faktor-faktor yang mempengaruhi islamic social

advertisement
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ISLAMIC SOCIAL
REPORTING PERUSAHAAN-PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI
JAKARTA ISLAMIC INDEX PERIODE 2013-2015
Skripsi
Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Memperoleh
Gelar Sarjana Ekonomi (S.E)
Diajukan oleh:
PUTRI NURANI
NIM: 1113086000039
JURUSAN EKONOMI SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1438 H/2017 M
II
III
IV
V
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
I.
IDENTITAS PRIBADI
1. Nama
: Putri Nurani
2. Nama Panggilan
: Putri
3. Tempat & Tanggal Lahir
: Jakarta, 12 November 1994
4. Jenis Kelamin
: Perempuan
5. Alamat
: Jalan Bahari Raya RT 004 RW 010 No 3
Cilandak Barat Jakarta Selatan, Kode Pos
12430
6. Status
: Belum Menikah
7. Kewarganegaraan
: Indonesia
8. Telepon
: 083899781481
9. Email
: [email protected]
II. PENDIDIKAN FORMAL :
1.
Taman Kanak-Kanak
: TK Bahari (2000-2001)
2.
SD
: SDN 09 Pagi Jakarta (2001-2007)
3.
SMP
: SMP Bakti Idhata (2007-2010)
4.
SMK
: SMK Bakti Idhata (2010-2013)
5.
Perguruan Tinggi
: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Fakultas
Ekonomi dan Bisnis (2013-2017)
III. PENGALAMAN ORGANISASI :
1. 2010 - 2016
:
Karang Taruna RT
2. 2014 - Saat ini
:
Himpunan Mahasiswa Islam
3. 2016 – 2017
: Kepala Divisi bidang Komunikasi dan
Informasi HMJ Ekonomi Syariah
IV.
PENGALAMAN KEPANITIAAN :
1. 2010 – 2016
: Panitia Karang Taruna Sebagai Divisi Bendahara dan
Sekretaris
VI
2. 2013 - 2015
: Panitia Ikatan Alumni Bakti Idhata Sebagai Divisi
Kesehatan dan Ticketing
3. 2014
: OPAK Ekonomi Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Sebagai Divisi Komunikasi dan Informasi
4. 2014
: Makrab Ekonomi Syariah UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta Sebagai Divisi Komunikasi dan Informasi
5. 2014
: Panitia Pelantikan DEMA FEB UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta Sebagai Divisi Komunikasi dan Informasi
6. 2015
: OPAK DEMA FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Sebagai Kesekretariatan
7. 2016
: HMJ Ekonomi Syariah 2016 Sebafai Divisi Komunikasi
dan Informasi
8. 2016
: Panitia Eksyar Berbagi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Sebagai Steering Commite
9. 2016
: Panitia Ekonomi Festival 2016 UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta Sebagai Liaison Orgenizer
V. PENGHARGAAN dan PRESTASI:
1. Beasiswa PT. GARUDA INDONESIA 2010-2011
2. Beasiswa DIPA 2014-2015
3. Yayasan Beasiswa Jakarta 2016-2017
4. Sertifikat Praktek Kerja Industri
5. Penghargaan Lomba Olahraga dan Seni
VI. PELATIHAN
1. LK 1 HmI tahun 2013
2. Pelatihan Photoshop 2016
3. Sekolah Pasar Modal Syariah Tingkat Dasar, Bursa Efek Indonesia tahun
2016
4. Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Barengkok, Bogor tahun 2016
5. Sekolah Pasar Modal Tingkat Dasar, Reksadana 2016
VII
VII. PENGALAMAN KERJA
1. Kayana Digital Color Copy & Printing
2. Lembaga Survei Poltracing
3. Desain Grafis
VIII. SEMINAR DAN WORKSHOP
1.
Company Visit to Bank Indonesia
2.
Seminar Nasional Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia denga tema,
“Pembiayaan Properti dan Investasi Syariah Untuk Meningkatkan
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia”, Gedung Dhanapala, Kompleks
Kementerian Keuangan RI, 2016.
3.
Seminar Ekonomi “Menuju Ekonomi yang Berkeadilan Bersama
Ekonomi Syariah Untuk Indonesia yang Lebih Baik”, 2014.
4.
Seminar Penanggulangan HIV/AIDS “Let’s A Void HIV/AIDS With
Legal Relationship”, 2013.
5.
Peserta “Bulan Ekonomi Syariah”, 2013.
6.
Company Visit to Dana Reksa Sekuritas, PT Dana Reksa Sekuritas,
2015.
7.
Seminar Ekonomi “Solusi Sistem Ekonomi Tahan Krisis”, 2015.
8.
Seminar Ekonomi “Pengaruh Fluktuasi Kurs Terhadap Perekonomian
dalam Menyambut Ekonomi Asean 2015”, 2015.
9.
Seminar Ekonomi “Peluang dan Tantangan Sektor Transportasi
Indonesia Menghadapi Komunitas Ekonomi ASEAN 2015”, 2014.
VIII
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh variabel independen
profitabilitas, likuiditas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap variabel
dependen Islamic Social Reporting perusahaan-perusahaan yang terdaftar di
Jakarta Islamic Index periode 2013-2015. Populasi dalam penelitian ini berjumlah
30 perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index periode 2013-2015.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling
dan diperoleh sampel sebanyak 15 perusahaan. Penelitian ini menggunakan data
sekunder yaitu laporan tahunan perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Jakarta
Islamic Index yang diperoleh di Bursa Efek Indonesia (www.idx.go.id). Teknik
analisis yang digunakan adalah uji regresi linier data panel menggunakan model
common effect dan uji hipotesis menggunakan t-statistik untuk menguji koefisien
regresi parsial serta F-statistik untuk menguji pengaruh secara simultan. Selain itu,
juga dilakukan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji
multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas, likuiditas, leverage,
dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap Islamic Social Reporting
perusahaan. Secara simultan profitabilitas, likuiditas, leverage, dan ukuran
perusahaan berpengaruh signifikan terhadap Islamic Social Reporting Perusahaan.
Kata Kunci: Islamic Social Reporting, Jakarta Islamic Index, Profitabilitas,
Likuiditas, Leverage, dan Ukuran Perusahaan
IX
Abstract
This study was conducted to test the effect of independent variables
profitability, liquidity, leverage and firm size on the dependent variable Islamic
Social Reporting the companies listed in the Jakarta Islamic Index 2013-2015
period. The population in this study were 30 companies listed in the Jakarta
Islamic Index 2013-2015 period.
The sampling technique used is purposive sampling and obtained a sample
of 15 companies. This study uses secondary data, annual reports of listed
companies in Jakarta Islamic Index obtained in the Indonesia Stock Exchange
(www.idx.go.id). The analysis technique used is linear regression panel data
using common models and hypothesis testing using t-statistic to test the partial
regression coefficient and F-statistic to test the effect simultaneously. In addition,
also performed classical assumption that include normality test, multicollinearity
test, heteroscedasticity test and autocorrelation test.
The results showed that profitability, liquidity, leverage and firm size
significant influence the Islamic Social Reporting Company. While simultaneously
the profitability, liquidity, leverage and firm size significant effect on the Islamic
Social Reporting Company.
Keywords: Islamic Social Reporting, Jakarta Islamic Index, Profitability,
Liquidity, Leverage and Firm Size.
X
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala
rahmat dan karunia yang telah dilimpahkan-Nya, hingga akhirnya penulis dapat
menyelesaikan
skripsi
ini.
Skripsi
ini
berjudul
“Faktor-Faktor
Yang
Mempengaruhi Islamic Social Reporting Perusahaan-Perusahaan Yang Terdaftar
Di Jakarta Islamic Index Periode 2013-2015” ini disusun dalam rangka
menyelesaikan Program Sarjana Ekonomi Jurusan Ekonomi Syariah Universitas
Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam penyusunan skripsi ini tentu tak
lepas dari bantuan berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis ingin
mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada :
1. Ayahanda tercinta Bapak Sarwani, Ibunda tercinta Ibu Nuryati, kakanda
Shendy Swara, adinda Ara Aida Fitri beserta seluruh keluarga yang telah
memberikan dukungan lahir dan batin kepada penulis hingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi ini.
2. Bapak Prof. Dr. Dede Rosyada, MA selaku Rektor Universitas Islam Negeri
Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Bapak Dr. M. Arief Mufraini, Lc., MSi selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
4. Bapak Ali Rama, SE., M.Ec selaku dosen pembimbing skripsi pertama yang
telah meluangkan waktu, membimbing, dan terus memberikan motivasi
dengan penuh kesabaran dan pengertian kepada penulis.
5. Bapak Yoghi Citra Pratama, MSi selaku Ketua Jurusan Ekonomi Syariah
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
XI
Jakarta dan dosen panasehat akademik yang selalu memberikan arahan dan
motivasi kepada penulis hingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.
6. Ibu Endra Kasni Laila Yuda, S.Ag., M.Si selaku Sekretaris Jurusan
Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri
Syarif Hidayatullah Jakarta.
7. Seluruh Bapak/Ibu Dosen yang telah mencurahkan dan mengamalkan ilmu
yang tak ternilai hingga penulis menyelesaikan studi di Fakultas Ekonomi
dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
8. Seluruh Staf Tata Usaha dan karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah membantu
penulis dalam mengurus segala kebutuhan administrasi dan lain-lain.
9. Terima kasih banyak kepada Ramadhan Prakoso, yang selalu sabar
membantu, mendampingi dan memotivasi tiada henti selama pembuatan
skripsi ini.
10. Temen-temen mahasiswa/i Ekonomi Syariah angkatan 2013.
11. Temen-temen mahasiswa/i UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
12. Sahabat
terbaikku
Nurul
Hasanah,
Ulfah
Fauziah,
SE.,
Nabila
NurRahmadyani, Puspa Cahya Insani, Nadya Zakiyah, Desi Yuliani,
Rachmi Isna Fauzia, Aulia Izzati Sabila, S. Ikom, Anisa Suri,
S.Sos,Indriyani Casanova, Ingga Fridania, A.Md, Fina Dwiyanti.
13. Keluarga Besar Alm. Bapak H. Muh Nuh (Kakek) dan Ibu H. Masroh
(Nenek) dan tim Gegares yang selalu menyayangi dan memeberikan
motivasi kepada penulis.
XII
14. Teguh Sukma Pratama yang telah membantu dalam proses pengolahan data.
15. Kepada seluruh pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu, yang
telah banyak membantu, mempermudah dan memperlancar hingga skripsi
ini akhirnya selesai.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan dan
kesalahan, oleh karenanya kritik dan saran yang bersifat membangun sangat
penulis harapkan. Adapun segala kekurangan dan kesalahan pada skripsi ini
sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Harapan penulis, semoga skripsi ini
dapat bermanfaat bagi banyak orang.
Jakarta, 3 Juli 2017
(Putri Nurani)
XIII
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI .................................................................... II
LEMBAR PENGESAHAN UJI KOMPREHENSIF .............................................III
LEMBAR PENGESAHAN UJI SKRIPSI ............................................................ IV
LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH .............................. .V
DAFTAR RIWAYAT HIDUP .............................................................................. VI
ABSTRAK ............................................................................................................ IX
Abstract ................................................................................................................... X
KATA PENGANTAR .......................................................................................... XI
DAFTAR ISI ...................................................................................................... XIV
DAFTAR TABEL ............................................................................................ XVIII
DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... XXI
BAB I .......................................................................................................................1
PENDAHULUAN ...................................................................................................1
A.
Latar Belakang ..........................................................................................1
B.
Rumusan Masalah .....................................................................................8
C.
Tujuan Penelitian .......................................................................................9
D.
Manfaat Penelitian .....................................................................................9
BAB II ....................................................................................................................11
TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................................11
XIV
2.
Landasan Teori ............................................................................................11
2.1.
PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR)11
2.2.
Corporate Social Responsibility Dalam Pandangan Islam ......................14
2.3.
Islamic Social Reporting .........................................................................16
2.4.
Profitabilitas (ROA) ................................................................................28
2.5.
Likuiditas .................................................................................................29
2.6.
Leverage (DER) ......................................................................................30
2.7.
Ukuran Perusahaan (SIZE) ......................................................................32
2.8.
Jakarta Islamic Index ...............................................................................34
A.
Penelitian Terdahulu ................................................................................36
B.
Kerangka Penelitian ................................................................................41
C.
Hipotesis ..................................................................................................44
BAB III ..................................................................................................................46
METODOLOGI PENELITIAN .............................................................................46
3.1.
Jenis Penelitian ........................................................................................46
3.2.
Tempat dan Waktu Penelitian .................................................................46
3.3.
Operasional Variabel Penelitian ..............................................................46
3.4.
Metode Penentuan Sampel ......................................................................51
3.6.
Metode Analisis Data ..............................................................................55
3.6.1.
Analisis Statistik Deskriptif .............................................................56
XV
3.6.2.
Analisis Model Regresi Data Panel..................................................56
3.6.3.
Uji Pemilihan Model Persamaan Data Panel ...................................58
3.6.4.
Uji Dasar Asumsi Klasik ..................................................................60
3.6.5.
Pengujian Hipotesis ..........................................................................62
3.6.6.
Analisis Regresi Data Panel .............................................................64
BAB IV ..................................................................................................................66
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .....................................................66
4.1.
Gambaran Umum Objek Penelitian ........................................................66
4.1.1.
4.2.
Jakarta Islamic Index (JII) ................................................................66
Hasil Penelitian dan Pembahasan ............................................................69
4.2.1.
Uji Statistik Deskriptif .....................................................................69
4.2.2.
Analisis Model Regresi Data Panel..................................................70
4.2.3.
Uji Pemilihan Model Regresi Data Panel ........................................74
4.2.4.
Uji Dasar Asumsi Klasik ..................................................................75
4.2.5.
Pengujian Hipotesis ..........................................................................80
4.2.6.
Analisis Regresi Data Panel .............................................................83
BAB V....................................................................................................................90
KESIMPULAN ......................................................................................................90
5.1.
Kesimpulan ..............................................................................................90
5.2.
Saran dan Implikasi .................................................................................92
XVI
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................94
LAMPIRAN-LAMPIRAN...................................................................................101
XVII
DAFTAR TABEL
Tabel 1. 1 ..................................................................................................................6
Tabel 2.1 .................................................................................................................37
Penelitian Terdahulu ..............................................................................................37
Gambar 2.1 .............................................................................................................43
Kerangka Penelitian ...............................................................................................43
Tabel 3.1 .................................................................................................................52
Proses Pengambilan Sampel ..................................................................................52
Tabel 3.2 .................................................................................................................53
Sampel Penelitian ...................................................................................................53
Tabel 4.1 .................................................................................................................69
Uji Statistik Deskriptif ...........................................................................................69
Tabel 4.2 .................................................................................................................71
Model Common Effect (CE) ..................................................................................71
Tabel 4.3 .................................................................................................................72
Model Fixed Effect (FE) ........................................................................................72
Tabel 4.4 .................................................................................................................73
Model Random Effect (FE) ....................................................................................73
Tabel 4.5 .................................................................................................................74
Uji Chow (Redundant Fixed Effect Tests) .............................................................74
Tabel 4.6 .................................................................................................................75
Uji Hausman (Correlated Random Effect Test) .....................................................75
Gambar 4.1 .............................................................................................................76
XVIII
Grafik Histogram ...................................................................................................76
Tabel 4.7 .................................................................................................................76
Uji Multikolinearitas ..............................................................................................76
Tabel 4.8 .................................................................................................................78
Uji Heteroskedastisitas ...........................................................................................78
Tabel 4.9 .................................................................................................................79
Hasil Uji Autokorelasi............................................................................................79
Tabel 4.10 ...............................................................................................................83
Uji Regresi Panel dengan commom Effect ............................................................83
XIX
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 ...........................................................................................................43
Gambar 4.1 ...........................................................................................................76
XX
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 ...........................................................................................................101
Lampiran 2 ...........................................................................................................101
Lampiran 3 ...........................................................................................................102
Lampiran 4 ...........................................................................................................103
Lampiran 5 ...........................................................................................................104
Lampiran 6 ...........................................................................................................105
Lampiran 7 ...........................................................................................................106
Lampiran 8 ...........................................................................................................106
Lampiran 9 ...........................................................................................................106
Lampiran 10 .........................................................................................................107
Lampiran 11 .........................................................................................................108
Lampiran 12 .........................................................................................................109
XXI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Suatu perusahaan harus memiliki tanggung jawab dalam menciptakan
hubungan baik antara perusahaan dengan masyarakat luas yaitu menciptakan
tanggung jawab sosial
atau
Corporate Social
Responsibility
yang
sesungguhnya. Perusahaan memiliki konsep single bottom lines (SBI) dan
triple bottom lines (TBL). Tanggung jawab perusahaan harus berpijak pada
triple bottom lines yaitu tanggung jawab perusahaan pada aspek sosial,
lingkungan, dan keuangan, sehingga setiap perusahaan diwajibkan untuk
mengungkapkan informasi tentang tanggung jawab sosial perusahaan atau
Corporate Social Responsibility.
Kesadaran mengenai CSR di Indonesia saat ini terlihat dari makin
banyaknya perusahaan yang mengungkapkan isu CSR dalam laporan
keuangan tahunan maupun press release lainnya. Praktik pengungkapan CSR
telah banyak diterapkan oleh perusahaan publik di Indonesia. CSR adalah
basis teori tentang perlunya sebuah perusahaan membangun hubungan yang
harmonis dengan masyarakat dan lingkungan tempat beroperasi. Secara
teoritik, CSR dapat didefinisikan sebagai tanggung jawab moral suatu
perusahaan terhadap para stakeholder terutama komunitas atau masyarakat di
sekitar wilayah kerja dan operasinya. Sebuah perusahaan harus menjunjung
tinggi moralitas. Keberhasilan perusahaan dapat dilihat dari seberapa besar
1
perusahaan tersebut memberikan perhatian atau kepedulian terhadap
lingkungan dan masyarakat.
Saat ini, Konsep CSR kini tidak hanya berkembang di ekonomi
konvensional, tetapi juga berkembang dalam ekonomi Islam. Konsep ini
dalam Islam lebih menekankan bentuk ketaqwaan umat manusia kepada
Allah Subhanahu wa Ta‟ala dalam dimensi perusahaan. Berkembangnya
CSR dalam ekonomi Islam juga turut meningkatkan perhatian masyarakat
terhadap lembaga atau institusi syariah. Hal tersebut dikarenakan adanya
kebutuhan masyarakat untuk mengenal secara lebih dalam terhadap lembaga
atau institusi. Pasar modal syariah berperan penting dalam meningkatkan
pangsa pasar efek-efek syariah pada perusahaan-perusahaan yang ingin
berpartisipasi dalam pasar modal syariah di Indonesia.
Jakarta Islamic Indeks adalah daftar saham yang sesuai dengan prinsip
islam. Kemungkinan besar para investor muslim maupun tidak akan
berinvestasi pada perusahaan tersebut. Oleh karena itu, setiap perusahaan
wajib membuat laporan tahunan berupa pengungkapan sosial dengan prinsip
syariah. Islamic Social Reporting pertama kali dikemukakan oleh Haniffa
(2002) lalu dikembangkan secara lebih ekstensif oleh Othman (2009) di
Malaysia.
Islamic Social Reporting (ISR) pertama kali digagas oleh Ross Haniffa
pada tahun 2002 dalam tulisannya yang berjudul “Social Reporting
Disclosure: An Islamic Perspective”. ISR lebih lanjut dikembangkan secara
lebih ekstensif oleh Rohana Othman, Azlan Md Thani, dan Erlane K Ghani
2
pada tahun 2009 di Malaysia dan saat ini ISR masih terus dikembangkan oleh
peneliti-peneliti selanjutnya. Menurut Haniffa (2002) terdapat banyak
keterbatasan
dalam
pelaporan
sosial
konvensional,
sehingga
ia
mengemukakan kerangka konseptual ISR yang berdasarkan ketentuan
syariah. ISR tidak hanya membantu pengambilan keputusan bagi pihak
muslim saja melainkan juga untuk membantu perusahaan dalam melakukan
pemenuhan kewajiban terhadap Allah dan masyarakat.
Islamic Social Reporting adalah standar pelaporan kinerja sosial
perusahaan-perusahaan yang menjalankan kegiatan bisnis dengan prinsip
syariah dan disampaikan perusahaan pada laporan tahunannya. Secara khusus
indeks ini adalah perluasan dari standar pelaporan kinerja sosial yang
meliputi harapan masyarakat tidak hanya mengenai peran perusahaan dalam
perekonomian, tetapi juga peran perusahaan dalam perspektif spiritual. Selain
itu indeks ini juga menekankan pada keadilan sosial terkait mengenai
lingkungan, hak minoritas, dan karyawan. Perkembangan dan pertumbuhan
ekonomi disertai keadilan sosial adalah fondasi dari sistem ekonomi Islam.
Setiap individu dan pengambil kebijakan (pemerintah) berkewajiban untuk
mengembangkan berbagai cara dan strategi untuk menghilangkan faktorfaktor yang dapat menghambat perkembangan intelektual masyarakat,
kemajun ekonomi, dan kebebasan sosial, Rama (2016). Salah satu tujuan
pembangunan ekonomi islam adalah terciptanya keadilan distribusi dengan
terpenuhinya hak dasar kebutuhan ekonomi individu masyarakat, Rama
(2013).
3
Jika suatu perusahaan memiliki laporan tahunan dengan pengungkapan
sosial, agar diminati oleh para investor dikarenakan perusahaan tersebut
memberikan perhatian terhadap kualitas kehidupan masyarakat. Selain
memberikan perhatian terhadap kualitas kehidupan masyarakat, ISR juga
untuk pengungkapan pelaporan operasional perusahaan tetap sesuai dengan
syariah atau tidak. Maka perusahaan tersebut memiliki tanggung jawab
kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala dalam melakukan kegiatan usahanya.
