| LAPORAN TAHUNAN 2012 PT SKYBEE Tbk.

advertisement
| LAPORAN TAHUNAN 2012 PT SKYBEE Tbk.
Table of Content Daftar Isi
04. 2012 Financial Highlights Ikhtisar Keuangan 2012 05. 2012 Share Highlights Ikhtisar Saham 2012 08. 2012 Significant Event Peristiwa Penting 2012
10. Milestones Tonggak Sejarah 13. Report of the President Commissioner Laporan Komisaris Utama
17. Report of the President Director Laporan Direktur Utama
20. Corporate Data Data Perusahaan 21. Company Profile Profil Perusahaan 22. Organization Structure Struktur Organisasi
23. Vision and Mission Visi dan Misi 24. Profile of the Board of Commissioners Profil Dewan Komisaris
25. Profile of the Board of Directors Profil Direksi
26. Human Resources Sumber Daya Manusia 30. Management Discussion and Analysis Analisa dan Pembahasan Managemen 34. Good Corporate Governance Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik
47. Corporate Social Responsibility Tanggung Jawab Sosial Perusahaan 49. Statement of the Board Commissioners and the Board of Director
Surat Pernyataan Anggota Dewan Komisaris dan Direksi
51. Financial Statement Laporan Keuangan
| 2
| ANNUAL REPORT 2012 PT SKYBEE Tbk.
L AYING
THE FOUNDATION
FOR SUSTAINABLE
GROW TH
The past years of strong Indonesian GDP growth has
led to a rapidly expanding middle class.
Local and international advertisers are targeting
this audience with growing marketing budgets, up
20% Y/Y according to Nielsen. This is a trend that
PT Skybee Tbk. (The Company) is capitalizing on
through its media buying subsidiary.
It is also a trend that supports the rapid growth
of mobile devices and data usage, including voice,
text and video communications, as well as content
creation, distribution and consumption. By migrating
users from 2G to 3G, mobile operators are seeing
increasing ARPU (Average Revenue Per User) for
consumers taking advantage of new powerful
smartphone capabilities.
As per Yahoo! TNS Net Index 2012, the internet is
now the second largest media channel in Indonesia,
after TV. The report also found that 62% of Internet
users in Indonesia accessed the Internet via mobile
phones, up from 22% in 2009.
Riding this momentum, The Company intends to
capitalize on the opportunities in the rapidly growing
Internet and mobile Internet sectors. For example,
Skybee’s subsidiaries built and launched a mobile
money application.
Mobile payments is a space forcasted by McKinsey
to grow close to 10 times globally between 2011 and
2015.
The Company aims to continue to capitalize on
new technology and high growth trends, where
incumbents do not yet dominate the market or
where new technology allows us to disrupt the
market.
Pertumbuhan PDB Indonesia dalam beberapa tahun
terakhir menyebabkan cepatnya perkembangan pada
kelas menengah.
Para pengiklan berupaya memanfaatkan potensi tersebut,
dimana menurut Nielsen, anggaran pemasaran tumbuh
sekitar 20% Per tahun,. Dan PT Skybee Tbk. (Perseroan)
akan memanfaatkan peluang tersebut melalui anak
perusahaannya yang bergerak di bidang media buying.
Tren tersebut juga mendukung pesatnya pertumbuhan
perangkat mobile dan penggunaan data, termasuk
komunikasi suara, teks dan video, serta pembuatan,
distribusi dan konsumsi konten. Dengan beralihnya
pengguna teknologi 2G ke 3G, para operator
merasakan peningkatan ARPU (Average Revenue Per
User), hal ini dikarenakan konsumen memanfaatkan
kemampuan smartphone yang semakin canggih.
Menurut Yahoo! TNS Net Index 2012, internet kini
adalah media terbesar kedua di Indonesia, setelah TV.
Laporan tersebut juga menemukan bahwa 62% dari
pengguna internet di Indonesia mengakses internet
melalui ponsel, naik dari 22% pada tahun 2009.
Dengan memanfaatkan momentum tersebut Perseroan
bermaksud untuk memanfaatkan peluang di internet
dan mobileinternet yang berkembang pesat. Sebagai
contoh, anak perusahaan Perseroan mengembangkan
dan meluncurkan layanan mobile money.
Menurut McKinsey “mobile payment” akan bertumbuh
hampir 10 kali lipat secara global antara tahun 2011
dan juga 2015.
Perseroan akan terus memanfaatkan tren teknologi
baru dan pertumbuhan yang tinggi, sebab tidak ada
dominasi pemain lama dan Perseroan dapat masuk
dengan memanfaatkan teknologi baru.
| LAPORAN TAHUNAN 2012 PT SKYBEE Tbk.
| 3
2012 FINANCIAL
HIGHLIGHTS
Ikhtisar Keuangan 2012
Consolidated Balance Sheets Neraca Konsolidasi
2012
2011
2010
2009
2008
Current Assets / Aset Lancar
947.647
839.569
314.124
20.382
6.933
Non-Current Assets / Aset Tidak Lancar
101.346
11.804
9.296
1.803
5.278
1.048.993
851.373
323.420
22.185
12.211
742.177
608.638
171.564
4.398
2.702
Total Assets / Jumlah Aset
Current Liabilities / Kewajiban Lancar
Non-Current Liabilities / Kewajiban Tidak Lancar
Total Liabilities / Jumlah Kewajiban
Minority Interest / Hak Minoritas
Total Equity / Jumlah Ekuitas
Total Liabilities and Equity / Jumlah Kewajiban dan Ekuitas
77.857
55.631
1.236
77
3.884
820.034
664.269
172.800
4.475
6.586
52.413
18.207
4.357
-
-
176.545
168.897
146.263
17.710
5.625
1.048.993
851.373
323.420
22.185
12.211
Consolidated Statements of Income Laporan Laba Rugi
Net Sales / Penjualan Bersih
1.720.259
1.412.829
553.230
288.869
255.348
Cost of Goods Sold / Beban Pokok Penjualan
1.680.738
1.303.633
497.327
282.005
250.714
39.521
109.196
55.903
6.864
4.634
63.829
73.503
34.282
4.572
2.875
(24.308)
35.693
21.621
2.292
1.759
Gross Profit / Laba Kotor
Operating Expenses / Beban Usaha
Income from Operations / Laba Usaha
Other Income, Net / Penghasilan Lain-lain, Bersih
37.703
8.906
4.533
1.732
1.500
Income Before Income Tax Expense / Laba Sebelum Pajak Penghasilan
13.394
44.599
26.154
4.024
3.259
(662)
(13.653)
(6.911)
(664)
(657)
Income Tax Expense / Beban Pajak Penghasilan
Minority Interest / Hak Minoritas
Net Income / Laba Bersih
Earnings per Share / Laba per Saham
(5.084)
(8.415)
(237)
-
-
7.648
22.531
19.006
3.360
2.602
13
39
43
192
-
Ratios (in %) Rasio - Rasio (dalam %)
Liquidity Ratio / Rasio Likuiditas
127,68%
137,94%
183,09%
463,44%
256,59%
Quick Ratio / Rasio Cepat
0,48%
105,21%
80,43%
280,20%
255,66%
Cash Ratio / Rasio Kas
0,53%
9,60%
32,39%
68,17%
112,29%
78,17%
78,02%
53,43%
20,17%
53,93%
464,49%
393,30%
118,14%
25,27%
117,08%
Current Ratio / Rasio Lancar
Leverage Ratio / Rasio Leverage
Debt Ratio / Rasio Hutang
Debt to Equity Ratio / Rasio Hutang terhadap Ekuitas
Profitability/Rentability Ratio / Rasio Profitabilitas/Rentabilitas
Gross Profit Margin / Margin Laba Kotor
2,30%
7,73%
10,10%
2,38%
1,81%
Net Profit Margin / Margin Laba Bersih
0,44%
1,59%
3,44%
1,16%
1,02%
Income from Operation Margin / Margin Laba Usaha
-1,41%
2,53%
3,91%
0,79%
0,69%
Return on Asset (ROA) / Imbal Hasil Aset
0,73%
2,65%
5,88%
15,15%
21,31%
Return on Equity (ROE) / Imbal Hasil Ekuitas
4,33%
13,34%
12,99%
18,97%
46,26%
Income from Operations/Net Sales / Laba Usaha/Penjualan Bersih
-1,41%
2,53%
3,91%
0,79%
0,69%
Net Income/Net Sales / Laba Bersih/Penjualan Bersih
0,44%
1,59%
3,44%
1,16%
1,02%
Performance and Operational Ratio / Rasio Kinerja dan Operasional
-13,77%
21,13%
14,78%
12,94%
31,27%
Net Income/Total Equity / Laba Bersih / Ekuitas
4,33%
13,34%
12,99%
18,97%
46,26%
Income from Operations/Total Assets / Laba Usaha/Jumlah Aset
-2,32%
4,19%
6,69%
10,33%
14,41%
0,73%
2,65%
5,88%
15,15%
21,31%
Income from Operations/Net Equity / Laba Usaha/Ekuitas
Net Income/Total Assets / Laba Bersih/Jumlah aset
| 4
| ANNUAL REPORT 2012 PT SKYBEE Tbk.
2012 SHARE
HIGHLIGHTS
Ikhtisar Saham 2012
VOLUME
SHARE PRICE
100000
800
80000
680
60000
560
40000
440
20000
320
JAN 2012
FEB 2012
VOLUME
MAR 2012
APR 2012
MAY 2012
JUN 2012
JUL 2012
AUG 2012
SEP 2012
OKT 2012
NOV 2012
DES 2012
SHARE PRICE
HARGA SAHAM
SHARE PRICE
HARGA SAHAM
2011
HIGHEST Tertinggi
LOWEST Terendah
2012
CLOSING Penutupan HIGHEST Tertinggi
LOWEST Terendah
CLOSING Penutupan
Q1
540
495
540
600
455
500
Q2
650
495
670
500
460
500
Q3
740
540
580
500
450
495
Q4
650
480
590
500
450
495
| LAPORAN TAHUNAN 2012 PT SKYBEE Tbk.
| 5
2012 SHARE
HIGHLIGHTS
Ikhtisar Saham 2012
CHRONOLOGICAL LISTNG OF SHARES
Kronologis Pencatatan Saham
LISTING DATE
CORPORATE ACTION
TANGGAL PENCATATAN
TINDAK AN KORPORASI
1 Juli 2011
7 Juli 2011
Initial Public Offering for 235,000,000 shares
Penawaran Umum Saham Perdana sebanyak 235.000.000 lembar
Stock Listings at IDX
Pencatatan Saham di BEI
LIST OF SHAREHOLDERS PER 31 DECEMBER 2012
Daftar Pemegang Saham per 31 Desember 2012
| 6
NAME OF SHAREHOLDERS
TOTAL SHARE ISSUED & FULLY PAID
PERCENTAGE OF OWNERSHIP
NAMA PEMEGANG SAHAM
JUMLAH SAHAM DITEMPATK AN & DISETOR PENUH
PERSENTASE KEPEMILIK AN
JPMIB Ora Pro Nubis
International Corp
14 0 . 0 0 0 . 0 0 0
23,93%
JPMIB Creative One Ltd.
101.7 8 2 . 5 0 0
17,40%
JPMIB Aspires Inc.
6 9 . 9 9 7. 5 0 0
11,97%
Credit Suisse AG Singapore
Trust
8 3 . 3 6 2. 5 0 0
14,25%
Syailendra Capital
45.250.000
7,74%
masyarakat < 5%
14 4 . 6 0 7. 5 0 0
24,72%
TOTAL JUMLAH
585.000.000
100,00%
| ANNUAL REPORT 2012 PT SKYBEE Tbk.
COMPOSITON OF SHAREHOLDERS
Daftar Pemegang Saham
USE OF FUNDS FROM IPO AS OF
DECEMBER 31, 2012
Laporan Realisasi Penggunaan Dana IPO per
31 desember 2012
PROCEEDS FROM INITIAL PUBLIC
OFFERING
23,93%
17,40%
JPMIB ORA PRO NUBIS
INTERNATIONAL CORP
JPMIB CREATIVE
ONE LTD.
11,97%
JPMIB ASPIRES INC.
24,72%
DANA HASIL PENAWARAN UMUM
PERDANA
88.125.000.000
COST OF INITIAL PUBLIC OFFERING
BIAYA PENAWARAN UMUM SAHAM
PERDANA
3.578.558.139
USE OF PROCEEDS FROM INITIAL
PUBLIC OFFERING
PENGGUNAAN DANA HASIL
PENAWARAN UMUM SAHAM PERDANA
84.545.4 41.861
BALANCE OF PROCEEDS FROM
INITIAL PUBLIC OFFERING
MASYARAKAT
< 5%
14,25%
SISA DANA HASIL PENAWARAN UMUM
SAHAM PERDANA
-
CREDIT SUISSE AG
SINGAPORE TRUST
7,74%
SYAILENDRA
CAPITAL
| LAPORAN TAHUNAN 2012 PT SKYBEE Tbk.
| 7
2012 SIGNIFICANT EVENT
Peristiwa Penting 2012
51
%
INVESTMENT
The Company held Annual General Meeting
of Shareholders on June 25, 2012 at Sari Pan
Pacific Hotel, Jakarta.
Perseroan melaksanakan Rapat Umum
Pemegang Saham pada tanggal 25 Juni 2012 di
Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta.
The Company concluded the investment in
51% of PT Skye Sab Indonesia in October.
PT Skye Sab Indonesia is a non-bank
financial institution.
Perseroan menyelesaikan investasi 51% saham
PT Skye Sab Indonesia pada bulan Oktober.
Skye Sab Indonesia adalah lembaga keuangan
non bank.
The Company divested of 70% of its
ownership in PT Numedia Global.
Perseroan melakukan divestasi atas 60%
kepemilikan sahamnya di PT Numedia Global.
| 8
| ANNUAL REPORT 2012 PT SKYBEE Tbk.
SKYBEE TAKES ADVANTAGE OF THE SYNERGY
BETWEEN ITS FOUR SUBSIDIARIES AND
ASSUMES THE ROLES AS ACCELERATOR,
FACILITATOR, AND DISTRIBUTOR.
SKYBEE MEMANFAATKAN SINERGI KEEMPAT
ANAK PERUSAHAANNYA DAN BERPERAN SEBAGAI
PENDORONG, FASILITATOR DAN DISTRIBUTOR.
| LAPORAN TAHUNAN 2012 PT SKYBEE Tbk.
| 9
MILESTONES
Tonggak Sejarah
PT Skybee Tbk (The Company) was
established in 1995 in Jakarta as an
advertising company under the name of
PT Kreatip Komunikacitra.
PT SkyBee Tbk (Perseroan) didirikan pada
tahun 1995 di Jakarta sebagai sebuah
perusahaan yang bergerak di bidang usaha
jasa periklanan dengan nama PT Kreatip
Komunikacitra.
In February, the Company expanded its core business, from
advertising company to Indosat’s Multi Region Authorized Dealer.
In the same month, the Company also acquired PT Sinergitama
Komindo as its subsidiary with share ownership of 99.75%.
Pada bulan Februari, Perseroan mengalihkan inti kegiatan usahanya, dari
jasa periklanan menjadi Multi Region Authorized Dealer dari INDOSAT.
Masih di bulan yang sama, Perseroan memperluas kegiatan usaha
dengan mengakuisisi PT Sinergitama Kominido sebagai anak perusahaan
Perseroan dengan jumlah kepemilikan saham sebesar 99,75%.
On October, 16th, the Company changed its name into PT Skybee and finalized its
business structure according to the new strategy, vision and mission as a service
and integrated telecommunication technology product provider with its brand name
‘Skybee’ In December, the Company and subsidiaries developed the following business
unit categories: 1. Telcolink or distribution service for the Indosat's products such as
starter pack and prepaid voucher and as principal for 'Skybee' mobile phones product.
2. Mobile and Computing or the hardware and smart phones provider to access
mobile and internet connection. 3. Interactive Multimedia or Value Added Service
telecomunication provider including content, application and new media.
Pada tanggal 16 Oktober, Perseroan secara resmi mengubah namanya menjadi PT Skybee
sekaligus melengkapi struktur usahanya sesuai dengan strategi, visi dan misi baru sebagai
penyedia layanan dan produk teknologi telekomunikasi yang terintegrasi dan terkemuka
dengan nama ‘Skybee’. Pada bulan Desember, Perseroan dan anak perusahaan melakukan
pengembangan unit usaha yang menjangkau bidang: 1. Telcolink atau penyedia layanan
distribusi produk operator INDOSAT, seperti palet perdana kartu SIM prabayar dan voucher
isi ulang serta produk seluler dengan merek 'Skybee'; 2. Mobile dan Computing atau
penyedia perangkat keras dan perangkat cerdas untuk akses koneksi internet bergerak. 3.
Interactive Multimedia atau penyedia layanan VAS (Value Added Service) telekomunikasi
yang mencakup pembuatan konten dan media baru.
| 10
| ANNUAL REPORT 2012 PT SKYBEE Tbk.
In July, the Company conducted its Initial Public Offering
(IPO) and was listed as the 7th public company at
Indonesia Stock Exchange (IDX) for the year 2010.
Pada bulan Juli Perseroan melakukan penawaran umum
saham perdana (Initial Public Offering) dan tercatat sebagai
perusahaan publik ke 7 (tujuh) di PT Bursa Efek Indonesia
(BEI) untuk tahun 2010.
In June, the Company developed its business unit to cover
media business by acquiring 60% shares of PT Kaswall
Dinamika Indonesia, an advertising agency
Pada bulan Juni, Perseroan mulai mengembangkan unit
usahanya yang menjangkau bidang media dengan melakukan
akuisisi 60% saham PT Kaswall Dinamika Indonesia yg
bergerak di bidang media agency (agen periklanan).
Investment in 51% of the total
shares of PT Skye Sab Indonesia and
divestment of 70% of the shares of
the subsidiary PT Numedia Global.
Investasi 51% saham di PT Skye Sab Indonesia
dan Divestasi 70% saham anak perusahan PT Numedia Global.
| LAPORAN TAHUNAN 2012 PT SKYBEE Tbk.
| 11
| 12
| ANNUAL REPORT 2012 PT SKYBEE Tbk.
REPORT OF THE
PRESIDENT COMMISSIONER
Laporan Komisaris Utama
Dear shareholders,
Para pemegang saham yang terhormat,
Referring to the mandate set out in the Articles of
Association, the Board of Commissioners regularly
engage in oversight of the management of the
Company by the Board of Directors and provide
recommendations to ensure that the Company's
business objectives have been achieved. The Board
of Commissioners also ensures that Good Corporate
Governance is consistently put in practice, as is internal
control, risk management, and human resource
development.
Merujuk pada mandat yang tertuang dalam Anggaran
In carrying out the abovementioned duties the Board of
Commissioners collaborates with the Board of Directors
and the Audit Committee, ensuring that the oversight
and recommendations provided facilitate the Company
in achieving the desired performance.
Komisaris bekerjasama dengan Direksi dan Komite Audit
The Board of Commissioners acknowledges the efforts
and results delivered by the Board of Directors, which
are in accordance with the targets stipulated in the
strategic policy and short-term as well as long-term
plans.
hasil yang dicapai oleh Direksi, yang sesuai dengan
Also in 2012 the Company noted a change in the
structure of the Board of Commissioners. At the
Annual General Meeting of Shareholders on June 25,
2012 in Jakarta, the Shareholders approved the new
composition of the Board of Commissioners as follows:
Saham Tahunan pada tanggal 25 Juni 2012 di Jakarta,
President Commissioner: Hendra Kendro
Independent Commissioner: Karnadi Widodo
Dasar Perseroan, Dewan Komisaris secara berkala
melakukan pengawasan atas pengelolaan Perseroan oleh
Direksi dan menyampaikan rekomendasi-rekomendasi
untuk memastikan tercapainya tujuan usaha Perseroan.
Dewan Komisaris juga memastikan bahwa Good
Corporate Governance senantiasa diterapkan, demikian
juga dengan pengendalian internal, manajemen risiko,
dan pengembangan sumber daya manusia.
Dalam menjalankan tugas-tugas tersebut Dewan
dan memastikan bahwa pengawasan dan rekomendasirekomendasi yang diberikan mampu mendukung
pencapaian kinerja yang memuaskan.
Dewan Komisaris menghargai usaha-usaha serta hasilsasaran yang ditetapkan dalam kebijakan strategis dan
rencana jangka pendek maupun jangka panjang.
Kemudian pada tahun 2012 terjadi perubahan struktur
Dewan Komisaris. Dalam Rapat Umum Pemegang
Pemegang Saham menyetujui susunan Dewan
Komisaris yang baru sebagai berikut:
Komisaris Utama: Hendra Kendro
Komisaris Independen: Karnadi Widodo
Dewan Komisaris menyampaikan terima kasih kepada
Dewan Komisaris terdahulu atas dedikasinya kepada
The Board of Commissioners would like to thank the
former Board of Commissioners for the dedication to
the Company and the Shareholders during its tenure.
Perseroan dan Pemegang Saham selama masa baktinya.
Going forward the Board of Commissioners expects
the Company to grow the performance by capitalizing
on new businesses potential. At the same time it is
imperative that the Company maintains efficiency
particularly with regard to operating costs in order to
maximize profits in the future.
dengan mengembangkan bisnis-bisnis baru yang dapat
Kedepannya Dewan komisaris mengharapkan agar
Perseroan dapat terus meningkatkan kinerjanya
memberikan pertumbuhan pendapatan dan keuntungan
bersih. Pada saat yang sama Perseroan diharapkan
dapat terus melakukan efisiensi biaya operasional
sehingga dapat memaksimalkan laba di masa yang akan
datang.
| LAPORAN TAHUNAN 2012 PT SKYBEE Tbk.
| 13
REPORT OF THE PRESIDENT COMMISSIONER
Laporan Komisaris Utama
Also I would like to advantage of this opportunity
to extend our gratitude to all members of the
Audit Committee for the strong performance in
carrying out the audit function throughout 2012.
The Board of Commissioners collaborating with
the Audit Committee periodically evaluated the
Company’s financial performance and discussed
other pertaining issues.
Dalam kesempatan ini kami juga ingin menyampaikan
Finally, on behalf of the Board of Commissioners,
I would like to thank the Board of Directors for
the performance in 2012 and all Shareholders
and stakeholders who had supported and placed
confidence in the Company. We also extend a
sincere gratitude to the Managemvent and all
employees for their dedication and hard work
throughout 2012.
menyampaikan terima kasih kepada Direksi atas
On behalf of the Board of Commissioners
PT Skybee Tbk.
PT Skybee Tbk.
HENDRA KENDRO
President Commissioner
| 14
| ANNUAL REPORT 2012 PT SKYBEE Tbk.
terima kasih kepada semua anggota Komite Audit atas
kinerjanya dalam menjalankan fungsi audit selama
tahun 2012. Dewan Komisaris bekerjasama dengan
Komite Audit secara berkala melakukan evaluasi atas
kinerja keuangan Perseroan dan membahas hal-hal
terkait.
Akhirnya, atas nama Dewan Komisaris, saya
kinerjanya pada tahun 2012 dan kepada para Pemegang
Saham serta seluruh pemangku kepentingan yang telah
mendukung dan memberikan kepercayaan kepada
Perseroan. Kami juga menyampaikan terima kasih yang
tulus kepada Manajemen dan seluruh karyawan atas
dedikasi dan kerja kerasnya sepanjang tahun 2012.
Atas nama Dewan komisaris
THE PERFORMANCE OF THE BOARD OF
DIRECTORS IS IN ACCORDANCE WITH
THE TARGETS AND SHORT-TERM AS
WELL AS LONG-TERM PLANS.
KINERJA DIREKSI SESUAI DENGAN SASARAN
DAN RENCANA JANGKA PENDEK MAUPUN
JANGKA PANJANG.
| LAPORAN TAHUNAN 2012 PT SKYBEE Tbk.
| 15
| 16
| ANNUAL REPORT 2012 PT SKYBEE Tbk.
REPORT OF THE
PRESIDENT DIRECTOR
Laporan Direktur Utama
Dear shareholders,
Para pemegang saham yang terhormat,
2012 was a year of changes as we started exploring
steps to position PT Skybee Tbk (The Company) for
growth in new and expanding Technology, Media and
Telecommunications (TMT) areas. It was also decided
to exit businesses if they did not add to the financial
strength of The Company or fit our developing longterm strategy. Operating costs were reduced and
aligned to the changes in our businesses.
Tahun 2012 merupakan tahun perubahan seiring
dengan langkah-langkah yang dilakukan PT Skybee Tbk.
(Perseroan) untuk mencapai pertumbuhan di bidang
Teknologi, Media dan Telekomunikasi (TMT) yang baru
dan berkembang. Perseroan juga memutuskan untuk
keluar dari bisnis yang tidak memberikan manfaat bagi
kinerja keuangan atau tidak sesuai dengan strategi
jangka panjang, serta mengurangi dan menyesuaikan
biaya operasional dengan perkembangan usaha.
2013 PLAN AND STRATEGY
Following the initial steps taken in 2012, The
Company is ramping up its efforts to grow the
business in the TMT sectors, with more focus on
digital parts of the economy. We specifically want
to go after large consumer markets that provide
long-term and high-growth possibilities. The
ideal markets are ones where there are not yet
incumbents in control or where disruption by new
technologies and players is possible. In our efforts
to enter new promising markets we will consider all
options available, including to build, buy and partner.
The ambition of The Company is to position
ourselves as a leading TMT player in the digital
space. Actions in 2013 will support this strategy.
RENCANA DAN STRATEGI 2013
Menyusul langkah-langkah awal yang diterapkan pada
tahun 2012, Perseroan meningkatkan upaya-upaya
pengembangan bisnis di sektor TMT dengan berfokus
pada bisnis-bisnis berorientasi digital. Pada khususnya
Perseroan membidik pasar konsumen yang besar
dan memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang
yang tinggi. Pasar yang ideal adalah pasar yang tidak
dikendalikan oleh pemain utama serta dapat dimasuki
oleh teknologi dan pemain baru. Dalam upaya untuk
memasuki pasar baru yang menjanjikan Perseroan
berencana untuk mempertimbangkan semua opsi yang
ada termasuk membangun, membeli dan bermitra.
Perseroan berambisi untuk menjadi pemain TMT
terkemuka di sektor digital dan langkah-langkah pada
tahun 2013 akan mendukung strategi tersebut.
GOOD CORPORATE GOVERNANCE
As a publicly listed company on the Indonesia Stock
Exchange (IDX) we are commited to practicing the
principle of the Good Corporate Governance (GCG).
Part of the commitment will be to make sure that all
of our financial reports and other reports required as
a public company are accurately made and publicized
on time.
TATA KELOLA PERUSAHAAN
Sebagai perusahaan publik yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia (BEI), kami berkomitmen untuk
mempraktekkan prinsip-prinsip Good Corporate
Governance (GCG). Salah satu wujud komitmen adalah
memastikan bahwa semua laporan keuangan dan
laporan lainnya yang diperlukan sebagai perusahaan
publik dipersiapkan secara akurat dan diterbitkan tepat
waktu.
| LAPORAN TAHUNAN 2012 PT SKYBEE Tbk.
| 17
IN 2012 WE DIVESTED UNPRODUCTIVE
SUBSIDIARIES IN ORDER TO REDUCE COSTS.
WE NOW FOCUS ON TECHNOLOGY, MEDIA, AND
TELECOMMUNICATION.
PADA TAHUN 2012 KAMI MELAKUKAN DIVESTASI ATAS ANAK
PERUSAHAAN YANG TIDAK PRODUKTIF UNTUK MENGURANGI
BIAYA. KINI KAMI BERFOKUS PADA TEKNOLOGI, MEDIA, DAN
TELEKOMUNIKASI.
| 18
| ANNUAL REPORT 2012 PT SKYBEE Tbk.
On behalf of the Board of Directors, we would like to
thank all of our stakeholders, business partners, our
Board of Commissioners, the Audit Committee, and
also to extend our special gratitude and appreciation
to all of our employees for their hard work and
dedication over the past year. Thank you.
Atas nama Direksi, kami menyampaikan terima kasih
On Behalf of Board of Directors,
PT Skybee Tbk.
Atas nama Direksi,
kepada para pemangku kepentingan, mitra bisnis,
Dewan Komisaris, dan Komite Audit, serta terima
kasih dan penghargaan kepada seluruh karyawan atas
dedikasi dan kinerjanya selama tahun 2012. Terima
kasih.
PT Skybee Tbk.
PONTUS SONNERSTEDT
President Director
| LAPORAN TAHUNAN 2012 PT SKYBEE Tbk.
| 19
CORPORATE
DATA
Data Perusahaan
Corporate Name Nama Perseroan
PT SKYBEE TBK
Official Website Situs Resmi
www.skybee.com
Corporate Address Alamat Perseroan
SKYBEE ONE BUILDING 7TH FLOOR
JL. KEBON SIRIH RAYA KAV. 63 JAKARTA 10340
Line of Business Bidang Usaha
PENYEDIA DAN PENDISTRIBUSI PRODUK DAN JASA TEKNOLOGI KOMUNIKASI
SERTA PRODUK DAN JASA TEKNOLOGI TERKINI LAINNYA.
Investor Relation Hubungan Investor
SKYBEE ONE BUILDING, JL. KEBON SIRIH RAYA KAV. 63 JAKARTA 10340
TEL. (62 - 21) 390 7882 FAX. (62 - 21) 390 7883 E-MAIL [email protected]
Ticker Symbol Simbol Saham
SKYB
Stock Exchange Listing Pencatatan Saham
PT BURSA EFEK INDONESIA
Share Register Biro Administrasi Efek
PT SIRCA DATAPRO PERDANA
JL. JOHAR NO. 18, MENTENG, JAKARTA 10340
Public Accountant Akuntan Publik
TANUBRATA SUTANTO FAHMI & REKAN
PRUDENTIAL TOWER, 17TH FLOOR
JL. JEND. SUDIRMAN KAV. 79, JAKARTA 12910
Notary Notaris
FATHIAH HELMI, SH.
GRAHA IRAMA, LANTAI 6 RUANG C
JL. HR. RASUNA SAID KAV. 1 & 2
KUNINGAN 12950
| 20
| ANNUAL REPORT 2012 PT SKYBEE Tbk.
COMPANY
PROFILE
Profil Perusahaan
COMPANY AT A GLANCE
PT Skybee Tbk. (Skybee / the Company) continues
to grow and develop to become the premier provider
of technology and telecommunication products and
services that is integrated, creative and innovative,
in the efforts to enhance the lifestyle of the
Indonesian people.
By capitalizing on the synergies between the
subsidiaries namely PT Sinergitama Komindo, PT
inTouch Innovate Indonesia, PT Kaswall Dinamika
Indonesia and PT Skye Sab Indonesia, Skybee focuses
on three core businesses, namely:
• Telcolink, distribution of telecommunication
operator products and “Skybee” branded cellular
phones.
• Mobile & Computing, distribution of hardware and
the accessories.
• I nteractive Multimedia, value-added
telecommunication services that include content,
applications, media and new media.
The Company was established in 1995 under the
name PT Kreatip Komunikacitra that initially
engaged in advertising business. Then in October
2009 the Company was renamed to PT SkyBee and
simultaneously expanding its business activities to
technology and telecommunications sector through
acquisitions and development of new business units.
Sekilas Perseroan
PT Skybee Tbk. (Skybee/ Perseroan) terus tumbuh
dan berkembang untuk menjadi penyedia layanan
dan produk teknologi dan telekomunikasi yang
terintegrasi, kreatif dan inovatif, dalam upaya
mendukung gaya hidup masyarakat Indonesia.
Dengan memanfaatkan sinergi anak-anak perusahaan
yaitu PT Sinergitama Komindo, PT inTouch Innovate
Indonesia, PT Kaswall Dinamika Indonesia dan PT
Skye Sab Indonesia , Skybee berfokus pada tiga
bisnis inti yaitu:
• Telcolink, distribusi produk operator telekomunikasi
dan telepon seluler dengan merek "SkyBee".
• Mobile & Computing, distribusi perangkat keras
dan pendukungnya.
• Interactive Multimedia, layanan nilai tambah
telekomunikasi yang mencakup konten, aplikasi,
media and new media.
Perseroan berdiri pada tahun 1995 dengan nama
PT Kreatip Komunikacitra yang awalnya merupakan
perusahaan periklanan. Kemudian pada bulan Oktober
2009 Perseroan berubah nama menjadi PT SkyBee
dan sekaligus memperluas kegiatan usahanya ke
sektor teknologi dan telekomunikasi melalui akuisisi
dan pengembangan unit usaha baru.
PT SKYBEE TBK.
55%
PT SINERGITAMA
KOMINDO
Distribusi BB &
Soner, Pulsa, dll
70%
51%
60%
PT INTOUCH
INNOVATE
INDONESIA
PT SKYE SAB
INDONESIA
PT KASWAL
DINAMIKA
INDONESIA
Developer IT
Lembaga Keuangan
Non Bank
Advertising Management
/ Agency
| LAPORAN TAHUNAN 2012 PT SKYBEE Tbk.
| 21
ORGANIZATION
STRUCTURE
Struktur Organisasi
THE BOARD
OF COMMISSIONERS
Dewan Komisaris
AUDIT COMMITTEE
Komite Audit
THE BOARD OF
DIRECTORS
Direksi
CORPORATE
SECRETARY
Korporate Sekretaris
INTERNAL AUDIT
Audit Internal
CORPORATE NONOPERATIONAL
OPERATIONAL
Operasional
Korporasi Non-Operasional
FINANCE
DEPT.
SUPPORT
DEPT.
MARKOM
DEPT.
Department
Keuangan
Department
Markom
Department
Support
VOUCHER
DISTRIBUTION
MOBILE
PHONE
Distribusi
Voucher
Telepon
Selular
NEW MEDIA &
CONTENT
APPLICATION
& SERVICES
Media Baru &
Konten
Aplikasi &
Layanan
ADVERTISING
MEDIA AGENCY
Seluler &
Komputer
| 22
| ANNUAL REPORT 2012 PT SKYBEE Tbk.
VISION AND
MISSION
Visi dan Misi
Our vision is to create context and
connection between business, ideas
and people to improve the lifestyle and
increase value to the society.
Visi kami adalah menciptakan konteks dan koneksi antara
usaha, ide dan manusia untuk meningkatkan gaya hidup
dan menambah nilai bagi masyarakat.
Misi kami adalah; 1. As ACCELERATOR,
we leverage our resources, network
and expertise to grow ideas into
successful businesses. 2. As ENABLER,
we participate and build strategic
infrastructure to pave way for new
media and technology services. 3. As
DISTRIBUTOR, we provide channel to
bring contents and services to end users
in the most effective and efficient way.
4. We offer SYNERGY and integrated
offering to help increase value of our
offering to partners and stakeholders.
Misi kami adalah; 1. Sebagai PENDORONG, kami mengandalkan
sumber daya, jaringan, dan keahlian kami untuk mengembangkan
ide menjadi kesuksesan usaha. 2. Sebagai FASILITATOR, kami
berpartisipasi dan membangun infrastruktur strategis untuk
mengakomodasi media baru dan layanan teknologi. 3. Sebagai
DISTRIBUTOR, kami menyediakan saluran untuk menghadirkan
teknologi, konten, dan layanan kepada pengguna akhir dengan
cara yang paling efektif dan efisien. 4. Kami menawarkan SINERGI
dan penawaran terintegrasi untuk membantu meningkatkan nilai
penawaran kami terhadap mitra dan pemangku kepentingan.
| LAPORAN TAHUNAN 2012 PT SKYBEE Tbk.
| 23
PROFILE OF THE BOARD
OF COMMISSIONERS
Profil Dewan Komisaris
HENDRA KENDRO
KARNADI WIDODO
PRESIDENT COMMISSIONER KOMISARIS UTAMA
INDEPENDENT COMMISSIONER KOMISARIS INDEPENDEN Indonesian citizen, 57 years old, serving as
President Commissioner since 2012 based on
the decision of the Annual General Meeting of
Shareholders (AGMS) on June 25, 2012. Previously,
he served as President Director of the Company
(2009 - 2012) and currently serves as Director of
its subsidiary PT Intouch Innovate Indonesia. He
is well experienced in information technology
and telecommunications industries as director
in several companies, including Intouch Wireless
Service Pte. Ltd., PT Meganet, PT InMac, Eastern
Computer and Pusdikom. He graduated from the
University of Manitoba, Canada in 1981.
Indonesian citizen, 47 years old, serving as
Independent Commissioner since 2012 based
on the decision of the AGMS on June 25, 2012.
He also serves as Vice President of Finance and
Accounting at PT Trikomsel Oke Tbk. (2009
- present), Accounting and Finance Division
Head at PT Bank UOB Buana (2005-2009), and
Auditor at KAP Siddharta Siddharta & Widjaja
(1991-2004). He earned a Bachelor degree in
Accounting from Universitas Tarumanagara,
Jakarta.
Warga negara Indonesia, 47 tahun, menjabat
sebagai Komisaris Independen sejak tahun 2012
Warga negara Indonesia, 57 tahun, menjabat
berdasarkan keputusan RUPST pada tanggal 25
sebagai Komisaris Utama sejak tahun 2012
Juni 2012. Beliau juga menjabat sebagai Vice
berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang
President Finance dan Accounting di PT Trikomsel
Saham Tahunan (RUPST) pada tanggal 25 Juni
Oke Tbk. (2009 – sekarang), Kepala Divisi
2012. Sebelumnya beliau menjabat sebagai
Akuntansi dan Keuangan di PT Bank UOB Buana
Direktur Utama Perseroan (2009 – 2012) dan
(2005 – 2009), dan Auditor di KAP Siddharta
saat ini juga menjabat sebagai Direktur anak
Siddharta & Widjaja (1991 – 2004).
perusahaan PT Intouch Innovate Indonesia. Beliau
berpengalaman di industri teknologi informasi
dan telekomunikasi sebagai Direktur di beberapa
perusahaan, antara lain Intouch Wireless Service
Pte. Ltd., PT Meganet, PT InMac, Eastern
Computer dan Pusdikom. Beliau lulus dari
University of Manitoba, Kanada tahun 1981.
| 24
| ANNUAL REPORT 2012 PT SKYBEE Tbk.
Beliau memperoleh gelar Sarjana di bidang
Akuntansi dari Universitas Tarumanagara, Jakarta.
PROFILE OF THE BOARD
OF DIRECTORS
Profil Direksi
PONTUS SONNERSTEDT
MEILIANA WIDJAJA
PRESIDENT DIRECTOR DIREKTUR UTAMA
UNAFFILIATED DIRECTOR DIREKTUR TIDAK TERAFILIASI
Swedish citizen, 42 years old, serving as Director
since 2012 based on the decision of the AGMS
on June 25, 2012. Previously, he served as Chief
Marketing Officer at Carrierrnet Global for
Southeast Asia, Country Manager at PT Yahoo
Indonesia (2007 - 2012), and Senior Manager
Business Development & Head of APAC Emerging
Market at Sony Ericsson Mobile Communications
International AB for Asia Pacific (2001 to 2007).
He started his career at the Royal Navy of the
Kingdom of Sweden (1991 - 1992) and earned
a Bachelor of Arts degree in International
Economics from the American University of Paris.
Indonesian citizen, 41 years old, serving as
Director Unaffiliated since 2012 based on
the decision of the AGMS on June 25, 2012.
Previously, she served as AVP Finance at PT
Trikomsel Oke Tbk. (2002-2011), Internal Audit
Manager at PT Dutamulti Intioptic Pratama,
Domba Mas Group (2000-2002); and Auditor
at Prasetio Utomo & Co., Arthur Andersen
(1997-2000). She started her career as Auditor
at Johan, Malonda & Partners and Nexia
International in 1995. She holds a Bachelor
degree in Accounting from Universitas Atma
Jaya, Jakarta.
