13 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Sumber Daya

advertisement
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Manajemen Sumber Daya Manusia
2.1.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan salah satu bidang dari
manajemen
umum
yang
meliputi
segi-segi
perencanaan,
pengorganisasian,
pelaksanaan, dan pengendalian. Proses ini terdapat dalam fungsi/bidang produksi,
pemasaran, keuangan, maupun kepegawaian. Manajemen SDM dapat diartikan sebagai
pengelolaan
dan
penyalagunaan
sumber
daya
yang
ada
pada
individu
(pegawai/karyawan). Selain itu manajemen SDM juga adalah rangkaian strategis,
proses aktivitas, yang didesain untuk menunjang tujuan perusahaan dengan cara
mengintegrasikan kebutuhan perusahaan dan individu SDM nya.
Menurut Simamora (1997) Manajemen sumber daya manusia adalah
pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balas jasa, dan pengelolaan
individu anggota organisasi atau kelompok pekerja.
Menurut Dessler (1997), Manajemen sumber daya manusia dapat didefinisikan
sebaga suatu kebijakan dan praktik yang dibutuhkan seseorang yang menjalankan aspek
“orang” atau sumber daya manusia dari posisi seorang manajemen meliputi perekrutan,
penyaringan, pelatihan, pengimbalan, dan penilaian.
Sementara itu, Schuler, et al. (1992) mengartikan Manajemen sumber daya
manusia (MSDM), merupakan pengakuan tentang pentingnya tenaga kerja organisasi
13
http://digilib.mercubuana.ac.id/
sebagai sumber daya manusia yang sangat penting dalam memberi kontribusi bagi
tujuan-tujuan organisasi, dan menggunakan beberapa fungsi dan kegiatan untuk
memastikan bahwa SDM tersebut digunakan secara efektif dan adil bagi kepentingan
individu, organisasi, dan masyarakat.
Menurut Stoner (1995), MSDM meliputi penggunaan SDM secara produktif
dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi dan pemuasan kebutuhan pekerja secara
individual.
MSDM dapat juga merupakan kegiatan perencanaan, pengadaan, pengembangan,
pemeliharaan, serta penggunaan SDM untuk mencapai tujuan baik secara individu
maupun organisasi. Manajemen Sumber Daya Manusia mempunyai tugas untuk
mengelola unsur manusia secara baik agar diperoleh tenaga kerja yang puas akan
pekerjaanya. Kegiatan Sumber Daya Manusia merupakan bagian proses
2.1.2
Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia
Tujuan MSDM secara tepat sangatlah sulit untuk dirumuskan karena sifatnya
bervariasi dan tergantung pada penahapan perkembangan yang terjadi pada masingmasing organsasi.
Menurut Cushway (dalam Irianto, 2001), tujuan MSDM meliputi :
1. Memberi pertimbangan manajemen dalam membuat kebijakan SDM untuk
memastikan bahwa organisasi
memiliki pekerja yang selalu siap mengatasi
perubahan dan memenuhi kawajiban pekerjaan secara legal ;
2. Mengimplementasikan dan menjaga semua kebijakan dan prosesdur SDM yang
memungkinkan organisasi mampu mencapai tujuanya.
14
http://digilib.mercubuana.ac.id/
3. Membantu dalam pengembangan arah keseluruhan organisasi dan strategi, khususnya
yang berkaitan dengan implikasi SDM.
4. Memberi dukungan dan kondisi yang akan membantu manajer lini mecapai
tujuannya.
5. Menangani berbagai krisis dan situasi sulit dalam hubungan antara pekerja untukmu
menyakinkan bahwa mereka tidak menghambat organisasi dalam mencapai
tujuannya.