Dengan meningkatnya pelaksanaan Corporate Social Responsibility
dalam konsep Islam, maka semakin meningkat sebuah perusahaan untuk
membuat pelaporan sosial yang bersifat syariah. Masyarakat mempunyai hak
untuk mengetahui berbagai informasi mengenai aktivitas organisasi apakah
sebuah perusahaan tersebut mengungkapkan informasi sosial dengan
transparan atau tidak. Penelitian dalam ranah CSR syariah umumnya
menggunakan model indeks Islamic Social Reporting yang dikembangkan
dengan dasar standar pelaporan berdasarkan AAOIFI yang kemudian
dikembangkan oleh masing-masing peneliti berikutnya (Haniffa 2002 dan
Othman 2009).
Pelaporan
perusahaan
dianggap
penting
untuk
mencerminkan
akuntanbilitas perusahaan terhadap stakeholders agar lebih percaya terhadap
perusahaan dalam menyampaikan laporan tahunannya. BAPEPAM-LK
mengeluarkan peraturan Nomor KEP-134/BL/2006 tentang kewajiban
penyampaian laporan tahunan bagi perusahaan publik. Laporan perusahaan
menjadi sumber informasi penting bagi pemegang saham dan masyarakat
4
untuk mengambil keputusan berinvestasi dan meningkatkan kualitas
keterbukaan laporan perusahaan. Perusahaan yang membuat laporan tahunan
yang disertai tanggung jawab sosial akan lebih diminati para investor dan
pihak berkepentingan lainnya karena, perusahaan tersebut tidak menutupi
hasil laporan tahunannya dan menggunakan penerapan pelaporan syariah.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa perusahaan
yang terdaftar di JII, jika dia mampu mengungkapkan poin ISR nya secara
penuh, maka akan mempunyai pengaruh dan dampak yang amat besar
terhadap kelangsungan kehidupan lingkungan di sekitarnya, baik itu alam,
masyarakat dan lain sebagainya. Hal ini dikarenakan perusahaan yang
terdaftar dalam JII mempunyai kapitalisasi saham yang cukup besar.
Faktor-faktor fundamental pada tanggung jawab sosial perusahaan yang
diduga memiliki pengaruh terhadap Islamic Social Reporting adalah
likuiditas, kepemilikan publik, leverage, profitabilitas dan ukuran perusahaan.
Dalam penelitian ini penulis hanya membahas empat variabel yaitu
profitabilitas, likuiditas, leverage¸dan ukuran perusahaan.
Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya, penelitian ini ingin
melakukan
penelitian
mengenai
faktor-faktor
lainnya
yang
dapat
mempengaruhi pengungkapan Islamic Social Reporting yang belum diteliti
oleh Othman (2009) dan Pratama (2016) yaitu menambahkan faktor-faktor
lain
diantaranya
likuiditas
dan
leverage
yang
diperkirakan
dapat
mempengaruhi pengungkapan Islamic Social Reporting. Pada penelitian
Pratama (2016) tidak memberikan pengaruh signifikan pada ukuran
5
perusahaan terhadap pengungkapan Islamic Social Reporting. Selain itu objek
penelitian ini akan menggunakan perusahaan-perusahaan yang terdaftar pada
Jakarta Islamic Index dengan periode waktu observasi yang berbeda dengan
penelitian sebelumnya yaitu selama tiga tahun dari tahun 2013 sampai dengan
tahun 2015.
Dalam penelitian ini akan membahas faktor-faktor yang mempengaruhi
Islamic Social Reporting dengan menggunakan variabel independen yaitu
profitabilitas, likuiditas, leverage, dan ukuran perusahaan.
Tabel 1. 1
Pertumbuhan Profitabilitas, Likuiditas, Leverage, Ukuran Perusahaan
dan Islamic Social Reporting Tahun 2013-2015
LIKUIDITAS
(CURRENT
RATIO)
LEVERAGE
(DER)
UKURAN
PERUSAHAAN
(SIZE)
Tahun
ISR
PROFITABILITAS
(ROA)
2013
0.72
0.1262
2.1730
0.8903
30.9717
2014
0.72
0.1288
2.1484
0.8366
31.0880
2015
0.76
0.0961
2.3084
0.8713
31.6270
Sumber : data diolah oleh peneliti
Berdasarkan Tabel 1.1 pada tahun 2014 variabel profitabilitas
mengalami kenaikan dari 0.1262 di tahun 2013 menjadi 0.1288 di tahun
2014. ISR terus meningkat dari tahun 2013 sebesar 0.72 hingga tahun 2015
sebesar 0.76. Teori stakeholders mendukung hubungan positif profitabilitas
terhadap ISR. Menurut Chariri (2008) Berdasarkan teori ini bahwa semakin
tinggi profitabilitas maka perusahaan akan lebih luas dalam mengungkapkan
informasi termasuk informasi mengenai tanggung jawab sosial secara Islami.
Sama halnya dengan penelitian Widiawati (2012) dan Othman (2009) bahwa
6
variabel profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap ISR. Berdasarkan data
di atas ketika ROA meningkat ISR mengalami peningkatan.
Berdasarkan tabel di atas pada tahun 2014 variabel likuiditas mengalami
penurunan dari 2.1730 di tahun 2013 menjadi 2.1484 di tahun 2014. Variabel
ISR terus meningkat dari tahun 2013 sebesar 0.72 hingga tahun 2015 sebesar
0.76. Menurut Kasmir (2012), rasio likuiditas adalah rasio yang digunakan
untuk mengukur seberapa likuidnya suatu perusahaan dalam menujukan
pemenuhan kewajiban jangka pendek. Semakin tinggi rasio maka terjamin
hutang-hutang perusahaan kepada kreditur. Dari sisi kesehatan semakin tinggi
rasio likuiditas maka semakin luas tingkat pengungkapan informasi sosial
perusahaan. Jika dari sisi ukuran kinerja, perusahaan yang memiliki rasio
likuiditas rendah maka perlu memberikan informasi yang lebih rinci untuk
menjelaskan lemahnya kinerja. Berdasarkan data di atas tidak sesuai dengan
teori Kasmir (2012) dari sisi kesehatan. Variabel leverage mengalami
penurunan dari 0.8903 di tahun 2013 menjadi 0.8366 di tahun 2014. Variabel
ISR terus meningkat dari tahun 2013 sebesar 0.72 hingga tahun 2015 sebesar
0.76.
Menurut Harahap (2010), leverage merupakan perbandingan antara
kewajiban dengan aset, leverage mengukur seberapa jauh perusahaan dibiayai
oleh hutang. Leverage berkaitan dengan bagaimana perusahaan didanai.
Dengan banyaknya tingkat hutang maka akan lebih banyak pula yang
diungkapkan dalam pengungkapan ISR. Berdasarkan data di atas tidak sesuai
dengan teori Harahap (2010). Variabel ukuran perusahaan mengalami
7
peningkatan dari 30.9717 di tahun 2013 menjadi 31.0880 di tahun 2014.
Variabel ISR terus meningkat dari tahun 2013 sebesar 0.72 hingga tahun
2015 sebesar 0.76.
Ukuran perusahaan adalah karakteristik spesifik perusahaan yang
hampir selalu digunakan untuk menguji tingkat pengungkapan sukarela.
Berdasarkan penelitian sebelumnya oleh Othman (2009) dan Widiawati
(2012), penelitian ini menduga bahwa perusahaan yang lebih besar akan
cenderung melakukan pengungkapan ISR secara lebih luas. Hal ini sesuai
dengan teori stakeholders. Berdasarkan data di atas sesuai dengan teori
Othman (2009).
Karena melihat ada beberapa variabel yang tidak memiliki kesesuaian
antara data dan peneliti ataupun teori yang dipaparkan sebelumnya, maka
penulis tertarik untuk meneliti “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Pengungkapan Islamic Social Reporting Pada Perusahaan yang Terdaftar Di
Jakarta Islamic Index”. Dengan perbedaan-perbedaan tersebut penelitian
memiliki keyakinan bahwa hasil penelitian yang didapat bisa memberikan
informasi dan pemahaman baru yang bisa memberikan manfaat tambahan
bagi investor, para pengguna laporan perusahaan lainnya, pemerintah,
perusahaan, ataupun pembaca lainnya.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah di atas maka rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah ketidakkonsistenan hubungan antara profitabilitas,
likuiditas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap Islamic Social Reporting
8
menjadi suatu masalah yang perlu untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.
Oleh sebab itu penelitian ini berfokus kepada variabel profitabilitas,
likuiditas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap Islamic Social Reporting
pada periode tahun 2013-2015.
Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan, maka diperlukan
penelitian lebih lanjut, sehingga dapat dirumuskan sebuah masalah yang akan
dibahas adalah bagaimanakah pengaruh profitabilitas, likuiditas, leverage,
dan ukuran perusahaan terhadap Islamic Social Reporting?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan, maka penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, likuiditas, leverage,
ukuran perusahaan terhadap Islamic Social Reporting (ISR) perusahaan yang
terdaftar pada Jakarta Islamic Index periode 2013-2015.
D. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan penulis dalam penelitian ini yang dapat
memberikan informasi dan menambah khasanah ilmu pengetahuan bagi :
a.
Secara Teoritis
Penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai saran implementasi
ilmu
pengetahuan
bagi
perkembangan
dunia
pendidikan
dan
perekonomian serta memberikan pembuktian yang empiris hubungan
antara variabel-variabel profitabilitas, likuiditas, leverage, dan ukuran
perusahaan terhadap Islamic Social Reporting.
9
b. Manfaat Akademis
Dari penelitian ini karena erat hubungannya dengan bidang ilmu
ekonomi islam dan saham syariah, sehingga dengan penulisan penelitian
ini pihak-pihak yang berkepentingan dapat lebih mudah memahami, dan
sebagai tambahan referensi dan rujukan bagi penelitian selanjutnya
mengenai Islamic Social Reporting.
c. Manfaat Bagi Peneliti
Penelitian ini merupakan sarana bagi peneliti untuk mengaplikasikan
ilmu yang telah diperoleh selama proses pembelajaran di UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta Jurusan Ekonomi Syariah dan untuk memotivasi
peneliti untuk penelitian-penelitian selanjutnya.
10
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.
Landasan Teori
2.1. PENGUNGKAPAN
CORPORATE
SOCIAL
RESPONSIBILITY
(CSR)
Corporate Social Responsibility merupakan konsep yang dilakukan
oleh sebuah perusahaan untuk melakukan tanggung jawab sosial dengan
melakukan berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan
masyarakat seperti memberikan beasiswa, memberikan sumbangan bagi
warga yang tidak mampu, pemeliharaan fasilitas umum dan lainnya.
Menurut World Business Council for Sustainable Development
menjelaskan CSR merupakan suatu komitmen berkelanjutan oleh dunia
usaha untuk bertindak secara etis dan memberikan kontribusi kepada
pengembangan ekonomi dari komunitas setempat ataupun masyarakat
secara luas, bersamaan dengan peningkatan taraf hidup pekerjanya beserta
seluruh keluarganya.
Perusahaan selain berorientasi terhadap laba, perusahaan juga
bertanggung jawab terhadap masalah sosial yang ditimbulkan oleh aktivitas
operasional yang dilakukan perusahaan dengan manajemen lingkungan
sehingga tidak hanya terbatas pada orientasi kinerja keuangan perusahaan.
Banyak manfaat yang dapat diperoleh atas aktivitas CSR antara lain:
meningkatkan penjualan dan market share, memperkuat brand positioning,
11
11
meningkatkan
citra
perusahaan,
menurunkan
biaya
operasi,
dan
meningkatkan daya tarik perusahaan di mata para investor dan analisis
keuangan. Dengan menjalankan tanggung jawab sosial, perusahaan
diharapkan tidak hanya mengejar keuntungan jangka pendek, namun juga
turut memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan dan kualitas
hidup masyarakat serta lingkungan sekitar dalam jangka panjang.
Menurut Putri (2014) ISO 26000 memiliki prinsip-prinsip Corporate
Social Responsibility terbagi atas tujuh aspek dasar yaitu meliputi :
1. Kepatuhan terhadap hukum
2. Menghormati instrumen/ badan-badan Internasional
3. Menghormati stakeholders dan kepentingannya
4. Akuntabilitas
5. Transparansi
6. Perilaku yang beretika
7. Melakukan tindakan pencegahan
Terdapat empat teori mengenai CSR, keempat tersebut merupakan
konsep dasar dari perkembangan teori CSR. Keempat teori tersebut
diantaranya :
1. Teori Instrumen (Instrumental Theories)
Dalam teori ini, diasumsikan perusahaan sebagai instrumen
yang menciptakan kemakmuran dan itulah tanggung jawab
sosialnya. Aspek ekonomi yang dipertimbangkan dalam teori hanya
interaksi antara bisnis dengan masyarakat. Oleh karena itu, segala
12
bentuk kegiatan sosial hanya akan diterima jika, dan hanya jika,
konsisten dengan kegiatan menciptakan kemakmuran tersebut.
2. Teori Politik (Political Theories)
Teori ini menekankan pada kekuatan sosial dari sebuah
perusahaan, terutama dalam hal hubungannya dengan masyarakat
dan tanggung jawabnya terhadap arena politik terkait dengan
kekuatan sosial tersebut. Hal ini mengakibatkan perusahaan harus
turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial tertentu.
3. Teori Integratif (Integrative Theories)
Teori ini menganggap bahwa suatu bisnis harus dapat
mengintegrasikan segala tuntutan sosial. Teori ini menyatakan
bahwa keberlangsungan dan pertumbuhan suatu bisnis tergantung
pada masyarakat dan bahkan untuk keberadaan bisnis itu sendiri.
4. Teori Etika (Ethical Theories)
Teori ini memahami bahwa hubungan antara bisnis dan
masyarakat tertanam dalam nilai-nilai etika. Hal ini menghasilkan
suatu visi CSR dari sudut pandang etika, akibatnya perusahaan harus
memiliki tanggung jawab sosial sebagai bentuk dari tuntutan etika
yang diatas segalanya.
Pengertian tanggung jawab sosial dalam Undang-Undang No. 40
tahun 2007 yaitu, “Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan adalah
komitmen perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi
berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang
13
bermanfaat, baik bagi perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun
masyarakat pada umumnya”.
Dalam undang-undang juga disebutkan bahwa salah satu laporan yang
harus dimuat dalam laporan tahunan adalah laporan pelaksanaan tanggung
jawab sosial dan lingkungan. Pasal 74 Undang-Undang No. 40 tahun 2007,
menyatakan bahwa perusahaan yang melakukan kegiatan usahanya di
bidang dana atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melakukan
CSR. Selain dalam Undang-Undang No.40 tahun 2007, peraturan tanggung
jawab sosial disebutkan dalam Pasal 15 (b) Undang-Undang No. 25 tahun
2007 tentang penanaman modal yang menyatakan bahwa setiap penanaman
modal berkewajiban melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan.
2.2. Corporate Social Responsibility Dalam Pandangan Islam
Terbentuknya Corporate Social Responsibility memiliki tujuan untuk
memberikan informasi dalam suatu perusahaan sesuai dengan prinsipprinsip syariah. CSR dalam islam juga menunjukan rasa keperdulian atas
kesejahteraan masyarakat Islam dan membantu umat muslim dalam
melakukan kewajiban relijiusnya. Sejalan dengan makin meningkatnya
pelaksanaan CSR pada lembaga keuangan syariah maka makin meingkat
pula keinginan untuk membuat pelaporan sosial yang bersifat syariah. Ada
dua hal
yang harus diungkapkan dalam perspektif Islam,
yaitu
pengungkapan penuh (full disclosure) dan akuntabilitas sosial (social
accountability). Konsep akuntabilitas sosial terkait dengan prinsip
pengungkapan penuh dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan publik
14
akan suatu informasi. Menurut Rama (2014) dalam konteks Islam,
masyarakat mempunyai hak untuk mengetahui berbagai informasi mengenai
aktivitas organisasi. Hal ini dilakukan untuk melihat apakah perusahaan
tetap melakukan kegiatannya sesuai syariah dan mencapai tujuan yang
ditetapkan. Tanggung jawab sosial dalam islam tercantum dalam QS. Al
Baqarah ayat 177, yang artinya;
“Bukanlah menghadapkan wajahmu kearah timur dan barat itu suatu
kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada
Allah, hari Kemudian, Malaikat-Malaikat, Kitab-Kitab, Nabi-Nabi dan
memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim,
orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya,
mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati
janjinya apabila berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan,
penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar
(imannya); mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”.
Dari ayat diatas dapat disimpulkan bahwa Islam adalah agama yang
mengedepankan pentingnya nilai-nilai sosial di masyarakat dari pada hanya
sekedar menghadapkan wajah kita ke barat dan ke timur dalam shalat. Al
Qur’an menegaskan bahwa keimanan tersebut tidak sempurna jika tidak
disertai dengan amalan-amalan sosial berupa kepedulian dan pelayanan
kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, dan musafir serta menjamin
kesejahteraan mereka yang membutuhkan. Islam membahas tentang aspek
habluminallah dan habluminannas. Dalam Islam memerintahkan agar
15
manusia menjaga dan menggunakan alam semesta dengan baik, saling
membantu dan menjaga alam semesta ini. Allah subhanahu wa ta`ala
memerintahkan agar memelihara dan melestarikan ciptaannya merupakan
wujud konsep akuntabilitas dalam ekonomi Islam. Dari pemaparan di atas
menunjukan bahwa Islam telah mengatur tentang prinsip dasar yang
terkandung dalam CSR.
2.3. Islamic Social Reporting
Islamic Social Reporting (ISR) pertama kali digagas oleh Ross Haniffa
pada tahun 2002 dalam tulisannya yang berjudul “Social Reporting
Disclosure: An Islamic Perspective”. ISR lebih lanjut dikembangkan secara
lebih ekstensif oleh Rohana Othman, Azlan Md Thani, dan Erlane K Ghani
pada tahun 2009 di Malaysia dan saat ini ISR masih terus dikembangkan
oleh peneliti-peneliti selanjutnya.
Menurut Haniffa (2002) terdapat banyak keterbatasan dalam pelaporan
sosial konvensional, sehingga ia mengemukakan kerangka konseptual ISR
yang berdasarkan ketentuan syariah. ISR tidak hanya membantu
pengambilan keputusan bagi pihak muslim melainkan juga untuk membantu
perusahaan dalam melakukan pemenuhan kewajiban terhadap Allah dan
masyarakat. Perumusan kerangka social reporting dalam perspektif Islam
harus berlandaskan pada tiga dimensi Haniffa (2002). Ketiga dimensi
tersebut yakni, mencari ridho Allah; memberikan keuntungan kepada
masyarakat; mencari kekayaan untuk memenuhi kebutuhan. Menurut Rama
(2015) Kesejahteraan sebagai tujuan manusia mendorong munculnya
16
berbagai sistem pengukuran. Model pengukuran kesejahteraan sangat
dipengaruhi bagaimana memaknai dan mendefinisikannya, yang pada
akhirnya akan mempengaruhi bagaimana kebijakan untuk mencapainya.
Beberapa penulis telah mencoba menggambarkan konsep social reporting
dalam akuntansi Islam.
Dalam konteks Islam, tanggung jawab sosial individu yang disebutkan
dalam al Qur'an dan Sunnah juga diterapkan pada perusahaan. Sejalan
dengan konsep ini, tujuan utama dari bisnis Islam adalah untuk
mendapatkan ridha Tuhan (Allah SWT) dengan mematuhi Quran dan
Sunnah. Islam menganggap bisnis sebagai bentuk ibadah kepada Allah
SWT. Bisnis harus betujuan mencari keuntungan tetapi harus dicapai
dengan cara-cara syariah Maali (2006).
Indeks ISR adalah item-item pengungkapan yang digunakan sebagai
indikator dalam pelaporan kinerja sosial institusi bisnis syariah. Haniffa
(2002) membuat lima tema pengungkapan Indeks ISR, yaitu Tema
Pendanaan dan Investasi, Tema Produk dan Jasa, Tema Karyawa, Tema
Masyarakat, dan Tema Lingkungan Hidup. Kemudian dikembangkan oleh
Othman (2009) dengan menambahkan satu tema pengungkapan yaitu tema
Tata Kelola Perusahaan. Setiap tema pengungkapan memiliki sub-tema
sebagai indikator pengungkapan tema tersebut. Beberapa peneliti Indeks
ISR sebelumnya memiliki perbedaan dalam hal jumlah sub-tema yang
digunakan, tergantung objek penelitian yang digunakan. Menurut penelitian
Pratama (2016) ada enam tema pengungkapan dalam kerangka indeks
17
Islamic Social Reporting yang digunakan dalam penelitian ini yang
dikembangkan oleh Othaman :
1.
Pendanaan dan Investasi (Finance & Investment)
a.
