terminologi jasa dan aplikasinya pada perbankan

advertisement
73
TERMINOLOGI JASA
DAN APLIKASINYA
PADA PERBANKAN SYARIAH
Nursyamsu*
Abstract
In study economics, service is prominent, and is a major
topic that may not be neglect by anyone. Particularly
when associated with the compliance and satisfaction
of economic performers. In this case if associated with
services, there is always the question arises that what
should be produced or treated, how to produce services and
for whom the services were performed. Services at growth
has become an integral activity of all kinds of economic
activity. Even in all areas definitely need a services. As
a bank, Islamic bank in its development is a financial
institution that is engaged in services. Because the practice
of Islamic banking is not just a social institution, but much
more than that of Islamic banks is also a financial institution
oriented service business, which is where banking services
on fund raising customer services, as waiters payment
traffic uangmelakukan activities activities such as money
transfer, collection, traveler’s checks, credit cards and other
services. Then as a distributor of public funds, to borrowers,
while for the Islamic bank, it is a collector and distributor
social funds run by Islamic principles, for people necessity.
Then in this case we need to examine how the concept of
such services and how its application in Islamic banks.
Keywords: service, bank, transfer
74
1.
Bilancia, Vol. 9, No. 1, Januari-Juni 2015
Pendahuluan
Dalam pembahasan ilmu ekonomi, jasa merupakan hal yang
terpenting, dan merupakan sebuah topik utama yang tidak mungkin
diabaikan oleh siapapun. Terutama ketika dihubungkan dengan
pemenuhan dan kepuasan para pelaku ekonomi. Dalam hal ini jika
dihubungkan dengan jasa, selalu muncul pertanyaan bahwa apa yang
yang harus diproduksi atau dikerjakan, bagaimana memproduksi jasa
dan untuk siapa jasa itu dilakukan. Jasa pada perkebangannya telah
menjadi sebuah aktivitas yang tak terpisahkan dari segala macam
aktivitas perekonomian. Bahkan dalam segala bidang pasti membutuhkan apa yang disebut jasa.
Sebagai sebuah bank, bank syariah dalam perkembangannya
adalah merupakan sebuah lembaga keuangan yang bergerak dibidang
jasa. Karena pada praktiknya perbankan syariah tidak hanya menjadi
sebuah lembaga sosial, tetapi jauh lebih dari itu bank syariah adalah
juga sebuah lembaga keuangan yang berorientasi pada bisnis jasa,yakni
jasa keuangan.yang mana perbankan bergerak pada jasa penghimpunan
dana nasabah, sebagai pelayan lalu-lintas pembayaran uangmelakukan
berbagai aktivitas kegiatan antara lain pengiriman uang, inkaso, cek
wisata, kartu kredit dan pelayanan lainnya. Kemudian sebagai penyalur
dana masyarakat, kepada nasabah peminjam, adapun pada bank syariah
sebagai penghimpun dan penyalur dana-dana sosial yang dijalankan
dengan prinsip syariah, bagi masyarakat yang membutuhkan.
Maka dalam hal ini kita perlu mengkaji bagaimana konsep
jasa tersebut dan bagaimana aplikasinya pada bank syariah. Jenis
pembahasan pada makalah ini adalah analisis eksploratif, yang mana
menelusuri berbagai macam definisi-definisi dari berbagai literatur,
kemudian dia analisa.
2.
Pembahasan
Jasa sangat mendominasi kehidupan masyarakat dalam kaitannya
dengan aktivitas ekonomi, yang meliputi sektor pertambangan, sektor
Bilancia, Vol. 9, No. 1, Januari-Juni 2015
75
industri, sektor pertanian, termasuk kehutanan dan peternakan.
Perkembangan sektor jasa seiring dengan perkembangan sektor-sektor
lainnya. perkembangan di sektor industri manufaktur, menyebabkan
dibutuhkannya kegiatan-kegiatan disektor jasa, baik di tingkat hulu
maupun di tingkat hilir. Adapun kemudian kehadiran bidang jasa,
sangat mempengaruhi berbagai aktivitas dibidang lainnya. Dan sektor
jasa sangat menunjang sektor-sektor lainnya.
