GOOD, GREEN, and GROWING

advertisement
LAPORAN TAHUNAN 2009
2009 ANNUAL REPORT
GOOD,
GREEN, and
GROWING
DAFTAR ISI
TABLE OF CONTENTS
Sekilas tentang Sampoerna Agro
2
Sampoerna Agro in Brief
Sejarah Perusahaan
6
Company Milestones
Visi dan Misi
9
Vision and Mission
Ikhtisar Keuangan
10
Financial Highlights
Informasi untuk Pemegang Saham
12
Information for Our Shareholders
Ikhtisar Kegiatan Penting 2009
14
2009 Event Highlights
Penghargaan dan Sertifikasi 2009
16
2009 Awards and Certifications
Struktur Kelompok Usaha Sampoerna Agro
17
Sampoerna Agro Group Structure
Laporan Dewan Komisaris
20
Board of Commissioners’ Report
Laporan Direksi
26
Board of Directors’ Report
Tata Kelola Perusahaan
38
Corporate Governance
Laporan Komite Audit PT Sampoerna Agro Tbk
52
Audit Committee Report of PT Sampoerna Agro Tbk
Sumber Daya Manusia
56
Human Resources
Pengelolaan Risiko
60
Risk Management
Laporan Kesinambungan
66
Sustainability Report
Kebijakan Lingkungan
70
Environmental Policy
Kebijakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja
72
Work Safety and Health Policy
Kebijakan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR)
74
Corporate Social Responsibility (CSR) Policy
Pembahasan dan Analisis Manajemen
80
Management Discussion and Analysis
Surat Pernyataan Dewan Komisaris dan Direksi
89
BOC and BOD Letter of Statement
Laporan Keuangan Konsolidasi
91
Consolidated Financial Statements
Laporan Auditor Independen
94
Data Perusahaan
Independent Auditors Report
156
Corporate Data
Profil Dewan Komisaris
158
BOC Profile
Profil Direksi
160
BOD Profile
Struktur Organisasi Sampoerna Agro
162
Sampoerna Agro Organizational Structure
Daftar Alamat Perusahaan
163
List of Office Addresses
Lembaga dan Profesi Penunjang
164
Supporting Professionals and Institutions
BAIK, HIJAU, DAN BERKEMBANG
GOOD, GREEN, AND GROWING
Sampoerna Agro melaksanakan Good
Agricultural Practices (GAPs) yang
memastikan pengelolaan usaha perkebunan
secara benar dan bertanggungjawab, mulai
dari pembukaan lahan hingga pembibitan,
penanaman, pemeliharaan, pemanenan,
dan pengolahan. Semua ini membuat bisnis
perkebunan Sampoerna Agro menjadi
baik dan bermanfaat: Mengupayakan
produktifitas pada sumber daya lahan,
menciptakan lapangan kerja serta
menggalang komunitas dalam peningkatan
kesejahteraan.
Sampoerna Agro undertakes Good
Agricultural Practices (GAPs) that ensure
proper and responsible management of
its plantation activities from land clearing
to nursery, planting, cultivating, harvesting
and milling. This makes the plantation
business of Sampoerna Agro good and
wholesome: Bringing productivity to land
resources, providing job opportunities
and engaging communities in social
development.
Diantara beberapa kegiatan yang
bersahabat dengan lingkungan, Sampoerna
Agro melakukan pengendalian hama
tanaman secara hayati dan mengubah
sampah organik menjadi pupuk. Selain itu,
upaya Perseroan untuk mematuhi standar
RSPO maupun pelestarian lingkungan
lainnya menjadikan Sampoerna Agro
sebagai perusahaan hijau dalam arti yang
seluas-luasnya.
Among other environmentally-friendly
practices, Sampoerna Agro uses natural
bilogical control agents, and converts
organic wastes into fertilizers. Also, Its
efforts to comply with RSPO and other
environmental conservation standards
make Sampoerna Agro a green company
in every sense of the word.
Sebagai perusahaan perkebunan kelapa
sawit yang relatif masih muda dengan
sebagian besar produktifitas kedepannya,
serta didukung oleh sumber daya penelitian
dan pengembangan (R&D) yang kuat,
Sampoerna Agro merupakan perusahaan
yang berkembang di salah satu sektor
agroindustri yang paling menarik di dunia
saat ini.
As a relatively young oil palm plantation
with most of its productivity ahead,
supported by strong R&D resources,
Sampoerna Agro is a growing company
in one of the most attractive and profitable
agroindustrial sectors in the world, today.
LAPORAN TAHUNAN 2009
1
SEKILAS TENTANG
SAMPOERNA AGRO
SAMPOERNA AGRO IN BRIEF
Penanaman pertama di dalam Kelompok Usaha Sampoerna
Agro dilakukan oleh PT Aek Tarum pada tahun 1989, yang diikuti
dengan pendirian PT Sampoerna Agro Tbk (sebelumnya bernama
PT Selapan Jaya) di tahun 1993 untuk menjalankan perkebunan
kelapa sawit di wilayah Sumatera Selatan.
First field planting within the Sampoerna Agro Group was
done by PT Aek Tarum back in 1989 followed by the
establishment of PT Sampoerna Agro Tbk (previously named
as PT Selapan Jaya) in 1993 to operate oil palm plantations in
South Sumatra region.
Saat ini, PT Sampoerna Agro Tbk bersama-sama dengan anakanak perusahaannya (“Sampoerna Agro” atau “Perseroan”)
adalah salah satu produsen terbesar kelapa sawit dan inti sawit di
Indonesia. Perseroan juga merupakan satu dari sedikit produsen
kecambah kelapa sawit yang menerima izin dari Menteri Pertanian
Republik Indonesia untuk memproduksi dan menjual kecambah
kelapa sawit kepada pihak ketiga.
Currently, PT Sampoerna Agro Tbk together with its subsidiary
companies (“Sampoerna Agro” or “the Company”) are one of
the leading producers of palm oil and palm kernel in Indonesia.
The Company is also one of the few oil palm seed producers
in Indonesia that receive license from the Minister of Agriculture
of the Republic of Indonesia to produce and sell oil palm seeds
to third parties.
Pada tanggal 31 Desember 2009, kebun inti dan plasma
Perseroan yang berada di wilayah Sumatera sebesar 57.547
ha tanaman menghasilkan dan 17.196 ha tanaman belum
menghasilkan. Sedangkan perkebunan Perseroan di wilayah
Kalimantan termasuk kebun dengan pola kemitraan, terdiri dari
sekitar 12.604 ha tanaman menghasilkan dan 7.320 ha tanaman
belum menghasilkan.
As of 31 December 2009, both nucleus and plasma estates
under the Company guidance in Sumatra region covers an
area of about 57,547 hectares of matured palms and 17,196
hectares of immatured palms. Whereas its Kalimantan estates
including the ones under partnership (kemitraan) scheme,
consists of approximately 12,604 hectares of matured palms,
and 7,320 hectares of immatured palms.
Dalam kata lain, Perseroan mengelola kebun inti sekitar 50.768
ha sementara kebun plasma dan kemitraan kira-kira 43.898 ha.
Perseroan memiliki sekitar 112.481 ha Hak Guna Usaha dan
109.363 ha izin lokasi untuk dikembangkan.
In other words, the Company manages nucleus estates
totalling about 50,768 hectares while plasma and kemitraan
estates about 43,898 hectares. The Company holds
approximately 112,481 hectares of Landrights and 109,363
hectares of location permits for land cultivation.
Perseroan memiliki lima Pabrik Kelapa Sawit (PKS), empat
diantaranya berlokasi di Sumatera dan satu berada di Kalimantan.
PKS di Sumatera memiliki kapasitas produksi 320 ton tandan
buah segar (TBS) per jam, sedangkan PKS di Kalimantan memiliki
kapasitas produksi 75 ton TBS per jam. Satu PKS tambahan
berkapasitas 60 ton TBS per jam yang berlokasi di Sumatera akan
memulai operasi pada paruh pertama tahun 2010.
The Company has five Palm Oil Mills (POMs), of which four
are situated in Sumatra and one in Kalimantan. The POMs in
Sumatra have a total capacity to produce 320 tons of fresh
fruit bunches (“FFB”) per hour, whereas the POM in Kalimantan
has a capacity to produce 75 tons of FFB per hour. There is
one more POM having a capacity of 60 tons of FFB per hour
located in Sumatra that is scheduled to start operations in the
first half of 2010.
Salah satu anak perusahaan Perseroan, yaitu PT Binasawit
Makmur (BSM) merupakan produsen dan penjual kecambah
dengan enam varietas benih unggul kelapa sawit yang
mendapatkan ijin dari Menteri Pertanian Republik Indonesia
One of the Company’s subsidiaries, PT Binasawit Makmur
(BSM) produces and sells six varieties of high quality oil
palm seeds that are licensed by the Indonesian Minister of
Agriculture.
Sebagai bagian dari Kelompok Usaha Sampoerna Strategic,
Perseroan memiliki visi untuk menjadi salah satu perusahaan
agribisnis terdepan yang bertanggung jawab di Indonesia dengan
strategi pertumbuhan yang pesat.
As an integral part of the Sampoerna Strategic Group,
the Company has a vision to become one of the leading
agribusiness companies that is accountable in Indonesia with
its rapid growth strategy.
2
ANNUAL REPORT 2009
Sampoerna Agro memiliki salah
satu fasilitas penelitian dan
pengembangan benih sawit
yang terbaik di Indonesia, yang
juga merupakan modal utama
pertumbuhan Perseroan yang
berkesinambungan dalam jangka
panjang
Samperna Agro has one of the best
research and development facility for
seed development in Indonesia, which
is also the key in growing the Company
sustainably
SEJARAH PERUSAHAAN
COMPANY MILESTONES
1976
1989
1992
Pendirian PT Aek Tarum, perusahaan
pertama dalam Kelompok Usaha
Sampoerna Agro.
Penanaman pertama di wilayah Sumatera
oleh PT Aek Tarum.
PT Sungai Rangit didirikan untuk
mengelola lahan kelapa sawit di propinsi
Kalimantan Tengah.
The establishment of PT Aek Tarum, the
first company within the Sampoerna Agro
Group.
First field planting in Sumatra region by
PT Aek Tarum.
PT Sungai Rangit was established to
operate oil palm plantation in Central
Kalimantan province.
1993
1994
1996
PT Selapan Jaya (sekarang bernama PT
Sampoerna Agro Tbk) didirikan untuk
mengelola lahan kelapa sawit di propinsi
Sumatera Selatan.
PT Binasawit Makmur mendapat Ijin
Pemasukan Bibit Tanaman Sawit (DxD,
TxP dan DxP) dari Costa Rica.
Operasi perdana PKS pertama di
Belida yang memiliki kapasitas 60 ton
TBS per jam.
PT Binasawit Makmur received approval
permit to import seeds (type DxD, TxP
and DxP) from Costa Rica.
First CPO mill, in Belida with processing
capacity of 60 tonnes of FFB per hour
commenced commercial operation.
1998
2004
2005
Penanaman pertama di wilayah
Kalimantan oleh PT Sungai Rangit.
Peluncuran lima varietas unggul kelapa
sawit dari PT Binasawit Makmur yaitu
DxP Sriwijaya 1 sampai 5 oleh Presiden
Indonesia Ibu Megawati Soekarnoputri,
dan secara bersamaan meresmikan
Pabrik Kelapa Sawit Telaga Hikmah.
PT Binasawit Makmur mendapat
sertifikasi ISO 9001 untuk Sistem
Produksi Kecambah Kelapa Sawit
DxP Sriwijaya.
PT Aek Tarum, anak perusahaan
Perseroan, menerima sertifikasi ISO 9001
dan ISO 14001.
PT Selapan Jaya (now PT Sampoerna
Agro Tbk) was incorporated to operate oil
palm plantations in South Sumatra.
First field planting in Kalimantan region by
PT Sungai Rangit.
Indonesia’s President H.E. Mrs. Megawati
Soekarnoputri launched five variants of
PT Binasawit Makmur’s oil palm seed:
DxP Sriwijaya 1 to 5, and inaugurated
Telaga Hikmah POM concurrently.Telaga
Hikmah Palm Oil Mill.
PT Binasawit Makmur received ISO 9001
certification for its DxP Sriwijaya oil palm
germinated seed production system.
The subsidiary of the Company, PT
Aek Tarum, received ISO 9001 and ISO
14001 certification.
6
ANNUAL REPORT 2009
2006
2007
Kelompok Usaha Sampoerna
Strategic mengakuisisi PT Sungai
Rangit.
Perseroan terdaftar sebagai anggota
Roundtable on Sustainable Palm Oil
(RSPO).
The Company was registered as a member
of the Roundtable on Sustainable Palm Oil
(RSPO).
Sampoerna Strategic Group
acquired PT Sungai Rangit.
Kelompok Usaha Sampoerna Strategic
mengakuisisi PT Selapan Jaya dan
merubah namanya menjadi PT
Sampoerna Agro Tbk.
Sampoerna Strategic Group acquired PT
Selapan Jaya and changed its name to PT
Sampoerna Agro Tbk.
Perseroan meluncurkan varietas unggul
kelapa sawit baru, DxP Sriwijaya 6.
The Company launched DxP Sriwijaya 6, a
new high quality oil palm variant.
Perseroan tercatat sebagai perusahaan
publik di Bursa Efek Indonesia dengan
kode SGRO.
The Company was registered as a publiclylisted company in Indonesia Stock Exchange
with ticker code SGRO.
2008
PT Sungai Rangit melakukan penambahan
kapasitas PKSnya di Kalimantan dari 45 ton TBS
per jam menjadi 75 ton TBS per jam.
Penerimaan enam sertifikat “Hak Perlindungan
Varietas Tanaman” dari Departemen Pertanian
Republik Indonesia kepada BSM untuk enam
varietas kecambah yang dikembangkan dengan
nama DxP Sriwijaya.
Peresmian Gedung Seed Processing Unit (SPU)
dengan teknologi pengecambahan berstandar
internasional.
PT Sungai Rangit increased its POM capacity in
Kalimantan by an additional 45 ton of FFB per
hour to total 75 tonnes of FFB per Hour.
BSM received six “Plant Variant Copyright
Protection” certificates from the Department of
Agriculture of the Republic of Indonesia for its six
germinated seeds variants developed under the
name DxP Sriwijaya.
Official opening of a new Seed Processing Unit
(SPU) building possesing germination technology
matching international standards.
LAPORAN TAHUNAN 2009
7
8
8
Laporan Tahunan 2008 Annual Report PT Sampoerna Agro Tbk
ANNUAL REPORT 2009
VISI
VISION
MENJADI SALAH SATU PERUSAHAAN
TERDEPAN YANG BERTANGGUNG
JAWAB DI SEKTOR AGRIBISNIS DI
INDONESIA.
TO BECOME ONE OF THE LEADING
AGRIBUSINESS COMPANIES THAT IS
ACCOUNTABLE IN INDONESIA
MISI
MISSION
• MENGEMBANGKAN TIM
MANAJEMEN PROFESIONAL YANG
BERINTEGRITAS TINGGI DAN
DIDUKUNG OLEH SUMBER DAYA
MANUSIA YANG TERAMPIL DAN
TERMOTIVASI.
• TO DEVELOP A PROFESSIONAL
MANAGEMENT TEAM OF THE
HIGHEST INTEGRITY SUPPORTED BY
SKILLED AND MOTIVATED HUMAN
RESOURCES.
• MENCARI DAN MENGEMBANGKAN
PELUANG PERTUMBUHAN YANG
MENGUNTUNGKAN DI BISNIS INTI
KAMI DENGAN TETAP MENJAGA
PENGELUARAN BIAYA SECARA
KETAT.
• TO SEARCH AND DEVELOP
PROFITABLE GROWTH
OPPORTUNITIES WITHIN OUR CORE
BUSINESS BY KEEPING TIGHT
CONTROL ON COSTS.
• TERUS BERUSAHA MENCAPAI
KESEMPURNAAN MELALUI
INOVASI, PENELITIAN DAN
PENGEMBANGAN.
• TO CONTINUOUSLY STRIVING FOR
EXCELLENCE THROUGH INNOVATION,
RESEARCH AND DEVELOPMENT.
• IKUT BERPARTISIPASI DALAM
PENINGKATAN KUALITAS
HIDUP MASYARAKAT SEKITAR
PERKEBUNAN.
• TO PARTICIPATE IN ENHANCING LIFE
QUALITY OF LOCAL COMMUNITIES
SURROUNDING OUR PLANTATION
ESTATES.
• MENJAGA DAN MEMPROMOSIKAN
STANDAR LINGKUNGAN HIDUP
YANG BERLAKU DALAM SEGALA
ASPEK PENGEMBANGAN,
PRODUKSI DAN PENGOLAHAN.
• TO MAINTAIN AND PROMOTE
PREVAILING ENVIRONMENTAL
STANDARDS IN ALL ASPECTS OF
DEVELOPMENT, PRODUCTION, AND
PROCESSING.
LAPORAN TAHUNAN 2009
9
IKHTISAR KEUANGAN
FINANCIAL HIGHLIGHTS
(dalam jutaan rupiah) kecuali disebutkan lain.
URAIAN
Penjualan
(in million rupiah) unless otherwise stated.
2009
2008
2007
2006
2005
DESCRIPTION
1.815.557
2.288.143
1.598.931
977.295
625.696
Sales
Laba Kotor
599.427
773.790
494.436
248.731
167.541
Gross Profit
Laba Usaha
460.037
611.456
404.400
192.124
120.728
Operating Profit
Laba Bersih
281.766
439.516
215.083
112.671
61.310
Net Income
Laba Sebelum Beban Bunga,
Pajak dan Penyusutan (EBITDA)
548.214
697.038
485.667
235.589
162.131
Income Before Interest,
Tax and Depreciation (EBITDA)
Laba per Saham
Earnings per Share
Jumlah Saham Beredar (ribuan)
Laba Bersih per Saham
(jumlah penuh)
1.890.000
1.890.000
1.890.000
571.460
517.660
Outstanding Shares
(thousand)
151
236
129
79
43
Earnings per Share
(full amount)
Posisi Keuangan
Financial Position
Modal Kerja Bersih
379.893
449.585
567.848
(8.917)
(15.529)
Net Working Capital
Aset Lancar
615.542
803.629
942.310
103.346
127.812
Current Assets
Tanaman Perkebunan dan Aset Tetap
1.397.365
1.220.265
1.021.903
445.318
465.111
Plantation Assets & Fixed Assets
Jumlah Aset
2.261.798
2.156.164
2.088.002
615.444
655.144
Total Assets
Jumlah Kewajiban Lancar
235.648
354.044
374.462
112.263
143.341
Total Current Liabilities
Jumlah Kewajiban
474.967
577.988
595.034
203.670
356.430
Total Liabilities
1.765.581
1.552.964
1.471.240
408.247
296.069
Total Shareholders’ Equity
Jumlah Ekuitas
Rasio Keuangan
Financial Ratio
Rasio Laba Bersih
terhadap Jumlah Aset
12,5%
20,4%
10,3%
18,3%
9,4%
Return on Assets
Rasio Laba Bersih
terhadap Jumlah Ekuitas
16,0%
28,3%
14,6%
27,6%
20,7%
Return on Equity
Rasio Lancar
261,2%
227%
251,6%
92,1%
89,2%
Current Ratio
Rasio Kewajiban Berbunga
terhadap Ekuitas
13,8%
14,0%
14,7%
27,8%
86,1%
Debt to Equity Ratio
Rasio Kewajiban terhadap Aset
21,0%
26,8%
28,5%
33,1%
54,4%
Liability to Asset Ratio
Informasi Keuangan Lainnya
Pertumbuhan Penjualan
Other Financial Information
-20,7%
43,1%
63,3%
56,2%
-27,7%
Sales Growth
Margin Laba Kotor
33,0%
33,8%
30,9%
25,5%
26,8%
Gross Margin
Margin Laba Usaha
25,3%
26,7%
25,3%
19,7%
19,3%
Operating Margin
Margin Laba Bersih
15,5%
19,2%
13,5%
11,5%
9,8%
Net Margin
Margin EBITDA
30,2%
30,5%
30,4%
24,1%
25,9%
EBITDA Margin
10
ANNUAL REPORT 2009
215.083
08
09
-8.917
06
07
07
08
09
08
2.261.798
2.156.164
2.088.002
379.893
655.144
-15.525
05
06
Jumlah Aktiva
Total Assets
449.585
567.848
Modal Kerja Bersih
Net Working Capital
05
09
05
615.444
07
112.671
61.310
06
281.766
1.815.557
1.598.931
977.295
625.696
05
439.516
Laba Bersih
Gross Profit
2.288.143
Penjualan Bersih
Net Sales
06
07
08
09
LAPORAN TAHUNAN 2009
11
INFORMASI UNTUK
PEMEGANG SAHAM
INFORMATION FOR OUR SHAREHOLDERS
A. Kebijakan Dividen
A. Dividend Policy
Seperti telah dijelaskan dalam Prospektus Penawaran Umum
Perdana Perseroan, rasio pembagian dividen tunai berkisar 5%
sampai dengan 30% dari laba bersih konsolidasi tahunan.
As mentioned in the Company’s prospectus circular during its
initial public offering, cash dividend payout ratio will be in the
range of 5% to 30% of the annual consolidated net profit.
Walaupun demikian, jumlah dividen akan tergantung pada
rekomendasi Direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan atau Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang
diselenggarakan untuk itu dan beberapa faktor, sebagai berikut:
• hasil usaha, arus kas, dan kondisi keuangan;
• prospek di masa mendatang;
• faktor lain yang dipertimbangkan oleh pemegang saham
Perseroan, termasuk pemegang saham pengendali; dan
• pembayaran dividen tunai kas Anak Perusahaan kepada
Perseroan.
Nevertheless, the dividend amount will depend on the
recommendation of the BOD in Annual or Extraordinary General
Meetings of Shareholders and the following factors:
• result of operations, cash flow and financial condition;
• future prospects;
• other factors deemed relevant by the Company’s
shareholders including the controlling shareholders; and
• cash dividend payment from its subsidiary companies to the
Company.
Pada saat Perseroan membayar dividen secara tunai kepada
para pemegang saham, Perseroan juga merencanakan untuk
memberikan kontribusi tunai sebanyak-banyaknya 2% dari laba
bersih Perseroan kepada Putera Sampoerna Foundation (www.
sampoernafoundation.org), yang merupakan organisasi nirlaba
yang memiliki dedikasi untuk meningkatkan kualitas dan akses
untuk pendidikan di Indonesia.
When the Company gives out cash dividends to its
shareholders, the Company also intends to make a cash
contribution of up to 2% of the Company’s net profit to Putera
Sampoerna Foundation (www.sampoernafoundation.org), a
non-profit organization dedicated to improving the quality of
and access to education in Indonesia.
Tanggal Penetapan
Resolution Date
Jumlah Dividen (Rp Juta)
Total Dividend (in Million Rupiah)
Dividen per Lembar Saham
Dividend per Share
238.140
126
27 Juni 2008 June 27, 2008
14 Maret 2008 March 14, 2008
39.690
21
18 Juni 2009 June 18, 2009
170.100
90
Tertinggi
Highest
(Rp/Saham)
Terendah
Lowest
(Rp/Saham)
Penutupan
Closing
(Rp/Saham)
Volume Perdagangan
Trading Volume
(Lembar Saham)
Kuartal 1 Quarter 1
1.380
1.120
1.120
249.562.000
Kuartal 2 Quarter 2
1.830
1.350
1.640
42.463.000
Kuartal 3 Quarter 3
2.200
1.560
2.050
447.132.000
Kuartal 4 Quarter 4
2.775
1.950
2.700
369.519.500
Kuartal 1 Quarter 1
4.850
3.300
3.750
1.077.242.000
Kuartal 2 Quarter 2
4.175
3.050
3.825
347.070.500
Kuartal 3 Quarter 3
3.825
1.620
1.690
343.976.500
Kuartal 4 Quarter 4
1.420
910
1.190
404.855.000
Periode
Period
2009
2008
12
ANNUAL REPORT 2009
SGRO Stock Performance throughout 2009
Kinerja Saham SGRO sepanjang tahun 2009
3,000
2,000
1,000
0
Jan 09
Mar 09
Mei 09
Jun 09
Sep 09
Nov 09
Des 09
Millions
80
50
25
0
Kronologi Pencatatan Saham
Tanggal
Date
Pencatatan pada Bursa Efek Indonesia
Listing on the Indonesia Stock Exchange
11-13 Juni 2008
Masa Penawaran Umum Perdana IPO Period
18 Juni 2008
Tanggal Pencatatan Saham IPO Listing Date
No
No
Nama
Name
Status
Status
1
Sampoerna Agri Resources Pte Ltd
Foreign Institution
2
PT AIA FINL - UL Equity
3
PT Nitiagro Lestari
4
5
Jumlah Saham (per lembar)
Number of Shares (per share)
461.350.000
1.890.000.000
Jumlah lembar saham
Number of shares
%Kepemilikan
%Ownership
1.267.217.500
67,05%
Local Institution
43.318.000
2,29%
Local Institution
33.458.000
1,77%
PT Taspen
Local Institution
28.282.500
1,50%
PT Prudential Life Assurance
Local Institution
27.557.500
1,46%
6
Citibank Singapore S/A CTSL A/C AIGIF-AABF
Foreign Institution
24.401.000
1,29%
7
FORTIS EKUITAS
Local Institution
21.143.500
1,12%
8
Reksa Dana Schroder Dana Prestasi Plus
Local Institution
13.500.000
0,71%
9
TRIM KAPITAL
Local Institution
11.102.500
0,59%
10
AVRIST - LINK AGRESSIVE (EQ) IDR FUND
Local Institution
11
Publik Lainnya
TOTAL
10.868.000
0,58%
409.151.500
21,64%
1.890.000.000
100,00%
LAPORAN TAHUNAN 2009
13
Ikhtisar Kegiatan Penting 2009
2009 Event Highlights
10 Jan – resmi ditandangani kesepakatan
Jan 10 - Officially signed Colletive Labour
bersama yang bernama Perjanjian Kerja Bersama
Agreement among six companies in Sumatra and
(PKB) antara 6 PT di Sumatera dengan serikat
its labour unions.
pekerjanya.
9 Feb – Self Assesment terhadap Prinsip dan
Feb 9 - Conducted Self Assessment on RSPO
Kriteria RSPO di kebun dan Pabrik Kelapa Sawit
Principles and Criteria in an oil palm estate and
di Sumatera.
mill in Sumatra.
17 Feb – sebagai salah satu upaya CSR
Feb 17 - As part of its CSR program, Putera
Perseroan, Putera Sampoerna Foundation
Sampoerna Foundation signed a cooperation
tandantangan perjanjian kerja sama dengan
agreement with OKI Regent in the field of
Bupati OKI dalam bidang peningkatan
education improvement.
pendidikan.
18 Feb – training ISO 9001:2008 di wilayah
Feb 18 - Carried out ISO 9001:2008 training in
Sumatera yang merupakan ISO 9001 versi
Sumatra area, using the latest ISO 9001 version.
terbaru.
19-21 Feb – training OHSAS 18001:2007 di
Feb 19-21 - Provided OHSAS 18001:2007
wilayah Sumatera.
training in Sumatra region.
15 Mei – peresmian Kernel Crushing Plant (KCP)
May 15 - Inauguration of a Kernel Crushing Plant
berkapasitas 150 ton/hari yang berlokasi di
with 150 ton/day capacity located in Sumatra.
Sumatera.
14
ANNUAL REPORT 2009
18 Jun – Sampoerna Agro menyelenggarakan
Jun 18 - Sampoerna Agro held its Annual
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
General Meeting of Shareholders (AGM).
(RUPST).
29-30 Jul – Workshop Best Management Practice
Jul 29-30 - Best Management Practice (BMP)
(BMP). Setelah ini, PT. Sampoerna Agro mulai
Workshop. After which, Sampoerna Agro began
merencanakan dan mengimplementasikan BMP
planning and implementing BMP in Sumatra
di kebun wilayah Sumatera.
region estates.
13-15 Agu – Pelatihan Petani Tentang
Aug 13-15 - Training on the development of
Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit
sustainable oil palm plantation for Bina Sejahtera
Berkelanjutan untuk KUD Bina Sejahtera dan
and Surya Adi cooperatives was a joint event
KUD Surya Adi merupakan kerjasama antara
held by RSPO Indonesia Liaison Office (RILO),
RSPO Indonesia Liason Office (RILO), Direktorat
Directorate of Plantation, WWF and Sampoerna
Jenderal Perkebunan, WWF, dan Sampoerna
Agro for plasma farmers in Indonesia.
Agro untuk petani plasma Indonesia.
3 Des – Sampoerna Agro berpartisipasi dalam
Dec 3 - Sampoerna Agro Participated in an
acara BEI berjudul Investor Summit dengan
investor summit held by IDX through a public
melakukan Paparan Publik kepada masyarakat.
expose.
LAPORAN TAHUNAN 2009
15
Penghargaan dan
Sertifikasi 2009
2009 Awards and Certifications
28 Jan - Menerima penghargaan
14 Mar – Sampoerna Agro
19 Mei - Menerima penghargaan
pembina tenaga kerja perempuan
menerima penghargaan dari
PROPER peringkat biru dalam
terbaik tingkat kabupaten oleh
Agrinex sebagai sponsor.
bidang lingkungan dari Gubernur
Sumatera Selatan.
Bupati OKI, Sumatera Selatan.
Jan 28 - Awarded on best female
Mar 14 - Sampoerna Agro accepted
May 19 - Received the PROPER
worker coaching at regency level by
the appreciation from Agrinex as
blue rate award in the field of
OKI Regent, South Sumatra.
the sponsor.
environment from the Governor of
South Sumatra.
23 Jul - Menerima penghargaan
9 Des - Sampoerna Agro sebagai
12 Des - Sebuah anak perusahaan
sebagai “Best Listed Company
nominasi dari “Investasi Asing
menerima “Best Perkebunan
in Agriculture sector” oleh Bisnis
Terbaik tahun 2009 Award” oleh
Plasma” dari Departemen Pertanian
Indonesia.
Badan Koordinasi Penanaman
Indonesia.
Modal (BKPM).
Jul 23 - Awarded as “Best Listed
9 Dec – Sampoerna Agro was a
12 Dec - A company subsidiary re-
Company in Agriculture sector” by
nominee of “Best Foreign Invest-
ceived “Best Plasma Estates” from
Bisnis Indonesia.
ment in 2009 Award” by Capital
Ministry of Agriculture of Indonesia
Investment Coordinating Board
(BKPM).
16
ANNUAL REPORT 2009
Struktur Kelompok Usaha
Sampoerna Agro
Sampoerna Agro Group Structure
Sampoerna Agri Resources
Others < 5%
67,05%
32,95%
Sampoerna Agro
Sumatera
Sawit Selatan
99,69%
Tania Binatama
Kalimantan
& Jakarta
Palma Agro*
100,00%
99,67%
Sungai Rangit
95,00%
Selatanjaya Permai
99,91%
Sampoerna Bio Fuels
99,99%
Sungai Menang
99,91%
Pertiwi Lenggara Agromas 99,99%
Telaga Hikmah
99,45%
Usaha Agro Indonesia 99,99%
Aek Tarum
99,00%
Mutiara Bunda Jaya
99,38%
Gunung Tua Abadi
99,86%
Binasawit Makmur
99,00%
Lanang Agro Bersatu
99,90%
*) Palma Agro telah dibubarkan pada tanggal 2 Oktober 2009
Palma Agro was dissolved on October 2, 2009
LAPORAN TAHUNAN 2009
17
Sampoerna Agro memiliki akar
budaya dan tradisi yang dalam
terbentuk selama puluhan tahun,
melalui Kelompok Usaha Sampoerna,
yang memberikan keseimbangan
bagi perkembangan usahanya baik
saat ini maupun di masa depan
Sampoerna Agro has a deeply rooted
tradition an culture built over many
decades, through Sampoerna Group,
that provide the balance to its business
developments today as well as
tommorow
LAPORAN DEWAN KOMISARIS
BOARD OF COMMISSIONERS’ REPORT
Pada tahun 2009, Sampoerna Agro mengalami kemajuan signifikan dalam upayanya
mengintegrasikan perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawitnya di wilayah
Sumatera dan Kalimantan. Hal ini dilakukan beriringan dengan upaya untuk tetap
mempertahankan pertumbuhan dan profitabilitas di tengah kondisi tahun 2009 yang
penuh tantangan.
In 2009, Sampoerna Agro achieved significant progress in the integration of its palm oil
plantation companies operating in Sumatra and Kalimantan regions. This was done on
top of maintaining growth and profitability despite the challenging conditions of 2009.
Para Pemegang Saham Yang Terhormat,
Dear Shareholders,
Anda mungkin ingat bahwa pada tahun 2008 kita mengalami
suatu kenaikan harga CPO yang sangat luar biasa di Pasar MDEX,
Malaysia mencapai lebih dari MYR4.200 per ton, yang kemudian
merosot hingga sekitar MYR1.400 di bulan November 2008 dan
ditutup di sekitar MYR1.630 di akhir tahun. Kendati harga CPO
mulai pulih kembali pada tahun 2009, prosesnya relatif bertahap
dan berakhir pada kisaran MYR2.590 di akhir tahun. Secara umum
harga rata-rata CPO untuk tahun 2009 adalah sekitar MYR2.261,
atau sekitar 21% lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
You may recall that in 2008 we experienced the phenomenal
rise of CPO price in MDEX, Malaysian Market to an
unprecedented level of more than MYR4,200 per tonne,
which then declined to about MYR1,400 in November 2008
and closed at about MYR1,630 by year-end. Although CPO
price began to recover in 2009, it was a relatively gradual
process which closed at about MYR2,590 by year-end. In
general average CPO price in 2009 was about MYR2,261, or
about 21% lower than the previous year.
Bagi banyak orang, saat itu bagaimanapun juga merupakan
situasi yang penuh tantangan bagi industri kelapa sawit secara
umum. Konsekuensinya, Sampoerna Agro mengambil langkahlangkah konsolidasi di awal tahun guna mempersiapkan diri
untuk menghadapi apa yang kami perkirakan sebagai tahun
dengan tantangan besar – terutama dengan jatuhnya hargaharga komoditas dan semakin merapatnya bayangan suatu resesi
ekonomi global.
To many, it was by all accounts a challenging situation for
the palm oil industry at large. Consequently, Sampoerna
Agro took consolidatory measures at the start of the year
to prepare for what we expect to be a very challenging
year – especially with falling commodity prices and a global
economic recession looming large.
Kendati demikian, dari hasil perkembangan di bulan-bulan
berikutnya, kami merasa patut bersyukur atas hasil usaha kami
di tahun 2009. Beberapa perkembangan yang terjadi justru
menguntungkan kami.
However, as events unfolded in the following months, we
have every reason to be thankful for the outcome of our
business in 2009. There were several developments that
worked in our favour.
Pertama, perekonomian Indonesia secara umum terselamatkan
dari imbas terburuk krisis keuangan global dan resesi yang
membuntutinya tersebut. Sementara perekonomian di sebagian
besar dunia mengalami perkembangan negatif pada tahun 2009,
PDB Indonesia justru tumbuh secara moderat. Sementara itu,
Rupiah menguat terhadap Dolar AS, tarif dasar suku bunga turun
secara signifikan, dan laju inflasi turun ke tingkat terendah dalam
satu dekade ini.
Firstly, the Indonesian economy was largely spared from
the worst effects of the global financial crisis and ensuing
recession. While many economies around the world suffered
negative growth in 2009, Indonesia’s GDP grew moderately.
Meanwhile, the Indonesian Rupiah appreciated against the
US dollar, prime interest rate declined markedly, and inflation
rate fell to its lowest level in a decade.
20
ANNUAL REPORT 2009
Michael Sampoerna
MICHAEL
SAMPOERNA
Komisaris
Utama
Komisaris
Utama
President
Commissioner
President Commissioner
Kedua, meskipun terjadi resesi ekonomi global pada tahun
2009, pasar domestik Indonesia tetap kuat sepanjang tahun itu.
Bahkan kontributor utama dalam pertumbuhan PDB pada tahun
2009 terkait erat dengan tingkat konsumsi domestik yang tinggi
termasuk tingkat konsumsi domestik minyak sawit mentahnya
yang seakan anti-resesi.
Secondly, despite the global economic recession in 2009,
Indonesia’s domestic market remained robust throughout.
In fact a major contributor to its GDP growth in 2009 was
attributed to high domestic consumption that includes a
resilient domestic consumption of crude palm oil.
Terakhir namun tak kalah penting, kita diberkati dengan cuaca
yang relatif baik sepanjang tahun 2009. Ada beberapa saat curah
hujan memang lebih tinggi dari biasanya di perkebunan kami
di Sumatera Selatan sepanjang triwulan pertama, tetapi pada
umumnya cuaca kondusif untuk penanaman kelapa sawit.
Last but not least, we were blessed with relatively good
weather in 2009. There was a brief moment of higher than
normal rainfall that occurred in our South Sumatra estates
during the first quarter but in general, the weather was largely
conducive for palm cultivation.
Kondisi-kondisi ini memungkinkan Sampoerna Agro untuk
tetap pada tujuannya dan berfokus pada sasaran-sasaran
pengembangan jangka panjangnya yang berkelanjutan. Laba
bersih tahunan kami turun dari Rp439,5 milyar pada tahun 2008
ke Rp281,8 milyar pada tahun 2009 sebagai akibat dari harga
rata-rata penjualan produk kelapa sawit yang lebih rendah.
Meskipun demikian, hasil operasi kami sejalan dengan anggaran
Perusahaan untuk tahun 2009, yang disusun secara konservatif
mengingat kondisi yang berlaku pada akhir tahun 2008. Penilaian
konservatif kami atas kondisi pasar tahun 2009 terbukti tepat,
walaupun tentunya kami senang dengan pulihnya pasar yang lebih
cepat dari perkiraan.
These conditions enabled Sampoerna Agro to remain on track
and focused on sustainable, long-term development goals. Our
net profit declined year-on-year from Rp439.5 billion in 2008 to
Rp281.8 billion in 2009 as a result of lower average selling price
of palm products. Nonetheless, our results of operations were
in line with the Company’s budget for 2009, which was drawn
conservatively due to prevailing conditions at year-end 2008.
Our conservative assessments of market conditions for 2009
had proved correct, although we were obviously pleased that
the market rebounded much sooner than expected.
Dewan Komisaris menilai kinerja Manajemen sudah lebih dari
cukup pada tahun 2009 mengingat kondisi penuh tantangan
yang terjadi saat itu, dan kami percaya atas kepemimpinan dan
pengelolaan mereka atas Perusahaan.
The Board of Commissioners deems the performance of
Management in 2009 to be more than adequate in light of the
challenging conditions, and we express our confidence in their
leadership and management of the Company.
Baik, Hijau dan Berkembang
Good, Green and Growing
Sampoerna Agro akan tetap berfokus guna mencapai
pertumbuhan jangka panjang yang stabil dan berkelanjutan.
Pengintegrasian yang lebih luas dari kelima perkebunan
kelapa sawit kami telah memberikan pijakan lebih kokoh untuk
pemanfaatan aset dan sumber daya kami secara lebih optimal,
sebagaimana terlihat dari produktivitas kami yang meningkat pada
dua tahun terakhir.
Sampoerna Agro remains focused on achieving stable
and sustainable growth over the long term. The increased
integration of our five operating oil palm estates has given us a
stronger platform by which to utilize our assets and resources
more optimally as can be seen from our growing productivity in
the last couple of years.
Di samping pengintegrasian dalam skala yang lebih luas,
kami juga terus mendapat manfaat dari salah satu struktur
perkebunan plasma yang paling efektif di Indonesia. Saat ini kami
bekerjasama dengan lebih dari 20.000 petani plasma dengan
tetap juga melibatkan masyarakat luas dalam program-program
pembangunan berkelanjutan yang menangani berbagai kebutuhan
sosial, ekonomi dan pendidikan mereka. Di tambah lagi, kami
sedang berupaya untuk mendapatkan sertifikasi RSPO untuk
salah satu perkebunan kelapa sawit kami, yang kemudian akan
kami ulangi prosesnya guna mendapat sertifikasi serupa untuk
perkebunan kami lainnya dalam waktu dekat.
In addition to greater integration, we continue to benefit
from one of the most effective plasma farming structures in
Indonesia. Currently we work closely with more than 20,000
plasma farmers while also engaging the broader communities in
sustainable development programs that address various social,
economical and educational needs of these communities. On
top of that, we are making the effort to have one of our oil
palm plantations RSPO certified, from which we will be able
to replicate the process to our other plantations for similar
certifications in the near future.
22
ANNUAL REPORT 2009
Kemajuan yang membesarkan hati yang dicapai di hampir
segala aspek usaha kami di tahun 2009 mendorong kami untuk
memilih tema “Baik, Hijau dan Berkembang” untuk laporan
tahunan 2009 kami. Kami meyakini bahwa usaha kami ‘baik ’ dan
menguntungkan bagi banyak pemangku kepentingan; bahwa
kami sepenuhnya sesuai dan sejalan dengan gerakan ‘hijau’
yang menyentuh persoalan perubahan iklim global; dan yang
lebih penting lagi, kami siap ‘bekembang’ baik dalam jangkauan
maupun skala dari perusahaan agro-industri kami di dalam dan di
luar usaha perkebunan kelapa sawit.
The encouraging progress that was achieved in virtually every
aspect of our business in 2009 has prompted us to select
the theme of our 2009 annual report: “Good, Green and
Growing.” We believe that our business is ‘good’ and beneficial
for many stakeholders; that we are also fully attuned and in
line with the ‘green’ movement that addresses global climate
change; and that more importantly, we are set to ‘growing’ the
scope and scale of our agro-industrial enterprise in and beyond
oil palm estates.
Kami mengukir sebuah tonggak sejarah pada tahun 2009 saat
memulai pekerjaan uji tuntas guna memperoleh perkebunan
sagu seluas 21.620 hektar di Riau. Langkah tersebut merupakan
bagian dari strategi jangka panjang Sampoerna Agro untuk
berkembang menjadi produsen terintegrasi karbohidrat,
protein dan minyak sayur, turunan dari berbagai produk agroindustri. Kami yakin bahwa, pada akhirnya, sebuah usaha yang
terdiversifikasi penuh di dalam sektor agro-industri menawarkan
kesempatan terbaik untuk terciptanya nilai tambah berjangka
panjang di suatu negara seperti Indonesia, dengan tanah luas
yang cocok untuk ditanami, iklim ideal, populasi yang besar dan
ekonomi yang sedang berkembang.
A milestone was marked in 2009 as we began due diligence
work to acquire a 21,620 hectare sago plantation in Riau.
Maju dengan Bijaksana dan Bertanggung-jawab
Progressing Prudently and Responsibly
Sekalipun kemajuan yang kami alami membesarkan hati, kami
tetap berakar pada nilai-nilai kelompok usaha Sampoerna yang
sudah teruji dan terbukti. Lebih dari segalanya, Kelompok Usaha
ini menghargai amanah yang diberikan dan hubungan yang
terjalin antara Sampoerna dan para pemangku kepentingannya.
Satu-satunya cara supaya kami dapat menjaga amanah para
pemangku kepentingan adalah dengan menjalankan usaha kami
dengan bijaksana dan bertanggung-jawab. Di Sampoerna Agro,
kami memastikan hal ini antara lain melalui tata kelola perusahaan
yang baik (Good Corporate Governance), sistem pengendalian
yang memadai, praktik-praktik manajemen risiko dan audit yang
setepat-tepatnya, dan yang terakhir namun tak kalah penting,
pengawasan manajemen oleh Dewan Komisaris.
Notwithstanding our encouraging progress, we remain rooted
to the well-tested and proven values of the Sampoerna
business group. More than anything else, the Group values the
trust and relationship that exist between Sampoerna and its
stakeholders. The only way that we can hold on to the trust of
our stakeholders is to undertake our business prudently and
responsibly. At Sampoerna Agro, we ensure this among
other things through good corporate governance, adequate
checks and balances, rigorous risk management and audit
practices, and last but not least, management oversight by the
Board of Commissioners.
Sejak laporan tahunan kami yang terakhir, kami terus memperkuat
struktur tata kelola perusahaan khususnya dalam hal pengawasan
internal maupun eksternal. Contohnya kami telah meningkatkan
peran Komite Audit.
Since our last annual report, we have continued to strengthen
our corporate governance structure particularly in the area of
internal and external control. For instance, we have enhanced
the roles of the Audit Committee.
Dalam hal itu, Bapak Arief T Surowidjojo sebagai Komisaris
Independen Perusahaan yang juga menjabat sebagai Ketua
Komite Audit, ialah seorang pengacara dan pembela kesetaraan
hak dan lingkungan terkemuka di Indonesia. Bapak Surowidjojo
juga diberi kepercayaan untuk mengawasi pengembangan
berkesinambungan dari kebijakan-kebijakan tata kelola perusahaan
dan implementasinya di Sampoerna Agro.
In that regard, Mr. Arief T. Surowidjojo as an Independent
Commissioner of the Company, in addition to serving as
Chairman of the Audit Committee, is an attorney-at-law and
a leading advocate on equal opportunity and environmental
issues in Indonesia. Mr Surowidjojo has also been entrusted to
oversee the continuing development of corporate governance
policies and their implementation within Sampoerna Agro.
The move is part of Sampoerna Agro’s long-term strategy to
grow into an integrated producer of carbohydrate, protein
and vegetable oil derivatives from a variety of agro-industrial
products. We believe that, ultimately, a fully diversified business
in the agro-industry sector offers the best long-term value
creation opportunity in a country such as Indonesia, with
its vast arable lands, ideal climate, large population and
growing economy.
LAPORAN TAHUNAN 2009
23
23
Dengan demikian, sebagai tambahan dari tugas-tugas beliau di
Komite Audit, beliau bertemu secara berkala dengan para anggota
dewan – Direktur dan Komisaris – untuk membahas kebijakan tata
kelola dan implementasinya.
Thus, in addition to his duties with the Audit Committee,
he meets regularly with board members – Directors and
Commissioners – to discuss governance policies and
implementation.
Perubahan dalam Jajaran Dewan
Changes to the Board
Tidak ada perubahan yang terjadi di dalam komposisi Dewan
Komisaris maupun Direksi sepanjang tahun 2009.
There were no changes to the composition of the Board of
Commissioners as well as the Board of Directors in 2009.
Dewan Komisaris terus mendukung langkah-langkah yang
diambil oleh Manajemen dalam menakhodai Perseroan melewati
masa-masa sulit di tahun 2009 dan dalam memetakan dengan
cermat arah Perusahaan untuk tahun 2010. Kami menghargai
semua upaya yang telah dilakukan oleh semua lini Manajemen
selama tahun terakhir ini dalam memberikan yang terbaik bagi
Perusahaan.
The Board of Commissioners continues to support the
initiatives taken by Management in steering the Company
through tough times in 2009, and as it continues to chart its
course carefully in 2010. We appreciate all the efforts put in by
all levels of Management during this past year in delivering the
very best for the Company.
Kami menghaturkan terima kasih yang sedalam-dalamnya
untuk amanah dan dukungan yang telah diberikan oleh seluruh
pemangku kepentingan, dan kami mengharapkan untuk tetap
bekerjasama erat dengan para pemangku kepentingan mengingat
kami terus berupaya mengukir prestasi agar kekuatan kami
diperhitungkan di dalam sektor agro-industri Indonesia yang
tumbuh pesat.
We remain grateful for the trust and support of our
stakeholders, and we look forward to working closely with
these stakeholders as we continue to make our mark as a force
to be reckoned with in the burgeoning agro-industrial sector of
Indonesia.
MICHAEL SAMPOERNA
Komisaris Utama
President Commissioner
24
ANNUAL REPORT 2009
Dewan Komisaris mendukung penuh program yang
dijalankan oleh Manajemen Perseroan, baik sebelum krisis
finansial global, maupun saat menghadapi kondisi pasar
yang penuh tantangan.
The Board of Commissioners fully supports the initiatives
taken by the Management of the Company both prior
to the global financial crisis and in the face of changing
market conditions.
LAPORAN TAHUNAN 2009
25
LAPORAN DIREKSI
BOARD OF DIRECTORS’ REPORT
Tahun 2009 merupakan masa penuh tantangan untuk industri kelapa sawit pada
umumnya, terutama ketika dibanding dengan tahun 2008 yang luar biasa dimana
harga rata-rata CPO yang diperdagangkan di MDEX Malaysia menyentuh rekor tertinggi
mencapai MYR2.864 per ton. Pada tahun 2009 harga rata-rata CPO mencapai
MYR2.261 per ton.
The year 2009 was a challenging one for the palm oil industry in general, especially
coming on the back of a stellar year in 2008 in which the average price for CPO traded in
MDEX Malaysia had reached a record high of MYR2,864 per tonne. In 2009, the average
price for CPO was MYR2,261 per tonne.
Para Pemangku Kepentingan Yang Terhormat,
Dear Stakeholders,
Besarnya perbedaan antara harga rata-rata CPO di 2009
dibanding 2008 membuat hampir tidak mungkin bagi Sampoerna
Agro untuk menjadikan pencapaian di tahun 2008 sebagai acuan
kinerja operasional untuk tahun 2009.
The huge disparity between the average prices of CPO in 2009
and 2008 made it almost impossible for Sampoerna Agro to
benchmark its 2009 operating results with those of 2008.
Total pendapatan konsolidasi dari penjualan kecambah, CPO dan
produk lain di tahun 2009 mencapai Rp1.815,6 miliar, turun 21%
dari Rp2.288,1 miliar di tahun 2008. Penurunan tersebut terutama
disebabkan karena terjadinya penurunan secara signifikan harga
jual rata-rata CPO karena melambatnya ekonomi global, dan juga
karena menurunnya volume penjualan CPO.
Total consolidated revenues from the sales of our seed, CPO
and other products amounted to 1,815.6 billion in 2009, a
decline of 21% from Rp2,288.1 billion in 2008. The decline was
primarily due to the significantly lower average selling price of
CPO following the global economic slowdown, as well as from
lower CPO sales volume.
Laba kami di tahun berjalan juga lebih rendah daripada tahun
2008, terutama disebabkan karena menurunnya pendapatan
konsolidasi yang menyebabkan penurunan marjin. Sampoerna
Agro mendapatkan laba bersih sebesar Rp281,8 miliar di tahun
2009, dibandingkan Rp439,5 miliar di tahun 2008. Hal ini
mencerminkan laba-per-saham sebesar Rp151 di 2009 sedangkan
di 2008 sebesar Rp236. Laba Bersih terhadap Jumlah Aset
mencapai 12,5% di 2009, sedangkan di 2008 20,4%, sedangkan
Laba Bersih terhadap Jumlah Ekuitas mencapai 16,0%, adapun di
tahun 2008 sebesar 28,3%.
Our profitability for the year under review was also lower than
that of 2008, mainly resulting from lower consolidated revenues
causing reduced margins. Sampoerna Agro achieved a net
profit of Rp281.8 billion 2009, compared to Rp439.5 billion in
2008. This translated into an earnings-per-share of Rp151 in
2009 versus Rp236 in 2008. Return on assets was 12.5% in
2009 against 20.4% in 2008, while return on equity was 16.0%
in comparison with 28.3% in 2008.
Sudah menjadi suatu kenyataan bahwa jatuhnya pasar CPO
di tahun 2009 telah mengakibatkan penurunan signifikan atas
hasil operasional kami pada tahun tersebut – terutama jika
dibandingkan dengan tahun 2008, yang merupakan tahun yang
benar-benar secara finansial menguntungkan, tidak hanya bagi
industri kelapa sawit tetapi juga bagi komoditas lainnya.
It is readily apparent that the generally bearish market for CPO
in 2009 has had a significant bearing on our operating results
for that year – especially when compared with our results for
2008, which was truly a financially rewarding year not only for
the palm oil industry but for many other commodities as well.
Bagaimanapun juga, dengan kondisi bahwa harga CPO sebagai
faktor tunggal yang paling memberikan pengaruh terhadap
menurunnya tingkat laba di tahun 2009, sangat sulit, jika tidak
mungkin, membandingkan kinerja keuangan kami di tahun 2009
However, with CPO price being the single most contributing
factor to lower profitability in 2009, it may well be that the
extraordinary condition of 2008 made it challenging, if not
impossible, to compare our financial performance in 2009
26
ANNUAL REPORT 2009
Ekadharmajanto Kasih
EKADHARMAJANTO KASIH
Direktur Utama
Direktur
Utama
President
Director
President Director
dengan tahun 2008. Maka untuk memperoleh perspektif yang
lebih baik terhadap kinerja kami di tahun 2009, akan menjadi lebih
bijak jika kita mengeluarkan faktor harga luar biasa di 2008 tadi,
dan membandingkan kinerja keuangan kami di 2009 dengan 2007
dimana harga CPO rata-rata mencapai sekitar MYR2.475 yang
masih 9,5% lebih tinggi dari harga rata-rata di 2009.
versus 2008. Thus in order to have a better perspective of our
performance in 2009, It would be more illustrative if we were to
take out the extraordinary price factor of 2008, and compared
our financial results in 2009 with those of 2007 whose
average CPO price was about MYR2,475, still 9.5% higher than
2009 average.
Dari perbandingan ini, jumlah penjualan kami tumbuh sebesar 13%
sedangkan laba bersih naik sebesar 31%. Pertumbuhan rata-rata
tersebut konsisten dengan pertumbuhan rata-rata tahunan dari
penjualan dan laba yang telah kami nikmati sejak 2005 – kecuali
tahun 2008, yang merupakan tahun yang luar biasa.
From this comparison, our total revenue increased by 13%
while net income rose by 31%. These growth rates are
consistent with the annual growth rates of our sales and
profitability that we have enjoyed since 2005 - with the
exception of 2008, which was a spike year.
Lebih penting lagi, jika kita memasukkan faktor membaiknya
kembali harga CPO yang cenderung terus meningkat sejak turun
di akhir tahun 2008, kami dapat berharap bahwa Sampoerna Agro
akan mampu memelihara tingkat pertumbuhan yang konsisten di
tahun 2010.
More importantly, if we factor in the continued recovery of the
CPO price that has been on an increasing trend versus its lows
at year-end 2008, we can reasonably expect that Sampoerna
Agro will be able to sustain a consistent level of growth in 2010.
Menurunnya Hasil di 2009 Sejalan dengan industri
Lower Output in 2009 in-line with industry
Menurut Malaysian Palm Oil Board (MPOB), jumlah produksi CPO
di 2009 mencapai rata-rata 17,57 juta ton, turun sekitar 0,9% dari
tahun sebelumnya. Seiring dengan Malaysia, produksi Tandan
Buah Segar (TBS) Perseroan menurun dari 1,23 juta ton di 2008
menjadi 1,20 juta ton di 2009. Penurunan tersebut berdampak
pada turunnya produksi CPO sebesar 0,5% dari tahun 2008 yang
mencapai 265,47 ribu metrik ton menjadi 264,16 ribu metrik ton di
2009.
According to Malaysian Palm Oil Board (MPOB), its total CPO
production in 2009 amounted to approximately 17.57 million
tones, a decline of about 0.9% over the previous year. In
line with Malaysia, our production of Fresh Fruit Bunch (FFB)
declined from 1.23 million tonnes in 2008 to 1.20 million tonnes
in 2009. This reduction affected our CPO output which fell
0.5% year-on-year from 265.47 thousand metric tonnes in
2008 to 264.16 thousand metric tonnes in 2009.
Selanjutnya, produksi kecambah kami juga menurun sebagai
akibat dari menurunnya permintaan karena ketidakpastian yang
disebabkan oleh melambatnya ekonomi global yang diikuti
pengetatan kredit oleh perbankan nasional. Bagaimanapun,
karena kecambah kami dibuat atas pesanan (made-to-order) dan
kami telah mengantisipasi bahwa 2009 akan menjadi tahun yang
sangat menantang, kami telah mengurangi target produksi kami
yang mencerminkan kondisi yang berlaku. Sebagai hasilnya, hasil
produksi kami sesuai dengan target produksi yang ditetapkan.
Additionally, production of our germinated seeds also suffered
as a result of falling demand due to uncertainties caused
by the global economic slowdown followed by considerably
tightened credit market among banks nationally. However,
since our germinated seeds are made-to-order and we had
anticipated that 2009 would be an extremely challenging year,
we had scaled down our production target to reflect prevailing
conditions. As a result, our production output was at par with
the production target.
Lebih penting lagi, kami mampu mengintegrasikan dengan lebih
baik diantara berbagai lini operasi dari R&D hingga pembibitan,
penanaman, pemeliharaan, pemanenan, pemprosesan dan
penjualan. Efisiensi biaya yang diperoleh dari integrasi tersebut,
telah membantu menutup beberapa kerugian pendapatan
atas menurunnya penjualan. Kami berharap bahwa selagi kami
membangun integrasi kami lebih lanjut, kami dapat memanfaatkan
produktivitas lebih baik dan pertumbuhan sejalan dengan kondisi
pasar yang membaik.
More importantly, we were able to harness greater integration
among our various operations from R&D to seedling, planting,
cultivating, harvesting, milling and selling. The cost efficiency
that was generated from this integration had helped offset
some of the loss of revenues from falling sales. We expect that
as we build our integration further, we will be able to harness
greater productivity and growth along with improving market conditions.
28
ANNUAL REPORT 2009
Tetap Siap untuk Pertumbuhan Jangka Panjang
Still Poised for Long-term Growth
Sampoerna Agro berada pada jalur yang benar dalam upayanya
untuk menjadi perusahaan agribisnis terkemuka yang menjaga
kepercayaan para pemangku kepentingannya dengan cara yang
bertanggung jawab dan akuntabel. Mengingat kondisi di tahun
2009 tidak kondusif bagi pertumbuhan maupun ekspansi bisnis
kelapa sawit kami, kami memperkecil belanja modal kami untuk
pengembangan penanaman kelapa sawit dengan penuh hati-hati,
dan lebih berfokus untuk memperkuat aset yang ada termasuk
bisnis kecambah kami di Sumatera, dan lebih dari 90.000
hektar perkebunan kelapa sawit yang berlokasi di Sumatera dan
Kalimantan, dari total area sekitar 200.000 hektar.
Sampoerna Agro remains on track in its quest to become a
leading agribusiness company that engages its stakeholders
in a responsible and accountable manner. While conditions in
2009 were not conducive for growth or expansion of our palm
oil business, we scaled down our capital expenditure on new
oil palm plantation development prudently, and instead focused
our attention on strengthening or improving existing assets that
include our seed business in Sumatra, and more than 90,000
hectares of oil palm estates located in Sumatra and Kalimantan,
out of a total land area of some 200,000 hectares.
Kami percaya bahwa integrasi terus menerus dalam operasi
tersebut, ditambah dengan kemajuan R&D kami dalam
pengembangan bibit unggul dan dalam praktik-praktik
lingkungan-bersahabat Good Agricultural Practices, memberikan
landasan yang ideal bagi Sampoerna Agro untuk tumbuh dan
berevolusi menjadi perusahaan berbasis sumber daya agro
terintegrasi dengan CPO sebagai produk utama, dan juga
kemampuan di masa depan untuk menghasilkan produk-produk
hilir bernilai tambah.
We believe that our continuing integration of these operations,
in addition to our advanced R&D in superior seed development
and in environmentally-friendly Good Agricultural Practices,
provide the ideal platform for Sampoerna Agro to grow and
evolve into a highly integrated agro resource based company
with CPO as its mainstay product, as well as a future ability to
generate value-added downstream products.
CPO tersebut, selain minyak sawit mentah merupakan masa
depan Sampoerna Agro. Pengalaman kami dengan harga minyak
sawit mentah yang harganya bergejolak di 2008 dan 2009
mengingatkan akan risiko perkebunan dengan tanaman tunggal.
Kami percaya bahwa, walaupun kelapa sawit sendiri memiliki
potensi pertumbuhan yang kuat untuk jangka panjang, Sampoerna
Agro akan berada dalam posisi yang lebih kuat seandainya kita
memiliki perpaduan seimbang dari hard crop dan cash crop. Jenis
tanaman yang akan dipertimbangkan dapat dikategorikan sebagai
CPO Crops (“Carbohydrate, Protein and Oil Crops”).
These CPO other than crude palm oil constitute the longterm future of Sampoerna Agro. Our experience with the high
volatility of crude palm oil price in 2008 and 2009 underscores
the risk of a single-crop plantation. We believe that, although
palm oil in and of itself has strong long-term growth potential,
Sampoerna Agro will be in an even stronger position if we were
to have a more balanced mix of hard crop and cash crop. The
type of crops that would be considered could be categorized
as CPO Crops (“Carbohydrate, Protein and Oil Crops”).
Atas dasar pemikiran tersebut, kami berinisiatif melakukan suatu
proses uji tuntas untuk mengakuisisi secara strategis perkebunan
sagu di tahun 2009. Perkebunan seluas 21,620 hektar tersebut
yang berlokasi di Kepulauan Meranti, Riau, adalah perkebunan
sagu murni dengan beberapa area yang akan menghasilkan di
tahun 2009. Pohon sagu pada umumnya mencapai 10 tahun
untuk matang. Kaya akan karbohidrat, sagu merupakan produk
makanan pokok yang dikonsumsi di beberapa daerah di Indonesia
sebagai pengganti beras. Proses akuisisi tersebut akan selesai di
pertengahan pertama tahun 2010. Inisiatif ini menandai langkah
konkrit pertama Sampoerna Agro menuju pembangunan portofolio
perkebunan industri agro yang terdiversifikasi.
With that in mind, we had initiated an intensive due diligence
process for a strategic acquisition of a Sago plantation estate
in 2009. The 21,620 hectare estate, situated in Kepulauan
Meranti, Riau, is a pure Sago estate with some area that
came into maturity in 2009. Sago palms generally takes about
10 years to mature. Rich in carbohydrates, Sago is a staple
food product that is consumed in some parts of Indonesia
as a substitute for rice. The acquisition process should be
completed within the first half of 2010. This initiative marks
Sampoerna Agro’s first concrete step towards building a
diversified agro-industrial estate portfolio.
LAPORAN TAHUNAN 2009
29
Hasil Segmen Bisnis Utama
Results by Main Business Segments
Hingga akhir tahun 2009, bisnis kami dibagi menjadi tiga segmen
utama, yaitu (i) produksi kecambah dan kegiatan R&D, (ii)
perkebunan kelapa sawit di Sumatera, dan (iii) perkebuanan kelapa
sawit di Kalimantan.
As of year-end 2009, our business is divided into three main
segments. They are (i) the germinated seed production and
R&D activities, (ii) the Sumatra oil palm estates, and (iii) the
Kalimantan oil palm estates.
Kegiatan Pembibitan dan R&D
Seed and R&D Activities
Kemampuan pembibitan kecambah dan R&D yang maju dapat
meningkatkan daya saing suatu perkebunan dimana ketersediaan
bibit unggul secara signifikan meningkatkan kemampuan daya
hidup tanaman, tingkat produksi yang lebih tinggi yang pada
gilirannya meningkatkan produktivitas dalam jangka panjang.
Kegiatan pembibitan dan R&D kami dilakukan oleh PT Binasawit