6. Menyediakan media komunikasi antara pekerja dan manajemen organisasi.
7. Bertindak sebagai pemelihara standar organsasional dan nlai dalam manajemen SDM.
2.1.3
Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia
Kegiatan sumber daya manusia merupakan bagian proses manajemen sumber
daya manusia yang paling sentral, dan merupakan suatu rangkaian dalam mencapai
tujuan organisasi. Kegiatan tersebut akan berjalan lancar, apabila memanfaatkan fungsifungsi manajemen. Fungsi manajemen sumber daya manusia dimaksud adalah :
1. Perencanaan
Perencanaan adalah kegiatan memperkirakan tentang keadaan tenaga kerja, agar sesuai
dengan kebutuhan organisasi secara efektif dan efisien, dalam membantu terwujudnya
tujuan. Perencanaan itu untuk menetapkan program kepegawaian ini, meliputi
pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, pengadaan, pengembangan, kompensasi,
integritas, pemeliharaan, kedisiplinan, dan pemberhentian pegawai.
15
http://digilib.mercubuana.ac.id/
2. Pengarahan dan pengadaan
Pengarahan adalahkegiatan memberi petunjuk kepada pegawai, agar mau kerja sama dan
bekerja efektif serta efisien dalam membantu tercapainya tujuan organisasi. Pengarahan
dilakukan oleh pemimpin yang dengan kepemimpinannya akan memberi arahan kepada
pegawai agar mau mengerjakan semua tugasnya dengan baik. Adapun pengadaan
merupakan proses penarikan, seleksi penempatan, orientasi, dan induksi untuk
mendapatkan pegawai yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Pengadaan yang baik
akan membantu terwujudnya tujuan.
3. Pengembangan
Pengembangan merupakan proses peningkatan keterampilan teknis, teoritis, konseptual,
dan moral pegawai melalui pendidikan dan pelatihan yang diberikan, hendaknya sesuai
dengan kebutuhan pekerjaan masa kini maupun masa yang akan datang.
4. Pengintegrasian
Pengintegrasian merupakan kegiatan untuk mempersatukan kepentingan organisasi dan
kebutuhan pegawai, agar tercipta kerja sama yang serasi dan saling menguntungkan. Di
satu pihak organisasi memperoleh keberhasilan/keuntungan, sedangkan di lain pihak
pegawai dapat memenuhi kebutuhan dari hasil pekerjaannya.
5. Pemeliharaan
Pemeliharaan merupakan kegiatan pemeliharaan atau meningkatkan kondisi fisik, mental
dan loyalitas, agar mereka tetap mau bekerja sama sampai pensiun. Pemeliharaan yang
baik dilakukan dengan program kesejahteraan dengan berdasarkan kebutuhan sebagaian
besar pegawai, serta berpedoman kepada internal dan eksternal konsisten.
Berikut adalah hal-hal yang ada pada proses pemeliharaan sumber daya manusia :
16
http://digilib.mercubuana.ac.id/
a. Kompensansi
Merupakan setiap bentuk pembayaran, upah atau imbalan yang diberikan
karyawan yang timbul dari dipekerjakanya karyawan tersebut. Perusahaan
memberikan upah kepada pekerja sebagai imbalan yang telah dinyatakan atau
dinilai dalam bentuk uang.
b. Program kesejahteraan
Untuk menunjang proses kesejahteraan karyawan diluar kompensansi pokok,
perusahaan biasanya mmemberikan insentif lain. Bentuk lain dari program
kesejahteraan biasanya berupa materi. Hanya beberapa hal saja yang tidak berupa
materi.
c. Fasilitas
Fasilitas adalah wahana atau prasarana untuk mempermudah melakukan sesuatu,
dalam sebuah perusahaan, biasannya fasilitas berarti sebuah alat untuk membantu
menyelesaikan sebuah pekerjaan fasilitas juga bisa berupa alat untuk membantu
mengfektifkan dan megefisiensi segala sesuatu yang berhubungan dengan
perusahaan.
d. Pemeliharaan kesehatan
Pemeliharaan kesehatan adalah usaha mempertahankan dana atau meningkatkan
kondisi fisik karyawan, agar mereka teta loyal dan bekerja produktif untuk
menunjang tercapainya tujuan perusahaan. selain itu, pemeliharaan berarti
perusahaan menjamin seluruh biaya kesehatan para karyawan.
