analisis wacana tajuk rencana kompas tentang perang irak

advertisement
ANALISIS WACANA TAJUK RENCANA KOMPAS
TENTANG PERANG IRAK
Disusun Oleh :
MUHAMMAD RIFQI
NIM : 203051001434
JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1429 H / 2008 M
ANALISIS WACANA TAJUK RENCANA KOMPAS
TENTANG PERANG IRAK
Skripsi
Diajukan kepada Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Untuk Memenuhi Syarat-syarat Mencapai
Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I.)
Oleh :
Muhammad Rifqi
NIM: 203051001434
JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1429 H / 2008 M
LEMBAR PENGESAHAN PANITIA SIDANG
Skripsi yang berjudul ANALISIS WACANA TAJUK RENCANA KOMPAS
TENTANG PERANG IRAK telah diujikan dalam Sidang Munaqashah Fakultas
Dakwah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 17
Maret 2008. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh
gelar Sarjana Program Strata 1 (S1) pada Jurusan Komunikasi dan Penyiaran
Islam.
LEMBAR PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa:
1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi
salah satu persyaratan memperoleh gelar strata 1 di UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta.
2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan
sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
3. Jika dikemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya asli saya atau
merupakan hasil jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima
sanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Jakarta, 13 Maret 2008
Muhammad Rifqi
ABSTRAK
Muhammad Rifqi
Analisis Wacana Tajuk Rencana Kompas Tentang Perang Irak
Tajuk rencana merupakan pendapat pernyataan mengenai fakta dan opini
secara singkat,logis, menarik ditinjau dari segi penulisan dan bertujuan untuk
mempengaruhi pendapat atau memberikan interpretasi terhadap suatu berita yang
menonjol sebegitu rupa sehingga kebanyakan pembaca surat kabar akan
menyimak pentingnya arti berita yang ditajukan tadi. Ada Juga yang menyebutkan
tajuk rencana adalah pandangan dari media atas fenomena yang sedang terjadi,
atau bisa disebut juga Editorial.
Tahun 2003 semua media terfokus akan peristiwa penyerangan AS ke Irak,
di sini semua media memberikan pandangannya melalui tajuk rencananya.
Wacana yang berkembang ketika itu adalah penyerangan AS terhadap Irak yang
banyak penolakan dari masyarakat dunia hingga PBB sendiri. Disini surat kabar
memberikan mempunyai andil selain berita, juga tajuk rencananya. Salah satunya
adalah tajuk rencana surat kabar Kompas yang memberikan padangan kepada
pembaca dan khlayak tentang perang Irak.
Lalu yang menjadi pertanyaan utama adalah, bagaimana kompas menyusun
tajuk rencana terkait dengan perang Irak tanggal 21 Maret – 11 April 2003?, dan
apa pesan dan makna yang disampaikan Kompas terkait dengan perang Irak
tanggal 21 Maret – 11 April 2003?.
Dalam penelitan ini, teori yang digunakan adalah teori konstruksi sosial
yang dikemukakan oleh Peter L. Berger, yakni proses dialektik dari obyektivitasi,
eksternalisasi, dan internalisasi. Selain itu, teoir Melvin Defleu tentang model
penyampaian pesan dalam komunikasi turut dicantumkan sebagai teori terapan.
Pendekatan yang digunakan adalah kajian seputar pemaknaan terhadap suatu
konsep yang diasumsikan berdampak pada proses kerja media, sehingga
menghasilkan teks-teks tertentu. Seperti alur pembuktian terbalik, maka penelitian
ini dimulai pada level teks guna mengidentifikasi ada tidaknya inkonsistensi
makna yang terjadi, oleh karena itu penelitian ini Menggunakan metode kualitatif,
landasan yang dinilai tepat menyusun disain riset dengan demikian adalah analisis
wacana Teun A.Van Dijk yang melibatkan tiga struktur, yaitu strukur teks terbagi
menjadi tiga struktur : Struktur Makro, Super Struktur dan Struktur Mikro,
sedangkan struktur berikutnya adalah kognisi sosial, dan konteks sosial.
Dalam melihat suatu pengetahuan, teks, dan lainnya, sangat diperlukan
sekali telaah teks dan kognisi sosial dari si penulis teks tersebut, untuk
mengetahui konstruksi sosial yang melatarbelakangi tulisannya. Sehingga,
diperlukan wawancara ,mendalam untuk mengetahui latar belakang yang
membentuk pengetahuan penulis teks tentang suatu objek atau fakta sosial.
Dari paparan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa melihat suatu
pengetahuan atau teks, haruslah juga melihat konstruksi sosial di balik
pengetahuan tersebut. Sehingga, pengetahuan yang nampak dapat kita kritisi.
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirabbil ‘alamiiin,
Segala puji dan Syukur kepada Allah Swt yang maha segala-galanya.
senantiasa melindungi, memberi kekuatan, dan kemudahan. Juga tidak lupa
kepada baginda Nabi Muhammad Saw yang memberikan pencerahan tentang
hidup. Karenanya penulis mencontoh lika-liku perjuangan serta kesabaran hidup,
dalam hal ini menyelesaikan skripsi sebagai catatan akhir perjalanan seorang
mahasiswa di Perguruan Tinggi. Skripsi ini diselesaikan sebagai syarat
memperoleh jenjang Strata Satu (S 1) pada Fakultas Dakwah Universitas Islam
Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Penulisan skripsi bertujuan agar mahasiswa memahami dengan baik dan
benar konsep dan teori-teori Komunikasi dan Penyiaran Islam yang ditempuh di
Perguruan
Tinggi.
Mahasiswa
yang
disamping
mempunyai
kewajiban
mengemban tugas sosial kepada rakyat, Mahasiswa juga diwajibkan untuk
memberikan hasil selama mereka kuliah yaitu sebuah tugas akhir yang disebut
skripsi.
Penulis menyadari bahwa selama pelaksanaan dan penyelesaian skripsi ini
tidak jauh dari hambatan dan rintangan yang terjadi. Namun, hal tersebut dapat
diatasi berkat bantuan dari berbagai pihak. Oleh sebab itu pada kesempatan ini,
penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1.
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta, Bapak Dr. Murodi.MA.
2.
Ketua dan Sekretaris Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas
Dakwah Program Non-Reguler Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta, Ibu Asriati Djamil, Ibu Lily, dan Mas Fatoni.
3.
Pembimbing Skripsi, Bapak Drs. Suhaimi, M.Si, yang selalu memberikan
pengarahan, wawasan, kritikan dan tambahan ilmu pengetahuan, serta
dorongan dan saran-sarannya kepada penulis.
4.
Dosen-dosen Fakultas Dakwah, Pak Gun-gun (Terima kasih saran dan
kritiknya), Pak Mahmud Djalal, Mas Dedy, Pak Lutfi, Bu Umi, Bu Armawati
yang selalu mensupport proses pembuatan skripsi penulis.
5.
Pihak Kompas yang senantiasa membantu, khususnya sekretaris redaksi
(Mba Inge dan Mba Kunti) yang sabar dimintai konfirmasi kejelasan setiap
hari oleh penulis. Juga kepada bapak Pieter. P Gero yang bersedia
diwawancarai.
6.
Ayahanda Sudirman Arief dan Ibunda Siti Bidayah, serta kakak-kakakku,
Mba Lily dan Mas Eri, Mas Uji dan Mba Kokom, Mba Eva dan Mas Vicky,
juga Mas Iyus yang senantiasa memberikan semangat dalam menyelesaikan
skripsi ini.
7.
Paman dan Sepupu-sepupuku yang selalu membantuku, Pak Armai Arief, Le
Woko, Le Lies. Pak Syukri Arief, Bang Deni, Dedy, Isya, Dewi, Vivi, Avi,
Tika, Wandi (padang), dll.
8.
Someone special in my heart.Bunga tulipku yang selalu aku jaga, Nurlaila
Sari (Lala), akhirnya terwujud juga ratusan lembar penuh cerita ini .Terima
kasih atas dukungan, semangat, dan pengorbanan.
9.
Sesosok manusia yang pernah singgah dihati penulis, sedih maupun suka
dihadapi bersama (thanks a lot for everything), juga tidak lupa kepada Mila,
Mira, Nana, karena permaisuri inilah penulis selalu diberikan ketegaran dan
pengorbannya
dalam
menghadapi masalah.
Semoga
mereka
selalu
mendapatkan kebahagiaan, sesuksesan dunia dan akhirat.amiin.
10. Teman-temanku angkatan ’03 Non Reguler,khususnya Imam Mahdi In The
Night. Bang Rasyid, Andres, Adi, Ayub (erik), Arsyi, Udin, Awank, Awal,
Heru, Taufan, Wilna, Bani, Yandi, Fandi, juga tidak lupa kepada Novi,
Rossa, Widy, Atoen, Eva, Izie, Ani, Becky, dll, yang sama-sama berjuang
menempuh hari-hari dibangku perkuliahan, canda tawa kita lewati hingga
akhir semester dikampus ini.
11. Teman-teman Front Nasional dan Forum Kota, Mixil, Dodo, Yadi, Adam,
Fadly, Hambali, Mustoleh, Ipunk, Roy, Gufron, Dewa, Cinta, Paunk,
Jhonday , Rio, dll, yang berjuang membela kaum tertindas selama kita
mampu. Keep Struggle For Justice!.
12. Teman-temanku sepergaulan, Bulan (IISIP),Ayu (Fisip UI’04) Acha
(Garuda), Dian (Kompas), Ojoy, Femi (UNJ), Didin (CBB Fm),
Bibit
(Bandung), Tedy (Ciracas), Yuni (UIN Bandung), teman- teman Metro TV
(Rahmat, Mas Jumo, Cahya, Mas Yoki, Iqbal, Mas Adi showbiz, Mas Hafi) ,
dll. yang memberikan dorongan motivasi kepada penulis. Terima kasih atas
dukungannya dan semangat.
13. Teman- Teman UIN, Fadly ,Manna, Ocha, Ayu, Tati, bang Zuhdi ‘02,
Ikhsan ’04, Cakung, Nyoos, Heri, Diana, Rani ’04, Vina ’04, Agin ’04.
Oshien, Mbuy, dll. Terima kasih atas bantuannya selama di kampus.
14. Semua pihak yang telah banyak membantu sehingga skripsi ini terwujud
yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
Akhir kata, besar harapan semoga skripsi ini tidak hanya menjadi penghias
rak buku tetapi dapat bermanfaat bagi penyusun maupun para pembaca.
Jazakumullah Khairan Katsiro …
Ciputat, 25 Maret 2008
Penulis,
Muhammad Rifqi
NIM. 203051001434
DAFTAR ISI
ABSTRAK ..............................................................................................................i
KATA PENGANTAR ..........................................................................................iii
DAFTAR ISI ..........................................................................................................v
DAFTAR TABEL ................................................................................................ix
BAB I
: PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ...…………………………………….1
B. Pembatasan dan Perumusan Masalah ...…………………….....5
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian .........………….................…...6
D. Metodologi Penelitian ………………………………………...6
E. Sistematika Penulisan …………………………………….…...8
BAB II
: LANDASAN TEORI
A. Teori Konstruksi Sosial ...........................................................10
a. Obyektivasi .......................................................................10
b. Ekternalisasi ......................................................................10
c. Internalisasi .......................................................................11
B. Analisa Wacana dan Model Teun A.Van Dijk ........................11
a. Pengertian Analisa Wacana ...............................................11
b. Kerangka Analisa Wacana ................................................13
i.
Teks ............................................................................13
ii.
Kognisi Sosial .............................................................17
iii.
Konteks Sosial ............................................................18
C. Berita …...……………………………………………………18
D. Tajuk Rencana ...…………………………..…………………19
E. Media Massa .......…………………………………………...21
F. Surat Kabar ………………………………………………….22
G. Fungsi Sosial Media …………………………………………22
H. Fungsi Media Massa ……...…………………………………23
BAB III
: PROFIL SURAT KABAR KOMPAS
A. Sejarah perkembangan Surat Kabar Kompas ………………..25
B. Visi dan Misi ...………………………………………………26
C. Nilai-Nilai Dasar Kompas ...……………………….………..28
D. Struktur Organisasi Kompas ……………….………………..28
E. Judul Tajuk Rencana Kompas …………………………….....32
BAB IV
: ANALISIS WACANA TAJUK RENCANA KOMPAS
TENTANG PERANG IRAK
A. Analisis Teks Tajuk Rencana Kompas Tentang Perang Irak
2003 .........................................................................................34
1.a. Analisis Tajuk Rencana Kompas Jumat, 21-03-2003.
Halaman : 4 .................................................................34
1.b. Hasil Analisis Tajuk Rencana Kompas Jumat,
21-03-2003. Halaman: 4 .............................................41
2.a. Analisis Tajuk Rencana Kompas Sabtu, 22-03-2003.
Halaman : 4 .................................................................43
2.b. Hasil
Analisis
Tajuk
Rencana
Kompas
Sabtu,
22-03-2003. Halaman: 4 .............................................48
3.a. Analisis Tajuk Rencana Kompas Senin, 24-03-2003.
Halaman : 4 .................................................................50
3.b. Hasil Analisis Tajuk Rencana Kompas Senin,
24-03-2003. Halaman: 4 .............................................59
4.a. Analisis Tajuk Rencana Kompas Jumat, 28-03-2003.
Halaman : 4 .................................................................62
4.b. Hasil Analisis Tajuk Rencana Kompas Jumat,
28-03-2003. Halaman: 4 .............................................68
5.a. Analisis Tajuk Rencana Kompas Sabtu, 05-04-2003.
Halaman : 4 .................................................................70
5.b. Hasil Analisis Tajuk Rencana Kompas Sabtu,
05-04-2003. Halaman: 4 .............................................78
6.a. Analisis Tajuk Rencana Kompas Senin, 07-04-2003.
Halaman : 4 .................................................................80
6.b. Hasil Analisis Tajuk Rencana Kompas Senin,
07-04-2003. Halaman: 4 .............................................87
7.a. Analisis Tajuk Rencana Kompas Rabu, 09-04-2003.
Halaman : 4 .................................................................89
7.b. Hasil Analisis Tajuk Rencana Kompas Rabu,
09-04-2003. Halaman: 4 .............................................96
8.a. Analisis Tajuk Rencana Kompas Jumat, 11-04-2003.
Halaman : 4 .................................................................99
8.b. Hasil Analisis Tajuk Rencana Kompas Jumat,
11-04-2003. Halaman: 4 ...........................................107
B. Analisis Kognisi Sosial Tajuk Rencana Kompas Tentang Perang
Irak 2003 ...............................................................................112
C. Analisis Konteks Sosial Tajuk Rencana Kompas Tentang
Perang Irak 2003 ...................................................................113
BAB V
: PENUTUP
A. Kesimpulan ...........................................................................117
B. Saran-Saran ...........................................................................118
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................120
LAMPIRAN .......................................................................................................123
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 : Elemen wacana Van Dijk ...................................................................13
Tabel 1.2 : Delapan Tajuk Rencana Surat Kabar Kompas ....................................32
Tabel 1.3 : Analisis Kasus 1 Berdasarkan Metode Teun Van Dijk ......................34
Tabel 1.4 : Analisis Kasus 2 Berdasarkan Metode Teun Van Dijk ......................43
Tabel 1.5 : Analisis Kasus 3 Berdasarkan Metode Teun Van Dijk ......................50
Tabel 1.6 : Analisis Kasus 4 Berdasarkan Metode Teun Van Dijk ......................62
Tabel 1.7 : Analisis Kasus 5 Berdasarkan Metode Teun Van Dijk ......................70
Tabel 1.8 : Analisis Kasus 6 Berdasarkan Metode Teun Van Dijk ......................80
Tabel 1.9 : Analisis Kasus 7 Berdasarkan Metode Teun Van Dijk ......................89
Tabel 2.0 : Analisis Kasus 8 Berdasarkan Metode Teun Van Dijk .....................99
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sebagai sebuah negara
yang masyarakatnya
heterogen, Indonesia
menyimpan keanekaragaman budaya yang tentunya juga menimbulkan variasi
pola persepsi terhadap suatu masalah yang terjadi di masyarakat. Tidak bisa
dihindari bahwa keanekaragaman ini menjadikan begitu banyaknya ragam
penafsiran pada berbagai isu yang timbul di masyarakat, dan seringkali perbedaan
penafsiran ini ditimbulkan secara disengaja, misalnya dengan bersandarkan
kepada motif-motif tertentu seperti alasan ekonomi dan politik. Dalam masyarakat
sudah sebagai kebutuhan Media adalah sarana untuk mengetahui berita-berita
yang terjadi dalam maupun luar negeri, seperti Televisi, Radio maupun Media
Cetak.
Dennis-McQuail mengatakan, “Media merupakan lokasi atau forum yang
semakin berperan, untuk menampilkan peristiwa-peristiwa kehidupan masyarakat,
baik yang bertaraf nasional maupun internasional.”1
Pendapat di atas rnenjelaskan bahwa media rnassa di antaranya surat kabar
berperan menampilkan peristiwa-peristiwa kehidupan masyarakat tentang realitas
sosial yang disajikan lewat berita dan informasi, baik bertaraf nasional maupun
internasional. Selain itu surat kabar digunakan sebagai wadah atau tempat untuk
menyarnpaikan berita dan informasi melalui tulisan yang disajikan berdasarkan
1
Denis McQuail,Teori Komunikasi Massa : Suatu Pengantar, (Jakarta : Erlangga,1996), h.3
realitas, sehingga masyarakat memperoleh gambaran sesungguhnya mengenai
kondisi kehidupan sosial.
Dja'far H. Assegaf mengatakan, “Di dalarn setiap surat kabar umumnya
terdapat satu halaman yang disediakan untuk pendapat atau opini. Lazimnya
lembaran ini disebutkan halaman pendapat atau opinion page, dimana terdapat
tajuk rencana, surat pembaca, pojok, dan tulisan atas nama (by name story) atau
juga artikel dari tokoh-tokoh penulis atau ilmuwan.”2
Keterangan tersebut menjelaskan bahwa setiap surat kabar umumnya ada
satu halaman khusus yang disediakan untuk pendapat yang berisi tajuk rencana,
surat pembaca, pojok atau artikel. Kompas sendiri menyediakan lembaran
pendapat yang disebut halaman opini ini pada halaman 4 dan 5 dengan memuat
tajuk rencana, surat pembaca, by name story, pojok dan karikatur. Tulisan ini
membahas berbagai peristiwa baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Menurut William L. Rivers, "Opini yang diungkapkan dalam editorial
biasanya menyangkut isu-isu yang menjadi bahan berita saat ini, tetapi kadangkadang menyangkut isu masa depan atau konsep filsafat yang luas.”3
Tahun 2003 semua media memberitakan secara resmi pertikaian antara
Amerika Serikat dengan Irak, dengan dalih bahwa Irak mempunyai senjata
pemusnah missal yang bias mengancurkan dunia. Oleh karena itu Amerika
dengan usaha Politiknya dapat menyerang Irak.Invasi Irak 2003 dengan kode
"Operasi Pembebasan Irak" secara resmi mulai pada tanggal 20 Maret 2003.
Tujuan resmi yang ditetapkan Amerika Serikat adalah untuk "melucuti senjata
2
Dja'far H. Assegaff, Jurnalistik Masa Kini Pengantar Ke Praktek Kewartawanan
,(Jakarta : Ghalia Indonesia,1983), h. 63
3
William L. Rivers, Bryce Mc Intyre, dan Alison Work.Editorial Penyunting Dedy
Djamaluddin Malik, (PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 1994,) h. 5
pemusnah masal Irak, mengakhiri dukungan Saddam Hussein kepada terorisme,
dan memerdekakan rakyat Irak". Sebagai persiapan, pada 18 February 100.000
tentara Amerika Serikat dimobilisasikan di Kuwait. Amerika Serikat menyediakan
mayoritas pasukan untuk invasi ini, dengan dukungan dari pasukan koalisi yang
terdiri dari lebih dari 20 negara dan suku Kurdi di utara Irak. Invasi Irak 2003
inilah yang menjadi pembuka Perang Irak.4
Dalam kasus invasi pasukan koalisi yang dipimpin oleh Amerika Serikat
(AS) terhadap Republik Irak pada masa awal tahun 2003, atau lebih dikenal
sebagai Perang Irak, telah dipengaruhi begitu banyak unsur-unsur manipulatif di
berbagai bidang (demi memenuhi kepentingan pihak-pihak tertentu), juga telah
merambah ke media massa cetak, contohnya dalam hal ini adalah Surat Kabar.
Perang Irak ini jelas menyita perhatian seluruh dunia. Beragam
pembicaraan dan spekulasi tentang masalah ini – mulai dari kelas elit hingga kelas
warung kopi pun bermunculan. Tentu saja setiap pendapat yang muncul dalam
wacana tersebut memiliki beragam pengertian, tergantung kepada daya persepsi
setiap orang yang tentunya juga dipengaruhi, diantaranya oleh perbedaan tingkat
intelektual akademis yang pernah diperolehnya.
Surat kabar dalam peristiwa ini memiliki pandangan yang khas dalam
perisitwa perang Irak ini, baik itu dari segi tutur bahasa maupun pesan yang ingi
disampaikan kepada pembacanya. Seperti Kompas, Kompas tidak hanya dikemas
dalam bentuk berita tetapi juga pendapat. Pendapat ini berisi analisa dan ulasan
atau pandangan para pakar dan tokoh tentang suatu topik dengan membahas
berbagai fenomena yang terjadi.
4
“Invasi Irak 2003”, artikel diakses pada 8 September 2007 dari http:///www.Wikipedia
Indonesia.Com
Tajuk rencana Kompas tentang perang Irak tercipta terlihat tragedi
kemanusiaan terjadi di Irak dengan terbunuhnya masyarakat sipil yang tidak
berdosa, juga yang kedua adalah sikap arogan AS terhadap penyerangan Irak,
yang melibatkan banyak negara. Dan atas ketidak berdayaan PBB terhadap AS.5
William L. Rivers, Bryce Mc Intyre, dan Alison Work mengatakan,
“Editorial adalah pikiran sebuah institusi yang diuji di depan sidang pendapat
umum; editorial juga adalah penyajian fakta dan opini yang menafsirkan beritaberita yang penting dan mempengaruhi pendapat umum.”6
Tajuk rencana mempunyai kekuatan untuk membentuk opini publik, karena
itu penyajiannya jangan sampai salah membimbing pembaca, mengacaukan
situasi, atau menempatkan seseorang dari sudut pandang yang salah.
Menurut Eriyanto proses media mendapatkan dan merangkum dalam berita
karena berkaitan dengan politik pemberitaan media, yang diantaranya adalah
strategi media dalam meliput persitiwa, memilih dan menampilkan fakta serta
dengan cara apa fakta itu disajikan, yang secara langsung atau tidak langsung,
berpengaruh dalam mengkonstruksi peristiwa.7 Peneliti, tertarik untuk membahas
tajuk rencana internsional surat kabar Kompas dalam kasus perang Irak ini, inilah
yang memfaktori peneliti mengangkatnya dan menganalisa sejauh mana surat
kabar Kompas memandang invasi Amerika ke Irak, maka penelitian skripsi ini
penulis beri judul :
“ANALISIS
WACANA
TAJUK
RENCANA
KOMPAS
TENTANG
PERANG IRAK “
5
Gero, Pieter P. Kepala Bagian Internasional Kompas, Wawancara Pribadi, Jakarta,
10 Maret 2008
6
William L. Rivers, Bryce Mc Intyre, dan Alison Work.Editorial Penyunting Dedy
Djamaluddin Malik, ( PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 1994,) h. 8
7
Alex Sobur, Analisis Teks Media suatu pengantar untuk analisis wacana, analisis
semiotic dan anlisis framing, (Bandung;Remaja Rosda Karya, 2001), h.40
Adapun alasan peneliti mengambil judul tersebut adalah :
1.
Melihat fenomena yang ada bahwa kini surat kabar sudah menjadi salah
satu kebutuhan pokok bagi kehidupan masyarakat nusantara untuk
mendapat informasi.
2.
Surat kabar Kompas merupakan salah satu media cetak terkemuka di
Indonesia yang tidak kalah dalam memberikan Tajuk Rencananya
dengan Surat Kabar lainnya.
3.
Surat kabar Kompas dipilih karena reputasinya yang cukup positif
sebagai harian nasional, mudah diperoleh di mana saja, dan dikelola oleh
manajemen yang propesional sehingga dari segi mutu cukup memadai.
B. Pembatasan dan Perumusan masalah
Penelitian ini tentang tajuk rencana internasional Kompas seputar perang
Irak,
berupa tajuk rencana, taju rencana itu sendiri adalah catatan redaksi,
pendangan redaksi ataupun editorial yang sisinya berupa pandangan atau opini
secara seingkat dan logis.
Peneliti memberi batasan tajuk rencana Kompas yang ditulis mulai edisi 21
Maret sampai dengan 11 April 2003, tanggal itu adalah dimulainya penyerangan
AS terhadap Irak hingga berakhirnya perang yang dilancarkan Amerika Serikat
terhadap Irak.
Sedangkan permasalahan dalam penelitian :
2.
Bagaimana Kompas menyusun tajuk rencana tentang perang Irak
tanggal 21 Maret- 11 April 2003?
3.
Apa makna dan pesan tajuk rencana Kompas tentang perang Irak
tanggal 21 Maret - 11 April 2003?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui bagaimana Kompas menyusunan tajuk rencana dengan
analisis wacana model Teun Van Dijk, serta untuk mengetahui pesan dan makna
yang disampaikan tajuk rencana Kompas tentang perang Irak.
2. Manfaat Penelitian
Akademis
Memberikan wawasan juga referensi kepada individu atau intansi
mengenai tajuk rencana.
Praktis
Secara praktis penelitian ini dapat menjadi contoh rujukan dalam
meneliti pemberitaan surat kabar berkaitan dengan analisa wacana.
D. Metodologi Penelitian
1. Pendekatan Penelitian
Penelitian ini memfokuskan diri pada kajian seputar pemaknaan terhadap
suatu konsep yang diasumsikan berdampak pada proses kerja media, sehingga
menghasilkan teks-teks tertentu. Seperti alur pembuktian terbalik, maka penelitian
ini dimulai pada level teks guna mengidentifikasi ada tidaknya inkonsistensi
makna yang terjadi.8
8
h. 228.
Eriyanto, Analisis Wacana, Pengantar Analisis Teks Media (Yogyakarta: LkiS,2006),,
2. Metode Penelitian
Dalam
penelitian ini, menggunakan metode kualitatif, landasan yang
dinilai tepat menyusun disain riset dengan demikian adalah analisis wacana Teun
Van Dijk.9
3. Teknik pengumpulan data
a.Dokumentasi;
Digunakan karena merupakan sumber yang stabil, berguna sebagai bukti
untuk suatu pengujian, hasil pengkajian dokumen akan membuka kesempatan
untuk
lebih memperluas pengetahuan
terhadap sesuatu yang diselidiki.
Dokumen-dokumen yang terkumpul seperti kumpulan tajuk rencana internasional
surat kabar Kompas dari
21 Maret- 11 April 2003 dan diambil 8 artikel
berdasarkan situasi dimulainya perang hingga berakhirnya perang, kedelapan
tajuk rencana tersebut sangat penting karena kedelapan tajuk tersebut adalah
pandangan Kompas dari mulai perang hingga berakhirnya perang.
b. Interview
Ini dilakukan untuk mengumpulkan dan menguatkan data dengan cara
mengajukan beberapa pertanyaan kepada Dewan Redaksi atau wartawan yang
menulis tajuk rencana surat kabar kompas. 10
4. Analisis Data
Pada penelitian ini, analisis data akan disesuaikan dengan kerangka
analisis wacana Teun Van Dijk, karena pemakaian kata,kalimat,proposisi maupun
9
Ibid,.h. 229.
Jalaludin Rahmat, Metode Penelitian Komunikasi (Bandung : PT Remaja Rosdakarya,
1999), h. 187
10
retorika tertentu oleh media dipahami Teun Van Dijk sebagai bagian dari strategi
wartawan.11
Pada teknik penulisan penelitian ini penulis mengacu pada Pedoman
Penulisan Karya Ilmiah ( Skripsi, Tesis dan Disertasi) UIN Syahid, terbitan
CeQDA (Center for Quality Development and Assurance) UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta tahun 2007.
E. Sistematika Penulisan
BAB I
: Pendahuluan
Diawali
dengan
latar
belakang,
pembatasan
dan
perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian,
metodologi penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II
: Landasan Teori
Berdasarkan kerangka teori dalam bab ini maka terdapat
beberapa poin yaitu pengertian Analisa Wacana beserta
model Teun Van Dijk, Tajuk Rencana , Berita, Fungsi
Media Massa, Surat Kabar, dan Fungsi Sosial Media.
BAB III
: Profil Surat Kabar Kompas
Membahas tentang profil surat kabar Kompas maka Bab
ini terdiri dari Sejarah berdiri, Visi Misi, Nilai-nilai dasar
Kompas, Struktur Organisasi dan delapan judul tajuk
rencana Kompas.
BAB IV
: Analisis Wacana Tajuk Rencana Kompas Tentang
Perang Irak
11
Eriyanto, Analisis Wacana, Pengantar Analisis Teks Media, h. 227
Dalam bab ini berisi tentang analisa wacana dengan
model Teun Van Dijk dan hasil analisa.
BAB V
: Penutup
Dalam bab ini berisikan kesimpulan dan saran-saran atas
hasil analisa dari permasalahan.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Teori Konstruksi Sosial
Berawal dari sebuah asumsi bahwa apakah pengetahuan itu bebas dari nilai
atau tidak, dan apakah sebuah teks merupakan suatu ruang yang hampa atau tidak,
maka memunculkan sebuah pertanyaan, apakah ada konstruksi sosial di balik
pengetahuan dan di balik sebuah teks.
Dengan berpikir dialektis, Peter L. Berger memandang masyarakat sebagai
produk manusia dan manusia sebagai produk masyarakat. Pemikiran Berger ini
berimplikasi pada kenyataan obyektif dan kenyataan subyektif, serta proses
dialektis dari obyektivasi, eksternalisasi, dan internalisasi.12
1. Obyektivasi
Obyektivasi adalah kemampuan manusia memanifestokan diri dalam
produk-produk kegiatan manusia yang tersedia, baik bagi produsen-produsennya
maupun orang lain. Salah satu contoh dari obyektivasi yang sangat penting adalah
signifikansi, yakni pembuatan tanda-tanda oleh manusia, yang kemudian tandatanda tersebut dikelompokan dalam sebuah sistem, seperti bahasa.13
2. Eksternalisasi
Eksternalisasi adalah penyesuaian diri dengan dunia sosio-kultural sebagai
produk manusia. Berbeda dengan manusia, binatang lahir ke dunia lebih kurang
sudah ditentukan sepenuhnya oleh instinktualnya. Dengan itulah, binatang
terspesialisasi dan diarahkan pada suatu lingkungan yang khas spesiesnya.14
12
Peter L. Berger dan Thomas Luckmann, Tafsir Sosial Atas Kenyataan : Risalah tentang
sosiologi pengetahuan, Penerjemah Hasan Basari, (Jakarta : LP3ES, 1990), h. xx
13
Ibid,.h. 19
14
Ibid,.h. 29
3. Internalisasi
Internalisasi adalah terbentuknya kemampuan dirinya sendiri seperti
kenyataan hidup yang dihadapi manusia sehari-hari adalah kenyataan yang tertib
dan tertata, termasuk sudak diobyektifikasi. Artinya, sudah dibentuk oleh suatu
tatanan obyek-obyek yang sudah diberi nama sebagai obyek-obyek sejak sebelum
manusia penerus generasi lahir. Maka terjadilah proses pemaknaan yang subyektif
dengan mana dunia akal-sehat intersubyektif itu terbentuk.15
B. Analisa Wacana dan Model Teun A.Van Dijk
1. Pengertian Analisa Wacana
Istilah wacana sekarang ini dipakai sebagai terjemahan dari perkataan
bahasa Inggris discourse, kata discourse inipun berasal dari bahasa Latin
discursus, dis : dari. Dalam arah yang berbeda dan currere: lari, sehingga berarti
lari kian kemari.16
Pemakaian isitilah wacana memiliki perbedaan makna, ini dikarenakan
perbedaan disipilin ilmu yang memakainya. Bahkan kamus, kalu dianggap
merujuk pada referensi yang objektif, juga memiliki definisi yang berbeda pula.
Dalam salah satu kamus bahasa Inggris terkemuka disebutkan bahwa wacana
adalah : komunikasi buah pikiran dengan kata-kata, ekspresi ide-ide atau gagasan,
konvensasi atau percakapan.17
Ismail Marahimin mengartikan wacana sebagai “kemampuan untuk maju
(dalam pembahasan) menurut urut-urutan yang teratur dan semestinya”,dan
15
Ibid,.h. 30
Alex Sobur, Analisis Teks Media, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2001), h. 70
17
Ibid., h.71
16
“komunikasi buah pikiran, baik lisan maupun tulisan yang resmi dan teratur18.
Dari definisi ini, wacana harus mempunyai dua unsur penting, yaitu kesatuan
(unity) dan kepaduan (coherence).
Alex Sobur berupaya merangkum pengertian wacana dari berbagai
pendapat, ia memandang wacana sebagai “rangkaian ujar atau rangkaian tindak
tutur yang mengungkapkan suatu hal (subjek) yang disajikan secara teratur,
sistematis, dalam suatu kesatuan yang koheren, dibentuk oleh unsur segmental
maupun non segmental bahasa.”19
Dari segi analisisnya, ciri dan sifat wacana itu dapat dikemukakan sebagai
berikut (Syamsudin, 1922:6):
1. Analisis wacana membahas kaidah memakai bahasa di dalam masyarakat
(rule of use-menurut winowson).
2. Analisis wacana merupakan usaha memahami makna tuturan dalam
konteks, teks dan situasi (firth).
3. Analisis wacana merupakan pemahaman rangkaian tuturan melalui
intepretasi semantik (beller).
4. Analisis wacana berkaitan dengan pemahaman bahasa dalam tindak
berbahasa (what is said from what is done-menurut labov).
5. Analisis wacana diarahkan kepada masalah memakai bahasa secara
fungsional (fungcional use language-menurut Coulyhard). 20
Dari sekian banyak model analisis wacana yang diperkenalkan dan
dikembangkan oleh para ahli, model yang paling banyak digunakan adalah model
18
Ismail Marahimin, Menulis secara Populer (Jakarta: Pustaka Jaya,1994),h.26
Alex Sobur, Analisis Teks Media,, h. 11
20
Ibid., h. 72
19
Teun A.Van Dijk.. Inti analisis Van Dijk menghubungkan tiga dimensi wacana
kedalam satu kesatuan analisis. Dimensi tersebut adalah dimensi teks, kognisi
sosial, (analisis) konteks.21
Kerangka analisis wacana melalui berbagai karyanya, Van Dijk, membuat
kerangka analisis wacana yang dapat didayagunakan. Ia melihat suatu wacana
terdiri atas berbagai struktur/tingkatan, yang masing-masing bagian saling
mendukung.22
2. Kerangka Analisa Wacana
a. Struktur Teks
Van Dijk sendiri mempunyai elemen-elemen yang mendukung untuk
menganalisa suatu teks dalam artikel pemberitan, berikut akan diuraikan satu per
satu elemen wacana van Dijk tersebut.
Tabel 1.1
Elemen wacana Van Dijk23
No
Struktur Wacana
1
Struktur Makro
Hal yang diamati
Tematik
Elemen
Topik
Tema / topik yang dikedepankan
dalam suatu berita
2.
Superstruktur
Skematik
Skema
Bagaimana pendapat disusun
dan dirangkai
21
Eriyanto, Analisis Wacana, Pengantar Analisis Teks Media (Yogyakarta: LkiS,2006),
22
Alex Sobur, Analisis Teks Media, h.77
Eriyanto, Analisis Wacana, Pengantar Analisis Teks Media, h. 228-229.
h.224
23
3.
Struktur Mikro
Semantik
Latar,Detil
Makna yang ingin ditekankan
Maksud, Pra-
Dalam teks berita
anggapan,
Nominalisasi
4.
Struktur Mikro
Sintaksis
Bagaimana kalimat (bentuk,
Susunan ) yang dipilih
Pengingkaran,
Bentuk kalimat,
Koherensi,
Kata Ganti
5.
Struktur Mikro
Stilistik
Leksikon
Bagaimana pilihan kata yang
dipakai dalam teks berita.
6.
