analisis laporan arus kas sebagai salah satu alat untuk menilai

advertisement
ANALISIS LAPORAN ARUS KAS SEBAGAI SALAH SATU
ALAT UNTUK MENILAI KINERJA INVESTASI PADA
PT. NUSANTARA
SKRIPSI
Program Studi Akuntansi
N a m a : Sri Nurhayati
NIM
: 4320411-295
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MERCU BUANA
JAKARTA
2008
ANALISIS LAPORAN ARUS KAS SEBAGAI SALAH SATU
ALAT UNTUK MENILAI KINERJA INVESTASI PADA
PT. NUSANTARA
SKRIPSI
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh
Gelar SARJANA EKONOMI
Program Studi Akuntansi
N a m a : Sri Nurhayati
NIM
: 4320411-295
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MERCU BUANA
JAKARTA
2008
LEMBAR PENGESAHAN
Nama
: Sri Nurhayati
NIM
: 4320411-295
Program Studi
: Akuntansi
Judul Skripsi
: Analisis Laporan Arus Kas Sebagai Salah
Satu Alat Untuk Menilai Kinerja Investasi
Pada PT. NUSANTARA
Tanggal Ujian Skripsi
: 22 Agustus 2008
Disahkan Oleh:
Pembimbing
(Sri Rahayu SE., M.Si)
Tanggal:
Dekan Fakultas Ekonomi
(Drs. Hadri Mulya, M.Si)
Tanggal:
Ketua Jurusan Akuntansi
(Sabarudin Muslim, SE, M.Si)
Tanggal:
iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur senantiasa kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas
rahmat dan karunian-Nya yang telah diberikan kepada penulis, sehingga penulis
dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “ANALISIS LAPORAN ARUS
KAS SEBAGAI SALAH SATU ALAT UNTUK MENILAI KINERJA
INVESTASI PADA PT. NUSANTARA.”
Skripsi ini merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi untuk
mendapat gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi pada Universitas Mercu
Buana.
Penulis menyadari skripsi ini masih jauh untuk dikatakan sempurna,
karena masih banyak kekurangan-kekurangan yang menyangkut teknik penulisan,
materi, keterbatasan kemampuan, pengetahuan dan lain sebagainya yang penulis
miliki.
Pada kesempatan ini pula penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih
yang sedalam-dalamnya kepada:
1. Yth. Ibu Sri Rahayu, SE, M.Si selaku Dosen Pembimbing materi yang
telah meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan dan materi.
2. Bapak Drs. Hadri Mulya, M.Si, selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Mercu Buana.
3. Bapak Sabarudin Muslim, SE, M.Si, selaku Ketua Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana.
4. Seluruh Dosen dan Staf Universitas Mercu Buana, khususnya Fakultas
Ekonomi.
iv
5. Keluarga tercinta, khususnya orangtua dan suami saya yang memberi
dorongan, do’a dan semangat dalam menyelesaikan kuliah dan pembuatan
skripsi ini.
6. Pimpinan dan seluruh karyawan PT. Nusantara, khususnya Bapak
Suwandi selaku manajer keuangan, yang telah memberikan kemudahan
mendapatkan data yang penulis butuhkan dalam menyelesaikan skripsi ini.
7. Untuk sahabat setiaku Dani A dan Jenni Fenda, yang selalu mendengarkan
segala keluh kesahku, serta selalu terus memberikan semangat kepada
penulis.
8. Rekan-rekan
mahasiswa/i
seangkatan
dan
sejurusan
yang
telah
memberikan dorongan sehingga skripsi ini selesai.
9. Berbagai pihak dan teman-teman lain yang tidak bisa disebutkan satu
persatu namanya, yang telah membantu penulisan dan penyusunan skripsi
ini.
Akhir kata, penulis berharap skripsi ini dapat memberikan sumbangan
yang berarti dan bermanfaat bagi kita semua.
Jakarta, 14 Juli , 2008
Penulis
v
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ......................................................................................
i
LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI ..........................................................
ii
KATA PENGANTAR....................................................................................
iii
DAFTAR ISI...................................................................................................
v
DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................
viii
BAB
BAB
I
II
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah.....................................................
1
B. Perumusan Masalah ...........................................................
4
C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian .......................................
5
LANDASAN TEORI
A. Kas dan Arus Kas...............................................................
7
1. Pengertian Laporan Arus Kas, Kas dan Setara Kas .....
7
2. Kegunaan dan Tujuan Arus Kas ..................................
10
3. Klasifikasi Arus Kas ....................................................
13
4. Metode Penyajian Arus Kas.........................................
17
B. Investasi .............................................................................
21
1. Pengertian Investasi .....................................................
21
2. Jenis-jenis Investasi......................................................
22
vi
3. Kebijakan Investasi ......................................................
23
4. Resiko Investasi ...........................................................
24
5. Proses Pengembalian Keputusan Investasi ..................
25
C. Analisa Laporan Arus Kas .................................................
26
1. Rasio Penerimaan Laba................................................
26
2. Rasio Kecukupan .........................................................
28
3. Rasio Efesiensi .............................................................
29
D. Metode Penilaian Pengembalian Atas Investasi Dengan
Menggunakan Model Dupont ...........................................
30
E. Model Prediksi Laporan Keuangan Dengan Menggunakan
Analisis Tren ......................................................................
31
F. Analisis Laporan Arus Kas pada Pengambilan Keputusan
Investasi .............................................................................
BAB
III
32
METODOLOGI PENELITIAN
A. Gambaran Umum ...............................................................
33
1. Lokasi Perusahaan………………………………........
33
2. Sejarah Singkat Perusahaan………………………… .
33
3. Struktur Perusahaan………………………………… .
34
B. Metode Penelitian ..............................................................
37
C. Definisi Operasi Variabel...................................................
37
D. Metode Pengumpulan Data ................................................
38
E. Metode Analisis Data.........................................................
40
vii
BAB
IV
ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Metode Penyusunan Arus Kas ...........................................
41
B. Analisa Laporan Arus Kas .................................................
42
1. Rasio Penerimaan Laba................................................
42
2. Rasio Kecukupan .........................................................
45
3. Rasio Efesiensi .............................................................
46
C. Analisa Hasil Pengembalian Atas Investasi Dengan
Menggunakan Model Dupont ............................................
49
D. Model Prediksi Laporan Arus Kas Dengan Menggunakan
Analisis Tren ......................................................................
BAB
V
52
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ........................................................................
55
B. Saran...................................................................................
56
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
viii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1
Laporan Arus kas PT. NUSANTARA
Lampiran 2
Laporan Laba Rugi PT. NUSANTARA
Lampiran 3
Laporan Neraca PT. NUSANTARA.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan dunia bisnis saat ini semakin kompetitif. Para
pengusaha harus semakin jeli dan cermat dalam melihat peluang bisnis yang
ada serta melakukan strategi-strategi atau langkah-langkah yang tepat agar
perusahaan tetap excist dan berkembang. Layaknya manusia yang terus
bekerja, berusaha dan menabung untuk kepentingan masa depannya dan
untuk dapat bertahan hidup, begitu pula dengan perusahaan yang harus
mampu bersaing dan berinvestasi demi kelangsungan hidup perusahaan
(going concern).
Pada
dasarnya,
tujuan
dari
setiap
organisasi
bisnis
adalah
menghasilkan laba. Mereka yang mempunyai kepentingan terhadap
perkembangan suatu perusahaan sangatlah perlu untuk mengetahui kondisi
keuangan perusahaan tersebut. Pihak-pihak yang berkepentingan tersebut
antara lain adalah: para pemilik perusahaan, manager, kreditur, investor,
pemerintah dan karyawan serta pihak-pihak lainnya.
Laporan keuangan merupakan alat yang memberikan informasi
kondisi keuangan suatu perusahaan serta hasil-hasil yang telah di capai oleh
perusahaan tersebut. Pada umumnya laporan keuangan (financial statements)
terdiri dari ; (1) neraca, (2) laporan laba-rugi, (3) laporan arus kas, (4)
1
2
laporan ekuitas pemilik atau pemegang saham dan (5) catatan atas laporan
keuangan.
Dalam bisnis saat ini, kunci paling penting adalah mengatur arus kas.
Kas merupakan aktiva yang paling liquid atau merupakan salah satu unsur
modal kerja yang paling tinggi likuiditasnya, berarti bahwa semakin besar
jumlah kas yang dimiliki oleh suatu perusahaan akan semakin tinggi pula
tingkat likuiditasnya. Kas sangat berperan dalam menentukan kelancaran
kegiatan perusahaan, oleh karna itu kas harus di rencanakan dan di awasi
dengan
baik,
baik
sumber
penerimaan
maupun
dari
pengeluaran
(penggunaannya).
Laporan arus kas (cash flow statement) merupakan bagian dari laporan
keuangan suatu perusahaan yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang
tunai (kas) yang dihasilkan oleh perusahaan pada suatu periode akuntansi.
Informasi arus kas berguna sebagai indikator jumlah arus kas dimasa yang
akan datang, serta berguna untuk menilai kecermatan atas taksiran arus kas
yang telah dibuat sebelumnya. Penerimaan dan pembayaran kas selama satu
periode di klasifikasi dalam laporan arus kas menjadi tiga kegiatan yaitu arus
kas dari kegiatan operasi, arus kas dari kegiatan investasi dan arus kas dari
kegiatan pendanaan.
Perusahaan yang dominan memperoleh arus kas positif dari kegiatan
operasional merupakan salah satu tanda perusahaan tersebut beroperasi secara
sehat. Tentunya hal tersebut harus didukung dengan kegiatan non-
3
operasional. Perusahaan yang beroperasi secara sehat dapat mengalami
kebangkrutan ketika perusahaan melakukan kegiatan di luar bisnis intin yang
berisiko tinggi.
Salah satu ciri perusahaan yang memiliki manajemen baik adalah
sangat hati-hati dalam mengelola perusahaan. Dalam manajemen terdapat
banyak metode yang bisa digunakan untuk mengevaluasi dan menilai
investasi. Pada dasarnya metode penilain investasi bisa di dasarkan atas dua
hal yaitu laba akuntansi dan
arus kas. Penelitian yang dilakukan oleh
pradhono (2004) bahwa arus kas operasi mempunyai pengaruh yang paling
signifikan terhadap return yang diterima oleh pemegang saham.
Investor dan kreditur sebelum mengambil keputusan investasi
biasanya melakukan analisa-analisa terhadap laporan keuangan terlebih
dahulu sehingga dapat memprediksi kepailitan dan financial distress
perusahaan.
Penelitian
Surroh
(2005)
memprediksi
kepailitan
yang
menggunakan rasio keuangan berbasis aliran kas yaitu CFO/Current
Liabilities, Total Asset, Net Worth dan Total Debts secara statistik terbukti
mempunyai kemampuan dalam bentuk model prediksi kepailitan yang di
gunakan untuk memprediksi kondisi suatu emiten di masa depan secara dini.
Penelitian-penelitian yang berkaitan dengan kondisi financial distress
perusahaan pada umumnya menggunakan rasio keuangan perusahaan.
Penelitian Wuryan (2005) dan Luciana (2006) yaitu model yang memasukkan
rasio keuangan yang berasal dari laporan arus kas menunjukkan bahwa rasio
4
arus kas bersih dari aktivitas operasi/total aktiva (CFFOTA) dan arus kas
bersih dari aktivitas operasi/hutang lancar (CFFOCL) dapat digunakan untuk
memprediksi kondisi financial distress perusahaan. Dan pada model yang
memasukkan rasio keuangan yang berasal dari laporan laba rugi, neraca dan
laporan arus kas menunjukkan hasil prediksi yang lebih tinggi tingkat
keakuratannya.
