silabus mata kuliah - IPG327 – KEPERAWATAN GAWAT DARURAT 2

advertisement
SILABUS MATA KULIAH
Program Studi
Kode Mata Kuliah
Nama Mata Kuliah
Jumlah SKS
Semester
Masa Kuliah Pra Syarat
: S1 Keperawatan
:
: Keperawatan Gawat Darurat II
: 3 SKS
: VI
: Keperawatan Gawat darurat 1, Disaster Nursing
Deskripsi Mata Kuliah
:
Sintesa konsep dan prinsip keperawatan gawat darurat melalui penerapan ilmu dan teknologi keperawatan dalam asuhan keperawatan klien pada semuan
tingkat usia yang mengancam kehidupan atau tanpa mengancam kehidupan atau tanpa mengancam kehidupan yang terjadi secara mendadak atau tidak.
Pengalaman belajar meliputi pengalaman belajar klinik dan lain.
Standar Kompetensi
:
1. Kompetensi Umum
Kompetensi klinik yang harus dicapai oleh mahasiswa setelah mengikuti mata ajar KGD adalah ”mampu memberikan asuhan keperawatan pada klien gawat darurat yang mengalami
berbagai macam gangguan sistem tubuh yang umum terjadi berdasarkan keilmuwan yang terkait dengan keperawatan darurat (KGD)”
2. Kompetensi Khusus
A. Setelah menempuh mata kuliah ini mahasiswa diharapkan (kompetensi hardskill):
1. Memahami konsep dan prinsip kegawatdaruratan
2 Memahami konsep pertolongan pasien gawat darurat mencakup bantuan hidup dasar dan lanjutan
3. Menerapkan konsep dan prinsip gawat darurat dalam pertolongan pasien pada berbagai kondisi dan tingkat usia.
4. Melaksanakan pengkajian air way, breathing, dan circulation pada pasien gawat darurat
5. Melaksanakan pernafasan buatan pada pasien dengan henti nafas
6. Melaksanakan resusitasi jantung paru pada pasien henti nafas dan henti jantung
B. Setelah menempuh mata kuliah ini mahasiswa diharapkan (kompetensi softskill)
1. Berinisiatif dalam tindakan kegawatdaruratan
2. Mampu bekerjasama dalam tim secara profesional
Silabi S1 Keperawatan, YULIATI
3. Mengaplikasikan etik dan moral profesi keperawatan dalam pelayanan prima
4. Mampu berpikir kritis setiap kasus yang dihadapi
5. Bersemangat dalam memberikan memberikan bantuan langsung dari berbagai latar belakang budaya, social ekonomi klien
6. Mampu menerapkan management stress pada klien tertentu terutama klien dan keluarga klien yang mengalami proses berduka dan kehilangan (Loss and grieving).
7. Dapat diandalkan dari salah satu aspek kemahiran keterampilan yang dimiliki
Kompetensi
Dasar
Indikator
Mengidentifikasi, Setelah mengikuti perkuliahan
melaksanakan
mahasiswa diharapkan dapat :
penanganan
1. Mengkaji pasien dengan
prehospital
&
kegawatan prehospital &
hospital, bencana
hospital, Bencana alam &
Kejadian luar biasa
2. Menganalisa masalah pasien
dengan prehospital & hospital,
Bencana alam & Kejadian luar
biasa
3. Menegakkan diagnosa
keperawatan pasien
kegawatan dengan prehospital
& hospital, Bencana alam &
Kejadian luar biasa
4. Membuat Perencanaan pasien
kegawatan prehospital &
hospital , Bencana alam &
Kejadian luar biasa
5. Melaksanakan tindakan
keperawatan pada pasien
dengan kegawatan prehospital
Silabi S1 Keperawatan, YULIATI
Pengalaman
Belajar
Materi Ajar
memberi
kesempatan kepada
para
mahasiswa
untuk
belajar
mengelola pasien
prehospital
&
kegawatan hospital
, bencana dengan
pendekatan proses
keperawatan & &
mempresentasikan
kasus per kasus
pasien
yang
dirawatnya melalui
metoda
nursing
round .
