Penentuan ΔH Reaksi q = m.c. Δt

advertisement
Penentuan ΔH Reaksi
Perubahan entalpi (ΔH) suatu reaksi dapat ditentukan melalui berbagai cara yaitu melalui eksperimen, berdasarkan data perubahan entalpi pembentukan
(ΔHfo), berdasarkan hukum Hess, dan berdasarkan energi ikatan.
1. Penentuan ΔH Melalui Eksperimen
mesin penggerak
indikator
termometer
tabung tertutup
lubang O2
ruang reaksi
kawat halus
Perubahan entalpi reaksi dapat ditentukan
dengan menggunakan suatu alat yang disebut
kalorimeter (alat pengukur kalor). Dalam
kalorimeter, zat yang akan direaksikan
dimasukkan ke dalam tempat reaksi. Tempat ini
dikelilingi oleh air yang telah diketahui
massanya. Kalor reaksi yang dibebaskan
terserap oleh air dan suhu air akan naik.
Perubahan suhu air ini diukur dengan
termometer. Kalorimeter ditempatkan dalam
wadah terisolasi yang berisi air untuk
menghindarkan terlepasnya kalor.
mangkuk
air
Gambar 2.1 Kalorimeter
Sumber: www.yahooimage.com
Berdasarkan hasil penelitian, untuk menaikkan suhu 1 kg air sebesar 1 oC diperlukan kalor sebesar 4,2 kJ atau 1 kkal. Untuk 1 gram air diperlukan kalor
sebesar 4,2 J atau 1 kal. Jumlah kalor ini disebut kalor jenis air dengan lambang c. c = 4,2 J g -1 oC -1 Jumlah kalor yang terserap ke dalam air dihitung dengan
mengalikan 3 faktor
yaitu massa air dalam kalorimeter (gram), perubahan suhu air (ΔC), dan kalor jenis air. Rumusnya ditulis:
q = m.c. Δt
q
m
= kalor yang dibebaskan atau diserap
= massa air (gram)
c
Δt
= kapasitas kalor air (J)
= perubahan suhu (oC)
Contoh Soal 1
Di dalam kalorimeter terdapat zat yang bereaksi secara endoterm. Reaksi tersebut menyebabkan 1 kg air yang terdapat dalam kalorimeter mengalami
penurunan suhu 5 oC. Tentukan kalor reaksi dari reaksi tersebut!
Penyelesaian:
q = m.c. Δt
= 1.000 g. 4,2Jg-1 oC-1. 5oC
= 21.000 J
= 21 kJ
Contoh Soal 2
Sebanyak 50 mL larutan HCl 1 M bersuhu 27 °C dicampur dengan 50 mL larutan NaOH 1 M bersuhu 27 °C dalam suatu kalorimeter plastik ( Air = 1 g cm–3).
Ternyata suhu campuran naik menjadi 35 °C. Jika kalor jenis larutan dianggap sama dengan kalor jenis air yaitu 4,18 J g K , tentukan besarnya perubahan
entalpi (ΔH) untuk reaksi penetralan: HCl(aq) + NaOH(aq) → NaCl(aq) + H2O(l)
Jawab:
• Volume HCl = 50 mL = 50 cm–3
• Volume NaOH = 50 mL = 50 cm–3
• Bila ρair = 1 g cm–3, maka massa HCl = massa jenis × volume = ρ × volume
= 1 g cm–3 × 50 cm–3 = 50 gram
–1
• Bila ρair = 1 g cm–3, maka massa NaOH = massa jenis × volume = ρ × volume
= 1 g cm–3 × 50 cm–3 = 50 gram
• Massa campuran = massa HCl + massa NaOH = 50 g + 50 g = 100 g
• Mol HCl = M × V = 1 × 0,05 = 0,05 mol
• Mol NaOH = M × V = 1 × 0,05 = 0,05 mol
• Kenaikan suhu = Δt = (35 + 273) – (27 + 273) = 8 K
• qlarutan = m · c · Δt = 100 × 4,18 × 8 = 3.344 J
• qreaksi = –qlarutan = –3.344 J
• Persamaan reaksi: HCl(aq) + NaOH(aq) ⎯⎯→ NaCl(aq) + H2O(l)
0,05 mol 0,05 mol
0,05 mol
• qreaksi tersebut untuk 0,05 mol NaCl, sedangkan ΔH penetralan untuk 1 mol NaCl,
maka ΔH =1/0,05 × (–3.344 J) = –66.880 J = –66,88 kJ
• Jadi, persamaan ΔH penetralan untuk reaksi adalah:
HCl(aq) + NaOH(aq) ⎯⎯→ NaCl(aq) + H2O(l) ΔH = –66,88 kJ
–1
2. Penentuan ΔH Berdasarkan ΔHfo
Berdasarkan perubahan entalpi pembentukan standar zat-zat yang ada dalam reaksi, perubahan entalpi reaksi dapat dihitung dengan rumus:
ΔHRo = ΔHfo hasil reaksi – ΔHfo pereaksi , ΔHRo = perubahan entalpi reaksi standar
Contoh Soal
Tentukan ΔH reaksi pembakaran C2H6 jika diketahui:
ΔHfo C2H6 = –84,7 kJ mol–1, ΔHfo CO2 = –393,5 kJ mol–1, ΔHfo H2O = –285,8 kJ mol–1
Penyelesaian:
C2H6(g) + 3,5 O2(g) → 2 CO2(g) + 3 H2O(l)
ΔHRC2H6 = [2.ΔHfo CO2(g) + 3. ΔHfo H2O(l)] – [ ΔHfo C2H6(g) + 3,5 .ΔHfo O2(g)]
= [2.(–393,5) + 3. (–285,8)] – [–84,7 + 0] = –1559,7 kJ
Jadi, ΔH pembakaran C2H6 adalah –1559,7 kJ.
Perubahan entalpi pembentukan beberapa zat dapat dilihat pada Tabel 3.1.
Tabel 3.1 Perubahan entalpi pembentukan beberapa zat (t = 25oC)
Zat
ΔHfo (kJ/mol)
Zat
ΔHfo (kJ/mol)
H2(g)
0
CCl4(g)
–96,0
O2(g)
0
C2H5OH(l)
–277,6
N2(g)
0
SiO2(g)
–910,9
C(s)
0
PbO(s)
–219,0
Fe(s)
0
NH3(g)
–45,9
Si(s)
0
NO2(g)
33,2
H2O(g
–241,8
SO2(g)
–296,8
H2O(l)
–285,8
H2S(g)
–20
CO(g)
–110,5
HF(g)
–273
CO2(g)
–393,5
HCl(g)
–92,3
C2H4(g)
+52,5
AgCl(s)
–127,0
C2H6(g)
–84,7
AgBr(s)
–99,5
C6H6(l)
+49,7
AgI(s)
–62,4
CH3OH(l)
–238,6
NO(g)
90,3
CS2(g)
+177
CH4(g)
–74
3. Penentuan ΔH Berdasarkan Hukum Hess
Perubahan entalpi reaksi kadang-kadang tidak dapat ditentukan secara langsung tetapi harus melalui tahap-tahap reaksi. Misalnya untuk menentukan
perubahan entalpi pembentukan CO2 dapat dilakukan dengan berbagai cara.
Cara 1 C(g) + O2(g)
CO2(g) ΔH = -394 kJ
Cara 2 C dengan O2 bereaksi dulu membentuk CO, tahap berikutnya CO bereaksi dengan O2 menghasilkan CO2.
Perhatikan diagram berikut
ΔH3
C(s) + O2(g)
CO2(g)
ΔH3 = ΔH1 + ΔH2 = –111 kJ + (–283 kJ) = –394 kJ
ΔH1 = –111 kJ
ΔH2 = –283 kJ
CO(g) + 1/2 O2(g)
Cara 3
C(s) + 1/2 O2(g)
CO(g) ΔH = –111 kJ
CO(g) + 1/2 O2(g)
CO2(g) ΔH = –283 kJ
C(s) + O2(g)
CO2(g) ΔH = –394 kJ
Pada cara 1, reaksi berlangsung satu tahap, sedangkan cara 2 dan cara 3 berlangsung dua tahap. Ternyata dengan beberapa cara, perubahan entalpinya sama
yaitu –394 kJ.
Seorang ilmuwan, German Hess, telah melakukan beberapa penelitian perubahan entalpi ini dan hasilnya adalah bahwa perubahan entalpi reaksi dari suatu
reaksi tidak bergantung pada jalannya reaksi, apakah reaksi tersebut
berlangsung satu tahap atau beberapa tahap. Penemuan ini dikenal dengan Hukum Hess yang berbunyi:
“Perubahan entalpi hanya bergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir reaksi.”
Berdasarkan penelitian Hess ini, perubahan entalpi suatu reaksi yang tidak dapat ditentukan dengan kalorimeter dapat ditentukan dengan perhitungan. Berikut
ini contoh perhitungan penentuan perubahan entalpi.
Contoh Soal
Tentukan perubahan entalpi pembentukan gas SO3 jika diketahui:
S(s) + O2(g)
SO2(g) ΔH = –296,8 kJ
SO2(g) + 1/2 O2(g)
SO3(g) ΔH = –99,2 kJ
Penyelesaian:
Cara 1 Dengan penjumlahan reaksi
S(s) + O2(g)
SO2(g) ΔH = –296,8 kJ
SO2(g) + 1/2 O2(g)
SO3(g) ΔH = –99,2 kJ
S(s) + 1,5 O2(g)
SO3(g) ΔH = –396,0 kJ
Jadi ΔH reaksi pembentukan SO3 adalah –396 kJ.
Cara 2 Dengan diagram perubahan entalpi
S(s) + 1,5 O2(g)
ΔH1 = –296,8 kJ
SO2(g) + 1/2 O2(g)
ΔH3 = ΔH1 + ΔH2 = –296,8 kJ+ ( –99,2 kJ) = –396,0 kJ
ΔH2 = –99,2 kJ
SO 3(s)
4. Penentuan ΔH Berdasarkan Energi Ikatan
Suatu reaksi kimia terjadi akibat pemutusan ikatan-ikatan kimia dan pembentukan ikatan-ikatan kimia yang baru. Pada waktu pembentukan ikatan kimia dari
atom-atom akan terjadi pembebasan energi, sedangkan untuk
memutuskan ikatan diperlukan energi. Jumlah energi yang diperlukan untuk memutuskan ikatan antaratom dalam 1 mol molekul berwujud gas disebut energy
ikatan. Makin kuat ikatan makin besar energi yang diperlukan. Beberapa harga energi ikatan dapat dilihat pada Tabel 3.2.
Tabel 3.2 Beberapa harga energi ikatan
Ikatan
Energi Ikatan (kJ.mol -1)
H–H
436
H–C
415
H–N
390
H–F
569
H – Cl
432
H – Br
370
C–C
345
C=C
611
C – Br
275
C≡C
837
O–H
464
Ikatan
C–O
C=O
C – Cl
N≡N
O=O
F–F
Cl – Cl
I–I
Br – Br
C≡N
Energi Ikatan (kJ.mol-1)
350
741
330
946
498
160
243
150
190
891
Pada Tabel 3.2, energi ikatan H – H = 436 kJ mol –1, berarti untuk memutuskanikatan H – H menjadi atom-atom H dalam satu mol gas H 2 diperlukan 436 kJ
mol–1. Harga energi ikatan dapat dipakai untuk menentukan ΔH suatu reaksi.
ΔHR = ∑ energi ikatan yang diputuskan – ∑ energi ikatan yang dibentuk
Dengan rumus tersebut dapat pula ditentukan energi ikatan rata-rata suatu molekul dan energi yang diperlukan untuk memutuskan salah satu ikatan atau
energi ikatan disosiasi dari suatu molekul. Berikut ini contoh perhitungan ΔH dengan menggunakan harga energi ikatan.
Contoh Soal
Pembelajaan Berbasis
Kompetensi
Mata Pelajaran Kimia
Melalui Pendekatan
Saintifik
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH
DIREKTORAT PSMA
Tim Penyusun
1. Drs. Imam Marnoto, M.Pd.
2. Drs. Anim Susanto, M.Pd.
Tim Pembahas
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Drs. Hariyanto, M.Pd.
Dra. Lucia Maria Tasyam
Drs. Abdurochman, M.A.
Drs. Wasito, M.Si.
Dra. Elya Ulfah
Dra. Hanny Khadijah G., M.Si.
Drs. Sumarno, M.Ed.
KATA PENGANTAR
Rasa syukur kami panjatkan ke hadiran Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat kemurahan-Nya naskah Pendukung pembelajaran Kurikulum
2013 ini dapat diselesaikan. Naskah ini kami beri judul “Pembelajaran Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran dengan Pendekatan Saintifik”.
Hal ini disesuaikan dengan tuntutan Kurikulum 2013 yang
menekankan pada pembelajaran dengan pendekatan ilmiah (saintifik) dan
penilaian autentik.
pembelajaran adalah suatu kegiatan yang mengandung terjadinya proses penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikap oleh subjek yang
sedang belajar. Pelaksanaan pembelajaran akan berjalan efektif apabila didahului dengan penyiapan rencana pelaksanaan pembelajaran
(RPP) yang dikembangkan oleh guru baik secara individual maupun kelompok yang mengacu pada Silabus. Sehubungan hal tersebut, maka
naskah ini disusun dalam rangka memenuhi kebutuhan guru yang terkait dengan pengembangan persiapan pembelajaran.
Semoga naskah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan,
untuk memfasilitasi guru secara individual dan kelompok dalam
mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan melaksanakan pembelajaran dalam berbagai modus, strategi, dan model
untuk muatan dan/atau mata pelajaran yang diampunya.
Pada kesempatan ini kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam
penyusunan naskah ini, yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas semua kebaikan
dan jerih payah saudara-saudara sekalian.
Dalam penyusunan naskah
ini, kami akui masih jauh dari sempurna. Untuk itu saran dan kritik yang membangun kearah
penyempurnaan naskah Pendukung pembelajaran Kurikulum 2013 ini kami terima dengan tangan terbuka.
Akhirnya, mudah-mudahan naskah ini dapat berguna dan membantu siapa saja yang membaca dan membutuhkan khususnya guru
mata pelajaran dalam upaya peningkatan mutu pendidikan melalui kegiatan pembelajaran.
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULIAN
A. Latar Belakang
1
B. Tujuan
2
C. Ruang Lingkup
D. Landasan Hukum
BAB II
BAB III
i
ii
PEMBELAJARAN KOMPETENSI
2
3
A. Pembelajaran Pendekatan Saintifik
5
B. Penilaian Autentik
8
ANALISIS KOMPETENSI
A. Prosedur Analisis
10
B. Hasil Analisis
16
35
36
BAB IV
PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
Lampiran Contoh RPP
37
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk
memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara. Selanjutnya dalam rangka mencapai tujuan tersebut disusun standar pendidikan nasional, terdiri atas: standar
kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar sarana prasarana, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar pengelolaan, standar
pembiayaan, dan standar penilaian.
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses disebutkan bahwa setiap pendidik pada satuan
pendidikan berkewajiban menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung
secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang
cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Untuk
itu setiap satuan pendidikan perlu melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran
dengan strategi yang benar untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan.
Lampiran IV Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum Pedoman Umum Pembelajaran,
menyebutkan bahwa Strategi pembelajaran sangat diperlukan dalam menunjang terwujudnya seluruh kompetensi yang dimuat dalam Kurikulum 2013.
Kurikulum memuat apa yang seharusnya diajarkan kepada peserta didik, sedangkan pembelajaran merupakan cara bagaimana apa yang diajarkan bisa
dikuasai oleh peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran didahului dengan penyiapan RPP yang dikembangkan oleh guru baik secara individual maupun
kelompok yang mengacu pada Silabus.
Sedangkan Strategi penilaian disiapkan untuk memfasilitasi guru dalam mengembangkan pendekatan, teknik dan instrumen penilaian hasil belajar
dengan pendekatan autentik. Penilaian memungkinkan para pendidik mampu menerapkan program remedial bagi peserta didik yang tergolong
pebelajar lambat dan program pengayaan bagi peserta didik yang termasuk kategori pebelajar cepat.
Pemerintah telah menetapkan pelaksanaan kurikulum 2013 secara terbatas pada 1.270 SMA di 33 provinsi pada 295 kabupaten/kota mulai tahun
pelajaran 2013/2014 untuk kelas X. Untuk mendukung implementasi pelaksanaan kurikulum tersebut pemerintah telah melatih guru inti dan guru
sasaran serta menyediakan silabus, buku guru, dan buku siswa untuk mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Sejarah. Sedangkan untuk
mata pelajaran lainnya diharapkan dapat memanfaatkan buku-buku yang ada (dari kurikulum 2006 dan buku sebelumnya) mulai menerapkan kurikulum
2013 mengacu pada silabus yang telah disediakan.
Untuk menyiapkan kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran saintifik serta melakukan penilaiain autentik menggunakan
silabus sebagai acuan, perlu penjabaran operasional antara lain dalam mengembangkan materi pembelajaran, mengembangkan langkah pembelajaran
serta merancang dan melaksanakan penilaian autentik. Oleh karena itu diperlukan rambu-rambu yang bisa memfasilitasi guru secara individual dan
kelompok dalam mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran dalam berbagai modus, strategi, dan model untuk muatan dan/atau mata
pelajaran yang diampunya.
B. Tujuan
Secara umum tujuan penulisan naskah ini adalah membantu guru mata pelajaran dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 dengan memafaatkan
buku sumber yang ada. Secara khusus naskah ini bertujuan:
Memberikan rambu-rambu bagi guru dalam menganalisis kompetensi inti dan kompetensi dasar
(1)
(2)
(3)
(4)
Mengembangkan materi pembelajaran berdasarkan materi pokok dari silabus mata pelajaran
Mengembangkan kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik
Mengembangkan indikator pencapaian dan penilaian
Merancang penilaian otentik
C. Ruang Lingkup
Ruang lingkup naskah ini terdiri atas:
(1)Penjelasan dan langkah-langkah pembelajaran saintifik
(2)Langkah-langkah analisis kompetensi;
(3)Penilaian otentik; dan
(4)Hasil analisis kompetensi untuk membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
A.
Landasan Hukum
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
2. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Pendidikan
Peraturan Menteri
Peraturan Menteri
Peraturan Menteri
Peraturan Menteri
Peraturan Menteri
Peraturan Menteri
Peraturan Menteri
Pendidikan
Pendidikan
Pendidikan
Pendidikan
Pendidikan
Pendidikan
Pendidikan
dan
dan
dan
dan
dan
dan
dan
Kebudayaan
Kebudayaan
Kebudayaan
Kebudayaan
Kebudayaan
Kebudayaan
Kebudayaan
Nomor
Nomor
Nomor
Nomor
Nomor
Nomor
Nomor
54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan
64 Tahun 2013 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah
65 Tahun 2013 tentang Standar Proses
66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian
69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMA-MA
81A tentang Implementasi Kurikulum
…. Tentang Silabus
BAB II
PEMBELAJARAN KOMPETENSI
Pembelajaran kurikulum 2013 adalah pembelajaran kompetensi dengan memperkuat proses pembelajaran dan penilaian autentik
untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Penguatan proses pembelajaran dilakukan melalui
pendekatan
saintifik,
yaitu
pembelajaran
yang
mendorong
siswa
lebih
mampu
dalam
mengamati,
menanya,
mencoba/mengumpulkan data, mengasosiasi/menalar, dan mengomunikasikan.
Karakteristik pembelajaran pada setiap satuan pendidikan terkait erat pada Standar Kompetensi Lulusan dan Standar
Isi. Standar Kompetensi Lulusan memberikan kerangka konseptual tentang sasaran pembelajaran yang harus dicapai.
Standar Isi memberikan kerangka konseptual tentang kegiatan belajar dan pembelajaran yang diturunkan dari tingkat
kompetensi dan ruang lingkup materi.
Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan, sasaran pembelajaran mencakup pengembangan ranah sikap, pengetahuan, dan
keterampilan
yang
dielaborasi untuk setiap satuan pendidikan. Ketiga
ranah
kompetensi
tersebut
memiliki
lintasan
perolehan (proses psikologis) yang berbeda. Sikap diperoleh melalui aktivitas menerima, menjalankan, menghargai,
menghayati, dan mengamalkan. Pengetahuan diperoleh melalui aktivitas mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis,
mengevaluasi, dan mencipta. Keterampilan diperoleh melalui aktivitas mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji,
dan mencipta. Karaktersitik kompetensi beserta perbedaan lintasan perolehan turut serta mempengaruhi karakteristik
standar
proses.
(discovery/inquiry
Penguatan pendekatan
saintifik perlu diterapkan pembelajaran berbasis penyingkapan/penelitian
learning). Untuk mendorong kemampuan peserta didik menghasilkan karya kontekstual, baik
individual
maupun kelompok maka sangat disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis
pemecahan masalah (project based learning).
Prinsip pembelajaran pada kurikulum 2013 menekankan perubahan paradigma: (1) peserta didik diberi tahu menjadi peserta
didik mencari tahu; (2) guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber belajar; (3)
pendekatan
tekstual
menjadi pendekatan
proses
sebagai
penguatan penggunaan pendekatan ilmiah; (4) pembelajaran
berbasis konten menjadi pembelajaran berbasis kompetensi; (5) pembelajaran parsial menjadi pembelajaran terpadu; (6)
pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menjadi pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi;
(7) pembelajaran verbalisme menjadi keterampilan aplikatif; (8) peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal
(hardskills) dan keterampilan mental (softskills); (9) pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan
peserta didik sebagai pebelajar sepanjang hayat; (10) pembelajaran
yang
menerapkan
nilai-nilai
dengan
memberi
keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas
peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani); (11) pembelajaranyang berlangsung di rumah, di sekolah,
dan di masyarakat; (12) pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan di
mana saja adalah kelas; (13) pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas
pembelajaran; dan (14) pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik.
Penilaian autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan ( input), proses,
dan keluaran (output) pembelajaran, yang meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian autentik menilai
kesiapan siswa, serta proses dan hasil belajar secara utuh. Keterpaduan penilaian ketiga komponen (input – proses – output)
tersebut akan menggambarkan kapasitas, gaya, dan hasil belajar peserta didik, bahkan mampu menghasilkan dampak
instruksional (instructional effect) dan dampak pengiring (nurturant effect) dari pembelajaran.
A. Pendekatan Pembelajaran saintifik
Pembelajaran saintifik merupakan pembelajaran yang mengadopsi langkah-langkah saintis dalam membangun pengetahuan melalui
metode ilmiah. Model pembelajaran yang diperlukan adalah yang memungkinkan terbudayakannya kecakapan berpikir sains,
terkembangkannya “sense of inquiry” dan kemampuan berpikir kreatif siswa (Alfred De Vito, 1989). Model pembelajaran yang
dibutuhkan adalah yang mampu menghasilkan kemampuan untuk belajar (Joice & Weil: 1996), bukan saja diperolehnya sejumlah
pengetahuan, keterampilan, dan sikap, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan, keterampilan, dan sikap itu diperoleh
peserta didik (Zamroni, 2000; & Semiawan, 1998).
Pembelajaran saintifik tidak hanya memandang hasil belajar sebagai muara akhir, namum proses pembelajaran dipandang
sangat penting. Oleh karena itu pembelajaran saintifik menekankan pada keterampilan proses. Model pembelajaran berbasis
peningkatan keterampilan proses sains adalah model pembelajaran yang mengintegrasikan keterampilan proses sains ke
dalam sistem penyajian materi secara terpadu (Beyer, 1991). Model ini menekankan pada proses pencarian pengetahuan dari
pada transfer pengetahuan, peserta didik dipandang sebagai subjek belajar yang perlu dilibatkan secara aktif dalam proses
pembelajaran, guru hanyalah seorang fasilitator yang membimbing dan mengkoordinasikan kegiatan belajar. Dalam model ini
peserta didik diajak untuk melakukan proses pencarian pengetahuan berkenaan dengan materi pelajaran melalui berbagai
aktivitas proses sains sebagaimana dilakukan oleh para ilmuwan (scientist) dalam melakukan penyelidikan ilmiah (Nur: 1998),
dengan demikian peserta didik diarahkan untuk menemukan sendiri berbagai fakta, membangun konsep, dan nilai-nilai baru
yang diperlukan untuk kehidupannya. Fokus proses pembelajaran diarahkan pada pengembangan keterampilan siswa dalam
memproseskan pengetahuan, menemukan dan mengembangkan sendiri fakta, konsep, dan nilai-nilai yang diperlukan
(Semiawan: 1992).
Model ini juga tercakup penemuan makna (meanings), organisasi, dan struktur dari ide atau gagasan, sehingga secara
bertahap siswa belajar bagaimana mengorganisasikan dan melakukan penelitian. Pembelajaran berbasis keterampilan proses
sains menekankan pada kemampuan peserta didik dalam menemukan sendiri (discover) pengetahuan yang didasarkan atas
pengalaman belajar, hukum-hukum, prinsip-prinsip dan generalisasi, sehingga lebih memberikan kesempatan bagi
berkembangnya keterampilan berpikir tingkat tinggi (Houston, 1988). Dengan demikian peserta didik lebih diberdayakan
sebagai subjek belajar yang harus berperan aktif dalam memburu informasi dari berbagai sumber belajar, dan guru lebih
berperan sebagai organisator dan fasilitator pembelajaran.
Model pembelajaran berbasis keterampilan proses sains berpotensi membangun kompetensi dasar hidup siswa melalui
pengembangan keterampilan proses sains, sikap ilmiah, dan proses konstruksi pengetahuan secara bertahap. Keterampilan
proses sains pada hakikatnya adalah kemampuan dasar untuk belajar (basic learning tools) yaitu kemampuan yang berfungsi
untuk membentuk landasan pada setiap individu dalam mengembangkan diri (Chain and Evans: 1990).
Sesuai dengan karakteristik fisika sebagai bagian dari natural science, pembelajaran fisika harus merefleksikan kompetensi
sikap ilmiah, berfikir ilmiah, dan keterampilan kerja ilmiah. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan melalui proses
mengamati, menanya, mencoba/mengumpulkan data/informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan.
(1) Kegiatan mengamati bertujuan agar pembelajaran berkaitan erat dengan konteks situasi nyata yang dihadapi dalam kehidupan
sehari-hari. Proses mengamati fakta atau fenomena mencakup mencari informasi, melihat, mendengar, membaca, dan atau
menyimak.
(2) Kegiatan menanya dilakukan sebagai salah satu proses membangun pengetahuan siswa dalam bentuk konsep, prisnsip, prosedur,
hukum dan teori, hingga berpikir metakognitif. Tujuannnya agar siswa memiliki kemapuan berpikir tingkat tinggi ( critical thingking
skill) secara kritis, logis, dan sistematis. Proses menanya dilakukan melalui kegiatan diksusi dan kerja kelompok serta diskusi kelas.
Praktik diskusi kelompok memberi ruang kebebasan mengemukakan ide/gagasan dengan bahasa sendiri, termasuk dengan
menggunakan bahasa daerah.
(3) Kegiatan mencoba bermanfaat untuk meningkatkan keingintahuan siswa untuk memperkuat pemahaman konsep dan prinsip/prosedur
dengan mengumpulkan data, mengembangkan kreatifitas, dan keterampilan kerja ilmiah. Kegiatan ini mencakup merencanakan,
merancang, dan melaksanakan eksperimen, serta memperoleh, menyajikan, dan mengolah data. Pemanfaatan sumber belajar
termasuk mesin komputasi dan otomasi sangat disarankan dalam kegiatan ini.
(4) Kegiatan mengasosiasi bertujuan untuk membangun kemampuan berpikir dan bersikap ilmiah. Data yang diperoleh dibuat klasifikasi,
diolah, dan ditemukan hubungan-hubungan yang spesifik. Kegiatan dapat dirancang oleh guru melalui situasi yang direkayasa dalam
kegiatan tertentu sehingga siswa melakukan aktifitas antara lain menganalisis data, mengelompokan, membuat kategori,
menyimpulkan, dan memprediksi/mengestimasi dengan memanfaatkan lembar kerja diskusi atau praktik. Hasil kegiatan mencoba
dan mengasosiasi memungkinkan siswa berpikir kritis tingkat tinggi (higher order thinking skills) hingga berpikir metakognitif.
(5) Kegiatan mengomunikasikan adalah sarana untuk menyampaikan hasil konseptualisasi dalam bentuk lisan, tulisan, gambar/sketsa,
diagram, atau grafik. Kegiatan ini dilakukan agar siswa mampu mengomunikasikan pengetahuan, keterampilan, dan penerapannya,
serta kreasi siswa melalui presentasi, membuat laporan, dan/ atau unjuk karya.
Tantangan baru dinamika kehidupan yang makin kompleks menuntut aktivitas pembelajaran bukan sekedar mengulang fakta
dan fenomena keseharian yang dapat diduga melainkan mampu menjangkau pada situasi baru yang tak terduga. Dengan
dukungan kemajuan teknologi dan seni, pembelajaran diharapkan mendorong kemampuan berpikir siswa hingga situasi baru
yang tak terduga.
Agar pembelajaran terus menerus membangkitkan kreativitas dan keingintahuan siswa, kegiatan pembelajaran kompetensi
dilakukan dengan langkah sebagai berikut
1. Menyajikan atau mengajak siswa mengamati fakta atau fenomena baik secara langsung dan/ atau rekonstruksi sehingga siswa
mencari informasi, membaca, melihat, mendengar, atau menyimak fakta/fenomena tersebut
2. Memfasilitasi diskusi dan tanya jawab dalam menemukan konsep, prinsip, hukum,dan teori
3. Mendorong siswa aktif mencoba melaui kegiatan eksperimen
4. Memaksimalkan pemanfaatan tekonologi dalam mengolah data, mengembangkan penalaran dan memprediksi fenomena
5. Memberi kebebasan dan tantangan kreativitas dalam mengomunikasikan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dimiliki melalui
presentasi dan/atau unjuk karya dengan aplikasi pada situasi baru yang terduga sampai tak terduga.
B. Penilaian Autentik
Penilaian autentik (authentic assessment) menurut beberapa sumber sebagaimana tertulis
dalam Materi Pelatihan Guru
Implementasi Kurikulum 2013 adalah sebagai berikut: (1) American Library Association mendefinisikan
sebagai proses
evaluasi untuk mengukur kinerja, prestasi, motivasi, dan sikap-sikap peserta didik pada aktivitas yang relevan dalam
pembelajaran; (2) Newton Public School, mengartikan penilaian autentik sebagai penilaian atas produk dan kinerja yang
berhubungan dengan pengalaman kehidupan nyata peserta didik; dan (3) Wiggins mendefinisikan penilaian autentik sebagai
upaya pemberian tugas kepada peserta didik yang mencerminkan prioritas dan tantangan yang ditemukan dalam aktivitasaktivitas pembelajaran, seperti meneliti, menulis, merevisi dan membahas artikel, memberikan analisis oral terhadap
peristiwa, berkolaborasi dengan antar sesama melalui debat, dan sebagainya.
Penilaian autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam pembelajaran sesuai
dengan tuntutan Kurikulum 2013. Karena penilaian semacam ini mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar peserta
didik, baik dalam rangka mengobservasi, menalar, mencoba, membangun jejaring, dan lain-lain. Penilaian autentik
cenderung fokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual, memungkinkan peserta didik untuk menunjukkan kompetensi
mereka yang meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.Karenanya, penilaian autentik sangat relevan dengan
pendekatan saintifik dalam pembelajaran di SMA.
Penilaian autentik merupakan pendekatan dan instrumen assesmeni yang memberikan kesempatan yang luas kepada peserta
didik untuk menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang sudah dimilikinya dalam bentuk tugas: membaca dan
meringkasnya, eksperimen, mengamati, survei, projek, makalah, membuat multi media, membuat karangan, dan diskusi
kelas.
Penilaian autentik adalah penilaian kinerja, termasuk di dalamnya penilaian portofolio dan penilaian projek. Penilaian
autentik disebut juga penilaian responsif, suatu metode untuk menilai proses dan hasil belajar peserta didik yang memiliki
ciri-ciri khusus, mulai dari mereka yang mengalami kelainan tertentu, memiliki bakat dan minat khusus, hingga yang jenius.
Penilaian autentik dapat diterapkan dalam berbagai bidang ilmu seperti seni atau ilmu pengetahuan pada umumnya, dengan
orientasi utamanya pada proses dan hasil pembelajaran.
Hasil penilaian autentik dapat digunakan oleh pendidik untuk merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan
(enrichment), atau pelayanan konseling. Selain itu, hasil penilaian autentik dapat digunakan sebagai bahan untuk
memperbaiki proses pembelajaran yang memenuhi Standar Penilaian Pendidikan.
Penilaian autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input),
proses, dan keluaran (output) pembelajaran mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian sikap dilakukan
melalui observasi/pengamatan menggunakan jurnal, penilaian diri, dan/atau penilaian antar teman. Penilaian pengetahuan
melalui tes tertulis, tes lisan, dan/atau penugasan. Penilaian keterampilan melalui tes praktik, penilaian proyek, dan
penilaian portofolio.
1.
Pengamatan Sikap
Penilaian sikap dilakukan melalui pengamatan, jurnal, penilaian diri, dan penilaian antar teman. Pengamatan dapat menggunakan lembar
pengamatan dalam bentuk ceklis atau skala likert, dilakukan pada saat aktivitas pembelajaran berlangsung. Pengamatan sikap seperti kerjasama,
peduli, dan kesantunan dapat dilakukan pada kegiatan kerja kelompok. Sedangkan pengamatan sikap jujur dan teliti dapat dilakukan saat
kegiatan eksperimen (mencoba).
Jurnal adalah catatan pendidik yang sistematis di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan
kelemahan peserta didik berkaitan dengan sikap dan perilaku. Jurnal dapat memuat penilaian siswa terhadap aspek tertentu secara kronologis.
Kriteria penilaian jurnal adalah sbb:

Mengukur capaian kompetensi sikap yang penting.

Sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator.

Menggunakan format yang sederhana dan mudah diisi/digunakan.

Dapat dibuat rekapitulasi tampilan sikap peserta didik secara kronologis.

Memungkinkan untuk dilakukannya pencatatan yang sistematis, jelas dan komunikatif.

Format pencatatan memudahkan dalam pemaknaan terhadap tampilan sikap peserta didik

menuntun guru untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan peserta didik.
Penilaian-diri (self assessment) termasuk dalam rumpun penilaian kinerja. Penilaian diri merupakan suatu teknik penilaian di mana
peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang
dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu. Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif, afektif dan
psikomotor. Penilaian ranah sikap Misalnya, peserta didik diminta mengungkapkan curahan perasaannya terhadap suatu objek
tertentu berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan; Penilaian ranah keterampilan Misalnya, peserta didik diminta untuk
menilai kecakapan atau keterampilan yang telah dikuasainya oleh dirinya berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan;
Penilaian ranah pengetahuan Misalnya, peserta didik diminta untuk menilai penguasaan pengetahuan dan keterampilan berpikir
sebagai hasil belajar dari suatu mata pelajaran tertentu berdasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan.
Teknik penilaian-diri bermanfaat memiliki beberapa manfaat positif. Pertama, menumbuhkan rasa percaya diri peserta
didik. Kedua, peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya. Ketiga, mendorong, membiasakan, dan melatih
peserta didik berperilaku jujur. Keempat, menumbuhkan semangat untuk maju secara personal.
Penilaian antar teman adalah penilaian yang dilakukan terhadap sikap seorang peserta didik oleh seorang (atau lebih)
peserta didik lainnya dalam suatu kelas atau rombongan belajar. Penilaian ini merupakan bentuk penilaian untuk melatih
peserta didik penilai menjadi pembelajar yang baik. Instrumen sesuai dengan kompetensi dan indikator yang akan diukur.
Kriteria penilaian antar teman adalah sbb:
•
Indikator dapat dilakukan melalui pengamatan oleh peserta didik
•
Kriteria penilaian dirumuskan secara simpel atau sederhana
•
Menggunakan bahasa lugas dan dapat dipahami peserta didik
•
Menggunakan format penilaian sederhana dan mudah digunakan oleh peserta didik
•
Kriteria penilaian yang digunakan jelas, tidak berpotensi munculnya penafsiran makna ganda/berbeda
•
Indikator menunjukkan sikap peserta didik dalam situasi yang nyata atau sebenarnya
•
Instrumen dapat mengukur target kemampuan yang akan diukur (valid)
•
memuat indikator kunci atau esensial yang menunjukkan penguasaan satu kompetensi peserta didik
•
Indikator menunjukkan sikap yang dapat diukur
•
Mampu memetakan sikap peserta didik dari kemampuan pada level terendah sampai kemampuan tertinggi.
2.
Tes tertulis.
Penilaian tertulis atas hasil pembelajaran tetap lazim dilakukan. Tes tertulis terdiri dari memilih atau mensuplai jawaban
dan uraian. Memilih jawaban terdiri dari
pilihan ganda, pilihan benar-salah, ya-tidak, menjodohkan, dan sebab-akibat.
Mensuplai jawaban terdiri dari isian atau melengkapi, jawaban singkat atau pendek, dan uraian.
Tes tertulis berbentuk uraian atau esai menuntut peserta didik mampu mengingat, memahami, mengorganisasikan, menerapkan,
menganalisis, mensintesis, mengevaluasi, dan sebagainya atasmateri yang sudah dipelajari. Tes tertulis berbentuk uraian sebisa
mungkin bersifat komprehentif, sehingga mampu menggambarkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik.
Pada tes tertulis berbentuk esai, peserta didik berkesempatan memberikan jawabannya sendiri yang berbeda dengan temantemannya, namun tetap terbuka memperoleh nilai yang sama. Tes tersulis berbentuk esai biasanya menuntut dua jenis pola jawaban,
yaitu jawaban terbuka (extended-response) atau jawaban terbatas (restricted-response). Hal ini sangat tergantung pada bobot soal
yang diberikan oleh guru. Tes semacam ini memberi kesempatan pada guru untuk dapat mengukur hasil belajar peserta didik pada
tingkatan yang lebih tinggi atau kompleks.
3.
Tes Lisan.
Tes lisan adalah tes yang menuntut siswa memberikan jawaban secara lisan. Pelaksanaan Tes lisan dilakukan dengan
mengadakan tanya jawab secara langsung antara pendidik dan peserta didik. Kriteria Tes lisan adalah sbb:

Tes lisan dapat digunakan jika sesuai dengan kompetensi pada taraf pengetahuan yang hendak dinilai.

Pertanyaan tidak boleh keluar dari bahan ajar yang ada.

Pertanyaan diharapkan dapat mendorong siswa dalam mengkontruksi jawabannya sendiri.

disusun dari pertanyaan yang sederhana ke pertanyaan yang komplek.
4.
Penilaian Melalui Penugasan.
Instrumen penugasan dapat berupa pekerjaan rumah dan/atau projek yang harus dikerjakan oleh peserta didik, baik
secara individu atau kelompok, sesuai dengan karakteristik tugas. Kriteria penugasan adalah sbb:

Tugas mengarah pada pencapaian indikator hasil belajar.

Tugas dapat dikerjakan oleh peserta didik.

Tugas dapat dikerjakan selama proses pembelajaran atau merupakan bagian dari pembelajaran mandiri.

Pemberian tugas disesuaikan dengan taraf perkembangan peserta didik.

Materi penugasan harus sesuai dengan cakupan kurikulum.

Penugasan ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan kompetensi
individualnya meskipun tugas diberikan secara kelompok.
5.

Untuk tugas kelompok, perlu dijelaskan rincian tugas setiap anggota.

Tugas harus bersifat adil (tidak bias gender atau latar belakang sosial ekonomi).

Tampilan kualitas hasil tugas yang diharapkan disampaikan secara jelas.

Penugasan harus mencantumkan rentang waktu pengerjaan tugas.
Tes Praktik.
Tes praktik dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian digunakan untuk
menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti: praktik di laboratorium,
praktik salat, praktik olahraga, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/deklamasi, dan
sebagainya. (Juknis PHB PPMP Kemdikbud, 2013). Kriteria Tes Praktik adalah sbb:

Tugas mengarahkan peserta didik untuk menunjukkan capaian hasil belajar.

Tugas dapat dikerjakan oleh peserta didik.

Mencantumkan waktu/kurun waktu pengerjaan tugas.

Sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik,

Sesuai dengan konten/cakupan kurikulum

Tugas bersifat adil (tidak bias gender dan latar belakang sosial ekonomi)
Task untuk Tes Praktik, diperlukan penyusunan rubrik penilaian, rubrik tersebut harus memenuhi syarat sbb:
6.

Rubrik dapat mengukur target kemampuan yang akan diukur (valid).

Rubrik sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Indikator menunjukkan kemampuan yang dapat diamati (observasi).

Indikator menunjukkan kemampuan yang dapat diukur.

Rubrik dapat memetakan kemampuan peserta didik.

Rubrik menilai aspek-aspek penting pada proyek peserta didik.
Penilaian Proyek
Penilaian proyek (project assessment) merupakan kegiatan penilaian terhadap tugas yang harus diselesaikan oleh peserta
didik menurut periode/waktu tertentu. Penyelesaian tugas dimaksud berupa investigasi yang dilakukan oleh peserta didik,
mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan, analisis, dan penyajian data. Dengan
demikian, penilaian proyek bersentuhan dengan aspek pemahaman, mengaplikasikan, penyelidikan, dan lain-lain.
Selama mengerjakan sebuah proyek pembelajaran, peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan sikap,
keterampilan, dan pengetahuannya. Karena itu, pada setiap penilaian proyek, setidaknya ada tiga hal yang memerlukan
perhatian khusus dari guru.

Keterampilan peserta didik dalam memilih topik, mencari dan mengumpulkan data, mengolah dan menganalisis, memberi makna

atas informasi yang diperoleh, dan menulis laporan.
Kesesuaian atau relevansi materi pembelajaran dengan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dibutuhkan

oleh peserta didik.
Orijinalitas atas keaslian sebuah proyek pembelajaran yang dikerjakan atau dihasilkan oleh peserta didik.
Penilaian proyek berfokus pada perencanaan, pengerjaan, danproduk proyek. Dalam kaitan ini serial kegiatan yang harus
dilakukan oleh guru meliputi penyusunan rancangan dan instrumen penilaian, pengumpulan data, analisis data, dan
penyiapkan laporan. Penilaian proyek dapat menggunakan instrumen daftar cek, skala penilaian, atau narasi. Laporan
penilaian dapat dituangkan dalam bentuk poster atau tertulis.
Produk akhir dari sebuah proyek sangat mungkin memerlukan penilaian khusus. Penilaian produk dari sebuah proyek
dimaksudkan untuk menilai kualitas dan bentuk hasil akhir secara holistik dan analitik. Penilaian produk dimaksud
meliputi penilaian atas kemampuan peserta didik menghasilkan produk. Penilaian secara analitik merujuk pada semua
kriteria yang harus dipenuhi untuk menghasilkan produk tertentu. Penilaian secara holistik merujuk pada apresiasi atau
kesan secara keseluruhan atas produk yang dihasilkan.
7.
Penilaian Portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian atas kumpulan artefak yang menunjukkan kemajuan dan dihargai sebagai hasil
kerja dari dunia nyata. Penilaian portofolio bisa berangkat dari hasil kerja peserta didik secara perorangan atau
diproduksi secara berkelompok, memerlukan refleksi peserta didik, dan dievaluasi berdasarkan beberapa dimensi.
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan
perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta
didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik, hasil tes (bukan nilai), atau informasi lain yang releban dengan
sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dituntut oleh topik atau mata pelajaran tertentu.Fokus penilaian portofolio
adalahkumpulan karya peserta didik secara individu atau kelompok pada satu periode pembelajaran tertentu. Penilaian
terutama dilakukan oleh guru, meski dapat juga oleh peserta didik sendiri.
Memalui penilaian portofolio guru akan mengetahui perkembangan atau kemajuan belajar peserta didik. Misalnya, hasil
karya mereka dalam menyusun atau membuat karangan, puisi, surat, komposisi musik, gambar, foto, lukisan, resensi
buku/ literatur, laporan penelitian, sinopsis, dan lain-lain. Atas dasar penilaian itu, guru dan/atau peserta didik dapat
melakukan perbaikan sesuai dengan tuntutan pembelajaran.
Penilaian portofolio dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah seperti berikut ini.







