ii Kekuatan material merupakan karakteristik utama

advertisement
RINGKASAN DAN SUMMARY
Kekuatan material merupakan karakteristik utama yang perlu diketahui sebelum
material tersebut digunakan, baik kekuatan pada daerah elastis maupun pada daerah
plastis. Parameter fisis yang terkait dengan kekuatan material adalah modulus elastisitas,
yang menghubungkan antara stress yang bekerja pada suatu objek dengan strain yang
dihasilkan, dimana hubungan tersebut memenuhi hukum Hooke. Pengukuran modulus
elastisitas suatu objek yang biasanya digunakan adalah dengan teknik strain gauge .
Disamping keuntungan penggunaan alat ini, seperti: teknologi yang digunakan lebih
mudah dan biaya yang lebih murah, juga mempunyai kelemahan, seperti : tingkat
ketelitian yang rendah, kerusakan permanen dari objek uji. Pada penelitian yang
diusulkan ini akan digunakan teknik pengukuran yang lebih akurat dan tak merusak, yaitu
menggunakan sistem NDT ( non destructive testing) dengan metode Electronics Speckle
Pattren Interferometry (ESPI). Teknik ini didasarkan pada fenomena interferensi
gelombang cahaya koheren yang dihamburkan dari suatu permukaan objek yang difus.
Pada bidang perekaman akan terlihat pola interferensi berupa bintik-bintik terang-gelap,
yang disebut pola spekel. Perekaman juga dilakukan pada saat objek diberi pembebanan,
karena mengalami deformasi maka akan terjadi pergeseran fase gelombang cahaya yang
dihamburkan. Perekaman akan dilakukan dengan menggunakan kamera CCD dan
disimpan dalam komputer. Hasil substraksi ( pengurangan ) antara rekaman sebelum dan
sesudah diberi pembebanan, akan memberikan pola frinji, yaitu pola terang –gelap.
Analisis terhadap pola frinji akan dapat ditentukan perubahan panjang akibat
pembebanan dan modulus elastisitas objek. Pemakaian metode ESPI ini merupakan salah
satu metode NDT yang baru dalam pengujian material. Aplikasi dari metode ini masih
dalam pengembangan dan masih dalam skala laboratorium. Kelemahan dari metode ini
adalah memerlukan peralatan yang canggih dan relatif mahal, bila dibandingkan dengan
metode yang biasa digunakan. Penelitian telah dilakukan untuk benda uji stainless yang
ada dipasaran. Pemilihan material ini didasarkan pada kenyataan bahwa material ini
banyak digunakan dalam konstruksi maupun sebagai komponen. Pembebanan pada objek
penelitian dilakukan dengan menggunakan UTM. Hasil penelitian dengan metode ESPI
tidak memberikan hasil sebagaimana yang diharapkan, dimana tidak dapat diamati
adanya pola frinji pada hasil substraksi rekaman data. Hal utama yang menyebabkan
tidak teramatinya pola frinji adalah soft ware yang digunakan tidak berfungsi
sebagaimana mestinya, baik pada proses perekaman data maupun dalam proses
pengolahan data.
Sifat fisis benda uji juga dapat dilakukan dari data UTM, yaitu menggunakan kurva
pembebanan Vs perubahan panjang. Dari data tersebut diperoleh modulus elastisitas
bahan uji adalah 7,68x109 Pa. , dan tegangan putus 1,08 x109 Pa .
Kata Kunci: Modulus elastisitas, Non Destructive Testing, ESPI, frinji
ii
Download