Riba (interest-free)
Riba berasal dari bahasa Arab yang berarti tambahan (Al-Ziyadah),
berkembang (An-Nuwuw), meningkat (Al-Irtifa‟), dan membesar (Al„uluw). Nurhayati dan Wasilah (2011) memaparkan mengenai masalah
riba sebagai setiap penambahan yang diambil tanpa adanya suatu
penyeimbang atau pengganti („iwad) yang dibenarkan syariah. Hal yang
dimaksud transaksi pengganti atau penyeimbang yaitu transaksi bisnis
atau komersil yang melegitimasi adanya penambahan secara adil,
seperti jual-beli, sewa-menyewa, atau bagi hasil proyek dimana dalam
transaksi tersebut ada faktor penyeimbang berupa ikhtiar/usaha, risiko
dan biaya.Larangan riba dalam al-Quran QS. Al- Baqarah 278-280 :
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan
tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang
yang beriman.Maka jika kamu tidak melaksanakannya, maka
umumkanlah perang dari Allah dan Rasul-Nya. Tetapi jika kamu
bertobat, maka kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat
zalim (merugikan) dan tidak pula dizalimi (dirugikan). Dan jika orang
yang berhutang itu dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu
sampai dia memperoleh kelapangan. Dan jika kamu menyedekahkan,
itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui”.
18
b.
Gharar (ketidakpastian)
Terjadi ketika terdapat incomplete information antara kedua belah
pihak yang bertransaksi dalam hal kuantitas, kualitas, harga, waktu
penyerahan dan akad. Salah satu contoh dari transaksi yang mengandung
gharar adalah transaksi lease and purchase (sewa-beli) karena adanya
ketidakpastian dalam akad yang diikrarkan antara kedua pihak.
c.
Zakat
Menurut Rama (2011) salah satu cara Islam menyelesaikan
kemiskinan
struktural
ini
adalah
dengan
cara
anjuran
untuk
menumbuhkan budaya Zakat, infak dan sadakah (ZIS) di kalangan umat
Islam. Budaya berzakat, berinfak dan bersedekah bukan hanya berefek
spiritual personal saja tetapi juga berdampak secara sosial dan ekonomi.
Ia dapat mengurangi tingkat kesenjangan pendapatan, kemiskinan dan
tingkat kriminalitas.
Zakat merupakan kewajiban bagi seluruh umat Muslim atas harta
benda yang dimiliki ketika telah mencapai nisab. Zakat tidaklah sama
dengan donasi, sumbangan, dan shadaqah. Zakat memiliki aturan yang
jelas mengenai harta yang harus dizakatkan, batasan harta yang terkena
zakat, cara penghitungannya, dan siapa saja yang boleh menerima harta
zakat sesuai apa yang telah diatur oleh Allah Subhanaahu wa Ta‟ala.
d.
Kebijakan
atas
keterlambatan
pembayaran
piutang
dan
penghapusan piutang tak tertagih
19
Penangguhan atau penghapusan utang harus dilakukan dengan
adanya penyeledikan terlebih dahulu kepada pihak debitur terkait
ketidakmampuannya dalam pembayaran piutang. Penangguhan atau
penghapusan utang merupakan suatu bentuk sikap tolong-menolong yang
dianjurkan di dalam Islam sesuai dengan firman Allah Subhanaahu wa
Ta‟ala dalam al-Quran surat Al-Baqarah ayat 280 berikut:
“Dan jika (orang berutang) dalam kesulitan, maka berilah tangguh
hingga dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua
utang) itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”.
e.
Current Value Balance Sheet
Nilai kini dalam neraca akan dijadikan sebagai pedoman untuk
menentukan berapa jumlah zakat yang dikeluarkan. Nilai kini dapat
diperoleh dari estimasi nilai rata-rata transaksi yang terjadi atau transaksi
yang akan terjadi apabila aset tersebut diperjual-belikan oleh perusahaan.
Dalam ekonomi Islam, current value balance sheet sudah seharusnya
dimasukkan
sebagai
bagian
dari
persyaratan
pelaporan
operasi
perusahaan. Namun, PSAK Indonesia masih memberlakukan nilai
historis atas nilai-nilai akun pada neraca. Salah satu aspek yang masih
mengandung nilai historis adalah pengukuran setelah pengakuan aset
tidak berwujud. Dalam PSAK No 19 (revisi 2000) disebutkan bahwa
entitas hanya dapat menggunakan model harga perolehan dalam
mengukur asset tidak berwujud. Meskipun, PSAK No. 19 (revisi 2010)
yang mulai berlaku efektif tahun buku 1 Januari 2011 sudah
20
mengarahkan pada konsep current value menyatakan bahwa tiap entitas
diberikan kebebasan untuk menggunakan model harga perolehan atau
model revaluasi selain model biaya untuk mengukur aset tidak berwujud
setelah pengankuan. Oleh karena itu, klasifikasi current value balance
sheet tidak relevan untuk dijadikan kriteria dalam pengungkapan
penelitian ini.
f.
Value Added Statement
Value added adalah nilai yang tercipta dari hasil aktivitas
perusahaan dan karyawan-karyawannya. Sedangkan value added
statement merupakan pernyataan yang melaporkan perhitungan nilai
tambah beserta pemanfaatannya. Oleh para pemangku kepentingan
perusahaan. Istilah value added statement pada dewasa ini diartikan
sebagai laporan pertambahan nilai. Value Added Statement lebih
berkembang di negara-negara maju dibandingkan dengan negara
berkembang seperti Indonesia. Sehingga, dalam penelitian ini istilah
value added statement lebih merujuk pada pernyataan nilai tambah dalam
laporan tahunan perusahaan.
2.
Produk dan Jasa (Products and Services)
a. Produk yang ramah lingkungan (green product)
Setiap
perusahaan
di
seluruh
dunia
diharapkan
menghasilkan produk ataupun jasa yang ramah lingkungan
sebagai suatu bentuk partisipasi dalam menjaga dan memelihara
lingkungan yang kian mengalami kerusakan. Menurut Rama
21
(2014) Potensi produk halal pada hakekatnya tidak hanya untuk
negara-negara Muslim saja atau penduduk Muslim saja tetapi juga
bagi para konsumen yang memiliki preferensi terhadap makanan
yang sehat dan berkualitas.
b. Status kehalalan produk
Pentingnya status kehalalan suatu produk merupakan suatu
kewajiban yang harus diungkapkan oleh perusahaan dalam
laporan tahunannya kepada seluruh konsumen Muslim yang
notabennya masyarakat Indonesia sebagian besar adalah pemeluk
agama Islam. Status kehalalan suatu produk diketahui setelah
mendapatkan sertifikat kehalalan produk dari Majelis Ulama
Indonesia (MUI). Menurut Rama (2014) kurangnya inovasi
lembaga-lembaga keuangan syariah dalam menciptakan produkproduk keuangan yang berbeda, unik dan sesuai dengan syariah.
Sangat jarang sekali lembaga keuangan syariah memiliki produk
yang betul-betul menjadi ciri khasnya yang tidak bisa ditemukan
di lembaga keuangan konvensonal. Kritikan ini tentunya masukan
agar ekonomi syariah berkembang sesuai dengan tujuan
utamanya,
yaitu
maqashid
al
syariah,
bukan
sekedar
meng”Islam”kan produk-produk konvensional agar sesuai dengan
syariah (shariah compliant).
22
c.
Kualitas dan keamanan suatu produk
Setelah produk dinyatakan halal, hal lain yang juga penting
untuk perusahaan dalam mengungkapkan produknya adalah
mengenai kualitas dan keamanan produk. Produk yang berkualitas
dan aman akan meningkatkan kepercayaan dan loyalitas
konsumen terhadap suatu perusahaan. Kualitas dan keamanan
suatu produk perusahaan dinyatakan dengan adanya ISO 9000:
2000 yang merupakan sertifikat manajemen mutu.
d.
Keluhan
konsumen/indikator
yang tidak
terpenuhi
dalam
peraturan dan kode sukarela (jika ada)
Item pengungkapan selanjutnya adalah mengenai keluhan
konsumen
atau
pelayanan
pelanggan.
Suatu
perusahaan
diharapkan tidak hanya berfokus pada produk yang dihasilkan
(product-oriented) melainkan memberikan pelayanan terhadap
konsumen
yang
memuaskan
(consumer-oriented)
dengan
menyediakan pusat layanan keluhan konsumen setelah proses
jual-beli. Setiap konsumen mempunyai hak untuk didengar
pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang
digunakan (Undang-Undang RI No. 8 Tahun 1999).
3. Karyawan (Employees)
Haniffa (2002) dan Othman dan Thani (2010) memaparkan
bahwa masyarakat Islam ingin mengetahui apakah karyawankaryawan perusahaan telah diperlakukan secara adil dan wajar
23
melalui informasi yang diungkapkan, seperti upah, karakteristik
pekerjaan, jam kerja per hari, libur tahunan, jaminan kesehatan
dan kesejahteraan, kebijakan terkait waktu dan tempat ibadah,
pendidikan dan pelatihan, kesetaraan hak, dan lingkungan kerja.
4. Masyarakat (Community Involvement)
Item-item pengungkapan dalam tema masyarakat yang
digunakan dalam penelitian ini adalah donasi, wakaf, qard
hassan, sukarelawan dari pihak karyawan, pemberian beasiswa,
pemberdayaan kerja bagi siswa yang lulus sekolah/kuliah berupa
magang atau praktik kerja lapangan, pengembangan dalam
kepemudaan, peningkatan kualitas hidup masyarakat kelas bawah,
kepedulian terhadap anak-anak, kegiatan amal/bantuan/kegiatan
sosial lain, dan mensponsori berbagai macam kegiatan seperti
kesehatan, hiburan, olahraga, budaya, pendidikan dan agama.
Konsep dasar yang mendasari tema ini adalah ummah, amanah,
dan adl. Konsep tersebut menekankan pada pentingnya saling
berbagi dan meringankan beban orang lain dengan hal-hal yang
telah
disebutkan
Perusahaan
pada
item-item
memberikan
bantuan
pengungkapan
dan
di
kontribusi
atas.
kepada
masyarakat dengan tujuan semata-mata untuk meningkatkan
pertumbuhan
ekonomi
permasalahan
sosial
dan
di
membantu
masyarakat
menyelesaikan
seperti
membantu
24
memberantas buta aksara, memberikan beasiswa, dan lain-lain,
(Othman dan Thani, 2010).
5. Lingkungan Hidup (Environment)
Haniffa (2002) menegaskan bahwa penting bagi seluruh
makhluk hidup untuk melindungi lingkungan sekitarnya. Konsep
yang mendasari tema lingkungan dalam penelitian ini adalah
mizan,
i‟tidal,
khilafah,
dan
akhirah.
Konsep
tersebut
menekankan pada prinsip keseimbangan, kesederhanaan, dan
tanggungjawab dalam menjaga lingkungan. Oleh karena itu,
informasi-informasi yang berhubungan dengan penggunaan
sumber daya dan program-program yang digunakan untuk
melindungi lingkungan harus diungkapkan dalam laporan tahunan
perusahaan. Hal ini sesuai dengan firman Allah Subhanaahu wa
Ta‟ala dalam al-Quran surat Ar-Rum ayat 41 berikut:
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut akibat ulah tangan
manusia, supaya Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian
dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang
benar)”.
Dalam penelitian ini menggunakan beberapa item pegungkapan
yang berhubungan dengan tema lingkungan ini antara lain: konservasi
lingkungan, perlindungan terhadap margasatwa, kegiatan mengurangi
efek pemanasan global dengan meminimalisasi polusi, pengelolaan
limbah, pengelolaan air bersih, dan lain-lain, pendidikan mengenai
25
lingkungan, pemanfaatan limbah sekitar perusahaan yang diolah
kembali menjadi suatu produk baru, pernyataan verifikasi independen
atau audit lingkungan, dan sistem manajemen lingkungan.
6. Tata Kelola Perusahaan (Corporate Governance)
Tata kelola perusahaan tidak bisa dipisahkan guna memastikan
pengawasan pada aspek syariah. Informasi yang diungkapkan dalam
tema tata kelola perusahaan adalah status kepatuhan terhadap syariah,
rincian nama dan profil direksi, DPS dan komisaris, laporan kinerja
komisaris, DPS, dan direksi, kebijakan remunerasi komisaris, DPS, dan
direksi, struktur kepemilikan saham, kebijakan anti korupsi dan anti
terorisme. Menurut Rama (2015), konsep tata kelola perusahaan yaitu
proses dan struktur yang digunakan oleh organ perusahaan untuk
meningkatkan keberhasilan usaha dan akuntabilitas perusahaan guna
mewujudkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang dengan tetap
memperhatikan stakeholders lainnya, berdasarkan peraturan dan nilai
etika.
Dalam menentukan indeks Islamic Social Reporting yaitu dengan
Content analysis pada laporan suatu perusahaan dengan memberikan
item yang terdapat pada pengungkapan tanggung jawab sosial. Jika
suatu
perusahaan
mengungkapkan
item
tersebut
maka
akan
mendapatkan skor “1”, dan jika tidak menerapkan item tersebut maka
mendapatkan skor “0”. Rumus perhitungan ISRI Anggraini (2015)
adalah :
26
𝑰𝑺𝑹𝒋 =
∑ 𝑿𝒊𝒋
𝒏
Keterangan :
ISRj
= Islamic Social Reporting Index perusahaan j
∑
= Jumlah item/indicator yang diungkapan perusahaan j
n
= Total item/indicator penungkapan
Faktor-faktor fundamental pada tanggung jawab sosial perusahaan
adalah likuiditas, kepemilikan publik, leverage, profitabilitas dan
ukuran perusahaan. Dalam penelitian ini penulis hanya membahas
empat variabel yaitu profitabilitas, likuiditas, leverage¸dan ukuran
perusahaan.
Para
investor
dan
kreditor
dapan
memilih
dan
mengevaluasi suatu perusahaan dengan melihat seberapa besar
perusahaan yang dilihat dari profitabilitas dan ukuran perusahaan serta
seberapa besar perusahaan menjamin hutang jangka pendek dan
dibiayai oleh hutang dengan melihat rasio likuiditas dan leverage.
Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya, penelitian ini ingin
melakukan penelitian mengenai faktor-faktor lainnya yang dapat
mempengaruhi pengungkapan Islamic Social Reporting yang belum
diteliti oleh Othman (2009) dan Pratama (2016) yaitu menambahkan
faktor-faktor lain diantaranya likuiditas dan leverage yang diperkirakan
dapat mempengaruhi pengungkapan Islamic Social Reporting. Pada
penelitian Pratama (2016) tidak memberikan pengaruh signifikan pada
27
ukuran perusahaan terhadap pengungkapan Islamic Social Reporting.
Berikut adalah variabel-variabel independen yang peneliti gunakan :
2.4.
Profitabilitas (ROA)
Pengungkapan mengenai pertanggungjawaban sosial perusahaan
mencerminkan suatu pendekatan perusahaan dalam melakukan adaptasi
dengan lingkungan yang dinamis dan bersifat multidimensi. Hubungan
antara pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan dan profitabilitas
perusahaan telah diyakini mencerminkan pandangan bahwa reaksi sosial
memerlukan gaya manajerial yang dilakukan oleh pihak manajemen untuk
membuat suatu perusahaan memperoleh keuntungan Sembiring (2003).
Menurut Astuti (2004) profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan
untuk menghasilkan laba. Satu-satunya ukuran profitabilitas yang paling
penting adalah laba bersih. Para investor dan kreditor sangat berkepentingan
dalam mengevaluasi kemampuan perusahaan menghasilkan laba saat ini
maupun di masa yang akan datang. Rasio profitabilitas terdiri atas rasio
marjin laba atas penjualan, rasio pengembalian atas total aktiva yang dikenal
dengan return on asset ratio, rasio pengembalian atas ekuitas saham biasa
atau dikenal dengan return on equity ratio.
Penggunaan seluruh atau sebagian rasio profitabilitas tergantung dari
kebijakan manajemen. Jelasnya, semakin lengkap jenis rasio yang
digunakan, semakin sempurna hasil yang akan dicapai. Artinya pengetahuan
tentang kondisi dan posisi profitabilitas perusahaan dapat diketahui secara
sempurna. Pada penelitian ini, rasio profitabilitas yang digunakan adalah
28
Return On Asset (ROA). ROA merupakan rasio profitabilitas yang
dipergunakan
untuk
mengetahui
kemampuan
perusahaan
dalam
menghasilkan laba bersih melalui penggunaan sejumlah aktiva perusahaan
Anggraini (2015). Semakin tinggi keuntungan perusahaan berarti semakin
banyak produksi yang dilakukan. Produksi yang banyak berarti masyarakat
menikmati hasil produksi yang banyak dan beranekaragam, Rama (2016).
Maka perusahaan juga harus memperhatikan tingkat kesejahteraan
masyarakat di sekitarnya.
2.5. Likuiditas
Rasio likuiditas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan
dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya seperti melunasi hutangnya
dalam jangka pendek. Pengukuran rasio secara umum menggunakan rasio
lancar dan rasio cepat. Perbedaan pada rasio lancar dengan rasio cepat
adalah pada perhitunngan rasio cepat membagikan antara aktiva lancar
dikurangi persediaan dengan kewajiban lancar. Jika rasio lancar
membagikan antara aktiva lancar dengan kewajiban lancar.
Kekuatan perusahaan yang di tunjukan rasio likuiditas tinggi akan
berhubungan dengan tingkat pengungkapan tanggung jawab sosial yang
tinggi. Hal ini berkaitan dengan teori legitimasi bahwa kuatnya keuangan
suatu perusahaan maka informasi yang diberikan juga luas. Tingkat
likuiditas dapat dipandang dari dua sisi. Kesehatan suatu perusahaan yang
dicerminkan dengan tingginya rasio likuiditas (diukur dengan current ratio)
diharapkan berhubungan dengan luasnya tingkat pengungkapan informasi
29
sosial perusahaan. Hal ini didasarkan dari adanya pengharapan bahwa secara
finansial perusahaan yang kuat akan lebih banyak mengungkapkan
informasi sosial dari pada perusahaan yang lemah. Tetapi sebaliknya, jika
likuiditas dipandang sebagai ukuran kinerja, perusahaan yang mempunyai
rasio likuiditas rendah perlu memberikan informasi yang lebih rinci untuk
menjelaskan lemahnya kinerja dibanding perusahaan yang mempunyai rasio
likuiditas yang tinggi Badjuri (2011). Rasio likuiditas berpengaruh pada luas
pengungkapan sukarela. Karena kondisi perusahaan didasarkan pada alasan
bahwa bagi perusahaan yang memiliki likuiditas baik, menunjukan memiliki
struktur finansial yang baik pula. Jika kondisi ini diketahui oleh publik,
maka perusahaan tidak terancam kinerjanya, bahkan jika likuiditas
perusahaan itu diketahui oleh publik, secara langsung atau tidak langsung
perusahaan menunjukan validitas kinerjanya Rahajeng (2010).
2.6.
Leverage (DER)
Rasio leverage merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur
sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya berapa besar
utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya. Rasio
laverage digunakan sesuai dengan kebutuhan perusahaan,
artinya
perusahaan dapat menggunakan rasio laverage secara keseluruhan atau
sebagian dari masing-masing jenis rasio yang ada. Dengan mengetahui
leverage ratio akan dapat dinilai tentang:
a) Posisi perusahaan terhadap seluruh kewajiban kepada pihak lain
30
b) Kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban yang bersifat
tetap
c) Keseimbangan antara nilai aktiva tetap dengan modal.
Adapun jenis-jenis rasio laverage diantaranya :
1. Debt to Asset Ratio (Debt Ratio)
2. Debt to Equity Ratio
3. Long Term Debt to Equity Ratio
4. Time Intertest Earned
5. Fixed Change Coverage
Debt to Asset Ratio (Debt Ratio) merupakan rasio utang yang
digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total
aktiva. Dengan kata lain seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh
utang atau seberapa besar utang perusahaan berpengaruh terhadap
pengelolaan aktiva. Apabila rasionya tinggi, artinya pendanaan dengan
utang semakin banyak, maka semakin sulit bagi perusahaan untuk
memperoleh tambahan pinjaman karena dikhawatirkan perusahaan tidak
mampu menutupi utang–utangnya dengan aktiva yang dimilikinya.
Demikian pula apabila rasio rendah, semakin kecil perusahaan dibiayai
dengan utang.
Debt to Equity Ratio merupakan rasio yang digunakan untuk menilai
utang dengan ekuitas. Untuk mencari rasio ini dengan cara membandingkan
antara seluruh utang, termasuk utang lancar dengan ekuitas. Rasio ini
berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam
31
(kreditor) dengan pemilik perusahaan. Dengan kata lain rasio ini untuk
mengetahui setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan utang.
Long Term Debt to Equity Ratio merupakan rasio antar utang jangka
panjang dengan modal sendiri. Tujuanya adalah untuk mengukur berapa
bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan utang jangka
panjang dengan cara membandingkan antara utang jangka panjang dengan
modal sendiri yang disediakan oleh perusahaan.
Time Interest Earned merupakan rasio untuk mencari jumlah kali
perolehan bunga. Rasio ini diartikan juga kemampuan perusahaan untuk
membayar biaya bunga, sama seperti coverage ratio.
Fixed Charge Coverage atau lingkup biaya tetap merupakan rasio
yang menyerupai rasio Times Interest Earned. Hanya saja bedanya dengan
rasio ini dilakukan, apabila perusahaan memperoleh utang jangka panjang
atau menyewa aktiva berdasarkan kontrak sewa (lease contract). Biaya tetap
merupakan biaya bunga ditambah kewajiban sewa tahunan atau jangka
panjang.
2.7. Ukuran Perusahaan (SIZE)
Ukuran perusahaan dapat diukur dari total aktiva, jumlah karyawan,
jumlah pemegang saham, asset tetap, penjualan perusahaan, dan modal dari
perusahaan tersebut. Penelitian ini dengan menggunakan total aktiva.