Struktur Mikro
Retoris
Bagaimana dan dengan cara
Grafis,Metafora,
Ekspresi
apa penekanan dilakukan
Tematik
Elemen tematik menunjuk pada gambaran umum dari suatu teks. Bisa
juga disebut sebagai gagasan inti, ringkasan, atau yang utama dari suatu
teks. Topik menggambarkan apa yang ingin diungkapkan oleh wartawan
dalam pemberitaannya. Topik menunjukan konsep dominan, sentral, dan
paling penting dari isi suatu berita. Oleh karenanya, ia sering disebut sebagai
tema atau topik. Topik menggambarkan gagsan apa yang dikedepankan atau
gagasan inti dari wartawan ketika melihat atau memandang suatu peristiwa.
Skematik
Menurut Van Dijk, arti penting dari skematik adalah strategi wartawan
untuk mendukung topik tertentu yang ingin disampaikan dengan menyusun
bagian-bagian dengan urutan tertentu. Skematik menunjukan tekanan mana
yang didahulukan, dan bagian mana yang disembunyikan sebgai bagian dari
strategi penting. Upaya penyembunyian itu dilakukan dengan menempatkan
di bagian akhir agar terkesan kurang menonjol. Meskipun mempunyai
bentuk dan skema yang beragam, berita umumnya secara hipotetik
mempunyai dua kategori skema besar. Pertama, summary yang umumnya
ditandai dengan dua elemen yakni judul dan lead. Kedua, story yakni isi
berita secara keseluruhan
Latar
Latar merupakan bagian dari berita yang dapat memepengaruhi
semantik (arti) yang ingin ditampilkan. Seorang wartawan biasanya menulis
latar belakang peristiwanya. Latar belakang tersebut menentukan ke arah
mana pandangan khalayak hendak dibawa. Latar dipakai di bagian awal
sebelum opini wartawan yang sebenarnya muncul dengan maksud
mempengaruhi dan memberi kesan bahwa opininya itu memiliki alasan yang
kuat.
Latar digunakan untuk menyediakan dasar hendak kemana teks
dibawa. Ini merupakan cerminan ideologis, dimana wartawan menyajikan
latar belakang dapat juga tidak, tergantung pada kepentingan mereka.
Detil
Element ini berkaitan dengan kontrol informasi yang dilakukan
seseorang. Komunikator akan mengekspos informasi yang berguna bagi
dirinya, dan akan meredam informasi yang merugikannya. Ini merupakan
strategi di mana wartawan mengemukakan sikap secara implisit. Hal ini
akan menggambarkan pengembangan wacana yang dilakukan oleh media.
Hal ini layak untuk dipertimbangkan sehingga efek yang muncul pada
khalayak sudah dapat diprediksi.
Maksud
Element ini relatif identik dengan elemen detil, dimana elemen ini
ditinjau dari informasi yang menuntungkan komunikator atau tidak, apabila
menguntungkan akan diinformasikan panjang lebar namun apabila tidak
menguntungkan akan diredam informasi itu. Element ini menonjolkan
praktek berbahasa tertentu untuk menyampaikan maksudnya.
Praanggapan
Pernyataan pra-anggapan (presupposition) merupakan pernyataan yang
digunakan untuk mendukung makna suatu teks. Pra-anggapan ini merupakan
sebuah fakta yang belum terbukti kebenarannya terutama bila dikaitkan
dengan wacana yang sedang dikembangkan.
Pengingkaran
Pengingkaran adalah suatu bentuk praktek wacana yang
menggambarkan bagaimana wartawan menolak suatu gagasan meskipun
pada mulanya terkesan menyetujui gagasan tersebut. Pengingkaran ini
biasanya ditandai dengan pengunaan kata tetapi, namun , akan tetapi,
walaupun demikian, dan sejenisnya
Bentuk Kalimat
Bentuk kalimat adalah pengertian sederhana dari prinsip kalimat yang
berpolakan subjek-objek-predikat, bentuk kalimat ini bukan hanya persoalan
teknis kebenaran tata bahasa, tetapi menentukan makna yang dibentuk oleh
susunan kalimat. Dalam kalimat yang berstruktur aktif, seseorang menjadi
subjek dari pernyataannya, sedangkan dalam kalimat pasif seseorang
menjadi objek dari pernyataannya. Dengan permainan pertukaran ini
struktur kalimat bisa dibuat menjadi aktif maupun pasif.
Koherensi
Koherensi adalah jalinan antar kata, atau kalimat dalam teks. Dua
kalimat yang berbeda secara faktual dapat digabungkan sehingga kelihatan
berhubungan. Koherensi ini berciri khas menggunakan kata penghubung
(konjungsi). Kata penghubung inilah yang akan membentuk suatu koherensi
yang diinginkan oleh wartawan.
Koherensi Kondisional
Koherensi kondisional ditandai dengan penggunaan anak kalimat yang
berfungsi untuk menjelaskan induk kalimat sehingga ada atau tidak adanya
anak kalimat itu tidak akan mengurangi arti kalimat. Anak kalimat itu
menjadi cermin kepentingan komunikator karena ia dapat memberi
keterangan yang baik / aburuk terhadap suatu pernyataan. Penggunaan
konjungsi juga lazim ditemui dalam bentuk ini.
Koherensi Pembeda
Kalau koherensi kondisional berhubungan dengan pertanyaan
bagaimana dua persitiwa dihubungkan / dijelaskan, maka koherensi
pembeda berhubungan dengan pertanyaan bagaimana dua peristiwa atau
fakta itu hendak dibedakan. Dua buah peristiwa dapat seolah dibuat seolaholah saling bertentangan dan bersebrangan (contrast) dengan menggunakan
keherensi ini.
Kata Ganti
Kata ganti adalah sebuah elemen yang digunakan untuk memanipulasi
bahasa dengan menciptakan sebuah gambaran komunitas yang imajinatif.
Dengan teknik ini komunikator menunjukan posisinya di dalam suatu
wacana. Seperti menggunakan kata Kita, Mereka, Kami, dan Dia.
Leksikon
Elemen ini digunakan untuk menandakan cara seseorang melakukan
seleksi kata, Di antara beberapa kata itu seseorang dapat memilih di antara
kata yang tersedia. Dengan demikian pilihan kata yang dipakai tidak semata
hanya karena kebetulan, tetapi pilihan itu merefleksikan ideologinya
terhadap sebuah realita.
Grafis
Elemen ini merupakan upaya penonjolan akan sesuatu hal yang
dianggap penting dalam suatu teks. Misalnya ditandai dengan penggunaan
huruf tebal, huruf miring, garis bawah, font yang lebih besar dari normal,
caption, raster, grafik, gambar, angka, tabel, foto, gambar dan sejenisnya,
untuk memberikan efek kognitif, dimana ia mengontrol perhatian dan
ketertarikan secara intensif dan menunjukan apakah suatu informasi itu
dianggap penting dan menarik sehingga perhatian harus difokuskan
padanya.
Metafora
Dalam suatu wacana, seorang wartawan tidak hanya menyampaikan
pesan lewat teks, tetapi juga kiasan, ungkapan, metafora yang dimaksudkan
sebagai ornamen atau bumbu dari suatu berita. Akan tetapi, pemakaian
metafora tertentu bisa jadi menjadi petunjuk utama untuk mengerti makna
suatu teks. Metafora tertentu dipakai oleh wartawan secara strategis sebagai
landasan berfikir, alasan pembenar atas pendapat atau gagasan tertentu kepada
publik. Biasanya menggunakan kepercayaan masyarakat, ungkapan seharihari, peribahasa, pepatah, petuah leluhur, kata-kata kuno, bahkan munkgin
ungkapan yang diambil dari ayat-ayat suci, semuanya dipakai untuk
memperkuat pesan utama.
b. Kognisi Sosial
Dalam keranganka anlisis wacana vand Dijk, perhatian bukan hanya pada
teks, tetapi juga pada proses produksi teks tersebut. Yaitu perlu adanya penelitian
mengenai kognisi sosial : kesadaran mental penulis yang membentuk teks
tersebut. Pendekatan ini berdasarkan pada asumsi, bahwa teks tidak mempunyai
makna, tetapi makna itu diberikan oleh pemakai bahasa dalam hal ini penulis
sebagai representasi darinya.24
c. Konteks Sosial
Dalam pandangan ini, van Dijk menyatakan bahwa wacana yang terdapat
dalam sebuah teks adalah bagian dari wacana yang berkembang dalam
masyarakat. Sehingga untuk meneliti teks tersebut, perlu mengetahui bagaimana
wacana tersebut diproduksi dalam masyarakat.25
B. Berita
Pada Leksikon Komunikasi, berita didefinisikan sebagai berikut :
1.
Fakta atau gagasan yang dapat menarik perhatian orang banyak dan tepat
waktunya disiarkan.
2.
Pernyataan yang bertujuan untuk memberitahu.
3.
laporan tentang peristiwa atau pendapat yang disiarkan atau untuk
diketahui umum.26
Kustandi Suhendang memandang berita, yaitu laporan atau pemberitahuan
tentang segala peristiwa aktual yang menarik perhatian orang banyak.27
24
Alex Sobur, Analisis Teks Media, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2001), h. 74
Ibid., h.271
26
Harimukti Kridalaksana, ed., Leksikon Komunikasi (Jakarta : PT.Pradnya Paramita,
Jakarta,1984), h.20
27
Kustandi Suhandang, Pengantar Jurnalisitk Seputar Organisasi,Produk, dan Kode Etik
(Bandung: Nuansa,2004), h.103
25
Robert Park membatasi berita sebagai laporan tentang peristiwa yang luar
biasa atau tidak terduga, Denis McQuail mengatakan “semua peristiwa yang
dilaporkan sebagai berita yang bersifat luar biasa atau paling sedikit tidak terduga,
sebagai syarat yang lebih penting ketimbang ‘significan nyata’ berita sendiri.”28
Untuk membuat berita, paling tidak harus memenuhi dua syarat, yaitu :
1. Faktanya tidak boleh diputar sedemikian rupa sehingga kebenaran tinggal
sebagian saja.
2. Berita harus menceritakan segala aspek secara lengkap. Dalam menulis
berita dikenal “Satu masalah dalam satu berita”,Artinya,suatu berita harus dikupas
dari satu masalah saja (monofacta) dan bukan banyak masalah (multifacta) karen
akan menimbulkan kesukaran penafsiran, yang menyebabkan berita menjadi tidak
sempurna.29
C. Tajuk Rencana
Tajuk rencana, ada juga yang menyebutnya sebagai “Catatan Redaksi”,
bahasa kerennya adalah “Editorial”. Sebelum ada istilah tajuk rencana, korankoran kuno menamakan opini penerbit ini sebagai “Induk karangan” yang
menerjemahkan bahasa Belanda “Hoofd Artikel”. Di Inggris, Tajuk Rencana
adalah “Leader News”. Penulisnya disebut sebagai “Leader Writer”. Dalam
kamus bahasa Indonesia, karangan WJS Purwodasminto tajuk rencana diartikan
sebagai induk karangan pada surat kabar/majalah.30
28
Denis McQuail,Teori Komunikasi Masssa : Suatu Pengantar, (Jakarta : Erlangga,1996),
h.190
29
Drs. Totok Djuroto,M.Si,MANAJEMEN PENERBITAN PERS (Bandung :PT. Remaja
Rosdakarya,2002), h.47-48
30
Ibid., h.77
Menurut Lyle Spencer, tajuk rencana merupakan pernyataan mengenai fakta
dan opini secara singkat,logis, menarik ditinjau dari segi penulisan dan bertujuan
untuk mempengaruhi pendapat atau memberikan interpretasi terhadap suatu berita
yang menonjol sebegitu rupa sehingga kebanyakan pembaca surat kabar akan
menyimak pentingnya arti berita yang ditajukan tadi.31
Tajuk rencana biasanya ditulis secara panjang, untuk memberikan
kesempatan
kepada
penulisnya
memasukkan
analisis
dan
menguraikan
permasalahan yang ingin diungkapkannya. Karena tajuk rencana mempunyai
kebebasan dalam menguraikan masalah, maka ada beberapa penerbitan
pers,khususnya surat kabar dan majalah. Jenis tajuk rencana antara lain:
a.
Meramalkan (forcasting). Penulis tajuk rencana jenis ini, bisa
memasukkan imajinasinya, untuk memprediksi atau meramalkan
kejadian-kejadian yang akan datang berdasarkan infomasi yang
melatarbelakangi ditulisnya tajuk rencana ini.
b.
Memaparkan (interpretating). Penulisan tajuk rencana bisa digunakan
untuk memaparkan kembali berita atau peristiwa yang kurang jelas
dalam pemuatan penerbitannya. Di sini, penulis tajuk bisa berfungsi
sebagai guide dalam memperjelas informasi pemberitaannya.
c.
Mengungkapkan (explorating). Selain bersandar pada informasi
pemberitaan penerbitannya, penulis tajuk rencana bisa mengangkat
permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat sebagai sumber
informasinya. Penulis tajuk seperti ini harus mempunyai kepekaan
dalam menjaring aspirasi masyarakat.32
31
32
Ibid., h.78
Ibid.
Bahasa tajuk rencana harus menggunakan bahasa yang lebih arif, tidak vulgar,
diberikan dalam konteks memberikan masukan dan memberikan jalan keluar.33
D. Media Massa
Media Massa (mass media) adalah, “sarana penyampai pesan yang
berhubungan langsung dengan masyarakat luas, misal radio, televisi, surat kabar
dan film”34. Pengertian yang senada juga diungkapkan Gamble dan Gamble dalam
buku Abdul Muis juga memberikan pengertian yang senada tentang media massa,
“Media massa adalah bagian komunikasi antar manusia (human communication)
dalam arti media merupakan saluran atau sarana untuk memperluas dan
memperjauh jangkauan proses penyampaian pesan antara manusia.”35 Media juga
adalah sebagai mediator.36
Media massa identik dengan pers, mengenai hal ini Onong Uchjana Effendy
berpendapat, “Dalam perkembangannya pers mempunyai dua pengertian, yakni
pers dalam pengertian luas dan sempit. Pers dalam pengertian luas meliputi segala
penerbitan, bahkan termasuk media massa elektronik,radio siaran dan televisi
siaran. Sedangkan pers dalam pengertian sempit hanya terbatas dalam media
cetak, yakni surat kabar, majalah dan bulletin kantor berita.”37
33
Pieter P. Gero, Kepala Bagian Internasional Kompas, Wawancara Pribadi, Jakarta,
10 Maret 2008.
34
Harimukti Kridalaksana, ed., Leksikon Komunikasi, h.59-60
35
A. Muis, Kontorversi Sekitar Kebebasan Pers : Bunga Rampai Masalah komunikasi,
Jurnalistik (Jakarta : PT.Mario Grafika,1996),h.12
36
Pieter P. Gero, Kepala Bagian Internasional Kompas, Wawancara Pribadi, Jakarta,
10 Maret 2008.
37
Onong Uchjana Effendy, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek (Bandung : Remaja
Rosdakarya,2001),h.146
E. Surat Kabar
Surat Kabar dalam pengertian yang harfiah, yakni surat yang berisi kabar
atau berita.38 Bisa juga Surat Kabar (newspaper) merupakan, terbitan berkala yang
memuat berita, risalah, karangan, iklan dan lain-lain.39 Surat kabar atau koran
dalam kamus Besar Bahasa Indonesia mengandung arti lembaran-lembaran kertas
bertuliskan kabar (berita) dan sebagainya, terbagi dalam kolom-kolom, terbit
setiap hari atau periodik.40
Pengertian yang senada diungkapkan pula oleh Y,S Gunadi dan Djony
Herfan, “Newspaper” (surat kabar) merupakan alat komunikasi massa yang
memuat berita-berita,artikel-artikel, ulasan-ulasan,informasi yang menyangkut
bidang politik, ekonomi, sosial budaya maupun pertahanan dan keamanan.”41
F. Fungsi Sosial Media
Ada lima fungsi sosial media massa dalam masyarakat
1. Informasi
Menyediakan informasi tentang peristiwa dan kondisi dalam masyarakat
•
dan dunia.
•
Menunjukan hubungan kekuasaan.
•
Memudahkan inovasi, adaptasi, dan kemajuan.
38
Kurniawan junaedhie, Rahasia Dapur Majalah di Indonesia, (Jakarta:
Gramedia,1995),h.xiii
39
Harimukti Kridalaksana, ed., Leksikon Komunikasi, h.95
40
Departemen Pendidikan Nasional (DEPDIKNAS), Kamus Besar Bahasa Indonesia
(Jakarta: Balai Pustaka,2003),h 595 dan 1109
41
YS Gunadi,Djiny Herfan, ed.,Himpunan Istilah Komunikasi (Jakarta: Grasindo,1998),h.83
2. Korelasi
Menjelaskan,
•
menafsirkan,
mengomentari
makna
peristiwa
dan
informasi.
•
Menunjang otoritas dan norma-norma yang mapan.
•
Melakukan sosialisasi
•
Mengkoordinasi beberapa kegiatan
•
Membentuk kesepakatan
•
Menentukan urutan prioritas dan memberikan status relatif.
3. Kesinambungan
Mengekspresikan
•
budaya
dominan
dan
mengakui
keberadaan
kebudayaan khusus (sub culture) serta perkembangan budaya baru.
Meningkatkan dan melestarikan nilai-nilai.
•
4. Hiburan
•
Menyediakan hiburan, pengalihan perhatian dan sarana rileksasi
•
Meredakan ketegangan sosial.
5. Mobilisasi
Mengkampanyekan tujuan masyarakat dalam bidang politik, perang,
•
pembangunan ekonomi, dan kadangkala dalam bidang agama.42
G. Fungsi Media Massa
Fungsi (function) adalah suatu tugas khusus yang dibebankan pada sesuatu.
Fungsi media massa adalah tugas khusus yang dibebankan pada media massa.
Tugas itu tidak dibebankan pada selain media massa.
42
Denis McQuail, Teori Komunikasi Massa Suatu Pengantar., .h.70-71
Dalam berbagai wacana tentang fungsi media massa, disebutkan ada 4 fungsi,
yaitu :
1. Fungsi mendidik
: Yaitu media massa harus memberikan
kontribusi kepada masyarakat untuk mendidik, agar masyarakat tahu dan
lebih tahu tentang segala sesuatu agar tidak mudah terjerumus dalam halhal yang tidak diinginkan.
2. Fungsi penyalur informasi : Yaitu media massa harus memberikan
informasi yang tajam, akurat atas informasi yang diperoleh baik itu
mengenai Politik, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan maupun
semua konsep yang harus diperoleh oleh masyarakat pada umumnya dan
khususnya.
3. Fungsi menghibur
: Yaitu media massa harus memberikan
hiburan-hiburan yang bermutu demi meningkatkan kualitas sumber daya
manusia,
karena
masyarakat
butuh
hiburan
untuk
memberikan
kenyamanan dalam mendapatkan informasi dan pendidikan.
4. Fungsi mempengaruhi : Yaitu dapat mempengaruhi masyarakat tanpa
menjerumuskan, dalam arti memberikan persuasif informasi yang
berdasarkan kenyataan tanpa ada tujuan yang tidak diinginkan.43
Dengan demikian, fungsi media massa sesungguhnya hanya satu fungsi
namun dipilah-pilah menjadi empat fungsi; dengan kata lain fungsi media massa
adalah four in one function artinya harus terikat satu sama lain.44
43
Hasanudin
INDONESIA.2006
44
Ibid.
Ibnu
Hiban,
Artikel
INDUSTRI
KORAN
DAN
MAJALAH
DI
BAB III
PROFIL SURAT KABAR KOMPAS
A. Sejarah Pendirian.
Harian umum yang beralamat di Jl.Palmerah Selatan 26-28 ini memang
sudah terbilang matang. Usianya sudah 42 tahun. Kompas, demikian Presiden
Soekarno memberikan nama.
Kompas lahir berkat ide Letjen Ahmad Yani, seorang Menteri / Panglima
TNI AD di tahun 1965. saat itu beliau menelepon rekannya sekabinet, Drs Frans
Seda. Yani melemparkan ide menerbitkan Koran melawan pers komunis, Frans
Seda menanggapi ide itu, membicarakannya dengan Ignatius Josef Kasimo (19001986) – sesama rekan di Partai Katolik- dan dengan rekannya yang memimpin
majalah Intisari, Petrus Kanisius Ojong (1920-1980) dan Jakob Oetama. Kedua
nama terakhir itulah yang kemudian mempersiapkannya. Nama Koran itu Bentara
Rakyat, sebuah penegasan diri sebagai pembela rakyat yang sebenarnya; berbeda
dengan Koran-koran di bawah nama Partai Komunis Indonesia (PKI) yang
memanipulasi nama rakyat.
Menjelang terbitnya Bentara Rakyat, Frans Seda sebagai Menteri
Perkebunan datang ke Istana Merdeka menemui Presiden Soekarno, Presiden
bertanya nama Koran yang akan terbit. Dijawab oleh Seda bernama Bentara
Rakyat. Bung Karno menimpali, “sebaiknya Koran baru itu diberi nama
KOMPAS supaya jelas diterima sebagai penunjuk arah”. Koran itu akhirnya
dinamai KOMPAS. Bentara Rakyat dijadikan nama yayasan yang menerbitkan.
KOMPAS terbit pertama kali Senin, 28 Juni 1965 setebal empat halaman,
dicetak 4.800 eksemplar. Pada bulan-bulan pertama KOMPAS diplesetkan
sebagai Kornt Pas Morgen atau “KOMPAS yang datang keesokan harinya”,
karena sering telat terbit. Oleh PKI namanya diplesetkan sebagai “komando
pastor”, sebab tokoh-tokoh pendiri dan perintisnya berasal dari partai katolik.
Sejak tahun 1982, PT. Kompas Media Nusantara menjadi badan hukum yang
mewadahi harian ini. Dengan misi mengantisipasi dan merespon dinamika
masyarakat secara professional dan untuk memberi arah perubahan (trend setter),
harian ini terus melaju. Motto “Amanat Hati Nurani Rakyat”, nampaknya
menggambarkan misi tersebut.
Kini Kompas hadir tidak hanya di media cetak. Dengan format lain Kompas
Cyber Media, harian ini hadir di internet. Yang bisa diakses di www.Kompas.com
atau dikenal sebagai Kompas.com, ini merupakan situs berita terpercaya di
Indonesia. Diupdate selama 24 jam sehari, dengan total readership lebih dari 15
juta orang. Tingkat kunjungan ke Kompas.com atau lebih dikenal dengan sebutan
Page View, rata-rata mencapai 40 juta setiap bulan.
Sebagai situs berita terpercaya yang banyak dikunjungi di Tanah Air,
Kompas.com sebagai layaknya media lain juga menawarkan pemasangan iklan
(banner) di internet (online advertising), dimana jenis iklan disini berbeda dengan
media konvensional lain. Iklan di internet menawarkan bentuk-bentuk iklan yang
kreatif (Rich Media Ads), interaktif, dan sangat atraktif (visualisasi).
Mulai dari banner yang telah akrab di mata pengunjung situs, Kompas.com
pun memiliki berbagai jenis iklan lain yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan
pemasang seperti email blast (email broadcast), microsite, advertorial,
polling/kuis/games, e-ditorial marketing yang dapat digunakan untuk tujuan
edukasi, public services, special services, dll.
Kompas.com juga memberikan layanan lain yang berhubungan dengan
Internet dan Multimedia, seperti web services yang mencakup development dan
maintenance website, video profile, CD interaktif, serta berbagai aplikasi
pemograman, yang dapat digunakan dalam website maupun non website, misal
product launching, dll. Selama sembilan tahun, ratusan perusahaan dalam dan luar
negeri telah menggunakan jasa dan iklan (banner) di Kompas.com.
Berita di Kompas.com tak saja hanya bisa diakses melalui internet, tapi juga
melalui mobile (hand phone).Ini upaya lain dari sebuah media cetak yang ingin
bertahan, yakni beradaptasi secara cerdas, kreatif dan inovatif. Kata Jacob
Oetama, pimpinan umun harian ini.
Hingga kini Kompas mempunyai 246 wartawan atau seluruh karyawannya
yang berjumlah 953 orang (data 2007) .45
B.
Visi dan Misi.
Visi Kompas yakni menjadi institusi yang memberikan perncerahan bagi
pekembangan masyarakat Indonesia yang demokratis dan bermartabat,
serta
menjunjung tinggi asas dan nilai kemanusiaan.
Sementara itu misi yang diusung yakni mengantisipasi dan merespon
dinamika masyarakat secara professional,
sekaligus memberi arah dengan
meniadakan dan menyebarluaskan informasi yang terpercaya. 46
45
Kompas, Penelitian dan Pengembangan, data diambil pada 3 Januari 2008.
Ibid.
46
C.
Nilai-Nilai Dasar Kompas.
Seluruh kegiatan dan kepututsan kita dasarkan pada niliai-nilai berikut :
1.
Menghargai manusia dan nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan harkat
dan martabatnya.
2.
Mengutamakan watak baik.
3.
Profesionalisme.
4.
Semangat kerja tim.
5.
Berorientasi pada kepuasaan konsumen (pembaca,pengiklan, mitra
kerja – penerimaan proses selanjutnya).
6.
tanggung jawab sosial.47
D.
Struktur Organisasi
1.
Pendiri : Petrus Kanisius Ojong ( 1920 – 1980 ) dan Jakob Oetama
2.
Pemimpin Umum: Jakob Oetama
3.
Wakil Pemimpin Umum: Agung Adiprasetyo, ST. Sularto
4.
Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Bambang Sukartiono
5.
Wakil Pemimpin Redaksi: Rikard Bagun, Trias Kuncahyono, Taufik H. M
6.
Redaktur Senior: Ninok Leksono
7.
Redaktur Pelaksana: Budiman Tanuredjo
8.
Wakil Redaktur Pelaksana: Andi Suruji, James Lululima
9.
Sekretaris Redaksi: Retno Bintarti
10.
Pemimpin Bagian Internasional : Pieter P. Gero
11.
Staff Redaksi
47
Ibid.
a. Jakarta :
G.M. Sudarta
Gunawan Setiadi
Indrawan SM
Bob Hutabarat
Bambang SP
Muh. Sudarto Js.
Kartono Ryadi
Djoko Pournomo
J.B. Kristanto
Diah Marsidi
Julius Pourwanto
Irwan Julianto
Tony D. Widiastono
Chris Pudjiastuti
Jimmy S. Harianto
Yesayas Oktovianus
Bre Redana
Maria Hartiningsih
James Luhulima
Hasanuddin
Budiarto Shambazy
Nugroho F. Yudho
Myrna Ratna M
Julian Sihombing
Sri Hartati
Lim Bun Chai
Rusdi Amral
Yuni Ikawati
Irving R.Noor
Rene L. Pattiradjawane
Ninuk Pambudy
Marcus Suprihadi
Agnes Aristiarini
A.W. Subarkah
Fandri Yuniarti
Ibrahimsyah Rahman
Simon Saragih
Atika Walujani M
Dedi Muhtadi
Arbain A.W. Rambey
Abun Sanda
Cordula M. Kuntari
Rusdi Amral
Banu Astono
Kenedi Nurhan
Anton Sanjoyo
Markus Duan Allo
Salomo Simanungkalit
Reinhart Simanjuntak
C. Windoro A.T.
Moch. S. Hendrowijono
Bambang Wisudo P
M.Sjafe'i Hassanbasari
Rakaryan Sukarjaputra
Efix Mulyadi
Dirman Thoha
Ansel da Lopez
Agus Hermawan
Rudy Badil
Nugroho F. Yudho
Andi Suruji
Adi Prinantyo
M. Nasir
Edna Caroline
Irwan Gunawan
Ardhian Novianto
J. Osdar Maruli Tobing
Danu Kusworo
Muzni Muis
Osa Triyatna
Mulyawan Karim
Agus Susanto
Ardus M. Sagewa
Sutta Dharmasaputra
Soelastri
Lusiana Indriasari
Johnny TG
Ratih P. Sudarsono
Elly Roosita
Suhartono
Clara Westi
Agnes Swetta Pandia
Korano Nicolash LMS
Putu Fajar Arcana
Ferry Irwanto
Ferry Santoso
Subur Tjahjono
Elok Dyah Messwati
Yunas Santhani Azis
Joice Tauris SantiIda Setyorini
Buyung Wijaya Kusuma
Nasrullah Nara
A. Maryoto
Pingkan
Elita Dundu
Sonya Helen Sinombor
Jannes Eudes Wawa
Nasru Alam Azis
Imam Prihadiyoko
Syahnan Rangkuti
Hanni Sulistyaningtias
b. Daerah:
Dedi Muhtadi, Jannes Eudes Wawa, Frans Sartono (Bandung)
Muhammad Bakir, Pepih Nugraha, Brigitta Isworo Laksmi, Anwar Hudijono,
Abdul Lathief (Surabaya)
Hariyadi saptono, Bambang Sigap Sumantri, Thomas Pudjo Widijanto
(Yogyakarta)
P. Tri Agung Kristanto, R. Adhi Kusumaputra, Eddy Hasby, Winarto
Herusansono, Yovita Arika (Semarang)
Dody Wisnu Pribadi (Malang)
FX Puniman (Bogor)
Pascal Bin Saju (Kupang)
Yamin Indas (Kendari)
Ahmad Zulkani (Medan)
Hindaryoen Nts (Purwokerto)
Yurnaldi (Padang)
Tri Harijono (Balikpapan)
Frans Sarong (Denpasar)
Muhammad Syaifullah (Pontianak)
Syamsul Hadi (Jember)
Agus Mulyadi (Palembang)
Mohammad Subhan, Reny Sri Ayu Nasrullah Nara (Makassar)
Khaerul Anwar (Mataram)
Jean Rizal Layuck (Manado)
Kornelis Kewa Ama (Jayapura)
Surya Makmur Nasution (Batam)
Nasrul Thahar (Jambi)
Suprapto (Kudus)
11 . Penelitian dan Pengembangan ( Litbang).
Manajer: Bestian Nainggolan
12 . Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)
Manajer: Agnes Aristiarini.
13. Bisnis.
Pemimpin Perusahaan: Lukas Widjaja
Wakil Pemimpin Perusahaan : Abun Sanda
Manajer Sirkulasi: Sugeng Hari Santoso
Wakil Manajer Iklan : Elsiyah Susanto
Alamat Redaksi:
Jalan Palmerah Selatan 26-28, Jakarta 10270, INDONESIA
Telepon: 534-7710, 534-7720, 534-7730, 530-2200
Fax: (62)(21) 548-6085
Website : http:// www.Kompas.com
E-mail: [email protected]
Teleks: 65582 KOMPAS IA
Alamat Surat (seluruh bagian): P.O. Box 4612 Jakarta 12046
Alamat Kawat: Kompas Jakarta
Penerbit: PT Kompas Media Nusantara
Percetakan: PT Gramedia.48
E. Judul Tajuk Rencana Kompas
Ada 8 tajuk rencana dari yang terpilih untuk dianalisis pada penelitian ini
dengan asumsi mendasar bahwa delapan tajuk rencana pilihan tersebut adalah
situasi dimulainya perang hingga berakhirnya perang sehingga memperjelas
pandangan Surat Kabar Kompas dalam menyampaikan Perang Irak. Kedelapan
Tajuk Rencana itu adalah.Tabel 1.2
Delapan Tajuk Rencana Surat Kabar Kompas
No
1
Tanggal
Judul
21 Maret 2003 Amerika Melancarkan Perang Tidak Adil
Terhadap Irak.
Keterangan
(Dimulainya
Perang)
2. 22 Maret 2003 Eksistensi PBB Digugat di Balik Serangan (Masa Perang)
Sepihak AS Ke Irak
3. 24 Maret 2003 Di Mana-mana Naluri Kemanusiaan
Memihak yang lemah
(Masa Perang)
4. 28 Maret 2003 Kemenangan Apa Hendak Diraih AS
Atas Perang Di Irak
5. 05 April 2003
48
Pertempuran Kota Yang Mendebarkan Itu
Struktur Organisasi, Kompas, 8 Maret 2008, h. 1, 6, dan 15.
(Masa Perang)
Kian Dekat
6.
07 April 2003
Mana Bukti Irak Memiliki Persenjataan
Pemusnah Massal
7. 09 Apr 2003
11 Apr 2003
(MasaPerang)
Bush dan Blair Bertemu, Wacananya
Sudah Irak Pascaperang
8.
(Masa Perang)
(Masa Perang)
Dunia Terus Bergumam Setelah Baghdad
Dinyatakan Jatuh
(Akhir-Perang)
BAB IV
ANALISIS WACANA TAJUK RENCANA KOMPAS TENTANG
PERANG IRAK
A. Analisis Teks Tajuk Rencana Kompas Tentang Perang Irak 2003
1.a. Analisis Teks Tajuk Rencana KOMPAS Jumat, 21-03-2003.
Halaman: 4
Judul
AMERIKA MELANCARKAN PERANG TIDAK ADIL TERHADAP IRAK
Tabel 1.3
Analisis Kasus 1 Berdasarkan Metode Teun Van Dijk
No
Element
Posisi Pembuktian Kasus 1
1
Tematik
•
AS Lancarkan Perang Sepihak
Terhadap Irak
2
Skematik
•
Sikap Kecewa Dunia Terhadap
Penyerangan AS ke Irak
AS tidak mengindahkan Suara
Dunia atas Serangan AS ke Irak
•
3.
Latar
•
Paragraf 2 : Semula, jalan yang
ditempuh
adalah
jalan
Perserikatan
BangsaBangsa
(PBB). Dikirimlah Tim Inspeksi
senjata pemusnah massal ke Irak.
Oleh Ketua Tim Pemeriksa
Persenjataan PBB Hans Blix
dilaporkan ke sidang Dewan
Keamanan PBB bahwa Irak
memberikan kerja sama yang
cukup kredibel kepada Tim PBB.
Tim
menyarankan
diperpanjangnya waktu untuk
melanjutkan pekerjaan Tim.
4
Detil
•
Paragraf 8 : SIKAP dan perasaan
itu
bukan kita
saja yang
menanggung.
Warga
terbesar
dunia
merasakannya.
Belum
pernah bergelora sikap dan demo
antiperang di seantero dunia
seperti dewasa ini, terhadap
rencana dan aksi perang AS dan
sekutunya terhadap Irak.
•
Paragraf 15 : SEBELUM perang
terhadap Irak pecah, kita bersama
dunia melancarkan protes. Kini
setelah
perang
pecah
dan
bagaimanapun penderitaan publik
menjadi kenyataan, lagi-lagi kita
melancarkan protes keras.
•
Paragraf 18 : Segala sesuatu kita
sampaikan sesuai dengan rasa
perasaan
keadilan
dan
kemanusiaan kita. Karena itu,
segala langkah dan gerak kita
pertimbangkan jangan sampai
membawa
kerugian
bagi
kepentingan nasional kita sendiri.
Tegas tetapi cerdas dan bijak
itulah yang sebaiknya kita lakukan.
•
Paragraf 3 : Amerika Serikat dan
Inggris, sekutunya, tidak dapat
menerima.
Pekerjaan
Tim
Pemeriksa
Persenjataan
sudah
cukup. Ketika Dewan Keamanan
tidak berhasil dibujuk oleh AS
untuk membuat resolusi, yakni
resolusi
yang
mengesahkan
serangan ke Irak untuk melucuti
senjata
pemusnah
massal,
pemerintahan Bush ganti haluan.
•
Paragraf 8 : SIKAP dan perasaan itu
bukan kita saja yang menanggung.
Warga terbesar dunia merasakannya.
Belum pernah bergelora sikap dan
demo antiperang di seantero dunia
seperti dewasa ini, terhadap
rencana dan aksi perang AS dan
sekutunya terhadap Irak.
5
6
Maksud
Pra-anggapan
•
Paragraf 10 : Amat kita rasakan....
Kekuasaan
militer
Amerika.
Kekuatan
ekonomi
Amerika.
Mentang-mentang
satu-satunya
adikuasa dunia. ...
•
Paragraf 16 : Kita melancarkan
protes dan kita tunjukkan kepada
AS dan Negara lain, dalam segala
situasi,
kita
akan
tetap
mengendalikan diri dan melakukan
protes secara damai.
•
Paragraf 17 : Kita juga perlu
membuat
perhitungan
dan
pertimbangan bahwa aksi protes
yang kita lakukan, juga tatkala hati
kita
panas
dan
perasaan
kemanusiaan kita tertusuk, jangan
sampai
justru
merugikan
kepentingan kita sendiri
•
Paragraf 18 : Segala sesuatu kita
sampaikan sesuai dengan rasa
perasaan keadilan dan kemanusiaan
kita. Karena itu, segala langkah dan
gerak kita pertimbangkan jangan
sampai membawa kerugian bagi
kepentingan nasional kita sendiri.
Tegas tetapi cerdas dan bijak itulah
yang sebaiknya kita lakukan.
