Efek Beragun Aset/EBA

advertisement
Manajemen Risiko
menggunakan
Efek Beragun Aset (EBA)
(Risk Management using Asset
Backed Securities - ABS)
Mengapa Manajemen Risiko
diperlukan oleh dunia Perbankan
• Semakin seringnya terjadi kerugian pada
lembaga keuangan (bentuknya apa ?)
• Banyak produk dan jasa yang mirip satu
dengan lainnya diantara lembaga keuangan
tsb (risiko Pasar/Manajemen).
• Perkembangan layanan dengan menggunakan
teknologi sering berpengaruh pada sistem
layanan (masalah-masalah IT)
Beberapa Contoh Risiko yang Pernah terjadi dalam
Industri Bank Dalam Negri
• Bank BNI : L/C fiktif, kerugian +/- Rp 1,7
triliun
• Bank BRI : Cash Collateral Credit, kerugian
+/- Rp 297 M
• Bank Mandiri : Deposito fiktif, kerugian +/- Rp
39M dll
Risiko apa yang dihadapi dunia
Perbankan ?
•
•
•
•
Penyaluran dana yang salah sasaran
Kinerja SDM yang buruk
Kondisi perekonomian makro yang buruk
Persaingan yang semakin ketat antar lembaga
perbankan
• Perkembangan teknologi
Defenisi Risiko Perbankan dan Persepsi
1. Tingkat ketidak pastian dan net return yg
akan terjadi (JP.Morgan)
2. The likely swing of profit which is caused by
interest rate movement,foreign exchange,
payment, technology ect.
Defenisi Risiko Perbankan dan Persepsi
3. Merupakan perubahan negatif yg mungkin
terjadi atas nilai suatu portofolio aset yg
dapat diukur dg probabilitas tertentu dalam
rentang waktu yg diketahui
4. Faktor potensial yg dapat menyebabkan
kerugian keuangan pada modal bank
Sudut Pandang terhadap risiko Perbankan
• Risiko adalah multidimensional
• Risiko saling berhubungan satu dengan
lainnya
• Eksposure risiko yang sulit dipahami
berada pada risiko-risiko yang saling
tumpang tindih
Besar kecilnya risiko-risiko Perbankan
• Besar kecilnya risiko-risiko tersebut akan sangat
tergantung pada berbagai faktor (risk exposures)
seperti :
1. kemampuan dan kejelian dari manajemen bank
untuk membaca dan memprediksi pergerakan suku
bunga, perubahan-perubahan yang terjadi di pasar
2. risk appetite dari pengelola bank itu sendiri apakah
cenderung bersifat tinggi atau rendah.
• Untuk meminimalisir risiko-risiko yang
dihadapi oleh suatu bank, maka
manajemen bank harus memiliki keahlian dan
kompetensi yang memadai sehingga segala
macam risiko yang berpotensi untuk muncul
dapat diantisipasi dari sejak awal dan
dicarikan cara penanggulangannya.
Golongan dan Jenis
Risiko Perbankan
1. Risiko Operasional
• Risiko Hukum
• Risiko Reputasi
• Risiko Kepatuhan
2. Risiko Kredit
• Risiko Likuiditas
3. Risiko Pasar
• Risiko Strategik
Assets Backed Securities/ABS
(Efek Beragun Aset/EBA)
• Bapepam (Pedoman KIK EBA);
unit penyertaan KIK yang portofolionya terdiri dari aset
keuangan berupa tagihan yang timbul dari; SBK, Sewa Guna
Usaha, Perjanjian jual beli bersyarat, Perjanjian pinjaman
cicilan, tagihan Kartu Kredit, pemberian kredit (termasuk
KPR/KPA), Efek yang ber- sifat Utang yang dijamin Pemerintah,
Sarana peningkatan kredit/arus kas (cash enhancement/cashflow, serta aset keuangan setara dan aset keuangan lain yang
berkaitan dengan aset keuangan tersebut.
• Berdasarkan Keputusan, dalam prakteknya EBA
dikelompokkan dalam Reksadana KIK- terbuka.
Manfaat EBA
Bagi penerbit/originator (umumnya Bank dan Lemb.