Guru menjelaskan secara ringkas esensi penilaian portofolio.
Guru atau guru bersama peserta didik menentukan jenis portofolio yang akan dibuat.
Peserta didik, baik sendiri maupun kelompok, mandiri atau di bawah bimbingan guru menyusun portofolio pembelajaran.
Guru menghimpun dan menyimpan portofolio peserta didik pada tempat yang sesuai, disertai catatan tanggal pengumpulannya.
Guru menilai portofolio peserta didik dengan kriteria tertentu.
Jika memungkinkan, guru bersama peserta didik membahas bersama dokumen portofolio yang dihasilkan.
Guru memberi umpan balik kepada peserta didik atas hasil penilaian portofolio.
BAB III
ANALISIS KOMPETENSI
A. Prosedur Analisis
Kurikulum berbasis kompetensi menekankan pada pencapaian kompetensi yang dirumuskan dalam standar kompetensi lulusan,
komptensi inti dan kompetensi dasar. Oleh karena itu fokus pertama dan utama bagi guru dalam menyiapkan pembelajaran adalah
melakukan analisis pada ketiga kompetensi itu. Dari analisis itulah akan diperoleh penjabaran materi pembelajaran, kegiatan
pembelajaran, dan penilaian yang diperlukan.
Standar kompetensi lulusan adalah muara utama pencapaian yang dituju semua mata pelajaran pada jenjang tertentu. Sedangkan
kompetensi inti adalah pijakan pertama pencapaian yang dituju semua mata pelajaran pada tingkat kompetensi tertentu. Penjabaran
kompetensi inti untuk tiap mata pelajaran tersaji dalam rumusan kompetensi dasar.
Rumusan standar kompetensi lulusan seperti yang tercantum pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 tahun 2013
untuk tingkat SMA adalah sebagai berikut.
Dimensi
Sikap
Kualifikasi Kemampuan
Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap
orang beriman,
berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
Pengetahuan
dalam pergaulan dunia
Memiliki pengetahuan
metakognitif
dalam
faktual,
ilmu
konseptual,
pengetahuan,
prosedural, dan
teknologi,seni,
dan
budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
dan
Keterampilan
peradaban
terkait penyebab serta dampak fenomena dan
kejadian.
Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif
dalam ranah abstrak dan konkret sebagai pengembangan dari
yang dipelajari di sekolah secara mandiri.
Kompetensi inti tingkat SMA terdiri atas dua tingkatan, yaitu tingkat kompetensi ke lima yang mencakup kelas X dan kelas XI, dan tingkat
kompetensi keenam untuk kelas XII. Rumusan kompetensi yang relelevan bagi kelas X sesua Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi adalah sebagai berikut.
Kompetensi
Deskripsi Kompetensi
Sikap Spiritual
1. Menghayati
Sikap Sosial
2. Menghayati
dan
mengamalkan
ajaran
agama
yang
dianutnya
dan
mengamalkan
perilaku
jujur,
disiplin,
tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran,
damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial
dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
Pengetahuan
3.
bangsa dalam pergaulan dunia
Memahami, menerapkan, dan
faktual,
konseptual,
menganalisis
prosedural,
dan
pengetahuan
metakognitif
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan,
kebangsaan,
kenegaraan,
dan
peradaban
Kompetensi
Deskripsi Kompetensi
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik
sesuai
Keterampilan
dengan
bakat
dan
minatnya
untuk
memecahkan
masalah
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan
ranah
abstrak
terkait
dengan
pengembangan
dari
yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara
efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda
sesuai dengan kaidah keilmuan
Hubungan empat kompetensi inti dalam lingkup standar kompetensi lulusan adalah sebagai berikut.
Prosedur analisis kompetensi inti (KI) dilakukan dengan langkah sebagai berikut
(1) Melakukan linearisasi kompetensi dasar dari KI 3 dan KI 4 sesuai materi pokok seperti tabel berikut ini.
Kompetensi Dasar (KI 3)
3.1 Memahami hakikat ilmu
kimia, metode ilmiah dan
keselamatan kerja di
laboratorium serta peran
kimia dalam kehidupan.
Kompetensi Dasar (KI 4)
4.1 Menyajikan hasil
pengamatan tentang
hakikat ilmu kimia,
metode ilmiah dan
keselamatan kerja
dalam mempelajari
Materi Pokok
(Dalam Silabus)
Hakikat dan
Peran Kimia
dalam
kehidupan serta
Metode Ilmiah
 Peran kimia
Kompetensi Dasar (KI 3)
Kompetensi Dasar (KI 4)
kimia serta peran kimia
dalam kehidupan.
3.2 Menganalisis
perkembangan model
atom
Dan seterusnya …
4.2 Mengolah dan menganalisis
perkembangan model
atom.
Materi Pokok
(Dalam Silabus)
dalam
kehidupan.
 Hakikat ilmu
kimia
 Metode ilmiah
dan
keselamatan
kerja
Perkembangan
model atom
(2) Mengembangkan kompetensi dasar dari KI 3 dan materi pokok (silabus) menjadi materi pembelajaarn yang terdiri atas: fakta,
konsep, prinsip, dan prosedur
(3) Mengembangkan kompetensi dasar dari KI 4 menjadi indikator keterampilan yang terkait dengan fakta, konsep, prinsip, dan
prosedur. Tahapan penyusunan indikator dari tingkat yang terendah sampai tertinggi, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar,
menyaji, dan mencipta.
(4) Mengembangkan alternatif pembelajaran mulai dari mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, dan mengomunikasikan yang
diperlukan untuk mengembangkan
religius.
Materi Pokok sikap sosial dan sikap Penillaian
(Silabus)
(Silabus)
(5) Mengidentifikasi nilai-nilai
sikap dari KI 2 dan KI 1 yang relevan
(6) Merancang penilaian sikap.
Prosedur analisis dapat diilustrasikan dengan Alternatif
diagram berikut ini.
Materi
Pembelajara
n
Fakta,
Konsep,
Prinsip, dan
Prosedur
Kegiatan
Pembelajaran:
Mengamati,
Menanya,
Mencoba,
Mengasosiasi,
dan
Mengomunikasi
kan
Pembelajaran
(Silabus)
Indikator
Sikap,
Pengethuan,
dan
Keterampila
n untuk
Penilaian
Lulusan yang
:
Cerdas,
Kreatif,
Produktif,
dan
Bertanggung
jawab
1. Pengembangkan Materi pembelajaran
Pengembangan materi pembelajaran merujuk pada materi pokok dalam silabus dan kompetensi dasar yang termuat dalam kompetensi
inti ke tiga (pengetahuan).Dalam penjabaran materi pembelajaran tetap diperlukan untuk melihat linierisai dengan kompetensi inti
ke empat (keterampilan).
Hasil pengembangan materi pembelajaran dikelompokan dalam empat kategori, yaitu:
(1) Fakta, yaitu kejadian atau peristiwa yang dapat dilihat, didengar, dibaca, disentuh, atau diamati. Contoh fakta adalah peristiwa
kebakaran, es mencair dan air menguap, besi berkarat, dan sebagainya.
(2) Konsep, merupakan ide yang mempersatukan fakta-fakta atau dengan kata lain konsep merupakan suatu penghubung antara faktafakta yang saling berhubungan. Contoh konsep adalah reaksi, larutan, endapan, dan sebagainya.
(3) Prinsip, merupakan generalisasi tentang hubungan antara konsep-konsep yang berkaiatan. Prinsip IPA bersifat analitik, sebab
merupakan generalisasi induktif yang ditarik dari berapa contoh. Contoh prinsip adalah hukum Dalton, persamaan reaksi dan
sebagainya. Termasuk ke dalam kategori prinsip adalah hukum, teori, dan azas.
(4) Prosedur, merupakan sederatan langkah yang bertahap dan sistematis dalam menerapkan prinsip. Langkah prosedural merupakan
bagian dari kompetensi pada aspek keterampilan. Pada mata pelajaran kimia, langkah kerja ilmiah merupakan bagian tidak
terpisahkan pada setiap materi pokok. Contoh: percobaan elektrolisis, percobaan menentukan kecepatan reaksi, dan lain-lain.
2. Mengembangkan Alternatif Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran dikembangkan dengan pendekatan saintifik yaitu mengamati, menanya, mencoba/mengumpulkan data,
mengasosiasi/menalar, dan mengomunikasikan.
3. Merumuskan indikator pencapaian
Dalam penyusunan indikator pencapaian perlu diperhatikan hal-hal berikut ini
(1) Indikator dirumuskan dengan kata kerja operasional yang terukur, didalamnya terdapat dua unsur, yiatu tingkat kompetensi dan
konten (pengetahuandan keterampilan)
(2) Penyusunan indikator mengacu pada kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran dan penilaian
dalam silabus
(3) Tingkat kompetensi indikator harus mencapai tingkat kompetensi minimal yang tercantum pada kompetensi dasar maupun
kompetensi inti dan dapat dikembangkan hingga ke tingkat yang paling tinggi untuk mencapai target pencapaian kompetensi
sesuai dengan karakteristik dan daya dukung sekolah dan lingkungannya
(4) Tingkat kompetensi pada aspek sikap adalah menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, dan mengamalkan
(5) Tingkat kompetensi pada aspek pengetahuan adalah mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevalasi, dan
mengkreasi
(6) Tingkat kompetensi pada aspek keterampilan adalah mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta
(7) Keseluruhan indikator yang disusun memadai untuk mencapai kompetensi dasar, kompetensi inti, dan standar kompetensi lulusan
4. Mengembangkan alternatif penilaian (Penilaian Autentik)
a. Aspek sikap melalui pengamatan, yaltu penilaian diri, penilaian sebaya, dan/atau jurnal. Penilaian sikap melalui pengematan
menggunakan lembar pengamatan atau daftar cheklist pengamatan yang memuat aspek sikap yang daiamati. Rincian aspek sikap
yang diamati merujuk pada indikator sikap yang dijabarkan dari KI-1 dan KI-2 pada saat dilakukan analisis kompetensi. Penilaian
sikap dilakukan sebagai upaya mengembangkan sikap sosial dan sikap religius dalam rangka pengembangan nilai karakter bangsa.
Penjabaran penilaian sikap dalam tabel analisis perlu direlasikan/dihubungkan dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan
peserta didik.
b. Aspek pengetahuan melalui tes tertulis, tes lisan, dan/atau penugasan. Pemilihan bentuk penugasan dijabarkan dalam tabel
analaisis menjadi aspek-aspek yang digunakan dalam penilaian. Aspek penilaian tugas ini bermanfaat dalam mengembangkan rubrik
dan pedoman penskoran.
c. Aspek keterampilan melalui tes praktik, proyek dan penilaian portofolio. Penilaian keterampilan mencakup dua ranah keterampilan
yang dapat dikembangkan sesuai dengan kompetensi lulusan tingkat SMA yang diharapkan, yaitu ranah abstrak dan ranah konkrit .
Jabaran penilaian keterampilan pada tabel analisis merinci aspek penilaian yang dilakukan dan direlasikan dengan kegiatan
pembelajaran yang dilakukan peserta didik.
B. Hasil Analisis Kompetensi
1. Hasil Linierisasi Kompetensi Dasar
Kompetensi Dasar (KI 3)
3.1. Memahami hakikat
ilmu kimia, metode
ilmiah dan keselamatan
kerja di laboratorium
serta peran kimia
dalam kehidupan.
3.2. Menganalisis
perkembangan model
atom
3.3. Menganalisis struktur
atom berdasarkan teori
atom Bohr dan teori
Materi Pokok (Dalam
Silabus)
4.1 Menyajikan hasil
Hakikat dan Peran
Kimia dalam
pengamatan tentang
kehidupan serta
hakikat ilmu kimia,
Metode Ilmiah
metode ilmiah dan
 Peran kimia dalam
keselamatan kerja dalam
kehidupan.
mempelajari kimia serta
 Hakikat ilmu
peran kimia dalam
kimia
 Metode ilmiah
kehidupan.
dan keselamatan
kerja
4.2.Mengolah dan
Struktur Atom dan
Tabel Periodik
menganalisis
Partikel partikel
perkembangan model
penyusun atom
atom.
Nomor atom dan
4.3.Mengolah dan
menganalisis truktur atom nomor massa
Isotop, isobar, isoton
berdasarkan teori atom
Kompetensi Dasar (KI 4)
Materi Pokok (Dalam
Silabus)
mekanika kuantum.
Bohr dan teori mekanika Perkembangan
model atom
kuantum.
3.4. Menganalisis hubungan 4.4.Menyajikan hasil analisis Konfigurasi elektron
dan diagram orbital
konfigurasi elektron
hubungan konfigurasi
Bilangan
kuantum
dan diagram orbital
elektron dan diagram
dan
bentuk
orbital.
untuk menentukan
orbital untuk menentukan
Sistem periodik
letak unsur dalam tabel
letak unsur dalam tabel
unsur (sifat
periodik dan sifat-sifat
periodik dan sifat-sifat
keperiodikan unsur)
periodik unsur.
periodik unsure
Kompetensi Dasar (KI 3)
Kompetensi Dasar (KI 4)
3.5. Membandingkan proses
pembentukan ikatan
ion, ikatan kovalen,
ikatan kovalen
koordinasi dan ikatan
logam serta interaksi
antar partikel (atom,
ion, molekul) materi
dan hubungannya
dengan sifat fisik
materi.
3.6. Menganalisis
kepolaran senyawa.
4.5 Mengolah dan
menganalisis
perbandingan proses
pembentukan ikatan ion,
ikatan kovalen, ikatan
kovalen koordinasi, dan
ikatan logam serta
interaksi antar partikel
(atom, ion, molekul)
materi dan hubungannya
dengan sifat fisik materi.
4.6.Merancang, melakukan,
dan menyimpulkan serta
menyajikan hasil
percobaan kepolaran
senyawa.
4.7. Meramalkan bentuk
molekul berdasarkan teori
jumlah pasangan elektron
3.7. Menganalisis teori
jumlah pasangan
elektron di sekitar inti
 Senyawa kovalen
polar dan non
polar.
 Ikatan logam
 Gaya antar
molekul
 Sifat fisik
senyawa.
 Bentuk molekul
Kompetensi Dasar (KI 3)
atom (Teori Domain
Elektron) untuk
menentukan bentuk
molekul.
3.8.Menganalisis sifat
larutan elektrolit dan
larutan nonelektrolit
berdasarkan daya
hantar listriknya.
3.9.Menganalisis perkembangan konsep reaksi
oksidasi-reduksi serta
menentukan bilangan
oksidasi atom dalam
molekul atau ion.
3.10.Menerapkan aturan
IUPAC untuk penamaan
senyawa anorganik dan
organik sederhana.
3.11. Menerapkan konsep
massa atom relatif dan
massa molekul relatif,
persamaan reaksi,
hukum-hukum dasar
kimia, dan konsep mol
untuk menyelesaikan
perhitungan kimia
Kompetensi Dasar (KI 4)
Materi Pokok (Dalam
Silabus)
di sekitar inti atom (Teori
Domain Elektron).
4.8 .Merancang, melakukan,
dan menyimpulkan serta
menyajikan hasil
percobaan untuk
mengetahui sifat larutan
elektrolit dan larutan
non- elektrolit .
4.9 .Merancang, melakukan,
dan menyimpulkan serta
menyajikan hasil
percobaan reaksi oksidasireduksi.
4.10.Menalar aturan IUPAC
dalam penamaan
senyawa anorganik dan
organik sederhana.
4 .11. Mengolah dan menganalisis data terkait massa
atom relatif dan massa
molekul relatif,
persamaan reaksi,
hukum-hukum dasar
kimia, dan konsep mol
untuk menyelesaikan
Larutan elektrolit
dan nonelektrolit
Reaksi Oksidasi dan
Reduksi
 Konsep reaksi
oksidasi - reduksi
 Bilangan oksidasi
unsur dalam
senyawa atau ion
 Tata nama
senyawa
Kompetensi Dasar (KI 3)
Kompetensi Dasar (KI 4)
Materi Pokok (Dalam
Silabus)
perhitungan kimia
2.Hasil Analisis Kompetensi Dasar Mata Pelajaran KIMIA
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran,
damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami ,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
Kompetensi Dasar
Materi Pokok
3.1. Memahami hakikat
ilmu kimia, metode ilmiah
dan keselamatan kerja di
laboratorium serta peran
kimia dalam kehidupan.
Hakikat dan
Peran Kimia
dalam kehidupan
serta Metode
Ilmiah
 Peran kimia
dalam
kehidupan.
 Hakikat ilmu
kimia
 Metode ilmiah
dan
keselamatan
kerja
4.1 Menyajikan hasil
pengamatan tentang hakikat
ilmu kimia, metode ilmiah
dan keselamatan kerja
dalam mempelajari kimia
serta peran kimia dalam
kehidupan.
Materi
Pembelajaran
Fakta
1. produkproduk kimia
dalam
kehidupan
2. peran kimia
dalam
perkembangan
ilmu lain
3. artikel
tentang hakikat
ilmu kimia,
metode ilmiah
dan
keselamatan
kerja di
laboratorium.
Konsep
1. hakekat
kimia
Prinsip
1. keselamatan
kerja di
laboratorium
Prosedur
1. langkah kerja
ilmiah
Alternatif Pembelajaran
Mengamati (Observing)

Mengamati produkproduk kimia dalam
kehidupan (gambar
atau videonya),
misalnya sabun,
detergen, pasta gigi,
shampo, kosmetik,
obat, susu, keju,
mentega, minyak
goreng, garam dapur,
asam cuka dan lain
lain.

Membaca artikel
tentang peran kimia
dalam perkembangan
ilmu lain (farmasi,
geologi, pertanian,
kesehatan) dan peran
kimia dalam
menyelesaikan
masalah global.