Menurut Othman (2009). Penelitian Haniffa (2005) telah membuktikan
bahwa ukuran perusahaan yang diukur dengan menggunakan proxy total
aset memiliki pengaruh positif signifikan terhadap tingkat pengungkapan
32
wajib ataupun sukarela. Namun, ada pula penelitian yang mengindikasikan
bahwa ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap tingkat
pengungkapan wajib dan sukarela. Penelitian tersebut dihasilkan oleh
Pratama (2016) Perusahaan yang lebih besar adalah perusahaan yang
memiliki sumber daya lebih banyak dari pada perusahaan yang lebih kecil
dan perusahaan yang lebih besar memiliki pembiayaan, fasilitas, dan sumber
daya manusia yang lebih banyak untuk dapat melakukan pengungkapan
yang lebih sesuai dengan prinsip Islam.
Besarnya perusahaan menunjukkan pencapaian operasional lancar dan
pengendalian persediaan yang terkendali. Besarnya aset perusahaan sangat
menentukan besarnya perusahaan. Perusahaan manapun pasti menginginkan
jumlah laba bersih sesudah dikurangi faktor pajak yang besar karena akan
menambah jumlah modal yang digunakan untuk usaha. Agar diperoleh laba
penjualan yang besar, maka perusahaan manapun pasti akan mengupayakan
untuk melakukan perencanaan pemasaran yang optimal dan efektif.
Sembiring (2003) menyatakan bahwa perusahaan yang lebih besar mungkin
akan memiliki pemegang saham yang memperhatikan program sosial yang
dibuat perusahaan dalam laporan tahunan, yang merupakan media untuk
menyebarkan informasi tentang tanggungjawab sosial keuangan perusahaan.
Semakin besar ukuran perusahaan, informasi yang tersedia untuk
investor tersebut semakin banyak. Adanya dugaan bahwa perusahaan yang
kecil akan mengungkapkan lebih rendah kualitasnya dibandingkan dengan
perusahaan besar. Hal ini karena perusahaan ketiadaan sumber daya dan
33
dana yang cukup besar dalam laporan tahunan. Seorang menajeman
khawatir apabila dengan adanya pengungkapan yang lebih banyak akan
membahayakan posisi perusahaan terhadap kompetitor lain. Ketersediaan
sumber daya dan dana membuat perusahaan merasa perlu membiayai
penyediaan informasi untuk pertanggungjawaban sosialnya Pratama (2016).
2.8. Jakarta Islamic Index
Jakarta Islamic Indeks atau biasa disebut JII adalah salah satu indeks
saham yang ada di indonesia yang menghitung index harga rata-rata saham
untuk jenis saham-saham yang memenuhi kriteria syariah. Pembentukan JII
tidak lepas dari kerja sama antara Pasar Modal Indonesia (dalam hal ini PT
Bursa Efek Jakarta) dengan PT Danareksa Investment Management (PT
DIM). JII telah dikembangkan sejak tanggal 3 Juli 2000. Pembentukan
instrumen syariah ini untuk mendukung pembentukan Pasar Modal Syariah
yang kemudian diluncurkan di Jakarta pada tanggal 14 Maret 2003.
Mekanisme Pasar Modal Syariah meniru pola serupa di Malaysia yang
digabungkan dengan bursa konvensional seperti Bursa Efek Jakarta dan
Bursa Efek Surabaya. Setiap periodenya, saham yang masuk JII berjumlah
30 (tiga puluh) saham yang memenuhi kriteria syariah
Bagi perusahaan yang telah didaftar di JII paling tidak perusahaan
tersebut telah memenuhi filter dari prinsip-prinsip syariah dan sudah
terpenuhi kriteria untuk indeks yang telah ditetapkan. Sedangkan tolok ukur
filter syariah adalah usaha emiten bukan usaha perjudian, tidak
menggunakan unsur ribawi sebagaimana dalam investasi konvensional,
34
bukan emiten yang mendistribusikan dan memproduksi barang-barang
haram, atau barang-barang yang merusak moral bangsa. Manan (2009).
Tujuan pembentukan JII adalah untuk meningkatkan kepercayaan
investor untuk melakukan investasi pada saham berbasis syariah dan
memberikan manfaat bagi pemodal dalam menjalankan syariah Islam untuk
melakukan investasi di bursa efek. JII juga diharapkan dapat mendukung
proses transparansi dan akuntabilitas saham berbasis syariah di Indonesia.
JII menjadi jawaban atas keinginan investor yang ingin berinvestasi sesuai
syariah. Dengan kata lain, JII menjadi pemandu bagi investor yang ingin
menanamkan dananya secara syariah tanpa takut tercampur dengan dana
ribawi. Selain itu, JII menjadi tolak ukur kinerja (benchmark) dalam
memilih portofolio saham yang halal.
Menurut
Rodoni
(2009)
Perbedaan
mendasar
antara
indeks
konvensional dengan indeks Islam adalah indeks konvensional memasukan
seluruh saham yang tercatat di bursa dengan mengabaikan aspek halal
haram, yang terpenting saham emiten yang terdaftar (listing) sudah sesuai
aturan yang berlaku. Menurut fatwa DSN No. 40. 2003, Adapun syarat
suatu saham yang dikeluarkan oleh perusahaan dapat dikatakan syariah
adalah sebagai berikut :
1.
Jenis usaha, produk barang, jasa yang diberikan dan akad serta cara
pengolahan perusahaan yang mengeluarkan saham (emiten) atau
perusahaan publik yang menerbitkan saham syariah tidak boleh
35
bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Jenis kegiatan usaha yang
bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah, antara lain :
a.
Usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi atau
perdagangan yang dilarang.
b.
Lembaga
keuangan
ribawi,
termasuk
bank
dan
asuransi
konvensional.
c. Memproduksi, mendistribusikan serta memperdagangkan makanan
dan minuman yang haram.
d. Memproduksi, mendistribusikan dan atau menyediakan barangbarang atau jasa yang merusak moral dan bersifat mudarat.
e. Melakukan investasi pada emiten (perusahaan) yang pada saat
transaksi tingkat (nisbah) hutang perusahaan kepada lembaga
keuangan ribawi lebih dominan dari modalnya.
2. Emiten atau perusahaan publik yang menerbitkan saham syariah wajib
untuk menandatangani dan memenuhi ketentuan akad yang sesuai
dengan syariah atas saham syariah yang dikeluarkan.
3. Emiten atau perusahaan publik yang menerbitkan saham syariah wajib
menjamin bahwa kegiatan usahanya memenuhi prinsip-prinsip syariah
dan memiliki syariah Compliance Officer.
A.
Penelitian Terdahulu
Kajian pustaka tentang penelitian terdahulu bertujuan untuk mengetahui
hubungan antara penelitian yang pernah dilakukan. Dibawah ini penulis
akan memberikan kesimpulan hasil penelitian yang pernah dilakukan.
36
Tabel 2.1
Penelitian Terdahulu
Nama Peneliti,
No.
Tahun dan Judul
Model Analisis
Hasil Penelitian
Penelitian
1.
Ali Rama (2014) :
Motode Skoring
Analisis Menunjukkan
Analisis Determinan
bahwa bahwa hanya
Pengungkapan
variabel
Islamic Social
ukuran bank yang
Reporting Studi
berpengaruh signifikan
Kasus Bank Umum
positif terhadap
Syariah Di Indonesia.
pengungkapan ISR pada
Jurnal Ekonomi
Bank Umum Syariah di
Syariah. Volume 2,
Indonesia.
No.1. Hlm. 95-115.
2.
Irman Firmansyah
Metode is content
The result shows that
(2014) : 2014. ISR as
analysis
Islamic social disclosure in
Proction of CSR
Bank Syariah
Disclosure Bank
Mandiri is higger than Bank
Muamalat Indonesia
Muamalat Indonesia. But
and Bank Syariah
either Bank Muamalat
Mandiri. Jurnal
Indonesia
Ilmiah Esai. Vol. 8
or Bank Syariah Mandiri
37
not yet show result perfect
N0. 1.
disclosure measuresed from
Islamic
social reporting
3.
Rita Rosiana,
Regresi Linear
Perusahaan memiliki
Bustanul Arifin, dan
Berganda
pengaruh signifikan
Muhamad Hamdani.
terhadap pengungkapan
(2015). Pengaruh
pelaporan sosial Islam,
Ukuran Perusahaan,
sedangkan sisanya tidak
Profitabilitas,
berpengaruh
Leverage, Dan
Islamic Governance
Score Terhadap
Pengungkapan
Islamic Social
Reporting. Jurnal
Bisnis Dan
Manajemen. Vol. 5
No. 1. Hlm. 87-104
38
4.
Rohana Othman,
Regresi Linear
Tipe industri tidak
Azlan Md Thani dan
Berganda
berpengaruh terhadap
Erlane .K. Ghani
tingkat ISR.
(2009). Determinants
of Islamic Social
Reporting Among
Top Sharia-Approved
Companies in Bursa
Malaysia, Research
Journal of
Internasional Studies,
9
5.
Septi Widiawati
Regresi linier
Seluruh variabel
(2012). Analisis
berganda
berpengaruh signifikan
Faktor-Faktor yang
terhadap pengungkapan ISR
Memepengaruhi
Islamic Social
Reporting
PerusahaanPerusahaan yang
Terdaftar Pada
Daftar Efek Syariah
Tahun 2009-2011,
39
Skripsi S1
Diponegoro. Fakultas
Ekonomi dan Bisnis
Universitas
Diponegoro.
6.
Siti Maria Wardayati
Kuantitatif metode
Tata kelola perusahaan
(2015) :
studi litelatur
Islam yang proksi oleh
Implementing Islamic
Badan Pengawas Syariah
Corporate
mempengaruhi pelaporan
Governance (ICG)
sosial Islam.
And Islamic Social
Reporting In Islamic
Financial Institution.
Journal of Malaysia
Social and Behavioral
Sciences 219. Hlm.
338–343.
7.
Teguh Sukma
uji regresi linier data
Hasil penelitian
Pratama (2016)
panel menggunakan
menunjukkan bahwa ukuran
model fixed effectdan
perusahaan tidak
uji hipotesis
berpengaruh signifikan dan
menggunakan t-
positif terhadap Islamic
Pengaruh Ukuran
Perusahaan dan Tipe
40
Industri Terhadap
statistik untuk
Social Reporting
Islamic Social
menguji koefisien
Perusahaan.Tipe industri
Reporting
regresi parsial serta
berpengaruh signifikan dan
Perusahaan-
F-statistik untuk
positif terhadap Islamic
Perusahaan Jakarta
menguji pengaruh
Social Reporting
Islamic Index Periode secara simultan.
Perusahaan.Sedangkan
2013-2015, Skripsi
secara simultan ukuran
Selain itu, juga
Universitas Pamulang dilakukan uji asumsi
perusahaan dan tipe industri
Tangerang Selatan.
klasik yang meliputi
berpengaruh signifikan dan
uji normalitas, uji
positif terhadap Islamic
multikolinearitas, uji
Social Reporting
heteroskedastisitas
Perusahaan.
dan uji autokorelasi.
B. Kerangka Penelitian
Kerangka pemikiran merupakan fondasi dimana seluruh proyek
penelitian didasarkan. Kerangka pemikiran adalah jaringan asosiasi antar
variabel yang disusun, dijelaskan, dan dielaborasi secara logis yang dianggap
relevan pada situasi masalah serta diidentifikasi melalui proses seperti
wawancara, pengamatan, dan survei literatur. Pengalaman dan intuisi juga
berperan dalam menyusun kerangka berfikir Sekaran (2007).
Kerangka pemikiran dalam penelitian ini adalah bahwa Jakarta Islamic
Index dipengaruhi oleh veriabel profitabilitas, likuiditas, leverage, dan ukuran
41
perusahaan. Profitabilitas, likuiditas, leverage, dan ukuran perusahaan adalah
sebagai variabel independen dan Islamic Social Reporting sebagai variabel
dependen. Setelah mendapatkan data-data yang berhubungan dengan
variabel-variabel yang akan diteliti, maka akan diuji kesahihannya dengan
menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas untuk melihat kekonsistenan
data. Setelah itu, keempat variabel independen tersebut bersama-sama dengan
Islamic Social Reporting sebagai variabel dependen akan dianalisis dengan
metode regresi linier berganda dengan menggunakan data panel. Dengan hasil
regresi tersebut diharapkan mendapat tingkat signifikansi pada setiap variabel
independen dalam mempengaruhi Islamic Social Reporting. Berikut adalah
kerangka berfikir yang diperoleh:
42
Gambar 2.1
Kerangka Penelitian
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ISLAMIC SOCIAL REPORTING
PERUSAHAAN-PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI JAKARTA ISLAMIC
INDEX PERIODE 2013-2015
Profitabilitas
(X1)
Leverage
(X3)
Likuiditas
(X2)
Ukuran perusahaan
(X4)
Islamic Social Reporting (Y) = Pendanaan dan
Investasi, Produk atau Jasa, Karyawan,
Masyarakat, Lingkungan, dan Tata Kelola
Perusahaan
Uji Asumsi Klasik
Normalitas
Multikolinieritas
Autokorelasi
Heteroskedastisitas
Model Regresi Berganda
Uji Hipotesis
Uji R2
Uji F
Uji t
Interpretasi
Kesimpulan dan Saran
43
C.
Hipotesis
Hipotesis berasal dari bahasa sanskerta yang terdiri dari “hypo” yang
berarti kurang dan “thesis” yang berarti pendapat. Ada juga yang
mengatakan hipotesis adalah pendapat yang baru setengah benar. Sehingga
kalau didefinisikan, maka hipotesis adalah pendapat atau jawaban sementara
terhadap suatu permasalahan yang diajukan, dimana kebenarannya perlu
dibuktikan Pratama (2016). Adapun hipotesis yang dikemukakan dalam
penelitian ini adalah:
1. H0: Tidak ada pengaruh antara profitabilitas terhadap Islamic Social
Reporting.
H1: Ada pengaruh antara profitabilitas terhadap Islamic Social Reporting.
2. H0: Tidak ada pengaruh antara likuiditas terhadap Islamic Social
Reporting.
H1: Ada pengaruh antara likuiditas terhadap Islamic Social Reporting.
3. H0: Tidak ada pengaruh antara leverage terhadap Islamic Social
Reporting.
H1: Ada pengaruh antara leverage terhadap Islamic Social Reporting.
4. H0: Tidak ada pengaruh antara ukuran perusahaan terhadap Islamic Social
Reporting.
H1: Ada pengaruh antara ukuran perusahaan terhadap Jakarta Islamic
Index.
5. H0: Tidak ada pengaruh antara profitabilitas, likuiditas, leverage, ukuran
perusahaan terhadap Islamic Social Reporting.
44
H1: Ada pengaruh antara profitabilitas, likuiditas, leverage, ukuran
perusahaan terhadap Islamic Social Reporting.
45
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bersifat asosiatif
yaitu metode penelitian yang menggunakan data berupa angka atau statistik
yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh ataupun juga hubungan antara
dua variabel atau lebih dan menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
Penelitian
ini
menjelaskan
dan
menggambarkan
pengaruh
profitabilitas, likuiditas, leverage, dan ukuran perusahaan sebagai variabel
independen, dan Islamic Social Reporting sebagai variabel dependen.
3.2. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Menara I, Jl.
Jendral Sudirman Kav 52-53 Jakarta Selatan 12190, Indonesia. Waktu
penelitian dilakukan pada bulan Mei 2016 sampai September 2016.
3.3. Operasional Variabel Penelitian
Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang
berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga
diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.
Sugiyono (2012).
Penelitian ini melibatkan empat variabel bebas (independen), satu
variabel terikat (dependen). Variabel bebas dalam penelitian ini meliputi
profitabilitas, likuiditas, leverage, ukuran perusahaan.
1.
Variabel Bebas (Independen)
46
46
Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:
a.
Profitabilitas (ROA)
Astuti (2004) Mengatakan profitabilitas adalah kemampuan
suatu perusahaan untuk menghasilkan laba. Satu-satunya ukuran
profitabilitas yang paling penting adalah laba bersih. Para investor
dan
kreditor
sangat
berkepentingan
dalam
mengevaluasi
kemampuan perusahaan menghasilkan laba saat ini maupun di
masa yang akan datang. Rasio profitabilitas terdiri atas rasio
marjin laba atas penjualan, rasio pengembalian atas total aktiva
yang dikenal dengan return on asset ratio, rasio pengembalian
atas ekuitas saham biasa atau dikenal dengan return on equity
ratio.
Dalam penelitian ini menggunakan rasio return on assets
(ROA). Variabel profitabilitas ini menggunakan satuan mata uang
Rupiah dan diberi simbol ROA. ROA menunjukkan kinerja
keuangan yang dilihat dari perbandingan antara laba bersih
setalah pajak dengan total aset. Sehingga semakin tinggi ROA
semakin baik kinerja keuangan kemungkinan besar perusahaan
mempunyai
kemampuan
untuk
melakukan
pengungkapan
tanggung jawab sosial secara islami lebih luas.
ROA = Laba Bersih / Total Asset
47
b.
Likuiditas (CR)
Current
Ratio
adalah
rasio
likuiditas
dengan
membandingkan aset lancar dengan liabilitas lancar, nilai yang
dihasilkan lebih bisa menggambarkan kemampuan dalam
membayar hutang jangka pendek. Rasio likuiditas juga melihat
kemampuan suatu perusahaan dalam mengelola piutang dan
persediaannya untuk membayar hutang jangka pendek. Oleh
karena itu dalam mengukur likuiditas suatu perusahaan untuk
penelitian ini menggunakan Current Ratio yaitu dengan
membagikan antara Current Asset dengan Current Liabilities.
CR = Current Asset / Current Liabilities
c.
Leverage (DER)
Dalam penelitian ini, penggunaan Leverage dengan
menggunakan Debt to Equity berhubungan dengan kemampuan
suatu perusahaan mengangkat tingkat pengembalian, semakin
tinggi DER maka semakin tinggi pula tingkat pengembalian,
karena semakin banyak porsi hutang dibandingkan total ekuitas.
Penggunaan total liabilitas akan mengikut sertakan kepentingan
pihak lainnya selain kreditur jangka panjang, tetapi juga pihak
supplier, kreditur jangka pendek, karyawan, dan juga pemerintah.
DER merupakan hasil bagi dari total hutang dengan total ekuitas.
DER = Total liabilities / Total Equity
48
d.
Ukuran Perusahaan (SIZE)
Ukuran perusahaan adalah besar kecilnya suatu perusahaan
yang dapat dihitung dengan beberapa metode. Penelitian ini
menggunakan proksi total aset yang diperoleh dari laporan posisi
keuangan pada akhir periode dalam laporan tahunan perusahaan.
Hal ini dikarenakan total aset menunjukkan jumlah kepemilikan
aset yang dimiliki perusahaan yang dilihat dari penjumlahan dari
aset lancar dengan aset tetap, sehingga total aset dinilai lebih
dapat mempresentasikan apakah suatu perusahaan masuk dalam
kategori perusahaan ukuran besar atau kecil. Variabel ukuran
perusahaan ini menggunakan satuan mata uang Rupiah dan diberi
simbol SIZE, Putri (2014).
SIZE = Logaritma Natural Total Aset (Ln Total Aset)
2.
Variabel Terikat (Dependen)
Variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Islamic Social Reporting (ISR) yang diukur dengan indeks ISR
dari masing-masing perusahaan setiap tahun. Nilai indeks tersebut
diperoleh dengan metode Content Analysis pada laporan tahunan
perusahaan. Metode Content Analysis merupakan teknik analisis
berbentuk dokumen dan teks yang berupaya mengklasifikasi isi
menurut kategori (indeks) yang sudah ditetapkan, dengan cara
sistematis dan dapat diulang-ulang. Indeks yang digunakan dalam
penelitian ini adalah indeks ISR tanpa pembobotan.
49
Oktaviana (2009) memaparkan mengenai dua pertimbangan
penggunaan teknik tanpa pembobotan dalam skoring indeks
pengungkapan sukarela. Pertama, laporan tahunan disampaikan
untuk tujuan umum sehingga informasi yang diberikan tidak
dapat dilihat dari sudut kepentingan tertentu. Suatu informasi
tertentu tidak dapat dianggap lebih penting dari pada informasi
lain karena kadar kepentingan tiap-tiap pihak berbeda. Suatu
informasi yang dianggap penting oleh satu pihak mungkin saja
dianggap kurang penting bagi pihak lain ataupun sebaliknya.
Kedua pembobotan dapat mengandung subjektifitas karena
tergantung pada penilaian dan argumentasi masing-masing
peneliti. Oleh karena itu, pemberian skor pada indeks ISR dalam
penelitian ini menggunakan metode Content Analysis tanpa
pembobotan.
Indeks ISR dalam penelitian ini terdiri dari 48 item
pengungkapan yang tersusun dalam enam tema sesuai dengan
penelitian Haniffa (2002) dan dimodifikasi dengan item-item
pengungkapan pada penelitian Othman dkk (2010). Indeks
tersebut dikategorikan menjadi enam tema yaitu, pendanaan dan
Investasi, Produk atau jasa, karyawan, masyarakat, lingkungan,
dan tata kelola perusahaan. Masing-masing item pengungkapan
memiliki nilai 1 atau 0. Nilai 1 akan diberikan apabila item pada
ISR terdapat dalam data perusahaan dan nilai 0 akan diberikan
50
apabila sebaliknya. Nilai-nilai tersebut kemudian dijumlahkan
baik menurut masing-masing tema maupun secara keseluruhan.
Sehingga nilai terbesar adalah 48 dan nilai terkecil adalah 0 untuk
setiap perusahaan dalam setiap tahun. Variabel dependen ini
diberi simbol ISR. Berikut rumus untuk menghitung besarnya
Disclosure Level setelah skoring pada indeks ISR selesai
dilakukan.