1. Pengkajian pasien dengan
kegawatan prehospital &
hospital, Bencana alam &
Kejadian luar biasa
2. Analisa masalah pasien
dengan kegawatan prehospital
& hospital, Bencana alam &
Kejadian luar biasa
3. Diagnosa keperawatan pasien
kegawatan dengan prehospital
& hospital, Bencana alam &
Kejadian luar biasa
4. Perencanaan pasien kegawatan
dengan prehospital & hospital,
Bencana alam & Kejadian luar
biasa
5. Tindakan keperawatan pada
pasien dengan kegawatan
prehospital & hospital,
bencana
6. Evaluasi pasien dengan
kegawatan prehospital &
Waktu
Alat/ Bahan/
Sumber
Belajar
Kertas,
Bolpen, Alat
praktek
berdasarkan
target
ketrampilan
Penilaian
1.Evaluasi
Perorangan:
Portofolio,
Praktek klinik/
target
Kompetensi,
ujian
kompetensi
diakhir
praktek klinik
2.Evaluasi
kelompok:
Presentasi
kasus
& hospital, Bencana alam &
Kejadian luar biasa
6. Mengevaluasi pasien dengan
kegawatan prehospital &
hospital, Bencana alam &
Kejadian luar biasa
7. Mendokumentasikan pasien
dengan kegawatan prehospital
& hospital, Bencana alam &
Kejadian luar biasa
8. Melaksanakan target
ketrampilan:
a. Triage
b. Evakuasi korban
c. Stabilisasi korban
d. RJP
e. Transportasi prehospital/
pengangkutan pasien
dengan KLB/ bencana
alam
f. Transfer/ Rujuk pasien
g. Transportasi dari IGD ke
OK
h. Memindahkan pasien dari
IGD ke OK
i. Memindahkan pasien dari
IGD ke ICU/ ICCU/
PICU/ NICU
j. Memindahkan pasien dari
IGD ke Ruang rawat
k. Melakukan Pengkajian
Silabi S1 Keperawatan, YULIATI
hospital, Bencana alam &
Kejadian luar biasa
7. Dokumentasikan pasien
dengan kegawatan prehospital
& hospital,Bencana alam &
Kejadian luar biasa
8. Target ketrampilan:
a. Triage
b. Transportasi/
pengangkutan pasien
dengan KLB/ bencana
alam
c. Transportasi prehospital/
pengangkutan pasien
dengan KLB/ bencana
alam
d. Transfer/ Rujuk pasien
e. Transportasi dari IGD ke
OK
f. Memindahkan pasien dari
IGD ke OK
g. Memindahkan pasien dari
IGD ke ICU/ ICCU/ PICU/
NICU
h. Memindahkan pasien dari
IGD ke Ruang rawat
i. Melakukan Pengkajian
primery
j. Melakukan Pengkajian
Secondary
k. Mengangkat pasien dengan
primery
l. Melakukan Pengkajian
Secondary
m. Mengangkat pasien
dengan fraktur cervical /
tulang belakang
n. Mengangkat pasien
dengan fraktur ekstremitas
o. Pemberian obat-obat
emergency
Mengidentifikasi, Setelah mengikuti perkuliahan
melaksanakan
mahasiswa diharapkan dapat :
asuhan
1. Mengkaji pasien dengan
keperawatan
kegawatan gangguan
pasien
dengan
pernafasan
kegawatan
2. Menganalisa masalah pasien
gangguan
dengan kegawatan gangguan
pernafasan
pernafasan
3. Menegakkan diagnosa
keperawatan pasien
kegawatan dengan gangguan
pernafasan
4. Membuat Perencanaan pasien
kegawatan dengan gangguan
pernafasan
5. Melaksanakan tindakan
keperawatan pada pasien
dengan kegawatan gangguan
pernafasan
6. Mengevaluasi pasien dengan
kegawatan gangguan
Silabi S1 Keperawatan, YULIATI
fraktur cervical / tulang
belakang
l. Mengangkat pasien dengan
fraktur ekstremitas
m. Pemberian obat-obat
emergency
memberi
kesempatan kepada
para
mahasiswa
untuk
belajar
mengelola pasien
kegawatan
gangguan
pernafasan dengan
pendekatan proses
keperawatan & &
mempresentasikan
kasus per kasus
pasien
yang
dirawatnya melalui
metoda
nursing
round .