Membaca artikel
tentang hakikat ilmu
kimia, metode ilmiah
dan keselamatan kerja
di laboratorium.
Menanya (Questioning)

Mengajukan
pertanyaan berkaitan
dengan hasil
pengamatan, misalnya:
- Apa yang dipelajari dalam
kimia?
- Apa manfaatnya belajar
kimia dan kaitannya
Indikator
Sikap
Penilaian
1. Menunju-kan
sikap positip,
beriman,
berakhlak mulia
(individu dan
sosial)
2. Menunjukkan
perilaku dan
sikap
menerima,
menghargai,
dan
melaksanakan
kejujuran,
ketelitian,
disiplin dan
tanggung jawab
Observasi
Keg.1 saat
diskusi dan
presentasi
dengan lembar
pengamatan
Aspek sikap
ilmiah:
1. Menerima
2. menghargai,
3. disiplin
4. tanggung
jawab
Indikator
Pengetahuan
Penilaian
1. menyebutkan
produk kimia
dalam kehidupan
2. menjelaskan
peran kimia
dalam kehidupan
dan
perkembangan
ilmu lain
3. menjelaskan
hakikat ilmu
kimia,
4. mengenal
Keg.2
alat-alat dan
Merancang dan
bahan kimia
melakukan
5. mengenal tata
tertib
percobaan,
laboratorium.
aspek:
6. membedakan
1 kejujuran,
variabel bebas,
2. ketelitian
terikat, dan
3. disiplin
terkontrol dalam
4. tanggung
penyelidikan
jawab
ilmiah
7. Membuat
laporan tertulis
hasil praktikum
Indikator
Keterampilan
Penilaian
Tugas 1.
1. Merancang dan
Membuat
melakukan
laporan
percobaan terkait
tentang
kerja ilmiah
hakikat ilmu
2. menggunakan
kimia,
pembakar spirtus
metode
3. menggunakan
ilmiah dan
lumpang dan
keselamatan
mortar
kerja di
4.menggunakan
laboratorium
Stopwatch
serta peran
5.menggunakan
kimia dalam
pengaduk
kehidupan.
6.mengkaji dan
aspek:
mengolah data
1.Visual
eksperimen
laporan
7. Membuat
2.
laporan tertulis
kelengkapan. hasil praktikum
3. jawaban
8.
Mempresentasik
pertanyaan
an pengetahuan
dan
Portofolio
keterampilan
 Laporan
menentukan
pengamata variabel yang
n
mempengaruhi
kelarutan gula
Tes
dalam air.
 Tertulis
membuat
bagan /
skema
kinerja:
percobaan
menentukan variabel
yang mempengaruhi
kelarutan gula dalam
air.
PresentasiKelompok
aspek:
1. Penguasaan Isi
2. Teknik Bertanya/
Menjawab
3 Metode Penyajian
Portofolio/Produk
(fokus penilaian pada
aspek:
1. Visual laporan
2. kelengkapan.
3. jawaban pertanyaan
dengan karir masa
depan?
Mengumpulkan Data
(Experimenting)
Mengkaji literatur tentang
peran kimia dalam
kehidupan, perkembangan
IPTEK, dan dalam
menyelesaikan masalah
global.
Mengunjungi laboratorium
untuk mengenal alat-alat
dan bahan kimia serta tata
tertib laboratorium.
Mendiskusikan kerja
seorang ilmuwan kimia
dalam melakukan
penelitian untuk
memperoleh produk kimia
menggunakan metode
ilmiah meliputi: penemuan
masalah, perumusan
masalah, kajian pustka,
menentukan variabel,
membuat hipotesis,
melakukan percobaan dan
mengolah data serta
membuat laporan.
Merancang dan
melakukan percobaan
terkait kerja ilmiah,
misalnya menentukan
variabel yang
mempengaruhi kelarutan
gula dalam air.
Mengasosiasi
(Associating)
Menyimpulkan hasil
pengamatan dan diskusi
tentang hakikat ilmu kimia,
metode ilmiah dan
keselamatan kerja di
tentang
hakikat
kimia,
metode
ilmiah dan
keselamat
an kerja
serta
peran
kimia
dalam
kehidupan
laboratorium serta peran
kimia dalam kehidupan.
Mengkomunikasikan
(Communicating)
Mempresentasikan hasil
pengamatan dan diskusi
tentang hakikat ilmu kimia,
metode ilmiah dan
keselamatan kerja di
laboratorium serta peran
kimia dalam kehidupan
dengan tata bahasa yang
benar.
3.2. Menganalisis
perkembangan model
atom
3.3. Menganalisis struktur
atom berdasarkan teori
atom Bohr dan teori
mekanika kuantum.
3.4. Menganalisis hubungan
konfigurasi elektron dan
diagram orbital untuk
menentukan letak unsur
dalam tabel periodik
dan sifat-sifat periodik
unsur.
4.2. Mengolah dan
menganalisis
perkembangan model
atom.
4.3. Mengolah dan
menganalisis truktur
atom berdasarkan teori
atom Bohr dan teori
mekanika kuantum.
4.4. Menyajikan hasil
analisis hubungan
konfigurasi elektron dan
diagram orbital untuk
Struktur Atom
dan Tabel
Periodik
 Partikel partikel
penyusun atom
 Nomor atom dan
nomor massa
 Isotop, isobar,
isoton
 Perkembangan
model atom
 Konfigurasi
elektron
dan diagram
orbital
 Bilangan
kuantum dan
bentuk orbital.
 Sistem periodik
unsur (sifat
keperiodikan
unsur)
Fakta
Mengamati (Observing)
 Mengamati partikel partikel
 Partikel
penyusun atom dan
partikel
menentukan nomor atom
penyusun
dan nomor massa suatu
atom
unsur serta Isotop, isobar,
 Sistem
isoton
periodik
 Mengamati perkembangan
unsur Sifat
model atom untuk
unsur
menentukan konfigurasi
Konsep
elektron, diagram orbital,
 Nomor
bilangan kuantum dan
atom dan
bentuk orbital serta
nomor
hubungannya dengan letak
massa
unsur dalam tabel periodik.
 Isotop,
 Mengamati perkembangan
isobar,
tabel periodik unsur untuk
isoton
menentukan golongan dan
 Bilangan
perioda berdasarkan kulit
dan subkulit atom serta
kuantum
sifat keperiodikan unsur
dan bentuk
Menanya (Questioning)
orbital.
Prinsip
 Mengajukan pertanyaan
berkaitan dengan partikel
Aufbau
partikel penyusun atom,
Pauli
misalnya: adakah unsur
Hund
yang sama mempunyai
1. Menunjukan
sikap positip
(individu dan
sosial) dalam
diskusi
kelompok
2. Menunjukkan
perilaku dan
sikap
menerima,
menghargai,
dan
melaksanakan
kejujuran,
ketelitian,
disiplin dan
tanggung jawab
Observasi
 Sikap ilmiah
saat diskusi
dan presentasi
dengan lembar
pengamatan
Aspek sikap
ilmiah:
1.Menerima
2. menghargai,
3. disiplin
4. tanggung
jawab
Portofolio
 Membandingkan
Mempresentasika
perkembangan
teori atom mulai 
n peta konsep
tu
teori atom Dalton gas membuat mengenai
hingga teori atom peta konsep
perkembangan
Niels Bohr.
teori atom
mengenai
 Menentukan
perkembanga  Menuliskan
jumlah proton,
konfigurasi
n teori atom
elektron, dan
elektron suatu

tu
netron suatu
atom /ion jika
gas
atom unsur
diketahui
terstruktur
berdasarkan
nomor atomnya
mandiri yaitu
nomor atom dan
atau sebaliknya
mengerjakan
nomor

Menentukan
latihan
massanya.
elektron valensi
 Menentukan
Tes tertulis  Menentukan
isotop, isobar,
bilangan
uraian:
dan isoton
kuantum
 Menentuka
beberapa unsur.
elektron
n jumlah
tertentu
elektron,
 Menuliskan
 Menggambarkan
proton, dan
konfigurasi
bentuk-bentuk
netron dalam
elektron suatu
orbital.
atom
atom. /ion jika
 Menentukan kulit
 Menentuka
diketahui nomor
dan sub kulit
n konfigurasi
atomnya atau
serta
elektron dan
sebaliknya
hubungannyaden
Presentasi Kelompok
aspek:
1. Penguasaan Isi
2. Teknik Bertanya/
Menjawab
3 Metode Penyajian
Portofolio/Produk
(fokus penilaian pada
aspek:
1. Visual laporan
2. kelengkapan.
3. jawaban pertanyaan
menentukan letak
unsur dalam tabel
periodik dan sifat-sifat
periodik unsur
Prosedur
netron berbeda?
 Konfigurasi  Mengajukan pertanyaan
yang berkaitan dengan
elektron
struktur atom, misalnya:
dan
bagaimana partikel dasar
diagram
tersusun dalam atom
orbital
(konfigurasi elektron)?
dimana kemungkinan
keberadaan elektron dalam
orbital (bilangan kuantum)?
 Mengajukan pertanyaan
berkaitan dengan tabel
periodik, misalnya: apa
dasar pengelompokan
unsur dalam tabel periodik,
bagaimana hubungan
konfigurasi elektron dengan
letak unsur dalam tabel
periodik, apa yang
menyebabkan keteraturan
sifat unsur dalam tabel
periodik?
Mengumpulkan Data
(Experimenting)
 Mengamati nomor atom
dan nomor massa
beberapa unsur dalam
tabel periodik untuk
menentukan jumlah
elektron, proton dan netron
unsur tersebut.
 Menganalisis jumlah
proton, elektron, dan netron
suatu unsur untuk
menentukan isotop, isobar
dan isoton.
 Menganalisis
perkembangan model atom
untuk menentukan
konfigurasi elektron,
diagram orbital, bilangan
kuantum dan bentuk orbital
 Menentukan
elektron valensi
suatu atom.
berdasarkan
nomor atom
 Menjelaskan
kelemahan teori
atom Bohr
 Menjelaskan
gagasan utama
teori atom
mekanika
kuantum
 Menentukan
bilangan
kuantum
(kemungkinan
elektron berada)
 Menggambarkan
bentuk-bentuk
orbital.
 Menggunakan
prinsip aufbau,
aturan Hund dan
azas larangan
Pauli untuk
menuliskan
konfigurasi
elektron dan
diagram orbital.
 Menentukan kulit
dan sub kulit
serta
hubungannya
diagram
orbital
 Menentuka
n bilangan
kuantum dan
bentuk
orbital
 Mengan
alisis letak
unsur dalam
tabel periodik
berdasarkan
konfigurasi
elektron
Menganalisis
kecenderung
an sifat
keperiodikan
unsur dalam
satu
golongan
atau periode
berdasar kan
data
gan bilangan
kuantum.
 Mempresentasika
n peta konsep
mengenai
perkembangan
tabel periodik
 Menentukan
periode dan
golongan unsurunsur dalam
tabel periodik.
 Mengaitkan
konfigurasi
elektron suatu
unsur dengan
letaknya dalam
sistem periodik
 Mengklasifikasika
n unsur ke dalam
logam, non
logam, dan
metaloid.
 Menunjukkan
massa atom
relatif dari tabel
periodik.
 Menganalisis
tabel atau grafik
sifat keperiodikan
unsur.
serta hubungannya dengan
letak unsur dalam tabel
periodik.
 Menganalisis tabel dan
grafik hubungan antara
nomor atom dengan sifat
keperiodikan unsur (jari-jari
atom, energi ionisasi,
afinitas elekton, dan
keelektronegtifan)
Mengasosiasi
(Associating)
 Menyimpulkan bahwa
golongan dan perioda
unsur ditentukan oleh
nomor atom dan konfigurasi
elektron.
 Menyimpulkan adanya
hubungan antara
konfigurasi elektron suatu
unsur dengan sifat
keperiodikan unsur (jari-jari
atom, energi ionisasi,
afinitas elekton, dan
keelektronegtifan)
Mengkomunikasikan
(Communicating)
Mempresentasikan
perkembangan teori atom
dan perkembangan tabel
periodik unsur dengan
menggunakan tata bahasa
yang benar.
dengan bilangan
kuantum.
 Membandingkan
perkembangan
sistem periodik
melelui studi
kepustakaan.
 Menentukan
periode dan
golongan unsurunsur dalam
tabel periodik.
 Mengaitkan
konfigurasi
elektron suatu
unsur dengan
letaknya dalam
sistem periodic
 Mengklasifikasika
n unsur ke dalam
logam, non
logam, dan
metaloid.
 Menunjukkan
massa atom
relatif dari tabel
periodik.
 menentukan
hubungan
antara nomor
atom dengan
sifat
keperiodikan
unsur (jari-jari
atom, energi
ionisasi, afinitas
elekton, dan
keelektronegtifa
n)
 membandingkan
besaran nillai
jari-jari atom,
energi ionisasi,
afinitas elekton,
dan
keelektronegtifa
n unsur satu
dengan yang
lain berdasarkan
nomor atomnya
atau letaknya
dalam SPU
3.5. Membandingkan proses
pembentukan ikatan
ion, ikatan kovalen,
ikatan kovalen
koordinasi dan ikatan
logam serta interaksi
antar partikel (atom, ion,
molekul) materi dan
hubungannya dengan
sifat fisik materi.
3.6. Menganalisis kepolaran
senyawa.
3.7. Menganalisis teori
jumlah pasangan
elektron di sekitar inti
atom (Teori Domain
Elektron) untuk
menentukan bentuk
molekul.
4.5 Mengolah dan
menganalisis
perbandingan proses
pembentukan ikatan
ion, ikatan kovalen,
ikatan kovalen
koordinasi, dan ikatan
 Senyawa
kovalen polar
dan non
polar.
 Ikatan logam
 Gaya antar
molekul
 Sifat fisik
senyawa.
Fakta
 Senyawa
ion,
kovalen
polar dan
non polar.
 Sifat fisik
senyawa
Konsep
ikatan ion,
ikatan kovalen,
 ikatan
kovalen
koordinasi
 ikatan logam
interaksi antar
partikel
kepolaran
senyawa.
Prinsip
 Teori Domain
Elektron
 Bentuk
Mengamati (Observing)
 Mengamati struktur
Lewis beberapa unsur.
 Membaca tabel titik
leleh beberapa senyawa
ion dan senyawa
kovalen
 Membaca titik didih
senyawa hidrogen halida.
Menanya (Questioning)
 Bagaimana hubungan
antara susunan elektron
valensi dengan struktur
Lewis?
 Dari tabel titik leleh
muncul pertanyaan,
mengapa ada senyawa
yang titik lelehnya
rendah dan ada yang
titik lelehnya tinggi?
 Mengapa atom logam
cenderung melepaskan
elektron sedangkan
atom nonlogam
cenderung menerima
1. Menunjukan
sikap positip
(individu dan
sosial) dalam
diskusi
kelompok
2. Menunjukkan
perilaku dan
sikap
menerima,
menghargai,
dan
melaksanakan
kejujuran,
ketelitian,
disiplin dan
tanggung jawab
3. Menunjukkan
perilaku dan
sikap
menerima,
menghargai,
dan
Observasi
 Menjelaskan
 Keg.1 Sikap
kecenderungan
ilmiah dalam
suatu unsur
mencatat data
untuk mencapai
hasil percobaan
kestabilannya
dengan lembar
dengan cara
pengamatan
berikatan dengan
Aspek sikap
unsur lain.
 Menjelaskan
ilmiah:
hubungan antara
1.Menerima
susunan elektron
2.menghargai,
valensi dengan
3.disiplin
struktur Lewis
4.tanggung
 Menjelaskan
jawab
proses
terbentuknya

ikatan ion.
Portofolio
 Laporan
percobaan
Tes tertulis
uraian
 Membandin
gkan proses
pembentukan ion
dan ikatan
kovalen.
 Membedaka
n ikatan
kovalen
tunggal dan
ikatan
kovalen
 Menjelaskan
rangkap
proses
 Menganalisi
terbentuknya
s kepolaran
ikatan kovalen
senyawa
tunggal, rangkap
 Menganalisi
dua, dan rangkap
s hubungan
tiga.
antara jenis
 Menggambarkan
susunan elektron
valensi atom gas
mulia (duplet dan
oktet).
 Menggambarkan
elektron valensi
suatu unsur
menggun
akan struktur
Lewis.
 Me nggambarkan proses
terbentuknya
ikatan ion
 Me nggambarkan proses
terbentuknya
ikatan kovalen
tunggal, rangkap
dua, dan rangkap
tiga.