e. Motivasi
17
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Motivasi merupakan prilaku yang ditunjukan pada sasaran motivasi berkaitan
dengan tingkat usaha yang dilakukan oleh seseorang dalam mengejar suatu
tujuan. Movasi yang terdapat pada setiap individu pada dasarnya merupakan
realisasi atas konsep dirinya untuk hidup dalam suatu cara yang sesuai dengan
peran yang lebih disukai. Hal ini dilakukan dengan cara mencerminkan
penghargaan seseorang atas kemampuannya. Oleh karena itu, individu senantiasa
mencari apa yang mereka pandang sebagai peran yang cocok bagi dirinya, sambil
berusaha merealisasikan gagasan mengenai dirinya sebagai kebenaran yang nyata.
2.1.4
Manfaat Manajemen Sumber Daya Manusia
Implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) akan dapat memberikan
berbagai manfaat bak kepada organisasi/perusahaan, berikut adalah manfaat MSDM pada
organisasi/perusahaan (Nawawi 2000) :
a. Organisasi atau perusahaan akan memiliki system informasi SDM
b. Organisasi atau perusahaan akan memiliki hasil analisis pekerjaan/jabatan
c. Organisasi atau perusahaan akan memiliki kemampuan dalam menyusun dan
menetapkan perencanaan SDM
d. Organisasi atau perusahaan akan mampu meningkatkan efisiensi dan efektifitas
rekutmen dan seleksi tenaga kerja
e. Organisasi atau perusahaan akan dapat melaksanakan penilaian kerja secara
efektif dan efisien.
f. Organisasi atau perusahaan akan dapat melakukan penilaian kerja secara efisien
dan efektif
18
http://digilib.mercubuana.ac.id/
g. Organisasi atau perusahaan akan dapat menyusun skala upah (gaji) dan mengatur
kegiatan berbagai keuntungan/manfaat dalam mewujudkan system balas jasa bagi
para pekerja.
2.1.5
Tantangan manajemen Sumber Daya Manusia
A. Tantangan Internal
1. Pengurangan Tenaga Kerja
Manajemen Sumber Daya Manusia sering dihadapkan pada keharusan
mengurangi tenaga kerja.
2. Restrukturisasi
Merupakan usaha untuk menyesuaikan organisasi/perusahaan karena
dilakukan perluasan dan sebaliknya juga pengurangan kegiatan bisnisnya.
3. Budaya Organisasi
Budaya perusahaan akan mewarnai dan menghasilkan perilaku atau
kegiatan berbisnis secara operasional. Yang tanpa disadari akan menjadi
kekuatan yang mampu atau tidak mampu menjamin kelangsungan
eksitensis organisasi/perusahaan.
4. Teknologi
Tantangan teknologi tidak sekedar menyangkut pembiayaan, karena bagi
Manajemen Sumber Daya MAnusia hubungannya terkait pada keharusan
menyediakan tenga kerja yang termpil menggunakannya, baik dari luar
maupun
melalui
pengembangan
organisasi/perusahaan.
19
http://digilib.mercubuana.ac.id/
tenaga
kerja
didalam
5. Serikat pekerja
Organisasi/perusahaan minimum harus berusaha agar serikat pekerja tidak
menjadi penghambat proses produksi, dengan tidak menempatkannya
sebagai lawan.
B. Tantangan Eksternal
1.
Keragaman Tenaga Kerja
Perusahaan harus siap dan mampu dalam mengantisipasi kergaman tenaga kerja
dalam rangka globalisasi, karena kergaman akan meluas dengan masuknya
inventor asing yang berarti juga dengan masuknya tenaga kerja asing dari
berbagai etnis dan bangsa.
2.
Globalisasi
Perusahaan harus mampu mengantisipasi dengan berusaha untuk memiliki SDM
yang mampu mengatasi pengaruh perkembangan bisnis internasional.
3.
Regulasi Pemerintah
Perusahaan harus memiliki Sumber daya Manusia yang mampu membuat
keputusan dan kebiajakan dan bahkan melakukan operasional bisnis, sesuai
dengan paeraturan perundang-undangan yang berlaku dari pemerintah. Untuk itu
diperlukan SDM yang memiliki kemampuan mengarahkan agar perusahaan
terhindar dari situasi konflik, keresahan dan komplen dari para pekerja dengan
atau tanpa keterlibatan serikat kerja
4.
Perkembangan Pekerja
Semakin banyak pasangan suami istri yang bekerja, akan berdampak pada
kesulitan bertanggung jawab secara optimal. Hal ini dikarenakan oleh sebagian
20
http://digilib.mercubuana.ac.id/
waktunya digunakan untuk melaksanakan tanggung jawabnya dilingkungan
keluarga.
5.
Kekurangan Tenaga Terampil
Kebutuhan akan tenaga kerja yang terampil akan semakin banyak dibutuhkan, baim
untuk pekerjaan teknis maupun untuk pekerjaan manajerial, yang tidak mudah
mendapatkan yang kompetitif diantara yang tersedia di pasar tenaga kerja.
2.1.6
Peran Manajemen Sumber Daya Manusia
Peran sumber daya manusia (SDM) dalam menentukan keberhasilan perusahaan
tidak dapat diabaikan begitu saja. Menurut Pfeffer (1994), berargumentasi bahwa sumber
daya manusia merupakan sumber yang mampu menghadapi berbagai tantangan.
Di lain pihak, sumber daya manusia dapat tetap bertahan karena mereka memiliki
kompetensi maanajerial, yaitu kemampuan untuk merumuskan visi dan strategi
perusahaan serta kemampuan untuk memperoleh dan mengarahkan sumber daya-sumber
daya lain dalam rangka mewujudkan visi dan menerapkan strategi perusahaan.
Dalam rangka operasional, kompetensi tersebut membuat sumber daya manusia
mampu menggali potensi sumber daya-sumber daya lain yang dimiliki perusahaan,
mampu mengefektifkan dan mengefisienkan proses produksi dalam perusahaan serta
mampu menghasilkan produk yang memuaskan kebutuhan konsumen. Pada akhirnya
memberikan nilai tambah bagi perusahaan dalam bentuk keuntungan daya saing.
21
http://digilib.mercubuana.ac.id/
2.2 Manajemen kinerja
2.2.1 Pengertian Manajemen Kinerja
Bacal (1999:4) memandang Manajemen kinerja sebagai proses komunikasi yang
dilakukan secara terus menerus dalam kemitraan antara karyawan dengan atasan
langsungnya. Proses komunikasi ini meliputi kegiatan membangun harapan yang jelas
serta pemahaman mengenai pekerjaan yang dilakukan.
Costello (1994:3) menyatakan bahwa Manajemen kinerjamerupakan dasar dan
kekuatan pendorong yang berada dibelakang semua keputusan organisasi, usaha kerja,
dan alokasi sumber daya.
Kinerja adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan
tersebut.
Kinerja
adalah tentang apa
yang dikerjakan dan
bagaimana
cara
mengerjakannya. Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat
denag tujuan strategis organisasi, kepuasan konsumen dan memberikan kontribusi
ekonomi (Amstrong dan Baron, 1998:15)
2.2.2 Tujuan Manajemen Kinerja
Manajemen kinerja dalam praktiknya memiliki berbagai tujuan yang dapat
membantu keefektifan dan keefisiensinan kerja. Adapun tujuan dari manajemen
kinerja tersebut menurut Noe dkk (1999) ada tiga tujuan manajemen kinerja,
diantaranya :
22
http://digilib.mercubuana.ac.id/
1. Tujuan Strategik
Manajemen kinerja harus mengaitkan kegiatan pegawai dengan tujuan organisasi.
Pelaksanaan strategi tersebut perlu mendefinisikan hasil yang akan dicapai,
prilaku, karakteristik pegawai yang dibutuhkan untuk melaksanakan strategi,
mengembangkan pengukuran dan system umpan balik terhadap kinerja pegawai.