Warga Negara Swedia, 42 tahun, menjabat
Warga Negara Indonesia, 41 tahun, menjabat
sebagai Direktur Utama sejak tahun 2012
sebagai Direktur Tidak Terafiliasi sejak tahun 2012
berdasarkan keputusan RUPST pada tanggal
berdasarkan keputusan RUPST pada tanggal 25
25 Juni 2012. Sebelumnya beliau menjabat
Juni 2012. Sebelumnya beliau menjabat sebagai
sebagai Chief Marketing Officer di Carrierrnet
AVP Finance PT Trikomsel Oke Tbk. (2002-2011),
Global untuk Asia Tenggara, Country Manager di
Internal Audit Manager di PT Dutamulti Intioptic
PT Yahoo Indonesia (2007 – 2012), dan Senior
Pratama, Domba Mas Group (2000-2002); dan
Manager Business Development & Head of
Auditor di Prasetio Utomo & Co., Arthur Andersen
APAC Emerging Market di Sony Ericsson Mobile
(1997-2000). Beliau mengawali kariernya sebagai
Communications International AB untuk Asia
Auditor di Johan, Malonda & Rekan dan Nexia
Pasifik (2001 – 2007). Beliau mengawali karir
International pada tahun 1995. Beliau memegang
sebagai Tentara Angkatan Laut Kerajaan Swedia
gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Atma
(1991 – 1992) dan memperoleh gelar Bachelor
Jaya, Jakarta.
of Arts in Internasional Economics dari American
University of Paris.
| LAPORAN TAHUNAN 2012 PT SKYBEE Tbk.
| 25
HUMAN RESOURCES
Sumber Daya Manusia
EMPLOYEES PARTICIPATE IN VARIOUS FORUMS AND
CONFERENCES IN THE TELECOMMUNICATIONS INDUSTRY,
IN ORDER TO EXPAND THEIR EXPERIENCE AND ENHANCE
THEIR KNOWLEDGE ON INDUSTRY TRENDS.
KARYAWAN TURUT BERPARTISIPASI DALAM BERBAGAI FORUM
DAN SEMINAR MENGENAI INDUSTRI TELEKOMUNIKASI,
UNTUK MENINGKATKAN PENGALAMAN DAN PENGETAHUAN
MEREKA MENGENAI TREN DI INDUSTRI.
| 26
| ANNUAL REPORT 2012 PT SKYBEE Tbk.
The Company is aware of the fact that the mission,
vision and objectives of the Company will only be
realized by capitalizing on reliable and competent
human resources (HR). With HR at the center stage
of business development, the Company puts HR as its
strategic asset.
Perseroan menyadari bahwa misi, visi dan tujuan
Capitalizing on qualified human resources, the
Company aims to secure the trust of the customers,
investors and other stakeholders.
Dengan dukungan SDM yang berkualitas, Perseroan
Accordingly, in 2012 the Company continued
organizing training programs and seminars aimed
at enhancing human resources competency at all
organizational levels.
Oleh sebab itu pada tahun 2012 Perseroan terus
In addition to trainings and seminars, the Company
also encouraged its employees to take an active
role in various forums and conferences in the
telecommunications industry, both at home and
abroad, not only as a participant but also as a source.
This initiative aimed to expand their experience,
broaden their attention span and enhance their
knowledge on industry trends in the future.
Selain pelatihan dan seminar, Perseroan mendorong
The Company provides appropriate and competitive
remuneration and benefits based on the principles
of comparability between two equivalent positions
in the Company and industry average, while meeting
the Government requirements regarding Regional
Minimum Wage.
Perseroan memberikan remunerasi dan tunjangan
The benefits provided by the Company are as follows:
1. Holiday Allowance (THR).
2.Gratification.
3. Workers Social Security (JAMSOSTEK).
4. Medical benefits, accident and life insurances.
5. Reimbursement for outpatient and inpatient.
6.Operational vehicles for employees with certain
positions.
7. Spiritual facility.
Tunjangan-tunjangan yang diberikan Perseroan adalah
Employee compositions based on management level,
education and employment status are as follows:
Perseroan hanya dapat dicapai dengan dukungan
sumber daya manusia (SDM) yang handal dan
kompeten. Sehubungan dengan pentingnya
peran SDM bagi perkembangan bisnis, Perseroan
menempatkan SDM sebagai aset strategis.
berupaya untuk meraih kepercayaan pelanggan,
investor dan pihak-pihak terkait lainnya.
menyelenggarakan program-program pelatihan dan
seminar untuk meningkatkan kompetensi SDM di
semua tingkat organisasi.
para karyawan untuk berperan aktif di dalam berbagai
forum dan konferensi industri telekomunikasi, baik
di dalam maupun di luar negeri, tidak hanya sebagai
peserta namun juga sebagai narasumber. Hal ini
bertujuan untuk memperkaya pengalaman, memperluas
wawasan dan menambah pengetahuan akan tren
industri ini di masa mendatang.
yang layak serta kompetitif berdasarkan prinsipprinsip komparatif antara dua posisi yang setara
dalam Perseroan dan dengan rata-rata industri, selain
memenuhi ketentuan Pemerintah mengenai Upah
Minimum Regional.
sebagai berikut:
1. Tunjangan Hari Raya (THR).
2.Gratifikasi.
3. Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK).
4. Tunjangan kesehatan, asuransi kecelakaan kerja dan
jiwa.
5. Penggantian biaya untuk rawat jalan dan rawat Inap.
6.Tunjangan kendaraan operasional bagi karyawan
dengan jabatan tertentu.
7. Fasilitas kerohanian.
Komposisi karyawan berdasarkan tingkat manajemen,
pendidikan dan status kepegawaian adalah sebagai
berikut:
| LAPORAN TAHUNAN 2012 PT SKYBEE Tbk.
| 27
HUMAN RESOURCES Sumber Daya Manusia
MANAGEMENT LEVEL
TINGKAT MANAJEMEN
Management Level
Number of Employees
Percentage
Tingkat Manajemen
Jumlah Karyawan
Persentase
Non Staff
8
8,2%
Staff
59
60,2%
Supervisor
20
20,4%
Manager
9
9,2%
VP
2
2,0%
TOTAL
98
100%
Education Level
Number of Employees
Percentage
Tingkat Manajemen
Jumlah Karyawan
Persentase
3
3,1%
53
54,1%
18
18,4%
24
24,4%
TOTAL
98
100%
Status
Number of Employees
Percentage
Status
Jumlah Karyawan
Persentase
91
92,9%
7
7,1%
98
100%
EDUCATIONAL LEVEL
TINGKAT PENDIDIKAN
Postgraduate
Pasca Sarjana
Undergraduate
Sarjana
Diploma
Diploma
High school and under
SMA dan di bawahnya
STATUS
STATUS
Permanent
Karyawan Tetap
Contract
Karyawan Kontrak
TOTAL
| 28
| ANNUAL REPORT 2012 PT SKYBEE Tbk.
THE COMPANY PROVIDES COMPETITIVE REMUNERATION
BASED ON THE PRINCIPLE OF COMPARABILITY BETWEEN
TWO EQUIVALENT POSITIONS IN THE COMPANY AND
INDUSTRY AVERAGE.
PERSEROAN MEMBERIKAN REMUNERASI YANG KOMPETITIF
BERDASARKAN PRINSIP KOMPARATIF ANTARA DUA POSISI
YANG SETARA DALAM PERSEROAN DAN DENGAN RATARATA INDUSTRI.
| LAPORAN TAHUNAN 2012 PT SKYBEE Tbk.
| 29
MANAGEMENT DISCUSSION
AND ANALYSIS
Analisa dan Pembahasan Manajemen
REVENUES AND COST OF REVENUES
The company's revenues in 2012 increased by
21.76% to Rp 1,720 billion from rp 1,413 billion
previously. the increase in revenues was due to the
increase in media billing revenue in line with the
increase in the Company's business activities.
Cost of revenues increased by 28.93% to Rp 1,681
billion in 2012 from Rp 1,304 billion in 2011.
GROSS PROFIT
The Company's gross profit decreased by 63.81%
from Rp 109.2 billion in 2011 to Rp 39.5 billion
in 2012 due to the decrease in mobile phones
revenues that generated bigger gross profit margin
than media billing.
OPERATING EXPENSES
Operating expenses decreased by 13.16% to Rp
63.8 billion in 2012 from Rp 73.5 billion in the
previous year. The decline was due to the decrease
in advertising and promotion expenses from Rp
15.23 billion to Rp 5.63 billion.
OTHER INCOME (EXPENSES)
Other income (expenses) increased by 323.32%
to Rp 37.70 billion in 2012 compared to only Rp
8.9 billion in 2011. The increase was due to the
goodwill resulting from the acquisition of one of
the Company’s subsidiaries in the amount of Rp
17.5 billion and difference in foreign exchange due
to the increase in the value of foreign exchange
especially US dollars (USD) in the amount of Rp
11.17 billion.
NET INCOME
Overall net income decreased by 58.86% from Rp
30.95 billion in 2011 to Rp 12.73 billion in 2012,
leading to the decrease in earnings per share to Rp
13 from Rp 40 in 2011.
CONSOLIDATED BALANCE SHEET
Total assets as of December 31, 2012 was Rp 1,049
billion, increasing by Rp 197.62 billion from Rp
851.31 billion as of December 31, 2011. The increase
was primarily due to the increase in accounts
receivable and other current assets.
Pendapatan dan Beban Pendapatan
Pendapatan perseroan di tahun 2012 mengalami
peningkatan sebesar 21,76% menjadi Rp 1.720 milyar
dari sebelumnya rp 1.413 milyar. kenaikan pendapatan
ini disebabkan adanya kenaikan pendapatan media
billing yang sejalan dengan meningkatnya aktivitas
usaha Perseroan.
Beban pendapatan meningkat 28,93% menjadi Rp 1.681
milyar di tahun 2012 dari Rp 1.304 milyar di tahun 2011.
Laba Bruto
Laba bruto Perseroan menurun sebesar 63,81% dari Rp
109,2 milyar di tahun 2011 menjadi Rp 39,5 milyar di
tahun 2012, karena turunnya pendapatan telepon selular
yang memberikan margin laba bruto lebih besar dari
media billing.
Beban Usaha
Beban usaha turun sebesar 13,16% menjadi Rp
63,8 milyar di tahun 2012 dari Rp 73,5 milyar di
tahun sebelumnya. Penurunan tersebut dikarenakan
menurunnya biaya promosi dan iklan dari Rp 15,23
milyar menjadi Rp 5,63 milyar.
Pendapatan (beban) lainnya
Pendapatan (beban) Lainnya meningkat sebesar
323,32% menjadi Rp 37,70 milyar di tahun 2012
dibandingkan tahun 2011 yang hanya sebesar Rp 8,9
milyar. Peningkatan ini dikarenakan goodwill yang timbul
akibat adanya akuisisi salah satu anak perusahaan
perseroan sebesar Rp 17,5 milyar dan selisih kurs akibat
meningkatnya nilai tukar mata uang asing khususnya
dolar Amerika Serikat (USD) sebesar Rp 11,17 milyar.
Laba Bersih
Secara keseluruhan laba bersih perseroan turun sebesar
58,86% dari Rp 30,95 milyar ditahun 2011 menjadi
sebesar Rp 12,73 milyar di tahun 2012, sehingga laba
bersih per saham juga turun menjadi Rp 13 dari Rp 40
pada tahun 2011.
Neraca Konsolidasi
Jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2012 adalah
Rp 1.049 milyar, meningkat sebesar Rp 197,62 milyar
dari Rp 851,31 milyar pada tanggal 31 Desember 2011.
Peningkatan ini terutama dikarenakan meningkatnya
piutang usaha dan aset lancar lainnya.
| 30
| ANNUAL REPORT 2012 PT SKYBEE Tbk.
In terms of liabilities, the Company’s total
liabilities in 2012 was Rp 820.03 billion, increasing
by Rp 155.77 billion from the previous year’s
position of Rp 664.27 billion. This increase was
due to the increase in the sales advance from Rp
10.76 billion in 2011 to Rp 73.92 billion in 2012 as
well as the increase in other non-current liabilities
to Rp 19.45 billion in 2012.
Dari sisi kewajiban, jumlah kewajiban perseroan di
LIQUIDITY
Liquidity indicates the ability of the Company and
its subsidiaries to meet short-term liabilities as
reflected in the ratio of current assets to total
current liabilities. The higher the ratio, the higher
the ability of the Company to meet its current
liabilities. The liquidity ratio of the Company and
its subsidiaries as of December 31, 2012 was 1.28
(x), decreasing compared to 2011 position of 1.38
(x). The Company and its subsidiaries conducted
rigorous oversight over the collectability of
accounts receivable and the turnover of existing
inventory, in order to ensure the availability of
cash flow to be used to repay bank debts and
accounts payable.
Likuiditas
SOLVENCY
Solvency indicates the ability of the Company and
its subsidiaries' to repay short-term and longterm debts. Solvency is measured by the ratio of
total debt to total assets (debt to asset ratio)
or the ratio of total debt to total equity (debt to
equity Ratio). As of December 31, 2012, the ratio
of liabilities to assets was 0.78 (x) or relatively the
same as 2011 position of 0.78 (x). The ratio of debt
to equity was 4.64 (x) or increasing compared to
2011 position of 3.93 (x).
Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan dan
The Company and its subsidiaries constantly
monitored cash flow projections and the
availability of funds that among others originated
from billing proceeds used for repayment of shortterm and long-term debts when due.
Perseroan dan anak perusahaa selalu memonitor
tahun 2012 sejumlah Rp 820,03 milyar, naik sebesar
Rp 155,77 milyar dari tahun sebelumnya yang senilai
Rp 664,27 milyar. Peningkatan ini dikarenakan adanya
kenaikan uang muka penjualan dari Rp 10,76 milyar di
tahun 2011 menjadi Rp 73,92 milyar di tahun 2012 dan
adanya kenaikan liabilitas tidak lancar lainnya menjadi
Rp 19,45 milyar di tahun 2012.
Likuiditas menunjukkan kemampuan Perseroan
dan anak perusahaan untuk memenuhi kewajiban
jangka pendek yang tercermin dari rasio antara aset
lancar dan kewajiban lancar. Semakin tinggi rasio
tersebut, semakin tinggi kemampuan Perseroan untuk
memenuhi kewajiban lancar. Rasio likuiditas Perseroan
dan anak perusahaan pada tanggal 31 Desember 2012
adalah 1,28(x), menurun dibandingkan dengan tahun
2011 sebesar 1,38(x). Perseroan dan anak perusahaan
melakukan pengawasan yang ketat atas kolektibilitas
piutang usaha dan turnover persediaan yang ada,
untuk menjamin ketersediaan arus kas untuk melunasi
hutang bank dan hutang usaha.
Solvabilitas
anak perusahaan untuk melunasi hutang jangka pendek
maupun jangka panjang. Solvabilitas diukur dengan
menggunakan rasio jumlah hutang terhadap jumlah
aset (debt to asset ratio) atau rasio jumlah hutang
terhadap jumlah ekuitas (debt to equity ratio). Pada
tanggal 31 Desember 2012, rasio kewajiban terhadap
aset mencapai 0,78 (x) atau relatif sama dengan posisi
2011 yaitu 0,78(x). Sementara rasio kewajiban terhadap
ekuitas adalah 4,64(x) atau meningkat dibandingkan
dengan posisi 2011 yaitu 3,93(x).
proyeksi arus kas dan ketersediaan dana yang antara
lain berasal dari penagihan hasil penjualan untuk
pelunasan hutang jangka pendek maupun jangka
panjang pada saat jatuh tempo.
| LAPORAN TAHUNAN 2012 PT SKYBEE Tbk.
| 31
TOTAL ASSETS AS OF DECEMBER 31, 2012 WAS RP 1,049
BILLION, INCREASING BY RP 197.62 BILLION FROM RP
851.31 BILLION AS OF DECEMBER 31, 2011. THE INCREASE
WAS PRIMARILY DUE TO THE INCREASE IN ACCOUNTS
RECEIVABLE AND OTHER CURRENT ASSETS.
JUMLAH ASET PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 ADALAH
RP 1.049 MILYAR, MENINGKAT SEBESAR RP 197,62 MILYAR
DARI RP 851,31 MILYAR PADA TANGGAL 31 DESEMBER
2011. PENINGKATAN INI TERUTAMA DIKARENAKAN
MENINGKATNYA PIUTANG USAHA DAN ASET LANCAR
LAINNYA.
| 32
| ANNUAL REPORT 2012 PT SKYBEE Tbk.
MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS Analisa dan Pembahasan Manajemen
REPORT OF THE USE OF IPO FUNDS
The Company has used all of the proceeds from
the Initial Public Offering (IPO) net of the costs
of the public offering in the amount of Rp
84,546,441,861, - in accordance with the plan
described in the prospectus and the change in the
use of proceeds from initial public offering that
was approved by the AGM on June 25, 2012.
DIVIDEND POLICY
All common stocks issued and fully paid, including
common shares offered at the initial public
offering, have the same and equal rights including
the right to receive dividends.
Cash dividends (cash) are based on the financial
performance and financial condition in the amount
equal to as much as 25% of the consolidated net
income annually.
The decision to pay cash dividends (cash) depends
on the earnings, financial condition and liquidity,
compliance with laws and regulations as well
as other factors deemed relevant by the Board
of Directors upon the approval of the General
Meeting of Shareholders (GMS). Shareholders of
the Company on a certain date are entitled to a
dividend that was approved by the shareholders at
the GMS.
Laporan Penggunaan Dana IPO
Perseroan telah menggunakan seluruh dana
hasil Penawaran Umum Saham Perdana (IPO)
setelah dikurangi biaya-biaya penawaran umum
Rp 84.546.441.861,- sesuai dengan rencana
penggunaan yang tercantum di dalam prospektus
dan perubahan penggunaan dana hasil penawaran
umum saham perdana yang telah disetujui oleh
RUPS tanggal 25 Juni 2012.
Kebijakan Dividen
Seluruh saham biasa atas nama yang telah
ditempatkan dan disetor penuh, termasuk saham
biasa atas nama yang ditawarkan dalam penawaran
umum saham perdana, mempunyai hak yang sama
dan sederajat termasuk hak atas pembagian dividen.
Pembagian dividen kas (tunai) adalah berdasarkan
kinerja keuangan dan kondisi keuangan dalam jumlah
yang setara sebanyak-banyaknya 25% dari laba
bersih konsolidasi setiap tahunnya.
Keputusan untuk membayar dividen kas (tunai)
tergantung pada laba, kondisi keuangan dan
likuiditas, kepatuhan terhadap peraturan perundangundangan dan faktor-faktor lain yang dianggap
relevan oleh Direksi setelah memperoleh
persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Pemegang saham Perseroan pada tanggal tertentu
berhak atas sejumlah dividen yang telah disetujui
oleh pemegang saham dalam RUPS.
| LAPORAN TAHUNAN 2012 PT SKYBEE Tbk.
| 33
GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik
THE IMPLEMENTATION OF GCG
PROVIDES DIRECTION IN CONDUCTING
BUSINESS ACTIVITIES AND RECOGNIZING
SHAREHOLDERS' NEEDS.
PENERAPAN GCG MEMBERIKAN ARAH DALAM
KEGIATAN-KEGIATAN USAHA DAN DALAM MEMENUHI
KEPENTINGAN PEMEGANG SAHAM.
As a public company, PT Skybee Tbk. (Skybee/
the Company) is aware of the importance of the
implementation of Good Corporate Governance (GCG),
in order to achieve sustainable corporate growth.
Therefore, Skybee consistently puts into practice the
GCG principles, namely Transparency, Accountability,
Responsibility, Independency and Fairness guided by
the guidelines GCG guidelines developed by Indonesian
Corporate Governance Committee.
The implementation of GCG delivers substantial
benefits to the Company and the stakeholders by:
• Providing direction in conducting business
activities based on the practices of transparency,
accountability, responsibility, independency and
fairness.
Perseroan) menyadari pentingnya penerapan tata kelola
perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/
GCG) dalam upaya mencapai pertumbuhan usaha
yang berkelanjutan. Oleh sebab itu, Skybee senantiasa
menerapkan prinsip-prinsip GCG yaitu Transparansi,
Akuntabilitas, Tanggung Jawab, Independensi dan
Kewajaran dengan berpedoman pada pedoman GCG
yang dibuat oleh Komite Nasional Kebijakan Tata Kelola
Indonesia.
Penerapan GCG memberikan manfaat bagi Perseroan
dan para pemangku kepentingan dengan cara:
•Memberikan arah bagi kegiatan-kegiatan usaha
berdasarkan praktik-praktik transparansi, akuntabilitas,
bertanggung jawab, independensi dan kewajaran.
• Recognizing the needs and position the Company
in meeting and addressing the interests of the
shareholders.
• Mengetahui secara dini kebutuhan dan posisi
The long-term benefits are:
Sedangkan manfaat jangka panjang adalah:
• Assisting the Company in focusing on major
business strategies.
• Membantu Perseroan untuk berfokus pada strategi-
• Increasing customer and Shareholder satisfaction.
• Membantu meningkatkan kepuasan pelanggan dan
• I mproving communication between the Company
and its Stakeholders.
• Building the reputation, image and credibility of the
Company.
During 2012, the Company has implemented a number
of initiatives in GCG implementation including audit
of the financial statements by an independent Public
| 34
Sebagai perusahaan publik PT Skybee Tbk. (Skybee/
| ANNUAL REPORT 2012 PT SKYBEE Tbk.
Perseroan dalam memenuhi dan menanggapi
kepentingan para Pemegang Saham.
strategi usaha yang utama.
Pemegang Saham.
• Meningkatkan komunikasi antara Perseroan dan para
Pemangku Kepentingan.
• Meningkatkan reputasi, citra dan kredibilitas Perseroan.
Selama tahun 2012, Perseroan telah melakukan
beberapa langkah nyata penerapan GCG antara lain
audit atas laporan keuangan yang dilakukan oleh Kantor
Accounting Office and regular meetings between the
Board of Commissioners and the Board of Directors at
least once a month.
Akuntan Publik independen dan rapat rutin antara Dewan
General Meeting of Shareholders
The General Meeting of Shareholders (GMS) is the
constituent of the Company that retains the highest
authority not granted to the Board of Directors
or the Board of Commissioners. The decisions of
GMS determine the Company's strategy and aim to
increase shareholder value.
Rapat Umum Pemegang Saham
In accordance with stock market regulations, the
Company issued a notice and announcement to the
public in at least 2 national newspapers and submit
the resolutions reached at the meeting to BapepamLK, the Indonesia Stock Exchange and Capital Market
Information Center.
menerbitkan pemberitahuan dan panggilan kepada publik
In 2012 the Company held an Annual General Meeting
of Shareholders on June 25, 2012 in Jakarta with the
resolutions as follows:
Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada tanggal 25 Juni
Komisaris dengan Direksi yang sekurang-kurangnya
dilakukan 1 kali dalam sebulan.
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) adalah organ
perusahaan yang mempunyai wewenang tertinggi yang
tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris.
Keputusan RUPS menentukan strategi Perseroan dan
bertujuan untuk meningkatkan nilai pemegang saham.
Sesuai dengan peraturan pasar modal, Perseroan
sebelumnya melalui sedikitnya 2 surat kabar nasional dan
menyampaikan hasil keputusan yang dicapai di dalam
rapat kepada Bapepam-LK dan Bursa Efek Indonesia serta
Pusat Referensi Pasar Modal.
Pada tahun 2012 Perseroan mengadakan Rapat Umum
2012 di Jakarta dengan keputusan sebagai berikut:
1. Menerima baik dan menyetujui Laporan Tahunan
Perseroan untuk tahun buku yang berakhir tanggal
1. Received and approved the Annual Report of the
Company ending on December 31, 2011 including
the Annual Report and the Supervisory Report by
the Board of Commissioners of the Company and
approved the Company’s Financial Statements for
book year ending on December 31, 2011 which had
been audited by Public Tanubrata Sutanto Fahmi
& Partners as described in the report Number
234/3-S054/FH-3/12.11 dated March 22, 2012 with
Fair opinion, and thus provided a full release and
discharge of responsibilities (acquit et de charge)
to the members of the Board of Directors for the
actions of management and the members of the
Board of Commissioners on the control measures
run during the year 2011 as long as the measures
are included in the Annual Report and Financial
Statements of the Company for the year 2011.
31 Desember 2011, termasuk Laporan Tahunan dan
Laporan Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan serta
mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan untuk
tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2011 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Tanubrata Sutanto Fahmi & Rekan sebagaimana termuat
dalam laporannya Nomor 234/3-S054/FH-3/12.11
tanggal 22 Maret 2012 dengan pendapat Wajar Tanpa
Pengecualian, dengan demikian memberikan pelunasan
dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit
et de charge) kepada anggota Direksi atas tindakan
pengurusan dan kepada anggota Dewan Komisaris
Perseroan atas tindakan pengawasan yang telah mereka
jalankan selama tahun buku 2011 sepanjang tindakan
tersebut tercantum dalam Laporan Tahunan dan Laporan
Keuangan Perseroan untuk tahun buku 2011.
2.Appropriation of Net Profit of the Company for the
year ending on December 31, 2011 amounting to Rp
22,530,545,818.00 as follows:
2. Menetapkan penggunaan Laba Bersih Perseroan untuk
a.Amounting to Rp 1,000,000,000.00 designated
as reserves in accordance with the provisions
of Article 70 of Law No. 40 of 2007 on Limited
Liability Company;
tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2011 sebesar Rp 22.530.545.818,00 sebagai berikut:
a. Sebesar Rp 1.000.000.000,00 ditetapkan sebagai
cadangan sesuai dengan ketentuan dalam Pasal
70 Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang
Perseroan Terbatas;
| LAPORAN TAHUNAN 2012 PT SKYBEE Tbk.
| 35
GOOD CORPORATE GOVERNANCE Tata Kelola Perusahaan
b.The remaining Rp 21,530,545,818.00 is to be
recorded as Retained Earnings.
3.Granted the and authority to the Board of Directors
with the approval of the Board of Commissioners
to appoint a public accounting firm to audit the
Company's financial statements for 2012 book
year, the provisions of a public accounting firm to
be appointed is registered in the Capital Market
Supervisory Agency and Financial Institution and
granted authority to the Board of Directors to
enter into an agreement and to determine the
remuneration and other requirements related to
the appointment, including the appointment of
personnel in charge of the Financial Statements
of the Company for the fiscal year ending on
December 31, 2012. Appointment of the Public
Accountant and responsible person would refer to
the regulations and laws in force.
b.Sisanya sebesar Rp 21.530.545.818,00 akan
dibukukan sebagai Laba Ditahan.
3. Memberikan kuasa dan wewenang kepada
Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris
untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik yang akan
mengaudit laporan keuangan Perseroan untuk
tahun buku 2012, dengan ketentuan kantor akuntan
publik yang akan ditunjuk tersebut terdaftar di
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan serta memberikan kewenangan kepada
Direksi untuk menandatangani perjanjian kerja
serta menetapkan honorarium dan persyaratan lain
sehubungan dengan penunjukan tersebut termasuk
penunjukan Penanggung Jawab atas Laporan
Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012. Penunjukan
Kantor Akuntan Publik dan Penanggung Jawab akan
mengacu kepada peraturan dan perundang-undangan
yang berlaku.
4.Determination of the salaries and allowances for
members of the Board of Commissioners and Board
of Directors of the Company as follows:
4.Penetapan gaji dan tunjangan bagi anggota Dewan
a.Authorizes the Shareholders of the Company
to determine the salaries and allowances of the
Board of Commissioners of the Company for
2012 book year.
b. Authorized the Board of Commissioners to
determine the salaries and allowances of the
Board of Directors of the Company for 2012 book
year.
Komisaris dan Direksi Perseroan sebagai berikut :
a. Memberikan kewenangan kepada Pemegang
Saham Utama Perseroan untuk menentukan
besarnya gaji dan tunjangan Dewan Komisaris
Perseroan untuk tahun buku 2012.
b. Memberikan kewenangan kepada Dewan
Komisaris untuk menentukan besarnya gaji dan
tunjangan Dewan Direksi Perseroan untuk tahun
buku 2012.
5. a.Agreed to honorably discharge all members
of the Board of Commissioners and Board of
Directors of the Company as of the closing of the
Meeting, in order to simplify the calculation of
the period of office of members of the Board of
Commissioners and Board of Directors.
5. a. Menyetujui memberhentikan dengan hormat
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi terhitung
The composition of the Board of Commissioners
as of the closing of the meeting until the closing
of the Annual GMS held in 2014 is as follows:
Board of Commissioners
President Commissioner: Kendro Hendra
Independent Commissioner: Karnadi Widodo
seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi
Perseroan terhitung sejak ditutupnya Rapat, untuk
mempermudah perhitungan jangka waktu masa
jabatan anggota Dewan Komisaris dan Direksi
Perseroan.
sejak ditutupnya Rapat sampai dengan penutupan
RUPS Tahunan yang diselenggarakan tahun 2014
adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Hendra Kendro
Komisaris Independen: Karnadi Widodo
| 36
| ANNUAL REPORT 2012 PT SKYBEE Tbk.
Direksi
Board of Directors
President Director : Pontus Sonnerstedt
Director Unaffiliated : Meiliana Widjaja
Direktur Utama
Direktur Tidak Terafiliasi : Meiliana Widjaja
b. Authorized the Board of Directors to declare
the changes in the Board of Commissioners
and Board of Directors of the Company
in a separate deed before the Notary (if
needed) and to take care of notification and
registration to the relevant authorities.
c. Delegated the authority to the meeting of the
Board of Directors of the Company to stipulate
the duties and authorities of the Board of
Directors of the Company and each member
of the Board of Directors in accordance with
Article 16 paragraph (8) of the Articles of
Association of the Company.
6. Submitted reports and approved the changes to
the use of proceeds from the initial public offering
to be used as working capital of the Company’s
business units in charge of operator products.
: Pontus Sonnerstedt
b. Memberikan kuasa kepada Direksi Perseroan
untuk menyatakan perubahan anggota Dewan
Komisaris dan Direksi Perseroan dalam suatu
akta tersendiri di hadapan Notaris (apabila
diperlukan) dan mengurus pemberitahuan serta
pendaftaran kepada instansi yang berwenang.
c. Melimpahkan wewenang kepada Rapat
Direksi Perseroan untuk pembagian tugas
dan wewenang Direksi Perseroan dan setiap
anggota Direksi Perseroan sesuai dengan
ketentuan Pasal 16 ayat (8) Anggaran Dasar
Perseroan.
6. Memberikan laporan dan menyetujui perubahan
penggunaan dana hasil penawaran umum saham
perdana menjadi digunakan sebagai modal kerja
unit usaha produk operator Perseroan.
Dewan Komisaris
Board of Commissioners
In accordance with Chapter VII of the Law on Limited
Liability Company No. 40/2007, the Articles of
Association and based on the decision of the AGMS on
June 25, 2012, the Board of Commissioners of Skybee
for the period of 2012-2013 is as follows:
Sesuai dengan Bab VII Undang-Undang Perseroan
President Commissioner
: Kendro Hendra
Independent Commissioner : Karnadi Widodo
Komisaris Independen : Karnadi Widodo
In accordance with the provisions of the Indonesia
Stock Exchange Number Kep-305/BEI/07-2004, a
minimum of 30% of the Board of Commissioners of
Skybee consists of independent parties.
Nomor Kep-305/BEI/07-2004, minimum 30%
The duties and responsibilities of the Board of
Commissioners are as follows:
sebagai berikut:
• To direct, monitor, approve, and evaluate the
implementation of the Company’s strategies,
policies and plans.
• To provide opinions and advice to the Board of
Directors in the preparation of the Annual Financial
Statements, and in relation to issues affecting the
Company.
Terbatas No. 40/2007, Anggaran Dasar Perseroan dan
berdasarkan keputusan RUPST pada tanggal 25 Juni
2012, Dewan Komisaris Skybee untuk periode 20122013 adalah sebagai berikut:
Komisaris Utama
: Hendra Kendro
Sesuai dengan ketentuan PT Bursa Efek Indonesia
dari Dewan Komisaris Skybee terdiri dari pihak
independen.
Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris adalah
• Mengarahkan, memantau, menyetujui, dan
mengevaluasi pelaksanaan strategi, kebijakan, dan
rencana Perseroan.
• Memberikan pendapat dan saran kepada Direksi
dalam penyusunan Laporan Keuangan Tahunan,
dan dalam kaitannya dengan masalah-masalah
yang mempengaruhi Perseroan.
| LAPORAN TAHUNAN 2012 PT SKYBEE Tbk.
| 37
GOOD CORPORATE GOVERNANCE Tata Kelola Perusahaan
•Menetapkan dan memastikan penerapan
• To establish and ensure the implementation of
risk management and GCG principles in every
activity at every level of the organization, at least
including the duties and responsibilities of the
Board of Commissioners, Board of Directors, and
the Internal Audit, as well as the implementation
of risk management, compliance function, and
strategic plans.
manajemen risiko dan prinsip-prinsip GCG dalam
setiap kegiatan pada setiap tingkat organisasi,
sekurang-kurangnya termasuk tugas dan tanggung
jawab Dewan Komisaris, Direksi, dan Audit
Internal; serta penerapan manajemen risiko, fungsi
kepatuhan, dan rencana strategis.
Komisaris Independen mengupayakan agar Dewan
The Independent Commissioner endeavor to ensure
that the Board of Commissioners may conduct
monitoring and provide effective advice to the Board
of Directors to increase the Company's performance,
take appropriate risks while taking into consideration the
vision and mission of the Company for the benefit of
the Shareholders.
Komisaris dapat melakukan pengawasan dan
The Board of Commissioners has fulfilled its duties
in providing oversight and advice to the Board of
Directors by holding a joint meeting between the Board
of Commissioners and the Board of Directors. Each
member of the Board of Commissioners is required to
attend and actively participate in the meeting.
dalam memberikan pengawasan dan nasihat kepada
During 2012 the Board of Commissioners convened in 5
joint meeting with attendance record as follows:
bertemu dalam 5 rapat gabungan dengan catatan
memberikan saran-saran yang efektif kepada Direksi
guna meningkatkan kinerja Perseroan, mengambil
risiko yang tepat dengan selalu mempertimbangkan
visi dan misi Perseroan demi kepentingan para
Pemegang Saham.
Dewan Komisaris telah menjalankan fungsinya
Direksi dengan mengadakan rapat gabungan antara
Dewan Komisaris dan Direksi. Setiap anggota Dewan
Komisaris diwajibkan untuk hadir dan berpartisipasi
aktif dalam rapat tersebut.
Selama tahun 2012 Dewan Komisaris dan Direksi
kehadiran sebagai berikut:
Name
Title
Frequency
Attendance
Attendance Ratio
Nama
Jabatan
Frekuensi
Kehadiran
Rasio Kehadiran
5
4
80%
5
4
80%
5
5
100%
5
5
100%
Hendra Kendro
Karnadi Widodo
President Commissioner
Komisaris Utama
Independent
Commissioner
Komisaris Independen
Pontus Sonnerstedt
Meiliana Widjaja
| 38
President Director
Direktur Utama
Director Unaffiliated
Direktur Tidak Terafiliasi
The amount of remuneration received by the Board of
Commissioners in 2012 is Rp 660.000.000.
Jumlah remunerasi yang diterima oleh Dewan
Board of Directors
In accordance with Law No. 40 on Limited Liability
Company, the Company’s Articles of Association and
based on the decision of the AGMS on June 25, 2012,
the Board of Directors of Skybee for the period of
2012-2013 is as follows:
Direksi
President Director: Pontus Sonnerstedt
Director Unaffiliated: Meiliana Widjaja
Direktur Utama: Pontus Sonnerstedt
| ANNUAL REPORT 2012 PT SKYBEE Tbk.
Komisaris pada tahun 2012 adalah Rp 666.000.000.
Sesuai dengan UU No. 40 tahun 2007 tentang
Perseroan Terbatas, Anggaran Dasar Perseroan, dan
berdasarkan keputusan RUPST pada tanggal 25 Juni
2012, Direksi Skybee untuk periode 2012-2013 adalah
sebagai berikut:
Direktur Tidak Terafiliasi: Meiliana Widjaja
The duties and responsibilities of the Board of Directors
are as follows:
Tugas dan tanggung jawab Direksi adalah sebagai
• To manage the day-to-day activities of the Company
in accordance with the vision, mission, purposes and
objectives as well as the rights and obligations.
• Mengelola kegiatan sehari-hari Perseroan sesuai
• To implement policies, principles, values,
strategies, objectives and performance targets that
have been evaluated and approved by the Board of
Commissioners.
•Mengimplementasikan kebijakan, prinsip, nilai,
• T
o implement risk management and the principles
of GCG in all activities at all levels.
berikut:
dengan visi, misi, maksud dan tujuannya serta hak
dan kewajiban.
strategi, tujuan dan target kinerja yang telah
dievaluasi dan disetujui oleh Dewan Komisaris.
• Mengimplementasikan manajemen risiko dan
prinsip-prinsip GCG dalam setiap kegiatan di semua
tingkatan.
• T
o design the organizational structure of the
Company.
•Merancang struktur organisasi Perseroan.
The Board of Directors holds regular joint meetings
with the Board of Commissioners. Each member
of the Board of Directors is required to attend and
actively participate in the meeting.
dengan Dewan Komisaris. Setiap anggota Direksi
During 2012 the Board of Directors met with the Board
of Commissioners in 5 joint meetings. The attendance
record of the Board of Directors in those joint meeting
has been described in the table above.
Komisaris dalam 5 rapat gabungan. Catatan kehadiran
The amount of remuneration received by the Board of
Directors in 2012 is Rp 1,842,502,000.
tahun 2012 adalah Rp 1.842.502.000.
Audit Committee
In performing its duties, the Board of Commissioners
is assisted by the Audit Committee. In addition to
complying with Bapepam-LK regulation No. IX.I.5,
Attachment of the Decree of the Chairman of BapepamLK No. Kep-643/BL/2012, dated December 7, 2012,
the establishment of this committee also represents
the Company's commitment to implementing good
corporate governance in every aspect.
Dalam menjalankan tugasnya, Dewan Komisaris
The Audit Committee is responsible for providing
recommendations to the Board of Commissioners on the
report submitted by the Board of Directors, identifying
aspects that require the attention of the Board of
Commissioners and performing various other tasks
related to the duties of the Board of Commissioners.
rekomendasi kepada Dewan Komisaris atas laporan
The Audit Committee consists of at least 3 (three)
persons, and one of its members is an Independent
Commissioner of the Company who serves as the
Chairman of the Audit Committee, while two other
dan salah satu anggotanya adalah Komisaris
Direksi mengadakan rapat gabungan secara rutin
diwajibkan untuk hadir dan berpartisipasi aktif dalam
rapat tersebut.
Selama tahun 2012 Direksi bertemu dengan Dewan
Direksi dalam rapat gabungan tersebut telah
dijelaskan di dalam tabel di atas.
Jumlah remunerasi yang diterima oleh Direksi pada
Komite Audit
dibantu oleh Komite Audit. Selain untuk memenuhi
ketentuan Bapepam-LK Nomor IX.I.5, Lampiran Surat
Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-643/
BL/2012, tanggal 7 Desember 2012, pembentukan
komite ini juga menjadi bentuk komitmen Perseroan
dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik
di setiap aspek.
Komite Audit bertanggung jawab untuk memberikan
yang diberikan oleh Direksi, melakukan identifikasi
aspek-aspek yang memerlukan perhatian dari Dewan
Komisaris serta melaksanakan berbagai tugas lainnya
yang berkaitan dengan tugas-tugas Dewan Komisaris.
Komite Audit terdiri dari sedikitnya 3 (tiga) orang,
Independen Perseroan sebagai Ketua Komite Audit,
sementara dua anggota adalah pihak eksternal yang
independen. Anggota Komite Audit hanya dapat
| LAPORAN TAHUNAN 2012 PT SKYBEE Tbk.
| 39
GOOD CORPORATE GOVERNANCE Tata Kelola Perusahaan
members are independent external parties. Members
of the Audit Committee may only be re-elected for one
term.