•
Paragraf 13 : Apakah reperkusi
sikap dan tindakan Amerika
pascaperang Irak? Akan dibangun
pemerintah demokrasi di Irak.
Rakyat Irak dibebaskan oleh
tindakan itu. Peranan PBB akan
dikembalikan dan dikokohkan.
Semua negara harus tunduk kepada
prinsip dan aturan main PBB
7
Pengingkaran
•
Paragraf 7 : Kita berusaha keras
serangan terornya. Tetapi, apalagi
ketika ...
8
Koherensi
•
Paragraf 3 : Amerika Serikat dan
Inggris, sekutunya, tidak dapat
menerima. Pekerjaan Tim Pemeriksa
Persenjataan sudah cukup. Ketika
Dewan Keamanan tidak berhasil
dibujuk oleh AS untuk membuat
resolusi,...
•
Paragraf
21 : Langkah itu...
terciptanya kedamaian di dunia.
Sebab,
tidak
mungkin
kita
menentang kekerasan,...
•
Paragraf 4 : Secara kasar, Irak
diberinya ultimatum ... Dan itulah
yang akhirnya pecah. Perang terhadap
Irak dimulai kemarin.
•
Paragraf 12 : Bahkan, andaikata
orang mencoba sejauh mungkin...
•
Paragraf 18 : Segala sesuatu kita
sampaikan.... Karena itu, segala
langkah dan gerak kita...
•
Paragraf 1 : AKAL sehat dan hati
nurani kita, bukankah amat terganggu
oleh perubahan sikap pemerintahan
George W Bush yang begitu kasar dan
nekat dalam hari-hari terakhir ini,
menjelang pecahnya perang atas Irak?
•
Paragraf 5 : TERUS terang, perasaan
kita terpukul telak. Sepertinya kita
bersama dunia ... Prinsip yang kita
pelajari juga dari negara-negara
demokrasi seperti Amerika dan
Inggris
9
10
Koherensi Kondisional
Kata Ganti
•
Paragraf 6 : Kita coba memahami
perubahan dan ancaman zaman....
•
Paragraf 7 : Kita berusaha keras
mencerna... suara hati dan akal sehat
kita tetap berontak dan tidak dapat
menerima.
•
Paragraf 8 : SIKAP dan perasaan itu
bukan kita saja ...
•
Paragraf 10 : Amat kita rasakan
secara telanjang ber-jumawa-nya
might is right,...
•
Paragraf 11 : Tidaklah dapat kita
terima dan kita cerna semua
argumen...
•
Paragraf 15 : SEBELUM perang
terhadap Irak pecah, kita bersama
dunia melancarkan protes.... lagi-lagi
kita melancarkan protes keras.
•
Paragraf 16 : Kita melancarkan
protes dan kita tunjukkan kepada AS
dan Negara lain, dalam segala situasi,
kita akan...
•
Paragraf 17 : Kita juga perlu
membuat
perhitungan
dan
pertimbangan bahwa aksi protes yang
kita lakukan, juga tatkala hati kita
panas dan perasaan kemanusiaan kita
tertusuk, jangan sampai justru
merugikan kepentingan kita sendiri
•
Paragraf 18 : Segala sesuatu kita
sampaikan...
kemanusiaan
kita.
Karena itu, segala langkah dan gerak
kita pertimbangkan... nasional kita
sendiri. Tegas tetapi cerdas dan bijak
itulah yang sebaiknya kita lakukan
•
Paragraf 19 : KEMARIN Presiden
Megawati
Soekarnoputri,...
Pemerintah AS dan sekutunya. Kita
mengecam keras...
•
11
Leksikon
•
Paragraf 21 : Langkah itu merupakan
langkah terjauh yang memang bisa
kita
lakukan.
Kita
harus
menggunakan... Sebab, tidak mungkin
kita menentang kekerasan...
Paragraf 1 : AKAL sehat... George
W Bush yang begitu kasar dan nekat
dalam hari-hari...
•
Paragraf 4 : Secara kasar, Irak
diberinya
ultimatum:
Saddam
Hussein dan kedua putranya...
•
Paragraf 6 : Kita coba..., muncul
doktrin baru. Menurut doktrin baru,
AS dan dunia dihadapkan pada musuh
dahsyat yang...
•
Paragraf 7 : Kita berusaha keras
mencerna serta memahami ancaman
baru berikut pendadakan dan
kedahsyatan serangan terornya.
Tetapi, apalagi ketika diterapkan
terhadap Irak, suara hati dan akal
sehat kita tetap berontak dan tidak
dapat menerima.
•
Paragraf 8 : SIKAP dan perasaan...
Belum pernah bergelora sikap dan
demo antiperang di seantero dunia
seperti dewasa ini, ...
•
Paragraf 9 : Gerakan damai
properdamaian, prokemanusiaan,
prokeadilan, bergelora di manamana. Bukan saja melibatkan orang
muda, perempuan, gerakan politik,
tetapi juga memobilisir suara hati...
•
Paragraf 10 : Amat kita rasakan...
Mentang-mentang
satu-satunya
adikuasa dunia. Hak apa yang
memberinya
legitimasi
sebagai
jagoan dan polisi dunia?
•
Paragraf 12 : Bahkan, andaikata...
memahami dan menenggang argumen
Bush, terngiang-ngiang gugatan
berikut kecemasan,... Benar-benar
mendemonstrasikan prinsip might is
right
12
13
Grafis
Metafora
•
Paragraf 13 : Apakah reperkusi
sikap
dan
tindakan
Amerika
pascaperang Irak?...
•
Paragraf 19 : KEMARIN Presiden
Megawati
Soekarnoputri,...
Kita
mengecam keras dan menyesalkan
proses multilateral melalui Dewan
Keamanan
PBB
telah
dikesampingkan.
•
Paragraf 6 : Kita coba memahami
perubahan...Untuk
menghadapinya
diberlakukan hak menyerang secara
pre-emptive. Hak menyerang lebih
dulu.
•
Paragraf 10 : Amat kita rasakan
secara telanjang ber-jumawa-nya
might is right, bak, hak itu apa?...
•
Paragraf 12 : Bahkan, andaikata...
Benar-benar
mendemonstrasikan
prinsip might is right.
•
Paragraf 14 : Sesungguhnya, itulah
salah satu, sekurang-kurangnya jika
bukan suatu ketidakadilan, adalah
suatu nuisance, suatu gangguan
perasaan fair dan sama sederajat...
•
Paragraf 21 : Langkah itu...
mencoba menghentikan kekerasan
dengan kekerasan yang lain. Tidak
ada sejarahnya cara kekerasan bisa
menciptakan perdamaian
1.b. Hasil Analisis Tajuk Rencana KOMPAS Jumat, 21-03-2003.
Halaman: 4
1. Pada Tajuk Rencana tanggal 21 Maret 2003 yang berjudul Amerika
Melancarkan Perang Tidak Adil Terhadap Irak, bagi penulis menunjukan
element Tematik yang berarti AS Lancarkan Perang Sepihak Terhadap
Irak.
2. Pada Element Skematik model Teun Van Dijk. Secara umum menunjukan
element Skematik mempunyai dua kategori, pertama Summary terdapat
dalam Judul dan Lead, kategori yang kedua adalah Story atau isi Berita
secara keseluruhan.
Pada tajuk rencana Kompas tertulis di atas kedua katergori tersebut
menurut penulis adalah Sikap Kecewa Dunia Terhadap Penyerangan AS
ke Irak dan AS tidak mengindahkan Suara Dunia atas Serangan AS ke
Irak.
3. Pada Element Latar secara umum terdapat dalam paragraf 2,8,5 dan 18.
Bagi penulis menunjukan element latar yang berarti PBB telah
mengirimkan Tim inspeksi untuk mencara kebenaran keberadaan senjata
pemusnah massal di Irak, sementara masyarakat melakukan demonstrasi
menolak perang, kedua tindakan tersebut tidak dihiraukan oleh AS dan
sekutunya, maka perang pun pecah dan penderitaan akan terjadi.
Walaupun begitu semua lapisan masyarakat terus dan tetap mengecam
terjadinya perang sampai persang tersebut berhenti.
4. Pada Element Detil dalam Tajuk Rencana tanggal 21 Maret 2003 terdapat
dalam paragraf 3, 8, dan 10. Bagi penulis menunjukan bahwa dalam ketiga
paragraf tersebut element detil yang berarti AS dan Sekutunya tidak dapat
mempercayai tim pencari fakta PBB dan AS pun mencoba membujuk PBB
untuk mengesahkan penyerangan, namun tidak disetujui oleh PBB.
Walaupun begitu AS mengindahkan penolakan PBB serta aksi penolakan
dari masyarakat dunia, maka AS melangsungkan ambisinya untuk
menyerang Irak, disebabkan salah satu faktor adalah AS sombong akan
kekuasaan militer dan ekonomi yang menjadikan AS satu-satunya negara
adikuasa.
5. Sedangkan pada Element Maksud secara umum terdapat dalam paragraf
16, 17, dan 18. Bagi penulis menunjukan element maksud yang berarti
Penolakan terhadap serangan AS dan sekutunya ke Irak, apapun
alasannya. Serta juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk
menolk serangan tersebut. Hal itu karena didasari oleh perasaan keadilan
dan kemanusiaan.
6. Pada Element Pra-anggapan terdapat pada paragraf 13 bagi penulis adalah
Apakah reperkusi sikap dan tindakan Amerika pascaperang Irak? Akan
dibangun pemerintah demokrasi di Irak. Rakyat Irak dibebaskan oleh
tindakan itu. Peranan PBB akan dikembalikan dan dikokohkan.
7. Pada Element Pengingkaran hanya terdapat dalam paragraf 7 saja yaitu
dengan ditandai dengan kata tetapi.
8. Pada Element Koherensi terdapat pada paragraf 3 dan 21, koherensi itu
bagi penulis adalah Ketika dan Sebab.
9. Pada Element Koherensi kondisional terdapat pada paragraf 4, 12, dan 18.
Bagi penulis koherensi kondisional terdapat pada kalimat Dan itulah,
Andaikata dan Karena itu.
10. Dalam Element Kata Ganti yang berarti komunikator menunjukan
posisinya di dalam suatu wacana. Maka bagi penulis kata gantinya adalah
Kita terdapat dalam paragraf 1, 5, 6, 7, 8, 10, 11, 15, 16, 17, 18, 19, dan
21. Hal ini menunjukan bahwa Kompas juga bagian dari suara
masyaraka, dalam hal ini yang menolak perang.t
11. Pada Element Leksikon dalam Tajuk Rencana tanggal 21 Maret 2003
terdapat dalam paragraf 1, 4, 6, 7, 8, 9, 10, 12, 13, dan 19. Bagi penulis
element Leksikon itu adalah Kasar, nekat, ultimatum, doktrin, ancaman,
pendadakan, kedahsyatan, terornya, suara hati, akal sehat, berontak,
bergelora, seantero, properdamaian, prokeadilan, prokemanusiaan,
bergelora, memobilisir, adikuasa dunia, legitimasi, jagoan, polisi dunia,
menenggang, terngiang-ngiang, mendemonstrasikan, reperkusi sikap,
mengecam keras, menyesalkan, dan proses multirateral.
12. Pada Element Grafis ditemukan pada paragraf 6, 10, 12, dan 14 bagi
penulis kalimat grafis itu adalah pre-emptive, ber-jumawa-nya might is
right, might is right, nuisance, dan fair.
13. ada Element Metafora dalam Tajuk Rencana tanggal 21 Maret 2003
terdapat dalam paragraf 21. Bagi penulis element Metafora itu adalah
Tidak ada sejarahnya cara kekerasan bisa menciptakan perdamaian.
2.a. Analisis Tajuk Rencana KOMPAS Sabtu, 22-03-2003. Halaman: 4
Judul
EKSISTENSI PBB DIGUGAT DI BALIK SERANGAN SEPIHAK AS KE
IRAK
Tabel 1.4
Analisis Kasus 2 Berdasarkan Metode Teun Van Dijk
No
Element
Posisi Pembuktian Kasus 2
1
Tematik
•
PBB Tidak Bisa Menghentikan
Serangan AS ke Irak
2
Skematik
•
Tekanan PBB Tidak diperdulikan
oleh AS
Upaya PBB Belum begitu kuat
Kekecewaan Masyarakat Dunia
terhadap PBB
•
•
3
Latar
•
Paragraf 1 : POSISI dan peran
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
benar-benar dilecehkan dalam
krisis dan Perang Irak. AS dengan
dukungan kuat Inggris tetap saja
menyerang
Irak,
tanpa
memperdulikan
sama
sekali
tuntutan dan tekanan PBB.
•
Paragraf 7 : Hasil inspeksi
persenjataan PBB menyatakan,
tidak ada bukti konkret tentang
kepemilikan program persenjataan
pemusnah missal Irak seperti
dituduhkan
AS.
Tim
PBB
tampaknya bekerja serius tanpa
membiarkan diri berada di bawah
tekanan, didikte, didominasi, dan
dihegemoni AS
•
Paragraf
17
:
Indonesia
dan
masyarakat internasional lainnya
sejak awal menentang rencana
penyerangan AS ke Irak. Hampir
tidak ada presidennya dalam
sejarah, masyarakat global tergerak
dan merasa dipersatukan dalam
komitmen untuk menolak perang
dan
menyerukan
perdamaian.
Gerakan antiperang pecah hampir
di seluruh negara di lima benua.
4
5
Detil
Maksud
•
Paragraf 5 : HANYA tidak bisa
dimungkiri
pula,
PBB
telah
berjuang keras dan mati-matian
sampai ambang batas. Perjuangan
PBB diperkuat oleh gerakan global
yang menentang perang. Muncul
tuntutan dari mana-mana agar
krisis Irak diselesaikan melalui
mekanisme PBB. Rencana sepihak
AS menyerang Irak, mendapat
tantangan luas.
•
Paragraf 9 : KEGAGALAN
menghentikan
serangan
AS
sekaligus memperlihatkan posisi
PBB belumlah kuat, atau dibuat
tidak kuat. Para anggota PBB tidak
kompak
menghadapi
rencana
serangan AS. Perpecahan terjadi
antara yang mendukung dan
menentang rencana AS
•
Paragraf 13: TERLEPAS dari
kegagalan menghadang AS dalam
kasus Irak, PBB harus diakui telah
berjasa dalam menarik ulur waktu
bagi AS untuk melancarkan
serangan ke Irak. PBB pun masih
dapat memainkan peranan penting
untuk menekan AS secara politik
dan diplomatik
•
Paragraf 1 : POSISI dan peran
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
benar-benar dilecehkan dalam
krisis dan Perang Irak. AS dengan
dukungan kuat Inggris tetap saja
menyerang
Irak,
tanpa
memperdulikan
sama
sekali
tuntutan dan tekanan PBB.
•
Paragraf 10 : Lebih dari itu, para
anggota
PBB
tidak
mampu
menghadapi
keperkasaan
AS
sebagai negara adidaya satusatunya saat ini. Bahkan, Jerman
dan Perancis yang menentang
perang, tampak direcoki AS.
Dominasi AS tampaknya akan terus
berlanjut selama belum muncul
kekuatan
yang
mampu
mengimbanginya
•
Paragraf 14 : Maka terasa relevan
dan penting ketika Presiden
Megawati Soekarnoputri atas nama
seluruh
bangsa
Indonesia
menyerukan siding darurat Majelis
Umum PBB untuk mendesak AS
dan sekutunya segera menghentikan
perang
6
Praanggapan
•
Paragraf 16 : Perang tidak
menyelesaikan
masalah,
tetapi
menciptakan tragedi kemanusiaan.
Setelah perang, Irak belum tentu
akan lebih aman, lebih damai, dan
lebih demokratis. Sebaliknya perang
telah menimbulkan korban jiwa,
kehancuran, dan kerugian harta benda
7
Pengingkaran
•
Paragraf 2 : Kenyataan ini tidak
hanya memperlihatkan arogansi AS
sebagai negara besar, tetapi sekaligus
merefleksikan
kelemahan
PBB
sendiri...
•
Paragraf 8 : Namun, segala upaya
PBB... PBB hanya bisa marah, tetapi
tidak bisa berbuat apa-apa. PBB tidak
mampu menghentikan mesin perang
•
8
Leksikon
dan pasukan AS, yang bergerak cepat
menyerang Irak.
Paragraf 15 : Lebih jauh... bersama
mendorong perdamaian. Apalagi
serangan AS tidak hanya melanggar
hukum internasional, tetapi juga
mengakibatkan tragedi kemanusiaan.
•
Paragraf 16 : Perang tidak
menyelesaikan
masalah,
tetapi
menciptakan tragedi kemanusiaan...
•
Paragraf 1 : POSISI dan peran
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
benar-benar
dilecehkan
dalam
krisis....
•
Paragraf 2 : Kenyataan ini tidak
hanya memperlihatkan arogansi AS
sebagai negara besar, tetapi sekaligus
merefleksikan
kelemahan
PBB
sendiri. Lembaga yang menghimpun
sekitar 200 negara di dunia itu seperti
tidak
berdaya
menghadapi
keperkasaan AS.
•
Paragraf 3 : Tidaklah... PBB
menjadi limbung, terpukul hebat,
kehilangan kepercayaan diri, dan
kehilangan muka begitu genderang
perang mulai ditabuh AS.
•
Paragraf 5 : HANYA tidak bisa
dimungkiri pula, PBB telah berjuang
keras dan mati-matian sampai
ambang batas...
•
Paragraf 7 : Hasil inspeksi
persenjataan PBB menyatakan, tidak
ada bukti konkret tentang... berada di
bawah tekanan, didikte, didominasi,
dan dihegemoni AS.
•
Paragraf 8 : Namun, segala upaya
PBB memperbaiki citranya langsung
kandas ketika AS... PBB tidak
mampu menghentikan mesin perang
•
9
Metafora
dan pasukan AS, yang bergerak cepat
menyerang Irak.
Paragraf
9
:
KEGAGALAN
menghentikan serangan AS ... Para
anggota
PBB
tidak
kompak
menghadapi...
•
Paragraf 10 : Lebih dari itu, para
anggota
PBB
tidak
mampu
menghadapi keperkasaan AS sebagai
negara adidaya satu-satunya saat ini.
Bahkan, Jerman dan Perancis yang
menentang perang, tampak direcoki
AS. Dominasi AS tampaknya...
•
Paragraf 11 : Tentu banyak yang
kecewa, tampilnya AS sebagai satusatunya negara adidaya pasca-Perang
Dingin.... Padahal AS diharapkan akan
menjadi kampiun dalam mendorong
dunia...
•
Paragraf 14 : Maka terasa relevan
dan penting ketika Presiden Megawati
Soekarnoputri...
•
Paragraf 17 : Indonesia dan
masyarakat internasional lainnya sejak
awal menentang rencana penyerangan
AS ke Irak. Hampir tidak ada
presedennya dalam sejarah,...
•
Paragraf 19 : Gerakan menentang
perang yang terus meluas tentu saja
mengusik perasaan dan nurani
pemerintah dan masyarakat AS.
Apalagi aksi protes di kalangan
masyarakat AS sendiri tidak kalah
dramatisnya dibandingkan di tempat
lain. AS bisa melecehkan peran PBB,
tetapi tidak bisa membungkam nurani
kemanusiaan.
•
Paragraf 15 : Lebih jauh... Apalagi
serangan AS tidak hanya melanggar
hukum internasional, tetapi juga
mengakibatkan tragedi kemanusiaan
•
2.b. Hasil Analisis
Halaman: 4
Tajuk
Paragraf 16 : Perang tidak
menyelesaikan
masalah,
tetapi
menciptakan tragedi kemanusiaan.
Setelah perang, Irak belum tentu akan
lebih aman, lebih damai, dan lebih
demokratis. Sebaliknya perang telah
menimbulkan
korban
jiwa,
kehancuran, dan kerugian harta benda.
Rencana
KOMPAS
Sabtu,
22-03-2003.
1. Pada Tajuk Rencana tanggal 22 Maret 2003 yang berjudul Eksistensi PBB
Digugat Di Balik Serangan Sepihak AS Ke Irak, bagi penulis menunjukan
element Tematik yang berarti PBB Tidak Bisa Menghentikan Serangan AS
Ke Irak.
2. Pada Element Skematik model Teun Van Dijk. Secara umum menunjukan
element Skematik mempunyai dua kategori, pertama Summary terdapat
dalam Judul dan Lead, kategori yang kedua adalah Story atau isi Berita
secara keseluruhan.
Pada tajuk rencana Kompas tertulis di atas kedua katergori tersebut
menurut penulis adalah Tekanan PBB Tidak diperdulikan oleh AS,Upaya
PBB Belum begitu kuat, dan Kekecewaan Masyarakat Dunia terhadap
PBB.
3. Pada Element Latar secara umum terdapat dalam paragraf 1,7, dan 17.
Bagi penulis menunjukan element latar yang berarti Amerika dan
sekutunya tetap melancarkan penyerangan ke Irak walaupun PBB
menuntut dan menekan AS agar tidak menyerang Irak atas dasar bahwa
senjata pemusnah massal tidak ditemukan, masyarakat di lima benua yang
menolak perang dan menyerukan perdamaian juga dihiraukan oleh AS
dan Sekutunya.
4. Pada Element Detil dalam Tajuk Rencana tanggal 22 Maret 2003 terdapat
dalam paragraf 5, 9, dan 13. Bagi penulis menunjukan bahwa dalam ketiga
paragraf tersebut element detil yang berarti PBB telah berusaha keras
menghentikan dengan segala cara untuk menghentikan serangan AS dan
sekutunya, telah diakui PBB bisa menarik ulur serangan AS tersebut
walaupun gagal. Namun PBB masih bisa berusaha dengan menekan AS
secara politik dan diplomatik.
5. Sedangkan pada Element Maksud secara umum terdapat dalam paragraf 1,
10, dan 14. Bagi penulis menunjukan element maksud yang berarti
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dilecehkan oleh AS, karena
menghiraukan PBB, lebih dari itu anggota PBB seperti Jerman dan
Perancis pun dihiraukan juga. Sangat wajar ketika dunia termasuk
Indonesia menyerukan sidang darurat Majelis Umum PBB untuk
mendesak AS dan sekutunya segera mengehentikan perang.
6. Pada Element Praangapan bagi penulis terdapat pada paragraf 16, yaitu
Setelah perang, Irak belum tentu akan lebih aman, lebih damai, dan lebih
demokratis.
7. Pada Element Pengingkaran terdapat dalam paragraf 2, 8, 15, dan 16 yaitu
dengan ditandai dengan kata tetapi.
8. Pada Element Leksikon dalam Tajuk Rencana tanggal 22 Maret 2003
terdapat dalam paragraf 1, 2, 3, 5, 7, 8, 9, 10, 11, 14, 17, dan 19. Bagi
penulis element Leksikon itu adalah dilecehkan, arogansi, mereflesikan,
tidak berdaya, menjadi limbung, genderang perang mulai ditabuh, matimatian, bukti konkret, didikte, didominasi dan dihegemoni, tidak kompak,
keperkasaan, negara adidaya, direcoki, kampiun, relevan, presedennya,
mengusik perasaan, dramatisnya, melecehkan, dan membungkam.
9. Pada Element Metafora dalam Tajuk Rencana tanggal 22 Maret 2003
terdapat dalam paragraf 15 dan 16. Bagi penulis element Metafora itu
adalah Tragedi kemanusiaan dan Perang tidak menyelesaikan masalah,
tetapi menciptakan tragedi kemanusiaan.
3. 1. Analisis Tajuk Rencana KOMPAS Senin, 24-03-2003. Halaman: 4
Judul
DI MANA-MANA NALURI KEMANUSIAAN MEMIHAK YANG LEMAH
Tabel 1.5
Analisis Kasus 3 Berdasarkan Metode Teun Van Dijk
No
Element
Posisi Pembuktian Kasus 3
1
Tematik
•
Keberpihakan Dunia
Yang Lemah (Irak)
2
Skematik
•
Penolakan
Berbagi
Pihak
Terhadap Aksi Militer AS dan
Koalisi
Perang
yang
Tidak
Adil
Dilancarkan AS dan Sekutunya
•
3
Latar
Terhadap
•
Paragraf 3 : Kita mencoba
membayangkan dan merasakan,
rasa takut dan gentar macam apa
yang menerpa seluruh penduduk
Baghdad dan Irak, ketika mereka
dihadapkan pada serangan dahsyat
berhari-hari,
terus-menerus
macam itu.
•
Paragraf 10 : Memang sudah ada
alibi yang menyebabkan Presiden
Bush jalan sendiri, tidak lagi
memedulikan pendapat apalagi
resolusi Dewan Keamanan PBB,
yakni argumen pokoke, argumen
kekuasaan yang semena-mena,
pokoke Saddam Hussein harus
diganti dan itulah tujuan invasi
terhadap Irak
•
Paragraf 11 : Berungkali Presiden
Bush
menegaskan,
perang
terhadap Irak pasti berhasil, tetapi
ternyata makan waktu lebih lama.
Semakin lama perang berlangsung,
semakin parahlah penderitaan
rakyat Irak. Tetapi...
4
Detil
•
Paragraf 13 : Di mana-mana,
termasuk di AS, di Inggris, dan di
Australia, merebak gerakan demo
antiperang, yang dengan jelas dan
dengan
dukungan
mayoritas
penduduk menegaskan perihal
tidak adilnya dan tidak tepatnya
jalan perang yang dipilih.
•
Paragraf 1: Dalam serangan Presiden
George W Bush dan sekutunya...
Beruntunglah
perang
diliput
televisi dan media lainnya. Bukan
saja tidak ada yang dapat
disembunyikan, tetapi segalanya
ditayangkan secara langsung dan
jelas.
•
Paragraf 2 : Gempuran peluru
kendali (rudal) dan bom berharihari terhadap ibu kota Irak,
Baghdad,
dramatis
sekaligus
mengenaskan.
Serangan
itu
membuat bola-bola api, kerusakan
gedung pusat kediaman dan
pemerintahan Presiden Saddam
Hussein. Biarpun menggunakan
rudal canggih dan sasaran pun
terpilih
bukan
permukiman
penduduk, akhirnya jatuh pula
korban tewas dan luka, penduduk
sipil.
•
Paragraf 5 : Serangan dan
pertempuran sepihak bukan saja
terhadap Baghdad. Kita saksikan
lewat televisi, laju tank-tank
Amerika dan Inggris dengan
kecepatan tinggi menuju Baghdad
dan kota-kota Irak lainnya. Laju,
lengang,
dan
tidak
tampak
perlawanan apalagi pertempuran
sengit.
•
Paragraf 6 : Kota pelabuhan Umm
Qasr jatuh, Basra jatuh. Kirkuk
dan Mosul diserang. Sekali-sekali
terdengar kontak senjata. Lantas
berbondongbondongdipertontonkan
orangorang menyerah yang dikatakan
sebagai tentara Irak.
•
Paragraf 7 : Serangan rudal dan
bom terhadap Baghdad bertujuan
melumpuhkan Presiden Saddam
Hussein
berikut
inti
kepemimpinan, komando, serta
jaringan
intelijennya.
Oleh
Pemerintah AS dan pimpinan
operasi militernya sampai kemarin
belum
dapat
dipastikan,
bagaimana keadaan dan nasib
Saddam Hussein
5
Maksud
•
Paragraf 14 : Gerakan antiperang
akan
semakin
meluas
dan
mendalam,
manakala
perang
semakin lama berlangsung. Bukan
saja benih anti-Amerika yang
ditabur,
sekaligus
juga
menguakkan potensi konflik antara
masyarakat warga di banyak
negara terhadap pemerintahnya
sendiri.
6
Praanggapan
•
Paragraf 16 : Apakah benar, segala
sesuatu akan dilupakan setelah
perang usai dan Pemerintah
Amerika dengan keperkasaan
senjata, teknologi, dan ekonominya
menawarkan bantuan dan kerja
sama ke mana-mana?
•
Paragraf 19 : Dunia pascaperang
Irak akankah lebih damai?
Akankah
lebih
adil
dan
manusiawi? Akankah surut dan
hilang sakit hati, dendam, serta
pandangan dan sikap ekstrem yang
melahirkan aksi kekerasan dan
teror?
7
8
Pengingkaran
Bentuk Kalimat
•
Paragraf 11 : Berulangkali Presiden
Bush menegaskan, perang terhadap
Irak pasti berhasil, tetapi ternyata
makan waktu lebih lama. Semakin
lama perang berlangsung, semakin
parahlah penderitaan rakyat Irak.
Tetapi semakin berkomplikasi pula
dampak dan pengaruh perang yang
tidak seimbang, perang antara
Goliath dan Daud, perang antara
kekuasaan perkasa dan negara
lemah.
•
Paragraf 15 : Milenium baru
ditandai oleh kebangkitan demokrasi.
Bukan sekadar demokrasi yang
menuntut
kebebasan
dan
persamaan, tetapi demokrasi yang
sarat oleh martabat kemanusiaan,
hak-hak asasi, serta akuntabilitas
dari kekuasaan negara.
•
Paragraf 3 : Kita mencoba
membayangkan dan merasakan, rasa
takut dan gentar macam apa yang
menerpa seluruh penduduk Baghdad
dan
Irak,
ketika
mereka
dihadapkan pada serangan dahsyat
berhari-hari,
terus-menerus
macam itu.
•
Paragraf 7 : Serangan rudal dan
bom terhadap Baghdad bertujuan
melumpuhkan Presiden Saddam
Hussein
berikut
inti
kepemimpinan, komando, serta
jaringan
intelijennya.
Oleh
Pemerintah AS...
9
10
Koherensi
Koherensi Kondisional
•
Paragraf 1 : Dalam serangan
Presiden George W Bush dan
sekutunya
terhadap
irak,...Beruntunglah perang diliput
televisi dan media lainnya. Bukan
saja tidak ada yang dapat
disembunyikan, tetapi segalanya
ditayangkan secara langsung dan
jelas
•
Paragraf 3 : Kita mencoba
membayangkan...ketika
mereka
dihadapkan pada serangan dahsyat
berhari-hari, terus-menerus macam
itu.
•
Paragraf 4 : Bahwa si lemah adalah
pihak Irak, tampak dari tiadanya
serangan balasan dari pemerintah
Baghdad. Juga dengan asumsi,
Saddam Hussein menyimpan tenaga...
•
Paragraf 7 : Serangan rudal dan bom
terhadap
Baghdad
bertujuan
melumpuhkan Presiden Saddam
Hussein berikut inti kepemimpinan,
komando,
serta
jaringan
intelijennya...
•
Paragraf 9 : Bagaimana perihal
senjata pemusnah massal... Kalau
memang ada, mengapa Saddam
Hussein
belum
juga
menggunakannya.
Andaikata
ternyata tidak ada,...
•
Paragraf 19 : Dunia pascaperang
Irak akankah lebih damai?... dendam,
serta pandangan dan sikap ekstrem
yang melahirkan aksi kekerasan dan
teror?
•
Paragraf 2 : Gempuran peluru
kendali
(rudal)...
pemerintahan
Presiden Saddam Hussein. Biarpun
menggunakan rudal canggih dan
sasaran pun terpilih bukan
11
12
Kata Ganti
Leksikon
•
permukiman penduduk, akhirnya
jatuh pula korban tewas dan luka,
penduduk sipil.
Paragraf 3 : Kita mencoba
membayangkan...ketika
mereka
dihadapkan pada serangan dahsyat
berhari-hari, terus-menerus macam
itu.
•
Paragraf 5 : Serangan dan
pertempuran sepihak bukan saja
terhadap Baghdad. Kita saksikan
lewat televisi, laju tank-tank Amerika
dan Inggris dengan kecepatan tinggi...
•
Paragraf 18 : Bagaimana dengan
kekecewaan,
kemarahan,
serta
kesepian kita sendiri-sendiri dan
bersama-sama, yang kita rasakan
akibat serangan pemerintah Bush...
•
Paragraf 21 : Maka naluri
kemanusiaan kita pun akan berpihak
kepada yang lemah...
•
Paragraf 1 : Dalam serangan
Presiden George W Bush dan
sekutunya terhadap Irak, lewat
televisi dan media lainnya, secara
amat demonstratif ditunjukkan, si
lemah adalah Irak, si perkasa
adalah
Amerika
Serikat.
Beruntunglah perang diliput televisi
dan media lainnya....
•
Paragraf 2 : Gempuran peluru
kendali (rudal) dan bom berhari-hari
terhadap ibu kota Irak, Baghdad,
dramatis sekaligus mengenaskan.
Serangan itu membuat bola-bola api,
kerusakan gedung pusat kediaman
dan pemerintahan Presiden Saddam
Hussein...
•
Paragraf 3 : Kita mencoba
membayangkan dan merasakan, rasa
takut dan gentar macam apa yang
menerpa seluruh penduduk Baghdad
dan Irak,...
•
Paragraf 4 : Bahwa si lemah adalah
pihak Irak, tampak dari tiadanya
serangan balasan dari pemerintah
Baghdad. Juga dengan asumsi,
Saddam Hussein menyimpan tenaga
sampai lawan mengepung Baghdad,
serangan
sepihak
mendemonstrasikan secara pasti,
siapa pihak yang lemah.
•
Paragraf 5 : Serangan dan
pertempuran sepihak bukan saja
terhadap Baghdad. Kita saksikan
lewat televisi, laju tank-tank Amerika
dan Inggris dengan kecepatan tinggi
menuju Baghdad dan kota-kota Irak
lainnya. Laju, lengang, dan tidak
tampak
perlawanan
apalagi
pertempuran sengit.
•
Paragraf 6 : Kota pelabuhan Umm
Qasr jatuh,... Sekali-sekali terdengar
kontak senjata. Lantas berbondongbondong dipertontonkan orang-orang
menyerah yang dikatakan sebagai
tentara Irak.
•
Paragraf 7 : Serangan rudal dan bom
terhadap
Baghdad
bertujuan
melumpuhkan Presiden Saddam
Hussein berikut...
•
Paragraf 9 : Bagaimana perihal
senjata pemusnah massal yang
merupakan sebab dan argumen
pokok serangan Presiden Bush ke
Irak?... Andaikata ternyata tidak ada,
alibi apalagi yang akan dikemukakan
oleh pemerintah Bush.
•
Paragraf 10 : Memang sudah ada
alibi yang menyebabkan Presiden
Bush jalan sendiri, tidak lagi
memedulikan
pendapat
apalagi
resolusi Dewan Keamanan PBB,
yakni argumen pokoke, argumen
kekuasaan
yang
semena-mena,
pokoke Saddam Hussein harus
diganti dan itulah tujuan invasi
terhadap Irak.
•
Paragraf 11 : Berungkali Presiden
Bush menegaskan, perang terhadap
Irak pasti berhasil, tetapi ternyata
makan waktu lebih lama. Semakin
lama perang berlangsung, semakin
parahlah penderitaan rakyat Irak.
Tetapi semakin berkomplikasi pula
dampak dan pengaruh...
•
Paragraf 12 : Semakin lama...
Semakin mendalam dan meluas
gugatan terhadap kesemena-menaan
negara adikuasa terhadap negara
lemah. Semakin menjadi masalah
besar, konflik dan pertarungan
bahwa sesungguhnya, bukankah yang
dipertaruhkan adalah kondisi dan
aspirasi
kemanusiaan
yang
sesungguhnya.
•
Paragraf 13 : Di mana-mana,
termasuk di AS, di Inggris, dan di
Australia, merebak gerakan demo
antiperang,... menegaskan perihal
tidak adilnya dan tidak tepatnya jalan
perang yang dipilih.
•
Paragraf 14 : Gerakan antiperang
akan semakin meluas dan mendalam,
manakala perang semakin lama
berlangsung. Bukan saja benih antiAmerika yang ditabur, sekaligus
juga menguakkan potensi konflik
antara masyarakat warga di banyak
negara
terhadap
pemerintahnya
sendiri.
•
Paragraf 15 : Milenium baru
ditandai oleh kebangkitan demokrasi.
Bukan sekadar demokrasi yang
menuntut kebebasan dan persamaan,
tetapi demokrasi yang sarat oleh
•
martabat kemanusiaan, hak-hak
asasi, serta akuntabilitas dari
kekuasaan negara.
Paragraf
17
:
Andaikata
pertimbangan pragmatis itu berlaku
atau....
•
Paragraf 19 : Dunia pascaperang
Irak akankah lebih damai? Akankah
lebih adil dan manusiawi? Akankah
surut dan hilang sakit hati, dendam,
serta pandangan dan sikap ekstrem
yang melahirkan aksi kekerasan dan
teror?
•
Paragraf 21 : Maka naluri
kemanusiaan kita pun akan berpihak
kepada yang lemah. Dan amatlah
demonstratif ditunjukkan lewat
siaran serangan itu sendiri bahwa
yang lemah adalah Irak.