2. Tujuan Administratif
Kebanyakan organisasi menggunakan informasi Manajemen kinerja khususnya
evaluasi kinerja ntuk kepentingan keputusan Administratif, seperti : penggajian,
promosi, pemberhentian, pegawai dll.
3. Tujuan Pengembangan
Manajemen kinerja bertujuan mengembangkan kapasitas pegawai yang berhasil
dibidang kerjanya.
2.2.3
Prinsip Dasar Manajemen Kinerja
Manajemen kinerja bekerja atas prinsip dasar yang dapat dijadikan acuan bersama
agar dapat mencapai hasil yang diharapkan. Prinsip dasar manajemen kinerja menjadi
pondasi yang kuat bagi kinerja organisasi untuk mencapai tujuan.
1. Kejujuran
Kejujuran menampakan diri dalam komunikasi umpan baik yang jujur diantara
manajer, pekerja, dan rekan kerja. Kejujuran termasuk dalam mengepresikan
pendapat, menyampaikan fakta, memberikan pertimbangan dan perasaan.
23
http://digilib.mercubuana.ac.id/
2. Pelayanan
Setiap aspek dalam proses kinerja harus memberikan pelayanan kepada setiap
stakeholder yaitu : pekerja, manajer, pemilik, dan pelanggan. Dalam proses
manajemen kinerja, umpan balik dan pengukuran harus membantu pekerja dan
perencanaan kinerja. Prinsip pelayanan merupakan tanda yang paling kuat untuk
pengukuran, perencanaan, dan coaching pekerja.
3. Tanggung jawab
Tanggung jawab merupakan prinsip dasar di belakang pengembangan kinerja.
Dengan memahami dan menerima tanggung jawab atas apa yang mereka kerjakan
dan tidak kerjakan untuk mencapai tujuan mereka, pekerja belajar tentang apa yang
perlu mereka perbaiki.
4. Bermain
Manajemen kinerja menggunakan prinsip bahwa bekerja sama dengan bermain.
Dengan prinsip bermain. Dalam manajemen kinerja orang mendapatkan kepuasan
dari apa yang mereka kerjakan. Apabila tidak menerapkan prinsip bermain bekerja
akan menjadi beban.
5. Rasa kasihan
Rasa kasihan merupakan prinsip bahwa manajer memaham dan empati terhadap
oraang lain. Rasa kasihan seorang manajer akan melupakan kesalahan dibelakang
mereka dan mulai dengan sesuatu yang baru. Dengan rasa kasihan mendapatkan
percaya diri dan dorongan suatu elemen kunci pengembangan kinerja.
24
http://digilib.mercubuana.ac.id/
6. Perumusan Tujuan
Manajemen kinerja dimulai dengan melakukan perumusan dan mengklarifikasi
terlebih dahulu tujuan yang hendak dicapai organisasi. Hal tersebut perlu dilakukan
agar tujuan semua tingkatan manajemen yang lebih rendah memberikan kontribusi
pada pencapaian tujuan struktur diatasnya secara berjenjang.
7. Consensus dan kerja sama
Manajemen kinerja mengandalkan pada consensus dan kerja sama antara atasan dan
bawahan dari pada menekankan control dan melakukan paksaan. Apabila bawahan
melakukan pekerjaan karena terpaksa, sebenarnya mereka tidak member dukungan
pada atasan. Apabila pekerjaan dilakukan atas dasar kesepakatan bersama, pekerja
akan menjadi lebih bertanggung jawab.
8. Berkelanjutan
Manajemen kinerja merupakan suatu proses yang sifatnya berlangsung secara terus
menerus, berkelanjutan, bersifat evolusioner, dimana kinerja secara bertahap selalu
diperbaiki menjadi semakin baik.
9. Komuniksi Dua Arah
Manajemen kinerja memerlukan gaya Manajemen yang bersifat terbuka dan jujur
untuk mendorong terjadinnya komunikasi dua arah antara atasan dengan bawahan.
komunikasi dua arah menunjukan adanya sikap keterbukaan dan saling pengertian
antara dua pihak.