1. Pengkajian pasien dengan
kegawatan gangguan
pernafasan
2. Analisa masalah pasien
dengan kegawatan gangguan
pernafasan
3. Diagnosa keperawatan pasien
kegawatan dengan gangguan
pernafasan
4. Perencanaan pasien kegawatan
dengan gangguan pernafasan
5. Tindakan keperawatan pada
pasien dengan kegawatan
gangguan pernafasan
6. Evaluasi pasien dengan
kegawatan gangguan
pernafasan
7. Dokumentasikan pasien
dengan kegawatan gangguan
pernafasan
8. Target ketrampilan:
Kertas,
Bolpen, Alat
praktek
berdasarkan
target
ketrampilan
1.Evaluasi
Perorangan:
Portofolio,
Praktek klinik/
target
Kompetensi,
ujian
kompetensi
diakhir
praktek klinik
2.Evaluasi
kelompok:
Presentasi
kasus
pernafasan
7. Mendokumentasikan pasien
dengan kegawatan gangguan
pernafasan
8. Melaksanakan target
ketrampilan:
a. Pengkajian airway,
breathing, circulasi
b. Mengatur posisi ekstensi/
head tilt chin lift
c. Memasang collar neck
d. Suction
e. Heimlich manuver
f. Finger swab
g. Memasang mayo/
oropahingeal airway
h. Membebaskan jalan nafas
i. Memberi O2 binasal/ RM/
NRM
j. Monitor ventilator
k. Intubasi Endotrakheal
Tube/ ET
l. Ekstubasi ET
Mengidentifikasi,
melaksanakan
asuhan
keperawatan
pasien
dengan
kegawatan
gangguan
Setelah mengikuti perkuliahan
mahasiswa diharapkan dapat :
1. Mengkaji pasien dengan
kegawatan gangguan
kardiovaskuler
2. Menganalisa masalah pasien
dengan kegawatan gangguan
Silabi S1 Keperawatan, YULIATI
a. Pengkajian airway,
breathing, circulasi
b. Mengatur posisi ekstensi/
head tilt chin lift
c. Memasang collar neck
d. Suction
e. Heimlich manuver
f. Finger swab
g. Memasang mayo/
oropahingeal airway
h. Membebaskan jalan nafas
i. Memberi O2 binasal/ RM/
NRM
j. Monitor ventilator
k.Intubasi Endotrakheal Tube/
ET
l. Ekstubasi ET
memberi
1. Pengkajian pasien dengan
kesempatan kepada
kegawatan gangguan
para
mahasiswa
kardiovaskuler
untuk
belajar 2. Analisa masalah pasien
mengelola pasien
dengan kegawatan gangguan
kegawatan
kardiovaskuler
gangguan
3. Diagnosa keperawatan pasien
Kertas,
Bolpen, Alat
praktek
berdasarkan
target
ketrampilan
1.Evaluasi
Perorangan:
Portofolio,
Praktek klinik/
target
Kompetensi,
ujian
kardiovaskuler
Mengidentifikasi,
kardiovaskuler
3. Menegakkan diagnosa
keperawatan pasien
kegawatan dengan gangguan
kardiovaskuler
4. Membuat Perencanaan pasien
kegawatan dengan gangguan
kardiovaskuler
5. Melaksanakan tindakan
keperawatan pada pasien
dengan kardiovaskuler
kegawatan gangguan
6. Mengevaluasi pasien dengan
kegawatan gangguan
kardiovaskuler
7. Mendokumentasikan pasien
dengan kegawatan gangguan
kardiovaskuler
8. Melaksanakan target
ketrampilan:
a. RJP
b. JVP
c. EKG & Pembacaanya
d. Menghitung balance cairan
e. Monitor Vital sign
f. Mengukur capilary reffil,
warna kulit
g. Observasi tanda syok
h. Mengukur CVP
i. Melalukan DC shock
Setelah mengikuti perkuliahan
Silabi S1 Keperawatan, YULIATI
kardiovaskuler
kegawatan dengan gangguan
dengan pendekatan
kardiovaskuler
proses
4. Perencanaan pasien kegawatan
keperawatan & &
dengan gangguan
mempresentasikan
kardiovaskuler
kasus per kasus 5. Tindakan keperawatan pada
pasien
yang
pasien dengan kegawatan
dirawatnya melalui
gangguan kardiovaskuler
metoda
nursing 6. Dokementasi pasien dengan
kegawatan gangguan
round .