The duties and responsibilities of the Audit Committee
are as follows:
• To review the financial information issued by the
Company, such as financial statements, projections,
and other financial information.
• To review the independence and objectivity of the
public accountant.
• To review the Company's compliance to laws and
regulations in the capital market and other laws
relating to the Company's business activities.
• To reviewing the adequacy of the examination
conducted by the public accountant to ensure that all
essential risks have been considered.
• To review the implementation of the internal auditor.
• T
o report to the Board of Commissioners of the
various risks faced by the Company and the
implementation of risk management by the Board of
Directors.
• To review and report to the Board of Commissioners
of complaints about the Company.
• T
o examine the alleged errors in the decision of the
Board of Directors meeting. The examination may be
carried out by the Audit Committee or an independent
party appointed by the Audit Committee with expenses
born by the Company.
• To maintain confidentiality of documents, data and
information of the Company.
• To work together with the Internal Audit Unit.
In addition to the duties and responsibilities, the Audit
Committee has the authority to access the records
or information about employees, funds, assets and
other resources of the Company, pertaining to the
fulfillment of its duties.
Based on the decision of the Board of Commissioners
on June 28, 2012, in consideration of the decision
the Chairman of Bapepam-LK Kep-29/PM/2004
dated September 24, 2004; decision of the Board of
| 40
| ANNUAL REPORT 2012 PT SKYBEE Tbk.
diangkat kembali untuk satu periode berikutnya.
Tugas dan tanggung jawab Komite Audit adalah sebagai
berikut:
• Melakukan penelaahan atas informasi keuangan
yang dikeluarkan oleh Perseroan, seperti Laporan
Keuangan, proyeksi, dan informasi keuangan lainnya.
• Menelaah independensi dan objektivitas akuntan
publik.
• Melakukan penelaahan atas ketaatan Perseroan
terhadap peraturan perundang-undangan di bidang
pasar modal dan undang-undang lainnya yang
berhubungan dengan kegiatan usaha Perseroan.
• Melakukan penelaahan atas kecukupan
pemeriksaan yang dilakukan oleh akuntan publik
untuk memastikan semua risiko penting telah
dipertimbangkan.
• Melakukan penelaahan atas pelaksanaan
pemeriksaan auditor Internal.
• Melaporkan kepada Dewan Komisaris berbagai
risiko yang dihadapi Perseroan dan pelaksanaan
manajemen risiko oleh Direksi.
• Melakukan penelaahan dan melaporkan kepada
Dewan Komisaris pengaduan yang berkaitan dengan
Perseroan.
•Melakukan pemeriksaan terhadap dugaan kesalahan
dalam keputusan rapat Direksi. Pemeriksaan tersebut
dapat dilakukan oleh Komite Audit atau pihak
independen yang ditunjuk oleh Komite Audit atas
biaya Perseroan.
• Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi
Perseroan.
• Bekerjasama dengan Unit Audit Internal.
Disamping tugas dan tanggung jawab, Komite Audit
Perseroan memiliki wewenang untuk mengakses
catatan atau informasi mengenai karyawan, dana,
aset serta sumber daya Perseroan lainnya yang terkait
dengan pelaksanaan tugasnya.
Berdasarkan keputusan Dewan Komisaris Perseroan
pada tanggal 28 Juni 2012, dengan pertimbangan
keputusan Ketua Bapepam-LK No Kep-29/PM/2004
Directors of BEI No. Kep-305/BEJ/07-2004 dated
July 19, 2004, and the appointment of the new
Board of Commissioners of the Company through
the Company's AGMS decision on June 25, 2012, the
Audit Committee for the period of 2012-2013 is as
follows:
tanggal 24 September 2004; keputusan Dewan Direksi
Chairman : Karnadi Widodo
Members : Silvyanna Nagasastra
Members : Dody Setiabudi
Ketua
The Audit Committee consists of independent
parties and have the knowledge and experience
in accounting and finance, and work by the Audit
Committee Guidelines approved by the Board of
Commissioners.
Komite Audit terdiri dari pihak-pihak independen dan
Karnadi Widodo - Chairman
Indonesian citizen, 47 years old. He has served as
Chairman of the Audit Committee since 2012, and
obtained a Bachelor’s degree in Accounting from
Tarumanagara University, Jakarta. Currently, he also
serves as Vice President of Finance and Accounting
at PT Trikomsel Oke Tbk. (since 2009). Previously,
he served as Chief of the Accounting and Finance
Division of PT Bank UOB Buana (2005-2009). He
started his career as an auditor at KAP Siddharta
Siddharta & Widjaja (1991-2004).
Karnadi Widodo – Ketua
Silvyanna Nagasastra - Member
Indonesian citizen, 46 years old. She has served as
Member of the Audit Committee since 2011, and
earned a Bachelor’s degree in Accounting from
the Tarumanagara University, Jakarta. She started
her career as an auditor at KAP Prasetio Utomo &
Partners.
Silvyanna Nagasastra – Anggota
Dody Setiabudi - Member
Indonesian citizen, 43 years old. He has served as
Member of the Audit Committee since 2011. He
earned a Bachelor of Economics from the University
of Parahyangan, Bandung (1995), Bachelor of Law
from the University of Padjadjaran, Bandung (1999)
and a Master of Management from PPM Management
Academy, Jakarta (1998). Currently, he also serves
as Director of PT Reliance Capital Management.
Previously, he served as Director of PT Kemang
Mitraswadaya and PT Reliance Securities Tbk.
Dody Setiabudi – Anggota
BEI No Kep-305/BEJ/07-2004 tanggal 19 Juli 2004,
dan pengangkatan Dewan Komisaris baru Perusahaan
melalui keputusan RUPST Perseroan pada tanggal
25 Juni 2012, Komite Audit untuk periode 2012-2013
adalah sebagai berikut:
: Karnadi Widodo
Anggota : Silvyanna Nagasastra
Anggota : Dody Setiabudi
memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam bidang
akuntansi dan keuangan, serta bekerja berdasarkan
Pedoman Kerja Komite Audit yang telah disetujui oleh
Dewan Komisaris Perseroan.
Warga Negara Indonesia, Usia 47 tahun. Menjabat
sebagai Ketua Komite Audit sejak tahun 2012, beliau
memperoleh gelar Sarjana di bidang Akuntansi dari
Universitas Tarumanagara, Jakarta. Saat ini beliau
juga menjabat sebagai Vice President Finance dan
Accounting di PT Trikomsel Oke Tbk. (sejak 2009).
Sebelumnya beliau menjabat sebagai Kepala Divisi
Akuntansi dan Keuangan di PT Bank UOB Buana (2005
– 2009). Beliau mengawali karirnya sebagai Auditor di
KAP Siddharta Siddharta & Widjaja (1991 – 2004).
Warga Negara Indonesia, Usia 46 tahun. Menjabat
sebagai Anggota Komite Audit sejak tahun 2011.
Beliau memperoleh gelar Sarjana di bidang Akuntansi
dari Universitas Tarumanagara, Jakarta. Beliau
mengawali karirnya sebagai Auditor di KAP Prasetio
Utomo & Rekan.
Warga Negara Indonesia, Usia 43 tahun. menjabat
sebagai Anggota Komite Audit sejak tahun 2011. Beliau
memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas
Parahyangan, Bandung (1995), Sarjana Hukum dari
Universitas Padjajaran, Bandung (1999) dan Magister
Manajemen dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM,
Jakarta (1998). Saat ini beliau juga menjabat sebagai
Direktur PT Reliance Capital Management. Sebelumnya
beliau pernah menjabat sebagai Direktur di PT Kemang
Mitraswadaya dan PT Reliance Securities Tbk.
| LAPORAN TAHUNAN 2012 PT SKYBEE Tbk.
| 41
GOOD CORPORATE GOVERNANCE Tata Kelola Perusahaan
The Audit Committee holds regular meetings to discuss
issues related to corporate governance and requires the
attention of the Board of Commissioners and Board
of Directors, as well as other important issues such as
the application of accounting principles, the delivery
of information to the public, and the appointment of a
public accountant.
Komite Audit mengadakan rapat secara berkala untuk
The attendance record for 2012 is as follows:
berikut:
membutuhkan perhatian Dewan Komisaris dan Direksi,
serta hal-hal penting lainnya seperti penerapan prinsipprinsip akuntansi, penyampaian informasi kepada
masyarakat, dan penunjukan akuntan publik.
Catatan kehadiran selama tahun 2012 adalah sebagai
Name
Position
Frequency
Attendance
Attendance Ratio
Nama
Posisi
Frekuensi
Kehadiran
Rasio Kehadiran
Karnadi Widodo
Head Ketua
4
3
75%
Silvyanna Nagasastra
Member Anggota
4
4
100%
Dody Setiabudi
Member Anggota
4
3
75%
Report of the Audit Committee
The Audit Committee is a unit under the Board of
Commissioners assigned to assist the Board of
Commissioners in carrying out oversight functions
within the company. Summary of the main activities of
the year 2012 is as follows:
Laporan Komite Audit
1. Reviewed the independence and objectivity of
the External Auditors Public Accounting Office
Tanubrata Sutanto Fahmi and Partners, member of
the global network BDO International Limited.
1.Menelaah independensi dan objektifitas External
2.Discussed with the Management the following
matters:
a. financial Statements
b. Internal control system
c. Business strategies and budgets for 2013.
d. Risk management
Komite Audit adalah unit kerja di bawah Dewan
Komisaris yang bertugas membantu Dewan Komisaris
dalam melaksanakan fungsi pengawasan dalam
perusahaan. Rangkuman kegiatan utama dalam tahun
2012 adalah sebagai berikut:
Auditor KAP Tanubrata Sutanto Fahmi dan Rekan,
anggota jaringan global BDO International Limited.
2. Melakukan pembahasan dengan manajemen
mengenai hal-hal sebagai berikut:
a. Laporan keuangan
b. Sistem pengendalian internal
c. Strategi bisnis dan anggaran tahun 2013
d. Manajemen Resiko
3. Membahas dengan Internal Auditor implementasi
3. Discussed with Internal Auditor the implementation
and results of internal control system and the scope
of internal audit plan in 2013.
dan hasil-hasil dari proses sistem pengendalian
4. Discussed with the External Auditor the audit plan and
program pertaining to financial statements in 2012.
4. Membahas dengan External Auditor rencana dan
5. Read the minutes of meetings of the meetings of
the Board of Directors.
5. Membaca risalah rapat Direksi.
6.Reports:
| 42
membahas hal-hal yang terkait dengan GCG dan
a. Submitted quarterly reports to the Board of
Directors and Board of Commissioners.
| ANNUAL REPORT 2012 PT SKYBEE Tbk.
internal dan lingkup rencana internal audit tahun
2013.
program audit laporan keuangan tahun 2012.
6.Laporan-laporan:
a.Menyampaikan laporan tiap kwartal kepada
direksi dan dewan komisaris.
b. Submitted the audit committee work plan for
2013 to the Board of Directors and Board of
Commissioners.
b. Menyampaikan rencana kerja komite audit untuk
tahun 2013 kepada Direksi dan Dewan Komisaris.
7. Selama 2012 melakukan 5 kali pertemuan.
7. During 2012 convened in 5 meetings.
Untuk dan atas nama Komite Audit PT Skybee Tbk.
for and on behalf of the Audit Committee of
PT Skybee Tbk.
Jakarta, 30 Desember 2012 Jakarta, December 30, 2012
Karnadi Widodo
Chairman
Ketua
Corporate Secretary
The Corporate Secretary supports the Board of
Commissioners in implementing the GCG principles
and facilitates the relationship between the Company
and its stakeholders. The Corporate Secretary is bound
by the provisions, regulations and law of the capital
market without exception.
According to the Decree of the Board of Directors
dated July 6, 2011 and in accordance with BapepamLK regulation No. IX.I.4 about the establishment of
corporate secretary, the position of corporate secretary
is currently held by Meiliana Widjaja who also serves as
Director Unaffiliated of the Company.
Indonesian citizen, 41 years old, Meiliana Widjaja has
served as Corporate Secretary and Director Unaffiliated
since 2011. Previously, she served as AVP Finance of
PT Trikomsel Oke Tbk. (2002-2011) and Internal Audit
Manager of PT Dutamulti Intioptic Pratama, Domba Mas
Group (2000-2002), and Auditor at Prasetio Utomo &
Co., Arthur Andersen (1997-2000). She began her career
as Auditor at KAP Johan, Malonda & Partners and Nexia
International in 1995, and earned a Bachelor's degree in
Accounting from Atma Jaya University, Jakarta.
Sekretaris Perusahaan
Sekretaris Perusahaan mendukung Dewan Komisaris
dalam menerapkan prinsip-prinsip
GCG dan memfasilitasi hubungan antara Perseroan
dengan pemangku kepentingan. Sekretaris Perusahaan
terikat oleh ketentuan, peraturan dan hukum pasar
modal tanpa pengecualian.
Berdasarkan surat keputusan Direksi tertanggal 6 Juli
2011 dan sesuai dengan peraturan Bapepam-LK No.
IX.I.4 tentang pembentukan sekretaris perusahaan,
posisi sekretaris perusahaan saat ini dijabat oleh
Meiliana Widjaja yang juga merangkap sebagai Direktur
Tidak Terafiliasi.
Warga Negara Indonesia, 41 tahun, Meiliana Widjaja
telah menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan dan
Direktur Tidak Terafiliasi sejak tahun 2011. Sebelumnya
beliau menjabat sebagai AVP Finance PT Trikomsel
Oke Tbk. (2002-2011) dan Internal Audit Manager
PT Dutamulti Intioptic Pratama, Domba Mas Group
(2000-2002), dan Auditor Prasetio Utomo & Co., Arthur
Andersen (1997-2000). Mengawali kariernya sebagai
Auditor di KAP Johan, Malonda & Rekan dan Nexia
International pada tahun 1995, beliau meraih gelar
The duties and responsibilities of the Corporate
Secretary are as follows:
Sarjana Akuntansi dari Universitas Atmajaya, Jakarta.
• To manage investor relations activities, maintain the
relationship between the Company and the capital
adalah sebagai berikut:
Tugas dan tanggung jawab Sekretaris Perusahaan
• Mengelola kegiatan hubungan investor, menjaga
| LAPORAN TAHUNAN 2012 PT SKYBEE Tbk.
| 43
GOOD CORPORATE GOVERNANCE Tata Kelola Perusahaan
market, capital market authorities, and the Indonesia
Stock Exchange.
otoritas pasar modal, dan Bursa Efek Indonesia.
• To ensure the availability of information to all
stakeholders in a timely, accurate, and responsible
manner.
•Memastikan bahwa informasi kepada semua
• To ensure that the Company has met and complied
with all laws and regulations of the capital market.
• Memastikan bahwa Perseroan telah memenuhi dan
• To keep up with the development in the capital
market and the telecommunications industry and
provide the latest and relevant information to the
Board of Directors.
• T
o lead in the creation of positive image of the
Company in accordance with the vision, mission,
culture, and values.
| 44
hubungan antara Perseroan dan pelaku pasar modal,
pemangku kepentingan tersedia secara tepat waktu,
akurat, dan bertanggung jawab.
mematuhi semua ketentuan, peraturan dan hukum
pasar modal.
• Mengikuti perkembangan di pasar modal dan
industri telekomunikasi serta menyediakan informasi
yang relevan dan terbaru bagi Direksi.
• Memimpin dalam penciptaan citra positif Perseroan
sesuai dengan visi, misi, budaya, dan nilai-nilai.
Unit Audit Internal
Internal Audit Unit
As an effort to improve its performance while
Bapepam-LK regulation on assessment of internal
control, the Company established the Internal Audit
Unit which consists of professionals who have the
competencies in the field of financial audit.
Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja
The Internal Audit Unit is responsible for providing
an assessment from the external viewpoint on the
Company's internal control and related risks and
providing recommendations on the issues that need
to be addressed, based on the findings from the audit
process.
Unit Audit Internal bertugas untuk memberikan
To support the efficiency and effectiveness of the
Company's management, the Internal Audit Unit
communicates regularly with the Board of Directors,
the Board of Commissioners and the Audit Committee,
immediately following an internal audit.
Untuk mendukung efisiensi dan efektifitas Manajemen
The Internal Audit Unit is also authorized to access all
relevant information about the Company in relation
to its duties and functions and to coordinate activities
with external auditors.
Unit Audit Internal juga berwenang untuk mengakses
Important cases
As of December 31, 2012, the Company and its
subsidiaries, the Commissioners and the Directors of
the Company and its subsidiaries were not involved in
any material legal proceedings, both civil and criminal
and/ or disputes/ claims in a court and/ or arbitration
body anywhere in Indonesia.
Perkara-perkara penting
| ANNUAL REPORT 2012 PT SKYBEE Tbk.
sekaligus memenuhi peraturan Bapepam-LK tentang
penilaian terhadap pengendalian internal, Perseroan
membentuk Unit Audit Internal yang terdiri dari para
profesional yang memiliki kompetensi di bidang audit
keuangan.
penilaian dari sudut pandang eksternal atas
pengendalian internal Perseroan serta risiko-risiko
terkait dan memberikan rekomendasi atas hal-hal yang
perlu diperbaiki, sesuai dengan penemuan-penemuan
dalam proses audit.
Perseroan, Unit Audit Internal Audit melakukan
komunikasi secara rutin dengan Direksi, Dewan
Komisaris dan Komite Audit, segera setelah setiap
aktifitas internal audit dilakukan.
seluruh informasi yang relevan tentang Perseroan
terkait dengan tugas dan fungsinya dan melakukan
koordinasi kegiatan dengan auditor eksternal.
Sampai dengan 31 Desember 2012, Perseroan beserta
anak perusahaan, Komisaris dan Direksi Perseroan dan
anak perusahaan tidak terlibat dalam perkara hukum
yang bersifat material, baik pada bidang perdata maupun
pidana dan/ atau perselisihan/ tuntutan di pengadilan
dan/ atau badan arbitrase mana pun di Indonesia.
SKYBEE CONTINUES TO GROW TO BECOME
THE PREMIER PROVIDER OF TECHNOLOGY AND
TELECOMMUNICATION PRODUCTS AND SERVICES,
COMPLEMENTING THE LIFESTYLE OF THE INDONESIAN
PEOPLE.
SKYBEE TERUS BERTUMBUH UNTUK MENJADI
PENYEDIA PRODUK DAN LAYANAN TEKNOLOGI DAN
TELEKOMUNIKASI UTAMA, MELENGKAPI GAYA HIDUP
MASYARAKAT INDONESIA.
| LAPORAN TAHUNAN 2012 PT SKYBEE Tbk.
| 45
| 46
| ANNUAL REPORT 2012 PT SKYBEE Tbk.
CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
In line with its commitment to becoming the key
element of society and contributing optimally to the
growth of the surrounding community, in 2012 PT
Skybee Tbk. (Skybee/ the Company) continued to
participate in Corporate Social Responsibility (CSR)
programs that involved various members of the
community.
Sejalan dengan komitmennya untuk menjadi bagian
In addition to the positive impact on the long-term
business sustainability, the Company believes that
the CSR programs ensure a balance between the
Company’s performance and social welfare.
Selain berdampak positif terhadap kelangsungan
The philosophy of the Company’s CSR program
is more than giving back to the community, but
weaving reciprocal relationships with various
segments of society in order to achieve mutual
benefits that will remain influential for many
generations to come.
The CSR activities during 2012 include:
1. Blood Drive: Taking place at Skybee One
Building, Jakarta on June 4, 2012, the blood drive
was attended by Skybee employees including
President Director Mr. Hendra Kendro and Director
Ms. Meiliana Widjadja.
2. I ftar at Skybee One Building on August 14, 2012,
attended by all employees.
3. Visit to Pondok Boncel Orphanage in Srengseng
Sawah, Jagakarsa, on December 21, 2012.
4. Christmas and New Year Celebration 2012 at
Skybee One Building, Jakarta, on December 21,
2012.
inti dari masyarakat dan berkontribusi secara optimal
bagi pertumbuhan masyarakat sekitar, pada tahun
2012 PT Skybee Tbk. (Skybee/ Perseroan) kembali
berpartisipasi dalam program-program Tanggung
Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang melibatkan
berbagai anggota masyarakat.
usaha jangka panjang, Perseroan meyakini bahwa
program-program CSR tersebut memastikan
keseimbangan antara kinerja Perseroan dan
kesejahteraan masyarakat.
Filosofi program CSR Perseroan adalah lebih dari
sekedar memberikan kembali kepada masyarakat,
namun membangun hubungan timbal balik dengan
berbagai segmen masyarakat untuk mencapai
manfaat bersama yang akan terus membawa dampak
bagi generasi-generasi mendatang.
Kegiatan CSR selama tahun 2012 terdiri dari:
1. D
onor darah: Bertempat di Skybee One Building,
Jakarta pada tanggal 4 Juni 2012, acara donor
darah diikuti oleh para karyawan Skybee termasuk
Direktur Utama Bapak Hendra Kendro dan Direktur
Ibu Meiliana Widjadja.
2. B
uka puasa bersama di Skybee One Building,
tanggal 14 Agustus 2012 bersama seluruh
karyawan Perseroan.
3. K
unjungan ke Panti Asuhan Pondok Boncel di
Srengseng Sawah, Jagakarsa, pada tanggal 21
Desember 2012.
4. P
erayaan Natal dan Tahun Baru 2012 yang
bertempat di Skybee One Building, Jakarta, pada
tanggal 21 Desember 2012.
| LAPORAN TAHUNAN 2012 PT SKYBEE Tbk.
| 47
This page intentionally blank
Halaman ini sengaja dikosongkan
| 48
| ANNUAL REPORT 2012 PT SKYBEE Tbk.
STATEMENT OF
SURAT PERYATAAN
THE BOARD COMMISSIONERS AND
THE BOARD OF DIRECTORS
ANGGOTA DEWAN KOMISARIS
ON THE ACCOUNTABILITY OF THE 2012 ANNUAL
REPORT OF PT SKYBEE TBK.
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN
The undersigned below acknowledge that all
information contained in the 2012 Annual
Report of PT Skybee Tbk. (“the Company”) has
been presented as a whole and therefore are
accountable for the validity of the Company’s
Annual Report.
Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan
This statement is made truthfully.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
DAN DIREKSI
TAHUNAN 2012 PT SKYBEE TBK.
bahwa semua informasi dalam Laporan Tahunan
PT Skybee Tbk. (“Perseroan”) Tahun 2012 telah
dimuat secara lengkap dan bertanggung jawab
penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan
Perseroan tersebut.
Jakarta, April 2013
HENDRA KENDRO
KARNADI WIDODO
PRESIDENT COMMISSIONER KOMISARIS UTAMA
INDEPENDENT COMMISSIONER KOMISARIS INDEPENDEN
PONTUS SONNERSTEDT
MEILIANA WIDJAJA
PRESIDENT DIRECTOR DIREKTUR UTAMA
UNAFFILIATED DIRECTOR DIREKTUR TIDAK TERAFILIASI
| LAPORAN TAHUNAN 2012 PT SKYBEE Tbk.
| 49
| 50
| ANNUAL REPORT 2012 PT SKYBEE Tbk.
FINANCIAL STATEMENT
LAPORAN KEUANGAN
| LAPORAN TAHUNAN 2012 PT SKYBEE Tbk.
| 51
| 52
| ANNUAL REPORT 2012 PT SKYBEE Tbk.
| LAPORAN TAHUNAN 2012 PT SKYBEE Tbk.
| 53
| 54
| ANNUAL REPORT 2012 PT SKYBEE Tbk.
| LAPORAN TAHUNAN 2012 PT SKYBEE Tbk.
| 55
| 56
| ANNUAL REPORT 2012 PT SKYBEE Tbk.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit A
Exhibit A
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
A S E T
ASET LANCAR
Kas dan setara kas
Piutang usaha
Pihak ketiga – setelah dikurangi
cadangan kerugian
penurunan nilai sejumlah
Rp 6.891.039.036 pada tahun
2012 dan nil pada tahun 2011
Pihak berelasi
Aset keuangan lancar lainnya
Piutang non usaha dari pihak
berelasi
Persediaan, setelah dikurangi
penyisihan penurunan nilai
sejumlah 1.105.220.183
pada 2012, Rp 909.732.994
pada 2011
Pajak dibayar di muka
Beban dibayar di muka dan uang
muka
Aset lancar lainnya
2d,e,5
2d,g,6
2h
2d,7
2d,g
Total Aset Tidak Lancar
TOTAL
ASET
23.909.488.793
226.545.637.961
325.138.296.461
44.041.312.017
-
2011
79.697.884.381
289.600.901.061
88.215.341.359
20.032.858.722
-
1 Januari 2011/
31 Desember 2010/
1 January 2011/
31 December 2010
55.573.088.976
A
S
S
E
T
S
CURRENT ASSETS
Cash and cash equivalents
Trade receivables
153.151.663
Third parties - net of
allowance for impairment loss
of Rp 6,891,039,036 in 2012
and nil in 2011
Related parties
Current financial assets
Non trade receivables from related
parties
68.866.120.544
7.491.977.142
5.900.878.841
2i,8
15a
9.344.725.758
14.388.122.517
175.903.991.899
18.575.182.569
131.083.273.572
9.408.597.536
Inventories, net of
allowance for impairment in
value of 1,105,220,448 in 2012
and Rp 909,732,994 in 2011
Prepaid tax
2j,9
220.450.437.217
83.829.059.259
166.018.793.100
1.523.982.113
35.495.137.686
151.513.300
Prepaid expenses and advances
Other current assets
947.647.079.983
839.568.935.204
314.123.739.263
Total Current Assets
2p,15d
5.439.573.017
784.065.969
489.423.329
2l,10
5.806.384.999
90.099.725.320
6.653.674.686
77.126.341
4.288.720.827
3.372.678.042
5.433.844.459
NON-CURRENT ASSETS
Deferred tax assets, Net
Property and equipment, net of
accumulated depreciation
amounting Rp 4,628,314,197 in
2012, Rp 3,529,551,329 in 2011
Goodwill
Other non–current assets
101.345.683.336
11.803.587.823
9.295.945.830
Total Non-Current Assets
1.048.992.763.319
851.372.523.027
323.419.685.093
TOTAL ASSETS
Total Aset Lancar
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan, neto
Aset tetap, setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sejumlah
Rp 4.628.314.197 pada 2012,
Rp 3.529.551.329 pada 2011
Goodwill
Aset tidak lancar lainnya
2012
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2d,11
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian pada Ekshibit E
terlampir yang merupakan bagian tak terpisahkan dari
Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan
See accompanying Notes to Consolidated Financial Statements on Exhibit E
which are an integral part of
the Consolidated Financial Statements taken as a whole
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit A/2
Exhibit A/2
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
2012
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2011
1 Januari 2011/
31 Desember 2010/
1 January 2011/
31 December 2010
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek
Utang usaha
Pihak ketiga
Beban masih harus dibayar
Uang muka penjualan
Utang pajak
Liabilitas keuangan jangka pendek
lainnya
Bagian jangka pendek dari utang
sewa pembiayaan
Liabilitas lancar lainnya
LIABILITIES AND EQUITY
2d,12
25.993.734.423
107.429.527.447
27.549.720.296
2d,13
15b
611.297.131.041
4.794.518.227
73.924.455.105
11.829.348.311
468.341.444.777
972.739.558
10.760.852.214
12.300.816.366
134.036.148.420
676.835.751
3.785.585.436
14
13.479.791.515
793.498.214
3.518.570.186
2d
858.047.658
170.418.336
7.868.608.402
1.997.060.661
CURRENT LIABILITIES
Short- term bank loans
Trade payables
Third parties
Accrued expenses
Sales advance
Taxes payable
Other short-term financial
liabilities
Current portion of obligations
under finance leases
Other current liabilities
742.177.026.280
608.637.905.314
171.563.920.750
Total Current Liabilities
55.627.266.691
52.015.266.691
-
260.373.014
-
Total Liabilitas Jangka Pendek
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank jangka panjang
Utang sewa pembiayaan – setelah
dikurangi bagian jangka pendek
Liabilitas diestimasi imbalan kerja
karyawan
Liabilitas tidak lancar lainnya
2d,12
2r,16
Total Liabilitas
Total Ekuitas
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS
731.799.084
504.343.371
77.857.242.516
55.631.086.444
1.236.142.455
Total Non-Current Liabilities
820.034.268.796
664.268.991.758
172.800.063.205
Total Liabilities
EQUITY
Equity attributable to the
owners of the parent
Share capital – par value
Rp 100 per share
Authorized –
1.400.000.000 shares
in 2012 and 2011
17
18
Total ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada pemilik
entitas induk
Kepentingan non-pengendali
2.452.496.918
902.949.821
-
Total Liabilitas Jangka Panjang
EKUITAS
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk
Modal saham – nilai nominal
Rp 100 per saham
Modal dasar –
1.400.000.000 saham masingmasing pada 2012 dan 2011
Modal ditempatkan dan disetor
penuh – 585.000.000 saham
masing-masing pada 2012
dan 2011
Agio saham, Neto
Saldo laba - belum ditentukan
penggunaanya
2.783.563.138
19.446.412.687
NON-CURRENT LIABILITIES
Long-term bank loans
Obligations under finance
leases - net of current
potion
Estimated liability for employee
benefits
Others-non current liabilities
19
58.500.000.000
61.046.441.861
58.500.000.000
61.046.441.861
58.500.000.000
61.046.441.861
56.998.702.740
49.350.369.707
26.716.434.176
Issued and fully paid 585.000.000 shares in
2012 dan 2011
Additional paid-in capital, Net
Retained earnings Unappropriated
176.545.144.601
168.896.811.568
146.262.876.037
Total equity attributable
to the owners of the parent
company
52.413.349.922
18.206.719.701
4.356.745.851
Non-controlling interest
228.958.494.523
187.103.531.269
150.619.621.888
Total Equity
1.048.992.763.319
851.372.523.027
323.419.685.093
TOTAL LIABILITIES AND
EQUITY
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian pada Ekshibit E
terlampir yang merupakan bagian tak terpisahkan dari
Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan
See accompanying Notes to Consolidated Financial Statements on Exhibit E
which are an integral part of
the Consolidated Financial Statements taken as a whole
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit B
Exhibit B
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF COMPREHENSIVE INCOME
YEARS ENDED
31 DECEMBER 2012 DAN 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2012
Catatan/
Notes
2011
PENDAPATAN
1.720.259.276.325
22
1.412.828.767.405
REVENUE
BEBAN POKOK PENJUALAN
1.680.738.274.872
23
1.303.633.469.381
COST OF SALES
109.195.298.024
GROSS PROFIT
LABA BRUTO
Beban umum dan administrasi
Beban penjualan dan pemasaran
Beban keuangan
Pendapatan keuangan
Pendapatan operasi lain
Beban operasi lain
39.521.001.453
(
(
(
(
LABA SEBELUM BEBAN (MANFAAT)
PAJAK PENGHASILAN
BEBAN (MANFAAT) PAJAK
PENGHASILAN - Neto
LABA NETO TAHUN BERJALAN
PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN
TOTAL PENDAPATAN KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN
Laba bersih/total pendapatan
komprehensif yang dapat
diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk
Kepentingan non-pengendali
Total
LABA NETO PER SAHAM DASAR
60.537.728.389 )
3.291.305.873 )
9.716.935.872 )
5.484.397.696
51.594.428.971
9.659.377.692 )
24
24
(
(
(
25
(
13.394.480.294
(
662.303.827)
56.357.347.673 ) General and administrative expenses
17.145.426.144 )
Selling and marketing expenses
11.580.322.751 )
Finance cost
1.238.761.764
Finance income
20.999.416.884
Other operating income
1.751.614.016 )
Other operating expenses
44.598.766.088
15c
12.732.176.467
(
13.652.859.255)
30.945.906.833
-
-
INCOME BEFORE INCOME TAX
EXPENSE (BENEFIT)
INCOME TAX EXPENSE
(BENEFIT) - Net
NET INCOME FOR THE YEAR
OTHER COMPREHENSIVE INCOME
30.945.906.833
TOTAL COMPREHENSIVE INCOME
FOR THE YEAR
7.648.333.033
5.083.843.434
22.530.545.818
8.415.361.015
Net income/total comprehensive
income attributable to:
Owners of the parent company
Non-controlling interests
12.732.176.467
30.945.906.833
Total
40
BASIC EARNINGS PER SHARE
12.732.176.467
13
21
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian pada Ekshibit E See accompanying Notes to Consolidated Financial Statements on Exhibit E
terlampir yang merupakan bagian tak terpisahkan dari
which are an integral part of
Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan
the Consolidated Financial Statements taken as a whole
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit D
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2012
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan
Pembayaran kepada pemasok dan
karyawan
Pembayaran kas untuk operasi lainnya
Pembayaran pajak
2011
CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES
Cash received from customers
( 1.373.669.298.538) ( 1.104.223.195.481)
Cash paid to suppliers and employees
( 202.877.925.431) ( 160.288.259.234) Cash paid for operating and other expenses
(
12.556.942.342) ( 13.890.824.750)
Payments of taxes
25.955.961.301 ( 108.108.498.559)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap
(
Pembayaran atas akuisisi entitas anak baru (
Penjualan aset tetap
Penjualan entitas anak
Penerimaan piutang dari penjualan
investasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (penurunan) dana yang dibatasi
penggunaannya
Penerimaan pinjaman bank dan
hutang lain-lain jangka panjang
Pelunasan utang bank
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS
YEARS ENDED
31 DECEMBER 2012 DAN 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
1.615.060.127.612 1.170.293.780.906
Arus kas neto diperoleh (digunakan) untuk
aktivitas operasi
Arus kas neto digunakan untuk aktivitas
investasi
Exhibit D
(
1.731.313.319) (
12.000.000.000 )(
155.382.466
192.000.000
13.383.930.853 )(
Net cash flows provide by (used in)
operating activities
CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES
Purchases of property and equipment
Payment for acquisition of new subsidiary
Sale of fixed asset
Sale of subsidiary
Collection of receivable from sale of
4.556.000.000
investment
3.846.120.028)
7.000.000.000)
-
6.290.120.028)
Net cash flows used in investing
activities
CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES
9.674.891.498 (
(
13.542.891.498)
275.307.538.653
541.985.642.450
353.280.730.240 )( 410.090.568.608)
Increase (decrease) restricted fund
Proceeds from bank loan and
long-term payables
Payment of bank loans
Arus kas neto diperoleh (digunakan) untuk
aktivitas pendanaan
(
68.298.300.089 )
118.352.182.344
Net cash flows provided by (used in)
financing activities
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO DALAM KAS
DAN SETARA KAS
(
55.726.269.641 )
3.953.563.757
NET INCREASE (DECREASE) IN CASH AND
CASH EQUIVALENTS
42.742.465
104.868.412 )
20.171.231.648
-
Cash and cash equivalents
of newly acquired subsidiary
Cash payment from sale of subsidiary
Kas dan setara kas dari akuisisi
entitas anak baru
Pembayaran atas penjualan entitas anak
(
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN
79.697.884.381
55.573.088.976
CASH AND CASH EQUIVALENTS
AT THE BEGINNING OF THE YEAR
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN
23.909.488.793
79.697.884.381
CASH AND CASH EQUIVALENTS
AT THE END OF THE YEAR
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian pada Ekshibit E See accompanying Notes to Consolidated Financial Statements on Exhibit E
terlampir yang merupakan bagian tak terpisahkan dari
which are an integral part of
Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan
the Consolidated Financial Statements taken as a whole
These Consolidated Financial Statements are originally issued in Indonesian language
Ekshibit C
Exhibit C
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY
YEARS ENDED 31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk/
Equity attributable to owners of the parent company
Modal saham
Saldo laba Ditempatkan
belum
dan disetor
Agio saham,
ditentukan
penuh/
bersih/
Penggunaannya/
Issued and
additional
Retained
Catatan/
fully paid-in
paid-in capital,
earnings Notes
share capital
Net
unappropriated
Saldo 31 Desember 2010
Penyesuaian sesuai dengan ketentuan transisi
PSAK No. 22 (Revisi 2010)
Kepentingan non-pengendali dari akuisisi
entitas anak baru
58.500.000.000
2c
-
-
1c,4
-
-
-
-
Total pendapatan komprehensif
tahun berjalan
Saldo 31 Desember 2011
Kepentingan non-pengendali dari akuisisi
entitas anak baru
Kepentingan non-pengendali penjualan
entitas anak
Total pendapatan komprehensif
tahun berjalan
Saldo 31 Desember 2012
61.046.441.861
58.500.000.000
61.046.441.861
26.716.434.176
Kepentingan
non-pengendali/
Non-controlling
interest
150.619.621.888
Balance as of 31 December 2010
103.389.713
Adjustments in accordance with the transition
provisions of PSAK No. 22 (Revised 2010)
5.434.612.835
5.434.612.835
Non-controlling interest from acquisition of
new subsidiary
22.530.545.818
8.415.361.015
30.945.906.833
Total comprehensive income for the year
49.350.369.707
18.206.719.701
187.103.531.269
Balance as of 31 December 2011
103.389.713
-
4.356.745.851
Total ekuitas/
Total equity
-
1c,4
-
-
-
28.748.590.000
28.748.590.000
Non-controlling interest from acquisition of
new subsidiary
1c
-
-
-
374.196.787
374.196.787
Non-controlling interest from sales of
subsidiaries
-
-
7.648.333.033
5.083.843.434
12.732.176.467
Total comprehensive income for the year
56.998.702.740
52.413.349.922
228.958.494.523
Balance as of 31 December 2012
58.500.000.000
Catatan 18/
Note 18
61.046.441.861
Catatan 19/
Note 19
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian pada Ekshibit E terlampir
yang merupakan bagian tak terpisahkan
dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan
See accompanying Notes to Consolidated Financial Statements on Exhibit E
which are an integral part of
the Consolidated Financial Statements taken as a whole
These Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E
Exhibit E
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. U M U M
a. Pendirian Perusahaan
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 DAN 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
1.
G ENERAL
a. Establishment of the Company
PT Skybee Tbk (“Perusahaan”) didirikan di Republik
Indonesia dengan nama PT Kreatip Komunikacitra
pada tanggal 10 Juni 1995 berdasarkan akta Notaris
Liliana I. Tanuwidjaja, S.H., No. 12.
Akta
pendirian Perusahaan telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. C2-5662.HT.01.01.TH.96 tanggal
6 Maret 1996, dan telah diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 62 tanggal
2 Agustus 1996, Tambahan No. 6819. Anggaran
dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali
perubahan, termasuk perubahan nama Perusahaan
menjadi PT Skybee berdasarkan akta Notaris
Fathiah Helmi, S.H., No. 19 tanggal 16 Oktober
2009 yang telah disetujui Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. AHU-53111.AH.01.02. Tahun 2009
tanggal 3 November 2009. Perubahan terakhir
dengan akta Notaris Fathiah Helmi, S.H., No. 90
tanggal 25 Juni 2012, tentang perubahan susunan
Komisaris dan Direksi Perusahaan dan telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia
Republik
Indonesia
dengan
Surat
Keputusan No. AHU-0074534.AH.01.09 Tahun 2012
tanggal 14 Agustus 2012. Akta perubahan tersebut
mengenai perubahan Dewan Komisaris dan Direksi
Perusahaan.
PT Skybee Tbk (the “Company”) was established in
the Republic of Indonesia under its original name
PT Kreatip Komunikacitra on 10 June 1995 based on
Notarial deed No. 12 of Liliana I. Tanuwidjaja,
S.H., the Company’s deed of establishment was
approved by the Minister of Justice of the Republic
of Indonesia in his Decision Letter No. C2-5662.
HT.01.01.Th.96 dated 6 March 1996 and was
published in the State Gazette of the Republic of
Indonesia No. 62 dated 2 August 1996, Supplement
No. 6819. The Company’s articles of association
have been amended several times, including the
change of the Company’s name to PT Skybee based
on Notarial deed No. 19 of Fathiah Helmi, S.H.,
dated 16 October 2009 and was approved by the
Minister of Law and Human Rights of the Republic
of Indonesia in his Decision Letter No. AHU-53111.
