hukum newton tentang gravitasi universal

advertisement
HUKUM NEWTON TENTANG
GRAVITASI UNIVERSAL
AIR DALAM TANAH
Soil is made up of soil particles in crumb-form (peds), and pore spaces around the soil
crumbs.
In a well-structured soil, these crumbs are nice and stable....but in a poorly structured
soil, the crumbs are unstable which often limits pore-space.
The pore-spaces are necessary for holding water, and for the free gaseous exchange of
oxygen and carbon dioxide between the plant roots and the soil surface (respiration
process).
There are three types of soil water (ie. water in the soil).
2
AIR GRAVITASI
This is the water which is susceptible to the forces of gravity. It exists after
significant rainfall, and after substantial irrigation. This is the water which
fills all the pore-space, and leaves no room for oxygen and gaseous
exchange. In "light" soils, this tends to drain away quickly. In heavy soils, this
can take time.
AIR KAPILER
This is the water which is held with the force of SURFACE TENSION by the soil
particles, and is resistent to the forces of gravity. This is the water which is
present after the gravitational water has drained away, leaving spaces free
for gaseous exchange. When the soil is holding it's MAXIMUM capillary
water (after the gravitational water has drained), this is called FIELD
CAPACITY. At this point, the plant is able to take up water easily, and has the
oxygen that it needs in the root zone.
3
AIR HIGROSKOPIS
This is the water which is held so tightly (by surface
tension) to the soil particles that the plant roots
can't take it up.
It's there.......but it's unavailable.
At this stage there's generally sufficient oxygen, but
there just isn't enough available water.
Titik layu permanen
merupakan sifat tanah
yang penting bagi
pertumbuhan
tanaman.
Mengapa demikian?
Jelaskan
dengan 250 kata
The plant wilts, and will eventually die if it doesn't
get water.
When the plant wilts and is unable to recover, this is
called the TITIK LAYU PERMANEN
4
Air tanah pada berbagai kondisi kelengasan (kadar air)
5
ENERGI AIR TANAH
Retensi dan pergerakan air tanah melibatkan energi, yaitu:
Energi Potensial, Energi Kinetik dan Energi Elektrik.
Selanjutnya status energi dari air disebut ENERGI BEBAS, yang
merupakan PENJUMLAHAN dari SEMUA BENTUK ENERGI
yang ada.
Air bergerak dari zone air berenergi bebas tinggi (tanah basah)
menuju zone air berenergi bebas rendah (tanah kering).
Gaya-gaya yg berpengaruh
Gaya matrik: tarikan padatan tanah (matrik) thd molekul air;
Gaya osmotik: tarikan kation-kation terlarut thd molekul air
Gaya gravitasi: tarikan bumi terhadap molekul air tanah.
Potensial air tanah
Ketiga gaya tersebut di atas bekerja bersama mempengaruhi energi bebas air
tanah, dan selanjutnya menentukan perilaku air tanah, ….. POTENSIAL TOTAL AIR
TANAH (PTAT)
PTAT adalah jumlah kerja yg harus dilakukan untuk memindahkan secara
berlawanan arah sejumlah air murni bebas dari ketinggian tertentu secara
isotermik ke posisi tertentu air tanah.
PTAT = Pt = perbedaan antara status energi air tanah dan air murni bebas
Pt = Pg + Pm + Po + …………………………
( t = total; g = gravitasi; m = matrik; o = osmotik)
6
Hubungan potensial air tanah dengan energi bebas
Potensial
positif
+
Energi bebas naik bila air tanah berada
pada letak ketinggian yg lebih tinggi dari
titik baku pengenal (referensi)
Energi bebas dari air murni
Potensial tarikan bumi
0
Menurun karena pengaruh osmotik
Potensial
negatif
-
Menurun karena pengaruh matrik
Potensial osmotik
(hisapan)
Potensial matrik
(hisapan)
Energi bebas dari air tanah
7
POTENSIAL AIR
TANAH
POTENSIAL TARIKAN BUMI = Potensial gravitasi
Pg = G.h
dimana G = percepatan gravitasi, h = tinggi air tanah di atas posisi
ketinggian referensi.
Potensial gravitasi berperanan penting dalam menghilangkan
kelebihan air dari bagian atas zone perakaran setelah hujan lebat atau
irigasi
Potensial matrik dan Osmotik
Potensial matrik merupakan hasil dari gaya-gaya jerapan dan kapilaritas.
Gaya jerapan ditentukan oleh tarikan air oleh padatan tanah dan kation jerapan
Gaya kapilaritas disebabkan oleh adanya tegangan permukaan air.
Potensial matriks selalu negatif
Potensial osmotik terdapat pd larutan tanah, disebabkan oleh adanya bahan-bahan
terlarut (ionik dan non-ionik).
Pengaruh utama potensial osmotik adalah pada serapan air oleh tanaman
Hisapan dan Tegangan
Potensial matrik dan osmotik adalah negatif, keduanya bersifat menurunkan energi bebas air tanah.