Makmur(BSM), dimana sejak 1994 telah berevolusi menjadi
pusat agronomi R&D dengan cakupan luas dan menjadi satu
diantara delapan produsen kecambah kelapa sawit di Indonesia.
Memanfaatkan jaringan yang luas diantara pusat-pusat pembibitan
kelapa sawit internasional, BSM memiliki kumpulan bibit induk
yang memungkinkan volume produksinya untuk berkembang
dengan pesat selama bertahun-tahun.
An advanced seed-germination and R&D capabilities can
greatly increase the competitiveness of a plantation whereby
the availability of superior seeds significantly increases plant
survivability, produces greater yields, and thereby enhances
long-term productivity. Our seed and R&D activities are
undertaken by PT Binasawit Makmur(BSM), which since 1994
has evolved to become a broad-based agronomics R&D center
and one of the eight producers of oil palm seeds in Indonesia.
Owing to its extensive network among international palm seed
breeding centers, BSM has a broad range of parental stock
that has enabled it to grow its production volume rapidly over
the years.
Di tahun 2009, produksi kecambah BSM berkurang hampir
74% bibit dari tahun sebelumnya. Penurunan produksi di 2009
merefleksikan penurunan ekspansi kelapa sawit yang terjadi
di industri dalam tahun tersebut. Walaupun terjadi penurunan
dalam volume penjualan, harga penjualan rata-rata bagi enam
varietas kecambah BSM di tahun 2009 dapat meningkat hampir
29% mencapai Rp6.700 per kecambah dibanding Rp5.200 per
kecambah di tahun 2008.
In 2009, BSM produced approximately 74% less seeds than
the previous year. The production drop in 2009 was a reflection
of the overall decline of oil palm expansion happening in the
industry during the year. Despite the drop in sales volume,
the average selling price for BSM six seed varieties in 2009
managed to increase by approximately 29% to Rp6,700 per
seed compared to Rp5,200 per seed in 2008.
BSM mengelola lebih dari 540 hektar kebun bibit di Sumatra
Selatan, yang memungkinkannya untuk menghasilkan bibit
dengan produktivitas tinggi dengan harga premium di pasar. Hal
ini membuat BSM memberikan kontribusi signifikan terhadap
pendapatan dan laba Sampoerna Agro, selain itu, memberikan
dukungan R&D penting yang mendorong kesinambungan bisnis
kelapa sawit dan juga perkembangan agro-industri kami kedepan.
BSM manages more than 540 hectares of seed garden in
South Sumatra, enabling it to produce the high-yielding palm
seeds that command premium prices in the market. This
has enabled BSM to make a significant contribution to the
Sampoerna Agro’s revenues as well as profitability, in addition
to providing critical R&D support that drives our sustainable
palm business as well as agro-industry development forward.
Perkebunan Sumatera
Sumatra Estates
Bersama dengan perkebunan plasma dibawah bimbingan kami,
perkebunan kelapa sawit kami di Sumatera Selatan memiliki luas
kira-kira 75.000 hektar, yang terdiri dari beberapa perkebunan
menghasilkan dalam tahap puncak produksi. Perkebunan tersebut
dikelola oleh PT Samporna Agro Tbk. dan empat anak perusahaan
operasional lainnya, yaitu PT Telaga Hikmah, PT Aek Tarum, PT
Mutiara Bunda Jaya dan PT Gunung Tua Abadi.
Together with plasma estates under our guidance, our
oil palm estates in South Sumatra extend over an area of
approximately 75,000 hectares, which constitute some of our
most established and mature estates at their peak production
phase. These estates are managed by PT Sampoerna Agro
Tbk. and four other operating subsidiary companies, namely PT
Telaga Hikmah, PT Aek Tarum, PT Mutiara Bunda Jaya and PT
Gunung Tua Abadi.
Rata-rata, pohon-pohon matang kelapa sawit umumnya dapat
dipanen dari umur 4 sampai 25 tahun, dimana pada periode
antara delapan sampai sembilan belas tahun merupakan masamasa yang paling produktif. Perkebunan Sumatera kami memiliki
umur rata-rata 11 tahun.
On average, typical mature oil palm trees are harvestable from
the ages of 4-to-25 years, in which the period between eight
and nineteen years of age constitute the most productive years.
Our Sumatra estates have an average of 11 years.
30
ANNUAL REPORT 2009
Dari jumlah lahan kami di Sumatra Selatan yang lebih dari 150.000
hektar, kira-kira 75.000 hektar merupakan area tertanam kelapa
sawit, 180 hektar perkebunan karet, sedangkan sisanya sekitar
70.000 hektar merupakan lahan cadangan yang termasuk area
untuk tujuan spesifik seperti kebun bibit, pemeliharaan dan area
pelestarian lingkungan.
Of our total land area that exceeded 150,000 hectares in South
Sumatra, approximately 75,000 hectares are planted oil palm
estates, 180 hectares are rubber estates, while the remaining
70,000 hectares are held as land bank that includes areas
for specific purposes such as seed gardens, nurseries and
environmental preservation areas.
Keunggulan utama perkebunan kelapa sawit kami di Sumatera
Selatan adalah lokasinya yang berdampingan antara satu
dengan lainnya. Tidak satu perkebunanpun yang terletak lebih
jauh dari satu jam perjalanan dengan truk ke pabrik kelapa
sawit yang terletak di tengah-tengah kelompok perkebunan.
Hal ini menjadikannya ideal untuk pemanenan dan transportasi
TBS ke pabrik, gudang dan distribusi pupuk, serta berbagai
kegiatan logistik lainnya. Selain itu, kami memiliki satu lagi pabrik
kelapa sawit yang berlokasi strategis di area ini yang akan mulai
beroperasi di awal tahun 2010.
A major feature of our oil palm estates in South Sumatra is their
contiguous location with one another. No single estate is further
away than a one-hour drive by truck to our four palm oil mills
that are located in the center of the estate clusters. This makes
it ideal for harvesting and transporting FFB to mills, storage and
distribution of fertilizers, as well as for various other logistical
activities. Additionally, we have one more strategically located
palm oil mill in the area to start operations in early 2010.
Dengan infrastruktur yang mapan dan tanaman kelapa sawit
pada puncak kematangan, perkebunan Sumatera Selatan kami
menghasilkan sekitar 84% dari jumlah produksi TBS Sampoerna
Agro di tahun 2009. Jumlah produksi TBS dari perkebunan
Sumatera Selatan mencapai sekitar 1,01 juta ton,sedangkan
jumlah produksi CPO mencapai sekitar 222 ribu ton. Hasil tersebut
masih lebih rendah dari tahun 2008, yang mencapai sekitar 1,08
juta ton TBS dan 233 ribu ton CPO. Rendemen minyak rata-rata
dan rendemen kernel rata-rata mencapai masing-masing 22,0%
dan 5,2%, di 2009, dibandingkan 21,6% dan 5,8% di 2008.
With well-established infrastructure and peak maturing palms,
our South Sumatra estates accounted for approximately
84% of Sampoerna’s total FFB production in 2009. Total FFB
production from our Sumatra estates reached approximately
1.01 million tonnes, while total production of CPO amounted to
approximately 222 thousand tonnes. Again, these outputs were
lower than those of 2008, which registered 1.08 million tonnes
of FFB and 233 thousand tonnes of CPO. Oil extraction rates
and kernel extraction rates were 22.0% and 5.2%, respectively,
in 2009, compared to 21.6% and 5.8% in 2008.
Perkebunan Kalimantan
Kalimantan Estates
Perkebunan Sampoerna Agro di Kalimantan Tengah terutama
terdiri dari perkebunan-perkebunan yang sebelumnya terabaikan
dan telah diperbaiki dan direhabilitasi kembali, selain dari
beberapa pengembangan perkebunan kelapa sawit lainnya yang
telah dilakukan sejak tahun 2006. Hingga akhir tahun 2009,
PT Sungai Rangit secara aktif mengelola hampir 12.500 hektar
perkebunan kelapa sawit yang sudah menghasilkan. Sedangkan
dua anak perusahaan lainnya masih dalam tahap pengembangan
perkebunan kelapa sawit, termasuk pekerjaan awal dalam
pengembangan beberapa area pembibitan kelapa sawit, dan
7.000 hektar yang baru ditanam dan belum akan menghasilkan
hingga dua atau tiga tahun mendatang.
Sampoerna Agro’s oil palm estates in Central Kalimantan
comprise mainly of previously neglected estates that have
been revived and rehabilitated, in addition to several new oil
palm estate developments that have been in progress since
2006. As at year-end 2009, PT Sungai Rangit actively managed
approximately 12,500 hectares of mature oil palm estates.
While two other subsidiaries were still in the stage of developing
oil palm estates, including initial works on the development of
some palm seedlings and nursery areas, and a further 7,000
hectares of recently planted areas that are not expected to
begin yielding for another two or three years.
Jika operasional di Sumatera difokuskan pada penanganan
masalah pengintegrasian diantara lima anak perusahaan yang
beroperasi; masalah utama untuk operasional di Kalimantan adalah
meningkatkan tingkat kualitas dan produktivitas perkebunan
supaya sesuai target dengan standar praktik terbaik setelah
bertahun-tahun terabaikan dan beroperasi dibawah target.
While operations in Sumatra mainly deal with integrative issues
between and among the five operating subsidiaries; the main
issue for our Kalimantan operations is on bringing up the level
of quality and productivity of the producing estates at par with
best-practice standards after years of neglect and subpar operations
LAPORAN TAHUNAN 2009
31
Selain dari profil kematangan usia, upaya-upaya pemeliharaan ini
telah memberikan hasil yang nyata selama ini. Jumlah produksi
TBS dari perkebunan Kalimantan Tengah mencapai 193.276 ton
di 2009, dibanding 150.950 ton di 2008. Hasil panen per hektar
di Kalimantan terus meningkat dengan signifikan karena upaya
perbaikan yang terus menerus dilakukan. Hasil panen tersebut
telah meningkat dari tahun-ke-tahun dengan tingkat rata-rata 6,4
ton per hektar di 2005, 8,7 ton di 2006 hingga 10,1 ton di 2007,
12,3 ton di 2008, dan 15,3 ton di 2009.
In addition to maturing age profile, these upkeeping efforts have
produced tangible results so far. Total FFB production out of
Central Kalimantan estates reached 193,276 tonnes in 2009,
compared to 150,950 tonnes in 2008. Yield per hectare in
Kalimantan continued to improve significantly as our upkeeping
efforts continued. These yields have improved year-on-year
from an average of 6.4 tonnes per hectare in 2005, 8.7 tonnes
per hectare in 2006 to 10.1 tonnes in 2007, 12.3 tonnes in
2008, and 15.3 tonnes in 2009.
Peningkatan kapasitas pabrik kelapa sawit di Sungai Rangit yang
dilakukan belum lama ini, yang selama ini dapat memproses
75 ton TBS per jam juga berperan penting dalam menaikkan
kapasitas produksi CPO dan rendemen di 2009. Konstruksi
fasilitas jetty baru dan tangki penyimpanan CPO 2.000 ton di
lokasi ini yang telah selesai di tahun 2009, memberikan fasilitas
infrastruktur perkebunan terhadap standar praktik terbaik.
The recent upgrade of the palm oil mill at Sungai Rangit, which
has since been able to process 75-tonne of FFB per hour was
Terus Fokus Pada Masyarakat, Kelestarian dan Tata
Kelola Perusahaan
Continued Focus on Community, Conservation and
Corporate Governance
Kami terus menempatkan perhatian utama dalam membantu
dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dimana kami
hidup dan bekerja, dan juga memelihara alam yang menopang
pertumbuhan dan perkembangan kami terus ke masa depan.
Secara persentase, perkebunan Sumatra Selatan kami merupakan
pembina perkebunan plasma terbesar diantara perusahaan
terbuka yang ada di Indonesia, sedangkan operasional kami di
Kalimantan Tengah menjalankan beberapa program sosial dan
lingkungan terbaik di industri hingga kini.
We continue to place a strong emphasis on helping and
increasing the welfare of the communities in which we live and
work, as well preserving the nature that sustains our growth
and development well into the future. Percentage wise, our
South Sumatra estates maintain the largest plasma-farming
establishment of any publicly listed companies in Indonesia,
while our Central Kalimantan operations undertake some of the
best social and environmental programmes in the industry to
date.
Pengembangan perkebunan baru mengikuti pedoman yang ketat
dalam keamanan dan konservasi lingkungan. Porsi yang cukup
banyak dari cadangan lahan kami dijaga dalam kondisi yang murni
untuk menjaga keanekaragaman hayati. Area penyimpanan air
teridentifikasi dan terpelihara sebagaimana mestinya untuk tujuan
tersebut – guna penampungan dan pemeliharaan air secara
alamiah tanpa meningkatkan risiko bencana banjir dan juga
menjaga tanah sekitar agar cukup lembab dan bertahan. Tanpa
perlu dikatakan lagi, kami melakukan praktik zero-burning untuk
pembukaan lahan, dan menggunakan agen-agen biologis yang
aman untuk mengatasi hama.
New plantation developments follow strict guidelines on
environmental safety and conservation. A considerable portion
of our land banks are kept in their pristine condition in order
to retain bio-diversity. Water retention areas are identified and
kept as is for just such a purpose – to catch and retain water
naturally without increasing the risks of harmful floods as well
as keeping the surrounding soil sufficiently moist and arable.
Needless to say, we practice zero-burning for land clearing, and
use safety-recommended biological agents for pest control.
Sampoerna Agro telah memperoleh sertifikasi ISO dalam
manajemen lingkungan untuk hampir semua perkebunannya
dan telah memulai upayanya untuk memperoleh sertifikasi RSPO
sebagai bagian dari rencana besar kami untuk melaksanakan
praktik-praktik terbaik dalam operasi perkebunan kelapa sawit
berkelanjutan dan bersahabat dengan lingkungan.
Sampoerna Agro has achieved ISO certifications on
environmental management for most of its estates and has
begun putting effort whose goal is to obtain RSPO certification
as part of our grand plan to have best-practice management
in sustainable and environmentally-friendly oil palm estate
operations.
32
ANNUAL REPORT 2009
also instrumental in bringing up both CPO production capacity
and OER in 2009. The construction of a new jetty facility and an
on-site 2,000-tonne CPO storage tank was also completed in
2009, bringing the estate’s infrastructure facilities towards bestpractice standards.
Baik fokus kesejahteraan masyarakat maupun lingkungan kami
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Tata Kelola
Perusahaan yang baik yang kami implementasikan secara ketat
di seluruh grup, karena kami membangun kepercayaan dan
itikad baik diantara pemangku kepentingan utama, sambil kami
juga memastikan kesinambungan usaha jangka panjang bagi
Sampoerna Agro.
Both our community welfare and environmental focus is an
integral part of Good Corporate Governance that we implement
rigorously across the Group, as we build trust and goodwill
among our key stakeholders, while also ensuring long-term
sustainability for Sampoerna Agro.
Sejak tahun 2008, Perusahaan telah memperoleh manfaat
dari adanya komite pengawas, terutama Komite Audit, Komite
Nominasi dan Remunerasi, Komite Manajemen Risiko, dan Komite
Investasi dan Belanja Modal. Sejak terbentuknya, komite-komite
tersebut telah membantu Dewan Komisaris dalam memberikan
pendapat ahli dan saran yang bernilai dalam menimbang dampak
strategis atas keputusan penting dan aksi-aksi korporasi yang
dilakukan Perusahaan.
Since 2008, the Company has benefited from the services
of oversight committees, namely the Audit Committee,
the Nomination and Remuneration Committee, the Risk
Management Committee, and the Capital Expenditure and
Investment Committee. Since their formation, these committees
have helped the Board of Commissioners form expert opinions
and provide valuable advice for Management in weighing the
strategic implications of important decisions and corporate
actions.
Departemen Audit Internal kami bekerja dibawah supervisi
Komite Audit, menjadi pertahanan yang mendukung upaya
terus menerus dari Perusahaan untuk memelihara tata kelola
perusahaan yang baik.
Our Internal Audit Department, working under the supervision
of the Audit Committee, remains the bulwark of behind the
Company’s continuous efforts to maintain good governance.
Pelatihan dan Pengembangan Berkelanjutan
Continuous Training and Development
Selain memberikan penekanan yang kuat dalam kegiatan R&D,
Sampoerna Agro juga serius dalam pengembangan sumber daya
manusianya melalui program-program pendidikan dan pelatihan.
Jika pada tahun 2008, Sampoerna Agro menjalani lebih dari
700 jam pelatihan melibatkan 403 personel di berbagai bidang
keahlian, hal ini meluas di tahun 2009 ke 1.098 jam pelatihan
untuk 538 personel dalam berbagai bidang aplikasi yang sama.
In addition to placing a strong emphasis on R&D activities,
Sampoerna Agro is serious about developing its human
resources through continuous learning and training
programmes. If in 2008, Sampoerna Agro undertook than 700
hours of training involving 403 personnel in a diverse range of
expertise areas, this was expanded further in 2009 to 1,098
hours of training for 538 personnel in an equally diverse field of
applications.
Kami percaya bahwa dibutuhkan organisasi pembelajar untuk
sukses di bisnis perkebunan modern saat ini yang dipacu oleh
pengetahuan, riset dan ilmu pengetahuan yang bermutu.
We believe that it takes a learning organization to succeed
in the modern-day plantation businesses that are driven by
knowledge, research and scientific par-excellence.
Pandangan Dalam Waktu Dekat: Kebangkitan Setelah
Masa-masa Sulit
Near-term Outlook: The Rise After the Fall
Harga CPO yang diperdagangkan di pasar spot MDEX yang
mencapai puncaknya pada bulan Maret 2008 hingga hampir
MYR4.203 per metrik ton (pmt), jatuh hingga hampir MYR1.404
pmt di akhir tahun 2008, secara perlahan-lahan telah naik hingga
MYR2.590 pmt di penutupan tahun.
The price of CPO traded in MDEX spot market peaked in
March 2008 at approximately MYR4,203 per metric ton, fell
to approximately MYR1,404 pmt by year-end 2008, have
gradually risen to close the year at MYR2,590 per metric tonne.
Gejolak harga tersebut merugikan setiap bisnis, atau investasiinvestasi besar. Itulah sebabnya mengapa kami tidak melakukan
investasi, maupun mengembangkan bisnis kami secara signifikan
di tahun 2009.
Such price volatility is detrimental to any business, or any major
investment. That is why we neither invested in, nor grew, our
business to any significant degree in 2009.
LAPORAN TAHUNAN 2009
33
Bagaimanapun, kami percaya masa-masa penuh gejolak dari
harga CPO telah berlalu, dan pasar telah kembali menyesuaikan
ke arah titik keseimbangan baru, sehingga tidak ada lagi alasan
untuk percaya bahwa gejolak harga akan terjadi lagi, atau dengan
kata lain, harga CPO akan kembali menurun lagi secara signifikan
dalam waktu dekat.
However, we believe that most of the volatility has been taken
out of the recent CPO price trends, and as markets have
readjusted to new equilibriums, there is no reason to believe
that high volatility will return to the market, or that, indeed, the
price of CPO will turn South significantly any time soon.
Permintaan akan CPO sebagai bahan baku untuk pembuatan
minyak makan, sabun, kosmetika dan sebagai bahan untuk
produk-produk konsumen tidak akan berubah; melainkan
akan terus berlanjut dan berkembang mengingat jumlah
penduduk dunia terus bertambah dan teknologi menemukan
cara penggunaan yang lebih praktis untuk kelapa sawit. Oleh
karenanya, harga CPO harus terus meningkat dengan stabil dalam
waktu lama, sepanjang hal tersebut dipacu oleh pasokan dan
permintaan nyata.
The underlying demand for CPO as raw material for edible
oils, soaps, cosmetics and a host of other consumable goods
should not change; rather it should continue to grow as
world population grows and technology finds other practical
applications for palm oil. Hence, the price of CPO should
steadily increase over the long-term, as long as they are driven
by real supply and demand.
Kami juga percaya penuh terhadap pasar CPO dalam jangka
pendek, karena kami sedang menikmati pergerakan ke arah yang
lebih baik – sebuah titik balik tren kenaikan harga yang stabil di
2010, setelah pergerakan menurun dari 2008 ke 2009. Kami
percaya bahwa kondisi pasar di 2010 akan meningkatkan tingkat
laba Sampoerna Agro dan menjaga pertumbuhan kami.
We are also highly confident in the near-term outlook of the
CPO market, as we enjoy the swing of the pendulum in the
other direction - a return of steadily rising price trend in 2010,
following the downward movement from 2008 to 2009. We
believe that market outlook for 2010 will boost Sampoerna
Agro profitability and sustain our growth.
Akhirnya, dengan senang hati saya melaporkan bahwa tidak
terdapat perubahan dalam komposisi Direksi Perseroan di tahun
2009, dan oleh karenanya, manajemen tetap akan meneruskan
kebijakan yang didesain untuk membawa kami melangkah lebih
jauh lagi dan lebih dekat dengan sasaran kami.
Finally, I am pleased to report that there were no changes to the
composition of the Board of Directors of the Company in 2009,
and therefore, Management is set on a policy continuity that is
designed to bring us further and closer to our goals.
Atas nama rekan Direksi, kami ingin menyampaikan penghargaan
kami kepada para pemegang saham dan konsumen kami,
Kementerian Pertanian, pemerintah pusat dan daerah, dan
otoritas lainnya. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada
rekan bisnis, karyawan dan terpenting, kepada semua anggota
masyarakat yang terus menerus mendukung Samporna Agro
dalam masa-masa baik maupun penuh tantangan.
On behalf of my fellow Directors, we would like to express our
appreciation to our shareholders and customers, the Ministry
of Agriculture, the central and provincial governments, and
other authorities. We also extend our gratitude to our business
partners, employees and not least of all, to all members of our
communities who continue to support Sampoerna Agro in good
as well as challenging times.
Terima kasih atas semua dukungan dan kepercayaan yang
diberikan.
Thank you for all of your support and trust.
EKADHARMAJANTO KASIH
Direktur Utama
President Director
34
ANNUAL REPORT 2009
Selain mengutamakan kegiatan penelitian dan
pengembangan, Perseroan juga memprioritaskan
pelatihan sumber daya manusia yang
berkesinambungan.
Besides putting strong emphasis on its R&D activities,
the Company also focuses on continous development of
its human resources.
LAPORAN TAHUNAN 2009
35
Pohon sawit rata-rata memiliki
usia produktif sekitar 22 tahun
mulai dari usia ke 4. Hingga akhir
tahun 2009, Perseroan memiliki
serta membina lahan produktif
dan non produktif masing-masing
seluas 70.151 ha dan 24.515 ha
Oil palms in average has a productive
life span of 22 years starting from age
4. Till year end 2009, the Company
has 70,151 ha of productive areas and
24,515 ha non productive areas that it
manages and offers guidance on
TATA KELOLA PERUSAHAAN
CORPORATE GOVERNANCE
Penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG)
meliputi transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi
dan kesetaraan tertanam dalam kegiatan sehari-hari Perseroan.
The principles of Good Corporate Governance (GCG)
which includes transparency, accountability, responsibility,
independency, and fairness are implemented throughout the
Company daily operations.
Perseroan meyakini pelaksanaan kegiatan sehari-hari berdasarkan
prinsip-prinsip tersebut sejalan dengan nilai-nilai Perseroan, yaitu
profesional, efisien, inovatif, dan peduli. Perseroan memahami
hal-hal ini sangat penting artinya bagi keberlangsungan usaha dan
meningkatkan nilai bagi para pemegang saham.
The Company assures that those principles guiding it’s daily
operations are in line with the Company’s values which
includes professionalism, efficiency, innovation, and careness.
The Company understands that these aspects are crucial
to the business survivability and are able to enhance
shareholder value.
Setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan
sepenuhya menyadari tanggung jawabnya untuk menjadi teladan
dalam penerapan GCG di lingkungan Perseroan. Kesadaran dan
komitmen ini mendapatkan dukungan penuh dari pemegang
saham mayoritas yang tergabung dalam Kelompok Usaha
Sampoerna Strategic yang telah dikenal sangat baik dalam
penerapan GCG di anak-anak perusahaannya.
Every member of the Company’s Board of Commissioners
(BOC) and Directors (BOD) are fully aware of their responsibility
to set an example in implementing GCG on the Company’s
surroundings. This awareness and commitment are fully
supported by the major shareholders within the Sampoerna
Strategic Group who are reputed for it’s GCG implementation
among its subsidiary companies.
Direksi senantiasa memastikan Perseroan mematuhi UndangUndang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Undangundang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, Anggaran
Dasar Perseroan, Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal
dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Peraturan Bursa Efek
Indonesia (BEI), serta undang-undang dan peraturan lainnya yang
berlaku dan berkaitan dengan lingkup usaha Perseroan. Selain
itu Perseroan juga mengacu pada Pedoman Umum GCG di
Indonesia.
The BOD constantly ensure that the Company comply with
Law No. 40 of 2007 on Limited Liability Company, Law No.
8 of 1995 on the Capital Market, the Company’s Articles
of Association, Capital Market and Financial Institution
Supervisory Board (Bapepam-LK) regulations, Indonesia Stock
Exchange (IDX) regulations, as well as other prevailing rules
and regulations associated with the Company’s business line.
Additionally, the Company also complies with the General
Guidelines for GCG in Indonesia.
Struktur GCG
GCG Structure
Unsur-unsur penting dalam penerapan GCG Perseroan adalah
para pemegang saham, melalui Rapat Umum Pemegang Saham
(RUPS), Dewan Komisaris dan Direksi, masing-masing memiliki
peran dan tanggung jawab yang berbeda.
Important factors in the implementation of the Company’s
GCG is that each shareholder of the Company through General
Meetings of Shareholders (GMS), BOD, and BOC hold different
yet crucial roles and responsibilities.
A. RUPS
A. GMS
Pemegang saham mengendalikan Perseroan melalui RUPS.
Pemegang saham yang memiliki hak suara yang sah berhak
menghadiri dan menggunakan hak suaranya dalam RUPS.
Pemegang saham yang tidak dapat menghadiri RUPS dapat
menunjuk perwakilannya dengan surat kuasa tertulis.
Shareholders control the Company through GMS. Shareholders
who possess legal voting rights can attend and exercise their
voting rights in GMS. Those shareholders who are unable to
attend GMS can appoint nominees to vote on their behalf
through written power of attorney.
Sepanjang tahun 2009, Perseroan telah menyelenggarakan satu
kali RUPS Tahunan (RUPST). RUPST diselenggarakan pada
tanggal 18 Juni 2009 dan memutuskan hal-hal sebagai berikut:
1. Menyetujui Laporan Tahunan serta pengesahan Laporan
Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2008 yang telah
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sarwoko
Sampoerna Agro had administered one Annual General
Meeting of Shareholders (AGM) throughout 2009. AGM was
held on June 18, 2009 and decided on the following matters:
1. Approved the Company’s annual report and ratified its
financial statements for the financial year 2008. The financial
statements were audited by a registered public accounting
38
ANNUAL REPORT 2009
& Sandjaja. Direksi Perseroan telah memaparkan kinerja
operasional dan keuangan Perseroan dalam Tahun Buku
2008, serta memberikan laporan mengenai penggunaan
dana hasil Penawaran Umum Saham Perdana (IPO) yang
dilakukan oleh Perseroan pada tahun 2007.
firm: Purwantono, Sarwoko & Sandjaja. The Directors of
the Company have reported its operational and financial
performance in 2008 as well as reviewed the use of
proceeds collected through the Company’s initial public
offering in 2007.
2. Menyetujui alokasi penggunaan laba bersih Perseroan.
Perseroan mencatat laba bersih dalam tahun buku
2008 sebesar Rp439,5 miliar, atau naik sebesar 104%
dibandingkan dengan dengan laba bersih yang diperoleh
dalam tahun buku 2007, yakni sebesar Rp215,1 miliar. Laba
bersih per saham yang dibukukan dalam tahun buku 2008
adalah sebesar Rp236, lebih tinggi dari tahun 2007 sebesar
Rp129 per saham.
2. Approved to allocation of the Company’s earnings.
Earnings recorded for financial year 2008 amounted
to Rp439.5 billion, 104% higher than 2007 figure of
Rp215.1 billion. Earnings per share grew from Rp129 per
share in 2007 to Rp236 per share in 2008.
Atas laba bersih yang diperoleh dalam tahun buku 2008
sebesar Rp439.516.256.000 (empat ratus tiga puluh
sembilan miliar lima ratus enam belas juta dua ratus lima
puluh enam ribu rupiah), telah disetujui oleh RUPST untuk
dialokasikan sebagai berikut:
• Sebesar Rp6.000.000.000 (enam miliar rupiah) ditetapkan
sebagai cadangan umum;
• Sebesar Rp170.100.000.000 (seratus tujuh puluh miliar
seratus juta rupiah) akan dibagikan sebagai dividen tunai
dengan dividen per saham sebesar Rp90 (sembilan puluh
rupiah);
• Sebesar Rp8.700.000.000 (delapan miliar tujuh ratus
juta rupiah) akan disumbangkan kepada Yayasan Putera
Sampoerna untuk membantu meningkatkan akses dan
kualitas pendidikan di Indonesia;
• Sisanya dibukukan sebagai saldo laba (retained earnings)
untuk mendukung pengembangan usaha Perseroan dan
anak-anak perusahaan Perseroan.
The allocation of the Company’s recorded earnings
amounting to Rp439,516,256,000 (four hundred thirty
nine billion five hundred sixteen million two hundred fifty
six thousand rupiah) is as follows:
• Rp6,000,000,000 (six billion rupiah) to be set aside
for mandatory reserve;
• Rp170,100,000,000 (one hundred seventy billion
one hundred million rupiah) to be distributed as cash
dividend, so dividend per share will be Rp90 (ninety
rupiah);
• Rp8,700,000,000 (eight billion seven hundred
million rupiah) to be donated to Putera Sampoerna
Foundation to promote accessibility and quality
education in Indonesia;
• The remaining amount to be added into retained
earnings in order to support future business
expansions for the Company and its subsidiaries.
3. Memberi wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan
untuk menunjuk dan menetapkan Kantor Akuntan
Publik yang memenuhi syarat untuk mengaudit Laporan
Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2009 dengan
mempertimbangan masukan dari manajemen serta Komite
Audit.
3. AGM had also authorized BOC to appoint a registered
public accounting firm that meets the standards stated
to audit the Company’s financial statements for financial
year 2009. In doing so, BOC is to consider inputs from
the Management as well as the Audit Committee.
4. Di samping itu, dalam agenda keempat RUPST, Dewan
Komisaris juga diberi wewenang untuk menetapkan
paket remunerasi bagi anggota Direksi untuk tahun
buku 2009 dengan mempertimbangkan masukan dari
Komite Remunerasi dan Nominasi Perseroan. Adapun
remunerasi untuk Dewan Komisaris untuk tahun buku 2009
telah ditetapkan oleh RUPST setinggi-tingginya sebesar
Rp300.000.000 (tiga ratus juta rupiah) gross per bulan.
4. It was then followed by the fourth agenda, BOC has
to decide on the remuneration package for BOD
for the year 2009. In doing so, BOC is to consider
inputs supplied by the Remuneration and Nomination
Committee. Additionally, BOC remuneration package
for the year 2009 amounting to a maximum of
Rp300,000,000 (three hundred million rupiah) gross per
month had also been approved by this AGM.
40
ANNUAL REPORT 2009
B. Dewan Komisaris
B. Board of Commissioners (BOC)
Sampai dengan akhir tahun 2009, Dewan Komisaris Perseroan
terdiri dari lima orang. Dua dari anggota Dewan Komisaris adalah
Komisaris Independen. Jumlah ini sesuai dengan ketentuan jumlah
Komisaris Independen seperti ditetapkan dalam Surat Edaran
Bapepam No. SE-03/PM/2000 dan Peraturan BEJ No. I-A, yang
menetapkan paling sedikit 30% komposisi Dewan Komisaris
adalah Komisaris Independen.
As per end of 2009, the BOC is comprised of five members.
Two of the members are Independent Commissioners. This is in
accordance with the regulation on the number of Independent
Commissioners as stated by Bapepam Circular Letter No. SE03/PM/2000 and the IDX Regulation No. I-A, that determined at
least 30% of BOC should be Independent Commissioners.
Ruang Lingkup dan Tanggung Jawab Dewan
Komisaris
BOC Scope of Work and Responsibilities
Sesuai Anggaran Dasar Perseroan, tugas utama Dewan Komisaris
adalah mengawasi kebijakan dan tindakan Direksi Perseroan
agar sejalan dengan Anggaran Dasar Perseroan, peraturan yang
berlaku, dan nilai-nilai GCG. Dewan Komisaris juga berwenang
untuk memberikan nasihat kepada Direksi apabila diperlukan.
In accordance with the Company’s Articles of Association, the
main task of BOC is to oversee the policies and actions taken
by the Company’s BOD so as to ensure that they are in line
with the Company’s Articles of Association, prevailing rules and
regulations, and GCG values. The BOC is also authorized to
give advices to BOD when needed.
Agar Dewan Komisaris dapat menjalankan tugas secara efektif,
Dewan Komisaris telah membentuk Komite Audit, Komite
Nominasi dan Remunerasi, Komite Manajemen Risiko, Komite
Belanja Modal dan Investasi. Peran, fungsi, dan kegiatan setiap
komite sepanjang tahun turut dilaporkan pada pembahasan ini.
To ensure that the BOC can perform its tasks effectively, they
have formed Audit Committee, Nomination and Remuneration
Committee, Risk Management Committee, and Capital
Expenditure and Investment Committee as well. The role,
function, and activities of the each committee throughout the
year are duly reported in this assessment.
LAPORAN TAHUNAN 2009
41
Dewan Komisaris Perseroan beranggotakan:
1. Michael Sampoerna
(Komisaris Utama)
Selain memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai Komisaris
Utama, juga mempunyai tugas sebagai Ketua Komite Belanja
Modal dan Investasi.
2. Sugiarta Gandasaputra
(Komisaris)
Selain memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai anggota
Dewan Komisaris, juga mempunyai tugas sebagai Ketua
Komite Manajemen Risiko.
3. Mak Ping On
(Komisaris)
Selain memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai anggota
Dewan Komisaris, juga mempunyai tugas sebagai Ketua
Komite Nominasi dan Remunerasi.
4. Phang Cheow Hock
(Komisaris Independen)
Selain memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai anggota
Dewan Komisaris, juga mempunyai tugas sebagai Komisaris
Independen.
5. Arief Tarunakarya Surowidjojo
(Komisaris Independen)
Selain memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai anggota
Dewan Komisaris, juga mempunyai tugas sebagai Komisaris
Independen, dan Ketua Komite Audit.
The Company’s BOC comprise of:
1. Michael Sampoerna
(President Commissioner)
In addition to his task and responsibilities as the President
Commissioner, he is also the Chairman of Capital
Expenditure and Investment Committee.
2. Sugiarta Gandasaputra
(Commissioner)
In addition to his task and responsibilities as a member
of the BOC, he is also the Chairman of Risk Management
Committee.
3. Mak Ping On
(Commissioner)
In addition to his task and responsibities as a member
of the BOC, he is also the Chairman of Nomination and
Remuneration Committee.
4. Phang Cheow Hock
(Independent Commissioner)
In addition to his task and responsibilities as a member of
the BOC, he is also an Independent Commissioner.
Remunerasi Dewan Komisaris
BOC Remuneration
Sebagaimana telah disetujui oleh RUPST dan sesuai dengan
kebijakan remunerasi Perseroan, para anggota Dewan Komisaris
memperoleh remunerasi yang besarnya bersifat wajar dan
kompetitif berdasarkan survei remunerasi terhadap perusahaan
sejenis dengan skala yang sama.
As approved by the AGM, and in line with the Company’s
remuneration policy, members of the BOC receive a
remuneration that is deemed reasonable and competitive based
on a remuneration survey conducted on similar companies in
terms of type and scale.
5. Arief Tarunakarya Surowidjojo
(Independent Commissioner)
In addition to his task and responsibilities as a member of
the BOC, he is also an Independent Commissioner and
Chairman of the Audit Committee.
Total Paket Remunerasi (Rp) Total Remuneration Package (Rp)
Dewan Komisaris
Board of Commissioners
2009
2008
1.200.000.000
720.000.000
Rapat Dewan Komisaris
BOC Meeting
Berdasarkan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan, rapat Dewan
Komisaris dapat diadakan setiap waktu jika dianggap perlu oleh
seorang atau lebih anggota Dewan Komisaris, atau apabila diminta
secara tertulis oleh seorang anggota Direksi atau lebih atau satu
pemegang saham atau lebih yang bersama-sama mewakili 1/10
(satu persepuluh) bagian dari seluruh jumlah saham dengan hak
suara yang sah.
Based on the Company’s Articles of Association, BOC
meetings can be performed anytime when deemed necessary
by one or more BOC member or, upon submission of a written
request from one or more Directors or shareholders that
collectively represent 1/10 (one tenth) of the total number of
shareholders that possess legal voting rights.
42
ANNUAL REPORT 2009
Rapat-rapat Dewan Komisaris sah dan berhak mengambil
keputusan yang mengikat hanya jika dihadiri oleh lebih dari ½
(satu per dua) dari jumlah anggota Dewan Komisaris. Di dalam
rapat, setiap anggota Dewan Komisaris memiliki satu hak suara
dan satu suara tambahan untuk anggota Dewan Komisaris yang
diwakilinya (proxy vote). Pada tahun 2009, Dewan Komisaris
menyelenggarakan lima kali rapat.
BOC Meetings are deemed legitimate and entitled to make
legally binding decisions only if more than ½ (one half) of BOC
members. During the meetings, every member of the BOC are
entitled to one vote and one proxy vote derived from another
BOC member that it is being represented. The BOC performed
five meetings in 2008
Selain secara formal, Dewan Komisaris juga melakukan beberapa
kali pertemuan informal dengan Direksi untuk memastikan bahwa
Perseroan telah dikelola dengan baik oleh Direksi.
In addition to these formal meetings, the BOC also engage a
number of informal meetings with the Directors to ensure that
the BOD are managing the Company properly.
No
No
Tanggal
Date
Agenda Rapat
Meeting Agenda
Kehadiran
Attendance
1
4 Maret 2009
March 4, 2009
- Persetujuan atas diversifikasi usaha melalui PT Sampoerna Bio Fuels (anak perusahaan)
- Approval of its businness diversification through PT Sampoerna Bio Fuels (a subsidiary)
100%
2
27 April 2009
April 7, 2009
- Persetujuan atas tanggal, tempat, dan agenda RUPST untuk Tahun Buku 2008
- Approval of the date, place and agenda of the AGM for the Fiscal Year 2008
100%
3
7 Agustus 2009
August 7, 2009
- Persetujuan atas pinjaman sebesar Rp300 milyar oleh PT Sungai Rangit (anak perusahaan) dari Bank Mandiri
- Approval of the loan amounting to Rp300 billion by the PT River Rangit (subsidiary) of Bank Mandiri
100%
4
16 November 2009
November 16, 2009
- Persetujuan atas Piagam Audit Internal (Internal Audit Charter) Perseroan
- Approval of the Company’s Internal Audit Charter (Internal Audit Charter)
100%
5
8 Desember 2009
December 8, 2009
- Persetujuan atas pengangkatan Kepala Departemen Audit Internal
- Approval of the appointment of the Head of Internal Audit Department
100%
Komite-komite di bawah Dewan Komisaris
The Committees under BOC
Komite Audit
Audit Committee
Keberadaan Komite Audit diharapkan dapat meningkatkan
penerapan GCG dalam operasional maupun ekspansi Perseroan.
The presence of Audit Committee is expected to enhance
the implementation of GCG practices within the Company
operations and expansions.
Tugas dan tanggung jawab utama Komite Audit adalah antara lain
meliputi:
• mengkaji laporan keuangan dan informasi finansial lainnya
yang disajikan untuk pemegang saham, publik, dan otoritas
pasar modal;
• mengkaji kepatuhan terhadap peraturan dan perundangundangan yang berlaku;
• mengkaji dan memonitor sistem pengendalian internal
Perseroan; dan
• mengkaji proses dan hasil audit yang dilakukan oleh auditor
independen.
The main tasks and responsibilities of Audit Committee includes
the following:
• to review the financial statement and other financial
information prepared for shareholders, the public, and the
capital market authorities;
• to review compliance towards prevailing rules and
regulations;
• review and monitor the Company’s internal control system;
and
• to review the process and audited results made by
independent auditor.
Komite Audit menelaah laporan keuangan konsolidasi setiap
kuartal dan tahunan untuk memberi kepastian kepada Dewan
Komisaris bahwa laporan keuangan konsolidasi Perseroan telah
disiapkan sesuai dengan Peraturan Standar Akuntansi Keuangan
(PSAK) di Indonesia dan semua informasi telah dilaporkan
seluruhnya dan secara akurat sebelum laporan diterbitkan.
Audit Committee assessed the consolidated financial
statements on a quarterly as well as yearly basis to assure
the BOC that the Company consolidated financial statements
were prepared in accordance with Indonesian Statements of
Financial Accounting Standards and that all information are
both complete and accurate prior to the report’s publication.
LAPORAN TAHUNAN 2009
43
Penelaahan ini juga membantu mengindentifikasi dan memberi
solusi terhadap masalah-masalah potensial kepada Direksi
sebelum penerbitan laporan keuangan konsolidasi.
This assessment also helped identify and provide solutions on
potential issues with the BOD prior to their publication.
Berdasarkan rekomendasi Komite Audit, Dewan Komisaris
menyetujui penerbitan laporan keuangan konsolidasi. Komite
Audit juga menelaah kinerja Akuntan Publik yang melakukan audit
laporan keuangan konsolidasi tahun sebelumnya.
Based on the recommendations made by Audit Committee,
the BOC approves on the consolidated financial statement
publication. Audit Committee also assesses Public Accountant
performance on the audited consolidated financial statements
for the previous year.
Komite Audit dibawah Dewan Komisaris terdiri dari tiga anggota:
(i) Arief Tarunakarya Surowidjojo, Komisaris Independen dan Ketua;
(ii) Amien Subekti; dan (iii) Tjandra Bachtiar. Dua anggota terakhir
berasal dari eksternal Perseroan.
Audit Committee that is under the BOC, is comprised of three
members: (i) Arief Tarunakarya Surowidjojo, Independent
Commissioner and Chairman; (ii) Amien Subekti; and (iii) Tjandra
Bachtiar. The last two members were externally recruited.
Profil Arief T. Surowidjojo disajikan pada halaman 159 laporan
tahunan ini.
Profile on Arief T. Surowidjojo is presented on page 159 of this
annual report.
Amien Subekti
Warga Negara Indonesia lahir tahun 1970. Menjabat sebagai
anggota Komite Audit sejak November 2007. Saat ini juga
menjabat sebagai Deputi bidang keuangan dan perencanaan
Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh dan Nias. Sebelumnya
menjabat sebagai eksekutif pada CSA Strategic Advisory (20012005) dan auditor BPKP Direktorat Pengawasan Minyak dan
Gas. Memperoleh gelar Master of Business Administration dari
University of Melbourne, Australia.
Amien Subekti
Indonesian citizen, born in 1970, and has served as a member
of the Audit Committee since November 2007. He is currently
the Deputy of Finance and Planning at the Reconstruction and
Rehabilitation Agency for Aceh and Nias. He had previously
served as an executive at CSA Strategic Advisory (2001-2005)
and as an auditor at Directorate of Oil and Gas Supervisory
Board (BPKP). He has a Master of Business Administration
degree from the University of Melbourne, Australia.
Tjandra Bachtiar
Warga Negara Indonesia lahir tahun 1949. Menjabat sebagai
anggota Komite Audit sejak November 2007. Saat ini juga
menjabat sebagai Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia.
Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pengembangan Bisnis
dan Sekretaris Perusahaan PT HM Sampoerna Tbk. Memperoleh
gelar Master of Business Administration dari University of Southern
California, Los Angeles, Amerika Serikat.
Tjandra Bachtiar
Indonesian citizen, born in 1949, and has served as a
member of the Audit Committee since November 2007. He is
currently a lecturer in School of Economics at the University of
Indonesia. He had previously served as the Head of Business
Development and Corporate Secretary of PT HM Sampoerna
Tbk. He has a Master of Business Administration degree from
the University of Southern California, Los Angeles, USA.
Sepanjang tahun 2009, Komite Audit telah menyelenggarakan
lima kali rapat. Laporan kegiatan Komite Audit untuk tahun 2008
disajikan pada halaman 53 laporan tahunan ini.
The Audit Committee have conducted five meetings in 2009.
A report on the Audit Committees activities throughout 2009 is
presented on page 53 of this annual report.
Komite lainnya
The other committees
Komite Nominasi dan Remunerasi yang dibentuk sejak bulan
Maret 2008, dipimpin oleh Mak Ping On, Komisaris Perseroan.
Adapun tugas dan tanggung jawab utama Komite Nominasi dan
Remunerasi adalah sebagai berikut:
• mengkaji kebijakan sumber daya manusia yang ditetapkan
oleh Direksi;
Nomination and Remuneration Committee which was
established since March 2008, led by Mak Ping On, the
Commissioner of the Company. The main duties and
responsibilities of the Nomination and Remuneration Committee
are as follows:
• to review human resource policy set up by BOD;
44
ANNUAL REPORT 2009
• menyiapkan prosedur nominasi dan kriteria seleksi untuk
anggota Dewan Komisaris, Direksi, dan eksekutif Perseroan; dan
• merumuskan sistem penilaian dan memberikan rekomendasi
mengenai jumlah anggota Dewan Komisaris dan Direksi, serta
besarnya remunerasi yang diterima.
• to prepare nomination procedures and selection criteria for
BOC, BOD, and executives of the Company; and
• to formulate a system of assessment and provide
recommendations in respect to the number of members for
BOC and BOD, and their remuneration amount.
Komite Manajemen Risiko yang dibentuk sejak bulan Maret
2008. Komite ini dipimpin oleh Sugiarta Gandasaputra, Komisaris
Perseroan. Tugas dan tanggung jawab utama Komite Manajemen
Risiko adalah sebagai berikut:
• melakukan penilaian berkala dan memberikan rekomendasi
mengenai jenis dan cakupan asuransi Perseroan; dan
• melakukan penilaian berkala mengenai risiko-risiko yang
dihadapi Perseroan dan merumuskan langkah-langkah
penanganan risiko.
Risk Management Committee which was established since
March 2008. Sugiarta Gandasaputra, a Commissioner of the
Company, is the Chairman of this Committee. The main tasks
and responsibilities of the Risk Management Committee are as
follows:
• to conduct periodical assessments and provide
recommendations with respect to the type and coverage of
the Company insurance; and
• to conduct periodical assessments with respect to
nature of risks faced by the Company and formulate their
mitigating factors.
Komite Belanja Modal dan Investasi dibentuk sejak bulan Maret
2008. Komite ini dipimpin oleh Michael Sampoerna, Komisaris
Utama Perseroan. Tugas dan tanggung jawab utama Komite
Belanja Modal dan Investasi adalah sebagai berikut:
• menyusun kebijakan investasi dan belanja modal Perseroan;
dan
• mengkaji rencana investasi dan belanja modal; dan
memberikan rekomendasi mengenai sumber dana dan
investasi dan belanja modal yang akan dilakukan termasuk
risiko-risiko investasi.
Capital Expenditure and Investment Committee which was
established since March 2008. Michael Sampoerna, the
President Commissioner of the Company is the Chairman of
this Committee. The main tasks and responsibilities of the
Capital Expenditure and Investment Committee are as follows:
• to formulate the Company investment policy and capital
expenditure (capex); and
• to review investment and capex plans, and provide
recommendations with respect to the capex and
investment to be spent and sources of funds including the
risks of the investment.
C. Direksi
C. Board of Directors (BOD)
Para anggota Direksi diangkat dan diberhentikan berdasarkan
keputusan pemegang saham melalui RUPS. Sampai dengan akhir
tahun 2009, Direksi Perseroan terdiri dari lima orang Direktur,
dengan jabatan fungsional masing-masing sebagai Direktur Utama,
Chief Operating Officer, Managing Director Sumatera, Managing
Director Kalimantan, dan Direktur Keuangan/CFO.
BOD members are appointed and terminated through
decisions made by shareholders in AGM. Until end of 2009, the
Company BOD is comprised of five Directors, holding different
functions individually as President Director, Chief Operating
Officer, Managing Director for Sumatra, Managing Director for
Kalimantan, and the Finance Director/CFO.
Ruang Lingkup dan Tanggung Jawab Direksi
BOD Scope of Work and Responsibilities
Sesuai Anggaran Dasar Perseroan, Direksi memiliki tanggung
jawab untuk mengelola dan menjalankan pengurusan Perseroan
untuk kepentingan Perseroan untuk mencapai maksud dan tujuan
Perseroan. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya,
setiap anggota Direksi harus berpedoman pada Anggaran Dasar,
keputusan RUPS, keputusan dan arahan Dewan Komisaris, hasil
rapat Direksi, ketentuan peraturan perundangan yang berlaku serta
nilai-nilai dan prinsip-prinsip GCG dengan selalu mengedepankan
kepentingan Perseroan.
In a accordance with the Company Article of Association, BOD
is responsible to manage and carry out supervision in the best
interest of the Company as well as to achieve its objective
and purpose. In carrying out his duties, every BOD member
must follow strict guidelines set forth by the Company Articles
of Association, decisions made in GMS, instructions and
guidances from BOC, BOD meetings outcomes, prevailing rules
and regulations as well as GCG values and principles while
always prioritizing the best interest of the Company.
LAPORAN TAHUNAN 2009
45
Ruang Lingkup dan Tanggung Jawab Setiap Anggota Direksi
1. Direktur Utama
Bertanggung jawab atas keseluruhan operasional Perseroan
dan memastikan profitabilitas Perseroan.
2. Chief Operating Officer
Bertanggung jawab untuk membantu Direktur Utama dalam
kegiatan operasional sehari-hari Perseroan dan memastikan
Perseroan menjalankan usahanya dengan baik serta mencapai
tingkat keuntungan yang telah direncanakan sebelumnya.
3. Direktur Pengelola Sumatera
Bertanggung jawab atas operasional Perseroan sehari-hari
di wilayah Sumatera dan produktivitas dari perkebunan dan
pabrik kelapa sawit di wilayah tersebut serta memastikan
bahwa hasil panen dan tingkat rendemen tinggi dengan tetap
menjaga biaya agar tetap rendah.
4. Direktur Pengelola Kalimantan
Bertanggung jawab atas operasional Perseroan sehari-hari
di wilayah Kalimantan dan produktivitas dari perkebunan dan
pabrik kelapa sawit di wilayah tersebut serta memastikan
bahwa hasil panen dan tingkat rendemen tinggi dengan tetap
menjaga biaya agar tetap rendah.
5. Direktur Keuangan/CFO
Bertanggung jawab untuk mengelola dana dan arus kas,
membuat kebijakan-kebijakan keuangan, melakukan
konsolidasi atas laporan keuangan serta memperbaiki sistem
pelaporan keuangan.
Every BOD member Scope of Work and Responsibilities
1. President Director
Responsible for the overall operations and to ensure
profitability of the Company.
2. Chief Operating Officer
To assist President Director in the Company daily
operations, to ensure the Company runs properly, and the
targeted bottom line is achieved.
3. Managing Director for Sumatra
Responsible for the Company daily operations in Sumatra
region along with the productivity of the palm oil plantations
and factory in the region. He is also responsible for ensuring
that yield and extraction rate are high while keeping Remunerasi Direksi
The Directors Remuneration
Setiap anggota Direksi memperoleh imbalan berupa gaji,
tunjangan, fasilitas, dan bonus. Bonus kepada Direksi dibayarkan
setiap bulan Februari atau Maret setiap tahunnya. Struktur
dan besarnya remunerasi Direksi untuk tahun 2009 ditetapkan
oleh Dewan Komisaris yang memperoleh mandat dari RUPST
sebelumnya. Besarnya remunerasi yang diberikan kepada
anggota Direksi bersifat wajar dan kompetitif sesuai dengan survei
remunerasi yang dilakukan terhadap perusahaan sejenis dengan
skala yang sama.
Every BOD member receives remuneration in the form of
a salary, benefits, facilities, and bonuses. Bonus is paid
either on February or March annually. Structure and amount
of remuneration for BOD has been approved by BOC and
mandated by the previous AGM. The amount of remuneration
is deemed fair and competitive based on a remuneration survey
carried out on similar companies in terms of type and scale.
costs low.
4. Managing Director for Kalimantan
Responsible for the Company daily operations in
Kalimantan region along with the productivity of the palm oil
plantations and factory in the region. He is also responsible
for ensuring that yield and extraction rate are high while
keeping costs low.
5. Finance Director /CFO
Responsible for managing funds and cashflow, to formulate
financial policies, to consolidate the financial statements as
well as to improve financial reporting system.
Total Paket Remunerasi (Rp) Total Remuneration Package (Rp)
Direksi
Board of Directors
2009
2008
16.483.308.922
10.944.320.184
Rapat Direksi
BOD Meetings
Rapat Direksi dapat diadakan setiap waktu bilamana dipandang
perlu oleh seorang anggota Direksi atau lebih atau atas permintaan
tertulis dari seorang anggota Dewan Komisaris atau lebih atau
BOD Meetings can be administered at anytime deemed
necessary by one or more BOD members or upon the written
request of one member or more BOC members or upon
46
ANNUAL REPORT 2009
atas permintaan tertulis 1 (satu) pemegang saham -atau lebih yang
bersama-sama mewakili 1/10 (satu persepuluh) bagian dari jumlah
seluruh saham dengan hak suara yang sah.
the written request of 1 (one) shareholder or more which
collectively represents 1/10 (one tenth) of the Company’s total
shares that possess legal voting rights.
Rapat Direksi adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang
mengikat hanya apabila lebih dari 1/2(satu perdua) dari jumlah
anggota Direksi hadir atau diwakili dalam rapat.
BOD Meetings are deemed legitimate and entitled to make
legally binding decisions only if at least 1/2(one half) of BOD
members are either present or represented in the meeting.
No
No
Tanggal
Date
Agenda Rapat
Meeting Agenda
1
6 Februari 2009
February 6, 2009
- Pembahasan mengenai diversifikasi usaha
- Persetujuan atas pengembangan lahan konsesi
- Discussion of business diversification
- Approval of land development concessions
100%
2
17 Februari 2009
February 17, 2009
- Pembahasan mengenai struktur organisasi baru
- Pembahasan mengenai penjualan kembali treasury shares
- Pengkajian kinerja operasional Perseroan
- Discussion about the new organizational structure
- Discussion on resale of treasury shares
- Assessment of the operational performance of the Company
80%
3
24 April 2009
April 24, 2009
- Pembahasan kondisi finansial Perseroan
- Pengkajian aspek kinerja operasional Perseroan di kwartal pertama tahun 2009
- Pembahasan mengenai tanggal, tempat, dan agenda RUPST untuk tahun buku 2008
- Pembahasan mengenai pemanfaatan konsesi lahan
- Discussion on the financial condition of the Company
- Assessment of the performance aspects of our operations in the first quarter of 2009
- Discussion about the date, place and agenda of AGM for year 2008
- Discussion about the use of land concessions
100%
4
25 Mei 2009
May 25, 2009
- Persetujuan atas pinjaman kredit modal kerja oleh PT Sampoerna Agro Tbk. sebesar Rp100 milyar
dari Bank Mandiri
- Approval of working capital loans by PT Sampoerna Agro Tbk. Rp100 billion from Bank Mandiri
100%
5
23 Juni 2009
June 23, 2009
- Pembahasan mengenai penawaran akuisisi kebun yang diterima Perseroan
- Penyusunan masterplan pengembangan usaha Perseroan
- Discussion on bids received by the Company acquired plantations
- Preparation of the masterplan development of Company business
100%
6
30 Juli 2009
July 30, 2009
- Pengkajian aspek operasional Perseroan di semester pertama tahun 2009
- Pengkajian atas kondisi finansial Perseroan serta merancang arus kas untuk kedepannya
- Pembahasan mengenai aspek lingkungan
- Pembahasan strategi SDM
- Assessment of the operational aspects of the Company in the first half of 2009
- Assessment of its financial condition and cash flows for future design
- Discussion on environmental aspects
- Discussion on HR strategy
100%
7
7 September 2009
September 7, 2009
- Pembahasan mengenai rencana kerja dan anggaran tahun 2010
- Penyusunan rencana pengembangan usaha
- Persetujuan atas strategi aspek lingkungan
- Persetujuan atas paket remunerasi SDM
- Discussion of work plan and budget 2010
- Preparation of business development plan
- Approval of the environmental aspects of the strategy
- Approval of the remuneration package of human resources