Menyajikan hasil
Presentasi Kelompok
aspek:
1. Penguasaan Isi
2. Teknik Bertanya/
Menjawab
3 Metode Penyajian
Portofolio/Produk
(fokus penilaian pada
aspek:
1. Visual laporan
2. kelengkapan.
3. jawaban pertanyaan
logam serta interaksi
antar partikel (atom,
ion, molekul) materi dan
hubungannya dengan
sifat fisik materi.
4.6 Merancang, melakukan,
dan menyimpulkan
serta menyajikan hasil
percobaan kepolaran
senyawa.
4.7 Meramalkan bentuk
molekul berdasarkan
teori jumlah pasangan
elektron di sekitar inti
atom (Teori Domain
Elektron).
molekul
Teori
VSEPR
 Bentuk
molekul
Prosedur
 Langkah kerja
percobaan
kepolaran
senyawa.Langk
ah-langkah
meramalkan
bentuk
molekul
elektron?
Mengapa atom oksigen
dapat mengikat dua
atom hidrogen
sedangkan atom
nitrogen dapat mengikat
tiga atom hidrogen?
 Apakah ada hubungan
antara ikatan kimia
dengan sifat fisis
senyawa?
 Mengapa titik didih air
tinggi pada hal air
mempunyai massa
molekul relatif kecil?
Mengumpulkan Data
(Experimenting)
 Mengingatkan susunan
elektron valensi dalam
orbital.
 Menggambarkan awan
elektron valensi
berdasarkan susunan
elektron dalam orbital.
 Menganalisis
pembentukan senyawa
berdasarkan
pembentukan ikatan
(berhubungan dengan
kecenderungan atom
untuk mencapai
kestabilan).
 Membandingkan proses
terbentuknya ikatan ion
dan ikatan kovalen.
 Menganalisis penyebab
perbedaan titik leleh
antara senyawa ion dan
kovalen.
 Menganalisis beberapa
contoh pembentukan
senyawa kovalen dan

melaksanakan
kejujuran,
ketelitian,
disiplin dan
tanggung jawab
ikatan
dengan sifat
 Menyebutkan
fisis
contoh senyawa
senyawa
yang berikatan
ion dan kovalen  Menganalisi
s bentuk
dalam kehidupan
molekul
sehari-hari
 Menjelaskan
sifat-sifat
senyawa ion dan
sifat-sifat
senyawa kovalen
 Menjelaskan
mengapa ada
senyawa yang
titik lelehnya
rendah dan ada
yang titik
lelehnya tinggi?
 Menganalisis
penyebab
perbedaan titik
leleh antara
senyawa ion dan
kovalen.
 Menjelaskan
proses
terbentuknya
ikatan koordinasi
pada beberapa
senyawa.
 Menunjukkan
PEB dan PEI
 Menentukan tipe
molekul
 Menentukan
bentuk molekul
berdasarkan teori
pasangan
elektron.
analisis
perbandingan
pembentukan
ikatan.
 Menghitung
jumlah PEB dan
PEI suatu
molekul
 Menggambarkan
bentuk molekul
berdasarkan teori
pasangan
elektron.
 Merancang
percobaan
kepolaran
beberapa
senyawa
 Menyimpulkan
hasil percobaan
tentang
kepolaran
senyawa dan
 mempresentasika
n hasil
percobaan
kepolaran
beberapa
senyawa dengan
menggunakan
bahasa yang
benar.
 Menyajikan
gambar bentuk
molekul
berdasarkan
teori jumlah
pasangan








senyawa ion.
Menganalisis beberapa
contoh senyawa kovalen
tunggal, kovalen
rangkap dua, kovalen
rangkap tiga dan
kovalen koordinasi.
Menganalisis sifat logam
dengan proses
pembentukan ikatan
logam.
Menganalisis hubungan
antara
keelektronegatifan unsur
dengan kecenderungan
interaksi antar
molekulnya
Menganalisis pengaruh
interaksi antarmolekul
terhadap sifat fisis
materi.
Merancang percobaan
kepolaran beberapa
senyawa (mewakili
senyawa kovalen,
kovalen polar dan
senyawa ionik) serta
mempresentasikan
hasilnya untuk
menyamakan persepsi.
Melakukan percobaan
terkait kepolaran
beberapa senyawa
(mewakili senyawa
kovalen, kovalen polar
dan senyawa ionik).
Mengamati dan
mencatat hasil
percobaan kepolaran
senyawa.
Menganalisis dan
menyimpulkan hasil
 Menentukan
bentuk molekul
berdasarkan
teori hibridisasi.
 Menjelaskan
hubungann
kepolaran
beberapa
senyawa dengan
keelektronegatifa
n
 Membedakan
gaya-gaya
antarmolekul
 Menjelaskan
hubungan antara
ikatan kimia
dengan sifat fisis
senyawa?
 Menjelaskan
perbedaan sifat
fisik (titik didih,
titik beku)
berdasarkan
perbedaan gaya
antar molekul
(gaya Van Der
Waals, gaya
London, dan
ikatan hidrogen)
 Menjelaskan
proses
pembentukan
ikatan logam dan
hubungannya
dengan sifat fisis
logam.
 Menghubungkan
sifat fisik materi
ektron di sekitar
inti atom.
 Menyajikan
hubungan
kepolaran
senyawa dengan
bentuk molekul.
percobaan dikaitkan
dengan data
keelektronegatifan.
Mengasosiasi
(Associating)
 Menganalisis konfigurasi
elektron dan struktur
Lewis dalam proses
pembentukan ikatan
kimia.
 Menyimpulkan bahwa
jenis ikatan kimia
berpengaruh kepada
sifat fisik materi.
Mengkomunikasikan
(Communicating)
 Menyajikan hasil analisis
perbandingan
pembentukan ikatan.
 Menyimpulkan hasil
percobaan tentang
kepolaran senyawa dan
mempresentasikan
dengan menggunakan
bahasa yang benar.
Mengamati (Observing)
 Mengamati bentuk
molekul beberapa
senyawa melalui
gambar/
molymod/animasi.
Menanya (Questioning)
 Bagaimana
menentukan bentuk
molekul suatu
senyawa?
 Bagaimana hubungan
antara bentuk molekul
dengan kepolaran
senyawa?
Mengumpulkan Data
(Experimenting)
dengan jenis
ikatannya.
 Memprediksi
jenis ikatan yang
terjadi pada
berbagai
senyawa.

3.8 Menganalisis sifat
larutan elektrolit dan larutan
nonelektrolit berdasarkan
daya hantar listriknya.
4.8 Merancang, melakukan,
dan menyimpulkan serta
menyajikan hasil percobaan
untuk mengetahui sifat
larutan elektrolit dan larutan
non- elektrolit .
Larutan
elektrolit dan
nonelektrolit
Mengkaji literatur untuk
meramalkan bentuk
molekul dan
mengkaitkan hubungan
bentuk molekul dengan
kepolaran senyawa.
Mengasosiasi
(Associating)
 Menyimpulkan bentuk
molekul berdasarkan
teori jumlah pasangan
elektron di sekitar inti
atom.
 Menyimpulkan
hubungan bentuk
molekul dengan
kepolaran senyawa.
Mengkomunikasikan
(Communicating)
 Menyajikan gambar
bentuk molekul
berdasarkan teori
jumlah pasangan
ektron di sekitar inti
atom.
 Menyajikan hubungan
kepolaran senyawa dengan
bentuk molekul.
Fakta
Mengamati (Observing)
Mengkaji literatur tentang
 Konduktor
larutan elektrolit dan
 Isolator
nonelektrolit.
 Pelarut
Menanya (Questioning)
 Terlarut
Mengajukan pertanyaan
Konsep
apakah semua larutan

Larutan
dapat menghantarkan arus
 Larutan
listrik? Mengapa ketika
elektrolit
banjir orang bisa tersengat
 Larutan non
arus listrik? Apa manfaat
elektrolit
larutan elektrolit dalam
 Reaksi
kehidupan?
ionisasi
Mengumpulkan Data
1.Menunjukan
sikap positip
(individu dan
sosial) dalam
diskusi
kelompok
2. Menunjukkan
perilaku dan
sikap
menerima,
menghargai,
dan
Observasi
 Menyebutkan
 Sikap ilmiah pengertian
saat merancang larutan elektrolit
dan melakukan
dan non elektrolit
percobaan serta *Mengidentifikasi
saat presentasi
sifat-sifat larutan
dengan lembar
elektrolit dan non
pengamatan
elektrolit melalui
Aspek sikap
percobaan
*Mengelompokka
ilmiah:
n larutan ke
1.Menerima
dalam larutan
2.menghargai,
elektrolit dan non
3.disiplin
elektrolit
4.tanggung
Tugas
 Membuat
peta konsep
tentang
larutan
elektrolit dan
nonelektrolit
Portofolio
 Peta konsep
Tes tertulis
uraian
 Menganalisis
penyebab
 Merancang
percobaan untuk
menyelidiki sifat
larutan
berdasarkan
daya hantar
listriknya
Melakukan
percobaan.daya
hantar listrik
pada beberapa
larutan.
Mengamati dan
mencatat data
 Laporan
praktikum
kinerja:
Menyajikan laporan
hasil percobaan
tentang daya hantar
listrik larutan elektrolit
kuat, larutan elektrolit
lemah, dan larutan
nonelektrolit.
PresentasiKelompok
Prinsip
 Peran ion
dalam
hantaran listrik
larutan(teori
archenius)
 Kekuatan
elektrolit
Prosedur
 Langkah kerja
percobaan daya
hantar listrik
dalam larutan
3.9 Menganalisis
perkembangan
konsep reaksi
Reaksi
Oksidasi dan
Reduksi
Fakta
 Perkaratan
 Pembakaran
(Experimenting)
Merancang percobaan
untuk menyelidiki sifat
larutan berdasarkan daya
hantar listrik dan
mempresentasikan
hasilnya untuk
menyamakan persepsi.
Melakukan percobaan.daya
hantar listrik pada
beberapa larutan.
Mengamati dan mencatat
data hasil percobaan.daya
hantar listrik pada
beberapa larutan.
Mengasosiasi
(Associating)
Menganalisis data hasil
percobaan untuk
menyimpulkan sifat larutan
berdasarkan daya hantar
listriknya (larutan elektrolit
dan larutan non-elektrolit).
Mengelompokkan larutan
berdasarkan jenis ikatan
dan menjelaskannya.
Menyimpulkan bahwa
larutan elektrolit dapat
berupa senyawa ion atau
senyawa kovalen polar
Mengkomunikasikan
(Communicating)
Menyajikan laporan hasil
percobaan tentang daya
hantar listrik larutan
elektrolit kuat, larutan
elektrolit lemah, dan larutan
nonelektrolit.
Mengamati (Observing)
Mengamati ciri-ciri
perubahan kimia (reaksi
melaksanakan
kejujuran,
ketelitian,
disiplin dan
tanggung jawab
3. Menunjukkan
perilaku dan
sikap
menerima,
menghargai,
dan
melaksanakan
kejujuran,
ketelitian,
disiplin dan
tanggung jawab
1. Menunjukan
sikap positip
(individu dan
jawab
Observasi
 Keg.1 Sikap
ilmiah dalam
berdasarkan sifat
hantaran listriknya
*Menjelaskan
penyebab
kemampuan
larutan elektrolit
menghantarkan
arus listrik
*Mendeskripsikan
bahwa larutan
elektrolit dapat
berupa senyawa
ion dan senyawa
kovalen polar.
 menjelaskan
perkembangan
konsep reaksi
larutan
hasil
elektrolit
percobaan.daya
dapat
hantar listrik
menghantark
pada beberapa
an arus listrik
larutan.
Mengelompo  Menyimpulkan
sifat larutan
kkan larutan
berdasarkan
elektrolit dan
daya hantar listrik
nonelektrolit
larutan elektrolit
serta larutan
dan larutan nonelektrolit kuat
elektrolit.
dan elektrolit  Menyimpulkan
lemah
bahwa larutan
berdasar-kan
elektrolit dapat
berupa senyawa
data
ion atau senyawa
percobaan.
kovalen polar
 Mengkomunikasik
an hasil
percobaan
larutan elektrolit
dan non elektrolit
Observasi
 menentukan

tu
bilangan
gas membuat
oksidasi,
aspek:
1. Penguasaan Isi
2. Teknik Bertanya/
Menjawab
3 Metode Penyajian
Portofolio/Produk
(fokus penilaian pada
aspek:
1. Visual laporan
2. kelengkapan.
3. jawaban pertanyaan
 Merancang percobaan
reaksi pembakaran
dan serah terima
oksidasi-reduksi
serta menentukan
bilangan oksidasi
atom dalam molekul
atau ion.
3.10 Menerapkan aturan
IUPAC untuk
penamaan senyawa
anorganik dan
organik sederhana.
4.9 Merancang,
melakukan, dan
menyimpulkan serta
menyajikan hasil
percobaan reaksi
oksidasi-reduksi.
4.10 Menalar aturan
IUPAC dalam
penamaan senyawa
anorganik dan
organik sederhana.
 Konsep
reaksi
oksidasi reduksi
 Bilangan
oksidasi
unsur dalam
senyawa
atau ion
 respirasi
Konsep
 reaksi
oksidasi –
reduksi
 oksidatord
an reduktor
 bilangan
oksidasi
Prinsip
 Aturan
penentuan
bilangan
oksidasi
 aturan
IUPAC untuk
penamaan
senyawa
anorganik dan
organik
 Tata nama
senyawa
Prosedur
 percobaan
reaksi oksidasireduksi
kimia), misalnya buah
(apel, kentang atau pisang)
yang dibelah dan dibiarkan
di udara terbuka serta
mengamati karat besi untuk
menjelaskan reaksi
oksidasi-reduksi.
Menyimak penjelasan
tentang perkembangan
konsep reaksi oksidasireduksi dan bilangan
oksidasi unsur dalam
senyawa atau ion.
Menanya (Questioning)
Mengajukan pertanyaan
mengapa buah apel,
kentang atau pisang yang
tadinya berwarna putih
setelah dibiarkan di udara
menjadi berwarna coklat?
Mengapa besi bisa
berkarat?
Bagaimana menentukan
bilangan oksidasi unsur
dalam senyawa atau ion?
Mengumpulkan Data
(Experimenting)
Merancang percobaan
reaksi pembakaran dan
serah terima elektron serta
mempresentasikan
hasilmya untuk
menyamakan persepsi.