Berdasarkan uraian di atas, menunjukkan bahwa kas merupakan
aktiva yang paling liquid, sehingga kas sangat berperan dalam menentukan
kelancaran kegiatan perusahaan, maka penulis tertarik untuk mengadakan
penelitian pada PT. NUSANTARA untuk mengetahui sejauh mana
penganalisa dan penginterpretasian laporan arus kas telah di terapkan untuk
mengukur perkembangan peningkatan atau penurunan arus kas pada periode
penelitian sebagai dasar dalam pengambilan keputusan investasi.
Atas dasar latar belakang tersebut maka penulis tertarik menyusun
skripsi ini dengan judul :
“Analisa Laporan Arus Kas Sebagai Salah Satu Alat Bantu Pengambilan
Keputusan Investasi Pada PT. NUSANTARA”
B. Perumusan Masalah
Agar dapat memahami cara laporan arus kas sebagai alat bantu di
dalam pengambilan keputusan dalam investasi, penelitian ini merumuskan
beberapa masalah sebagai berikut :
5
1. Apakah penyajian laporan arus kas PT. NUSANTARA telah sesuai
dengan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) No. 2 ?
2. Berapakah penerimaan jumlah arus kas yaitu kas dan setara kas pada
masa yang akan datang (periode akuntansi berikutnya) pada PT.
NUSANTARA ?
3. Apakah analisis laporan arus kas dapat menjadi salah satu alat bantu
dalam pengambilan keputusan investasi pada PT. NUSANTARA ?
C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Tujuan dari penelitian dan penyusunan penelitian ini adalah untuk
menganalisis :
1. Kesesuaian laporan arus kas PT. NUSANTARA dengan pernyataan
standar akuntansi keuangan (PSAK) No. 2.
2. Penerimaan jumlah arus kas yang akan di terima oleh PT. NUSANTARA
pada periode akuntansi berikutnya .
3. Peran analisa laporan arus kas terhadap kebijakan perusahaan dalam
pengambilan keputusan investasi pada PT. NUSANTARA.
Kegunaan yang dapat di petik dari penelitian dan skripsi ini antara lain
sebagai berikut:
6
a. Bagi Penulis
Melalui penelitian ini, penulis mencoba mengetahui kondisi keuangan
yang terjadi pada perusahaan khususnya mengenai laporan arus kas yang
nantinya penulis akan bandingkan dengan ilmu yang diperoleh penulis
dibangku kuliah, dan merupakan salah satu persyaratan
yang harus
dipenuhi untuk menyelesaikan gelar Sarjana Ekonomi (S1) pada Fakultas
Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Mercubuana, Jakarta.
b. Bagi Perusahaan
Penelitian ini di harapkan dapat memberikan bahan masukan mengenai
manfaat informasi yang diperoleh dengan adanya laporan arus kas dan
akan menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam melakukan
pengambilan keputusan di masa yang akan datang.
c. Bagi Investor
Penulis berharap hasil penelitian ini dapat menjadi sumbang saran yang
sekiranya dapat bermanfaat dalam penentuan kebijakan penanaman
modalnya serta pengambilan keputusan investasi.
d. Bagi Pembaca
Semoga penelitian ini dapat bermanfaat untuk menambah pengentahuan
dan wawasan mengenai laporan arus kas serta dapat dijadikan bahan
referensi dan inspirasi untuk mengadakan penelitian lebih lanjut.
BAB II
LANDASAN TEORITIS
A. Kas dan Arus Kas
1. Pengertian Laporan Arus Kas, Kas dan Setara Kas
Perusahaan yang sehat adalah perusahaan yang memiliki arus kas
positif. Bagi perusahaan arus kas merupakan suatu unsur yang paling
penting demi kelangsungan hidup perusahaan. “Arus kas adalah arus
masuk dan arus keluar kas atau setara kas” (IAI 2007 : 2.2).
Menurut Jumingan (2006 : 96) pengertian laporan arus kas adalah
sebagai berikut :
laporan sumber dan penggunaan kas (cash flow statement) disusun
untuk menunjukkan perubahan kas selama satu periode dan
memberikan alasan mengenai perubahan kas tersebut dengan
menunjukkan dari mana sumber-sumber kas dan pengunaannya.
laporan sumber dan penggunaan kas menggambarkan atau
menunjukkan aliran atau gerakan kas, yaitu sumber-sumber
penerimaan dan penggunaan kas dalam periode yang
bersangkutan.
Menurut Warren dkk. (2005 : 230) yang di terjemahkan oleh tim
penterjemah Erlangga menjelaskan laporan arus kas sebagai berikut :
Laporan arus kas (statement of cash flow) melaporkan arus kas
masuk dan arus kas keluar yang utama dari suatu perusahaan
selama satu periode. Laporan ini menyediakan informasi yang
berguna mengenai kemampuan perusahaan untuk menghasilkan
7
8
kas dan operasi, mempertahankan dan memperluas kapasitas
operasinya, memenuhi kewajiban keuangannya, dan membayar
deviden.
Pengertian laporan arus kas menurut Henry (2000 : 507) adalah
sebagai berikut :
Laporan arus kas adalah laporan keuangan yang memperlihatkan
dampak-dampak dari aktivitas-aktivitas operasi, aktivitas investasi
dan aktivitas pendanaan perusahaan terhadap arus kas selama
periode akuntansi tertentu dalam suatu cara yang merekonsiliasi
saldo awal dan akhir kas.
Kas merupakan unsur aktiva lancar yang memiliki tingkat
likuiditas paling tinggi. Kas mempunyai peranan penting dalam
membiayai aktivitas perusahaan, setiap perusahaan harus memiliki kas
yang cukup untuk membayar kewajiban pada saat jatuh tempo agar
perusahaan dapat terus beroperasi. “Kas terdiri atas saldo kas (cash on
hand) dan rekening giro” (IAI 2007 : 2.2)
Jumingan (2006 : 17) menjelaskan pengertian kas adalah sebagai
berikut :
Kas atau uang tunai dan alat pembayaran lainnya yang digunakan
untuk membiayai operasi perusahaan. Uang tunai dan alat
pembayaran itu terdiri atas uang logam, uang kertas, check, weselwesel bank, money order, dan lain-lain yang oleh bank dapat
diterima sebagai deposit dan demand deposit pada bank.
9
Pengertian kas menurut Munawir (2004 : 158) adalah sebagai
berikut :
kas merupakan aktiva yang paling likuid atau merupakan salah
satu unsur modal kerja yang paling tinggi likuiditasnya, berarti
bahwa semakin besar jumlah kas yang dimiliki oleh suatu
perusahaan akan semakin tinggi pula tingkat likuiditasnya.
Setara kas dimiliki untuk memenuhi komitmen kas jangka pendek,
bukan untuk investasi atau tujuan lain. setara kas (cash equivalen) adalah
“investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek dan dengan
cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa mengalami resiko
perubahan nilai yang signifikan” (IAI 2007 : 2.2)
Investasi dalam bentuk saham tidak termasuk setara kas, kecuali
subtansi investasi saham tersebut adalah setara kas. Sebagai contoh,
saham preferen yang di beli dan akan segera jatuh tempo serta tanggal
penebusan (redemption date) telah ditentukan.
Tidak semua investasi jangka pendek dapat di kelompokkan
sebagai setara kas. Suatu investasi baru dapat memenuhi syarat sebagai
setara kas jika :
a. Segera dapat diubah menjadi kas
b. Tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan
c. Segara akan jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari
tanggal perolehannya.
10
Paragraf 01 IAI (2007, 2.1), laporan arus kas diatur dan
dinyatakan sebagai berikut :
Perusahaan harus menyusun laporan arus kas sesuai dengan
persyaratan dalam pernyataan ini dan menyajikan laporan tersebut
sebagai bagian tidak terpisahkan (integral) dan laporan keuangan
untuk setiap periode penyajian laporan keuangan.
Berdasarkan pengertian diatas, dapat diambil kesimpulan banwa
laporan arus kas merupakan laporan yang menyajikan informasi mengenai
penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diakibatkan oleh
aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan perusahaan pada suatu periode.
2. Kegunaan dan Tujuan Laporan Arus Kas
Informasi tentang arus kas suatu perusahaan sangat penting bagi
para pengguna laporan keuangan. Banyak pendapat yang menyatakan
tentang tujuan dan manfaat laporan arus kas, beberapa diantaranya adalah:
a) Henry (2000 : 507) menjelaskan manfaat laporan arus kas sebagai
berikut :
Laporan arus kas bermanfaat secara internal bagi manajer dan secara
eksternal bagi para pemodal dan kreditor. Manajer memakai laporan
arus kas untuk menilai likuiditas, menentukan kebijakan dividen, dan
mengevaluasi imbas dari keputusan-keputusan kebijakan pokok yang
menyangkut investasi dan pendanaan. Informasi tentang arus kas
sebuah perusahaan bermanfaat bagi para pemakai laporan keuangan
sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan untuk
menghasilkan kas dan setara kas dan menilai kebutuhan perusahaan
untuk menggunakan arus kas tersebut.
11
b) Munawir (2004 : 158) menjelaskan bahwa informasi arus kas dapat
berguna sebagai berikut :
Laporan sumber dan penggunaan kas akan dapat di gunakan sebagai
dasar dalam menaksir kebutuhan kas dimasa mendatang dan
kemungkinan sumber-sumber yang ada, atau dapat digunakan sebagai
dasar perencanaan dan peramalan kebutuhan kas atau cash flow
dimasa yang akan datang. Sedangkan bagi para kreditor atau bank
dengan laporan sumber dan pengeluaran kas akan dapat menilai
kemampuan perusahaan dalam membayar bunga atau mengembalikan
pinjamannya.
c) Menurut IAI (2007 : 2.1) :
Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi para
pengguna laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan kas serta setara kas dan menilai
kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut. Dalam
proses pengambilan keputusan ekonomi, para pengguna perlu
melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian perolehannya.
d) Menurut Henry (2000 : 507) :
Tujuan utama laporan arus kas adalah menyediakan informasi tentang
penerimaan-penerimaan kas dan pembayaran-pembayaran kas dari
suatu entitas selama suatu periode tertentu. Tujuan berikutnya adalah
untuk memaparkan informasi tentang kegiatan-kegiatan operasi,
investasi dan pendanaan dari suatu entitas selama periode tertentu.
e) Menurut Weygandt et al. (2002 : 237) yang diterjemahkan oleh tim
penterjermah penerbit Erlangga sebagai berikut :
12
“ Tujuan utama laporan arus kas adalah menyediakan informasi yang
relevan mengenai penerimaan dan pembayaran kas sebuah
perusahaan selama suatu periode”.
f) Menurut Halsey et al. (2005 : 4), yang diterjemahkan oleh tim
penterjermah penerbit Salemba Empat adalah:
Tujuan laporan arus kas adalah menyediakan informasi arus kas
masuk dan arus kas keluar untuk satu periode. Laporan tersebut juga
membedakan sumber dan penggunaan arus kas dengan memisahkan
penggunaan arus kas dalam aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan
aktivitas pendanaan.
Dari pernyataan-pernyataan di atas maka secara garis besar tujuan
dan manfaat laporan arus kas adalah :
1) Menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan, merencanakan
dan mengontrol arus kasnya pada suatu periode.
2) Menilai kemampuan perusahaan untuk mendapatkan arus kas yang
positif di masa datang.
3) Kemungkinan keadaan arus kas masuk dan keluar, arus kas bersih
perusahaan, termasuk kemampuan membayar dividen di masa yang
akan datang.
4) Memberikan
informasi
bagin
investor
dan
kreditor
untuk
memproyeksikan return dari sumber kekayaan perusahaan.
5) Pengaruh investasi baik kas maupun bukan kas dan transaksi lainya
terhadap posisi keuangan perusahaan selama suatu periode tertentu.