100%
Pada tahun 2009, Direksi menyelenggarakan rapat antara lain
untuk membahas situasi pasar, kinerja penjualan dan hal-hal lain
yang berkaitan dengan operasional dan bisnis Perseroan.
Kehadiran
Attendance
In 2009, the BOD administered meetings which, among others,
were aimed at discussing current market conditions, sales
performance and other aspects relating to the Company’s
operations and business.
LAPORAN TAHUNAN 2009
47
D. Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi
D. Joint Meeting of the BOC and BOD
Selain rapat Dewan Komisaris dan Direksi, Perseroan juga
menyadari pentingnya rapat gabungan Dewan Komisaris
dan Direksi. Tujuan rapat ini adalah agar Dewan Komisaris
mendapatkan gambaran jelas dan dapat memantau langsung
perkembangan Perseroan terkini dan anak-anak perusahaannya,
serta memberi masukan jika dibutuhkan.
Apart from BOC Meetings and the BOD Meetings as previously
mentioned, the Company also fully realizes on the importance
of engaging joint meetings between the BOC and BOD. The
meetings objectives are to ensure the BOC has a clear picture,
and to be able to directly monitor on latest developments
of the Company and its subsidiaries, as well as provide
recommendations if required.
Dewan Komisaris dan Direksi menyelenggarakan rapat gabungan
setiap saat jika dianggap perlu oleh anggota Dewan Komisaris
atau Direksi. Rapat ini dihadiri oleh seluruh anggota Dewan
Komisaris dan Direksi Perseroan, dan Direktur Utama anak-anak
perusahaan apabila dianggap perlu. Rapat ini dianggap sah dan
keputusan yang diambilnya mengikat secara hukum jika dihadiri
oleh paling sedikit lebih dari 50% dari jumlah keseluruhan anggota
Dewan Komisaris dan Direksi.
The BOC and BOD administered joint meetings anytime when
deemed necessary by members of the BOC and BOD. These
Meetings are attended by all of the Company’s BOC and
BOD as well as the subsidiaries President Directors if deemed
necessary. The meetings are deemed legal and can make
legally binding decisions if it is attended at least by over 50% of
the total members of the BOC and Directors.
Pada tahun 2009, Dewan Komisaris dan Direksi
menyelenggarakan lima kali Rapat Gabungan.
In 2009, the BOC and BOD administered five joint meetings.
No
No
Tanggal
Date
Agenda Rapat
Meeting Agenda
1
24 Maret 2009
March 24, 2009
- Persetujuan atas struktur organisasi yang baru
- Persetujuan atas penjualan kembali treasury shares
- Pembahasan mengenai pinjaman modal kerja dari Bank
- Pembahasan mengenai aspek Tata Kelola Perusahaan
- Approval of the new organizational structure
- Approval of the resale of treasury shares
- Discussion on working capital loans from Banks
- Discussion on Corporate Governance
80%
2
29 Mei 2009
May 29, 2009
- Persetujuan atas pemanfaatan konsesi lahan
- Pengkajian aspek kinerja operasional Perseroan
- Pemberian paparan singkat oleh Direksi atas pengembangan usaha yang sudah direncanakan
- Approval of the utilization of land concessions
- Assessment of the performance aspects of our operations
- Giving a brief exposure of the Directors on the business development planned
80%
3
1 Oktober 2009
October 1, 2009
- Penyusunan rencana pengembangan usaha
- Preparation of business development plan
80%
4
3 November 2009
November 3, 2009
- Pembahasan mengenai konsesi lahan yang dimiliki
- Persetujuan atas materi Public Expose
- Pembahasan mengenai pengembangan usaha baru
- Penyusunan strategi SDM
- Pembahasan mengenai rencana kerja dan anggaran tahun 2010
- Discussion about the concession of land owned
- Approval of materials Public Expose
- Discussion of new business development
- Preparation of HR strategy
- Discussion of work plan and budget 2010
80%
5
8 Desember 2009
December 8, 2009
- Persetujuan atas Rencana Kerja dan Anggaran Tahun 2010
- Approval of Work Plan and Budget Year 2010
100%
48
ANNUAL REPORT 2009
Kehadiran
Attendance
E. Unit-unit Penunjang
E. Supporting Units
Departemen Audit Internal
Internal Audit Department
Audit Internal adalah sebuah penilaian untuk memberikan
keyakinan yang obyektif (assurance) dan kegiatan konsultasi
yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan operasi dan
nilai tambah bagi perusahaan. Penilaian tersebut dilakukan
melalui evaluasi secara sistematik untuk meningkatkan tingkat
efektivitas manajemen risiko, pengendalian dan proses tata kelola
perusahaan.
Internal audit is the appraisal process in order to provide
objective assurance as well as consultation activities to
improve the operating ability and value added of the Company.
The appraIsal process is undertaken through a systematic
evaluation to improve the effectiveness of risk management,
control and corporate governance process.
Berdasarkan kedudukan dan struktur organisasinya, Audit Internal
dipimpin oleh seorang Kepala Departemen Audit Internal, yang
bertanggung jawab kepada Direktur Utama atau Chief Executive
Officer(CEO). Kepala Audit Internal secara langsung diangkat dan
diberhentikan oleh CEO atas persetujuan Dewan Komisaris. Dalam
melaksanakan fungsi tugas dan tanggung jawabnya, Kepala Audit
Internal dibantu oleh para Auditor.
Based on its position and organizational structure, the Internal
Audit chaired by Head of Internal Audit Department, whom is
responsible to the Director or Chief Executive Officer (CEO).
Head of Internal Audit positions are directly appointed and
dismissed by the CEO with the approval of the Board of
Commissioners. In conducting its duties and responsibilities,
Head of Internal Audit was assisted by the Auditors.
Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, Departemen
Audit Internal memiliki wewenang untuk dapat mengakses seluruh
informasi yang relevan tentang perusahaan terkait dengan tugas
dan fungsinya, termasuk informasi pihak ketiga yang mempunyai
hubungan bisnis dengan Perusahaan. Sepanjang tugasnya,
Departemen Audit Internal melakukan komunikasi secara langsung
dengan Direksi, Dewan Komisaris dan/atau Komite Audit serta
anggota dari Direksi, Dewan Komisaris dan/atau Komite Audit.
Untuk itu Departemen Audit Internal mengadakan rapat secara
berkala dengan Direksi, Dewan Komisaris dan Komite Audit
serta mengkoordinasikan kegiatannya dengan kegiatan auditor
eksternal.
In order to perform its duties and responsibilities, Internal
Audit Department has the authority to access all relevant
information about the Company in relation to its duties and
functions, including third parties information that is in line with
the Company’s business performance. Throughout its duties,
Internal Audit Department communicate directly with the
Board of Directors, Board of Commissioners and/or the Audit
Committee and a member of the Board of Directors, Board of
Commissioners and/or the Audit Committee. For that purposes,
the Internal Audit Department meet regularly with the Board of
Directors, Board of Commissioners and the Audit Committee
and to coordinate activities with the external auditors’ activities.
Sekretaris Perusahaan
Corporate Secretary
Tugas dan tanggung jawab Sekretaris Perusahaan Perseroan adalah:
• sebagai penghubung antara Perseroan dengan lembaga
regulator pasar modal, yaitu Badan Pengawas Pasar ModalLembaga Keuangan (Bapepam-LK) dan Bursa Efek Indonesia
(BEI) sebagai tempat Perseroan mencatatkan sahamnya;
• menyampaikan informasi penting mengenai kegiatan
Perseroan kepada publik, regulator pasar modal, dan pihakpihak yang berkepentingan;
• memberikan masukan kepada Direksi agar tindakan-tindakan
yang dilakukan tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar
Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
• mengkoordinasikan rapat Dewan Komisaris, rapat Direksi,
rapat gabungan Dewan Komisaris dan Direksi, serta RUPS;
dan
• melakukan kajian atas dokumen-dokumen Perseroan dari
aspek legal.
The tasks and responsibilities of the Company’s Corporate
Secretary are as follows:
• to act as liaison between the Company and the capital
market regulatory boards , the Capital Market Regulatory
Boards: Bapepam, Financial Board, and IDX where the
Company shares are registered;
• to convey pertinent information on the Company operations
to the public, the capital market regulatory boards, and
other related parties;
• to provide suggestions to the BOD so as to ensure that
the actions taken comply with the Company’s Articles of
Association and prevailing rules and regulations;
• to coordinate the BOC/BOD Meetings, BOC/BOD Joint
Meetings, as well as GMS; and
• to assess company documents from legal perspective.
LAPORAN TAHUNAN 2009
49
Untuk menjalankan fungsinya, Sekretaris Perusahaan bekerjasama
dengan Divisi Hukum dan Divisi Hubungan Investor.
In performing its function, Corporate Secretary works with
Legal and Investor Relations Division.
Sekretaris Perusahaan Perseroan adalah Eris Ariaman, mulai
menjabat sejak 22 Juni 2009. Warga Negara Indonesia, saat
ini beliau juga menjabat sebagai Kepala Legal & Compliance
Sampoerna Agro sejak tahun 2009. Jabatan sebelumnya
diantaranya adalah: Manajer Legal & Compliance Sampoerna Agro
(2008-2009), Counsel PT HM Sampoerna Tbk. (2002-2008), dan
Counsel Philip Morris (Malaysia) Sdn Bhd (2007). Memperolehb
gelar Magister Hukum dalam Hukum Bisnis (MH) dari Universitas
Padjadjaran, Bandung pada tahun 2006, dan gelar Sarjana Hukum
dari Universitas Indonesia pada tahun 2001.
The Corporate Secretary of the Company is Eris Ariaman,
appointed on 22 June 2009. An Indonesian Citizen, curently he
is also positioned as Head of Legal & Compliance Sampoerna
Agro since 2009. His previous positions include: Legal &
Compliance Manager of Sampoerna Agro (2008-2009),
Counsel of PT HM Sampoerna Tbk. (2002-2008), and Counsel
of Philip Morris (Malaysia) Sdn Bhd (2007). Obtained his Master
of Law in Business Law (MH) from Universitas Padjadjaran,
Bandung in 2006, and his Bachelor of Law from Universitas
Indonesia in 2001.
Menyadari pentingnya prinsip-prinsip GCG, terutama akuntabilitas
dan transparansi, Sekretaris Perusahaan melakukan kegiatan
keterbukaan informasi dan memastikan bahwa penyebaran
informasi dilakukan secara akurat, jelas, tepat waktu, dan
selengkap mungkin untuk memelihara dan meningkatkan
integritas pasar dan kepercayaan para pemangku kepentingan.
Sepanjang tahun 2009, Sekretaris Perusahaan bekerjasama
dengan Hubungan Investor telah melakukan berbagai kegiatan
keterbukaan informasi, termasuk publikasi bulanan buletin
Perseroan, siaran pers, pertemuan analis/investor dan dan
paparan publik.
Realizing on the importance of GCG principles, particularly
those of accountability and transparency, the Corporate
Secretary shares company information openly and ensures
that the distribution of company information are carried out
accurately, clearly, timely, and completely so as to maintain as
well as enhance integrity of the capital market and stakeholder
trust. In 2009, the Corporate Secretary together with Investor
Relations have carried out a number of activities to share
company information openly which includes publication of
newsletters, press releases, analyst/investor gatherings and
public expose.
50
ANNUAL REPORT 2009
Untuk informasi Perseroan lainnya dapat diakses melalui situs
www.sampoernaagro.com dimana di dalamnya terdapat laporan
keuangan konsolidasi per kuartal, laporan tahunan, serta
pengumuman penting lainnya.
More detailed information on the Company such as
consolidated quarterly financial statements, annual reports,
other relevant information could be accessed through the
Company website at www.sampoernaagro.com.
Selain itu, informasi Perseroan dapat diperoleh melalui kontak
langsung dengan Sekretaris Perusahaan atau Hubungan Investor
yang beralamat di Sampoerna Strategic Square, North Tower
Lt. 28, Jl. Jend. Sudirman Kav. 45, Jakarta 12930, telp. +62
21 5771711, fax.: +62 21 5771712, dan e-mail: eris.ariaman@
sampoernaagro.com dan [email protected].
Additionally, company information can be obtained by directly
contacting the Corporate Secretary or Investor Relations
at Sampoerna Strategic Square, North Tower, 28th Floor,
Jl. Jend. Sudirman Kav. 45, Jakarta 12930, phone. +62 21
5771711, fax.: +62 21 5771712, and e-mail: eris.ariaman@
sampoernaagro.com and investor.relations@sampoernaagro.
com.
F. Kepemilikan Saham
F. Shareholding
Sampai dengan 31 Desember 2009, tidak ada anggota Dewan
Komisaris dan Direksi yang memiliki saham Perseroan.
As of December 31, 2009, none of the BOC and BOD own
shares of the Company.
G. Program Pelatihan Peningkatan Kompetensi
Dewan Komisaris dan Direksi
G. Training Program to Enhance Competency of
the BOC and BOD
Pada tahun 2009, Dewan Komisaris dan Direksi berpartisipasi
dalam konferensi-konferensi nasional guna untuk mengetahui
informasi sekitar industri dan usaha kelapa sawit yang terkini.
In 2009, the BOC and BOD participated in national conferences
to gain access to the latest information on the palm oil industry
and business.
H. Perkara Penting
H. Important Events
Sepanjang tahun 2009, tidak ada perkara atau tuntutan hukum
yang penting yang bersifat material terhadap Perseroan yang
dapat mempengaruhi hasil usaha atau kondisi keuangan
Perseroan.
There were no pertinent legal issues or law suits faced by the
Company throughout 2009 which could adversely affect the
Company’s business or financial condition.
I Auditor Independen
I. Independent Auditor
Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2009 diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Purwantono, Sarwoko & Sandjaja. Penunjukkan
auditor independen ini telah dilakukan sesuai prosedur dengan
memperhatikan independensi dan kualifikasi auditor independen
yang dibutuhkan Perseroan.
The Public Accounting Firm of Purwantono, Sarwoko &
Sandjaja, audited the Company’s Financial Statement for
FY 2009. The appointment of this independent auditor was
made in accordance with procedure which emphasized on
independency and qualification of the independent auditor
required by the Company.
LAPORAN TAHUNAN 2009
51
PT SAMPOERNA AGRO Tbk.
Laporan Komite Audit
PT Sampoerna Agro Tbk
Audit Committee Report of
PT Sampoerna Agro Tbk
No: 098/SA/III/10/RO/CD
No: 098/SA/III/10/RO/CD
Jakarta, 30 Maret 2010
Jakarta, March 30, 2010
Kepada Yth.:
Dewan Komisaris
PT Sampoerna Agro Tbk.
To:
The Board of Commissioners of
PT Sampoerna Agro Tbk.
Di tahun 2009, Komite Audit telah melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya sesuai dengan peraturan yang berlaku dan
Piagam Komite Audit. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan Komite
Audit antara lain terdiri dari sejumlah rapat dengan Manajemen
Perseroan (sebanyak lima kali), diskusi internal, komunikasi
elektronik dan kunjungan kerja yang dilaksanakan dengan tujuan
untuk membantu Dewan Komisaris dalam memenuhi tugas dan
tanggung jawabnya untuk melakukan pengawasan atas kebijakan
Direksi dalam menjalankan Perseroan serta memberikan nasihat
kepada Direksi, sesuai dengan ruang lingkup kerja Komite Audit.
In 2009, the Audit Committee has carried out its duties and
responsibilities according to the prevailing regulations and
Audit Committee Charter. Activities performed by the Committee include five meeting sessions, internal discussions,
electronic communication, and work visits together with the
Company Management. The purpose of these activities is to
help the Board of Commissioners in carrying out its duties
and responsibilities to supervise policies taken by the Board
of Directors in running the Company as well as to give advice
to them in accordance with the Audit Committee scope of
work.
Hal-hal yang telah dilakukan oleh Komite Audit antara lain adalah
menelaah dan mendiskusikan serta memberi masukan kepada
Manajemen perihal kebijakan dan prosedur akuntansi Perseroan,
laporan keuangan interim dan laporan keuangan tahunan yang
diaudit untuk tahun buku 2009, mengkaji program dan rencana
kerja Departemen Audit Internal untuk tahun buku 2009 dan
melakukan penelaahan atas kemajuan pelaksanaannya secara
regular, mengkaji rancangan Piagam Audit Internal dan bertemu
dengan pejabat bagian hukum Perseroan utamanya untuk
membicarakan perkembangan dan kepatuhan Perseroan terhadap
berbagai peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan
kegiatan usaha dan operasi Perseroan dan aktivitas Perseroan
sebagai perusahaan terbuka.
Activities undertaken by the Committee in 2009 include analyzed and discussed and advised the Management in regards
to the Company’s accounting procedure and policy, as well as
quarterly and audited annual financial statements, examined
work plans and programs of the Internal Audit Department
for the financial year of 2009 in addition to reviewing its
progress regularly, reviewed Internal Audit Charter draft, as
well as met with legal officers of the Company mainly to
discuss its development and compliance with prevailing regulations relating to its business operations and its activities as
a listed company.
Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, Komite Audit berpendapat
bahwa:
Based on the above mentioned activities, the Audit Committee view that:
1.
1.
Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan dan anak-anak
perusahaannya untuk tahun buku 2009 telah dibuat dengan
memenuhi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
(PSAK) Indonesia dan menyajikan secara wajar hasil kinerja
operasional dan keuangan Perseroan dan anak-anak
perusahaannya;
T he consolidated financial statements of the Company
and its subsidiaries for the financial year of 2009 have
been prepared in compliance with the Indonesian
Accounting Principles (PSAK) and fairly presented operational and financial performance of the Company and
its subsidiaries;
Sumatera : Jln. Basuki Rahmat No. 788, Palembang 30127, Sumatera Selatan, Indonesia Tel. +62-711 813388 Fax. +62-711 811585
Kalimantan : Jln. Pra Kusumayudha No. 10 Pangkalan Bun 74115, Kalimantan Tengah, Indonesia Tel/Fax +62-532 21571
Jakarta : Sampoerna Strategic Square, Tower A, 24th Floor, Jln. Sudirman Kav. 45, Jakarta 12930, Indonesia
Tel +62-21 5770886, 5771711 Fax +62-21 5770015, 5771712
52
ANNUAL REPORT 2009
PT SAMPOERNA AGRO Tbk.
2.
Perseroan telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
(Bapepam & LK) dan Bursa Efek Indonesia dalam
penyampaian Laporan Keuangannya;
2.
T he Company has complied with the requirements of
the BAPEPAM & LK and Indonesia Stock Exchange in the
submission of its Financial Reports;
3.
Manajemen Perseroan telah mengambil langkah-langkah dan
tindakan-tindakan yang diperlukan untuk memperbaiki kinerja
operasional dan keuangan Perseroan;
3.
ompany Management has taken necessary steps and
C
actions in improving its financial and operational performances;
4.
Manajemen Perseroan telah mengambil langkah-langkah dan
tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mematuhi peraturan
perundang-undangan yang berlaku di Indonesia yang
berkaitan dengan kegiatan usaha dan operasi Perseroan dan
4.
Company Management has taken necessary steps and
actions to comply with the prevailing Indonesian laws and
regulations relating to its business operations and its activities as a listed company;
5.
Company Management has put in efforts required to
maintain stability in going through the global economic
crisis and minimized its impacts on the Company performance in terms of operationally as well as financially.
aktivitas Perseroan sebagai perusahaan terbuka;
5.
Manajemen Perseroan telah melakukan upaya-upaya
yang diperlukan untuk memelihara kestabilan Perseroan
dalam melewati krisis ekonomi global dan meminimalisasi
dampaknya terhadap kinerja operasional dan keuangan
Perseroan.
Komite Audit/The Audit Commitee
Arief T. Surowidjojo
Ketua Chairman
Tembusan/Cc:
1. Anggota Komite Audit/Members of the Audit Committee
2. Direksi/The Board of Directors
Sumatera : Jln. Basuki Rahmat No. 788, Palembang 30127, Sumatera Selatan, Indonesia Tel. +62-711 813388 Fax. +62-711 811585
Kalimantan : Jln. Pra Kusumayudha No. 10 Pangkalan Bun 74115, Kalimantan Tengah, Indonesia Tel/Fax +62-532 21571
Jakarta : Sampoerna Strategic Square, Tower A, 24th Floor, Jln. Sudirman Kav. 45, Jakarta 12930, Indonesia
Tel +62-21 5770886, 5771711 Fax +62-21 5770015, 5771712
LAPORAN TAHUNAN 2009
53
Perkebunan sawit merupakan
industri padat karya, yang
menjadikan sumber daya manusia
sebagai modal utama Perseroan.
Pada tahun 2009 perseroan
mempekerjakan hampir 10.200 orang
termasuk pekerja kontrak, selain
menjalin kerjasama dengan lebih
dari 20.000 petani plasma
Palm plantation is a labour-intensive
industry, in which human resouce makes
up the key asset of the Company. In
2009, the Company employed closed
to 10,200 personels including contract
workers, in addition to cooperating with
more than 20,000 smallholders
SUMBER DAYA MANUSIA
HUMAN RESOURCES
Sektor agrobisnis merupakan sektor yang menyediakan
kesempatan kerja yang besar, mencapai hingga puluhan ribu
karyawan dan pekerja. Hal tersebut juga berlaku bagi sebuah
perusahaan agribisnis seperti Sampoerna Agro dengan 13 anak
perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Sumatera
dan Kalimantan.
The agribusiness sector is one that provides large employment
opportunities numbering in the tens of thousands of employees
and workers. Such is the case for a typical agribusiness
company such as Sampoerna Agro with currently 13 oil palm
plantations subsidiaries operating in Sumatra and Kalimantan.
Hal ini menjadikan pengelolaan dan pengembangan sumber daya
manusia sebagai pekerjaan penting dan strategis di Sampoerna
Agro. Oleh karenanya, Perseroan menyediakan berbagai program
seperti pelatihan dan pendidikan untuk para karyawan terlatih yang
bekerja dalam bidang pembibitan sampai penanaman, pemanenan
dan pengolahan; program pelatihan manajemen bagi karyawan
baru lulusan sekolah; program pengembangan eksekutif sebagai
bagian dari perkembangan karier mereka di Perseroan; insentif
untuk para manajer dan keluarganya yang ditempatkan di daerah
terpencil; dan perjanjian kerja bersama dengan serikat pekerja
yang merupakan bagian yang berlaku di lingkungan pekerjaan dan
operasi Perseroan.
This makes the management and development of human
resources a key and strategic undertaking at Sampoerna Agro.
Hence, the Company provides programs such as training
and education for skilled personnel working in the fields from
nurseries to planting, harvesting and milling; management
trainee programs for newly recruited fresh graduates; executive
development programs as part of their career growth with the
Company; incentives accorded to managers and their families
for tours of duties in far-away remote places; and collective
working agreements with labor unions that are part and parcel
of the Company’s operating and working environment.
Mengingat kebanyakan pekerja yang terlibat dalam penanaman
dan pemanenan perkebunan kelapa sawit berasal dari masyarakat
setempat yang merupakan petani plasma dan pekerja lepas,
maka kebanyakan kegiatan Perseroan yang berhubungan dengan
manajemen sumber daya manusia, juga melibatkan hubungan dan
keterikatan dengan masyarakat setempat.
Since most of the workers who are engaged in cultivating
and harvesting its oil palm estates come from surrounding
communities made up of plasma farmers as well as locally hired
hands, much of the Company’s activities relating to human
resources management also involve community relations and
engagements.
Oleh karena itu, manajemen sumber daya manusia di Sampoerna
Agro berjalan saling bahu-membahu dengan program Tanggung
Jawab Sosial Perusahaan, dan dipandang sebagai faktor kunci
untuk bisnis perkebunan kelapa sawit berkelanjutan dalam jangka
panjang.
Hence, human resources management at Sampoerna Agro
goes hand-in-hand with Corporate Social Responsibility
programs, and is considered as a key factor to a sustainable oil
palm plantation business over the long term.
Dikarenakan alasan-alasan tersebut, Perseroan memahami
pentingnya mengembangkan dan menjaga hubungan industrial
yang baik dan harmonis dengan karyawan, pekerja dan masyarakat
setempat.
For those reasons, the Company understands the
importance of developing and maintaining good and
harmonious industrial relations with employees, workers and
surrounding communities.
Jauh sebelum masuknya Kelompok Usaha Sampoerna Strategic,
Perseroan telah memiliki program-program hubungan karyawan
dan pekerja yang berjalan efektif. Kehadiran Sampoerna telah
memperkuat hubungan tersebut lebih jauh lagi.
Long before the arrival of the Sampoerna Strategic Business
Group into the Company, it has had an effective employee and
worker relations program in place. The arrival of Sampoerna
has since strengthened these relations further.
Sampoerna Agro saat ini mendukung penuh aspirasi pekerja
untuk membentuk serikat pekerja di dalam Perseroan dan anak
perusahaan sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku.
Selain dari serikat pekerjanya sendiri yang telah terdaftar di Kantor
Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Ogan Komering Ilir di
Sumatera Selatan (Disnakertrans OKI) pada tanggal 29 April 2008,
serikat pekerja lainnya di anak perusahaan juga telah dibentuk.
Sampoerna Agro today fully supports the aspirations of its
workers to form labor unions within the Company and its
subsidiaries that are in accordance with the prevailing laws
and regulations. Apart from its own labor union, that was
registered with the Labor and Transmigration Office of Ogan
Komering Ilir Regency in South Sumatra (Disnakertrans OKI)
on April 29, 2008, other labor unions in subsidiary companies
56
ANNUAL REPORT 2009
Serikat Pekerja PT Gunung Tua Abadi dibentuk oleh para pekerja
PT Gunung Tua Abadi dan telah dicatat di Disnakertrans OKI pada
tanggal 7 Mei 2007. Kemudian para pekerja PT Aek Tarum telah
pula membentuk Serikat Pekerja PT Aek Tarum, para pekerja
PT Mutiara Bunda Jaya membentuk Serikat Pekerja PT Mutiara
Bunda Jaya, para pekerja PT Telaga Hikmah membentuk Serikat
Pekerja PT Telaga Hikmah dan para pekerja PT Binasawit Makmur
membentuk Serikat Pekerja PT Binasawit Makmur, yang seluruhnya
telah dicatat di Disnakertrans OKI pada tanggal 29 April 2008.
Adapun Serikat Pekerja PT Binasawit Makmur untuk para pekerja
yang berlokasi di Seed Processing Unit Palembang dicatat di Dinas
Tenaga Kerja Kota Palembang pada tanggal 4 Juni 2008.
had also been formed.The PT Gunung Tua Abadi Labor Union
was formed by its workers and registered with Disnakertrans
OKI on May 7, 2007. Subsequently, workers at PT Aek Tarum
formed the PT Aek Tarum Labor Union, workers at PT Mutiara
Bunda Jaya formed the PT Mutiara Bunda Jaya Labor Union,
workers at PT Telaga Hikmah formed the PT Telaga Hikmah
Labor Union, and workers at PT Binasawit Makmur formed the
PT Binasawit Makmur Labor Union; all of which were registered
with Disnakertrans OKI on April 29, 2008. Whereas the labor
union for workers at PT Binasawit Makmur’s seed processing
unit in Palembang was registered with the Labor Office in
Palembang on June 4, 2008.
Dengan dibentuknya serikat-serikat pekerja tersebut, kemudian
Perseroan membuat Perjanjian Kerja Bersama (PKB/Collective
Labor Agreement) dengan para perwakilan dari masing-masing
serikat pekerja. PKB telah didaftarkan di Kantor Departeman
Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumatera Selatan pada tanggal 31
Desember 2008.
With the formation of these labor unions, the Company
subsequently secured the Collective Labor Agreement (CLA)
between Sampoerna Agro and the representatives of respective
Selama tahun 2009, Sampoerna Agro terus memelihara hubungan
terbaik dengan karyawan dan pekerja, sesuai dengan peraturan
pemerintah mengenai upah dan juga perlakuan adil dan merata
terhadap para karyawan dan pekerjanya, dan menciptakan saluran
komunikasi terbuka antara Perseroan dengan karyawannya.
Selama tahun 2009, tidak terjadi masalah ketenagakerjaan di
Sampoerna Agro.
Throughout 2009, Sampoerna Agro continued to maintain
excellent relations with employees and workers, comply with
government regulations on wages as well as fair and equal
treatment among employees and workers, and create open
communication channels between the Company and its
employees. There were no labor related disputes at Sampoerna
Agro in 2009.
Profil Karyawan
Employee Profile
Sampai dengan 31 Desember 2009, Sampoerna Agro dan anak
perusahaan mempekerjakan sebanyak 10.194 orang, termasuk
pekerja kontrak dan pekerja lepas. Jumlah ini 1.971 orang lebih
banyak dari tahun lalu.
As at year-end 2009, Sampoerna Agro and its subsidiaries
employed a total of 10,194 people, including contract workers
and hired hands. This was 1,971 more people than the figure of
a year ago.
Dalam Sampoerna Agro sendiri, Perseroan memiliki 4.826
karyawan hingga akhir tahun 2009, meningkat sebesar 3.779 orang
dibanding tahun 2008.
Within Sampoerna Agro itself, the Company had a total of
4,826 personnel as at year-end 2009, up from 3,779 in 2008.
Berikut ini adalah tabel mengenai profil karyawan Perseroan di akhir
tahun 2009.
The following table presents a profile of the Company’s
employees as at year-end 2009.
Golongan
labor unions. The CLA was registered in the South Sumatra
Department of Labor and Transmigration Office on December
31, 2008.
Sumatera
Kalimantan
Jakarta
Jumlah
Sumatra
Kalimantan
Jakarta
Total
Grade
Staf
205
63
54
322
Staff
Pegawai Bulanan
886
72
5
963
Monthly Employee
Karyawan Harian Tetap
1.318
2.223
-
3.541
Permanent Daily Employee
Jumlah Karyawan Tetap
2.409
2.358
59
4.826
Total Permanent Employee’s
Jumlah Karyawan Sementara
5.329
39
-
5.368
Total Non Permanent
Jumlah Keseluruhan
7.738
2.397
59
10.194
58
ANNUAL REPORT 2009
Grand Total
Golongan
Staf
Pendidikan
Sumatera
Kalimantan
Jakarta
Jumlah
Education
Sumatra
Kalimantan
Jakarta
Total
1
-
-
-
64
23
1
88
D3/Diploma
8
3
4
15
S1/Bachelor
128
37
42
207
4
-
6
10
SD/Elementary
School
SMP/High
School
S2/Master
S3/Doctor
Jumlah Staf
Pegawai Bulanan
Karyawan Harian Tetap
Pekerja Terlatih
Skilled Labor
PekerjaTerlatih
Skilled Labor
Jumlah Karyawan Tetap
Grade
Staff
-
-
1
1
205
63
54
322
886
72
5
63
1.318
2.223
-
3.541
Permanent Daily Employee
2.409
2.358
59
4.826
Total Permanent
Total Staff
Monthly Employee
Pengembangan dan Pelatihan
Training and Development
Sepanjang tahun 2009, program pelatihan dan pengembangan
Perseroan fokus untuk mendukung operasi kelompok Perusahaan.
Throughout 2009, the Company’s training and development
programs were focused on supporting the operations of the Group.
Rekrutmen lulusan baru terus dilakukan dalam berbagai tahap
untuk memenuhi kebutuhan kelompok perusahaan di operasi
perkebunan dan pabrik. Rekrutmen tersebut dilakukan melalui
kerjasama dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi terkemuka
di Indonesia. Para lulusan baru menjalani enam bulan pelatihan
perkenalan tentang praktik-praktik terbaik di bidang manajemen
perkebunan dan pabrik, lalu mereka ditempatkan di masing-masing
pos di seluruh wilayah operasi kelompok usaha di Sumatera dan
Kalimantan.
Recruitments of fresh graduates were carried out in several
batches to meet the Group’s need in both estates and mills
operations. These recruitments were undertaken in cooperation
with leading universities in Indonesia. The newly recruits
undergo six months of induction training in best-practice
management of estates and mills, and subsequently stationed
in their respective posts throughout the Group’s operations in
Sumatra and Kalimantan.
Bagi staf manajemen yang lebih senior, program pengembangan
termasuk partisipasi dalam seminar dan konferensi tingkat tinggi
mengenai praktik dan prakarsa-prakarsa global di industri kelapa
sawit, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Kelas pelatihan
manajemen juga dilakukan, yang berfokus pada implementasi
sistem pengendalian mutu.
For more senior management staff, development programs
included participation in high level seminars and conferences
on global palm oil initiatives and practices, both in Indonesia
and overseas. Management classroom trainings were also
undertaken, focusing on the implementation of quality
management system.
Kesejahteraan Karyawan
Employee Welfare
Sampoerna Agro berkomitmen untuk menciptakan lingkungan
bekerja yang kondusif termasuk pengembangan berkesinambungan
terhadap kesejahteraan karyawan dan keluarganya.
Sampoerna Agro is committed to creating a conducive working
environment that includes the continuing improvement of the
welfare of employees and their families.
Di tahun 2009, Perseroan telah menyelesaikan standarisasi
kompensasi diantara operasi dan unit bisnis kelompok perusahaan.
Untuk tujuan tersebut, struktur organisasi didefinisikan kembali
untuk mencerminkan keseragaman di seluruh unit bisnis
yang berbeda; peninjauan ulang dan restrukturiasi peringkat
karyawan; sedangkan mengenai kebijakan gaji, bonus dan cuti
disinkronisasikan diantara semua unit bisnis.
In 2009, the Company completed the standardization of
compensation among the Group’s regional operations and
business units. For this purpose, the organization structure
was redefined to reflect uniformity across different business
units; employees grading level reviewed and restructured; while
policies on salaries, bonuses and leaves were synchronized
among the business units.
Bagi para karyawan yang tinggal dan bekerja di daerah terpencil,
Perseroan menyediakan kemudahan untuk berbagai kegiatan
sosial seperti fasilitas medis, kesehatan, sekolah untuk anak-anak,
transportasi,akomodasi dan pangan.
For workers living and working in remote areas, the Company
provided the amenities for various social facilities such as
medical and healthcare facilities, schooling for children,
transportation, accommodation and board.
LAPORAN TAHUNAN 2009
59
Pengelolaan Risiko
Risk Management
Perseroan menyadari bahwa seiring dengan perkembangan
Perseroan, kinerja operasional dan keuangan Perseroan rentan
terhadap berbagai risiko. Praktik pengelolaan risiko yang
berlandaskan pada prinsip kehati-hatian semakin diperlukan untuk
menjamin pertumbuhan usaha yang sehat dan berkelanjutan.
Perseroan melakukan klasifikasi risiko-risiko yang mungkin
dihadapi dan upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalkan
dampak risiko-risiko tersebut, sebagai berikut:
The Company understands that, in line with the Company’s
growth, its operational and financial performance are
susceptible to various risks. Therefore, risk management
practices that are based on prudent principle have increasingly
become a necesity so as to ensure a healthy and sustainable
growth. The Company has identified the risks that it is
susceptible to and formulated steps that would need to be
taken in order to minimize the impact posed by these risks;
which is as follows:
1. Risiko Operasional
1. Operational Risks
a. Kondisi Cuaca
Seperti umumnya usaha agroindustri, faktor cuaca berpengaruh
signifikan terhadap keberlangsungan usaha Perseroan. Hasil
operasional Perseroan dapat dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang
buruk dan makin sulit diprediksi belakangan ini.
a. Climatic Conditions
In a typical agroindustrial business, weather conditions can be
a significant factor impacting the Company business viability.
It’s business operations can be seriously affected by severe
weather conditions, which have recently become increasingly
difficult to predict.
Untuk meminimalkan dampak dari kondisi cuaca yang buruk,
Perseroan akan lebih meningkatkan kapasitas pabrik kelapa
sawit untuk menghadapi lonjakan hasil panen. Perseroan juga
berusaha menyempurnakan praktik-praktik agronomis yang dapat
meminimalkan dampak negatif dari kondisi cuaca yang buruk.
To minimize the full impact of severe weather condition, the
Company will boost its palm oil mill capacity in response
to surges in harvests. The Company also will research best
agronomic practices which can minimize the negative impact
brought about by the severe weather condition.
b. Pejabat dan Manajemen Senior
Perseroan saat ini dikelola oleh sejumlah pejabat dan manajemen
senior, dimana mereka telah memiliki pengalaman yang panjang,
baik di kelompok usaha Perseroan maupun di bidang industri
kelapa sawit. Oleh karena itu, kehilangan pejabat senior tentunya
dapat berdampak pada perkembangan usaha Perseroan.
Perseroan yakin bahwa kelanjutan pertumbuhan dan kesuksesan
usaha Perseroan sangat bergantung pada kemampuan Perseroan
untuk mempertahankan karyawan yang cakap, berkualitas dan
berpengalaman.
b. Officials and Senior Management
At present times, the Company are managed by a number
of officials and senior management personnels that possess
extensive experience both within the Business Group and the
oil palm industry. As a result, the loss of these senior officials
can likely affect the Company’s business growth. The Company
understands that continued growth and success of its business
greatly depends upon its ability to retain skilled, competent and
experienced professionals.
Untuk mengantisipasi risiko ini, Perseroan telah merekrut tenagatenaga profesional yang ditempatkan di setiap lapisan manajemen
sebagai persiapan untuk program regenerasi dan suksesi di
Perseroan. Selain itu, Perseroan juga telah meraih sertifikasi
ISO 9001:2000. Dalam waktu dekat ini, operasional Kelompok
Usaha Sampoerna Agro di wilayah Kalimantan juga akan segera
mengajukan sertifikasi ISO 9001:2000.
To mitigate these risks, the Company recruits professionals
places them in every layer of management as part of its
regeneration and succession program. In addition to this,
the Company has also received ISO 9001:2000 certification.
Sampoerna Agro Business Group’s Kalimantan operations also
intends to apply for ISO 9001:2000 certification in the near
future.
c. Program Plasma
Jika dibandingkan dengan perkebunan inti atau kemitraan,
Perseroan memiliki kendali yang kurang atas kebun plasma.
Meskipun hingga kini tidak ada konflik dengan petani plasma yang
berdampak buruk terhadap operasional Perseroan, tidak menutup
kemungkinan bahwa hal tersebut dapat terjadi di masa yang akan
datang.
c. Plasma Program
In contrast to nucleus or partnership plantations, the Company
has less control over plasma plantations. Inspite of the fact that
the Company has had no history of conflicts with the plasma
farmers that severely impacts operations, the risks for such
conflicts to arise in future exists.
60
ANNUAL REPORT 2009
Untuk menghindari terjadinya resiko tersebut, Perseroan selalu
menjaga dan meningkatkan tata kelola usaha yang baik dengan
para petani plasma dan selalu memperlakukan petani plasma
sebagai mitra usaha. Para petani plasma menghargai usaha
Perseroan tersebut dengan menunjukkan loyalitas mereka yang
kemudian memberikan kontribusi kepada keuntungan Perseroan.
To mitigate the occurrence of such risks, the Company
constantly ensures and intensifies the implementation of good
corporate governance practices with the plasma farmers and
constantly treats the plasma farmers as business partners. The
plasma farmers, in return, appreciate the Company’s efforts
by showing their loyalty through their contributions to the
Company’s profitability.
d. Risiko yang Berkaitan dengan Ekspansi
Berikut ini adalah risiko-risiko yang akan dihadapi Perseroan dalam
menyelesaikan proyek-proyek ekspansinya:
• Perseroan mungkin tidak dapat meningkatkan status ijin
lokasi yang dimiliki menjadi Hak Guna Usaha, sehingga tidak
dapat menggunakan seluruh lahan tersebut untuk ekspansi
perkebunan. Untuk mengantisipasi risiko ini, Perseroan selalu
berusaha untuk memperoleh ijin lokasi dan Hak Guna Usaha
baru sebagai lahan cadangan;
• Perseroan mungkin tidak dapat mencapai kesepakatan
mengenai jumlah kompensasi biaya pembebasan tanah yang
harus dibayarkan kepada pemilik atau penggarap tanah. Untuk
meminimalkan masalah ini Perseroan melakukan koordinasi
dengan pemerintah setempat dan sosialisasi yang lebih intensif
kepada masyarakat mengenai dampak positif dari keberadaan
perkebunan Perseroan di wilayah tersebut;
• Perseroan mungkin tidak dapat menyelesaikan proyek- proyek
ekspansi perkebunan dan pabrik pengolahan tepat pada
waktunya atau sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan.
Untuk meminimalkan risiko ini, Perseroan telah memiliki
kebijakan untuk hanya menunjuk kontraktor yang bereputasi
d. Expansion-Related Risks
The following are risks that the Company is likely to encounter
in the course of completing its expansion projects:
• The Company may not be able to convert the status from
location permit to landrights (Hak Guna Usaha/HGU). As
a result, expansion cannot take place in all of those land
under location permit. To mitigate this risk, the Company
constantly strives to secure new land permits and HGU as
land reserves;
• The Company may not reach to an agreement on the
compensation amount to be paid to the land owners or
settlers needed for development. To minimize this problem,
the Company coordinates with the local authorities and
do a more intensive talks to the public with respect to the
positive impact the Company’s plantation will have on the area;
• The Company may not be able to complete plantation
and mill expansion projects on time or within the targeted
budget. To minimize impact from such risks, the Company
has formulated policy to only appoint reputable and highly
experienced contractors as opposed to appoint contractors
LAPORAN TAHUNAN 2009
61
baik dan berpengalaman tinggi, dan bukan hanya menunjuk
kontraktor yang didasarkan pada harga termurah. Perseroan
juga meminimalkan risiko ini dengan meminta jaminan
penyelesaian tertulis dari kontraktor yang dituangkan dalam
perjanjian kerjasama dengan kontraktor;
• Perseroan mungkin tidak dapat mempekerjakan para pekerja
ahli dalam jumlah yang cukup dapat mendukung usaha
ekspansi ini. Untuk mengantisipasi risiko ini, Perseroan
merekrut dan melatih sarjana-sarjana baru untuk ditempatkan
di perkebunan serta pabrik pengolahan yang baru. Perseroan
juga menawarkan remunerasi yang kompetitif dan jenjang karir
yang jelas untuk menjaga serta menarik minat mereka yang
memiliki keahlian dan keterampilan tinggi; dan
• Situasi dan permasalahan yang tak terduga, seperti cuaca
buruk mungkin dapat mengganggu fokus manajemen dan
memperlambat proses ekspansi. Untuk mengantipisasi hal ini,
Perseroan selalu merencanakan suatu proyek dengan jadwal
yang wajar dengan mempertimbangkan adanya risiko-risiko
tersebut.
on the basis of price. The Company also minimizes the
impact from these risks by securing written completion
guarantees from the contractors in the form of a joint
agreements;
• The Company may not be able to sufficiently employ
adequate skilled labors to support its business expansion.
To mitigate such a risk from occuring, the Company
recruits and trains fresh university graduates to be posted
in new plantation estates and mills. The Company also
offers competitive remuneration and a clear career path to
maintain as well as attract highly skilled and knowledgable
workers; and
• Unforseen situations and problems, such as bad weather
2. Risiko Keuangan
2. Financial Risks
a. Fluktuasi Harga Minyak Kelapa Sawit dan Inti Sawit
Sebagian besar hasil produksi minyak kelapa sawit dan inti
sawit Perseroan dijual di pasar Indonesia. Meskipun Perseroan
melakukan penjualan minyak kelapa sawit dan inti sawit di
Indonesia dalam mata uang Rupiah, harga minyak sawit dan inti
sawit pada umumnya dipengaruhi oleh harga pasar internasional
yang bersifat fluktuatif.
a. Fluctuation in Palm Kernel and CPO Prices
A substantial amount of the Company’s CPO and palm kernel
production are sold to the Indonesian market. Inspite of the fact
that the Company sells its CPO and palm kernel in Indonesian
Rupiah currency, the price of CPO and palm kernel are
generally influenced by international market prices that volatile
in nature.
Untuk meminimalkan risiko ini, Perseroan membuat asumsi harga
secara konservatif dalam rencana keuangan, sehingga turunnya
harga tidak akan membahayakan kapabilitas ekspansi Perseroan.
To minimize the impact from this risk, the Company use
conservative price assumption in its financial budget, so falling
prices will not jeopardize the Company’s expansion capabilities.
b. Pajak Ekspor
Pajak ekspor yang lebih tinggi atas ekspor minyak kelapa
sawit mengakibatkan sebagian produsen minyak kelapa sawit
mengalihkan jumlah yang diekspor ke pasar domestik. Hal ini
menyebabkan adanya koreksi terhadap harga di pasar domestik.
b. Export Tax
High export taxes imposed on CPO has caused some CPO
producers to divert exported volume to the domestic market.
As a result, there will be correction in domestic market prices.
Untuk meminimalkan risiko ini, Perseroan tetap mengoptimalkan
penjualan produk Perseroan ke pasar domestik, terutama ke
pabrik pengolahan di sekitar kebun Perseroan di wilayah Sumatera
yang menawarkan harga beli yang lebih tinggi karena adanya
penghematan ongkos transportasi.
To minimize the impact from this risk, the Company continues
to sell its products from Sumatra region in domestic market,
particularly those nearby mills located in surrounding areas
which could afford higher purchase prices due to the
substantial savings in transportation costs.
c. Naiknya Harga Bahan Baku
Bahan baku utama yang dibutuhkan untuk pengelolaan
perkebunan kelapa sawit terdiri dari pupuk dan bahan kimia
lainnya yang digunakan untuk pembukaan lahan dan pengendalian
ilalang, sebagian besar dari bahan baku tersebut harus diimpor.
c. Raw Materials Price Increase
The main raw materials required for managing oil palm estates
include fertilizer and other chemicals used for land clearing and
weed control. A substantial amount of these raw materials have
to be imported. The Company predicts demand for these raw
62
ANNUAL REPORT 2009
which may distract management’s focus and delay
expansion process. To anticipate this, the Company
constantly plans its projects realistically by taking into
account these potential risks.
Perseroan memperkirakan kebutuhan bahan baku akan terus
meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah perkebunan
kelapa sawit dan kecenderungan peningkatan harga minyak,
yang pada akhirnya dapat menyebabkan kenaikan harga bahan
baku tersebut.
materials will continue to increase in line with growing numbers
of plantation estates and increasing oil price that will eventually
cause price increase of these raw materials.
Untuk meminimalkan risiko ini, Perseroan menandatangani kontrak
pembelian bahan baku tersebut untuk satu tahun penuh.
To minimize the impact from such risks, the Company secure
one-year contracts for those raw materials.
3. Risiko Politik dan Hukum
3. Political and Legal Risks
Berbagai kebijakan dan tindakan yang dilakukan oleh Pemerintah,
baik pusat maupun daerah, dapat mempengaruhi usaha
Perseroan, termasuk penyelenggaraan pemilihan kepala daerah,
pemekaran wilayah, peraturan perpajakan, dan kebijakan kurs.
Selain itu, sengketa atau tuntutan hukum terhadap Perseroan
merupakan risiko yang mungkin saja dihadapi oleh Perseroan.
A number of policies or actions taken by either the central or
regional government can affect the Company’s business. This
includes elections of regional leaders, regional area expansion,
tax regulations, and foreign currency policy. In addition to this,
legal disputes or lawsuits made against the Company are risks
that the Company is also susceptible.
Untuk meminimalkan risiko ini, Perseroan senantiasa berupaya
mengurangi risiko ini melalui pengendalian internal yang
efektif serta kepatuhan Perseroan terhadap seluruh peraturan
perundang-undangan, kebijakan Pemerintah serta kontrak-kontrak
yang dibuat oleh Perseroan dengan pihak lain.
To minimize the impact from such risks, the Company
constantly tries to avoid these risks through effective internal
control as well as corporate compliance to all prevailing rules
and regulations, Government policies as well as contracts
made by the Company with other parties.
4. Risiko Sosial dan Lingkungan
4. Social and Environmental Risks
Selain isu lingkungan hidup, seperti deforestasi dan jejak
karbon, aktivis lingkungan dan lembaga swadaya masyarakat
kerap menuding perkebunan kelapa sawit sebagai industri yang
memperlakukan tenaga kerjanya dengan tidak layak, termasuk
mengeksploitasi tenaga kerja wanita dan pekerja anak di bawah
umur.
In addition to environmental issues, such as deforestation and
carbon footprint, environmental activists and non-governmental
organizations often accuse oil palm plantations as an industry
that exploits its workers, including the exploitation of women
and underaged children for labor.
Untuk meminimalkan risiko ini, tata usaha yang Perseroan
lakukan telah sesuai dengan prosedur dan regulasi lingkungan
yang berlaku di Indonesia. Sebagai wujud kepedulian terhadap
lingkungan, Perseroan menjadi anggota RSPO dan meraih ISO
14001:2004. Dalam waktu dekat ini, operasional Kelompok Usaha
Sampoerna Agro di wilayah Kalimantan juga akan segera menjadi
anggota RSPO dan mengajukan ISO 14001:2004.
To minimize the impact from such risks, the Company’s
corporate governance practices are in accordance with
prevailing environmental procedures and regulations in
Indonesia. As part of its concern towards the Environment,
the Company became a member of the RSPO and secured
ISO 14001:2004 certification. Sampoerna Agro Business
Group’s operations in Kalimantan also intends to secure RSPO
membership and ISO 14001:2004 certification in the near future.
Sementara untuk hubungan industrial, khususnya dengan
para pekerja perkebunan, Perseroan mendukung keberadaan
serikat-serikat pekerja yang bersifat independen yang dibuat
oleh dan untuk kepentingan karyawan Perseroan dan anak-anak
perusahaan Perseroan.
While on industrial relations aspect, particularly with its
plantation workers, the Company supports the presence
of independent labor unions that are created by, and in the
interest of the workers of the Company and its subsidiaries.
LAPORAN TAHUNAN 2009
63
Sampoerna Agro mempersiapkan
setiap tahap pengembangan sawit
secara hati-hati. Prosesnya dimulai
dari sekitar 6 juta benih sawit yang
diproduksi tahun 2009, Perseroan
telah menyediakan bibit unggul agar
tumbuh menjadi pohon sawit yang
lebih sehat dan produktif
Sampoerna Agro prepares every stage
of palm development cautiously. The
process begins from the approximately
6 million of germinated seeds produced
in 2009, the Company has supplied
top planting material to ensure a more
healthy and productive palm
Laporan Kesinambungan
Sustainability Report
Visi Sampoerna Agro adalah menjadi salah satu perusahaan
terdepan yang bertanggung jawab atas semua kegiatannya di
sektor agribisnis di Indonesia. Akuntabilitas tersebut meliputi
semua aspek operasional, termasuk yang berhubungan dengan
perlindungan dan pelestarian lingkungan. Visi tersebut diperkuat
lebih jauh lagi dengan salah satu pernyataan misi Perseroan,
yaitu “Menjaga dan mempromosikan standar lingkungan hidup
yang baku dalam segala aspek pengembangan, produksi dan
pengolahan”.
The vision of Sampoerna Agro is to become one of the
leading agribusiness companies in Indonesia that is
accountable for all of its activities. This accountability covers
all aspects of operations, including those that relate to
environmental protection and conservation. Such a vision
is strengthened further by one of the Company’s mission
statements, which is “to maintain and promote the existing
environment in all aspects of the Company’s development,
production, and processing”.
Filosofi utama Sampoerna Agro dalam aspek keberlanjutan adalah
untuk meraih pertumbuhan dan keberlanjutan yang seimbang dan
harmonis. Untuk meraih hal tersebut, Perseroan berfokus pada
empat dasar landasan: People, Planet, Product dan Profit.
The main philosophy of Sampoerna Agro on sustainability is to
achieve both growth and sustainability in perfect balance and
harmony”. To achieve this, the Company focuses on four basic
fundamentals: People, Planet, Product and Profit.
People
People
Sehubungan dengan manusia, Sampoerna Agro berupaya untuk
meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat yang
bersentuhan dengan operasi bisnis kami. Mereka termasuk
karyawan dan pekerja, petani plasma atau kelompok petani
plasma, dan masyarakat di dalam dan sekitar perkebunan dan
lokasi pabrik kami.
With respect to people, Sampoerna Agro strives to improve
the quality of life of the people and communities that come
into contact with our business operations. They include our
employees and workers, our plasma farmers or smallholder
entities, and the communities within and around our plantation
and mill sites.
Sebagai contoh, Sampoerna Agro membantu petani plasma
setempat untuk mengembangkan kemampuan dan pengetahuan
teknis mereka dalam kegiatan pertanian pada tingkat praktik
terbaik industri. Hal ini dilakukan melalui bimbingan dan pelatihan
agronomi profesional seperti membuat pupuk kompon sendiri,
penggunaan dosis yang efektif dan solusi untuk pengendalian
hama, dan juga metode pemanenan dan lain sebagainya.
For instance, Sampoerna Agro helps local smallholders
to develop their capabilities and technical know-how on
agricultural activities at industry best-practice level. This is
done through professional agronomy advisories and trainings
in critical activities such as making home-made compound
fertilizers, the use of effective dosage and solution for pest
control, as well as harvesting method et cetera.
66
ANNUAL REPORT 2009
Saat ini, Sampoerna Agro mendukung lebih dari 20.000 petani
plasma di Sumatera dan Kalimantan. Selain itu, melalui kerjasama
dengan Yayasan Putera Sampoerna (SF), Perseroan berupaya
untuk memberdayakan masyarakat dengan akses yang lebih
besar ke sekolah umum dan kualitas pendidikan telah ditingkatkan
melalui program-program SF.
At present, Sampoerna Agro supports more than 20,000
smallholders in Sumatra and Kalimantan. Additionally, in
cooperation with the Putera Sampoerna Foundation (SF), the
Company seeks to empower its communities with greater
access to public schools and educational quality that have
been upgraded through the SF programs.
Planet
Planet
Sampoerna Agro berkomitmen untuk melestarikan Bumi, salah
satu diantaranya adalah dengan secara aktif menjadi anggota
RSPO sejak bulan Januari 2007. Kami terlibat aktif dalam
beberapa unit kelompok kerja RSPO yang bertanggung jawab
dalam membantu dukungan industri kelapa sawit untuk meraih
prinsip dan kriteria RSPO di Indonesia. Selain dari RSPO,
kebanyakan anak perusahaan Perseroan telah memperoleh
sertifikasi ISO 14001 dengan mengadopsi standar-standar sistem
manajemen lingkungan secara tepat.
Sampoerna Agro commits itself to the preservation of Earth,
among other things by being an active member of RSPO since
January 2007. We are engaged in a number of the active RSPO
working group units responsible for helping oil palm industry
proponents attain the RSPO principles and criteria in Indonesia.
In addition to the RSPO, most of the Company’s subsidiaries
have received the ISO 14001 Certification by adapting rigorous
environmental management systems and standards.
Satu contoh adalah prakarsa kami dalam pengendalian hama
yang bersahabat dengan lingkungan. Sedapat mungkin kami
menghindari penggunaan pestisida kimia, dan lebih memilih
menggunakan agen alami seperti sejenis burung hantu untuk
mengendali populasi tikus, penanaman Mucuna Bracteata
(MB) untuk menghindari erosi tanah, dan penanaman tanaman
bermanfaat lain seperti Turnera subulata dan Turnera ulmifolia
untuk menarik predator kumbang alami, dan memakai virus alami
seperti pestisida yang tidak berbahaya bagi manusia maupun
lingkungan.
One example of this is our environmentally friendly pest control
initiatives. Whenever possible, we refrain from using chemical
pesticides, and instead resort to natural agents such as
barn owls to control rat population, the planting of Mucuna
Bracteata (MB) to avoid soil erosions, and planting of other
beneficial plants such as Turnera subulata and Turnera ulmifolia
to attract natural bug predators, and promote natural viruses as
pesticides without being harmful to humans or the environment.
Product
Product
Minyak sawit memiliki kandungan yang unik. Minyak sawit dapat
digunakan dan dipakai tanpa melalui proses hidrogenisasi yang
menghasilkan asam lemak jenuh yang berbahaya bagi kesehatan
karena merupakan salah satu penyebab masalah jantung,
stroke, dan penyakit berbahaya lainnya. Maka, disamping lebih
bermanfaat untuk dikonsumsi, minyak sawit juga dapat diproduksi
dengan cara yang ramah lingkungan.
Due to its unique properties, palm oil can be used and
prepared without the need for hydrogenization, which produces
trans fatty acids that are harmful to health, being one of the