13
Grafis
•
Paragraf 10 : Memang sudah ada
alibi...yakni
argumen
pokoke,
argumen kekuasaan yang semenamena, pokoke Saddam Hussein harus
diganti dan itulah tujuan invasi
terhadap Irak.
14
Metafora
•
Paragraf 8 : Masih ditunggu, apa
strategi dan siasat pimpinan Irak.
Apakah sengaja menunggu sampai
pasukan lawan masuk Baghdad dan
akan dikobarkan perang kota
habis-habisan
seperti
yang
dihadapi pasukan Nazi Jerman di
Stalingrad dulu.
•
Paragraf 11 : Berulangkali Presiden
Bush menegaskan, perang terhadap
Irak pasti berhasil,... perang antara
Goliath dan Daud, perang antara
kekuasaan perkasa dan negara
lemah.
•
Paragraf 15 :
Milenium baru
ditandai
oleh
kebangkitan
demokrasi.
Bukan
sekadar
demokrasi
yang
menuntut
kebebasan dan persamaan, tetapi
demokrasi
yang
sarat
oleh
martabat kemanusiaan, hak-hak
asasi, serta akuntabilitas dari
kekuasaan negara.
•
3.b. Hasil Analisis
Halaman: 4
Tajuk
Paragraf 21 : Maka naluri
kemanusiaan kita pun akan
berpihak kepada yang lemah. Dan
amatlah demonstratif ditunjukkan
lewat siaran serangan...
Rencana
KOMPAS
Senin,
24-03-2003.
1. Pada Tajuk Rencana tanggal 24 Maret 2003 yang berjudul Di Mana-Mana
Naluri Kemanusiaan Memihak Yang Lemah, bagi penulis menunjukan
element Tematik yang berarti Keberpihakan Dunia Terhadap Yanh Lemah
(Irak).
2. Pada Element Skematik model Teun Van Dijk. Secara umum menunjukan
element Skematik mempunyai dua kategori, pertama Summary terdapat
dalam Judul dan Lead, kategori yang kedua adalah Story atau isi Berita
secara keseluruhan.
Pada tajuk rencana Kompas tertulis di atas kedua katergori tersebut
menurut penulis adalah Penolakan Berbagi Pihak Terhadap Aksi Militer
AS dan Koalisi, dan Perang yang Tidak Adil Dilancarkan AS dan
Sekutunya.
3. Pada Element Latar secara umum terdapat dalam paragraf 3, 10, 11 dan
13. Bagi penulis menunjukan element latar yang berarti Presiden Bush
tetap terus melakukan penyerangan, dengan tujuan Presiden Irak Saddam
Hussein harus diganti, serangan-serangan dahsyat berhari-hari tidak
terelakan, rakyat Irak dihadapkan akan ketakutan dan penderitaan.
Akibatnya rakyat AS, Inggris dan Australia juga menentang perang yang
dilancarkan oleh pemerintah negaranya.
4. Pada Element Detil dalam Tajuk Rencana tanggal 24 Maret 2003 terdapat
dalam paragraf 1, 2, 5, 6, dan 7. Bagi penulis menunjukan bahwa dalam
ketiga paragraf tersebut element detil yang berarti Pada Element Detil
dalam Tajuk Rencana tanggal 22 Maret 2003 terdapat dalam paragraf 5, 9,
dan 13. Bagi penulis menunjukan bahwa dalam ketiga paragraf tersebut
element detil yang berarti PBB telah berusaha keras menghentikan dengan
segala cara untuk menghentikan serangan AS dan sekutunya, telah diakui
PBB bisa menarik ulur serangan AS tersebut walaupun gagal. Namun
PBB masih bisa berusaha dengan menekan AS secara politik dan
diplomatik.
5. Sedangkan pada Element Maksud secara umum terdapat dalam paragraf
14 yang berarti Gerakan anti-perang telah meluas hingga di negaranegara penyerang Irak, benih anti-Amerika tercipta, dan hal ini bisa
menciptakan konflik antara masyarakt warga di banyak negara terhadap
pemerintahannya sendiri.
6. Pada Element Praangapan bagi penulis terdapat pada paragraf 16 yaitu
Apakah benar, segala sesuatu akan dilupakan setelah perang usai dan
Pemerintah Amerika dengan keperkasaan senjata, teknologi, dan
ekonominya menawarkan bantuan dan kerja sama ke mana-mana?. Dan
paragraf 19 yaitu Dunia pascaperang Irak akankah lebih damai? Akankah
lebih adil dan manusiawi? Akankah surut dan hilang sakit hati, dendam,
serta pandangan dan sikap ekstrem yang melahirkan aksi kekerasan dan
teror?.
7. Pada Element Pengingkaran terdapat dalam paragraf 11, dan 15 yaitu
dengan ditandai dengan kata tetapi. Pada kalimat Semakin lama perang
berlangsung, semakin parahlah penderitaan rakyat Irak. Tetapi semakin
berkomplikasi pula dampak dan pengaruh perang yang tidak seimbang,
perang antara Goliath dan Daud, perang antara kekuasaan perkasa dan
negara lemah. Dan pada kalimat Bukan sekadar demokrasi yang menuntut
kebebasan dan persamaan, tetapi demokrasi yang sarat oleh martabat
kemanusiaan, hak-hak asasi, serta akuntabilitas dari kekuasaan negara.
8. Pada Element Bentuk Kalimat, ada kalimat Pasif dan Aktif, Kalimat Pasif
terdapat pada paragraf 3 yaitu ketika mereka dihadapkan pada serangan
dahsyat berhari-hari, terus-menerus macam itu. Dan pada kalimat Aktif
terdapat pada paragraf 7 yaitu Serangan rudal dan bom terhadap Baghdad
bertujuan melumpuhkan Presiden Saddam Hussein berikut inti
kepemimpinan, komando, serta jaringan intelijennya.
9. Pada Element Koherensi terdapat pada paragraf 1 yaitu Bukan saja tidak
ada yang dapat disembunyikan, tetapi segalanya ditayangkan secara
langsung dan jelas, terdapat pula pada paragraf 3, 4, 7, dan 19 bagi
penulis ditandai dengan kalimat ketika, juga dengan asumsi, berikut, serta,
dan andaikata.
10. Dalam Element Kata Ganti yang berarti komunikator menunjukan
posisinya di dalam suatu wacana. Maka bagi penulis kata gantinya adalah
Kita dan mereka terdapat dalam paragraf 3, 5, 18, dan 21 Hal ini
menunjukan bahwa Kompas juga bagian dari suara masyarakat, mencoba
memberikan pandangan bahwa tragedi kemanusiaan telah terjadi dan
mencoba menggugah naluri kemanusiaan kepada para pembacanya.
11. Pada Element Leksikon dalam Tajuk Rencana tanggal 24 Maret 2003
terdapat dalam paragraf 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 17, 19,
dan 21. Bagi penulis element Leksikon itu adalah amat demonstratif,
lemah adalah Irak, si perkasa adalah Amerika Serikat, Gempuran,
dramatis, mengenaskan, bola-bola api, gentar, menerpa, si lemah, asumsi,
mengepung, mendemonstrasikan, pihak yang lemah, pertempuran, laju,
lengang, pertempuran sengit, lantas berbondong-bondong, melumpuhkan,
perihal, argumen pokok, alibi, semena-mena, makan waktu, parahlah
penderitaan, berkomplikasi, kesemena-menaan, negara adikuasa, negara
lemah, konflik, pertarungan, dipertaruhkan, kondisi, aspirasi, merebak,
perihal, gerakan antiperang, manakala, benih, ditabur, menguakkan
potensi konflik, milenium, menuntut, sarat, martabat, akuntabilitas,
pragmatis, pascaperang, sakit hati, sikap ekstrem, melahirkan, teror,
naluri, dan demonstratif.
12. Pada Element Grafis terdapat pada paragraf 10 yaitu Pokoke.
13. ada Element Metafora dalam Tajuk Rencana tanggal 24 Maret 2003
terdapat dalam paragraf 8, 11, 15 dan 21. Bagi penulis element Metafora
itu adalah Dikobarkan perang kota habis-habisan seperti yang dihadapi
pasukan Nazi Jerman di Stalingrad dulu. Perang antara Goliath dan
Daud, perang antara kekuasaan perkasa dan negara lemah. Milenium
baru ditandai oleh kebangkitan demokrasi. Bukan sekadar demokrasi
yang menuntut kebebasan dan persamaan, tetapi demokrasi yang sarat
oleh martabat kemanusiaan, hak-hak asasi, serta akuntabilitas dari
kekuasaan negara. Dan Maka naluri kemanusiaan kita pun akan berpihak
kepada yang lemah.
4.a. Analisis Tajuk Rencana KOMPAS Jumat, 28-03-2003. Halaman: 4
Judul
KEMENANGAN APA HENDAK DIRAIH AS ATAS PERANG DI IRAK
Tabel 1.6
Analisis Kasus 4 Berdasarkan Metode Teun Van Dijk
No
Element
Posisi Pembuktian Kasus 4
1
Tematik
•
Rencana AS Dibalik Kemenangan
atas Irak.
2
Skematik
•
Penolakan
berbagai
pihak
terhadap aksi militer AS dan
Koalisi.
Motif dan tujuan AS yang masih
dipertanyakan.
•
3
Latar
•
Paragraf 7 : Dalam kenyataannya,
AS dan Inggris terus mendapat
kecaman keras, termasuk dari
masyarakatnya sendiri, karena
serangan
itu
menimbulkan
jatuhnya banyak korban di
kalangan masyarakat sipil Irak.
Korban tewas di kalangan pasukan
Irak maupun AS-Inggris juga
menggugah nurani.
•
Paragraf 17 : TANPA perlu masuk
ke dalam bisnis perminyakan Irak,
AS
sesungguhnya
sudah
menikmati kejayaannya sekarang
ini sebagai Negara adidaya dalam
bidang ekonomi, teknologi, dan
militer. Cadangan minyak AS pun
tidak sedikit. Dengan pelbagai
cara, AS gampang pula menyusup
masuk ke dalam bisnis eksplorasi
minyak Irak.
4
5
Detil
Maksud
•
Paragraf 3 : Keperkasaan AS
dalam
bidang
militer
sulit
tertandingi
sebagai
negara
adikuasa. AS memiliki berbagai
peralatan militer mutakhir dengan
tingkat presisi sangat tinggi.
Sebaliknya,
Irak
dengan
persenjataan tersisa masa lalu
berusaha menghadang serangan
pasukan gabungan AS-Inggris.
•
Paragraf 8 : GELOMBANG
kecaman dan kritikan pedas pasti
sudah diantisipasi AS dan Inggris.
Apalagi sebelum perang pecah,
aksi menentang perang dan pawai
perdamaian pecah di mana-mana
di seluruh dunia, termasuk di AS
dan Inggris sendiri.
•
Paragraf 15 : Kepentingan itu
diperkirakan besar, apalagi AS rela
mengeluarkan
dana
besar,
sekurang-kurangnya 100 milyar
dollar AS untuk membiayai
perang. Sudah muncul tuduhan, AS
menyerang Irak untuk kepentingan
minyak.
•
Paragraf 16 : Rezim Saddam harus
dijatuhkan
karena
dianggap
sebagai penghalang utama bagi AS
untuk masuk ke dalam eksploitasi
minyak Irak sebagai bisnis
menggiurkan. Kandungan minyak
Irak disebut-sebut 115 milyar
barrel, yang merupakan sumber
minyak nomor dua terbesar dunia
setelah Arab Saudi.
•
Paragraf 17 : Tanpa perlu masuk
ke dalam bisnis perminyakan Irak,
AS
sesungguhnya
sudah
menikmati kejayaannya sekarang
ini sebagai Negara adidaya dalam
bidang ekonomi, teknologi, dan
militer. Cadangan minyak AS pun
tidak sedikit. Dengan pelbagai
cara, AS gampang pula menyusup
masuk ke dalam bisnis eksplorasi
minyak Irak.
•
Paragraf 18 : Sekiranya minyak
menjadi motif dan tujuan utama
serangan,
taruhan
sangatlah
mahal. Sentimen anti-AS akan
berkembang hebat jika petaka
perang dikobarkan hanya untuk
kepentingan minyak seperti sudah
dicurigai sebelumnya.
6
Praanggapan
•
Paragraf 15 : Kepentingan itu
diperkirakan besar, apalagi AS
rela mengeluarkan dana besar,
sekurang-kurangnya 100 milyar
dollar AS untuk membiayai
perang. Sudah muncul tuduhan,
AS
menyerang
Irak
untuk
kepentingan minyak.
7
Bentuk Kalimat
•
Paragraf 2 : Mesin perang dalam
skala besar sudah digerakkan AS
untuk menghantam Irak. Namun,
tampaknya tujuan...
•
Paragraf 5 : AS dan Inggris
dianggap
berlebihan
dalam
menggempur
Irak,
negeri
berkembang dengan penduduk 25
juta jiwa...
•
Paragraf
9
:
Belum
ada
presedennya,... Meski gelombang
protes muncul di mana-mana di
seluruh dunia, AS tidak peduli. AS
tetap melaksanakan ancamannya
menyerang Irak. Kenyataan ini
kembali menimbulkan pertanyaan,...
8
Koherensi Pembeda
•
Paragraf 10 : Sekiranya tujuannya
menjatuhkan Presiden Saddam
Hussein
atau
memusnahkan
program persenjataan pemusnah
massal Irak, juga tetap...
•
Paragraf 12 : Lagi-lagi timbul
pertanyaan,
mengapa
AS
mempertaruhkan harga dirinya
dalam menyerang Irak. AS seakan
tidak peduli dimusuhi seluruh
dunia. Meski rencana...
•
Paragraf 14 : Serangan AS dan
Inggris ke Irak melawan mandat
PBB dan opini masyarakat dunia.
Secara opini, AS dan Inggris...
•
Paragraf 15 : Kepentingan itu....
Sudah muncul tuduhan, AS
menyerang
Irak
untuk
kepentingan minyak.
•
Paragraf 4 : Dengan perbandingan
kekuatan yang sangat timpang,
kemenangan yang dicapai AS dalam
bidang militer tentu tidak akan
mencengangkan. Sebaliknya, orang
hanya bergumam dan masygul ketika
menyimak berita bagaimana AS dan
Inggris menggalang kekuatan besarbesaran menghadapi Irak, yang
berdiri sendirian dan tak berdaya.
•
Paragraf
9
:
Belum
ada
presedennya, dunia dipersatukan
dalam komitmen bersama untuk
menentang perang dan menyerukan
perdamaian. Meski gelombang
protes muncul di mana-mana di
seluruh dunia, AS tidak peduli. AS
tetap melaksanakan ancamannya
menyerang Irak. Kenyataan ini
kembali...
•
Paragraf 12 : Lagi-lagi timbul
pertanyaan,
mengapa
AS
mempertaruhkan harga dirinya dalam
menyerang Irak. AS seakan tidak
peduli dimusuhi seluruh dunia.
Meski rencana serangan sepihak
ditentang keras PBB, AS tetap saja
melaksanakan ancamannya.
9
Leksikon
•
Paragraf 1 : Setelah perang pecah
dan berkecamuk di Irak,... Taruhan
atas perang itu sangatlah mahal bagi
AS. Jauh sebelum perang pecah,
gelombang kecaman datang dari
mana-mana,...
•
Paragraf 2 : Mesin perang dalam
skala besar sudah digerakkan AS
untuk menghantam Irak. Namun,...
•
Paragraf 3 : Keperkasaan AS
dalam bidang militer sulit tertandingi
sebagai negara adikuasa. AS
memiliki berbagai peralatan militer
mutakhir dengan tingkat presisi
sangat tinggi. Sebaliknya,...
•
Paragraf 4 : Dengan perbandingan
kekuatan yang sangat timpang,
kemenangan yang dicapai AS dalam
bidang militer tentu tidak akan
mencengangkan. Sebaliknya, orang
hanya bergumam dan masygul
ketika menyimak berita...
•
Paragraf 5 : AS dan Inggris
dianggap
berlebihan
dalam
menggempur Irak,...
•
Paragraf 6 : Sekalipun Irak
dikalahkan secara militer, makna
kemenangan AS dan Inggris terasa
sangat hambar karena lawannya
lemah...
•
Paragraf 7 : Dalam kenyataannya,
AS dan Inggris terus... Korban tewas
di kalangan pasukan Irak maupun
AS-Inggris juga menggugah nurani.
•
Paragraf 8 : Gelombang kecaman
dan kritikan pedas pasti sudah
diantisipasi AS dan Inggris. Apalagi
sebelum perang pecah, aksi
menentang perang dan pawai
perdamaian pecah di mana-mana...
•
Paragraf
9
:
Belum
ada
presedennya, dunia dipersatukan
dalam.... Kenyataan ini kembali
menimbulkan
pertanyaan,
apa
sesungguhnya motif dan tujuan
serangan itu.
•
Paragraf 13 : Sikap AS dan Inggris
yang melampaui mandat PBB telah
merusak peran dan kredibilitas
lembaga dunia itu...
•
Paragraf 14 : Serangan AS dan
Inggris ke Irak melawan mandat
PBB dan opini masyarakat dunia.
Secara opini, AS dan Inggris
sebenarnya mengalami kekalahan.
Kembali
muncul
pertanyaan,
mengapa
AS
begitu
nekat.
Kepentingan apa yang hendak
diraihnya, meski sudah dikecam
habis?
•
Paragraf 16 : Rezim Saddam harus
dijatuhkan karena dianggap sebagai
penghalang utama bagi AS untuk
masuk ke dalam eksploitasi minyak
Irak sebagai bisnis menggiurkan.
Kandungan...
•
Paragraf 17 : Tanpa perlu...
menikmati kejayaannya sekarang ini
sebagai Negara adidaya dalam
bidang ekonomi, teknologi, dan
militer. Cadangan minyak AS pun
tidak sedikit. Dengan pelbagai cara,
AS gampang pula menyusup masuk
ke dalam bisnis eksplorasi minyak
Irak.
10
Metafora
•
Paragraf 18 : Sekiranya minyak
menjadi motif dan tujuan utama
serangan, taruhan sangatlah mahal.
Sentimen anti-AS akan berkembang
hebat
jika
petaka
perang
dikobarkan hanya untuk...
•
Paragraf 19 : Segala risiko cercaan,
makian, dan kecaman mungkin
sudah diperhitungkan AS. Namun,
taruhannya terlalu mahal... dalam
ketidakpastian karena semuanya akan
segera tersingkap setelah perang
selesai.
•
Paragraf 6 : Arti kemenangan
bertambah merosot karena perang
itu sendiri telah menimbulkan
petaka kemanusiaan.
4.b. Hasil Analisis Tajuk Rencana KOMPAS Jumat, 28-03-2003.
Halaman: 4
1. Pada Tajuk Rencana tanggal 28 Maret 2003 yang berjudul Kemenangan
Apa Hendak Diraih AS Atas Perang DI Irak,, bagi penulis menunjukan
element Tematik yang berarti Rencana AS Dibalik Kemenangan atas Irak.
2. Pada Element Skematik model Teun Van Dijk. Secara umum menunjukan
element Skematik mempunyai dua kategori, pertama Summary terdapat
dalam Judul dan Lead, kategori yang kedua adalah Story atau isi Berita
secara keseluruhan.
Pada tajuk rencana Kompas tertulis di atas kedua katergori tersebut
menurut penulis adalah Penolakan berbagai pihak terhadap aksi militer
AS dan Koalisi, dan Motif dan tujuan AS yang masih dipertanyakan.
3. Pada Element Latar secara umum terdapat dalam paragraf 7 dan 17. Bagi
penulis menunjukan element latar yang berarti Walaupun AS dan Inggris
telah dikecam oleh banyak pihak atas jatuhnya korban jiwa yang cukup
banyak serta tuduhan yang dilontarkan banyak pihak atas kepentingan
minyak, hal itu belum tentu benar karena serangan AS Ke Irak bukan
tentu karena minyak, hal ini bisa dibuktikan AS telah menikmati kejayaan
sebagai negara adidaya, juga AS mudah memainkan bisnis eksplorasi
minyak di Irak.
4. Pada Element Detil dalam Tajuk Rencana tanggal 24 Maret 2003 terdapat
dalam paragraf 3, 8, dan 15. Bagi penulis menunjukan bahwa dalam
ketiga paragraf tersebut element detil yang berarti AS dalam bidang militer
sulit tertandingi sebagai negara adikuasa, dengan persenjataan yang
mutakhir dan AS rela mengeluarkan 100 milyar dollar untuk membiayai
perang walaupun aksi menentang perang terjadi dimana-mana, AS dan
Inggris sudah mengantisipasi hal tersebut.
5. Sedangkan pada Element Maksud secara umum terdapat dalam paragraf
16, 17, dan 18 yang berarti Diduga bahwa AS menyerang Irak karena
cadangan minyak yang sangat banyak yaitu 115 milyar barrel, dan
menjadi sumber minyak nomor dua terbesar dunia. AS rela bertaruh atas
harga diri dan terjadi sentimen anti-AS apabila tujuannya adalah hal
tersbut. Namun bisa jadi bukan minyak tujuannya, karena AS sudah
menikmati kejayaannya sebagai negara adidaya, cadangan minyak AS
pun cukup banyak dan AS dengan mudah bisa menyusup masuk kedalam
bisnis eksplorasi minyak Irak.
6. Pada Element Praangapan bagi penulis terdapat pada paragraf 15 yaitu
Kepentingan itu diperkirakan besar, apalagi AS rela mengeluarkan dana
besar, sekurang-kurangnya 100 milyar dollar AS untuk membiayai
perang. Sudah muncul tuduhan, AS menyerang Irak untuk kepentingan
minyak.
•
Pada Element Bentuk Kalimat, ada kalimat Pasif dan Aktif, bagi penulis
kalimat pasif terdapat pada paragraf 2, dan 5 yaitu Mesin perang dalam
skala besar sudah digerakkan AS untuk menghantam Irak dan AS dan
Inggris dianggap berlebihan dalam menggempur Irak. Sedangkan pada
kalimat aktif terdapat pada paragraf 9, 10, 12, 14 dan 15 yaitu AS tetap
melaksanakan ancamannya menyerang Irak.,...Sekiranya tujuannya
menjatuhkan Presiden Saddam Hussein atau memusnahkan program
persenjataan pemusnah massal Irak,... AS mempertaruhkan harga
dirinya dalam menyerang Irak. AS seakan tidak peduli dimusuhi seluruh
dunia,... Serangan AS dan Inggris ke Irak melawan mandat PBB dan opini
masyarakat dunia,..dan Sudah muncul tuduhan, AS menyerang Irak untuk
kepentingan minyak.
7. Pada Element Koherensi Pembeda terdapat pada paragraf 4 ditandai
dengan kalimat Sebaliknya. Sedangkan pada paragraf 9, dan 12 yaitu
Meski gelombang protes muncul di mana-mana di seluruh dunia, AS tidak
peduli. AS tetap melaksanakan ancamannya menyerang Irak,... Meski
rencana serangan sepihak ditentang keras PBB, AS tetap saja
melaksanakan ancamannya.
8. Pada Element Leksikon dalam Tajuk Rencana Kompas tanggal 28 Maret
2003 terdapat dalam paragraf 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 13, 14, 16, 17, 18,
dan 19. Bagi penulis element Leksikon itu adalah Berkecamuk, taruhan,
perang pecah, gelombang ancaman, mesin perang, menghantam,
keperkasaan,
negara
adikuasa,
mutakhir,
presisi,
timpang,
mencengangkan, bergumam, masygul, menggempur, hambar, menggugah,
gelombang kecaman, kritikan pedas, diantisipasi, pawai perdamaian
pecah, presedennya, motif, melampaui mandat, kredibilitas, opini, nekat,
dikecam, rezim, eksploitasi, menggiurkan, pelbagai, gampang, eksplorasi,,
taruhan sangatlah mahal, sentimen anti-AS, petaka perang dikobarkan,
resiko cercaan, makian dan tersingkap.
9. Pada Element Metafora dalam Tajuk Rencana tanggal 28 Maret 2003
terdapat dalam paragraf 6. Bagi penulis element Metafora itu adalah Arti
kemenangan bertambah merosot karena perang itu sendiri telah
menimbulkan petaka kemanusiaan.
5.a. Analisis Tajuk Rencana KOMPAS Sabtu, 05-04-2003. Halaman: 4
Judul
PERTEMPURAN KOTA YANG MENDEBARKAN ITU KIAN DEKAT
Tabel 1.7
Analisis Kasus 5 Berdasarkan Metode Teun Van Dijk
No
Element
Posisi Pembuktian Kasus 5
1
Tematik
•
Perang Akhir Penentuan Akan
Terjadi
2
Skematik
•
Kekuatan Penuh Militer AS
Menyerang Baghdad
Korban
Jiwa
Akan
Terus
Bertambah
•
3
Latar
•
Paragraf 1 : Dalam strategi perang
modern, kekuatan udara memang
kian mendapat tempat penting.
Meski kekuatan udara makin besar
peranannya, ia masih sering dinilai
tidak bisa untuk menyelesaikan
perang.
Pada
satu
titik,
bagaimanapun, kekuatan daratlah
yang harus tampil.
4
Detil
•
Paragraf 2 : Perang Teluk II yang
sudah memasuki minggu ketiga
tampaknya juga menjadi saksi atas
argumen-argumen di atas. Setelah
AS dengan leluasa membombardir
Irak, kini perang darat pun
tampaknya tak terelakkan lagi.
•
Paragraf 4 : Selebihnya, ancaman
pejabat pertahanan Irak untuk
memberi AS dan sekutunya
pelajaran yang tak akan pernah
mereka lupakan, juga tekad yang
diucapkan untuk menjadikan ibu
kota Irak sebagai kuburan bagi
pasukan AS dan sekutunya,
sungguh
memberi
gambaran
tentang perkembangan perang
yang makin mencengkam.
•
Paragraf 8 : Peringatan ini wajar
dikemukakan karena AS dan
sekutunya dalam aksi invasi ke
Irak
ini
telah
menderita
pengalaman
pahit
berupa
perlawanan sengit di Basrah, An
Nassiriyah, dan An Najaf. Padahal
Baghdad jelas akan merupakan
medan lebih seru lagi.
•
Paragraf 3 : Seperti telah diulas di
harian
ini
sebelumnya,
sesungguhnya AS enggan terjebak
dalam
perang
darat,
yang
berpotensi menimbulkan korban
besar. Keengganan itu mudah
dipahami
mengingat
pasukan
Pengawal
Republik
tentunya
mengenal Baghdad lebih baik.
Mereka
bisa
memanfaatkan
segenap celah dan lorong yang ada
untuk tameng penyerangan dan
perlindungan.
•
Paragraf 6 : Bagi AS, jalan menuju
Baghdad
yang
disebut-sebut
tinggal sekitar enam kilometer lagi
memang berat karena akan
dihadang
pasukan
Pengawal
Republik-jumlahnya enam divisi
dengan sekitar 60.000 personelyang disebut akan memberikan
perlawanan sampai titik darah
penghabisan.
•
Paragraf 12 : Sementara dari pihak
Irak sendiri, pemompaan semangat
juang terus dilakukan. Antara lain
dengan menonton video Black
Hawk Down yang dibagi-bagikan
di kalangan militer. Ini adalah film
yang mengisahkan perlawanan
terhadap
pasukan
AS
di
Mogadishu, Somalia, Oktober
1993.
•
Paragraf 14 : Apalagi kini militer
AS banyak menggunakan bom
tebar (cluster bombs)-ada juga
yang menyebut bom curah, bom
pacar wutah, atau bom rentengyang sifatnya lebih tidak pandang
bulu sehingga menambah besar
jumlah korban nonkombatan.
•
Paragraf 15 : Kalau sekarang saja
di pihak Irak sudah ada sekitar
600-an korban yang jatuh, kita bisa
membayangkan berapa lagi yang
akan menyusul bila perang
berkepanjangan.
•
Paragraf 16 : Selain itu, perang
sejauh ini sudah menimbulkan
kehancuran yang luar biasa akibat
aksi pengeboman yang amat
dahsyat. Kita sudah bisa mengukur
seberapa kehancuran yang terjadi
dengan penembakan lebih dari 700
rudal jelajah, lebih dari 9.000 bom
presisi, dan bom jatuh bebas yang
masing-masing berukuran 200-an
kilogram.
•
Paragraf 17 : Selain kehancuran
kota, fasilitas umum, aksi tersebut
juga telah menghadapkan rakyat
Irak pada berbagai penderitaan,
karena catu air dan bahan
makanan, serta kedamaian hidup
sirna. Banjir pengungsi ikut pula
mewarnai
keadaan
yang
memilukan ini.
5
Maksud
•
Paragraf 11 : Kenyataannya,
perang memang masih belum bisa
dipastikan akan berakhir segera.
Fase berikutnya masih merupakan
proses panjang, seperti misi
pengintaian, serangan komando
bawah tanah, serangan udara
terarah yang ditujukan untuk
meruntuhkan pemerintah, dan
mencegah
pertempuran
kota
berkepanjangan.
6
Praanggapan
•
Paragraf 15 : Kalau sekarang saja
di pihak Irak sudah ada sekitar
600-an korban yang jatuh, kita bisa
membayangkan berapa lagi yang
akan menyusul bila perang
berkepanjangan.
•
Paragraf 16 : Selain itu, perang
sejauh ini sudah menimbulkan
kehancuran yang luar biasa akibat
aksi pengeboman yang amat
dahsyat. Kita sudah bisa mengukur
seberapa kehancuran yang terjadi
dengan penembakan lebih dari 700
rudal jelajah, lebih dari 9.000 bom
presisi, dan bom jatuh bebas yang
masing-masing berukuran 200-an
kilogram.
•
Paragraf 17 : Selain kehancuran
kota, fasilitas umum, aksi tersebut
juga telah menghadapkan rakyat
Irak pada berbagai penderitaan,
karena catu air dan bahan
makanan, serta kedamaian hidup
sirna. Banjir pengungsi ikut pula
mewarnai
keadaan
yang
memilukan ini.
7
Bentuk Kalimat
•
Paragraf 18 : Semua itu jelas akan
jadi
pekerjaan
pembangunan
kembali yang tak akan ringan.
Penerimaan rakyat Irak terhadap
aksi yang dilakukan AS dan
sekutunya-apakah benar akan
menerima
sebagai
pasukan
pembebas atau sebaliknya sebagai
penyebab
malapetaka-akan
menentukan seberapa mulus proses
rekonstruksi bisa dilaksanakan.
•
Paragraf 2 : Perang Teluk II yang
sudah memasuki minggu ketiga
tampaknya juga menjadi saksi atas
argumen-argumen di atas. Setelah
AS dengan leluasa membombardir
Irak, kini perang darat pun
tampaknya tak terelakkan lagi.
•
Paragraf 7 : AS yang adidaya
masih
berpikir,
tantangan
Pengawal Republik akan bisa
diatasi. Tetapi, kalaupun pasukan
loyalis pemimpin Irak Saddam
Hussein...
8
Koherensi
•
Paragraf 13 : Di luar persiapan
serangan darat ke Baghdad oleh
kekuatan agresor, kejadian-kejadian
lain terus mengundang kecaman dan
protes seluruh dunia. Selain protes
umum terhadap aksi penyerbuan ke
Irak,
tayangan
televisi
yang
memperlihatkan korban-korban sipil
di Irak semakin mengundang
kemarahan masyarakat dunia.
9
Koherensi Pembeda
•
Paragraf 7 : AS yang adidaya masih
berpikir,
tantangan
Pengawal
Republik akan bisa diatasi. Tetapi,
10
11
Kata Ganti
Leksikon
•
kalaupun pasukan loyalis pemimpin
Irak Saddam Hussein ini bisa
ditaklukkan,
AS
masih
akan
menghadapi pertempuran jalanan
yang bisa berdarah-darah.
Paragraf 9 : Jadi, kini sekilas tentang
apa yang akan terjadi di Baghdad pun
sudah mulai tergambar di depan mata.
Kalau pasukan AS sudah masuk di
ibu kota Irak, mereka diminta tidak
terlibat...
•
Paragraf 15 : Kalau sekarang saja di
pihak Irak sudah ada sekitar 600-an
korban yang jatuh, kita bisa
membayangkan...
•
Paragraf 16 : Selain itu, perang
sejauh ini sudah menimbulkan
kehancuran yang luar biasa akibat
aksi pengeboman yang amat dahsyat.
Kita sudah bisa mengukur...
•
Paragraf 1 : Dalam strategi perang
modern, kekuatan udara memang
kian mendapat tempat penting. Meski
...
•
Paragraf 2 : Perang Teluk II yang
sudah memasuki minggu ketiga
tampaknya juga menjadi saksi atas
argumen-argumen di atas. Setelah
AS dengan leluasa membombardir
Irak, kini perang darat pun tampaknya
tak terelakkan lagi
•
Paragraf 3 : Seperti telah diulas di
harian ini sebelumnya, sesungguhnya
AS enggan terjebak dalam perang
darat,
yang
berpotensi
menimbulkan
korban
besar.
Keengganan
itu
mudah...
memanfaatkan segenap celah dan
lorong yang ada untuk tameng
penyerangan dan perlindungan.
•
Paragraf 5 : Sekedar memerinci apa
•
yang dipikirkan... Jenderal Richard
Myers telah mengingatkan bahwa
hari-hari paling berbahaya, dan
mungkin paling berdarah, dalam
perang ini sudah ada di depan mata.
Paragraf 6 : Bagi AS,... berat karena
akan dihadang pasukan Pengawal
Republik-jumlahnya enam divisi
dengan sekitar 60.000 personel-yang
disebut akan memberikan perlawanan
sampai titik darah penghabisan.
•
Paragraf 7 : AS yang adidaya masih
berpikir,
tantangan
Pengawal
Republik akan bisa diatasi. Tetapi,
kalaupun pasukan loyalis pemimpin
Irak Saddam Hussein ini bisa
ditaklukkan, AS masih akan
menghadapi pertempuran jalanan
yang bisa berdarah-darah.
•
Paragraf 8 : Peringatan ini wajar
dikemukakan
karena AS
dan
sekutunya dalam aksi invasi ke Irak
ini telah menderita pengalaman
pahit berupa perlawanan sengit di
Basrah, An Nassiriyah, dan An
Najaf...
•
Paragraf 9 : Jadi, kini sekilas tentang
apa yang akan terjadi di Baghdad pun
sudah mulai tergambar di depan
mata. Kalau pasukan AS...
•
Paragraf 11 : Kenyataannya, perang
memang masih belum bisa dipastikan
akan berakhir segera. Fase berikutnya
masih merupakan proses panjang,...
•
Paragraf 13 : Di luar persiapan
serangan darat ke Baghdad oleh
kekuatan agresor, kejadian-kejadian
lain terus mengundang kecaman dan
protes seluruh dunia. Selain...
•
Paragraf 14 : Apalagi kini militer
AS banyak menggunakan bom tebar
(cluster bombs)-ada juga yang
•
12
13
Grafis
Metafora
menyebut bom curah, bom pacar
wutah, atau bom renteng-yang
sifatnya lebih tidak pandang bulu
sehingga menambah besar jumlah
korban nonkombatan.
Paragraf 17 : Selain kehancuran...
karena catu air dan bahan makanan,
serta kedamaian hidup sirna.
Banjir
pengungsi
ikut
pula
mewarnai keadaan yang memilukan
ini.
•
Paragraf 18 : Semua itu jelas...
Penerimaan rakyat Irak terhadap aksi
yang dilakukan AS dan sekutunyaapakah benar akan menerima sebagai
pasukan pembebas atau sebaliknya
sebagai penyebab malapetaka-akan
menentukan seberapa mulus proses
rekonstruksi bisa dilaksanakan.
•
Paragraf 19 : Sementara ini,
perhatian banyak orang masih
tercurah pada apa yang akan
terjadi... dengan kemungkinan yang
amat mendebarkan hati.
•
Paragraf 15 : Kalau sekarang saja di
pihak Irak sudah ada sekitar 600-an
korban yang jatuh,...
•
Paragraf 16 : Selain itu, perang
sejauh ini sudah menimbulkan
kehancuran...
kehancuran yang
terjadi dengan penembakan lebih dari
700 rudal jelajah, lebih dari 9.000
bom presisi, dan bom jatuh bebas
yang masing-masing berukuran 200an kilogram.
•
Paragraf 4 : Selebihnya, ancaman
pejabat pertahanan Irak... juga tekad
yang diucapkan untuk menjadikan
ibu kota Irak sebagai kuburan bagi
pasukan AS dan sekutunya,
sungguh memberi gambaran tentang
perkembangan perang yang makin
mencengkam.
5.b. Hasil Analisis
Halaman: 4.
Tajuk
Rencana
KOMPAS
Sabtu,
05-04-2003.
1. Pada Tajuk Rencana tanggal 05 April 2003 yang berjudul Pertempuran
Kota Yang Mendebarkan Itu Kian Dekat,, bagi penulis menunjukan
element Tematik yang berarti Perang Akhir Penentuan Akan Terjadi.
2. Pada Element Skematik model Teun Van Dijk. Secara umum menunjukan
element Skematik mempunyai dua kategori, pertama Summary terdapat
dalam Judul dan Lead, kategori yang kedua adalah Story atau isi Berita
secara keseluruhan.
Pada tajuk rencana Kompas tertulis di atas kedua katergori tersebut
menurut penulis adalah Kekuatan Penuh Militer AS Menyerang Baghdad
dan Korban Jiwa Akan Terus Bertambah.
3. Pada Element Latar secara umum terdapat dalam paragraf 1, 2, 4, dan 8.
Bagi penulis menunjukan element latar yang berarti AS dan sekutunya
telah melancarkan serangan udara terus menerus, kini perang darat pun
akan terjadi. Degan ancaman dari Irak bahwa AS dan sekutunya akan
menjadikan ibu kota Irak sebagai kuburan bagi mereka. Peringatan ini
wajar dilontarkan, karena mendapatkan pengalaman pahit berupa
perlawanan sengit di Basrah, An Nassiriyah, dan An Najaf. Baghdad pun
akan merupakan medan lebih seru lagi.
4. Pada Element Detil dalam Tajuk Rencana tanggal 05 April 2003 terdapat
dalam paragraf 3, 6, 12, 14, 15, 16 dan 17. Bagi penulis menunjukan
bahwa dalam ketiga paragraf tersebut element detil yang berarti AS enggan
masuk dalam perang darat karena pasukan Pengawal Republik lebig dari
60.000 personel tentunya mengenal Baghdad lebih baik dan
mempertahankan Baghdad sampai mati, oleh karena itu AS dan sekutunya
menggunakan serangan udara seperti bom tebar, bom pacar wutah yang
sifatnya tiadk pandang bulu, 700 rudal jelajah, 9000 presisi, dan bom
jatuh bebas yang masing-masing beratnya 200 kilogram. Bisa
terbayangkan akan terjadi korban jiwa baik militer maupun sipil yang
sangat banyak, serta kehancuran kota tidak terelakan lagi, juga
penderitaan psikologis dari rakyat sipil yang tak berdosa.
5. Sedangkan pada Element Maksud secara umum terdapat dalam paragraf
11 yang berarti Kenyataannya, perang memang masih belum bisa
dipastikan akan berakhir segera. Fase berikutnya masih merupakan
proses panjang, seperti misi pengintaian, serangan komando bawah
tanah, serangan udara terarah yang ditujukan untuk meruntuhkan
pemerintah, dan mencegah pertempuran kota berkepanjangan.
6. Pada Element Praangapan bagi penulis terdapat pada paragraf 15, 16, 17,
dan 18 yang berarti Bisa dibayangkan, korban jiwa akan terus berjatuhan,
kehancuran kota yang begitu dahsyat, banjir pengungsi, penderitaan
rakyat Irak, kedamaian yang sirna. Semua itu jelas akan jadi perkerjaan
pembangunan kembali yang tak akan ringan, timbul pertanyaan apakah
benar aksi yang dilakukan AS dan sekutunya sebagai pasukan pembebas
atau sebaliknya sebagai malapetaka.
7. Pada Element Bentuk Kalimat, ada kalimat Pasif dan Aktif, bagi penulis
kalimat pasif terdapat pada paragraf 7 yaitu AS yang adidaya masih
berpikir, tantangan Pengawal Republik akan bisa diatasi.. Sedangkan
pada kalimat aktif terdapat pada paragraf 2 yaitu Setelah AS dengan
leluasa membombardir Irak, kini perang darat pun tampaknya tak
terelakkan lagi.
8. Pada Element Koherensi terdapat pada paragraf 13 ditandai dengan
kalimat selain.
9. Pada Element Koherensi Pembeda terdapat pada paragraf 7 ditandai
dengan kalimat Tetapi, kalaupun.
10. Pada Element Kata Ganti terdapat pada paragraf 9, 15, dan 16 kalimat itu
adalah Kita dan Mereka.
11. Pada Element Leksikon dalam Tajuk Rencana Kompas tanggal 05 April
2003 terdapat dalam paragraf 1, 2, 3, 5, 6, 7, 8, 9, 11, 13, 14, 17, 18, dan
19. Bagi penulis element Leksikon itu adalah Strategi perang modern,
argumen-argumen, membombardir, terelakan, enggan, berpotensi
menimbulkan, keengganan, tameng, memerinci, bahwa hari-hari paling
berbahaya, mungkin paling berdarah, depan mata, dihadang, samapai
titik darah penghabisan, adidaya, pasukan loyalis, ditaklukan,
pertempuran, berdarah-darah, invasi, menderita pengalaman pahit,
perlawanan sengit, fase, kekuatan agresor, kecaman, catu air, kedamaian
hidup sirna, banjir pengungsi, memilukan, sekutunya, pasukan pembebas,
malapetaka, rekonstruksi, tersurah, dn mendebarkan hati.
12. Pada Element Grafis ditandai dengan penggunaan huruf tebal, huruf
miring, garis bawah, font yang lebih besar dari normal, caption, raster,
grafik, gambar, angka, tabel, foto, gambar dan sejenisnya. Element Grafis
terdapat pada paragraf 15 dan 16 yaitu sekitar 600-an, 700 rudal, 9000
bom, 200-an kilogram
13. Pada Element Metafora dalam Tajuk Rencana tanggal 05 April 2003
terdapat dalam paragraf 4. Bagi penulis element Metafora itu adalah ibu
kota Irak sebagai kuburan bagi pasukan AS dan sekutunya,
6. b. Analisis Tajuk Rencana KOMPAS Senin, 07-04-2003. Halaman: 4
Judul
MANA BUKTI IRAK MEMILIKI PERSENJATAAN PEMUSNAH
MASSAL
Tabel 1.8
Analisis Kasus 6 Berdasarkan Metode Teun Van Dijk
No
Element
Posisi Pembuktian Kasus 6
1
Tematik
•
Tuduhan AS Terhadap Irak
Tentang Senjata Pemusnah Massal
Tidak Terbukti
2
Skematik
•
AS Tetap Yakin Atas Tuduhannya
Terhadap Irak
Irak Sebagai Korban Prasangkan
AS
•
3
Latar
•
Paragraf 5 : Ketika Baghdad
sebagai pusat kekuasaan mulai
terkepung rapat, sempat timbul
kekhawatiran
tentang
kemungkinan Irak menggunakan
persenjataan pemusnah massal.
Apa yang dikhawatirkan itu...
•
Paragraf 13 : Sekali lagi, kenyataan
ini terasa sangat menyakitkan.
Sekiranya
AS
dan
Inggris
mendengar Perserikatan BangsaBangsa (PBB) dan suara protes
masyarakat
internasional,
barangkali tragedi Irak tidak akan
terjadi.
•
Paragraf 14 : PBB sudah berjuang
keras
untuk
mencegah
AS
mengambil langkah sepihak dalam
menyerang Irak. Hasil inspeksi
ulang Tim Pemeriksa Persenjataan
PBB menyimpulkan, Irak tidak
memiliki persenjataan pemusnah
massal. Setidaknya tim PBB tidak
menemukan bukti itu.
4
5
Detil
Maksud
•
Paragraf 15 : Penolakan terhadap
rencana AS menyerang Irak
datang dari mana-mana. Bahkan
sekutu AS dan Inggris dalam Pakta
Pertahanan
Atlantik
Utara
(NATO)
menentang
rencana
serangan ke Irak. Jerman dan
Perancis sebagai sekutu terdekat
AS juga menentang keras.
•
Paragraf 12 : Serangan ratusan
rudal canggih AS ke berbagai
sasaran, terutama ke kota-kota
Irak, telah menimbulkan korban
jiwa tidak sedikit. Gedung-gedung
dan berbagai bangunan bersejarah
ikut hancur. Jaringan listrik dan
saluran air minum terputus.
Banyak orang menjadi pengungsi.
•
Paragraf 16 : Sedangkan warga
masyarakat dunia terus melakukan
gelombang protes di jalanan dan
melakukan pawai perdamaian.
Para
pemimpin
politik
dan
kemasyarakatan terus melakukan
lobi untuk mencegah perang dan
menegakkan perdamaian.
•
Paragraf 9 : Dengan demikian,
bangsa Irak benar-benar menjadi
korban dari sebuah prasangka
yang kemudian tidak didukung
bukti konkret. Tuduhan itu benarbenar ilusi belaka karena tidak
didukung kenyataan, sekurangkurangnya sampai saat ini.
6
7
Praanggapan
Bentuk Kalimat
•
Paragraf 11 : Serangan AS dan
Inggris ke Irak sungguh terasa
sebagai bentuk ketidakadilan dan
kesewenang-wenangan. Perasaan
tidak adil itu makin mendalam
karena serangan AS dan Inggris ke
Irak telah menimbulkan korban
jiwa dalam jumlah besar. Kerugian
harta benda juga tidak kecil.
•
Paragraf 18 : Seluruh dunia,
terutama
PBB,
benar-benar
merasa dilecehkan karena tidak
dipedulikan AS. Kekecewaan dan
perasaan dilecehkan meningkat
karena semakin terbukti Irak tidak
memiliki
dan
menggunakan
persenjataan pemusnah massal.
•
Paragraf 2 : Padahal AS dan Inggris
menggunakan isu... Masih timbul
kecurigaan,
Irak
bisa
saja
menggunakan
senjata
kimia,
biologis, dan nuklir sebagai senjata
pamungkas.
•
Paragraf 6 : Mungkin saja masih
ada yang berpendapat, kesimpulan
akhir
tentang
persenjataan
pemusnah massal Irak baru bisa
diambil setelah perang selesai.
Perang memang belum selesai,
tetapi tampaknya sudah memasuki
fase terakhir.
•
Paragraf 1 : Gerakan maju
pasukan
gabungan
Amerika
Serikat
dan
Inggris
sudah
menyusup masuk ke dalam Kota
Baghdad, tetapi sama sekali tidak
ada
tanda-tanda
Irak
menggunakan
persenjataan
pemusnah massal. Selama 19 hari
pertarungan,...
•
Paragraf 2 : Padahal AS dan
Inggris
menggunakan
isu
kepemilikan
persenjataan
pemusnah massal Irak sebagai
alasan melancarkan serangan.
Perang memang belumlah selesai...
8
Koherensi
•
Paragraf 8 : Jika kenyataan perang
selama 19 hari dipakai sebagai
ukuran, maka alasan AS dan
Inggris menyerang Irak terbukti
tidak benar. Irak sama sekali tidak...
•
Paragraf 15 : Penolakan terhadap
rencana AS menyerang Irak
datang dari mana-mana. Bahkan
sekutu AS dan Inggris dalam...
•
Paragraf 16 : Sedangkan warga
masyarakat dunia terus melakukan
gelombang protes di jalanan dan
melakukan pawai perdamaian. Para
pemimpin
politik
dan
kemasyarakatan...
•
Paragraf 20 : AS dan Inggris harus
bertanggung jawab... Dunia memang
perlu melakukan gugatan.
•
Paragraf 1 : Gerakan maju pasukan
gabungan Amerika Serikat dan
Inggris sudah menyusup masuk ke
dalam Kota Baghdad, tetapi sama
sekali tidak ada tanda-tanda Irak
menggunakan persenjataan pemusnah
massal. Selama 19 hari pertarungan,
Irak
tidak
memperlihatkan
kepemilikan, apalagi penggunaan
senjata kimia, biologis, dan nuklir.
•
Paragraf 6 : Mungkin saja... setelah
perang selesai. Perang memang
belum selesai, tetapi tampaknya
sudah memasuki fase terakhir.
•
Paragraf 9 : Dengan demikian,
bangsa Irak benar-benar menjadi
korban dari sebuah prasangka yang
kemudian tidak didukung bukti
konkret. Tuduhan itu benar-benar
ilusi belaka karena tidak didukung
kenyataan,
sekurang-kurangnya
sampai saat ini.
•
Paragraf 18 : Seluruh dunia,
terutama PBB, benar-benar merasa
dilecehkan karena tidak dipedulikan
AS. Kekecewaan dan perasaan
dilecehkan
meningkat
karena
semakin terbukti Irak tidak memiliki
dan
menggunakan
persenjataan
pemusnah massal.
•
Paragraf 19 : Demi keadilan dan
kebenaran,... kebenaran tuduhannya.
Apalagi tuduhannya itu telah
membawa petaka besar kepada rakyat
Irak....
•
Paragraf 20 AS dan Inggris harus
bertanggung jawab atas kematian dan
kehancuran Irak karena alasan
serangannya terbukti tidak benar.
Dunia memang perlu melakukan
gugatan.
9
Koherensi Kondisional
•
Paragraf 8 : Jika kenyataan perang
selama 19 hari dipakai sebagai
ukuran, maka alasan AS dan
Inggris menyerang Irak terbukti
tidak benar. Irak sama sekali tidak
menggunakan senjata pemusnah
massal seperti kimia, biologis, dan
nuklir.
10
Leksikon
•
Paragraf 1 : Gerakan maju pasukan
gabungan Amerika Serikat dan
Inggris sudah menyusup masuk ke
dalam Kota Baghdad, tetapi sama
sekali tidak ada tanda-tanda...
•
Paragraf 2 : Padahal AS dan Inggris
menggunakan
isu
kepemilikan
persenjataan pemusnah massal...
senjata kimia, biologis, dan nuklir
sebagai senjata pamungkas.
•
Paragraf 3 : Tentu saja tidak sedikit
orang termakan oleh tuduhan AS
bahwa Irak memiliki persenjataan
pemusnah massal...
•
Paragraf 4 : Hanya saja setelah
pertempuran berlangsung dari hari ke
hari dan mulai memasuki fase
akhir,...Pasukan Irak harus matimatian menahan laju pasukan ASInggris dengan persenjataan terbatas.
•
Paragraf 5 : Ketika Baghdad sebagai
pusat kekuasaan mulai terkepung
rapat, sempat timbul kekhawatiran
tentang kemungkinan Irak...
•
Paragraf 6 : Mungkin saja masih...
tetapi tampaknya sudah memasuki
fase terakhir.
•
Paragraf 7 : Sebagai kesimpulan
sementara bisa dikatakan, tidak
terdapat bukti konkret tentang
kepemilikan...
•
Paragraf 9 : Dengan demikian,
bangsa Irak benar-benar menjadi
korban dari sebuah prasangka yang
kemudian tidak didukung bukti
konkret. Tuduhan itu benar-benar
ilusi belaka karena tidak didukung
kenyataan,...
•
Paragraf 11 : Serangan AS dan
Inggris ke Irak sungguh terasa
sebagai bentuk ketidakadilan dan
kesewenang-wenangan.
Perasaan
tidak adil itu...
•
Paragraf 13 : Sekali lagi, kenyataan
ini terasa sangat menyakitkan.
Sekiranya AS dan Inggris mendengar
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
dan
suara
protes
masyarakat
internasional, barangkali tragedi Irak
tidak akan terjadi.
11
Grafis
•
Paragraf 14 : PBB sudah berjuang
keras
untuk
mencegah
AS
mengambil langkah sepihak dalam
menyerang Irak. Hasil inspeksi ulang
Tim Pemeriksa Persenjataan PBB...
•
Paragraf 16 : Sedangkan warga
masyarakat dunia terus melakukan
gelombang protes di jalanan dan
melakukan pawai perdamaian. Para
pemimpin
politik
dan
kemasyarakatan terus melakukan lobi
untuk
mencegah
perang
dan
menegakkan perdamaian.
•
Paragraf 17 : Namun, AS tidak
peduli. Negara adidaya itu bertahan
pada kesimpulannya bahwa Irak
mengembangkan program...
•
Paragraf 18 : Seluruh dunia,
terutama PBB, benar-benar merasa
dilecehkan karena tidak dipedulikan
AS. Kekecewaan dan perasaan
dilecehkan meningkat karena...
•
Paragraf 19 : Demi keadilan dan
kebenaran, AS harus membuktikan
kepada dunia tentang kebenaran
tuduhannya. Apalagi tuduhannya itu
telah membawa petaka besar kepada
rakyat Irak...
•
Paragraf 20 : AS dan Inggris harus
bertanggung jawab atas kematian
dan kehancuran Irak karena alasan
serangannya terbukti tidak benar.
Dunia memang perlu melakukan
gugatan.
•
Paragraf 1 : Gerakan maju pasukan
gabungan...
Selama
19
hari
pertarungan,
Irak
tidak
memperlihatkan kepemilikan, apalagi
penggunaan senjata kimia, biologis,
dan nuklir.
12
Metafora
6.b. Hasil Analisis
Halaman: 4.
Tajuk
•
Paragraf 8 : Jika kenyataan perang
selama 19 hari dipakai sebagai
ukuran, maka alasan AS dan Inggris
menyerang Irak terbukti tidak benar...
•
Paragraf 12 : Serangan ratusan
rudal canggih AS ke berbagai
sasaran, terutama ke kota-kota Irak,...
•
Paragraf 17 : Namun, AS tidak
peduli.. bergabung dalam poros
kejahatan bersama Iran dan Korea
Utara
karena
mengembangkan
persenjataan pemusnah massal.
•
Paragraf 19 : Demi keadilan dan
kebenaran, AS... Serangan AS dan
Inggris telah membawa tragedi
kemanusiaan.
Rencana
KOMPAS
Senin,
07-04-2003.
1. Pada Tajuk Rencana tanggal 07 April 2003 yang berjudul Mana Bukti Irak
Memiliki Persenjataan Pemusnah Massal, bagi penulis menunjukan
element Tematik yang berarti Tuduhan AS Terhadap Irak Tentang Senjata
Pemusnah Massal Tidak Terbukti.
2. Pada Element Skematik model Teun Van Dijk. Secara umum menunjukan
element Skematik mempunyai dua kategori, pertama Summary terdapat
dalam Judul dan Lead, kategori yang kedua adalah Story atau isi Berita
secara keseluruhan.
Pada tajuk rencana Kompas tertulis di atas kedua katergori tersebut
menurut penulis adalah AS Tetap Yakin Atas Tuduhannya Terhadap Irak
dan Irak Sebagai Korban Prasangkan AS.
3. Pada Element Latar secara umum terdapat dalam paragraf 5, 13, 14, dan
15. Bagi penulis menunjukan element latar yang berarti Baghdad telah
terkepung rapat, dari pihak AS mengkhawatirkan Irak akan memakai
senjata pemusnah massal, tapi yang dituduhkan AS tersebut tidak
ditemukan oleh Tim Pemeriksa Persenjataan PBB, dan menyimpulkan
Irak tidak mempunyai senjata yang dituduhkan AS tersebut. Pakta
Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Jerman dan Perancis tetap
menentang rencana serangan ke Irak, namun tidak diabaikan oleh AS.
4. Pada Element Detil dalam Tajuk Rencana tanggal 07 April 2003 terdapat
dalam paragraf 12, dan 16. Bagi penulis menunjukan bahwa Ratusan rudal
telah menghancurkan kota-kota di Irak, korban jiwa cukuplah banyak,
sarana dan infrastruktur kota lumpuh, bangunan sejarah ikut hancur.
Masyarakat dunia terus melakukan aksi menentang penyerangan terhadap
Irak dengan turun kejalan dan lobi politik.
5. Sedangkan pada Element Maksud secara umum terdapat dalam paragraf 9,
11, dan 18 yang berarti Irak sebagai negara yang teraniaya, sebagai
negara korban dari prasangkan AS yang tidak didukung oleh bukti
konkret, Irak telah mendapatkan ketidakadilan dan kesewenangwenangan, duniapun dilecehkan dengan tidak diabaian peran PBB untuk
tidak menyerang Irak. Karena Irak tidak memiliki senjata pemusnah
massal yang dituduhkan AS.
6. Pada Element Praanggapan bagi penulis terdapat pada paragraf 2, dan 6.
Bagi penulis element praaggapan yang berarti Masih timbul kecurigaan
dan pendapat, mungkin saja Irak akan menggunakan senjata pemusnah
massal pada fase akhir ini, ataupun senjata dapat diambil setelah perang
selesai. Perang memang belum selesai, tetapi tampaknya sudah memasuki
fase akhir
7. Pada Element Bentuk Kalimat ada dalam paragraf 1, 2, 8, 15, 16, dan 20.
kesemua paragraf itu adalah bentuk kalimat aktif, yaitu Gerakan maju
pasukan gabungan Amerika Serikat dan Inggris sudah menyusup masuk ke
dalam Kota Baghdad, tetapi sama sekali tidak ada tanda-tanda Irak
menggunakan persenjataan pemusnah massal,... Padahal AS dan Inggris
menggunakan isu kepemilikan persenjataan pemusnah massal Irak
sebagai alasan melancarkan serangan,... ika kenyataan perang selama 19
hari dipakai sebagai ukuran, maka alasan AS dan Inggris menyerang Irak
terbukti tidak benar,... Penolakan terhadap rencana AS menyerang Irak
datang dari mana-mana,... Sedangkan warga masyarakat dunia terus
melakukan gelombang protes di jalanan dan melakukan pawai
perdamaian,... dan Dunia memang perlu melakukan gugatan.
8. Pada Element Koherensi terdapat pada paragraf 1, 6, 9, 18, 19, dan 20
ditandai dengan kalimat Karena, apalagi, tetapi dan dengan demikian..
9. Pada Element Koherensi Kondisional terdapat pada paragraf 8 ditandai
dengan kalimat Jika kenyataan perang selama 19 hari dipakai sebagai
ukuran, maka alasan AS dan Inggris menyerang Irak terbukti tidak benar.
10. Pada Element Leksikon dalam Tajuk Rencana Kompas tanggal 05 April
2003 terdapat dalam paragraf 1, 2, 3,4, 5, 6, 7, 9, 11, 13, 14, 16, 17, 18,
19 dan 20. Bagi penulis element Leksikon itu adalah Menyusup, padahal,
isu, senjata pamungkas, termakan, tuduhan, fase, mati-matian, laju,
terkepung, rapat, konkret, prasangka, ilusi, kesewenang-wenangan,
menyakitkan, tragedi, berjuang keras, langkah sepihak, inspeksi,
gelombang protes, pawai, lobi, negara adidaya, dilecehkan, kekecewaan,
tuduhannya, petaka besar, kematian, dan gugatan.
11. Pada Element Grafis ditandai dengan penggunaan huruf tebal, huruf
miring, garis bawah, font yang lebih besar dari normal, caption, raster,
grafik, gambar, angka, tabel, foto, gambar dan sejenisnya. Element Grafis
terdapat pada paragraf 1, 8, dan 12 yaitu 19 hari, dan serangan ratusan
rudal.
12. Pada Element Metafora dalam Tajuk Rencana tanggal 07 April 2003
terdapat dalam paragraf 17 dan 19. Bagi penulis element Metafora itu
adalah poros kejahatan bersama Iran dan Korea Utara,.. dan tragedi
kemanusiaan.
7. a. Analisis Tajuk Rencana KOMPAS Rabu, 09-04-2003. Halaman: 4
Tajuk Rencana
BUSH DAN BLAIR BERTEMU, WACANANYA SUDAH IRAK
PASCAPERANG
Tabel 1.9
Analisis Kasus 7 Berdasarkan Metode Teun Van Dijk
No
Element
1
Tematik
•
Pertemuan
Bush
dan
Blair
Membahas Irak Pascaperang
2
Skematik
•
•
Usulan
Dunia
Tentang
Pemerintahan Irak Pasca Perang
Pertemuan
Bush
dan
Blair
Membahas Timur Tengah dan
Irlandia Utara
•
Paragraf 4 : Inilah pertemuan
ketiga antara pemimpin sekutu
3
Latar
Posisi Pembuktian Kasus 7
pengagresi Irak dalam tiga pekan
terakhir. Selain rekonstruksi Irak,
pertemuan di Istana Hillsborough,
di luar Kota Belfast ini juga
membahas upaya perdamaian di
Timur Tengah dan Irlandia Utara.
4
Detil
•
Paragraf 9 : Di sini memang
beberapa
hari
lalu
sempat
terdengar visi dan pemikiran
Inggris berbeda dengan AS.
Inggris, seperti halnya negaranegara Eropa lain, khususnya yang
menentang perang, berpandangan
bahwa PBB harus ambil peranan
utama dalam rekonstruksi Irak.
Sementara
AS
cenderung
berpandangan sebaliknya
•
Paragraf 5 : Pertemuan kedua
pemimpin itu juga diwarnai demo
besar antiperang yang dikobarkan
oleh kedua pemimpin.
•
Paragraf 8 : Menteri Luar Negeri
(Menlu) AS Colin Powell yang
mendampingi Bush di Air Force
One mengatakan, ketika fase
peperangan tengah memasuki
akhir, kini saatnya memikirkan
pemerintah representatif yang
terdiri
dari
seluruh
elemen
masyarakat Irak.
•
Paragraf 12 : PM Tony Blair di
pihak lain menghendaki peran PBB
yang lebih besar daripada yang
dikehendaki Bush. Sementara,
meski mengatakan mendukung
peran PBB, Bush tidak pernah
menyebut rinciannya, misalnya
saja menyangkut sifat dan susunan
badan yang akan memerintah Irak
seusai perang.
•
Paragraf 15 : PM Irlandia Bernie
Ahern yang diundang dalam
•
5
6
Maksud
Bentuk Kalimat
pertemuan Selasa di Belfast,
termasuk yang akan mengatakan
pada Bush bahwa PBB harus
memainkan peran utama dalam
rekonstruksi Irak.
Paragraf 18 : Hari Kamis besok
PM Blair akan menyampaikan
usulan
perdamaian
baru
Pemerintah Inggris menyangkut
Irlandia Utara, bertepatan dengan
peringatan lima tahun persetujuan
yang dikenal sebagai Good Friday
Accords. Pakta ini sendiri...
•
Paragraf
10 : Dalam bahasa
Penasihat Keamanan Nasional
Condoleezza Rice, yang akan
memegang
peran
dalam
pembangunan kembali Irak itu
adalah hak negara yang telah
mengorbankan
jiwa
dan
meneteskan
darah
untuk
membebaskannya.
Maksudnya
tentu saja AS dan Inggris serta
sekutu lain yang ambil bagian
dalam Perang Irak.
•
Paragraf 14 : Meski PBB sendiri
tidak pernah menyatakan minat
untuk mengelola Irak, sejumlah
pemimpin lain melihat badan dunia
yang
eksistensinya
sempat
dilecehkan oleh AS-Inggris itu
harus memainkan peran besar.
•
Paragraf 16 : Apa pun perdebatan
yang ada menyangkut rekonstruksi
Irak dan peran PBB dalam
program itu, pertemuan di Irlandia
Utara antara Bush dan Blair juga
dilihat sebagai upaya PM Inggris
itu untuk meminta "bayaran" bagi
dukungannya terhadap agresi
Bush. Perlu diulang di sini...
•
Paragraf 7 : Pertanyaan kunci
tentu, siapa yang akan memerintah
dan membangun kembali Irak?
7
Koherensi
•
Paragraf 16 : Apa pun... bagi
dukungannya terhadap agresi Bush.
Perlu diulang di sini bahwa PM
Inggris ini ngotot terus mendukung
Bush, meski sebagian rakyat besar
Inggris menentang keras pemberian
dukungan tersebut.
•
Paragraf
17
:
Kini Bush
tampaknya diminta dukungannya
bagi rencana perdamaian Blair di
Irlandia Utara, hal yang secara...
•
Paragraf 2 :
Bahkan, ketika
masih meledak
korban sipil juga
di sana-sini.
•
Paragraf 8 : Menteri Luar Negeri
(Menlu) AS Colin Powell yang
mendampingi Bush di Air Force One
mengatakan, ketika fase peperangan
tengah memasuki akhir, ...
•
Paragraf 9 : Di sini memang
beberapa hari lalu sempat terdengar
visi dan pemikiran Inggris berbeda
dengan AS. Inggris, seperti halnya
negara-negara Eropa lain, khususnya
yang
menentang
perang,
berpandangan bahwa...
•
Paragraf 10 : Dalam bahasa
Penasihat... dan meneteskan darah
untuk membebaskannya. Maksudnya
tentu saja AS dan Inggris serta
sekutu lain yang ambil bagian dalam
Perang Irak.
•
Paragraf 13 : Menurut AS, seperti
dikemukakan oleh Menlu Powell,
PBB bisa menyediakan bantuan
kemanusiaan
serta
menambah
Seperti halnya....
peluru dan bom
di sana-sini dan
militer masih jatuh
legitimasi pemerintahan sementara
Irak. Itu saja, dan tidak lebih dari itu.
•
Paragraf 19 : Pertemuan Belfast
jelas amat penting bagi kedua
pemimpin, justru ketika keduanya
memang melihat persoalan secara
berbeda. Ketika Bush melihat
rekonstruksi bukan urusan tunjukmenunjuk
siapa
yang
harus
dilibatkan, sementara Blair melihat
hadirnya PBB sebagai pemberi
legitimasi, maka kedua sekutu
agresor Irak...
8
Koherensi Kondisional
•
Paragraf 2 : Seperti halnya ketika
Tiga Besar pemimpin sekutu di era
Perang Dunia II bertemu di Yalta
Februari 1945, maka urusan
pascaperang termasuk yang perlu
dibahas saksama. Bahkan,...
9
Koherensi Pembeda
•
Paragraf 16 : Apa pun... bagi
dukungannya terhadap agresi Bush.
Perlu diulang di sini bahwa PM
Inggris ini ngotot terus mendukung
Bush, meski sebagian rakyat besar
Inggris
menentang
keras
pemberian dukungan tersebut.
10
Leksikon
•
Paragraf 1 : Bagi Presiden AS
George W Bush…Rezim Saddam
Hussein mereka anggap sudah tidak
relevan lagi, lebih-lebih ketika ibu
kota
serta
simbol-simbol
kekuasaannya satu demi satu telah
punah dihancurkan bom sangat
dahsyat dari mesin perang adidaya
dan sekutunya.
Paragraf 2 : Seperti halnya ketika
Tiga Besar pemimpin sekutu di era
Perang Dunia II bertemu di Yalta
Februari
1945,
maka
urusan
pascaperang termasuk...
•
•
Paragraf 3 : Kali ini, Perang Irak
pun masih berada di tahap yang
kritikal di Baghdad,...
•
Paragraf 4 : Inilah pertemuan ketiga
antara pemimpin sekutu pengagresi
Irak dalam tiga pekan terakhir. Selain
rekonstruksi Irak,...
•
Paragraf 5 : Pertemuan kedua
pemimpin itu juga diwarnai demo
besar antiperang yang dikobarkan
oleh kedua pemimpin.
•
Paragraf 6 : Selain memang
keduanya sekutu dekat,.... bisa
meretakkan persekutuan mereka.
•
Paragraf 8 : Menteri Luar Negeri
(Menlu) AS...ketika fase peperangan
tengah memasuki akhir, kini
saatnya memikirkan pemerintah
representatif yang terdiri dari
seluruh elemen masyarakat Irak.
•
Paragraf 9 : Di sini memang
beberapa hari lalu sempat... bahwa
PBB harus ambil peranan utama
dalam rekonstruksi Irak. Sementara
AS
cenderung
berpandangan
sebaliknya.
•
Paragraf 11 : Memang juga perlu
diungkapkan bahwa di AS pun...
Nasional yang dikenal bernuansa
keras, ada Menlu Powell yang
terdengar lebih cenderung memberi
peran pada PBB.
•
Paragraf 12 : PM Tony Blair... Bush
tidak pernah menyebut rinciannya,
misalnya saja menyangkut sifat dan
susunan badan yang akan memerintah
Irak seusai perang.
•
Paragraf 13 : Menurut AS, seperti
dikemukakan oleh Menlu Powell, ...
menambah legitimasi pemerintahan
sementara Irak. Itu saja, dan tidak
lebih dari itu
11
Grafis
•
Paragraf 14 : Meski PBB sendiri
tidak pernah menyatakan minat
untuk mengelola Irak,... eksistensinya
sempat dilecehkan oleh AS-Inggris
itu harus memainkan peran besar.
•
Paragraf 15 : PM Irlandia Bernie
Ahern...
peran
utama
dalam
rekonstruksi Irak.
•
Paragraf 16 : Apa pun perdebatan
yang ada menyangkut rekonstruksi
Irak ...PM Inggris itu untuk meminta
"bayaran"
bagi
dukungannya
terhadap agresi Bush. Perlu diulang
di sini bahwa PM Inggris ini ngotot
terus mendukung Bush, meski
sebagian rakyat besar Inggris
menentang
keras
pemberian
dukungan tersebut.
•
Paragraf 17 : Kini Bush... di Irlandia
Utara, hal yang secara simbolik
dipancarkan dari pemilihan lokasi
pertemuan kedua pemimpin kali ini.
•
Paragraf 19 : Pertemuan Belfast...
Ketika Bush melihat rekonstruksi
bukan urusan tunjuk-menunjuk siapa
yang harus dilibatkan, sementara
Blair melihat hadirnya PBB sebagai
pemberi legitimasi, maka kedua
sekutu agresor Irak ini memang
memandang penting untuk duduk
bersama.
•
Paragraf 16 : Apa pun... PM Inggris
itu untuk meminta "bayaran" bagi
dukungannya terhadap agresi Bush...
•
Paragraf 20 : Kolumnis William
Safire dalam artikelnya di IHT
kemarin menulis, Blair seolah
mengutip kalimat Churchill, "Dalam
perang, (perlu) tekad. Dalam
kemenangan, (perlu) keagungan
budi" untuk mengingatkan Bush.
12
Metafora
7.b. Hasil Analisis
Halaman: 4.
Tajuk
•
Paragraf 1 : Bagi Presiden AS...
Rezim Saddam Hussein mereka
anggap sudah tidak relevan lagi,
lebih-lebih ketika ibu kota serta
simbol-simbol kekuasaannya satu
demi satu telah punah...
•
Paragraf 13 : Menurut AS, seperti
dikemukakan oleh Menlu Powell,
PBB bisa menyediakan bantuan
kemanusiaan serta menambah...
•
Paragraf 18 : Hari Kamis besok PM
Blair
akan
menyampaikan...
bertepatan dengan peringatan lima
tahun persetujuan yang dikenal
sebagai Good Friday Accords.
Pakta ini...
•
Paragraf 20 : Kolumnis William
Safire dalam artikelnya di IHT
kemarin menulis, Blair seolah
mengutip
kalimat
Churchill,
"Dalam perang, (perlu) tekad.
Dalam
kemenangan,
(perlu)
keagungan
budi"
untuk
mengingatkan Bush.
Rencana
KOMPAS
Rabu,
09-04-2003.
1. Pada Tajuk Rencana tanggal 09 April 2003 yang berjudul Bush dan Blair
Bertemu, Wacananya Sudah Irak Pascaperang,, bagi penulis menunjukan
element Tematik yang berarti Pertemuan Bush dan Blair Membahas Irak
Pascaperang.
2. Pada Element Skematik model Teun Van Dijk. Secara umum menunjukan
element Skematik mempunyai dua kategori, pertama Summary terdapat
dalam Judul dan Lead, kategori yang kedua adalah Story atau isi Berita
secara keseluruhan.
Pada tajuk rencana Kompas tertulis di atas kedua katergori tersebut
menurut penulis adalah Usulan Dunia Tentang Pemerintahan Irak Pasca
Perang dan Pertemuan Bush dan Blair Membahas Timur Tengah dan
Irlandia Utara.
3. Pada Element Latar secara umum terdapat dalam paragraf 4 dan 9. Bagi
penulis menunjukan element latar yang berarti Pertemuan yang ketiga
ditempatkan di Kota Belfast membahas Irak Pascaperang serta upaya
perdamaian Timur Tengah dan Irlandia Utara. Dalam hal Irak Inggris
berbeda pandangan dengan AS, yaitu PBB harus ambil peranan utama
dalam rekonstruksi Irak, sementara AS menolak.
4. Pada Element Detil dalam Tajuk Rencana tanggal 09 April 2003 terdapat
dalam paragraf 5, 8, 12, 15 dan 18. Bagi penulis menunjukan bahwa
dalam ketiga paragraf tersebut element detil yang berarti Kedua pemimpin
negara bertemu di Irlandia, juga hadir dalam pertemuan itu Menteri Luar
Negeri AS Colin Powell, dan Perdana Menteri Irlandia Bernie Ahern.
Mereka membas Irak pascaperang, dari pihak Inggris menghendaki diikut
sertakan peran PBB dalam masalah Irak, juga Inggris meminta AS
membantu perdamaian di Irlandia Utara. Dalam hal PBB, AS menolak
PBB memainkan peran di Irak tanpa menyebut rincian dan alasan.