Melakukan
percobaan reaksi
pembakaran dan serah
terima elektron.
Mengamati dan mencatat
hasil percobaan reaksi
pembakaran dan serah
terima elektron.
Mendiskusikan hasil kajian
sosial) dalam
diskusi
kelompok
2. Menunjukkan
perilaku dan
sikap
menerima,
menghargai,
dan
melaksanakan
kejujuran,
ketelitian,
disiplin dan
tanggung jawab
3. Menunjukkan
perilaku dan
sikap
menerima,
menghargai,
dan
melaksanakan
kejujuran,
ketelitian,
disiplin dan
tanggung jawab
mencatat data
oksidasi-reduksi
peta konsep
hasil percobaan  menyebutkan 3
mengenai
dengan lembar
perkembanga
contoh reaksi
pengamatan
n reaksi
redoks dlm
Aspek sikap
redoks
kehidupan

tu
sehari-hari
ilmiah:
gas
 Menentukan
1. Menerima
bilangan oksidasi terstruktur
2.menghargai,
mandiri yaitu
atom unsur
3.disiplin
mengerjakan
dalam senyawa
4.tanggung
latihan
atau ion dalam
jawab
diskusi kelas.
 Menuliskan reaksi Tes tertulis
pembakaran hasil  Menganalisis
percobaan.
unsur yang
mengalami
 Menerapkan
oksidasi dan
aturan IUPAC
unsur yang
untuk penamaan
mengalami
senyawa
reduksi
anorganik dan
 Menuliskan
organik
persamaan
sederhana.
reaksi
oksidasi
reduksi
 Menganalisis
bilangan
oksidasi
unsur dalam
senyawa atau
ion
 Memberi
nama
senyawasenyawa
kimia
menurut
aturan IUPAC
oksidator,
reduktor, hasil
oksidasi, dan
hasil reduksi
 Merancang,
melakukan, dan
menyimpulkan
serta menyajikan
hasil percobaan
reaksi oksidasireduksi.
 Menalar
aturan IUPAC
dalam
penamaan
senyawa
anorganik dan
organik
sederhana.
elektron
Presentasi
 Menyajikan hasil
percobaan reaksi
pembakaran dan
serah terima
elektron.
 Menyajikan
penyelesaian
penentuan bilangan
oksidasi unsur
dalam senyawa atau
ion.
Kelompok
aspek:
1. Penguasaan Isi
2. Teknik Bertanya/
Menjawab
3 Metode Penyajian
Portofolio/Produk
(fokus penilaian pada
aspek:
1. Visual laporan
2. kelengkapan.
3. jawaban pertanyaan
Portofolio
 Laporan percobaan
literatur untuk menjawab
pertanyaan tentang
bilangan oksidasi unsur
dalam senyawa atau ion.
Mengasosiasi
(Associating)
Menganalisis data untuk
menyimpulkan reaksi
pembakaran dan serah
terima elektron
Menuliskan reaksi
pembakaran hasil
percobaan.
Menyamakan jumlah unsur
sebelum dan sesudah
reaksi.
Berlatih menuliskan
persamaan reaksi
pembakaran.
Menuliskan reaksi serah
terima elektron hasil
percobaan.
Berlatih menuliskan
persamaan reaksi serah
terima elektron.
Menganalisis dan
menyimpulkan bilangan
oksidasi unsur dalam
senyawa atau ion.
Mengkomunikasikan
(Communicating)
Menyajikan hasil
percobaan reaksi
pembakaran dan serah
terima elektron.
Menyajikan penyelesaian
penentuan bilangan
oksidasi unsur dalam
senyawa atau ion.
Mengamati (Observing)
Mengkaji literatur tentang
3.11 Menerapkan konsep
massa atom relatif dan
massa molekul relatif,
persamaan reaksi, hukumhukum dasar kimia, dan
Stoikiometri
 Massa atom
relatif (Ar) dan
Massa molekul
relatif (Mr)
Fakta
 Atom
 Massa zat
 Reaksi kimia
tata nama senyawa
anorganik dan organik
sederhana menurut aturan
IUPAC.
Menanya (Questioning)
Bagaimana menerapkan
aturan IUPAC untuk
memberi nama senyawa.
Mengumpulkan Data
(Experimenting)
Mengkaji literatur untuk
menjawab pertanyaan
yang berkaitan dengan
tata nama senyawa
anorganik dan organik
sederhana menurut aturan
IUPAC.
Mendiskusikan aturan
IUPAC untuk memberi
nama senyawa.
Mengasosiasi
(Associating)
Menyimpulkan penerapan
aturan tata nama senyawa
anorganik dan organik
sederhana menurut aturan
IUPAC.
Berlatih memberi nama
senyawa sesuai aturan
IUPAC.
Mengkomunikasikan
(Communicating)
Menyajikan penerapan
aturan tata nama senyawa
anorganik dan organik
sederhana menurut aturan
IUPAC.
Mengamati (Observing)
 Membaca literatur tentang
massa atom relatif dan
massa molekul relatif,
persamaan reaksi, hukum
1. Menunjukan
sikap positip
(individu dan
sosial) dalam
Observasi
 Sikap ilmiah
saat diskusi,
merancang dan
melakukan
 Menyebutkan
pengertian
massa atom
relatif dan
Tes tertulis
uraian
 Menentukan
massa atom
 Merancang
percobaan untuk
membuktikan
hukum Lavoisier
Tugas
 Merancang
percobaan untuk
membuktikan hukum
konsep mol untuk
 Persamaan
menyelesaikan perhitungan
reaksi
kimia
 Hukum dasar
kimia
4 .11 Mengolah dan
- hukum Lavoisier
menganalisis data terkait
- hukum Proust
massa atom relatif dan
- hukum Dalton
massa molekul relatif,
- hukum Gay
persamaan reaksi, hukumLussac
hukum dasar kimia, dan
- hukum Avogadro
konsep mol untuk
 Konsep Mol
menyelesaikan perhitungan - massa molar
kimia
- volume molar
gas
- Rumus empiris
dan rumus
molekul.
- Senyawa hidrat.
- Kadar zat
(persentase
massa,
persentase
volume, bagian
per Juta atau
part per million,
molaritas,
molalitas, fraksi
mol).
 Perhitungan
kimia
- hubungan antara
jumlah mol,
partikel, massa
dan volume gas
dalam
persamaan
reaksi.
Pereaksi pembatas
Konsep
 Massa atom
relatif (Ar) dan
Massa molekul
relatif (Mr)
 Persamaan
reaksi
 Konsep Mol
- massa molar
- volume molar
gas
- Rumus empiris
dan rumus
molekul.
- Senyawa
hidrat.
- Kadar zat
(persentase
massa,
persentase
volume,
bagian per
Juta atau part
per million,
molaritas,
molalitas,
fraksi mol).
 Perhitungan
kimia
- hubungan
antara jumlah
mol, partikel,
massa dan
volume gas
dalam
persamaan
reaksi.
Pereaksi
pembatas
Prinsip
dasar kimia dan konsep
mol.
 Mengkaji literatur tentang
penerapan konsep mol
dalam perhitungan kimia.
Menanya (Questioning)
 Mengajukan pertanyaan
bagaimana cara
menentukan massa atom
relatif dan massa molekul
relatif suatu senyawa?
 Bagaimana cara
menyetarakan persamaan
reaksi?
 Bagaimana membedakan
rumus empiris dengan
rumus molekul?
 Mengapa terbentuk
senyawa hidrat?
 Bagaimana menentukan
kadar zat?
 Mengajukan pertanyaan
yang berkaitan dengan
penerapan konsep mol
dalam perhitungan kimia.
Mengumpulkan Data
(Experimenting)
 Mendiskusikan cara
menentukan massa atom
relatif dan massa molekul
relatif.
 Mendiskusikan cara
menyetarakan persamaan
reaksi.
 Merancang percobaan
untuk membuktikan hukum
Lavoisier serta
mempresentasikan hasil
rancangan untuk
menyamakan persepsi.
 Melakukan percobaan
untuk membuktikan hukum
diskusi
kelompok
2. Menunjukkan
perilaku dan
sikap
menerima,
menghargai,
dan
melaksanakan
kejujuran,
ketelitian,
disiplin dan
tanggung jawab
3. Menunjukkan
perilaku dan
sikap
menerima,
menghargai,
dan
melaksanakan
kejujuran,
ketelitian,
disiplin dan
tanggung jawab
percobaan
dengan lembar
pengamatan
Aspek sikap
ilmiah:
1. Menerima
2.menghargai,
3.disiplin
4.tanggung
jawab
massa molekul
relatif.
relatif (Ar)
dan massa
molekul

relatif (Mr)
Menyebutkan
 Menentukan
cara
menentukan
rumus
massa atom
empiris dan
relatif dan
rumus
massa molekul
molekul serta
relatif.
senyawa
hidrat.
 menentukan

Menentukan
massa molekul
kadar zat
relatif. Jika
dalam
diketahui massa
campuran
atom relatif
 Menyetaraka
 menyetarakan
n persamaan
persamaan
reaksi
reaksi.
 Menerapkan
 menyebutkanhu
konsep mol
kum Proust ,
dalam
hukum Dalton,
perhitungan
hukum Gay
kimia
Lussac dan
hukum
Avogadro.
 Menerapkan
hukum Proust
untuk
memecahkan
masalah
 Menerapkan
hukum Dalton
untuk
memecahkan
masalah
 Menerapkan
hukum Gay
Lussac untuk
memecahkan
masalah
 mempresentasik
an hasil
rancangan untuk
menyamakan
persepsi.
 Melakukan
percobaan untuk
membuktikan
hukum Lavoisier.
 Mengamati dan
mencatat data
hasil percobaan
hukum Lavoisier.
 Menyajikan
cara menentukan
massa atom
relatif dan massa
molekul relatif
serta persamaan
reaksi.
 Mempresentas
ikan hasil kajian
tentang hukum
Proust, hukum
Dalton, hukum
Gay Lussac dan
hukum Avogadro.
 Menyajikan
cara menentukan
rumus empiris
dan rumus
molekul serta
senyawa hidrat.
 Menyajikan
penentuan kadar
zat dalam
campuran.
 Menyajikan
penerapan
konsep mol
untuk
menyelesaikan
Lavoisier
Portofolio
 Laporan percobaan
 Hukum dasar
kimia
- hukum
Lavoisier
- hukum Proust
- hukum Dalton
- hukum Gay
Lussac
- hukum
Avogadro
Prosedur
 percobaan
untuk
membuktikan
hukum
Lavoisier
 Langkahlangkah
perhitungan
kimia
Lavoisier.
 Mengamati dan mencatat
data hasil percobaan
hukum Lavoisier.
 Mendiskusikan hukum
Proust , hukum Dalton,
hukum Gay Lussac dan
hukum Avogadro.
 Mendiskusikan massa
molar, volume molar gas,
rumus empiris dan rumus
molekul serta senyawa
hidrat.
 Mendiskusikan penentuan
kadar zat dalam campuran.
 Menganalisis konsep mol
untuk menyelesaikan
perhitungan kimia
(hubungan antara jumlah
mol, partikel, massa dan
volume gas dalam
persamaan reaksi serta
pereaksi pembatas).
Mengasosiasi
(Associating)
 Berlatih menghitung massa
atom relatif dan massa
molekul relatif
 Berlatih menyetarakan
persamaan reaksi.
 Menganalisis data untuk
membuktikan hukum
Lavoisier.
 Menganalisis hasil kajian
untuk menyimpulkan
hukum Proust , hukum
Dalton, hukum Gay Lussac
dan hukum Avogadro.
 Berlatih menentukan
massa molar dan volume
molar gas.
 Menghubungkan rumus
 Menerapkan
hukum Avogadro
untuk
memecahkan
masalah
 Menyebutkan
pengertian
massa molar,
volume molar
gas, rumus
empiris dan
rumus molekul
serta senyawa
hidrat.
 Menghitung
massa suatu zat
jika diketahui
satuan lain atau
sebaliknya
 Menghitung
volume suatu
gas jika
diketahui satuan
lain atau
sebaliknya
 Menghitung
jumlah partikel
suatu zat jika
diketahui satuan
lain atau
sebaliknya
 Menentukan
kadar zat dalam
campuran.
 Menerapkan
konsep mol
untuk
menyelesaikan
perhitungan
kimia (hubungan
antara jumlah
perhitungan
kimia
empiris dengan rumus
molekul
 Menghitung banyaknya
molekul air dalam senyawa
hidrat
 Menghitung banyaknya zat
dalam campuran (%
massa, % volum, bpj,
molaritas, molalitas, dan
fraksi mol) .
 Menyimpulkan
penggunakan konsep mol
untuk menyelesaikan
perhitungan kimia.
Mengkomunikasikan
(Communicating)
 Menyajikan cara
menentukan massa atom
relatif dan massa molekul
relatif serta persamaan
reaksi.
 Menyajikan hasil
percobaan untuk
membuktikan hukum
Lavoisier.
 Mempresentasikan hasil
kajian tentang hukum
Proust, hukum Dalton,
hukum Gay Lussac dan
hukum Avogadro.
 Menyajikan cara
menentukan rumus empiris
dan rumus molekul serta
senyawa hidrat.
 Menyajikan penentuan
kadar zat dalam campuran.
 Menyajikan penerapan
konsep mol untuk
menyelesaikan perhitungan
kimia.
mol, partikel,
massa dan
volume gas
dalam
persamaan
reaksi serta
pereaksi
pembatas).
 Menentukan
rumus molekul
dari rumus
empiris
 Menghitung
banyaknya
molekul air
dalam senyawa
hidrat
 Menghitung
banyaknya zat
dalam campuran
(% massa, %
volum, bpj,
molaritas,
molalitas, dan
fraksi mol) .
BAB IV PENUTUP
Efektifitas pembelajaran merupakan indikator keberhasilan belajar, artinya bahwa semakin
efektifitasnya tinggi dalam kegiatan pembelajaran maka hasil belajar semakin berkualitas
dan sebaliknya semakin tidak efektifnya pembelajaran maka berdampak hasil belajar yang
tidak optimal.
Kurikulum 2013 mengembangkan dua modus proses pembelajaran yaitu proses pembelajaran
langsung dan proses pembelajaran tidak langsung. Proses pembelajaran langsung adalah proses
pendidikan di mana peserta didik mengembangkan pengetahuan, kemampuan berpikir dan
keterampilan psikomotorik melalui interaksi langsung dengan sumber belajar yang dirancang dalam
silabus dan RPP berupa kegiatan-kegiatan pembelajaran. Dalam pembelajaran langsung peserta
didik melakukan kegiatan belajar dengan pendekatan saintifik yaitu melalui mengamati, menanya,
mengumpulkan informasi, mengasosiasi atau menganalisis, dan mengkomunikasikan apa yang sudah
ditemukannya dalam kegiatan analisis. Oleh karena itu fokus pertama dan utama bagi guru dalam
menyiapkan pembelajaran adalah melakukan analisis pada ketiga kompetensi itu. Dari analisis
itulah akan diperoleh penjabaran materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan penilaian yang
diperlukan
Pembelajaran tidak langsung adalah proses pendidikan yang terjadi selama proses
pembelajaran langsung tetapi tidak dirancang dalam kegiatan khusus. Pembelajaran tidak
langsung berkenaan dengan pengembangan nilai dan sikap. Baik pembelajaran langsung
maupun pembelajaran tidak langsung terjadi secara terintegrasi dan tidak terpisah.
Pembelajaran langsung berkenaan dengan pembelajaran yang menyangkut KD yang
dikembangkan dari KI-3 dan KI-4. Keduanya, dikembangkan secara bersamaan dalam suatu
proses pembelajaran dan menjadi wahana untuk mengembangkan KD pada KI-1 dan KI-2.
Pembelajaran tidak langsung berkenaan dengan pembelajaran yang menyangkut KD yang
dikembangkan dari KI-1 dan KI-2.
Pelaksanaan pembelajaran didahului dengan penyiapan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dikembangkan oleh guru baik secara individual maupun kelompok yang
mengacu pada Silabus.
Dalam hal ini, strategi pembelajaran sangat diperlukan dalam menunjang terwujudnya
seluruh kompetensi yang dimuat dalam Kurikulum 2013 agar KI-1, KI-2, KI-3, dan KI-4 dapat
tercapai secara terintegrasi.
Untuk menyiapkan kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran
saintifik serta melakukan penilaiain autentik menggunakan silabus sebagai acuan, perlu
penjabaran operasional antara lain dalam mengembangkan materi pembelajaran yang
memuat fakta, konsep, prinsip dan prosedur. Selanjutnya mengembangkan langkah
alternatif pembelajaran serta merancang dan melaksanakan penilaian autentik. Sedangkan
Strategi penilaian disiapkan untuk memfasilitasi guru dalam mengembangkan pendekatan,
teknik dan instrumen penilaian hasil belajar dengan pendekatan autentik.
DAFTAR PUSTAKA
Anderson, Le.W. dan Kreathwohl, D.R. (2001). A Taxonomy For Learning, Teaching, And Assesssing:
A Revision of Bloom,s Taxonomy of Educational Objectives. New York. Longman.
Bruner, J. (1996). The Culture of Education. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Harding, S. (1998). Is Science Multicultural? Postcolonialisms, Feminisms, and Epistemologies.
Bloomington: Indiana University Press.
Calabrese Barton, A. (1998). Reframing “science for all” through the politics of poverty.
Educational Policy, 12, 525-541.
http://www.ase.org.uk/documents/principles-and-big-ideas-of-science-education
Peraturan Pemerintah No.32 Tahun 2013 tentang perubahan atas PP No. 19 tahun 2005 tentang
Standar Nasional pendidikan (Lembar Negara RI Tahun 2013 No.71, Tambahan Lembar
Negara)
Permendikbud No.54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan
Menengah;
Permendikbud No.64 Tahun 2013 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah.
Permendikbud No.65 Tahun 2013 tentang Standar proses Pendidkan Dasar dan Menengah.
Permendikbud No.66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Permendikbud No.69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah
Atas/Madrasah Aliyah.
UU No 20 tahun 2003 tentang Sisten Pendidikan Nasional (lembar Negara RI tahun 2003 No. 78,
Tambahan lembar Negara RI No. 4301),
Young, Jolee. And Elaine Chapman (2010). Generic Competency Frameworks: a Brief Historical
Overview. Education Research and Perspectives, Vol.37. No.1. The University of Western
Australia.
Lampiran:Contoh RPP
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nama Sekolah
: SMA ...........
Mata Pelajaran
: Kimia
Kelas/Semester
: X/Dua
Materi pokok
: Larutan elektrolit dan Non elektrolit
Alokasi Waktu
: 1 x 3 JP
A. Kompetensi Inti
KI 1 :Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 :Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi
atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 :Memahami,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya,
dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
KI 4 :Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
3.8
Menganalisis sifat larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit berdasarkan daya
hantar listriknya.
Indikator:
1. Menyebutkan pengertian larutan elektrolit dan non elektrolit
2. Mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit dan non elektrolit melalui percobaan
3. Mengelompokkan larutan ke dalam larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan sifat
hantaran listriknya
4. Menjelaskan penyebab kemampuan larutan elektrolit menghantarkan arus listrik
5. Mendeskripsikan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen
polar.
4.8 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan untuk
mengetahui sifat larutan elektrolit dan larutan non- elektrolit
Indikator:
1. Merancang percobaan untuk menyelidiki sifat larutan berdasarkan daya hantar listriknya
2. Melakukan percobaandaya hantar listrik pada beberapa larutan.
3. Mengamati dan mencatat data hasil percobaandaya hantar listrik pada beberapa larutan.
4. Menganalisis data hasil percobaan daya hantar listrik larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit.
5. Menyimpulkan sifat larutan berdasarkan daya hantar listrik larutan elektrolit dan larutan
non-elektrolit.
6. Menyimpulkan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion atau senyawa kovalen
polar
7. Mengkomunikasikan hasil percobaan larutan elektrolit dan non elektrolit
C.
Tujuan Pembelajaran
1.
Siswa dapat menyadari adanya keteraturan sifat hantar listrik pada larutan sebagai wujud
2.
3.
kebesaran Tuhan YME.
Siswa dapat menunjukan sikap positip (individu dan sosial) dalam diskusi kelompok
Siswa dapat menunjukkan perilaku dan sikap menerima, menghargai, dan melaksanakan
4.
5.
kejujuran, ketelitian, disiplin dan tanggung jawab
Siswa dapat menyebutkan pengertian larutan elektrolit dan non elektrolit
Siswa dapat mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit dan iswnon elektrolit melalui
6.
percobaan
Siswa dapat mengelompokkan larutan ke dalam larutan elektrolit dan non elektrolit
7.
berdasarkan sifat hantaran listriknya
Siswa dapat menjelaskan penyebab kemampuan larutan elektrolit menghantarkan arus
8.
listrik
Siswa dapat mendeskripsikan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan
9.
senyawa kovalen polar.
Siswa dapat merancang percobaan untuk menyelidiki
sifat larutan berdasarkan daya
hantar listriknya
10. Siswa dapat melakukan percobaan.daya hantar listrik pada beberapa larutan.
11. Siswa dapat mengamati dan mencatat data hasil percobaan.daya hantar listrik pada
beberapa larutan.
12. Siswa dapat menyimpulkan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion atau
senyawa kovalen polar
13. Siswa dapat menganalisis data hasil percobaan larutan berdasarkan daya hantar listrik
larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit.
14. Siswa dapat menyimpulkan sifat larutan berdasarkan daya hantar listrik larutan elektrolit
dan larutan non-elektrolit.
D. Materi Pembelajaran