25
http://digilib.mercubuana.ac.id/
10. Umpan Balik
Pelaksanaan Manajemen kinerja memerlukan Umpan Balik terus-menerus. Umpan
Balik memungkinkan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dan pekerjaan
oleh individu dipergunakan untuk memodifikasi tujuan organisasi.
2.2.4
Kriteria keberhasilan manajemen kinerja
Manajemen kinerja mempunyai pernan penting untuk mencapai tujuan organisasi,
namun pelaksanaanya tidak mudah. Sebagian organisasi sukses menjalakannya dan tidak
sedikit yang mengalami kegagalan. Manajemen kinerja dapat dinyatakan berhasil
apabilaa memenuhi criteria sebagai berikut.
1. Proses manajemen kinerja telah memungkinkan pengalaman dan pengetahuan yang
diperoleh individu dari pekerjaan dapat dipergunakan untuk memodifikasi tujuan
organisasi.
2. Terdapat komitmen dan dukungan dari manajemen puncak untuk menjalankan
manajemen kinerha. Manajemen kinerja akan sulit terlaksana tanpa dukungan dan
komitmen manajemen puncak
3. Proses penyelenggaraan manajemen kinerja dapat disesuaikan dengan pekerjaan
sebenarnya dari organisasi dan bagaimana kinerja pada umumnya dikelola.
4. Manajemen kinerja dapat memberi nilai tambah dalam bentuk hasil jangka pendek
maupun pengembangan jangka panjang
5. Proses manajememn kinerja diintegrasikan dengan proses perencanaan stategis dan
bisnis. Dengan demikian, manajemen kinerja tidak menambah pekerjaan baru, tetapi
bersifat memperbaiki apa yang telah dikerjakan
26
http://digilib.mercubuana.ac.id/
6. Proses manajemen kinerja siap diterima oleh semua yang berkepentingan sebagai
komponen alamiah manajemen yang baik dan praktik pekerjaan.
7. Focus manajemen kinerja pada pengembangan orang dan mempertimbangkan tentang
dukungan yang mereka perlukan. Terdapat kerangka kerja kompetensi terutama untuk
organisasi dengan keterlibatan penuh semua yang berkepentingan. Training
keterampilan manajemen kinerja diberikan pada manajer, team leader dan pekerjaan
pada umumnya.
8. Tujuan dan pelaksanaan manajemen kinerja dan tentang manfaatnya bagi semua yang
berkepentingan, dikomunikasikan secara secara meluas dan efektif. Efektifitas
manajemen kinerja dimonitor dan dievaluasi terus-menerus.
2.2.5
Tantangan manajemen kinerja
Tantangan manajemen kinerja adalah terdapatnya kecenderungan dihindari baik oleh
pemimpinnya maupun karyawan. Mereka mempunyai alasannya sendiri.
1. Manajer
Para manajer pada umumnya khawatir akan meningkatkannya beban administrasi
berkaitan dengan pelaksanaan manajemen kinerja. Manajemen kinerja merupakan
suatu system sehingga terdapat jaringan komunikasi informasi yang padat,
diantara unit-unti kerja dalam organisasi. Hal tersebut sering kali dirasakan
sebagai
beban
tambahan.
Dengan
demikian,
keberhasilan
menjalankan
manajemen kinerja memerlukan persiapan sosialisasi dan komunikasi secara
intensif antara manajer dan pekerja.
27
http://digilib.mercubuana.ac.id/
2. Karyawan
Karyawan dapat bersikap resisten terhadap manajemen kinerja karena tidak
memahami untuk apa menjalankan manajemen kinerja. Dengan demikian akan
memandang manajemen kinerja sebagai sesuatu yang tidak berguna.
Langkah yang harus dijelaskan pemimpin adalah menjelaskan arti pentingnya
manajemen kinerja. Bahkan akan menjadi lebih lebih baik lagi apabila mereka
dilibatkan dalam persiapan merencanakan manajemen kinerja.
28
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Download