Pembiayaan):
1. Meningkatkan likuiditas dengan cara memutar
“uang tidur”,
2. Membantu memperbesar penyaluran kredit, tanpa
membahayakan rasio kecukupan modal (capital
adequasi ratio/CAR),
3. Bagi Public Service Utilities (PLN dan Telkom),
potofolio tagihan bisa segera dijadikan dana untuk
modal kerja, dibandingkan harus menerbitkan
obligasi.
Manfaat EBA
Bagi investor;
1. Tingkat suku bunga yang lebih tinggi dibanding
deposito, reksadana.
2. Peringkat/rating EBA lebih tinggi dari Obligasi.
3. Namun karena EBA produk baru, tidak dijamin
oleh Pemerintah, investor perlu berhati hati.
Jenis EBA
1. EBA Arus Kas Tetap; investor menerima pembayaran bunga
yang besarnya tetap dalam jangka tertentu;
2. EBA Arus Kas Tidak Tetap; investor menerima pembayaran
bunga yang besarnya tidak tetap.
Untuk bisa menerbitkan EBA, harus didirikan suatu Special
purposes Vehicles (SPV) atau PT Khusus. Suatu PT yang
didirikan membatasi kegaiatnya dengan hanya untuk memiliki
aset kredit, namun tidak mengelola aset kredit tersebut.
Dengan pembatasan ini dan pembatasan lainnya, SPV
distrukturkan agar sulit dipailitkan.
Assets Backed Securities/ABS
(Efek Beragun Aset/EBA)
• EBA adalah efek yang disekuritisasi berdasarkan aset tertentu.
• Aset tersebut dinilai (valuasi), kemudian diperjualbelikan.
• Sekuritisasi aset adalah proses menjadikan suatu piutang atau
tagihan yg ditarnsformasikan ke dalam bentuk efek yg dijamin
dengan aset tersebut. Kumpulan piutang/tagihan tersebut
diubah menjadi investasi yg diperdagangkan di Pasar Modal.
• Dasar Hukum EBA Peraturan Bapepam No. IX.K.1
• Dengan Efek ini perusahaan yang memutuhkan dana besar
yang mendesak dan tidak ingin terkena kewajiban
pembayaran bunga kredit, maka perusahanan bisa
mengeluarkan efek yang nilainya dijaminkan dengan aset yang
dimiliki oleh perusahaan yang telah mendapatkan valuasi dari
pihak yang berwenang (APPRAISAL)
15
EFEK BERAGUN ASET (EBA)
Efek yang diterbitkan oleh kontrak investasi kolektif Efek Beragun Aset.
Portofolionya bisa terdiri dari:
• ASET KEUANGAN BERUPA TAGIHAN YANG TIMBUL DARI SURAT BERHARGA
KOMERSIAL,
• TAGIHAN KARTU KREDIT,
• TAGIHAN YANG TIMBUL DI KEMUDIAN HARI (FUTURE RECEIVABLES),
• PEMBERIAN KREDIT TERMASUK KREDIT PEMILIKAN RUMAH ATAU
APARTEMEN,
• EFEK BERSIFAT UTANG YANG DIJAMIN PEMERINTAH,
• SARANA PENINGKATAN KREDIT (CREDIT ENHANCEMENT) / ARUS KAS
(CASH FLOW),
• ASET KEUANGAN SETARA DAN ASET KEUANGAN LAIN YANG BERKAITAN
DENGAN ASET KEUANGAN TERSEBUT
PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT DALAM
EFEK BERAGUN ASET
KREDITUR AWAL (ORIGINATOR)
MENURUT PERATURAN BAPEPAM NOMOR IX.K.1 KREDITUR AWAL
ADALAH PIHAK YANG TELAH MENGALIHKAN ASET KEUANGANNYA
KEPADA PARA PEMEGANG EFEK BERAGUN ASET SECARA KOLEKTIF
DIMANA ASET KEUANGAN TERSEBUT DIPEROLEH PIHAK YANG