kardiovaskuler
7. Dokumentasikan pasien
dengan kegawatan gangguan
kardiovaskuler Melaksanakan
target ketrampilan:
a. RJP
b. JVP
c. EKG & Pembacaanya
d. Menghitung balance
cairan
e. Monitor Vital sign
f. Mengukur capilary reffil,
warna kulit
g. Observasi tanda syok
h. Mengukur CVP
i. Melalukan DC shock
memberi
1. Pengkajian pasien dengan
kompetensi
diakhir
praktek klinik
2.Evaluasi
kelompok:
Presentasi
kasus
Kertas,
1.Evaluasi
melaksanakan
mahasiswa diharapkan dapat :
asuhan
1. Mengkaji pasien dengan
keperawatan
kegawatan gangguan
pasien
dengan
Persarafan
kegawatan
2. Menganalisa masalah pasien
gangguan
dengan kegawatan gangguan
Persarafan
Persarafan
3. Menegakkan diagnosa
keperawatan pasien
kegawatan dengan gangguan
Persarafan
4. Membuat Perencanaan pasien
kegawatan dengan gangguan
Persarafan
5. Melaksanakan tindakan
keperawatan pada pasien
dengan kegawatan gangguan
Persarafan
6. Mengevaluasi pasien dengan
kegawatan gangguan
Persarafan
7. Mendokumentasikan pasien
dengan kegawatan gangguan
Persarafan
8. Melaksanakan target
ketrampilan:
a. Mengatur posisi cedera
kepala
b. Observasi Peningkatan
TIK
c. Mengukur GCS
Silabi S1 Keperawatan, YULIATI
kesempatan kepada
para
mahasiswa
untuk
belajar
mengelola pasien
kegawatan
gangguan
persarafan dengan
pendekatan proses
keperawatan & &
mempresentasikan
kasus per kasus
pasien
yang
dirawatnya melalui
metoda
nursing
round .
kegawatan gangguan
Persarafan
2. Analisa masalah pasien
dengan kegawatan gangguan
Persarafan
3. Diagnosa keperawatan pasien
kegawatan dengan gangguan
Persarafan
4. Perencanaan pasien kegawatan
dengan gangguan Persarafan
5. Tindakan keperawatan pada
pasien dengan kegawatan
gangguan Persarafan
6. Evaluasi pasien dengan
kegawatan gangguan
Persarafan
7. Dokumentasikan pasien
dengan kegawatan gangguan
Persarafan
8. Target ketrampilan:
a. Mengatur posisi cedera
kepala
b. Observasi Peningkatan TIK
c. Mengukur GCS
d. Observasi Tingkat
kesadaran
e. Penanganan kejang
Bolpen, Alat
praktek
berdasarkan
target
ketrampilan
Perorangan:
Portofolio,
Praktek klinik/
target
Kompetensi,
ujian
kompetensi
diakhir
praktek klinik
2.Evaluasi
kelompok:
Presentasi
kasus
d. Observasi Tingkat
kesadaran
e. Penanganan kejang
Mengidentifikasi,
melaksanakan
asuhan
keperawatan
pasien
dengan
kegawatan
gangguan
pencernaan
Setelah mengikuti perkuliahan
mahasiswa diharapkan dapat :
1. Mengkaji pasien dengan
kegawatan gangguan
pencernaan
2. Menganalisa masalah pasien
dengan pencernaan kegawatan
gangguan
3. Menegakkan diagnosa
keperawatan pasien
kegawatan dengan gangguan
pencernaan
4. Membuat Perencanaan pasien
kegawatan dengan gangguan
pencernaan
5. Melaksanakan tindakan
keperawatan pada pasien
dengan kegawatan gangguan
pencernaan
6. Mengevaluasi pasien dengan
kegawatan gangg pencernaan
7. Mendokumentasikan pasien
dengan kegawatan gangguan
pencernaan
8. Melaksanakan target
Silabi S1 Keperawatan, YULIATI
memberi
kesempatan kepada
para
mahasiswa
untuk
belajar
mengelola pasien
kegawatan
gangguan
pencernaan dengan
pendekatan proses
keperawatan & &
mempresentasikan
kasus per kasus
pasien
yang
dirawatnya melalui
metoda
nursing
round .
1. Pengkajian pasien dengan
kegawatan gangguan
pencernaan
2. Analisa masalah pasien
dengan kegawatan gangguan
pencernaan
3. Diagnosa keperawatan pasien
kegawatan dengan gangguan
pencernaan
4. Perencanaan pasien kegawatan
dengan gangguan pencernaan
5. Tindakan keperawatan pada
pasien dengan kegawatan
gangguan pencernaan
6. Evaluasi pasien dengan
kegawatan gangguan
pencernaan
7. Dokumentasikan pasien
dengan kegawatan gangguan
pencernaan
8. Target ketrampilan:
a. Memasang NGT
b. Bilas lambung
c. Monitor perdarahan/
output
Kertas,
Bolpen, Alat
praktek
berdasarkan
target
ketrampilan
1.Evaluasi
Perorangan:
Portofolio,
Praktek klinik/
target
Kompetensi,
ujian
kompetensi
diakhir
praktek klinik
2.Evaluasi
kelompok:
Presentasi
kasus
ketrampilan:
a. Memasang NGT
b. Bilas lambung
c. Monitor perdarahan/ output
d. