004, PT Brent Securities melakukan pemisahan (spin off) Divisi Asset
Management menjadi anak perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas di bidang Manajer
Investasi dan Penasehat Investasi.
Pada bulan Januari 2013 PT Brent Securities mengalihkan kepemilikan sahamnya atas PT Brent
Asset Manajemen kepada PT OSO Securities, sehingga Perseroan menjadi anak perusahaan
OSO Securities dan sekaligus sebagai pemegang saham pengendali.
Hingga saat ini Manajer Investasi mengelola produk Reksa Dana diantaranya Reksa Dana
Terproteksi OSO Dana Terproteksi II (d/h. Reksa Dana Terproteksi Brent Dana Terproteksi II) dan
Reksa Dana Terproteksi OSO Dana Terproteksi III (d/h. Reksa Dana Terproteksi Brent Dana
Terproteksi III)
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 9
BAB III
3.3.
PIHAK YANG TERAFILIASI DENGAN MANAJER INVESTASI
Pihak-pihak yang terafiliasi dengan Manajer Investasi sebagaimana didefinisikan dalam undangundang No.8 tahun 1995 tentang Pasar Modal yang bergerak dibidang pasar modal lembagalembaga keuangan adalah PT. OSO Securities.
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 10
BAB IV
BANK KUSTODIAN
4.1.
KETERANGAN SINGKAT TENTANG BANK KUSTODIAN
Sebagai bagian dari rencana ekspansi bisnis Bank DBS Limited Singapore dalam memperluas
jaringan usahanya di Asia, pada tahaun 2006 , melalui PT. Bank DBS Indonesia (DBSI) mengajukan
ijin pembukaan usaha dan operasional Kustodian ke Badan Pengawasan Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan (BAPEPAM & LK). Setelah dilakukan proses pemeriksaan dan pengujian atas
kelayakan sistem dan lokasi operasional Kustodian, pada tanggal 9 Agustus 2006 BAPEPAM & LK
menerbitkan ijin Kustodian kepada PT. Bank DBS Indonesia.
Setelah mendapatkan ijin Kustodian dari BAPEPAM & LK, PT. Bank DBS Indonesia melakukan
pembukaan rekening depositori di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Dalam rangka mendukung peningkatan layanan nasabah dan jenis produk, pada bulan
Desember 2007 DBSI mengimplementasikan layanan Fund Administrasi. Layanan ini ditujukan bagi
perusahaan Manajer Investasi yang menerbitkan produk Reksa Dana.
Setelah berhasil menjalankan usaha dan operasional Kustodian selama 3 tahun, DBSI mengajukan
permohonan sebagai Sub Registry bagi Penyimpanan dan Penyelesaian Transaksi SBI dan Surat
Utang Negara (SUN) ke Bank Indonesia. Pada bulan Oktober 2009, ijin sebagai Sub Registry
diberikan oleh Bank Indonesia dan setelah melalui uji coba pada sistem BI-SSSS, pada bulan
January 2009 DBSI berhasil melakukan implementasi BI-SSSS.
Dalam memenuhi harapan nasabah untuk bisa melakukan alternatif investasi, pada bulan
Agustus 2010, antara KPEI dan DBSI telah menandatangani Perjanjian Pinjam Meminjam Efek
untuk kepentingan nasabah.
4.2.
PENGALAMAN BANK KUSTODIAN
Kegiatan Kustodian di DBSI didukung oleh sumber daya manusia yang berpengalaman lebih dari
5-10 tahun dalam industri perbankan dan pasar modal. Dalam hal menjalankan kegiatan
operasional untuk menyelesaian transaksi nasabah Kustodian, DBSI didukung oleh sistem yang
menggunakan teknologi terkini dan selalu melakukan peningkatan agar mampu bersaing dalam
memenuhi harapan nasabah akan sistem yang fleksibel, seiring dengan kecenderungan pasar
dan kompleksitas produk.
Dalam mencapai sistem operasional yang efisien dan aman, sistem Kustodian DBSI tersambung
secara STP dengan KSEI (C-BEST) , BI-SSSS, sistem Fund Administration dan internal bank.
Layanan jasa di Kustodian DBSI terdiri dari :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
4.3.
Pembukaan Rekening Dana dan Kustodian
Penyimpanan Efek
Penyelesaian Transaksi Efek
Sub Registry SBI & SUN
Penyelesaian Transaksi Efek melalui Euroclear atau Clearstream
Tindakan Korporasi (Corporate Action)
Administrasi Reksa Dana (Fund Administration)
Pinjam Meminjam Efek melalui KPEI
Pelaporan dan Konfirmasi
Tagihan Biaya Jasa Kustodian (Billing) dan Rekonsiliasi
PIHAK YANG TERAFILIASI DENGAN BANK KUSTODIAN
Pihak/perusahaan yang terafiliasi dengan Bank Kustodian di pasar modal atau yang bergerak di
bidang jasa keuangan di Indonesia adalah PT DBS Vickers Securities.
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 11
BAB V
TUJUAN, KEBIJAKAN INVESTASI DAN
KEBIJAKAN PEMBAGIAN HASIL INVESTASI
5.1.
TUJUAN INVESTASI
OSO DANA TERPROTEKSI III bertujuan untuk memberikan proteksi 100% (seratus persen) atas
Pokok Investasi dan potensi tambahan hasil investasi pada akhir masa investasi yang jatuh pada
Tanggal Jatuh Tempo dengan melakukan investasi sesuai dengan Kebijakan Investasi dimana
Manajer Investasi wajib membeli kembali (pelunasan) seluruh Unit Penyertaan yang telah
diterbitkan dan dimiliki oleh Pemegang Unit Penyertaan dengan harga yang ditetapkan
berdasarkan Nilai Aktiva Bersih pada Tanggal Jatuh Tempo yang nilainya paling kurang dapat
menutupi jumlah nilai yang terproteksi atau Pokok Investasi.
5.2.
KEBIJAKAN INVESTASI
Investasi OSO DANA TERPROTEKSI III akan berlangsung untuk jangka waktu maksimum 20 (dua
puluh) tahun sejak Tanggal Emisi dengan melakukan investasi pada :
minimum 80% (delapan puluh persen) dan maksimum 100% (seratus persen) pada Efek
bersifat utang yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dan/atau obligasi yang
diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan swasta yang masuk dalam kategori layak investasi
(investment grade) dalam mata uang Rupiah; dan
minimum 0% (nol persen) dan maksimum 20% (dua puluh persen) pada instrumen pasar uang
antara lain Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Efek bersifat utang yang jatuh temponya kurang
dari 1 (satu) tahun, deposito dan/atau setara kas sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku di Indonesia.
Kebijakan Investasi sebagaimana disebutkan di atas wajib telah dipenuhi oleh Manajer Investasi
selambat-lambatnya 120 (seratus dua puluh) Hari Bursa sejak Tanggal Efektif.
Manajer Investasi wajib melakukan investasi pada Efek bersifat utang yang menjadi basis proteksi
sehingga pada saat Tanggal Jatuh Tempo sekurang-kurangnya dapat menutupi Pokok Investasi.
Manajer Investasi dilarang mengubah Portofolio Efek OSO DANA TERPROTEKSI III yang menjadi
basis proteksi sebagaimana ditentukan dalam paragraf pertama dari butir 5.2. di atas, kecuali
dalam rangka pemenuhan penjualan kembali Unit Penyertaan yang telah diterbitkan atau dalam
hal terjadi penurunan peringkat Efek.
5.3.
KRITERIA PEMBELIAN EFEK DAN INSTRUMEN INVESTASI
Sasaran komposisi investasi BRENT DANA TERPROTEKSI III adalah sebagai berikut :
Efek
Minimum
Maksimum
Efek bersifat utang
80 %
100 %
Instrumen pasar uang dan/atau setara kas
0%
20 %
Deskripsi Efek dan kriteria pembelian Efek yang dimaksud adalah sebagai berikut:
o Efek bersifat utang terdiri dari obligasi dengan peringkat Efek dari perusahaan pemeringkat Efek
yang mendapat persetujuan Bapepam dan LK. Obligasi tersebut diterbitkan oleh pemerintah
maupun perusahaan yang berbadan hukum di Indonesia dan dijual melalui penawaran umum
dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia
o Metodologi pemilihan Efek Pendapatan Tetap antara lain berdasarkan nilai pengembalian
yang tinggi dan termasuk kategori tingkat investasi yang baik dan memiliki rating investasi
dengan minimum investment grade yaitu BBB.
o Instrumen pasar uang terdiri dari Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang
(SBPU), deposito serta Obligasi berjangka waktu jatuh tempo kurang dari 12 (dua belas) bulan
dan/atau setara kas sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di
Indonesia.
Penjelasan lebih rinci mengenai Efek-Efek yang akan menjadi portofolio investasi OSO DANA
TERPROTEKSI III, akan dijelaskan lebih lanjut di dalam Dokumen Keterbukaan Produk yang akan
dibagikan oleh Manajer Investasi pada Masa Penawaran. Manajer Investasi akan selalu
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 12
menyesuaikan kebijakan investasi tersebut di atas dengan Peraturan Bapepam dan LK yang
berlaku dan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Bapepam dan LK.
5.4.
NILAI AKHIR PELUNASAN PADA SAAT JATUH TEMPO
Harga pelunasan untuk setiap Unit Penyertaan pada Tanggal Jatuh Tempo adalah harga setiap
Unit Penyertaan yang ditentukan berdasarkan Nilai Aktiva Bersih OSO DANA TERPROTEKSI III pada
Tanggal Jatuh Tempo.
5.5.
PEMBATASAN INVESTASI
Sesuai dengan Peraturan No. IV.B.1 juncto Peraturan No. IV.C.4, pedoman Manajer investasi
dalam menentukan komposisi Portofolio Efek OSO DANA TERPROTEKSI III wajib memperhatikan
ketentuan sebagai berikut:
a.
b.
paling kurang 70% (tujuh puluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih diinvestasikan pada:
1) portofolio Efek yang diterbitkan, ditawarkan dan/atau diperdagangkan di Indonesia
berdasarkan peraturan perundang-undangan di Indonesia; dan/atau
2) Efek bersifat utang yang diperdagangkan di luar negeri, namun diterbitkan oleh:
a) Pemerintah Republik Indonesia;
b) badan hukum Indonesia yang merupakan Emiten dan/atau Perusahaan Publik
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal;
c) badan hukum asing yang sebagian besar atau seluruh sahamnya secara langsung
maupun tidak langsung dimiliki oleh Emiten atau Perusahaan Publik sebagaimana
dimaksud pada huruf b) tersebut di atas, dan badan hukum asing tersebut khusus
didirikan untuk menghimpun dana dari luar negeri bagi kepentingan Emiten atau
Perusahaan Publik dimaksud; dan/atau
d) badan hukum asing yang sebagian besar atau seluruh sahamnya secara langsung
maupun tidak langsung dimiliki oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
paling banyak 30% (tiga puluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih diinvestasikan pada Efek yang
diperdagangkan di Bursa Efek luar negeri yang informasinya dapat diakses dari Indonesia
melalui media massa atau fasilitas internet.
OSO DANA TERPROTEKSI III hanya dapat melakukan pembelian dan penjualan atas:
a. Efek yang telah dijual dalam Penawaran Umum dan/atau diperdagangkan di Bursa Efek baik
di dalam maupun di luar negeri;
b. Efek bersifat utang seperti surat berharga komersial (commercial paper) yang sudah
mendapat peringkat dari perusahaan pemeringkat efek, Surat Utang Negara, dan/atau Efek
bersifat utang yang diterbitkan oleh lembaga internasional dimana Pemerintah Indonesia
menjadi salah satu anggotanya;
c. Efek Beragun Aset yang ditawarkan melalui Penawaran Umum dan sudah mendapat
peringkat dari perusahaan pemeringkat Efek;
d. instrumen pasar uang dalam negeri yang mempunyai jatuh tempo kurang dari 1 (satu)
tahun, meliputi Sertifikat Bank Indonesia, Surat Berharga Pasar Uang, Surat Pengakuan
Hutang, dan Sertifikat Deposito, baik dalam rupiah maupun dalam mata uang asing;
dan/atau
e.
Surat berharga komersial dalam negeri yang jatuh temponya di bawah 3 (tiga) tahun dan
telah diperingkat oleh perusahaan pemeringkat Efek.
Manajer Investasi dilarang melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut :
a.
memiliki Efek yang diperdagangkan di Bursa Efek luar negeri yang informasinya tidak dapat
diakses dari Indonesia melalui media massa atau fasilitas internet;
b.
melakukan transaksi lindung nilai atas pembelian Efek yang diperdagangkan di Bursa Efek
luar negeri lebih besar dari nilai Efek yang dibeli;
c.
memiliki Efek yang tidak ditawarkan melalui Penawaran Umum dan/atau tidak dicatatkan
pada Bursa Efek di Indonesia, kecuali Efek yang sudah mendapat peringkat dari Perusahaan
Pemeringkat Efek, Efek pasar uang yaitu Efek bersifat utang dengan jatuh tempo kurang dari
1 (satu) tahun, dan Efek yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dan atau
lembaga keuangan internasional dimana Pemerintah Republik Indonesia menjadi salah satu
anggotanya;
d. memiliki Portofolio Efek berupa Efek yang diterbitkan oleh pihak yang terafiliasi dengan
Manajer Investasi lebih dari 20% (dua puluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih, kecuali hubungan
Afiliasi yang terjadi karena kepemilikan atau penyertaan modal pemerintah;
e.
memiliki Efek yang diterbitkan oleh pemegang Unit Penyertaan dan atau Pihak terafiliasi dari
pemegang Unit Penyertaan berdasarkan komitmen yang telah disepakati oleh Manajer
Investasi dengan pemegang Unit Penyertaan dan atau pihak terafiliasi dari pemegang Unit
Penyertaan;
f.
terlibat dalam kegiatan selain dari investasi, investasi kembali, atau perdagangan Efek;
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 13
g.
h.
i.
j.
k.
l.
m.
terlibat dalam penjualan Efek yang belum dimiliki (short sale);
terlibat dalam Transaksi Margin;
melakukan penerbitan obligasi atau sekuritas kredit;
terlibat dalam berbagai bentuk pinjaman, kecuali pinjaman jangka pendek yang berkaitan
dengan penyelesaian transaksi dan pinjaman tersebut tidak lebih dari 10% (sepuluh persen)
dari nilai portofolio OSO DANA TERPROTEKSI III pada saat pembelian;
membeli Efek yang sedang ditawarkan dalam Penawaran Umum, jika:
1) Penjamin Emisi Efek dari Penawaran Umum tersebut merupakan suatu kesatuan badan
hukum dengan Manajer Investasi; atau
2) Penjamin Emisi Efek dari Penawaran Umum dimaksud
merupakan Pihak terafiliasi dari
Manajer Investasi, kecuali hubungan Afiliasi tersebut terjadi karena kepemilikan atau
penyertaan modal Pemerintah;
terlibat dalam transaksi bersama atau kontrak bagi hasil dengan Manajer Investasi atau
pihak afiliasinya;
membeli Efek Beragun Aset yang sedang ditawarkan dalam Penawaran Umum, jika:
1) Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset tersebut dan Kontrak dikelola oleh Manajer
Investasi yang sama;
2) Penawaran Umum tersebut dilakukan oleh Pihak terafiliasi dari Manajer Investasi,
kecuali hubungan Afiliasi tersebut terjadi karena kepemilikan atau penyertaan modal
Pemerintah; dan atau
3) Manajer Investasi terafiliasi dengan Kreditur Awal Efek Beragun Aset, kecuali hubungan
Afiliasi tersebut terjadi karena kepemilikan atau penyertaan modal Pemerintah;
Selain pembatasan tersebut di atas, sesuai dengan Peraturan No. IV.C.4 angka 2 terdapat aturan
tambahan dalam melakukan pengelolaan Reksa Dana Terproteksi yaitu sebagai berikut:
a.
b.
c.
Manajer Investasi wajib melakukan investasi pada Efek bersifat utang yang masuk dalam
kategori layak investasi (investment grade), sehingga nilai Efek bersifat utang pada saat
jatuh tempo sekurang-kurangnya dapat menutupi jumlah nilai yang diproteksi.
Manajer Investasi dilarang mengubah portofolio Efek sebagaimana ketentuan butir a di atas
(Efek bersifat utang yang merupakan basis nilai proteksi), kecuali dalam rangka pemenuhan
penjualan kembali dari pemegang Unit Penyertaan atau terjadinya penurunan peringkat
Efek.
Manajer Investasi dapat melakukan investasi pada Efek derivatif tanpa harus terlebih dahulu
memiliki Efek yang menjadi underlying dari derivatif tersebut dengan memperhatikan
ketentuan bahwa investasi dalam Efek bersifat utang tetap menjadi basis nilai proteksi.
Pembatasan investasi tersebut diatas didasarkan pada peraturan yang berlaku saat Prospektus ini
diterbitkan, yang mana dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan
oleh Pemerintah di bidang Pasar Modal termasuk Surat Persetujuan lain yang dikeluarkan oleh
Bapepam dan LK berkaitan dengan pengelolaan OSO DANA TERPROTEKSI III berbentuk Kontrak
Investasi Kolektif.
Dalam hal Manajer Investasi bermaksud membeli Efek yang diperdagangkan di bursa Efek luar
negeri, pelaksanaan pembelian Efek tersebut baru dapat dilaksanakan setelah tercapainya
kesepakatan mengenai tata cara pembelian, penjualan, penyimpanan, pencatatan dan hal-hal
lain sehubungan dengan pembelian Efek tersebut antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian.
5.6.
KEBIJAKAN PEMBAGIAN HASIL INVESTASI
Hasil investasi yang diperoleh OSO DANA TERPROTEKSI III (jika ada), akan dibukukan ke dalam
OSO DANA TERPROTEKSI III sehingga akan meningkatkan Nilai Aktiva Bersihnya.
Manajer Investasi akan membagikan hasil investasi yang diperoleh OSO DANA TERPROTEKSI III
kepada seluruh Pemegang Unit Penyertaan secara serentak dan proporsional sesuai dengan Unit
Penyertaan yang dimiliki pada tanggal pembagian hasil investasi dan memiliki kewenangan
dalam menentukan besarnya hasil investasi yang dibagikan selama hal tersebut tetap sesuai
dengan Tujuan Investasi OSO DANA TERPROTEKSI III yaitu memberikan proteksi minimum 100%
(seratus persen) pada Tanggal Jatuh Tempo atas Pokok Investasi.
Tanggal Pembagian Hasil Investasi tersebut jatuh setiap awal bulan Maret, awal bulan Juni, awal
bulan September dan awal bulan Desember.
Dalam hal Manajer Investasi memutuskan untuk melakukan pembagian hasil investasi, hasil
investasi tersebut akan didistribusikan oleh Manajer Investasi dengan cara membeli kembali Unit
Penyertaan yang dimiliki oleh setiap Pemegang Unit Penyertaan secara serentak dan
proporsional berdasarkan kepemilikan Unit Penyertaan dari setiap Pemegang Unit Penyertaan.
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 14
Pembagian hasil investasi dengan cara tersebut di atas akan menyebabkan jumlah Unit
Penyertaan yang dimiliki oleh Pemegang Unit Penyertaan menjadi berkurang tetapi Nilai Aktiva
Bersih per Unit Penyertaan tidak terkoreksi sehingga Tujuan Investasi untuk memberikan proteksi
100% (seratus persen) pada Tanggal Jatuh Tempo atas Pokok Investasi tetap terpenuhi.
Pembayaran pembagian hasil investasi tersebut akan dilakukan sesegera mungkin, paling lambat
7 (tujuh) Hari Bursa sejak Tanggal Pembagian Hasil Investasi dalam bentuk pemindahbukuan
dalam mata uang Rupiah ke rekening yang terdaftar atas nama Pemegang Unit Penyertaan
setelah diperhitungkan biaya pemindahbukuan sebagaimana diatur dalam Angka 10.3 BAB X
Prospektus.
Bank Kustodian akan menyampaikan Surat Konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan yang
menyatakan antara lain jumlah Unit Penyertaan yang dimiliki serta Nilai Aktiva Bersih setiap Unit
Penyertaan pada saat pelunasan Unit Penyertaan paling lambat 7 (tujuh) Hari Bursa setelah
Tanggal Pembagian Hasil Investasi.
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 15
BAB VI
MEKANISME PROTEKSI
6.1.
Investasi yang Terproteksi
Mekanisme proteksi atas investasi dalam OSO DANA TERPROTEKSI III sepenuhnya dilakukan melalui
mekanisme investasi, dan bukan melalui mekanisme penjaminan oleh Manajer Investasi maupun
pihak ketiga. Manajer Investasi akan melakukan investasi sesuai dengan Kebijakan Investasi,
dimana pada Tanggal Jatuh Tempo, akumulasi dari keseluruhan hasil pelunasan Efek bersifat
utang dalam portofolio investasi OSO DANA TERPROTEKSI III yang merupakan basis nilai proteksi
atas investasi tersebut sekurang-kurangnya dapat menutupi jumlah nilai yang diproteksi yaitu
sebesar 100% (seratus persen) dari Pokok Investasi.
6.2.
Jangka Waktu Berlakunya Ketentuan Proteksi
Proteksi atas investasi berlaku selama jangka waktu OSO DANA TERPROTEKSI III yaitu sampai
Tanggal Jatuh Tempo, kecuali terjadi hal-hal sebagaimana diatur dalam angka 6.4 dan angka
6.5 Bab VI Prospektus yang menyebabkan jangka waktu OSO DANA TERPROTEKSI III dipercepat
karena tidak dapat memenuhi kewajiban proteksi.
6.3.
Mekanisme Proteksi
Mekanisme proteksi atas investasi yang akan dicapai secara keseluruhan pada Tanggal Jatuh
Tempo didasarkan atas pelunasan seluruh Efek bersifat utang dalam portofolio investasi OSO
DANA TERPROTEKSI III yang jatuh tempo yang nilainya sekurang-kurangnya sama dengan Pokok
Investasi.
6.4.
Ruang Lingkup dan Persyaratan Bagi Berlakunya Proteksi
Mekanisme proteksi hanya berlaku apabila :
1. Tidak ada penerbit Efek bersifat utang yang merupakan basis nilai proteksi atas investasi
dalam portofolio OSO DANA TERPROTEKSI III yang gagal dalam membayar kewajibannya baik
pokok utang maupun bunga yang menyebabkan Hasil Investasi pada Tanggal Jatuh Tempo
tidak menutupi jumlah nilai yang diproteksi; dan/atau
2. Tidak terdapat perubahan dan/atau penambahan peraturan perundang-undangan yang
menyebabkan nilai yang diproteksi berkurang atau hilang; dan/atau
3.
Tidak terjadinya risiko-risiko investasi sebagaimana dimaksud dalam angka 9.2.1 Bab IX
Prospektus.
6.5.
Pelunasan Lebih Awal
Manajer Investasi dapat melakukan pelunasan lebih awal apabila :
1.
Terdapat perubahan yang material dalam peraturan di bidang perpajakan dan/atau
perubahan yang material dalam interpretasi peraturan perpajakan oleh pejabat pajak,
dan/atau terdapat perubahan politik, perubahan peraturan perundang-undangan yang
berlaku sebelum Tanggal Jatuh Tempo , yang berdasarkan pertimbangan Manajer Investasi
dapat merugikan Pemegang Unit Penyertaan secara signifikan;
2. Mekanisme proteksi Unit Penyertaan tidak dapat dipenuhi karena sebab-sebab
sebagaimana disebut dalam angka 6.4. Bab VI Prospektus.
Pelunasan lebih awal atas seluruh Unit Penyertaan yang telah diterbitkan yang dimiliki Pemegang
Unit Penyertaan dilakukan dalam waktu yang bersamaan (serentak) dan dengan harga per Unit
Penyertaan yang sama besarnya bagi semua Pemegang Unit Penyertaan berdasarkan Nilai
Aktiva Bersih pada tanggal Pelunasan Lebih Awal.
6.6.
Hilangnya Hak Pemegang Unit Penyertaan atas Proteksi
Pemegang Unit Penyertaan kehilangan hak atas proteksi investasi apabila terjadi ketentuan
tersebut dalam angka 6.4 dan angka 6.5 Bab VI Prospektus.
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 16
BAB VII
METODE PENGHITUNGAN NILAI PASAR WAJAR DARI EFEK
DALAM PORTOFOLIO OSO DANA TERPROTEKSI III
Metode penghitungan nilai pasar wajar Efek dalam portofolio OSO DANA TERPROTEKSI IIIyang
digunakan oleh Manajer Investasi adalah sesuai dengan Peraturan No. IV.C.2, Surat Edaran Bapepam
dan LK Nomor SE-02/PM/2005 tertanggal 9 Juni 2005 tentang Batas Toleransi (Standar Deviasi) Penentuan
Nilai Pasar Wajar Obligasi Perusahaan dan Surat Edaran Bapepam dan LK Nomor SE-03/PM/2005
tertanggal 29 Juli 2005 tentang Batas Toleransi (Standar Deviasi) Penentuan Nilai Pasar Wajar Surat Utang
Negara.
Peraturan No. IV.C.2, memuat antara lain ketentuan sebagai berikut:
1.
Nilai Pasar Wajar dari Efek dalam portofolio Reksa Dana wajib ditentukan dan disampaikan oleh
Manajer Investasi kepada Bank Kustodian selambat–lambatnya pada pukul 17.00 WIB setiap hari
kerja, dengan ketentuan sebagai berikut:
a.
Penentuan Nilai Pasar Wajar dari Efek yang aktif diperdagangkan di Bursa Efek menggunakan
informasi harga perdagangan terakhir Efek di Bursa Efek;
b.
Dalam hal harga perdagangan terakhir Efek di Bursa Efek tidak mencerminkan Nilai Pasar Wajar
pada saat itu, Manajer Investasi wajib menentukan Nilai Pasar Wajar dari Efek dengan itikad baik
dan penuh tanggung jawab berdasarkan metode yang ditetapkan dalam Kontrak dan
Prospektus dengan mempertimbangkan:
1. Harga perdagangan sebelumnya; atau
2. Harga perbandingan Efek sejenis;
c.
Penentuan Nilai Pasar Wajar dari Efek yang diperdagangkan di luar Bursa Efek (over the counter)
menggunakan harga referensi, sebagai berikut:
1. Surat Utang Negara menggunakan informasi harga yang dikeluarkan oleh Penyelenggara
Perdagangan Surat Utang Negara di luar Bursa Efek;
2. Obligasi perusahaan menggunakan informasi harga yang tersedia dalam sistem yang
ditetapkan oleh Bapepam dan LK sebagaimana dimaksud dalam Peraturan No. X.D.1;
d.
Penentuan Nilai Pasar Wajar dari Efek yang diperdagangkan di Bursa Efek luar negeri
menggunakan informasi harga dari sumber yang dapat dipercaya dan dapat diakses melalui
media massa atau fasilitas internet yang tersedia;
e.
Penentuan Nilai Pasar Wajar dari Efek dari perusahaan yang dinyatakan pailit atau kemungkinan
besar akan pailit, atau gagal membayar pokok utang atau bunga dari Efek tersebut, wajib
berdasarkan itikad baik dan penuh tanggungjawab oleh Manajer Investasi dengan
menggunakan asas konservatif dan diterapkan secara konsisten. Nilai yang diperkirakan tersebut
wajib didasarkan perkiraan harga yang paling mungkin terjadi antara penjual dan pembeli yang
memiliki Fakta Material mengenai Efek tersebut serta tidak melakukan transaksi secara terpaksa.
Fakta yang wajib dipertimbangkan oleh Manajer Investasi dalam membuat evaluasi antara lain
adalah:
1. Harga terakhir Efek yang diperdagangkan, kecenderungan harga saham dan tingkat bunga
umum sejak perdagangan terakhir;
2. Informasi material yang diumumkan mengenai Efek tersebut sejak perdagangan terakhir;
3. Dalam hal saham, perkiraan rasio pendapatan harga (price earning ratio), dibandingkan
dengan rasio pendapatan harga untuk Efek sejenis;
4. Dalam hal Efek Bersifat Utang, tingkat bunga pasar dari Efek sejenis pada saat tahun berjalan
dengan peringkat kredit sejenis; dan
5. Dalam hal waran, right atau obligasi konversi, harga pasar terakhir dari Efek yang mendasari;
dan
f.
Efek yang diperdagangkan dalam denominasi mata uang yang berbeda dengan denominasi
mata uang Reksa Dana wajib diperhitungkan dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia
yang berlaku.
2.
Perhitungan nilai aktiva bersih Reksa Dana, wajib menggunakan Nilai Pasar Wajar dari Efek yang
ditentukan oleh Manajer Investasi.
3.
Penentuan nilai aktiva bersih Reksa Dana Pasar Uang wajib menggunakan metode harga perolehan
yang diamortisasi. Yang dimaksud dengan metode harga perolehan yang diamortisasi adalah
penilaian harga Efek dalam portofolio Reksa Dana Pasar Uang berdasarkan harga perolehan yang
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 17
disesuaikan dengan cara melakukan amortisasi atas premium atau accretion atas diskonto.
4.
Penentuan Nilai Pasar Wajar Surat Utang Negara yang menjadi portofolio Efek Reksa Dana Terproteksi,
dapat menggunakan metode harga perolehan yang diamortisasi, sepanjang Surat Utang Negara
dalam portofolio Efek Reksa Dana Terproteksi tersebut tidak dialihkan sampai dengan tanggal jatuh
tempo.
5.
Bagi Reksa Dana Terproteksi yang portofolionya terdiri dari Surat Utang Negara yang tidak dialihkan
sampai dengan tanggal jatuh tempo dan menggunakan metode harga perolehan yang diamortisasi
dalam penentuan Nilai Pasar Wajarnya, pembelian kembali atas Unit Penyertaan hanya dapat
dialihkan pada tanggal pelunasan sesuai dengan Kontrak Investasi Kolektif dan Prospektus.
6.
Nilai aktiva bersih per saham atau Unit Penyertaan dihitung berdasarkan nilai aktiva bersih pada akhir
hari yang bersangkutan, setelah penyelesaian pembukuan Reksa Dana dilaksanakan, tetapi tidak
termasuk permohonan pembelian dan atau pelunasan yang diterima oleh Bank Kustodian pada hari
yang sama.
Manajer Investasi dan Bank Kustodian akan memenuhi ketentuan dalam Peraturan No. IV.C.2 tersebut
diatas, Surat Edaran Bapepam dan LK Nomor SE-02/PM/2005 tertanggal 9 Juni 2005 tentang Batas
Toleransi (Standar Deviasi) Penentuan Nilai Pasar Wajar Obligasi Perusahaan dan Surat Edaran Bapepam
dan LK Nomor SE-03/PM/2005 tertanggal 29 Juli 2005 tentang Batas Toleransi (Standar Deviasi) Penentuan
Nilai Pasar Wajar Surat Utang Negara dengan tetap memperhatikan peraturan, kebijakan dan
persetujuan Bapepam dan LK yang mungkin dikeluarkan atau diperoleh kemudian setelah dibuatnya
Prospektus ini.
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 18
BAB VIII
PERPAJAKAN
Berdasarkan Peraturan Perpajakan yang berlaku, penerapan Pajak Penghasilan (PPh) atas pendapatan
Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif, adalah sebagai berikut :
No
Uraian
A.
Penghasilan Reksa Dana yang berasal
dari:
Perlakuan PPh
Dasar Hukum
a.
Pembagian uang tunai (dividen)
PPh tarif umum
Pasal 4 (1) dan Pasal 23 UU No. 36
Tahun 2008 tentang PPh (“UU PPh”)
b.
Bunga Obligasi
PPh Final*
Pasal 4 (2) dan Pasal 17 (7) UU PPh
jo. Pasal 2 (1) dan Pasal 3 PP Nomor
16 tahun 2009
Peraturan Menteri Keuangan Nomor
85/PMK.03/2011 & 07/PMK.011/2012
c.
Capital gain/Diskonto Obligasi
PPh Final *
Pasal 4 (2) dan Pasal 17 (7) UU PPh
jo. Pasal 2 (1) dan Pasal 3 PP Nomor
16 tahun 2009
d.
Bunga Deposito dan Diskonto
Sertifikat Bank Indonesia
PPh Final (20%)
Pasal 4 (2) UU PPh jo. Pasal 2 PP
Nomor 131 tahun 2000 jo. Pasal 3
Keputusan Menteri Keuangan R.I.
Nomor 51/KMK.04/2001
B.
e.
Capital Gain Saham di Bursa
PPh Final (0.1%)
Pasal 4 (2) UU PPh jo. PP Nomor 41
tahun 1994 jo. Pasal 1 PP Nomor 14
tahun 1997
f.
Commercial Paper dan Surat
Utang lainnya
PPh Tarif Umum
Pasal 4 (1) UU PPh
Bukan Objek
PPh
Pasal 4 (3) huruf i UU PPh
Bagian Laba termasuk pelunasan
kembali (redemption) Unit Penyertaan
yang diterima pemegang Unit
Penyertaan
*)
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 2009 tentang Pajak Penghasilan Atas penghasilan Berupa
Bunga Obligasi (“PP Nomor 16 Tahun 2009”) besarnya pajak penghasilan atas bunga dan/atau diskonto dari
Obligasi yang diterima dan/atau diperoleh Wajib Pajak Reksa Dana yang terdaftar pada Bapepam dan LK
adalah sebesar:
1) 0% (nol persen) untuk tahun 2009 sampai dengan tahun 2010;
2) 5% (lima persen) untuk tahun 2011 sampai dengan tahun 2013;
3) 15% (lima belas persen) untuk tahun 2014 dan seterusnya.
Adalah penting bagi Institusi/Perusahaan Asing untuk meyakinkan kondisi perpajakan yang dihadapinya
dengan berkonsultasi pada penasehat pajak sebelum melakukan investasi padaOSO DANA
TERPROTEKSI III.
Informasi perpajakan tersebut di atas dibuat oleh Manajer Investasi berdasarkan pengetahuan dan
pengertian dari Manajer Investasi atas peraturan perpajakan yang ada sampai dengan prospektus ini
dibuat. Apabila dikemudian hari terdapat perbedaan interpretasi atas peraturan perpajakan yang
berlaku maka Manajer Investasi akan menyesuaikan informasi perpajakan di atas. Merupakan hal penting
bagi investor untuk memastikan mengenai konsekuensi pajaknya dengan berkonsultasi pada penasehat
pajak sebelum membeli OSO DANA TERPROTEKSI III.
Dalam hal terdapat pajak yang harus dibayar oleh Pemegang Unit Penyertaan sesuai peraturan
perundang-undangan di bidang perpajakan yang berlaku, pemberitahuan kepada Pemegang Unit
Penyertaan tentang pajak yang harus dibayar tersebut akan dilakukan dengan mengirimkan surat
tercatat kepada calon Pemegang Unit Penyertaan segera setelah Manajer Investasi mengetahui adanya
pajak tersebut yang harus dibayar oleh calon Pemegang Unit Penyertaan.
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 19
BAB IX
MANFAAT INVESTASI DAN FAKTOR-FAKTOR RISIKO
9.1.
MANFAAT INVESTASI
Pemegang Unit Penyertaan dapat memperoleh manfaat investasi sebagai berikut:
a.
Pengelolaan Secara Profesional
Pengelolaan secara profesional adalah pengelolaan portofolio investasi di pasar modal dan
pasar uang antara lain meliputi pemilihan efek utang, pemilihan bank, penentuan jangka
waktu penempatan serta administrasi investasinya memerlukan analisa yang sistematis,
monitoring yang terus menerus serta keputusan investasi yang cepat dan tepat (market
timing). Di samping itu diperlukan keahlian khusus serta hubungan dengan berbagai pihak
untuk dapat melakukan pengelolaan suatu portofolio investasi yang terdiversifikasi. Hal ini
akan sangat menyita waktu dan konsentrasi bagi pemodal jika dilakukan sendiri. Melalui
OSO DANA TERPROTEKSI III pemodal akan memperoleh kemudahan karena terbebas dari
pekerjaan tersebut dan mempercayakannya kepada Manajer Investasi yang profesional di
bidangnya.
b.
Proteksi Atas Modal
Tujuan investasi OSO DANA TERPROTEKSI III adalah memberikan Pemegang Unit Penyertaan
proteksi atas modal sebesar 100% (seratus persen) pada Tanggal Jatuh Tempo. OSO DANA
TERPROTEKSI III juga memberikan kesempatan untuk memperoleh bunga dan atau kupon
atas investasinya pada Efek bersifat Utang yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik
Indonesia atau Surat Utang Negara dan swasta dalam mata uang Rupiah.
c.
Diversifikasi Investasi
Diversifikasi investasi adalah penyebaran investasi dengan maksud mengurangi resiko
investasi. Jika dana investasi yang dimiliki relatif kecil, sulit untuk memperoleh manfaat
diversifisikasi tanpa kehilangan kesempatan memperoleh hasil investasi yang baik. Melalui
OSO DANA TERPROTEKSI III dimana dana dari berbagai pihak dapat dikumpulkan,
diversifikasi investasi dapat lebih mudah dilakukan.
d.
Potensi Pertumbuhan Nilai Investasi
Dengan akumulasi dana dari berbagai pihak, OSO DANA TERPROTEKSI III mempunyai
kekuatan penawaran (bargaining power) dalam memperoleh tingkat suku bunga yang lebih
tinggi serta biaya investasi yang lebih rendah, serta akses kepada instrumen investasi yang
sulit jika dilakukan secara individual. Hal ini memberikan kesempatan yang sama kepada
seluruh Pemegang Unit Penyertaan memperoleh hasil investasi yang relatif baik sesuai tingkat
resikonya.
e.
Pencairan Investasi
Dalam memenuhi kebutuhan likuiditas bagi investor, BRENT DANA TERPROTEKSI III
menyediakan fasilitas pencairan Unit Penyertaan sebelum jatuh tempo dengan cara
melakukan penjualan kembali unitnya ke Manajer Investasi sesuai dengan persyaratan dan
ketentuan yang berlaku dalam Kontrak. Pencairan investasi sebelum waktunya ini hanya
dapat dilakukan pada setiap Tanggal Penjualan Kembali.
f.
Pembebasan Pekerjaan Analisa investasi dan Administrasi
Investasi dalam Efek berpendapatan tetap di Pasar Modal membutuhkan tenaga,
pengetahuan investasi dan waktu yang cukup banyak serta berbagai pekerjaan administrasi.
Dengan pembelian OSO DANA TERPROTEKSI II maka Pemegang Unit Penyertaan tersebut
bebas dari pekerjaan tersebut.
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 20
9.2.
FAKTOR-FAKTOR RISIKO UTAMA
Risiko investasi dalam OSO DANA TERPROTEKSI III adalah:
9.2.1. Risiko yang Mempengaruhi Nilai Proteksi
a.
Risiko Perubahan Kondisi Ekonomi dan Politik
Perubahan atau memburuknya kondisi perekonomian dan politik di dalam maupun di
luar negeri atau perubahan peraturan dapat mempengaruhi perspektif pendapat
yang dapat pula berdampak pada kinerja bank-bank serta penerbit surat berharga/
surat utang atau pihak dimana OSO DANA TERPROTEKSI III melakukan investasi. Hal ini
juga akan mempengaruhi kinerja portofolio investasi OSO DANA TERPROTEKSI III.
b.
Risiko Wanprestasi dan Pelunasan Dipercepat
Manajer Investasi akan berusaha memberikan hasil investasi terbaik kepada Pemegang
Unit Penyertaan. Namun dalam kondisi luar biasa, bank dan penerbit surat berharga
dimana OSO DANA TERPROTEKSI III berinvestasi atau pihak lainnya yang berhubungan
dengan BRENT DANA TERPROTEKSI III dapat wanprestasi (default) atau dapat
melakukan pelunasan dipercepat dalam memenuhi kewajibannya maka hal ini akan
mempengaruhi proteksi dan hasil investasi OSO DANA TERPROTEKSI III.
c.
Risiko Pelunasan Lebih Awal
Dalam hal terjadi Pelunasan Lebih Awal terdapat risiko harga Pelunasan Lebih Awal
tersebut mungkin lebih rendah dari tingkat proteksi Pokok Investasi untuk setiap Unit
Penyertaan.
d.
Risiko Perubahan Peraturan
Adanya perubahan peraturan perundang-undangan yang berlaku atau adanya
kebijakan-kebijakan Pemerintah, terutama dalam bidang ekonomi makro yang
berkaitan dengan Surat Utang Negara dapat mempengaruhi tingkat pengembalian
dan hasil investasi yang akan diterima oleh OSO DANA TERPROTEKSI III. Perubahan
peraturan perundang-undangan dan kebijakan di bidang perpajakan dapat pula
mengurangi penghasilan yang mungkin diperoleh Pemegang Unit Penyertaan.
e.
Risiko Pembubaran dan likuidasi Reksa Dana
Dalam hal OSO DANA TERPROTEKSI III wajib dibubarkan karena perintah Bapepam
dan LK, atau dalam kurun waktu 90 (sembilan puluh) Hari Bursa berturut-turut Nilai
Aktiva Bersihnya kurang dari Rp 25.000.000.000,- (dua puluh lima milliar Rupiah) sesuai
dengan peraturan yang berlaku, maka terdapat kemungkinan hasil likuidasi yang
diterima masing-masing Pemegang Unit Penyertaan dapat lebih kecil dari Pokok
Investasi yang disetorkan .
9.2.2. Risiko Yang Tidak Mempengaruhi Nilai Proteksi
a.
Risiko Pasar
Nilai Unit Penyertaan dapat berfluktuasi sejalan dengan berubahnya kondisi pasar
seperti pada tingkat bunga, ekuitas dan kredit. Penurunan Nilai Aktiva Bersih OSO DANA
TERPROTEKSI III dapat disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:
o Perubahan tingkat suku bunga pasar yang dapat mengakibatkan fluktuasi tingkat
pengembalian pada efek berpendapatan tetap.;
o Perubahan harga dari Efek bersifat Ekuitas dan Efek lainnya yang dapat
mengakibatkan fluktuasi tingkat pengembalian pada Efek Berpendapatan Tetap.;
o Setiap penurunan peringkat atau dalam hal terjadinya Wanprestasi dari penerbit
obligasi dan setiap pihak-pihak terkait dengan Reksa Dana.
o Force Majeure
b.
Risiko Tingkat Suku Bunga
Sehubungan dengan proteksi atas modal, Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana dapat
berubah sesuai dengan perubahan tingkat suku bunga Rupiah. Dengan kenaikan
tingkat suku bunga, maka Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana dapat turun sehubungan
dengan turunnya nilai pasar dari obligasi.
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 21
c.
Risiko Likuiditas
Risiko yang mungkin dihadapi Pemegang Unit Penyertaan adalah tidak likuidnya Efek
bersifat Utang/Obligasi yang menjadi portofolio. Investasi yang menjadi basis nilai
proteksi atas pokok investasi di Bursa Efek Indonesia.
Dengan tujuan investasi jangka panjang maka risiko ini tidak mempengaruhi
mekanisme proteksi.
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 22
BAB X
IMBALAN JASA DAN ALOKASI BIAYA
Dalam pengelolaan OSO DANA TERPROTEKSI III terdapat biaya-biaya yang harus dikeluarkan oleh OSO
DANA TERPROTEKSI III, Manajer Investasi, Pemegang Unit Penyertaan maupun Bank Kustodian. Perincian
biaya-biaya dan alokasinya adalah sebagai berikut:
10.1. Biaya Yang Menjadi Beban Manajer Investasi
a. Biaya persiapan pembentukan OSO DANA TERPROTEKSI III yaitu biaya pembuatan Kontrak, biaya
pencetakan dan distribusi Prospektus Awal dan penerbitan dokumen-dokumen yang diperlukan
termasuk imbalan jasa Akuntan, Konsultan Hukum, dan Notaris;
b. Biaya administrasi pengelolaan portofolio BRENT DANA TERPROTEKSI III yaitu biaya telepon,
faksimili, fotokopi dan transportasi;
c. Biaya pemasaran termasuk biaya pencetakan brosur, biaya promosi dan iklan dari OSO DANA
TERPROTEKSI III;
d.
Biaya pencetakan dan distribusi Formulir Pembukaan Rekening OSO DANA TERPROTEKSI III,
Formulir Profil Calon Pemegang Unit Penyertaan, Formulir Pemesanan Pembelian Unit
Penyertaan dan Formulir Penjualan Kembali Unit Penyertaan;
e. Biaya pengumuman di surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional
mengenai laporan penghimpunan dana kelolaan OSO DANA TERPROTEKSI III paling lambat 90
(sembilan puluh) Hari Bursa setelah Tanggal Efektif; dan
f.
Imbalan jasa Konsultan Hukum, Akuntan, Notaris dan beban lainnya kepada pihak ketiga (jika
ada) berkenaan dengan pembubaran dan likuidasi OSO DANA TERPROTEKSI III atas harta
kekayaannya.
10.2. Biaya Yang Menjadi Beban OSO DANA TERPROTEKSI III
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
10.3.
a.
b.
c.
Imbalan jasa Manajer Investasi adalah sebesar maksimum 0,5% (nol koma lima persen) per
tahun, dihitung secara harian dari Nilai Aktiva Bersih berdasarkan 365 (tiga ratus enam puluh
lima) hari per tahun dan dibayarkan setiap bulan;
Imbalan jasa Bank Kustodian adalah sebesar maksimum 0,15% (nol koma lima belas persen) per
tahun, dihitung secara harian dari Nilai Aktiva Bersih berdasarkan 365 (tiga ratus enam puluh
lima) hari per tahun dan dibayarkan setiap bulan;
Biaya transaksi Efek dan registrasi Efek;
Biaya pencetakan dan distribusi pembaharuan Prospektus, termasuk laporan keuangan
tahunan yang disertai dengan laporan Akuntan yang terdaftar di Bapepam dan LK dengan
pendapat yang lazim, kepada Pemegang Unit Penyertaan setelah Tanggal Efektif;
Biaya pemasangan berita/pemberitahuan di surat kabar mengenai rencana perubahan
Kontrak dan/atau Prospektus (jika ada) dan perubahan Kontrak setelah Tanggal Efektif;
Biaya pencetakan dan distribusi Surat Konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan ke Pemegang Unit
Penyertaan setelah Tanggal Efektif;
Biaya pencetakan dan distribusi Laporan Bulanan setelah Tanggal Efektif;
Biaya-biaya atas jasa auditor yang memeriksa laporan keuangan tahunan OSO DANA
TERPROTEKSI III;
Pengeluaran pajak yang berkenaan dengan pembayaran imbalan jasa dan biaya-biaya di
atas; dan
Biaya dan pengeluaran dalam hal terjadi keadaan mendesak semata-mata untuk kepentingan
OSO DANA TERPROTEKSI III.
Biaya Yang Menjadi Beban Pemegang Unit Penyertaan
Pemegang Unit Penyertaan tidak dikenakan biaya pembelian Unit Penyertaan (subscription fee)
dan tidak dikenakan biaya penjualan Unit Penyertaan (redemption fee);
Biaya pemindahbukuan bank (jika ada) sehubungan dengan pembelian Unit Penyertaan oleh
Pemegang Unit Penyertaan, pengembalian uang pembelian Unit Penyertaan yang
ditolak/dibatalkan dan/atau pengembalian uang akibat penjatahan serta pembayaran hasil
penjualan kembali Unit Penyertaan ke rekening yang terdaftar atas nama Pemegang Unit
Penyertaan; dan
Pajak-pajak yang berkenaan dengan kewajiban Pemegang Unit Penyertaan.
10.4. Selain biaya konsultan hukum, biaya notaris dan/atau biaya akuntan yang menjadi beban Manajer
Investasi sesuai Ketentuan Angka 10.1 huruf a dan f, biaya konsultan hukum, biaya notaris dan/atau
biaya akuntan menjadi beban Manajer Investasi, Bank Kustodian dan/atau OSO DANA
TERPROTEKSI III sesuai dengan pihak yang memperoleh manfaat atau yang melakukan kesalahan
sehingga diperlukan jasa profesi dimaksud.
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 23
BAB XI
HAK PEMEGANG UNIT PENYERTAAN
OSO DANA TERPROTEKSI III adalah Reksa Dana Terproteksi berbentuk Kontrak Investasi Kolektif, sehingga
setiap Pemegang Unit Penyertaan mempunyai hak-hak sesuai dengan sifat dari Kontrak Investasi Kolektif.
Adapun hak Pemegang Unit Penyertaan adalah sebagai berikut:
11.1.
Mendapatkan Bukti Kepemilikan Unit Penyertaan, yaitu Surat Konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan
Pemegang Unit Penyertaan akan mendapatkan Surat Konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan dari
Bank Kustodian setelah calon Pemegang Unit Penyertaan membeli Unit Penyertaan. Surat
Konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan akan disampaikan oleh Bank Kustodian paling lambat 7
(tujuh) Hari Bursa setelah (i) Tanggal Emisi; atau (ii) Tanggal Penjualan Kembali Unit Penyertaan,
dalam hal terdapat penjualan kembali oleh Pemegang Unit Penyertaan; atau (iii) Tanggal
Pembagian Hasil Investasi; atau (iv) Tanggal Pelunasan Parsial; atau (v) Tanggal Jatuh Tempo;
atau (vi) tanggal dilakukannya Pelunasan Lebih Awal.
11.2.
Memperoleh proteksi atas Pokok Investasi sesuai Mekanisme Proteksi Pokok Investasi
Pemegang Unit Penyertaan mempunyai hak untuk memperoleh proteksi atas Pokok Investasi
sesuai dengan ketentuan proteksi sebagaimana dimaksud dalam Bab VI Prospektus ini.
11.3.
Memperoleh Pembagian Hasil Investasi Sesuai Kebijakan Pembagian Hasil Investasi
Pemegang Unit Penyertaan mempunyai hak untuk memperoleh pembagian hasil investasi sesuai
dengan Kebijakan Pembagian Hasil Investasi.
11.4.
Menjual Kembali Sebagian atau Seluruh Unit Penyertaan sesuai dengan syarat dan ketentuan
dalam Prospektus ini
Pemegang Unit Penyertaan berhak menjual kembali sebagian atau seluruh Unit Penyertaan yang
dimilikinya sebelum OSO DANA TERPROTEKSI III jatuh tempo pada setiap Tanggal Penjualan
Kembali sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku dalam Kontrak.
11.5.
Memperoleh Hasil Pelunasan Pada Tanggal Jatuh Tempo atau Pelunasan Parsial Pada Tanggal
Pelunasan Parsial.
Pada Tanggal Jatuh Tempo yaitu dimana seluruh Efek dalam portofolio investasi OSO DANA
TERPROTEKSI III telah jatuh tempo atau dijual atau pada Tanggal Pelunasan Parsial, Manajer
Investasi untuk kepentingan Pemegang Unit Penyertaan akan melakukan pelunasan atas seluruh
atau sebagian Unit Penyertaan yang telah diterbitkan yang masih dimiliki Pemegang Unit
Penyertaan dalam waktu yang bersamaan (serentak) dan dengan harga per Unit Penyertaan
yang sama besarnya bagi semua Pemegang Unit Penyertaan berdasarkan Nilai Aktiva Bersih
pada Tanggal Jatuh Tempo atau pada Tanggal Pelunasan Parsial.
11.6.
Memperoleh Hasil Pelunasan Lebih Awal.
Sebelum Tanggal Jatuh Tempo, apabila terdapat perubahan peraturan di bidang perpajakan
dan/atau perubahan yang material dalam interpretasi peraturan perpajakan oleh pejabat pajak
dan atau terdapat perubahan politik, perubahan perundang-undangan yang berlaku,
perubahan ekonomi yang ekstrim, yang berdasarkan pertimbangan Manajer Investasi dapat
merugikan Pemegang Unit Penyertaan, maka Manajer Investasi untuk kepentingan Pemegang
Unit Penyertaan dapat melakukan Pelunasan Lebih Awal.
Manajer Investasi untuk kepentingan Pemegang Unit Penyertaan wajib melakukan Pelunasan
Lebih Awal atas seluruh Unit Penyertaan yang telah diterbitkan yang masih dimiliki Pemegang Unit
Penyertaan dalam waktu yang bersamaan (serentak) dan dengan harga per Unit Penyertaan
yang sama besarnya bagi semua Pemegang Unit Penyertaan berdasarkan Nilai Aktiva Bersih
pada tanggal Pelunasan Lebih Awal tersebut.
11.7.
Memperoleh Laporan Sebagaimana Dimaksud Dalam Peraturan No. X.D.1
Setiap Pemegang Unit Penyertaan mempunyai hak untuk mendapatkan informasi yang
berkenaan dengan OSO DANA TERPROTEKSI III dan laporan-laporan sebagaimana dimaksud
dalam Peraturan No. X.D.1. dengan ketentuan sebagai berikut:
(1)
selambat-lambatnya pada hari ke-12 (kedua belas) bulan berikutnya:
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 24
-
11.8.
apabila pada bulan sebelumnya terjadi mutasi atas Unit Penyertaan yang dimiliki
Pemegang Unit Penyertaan, memuat sekurang-kurangnya informasi sebagaimana
dimaksud pada point (3) di bawah;
apabila pada bulan sebelumnya tidak terjadi mutasi atas Unit Penyertaan yang dimiliki
Pemegang Unit Penyertaan, memuat sekurang-kurangnya (a) Nilai Aktiva Bersih per
Unit Penyertaan pada akhir bulan, (b) jumlah Unit Penyertaan yang dimiliki oleh
Pemegang Unit Penyertaan, (c) total nilai Unit Penyertaan yang dimiliki oleh Pemegang
Unit Penyertaan, dan (d) informasi bahwa tidak terdapat mutasi atas Unit Penyertaan
yang dimiliki oleh Pemegang Unit Penyertaan pada bulan sebelumnya
(2)
selambat-lambatnya hari ke-12 (kedua belas) bulan Januari yang menggambarkan posisi
akun pada tanggal 31 Desember tahun sebelumnya.
(3)
Laporan sekurang-kurangnya memuat informasi sebagai berikut:
a. Nama, alamat, judul akun, nomor akun dari pemegang Unit Penyertaan;
b. Jumlah Unit Penyertaan yang dimiliki pada awal periode;
c. Tanggal Nilai Aktiva Bersih, dan jumlah setiap Unit Penyertaan yang dibeli atau dijual
kembali (dilunasi) pada setiap transaksi selama periode;
d. Tanggal setiap pembagian dividen atau pembagian uang tunai dan jumlah Unit
Penyertaan yang menerima dividen;
e. Rincian dari portofolio yang dimiliki; dan
f. Rincian status pajak dari penghasilan yang diperoleh Pemegang Unit Penyertaan
selama periode tertentu dengan tetap memperhatikan kategori penghasilan dan
beban;
Memperoleh Laporan Keuangan Secara Periodik
Pemegang Unit Penyertaan berhak mendapatkan laporan keuangan tahunan OSO DANA
TERPROTEKSI III yang disertai dengan laporan Akuntan yang terdaftar di Bapepam dan LK dengan
pendapat yang lazim sekurang-kurangnya sekali dalam 1 (satu) tahun yang akan dimuat di
dalam pembaharuan Prospektus.
11.9.
Memperoleh Informasi Mengenai Nilai Aktiva Bersih Setiap Hari Untuk Jangka Waktu 1 (Satu) Bulan
Pemegang Unit Penyertaan berhak mendapatkan informasi tentang Nilai Aktiva Bersih per Unit
Penyertaan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu bulan untuk jangka waktu 1 (satu) bulan
melalui surat kabar yang berperedaran nasional pada Hari Bursa atau dengan menghubungi
Manajer Investasi.
11.10.
Memperoleh Bagian Atas Hasil Likuidasi Secara Proporsional Dengan Kepemilikan Unit Penyertaan
Dalam Hal OSO DANA TERPROTEKSI III Dibubarkan dan Dilikuidasi
Dalam hal OSO DANA TERPROTEKSI III dibubarkan dan dilikuidasi maka pemodal akan
mendapatkan hasil likuidasi yang dihitung secara proporsional dengan jumlah Unit Penyertaan
yang dimiliki oleh masing-masing Pemegang Unit Penyertaan.
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 25
BAB XII
TATA CARA PEMBELIAN UNIT PENYERTAAN
12.1.
PEMBELIAN UNIT PENYERTAAN
Sebelum melakukan pembelian Unit Penyertaan, calon Pemegang Unit Penyertaan harus sudah
membaca dan mengerti isi Prospektus beserta ketentuan-ketentuan yang ada di dalamnya.
Formulir Profil Calon Pemegang Unit Penyertaan dan Formulir Pemesanan Pembelian Unit
Penyertaan dapat diperoleh dari Manajer Investasi.
Manajer Investasi akan menjual Unit Penyertaan dan Unit Penyertaan akan diterbitkan oleh Bank
Kustodian setelah calon Pemegang Unit Penyertaan menyampaikan Formulir Profil Calon
Pemegang Unit Penyertaan dan Formulir Pemesanan Pembelian Unit Penyertaan kepada
Manajer Investasi.
12.2.
PROSEDUR PEMBELIAN UNIT PENYERTAAN
Pemodal yang ingin membeli Unit Penyertaan harus terlebih dahulu mengisi dan
menandatangani formulir profil pemodal Pemegang Unit Penyertaan yang berisikan data dan
informasi mengenai profil risiko pemodal Reksa Dana sebelum melakukan pembelian Unit
Penyertaan yang pertama kali di Manajer Investasi. Formulir ini wajib disiapkan dan disimpan oleh
Manajer Investasi dalam jangka waktu sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun sebagaimana diatur
dalam Peraturan No. IV.D.2, melengkapinya dengan fotokopi bukti jati diri (Kartu Tanda Penduduk
untuk perorangan lokal/Paspor untuk perorangan asing dan fotokopi anggaran dasar, NPWP
(Nomor Pokok Wajib Pajak) serta Kartu Tanda Penduduk/Paspor pejabat yang berwenang untuk
badan hukum) dan dokumen-dokumen pendukung lainnya sesuai dengan Prinsip Mengenal
Nasabah Oleh Penyedia Jasa Keuangan di Bidang Pasar Modal sebagaimana diatur dalam
Peraturan No. V.D.10.
Formulir profil calon Pemegang Unit Penyertaan diisi dan ditandatangani oleh calon Pemegang
Unit Penyertaan sebelum melakukan pembelian Unit Penyertaan yang pertama kali (pembelian
awal).
Pembelian Unit Penyertaan dilakukan oleh calon Pemegang Unit Penyertaan dengan mengisi
Formulir Pemesanan Pembelian Unit Penyertaan dan melengkapinya dengan bukti pembayaran.
Formulir Pemesanan Pembelian Unit Penyertaan beserta bukti pembayaran dan fotokopi bukti jati
diri tersebut harus disampaikan kepada Manajer Investasi baik secara langsung.
Dalam hal terdapat keyakinan adanya pelanggaran ketentuan sebagaimana diatur dalam
Peraturan No. V.D.10 tersebut, Manajer Investasi wajib menolak pesanan pembelian Unit
Penyertaan dari calon Pemegang Unit Penyertaan.
Pembelian Unit Penyertaan oleh calon Pemegang Unit Penyertaan tersebut harus dilakukan sesuai
dengan syarat dan ketentuan yang tercantum dalam Kontrak, Prospektus dan dalam Formulir
Pemesanan Pembelian Unit Penyertaan. Pembelian Unit Penyertaan oleh calon Pemegang Unit
Penyertaan yang dilakukan menyimpang dari ketentuan-ketentuan dan persyaratan tersebut di
atas akan ditolak dan tidak akan diproses.
Manajer Investasi berhak menerima atau menolak pemesanan pembelian Unit Penyertaan
secara keseluruhan atau sebagian. Bagi pemesanan pembelian Unit Penyertaan yang ditolak
seluruhnya atau sebagian, dana pembelian atau sisanya akan dikembalikan oleh Manajer
Investasi kepada calon pemegang Unit Penyertaan tanpa bunga dengan pemindahbukuan
dalam mata uang Rupiah ke rekening yang terdaftar atas nama calon Pemegang Unit
Penyertaan.
12.3.
BATAS MINIMUM PEMBELIAN UNIT PENYERTAAN
Minimum pembelian Unit Penyertaan adalah Rp 100.000.000,- (seratus juta Rupiah) bagi setiap
calon Pemegang Unit Penyertaan. Batas minimum pembelian unit penyertaan akan
diberitahukan kepada pemegang unit penyertaan sebelum melakukan pembelian unit
penyertaan.
12.4.
HARGA PEMBELIAN UNIT PENYERTAAN
Setiap Unit Penyertaan ditawarkan dengan harga sama dengan Nilai Aktiva Bersih awal sebesar
Rp 1.000,- (seribu Rupiah) untuk setiap Unit Penyertaan selama Masa Penawaran yang harus
dibayar penuh pada saat mengajukan Formulir Pembelian Unit Penyertaan.
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 26
12.5.
PROSES PEMBELIAN UNIT PENYERTAAN
Formulir Pemesanan Pembelian Unit Penyertaan beserta bukti pembayaran dan fotokopi bukti jati
diri yang diterima secara lengkap dan disetujui Manajer Investasi pada Masa Penawaran dan
pembayaran pembelian tersebut diterima dengan baik (in good funds) oleh Bank Kustodian
selambat-lambatnya pada Tanggal Emisi, maka pembelian akan diproses oleh Bank Kustodian
berdasarkan Nilai Aktiva Bersih awal per Unit Penyertaan pada Tanggal Emisi.
Pada hari terakhir dalam Masa Penawaran, Formulir Pemesanan Pembelian Unit Penyertaan
beserta bukti pembayaran hanya dapat diterima secara lengkap oleh Manajer Investasi paling
lambat pada pukul 13.00 WIB (tiga belas Waktu Indonesia Barat) dan uang pembelian diterima
dengan baik (in good funds) oleh Bank Kustodian paling lambat pada pukul 16.00 WIB (enam
belas Waktu Indonesia Barat) pada hari terakhir dalam Masa Penawaran tersebut.
Formulir Pembelian Unit Penyertaan yang diterima oleh Manajer Investasi setelah pukul 13.00 WIB
(tiga belas Waktu Indonesia Barat) pada hari terakhir dalam Masa Penawaran akan ditolak dan
tidak diproses.
12.6.
SYARAT PEMBAYARAN
Pembayaran pembelian Unit Penyertaan dilakukan dengan pemindahbukuan dalam mata uang
Rupiah ke dalam rekening OSO DANA TERPROTEKSI III di Bank Kustodian selambat-lambatnya
pada Tanggal Emisi. Pembayaran harus ditujukan ke rekening bank di bawah ini:
PT. Bank DBS Indonesia, Cabang Thamrin, Jakarta
Atas nama
: REKSA DANA TERPROTEKSI OSO DANA TERPROTEKSI III
Nomor Rekening : 3320007771
Manajer Investasi akan memastikan bahwa semua uang para calon Pemegang Unit Penyertaan
yang merupakan pembayaran untuk pembelian Unit Penyertaan akan disampaikan kepada
Bank Kustodian paling lambat pada akhir Hari Bursa dilakukannya pembelian Unit Penyertaan.
Untuk pemesanan pembelian Unit Penyertaan yang ditolak seluruhnya atau sebagian, sisanya
akan dikembalikan oleh Bank Kustodian kepada pemesan Unit Penyertaan tanpa mendapat
bunga, dengan cara pemindahbukuan ke rekening yang terdaftar atas nama calon Pemegang
Unit Penyertaan sesegera mungkin paling lambat 7 (tujuh) Hari Bursa setelah pembayaran
diterima dengan baik (in good fund). Biaya-biaya yang dikeluarkan dalam pemindahbukuan
sehubungan dengan pembayaran pembelian Unit Penyertaan atau pengembalian sisa dana
dari pembelian Unit Penyertaan, bila ada, menjadi beban dan tanggung jawab calon
Pemegang Unit Penyertaan.
12.7.
PERSETUJUAN PERMOHONAN, BUKTI KONFIRMASI PERINTAH PEMBELIAN DAN SURAT KONFIRMASI
TRANSAKSI UNIT PENYERTAAN
Manajer Investasi berhak menolak permohonan pembelian Unit Penyertaan secara keseluruhan
atau sebagian. Bagi pemesanan pembelian Unit Penyertaan yang ditolak seluruhnya atau
sebagian, akan dikembalikan oleh Bank Kustodian atas instruksi
Manajer Investasi dengan
pemindahbukuan (tanpa bunga) dalam mata uang Rupiah ke rekening yang terdaftar atas
nama calon Pemegang Unit Penyertaan sesegera mungkin paling lambat 7 (tujuh) Hari Bursa
setelah pembayaran diterima dengan baik (in good fund) oleh Bank Kustodian.
Manajer Investasi atau Bank Kustodian wajib mengirimkan bukti konfirmasi atas perintah
pembelian Unit Penyertaan dari Pemegang Unit Penyertaan dalam waktu paling lambat 7 (tujuh)
Hari Bursa setelah diterimanya perintah tersebut dengan ketentuan seluruh pembayaran dan
Formulir Pembelian Unit Penyertaan dari Pemegang Unit Penyertaan telah lengkap dan diterima
dengan baik (in good fund and in complete application).
Bank Kustodian akan menyampaikan Surat Konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan yang
menyatakan antara lain jumlah Unit Penyertaan yang dibeli dan dimiliki serta Nilai Aktiva Bersih
setiap Unit Penyertaan pada saat Unit Penyertaan dibeli paling lambat 7 (tujuh) Hari Bursa setelah
pembayaran dan Formulir Pembelian Unit Penyertaan diterima dengan baik dan secara lengkap
(in good funds and in complete application). Surat Konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan
merupakan bukti kepemilikan Unit Penyertaan. Manajer Investasi tidak akan menerbitkan sertifikat
sebagai bukti kepemilikan Unit Penyertaan.
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 27
BAB XIII
TATA CARA PENJUALAN KEMBALI (PELUNASAN) UNIT PENYERTAAN PADA
TANGGAL PENJUALAN KEMBALI
13.1.
PENJUALAN KEMBALI (PELUNASAN) UNIT PENYERTAAN
Pemegang Unit Penyertaan hanya dapat menjual kembali sebagian atau seluruh Unit Penyertaan
yang dimilikinya dalam OSO DANA TERPROTEKSI III dan Manajer Investasi wajib melakukan
pembelian kembali Unit Penyertaan tersebut pada setiap Tanggal Penjualan Kembali.
13.2.
PROSEDUR PENJUALAN KEMBALI (PELUNASAN) UNIT PENYERTAAN
Penjualan kembali (Pelunasan) oleh Pemegang Unit Penyertaan dilakukan dengan mengisi
Formulir Penjualan Kembali Unit Penyertaan yang ditujukan kepada Manajer Investasi dan
disampaikan selambat-lambatnya 7 (tujuh) Hari Bursa sebelum Tanggal Penjualan Kembali yang
bersangkutan. Penjualan kembali (pelunasan) Unit Penyertaan harus dilakukan sesuai dengan
syarat dan ketentuan sebagaimana tercantum dalam Kontrak, Prospektus dan Formulir Penjualan
Kembali Unit Penyertaan.
Permohonan penjualan kembali (pelunasan) Unit Penyertaan yang dilakukan menyimpang dari
syarat dan ketentuan tersebut di atas tidak akan dilayani.
13.3.
BATAS MINIMUM PENJUALAN KEMBALI (PELUNASAN) UNIT PENYERTAAN
Pada Tanggal Penjualan Kembali, batas minimum penjualan kembali (pelunasan) Unit
Penyertaan bagi setiap Pemegang Unit Penyertaan adalah sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta
Rupiah) setiap transaksi. Manajer Investasi berhak menolak penjualan kembali (pelunasan) dari
Pemegang Unit Penyertaan tersebut dengan nilai lebih kecil dari Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah).
Saldo minimum kepemilikan Unit Penyertaan yang harus dipertahankan oleh setiap Pemegang
Unit Penyertaan adalah sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta Rupiah). Apabila jumlah
kepemilikan Unit Penyertaan yang tersisa kurang dari saldo minimum kepemilikan Unit Penyertaan
sesuai dengan yang dipersyaratkan, maka Manajer Investasi, dengan pemberitahuan terlebih
dahulu kepada Pemegang Unit Penyertaan, berhak untuk menutup rekening Pemegang Unit
Penyertaan, mencairkan seluruh Unit Penyertaan yang tersisa milik Pemegang Unit Penyertaan
tersebut sesuai dengan Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan pada akhir Hari Bursa ditutupnya
rekening tersebut dan mengembalikan dana hasil pencairan tersebut dengan pemindahbukuan
dalam mata uang Rupiah ke rekening yang terdaftar atas nama Pemegang Unit Penyertaan.
13.4.
BATAS MAKSIMUM PENJUALAN KEMBALI (PELUNASAN) UNIT PENYERTAAN
Manajer Investasi berhak membatasi jumlah penjualan kembali (pelunasan) Unit Penyertaan
dalam 1 (satu) Hari Bursa sampai dengan 10% (sepuluh persen) dari total Nilai Aktiva Bersih pada
Tanggal Penjualan Kembali tersebut. Apabila Manajer Investasi menerima atau menyimpan
permohonan penjualan kembali (pelunasan) Unit Penyertaan pada Tanggal Penjualan Kembali
lebih dari 10% (sepuluh persen) dari total Nilai Aktiva Bersih, maka kelebihan tersebut dapat
disimpan untuk diproses dan dibukukan serta dianggap sebagai permohonan pembelian kembali
pada tanggal penjualan kembali berikutnya yang ditentukan berdasarkan urutan permohonan
(first come first serve) di Manajer Investasi.
13.5.
PEMBAYARAN PENJUALAN KEMBALI (PELUNASAN) UNIT PENYERTAAN
Pembayaran hasil penjualan kembali (pelunasan) Unit Penyertaan akan dilakukan sesegera
mungkin, paling lambat 7 (tujuh) Hari Bursa sejak Formulir Penjualan Kembali Unit Penyertaan,
yang telah diisi dengan lengkap sesuai dengan syarat dan ketentuan yang tercantum dalam
Kontrak, Prospektus dan Formulir Penjualan Kembali Unit Penyertaan, diterima dengan baik (in
good fund) oleh Manajer Investasi dalam bentuk pemindahbukuan dalam mata uang Rupiah ke
rekening yang terdaftar atas nama Pemegang Unit Penyertaan setelah diperhitungkan biaya
pemindahbukuan sebagaimana diatur dalam Angka 10.3 BAB X Prospektus.
13.6.
HARGA PENJUALAN KEMBALI (PELUNASAN) UNIT PENYERTAAN
Harga penjualan kembali setiap Unit Penyertaan adalah harga yang ditentukan berdasarkan Nilai
Aktiva Bersih pada Tanggal Penjualan Kembali.
13.7.
PROSES PENJUALAN KEMBALI (PELUNASAN) UNIT PENYERTAAN
Formulir Penjualan Kembali Unit Penyertaan yang telah dipenuhi sesuai dengan syarat dan
ketentuan yang tercantum dalam Kontrak, Prospektus dan Formulir Penjualan Kembali Unit
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 28
Penyertaan yang diterima secara lengkap (in complete application) oleh Manajer Investasi
sampai dengan pukul 13.00 WIB (tiga belas Waktu Indonesia Barat) pada selambat-lambatnya 7
(tujuh) Hari Bursa sebelum Tanggal Penjualan Kembali yang bersangkutan, akan diproses oleh
Bank Kustodian berdasarkan Nilai Aktiva Bersih pada Tanggal Penjualan Kembali yang
bersangkutan.
Formulir Penjualan Kembali Unit Penyertaan yang telah sesuai dengan syarat dan ketentuan yang
tercantum dalam Kontrak, Prospektus dan Formulir Penjualan Kembali Unit Penyertaan yang
diterima secara lengkap (in complete application) oleh Manajer Investasi setelah pukul 13:00 WIB
(tiga belas Waktu Indonesia Barat) pada selambat-lambatnya 7 (tujuh) Hari Bursa sebelum
Tanggal Penjualan Kembali Unit Penyertaan yang bersangkutan, akan diproses oleh Bank
Kustodian berdasarkan Nilai Aktiva Bersih pada Tanggal Penjualan Kembali berikutnya.
13.8.
SURAT KONFIRMASI TRANSAKSI UNIT PENYERTAAN
Bank Kustodian wajib mengirimkan bukti konfirmasi atas perintah penjualan kembali Unit
Penyertaan dari Pemegang Unit Penyertaan kepada Pemegang Unit Penyertaan dalam waktu
paling lambat 7 (tujuh) Hari Bursa setelah diterimanya perintah tersebut dengan ketentuan
Formulir Penjualan Kembali Unit Penyertaan dari Pemegang Unit Penyertaan telah diisi dengan
lengkap dan diterima dengan baik (in complete application).
Bank Kustodian akan menyampaikan Surat Konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan yang
menyatakan antara lain jumlah Unit Penyertaan yang dijual kembali dan dimiliki serta Nilai Aktiva
Bersih setiap Unit Penyertaan pada saat Unit Penyertaan dijual kembali paling lambat 7 (tujuh)
Hari Bursa setelah aplikasi penjualan kembali Unit Penyertaan dari Pemegang Unit Penyertaan
telah lengkap dan diterima dengan baik (in complete application) oleh Bank Kustodian.
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 29
BAB XIV
TATA CARA PENJUALAN KEMBALI (PELUNASAN) UNIT PENYERTAAN PADA
TANGGAL JATUH TEMPO
14.1.
PELUNASAN UNIT PENYERTAAN
Manajer Investasi untuk kepentingan Pemegang Unit Penyertaan wajib melakukan penjualan
kembali (pelunasan) atas seluruh Unit Penyertaan yang telah diterbitkan yang masih dimiliki
Pemegang Unit Penyertaan dalam waktu yang bersamaan (serentak) dan dengan harga per Unit
Penyertaan yang sama besarnya bagi semua Pemegang Unit Penyertaan berdasarkan Nilai
Aktiva Bersih pada Tanggal Jatuh Tempo.
14.2 .
PROSEDUR PELUNASAN UNIT PENYERTAAN
Pemegang Unit Penyertaan tidak perlu mengisi Formulir Penjualan Kembali Unit Penyertaan.
14.3.
PEMBAYARAN PELUNASAN UNIT PENYERTAAN
Pembayaran pelunasan Unit Penyertaan dilakukan oleh Bank Kustodian sesegera mungkin paling
lambat 7 (tujuh) Hari Bursa sejak Tanggal Jatuh Tempo dalam bentuk pemindahbukuan dalam
mata uang Rupiah ke rekening yang terdaftar atas nama Pemegang Unit Penyertaan setelah
diperhitungkan biaya pemindahbukuan sebagaimana diatur dalam Angka 10.3 BAB X Prospektus.
14.4.
HARGA PELUNASAN UNIT PENYERTAAN
Harga pelunasan setiap Unit Penyertaan pada Tanggal Jatuh Tempo adalah harga setiap Unit
Penyertaan yang ditentukan berdasarkan Nilai Aktiva Bersih pada Tanggal Jatuh Tempo yang
nilainya paling sedikit sebesar nilai terproteksi atau senilai Pokok Investasi.
14.5.
SURAT KONFIRMASI TRANSAKSI UNIT PENYERTAAN
Bank Kustodian akan menyampaikan Surat Konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan yang
menyatakan antara lain jumlah Unit Penyertaan yang dimiliki serta Nilai Aktiva Bersih setiap Unit
Penyertaan pada saat pelunasan Unit Penyertaan paling lambat 7 (tujuh) Hari Bursa setelah
Tanggal Jatuh Tempo.
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 30
BAB XV
TATA CARA PELUNASAN LEBIH AWAL UNIT PENYERTAAN
15.1.
PELUNASAN LEBIH AWAL UNIT PENYERTAAN
Sebelum Tanggal Jatuh Tempo, apabila terdapat perubahan peraturan di bidang perpajakan
dan/atau interpretasi peraturan perpajakan yang material oleh pejabat pajak dan/atau
terdapat perubahan politik, perubahan peraturan perundang-undangan yang berlaku,
perubahan ekonomi yang ekstrim, yang berdasarkan pertimbangan Manajer Investasi dapat
merugikan Pemegang Unit Penyertaan, maka Manajer Investasi untuk kepentingan Pemegang
Unit Penyertaan dapat melakukan Pelunasan Lebih Awal.
Manajer Investasi untuk kepentingan Pemegang Unit Penyertaan wajib melakukan Pelunasan
Lebih Awal atas seluruh Unit Penyertaan yang telah diterbitkan yang masih dimiliki Pemegang Unit
Penyertaan dalam waktu yang bersamaan (serentak) dan dengan harga per Unit Penyertaan
yang sama besarnya dengan Nilai Aktiva Bersih pada tanggal Pelunasan Lebih Awal tersebut.
15.2.
PROSEDUR PELUNASAN LEBIH AWAL UNIT PENYERTAAN
Manajer Investasi wajib membeli kembali seluruh Unit Penyertaan yang telah diterbitkan yang
masih dimiliki Pemegang Unit Penyertaan dalam waktu yang bersamaan (serentak) dan dengan
harga per Unit Penyertaan yang sama besarnya dengan Nilai Aktiva Bersih pada tanggal
dilakukannya Pelunasan Lebih Awal.
Dalam hal ini Pemegang Unit Penyertaan tidak perlu mengisi Formulir Penjualan Kembali Unit
Penyertaan.
15.3.
PEMBAYARAN PELUNASAN LEBIH AWAL UNIT PENYERTAAN
Pembayaran Pelunasan Lebih Awal Unit Penyertaan dilakukan oleh Bank Kustodian sesegera
mungkin paling lambat 7 (tujuh) Hari Bursa sejak tanggal Pelunasan Lebih Awal dalam bentuk
pemindahbukuan dalam mata uang Rupiah ke rekening yang terdaftar atas nama Pemegang
Unit Penyertaan setelah diperhitungkan biaya pemindahbukuan sebagaimana diatur dalam
Angka 10.3 BAB X Prospektus.
15.4.
HARGA PELUNASAAN UNIT PENYERTAAN PADA TANGGAL PELUNASAN LEBIH AWAL
Harga penjualan kembali setiap Unit Penyertaan adalah harga yang ditentukan berdasarkan Nilai
Aktiva Bersih pada tanggal dilakukannya Pelunasan Lebih Awal. Harga tersebut dapat lebih
rendah dari Pokok Investasi.
15.5.
SURAT KONFIRMASI TRANSAKSI UNIT PENYERTAAN
Bank Kustodian akan menyampaikan Surat Konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan yang
menyatakan antara lain jumlah Unit Penyertaan yang dimiliki serta Nilai Aktiva Bersih setiap Unit
Penyertaan pada saat pelunasan Unit Penyertaan paling lambat 7 (tujuh) Hari Bursa setelah
tanggal dilakukannya Pelunasan Lebih Awal.
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 31
BAB XVI
TATA CARA PELUNASAN PARSIAL UNIT PENYERTAAN
16.1.
PELUNASAN PARSIAL UNIT PENYERTAAN
Pada Tanggal Pelunasan Parsial, Manajer Investasi untuk kepentingan Pemegang Unit Penyertaan
wajib membeli kembali sebagian Unit Penyertaan (pelunasan) yang telah diterbitkan dan masih
dimiliki oleh Pemegang Unit Penyertaan pada waktu yang bersamaan (serentak) dan
proporsional berdasarkan kepemilikan Unit Penyertaan dari setiap Pemegang Unit Penyertaan
serta dengan harga per Unit Penyertaan yang sama besarnya bagi semua Pemegang Unit
Penyertaan, yang ditetapkan berdasarkan Nilai Aktiva Bersih pada Tanggal Pelunasan Parsial.
Pelunasan Parsial dengan cara tersebut di atas merupakan pelunasan bertahap atas investasi
Pemegang Unit Penyertaan, dengan tujuan agar akumulasi pelunasan Unit Penyertaan pada
Tanggal Pelunasan Parsial akan menyebabkan terpenuhinya nilai proteksi pada Tanggal Jatuh
Tempo.
Pada Tanggal Pelunasan Parsial, Pemegang Unit Penyertaan tidak perlu mengisi Formulir
Penjualan Kembali Unit Penyertaan.
Pemegang Unit Penyertaan tidak dikenakan biaya penjualan kembali atas Unit Penyertaan yang
dilunasi oleh Bank Kustodian pada Tanggal Pelunasan Parsial.
16.2.
PEMBAYARAN PELUNASAN PARSIAL UNIT PENYERTAAN
Pembayaran Pelunasan Parsial Unit Penyertaan akan dilakukan oleh Bank Kustodian sesegera
mungkin paling lambat 7 (tujuh) Hari Bursa sejak tanggal Pelunasan Parsial dalam bentuk
pemindahbukuan dalam mata uang Rupiah ke rekening yang terdaftar atas nama Pemegang
Unit Penyertaan setelah diperhitungkan biaya pemindahbukuan sebagaimana diatur dalam
Angka 10.3 BAB X Prospektus.
16.3.
HARGA PELUNASAN UNIT PENYERTAAN PADA TANGGAL PELUNASAN PARSIAL
Harga Pelunasan Parsial setiap Unit Penyertaan pada Tanggal Pelunasan Parsial adalah harga
setiap Unit Penyertaan yang ditentukan berdasarkan Nilai Aktiva Bersih pada Tanggal Pelunasan
Parsial.
16.4.
SURAT KONFIRMASI TRANSAKSI UNIT PENYERTAAN
Bank Kustodian akan menyampaikan Surat Konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan yang
menyatakan antara lain jumlah Unit Penyertaan yang dilunasi dan dimiliki serta Nilai Aktiva Bersih
setiap Unit Penyertaan tersebut dan akan disampaikan kepada Pemegang Unit Penyertaan
paling lambat 7 (tujuh) Hari Bursa setelah Tanggal Pelunasan Parsial.
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 32
BAB XVII
SKEMA PEMBELIAN DAN PENJUALAN KEMBALI (PELUNASAN)
OSO DANA TERPROTEKSI III
17.1.
Pembelian
Surat Konfirmasi Transaksi
Nasabah
Formulir
Manajer
Investasi
Formulir
Bank
Kustodian
Uang
17.2.
Penjualan Kembali
Surat Konfirmasi Transaksi
Nasabah
Formulir
Manajer
Investasi
Formulir
Bank
Kustodian
Uang
17.3.
Pelunasan / Pelunasan Lebih Awal
Surat Konfirmasi
Transaksi
Nasabah
Surat
Pemberitahuan
Manajer
Investasi
Instruksi
Bank
Kustodian
Uang
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 33
BAB XVIII
JANGKA WAKTU, PEMBUBARAN DAN LIKUIDASI
18.1.
JANGKA WAKTU
OSO DANA TERPROTEKSI III berlaku sejak Tanggal Efektif dan akan berakhir:
a.
pada akhir masa investasi yang disesuaikan dengan Tanggal Jatuh Tempo Efek bersifat utang
yang menjadi basis proteksi dalam portofolio OSO DANA TERPROTEKSI III atau maksimum 20
(dua puluh) tahun sejak Tanggal Efektif; atau
b. jika Kontrak dipergunakan untuk penerbitan Reksa Dana berikutnya sebagaimana diatur
dalam Peraturan No. IV.B.1, dengan memperhatikan ketentuan dalam Angka 18.2 Prospektus,
maka berakhirnya Reksa Dana tersebut adalah pada akhir masa investasi Reksa Dana
berikutnya yang akan dimasukkan dalam perubahan (addendum) terhadap Kontrak; atau
c. pada saat dinyatakan bubar sebagaimana ditentukan dalam Angka 18.2 Prospektus.
18.2.
PEMBUBARAN DAN LIKUIDASI
Hal-Hal Yang Menyebabkan OSO DANA TERPROTEKSI III Wajib Dibubarkan, yaitu:
a.
b.
c.
d.
18.3.
dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) Hari Bursa sejak Tanggal Efektif memiliki dana
kelolaan kurang dari Rp.25.000.000.000,- (dua puluh lima miliar Rupiah); dan/atau
diperintahkan oleh Bapepam dan LK sesuai dengan peraturan perundang-undangan di
bidang Pasar Modal; dan/atau
total Nilai Aktiva Bersih kurang dari Rp.25.000.000.000,- (dua puluh lima miliar Rupiah) selama
90 (sembilan puluh) Hari Bursa berturut-turut; dan/atau
Manajer Investasi dan Bank Kustodian telah sepakat untuk membubarkan OSO DANA
TERPROTEKSI III.
PROSES PEMBUBARAN DAN LIKUIDASI OSO DANA TERPROTEKSI III
a.
Dalam hal OSO DANA TERPROTEKSI III wajib dibubarkan karena kondisi sebagaimana
dimaksud dalam angka 18.2 huruf a di atas, maka Manajer Investasi wajib:
i.
ii.
iii.
b.