ISR = Jumlah Pengukapan / Total Pengungkapan
3.4. Metode Penentuan Sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau
subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan
oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya,
Sugiyono (2012). Populasi dalam penelitian ini adalah 30 perusahaan yang
terdaftar pada Jakarta Islamic Index periode 2013-2015.
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiiliki
oleh populasi tersebut, Sugiyono (2012). Bila populasi besar, dan peneliti
tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena
keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan
sampel yang diambil dari populasi tersebut.
Dalam penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling.
Dengan tujuan untuk mendapatkan sampel yang sesuai dengan kriteria yang
ditentukan. Kriteria perusahaan yang digunakan untuk pemilihan sampel
adalah sebagai berikut:
51
1.
Perusahaan yang masuk daftar JII periode Mei dan November
dalam kurun waktu tahun 2013-2015 berturut-turut.
2.
Perusahaan yang menggunakan Rupiah sebagai mata uang dasar
pelaporan. Perusahaan yang menyajikan data laporan tahunan
secara lengkap berturut-turut dalam kurun waktu tahun 2013-2015.
Berikut tahap-tahap pengambilan sampel pada Tabel 3.1
Tabel 3.1
Proses Pengambilan Sampel
No. Kriteria
1
Jumlah
Perusahan yang listing pada JII periode Mei 18
2013 dan Nopember 2015.
2
Perusahaan yang menggunakan selain mata (3)
uang Rupiah.
3
Perusahaan
yang
tidak
menyajikan
data (0)
laporan tahunan secara lengkap berturut-turut
dari tahun 2013-2015.
Jumlah Perusahaan
15
Periode Tahun Penelitian
3
Jumlah Sampel
45
Sumber: Data diolah oleh peneliti
52
Dengan demikian, jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini
adalah 45 sampel.
Sampel dari penelitian ini adalah perusahaan yang konsisten terdaftar
di Jakarta Islamic Index selama periode 2013 – 2015 yang berjumlah 15
perusahaan. Adapun sampel penelitian ini dapat dilihat dalam tabel 3.2
Tabel 3.2
Sampel Penelitian
No. Kode Saham
Nama Emiten
1
AALI
Astra Agro Lestari Tbk
2
AKRA
AKR Corporindo Tbk
3
ASII
Astra Internasional Tbk
4
ASRI
Alam Sutera Realty Tbk
5
BSDE
Bumi Serpong Damai Tbk
6
ICBP
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
8
INTP
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
9
KLBF
Kalbe Farma Tbk
10
LPKR
Lippo Karawaci Tbk
11
LSIP
PP London Sumatera Indonesia Tbk
12
SMGR
Semen Gresik Tbk (Persero)
53
13
TLKM
Telekomunikasi Indonesia Tbk
14
UNTR
United Tractors Tbk
15
UNVR
Unilever Indonesia Tbk
Sumber : www.idx.co.id
Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang di peroleh
dari annual report, laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di Jakarta
Islamic Index (JII) dari tahun 2013–2015, data harga saham harian, Indeks
Harga Saham Gabungan
(IHSG) harian. Data tersebut diperoleh dari
www.idx.co.id, www.yahoofinance.com dan di webside masing-masing
perusahaan. Dari data tersebut dapat dikatakan sebagai data sekunder. Data
sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber yang sudah diterbitkan dan
sudah digunakan.
3.5. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
studi kepustakaan (Library Research). Studi kepustakaan merupakan kajian
teoritis dan referensi lain yang berkaitan dengan nilai, budaya, dan norma
yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti, selain itu studi
kepustakaan sangat penting dalam melakukan penelitian, hal ini dikarenakan
peneliti tidak akan lepas dari literatur-literatur ilmiah, Sugiyono (2012).
Berdasarkan pengertian tersebut, maka penelitian tentang pengaruh
profitabilitas, likuiditas, leverage¸ dan ukuran perusahaan terhadap
pengungkapan Islamic Social Reporting perusahaan-perusahaan yang
54
terdaftar di Jakarta Islamic Index menggunakan bermacam-macam literatur
yang terdapat di ruang kepustakaan seperti buku, jurnal ilmiah, dan tulisantulisan yang terkait dengan penelitian.
Selain itu penelitian ini juga mengambil data perusahaan melalui
internet untuk dapat memperoleh informasi yang banyak dan menambah
wawasan. Bahkan pengguna internet sering memuat hasil penelitian,
penulisan, dan karya ilmiah terbarunya ke internet agar dapat diakses oleh
pengguna lain.
Dalam penelitian ini, data diperoleh dengan menggunakan nama-nama
perusahaan yang terdaftar pada saham Jakarta Islamic Index periode Mei
dan November dalam kurun waktu tahun 2013-2015 yang diperoleh dari
situs Jakarta Islamic Index (www.jii-analisis.com). Tahap selanjutnya,
pengambilan data perusahaan berupa laporan tahunan (Annual Report) pada
situs BEI (www.idx.go.id) dan website perusahaan terkait. Data-data
perusahaan tersebut selanjutnya digunakan untuk pengolahan data peneliti.
3.6. Metode Analisis Data
Berdasarkan sifat permasalahannya, maka penelitian ini lebih sesuai
dianalisis dengan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif analitis
yang menggunakan pendekatan analisis korelasi dan regresi yang semua
proses perhitungannya menggunakan software komputer Econometric Views
versi 7.2 for Windows.
55
3.6.1.
Analisis Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif akan memberikan gambaran umum dari setiap
variabel penelitian. Alat analisis yang digunakan adalah nilai rata-rata
(mean), distribusi frekuensi, nilai minimum dan maksimum serta standar
deviasi (standard deviation).
Menurut Ghozali (2011) Statistik deskriptif memberikan gambaran
atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar
deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis dan skewness
(kemencengan distribusi).
Statistik deskriptif digunakan untuk mendeskriptifkan variabelvariabel dalam penelitian ini, yaitu Profitabilitas (ROA), Likuiditas (CR),
Leverage (DER), ukuran perusahaan (SIZE), dan Islamic Social
Reporting pada perusahaan-perusahaan JII tahun 2013-2015.
3.6.2. Analisis Model Regresi Data Panel
Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kombinasi dari
data time series dan cross section. Estimasi yang dilakukan dengan
menyatukan kedua data tersebut yang disebut dengan data pooling atau
panel data dengan pengolahan data menggunakan software EViews versi
7.2 for Windows untuk menjelaskan hubungan antara variabel independen
dengan variabel dependen.
Data panel (pool) yakni data yang merupakan gabungan antara runtun
waktu (time series) dengan seksi silang (cross section). Oleh karenanya,
56
data panel memiliki gabungan karakteristik keduanya yaitu data yang
terdiri dari beberapa objek dan meliputi beberapa waktu, Winarno (2011).
Metode estimasi model regresi dengan menggunakan data panel
dilakukan melalui tiga pendekatan, antara lain:
1.
Model Common Effect
Model common effect atau pooled regression model adalah
metode estimasi yang menggabungkan (pooled) seluruh data times
series dan cross section dengan menggunakan pendekatan OLS
(Ordinary Least Square) untuk melakukan estimasi parameternya.
Dalam pendekatan ini tidak memperhatikan dimensi individu maupun
waktu sehingga perilaku data antara perusahaan diasumsikan sama
dalam berbagai kurun waktu. Pada dasarnya model common effect
sama sperti OLS dengan meminimumkan jumlah kuadrat, tetapi data
yang digunakan bukan times series atau data cross section saja
melainkan data panel yang diterapkan dalam bentuk pooled.
2.
Model Fixed Effect
Teknik model fixed effect adalah teknik mengestimasikan data
panel dengan menggunakan variabel dummy untuk menangkap adanya
perbedaan intersep. Pengertian fixed effect ini didasarkan adanya
perbedaan intersep antara perusahaan namun intersepnya sama antar
waktu (time invariant). Model ini juga mengasumsikan bahwa
koefisien regresi (slope) tetapantar perusahaan dan antar waktu.
57
3.
Model Random Effect
Random Effect Model adalah model estimasi regresi panel data
dengan asumsi koefisien konstan dan intersep berbeda antara individu
dan antar waktu (random effect). Dimasukannya variabel dummy
didalam fixed effect model bertujuan untuk mewakili ketidaktahuan
tentang model yang sebenarnya. Namun, ini juga membawa
konsekuensi berkurangnya derajat kebebasan (degree of freedom)
yang pada akhirnya mengurangi efisiensi parameter. Masalah ini bisa
diatasi dengan menggunakan variabel gangguan (error terms) yang
dikenal juga dengan random effect model. Model ini akan
mengestimasi data panel dimana variabel gangguan mungkin saling
berhubungan antar waktu dan antar individu.
3.6.3.
Uji Pemilihan Model Persamaan Data Panel
Untuk meilih model yang paling tepat digunakan dalam mengolah
data panel, terdapat beberapa pengujian yang dapat dilakukan,
diantaranya:
1.
Uji Chow
Uji chow dilakukan untuk mengetahui apakah model yang
digunakan adalah common effect atau fixed effect. Uji chow
dilakukan dalam pengujian data panel dengan memilih fixed effect
pada cross section panel option, dengan ketentuan sebagai berikut:
Hipotesis Uji Chow adalah:
H0 : Common Effect Model
58
H1 : Fixed Effect Model
a.
Jika probabilitas > 0,05 maka H0 diterima, berarti menggunakan
pendekatan model common effect.
b.
Tetapi jika probabilitas < 0,05, maka H0 ditolak, dan menerima
H1, berarti menggunakan pendekatan model fixed effect.
2.
Uji Hausman
Sesuai yang dikatakan oleh Gujarati (2016), apabila jumlah
data cross section (N) lebih besar dari jumlah data time series (T)
maka digunakan metode random effect dalam pengolahannya. Uji
Hausman digunakan untuk menentukan apakah model yang paling
tepat digunakan adalah model fixed effect atau model random effect.
Uji hausman dilakukan dengan hipotesis berikut:
H0: Model mengikuti random effect model
H1: Model mengikuti fixed effect model
Dalam penelitian ini Uji Hausman dilakukan dalam pengujian
data panel dengan memilih random effect pada cross section panel
option, dengan ketentuan sebagai berikut :
a.
Jika probabilitas > 0,05 maka kita menerima H0, berarti
menggunakan pendekatan random effect.
b.
Tetapi jika probabilitas < 0,05, maka H0 ditolak, dan
menggunakan H1, berarti menggunakan pendekatan fixed
effect.
59
3.6.4.
Uji Dasar Asumsi Klasik
Uji dasar asumsi klasik ini dilakukan sebagai parameter untuk
mengukur apakah data yang digunakan dalam penelitian ini bersifat
BLUE (Best Linier Unbiased Estimator) atau tidak.
1.
Uji Normalitas
Uji normalitas dimaksudkan untuk menguji apakah nilai residual
yang telah terstandarisasi pada model regresi berdistribusi normal
atau tidak. Nilai residual dikatakan berdistribusi normal jika nilai
residual terstandarisasi tersebut sebagian besar mendekati nilai rataratanya. Tidak terpenuhinya normalitas pada umumnya disebabkan
karena distribusi data tidak normal, karena terdapat nilai ekstrim
pada data yang diambil, Suliyanto (2011).
Uji Normalitas dimaksudkan untuk menguji apakah nilai
residual yang telah distandarisasi pada model regresi berdistribusi
normal atau tidak, Suliyanto (2011). Pada penelitian ini keputusan
terdistribusi normal tidaknya residual secara sederhana dengan
membandingkan nilai Probabilitas JB (Jarque-Bera) hitung dengan
nilai alpha 0,05 (5%), dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Apabila Prob. JB > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa
residual terdistribusi normal dan,
b.
Apabila Prob. JB < 0,05 maka tidak cukup bukti untuk
menyatakan bahwa residual terdistribusi normal.
60
2.
Uji Multikolinearitas
Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi
yang terbentuk ada korelasi yang tinggi atau sempurna di antara
variabel bebas, Suliyanto (2011). Multikolinearitas adalah hubungan
linear antara variabel independen di dalam regresi berganda. Model
yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel
independen. Jika ada multikolinearitas antar variabel independen,
estimasi dengan menggunakan metode Ordinary Least Square
mempunyai varian yang minimum (BLUE). Karena estimator yang
BLUE
tidak
memerlukan
asumsi
terbebas
dari
masalah
multikolinearitas, Agus (2010).
3.
Uji Heteroskedatisitas
Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi
yang terbentuk terjadi ketidaksamaan varian dari residual model
regresi. Data yang baik adalah data yang homokedatisitas.
Homokedasititas terjadi jika varian variabel pada model regresi
memiliki nilai yang sama atau konstan, Suliyanto (2011).
Heteroskedatisitas berarti varian variabel gangguan yang tidak
konstan. Masalah heteroskedatisitas dengan demikian lebih sering
muncul pada cross section dari pada times series. Jika varian dari
residual suatu pengamatan ke pengamatan lainnya tetap, maka
disebut heteroskedatisitas.
61
4.
Uji Autokorelasi
Uji Autokorelasi bertujuan untuk mengetahui apakah ada
korelasi antar anggota serangkaian data observasi yang diurutkan
menurut waktu atau ruang, Suliyanto (2011). Autokorelasi
merupakan korelasi antar variabel gangguan satu observasi dengan
variabel gangguan observasi lain. Autokorelasi sering muncul pada
times series. Autokorelasi muncul karena observasi yang beruntun
sepanjang waktu berkaitan satu sama lain. Autokorelasi dapat
dideteksi
melalui
metode
Durbin-Watson
(DW)
dengan
mengansumsikan bahwa variabel gangguan hanya berhubungan
dengan variabel gangguan periode sebelumnya (lag pertama) yang
dikenal dengan model autoregresif tingkat pertama dan variabel
independen tidak mengandung variabel independen yang merupakan
kelambanan dari variabel dependen, Agus (2010).
3.6.5.
Pengujian Hipotesis
1.
Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh
kemampuan model menerangkan variasi variabel independen.Nilai
R2 yang kecil mendekati 0 (nol), berarti kemampuan variabelvariabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen
sangat terbatas, sebaliknya nilai R2 yang mendekati 1 (satu), berarti
variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi
62
yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen,
Ghozali (2011).
2.
Uji F (Uji Simultan)
Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua
variabel bebas yang dimaksudkan dalam model mempunyai
pengaruh secara simultan terhadap variabel dependen Ghozali
(2011).
Pengujian
dilakukan
dengan
menggunakan
tingkat
signifikansi 0,05 (α=5%). Ketentuan penerimaan atau penolakan
hipotesis adalah sebagai berikut:
a.
Jika nilai siginifikansi > 0,05 maka hipotesis diterima (koefisien
regresi tidak signifikansi). Hal ini berarti bahwa secara simultan
kedua variabel independen tersebut tidak mempunyai pengaruh
yang signifikan terhadap variabel dependen.
b.
Jika nilai signifikan ≤ 0,05 maka hipotesis ditolak (koefisien
regresi signifikan). Hal ini berarti secara simultan kedua variabel
independen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
variabel dependen.
3.
Uji-t (Uji Signifikan Parsial)
Uji t digunakan untuk mengetahui kemampuan masing-masing
variabel independen secara individu (partial) dalam menjelaskan
perilaku variabel dependen Ghozali (2011). Pengujian ini dilakukan
dengan menggunakan tingkat signifikansi 0,05 (α = 5%). Penolakan
dan penerimaan hipotesis dilakukan dengan kriteria sebagai berikut:
63
Setelah melakukan uji koefisien regresi secara keseluruhan,
maka langkah selanjutnya adalah menghitung koefisien regresi
secara individu atau uji t. Uji t digunakan untuk mengetahui ada
tidaknya pengaruh masing-masing variabel independen secara
individual (parsial) terhadap variabel dependen yang diuji pada
tingkat signifikasi 0,05. Apabila Prob. < 0,05 maka hasilnya terdapat
pengaruh dari variabel independen secara individual terhadap
variabel dependen.
Selain itu dapat dengan indikator lain, yaitu apabila nilai t hitung
> t tabel, maka H0 di tolak dan dapat disimpulkan bahwa variabel
independen berpengaruh terhadap variabel dependennya. Apabila
nilai t hitung < t tabel, maka H0 di terima dan dapat disimpulkan
bahwa
variabel
independen
tidak
mempengaruhi
variabel
dependennya.
3.6.6.
Analisis Regresi Data Panel
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis
regresi linier data panel, yang bertujuan untuk meramalkan bagaimana
keadaan (naik-turunnya) variabel independen, bila dua atau lebih variabel
independen sebagai faktor prediktur dimanipulasi. Analisis ini digunakan
untuk menentukan hubungan antara ISR dengan variabel-variabel
independennya. Penelitian ini menggunakan model regresi linier data
panel dengan persamaan sebagai berikut:
ISR = α + β1ROA + β2CR + β3DER + β4SIZE + ε
64
Keterangan:
ISR : Tingkat Islamic Social Reporting
α
: Regresi yang diterima
βi
: Parameter yang diestimasi
ROA : Profitabiltas
CR
: Likuiditas
DER : Leverage
SIZE : Ukuran Perusahaan (Ln Total Aset)
ε
: Error term
I
: 1,…,4. … (4.1)
Kemudian untuk mengetahui pengaruh antara variabel-variabel
independen dengan tingkat ISR maka dilakukan pengujian-pengujian
hipotesis penelitian terhadap variabel-variabel dengan pengujian dibawah
ini.
65
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1.
Gambaran Umum Objek Penelitian
4.1.1. Jakarta Islamic Index (JII)
Sejarah Pasar Modal Syariah di Indonesia dimulai dengan
diterbitkannya Reksa Dana Syariah oleh PT. Danareksa Investment
Management pada 3 Juli 1997. Selanjutnya, Bursa Efek Indonesia (d/h
Bursa Efek Jakarta) berkerjasama dengan PT. Danareksa Investment
Management meluncurkan Jakarta Islamic Index pada tanggal 3 Juli 2000
yang bertujuan untuk memandu investor yang ingin menginvestasikan
dananya secara syariah. Dengan hadirnya indeks tersebut, maka para
pemodal telah disediakan saham-saham yang dapat dijadikan sarana
berinvestasi sesuai dengan prinsip syariah. Saham Syariah yang menjadi
konstituen JII terdiri dari 30 saham yang merupakan saham-saham syariah
paling likuid dan memiliki kapitalisasi pasar yang besar. BEI melakukan
review JII setiap 6 bulan, yang disesuaikan dengan periode penerbitan
DES (Daftar Efek Syariah) oleh Bapepam dan LK. Setelah dilakukan
penyeleksian saham syariah oleh Bapepam dan LK yang dituangkan ke
dalam DES, BEI melakukan proses seleksi lanjutan yang didasarkan
kepada kinerja perdagangannya (www.ojk.go.id). Adapun proses seleksi
JII berdasarkan kinerja perdagangan saham syariah yang dilakukan oleh
BEI adalah sebagai berikut:
1.
Saham-saham yang dipilih adalah saham-saham yang termasuk ke
dalam DES yang diterbitkan oleh Bapepam dan LK.
66
66
2.
Dari saham-saham syariah tersebut kemudian dipilih 60 saham
berdasarkan urutan kapitalisasi terbesar selama 1 (satu) tahun terakhir.
3.
Dari 60 saham yang mempunyai kapitalisasi terbesar tersebut,
kemudian dipilih 30 saham berdasarkan tingkat likuiditas yaitu urutan
nilai transaksi terbesar di pasar reguler selama 1 (satu) tahun terakhir.
Adapun syarat suatu saham yang dikeluarkan oleh perusahaan
dapat dikatakan syariah adalah sebagai berikut :
1. Jenis usaha, produk barang, jasa yang diberikan dan akad serta
cara pengolahan perusahaan yang mengeluarkan saham (emiten)
atau perusahaan publik yang menerbitkan saham syariah tidak
boleh bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Jenis kegiatan
usaha yang bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah, antara
lain :
a. Usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi atau
perdagangan yang dilarang.
b. Lembaga keuangan ribawi, termasuk bank dan asuransi
konvensional.
c. Memproduksi,
mendistribusikan
serta
memperdagangkan
makanan dan minuman yang haram.
d. Memproduksi,
mendistribusikan
dan
atau
menyediakan
barang-barang atau jasa yang merusak moral dan bersifat
mudarat.
67
e. Melakukan investasi pada emiten (perusahaan) yang pada saat
transaksi tingkat (nisbah) hutang perusahaan kepada lembaga
keuangan ribawi lebih dominant dari modalnya.
2. Emiten atau perusahaan publik yang menerbitkan saham syariah
wajib untuk menandatangani dan memenuhi ketentuan akad yang
sesuai dengan syariah atas saham syariah yang dikeluarkan.
3. Emiten atau perusahaan publik yang menerbitkan saham syariah
wajib menjamin bahwa kegiatan usahanya memenuhi prinsipprinsip syariah dan memiliki syariah Compliance Officer.
Syarat suatu saham yang dikeluarkan oleh perusahaan dapat
dikatakan syariah yang telah disebut di atas, selanjutnya menjadi dasar
untuk
menentukan
perusahaan-perusahaan
yang
sahamnya
dapat
diikutsertakan dalam perhitungan indeks saham Jakarta Islamic Index.
Saham-saham yang telah memenuhi kriteria yang telah disebutkan diatas
kemudian diseleksi dalam beberapa tahapan untuk diikutsertakan dalam
perhitungan Jakarta Islamic Index. Tahapan-tahapan tersebut adalah:
1.
Memilih kumpulan saham dengan jenis usaha utama yang tidak
bertentangan dengan prinsip syari’at Islam dan sudah tercatat lebih
dari tiga bulan, kecuali saham yang termasuk dalam sepuluh
kapitalisasi besar.
2.
Memilih saham berdasarkan laporan keuangan tahunan atau tengah
tahunan terakhir yang mempunyai rasio kewajiban terhadap aktiva
maksimal 90%.