5. Sedangkan pada Element Maksud secara umum terdapat dalam paragraf
10, 14, dan 16 yang berarti Penasihat Keamanan Nasional AS
Condoleezza Rice, mengisyaratkan pernyataannya bahwa PBB tidak boleh
memerankan peranan di Irak, hanyalah Irak, AS dan sekutunya yang bisa
memainkan peranan tersebut. Walaupun banyak pemimpin-pemimpin
negara menyarankan kepada AS agar PBB diikut sertakan. Sementara
Inggris sepertinya meminta bayaran dari AS.
6. Pada Element Bentuk Kalimat ada dalam paragraf 7, dan 16 adalah
kalimat Aktif yaitu Pertanyaan kunci tentu, siapa yang akan memerintah
dan membangun kembali Irak?,.. dan Perlu diulang di sini bahwa PM
Inggris ini ngotot terus mendukung Bush. Sedangkan kalimat Pasif
terdapat pada paragraf 17, yang berarti Kini Bush tampaknya diminta
dukungannya bagi rencana perdamaian Blair di Irlandia Utara.
7. Pada Element Koherensi terdapat pada paragraf 2, 8, 9, 10, 13, dan 19
ditandai dengan kalimat Bahkan, ketika, seperti,serta,dan sementara.
8. Pada Element Koherensi Kondisional terdapat pada paragraf 2 ditandai
dengan kalimat Seperti halnya ketika Tiga Besar pemimpin sekutu di era
Perang Dunia II bertemu di Yalta Februari 1945, maka urusan
pascaperang termasuk yang perlu dibahas saksama.
9. Pada Element Koherensi Pembeda terdapat pada kalimat dalam paragraf
16, yaitu Perlu diulang di sini bahwa PM Inggris ini ngotot terus
mendukung Bush, meski sebagian rakyat besar Inggris menentang keras
pemberian dukungan tersebut.
10. Pada Element Leksikon dalam Tajuk Rencana Kompas tanggal 09 April
2003 terdapat dalam paragraf 1, 2, 3,4, 5, 6, 8, 9, 11, 12, 13, 14, 15, 16,
17, dan 19. Bagi penulis element Leksikon itu adalah Rezim Saddam
Hussein, relevan, ibu kota, simbol-simbol, punah, mesin perang adidaya,
di era perang dunia II, kritikal, pengagresi, rekonstruksi, dikobarkan,
meretakan, fase, tengah memasuki akhir, representatif, elemen,
cenderung, bernuansa keras, rinciannya, legitimasi, minat, dilecehkan,
rekonstruksi, bayaran, agresi, ngotot, menentang keras, simbolik,
dipancarkan, dan agresor.
11. Pada Element Grafis ditandai dengan penggunaan huruf tebal, huruf
miring, garis bawah, font yang lebih besar dari normal, caption, raster,
grafik, gambar, angka, tabel, foto, gambar, tanda petik, dan sejenisnya.
Element Grafis terdapat pada paragraf 16 dan 20 yaitu “bayaran” dan “
Dalam perang, (perlu) tekad. Dalam kemenangan, (perlu) keagungan
budi”.
12. Pada Element Metafora dalam Tajuk Rencana tanggal 07 April 2003
terdapat dalam paragraf 1, 13, 18 dan 20. Bagi penulis element Metafora
itu adalah Rezim Saddam Hussein, ibu kota, simbol-simbol kekuasaannya,
bantuan kemanusiaan dan mengutip kalimat Churchill, "Dalam perang,
(perlu) tekad. Dalam kemenangan, (perlu) keagungan budi".
8.a. Analisis Tajuk Rencana KOMPAS Jumat, 11-04-2003. Halaman: 4
Judul
DUNIA TERUS BERGUMAM SETELAH BAGHDAD DINYATAKAN
Tabel 2.0
Analisis Kasus 8 Berdasarkan Metode Teun Van Dijk
No
Element
Posisi Pembuktian Kasus 8
1
Tematik
•
Ketidakpercayaan
Dunia
atas
Kejatuhan Baghdad Yang Begitu
Cepat
2
Skematik
•
•
Spekulasi Dunia Terhadap Irak
Kebohongan AS atas Kekuatan
Militer Irak
3
Latar
•
Paragraf 7: Jauh sebelum perang
pecah, Pemerintah AS dan Inggris
menggambarkan
tentang
dahsyatnya
ancaman
senjata
pemusnah missal Irak. Retorika
tentang
persenjataan
Irak
mempengaruhi pikiran pasukan
AS-Inggris
dan
sebagian
masyarakat internasional
•
Paragraf 10 : Cerita tentang bahaya
persenjataan Irak terbukti hanya
ilusi, sekurang-kurangnya sampai
sekarang. Sama sekali tidak ada
tanda-tanda atau sinyal tentang
bahaya yang digembar-gemborkan
selama ini terutama oleh AS dan
Inggris
4
5
Detil
Maksud
•
Paragraf 15 : Irak, misalnya,
kelelahan dalam perang dengan
tetangganya Iran tahun 1980-1988,
sedangkan
tahun
1990-1991
menjadi
babak
belur
oleh
gempuran pasukan koalisi PBB
pimpinan AS. Basis kekuatan Irak
menjadi rapuh
•
Paragraf 17 : Setelah waktu
berjalan, dunia seakan disadarkan
bahwa Uni Soviet benar-benar
tamat
sebagai
raksasa
yang
kehabisan tenaga dan energi. Tidak
ada sisa kekuatan yang tertinggal,
kecuali kenangan sebuah nama
besar. Uni Soviet hanya menjadi
bagian sejarah masa lalu.
•
Paragraf 2 : Benteng pertahanan
terakhir kota berpenduduk lima
juta jiwa itu seakan ambruk
sebelum
digempur.
Pasukan
Amerika Serikat menyusup masuk
jauh ke dalam jantung ibu kota
Irak itu praktis tanpa banyak
hambatan.
•
Paragraf 11 : Pasukan AS yang
terkecoh dengan pikirannya sendiri
akhirnya
frustrasi
tidak
menemukan lawan. Kemarahan
pun dilampiaskan dengan ikutikutan merusak patung Presiden
Irak Saddam Hussein. Mungkin
karena Presiden Saddam tidak
ditemui,
patungnya
dijadikan
sasaran.
•
Paragraf 8 : KEKHAWATIRAN
tentang bahaya besar persenjataan
Irak dan mata rantai pertahanan di
Baghdad dan sekitarnya, terlihat
pula pada sikap pasukan AS yang
sangat hati-hati menyusup masuk.
Sekitar tiga hari, pasukan AS harus
melakukan manuver umpan tarik,
meski pasukan Pengawal Republik
sama sekali tidak terpancing keluar
6
Praanggapan
•
Paragraf 9 : Pasukan AS dan
Inggris gagal mempertontonkan
dan membuktikan keperkasaannya
karena tidak terjadi kontes. Makna
kemenangan AS- Inggris pun
semakin hambar, bukan hanya
karena lawan tidak seimbang, tetapi
lebih karena menimbulkan tragedi
bagi masyarakat sipil.
•
Paragraf 11 : Pasukan AS yang
terkecoh dengan pikirannya sendiri
akhirnya frustrasi tidak menemukan
lawan.
Kemarahan
pun
dilampiaskan dengan ikut-ikutan
merusak patung Presiden Irak
Saddam Hussein. Mungkin karena
Presiden Saddam tidak ditemui,
patungnya dijadikan sasaran
•
Paragraf 12 : Pengaruh Saddam...
mengusik pikiran dan perasaan AS
dan Inggris. Bahkan ada yang
berspekulasi,
Saddam
dan
pengikutnya
sedang
menarik
mundur untuk konsolidasi.
•
Paragraf
13
:
Ada
yang
berpendapat,
Saddam
dan
pasukannya akan menyerang balik
ketika musim panas tiba bulan Mei
mendatang. Dalam suhu yang bias
mencapai lebih dari 50 derajat
Celsius di gurun, pasukan ASInggris dipastikan akan kerepotan
•
Paragraf 18 : Tentu masih terlalu
tergesa-gesa untuk menyimpulkan
kekuatan pemerintahan Saddam
benar-benar habis. Masih terbuka
kemungkinan
pemerintahan
Saddam akan kembali atau tamat
sama sekali. Tingkat ketidakpastian
masih...
7
8
Pengingkaran
Bentuk Kalimat
•
Paragraf 19 : AS bisa saja
mendorong
pembentukan
pemerintahan
transisi
seperti
dilakukan di Afganistan. Namun,
pemerintahan Mohamad Karzai di
Afganistan...
•
Paragraf 21 : Luapan pergolakan
Irak tidak hanya memperkeruh
konflik
Israel-Palestina,
tetapi
membawa implikasi luas secara
internasional.
Tanda-tandanya
sudah kelihatan sejak pecah
gelombang protes global terhadap
rencana AS-Inggris menyerang
Irak.
•
Paragraf 9 : Pasukan AS dan Inggris
gagal
mempertontonkan
dan
membuktikan keperkasaannya karena
tidak
terjadi
kontes.
Makna
kemenangan AS- Inggris pun
semakin hambar, bukan hanya
karena lawan tidak seimbang, tetapi
lebih karena menimbulkan tragedi
bagi masyarakat sipil.
•
Paragraf 12 : Pengaruh Saddam
tampaknya masih diperhitungkan.
Meski keberadaannya tidak jelas,
tetapi roh Saddam seakan terus
mengusik pikiran dan perasaan AS
dan Inggris. Bahkan ada yang
berspekulasi,
Saddam
dan
pengikutnya sedang menarik mundur
untuk konsolidasi.
•
Paragraf 2 : Benteng pertahanan
terakhir kota berpenduduk lima
juta jiwa itu seakan ambruk
sebelum
digempur.
Pasukan
Amerika Serikat menyusup masuk
jauh ke dalam jantung ibu kota
Irak itu praktis tanpa banyak
hambatan.
•
Paragraf 7 : Jauh sebelum perang
pecah, Pemerintah AS dan Inggris
menggambarkan tentang dahsyatnya
ancaman senjata pemusnah missal
Irak. Retorika tentang persenjataan
Irak
mempengaruhi
pikiran
pasukan AS-Inggris dan sebagian
masyarakat internasional.
•
Paragraf 19 : AS bisa saja
mendorong
pembentukan
pemerintahan
transisi
seperti
dilakukan di Afganistan. Namun,
pemerintahan Mohamad Karzai di
Afganistan...
9
Koherensi
•
Paragraf
3 : Meski kejatuhan
Baghdad sudah diramalkan, tetapi
ketika kota itu benar-benar jatuh,
masyarakat dunia tidak mampu
menyembunyikan perasaan kaget
dan terkejut. Baghdad seakan-akan
tidak memiliki sistem pertahanan yang
solid
10
Koherensi Pembeda
•
Paragraf 21 : Luapan pergolakan
Irak tidak hanya memperkeruh
konflik
Israel-Palestina,
tetapi
membawa implikasi luas secara
internasional. Tanda-tandanya sudah
kelihatan…
11
Leksikon
•
Paragraf 1 : Kejatuhan Baghdad…,
membuat masyarakat internasional
tercengang. Tidak sedikit orang
bergumam, mengapa kejatuhan…
•
Paragraf 2 : Benteng pertahanan
terakhir kota berpenduduk lima juta
jiwa itu seakan ambruk sebelum
digempur. Pasukan Amerika Serikat
menyusup masuk jauh ke dalam
jantung ibu kota Irak itu praktis
tanpa banyak hambatan.
•
Paragraf 3 : Meski kejatuhan
Baghdad sudah diramalkan, tetapi
ketika kota itu benar-benar jatuh,
masyarakat dunia tidak mampu
menyembunyikan perasaan kaget
dan terkejut. Baghdad seakan-akan
tidak memiliki sistem pertahanan
yang solid.
•
Paragraf 4 : Setelah Baghdad jatuh,
bagaimana nasib kekuasaan Presiden
Saddam
Hussein?...
pertanyaan
ketimbang jawaban. Prospek Irak
masih penuh teka-teki besar
•
Paragraf 5 : Begitu banyak persoalan
yang terselubung rahasia, yang
semakin menggambarkan pergolakan
di Irak… dipastikan sehingga lebih
menimbulkan kegamangan.
•
Paragraf 6 : Bahkan, pasukan AS
merasa seolah hanya memukul angin
karena tidak berduel dengan pasukan
Irak. Padahal dalam pikiran tentara AS
dan Inggris, gerak maju ke Baghdad
akan mendapat perlawanan sengit
•
Paragraf 7 : Jauh sebelum perang
pecah, Pemerintah AS dan Inggris
menggambarkan tentang dahsyatnya
ancaman senjata pemusnah massal
Irak. Retorika tentang persenjataan…
•
Paragraf 8 : Kekhawatiran tentang
bahaya besar persenjataan Irak dan
mata rantai pertahanan di Baghdad
dan sekitarnya, terlihat pula pada
sikap pasukan AS yang sangat hatihati menyusup masuk. Sekitar tiga
hari, pasukan AS harus melakukan
manuver umpan tarik, meski
pasukan Pengawal Republik sama
sekali tidak terpancing keluar.
•
Paragraf 9 : Pasukan AS dan Inggris
gagal
mempertontonkan
dan
membuktikan
keperkasaannya
karena tidak terjadi kontes. Makna
kemenangan AS- Inggris pun semakin
hambar, bukan hanya karena lawan
•
Paragraf 10 : Cerita tentang bahaya
persenjataan Irak terbukti hanya ilusi,
sekurang-kurangnya...
yang
digembar-gemborkan selama ini
terutama oleh AS dan Inggris.
•
Paragraf 11 : Pasukan AS yang
terkecoh dengan pikirannya sendiri
akhirnya frustrasi tidak menemukan
lawan. Kemarahan pun dilampiaskan
dengan ikut-ikutan merusak patung
Presiden Irak Saddam Hussein....
•
Paragraf 12 : Pengaruh Saddam
tampaknya masih diperhitungkan.
Meski keberadaannya tidak jelas,
tetapi roh Saddam seakan terus
mengusik pikiran... Bahkan ada yang
berspekulasi,
Saddam
dan
pengikutnya sedang menarik mundur
untuk konsolidasi.
•
Paragraf 15 : Irak, misalnya,
kelelahan dalam... sedangkan tahun
1990-1991 menjadi babak belur oleh
gempuran pasukan koalisi PBB
pimpinan AS. Basis kekuatan Irak
menjadi rapuh.
•
Paragraf 16 : Ketika serangan datang,
pemerintahan Saddam ibarat buah
yang sudah membusuk dari dalam,
tiba-tiba jatuh. Semua orang terkagetkaget.
Sekadar
ilustrasi
bisa
dibandingkan dengan riwayat Uni
Soviet.
Ketika
ambruk
awal
dasawarsa
1990-an,
orang
terperangah dan setengah tidak
percaya. Bagaimana mungkin raksasa
yang menakutkan itu bisa ambruk
seketika.
12
Metafora
•
Paragraf 17 : Setelah waktu berjalan,
dunia seakan disadarkan bahwa Uni
Soviet benar-benar tamat sebagai
raksasa yang kehabisan tenaga dan
energi. Tidak ada sisa kekuatan...
•
Paragraf 18 : Tentu masih terlalu
tergesa-gesa... pemerintahan Saddam
akan kembali atau tamat sama sekali.
...Bangsa Irak benar-benar sedang
berada di persimpangan jalan.
•
Paragraf 20 : Tantangan yang
dihadapi memang tidak kecil, bahkan
lebih kompleks ketimbang persoalan
Afganistan. Krisis Irak memiliki
kerawanan tinggi karena sangat dekat
dengan
teater
konflik
IsraelPalestina.
•
Paragraf 21 : Luapan pergolakan
Irak tidak hanya memperkeruh
konflik
Israel-Palestina,
tetapi
membawa implikasi luas secara
internasional. Tanda-tandanya sudah
kelihatan sejak pecah gelombang
protes global...
•
Paragraf 1 : Kejatuhan Baghdad yang
begitu cepat, ... Tidak sedikit orang
bergumam, mengapa kejatuhan kota
yang penuh legenda itu sangat
cepat.
•
Paragraf 9 : Pasukan AS dan Inggris
gagal... bukan hanya karena lawan
tidak seimbang, tetapi lebih karena
menimbulkan
tragedi
bagi
masyarakat sipil.
•
Paragraf 12 : Pengaruh Saddam
tampaknya masih diperhitungkan.
Meski keberadaannya tidak jelas,
tetapi roh Saddam seakan terus
mengusik pikiran dan perasaan AS
dan Inggris.....
•
Paragraf 16 : Ketika serangan datang,
pemerintahan Saddam ibarat buah
yang sudah membusuk dari dalam,
tiba-tiba jatuh. Semua orang terkagetkaget....
•
Paragraf 17 : Setelah waktu berjalan,
dunia seakan disadarkan bahwa Uni
Soviet benar-benar tamat sebagai
raksasa yang kehabisan tenaga dan
energi. Tidak ada sisa kekuatan yang
tertinggal, kecuali kenangan sebuah
nama besar. Uni Soviet hanya
menjadi bagian sejarah masa lalu.
8.b. Hasil Analisis Tajuk Rencana KOMPAS Jum’at, 11-04-2003.
Halaman: 4.
1. Pada Tajuk Rencana tanggal 11 April 2003 yang berjudul Dunia Terus
Bergumam Setelah Baghdad Dinyatakan Jatuh,, bagi penulis menunjukan
element Tematik yang berarti Ketidakpercayaan Dunia atas Kejatuhan
Baghdad Yang Begitu Cepat..
2. Pada Element Skematik model Teun Van Dijk. Secara umum menunjukan
element Skematik mempunyai dua kategori, pertama Summary terdapat
dalam Judul dan Lead, kategori yang kedua adalah Story atau isi Berita
secara keseluruhan.
Pada tajuk rencana Kompas tertulis di atas kedua katergori tersebut
menurut penulis adalah Spekulasi Dunia Terhadap Irak dan Kebohongan
AS atas Kekuatan Militer Irak.
3. Pada Element Latar secara umum terdapat dalam paragraf 7, 10, 15 dan
17. Bagi penulis menunjukan element latar yang berarti Sebelum perang
terjadi, AS telah mencoba meyakinkan kepada dunia internasional bahwa
Irak mempunyai senjata pemusnah massal beserta ancaman dari
dahsyatnya senjata tersebut. Walaupun senjata tersebut tidak ditemukan
AS tetap memborbardir Irak sehingga bisa disamakan oleh sejarah
Unisoviet akan segera tamat, karena Irak telah kelelahan pada 1980-1988
perang dengan Iran, ditambah 1990-1991 digembur oleh pasukan koalisi
PBB pimpinan AS. Maka tidak heran, Irak sekarang seperti Unisovie
dimana kejayaannya telah musnah oleh AS dan sekutunya.
4. Pada Element Detil dalam Tajuk Rencana tanggal 11 April 2003 terdapat
dalam paragraf 2 dan 11. Bagi penulis menunjukan bahwa dalam ketiga
paragraf tersebut element detil yang berarti Tidak adanya perlawanan
yang berarti dari militer Irak sehingga AS dan sekutunya mudah masuk
kedalam Kota Baghdad, serta juga menghancurkan patung Saddam
Husein yang terletak di Kota Baghdad itu karena militer AS terkecoh,
frustasi dan marah karena tidak menemukan lawan di Kota itu.
5. Sedangkan pada Element Maksud secara umum terdapat dalam paragraf
10, 14, dan 16 yang berarti Perkiraan AS bahwa semua pertahanan Irak
terkumpul di Baghdad, maka AS sangat hati-hati dalam menyerang
Baghdad selama 3 hari, AS dan sekutunya melakukan melakukan
serangan umpan tarik, tujuannya untuk terpancingnya pasukan Pengawal
Garda Republik. Namun hal itu tidak terjadi, Baghdad tidak seperti
perkiraan sebelumnya, semua kehebatan Irak akan dikeluarkan. Baghdad
mudah kuasai, tidak ada lawan yang berarti, hanya menimbulkan tragedi
bagi masyarakat sipil, karena pasukan AS dan sekutunya tidak
mendapatkan lawan, patung Saddam Hussein pun dirusak dan dijadikan
sasaran pelampiasan pasukannya AS dan sekutunya.
6. Pada Element Praanggapan ada dalam paragraf 12, 13, 18, 19, dan 21, bagi
penulis element praanggapan yang berarti Banyak pengamat dan
masyarakat dunia beranggapan bahwa Saddam Hussein serta pengikutnya
menarik mundur untuk menyerang AS pada musin panas, karena pada
musin panas suhu bisa mencapai 50 derajat Celcius di gurun, Namun hal
itu bisa terjadi apabila pasukan Saddam Hussein belum habis, jika tamat
maka tidak terjadi, justru bisa berdampak pada dunia serta konflik IsraelPalestina.
7. Pada Element Pengingkaran, terdapat pada paragraf 9 dan 12 ditandai
dengan kalimat tetapi.
8. Pada Element Bentuk Kalimat ada dalam paragraf 2, 7, dan 19 adalah
kalimat Aktif yaitu Pasukan Amerika Serikat menyusup masuk jauh ke
dalam jantung ibu kota Irak itu praktis tanpa banyak hambatan,...
Retorika tentang persenjataan Irak mempengaruhi pikiran pasukan ASInggris dan sebagian masyarakat internasional,... dan AS bisa saja
mendorong pembentukan pemerintahan transisi seperti dilakukan di
Afganistan. Sedangkan kalimat Pasif terdapat pada paragraf 2, Benteng
pertahanan terakhir kota berpenduduk lima juta jiwa itu seakan ambruk
sebelum digempur.
9. Pada Element Koherensi terdapat pada paragraf 3 ditandai dengan kalimat
tetapi dan ketika.
10. Pada Element Koherensi Pembeda terdapat pada paragraf 21 ditandai
dengan kalimat Luapan pergolakan Irak tidak hanya memperkeruh konflik
Israel-Palestina, tetapi membawa implikasi luas secara internasional
11. Pada Element Leksikon dalam Tajuk Rencana Kompas tanggal 11 April
2003 terdapat dalam paragraf 1, 2, 3,4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 15, 16,
17, 18, 20, dan 21. Bagi penulis element Leksikon itu adalah Tercengang,
bergumam, benteng pertahanan, ambruk sebelum digempur, menyusup,
jantung ibu kota, hambatan, diramalkan, menyembunyikan perasaan kaget
dan terkejut, nasib kekuasaan, prospek Irak masih penuh teka-teki,
terselubung rahasia, pergolakan, kegamangan, memukul angin, berduel,
perlawanan sengit, perang pecah, dahsyatnya ancaman, retorika, mata
rantai,, manuver umpan tarik, terpancing, mempertontonkan,
keperkasaannya, kontes, hambar, ilusi, digembar-gemborkan, terkecoh,
frustasi, dilampiaskan, roh saddam, berspekulasi, konsolidasi, kelelahan,
babak belur, gempuran, rapuh, ibarat buah, membusuk, ambruk,
terpengarah, raksasa yang menakutkan, tamat sebagai raksasa, kehabisan
tenaga dan energi, tamat, persimpangan jalan, kompleks ketimbang,
kerawanan, teater konflik, luapan pergolakan, memperkeruh, dan,
implikasi.
12. Pada Element Metafora dalam Tajuk Rencana tanggal 11 April 2003
terdapat dalam paragraf 1, 9, 12 dan 17. Bagi penulis element Metafora itu
adalah Kejatuhan kota yang penuh legenda itu sangat cepat,...
menimbulkan tragedi bagi masyarakat sipil,... tetapi roh Saddam seakan
terus mengusik,... Saddam ibarat buah yang sudah membusuk dari
dalam,... Uni Soviet benar-benar tamat sebagai raksasa,.. dan Uni Soviet
hanya menjadi bagian sejarah masa lalu.
Jelas terlihat penulis memandang dari tajuk rencana kompas tanggal 21
Maret 2003 bahwa Kompas menilai sikap kecewa dunia terhadap penyerangan AS
ke Irak dan AS tidak mengindahkan suara dunia atas serangan AS ke
Irak.
Padahal PBB sudah mengirimkan tim inspeksinya ke Irak dan tidak ditemukan
sama sekali senjata pemusnah massal yang dituduhkan oleh AS. Melihat PBB
tidak dapat berkutik menghentikan AS, Kompas memberikan pandangannya pada
tanggal 22 Maret 2003, walaupun PBB sudah berusaha sebisa mungkin untuk
mencegah serangan tersebut, namun PBB hanya bisa menarik ulur waktu
penyerangan yang dilakukan AS tersebut. Sudah diperkiraan akibat PBB tidak
bisa menghentikan serangan tersebut, maka perang pun membuat dampak kepada
dunia.
Kompas pada tanggal 24 Maret 2008 melihat masyarakat dunia melakukan
demonstrasi besar-besaran untuk segera menghentikan serangan tersebut ke Irak,
Kompas berusaha mencoba dan merasakan penderitaan yang akan dialami
masyarakat Irak atas perang tersebut dengan adanya korban jiwa yang cukup
banyak. Setelah beberapa hari AS tidak mengindahkan permintaan dunia, pada
tajuk rencana tanggal 28 Maret 2008, Kompas memberikan praanggapan Rezim
Saddam harus dijatuhkan karena dianggap sebagai penghalang utama bagi AS
untuk masuk ke dalam eksploitasi minyak Irak sebagai bisnis menggiurkan.
Kandungan minyak Irak disebut-sebut 115 milyar barrel, yang merupakan sumber
minyak nomor dua terbesar dunia setelah Arab Saudi. Karena tidak mungkin AS
menyerang Irak dengan dana 100 milyar dollar AS untuk membiayai perang,
hanya sia-sia tanpa mendapatkan ganti yang lebih besar.
Terlepas dari persoalan minyak, pada tajuk rencana tanggal 05 April 2003
Kompas memandang AS terlalu berlebihan menyerang Irak. Dengan dukungan
dari lebih 20 negara, dan Irak hanya mempunyai senjata sisa perang, ditambah
lagi embargo yang telah dialami. Sudah dapat diyakini bahwa Irak akan hancur
penembakan lebih dari 700 rudal jelajah, lebih dari 9.000 bom presisi, dan bom
jatuh bebas yang masing-masing berukuran 200-an kilogram. Bisa terbayangkan
akan terjadi korban jiwa baik militer maupun sipil yang sangat banyak, serta
kehancuran kota tidak terelakan lagi, juga penderitaan psikologis dari rakyat sipil
yang tak berdosa. Disini Kompas mencoba menggugah nurani pembaca dengan
kenyataan yang ada dilapangan.
Walaupun demonstrasi telah dilakukan, senjata pemusnah massal sampai
hari ke 16 tidak ditemukan sama, sekali lobi-lobi politik telah dilakukan oleh
pemimpin-pemimpin dunia dan Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk
menekan
AS agar
segera menghentikan serangan tersebut,
AS tidak
mengindahkan hal itu. Kompas menuliskannya pada tajuk rencana tanggal 07
April 2003. hal ini penulis menilai bahwa Kompas ikut bagian dari penentangan
serangan tersebut, dengan adanya demonstrasi dilakukan masyarakat dunia setiap
hari agar serangan berhenti.
Namun Bush dan Toni Blair justru bertemu untuk membahas Irak pasca
perang, Perlu diulang di sini bahwa PM Inggris ini ngotot terus mendukung Bush,
meski sebagian rakyat besar Inggris dan Amerika menentang keras pemberian
dukungan tersebut. Kompas menilai bahwa masyarkat pengagresor pun menolak,
secara tidak langsung bisa disimpulkan bahwa Dalam bahasa Penasihat Keamanan
Nasional Condoleezza Rice, yang akan memegang peran dalam pembangunan
kembali Irak itu adalah hak negara yang telah mengorbankan jiwa dan meneteskan
darah untuk membebaskannya. Maksudnya tentu saja AS dan Inggris serta sekutu
lain yang ambil bagian dalam Perang Irak. hal ini dituliskan Kompas pada tajuk
rencana tanggal 09 April 2003.
Akhirnya pada tanggal 11 April 2003 Kompas dan dunia dikejutkan dengan
jatuhnya kota Baghdad yang begitu cepat, karena bisa dilihat bahwa Irak
mempunyai pasukan Garda Republik yang cukup mahir untuk berperang dalam
kota, karena Jauh sebelum perang pecah, Pemerintah AS dan Inggris
menggambarkan tentang dahsyatnya ancaman senjata pemusnah missal Irak.
Retorika tentang persenjataan Irak mempengaruhi pikiran pasukan AS-Inggris dan
sebagian masyarakat internasional. Bisa dilihat kenyataan tidak demikan, maka
Kompas memandang bahwa makna kemenangan AS – Inggris pun semakin
hambar, bukan hanya karena lawan tidak seimbang, tetapi lebih karena
menimbulkan tragedi bagi masyarakat sipil.
B. Analisis Kognisi Sosial Tajuk Rencana Kompas Tentang Perang Irak 2003
Setiap teks, termasuk teks (tajuk rencana) pada dasarnya dihasilkan lewat
kesadaran, pengetahuan, prasangka, atau pengetahuan tertentu atas suatu
peristiwa. Maka, dalam kerangka analisis wacana van Dijk ditawarkan penelitian
mengenai kognisi sosial. Untuk mengetahui hal tersebut, maka diperlukan
wawancara mendalam kepada penulis teks tersebut.
Dalam wawancara yang penulis lakukan pada 10 Maret 2007, pukul 23.00
WIB, terhadap penulis tajuk rencana internasional perang Irak 2003, Pieter P.
Gero, penulis menemukan beberapa jawaban tentang pandangan terhadap
persoalan invasi AS ke Irak. Pandangan inilah yang menentukan fakta apa yang
dipilih untuk ditulis dan dengan cara apa fakta tersebut dapat dipahami.
Sebagaimana diungkapkan menurut Kepala Bagian Internasioanl, Pieter P.
Gero :
“...Tajuk rencana perang Irak adalah tajuk rencana yang menceritakan
pembelaaan terhadap yang lemah, membela yang tertindas dan sedang di
intimidasi dalam hal ini Irak. tampil dengan elegan, tidak mendikte, tidak vulgar,
mencarikan jalan keluar, jadi bahasanya santun. Tidak berpihak pada kelompok
atau golongan, tapi kita lebih ke visi misi yaitu membela orang kecil, kaum
lemah, kaum tertindas, yang diambil haknya. Dan ini sesuai dengan amanat hati
nurani rakyat. Dan tajuk rencana kami menitik beratkan seperti itu. Bisa kita lihat
seperti Irak, negara lemah, udah pernah dikasih sanksi oleh PBB, diisolasi dari
Dunia, sisi lain yang menyerang negara adidaya. Terus ada kaitannya dengan
negara sesama muslim,. Tapi yang intinya bahwa Irak negara merdeka, negara
kecil.”49
Oleh karena itu, tajuk rencana perang Irak dibuat, karena menurut Pieter P.
Gero :
“... Untuk menggambarkan kepedulian dan kepekaan terhadap perang Irak,
Pieter P. Gero mengangkat topik betapa arogannya AS terhadap Irak, karena
49
Pieter P. Gero, Kepala Bagian Internasional Kompas, Wawancara Pribadi, Jakarta,
10 Maret 2008.
ambisi yang tidak menguntungkan, yang berakibat penderitaan terjadi di Irak,
terjadi korban kemanusiaan yang sangat banyak, belum lagi korban kejiwaan dan
hancurnya saran infrastuktur di Irak. Misalnya dengan Gempuran peluru kendali
(rudal) dan bom berhari-hari terhadap ibu kota Irak, Baghdad, dramatis sekaligus
mengenaskan. Serangan itu membuat bola-bola api, kerusakan gedung pusat
kediaman dan pemerintahan Presiden Saddam Hussein. Biarpun menggunakan
rudal canggih dan sasaran pun terpilih bukan permukiman penduduk, akhirnya
jatuh pula korban tewas dan luka, penduduk sipil....50
Menurut pandangan Pieter P. Gero “...Karena apapun juga sebagai sesama
bangsa kita tetap mempunyai rasa kemanusiaan, kita harus membela yang
tertindas dan sedang di intimidasi dalam hal ini Irak, bisa dilihat bahwa Irak
negara merdeka, negara kecil, dimanapun juga kita menolak apapun alasan perang
itu. Dan kita minta kepada orang berkuasa seperti Camat, Lurah, Presiden. Jangan
menindas yang lemah, berikan keadilan yang semestinya. Hal ini yang bisa kita
ambil hikmah dari perang Irak. Karena media adalah mediator...”51
Melihat hal tersebut, Kompas pada umumnya dalam penyajian tajuk rencana
perang Irak mengangkat topik tragedi kemanusiaan atas perang, yang
digabungkan dengan peneritaan dan dasyatnya serangan tersebut ke Irak. dalam
arti penekanan bahwa perang adalah sesuatu yang tidak di inginkan oleh semua
pihak dimanapun.
C.
Analisis
Konteks
Sosial
Tajuk
Rencana
Kompas
Tentang
Perang Irak 2003.
Dalam pandangan ini, van Dijk menyatakan bahwa wacana yang terdapat
dalam sebuah teks adalah bagian dari wacana yang berkembang dalam
masyarakat, sehingga untuk meneliti teks tersebut, perlu mengetahui bagaimana
wacana tersebut diproduksi dalam masyarakat. Lebih jauh, konteks sosial itu
dihubungkan dengan pengetahuan yang berkembang dalam masyarakat atas suatu
wacana.
50
51
Ibid.
Ibid.
Wacana yang diangkat dalam tajuk rencana Kompas adalah perang Irak. Jika
dibuat rumusan, konteks sosial dalam hal ini adalah menjawab pertanyaan
bagaimana wacana mengenai banjir jakara dan sekitarnya berkembang dalam
masyarakat?
Untuk menjawab hal tersebut, penulis mengadakan penelusuran di media
elektronik, yaitu Internet, tentang pemberitaan opini invasi AS ke Irak tahun 2003.
dalam hal ini, surat kabar yang penulis teliti adalah Kompas, Suara Pembaharuan
dan Website dalam Internet adalah www.Google.Co.Id.
Ratusan ribu orang di penjuru dunia berunjuk rasa menentang perang di Irak.
Pengunjuk rasa di berbagai tempat termasuk London, Barcelona, Paris, Lyon,
Bern, Jenewa, Nikosia dan San Fransisco mengungkapkan kemarahannya
terhadap konflik baru di Timur Tengah. Di ibukota Yunani, Athena lebih dari 100
ribu orang turun ke jalan. Kota-kota besar Italia dan ibukota Mesir, Kairo juga
menjadi saksi unjuk rasa besar-besaran. Di Amerika Serikat beberapa ratus orang
bergabung dengan pengunjuk rasa di luar Gedung Putih di Washington.Puluhan
pengunjuk rasa ditangkap saat berunjuk rasa di New York dan Los Angeles.
Warga kota-kota Australia di Sidney dan Melbourne memulai unjuk rasanya
sesaat AS melancarkan serangan perdananya.52
Ribuan pendukung dari Partai Keadilan dan Partai Keadilan Sejahtera sejak
pukul 13.00 WIB hingga kini mulai berKumpul di depan Kedubes AS di Jakarta,
Kamis. Massa yang datang dari berbagai arah tersebut tampak mengenakan
berbagai atribut dan bendera PK dan PK Sejahtera, Bendera Merah Putih, serta
52
“Demonstrasi Besar Tentang Perang Irak”, artikel diakses pada 25 Maret 2008 dari
http://www.pintunet.com/lihat_opini.php?pg=2003/03/21032003/12599.
sejumlah spanduk yang bertuliskan penentangan terhadap serangan AS ke Irak.
Diperkirakan jumlah massa akan bertambah sebab sebelumnya Ketua Umum PK
Sejahtera Almuzammil Yusuf mengatakan, aksi kali ini akan diikuti sedikitnya 60
ribu orang. Menurut dia, selain dari PK dan PK Sejahtera, akan bergabung pula
massa dari sejumlah ormas yang tergabung dalam "Forum Lintas Masyarakat Anti
Perang" yang terdiri dari GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Katolik,
Masyarakat AntiPerang, GMNI dan Garda Muda Merah Putih. Pengerahan massa
untuk aksi di kedubes AS merupakan hasil pertemuan forum tersebut di kantor
DPP PK, Rabu (19/3). Rencananya, sejumlah delegasi akan menemui Dubes AS
Ralph L Boyce untuk menyampaikan pernyataan yang intinya meminta AS
mengentikan perang.53
Meletusnya perang Irak ternyata memberikan kepastian bagi para investor
dunia. Jika selama ini para investor banyak yang menanam modal dengan
membeli emas, setelah perang pecah permintaan emas justru turun karena para
investor sudah kembali pada bentuk investasi semula dengan berburu saham di
berbagai bursa. Menurunnya harga emas dunia, menurut Herry Setyawan,
Portofolio Manager di Pacific 2000, bersifat sementara karena bagaimana pun
investor masih menunggu lamanya perang berlangsung.54
Sejak perang Irak meletus Kamis (20/3) pekan silam, sejumlah portal berita
di seantero jagad maya kebanjiran pengunjung. Berdasar data yang dihimpun
Comscore Media Metrix, ada 15 portal ternama dunia yang mengalami lonjakan
pengunjung hingga 40 persen sejak genderang perang ditabuh AS pekan lalu.
53
“Demo anti-perang”, artikel
diakses
pada
http://www.gatra.com/2003-03-20/artikel.php?id=26460
54
“Harga Emas Turun”, artikel diakses pada
http://64.203.71.11/kompas-cetak/0303/22/jateng/201621.htm.
25
Maret
2008
dari
25
Maret
2008
dari
Lonjakan jumlah pengeklik situs berita di mancanegara sudah terjadi sejak tragedi
11 September lalu. Portal berita BBC News Online sendiri sudah menyiapkan
layanan sedemikian rupa sehingga bisa diakses oleh pengunjung yang jumlahnya
sepuluh kali lipat sejak tragedi tersebut.Portal berita lain tak kalah dibanjiri
mereka yang ingin mencari informasi ihwal perang Irak. Katakan saja CNN,
Reuters, AFP, AP, ABC, MSNBC atau portal berita Irak sendiri, Bukan hanya
situs berita saja yang dibanjiri pengunjung. Situs milik pemerintah AS tidak kalah
peminat. Bedanya, para pengunjung website ini tidak sekadar melihat
perkembangan perang Irak, melainkan mencari informasi bagaimana menghadapi
serangan musuh atau teroris tiba-tiba. Dunia maya dianggap lebih cepat diakses
dan memberi informasi lebih aktual dibanding dengan televisi, radio bahkan juga
surat kabar. Tidak kalah dengan pengakses Internet di luar negeri, para
”pengamat” perang Irak di sini cukup gencar mengeklik berita seputar perang di
banyak portal berita lokal maupun internasional. Nanang, seorang mahasiswa
semester akhir Universitas Indonesia (UI), mengaku banyak menghabiskan
waktunya di warung Internet (warnet) dekat kampus sejak perang Irak berkobar.55
55
“Perang Irak Ikut “Memborbardir” Portal Berita”, artikel diakses pada 25 Maret 2008
dari www.sinarharapan.co.id/berita/0303/27/ipt01.html - 25k
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Setelah penulis menjelaskan, menganalisa, dan mengkritisi permasalahanpermasalahan yang telah dikemukakan pada bab-bab sebelumnya, maka penulis
menarik beberapa kesimpulan sebagaimana berikut :
1. Susunan tersebut jika dianalisis berdasarkan elemen Teun Van Dijk,
terbagi menjadi 15 element, ada Tematik, Skematik, Detil, Maksud, Latar,
Praanggapan dan lain-lain. Dari keseluruhan isi dari tajuk rencana tersebut,
pembaca diminta menilai dan menyimpulkan sendiri, Kompas tidak mau
terjebak dalam kesimpulannya sendiri dalam setiap tajuk rencananya. Bisa
dilihat dari sering munculnya penggunaan kata ganti, metafora atau gaya
bahasa tertentu menjadi elemen penguat dalam memberikan tajuk tencana,
misalnya Kompas banyak menggunakan elemen Maksud, Kata Ganti dan
Leksikon sebagai penekanan dalam tajuk rencananya, Kompas juga
mengupayakan pembaca ikut menyepakati pandangan Kompas dan tidak
sedikit pula Kompas memakai gaya bahasa yang dapat menimbulkan
emosi oleh pembacanya, mengajak pembaca secara langsung maupun
tidak langsung untuk menolak Perang, apapun alasannya oleh karena itu
Kompas menyerahkan keimpulan tersebut kepada pembaca.
2. Berdasarkan judul, dari tajuk rencana Kompas dari tanggal 21 Maret 2003
sampai dengan 11 April 2003, sangat jelas bahwa Kompas mengecam
serangan AS beserta pasukan koalisinya, dan tidak menginginkan adanya
perang,karena perangpun akan menimbulkan korban jiwa yang cukup
banyak PBB pun dipertanyakan peranannnya karena PBB tidak dapat
menghentikan terjadinya perang tersebut.
Wacana Kompas tentang perang Irak , bahwa perang Irak sangatlah tidak
diinginkan oleh semua pihak, karena perang akan menimbulkan tragedi
kemanusiaan baru di dunia. Belum lagi ditambah dampak infrastrukur,
bangunan sejarah yang porak-poranda akibat perang. Penyiksaan yang
berkepanjangan terhadap warga sipil akibat hancurnya sarana air bersih
serta makanan yang tidak menentu. Belum lagi stabiltias negara setelah
perang,
milisi-milisi
Irak
pun
akan
terus
bermunculan
demi
mempertahankan Negara Irak, dan korban akan terus berjatuhan akibat
bom dijalanan yang sasarannya adalah tentara penjajah, namun justru yang
menjadi korban adalah warga sipil tak berdosa. Maka Kompas dengan
tajuk rencanannya menentang perang yang bergulir di Irak.
B. Saran- Saran
Adapun saran-saran yang dapat penulis berikan adalah :
1. Azas fair and balance yang menjadi kaidah jurnalistik dan coba diterapkan
oleh Kompas hendaknya jangan sekedar menjadi masalah proporsi atau
kuantitas dalam tajuk rencana saja, akan tetapi juga dalam pengertian yang
sesungguhnya, yaitu harus dengan mempertimbangakan berbagai aspek
pendukung sehingga pandangan Kompas tidak bias dan tidak hanya
membahas tentang elemen kemanusiaan saja. Misalkan informasi
pencarian fakta, juga bisa dikaitkan dengan aturan-aturan dunia, dalam hal
ini undang-undang yang ada dalam PBB.
2. Sebaiknya Kompas juga memberikan suatu informasi yang lugas, tegas,
tidak disembunyikan apa yang sebenarnya terjadi dalam kenyataan. Juga
memberikan suatu pandangan harusnya mencari rujukan yang cukup luas
dalam hal sejarah suatu peristiwa maupun latar belakang suatu peristiwa.
Karena surat kabar dalam hal ini
Kompas adalah media yang ikut
bertanggung jawab dalam mencerdaskan bangsa.
Demikianlah kesimpulan dan saran-saran yang dapat penulis sampaikan,
dengan rasa kerendahan hati penulis berharap apa yang telah penulis sajikan
kiranya dapat menambah wawasan pengetahuan kita bersama mengenai Analisis
Wacana Tajuk Rencana Kompas Tentang Perang Irak.
DAFTAR PUSTAKA
Assegaff, Djafar H. Jurnalistik Masa Kini Pengantar Ke Praktek Kewartawanan
,(Jakarta : Ghalia Indonesia,1983).
Berger, Peter L. dan Thomas Luckmann, Tafsir Sosial Atas Kenyataan : Risalah
tentang sosiologi pengetahuan, Penerjemah Hasan Basari, (Jakarta :
LP3ES, 1990).
Departemen Pendidikan Nasional (DEPDIKNAS), Kamus Besar Bahasa
Indonesia . Jakarta: Balai Pustaka,2003.
Djuroto,Totok. Drs, M.Si. MANAJEMEN PENERBITAN PERS. Bandung :PT.
Remaja Rosdakarya,2002.
Effendy, Onong Uchjana. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung : Remaja
Rosdakarya,2001.
Eriyanto, Analisis Wacana, Pengantar Analisis Teks Media, Yogyakarta: LkiS
,2006.
Gero, Pieter P. Kepala Bagian Internasional Kompas, Wawancara Pribadi,
Jakarta, 10 Maret 2008.
Gunadi, Y.S dan Herfan, Djiny, ed. Himpunan Istilah Komunikasi. Jakarta:
Grasindo,1998.
Hiban, Hasanudin Ibnu. Drs. Artikel INDUSTRI KORAN DAN MAJALAH DI
INDONESIA.2006.
Husaini, Adian, M.A. JIHAD OSAMA VERSUS AMERIKA. Jakarta: Gema
Insani Press, 2001.
----“Invasi Irak 2003”.http://id.Wikipedia.org/.diakses data diambil pada 8
September 2007.
----“Demonstrasi
Besar
Tentang
Perang
Irak”.
artikel
http://www.pintunet.com/lihat_opini.php?pg=2003/03/21032003.
diakses pada 25 Maret 2008.
----“Demo
anti-perang”.
http://www.gatra.com/2003-03-
20/artikel.php?id=26460. artikel diakses pada 25 Maret 2008.
----“Harga
Emas
Turun”,
http://64.203.71.11/kompas-
cetak/0303/22/jateng/201621.htm. artikel diakses pada 25 Maret 2008.
----“Perang
Irak
Ikut
“Memborbardir”
Portal
Berita”.
www.sinarharapan.co.id/berita/0303/27/ipt01.html - 25k .artikel diakses
pada 25 Maret 2008.
Junaedhie,Kurniawan.
“Rahasia
Dapur
Majalah
di
Indonesia”.
Jakarta: Gramedia,1995.
Kridalaksana,Harimukti, ed.. Leksikon Komunikasi. Jakarta : PT.Pradnya
Paramita, Jakarta,1984.
Kompas, Penelitian dan Pengembangan, data diambil pada 3 Januari 2008.
Marahimin,Ismail. Menulis secara Populer. Jakarta: Pustaka Jaya,1994.
McQuail, Denis. Teori Komunikasi Masssa : Suatu Pengantar. Jakarta :
Erlangga,1996.
Muis, A. "Kontorversi Sekitar Kebebasan Pers : Bunga Rampai Masalah
komunikasi, Jurnalistik”. Jakarta : PT.Mario Grafika,1996.
Organisasi,Sruktur, Kompas, 8 Maret 2008, h. 1, 6, dan 15.
Rahmat,Jalaludin Metode Penelitian Komunikasi, Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, 1999.
Rivers, L William, Bryce Mc Intyre, dan Alison Work.Editorial Penyunting Dedy
Djamaluddin Malik, (PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 1994,) h. 5
Sobur, Alex. Analisis Teks Media. Bandung: Remaja Rosda Karya, 2001.
Suhandang, Kustandi. Pengantar Jurnalisitk Seputar Organisasi,Produk, dan
Kode Etik.Bandung: Nuansa,2004.
Taher, Elza.P.
“DEMOKRASI POLITIK, BUDAYA DAN EKONOMI,
Pengalaman Indonesia Masa Orde Baru”. Jakarta: Yayasan Wakaf
Paramadina, 1994.
LAMPIRAN - LAMPIRAN
HASIL WAWANCARA
P : Bagaimana kebijakan redaksi Kompas dalam penulisan tajuk rencana ?
J : Kita mengangkat tajuk rencana berdasarkan isu yang terpenting yang sangat
mencolok, kemudian diangkat Kompas sebagai hal yang penting lalu disoroti
untuk melihat duduk persoalan yang sebenarnya, untuk memperjelas persoalan,
bisa juga untuk menggugah pikiran masyarakat atau pandangan masyarakat bagi
suatu upaya perbaikan dalam negeri maupun internasional.
P : Bagaimana Kompas memandang masalah hubungan Internasional
Khususnya masalah Invasi AS ke Irak ?
J : Kalau kita kan koran nasional, biasanya sejalan dengan kebijakan pemerintah.
Masalah invasi Amerika ke Irak, dilihat dari kata invasi saja, kita tidak setuju.
Kita juga sebagai bangsa Indonesia, tidak setuju invasi AS itu ke Irak.hal ini
sama saja menjajah atau menduduki kedaulatan negara lain. Kita dalam
pemberitaannya juga memperhatikan, paling tidak kita juga menentang invasi
itu.
P : Lalu bagaimana kompas sendiri menjaga keobjektivitasan Tajuk rencana
yang dibuat?
J : Pasti dalam ini. Sesuai dengan keadaan invasi Amerika ke Irak ini tidak benar,
tidak sesuai tata pergaulan Internasional. Dalam keobjektivitasan tajuk
rencana pasti tidak jauh dari situ. Bahasa tajuk rencana Kompas menggunakan
bahasa yang lebih arif, tidak vulgar, diberikan dalam konteks memberikan
masukan, memberikan jalan keluar. Nah, objektivitasnya dikaitkan kesitu.
Tapi intinya menentang invasi itu.
P : Apa yang melatar belakangi penulisan tajuk rencana tentang Irak?
J : Pertama jelas terlihat tragedi kemanusiaan terjadi di Irak dengan terbunuhnya
masyarakat sipil yang tidak berdosa, juga yang kedua adalah sikap arogan AS
terhadap penyerangan Irak, yang melibatkan banyak negara. Dan atas ketidak
berdayaan PBB terhadap AS. Bisa dibilang AS nekat karena tidak ikut aturan
PBB dan desakan masyarakat dunia.
P : Bagaimana kompas menentukan topik penulisan tajuk rencana, seperti
dari judul kedelapan tajuk rencana ini?
J : Jadi pada intinya yang nulis itu ada timnya. Kurang lebih ada lima sampai
sepuluh orang, tapi intinya ada lima. Intinya pimpinan dibagian meja tengah
redaksi itu. Seperti Pak Jacoeb pun masih tetap menulis, inikan kamu
mengambil yang lama, paragrafnya banyak. Sekarang lebih sedikit, tajuk
rencana ada dua kan, Nasional dan Internasional. Nah, disitu ditentukan siapa
yang mau Nasional dan Internasional ?. Lalu dalam tim mendiskusikan, siapa
yang mau Internasional. Setelah ditentukan topik masalah yang lagi beredar,
seperti Irak. Dibahas dulu dalam rapat redaksi, agak santai yang isinya
Amerika tidak berlaku adil, penjahat kemanusiaan, mengindahkan kecaman
dunia, dan setelah itu baru ditulis. Ada Pak Rikard, Pak Nino, Pak Trias dan
lain-lain. Lalu kami salah satu menulis dengan kesepakatan yang tadi dibahas
dalam rapat santai tadi, setelah udah jadi. Nanti ada yang membaca lagi, dan
didiskusikan lagi. Kira-kira sampai dua sampai tiga kali pengeditan. Tapi
semua itu ditentukan berdasarkan kolektif, biasanya kalau Internasional lebih
banyak berkompromi dulu, karena lebih pelik.
P : Bagaimana kompas sendiri dalam mengemas Tajuk rencana khususnya
mengenai invasi AS ke Irak sepeti pemakaian kata ganti, seperti kita,
mereka, kami?
J : Pada intinya Kompas ini dalam menggunakan kata ganti ini, kita menunjukan
bahwa Kompas berada dalam pandangan masyarakat. Karena ini masalah
bersama .Kompas lebih konservatif, Kompas mengajak semua sama-sama
memikirkan dan prihatin. Dalam Irak ini jelas satu dunia tidak setuju. Kita
lihat Irak adalah Negara Islam, dan Indonesia juga bependuduk Islam
terbanyak di Dunia sampai 80% lebih. Nah itu kita musti menjadikan Kompas
berada dalam pihak mayoritas, walaupun kita tidak mengaitkan dengan agama.
Tapi tetap hal itu diperhatikan, dan menggunakan kata ganti ciri khas dari
Kompas dalam penulisan tajuk rencana, sekalipun tidak semua. Tapi pada
umumnya pakai kata ganti . Hal itu karena kebiasaan dari pimpinan dari dulu
seperti itu, kayaknya indah dan pas seperti jiwanya Kompas. Kita kan tidak
bisa bohong, karena sudah menjadi trademark / ciri khas. Sesuai dengan
jiwanya kompas, yang low profile dan suka merendah (tertawa).
P : Terkait dengan Tajuk Rencana Tanggal 28-03-2003, dengan Judul
Kemenangan Apa Hendak Diraih AS Atas Perang Di Irak Mengapa terjadi
perbedaan alur Maksud yang saling bertolak belakang Antara Paragraf
15, 16 dengan Paragraf 17 ?
J : Ini kan kalau saya lihat, kita mengambil Informasi dari AP,AFT, BBC Reuters
dan lain-lain. Disitu muncul praanggapan yang ada di paragraf 15, 16 ini.
Dalam keluarnya biaya 100 milyar dollar AS untuk menyerang dan terdapat
115 barrel cadangan minyak Irak. Pasti AS menuntut uang kembali, ini
berdasarkan analisa dan ditulis. Dan ternyata berdasarkan analisa Kompas
masuk akal akan hal ini, kemudian kita tulislah. Namun, disatu sisi tidak
semata-mata motifnya minyak karena AS pada dasarnya punya cadangan
minyak bawah tanah itu, apalagi AS mengabaikan PBB dan masyarakat dunia
yang buat AS dipandang buruk. Yang bisa menjatuhkan citra AS di mata
dunia maka tidak mungkin kerena minyak, resikonya besar Jadi perkiraan
paragraf 15, 16 dimentahkan di paragraf 17. Nah , disini terlihat, lalu apa
sebenarnya motif serangan tersebut. Apakah terkait dengan terorisme 11
september, Saddam Hussein kan bagian yang memback-up ,begitu kira-kira.
Nah ditajuk rencana ini dipertanyakan, minyak punya, masa sih cuma karena
minyak Amerika berani nekat. Hanya sampai perang selesai sampai saat ini
tidak terjawab semua, yang bisa jawab cuma ada di benaknya Bush dan
Cheney. Nah orang-orang memperkirakan minyak karena melihat Dick
Cheney
( Wakil Presiden ) ini juragan minyak di Texas. Disitu opini timbul.
Kira-kira begitu.
P : Apakah bisa dilatar belakangi atas dendam Bapak George W. Bush,
Yaitu George Bush atas Saddam peristiwa penyerangan Irak ke Kuwait?
J : Kalau kembali ke soal tajuk ini, dengan ada pertanyaan ini. Mungkin bisa
jadi., tapi perang belum selesai. Hanya kalau dilihat-lihat AS dengan masalah
Irak menurut pandangan saya Irak ini kayak duri dalam daging, karena saya
ketika dikuwait penulis tajuk rencana internasional tentang kuwait ketika itu,
Irak menyerang Kuwait tidak sukses, Irak menyerang Iran digagalkan oleh
AS, itu dulu zaman bapaknya. Dan sekarang AS dipermalukan lagi dengan
serangan 11 September. Mungkin bagi AS Negara Irak sulit dikendalikan
selama Saddam Hussein masih berkuasa, diseranglah dengan alasan terorisme.
P : Kalau menurut anda, idealnya sebuah media dalam menyampaikan
Sebuah tajuk rencana seperti apa?
J : Idealnya seperti Kompas, kita kan selain konservatif kita juga media Nasional.
Tidak berpihak pada kelompok atau golongan, tapi kita lebih ke visi misi yaitu
membela orang kecil, kaum lemah, kaum tertindas, yang diambil haknya. Dan
ini sesuai dengan amanat hati nurani rakyat. Dan tajuk rencana kami menitik
beratkan seperti itu. Bisa kita lihat seperti Irak, negara lemah, udah pernah
dikasih sanksi oleh PBB, diisolasi dari Dunia, sisi lain yang menyerang negara
adidaya. Terus ada kaitannya dengan negara sesama muslim,. Tapi yang
intinya bahwa Irak negara merdeka, negara kecil, dizholimi, nah dalam tajuk
rencana hal pokok ini yang iambil, namun bahasa jangan terlalu ekstrim
seperti ganyang Amerika, matilu Amerika. Wah itu tidak bisa, karena Kompas
tampil dengan elegan, tidak mendikte, tidak vulgar, mencarikan jalan keluar,
jadi bahasanya santun.
P : Bagaimana sikap anda tentang tuduhan AS terhadap Irak yang tidak
terbukti sampai saat ini ?
J : Yang saya bilang tadi, namanya AS dia biasanya menggunakan loby untuk
mendapatkan legitimasi. Menggunakan isu yang bisa mengancam negara atau
dunia, kayak senjata Irak bisa sampai Israel dan Eropa. Walaupun tidak
terbukti, tapi itulah alasan dia. Disatu sisi karena dia negara adidaya, otomatis
negara lain akan cenderung mengikuti.
P: Apakah menurut anda AS gagal untuk memberikan kedamaian di Irak,
yang pernah dijanjikan AS ?
J : Kalau dari tahun 2003 sampai dengan 2008 bisa dikatakan gagal, sekalipun
juga ada pendapat hal ini dilakukan secara paksa untuk diterapkan di Irak.
Karena sistem Timur Tengah biasanya menggunakan Khalifah, AS melihat hal
ini tidak demokratis. Namun di Irak hal itu demokratis, nah tergantung
masing-masing memandang. Tapi AS datang suku Syiah dan Kurdi senang,
karena bisa bebas seperti menghirup udara segar. Tapi itulah dia, tidak
segampang membalikan telapak tangan. Coba lihat AS seperti ini kan sampai
ratusan tahun. Kira- kira gitu, gagal dan tidak gampang.
P : Menurut anda, apa yang menyebabkan banyaknya konflik di Irak
pascaperang ini, seperti terjadinya Bom bunuh diri, penembakan dan
lain-lain?
J : Saddam Hussein sudah puluhan tahun berkuasa, dan orang-orangnya sudah
mengakar. Begitu digugat orang pun pasti berontak, bisa jadi karena sukusuku itu, Partai Bath (Partainya Saddam Hussein), pasukan loyalis Saddam,
suku Syiah bisa juga karena melihat ada orang asing datang maka Syiah
berbuat, namun Syiah yang telah terkontaminasi” seperti Taliban atau AlQaidah. Karena dua kelompok ini benci sama AS, dan Syiah ini juga dibantu
oleh Iran, karena Iran Syiah. Dan ada kaitan filosofis agama, Jihad.
P : Siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas situasi ini ?
J : Ya kelompok-kelompok itu, Al- Qaidah, Taliban dan Kelompok Saddam.
Namun kalau lihat secara detil agak susah, karena ketika bom bunuh diri
terjadi, buktipun terputus. Susah untuk menilai yang sangat pasti.
P : Apakah seharusnya PBB dilibatkan dalam pemulihan yang tak kunjung
damai ini ?
J: Karena awalnya PBB sudah dilecehkan, agak susah. Tapi kalau AS sudah
angkat kaki, PBB harus datang. Makanya tergantung Amerika, nah kalau
Partai Demokrat menang dan menarik mundur pasukannya, PBB harus masuk.
Karena bisa kacau balau nantinya. Namun itu pekerjaan yang sangat sulit,
harus ada dukungan dari semua pihak di Dunia.
P : Apa pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca tentang Tajuk
Rencana Perang Irak Ini ?
J : Nah tadi yang saya bilang, bagusnya yang ada divisi misi Kompas tadi,
membela yang lemah, membela yang tertindas, jadi dalam tajuk rencana ini,
kita beritahukan. Hal ini tidak benar, jangan terlalu dipaksakan dalam semua
hal. Karena apapun juga sebagai sesama bangsa kita tetap mempunyai rasa
kemanusiaan. Dan kita minta kepada orang berkuasa seperti Camat, Lurah,
Presiden. Jangan menindas yang lemah, berikan keadilan yang semestinya.
Hal ini yang bisa kita ambil hikmah dari perang Irak. Kira-kira kayak gitu.
Karena media adalah mediator.
ARTIKEL TAJUK RENCANA KOMPAS TENTANG PERANG IRAK
KOMPAS Jumat, 21-03-2003. Halaman: 4
Tajuk Rencana
AMERIKA MELANCARKAN PERANG TIDAK ADIL TERHADAP IRAK
AKAL sehat dan hati nurani kita, bukankah amat terganggu oleh perubahan
sikap pemerintahan George W Bush yang begitu kasar dan nekat dalam hari-hari
terakhir ini, menjelang pecahnya perang atas Irak?
Semula, jalan yang ditempuh adalah jalan Perserikatan Bangsa- Bangsa
(PBB). Dikirimlah Tim Inspeksi senjata pemusnah massal ke Irak. Oleh Ketua
Tim Pemeriksa Persenjataan PBB Hans Blix dilaporkan ke sidang Dewan
Keamanan PBB bahwa Irak memberikan kerja sama yang cukup kredibel kepada
Tim PBB. Tim menyarankan diperpanjangnya waktu untuk melanjutkan pekerjaan
Tim.
Amerika Serikat dan Inggris, sekutunya, tidak dapat menerima. Pekerjaan
Tim Pemeriksa Persenjataan sudah cukup. Ketika Dewan Keamanan tidak
berhasil dibujuk oleh AS untuk membuat resolusi, yakni resolusi yang
mengesahkan serangan ke Irak untuk melucuti senjata pemusnah massal,
pemerintahan Bush ganti haluan.
Secara kasar, Irak diberinya ultimatum: Saddam Hussein dan kedua putranya
mengasingkan diri dalam waktu 2 x 48 jam atau perang terhadap Irak dimulai.
Dan itulah yang akhirnya pecah. Perang terhadap Irak dimulai kemarin.
TERUS terang, perasaan kita terpukul telak. Sepertinya kita bersama dunia
kehilangan pegangan. Pegangan yang di antaranya sejak Presiden Woodrow
Wilson diajarkan dan disebarkan oleh AS. Pegangan prinsip-prinsip yang
merupakan prinsip, aturan main, dan cara bekerja PBB. Prinsip yang kita pelajari
juga dari negara-negara demokrasi seperti Amerika dan Inggris.
Kita coba memahami perubahan dan ancaman zaman. Bahwa terutama
setelah pengalaman serangan teror 11 September 2001 terhadap AS, muncul
doktrin baru. Menurut doktrin baru, AS dan dunia dihadapkan pada musuh
dahsyat yang tidak kelihatan serta tidak mengindahkan aturan main. Untuk
menghadapinya diberlakukan hak menyerang secara pre-emptive. Hak menyerang
lebih dulu.
Kita berusaha keras mencerna serta memahami ancaman baru berikut
pendadakan dan kedahsyatan serangan terornya. Tetapi, apalagi ketika diterapkan
terhadap Irak, suara hati dan akal sehat kita tetap berontak dan tidak dapat
menerima.
SIKAP dan perasaan itu bukan kita saja yang menanggung. Warga terbesar
dunia merasakannya. Belum pernah bergelora sikap dan demo antiperang di
seantero dunia seperti dewasa ini, terhadap rencana dan aksi perang AS dan
sekutunya terhadap Irak.
Gerakan damai properdamaian, prokemanusiaan, prokeadilan, bergelora di
mana-mana. Bukan saja melibatkan orang muda, perempuan, gerakan politik,
tetapi juga memobilisir suara hati para pemeluk dan pemimpin agama-agama di
seluruh dunia.
Amat kita rasakan secara telanjang ber-jumawa-nya might is right, bak, hak
itu apa? Hak itu kekuasaan. Kekuasaan militer Amerika. Kekuatan ekonomi
Amerika. Mentang-mentang satu-satunya adikuasa dunia. Hak apa yang
memberinya legitimasi sebagai jagoan dan polisi dunia?
Tidaklah dapat kita terima dan kita cerna semua argumen dan
pertimbangannya yang membuat pemerintahan Bush begitu saja menyingkirkan
posisi dan peranan PBB.
Bahkan, andaikata orang mencoba sejauh mungkin ingin tahu dan ingin
memahami dan menenggang argumen Bush, terngiang-ngiang gugatan berikut
kecemasan, dunia macam apa yang akan dihasilkan oleh tindakan AS. Jalan
sendiri, tanpa peduli pandangan dan pertimbangan Negara lain. Benar-benar
mendemonstrasikan prinsip might is right.
Apakah reperkusi sikap dan tindakan Amerika pascaperang Irak? Akan
dibangun pemerintah demokrasi di Irak. Rakyat Irak dibebaskan oleh tindakan itu.
Peranan PBB akan dikembalikan dan dikokohkan. Semua negara harus tunduk
kepada prinsip dan aturan main PBB.
Sesungguhnya, itulah salah satu, sekurang-kurangnya jika bukan suatu
ketidakadilan, adalah suatu nuisance, suatu gangguan perasaan fair dan sama
sederajat antarbangsa-bangsa. Yakni bahwa ada negara, sejumlah negara, seperti
AS yang memiliki kelebihan dan keunggulan sikap moral. Sikap benar dalam
masalah-masalah dunia.
SEBELUM perang terhadap Irak pecah, kita bersama dunia melancarkan
protes. Kini setelah perang pecah dan bagaimanapun penderitaan publik menjadi
kenyataan, lagi-lagi kita melancarkan protes keras.
Kita melancarkan protes dan kita tunjukkan kepada AS dan Negara lain,
dalam segala situasi, kita akan tetap mengendalikan diri dan melakukan protes
secara damai.
Kita juga perlu membuat perhitungan dan pertimbangan bahwa aksi protes
yang kita lakukan, juga tatkala hati kita panas dan perasaan kemanusiaan kita
tertusuk, jangan sampai justru merugikan kepentingan kita sendiri.
Segala sesuatu kita sampaikan sesuai dengan rasa perasaan keadilan dan
kemanusiaan kita. Karena itu, segala langkah dan gerak kita pertimbangkan
jangan sampai membawa kerugian bagi kepentingan nasional kita sendiri. Tegas
tetapi cerdas dan bijak itulah yang sebaiknya kita lakukan.
KEMARIN Presiden Megawati Soekarnoputri, atas nama pemerintah dan
rakyat Indonesia, telah menyampaikan sikap resmi Indonesia atas tindakan
sepihak yang dilakukan Pemerintah AS dan sekutunya. Kita mengecam keras dan
menyesalkan proses multilateral melalui Dewan Keamanan PBB telah
dikesampingkan.
Untuk mencegah tragedi kemanusiaan yang lebih besar dan dampak negatif
terhadap politik dan ekonomi dunia, kita menyerukan agar upaya damai terus
dilakukan. Setelah upaya damai melalui Dewan Keamanan PBB menemui jalan
buntu, Indonesia mendesak Majelis Umum PBB untuk mengadakan sidang
darurat di bawah kerangka resolusi "tindak bersama untuk perdamaian".
Langkah itu merupakan langkah terjauh yang memang bisa kita lakukan.
Kita harus menggunakan saluran-saluran diplomatik yang ada, untuk
mengupayakan terciptanya kedamaian di dunia. Sebab, tidak mungkin kita
menentang kekerasan, mencoba menghentikan kekerasan dengan kekerasan yang
lain. Tidak ada sejarahnya cara kekerasan bisa menciptakan perdamaian.
KOMPAS Sabtu, 22-03-2003. Halaman: 4
Tajuk Rencana
EKSISTENSI PBB DIGUGAT DI BALIK SERANGAN SEPIHAK AS KE
IRAK
POSISI dan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) benar-benar
dilecehkan dalam krisis dan Perang Irak. AS dengan dukungan kuat Inggris tetap
saja menyerang Irak, tanpa memperdulikan sama sekali tuntutan dan tekanan
PBB.
Kenyataan ini tidak hanya memperlihatkan arogansi AS sebagai negara
besar, tetapi sekaligus merefleksikan kelemahan PBB sendiri. Lembaga yang
menghimpun sekitar 200 negara di dunia itu seperti tidak berdaya menghadapi
keperkasaan AS.
Tidaklah berlebihan jika PBB dianggap sebagai korban pertama Perang Irak,
yang dimulai hari Kamis lalu. PBB menjadi limbung, terpukul hebat, kehilangan
kepercayaan diri, dan kehilangan muka begitu genderang perang mulai ditabuh
AS.
Segala upaya dan kerja keras PBB untuk mencegah perang, tampak sia-sia.
Realitas ini memancing gugatan keras terhadap peran bahkan eksistensi PBB.
Lembaga dunia itu dianggap gagal mendesak dan memaksa AS untuk
menyelesaikan krisis Irak secara damai. Makna dan manfaat PBB pun
dipertanyakan.
HANYA tidak bisa dimungkiri pula, PBB telah berjuang keras dan matimatian sampai ambang batas. Perjuangan PBB diperkuat oleh gerakan global yang
menentang perang. Muncul tuntutan dari mana-mana agar krisis Irak diselesaikan
melalui mekanisme PBB. Rencana sepihak AS menyerang Irak, mendapat
tantangan luas.
Sempat timbul harapan, PBB mendapat momentum penting untuk
memperbaiki peran dan pengaruhnya. Kemandirian PBB memang mulai kelihatan
ketika melaporkan hasil Tim Pemeriksa Persenjataan PBB di Irak, yang
bertentangan dengan tuduhan AS.
Hasil inspeksi persenjataan PBB menyatakan, tidak ada bukti konkret
tentang kepemilikan program persenjataan pemusnah missal Irak seperti
dituduhkan AS. Tim PBB tampaknya bekerja serius tanpa membiarkan diri berada
di bawah tekanan, didikte, didominasi, dan dihegemoni AS.
Namun, segala upaya PBB memperbaiki citranya langsung kandas ketika
AS melancarkan serangan ke Irak, tanpa merasa perlu mendapat mandat PBB.
PBB hanya bisa marah, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. PBB tidak mampu
menghentikan mesin perang dan pasukan AS, yang bergerak cepat menyerang
Irak.
KEGAGALAN menghentikan serangan AS sekaligus memperlihatkan
posisi PBB belumlah kuat, atau dibuat tidak kuat. Para anggota PBB tidak
kompak menghadapi rencana serangan AS. Perpecahan terjadi antara yang
mendukung dan menentang rencana AS.
Lebih dari itu, para anggota PBB tidak mampu menghadapi keperkasaan AS
sebagai negara adidaya satu-satunya saat ini. Bahkan, Jerman dan Perancis yang
menentang perang, tampak direcoki AS. Dominasi AS tampaknya akan terus
berlanjut selama belum muncul kekuatan yang mampu mengimbanginya.
Tentu banyak yang kecewa, tampilnya AS sebagai satu-satunya negara
adidaya pasca-Perang Dingin tidak membawa tatanan dunia baru yang lebih adil.
Padahal AS diharapkan akan menjadi kampiun dalam mendorong dunia ke arah
penegakan demokrasi, hak asasi, dan perdamaian.
Namun, penggunaan kekerasan yang diperlihatkan AS dalam kasus Irak
justru menimbulkan kerisauan. Jika saat ini Irak menjadi korban, jangan-jangan
pada kesempatan lain akan muncul korban baru. AS dipastikan akan semakin
leluasa pula jika PBB tidak memperlihatkan perannya secara efektif.
TERLEPAS dari kegagalan menghadang AS dalam kasus Irak, PBB harus
diakui telah berjasa dalam menarik ulur waktu bagi AS untuk melancarkan
serangan ke Irak. PBB pun masih dapat memainkan peranan penting untuk
menekan AS secara politik dan diplomatik.
Maka terasa relevan dan penting ketika Presiden Megawati Soekarnoputri
atas nama seluruh bangsa Indonesia menyerukan sidang darurat Majelis Umum
PBB untuk mendesak AS dan sekutunya segera menghentikan perang.
Lebih jauh Pemerintah Indonesia menegaskan, jika Dewan Keamanan PBB
mengalami jalan buntu, Majelis Umum PBB harus mengadakan siding darurat di
bawah kerangka usaha bersama mendorong perdamaian. Apalagi serangan AS
tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga mengakibatkan tragedi
kemanusiaan.
Perang tidak menyelesaikan masalah, tetapi menciptakan tragedi
kemanusiaan. Setelah perang, Irak belum tentu akan lebih aman, lebih damai, dan
lebih demokratis. Sebaliknya perang telah menimbulkan korban jiwa, kehancuran,
dan kerugian harta benda.
Indonesia dan masyarakat internasional lainnya sejak awal menentang
rencana penyerangan AS ke Irak. Hampir tidak ada presedennya dalam sejarah,
masyarakat global tergerak dan merasa dipersatukan dalam komitmen untuk
menolak perang dan menyerukan perdamaian. Gerakan antiperang pecah hampir
di seluruh negara di lima benua.
SUNGGUH mengesankan, masyarakat global tampak keluar dari sekat
agama, warna kulit, keturunan, politik, dan ideologi agar bias berbicara lebih
bebas dan lebih kuat tentang perdamaian, kemanusiaan, dan penolakan terhadap
perang. Secara politik dan diplomasi, AS jelas terpojok.