BERSANGKUTAN KARENA PEMBERIAN PINJAMAN, PENJUALAN, DAN
PEMBERIAN JASA LAIN YANG BERKAITAN DENGAN USAHANYA
KREDITUR AWAL
ADALAH PENERBIT YANG DAPAT TERDIRI PERUSAHAAN YANG
MEMILIKI ASET KEUANGAN BAIK YANG TELAH DIMILIKI SEKARANG
ATAU BERUPA PENDAPATAN DI MASA MENDATANG (FUTURE
RECEIVABLE). PERUSAHAAN YANG BERGERAK DI BIDANG LEASING,
BANK, LEMBAGA PEMBIAYAAN, PENGELOLAAN JALAN TOL, DAN LAIN
LAIN
17
• PENYEDIA JASA (SERVICER)
PIHAK YANG BERTANGGUNG JAWAB UNTUK MEMPROSES DAN
MENGAWASI PEMBAYARAN YANG DILAKUKAN DEBITUR, MELAKUKAN
TINDAKAN AWAL BERUPA PERINGATAN ATAU HAL-HAL LAIN KARENA
DEBITUR TERLAMBAT ATAU GAGAL MEMENUHI KEWAJIBANNYA,
MELAKUKAN NEGOSIASI, MENYELESAIKAN TUNTUTAN KEPADA
DEBITUR DAN JASA LAIN YANG DITETAPKAN DALAM KONTRAK
• LEMBAGA PEMERINGKAT
LEMBAGA YANG BERTUGAS MEMBERIKAN SUATU PENILAIAN
TERTENTU TERHADAP EFEK UTANG (DEBT CREDIT RATING) DAN
PERINGKAT PERUSAHAAN (COMPANY RATING) KREDITUR AWAL EFEK
BERAGUN ASET. DENGAN DEMIKIAN INFORMASI PERINGKAT EFEK ITU
DAPAT MENJADI PEGANGAN BAGI INVESTOR UNTUK MENILAI
APAKAH EFEK BERAGUN ASET ITU TERMASUK DALAM KATEGORI
LAYAK INVESTASI (INVESTMENT GRADE) ATAU TIDAK
18
• AKUNTAN
AKUNTAN YANG TERDAFTAR DI BAPEPAM DITUNJUK UNTUK
MEMERIKSA LAPORAN KEUANGAN SEKURANG-KURANGNYA SETIAP
TAHUN
• KONSULTAN HUKUM
KONSULTAN HUKUM YANG TERDAFTAR DI BAPEPAM MEMBUAT
PENDAPAT HUKUM MENGENAI PERALIHAN ASET KEUANGAN YANG
MENJADI PORTOFOLIO UNTUK DIBUATKAN KONTRAK INVESTASI
KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
• NOTARIS
MEMBUAT AKTA NOTARIIL KIK-EBA
• PENILAI (APPRAISAL)
ASET YANG DIGUNAKAN UNTUK PENERBITAN SAHAM MENDAPATKAN
PENILAIAN YANG WAJAR DARI PENILAI, AGAR TIDAK TERJADI PELEBIHAN
NILAI (MARK-UP) ATAU HARGA ASET
19
• MANAJER INVESTASI
MERUPAKAN BAGIAN TERPENTING DALAM KEGIATAN PENERBITAN
EFEK BERAGUN ASET. MANAJER INVESTASI BERPERAN SEBAGAI
PENERBIT EFEK BERAGUN ASET. KREDITUR AWAL MENGALIHKAN
PORTOFOLIO ASETNYA KEPADA MANAJER INVESTASI YANG
KEMUDIAN MANAJER INVESTASI MENJUALNYA KEPADA INVESTOR
BERDASARKAN SUATU KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF (KIK) YANG
MENGIKAT INVESTOR
• BANK KUSTODIAN
BANK YANG MELAKUKAN KEGIATAN SEBAGAI KUSTODIAN. ADAPUN
YANG DIMAKSUD DENGAN KUSTODIAN MENURUT UU PM ADALAH
PIHAK PIHAK YANG MEMBERIKAN JASA PENITIPAN EFEK DAN HARTA
LAIN YANG BERKAITAN DENGAN EFEK SERTA JASA LAIN, TERMASUK
MENERIMA DIVIDEN, BUNGA, DAN HAK-HAK LAIN, MENYELESAIKAN
TRANSAKSI EFEK, DAN MEWAKILI PEMEGANG REKENING YANG
MENJADI NASABAHNYA
20
• PROSES SEKURITISASI
PENGERTIAN SEKURITISASI ADALAH PROSES TRANSFORMASI DARI ASET-ASET
KEUANGAN (BIASANYA TAGIHAN ATAU PIUTANG) YANG TIDAK DAPAT SEGERA
DIUBAH MENJADI DANA LIKUID, DENGAN CARA MENERBITKAN EFEK YANG
MUDAH DIJUAL KEPADA INVESTOR DENGAN JAMINAN ASET TERSEBUT.