68
3.
Memilih enam puluh saham dari susunan saham di atas berdasarkan
urutan rata-rata kapitalisasi pasar (market capitalization) terbesar
selama satu tahun terakhir.
4.
Memilih 30 saham dengan urutan berdasarkan tingkat likuiditas ratarata nilai perdagangan reguler selama satu tahun terakhir.
4.2.
Hasil Penelitian dan Pembahasan
4.2.1. Uji Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatau data
yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, maksimum,
minimum. Untuk memberikan gambaran statistik berikut akan disajikan
hasil uji statistik deskriptif menggunakan EViews versi 7.2 dalam tabel 4.1
berikut:
Tabel 4.1
Uji Statistik Deskriptif
Date:
05/16/17
Time: 23:38
Sample: 2013 2057
Mean
Median
Maximum
Minimum
Std. Dev.
Observations
Cross section
ISR
ROA
CR
DER
SIZE
0.731944
0.729167
0.812500
0.583333
0.060348
45
15
0.117029
0.101600
0.421400
0.012900
0.088503
45
15
2.209900
1.882300
6.913100
0.584600
1.527873
45
15
0.866082
0.682900
2.258800
0.158000
0.563171
45
15
31.22884
30.95020
37.60740
29.71520
1.338153
45
15
Sumber: Data diolah oleh peneliti
Statistik deskriptif diatas memberikan gambaran atau deskripsi suatu
data. Dalam statistik deskriptif berisi tentang jumlah sampel yang diteliti,
nilai mean, median, maksimum, minimum standar deviasi, observasi, cross
69
section, dan lain-lain. Berdasarkan Tabel 4.1 nilai observasi sebesar 45 dan
nilai cross section sebesar 15 yang menunjukan bahwa jumlah sampel data
yaitu sebanyak 45 data laporan tahunan dari 15 perusahaan yang terdaftar
di Jakarta Islamic Index selama tiga tahun penelitian yaitu periode 20132015.
Variabel Profitabilitas menunjukan nilai minimum sebesar 0.012900
dan nilai maksimum sebesar 0.421400, Sedangkan nilai mean atau ratarata menunjukan angka 0.117029 dan standar deviasi sebesar 0.088503.
Variabel Likuiditas menunjukan nilai minimum sebesar 0.584600
dan nlai maksimum sebesar 6.913100. Nilai mean atau rata rata sebesar
2.209900 dan standar deviasi sebesar 1.527873.
Variabel Leverage menunjukan nilai minimum sebesar 0.158000 dan
nilai maksimum sebesar 2.258800, Sedangkan nilai mean atau rata-rata
menunjukan angka 0.866082 dan standar deviasi sebesar 0.563171.
Variabel Ukuran Perusahaan menunjukan nilai minimum sebesar
29.71520 dan nlai maksimum sebesar 37.60740. Nilai mean atau rata rata
sebesar 31.22884 dan standar deviasi sebesar 1.338153.
Variabel Islamic Social Repoting menunjukan nilai minimum
sebesar 0.583333 dan nlai maksimum sebesar 0,812500. Nilai mean atau
rata rata sebesar 0,731944 dan standar deviasi sebesar 0,060348.
4.2.2. Analisis Model Regresi Data Panel
Estimasi model/ persamaan (Equation Estimation) digunakan untuk
melakukan analisa empiris yang tidak mungkin dilakukan jika hanya
70
menggunakan
data
time
series
atau
cross
section.
Dengan
mengkombinasikan data time series dan cross section maka panel data ini
memiliki beberapa keunggulan Pratama (2016). Berikut ini merupakan
hasil dari estimasi model regresi panel data:
1.
Model Common Effect (CE)
Tabel 4.2
Model Common Effect (CE)
Dependent Variable: ISR?
Method: Pooled Least Squares
Date: 05/20/17 Time: 15:29
Sample: 2013 2015
Included observations: 3
Cross-sections included: 15
Total pool (balanced) observations: 45
Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob.
C
ROA?
CR?
DER?
SIZE?
0.309639
0.222114
-0.013008
-0.047563
0.014930
0.202093
0.094297
0.005694
0.015115
0.006205
1.532163
2.355468
-2.284604
-3.146846
2.406132
0.1334
0.0235
0.0277
0.0031
0.0208
U
s
R-squared
u
Adjusted
R-squared
S.E.
of
regression
m
Sum squared resid
b likelihood
Log
F-statistic
e
Prob(F-statistic)
0.350200
0.285220
0.051021
0.104126
72.69614
5.389351
0.001442
Mean dependent var
S.D. dependent var
Akaike info criterion
Schwarz criterion
Hannan-Quinn criter.
Durbin-Watson stat
0.731944
0.060348
-3.008717
-2.807977
-2.933883
1.137366
S
Sumber: Data diolah oleh peneliti
Berdasarkan tabel 4.2 dengan menggunakan model Common
Effect (CE) memiliki nilai konstanta sebesar 0.309639, sedangkan
untuk nilai koefisien regresi variabel profitabilitas sebesar 0.222114,
koefisien regresi variabel likuiditas sebesar -0.013008, koefisien
regresi variable leverage -0.047563, koefisien regresi variabel ukuran
perusahaan 0.014930, Sehingga persamaan regresinya menjadi:
71
ISR = 0.309639 + 0.222114ROA - 0.013008CR - 0.047563DER +
0.014930SIZE + e
Berdasarkan
penelitian
yang
telah
dilakukan,
peneliti
menggunakan uji persamaan model common effect. Dalam model ini
variabel profitabilitas, likuiditas, leverage, dan ukuran perusahaan
berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu Islamic
social reporting.
2.
Model Fixed Effect (FE)
Tabel 4.3
Model Fixed Effect (FE)
Dependent Variable: ISR?
Method: Pooled Least Squares
Date: 05/20/17 Time: 15:35
Sample: 2013 2015
Included observations: 3
Cross-sections included: 15
Total pool (balanced) observations: 45
Variable
S
C
ROA?
CR?
DER?
SIZE?
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob.
0.845683
-0.558923
-0.007601
-0.012218
-0.000671
0.194324
0.238143
0.005217
0.008882
0.005491
4.351936
-2.347010
-1.456919
-1.375634
-0.122173
0.0002
0.0268
0.1571
0.1807
0.9037
sumber: Data diolah oleh peneliti
Berdasarkan tabel 4.3 dengan menggunakan model Fixed Effect
(FE) memiliki nilai konstanta sebesar 0.845683, sedangkan untuk nilai
koefisien regresi variabel profitabilitas sebesar -0.558923, koefisien
regresi variabel likuiditas sebesar -0.007601, koefisien regresi variabel
72
leverage -0.012218, koefisien regresi variable ukuran perusahaan 0.000671, Sehingga persamaan regresinya menjadi:
ISR = 0.845683 - 0.558923ROA - 0.007601CR - 0.0122180DER 0.000671SIZE + e
3.
Model Random Effect (RE)
Tabel 4.4
Model Random Effect (FE)
Dependent Variable: ISR?
Method: Pooled EGLS (Cross-section random effects)
Date: 05/20/17 Time: 15:35
Sample: 2013 2015
Included observations: 3
Cross-sections included: 15
Total pool (balanced) observations: 45
Swamy and Arora estimator of component variances
Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob.
C
ROA?
CR?
DER?
SIZE?
0.437660
0.090786
-0.007497
-0.017334
0.010095
0.137374
0.098693
0.004198
0.008436
0.004148
3.185903
0.919890
-1.786019
-2.054669
2.433457
0.0028
0.3631
0.0817
0.0465
0.0195
Sumber: Data diolah oleh peneliti
Model Random Effect (RE) hanya dapat diestimasikan pada saat
jumlah entitas/perusahaan lebih banyak dari jumlah variabel.
Berdasarkan tabel 4.4 dengan menggunakan model Random Effect
(RE) memiliki nilai konstanta sebesar 0.437660, sedangkan untuk
nilai koefisien regresi variabel profitabilitas sebesar 0.090786,
koefisien regresi variabel likuiditas sebesar -0.007497, koefisien
regresi variabel leverage -0.017334, koefisien regresi variabel ukuran
perusahaan 0.010095, Sehingga persamaan regresinya menjadi:
73
ISR = 0.437660 + 0.090786ROA - 0.007497CR - 0.017334DER +
0.010095SIZE + e
4.2.3. Uji Pemilihan Model Regresi Data Panel
1.
Uji Chow (Redundant Fixed Effect Tests)
Berikut adalah hasil dari Uji Chow yang dilakukan dalam
penelitian ini:
Tabel 4.5
Uji Chow (Redundant Fixed Effect Tests)
Redundant Fixed Effects Tests
Pool: Untitled
Test cross-section fixed effects
Effects Test
Statistic
d.f.
Prob.
Cross-section F
Cross-section Chi-square
10.452115
85.109059
(14,26)
14
0.0000
0.0000
Sumber: Data diolah oleh peneliti
Pada tabel 4.5.dapat dilihat hasil Uji Chow bahwa nilai probabilitas
(Prob) Cross-section Chi-square adalah 0,00000 < 0,05 (ditentukan diawal
sebagai tingkat signifikan atau alpha), maka H1 diterima. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa model fixed effect lebih tepat dibandingkan dengan
model common effect.
2.
Uji Hausman (Correlated Random Effect Test)
Berikut adalah hasil dari Uji Hausman yang dilakukan dalam
penelitian ini:
74
Tabel 4.6
Uji Hausman (Correlated Random Effect Test)
Correlated Random Effects - Hausman Test
Pool: Untitled
Test cross-section random effects
Test Summary
Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. d.f.
Prob.
Cross-section random
27.481451
0.0000
4
Sumber: Data diolah oleh peneliti
Pada tabel 4.6.dapat dilihat hasil Uji Hausman bahwa nilai
probabilitas (Prob) Cross-section random adalah 0.0000 < 0,05 (
ditentukan diawal sebagai tingkat signifikan atau alpha), maka H1
diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model fixed effect lebih tepat
dibandingkan dengan model random effect.
4.2.4. Uji Dasar Asumsi Klasik
Untuk data panel maka pengujian asumsi klasik yang dilakukan Uji
Normalitas, Autokorelasi, Heteroskedastisitas, dan Multikolinearitas. Yang
dilakukan sebagai berikut:
1.
Uji Normalitas
Pada penelitian ini keputusan terdistribusi normal tidaknya
residual secara sederhana dengan membandingkan nilai Probabilitas
JB (Jarque-Bera) hitung dengan nilai alpha 0,05 (5%). Berikut adalah
grafik histogram uji normalitas:
75
6
Series: Residuals
Sample 2013 2057
Observations 45
5
4
3
2
1
Mean
Median
Maximum
Minimum
Std. Dev.
Skewness
Kurtosis
-1.69e-16
0.003052
0.080820
-0.127500
0.048647
-0.353312
2.600617
Jarque-Bera
Probability
1.235293
0.539212
0
-0.10
-0.05
0.00
0.05
Gambar 4.1
Grafik Histogram
Pada gambar 4.1 terlihat bahwa nilai Prob. JB hitung sebesar
0,539212 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa residual
berdistribusi normal.
2.
Uji Multikolinearitas
Pada penelitian ini, ada atau tidaknya multikolinieritas dapat
diketahui atau dilihat dari koefisien korelasi masing-masing variabel
bebas. Jika koefisien korelasi diantara masing-masing variabel bebas
> 0,85 maka terjadi multikolinieritas Agus (2010).
Berikut ini merupakan hasil dari uji multikolinieritas pada
variabel dependen ROA, CR, DER, dan SIZE :
Tabel 4.7
Uji Multikolinearitas
ROA
CR
DER
SIZE
ROA
CR
DER
SIZE
1.000000
-0.160662
0.163593
-0.314206
-0.160662
1.000000
-0.416230
-0.153010
0.163593
-0.416230
1.000000
0.006970
-0.314206
-0.153010
0.006970
1.000000
Sumber : Data diolah oleh peneliti
76
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai koefisien korelasi
antar variabel independen dalam penelitian ini tidak terdapat variabel
yang memiliki nilai di bawah 0,85 sehingga dapat disimpulkan bahwa
data yang digunakan dalam penelitian ini terbebas dari masalah
multikolinieritas.
3.
Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui ada atau
tidaknya penyimpangan asumsi klasik heteroskedastisitas yaitu adanya
ketidaksamaan varian dan residual untuk semua pengamatan pada
model regresi. Syarat yang harus terpenuhi dalam model regresi
adalah tidak adanya gejala heteroskedastisitas. Dalam penelitian ini
pengujian heteroskedastisitas yang digunakan Uji Glejser.
Uji Glejser menggunakan nilai absolute residual sebagai
variabel dependen, dimana untuk mengetahui apakah sebuah model
regresi memiliki indikasi heteroskedastisitas dengan cara meregresi
absolute residual (UbsUt). Apabila Nilai Prob. F-statistic (F hitung)
lebih besar dari tingkat alpha 0,05 (5%) maka H0 diterima yang
artinya tidak terjadi Heteroskedastisitas, sedangkan apabila nilai Prob.
F hitung lebih kecil dari tingkat alpha 0,05 (5%) maka H0 ditolak yang
artinya terjadi Heteroskedastisitas. Berikut ini merupakan hasil dari uji
heteroskedastisitas :
77
Tabel 4.8
Uji Heteroskedastisitas
Heteroskedasticity Test: Glejser
F-statistic
Prob(F-statistic)
1.528870
0.212239
Durbin-Watson stat
1.985267
Sumber : Data diolah oleh peneliti
Dari hasil uji asumsi klasik di atas terlihat tidak terjadi gejala
heteroskedastisitas. Hal ini karena Nilai Prob. F hitung sebesar
0.212239 > 0,05 sehingga, berdasarkan uji hipotesis H0 diterima yang
artinya tidak terjadi Heteroskedastisitas.
4.
Uji Autokorelasi
Untuk mendeteksi adanya autokorelasi, dalam penelitian ini
menggunakan uji Durbin-Watson. Uji DW merupakan salah satu uji
yang banyak dipakai untuk mengetahui ada tidaknya autokorelasi
Winarno (2009).
Autokorelasi terjadi ketika kesalahan pengganggunya saling
korelasi satu sama lainnya. Uji Autokorelasi ini digunakan untuk
mengetahui apakah dalam regresi linier ada korelasi antara kesalahan
pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1
(sebelumnya). Jika terjadi kolerasi maka dinamakan ada problema
autokorelasi, dalam penelitian ini maka digunakan uji Durbin Watson
(DW).
78
Menurut Pratama (2016) adalah satu ukuran dalam menentukan
adanya tidaknya masalah autokorelasi adalah dengan uji DW dengan
ketentuan sebagai berikut:
a.
Tidak terjadi autokorelasi, jika nilai DW terletak antara batas atas
(du) dan (4 – du).
b.
Terjadi autokorelasi positif, jika nilai DW lebih rendah dari pada
batas bawah (dl).
c.
Terjadi autokorelasi negatif, jika nilai DW lebih besar dari pada
(4 – dl).
d.
Tidak dapat disimpulkan, jika nilai DW terletak antara batas
bawah (du) dan batas atas (dl) atau DW terletak diantara (4 – du)
dan (4 – dl).
Tabel 4.9
Hasil Uji Autokorelasi
Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test:
Test Equation:
Dependent Variable: RESID
Method: Least Squares
Date: 05/16/17 Time: 23:42
Sample: 2013 2057
Included observations: 45
Presample missing value lagged residuals set to zero.
F-statistic
Prob(F-statistic)
0.643643
0.694701
Durbin-Watson stat
1.854688
Sumber: Data diolah oleh peneliti
Berdasarkan hasil Uji Autokorelasi di atas, diketahui nilai DW
1.854688. Selanjutnya nilai ini akan dibandingkan dengan nilai tabel
signifikan 5%, jumlah sampel (n=45), dan jumlah variabel independen
79
(k=4) = 4.45 (cari pada tabel DW) maka diperoleh nilai du sebesar
1,7200.
Nilai DW 1.854688 lebih besar dari batas atas (du) yakni 1,7200
dan kurang dari (4 – du) 4 – 1,7200 = 2,28 sehingga dapat
disimpulakn bahwa tidak terjadi autokorelasi baik secara negatif
maupun positif.
4.2.5. Pengujian Hipotesis
1.
Kosfisien Determinasi (R2)
Dari tabel 4.2 model common effect dapat dilihat bahwa nilai Adjusted
R-Square dari model regresi yang terbentuk dalam penelitian ini adalah
sebesar 0.285220 yang menunjukan bahwa kemampuan variabel
independen (Profitabilitas, Likuiditas, Leverage dan Ukuran Perusahaan)
dalam menejelaskan variabel dependen (Islamic Social Reporting) adalah
sebesar 28,5220% sisanya 74,4780% dijelaskan oleh variabel lain yang
tidak termasuk dalam model ini.
2.
Uji Pengaruh Simultan Variabel Independen Terhadap Variabel
Dependen
Dari tabel 4.2 model common effect dapat dilihat bahwa nilai Fhitung
adalah 5.389351 dengan nilai probabilitas 0,001442. Sementara nilai Ftabel
dengan df:α, (k-1), (n-k) atau 0,05, (5-1), (45-5) adalah 2,61 yang berarti
lebih kecil dari Fhitung maka H0 ditolak dan H1 diterima. Oleh karena itu,
dapat disimpulkan bahwa variabel independen (Profitabilitas, Likuiditas,
80
Leverage dan Ukuran Perusahaan) secara simultan berpengaruh signifikan
terhadap variabel dependen (Islamic Social Reporting)
3.
Uji Pengaruh Parsial Variabel Independen Terhadap Variabel
Dependen
Berikut ini adalah hasil pengujian hipotesis dengan uji t adalah
sebagai berikut:
a.
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Islamic Social Reporting (ISR)
Berdasarkan tabel 4.2 hasil perhitungan dengan menggunakan
eviews 7.2 yang ditujukan terlihat bahwa profitabilitas menunjukan
hasil thitung sebesar 2.355468. Jika dibandingkan dengan ttabel pada
tingkat signifikansi 0,05 dengan df = (α:2) (n-k) = (0,05:2) (45-5) =
(0,025) (40) yaitu sebesar 2,02108, maka thitung lebih besar dari ttabel
(2.355468 > 2,02108). Nilai probabilitas signifikansi sebesar 0.0235
juga menunjukan nilai yang lebih kecil dari nilai pada tingkat
signifikasi yang telah ditentukan yaitu sebesar 0,05 (0.0235 < 0,05),
dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel Profitabilitas
berpengaruh signifikan positif terhadap ISR pada perusahaanperusahaan Jakarta Islamic Index periode 2013-2015.
b.
Pengaruh Likuiditas Terhadap Islamic Social Reporting (ISR)
Berdasarkan tabel 4.2 hasil perhitungan dengan menggunakan
eviews 7.2 yang ditujukan terlihat bahwa likuiditas menunjukan hasil
thitung sebesar -2.284604. Jika dibandingkan dengan ttabel pada tingkat
signifikansi 0,05 dengan df = (α:2) (n-k) = (0,05:2) (45-5) = (0,025)
81
(40) yaitu sebesar 2,02108, maka thitung lebih besar dari ttabel (2.284604 > 2,02108). Nilai likuiditas signifikansi sebesar 0.0277 juga
menunjukan nilai yang lebih kecil dari nilai pada tingkat signifikasi
yang telah ditentukan yaitu sebesar 0,05 (0.0277 < 0,05), dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa variabel likuiditas berpengaruh
signifikan negatif terhadap ISR pada perusahaan-perusahaan Jakarta
Islamic Index periode 2013-2015.
c.
Pengaruh Leverage Terhadap Islamic Social Reporting (ISR)
Berdasarkan tabel 4.2 hasil perhitungan dengan menggunakan
eviews 7.2 yang ditujukan terlihat bahwa leverage menunjukan hasil
thitung sebesar -3.146846. Jika dibandingkan dengan ttabel pada tingkat
signifikansi 0,05 dengan df = (α:2) (n-k) = (0,05:2) (45-5) = (0,025)
(40) yaitu sebesar 2,02108, maka thitung lebih besar dari ttabel (3.146846 > 2,02108). Nilai leverage signifikansi sebesar 0.0031 juga
menunjukan nilai yang lebih kecil dari nilai pada tingkat signifikasi
yang telah ditentukan yaitu sebesar 0,05 (0.0031 < 0,05), dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa variabel leverage berpengaruh
signifikan negatif terhadap ISR pada perusahaan-perusahaan Jakarta
Islamic Index periode 2013-2015.
d.
Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Islamic Social Reporting
(ISR)
Berdasarkan tabel 4.2 hasil perhitungan dengan menggunakan
eviews 7.2 yang ditujukan terlihat bahwa ukuran perusahaan
82
menunjukan hasil thitung sebesar 2.406132. Jika dibandingkan dengan
ttabel pada tingkat signifikansi 0,05 dengan df = (α:2) (n-k) = (0,05:2)
(45-5) = (0,025) (40) yaitu sebesar 2,02108, maka thitung lebih besar
dari ttabel (2.406132 > 2,02108). Nilai ukuran perusahaan signifikansi
sebesar 0.0208 juga menunjukan nilai yang lebih kecil dari nilai pada
tingkat signifikasi yang telah ditentukan yaitu sebesar 0,05 (0.0208 <
0,05), dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel ukuran
perusahaan berpengaruh signifikan positif terhadap ISR pada
perusahaan-perusahaan Jakarta Islamic Index periode 2013-2015.
4.2.6. Analisis Regresi Data Panel
Berdasarkan penjelasan diatas, maka hasil persamaan regresi data
panel yang menguji variabel Profitabilitas, Likuiditas, Leverage, dan
Ukuran Perusahaan terhadap Islamic Social Reporting pada perusahaanperusahan Jakarta Islamic Index periode 2013-2015.