AH.01.02.Tahun 2009 dated 3 November 2009. The
latest amendment was drawn up in Notarial deed
No. 90 of Fathiah Helmi, S.H., dated 25 june 2012,
about the chage in the compositin of the Comany’s
Board of Comissioners and Director which was
approved by the Minister of Law and Human Rights
in his Decision Letter No. AHU-0074534.AH.01.09
Year 2012 dated 14 August 2012. The above
amandement was regarding the change in the
compositions of the Company’s Board of
Commissioners and Directors.
Sesuai dengan Pasal 3 anggaran dasar Perusahaan,
ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama
bergerak dalam bidang perdagangan telpon selular
dan produk penunjang operator selular. Perusahaan
terletak di Jl. Kebon Sirih No. 63, Jakarta.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada
tahun 1996.
In accordance with Article 3 of the Company’s
articles of association, the Company is mainly
engaged in the trading of mobile phones and
supporting products of providers. The Company is
located at Jl. Kebon Sirih No. 63, Jakarta. The
Company started its commercial operations in
1996.
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Berdasarkan dengan Surat Pernyataan Efektif yang
diterbitkan oleh Ketua Badan Pengawas Pasar Modal
dan
Lembaga
Keuangan
(“BAPEPAM-LK”)
No. S-5887/BL/20104 tanggal 29 Juni 2010,
Perusahaan melakukan penawaran umum perdana
kepada masyarakat sebanyak 235.000.000 saham
dengan nilai nominal Rp 100 per saham melalui
Bursa Efek Indonesia dengan harga penawaran
sebesar Rp 375 per saham. Pada tanggal 7 Juli
2010, seluruh saham Perusahaan telah dicatatkan di
Bursa Efek Indonesia.
b. Public Offering of the Company’s Shares
Based on the Effective Statement Letter
No. S-5887/BL/20104 dated 29 June 2010 from the
Chairman of the Capital Market and Financial
Institutions Supervisory Agency (“BAPEPAM-LK”),
the Company offered 235,000,000 shares to the
public with a par value of Rp 100 per share through
the Indonesia Stock Exchange at the offering price
of Rp 375 per share. As of 7 July 2010, all the
Company’s shares were listed in the Indonesia Stock
Exchange.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/2
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. U M U M (Lanjutan)
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
1. G E N E R A L (Continued)
c. Struktur Entitas Anak
c. Structure of Subsidiaries
Persentase kepemilikan Perusahaan, baik secara
langsung maupun tidak langsung, dan total aset
entitas anak adalah sebagai berikut:
Nama entitas anak/
Name of subsidiary
Exhibit E/2
Domisili/
Domicile
Jenis usaha/
Nature of
business
The percentage of ownership of the Company,
either directly or indirectly, and total assets of the
subsidiaries are as follows:
Mulai
beroperasi
secara
komersial/
Start of
commercial
operations
2012
2011
2012
Persentase
kepemilikan (%)/
Percentage
ownership (%)
Total aset (dalam
jutaan Rupiah)/
Total assets (in
millions of Rupiah)
2011
Kepemilikan langsung /Direct ownership:
PT Sinergitama Komindo
(STK)
Jakarta
Perdagangan dan
jasa/ Trading and
services
2000
55,00
55,00
130.037
409.309
PT Intouch Innovate
Indonesia (INO)
Jakarta
Perdagangan dan
jasa/ Trading and
services
2008
70,00
70,00
3.676
1.413
PT Numedia Global
(dahulu PT Starmedia
Mobile/ formerly
PT Starmedia Mobile)
(NUG)
Jakarta
Perdagangan dan
jasa/ Trading and
services
2007
-
70,00
-
3.916
PT Kaswall Dinamika
Indonesia (KDI)
Jakarta
Manajemen
periklanan/
Advertising
management
2009
60,00
60,00
133.430
286.610
PT Skye Sab Indonesia
(SSI)
Jakarta
Keuangan non
bank sebagai
penyedia jasa emoney/ As nonbank financial
service providers
of e-money
2007
51,00
-
81.543
3.038
Kepemilikan tidak langsung /Indirect ownership:
Melalui KDI/ Through KDI:
PT Media World
Indonesia (MWI)
Jakarta
Perdagangan dan
jasa/ Trading and
services
2007
59,40
59,40
105.968
78.263
PT Media One Indonesia
(MOI)
Jakarta
Perdagangan dan
jasa/ Trading and
services
2010
59,40
59,40
68.050
60.701
PT Iklania (IKL)
Jakarta
Jasa periklanan
dan lain-lain/
Advertising and
other services
2012
30,00
30,00
1.544
250
PT Optima Kaswall (OK)
Jakarta
Perdagangan dan
jasa/ Trading and
services
2012
30,60
30,60
630.694
153
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/3
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. U M U M (Lanjutan)
c. Struktur Entitas Anak (Lanjutan)
Exhibit E/3
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
1. GENERAL (Continued)
c. Structure of the Subsidiaries (Continued)
Berdasarkan akta Notaris No. 170 dari Notaris
Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn tanggal
22 Oktober 2012, Perusahaan mengakuisisi
1.071 saham (dengan nilai nominal Rp 1.000.000
per saham), yang mewakili 51% kepemilikan di SSI
dari PT Prima Andalan Mulia (pihak ketiga) dengan
biaya perolehan sebesar Rp 12.000.000.000.
Perusahaan
mencatat
transaksi
tersebut
menggunakan metode akuisisi (Catatan 4).
Based on Notarial deed No. 170 of Hasbullah Abdul
Rasyid, S.H.,M.Kn, dated 22 October 2012, the
Company acquired 1,071 shares (at par value of
Rp 1,000,000 per share) representing 51% ownership
interest in SII from PT Prima Andalan Mulia (third
party) at a total cost of Rp 12,000,000,000. The
Company accounted for the transaction using the
acquisition method (Note 4).
Berdasarkan akta Notaris No. 9 dari Notaris Edwar,
S.H., tanggal 13 Desember 2012, Perusahaan
menjual 700 saham, yang mewakili 70%
kepemilikan
di
NUG
kepada
PT
Ultima
Communication Indonesia (pihak ketiga) dengan
harga jual sebesar Rp 192.000.000 yang
menghasilkan
keuntungan
sebesar
Rp 1.291.464.963. Total aset dan liabilitas entitas
anak pada saat pelepasan masing-masing sebesar
Rp 1.564.644.869 dan Rp 2.987.609.514.
Based on Notarial deed No. 9 of Edwar, S.H., dated
13 December 2012, the Company sold 700 shares
representing 70% ownership interest in NUG to
PT Ultima Communication Indonesia (third party)
with a selling price Rp 192,000,000 that resulted to
gain of Rp 1,291,464,963. Total Asset dan liabilities
of the subsidiary upon divestment amounted to
Rp 1,564,644,869 dan Rp 2,987,609,514
Berdasarkan akta Notaris No. 55 dari Notaris
Fathiah Helmi, S.H., tanggal 17 Juni 2011,
Perusahaan mengakuisisi 3.000 saham (dengan nilai
nominal Rp 100.000 per saham), yang mewakili
60% kepemilikan di KDI dari PT Mazeltov Putra
Kaswall (pihak ketiga) dengan biaya perolehan
sebesar Rp 7.000.000.000. Perusahaan mencatat
transaksi tersebut menggunakan metode akuisisi
(Catatan 4).
Based on Notarial deed No. 55 of Fathiah Helmi,
S.H.,. dated 17 June 2011, the Company acquired
3,000 shares (at par value of Rp 100,000 per share)
representing 60% ownership interest in KDI from
PT Mazeltov Putra Kaswall (third party) at a total
cost of Rp 7,000,000,000. The Company accounted
for the transaction using the acquisition method
(Note 4).
Berdasarkan akta Notaris Mochamad Nova Faisal,
SH., M.Kn. No. 1 tanggal 1 Desember 2010, KDI
mendirikan MOI dengan jumlah 75 saham (dengan
nilai nominal Rp 1.000.000 per saham) atau
sejumlah Rp 75.000.000, yang mewakili 75%
kepemilikan.
Based on Notarial deed No. 1 of Mochamad Nova
Faisal, SH., M.Kn. dated 1 December 2010, KDI
established MOI with 75 shares (at par value of
Rp 1,000,000 per share) or a total of Rp 75,000,000
representing 75% ownership interest.
Berdasarkan akta Notaris Mochamad Nova Faisal,
SH., M.Kn. No. 11 tanggal 6 Mei 2011, KDI
meningkatkan kepemilikan saham di MOI sebesar
Rp 24.000.000 sehingga pemilikan saham di MOI
sebesar 99%.
Based on Notarial deed No. 11 of Mochamad Nova
Faisal, SH., M.Kn. dated 6 May 2011, KDI increased
its investment in MOI by Rp 24,000,000, incrising
with equity interest in MOI to 99%.
Berdasarkan akta No. 14 dari Notaris Mochamad
Nova Faisal, SH., M.Kn., tanggal 6 Mei 2011, KDI
mengakuisisi 99 saham (dengan nilai nominal
Rp 1.000.000 per saham) yang mewakili 99%
kepemilikan MWI dari Apink Widyasmoko dan Nadia
Natalia (pihak ketiga) dengan biaya perolehan
sebesar Rp 99.000.000.
Based on Notarial deed No. 14 of Mochamad Nova
Faisal, SH., M.Kn., dated 6 May 2011, the Company
acquired 99 shares (at par value of Rp 1,000,000
per share) representing 99% ownership interest in
MWI from Apink Widyasmoko and Nadia Natalia
(third parties) at a total acquisition cost of
Rp 99,000,000.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/4
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Exhibit E/4
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
1. U M U M (Lanjutan)
1. GENERAL (Continued)
c. Struktur Entitas Anak (Lanjutan)
c. Structure of the Subsidiaries (Continued)
Berdasarkan akta Notaris No. 9 dari Notaris Nana
Zaenah, S.H., tanggal 25 Pebruari 2011, KDI
mendirikan perusahaan baru yaitu IKL dengan
jumlah modal disetor sebesar Rp 500.000.000.
Jumlah penyertaan modal KDI pada IKL adalah
sebesar Rp 250.000.000 yang mewakili 50%
kepemilikan. Karena IKL tersebut masih dalam
tahap pra-operasional, maka Perusahaan, melalui
entitas anak KDI, tidak melakukan konsolidasi.
Based on Notarial deed No. 9 of Nana Zaenah, S.H.,
dated 25 February 2011, KDI established a new
company named IKL with total capital stock
amounting to Rp 500,000,000. KDI’s investment in
IKL amounted to Rp 250,000,000 representing 50%
ownership interest. The Company, trough its
subsidiary KDI, did not consolidated IKL as IKL is
still in pre-operational stage.
Berdasarkan akta Notaris No. 26 dari Notaris Edwar
S.H., tanggal 27 November 2011, KDI mendirikan
perusahaan baru yaitu OK dengan jumlah modal
disetor sebesar Rp 300.000.000. Jumlah penyertaan
modal KDI pada OK adalah sebesar Rp 153.000.000
yang mewakili 51% kepemilikan. Karena OK
tersebut masih dalam tahap pra-operasional, maka
Perusahaan, melalui entitas anak KDI, tidak
melakukan konsolidasi.
Based on Notarial deed No. 26 of Edwar S.H., dated
27 November 2011, KDI established a new company
named OK with total capital stock amounting to
Rp 300,000,000. KDI’s investment in OK amounted
to Rp 153,000,000 representing 51% ownership
interest. The Company, trough its subsidiary KDI,
did not consolidated OK as OK is still in preoperational stage.
Pada tanggal 20 Desember 2010, Perusahaan
menjual sebagian penyertaan saham STK kepada
PT Sinergitama Mandiri (pihak ketiga), sejumlah
18.244 saham atau sebesar Rp 4.556.000.000.
Dengan demikian pemilikan saham Perusahaan
pada STK menjadi sebesar 55% pada tanggal
31 Desember 2011 dan 2010.
On 20 December 2010, the Company sold 18,244 of
it shares in STK to PT Sinergitama Mandiri (third
party) with total par value of Rp 4,556,000,000,
which decreased its ownership in STK to 55% as of
31 December 2011 and 2010.
d. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan
Karyawan
d. Boards of Commissioners,
Committee and Employees
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, susunan
Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah
sebagai berikut:
Directors, Audit
As of 31 December 2012 and 2011, the members of
the Company’s Boards of Commissioners and
Directors are as follows:
2012
Dewan Komisaris
Komisaris Utama
Komisaris
:
:
Hendra Kendro
Karnadi Widodo
:
:
Board of Commissioners
President Commissioner
Commissioner
Direksi
Direktur Utama
Direktur tidak terafiliasi
:
:
Pontus Sonnerstedt
Meiliana Widjaja
:
:
Directors
President Director
Unaffiliated Director
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/5
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Exhibit E/5
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
1. U M U M (Lanjutan)
1. GENERAL (Continued)
d. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan
Karyawan (Lanjutan)
d. Boards of Commissioners, Directors, Audit
Committee and Employees (Continued)
2011
Dewan Komisaris
Komisaris Utama
Komisaris
Komisaris Independen
:
:
:
Felix Ali Chendra
Jany Chau
Handoko Setiono
:
:
:
Board of Commissioners
President Commissioner
Commissioner
Independent Commissioner
Direksi
Direktur Utama
Wakil Direktur Utama
Direktur
Direktur
Direktur tidak terafiliasi
:
:
:
:
:
Hendra Kendro
Adrian Kusnadi
Andi Zain
Octaviane N. A. Mussu
Meiliana Widjaja
:
:
:
:
:
Directors
President Director
Vice President Director
Director
Director
Unaffiliated Director
Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal
31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai
berikut:
Ketua
Anggota
Anggota
:
:
:
The composition of the Company’s Audit
Committee as of 31 December 2012 and 2011
are as follows:
2012
2011
Karnadi Widodo
Silvyanna Nagasastra
Dody Setiabudi
Handoko Setiono
Silvyanna Nagasastra
Dody Setiabudi
:
:
:
Chairman
Member
Member
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 65/SB/
DIR/VII/11 tentang pengangkatan sekretaris
Perusahaan tanggal 6 Juli 2011, Perusahaan
menetapkan Saudari Meiliana Widjaja sebagai
Sekretaris Perusahaan terhitung sejak tanggal
tersebut.
Based on Director Statement No. 65/SB/DIR/
VII/11 dated 6 July 2011, the Company appointed
Meiliana Widjaja as its Corporate Secretary
effective on the same date.
Jumlah beban kompensasi bruto bagi manajemen
kunci (termasuk anggota Dewan Komisaris dan
Direksi)
Perusahaan
untuk
tahun
yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan
2011 adalah sebagai berikut: Rp 2.508.502.000
dan Rp 4.150.392.036
The amount of gross compensation for key
management (including members of the Board
Commissioners and Directors) of the Company
for the years ended 31 December 2012 and 2011
are as follows: Rp 2,508,502,000 and
Rp 4,150,392,036
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Perusahaan dan entitas anak (“Kelompok
Usaha”) mempunyai pegawai tetap masingmasing sejumlah 148 dan 229 orang (tidak
diaudit).
As of 31 December 2011 and 2010, the Company
and subsidiaries (the “Group”) have 148 and 229
permanent employees, respectively (unaudited).
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/6
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING
a. Dasar
Penyajian
Konsolidasian
Laporan
Exhibit E/6
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
Keuangan
a. Basic of Preparation of the Consolidated
Financial Statements
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia (“SAK”), yang mencakup Pernyataan
dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan
Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
Indonesia serta peraturan-peraturan serta
Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan
Keuangan yang diterbitkan oleh BAPEPAM-LK.
The consolidated financial statements have been
prepared in accordance with Indonesian Financial
Accounting Standards (“FAS”), which are
comprised of the Statements and Interpretations
issued by the Board of Financial Accounting
Standards of the Indonesian Institute of
Accountants and the Regulations and the
Guidelines on Financial Statements Presentation
and Disclosures issued by BAPEPAM-LK.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam
penyusunan laporan keuangan konsolidasian
adalah selaras dengan kebijakan akuntansi yang
diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan
konsolidasian, kecuali bagi penerapan beberapa
SAK yang telah direvisi efektif sejak tanggal
1 Januari 2012, seperti yang telah diungkapkan
pada catatan ini.
The accounting policies adopted in the
preparation of the consolidated financial
statements are consistent with those made in the
preparation of the Group’s consolidated financial
statements, except for the adoption of several
amended FAS effective 1 January 2012, as
disclosed in this note.
Kelompok Usaha telah mengadopsi Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) No. 1
(Revisi 2009), berlaku efektif mulai 1 Januari
2011.
The group has adopted Statements of Financial
Accounting Standards (“SFAS”) No. 1 (Revised
2009), effectif 1 January 2011.
PSAK No. 1 (Revisi 2009) mengatur penyajian
laporan keuangan, yaitu antara lain, tujuan
pelaporan, komponen laporan keuangan,
penyajian secara wajar, materialitas dan
agregasi, saling hapus, perbedaan antara
aset lancar dan tidak lancar dan liabilitas jangka
pendek dan jangka panjang, informasi
komparatif,
konsistensi
penyajian
dan
memperkenalkan pengungkapan baru, antara
lain,
sumber
estimasi
ketidakpastian
dan pertimbangan, pengelolaan permodalan,
pendapatan
komprehensif
lainnya,
penyimpangan dari standar akuntansi keuangan,
dan pernyataan kepatuhan.
SFAS No. 1 (Revised 2009) regulates presentation
of financial statements as to, among others, the
objective, component of financial statements,
fair presentation, materiality and aggregate,
offsetting, distinction between current and noncurrent assets and short-term and long-term
liabilities,
comparative
information
and
consistency and introduces new disclosures such
as, among others, key estimations and
judgments,
capital
management,
others
comprehensive
income,
departures
from
accounting
standards
and
statement
of
compliance.
Laporan
keuangan
konsolidasian
disusun
berdasarkan konsep akrual (accrual basis),
kecuali laporan arus kas konsolidasian, dengan
menggunakan konsep biaya historis (historical
cost concept), dengan pengecualian seperti
yang disebutkan dalam catatan atas laporan
keuangan konsolidasian yang relevan.
The consolidated financial statements have been
prepared on the accrual basis, except for the
consolidated statements of cash flows, using the
historical cost concept of accounting, unless as
disclosed in the relevant notes herein.
Mata uang pelaporan yang digunakan pada
laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah,
yang merupakan mata uang fungsional Kelompok
Usaha.
The reporting currency used in the consolidated
financial statements is Indonesian Rupiah, which
is the Group’s functional currency.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/7
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING
(Lanjutan)
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian
(Lanjutan)
Exhibit E/7
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
(Continued)
a. Basic of Preparation of the Consolidated Financial
Statements (Continued)
PSAK dan ISAK yang berlaku efektif pada
tahun 2012
SFAS and IFAS effective in 2012
Seperti diungkapkan dalam catatan-catatan
terkait di bawah ini, beberapa standar
akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan,
diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2012.
As disclosed in the relevant notes below, several
accounting standards have been revised and
published, effective implemented on 1 January
2012.
Berikut ini adalah PSAK dan ISAK yang baru yang
relevan terhadap penyusunan dan penyajian
laporan keuangan konsolidasian Kelompok
Usaha:
The following are the new SFAS and IFAS which
are relevant to the preparation and presentation
of the consolidated financial statements of the
group:
•
•
•
PSAK No. 10 (Revisi 2010) “Pengaruh
Perubahan Kurs Valuta Asing”
PSAK No. 13 (Revisi 2011) “Properti
Investasi”
PSAK No. 16 (Revisi 2011) “Aset Tetap”
•
PSAK No. 24 (Revisi 2010) “Imbalan Kerja”
•
•
•
PSAK No. 30 (Revisi 2011) “Sewa”
PSAK No. 46 (Revisi 2010) “Pajak
Penghasilan”
PSAK No. 50 (Revisi 2010) “Instrumen
Keuangan: Penyajian”
PSAK No. 55 (Revisi 2011) “Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”
PSAK No. 56 (Revisi 2010) “Laba per Saham”
•
•
PSAK No. 60 (Revisi 2010) “Instrumen
Keuangan: Pengungkapan”
ISAK No. 25 (Revisi 2011) “Hak atas Tanah”
•
•
•
•
•
•
•
b. Prinsip-prinsip Konsolidasian
Efektif tanggal 1 Januari 2011, Kelompok Usaha
menerapkan secara retrospektif PSAK No. 4
(Revisi 2009), “Laporan Keuangan Konsolidasian
dan Laporan Keuangan Tersendiri”, kecuali
beberapa hal berikut yang diterapkan secara
prospektif: (i) rugi entitas anak yang
menyebabkan saldo defisit bagi kepentingan
non-pengendali
(“KNP”);
(ii)
kehilangan
pengendalian pada entitas anak; (iii) perubahan
kepemilikan pada entitas anak yang tidak
mengakibatkan hilangnya pengendalian; (iv) hak
suara potensial dalam menentukan keberadaan
pengendalian; dan (v) konsolidasi atas entitas
anak yang memiliki pembatasan jangka panjang.
•
•
•
•
•
•
SFAS No. 10 (Revised 2010) “Effects of
Changes in Foreign Exchange Rates”
SFAS No. 13 (Revised 2011) “Investment
Property”
SFAS No. 16 (Revised 2011) “Property, Plant
and Equipment”
SFAS No. 24 (Revised 2010) “Employee
Benefits”
SFAS No. 30 (Revised 2011) “Leases”
SFAS No. 46 (Revised 2010) “Income Taxes”
SFAS No. 50 (Revised 2010) “Financial
Instruments: Presentation”
SFAS No. 55 (Revised 2011) “Financial
Instruments: Recognition and Measurement”
SFAS No. 56 (Revised 2010) “Earnings per
Share”
SFAS No. 60 (Revised 2010) “Financial
Instruments: Disclosures”
IFAS No. 25 (Revised 2011) “Land Rights”
b. Principles of Consolidation
Effective
1
January
2011,
the
Group
retrospectively implemented SFAS No. 4 (Revised
2009), “Consolidated and Separate Financial
Statements”, except for the following items that
were applied prospectively: (i) losses of a
subsidiary that result in a deficit balance to noncontrolling interests (“NCI”); (ii) loss of control
over a subsidiary; (iii) change in the ownership
interest in a subsidiary that does not result in a
loss of control; (iv) potential voting rights in
determining the existence of control; (v)
consolidation of a subsidiary that is subject to
long-term restriction.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/8
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING
(Lanjutan)
b. Prinsip-prinsip Konsolidasian (Lanjutan)
Exhibit E/8
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
(Continued)
b. Principles of Consolidation (Continued)
PSAK No. 4 (Revisi 2009) mengatur penyusunan dan
penyajian laporan keuangan konsolidasian untuk
sekelompok
entitas
yang
berada
dalam
pengendalian suatu entitas induk, dan akuntansi
untuk investasi pada entitas-entitas anak,
pengendalian bersama entitas, dan entitas asosiasi
ketika laporan keuangan tersendiri disajikan
sebagai informasi tambahan.
SFAS No. 4 (Revised 2009) provides for the
preparation and presentation of consolidated
financial statements for a group of entities under
the control of a parent, and the accounting for
investments in subsidiaries, jointly controlled
entities and associated entities when separate
financial statements are presented as additional
information.
Seperti diuraikan pada bagian ini, penerapan PSAK
No. 4 (Revisi 2009) tersebut memberikan pengaruh
yang berarti terhadap pelaporan keuangan berikut
pengungkapan terkait dalam laporan keuangan
konsolidasian.
As described herein, the adoption of SFAS No. 4
(Revised 2009) has a significant impact on the
financial reporting including the related disclosures
in the consolidated financial statements.
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan
keuangan Kelompok Usaha seperti yang disebutkan
pada Catatan 2b yang dimiliki oleh Perusahaan
(secara langsung atau tidak langsung) dengan
kepemilikan saham lebih dari 50%.
The consolidated financial statements include the
accounts of the Group mentioned below 2b, in
which the Company maintains (directly or
indirectly) equity ownership of more than 50%.
Seluruh transaksi dan saldo akun antar perusahaan
yang signifikan (termasuk laba atau rugi yang
belum direalisasi) telah dieliminasi.
All significant intercompany transactions and
account balances (including the related significant
unrealized gains or losses) have been eliminated.
Entitas anak dikonsolidasi secara penuh sejak
tanggal akuisisi, yaitu tanggal Kelompok Usaha
memperoleh pengendalian, sampai dengan tanggal
entitas
induk
kehilangan
pengendalian.
Pengendalian dianggap ada ketika Perusahaan
memiliki secara langsung atau tidak langsung
melalui entitas anak, lebih dari setengah
kekuasaan suara entitas.
Subsidiaries are fully consolidated from the date of
acquisitions, being the date on which the Group
obtained control, and continue to be consolidated
until the date such control ceases. Control is
presumed to exist if the Company owns, directly or
indirectly through subsidiaries, more than half of
the voting power of an entity.
Rugi entitas anak yang tidak dimiliki secara penuh
diatribusikan pada KNP bahkan jika hal ini
mengakibatkan KNP mempunyai saldo defisit.
Losses of a non-wholly owned subsidiary are
attributed to the NCI even if that results in a deficit
balance.
Jika kehilangan pengendalian atas suatu entitas
anak, maka Perusahaan:
In case of loss of control over a subsidiary, the
Company:







menghentikan pengakuan aset (termasuk
setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak;
menghentikan pengakuan jumlah tercatat
setiap KNP;
menghentikan pengakuan akumulasi selisih
penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada;
mengakui nilai wajar pembayaran yang
diterima;
mengakui setiap sisa investasi pada nilai
wajarnya;
mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan
sebagai keuntungan atau kerugian dalam
laporan laba rugi; dan





derecognizes the assets (including goodwill)
and liabilities af the subsidiary;
derecognizes the carrying amount of any NCI;
derecognizes the cumulative translation
differences, recorded in equity, if any;
recognizes the fair value of the consideration
received;
recognizes the fair value of any investment
retained;
recognizes any surplus or deficit in profit or
loss; and
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/9
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING
(Lanjutan)
b. Prinsip-prinsip Konsolidasian (Lanjutan)

mereklasifikasi bagian induk atas komponen
yang sebelumnya diakui sebagai pendapatan
komprehensif ke laporan laba rugi, atau
mengalihkan secara langsung ke saldo laba.
KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi
dan aset neto dari entitas anak yang tidak
dapat diatribusikan secara langsung maupun
tidak langsung oleh Perusahaan, yang masingmasing disajikan dalam laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian dan dalam ekuitas
pada laporan posisi keuangan konsolidasian,
terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk.
c. Kombinasi Bisnis
Exhibit E/9
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
(Continued)
b. Principles of Consolidation (Continued)

reclassifies the parent company’s share of
components previously recognized in other
comprehensive income to profit or loss or
retained earnings, as appropriate.
NCI represents the portion of the profit or loss
and net assets of subsidiaries attributable to
equity interests that are not owned directly or
indirectly by the Company, which are presented
in the consolidated statements of comprehensive
income and under the equity section of the
consolidated statements of financial position,
respectively, separate from the corresponding
portion attributable to the equity holders of the
parent company.
c. Business Combinations
Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan
menerapkan secara prospektif PSAK No. 22
(Revisi 2010), “Kombinasi Bisnis” yang berlaku
bagi kombinasi bisnis yang terjadi pada atau
setelah awal tahun/periode buku yang dimulai
pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011.
Effective 1 January 2011, the Company
prospectively adopted SFAS No. 22 (Revised
2010), “Business Combinations”, applicable for
business combinations that occur on or after the
beginning of a financial year/period commencing
on or after 1 January 2011.
PSAK No. 22 (Revisi 2010) menjelaskan transaksi
atau peristiwa lain yang memenuhi definisi
kombinasi bisnis guna meningkatkan relevansi,
keandalan, dan daya banding informasi yang
disampaikan entitas pelapor dalam laporan
keuangannya tentang komunikasi bisnis dan
dampaknya.
SFAS No. 22 (Revised 2010) stipulates the nature
of transaction or other event that meets the
definition of a business combination to improve
the relevance, reliability and comparability of
the information that a reporting entity provides
in its financial statements about a business
combination and its effects.
Sesuai dengan ketentuan transisi dari PSAK
No. 22 (Revisi 2010), sejak tanggal 1 Januari
2011, Kelompok Usaha:
 menghentikan amortisasi goodwill;
 mengeliminasi jumlah tercatat akumulasi
amortisasi goodwill terkait; dan
In accordance with the transitional provisions
of SFAS No. 22 (Revised 2010), starting
1 January, 2011, the group:
 ceased the goodwill amortization;
 eliminated the carrying amount of the
related accumulated amortization of
goodwill; and
 performed an impairment test of goodwill
in accordance with SFAS No. 48 (Revised
2009), “Impairment of Assets”

melakukan uji penurunan nilai atas goodwill
sesuai dengan PSAK No.48 (Revisi 2009),
“Penurunan Nilai Aset”.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/10
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING
(Lanjutan)
c. Kombinasi Bisnis (Lanjutan)
Exhibit E/10
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
(Continued)
c. Business Combinations (Continued)
Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan
metode akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah
akuisisi diukur pada nilai agregat imbalan yang
dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal
akuisisi dan jumlah setiap KNP pada pihak yang
diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak
pengakuisisi mengukur KNP pada entitas yang
diakuisisi baik pada nilai wajar ataupun pada
proporsi kepemilikan NKP atas aset neto yang
teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi.
Biaya-biaya akuisisi yang timbul dibebankan
langsung dan disertakan dalam beban-beban
administrasi.
Business combinations are accounted for using
the acquisition method. The cost of an
acquisition is measured as the aggregate of the
consideration
transferred,
measured
at
acquisition date fair value and the amount of
any NCI in the acquiree. For each business
combination, the acquirer measures the NCI in
the acquiree either at fair value or at the
proportionate
share
of
the
acquiree’s
identifiable net assets. Acquisition costs
incurred are directly expensed and included in
administrative expenses.
Ketika melakukan akuisisi atas sebuah bisnis,
Perusahaan mengklasifikasikan dan menentukan
aset keuangan yang diperoleh dan liabilitas
keuangan yang diambil alih berdasarkan pada
persyaratan kontraktual, kondisi ekonomi, dan
kondisi terkait lain yang ada pada tanggal
akuisisi. Hal ini termasuk pengelompokan
derivatif melekat dalam kontrak utama oleh
pihak yang diakuisisi.
When the Company acquires a business, it
assesses the financial assets acquired and
liabilities assumed for appropriate classification
and designation in accordance with the
contractual terms, economic circumstances, and
the pertinent conditions as at the acquisition
date. This includes the separation of embedded
derivatives in host contracts by the acquiree.
Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan
secara bertahap, pihak pengakuisisi mengukur
kembali kepentingan ekuitas yang dimiliki
sebelumnya pada pihak yang diakuisisi pada
nilai wajar tanggal akuisisi dan mengakui
keuntungan atau kerugian yang dihasilkan dalam
laporan laba rugi.
If the business combination is achieved in stages,
the acquisition date fair value of the acquirer’s
previously held equity interest in the acquiree is
remeasured to fair value at the acquisition date
through profit or loss.
Imbalan kontinjensi yang dialihkan oleh pihak
pengakuisisi diakui pada nilai wajar tanggal
akuisisi. Perubahan nilai wajar atas imbalan
kontinjensi setelah tanggal akuisisi yang
diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas,
akan diakui dalam laporan laba rugi atau
pendapatan komprehensif lain sesuai dengan
PSAK No. 55 (Revisi 2006). Jika diklasifikasikan
sebagai ekuitas, imbalan kontinjensi tidak
diukur kembali dan penyelesaian selanjutnya
diperhitungkan dalam ekuitas.
Any contingent consideration to be transferred
by the acquirer will be recognized at fair value
at the acquisition date. Subsequent changes to
the fair value of the contingent consideration
which is deemed to be an asset or liability, will
be recognized in accordance with SFAS No. 55
(Revised 2006) either in profit or loss or as other
comprehensive income. If the contingent
consideration is classified as equity, it should
not be remeasured until it is finally settled
within equity.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/11
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR
(Lanjutan)
KEBIJAKAN
AKUNTANSI
YANG
PENTING
c. Kombinasi Bisnis (Lanjutan)
Exhibit E/11
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2. SUMMARY
(Continued)
OF
SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
c. Business Combinations (Continued)
Imbalan kontinjensi yang dialihkan oleh pihak
pengakuisisi diakui pada nilai wajar tanggal akuisisi.
Perubahan nilai wajar atas imbalan kontinjensi setelah
tanggal akuisisi yang diklasifikasi sebagai aset atau
liabilitas, akan diakui dalam laporan laba rugi
komprehensif
konsolidasian
atau
pendapatan
komprehensif lain sesuai dengan PSAK No. 55 (Revisi
2006). Jika diklasifikasikan sebagai ekuitas, imbalan
kontinjensi tidak diukur kembali dan penyelesaian
selanjutnya diperhitungkan dalam ekuitas.
Any contingent consideration to be transferred by the
acquirer will be recognized at fair value at the
acquisition date. Subsequent changes to the fair value
of the contingent consideration which is deemed to be
an asset or liability, will be recognized in accordance
with SFAS No. 55 (Revised 2006) either in profit or loss
or as other comprehensive income. If the contingent
consideration is classified as equity, it should not be
remeasured until it is finally settled within equity.
Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur pada
harga perolehan yang merupakan selisih lebih nilai
agregat dari imbalan yang dialihkan dan jumlah setiap
KNP atas selisih jumlah dari aset teridentifikasi yang
diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Jika imbalan
tersebut kurang dari nilai wajar aset neto entitas anak
yang diakuisisi, selisih tersebut diakui dalam laporan
laba rugi komprehensif konsolidasian.
At acquisition date, goodwill is initially measured at
cost being the excess of the aggregate of the
consideration transferred and the amount recognized
for NCI over the net identifiable assets acquired and
liabilities assumed. If this consideration is lower than
the fair value of the net assets of the subsidiary
acquired, the difference is recognized in consolidated
statements of comprehensive income.
Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada jumlah
tercatat dikurangi akumulasi kerugian penurunan
nilai. Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill yang
diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak tanggal
akuisisi dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas
(“UPK”) dari Kelompok Usaha yang diharapkan akan
bermanfaat dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas
dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang
diakuisisi ditetapkan atas UPK tersebut.
After initial recognition, goodwill is measured at cost
less any accumulated impairment losses. For the
purpose of impairment testing, goodwill acquired in a
business combination is, from the acquisition date,
allocated to each of the group’s cash-generating units
(“CGU”) that are expected to benefit from the
combination, irrespective of whether other assets or
liabilities of the acquire are assigned to those CGUs.
Jika goodwill telah dialokasikan pada suatu UPK dan
operasi tertentu atas UPK tersebut dihentikan, maka
goodwill yang diasosiasikan dengan operasi yang
dihentikan tersebut termasuk dalam jumlah tercatat
operasi tersebut ketika menentukan keuntungan atau
kerugian dari pelepasan. Goodwill yang dilepaskan
tersebut diukur berdasarkan nilai relatif operasi yang
dihentikan dan porsi UPK yang ditahan.
Where goodwill forms part of a CGU and part of the
operation within that CGU is disposed of, the goodwill
associated with the operation disposed of is included in
the carrying amount of the operation when
determining the gain or loss on disposal of the
operation. Goodwill disposed of in this circumstance is
measured based on the relative values of the operation
disposed of and the portion of the CGU retained.
d. Aset dan Liabilitas Keuangan
d. Financial Assets and Liabilities
Sejak Tanggal 1 Januari 2012
Starting 1 January 2012
Efektif tanggal 1 Januari 2012, Kelompok Usaha
menerapkan PSAK No. 55 (Revisi 2011), “Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” yang
menggantikan PSAK No. 55 (Revisi 2006), “Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”, PSAK No. 50
(Revisi 2010), “Instrumen Keuangan: Penyajian” yang
menggantikan PSAK No. 50 (Revisi 2006), “Instrumen
Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” dan PSAK
No. 60, “Instrumen Keuangan: Pegungkapan”.
Penerapan PSAK tersebut tidak berdampak material
kepada laporan keuangan konsolidasian.
Effective on 1 January 2012, the Group adopted SFAS
No. 55 (Revised 2011), "Financial Instruments:
Recognition and Measurement" which replaces SFAS
No. 55 (Revised 2006), "Financial Instruments:
Recognition and Measurement", SFAS No. 50 (Revised
2010), "Financial Instruments: Presentation", which
replaces and SFAS No. 50 (Revised 2006), "Financial
Instruments: Presentation and Disclosures" and SFAS
No. 60 “Financial Instruments: Disclosures". SFAS did
not have a material impact to the consolidated
financial statements.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/12
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR
(Lanjutan)
KEBIJAKAN
AKUNTANSI
YANG
PENTING
d. Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan)
Exhibit E/12
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2. SUMMARY
(Continued)
OF
SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
d. Financial Assets and Liabilities (Continued)
Sebelum Tanggal 1 Januari 2012
Prior to 1 January 2012
Efektif tanggal 1 Januari 2010, Perusahaan dan entitas
anak menerapkan PSAK No. 55 (Revisi 2006),
“Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”
dan PSAK No. 50 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan:
Penyajian dan Pengungkapan”, yang menggantikan
PSAK No. 55 (Revisi 1999), “Akuntansi Instrumen
Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai” dan PSAK No. 50
(Revisi 1998), “Akuntansi Investasi Efek Tertentu”.
Effective 1 January 2010, the Company and subsidiary
adopted SFAS No. 55 (Revised 2006), "Financial
Instruments: Recognition and Measurement" and SFAS
No. 50 (Revised 2006), "Financial Instruments:
Presentation and Disclosure", which replace SFAS
No. 55 (Revised 1999), "Accounting for Derivative
Instruments and Hedging Activities" and SFAS No. 50
(Revised 1998), "Accounting for Investments in Certain
Securities”.
1. Aset dan Liabilitas Keuangan
1.
a. Aset Keuangan
Financial Assets and Liabilities
a. Financial Assets
Pengakuan awal
Initial recognition
Aset keuangan dalam lingkup PSAK No. 55
(Revisi 2006) diklasifikasikan sebagai aset
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi, pinjaman yang diberikan
dan piutang, investasi dimiliki hingga jatuh
tempo, aset keuangan tersedia untuk dijual,
atau sebagai derivatif yang ditetapkan sebagai
instrumen lindung nilai dalam lindung nilai
yang efektif.
Financial assets within the scope of SFAS No. 55
(Revised 2006) are classified as financial assets
at fair value through profit or loss, loans and
receivables, held-to-maturity investments,
available-for-sale financial assets, or as
derivatives designated as hedging instruments
in hedge effective.
Aset keuangan Kelompok Usaha terdiri dari kas
dan setara kas, piutang usaha, aset keuangan
lancar lainnya, aset tidak lancar lainnya, dan
dana yang dibatasi penggunaannya.
The Group’s financial assets consist of cash and
cash equivalents, trade receivables, other
current financial assets, other non-current
assets, and restricted funds.
i.
Aset Keuangan Diukur Melalui Laporan
Laba Rugi
i.
Financial Assets at Fair Value through
Profit or Loss
Aset keuangan pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi terdiri dari aset keuangan
yang diklasifikasikan ke dalam kelompok
untuk diperdagangkan dan aset keuangan
pada saat pengakuan awal ditetapkan pada
nilai wajar melalui laporan laba rugi.
Financial assets at fair value through
profit or loss include financial assets held
for trading and assets designated upon
initial recognition as at fair value through
profit or loss.
Aset keuangan diklasifikasikan sebagai
dimiliki
untuk
diperdagangkan
jika
diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli
kembali dalam waktu dekat. Aset derivatif
juga diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk
diperdagangkan kecuali ditetapkan sebagai
instrumen lindung nilai yang efektif. Aset
keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi dicatat di laporan
posisi keuangan konsolidasian pada nilai
wajar dengan keuntungan atau kerugian
diakui
dalam
laporan
laba
rugi
komprehensif konsolidasian.