Keragaman akan jasa pada konteks tradisional menjadi sulit
untuk didefinisikan. Yang lebih menyulitkan lagi adalah kenyataan
bahwa cara menciptakan dan mengirimkan jasa kepada pelanggan
sering sulit dipahami, karena banyak masukan dan keluaran yang tidak
nyata. Terlebih lagi kebanyakan orang tidak terlalu sulit tetapi sebagian
besar sulit mendifinisikan jasa.1 Berikut ini ada dua pendekatan yang
menangkap esensinya:
Jasa adalah tindakan atau kinerja yang ditawarkan suatu pihak
kepada pihak lainnya. Walaupun prosesnya mungkin terkait dengan
produk fisik, kinerjanya pada dasarnya tidak nyata dan biasanya tidak
menghasilakn kepemilikan atas factor-faktor produksi.
Jasa adalah kegiatan ekonomi yang menciptakan dan memberikan
manfaat bagi pelanggan pada waktu dan tempat tertentu, sebagai hasil
dari tindakan mewujudkan perubahan yang diinginkan dalam diri atau
atas nama penerima jasa tersebut.
a.
Pengertian Jasa
Dalam pengertiannya jasa secara bahasa adalah kebaikan,
pelayanan. 2 Jasa adalah merupakan bagian utama dari sektorsektor ekonomi dan memiliki kedudukan penting dalam aktivitas
perekonomian.
1 Chiristoper H. Lovelock dan Lauren K. Wright, terj. Agus Widyantoro,
Manajemen Pemasaran Jasa, judul asli Prinsiples of Service marketing and
Management (Cet.I; Jakarta: PT. Macanan Jaya Cemerlang, 2007), h. 5.
2 Peter Salim, The Contemporary Indonesian-English Dictionary (Edisi: I;
Jakarta: Modern English Press) h. 512.
76
Bilancia, Vol. 9, No. 1, Januari-Juni 2015
Menurut ahli-ahli ekonomi diantaranya adalah Philip Kotler
jasa adalah tindakan yang baik dan berguna bagi orang, kelompok
masyarakat, bangsa dan negara; pertolongan yang sangat berguna.
Aktivitas, kemudahan, manfaat dsb yang dapat dijual kepada konsumen.
3
lebih lanjut lagi menurut Kotler jasa adalah setiap tindakan atau
kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak lain, yang pada
dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun.
Produksinya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan pada satu produk
fisik.4
Menurut Asosiasi Pedagang Amrerika (AMA) jasa adalah suatu
kegiatan dilakukan oleh penjual kepada pembeli melalui hal-hal yang
diberikan kepadanya atau berhubungan dengan barang yang dijual,
termasuk mencapai kepuasan5 menurut Johnston Kombinasi hasil dan
pengalaman dikirimkan dan diterima oleh pelanggan.6 Menurut Gronross
Jasa adalah kegiatan atau serangkaian kegiatan alami yang kurang
lebih tidak berwujud seperti biasa, dan tidak harus ada interaksi antara
pelanggan dan layanan karyawan atau sistem penyedia layanan, yang
menyediakan jasa sebagai solusi untuk masalah kebutuhan pelanggan.7
Sedangkan menurut Van Looy yaitu semua kegiatan ekonomi yang
tidak berwujud dan menyiratkan interaksi untuk diwujudkan antara
penyedia layanan dan konsumen8
3 Philip Kotler, Manajemen Pemasaran Analisis, Perencanaan, Implementasi,
dan Kontrol, judul asli Marketing Management, (terj) Hendra Teguh dan Ronny A.
Rusli (Cet: IX; Jakarta: PT Ikrar Mandiriabadi, 1998), h. 83.
4 Ibid.
5 Isa Abduw, Taswiqu Khidmât Al-Maá¹£arafiyah fî al-Bunuk Al-Islamiyah,
Bahsu ‘Ilmi, Dirasatu Halah, (Al-Jazairiyyah: Jâmi’atu al-Haj al-Khudri, Kulliyatu
‘Ulum Al-Iqtishadiyah wa ‘Ulum al-Taisir, Qismu ‘Ulum at-Tijariyyah, 2008-2009),
h.
6 Robert Johnston dan Graham Clark, Service Operation Management (t.tp:
t.p., 2005), h. 56.
7 Gronroos C, Strategic Management and Marketing in the Service Sector,
(Cambridge1983),h. 58
8 Van Looy B., et. al. Services Management: An Integrated Approach.
Financial Times Management 2. Ishiyama, K.: TOSHIBA Management Innovation
Bilancia, Vol. 9, No. 1, Januari-Juni 2015
77
Dalam Undang-undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1999
tentang perlindungan konsumen, dirumuskan bahwa jasa adalah setiap
layanan yang berbentuk pekerjaan atau prestasi yang disediakan bagi
masyarakat untuk dimanfaatkan oleh konsumen.9 Dengan demikian
maka jasa merupakan layanan seseorang/instansi terhadap barang atau
sesuatu yang akan memenuhi kebutuhan manusia individu maupun
kolektif.
b.
