Tabel 2. Butir-butir Kriteria Penilaian Proposal Penelitian

advertisement
Kiat dan Strategi Penyusunan
Proposal Penelitian Unggulan
DP2M, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Oleh
T. Yoyok Wahyu Subroto
Direktorat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (DP2M)
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Isu Penelitian di Perguruan Tinggi






Minat meneliti para dosen rendah/ Malas
meneliti
Honorarium peneliti rendah
Meneliti untuk orientasi mendapatkan ‘poin’
(kenaikan pangkat)
Meneliti untuk orientasi mendapatkan ‘koin’
Meneliti bukan sebagai dasar mengajar dan
kegiatan PpM
Hasil penelitian terbengkalai
Hakekat Penelitian



Penelitian sebagai bagian dari Tridharma Perguruan
Tinggi
Peningkatan mutu hasil penelitian merupakan tolok ukur
keunggulan kompetisi mutu pendidikan di perguruan
tinggi
Penelitian adalah suatu usaha pencarian ilmu kembali
dari ilmu atau pengetahuan yang telah diketahui
sebelumnya
Hakekat Penelitian

Ilmu secara nyata adalah hasil aktivitas manusiawi yang
dilakukan oleh manusia yang tidak merupakan aktivitas
tunggal, tetapi menerus sebagai suatu proses

Ilmu menggunakan kemampuan berpikir untuk menalar,
dan bukan menggunakan perasaan, intuisi atau naluri

Ilmu menampakkan diri sebagai aktivitas penalaran logis
dari pengamatan empiris.
Hakekat Penelitian

Logika secara luas dapat didefinisikan sebagai suatu
pengkajian untuk berfikir secara sahih

Berfikir secara nalar memiliki dua unsur penting yaitu
unsur logis dan unsur analitis

Berfikir logis memiliki arti bahwa setiap bentuk berpikir
memiliki logikanya sendiri.
Hakekat Penelitian

Berpikir logis memiliki konotasi jamak dalam arti
kegiatan berpikir dapat logis menurut logika lain

Unsur analitis akan ada dengan sendirinya ketika peneliti
berpikir dengan logika. Sifat ini memiliki konsekuensi
munculnya pola pikir tertentu

Berpikir secara ilmiah berarti melakukan kegiatan analitis
dengan menggunakan logika secara ilmiah
Hakekat Penelitian

Kegiatan berpikir akan muncul apabila manusia telah
mengalami proses kognisi

Proses kognisi adalah suatu rangkaian aktivitas
pengenalan, pencerapan, pengkonsepsian dan penalaran
yang oleh karenanya manusia dapat mengetahui dan
memperoleh pengetahuan tentang suatu hal
Tujuan Penelitian

Berpikir secara jernih dan kritis;

Memeriksa (explore), bertanya, menganalisis, dan
mensintesis subjek studi yang ditekuni;

Menemukan, menyusun konsep, dan menciptakan
kontribusi baru yang tidak berat sebelah;
Tujuan Penelitian

Menantang, mempertahankan, dan mendebat maupun
menjelaskan, mengklarifikasi, dan menyebarkan
penemuan baik melalui komunikasi lisan maupun
tertulis;

Menangani bidang telaahnya pada ujung tombak
disiplin ilmunya, suatu wilayah yang dicirikan oleh titik
pandang yang berbeda dan bahkan sering kali saling
berlawanan.
Tujuan Penelitian

Menerapkan standar kriteria pembuktian yang tinggi,
serta bersedia dan berhasrat besar untuk menguji
pendapatnya di dalam forum sejawat dan teman
sekelas pada umumnya

Memahami dan mengikuti etika dalam bidangnya;
serta

Mengajar.
Penelitian sebagai kegiatan
yang bersifat sistemik

Penelitian yang memiliki kualitas harus dapat
menciptakan iklim kolegialitas intelektual dan
keterbukaan di mana interaksi antara orang-orang yang
berbeda pandangan ilmu baik yang serumpun maupun
tidak secara substantif adalah esensial dalam proses
pembelajaran (learning) dan pengembangan ilmu itu
sendiri.
Kelayakan Penelitian

Orisinil, memadai, bermakna, dan dilakukan secara
mandiri (independently carried out)

JITU yaitu Jelas, Intens, Tepat dan Unik
Penelitian Payung/Unggulan
Bidang Ilmu?
Ciri penelitian tingkat lanjut

Membatasi masalah, menganalisis, menginterpretasi dan
mensintesis informasi;

Menunjukkan pengetahuan peneliti mengenai
kepustakaan yang berkaitan dengan penelitiannya atau
mengakui (acknowledge) penelitian sebelumnya yang
menjadi dasar penelitian yang dilaksanakan tersebut;
Ciri penelitian tingkat lanjut

Menjelaskan metode dan prosedur yang digunakan
dalam penelitian;

Menyajikan hasilnya secara berurutan dan logis; dan

Menunjukkan kemampuan peneliti dalam mendiskusikan
arti dari hasil yang didapat secara lengkap dan koheren.
Dalam bidang sains pekerjaan tersebut harus dijelaskan
secara rinci agar dapat direplikasi oleh peneliti lain
(independent investigator) (CGS, 1997).
Evaluasi Umum
Proposal Penelitian






Tidak sesuai format, jangan ‘under estimate’ terhadap format
Judul kurang informatif perlu dire-format, gunakan kata sesedikit
mungkin, menarik,inovatif, spesifik
Belum jelas ‘research novelty’ nya, orisinalitas terkait dengan judul
penelitian yang sudah sering diteliti
Isu dan masalah kurang relevan dengan kondisi terbaru lokus
penelitian
Masalah belum diformulasikan secara jelas dan terfokus dan tidak
terkait dengan tujuan penelitian, tunjukkan sub-masalahnya
Kaitan antara tema penelitian dengan mata kuliah yang diampu
tidak begitu jelas
Evaluasi Umum
Proposal Penelitian






Jadwal belum dirinci, masih sangat umum
Kesiapan alat dan sarana-prasarana belum jelas
Dana penelitian masih diarahkan pada kegiatan investasi
Secara akademis usulan dapat diterima tetapi disarankan dapat
dibiayai oleh dana SPP/DPP atau dana lainnya
Disarankan usul penelitian diajukan pada skim penelitian lain atau
instansi lain yang relevan
Lain-lain(masalah sudah banyak diteliti, permasalahan kurang
relevan dengan bidang studi peneliti)
Download