Financial assets are classified as held for
trading if acquired for the purpose of sale
or repurchase in the near future.
Derivative assets are also classified as held
for trading unless designated as effective
hedging instruments. Financial assets
measured at fair value through profit or
loss are recorded in the consolidated
statements of financial position at fair
value with gains or losses recognized in
consolidated statements if comprehensif
income.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/13
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING
(Lanjutan)
d. Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan)
Exhibit E/13
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2. SUMMARY OF
(Continued)
SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
d. Financial Assets and Liabilities (Continued)
1. Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan)
a. Aset Keuangan (Lanjutan)
1. Financial Assets and Liabilities (Continued)
a.
ii. Pinjaman yang Diberikan dan Piutang
Pinjaman yang diberikan dan piutang
adalah aset keuangan non-derivatif
dengan pembayaran tetap atau telah
ditentukan yang tidak mempunyai
kuotasi di pasar aktif dan Kelompok
Usaha tidak berniat untuk menjualnya
segera atau dalam waktu dekat.
iii. Dimiliki hingga Jatuh Tempo
Financial Assets (Continued)
ii. Loans and Receivables
Loans and receivables are non-derivative
financial
assets
with
fixed
or
determinable payments that are not
quoted in an active market and which
the Group does not intend to sell
immediately or in the near future.
iii. Held to Maturity Investments
Dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset
keuangan
non-derivatif
dengan
pembayaran tetap atau telah ditentukan
dan jatuh temponya telah ditetapkan
dimana Kelompok Usaha mempunyai
intensi positif dan kemampuan untuk
memiliki aset keuangan tersebut hingga
jatuh tempo, dan tidak ditetapkan pada
nilai wajar melalui laporan laba rugi
atau tersedia untuk dijual.
iv. Tersedia untuk Dijual Aset Keuangan
Kategori tersedia untuk dijual adalah
aset keuangan non-derivatif yang
ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual
atau yang tidak diklasifikasikan ke
dalam salah satu kategori aset keuangan
lainnya.
b. Liabilitas Keuangan
Held-to-maturity investments are nonderivative financial assets with fixed or
determinable payments and fixed
maturity which the Group has the
positive intention and ability to hold to
maturity, and are not designated as at
fair value through profit or loss or
available-for-sale.
iv. Available for Sale Financial Assets
Available-for-sale
financial
assets
consist of non-derivative financial assets
designated as available-for-sale or are
not classified in any of three preceding
categories.
b. Financial Liabilities
Liabilitas keuangan dalam ruang lingkup
PSAK No. 55 (Revisi 2006) diklasifikasikan
sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laporan laba rugi dan
liabilitas keuangan yang diukur dengan
biaya perolehan diamortisasi. Kelompok
Usaha menentukan klasifikasi liabilitas
keuangan pada saat pengakuan awal.
Financial liabilities within the scope of SFAS
No. 55 (Revised 2006) are classified as
financial liabilities measured at fair value
through profit or loss and financial
liabilities measured at amortized cost. The
Group determines the classification of its
financial liabilities at initial recognition.
i. Liabilitas keuangan
laporan laba rugi
melalui
i. Financial liabilities measured at fair
value through profit and loss
Liabilitas keuangan pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi terdiri dari
liabilitas keuangan yang diklasifikasikan
ke
dalam
kelompok
untuk
diperdagangkan dan liabilitas keuangan
pada saat pengakuan awal ditetapkan
pada nilai wajar melalui laporan laba
rugi.
Financial liabilities measured at fair
value through profit and loss include the
financial liabilities held for trading and
liabilities designated upon initial
recognition at fair value through profit
and loss.
diukur
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/14
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN
(Lanjutan)
AKUNTANSI
YANG
PENTING
d. Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan)
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2. SUMMARY OF
(Continued)
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
POLICIES
d. Financial Assets and Liabilities (Continued)
1. Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan)
1.
b. Liabilitas Keuangan (Lanjutan)
ii. Liabilitas keuangan diukur
laporan laba rugi (Lanjutan)
Exhibit E/14
Financial Assets and Liabilities (Continued)
b.
Financial Liabilities (Continued)
melalui
ii. Financial liabilities measured at fair
value
through
profit
and
loss
(Continued)
Liabilitas keuangan Kelompok Usaha
terdiri atas utang usaha, liabilitas
keuangan lancar lainnya, beban masih
harus dibayar, utang sewa pembiayaan,
dan utang bank.
The Group’s financial liabilities consist of
trade
payables,
current
financial
liabilities, accrued expenses, obligations
under finance leases, and bank loans.
Liabilitas
keuangan
diklasifikasikan
sebagai dimiliki untuk diperdagangkan jika
diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli
kembali dalam waktu dekat. Liabilitas
derivatif juga diklasifikasikan sebagai
dimiliki untuk diperdagangkan kecuali
ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai
yang efektif. Liabilitas keuangan pada
nilai wajar melalui laporan laba rugi
dicatat di laporan posisi keuangan
konsolidasian pada nilai wajar dengan
keuntungan atau kerugian diakui dalam
laporan
laba
rugi
komprehensif
konsolidasian.
Financial liabilities are classified as held
for trading if acquired for the purpose of
sale or repurchase in the near future.
Derivative liabilities are also classified as
held for trading unless designated as
effective hedging instruments. Financial
liabilities measured at fair value through
profit or loss are recorded in the
consolidated statements of financial
position at fair value with gains or losses
recognized in consolidated statements of
comprehensive income.
iii. Pinjaman dan utang
Pinjaman adalah liabilitas keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap atau
telah ditentukan yang tidak mempunyai
kuotasi di pasar aktif dan Kelompok Usaha
tidak berniat untuk menjualnya segera
atau dalam waktu dekat.
c. Pengakuan
Pada saat pengakuan awal, aset atau liabilitas
keuangan diukur pada nilai wajar, kecuali aset
dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi, ditambah
atau dikurangi dengan biaya transaksi yang
dapat diatribusikan secara langsung atas
perolehan aset keuangan atau penerbitan
liabilitas keuangan. Pengukuran aset dan
liabilitas keuangan setelah pengakuan awal
tergantung pada klasifikasi aset dan liabilitas
keuangan tersebut.
2. Pengukuran Nilai Wajar
Nilai wajar adalah nilai di mana suatu aset dapat
dipertukarkan, atau suatu liabilitas diselesaikan
antara pihak yang memahami dan berkeinginan
untuk melaksanakan transaksi wajar (arm’s length
transaction) pada tanggal pengukuran.
iii. Loans and borrowings
Loans
are
non-derivative
financial
liabilities with fixed or determinable
payments that are not quoted in an active
market and the Group’s does not intend
to sell immediately or in the near future.
c. Recognition
At initial recognition, financial assets or
liabilities are measured at fair value, except
for financial assets and liabilities measured at
fair value through profit or loss, plus or minus
the transaction costs that are directly
attributable to the acquisition of financial
assets or issuance of financial liabilities. The
subsequent measurement of financial assets
and liabilities depends on the classification of
financial assets and liabilities.
2. Fair Value Measurement
Fair value is the amount for which an assets could
be exchanged, or a liability settled, between
knowledgeable, willing parties in an arm's length
transaction on the date of measurement.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/15
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN
(Lanjutan)
AKUNTANSI
YANG PENTING
d. Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan)
2. Pengukuran Nilai Wajar (Lanjutan)
Exhibit E/15
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
(Continued)
POLICIES
d. Financial Assets and Liabilities (Continued)
2. Fair Value Measurement (Continued)
Jika tersedia, Kelompok Usaha mengukur nilai
wajar
instrumen
keuangan
dengan
menggunakan harga kuotasi di pasar aktif untuk
instrumen tersebut. Suatu pasar dianggap aktif
jika harga kuotasi sewaktu waktu dan secara
berkala tersedia dan mencerminkan transaksi
pasar yang aktual dan teratur dalam suatu
transaksi yang wajar.
When available, the Group measures the fair
value of an instrument using quoted prices in
an active market for that instrument. A
market is regarded as active if quoted prices
are readily and regularly available and reflect
actual and regularly occurring market
transactions on an arm’s length basis.
Jika pasar suatu instrumen keuangan tidak
aktif, Kelompok Usaha menentukan nilai wajar
dengan
menggunakan
teknik
penilaian
mencakup penggunaan transaksi pasar terkini
yang dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak
yang memahami, berkeinginan, dan jika
tersedia, referensi atas nilai wajar terkini dari
instrumen lain yang secara substansial sama,
penggunaan analisa arus kas yang didiskonto
dan penggunaan model penetapan harga opsi
(option pricing model).
If the market of the financial instrument is
inactive, the Group determines fair value by
using valuation techniques which include using
recent
market
transactions
conducted
properly by knowledgeable, willing parties
and, if available, reference to the current fair
value of another instrument which is
substantially the same, discounted cash flow
analysis, and option pricing model.
3. Pengukuran Biaya Perolehan Diamortisasi
Biaya perolehan diamortisasi dari aset dan
liabilitas keuangan adalah jumlah aset atau
liabilitas keuangan yang diukur pada saat
pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok,
ditambah atau dikurangi dengan amortisasi
kumulatif dengan menggunakan metode suku
bunga efektif (SBE) yang dihitung dari selisih
antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dan
dikurangi penyisihan kerugian penurunan nilai.
4. Penurunan Nilai dari Aset Keuangan
3. Amortized Cost Measurement
The amortized cost of a financial asset or
liability is the amount at which the financial
asset or liability is measured at initial
recognition, minus principal payments, plus or
minus the cumulative amortization using the
effective
interest
rate (EIR)
method,
calculated from the difference between the
initial amount and the maturity amount, minus
any reduction for impairment.
4. Impairment of Financial Assets
Kebijakan akuntansi atas penurunan nilai aset
keuangan yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi adalah sebagai berikut:
The accounting policy on impairment of
financial assets measured at amortized cost
are as follows:
Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan
konsolidasian, Kelompok Usaha mengevaluasi
apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa
aset keuangan atau kelompok aset keuangan
mengalami penurunan nilai. Aset keuangan atau
kelompok aset keuangan diturunkan nilainya
dan kerugian penurunan nilai telah terjadi
hanya jika terdapat bukti yang obyektif
mengenai penurunan nilai tersebut sebagai
akibat dari satu atau lebih peristiwa yang
terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut
(peristiwa yang merugikan), dan peristiwa yang
merugikan tersebut berdampak pada estimasi
arus kas masa depan atas aset keuangan atau
kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi
secara handal.
At each reporting date, the Group assesses
whether there is objective evidence that a
financial asset or group of financial assets is
impaired. A financial asset or group of financial
assets is impaired and impairment losses are
incurred only if there is objective evidence of
impairment as a result of one or more events
occurring subsequent to initial recognition of
the asset (loss events), and that loss event has
an impact on the estimated future cash flows
of the financial asset or group of financial
assets that can be reliably estimated.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/16
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN
(Lanjutan)
AKUNTANSI
YANG PENTING
d. Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan)
4. Penurunan Nilai dari Aset Keuangan (Lanjutan)
Exhibit E/16
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
(Continued)
POLICIES
d. Financial Assets and Liabilities (Continued)
4. Impairment of Financial Assets (Continued)
Kelompok Usaha pertama kali menentukan
apakah terdapat bukti obyektif penurunan nilai
secara individual atas aset keuangan yang
signifikan secara individual, dan secara
individual atau kolektif untuk aset keuangan
yang tidak signifikan secara individual.
The Group considers whether there is objective
evidence of impairment individually for
financial
assets
that
are
individually
significant, and individually or collectively for
financial assets that are not individually
significant.
Jika Kelompok Usaha menentukan tidak
terdapat bukti obyektif mengenai penurunan
nilai aset keuangan yang dinilai secara
individual, terlepas aset keuangan tersebut
signifikan atau tidak, maka Perusahaan
memasukkan aset tersebut ke dalam kelompok
aset keuangan yang memiliki karakteristik
risiko kredit yang serupa dan menilai
penurunan nilai kelompok tersebut secara
kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai
secara individual, dan untuk itu kerugian
penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak
termasuk dalam penilaian penurunan nilai
secara kolektif.
If the Group determines that no objective
evidence of impairment exists individually for
an
individually-assessed
financial
asset,
regardless of whether the amount is significant
or not, those financial assets will be assessed
collectively in a group of financial assets that
have similar credit risk characteristics. Assets
that are individually assessed, and for which an
impairment is or continues to be recognized,
are not included in a collective assessment of
impairment.
Jumlah kerugian penurunan nilai atas aset
keuangan yang penurunan nilainya dievaluasi
secara individual diukur berdasarkan selisih
antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai
kini dari estimasi arus kas masa datang yang
didiskontokan menggunakan tingkat suku bunga
efektif awal dari aset keuangan tersebut. Nilai
tercatat aset tersebut dikurangi melalui akun
cadangan kerugian penurunan nilai dan beban
kerugian diakui pada laporan laba rugi
komprehensif.
The impairment loss of a financial asset, which
is assessed individually is measured as the
difference between the carrying value of the
financial asset and the present value of
estimated future cash flows discounted using
the effective interest rate at the beginning of
the financial asset. The carrying amount of the
asset is presented by deducting the allowance
for impairment losses and the impairment loss
in recognized in the consolidated statements of
comprehensive income.
Arus kas masa datang dari kelompok aset
keuangan yang penurunan nilainya dievaluasi
secara kolektif, diestimasi berdasarkan arus kas
kontraktual atas aset-aset di dalam kelompok
tersebut dan kerugian historis yang pernah
dialami
atas
aset-aset
yang
memiliki
karakteristik risiko kredit yang serupa dengan
karakteristik risiko kredit kelompok tersebut.
Kerugian historis yang pernah dialami kemudian
disesuaikan berdasarkan data terkini yang
dapat diobservasi untuk mencerminkan kondisi
saat ini yang tidak berpengaruh pada periode
terjadinya kerugian historis tersebut, dan untuk
menghilangkan pengaruh kondisi yang ada pada
periode historis namun sudah tidak ada lagi
pada saat ini.
Future cash flows in a group of financial assets
that are collectively evaluated for impairment
are estimated on the basis of historical loss
experience for assets with credit risk
characteristics similar to those in the group.
Historical loss experience is adjusted on the
basis of current observable data to reflect the
effects of current conditions that did not affect
the period on which the historical loss
experience is based and to remove the effects
of conditions in the historical period that do
not exist currently.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/17
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN
(Lanjutan)
AKUNTANSI
YANG PENTING
d. Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan)
5. Penghentian Pengakuan
Exhibit E/17
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
(Continued)
POLICIES
d. Financial Assets and Liabilities (Continued)
5. Derecognition
Kelompok Usaha menghentikan pengakuan aset
keuangan pada saat hak kontraktual atas arus
kas yang berasal dari aset keuangan tersebut
kadaluarsa atau Kelompok Usaha mentransfer
seluruh hak untuk menerima arus kas
kontraktual dari aset keuangan dalam transaksi
di mana Kelompok Usaha secara substansial
telah mentransfer seluruh risiko dan manfaat
atas
kepemilikan
aset
keuangan
yang
ditransfer. Setiap hak atau liabilitas atas aset
keuangan yang ditransfer yang timbul atau yang
masih dimiliki oleh Kelompok Usaha diakui
sebagai aset atau liabilitas secara terpisah.
The Group derecognizes financial assets when
the contractual rights to the cash flows arising
from the financial assets expire or when the
Group transfers all rights to receive contractual
cash flows of financial assets in a transaction
where the Group has transferred substantially
all the risks and rewards of ownership of the
financial assets transferred. Any rights or
obligations on the transferred financial assets
created or retained by the Group are
recognized as assets or liabilities separately.
Kelompok Usaha menghentikan pengakuan
liabilitas keuangan pada saat kewajiban yang
ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau
dibatalkan atau kadaluarsa.
The Group derecognizes financial liabilities
when the obligation specified in the contract is
discharged, cancelled or expires.
Dalam transaksi di mana Kelompok Usaha
secara subtansial tidak memiliki atau tidak
mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas
kepemilikan aset keuangan, Kelompok Usaha
menghentikan pengakuan aset tersebut jika
Perusahaan tidak lagi memiliki pengendalian
atas aset tersebut. Hak dan kewajiban yang
timbul atau yang masih dimiliki dalam transfer
tersebut diakui secara terpisah sebagai aset
atau liabilitas. Dalam transfer di mana
pengendalian atas aset masih dimiliki,
Kelompok Usaha tetap mengakui aset yang
ditransfer tersebut sebesar keterlibatan yang
berkelanjutan, di mana tingkat keberlanjutan
Perusahaan dalam aset yang ditransfer adalah
sebesar perubahan nilai aset yang ditransfer.
In transactions in which the Group neither
retains nor transfers substantially all the risks
and rewards of ownership of financial assets,
the Group derecognizes the assets if it does not
retain control over the assets. The rights and
obligations retained in the transfer are
recognized separately as assets and liabilities
as appropriate. In transfers in which control
over the assets is retained, the Group
continues to recognize the assets to the extent
of its continuing involvement, determined by
the extent to which it is exposed to changes in
the value of the transferred assets.
6. Saling hapus
Aset dan liabilitas keuangan saling hapus dan
nilai neto yang dilaporkan dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika,
Kelompok Usaha ada hak hukum saat ini
dilaksanakan untuk mengimbangi jumlah yang
diakui dan ada niat untuk menyelesaikan secara
neto, atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
e. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua
investasi yang jatuh tempo dalam waktu 3 (tiga)
bulan atau kurang dari tanggal penempatannya dan
yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi
penggunaannya.
6. Offsetting
Financial assets and liabilities are set off and
the net amount presented in the consolidated
statements of financial position if, and only if,
the Group has a legal right to set off the
amounts and intends either to settle on a net
basis or to realize the assets and settle the
liabilities simultaneously.
e. Cash and Cash Equivalents
Cash and cash equivalents consist of cash and cash
balances and time deposits which have maturities
of three (3) months or less at the time of
placement, not pledged as collateral and not
restricted in use.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/18
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
f. Dana yang dibatasi Pengunaannya
Kas di bank yang dijaminkan untuk fasilitas pinjaman
disajikan sebagai “Dana yang dibatasi pengunaannya”.
g. Piutang
Piutang usaha dan piutang lain-lain yang merupakan
aset keuangan diklasifikasikan sebagai pinjaman dan
piutang. Pada pengukuran awal, disajikan sebesar nilai
wajar ditambah biaya transaksi langsung dan
selanjutnya diukur sebesar biaya perolehan yang
diamortisasi dan penurunan nilai dievaluasi sesuai
dengan PSAK No. 55 (Revisi 2011) (Catatan 2d).
h. Transaksi dengan Pihak-pihak yang Berelasi
Exhibit E/18
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2. SUMMARY OF
(Continued)
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
POLICIES
f. Restricted Funds
Cash in banks which are pledged for loan facilities are
presented as “Restricted Funds”
g. Receivables
Trade receivables and other receivables are financial
assets classified as loans and receivables. At initial
measurement, these are stated at fair values plus
directly attributable transaction costs and are
subsequently measured at amortized cost and assessed
for impairment in accordance with SFAS No. 55
(Revised 2011) (Note 2d).
f. Transactions with Related Parties
Efektif tanggal 1 Januari 2011, Kelompok Usaha
menerapkan PSAK No. 7 (Revisi 2010), “Pengungkapan
Pihak-pihak Berelasi”. PSAK revisi ini mensyaratkan
pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo pihakpihak berelasi, termasuk komitmen, dalam laporan
keuangan konsolidasian dan laporan keuangan
tersendiri entitas induk, dan juga diterapkan terhadap
laporan keuangan secara individual. Penerapan PSAK
yang direvisi tersebut memberikan pengaruh terhadap
pengungkapan terkait dalam laporan keuangan
konsolidasian.
Effective 1 January 2011, the Group applied SFAS No. 7
(Revised 2010), “Related Party Disclosures”. The
revised SFAS requires disclosure of related party
relationships, transactions and outstanding balances,
including commitments, in the consolidated and
separate financial statements of a parent, and also
applies to individual financial statements. The
adoption of the said revised SFAS has impact on the
related disclosures in the consolidated financial
statements.
Suatu pihak dianggap berelasi dengan Kelompok Usaha
jika:
A party is considered to be related to the Group if:
a.
langsung, atau tidak langsung yang melalui satu
atau
lebih
perantara,
suatu
pihak
(i)
mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau
berada di bawah pengendalian bersama,dengan
Kelompok Usaha; atau (ii) memiliki kepentingan
dalam
Kelompok Usaha yang memberikan
pengaruh signifikan atas Kelompok Usaha; atau
(iii) memiliki pengendalian bersama atas
Kelompok Usaha;
suatu pihak yang berelasi dengan Kelompok Usaha;
suatu pihak adalah ventura bersama di mana
Kelompok Usaha sebagai ventura;
suatu pihak adalah anggota dari personil
manajemen kunci Kelompok Usaha atau induk;
suatu pihak adalah anggota keluarga dekat dari
individu yang diuraikan dalam butir (a) atau (d);
suatu pihak adalah entitas yang dikendalikan,
dikendalikan bersama atau dipengaruhi signifikan
oleh atau untuk di mana hak suara signifikan pada
beberapa entitas, langsung maupun tidak
langsung, individu seperti diuraikan dalam butir
(d) atau (e); atau
suatu pihak adalah suatu program imbalan pasca
kerja untuk imbalan kerja dari Kelompok Usaha
atau entitas yang terkait dengan Kelompok Usaha.
a. directly, or in directly through one or more
intermediaries, the party (i) controls, is controlled
by, or is under common control with the Group; (ii)
has an interest in the Group that gives it
significant influenced over the Group; or, (iii) has
joint control over the Group;
Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan
pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan konsolidasian yang relevan.
All significant transactions and balances with related
parties are disclosed in the relevant notes herein.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
b. the party is an associate of the Group;
c. the party is a joint venture in which the Group is a
venture;
d. the party is a member of the key management
personnel of the Group or its parent;
e. the party is a close member of the family of any
individual referred to in (a) or (d);
f. the party is an entity that is controlled, jointly
controlled or significantly influenced by or for
which significant voting power in such entity
resides with, directly or indirectly, any individual
referred to in (d) or (e); or
g. the party is a post employment benefit plan for the
benefit of employees of the Group, or of any entity
that is a related party of the Group.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/19
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
(Lanjutan)
YANG PENTING
i. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang terendah
antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih
(the lower of cost or net realizable value). Biaya
perolehan ditentukan dengan menggunakan metode
rata-rata tertimbang (weighted-average method).
Penyisihan untuk persediaan usang, jika diperlukan,
ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap
keadaan fisik persediaan pada akhir tahun.
j. Beban Dibayar Di Muka
Beban dibayar di muka diamortisasi selama masa
manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan
metode garis lurus (straight-line method).
k. Aset Tak Berwujud
Exhibit E/19
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2. SUMMARY OF
(Continued)
SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
i. Inventories
Inventories are stated at the lower of cost or net
realizable value. Cost is determined using the
weighted-average method. Provision for inventory
obsolescence, if necessary, is based on a review of
the status of physical inventories at the end of the
year.
j. Prepaid Expenses
Prepaid expenses are amortized the
benefited using the straight-line method.
periods
k. Intangible Assets
Aset tak berwujud sehubungan dengan pembelian
program komputer dan biaya penerapannya
diamortisasi dengan menggunakan metode garis
lurus berdasarkan taksiran manfaatnya dan
disajikan sebagai bagian dari akun “Aset Tidak
lancar – Lain-lain” di laporan posisi keuangan
konsolidasian.
Intangible assets in connection with the purchase of
a computer program and its implementation costs
are amortized using the straight-line method over
their estimated lives and are presented as part of
"Non-Current Assets - Others" in the tconsolidated
statements of financial position.
Efektif 1 Januari 2011, Kelompok Usaha
menerapkan PSAK No 19 (Revisi 2010), "Aset Tak
Berwujud", yang mengatur perlakuan akuntansi
untuk aset tak berwujud yang tidak ditangani
secara khusus dalam PSAK lain dan membutuhkan
pengakuan aset tak berwujud jika, dan hanya jika,
kriteria yang ditetapkan terpenuhi, dan juga
menentukan bagaimana mengukur nilai tercatat
aktiva tak berwujud dan pengungkapan yang
terkait.
Effective 1 January 2011, the Group adopted SFAS
No. 19 (Revised 2010), “Intangible Assets”, which
prescribes the accounting treatment for intangible
assets that are not dealt with specifically in other
PSAK and requires the recognition of an intangible
asset if, and only if, the specified criteria are met,
and also specifies how to measure the carrying
amount of intangible assets and the related
disclosures.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari
penghentian pengakuan aset tak berwujud diukur
sebagai selisih antara hasil pelepasan neto dan nilai
tercatat aktiva dan diakui dalam laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian pada saat aset tersebut
dihentikan pengakuannya.
Gains or losses arising from derecognition of an
intangible asset is measured as the difference
between the net disposal proceeds and the net
carrying amount of the asset and are recognized in
the consolidated statements of comprehensive
income when the asset is derecognized.
l. Aset Tetap
Efektif 1 Januari 2012, Perusahaan dan entitas
anak menerapkan PSAK No. 16 (Revisi 2011) “Aset
Tetap”, yang menggantikan PSAK No. 16 (Revisi
2007) “Aset Tetap”, dimana berdampak pada
pengakuan atas aset, dan penentuan nilai tercatat
dan beban depresiasi serta rugi penurunan nilai
diakui dalam kaitannya dengan aset tersebut.
l. Property and Equipment
Effective 1 January 2012, the Company and
subsidiary applied SFAS No. 16 (Revised 2011),
“Property, Plant and Equipment”, which supersedes
SFAS No. 16 (Revised 2007), “Property, Plant and
Equipment”, which had an impact on the
recognition of property, plant and equipment and
the determination of carrying value and
depreciation,
including
impairment
losses
recognized in relation to such assets.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/20
Exhibit E/20
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING
(Lanjutan)
2. SUMMARY OF
(Continued)
l. Aset Tetap (Lanjutan)
SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
l. Property and Equipment (Continued)
Pada pengakuan awal, aset tetap dinilai sebesar
biaya perolehan. Biaya perolehan aset meliputi
harga pembelian dan semua biaya yang dapat
diatribusikan langsung untuk membawa aset
tersebut ke suatu kondisi kerja dan kondisi lokasi
bagi tujuan penggunaannya.
Property, plant and equipment are initially carried
at cost. The cost of an asset comprises its purchase
price and any directly attributable costs of bringing
the asset to the working condition and location for
its intended use.
Kelompok Usaha menerapkan model biaya di dalam
pengakuan selanjutnya bagi aset tetap. Aset tetap
selain tanah, diakui sebesar biaya perolehan
setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan
akumulasi kerugian penurunan nilai.
The Group has applied the cost model in subsequent
recognition for its property, plant and equipment.
Property, plant and equipment, other than land,
are recognized at cost less accumulated
depreciation and accumulated impairment losses.
Kecuali disebutkan pada paragraf di bawah,
penyusutan pada umumnya dihitung dengan
menggunakan metode garis lurus (straight-line
method), berdasarkan taksiran masa manfaat
ekonomis aset tetap yang bersangkutan, dengan
rincian sebagai berikut:
Except for those mentioned in paragraph below,
depreciation is generally computed using the
straight-line method, over the estimated useful
lives of the assets, as follows:
Tahun/Years
Bangunan
Kendaraan
Peralatan dan perabotan kantor
Sarana dan prasarana
20
8
4
4
Building
Vehicles
Office equipment and furniture
Facilities and infrastructure
Beban
perbaikan
dan
pemeliharaan
rutin
dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian pada saat terjadinya; pemugaran dan
penambahan dalam jumlah signifikan. Aset tetap
yang sudah tidak dipergunakan lagi atau yang
dijual, nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya
dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang
bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi
disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian pada tahun berjalan.
The costs of repairs and maintenance are charged
to the consolidated statements of comprehensive
income as incurred; significant renewals and
betterments, that will prolong the useful lives of
the related assets are capitalized. When assets are
retired or otherwise disposed of, their carrying
values and the related accumulated depreciation
are removed from the accounts and any resulting
gain or loss is reflected in the consolidated
statements of comprehensive income for the
current year.
Aset dalam penyelesaian meliputi bangunan dan
prasarana lainnya, yang dinyatakan berdasarkan
biaya pembangunan, biaya pegawai langsung, biaya
tidak langsung dalam pembangunan tersebut. Akun
biaya aset dalam penyelesaian akan direklasifikasi
ke aset tetap yang bersangkutan.
Construction-in-progress consisting of building and
building improvements are stated at construction
cost, direct labor cost, overhead cost. The
construction-in-progress account is then reclassified
to the respective property, plant and equipment
account.
Berdasarkan PSAK No. 48, “Penurunan Nilai Aset”,
nilai aset ditelaah kembali atas kemungkinan
penurunan pada nilai wajarnya yang disebabkan
oleh peristiwa dan/atau perubahan keadaan yang
menyebabkan nilai tercatatnya mungkin tidak
dapat dipulihkan.
In accordance with SFAS No. 48, “Impairment of
Asset Values”, asset values are reviewed for any
impairment and/or possible write-down to fair
values whenever events or changes in circumstances
indicate that their carrying values may not be fully
recovered.
Pada saat akhir tahun buku, nilai sisa aset, umur
manfaat dan metode penyusutan ditelaah, dan
disesuaikan secara prospektif, jika diperlukan,
sesuai dengan keadaan.
At the end of the year, the asset residual values,
useful lives and depreciation method are reviewed
and adjusted prospectively if necessary.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/21
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING
(Lanjutan)
l. Aset Tetap (Lanjutan)
Exhibit E/21
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2.
SUMMARY
OF
SIGNIFICANT
POLICIES (Continued)
ACCOUNTING
l. Property and Equipment (Continued)
Sebelum Tanggal 1 Januari 2012
Prior to 1 January 2012
Sejak tanggal 1 Januari 2008, Perusahaan dan
entitas anak menerapkan PSAK No. 16 (Revisi
2007), ”Aset Tetap”, yang menggantikan PSAK
No. 16 (1994), ”Aktiva Tetap dan Aktiva Lainlain” dan PSAK No. 17 1994), ”Akuntansi
Penyusutan”. Berdasarkan PSAK No. 16 (Revisi
2007), suatu entitas harus memilih model biaya
(cost model) atau model revaluasi (revaluation
model) sebagai kebijakan akuntansi pengukuran
atas aset tetap. Perusahaan dan entitas anak
telah memilih untuk menggunakan model biaya
sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset
tetapnya.
Effective 1 January 2008, the Company and
subsidiary applied SFAS No. 16 (Revised 2007),
“Property, plant and equipment”, which
supersedes SFAS No. 16 (1994), “Fixed Assets
and Other Assets”, and SFAS No. 17 (1994),
“Accounting for Depreciation”. In accordance
with SFAS No. 16 (Revised 2007), an entity
should choose either the cost model or
revaluation model as its accounting policy for
the measurement of property, plant and
equipment. The Company and subsidiary chose
the cost model as the accounting policy for the
measurement of its property, plant and
equipment.
Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat
pelepasan atau ketika aset tetap tersebut tidak
digunakan lagi secara permanen dan tidak
memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang
dapat diharapkan pada saat pelepasannya.
Laba atau rugi yang timbul dari penghentian
atau pelepasan aset tetap diakui dalam laporan
laba rugi komprehensif konsolidasian dalam
tahun terjadinya penghentian atau pelepasan
tersebut.
Property,
plant
and
equipment
were
derecognized upon disposal or when the
property,
plant
and
equipment
was
permanently withdrawn from use and no future
economic benefits are expected from its
disposal. Gains or losses arising from the
retirement or disposal of an item of property,
plant and equipment are recognized in the
consolidated statements of comprehensive
income in the year of retirement or disposal.
m. Pengakuan Pendapatan dan Beban
m. Revenue and Expenses Recognition
Efektif tanggal 1 Januari 2011, Kelompok Usaha
menerapkan PSAK No. 23 (Revisi 2010),
“Pendapatan”. PSAK revisi ini mengidentifikasi
terpenuhinya kriteria pengakuan pendapatan,
sehingga pendapatan dapat diakui, dan
mengatur perlakuan akuntansi atas pendapatan
yang timbul dari transaksi dan kejadian
tertentu, serta memberikan panduan praktis
dalam penerapan kriteria mengenai pengakuan
pendapatan. Penerapan PSAK No. 23 (Revisi
2010) yang direvisi tersebut tidak memberikan
pengaruh yang berarti terhadap laporan
keuangan konsolidasian.
Effective 1 January 2011, the group adopted
SFAS No. 23 (Revised 2010), “Revenue”. This
revised SFAS identifies the circumstances in
which the criteria on revenue recognition will
be met and, therefore, revenue may be
recognized, and prescribes the accounting
treatment of revenue arising from certain
types of transactions and events, and also
provides practical guidance on the application
of the criteria on revenue recognition. The
adoption of SFAS No. 23 (Revised 2010) has no
significant impact on the consolidated financial
statements.
Pendapatan diakui bila besar kemungkinan
manfaat ekonomi akan diperoleh oleh Kelompok
Usaha dan jumlahnya dapat diukur secara andal.
Pendapatan diukur pada nilai wajar pembayaran
yang diterima, tidak termasuk diskon, rabat dan
Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”). Kriteria
pengakuan berikut khusus juga harus dipenuhi
sebelum pendapatan diakui.
Revenue is recognized to the extent that it is
probable that the economic benefits will flow
to the group and the revenue can be reliably
measured. Revenue is measured at the fair
value of the consideration received, excluding
discounts, rebates and Value Added Taxes
(“VAT”). The following specific recognition
criteria must also be met before revenue is
recognized.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/22
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
(Lanjutan)
YANG
PENTING
m. Pengakuan Pendapatan dan Beban (Lanjutan)
Exhibit E/22
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2.
SUMMARY
OF
POLICIES (Continued)
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
m. Revenue and Expense Recognition (Continued)
Penjualan Barang
Sale of Goods
Pendapatan dari penjualan yang timbul dari
pengiriman produk-produk Kelompok Usaha diakui
bila risiko dan manfaat yang signifikan telah
dipindahkan kepada pembeli, bersamaan waktunya
dengan pengiriman dan penerimaannya.
Revenue from sales arising from delivery of the
Group’s products is recognized when the significant
risks and rewards of ownership of the goods have
passed to the buyer, which generally coincide with
their delivery and acceptance.
Pendapatan Bunga
Interest Income
Untuk semua instrumen keuangan yang diukur pada
biaya perolehan diamortisasi, pendapatan atau
biaya bunga dicatat dengan menggunakan metode
suku bunga efektif (effective interest rate
method), yaitu suku bunga yang secara tepat
mendiskontokan
estimasi
pembayaran
atau
penerimaan kas di masa datang selama perkiraan
umur dari instrument keuangan, atau jika lebih
tepat, digunakan periode yang lebih singkat, untuk
nilai tercatat bersih dari aset keuangan atau
liabilitas keuangan.
For all financial instruments measured at amortized
cost, interest income or expense is recorded using
their effective interest rate method, which is the
rate that exactly discounts the estimated future
cash payments or receipts through the expected life
of the financial instrument or a shorter period,
where appropriate, to the net carrying amount of
the financial asset or liability.
Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).
Expenses are recognized when they are incurred
(accrual basis).
n. S e w a
n. Leases
Sejak 1 Januari 2012
Starting 1 January 2012
Efektif 1 Januari 2012, Grup menerapkan PSAK No.
30 (Revisi 2011), “Sewa”, yang menggantikan PSAK
No. 30 (Revisi 2007), dimana mengatur klasifikasi
masing-masing untuk tanah dan bangunan secara
terpisah, baik sebagai sewa pembiayaan atau sewa
operasi. Tidak ada dampak signifikan dari
Penerapan PSAK revisi tersebut terhadap laporan
keuangan konsolidasian.
Effective 1 January 2012, the Group applied SFAS
No. 30 (Revised 2011), “Lease”, which supersedes
SFAS No. 30 (Revised 2007), which regulates the
classification of each land and building separately
whether as a finance lease or operating lease.
There is no significant impact of the adoption of the
revised SFAS on the consolidated financial
statements.
Sejak 1 Januari 2011
Starting 1 January 2011
Berdasarkan PSAK No. 30 (Revisi 2007), penentuan
apakah suatu perjanjian merupakan perjanjian
sewa atau perjanjian yang mengandung sewa
didasarkan atas substansi perjanjian pada tanggal
awal sewa dan apakah pemenuhan perjanjian
tergantung pada penggunaan suatu aset dan
perjanjian tersebut memberikan suatu hak untuk
menggunakan aset tersebut. Menurut PSAK No. 30
(Revisi 2007) ini, sewa yang mengalihkan secara
substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait
dengan kepemilikan aset, diklasifikasikan sebagai
sewa pembiayaan.
Based on SFAS No. 30 (Revised 2007), the
determination of whether an arrangement is, or
contains, a lease is based on the substance of the
arrangement at inception date and whether the
fulfillment of the arrangement is dependent on the
use of a specific asset and the arrangement conveys
a right to use the asset. Under SFAS No. 30 (Revised
2007), leases that transfer substantially to the
lessee all the risks and rewards incidental to
ownership of the leased item are classified as
finance leases.
Selanjutnya, suatu sewa diklasifikasikan sebagai
sewa operasi, jika sewa tidak mengalihkan secara
substantial seluruh risiko dan manfaat yang
terkait dengan kepemilikan aset.
Subsequently, a lease is classified as an operating
lease, if the lease does not transfer substantially all
the risks and rewards incidental to ownership.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/23
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN
(Lanjutan)
AKUNTANSI
YANG
PENTING
o. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Exhibit E/23
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
(Continued)
o. Foreign Currency Transactions and Balances
Pembukuan Kelompok Usaha diselenggarakan
dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi
selama periode berjalan dalam mata uang asing
dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat
terjadinya transaksi. Pada tanggal laporan posisi
keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas moneter
dalam mata uang asing disesuaikan berdasarkan
kurs tengah yang dipublikasikan Bank Indonesia
pada hari terakhir transaksi pada bulan dan periode
tersebut, laba atau rugi
kurs yang timbul
dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi
komprehensif tahun berjalan.
The accounts of the Group are maintained in
Indonesian Rupiah. Transactions during the period
involving foreign currencies are recorded at the
exchange rates prevailing at the transaction date.
At consolidated statements of financial position
date, monetary assets and liabilities denominated
in foreign currencies are adjusted based on the
middle rate published by Bank Indonesia at the last
transaction date of the month and the period,
profits or losses are credited or charged to
consolidated statements of comprehensive income
for the current year.
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, nilai
tukar kurs yang digunakan masing-masing adalah
Rp 9.670 dan Rp 9.068 per USD 1.
As of 31 December 2012 and 2011, the rates of
exchange used were Rp 9,670 and Rp 9,068 per
USD 1, respectively.
p. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan
p. Income Tax Expense (Benefit)
Efektif 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan
PSAK No. 46 (Revisi 2010), “Pajak Penghasilan”,
yang mengatur perlakuan akuntansi untuk pajak
penghasilan untuk memperhitungkan konsekuensi
pajak kini dan pemulihan masa depan (pernyataan)
dari nilai tercatat aset (liabilitas) yang diakui
dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan
transaksi lainnya dan peristiwa terbaru dari
periode berjalan yang diakui dalam laporan laba
rugi komprehensif konsolidasian.
Effective 1 January 2012, the Company applied
SFAS No. 46 (Revised 2010), “Accounting for
Income Tax”, which prescribes the accounting
treatment for income taxes to account for the
current and future tax consequences of the future
recovery (settlement) of the carrying amount of
assets (liabilities) that are recognized in the
consolidated statements of financial position; and
transactions and other events of the current
period that are recognized in the consolidated
statements of comprehensive income.
Pajak penghasilan badan dihitung untuk setiap
perusahaan sebagai badan hukum yang berdiri
sendiri.
Corporate income tax is determined on a per legal
entity basis.
Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran
laba kena pajak tahun berjalan. Pajak tangguhan
dicatat untuk semua perbedaan temporer yang
timbul antara jumlah aset dan liabilitas berbasis
pajak dengan nilai tercatatnya menurut laporan
keuangan setiap tanggal pelaporan. Peraturan
perpajakan yang berlaku atau yang telah secara
substantif berlaku digunakan sebagai dasar untuk
mengukur aset dan liabilitas pajak tangguhan.
Current tax expense is provided based on the
estimated taxable income for the year. Deferred
tax is provided on all temporary differences
arising between the financial and the tax bases of
assets and liabilities at each reporting date. Tax
rates currently enacted or substantively enacted
tax laws are used as bass to measure deferred tax
assets and liabilities.
Aset pajak tangguhan yang berhubungan dengan
saldo rugi fiskal yang belum digunakan diakui
apabila besar kemungkinan bahwa jumlah laba
fiskal pada masa mendatang akan memadai untuk
dikompensasi dengan saldo rugi fiskal yang belum
digunakan.
Deferred tax assets relating to the carry-forward
of unused tax losses are recognized to the extent
that it is probable that future taxable profits will
be available against which the unused tax losses
can be utilized.
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui saat
Surat Ketetapan Pajak diterima atau jika
mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas
keberatan tersebut telah ditetapkan.
Amendments to taxation obligations are recorded
when a Tax Assessment Letter is received or, if
appealed against, when the results of the appeal
are determined.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/24
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN
(Lanjutan)
AKUNTANSI
YANG
PENTING
q. Provisi
Exhibit E/24
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
(Continued)
q. Provision
Efektif tanggal 1 Januari 2011, Kelompok Usaha
menerapkan PSAK No. 57 (Revisi 2009), “Provisi,
Liabilitas Kontinjensi, Aset Kontinjensi”. PSAK
revisi ini diterapkan secara prospektif dan
menetapkan pengakuan dan pengukuran liabilitias
diestimasi, liabilitas kontinjensi dan aset kontijensi
serta untuk memastikan informasi memadai telah
diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan
untuk memungkinkan para pengguna memahami
sifat, waktu, dan jumlah yang terkait dengan
informasi tersebut.
Effective 1 January 2011, the Group adopted SFAS
No. 57 (Revised 2009), “Provisions, Contingent
Liabilities, and Contingent Assets”. The revised
SFAS is to be applied prospectively and provides
that appropriate recognition criteria and
measurement bases are applied to provisions,
contingent liabilities and contingent assets, and to
ensure that sufficient information is disclosed in
the notes to enable users to understand the
nature, timing and amount related to the
information.
Provisi diakui jika Kelompok Usaha memiliki
liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat
konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu, besar
kemungkinannya besar penyelesaian liabilitas
tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya
yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi
yang andal mengenai jumlah liabilitas tersebut
dapat dibuat.
Provisions are recognized when the Group has a
present obligation (legal or constructive) where,
as a result of a past event, it is probable that an
outflow of resources embodying economic benefits
will be required to settle the obligation and a
reliable estimate can be made of the amount of
the obligation.
Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan
disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik
yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya
untuk menyelesaikan liabilitas kemungkinan besar
tidak terjadi, maka provisi dibatalkan.
Provisions are reviewed at each reporting date and
adjusted to reflect the current best estimate. If it
is no longer probable that an outflow of resources
embodying economic benefits will be required to
settle the obligation, the provision is reversed.
r. Imbalan Kerja Karyawan
r. Post-employment Benefits
Kelompok Usaha mengakui liabilitas imbalan kerja
yang tidak didanai sesuai dengan Undang-Undang
Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret
2003 (“Undang-Undang”) dan PSAK No. 24 (Revisi
2010), “Imbalan Kerja” yang berlaku di Indonesia.
The Group recognized an unfunded employee
benefits liability in accordance with Labor Law
No. 13/2003 dated 25 March 2003 (the “Law”) and
SFAS No. 24 (Revised 2010), “Employee Benefits”
prevailing in Indonesia.
Sejak tanggal 1 Januari 2012
Starting 1 January 2012
Efektif 1 Januari 2012, Kelompok Usaha
menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2010), “Imbalan
kerja”,
yang
mengatur
akuntansi
dengan
pengungkapan untuk imbalan kerja, baik jangka
pendek (yaitu, cuti tahunan, pembayaran cuti
sakit) dan jangka panjang (yaitu, cuti berimbalan
jangka panjang, imbalan medikal pasca-kerja).
Kelompok Usaha memilih untuk menggunakan
koridor 10% untuk pengakuan keuntungan
(kerugian) aktuarial. Kelompok Usaha juga
membutuhkan pengakuan atas liabilitas dan beban
pada saat karyawan telah memberikan jasa dan
entitas menikmati keuntungan ekonomi yang
timbul atas jasa tersebut.
Effective 1 January 2012, the Group applied SFAS
No. 24 (Revised 2010), “Employee Benefits”, which
regulates the accounting and disclosure for
employee benefits, both short term (i.e., paid
annual leave, paid sick leave) and long term (i.e.,
long service leave, post employment medical
benefits). The Group has chosen the 10% corridor
method for the recognition of actuarial gains and
losses. The Group also requires recognition of
liabilities and expense when an employee has
provided services and the entity has received
economic benefits arising from the service.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/25
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING
(Lanjutan)
s. Imbalan Kerja Karyawan
Exhibit E/25
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
(Continued)
s. Post-employment Benefits
Sebelum tanggal 1 Januari 2012
Before 1 January 2012
Berdasarkan PSAK No. 24 (Revisi 2004), penyisihan
imbalan
kerja
berdasarkan
Undang-Undang
ditentukan
dengan
menggunakan
metode
“Projected Unit Credit”. Keuntungan dan kerugian
aktuaria diakui sebagai pendapatan atau biaya bila
akumulasi keuntungan dan kerugian aktuaria bersih
yang belum diakui untuk masing-masing karyawan
pada pelaporan tahun sebelumnya melebihi 10%
dari liabilitas kini imbalan kerja atau nilai wajar
aset program pada tanggal tersebut, mana yang
lebih tinggi. Keuntungan dan kerugian ini diakui
dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa
masa kerja karyawan.
Under SFAS No. 24 (Revised 2004), provision of
employee benefits under the Law is determined
using the “Projected Unit of Credit” method.
Actuarial gains or losses are recognized as income
or expense when the net cumulative unrecognized
actuarial gains and losses for each individual plan
at the end of the previous reporting year exceeds
10% of the present value of the defined benefit
obligation or the fair value of the plan assets at
that date, whichever is higher. These gains or
losses are recognized on a straight-line method
over the average remaining service years of
employees.
t. Laba Bersih Per Saham Dasar
t. Basic Earnings Per Share
Efektif 1 Januari 2012, Kelompok Usaha
menerapkan PSAK No. 56 (Revisi 2010), "Laba per
Saham", yang menggantikan PSAK 56 (Revisi 1999),
laba per saham dihitung dengan membagi laba
bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang
saham yang beredar selama tahun setelah
mempertimbangkan efek pemecahan saham
(Catatan 21).
Effective 1 January 2012, the Group adopted SFAS
No. 56 (Revised 2010), "Earnings per Share", which
supersedes SFAS No. 56 (Revised 1999), earnings
per share is computed by dividing the net profit
attributable to owners of the parent by the
weighted average number of shares outstanding
during the year after consider the effect of the
stock split (Note 21).
Laba per saham dilusi dihitung dengan membagi
laba bersih yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata
tertimbang
saham
yang
beredar
selama
periode/tahun setelah mempertimbangkan efek
pemecahan saham ditambah jumlah saham
ratarata tertimbang yang akan dikeluarkan pada
saat obligasi konversi dikonversi menjadi saham
biasa.
Diluted earnings per share is calculated by dividing
the net income attributable to equity holders of
the parent company by the weightedaverage
number of shares outstanding during the period/
year after considering the effect of stock split plus
the weighted-average number of shares that would
be issued on conversion of convertible bonds into
ordinary shares.
u. Informasi Segmen
u. Segment Information
Efektif tanggal 1 Januari 2011, Kelompok Usaha
menerapkan PSAK No. 5 (Revisi 2009), “Segmen
Operasi”. PSAK revisi ini mengatur pengungkapan
yang memungkinkan pengguna laporan keuangan
konsolidasian untuk mengevaluasi sifat dan dampak
keuangan dari aktivitas bisnis yang mana entitas
terlibat dan lingkungan ekonomi dimana entitas
beroperasi. Penerapan PSAK No. 5 (Revisi 2009)
tidak memberikan pengaruh yang berarti terhadap
laporan keuangan konsolidasian.
Effective 1 January 2011, the Group applied SFAS
No. 5 (Revised 2009), “Operating Segments”. The
SFAS No. 5 (Revised 2009) requires disclosures that
will enable users of consolidated financial
statements to evaluate the nature and financial
effects of the business activities in which the
entity engages and the economic environments in
which it operates. The adoption of SFAS No. 5
(Revised 2009) has no significant impact on the
consolidated financial statements.
Segmen adalah bagian khusus dari Kelompok Usaha
yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan
jasa (segmen usaha), maupun dalam menyediakan
produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi
tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko
dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.
A segment is a distinguishable component of the
Group that is engaged either in providing certain
products (business segment), or in providing
products
within
a
particular
economic
environment (geographical segment), which is
subject to risks and rewards that are different
from those of other segments.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/26
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG
(Lanjutan)
PENTING
Exhibit E/26
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2.
u. Informasi Segmen (Lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
(Continued)
u. Segment Information (Continued)
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas
segmen
termasuk
item-item
yang
dapat
diatribusikan langsung kepada suatu segmen serta
hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang
sesuai
kepada
segmen
tersebut.
Segmen
ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar
Kelompok Usaha, dieliminasi sebagai bagian dari
proses konsolidasi.
Segment revenue, expenses, results, assets and
liabilities include items directly attributable to a
segment as well as those that can be allocated on
a reasonable basis to that segment. They are
determined before intra-group balances and intragroup transactions are eliminated.
v. Kontinjensi
v. Contingencies
Liabilitas kontinjensi tidak diakui di dalam laporan
keuangan konsolidasian. Liabilitas kontinjensi
diungkapkan di dalam catatan atas laporan
keuangan konsolidasian kecuali kemungkinan arus
keluar sumber daya ekonomi adalah kecil.
Contingent liabilities are not recognized in the
consolidated financial statements. They are
disclosed in the notes to consolidated financial
statements unless the possibility of an outflow of
resources embodying economic benefits is remote.
Aset kontinjensi tidak diakui di dalam laporan
keuangan konsolidasian, namun diungkapkan di
dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian
jika terdapat kemungkinan suatu arus masuk
manfaat ekonomis mengalir ke dalam entitas.
Contingent assets are not recognized in notes to
consolidated financial statements but are
disclosed in the notes to consolidated financial
statements when an inflow of economic benefits is
probable.
w. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
w. Events After the Reporting Period
Peristiwa setelah periode pelaporan menyajikan
bukti kondisi yang terjadi pada akhir periode
pelaporan (peristiwa penyesuai) yang dicerminkan
di dalam laporan keuangan konsolidasian.
Events after the reporting period that provide
evidence of conditions that existed at the end of
the reporting period (adjusting events) are
reflected in the consolidated financial statements.
Peristiwa setelah periode pelaporan yang bukan
merupakan peristiwa penyesuai, diungkapkan di
dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian
bila material.
Events after the reporting period that are not
adjusting events are disclosed in the notes to
consolidated financial statements when material.
3. PERTIMBANGAN ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI
SIGNIFIKAN
3.
SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS, ESTIMATES
AND ASSUMPTIONS
Pertimbangan
Judgments
Penyusunan
laporan
keuangan
konsolidasian
mengharuskan
manajemen
untuk
membuat
pertimbangan, estimasi dan asumsi mempengaruhi
jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset
dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas
kontijensi,
pada
akhir
periode
pelaporan.
Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut
dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap
nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode
pelaporan berikutnya.
The preparation of the consolidated financial
statements requires management to make judgments,
estimates and assumptions that affect the reported
amounts of revenues, expenses, assets and liabilities,
and the disclosure of contingent liabilities, at the end
of the reporting period. Uncertainty about these
assumptions and estimates could result in outcomes
that require a material adjustment to the carrying
amount of the asset and liability affected in future
periods.
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen
dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Kelompok
Usaha yang memiliki pengaruh paling signifikan atas
jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
konsolidasian:
The following judgments are made by management in
the process of applying the Group’s accounting
policies that have the most significant effects on the
amounts recognized in the consolidated financial
statements:
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/27
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI
SIGNIFIKAN (Lanjutan)
Exhibit E/27
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS, ESTIMATES
AND ASSUMPTIONS (Continued)
Pertimbangan (Lanjutan)
Judgments (Continued)
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Classification of Financial Assets and Financial
Liabilites
Kelompok Usaha menetapkan klasifikasi atas aset dan
liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
keuangan dengan pertimbangan bila definisi yang
ditetapkan PSAK No. 55 (Revisi 2011) terpenuhi.
Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas
keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi
Kelompok Usaha seperti diungkapkan pada Catatan 2d.
The Group determines the classifications of certain
assets and liabilities as financial assets and financial
liabilities by judging if they meet the definition set
forth in SFAS No. 55 (Revised 2011). Accordingly, the
financial assets and financial liabilities are accounted
for in accordance with the Group’s accounting policies
disclosed in Note 2d.
Alokasi Harga Beli dan Penurunan Goodwill
Purchase Price Allocation and Goodwill Impairment
Akuntansi akuisisi mensyaratkan penggunaan estimasi
akuntansi secara ektensif dalam mengalokasikan harga
beli kepada nilai pasar wajar aset dan liabilitas yang
diakuisisi, termasuk aset tak berwujud. Akuisisi bisnis
tertentu oleh perusahaan menimbulkan goodwill.
Sesuai PSAK No. 22 (Revisi 2009), ”Kombinasi Bisnis”,
goodwill tidak diarmotisasi dan diuji bagi penurunan
nilai setiap tahunnya. Nilai tercatat goodwill negatif
Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011
adalah Rp 17.508.800.000 dan Rp 1.132.806.489.
Acquisition accounting requires extensive use of
accounting estimates to allocate the purchase price to
the fair market values of the assets and liabilities
purchased, including intangible assets. Certain business
acquisitions of the Company have resulted in goodwill.
Under SFAS No. 22 (Revised 2009), “Business
Combinations”, such goodwill is not amortized and
subject to an annual impairment testing. The carrying
amount of the Company’s negatif goodwill as of
31 December 2012 and 2011 was Rp 17,508,800,000 and
Rp 1,132,806,489.
Uji penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi
penurunan nilai. Dalam hal ini, goodwill diuji untuk
penurunan nilai setiap tahunnya dan jika terdapat
indikasi
penurunan
nilai.
Manajemen
harus
menggunakan pertimbangan dalam mengestimasi nilai
terpulihkan
dan
menentukan
adanya
indikasi
penurunan nilai.
Impairment test is performed when certain impairment
indicators are present. In case of goodwill, such assets
are subject to annual impairment test and whenever
there is an indication that such asset may be impaired.
Management has to use its judgement in estimating the
recoverable value and determining if there is any
indication of impairment.
Penyisihan atas Penurunan Nilai Piutang
Allowance for Impairment of Receivables
Kelompok Usaha mengevaluasi akun tertentu jika
terdapat
informasi
bahwa
pelanggan
yang
bersangkutan tidak dapat memenuhi liabilitas
keuangannya. Dalam hal tersebut, Kelompok Usaha
mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi
yang tersedia, termasuk namun tidak berbatas pada,
jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status
kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari
pihak ketiga dan faktor pasar yang telah diketahui,
untuk mencatat provisi spesifik atas jumlah piutang
pelanggan guna mengurangi jumlah piutang yang
diharapkan dapat diterima oleh Kelompok Usaha.
Provisi spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan
jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi
jumlah penyisihan untuk piutang ragu-ragu.
The Group evaluates specific accounts where it has
information that certain customers are unable to meet
their financial obligations. In these cases, the Group
uses judgment, based on the best available facts and
circumstances, including but not limited to, the length
of its relationship with the customer and the
customer’s current credit status based on third party
credit reports and known market factors, to record
specific provision for customers against amounts due to
reduce its receivable amounts that the Group expects
to collect. These specific provisions are re-evaluated
and adjusted as additional information received affects
the amounts of allowance for impairment of trade
receivables.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/28
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN ESTIMASI DAN
SIGNIFIKAN (Lanjutan)
ASUMSI AKUNTANSI
Exhibit E/28
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS, ESTIMATES AND
ASSUMPTIONS (Continued)
Pertimbangan (Lanjutan)
Judgments (Continued)
Kelompok Usaha mengevaluasi akun tertentu jika terdapat
informasi bahwa pelanggan yang bersangkutan tidak dapat
memenuhi liabilitas keuangannya. Dalam hal tersebut,
Kelompok Usaha mempertimbangkan, berdasarkan fakta
dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak berbatas
pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan
status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit
dari pihak ketiga dan faktor pasar yang telah diketahui,
untuk mencatat provisi spesifik atas jumlah piutang
pelanggan guna mengurangi jumlah piutang yang
diharapkan dapat diterima oleh Kelompok Usaha. Provisi
spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika
tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah
penyisihan untuk piutang ragu-ragu. Nilai tercatat dari
piutang usaha dan piutang lain-lain Kelompok Usaha
sebelum penyisihan untuk penurunan nilai pada tanggal
31 Desember 2012 adalah sebesar Rp 558.574.973.458 dan
Rp 40.173.312.017 (31 Desember 2011 adalah sebesar
Rp 377.816.242.420 dan Rp 6.489.967.224) Penjelasan
lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 6 dan 7.
The Group revaluates specific accounts where it has
information that certain customers are unable to meet
their financial obligations. In these cases, the Group uses
judgment, based on the best available facts and
circumstances, including but not limited to, the length of
its relationship with the customer and the customer’s
current credit status based on third party credit reports
and known market factors, to record specific provision for
customers against amounts due to reduce its receivable
amounts that the Group expects to collect. These specific
provisions are re-evaluated and adjusted as additional
information received affects the amounts of allowance for
impairment of trade receivables. The carrying amount
of the Group’s trade receivables and other receivables
before allowance
for impairment as of 31 December
2012 was Rp 558,574,973,458 and Rp 40,173,312,017
(31 December 2011
was
Rp
377,816,242,420
and
Rp 6,489,967,224). Further details are contained in Notes 6
and 7.
Estimasi dan Asumsi
Estimates and Assumptions
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi
ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki
risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap
nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya
diungkapkan di bawah ini. Kelompok Usaha mendasarkan
asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada
saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Asumsi dan
situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin
berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar
kendali Kelompok Usaha. Perubahan tersebut dicerminkan
dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
The key assumptions concerning the future and other key
sources of estimation uncertainty at the reporting date
that have a significant risk of causing a material
adjustment to the carrying amounts of assets and
liabilities within the next financial year are disclosed
below. The Group based its assumptions and estimates on
parameters available when the consolidated financial
statements were prepared. Existing circumstances arising
beyond the control of the group. Such changes are
reflected in the assumptions when they occur.
Pensiun dan Imbalan Kerja
Pension and Employee Benefits
Penentuan liabilitas dan biaya pensiun dan liabilitas
imbalan kerja Kelompok Usaha bergantung pada pemilihan
asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam
menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut
termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan
gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan,
tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian.
Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan
Kelompok Usaha langsung diakui dalam laba atau rugi pada
saat terjadinya. Sementara Kelompok Usaha berkeyakinan
bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai,
perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan
signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Kelompok Usaha
dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi
atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja
bersih. Nilai tercatat atas liabilitas diestimasi imbalan
kerja Kelompok Usaha pada tanggal 31 Desember 2012 dan
2011
adalah
sebesar
Rp
2.783.563.138
dan
Rp 2.452.496.918. Penjelasan lebih rinci diungkapkan
dalam Catatan 16.
The determination of the Group’s obligation and cost for
pension and employee benefits liability is dependent on its
selection of certain assumptions used by the independent
actuaries in calculating such amounts. Those assumptions
include among others, discount rates, future annual salary
increase, annual employee turn-over rate, disability rate,
retirement age and mortality rate. Actual results that
differ from the Group’s assumptions are recognized
immediately in the profit or loss as and when they
occurred. While the group’ believes that its assumptions
are reasonable and appropriate, significant differences in
the group’s actual experiences or significant changes in the
Group’s assumptions may materially affect its estimated
liabilities for pension and employee benefits and net
employee benefits exense. The carrying amount of the
Group’ estimated liabilities for employee benefits as of
31 December 2012 and 2011 were Rp 2,783,563,138 and
Rp 2,452,496,918. Further details are disclosed in Note 16.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/29
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI
SIGNIFIKAN (Lanjutan)
Exhibit E/29
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGEMENTS ESTIMATES
AND ASSUMPTIONS (Continued)
Estimasi dan Asumsi (Lanjutan)
Estimates and Assumptions (Continued)
Penyusutan Aset Tetap
Depreciation of Property and Equipment
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan
menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi
masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai
dengan 20 tahun. Perubahan tingkat pemakaian dan
perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa
manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan biaya
penyusutan
masa
depan
mungkin
direvisi.
Nilai tercatat bersih atas aset tetap Kelompok Usaha
pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah
masing-masing sebesar Rp 5.806.384.999 dan
Rp 6.653.674.686. Penjelasan lebih rinci diungkapkan
dalam Catatan 10.
The costs of property and equipment are depreciated
on a straight-line basis over their estimated useful
lives. Management estimates the useful lives of these
fixed assets to be within 4 to 20 years. Changes in the
expected level of usage and technological development
could impact the economic useful lives and the residual
values of these assets, and therefore future
depreciation charges could be revised. The net carrying
amount of the Group’s property and equipment as of
31 December 2012 and 2011 Rp 5,806,384,999 and
Rp 6,653,674,686, respectively. Further details are
disclosed in Note 10.
Instrumen Keuangan
Financial Instruments
Kelompok Usaha mencatat aset dan liabilitas keuangan
tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan
penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen
signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan
menggunakan bukti objektif yang dapat diverifikasi,
jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila
Kelompok Usaha menggunakan metodologi penilaian
yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas
keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara
langsung laba atau rugi komprehensif Kelompok Usaha.
The Group carries certain financial assets and liabilities
at fair values, which requires the use of accounting
estimates. While significant components of fair value
measurement were determined using verifiable
objective evidences, the amount of changes in fair
values would differ if the Group utilized different
valuation methodology. Any changes in fair values of
these financial assets and liabilities would affect
directly the Group statement of comprehensive income.
Pajak Penghasilan
Income Tax
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan
provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat
transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan
pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan
usaha normal. Kelompok Usaha mengakui liabilitas atas
pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah
akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
Significant judgment is involved in determining the
provision for corporate income tax. There are certain
transactions and computation for which the ultimate
tax determination is uncertain during the ordinary
course of business. The Group recognizes liabilities for
expected corporate income tax issues based on
estimates of whether additional corporate income tax
will be due.
Aset Pajak Tangguhan
Deferred Tax Assets
Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal
yang
belum
digunakan
sepanjang
besar
kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan
tersedia sehingga rugi fiskal tersebut dapat digunakan.
Estimasi signifikan oleh manajemen diisyaratkan dalam
menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat
diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat
penghasilan kena pajak dan strategi perencanaan pajak
masa depan.
Deferred tax assets are recognized for all unused tax
losses to the extent that it is probable that taxable
profit will be available against which the losses can be
utilized. Significant management estimates are
required to determined the amount of deferred tax
assets that can be recognized, based upon the likely
timing and the level of future taxable profits together
with future tax planning strategies.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/30
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI
SIGNIFIKAN (Lanjutan)
Exhibit E/30
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGEMENTS ESTIMATES
AND ASSUMPTIONS (Continued)
Estimasi dan Asumsi (Lanjutan)
Estimates and Assumptions (Continued)
Penyisihan atas Penurunan Nilai Persediaan
Allowance for Impairment of inventory
Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan
persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi
tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada,
kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar,
estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang
timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi kembali dan
disesuaikan jika terdapat tambahan informasi
yang mempengaruhi jumlah diestimasi. Nilai tercatat
persediaan Kelompok Usaha sebelum penyisihan atas
keusangan dan penurunan nilai pasar pada tanggal
31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar
Rp 10.449.945.941 dan Rp 176.813.724.893 Penjelasan
lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 8.
Allowance for decline in market values and
obsolescence of inventories is estimated based on the
best available facts and circumstances, including but
not limited to, the inventories’ own physical
conditions, their market selling prices, estimated costs
of completion and estimated costs to be incurred for
their sales. The provisions are re-evaluated and
adjusted as additional information received affects the
amount estimated. The carrying amount of the Group’s
inventories before allowance for obsolescence and
decline in market values as of 31 December 2012 and
2011 was Rp 10,449,945,941 and Rp 176,813,724,893,
respectively. Further details are contained in Note 8.
Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Impairment of Non-Financial Assets
Penurunan nilai muncul saat nilai tercatat aset atau
UPK melebihi nilai terpulihkannya, yang lebih besar
antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan
nilai pakainya. Nilai wajar dikurangi biaya untuk
menjual didasarkan pada ketersediaan data dari
perjanjian penjualan yang mengikat yang dibuat dalam
transaksi normal atas aset serupa atau harga pasar
yang dapat diamati dikurangi dengan biaya tambahan
yang dapat diatribusikan dengan pelepasan aset.
An impairment exist when the carrying value of an
asset or CGU axceeds its recoverable amount, which is
the higher of its fair value less costs to sell calculation
is based on available data from binding sales
transaction in an arm’s length transactions of similar
assets or observable market prices less incremental
costs for disposing the asset.
Perhitungan nilai pakai didasarkan pada model arus kas
yang didiskontokan. Arus kas diproyeksikan untuk
sepuluh tahun ke depan dan tidak termasuk aktivitas
restrukturisasi yang belum ada perikatannya atau
investasi signifikan di masa depan yang akan
meningkatkannya kinerja dari UPK yang diuji. Nilai
terpulihkan paling sensitif terhadap tingkat diskonto
yang digunakan untuk model arus kas yang
didiskontokan seperti halnya dengan arus kas masuk
masa depan yang diharapkan dan tingkat pertumbuhan
yang digunakan untuk tujuan ekstrapolasi.
The value in use calculation is based on a discounted
cash flow model. The future cash flow projection is for
a period of ten years and does not include
restructuring activities that the Group is not yet
committed to or significant future investments that
will enhance the asset’s performance of the CGU being
tested. The recoverable amount is most sensitive to
the discounted rate used for the discounted cash flow
model as well as the expected future cash inflows and
the growth rate used for extrapolation purposes.
4. AKUISISI
Berdasarkan akta Notaris No. 170 dari Notaris
Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn pada tanggal
22 Oktober 2012, Perusahaan mengakuisisi 1.071
saham (dengan nilai nominal
Rp 1.000.000 per
saham), yang mewakili 51% kepemilikan di SSI dari
PT Prima Andalan Mulia (pihak ketiga) dengan harga
perolehan sebesar Rp 12.000.000.000. Perusahaan
mengakui goodwill negatif yang termasuk dalam
perhitungan laba rugi komprehensif konsolidasian
seperti yang dirinci dibawah ini:
4. ACQUISITION
Based on Notarial deed No. 170 of Hasbullah Abdul
Rasyid, S.H.,M.Kn, dated 22 October 2012, the
Company acquired 1,071 shares (at par value of
Rp 1,000,000 per share) representing 51% ownership
interest in SII from PT Prima Andalan Mulia (third
party) at a total cost of Rp 12,000,000,000. The
Company recognised negative goodwill which was
included in consolidation statement of comprehensive
income as detailed below:
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/31
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. AKUISISI (Lanjutan)
Biaya perolehan
Alokasi harga perolehan:
Aset lancar
Aset tetap
Aset tidak lancar lainnya
Aset tidak berwujud
Liabilitas jangka pendek
Liabilitas jangka panjang
Kewajiban pajak tangguhan
Kepentingan non-pengendali
Total
Total
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
4. ACQUISITION (Continued)
12.000.000.000
(
(
(
(
488.456.000
1.143.658.000
77.830.000
78.067.068.000
2.147.519.000)
252.336.000)
19.516.767.000)
28.351.590.000)
17.508.800.000
Berdasarkan akta Notaris No. 56 dari Notaris
Fathiah Helmi, S.H., pada tanggal 17 Juni 2011,
Perusahaan mengakuisisi 3.000 saham (dengan nilai
nominal Rp 100.000 per saham), yang mewakili 60%
kepemilikan di KDI dari PT Mazeltov Putra Kaswall
(pihak ketiga) dengan harga perolehan sebesar
Rp 7.000.000.000. Perusahaan mengakui goodwill
negatif yang termasuk dalam perhitungan laba rugi
komprehensif konsolidasian seperti yang dirinci
dibawah ini:
Biaya perolehan
Alokasi harga perolehan:
Aset lancar
Aset tetap
Aset tidak lancar lainnya
Liabilitas jangka pendek
Liabilitas jangka panjang
Kepentingan non-pengendali
Exhibit E/31
Purchase consideration
Purchase price allocation:
Current assets
Property and equipment
Other non-current assets
Intangible assets
Current liabilities
Non- current liabilities
Deferred tax liabilities
Non-controlling interest
Total
Based on Notarial deed No. 56 of Notaris Fathiah
Helmi, S.H., dated 17 June 2011, the Company
acquired 3,000 shares (at par value of Rp 100,000
per share) representing 60% ownership interest in
KDI from PT Mazeltov Putra Kaswall (third party) at
a total cost of Rp 7,000,000,000. The Company
recognised negative goodwill which was included in
consolidation statement of comprehensive income
as detailed below:
7.000.000.000
289.518.457.672
2.087.697.335
146.368.054
( 277.857.927.858)
(
327.266.139)
( 5.434.522.575)
1.132.806.489
Purchase consideration
Purchase price allocation:
Current assets
Property and equipment
Other non-current assets
Current liabilities
Non- current liabilities
Non-controlling interest
Total
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/32
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. KAS DAN SETARA KAS
B a n k, Pihak ketiga
Dalam Rupiah
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank Mutiara Tbk
Lain-lain (masing-masing saldo
dibawah Rp 1 miliar)
Dalam Dolar AS
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank Mutiara Tbk
PT Bank Central Asia Tbk
The Hongkong and Shanghai
Banking Corporation Ltd.
PT Bank ICBC Indonesia
Deposito berjangka, Pihak ketiga
Dalam Rupiah
PT Bank Negara Indonesia Tbk
PT Bank ICBC Indonesia
Total
70.230.143
2011
98.294.710
Cash on hand
Cash in banks, Third parties
In Rupiah
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank Mutiara Tbk
Others
(each below Rp 1 bilion)
7.780.189.453
7.715.215.424
4.643.289.505
160.026.784
61.275.192
4.744.918.024
32.311.322.329
19.056.117.292
2.601.670.064
2.043.778.922
2.159.846.850
1.549.203.488
223.719.028
198.901.458
78.832.023
211.006.647
177.896.115
55.059.989
17.962.933
-
10.840.069
47.621.146
In US Dollar
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank Mutiara Tbk
PT Bank Central Asia Tbk
The Hongkong and Shanghai Banking
Corporation Ltd.
PT Bank ICBC Indonesia
23.039.258.650
62.809.434.085
Sub-total
800.000.000
-
1.716.511.750
15.073.643.836
Time Deposit, Third parties
In Rupiah
PT Bank Negara Indonesia Tbk
PT Bank ICBC Indonesia
800.000.000
16.790.155.586
23.909.488.793
79.697.884.381
Tingkat bunga deposito berjangka per tahun adalah
sebagai berikut:
PT Bank ICBC Indonesia
PT Bank Negara Indonesia Tbk
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
5. CASH AND CASH EQUIVALENTS
2012
Kas
Exhibit E/32
The interest rates in time deposits per year, are as
follow:
2012
2011
0,5% - 2 %
4,5%
0,5% - 2%
4,5%
Perusahaan dan entitas anak tidak mempunyai saldo
kas dan setara kas kepada pihak berelasi pada tanggal
31 Desember 2012 dan 2011.
Total
PT Bank ICBC Indonesia
PT Bank Negara Indonesia Tbk
The Company and subsidiary do not have cash and cash
equivalents balances held by related parties as of
31 December 2012 dan 2011.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/33
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG USAHA
Exhibit E/33
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
6. TRADE RECEIVABLES
2012
Pihak ketiga
Dalam Rupiah
PT Lestariputera Wirasejati
PT Pertamina Indonesia
PT Perusahaan Dagang dan Industri
Tresno
PT Adriwara Krida
PT lenovo Indonesia
PT MPG Indonesia
PT Bakrie Telecom Tbk
CV Makmur Utama
PT Bumi Sumber Sentosa
PT Trigema Bangun Insani
PT Nojorono Tobacco International
PT Advisindo
PT Triwara Natatirta Satu
PT Holcim Indonesia Tbk
PT Media Planning Kaiser
Lenovo (Singapore) Pte Ltd
PT Bentoel Prima
PT Mayora Indah Tbk
Toko Saver Phone
PT Bank BRI Syariah
PT Mitra Telekomunikasi Selular
TVS Motor Company
Lain-lain (masing-masing
di bawah Rp 5 miliar)
2011
21.837.893.654
21.497.003.092
30.199.799.735
17.001.334.733
16.294.075.847
10.135.934.803
9.640.222.566
9.180.065.689
7.836.500.000
6.781.692.393
6.684.156.551
6.586.264.520
5.821.690.779
5.681.738.667
4.610.042.188
4.202.650.973
2.510.576.221
2.081.599.290
-
21.077.684.906
34.889.274.661
6.604.385.522
5.010.311.065
12.941.900.818
16.822.983.347
7.641.183.587
7.634.787.646
8.318.513.380
18.053.858.487
9.824.155.000
6.674.346.923
6.166.825.000
5.375.586.589
75.053.235.031
92.365.304.395
Third parties
In Rupiah
PT Lestariputera Wirasejati
PT Pertamina Indonesia
PT Perusahaan Dagang dan Industri
Tresno
PT Adriwara Krida
PT lenovo Indonesia
PT MPG Indonesia
PT Bakrie Telecom Tbk
CV Makmur Utama
PT Bumi Sumber Sentosa
PT Trigema Bangun Insani
PT Nojorono Tobacco International
PT Advisindo
PT Triwara Natatirta Satu
PT Holcim Indonesia Tbk
PT Media Planning Kaiser
Lenovo (Singapore) Pte Ltd
PT Bentoel Prima
PT Mayora Indah Tbk
Toko Saver Phone
PT Bank BRI Syariah
PT Mitra Telekomunikasi Selular
TVS Motor Company
Others
(each below Rp 5 billion)
233.436.676.997
6.891.039.036 )
289.600.901.061
-
Total
Allowance for impairment loss
Pihak ketiga - Neto
226.545.637.961
289.600.901.061
Third parties – Net
Pihak yang berelasi, Dalam Rupiah
(Catatan 28)
325.138.296.461
88.215.341.359
Related parties, In Rupiah
(Note 28)
Total
551.683.934.422
377.816.242.420
Total
Total pihak ketiga
Cadangan kerugian penurunan nilai
(
Analisa umur piutang adalah sebagai berikut:
The analysis of aging schedule are as follows:
2012
2011
Belum jatuh tempo
Lewat jatuh tempo
1 – 30 hari
31 – 60 hari
61 – 90 hari
91 – 120 hari
Lebih dari 120 hari
190.006.066.269
95.054.839.262
94.080.600.023
62.137.005.275
28.901.700.049
161.133.004.147
15.425.558.659
138.026.633.705
49.171.765.353
22.338.411.394
65.937.766.687
7.286.826.019
Current
Overdue
1 – 30 days
31 – 60 days
61 – 90 days
91 – 120 days
Over 120 days
Total
551.683.934.422
377.816.242.420
Total
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/34
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG USAHA (Lanjutan)
Exhibit E/34
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
6. TRADE RECEIVABLES (Continued)
Mutasi cadangan kerugian pernurunan nilai adalah
sebagai berikut:
2012
The movement in the allowance for impairment loss
are follows:
2011
Saldo awal tahun
Perubahan selama tahun berjalan
6.891.039.036
-
Beginning balance of year
Changes in the current year
Saldo akhir tahun
6.891.039.036
-
Ending balance of year
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, piutang
usaha digunakan sebagai agunan atas pinjaman
bank tertentu (Catatan 12).
As of 31 December 2012 and 2011, trade receivables
are used as collateral for certain bank loans
(Note 12).
Berdasarkan hasil penelaahan keadaan akun piutang
masing-masing pelanggan pada akhir tahun,
manajemen berkeyakinan bahwa jumlah cadangan
kerugian penurunan nilai tersebut di atas cukup
untuk menutup kerugian atas tidak tertagihnya
piutang.
Based on the review of the status of the individual
receivable accounts at end of the year, management
believes that the above allowance for impairment
loss is adequate to cover the possible losses that
may arise from the non-collection of accounts.
7. ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA
7. OTHER CURRENT FINANCIAL ASSETS
2012
2011
Piutang lain-lain
Dana yang dibatasi penggunaannya
40.173.312.017
3.868.000.000
6.489.967.224
13.542.891.498
Other receivables
Restricted funds
Total
44.041.312.017
20.032.858.722
Total
a. Dana yang dibatasi penggunaannya
a. Restricted funds
2012
Dana yang dibatasi
penggunaannya
Dalam Rupiah
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
-
2011
4.474.891.498
Restricted funds
In Rupiah
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
Dalam Dolar AS
PT Bank Mutiara Tbk
PT Bank ICBC Indonesia
3.868.000.000
-
3.627.200.000
5.440.800.000
In US Dollar
PT Bank Mutiara Tbk
PT Bank ICBC Indonesia
Total
3.868.000.000
13.542.891.498
Total
Dana di bank yang dibatasi penggunaannya
adalah jaminan atas fasilitas kredit yang
diperoleh Perusahaan (Catatan 12).
Restricted funds are pledged as security for the
credit facility obtained by the Company
(Note 12).
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/35
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA (Lanjutan)
a. Dana yang dibatasi penggunaannya (Lanjutan)
Tingkat bunga deposito berjangka per tahun adalah
sebagai berikut:
Exhibit E/35
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
7. OTHER CURRENT FINANCIAL ASSETS (Continued)
a. Restricted funds (Continued)
The interest rates in time deposits per year, are as
follow:
2012
2011
Dalam Rupiah
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
2% - 5,5%
2% - 5,5%
In Rupiah
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
Dalam Dolar AS
PT Bank ICBC Indonesia
PT Bank Negara Indonesia Tbk
0,5% - 2%
0,5% - 2%
0,5% - 2%
0,5% - 2%
In US Dollar
PT Bank ICBC Indonesia
PT Bank Negara Indonesia Tbk
b. Piutang lain-lain
b. Other receivables
2012
Pihak ketiga
Dalam Rupiah
Karyawan
PT Saberro Skye Mandiri
Lain-lain (masing-masing di
bawah Rp 1 miliar)
Total
4.675.278.759
1.135.719.832
4.849.859.264
-
34.362.313.426
1.640.107.960
Third Parties
In Rupiah
Employee
PT Saberro Skye Mandiri
Others
(each below Rp 1 billion)
40.173.312.017
6.489.967.224
Total
8. PERSEDIAAN
8. INVENTORIES
2012
Telepon selular
Voucher isi ulang
Lain-lain
Total
Penyisihan atas penurunan nilai
persediaan
Bersih
2011
(
2011
8.796.227.526
1.362.256.085
291.462.330
172.624.065.804
4.189.659.089
-
Mobile phones
Starter packs and reload vouchers
Others
10.449.945.941
176.813.724.893
Total
1.105.220.183 )(
9.344.725.758
909.732.994)
175.903.991.899
Allowance for impairment of
inventories
Net
Persediaan merupakan agunan atas pinjaman bank
tertentu (Catatan 12).
Inventories are used as collateral for certain bank
loans (Note 12).
Manajemen Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa
penyisihan
penurunan
nilai
persediaan
telah
mencukupi untuk menutupi kerugian yang timbul dari
persediaan yang tidak lancar, penyisihan yang
dilakukan Kelompok Usaha adalah masing-masing
sebesar Rp 1.105.220.183 dan Rp 909.732.994 oleh
entitas anak pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011.
The Group’s management believes that the
allowance for impairment in value of inventories is
adequate to cover possible future losses. The Group
recognized allowance for impairment amounting to
Rp 1,105,220,183
and Rp 909,732,994 by the
subsidiaries as of 31 December 2012 and 2011,
respectively.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/36
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. PERSEDIAAN (Lanjutan)
9. BEBAN DIBAYAR DI MUKA DAN UANG MUKA
2012
Uang muka
Brightpoint Singapore Pte Ltd
PT Gramedia Media Nusantara
New Chabridge
Electronics (HK) Ltd
PT Rajawali Citra Televisi
PT Televisi Transformasi
Indonesia
PT Duta Visual Nusantara Tivi 7
TSD ShenZhen XMT
Technology Co. Ltd
Shenzen Fadar Telecom Eq
Dynamax Development Co. Ltd
Lain–lain (masing-masing saldo
di bawah Rp 1 miliar)
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
8. INVENTORIES (Continued)
Persediaan di atas diasuransikan terhadap risiko
kerugian kebakaran, kebanjiran dan risiko kerugian
lainnya (all risks), dengan nilai pertanggungan
sebesar Rp 118 miliar dan Rp 153 miliar pada
tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, dimana
manajemen
berpendapat
bahwa
nilai
pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi
kemungkinan kerugian atas persediaan yang
dipertanggungkan.
Beban dibayar di muka
Exhibit E/36
1.725.931.617
Inventories are covered by insurance against losses
by fire, flood and other risks (all risks), with an
aggregate coverage amount of Rp 118 billion and Rp
153 billion as of 31 December 2012 and 2011,
respectively which, in management’s opinion, is
adequate to cover any possible losses that may arise
from the said insured risks.
9. PREPAID EXPENSES AND ADVANCES
2011
1.872.118.246
Prepaid expenses
6.120.989.689
2.629.328.290
2.071.913.736
5.739.931.179
2.465.641.048
1.942.928.000
21.080.199.200
27.917.822.019
Advances
Brightpoint Singapore Pte Ltd
PT Gramedia Media Nusantara
New Chabridge
Electronics (HK)Ltd
PT Rajawali Citra Televisi
PT Televisi Transformasi
Indonesia
PT Duta Visual Nusantara Tivi 7
TSD ShenZhen XMT
Technology Co. Ltd
Shenzen Fadar Telecom Eq
Dynamax Development Co. Ltd
Others
(each below Rp 1 billion)
Total Uang Muka
218.724.505.600 164.146.674.854
Total Advances
Total
220.450.437.217 166.018.793.100
Total
110.537.497.790 103.982.810.200
26.966.106.130
20.710.133.997
10.767.311.479
9.177.154.141
8.663.871.148
22.097.542.408
-
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/37
Exhibit E/37
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
10. ASET TETAP
2012
10. PROPERTY AND EQUIPMENT
Saldo awal/
Beginning
balance
Penambahan/
Additions*
Pengurangan/
Deductions
Reklasifikasi/
Reclassifications
**
Divestasi/
Divestations
Saldo akhir/
Ending
balance
Biaya perolehan
Pemilikan
langsung
Bangunan
Kendaraan
Peralatan dan
perabotan
kantor
980.148.000
1.158.200.000
75.000.000
5.043.390.684
1.541.875.819
370.346.583
-
Sarana dan
prasarana
2.215.903.995
114.437.500
14.900.000
-
Sub-total
9.397.642.679
1.731.313.319
385.246.583
Aset sewa
pembiayaan
Kendaraan
785.583.336
-
-
-
785.583.336
785.583.336
(
785.583.336 )
1.094.593.555
1.094.593.555
-
2012
2.315.441.495
Carrying
value
Direct
ownership
Building
Vehicles
Office
equipment
and furniture
Facilities
and
infrastructure
10.434.699.196
Sub-total
980.148.000
2.018.783.336
5.120.326.365
Capital lease
assets
Vehicles
-
Total Nilai
Tercatat
10.183.226.015
Akumulasi
penyusutan
Pemilikan
langsung
Bangunan
Kendaraan
Peralatan dan
perabotan
kantor
Sarana dan
prasarana
Aset sewa
pembiayaan
Kendaraan
385.246.583
-
302.212.300
300.166.664
49.007.400
208.946.601
2.067.426.216
1.341.903.869
476.364.637
-
655.931.565
541.967.345
8.691.667
-
203.814.584
Total akumulasi
penyusutan
3.529.551.329
Nilai Buku
6.653.674.686
*
1.731.313.319
-
2.141.825.215
-
-
(
203.814.584)
485.056.304
Termasuk saldo awal dari entitas anak baru dan penambahan biaya
perolehan
dan
akumulasi
depresiasi
masing-masing
sebesar
Rp 808.439.947 dan Rp 323.516.424.
** Merupakan pelepasan aset tetap anak perusahaan PT NUG.
203.814.584
-
*
1.094.593.555
-
10.434.699.196
351.219.700
712.927.849
558.006.043
-
2.374.959.405
1.189.207.243
-
558.006.043
Total
Carrying
Value
Accumulated
depreciation
Direct
ownership
Building
Vehicles
Office
equipment
and furniture
Facilities and
infrastructure
Capital lease
assets
Vehicles
-
4.628.314.197
Total
accumulated
depreciation
5.806.384.999
Net Book Value
Including beginning balances of new subsidiary and additions to acquisition
cost and accumulated depreciation totalling Rp 808,439,947 and
Rp 323,516,424, respectively.
** Divestation of subsidiaries property and equipment PT NUG.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/38
Exhibit E/38
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
10. ASET TETAP (lanjutan)
2011
Biaya perolehan
Pemilikan langsung
Bangunan
Kendaraan
Peralatan dan perabotan
kantor
Sarana dan prasarana
Sub-total
10. PROPERTY AND EQUIPMENT(continued)
Saldo awal/
Beginning
balance
Penambahan/
Additions*
Pengurangan/
Deductions
Reklasifikasi/
Reclassifications
Saldo akhir/
Ending
balance
980.148.000
350.000.000
808.200.000
-
-
980.148.000
1.158.200.000
2.478.468.382
2.564.922.302
-
-
5.043.390.684
379.503.300
1.573.429.195
-
262.971.500
2.215.903.995
Carrying value
Direct ownership
Building
Vehicles
Office equipment
and furniture
Facilities and
infrastructure
4.188.119.682
4.946.551.497
-
262.971.500
9.397.642.679
Sub - total
Aset dalam
penyelesaian
Sarana dan prasarana
Aset sewa pembiayaan
Kendaraan
Total Nilai Tercatat
262.971.500
4.451.091.182
-
-
(
262.971.500)
-
Sarana dan prasarana
Aset sewa pembiayaan
Kendaraan
Construction in
Progress
Facilities and
infrastructure
785.583.336
-
-
785.583.336
Capital lease
assets
Vehicles
5.732.134.833
-
-
10.183.226.015
Total Carrying
Value
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan langsung
Bangunan
Kendaraan
Peralatan dan perabotan
kantor
2011
253.204.900
61.979.167
49.007.400
238.187.497
-
-
302.212.300
300.166.664
683.714.910
1.383.711.306
-
-
2.067.426.216
79.514.163
576.417.402
-
-
655.931.565
Accumulated
Depreciation
Direct ownership
Building
Vehicles
Office equipment
and furniture
Facilities and
infrastructure
-
Total akumulasi
penyusutan
1.078.413.140
Nilai Buku
3.372.678.042
203.814.584
-
-
203.814.584
Capital lease
assets
Vehicles
2.451.138.189
-
-
3.529.551.329
Total accumulated
depreciation
6.653.674.686
Net Book Value
* Termasuk saldo awal dari entitas anak baru
dan
penambahan
biaya
perolehan
dan
akumulasi depresiasi masing-masing sebesar
Rp 2.018.423.672 dan Rp 917.992.203.
* Including beginning balances of new subsidiary and
additions to acquisition cost and accumulated
depreciation totalling Rp 2,018,423,672 and
Rp 917,992,203, respectively
Jumlah beban penyusutan aset tetap untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2012 dan 2011
masing-masing adalah sejumlah Rp 2.141.825.215
dan Rp 2.451.138.189, dibebankan ke beban
operasi (Catatan 24).
Depreciation of property and equipment
amounted
to
Rp
2,141,825,215
and
Rp 2,451,138,189 for the years ended
31 December 2012 and 2011, respectively, which
were charged to operating expenses (Note 24).
Aset tetap Perusahaan diasuransikan terhadap
risiko kebakaran, kebanjiran dan risiko kerugian
lainnya (all risks) pada tanggal 31 Desember 2012
dan 2011.
Property and equipment are covered by insurance
against losses by fire, flood and other risks (all
risks) as of 31 December 2012 and 2011.
Berdasarkan evaluasi manajemen, aset tetap
Kelompok Usaha tidak terdapat penurunan nilai
pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011.
Based on management's evaluation, property and
equipment of the Group as of 31 December 2012
and 2011, are not impaired.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/39
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11.
ASET TIDAK LANCAR LAINNYA
Total
2011
78.067.068.000
8.564.261.419
1.770.833.333
1.276.583.980
3.020.833.333
1.022.978.503
420.978.588
244.908.991
Intangible assets
- operations right
Claim for tax refund
Naming right (Note 27c)
Software
Others
(each below Rp 1 billion)
90.099.725.320
4.288.720.827
Total
12. UTANG BANK
12. BANK LOANS
2012
Jangka pendek
PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Mutiara Tbk
(USD 4.000.000)
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank ICBC Indonesia
(USD 3.000.000 pada 2011)
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
11. OTHER NON-CURRENT ASSETS
2012
Aktiva tidak berwujud – Hak
Operasional
Restitusi pajak
Hak penggunaan nama (Catatan 27c)
Perangkat lunak
Lain–lain (masing–masing saldo
di bawah Rp 1 miliar)
Exhibit E/39
2011
-
36.272.000.000
27.577.054.248
-
27.204.000.000
Short-term
PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Mutiara Tbk
(USD 4,000,000)
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank ICBC Indonesia
(USD 3,000,000 in 2011)
25.993.734.423 107.429.527.447
Total Short-term Loans
Jangka panjang
PT Bank Mutiara Tbk
(USD 6.000.000 as of
31 Desember 2011)
55.627.266.691
52.015.266.691
Long-term
PT Bank Mutiara Tbk
(USD 6,000,000 as
of 31 December 2011)
Total
81.621.001.114 159.444.794.138
Total
Total utang bank – jangka
pendek
25.993.734.423
a. PT Bank Danamon Indonesia Tbk
Berdasarkan akta Notaris Sulistyaningsih, S.H.,
No. 143 tanggal 24 Juni 2010, Perusahaan
memperoleh fasilitas dari PT Bank Danamon
Indonesia Tbk berupa fasilitas letter of credit sub
limit trust receipt dengan jumlah maksimum
sebesar USD 5.000.000 atau dalam jumlah yang
setara dengan Rp 46.500.000.000 dan akan jatuh
tempo pada tanggal 24 Juni 2013. Fasilitas ini
dijamin dengan persediaan Perusahaan dan
margin deposit sebesar 20% dari nilai letter of
credit. (Catatan 3 dan 7).
16.376.473.199
a.
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
Based
on
Notarial deed No.
143
of
Sulistyaningsih, S.H., dated 24 June 2010, the
Company obtained a facility from PT Bank
Danamon Indonesia Tbk in the form of a letter of
credit sub-facility limit trust receipt with a
maximum amount of USD 5,000,000 or an amount
equivalent to Rp 46,500,000,000 and will mature
on 24 June 2013. The facility is guaranteed by
inventories of the Company and the margin
deposit of 20% of the value of the outstanding
letters of credit (Notes 3 and 7).
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/40
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. UTANG BANK (Lanjutan)
b. PT Bank Central Asia Tbk
Exhibit E/40
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
12. BANK LOANS (Continued)
b.
Pada tanggal 12 Maret 2010, Perusahaan
menandatangani
perjanjian
kredit
dengan
PT Bank Central Asia Tbk untuk fasilitas kredit
modal kerja dengan nilai maksimum pinjaman
sejumlah Rp 30 miliar dengan suku bunga tetap
tahunan dan suku bunga efektif sebesar 9,75% per
tahun. Fasilitas ini dijamin dengan piutang usaha
dan persediaan Perusahaan (Catatan 4 dan 7).
Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal
12 Maret 2012 dan diperpanjang sampai dengan
12 Juni 2013.
c. PT Bank Mutiara Tbk
PT Bank Central Asia Tbk
On 12 March 2010, the Company signed a credit
agreement with PT Bank Central Asia Tbk for
working capital credit facility with a maximum
amount of Rp 30 billion and annual stated and
effective interest of 11% respectively. The
facility is guaranteed by trade receivables and
inventories of the Company (Notes 4 and 7). This
loan was originally due on 12 March 2012 and was
subsequently extended to 12 March 2013.
c.
PT Bank Mutiara Tbk
Fasilitas Cash Loan
Cash Loan Facility
Berdasarkan akta Notaris Fathiah Helmi, S.H.,
No . 21 tanggal 23 Februari 2011, Perusahaan
memperoleh fasilitas dari PT Bank Mutiara Tbk
berupa fasilitas kredit angsuran berjangka
dengan limit sebesar USD 6.000.000 dengan suku
bunga tetap sebesar 5,5% per tahun dan akan
jatuh tempo pada tanggal 25 Februari 2014.
Fasilitas
ini
dijamin
dengan
Persediaan
Perusahaan (Catatan 7).
Based on Notarial deed No. 21 of Fathiah Helmi,
S.H., dated 23 February 2011, the Company
obtained a facility from PT Bank Mutiara Tbk in
the form of Installment Credit with a máximum
amount of USD 6,000,000 and annual stated
interest of 5.5%, and will mature on 25 February
2014. The facility is guaranteed by inventories of
the Company (Note 7).
Fasilitas Non-cash Loan
Non-cash Loan Facility
Berdasarkan akta Notaris Fathiah Helmi, S.H.,
No. 22 tanggal 23 Februari 2011, Perusahaan
memperoleh fasilitas dari PT Bank Mutiara Tbk
berupa fasilitas Non-Cash Loan dalam bentuk
Letter of Credit Line Switchable SKBDN
(Sight/Usance) dengan limit USD 4.000.000.
Pinjaman akan berakhir pada 23 Februari 2013.
Fasilitas ini dijamin dengan piutang usaha dan
persediaan Perusahaan, serta 10% margin deposit
(Catatan 3 dan 7), pinjaman ini telah dilunasi
pada tanggal 31 Agustus 2012.
Based on Notarial deed No. 22 of Fathiah Helmi,
S.H., dated 23 February 2011, the Company
obtained a Non-cash Loan facility from PT Bank
Mutiara Tbk in the form of Letter of Credit Line
Switchable SKBDN (Sight/Usance) with a
máximum amount of USD 4,000,000. This loan
will mature on 23 February 2012 and was
subsequently extended to 22 February 2013. This
facility is guaranteed by trade receivables,
inventory of the Company and 10% margin
deposit (Notes 3 and 7), this loan was fully paid
on 31 August 2012.
d. PT Bank ICBC Indonesia
Berdasarkan akta Notaris Osrimarni Oesman,
S.H., No. 37 tanggal 22 Februari 2011,
Perusahaan memperoleh fasilitas dari PT Bank
ICBC Indonesia berupa fasilitas “Account Payable
Financing including import L/C or SKBDN Facility
(Sight or Usance) and Trust Receipt” dengan
jumlah maksimum sebesar USD 3.000.000.
Pinjaman ini akan berakhir pada 22 Februari
2012
dan
diperpanjang
sampai
dengan
22 Februari 2013. Fasilitas ini dijamin dengan
20% margin deposit (Catatan 3). Pinjaman ini
telah dilunasi pada tanggal 14 Agustus 2012.
d.
PT Bank ICBC Indonesia
Based on Notarial deed No. 37 of Osrimarni
Oesman, S.H., dated 22 February 2011, the
Company obtained a facility from PT Bank ICBC
Indonesia in the form of “Account Payable
Financing including import L/C or SKBDN Facility
(Sight or Usance) and Trust Receipt” with a
maximum amount of USD 3,000,000. This loan
will mature on 22 February 2012 and was
subsequently extended to 22 February 2013. This
facility is guaranteed by 20% margin deposit
(Note 3). This loan was fully paid on 14 August
2012.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/41
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. UTANG USAHA
Exhibit E/41
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
13. TRADE PAYABLES
Utang usaha terutama merupakan utang atas
pembelian persediaan. Rincian akun ini adalah
sebagai berikut:
Trade payables mainly represent liabilities arising
from purchases of inventories. The details of this
account are as follows:
2012
2011
Pihak ketiga
Dalam Rupiah
PT Rajawali Citra Televisi Indonesia
140.495.258.471
42.829.261.371
PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh
74.708.945.862
31.279.412.643
PT Surya Citra Televisi
58.000.494.338
20.185.487.081
PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia 48.250.128.083
18.703.265.845
PT Televisi Transformasi Indonesia
44.151.794.326
20.691.143.605
PT Asia Global Media
20.119.943.736
12.406.207.955
PT Global Informasi Bermutu
18.542.644.765
13.389.125.192
PT Gramedia Media Nusantara
18.542.151.442
5.045.551.567
PT Media Televisi Indonesia
14.940.718.820
5.929.565.800
PT Indosiar Visual Mandiri Tbk
13.461.670.218
8.075.241.531
PT Lativi Mediakarya
13.267.847.191
5.066.109.232
Kompas Media Nusantara
12.290.665.196
PT Indovision
6.913.967.180
PT Media Network Indonesia
6.130.091.799
PT Trikomsel Oke Tbk
194.569.246 227.544.741.519
Lain-lain
(masing-masing di bawah Rp 5 miliar) 121.286.240.368
57.196.331.436
Total
Third parties
In rupiah
PT Rajawali Citra Televisi Indonesia
PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh
PT Surya Citra Televisi
PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia
PT Televisi Transformasi Indonesia
PT Asia Global Media
PT Global Informasi Bermutu
PT Gramedia Media Nusantara
PT Media Televisi Indonesia
PT Indosiar Visual Mandiri Tbk
PT Lativi Mediakarya
Kompas Media Nusantara
PT Indovision
PT Media Network Indonesia
PT Trikomsel Oke Tbk
Others
(each bellow Rp 5 billion)
611.297.131.041 468.341.444.777
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, analisa
umur utang usaha di atas adalah sebagai berikut:
2012
Total
As of 31 December 2012 and 2011, the aging analysis of
the above trade payables are as follows:
2011
Belum jatuh tempo
Lewat jatuh tempo:
1 – 30 hari
31 – 60 hari
61 – 90 hari
Lebih dari 90 hari
319.012.581.750
44.281.136.146 120.957.998.959
55.565.605.466 157.752.745.371
27.825.383.959 23.330.208.389
164.612.423.720 82.223.818.038
Current
Overdue:
1 – 30 days
31 – 60 days
61 – 90 days
Above 90 days
Total
611.297.131.041 468.341.444.777
Total
14. LIABILITAS KEUANGAN JANGKA PENDEK LAINNYA
Utang lain-lain
Total
14. OTHERS SHORT-TERM FINANCIAL LIABILITIES
Other payable
2012
Pihak ketiga
Utang gaji
Utang jamsostek
PT Intercipta Kirana
PT Emma Group Indonesia
PT Trikomsel Oke Tbk
Indosat
Lain-lain
84.076.674.020
2011
497.097.581
5.925.926
2.274.575.370
1.177.966.775
74.666.400
36.250.068
9.413.309.395
184.818.639
12.238.507
596.441.068
Third parties
Salary Payables
Jamsostek Payable
PT Intercipta Kirana
PT Emma Group Indonesia
PT Trikomsel Oke Tbk
Indosat
Others
13.479.791.515
793.498.214
Total
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/42
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PERPAJAKAN
a. Prepaid Tax
Akun ini merupakan Pajak Pertambahan Nilai
yang dibayar sejumlah Rp 14.388.122.517 dan
Rp 18.575.182.569 masing-masing pada
tanggal 31 Desember 2012 dan 2011.
b. Utang Pajak
This account represents the Value Added Tax
amounting
to
Rp
14,388,122,517
and
Rp 18,575,182,569 as of 31 December 2012 and
2011, respectively.
b. Taxes Payable
2012
Pajak Penghasilan :
Pasal 4 ayat 2
Pasal 21
Pasal 23
Pasal 25
Pasal 26
Pasal 29 – 2011
Pajak Lainnya :
Pajak Pertambahan Nilai
Income Taxes :
Article 4 (2)
Article 21
Article 23
Article 25
Article 26
Article 29 – 2011
11.334.598.866 11.470.589.953
Sub total
830.226.413
Other Tax :
Value-Added Tax
11.829.348.311 12.300.816.366
Total
494.749.445
Total
2011
86.642.708
435.741.752
3.591.294.041
497.495.592
35.350.603
6.824.065.257
31.378.993
709.916.116
4.482.377.144
1.011.067.111
5.099.859.502
Sub total
c. Beban Pajak
c. Tax Expense
2012
Total
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
15. TAXATION
a. Pajak dibayar di muka
Pajak Kini
Pajak tangguhan
Exhibit E/42
(
2011
5.505.060.500 13.984.835.750
4.842.756.673)(
331.976.495)
667.303.827
Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan
konsolidasian dan hasil perhitungan teoritis
laba sebelum pajak penghasilan konsolidasian
adalah sebagai berikut:
13.652.859.255
Current Tax
Deferred tax
Total
The reconciliation between consolidated
income tax expenses and the theoritical tax
amount on consolidated profit before income
tax is as follows:
2012
2011
Laba sebelum pajak
penghasilan konsolidasi
13.273.799.256
44.598.766.088
Consolidated Income before income tax
expense
Pajak dihitung pada tarif
pajak yang berlaku
3.318.449.814
11.149.691.522
Tax calculated at applicable tax rates
2.503.167.733
Permanent differences calculated at
applicable tax rates
13.652.859.255
Consolidated income tax expense
Beda tetap dihitung pada tarif
pajak yang berlaku
( 2.656.145.987)
Beban pajak penghasilan
konsolidasian
662.303.827
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/43
Exhibit E/43
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
15. PERPAJAKAN (Lanjutan)
15. TAXATION (Continued)
c. Pajak kini (lanjutan)
c. Current tax (Continued)
Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak
penghasilan sebagaimana yang disajikan dalam
laporan laba rugi komprehensif konsolidasian
dengan taksiran penghasilan kena pajak untuk
periode yang berakhir pada 31 Desember 2012
dan 2011 adalah sebagai berikut:
A reconciliation between income before income
tax expense, as shown in the consolidated
statements of comprehensive income, and
estimated taxable income for the period ended
31 December 2012 and 2011 is as follows:
2012
2011
Laba sebelum beban pajak
penghasilan menurut laporan
laba rugi komprehensif
konsolidasian
13.394.480.294
44.598.766.088
Laba neto entitas anak
sebelum beban pajak
penghasilan
11.087.885.112
28.248.487.363
Eliminasi
( 39.672.077.133 ) ( 46.127.238.370 )
Laba sebelum beban pajak
penghasilan Perusahaan
Beda temporer:
Beban penyisihan imbalan
kerja karyawan
Beban penyisihan penurunan
nilai piutang
Beban penyisihan penurunan
nilai persediaan
Beda tetap:
Promosi
Tunjangan kesehatan
Entertain
Jamsostek
Sumbangan
Biaya depresiasi
Penghasilan bunga yang telah
dikenakan pajak final
Pendapatan bunga
Bagian atas laba perusahaan
asosiasi
Beban pajak penghasilan
Lain – lain
Total beda tetap
Taksiran (rugi fiskal)
penghasilan kena pajak
- Perusahaan
( 15.189.711.727 )
26.720.015.081
Income before income tax expense
per consolidated statements of
comprehensive income
Income of subsidiaries before
income tax expense
Eliminations
Income before income tax expense
attributable to the Company
Temporary differences:
(
970.492.463))
772.032.994
6.537.400.320
-
Impairment loss on receviable
383.859.172
-
Impairment loss on inventories
103.192.541
201.411.375
( 11.502.542.844 )
78.517.993
(
62.500.000 )
Permanent differences:
Promotion
Medical allowance
Entertainment
Jamsostek
Donation
Depreciation expense
Interest income already subjected
to final tax
Interest income
Equity in net earnings of associated
companies
Income tax expense
Others
216.766.211
( 5.430.911.396 )
Total Permanent differences
22.061.136.679
Estimated taxable income –
Company
208.367.363
154.136.852
22.846.846
51.178.332
47.041.682
21.875.000
(
Employee benefits expense
6.230.866.754
230.070.962
223.008.202
135.259.051
30.650.000
21.875.000
593.283.780 ) (
(
( 9.022.178.000 )
79.707.141 )
736.409.373 )
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/44
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PERPAJAKAN (Lanjutan)
Exhibit E/44
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
15. TAXATION (Continued)
c. Pajak kini (Lanjutan)
c. Current tax (Continued)
Perhitungan beban pajak penghasilan tahun berjalan dan
taksiran hutang (tagihan restitusi) pajak penghasilan
adalah sebagai berikut:
Taksiran penghasilan kena pajak
- Perusahaan (dibulatkan)
- Entitas anak
The computation of current income tax expense and the
estimated income tax payable
2012
2011
22.842.803.717
22.061.136.000
33.878.207.000
Estimated taxable income
Company (rounded-off) Subsidiaries -
Kompensasi rugi fiskal
- Perusahaan
- Anak
822.560.383
-
Fiscal loss compensation
Company Subsidiaries -
Total kompensasi rugi fiskal
822.560.383
-
Total fiscal loss compensation
22.020.243.334
-
Estimated income tax after
fiscal compensation
22.020.243.000
-
Estimated income tax, rounded
Taksiran penghasilan kena pajak
setelah kompensasi fiskal
Taksiran Penghasilan kena pajak,
dibulatkan
Beban pajak penghasilan – tahun
berjalan Perusahaan
Entitas anak
Beban pajak penghasilan
menurut laporan laba rugi
konsolidasian – tahun berjalan
Dikurangi pajak penghasilan
dibayar di muka :
Perusahaan
Entitas anak (dengan perolehan laba
fiskal)
Entitas anak (dengan perolehan rugi
fiskal)
5.505.060.750
5.515.284.000
8.469.551.750
5.505.060.750
13.984.835.750
Income tax expense – current
Company
Subsidiaries
Income tax expense per
consolidated statements
of income – current
2.977.098.479
5.304.763.142
Less prepayments of income taxes :
Company
405.200.998
1.856.007.351
Subsidiaries (with income tax)
5.587.162.940
Total pajak penghasilan dibayar di muka
8.969.462.417
-
Subsidiaries (with fiscal loss)
7.160.770.493
Total prepayments of income taxes
Taksiran hutang pajak penghasilan Pasal 29
Perusahaan
Entitas anak
5.099.859.752
210.520.858
6.613.544.399
Estimated income tax payableArticle 29
Company
Subsidiaries
Total
5.099.859.752
6.824.065.257
Total
Total estimasi klaim restitusi pajak
Perusahaan
Entitas anak
(
(
2.977.098.479 )
5.587.162.940 )
-
Total estimated of claim income tax
Company
Subsidiaries
Total
(
8.577.496.730 )
-
Total
Menurut Undang-Undang Perpajakan di Indonesia,
Kelompok Usaha menghitung, menetapkan dan membayar
sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang. Direktorat
jenderal Pajak dapat menetapkan atau mengubah
liabilitas pajak tersebut dalam jangka waktu lima (5)
tahun (untuk tahun fiskal 2008), dalam jangka waktu
sepuluh (10) tahun atau paling lambat tahun 2013 (untuk
tahun fiskal sebelum 2008) sejak tanggal terutangnya
pajak. Koreksi liabilitas pajak dicatat pada saat surat
ketetapan pajak diterima, atau jika mengajukan
keberatan, pada saat keputusan atas keberatan
Perusahaan tersebut telah ditetapkan.
According to the Taxation Laws in Indonesia, the Group
calculate and pay their own respective taxes owed. The
Tax Office may assess or amend taxes within five (5) years
(for fiscal year 2008), within ten (10) years or no later
than 2013 (for fiscal years prior to 2008) from the date
the tax was payable. Amendments to tax obligations are
recorded when an assessment is received, or if appealed
against, when the decision of the appeal is determined.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/45
Exhibit E/45
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PERPAJAKAN (Lanjutan)
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
15. TAXES (Continued)
d. Pajak Tangguhan
d. Deferred Tax
Pajak tangguhan dihitung berdasarkan pengaruh
dari perbedaan temporer antara jumlah tercatat
aset dan liabilitas pada laporan keuangan
konsolidasian dengan dasar pengenaan pajak aset
dan liabilitas. Rincian dari aset dan liabilitas pajak
tangguhan adalah sebagai berikut:
2011
Aset pajak tangguhan :
Imbalan kerja karyawan
Penyisihan persediaan
Sewa pembiayaan
(
Cadangan kerugian fiskal
Cadangan kerugian
penurunan nilai atas
piutang
Aset Pajak Tangguhan
Liabilitas pajak tangguhan
Selisih atas revaluasi
aset tak berwujud
Aset pajak tangguhan :
Imbalan kerja karyawan
Penyisihan persediaan
Sewa pembiayaan
Cadangan kerugian
penurunan nilai atas
piutang
Aset Pajak Tangguhan
613.124.230
)
227.433.249
56.491.510)
784.065.969
)
Dibebankan
ke laporan
laba rugi
komprehensif
konsolidasian/
Charges
credited to
consolidated
statements of
comprehensive
income
82.766.556
70.354.313
2012
625.536.473
-
276.305.112
2.814.971.673
1.722.759.759
-
1.722.759.759
4.725.861.361
-
2010
Dibebankan
ke laporan
laba rugi
komprehensif
konsolidasian/
Charges
credited to
consolidated
statements of
comprehensive
income
448.279.147
227.433.249
(
37.262.343) (
79.040.309 (
79.040.309)
489.423.329
Akuisisi entitas
anak/
Acquisition of
subsidiaries
48.871.863
56.491.510
2.814.971.673
-
182.949.771
Deferred tax is calculated based on the effect of
temporary differences between the carrying
amounts of assets and liabilities in the
consolidated financial statements with the tax
bases of assets and liabilities. Details of deferred
tax assets and liabilities are as follows:
331.976.495
Manajemen berpendapat bahwa aset pajak
tangguhan tersebut dapat dipulihkan kembali
melalui penghasilan kena pajak di masa yang akan
datang.
Deferred Tax Asset :
Employee benefits
Allowance for impairment
of inventory
Finance leases
Allowance for impairment loss
on receivables
70.354.313 5.439.573.017
Deferred Tax Asset
19.446.412.687 19.446.412.687
Revaluation surplus of
intangible asset
Akuisisi entitas
anak/
Acqusition of
subsidiaries
( 18.104.688
19.229.167 )(
37.333.855
(
2011
613.124.230
)
227.433.249
56.491.510)
784.065.969
)
Deferred Tax Asset :
Employee benefits
Allowance for impairment
of inventory
Finance leases
Allowance for impairment loss
on receivables
Deferred Tax Asset
Management is of the opinion that the above
deferred tax assets can be fully recovered through
future taxable income.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/46
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. IMBALAN KERJA KARYAWAN
Exhibit E/46
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
16. EMPLOYEE BENEFITS
Kelompok Usaha mencatat liabilitas diestimasi
bersih untuk imbalan kerja karyawan masingmasing pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011
masing-masing berjumlah Rp 2.783.563.138 dan
Rp 2.452.496.918, yang disajikan sebagai akun
“Liabilitas Tidak Lancar - Liabilitas Diestimasi
Imbalan Kerja Karyawan” di laporan posisi
keuangan konsolidasian. Rincian saldo dari akun
tersebut adalah sebagai berikut:
2012
The Group recorded the net estimated liability for
employee benefits as of 31 Desember 2012 and
2011 amounting to Rp 2,840,027,605 and
Rp 2,452,496,918, respectively, which are
presented in the
consolidated statements of
financial position as “Non-current Liabilities Estimated Liability for Employee Benefits”. The
details of the balance of this account are as follow:
2011
Nilai kini kewajiban imbalan kerja
karyawan
3.213.059.090
2.445.272.333
Keuntungan aktuarial yang tidak
diakui di laporan posisi
keuangan, neto
(
429.495.952 )
7.224.585
Present value of defined benefit
obligation
Saldo akhir tahun
Balance at the end of the year
2.783.563.138
Analisa atas mutasi saldo liabilitas diestimasi
untuk imbalan kerja karyawan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011
adalah sebagai berikut:
2012
2.452.496.918
Unrecognized actuarial losses
(gains), net
An analysis of the movements in the balance of the
above-mentioned net estimated liability for
employee service benefits for the years ended
31 December 2012 and 2011 are as follows:
2011
Saldo awal tahun
Penyisihan imbalan kerja selama
tahun berjalan
2.456.421.360
731.799.084
Balance at the beginning of the year
327.141.778
1.720.697.834
Provision during the year
Saldo akhir tahun
2.783.563.138
2.452.496.918
Balance at the end of the year
Jumlah karyawan yang diperhitungkan dalam
imbalan kerja karyawan masing–masing pada
tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah 148
orang dan 229 orang.
The number of employees included in the
calculation of employee benefits as of 31 December
2012 and 2011 are 148 and 229 employees,
respectively.
Beban imbalan kerja karyawan yang dibebankan
untuk tahun 2012 dan 2011 masing-masing
berjumlah Rp 327.141.778 dan Rp 1.720.697.834,
yang disajikan sebagai bagian dari akun “Beban
Usaha” di dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian, dengan rincian sebagai berikut:
The related costs of employee benefits charged to
operations in 2012 and 2011 amounted to
Rp 327,141,778 and Rp 1,720,697,834, respectively,
which are presented as part of “Operating
Expenses” in the
consolidated statements of
comprehensive income, with details as follows:
2012
Beban jasa masa kini
Beban bunga
Amortisasi kerugian aktuaria
Dampak kurtailemen dan
penyelesaian
Total
2.152.926.775
124.053.030
(
15.684.768)
( 1.934.153.259)
327.141.778
2011
1.649.162.279
60.775.837
10.759.719
1.720.697.834
Current service costs
Interest costs
Actuarial losses recognized
Effect of curtailment and
settlement
Total
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/47
Exhibit E/47
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
16. IMBALAN KERJA KARYAWAN (Lanjutan)
16. EMPLOYEE BENEFITS (Continued)
Pada 31 Desember 2012 dan 2011, penyisihan imbalan
kerja tersebut di atas merupakan estimasi manajemen
berdasarkan perhitungan aktuaris PT Padma Radya
Aktuaria, dengan menggunakan metode “Projected-UnitCredit”.
As of 31 December 2012 and 2011, the above-mentioned
provisions for employee service entitlement benefits were
estimated by management based on the actuarial
calculations prepared by PT Padma Radya Aktuaria, using
the “Projected-Unit-Credit” method.
Asumsi dasar yang digunakan pada perhitungan aktuaris
tersebut pada tahun 2012 dan tahun 2011 adalah sebagai
berikut, antara lain:
The key assumptions used for the said actuarial
calculations in period 2012 and in 2011 are as follows,
among others:
Tingkat mortalita
Tingkat diskonto
Tingkat kenaikan gaji tahunan/
Umur pensiun (Tahun)
:
:
:
:
2012
2011
TMI3
6%
TMI2
8%
8%
55
17. MODAL SAHAM
2012
Ora Pro Nobis International Corp.
Creative One Ltd.
Credit Suisse AG Singapore Trust
Aspires Inc.
PT Syailendra Capital
Masyarakat (masing-masing dengan
pemilikan kurang dari 5%)
Total
2011
Pemegang Saham
Ora Pro Nobis International Corp.
Creative One Ltd.
Credit Suisse AG Singapore Trust
Aspires Inc.
PT Syailendra Capital
Masyarakat (masing- masing dengan
pemilikan kurang dari 5%)
Pengurus Perusahaan
Bpk. Ian Rustandi
Total
Mortality rate
Discount rate
Annual salary increment rate
Retirement age (years)
17. SHARE CAPITAL
Rincian pemilikan saham adalah sebagai berikut:
Pemegang Saham
:
:
:
:
Persentase
pemilikan/
Percentage
of
ownership
The details of share ownership of
follows:
Total saham
ditempatkan dan
disetor penuh/
Number of shares
issued and
fully paid
the Company are as
2011
Shareholders
Total/Total
23,93%
17,40%
14,25%
11,97%
7,74%
140.000.000 14.000.000.000
101.782.500 10.178.250.000
83.362.500 8.336.250.000
69.997.500 6.999.750.000
45.250.000 4.525.000.000
24,71%
144.607.500 14.460.750.000
Ora Pro Nobis International Corp.
Creative One Ltd.
Suisse AG Singapore Trust
Aspires Inc.
PT Syailendra Capital
Public (with ownership interest
of less than 5% each)
100,00%
585.000.000 58.500.000.000
Total
Total saham
Persentase ditempatkan dan
pemilikan/
disetor penuh/
Percentage Number of shares
of
issued and fully
ownership
paid
2011
Shareholders
Total/Total
23,93%
17,40%
14,25%
11,97%
7,74%
140.000.000 14.000.000.000
101.782.500 10.178.250.000
83.362.500 8.336.250.000
59.997.500 5.999.750.000
45.250.000 4.525.000.000
24,7096%
154.605.000 15.460.500.000
0,0004%
100,00%
250.000
Ora Pro Nobis International Corp.
Creative One Ltd.
Suisse AG Singapore Trust
Aspires Inc.
PT Syailendra Capital
Public (with ownership interest
of less than 5% each)
The Company’s management
Mr. Ian Rustandi
585.000.000 58.500.000.000
Total
2.500
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/48
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. MODAL SAHAM (Lanjutan)
Exhibit E/48
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
17. SHARE CAPITAL (Continued)
Berdasarkan akta Notaris Leolin Jayayanti, S.H.,
No. 9 tanggal 28 Januari 2010, Perusahaan
meningkatkan modal dasar dari Rp 40 miliar
menjadi Rp 140 miliar dan meningkatkan modal
ditempatkan dan disetor penuh dari Rp 10 miliar
menjadi Rp 35 miliar. Peningkatan modal
ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 25
miliar
seluruhnya
disetor
penuh
oleh
PT Syailendra Capital. Perubahan anggaran dasar
tersebut telah mendapatkan persetujuan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-11479.
AH.01.02. Tahun 2010 tanggal 4 Maret 2010.
18. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Based on Notarial deed No. 9 of Leolin Jayayanti,
S.H. dated 28 January 2010, the Company increased
its authorized capital from Rp 40 billion to Rp 140
billion and increased its issued and paid-up capital
from Rp 10 billion to Rp 35 billion. The increase in
issued and paid-up capital of Rp 25 billion was fully
paid by PT Syailendra Capital. The amendments
were approved by the Minister of Justice and
Human Rights through its Decree No. AHU-11479.
AH.01.02. Year 2010 dated 4 March 2010.
18. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL, NET
Akun ini merupakan selisih antara jumlah nilai
nominal saham Perusahaan sehubungan dengan
penawaran saham kepada masyarakat dan hasil
neto yang diterima dari penawaran saham kepada
masyarakat tersebut. Saldo agio saham sejumlah
Rp 61.046.441.861 pada tanggal 31 Desember
2012 dan 2011, merupakan jumlah agio setelah
dikurangi
dengan
biaya
emisi
sebesar
Rp 3.578.558.139 dalam Penawaran Umum Saham
Perdana Perusahaan.
19. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
This account represents the difference between the
nominal value of the Company’s shares offered to
the public and the actual net proceeds received
from such public offering. The balance of paid-in
capital in excess of par value amounted to
Rp 61,046,441,861 as of 31 December 2012 and
2011 represents paid-in capital in excess of par
value from balance of paid-in capital in excess of
par value after deducting share issuance cost from
the Company’s Initial Public Offering of
Rp 3,578,558,139.
19. NON-CONTROLLING INTEREST
Kepentingan Non Pengendali (KNP) atas aset neto
Entitas anak merupakan bagian pemegang saham
minoritas atas aset neto Entitas anak yang tidak
seluruh sahamnya dimiliki oleh Kelompok Usaha
tertentu (Catatan 2b).
Non-controlling interest in net assets of subsidiaries
represents the shares of minority shareholders in
the net assets of Subsidiaries that are not whollyowned by the Group (Note 2b).
2012
2011
PT Skye Sab Indonesia
PT Kaswall Dinamika Indonesia
PT Sinergitama Komindo
Lain-lain
27.780.722.936
17.107.888.796
7.098.516.895
426.221.295
8.951.657.361
9.115.873.960
139.188.380
PT Skye Sab Indonesia
PT Kaswall Dinamika Indonesia
PT Sinergitama Komindo
Others
Total
52.413.349.922
18.206.719.701
Total
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/49
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. INFORMASI SEGMEN USAHA
Exhibit E/49
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
20. SEGMENT INFORMATION
a. Informasi Segmen Primer
a. Primary Segment Information
Untuk kepentingan manajemen, kegiatan usaha
Kelompok Usaha diklasifikasikan menjadi empat (4)
segmen usaha, yaitu kartu perdana dan voucher isi
ulang, telepon selular media dan jasa lainnya.
Informasi mengenai segmen usaha adalah sebagai
berikut:
For management purposes, the Group’s business
activities are categorized into four (4) core business
segments, namely, starter pack and vouchers, mobile
phones media and other services. Information
regarding these business segments is as follows:
2012
Kartu Perdana
dan Voucher Isi
Ulang/
Starter Packs Telepon Selular/
and Vouchers
Mobile Phones
Pendapatan
ekstern
153.860.834.574 412.844.052.267 1.144.645.589.520
8.908.799.964 1.720.259.276.325 External revenue
Beban pokok
penjualan
149.371.988.903 399.262.307.110 1.129.081.574.468
3.022.404.391 1.680.738.274.872
Laba segmen
4.488.845.671
13.581.745.157
Media/Media
15.564.015.052
Jasa Lainnya/
Other Services
Total/Total
5.886.395.573
Beban usaha yang
tidak dapat
dialokasikan
(
Beban pendanaan
neto yang tidak
dapat dialokasikan
(
Pendapatan operasi
lain neto yang
tidak dapat
dialokasikan
(
Laba bersih
tahun berjalan
Aset segmen
Aset yang tidak dapat
dialokasikan
Telepon Selular/
Mobile Phones
16.000.379.914
Media/Media
535.316.753.317
Jasa Lainnya/
Other Services
366.801.191
Total aset
Liabilitas segmen
Liabilitas yang tidak
dapat dialokasikan
609.285.371.441
119.251.260
Total liabilitas
Depresiasi dan
amortisasi
4.232.538.176)
Unallocated net
finance
cost
662.303.827)
3.209.422.071
645.887.830
57.044.921
Unallocated
net other
operating
income
Income tax
expense
Net income for
the year
Total/Total
2012
Segment Assets
Unallocated segment
497.308.828.897
Assets
551.683.934.422
1.048.992.763.319
1.892.508.340
Segment result
63.829.034.262)
12.732.176.467
Kartu Perdana
dan Voucher Isi
Ulang/
Starter Packs
and Vouchers
Cost of goods
sales
Unallocated
operating
expense
41.935.051.279
Beban pajak
penghasilan, neto
2012
39.521.001.453
2012
Total asset
611.297.131.041
Segment liabilities
Unallocated segmen
208.737.173.755
Liabilities
820.034.268.796
Total liability
3.912.354.822
Depreciation and
Amortization
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/50
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. INFORMASI SEGMEN USAHA (Lanjutan)
2011
a.
Primary Segment Information (Continued)
Telepon Selular/
Mobile Phones
Media/Media
172.875.541.559
Pendapatan
ekstern
175.565.035.801
1.047.574.186.866
Beban pokok
penjualan
172.227.133.044
954.747.179.716
3.337.902.757
92.827.007.150
Laba segmen
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
20. SEGMENT INFORMATION (Continued)
a. Informasi Segmen Primer (Lanjutan)
Kartu Perdana dan
Voucher Isi Ulang/
Starter Packs and
Vouchers
Exhibit E/50
Jasa Lainnya/
Other Services
External revenue
9.681.589.027 1.303.633.469.381
External sales
166.977.567.594
5.897.973.965
7.132.414.152
Telepon Selular/
Mobile Phones
143.413.414.886
Media/Media
231.798.699.794
Jasa Lainnya/
Other Services
2.603.127.740
73.502.773.817 )
(
10.341.560.987 )
Unallocated net
finance cost
228.546.996.420
238.764.397.224
1.030.051.133
2.782.830.308
444.433.706
166.870.187
Unallocated net
other operating
income
13.652.859.255 ) Income tax expense
Total/Total
Net income for the
year
2011
377.815.242.420
Segment assets
Unallocated segment
473.557.280.607
assets
851.372.523.027
Total liabilitas
Depresiasi dan
amortisasi
(
30.945.906.833
Kartu Perdana dan
Voucher Isi Ulang/
Starter Packs and
Vouchers
Segment result
Unallocated
operating
expense
(
Total aset
Liabilitas segmen
Liabilitas yang tidak
dapat dialokasikan
109.195.298.024
19.247.802.868
Laba neto tahun
berjalan
Aset segmen
Aset yang tidak
dapat dialokasikan
2011
16.814.003.179 1.412.828.767.405
Beban usaha yang
tidak dapat
dialokasikan
Beban pendanaan
neto yang tidak
dapat dialokasikan
Pendapatan operasi
lain neto yang
tidak dapat
dialokasikan
Beban pajak
penghasilan, neto
2011
Total/Total
Total asset
468.341.444.777
Segment liabilities
Unallocated segmen
195.927.546.981
liabilities
664.268.991.758
Total liability
3.394.134.201
Depreciation and
amortization
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/51
Exhibit E/51
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
20. INFORMASI SEGMEN USAHA (Lanjutan)
20. SEGMENT INFORMATION (Continued)
b. Geographical Segment Information
b. Informasi Segmen Geografis
Information concerning the group’s
business segments is as follows:
Informasi mengenai segmen usaha geografis
Kelompok Usaha adalah sebagai berikut:
2012
Kartu perdana
dan voucher
isi ulang/
Starter packs Telepon selular/
and vouchers
Mobile phones
Media/
Media
Jasa lainnya/
Other services
Total/Total
PENDAPATAN
Jawa dan Bali
Kalimantan
Sumatera
Sulawesi
geographical
2012
REVENUES
32.643.702.110
52.978.576.564
55.739.798.720
12.498.757.180
371.160.374.996 1.147.511.214.499
4.007.142.735
24.915.666.361
12.760.868.175
-
6.043.174.985 1.557.358.466.590
56.985.719.299
80.655.465.081
25.259.625.355
Java and Bali
Kalimantan
Sumatera
Sulawesi
Total
153.860.834.574
412.844.052.267 1.147.511.214.499
6.043.174.985 1.720.259.276.325
Total
2011
Kartu perdana
dan voucher
isi ulang/
Starter packs
and vouchers
Telepon selular/
Mobile phones
Media/
Media
Jasa lainnya/
Other services
Total/Total
PENDAPATAN
Jawa dan Bali
Kalimantan
Sumatera
Sulawesi
Total
2011
REVENUES
1.997.253.998
80.596.165.158
78.504.715.909
14.466.900.736
952.445.755.370 172.875.541.559
7.132.787.273
55.720.905.677
32.274.738.546
-
16.814.003.179 1.144.132.554.106
87.728.952.431
134.225.621.586
46.741.639.282
Java and Bali
Kalimantan
Sumatera
Sulawesi
175.565.035.801 1.047.574.186.866 172.875.541.559
16.814.003.179 1.412.828.767.405
Total
21. LABA NETO PER SAHAM DASAR
21. BASIC EARNINGS PER SHARE
Rincian dari perhitungan laba neto per saham dasar
adalah sebagai berikut:
The computation of basic earnings per share is as
follows:
2012
Laba neto periode berjalan yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas
induk
Total rata–rata tertimbang saham
yang beredar
Laba netoper saham dasar
2011
7.648.333.033
22.530.545.818
Net income for the period attributable to
owners of parent company
585.000.000
585.000.000
Weighted average number of
outstanding shares
13
40
Basic earnings per share
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/52
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. PENDAPATAN NETO
Exhibit E/52
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
22. REVENUE
2012
2011
Media Billing
Telepon selular
Kartu perdana dan voucher isi
ulang
Lain-lain
1.144.645.589.520
172.875.541.559
412.844.052.267 1.047.574.186.866
175.565.035.801
16.814.003.179
Starter pack and vouchers
Others
Total
1.720.259.276.325 1.412.828.767.405
Total
153.860.834.574
8.908.799.964
Rincian pelanggan dengan jumlah kumulatif melebihi
10% dari jumlah penjualan bersih konsolidasian untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012
dan 2011 adalah sebagai berikut:
Details of customers with the cumulative amount more
than 10% of total consolidated net sales for the year
ended 31 December 2012 and 2011 are as follows:
Total/Total
2012
2011
PT Optimum Media Direction
PT Advisindo
PT Global Teleshop
301.267.938.085
234.546.326.633
62.214.319.593
23. BEBAN POKOK PENJUALAN
Media Billing
Mobile phone
Persentase Terhadap Total
Penjualan Konsolidasian (%)/
Percentage of the Total
Consolidated Sales (%)
2012
2011
271.959.867.914
17,51
13,63
3,62
19,25
23. COST OF GOODS SOLD
2012
2011
Media
Telepon selular
Kartu perdana dan voucher isi
ulang
Lain-lain
1.129.081.574.468
399.262.307.110
166.977.567.594
954.747.179.716
Media
Mobile phones
149.371.988.903
3.022.404.391
172.227.133.044
9.681.589.027
Starter packs and vouchers
Others
Total
1.680.738.274.872
1.303.633.469.381
Total
Rincian pemasok dengan jumlah kumulatif melebihi
10% dari jumlah pembelian bersih konsolidasian untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012
dan 2011 adalah sebagai berikut:
Details of suppliers with cumulative amounts of more
than 10% of total consolidated net purchases for the
years ended 31 December 2012 and 2011 are as follows:
Total/Total
2012
2011
PT Trikomsel Tbk
PT Indosat Tbk
PT Rajawali Citra Televisi Indonesia
PT Televisi Tranformasi Indonesia
276.613.198.962 1.013.226.504.999
147.607.792.240
170.211.908.078
183.971.211.849
170.932.089.014
-
Persentase Terhadap Total Beban
Pokok Penjualan Konsolidasian (%)/
Percentage of the Total
Consolidated Cost of Good Sold (%)
2012
2011
16,46
8,78
10,95
10,17
77,72
13,06
-
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/53
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. BEBAN USAHA
Exhibit E/53
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
24. OPERATING EXPENSES
2012
Umum dan administrasi
Gaji karyawan
Sewa
Promosi
Penyusutan dan amortisasi (Catatan 10)
Beban tenaga kerja outsourcing
Jasa profesional
Penyisihan imbalan kerja
Ekspedisi
Biaya riset
Lain-lain (masing-masing saldo di bawah
Rp 1 milliar)
Sub total
2011
8.668.059.971 11.110.320.655
General and administrative
Salaries employee
Rent
Promotion
Depreciation and amortization (Note 10)
Outsourcing man power
Profesional fee
Employee benefits expense
Expedition
Research expense
Others
(each below Rp 1 billion)
60.537.728.389 56.357.347.673
Sub total
27.389.649.739 21.304.786.321
4.744.709.105 2.859.634.493
4.955.528.368 6.022.242.732
3.912.354.822 3.394.134.201
3.679.254.366 5.516.715.190
2.574.833.911 1.233.052.283
1.527.426.558 1.720.697.834
1.694.615.557 2.398.270.641
1.391.295.992
797.493.323
Penjualan dan pemasaran
Promosi dan iklan
Lain-lain (masing-masing saldo di bawah
Rp 100 juta)
674.992.802
9.208.328.602
2.616.313.071
7.937.097.542
Selling and marketing
Promotion and advertising
Others
(each below Rp 100 milion)
Sub total
3.291.305.873 17.145.426.144
Sub total
63.829.034.262 73.502.773.817
Total
Total
25. PENDAPATAN OPERASI LAIN
25. OTHER OPERATING INCOME
2012
2011
Cash back
Negatif goodwill (Catatan 4)
Laba selisih kurs
Laba atas penjualan investasi saham
Lain-lain
21.628.183.608 13.550.690.482
17.508.800.000 1.132.806.489
11.165.980.400
2.371.641
1.291.464.963
6.313.548.272
Cash back
Negative goodwill (Note 4)
Gain on foreign exchange
Gain on sale investment
Others
Total
51.594.428.971 20.999.416.884
Total
26. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
26. ACCOUNTS ANDTRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES
Dalam kegiatan usaha normal, Kelompok Usaha melakukan
transaksi dengan pihak-pihak yang berelasi. Piutang dan
utang atas transaksi usaha dengan pihak-pihak yang
berelasi disajikan sebagai bagian dari akun “Piutang
Usaha” atau “Utang Usaha” (masing-masing Catatan 6 dan
13), sedangkan saldo atas transaksi di luar usaha disajikan
di bawah ini sesuai dengan klasifikasi/penyajian dalam
akunnya masing-masing pada laporan posisi keuangan
konsolidasian.
The Group, in its regular conduct of business, engages in
transactions with related parties. The account balances
with related parties arising from trade transactions are
presented as part of “Trade Receivables” and “Trade
Payables” (Notes 6 and 13, respectively), while those
arising from non-trade transactions are detailed below
according to their account classifications/ presentation
in the consolidated statements of financial position.
Rincian sifat hubungan dan jenis transaksi yang material
dengan pihak yang berelasi adalah sebagai berikut:
Details of the nature and type of material transactions
with related parties are as follows:
Pihak yang berelasi/
Related parties
PT Global Teleshop
PT Optima Media Dinamika
Sifat dari hubungan/
Nature of relationship
Sifat dari transaksi/
Nature of transactions
Pemegang saham non-pengendali Perusahaan memiliki
hubungan
afiliasi
dengan
salah
satu direktur
PT Global Teleshop/ The non-controlling shareholder of
the Company has affiliated relationship with a director
of PT Global Teleshop.
Pemegang saham PT Optima Kaswall dimana merupakan
anak dari PT Kaswall Dinamika Indonesia/The
shareholder of PT Optima Kaswall as a Company
subsidiaries PT Kaswall Dinamika Indonesia.
Penjualan / Sales
Piutang usaha / Account receivables
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/54
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
(Lanjutan)
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
26. ACCOUNTS
AND TRANSACTIONS
PARTIES (Continued)
2011
2012
Aset Lancar
Piutang usaha
** PT Global Teleshop Tbk
PT Optima Media
Dinamika
-
88.215.341.359
325.138.296.461
-
30,99
Total
325.138.296.461
88.215.341.359
30,99
Total/Total
Penjualan
** PT Global Teleshop Tbk
**
WITH RELATED
Persentase terhadap total
aset/liabilitas
konsolidasian (%)/Percentage to
consolidated assets/liabilities(%)
Total/Total
2012
Exhibit E/54
2011
-
10,36
Current Assets
Trade receivables
PT Global Teleshop Tbk
PT Optima Media
Dinamika
10,36
Total
-
Persentase terhadap total
penjualan/pembelian
konsolidasian (%)/Percentage to
consolidated sales/purchase(%)
2012
2011
2012
-
271.959.867.914
-
2011
19,25
Sales
PT Global Teleshop Tbk
Pada tahun yang berakhir pada 31 Desember 2012, PT Global Teleshop Tbk tidak lagi menjadi pihak yang berelasi / For the year ended
31 December 2012, PT Global Teleshop Tbk was no longer a related party of the Group.
27. PERJANJIAN-PERJANJIAN
KONTINJENSI
PENTING,
IKATAN DAN
27. SIGNIFICANT
AGREEMENTS,
CONTINGENCIES
COMMITMENTS AND
Pihak Ketiga
Third Parties
a.
Berdasarkan perjanjian penunjukan dealer
utama dengan PT Indosat Tbk (“Indosat”),
Indosat menunjuk Perusahaan untuk menjadi
dealer resmi untuk produk Indosat. Perjanjian
ini berlaku sejak tanggal 15 Februari 2008
sampai dengan 31 Desember 2009. Perjanjian
terakhir perpanjangan tanggal 11 April 2011
dan efektif sejak tanggal 1 April 2011 sampai
dengan 31 Maret 2014.
a. Under the agreement the appointment of main
Pada tanggal 15 Oktober 2009, Perusahaan
menandatangani perjanjian sewa ruangan
kantor yang berlokasi di Jalan Kebon Sirih
No. 63, Jakarta Pusat dengan PT Mega Best
Realty untuk jangka waktu satu tahun dengan
harga sewa sejumlah Rp 90.000 per M2 per
bulan. Perjanjian terakhir perpanjangan
tanggal 23 Februari 2011 dan efektif sejak
tanggal 1 Maret 2011 sampai dengan
28 Februari 2012.
b. On 15 October 2009, the Company signed a
lease agreement with PT Mega Best Realty for
office space located in Jalan Kebon Sirih
No. 63, Jakarta Pusat. This agreement remains
valid for one year with rental fee amounting to
Rp 90,000 per square meter per month. The
last extension of the agreement was dated
23 February 2011 and effective from 1 March
2011 until 28 February 2012.
b.
dealers with PT Indosat Tbk ("Indosat"), Indosat
appointed the Company to become an
authorized dealer of Indosat products. The
original agreement was effective from
15 February 2008 until 31 December 2009. The
latest extension of the agreement was dated 11
April 2011 and effective from 1 April 2011 until
31 March 2014.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/55
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING, IKATAN DAN
KONTINJENSI (Lanjutan)
Exhibit E/55
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
27. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND
CONTINGENCIES (Continued)
Pihak Ketiga
Third Parties
c.
Pada tanggal 1 April 2010, Perusahaan
menandatangani perubahan perjanjian sewa
menyewa (addendum) dari perjanjian sewa
menyewa tanggal 15 Oktober 2009 dengan
PT Mega Best Realty sehubungan dengan
adanya tambahan biaya Hak Penamaan
Gedung sebesar Rp 5.000.000.000 yang akan
dibayar dengan 2 (dua) kali angsuran dan
perubahan masa sewa dari tanggal 15 Oktober
2009 sampai dengan 14 Oktober 2014.
c. On 1 April 2010, the Company signed an
amendment of the lease agreement dated
15 October 2009 with PT Mega Best Realty in
connection with the additional cost of Building
Naming Rights of Rp 5,000,000,000 which will
be paid with two (2) installments and the
change in the lease period from 15 October
2009 until 14 October 2014.
d.
INO menandatangani perjanjian dengan
PT XL Axiata Tbk (“XL”), dimana INO
memanfaatkan jaringan yang dimiliki oleh XL
untuk
menyelenggarakan
layanan
SMS
Broadcast yang ditujukan khusus untuk
pengguna XL.
d. INO, signed an agreement with PT XL Axiata
Tbk (“XL”), where XL would allows INO to take
advantage of the network owned by XL to
provide SMS broadcast serviced intended
specifically for users of XL.
e.
INO menandatangani perjanjian dengan
PT Telekomunikasi Selular (“Telkomsel”),
dimana Telkomsel dan INO sepakat untuk
bekerjasama mengadakan layanan SMS Bulk
melalui system aplikasi yang disediakan oleh
pihak Telkomsel, dan layanan ini khusus
diberikan kepada member yang merupakan
pengguna layanan Telkomsel.
e.
f.
INO menandatangani perjanjian dengan
PT Bakrie Telecom Tbk (“Bakrietel”), dimana
INO bertindak sebagai penyedia informasi
berbentuk data yang akan digunakan oleh
pihak Bakrietel dalam mengembangkan
layanan Value Added Short Message Services
(VASMS). Dalam perjanjian ini keduanya
sepakat
untuk
melakukan
pembagian
pendapatan, dimana skema pembagiannya
adalah 70% untuk Bakrietel dan 30% untuk INO.
f. INO signed an agreement with PT Bakrie
Telecom Tbk (“Bakrietel”), where INO will act
as information provider in the form of data to
be used by the parties in developing services
Bakrietel Value-Added Short Message Services
(VASMS). In this agreement, the two parties
agreed to share revenues, where the
distribution scheme was 70% for Bakrietel and
30% for INO.
g.
INO menandatangani perjanjian kerjasama
dengan PT Darta Media Indonesia (Kaskus)
dalam pengembangan program Value Added
Service (VAS) bagi anggota komunitas Kaskus.
Jangka waktu perjanjian adalah selama satu
tahun sejak 22 Maret 2010 sampai dengan
21 Maret 2011, dan dapat diperpanjang atas
kesepakatan para pihak.
g.
INO
signed
an
agreement
with
PT Telekomunikasi
Selular
(“Telkomsel”),
where Telkomsel and INO agreed to cooperate
in holding Bulk SMS services through the
application system provided by the Telkomsel,
with the service to be given Telkomsel users.
INO signed an agreement with PT Darta Media
Indonesia (Kaskus) in the development of a
Value-Added Service (VAS) program for
community members of Kaskus. The agreement
was valid for one year from 22 March 2010 to
21 March 2011 and may be extended upon
mutual agreement of the parties.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/56
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING, IKATAN DAN
KONTIJENSI (Lanjutan)
Exhibit E/56
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
27. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND
CONTINGENCIES (Continued)
Pihak Ketiga (Lanjutan)
Third Parties (Continued)
h. INO menandatangani kerjasama dengan PT Bina
h.
INO signed an agreement with PT Bina Media
Tenggara in the field of providing business
portal TheJakartaPost.com on mobile-based
social network owned by INO. This agreement
is valid for one year.
i.
The Company leased outlets located in the ECenter Karawaci, Tangerang, to PT Trikomsel
Oke Tbk, for the rental period from 1 March
2007 until 1 March 2012, and has been
extended until 31 march 2014 Deferred rent
income as of 31 December 2009 amounted to
Rp 80,000,000. Rental income obtained by the
Company relating to these leases for the years
ended 31 December 2011 and 2010 amounted
to Rp 125,000,000 and Rp 31,250,000,
respectively, and presented as part of "Other
operating income" in the consolidated
statement of comprehensive income.
Media Tenggara dalam bidang penyediaan
portal bisnis TheJakartaPost.com pada jejaring
social berbasis mobile milik INO. Perjanjian ini
berlaku selama satu tahun.
i.
Perusahaan menyewakan outlet yang berlokasi
di E-Center Karawaci, Tangerang, kepada
PT Trikomsel Oke Tbk, untuk jangka waktu
sewa dari tanggal 1 Maret 2007 sampai dengan
1 Maret 2012, dan telah diperpanjang sampai
dengan 1 Maret 2014. Pendapatan sewa
ditangguhkan pada tanggal 31 Desember 2009
sebesar Rp 80.000.000. Pendapatan sewa yang
diperoleh Perusahaan yang berkaitan dengan
transaksi sewa tersebut untuk tahun yang
berakhir pada tanggal–tanggal 31 Desember
2011 dan 2010 masing– masing sebesar
Rp 125.000.000 dan Rp 31.250.000, disajikan
sebagai bagian dari “Penghasilan operasi
lainnya” dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian komprehensif konsolidasian.
28. ASET DAN LIABILITAS
UANG ASING
MONETER DALAM MATA
2012
Setara (IDR)/
Valas/ Foreign
Equivalent
currency
(IDR)
USD
Aset
Kas dan setara kas
Uang muka
Aset keuangan tidak
lancar lainnya
43.688
419.707.108
13.573.174 131.252.594.012
Total Aset
28. ASSETS AND LIABILITIES
FOREIGN CURRENCIES
2011
Setara (IDR)/
Valas/ Foreign
Equivalent
currency
(IDR)
55.406
5.050.956
502.423.966
45.802.069.008
Total Liabilitas
Liabilitas, Bersih
IN
USD
Assets
402.623
3.868.000.000
1.000.000
9.068.000.000
Cash and cash equivalents
Advance payment
Other non-current
Financial asset
446.311
4.287.707.108
1.055.406
9.570.423.966
Total Assets
Liabilitas
Pinjaman jangka pendek
- Bank
Pinjaman jangka panjang
- Bank
DENOMINATED
Liabilities
-
7.000.000
63.476.000.000
Short-term bank
loans
6.000.000
54.408.000.000
6.000.000
54.408.000.000
Long-term bank loans
6.000.000
54.408.000.000
13.000.000 117.884.000.000
Total Liabilities
11.944.594) (108.313.576.034)
Liabilities, Net
-
(
5.553.689) ( 50.120.292.892) (
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/57
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN
Exhibit E/57
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
28. FAIR VALUE OF FINANCIAL INSTRUMENTS
Nilai wajar atas aset dan liabilitas keuangan adalah
nilai dimana instrumen dapat dipertukarkan/
diselesaikan antar pihak yang memahami dan
berkeinginan untuk melakukan transaksi secara wajar
(arm's length transaction), yang bukan berasal dari
penjualan yang dipaksakan atau likuidasi.
The fair value of financial assets and liabilities is the
value at which the instruments can be exchanged/
settled between knowledgeable parties and willing to
do transaction fairly (arm's length transaction), which
is not arised from forced sales or liquidation.
Berikut ini adalah metode dan asumsi yang digunakan
untuk memperkirakan nilai wajar setiap kelompok
dari instrumen keuangan Kelompok Usaha:
The following are methods and assumptions that are
used to estimate the fair value of each group of the
Group’s financial instruments:
1. Kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lainlain, aset lain-lain, utang usaha, utang lain-lain,
beban yang masih harus dibayar, dan utang sewa
pembiayaan mendekati nilai tercatatnya karena
bersifat jangka pendek.
1.
2. Nilai tercatat dari utang bank mendekati nilai
wajarnya disebabkan oleh pemakaian suku bunga
mengambang atas instrumen tersebut, dimana
tingkat bunga tersebut selalu disesuaikan dengan
pasar oleh masing-masing bank.
2. The carrying amount of bank loans approach their
fair values due to the use of floating interest rate
for the mentioned instrument, in which the
interest rate is always adjusted to market by each
bank.
3. Nilai wajar utang sewa pembiayaan diperkirakan
dengan mendiskontokan arus kas masa depan
menggunakan tingkat suku bunga saat ini bagi
pinjaman, yang mempersyaratkan risiko kredit
dan sisa masa jatuh tempo yang serupa.
3. The fair value of lease payables were estimated by
discounting future cash flows using current
interest rate for loan, which requires similar
credit risks and maturity period.
Tabel berikut menyajikan nilai wajar, yang mendekati
nilai tercatat, atas aset keuangan Kelompok Usaha:
The following table represents fair value, which is
approaching carrying value for the Group’s financial
assets:
2012
Cash and cash equivalents, trade receivables,
other receivables, other assets, trade payables,
other payables, accrued expenses, lease payables,
approach their carrying values due to their shortterm nature.
2011
A S E T
ASSETS
Pinjaman yang diberikan dan
piutang
Loan and receivables
Kas dan setara kas
Dana yang dibatasi penggunaannya
Piutang usaha
Piutang lain-lain
Aset lain-lain
23.909.488.793 79.697.884.381
3.868.000.000 13.542.891.498
551.683.934.422 377.816.242.420
40.173.312.017 32.794.197.744
83.829.059.259
1.523.982.113
Cash and cash equivalents
Restricted funds
Trade receivables
Other receivables
Other assets
Total
703.463.794.491 505.375.198.156
Total
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/58
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN (Lanjutan)
2012
Exhibit E/58
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
28. FAIR VALUE OF FINANCIAL INSTRUMENTS (Continued)
2011
Liabilitas yang dicatat sebesar nilai
wajar atau biaya perolehan yang
diamortisasi
Liabilities which are recorded based on
fair value or amortized cost
Utang bank
Utang usaha
Utang lain-lain
Beban masih harus dibayar
81.621.001.114 107.429.527.447
611.297.131.041 468.341.444.777
13.479.791.515
793.498.214
4.794.518.227
972.739.558
Bank loans
Trade payables
Other payables
Accrued expenses
Total
711.192.441.897 577.537.209.996
Total
29. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
29. FINANCIAL RISK MANAGEMENT
Kebijakan manajemen risiko keuangan Kelompok
Usaha bertujuan untuk mengidentifikasi dan
menganalisa risiko-risiko keuangan yang dihadapi
Kelompok Usaha, menetapkan batasan risiko dan
pengendalian yang sesuai serta untuk mengawasi
kepatuhan terhadap batasan yang telah ditetapkan.
The Group’s financial risk management policies aim to
identify and analyze the financial risks faced by the
Group, set appropriate risk limits and controls, and
oversee compliance with the limits established.
Kebijakan manajemen risiko keuangan yang
dijalankan oleh Kelompok Usaha dalam menghadapi
risiko tersebut adalah sebagai berikut:
Financial risk management policies implemented by
the Group in the face of these risks are as follows:
a. Risiko Kredit
a. Credit Risk
Eksposur risiko kredit Kelompok Usaha terutama
timbul dari pengelolan piutang usaha. Kelompok
Usaha melakukan pengawasan kolektibilitas
piutang sehingga dapat diterima penagihannya
secara tepat waktu dan juga melakukan
penelaahan
atas
masing-masing
piutang
pelanggan secara berkala untuk menilai potensi
timbulnya kegagalan penagihan.
b.
c.
Risiko Tingkat Suku Bunga
The Group exposure to credit risk arises primarily
from managing accounts receivable. The Group
monitors receivables so that these are collected in
a timely manner and also conduct reviews of
individual customer accounts on a regular basis to
assess the potential for uncollectibility.
b. Interest Rate Risk
Eksposur risiko tingkat suku bunga Kelompok
Usaha terutama adalah berasal dari utang bank
yang diperoleh Kelompok Usaha dimana nilai
wajar arus kas di masa depan akan berfluktuasi
karena perubahan tingkat suku bunga pasar.
The Group’s exposure to currency exchange risk
primarily from the bank loan obtained by the
Group whereby the fair value of future cash flows
will fluctuate because of changes in market
interest rates.
Kelompok Usaha mengelola risiko tersebut
dengan senantiasa memonitor pergerakan tingkat
suku bunga pasar yang berlaku dan mengelola
ketersediaan arus kas yang digunakan untuk
melunasi pinjaman dan untuk modal kerja.
The Group manages the risk by continuing to
monitor the movement of interest rates prevailing
in the market and managing the availability of
cash flows used to repay loans and for working
capital.
Risiko Mata Uang Asing
Risiko nilai tukar mata uang asing Grup yang
signifikan berasal dari pinjaman yang diperoleh
Perusahaan dalam mata uang asing. Manajemen
melakukan penelaahan dan Monitoring terhadap
pergerakan kurs mata uang asing tersebut.
c. Foreign Currency Exchange Risk
The Group;s foreign exchange risk arises from the
loan received by the Company in foreign currency.
Management researches and monitors the
movement of foreign currency rates.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/59
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
c.
Exhibit E/59
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
29. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (Continued)
Risiko Mata Uang Asing (Lanjutan)
c. Foreign Currency Exchange Risk (Continued)
Tabel dibawah ini menunjukan sensitivitas
yang memiliki kemungkinan terjadi perubahan
di dalam mata uang dolar Amerika Serikat
terhadap Rupiah Indonesia dengan asumsi
semua variabel adalah tetap, terhadap laba
(rugi) sebelum pajak dan ekuitas Grup pada
tanggal 31 Desember 2012.
The table below shows the sensitivity that the
possibility of a change in United States dollar
againts Indonesian Rupiah, assuming all other
variables are fixed, to the income before
income taxes and equity of the Group as of
31 Desember 2012.
Peningkatan
(Penurunan)/
Increase
(Decrease)
Menguat 5%
Laba sebelum pajak penghasilan
Ekuitas
Melemah 5%
Laba sebelum pajak penghasilan
Ekuitas
d.
Strengthened by 5%
Income before tax
Equity
( 2.901.000.000)
( 2.901.000.000)
Weakened by 5%
Income before tax
Equity
2.901.000.000
2.901.000.000
Risiko Likuiditas
d. Liquidity Risk
Eksposur Grup terhadap risiko likuiditas timbul
terutama dari penempatan dana dari
kelebihan penerimaan kas setelah dikurangkan
dari penggunaan kas untuk mendukung
kegiatan usaha Grup. Grup mengelola risiko
likuiditas dengan menjaga kecukupan arus kas
dan fasilitas bank dengan terus memonitor
proyeksi arus kas dan ketersediaan dana. Grup
juga menerapkan manajemen risiko likuiditas
yang berhati-hati dengan mempertahankan
saldo kas yang cukup yang berasal dari
penagihan hasil penjualan dan menempatkan
kelebihan dana kas dalam instrumen keuangan
dengan tingkat risiko yang rendah namun
memberikan imbal hasil yang memadai serta
memperhatikan reputasi dan kredibilitas
lembaga keuangan.
The Group’s exposure to liquidity risk arises
primarily from the placement of funds in excess
of those used to support the business activities
of the Group. The Group manages liquidity risk
by maintaining sufficient cash flows and bank
facilities by continuously monitoring projected
cash flows and availability of funds. The Group
also implements prudent liquidity risk
management to maintain sufficient cash
balances arising from revenue collection, places
the excess cash in low-risk financial
instruments that provide adequate returns, and
pays close attention to the reputation and
credibility of financial institutions.
Tabel berikut ini merupakan ringkasan atas
liabilitas keuangan berdasarkan Grup pada
akhir
periode
pelaporan
berdasarkan
pembayaran
kontraktual
sebelum
didiskontokan:
The following table is a summary of the
financial liabilities pf the Group at the end of
the
reporting
based
on
undiscounted
contractual payments before discounting:
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/60
Exhibit E/60
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
29. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
d.
29. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (Continued)
Risiko Likuiditas (Lanjutan)
Permintaan
segera atau
antara
satu tahun/
Immediate
demand or
between
one year
d. Liquidity Risk (Continued)
Lebih dari satu
tahun/
More than
one year
Total
-
23.909.488.793
551.683.934.422
-
83.829.059.259
-
89.663.881.332
Financial Assets
Cash and cash equivalents
Trade receivables
Other current financial
assets
Other non-current financial
assets
-
749.086.363.806
Total
Aset Keuangan
Kas dan setara kas
23.909.488.793
Piutang usaha
551.683.934.422
Aset keuangan lancar
lainnya
83.829.059.259
Aset keuangan tidak
lancar lainnya
89.663.881.332
Total
Liabilitas Keuangan
Utang bank jangka
pendek
Utang bank jangka
panjang
Utang usaha
Beban masih harus
dibayar
Total
e.
749.086.363.806
Financial Liabilities
25.993.734.423
25.993.734.423
Short-term bank loan
55.627.266.691 55.627.266.691
611.297.131.041
611.297.131.041
Long-term bank loan
Trade payables
4.794.518.227
-
4.794.518.227
Accrued expenses
642.085.383.691 55.627.266.691 697.712.650.382
Total
Manajemen permodalan
-
e. Capital management
Perusahaan dan entitas anak melakukan
pengelolaan modal untuk memastikan
kelangsungan
hidup
serta
mencapai
struktur permodalan yang optimal untuk
memaksimalkan manfaat bagi pemegang
saham. Manajemen Perusahaan dan entitas
anak secara berkala melakukan penelaahan
dan mengelola struktur permodalan dengan
mempertimbangkan kebutuhan modal masa
depan, biaya modal, tingkat profitabilitas,
proyeksi arus kas dan proyeksi peluang
investasi.
The Company and subsidiary exercise capital
management to ensure the Company and
subsidiary’s ability to continue as a going
concern whilst achieving optimum capital
structure to maximize shareholder value. The
Company and subsidiary management regularly
review and manage the capital structure,
considering the future capital requirements,
cost of capital, profitability levels, projected
cash
flows
and
projected
investment
opportunities.
Perusahaan dan entitas anak melakukan
penelaahan struktur modal berdasarkan
gearing ratio konsolidasian. Gearing ratio
didapatkan dengan membagi utang bersih
dengan total ekuitas. Utang bersih didapat
dengan mengurangkan jumlah utang
dengan kas dan setara kas serta aset
keuangan tidak lancar lainnya.
The Company and subsidiary review the capital
structure based on the consolidated gearing
ratio. The gearing ratio is calculated by
dividing net borrowings with total equity. Net
borrowings is calculated as total borrowings
less cash and cash equivalents including other
non-current financial assets.
These Consolidated Financial Statements are originally issued
in Indonesian language
Ekshibit E/61
Exhibit E/61
PT SKYBEE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2012 DAN 2011
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT SKYBEE Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2012 AND 2011
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
29. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
29. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (Continued)
Gearing ratio pada tanggal 31 Desember 2012
dan 2011 adalah sebagai berikut:
Gearing ratio as of 31 December 2012 and 2011
are as follows:
2012
2011
Total Pinjaman
81.621.001.114
159.444.794.138
Total Borrowings
Kas dan setara kas
Aset keuangan tidak lancar
lainnya – dana yang
dibatasi pengunaannya
23.909.488.793
79.697.884.381
Cash and cash equivalents
3.868.000.000
13.542.891.498
Other non-current financial asset –
Restricted funds
Pinjaman bersih
53.843.512.321
66.204.018.259
Net borrowings
171.985.755.654
168.896.811.568
Equity
31,31%
39,20%
Gearing ratio
Ekuitas
Rasio pinjaman bersih
terhadap modal
30. REKLASIFIKASI AKUN
30. ACCOUNT RECLASSIFICATION
Akun tertentu pada laporan posisi keuangan
konsolidasian tanggal 31 Desember 2011 dan
1 Januari 2011/31 Desember 2010 telah
direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian
laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2012, sebagai
berikut:
Sebelum
reklasifikasi/
Before
Reklasifikasi/
reclassification Reclassification
Deskripsi
31 Desember 2011
Piutang lain-lain –
pihak ketiga
Dana yang dibatasi
penggunaannya
Aset keuangan lancar
lainnya
6.489.967.224 (
Sesudah
reklasifikasi/
After
reclassification
6.489.967.224 )
-
13.542.891.498 ( 13.542.891.498 )
-
-
31 Desember 2010
Piutang lain-lain - pihak
ketiga
Aset keuangan lancar
lainnya
31. PENYELESAIAN
KONSOLIDASIAN
Certain accounts in the consolidated statements of
financial position as of 31 December 2011 and
1 January 2011/31 December 2010 have been
reclassified to conform with the consolidated
financial statements for the year ended
31 December 2012, as follow:
20.032.858.722
5.900.878.844 (
LAPORAN
-
5.900.878.844 )
5.900.878.841
KEUANGAN
Manajemen Kelompok Usaha bertanggung jawab
atas penyusunan laporan keuangan
ini.
Penyusunan laporan keuangan ini selesai tanggal
19 Maret 2013.
20.032.858.722
5.900.878.841
31.aTHE COMPLETION
OF THE
FINANCIAL STATEMENTS
Description
31 December 2011
Other receivables –
third parties
Restricted funds
Other current
financial assets
31 December 2010
Other receivables –
third parties
Current financial
assets
CONSOLIDATED
The management is responsible for the preparation
of these consolidated financial statements that
were completed on 19 March 2013.
NOTES
Catatan
| LAPORAN TAHUNAN 2012 PT SKYBEE Tbk.
| 59
| 60
| ANNUAL REPORT 2012 PT SKYBEE Tbk.
Download