Karakteristik jasa
Jasa memiliki empat (4) karakteristik yang harus selalu
dipertimbangkan dalam perancangan program pemasaran, yaitu:
1)
Intangibility (tidak berwujud)
Jasa itu dikatakan intangibility, karena tidak berwujud dalam arti
tidak bisa dilihat dan tidak bisa dicicipi.
2)
Insebarability (tidak dapat dipisahkan)
Jasa adalah insaprable mengingat tidak dapat dipisahkan dari
pemberi jasa maupun konsumennya.
3)
Variability (keragaman)
Jasa disebut variability, karena berkaitan dengan sifat-sifat jasa
itu sendiri yang beragam disebabkan tergantung pada siapa yang
menyediakan, kapan waktunya, dan dimana tempatnya.
4)
Perishability (tidak tahan lama)
Jasa bersifat perishability karena tidak dapat disimpan10
c.
Jasa dalam aplikasinya pada Perbankan Syariah.
Jasa bank adalah semua aktivitas bank, baik yang secara langsung
maupun tidak langsung yang berkaitan dengan tugas dan fungsi
Deployment (in Japanese). Journal of the Japanese Society for Quality Control
(1998), h. 25
9 Republik Indonesia, “Undang-undang RI Nomor Tahun 1999 Tentang
Perlindungan Konsumen”, Pasal 1 ayat 5.
10 Muhammad Amin Suma, Menggali Akar (Cet. I; Tangerang: Kholam
Publishing, 2008), h. 172.
78
Bilancia, Vol. 9, No. 1, Januari-Juni 2015
bank sebagai lembaga intermediary. Lembaga yang memperlancar
pembauran transaksi perdagangan, sebagai lembaga yang memperlancar
peredaran uang serta yang memberikan jaminan kepada nasabahnya.
Baik memberikan keuntungan secara langsung bagi bank dalam bentuk
financial dan nonfinansial. Jadi dalam hal ini semua jasa yang dilayani
oleh bank, baik jasa dalam negeri maupun jasa luar negeri, baik diminta
maupun yang tidak diminta oleh nasabah.11
Selanjutnya pada lembaga keuangan Islam yang ada di Indonesia,
dalam pelaksanaannya, tidak hanya bergerak pada bidang sosial saja,
akan tetapi juga bergerak pada bidang jasa layanan seperti transfer,
inkasi, kliring, bank garansi, letter of credit, pembayaran gaji, pembayaran telepon, dan sebagainya. Dalam menjalankan fungsi jasa pada
perbankan ini yang harus diperhatikan adalah prinsip yang digunakan.
menurut Wiroso prinsip-prinsip syariah yang berkaitan dengan jasa
perbankan antara lain adalah wakalah, kafalah, sharf, hawalah, dan
rahn.serta qardh12 Aplikasi jasa perbankan syariah
1)
Al-Wakalah (Jasa perwakilan)
a)
Pengertian wakalah
Wakalah atau wikalah berarti penyerahan, pendelegasian, atau
pemberian mandate. Dalam bahasa arab, hal ini dapat dipahami
sebagai at tafwidh. Namun yang dimaksud pada pembahasan
ini adalah pelimpahan kekuasaan oleh seseorang kepada yang
lain dalam hal-hal yang diwakilkan.13 Wakalah merupakan salah
satu perjanjian yang memberikan kuasa orang yang mewakili
kepada wakil untuk menjalankan suatu kerja bagi pihak yang
diwakili itu.14
11 Veithzal Rivai dan Arviyan Arifin, Islamic Bank Sebuah Teori, Konsep, dan
Aplikasi (Cet. I; Jakarta:Bumi Aksara, 2010), h. 828.
12 Wiroso, Produk Perbankan Syariah (Cet. I; Jakarta: LPFE Usakti, 2009),
h. 341.
13 Muhammad Syafi’I Antonio, Bank Syariah Suatu Pengenalan Umum (Cet.
I; Jakarta: Tazkia Institute), h. 173.