TAGIHAN ATAU PIUTANG MENURUT PERATURAN BAPEPAM NOMOR IX.K.1
YANG DAPAT DISEKURITISASI ADALAH :
• TAGIHAN KARTU KREDIT
• PEMBERIAN KREDIT (PERUMAHAN ATAU APARTEMEN)
• SURAT BERHARGA KOMERSIAL
• SEWA GUNA USAHA
• PERJANJIAN JUAL BELI BERSYARAT
• PERJANJIAN PINJAMAN CICILAN
• OBLIGASI
• SARANA PENINGKATAN KREDIT
• ASET-ASET LAINNYA
21
 TAHAP KEGIATAN PENERBITAN EBA-KIK :
• MANAJER INVESTASI (MI) DAN BANK KUSTODIAN (BK) MEMBENTUK
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF (KIK)
• MI MEMBELI ASET KEUANGAN / TAGIHAN DARI KREDITUR AWAL UNTUK
KEMUDIAN MENCATATKAN ATAS NAMA BK
• BK MELAKUKAN PEMBAYARAN KEPADA KREDITUR AWAL ATAS
PEMBELIAN ASET KEUANGAN
• BK MENYIMPAN ASET KEUANGAN TERSEBUT DALAM REKENING KIK EBA
• MI MENERBITKAN EBA KEPADA INVESTOR
• BK MENERIMA PEMBAYARAN ATAS PEMBELIAN EBA DARI INVESTOR
• KREDITUR AWAL BERTINDAK SEBAGAI PENYEDIA JASA DALAM RANGKA
MENGUMPULKAN ANGSURAN ATAS TAGIHAN-TAGIHAN DARI DEBITUR
• BK MENERIMA PEMBAYARAN ANGSURAN ATAS TAGIHAN-TAGIHAN PARA
DEBITUR DARI PENYEDIA JASA
• BK MEMBAYARKAN BUNGA DAN POKOK KEPADA INVESTOR
22
23
Contoh EBA – BANK BTN
• Beberapa bulan ini kita banyak mendengar
dan membaca tentang istilah sekuritisasi,
apalagi setelah untuk tahap pertama, BTN
melepas 5.060 portofolio kredit dengan harga
penjualan Rp.100 miliar. Jumlah emisi yang
diperdagangkan senilai Rp.100 miliar,
dicatatkan di bursa saham tanggal 12
Feb.2009. Aset ini dikelola oleh PT Sarana
Multigriya Financial (Persero).
Latar belakang EBA BTN
• Pada tahun 2001 KPR masih dibawah Rp.20 triliun, namun pada
akhir tahun 2008 menembus angka Rp.122 triliun
(perhitungan compounded annual growth rate telah tumbuh
sekitar 30 persen).
• Pertumbuhan kredit di Bank Swasta 41 persen per tahun, dan
peranannya mencapai 46 persen dari total KPR di Indonesia. LDR
(Loan to Deposit Ratio) juga meningkat dari 38 persen pada 2003
menjadi 75 persen pada Desember 2008.
• Sebagian Bank, terutama Bank Swasta, memiliki LDR hingga 80-90
persen. Hal ini menyebabkan risiko maturity mismatch. Salah satu
cara untuk menciptakan likuiditas Bank adalah dengan
sekuritisasi.
Sekuritisasi - EBA BTN
• Definisi: Sekuritisasi (dalam bahasa
sederhana), adalah proses penjualan aset
piutang dari kreditor awal kepada pihak lain
(dalam hal ini investor), sehingga kreditor awal
menerima dana segar dari penjualan piutang,
dan investor akan menerima bunga dengan
memegang investasi yang berasal dari
investasi tersebut
Dasar hukum
• Peraturan Presiden RI No.19 tahun 2005 tanggal 7
Februari 2005 tentang Pembiayaan Sekunder
Perumahan
• Peraturan Bank Indonesia No.7/4/PBI/2005
tanggal 20 Januari 2005 tentang Prinsip Kehatihatian dalam aktivitas sekuritisasi aset bagi Bank
Umum
• Surat Edaran Bank Indonesia No.7/51/DPNP
tanggal 9 Nopember 2005 tentang Prinsip Kehatihatian dalam Aktivitas Sekuritisasi Aset bagi Bank
Umum
Aset yg dapat di sekuritisasi adalah:
• Aset keuangan yang dapat dialihkan dalam rangka
sekuritisasi aset, wajib berupa aset keuangan yang
terdiri dari kredit, tagihan yng timbul dari surat
berharga, tagihan yang timbul di kemudian hari dan
aset keuangan lain yang setara.
• Aset keuangan yang dialihkan wajib memenuhi kriteria
sebagai berikut:
- Memiliki arus kas
- Dimiliki dan dalam pengendalian Kreditur Asal, dan
- Dapat dipindahtangankan dengan bebas kepada
Penerbit
KIK-EBA sebagai wahana sekuritisasi
• Sekuritisasi pada hakekatnya adalah teknik
pembiayaan dengan mana dikumpulkan dan dikemas
sejumlah aset (aktiva) keuangan berupa piutang
(tagihan) yang lahir dari transaksi keuangan atau
transaksi perdagangan, yang biasanya kurang likuid
menjadi Efek yang likuid karena mudah diperjual
belikan.
• Proses Sekuritisasi diserahkan pada wahana yang
disebut Special Purpose Vehicle(SPV).
KIK-EBA sebagai wahana sekuritisasi
• Dalam Pasar Modal Indonesia, wahana sekuritisasi tsb
adalah berupa Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun
Aset (KIK-EBA) yang diatur berdasar Peraturan
Bapepam no.IX.K.1 tentang Pedoman Kontrak Investasi
Kolektif Efek Beragun Aset (Asset Backed Securities),
sesuai Surat Keputusan Ketua Bapepam no. Kep28/PM/2003 tanggal 21 Juli 2003
• Dalam aktivitas Sekuritisasi Aset, Bank dapat
melakukan fungsi-fungsi sebagai Kreditur Asal,
Penyedia Kredit Pendukung, Penyedia Fasilitas
Likuiditas, Penyedia Jasa, Bank Kustodian, dan atau
Pemodal. Bank yang berfungsi sebagai Kreditur Asal
dan atau Penyedia Jasa tidak dapat bertindak sebagai
Bank Kustodian.
Bagan sekuritisasi dan fungsi Bank,
sesuai PBI
Pihak2 KIK-EBA
• Efek Beragun Aset (EBA) adalah surat berharga yang
diterbitkan oleh penerbit berdasarkan aset keuangan
yang dialihkan oleh kreditur asal
• Kredit Pendukung (Credit Enhancement), adalah
fasilitas yang diberikan kepada Penebit untuk
meningkatkan kualitas aset keuangan yang dialihkan
dalam rangka pembayaran kepada Pemodal.
• Fasilitas Likuiditas (Liquidity Facility), adalah fasilitas
talangan yang diberikan kepada Penerbit untuk
mengatasi mismatch pembayaran kepada Pemodal
Pihak2 KIK-EBA
• Penyedia Jasa (Servicer), adalah pihak yang menatausahakan,
memproses, mengawasi, dan melakukan tindakan2 lainnya
dalam rangka mengupayakan kelancaran arus kas aset
keuangan, yang dialihkan kepada Penerbit sesuai perjanjian
antara pihak tsb dengan Penerbit, temasuk memberikan
peringatan kepada Reference Entity, apabila terjadi
keterlambatan pembayaran, melakukan negosiasi dan
menyelesaikan tuntutan.
• Bank Kustodian, adalah Bank yang memberikan Jasa penitipan
EBA dan harta serta jasa lain yang berkaitan dengan
Sekuritisasi Aset sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
• Pemodal (investor), adalah pihak yang membeli EBA
Bagaimana dengan KIK- EBA DSMF01?
• Bunga yang diperoleh investor yang memegang investasi EBA:
dari cicilan pembayaran debitur yang diterima kreditur awal,
yang kemudian diteruskan kepada pembeli piutang, yakni KIK.
Kemudian KIK akan meneruskan kepada pembeli EBA.
• Tingkat keamanan dan kelayakan produk yang disekuritisasi:
Produk EBA DSMF01, berasal dari aset yang disekuritisasi,
yang merupakan KPR Kredit Griya Utama, produk milik BTN,
yang sudah berpengalaman dalam menyalurkan KPR.
• Produk EBA DSMF 01 telah memperoleh peringkat Aaa.id dari
Moody’s, lembaga pemeringkat int’l yang telah mengubah
metode pemberian rating setelah munculnya kasus subprime
Bagaimana dengan KIK- EBA DSMF01?
• Tingkat keamanan ditambah dengan diberikannya jaminan
tambahan (over collateralization) dengan dibentuknya EBA
kelas B sebesar 10 persen dari besar aset piutang yang
disekuritisasi tsb, dan adanya rek cadangan yang memastikan
kelancaran pembayaran bunga EBA kelas A
Risiko EBA?
• Pada dasarnya mitigasi risiko yang dapat dilakukan adalah
bagaimana menilai produk sekuritisasi yang aman, dengan
cara menerapkan kriteria seleksi yang ketat dalam pemilihan
aset yang disekuritisasi.
• Apabila asset yang disekuritisasi berasal dari portofolio kredit
KPR, yang berasal dari nasabah prima, dan selama ini potensi
untuk risiko default nya rendah, maka sebagai investor,
investasi dalam KIK-EBA DSMF01 patut dipertimbangkan.
• Mempertimbangkan risiko lain, seperti tidak
menginvestasikan semua uang kita dalam bentuk KIK-EBA,
namun juga dalam bentuk portofolio campuran berbagai
investasi, sehingga tetap dapat menguntungkan dan
mengurangi risiko
..
• LETTER OF CREDIT ( L/C )
– Adalah kredit berdokumen yang diberikan opening bank
atas transaksi (importir) yang agunannya berupa dokumendokumen ( commercial invoice, bill of lading, insurance
document, certificate document ) atas transaksi tersebut
– Perdagangan luar negeri (ekspor impor) memerlukan
Letter of Credit (L/C) untuk memenuhi ketentuan Uniform
Custom and Practice For Documentary (UCP)
– Dengan L/C berarti ada pihak ketiga (opening bank) yang
akan menjamin lancarnya transaksi.
Agunan L/C
• Commercial Invoice Document
– Adalah faktur penjualan atau daftar mengenai barangbarang yang menunjukkan harga, kuantitas, kualitas,
ongkos angkut yang dikirimkannya kepada pembelinya
melalui opening bank
• Bill Of Lading ( B/L )
– B/L adalah dokumen pemberitahuan dari pengirim barang
bahwa barang akan diangkut ketujuan tertentu dan alamat
tertentu, termasuk syarat-syarat penyerahan barang.
– B/L untuk perdagangan dalam negeri disebut KONOSEMEN
..
• INSURANCE DOCUMENT
– Dokumen persetujuan yang didalamnya pihak
penanggung berjanji akan mengganti kerugian
sehubungan dengan kerusakan, kerugian ataupun
kehilangan laba yang diharapkan yang dialami
pihak tertanggung disebabkan kejadian tertentu.
• CERTIFICATE DOCUMENT
– Adalah dokumen pelengkap untuk kelancaran
perdagangan seperti packing list, weight list
FUNGSI L/C
• Memenuhi ketentuan Uniform Custom and
Practice Documentary dalam perdagangan
luar negeri
• Merupakan jaminan bank penerbit terhadap
importir dan eksportir
• Dasar bagi eksportir untuk mengirim barang
dan menerbitkan draft-nya
• Sebagai dasar untuk klaim jika transaksi tidak
beres
JENIS – JENIS L/C
• MENURUT PENERBITNYA
– Merchant L/C = diterbitkan oleh importir atas nama eksportir
tanpa pihak ke-3
– Banker L/C = diterbitkan dan dijamin oleh issuing bank atas
permintaan importir untuk dan atas nama eksportir.