key factors leading to cardiovascular problems, strokes, and
other debilitating diseases. Thus, in addition to being more
beneficial for consumption, palm oil can be produced under
environmentally friendly regimen.
Lebih dari itu, minyak sawit memiliki tingkat produktivitas yang
tinggi dalam hal hasil-per-hektar dibanding sumber minyak
nabati lainnya seperti kacang kedelai, bunga matahari dan lain
sebagainya. Selain itu, Sampoerna Agro juga berkomitmen untuk
lebih meningkatkan produktivitasnya melalui inisiatif Riset dan
Pengembangan sendiri maupun dengan bekerjasama dengan
berbagai institusi riset minyak sawit terkemuka dunia. Saat ini,
Sampoerna Agro telah menikmati hasil upaya R&D-nya dengan
memproduksi benih hibrida DxP Sriwijaya berciri superior seperti
hasil produktivitas lebih tinggi dan tingkat toleransi lebih tinggi
terhadap potensi penyakit.
In addition to this, palm oil has higher productivity rates in
terms of yield-per-hectare compared to other vegetable oil
sources such as soya beans, sunflowers et cetera. Additionally,
Sampoerna Agro is also committed to further increase its
productivity through R&D initiatives on its own as well as in
cooperation with world-leading palm oil research institutions.
Currently, Sampoerna Agro has enjoyed the fruits of its R&D
efforts by producing hybrid DxP Sriwijaya seeds with superior
traits such as higher yield productivity and higher tolerance level
against potential diseases.
Profit
Profit
Sebagaimana diketahui, Perseroan harus menghasilkan laba dan
memberikan keuntungan yang memadai terhadap investasinya
dan investasi pemegang sahamnya. Tujuan utamanya adalah
bagaimana meraih keuntungan dan tumbuh dengan harmonis
berjalan beriringan dengan fundamental “P” yang sebelumnya
disebut diatas. Satu cara untuk memastikannya adalah melihat
bahwa Sampoerna Agro menegakkan standar-standar tertinggi
All told, the Company must also be profitable and provide
adequate returns on its investments and those of its
shareholders. The main objective, however, is how to achieve
profitability and grow in harmony alongside the needs of the
previous “P” fundamentals. One way to ensure this is to see to
it that Sampoerna Agro upholds the highest standards of good
corporate governance principles that espouse transparency,
LAPORAN TAHUNAN 2009
67
prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik yang mendukung
keterbukaan, akuntabilitas, tanggung jawab, kemandirian dan
keadilan untuk mencapai nilai pertumbuhan berkelanjutan jangka
panjang pemegang sahamnya.
accountability, responsibility, independency and fairness in
order to meet sustainable long-term shareholder value growth.
Praktik Agronomi dan Pengolahan Produk yang Baik
Good Agronomy and Manufacturing Practices
Sampoerna Agro memiliki komitmen yang tinggi dalam
mengembangkan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan dengan
menerapkan standar praktik internasional terbaik dalam agronomi,
produktivitas tinggi dan proses pengolahan kelapa sawit yang
ramah lingkungan, dan juga pengikutsertaan masyarakat.
Sampoerna Agro is highly committed in developing oil palm
estates that are sustainable through the deployment of
international best practice standards in agronomy, highly
productive and environmentally-friendly palm oil processing, as
well as community engagement.
Dalam upaya-upaya tersebut, Perseroan telah dan akan terus
mengambil sejumlah inisiatif dalam penyebarluasan perkebunan
kelapa sawit berkelanjutan yang memenuhi program standar
internasional seperti sertifikasi ISO, praktik manufaktur yang baik
(GMP) serta prinsip dan kriteria Roundtable for Sustainable Palm
Oil (RSPO).
In these efforts, the Company has taken and continues to take
wide ranging initiatives in the propagation of sustainable oil
palm estates by complying with international standardization
programs such as ISO certification, good manufacturing
practices (GMP) and the Roundtable for Sustainable Palm Oil
(RSPO) principles and criteria.
Berikut ini adalah daftar ikhtisar partisipasi dan pencapaian
Sampoerna Agro dalam berbagai program yang membuktikan
sistem terpadu Perseroan dalam manajemen, pengendalian mutu,
kesehatan dan keselamatan, dan perlindungan lingkungan.
The following table highlights Sampoerna Agro’s participation
and achievement in various programs that attest to the
Company’s integrated systems of management, quality control,
health and safety, and environmental protection.
No.
Year
System implementation
Description
Location
1
2004
ISO 9001:2000
Quality Management System
PT Binasawit Makmur, Sumatera
ISO 9001:2000
Quality Management System
2
2006
ISO 14001:2004
Environment Management System
ISO 9001:2000
Quality Management System
ISO 14001:2004
Environment Management System
-
3
PT Aek Tarum, Sumatera
2006
All company operations in Sumatera
4
2007
Joined RSPO
-
5
2009
ISO 9001:2008
6
2010
GMP +B2
Kernel Crushing Plant
PT Mutiara Bunda Jaya
7
in progress
OHSAS 18001:2007
Health and Safety Management System
PT Binasawit Makmur, Sumatera
Quality Management System.
All company operations
A revised version of ISO 9001:2000
Manajemen Perkebunan
Plantation Management
Sehubungan dengan masalah pemanasan global, pelestarian dan
perlindungan lingkungan, dan juga kegiatan penanaman dalam
pembukaan lahan, Perseroan secara ketat menerapkan sistem
pembukaan lahan tanpa membakar yang tidak menghasilkan
emisi CO2. Lebih dari itu, Perseroan berupaya untuk membatasi
pembukaan daerah High Conservation Value (HCV) yang
berpotensi untuk menjadi tempat pelestarian seperti daerah
di pinggir sungai, atau daerah yang memiliki nilai budaya bagi
masyarakat setempat.
With regards to issues on global warming, conservation and
environmental protection, as well as planting activities in land
bank development, the Company strictly implemented the zero
burning effect system without the production of CO2 emissions.
In addition, the Company tries to refrain from opening up
High Conservation Value (HCV) areas having potential to be
a conservation spot such as areas along riverbanks, or areas
having cultural values to the community.
Mengenai praktik pengendalian hama dan penyakit, Perseroan
menerapkan sistem pengendalian hama terpadu. Sistem tersebut
telah menurunkan penggunaan pestisida dan insektisida kimia
dengan memilih metode biologis. Beberapa contoh praktik
pengendalian hama biologis adalah sebagai berilkut:
In relation to pest and disease control practices, the Company
implemented an integrated pest control system. The system
had reduced the use of chemical pesticides and insecticides by
opting biological methods. Several examples of biological pest
control practices are described below:
68
ANNUAL REPORT 2009
• Pengendalian hama dengan menggunakan agen hayati
(mikroorganisme berupa jamur, bakteri atau virus), contohnya
penggunaan virus untuk mengendalikan ulat api, pengendalian
kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros).
• Pengendalian hama dengan menggunakan musuh alami,
contohnya pengenalan Tyto alba, sejenis burung hantu, dan
predator alami lainnya untuk mengendalikan hama tikus.
• Penanaman beneficial weeds bertujuan untuk menciptakan
lingkungan yang sesuai bagi musuh alami. Contohnya Cassia
cobanensis sebagai penyedia makanan bagi parasitoid ulat
kantong, Antigonon leptopus sebagai inang predator ulat api.
• Penanaman cover crop bertujuan untuk menekan
pertumbuhan gulma dan membantu menyuburkan tanah.
Contohnya penanaman Mucuna bracteata di areal rendahan.
• The use of micro organisms such as fungi, bacteria or virus,
an example is the use of virus to control caterpillars like ulat
api), and beetles like Oryctes rhinoceros.
• The use of natural opposition elements, for example, the
release of Tyto alba, a type of barn owl, and other natural
predators to control rat population.
• The planting of beneficial weeds aimed to create a
conducive environment to natural opposition elements. For
example is the use of Cassia cobanensis as food supply to
caterpillars (ulat kantong), Antigonon leptopus as predator
to caterpillars (ulat api).
• The planting of cover crops aimed to reduce the growth of
weeds while helping to fertilize the soil. For example is the
planting of Mucuna bracteata (MB).
Aktivitas perkebunan berpotensi untuk menimbulkan masalahmasalah lingkungan. Untuk memastikan risiko-risiko terhadap
lingkungan diperkecil tanpa mengorbankan produktivitas,
Perseroan menerapkan Best Management Practices (BMPs) di
daerah Kalimantan dan Sumatera. Prinsip utama dari BMP di
sini adalah penerapan metode terbaik pada perkebunan dimana
seluruh aktivitasnya diarahkan untuk memastikan pertumbuhan
tanaman kelapa sawit menjadi optimum dan memperkecil
efek-efek kurang baik terhadap lingkungan. BMPs berfokus
kepada manajemen perbaikan untuk mencapai efisiensi ekonomi,
lingkungan dan agronomi di dalam peningkatan produksi
pertanian.
Environmental issues are potential to appear as a result to
plantation activities. To ensure that environment risks are
reduced without sacrificing productivity, the Company carried
out Best Management Practice (BMP) in Kalimantan dan
Sumatra region. The main principles of BMP is to apply the best
method on plantation, as all activities were aimed to ensure
optimum growth of oil palm plantation and to reduce negative
environmental effects. BMPs were focused on management
improvement to achieve economic, environmental and
agronomical efficieny to increase agricultural production.
Program pengelolaan limbah Pabrik Kelapa Sawit
Palm Oil Mill waste management program
Dalam pengelolaan limbah, Perseroan menggunakan prinsip 3R
yaitu reduce, reuse dan recycle. Proses pengolahan minyak sawit
di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) menghasilkan limbah berupa limbah
padat dan limbah cair. Limbah padat berupa tandan kosong
kelapa sawit (TKKS), serat mesocarp, dan cangkang kernel.
Dalam pengelolaannya limbah cangkang dan serat mesocarp
digunakan sebagai sumber bahan bakar boiler yang digunakan
untuk pembangkit listrik sedangkan limbah cair dan TKKS
diaplikasikan ke lahan sebagai pupuk organik untuk menambah
unsur hara tanah dan mengurangi kehilangan air tanah serta
mencegah erosi tanah.
On waste management, the Company used the 3R principle:
reduce, reuse and recycle. Crude Palm Oil management
process in mills (POM) produced solid wastes and liquid
wastes. Solid wastes include empty fruit bunches (EFB),
mesocap fibres and kernel shells. On the process, fruit shell
and mesocap fibre wastes are used as fuel material to boilers
whose function is to generate electricity. As to liquid wastes
and EFB, are later applied to the estates as organic fertilizers to
enrich the soil or as a covering tool to increase moisture level in
the soil as well as to prevent soil erosion.
Perseroan telah melakukan peningkatan fasilitas pengkomposan
TKKS untuk dijadikan pupuk organik dengan kapasitas
100 ton kompos/hari. Kompos tersebut diaplikasikan ke
kebun di sekitarnya sebagai pengganti pupuk anorganik.
Selain mengandung unsur hara tertentu, kompos TKKS juga
mempengaruhi ketersediaaan unsur hara melalui ketersediaan air,
oksigen, dan asam-asam organik terlarut yang merupakan agen
dalam proses hidrolisa dan pelarutan unsur hara. Humus dalam
kompos dapat menetralkan sifat racun dari beberapa unsur mikro
dengan mengurangi pengambilannya. Kompos juga menghasilkan
bahan sejenis perekat untuk menstabilkan agregat tertentu.
The Company had increased its composting facility to
process empty fresh bunches to become organic fertilizers
with production capacity of 100 tonnes of compost per day.
The compost is distributed to the surrounding estates as a
substitute to inorganic fertilizers. Aside from containing certain
soil characteristics, the EFB composts also influenced the
availability of agents in the hydrolysis process and solvency of
soil characteristic. Humus in composts could neutralize poison
of several micro elements by reducing its usage. Composts
could also produce a type of adhesive element to stabilize
certain aggregates.
Selain dalam bentuk kompos TKKS juga diaplikasikan langsung
ke lahan sebagai mulsa untuk menjaga kelembaban tanah dan
mengurangi kehilangan air tanah dari evaporasi. Selain itu aplikasi
TKKS ke lahan dapat juga menjadi sumber makanan atau media
tumbuh Trichoderma spp dan Metharhizium anisopliae dimana
Trichoderma spp dapat menjadi agen pengendali biologis terhadap
infeksi jamur Ganoderma, dan Metharhizium anisopliae untuk
mengendalikan serangan Oryctes.
In addition to the formation of composts, EFB were also applied
directly as mulch to maintain soil humidity and reduce the loss
of water from evaporation. Moreover, EFB were also used
as food source or as growth media to Trichoderma spp and
Metharhizium anisopliae. As Trichoderma spp could act as a
biological control agent on fungi infection Ganoderma, and
Metharhizum anisopliae for Oryctes control.
LAPORAN TAHUNAN 2009
69
Kebijakan Lingkungan
Environmental Policy
Sertifikasi RSPO
RSPO Certification
Sejak tahun 2007, Sampoerna Agro telah bergabung dengan
prakarsa RSPO untuk memenuhi prinsip dan kriteria RSPO (RSPO
P&C) untuk pengembangan kelapa sawit berkelanjutan. Forum
RSPO berisikan para sumber dan ahli dari seluruh pemangku
kepentingan industri kelapa sawit termasuk organisasi pemerintah
dan lembaga swadaya masyarakat yang berkecimpung di industri
kelapa sawit, dan mengkombinasikan sumber-sumber tersebut
untuk memformulasikan kebijakan dan standar praktik terbaik
industri untuk mencapai perkembanganan yang berkelanjutan.
Since 2007, Sampoerna Agro has joined the RSPO initiatives
in order to meet RSPO principles and criteria (RSPO P&C) for
sustainable palm oil development. The RSPO forum brings
together expertise and resources from industry stakeholders,
including governments and non-governmental organizations
associated with the palm oil industry, and combines these
resources to formulate policies and best-practice standards for
the industry to achieve sustainable development.
RSPO PC menetapkan standar-standar berikut ini yang harus
menjadi pegangan dalam pengoperasian perkebunan kelapa
sawit: (i) komitmen terhadap transparansi, (ii) kepatuhan atas
hukum dan peraturan yang berlaku, (iii) komitmen terhadap
kelayakan ekonomi dan keuangan jangka panjang, (iv)
penggunaan praktik-praktik terbaik dan tepat oleh perkebunan
dan pabrik kelapa sawit, (v) tanggung jawab lingkungan dan
konservasi kekayaan alam dan keanekaragaman hayati, (vi)
pertimbangan yang bertanggung jawab terhadap karyawan,
individu dan komunitas yang terpengaruh oleh perkebunan dan
pabrik kelapa sawit, (vii) pengembangan perkebunan baru yang
bertanggung jawab, dan (viii) komitmen untuk perbaikan terus
menerus dalam beberapa daerah kegiatan utama.
The RSPO PC set forth the standards by which oil palm estates
should operate as follows: (i) commitment to transparency,
(ii) compliance with prevailing laws and regulation, (iii)
commitment to long-term economic and financial viability,
(iv) use of appropriate best practices by growers and millers,
(v) environmental responsibility and conservation of natural
resources and biodiversity, (vi) responsible consideration of
employees and of individuals and communities affected by
growers and mills, (vii) responsible developments of new
plantings, and (viii) commitment to continuous improvement in
key areas of activities.
Hingga akhir tahun 2009, Sampoerna Agro telah mengarah ke
persiapan proses sertifikasi RSPO untuk salah satu perkebunan
dan pabriknya, dan nanti setelah disertifikasi, akan digunakan
sebagai model untuk yang lainnya. Berikut ini beberapa pokok
pembahasan dari beberapa prakarsa yang dilakukan Sampoerna
Agro di tahun 2009 menuju sertifikasi RSPO.
As of year-end 2009, Sampoerna Agro has geared towards the
preparation to RSPO Certification process on one of its estates
and one of its mills, and upon certification, will use the model
for the rest. The following discussion highlights some of the
initiatives taken by Sampoerna Agro in 2009 towards RSPO
Certification.
Pada bulan Februari-April 2009, Perseroan melakukan penilaian
terhadap diri sendiri atas RSPO P&C dan identifikasi daerah HCV
(High Conservation Value) dalam unit operasinya di Sumatera
termasuk perkebunan yang dalam tahap pengembangan maupun
yang sudah matang.
In February-April 2009, the Company undertook the Self
Assessment on RSPO P&C and pre identification of HCV (High
Conservation Value) areas within its operating units in Sumatra
that include developing as well as matured plantation estates.
Pada tanggal 18 Juni 2009, Perseroan meninjau hasil penilaian
diri tersebut, dan identifikasi HCV, dan berdasarkan tinjauan
tersebut, telah memutuskan bahwa PT Aek Tarum sebagai
kandidat yang paling memungkinkan untuk memperoleh RSPO
P&C dalam waktu dekat.
On June 18, 2009, the Company reviewed the results of this
Self Assessment, and HCV identification, and based on this
review, decided on PT Aek Tarum as the most likely candidate
to achieve the RSPO P&C at the earliest date possible.
Terkait dengan perkembangan tersebut, Sampoerna Agro
juga telah menjalankan program pelatihan petani plasma
“Mengembangkan Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan”.
Pelatihan ini ditujukan untuk memperkenalkan dan menyebarkan
informasi mengenai RSPO P&C kepada para petani plasma
Sampoerna Agro. Terkait hal itu, Sampoerna Agro ditunjuk
In a related development, Sampoerna Agro also initiated the
Smallholders Training program called “Developing Sustainable
Palm Oil Plantation Estates”. This training is aimed to introduce
and disseminate information on RSPO P&C to Sampoerna
Agro’s Smallholders. Relating to this, Sampoerna Agro was
appointed as an Indonesian RSPO Smallholder Task Force
70
ANNUAL REPORT 2009
sebagai Relawan Gugus Tugas Petani Plasma RSPO Indonesia
mewakili perusahaan perkebunan di Sumatera Selatan dan juga
menjadi lokasi pelatihan untuk pengembangan perkebunan kelapa
sawit berkelanjutan sesuai dengan RSPO P&C bagi para petani
plasma.
Volunteer representing South Sumatra plantation companies
as well as be the training site for development of sustainable oil
palm in accordance to RSPO P&C for smallholders.
Di samping berkomunikasi dengan petani plasma, Perseroan juga
aktif dalam berbagai forum nasional terkait dengan pengembangan
RSPO di Indonesia. Hal ini termasuk forum yang membahas
penerapan RSPO P&C di Indonesia, dan memformulasikan
pedoman mekanisme kompensasi HCV untuk pengembangan
perkebunan kelapa sawit.
Aside from communicating with smallholders, the Company
was also active in various national forums in connection with
the development of RSPO in Indonesia. This includes forums
that discuss implementation of the RSPO P&C in Indonesia,
and the formulation of guidelines on HCV compensation
mechanism for developing palm oil estates.
Di bagian R&D, Sampoerna Agro melakukan riset terkait
untuk pengembangan dan implementasi RSPO P&C dengan
menerapkan praktik agronomi terbaik, termasuk:
• Riset dalam mengembangkan studi hama, penyakit dan
pengelolaan rumput liar mengunakan agen biologis seperti
Mucuna bracteata, Mucuna cochinchinensis, Calopogonium
caeruleum, Cassia tora, Cassia cobanensis, Antigonon
leptopus, dan Bahia grass.
• Riset terhadap penggunaan produk sampingan contohnya
TKKS untuk perkebunan berkelanjutan seperti (i) penggunaan
TKKS dan penyebaran berbagai jenis pupuk untuk penyuburan
tanah, (ii) penggunaan limbah cair untuk aplikasi tanah, (iii)
keefektifan Sour Humik dan Mikoriza arbukula dalam tahap
pembibitan kelapa sawit, (iv) penggunaan kompos TKKS dan
mikoriza untuk memperbaiki humus dalam pembajakan bibit.
• Kerjasama dengan Balai Agroklimat dan Hidrologi Bogor,
Sampoerna Agro melakukan survey awal dalam penggunaan
irigasi dan pengelolaan air untuk meningkatkan produksi
kelapa sawit di perkebunannya.
In the field of R&D, Sampoerna Agro undertook related
research for the development and implementation of the RSPO
P&C by employing agronomy best practices, including:
• Research on developing study on pest, disease and weed
control using biological agents such as Mucuna bracteata,
Mucuna cochinchinensis, Calopogonium caeruleum, Cassia
tora, Cassia cobanensis, Antigonon leptopus, and Bahia
grass.
• Research on utilizing bi-products such as EFB for
sustainable plantation such as (i) the utilization of EFB
(Empty Fruit Bunch) and distribution of various fertilizer
doses in land application (ii) utilization of liquid waste to
land application, (iii) effectiveness of Sour Humik and
Mikoriza arbukula in oil palm seedlings stage, (iv) use of
EFB compost and mikoriza to repair soil characteristics in
cultivation of seedlings.
• In cooperation with Bogor Agroclimate and Hydrology
Office, Sampoerna Agro did a pre-initial survey on for the
use of irrigation and water management to increase palm
production in oil palm plantations.
Dalam penggunaan kompos sebagai pupuk, Perseroan terus
meningkatkan kapasitas produksi kompos diatas 100 ton per
hari. Hingga bulan September 2009, Sampoerna Agro telah
mengaplikasikan lebih dari 14.000 ton kompos di perkebunan
Mesuji dan Surya Adi. Sistem pengomposan baru saat ini dalam
pengembangan di pabrik kelapa sawit Gunung Tua Abadi dengan
kapasitas produksi sampai 60 ton per hari.
In the use of compost as fertilizers, the Company continued
to increase its compost production capacity above 100 tons
per day. By September 2009, Sampoerna Agro had applied
more than 14,000 tons of compost to its Mesuji and Surya
Adi Estates. A new composting system is currently under
development at the Gunung Tua Abadi palm oil mill with
production capacity of up to 60 tons/day.
Dalam pembukaan lahan, Sampoerna Agro memiliki komitemen
penuh untuk membuat sebuah peta kesesuaian lahan berdasarkan
studi evaluasi lahan terhadap daerah yang akan dikembangkan
dalam bentuk unit peta tanah. Di bulan Juni 2009, Sampoerna
Agro melakukan survey, observasi dan pengukuran tanah sebelum
membuat peta evaluasi tanah bagi pembukaan lahan di daerah
Sumatera. Hal ini diikuti dengan pengukuran tanah untuk membuat
unit peta tanah di bulan Agustus 2009, dengan bekerjasama
dengan Departemen Kehutanan di Palembang, Sumatera Selatan.
In land bank development, Sampoerna Agro is fully committed
to make a land suitability map based on land evaluation study
on areas that will be developed in the form of Soil Map Unit.
In June 2009, Sampoerna Agro surveyed, observed and
measured our field before making Land Evaluation Map for land
bank at Sumatra Region. This was followed by measurement of
the land to make soil map unit in August 2009 in cooperation
with the Forestry Departement in Palembang, South Sumatra.
LAPORAN TAHUNAN 2009
71
Kebijakan Kesehatan dan
Keselamatan Kerja
Work Safety and Health Policy
Sebagai perusahaan yang bersifat padat karya, Perseroan
berkomitmen untuk mengedepankan prinsip-prinsip
keselamatan dan kesehatan kerja (K3) karyawan dalam setiap
kegiatan operasi. Bagi Perseroan, prinsip-prinsip K3 bukan
hanya sebuah bentuk tanggung jawab, namun juga sebuah
budaya yang harus dilestarikan oleh seluruh pihak, terutama
para karyawan, baik di kantor pusat, maupun di wilayah
perkebunan Sumatera dan Kalimantan.
As a labor-intensive company, the Company is committed
to implement the principles of employee work safety and
heatlh in every of its operational activities. For the Company,
the principles of work safety and health is not merely a
responsibility but a culture that needs to be disseminated to all
parties, particularly workers in its head office as well as in its
Sumatra and Kalimantan estates.
Sebagai bagian dari pelaksanaan K3, Perseroan telah
mengikutsertakan seluruh karyawannya dalam program
Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) sesuai ketentuan
peraturan yang berlaku.
In its effort to implement work safety and health, the Company
has included all of its employees in the Employee Social
Security (Jaminan Sosial Tenaga Kerja or Jamsostek) program
in accordance with prevailing regulations.
Di dalam kegiatan operasional sehari-hari khususnya di pabrik
Perseroan atau di tempat-tempat kerja dimana terdapat bahan
kimia berbahaya, Perseroan menerapkan standar keselamatan
kerja yang tinggi yang harus dipatuhi oleh setiap karyawan
atau pihak ketiga yang berada di lokasi tersebut, antara lain
kewajiban untuk memakai helm pengaman, masker, sepatu
kerja dan peralatan pengaman lainnya bagi mereka yang
berada di lokasi tersebut.
In its daily operational activities, especially in its mills or
work areas with the presence of dangerous chemicals, the
Company implements high work safety standards that must
be stringently followed by all employees or any person that
is within these areas such as, requirement to wear safety
helmets, masks, working shoes and other safety equipment
while being in these areas.
Di samping itu, Perseroan menyediakan fasilitas dan sarana
kesehatan untuk karyawan antara lain berupa klinik kesehatan
dan layanan dokter di lokasi kebun dan pabrik, penyiagaan
mobil ambulance di lokasi-lokasi yang tingkat kerawanannya
tinggi, kemudahan memperoleh pelayanan kesehatan di
rumah sakit yang telah bekerjasama dengan Perseroan serta
pemberian pelatihan yang memadai bagi tenaga paramedis
untuk menangani kecelakaan kerja secara tepat dan cermat.
In addition to this, the Company provides health facilities for its
employees in the form of medical clinics and doctors situated
in its estates and mills, ambulances within high-risk areas,
access to medical assistance in hospitals approved by the
Company as well as provide adequate training for paramedics
to provide adequate trainings for its medics to handle work
accidents accurately and thoroughly.
Kepedulian Perseroan terhadap aspek keselamatan dan
kesehatan kerja ini tidak hanya terwujud dalam bentuk
penyediaan sarana dan fasilitas saja, tetapi juga mencakup
pembangunan kesadaran akan arti pentingnya memelihara
keselamatan dan kesehatan kerja untuk dimiliki secara
merata oleh seluruh karyawan. Untuk itu, Perseroan telah
mensosialisasikan penerapan sistem manajemen kesehatan
dan keselamatan kerja (OHSAS) di lingkungan Perseroan.
This corporate awareness towards work safety and health is
not limited to providing infrastructure and facilities but also in
developing awareness on the importance of maintaining work
safety and health throughout its employees. For this purpose,
the Company actively communicated and disseminated
the implementation of work safety and health management
system (OHSAS) in its neighbourhood.
72
ANNUAL REPORT 2009
Kebijakan Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan (CSR)
Corporate Social Responsibility (CSR) Policy
Sejalan dengan perkembangan dunia bisnis, kegiatan CSR
telah menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memelihara
keberlanjutan (sustainability). Menerapkan prinsip-prinsip CSR
dengan tepat akan meningkatkan reputasi serta menanamkan
citra positif terhadap perusahaan.
In line with the development of the business world, CSR
activities have become part of a company’s strategy to maintain
sustainability. Properly implementing CSR principles will help
enhance the Company’s reputation and instill a positive image.
Kegiatan CSR Perseroan diterapkan oleh masing-masing
unit dan dikoordinasikan oleh Departemen Corporate Affairs.
Perseroan memusatkan kegiatan rutin CSR-nya di dalam dan di
lingkungan area perkebunan dengan tujuan untuk memperbaiki
fasilitas-fasilitas dasar, kesehatan, kemanusiaan, tempat ibadah,
dan fasilitas umum.
The Company’s CSR activities are implemented by individual
units and coordinated by its Corporate Affairs Department. The
Company concentrated its routine CSR activities in and around
its plantation estates with the aim to improve basic amenities,
health, humanitarian, religious, and public facilities.
Di atas kegiatan rutin CSR yang selalu dilaksanakan di dalam
dan di lingkungan area perkebunan, Sampoerna Agro juga
meminta bantuan dari Putera Sampoerna Foundation (SF) dalam
meningkatkan kualitas dan ketersediaan pendidikan di Indonesia
yang sejalan dengan tujuan-tujuan SF.
On top of the routine CSR activities being performed in and
around its plantation estates, Sampoerna Agro also seek the
help of Putera Sampoerna Foundation (SF) on improving the
quality and availability of education in Indonesia which is in line
with SF goals.
Dengan bekerjasama bersama SF, kegiatan CSR Perseroan
melibatkan pusat pendidikan dalam tiga bidang utama, yaitu
(i) meningkatkan keahlian dan pengetahuan para guru untuk
meningkatkan kualitas mengajar, (ii) meningkatkan nilai keahlian
kepemimpinan dan manajerial para Kepala Sekolah, dan (iii) dan
merehabilitasi gedung-gedung sekolah yang perlu direnovasi.
Tahun lalu, perseroan telah mendonasikan Rp8.700.000.000
(delapan milyar tujuh ratus juta rupiah) untuk mendukung
program kerjasama tersebut.
In cooperation with SF, the Company’s CSR activities involving
education center upon three key areas, namely (i) upgrade
teacher’s skills and knowledge to improve teaching quality, (ii)
enhance leadership and managerial skills of school principals,
and (iii) and rehabilitate school buildings that need renovations.
Last year, Sampoerna Agro donated Rp8,700,000,000
(eight billion seven hundred million rupiah) to fund the joint
cooperation program.
Sebuah upacara peletakan batu pertama telah dilakukan pada
tanggal 17 Februari 2009, dimana Perseroan memfasilitasi suatu
perjanjian kerjasama antara SF dan Bupati Ogan Komering Ilir,
Sumatera Selatan, untuk menjalankan program peningkatan
kualitas 90 guru dan 14 Kepala Sekolah dalam sistem sekolah
Kabupaten tersebut. Selain peningkatan kualitas guru dan
kepala sekolah, program tersebut juga mencakup peningkatan
kualitas infrastruktur dua gedung sekolah dasar, yaitu SDN2
Sumbu Sari dan SDN1 Maribaya, Sumatera Selatan. Setelah
renovasi-renovasi tersebut selesai, sejumlah 584 murid akan
langsung dapat menggunakan lebih banyak lagi fasilitas sekolah
dan juga struktur gedung sekolah lebih aman untuk kegiatan
sekolah sehari-hari mereka.
A groundbreaking ceremony was held on February 17, 2009,
in which the Company facilitated an agreement between SF
and the Regent of Ogan Komering Ilir, South Sumatra, to
undertake a program of quality improvement for 90 teachers
and 14 principals within the school system of the Regency. In
addition to this quality improvement, the program also included
improving the infrastructure quality of two public elementary
school buildings, namely SDN2 Sumbu Sari and SDN1
Maribaya of South Sumatra. After the completion of these
renovations, a total of 584 students will soon be able to utilize
more school facilities as well as a safer building structure to do
their daily schooling activities.
74
ANNUAL REPORT 2009
Setelah suksesnya kerjasama pertama dengan SF, Perseroan
memulai program serupa lainnya di Kalimantan pada akhir tahun
2009, dimana sebanyak 75 guru dan Kepala Sekolah akan
mengikuti program pelatihan peningkatan kualitas, dan tiga sekolah
dasar negeri akan direnovasi.
Following the success on the first joint cooperation with SF,
the Company started another similar program in Kalimantan
in year-end 2009, in which a total of 75 teachers and school
principals will take improvement training programs, and three
public elementary schools will be renovated.
Disamping itu, Sampoerna Agro juga memberikan beasiswa
kepada 11 murid yang berprestasi dari Kabupaten OKI dan
Sukamara masing-masing di Sumatera dan Kalimantan, untuk
memasuki Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) khusus bernama
Sampoerna Academy yang berlokasi di Sumatera Selatan.
Additionally, Sampoerna Agro also provided scholarships to 11
outstanding students from the OKI and Sukamara regencies
in Sumatra and Kalimantan, respectively, to enroll in a special
High School named Sampoerna Academy which is located in
South Sumatra,
Sampoerna Academy yang dioperasikan oleh SF
menerapkan strandar-standar nasional maupun internasional,
mengkombinasikan kurikulim internasional IGCSE dari Cambridge
University dan kurikulum nasional KTSP yang diwajibkan oleh
Departemen Pendidikan Nasional RI. Beberapa pelajaran diberikan
dalam bahasa Inggris dan para murid mendapat format pendidikan
SLTA yang mempersiapkan mereka untuk dapat memasuki
universitas terkemuka dimanapun di dunia termasuk di Indonesia.
Operated under the auspices of SF, the Sampoerna Academy
High School employs national as well as international
standards, combining the international curriculum of IGCSE
from Cambridge University and the national curriculum KTSP
mandated by the Indonesian Ministry of Education. Some
lectures are provided in English and the students receive a high
school educational format that prepares them for enrollment to
leading universities anywhere in the world including Indonesia.
Selain bidang pendidikan, Perseroan juga fokus pada masyarakat
setempat dengan melibatkan para petani plasma sebagai mitra.
Saat ini sekitar setengah lahan perkebunan Perseroan berada
In addition to educational issues, the Company also
focuses in community aspect by involving smallholders as
partners. Currently, approximately half of the Company’s
76
ANNUAL REPORT 2009
dalam skema plasma, dimana sekitar 90% jumlah pinjaman
plasma kepada bank-bank pemerintah oleh kebun-kebun
yang sudah menghasilkan telah berhasil dilunasi. Dengan
demikian, masyarakat secara aktif berpartisipasi dan mendapat
marjin keuntungan yang baik dari bisnis perkebunan kelapa
sawit Perseroan. Pada bulan Agustus 2009, Perseroan
bekerjasama dengan Kantor Perwakilan RSPO, Direktorat
Jenderal Perkebunan dan WWF untuk menyelenggarakan
pelatihan bagi petani plasma di daerah Sumatera dengan tema
“Pengembangan Perkebunan Kelapa Sawit yang berkelanjutan”.
Perseroan juga melakukan sejumlah kegiatan program
kesejahteraan masyarakat seperti keikutsertaan dalam proyekproyek pelestarian lingkungan lokal, memberikan layanan
kesehatan gratis bagi para pekerja dan keluarganya, dan
membantu masyarakat setempat dalam mengembangkan
kebutuhan utama termasuk gedung peribadatan, fasilitas
kebersihan dan jalan umum. Pada awal 2009, bekerjasama
dengan SF, Perseroan mulai melakukan penilaian untuk
perbaikan kualitas dan pelatihan bagi para guru dan Kepala
Sekolah di sekitar perkebunan Perseroan di Sumatera.
Sehubungan dengan pembukaan lahan perkebunan, Perseroan
menerapkan prinsip Free Prior Informed Consent (FPIC) dalam
melaksanakan prosedur ganti rugi bagi masyarakat setempat.
Beberapa tahap yang ditempuh adalah sebagai berikut:
• mengakui hak masyarakat adat untuk mengatakan YA atau
TIDAK terhadap rencana pembangunan perkebunan kelapa
sawit yang akan akan berlangsung dalam wilayah adat
mereka
• menghormati sistem pengambilan keputusan dalam
komunitas masyarakat adat dan penentuan perwakilan
yang mereka lakukan sendiri
• melakukan sosialisasi mengenai rencana pembangunan
perkebunan kelapa sawit di wilayah mereka dan
bermusyawarah dengan masyarakat adat untuk
mendapatkan kesepakatan bersama.
plantation estates are under the plasma scheme, of
which approximately 90% of total plasma loan made by
the established estates have been fully paid for through
government banks. Hence, the community actively
participates and obtain decent profit margin from the oil
palm plantation business. In August 2009, the Company
cooperated with RSPO Liaison Office, the Directorate
General of Plantation and the WWF to hold trainings for
smallholders in Sumatra region themed “Development of
Sustainable Oil Palm Plantation”.
The Company also carried out many community welfare
programs such as co-engaging in local environmental
conservation projects, providing free health services to
its workers and their families, as well as helping the local
communities to develop basic necessities which include
religious buildings, public sanitary and road facilities.
Starting early 2009, in cooperation with Sampoerna
Foundation, the Company began carrying out quality
improvement assessments and trainings for school
teachers and principals surrounding the Company’s estates
in Sumatra area.
With regards to land bank development, the Company
employs the Free Prior Informed Consent (FPIC) principles
in carrying out its compensation procedure to the local
communities. Some of the steps taken are as follows:
• Acknowledging the local community rights to agree or
disagree on the Company’s plans to develop oil palm
plantation within their local community areas.
• Respecting decision making process of the local
communities as well as chosen representatives that
was decided among themselves.
• Disseminating information regarding the Company
plans to develop oil palm plantation in the area and
negotiating with community’s interest at heart to obtain
a collective agreement.
LAPORAN TAHUNAN 2009
77
Produksi TBS Sampoerna Agro
di perkebunan Kalimantan
meningkat secara konsisten dari
6,4 ton/Ha di tahun 2005 menjadi
8,7 ton pada tahun 2006, 10,1 ton
tahun 2007, 12,3 ton tahun 2008
dan 15,3 ton tahun 2009
Sampoerna Agro’s production of
FFB in its Kalimantan estates has
increased consistenly from 6.4 tons/
Ha in 2005 to 8.7 tons in 2006, 10.1
tons in 2007, 12.3 tons in 2008 and
15.3 tons in 2009
Pembahasan dan
Analisis Manajemen
Management Discussion and Analysis
Tinjauan
Overview
Minyak Sawit dan Inti Sawit
CPO and PK
Kontribusi terbesar terhadap penjualan Perseroan berasal dari
minyak sawit dan inti sawit masing-masing sebesar 89% dan 8%
dari total nilai penjualan pada tahun 2009.
The biggest contributors to Sampoerna Agro sales were from
CPO and PK amounting to 89% and 8% of total sales in 2009,
respectively.
Tabel berikut ini merupakan penjualan produk minyak kelapa sawit
dan inti sawit Perseroan di Sumatera dan Kalimantan selama tahun
yang bersangkutan:
The following table contains sales of CPO and PK from the
Company’s Sumatra and Kalimantan regions for the years
indicated below:
226,317
Inti Sawit (dalam juta Rupiah)
Palm Kernel (in millions of Rupiah)
1,359,103
Sumatera
2007
Sumatera
Tabel berikut ini merupakan penjualan minyak sawit Perseroan
kepada konsumen dalam dan luar negeri selama periode:
22,958
16,723
Kalimantan
27,400
128,552
2009
251,515
238,376
141,349
2008
150,716
1,694,297
1,233,492
Minyak Sawit (dalam juta Rupiah)
CPO (in millions of Rupiah)
Kalimantan
The following contains CPO sales to customers within and
outside of Indonesia for the periods indicated below:
PENJUALAN CPO BERDASARKAN WILAYAH
CPO sales per region (in millions of Rupiah)
2008
2007
2009
1.765.198 (91%)
1.319.828 (95%)
1.435.805 (89%)
Jumlah Penjualan CPO Rp1,38 triliun
Jumlah Penjualan CPO Rp1,93 triliun
Jumlah Penjualan CPO Rp1,61 triliun
Total CPO Sales Rp1.38 trillion
Total Sales CPO Rp1.93 trillion
Total Sales CPO Rp1.61 trillion
Indonesia/Indonesia
80
174.813 (11%)
167.475 (9%)
64.380 (5%)
Luar Indonesia/Outside Indonesia
ANNUAL REPORT 2009
Umumnya, penjualan domestik dilakukan menggunakan harga
spot dan negosiasi cara penyerahan dilakukan pada saat
penjualan. Dalam praktik yang lazim dilakukan untuk penjualan
spot di Indonesia, pembeli membayar minyak sawit dan inti sawit
dalam waktu satu sampai dua hari setelah menandatangani
kontrak penjualan dan pengiriman dilakukan setelah pembayaran
diterima. Perseroan melakukan negosiasi cara pengiriman untuk
masing-masing kontrak.
In general, domestic sales were based on spot rates and
delivery terms were negotiated at the time of the sale. In the
common practice of spot trading in Indonesia, CPO and PK
buyers will settle the payment in one or two days time after
signing the sales contract which is then followed by delivery
after receipt of payment. The Company negotiates delivery
terms on a contract-by-contract basis.
Pada tahun 2008 dan 2009, Perseroan melakukan penjualan
kepada pelanggan diantaranya PT Sinar Alam Permai dan PT
Asianagro Agung Jaya.
In 2009 and 2008, the Company’s customers were, among
others, PT Sinar Alam Permai and PT Asianagro Agung Jaya.
Kecambah Sawit
Germinated Oil Palm Seeds
Produksi kecambah Perseroan, melalui PT Binasawit Makmur,
memiliki kapasitas untuk memproses sekitar 40 juta benih per
tahun. Enam varietas kecambah yang dihasilkan Perseroan diberi
nama DxP Sriwijaya dan telah memperoleh sertifikasi Perlindungan
Varietas Tanaman (PVT) dari Menteri Pertanian Republik Indonesia.
Kecambah Perseroan dijual seluruhnya ke pasar domestik.
Konsumen kecambah yang dihasilkan Perseroan diantaranya Astro Agro Lestari, Indofood Group, Mustika Sembuluh,
Musim Mas dan Korindo. Sejak tahun 2004, Perseroan telah
mendistribusikan kecambah ke berbagai wilayah di Indonesia,
yaitu Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Perseroan juga
memberikan akses yang sama untuk perolehan kecambah untuk
perkebunan rakyat.
Through PT Binasawit Makmur, the Company has processing
capacity of approximately 40 million seeds per year. Six of
the germinated seed variants produced by the Company
called DxP Sriwijaya have obtained Plant Variety Protection
(PVP) certification from the Indonesian Ministry of Agriculture.
These germinated seeds were sold in domestic market to
customers such as Astra Agro Lestari, Indofood Group,
Mustika Sembuluh, Musim Mas and Korindo. The company
had distributed the germinated seeds to various regions
in Indonesia since 2004. These regions included Sumatra,
Kalimantan, Sulawesi and Papua. The Company also provided
equal access of its germinated oil palm seeds to smallholders
as well.
Volume penjualan kecambah di tahun 2009 sekitar 5,9 juta benih
yang bernilai sebesar Rp39,5 miliar.
In 2009, total sales volume reached 5.9 millions seeds with a
total value of Rp39.5 billion.
Usaha Perseroan dalam menghasilkan kecambah yang
memberikan imbal hasil yang tinggi didukung dengan adanya riset
yang berkualitas, tim penjualan yang fokus, dan layanan purna jual
untuk membantu peningkatan kualitas perkebunan konsumen.
Perseroan juga memberikan pelatihan teknologi pembibitan dan
praktik agronomi bagi para penanam baru. Tim pengembangan
dan penelitian dan pelayanan agronomi Perseroan secara aktif
mempromosikan penggunaan kecambah berkualitas melalui
kegiatan presentasi di berbagai daerah di Indonesia. Saat ini
Perseroan mendapat kehormatan menjabat sebagai Ketua di acara
Forum of the Indonesian Oil Palm Seeds Producers.
In producing these high yielding seeds, the Company is
supported by high quality R&D, attentive sales team, and
after-sales service whose aim is to help increase the quality of
its customers’ plantation estates. The Company also provides
trainings on nursery farming and agronomy practices for
beginners. The Company’s R&D and agronomy service teams
are actively promoting on the use of quality seeds through
roadshow presentations in various regions of Indonesia. At
present, the Company is honored to be elected as Chairperson
of the Indonesian Oil Palm Seeds Producers Forum.
Karet
Slab Rubber
Perseroan, melalui PT Aek Tarum, menjual hasil produksi karetnya
ke pabrik pengolahan karet ataupun pembeli lainnya dalam
Through PT Aek Tarum, the Company sold its rubber to crumb
rubber factories and other buyers in the form of rubber slabs.
LAPORAN TAHUNAN 2009
81
The rubber was sold in domestic market. The sales price was
determined by referencing to the applicable domestic and
international markets as well as based on negotiation with
customer.
Kinerja Operasional
Operational Performance
Berikut ini adalah hasil produksi Perseroan di wilayah Sumatera
dan Kalimantan untuk tahun yang bersangkutan:
The following was Sampoerna Agro operational results from its
Sumatra and Kalimantan regions for the years indicated bellow:
222.033
222.066
42.129
32.030
23.841
193.276
150.950
124.349
15.3
12.3
10.1
17.6
233.438
CPO Production (Tons)
1.079.568
PRODUKSI MINYAK SAWIT (Ton)
FFB Production (Tons)
1.011.098
PRODUKSI TBS (Ton)
Yield (Tons/ha)
1.056.711
PRODUKSI (Ton/ha)
19.6
19.3
bentuk slab. Produksi karet Perseroan dijual seluruhnya ke pasar
domestik. Harga penjualan ditentukan berdasarkan referensi dari
harga pasar domestik dan internasional dan berdasarkan negosiasi
dengan pelanggan.
2007
2008
2009
Sumatera
Kalimantan
Sumatera
Kalimantan
Sumatera
Kalimantan
Germinated Seeds (Thousand Seeds)
52.592
PRODUKSI KECAMBAH (Ribuan Butir)
Rubber Production (Tons)
62.722
PRODUKSI KARET (Ton)
PK Production (Tons)
45.688
PRODUKSI INTI SAWIT (Ton)
480
483
408
22.735
Sumatera
9.780
7.900
5.840
15.056
Kalimantan
5.894
2007
2008
2009
2007
2008
2009
Produksi Tandan Buah Segar (TBS)
Fresh Fruit Bunches (FFB) production
Hasil panen TBS dari wilayah Sumatera menurun dari 19,6 ton
per hektar pada tahun 2008 menjadi 17,6 ton per hektar pada
tahun 2009. Sebaliknya, hasil panen tandan buah segar di wilayah
Kalimantan mengalami kenaikan, yaitu dari 12,3 ton per hektar
pada tahun 2008 menjadi 15,3 ton per hektar di tahun 2009.
FFB yield from the Sumatra region had decreased from 19.6
tons per hectare in 2008 to 17,6 tons per hectare in 2009 while
FFB yield from the Kalimantan region had increased from 12.3
tons per hectare in 2008 to 15,3 tons per hectare in 2009.
82
ANNUAL REPORT 2009
Penurunan produktifitas di wilayah Sumatera disebabkan antara
lain oleh hasil panen rendah dari sebagian perkebunan yang
baru memasuki masa panen dan gejolak cuaca yang terjadi
sebelumnya. Sedangkan peningkatan produktifitas TBS di
wilayah Kalimantan disebabkan oleh upaya pemeliharaan yang
intensif serta bertambahnya tingkat kematangan pohon-pohon di
perkebunan tersebut.
The reduction of FFB yield in Sumatra region was caused by
factors such as low yields produced by those areas that just
became matured and climate volatility happening previously.
On the other hand, the production improvement in Kalimantan
region was mainly due to intensive upkeeping efforts combined
with the maturing of palms in the region.
Produksi minyak sawit
Crude Palm Oil (CPO) production
Produksi minyak sawit pada tahun 2009 sedikit menurun sebesar 0,5% menjadi 264.162 ton dibandingkan 265.468 ton
pada tahun 2008.
CPO production slightly decreased by 0.5% from 265,468 ton
in 2008 to 264,162 ton in.
Tingkat rendemen minyak sawit di wilayah Sumatera meningkat
dari 21,6% pada tahun 2008 menjadi 22,0% pada tahun 2009.
Tingkat rendemen minyak sawit di wilayah Kalimantan meningkat
dari 21,2% di tahun 2008 menjadi 21,8% di tahun 2009.
Peningkatan rendemen ini terutama dikarenakan kualitas TBS yang
lebih baik.
Oil Extraction Rates (OER) in the Sumatra region increased from
21.6% in 2008 to 22.0% in 2009. Kalimantan region’s OER
also improved from 21.2% in 2008 to 21.8% in 2009. This improvement was brought about by improved FFB quality.
Produksi inti sawit
Palm Kernel (PK) production
Produksi inti sawit mengalami penurunan sebesar 11,7% menjadi
62.372 ton di tahun 2009 dibandingkan 70.622 ton di tahun 2008,
disebabkan oleh tingginya persediaan biji inti sawit di akhir tahun
2007 dimana persediaan biji inti sawit tersebut diolah di tahun
2008. Hal ini juga menyebabkan tingkat rendemen inti sawit di
wilayah Sumatera menurun dari 5,8% pada tahun 2008 menjadi
5,2% pada tahun 2009. Tingkat rendemen inti sawit di wilayah
Kalimantan sedikit menurun dari 5,2% di tahun 2008 menjadi 5,1%
di tahun 2009.
PK production decreased by 11.7% from 70,622 tons in
2008 to 62,372 tons in 2009, caused by high inventory of
unprocessed nuts carried over from 2007 which was then
processed in 2008. This was also the reason for the decrease
in Kernel Extraction Rates (KER) in Sumatra from 5.8% in 2008
to 5.2% in 2009. KER in Kalimantan region slightly decreased
from 5.2% in 2008 to 5.1% in 2009.
Produk-produk inti sawit
Palm kernel products
Pada bulan Juli 2009, Perusahaan membuka pabrik pengolahan
inti sawit dengan kapasitas pengolahan 150 ton inti sawit per hari.
Dengan adanya pabrik baru ini, Perseroan memproduksi produk
baru yaitu minyak inti sawit dan ampas inti sawit di tahun 2009
sebesar 4.335 ton.
In July 2009, the Company opened a kernel crushing plant
with processing capacity of 150 ton of PK per day. This new
crushing plant produced Palm Kernel Oil (PKO) and Palm
Kernel Expellers (PKE). The combined ouput of these products
in 2009 totalled 4,335 ton.
Kecambah sawit
Germinated oil palm seeds
Produksi kecambah menurun sebesar 74% dari 22,7 juta benih
di tahun 2008 menjadi 5,9 juta benih di tahun 2009. Penurunan
ini disebabkan oleh kebijakan Perseroan yang memutuskan untuk
mengurangi volume produksi karena menurunnya permintaan
pasar atas kecambah dalam periode ini.
Germinated seeds production decreased by 74% from 22.7
million seeds in 2008 to 5.9 million seeds in 2009. This was
due to Management’s decision to reduce production which was
the result of decreased market demand for germinated seeds
during this period.
Karet
Slab rubber
Produksi karet Perseroan pada tahun 2009 sebesar 408 ton, turun
15% dibandingkan dengan tahun 2008 sebesar 483 ton.
Rubber production in 2009 is 408 tons, 15% lower than the
previous year’s figure of 483 tons.
LAPORAN TAHUNAN 2009
83
Kinerja Keuangan
Financial Performance
VOLUME PENJUALAN (ton, kecuali
kecambah dalam juta butir)
PENDAPATAN (Rp miliar)
Sales (Rp billion)
HARGA JUAL RATA-RATA (Rp/kg)
Average Selling Price (Rp/kg)
2007
6.705
3.511
5.182
3.171
3.564
2.614
6.730
6.294
6.113
Kecambah
Germinated Seeds
Inti Sawit
PK
Minyak Sawit
CPO
5,9
13,7
Kecambah
Germinated Seeds
Inti Sawit
PK
Minyak Sawit
CPO
18,4
57.956
71.195
49.843
263.458
219.928
287.153
2008
2009
39,5
48,1
95,5
151,5
Kecambah
Germinated Seeds
Inti Sawit
PK
Minyak Sawit
CPO
158,1
253,7
1.932,7
1.610,6
1.384,2
Sales Volume (tonnes, except germinated
seeds in million seeds)
Penjualan
Sales
Penjualan produk Perseroan mengalami penurunan sebesar 21%
dari Rp2.288,1 miliar di tahun 2008 menjadi Rp1.815,6 miliar di
tahun 2009. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan
pada volume penjualan produk kelapa sawit dan kecambah, serta
harga penjualan rata-rata produk kelapa sawit yang lebih rendah.
The Company’s sales decreased by 21% from Rp2,288.1
billion in 2008 to Rp1,815.6 billion in 2009. This decrease
was mainly due to lower sales volume of palm products and
germinated seeds, as well as lower average selling price of oil
palm products.
Penjualan di pasar domestik berkisar 91% dan 89% dari jumlah
penjualan masing-masing di tahun 2008 dan 2009.
Domestic sales made up approximately 91% and 89% of total
sales in 2008 and 2009, respectively.
Penjualan produk kelapa sawit menurun 19% menjadi Rp1.762
miliar di tahun 2009 dibandingkan Rp2.186 miliar pada tahun 2008
yang disebabkan oleh penurunan volume penjualan minyak sawit
sebesar 8,3% menjadi 263.458 ton di tahun 2009 dibandingkan
287.152 ton pada tahun 2008. Harga jual rata-rata minyak sawit
juga menurun 9,2% dibandingkan dengan tahun 2008.
Sales from palm products decreased by 19% from Rp2,186
billion in 2008 to Rp1,762 billion in 2009 mainly caused by
8.3% lower CPO sales volume from 287,152 tons in 2008 to
263,458 tons in 2009. Average selling price of CPO was also
9.2% lower than the previous year’s figure.
Penjualan kecambah menurun 59% dari Rp95,5 miliar di tahun
2008 menjadi Rp39,5 miliar di tahun 2009, terutama disebabkan
oleh penurunan volume penjualan kecambah dari 18,4 juta di
tahun 2008 menjadi 5,9 juta di tahun 2008, namun sebagian
dikompensasi dengan peningkatan harga jual kecambah sebesar
29%. Volume penjualan ini menurun seiring dengan menurunnya
permintaan pasar atas kecambah.
Germinated seeds sales decreased by 59% from Rp95.5 billion
in 2008 to Rp39.5 billion in 2009 mainly caused by lower sales
volume from 18.4 million germinated seeds in 2008 to 5.9
million germinated seeds in 2009, but partly compensated by
29% higher selling price. The lower sales volume was due to
reduced demand for germinated seeds in the industry.
Penjualan karet menurun 46% dari Rp6,2 miliar di tahun 2008
menjadi Rp3,4 miliar di tahun 2009, terutama disebabkan oleh
Slab rubber sales decreased by 46% from Rp6.2 billion in 2008
to Rp3.4 billion in 2009, primarily due to 36% lower average
84
ANNUAL REPORT 2009
penurunan harga jual rata-rata sebesar 36% dari Rp12.908/kg di
tahun 2008 menjadi Rp8.308/kg di tahun 2009. Volume penjualan
karet mengalami penurunan sebesar 16% dari 483 ton di tahun
2008 menjadi 408 ton di tahun 2009.
selling prices from Rp12,908/kg in 2008 to Rp8,308/kg in
2009. Sales volume also decreased by 16% from 483 tons in
2008 to 408 tons in 2009.
Beban Pokok Penjualan
Cost of Sales
Beban pokok penjualan Perseroan pada tahun 2009 terdiri dari
beban pemeliharaan kebun, panen, pembelian buah plasma,
alokasi beban tidak langsung, pengolahan, penyusutan dan
amortisasi, dan pergerakan persediaan. Beban pokok penjualan
menurun sebesar 20% dari Rp1.512 miliar di tahun 2008
menjadi Rp1,216 miliar di tahun 2009, sejalan dengan penurunan
penjualan.
Cost of sales in 2009 consists of estate upkeep and cultivation,
harvesting, plasma FFB purchase, allocation of indirect costs,
processing, depreciation and amortization, and inventory
movement. Costs of sales decreased by 20% from Rp1,512
billion in 2008 to Rp1,216 billion in 2009, which was in line with
decreased in sales.
Laba Kotor
Gross Profit
Laba kotor menurun sebesar 29% dari Rp776 miliar di tahun 2008
menjadi Rp599 miliar di tahun 2009. Marjin laba kotor menurun
dari 33,8% di tahun 2008 menjadi 33,0% di tahun 2009, terutama
disebabkan oleh penurunan volume penjualan dan harga jual ratarata produk kelapa sawit.
Gross profit decreased by 29% from Rp776 billion in 2008 to
Rp599 billion in 2009. Gross margin slightly increased from 33.8% in 2008 to 33,0% in 2009, mainly due to lower
sales volume and average selling price of CPO, PK and
germinated seeds.
Beban Usaha
Operating Expenses
Beban usaha menurun sebesar 15% dari Rp164 miliar ditahun
2008 menjadi Rp139 miliar di tahun 2009. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan beban pemasaran yaitu pajak
ekspor. Persentase beban usaha terhadap total penjualan bersih
mengalami sedikit kenaikan dari 7,1% di tahun 2008 menjadi
7,7% di tahun 2009.
Operating expenses decreased by 15% from Rp164 billion in
2008 to Rp139 billion in 2009, mainly due to lower marketing
expenses such as export tax. As a percentage of total net
sales, operating expenses increased slightly from 7.1% in 2008
to 7.7% in 2009.
Laba Usaha
Operating Income
Laba usaha menurun sebesar 25% dari Rp611 miliar di tahun
2008 menjadi Rp460 miliar di tahun 2009. Persentase laba usaha
terhadap total penjualan bersih mengalami penurunan dari 26,7%
di tahun 2008 menjadi 25,3% di tahun 2009.
Operating income decreased by 25% from Rp611 billion in
2008 to Rp460 billion in 2009. As a percentage of total net
sales, operating income decreased from 26.7% in 2008 to
25.3% in 2009.
Penghasilan/Beban Lain-lain
Other Income/Expenses
Penghasilan lain-lain menurun dari Rp20 miliar di tahun 2008
menjadi beban lain-lain sebesar Rp51 miliar di tahun 2009,
terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan bunga dan
kenaikan rugi selisih kurs serta beban lain-lain.
In 2008, the Company recorded other income in the amount of Rp20 billion which became other expenses amounting to
Rp51 billion in 2009. This was mainly due to lower interest
income compounded with foreign exchange loss as well as
other expenses.
Pendapatan bunga menurun dari Rp42 miliar di tahun 2008
menjadi Rp24 miliar di tahun 2009 disebabkan oleh penurunan
pendapatan bunga deposito.
Interest income decreased from Rp42 billion in 2008 to Rp24
billion in 2009 due to lower interest from time deposits.
Rugi selisih kurs meningkat dari Rp8 miliar di tahun 2008 menjadi Rp20 miliar di tahun 2009 dikarenakan membaiknya nilai
tukar Rupiah terhadap Dollar AS atas piutang konsolidasi dalam
Dollar AS.
Loss on foreign exchange increased from Rp8 billion in 2008
to Rp20 billion in 2009 due to strengthening of Rupiah against
US Dollar on the Company’s consolidated receivables based in
US Dollar.
LAPORAN TAHUNAN 2009
85
Beban lain-lain di tahun 2009 sebagian besar berasal dari beban
lain-lain sehubungan dengan pengembangan usaha biofuels dan
sumbangan ke Yayasan Putera Sampoerna.
Other expenses in 2009 was mainly caused by expenses
related with biofuel business development and donation to
Putera Sampoerna Foundation.
Pajak Penghasilan
Corporate income tax
Beban pajak penghasilan menurun sebagai akibat dari penurunan
laba di tahun 2009 menjadi sebesar Rp123 miliar atau turun 34%
dari Rp186 miliar di tahun 2008.
Corporate income tax expense decreasedm which was effected
by decreased in income in 2009 to become Rp123 billion or
34% lower than Rp186 billion in 2008.