14 Wiroso, Produk Perbankan Syariah, h. 342.
Bilancia, Vol. 9, No. 1, Januari-Juni 2015
79
Sedangkan wakalah dalam pengertian syara’ menurut mazhab
Hanafi adalah: suatu ungkapan atau peryataan seseorang ketika
menempatkan orang lain pada posisinya dalam tindakan, sifatnya
jaiz serta maklum. Sedang menurut para pengikut mazhab
Syafi’i, wakalah adalah pelimpahan seseorang atas apa yang
ia bisa lakukan dan ia bisa gantikan oleh orang lain untuk bisa
dilaksanakan pada saat ia masih hidup.
b)
c)
Jenis wakalah15
(1)
Wakalah mutlahaqah, yaitu wakalah yang tidak terikat
dengan syarat tertentu (selain dari syariat Islam), tidak
terbatas waktu, dan tidak terikat dengan keadaan tertentu.
(2)
Wakalah muqayyadah, yaitu wakalah yang terikat dengan
syarat tertentu, atau terbatas waktu, atau terikat dengan
syarat tertentu.
Aplikasi wakalah dalam Bank Syariah
Wakalah dalam aplikasi perbankan terjadi apabila nasabah
memberikan kuasa kepada bank untuk mewakili dirinya
melakukan pekerjaan atas jasa tertentu, seperti pembukaan
letter of credit, inkaso dan mentransfer uang. Bank dan nasabah
yang dicantumkan dalam akad pemberian kuasa harus cakap
hukum. Khusus untuk pembukaan letter of credit apabila nasabah
tidak cukup, maka penyelesaian letter of credit dapat dilakukan
dengan pembiyaan mudharabah, murabahah, atau musyrakah.
Setiap tugas, wewenang dan tanggung jawab bank harus jelas
sesuai kehendak nasabah, setiap tugas yang dilakukan harus
mengatasnamakan nasabah dan harus mampu dilaksanakan
oleh bank. Dari hal tersebut bank memperoleh fee berdasarkan
kesepakatan bersama. Dan akad ini berkakhir setelah tugas
dilaksanakan dan disetujui bersama antara bank dan nasabah.16
15 Ibid., h. 345.
16 Ibid., h. 346.
80
Bilancia, Vol. 9, No. 1, Januari-Juni 2015
2)
Kafalah (Jasa Penjaminan)
a)
Pengertian Kafalah
Al-Kafalah merupakan jaminan yang diberikan oleh penanggung
(kafil) kepada pihak ketiga untuk memenuhi kewajiban pihak
kedua atau yang ditanggung. Dalam pengertian lain, kafalah juga
berarti mengalihkan tanggung jawab seseorang yang dijamin
dengan berpegang pada tanggung jawab orang lain sebagai
penjamin.
b)
c)
Jenis kafalah17
(1)
Kafalah bi al-nafis, merupakan akad memberikan jaminan
atas diri (personal guarantee).
(2)
Kafalah bi al-mâl, merupakan jaminan pembayaran barang
atau pelunasan uang.
(3)
Kafalah bi al-taslim, merupakan jenis kafalah yang
dilakukan untuk menjamin pengembalian atas barang yang
disewa, pada waktu masa sewa berakhir.
(4)
Kafalah al-munjazah, yaitu adalah jaminan mutlak yang
tidak dibatasi oleh jangka dan untuk kepentingan/tujuan
tertentu. Salah satu bentuknya adalah performance bonds
(jaminan prestasi).
(5)
Kafalah al-muallaqah, merupakan penyederhanaan dari
kafalah ala munjazah, baik oleh industri perbankan maupun
asuransi.
Aplikasi Kafalah dalam Perbankan
Garansi bank dapat diberikan dengan tujuan untuk menjamin
pembayaran suatu kewajiban pembayaran. Bank dapat
mempersyaratkan nasabah untuk menempatkan sejumlah dana
untuk fasilitas ini, dan bank mendapatkan imbalan atas jasa yang
diberikan.18
17 Ibid., h. 178-179.
18 Ibid., h. 353.
Bilancia, Vol. 9, No. 1, Januari-Juni 2015
81
3)
Al Hawalah (Jasa Transfer, Pengalihan Hak, dan Tanggung
Jawab)
a)
Pengertian al-Hawalah
Al-Hawalah adalah pengalihan hutang dari orang yang berhutang
kepada orang lain yang wajib menanggungnya. Dalam istilah
para ulama, hal ini merupakan pemindahan beban utang dari
muhil (orang yang berhutang) menjadi tanggungan muhal’alaihi
atau orang yang berkewajiban membayar hutang.19
b)
c)
Jenis al-Hawalah20
(1)
Hawalah Mutlaqah yaitu pemindahan utang kepada
seseorang dan tidak mengaitkan dengan utang yang ada
pada orang itu.