Tabel 4.10
Uji Regresi Panel dengan commom Effect
Dependent Variable: ISR?
Method: Pooled Least Squares
Date: 05/20/17 Time: 15:29
Sample: 2013 2015
Included observations: 3
Cross-sections included: 15
Total pool (balanced) observations: 45
Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob.
C
ROA?
CR?
DER?
SIZE?
0.309639
0.222114
-0.013008
-0.047563
0.014930
0.202093
0.094297
0.005694
0.015115
0.006205
1.532163
2.355468
-2.284604
-3.146846
2.406132
0.1334
0.0235
0.0277
0.0031
0.0208
R-squared
0.350200
Mean dependent var
0.731944
83
Adjusted R-squared
S.E. of regression
Sum squared resid
S likelihood
Log
F-statistic
Prob(F-statistic)
u
0.285220
0.051021
0.104126
72.69614
5.389351
0.001442
S.D. dependent var
Akaike info criterion
Schwarz criterion
Hannan-Quinn criter.
Durbin-Watson stat
0.060348
-3.008717
-2.807977
-2.933883
1.137366
mber: Data diolah oleh peneliti
a) Pengaruh profitabilitas terhadap Islamic Social Reporting
Dari Tabel 4.10 terlihat bahwa profitabilitas menunjukan hasil
thitung sebesar 2.355468. Jika dibandingkan dengan ttabel pada tingkat
signifikansi 0,05 dengan df = (α:2) (n-k) = (0,05:2) (45-5) = (0,025)
(40) yaitu sebesar 2,02108, maka thitung lebih besar dari ttabel
(2.355468 > 2,02108).
Nilai probabilitas signifikansi sebesar 0.0235 juga menunjukan
nilai yang lebih kecil dari nilai pada tingkat signifikasi yang telah
ditentukan yaitu sebesar 0,05 (0.0235 < 0,05), dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa variabel Profitabilitas berpengaruh
signifikan positif terhadap ISR pada perusahaan-perusahaan Jakarta
Islamic Index periode 2013-2015. Sesuai dengan teori Chariri (2008)
bahwa semakin tinggi profitabilitas maka perusahaan akan lebih luas
dalam mengungkapkan informasi termasuk informasi mengenai
tanggung jawab sosial secara Islami.
b) Pengaruh Likuiditas Terhadap Islamic Social Reporting (ISR)
Berdasarkan tabel 4.10 hasil perhitungan dengan menggunakan
eviews 7.2 yang ditujukan terlihat bahwa likuiditas menunjukan hasil
thitung sebesar -2.284604. Jika dibandingkan dengan ttabel pada tingkat
signifikansi 0,05 dengan df = (α:2) (n-k) = (0,05:2) (45-5) = (0,025)
84
(40) yaitu sebesar 2,02108, maka thitung lebih besar dari ttabel (2.284604 > 2,02108).
Nilai likuiditas signifikansi sebesar 0.0277 juga menunjukan
nilai yang lebih kecil dari nilai pada tingkat signifikasi yang telah
ditentukan yaitu sebesar 0,05 (0.0277 < 0,05), dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa variabel likuiditas berpengaruh signifikan
negatif terhadap ISR pada perusahaan-perusahaan Jakarta Islamic
Index periode 2013-2015. Sesuai dengan teori Kasmir (2012) bahwa
semakin tinggi rasio likuiditas maka semakin luas tingkat
pengungkapan informasi sosial perusahaan.
c) Pengaruh Leverage Terhadap Islamic Social Reporting (ISR)
Berdasarkan tabel 4.10 hasil perhitungan dengan menggunakan
eviews 7.2 yang ditujukan terlihat bahwa leverage menunjukan hasil
thitung sebesar -3.146846. Jika dibandingkan dengan ttabel pada tingkat
signifikansi 0,05 dengan df = (α:2) (n-k) = (0,05:2) (45-5) = (0,025)
(40) yaitu sebesar 2,02108, maka thitung lebih besar dari ttabel (3.146846 > 2,02108). Nilai leverage signifikansi sebesar 0.0031 juga
menunjukan nilai yang lebih kecil dari nilai pada tingkat signifikasi
yang telah ditentukan yaitu sebesar 0,05 (0.0031 < 0,05), dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa variabel leverage berpengaruh
signifikan negatif terhadap ISR pada perusahaan-perusahaan Jakarta
Islamic Index periode 2013-2015. Sesuai dengan teori Harahap,
85
Sofyan Safri (2010) yaitu dengan banyaknya tingkat hutang maka
akan lebih banyak pula yang diungkapkan dalam pengungkapan ISR.
d) Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Islamic Social Reporting
(ISR)
Berdasarkan tabel 4.10 hasil perhitungan dengan menggunakan
eviews 7.2 yang ditujukan terlihat bahwa ukuran perusahaan
menunjukan hasil thitung sebesar 2.406132. Jika dibandingkan dengan
ttabel pada tingkat signifikansi 0,05 dengan df = (α:2) (n-k) = (0,05:2)
(45-5) = (0,025) (40) yaitu sebesar 2,02108, maka thitung lebih besar
dari ttabel (2.406132 > 2,02108).
Nilai ukuran perusahaan signifikansi sebesar 0.0208 juga
menunjukan nilai yang lebih kecil dari nilai pada tingkat signifikasi
yang telah ditentukan yaitu sebesar 0,05 (0.0208 < 0,05), dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa variabel ukuran perusahaan
berpengaruh signifikan positif terhadap ISR pada perusahaanperusahaan Jakarta Islamic Index periode 2013-2015. Sesuai dengan
teori Othman, Rohana (2009) bahwa perusahaan yang lebih besar
akan cenderung melakukan pengungkapan ISR
1.
Analisis Ekonomi
Berdasarkan dari pengujian yang telah dilakukan, dapat
disimpulkan bahwa analisis regresi data panel menjelaskan
hubungan antara profitabilitas, likuiditas, leverage, dan ukuran
86
perusahaan terhadap Islamic Social Reporting periode 2013-2015.
Berikut hasil dari penelitian ini.
a) Profitabilitas terhadap Islamic Social Reporting
Para investor dan kreditor dapat memilih atau mengevaluasi
saham mana yang akan dipilih. Pada hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa profitabilitas memiliki hubungan positif dan
signifikan terhadap Islamic Social Reporting, artinya semakin besar
tingkat profitabilitas maka semakin besar tingkat pengungkapan ISR
sesuai dengan teori Chariri (2008).
Nilai koefisien X1 atau profitabilitas (ROA) adalah sebesar
0.222114 yang menunjukan bahwa jika nilai ROA mengalami
kenaikan sebesar Rp 1 maka akan menaikan ISR sebesar 0.222114%
dengan asumsi bahwa nilai lain bersifat konstan atau tetap. Maka
hasil penelitian tersebut sesuai dengan peneliti sebelumnya yaitu
penelitian Othman (2009), Widiawati (2012) dan Raditya (2012)
bahwa variabel Profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap
Islamic Social Reporting.
b)
Likuiditas Terhadap Islamic Social Reporting
Para investor dan kreditor dapat memilih atau mengevaluasi
saham mana yang akan dipilih. Para investor dapat melihat tingkat
rasio likuiditas perusahaan tersebut jika tingkat rasio likuiditas besar
maka semakin terjamin pula pembayaran hutang jangka pendek
kepada kreditor. Pada hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
87
likuiditas memiliki hubungan signifikan negatif terhadap Islamic
Social Reporting, artinya Semakin besar tingkat likuiditas maka
semakin besar tingkat pengungkapan ISR sesuai dengan teori Kasmir
(2012) bahwa semakin tinggi rasio likuiditas maka semakin luas
tingkat pengungkapan informasi sosial perusahaan.
Nilai koefisien X2 atau likuiditas (CR) adalah sebesar 0.013008 menunjukan bahwa nilai CR mengalami kenaikan sebesar
Rp 1 maka menurunkan nilai ISR sebesar -0.013008% dengan
asumsi bahwa nilai lain bersifat konstan atau tetap.
c) Leverage Terhadap Islamic Social Reporting
Para investor dan kreditor dapat memilih atau mengevaluasi
saham mana yang akan dipilih. Variabel leverage ini juga
berhubungan dengan variabel likuiditas maka peneliti mengambil
variabel ini. Variabel leverage ingin mengetahui sejauh mana
perusahaan tersebut dibiayai oleh hutang. Pada hasil penelitian ini
menunjukkan
bahwa
variabel
leverage
memiliki
hubungan
signifikan negatif terhadap Islamic Social Reporting, artinya
Semakin besar tingkat leverage maka semakin besar tingkat
pengungkapan ISR Sesuai dengan teori Harahap, Sofyan Safri
(2010) yaitu Dengan banyaknya tingkat hutang maka akan lebih
banyak pula yang diungkapkan dalam pengungkapan ISR.
Nilai koefisien X3 atau leverage (DER) adalah sebesar 0.047563 menunjukan bahwa nilai DER mengalami kenaikan
88
sebesar Rp 1 maka menurunkan nilai ISR sebesar -0.047563%
dengan asumsi bahwa nilai lain bersifat konstan atau tetap.
d) Ukuran Perusahaan Terhadap Islamic Social Reporting
Para investor dan kreditor dapat memilih atau mengevaluasi
saham mana yang akan dipilih. Pada hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa ukuran perusahaan memiliki hubungan positif
dan signifikan terhadap Islamic Social Reporting, sesuai dengan teori
Othman (2009) bahwa perusahaan yang lebih besar akan cenderung
melakukan pengungkapan ISR.
Nilai koefisien X4 atau ukuran perusahaan (SIZE) adalah
sebesar 0.014930 menunjukan bahwa nilai SIZE mengalami
kenaikan sebesar Rp 1 maka menaikan nilai ISR sebesar 0.014930%
dengan asumsi bahwa nilai lain bersifat konstan atau tetap. Maka
hasil penelitian tersebut sesuai dengan peneliti sebelumnya yaitu
penelitian Othman (2009), Widiawati (2012) dan Raditya (2012)
bahwa variabel Profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap
Islamic Social Reporting. Tetapi variabel ukuran perusahaan ini
berbeda dengan hasil Pratama (2016), peneliti melihat perbedaan
hasil ini dikarenakan perbedaan cara olah data sehingga hasil
variabel tersebut berbeda dengan penelitian ini.
89
BAB V
KESIMPULAN
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dengan melakukan uji
statistik deskriptif, uji persamaan model dengan menggunakan common
effect model, fixed effect model, dan random effect model, uji pemilihan
persamaan model dengan uji chow dan uji hausman, uji asumsi klasik yang
terdiri dari uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji multikolinieritas dan
uji autokorelasi dengan menggunakan fixed effect model serta uji regresi
linier data panel dengan menggunakan common effect model, maka dapat
diambil beberapa kesimpulan dari hasil penelitian ini, antara lain:
1.
Hasil penelitian ini Islamic social reporting memiliki 48 item
pengungkapan yang tersusun dalam enam tema sesuai dengan penelitian
Haniffa, Ross (2002) dan dimodifikasi dengan item-item pengungkapan
pada penelitian Othman dkk (2010). Indeks tersebut dikategorikan
menjadi enam tema yaitu, pendanaan dan investasi, produk atau jasa,
karyawan, masyarakat, lingkungan, dan tata kelola perusahaan. Dari
enam tema Islamic social reporting tersebut secara statistik dipengaruhi
oleh variabel independen yaitu profitabilitas, likuiditas, leverage, dan
ukuran perusahaan berpengaruh signifikan.
2.
Variabel profitabilitas berpengaruh signifikan positif terhadap Islamic
social reporting. Jika profitabilitas perusahaan yang terdaftar di Jakarta
Islamic Index semakin tinggi maka perusahaan akan lebih luas dalam
90
90
mengungkapkan informasi termasuk informasi mengenai tanggung
jawab sosial.
3.
Variabel likuiditas berpengaruh signifikan negatif terhadap Islamic
social reporting. Jika rasio likuiditas perusahaan yang terdaftar di
Jakarta Islamic Index semakin tinggi maka terjamin hutang-hutang
perusahaan kepada kreditur. Dari sisi kesehatan semakin tinggi rasio
likuiditas maka semakin luas tingkat pengungkapan informasi sosial
perusahaan. Dari sisi ukuran kinerja, perusahaan yang memiliki rasio
likuiditas rendah maka perlu memberikan informasi yang lebih rinci
untuk menjelaskan lemahnya kinerja.
4.
Variabel leverage berpengaruh signifikan negatif terhadap Islamic
social reporting. Dengan banyaknya tingkat hutang pada perusahaan
yang terdaftar di Jakarta Islamic Index maka akan lebih banyak pula
yang diungkapkan dalam pengungkapan ISR.
5.
Variabel ukuran perusanaan berpengaruh signifikan positif terhadap
Islamic social reporting. Jika suatu perusahaan di Jakarta Islamic Index
memiliki ukuran perusahaan yang tinggi maka perusahaan tersebut akan
lebih luas dalam mengungkapkan ISR.
6.
Hasil
pengujian
secara
simultan
menunjukan
bahwa
variabel
independen profitabilitas, likuiditas, leverage, dan ukuran perusahaan
berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen Islamic Social
Reporting (ISR).
91
7.
Dari hasil pengujian pemilihan efek dengan uji chow (CE dan FE)
menunjukan bahwa terdapat efek individu pada setiap perusahaan
secara parsial yang bersifat fixed effect.
8.
Hasil pengujian pemilihan efek dengan uji hausman (FE dan RE)
menunjukan bahwa adanya kesamaan sifat dengan pengujian efek
dengan uji chow yakni efek individu pada setiap perusahaan secara
parsial bersifat fixed effect.
5.2. Saran dan Implikasi
Berdasarkan hasil kesimpulan yang telah dikemukakan diatas, maka
penulis memberikan beberapa saran yang mungkin dapat bermanfaat.
Adapun saran dan implikasi tersebut sebagai berikut:
1.
Bagi Akademis
Menambah jumlah sampel, faktor-faktor lain dalam penelitian dan
memanjangkan periode waktu penelitian agar menambah jumlah data
sehingga akan mendapatkan hasil yang lebih baik serta memberikan
manfaat berupa pengetahuan mengenai profitabilitas, likuiditas,
leverage, ukuran perusahaan dan digunakan sebagai rujukan penelitian
selanjutnya.
2.
Bagi Investor
Dalam berinvestasi investor akan dihadapkan pada resiko
investasi yang besar maka mendapatkan laba yang besar pula karena
hampir semua investasi mengandung unsur ketidakpastian. Oleh karena
itu, investor perlu mempertimbangkan hal-hal yang berkaitan dengan
92
pengambilan keputusan investasi sehingga menghasilkan keuntungan
yang diharapkan. Penelitian ini dapat dijadikan acuan investor dalam
mempertimbangkan pengambilan keputusan investasi.
3.
Bagi Perusahaan
Hasil penelitian ini dapat dijadikan informasi yang berguna untuk
tambahan bagi para perusahaan dalam melakukan kebijakan yang
berhubungan dengan investasi.
Standarisasi pengungkapan CSR pada bisnis syariah saat ini tidak
hanya pengungkapan ISR tetapi terdapat indeks-indeks baru mengenai
aktivitas sosial yang seharusnya dilakukan oleh unit bisnis syariah
seperti indeks Islamic Financial Institutions (IFis) dan Ideal Ethical
Identity yang dikembangkan oleh Haniffa, Ross dan Hudaib. Oleh
karena itu peniliti selanjutnya perlu mengkaji lebih dalam terkait
aktivitas CSR di suatu unit bisnis syariah dengan mengacu kepada
beberapa indeks yang berbeda.
93
DAFTAR PUSTAKA
Agus, Widarjono. 2009. Ekonometrika Pengantar dan Aplikasinya. Yogyakarta,
Edisi Ketiga. EKONISIA.
Anggraini, Vivi. 2015. Pengaruh Pengungkapan Islamic Social Reporting,
Profitabilitas,
Dan
Leverage,
Terhadap
Earning
Response
Coefficient. Skripsi Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam
Negeri, Jakarta.
Astuti, Dewi. 2004. Manajemen Keuangan Perusahaan. Cetakan Pertama, Ghalia
Indonesia, Jakarta.
Ayu. 2010. Analisis Pengaruh Jenis Industri, Ukuran Perusahaan, dan
Profitabilitas terhadap Tingkat Pengungkapan Islamic Social Reporting
(ISR) pada Perusahaan yang Masuk Daftar Jakarta Islamic Index (JII).
Skripsi Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia, Depok.
Badjuri, Achmad. 2011. Faktor-Faktor Fundamental, Mekanisme Corporate
Governance, Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR)
Perusahaan Manufaktur dan Sumber Daya Alam Di Indonesia.
Universitas Stikubank. Vol.3- No.1 Hlm. 38-54.
Chariri, Ahmad. 2008. Kritik Sosial Atas Pemakaian Teori Dalam Penelitian
Pengungkapan Sosial Dan Lingkungan, Semarang: Jurnal Maksi. Vol. 8
No.2, Hlm. 151-169
Firmansyah, Irman. 2014. ISR as Proction of CSR Disclosure Bank Muamalat
Indonesia and Bank Syariah Mandiri. Jurnal Ilmiah Esai. Vol. 8 N0.
1.
94
94
Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS.
Edisi Ketiga, Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.
Gujarati, Damodar. 2001. Ekonometrika Dasar. Erlangga, Jakarta.
Haniffa, Ross. 2002. Social Reporting Disclosure: An Islamic Perspective.
Indonesian Management & Accounting Research Vol.1 No.2. Hlm. 128–
146.
Harahap, Sofyan Safri. 2010. Teori Akuntansi. Edisi Revisi. PT. Raja Grafindo
Persada. Jakarta
Ikatan Akuntansi Indonesia, 2010. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
Nomor 19 (revisi 2010) tentang Asset Tidak Berwujud, Jakarta.
Ikatan Akuntansi Indonesia, 2011. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
Nomor 101 tentang Penyajian Laporan Keuangan Syariah”, Jakarta.
Ikatan Akuntansi Indonesia, 2013. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
Nomor 1 (revisi 2013) tentang Penyajian Laporan Keuangan, Jakarta.
ISO 26000: Guidance Standard on Social Responsibility.
Kasmir, 2010. Pengantar Manajemen Keuangan. Edisi Pertama. Cetakan ke-2.
Kencana. Jakarta
Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal No. KEP-38/PM/1996
Maali, Bassam, dkk, 2006. Social Reporting by Islamic Banks, Abacus Vol.42,
No.2.
Manan, H. Abdul. 2009. Aspek Hukum dan Penyelenggaraan Investasi di Pasar
Modal Syariah Indonesia. Jakarta: Kencana.
95
Nurhayati, Sri dan Wasilah. 2011. Akuntansi Syariah di Indonesia, Salemba
Empat, Jakarta.
Oktaviana,
Ardiasih.
2009
Pengungkapan
Analisis
Sukarela
Struktur
pada
Kepemilikan
Perusahaan
Terhadap
Manufaktur
yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2007, Skripsi Strata-1
Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia, Depok.
Othman, R., & Thani Azlan Md , dan Ghani Erlane K. 2010. Islamic Social
Reporting of Listed Companies In Malaysia. International Business &
Economics Research Journal, 12.
Othman, Rohana. 2009. Determinants of Islamic Social Reporting Among Top
Sharia-Approved Companies in Bursa Malaysia, Research Journal of
Internasional Studies, 9.
Peraturan Bapepam No.KEP-134/BL/2006 tanggal 7 Desember 2006
Pratama, Teguh Sukma. 2016. Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Tipe Industri
Terhadap Islamic Social Reporting Perusahaan-Perusahaan Jakarta
Islamic Index Periode 2013-2015, Skripsi Universitas Pamulang
Tangerang Selatan.
Putri, Tria Karnia. 2014. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Islamic Social
Reporting, Skripsi S1 Universitas Diponegoro, Semarang.
Raditya, Amilia. Nurul. 2012. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Tingkat Pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR) pada Perusahaan
yang Masuk Daftar Efek Syariah (DES). Skripsi.FE Universitas
Indonesia
96
Rahajeng,
Rahmi
Galuh.
2010.
Faktor-Faktor
Yang
Mempengaruhi
Pengungkapan Sosial (Social Disclosure) Dalam Laporan Tahunan
Perusahaan. Skripsi Diponegoro: Universitas Diponegoro.
Rama, Ali Dan Ali, Herni. 2016. The Ranking Performance On Sharia Finance
Institutions Based On Maqashid Al-Shari‟ah. Vol. 39, No. 2, Hlm. 139153.
Rama, Ali. 2016. Construction Index of Islamic Economics and Empirical Studies
in Indonesia. Jurnal Bimas Islam, Vol. 9, No. 3, Hlm.557-594.
Rama, Ali. 2015. Analisis Sistem Tata Kelola Syariah Bagi Perbankan Syariah di
Indonesia dan Malaysia. Jurnal Bimas Islam. Vol 8, No. 1, Hlm. 87-119.
Rama, Ali. Pembangunan Ekonomi Dalam Tinjauan Maqashid Syariah. Jurnal
Penelitian, Vol.1 No. 1, Hlm. 31-46.
Rama, Ali.2014. Analisis Determinan Pengungkapan Islamic Social Reporting
Studi Kasus Bank Umum Syariah Di Indonesia. Jurnal Ekonomi Syariah.
Volume 2, No.1. Hlm. 95-115.
Rodoni, Ahmad. 2009. Investasi Syariah. Jakarta: Lembaga Penelitian UIN
Jakarta.