Oleh karena itu seringkali potensial negatif itu disebut HISAPAN atau TEGANGAN.
Hisapan atau Tegangan dapat dinyatakan dengan satuan-satuan positif.
Jadi padatan-tanah bertanggung jawab atas munculnya HISAPAN atau TEGANGAN.
8
11.1. Penjabaran Hukum Keppler 3
11.2. Gravitasi Planet dan Hukum Kepler 3
11.3. Eksperimen Cavendish 
Tetapan Gravitasi Universal
11.4. Massa Bumi, Matahari, dan Planet
11.5. Beberapa Pengaruh terhadap Kerja
Newton
11.6. Beberapa Konskuensi Hukum Newton
tentang Gravitasi Universal
11.7. Penemuan Planet Baru berdasar Teori
Gravitasi Newton
11.6. Hukum Bode: Keteraturan semu tentang
posisi Planet.
11.9. Gravitasi dan Galaksi
11.10. I do not feign hypotheses
11.11. Tempat Newton dalam Sain Modern
11.12. Eksplorasi Sumberdaya Alam dengan
prinsip gravitasi (TAMBAHAN)
11.1. Penjabaran Hk Keppler 3
• KEPPLER
– ORBIT PLANET ELLIPS
– LUAS SAPUAN ORBIT PERSATUAN WAKTU TETAP
– PERIODE (T) <-> JEJARI ORBIT (R)  T2 <-> R3  T2 = K R3
• NEWTON
– GAYA (F)
– GAYA <-> MASSA (m) DAN PERCEPATAN (a)
• F=ma
– GAYA AKSI <-> GAYA REAKSI
– GERAK
• TRANSLASI
• ROTASI  PERCEPATAN/GAYA CENTRIPETAL
• NEWTON
– GRAVITASI
• GAYA GRAVITASI (F) <-> MASSA1(m1), MASSA 2 (m2), dan JARAK12(r12)
– F = G (m1 m2 )/(r12)2
– G = KONSTANTA GRAVITASI UNIVERSAL
R
F
11.2. Gravitasi Planet dan
Hukum Keppler 3
11.3. Eksperimen Cavendish 
Tetapan Gravitasi Universal
G = 6,67384 x 10-11 N (m/kg)2
11.4. Massa Bumi, Matahari, dan
Planet
11.5. Beberapa Pengaruh terhadap
Kerja Newton
•
•
•
•
•
•
Galileo
Keppler
Ticho Brahe
Flamsteed
Halley
Dll.
: Eksperimen benda jatuh
: Orbit planet
: Astonomi
: Astronomi
: Astronomi
11.6. Beberapa Konskuensi Hukum
Newton tentang Gravitasi Universal
11.7. Penemuan Planet Baru berdasar
Teori Gravitasi Newton
• Neptune is the outermost planet of the gas
giants. It has an equatorial diameter of 49,500
kilometers (30,760 miles). If Neptune were
hollow, it could contain nearly 60 Earths. Neptune
orbits the Sun every 165 years. It has eight
moons, six of which were found by Voyager. A day
on Neptune is 16 hours and 6.7 minutes.
Neptune was discovered on September 23, 1846
by Johann Gottfried Galle, of the Berlin
Observatory, and Louis d'Arrest, an astronomy
student, through mathematical predictions
made by Urbain Jean Joseph Le Verrier.
11.6. Hukum Bode: Keteraturan semu
tentang posisi Planet.
11.9. Gravitasi dan Galaksi
11.10. I do not feign hypotheses
11.11. Tempat Newton dalam Sain
Modern
Out of his study has
11.12. Eksplorasi Sumberdaya Alam
dengan prinsip gravitasi
Hendra Grandis, 2010
SURVEI GRAVITASI
DI GUNUNGAPI MERAPI
Tim Geofisika UGM Juli, 2011
Hendra Grandis, 2010
AIRBORNE GRAVITY SURVEYS
IN THE ARCTIC (NORTH POLE)
Pioneer: The Gravity Field and
Steady-State Ocean Circulation
Explorer flies in a low orbit and can
sense changes in gravity as small as
one part in 10trillion
Read more:
http://www.dailymail.co.uk/sciencet
ech/article-1372012/Potato-EarthGravity-satellite-reveals-planetREALLY-lookslike.html#ixzz1VxyS6and
The gravitational
pull of the earth
has been mapped
in this new geoid
image from the
GOCE satellite with the yellows
and red indicating a
strong pull, while
the blues show less
gravity
Read more:
http://www.dailym
ail.co.uk/sciencetec
h/article1372012/PotatoEarth-Gravitysatellite-revealsplanet-REALLYlookslike.html#ixzz1Vxxn
Rkqi
MARILAH BELAJAR GRAVITASI
UNTUK MENGETAHUI ALAM RAYA, BUMI,
DAN ISINYA
LEBIH MENDALAM
AGAR KITA DAPAT MEMFAATKANNYA
DENGAN
LEBIH SANTUN ATAU BIJAKSANA.
Kirbani SB.
Download