Menyampaikan laporan kondisi tersebut kepada Bapepam dan LK dan
mengumumkan rencana pembubaran, likuidasi, dan pembagian hasil likuidasi OSO
DANA TERPROTEKSI III kepada para Pemegang Unit Penyertaan paling kurang dalam 1
(satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional, paling
lambat 2 (dua) Hari Bursa sejak berakhirnya jangka waktu sebagaimana dimaksud pada
angka 18.2 huruf a di atas;
Menginstruksikan kepada Bank Kustodian untuk membayarkan dana hasil likuidasi yang
menjadi hak Pemegang Unit Penyertaan dengan ketentuan bahwa perhitungannya
dilakukan secara proporsional dari Nilai Aktiva Bersih pada saat pembubaran namun
tidak boleh lebih kecil dari Nilai Aktiva Bersih awal dan dana tersebut diterima
Pemegang Unit Penyertaan paling lambat 7 (tujuh) Hari Bursa sejak berakhirnya jangka
waktu sebagaimana dimaksud pada angka 18.2 huruf a di atas; dan
Membubarkan OSO DANA TERPROTEKSI IIIdalam jangka waktu paling lambat 10
(sepuluh) Hari Bursa sejak berakhirnya jangka waktu sebagaimana dimaksud pada
angka 18.2 huruf a di atas, dan menyampaikan laporan hasil pembubaran OSO DANA
TERPROTEKSI III kepada Bapepam dan LK paling lambat 10 (sepuluh) Hari Bursa sejak
OSO DANA TERPROTEKSI III dibubarkan.
Dalam hal OSO DANA TERPROTEKSI IIIwajib dibubarkan karena kondisi sebagaimana
dimaksud dalam angka 18.2 huruf b di atas, maka Manajer Investasi wajib:
i.
Mengumumkan pembubaran, likuidasi, dan rencana pembagian hasil likuidasi OSO
DANA TERPROTEKSI III paling kurang dalam 1 (satu) surat kabar harian berbahasa
Indonesia yang berperedaran nasional paling lambat 2 (dua) Hari Bursa sejak
diperintahkan Bapepam dan LK, dan pada hari yang sama memberitahukan secara
tertulis kepada Bank Kustodian untuk menghentikan perhitungan Nilai Aktiva Bersih;
ii.
Menginstruksikan kepada Ba
nk Kustodian untuk membayarkan dana hasil likuidasi yang menjadi hak Pemegang Unit
Penyertaan dengan ketentuan bahwa perhitungannya dilakukan secara proporsional
dari Nilai Aktiva Bersih pada saat pembubaran dan dana tersebut diterima Pemegang
Unit Penyertaan paling lambat 7 (tujuh) Hari Bursa sejak diperintahkan pembubaran OSO
DANA TERPROTEKSI III oleh Bapepam dan LK; dan
iii.
Menyampaikan laporan hasil pembubaran, likuidasi, dan pembagian hasil likuidasi
OSO DANA TERPROTEKSI III kepada Bapepam dan LK paling lambat 2 (dua) bulan sejak
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 34
diperintahkan pembubaran OSO DANA TERPROTEKSI III oleh Bapepam dan LK dengan
dilengkapi pendapat dari Konsultan Hukum dan Akuntan, serta Akta Pembubaran dan
Likuidasi OSO DANA TERPROTEKSI III dari Notaris.
c.
Dalam hal OSO DANA TERPROTEKSI IIIwajib dibubarkan karena kondisi sebagaimana
dimaksud dalam angka 18.2 huruf c di atas, maka Manajer Investasi wajib:
i.
ii.
iii.
d.
Menyampaikan laporan kondisi tersebut kepada Bapepam dan LK dengan dilengkapi
kondisi keuangan terakhir OSO DANA TERPROTEKSI III dan mengumumkan kepada
para Pemegang Unit Penyertaan rencana pembubaran, likuidasi, dan pembagian hasil
likuidasi OSO DANA TERPROTEKSI III paling kurang dalam 1 (satu) surat kabar harian
berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional, dalam jangka waktu paling lambat
2 (dua) Hari Bursa sejak berakhirnya jangka waktu sebagaimana dimaksud pada
angka 18.2 huruf c di atas serta pada hari yang sama memberitahukan secara tertulis
kepada Bank Kustodian untuk menghentikan perhitungan Nilai Aktiva Bersih;
Menginstruksikan kepada Bank Kustodian untuk membayarkan dana hasil likuidasi yang
menjadi hak Pemegang Unit Penyertaan dengan ketentuan bahwa perhitungannya
dilakukan secara proporsional dari Nilai Aktiva Bersih pada saat likuidasi selesai
dilakukan dan dana tersebut diterima Pemegang Unit Penyertaan paling lambat 7
(tujuh) Hari Bursa sejak likuidasi selesai dilakukan; dan
Menyampaikan laporan hasil pembubaran, likuidasi, dan pembagian hasil likuidasi
OSO DANA TERPROTEKSI III kepada Bapepam dan LK paling lambat 2 (dua) bulan
sejak dibubarkan dengan dilengkapi pendapat dari Konsultan Hukum dan Akuntan,
serta Akta Pembubaran dan Likuidasi OSO DANA TERPROTEKSI III dari Notaris.
Dalam hal OSO DANA TERPROTEKSI IIIwajib dibubarkan karena kondisi
dimaksud dalam angka 18.2 huruf d di atas, maka Manajer Investasi wajib:
i.
ii.
iii.
sebagaimana
Menyampaikan kepada Bapepam dan LK dalam jangka waktu paling lambat 2 (dua)
Hari Bursa sejak terjadinya kesepakatan pembubaran OSO DANA TERPROTEKSI III oleh
Manajer Investasi dan Bank Kustodian dengan melampirkan:
a. kesepakatan pembubaran dan likuidasi OSO DANA TERPROTEKSI III antara Manajer
Investasi dan Bank Kustodian;
b. alasan pembubaran; dan
c. kondisi keuangan terakhir;
dan pada hari yang sama mengumumkan rencana pembubaran, likuidasi, dan
pembagian hasil likuidasi OSO DANA TERPROTEKSI III kepada para Pemegang Unit
Penyertaan paling kurang dalam 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang
berperedaran nasional serta memberitahukan secara tertulis kepada Bank Kustodian
untuk menghentikan perhitungan Nilai Aktiva Bersih;
Menginstruksikan kepada Bank Kustodian untuk membayarkan dana hasil likuidasi yang
menjadi hak Pemegang Unit Penyertaan dengan ketentuan bahwa perhitungannya
dilakukan secara proporsional dari Nilai Aktiva Bersih pada saat likuidasi selesai dilakukan
dan dana tersebut diterima Pemegang Unit Penyertaan paling lambat 7 (tujuh) Hari
Bursa sejak likuidasi selesai dilakukan; dan
Menyampaikan laporan hasil pembubaran, likuidasi, dan pembagian hasil likuidasi
OSO DANA TERPROTEKSI III kepada Bapepam dan LK paling lambat 2 (dua) bulan sejak
dibubarkan dengan dilengkapi pendapat dari Konsultan Hukum dan Akuntan, serta
Akta Pembubaran dan Likuidasi OSO DANA TERPROTEKSI III dari Notaris.
18.4.
Setelah dilakukannya pengumuman rencana pembubaran, likuidasi dan pembagian hasil
likuidasi OSO DANA TERPROTEKSI III, maka Pemegang Unit Penyertaan tidak dapat melakukan
penjualan kembali (pelunasan).
18.5.
PEMBAGIAN HASIL LIKUIDASI
a. Manajer Investasi wajib memastikan bahwa hasil dari likuidasi OSO DANA TERPROTEKSI III dibagi
secara proporsional menurut komposisi jumlah Unit Penyertaan yang dimiliki oleh masingmasing Pemegang Unit Penyertaan.
b. Dalam hal masih terdapat dana hasil likuidasi yang belum diambil oleh Pemegang Unit
Penyertaan dan atau terdapat dana yang tersisa setelah tanggal pembagian hasil likuidasi
kepada Pemegang Unit Penyertaan yang ditetapkan oleh Manajer Investasi,maka:
i.
Jika Bank Kustodian telah memberitahukan dana tersebut kepada Pemegang Unit
Penyertaan sebanyak 3 (tiga) kali dalam tenggang waktu masing-masing 2 (dua) minggu
serta telah mengumumkannya dalam surat kabar harian yang berperedaran nasional,
maka dengan merujuk ketentuan dalam Peraturan No. IV.B.1, dana tersebut wajib
disimpan dalam rekening giro di Bank Kustodian selaku Bank Umum atas nama Bank
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 35
ii.
18.6.
Kustodian untuk kepentingan Pemegang Unit Penyertaan yang belum mengambil dana
hasil likuidasi dan/atau untuk kepentingan Pemegang Unit Penyertaan yang tercatat
pada saat likuidasi dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun. Apabila dalam jangka waktu 3
(tiga) tahun, dana tersebut tidak diambil oleh Pemegang Unit Penyertaan yang berhak,
maka dana tersebut wajib diserahkan oleh Bank Kustodian kepada Pemerintah Indonesia
untuk keperluan pengembangan industri Pasar Modal; dan
Setiap biaya yang timbul sebagai akibat dari penyimpanan dana tersebut akan
dibebankan kepada rekening giro tersebut.
Dalam hal BRENT DANA TERPROTEKSI III dibubarkan dan dilikuidasi, maka beban biaya
pembubaran dan likuidasi OSO DANA TERPROTEKSI III termasuk biaya Konsultan Hukum, Akuntan
dan beban lain kepada pihak ketiga menjadi tanggung jawab dan wajib dibayar Manajer
Investasi kepada pihak-pihak yang bersangkutan.
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 36
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 37
BAB XIX LAPORAN
KEUANGAN
OSO DANA TERPROTEKSI III
Page 38
REKSA DANA TERPROTEKSI
BRENT DANA TERPROTEKSI
III Laporan Keuangan
Untuk periode mulai tanggal 3 Oktober 2012
sampai dengan yang berakhir tanggal 31 Desember 2012
Beserta
Laporan Auditor Independen
DAFTAR ISI
Halaman
SURAT PERNYATAAN MANAJER INVESTASI DAN BANK KUSTODIAN
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
i
LAPORAN KEUANGAN
Laporan posisi keuangan (Neraca)
1
Laporan laba rugi komprehensif
2
Laporan perubahan aset bersih yang dapat
diatribusikan kepada pemegang unit
3
Laporan arus kas
4
Catatan atas laporan keuangan
5 - 22
II
II
II
Surat Pernyataan Manajer Investasi
dan Bank Kustodian
It
It
•
•
•..
•
PT OSO Manajemen Investasi
•,
,
,
,
,
,
,
,,
Laporan Auditor Independen
•,
,
,
II
II
•
•
II
II
It
t
,
•
Laporan Keuangan
,
REKSA DANA TERPROTEKSI BRENT DANA TERPROTEKSI III
Laporan posisi keuangan (Neraca)
31 Desember 2012
(Dalam Rupiah)
Catatan
2012
Aset
Kas
3d,4,5
Portofolio efek
Instrumen pasar uang
3c,4,6
51.901.519
950.000.000
Efek utang (biaya perolehan sebesar Rp
50.000.000.000 pada 31 Desember
2012)
50.000.000.000
Jumlah
50.950.000.000
3c,4,7
Piutang bunga
486.507.451
51.488.408.970
Jumlah aset
Liabilitas
3c,4,8
Biaya yang masih harus dibayar
39.200.594
39.200.594
Jumlah liabilitas
Aset bersih yang dapat diatribusikan kepada
pemegang unit
51.449.208.376
Jumlah unit penyertaan yang beredar
9
51.000.000,0000
Nilai aset bersih per unit penyertaan
3b
1.008,81
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari laporan keuangan secara keseluruhan
1
REKSA DANA TERPROTEKSI BRENT DANA TERPROTEKSI III
Laporan laba rugi komprehensif
Untuk periode mulai tanggal 3 Oktober 2012 sampai dengan yang berakhir tanggal 31 Desember 2012
(Dalam Rupiah)
Catatan
2012
Pendapatan
Pendapatan bunga
Keuntungan (kerugian) investasi yang telah direalisasi
Keuntungan (kerugian) investasi yang belum direalisasi
3e,10
11
12
518.150.210
518.150.210
Jumlah pendapatan
Beban operasi
Pengelolaan investasi
Kustodian
Lain-lain
3e,13
3e,14
3e,15
21.620.858
6.486.257
40.834.719
68.941.834
Jumlah beban operasi
449.208.376
Laba/rugi sebelum pajak
3g,16b
Pajak penghasilan
Kenaikan/penurunan aset bersih yang dapat diatribusikan
kepada pemegang unit
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari laporan keuangan secara keseluruhan
2
-
449.208.376
REKSA DANA TERPROTEKSI BRENT DANA TERPROTEKSI III
Laporan perubahan aset bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang unit
Untuk periode mulai tanggal 3 Oktober 2012 sampai dengan yang berakhir tanggal 31 Desember 2012
(Dalam Rupiah)
Catatan
Aset bersih yang dapat diatribusikan kepada
pemegang unit awal periode
2012
-
Kenaikan/penurunan aset bersih yang dapat diatribusikan
kepada pemegang unit
449.208.376
Penjualan unit penyertaan
51.000.000.000
Jumlah kenaikan/penurunan dari transaksi
51.000.000.000
Aset bersih yang dapat diatribusikan kepada
pemegang unit akhir periode
3b,9
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari laporan keuangan secara keseluruhan
3
51.449.208.376
REKSA DANA TERPROTEKSI BRENT DANA TERPROTEKSI III
Laporan arus kas
Untuk periode mulai tanggal 3 Oktober 2012 sampai dengan yang berakhir tanggal 31 Desember 2012
(Dalam Rupiah)
2012
Arus kas dari aktivitas operasi
Pendapatan bunga
Pembelian dan penjualan portofolio efek-bersih
Pembayaran biaya operasi
31.642.759
(50.950.000.000)
(29.741.240)
Jumlah bersih arus kas dari aktivitas operasi
(50.948.098.481)
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Penjualan unit penyertaan
51.000.000.000
Jumlah bersih arus kas dari aktivitas pendanaan
51.000.000.000
-
Kas pada awal periode
51.901.519
Kas pada akhir periode
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari laporan keuangan secara keseluruhan
4
REKSA DANA TERPROTEKSI BRENT DANA TERPROTEKSI III
Catatan atas laporan keuangan
Untuk periode mulai tanggal 3 Oktober 2012 sampai dengan yang berakhir tanggal 31 Desember 2012
(Dalam Rupiah)
1.
Umum
Reksa Dana Terproteksi BRENT DANA TERPROTEKSI III adalah Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi
Kolektif didirikan berdasarkan Undang - Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995 dan Keputusan Ketua Otoritas
Jasa Keuangan (d/h Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan) No. KEP-552/BL/2010
tanggal 30
Desember 2010 tentang Pedoman Pengelolaan Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif dan No. KEP262/BL/2011 tanggal 31 Mei 2011 tentang Pedoman Pengelolaan Reksa Dana Terproteksi.
Kontrak Investasi Kolektif Reksa Dana Terproteksi BRENT DANA TERPROTEKSI III antara PT Brent
Asset Management sebagai Manajer Investasi dan PT Bank DBS Indonesia sebagai Bank Kustodian dituangkan
dalam Akta No.15 tanggal 18 Juli 2012 dihadapan Benediktus Andy Widyanto, S.H, Notaris di Jakarta.
Tanggal efektif Reksa Dana Terproteksi BRENT DANA TERPROTEKSI III adalah 3 Oktober 2012. Sesuai
KIK, tahun buku Reksa Dana mencakup periode dari tanggal 1 Januari dan berakhir pada tanggal 31 Desember.
Sesuai dengan pasal 5 dari Akta tersebut diatas, Reksa Dana Terproteksi BRENT DANA TERPROTEKSI III
bertujuan untuk memberikan proteksi sebesar 100% (seratus persen) atas Pokok Investasi dan potensi
tambahan hasil investasi pada akhir masa investasi yang jatuh pada Tanggal jatuh tempo dengan melakukan
investasi sesuai dengan kebijakan investasi dimana Manajer Investasi wajib membeli kembali (pelunasan)
seluruh Unit Penyertaan yang telah diterbitkan dan dimiliki oleh Pemegang Unit Penyertaan dengan harga yang
ditetapkan berdasarkan Nilai Aktiva Bersih pada tanggal jatuh tempo yang nilainya paling kurang dapat
menutupi jumlah nilai yang terproteksi atau Pokok Investasi.
Reksa Dana akan berinvestasi dengan kisaran waktu selama maksimum 20 tahun sejak Tanggal Emisi pada
minimum 80% (delapan puluh persen) dan maksimum 100% (seratus persen) pada Efek Bersifat Utang yang
diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dan/atau obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan
swasta yang masuk dalam kategori layak investasi (investment grade) dalam mata uang Rupiah, dan minimum
0% (nol persen) dan maksimum 20% (dua puluh persen) pada instrumen pasar uang antara lain Sertifikat Bank
Indonesia (SBI), Efek bersifat utang yang jatuh temponya kurang dari 1 (satu) tahun, deposito dan/atau setara
kas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
2.
Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Baru
PSAK No. 1 (Revisi 2009) : Penyajian Laporan Keuangan
Perubahan atas standar berikut wajib diterapkan untuk pertama kali untuk tahun buku yang dimulai pada tanggal
1 Januari 2011 yang berdampak terhadap penyajian laporan keuangan:
Efektif 1 Januari 2011, Reksa Dana telah menerapkan PSAK 1 (revisi 2009) "Penyajian Laporan Keuangan".
Revisi standar tersebut mensyaratkan seluruh perubahan yang terkait dengan pemilik disajikan dalam laporan
perubahan ekuitas, perubahan selain yang terkait dengan pemilik disajikan dalam laporan laba rugi
komprehensif.
OSO DANA TERPROTEKSI III
5
REKSA DANA TERPROTEKSI BRENT DANA TERPROTEKSI III
Catatan atas laporan keuangan
Untuk periode mulai tanggal 3 Oktober 2012 sampai dengan yang berakhir tanggal 31 Desember 2012
(Dalam Rupiah)
2.
Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Baru - lanjutan
PSAK No. 1 (Revisi 2009) : Penyajian Laporan Keuangan - lanjutan
Penerapan standar revisi ini hanya berpengaruh dalam penyajian saja dan tidak memiliki dampak terhadap
laporan keuangan (posisi keuangan atau kinerja) Reksa Dana karena Reksa Dana tidak memiliki ekuitas dan
tidak ada komponen pendapatan komprehensif lainnya selain laba atau rugi selama periode.
PSAK No. 2 (Revisi 2009) : Laporan Arus Kas
Memberikan pengaturan atas informasi mengenai perubahan historis dalam kas dan setara kas melalui laporan
arus kas yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi, maupun pendanaan
(financing) selama suatu periode. Penerapan standar revisi ini tidak memiliki dampak terhadap posisi keuangan
dan kinerja Reksa Dana.
Berikut adalah standar baru, perubahan atas standar dan interprestasi standar wajib diterapkan untuk pertama
kalinya untuk tahun buku yang dimulai 1 Januari 2012, namun tidak berdampak material kebijakan akuntansi,
posisi keuangan dan kinerja Reksa Dana:
-
PSAK No. 10 (Revisi 2010)
PSAK No. 13 (Revisi 2011)
PSAK No. 16 (Revisi 2011)
PSAK No. 18 (Revisi 2010)
PSAK No. 24 (Revisi 2010)
PSAK No. 26 (Revisi 2011)
PSAK No. 28 (Revisi 2010)
PSAK No. 30 (Revisi 2011)
PSAK No. 33 (Revisi 2011)
PSAK No. 34 (Revisi 2010)
PSAK No. 36 (Revisi 2011)
PSAK No. 45 (Revisi 2011)
PSAK No. 46 (Revisi 2010)
PSAK No. 50 (Revisi 2010)
PSAK No. 53 (Revisi 2010)
PSAK No. 55 (Revisi 2011)
PSAK No. 56 (Revisi 2011)
PSAK No. 60
PSAK No. 61
PSAK No. 62
PSAK No. 63
: Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing
: Properti Investasi
: Aset Tetap
: Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya
: Imbalan Kerja
: Biaya Pinjaman
: Akuntansi untuk Asuransi Kerugian
: Sewa
: Aktivitas Pengupasan Lapisan Tanah dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup Pada Pertambangan Umum
: Kontrak Kontruksi
: Akuntansi Kontrak Asuransi Jiwa
: Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba
: Pajak Penghasilan
: Instrumen Keuangan: Penyajian
: Pembayaran Berbasis Saham
: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran
: Laba per Saham
: Instrumen Keuangan: Pengungkapan
: Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah
: Kontrak Asuransi
: Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi
OSO DANA TERPROTEKSI III
6
REKSA DANA TERPROTEKSI BRENT DANA TERPROTEKSI III
Catatan atas laporan keuangan
Untuk periode mulai tanggal 3 Oktober 2012 sampai dengan yang berakhir tanggal 31 Desember 2012
(Dalam Rupiah)
2.
3.
Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Baru - lanjutan
-
PSAK No. 64
ISAK No. 13
ISAK No. 15
-
ISAK No. 16
ISAK No. 18
ISAK No. 19
-
ISAK No. 20
-
ISAK No. 22
ISAK No. 23
ISAK No. 24
-
ISAK No. 25
ISAK No. 26
: Aktivitas Eksplorasi dan Evaluasi pada Pertambangan Sumber Daya Mineral
: Lindung Nilai Investasi Neto dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri
: PSAK 24 - Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan Pendanaan
Minimun dan Interaksinya
: Perjanjian Konsesi Jasa
: Bantuan Pemerintah - Tidak Berelasi Spesifik dengan Aktivitas Operasi
: Penerapan Pendekatan Penyajian Kembali PSAK 63 Pelaporan Keuangan
dalam Ekonomi Hiperinflasi
: Pajak Penghasilan - Perubahan Dalam Status Pajak Entitas atau Para
Pemegang Saham
: Perjanjian Konsesi Jasa: Pengungkapan
: Sewa Operasi - Insentif
: Evaluasi Substansi Beberapa Transaksi yang Melibatkan Suatu Bentuk
Legal Sewa
: Hak Atas Tanah
: Penilaian Ulang Derivatif Melekat
Ikhtisar Kebijakan Akuntansi
a.
Penyajian Laporan Keuangan
Laporan keuangan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Penyusunan laporan keuangan Reksa Dana berdasarkan keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal
dan Lembaga Keuangan Peraturan No.VIII.G.8 Pedoman Akuntansi Reksa Dana dan Peraturan No.X.D.1
Laporan Reksa Dana.
Dasar penyusunan laporan kecuali untuk laporan perubahan aset bersih yang dapat diatribusikan kepada
pemegang unit, adalah dasar akrual. Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan laporan
keuangan Reksa Dana adalah Rupiah (Rp). Laporan keuangan tersebut disusun berdasarkan nilai historis,
kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengakuan lain sebagaimana diuraikan dalam
kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
b.
Nilai aset bersih per unit
Nilai aset bersih per unit penyertaan dihitung dengan cara membagi aset bersih Reksa Dana dengan jumlah
unit penyertaan yang beredar. Nilai aset bersih dihitung pada setiap hari bursa berdasarkan nilai wajar dari
aset dan liabilitas.
OSO DANA TERPROTEKSI III
7
REKSA DANA TERPROTEKSI BRENT DANA TERPROTEKSI III
Catatan atas laporan keuangan
Untuk periode mulai tanggal 3 Oktober 2012 sampai dengan yang berakhir tanggal 31 Desember 2012
(Dalam Rupiah)
3.
Ikhtisar Kebijakan Akuntansi - lanjutan
c.
Aset dan Liabilitas Keuangan
Efektif tanggal 1 Januari 2012, Reksa Dana telah menerapkan PSAK 50 (Revisi 2010) "Instrumen
Keuangan: Penyajian dan pengungkapan" dan PSAK 55 (Revisi 2011) "Instrumen Keuangan: Pengakuan
dan Pengukuran" yang menggantikan PSAK 50 (Revisi 2006) "Akuntansi Investasi Efek Tertentu" dan
PSAK 55 (Revisi 2006) "Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai".
c.1. Aset Keuangan
Seluruh aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya pada tanggal diperdagangkan dimana
pembelian dan penjualan aset keuangan berdasarkan kontrak yang mensyaratkan penyerahan aset
dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh kebiasaan pasar yang berlaku. Aset keuangan diukur dengan
nilai wajarnya pada saat pengakuan awal. Dalam hal aset keuangan tidak diukur dengan nilai wajarnya
melalui laporan laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan
secara langsung dengan perolehan aset tersebut.
Aset keuangan diklasifikasi dalam kategori aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi, dimiliki hingga jatuh tempo dan pinjaman yang diberikan dan piutang.
Pengklasifikasian ini tergantung pada sifat dan tujuan aset keuangan dan ditetapkan pada saat
pengakuan awal.
c.1.1. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
Aset keuangan diklasifikasi dalam aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan
laba rugi, jika aset keuangan sebagai kelompok diperdagangkan atau pada saat pengakuan awal
ditetapkan untuk diukur pada aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba
rugi.
Aset keuangan diklasifikasi sebagai kelompok diperdagangkan, jika :
-
Diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual kembali dalam waktu dekat; atau
-
Merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan
terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek yang terkini; atau
-
Merupakan derivatif yang tidak ditetapkan dan tidak efektif sebagai instrumen lindung nilai.
OSO DANA TERPROTEKSI III
8
REKSA DANA TERPROTEKSI BRENT DANA TERPROTEKSI III
Catatan atas laporan keuangan
Untuk periode mulai tanggal 3 Oktober 2012 sampai dengan yang berakhir tanggal 31 Desember 2012
(Dalam Rupiah)
3.
Ikhtisar Kebijakan Akuntansi - lanjutan
c.
Aset dan Liabilitas Keuangan
c.1.1. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
Aset keuangan selain aset keuangan sebagai kelompok diperdagangkan, dapat ditetapkan
sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi pada pengakuan
awal, jika:
-
Penetapan tersebut mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan ketidakkonsistenan
pengukuran dan pengakuan yang dapat timbul; atau
- Aset keuangan merupakan bagian dari kelompok aset keuangan atau liabilitas atau
keduanya, yang dikelola dan kinerjanya berdasarkan nilai wajar, sesuai dengan
dokumentasi manajemen risiko atau strategi investasi Manajer Investasi; atau
- Merupakan bagian dari kontrak yang mengandung satu atau lebih derivatif melekat, dan
PSAK 55 (revisi 2006) memperbolehkan kontrak gabungan (aset atau liabilitas)
ditetapkan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi disajikan sebesar nilai
wajar, keuntungan atau kerugian yang timbul diakui dalam laporan laba rugi. Keuntungan atau
kerugian bersih yang diakui dalam laporan laba rugi mencakup dividen atau bunga yang
diperoleh dari aset keuangan. Nilai wajar ditentukan dengan cara seperti dijelaskan pada catatan
c.5.
c.1.2. Pinjaman yang diberikan dan piutang
Kas, portofolio efek-deposito, piutang bunga dan piutang transaksi efek dengan pembayaran
tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif diklasifikasi sebagai
"pinjaman yang diberikan dan piutang", yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penurunan nilai. Bunga diakui dengan
menggunakan metode suku bunga efektif, kecuali piutang jangka pendek dimana pengakuan
bunga tidak material.
c.1.3. Penurunan nilai aset keuangan
Aset keuangan, selain aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi,
dievaluasi terhadap indikator penurunan nilai pada setiap tanggal laporan keuangan. Aset
keuangan diturunkan nilainya bila terdapat bukti obyektif, sebagai akibat dari satu atau lebih
peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan, dan peristiwa yang merugikan
tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan yang dapat diestimasi
secara handal.
OSO DANA TERPROTEKSI III
9
REKSA DANA TERPROTEKSI BRENT DANA TERPROTEKSI III
Catatan atas laporan keuangan
Untuk periode mulai tanggal 3 Oktober 2012 sampai dengan yang berakhir tanggal 31 Desember 2012
(Dalam Rupiah)
3.
Ikhtisar Kebijakan Akuntansi - lanjutan
c.
Aset dan Liabilitas Keuangan
c.1.3. Penurunan nilai aset keuangan
Untuk aset keuangan lainnya, bukti obyektif penurunan nilai termasuk sebagai berikut :
-
Kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam; atau
- Pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau
bunga; atau
- Terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan
reorganisasi keuangan.
Untuk kelompok aset keuangan tertentu, seperti piutang, penurunan nilai aset dievaluasi secara
individual. Bukti obyektif dari penurunan nilai portofolio piutang dapat termasuk pengalaman
Reksa Dana atas tertagihnya piutang di masa lalu, peningkatan keterlambatan penerimaan
pembayaran piutang dari rata-rata periode kredit, dan juga pengamatan atas perubahan kondisi
ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi dengan default atas piutang.
Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi, jumlah kerugian
penurunan nilai merupakan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari
estimasi arus kas masa datang yang didiskontokan menggunakan tingkat suku bunga efektif awal
dari aset keuangan.
Nilai tercatat aset keuangan tersebut dikurangi dengan kerugian penurunan nilai secara langsung
atas aset keuangan, kecuali piutang yang nilai tercatatnya dikurangi melalui penggunaan akun
penyisihan piutang. Jika piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapuskan melalui akun
penyisihan piutang. Pemulihan kemudian dari jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan
dikreditkan terhadap akun penyisihan. Perubahan nilai tercatat akun penyisihan piutang diakui
dalam laporan laba rugi.
c.1.4. Reklasifikasi aset keuangan
Reklasifikasi hanya diperkenankan dalam situasi yang jarang terjadi dan dimana aset tidak lagi
dimiliki untuk tujuan dijual dalam jangka pendek. Dalam semua hal, reklasifikasi aset keuangan
hanya terbatas pada instrumen utang. Reklasifikasi dicatat sebesar nilai wajar aset keuangan
pada tanggal reklasifikasi.
OSO DANA TERPROTEKSI III
10
10
REKSA DANA TERPROTEKSI BRENT DANA TERPROTEKSI III
Catatan atas laporan keuangan
Untuk periode mulai tanggal 3 Oktober 2012 sampai dengan yang berakhir tanggal 31 Desember 2012
(Dalam Rupiah)
3.
Ikhtisar Kebijakan Akuntansi - lanjutan
c.
Aset dan Liabilitas Keuangan
c.2. Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan yang tidak dimiliki untuk diperdagangkan atau tidak diklasifikasikan sebagai
liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, liabilitas keuangan tersebut
pada saat pengakuan awal diukur dengan nilai wajar setelah dikurangi dengan biaya transaksi
selanjutnya diukur dengan biaya perolehan yang diamortisasi. Liabilitas keuangan yang termasuk
dalam kategori ini utang transaksi efek, utang pembelian kembali unit penyertaan, Biaya yang masih
harus dibayar dan utang lain-lain.
c.3. Metode suku bunga efektif
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan
diamortisasi dari aset dan liabilitas keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan
bunga/beban bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara
tepat mendiskontokan estimasi penerimaan/pembayaran kas di masa datang selama perkiraan umur
Aset dan liabilitas keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk
memperoleh nilai tercatat bersih dari Aset dan liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.
c.4. Penghentian pengakuan Aset dan Liabilitas keuangan
Reksa Dana menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas
yang berasal dari aset berakhir, atau Reksa Dana mentransfer aset keuangan dan secara substansial
mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain. Jika Reksa Dana
tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat kepemilikan
serta masih mengendalikan aset yang ditransfer, maka Reksa Dana mengakui keterlibatan berkelanjutan
atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Reksa
Dana memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang
ditransfer, Reksa Dana masih mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin
sebesar pinjaman yang diterima.
Reksa Dana menghentikan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas Reksa Dana telah
dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa.
OSO DANA TERPROTEKSI III
11
11
REKSA DANA TERPROTEKSI BRENT DANA TERPROTEKSI III
Catatan atas laporan keuangan
Untuk periode mulai tanggal 3 Oktober 2012 sampai dengan yang berakhir tanggal 31 Desember 2012
(Dalam Rupiah)
3.
Ikhtisar Kebijakan Akuntansi - lanjutan
c.
Aset dan Liabilitas Keuangan
c.5. Nilai wajar Aset dan Liabilitas keuangan
Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian
dan asumsi sebagai berikut:
d.
-
Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan syarat dan kondisi standar dan
diperdagangkan di pasar aktif ditentukan dengan mengacu pada harga kuotasi pasar. Untuk aset
keuangan, nilai wajar digunakan harga penawaran, sedangkan untuk liabilitas keuangan digunakan
harga permintaan.
-
Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan lainnya ditentukan sesuai dengan model
penentuan harga yang berlaku umum berdasarkan analisis arus kas yang didiskontokan dengan
menggunakan harga transaksi pasar kini yang diobservasi dan kuotasi dealer untuk instrumen
serupa.
-
Jika harga tersebut diatas tidak tersedia, analisis arus kas yang didiskontokan bisa dilakukan
dengan menggunakan tingkat bunga pengembalian sesuai dengan durasi instrumen keuangan.
Kas
Kas meliputi kas di bank yang bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan Reksa Dana.
e.
Pendapatan dan beban
Pendapatan bunga dari instrumen pasar uang dan efek utang diakui secara akrual berdasarkan proporsi
waktu, nilai nominal dan tingkat bunga yang berlaku.
e.
Pendapatan dan beban
Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi akibat kenaikan atau penurunan harga pasar (nilai wajar)
serta keuntungan atau kerugian investasi yang telah direalisasi disajikan dalam laporan laba rugi
komprehensif tahun berjalan.
Beban yang berhubungan dengan pengelolaan investasi diakui secara akrual dan harian.
OSO DANA TERPROTEKSI III
12
12
REKSA DANA TERPROTEKSI BRENT DANA TERPROTEKSI III
Catatan atas laporan keuangan
Untuk periode mulai tanggal 3 Oktober 2012 sampai dengan yang berakhir tanggal 31 Desember 2012
(Dalam Rupiah)
3.
Ikhtisar Kebijakan Akuntansi - lanjutan
f.
Transaksi dengan pihak- pihak yang berelasi
Dalam usahanya, Reksa Dana melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang berelasi. Sesuai dengan
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 7 (Revisi 2010 ) pihak-pihak yang berelasi adalah
orang atau entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan Laporan Keuangannya (dalam Pernyataan
ini dirujuk sebagai "Entitas Pelapor" ).
(a) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut :
(i) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
(ii) memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor ; atau
(iii) personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor.
(b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut :
(i) Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk,
entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain).
(ii) Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi
atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha yang mana entitas lain
tersebut adalah anggotanya).
(iii) Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
(iv) Suatu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas
asosiasi dari entitas ketiga.
(v) Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari salah satu
entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas
yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas
pelapor.
(vi) Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf
(a).
(vii) Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau
personil manajemen kunci entitas ( atau entitas induk dari entitas ).
Transaksi pihak berelasi adalah suatu pengalihan sumber daya, jasa atau kewajiban antara entitas pelapor
dengan pihak pihak berelasi terlepas apakah ada harga yang dibebankan.
OSO DANA TERPROTEKSI III
13
13
REKSA DANA TERPROTEKSI BRENT DANA TERPROTEKSI III
Catatan atas laporan keuangan
Untuk periode mulai tanggal 3 Oktober 2012 sampai dengan yang berakhir tanggal 31 Desember 2012
(Dalam Rupiah)
3.
Ikhtisar Kebijakan Akuntansi - lanjutan
g.
Pajak penghasilan
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan kenaikan aset bersih dari aktivitas operasi kena pajak dalam tahun
yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari
perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset
dan liabilitas. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak
tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat
dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang.
Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku
pada tanggal laporan aset dan liabilitas. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba
rugi komprehensif.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan di dalam laporan aset dan liabilitas atas dasar kompensasi
sesuai dengan penyajian aset dan liabilitas pajak kini.
Penghasilan utama Reksa Dana, merupakan obyek pajak final dan atau obyek pajak tidak final merupakan
obyek pajak penghasilan, sehingga Reksa Dana tidak mengakui aset dan liabilitas pajak tangguhan dari
perbedaan temporer jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan
pajak aset dan liabilitas yang berhubungan dengan penghasilan tersebut.
Pada tanggal 9 Februari 2009, Pemerintah mengeluarkan PP No.16/2009 tentang Pajak Penghasilan atas
Penghasilan berupa Bunga Obligasi. Peraturan tersebut antara lain mengatur besaran tarif pajak penghasilan
final atas bunga dan diskonto obligasi yang diterima oleh Reka Dana yang terdaftar pada Badan Pengawas
Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, yakni 0% untuk tahun 2009 sampai dengan tahun 2010, 5% untuk
tahun 2011 sampai dengan 2013, dan 15% untuk tahun 2014 dan seterusnya.
Penegasan atas pelaksanaan pasal 31E ayat (1) Undang-Undang No. 7 tahun 1983 tentang Pajak
Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36 tahun
2008 (Undang-Undang Pajak Penghasilan), berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor : SE 66/PJ/2010 tanggal 24 Mei 2010 dan Surat No. S-560/PJ.031/2012 tanggal 23 Mei 2012 tentang Pajak
Biaya Bersama Wajib Pajak Reksa Dana.
h.
Penggunaan estimasi
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan
Manajer Investasi membuat taksiran dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan liabilitas, serta
pengungkapan aset dan liabilitas kontijensi pada tanggal laporan keuangan dan jumlah pendapatan dan
beban selama periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan taksiran tersebut.
OSO DANA TERPROTEKSI III
14
14
REKSA DANA TERPROTEKSI BRENT DANA TERPROTEKSI III
Catatan atas laporan keuangan
Untuk periode mulai tanggal 3 Oktober 2012 sampai dengan yang berakhir tanggal 31 Desember 2012
(Dalam Rupiah)
4.
Instrumen Keuangan
4.1. Klasifikasi Aset dan Liabilitas keuangan
Rincian kebijakan akuntansi dan metode yang diterapkan (termasuk kriteria untuk pengakuan, dasar
pengukuran dan dasar pengakuan pendapatan dan beban) untuk setiap klasifikasi aset dan liabilitas
keuangan diungkapkan dalam catatan 3.
Klasifikasi aset keuangan pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut :
2012
Aset keuangan
yang diukur pada
nilai wajar melalui
laporan laba rugi
50.000.000.000
-
Portofolio efek
Kas
-
Piutang bunga
50.000.000.000
Jumlah
Pinjaman yang
diberikan dan
piutang
Jumlah
950.000.000
51.901.519
50.950.000.000
51.901.519
486.507.451
486.507.451
1.488.408.970
51.488.408.970
Klasifikasi liabilitas keuangan pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut :
2012
Liabilitas
keuangan lainnya
Jumlah
Biaya yang masih harus dibayar
39.200.594
39.200.594
Jumlah
39.200.594
39.200.594
OSO DANA TERPROTEKSI III
15
15
REKSA DANA TERPROTEKSI BRENT DANA TERPROTEKSI III
Catatan atas laporan keuangan
Untuk periode mulai tanggal 3 Oktober 2012 sampai dengan yang berakhir tanggal 31 Desember 2012
(Dalam Rupiah)
4.
Instrumen Keuangan - lanjutan
4.2. Manajemen Risiko
Manajer Investasi telah mendokumentasikan kebijakan manajemen risiko keuangan Reksa Dana antara
lain: risiko pasar, risiko tingkat suku bunga dan risiko likuiditas.
a.
Risiko pasar
Nilai Unit Penyertaan dapat berfluktuasi sejalan dengan berubahnya kondisi pasar seperti pada tingkat
bunga, ekuitas dan kredit. Penurunan Nilai Aset Bersih Reksa Dana BRENT DANA TERPROTEKSI
III dapat disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut :
- Perubahan tingkat suku bunga pasar yang dapat mengakibatkan fluktuasi tingkat pengembalian
pada efek berpendapatan tetap.;
- Perubahan harga dari Efek bersifat Ekuitas dan Efek lainnya yang dapat mengakibatkan fluktuasi
tingkat pengembalian pada Efek Berpendapatan Tetap.;
- Setiap penuruan peringkat atau dalam hal terjadinya Wanprestasi dari penerbit obligasi dan setiap
pihak-pihak terkait dengan Reksa Dana.;
- Force Majure .
b.
Risiko tingkat suku bunga
Sehubungan dengan proteksi atas modal, Nilai Aset Bersih Reksa Dana dapat berubah sesuai dengan
perubahan tingkat suku bunga Rupiah. Dengan kenaikan tingkat suku bunga, maka Nilai Aset Bersih
Reksa Dana dapat turun sehubungan dengan turunnya nilai pasar dari obligasi.
c.
Risiko likuiditas
Risiko yang mungkin dihadapi Pemegang Unit Penyertaan adalah tidak likuidnya Efek bersifat
Utang/Obligasi yang menjadi portofolio. Investasi yang menjadi basis nilai proteksi atas pokok
investasi di Bursa Efek Indonesia.
Dengan tujuan investasi jangka panjang maka risiko ini tidak mempengaruhi mekanisme proteksi.
OSO DANA TERPROTEKSI III
16
16
REKSA DANA TERPROTEKSI BRENT DANA TERPROTEKSI III
Catatan atas laporan keuangan
Untuk periode mulai tanggal 3 Oktober 2012 sampai dengan yang berakhir tanggal 31 Desember 2012
(Dalam Rupiah)
4.
Instrumen Keuangan - lanjutan
c.
Risiko likuiditas
Analisis aset keuangan Reksa Dana berdasarkan transaksi penerimaan atau jatuh tempo dari tanggal
laporan keuangan sampai dengan tanggal transaksi penerimaan atau jatuh tempo pada tanggal 31
Desember 2012 diungkapkan dalam tabel sebagai berikut :
2012
Kurang dari satu
tahun
Portofolio efek
Kas
Piutang bunga
Jumlah
Jumlah
50.950.000.000
50.950.000.000
51.901.519
51.901.519
486.507.451
486.507.451
51.488.408.970
51.488.408.970
Analisis liabilitas keuangan Reksa Dana berdasarkan transaksi pembayaran atau jatuh tempo dari
tanggal laporan keuangan sampai dengan tanggal transaksi pembayaran atau jatuh tempo pada tanggal
31 Desember 2012 diungkapkan dalam tabel sebagai berikut :
2012
Kurang dari satu
tahun
5.
Jumlah
Biaya yang masih harus dibayar
39.200.594
39.200.594
Jumlah
39.200.594
39.200.594
Kas
Akun ini merupakan saldo rekening koran (giro) pada :
2012
PT Bank DBS Indonesia
51.901.519
Jumlah
51.901.519
OSO DANA TERPROTEKSI III
17
17
REKSA DANA TERPROTEKSI BRENT DANA TERPROTEKSI III
Catatan atas laporan keuangan
Untuk periode mulai tanggal 3 Oktober 2012 sampai dengan yang berakhir tanggal 31 Desember 2012
(Dalam Rupiah)
6.
Portofolio efek
Portofolio efek yang diperdagangkan terdiri dari :
2012
Jenis Efek
Tanggal
Tingkat
Jatuh
Bunga
Tempo
%
29-Nop-17
11,75
Persentase
Nilai Nominal
Harga
Nilai Wajar/
Terhadap Jumlah
Perolehan
Nilai Nominal
Portofolio efek
Efek Utang
Obligasi Bank Saudara II
Tahun 2012
Jumlah
Deposito
PT Bank Panin Syariah
Jumlah Portofolio Efek
7.
50.000.000.000
50.000.000.000
50.000.000.000
98,14%
50.000.000.000
50.000.000.000
50.000.000.000
98,14%
950.000.000
950.000.000
950.000.000
1,86%
50.950.000.000
50.950.000.000
50.950.000.000
100,00%
Piutang bunga
Akun ini merupakan pendapatan bunga yang masih akan diterima dari :
2012
- Efek utang
- Instrumen pasar uang
486.007.725
499.726
Jumlah
8.
486.507.451
Biaya yang masih harus dibayar
Akun ini merupakan biaya yang masih harus dibayar untuk :
2012
21.692.765
6.507.829
11.000.000
Pengelolaan investasi
Kustodian
Audit
Jumlah
39.200.594
OSO DANA TERPROTEKSI III
18
18
REKSA DANA TERPROTEKSI BRENT DANA TERPROTEKSI III
Catatan atas laporan keuangan
Untuk periode mulai tanggal 3 Oktober 2012 sampai dengan yang berakhir tanggal 31 Desember 2012
(Dalam Rupiah)
9.
Unit penyertaan yang beredar
Jumlah unit penyertaan yang dimiliki oleh Pemodal pada 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut:
2012
Pemegang Unit Penyertaan
Unit Penyertaan
Nilai
Persentase
aset
terhadap total
Bersih
Unit penyertaan
Pemodal
51.000.000,0000
51.449.208.376
100%
Jumlah
51.000.000,0000
51.449.208.376
100%
10. Pendapatan bunga
Akun ini merupakan pendapatan bunga yang berasal dari :
2012
511.587.078
6.480.823
82.309
- Efek utang
- Instrumen pasar uang
- Jasa giro
Jumlah
518.150.210
11. Keuntungan (Kerugian) investasi yang telah direalisasi
Akun ini merupakan keuntungan (kerugian) realisasi atas penjualan investasi.
12. Keuntungan (Kerugian) investasi yang belum direalisasi
Akun ini merupakan keuntungan (kerugian) atas portofolio investasi yang belum direalisasi.
13. Beban pengelolaan investasi
Akun ini merupakan beban yang dibayarkan kepada PT Brent Asset Management sebagai Manajer Investasi
sebesar 0,50% per tahun yang dihitung secara harian dari nilai aset bersih berdasarkan 365 (tiga ratus enam
puluh lima) hari per tahun dan dibayarkan setiap bulan.
OSO DANA TERPROTEKSI III
19
19
REKSA DANA TERPROTEKSI BRENT DANA TERPROTEKSI III
Catatan atas laporan keuangan
Untuk periode mulai tanggal 3 Oktober 2012 sampai dengan yang berakhir tanggal 31 Desember 2012
(Dalam Rupiah)
14. Beban kustodian
Akun ini merupakan beban pengelolaan administrasi dan imbalan jasa penitipan atas aset Reksa Dana pada PT
Bank DBS Indonesia sebagai bank kustodian maksimum 0,15% per tahun yang dihitung secara harian dari nilai
aset bersih berdasarkan 365 (tiga ratus enam puluh lima) hari per tahun dan dibayarkan setiap bulan.
15. Beban lain-lain
Akun ini merupakan beban yang terjadi atas:
2012
Jasa audit
Administrasi
Pajak final
Pajak pertambahan nilai
10.000.000
132.026
26.891.981
3.810.712
Jumlah
40.834.719
16. Pajak penghasilan
Pajak kini
Rekonsiliasi antara kenaikan aset bersih dari aktivitas operasi sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba
rugi komprehensif dengan laba (rugi) fiskal adalah sebagai berikut :
2012
Kenaikan aset bersih dari aktivitas operasi sebelum pajak
penghasilan menurut laporan laba rugi komprehensif
- Perbedaan yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal :
Pendapatan bunga
Beban pajak final
Beban investasi
449.208.376
(518.150.210)
26.891.981
42.049.853
(449.208.376)
Jumlah
-
Laba ( rugi ) fiskal
OSO DANA TERPROTEKSI III
20
20
REKSA DANA TERPROTEKSI BRENT DANA TERPROTEKSI III
Catatan atas laporan keuangan
Untuk periode mulai tanggal 3 Oktober 2012 sampai dengan yang berakhir tanggal 31 Desember 2012
(Dalam Rupiah)
17. Ikhtisar pembelian dan penjualan efek
Ikhtisar pembelian dan penjualan efek merupakan transaksi efek Reksa Dana dengan rincian sebagai berikut
2012
Jenis Efek
Jumlah
Harga Beli
Nilai Nominal
Beli
Nilai Nominal
Jual
Jumlah
Harga Jual
Obigasi
Obligasi Bank Saudara II Tahun 2012
50.000.000.000
50.000.000.000
-
-
Jumlah
50.000.000.000
50.000.000.000
-
-
18. Transaksi dengan pihak- pihak yang berelasi
PT Brent Asset Management adalah sebagai Manajer Investasi.
Reksa Dana membayar beban pengelolaan investasi termasuk pajak pertambahan nilai untuk tahun yang
berakhir 31 Desember 2012 sebesar Rp 21.620.858.
19. Ikhtisar keuangan singkat
2012
0,88%
Jumlah hasil investasi (%)
Hasil investasi setelah
memperhitungkan beban pemasaran ( % )
0,88%
Biaya operasi (%)
1,07%
1 : 0,51
Perputaran portofolio
Persentase penghasilan kena pajak
-
Tujuan tabel ini adalah semata-mata untuk membantu memahami kinerja masa lalu dari Reksa Dana. Tabel ini
seharusnya tidak dianggap sebagai indikasi bahwa kinerja masa depan akan sama dengan kinerja masa lalu.
OSO DANA TERPROTEKSI III
21
21
REKSA DANA TERPROTEKSI BRENT DANA TERPROTEKSI III
Catatan atas laporan keuangan
Untuk periode mulai tanggal 3 Oktober 2012 sampai dengan yang berakhir tanggal 31 Desember 2012
(Dalam Rupiah)
20. Standar akuntansi baru
Ikatan Akuntan Indonesia (“IAI”) telah menerbitkan beberapa standar akuntansi yang akan berlaku untuk laporan
keuangan yang periodenya dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2013 sebagai berikut:
-
ISAK No. 21
: Perjanjian Konstruksi Real Estate
Manajer Investasi sedang mengevaluasi dampak dari standar akuntansi tersebut dan belum menentukan
dampaknya terhadap laporan keuangan.
21. Penyelesaian laporan keuangan
Manajer Investasi bertanggung jawab atas penyajian laporan keuangan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab
masing-masing sebagai Manajer Investasi dan Bank Kustodian sebagaimana tercantum dalam Kontrak Investasi
Kolektif Reksa Dana dan peraturan perundangan yang berlaku, yang telah diselesaikan pada tanggal 15 Februari
2013.
OSO DANA TERPROTEKSI III
22
22
BAB XX
PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL
Profesi Penunjang Pasar Modal yang ikut serta dalam penerbitan pembaharuan prospektus Reksa Dana
Terproteksi OSO DANA TERPROTEKSI III adalah:
AKUNTAN PUBLIK
Nama
Alamat
Nomor Pendaftaran di BAPEPAM dan LK
: Akhyadi Wadisono, Drs.,Ak.
: Jl. Masjid Barokah RT 03/09 Nomor 17
Kel. Larangan Utara, Kec. Larangan,Tangerang
: 309/PM/STTD-AP/2002
NOTARIS
Nama
Alamat
Nomor Pendaftaran di BAPEPAM dan LK
OSO DANA TERPROTEKSI III
: Leolin Jayayanti, S,H,
: Jl. Pulo Raya VI No. 1
Kebayoran Baru Jakarta 12170
: 594/PM/STPD-N/2003
39
Download