Laba Bersih
Net Income
Laba bersih menurun 36% dari Rp440 miliar di tahun 2008
menjadi Rp282 miliar di tahun 2009.
Net income decreased by 36% from Rp440 billion in 2008 to
Rp282 billion in 2009.
Neraca
Balance Sheets
Piutang Usaha
Trade Receivables
Pada tanggal 31 Desember 2009, piutang usaha mengalami
peningkatan sebesar 411% menjadi Rp16 miliar dari Rp3 miliar
pada 31 Desember 2008 yang merupakan akibat dari peningkatan
penjualan di akhir tahun 2009. Seluruh piutang usaha telah tertagih
dalam waktu 30 hari.
As at December 31, 2009, trade receivables increased
by 411% to Rp16 billion as compared to Rp3 billion as at
December 31, 2008, reflecting an increase in sales at end of
2009. All trade receivables were fully collectible in 30 days.
Jumlah Aktiva
Total Assets
Jumlah aktiva Perseroan pada tanggal 31 Desember 2009 sebesar
Rp2.262 milliar, meningkat sebesar 5% dibandingkan dengan
jumlah aktiva pada tanggal 31 Desember 2008 sebesar Rp2.156
miliar. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh peningkatan aktiva
tidak lancar dari Rp1.353 miliar di tahun 2008 menjadi Rp1.646
miliar di tahun 2009, yang disebabkan oleh :
• peningkatan tanaman perkebunan dari Rp734 miliar di
tahun 2009 menjadi Rp807 miliar di tahun 2008 dikarenakan
penanaman baru di tahun 2009;
• peningkatan aset tetap dari Rp486 miliar di tahun 2008
menjadi Rp591 miliar di tahun 2009 dikarenakan konstruksi
satu pabrik baru pengolahan inti sawit di PT Mutiara Bunda
Jaya dan satu pabrik baru pengolahan kelapa sawit di PT
Gunung Tua Abadi yang masing-masing beroperasi di bulan
Juli 2009 dan Februari 2010;
• peningkatan taksiran tagihan pajak restitusi dari Rp14 miliar
di tahun 2008 menjadi Rp64 miliar di tahun 2009 dikarenakan
kelebihan pembayaran pajak penghasilan; dan
• uang muka investasi sebesar Rp49 miliar di tahun 2009 untuk
pengambilalihan 75,5% saham PT National Sago Prima.
As of December 31, 2009, there was a 5% increase of total
assets from Rp2,156 billion in December 31, 2008 to Rp2,262
billion. This increase was mainly due to higher non-current
assets from Rp1,353 billion in 2008 to Rp1,646 billion in 2009,
caused by:
• increase in plantation assets from Rp734 billion in 2008 to
Rp807 billion in 2009 contributed by new plantings in 2009;
Jumlah Kewajiban
Total Liabilities
Jumlah kewajiban pada tanggal 31 Desember 2009 mengalami
penurunan menjadi Rp475 milliar atau sebesar 18% dibandingkan
dengan jumlah kewajiban per tanggal 31 Desember 2008 sebesar
Rp578 miliar. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan
hutang usaha – pihak ketiga.
Total liabilities as of December 31, 2009 amounted to Rp475
billion, or 18% lower than Rp578 billion per December 31,
2008. This decrease was mainly due to lower trade payables –
third parties.
86
ANNUAL REPORT 2009
• increase in fixed assets from Rp486 billion in 2008 to
Rp591 billion in 2009 due to construction of one new kernel
crushing plant (KCP) in PT Mutiara Bunda Jaya and one
new palm oil mill (POM) in PT Gunung Tua Abadi, which
commissioned the operations in July 2009 and February
2010, respectively;
• increased in estimated tax refund claims from Rp14 billion
in 2008 to Rp64 billion in 2009 due to overpayments of
income taxes; and
• advance for investment amounting to Rp49 billion in 2009
for acquisition of 75.5% ownership in PT National Sago
Prima.
Ekuitas
Shareholders’ equity
Pada tanggal 31 Desember 2009, jumlah ekuitas sebesar Rp1.766
miliar, mengalami kenaikan sebesar 14% dibandingkan dengan
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2008 sebesar Rp1.553 miliar.
Kenaikan ini disebabkan oleh penjualan modal saham yang
dibeli kembali dab laba bersih di tahun 2009 dimana sebagian
terkompensasi dengan adanya pembagian dividen dari saldo laba
tahun 2008 sebesar Rp170.1 miliar.
As of December 31, 2009, shareholders’ equity was Rp1,766
billion, 14% higher than previous year figure of Rp1,553 billion.
This increase was mainly due to resale of treasury stock and
net income in 2009, partly compensated with dividend payment
from retained earnings per December 31, 2008 amounting to
Rp170,1 billion.
Likuiditas dan Solvabilitas
Liquidity and Solvability
Rasio lancar meningkat dari 227% per tanggal 31 Desember
2008 menjadi 261% per tanggal 31 Desember 2009 terutama
disebabkan oleh penurunan hutang usaha. Rasio kewajiban
konsolidasi terhadap aktiva konsolidasi mengalami penurunan dari
27% per tanggal 31 Desember 2008 menjadi 21% per tanggal 31
Desember 2009. Neraca keuangan Perusahaan tetap kuat dan
mampu memenuhi kewajiban Perusahaan di tahun 2010.
Current ratio increased from 227% per December 31, 2008
to 261% per December 31, 2009, caused by lower trade
payables. The ratio of consolidated liabilities to consolidated
assets improved from 27% per December 31, 2008 to 21% per
December 31, 2009. The balance sheet remained strong and
capable of servicing the Company commitments in year 2010.
Struktur modal Perusahaan terdiri atas komponen hutang dan
ekuitas. Komponen hutang terdiri atas hutang jangka panjang
dengan suku bunga pasar. Komponen ekuitas terdiri dari
modal saham dan saldo laba. Pada tahun 2009, struktur modal
Perusahaan terdiri dari hutang berbunga sebesar Rp244 miliar
dan ekuitas sebesar Rp1.766 miliar. Rasio kewajiban berbunga
konsolidasi terhadap ekuitas mengalami sedikit penurunan dari
14,0% per tanggal 31 Desember 2008 menjadi 13,8% per tanggal
31 Desember 2009 yang mencerminkan penambahan ekuitas.
The Company’s capital structure comprises of liabilities and
equity. Liabilities consist of long-term loan with market interest
rates. Equity consists of capital stock and retained earnings.
In 2009, the Company’s capital structure comprised of Rp244
billion of interest bearing loan and an equity of Rp1,766 billion.
Consolidated debt to equity ratio improved slightly from 14.0%
per December 31, 2008 to 13.8% per December 31, 2009
reflecting the increasing equity.
Jumlah hutang per tanggal 31 Desember 2009 sebesar Rp244
miliar merupakan pinjaman jangka panjang dari Bank Mandiri untuk
Sungai Rangit. Pinjaman ini memiliki batasan-batasan, antara lain
batasan pada Sungai Rangit dalam mengadakan penambahan
hutang. Pinjaman ini digunakan untuk membayar kembali pinjaman
sebelumnya dan untuk membiayai kebun di Sungai Rangit.
As of December 31 2009, total debt was Rp244 billion
consisting of long-term loans of Sungai Rangit from Bank
Mandiri. The loan contained restrictive loan covenants,
including a limitation on Sungai Rangit’s ability to incur
additional financial loan. The loan was used for previous loan
repayment and expansion in Sungai Rangit.
Belanja Modal
Capital expenditure
Berikut adalah belanja modal untuk tahun yang bersangkutan:
Capital expenditure for years indicated bellow are as follow:
2008
2007
11%
1%
5%
2009
48%
35%
54%
47%
64%
36%
Jumlah Belanja Modal Rp152,23 miliar
Jumlah Belanja Modal Rp309,87 miliar
Jumlah Belanja Modal Rp293,68 miliar
Total Capex Rp152.23 billion
Total Capex Rp309.87 billion
Total Capex Rp293.68 billion
Aset Tetap
Fixed Assets
Penambahan tanaman perkebunan dan bibitan
Additions to immature plantation assets and nursery
Penambahan uang muka perkebunan plasma
Additions to advances for plasma and plantations
LAPORAN TAHUNAN 2009
87
Pada tahun 2009, Perusahaan tidak mengadakan ikatan yang
material untuk investasi barang modal.
In 2009, the Company did not establish material commitments
related to the investment in capital goods.
Informasi keuangan luar biasa yang telah dilaporkan
Previously disclosed extraordinary financial
information
Pada tanggal 6 April 2009, Perusahaan telah menjual kembali
seluruh modal saham yang dibeli kembali sebanyak 75.567.500
saham, setara dengan 4% dari modal saham ditempatkan dan
disetor penuh, dengan jumlah penjualan sebesar Rp99,7 miliar
As of April 6, 2009, the Company re-sold 75,567,500 shares,
or equivalent to 4% of total issued and paid-up capital, for a
total selling price of Rp99.7 billion.
Restrukturisasi
Restructuring
Perusahaan melakukan restrukturisasi internal dengan melikuidasi
Palma Agro Limited, anak perusahaan, sehingga sejak tanggal 27
Maret 2009, Perusahaan memiliki 95% kepemilikan saham secara
langsung pada Sungai Rangit yang sebelumnya adalah anak
perusahaan Palma Agro.
The Company agreed for an internal restructuring and
liquidation of Palma Agro Limited, a subsidiary, such that since
March 27, 2009, the Company directly own 95% shares in
Sungai Rangit, previously a subsidiary of Palma Agro.
Pada tanggal 2 Oktober 2009, proses likuidasi Palma Agro
secara formal telah diselesaikan dengan bubarnya Palma Agro
berdasarkan hukum negara Republik Seychelles.
On October 2, 2009, Palma Agro’s legal liquidation process
was completed with the dissolution of Palma Agro in
accordance with the laws of the Republic of Seychelles.
Peristiwa setelah tanggal neraca
Subsequent events
Pada tanggal 9 Februari 2010, Sampoerna Bio Fuels, Anak
perusahaan menandatangani Perjanjian Akuisisi dengan para
pemegang saham dan pengendali PT National Sago Prima
(National Sago Prima) untuk melakukan transaksi sebagai berikut:
• Mengambil alih 75,5% saham National Sago Prima sebesar
US$6.484.211;
• Melakukan tambahan penyetoran modal atas National Sago
Prima sebesar Rp55.124.500 (setara dengan US$5.802.578),
yang akan meningkatkan kepemilikan Sampoerna Bio Fuels
dalam National Sago Prima menjadi 91,85%.
On February 9, 2010, Sampoerna Bio Fuels, a Subsidiary,
signed the Acquisition Agreement with the controlling
shareholders of PT National Sago Prima (National Sago Prima)
in connection with the following planned transactions:
• Acquisition of 75.5% ownership interest in National Sago
Prima amounting to US$6,484,211;
• Injecting additional capital to National Sago Prima
amounting to Rp55,124,500 (equivalent to US$5,802,578)
to increase the ownership interest of Sampoerna Bio Fuels
in National Sago Prima to become 91.85%.
88
ANNUAL REPORT 2009
Surat Pernyataan Dewan
Komisaris dan Direksi
BOC and BOD Letter of Statement
Laporan tahunan berikut laporan keuangan dan informasi lain yang
terkait merupakan tanggung jawab manajemen PT Sampoerna
Agro Tbk. dan dijamin kebenarannya oleh seluruh anggota Direksi
dan Dewan Komisaris dengan membubuhkan tandatangannya
masing-masing dibawah ini.
Annual repport and the accompanying financial statements
and related financial information, are the responsibility of the
management of PT Sampoerna Agro Tbk. and have been
approved by members of the Board of Directors and the Board
of Commissioners whose signatures appear bellow.
Dewan Komisaris
Board of Commissioners
Michael Sampoerna
Komisaris Utama
President Commissioner
Sugiarta Gandasaputra
Phang Cheow Hock
Komisaris
Commissioner
Komisaris Independen
Independent Commissioner
Mak Ping On
Arief Tarunakarya Surowidjojo
Komisaris
Commissioner
Komisaris Independen
Independent Commissioner
Direksi
Board of Directors
Ekadharmajanto Kasih
Direktur Utama
President Director
Jaffesjah Chandra
Chang Poh Sang
Direktur
Director
Direktur
Director
Yasin Chandra
Sie Eddy Kurniawan
Direktur
Director
Direktur
Director
LAPORAN TAHUNAN 2009
89
Halaman ini sengaja dikosongkan
This page is intentionally left blank
90
ANNUAL REPORT 2009
LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Beserta Laporan Auditor Independen
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
With Independent Auditors’ Report
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
LAPORAN TAHUNAN 2009
91
PT SAMPOERNA AGRO Tbk
dan Anak Perusahaan
PT SAMPOERNA AGRO Tbk
And Subsidiaries
Laporan Keuangan Konsolidasi
Consolidated Financial Statement
Beserta Laporan Auditor Independen
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggaltanggal 31 Desember 2009 and 2008
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
Daftar Isi
Table of Contents
Laporan Auditor Independen
Neraca Konsolidasi
Laporan Laba Rugi Konsolidasi
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi
Laporan Arus Kas Konsolidasi
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
92
With Independent Auditors’ Report
ANNUAL REPORT 2009
94-95
97-98
99
100-101
102-103
104-154
Independent Auditors’ Report
Consolidated Balance Sheets
Consolidated Statements of Income
Consolidated Statements of Changes in Equity
Consolidated Statements of Cash Flows
Notes to the Consolidated Financial Statements
PT SAMPOERNA AGRO Tbk.
Surat Pernyataan Direksi
tentang Tanggung Jawab Direksi atas
Laporan Keuangan Konsolidasian per 31 Desember 2009
PT Sampoerna Agro Tbk dan Anak Perusahaan
Kami yang bertanda tangan di bawah ini:
1. Nama :
Alamat kantor
:
Telepon :
Jabatan
:
Ekadharmajanto Kasih
Jl. Basuki Rahmat No. 778
Palembang 30127, Sumatera Selatan
0711-813388
Direktur Utama
2. Nama :
Alamat kantor
:
Telepon :
Jabatan
:
Sie Eddy Kurniawan
Jl. Basuki Rahmat No. 778
Palembang 30127, Sumatera Selatan
0711-813388
Direktur
menyatakan bahwa:
1. Bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian
perusahaan;
2. Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan telah disusun dan disajikan sesuai dengan
prinsip akuntasi yang berlaku umum di Indonesia;
3. a. Semua informasi dalam laporan keuangan konsolidasian perusahaan telah dimuat secara
lengkap dan benar;
b. Laporan keuangan konsolidasian perusahaan tidak mengandung informasi atau fakta
material yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material; dan
4. Bertanggung jawab atas sistem pengendalian interen dalam perusahaan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta, 12 Maret 2010
Direktur Utama
Direktur
Ekadharmajanto Kasih
Sie Eddy Kurniawan
Sumatera : Jln. Basuki Rahmat No. 788, Palembang 30127, Sumatera Selatan, Indonesia Tel. +62-711 813388 Fax. +62-711 811585
Kalimantan : Jln. Pra Kusumayudha No. 10 Pangkalan Bun 74115, Kalimantan Tengah, Indonesia Tel/Fax +62-532 21571
Jakarta : Sampoerna Strategic Square, Tower A, 24th Floor, Jln. Sudirman Kav. 45, Jakarta 12930, Indonesia
Tel +62-21 5770886, 5771711 Fax +62-21 5770015, 5771712
LAPORAN TAHUNAN 2009
93
94
ANNUAL REPORT 2009
LAPORAN TAHUNAN 2009
95
Halaman ini sengaja dikosongkan
This page is intentionally left blank
96
ANNUAL REPORT 2009
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED BALANCE SHEETS
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
NERACA KONSOLIDASI
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2009
Catatan/
Notes
2008
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas
Piutang usaha - pihak ketiga
Piutang lain-lain
Pihak hubungan istimewa
Pihak ketiga
Persediaan - bersih
Pajak Pertambahan Nilai - Masukan
Biaya dibayar di muka, uang muka
dan aset lancar lainnya
JUMLAH ASET LANCAR
ASSETS
4.037.810
5.525.763
CURRENT ASSETS
Cash and cash equivalents
Trade receivables - third parties
Other receivables
Related party
Third parties
Inventories - net
Value Added Tax - In
Prepayments, advances and
other current assets
615.541.739
803.628.697
TOTAL CURRENT ASSETS
387.316.222
16.202.785
2d,3
4
642.678.093
3.169.453
13.943.546
54.184.155
135.859.266
3.997.955
2p,21a
2s,25c,31
2e,5
20.780.912
6.684.109
120.305.891
4.484.476
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan - bersih
9.292.220
Uang muka (pembiayaan bank) proyek
perkebunan Plasma - bersih
66.616.556
Tanaman perkebunan
Tanaman menghasilkan
(setelah dikurangi akumulasi amortisasi
Rp219.113.352 tahun 2009 dan
Rp177.658.646 tahun 2008)
450.611.542
Tanaman belum menghasilkan
355.850.727
Aset tetap
(setelah dikurangi akumulasi penyusutan
dan penurunan nilai aset tetap
Rp351.375.470 tahun 2009 dan
Rp313.932.201 tahun 2008)
590.903.118
Beban tangguhan hak atas tanah
(setelah dikurangi akumulasi amortisasi
Rp2.920.691 tahun 2009 dan
Rp2.362.689 tahun 2008)
28.207.708
Goodwill
3.707.240
Beban ditangguhkan
(setelah dikurangi akumulasi amortisasi
Rp207.464 tahun 2009 dan
Rp750.000 tahun 2008)
2.792.536
Bibitan
18.934.880
Simpanan jaminan
5.285.000
Taksiran tagihan pajak penghasilan
63.584.641
Uang muka investasi
48.731.583
Aset tidak lancar lainnya
1.738.749
2l,11e
6.434.043
2h,6,25a
2f,13
38.579.032
7a
7b
477.704.536
256.664.173
2g,8,13
485.896.360
2j
2b
25.750.170
5.560.715
2k
2i
3,25a
11c
31
2.250.000
28.202.152
10.547.500
13.756.870
1.189.765
NON-CURRENT ASSETS
Deferred tax assets - net
Advances (bank financing)
for Plasma plantations - net
Plantation assets
Mature plantations (net of
accumulated amortization of
Rp219,113,352 in 2009 and
Rp177,658,646 in 2008)
Immature plantations
Fixed assets (net of
accumulated depreciation
and impairment of fixed assets of
Rp351,375,470 in 2009 and
Rp313,932,201 in 2008)
Deferred landright cost
(net of accumulated amortization
of Rp2,920,691 in 2009 and
Rp2,362,689 in 2008)
Goodwill
Deferred charges
(net of accumulated amortization
of Rp207,464 in 2009 and
Rp750,000 in 2008)
Nursery
Guarantee deposits
Estimated claims for tax refund
Advance for investment
Other non-current assets
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR
1.646.256.500
1.352.535.316
TOTAL NON-CURRENT ASSETS
JUMLAH ASET
2.261.798.239
2.156.164.013
TOTAL ASSETS
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi
secara keseluruhan.
The accompanying notes form an integral part of these
consolidated financial statements.
1
LAPORAN TAHUNAN 2009
97
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED BALANCE SHEETS (continued)
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
NERACA KONSOLIDASI (lanjutan)
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
2009
2008
LIABILITIES AND
SHAREHOLDERS’ EQUITY
KEWAJIBAN DAN EKUITAS
KEWAJIBAN LANCAR
Hutang usaha - pihak ketiga
Uang muka penjualan
Hutang pajak
Biaya masih harus dibayar
Hutang lain-lain
Pihak hubungan istimewa
Hutang bank jatuh tempo
dalam satu tahun
JUMLAH KEWAJIBAN LANCAR
109.923.475
32.819.370
38.820.273
18.449.518
9
10
11a
12
10.635.843
2p,21b
6.187.600
25.000.000
13
2.108.333
CURRENT LIABILITIES
Trade payables - third parties
Sales advances
Taxes payable
Accrued expenses
Other payables
Related parties
Current maturity of
bank loan
354.044.207
TOTAL CURRENT LIABILITIES
235.648.479
KEWAJIBAN TIDAK LANCAR
Hutang bank - setelah dikurangi
bagian jatuh tempo
dalam satu tahun
202.137.810
19.822.511
107.260.520
16.527.433
LONG-TERM LIABILITIES
Penyisihan imbalan kerja karyawan
Kewajiban pajak tangguhan - bersih
219.000.000
13
14.335.818
5.982.788
2m,14
2l,11e
8.009.248
1.043.329
Bank loan - net of current
maturity
Provision for employees’ service
entitlements
Deferred tax liabilities - net
214.891.667
JUMLAH KEWAJIBAN
TIDAK LANCAR
239.318.606
223.944.244
TOTAL LONG-TERM
LIABILITIES
JUMLAH KEWAJIBAN
474.967.085
577.988.451
TOTAL LIABILITIES
25.211.910
MINORITY INTERESTS IN NET
ASSETS OF SUBSIDIARIES
HAK MINORITAS ATAS ASET
BERSIH ANAK PERUSAHAAN
21.250.563
EKUITAS
Modal saham
Modal dasar - 5.500.000.000 saham
nilai nominal Rp200 (nilai penuh)
per saham
Modal ditempatkan dan disetor
penuh - 1.890.000.000 saham
pada tahun 2009 dan
1.814.432.500 saham pada
tahun 2008
Tambahan modal disetor
Modal saham yang dibeli kembali
(75.567.500 saham)
2b,22a
SHAREHOLDERS’ EQUITY
Share capital
Authorized - 5,500,000,000 shares
at par value per share of Rp200
(full amount)
19.994.710
685.951.200
13.994.710
580.284.992
Issued and fully paid 1,890,000,000 shares in 2009
and 1,814,432,500 shares
in 2008
Additional paid-in capital
Treasury stock
(75,567,500 shares)
Difference arising from
restructuring transactions among
entities under common control
Difference due to changes
in Subsidiaries’ equity
Exchange difference due to
financial statement translations
Retained earnings
Appropriated
Unappropriated
JUMLAH EKUITAS BERSIH
1.765.580.591
1.552.963.652
NET SHAREHOLDERS’ EQUITY
JUMLAH KEWAJIBAN
DAN EKUITAS
2.261.798.239
2.156.164.013
TOTAL LIABILITIES AND
SHAREHOLDERS’ EQUITY
Selisih nilai transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali
Selisih transaksi perubahan ekuitas
Anak perusahaan
Selisih kurs karena penjabaran
laporan keuangan
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya
Belum ditentukan penggunaannya
378.000.000
952.757.463
15
15,16
378.000.000
931.582.638
-
2n,15
(78.574.275)
2b,27
(275.971.501)
(271.526.534)
403.752
2b
-
-
2a
3.647.088
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi
secara keseluruhan.
The accompanying notes form an integral part of these
consolidated financial statements.
2
98
ANNUAL REPORT 2009
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF INCOME
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
2009
2008
PENJUALAN
1.815.557.167
2o,17
2.288.143.121
SALES
BEBAN POKOK PENJUALAN
1.216.130.626
2o,18,29
1.512.477.229
COST OF SALES
775.665.892
GROSS MARGIN
164.209.981
OPERATING EXPENSES
611.455.911
OPERATING INCOME
LABA KOTOR
599.426.541
BEBAN USAHA
139.389.407
LABA USAHA
460.037.134
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan bunga
23.476.461
2o,19,29
2o
20
42.002.249
Beban bunga dan keuangan lainnya
Rugi selisih kurs - bersih
Amortisasi goodwill
Laba (rugi) penjualan aset tetap
Lain-lain - bersih
(27.899.226)
(20.277.486)
(1.853.571)
(1.029.590)
(23.095.348)
Penghasilan (beban) lain-lain - bersih
(50.678.760)
20.305.894
Other income (expenses) - net
LABA SEBELUM BEBAN
PAJAK PENGHASILAN BADAN
409.358.374
631.761.805
INCOME BEFORE CORPORATE
INCOME TAX EXPENSE
BEBAN PAJAK
PENGHASILAN BADAN
Tahun berjalan
Tangguhan
(121.053.273)
(2.081.282)
JUMLAH BEBAN PAJAK
PENGHASILAN BADAN
(123.134.555)
LABA SEBELUM HAK MINORITAS
ATAS LABA BERSIH
ANAK PERUSAHAAN
HAK MINORITAS ATAS LABA
BERSIH ANAK PERUSAHAAN
LABA BERSIH
LABA BERSIH PER
SAHAM DASAR (nilai penuh)
2c
2b
2g,8
2l,11b
286.223.819
(4.457.611)
(182.862.039)
(2.931.340)
CORPORATE INCOME
TAX EXPENSE
Current
Deferred
(185.793.379)
TOTAL CORPORATE
INCOME TAX EXPENSE
445.968.426
2b,22b
281.766.208
151
(24.465.833)
(7.630.477)
(1.853.571)
1.671.141
10.582.385
OTHER INCOME (EXPENSES)
Interest income
Interest expenses and other
financing charges
Loss on foreign exchange - net
Goodwill amortization
Gain (loss) on sale of fixed assets
Others - net
2r
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi
secara keseluruhan.
(6.452.170)
INCOME BEFORE MINORITY
INTERESTS IN NET INCOME
OF SUBSIDIARIES
MINORITY INTERESTS IN NET
INCOME OF SUBSIDIARIES
439.516.256
NET INCOME
236
BASIC NET EARNINGS
PER SHARE (full amount)
The accompanying notes form an integral part of these
consolidated financial statements.
3
LAPORAN TAHUNAN 2009
99
100
ANNUAL REPORT 2009
8
2a
23
21b
24
Pembalikan selisih penilaian kembali
aset tetap akibat penerapan
PSAK No. 16 (Revisi 2007)
Selisih kurs karena
penjabaran laporan
keuangan
Penyisihan cadangan wajib
Sumbangan yang disalurkan kepada
Yayasan Putera Sampoerna
Pembagian dividen
378.000.000
-
-
-
-
-
-
-
378.000.000
931.582.638
-
-
-
-
-
-
-
931.582.638
Tambahan
modal
disetor/
Additional
paid-in
capital
-
(78.574.275)
-
-
-
-
-
-
(78.574.275)
Modal
saham
yang
dibeli
kembali/
Treasury
stock
4
(275.971.501)
-
-
-
-
-
-
-
(275.971.501)
Selisih nilai
transaksi
restrukturisasi
entitas
sepengendali/
Difference
arising from
restructuring
transactions
among
entities under
common control
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
Saldo tanggal 31 Desember 2008
Laba bersih tahun 2008
15
Modal saham yang dibeli kembali
Saldo tanggal 1 Januari 2008
Catatan/
Notes
Modal saham
ditempatkan
dan disetor
penuh/
Issued and
fully paid
share capital
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
3.647.088
-
-
-
-
2.912.022
-
-
735.066
13.994.710
-
-
-
13.994.710
-
-
-
-
(4.300.000)
-
439.516.256
Balance as of
December 31, 2008
Net income for 2008
Dividend distribution
Donation allocated
for Putera Sampoerna
Foundation
Appropriation to
statutory reserve
Exchange difference due to
financial statement
2.912.022
translations
580.284.992 1.552.963.652
439.516.256
Treasury stock
Balance as of
January 1, 2008
Reversal of fixed asset
revaluation increment
due to adoption of PSAK
- No. 16 (Revision 2007)
(78.574.275)
(277.830.000) (277.830.000)
(4.300.000)
(13.994.710)
-
75.746
-
436.817.700 1.471.239.649
Bersih/
Net
The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.
-
-
-
-
-
-
(75.746)
-
75.746
Selisih
penilaian
kembali
aset tetap/
Fixed asset
revaluation
increment
Selisih
kurs karena
penjabaran
laporan
keuangan/
Exchange
Saldo laba/Retained earnings
difference
due to
Telah
Belum
financial
ditentukan
ditentukan
statement penggunaannya/ penggunaannya/
translations
Appropriated Unappropriated
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN SHAREHOLDERS’ EQUITY
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.
LAPORAN TAHUNAN 2009
101
-
24
378.000.000
952.757.463
-
-
-
-
-
-
-
21.174.825
931.582.638
Tambahan
modal
disetor/
Additional
paid-in
capital
-
-
-
-
-
-
-
-
78.574.275
(78.574.275)
Modal
saham
yang
dibeli
kembali/
Treasury
stock
5
(271.526.534)
-
-
-
-
-
(231.490)
4.676.457
-
(275.971.501)
-
-
-
-
(3.647.088)
-
-
-
-
3.647.088
19.994.710
-
-
6.000.000
-
-
-
-
-
13.994.710
-
(3.647.088)
403.752
281.766.208
Balance as of
December 31, 2009
Net income for 2009
Dividend distribution
Appropriation for
statutory reserves
Reversal of exchange
difference due to
liquidation of Palma
Agro
Difference due to changes
in Subsidiaries’ equity
Partial conversion of the
Exchangeable Loan into
(231.490) shares in Sungai Rangit
685.951.200 1.765.580.591
281.766.208
Balance as of
January 1, 2009
Resale of treasury stock
Adjustment on difference
arising from restructuring
transactions
among entities under
common control due to
4.676.457 liquidation of Subsidiary
99.749.100
(170.100.000) (170.100.000)
(6.000.000)
-
-
-
-
-
580.284.992 1.552.963.652
Bersih/
Net
The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial statements.
403.752
-
-
-
-
403.752
-
-
-
-
Selisih
kurs karena
penjabaran
laporan
keuangan/
Exchange
Saldo laba/Retained earnings
difference
due to
Telah
Belum
financial
ditentukan
ditentukan
statement penggunaannya/ penggunaannya/
translations
Appropriated Unappropriated
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN SHAREHOLDERS’
EQUITY (continued)
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
Selisih nilai
transaksi
restrukturisasi
Selisih
entitas
transaksi
sepengendali/
perubahan
Difference
ekuitas Anak
arising from
perusahaan/
restructuring
Difference
transactions
due to
among
changes in
entities under Subsidiaries’
common control
equity
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
Saldo tanggal 31 Desember 2009
Laba bersih tahun 2009
-
-
23
Penyisihan cadangan wajib
Pembagian dividen
-
2a
-
-
Pembalikan selisih kurs karena
likuidasi Palma Agro
27
Penukaran sebagian Exchangeable
Loan dengan saham di
Sungai Rangit
-
27
Penyesuaian selisih nilai transaksi
restrukturisasi entitas
sepengendali akibat likuidasi
Anak perusahaan
-
378.000.000
Selisih transaksi perubahan ekuitas
Anak perusahaan
15
Penjualan modal saham yang
dibeli kembali
Saldo tanggal 1 Januari 2009
Catatan/
Notes
Modal saham
ditempatkan
dan disetor
penuh/
Issued and
fully paid
share capital
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI (lanjutan)
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
2009
ARUS KAS DARI
AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan
Pembayaran kas kepada pemasok,
karyawan, beban usaha
dan lain-lain
Kas yang diperoleh dari operasi
Pembayaran pajak penghasilan
badan - bersih
Kas bersih yang digunakan
untuk aktivitas investasi
(1.871.889.046)
416.217.602
794.071.046
Cash generated from operations
(232.167.014)
(159.448.658)
Corporate income tax paid - net
184.050.588
634.622.388
25.198.501
41.307.634
1.771.791
527.627
(158.233.304)
6
8
8
(110.703.600)
31
(104.280.994)
(31.168.149)
-
6
6
15
24
(3.500.000)
(277.830.000)
(24.092.500)
(2.968.515)
11.285.609
167.621.601
(59.508.791)
(210.143.689)
Net cash provided by operating
activities
CASH FLOWS FROM
INVESTING ACTIVITIES
Interest income received
Proceeds for Plasma conversion
fund from bank
Proceeds from sale of fixed assets
Acquisitions of fixed assets
Loan made to third party and
advance for investment
Additions to immature
plantation assets and nursery
Additions to advances for
Plasma plantations
Increase in deferred
landright cost
Payments received from Plasma
participants
Net cash used in investing
activities
CASH FLOWS FROM
FINANCING ACTIVITIES
Proceeds from bank loan
Proceed from resale (purchase)
of treasury stock
Refund of guarantee deposits
Additional capital contribution
at Subsidiary made by minority
interests
Payment of bank loan
Dividends paid to shareholders
Interest expense paid
Dividends paid by Subsidiaries
to minority interests
Decrease in
intercompany balances
Net cash used in financing
activities
The accompanying notes form an integral part of these
consolidated financial statements.
6
ANNUAL REPORT 2009
(78.574.275)
5.700.000
-
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi
secara keseluruhan.
102
876.880
-
11.788
(543.000.000)
Kas bersih yang digunakan
untuk aktivitas pendanaan
(3.748.131)
(240.488.839)
570.000.000
(170.100.000)
(29.217.788)
-
(2.664.412)
(379.903.668)
99.749.100
5.262.500
27.322.101
2.541.260
(108.024.938)
(198.099.233)
(3.015.540)
ARUS KAS DARI
AKTIVITAS PENDANAAN
Perolehan hutang bank
Hasil penjualan (pembayaran untuk)
modal saham yang dibeli kembali
Pencairan simpanan jaminan
Penerimaan modal saham Anak
perusahaan dari minoritas
Pembayaran hutang bank
Pembayaran dividen kepada
pemegang saham
Pembayaran biaya bunga
Pembayaran dividen oleh Anak
perusahaan kepada hak minoritas
Penurunan saldo antar
perusahaan
CASH FLOWS FROM
OPERATING ACTIVITIES
2.301.235.736
Cash received from customers
Cash paid to suppliers, employees,
operating expenses
(1.507.164.690)
and others
2.288.106.648
Kas bersih yang diperoleh
dari aktivitas operasi
ARUS KAS DARI
AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan pendapatan bunga
Penerimaan dana konversi Plasma
dari bank
Hasil penjualan aset tetap
Perolehan aset tetap
Pinjaman kepada pihak ketiga dan
uang muka investasi
Penambahan tanaman belum
menghasilkan dan bibitan
Penambahan uang muka untuk
perkebunan Plasma
Kenaikan beban tangguhan hak atas
tanah
Penerimaan pembayaran uang muka
Plasma
2008
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS
OF CASH FLOWS (continued)
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI (lanjutan)
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2009
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH
KAS DAN SETARA KAS
Catatan/
Notes
2008
(255.361.871)
183.989.860
NET INCREASE (DECREASE) IN
CASH AND CASH EQUIVALENTS
KAS DAN SETARA KAS
AWAL TAHUN
642.678.093
458.688.233
CASH AND CASH EQUIVALENTS
AT BEGINNING OF YEAR
KAS DAN SETARA KAS
AKHIR TAHUN
387.316.222
642.678.093
CASH AND CASH EQUIVALENTS
AT END OF YEAR
3
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi
secara keseluruhan.
The accompanying notes form an integral part of these
consolidated financial statements.
7
LAPORAN TAHUNAN 2009
103
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
1.
1.
UMUM
a.
a.
Pendirian Perusahaan
The Company’s Establishment
PT Sampoerna Agro Tbk (“Perusahaan”)
adalah perseroan terbatas yang didirikan di
Indonesia berdasarkan Akta Notaris Tina
Chandra Gerung, S.H., No. 8 tanggal 7 Juni
1993 dengan nama PT Selapan Jaya. Akta
pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman
dalam
Surat
Keputusan
No. C21840.HT.01.01.TH.94 tanggal 4 Februari 1994,
serta diumumkan dalam Berita Negara
Republik
Indonesia
No. 60,
Tambahan
No. 4842 tanggal 29 Juli 1994.
PT Sampoerna Agro Tbk (“the Company”) is a
limited liability company established in
Indonesia on June 7, 1993, based on Notarial
Deed No. 8 of Tina Chandra Gerung, S.H.
under the name of PT Selapan Jaya. The
Articles of Association were approved by the
Ministry of Justice under letter No. C21840.HT.01.01.TH.94 dated February 4, 1994,
and published in the State Gazette No. 60,
Supplement No. 4842 dated July 29, 1994.
Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa
kali mengalami perubahan. Perubahan
terakhir dalam Akta Notaris Sutjipto, S.H.,
M.Kn. No. 265 tanggal 27 Juni 2008 mengenai
penyesuaian Anggaran Dasar Perusahaan
dengan Undang-undang No. 40 Tahun 2007
tentang Perseroan Terbatas dan penyusunan
kembali seluruh Anggaran Dasar Perusahaan.
Perubahan Anggaran Dasar ini telah disetujui
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
dalam
Surat
Keputusan
No.
AHU76222.AH.01.02.Tahun
2008
tanggal
21 Oktober 2008.
The Company’s Articles of Association has
been amended from time to time.The latest
amendment under Notarial Deed of Sutjipto,
S.H., M.Kn. No. 265 dated June 27, 2008
concerning the amendment to the Articles of
Association of the Company in compliance
with Law No. 40 Year 2007 on Limited Liability
Companies and recodification of the entire
provisions of the Articles of Association of the
Company. The amendment Articles of
Association was approved by the Ministry of
Law and Human Rights under Letter
No. AHU-76222.AH.01.02.Tahun 2008 dated
October 21, 2008.
Perusahaan dan Anak perusahaan bergerak di
bidang usaha perkebunan kelapa sawit dan
karet, pabrik minyak kelapa sawit, pabrik
minyak inti sawit, produksi benih kelapa sawit
dan lainnya, yang berlokasi di Sumatera
Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan
Tengah. Disamping mengelola perkebunannya
sendiri, Perusahaan dan Anak perusahaan
tertentu juga mengembangkan perkebunan
plasma dan membina kerjasama dengan
petani plasma.
The Company and Subsidiaries are engaged
in the oil palm and rubber plantations, palm oil
mill, kernel crushing plant, germinated seeds
production and others, that are located in
South Sumatera, West Kalimantan and
Central Kalimantan. In addition to the
development of its own plantations, the
Company and certain Subsidiaries have been
developing plasma plantations and managing
cooperative with local smallholders.
Sertifikat Hak Guna Usaha yang dimiliki oleh
Perusahaan dan Anak perusahaan adalah
56.497 hektar tanaman Inti yang akan jatuh
tempo pada beberapa tanggal mulai tahun
2037 sampai dengan tahun 2097.
The landright certificate (“Hak Guna Usaha”)
currently owned by the Company and
Subsidiaries for an area representing 56,497
hectares of Inti plantations will expire in
various dates in 2037 up to 2097.
Pada tanggal 31 Desember 2009, luas areal
dalam bentuk izin lokasi dan hak guna usaha
yang dimiliki oleh Perusahaan dan Anak
perusahaan adalah seluas 178.770,5 hektar.
Pabrik pengolahan Perusahaan dan Anak
perusahaan berkapasitas produksi 395 ton
tandan buah segar per jam dan 150 ton inti
sawit per hari (tidak diaudit).
On December 31, 2009, the Company and
Subsidiaries’ own location permits and
landrights covering a total area of 178,770.5
hectares. Milling capacity of Company and
Subsidiaries is 395 tonnes of fresh fruit
bunches per hour and 150 tonnes of palm
kernel per day (unaudited).
8
104
GENERAL
ANNUAL REPORT 2009
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
1.
1.
UMUM (lanjutan)
a.
GENERAL (continued)
a.
Pendirian Perusahaan (lanjutan)
Perusahaan beroperasi secara komersial
sejak bulan November 1998 dengan kantor
pusatnya berlokasi di Jalan Basuki Rahmat
No. 788, Palembang, Sumatera Selatan.
b.
The Company commenced its commercial
operations in November 1998 with its head
office located at Jalan Basuki Rahmat
No. 788, Palembang, South Sumatera.
b.
Penawaran Umum Saham Perusahaan
Pada tanggal 7 Juni 2007, Perusahaan
memperoleh pernyataan efektif dari Ketua
Badan
Pengawas
Pasar
Modal
dan
Lembaga Keuangan (“BAPEPAM-LK”) untuk
melakukan penawaran umum perdana atas
sahamnya
(“IPO”)
berdasarkan
surat
BAPEPAM-LK No. S-2707/BL/2007.
Pada
tanggal 18 Juni 2007, saham Perusahaan
telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia
(dahulu Bursa Efek Jakarta).
c.
The Company’s Establishment (continued)
Public Offering of the Company’s Shares
On June 7, 2007, the Company received the
effective statement from the Chairman of the
Capital Market and Financial Institution
Supervisory Agency (“BAPEPAM-LK”) to
execute Initial Public Offering (“IPO”) based on
the BAPEPAM-LK’s letter No. S-2707/BL/
2007. On June 18, 2007, the Company’s
shares were listed on the Indonesia Stock
Exchange (formerly Jakarta Stock Exchange).
c.
Anak Perusahaan
Subsidiaries
Pada tanggal 12 Januari 2009, Perusahaan
melakukan penempatan modal sejumlah
Rp10.939.050
yang
mencerminkan
kepemilikan 99,9% sehubungan dengan
pembentukan
perusahaan
baru,
PT Sampoerna Bio Fuels. Pada tanggal
5 Februari 2009, jumlah tersebut telah disetor
penuh oleh Perusahaan.
On January 12, 2009, the Company has
subscribed share capital amounting to
Rp10,939,050 representing 99.9% ownership
in connection with the establishment of a new
company, PT Sampoerna Bio Fuels. On
February 5, 2009, the subscribed amount has
been fully paid by the Company.
Pada tanggal 17 Desember 2008, PT Usaha
Agro Indonesia dan PT Pertiwi Lenggara
Agromas, Anak perusahaan melakukan
penempatan modal masing-masing sejumlah
Rp990.000 dan Rp10.000 yang mencerminkan
kepemilikan 99% dan 1% sehubungan dengan
pembentukan perusahaan baru PT Lanang
Agro Bersatu. Pada tanggal 9 Februari 2009,
jumlah tersebut telah disetor penuh oleh Anak
perusahaan.
On December 17, 2008, PT Usaha Agro
Indonesia and PT Pertiwi Lenggara Agromas,
Subsidiaries, have subscribed share capital
amounting to Rp990,000 and Rp10,000,
representing 99% and 1% ownership in
connection with the establishment of a new
company, PT Lanang Agro Bersatu. On
February 9, 2009, the subscribed amounts
have been fully paid by the Subsidiaries.
9
LAPORAN TAHUNAN 2009
105
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
1.
1.
UMUM (lanjutan)
c.
GENERAL (continued)
c.
Anak Perusahaan (lanjutan)
Investasi Perusahaan pada Anak perusahaan
pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008
adalah sebagai berikut:
Nama Anak Perusahaan/
Name of Subsidiaries
Domisili/
Domicile
PT Telaga Hikmah
(“Telaga Hikmah”)
Palembang
PT Aek Tarum
(“Aek Tarum”)
Palembang
PT Gunung Tua Abadi
(“Gunung Tua
Abadi”)
Palembang
PT Mutiara Bunda Jaya
(“Mutiara Bunda
Jaya”)
Palembang
PT Binasawit Makmur
(“Binasawit Makmur”) Palembang
PT Sawit Selatan
(“Sawit Selatan”)*
Palembang
PT Sungai Menang
(“Sungai Menang”)*
Palembang
PT Tania Binatama
(“Tania Binatama”)*
Palembang
PT Selatan Jaya Permai
(“Selatan Jaya
Permai”)*
Palembang
PT Usaha Agro Indonesia
(“Usaha Agro
Indonesia”)*
Kalimantan
PT Pertiwi Lenggara Agromas
(“Pertiwi Lenggara
Agromas”)*
Kalimantan
Mulai
Beroperasi
Secara
Komersial/
Commencement
of Commercial
Operations
Kegiatan Usaha/
Nature of Business
Activities
Perkebunan dan pabrik
kelapa sawit/
Oil palm plantations
and palm oil mill
Perkebunan kelapa sawit,
karet dan pabrik kelapa sawit/
Oil palm, rubber plantations
and palm oil mill
Perkebunan dan pabrik
kelapa sawit/
Oil palm plantations
and palm oil mill
Perkebunan dan pabrik
kelapa sawit dan inti sawit/
Oil palm plantations, palm oil
mill and kernel crushing plant
Perkebunan dan produksi
benih kelapa sawit/
Oil palm plantations
and germinated seed
production
Perkebunan kelapa sawit/
Oil palm plantations
Perkebunan kelapa sawit/
Oil palm plantations
Perkebunan kelapa sawit/
Oil palm plantations
2009
2008
1998
99,45%
99,45%
313.275
286.283
1992
99,00%
99,00%
152.400
176.538
1999
99,86%
99,86%
181.708
164.929
2001
99,38%
99,01%
256.707
198.337
1999
99,00%
99,00%
68.156
99.220
-
99,69%
99,69%
21.676
23.598
-
99,91%
99,91%
2.131
2.149
1.507
1.143
-
99,91%
99,85%
2.119
1.236
Perkebunan kelapa sawit/
Oil palm plantations
-
99,99%
99,99%
140.954
63.490
-
99,99%
99,99%
10.314
11.314
-
-
100,00%
-
664.776
1997
95,00%
93,60%
636.752
632.822
-
99,99%
-
102.561
-
-
99,90%
-
803
-
*) Company still in development stage
**) In 2008, Sungai Rangit was owned directly by Palma
Agro
***) In 2009, Palma Agro was liquidated and disolved
****) Owned 99% and 1% by Usaha Agro Indonesia and
Pertiwi Lenggara Agromas, respectively and still in
development stage
Perusahaan masih dalam tahap pengembangan
Pada tahun 2008, Sungai Rangit dimiliki secara
langsung oleh Palma Agro
***) Pada tahun 2009, Palma Agro telah dilikuidasi dan
dibubarkan
****) Dimiliki 99% dan 1% oleh Usaha Agro Indonesia dan
Pertiwi Lenggara Agromas dan masih dalam tahap
pengembangan
10
ANNUAL REPORT 2009
2008
99,50%
*)
**)
106
2009
99,67%
Jakarta
Kalimantan
Persentase
Kepemilikan/
Percentage
of Ownership Interest
-
Perkebunan kelapa sawit/
Oil palm plantations
PT Sungai Rangit
(“Sungai Rangit”)**
Jumlah Aset
Sebelum Eliminasi
(dalam Jutaan)/
Total Assets
Before Elimination
(in Million)
Perkebunan kelapa sawit/
Oil palm plantations
Jakarta
Palma Agro Limited,
(“Palma Agro”)***
PT Sampoerna Bio Fuels
(“Sampoerna Bio
Fuels”)*
PT Lanang Agro Bersatu
(“Lanang Agro
Bersatu”)****
The Company’s investment in Subsidiaries as
of December 31, 2009 and 2008, consists of
the following:
Perkebunan kelapa sawit/
Oil palm plantations
Perusahaan holding dan
jasa manajemen/
Holding company and
management services
Perkebunan dan pabrik
kelapa sawit/
Oil palm plantations
and palm oil mill
Konsultasi bisnis dan
manajemen biofuel/
Business consultation and
management in biofuel
Republik/
Republic
Seychelles
Subsidiaries (continued)
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
1.
1.
UMUM (lanjutan)
c.
d.
GENERAL (continued)
c.
Anak Perusahaan (lanjutan)
Subsidiaries (continued)
Pada tanggal 4 Juni 2008, Direksi dan Dewan
Komisaris Perusahaan telah menyetujui untuk
melakukan restrukturisasi internal dengan
melikuidasi Palma Agro Limited, Anak
perusahaan, sehingga Perusahaan akan
memiliki kepemilikan saham secara langsung
pada Sungai Rangit, Anak perusahaan Palma
Agro, sebesar 93,6% dan Exchangeable Loan
yang dapat ditukarkan dengan 6,4% dari
seluruh saham yang telah dikeluarkan oleh
Sungai Rangit yang saat ini dimiliki oleh
PT Sampoerna Bio Energi (Sampoerna Bio
Energi), pihak hubungan istimewa.
On June 4, 2008, the Company’s Directors
and Board of Commissioners agreed for an
internal restructuring and liquidation of Palma
Agro Limited, a Subsidiary, such that the
Company will directly own 93.6% shares in
Sungai Rangit, a Subsidiary of Palma Agro
and Exchangeable Loan which can be
converted with 6.4% shares ownership in
Sungai
Rangit
currently
held
by
PT Sampoerna Bio Energi (Sampoerna Bio
Energi), a related party.
Sebagai bagian dari tahapan proses likuidasi
Palma Agro, pada tanggal 27 Maret 2009,
Palma Agro telah mengalihkan saham yang
dimilikinya di Sungai Rangit yang mewakili
93,6% saham yang telah dikeluarkan oleh
Sungai Rangit kepada Perusahaan, sebagai
akibat dari pembubaran dan likuidasi Palma
Agro.
As part of the Palma Agro’s liquidation
process, on March 27, 2009, Palma Agro
transferred its ownership in Sungai Rangit,
representing 93.6% shares of Sungai Rangit,
to the Company, as a result of liquidation of
Palma Agro.
Setelah dialihkannya piutang Exchangeable
Loan oleh Palma Agro kepada Perusahaan,
pada tanggal 27 Maret 2009, Perusahaan dan
Sampoerna Bio Energi telah menyetujui
penukaran sebagian Exchangeable Loan
sebesar US$413.961 dengan 1,4% saham
Sungai Rangit yang dimiliki oleh Sampoerna
Bio Energi. Sehingga sejak tanggal 27 Maret
2009, Perusahaan secara langsung memiliki
95% saham Sungai Rangit.
Subsequent
to
the
transfer
of
the
Exchangeable Loan from Palma Agro to the
Company, on March 27, 2009, the Company
and Sampoerna Bio Energi agreed to convert
part of the Exchangeable Loan amounting to
US$413,961 into 1.4% shares in Sungai
Rangit which owned by Sampoerna Bio
Energi. Thus, since March 27, 2009, the
Company directly owned 95% shares in
Sungai Rangit.
Pada tanggal 2 Oktober 2009, proses likuidasi
Palma Agro secara formal telah diselesaikan
dengan bubarnya Palma Agro berdasarkan
hukum negara Republik Seychelles.
On October 2, 2009, Palma Agro’s legal
liquidation process was completed with the
dissolution of Palma Agro in accordance with
the laws of the Republic of Seychelles.
Perusahaan dan Anak perusahaan untuk
selanjutnya disingkat menjadi “Grup”.
The
Company
and
Subsidiaries
are
collectively referred herein as the “Group”.
d.
Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
Susunan dewan komisaris dan direksi
Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2009
dan 2008 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama
Komisaris
Komisaris
Komisaris Independen
Komisaris Independen
:
:
:
:
:
Boards of Commissioners, Directors, and
Employees
The members of the Company’s boards
of commissioners and directors as of
December 31, 2009 and 2008 are as follows:
Michael Sampoerna
Mak Ping On
Sugiarta Gandasaputra
Phang Cheow Hock
Arief Tarunakarya Surowidjojo
Board of Commissioners
:
President Commissioner
:
Commissioner
:
Commissioner
: Independent Commissioner
: Independent Commissioner
11
LAPORAN TAHUNAN 2009
107
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
1.
1.
UMUM (lanjutan)
d.
GENERAL (continued)
e.
Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
(lanjutan)
Susunan dewan komisaris dan direksi
Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2009
dan 2008 adalah sebagai berikut: (lanjutan)
Direksi
Direktur Utama
Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
:
:
:
:
:
The members of the Company’s boards
of commissioners and directors as of
December 31, 2009 and 2008 are as follows:
(continued)
Ekadharmajanto Kasih
Yasin Chandra
Jaffesjah Chandra
Chang Poh Sang
Sie Eddy Kurniawan
Susunan Komite Audit pada tanggal 31
Desember 2009 dan 2008 adalah sebagai
berikut:
Directors
President Director
Director
Director
Director
Director
-
Arief Tarunakarya Surowidjojo
Amien Subekti
Tjandra Bachtiar
Pembentukan Komite Audit Perusahaan telah
dilakukan
sesuai
Peraturan
dengan
BAPEPAM-LK No. IX.I.5.
The establishment of the Company’s Audit
Committee has complied with BAPEPAM-LK
Rule No.IX.I.5.
Kompensasi bersih yang dibayarkan kepada
komisaris dan direksi Perusahaan adalah
sebesar Rp17.683.309 pada tahun 2009.
The net amounts of compensation paid to the
Company’s commissioners and directors
totaled to Rp17,683,309 in 2009.
Kompensasi bersih yang dibayarkan kepada
komisaris dan direksi Perusahaan, termasuk
pembayaran
pensiun
adalah
sebesar
Rp31.903.526 pada tahun 2008.
The net amounts of compensation paid to the
Company’s commissioners and directors
including the retirement benefits totaled to
Rp31,903,526 in 2008.
Grup mempunyai 4.949 dan 3.779 karyawan
tetap
masing-masing
pada
tanggal
31 Desember 2009 dan 2008 (tidak diaudit).
As of December 31, 2009 and 2008, the
Group had 4,949 and 3,779 permanent
employees, respectively (unaudited).
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
Laporan keuangan konsolidasi yang digunakan
oleh Grup disusun sesuai dengan prinsip akuntansi
yang berlaku umum di Indonesia. Kebijakan
akuntansi penting yang diterapkan secara
konsisten dalam penyajian laporan keuangan
konsolidasi adalah sebagai berikut:
ANNUAL REPORT 2009
SUMMARY
POLICIES
OF
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
The accounting and reporting policies adopted by
the Group conform to generally accepted
accounting principles in Indonesia. The significant
accounting principles applied consistently in the
preparation
of
the
consolidated
financial
statements are as follows:
12
108
:
:
:
:
:
The members of the Audit Committee as of
December 31, 2009 and 2008 are as follows:
Ketua/Chairman
Anggota/Member
Anggota/Member
2.
Boards of Commissioners, Directors, and
Employees (continued)
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
a.
Dasar
penyajian
konsolidasi
laporan
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
a.
keuangan
Basis of preparation
financial statements
of
ACCOUNTING
consolidated
Laporan keuangan konsolidasi disusun sesuai
dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum
di Indonesia, yang mencakup Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan
peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan (“BAPEPAM-LK”) bagi
emiten atau perusahaan publik.
The consolidated financial statements have
been prepared in accordance with accounting
and
practices
generally
accepted
in
Indonesia, which include Statements of
Financial Accounting Standards (“PSAK”) and
Regulations and Guidelines on Financial
Statements Presentation set out by the Capital
Market and Financial Institution Supervisory
Agency (“BAPEPAM-LK”) for public - listed
companies.
Laporan keuangan konsolidasi disajikan
dalam ribuan Rupiah kecuali dinyatakan lain,
disusun berdasarkan basis akrual dengan
menggunakan konsep biaya perolehan,
kecuali persediaan dinyatakan sebesar nilai
yang lebih rendah antara biaya perolehan dan
nilai realisasi bersih.
The
consolidated financial statements,
presented in thousands of Rupiah unless
otherwise stated, have been prepared on
accrual basis using historical costs concept,
except for inventories that are valued at the
lower of cost or net realizable values.
Laporan arus kas konsolidasi menyajikan
informasi penerimaan dan pengeluaran kas
dan setara kas yang diklasifikasikan sebagai
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Arus kas untuk aktivitas operasi disajikan
dengan menggunakan metode langsung
(direct method).
The consolidated statements of cash flows
present cash and cash equivalents receipts
and payments classified into operating,
investing and financing activities. Cash flow
from operating activities are presented using
the direct method.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam
laporan keuangan konsolidasi adalah Rupiah,
kecuali untuk Palma Agro, yang menggunakan
Dolar Amerika Serikat (“Dolar AS”) sebagai
mata uang fungsional, pelaporan dan
pencatatannya secara efektif sejak 1 Januari
2007. Untuk tujuan konsolidasi, laporan
keuangan Palma Agro tahun 2008 dijabarkan
ke dalam Rupiah dengan menggunakan nilai
tukar berikut:
The reporting currency used in the preparation
of the financial statements is in Rupiah, except
for Palma Agro, which has adopted the US
Dollar as its functional, reporting and
recording currency since January 1, 2007. For
consolidation purposes, the accounts of the
2008’ Palma Agro are translated into Rupiah
amounts on the following basis:
-
Akun-akun neraca: Kurs tengah yang
berlaku pada tanggal transaksi bank
terakhir pada tanggal 31 Desember 2008.
-
Balance sheet accounts: Prevailing rate
of exchange at the last banking day as of
December 31, 2008.
-
Akun-akun laba-rugi: Kurs rata-rata dari
kurs tengah bulanan yang berlaku
sepanjang tahun 2008.
-
Income statement accounts: The average
of the monthly middle rates of exchange
prevailing during the year of 2008.
Selisih kurs karena penjabaran akun-akun
neraca dan laba-rugi disajikan sebagai “Selisih
Kurs karena Penjabaran Laporan Keuangan”
pada
bagian
ekuitas
dalam
neraca
konsolidasi.
Differences arising from translation of balance
sheet and income statements accounts are
presented as “Exchange Difference due to
Financial Statements Translations” in the
shareholders’
equity
section
of
the
consolidated balance sheet.
13
LAPORAN TAHUNAN 2009
109
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
b.
b.
Prinsip-prinsip konsolidasi
ACCOUNTING
Basis of consolidation
Laporan keuangan konsolidasi meliputi
laporan keuangan Perusahaan dan Anak
perusahaan
yang
dikendalikan
oleh
Perusahaan. Pengendalian dianggap terjadi
jika Perusahaan memiliki hak suara lebih dari
50% baik secara langsung maupun tidak
langsung pada Anak perusahaan atau jika
Perusahaan mampu mengendalikan kebijakan
operasional dan keuangan pada Anak
perusahaan
atau
pengendalian
untuk
menentukan dewan direksi pada Anak
perusahaan.
The consolidated financial statements include
the Company’s financial statements and all
Subsidiaries' financial statements that are
controlled by the Company. Control is
presumed to exist where more than 50%,
directly or indirectly of a Subsidiary's voting
power, is controlled by the Company or where
the Company is able to govern the financial
and operating policies of a Subsidiary or
control the removal or appointment of a
majority of a Subsidiary's board of directors.
Transaksi dan saldo antar perusahaan yang
signifikan seperti laba (rugi) belum terealisasi
dieliminasi untuk menyajikan posisi keuangan
dan hasil operasi Perusahaan dan Anak
perusahaan sebagai suatu entitas yang
terpisah.
Significant inter-company balances and
transactions, including unrealized profit (loss),
have been eliminated to present the financial
position and results of operations of the
Company and Subsidiaries as a single
economic entity.
Kepemilikan pemegang saham minoritas atas
ekuitas Anak perusahaan disajikan sebagai
“Hak Minoritas atas Aset Bersih Anak
Perusahaan” dalam neraca konsolidasi.
The proportionate share of the minority
shareholders in the equity of the Subsidiaries
is presented in “Minority Interest in Net Assets
of Subsidiaries” in the consolidated balance
sheets.
Kerugian yang menjadi bagian dari pemegang
saham minoritas pada suatu Anak perusahaan
dapat melebihi bagiannya dalam modal
disetor. Kelebihan tersebut harus dibebankan
pada pemegang saham mayoritas, kecuali
dalam kasus yang jarang terjadi dimana
terdapat kewajiban yang mengikat pemegang
saham minoritas untuk menutup kerugian
tersebut dan pemegang saham minoritas
mampu memenuhi kewajibannya. Apabila
pada tahun selanjutnya, Anak perusahaan
melaporkan laba, maka laba tersebut harus
terlebih
dahulu
dialokasikan
kepada
pemegang saham mayoritas sampai seluruh
bagian kerugian pemegang saham minoritas
yang dibebankan kepada pemegang saham
mayoritas dapat ditutup.
When cumulative losses applicable to minority
interest exceed the minority shareholders’
interest in the Subsidiaries’ equity, the excess
is charged against the majority shareholders’
interest, except in rare cases when minority
shareholders have a binding obligation to
make good on such losses. Subsequent
profits earned by Subsidiaries under such
circumtances that are applicable to the
minority interest shall be allocated to the
majority interest to the extent minority losses
have been previously absorbed.
Selisih lebih antara biaya perolehan dan
bagian Perusahaan atas nilai wajar aset bersih
Anak perusahaan yang dapat diidentifikasikan
dibukukan sebagai goodwill dan diamortisasi
dengan menggunakan metode garis lurus
selama lima (5) tahun.
The excess of the investment cost and the
Company’s proportionate share in the
underlying fair values of the acquired
subsidiary’s identifiable net assets is
recognized as goodwill and amortized using
the straight-line method over five (5) years.
14
110
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
ANNUAL REPORT 2009
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
b.
c.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
b.
Prinsip-prinsip konsolidasi (lanjutan)
ACCOUNTING
Basis of consolidation (continued)
Akuisisi antara Perusahaan di dalam Grup
dilaporkan sebagai restrukturisasi Perusahaan
dalam entitas sepengendali (seperti metode
penyatuan
kepentingan)
dengan
mempertimbangkan
bahwa
perusahaanperusahaan
tersebut
berada
dibawah
manajemen dan kepemilikan yang sama
sehingga,
transaksi
tersebut
tidak
mengakibatkan
perubahan
substansi
kepemilikan atas aset, kewajiban dan aset
lainnya yang direstrukturisasi.
Acquisition among companies within the
Group is reported as restructuring transaction
among Companies under common control
(and accounted for similar to a pooling of
interest) considering that the said Companies
are being under the same management and
ownership and, therefore, the transaction does
not result to a change in economic substance
of ownership of assets, liabilities or other
ownership instruments that are exchanged.
Selisih antara harga pengalihan yang dibayar
Perusahaan dalam akuisisi Anak Perusahaan
dengan nilai aset bersih Anak perusahan yang
diakuisisi yang berasal dari transaksi
restrukturisasi entitas sepengendali dicatat
sebagai
“Selisih
Nilai
Transaksi
Restrukturisasi Entitas Sepengendali” pada
bagian ekuitas. Selisih yang berasal dari
akuisisi
saham
Anak
perusahaan
direalisasikan
ke
akun
yang
sesuai
berdasarkan PSAK No. 22, “Akuntansi
Penggabungan Usaha” pada saat pihak yang
bertransaksi tidak lagi berada dalam
pengendalian yang sama.
The difference between the par value of
issued share capital or cash payment made
(transfer price) by the Company to acquire the
Subsidiaries with the Company’s interests in
the net assets of such Subsidiaries, as carried
in the books of the seller is recognized as
“Difference
Arising
from
Restructuring
Transactions among Entities Under Common
Control”, a component of shareholders’ equity.
The difference arising from restructuring
transactions of entities under common control
resulting from past acquisition of Subisidiaries
is realized to the related accounts in
