Pidato ACEH RMS dan PAPUA Kami rakjat Aceh, Papua Barat, dan Maluku Selatan berkumpul disini, di depan bangunan jang megah ini, bangunan Dewan Hak Asasi Manusia PBB, di kota Perdamaian Jenewa, Swiss. Kami berkumpul disini hari ini untuk menundjukan dan mempersembahkan solidaritas kami kepada sepuluh ribu dan bahkan mencapai seratus ribuan masjarakat kami jang telah tewas di tangan militer Indonesia sebagai korban kebiadaban pelanggaran hak asasi manusia. Hari ini kami menjerukan kepada masjarakat Internasional khususnja PBB agar segera menghentikan kebiadaban pelanggaran HAM jang terdjadi, dilakukan oleh Indonesia selama lebih dari 60 tahun sudah dengan impunitas. (Kebal hukum) Kami berdiri disini hari ini, untuk meminta perhatian Anda bahwasa Indonesia merupakan satusatunja negara pendjadjah di atas planet ini, telah dibiarkan oleh masjarakat internasional dan PBB, untuk mengendalikan sebuah wilajah jang luasnja sama besar dengan benua Eropa, dengan cara membunuh ratusan ribu bangsa asli dari Aceh, Papua Barat dan Maluku Selatan. Di negara lain, para pelanggar HAM berakhir ke mahkamah internasional di Den Haag sebagai pendjahat perang, namun berbeda dengan di Indonesia, mereka para pendjahat perang bahkan mentjalonkan diri sebagai tjalon presiden dalam pemilu tahun ini. Sekali lagi, kami mendesak Anda sekalian untuk menghentikan agresi ini dan memberikan dukungan kepada kami agar mendjalankan hak untuk menentukan nasib diri sendiri. Inilah sebagai djalan satu-satunja menghentikan kebrutalan jang terus berlangsung oleh redjim jang berkuasa. (Surat Dari Asnawi Ali)