(2)
Hawalah Muqayyadah yaitu menindahkan dan mengaitkan
dengan piutang yang ada padanya.
Aplikasi al-Hawalah dalam perbankan21
(1)
Factoring atau anjak piutang, dimana para nasabah yang
memiliki piutang kepada pihak ketiga menindahkan piutang
itu kepada bank, bank lalu membayar piutang tersebut dan
bank menagihnya dari pihak ketiga itu.
(2)
Post dated check, dimana bank bertindak sebagai juru tagih,
tanpa membayarkan dulu piutang tersebut.
(3)
Bill discounting. Secara prinsip, bill discounting serupa
dengan hawalah. Hanya, dalam bill discounting, nasabah
harus membayar fee, sementara pembahasan fee tidak
didapati dalam kontrak hawalah.
19 Muhammad Syafi’i Antonio, Bank Syariah Suatu Pengenalan Umum, h.
179.
20 Wiroso, Produk Perbankan Syariah, h. 362.
21 Muhammad Syafi’i Antonio, Bank Syariah Suatu Pengenalan Umum, h.
181.
82
Bilancia, Vol. 9, No. 1, Januari-Juni 2015
4)
Ar-Rahn (Jasa Pengadaian)
a)
Pengetian Gadai
Ar-Rahn adalah menahan salah satu harta milik si peminjam
sebagai jaminan atas pinjaman yang diterimanya. Barang yang
ditahan tersebut memiliki nilai ekonomis. Dengan demikian,
pihak yang menahan memperoleh jaminan untuk dapat mengambil
kembali seluruh atau sebagian piutangnya. Secara sederhana
dapat dijelaskan bahwa rahn adalah semacam jaminan hutang
atau gadai.22
b)
Aplikasi Gadai dalam Perbankan23
Kontrak rahn dipakai dalam perbankan dalam dua hal, yaitu:
(1)
Sebagai produk pelengkap, rahn dipakai sebagai produk
pelengkap, artinya sebagai akad tambahan (jaminan/
collateral) terhadap produk lain seperti dalam pembiayaan
bai’al Murabahah. Bank dapat menahan barang nasabah
sebagai konsekwensi akad tersebut.
(2)
Sebagai produk tersendiri, di beberapa Negara Islam
termasuk diantaranya adalah Malaysia, akad rahn telah
dipakai sebagai alternatif dari penggadaian konvensional.
Bedanya dengan panggadaian biasa, dalam rahn nasabah
tidak dikenakan bunga, yang dipungut dari nasabah adalah
biaya penitipan, pemeliharaan, penjagaan, serta penaksiran.
5)
Sharf (Jasa dalam Jual Beli Mata Uang)
a)
Pengertian Sharf
As-sharf adalah jual beli mata uang. Asalnya mata uang hanya
emas dan perak, uang emas disebut dinar dan uang perak disebut
dirham. Mata uang dari kedua jenis itu disebut mata uang
interistik. Zaman sekarang ini mata uang juga sudah ada yang
22 Ibid., h. 182.
23 Ibid., h. 183-184.
Bilancia, Vol. 9, No. 1, Januari-Juni 2015
83
terbuat dari nikel, tambaga, dan kertas yang dibeli nilai tertentu.
Mata uang ini disebut mata uang menurut nominal.24
6)
Al-Qardh (Jasa Pinjaman Kebajikan dan Lunak)25
a)
Pengertian Al-Qardh
Al-Qardh adalah pemberian harta kepada orang lain yang dapat
ditagih atau diminta kembali atau dengan kata lain meminjamkan
tanpa mengharap imbalan. Dalam literature Fiqh Klasik, qardh
diaktegorikan dalam ‘aqd tathawwui atau akad saling bantumembantu dan bukan transaksi komersial.
b)
Aplikasi dalam Perbankan
(1)
Sebagai produk pelengkap kepada nasabah yang telah
terbukti loyalitas dan bonafiditasnya yang membutuhkan
dana talangan segera untuk masa yang relatif pendek.
Nasabah tersebut akan mengembalikan secepatnya
sejumlah uang yang dipinjamnya itu.