accordance with PSAK No. 22, “Accounting for
Business Combination” when the transacting
parties are no longer under common control.
Bagian Perusahaan atas transaksi ekuitas
anak perusahaan disajikan sebagai “Selisih
Transaksi
Perubahan
Ekuitas
Anak
Perusahaan” dalam bagian ekuitas pada
neraca konsolidasi.
The Company’s portion of equity transactions
of subsidiaries is presented as “Difference due
to Changes in Subsidiaries’ Equity” under the
of
the
shareholders’
equity
section
consolidated balance sheets.
c.
Transaksi dan saldo dalam mata uang
asing
Foreign
balances
currency
transactions
and
Transaksi dalam mata uang asing dicatat
berdasarkan kurs yang berlaku pada saat
transaksi dilakukan.
Transactions in currencies other than Rupiah
are recorded at the prevailing rates of
exchange in effect on the date of the
transactions.
Pada tanggal neraca, seluruh aset dan
kewajiban moneter dalam mata uang asing
dijabarkan ke dalam Rupiah berdasarkan kurs
yang berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau
rugi kurs diakui pada laporan laba rugi
konsolidasi tahun berjalan.
As of the balance sheet dates, all foreign
currency monetary assets and liabilities are
translated at the exchange rates on those
dates. The resulting net foreign exchange
gains or losses are recognized in the current
year’s consolidated statement of income.
15
LAPORAN TAHUNAN 2009
111
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
c.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
c.
Transaksi dan saldo dalam mata uang
asing (lanjutan)
Foreign
currency
balances (continued)
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008,
nilai tukar yang digunakan adalah sebagai
berikut:
d.
13.510
9.400
9.087
2.747
102
15.432
10.950
10.349
3.153
121
d.
Kas dan setara kas
1 Euro/Rupiah (full amount)
1 US Dollar/Rupiah (full amount)
1 Swiss Franc/Rupiah (full amount)
1 Malaysia Ringgit/Rupiah (full amount)
1 Yen/Rupiah (full amount)
Cash and cash equivalents
Cash and cash equivalents consist of cash on
hand and in banks, and short-term deposits
with maturities within three (3) months or less
and not pledged as collateral and are not
restricted.
e.
Persediaan
Inventories
Efektif tanggal 1 Januari 2009, Grup
menerapkan PSAK No. 14 (Revisi 2008),
“Persediaan”, yang menggantikan PSAK
No. 14 (1994), “Persediaan”. Penerapan PSAK
revisi ini tidak menimbulkan dampak yang
signifikan terhadap laporan keuangan Grup.
Effective January 1, 2009, the Group applied
PSAK No. 14 (Revised 2008), “Inventories”,
which supersedes PSAK No. 14 (1994),
“Inventories”. The adoption of this revised
PSAK did not result in a significant effect in
the Group’s consolidated financial statements.
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang
lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai
realisasi bersih (the lower of cost or net
realizable value).
Inventories are stated at the lower of cost or
net realizable value.
Biaya perolehan persediaan ditentukan
dengan menggunakan metode biaya rata-rata
tertimbang yang meliputi seluruh biaya-biaya
yang terjadi untuk memperoleh persediaan
tersebut sampai ke lokasi dan kondisinya saat
ini.
Cost is based on the weighted average cost
method and comprises all costs of purchase,
costs
of conversion and appropriate
overheads incurred in bringing the inventory to
its present location and condition.
Nilai bersih yang dapat direalisasi adalah
taksiran harga jual yang wajar setelah
dikurangi dengan taksiran beban untuk
menyelesaikan dan beban lainnya yang
diperlukan hingga persediaan dapat dijual.
Net realizable value is the estimated selling
price in the ordinary course of business, less
estimated costs of completion and the
estimated cost necessary to make the sale.
Grup menentukan penyisihan atas keusangan
persediaan berdasarkan peninjauan atas
status masing-masing persediaan pada akhir
tahun.
The Group determines allowance for inventory
obsolescence based on a review of the status
of individual inventories at the end of the year.
16
112
and
2008
Kas dan setara kas terdiri dari kas dan bank
serta deposito berjangka dengan jatuh tempo
kurang dari tiga (3) bulan dan tidak digunakan
sebagai jaminan atas pinjaman dan tidak
dibatasi penggunaannya.
e.
transactions
The exchange rates used as of December 31,
2009 and 2008 were as follows:
2009
1 Euro/Rupiah (nilai penuh)
1 Dolar AS/Rupiah (nilai penuh)
1 Franc Swiss/Rupiah (nilai penuh)
1 Ringgit Malaysia/Rupiah (nilai penuh)
1 Yen/Rupiah (nilai penuh)
ACCOUNTING
ANNUAL REPORT 2009
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
f.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
f.
Tanaman perkebunan
ACCOUNTING
Plantation assets
Tanaman perkebunan dikelompokkan menjadi
tanaman belum menghasilkan dan tanaman
menghasilkan.
Plantation assets are classified as immature
plantations and mature plantations.
Tanaman belum menghasilkan
Seluruh biaya yang berhubungan dengan
pengembangan perkebunan kelapa sawit dan
karet milik Grup (perkebunan Inti) termasuk
alokasi biaya tidak langsung, yang meliputi
biaya
umum
dan
administrasi
untuk
pengembangan
tanaman
belum
menghasilkan, serta biaya bunga sehubungan
dengan kredit yang digunakan untuk
pengembangan perkebunan dikapitalisasi
sampai produksi komersial telah dicapai.
Biaya-biaya tersebut akan dipindahkan ke
tanaman
menghasilkan
sejak
produksi
komersial dimulai.
Immature plantations
All costs relating to the development of the oil
palm and rubber plantations for the Group’s
own operations (Inti plantations) together with
a portion of indirect overheads, including
general and administrative expenses incurred
in relation to immature plantations are
capitalized until commercial production is
achieved. These costs will be transferred to
mature
plantations
starting
from
the
commencement of commercial production.
Tanaman menghasilkan
Tanaman kelapa sawit dinyatakan sudah
menghasilkan setelah empat (4) tahun masa
tanam dan tanaman karet dianggap sudah
menghasilkan setelah lima (5) sampai enam
(6) tahun masa tanam. Jangka waktu untuk
menjadi tanaman menghasilkan tergantung
pada tingkat pertumbuhan tanaman dan
penilaian manajemen.
Mature plantations
Oil palm plantations are considered mature
four (4) years after planting and rubber
plantations are considered mature five (5) to
six (6) years after planting. Actual time to
maturity is dependent upon vegetative growth
and is assessed by management.
Tanaman menghasilkan dicatat sebesar biaya
perolehan,
kecuali
untuk
tanaman
menghasilkan
tertentu
yang
nilainya
ditetapkan sesuai hasil penilaian kembali dan
dikurangi amortisasi.
Mature plantations are stated at cost, except
for certain mature plantations which are stated
at revalued amounts, less accumulated
amortization.
Tanaman menghasilkan diamortisasi selama
dua puluh (20) tahun terhitung sejak produksi
komersial dimulai.
Mature plantations are amortized over the
estimated twenty (20) years starting from the
commencement of commercial production.
Tanaman kemitraan diamortisasi selama
sebelas (11) tahun sejak tanaman dinyatakan
sudah menghasilkan di Sungai Rangit.
Partnership plantation will be amortized eleven
(11) years since the plantation is considered
mature in Sungai Rangit.
17
LAPORAN TAHUNAN 2009
113
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
g.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
g.
Aset tetap
ACCOUNTING
Fixed assets
Efektif tanggal 1 Januari 2008, Grup
menerapkan PSAK No. 16 (Revisi 2007), “Aset
Tetap”, yang menggantikan PSAK No. 16
(1994), “Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain” dan
PSAK No. 17 (1994), “Akuntansi Penyusutan”.
Grup telah melakukan penilaian kembali aset
tetap sebelum penerapan PSAK No. 16
(Revisi 2007) dan memilih model biaya, maka
nilai penilaian kembali aset tetap tersebut
dianggap sebagai biaya perolehan (deemed
cost) dan biaya perolehan tersebut adalah nilai
pada saat PSAK No. 16 (Revisi 2007)
diterbitkan. Seluruh saldo selisih penilaian
kembali aset tetap yang masih dimiliki pada
saat penerapan pertama kali PSAK No. 16
(Revisi 2007) yang disajikan sebagai bagian
dari ekuitas dalam neraca konsolidasi telah
direklasifikasi ke Saldo Laba pada tahun 2008
(Catatan 8).
Effective January 1, 2008, the Group applied
PSAK No. 16 (Revised 2007), “Fixed Assets”,
which supersedes PSAK No. 16 (1994), “Fixed
Assets and Other Assets”, and PSAK No. 17
(1994), “Accounting for Depreciation”. The
Group had previously revalued its fixed assets
before the application of PSAK No. 16
(Revised 2007) and has chosen the cost
model, thus, the revalued amount of fixed
assets is considered as deemed cost and the
cost is the value at the time PSAK No. 16
(Revised 2007) is applied. All the balance of
revaluation increment in fixed assets that still
exists at the first time application of PSAK
No. 16 (Revised 2007) as presented in equity
section of the consolidated balance sheet
have been reclassified to Retained Earnings in
2008 (Note 8).
Aset tetap dinyatakan sebesar biaya
perolehan dikurangi akumulasi penyusutan
dan rugi penurunan nilai. Biaya perolehan
termasuk biaya penggantian bagian aset tetap
saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi
kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat
inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya
inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat
(“carrying amount”) aset tetap sebagai suatu
penggantian
jika
memenuhi
kriteria
pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan
perbaikan yang tidak memenuhi kriteria
pengakuan diakui dalam laporan laba rugi
konsolidasi pada saat terjadinya.
Fixed assets is stated at cost less
accumulated depreciation and impairment
losses. Such cost includes the cost of
replacing part of the fixed assets when that
cost is incurred, if the recognition criteria are
met. Likewise, when a major inspection is
performed, its cost is recognized in the
carrying amount of the fixed assets as a
replacement if the recognition criteria are
satisfied. All other repairs and maintenance
costs that do not meet the recognition criteria
are recognized in consolidated statements of
income as incurred.
Penyusutan dihitung dari bulan aset tersebut
digunakan dengan menggunakan metode
garis lurus selama umur manfaat aset tetap
yang diestimasi sebagai berikut:
Depreciation is calculated from the month the
assets are placed in service on a straight-line
basis over the estimated useful lives of the
assets as follows:
Tahun/Years
Bangunan
Prasarana
Mesin dan peralatan
Tangki penyimpanan
Kendaraan dan alat-alat berat
Perlengkapan kantor
20
20
8-12
16
4-8
4-8
18
114
ANNUAL REPORT 2009
Buildings
Infrastructures
Machinery and equipments
Storage tanks
Vehicles and heavy equipments
Office equipments
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
g.
h.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
g.
Aset tetap (lanjutan)
ACCOUNTING
Fixed assets (continued)
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan
pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat
tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang
diharapkan
dari
penggunaan
atau
pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari
penghentian
pengakuan
aset
(dihitung
sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil
pelepasan dan jumlah tercatat dari aset)
dimasukkan dalam laporan laba rugi
konsolidasi pada tahun aset tersebut
dihentikan pengakuannya.
An item of fixed assets is derecognized upon
disposal or when no future economic benefits
are expected from its use or disposal. Any
gain or loss arising on derecognition of the
asset (calculated as the difference between
the net disposal proceeds and the carrying
amount of the asset) is included in
consolidated statement of income in the year
the asset is derecognized.
Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu,
umur manfaat dan metode penyusutan direview, dan jika sesuai dengan keadaan,
disesuaikan secara prospektif.
The asset’s residual values, useful lives and
methods of depreciation are reviewed, and
adjusted prospectively if appropriate, at each
financial year end.
Aset dalam penyelesaian meliputi akumulasi
biaya material dan biaya lain yang berkaitan
dengan aset dalam penyelesaian sampai aset
tersebut selesai dan siap digunakan.
Akumulasi biaya ini dipindahkan ke masingmasing akun aset tetap pada saat selesai
dikerjakan dan siap digunakan sesuai dengan
tujuannya.
Construction in progress represents the
accumulated cost of materials and other costs
related to the asset under construction. When
the asset is complete and ready for its
intended use, these costs are transferred to
the relevant accounts.
Nilai yang dapat diperoleh kembali atas aset
tetap akan dikaji ulang setiap terjadi peristiwa
atau perubahan keadaan yang memberikan
indikasi bahwa nilai perolehan mungkin tidak
dapat sepenuhnya dipulihkan. Apabila terjadi
penurunan nilai aset, maka kerugian atas
penurunan nilai aset dibukukan pada laporan
laba
rugi
konsolidasi
tahun
yang
bersangkutan.
The recoverable amount of an asset is
estimated whenever events or changes in
circumstances indicate that its carrying
amount may not be fully recoverable.
Impairment in asset value, if any, is
recognized as loss in the current year’s
consolidated statement of income.
h.
Uang muka (pembiayaan bank) proyek
perkebunan Plasma
Perkebunan Plasma merupakan bentuk
kebijakan
Pemerintah
Indonesia
yang
berkaitan dengan kerjasama pengembangan
perkebunan. Grup dapat memperoleh hak
guna usaha untuk membangun kebun Inti
apabila
bersedia
membangun
areal
perkebunan rakyat. Sebagai pihak Inti, Grup
berkewajiban untuk melatih dan mengawasi
petani dan membeli hasil produksi tandan
buah segar (“TBS”) milik petani Plasma
dengan harga yang telah ditetapkan
Pemerintah Indonesia.
Advances (bank financing) for Plasma
plantations
Plasma plantations is an Indonesian
Government policy to develop the plantations
on mutual agreement with smallholders or
cooperatives. Group (referred to as “Inti”) can
acquire landrights to develop plantations only
if
they
develop
plantations
for
smallholders (Plasma participants) in addition
to their own plantations. Inti are required to
assist and supervise smallholders in technical
matters relating to the plantation and to
purchase the fresh fruit bunches (“FFB”)
produced by Plasma plantations at prices
determined by the Indonesian Government.
19
LAPORAN TAHUNAN 2009
115
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
h.
h.
Uang muka (pembiayaan bank) proyek
perkebunan Plasma (lanjutan)
ACCOUNTING
Advances (bank financing) for Plasma
plantations (continued)
Perkebunan plasma akan diserahkan kepada
petani
pada
saat
perkebunan
mulai
menghasilkan dengan harga konversi yang
ditetapkan oleh Pemerintah dan harga
konversi tersebut dapat lebih rendah dari nilai
bukunya. Oleh karena itu, Grup menetapkan
penyisihan rugi konversi yang diestimasi
berdasarkan
hasil
penelaahan
berkala
terhadap selisih antara nilai tercatat dengan
nilai konversi.
Once developed, the Plasma plantations are
transferred to the smallholders at a conversion
rate determined by the Government, in which
case and where the conversion price might be
lower than the carrying value of the Plasma
plantation transferred by the Inti. In this
regard, the Group, being Inti’s under this
Government
program,
determine
the
allowance for loss on conversion based on a
periodic review of the estimated difference
between the carrying value of the Plasma
plantation and the conversion value.
Uang muka perkebunan Plasma meliputi
akumulasi biaya (termasuk biaya pinjaman
dan biaya tidak langsung) untuk membangun
areal Plasma setelah dikurangi terutama
dengan kredit investasi yang diperoleh dari
bank.
Advances for Plasma plantations represent
the accumulated costs incurred (including
borrowing costs and indirect overhead costs)
to develop the Plasma areas. These
accumulated costs are presented net of
among others, the investment credit obtained
from the bank.
Pengembangan perkebunan Plasma dilakukan
di atas lahan yang dialokasikan untuk
perkebunan plasma dan telah disetujui oleh
Pemerintah. Pengembangan tersebut didanai
melalui kredit investasi dari bank yang
disalurkan kepada Perusahaan dan Anak
perusahaan atau ditalangi sementara oleh
Perusahaan dan Anak perusahaan. Setelah
perkebunan Plasma menghasilkan sesuai
dengan kriteria yang ditentukan oleh
Pemerintah dan siap untuk dikonversi atau
diserahterimakan ke petani Plasma senilai
harga konversi yang ditetapkan Pemerintah,
biaya investasi pembangunan kebun Plasma,
termasuk talangan sementara dan kredit
investasi dari bank yang terkait turut
ditagihkan ke petani. Selisih antara nilai
tercatat perkebunan Plasma dan nilai kredit
investasi yang dialihkan diakui sebagai laba
atau rugi dan dibukukan dalam laporan laba
rugi konsolidasi tahun yang bersangkutan.
Plasma plantation was developed on land
allocated for Plasma plantation, which was
approved by the Government. Development of
the Plasma plantation was financed by
Plasma plantation investment credit from the
bank, which fund was given directly to the
Company and Subsidiaries, or being selffunded. When a Plasma plantation is matured
and meet certain criteria required by the
Government and ready to be transferred or
turned-over to the Plasma participants
(farmers) at conversion value set by the
Government, Plasma plantation development
cost,
including
advances,
and
the
corresponding investment credit from the bank
is also transferred to the farmers. The
difference between the carrying value of the
Plasma plantation and the related investment
credit transferred is recognized as gain or loss
and is reflected in current year’s consolidated
statement of income.
20
116
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
ANNUAL REPORT 2009
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
i.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
i.
Bibitan
Biaya-biaya yang terjadi untuk pembibitan,
pembelian
bibit
dan
pemeliharaannya
dinyatakan
sebesar
biaya
perolehan.
Akumulasi biaya ini akan dipindahkan ke akun
“Tanaman belum menghasilkan” pada saat
siap ditanam.
j.
j.
Beban tangguhan hak atas tanah
Deferred landright cost
Costs incurred in relation to obtain or renewal
landrights in the form of “Hak Guna Usaha”
(HGU) and “Hak Guna Bangunan” (HGB) are
recorded as “Deferred landright cost”, which
are amortized on a straight-line basis over the
term of the related landrights or their
economic lives, whichever period is shorter.
k.
Beban ditangguhkan
Biaya yang timbul untuk mendapatkan
pinjaman jangka panjang ditangguhkan dan
disajikan sebagai bagian dari “Beban
ditangguhkan” yang diamortisasi dengan
menggunakan metode garis lurus selama
jangka waktu pinjaman tersebut. Apabila
Perusahaan
mengalami
kegagalan
pembayaran pokok atau bunga pinjaman
maupun pemenuhan rasio keuangan tertentu,
yang dapat mengakibatkan seluruh saldo
pokok pinjaman dan bunga masih harus
dibayar menjadi jatuh tempo segera, biayabiaya terkait hutang bank tersebut dibebankan
pada operasi tahun berjalan.
l.
Nursery
Cost incurred in the preparation of the
nursery, purchase of seedlings and their
maintenance are stated at cost. The
accumulated
cost
are
transferred
to
“Immature plantations” account at the time of
planting.
Biaya-biaya yang timbul sehubungan dengan
perolehan atau perpanjangan hak atas tanah
dalam bentuk Hak Guna Usaha (HGU) dan
Hak Guna Bangunan (HGB) dicatat sebagai
“Beban tangguhan hak atas tanah” yang
diamortisasi dengan menggunakan metode
garis lurus selama periode hak atas tanah
atau umur ekonomis tanah, mana yang lebih
pendek.
k.
ACCOUNTING
Deferred charges
Fees incurred in obtaining long-term loan
facilities are deferred as part of “Deferred
charges”, which are amortized on a straightline basis over the term of the related facilities.
If the Company is considered to be effectively
in a technical or payment default position,
which result in has the consequences that the
principal amount of the debt together with
the accrued interest will becoming due and
payable, the related deferred long-term bank
loan administration costs are charged to
current year’s operations.
l.
Pajak penghasilan badan
Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan
taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Aset
dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas
perbedaan temporer antara aset dan
kewajiban untuk tujuan komersial dan untuk
tujuan perpajakan pada setiap tanggal
pelaporan. Manfaat pajak di masa mendatang,
seperti saldo rugi fiskal yang belum
digunakan, diakui sejauh besar kemungkinan
realisasi atas manfaat pajak tersebut.
Corporate income tax
Current tax expense is provided based on the
estimated taxable income for the year.
Deferred tax assets and liabilities are
recognized for temporary differences between
the financial and the tax bases of assets and
liabilities at each reporting date. This method
also requires the recognition of future tax
benefits, such as the carry-forward of unused
tax losses, to the extent that realization of
such benefits is probable.
21
LAPORAN TAHUNAN 2009
117
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
l.
l.
Pajak penghasilan badan (lanjutan)
ACCOUNTING
Corporate income tax (continued)
Pajak
tangguhan
dihitung
dengan
menggunakan tarif pajak yang berlaku atau
secara substansial telah berlaku pada tanggal
neraca. Perubahan nilai tercatat aset dan
kewajiban pajak tangguhan yang disebabkan
oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada
tahun berjalan, kecuali untuk transaksitransaksi yang sebelumnya telah langsung
dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.
Deferred tax is calculated at the tax rates that
have been enacted or substantively enacted
at balance sheet date. Changes in the
carrying amount of deferred tax assets and
liabilities due to a change in tax rates is
charged to current year operations, except to
the extent that it relates to items previously
charged or credited to shareholders’ equity.
Perubahan terhadap kewajiban perpajakan
diakui pada saat penetapan pajak diterima
atau, jika Grup mengajukan keberatan, pada
saat keputusan atas keberatan tersebut telah
ditetapkan.
Amendments to tax obligations are recorded
when an assessment is received or, if
appealed against by the Group, when the
result of the appeal is determined.
m. Employees’ service entitlements
m. Imbalan kerja karyawan
Grup telah menerapkan PSAK No. 24 (Revisi
2004), “Imbalan Kerja” untuk mengakui
kewajiban imbalan kerja sesuai dengan
Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003
tanggal 25 Maret 2003. Pernyataan ini
mewajibkan Perusahaan untuk mengakui
seluruh imbalan kerja yang diberikan melalui
program atau perjanjian formal dan informal,
peraturan
perundang-undangan
atau
peraturan industri, yang mencakup imbalan
kerja, imbalan kerja jangka pendek dan jangka
panjang lainnya, pesangon pemutusan kontrak
kerja
dan
imbalan
berbasis
ekuitas.
Perhitungan estimasi kewajiban untuk imbalan
kerja karyawan berdasarkan Undang-undang
ditentukan dengan menggunakan metode
aktuarial “Projected Unit Credit”. Keuntungan
atau kerugian aktuarial diakui sebagai
pendapatan atau beban apabila akumulasi
keuntungan atau kerugian aktuarial bersih
yang belum diakui pada akhir tahun pelaporan
sebelumnya melebihi 10% dari nilai kini
kewajiban imbalan pasti pada tanggal
tersebut. Keuntungan atau kerugian diakui
atas dasar metode garis lurus selama rata-rata
sisa masa kerja karyawan yang diharapkan.
The Group has applied PSAK No. 24 (Revised
2004), “Employees’ Benefits” to recognize
employees’ benefits liabilities in accordance
with Labor Law No. 13/2003 dated March 25,
2003 (the Law). This statement requires the
Company to provide all employee benefits
under formal and informal plans or
agreements, under legislative requirements or
through industry arrangements, including postemployment benefits, short-term and other
long-term employees’ benefits, termination
benefits and equity compensation benefits.
The calculation of liability of employees’
benefits based on the Law is determined using
the “Projected Unit Credit” actuarial method.
Actuarial gains or losses are recognized as
income or expense when the net cumulative
unrecognized actuarial gains and losses at the
end of the previous reporting year exceeded
10% of the present value defined benefit
obligation at that date. These gains or losses
are recognized on a straight-line basis over
the expected average remaining working lives
of the employees.
Selanjutnya, biaya jasa lalu karena penerapan
program imbalan pasti atau perubahan pada
kewajiban imbalan dari program yang telah
ada diamortisasi selama periode sampai
imbalan yang bersangkutan menjadi hak
pekerja (vested).
Further, past-service costs arising from the
introduction of a defined benefit plan or
changes in the benefit payable of an existing
plan are required to be amortized over the
period until the benefits concerned become
vested.
22
118
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
ANNUAL REPORT 2009
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
n.
n. Modal saham yang dibeli kembali
Modal saham yang dibeli kembali, yang
direncanakan untuk diterbitkan kembali
dan/atau dijual kembali pada masa yang akan
datang, dicatat sebesar nilai perolehan dan
disajikan sebagai pengurang modal saham di
bagian Ekuitas dalam neraca konsolidasi.
Selisih lebih penerimaan dari penjualan modal
saham yang dibeli kembali di masa yang akan
datang atas nilai perolehan atau sebaliknya,
diperhitungkan sebagai penambah atau
pengurang akun agio saham.
o.
p.
ACCOUNTING
Treasury stock
Treasury stock, which is intended to be reissued and/or re-sold in the future, is stated at
acquisition cost and shown as deduction from
capital stock under the Shareholders’ Equity
section of the consolidated balance sheets.
The excess of proceeds from future re-sale of
treasury stock over the related acquisition cost
or vice-versa was accounted for as an addition
to or deduction from additional paid-in capital.
o.
Pengakuan pendapatan dan beban
Revenue and expense recognition
Pendapatan diakui pada saat semua risiko
signifikan dan kepemilikan dari barang telah
beralih kepada pembeli, umumnya pada saat
pengiriman
barang
sesuai
persyaratan
penjualan. Jika persyaratan diatas tidak
terpenuhi, penerimaan pembayaran dari
pembeli dicatat sebagai uang muka yang
diterima sampai semua syarat untuk
pengakuan pendapatan terpenuhi.
Revenue is recognized when the significant
risks and rewards of ownership of the goods
have been transferred to the buyer, usually on
delivery of goods in accordance with the terms
of the sales. If any of the above conditions is
not met, the payments received from the buyer
are recorded as deposits received until all of
the criteria for revenue recognition are met.
Beban diakui pada saat terjadinya (accrual
basis).
Expenses are recognized when these are
incurred (accrual basis).
Transaksi
istimewa
dengan
pihak
p.
hubungan
Grup melakukan transaksi dengan pihak-pihak
yang mempunyai hubungan istimewa seperti
dinyatakan dalam PSAK No. 7 mengenai
“Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai
Hubungan Istimewa”. Seluruh transaksi yang
signifikan
dengan
pihak-pihak
yang
mempunyai hubungan istimewa, baik yang
dilakukan dengan harga dan persyaratan
normal sebagaimana dengan pihak ketiga
maupun tidak, telah diungkapkan dalam
catatan atas laporan keuangan konsolidasi.
Transactions with related parties
The Group have transactions with entities
which are regarded as having a special
relationship as defined under PSAK No. 7,
“Related
Party
Disclosure”.
Significant
transactions with related parties, whether or
not conducted under normal terms and
conditions similar to those with non-related
parties are disclosed in the notes to
consolidated financial statements.
23
LAPORAN TAHUNAN 2009
119
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
q.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
q.
Informasi segmen
Informasi segmen Perusahaan dan Anak
perusahaan disajikan berdasarkan bisnis
segmen, yang digunakan oleh manajemen
untuk mengevaluasi kinerja dan menentukan
alokasi sumber daya berdasarkan informasi
segmen dari minyak kelapa sawit, inti sawit
dan produk lainnya, dan segmen geografis
menurut lokasi aset utama (tanaman
perkebunan). Informasi segmen ini menjadi
pertimbangan manajemen untuk mengetahui
efek yang signifikan terhadap tingkat risiko
dan pengembalian Grup.
r.
r.
Laba bersih per saham
s.
Instrumen Derivatif
Derivative instrument
Every
derivative
instrument
(including
embedded derivatives) is recorded in the
consolidated balance sheet as either asset or
liability as measured at the fair value of each
contract. Changes in derivative fair value are
recognized in current earnings unless specific
hedges allow derivative’s gains and losses to
offset the related results on the hedged item in
the consolidated statement of income. An
entity must formally document, designate and
assess the effectiveness of transactions that
meet hedge accounting. The Company and
Subsidiaries’ derivative instruments are not
designated for speculative purposes.
24
ANNUAL REPORT 2009
Net earnings per share
Basic net earnings per share is computed by
dividing net income by the weighted-average
with the number of shares outstanding during
the year, after considering share buybacks
starting on October 15, 2008 and shares that
had been resold on April 6, 2009. Weighted
average number of outstanding shares in
2009 and 2008 are 1,870,223,382 shares and
1,863,702,199 shares, respectively. The
Company does not have securities with
potential dilutive effects. Therefore, fully
diluted earnings per share is not computed.
Setiap instrumen derivatif (termasuk derivatif
melekat) dicatat sebagai aset atau kewajiban
dalam neraca konsolidasi dan diakui sebesar
nilai wajar masing-masing kontrak. Perubahan
nilai wajar instrumen derivatif harus dibukukan
pada usaha tahun berjalan, kecuali untuk
lindung nilai tertentu yang memungkinkan laba
atau rugi instrumen derivatif saling hapus
dengan aset atau kewajiban yang dilindungi
dalam laporan laba rugi konsolidasi. Setiap
entitas
diharuskan
untuk
melakukan
dokumentasi,
merancang
dan
menilai
efektivitas atas transaksi yang diperlakukan
sebagai akuntansi lindung nilai. Instrumen
derivatif Perusahaan dan Anak perusahaan
tidak dimaksudkan untuk tujuan spekulatif.
120
Segment information
The segment information of the Company and
Subsidiaries is presented based on business
segments, since the financial information used
by the management in evaluating the
performance and determining the allocation of
resources is based on the segment
information relating to crude palm oil, palm
kernel
and
other
by-products,
and
geographical segment information on the
basis of location of major assets (plantations).
These
segments
are
considered
by
management to have significant effects on the
Group’s risks and rates of return.
Laba bersih per saham dasar dihitung dengan
membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata
tertimbang saham yang beredar selama tahun
yang bersangkutan, setelah memperhitungkan
saham yang dibeli kembali mulai tanggal
15 Oktober 2008 dan telah dijual kembali pada
tanggal 6 April 2009. Rata-rata tertimbang
saham yang beredar pada tahun 2009 dan
2008 adalah sebesar 1.870.223.382 saham
dan 1.863.702.199 saham. Perusahaan tidak
memiliki efek yang berpotensi dilusi atas laba
per saham, sehingga tidak terdapat laba
bersih per saham dilusian.
s.
ACCOUNTING
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
s.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
s.
Instrumen Derivatif (lanjutan)
Derivative instrument (continued)
Instrumen derivatif Perusahaan dan Anak
perusahaan tidak memenuhi persyaratan
sebagai akuntansi lindung nilai berdasarkan
ketentuan PSAK No. 55, “Akuntansi Instrumen
Keuangan dan Aktivitas Lindung Nilai”, oleh
karena itu perubahan nilai wajar instrumen
derivatif diakui segera dalam laporan rugi laba
konsolidasi.
t.
The Company and Subsidiaries’ derivative
instruments do not qualify for hedge
accounting under the specific rules in PSAK
No. 55, “Accounting for Derivative Instruments
and Hedging Activities”, and, therefore the
changes in the fair value of any derivative
instruments are recognized immediately in the
consolidated statements of income.
t.
Penggunaan estimasi
Use of estimates
Penyajian laporan keuangan konsolidasi
sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku
umum mengharuskan manajemen membuat
estimasi-estimasi dan asumsi-asumsi yang
mempengaruhi angka yang disajikan dalam
laporan keuangan. Sehubungan adanya unsur
ketidakpastian yang melekat dalam membuat
estimasi, realisasi sebenarnya yang akan
dilaporkan di masa mendatang mungkin akan
didasarkan atas jumlah-jumlah yang berbeda
dari estimasi tersebut.
3.
The preparation of consolidated financial
statements in conformity with generally
accepted accounting principles requires
management to make estimations and
assumptions that affect amounts reported
therein. Due to the inherent uncertainty in
making estimates, actual results reported in
future periods may be based on amounts that
differ from those estimates.
3.
KAS DAN SETARA KAS
2009
Kas
Bank
Dalam Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
Standard Chartered Bank
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Lain-lain (masing-masing
dibawah Rp500 juta)
Dalam Dolar AS
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
Lain-lain (masing-masing
dibawah Rp500 juta)
Sub-jumlah
ACCOUNTING
CASH AND CASH EQUIVALENTS
2008
979.709
902.994
105.481.327
62.446.953
2.206.981
4.857.933
1.558.845
688.135
537.814
-
1.140.978
1.016.670
34.306.172
9.749.562
346.665
803.456
71.422.946
-
5.456.636
2.037.253
93.800
822.320
182.336.513
122.637.933
Cash on hand
Cash in banks
In Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
Standard Chartered Bank
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Others (each below Rp500 million)
In US Dollar
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
Others (each below Rp500 million)
Sub-total
25
LAPORAN TAHUNAN 2009
121
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
3.
3.
KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)
2009
Deposito berjangka
Dalam Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Internasional Indonesia Tbk
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Permata Tbk
Dalam Dolar AS
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Lain-lain (dibawah Rp500 juta)
Sub-jumlah
Jumlah
2008
204.000.000
97.500.000
-
184.200.000
111.500.000
-
34.000.000
27.000.000
23.008.438
20.000.000
-
21.900.000
28.728
204.000.000
519.137.166
387.316.222
642.678.093
Suku bunga tahunan deposito berjangka untuk
tahun 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:
5,60% - 14,00%
2,50% - 4,00%
7,75% - 14,00%
7,25% - 8,50%
Total
Rupiah
US Dollar
The restricted time deposits, which were recorded
under “Guarantee Deposits” in the 2009 and 2008
consolidated balance sheets (Note 25a), mainly
consist of cash placed to guarantee Plasma
farmer’s loan which were as follows:
2009
2008
Telaga Hikmah
Mutiara Bunda Jaya
5.285.000
-
6.563.500
3.984.000
Telaga Hikmah
Mutiara Bunda Jaya
Jumlah
5.285.000
10.547.500
Total
4.
PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA
2009
Dalam Dolar AS
AAA Oil & Fats Pte. Ltd.
Dalam Rupiah
PT Tunas Baru Lampung
PT Megasurya Mas
Lain-lain (masing-masing
dibawah Rp250 juta)
Jumlah
ANNUAL REPORT 2009
TRADE RECEIVABLES - THIRD PARTIES
2008
15.934.555
-
-
2.395.500
701.825
268.230
72.128
16.202.785
3.169.453
26
122
Sub-total
2008
Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya,
yang dicatat sebagai “Simpanan Jaminan” pada
neraca konsolidasi tahun 2009 dan 2008 (Catatan
25a), merupakan dana kas yang ditempatkan
untuk menjamin pelunasan hutang petani Plasma
sebagai berikut:
4.
Time deposits
In Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Internasional Indonesia Tbk
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Permata Tbk
In US Dollar
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Others (below Rp500 million)
The annual interest rates on time deposits in 2009
and 2008 were as follows:
2009
Rupiah
Dolar AS
CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued)
In US Dollar
AAA Oil & Fats Pte. Ltd.
In Rupiah
PT Tunas Baru Lampung
PT Megasurya Mas
Others (each below Rp250 million)
Total
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
4.
5.
TRADE RECEIVABLES
(continued)
-
THIRD
PARTIES
Seluruh piutang usaha akan jatuh tempo dalam
waktu 30 hari.
All trade receivables will be due in 30 days.
Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang
usaha dapat tertagih dan tidak diperlukan
penyisihan piutang ragu-ragu atas saldo piutang
usaha.
Management believes that all trade receivables are
fully collectible, and no provision for doubtful
accounts is necessary.
5.
PERSEDIAAN
INVENTORIES
2009
2008
77.856.556
45.799.920
9.736.391
2.071.206
279.092
116.101
75.138.244
35.662.698
8.930.112
540.388
68.284
Materials, spare parts and
maintenance supplies
Oil palm products
Germinated seeds
Palm kernel products
Fresh fruit bunches
Rubber slabs and clumps
Jumlah
Dikurangi: penyisihan persediaan usang
135.859.266
-
120.339.726
33.835
Total
Less : provision for inventories obsolesence
Bersih
135.859.266
120.305.891
Net
Bahan, suku cadang dan
perlengkapan perawatan
Produk kelapa sawit
Kecambah
Produk inti sawit
Tandan buah segar
Karet
6.
4.
PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA (lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2009, Grup
mengasuransikan persediaannya terhadap risiko
kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah
pertanggungan sebesar Rp320.788.257 dimana
menurut pendapat manajemen cukup untuk
menutup kemungkinan kerugian yang timbul dari
risiko
yang
dipertanggungkan
(2008:
Rp326.988.249).
As of December 31, 2009, Group coverred all
inventories by insurance against losses from fire
and other risks under blanket policies with
insurance coverage totalling Rp320,788,257 which
in management’s opinion, is adequate to cover
possible
losses
from
such
risk
(2008:
Rp326,988,249).
Manajemen
berkeyakinan
bahwa
seluruh
persediaan dapat digunakan dan tidak diperlukan
penyisihan persediaan usang pada tanggal pada
tanggal 31 Desember 2009.
Management believes that all inventories can be
used and no provision for inventory obsolesence is
necessary as of December 31, 2009.
6.
UANG MUKA (PEMBIAYAAN BANK) PROYEK
PERKEBUNAN PLASMA
2009
Uang muka perkebunan Plasma
Saldo awal
Penambahan
Biaya pengembangan
Pengurangan
Pengalihan kepemilikan kepada
petani Plasma melalui konversi
Penerimaan pembayaran
pinjaman dari petani Plasma
Saldo akhir
ADVANCES (BANK FINANCING) FOR PLASMA
PLANTATIONS
2008
45.263.189
31.168.149
(5.513.473)
70.917.865
Advances for Plasma plantations
Beginning balance
Additions
3.748.131
Development cost
Deductions
Transfer of Plasma plantations to Plasma
(13.194.934)
participants through conversion
Receipt of payment from Plasma
(876.880)
participants
55.586.872
45.263.189
Ending balance
27
LAPORAN TAHUNAN 2009
123
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
6.
6.
UANG MUKA (PEMBIAYAAN BANK) PROYEK
PERKEBUNAN PLASMA (lanjutan)
2009
Pembiayaan bank
Saldo awal
Penambahan
Penerimaan dana konversi Plasma
dari bank
Pengurangan
Nilai konversi
Saldo akhir
Bersih
2008
Bank financing
Beginning balance
Additions
Proceed from Plasma conversion fund
from bank
Deductions
Conversion value
6.684.157
-
1.771.791
27.322.101
(4.154.639)
(20.637.944)
4.301.309
6.684.157
Ending balance
66.616.556
38.579.032
Net
Uang muka perkebunan Plasma
Advances for Plasma plantations
Mutiara Bunda Jaya dan Telaga Hikmah
mengembangkan masing-masing 2.018 hektar dan
3.128 hektar perkebunan kelapa sawit Plasma di
sekitar lahan perkebunan Inti.
Mutiara Bunda Jaya and Telaga Hikmah
developed 2,018 hectares and 3,128 hectares,
respectively of Plasma oil palm plantations in the
vicinity of the Inti plantation area.
Pembiayaan Bank
Bank Financing
PT Bank
(“BRI”)
7.
ADVANCES (BANK FINANCING) FOR PLASMA
PLANTATIONS (continued)
Rakyat
Indonesia
(Persero)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
(“BRI”)
Tbk
Telaga Hikmah
Telaga Hikmah
Pada tahun 2009 dan 2008, BRI memberikan
pinjaman Plasma sebesar dan Rp1.771.791 dan
Rp27.322.101.
In 2009 and 2008, BRI agreed to grant the Plasma
loan
amounting
to
Rp1,771,791
and
Rp27,322,101, respectively.
Sesuai dengan perjanjian pinjaman, Telaga
Hikmah bertindak sebagai penjamin (“avalist”)
sampai seluruh kewajiban petani Plasma kepada
BRI dilunasi (Catatan 25a).
In accordance with the loan agreement, Telaga
Hikmah acts as a guarantor (“avalist”) until all
Plasma’s liabilities to BRI are fully repaid (Note
25a).
7.
TANAMAN PERKEBUNAN
Tanaman
perkebunan
tanaman menghasilkan
menghasilkan.
a.
dibedakan
menjadi
dan tanaman belum
PLANTATION ASSETS
Plantation assets are classified as mature and
immature plantations.
a.
Tanaman menghasilkan
Mature plantations
2009
2009
Saldo awal/
Beginning
Balance
Penambahan/
Additions
Saldo akhir/
Ending
Balance
Nilai perolehan
Tanaman sawit
Tanaman karet
654.340.622
1.022.560
14.361.712
-
-
668.702.334
1.022.560
Cost
Oil palm plantations
Rubber plantations
Jumlah
655.363.182
14.361.712
-
669.724.894
Total
28
124
Pengurangan/
Deduction
ANNUAL REPORT 2009
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
7.
7.
TANAMAN PERKEBUNAN (lanjutan)
a.
PLANTATION ASSETS (continued)
a.
Tanaman menghasilkan (lanjutan)
Mature plantations (continued)
2009 (continued)
2009 (lanjutan)
Saldo awal/
Beginning
Balance
Penambahan/
Additions
Saldo akhir/
Ending
Balance
Pengurangan/
Deduction
Akumulasi amortisasi
Tanaman sawit
Tanaman karet
177.249.622
409.024
41.403.578
51.128
-
218.653.200
460.152
Jumlah
177.658.646
41.454.706
-
219.113.352
Total
Nilai buku bersih
477.704.536
450.611.542
Net book value
Accumulated amortization
Oil palm plantations
Rubber plantations
2008
2008
Saldo awal/
Beginning
Balance
Penambahan/
Additions
Saldo akhir/
Ending
Balance
Pengurangan/
Deduction
Nilai perolehan
Tanaman sawit
Tanaman karet
593.024.849
1.022.560
61.315.773
-
-
654.340.622
1.022.560
Cost
Oil palm plantations
Rubber plantations
Jumlah
594.047.409
61.315.773
-
655.363.182
Total
Akumulasi amortisasi
Tanaman sawit
Tanaman karet
131.958.958
357.896
45.290.664
51.128
-
177.249.622
409.024
Accumulated amortization
Oil palm plantations
Rubber plantations
Jumlah
132.316.854
45.341.792
-
177.658.646
Total
Nilai buku bersih
461.730.555
477.704.536
Net book value
Sungai Rangit memiliki tanaman kemitraan
dengan nilai tercatat sebesar Rp36.002.359
dan Rp43.144.028 (1.809 hektar) pada tanggal
31 Desember 2009 dan 2008 (Catatan 25b).
Sungai Rangit has partnership plantation with
carrying
value
of
Rp36,002,359
and
Rp43,144,028 (1,809 hectares) as of
December 31, 2009 and 2008, respectively
(Note 25b).
Rincian tanaman menghasilkan menurut lokasi
operasi perusahaan adalah sebagai berikut:
Details mature plantations based on the
Company’s operation location as follows:
2009
2008
(dalam hektar)/(in hectares)
Sumatera
Kalimantan
18.635
12.604
17.559
12.279
Sumatera
Kalimantan
Jumlah
31.239
29.838
Total
29
LAPORAN TAHUNAN 2009
125
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
7.
7.
TANAMAN PERKEBUNAN (lanjutan)
b.
PLANTATION ASSETS (continued)
b.
Tanaman belum menghasilkan
Immature plantations
Tanaman belum menghasilkan merupakan
akumulasi biaya yang terjadi di Grup
sehubungan
dengan
pengembangan
perkebunan
kelapa
sawit
dan
karet
(perkebunan Inti), seperti pembersihan lahan,
penanaman, pemupukan dan kegiatankegiatan pemeliharaan lainnya sampai lahan
perkebunan kelapa sawit dan karet tersebut
sudah menghasilkan (Catatan 2f).
The immature plantations represent the
accumulated costs incurred relating to the
development of the Group’s oil palm and
rubber plantations (Inti plantations) such as
land clearing, planting, fertilizing, and other
maintenance activities until the oil palm and
rubber areas are considered mature (Note 2f).
Mutasi tanaman belum menghasilkan adalah
sebagai berikut:
The movement of immature plantations is as
follows:
2009
2008
Saldo awal
Biaya pengembangan dan bibitan
Dialihkan ke tanaman menghasilkan
(Catatan 7a)
256.664.173
113.548.266
141.565.902
176.414.044
(14.361.712)
(61.315.773)
Saldo akhir
355.850.727
256.664.173
Rincian
tanaman
belum
menghasilkan
menurut lokasi operasi perusahaan adalah
sebagai berikut:
Beginning balance
Development costs and nursery
Transferred to mature plantations
(Note 7a)
Ending balance
Details of immature plantations based on the
Company’s location of operations are as
follows:
2009
2008
(dalam hektar)/(in hectares)
Sumatera
Kalimantan
15.299
7.320
11.568
7.162
Sumatera
Kalimantan
Jumlah
22.619
18.730
Total
Tanaman perkebunan tertentu Grup digunakan
sebagai jaminan atas pinjaman bank (Catatan
13).
Certain Group’s plantation assets are pledged
as collateral for bank loan facilities (Note 13).
30
126
ANNUAL REPORT 2009
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
8.
8.
ASET TETAP
FIXED ASSETS
2009
Saldo awal/
Beginning
balance
Penambahan/
Additions
Pengurangan/ Reklasifikasi/
Deductions Reclassifications
Nilai tercatat:
Tanah
Bangunan
Prasarana
Mesin dan peralatan
Tangki penyimpanan
Kendaraan dan alat-alat berat
Peralatan kantor
Aset dalam penyelesaian
71.715.382
150.334.699
40.673.062
356.278.506
10.793.810
103.274.737
17.925.793
48.832.572
10.159.294
3.415.430
3.016.696
2.147.485
282.537
1.584.934
1.894.483
135.732.445
236.440
395.538
2.631.693
237.000
12.248.365
34.241
-
Jumlah
799.828.561
158.233.304
15.783.277
Akumulasi penyusutan:
Bangunan
Prasarana
Mesin dan peralatan
Tangki penyimpanan
Kendaraan dan alat-alat berat
Peralatan kantor
43.123.965
11.472.227
177.486.249
7.875.325
57.870.215
8.662.043
7.839.708
2.160.589
27.643.241
379.366
9.835.198
3.811.227
Jumlah
306.490.024
51.669.329
Nilai buku
493.338.537
Penyisihan penurunan nilai
aset tetap
Nilai buku bersih
7.442.177
Saldo akhir/
Ending
balance
81.638.236
160.819.177
45.184.079
389.021.870
10.839.347
94.277.281
24.628.750
135.869.848
Cost:
Land
Buildings
Infrastructures
Machinery and equipments
Storage tanks
Vehicles and heavy equipments
Office equipments
Construction in progress
-
942.278.588
Total
65.205
2.391.791
95.781
11.643.229
30.054
-
50.898.468
13.632.816
202.737.699
8.158.910
56.062.184
12.443.216
Accumulated depreciation:
Buildings
Infrastructures
Machinery and equipments
Storage tanks
Vehicles and heavy equipments
Office equipments
14.226.060
-
343.933.293
Total
598.345.295
Book value
7.442.177
Allowance for impairment
of fixed assets
590.903.118
Net book value
-
-
7.464.586
1.494.321
33.227.572
1.665.975
4.842.715
(48.695.169)
-
485.896.360
2008
Saldo awal/
Beginning
balance
Penambahan/
Additions
Pengurangan/ Reklasifikasi/
Deductions Reclassifications
Nilai tercatat:
Tanah
Bangunan
Prasarana
Mesin dan peralatan
Tangki penyimpanan
Kendaraan dan alat-alat berat
Peralatan kantor
Aset dalam penyelesaian
61.034.606
137.518.834
36.481.873
311.617.805
10.775.824
83.145.003
15.110.567
40.847.068
10.680.776
2.284.467
233.443
1.755.221
17.178.162
1.628.223
74.264.646
76.997
273.521
525
2.607.159
1.769.755
-
Jumlah
696.531.580
108.024.938
4.727.957
Akumulasi penyusutan:
Bangunan
Prasarana
Mesin dan peralatan
Tangki penyimpanan
Kendaraan dan alat-alat berat
Peralatan kantor
35.875.061
9.537.638
159.029.782
7.456.984
50.204.980
8.378.382
7.281.520
1.934.589
18.708.448
418.798
9.474.229
2.047.451
Jumlah
270.482.827
39.865.035
Nilai buku
426.048.753
Penyisihan penurunan nilai
aset tetap
Nilai buku bersih
7.442.177
Saldo akhir/
Ending
balance
71.715.382
150.334.699
40.673.062
356.278.506
10.793.810
103.274.737
17.925.793
48.832.572
Cost:
Land
Buildings
Infrastructures
Machinery and equipments
Storage tanks
Vehicles and heavy equipments
Office equipments
Construction in progress
-
799.828.561
Total
32.616
251.981
457
1.808.994
1.763.790
-
43.123.965
11.472.227
177.486.249
7.875.325
57.870.215
8.662.043
Accumulated depreciation:
Buildings
Infrastructures
Machinery and equipments
Storage tanks
Vehicles and heavy equipments
Office equipments
3.857.838
-
306.490.024
Total
493.338.537
Book value
7.442.177
Allowance for impairment
of fixed assets
485.896.360
Net book value
-
-
418.606.576
10.608.395
3.957.746
43.179.001
18.511
5.558.731
2.956.758
(66.279.142)
-
31
LAPORAN TAHUNAN 2009
127
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
8.
8.
ASET TETAP (lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2009, rincian
persentase penyelesaian dan estimasi waktu
penyelesaian untuk aset dalam penyelesaian
adalah sebagai berikut:
Persentase
penyelesaian/
Percentage of
completion
FIXED ASSETS (continued)
As of December 31, 2009, the details of
percentage of completion and estimated time of
completion were as follows:
Biaya/
Carrying
value
Sumatera Selatan
Bangunan
Prasarana
Mesin dan peralatan
Tangki penyimpanan
Kendaraan dan alat-alat berat
Peralatan kantor
90%
80%
95%
80%
80%
90%
30.709.956
8.660.658
85.124.421
1.880.547
557.409
2.900.602
Kalimantan
Bangunan
Mesin dan peralatan
85%
85%
1.935.595
4.100.660
Estimasi
waktu penyelesaian/
Estimated time of completion
South Sumatera
Maret/March 2010
Buildings
Februari/February 2010
Infrastructures
Maret/March 2010
Machineries and equipments
Maret/March 2010
Storage tanks
Februari/February 2010 Vehicles and heavy equipments
Januari/January 2010
Office equipments
Maret/March 2010
Maret/March 2010
Kalimantan
Buildings
Machineries and equipments
135.869.848
Pengurangan aset tetap merupakan penjualan dan
penghapusan aset dengan rincian sebagai berikut:
Deductions in fixed assets represent the sales and
disposal of fixed assets with details as follows:
2009
Nilai buku bersih
Hasil penjualan
Laba (rugi) penjualan aset tetap
2008
1.557.217
527.627
870.119
2.541.260
Net book value
Proceeds
(1.029.590)
1.671.141
Gain (loss) on sale of fixed assets
Penyusutan aset tetap dan amortisasi tanaman
menghasilkan pada tahun 2009 dan 2008 adalah
sebagai berikut:
Depreciation of fixed assets and amortization of
mature plantations in 2009 and 2008 were as
follows:
2009
2008
Penyusutan aset tetap
Amortisasi tanaman menghasilkan
(Catatan 7a)
51.669.329
39.865.035
41.454.706
45.341.792
Depreciation of fixed assets
Amortization of mature plantations
(Note 7a)
Jumlah
93.124.035
85.206.827
Total
Beban penyusutan aset tetap dan amortisasi
tanaman menghasilkan dibebankan ke akun-akun
berikut ini:
Depreciation of fixed assets and amortization of
mature plantations were charged to the following
accounts:
2009
2008
Beban pokok penjualan
Tanaman belum menghasilkan biaya pengembangan
Beban usaha
85.892.249
83.570.105
5.505.194
1.726.592
1.636.722
Cost of sales
Immature plantation development cost
Operating expenses
Jumlah
93.124.035
85.206.827
Total
32
128
ANNUAL REPORT 2009
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
8.
9.
8.
ASET TETAP (lanjutan)
FIXED ASSETS (continued)
Pada tahun 2009, sebagian biaya penyusutan atas
aset yang digunakan untuk pengembangan
tanaman belum menghasilkan dikapitalisasi
mengikuti praktik industri sejenis.
In 2009, part of the depreciation expense of the
certain assets which used in relation to
development of immature plantations are
capitalized followed the related industry.
Aset tetap tertentu Grup digunakan sebagai
jaminan atas pinjaman bank (Catatan 13).
Certain Group’s fixed assets are pledged as
collateral for bank loans facilities (Note 13).
Pada tanggal 31 Desember 2009, Grup
mengasuransikan bangunan, mesin, alat-alat
berat, kendaraan dan peralatan kantor atas risiko
kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah
pertanggungan sebesar Rp833.981.121 dan
US$1.947.000
(2008:
Rp794.532.584
dan
US$1.567.850)
dimana
menurut
pendapat
manajemen cukup untuk menutup kemungkinan
kerugian yang timbul dari risiko aset tetap tersebut.
As of December 31, 2009, Group coverred
buildings,
machineries,
heavy
equipments,
vehicles and office equipment by insurance
against losses from fire and other risks under
blanket policies with insurance coverage totaling of
Rp833,981,121
and
US$1,947,000
(2008:
Rp794,532,584 and US$1,567,850), which in the
management’s opinion, is adequate to cover
possible losses from such risk.
Sebagaimana dijelaskan dalam Catatan 2g atas
laporan keuangan konsolidasi, Grup telah memilih
model biaya sebagai kebijakan akuntansi
pengukuran aset tetapnya sesuai dengan PSAK
No. 16 (Revisi 2007), “Aset Tetap” dan
mereklasifikasi seluruh saldo selisih penilaian
kembali aset tetap sebesar Rp75.746 yang
disajikan sebagai bagian dari ekuitas dalam neraca
konsolidasi tahun 2007 ke saldo laba pada tahun
2008.
As discussed in Note 2g to the consolidated
financial statements, the Group have chosen the
cost model as the accounting policy for the
measurement of its fixed assets in accordance with
PSAK No. 16 (Revised 2007), “Fixed Assets”, and
reclassified all of the balance of revaluation
increment in fixed assets amounting to Rp75,746
as presented in equity section of the 2007
consolidated balance sheet to retained earnings in
2008.
9.
HUTANG USAHA - PIHAK KETIGA
Petani - dalam Rupiah
Pemasok
Dalam Rupiah
Dalam Dolar AS
Dalam Ringgit Malaysia
Dalam Franc Swiss
Dalam Euro
Dalam Yen
Kontraktor
Dalam Rupiah
Dalam Ringgit Malaysia
Jumlah
TRADE PAYABLES - THIRD PARTIES
2009
2008
53.523.753
68.025.492
50.448.171
2.469.160
305.346
-
25.857.364
99.338.294
13.349
46.717
4.888
3.177.045
-
6.763.427
2.088.279
Farmers - in Rupiah
Suppliers
In Rupiah
In US Dollar
In Malaysia Ringgit
In Swiss Franc
In Euro
In Yen
Contractors
In Rupiah
In Malaysia Ringgit
109.923.475
202.137.810
Total
33
LAPORAN TAHUNAN 2009
129
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
9.
9.
HUTANG USAHA - PIHAK KETIGA (lanjutan)
-
THIRD
PARTIES
Hutang usaha pada petani merupakan hutang atas
pembelian tandan buah segar (TBS) dari para
petani Plasma, sedangkan hutang usaha pada
pemasok sebagian besar merupakan hutang atas
pembelian bahan perawatan, termasuk pupuk dan
suku cadang.
Trade payables to farmers represent payables for
purchases of fresh fruit bunches (FFB) from
Plasma farmers, while trade payables to suppliers
mostly represent payables from purchases of
maintenance materials, including the fertilizers and
spare parts.
Rincian hutang usaha - pihak ketiga berdasarkan
pemasok adalah sebagai berikut:
Details of trade payables - third parties based on
supplier are as follows:
Petani
PT Taiko Persada Indoprima
PT Sasco Indonesia
PT Pupuk Hi Kay
PT Multigreen Indonesia
PT Putra Rajawali Banjaran
Lain-lain
Jumlah
2009
2008
53.523.753
22.008.044
6.497.226
3.920.674
1.870.054
22.103.724
68.025.492
99.259.822
2.638.977
13.074.953
19.138.566
Farmers
PT Taiko Persada Indoprima
PT Sasco Indonesia
PT Pupuk Hi Kay
PT Multigreen Indonesia
PT Putra Rajawali Banjaran
Others
109.923.475
202.137.810
Total
Analisa umur hutang dagang adalah sebagai
berikut:
An aging analysis of trade payables is as follows:
2009
2008
Jatuh tempo 1 - 30 hari
Jatuh tempo 31 - 90 hari
Jatuh tempo > 90 hari
104.023.569
5.899.906
-
170.208.372
26.830.640
5.098.798
Due within 1 - 30 days
Due between 31 - 90 days
Due after 90 days
Jumlah
109.923.475
202.137.810
Total
10. SALES ADVANCES
10. UANG MUKA PENJUALAN
Uang muka penjualan merupakan uang muka yang
diterima dari pelanggan sehubungan dengan
penjualan minyak kelapa sawit, inti sawit dan
kecambah.
Sales advances represent advances received from
customers in relation to sales of crude palm oil,
palm kernel and germinated seeds.
11. TAXATION
11. PERPAJAKAN
a.
Hutang pajak
a.
Taxes payable
2009
2008
Pajak penghasilan - pasal 21
Pajak penghasilan - pasal 23/26
Pajak penghasilan - pasal 4(2)
Pajak penghasilan - pasal 25
Pajak penghasilan - pasal 26
Pajak penghasilan - pasal 29
Pajak Pertambahan Nilai - Keluaran
1.296.134
2.113.420
850
12.193.753
646.763
16.661.054
5.908.299
992.326
5.301.524
8.643
8.780.084
81.360.693
10.817.250
Income tax - article 21
Income tax - article 23/26
Income tax - article 4(2)
Income tax - article 25
Income tax - article 26
Income tax - article 29
Value Added Tax - Out
Jumlah
38.820.273
107.260.520
Total
34
130
TRADE
PAYABLES
(continued)
ANNUAL REPORT 2009
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
11. PERPAJAKAN (lanjutan)
b.
Komponen
beban
penghasilan badan
11. TAXATION (continued)
(manfaat)
b.
Components of corporate income tax expense
(benefit)
2009
2008
Tahun berjalan
Perusahaan
Anak perusahaan
11.376.901
109.676.372
6.107.202
176.754.837
Sub-jumlah
121.053.273
182.862.039
Tangguhan
Perusahaan
Anak perusahaan
496.080
1.585.202