13
3. Klasifikasi Arus Kas
Penerimaan
dan
pembayaran
kas
selama
suatu
periode
diklasifikasikan dalam laporan arus kas menjadi tiga aktivitas utama yaitu
arus kas yang berasal dari aktivitas operasi, aktivitas investasi dan
aktivitas pendanaan. Pengklasifikasian ini bertujuan untuk mengumpulkan
transaksi yang memiliki karakteristik yang sama dan memberikan
informasi bagi pengguna laporan keuangan agar dapat menilai pengaruh
dari setiap aktivitas terhadap posisi keuangan serta jumlah kas dan setara
kas. Informasi tersebut juga dapat digunakan untuk mengevaluasi
hubungan diantara ketiga aktivitas tersebut.
Halsey et al. dalam buku yang diterjemahkan oleh tim
penterjemah penerbit Salemba Empat (2005 : 5), menjelaskan laporan
arus kas melaporkan penerimaan kas dan pembayaran kas berdasarkan :
1) Aktivitas Operasi (Operating Activities) merupakan aktivitas
perusahaan yang terkait dengan laba. Selain pendapatan dan beban
yang disajikan dalam laporan laba rugi, aktivitas operasi juga meliputi
arus kas masuk dan arus kas keluar bersih yang berasal dari aktivitas
operasi terkait, seperti pemberian kredit kepada pelanggan, investasi
dalam persediaan, dan perolehan kredit dari pemasok.
2) Aktivitas Investasi (Investing Activities) merupakan cara untuk
memperoleh dan menghentikan aktiva nonkas (dan aktiva setara non
kas). Aktivitas ini meliputi aktiva yang diharapkan untuk
menghasilkan pendapatan bagi perusahaan. Aktivitas ini juga meliputi
pemberian pinjaman dan penagihan pokok pinjaman.
3) Aktivitas Pendanaan (Financing Activties) merupakan cara untuk
mendistribusikan, menarik dan mendapatkan dana untuk mendukung
aktivitas bisnis. Aktivitas ini meliputi perolehan pinjaman dari
kreditor dan pembayaran pokok pinjaman, kontribusi dan penarikan
oleh pemilik,serta pengembalian atas investasi mereka (dividen).
14
Laporan arus kas harus melaporkan arus kas selama periode
tertentu dan diklasifikasikan menurut aktivas seperti yang di jelaskan
dalam IAI No. 2, 2007 adalah sebagai berikut :
a. Aktivitas Operasi
Aktivitas operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan
perusahaan (principal revenue-producing activities) dan aktivitas lain
yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan.
Arus kas dari aktivitas operasi utama di peroleh dari aktivitas
penghasil utama pendapatan perusahaan. Oleh karna itu, arus kas
tersebut pada umumnya berasal dari transaksi dan peristiwa lain yang
memengruhi penetapa laba atau rugi bersih. Beberapa contoh arus kas
dari aktivitas operasi adalah :
1) Penerimaan kas dari penjualan barang dan jasa
2) Penerimaan kas dari royalty, fees, komisi dan pndapatan lain
3) Pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa
4) Penerimaan dan pembayaran kas oleh perusahaan asuransi
sehubungan dengan premi, klaim, dan manfaat asuransi lainnya
5) Pembayaran kas kepada karyawan
6) Pembayaran dan penerimaan kembali (restitusi) pajak penghasilan
kecuali jika dapat diidentifikasi secara khusus sebagai bagian dari
aktivitas pendanaan dan aktivitas investasi
15
7) Penerimaan dan pembayaran kas dari kontrak yang diadakan
untuk tujuan transaksi usaha dan perdagangan.
b. Aktivitas Investasi
Aktivitas investasi adalah perolehan dan pelepasan aset jangka
panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas.
Pengungkapan terpisah arus kas yang berasal dari aktivitas investasi
perlu dilakukan sebab arus kas tersebut mencerminkan penerimaan
dan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya yang bertujuan
untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan.
Beberapa contoh arus kas yang berasal dari aktivitas investasi
yaitu :
1) Pembayaran kas untuk membeli asset tetap, aset tidak berwujud,
dan aset jangka panjang lain, termasuk biaya pengembangan yang
dikapitalisasi dan aktiva tetap yang di bangun sendiri
2) Penerimaan kas dari penjualan tanah, bangunan dan peralatan, aset
tidak berwujud dan aset jangka panjang lain
3) Perolehan saham atau instrumen keuangan perusahaan lain
4) Uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain serta
pelunasannya (kecuali yang dilakukan oleh lembaga keuangan)
5) Pembayaran kas sehubungan dengan futures contracts, forward
contracts, option contract dan swap contract, kecuali apabila
16
kontrak tersebut dilakukan untuk tujuan perdagangan, atau apabila
pembayaran tersebut diklasifikasi sebagai aktivitas pendanaan
c. Aktivitas pendanaan
Aktivitas pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan
perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman
perusahaan. Pengungkapan terpisah arus kas yang timbul dari aktivitas
pendanaan perlu dilakukan sebab berguna untuk memprediksi klaim
terhadap arus kas masa depan oleh para pemasok modal perusahaan.
Beberapa contoh arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan
adalah :
1) Penerimaan kas dari emisi saham atau instrument modal lain
2) Pembayaran kepada para pemegang saham untuk menarik atau
menembus saham perusahaan
3) Penerimaan kas dari emisi obligasi, pinjaman, wesel, hipotik dan
pinjaman lainnya
4) Pembayaran kas oleh penyewa (lesee) guna usaha untuk
mengurangi saldo kewajiban yang berkaitan dengan sewa guna
usaha pembiayaan (finance lease).
5) Pelunasan pinjaman
17
4. Metode Penyajian Laporan Arus Kas
Perusahaan menyajikan arus dari aktivitas operasi, investasi dan
pendanaan dengan cara yang paling sesuai dengan bisnis perusahaan
tersebut. Dalam menyajikan laporan arus kas ada dua metode yang dapat
dipakai yaitu metode langsung (direct method) dan metode tidak langsung
(indirect method).
a. Metode langsung
Metode langsung melaporkan total arus kas masuk dan arus kas
keluar dari aktivitas operasi yaitu kelompok utama dari penerimaan
kas bruto dan pengeluaran kas bruto di ungkapkan. Kemudian di
lanjutkan dengan kegiatan investasi dan pendanaan. Pendapatan dan
pengeluaran yang menggunakan
akuntansi dasar akrual diubah
menjadi dasar kas.
Informasi mengenai kelompok utama penerimaan kas bruto dan
pengeluaran kas bruto dapat di peroleh dari :
1) Catatan akuntansi perusahaan
2) Dengan menyesuaikan penjualan, beban pokok penjualan, dan
pos-pos lain dalam laporan laba-rugi untuk :
a) Perubahaan persediaan, piutang usaha, dan utang usaha selama
periode berjalan
18
b) Pos bukan kas lainnya
c) Pos lain yang berkaitan dengan arus kas investasi dan
pendanaan.
Contoh penyajian laporan arus kas yang bersumber dari PSAK
No. 2, dengan menggunakan metode langsung :
PT ABC
Laporan Arus Kas (Metode Langsung)
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 20X2
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan
Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan
Kas yang dihasilkan operasi
Pembayaran bunga
Pembayaran pajak penghasilan
Arus kas sebelum pos luar biasa
Hasil dari asuransi karena gempa bumi
Arus kas bersih dari (untuk) aktivitas operasi
30.150
(27.600)
2.550
( 270 )
( 900 )
1.380
180
1.560
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Perolehan anak perusahaan X dengan kas (Catatan A)
Pembelian tanah, bangunan dan peralatan (Catatan B)
Hasil dari penjualan peralatan
Penerimaan bunga
Penerimaan deviden
Arus kas bersih dari (untuk) aktivitas investas
( 550)
( 350)
20
200
200
( 480)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Hasil dari penerbitan modal saham
Hasil dari pinjaman jangka panjang
Pembayaran utang sewa pembiayaan
Pembayaran dividen
Arus kas bersih dari (untuk) aktivitas pendanaan
250
250
( 90 )
(1.200)
( 790)
Kenaikan bersih kas dan setara kas
Kas dan setara kas pada awal periode (Catatan C)
Kas dan setara kas pada akhir periode
290
120
410
19
b. Metode Tidak Langsung
Arus kas bersih dari aktivitas operasi dapat dilaporkan (tidak
langsung)
dengan
menyajikan
pendapatan
dan
beban
yang
diungkapkan dalam laporan laba rugi serta perubahan dalam
persediaan, piutang usaha, dan utang usaha selama periode berjalan.
Pelaporan arus kas dengan metode tidak langsung menurut IAI
(2007 : 2.4) adalah :
Pelaporan arus kas dengan metode ini laba atau rugi bersih di
sesuaikan dengan mengoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas,
penangguhan (deferral) atau akrual dari penerimaan dan
pembayaran kas untuk operasi di masa lalu dan masa depan, dan
unsur penghasilan atau beban yang berkaitan dengan arus kas
investasi dan pendanaan.
Dalam metode tidak langsung, arus kas bersih dari aktivitas
operasi di tentukan dengan menyesuaikan laba atau rugi bersih dari
pengaruhi :
1) Perubahan persediaan dan piutang usaha serta utang usaha selama
periode berjalan
2) Pos bukan kas seperti penyusutan, penyisihan, pajak ditangguhkan
keuntungan dan kerugian valuta asing yang belum direalisasi, laba
perusahaan asosiasi yang belum dibagikan, serta hak minoritas
dalam laba/rugi konsolidasi
20
3) Semua pos lain yang berkaitan dengan arus kas investasi atau
pendanaan.
Contoh laporan arus kas metode tidak langsung (indirect method) :
PT ABC
Laporan Arus Kas (Metode Tidak Langsung)
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 20X2
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Laba bersih sebelumpajak dan pos luar biasa
30.150
Penyesuaian untuk :
Penyusutan
450
Kerugian selisih kurs
40
Penghasilan investasi
( 500)
Beban bunga
400
Laba operasi sebelum perubahan modal kerja
3.740
Kenaikan piutang dagang dan piutang lain
( 500)
Penurunan persediaan
1.050
Penurunan utang dagang
(1.740)
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Pembayaran bunga
Pembayaran pajak penghasilan
Arus kas sebelum pos luar biasa
Hasil dari penyelesaian asuransi gempa bumi
Arus kas bersih dari (untuk) aktivitas operasi
2.550
( 270)
( 900)
1.380
180
1.560
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Perolehan anak perusahaan X dengan kas (Catatan A)
Pembelian tanah, bangunan dan peralatan (Catatan B)
Hasil dari penjualan peralatan
Penerimaan bunga
Penerimaan deviden
Arus kas bersih dari (untuk) aktivitas investas
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Hasil dari penerbitan modal saham
Hasil dari pinjaman jangka panjang
Pembayaran utang sewa pembiayaan
Pembayaran dividen
Arus kas bersih dari (untuk) aktivitas pendanaan
Kenaikan bersih kas dan setara kas
Kas dan setara kas pada awal periode (Catatan C)
Kas dan setara kas pada akhir periode
( 550)
( 350)
20
200
200
( 480)
250
250
( 90)
(1.200)
( 790)
290
120
410
21
B. Investasi
1. Pengertian Investasi
Investasi berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan
suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Seseorang
menjadi pemegang saham dengan cara membeli saham perusahaan,
kewajiban sebagai investor hanya terbatas pada investasi mereka dalam
perusahaan. Investor dapat melepas sebagian atau seluruh kepemilikan
mereka dalam sebuah perseroan cukup dengan menjual sahamnya.
Pernyataan standar akuntansi keuangan nomor 13 (2007 : 13.2)
menyatakan bahwa :
Properti investasi (investment property) adalah properti (tanah atau
bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua-duanya)
yang dikuasai (oleh pemilik atau lessee/penyewa melalui sewa
pembiayaan) untuk menghasilkan rental atau untuk kenaikan
rental atau untuk kenaikan nilai atau kedua-duanya, dan tidak
untuk :
(a) Digunakan dalam produksi atau penyediaan barang barang
atau jasa atau tujuan administrative
(b) Dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Irham (2006 : 2) menjelaskan definisi investasi adalah sebagai
berikut :
Investasi dapat didefinisikan sebagai bentuk pengelolaan dana
guna memberikan keuntungan dengan cara menempatkan dana
pada alokasi yang di perkirakan akan memberikan tambahan
keuntungan atau coumpouding.
22
Menurut Abdul halim (2003 : 2) pengertian investasi adalah
sebagai berikut :
penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk
memperoleh keuntungan dimasa mendatang, individu atau
lembaga yang melakukan pembelian saham, surat berharga dipasar
modal disebut investor.
Pengertian investasi menurut Murdifin dan Salim (2003 : 3) :
investasi secara umum diartikan sebagai keputusan mengeluarkan
dana pada saaat sekarang untuk membeli riil (tanah, rumah, mobil,
dll) atau aktiva keuangan seperti saham dan obligasi, dengan
tujuan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar di masa
yang akan datang.
2. Jenis-jenis Investasi
Secara umum investasi di bagi menjadi dua, yaitu investasi di real
asset dan investasi di financial asset. Menurut Abdul Halim (2003 : 2)
yang dimaksud dengan investasi real asset dan investasi financial asset
adalah sebagai berikut:
Investasi pada financial assets dilakukan di pasar uang , misalnya
berupa sertifikat deposito , commercial paper, atau dilakukan di
pasar modal, misalnya berupa saham, obligasi, waran, dan lainnya.
Sedangkan investasi pada real assets di ujudkan dalam bentuk
pembeliakn asset produktif, pendirian pabrik, pembukaan
pertambangan, pembukaan perkebunan dan lainnya.
Menurut Yogianto (2000 : 7) investasi ke dalam aktiva keuangan
dapat di kelompokkan sebagai berikut :
23
Investasi kedalam aktiva keuangan dapat berupa investasi
langsung dan investasi tidak langsung. Investasi langsung
dilakukan dengan membeli langsung aktiva keuangan dari suatu
perusahaan baik melalui perantara atau dengan cara yang lain.
Contoh: membeli aktiva keuangan di pasar uang ( money market ,
pasar modal (capital market). Sebaliknya investasi tidak langsung
dilakukan dengan membeli saham dari perusahaan investasi yang
mempunyai portofolio aktiva-aktiva keuangan dari perusahaanperusahaan lain.
3. Kebijakan Investasi
Kebijakan investasi merupakan penentuan tujuan dan kemampuan
investor atas kekayaan yang dapat di investasikan. Membuat pedoman
kebijakan untuk memenuhi sasaran investasi, penetapan kebijakan
dimulai dengan keputusan alokasi aktiva yang ada sebaiknya di
distribusikan terhadap kelompok-kelompok aktiva utama. Kelompok
aktiva utama umumnya meliputi saham, obligasi, real estat dan sekuritas.
Langkah dalam proses investasi meliputi identifikasi kategori
potensial dari asset finansial untuk portofolio. Identifikasi ini didasarkan
atas beberapa hal diantaranya adalah tujuan investasi dan jumlah
kekayaan yang akan diinvestasikan juga status pajak dari investor.
Kendala-kendala
dari
klien
dan peraturan yang ada harus di
pertimbangkan dalam menetapkan kebijakan investasi. Contoh dari
kendala peraturan adalah persyaratan pembuatan laporan keuangan juga
mempengaruhi cara yang dipilih investor institusional dalam menetapkan
kebijakan investasi.
24
4. Resiko Investasi
Ketika melakukan investasi pasti yang diharapkan adalah
memperoleh keuntungan. Bagi investor, investasi bukan hanya bertujuan
untuk memperoleh keuntungan tetapi tujuan investasi harus dinyatakan
dalam resiko maupun return. Return dan risiko mempunyai hubungan
linier (searah), artinya semakin besar risiko yang ditanggung semakin
besar pula tingkat return yang diharapkan. Return atau imbal hasil yaitu
hasil yang diperoleh dari suatu investasi, dapat berupa return realisasi/
imbal hasil yang sudah terjadi atau return ekspektasi yang terjadi di masa
mendatang. Return ini biasanya berupa bunga, capital gain dan dividen.
Sedangkan resiko adalah ”suatu ketidakpastiaan” (Irham 2006 : 103).
Risiko yang tinggi tercermin dari ketidakpastian return yang akan
diterima oleh investor dimasa yang akan datang, disebabkan oleh keadaan
yang terjadi dalam perekonomian, politik, dan industri. Resiko merupakan
peluang dari tidak tercapainya salah satu tujuan investasi karena adanya
ketidakpastian dari waktu ke waktu. Sumber risiko dapat dibagi menjadi
dua. “Pertama, risiko yang sistematis yaitu yang sifatnya memengaruhi
secara menyeluruh. Kedua, risiko yang tidak sistematis, yaitu hanya
membawa dampak pada perusahaan yang terkait.” (Irham 2006 : 104).
Untuk mengurangi resiko investasi, ada beberapa cara yang perlu
dilakukan,
diantaranya
adalah
dengan
melakukan
diversifikasi.
Melakukan diversifikasi artinya memecah dana yang dimiliki pada
25
berbagai sektor bisnis yang ada dengan menetapkan persentase dan
dikalkulasikan
secara
cermat,
sehingga
investasi
menjadi
lebih
teridentifikasi dan menghilangkan resiko yang tidak sistimatis. Resiko
investasi dapat pula diminimalkan dengan cara berinvestasi di berbagai
sarana investasi atau disebut dengan membuat portofolio investasi.
5. Proses Pengambilan Keputusan Investasi
Lahirnya sebuah keputusan tidak sesederhana seperti yang kita
lihat, karena keputusan diambil melalui proses yang membutuhkan waktu,
tenaga dan pikiran untuk menghasilkan sebuah keputusan sehingga
keputusan tersebut dapat dijadikan acuan dan hasilnya dapat di
pertanggungjawabkan.
Suatu keputusan yang baik adalah berdasarkan pada analisis, dan
untuk mengambil keputusan investasi salah satu caranya adalah dengan
melakukan kegiatan analisis keuangan yang merupakan salah satu media
untuk mendapatkan informasi keuangan yang lebih baik, dan akurat.
Peranan informasi sangat penting dalam proses pengambilan keputusan.
Semakin banyak dan akurat informasi semakin baik keputusan yang
diambil. Hasil analisa laporan keuangan dan informasi yang berkaitan
dengan kebijakan investasi sangat menentukan untuk proses pengmbilan
keputusan investasi, yang kemudian diolah dan menghasilkan keputusan
investasi yang tepat sehingga mendatangkan keuntungan (laba) bagi
perusahaan.
26
C. Analisa Laporan Arus Kas
Analisa laporan arus kas di lakukan untuk mengetahui apakah hasil
analisa laporan keuangan yang baik didukung oleh hasil analisa laporan arus
kas yang baik juga. Sehingga analisa laporan arus kas merupakan salah satu
perangkat analisa khusus yang dapat digunakan dalam pengambilan
keputusan investasi suatu perusahaan.
Analisa laporan arus kas dibuat berdasarkan data-data yang ada dalam
laporan keuangan perusahaan. Analisis rasio dapat menyingkap hubungan
dan sekaligus menjadi dasar pembandingan yang menunjukkan kondisi atau
kecendrungan yang tidak dapat di deteksi bila kita hanya melihat komponenkomponen rasio itu sendiri. Untuk membantu analisis terhadap arus kas di
gunakan ratio-ratio yang akan dapat membantu penilaian terhadap arus kas.
Analisa rasio laporan arus kas terdiri dari :
1. Rasio Penerimaan Laba
Rasio penerimaan laba bertujuan untuk menilai kualitas laba yang
di hasilkan oleh perusahaan, bila di bandingkan dengan kas yang
dihasilkan dari kegiatan operasi. Analisa ini terdiri dari :
a. Laba bersih terhadap kas dari kegiatan Opersai
Kas dari kegiatan operasi adalah kas yang di peroleh dari aktivitas
operasi yang terdapat dalam laporan arus kas. melalui rasio ini dapat
27
di lihat berapa besar laba bersih yang di peroleh bila di bandingkan
dengan arus kas yang di peroleh melalui aktivitas operasi.
Rasio ini dihitung dengan cara :
Laba bersih
Kas dari Kegiatan Operasi
b. Arus kas yang memadai
Investasi kas adalah arus kas yang di peroleh dari aktivitas investasi.
Deviden disini adalah deviden yang dibayarkan kepada pemegang
saham sedangkan pengunaan hutang adalah penambahan hutang
jangka panjang yang digunakan untuk mendukung kegiatan
perusahaan. Rasio ini membatu untuk melihat apakah arus kas dari
kegiatan operasi cukup memadai untuk memenuhi kegiatan lainnya,
seperti pembayaran deviden dan pembelian aktiva.
Rasio tersebut dihitung dengan cara :
Kas dari Kegiatan Operasi
Investasi kas + Perubahan Persediaan + Deviden + Penggunaan Hutang
28
2. Rasio Kecukupan
Rasio kecukupan ini bertujuan untuk menilai kecukupan arus kas
untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Rasio ini terdiri dari :
a. Kecukupan arus kas
Rasio
ini
merupakan
ukuran
kemampuan
perusahaan
untuk
menghasilkan kas dari operasi yang cukup untuk membayar hutang
jangka panjang, pembayaran deviden dan kemampuan untuk membeli
aktiva. Rasio kecukupan arus kas (cash flow adequacy ratio) di hitung
sebagai berikut :
Jumlah kas dari operasi
Pembayaran hutang jangka panjang + Pembelian aktiva + pembayaran dividen
b. Rasio Reinvestasi Kas
Rasio reinvestasi kas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan
dalam melakukan investasi kembali dalam bentuk aktiva tetap atau surat
berharga dengan mengandalkan kas dari operasinya . Rasio ini dihitung
sebagai berikut:
Pembelian Aktiva
Kas dari Kegiatan Operasi
29
3. Rasio Efesiensi
Tujuan rasio ini adalah untuk menilai seberapa baik perusahaan
dalam menghasilkan arus kas sehubungan dengan kegiatannya dalam
setahun dan membandingkannya dengan perusahaan lain. Rasio Efisiensi
menunjukkan hubungan antara kas dengan perkiraan-perkiraan yang
terdapat dalam laporan laba rugi. Rasio ini terdiri dari:
a. Arus kas terhadap penjualan :
Rasio ini bertujuan untuk membandingkan antara kas yang di peroleh
melalui kegiatan operasi dengan penjualan. Memalui rasio ini dapat di
ketahui tingkat pengembalian arus kas dari kegiatan operasi perusahaan
terhadap penjualannya. Rasio ini dihitung sebagai berikut :
Kas dari Kegiatan Operasi
Arus kas terhadap penjualan =
Penjualan
b. Arus kas terhadap pendapatan
Rasio ini membandingkan tingkat pengembalian arus kas dari
kegiatan operasi terhadap pendapatan. Rasio arus kas terhadap
pendapatan adalah :
Kas dari Kegiatan Operasi
Arus kas terhadap pendapatan =
Pendapatan
30
c. Hasil pengembalian arus kas atas aktiva
Tujuannya untuk membandingkan tingkat pengembalian operasi
terhadap aktiva, sehingga dapat dinilai tingkat efesiensi dalam aktiva
untuk menghasilkan arus kas dari kegiatan operasi. Rasio ini dapat
dihitung dengan cara:
Kas dari Kegiatan Operasi
Total Aktiva
D. Metode Penilaian Pengembalian Atas Investasi Dengan Menggunakan
Model Dupont
Hasil pengembalian investasi (ROI) merupakan analisis pengembalian
atas investasi modal dengan membandingkan laba perusahaan, atau ukuran
kinerja lainnya terhadap tingkat dan sumber pendanaan perusahaan. Dalam
hal ini penulis menggunakan model dupont untuk menilai tingkat
pengembalian atas investasi. Dupont menganggap penting angka Return on
Investment (ROI). Formulanya adalah sebagai berikut :
Laba setelah pajak (EAT)
Return On Invesment (ROI) =
Total Aset
Laba setelah pajak (EAT)
Net Profit Margin =
Penjualan
31
Penjualan
Total Aset Turnover =
Total Aset
Total Aset = Cash + S. Berharga + Piutang dagang + Persediaan
+ Aktiva Tetap/Net
E. Model Prediksi Laporan Arus kas Dengan Meggunakan Analisis Tren
Teknik dalam membuat perencanaan keuangan sudah banyak di kenal
dan terus menjadi bidang penelitian. Model prediksi dapat juga dimasukkan
sebagai bagian dari bidang analisis laporan keuangan karena salah satu tujuan
analisis laporan keuangan itu adalah meramalkan kondisi keuangan di masa
yang akan datang. Penulis dalam hal ini menggunakan analisis time series
forcasting (Tren).