Gerakan menentang perang yang terus meluas tentu saja mengusik perasaan dan
nurani pemerintah dan masyarakat AS. Apalagi aksi protes di kalangan
masyarakat AS sendiri tidak kalah dramatisnya dibandingkan di tempat lain. AS
bisa melecehkan peran PBB, tetapi tidak bisa membungkam nurani kemanusiaan
KOMPAS Senin, 24-03-2003. Halaman: 4
Tajuk Rencana
DI MANA-MANA NALURI KEMANUSIAAN MEMIHAK YANG LEMAH
DALAM serangan Presiden George W Bush dan sekutunya terhadap Irak,
lewat televisi dan media lainnya, secara amat demonstratif ditunjukkan, si lemah
adalah Irak, si perkasa adalah Amerika Serikat. Beruntunglah perang diliput
televisi dan media lainnya. Bukan saja tidak ada yang dapat disembunyikan, tetapi
segalanya ditayangkan secara langsung dan jelas.
Gempuran peluru kendali (rudal) dan bom berhari-hari terhadap ibu kota
Irak, Baghdad, dramatis sekaligus mengenaskan. Serangan itu membuat bola-bola
api, kerusakan gedung pusat kediaman dan pemerintahan Presiden Saddam
Hussein. Biarpun menggunakan rudal canggih dan sasaran pun terpilih bukan
permukiman penduduk, akhirnya jatuh pula korban tewas dan luka, penduduk
sipil.
Kita mencoba membayangkan dan merasakan, rasa takut dan gentar macam
apa yang menerpa seluruh penduduk Baghdad dan Irak, ketika mereka dihadapkan
pada serangan dahsyat berhari-hari, terus-menerus macam itu.
BAHWA si lemah adalah pihak Irak, tampak dari tiadanya serangan balasan
dari pemerintah Baghdad. Juga dengan asumsi, Saddam Hussein menyimpan
tenaga sampai lawan mengepung Baghdad, serangan sepihak mendemonstrasikan
secara pasti, siapa pihak yang lemah.
Serangan dan pertempuran sepihak bukan saja terhadap Baghdad. Kita
saksikan lewat televisi, laju tank-tank Amerika dan Inggris dengan kecepatan
tinggi menuju Baghdad dan kota-kota Irak lainnya. Laju, lengang, dan tidak
tampak perlawanan apalagi pertempuran sengit.
Kota pelabuhan Umm Qasr jatuh, Basra jatuh. Kirkuk dan Mosul diserang.
Sekali-sekali terdengar kontak senjata. Lantas berbondong-bondong
dipertontonkan orang-orang menyerah yang dikatakan sebagai tentara Irak.
SERANGAN rudal dan bom terhadap Baghdad bertujuan melumpuhkan
Presiden Saddam Hussein berikut inti kepemimpinan, komando, serta jaringan
intelijennya. Oleh Pemerintah AS dan pimpinan operasi militernya sampai
kemarin belum dapat dipastikan, bagaimana keadaan dan nasib Saddam Hussein.
Masih ditunggu, apa strategi dan siasat pimpinan Irak. Apakah sengaja
menunggu sampai pasukan lawan masuk Baghdad dan akan dikobarkan perang
kota habis-habisan seperti yang dihadapi pasukan Nazi Jerman di Stalingrad dulu.
Bagaimana perihal senjata pemusnah massal yang merupakan sebab dan
argumen pokok serangan Presiden Bush ke Irak? Kalau memang ada, mengapa
Saddam Hussein belum juga menggunakannya. Andaikata ternyata tidak ada, alibi
apalagi yang akan dikemukakan oleh pemerintah Bush.
Memang sudah ada alibi yang menyebabkan Presiden Bush jalan sendiri,
tidak lagi memedulikan pendapat apalagi resolusi Dewan Keamanan PBB, yakni
argumen pokoke, argumen kekuasaan yang semena-mena, pokoke Saddam
Hussein harus diganti dan itulah tujuan invasi terhadap Irak.
BERULANGKALI Presiden Bush menegaskan, perang terhadap Irak pasti
berhasil, tetapi ternyata makan waktu lebih lama. Semakin lama perang
berlangsung, semakin parahlah penderitaan rakyat Irak. Tetapi semakin
berkomplikasi pula dampak dan pengaruh perang yang tidak seimbang, perang
antara Goliath dan Daud, perang antara kekuasaan perkasa dan negara lemah.
Semakin lama muncul gugatan terhadap keadilan dan rasa keadilan.
Semakin mendalam dan meluas gugatan terhadap kesemena-menaan negara
adikuasa terhadap negara lemah. Semakin menjadi masalah besar, konflik dan
pertarungan bahwa sesungguhnya, bukankah yang dipertaruhkan adalah kondisi
dan aspirasi kemanusiaan yang sesungguhnya.
DI mana-mana, termasuk di AS, di Inggris, dan di Australia, merebak
gerakan demo antiperang, yang dengan jelas dan dengan dukungan mayoritas
penduduk menegaskan perihal tidak adilnya dan tidak tepatnya jalan perang yang
dipilih.
Gerakan antiperang akan semakin meluas dan mendalam, manakala perang
semakin lama berlangsung. Bukan saja benih anti-Amerika yang ditabur,
sekaligus juga menguakkan potensi konflik antara masyarakat warga di banyak
negara terhadap pemerintahnya sendiri.
Milenium baru ditandai oleh kebangkitan demokrasi. Bukan sekadar
demokrasi yang menuntut kebebasan dan persamaan, tetapi demokrasi yang sarat
oleh martabat kemanusiaan, hak-hak asasi, serta akuntabilitas dari kekuasaan
negara.
APAKAH benar, segala sesuatu akan dilupakan setelah perang usai dan
Pemerintah Amerika dengan keperkasaan senjata, teknologi, dan ekonominya
menawarkan bantuan dan kerja sama ke mana-mana?
Andaikata pertimbangan pragmatis itu berlaku atau ada ruang geraknya,
bagaimana dengan penderitaan dan ketidakadilan yang telah dilakukan terhadap
rakyat Irak.
Bagaimana dengan kekecewaan, kemarahan, serta kesepian kita sendirisendiri dan bersama-sama, yang kita rasakan akibat serangan pemerintah Bush
dan sekutunya terhadap Irak.
DUNIA pascaperang Irak akankah lebih damai? Akankah lebih adil dan
manusiawi? Akankah surut dan hilang sakit hati, dendam, serta pandangan dan
sikap ekstrem yang melahirkan aksi kekerasan dan teror?
SEJAUH ini perang terhadap Irak adalah perang sepihak. Tidak atau belum
ada perlawanan dari Saddam Hussein maupun dari rakyat Irak. Sekiranya ada,
perang akan tetap merupakan perang yang tidak seimbang.
Maka naluri kemanusiaan kita pun akan berpihak kepada yang lemah. Dan
amatlah demonstratif ditunjukkan lewat siaran serangan itu sendiri bahwa yang
lemah adalah Irak.
KOMPAS Jumat, 28-03-2003. Halaman: 4
Tajuk Rencana
KEMENANGAN APA HENDAK DIRAIH AS ATAS PERANG DI IRAK
SETELAH perang pecah dan berkecamuk di Irak, mulai terdengar
pertanyaan, kemenangan apa yang hendak diraih Amerika Serikat.Taruhan atas
perang itu sangatlah mahal bagi AS. Jauh sebelum perang pecah, gelombang
kecaman datang dari mana-mana, termasuk dari dalam negerinya sendiri.
Mesin perang dalam skala besar sudah digerakkan AS untuk menghantam
Irak. Namun, tampaknya tujuan serangan bukan pertama-tama untuk mencapai
kemenangan militer. Sejak awal sudah diketahui, perang AS dan Irak tidak
seimbang secara militer.
Keperkasaan AS dalam bidang militer sulit tertandingi sebagai negara
adikuasa. AS memiliki berbagai peralatan militer mutakhir dengan tingkat presisi
sangat tinggi. Sebaliknya, Irak dengan persenjataan tersisa masa lalu berusaha
menghadang serangan pasukan gabungan AS-Inggris.
DENGAN perbandingan kekuatan yang sangat timpang, kemenangan yang
dicapai AS dalam bidang militer tentu tidak akan mencengangkan. Sebaliknya,
orang hanya bergumam dan masygul ketika menyimak berita bagaimana AS dan
Inggris menggalang kekuatan besar-besaran menghadapi Irak, yang berdiri
sendirian dan tak berdaya.
AS dan Inggris dianggap berlebihan dalam menggempur Irak, negeri
berkembang dengan penduduk 25 juta jiwa. Perlawanan yang diberikan sudah
pasti terbatas dan tidak memadai.
Sekalipun Irak dikalahkan secara militer, makna kemenangan AS dan
Inggris terasa sangat hambar karena lawannya lemah. Arti kemenangan bertambah
merosot karena perang itu sendiri telah menimbulkan petaka kemanusiaan.
Dalam kenyataannya, AS dan Inggris terus mendapat kecaman keras,
termasuk dari masyarakatnya sendiri, karena serangan itu menimbulkan jatuhnya
banyak korban di kalangan masyarakat sipil Irak. Korban tewas di kalangan
pasukan Irak maupun AS-Inggris juga menggugah nurani.
GELOMBANG kecaman dan kritikan pedas pasti sudah diantisipasi AS dan
Inggris. Apalagi sebelum perang pecah, aksi menentang perang dan pawai
perdamaian pecah di mana-mana di seluruh dunia, termasuk di AS dan Inggris
sendiri.
Belum ada presedennya, dunia dipersatukan dalam komitmen bersama untuk
menentang perang dan menyerukan perdamaian. Meski gelombang protes muncul
di mana-mana di seluruh dunia, AS tidak peduli. AS tetap melaksanakan
ancamannya menyerang Irak. Kenyataan ini kembali menimbulkan pertanyaan,
apa sesungguhnya motif dan tujuan serangan itu.
Sekiranya tujuannya menjatuhkan Presiden Saddam Hussein atau
memusnahkan program persenjataan pemusnah massal Irak, juga tetap menjadi
pertanyaan, mengapa AS begitu mati-matian ingin melancarkan serangan.
Bukankah hak memusnahkan program persenjataan Irak berada di tangan
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang memang bertanggung jawab atas
keamanan dan ketertiban dunia? Sedangkan persoalan kekuasaan Saddam lebih ke
persoalan domestik bangsa dan negara Irak.
LAGI-lagi timbul pertanyaan, mengapa AS mempertaruhkan harga dirinya
dalam menyerang Irak. AS seakan tidak peduli dimusuhi seluruh dunia. Meski
rencana serangan sepihak ditentang keras PBB, AS tetap saja melaksanakan
ancamannya.
Sikap AS dan Inggris yang melampaui mandat PBB telah merusak peran dan
kredibilitas lembaga dunia itu. Lembaga itu dibuat kehilangan arti dan maknanya
oleh tindakan AS dan Inggris.
Serangan AS dan Inggris ke Irak melawan mandat PBB dan opini
masyarakat dunia. Secara opini, AS dan Inggris sebenarnya mengalami kekalahan.
Kembali muncul pertanyaan, mengapa AS begitu nekat. Kepentingan apa yang
hendak diraihnya, meski sudah dikecam habis?
Kepentingan itu diperkirakan besar, apalagi AS rela mengeluarkan dana
besar, sekurang-kurangnya 100 milyar dollar AS untuk membiayai perang. Sudah
muncul tuduhan, AS menyerang Irak untuk kepentingan minyak.
Rezim Saddam harus dijatuhkan karena dianggap sebagai penghalang utama
bagi AS untuk masuk ke dalam eksploitasi minyak Irak sebagai bisnis
menggiurkan. Kandungan minyak Irak disebut-sebut 115 milyar barrel, yang
merupakan sumber minyak nomor dua terbesar dunia setelah Arab Saudi.
TANPA perlu masuk ke dalam bisnis perminyakan Irak, AS sesungguhnya
sudah menikmati kejayaannya sekarang ini sebagai Negara adidaya dalam bidang
ekonomi, teknologi, dan militer. Cadangan minyak AS pun tidak sedikit. Dengan
pelbagai cara, AS gampang pula menyusup masuk ke dalam bisnis eksplorasi
minyak Irak.
Sekiranya minyak menjadi motif dan tujuan utama serangan, taruhan
sangatlah mahal. Sentimen anti-AS akan berkembang hebat jika petaka perang
dikobarkan hanya untuk kepentingan minyak seperti sudah dicurigai sebelumnya.
Segala risiko cercaan, makian, dan kecaman mungkin sudah diperhitungkan
AS. Namun, taruhannya terlalu mahal bagi AS jika tujuan utama serangan hanya
untuk minyak atau kejatuhan Presiden Saddam Hussein. Jika tujuannya bukan
minyak atau kejatuhan Presiden Saddam Hussein, lalu apa sebenarnya. Dunia
memang harus menunggu dalam ketidakpastian karena semuanya akan segera
tersingkap setelah perang selesai.
KOMPAS Sabtu, 05-04-2003. Halaman: 4
Tajuk Rencana
PERTEMPURAN KOTA YANG MENDEBARKAN ITU KIAN DEKAT
DALAM strategi perang modern, kekuatan udara memang kian mendapat
tempat penting. Meski kekuatan udara makin besar peranannya, ia masih sering
dinilai tidak bisa untuk menyelesaikan perang. Pada satu titik, bagaimanapun,
kekuatan daratlah yang harus tampil.
Perang Teluk II yang sudah memasuki minggu ketiga tampaknya juga
menjadi saksi atas argumen-argumen di atas. Setelah AS dengan leluasa
membombardir Irak, kini perang darat pun tampaknya tak terelakkan lagi.
Seperti telah diulas di harian ini sebelumnya, sesungguhnya AS enggan
terjebak dalam perang darat, yang berpotensi menimbulkan korban besar.
Keengganan itu mudah dipahami mengingat pasukan Pengawal Republik tentunya
mengenal Baghdad lebih baik. Mereka bisa memanfaatkan segenap celah dan
lorong yang ada untuk tameng penyerangan dan perlindungan.
Selebihnya, ancaman pejabat pertahanan Irak untuk memberi AS dan
sekutunya pelajaran yang tak akan pernah mereka lupakan, juga tekad yang
diucapkan untuk menjadikan ibu kota Irak sebagai kuburan bagi pasukan AS dan
sekutunya, sungguh memberi gambaran tentang perkembangan perang yang
makin mencengkam.
SEKADAR memerinci apa yang dipikirkan oleh para pejabat militer AS
maupun Irak, kemarin diberitakan bahwa Menteri Pertahanan AS Donald
Rumsfeld dan Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Richard Myers telah
mengingatkan bahwa hari-hari paling berbahaya, dan mungkin paling berdarah,
dalam perang ini sudah ada di depan mata.
Bagi AS, jalan menuju Baghdad yang disebut-sebut tinggal sekitar enam
kilometer lagi memang berat karena akan dihadang pasukan Pengawal Republikjumlahnya enam divisi dengan sekitar 60.000 personel-yang disebut akan
memberikan perlawanan sampai titik darah penghabisan.
AS yang adidaya masih berpikir, tantangan Pengawal Republik akan bisa
diatasi. Tetapi, kalaupun pasukan loyalis pemimpin Irak Saddam Hussein ini bisa
ditaklukkan, AS masih akan menghadapi pertempuran jalanan yang bisa berdarahdarah.
Peringatan ini wajar dikemukakan karena AS dan sekutunya dalam aksi
invasi ke Irak ini telah menderita pengalaman pahit berupa perlawanan sengit di
Basrah, An Nassiriyah, dan An Najaf. Padahal Baghdad jelas akan merupakan
medan lebih seru lagi.
Jadi, kini sekilas tentang apa yang akan terjadi di Baghdad pun sudah mulai
tergambar di depan mata. Kalau pasukan AS sudah masuk di ibu kota Irak,
mereka diminta tidak terlibat dalam pertempuran dari rumah ke rumah yang bisa
menimbulkan korban militer dan sipil dalam jumlah besar.
Satu hal yang kini diyakini AS, seperti diungkapkan harian The New York
Times/International Herald Tribune Jumat (4/4) adalah "kesabaran". Pesan itu
sendiri tampaknya memang diarahkan ke masyarakat AS, dan mungkin juga
masyarakat internasional yang sungguh menginginkan perang segera berakhir.
Kenyataannya, perang memang masih belum bisa dipastikan akan berakhir
segera. Fase berikutnya masih merupakan proses panjang, seperti misi
pengintaian, serangan komando bawah tanah, serangan udara terarah yang
ditujukan untuk meruntuhkan pemerintah, dan mencegah pertempuran kota
berkepanjangan.
Sementara dari pihak Irak sendiri, pemompaan semangat juang terus
dilakukan. Antara lain dengan menonton video Black Hawk Down yang dibagibagikan di kalangan militer. Ini adalah film yang mengisahkan perlawanan
terhadap pasukan AS di Mogadishu, Somalia, Oktober 1993.
DI luar persiapan serangan darat ke Baghdad oleh kekuatan agresor,
kejadian-kejadian lain terus mengundang kecaman dan protes seluruh dunia.
Selain protes umum terhadap aksi penyerbuan ke Irak, tayangan televisi yang
memperlihatkan korban-korban sipil di Irak semakin mengundang kemarahan
masyarakat dunia.
Apalagi kini militer AS banyak menggunakan bom tebar (cluster bombs)ada juga yang menyebut bom curah, bom pacar wutah, atau bom renteng-yang
sifatnya lebih tidak pandang bulu sehingga menambah besar jumlah korban
nonkombatan.
Kalau sekarang saja di pihak Irak sudah ada sekitar 600-an korban yang
jatuh, kita bisa membayangkan berapa lagi yang akan menyusul bila perang
berkepanjangan.
Selain itu, perang sejauh ini sudah menimbulkan kehancuran yang luar biasa
akibat aksi pengeboman yang amat dahsyat. Kita sudah bisa mengukur seberapa
kehancuran yang terjadi dengan penembakan lebih dari 700 rudal jelajah, lebih
dari 9.000 bom presisi, dan bom jatuh bebas yang masing-masing berukuran 200an kilogram.
Selain kehancuran kota, fasilitas umum, aksi tersebut juga telah
menghadapkan rakyat Irak pada berbagai penderitaan, karena catu air dan bahan
makanan, serta kedamaian hidup sirna. Banjir pengungsi ikut pula mewarnai
keadaan yang memilukan ini.
Semua itu jelas akan jadi pekerjaan pembangunan kembali yang tak akan
ringan. Penerimaan rakyat Irak terhadap aksi yang dilakukan AS dan sekutunyaapakah benar akan menerima sebagai pasukan pembebas atau sebaliknya sebagai
penyebab malapetaka-akan menentukan seberapa mulus proses rekonstruksi bisa
dilaksanakan.
Sementara ini, perhatian banyak orang masih tercurah pada apa yang akan
terjadi di hari-hari mendatang di Irak. Bagaimanapun, perang darat di Baghdad
memang penuh dengan kemungkinan yang amat mendebarkan hati.
KOMPAS Senin, 07-04-2003. Halaman: 4
Tajuk Rencana
MANA BUKTI IRAK MEMILIKI PERSENJATAAN PEMUSNAH
MASSAL
GERAKAN maju pasukan gabungan Amerika Serikat dan Inggris sudah
menyusup masuk ke dalam Kota Baghdad, tetapi sama sekali tidak ada tandatanda Irak menggunakan persenjataan pemusnah massal. Selama 19 hari
pertarungan, Irak tidak memperlihatkan kepemilikan, apalagi penggunaan senjata
kimia, biologis, dan nuklir.
Padahal AS dan Inggris menggunakan isu kepemilikan persenjataan
pemusnah massal Irak sebagai alasan melancarkan serangan. Perang memang
belumlah selesai. Masih timbul kecurigaan, Irak bisa saja menggunakan senjata
kimia, biologis, dan nuklir sebagai senjata pamungkas.
Tentu saja tidak sedikit orang termakan oleh tuduhan AS bahwa Irak
memiliki persenjataan pemusnah massal. Sejak serangan dilancarkan, sudah
timbul kecemasan tentang kemungkinan Irak menggunakan senjata pemusnah
massal seperti dituduhkan AS.
Hanya saja setelah pertempuran berlangsung dari hari ke hari dan mulai
memasuki fase akhir, tidak kelihatan sedikit pun Irak menggunakan persenjataan
pemusnah massal. Pasukan Irak harus mati-matian menahan laju pasukan ASInggris dengan persenjataan terbatas.
Ketika Baghdad sebagai pusat kekuasaan mulai terkepung rapat, sempat
timbul kekhawatiran tentang kemungkinan Irak menggunakan persenjataan
pemusnah massal. Apa yang dikhawatirkan itu sama sekali tidak terbukti,
sekurang-kurangnya sampai sekarang.
Mungkin saja masih ada yang berpendapat, kesimpulan akhir tentang
persenjataan pemusnah massal Irak baru bisa diambil setelah perang selesai.
Perang memang belum selesai, tetapi tampaknya sudah memasuki fase terakhir.
SEBAGAI kesimpulan sementara bisa dikatakan, tidak terdapat bukti
konkret tentang kepemilikan dan penggunaan persenjataan pemusnah massal Irak
seperti dicurigai AS dan pendukungnya.
Jika kenyataan perang selama 19 hari dipakai sebagai ukuran, maka alasan
AS dan Inggris menyerang Irak terbukti tidak benar. Irak sama sekali tidak
menggunakan senjata pemusnah massal seperti kimia, biologis, dan nuklir.
Dengan demikian, bangsa Irak benar-benar menjadi korban dari sebuah
prasangka yang kemudian tidak didukung bukti konkret. Tuduhan itu benar-benar
ilusi belaka karena tidak didukung kenyataan, sekurang-kurangnya sampai saat
ini.
Lebih dari itu, tetap menjadi pertanyaan pula, apa hak AS dan Inggris
menyerang Irak sekalipun negara itu, misalnya, memiliki program senjata nuklir,
kimia, dan biologis. Bukankah AS, Inggris, bahkan negara berkembang seperti
India dan Pakistan memiliki program persenjataan nuklir?
Serangan AS dan Inggris ke Irak sungguh terasa sebagai bentuk
ketidakadilan dan kesewenang-wenangan. Perasaan tidak adil itu makin
mendalam karena serangan AS dan Inggris ke Irak telah menimbulkan korban
jiwa dalam jumlah besar. Kerugian harta benda juga tidak kecil.
Serangan ratusan rudal canggih AS ke berbagai sasaran, terutama ke kotakota Irak, telah menimbulkan korban jiwa tidak sedikit. Gedung-gedung dan
berbagai bangunan bersejarah ikut hancur. Jaringan listrik dan saluran air minum
terputus. Banyak orang menjadi pengungsi.
SEKALI lagi, kenyataan ini terasa sangat menyakitkan. Sekiranya AS dan
Inggris mendengar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan suara protes
masyarakat internasional, barangkali tragedi Irak tidak akan terjadi.
PBB sudah berjuang keras untuk mencegah AS mengambil langkah sepihak
dalam menyerang Irak. Hasil inspeksi ulang Tim Pemeriksa Persenjataan PBB
menyimpulkan, Irak tidak memiliki persenjataan pemusnah massal. Setidaknya
tim PBB tidak menemukan bukti itu.
Penolakan terhadap rencana AS menyerang Irak datang dari mana-mana.
Bahkan sekutu AS dan Inggris dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO)
menentang rencana serangan ke Irak. Jerman dan Perancis sebagai sekutu terdekat
AS juga menentang keras.
Sedangkan warga masyarakat dunia terus melakukan gelombang protes di
jalanan dan melakukan pawai perdamaian. Para pemimpin politik dan
kemasyarakatan terus melakukan lobi untuk mencegah perang dan menegakkan
perdamaian.
Namun, AS tidak peduli. Negara adidaya itu bertahan pada kesimpulannya
bahwa Irak mengembangkan program persenjataan pemusnah massal yang bisa
mengancam keselamatan AS dan dunia. Irak dituduh Presiden AS George W Bush
sebagai salah satu negara yang bergabung dalam poros kejahatan bersama Iran
dan Korea Utara karena mengembangkan persenjataan pemusnah massal.
SELURUH dunia, terutama PBB, benar-benar merasa dilecehkan karena
tidak dipedulikan AS. Kekecewaan dan perasaan dilecehkan meningkat karena
semakin terbukti Irak tidak memiliki dan menggunakan persenjataan pemusnah
massal.
Demi keadilan dan kebenaran, AS harus membuktikan kepada dunia tentang
kebenaran tuduhannya. Apalagi tuduhannya itu telah membawa petaka besar
kepada rakyat Irak. Serangan AS dan Inggris telah membawa tragedi
kemanusiaan.
AS dan Inggris harus bertanggung jawab atas kematian dan kehancuran Irak
karena alasan serangannya terbukti tidak benar. Dunia memang perlu melakukan
gugatan.
KOMPAS Rabu, 09-04-2003. Halaman: 4
Tajuk Rencana
BUSH DAN BLAIR BERTEMU, WACANANYA SUDAH IRAK
PASCAPERANG
BAGI Presiden AS George W Bush dan Perdana Menteri (PM) Inggris Tony
Blair, Perang Irak tampaknya sudah dilihat sebagai sukses dan segera berakhir.
Rezim Saddam Hussein mereka anggap sudah tidak relevan lagi, lebih-lebih
ketika ibu kota serta simbol-simbol kekuasaannya satu demi satu telah punah
dihancurkan bom sangat dahsyat dari mesin perang adidaya dan sekutunya.
Seperti halnya ketika Tiga Besar pemimpin sekutu di era Perang Dunia II
bertemu di Yalta Februari 1945, maka urusan pascaperang termasuk yang perlu
dibahas saksama. Bahkan, ketika peluru dan bom masih meledak di sana-sini dan
korban sipil juga militer masih jatuh di sana-sini.
Kali ini, Perang Irak pun masih berada di tahap yang kritikal di Baghdad,
tetapi agenda pertemuan Bush dan Blair di Belfast, Irlandia Utara, adalah Irak
pascaperang.
Inilah pertemuan ketiga antara pemimpin sekutu pengagresi Irak dalam tiga
pekan terakhir. Selain rekonstruksi Irak, pertemuan di Istana Hillsborough, di luar
Kota Belfast ini juga membahas upaya perdamaian di Timur Tengah dan Irlandia
Utara.
Pertemuan kedua pemimpin itu juga diwarnai demo besar antiperang yang
dikobarkan oleh kedua pemimpin.
SELAIN memang keduanya sekutu dekat, Bush dan Blair merasa ada
banyak hal yang harus mereka carikan titik temunya. Tanpa itu perbedaan yang
selama ini sudah diamati, bisa meretakkan persekutuan mereka.
Pertanyaan kunci tentu, siapa yang akan memerintah dan membangun
kembali Irak?
Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Colin Powell yang mendampingi Bush di
Air Force One mengatakan, ketika fase peperangan tengah memasuki akhir, kini
saatnya memikirkan pemerintah representatif yang terdiri dari seluruh elemen
masyarakat Irak.
Di sini memang beberapa hari lalu sempat terdengar visi dan pemikiran
Inggris berbeda dengan AS. Inggris, seperti halnya negara-negara Eropa lain,
khususnya yang menentang perang, berpandangan bahwa PBB harus ambil
peranan utama dalam rekonstruksi Irak. Sementara AS cenderung berpandangan
sebaliknya.
Dalam bahasa Penasihat Keamanan Nasional Condoleezza Rice, yang akan
memegang peran dalam pembangunan kembali Irak itu adalah hak negara yang
telah mengorbankan jiwa dan meneteskan darah untuk membebaskannya.
Maksudnya tentu saja AS dan Inggris serta sekutu lain yang ambil bagian dalam
Perang Irak.
Memang juga perlu diungkapkan bahwa di AS pun masalah ini sebenarnya
masih dilihat secara berbeda oleh para petingginya. Selain Penasihat Keamanan
Nasional yang dikenal bernuansa keras, ada Menlu Powell yang terdengar lebih
cenderung memberi peran pada PBB.
PM Tony Blair di pihak lain menghendaki peran PBB yang lebih besar
daripada yang dikehendaki Bush. Sementara, meski mengatakan mendukung
peran PBB, Bush tidak pernah menyebut rinciannya, misalnya saja menyangkut
sifat dan susunan badan yang akan memerintah Irak seusai perang.
MENURUT AS, seperti dikemukakan oleh Menlu Powell, PBB bisa
menyediakan bantuan kemanusiaan serta menambah legitimasi pemerintahan
sementara Irak. Itu saja, dan tidak lebih dari itu.
Meski PBB sendiri tidak pernah menyatakan minat untuk mengelola Irak,
sejumlah pemimpin lain melihat badan dunia yang eksistensinya sempat
dilecehkan oleh AS-Inggris itu harus memainkan peran besar.
PM Irlandia Bernie Ahern yang diundang dalam pertemuan Selasa di
Belfast, termasuk yang akan mengatakan pada Bush bahwa PBB harus
memainkan peran utama dalam rekonstruksi Irak.
APA pun perdebatan yang ada menyangkut rekonstruksi Irak dan peran PBB
dalam program itu, pertemuan di Irlandia Utara antara Bush dan Blair juga dilihat
sebagai upaya PM Inggris itu untuk meminta "bayaran" bagi dukungannya
terhadap agresi Bush. Perlu diulang di sini bahwa PM Inggris ini ngotot terus
mendukung Bush, meski sebagian rakyat besar Inggris menentang keras
pemberian dukungan tersebut.
Kini Bush tampaknya diminta dukungannya bagi rencana perdamaian Blair
di Irlandia Utara, hal yang secara simbolik dipancarkan dari pemilihan lokasi
pertemuan kedua pemimpin kali ini.
Hari Kamis besok PM Blair akan menyampaikan usulan perdamaian baru
Pemerintah Inggris menyangkut Irlandia Utara, bertepatan dengan peringatan lima
tahun persetujuan yang dikenal sebagai Good Friday Accords. Pakta ini sendiri
dimaksudkan untuk mengakhiri konflik sektarian selama tiga dekade yang
melanda wilayah Britania Raya itu.
PERTEMUAN Belfast jelas amat penting bagi kedua pemimpin, justru
ketika keduanya memang melihat persoalan secara berbeda. Ketika Bush melihat
rekonstruksi bukan urusan tunjuk-menunjuk siapa yang harus dilibatkan,
sementara Blair melihat hadirnya PBB sebagai pemberi legitimasi, maka kedua
sekutu agresor Irak ini memang memandang penting untuk duduk bersama.
Kolumnis William Safire dalam artikelnya di IHT kemarin menulis, Blair
seolah mengutip kalimat Churchill, "Dalam perang, (perlu) tekad. Dalam
kemenangan, (perlu) keagungan budi" untuk mengingatkan Bush.
KOMPAS Jumat, 11-04-2003. Halaman: 4
Tajuk Rencana
DUNIA TERUS BERGUMAM SETELAH BAGHDAD DINYATAKAN
JATUH
KEJATUHAN Baghdad yang begitu cepat, bahkan jauh lebih cepat dari
perkiraan siapa pun, membuat masyarakat internasional tercengang. Tidak sedikit
orang bergumam, mengapa kejatuhan kota yang penuh legenda itu sangat cepat.
Benteng pertahanan terakhir kota berpenduduk lima juta jiwa itu seakan
ambruk sebelum digempur. Pasukan Amerika Serikat menyusup masuk jauh ke
dalam jantung ibu kota Irak itu praktis tanpa banyak hambatan.
Meski kejatuhan Baghdad sudah diramalkan, tetapi ketika kota itu benarbenar jatuh, masyarakat dunia tidak mampu menyembunyikan perasaan kaget dan
terkejut. Baghdad seakan-akan tidak memiliki sistem pertahanan yang solid.
Setelah Baghdad jatuh, bagaimana nasib kekuasaan Presiden Saddam
Hussein? Keberadaan Saddam tidak diketahui pasti. Kejatuhan Baghdad pun lebih
banyak menyimpan pertanyaan ketimbang jawaban. Prospek Irak masih penuh
teka-teki besar.
BEGITU banyak persoalan yang terselubung rahasia, yang semakin
menggambarkan pergolakan di Irak masih jauh dari penyelesaian. Arah
perkembangannya belum bisa dipastikan sehingga lebih menimbulkan
kegamangan.
Bahkan, pasukan AS merasa seolah hanya memukul angin karena tidak
berduel dengan pasukan Irak. Padahal dalam pikiran tentara AS dan Inggris, gerak
maju ke Baghdad akan mendapat perlawanan sengit.
Jauh sebelum perang pecah, Pemerintah AS dan Inggris menggambarkan
tentang dahsyatnya ancaman senjata pemusnah missal Irak. Retorika tentang
persenjataan Irak mempengaruhi pikiran pasukan AS-Inggris dan sebagian
masyarakat internasional.
KEKHAWATIRAN tentang bahaya besar persenjataan Irak dan mata rantai
pertahanan di Baghdad dan sekitarnya, terlihat pula pada sikap pasukan AS yang
sangat hati-hati menyusup masuk. Sekitar tiga hari, pasukan AS harus melakukan
manuver umpan tarik, meski pasukan Pengawal Republik sama sekali tidak
terpancing keluar.
Pasukan AS dan Inggris gagal mempertontonkan dan membuktikan
keperkasaannya karena tidak terjadi kontes. Makna kemenangan AS- Inggris pun
semakin hambar, bukan hanya karena lawan tidak seimbang, tetapi lebih karena
menimbulkan tragedi bagi masyarakat sipil.
Cerita tentang bahaya persenjataan Irak terbukti hanya ilusi, sekurangkurangnya sampai sekarang. Sama sekali tidak ada tanda-tanda atau sinyal tentang
bahaya yang digembar-gemborkan selama ini terutama oleh AS dan Inggris.
Pasukan AS yang terkecoh dengan pikirannya sendiri akhirnya frustrasi
tidak menemukan lawan. Kemarahan pun dilampiaskan dengan ikut-ikutan
merusak patung Presiden Irak Saddam Hussein. Mungkin karena Presiden
Saddam tidak ditemui, patungnya dijadikan sasaran.
PENGARUH Saddam tampaknya masih diperhitungkan. Meski
keberadaannya tidak jelas, tetapi roh Saddam seakan terus mengusik pikiran dan
perasaan AS dan Inggris. Bahkan ada yang berspekulasi, Saddam dan pengikutnya
sedang menarik mundur untuk konsolidasi.
Ada yang berpendapat, Saddam dan pasukannya akan menyerang balik
ketika musim panas tiba bulan Mei mendatang. Dalam suhu yang bias mencapai
lebih dari 50 derajat Celsius di gurun, pasukan AS-Inggris dipastikan akan
kerepotan.
Namun, tidak sedikit yang beranggapan, kekuatan Saddam dan pengikutnya
sudah habis. Segala energi pemerintahan Saddam telah terkuras habis untuk
mengelola kekuasaannya. Energi pemerintahan Saddam juga banyak terkuras
dalam menghadapi rangkaian perang selama ini.
Irak, misalnya, kelelahan dalam perang dengan tetangganya Iran tahun
1980-1988, sedangkan tahun 1990-1991 menjadi babak belur oleh gempuran
pasukan koalisi PBB pimpinan AS. Basis kekuatan Irak menjadi rapuh.
Ketika serangan datang, pemerintahan Saddam ibarat buah yang sudah
membusuk dari dalam, tiba-tiba jatuh. Semua orang terkaget- kaget. Sekadar
ilustrasi bisa dibandingkan dengan riwayat Uni Soviet. Ketika ambruk awal
dasawarsa 1990-an, orang terperangah dan setengah tidak percaya. Bagaimana
mungkin raksasa yang menakutkan itu bias ambruk seketika?
Setelah waktu berjalan, dunia seakan disadarkan bahwa Uni Soviet benarbenar tamat sebagai raksasa yang kehabisan tenaga dan energi. Tidak ada sisa
kekuatan yang tertinggal, kecuali kenangan sebuah nama besar. Uni Soviet hanya
menjadi bagian sejarah masa lalu.
TENTU masih terlalu tergesa-gesa untuk menyimpulkan kekuatan
pemerintahan Saddam benar-benar habis. Masih terbuka kemungkinan
pemerintahan Saddam akan kembali atau tamat sama sekali. Tingkat
ketidakpastian masih sangat besar. Bangsa Irak benar-benar sedang berada di
persimpangan jalan.
AS bisa saja mendorong pembentukan pemerintahan transisi seperti
dilakukan di Afganistan. Namun, pemerintahan Mohamad Karzai di Afganistan
akhirnya hanya berkuasa terbatas di Kabul dan sekitarnya. Keadaan serupa
dikhawatirkan akan terjadi pula di Irak.
Tantangan yang dihadapi memang tidak kecil, bahkan lebih kompleks
ketimbang persoalan Afganistan. Krisis Irak memiliki kerawanan tinggi karena
sangat dekat dengan teater konflik Israel-Palestina.
Luapan pergolakan Irak tidak hanya memperkeruh konflik Israel-Palestina,
tetapi membawa implikasi luas secara internasional. Tanda-tandanya sudah
kelihatan sejak pecah gelombang protes global terhadap rencana AS-Inggris
menyerang Irak.
Download