o
Fakta
o Konduktor
o Isolator
o Pelarut
o Terlarut
Konsep
o Larutan
o Larutan elektrolit
o Larutan non elektrolit
o Reaksi
o ionisasi
Prinsip
o Peran ion dalam hantaran listrik larutan(teori Arrhenius)
o Kekuatan elektrolit
Prosedur
o Langkah kerja percobaan daya hantar listrik dalam larutan
Suatu larutan yang dapat menghantarkan listrik dinamakan larutan elektrolit.
Kekuatan menghantarkan listrik tergantung pada jumlah ion yang terdapat dalam
larutan tersebut. Semakin banyak jumlah ionnya semakin kuat sifat elektrolitnya.
Hal ini disebabkan oleh derajat ionisasi zat yang terlarut.
1. LARUTAN ELEKTROLIT KUAT

Mempunyai derajat ionisasi 1 (  = 1 )

Terion sempurna
Contoh : HCl(aq), H2SO4(aq), NaCl(aq), NaOH(aq)
HCl(aq)  H+(aq) + Cl-(aq)
NaCl(aq)  Na+(aq) + Cl-(aq)
H2SO4(aq)  2H+(aq) + SO42-(aq)
NaOH(aq)  Na+(aq) + OH-(aq)
2. LARUTAN ELEKTROLIT LEMAH

Mempunyai derajat ionisasi ( 0<  < 1 )

Terion sebagian
Contoh : CH3COOH(aq), NH4OH(aq)
CH3COOH(aq)  CH3COO-(aq) + H+(aq)
NH4OH(aq)
 NH4+(aq) + OH-(aq)
3. LARUTAN NON ELEKTROLIT

Mempunyai derajat ionisasi (

Tidak terion
=0)
Contoh : CO(NH2)2(aq), C12H22O11(aq)
CO(NH2)2(aq)  CO(NH2)2(aq)
( tidak terion )
C12H22O11(aq)  C12H22O11(aq)
( tidak terion )
4. JENIS SENYAWA ELEKTROLIT
No
Jenis Senyawa
1.
Senyawa ion (NaCl,
Sifat Senyawa
( elektrolit / non elektrolit )
Padat
Lelehan
Larutan
Non elektrolit
Elektrolit
Elektrolit
2.
MgCl2)
Non elektrolit
Senyawa kovalen polar
Non
Elektrolit
elektrolit
(HCl, HBr)
Pada senyawa ion yang berwujud lelehan dan larutan ion-ionya dapat bergerak
bebas, sedangkan pada wujud padat tidak. Demikian pula pada senyawa kovalen
hanya yang berwujud larutanlah yang ionnya dapat bergerak bebas. Jadi sifat
elektrolit suatu senyawa ditentukan oleh ionnya.
METODE PEMBELAJARAN:
1. Eksperimen
2. Diskusi Kelompok
3. Inquiri
MEDIA, ALAT, DAN SUMBER PEMBELAJARAN
1. Media.
Bahan Tayang
2. Alat/Bahan
alat uji elektrolit, gelas kimia, Beberapa sampel larutan elektrolit, nonelektrolit
3. Sumber Belajar

Michael Purba, Kimia Kelas X SMA /MA , Erlangga ,Jakarta

Supplement books:

Cerdas Belajar Kimia, Nana Sutresna, Grafindo Media Pratama, 2008

buku pegangan Kimia jilid 1, Buku Kimia Penunjang Aktifitas Siswa,
dan hands out


Lembar kerja
Internet
http://e-dukasi.net
http://psb-psma.org
G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
Kegiatan
A.
Pendahuluan
1) Siswa merespon
Waktu
15’
Keterangan
Guru menagih
salam dan pertanyaan dari guru
secara lisan tugas
berhubungan dengan kondisi ,absensi
2) Sebagai apersepsi untuk mendorong rasa ingin tahu
baca dan tugas
dan berpikir kritis, guru mengajukan pertanyaan
mencari artikel
tentang larutan gula dan larutan asam cuka
3) Guru memotivasi siswa tayangan video “Nelayan”
4) Siswa menerima informasi kompetensi, materi,
tentang larutan
elektrolit dan
nonelektrolit
tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan
dilaksanakan
5) Guru menagih secara lisan tugas baca dan mencari
artikel tentang larutan elektrolit dan nonelektrolit
B.
Kegiatan Inti Guru
1. Siswa diminta mengkaji literatur tentang larutan
elektrolit dan nonelektrolit.
2. Guru mengajukan pertanyaan apakah semua larutan
dapat menghantarkan arus listrik? Mengapa ikan di
sungai bisa mati tersengat arus listrik? Apa manfaat
larutan elektrolit dalam kehidupan?
3. Siswa diminta merancang percobaan untuk
menyelidiki sifat larutan berdasarkan daya hantar
listrik dan mempresentasikan hasilnya untuk
menyamakan persepsi.
4. Siswa melakukan percobaandaya hantar listrik pada
beberapa larutan.
5. Siswa mengamati dan mencatat data hasil
percobaandaya hantar listrik pada beberapa larutan.
6. Siswa menganalisis data hasil percobaan untuk
menyimpulkan sifat larutan berdasarkan daya hantar
listriknya (larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit).
7. Siswa mengelompokkan larutan berdasarkan jenis
ikatan dan menjelaskannya.
8. Siswa menyimpulkan bahwa larutan elektrolit dapat
berupa senyawa ion atau senyawa kovalen polar
9. Siswa menyajikan laporan hasil percobaan tentang
daya hantar listrik larutan elektrolit kuat, larutan
elektrolit lemah, dan larutan nonelektrolit.
90’
Kegiatan
C.
Penutup

Waktu
30’
Keterangan
Guru bersama siswa membuat kesimpulan tentang
larutan elektrolit dan nonelektrolit

Guru meminta siswa mencatat soal penugasan
mengenai larutan elektrolit dan nonelektrolit

Guru memberikan tugas baca bagi siswa untuk materi
berikutnya
H. Penilaian
1.
Sikap
-
Mekanisme dan
Instrumen
Prosedur
Observasi Kerja - Lembar Observasi
2.
Pengetahuan
3.
Ketrampilan
-
Kelompok
Penugasan
Tes Tertulis
Kinerja
-
Soal Penugasan
Soal Objektif
Kinerja
-
Presentasi
Laporan Praktik
-
Presentasi
Rubrik Penilaian
No
Aspek
Keterangan
Jakarta, .....................
Kepala SMA Negeri ........
Guru Mata Pelajaran KIMIA
............................
NIP. ........................
............................
NIP. ........................
Catatan Kepala Sekolah
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Lampiran 1 Lembar Pengamatan
LEMBAR PENGAMATAN SIKAP
Mata Pelajaran
:.................................................................................
Kelas/Semester
:................................................................................
Tahun Ajaran
:................................................................................
Waktu Pengamatan : ...............................................................................
Indikator perkembangan sikap religius, tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun
1. BT (belum tampak) jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas
2. MT (mulai tampak) jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
3. MB (mulai berkembang) jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
4. MK (membudaya) jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten
Bubuhkan tanda V pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
N
o
Nam
a
Siswa
B
T
Religius
M
M
T
B
M
K
1.
2.
3.
4.
5.
...
Keterangan
1
2
3
4
BT= kurang
MT= sedang
MB= baik
MK= sangat baik
Lampiran 2
Tanggug jawab
B
M
M
M
T
T
B
K
B
T
Peduli
M
M
T
B
M
K
B
T
Responsif
M
M
T
B
M
K
B
T
Santun
M
M
T
B
MK
a. Lembar Observasi dan kinerja presentasi mengenai sikap ilmiah saat diskusi dan presentasi
1. Abdus Shamad
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
(1
4
(2
4
Keterangan pengisian skor
4. Sangat tinggi
3. Tinggi
2. Cukup tinggi
1. Kurang
Presentasi Kelompok
Aspek:
1. Penguasaan Isi
2. Teknik Bertanya/ Menjawab
3 Metode Penyajian
(3)
4
(4)
4
(5)
3
(6)
24
(7)
4
(8)
3
Isi
Visual
Presentasi
juml
Kerja sama
peduli
JawabTanggung
Nama Siswa
Disiplin
No
Kejujuran
LEMBAR PENGAMATAN OBSERVASI DAN KINERJA PRESENTASI
Mata Pelajaran
: KIMIA
Kelas/Program: X/M-IPA
Kompetensi : ……………
Observasi
Kinerja
Presentasi
(9)
3
Jml
Skor
10
INDIKATOR KOMPETENSI INTI 1 DAN 2
1. Jujur
a. Menyampaikan sesuatu berdasarkan keadaan yang sebenarnya
b. Tidak menutupi kesalahan yang terjadi
2. Disiplin
a. Selalu hadir di kelas tepat waktu
b. Mengerjakan LKS sesuai petunjuk dan tepat waktu
c. Mentaati aturan main dalam kerja mandiri dan kelompok
3. Tanggung jawab
a. Berusaha menyelesaikan tugas dengan sungguh-sungguh
b. Bertanya kepada teman/guru bila menjumpai masalah
c. Menyelesaikan permasalahan yang menjadi tanggung jawabnya
d. Partisipasi dalam kelompok
4. Peduli
a. Menjaga kebersihan kelas, membantu teman yang membutuhkan
b. Menunjukkan rasa empati dan simpati untuk ikut menyelesaikan masalah
c. Mampu memberikan ide/gagasan terhadap suatu masalah yang ada di
sekitarnya
d. Memberikan bantuan sesuai dengan kemampuannya
5. Kerja sama
a. Mengerjakan LKS dengan sungguh-sungguh
b. Menunjukkan sikap bersahabat
c. Berusaha menemukan solusi permasalahan secara bersama dlm
kelompoknya
d. Menghargai pendapat lain
PEDOMAN PENILAIAN:
a. Penilaian dilakukan dengan cara membandingkan karakter siswa pada kondisi
awal dengan pencapaian dalam waktu tertentu.
b. Hasil yang dicapai selanjutnya dicatat, dianalisis dan diadakan tindak lanjut.
Lampiran 3
 Laporan praktikum
Menyajikan laporan hasil percobaan tentang daya hantar listrik larutan elektrolit kuat, larutan
elektrolit lemah, dan larutan nonelektrolit.
Portofolio/Produk (fokus penilaian pada) aspek:
1. Visual laporan
2. kelengkapan.
3. jawaban pertanyaan
Struktur laporan adalah sebagai berikut
a. Judul
b. Tujuan
c. Landasan teori
d. Alat dan bahan (sertakan dengan gambar atau foto)
e. Langkah kerja
f. Data percobaan
g. Jawaban pertanyaan
h. Kesimpulan
i. Referensi
Contoh Instrumen Laporan Praktik
No.
Kriteria
1.
Sesuai tujuan
2.
Sesuai dengan data
3.
Benar/sesuai teori
Predikat
Baik jika 3
terpenuhi (8) - 80
Sedang jika 2
terpenuhi (7) -70
Kurang jika 1
terpenuhi (6) -60
Tdk ada (5)-50
Download