Analisa tren bertujuan untuk mengetahui tendensi atau kecendrungan
keadaan keuangan suatu perusahaan dimasa yang akan datang baik
kecendrungan naik, turun maupun tetap. Teknik ini biasa digunakan untuk
menganalisis laporan keuangan untuk lebih dari dua periode. Analisis tren ini
menjadi berguna karna dua alasan, yaitu mengungkapkan perubahan yang
terjadi selama kurun waktu tertentu dan memberikan informasi tentang arah
kemana perusahaan akan bergerak.
32
F. Analisis Laporan Arus Kas pada Pengambilan Keputusan Investasi
Keputusan investasi merupakan keputusan yang menyangkut
tentang sumber dana yang dimiliki perusahaan sebaiknya di tanamkan
dalam aktiva atau bentuk investasi seperti apa. Untuk mengambil sebuah
keputusan harus di tunjang oleh data-data yang akurat dan tepat yang
merupakan hasil dari sebuah analisa. Analisa yang dilakukan atas laporan
keuangan, khususnya dalam hal ini adalah laporan arus kas dapat
membantu investor untuk menilai kemampuan perusahaan di dalam
menghasilkan tingkat pengembalian yang di harapkan.
Bagi kreditor analisa tersebut dapat membantunya menilai
kemampuan pengembalian pinjaman perusahaan tersebut. Hasil analisa
yang di dapat, investor dan kreditor dapat mempertimbangkan jadi atau
tidaknya investasi dilakukan dengan kata lain, analisa laporan arus kas
dapat digunakan sebagai alat bantu didalam pengambilan keputusan
investasi.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Gambaran Umum
1. Lokasi Perusahaan
PT. NUSANTARA melakukan aktivas operasi perusahaan
yang beralamat di GEDUNG ARSIP PERTAMINA, Jl. Yos Sudarso,
Jembatan Tiga Plumpang Jakarta Utara 14230.
2. Sejarah Singkat Perusahaan
PT. NUSANTARA adalah badan usaha yang ditunjuk
pemerintah untuk mengumpul dan mengelola seluruh data hasil
eksplorasi dan produksi sumur-sumur MIGAS di bumi Indonesia,
yang dilakukan oleh para kontraktor kerjasama produksi asing dan
lokal, maupun pertamina. Berkaitan dengan itu PT. Nusantara adalah
counterpart dari BP Migas yang berdiri pada tanggal 4 November
1997 oleh Akte Notaris Ny. Pudji Redjeki Irawati, Sarjana Hukum,
No. 5 dan telah disyahkan Departemen Kehakiman No. C-15964
HT.01.01.Th.99 tanggal 3 September 1999.
Secara spesifik pengolaan data mencakup penyimpanan dan
pelestarian sehingga semua data dapat dimanfaatkan dalam jangka
panjang. Data-data ekplorasi dan produksi dikelola dalam beragam
33
34
format mulai dari fisik seperti dokumen kertas, elektronik seperti pita
magnetic, disket dan CD; hingga contoh dasar termasuk tanah, air,
lumpur, batu, dan gas.
PT. Nusantara bertanggungjawab untuk memberikan nilai
tambah bagi data-data tersebut, dan mensosialisasikannya ke
masyarakat luas untuk kebutuhan bisnis, pemerintahan, pendidikan
serta sosial. PT. Nusantara mempunyai visi sebagai mitra andalan
dalam informasi EP (Eksplorasi & Produksi) perminyakan.
3. Struktur Perusahaan
Struktur organisasi adalah penting bagi perusahaan untuk
menunjang keberhasilan perusahaan untuk mencapai
tujuannya.
Struktur organisasi yang baik akan memberikan kelancaran bagi
perusahaan dan turut mendukung kelancaran proses serta tercapainya
tujuan jangka panjang perusahaan. Tiap tiap perusahaan umumnya
mempunyai struktur organisasi dan tata kerja sesuai dengan
kebutuhannya.
Struktur perusahaan berarti adanya pendelegasian wewenang
dan pembagian tanggungjawab yang jelas. Hal ini membantu
karyawan untuk menjelaskan tugas dengan baik. Struktur organisasi
PT. NUSANTARA adalah sebagai berikut :
35
1) Direktur Utama
Direktur Utama bertanggungjawab terhadap seluruh kegiatan yang
dilakukan perusahaan dan melakukan pengawasan terhadap
kegiatan dibawahnya. Direktur Utama dibantu oleh Direktur
Umum dalam melaksanakan tugasnya.
2) Direktur Umum
Direktur Umum bertanggungjawab terhadap kegiatan-kegiatan
perusahaan baik kegiatan luar atau kegiatan dalam perusahaan
secara umum dan melakukan pengawasan kegiatan-kegiatan
bawahannya.
3) Direktur Produksi (Geodata)
Direktur Produksi bertanggungjawab terhadap kegiatan produksi
sampai produk dihasilkan, dalam hal ini maksudnya adalah
kegiatan pengelolaan data sampai penyediaan data.
4) Direktur Administrasi dan Keuangan
Direktur Administrasi dan Keuangan bertangungjawab terhadap
pengawasan
perekrutan
kegiatan-kegiatan
karyawan,
yang
pelatihan
berhubungan
karyawan
dan
dengan
kegiatan
administrasi keuangan perusahaan. Direktur Administrasi dan
Keuangan dibantu oleh manajer Keuangan dan fungsi HRD serta
fungsi GNA.
36
5) Direktur Pemasaran (Geo-Business)
Direktur Pemasaran bertanggungjawab terhadap pengawasan
kegitan yang berhubungan dengan pemasaran produk dan
melakukan promosi kepada konsumen konsumen, baik secara
langsung maupun tidak langsung (Telepon, Internet,dll). Manajer
pemasaran dibantu oleh staff pemasaran.
6) Manajer Produksi (Geodata)
Manajer Produksi bertanggungjawab terhadap pengawasan secara
khusus kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan proses
produksi atau penyediaan data dan pengeloaan data serta
memberinilai tambah terhadap data tersebut.
7) Manajer Keuangan
Manajer Keuangan bertangungjawab terhdap pelaksanaan kegiatan
operasi, pendanaan dan investasi keuangan perusahaan. Manajer
keuangan di bantu oleh staff keuangan.
8) Kepala Bagian personalia
Kepala Bagian Personalia bertanggungjawab terhadap pelaksanaan
kegiatan perekrutan karyawan dan pelatihan-pelatihan untuk
karyawan baru yang dibantu oleh staff personalia.
9) Kepala Bagian General Affair (Umum)
Kepala Bagian Umum bertanggungjawab terhadap penyediaan dan
pelayanan fasilitas perusahaan dan pengiriman produk (data) dan
dibantu oleh para staffnya.
37
B. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan penulis dalam adalah metode
deskriptif, yaitu metode yang digunakan untuk meneliti suatu obyek,
kondisi atau peristiwa masa lalu, sekarang dan yang akan datang yang
betujuan memberikan informasi dan gamabaran yang jelas.
Alasan penulis mengunakan metode ini adalah penulis ingin
memberikan gambaran yang jelas secara sistematik, faktual dan akurat
mengenai data-data keuangan yang ada pada perusahaaan, berfungsi
untuk menganalisa laporan arus kas untuk membantu pengambilan
keputusan investasi pada PT. NUSANTARA.
C. Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional variabel yang akan digunakan adalah :
1. Analisa laporan arus kas
Laporan arus kas adalah laporan yang melaporkan penerimaan kas,
pembayaran kas dan perubahan bersih pada kas yang berasal dari
aktivitas operasi, aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan dari suatu
perusahaan selama satu periode tertentu.
38
2. Analisa rasio laporan arus kas
Merupakan rasio yang digunakan dalam menganalisa laporan arus kas.
Analisis ini meliputi rasio kualitas penerimaan laba, rasio kecukupan,
rasio
efesiensi
dan
ditambah
dengan
analisis
trend,
rasio
pengembalian aktiva, rasio pengembalian investasi.
3. Keputusan investasi
Keputusan Investasi adalah keputusan yang harus diambil oleh
investor atau calon investor sebelum menanamkan modalnya dalam
suatu perusahaan.
D. Metode Pengumpulan Data
Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan dua metode
pengumpulan data, yaitu :
1. Metode penelitian kepustakaan (Library research)
Yaitu data yang dikumpulkan secara teoritis dengan cara membaca
serta mempelajari buku-buku dan literature-literatur yang ada
hubungannya dengan masalah yang sedang diteliti. Tujuannya untuk
memperoleh data sekunder yang juga penting dalam melakukan
analisa terhadap relevansi data yang diperoleh dari obyek penelitian.
39
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder,
seperti : kutipan-kutipan tentang pengertian, tujuan dan kegunaan
laporan arus kas serta rumus rasio-rasio laporan arus kas.
2. Metode penelitian lapangan (Field research)
Yaitu penelitian yang digunakan untuk memperoleh informasi secara
langsung. Data yang digunakan adalah data primer. Adapun teknik
pengumpulan data sebagai berikut :
a) Interview
Melakukan
wawancara
sepihak
dengan
jalan
mengajukan
pertanyaan-pertanyaan yang telah di persiapkan terlebih dahulu
dan di tujukan kepada pimpinan perusahaan beserta stafnya.
b) Dokumentasi
Pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mencatat data-data
dan informasi-informasi penting perusahaan yang berkaitan
dengan penilitian yang sedang penulis lakukan.
c) Observasi
Pengumpulan data dengan cara mengadakan pengamatan secara
langsung terhadap situasi dan kegiatan perusahaan untuk
mengetahui keadaaan sebenarnya.
40
E. Metode Anlisis Data
Metode analisis data yang gunakan dalam penelitian ini yaitu
model analisis data deskriptif. Model analisis ini merupakan suatu analisis
yang menggambarkan atau menguraikan keadaan dari objek penelitian.
adapun metode analisis dalam penelitian ini sebagai berikut :
1. Metode Analisis Kuantitatif
Dalam analisis kualitatif ini penulis menggunakan angka-angka dari
laporan keuangan khususnya laporan arus kas. Angka-angka tersebut
digunakan dalam melakukan analisa agar dapat menjadi pedoman
sebelum melakukan keputusan investasi.
2. Metode Analisis Kualitatif
Didalam metode analisis kualitatif, peneliti menggunakan analisis tren
dan analisis arus kas antara lain; rasio laba bersih terhadap kegiatan,
rasio kecukupan arus kas, rasio efiseiensi dan perhitungan model
hasil pengembalian investasi (ROA dan ROI). Dengan menggunakan
model dupont.
BAB IV
ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Metode Penyusunan Laporan Arus Kas
Penyusunan laporan keuangan harus tersusun dengan rapih dan baik,
agar mudah dibaca dan di mengerti, salah satunya adalah penyajian laporan
arus kas. Pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) No. 2, menyatakan
tentang laporan arus kas. Dalam PSAK No. 2 menyatakan bahwa terdapat dua
cara pelaporan arus kas, yaitu pertama penyajian laporan arus kas dengan
metode langsung (direct method) dan kedua dengan metode tidak langsung
(indirect method).