Rosiana, Rita. Arifin, Bustanul. & Hamdani, Muhamad. 2015. Pengaruh Ukuran
Perusahaan, Profitabilitas, Leverage, Dan Islamic Governance Score
Terhadap Pengungkapan Islamic Social Reporting. Jurnal Bisnis Dan
Manajemen. Vol. 5 No. 1. Hlm. 87-104.
Sekaran, Uma. 2007 Research Methods for Business, Edisi Empat, Salemba
Empat, Jakarta.
97
Sembiring, Eddy Rismanda, 2006 Karakteristik Perusahaan dan Pengungkapan
Tanggung Jawab Sosial: Study Empiris pada Perusahaan
yang
Tercatat di Bursa Efek Jakarta, Jurnal Maksi Universitas Diponegoro,
Semarang, Vol. 6, No. 1. Hlm. 69-85.
Sembiring,
Eddy
Rismanda,
2003
Faktor-Faktor
yang
Mempengaruhi
Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, Jurnal Telaah
Akuntansi, V0l. 01, No.01. Hlm 1-21.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Bisnis, CV. Alfabeta, Bandung.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R & B, Alfabeta,
Bandung.
Suliyanto. 2011. Ekonometrika Terapan: Teori Aplikasi dengan SPSS,
Yogyakarta.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman
Modal,
2007.
Diakses
pada
tanggal
25
Juni
2016
dari
http://www.bi.go.id/id/tentang-bi/uubi/Documents/UU25Tahun2007PenanamanModal.pdf
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan
Terbatas, 2007. Diakses pada tanggal 25 Juni 2016 dari http://tkaonline.naker.go.id/pdf/uu40-2007_PT.pdf
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan
Konsumen, 1999. Diakses pada tanggal 30 September 2016 dari
http://www.bi.go.id/id/tentang-bi/uu
bi/Documents/UU8Tahun1999PerlindunganKonsumen.pdf
98
Wardayati, Siti Maria. 2015 : Implementing Islamic Corporate Governance (ICG)
And Islamic Social Reporting In Islamic Financial Institution. Journal
of Malaysia Social and Behavioral Sciences 219. Hlm. 338–343.
Widiawati, Septi. 2012. Analisis Faktor-Faktor yang Memepengaruhi Islamic
Social Reporting Perusahaan-Perusahaan yang Terdaftar Pada Daftar
Efek Syariah Tahun 2009-2011, Skripsi S1 Diponegoro. Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro.
Winarno,Wing Wahyu. 2009. Analisis Ekonometrika dan Statistika dengan
Eviews, Edisi kedua.Yogyakarta : Unit Penerbit dan Percetakan (UPP
STIM YKPN)
Winarno, Wing Wahyu. 2011. Analisis Ekonometrika dan Statistika dengan
EViews, Edisi Keempat. Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan
(UPP STIM YKPN).
Kitab Suci Al-Qur’an:
Qs. Al-Baqarah ayat 177
Qs. Al-Baqarah ayat 278-280
Qs. Ar’rum ayat 41
Website:
CSR Indonesia Newsletter: 2008
www.idx.go.id
www.jii-analisa.com
99
LAMPIRAN-LAMPIRAN
101
100
Lampiran 1
Uji Statistik Deskriptif
Date: 05/16/17
Time: 23:38
Sample: 2013 2057
ISR
ROA
CR
DER
SIZE
0.731944
0.729167
0.812500
0.583333
0.060348
-0.831938
3.001512
0.117029
0.101600
0.421400
0.012900
0.088503
2.111344
7.565935
2.209900
1.882300
6.913100
0.584600
1.527873
1.405104
4.395974
0.866082
0.682900
2.258800
0.158000
0.563171
0.804170
2.823186
31.22884
30.95020
37.60740
29.71520
1.338153
2.568510
12.52518
Jarque-Bera
Probability
5.190914
0.074612
72.52286
0.000000
18.46128
0.000098
4.908791
0.085915
219.5964
0.000000
Sum
Sum Sq. Dev.
32.93750
0.160243
5.266300
0.344639
99.44550
102.7134
38.97370
13.95511
1405.298
78.78880
45
15
45
15
45
15
45
15
Mean
Median
Maximum
Minimum
Std. Dev.
Skewness
Kurtosis
Observations
45
Cross section
15
Sumber : Data diolah oleh peneliti
Lampiran 2
Common Effect (CE) Model
Dependent Variable: ISR?
Method: Pooled Least Squares
Date: 05/20/17 Time: 15:29
Sample: 2013 2015
Included observations: 3
Cross-sections included: 15
Total pool (balanced) observations: 45
Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob.
C
ROA?
CR?
DER?
SIZE?
0.309639
0.222114
-0.013008
-0.047563
0.014930
0.202093
0.094297
0.005694
0.015115
0.006205
1.532163
2.355468
-2.284604
-3.146846
2.406132
0.1334
0.0235
0.0277
0.0031
0.0208
R-squared
Adjusted R-squared
S.E. of regression
Sum squared resid
Log likelihood
0.350200
0.285220
0.051021
0.104126
72.69614
Mean dependent var
S.D. dependent var
Akaike info criterion
Schwarz criterion
Hannan-Quinn criter.
0.731944
0.060348
-3.008717
-2.807977
-2.933883
101
F-statistic
Prob(F-statistic)
5.389351
0.001442
Durbin-Watson stat
1.137366
Sumber : Data diolah oleh peneliti
Lampiran 3
Model Fixed Effect (FE)
Dependent Variable: ISR?
Method: Pooled Least Squares
Date: 05/20/17 Time: 15:35
Sample: 2013 2015
Included observations: 3
Cross-sections included: 15
Total pool (balanced) observations: 45
Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob.
C
ROA?
CR?
DER?
SIZE?
Fixed Effects (Cross)
_AALI—C
_AKRA—C
_ASII—C
_ASRI—C
_BSDE—C
_ICBP—C
_INDF—C
_INTP—C
_KLBF—C
_LPKR—C
_LSIP—C
_SMGR—C
_TLKM—C
_UNTR—C
_UNVR—C
0.845683
-0.558923
-0.007601
-0.012218
-0.000671
0.194324
0.238143
0.005217
0.008882
0.005491
4.351936
-2.347010
-1.456919
-1.375634
-0.122173
0.0002
0.0268
0.1571
0.1807
0.9037
-0.015769
-0.081632
0.023652
-0.136792
0.011732
-0.001914
0.014861
0.058545
0.016981
-0.150233
0.037969
0.052561
0.059773
-0.062205
0.172471
Effects Specification
Cross-section fixed (dummy variables)
R-squared
Adjusted R-squared
S.E. of regression
Sum squared resid
0.901962
0.834090
0.024581
0.015710
Mean dependent var
S.D. dependent var
Akaike info criterion
Schwarz criterion
0.731944
0.060348
-4.277808
-3.514995
102
Log likelihood
F-statistic
Prob(F-statistic)
115.2507
13.28912
0.000000
Hannan-Quinn criter.
Durbin-Watson stat
-3.993439
3.195422
Sumber : Data diolah oleh peneliti
Lampiran 4
Model Random Effect (FE)
Dependent Variable: ISR?
Method: Pooled EGLS (Cross-section random effects)
Date: 05/20/17 Time: 15:35
Sample: 2013 2015
Included observations: 3
Cross-sections included: 15
Total pool (balanced) observations: 45
Swamy and Arora estimator of component variances
Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob.
C
ROA?
CR?
DER?
SIZE?
Random Effects (Cross)
_AALI—C
_AKRA—C
_ASII—C
_ASRI—C
_BSDE—C
_ICBP—C
_INDF—C
_INTP—C
_KLBF—C
_LPKR—C
_LSIP—C
_SMGR—C
_TLKM—C
_UNTR—C
_UNVR—C
0.437660
0.090786
-0.007497
-0.017334
0.010095
0.137374
0.098693
0.004198
0.008436
0.004148
3.185903
0.919890
-1.786019
-2.054669
2.433457
0.0028
0.3631
0.0817
0.0465
0.0195
-0.014138
-0.024687
0.019431
-0.071064
0.015298
0.008010
0.041535
0.016352
-0.003527
-0.082057
0.055890
0.025179
0.045486
-0.034854
0.003147
Effects Specification
S.D.
Cross-section random
Idiosyncratic random
0.030689
0.024581
Rho
0.6092
0.3908
Weighted Statistics
R-squared
Adjusted R-squared
S.E. of regression
F-statistic
Prob(F-statistic)
0.176636
0.094300
0.030967
2.145303
0.092938
Mean dependent var
S.D. dependent var
Sum squared resid
Durbin-Watson stat
0.307221
0.032539
0.038357
1.569113
103
Unweighted Statistics
R-squared
Sum squared resid
0.253292
0.119655
Mean dependent var
Durbin-Watson stat
0.731944
0.503002
Sumber : Data diolah oleh peneliti
Lampiran 5
Uji Chow (Redundant Fixed Effect Tests)
Redundant Fixed Effects Tests
Pool: Untitled
Test cross-section fixed effects
SEffects Test
Statistic
Cross-section F
Cross-section Chi-square
d.f.
Prob.
10.452115
85.109059
(14,26)
14
0.0000
0.0000
Cross-section fixed effects test equation:
Dependent Variable: ISR?
Method: Panel Least Squares
Date: 05/20/17 Time: 15:36
Sample: 2013 2015
Included observations: 3
Cross-sections included: 15
Total pool (balanced) observations: 45
Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob.
C
ROA?
CR?
DER?
SIZE?
0.309639
0.222114
-0.013008
-0.047563
0.014930
0.202093
0.094297
0.005694
0.015115
0.006205
1.532163
2.355468
-2.284604
-3.146846
2.406132
0.1334
0.0235
0.0277
0.0031
0.0208
R-squared
Adjusted R-squared
S.E. of regression
Sum squared resid
Log likelihood
F-statistic
Prob(F-statistic)
0.350200
0.285220
0.051021
0.104126
72.69614
5.389351
0.001442
Mean dependent var
S.D. dependent var
Akaike info criterion
Schwarz criterion
Hannan-Quinn criter.
Durbin-Watson stat
0.731944
0.060348
-3.008717
-2.807977
-2.933883
1.137366
Sumber : Data diolah oleh peneliti
104
Lampiran 6
Uji Hausman (Correlated Random Effect Test)
Correlated Random Effects - Hausman Test
Pool: Untitled
Test cross-section random effects
Chi-Sq.
Statistic
Chi-Sq. d.f.
Prob.
27.481451
4
0.0000
Random
Var(Diff.)
Prob.
0.090786
-0.007497
-0.017334
0.010095
0.046972
0.000010
0.000008
0.000013
0.0027
0.9734
0.0655
0.0028
Test Summary
Cross-section random
Cross-section random effects test comparisons:
Variable
ROA?
CR?
DER?
SIZE?
Fixed
-0.558923
-0.007601
-0.012218
-0.000671
Cross-section random effects test equation:
Dependent Variable: ISR?
Method: Panel Least Squares
Date: 05/20/17 Time: 15:37
Sample: 2013 2015
Included observations: 3
Cross-sections included: 15
Total pool (balanced) observations: 45
Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob.
C
PROF?
LIK?
LEV?
SIZE?
0.845683
-0.558923
-0.007601
-0.012218
-0.000671
0.194324
0.238143
0.005217
0.008882
0.005491
4.351936
-2.347010
-1.456919
-1.375634
-0.122173
0.0002
0.0268
0.1571
0.1807
0.9037
Effects Specification
Cross-section fixed (dummy variables)
R-squared
Adjusted R-squared
S.E. of regression
Sum squared resid
Log likelihood
F-statistic
Prob(F-statistic)
0.901962
0.834090
0.024581
0.015710
115.2507
13.28912
0.000000
Mean dependent var
S.D. dependent var
Akaike info criterion
Schwarz criterion
Hannan-Quinn criter.
Durbin-Watson stat
0.731944
0.060348
-4.277808
-3.514995
-3.993439
3.195422
Sumber : Data diolah oleh peneliti
105
Lampiran 7
6
Series: Residuals
Sample 2013 2057
Observations 45
5
4
3
2
1
Mean
Median
Maximum
Minimum
Std. Dev.
Skewness
Kurtosis
-1.69e-16
0.003052
0.080820
-0.127500
0.048647
-0.353312
2.600617
Jarque-Bera
Probability
1.235293
0.539212
0
-0.10
-0.05
0.00
0.05
Gambar histogram
Lampiran 8
Uji Multikolinearitas
PROF
LIK
LEV
SIZE
ROA
CR
DER
SIZE
1.000000
-0.160662
0.163593
-0.314206
-0.160662
1.000000
-0.416230
-0.153010
0.163593
-0.416230
1.000000
0.006970
-0.314206
-0.153010
0.006970
1.000000
Sumber : Data diolah oleh peneliti
Lampiran 9
Uji Heteroskedastisitas
Heteroskedasticity Test: Glejser
F-statistic
Obs*R-squared
Scaled explained SS
1.528870
5.967555
4.356996
Prob. F(4,40)
Prob. Chi-Square(4)
Prob. Chi-Square(4)
0.2122
0.2016
0.3598
Test Equation:
Dependent Variable: ARESID
Method: Least Squares
Date: 05/16/17 Time: 23:41
Sample: 2013 2057
Included observations: 45
Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob.
C
0.131114
0.102828
1.275084
0.2096
106
ROA
CR
DER
SIZE
-0.093298
-0.004489
0.003484
-0.002338
R-squared
Adjusted R-squared
S.E. of regression
Sum squared resid
Log likelihood
F-statistic
Prob(F-statistic)
0.132612
0.045874
0.025960
0.026957
103.1014
1.528870
0.212239
0.047980
0.002897
0.007691
0.003157
-1.944522
-1.549434
0.452965
-0.740429
Mean dependent var
S.D. dependent var
Akaike info criterion
Schwarz criterion
Hannan-Quinn criter.
Durbin-Watson stat
0.0589
0.1292
0.6530
0.4634
0.040290
0.026577
-4.360064
-4.159323
-4.285230
1.985267
Sumber : Data diolah oleh peneliti
Lampiran 10
Hasil Uji Autokorelasi
Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test:
F-statistic
Obs*R-squared
1.930929
4.151359
Prob. F(2,38)
Prob. Chi-Square(2)
0.1590
0.1255
Test Equation:
Dependent Variable: RESID
Method: Least Squares
Date: 05/16/17 Time: 23:42
Sample: 2013 2057
Included observations: 45
Presample missing value lagged residuals set to zero.
Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob.
PROF
LIK
LEV
SIZE
C
RESID(-1)
RESID(-2)
-0.010010
0.001534
0.012419
-0.002336
0.060198
0.304235
0.088670
0.092731
0.005716
0.017364
0.006212
0.200304
0.194427
0.173109
-0.107945
0.268420
0.715221
-0.376047
0.300531
1.564779
0.512218
0.9146
0.7898
0.4788
0.7090
0.7654
0.1259
0.6115
R-squared
Adjusted R-squared
S.E. of regression
Sum squared resid
Log likelihood
F-statistic
Prob(F-statistic)
0.092252
-0.051076
0.049874
0.094520
74.87389
0.643643
0.694701
Mean dependent var
S.D. dependent var
Akaike info criterion
Schwarz criterion
Hannan-Quinn criter.
Durbin-Watson stat
-1.69E-16
0.048647
-3.016617
-2.735581
-2.911850
1.854688
Sumber : Data diolah oleh peneliti
107
Lampiran 11
Uji Regresi Panel dengan Fixed Effect
Dependent Variable: ISR?
Method: Pooled Least Squares
Date: 05/20/17 Time: 15:35
Sample: 2013 2015
Included observations: 3
Cross-sections included: 15
Total pool (balanced) observations: 45
Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob.
C
ROA?
CR?
DER?
SIZE?
Fixed Effects (Cross)
_AALI—C
_AKRA—C
_ASII—C
_ASRI—C
_BSDE—C
_ICBP—C
_INDF—C
_INTP—C
_KLBF—C
_LPKR—C
_LSIP—C
_SMGR—C
_TLKM—C
_UNTR—C
_UNVR—C
0.845683
-0.558923
-0.007601
-0.012218
-0.000671
0.194324
0.238143
0.005217
0.008882
0.005491
4.351936
-2.347010
-1.456919
-1.375634
-0.122173
0.0002
0.0268
0.1571
0.1807
0.9037
-0.015769
-0.081632
0.023652
-0.136792
0.011732
-0.001914
0.014861
0.058545
0.016981
-0.150233
0.037969
0.052561
0.059773
-0.062205
0.172471
Effects Specification
Cross-section fixed (dummy variables)
R-squared
Adjusted R-squared
S.E. of regression
Sum squared resid
Log likelihood
F-statistic
Prob(F-statistic)
0.901962
0.834090
0.024581
0.015710
115.2507
13.28912
0.000000
Mean dependent var
S.D. dependent var
Akaike info criterion
Schwarz criterion
Hannan-Quinn criter.
Durbin-Watson stat
0.731944
0.060348
-4.277808
-3.514995
-3.993439
3.195422
108
Lampiran 12
No
YEAR
COMPANY
ISR
ROA
CR
DER
SIZE
1
2013
Astra Agro Lestari Tbk
0.71
0.1204
0.6131
0.4573
30.3366
2
2013
AKR Corporindo Tbk
0.73
0.0421
1.1714
1.7235
30.3141
3
2013
Astra Internasional Tbk
0.77
0.1042
1.2420
1.0152
32.9970
4
2013
Alam Sutera Realty Tbk
0.71
0.0617
0.7530
1.7061
30.3002
5
2013
Bumi Serpong Damai Tbk
0.69
0.1287
2.6671
0.6829
30.7477
6
2013
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
0.67
0.1044
2.4105
0.6741
30.6949
7
2013
Indofood Sukses Makmur Tbk
0.79
0.0439
1.6831
1.1087
31.9849
8
2013
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
0.79
0.1883
6.1481
0.1693
30.9502
9
2013
Kalbe Farma Tbk
0.75
0.1742
2.8393
0.3349
30.0575
10
2013
Lippo Karawaci Tbk
0.58
0.0392
4.9542
1.2098
31.0749
11
2013
PP London Sumatera Indonesia Tbk
0.69
0.0958
2.4899
0.2575
29.7153
12
2013
Semen Gresik Tbk (Persero)
0.63
0.1744
1.8824
0.4175
31.0612
13
2013
Telekomunikasi Indonesia Tbk
0.73
0.1105
1.1597
0.8665
32.4874
14
2013
United Tractors Tbk
0.73
0.0843
1.9102
0.6091
31.6804
15
2013
Unilever Indonesia Tbk
0.79
0.4214
0.6710
2.1229
30.1729
16
2014
Astra Agro Lestari Tbk
0.75
0.1349
0.5847
0.5678
30.5519
17
2014
AKR Corporindo Tbk
0.69
0.0535
1.0834
1.4792
30.3250
18
2014
Astra Internasional Tbk
0.75
0.0937
1.3098
0.9616
33.0950
19
2014
Alam Sutera Realty Tbk
0.79
0.0695
1.1373
1.6564
30.4598
20
2014
Bumi Serpong Damai Tbk
0.77
0.1355
2.0556
0.5296
30.9706
21
2014
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
0.79
0.1016
2.1943
0.6563
30.8511
22
2014
Indofood Sukses Makmur Tbk
0.71
0.0599
1.8101
1.0845
32.0863
23
2014
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
0.73
0.1832
4.9339
0.1753
30.9943
24
2014
Kalbe Farma Tbk
0.79
0.1707
3.4036
0.2740
30.1519
25
2014
Lippo Karawaci Tbk
0.71
0.0675
5.1716
1.1484
31.2651
26
2014
PP London Sumatera Indonesia Tbk
0.73
0.1066
2.4963
0.2442
29.7958
27
2014
Semen Gresik Tbk (Persero)
0.73
0.1621
2.2095
0.3730
31.1671
28
2014
Telekomunikasi Indonesia Tbk
0.60
0.1020
1.0611
0.8244
32.5860
29
2014
United Tractors Tbk
0.60
0.0889
2.0604
0.5652
31.7305
30
2014
Unilever Indonesia Tbk
0.60
0.4019
0.7149
2.0084
30.2899
31
2015
Astra Agro Lestari Tbk
0.77
0.0288
0.7990
0.8389
37.6074
109
32
2015
AKR Corporindo Tbk
0.79
0.0680
1.4958
1.0866
30.3525
33
2015
Astra Internasional Tbk
0.81
0.0636
1.3793
0.9397
33.1341
34
2015
Alam Sutera Realty Tbk
0.77
0.0366
0.7192
1.8338
30.5601
35
2015
Bumi Serpong Damai Tbk
0.77
0.0594
2.7316
0.6302
31.2152
36
2015
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
0.77
0.1100
2.3262
0.6209
30.9105
37
2015
Indofood Sukses Makmur Tbk
0.79
0.0404
1.7053
1.1296
32.1510
38
2015
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
0.81
0.1540
4.8866
0.1580
30.9142
39
2015
Kalbe Farma Tbk
0.81
0.1503
3.6974
0.2522
30.2482
40
2015
Lippo Karawaci Tbk
0.71
0.0129
6.9131
1.1846
31.3525
41
2015
PP London Sumatera Indonesia Tbk
0.67
0.0704
2.2210
0.2059
29.8113
42
2015
Semen Gresik Tbk (Persero)
0.71
0.1185
1.5970
0.3904
31.2726
43
2015
Telekomunikasi Indonesia Tbk
0.73
0.0932
1.3529
0.9682
32.7441
44
2015
United Tractors Tbk
0.75
0.0624
2.1477
0.5724
31.7448
45
2015
Unilever Indonesia Tbk
0.77
0.3728
0.6539
2.2588
30.3866
110
Download