6.355.969
(3.424.629)
Sub-jumlah
2.081.282
2.931.340
123.134.555
185.793.379
Jumlah
c.
pajak
Pajak penghasilan badan
c.
Deferred
The Company
Subsidiaries
Sub-total
Total
The reconciliation between the consolidated
income before corporate income tax expense
as shown in the consolidated statements of
income and the current estimated taxable
income of the Company is as follows:
2009
2008
Laba konsolidasi sebelum beban
pajak penghasilan badan
Laba Anak perusahaan sebelum
beban pajak penghasilan badan
409.358.374
631.761.805
(360.702.455)
(576.352.244)
Laba Perusahaan sebelum beban
pajak penghasilan badan
48.655.919
55.409.561
(10.075.745)
(27.812.841)
4.217.746
14.921.657
Jumlah beda tetap
(5.857.999)
(12.891.184)
Beda temporer
Penyusutan
Biaya masih harus dibayar
Tanaman belum menghasilkan
(1.398.870)
(748.307)
(536.634)
(6.480.584)
475.167
-
Penyisihan imbalan kerja karyawan
Sub-total
Corporate income tax
Rekonsiliasi antara laba konsolidasi sebelum
beban pajak penghasilan badan seperti yang
tercantum dalam laporan laba rugi konsolidasi
dan taksiran laba kena pajak Perusahaan
tahun berjalan adalah sebagai berikut:
Beda tetap
Pendapatan bunga yang
dikenakan pajak final
Biaya yang tidak dapat
dikurangkan
Current
The Company
Subsidiaries
517.680
724.738
Consolidated income before
corporate income tax expense
Income of Subsidiaries before
corporate income tax expense
Income before corporate income tax
expense for the Company
Permanent differences
Interest income
already subjected to final tax
Non-deductible expenses
Total permanent differences
Temporary differences
Depreciation
Accrued expense
Immature plantations
Provision for employees’ service
entitlements
Jumlah beda waktu
(2.166.131)
(5.280.679)
Total temporary differences
Jumlah
Kompensasi dengan rugi pajak
40.631.789
-
37.237.698
(16.822.023)
Total
Compensation with tax loss
Taksiran laba kena pajak
40.631.789
20.415.675
Estimated taxable income
35
LAPORAN TAHUNAN 2009
131
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
11. TAXATION (continued)
11. PERPAJAKAN (lanjutan)
c.
Pajak penghasilan badan (lanjutan)
c.
Corporate income tax (continued)
Rekonsiliasi antara laba konsolidasi sebelum
beban pajak penghasilan badan seperti yang
tercantum dalam laporan laba rugi konsolidasi
dan taksiran laba kena pajak Perusahaan
tahun berjalan adalah sebagai berikut:
(lanjutan)
The reconciliation between the consolidated
income before corporate income tax expense
as shown in the consolidated statements of
income and the current estimated taxable
income of the Company is as follows:
(continued)
2009
2008
40.631.789
20.415.675
The Company
Estimated taxable income
11.376.901
6.107.202
Income tax expense - current
7.173.594
6.106.907
Less: prepayment of income taxes
Taksiran hutang pajak penghasilan
4.203.307
295
Estimated income tax payable
Taksiran hutang pajak penghasilan
Perusahaan
Anak perusahaan
4.203.307
12.457.747
295
81.360.398
Estimated income tax payable
The Company
Subsidiaries
Jumlah
16.661.054
81.360.693
Total
Taksiran tagihan pajak penghasilan
Perusahaan
Anak perusahaan
29.193.456
34.391.185
5.363.553
8.393.317
Estimated claims for tax refund
The Company
Subsidiaries
Jumlah
63.584.641
13.756.870
Total
Perusahaan
Taksiran laba kena pajak
Beban pajak penghasilan tahun berjalan
Dikurangi: pajak penghasilan
dibayar dimuka
Taksiran
tagihan
pajak
penghasilan
merupakan kelebihan pembayaran pajak, yang
menurut pendapat manajemen Grup dapat
diperoleh kembali.
Estimated claims for tax refund represent
claims for overpayments of income taxes which
the Group’s management believes can be
recovered.
Pada tahun 2009, Perusahaan telah menerima
Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar dan
Surat Tagihan Pajak (STP) atas berbagai jenis
pajak untuk tahun pajak 2007 sejumlah
Rp79.932.682. Manajemen Perusahaan tidak
setuju dengan ketetapan-ketetapan pajak
tersebut dan telah mengajukan surat
permohonan keberatan atas ketetapanketetapan pajak tersebut. Sampai dengan
tanggal
laporan
keuangan
konsolidasi,
permohonan keberatan tersebut masih dalam
proses Direktorat Jenderal Pajak.
In 2009, the Company received tax
assessment letters and tax collection letters
for underpayment of various taxes for fiscal
year
2007
totalling
Rp79,932,682.
Management
disagreed
with
these
assessments and filed objection letters to the
Directorate General of Taxation. Up to the
date of consolidated financial statements, the
Company has not yet received any response
from the Directorate General of Taxation.
36
132
ANNUAL REPORT 2009
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
11. TAXATION (continued)
11. PERPAJAKAN (lanjutan)
d.
Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan
badan yang dihitung dengan menggunakan
tarif pajak yang berlaku dari laba konsolidasi
sebelum beban pajak penghasilan badan
dengan beban pajak penghasilan badan
seperti yang tercantum dalam laporan laba
rugi konsolidasi adalah sebagai berikut:
d.
2009
The reconciliation between corporate income
tax expense as computed with the marginal
tax rates from consolidated income before
corporate income tax expense and corporate
income tax
expense as shown in the
consolidated statements of income is as
follows:
2008
Laba konsolidasi sebelum beban
pajak penghasilan badan
Laba Anak perusahaan sebelum
beban pajak penghasilan badan
409.358.374
631.761.805
(360.702.455)
(576.352.244)
Laba Perusahaan sebelum beban
pajak penghasilan badan
48.655.919
55.409.561
13.623.657
16.622.868
(1.640.240)
(3.867.355)
Estimated tax expense based on
prevailing tax rate
Net permanent differences
at the maximum marginal tax rate
(110.436)
(17.500)
(274.841)
Effect on income taxed at statutory rates
Effect of changes in tax rate
Taksiran beban pajak dengan tarif
yang berlaku
Perbedaan tetap bersih dengan
menggunakan tarif pajak maksimum
Perbedaan tarif perhitungan
beban pajak penghasilan
Dampak perubahan tarif pajak
Consolidated income before
corporate income tax expense
Income of Subsidiaries before
corporate income tax expense
Income before corporate income tax
expense for the Company
Beban pajak penghasilan badan
Perusahaan
Anak perusahaan
11.872.981
111.261.574
12.463.172
173.330.207
Corporate income tax expense
The Company
Subsidiaries
Beban pajak penghasilan badan
123.134.555
185.793.379
Corporate income tax expense
Pada September 2008, Undang-undang No. 7
Tahun 1983 mengenai “Pajak Penghasilan”
diubah untuk keempat kalinya dengan
Undang-undang No. 36 Tahun 2008.
Perubahan
tersebut
juga
mencakup
perubahan tarif pajak penghasilan badan dari
sebelumnya
menggunakan
tarif
pajak
bertingkat menjadi tarif tunggal yaitu 28%
untuk tahun fiskal 2009 dan 25% untuk tahun
fiskal 2010 dan seterusnya. Perusahaan
mencatat dampak perubahan tarif pajak
tersebut sebesar Rp110.436 dan Rp274.841
sebagai bagian dari beban pajak penghasilan
badan – tangguhan dalam laporan laba rugi
konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2009 dan 2008.
In September 2008, Law No. 7 Year 1983
regarding “Income Tax” has been revised for
the fourth time with Law No. 36 Year 2008. The
revised Law stipulates changes in corporate
tax rate from a progressive tax rate to a single
rate of 28% for fiscal year 2009 and 25% for
fiscal year 2010 onwards. The Company
recorded the effect of the changes in tax rates
which amounted to Rp110,436 and Rp274,841,
respectively, as part of corporate income tax
expense - deferred in the consolidated
statement of income for the years ended
December 31, 2009 and 2008.
37
LAPORAN TAHUNAN 2009
133
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
11. TAXATION (continued)
11. PERPAJAKAN (lanjutan)
e.
Aset (kewajiban) pajak tangguhan
e.
2009
Aset pajak tangguhan
Bibitan
Penyisihan imbalan
kerja karyawan
Aset tetap
Biaya masih harus dibayar
Tanaman belum menghasilkan
2008
Penyisihan persediaan usang
-
9.475
Deffered tax assets
Nursery
Provision for employees’
service entitlements
Fixed assets
Accrued expense
Immature plantations
Provision for inventories
obsolesence
Aset pajak tangguhan - bersih
9.292.220
6.434.043
Deferred tax assets - net
5.195.902
5.030.102
2.634.252
2.002.469
40.662
(581.065)
1.645.693
(668.029)
251.002
165.800
Kewajiban pajak tangguhan
Penyisihan imbalan
kerja karyawan
Biaya masih harus dibayar
Tanaman belum menghasilkan
Aset tetap
949.702
513.995
(3.328.037)
(4.118.448)
360.172
(1.403.501)
Deffered tax liabilities
Provision for employees’
service entitlements
Accrued expense
Immature plantations
Fixed assets
Kewajiban pajak
tangguhan - bersih
(5.982.788)
(1.043.329)
Deferred tax liabilities - net
Manajemen berpendapat bahwa aset pajak
tangguhan dapat dipulihkan seluruhnya.
Management believes that the deferred tax
assets can be fully realized.
12. ACCRUED EXPENSES
12. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR
2009
Beban karyawan
Jasa tenaga ahli
Bunga
Lain-lain
Jumlah
2008
9.987.390
2.116.013
622.771
5.723.344
8.096.068
2.070.000
1.941.333
4.420.032
Employee expenses
Professional fees
Interest
Others
18.449.518
16.527.433
Total
38
134
Deferred tax assets (liabilities)
ANNUAL REPORT 2009
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
13. LONG-TERM BANK LOAN
13. HUTANG BANK JANGKA PANJANG
2009
2008
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Central Asia Tbk
Dikurangi: bagian jatuh tempo
dalam satu tahun
244.000.000
-
Bagian jangka panjang
219.000.000
(25.000.000)
217.000.000
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Central Asia Tbk
(2.108.333)
214.891.667
Less: current portion
Long-term portion
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Mandiri”)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Mandiri”)
Pada tanggal 21 Agustus 2009, Sungai Rangit
mendapat fasilitas kredit investasi dari Mandiri
dengan rincian sebagai berikut:
On August 21, 2009, Sungai Rangit obtained
investment loan facilities from Mandiri, with the
following details:
a.
Fasilitas maksimal Rp215.000.000, digunakan
untuk membayar hutang dari fasilitas kredit di
BCA, yang akan dilunasi dalam lima (5) tahun
lima (5) bulan terhitung sejak tanggal
perjanjian kredit.
a.
Facility at the maximum credit amount of
Rp215,000,000, to be used to repay the
investment credit from BCA. The facility is
repayable in five (5) years and five (5) months,
starting from the loan agreement date.
b.
Fasilitas maksimal Rp85.000.000, digunakan
untuk membiayai kebun dan pengeluaran
modal serta kebutuhan lainnya, yang akan
dilunasi dalam delapan (8) tahun enam (6)
bulan terhitung sejak tanggal perjanjian kredit.
b.
Facility at the maximum credit amount of
Rp85,000,000, to be used to expand the
plantation activities and capital expenditure,
which is repayable in eight (8) years and six
(6) months, starting from the loan agreement
date.
Tingkat bunga untuk pinjaman sebesar 12% per
tahun yang dapat ditinjau kembali secara periodik.
Pinjaman di atas dijamin dengan Hak Guna Usaha
dan Hak Guna Bangunan berikut tanaman,
bangunan perumahan, bangunan pabrik dan mesin
milik Sungai Rangit (Catatan 7b dan 8).
The above facilities bear interest at 12% per
annum which will be reviewed periodically. The
facilities are collateralized by landrights and
buildings, including plantation, buildings and
machineries of Sungai Rangit (Notes 7b and 8).
Pinjaman tersebut di atas mencakup persyaratan
yang membatasi hak Sungai Rangit antara lain
untuk memperoleh pinjaman atau memberikan
pinjaman, melakukan penyertaan baru, bertindak
sebagai penjamin, memindahtangankan agunan
atau harta, mengubah anggaran dasar Perusahaan
dan
melakukan
likuidasi,
merger
atau
pengambilalihan,
dan
mengubah
susunan
pemegang saham perusahaan Sungai Rangit,
mengajukan permohonan pailit dan melakukan
pembayaran bunga atas pinjaman kepada
pemegang saham atau perusahaan afiliasi.
Pinjaman mengharuskan Sungai Rangit untuk
memenuhi
persyaratan
rasio
keuangan
sebagaimana disebutkan dalam perjanjian. Pada
tanggal 31 Desember 2009, Sungai Rangit telah
memenuhi
persyaratan
rasio
keuangan
sebagaimana disebutkan dalam perjanjian.
The loan contains certain restrictions on Sungai
Rangit such as, among others, obtaining new loan
or give borrowing, enter into new investment,
provide guarantee, transfer of collateral or the
Company’s assets, change the Articles of
Association, enter into a liquidation, merger or
acquisition, change in the composition of Sungai
Rangit’s shareholders, file bankruptcy, and pay
interest to shareholder or affiliate companies. The
loan required Sungai Rangit to fulfill certain
financial ratio as mentioned in the agreements. As
of December 31, 2009, Sungai Rangit has fulfilled
these financial ratio as mentioned in the
agreement.
39
LAPORAN TAHUNAN 2009
135
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
13. LONG-TERM BANK LOAN (continued)
13. HUTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)
PT Bank Central Asia Tbk (“BCA”)
PT Bank Central Asia Tbk (“BCA”)
Pada tanggal 15 November 2006, Sungai Rangit
mendapat fasilitas kredit investasi dari BCA
dengan rincian sebagai berikut:
On November 15, 2006, Sungai Rangit obtained
investment loan facilities from BCA, with the
following details:
a.
Fasilitas maksimal Rp180.000.000, digunakan
untuk membayar hutang konversi, yang akan
dilunasi dalam enam (6) tahun setelah dua (2)
tahun masa tenggang terhitung sejak tanggal
penarikan pertama.
a.
Facility at the maximum of Rp180,000,000, to
be used to repay the convertible loan, which is
repayable in six (6) years after two (2) years
grace period, starting from the initial
withdrawal.
b.
Fasilitas maksimal Rp95.000.000 atau setara
dalam
Dolar
AS,
digunakan
untuk
pengembangan aktivitas penanaman dan
program rehabilitasi pabrik dan kebun kelapa
sawit, yang akan dilunasi dalam enam (6)
tahun setelah dua (2) tahun masa tenggang
terhitung sejak tanggal penarikan pertama.
b.
Facility at the maximum of Rp95,000,000 or its
equivalent amount in US Dollar, to be used to
expand the plantation activities and for
rehabilitation program for palm oil mill and
plantation, which is repayable in six (6) years
after two (2) years grace period, starting from
the initial withdrawal.
c.
Fasilitas maksimal Rp25.000.000 atau setara
dalam
Dolar
AS,
digunakan
untuk
pengembangan aktivitas penanaman dan
program rehabilitasi pabrik dan kebun kelapa
sawit yang dapat ditarik mulai tanggal
1 Januari 2008 sampai dengan 30 Juni 2008.
Fasilitas ini akan dilunasi dalam enam (6)
tahun setelah satu (1) tahun masa tenggang
sejak tanggal penarikan pertama.
c.
Facility at the maximum of Rp25,000,000 or its
equivalent amount in US Dollar, to be used to
expand the plantation activities and for
rehabilitation program for palm oil mill and
plantation, which can be withdrawn within
January 1, 2008 to June 30, 2008. This facility
is repayable in six (6) years after one (1) year
grace period, starting from the initial
withdrawal.
Tingkat bunga untuk pinjaman dalam mata uang
Rupiah sebesar tingkat bunga peminjaman utama
(“prime lending rate”) bank dikurangi 2% per tahun,
sedangkan untuk pinjaman dalam mata uang Dolar
AS adalah tingkat bunga SIBOR satu (1) bulan
ditambah 1,5% per tahun. Pinjaman di atas dijamin
dengan Hak Guna Usaha dan Hak Guna
Bangunan, lahan untuk penanaman baru, pabrik
kelapa sawit milik Sungai Rangit (Catatan 8) dan
Letter of Undertaking dari PT Sampoerna Bio
Energi.
The above facilities bear interest at the bank’s
prime lending rate minus 2% per annum for Rupiah
withdrawal and at one (1) month SIBOR plus 1.5%
per annum for US Dollar withdrawal. The facilities
were collateralized by landrights and buildings,
new plantation area, and palm oil mill of Sungai
Rangit (Note 8) and secured by the Letter of
Undertaking from PT Sampoerna Bio Energi.
Pinjaman tersebut di atas mencakup persyaratan
yang membatasi hak Sungai Rangit antara lain
untuk memperoleh pinjaman atau memberikan
pinjaman, bertindak sebagai penjamin, mengubah
bidang usaha dan melakukan likuidasi, merger
atau pengambilalihan, melakukan investasi baru
dan mengubah susunan pemegang saham Sungai
Rangit (kecuali jika mayoritas kepemilikan saham
masih dimiliki oleh Grup Sampoerna). Pada
tanggal 31 Desember 2008, Sungai Rangit telah
memenuhi
persyaratan
rasio
keuangan
sebagaimana disebutkan dalam perjanjian.
The loan contains certain restrictions on Sungai
Rangit, among others, obtain of new lending or
give borrowing, provide guarantee, change in
business, to enter into a liquidation, merger or
acquisition, enter into new investment, and change
in the composition of Sungai Rangit’s shareholders
(except if the majority shareholders is still owned
by Sampoerna Group). As of December 31, 2008,
Sungai Rangit has fulfilled the certain financial ratio
as mentioned in the agreement.
Pada tanggal 11 September 2009, Sungai Rangit
telah melunasi pinjaman tersebut.
On September 11, 2009, Sungai Rangit has fully
repaid the loan.
40
136
ANNUAL REPORT 2009
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
14. PROVISION FOR
ENTITLEMENTS
14. PENYISIHAN IMBALAN KERJA KARYAWAN
Grup mencatat kewajiban diestimasi atas imbalan
kerja karyawan berdasarkan hasil perhitungan
aktuaria yang dilakukan oleh aktuaris independen,
dengan menggunakan metode “Projected Unit
Credit”. Asumsi utama yang digunakan untuk
perhitungan aktuaris tersebut adalah sebagai
berikut:
2008
10%
9%
TMI-99
55 tahun
Beban imbalan kerja karyawan yang diakui dalam
laporan laba rugi konsolidasi adalah sebagai
berikut:
13%
10%
TMI-99
55 tahun
Discount rate
Progressive salary rate
Mortality rate
Retirement age
Employees’ benefit expense recognized in
consolidated statements of income was as follows:
2009
Perusahaan
Biaya jasa kini
Biaya bunga
Kerugian (keuntungan) aktuarial bersih
SERVICE
The Group recorded the provision for employees’
service entitlements based on the calculation
performed by an independent actuary, using the
“Projected Unit Credit” method, with the following
primary assumptions were as follows:
2009
Tingkat diskonto
Tingkat kenaikan gaji
Tingkat kematian
Usia pensiun
EMPLOYEES’
2008
402.232
135.580
(3.652)
681.330
29.143
14.265
The Company
Current service cost
Interest expense
Net actuarial loss (gain)
Jumlah
Anak perusahaan
534.160
5.792.410
724.738
3.856.175
Total
Subsidiaries
Beban imbalan kerja karyawan
6.326.570
4.580.913
Employee benefit expense
Kewajiban imbalan kerja karyawan di neraca
konsolidasi adalah sebagai berikut:
The amounts of liabilities for employees’ benefit in
the consolidated balance sheets were as follows:
2009
Perusahaan
Nilai kini kewajiban yang tidak didanai
Laba aktuarial yang belum diakui
Biaya jasa lalu yang belum diakui
2008
The Company
Present value of unfunded obligation
Unrecognized actuarial gain
Unrecognized past service cost
1.129.726
302.041
-
1.042.922
(128.835)
Jumlah
Anak perusahaan
1.431.767
12.904.051
914.087
7.095.161
Total
Subsidiaries
Kewajiban bersih
14.335.818
8.009.248
Net liabilities
Mutasi penyisihan imbalan kerja karyawan adalah
sebagai berikut:
The movement in the provision for employees’
service entitlements was as follows:
2009
Saldo awal
Beban tahun berjalan yang diakui
Saldo akhir
2008
8.009.248
6.326.570
3.428.335
4.580.913
Beginning balance
Expense recognized in the current year
14.335.818
8.009.248
Ending balance
41
LAPORAN TAHUNAN 2009
137
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
15. SHARE CAPITAL
15. MODAL SAHAM
Komposisi kepemilikan saham Perusahaan pada
tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 adalah
sebagai berikut:
Jumlah saham/
Number of
shares
Pemegang saham
Sampoerna Agri
Resources Pte. Ltd.
Masyarakat (masing-masing
dengan kepemilikan
dibawah 5%)
Jumlah
Modal saham yang
dibeli kembali
Jumlah
The share capital ownership of the Company as of
December 31, 2009 and 2008 was as follows:
Persentase
Kepemilikan/
Percentage of
ownership
2009
2009
2008
2008
1.267.217.500
1.267.217.500
67,05%
69,84%
253.443.500
253.443.500
Sampoerna Agri
Resources Pte. Ltd.
622.782.500
547.215.000
32,95%
30,16%
124.556.500
109.443.000
Public (each below
5% ownership)
1.890.000.000
1.814.432.500
100,00%
100,00%
378.000.000
362.886.500
Total
-
75.567.500
-
-
-
15.113.500
Treasury stock
1.890.000.000
1.890.000.000
100,00%
100,00%
378.000.000
378.000.000
Total
2009
2008
Shareholders
Pada tanggal 4 Juli 2008, Sampoerna Agri
Resources Pte. Ltd. telah menjual saham miliknya
sebesar 90.000.000 lembar saham kepada
masyarakat.
On July 4, 2008, Sampoerna Agri Resources Pte.
Ltd. has sold its shares amounting to 90,000,000
shares to public.
Pada tanggal 11 Oktober 2008, Perusahaan
memutuskan untuk membeli kembali saham
berdasarkan ketentuan Peraturan BAPEPAM-LK
No. XI.B.3, sebagaimana yang disampaikan oleh
Perusahaan kepada otoritas pasar modal.
Pembelian kembali saham ini akan dilaksanakan
dalam waktu tiga (3) bulan, mulai tanggal
13 Oktober 2008 sampai dengan 12 Januari 2009.
On October 11, 2008 the Company decided to
buyback its shares based on BAPEPAM-LK
Regulation No. XI.B.3, as notified by the Company
to the capital market authority. The share buyback
program would be exercised within three (3)
months, starting from October 13, 2008 until
January 12, 2009.
Selama tahun 2008, Perusahaan telah membeli
kembali sebanyak 75.567.500 saham, setara
dengan 4%, dari modal saham ditempatkan dan
disetor penuh, dengan jumlah pembelian sebesar
Rp78.574.275. Seluruh saham yang dibeli kembali
tersebut dicatat dan disajikan sebagai “Modal
Saham yang Dibeli Kembali” pada bagian ekuitas
dalam neraca konsolidasi.
During 2008, the Company has repurchased
75,567,500 shares, equivalent to 4%, of total
issued and paid-up capital, with total purchase
price of Rp78,574,275. The said repurchased
shares are accounted for and presented as
“Treasury Stock” under Shareholders’ Equity
section of the consolidated balance sheet.
Pada tanggal 6 April 2009, Perusahaan telah
menjual kembali seluruh modal saham yang dibeli
kembali sebanyak 75.567.500 saham, setara
dengan 4% dari modal saham ditempatkan dan
disetor penuh, dengan jumlah penjualan sebesar
Rp99.749.100. Selisih lebih penerimaan dari
penjualan modal saham yang dibeli kembali atas
nilai perolehan sebesar Rp21.174.825, dicatat
sebagai bagian dari akun “Tambahan Modal
Disetor”.
As of April 6, 2009, the Company re-sold
75,567,500 shares, or equivalent to 4% of total
issued and paid-up capital, for a total selling price
of Rp99,749,100. The excess of proceeds from
the re-sale of the treasury stock over the related
acquisition cost amounting to Rp21,174,825 is
accounted for as an addition to “Additional Paid-in
Capital”.
42
138
Modal ditempatkan dan
disetor penuh (Rupiah)/
Issued and paid up capital
(Rupiah)
ANNUAL REPORT 2009
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
16. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL
16. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Akun ini pada tanggal 31 Desember 2008
merupakan agio saham yang dikurangi biaya emisi
saham sehubungan dengan penawaran umum
saham perdana. Pada tahun 2009, akun ini juga
mencakup selisih antara nilai perolehan dari
saham yang diperoleh kembali dengan penerimaan
dari penjualannya. Perincian akun ini adalah
sebagai berikut:
This account as of December 31, 2008 consists of
additional paid-in capital deducted with expenses
related to initial public offering. In 2009, this
account also included the difference between total
acquisition cost of treasury stock and proceeds
from re-sale. The details of this account are as
follows:
2009
2008
Agio saham
Biaya emisi saham
Selisih antara nilai perolehan dari
75.567.500 saham yang diperoleh
kembali dengan penerimaan dari
penjualannya (Catatan 15)
987.289.000
(55.706.362)
987.289.000
(55.706.362)
21.174.825
-
Difference between total acquisition cost
of 75,567,500 treasury stocks and
proceeds from re-sale (Note 15)
Jumlah
952.757.463
931.582.638
Total
Paid-in capital
Initial public offering charges
17. SALES
17. PENJUALAN
Penjualan bersih konsolidasi berdasarkan jenis
produk adalah sebagai berikut:
Consolidated net sales by products were as
follows:
2009
2008
Produk kelapa sawit
Kecambah
Produk inti sawit
Karet
1.762.128.232
39.519.352
10.520.185
3.389.398
2.186.390.532
95.513.698
6.238.891
Oil palm products
Germinated seeds
Palm kernel products
Rubber
Jumlah
1.815.557.167
2.288.143.121
Total
Pada tahun 2009 dan 2008, penjualan Grup
kepada pelanggan yang melebihi 10% dari jumlah
penjualan konsolidasi adalah sebagai berikut:
In 2009 and 2008, the Group’s sales to customer
that exceeds 10% of total consolidated sales were
as follows:
Jumlah/
Total
2009
Persentase dari jumlah penjualan/
Percentage of total sales
2008
2009
2008
PT Sinar Alam Permai
PT Asianagro Agung Jaya
547.283.606
-
560.330.040
388.731.990
30,14%
-
24,49%
16,99%
PT Sinar Alam Permai
PT Asianagro Agung Jaya
Jumlah
547.283.606
949.062.030
30,14%
41,48%
Total
43
LAPORAN TAHUNAN 2009
139
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
18. COST OF SALES
18. BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban pokok penjualan
sebagai berikut:
konsolidasi
adalah
Consolidated cost of sales were as follows:
2009
2008
Beban pemeliharaan
Beban panen
Alokasi beban tidak langsung
Beban penyusutan dan amortisasi
143.186.274
59.099.863
25.691.474
56.657.444
160.906.178
51.492.733
25.143.831
62.304.753
Upkeep costs
Harvesting costs
Allocation of indirect costs
Depreciation and amortization
Beban produksi TBS
Biaya kontribusi kemitraan
Saldo awal TBS
Pembelian TBS - pihak ketiga
284.635.055
4.244.454
540.388
864.448.872
299.847.495
3.672.276
1.060.812
999.727.179
FFB production cost
Partnership contribution expense
Beginning balance of FFB
FFB purchase - third parties
TBS tersedia
Saldo akhir TBS
1.153.868.769
(279.092)
1.304.307.762
(540.388)
Pemakaian TBS untuk produksi
Pemakaian TBS untuk produksi
minyak kelapa sawit dan inti sawit
Pemakaian TBS untuk produksi
kecambah
1.153.589.677
1.303.767.374
(1.150.650.737)
(1.300.380.763)
(2.938.940)
(3.386.611)
Beban pokok penjualan - TBS
Pemakaian TBS untuk produksi
minyak kelapa sawit dan inti sawit
Beban pengolahan
Minyak kelapa sawit dan inti sawit
Alokasi beban tak langsung
Beban pokok produksi
Pemakaian inti sawit untuk produksi
produk inti sawit
Barang jadi
Saldo awal minyak kelapa sawit
dan inti sawit
Saldo akhir minyak kelapa sawit
dan inti sawit
Beban pokok penjualan - minyak
kelapa sawit dan inti sawit
-
-
1.150.650.737
1.300.380.763
32.940.524
34.663.750
39.257.313
27.392.394
1.218.255.011
1.367.030.470
(9.659.539)
-
35.662.698
176.099.382
(45.799.920)
(35.662.698)
FFB available
Ending balance of FFB
FFB consumed for production
FFB consumed for production
CPO and PK
FFB consumed for production
germinated seeds
Cost of sales - FFB
FFB consumed for production
CPO and PK
Manufacturing cost of
CPO and PK
Allocation of indirect costs
Costs of goods manufactured
PK consumed for production
PK products
Finished goods
Beginning balance of
CPO and PK
Ending balance of
CPO and PK
Cost of sales CPO and PK
1.198.458.250
1.507.467.154
2.938.940
5.358.281
3.386.611
4.200.618
Saldo awal kecambah
8.930.112
4.692.404
Saldo akhir kecambah
(9.736.391)
(8.930.112)
Beban pokok penjualan - kecambah
7.490.942
3.349.521
Cost of sales - germinated seeds
Beban pokok penjualan - karet
1.446.994
1.660.554
Cost of sales - rubber
Beban pokok penjualan - produk
inti sawit
8.734.440
-
Cost of sales palm kernel products
1.216.130.626
1.512.477.229
Cost of sales
Pemakaian TBS untuk produksi - kecambah
Beban pokok produksi kecambah
Barang dalam proses
Beban pokok penjualan
44
140
ANNUAL REPORT 2009
FFB consumed for production germinated seeds
Manufacturing cost of germinated seeds
Work in process
Beginning balance of germinated
seeds
Ending balance of germinated
seeds
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
18. COST OF SALES (continued)
18. BEBAN POKOK PENJUALAN (lanjutan)
Tidak ada pembelian kepada satu pemasok yang
melebihi 10% dari jumlah pembelian konsolidasi
selama tahun 2009 dan 2008.
There is no purchase from one supplier which
exceeds 10% of total consolidated purchases
during 2009 and 2008.
19. OPERATING EXPENSES
19. BEBAN USAHA
Beban usaha konsolidasi adalah sebagai berikut:
Gaji, upah dan kompensasi karyawan
Pemasaran
Jasa tenaga ahli
Perjalanan dinas
Lisensi, pajak dan perizinan
Sewa (Catatan 21c)
Penelitian dan pengembangan
Komunikasi
Penyusutan dan amortisasi
Pajak ekspor
Lain-lain
Jumlah
Consolidated operating expenses were as follows:
2009
2008
86.243.173
13.458.506
8.965.990
8.214.958
5.720.597
3.267.064
3.176.872
2.494.064
2.171.408
5.676.775
80.528.931
27.755.845
6.470.687
6.658.197
9.937.223
1.571.169
1.876.391
1.471.967
2.030.587
20.194.732
5.714.252
Salaries, wages and employees’
compensation
Marketing
Professional fees
Traveling and transportation
Licenses, tax and permits
Rental (Note 21c)
Research and development
Communication
Depreciation and amortization
Export tax
Others
139.389.407
164.209.981
Total
20. INTEREST INCOME
20. PENDAPATAN BUNGA
Pendapatan bunga konsolidasi adalah sebagai
berikut:
Consolidated interest income were as follows:
2009
2008
Deposito berjangka
Giro
Lain-lain
21.253.881
2.222.580
-
37.546.074
3.269.892
1.186.283
Time deposit
Current accounts
Others
Jumlah
23.476.461
42.002.249
Total
45
LAPORAN TAHUNAN 2009
141
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
21. SALDO DAN TRANSAKSI
HUBUNGAN ISTIMEWA
a.
DENGAN
21. RELATED
PARTIES
TRANSACTIONS
PIHAK
Saldo piutang lain-lain dengan pihak
hubungan istimewa adalah sebagai berikut:
PT Sampoerna Bio Energi
a.
2008
20.780.912
PT Sampoerna Bio Energi
0,62%
0,96%
Percentage to consolidated total asset
The Company has outstanding Exchangeable
loan to Sampoerna Bio Energi, which entitles
the Company to obtain all Sampoerna Bio
Energi’s shares, which represented 5% (2008:
6.4%)
share ownership in Sungai Rangit
(2008: Palma Agro) (Note 1c). This
Exchangeable loan was presented as part of
“Other receivables” in the consolidated balance
sheets as of December 31, 2009 and 2008.
Saldo hutang lain-lain dengan pihak hubungan
istimewa adalah sebagai berikut:
b.
2009
Jumlah
Persentase terhadap jumlah
hutang konsolidasi
6.100.000
4.284.695
251.148
6.100.000
87.600
PT Selapan Permai Lestari
Putera Sampoerna Foundation
Others
10.635.843
6.187.600
Total
2,24%
1,07%
Percentage to consolidated total liabilities
Based on the Annual Shareholders’ General
Meeting dated June 27, 2008, the
shareholders approved a donation amounting
to Rp4,300,000 or 2% of the 2007 net income
to improve national education which will be
channelled through educational programs of
Putera Sampoerna Foundation (PSF). PSF
was established on March 1, 2001, and
engaged in, among others, education and
research support through scholarships and
other related programs.
46
ANNUAL REPORT 2009
The balance of other payables to related
parties are as follows:
2008
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan tanggal 27 Juni 2008, para
pemegang saham menyetujui pemberian
sumbangan bagi perbaikan pendidikan
nasional yang akan disalurkan melalui
program di Yayasan Putera Sampoerna (PSF)
sebesar Rp4.300.000 atau 2% dari laba bersih
tahun 2007. PSF didirikan pada tanggal
1 Maret 2001, dan bergerak dalam bidang
pendidikan dan riset melalui pemberian
beasiswa dan program-program sejenisnya.
142
The balance of other receivables from a
related party are as follows:
13.943.546
Perusahaan mempunyai Exchangeable Loan
kepada Sampoerna Bio Energi
yang
memberikan hak kepada Perusahaan untuk
mengambil alih semua saham Sampoerna Bio
Energi yang mencerminkan kepemilikan
sebesar 5% (2008: 6,4%) pada Sungai Rangit
(2008: Palma Agro)
(Catatan 1c).
Exchangeable Loan ini dicatat sebagai bagian
dari “Piutang lain-lain” pada neraca konsolidasi
tanggal 31 Desember 2009 dan 2008.
PT Selapan Permai Lestari
Yayasan Putera Sampoerna
Lain-lain
AND
2009
Persentase terhadap jumlah
aset konsolidasi
b.
BALANCES
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
21. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN
HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan)
b.
c.
21. RELATED
PARTIES
BALANCES
TRANSACTIONS (continued)
PIHAK
AND
Saldo hutang lain-lain dengan pihak hubungan
istimewa adalah sebagai berikut: (lanjutan)
b. The balance of other payables to related
parties are as follows: (continued)
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan tanggal 18 Juni 2009, para
pemegang saham menyetujui pemberian
sumbangan bagi perbaikan pendidikan
nasional yang akan disalurkan melalui
program di PSF sebesar Rp8.700.000 atau
2% dari laba bersih tahun 2008.
Based on the Annual Shareholders’ General
Meeting dated June 18, 2009, the
shareholders approved a donation amounting
to Rp8,700,000 or 2% from the 2008 net
income to improve national education which
will be channelled through educational
programs of PSF.
Pembayaran ke PSF akan dilakukan secara
periodik sesuai dengan progres penyaluran
sumbangan serta program tersebut oleh PSF
kepada penerima program.
Payment to PSF will be made periodically in
accordance with the progress of donation and
program from PSF to the recepients of the
program.
Transaksi usaha dengan pihak hubungan
istimewa adalah sebagai berikut:
c.
2009
Sewa gedung
PT Buana Sakti
Persentase terhadap jumlah
beban usaha konsolidasi
Significant operating transactions with related
parties are as follow:
2008
1.395.099
964.942
Building rental
PT Buana Sakti
1,00%
0,59%
Percentage to consolidated
operating expenses
Perusahaan mengadakan perjanjian sewa
dengan PT Buana Sakti, pihak hubungan
istimewa, untuk menyewa ruang kantor
dengan periode sewa dimulai pada tanggal
1 Agustus 2007 dan telah berakhir pada
tanggal 31 Desember 2009. Sampai dengan
tanggal
laporan
keuangan
konsolidasi,
perpanjangan periode sewa masih dalam
proses.
The Company entered into a rental agreement
with PT Buana Sakti, a related party, to rent
office for period started from August 1, 2007
and has been expired on December 31, 2009.
Up to date of the consolidated financial
statements, the extention for the rental period
is still in process.
Pihak-pihak di atas merupakan pihak hubungan
istimewa bagi Perusahaan dan/atau Anak
perusahaan
berdasarkan
kesamaan
dalam
kepemilikan dan/atau manajemen.
The above mentioned entities were considered
related parties to the Company and/or its
Subsidiaries in view of common ownership and/or
management.
47
LAPORAN TAHUNAN 2009
143
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
22. MINORITY INTERESTS
22. HAK MINORITAS
a.
b.
Hak minoritas atas aset bersih
perusahaan adalah sebagai berikut:
Anak
a.
2009
2008
Sungai Rangit
Telaga Hikmah
Mutiara Bunda Jaya
Aek Tarum
Binasawit Makmur
Gunung Tua Abadi
Sampoerna Bio Fuels
16.213.471
1.604.068
1.338.124
1.270.403
574.333
238.376
11.788
20.538.922
1.274.248
1.448.668
1.104.487
658.104
187.481
-
Sungai Rangit
Telaga Hikmah
Mutiara Bunda Jaya
Aek Tarum
Binasawit Makmur
Gunung Tua Abadi
Sampoerna Bio Fuels
Jumlah
21.250.563
25.211.910
Total
Hak minoritas atas laba bersih
perusahaan adalah sebagai berikut:
Anak
b.
2009
Minority interests in net income of Subsidiaries
are as follows:
2008
Sungai Rangit
Aek Tarum
Telaga Hikmah
Mutiara Bunda Jaya
Binasawit Makmur
Gunung Tua Abadi
2.701.542
915.916
329.819
293.209
166.229
50.896
3.589.534
1.092.956
597.434
332.314
793.729
46.203
Sungai Rangit
Aek Tarum
Telaga Hikmah
Mutiara Bunda Jaya
Binasawit Makmur
Gunung Tua Abadi
Jumlah
4.457.611
6.452.170
Total
23. STATUTORY RESERVE
23. CADANGAN WAJIB
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar
Biasa yang diadakan pada tanggal 14 Maret 2008,
Perusahaan telah membentuk penyisihan untuk
cadangan wajib sebesar Rp10.994.710. Cadangan
ini dibuat sesuai dengan Undang-undang
No. 40/2007 mengenai Perseroan Terbatas yang
diberlakukan sejak bulan Agustus 2007, yang
mengharuskan perusahaan Indonesia untuk
membuat penyisihan cadangan paling sedikit
sebesar 20% dari jumlah modal yang ditempatkan
dan disetor. Undang-undang tersebut tidak
mengatur jangka waktu untuk mencapai cadangan
wajib minimum tersebut.
Based on the Extraordinary Shareholders’ Meeting
dated March 14, 2008, the Company has set up a
statutory reserve amounting Rp10,994,710. The
statutory reserve is in accordance with Indonesian
Corporate Law No. 40/2007 introduced in August
2007 which requires the companies in Indonesia to
set up a reserve reaching to a minimum 20% of the
Company’s issued share capital. There is no set
period of time over which this amount should be
accumulated.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan tanggal 27 Juni 2008, para pemegang
saham kembali menyetujui untuk meningkatkan
cadangan wajib sebesar Rp3.000.000 yang diambil
dari laba ditahan.
Based on the Annual Shareholders’ General
Meeting dated June 27, 2008, the shareholders
approved to appropriate Rp3,000,000 of its
retained earnings as statutory reserve.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan tanggal 18 Juni 2009, para pemegang
saham kembali menyetujui untuk meningkatkan
cadangan wajib sebesar Rp6.000.000 yang diambil
dari laba ditahan.
Based on the Annual Shareholders’ General
Meeting dated June 18, 2009, the shareholders
approved to appropriate Rp6,000,000 of its
retained earnings as statutory reserve.
48
144
Minority interests in net assets of Subsidiaries
were as follows:
ANNUAL REPORT 2009
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
24. DIVIDENDS
24. DIVIDEN
2009
2009
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan tanggal 18 Juni 2009, dividen yang
dibagikan dari saldo laba per 31 Desember 2008
adalah Rp90 (jumlah penuh) per saham sehingga
jumlah dividen adalah Rp170.100.000, yang telah
dibayar pada tanggal 29 Juli 2009.
Based on the Annual Shareholders’ General
Meeting dated June 18, 2009, dividend distribution
in respect of retained earnings per December 31,
2008 was Rp90 (full amount) per share amounting
to a total dividend of Rp170,100,000, which was
paid on July 29, 2009.
2008
2008
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar
Biasa tanggal 14 Maret 2008, dividen yang
dibagikan dari saldo laba per 31 Desember 2006
adalah Rp126 (jumlah penuh) per saham sehingga
jumlah dividen adalah Rp238.140.000.
Based on the Extraordinary Shareholders’ Meeting
dated March 14, 2008, dividends to be distributed
in respect of retained earnings per December 31,
2006 was approved to be Rp126 (full amount) per
share amounting to a total dividend of
Rp238,140,000.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan tanggal 27 Juni 2008, dividen yang
dibagikan dari saldo laba per 31 Desember 2007
adalah Rp21 (jumlah penuh) per saham sehingga
jumlah dividen adalah Rp39.690.000.
Based on the Annual Shareholders’ General
Meeting dated June 27, 2008, dividend distribution
in respect of retained earnings per December 31,
2007 was Rp21 (full amount) per share amounting
to a total dividend of Rp39,690,000.
25. PERJANJIAN, IKATAN
KONTINJENSI PENTING
a.
DAN
25. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS
AND CONTINGENCIES
KEWAJIBAN
Sesuai perjanjian dengan BRI, Mutiara Bunda
Jaya dan Telaga Hikmah diminta untuk
bertindak sebagai penjamin hutang plasma
sampai seluruh hutang plasma dilunasi.
Setelah pengalihan kebun Plasma kepada
petani Plasma dilakukan, maka jaminan
hutang petani Plasma sehubungan dengan
perjanjian hutang Mutiara Bunda Jaya dan
Telaga Hikmah dengan BRI adalah berupa
sertifikat
tanah
yang
bersangkutan.
Pembayaran pinjaman Plasma tersebut
dilakukan dengan cara memotong hasil yang
diterima petani atas penjualan TBS yang
diproduksi dari lahan petani Plasma. Mutiara
Bunda Jaya dan Telaga Hikmah akan membeli
semua TBS hasil produksi Plasma sampai
seluruh hutang Plasma terbayar.
a.
Pada tahun 2009, Telaga Hikmah memberikan
jaminan deposito kepada BRI senilai
Rp5.285.000 untuk menjamin hutang petani
Plasma kepada BRI (Catatan 3).
Under the loan agreement with BRI, Mutiara
Bunda Jaya and Telaga Hikmah is required to
act as guarantor for the Plasma loans until the
Plasma loans is repaid in full. After all the
Plasma areas are converted and turned over
to smallholders, the collateral for the Plasma
loan under the Mutiara Bunda Jaya’s and
Telaga Hikmah’s loan agreements with BRI
shall be the related landright certificates of the
Plasma participants. Repayments are to be
made out of a portion of the proceeds from the
sale of FFB produced from the farmers’
Plasma areas. Mutiara Bunda Jaya and
Telaga Hikmah are required to purchase all
Plasma FFB production until all of the Plasma
loans have been settled.
In 2009, Telaga Hikmah placed deposit to BRI
amounting to Rp5,285,000, to guarantee the
outstanding loans of their Plasma participants
to BRI (Note 3).
49
LAPORAN TAHUNAN 2009
145
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
25. PERJANJIAN, IKATAN DAN KEWAJIBAN
KONTINJENSI PENTING (lanjutan)
25. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS
AND CONTINGENCIES (continued)
Pada tanggal 31 Desember 2009, sisa hutang
133
petani
Plasma
adalah
sebesar
Rp1.512.282 untuk Mutiara Bunda Jaya dan
393
petani
Plasma
adalah
sebesar
Rp8.107.620 untuk Telaga Hikmah.
As of December 31, 2009, total the amount of
Plasma loan that must be settled by 133
Plasma farmers
for Mutiara Bunda Jaya
amounted to Rp1,512,282 and 393 Plasma
farmers for Telaga Hikmah amounted to
Rp8,107,620.
b.
Sungai Rangit memiliki perjanjian dengan
petani setempat untuk mengembangkan
Tanaman Kemitraan yang didanai oleh Sungai
Rangit (Catatan 7a). Semua biaya yang timbul
sampai dengan tanaman telah menghasilkan
dikapitalisasi. Selama sebelas tahun sejak
tanaman telah menghasilkan, Sungai Rangit
berkewajiban untuk mengelola tanaman
tersebut, membeli hasil panen dengan harga
yang telah disepakati dan 15% dari hasil
penjualan dikontribusikan kepada petani
sedangkan sisanya dikembalikan kepada
Sungai Rangit untuk biaya pengelolaan.
Tanaman kemitraan akan diserahkan kepada
petani setempat setelah tahun kesebelas
sejak
tanaman
dinyatakan
sudah
menghasilkan.
c.
Untuk menghindari dampak dari fluktuasi nilai
tukar mata uang yang mungkin terjadi dalam
operasional Perusahaan, pada tahun 2009,
Perusahaan
menandatangani
beberapa
kontrak forward jangka pendek mata uang
Dolar AS ke Rupiah dengan PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk. Laba yang belum terealisasi
terkait dengan transaksi kontrak forward
tersebut per 31 Desember 2009 sebesar
Rp348.862 dan disajikan sebagai bagian dari
“Piutang Lain-lain - Pihak Ketiga” dalam
neraca konsolidasi tahun 2009.
b.
c.
50
146
ANNUAL REPORT 2009
Sungai Rangit has an agreement to develop
Partnership Plantation (“Tanaman Kemitraan”)
with local farmers whereas financed by Sungai
Rangit (Note 7a). All the development cost
which incurred until the plantation is matured
will be capitalized. For eleven years since the
plantation is mature, Sungai Rangit has an
obligation to manage the plantation, to buy the
harvest with agreed purchase price and 15%
of sales proceeds are contributed to farmers
while the rest is returned to Sungai Rangit for
maintenance cost. Partnership plantation will
be transferred to farmers after the eleventh
year since the plantation is considered
mature.
To manage the adverse effects of the
exchange rate fluctuations on the Company’s
operation, in 2009, the Company entered into
several short term US Dollar to Rupiah
currency forward contracts with PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk. The unrealized gain
from the aforementioned forward contract
transactions as of December 31, 2009
amounted to Rp348,862 and is presented as
part of “Other Receivables - Third Parties” in
2009 consolidated balance sheet.
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
25. PERJANJIAN, IKATAN DAN KEWAJIBAN
KONTINJENSI PENTING (lanjutan)
25. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS
AND CONTINGENCIES (continued)
d.
Pada tanggal 29 Mei 2009, Perusahaan
mengadakan perjanjian dengan PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk untuk fasilitas pinjaman
modal kerja sejumlah Rp100.000.000. Jangka
waktu pinjaman tersebut adalah dua belas (12)
bulan dan akan berakhir pada 28 Mei 2010.
Pinjaman tersebut dikenakan suku bunga 12%
per tahun, yang akan ditinjau secara periodik.
d.
On May 29, 2009, the Company entered into
an agreement with PT Bank Mandiri (Persero)
Tbk for a working capital loan facility
amounting to Rp100,000,000. The term of the
loan is for twelve (12) months period and will
due on May 28, 2010. The loan bears interest
rate at 12% per annum, which will be reviewed
periodically.
Pinjaman tersebut di atas mencakup
persyaratan yang membatasi hak Perusahaan
antara lain untuk memperoleh pinjaman atau
memberikan pinjaman, melakukan penyertaan
baru,
bertindak
sebagai
penjamin,
memindahtangankan agunan atau harta
Perusahaan, mengubah anggaran dasar
Perusahaan dan melakukan likuidasi, merger
atau mengambil alih, dan mengubah susunan
pemegang saham Perusahaan, mengajukan
permohonan
pailit
dan
melakukan
pembayaran bunga atas pinjaman kepada
pemegang saham atau perusahaan afiliasi.
Pinjaman mengharuskan Perusahaan untuk
memenuhi persyaratan rasio keuangan
sebagaimana disebutkan dalam perjanjian.
The loan contains certain restrictions on the
Company, such as, among others, obtaining of
new loan or give borrowing, enter into new
investment, provide guarantee, transfer of
collateral or the Company’s assets, change the
Article of Association, enter into a merger or
acquisition, change in the composition of
Company’s shareholders, file bankruptcy, and
pay interest to shareholder or affiliate
companies. The loan required the Company to
fulfill the financial ratio as mentioned in the
agreements.
Pada tanggal 31 Desember 2009, tidak ada
fasilitas yang digunakan.
As of December 31, 2009, there was no
facility drawdown.
26. SEGMENT INFORMATION
26. INFORMASI SEGMEN
Informasi segmen primer
Rincian segmen bisnis Grup adalah sebagai
berikut:
2009
Produk
kelapa sawit/
Oil palm
product
Penjualan
Beban pokok penjualan
2.170.918.475
(1.591.935.056)
Hasil segmen
578.983.419
Lain-lain/
Others
42.908.750
(8.937.936)
33.970.814
Primary segment information
Details of business segment of the Group are as
follows:
Jumlah/
Total
2.213.827.225
(1.600.872.992)
612.954.233
Beban usaha yang belum dialokasikan
Eliminasi/
Elimination
Konsolidasi/
Consolidated
(398.270.058)
384.742.366
1.815.557.167
(1.216.130.626)
(13.527.692)
599.426.541
(139.389.407)
Laba usaha
Pendapatan bunga
Beban bunga dan keuangan lainnya
Rugi selisih kurs - bersih
Amortisasi goodwill
Rugi penjualan aset tetap
Lain-lain - bersih
Jumlah beban pajak
penghasilan badan
Hak minoritas atas laba bersih
Anak perusahaan
Sales
Cost of sales
Segment result
Unallocated operating expense
460.037.134
Operating income
23.476.461
Interest income
Interest expense and other
financing charges
Loss on foreign exchange - net
Goodwill amortization
Loss on sale of fixed assets
Others - net
Total corporate income tax
expenses
Minority interest in net
income of Subsidiaries
(27.899.226)
(20.277.486)
(1.853.571)
(1.029.590)
(23.095.348)
(123.134.555)
(4.457.611)
Laba bersih
2009
281.766.208
Net income
51
LAPORAN TAHUNAN 2009
147
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
26. SEGMENT INFORMATION (continued)
26. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
Informasi segmen primer (lanjutan)
Rincian segmen bisnis Grup adalah sebagai
berikut:
2009
Produk
kelapa sawit/
Oil palm
product
Lain-lain/
Others
Aset segmen
Hutang segmen
3.230.778.997
463.117.289
291.813.923
Informasi lainnya:
Pengeluaran modal
Jumlah/
Total
Eliminasi/
Elimination
Konsolidasi/
Consolidated
2009
171.395.310
11.550.763
3.402.174.307
474.668.052
(1.140.376.068)
299.033
2.261.798.239
474.967.085
Segment assets
Segment liabilities
2.533.263
294.347.186
(664.739)
293.682.447
Other information:
Capital expenditure
2008
Produk
kelapa sawit/
Oil palm
product
Lain-lain/
Others
Penjualan
Beban pokok penjualan
2.660.544.161
(1.970.440.895)
125.547.589
(16.509.227)
Hasil segmen
690.103.266
Primary segment information (continued)
Details of business segment of the Group are as
follows:
109.038.362
Jumlah/
Total
2.786.091.750
(1.986.950.122)
799.141.628
Eliminasi/
Elimination
Konsolidasi/
Consolidated
(497.948.629)
474.472.893
2.288.143.121
(1.512.477.229)
(23.475.736)
Beban usaha yang belum dialokasikan
Laba usaha
Beban bunga dan keuangan lainnya
Rugi selisih kurs - bersih
Amortisasi goodwill
Lain-lain - bersih
Jumlah beban pajak
penghasilan badan
Hak minoritas atas laba bersih
Anak perusahaan
Informasi lainnya:
Pengeluaran modal
Interest income
Gain on sale of fixed assets
Interest expense and other
financing charges
Loss on foreign exchange - net
Goodwill amortization
Others - net
Total corporate income tax
expenses
Minority interest in net
income of Subsidiaries
(6.452.170)
99.895.481
33.403.334
3.304.256.068
579.463.769
266.571.479
43.300.823
309.872.302
(1.148.092.055)
(1.475.318)
-
439.516.256
Net income
2.156.164.013
577.988.451
Segment assets
Segment liabilities
309.872.302
Other information:
Capital expenditure
Informasi segmen sekunder
Secondary segment information
Rincian segmen Grup berdasarkan geografi adalah
sebagai berikut:
Details of geographical segment of the Group are
as follows:
2009
Penjualan
Aset segmen
Pengeluaran modal
2008
Penjualan
Aset segmen
Pengeluaran modal
Sumatera
1.939.353.886
2.613.351.642
234.520.580
Sumatera
2.520.315.992
2.332.026.706
138.527.647
Kalimantan
274.473.339
788.822.665
59.826.606
Kalimantan
265.775.758
972.229.362
171.344.655
Jumlah/
Total
2.213.827.225
3.402.174.307
294.347.186
Jumlah/
Total
2.786.091.750
3.304.256.068
309.872.302
52
148
Operating income
42.002.249
1.671.141
(185.793.379)
3.204.360.587
546.060.435
Segment result
Unallocated operating expense
611.455.911
(24.465.833)
(7.630.477)
(1.853.571)
10.582.385
Laba bersih
Aset segmen
Hutang segmen
775.665.892
(164.209.981)
Pendapatan bunga
Laba penjualan aset tetap
2008
Sales
Cost of sales
ANNUAL REPORT 2009
Eliminasi/
Elimination
Konsolidasi/
Consolidated
2009
(398.270.058)
(1.140.376.068)
(664.739)
1.815.557.167
2.261.798.239
293.682.447
Sales
Segment assets
Capital expenditure
Eliminasi/
Elimination
Konsolidasi/
Consolidated
2008
(497.948.629)
(1.148.092.055)
-
2.288.143.121
2.156.164.013
309.872.302
Sales
Segment assets
Capital expenditure
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
27. SELISIH NILAI TRANSAKSI RESTRUKTURISASI
ENTITAS SEPENGENDALI
27. DIFFERENCE
ARISING
FROM
RESTRUCTURING TRANSACTIONS AMONG
ENTITIES UNDER COMMON CONTROL
Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas
Sepengendali pada tanggal 31 Desember 2009
dan 2008 berasal dari akuisisi Perusahaan atas
100% kepemilikan pada Palma Agro yang
sebelumnya
dimiliki
oleh
entitas-entitas
sepengendali.
Difference arising from Restructuring Transactions
among Entities Under Common Control as of
December 31, 2009 and 2008 is arising from the
Company’s acquisition on 100% ownership interest
in Palma Agro from entities under common control.
Pada tanggal 27 Maret 2009, Palma Agro telah
mengalihkan saham yang dimilikinya di Sungai
Rangit, yang mewakili 93,6% saham yang telah
dikeluarkan oleh Sungai Rangit, ke Perusahaan,
sebagai akibat dari likuidasi Palma Agro (Catatan
1c). Selisih antara nilai yang dialihkan dengan
kepemilikan Perusahaan atas aset bersih dari
Sungai Rangit mengurangi nilai “Selisih Nilai
Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali”
sebesar Rp4.676.457 yang disajikan sebagai
komponen ekuitas pada neraca konsolidasi.
On March 27, 2009, Palma Agro has transferred its
ownership in Sungai Rangit, representing 93.6%
shares of Sungai Rangit, to the Company, as a
result of liquidation of Palma Agro (Note 1c).The
difference between the transferred amount and the
Company’s interest in the net assets of Sungai
Rangit deducted the amount of “Difference arising
from Restructuring Transactions among Entities
Under Common Control” by Rp4,676,457, under
shareholders’ equity in consolidated balance
sheets.
Pada tanggal 27 Maret 2009, Perusahaan
menukarkan
sebagian
Exchangeable
Loan
sebesar US$413.961 untuk 1,4% saham yang
dimiliki oleh Sampoerna Bio Energi di Sungai
Rangit (Catatan 1c). Selisih sebesar Rp231.490
antara nilai Exchangeable Loan yang ditukarkan
oleh Perusahaan sebesar Rp4.758.482 dengan
kepemilikan Perusahaan atas aset bersih dari
Sungai Rangit sebesar Rp4.526.992 dibukukan
sebagai “Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi
Entitas Sepengendali” yang disajikan sebagai
komponen ekuitas pada neraca konsolidasi.
On March 27, 2009, the Company converted part
of the Exchangeable Loan amounting US$413,961
into 1.4% shares in Sungai Rangit owned by
Sampoerna Bio Energi (Note 1c). The difference
amounting to Rp231,490 between the value of
Exchangeable Loan converted by the Company of
Rp4,758,482 and the Company’s interest in the net
assets of Sungai Rangit of Rp4,526,992 was
recognised
as
“Difference
arising
from
Restructuring Transactions among Entities Under
Common Control”, under shareholders’ equity in
consolidated balance sheets.
28. ASET DAN KEWAJIBAN
MATA UANG ASING
28. MONETARY
ASSETS
AND
LIABILITIES
DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES
MONETER DALAM
2009
Mata
Uang Asing/
Foreign
Currency
Aset
Kas dan setara kas
Dalam Dolar AS
Piutang usaha pihak ketiga
Dalam Dolar AS
Piutang lain-lain
pihak ketiga
Dalam Dolar AS
Jumlah
2008
Ekuivalen/
Equivalent
in Rp
Mata
Uang Asing/
Foreign
Currency
Ekuivalen/
Equivalent
in Rp
759
8.316.209
15.934.555
-
-
37.748.417
-
-
Assets
Cash and cash equivalents
In US Dollar
Trade receivables third parties
In US Dollar
Trade receivables third parties
In US Dollar
8.316.209
Total
US$ 7.608.164
71.516.746
US$ 1.695.165
US$ 4.015.789
125.199.718
US$
53
LAPORAN TAHUNAN 2009
149
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
28. ASET DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM
MATA UANG ASING (lanjutan)
28. MONETARY
ASSETS
AND
LIABILITIES
DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES
(continued)
2009
Mata
Uang Asing/
Foreign
Currency
Kewajiban
Hutang usahapihak ketiga
Dalam Dolar AS
Dalam Ringgit Malaysia
Dalam Euro
Dalam Franc Swiss
Dalam Jepang Yen
Uang muka penjualan
Dalam Dolar AS
2008
Mata
Uang Asing/
Foreign
Currency
Ekuivalen/
Equivalent
in Rp
Ekuivalen/
Equivalent
in Rp
262.677
111.156
-
2.469.160
305.346
-
US$ 9.071.990
RM
662.315
EUR
3.027
CHF
1.290
JP¥
40.397
99.338.294
2.088.279
46.717
13.349
4.888
Liabilities
Trade payablesthird parties
In US Dollar
In Malaysia Ringgit
In Euro
In Swiss Franc
In Yen
US$ 1.445.400
13.586.760
-
-
Sales advances
In US Dollar
16.361.266
101.491.527
Total
108.838.452
(93.175.318)
US$
RM
Jumlah
Aset/(Kewajiban)
Moneter Bersih
Jika nilai tukar mata uang asing pada tanggal
laporan akuntan independen digunakan untuk
menyajikan kembali aset dan kewajiban dalam
mata uang asing Grup, aset bersih dalam mata
uang
asing
akan
turun
sebesar
Rp1.651.045.
If the foreign exchange rates prevailing at the date
of the independent auditors’ report been used to
restate the Group’s foreign currency denominated
assets and liabilities, the net foreign currency
denominated asset would have decreased by
about Rp1,651,045.
29. RECLASSIFICATION OF ACCOUNTS
29. REKLASIFIKASI AKUN
Beberapa akun dalam laporan keuangan
konsolidasi tahun 2008 telah direklasifikasi agar
sesuai dengan penyajian laporan keuangan
konsolidasi tahun 2009 dengan rincian sebagai
berikut:
Disajikan
Sebelumnya/
As Previously
Reported
Certain accounts in 2008 of consolidated financial
statements have been reclassified to conform with
the 2009 consolidated financial statements with the
detail as follows:
Reklasifikasi/
Reclassification
Disajikan
Kembali/
As Reclassified
Beban pokok penjualan
Beban pokok produksi kecambah
Beban usaha
Penelitian dan pengembangan
6.077.009
-
(1.876.391)
4.200.618
1.876.391
1.876.391
54
150
Net monetary
Asset/(Liabilities)
ANNUAL REPORT 2009
Cost of sales
Manufacturing cost of germinated
seeds
Operating expense
Research and development
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
30. STANDARDS
EFFECTIVE
30. PERNYATAAN YANG TELAH DIKELUARKAN
TAPI BELUM BERLAKU EFEKTIF
ISSUED
BUT
NOT
YET
Standar Akuntansi yang telah dikeluarkan oleh
Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK)
sampai dengan penyelesaian laporan keuangan
konsolidasi Perusahaan tetapi belum efektif
adalah sebagai berikut:
Accounting Standards issued by Indonesian
Accounting Standards Board (DSAK) up to the
date of completion of the Company’s consolidated
financial statements but not yet effective are
summarized below:
Efektif berlaku pada atau setelah tanggal
1 Januari 2010:
Effective on or after January 1, 2010:


PSAK 26 (Revisi 2008) “Biaya Pinjaman”
Menentukan biaya pinjaman yang dapat
diatribusikan
secara
langsung
dengan
perolehan, konstruksi, atau pembuatan aset
kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian
biaya perolehan aset tersebut.

Prescribes for the borrowing costs that are
directly attributable to the acquisition,
construction or production of a qualifying asset
form part of the cost of that asset .

PSAK 50 (Revisi 2006) “Instrumen Keuangan:
Penyajian dan Pengungkapan”
Berisi persyaratan penyajian dari instrumen
keuangan dan pengidentifikasian informasi
yang harus diungkapkan.

PSAK
50
(Revised
2006)
“Financial
Instruments: Presentation and Disclosures”
Contains the requirements for the presentation
of financial instruments and identifies the
information that should be disclosed.

PSAK 55 (Revisi 2006) “Instrumen Keuangan:
Pengakuan dan Pengukuran”
Mengatur prinsip-prinsip dasar pengakuan dan
pengukuran
aset
keuangan,
kewajiban
keuangan, dan kontrak pembelian dan
penjualan item non-keuangan.
PSAK
55
(Revised
2006)
“Financial
Instruments: Recognition and Measurement”
Establishes the principles for recognizing and
measuring financial assets, financial liabilities,
and some contracts to buy or sell non-financial
items.
Effective on or after January 1, 2011:
Efektif berlaku pada atau setelah tanggal
1 Januari 2011:

PSAK 26 (Revised 2008) “Borrowing Costs”

PSAK 1 (Revisi 2009) “Penyajian Laporan
Keuangan”
Menetapkan dasar-dasar bagi penyajian
laporan keuangan bertujuan umum (general
purpose financial statements) agar dapat
dibandingkan baik dengan laporan keuangan
periode sebelumnya maupun dengan laporan
keuangan entitas lain.
PSAK 1 (Revised 2009) “Presentation of
Financial Statements”
Prescribes the basis for presentation of
general purpose financial statements to ensure
comparability both with the entity's financial
statements of previous periods and with the
financial statements of other entities.
55
LAPORAN TAHUNAN 2009
151
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
30. STANDARDS
ISSUED
EFFECTIVE (continued)
30. PERNYATAAN YANG TELAH DIKELUARKAN
TAPI BELUM BERLAKU EFEKTIF (lanjutan)
Effective on
(continued)
Efektif berlaku pada atau setelah tanggal
1 Januari 2011: (lanjutan)


PSAK 4 (Revisi 2009) “Laporan Keuangan
Konsolidasian
dan
Laporan
Keuangan
Tersendiri”
Akan diterapkan dalam penyusunan dan
penyajian laporan keuangan konsolidasian
untuk sekelompok entitas yang berada dalam
pengendalian suatu entitas induk dan dalam
akuntansi untuk investasi pada entitas anak,
pengendalian bersama entitas, dan entitas
asosiasi ketika laporan keuangan tersendiri
disajikan sebagai informasi tambahan.


PSAK 5 (Revisi 2009) “Segmen Operasi”

PSAK 15 (Revisi 2009) “Investasi Pada Entitas
Asosiasi”

PSAK 25 (Revisi 2009) “Kebijakan Akuntansi,
Perubahan
Estimasi
Akuntansi,
dan
Kesalahan”
2011:
PSAK 4 (Revised 2009) “Consolidated and
Separate Financial Statements”
PSAK 5 (Revised 2009) “Operating Segments”
PSAK 15 (Revised 2009) “Investments in
Associates”
PSAK 25 (Revised 2009) “Accounting Policies,
Changes in Accounting Estimates and Errors”
Prescribes the criteria for selecting and
changing accounting policies, together with the
accounting treatment and disclosure of
changes in accounting policies, changes in
accounting estimates and corrections of errors.
56
ANNUAL REPORT 2009
1,
Shall be applied in accounting for investments
in associates. Supersedes PSAK 15 (1994)
“Accounting for Investments in Associates” and
PSAK 40 (1997) “Accounting for Changes in
Equity of Subsidiaries/Associates”.
Menentukan kriteria untuk pemilihan dan
perubahan kebijakan akuntansi, bersama
dengan
perlakuan
akuntansi
dan
pengungkapan atas perubahan kebijakan
akuntansi, perubahan estimasi akuntansi, dan
koreksi kesalahan.
152
January
YET
Segment information is disclosed to enable
users of financial statements to evaluate the
nature and financial effects of the business
activities in which the entity engages and the
economic environments in which it operates.
Akan diterapkan untuk akuntansi investasi
dalam entitas asosiasi. Menggantikan PSAK
15 (1994) “Akuntansi untuk Investasi Dalam
Perusahaan Asosiasi” dan PSAK 40 (1997)
“Akuntansi
Perubahan
Ekuitas
Anak
Perusahaan/Perusahaan Asosiasi”.

after
NOT
Shall be applied in the preparation and
presentation
of
consolidated
financial
statements for a group of entities under the
control of a parent and in accounting for
investments in subsidiaries, jointly controlled
entities and associates when separate financial
statements are presented as additional
information.
Informasi
segmen
diungkapkan
untuk
memungkinkan pengguna laporan keuangan
untuk mengevaluasi sifat dan dampak
keuangan dari aktivitas bisnis yang mana
entitas terlibat dan lingkungan ekonomi
dimana entitas beroperasi.

or
BUT
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
30. STANDARDS
ISSUED
EFFECTIVE (continued)
30. PERNYATAAN YANG TELAH DIKELUARKAN
TAPI BELUM BERLAKU EFEKTIF (lanjutan)
Effective on
(continued)
Efektif berlaku pada atau setelah tanggal
1 Januari 2011: (lanjutan)


PSAK 48 (Revisi 2009) “Penurunan Nilai Aset”
Menetapkan
prosedur-prosedur
yang
diterapkan agar aset dicatat tidak melebihi
jumlah terpulihkan dan jika aset tersebut
terjadi penurunan nilai, rugi penurunan nilai
harus diakui.

after
NOT
January
1,
YET
2011:
PSAK 48 (Revised 2009) “Impairment of
Assets”
Prescribes the procedures applied to ensure
that assets are carried at no more than their
recoverable amount and if the assets are
impaired, an impairment loss should be
recognized.

PSAK 57 (Revisi 2009) “Provisi, Kewajiban
Kontinjensi dan Aset Kontinjensi”
Bertujuan untuk mengatur pengakuan dan
pengukuran
kewajiban
diestimasi
yang
digunakan untuk provisi, kewajiban kontinjensi
dan aset kontinjensi serta untuk memastikan
informasi memadai telah diungkapkan dalam
catatan atas laporan keuangan untuk
memungkinkan para pengguna memahami
sifat, waktu, dan jumlah yang terkait dengan
informasi tersebut.

or
BUT
PSAK 57 (Revised 2009) “Provisions,
Contingent Liabilities and Contingent Assets”
Aims to provide that appropriate recognition
criteria and measurement bases are applied to
provisions, contingent liabilities and contingent
assets and to ensure that sufficient information
is disclosed in the notes to enable users to
understand the nature, timing and amount
related to the information.

PSAK 58 (Revisi 2009) “Aset Tidak Lancar
yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang
Dihentikan”
PSAK 58 (Revised 2009) “Non-Current Assets,
Held for Sale and Discontinued Operations”
Bertujuan untuk mengatur akuntansi untuk
aset yang dimiliki untuk dijual, serta penyajian
dan pengungkapan operasi dihentikan.
Aims to specify the accounting for assets held
for sale, and the presentation and disclosure of
discontinued operations.
Perusahaan sedang mengevaluasi dan belum
menentukan dampak dari perubahan dan
penerapan standar baru yang direvisi dan yang
baru tersebut terhadap laporan keuangan
konsolidasinya.
The Company is presently evaluating and has not
yet determined the effects of these revised and new
standards on its consolidated financial statements.
31. SUBSEQUENT EVENT
31. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA
Pada tanggal 9 Februari 2010, Sampoerna Bio
Fuels,
Anak
perusahaan
menandatangani
Perjanjian Akuisisi dengan para pemegang saham
dan pengendali PT National Sago Prima (National
Sago Prima) untuk melakukan transaksi sebagai
berikut:


On February 9, 2010, Sampoerna Bio Fuels, a
Subsidiary, signed the Acquisition Agreement with
the controlling shareholders of PT National Sago
Prima (National Sago Prima) in connection with the
following planned transactions:

Mengambil alih 75,5% saham National Sago
Prima sebesar US$6.484.211;
Melakukan tambahan penyetoran modal atas
National Sago Prima sebesar Rp55.124.500
(setara dengan US$5.802.578), yang akan
meningkatkan kepemilikan Sampoerna Bio
Fuels dalam National Sago Prima menjadi
91,85%.

Acquisition of 75.5% ownership interest in
National
Sago
Prima
amounting
to
US$6,484,211;
Injecting additional capital to National Sago
Prima amounting to Rp55,124,500 (equivalent
to US$5,802,578) to increase the ownership
interest of Sampoerna Bio Fuels in National
Sago Prima to become 91.85%.
57
LAPORAN TAHUNAN 2009
153
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT SAMPOERNA AGRO TBK
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in thousands of Rupiah,
unless otherwise stated)
PT SAMPOERNA AGRO TBK
DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
31. PERISTIWA
(lanjutan)
SETELAH
TANGGAL
31. SUBSEQUENT EVENT (continued)
NERACA
Sehubungan dengan rencana akuisisi tersebut
diatas, pada bulan Februari 2009, Sampoerna Bio
Fuels telah memberikan pinjaman sebesar
US$9.200.000 kepada PT Siak Raya Timber (Siak
Raya Timber) sebagai pemegang saham National
Sago Prima saat ini.
In relation to the aforementioned plan acquisition,
in February 2009, Sampoerna Bio Fuels gave a
loan of US$9,200,000 to PT Siak Raya Timber
(Siak Raya Timber), the shareholder of National
Sago Prima.
Sesuai dengan Perjanjian Akuisisi, sebagai bagian
dari pengambilalihan 75,5% saham National Sago
Prima di atas, Sampoerna Bio Fuels akan
mengkonversi sebagian dari saldo piutang dari
Siak Raya Timber tersebut di atas, yaitu sebesar
US$5.184.211 (setara dengan Rp48.731.583)
menjadi penyertaan modal pada National Sago
Prima. Dengan demikian sejumlah tersebut telah
dicatat sebagai “Uang Muka Investasi” pada
laporan
neraca
konsolidasi
tahun
2009.
Sedangkan sisa piutang sebesar US$4.015.789
(setara dengan Rp37.748.417) pada tanggal 31
Desember 2009 dicatat sebagai bagian dari akun
“Piutang Lain-lain - Pihak Ketiga” yang akan
dibayar setelah seluruh kondisi dan persyaratan
dalam Perjanjian Akuisisi antara Sampoerna Bio
Fuels dan National Sago Prima tersebut dipenuhi.
Based on the Acquisition Agreement, as a part of
the take over 75.5% ownership interest in National
Sago Prima, Sampoerna Bio Fuels will convert a
part of the outstanding receivables from Siak Raya
Timber amounting to US$5,184,211 (equivalent to
Rp48,731,583) to become Sampoerna Bio Fuels’s
investment in National Sago Prima. In this regard,
the portion of the receivable from National Sago
Prima is presented as “Advance for Investment” in
the 2009 consolidated balance sheet while the
remaining portion of US$4,015,789 (equivalent to
Rp37,748,417) on December 31, 2009 is
presented as a part of “Other Receivables - Third
Parties” which will be paid after all conditions and
requirements in the Acquisition Agreement
between Sampoerna Bio Fuels and National Sago
Prima have been fulfilled.
32. PENYUSUNAN DAN PENYELESAIAN LAPORAN
KEUANGAN KONSOLIDASI
32. PREPARATION AND COMPLETION OF THE
CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab
terhadap
penyajian
laporan
keuangan
konsolidasi yang telah diselesaikan pada tanggal
12 Maret 2010.
The management of the Company is responsible
for the preparation of the consolidated
financial statements that were completed on
March 12, 2010.
58
154
ANNUAL REPORT 2009
Halaman ini sengaja dikosongkan
This page is intentionally left blank
LAPORAN TAHUNAN 2009
155
Data Perusahaan
Corporate Data
Perkembangan industri sawit di
masa depan memiliki peluang
pertumbuhan yang luar biasa antara
lain melalui pengembangan industri
oleo kimia, termasuk pemanfaatan
minyak sawit sebagai sumber daya
energi alternatif yang terbarui
The future growth of the palm industry
holds great promises among other
things from the development of the
oleochemicals industry, including the
use of palm oil as an alternative energy
resource that is renewable
Profil DEWAN Komisaris
BOC Profile
1. Michael Sampoerna
Komisaris Utama
President Commissioner
Lahir pada tahun 1978. Michael Sampoerna menjabat
sebagai Komisaris Utama sejak tahun 2007. Saat ini beliau
juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Sampoerna
Telekomunikasi Indonesia, Direktur Samko Timber Ltd.,
Direktur Sampoerna Strategic, dan Direktur PT Sampoerna
Bio Energi. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Direktur
Utama PT HM Sampoerna Tbk. di tahun 2001 sampai
dengan tahun 2005.
Born in 1978. Michael Sampoerna was appointed as the
President Commissioner since 2007. Currently, he also serve
as President Director of PT Sampoerna Telekomunikasi
Indonesia, Director of Samko Timber Ltd., Director of
Sampoerna Strategic and Director of PT Sampoerna Bio
Energi. Previously, he served as the President Director of PT
HM Sampoerna Tbk. from 2001 to 2005.
Beliau mengecap pendidikan di the London School of
Economics, Inggris.
He studied in the London School of Economics, United
Kingdom.
2. Sugiarta Gandasaputra
Komisaris
Commissioner
Lahir pada tahun 1943. Sugiarta Gandasaputra menjabat
sebagai Komisaris sejak 2007. Sebelumnya beliau berkarir
di PT HM Sampoerna Tbk. sejak 1999 dan pernah menjabat
sebagai Direktur.
Born in 1943. Sugiarta Gandasaputra was appointed as
Commissioner since 2007. Previously, he worked in PT HM
Sampoerna Tbk. since 1999 which included being a Director.
Beliau meraih gelar Sarjana Teknik Kimia dari Institut
Teknologi Bandung di tahun 1969.
He received Bachelor degree in Chemical Engineering from
Institut Teknologi Bandung in 1969.
3. Mak Ping On
Komisaris
Commissioner
Lahir pada tahun 1953. Mak Ping On menjabat sebagai
Komisaris sejak tahun 2008. Saat ini, beliau juga menjabat
sebagai Global Head of Organizations Engineering & SDM PT
Sampoerna Strategic. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai
Direktur dan Senior Vice President di beberapa perusahaan
di bawah kelompok usaha General Electric di tahun 1990
sampai dengan tahun 2008, serta Direktur dan Manager
Coca Cola wilayah Pasifik Tengah di tahun 1990 sampai
dengan tahun 1994.
Born in 1953. Mak Ping On was appointed as Commissioner
since 2008. Currently, he also serve as a Global Head of
Organizations Engineering & HR of PT Sampoerna Strategic.
Previously, he served as Director and Senior Vice President
in a number of companies under General Electric Group from
1994 to 2008, and as a Director and Manager of Coca Cola
Central Pacific from 1990 to 1994.
Beliau memperoleh gelar Sarjana di bidang Pemasaran dari
Chartered Institute of Marketing, Inggris di tahun 1988.
He received a degree in Marketing from Chartered Institute of
Marketing of UK in 1988.
158
ANNUAL REPORT 2009
2
3
1
4
5
4. Phang Cheow Hock
Komisaris Independen
Independent Commissioner
Lahir pada tahun 1932. Phang Cheow Hock menjabat sebagai
Komisaris Independen sejak tahun 2007. Saat ini, beliau juga
menjabat sebagai Komisaris Independen PT HM Sampoerna
Tbk sejak tahun 2001.
Born in 1932. Phang Cheow Hock was appointed as
Independent Commissioner since 2007. Currently, he also
served as Independent Commissioner of PT HM Sampoerna
Tbk since 2001.
Beliau meraih gelar Sarjana dari University of Cambridge
(Overseas School Certificate) di tahun 1950.
He received Bacherlor degree (Overseas School Certificate)
from University of Cambridge in 1950.
5. Arief Tarunakarya Surowidjojo
Komisaris Independen
Independent Commissioner
Lahir pada tahun 1953. Arief T. Surowidjojo menjabat sebagai
Komisaris Independen sejak tahun 2007. Saat ini, beliau
adalah pendiri serta senior partner di Kantor Konsultan Hukum
Lubis Ganie Surowidjojo, dan sejak tahun 1990, beliau adalah
Dosen Kehormatan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Born in 1953. Arief T. Surowidjojo was appointed as an
Independent Commissioner since 2007. Currently, he is the
founder and senior partner of Lubis Ganie Surowidjojo Law
Firm and since 1990, he is a Distinguished Lecturer of Faculty
of Law of Universitas Indonesia.
Beliau meraih gelar Master di bidang Hukum (LL.M) dari
School of Law, University of Washington, Seattle, USA.
He received Master degree in Law (LL.M) from School of Law,
University of Washington, Seattle, USA.
LAPORAN TAHUNAN 2009
159
Profil Direksi
BOD Profile
1. Ekadharmajanto Kasih
Direktur Utama
President Director
Lahir pada tahun 1951. Ekadharmajanto Kasih menjabat
sebagai Direktur Utama sejak tahun 2008. Saat ini, beliau juga
menjabat sebagai Direktur Samko Timber Ltd dan Komisaris
Independen PT HM Sampoerna Tbk. Sebelumnya, beliau
menjabat sebagai Komisaris Perseroan di tahun 2007 sampai
dengan tahun 2008 dan sejak tahun 1990, beliau berkarir di
PT HM Sampoerna Tbk dan pernah menjabat berbagai posisi
termasuk Komisaris, Chief Financial Officer, Direktur, dan
Financial Controller.
Born in 1951. Ekadharmajanto Kasih was appointed as
the President Director since 2008. Currently, he also serve
as the Director of Samko Timber Ltd. and an Independent
Commissioner of PT HM Sampoerna Tbk. Previously, he
served as the Commissioner of Sampoerna Agro from 2007 to
2008. Since 1990, he worked in PT HM Sampoerna Tbk. and
held various positions included Commissioner, Chief Financial
Officer, Director and Financial Controller.
Beliau memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas
Indonesia di tahun 1975.
He received Bachelor degree in Economics from Universitas
Indonesia in 1975.
2. Jaffesjah Chandra
Direktur
Director
Lahir pada tahun 1964. Jaffesjah Chandra menjabat sebagai
Chief Operating Officer sejak tahun 2008. Saat ini, beliau
juga menjabat sebagai Direktur Utama di sejumlah anak
perusahaan Perseroan. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai
Managing Director wilayah Sumatera di tahun 2007 sampai
dengan tahun 2008 dan berkarir di Sampoerna International
Pte. Ltd., salah satu anak perusahaan PT HM Sampoerna
Tbk., dari tahun 1995 sampai dengan tahun 2006 dan
menjabat berbagai posisi termasuk Kepala Operasi untuk
Wilayah Asia Tenggara, Country Manager untuk Malaysia dan
Myanmar, serta menjadi Brand Manager.
Born in 1964. Jaffesjah Chandra was appointed as the
Chief Operating Officer since 2008. Currently, he also serve
as the President Directors in a number of the Company’s
subsidiaries. Previously, he served as the Managing Director of
Sumatra region from 2007 to 2008 and worked at Sampoerna
International Pte. Ltd., a subsidiary of PT HM Sampoerna
Tbk., from 1995 to 2006 holding positions included Head of
South East Asia Operations, Country Manager of Malaysia and
Myanmar, and Brand Manager.
Beliau mengecap pendidikan dalam gelar Master Eksekutif di
bidang Bisnis Internasional di IPMI/Monash di tahun 1998.
He studied for an Executive Master degree in International
Business from IPMI/Monash in 1998.
3. Sie Eddy Kurniawan
Direktur
Director
Lahir pada tahun 1971. Sie Eddy Kurniawan menjabat sebagai
Direktur Keuangan sejak tahun 2007. Saat ini, beliau juga
menjabat sebagai Direktur di beberapa anak perusahaan
Perseroan. Sebelum bergabung dengan Kelompok Usaha
Sampoerna Strategic di tahun 2005, beliau berkarir sebagai
penasehat keuangan di PricewaterhouseCoopers, Jakarta di
tahun 1996 sampai dengan tahun 2005 dan auditor keuangan
di Kantor Akuntan Publik Prasetio Utomo & Co. di tahun 1994
sampai dengan tahun 1996.
Born in 1971. Sie Eddy Kurniawan was appointed as Finance
Director since 2007. Currently, he also serve as Director
of a number of the Company subsidiaries. Prior to joining
Sampoerna Strategic Group in 2005, he served as a financial
advisor at PricewaterhouseCoopers, Jakarta from 1996 to
2005 and as an auditor at Public Accounting Firm Prasetio
Utomo & Co. from 1994 to 1996.
Beliau memperoleh gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas
Katolik Parahyangan, Bandung.
He received Bachelor degree in Accounting from Universitas
Katolik Parahyangan, Bandung.
160
ANNUAL REPORT 2009
5
3
1
4
2
4. Chang Poh Sang
Direktur
Director
Lahir pada tahun 1951. Chang Poh Sang menjabat sebagai
Direktur Pengelola Kalimantan sejak tahun 2007. Beliau
memiliki pengalaman yang luas di industri perkebunan
kelapa sawit selama lebih dari 30 tahun. Sebelumnya, beliau
menjabat sebagai Direktur Perkebunan Kelompok Usaha
Kencana, dan General Manager Perkebunan Kelompok Usaha
Dutapalma Nusantara. Beliau juga membantu pengembangan
perkebunan kelapa sawit untuk Oriental Holding Bhd di Pulau
Bangka. Sebelum bekerja di Indonesia, beliau berkarir di
Plantation Agencies Sdn Bhd selama 5 tahun dan di Kuala
Lumpur Kepong Bhd. selama 18 tahun.
Born in 1951. Chang Poh Sang was appointed as the
Managing Director of Kalimantan since 2007. He has
extensive experience in palm oil industry for more than
30 years. Previously, he served as a Plantation Director
for Kencana Group and Plantation General Manager for
Dutapalma Nusantara Group. He also helped to develop oil
palm plantations for Oriental Holding Bhd in Bangka Island.
Prior to working in Indonesia, he worked for Plantation
Agencies Sdn Bhd for 5 years and Kuala Lumpur Kepong
Bhd. for 18 years.
Beliau memperoleh gelar Master of Business Administration di
bidang Manajemen dari University of Honolulu, Hawaii.
He received Master degree in Management from University of
Honolulu, Hawaii.
5. Yasin Chandra
Direktur
Director
Lahir pada tahun 1963. Yasin Chandra menjabat sebagai
Direktur Pengelola Sumatera sejak tahun 2008. Saat ini, beliau
juga menjabat sebagai Direktur Utama di beberapa anak
perusahaan Perseroan. Sebelumnya, beliau telah menjadi
anggota Direksi Perseroan sejak tahun 2001, Direktur PT
Tania Selatan di tahun 1994 sampai dengan tahun 2001, dan
Direktur PT Umada di tahun 1992 sampai dengan tahun 1994.
Born in 1963. Yasin Chandra was appointed as the Managing
Director of Sumatra since 2007. Currently, he also serve as the
President Director in a number of the Company’s subsidiaries.
Previously, he was a member of the Board of Directors of the
Company since 2001, Director of PT Tania Selatan from 1994
to 2001, and Director of PT Umada from 1992 to 1994.
Beliau memperoleh gelar Master in Computer Science dari
Universitaet Fridericiana zu Karlsruhe, Jerman.
He received Master degree in Computer Science from
Universitaet Fridericiana zu Karlsruhe, Germany.
LAPORAN TAHUNAN 2009
161
Struktur Organisasi
Sampoerna Agro
Sampoerna Agro Organizational Structure
President Director
Chief
Operating
Officer
Corporate
Affairs
Director
Managing
Head of
Business
Development
Assistant to
Director
Corporate
(Sumatra)
Affairs Director
Finance &
Accounting
Director
Head of
Human
Resources
Head of
Information
Technology
Managing
Director
(Kalimantan)
Head of
Goverment
Relations
Head of
Treasury
Managing
Director
Head of Public
(Sago)
& Community
Head of Tax
Relations
Managing
Director
Head of Investor
(Cash Corp)
Relations
Corporate
Commercial
Director
Secretary
Head of Legal/
Compliance
R & D Director
Head of
Engineering
162
ANNUAL REPORT 2009
Head of
Accounting
Budget & Tax
Head of
Internal Audit
Head of
Management
& Organization
Development
Head of
Compensation
& Benefit
Daftar Alamat Perusahaan
List of Office Addresses
PT Sampoerna Agro, Tbk
Sumatera Selatan
Jakarta
Kalimantan Tengah
Jl. Basuki Rahmat 788,
Palembang 30127
Tel: +62 711 813388
Fax: +62 711 811585, 813188
Sampoerna Strategic Square
North Tower, 28th Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 45
Jakarta 12930, Indonesia
Tel: +62 21 5771711
Fax: +62 21 5771712
Jl. Malijo No.21 RT 09/ RW03
Madurejo, Arut Selatan
Kotawaringin Barat
Tel: +62 532 24264
PT Sawit Selatan
PT Pertiwi Lenggara Agromas
PT Tania Binatama
PT Sampoerna Bio Fuels
PT Selatanjaya Permai
PT Usaha Agro Indonesia
PT Sungai Menang
PT Lanang Agro Bersatu
PT Telaga Hikmah
PT Aek Tarum
Sampoerna Strategic Square
North Tower, 28/30th Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 45
Jakarta 12930
PT Mutiara Bunda Jaya
PT Gunung Tua Abadi
PT Binasawit Makmur
Jl. Basuki Rahmat 788
RT 15 RW 04, Talang Aman,
Kemuning, Palembang
Palma Agro Limited
Second Floor, Capital City,
Independence Avenue,
PO Box 1312
Victoria Mahe - Seychelles
PT Sungai Rangit
Jl. Malijo No.21 RT 09/ RW03
Madurejo, Arut Selatan
Kotawaringin Barat
Tel: +62 532 24264
LAPORAN TAHUNAN 2009
163
Lembaga dan
Profesi Penunjang
Supporting Professionals and Institutions
Biro Administrasi Efek
Notaris
Share Registrar
Notary
PT Datindo Entrycom
Wisma Diners Club Anex, Lt. 12
Jl. Jend. Sudirman Kav 34-35 (BAE)
Tel.: +62-21-5709009
Kantor Notaris Sutjipto, SH
Menara Sudirman Lt. 18
Jl. Jend. Sudirman Kav. 60 Jakarta 12190
Tel.: +62-21-5204778
Fax.: +62-21-5708914
Fax.:+62-21-5204779
Auditor Independen
Independent Auditor
Purwantono, Sarwoko & Sandjaja
Jakarta Stock Exchange Building
Tower II, Lt. 7
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190
Tel.: +62-21-52895000
Fax.: +62-21-52894100
164
ANNUAL REPORT 2009
Sumatera Selatan
Jakarta
Kalimantan Tengah
Jl. Basuki Rahmat 788,
Palembang 30127
Tel: +62 711 813388
Fax: +62 711 811585, 813188
Sampoerna Strategic Square
North Tower, 28th Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 45
Jakarta 12930, Indonesia
Tel: +62 21 5771711
Fax: +62 21 5771712
Jl. Malijo No.21 RT 09/ RW03
Madurejo, Arut Selatan
Kotawaringin Barat
Tel: +62 532 24264
www.sampoernaagro.com
Maximark
LAPORAN TAHUNAN 2009 ANNUAL REPORT
Download