BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 1.1 Hasil Pengamatan Tabel 2

advertisement
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
1.1
Hasil Pengamatan
Tabel 2. Hasil Pengamatan pertumbuhan rambut pada kelinci
Data Panjang rambut (mm) hari ke
Perlakuan
3
6
9
12
15
18
P1
1,2
1,6
1,9
2
2,3
2,6
P2
0,3
0,4
0,5
0,6
1,2
1,4
P3
0,8
1,2
1,4
1,8
1,9
2
P4
0,9
1,2
1,3
1,8
2
2,1
Rata – rata
Pertumbuhan
Rambut /3
hari
1,9 mm
0,7 mm
1,1 mm
1,5 mm
Sumber: Data primer yang diolah, 2013
Keterangan:
P1 = Hair Tonic ( Rudy Hadisuwarno hair tonic extra Ginseng) sebagai kontrol
positif
P2 = Air sebagai kontrol negatif
P3 = Lidah buaya dengan konsentrasi 20%
P4 = Lidah buaya dengan konsentrasi 60%
1.2
Pembahasan
Telah dilakukan penelitian pada tanggal 10 Juni sampai dengan 2 Juli
2013 diLaboratorium Farmakologi.
Langkah pertama yang dilakukan adalah
membuat jus lidah buaya dengan konsentrasi yang berbeda-beda yaitu 20% dan
60%. Lidah buaya ditimbang sebanyak 20 gram dan ditambahkan sedikit air,
kemudian diblender dengan menggunakan blender, setelah itu dicukupkan hingga
menjadi 100 mL. Hal yang sama dilakukan pada pembuatan jus lidah buaya
dengan konsentrasi 60%. Jus yang telah jadi ditempatkan dalam wadah yang
telah disediakan.
Jenis lidah buaya yang digunakan dalam percobaan kali ini adalah Aloe
chinensis Baker, dimana pada bagian atas berwarna hijau muda. Lapisan lilin tipis
terdapat dipermukaan bawah daun Aloe chinensis hanya memiliki duri dibagian
tepi daun. Aloe chinensis merupakan jenis lidah buaya yang paling banyak
ditanam di Indonesia (Jatnika dan saptoningsih, 2009)
Setelah dibuat jus lidah buaya, langkah selanjutnya yang dilakukan
adalah mencukur rambut yang terdapat pada punggung kelinci dengan
menggunakan gunting dan pencukur rambut. Sebelum diberi perlakuan kelinci
diadaptasi terlebih dahulu selama dua minggu untuk menghindari agar kelinci
tidak stres. Rambut kelinci dicukur bukannya dicabut, hal ini dimaksudkan agar
akar rambut tetap dipertahankan dan bisa tumbuh secara normal. (Soegihardjo &
Kumarawati, 2010).
Masing–masing punggung kelinci dibagi menjadi 2 bagian, tiap bagian
berukuran (3x3)cm2 yang masing–masing bagian diolesi dengan hair tonic
sebagai kontrol positif dan air sebagai kontrol negatif, kemudian pada kelinci
yang satunya diolesi dengan jus lidah buaya konsentrasi 20% dan jus lidah buaya
dengan konsentrasi 60%. Penentuan daerah pengolesan dilakukan secara acak
karena kemungkinan tiap daerah memiliki pertumbuhan rambut yang berbeda–
beda. Dengan pengacakan ini diharapkan aktivitas pertumbuhan rambut semua
daerah dengan perlakuan yang berbeda dapat terwakili (Purwantini, dkk, 2010).
Pengolesan sampel uji ini dilakukan setiap dua kali sehari setiap siang
dan malam selama 7 hari. Dan dilakukan pengamatan selama 18 hari. Tujuan
dilakukan pengolesan pada siang hari karena salah satu faktor yang
mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan rambut adalah udara dan iklim
panas yang akan menyebabkan rambut mengembang dan menyerap uap air,
rambut lebih cepat panjang (Wier, 2012).
Hari pertama pengolesan dianggap hari ke-0, pengukuran pertumbuhan
rambut dilakukan setiap 3 hari sekali, dimulai pada hari ke-3 setelah pengolesan
dan diukur sampai hari ke- 18. Dengan menggunakan alat bantu yaitu jangka
sorong untuk mengukur pertumbuhan rambut. Dalam proses pertumbuhan rambut
dibutuhkan beberapa proses yang dikenal dengan siklus pertumbuhan rambut, fase
pertama dikenal dengan istilah fase anagen atau fase tumbuh dimana rambut
tumbuh karena bertambah banyaknya sel-sel umbi rambut secara mitosis, lamanya
1000 hari dan berlangsung sekitar 2-6 tahun pada proses ini sel-sel matriks
melalui mitosis membentuk sel-sel baru mendorong sel-sel tanduk yang lebih tua
keatas. Fase selanjutnya merupakan fase katagen atau fase istirahat
dimana
selaput dan jaringan ikat sekitar kandung rambut di daerah umbi rambut menebal,
papil rambut mengeriput, sehingga umbi rambut tidak lagi, bagian terdalam akar
rambut membulat sebagai gada. Rambut demikian disebut clubbed hair, clubbed
hair tidak segera rontok, karena masih berada didalam kandung rambut yang
ujungnya membulat dan melebar. Secara lambat laun rambut-rambut demikian
terdorong ke atas dan akhirnya rontok. Lamanya masa ini kurang lebih 100 hari.