(2)
Sebagai fasilitas nasabah yang memerlukan dana cepat
sedangkan ia tidak bisa menarik dananya karena, misalnya
tersimpan dalam bentuk deposito.
(3)
Sebagai produk untuk menyumbang usaha yang sangat
kecil atau untuk membantu sektor sosial guna pemenuhan
skema khusus ini telah dikenal suatu produk khusus yaitu
al-qardh al-hasan.
DAFTAR PUSTAKA
‘Arabi, Ibnu. Ahkaamu Al-Qur’an li ‘Ibni ‘Arabi. Dar El Kutub Al‘Ilmiyah.
24 Wiroso, Produk Perbankan Syariah, h. 355.
25 Muhammad Syafi’i Antonio, Bank Syariah Suatu Pengenalan Umum, h.
185-187.
84
Bilancia, Vol. 9, No. 1, Januari-Juni 2015
Abduw, Isa, Taswiqu Khidmaat Al-Masharafiyah fil al Bunuk AlIslamiyah; Bahsu ‘Ilmi, Dirasatu Halah, (al-jazairiyyah:
Jaami’atu al-Haj al-Khudri, kulliyatu ‘Ulum Al-Iqtishadiyah wa
‘Ulum at-Taisir, Qismu ‘Ulum at-Tijariyyah, 2008-2009).
Al-Jammal, Muhamamad ‘Abdul Mun’im, Mausu’at Al-lqtishad AlIslamiyah. Qahirah: Daru Al-Kitab Al-Misri, t.th.
An-Nabhani, Taqiyuddin. Membangun Sistem Ekonomi Alternatif;
Perspektif Islam, terj. Moch. Magfur Wahid. Surabaya: Risalah
Gusti, 1990.
Antonio, Muhammad Syafi’i. Bank Syariah Suatu Pengenalan Umum.
Cet. I; Jakarta: Tazkia Institute, t.th.
Fiyad, ‘Atiyah As-Sayyid. Waqf Al-Manafi’ fi Al-Fiqh Al-Islami; Bahtsu
Muaqaddim Ila Al-Mu’tamari Al-Tsani Lil Auqaf, 1427 H.
Gronroos, C. Strategic Management and Marketing in the Service Sector,
Cambridge: t.p., 1983.
Johnston, Robert dan Clark, Graham. Service Operation Management.
T.tp: tp, 2005.
Karim, A. Adiwarman. Ekonomi Mikro Islam. Cet. III; Jakarta: Rajawali
Press, 2007.
Khan, Muhammad Akram. Glossary of Islamic Economics. London:
Mansell Publishing Limited, 1990.
Kotler, Philip. Manajemen Pemasaran Analisis, Perencanaan,
Implementasi, dan Kontrol, terj. Hendra Teguh dan Ronny
A. Rusli. Marketing Management. Cet. IX; Jakarta: PT Ikrar
Mandiriabadi, 1998.
Looy, Van, B., et. al. Services Management: An Integrated Approach.
Financial Times Management 2. Ishiyama, K.: TOSHIBA
Management Innovation Deployment (in Japanese). Journal of
the Japanese Society for Quality Control (1998).
Mandzur, Ibnu. Lisân al-‘Arab. Beirut: Dar As-Shadir, t,th.
Muhammad. Sistem dan Prosedur Operasional Bank Syariah. Cet. I.;
Yogyakarta: UII Press, 2000.
Bilancia, Vol. 9, No. 1, Januari-Juni 2015
85
Rivai, Veithzal dan Arifin Arviyan. Islamic Bank Sebuah Teori, Konsep,
dan Aplikasi, Cet. I; Jakarta: Bumi Aksara, 2010.
Salim, Peter. The Contemporary Indonesian-English Dictionary. Ed.I;
Jakarta: Modern English Press, t.th.
Sudarsono, Heri. Konsep Ekonomi Islam Suatu Pengantar. Cet. V;
Yogyakarta: Ekonesia, 2007.
Suma, Muhammad Amin. Menggali Akar Mengurai Serat Ekonomi
dan Keungan Islam. Cet. I; Tangerang: Kholam Publishing, 2008.
Wiroso. Produk Perbankan Syariah. Cet. I; Jakarta: LPFE Usakti, 2009.
*Nursyamsu, M.SI adalah Dosen Fakultas Syariah dan Ekonomi
Islam, IAIN Palu.
Download