• MENURUT BENTUKNYA
– Revocable L/C = L/C dapat dirubah/dibatal kan sewaktu
waktu oleh importir tanpa persetujuan eksportir, tapi
sebelum diaksep opening bank
– Irrevocable L/C = L/C tidak dapat dirobah tanpa persetujuan
pihak pihak terkait
– Irrevocable and Confirmed L/C = tidak dapat dirobah tanpa
persetujuan semua pihak dan dijamin penuh oleh opening
bank
• MENURUT SYARAT PEMBUKAAN
..
– Documentary L/C = penarikan / pembayaran draftnya dokumen2 L/C harus
dilampirkan
– Open (Clean) L/C = dokumen tidak perlu dilampirkan, cukup melampirkan
tanda terima seperti kuitansi.
• MENURUT CARA PEMBAYARAN
– Sight L/C = pembayaran oleh paying bank dilakukan pada saat draft
ditunjukkan oleh eksportir dan disertai dokumen lain sesuai syarat L/C
– Usance (Term) L/C = pembayaran oleh paying bank setelah jatuh tempo
tergantung perjanjiannya
• MENURUT HAK BENEFICIARY
– Transferable L/C = master L/C yang dapat dipindahtangankan sebagian atau
seluruhnya oleh ekportir lainnya dengan persetujuan importir dan syarat2
L/C dipenuhinya.
– Non Transferable L/C = L/C yang tidak dapat dialihkan oleh eksportir
pertama kepada eksportir kedua
..
• MENURUT PERJANJIANNYA
– Restricted (Straight) L/C = hanya dapat dinegosiasikan oleh
bank yang disebutkan secara khusus dalam L/C tersebut
– General L/C = dapat dinegosiasikan oleh setiap bank
• MENURUT JENIS L/C KHUSUS
– Aflopend L/C = hanya dapat dipakai untuk sekali transaksi saja
selama masa berlakunya
– Revolving L/C = dapat dipakai beberapa kali transaksi dengan
periode tertentu selama masa berlakunya
– Back to Back L/C = dibuka oleh bank atas permintaan eksportir
perantara dengan menjaminkan master L/C nya dan dibuka atas
nama eksportir kedua
– Red Clause L/C = pembayarannya sebagian atau seluruhnya
telah diterima lebih dulu oleh eksportir sebelum dokumen dan
barangnya dikirimkan
..
– Green Clause L/C = pembayaran sebagian atau seluruhnya
dapat lebih dulu diterima setelah dokumen sementara
diserahkan kepada bank
– Negociering L/C = dinegosiasikan oleh advising bank.
Biasanya cabang dari opening bank
– Confirmed Negociering L/C = dapat dikonfirmkan oleh
issuing bank dan advising bank bersama-sama.
– Unconfirmed Negociering L/C = boleh di-negocier kan oleh
bank mana saja.
– Standby L/C = khusus digunakan untuk menjamin suatu
transaksi dimana L/C tersebut baru dapat dicairkan jika
transaksi tersebut tidak dipenuhi
MEKANISME PEMBUKAAN LETTER OF CREDIT ( L/C )
L/C
IMPORTIR
ATAU
PEMBELI
Negara
Importir
Negara
Beneficiary
Wesel / draft
Pembayaran wesel/draft
OPENING BANK
ATAU
ISSUING BANK
Wesel / draft
Sales –
contract
Dokumen
Pengiriman dll
BENEFICIARY
ATAU
EKSPORTIR
ATAU PENJUAL
L/C
L/C
Wesel / draft
Penerimaan pembayaran
Pembayaran wesel
draft
ADVISING BANK
NEGOTIATING BANK
ACCEPTANCE BANK
CONFIRMING BANK
PAYING BANK
Adalah
BANK DEVISA
Dinegara eksportir
Download