PT. NUSANTARA dalam penyajian laporan arus kas menggunakan
metode langsung (direct method). Penyajian laporan arus kas dengan
menggunakan metode langsung telah sesuai dengan PSAK No. 2 yang
didalamnya menganjurkan perusahaan untuk menggunakan metode langsung
dalam penyajian laporan arus kas suatu perusahaan, karena metode langsung
dapat menghasilkan informasi yang berguna dalam mengestimasi arus kas
masa depan suatu perusahaan. Penelitian ini menggunakan laporan arus kas
PT. NUSANTARA untuk tiga periode akuntansi, yaitu tahun 2004, 2005 dan
2006. Penyajian laporan arus kas PT. NUSANTARA dapat dilihat pada
lampiran 1, serta laporan laba rugi dan neraca PT. NUSANTARA pada
lampiran 2 dan 3.
41
42
B. Analisa Laporan Arus Kas
Analisa laporan arus kas di lakukan untuk mengetahui apakah hasil
analisa laporan keuangan yang baik didukung oleh hasil analisa laporan arus
kas yang baik juga. Sehingga analisa laporan arus kas merupakan salah satu
perangkat analisa khusus yang dapat digunakan dalam pengambilan
keputusan investasi suatu perusahaan.
Analisa laporan arus kas dibuat berdasarkan data-data yang ada dalam
laporan keuangan perusahaan. Untuk membantu analisis terhadap arus kas di
gunakan ratio-ratio yang akan dapat membantu penilaian terhadap arus kas.
Analisa rasio laporan arus kas terdiri dari :
1. Rasio peneriman laba
Rasio penerimaan laba bertujuan untuk menilai kualitas laba yang
di hasilkan oleh perusahaan, bila di bandingkan dengan kas yang
dihasilkan dari kegiatan operasi. Analisa ini terdiri dari dua rasio yaitu :
a. Laba bersih terhadap kas dari kegiatan Opersai
Rasio ini dihitung dengan cara :
Laba bersih
Kas dari Kegiatan Operasi
43
3.373.429.991
2004 =
X 100% = 115%
2.928.981.511
6.133.863.085
2005 =
X 100% = 106%
5.795.415.077
14.526.995.784
2006 =
X 100% = 119%
12.240.281.786
Hasil analisa rasio diatas menunjukkan bahwa perusahaan
mengalami kenaikan dan penurunan presentase laba bersih terhadap kas.
Namun penurunan dan kenaikan presentasi dari tahun 2004 sampai tahun
2006 tidak signifikan, karena presentase mereka tetap pada angka di atas
100%. Hal ini berarti kualitas laba perusahaan baik.
b. Arus kas yang memadai
Rasio tersebut dihitung dengan cara :
Kas dari Kegiatan Operasi
Investasi kas + Perubahan Persediaan + Deviden + Penggunaan Hutang
2.928.981.511
2004 =
X 100%
0 +
0
+ 1.541.037.595 + 275.000.000
2.928.981.511
=
= 161%
1.816.037.595
44
5.795.415.077
2005 =
X 100%
61.162.596 + 0 + 1.248.795.666+ 2.600.000.000
5.795.415.077
=
= 148%
3.909.958.262
12.240.281.786
2006 =
X 100%
787.738.167 +
0
+ 1.965.469.017 + 0
12.240.281.786
=
= 445%
2.753.207.184
Dalam menghitung rasio arus kas ini semua perkiraan dinilai
positif untuk memperoleh rasio yang rasional. Perhitungan di atas , dapat
di lihat bahwa rata-rata persentase rasio dari tahun ke tahun cenderungan
baik. Presentase rasio terbesar terjadi pada tahun 2006, hal ini di
sebabkan oleh kas bersih dari kegiatan operasi meningkat dan
pembayaran hutang jangka panjang menurun atau nol. Apabila keadaan
seperti ini dapat terus dipertahankan, maka arus kas perusahaan memadai
untuk memenuhi kegiatan lain perusahaan.
45
2. Rasio Kecukupan
Rasio kecukupan ini bertujuan untuk menilai kecukupan arus kas
untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Rasio ini terdiri dari :
a. Kecukupan arus kas
Rasio kecukupan arus kas (cash flow adequacy ratio) di hitung sebagai
berikut :
Jumlah kas dari operasi
Pembayaran hutang jangka panjang + Pembelian aktiva + pembayaran dividen
2.928.981.511
2004
=
X 100%
= 161%
X 100%
= 151%
X 100%
= 623%
275.000.000 + 0 + 1.541.037.595
5.795.415.077
2005
=
2.600.000.000 + 0 + 1.248.795.666
12.240.281.786
2006
=
0
+ 0
+ 1.965.469.017
Angka-angka hasil rasio dari tahun 2004 sampai tahun 2005
menunjukkan angka di atas 100%, bahkan mencapai 623% pada periode
terkhir, ini menunjukkan bahwa kondisi arus kas perusahaan sangat cukup
untuk memenuhi kebutuhan dalam pembayaran hutang jangka panjang,
pembayaran dividen dan pembelian untuk aktiva.
46
3. Rasio Efesiensi
Tujuan rasio ini adalah untuk menilai seberapa baik perusahaan
dalam menghasilkan arus kas sehubungan dengan kegiatannya dalam
setahun dan membandingkannya dengan perusahaan lain. Rasio Efisiensi
menunjukkan hubungan antara kas dengan perkiraan-perkiraan yang
terdapat dalam laporan laba rugi. Rasio ini terdiri dari:
a. Arus kas terhadap penjualan :
Kas dari Kegiatan Operasi
Arus kas terhadap penjualan =
Penjualan
2.928.981.511
2004 =
X 100% = 9%
33.524.844.682
5.795.415.077
2005 =
X 100% = 8%
76435443721
12.240.281.786
2006 =
X 100% = 12%
104.309.250.309
Melalui rasio ini dapat dilihat bahwa adanya penurunan dan
kenaikan persentase tingkat penjualan terhadap arus kas dari kegiatan
operasi. Pada tahun 2005 perbandingan arus kas dengan penjualan turun
menjadi 8%, tetapi pada tahun 2006 persentasi naik sebasar 12%. Dengan
demikian kinerja perusahaan dapat dinilai cukup baik.
47
b. Arus kas terhadap pendapatan
Rasio arus kas terhadap pendapatan adalah :
Kas dari Kegiatan Operasi
Arus kas terhadap pendapatan =
Pendapatan
2.928.981.511
2004 =
X 100% = 23%
12.772.589.167
5.795.415.077
2005 =
X 100% = 23%
24.768.810.722
12.240.281.786
2006 =
X 100% = 28%
44.004.910.201
Melalui rasio ini dapat dilihat bahwa adanya kenaikan prosentase
tingkat penjualan terhadap arus kas dari kegiatan operasi. Hasil tahun
2004 dan 2005 stabil pada angka 23%, tetapi pada tahun 2006 persentasi
tingkat pengembalian pendapatan terhadap arus kas naik menjadi 28%.
Hal ini menunjukkan bahwa kinerja perusahaan dapat menghasilkan arus
kas dari aktivitas operasi terhadap pendapatan dengan baik.
48
c. Hasil pengembalian arus kas atas aktiva
Rasio ini dapat dihitung dengan cara:
Kas dari Kegiatan Operasi
Total Aktiva
2.928.981.511
2004 =
X 100% = 17%
17.264.090.880
5.795.415.077
2005 =
X 100% = 22%
26.020.889.926
12.240.281.786
2006 =
X 100% = 18%
69.147.195.768
Dari hasil perhitungan diatas dapat dilihat bahwa rasio pada tahun
2006 mengalami penurunan, namun penurunan tersebut tidak signifikan
karna angka yang dihasilkan yaitu 18% lebih besar dari tahun 2004
sebesar 17% dapat di seimbangkan dengan kenaikan rasio pada tahun
2005
sebesar
22%.
Ini
menunjukkan
bahwa
perusahaan
telah
menggunakan aktiva dengan cukup efisien sebagai modal kerja dan dapat
menghasilkan arus kas dari aktifitas operasi.
Berdasarkan hasil analisa rasio kas diatas, maka dapat dikatakan
bahwa secara keseluruhan PT. NUSANTARA berada dalam kondisi sehat.
49
Hal tersebut didukung oleh beberapa rasio yang mengalami peningkatan
kinerja. Hasil analisa di atas adalah sebagai berikut :
1.
Kualitas penerimaan/ laba, dinilai sangat baik karna perusahaan mampu
menghasilkan laba dan arus kas dari kegiatan operasi rata-rata rasio
setiap tahunnya sebesar 100% . Hal ini di dukung dengan arus kas yang
semakin memadai untuk memenuhi kegiatan lain perusahaan dari arus
kas kegiatan operasi perusahaan.
2.
Rasio kecukupan arus kas dalam memenuhi kewajiban membayar
hutang jangka panjang, pembayaran deviden dan pembelian aktiva.
Dalam hal ini perusahaan dianggap mampu dalam memenuhi
kewajiban-kewajiban tersebut dengan mengandalkan arus kas dari
aktivitas operasi perusahaan.
3.
Rasio efisiensi mengalami kenaikan dan penurunan persentase. Namun
perusahaan dapat dinilai cukup efisien karena kenaikan dan penurunan
persentasnya tidak signifikan. Dan hal ini menunjukkan bahwa
perusahaan telah berusaha untuk meningkatkan kinerja operasinya.
C. Analisis Hasil Pengembalian Atas Investasi Dengan Menggunakan
Model Dupont
Hasil pengembalian investasi (ROI) merupakan analisis pengembalian
atas investasi modal dengan membandingkan laba perusahaan, atau ukuran
kinerja lainnya terhadap tingkat dan sumber pendanaan perusahaan. Dalam
50
hal ini penulis menggunakan model dupont untuk menilai tingkat
pengembalian atas investasi. Dupont menganggap penting angka Return on
Investment (ROI). Formulanya adalah sebagai berikut :
Laba setelah pajak (EAT)
Return On Invesment (ROI) =
Total Aset
Laba setelah pajak (EAT)
Net Profit Margin
=
Penjualan
Penjualan
Total Aset Turnover =
Total Aset
Total Aset = Cash + S. Berharga + Piutang dagang + Persediaan
+ Aktiva Tetap/Net
Tahun 2004 :
3.373.429.991
Return On Invesment (ROI) =
X 100% = 20%
16.612.809.906
3.373.429.991
Net Profit Margin
=
X 100% = 10%
33.524.844.682
51
33.524.844.682
Total Aset Turnover
=
X 100% = 202%
16.612.809.906
Total Aset = 4.315.410.538 + 0 + 11.843.200.159 + 0 + 454.199.209
= 16.612.809.906
Tahun 2005 :
6.133.863.085
Return On Invesment (ROI) =
X 100% = 26%
23.907.165.466
6.133.863.085
Net Profit Margin
=
X 100% = 8%
76.435.443.721
76.435.443.721
Total Aset Turnover
=
X 100% = 320%
23.907.165.466
Total Aset = 6.662.515.436 + 0 + 15.467.296.666 + 0 + 1.777.353.364
= 23.907.165.466
Tahun 2006 :
14.526.995.784
Return On Invesment (ROI) =
X 100% = 23%
64.007.756.113
14.526.995.784
Net Profit Margin
=
X 100% = 14%
104.309.250.309
52
104.309.250.309
Total Aset Turnover
=
X 100% = 163%
64.007.756.113
Total Aset = 15.359.966.187 + 0 + 36.701.150.999 + 0 + 11.946.638.927
= 64.007.756.113
Hasil perhitungan analisa di atas memperlihatkan bahwa, perusahaan
mampu untuk menghasilkan pengembalian investasi dengan rata-rata rasio
setiap tahunnya sebesar 20% dan di dukung dengan persentase hasil total
asset turnover pada setiap periodenya mencapai angka di atas 100%. Hal ini
menunjukkan bahwa perusahaan mampu untuk melakukan investasi.
D. Model Prediksi Laporan Arus kas dengan Menggunakan Analisis Tren
Analisa tren bertujuan untuk mengetahui tendensi atau kecendrungan
keadaan keuangan suatu perusahaan dimasa yang akan datang baik
kecendrungan naik, turun maupun tetap pada PT. NUSANTARA . Teknik ini
biasa digunakan untuk menganalisis laporan keuangan untuk lebih dari dua
periode. Analisis tren ini menjadi berguna karna dua alasan, yaitu
mengungkapkan perubahan yang terjadi selama kurun waktu tertentu dan
memberikan informasi tentang arah kemana perusahaan akan bergerak.
Dalam hal ini penulis melakukan analisis tren terhadap laporan arus kas PT.
NUSANTARA. Adapun analisisnya adalah sebagai berikut :
53
PT. NUSANTARA
LAPORAN ARUS KAS
31 DESEMBER
(Dinyatakan dalam Rupiah)
Analisis Indeks Berseri tahun dasar 2004 = 100%
2004
ARUS KAS AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas dari Pelanggan
Pembayaran Kas Kepada :
- Perusahaan yang Terkonsolidasi
- Perusahaan Afiliasi
- Pihak Ketiga
Kas yang Dihasilkan dari Operasi
Penerimaan Penghasilan Bunga
Penerimaan Kelebihan Pembayaran Pajak
Pembayaran Pajak
Pembayaran beban Bunga dan Beban Keuangan Lainnya
Penerimaan (Pembayaran) Bersih atas Aktivitas Operasi Lainnya - Bersih
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pencairan atas Penempatan Jangka Pendek
Penerimaan Penjualan Surat Berharga
Penerimaan Deviden Tunai dari Perusahaan Asosiasi
Penerimaan Penjualan Penyertaan Saham
Pembelian Surat Berharga
Pembelian Aktiva Tetap
2005
2006
2004
2005
2006
31,938,617,700
74,201,946,920
84,977,937,767
100%
232.3%
266.1%
(2,898,694,228)
(3,538,384,070)
(3,011,616,172)
100%
122.1%
103.9%
(1,786,317,681)
(2,999,220,133)
(3,556,081,201)
100%
167.9%
199.1%
(19,988,447,948)
(52,100,051,385)
(57,605,211,798)
100%
260.7%
288.2%
7,265,157,843
15,564,291,332
20,805,028,596
100%
214.2%
286.4%
31,760,293
197,672,167
270,125,274
100%
622.4%
850.5%
(3,823,562,333)
(9,736,896,782)
(7,614,569,678)
-
-
100%
-
254.7%
199.1%
(28,137,880)
(94,923,716)
(114,091,053)
100%
337.4%
405.5%
(516,236,412)
(134,727,924)
(1,106,211,353)
100%
26.1%
214.3%
12,240,281,786
100%
2,928,981,511
5,795,415,077
197.9%
417.9%
-
0.0%
0.0%
-
-
-
-
0.0%
0.0%
-
-
-
-
0.0%
0.0%
-
-
-
-
0.0%
0.0%
-
-
-
-
0.0%
0.0%
-
-
-
-
0.0%
0.0%
-
-
-
-
0.0%
0.0%
Penempatan pada Kas dan Deposito yang Terbatas penggunaannya
-
-
0.0%
0.0%
Penambahan Penyertaan Saham
Hasil Penjualan Aktiva Tetap
Hasil Likuidasi Anak Perusahaan
-
-
-
-
0.0%
0.0%
-
-
-
-
0.0%
0.0%
-
-
-
-
0.0%
0.0%
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Investasi
-
-
0.0%
0.0%
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penambahan (Pembayaran) Hutang Bank Jangka Pendek
Penambahan (Pembayaran) Pinjaman Sindikasi
Penambahan (Pembayaran) Hutang Bank jangka Panjang
Pembayaran Hutang Sewa Guna Usaha
Pembayaran Hutang Pembelian Aktiva Tetap
Pembayaran Dividen Tunai
Pembayaran Dividen Tunai oleh Anak Perusahaan
Kepada Pemegang Saham Minoritas
Penerimaan Modal Disetor oleh Anak Perusahaan
Dari Pemegang Saham Minoritas
Penerimaan Modal Disetor
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas pendanaan
Pengaruh bersih Perubahan Selisih Kurs
Pengaruh dari Anak Perusahaan yang tidak Dikonsolidasi
(61,162,596)
(61,162,596)
(787,738,167)
(787,738,167)
-
0.0%
0.0%
-
-
-
-
0.0%
0.0%
-
-
-
-
0.0%
0.0%
945.5%
0.0%
0.0%
(275,000,000)
(2,600,000,000)
-
100%
-
-
-
-
0.0%
-
-
-
-
0.0%
0.0%
81.0%
127.5%
(1,541,037,595)
(1,816,037,595)
(1,248,795,666)
(3,848,795,666)
(1,965,469,017)
100%
450,000,000
100%
(1,239,623,851)
100%
461,648,083
-
-
-
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS
1,538,930,447
2,347,104,898
8,697,450,751
KAS DAN SETARA KAS AWAL
KAS DAN SETARA KAS AKHIR
2,776,480,091
4,315,410,538
4,315,410,538
6,662,515,436
0.0%
0.0%
0.0%
0.0%
-
0.0%
0.0%
-
0.0%
0.0%
-
(1,515,469,017)
425,986,531
-
-
0.0%
0.0%
211.9%
83.4%
108.4%
291.0%
0.0%
0.0%
100%
152.5%
565.2%
6,662,515,436
100%
155.4%
240.0%
15,359,966,187
100%
154.4%
355.9%
54
Tendensi atau kecendrungan arus kas perusahaan pada analisa tren
diatas menunjukkan bahwa arus kas pada PT. NUSANTARA bertendensi
baik dan terus meningkat dari tahun ke tahun. Dari hasil analisis tersebut,
memperkuat perkiraan bahwa jumlah arus kas pada periode berikutnya akan
lebih baik dari tahun dasar. Hal ini dapat dilihat dengan adanya kenaikan
presentase dari tahun dasar sebesar 154.4% pada tahun 2005, dan meningkat
menjadi 355.9% pada tahun 2006. Jika dihitung secara sederhana dengan
merata-ratakan kas dan setara kas pada tiga tahun terakhir, maka di dapatkan
kas dan setara kas untuk tahun 2007 sebesar Rp. 8.779.297.387; artinya
perkiraan jumlah kas dan setara kas pada periode berikutnya naik sebesar
203% dari tahun dasar.
Semua perkiraan atau prediksi dari hasil analisis diatas adalah
perkiraan sederhana dari angka-angka yang terdapat pada laporan arus kas.
Namun, hal ini menunjukkan bahwa analisis terhadap laporan arus kas
bermanfaat memberikan informasi penting bagi manajemen suatu perusahaan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Setelah melakukan analisa terhadap data-data laporan keuangan yang
disajikan oleh PT. NUSANTARA dan berdasarkan hasil yang diperoleh,
maka penulis menyimpulkan hal-hal sebagai berikut :
1.
PT. NUSANTARA telah menyusun laporan arus kas sebagai bagian
yang tidak terpisahkan (integral) dari laporan keuangan utama
perusahaan. Dalam penyusunan laporan arus kas, PT. NUSANTARA
menggunakan metode langsung (Direct Metode) sesuai dengan yang
dianjurkan dalam PSAK No.2, kemudian mengklafisikasikan arus kas
dalam laporan arus kas tersebut menurut aktivitas operasi, aktivitas
investasi dan aktivitas pendanaan. Dengan demikian , penyajian laporan
arus kas PT. NUSANTARA telah sesuai dengan ketentuan dan
persyaratan PSAK No. 2.
2.
Hasil analisa laporan arus kas PT. NUSANTARA dengan menggunakan
analisis tren, menunjukkan bahwa arus kas PT. NUSANTARA memiliki
tendensi atau kencendrungan baik dari tahun ke tahun dibandingkan
dengan periode tahun dasar. Kemudian dari hasil analisis tersebut
memperkuat perkiraan bahwa jumlah arus kas yaitu kas dan setara kas
pada tahun 2007 sebesar Rp. 8.779.297.387; artinya perkiraan jumlah kas
55
56
dan setara kas pada periode berikutnya naik sebesar 203% dari tahun
dasar.
3.
Analisis arus kas dapat menjadi alat bantu dalam pengambilan keputusan
investasi. Hal ini terlihat dari hasil perhitungan rasio-rasio arus kas
seperti perhitungan rasio kualitas penerimaan laba, rasio kecukupan dan
rasio efesiensi, yang menggambarkan perusahaan memiliki arus kas
positif atau arus kas perusahaan dalam kondisi yang baik serta di dukung
oleh hasil analisis tingkat pengembalian atas investasi pada PT.
NUSANTARA dengan mengunakan model dupont yang mununjukkan
bahwa PT. NUSANTARA memiliki tingkat pengembalian atas investasi
yang dinilai baik.
B. Saran-Saran
Adapun saran-saran yang dapat penulis berikan berkaitan dengan
analisis yang dilakukan pada PT. NUSANTARA adalah sebagai berikut :
1. Laporan arus kas dan analisanya mungkin belum banyak di gunakan
secara maksimal oleh investor maupun manajemen suatu perusahaan, oleh
karena itu di sarankan agar laporan ini digunakan dan dianalisa secara
maksimal, sehingga dapat dijadikan sebagai alat bantu bagi investor
maupun manajemen perusahaan dalam mengambil keputusan investasi
pada PT. NUSANTARA.
57
2. Perusahaan memiliki arus kas yang positif dan arus kas dari aktivitas
operasi
yang
memadai
untuk
menunjang
kegiatan
perusahaan.
Diharapakan perusahaan dapat memiliki atau meningkatkan total aktiva
(aktiva tetap) agar dapat memaksimalkan penggunaan aktiva sebagai
modal kerja untuk meningkatkan arus kas dari aktivitas operasi. Dan
diharapkan perusahaan dapat mempertahankan dan meningkatakan arus
kas positif tersebut.
3. Perusahaan
diharapkan
menjaga
dan
meningkatkan
kualitas
manajemennya terutama dalam mengatur arus kas bersih, baik arus kas
bersih dari aktivitas operasi, aktivitas investasi maupun aktivitas
pendanaan. Hal ini dimaksudkan agar total arus kas bersih memberikan
angka yang meningkat dari tahun ke tahun.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Halim. 2003. Analisis Investasi, Edisi Pertama, Salemba Empat, Jakarta.
Halsey, Robert F, Wild, John J, Subramanyam. 2005. Financial Statement
Analysis, alih bahasa Yanivi S. Bachtiar dan S. Nur Wahyu Harahap, Edisi
8, Salemba Empat, Jakarta.
Henry Simamora. 2000. Akuntansi Basis Pengambilan Keputusan Bisnis, Cetakan
Pertama, salemba Empat, Jakarta.
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2007. Standar Akuntansi Keuangan, Salemba Empat,
Jakarta.
Irham Fahmi. 2006. Analisis Investasi dalam Perspektif Ekonomi dan Politik,
Penerbit Refika Aditama, Cetakan pertama, Bandung.
Jumingan. 2006. Analisis Laporan Keuangan, Bumi Aksara, Cetakan Pertama,
Jakarta.
Luciana Spica Almilia. 2006. “Prediksi Kondisi Financial Distress Perusahaan Go
Public dengan Menggunakan Analisis Multinomial Logit.”