Fase terakhir adalah fase telogen atau dikenal dengan fase rontok, dimana papil
rambut yang mengeriput selama masa katagen akan berkembang kembali. Umbi
rambut baru terbentuk sekeliling papil rambut ini dan rambut baru tumbuh
dibawah clubbed hair, yang kemudian didorong keluar. Lamanya masa ini adalah
2-3 minggu (Wier, 2012).
Pada tabel 2 menunjukkan bahwa selama pengamatan 18 hari, semua
kelompok perlakuan mengalami pertumbuhan rambut yang berbeda-beda, dimana
pertumbuhan rambut yang paling cepat yaitu bagian yang diolesi dengan hair
tonic, hal ini disebabkan karena formulasi hair tonic tersebut, hair tonic tidak
hanya menggunakan bahan alam dalam sediaannya, akan tetapi juga memakai
bahan-bahan kimia yang dapat mempercepat pertumbuhan rambut, formula dari
hair tonic sengaja dirancang untuk membuat zat khasiatnya lebih cepat diserap
pori- pori kulit dan kutikula kulit. Tonic atau serum rambut yang banyak dijumpai
mengandung bio mimetil dan ceramide yang bermanfaat untuk menghasilkan
tekstur rambut yang lebih lembut, lentur, dan berkilau (Ide, 2011). Sementara
untuk perlakuan dengan pemberian kontrol negatif dalam hal ini adalah air,
pertumbuhan rambut berada pada pertumbuhan rambut normal, untuk pemberian
jus lidah buaya dengan konsentrasi 20% mempunyai pengaruh dalam hal
mempercepat pertumbuhan rambut, untuk bagian yang diberi jus lidah buaya
dengan konsentrasi 60% bisa kita lihat bahwa pertumbuhan rambut tidak terlalu
jauh berbeda dengan pemberian kontrol positif.
Senyawa pada jus lidah buaya yang berperan dalam pertumbuhan
rambut adalah antibakteri yang dapat membantu mengurangi produksi sebum atau
minyak secara berlebihan dan membantu folikel rambut lebih bebas dalam
menghasilkan sel-sel baru untuk pertumbuhan rambut yang baru, (Anonim, 2012)
. Lidah buaya juga mengandung acemannan, merupakan senyawa yang berfungsi
sebagai penguat sistem imun dan antiinfeksi (Ide, 2011)
Disamping itu, daging lidah buaya mengandung beberapa vitamin dan
mineral yang cukup diperlukan yang diperlukan dalam pertumbuhan rambut,
diantaranya adalah Zn yang membantu pertumbuhan rambut, memperkuat sistem
imunitas tubuh dari kemungkinan terjadinya infeksi pada kulit kepala, juga
vitamin A yang berfungsi antioksidan yang meningkatkan regenerasi sel dan
mencegah penuaan dini dikulit kepala dan rambut. (Jatnika dan spatoningsih,
2009 ; Ide, 2011).
Sementara lendir lidah buaya mengandung vitamin B1, B2, B6, B12, C,
E, Inositol, Asam folat serta memiliki kandungan mineral berupa kalium, fosfor,
besi, natrium, magnesium, yang memiliki peran dalam pertumbuhan rambut.
(Jatnika dan Saptoningsih, 2011).
Vitamin B adalah nutrisi penting yang membantu memperbaiki sirkulasi
darah pada kulit kepala untuk membawa oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan oleh
folikel rambut, vitamin B juga membangun dan memperbaiki sel-sel tubuh, serta
membuat kulit dan rambut menjadi lebih lentur. Vitamin C berperan dalam
membentuk dan mempertahankan kolagen, kolagen mempunyai peran dalam
memberi kekuatan dan kelenturan pada semua struktur termasuk rambut. Vitamin
E berperan dalam memperkuat sistem imun, merupakan antioksidan kuat yang
dapat membantu meningkatkan pasokan oksigen yang dibutuhkan oleh folikel
rambut untuk mempertahankan semua jaringan dan memperlambat penuaan sel–
sel kulit kepala dan rambut. (Ide, 2011)
Hasil pertumbuhan rambut antara jus lidah buaya konsentrasi 20% dan
jus lidah buaya dengan konsentrasi 60%, jus lidah buaya dengan konsentrasi 60%
memiliki pertumbuhan rambut yang meningkat dimulai dari hari ke-3 sampai hari
ke-18, dimana yaitu, 0,9 mm–1,2 mm–1,3 mm–1,8 mm–2 mm–2,1 mm.
Pertumbuhan rambut yang cukup pesat dibandingkan dengan pertumbuhan rambut
yang diberi perlakuan dengan kontrol negatif. Dibandingkan dengan 20%
pertumbuhan rambut juga menunjukkan perbedaan dengan kontrol negatif, akan
tetapi tidak menunjukkan perbedaan yang sangat pesat seperti yang ditunjukkan
oleh lidah buaya dengan konsentrasi 60%, disebabkan sedikitnya konsentrasi lidah
buaya yang dipakai yaitu hanya 20%.
Download