Jurnal
Ekonomi dan Bisnis.Vol.XII. No. 1
Pradhono. 2004. “Pengaruh Economic Value Added, Residual Income, Earnings
dan Arus Kas Operasi Terhadap Return yang diterima oleh Pemegang
Saham.” Jurnal Akuntansi & Keuangan. Vol 6. No. 2.
S.Munawir. 2004. Analisis Laporan Keuangan, Edisi Empat, Liberty, Yogyakarta.
Murdifin Haming dan Salim Basalamah. 2003. Studi Kelayakan Investasi Proyek
dan Bisnis, Penerbit PPM, Jakarta.
Sofyan Safri Harahap. 2007. Analisis Kritis atas Laporan Keuangan, Edisi 1,
Penerbit Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Surroh Zu’amah. 2005. “Perbandingan Ketepatan Klasifikasi Model Prediksi
Kepailitan Berbasis Akrual dan Berbasis Aliran Kas.” SNA VIII.
Warrent, Carl S, Reeve, James M and Fess, Philip E. 2005. Accounting, alih
bahasa Aria Farahmita, Amanugrahani dan Taufik Hendrawan, Edisi 21,
Salemba Empat, Jakarta.
Weygandt, Jerry J, Kieso, Donal E, and Warfiled, Terry D. 2002. Akuntansi
Intermediate, alih bahasa Emil Salim, Edisi Kesepuluh, Erlangga, Jakarta.
Wuryan. 2005. “Manfaat Laba dan Arus Kas untuk Memprediksi Kondisi
Financial Distress pada Perusahaan Textile Mill Products dan Apparel and
Other Textile Products yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta.” SNA VIII.
Yogianto H.M. 2000. Teori portofolio dan Analisis Investasi, Edisi 2, Penerbit
BPFE, Yogyakarta.
Lampiran 1
PT. NUSANTARA
LAPORAN ARUS KAS
31 DESEMBER
(Dinyatakan dalam Rupiah)
2004
2005
2006
ARUS KAS AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas dari Pelanggan
Pembayaran Kas Kepada :
- Perusahaan yang Terkonsolidasi
- Perusahaan Afiliasi
- Pihak Ketiga
Kas yang Dihasilkan dari Operasi
Penerimaan Penghasilan Bunga
Penerimaan Kelebihan Pembayaran Pajak
Pembayaran Pajak
Pembayaran beban Bunga dan Beban Keuangan
Lainnya
Penerimaan (Pembayaran) Bersih atas Aktivitas Operasi Lainnya - Bersih
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi
31,938,617,700
74,201,946,920
(2,898,694,228) (3,538,384,070)
(1,786,317,681) (2,999,220,133)
(19,988,447,948) (52,100,051,385)
7,265,157,843
15,564,291,332
31,760,293
197,672,167
(3,823,562,333) (9,736,896,782)
(28,137,880)
(94,923,716)
(516,236,412)
2,928,981,511
(134,727,924)
5,795,415,077
84,977,937,767
(3,011,616,172)
(3,556,081,201)
(57,605,211,798)
20,805,028,596
270,125,274
(7,614,569,678)
(114,091,053)
(1,106,211,353)
12,240,281,786
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pencairan atas Penempatan Jangka Pendek
Penerimaan Penjualan Surat Berharga
Penerimaan Deviden Tunai dari Perusahaan Asosiasi
Penerimaan Penjualan Penyertaan Saham
Pembelian Surat Berharga
Pembelian Aktiva Tetap
Penempatan pada Kas dan Deposito yang Terbatas penggunaannya
Penambahan Penyertaan Saham
Hasil Penjualan Aktiva Tetap
Hasil Likuidasi Anak Perusahaan
-
(61,162,596)
-
(787,738,167)
-
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Investasi
-
(61,162,596)
(787,738,167)
(2,600,000,000)
(1,248,795,666)
-
(1,965,469,017)
-
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penambahan (Pembayaran) Hutang Bank Jangka Pendek
Penambahan (Pembayaran) Pinjaman Sindikasi
Penambahan (Pembayaran) Hutang Bank jangka Panjang
Pembayaran Hutang Sewa Guna Usaha
Pembayaran Hutang Pembelian Aktiva Tetap
Pembayaran Dividen Tunai
Pembayaran Dividen Tunai oleh Anak Perusahaan
Kepada Pemegang Saham Minoritas
Penerimaan Modal Disetor oleh Anak Perusahaan
Dari Pemegang Saham Minoritas
Penerimaan Modal Disetor
(275,000,000)
(1,541,037,595)
-
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas pendanaan
Pengaruh bersih Perubahan Selisih Kurs
Pengaruh dari Anak Perusahaan yang tidak Dikonsolidasi
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS
(1,816,037,595)
425,986,531
1,538,930,447
(3,848,795,666)
461,648,083
2,347,104,898
(1,515,469,017)
(1,239,623,851)
8,697,450,751
KAS DAN SETARA KAS AWAL
2,776,480,091
4,315,410,538
6,662,515,436
KAS DAN SETARA KAS AKHIR
4,315,410,538
6,662,515,436
15,359,966,187
Sumber : PT. NUSANTARA
-
-
-
-
-
450,000,000
Lampiran 2
PT. NUSANTARA
LAPORAN LABA RUGI
31 DESEMBER
(Dinyatakan dalam Rupiah)
2004
33,524,844,682
20,752,255,515
12,772,589,167
2005
76,435,443,721
51,666,632,999
24,768,810,722
2006
104,309,250,309
60,304,340,108
44,004,910,201
BEBAN USAHA
Beban Usaha
JUMLAH BEBAN USAHA
8,482,965,654
8,482,965,654
15,360,960,145
15,360,960,145
22,491,911,798
22,491,911,798
LABA USAHA
4,289,623,513
9,407,850,577
21,512,998,403
PENJUALAN/PENDAPATAN USAHA
BEBAN POKOK PENJUALAN
LABA (RUGI) KOTOR
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Laba (rugi) Penjualan Aktiva Tetap
Penghasilan Bunga
Laba Perusahaan Asosiasi - bersih
Beban Keuangan
Laba (rugi) Kurs Bersih
Lain-lain - bersih
(31,406,693)
28,882,682
(655,243,461)
73,376,669
(197,672,167)
96,825,847
(792,867,561)
983,500,880
-271,710,842
117,814,796
1,562,461,653
-812,693,712
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN DILUAR
USAHA - BERSIH
(584,390,803)
89,786,999
595,871,895
LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN PAJAK
4,874,014,316
9,318,063,578
20,917,126,508
BEBAN PAJAK
Pajak Kini
Pajak Tangguhan
1,516,538,000
(15,953,675)
3,269,052,800
(84,852,307)
6,851,947,100
(461,816,376)
JUMLAH BEBAN PAJAK
1,500,584,325
3,184,200,493
6,390,130,724
LABA (RUGI) BERSIH
3,373,429,991
6,133,863,085
14,526,995,784
Sumber : PT. NUSANTARA
Lampiran 3
PT. NUSANTARA
NERACA
31 DESEMBER
(Dinyatakan dalam Rupiah)
2004
AKTIVA
Aktiva Lancar
Kas dan Setara Kas
Pinjaman Jangka Pendek
Piutang Usaha
- Pihak Ketiga
- Pihak yang mempunyai hubungan istimewa
Piutang hubungan istimewa
Piutang lain-lain
Persediaan
Uang Muka
Biaya dibayar dimuka
Pajak Dibayar dimuka
Aktiva Lancar Lainnya
Jumlah Aktiva Lancar
Aktiva Pajak Tangguhan
Penyertaan Saham dan Obligasi
Aktiva Tetap
Nilai Tercatat
Akumulasi Penyusutan dan Amortisasi
Nilai Buku
Aktiva Lain-lain
Goodwill
Tanah yang tidak digunakan untuk usaha
Kas dan Deposit yang terbatas penggunaannya
Penyertaan saham pada anak perusahaan
dalam proses likuidasi
Lain-lain
Jumlah Aktiva Lain-lain
Jumlah Aktiva
Sumber : PT. NUSANTARA
2005
2006
4,315,410,538.00
-
6,662,515,436.00
-
15,359,966,187.00
-
11,277,581,095.00
565,619,064.00
18,349,999.00
220,093,614.00
16,397,054,310.00
-
3,462,231,982.00
12,005,064,684.00
1,032,150,000.00
6,349,999.00
369,237,706.00
635,106,950.00
24,172,656,757.00
70,879,805.00
-
25,175,065,171.00
11,526,085,828.00
4,117,962,500.00
8,800,000.00
479,980,974.00
56,667,860,660.00
532,696,181.00
-
2,120,720,436.00
(1,666,521,227.00)
454,199,209.00
4,361,982,264.00
(2,584,628,900.00)
1,777,353,364.00
16,202,484,199.00
(4,255,845,272.00)
11,946,638,927.00
412,837,361.00
412,837,361.00
17,264,090,880.00
-
-
-
-
26,020,889,926.00
69,147,195,768.00
Lampiran 3
PT. NUSANTARA
NERACA
31 DESEMBER
(Dinyatakan dalam Rupiah)
2004
KEWAJIBAN DAN EKUITAS
Kewajiban Jangka Pendek
Pinjaman Jangka Pendek
Hutang Usaha
- Pihak Ketiga
856,908,607.00
- Pihak yang mempunyai hubungan istimewa
2,552,516,493.00
Hutang Hubungan Istimewa
378,921,392.00
Hutang Pajak
1,103,929,691.00
Uang muka Pelanggan
74,320,000.00
Biaya masih harus dibayar
4,899,767,275.00
Kewajiban jangka panjang yang jatuh tempo
dalam satu tahun
Hutang lain-lain
910,587,745.00
Jumlah Kewajiban Jangka Pendek
10,776,951,203.00
Kewajiban Pajak Tangguhan
13,972,502.00
Kewajiban Jangka Panjang
3,117,672,506.00
Taksiran Kewajiban Dana Hari Tua
386,181,344.00
Ekuitas
Modal Saham
150,000,000.00
Modal Tambahan
Selisih penilaian kembali aktiva tetap
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas pengend
Selisih Perubahan ekuitas perusahaan ekuitas
Laba (Rugi) belum direalisasi atas kenaikan (penurunan)
nilai pasar dari penempatan jangka pendek
Laba Ditahan
(554,116,666.00)
Rugi/Laba Tahun Berjalan
3,373,429,991.00
Jumlah Ekuitas
2,969,313,325.00
Jumlah Kewajiban dan Equitas
Sumber : PT. NUSANTARA
17,264,090,880.00
2005
2006
-
-
2,555,660,054.00
2,855,316,457.00
120,310,001.00
1,058,535,323.00
294,558,899.00
10,178,877,763.00
3,963,607,438.00
7,004,247,451.00
36,054,350.00
8,744,778,504.00
361,830,715.00
21,695,067,906.00
476,731,901.00
17,539,990,398.00
516,760,839.00
379,005,775.00
6,600,128,108.00
48,405,714,472.00
434,953,339.00
142,532,207.00
150,000,000.00
-
150,000,000.00
450,000,000.00
-
1,301,269,829.00
6,133,863,085.00
7,585,132,914.00
5,036,999,966.00
14,526,995,784.00
20,163,995,750.00
26,020,889,926.00
69,147,195,768.00
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Data Pribadi
•
Nama
: Sri Nurhayati
•
Tempat, Tanggal Lahir
: Jakarta, 12 September 1983
•
Jenis Kelamin
: Perempuan
•
Agama
: Islam
•
Alamat
: Jl. Blok Dukuh Rt07/010 No. 2
Kel. Cibubur, Kec. Ciracas
Jakarta Timur 13720
•
Pendidikan Formal
:
1. Tahun 1989-1995 Madrasah Ibtida’iyah Jakarta Timur
2. Tahun 1995-1998 SMPN 258 Jakarta Timur
3. Tahun 1998-2001 SMUN 105 Jakarta Timur
4. Tahun 2004-2008 Universitas Mercubuana Jakarta Barat
Download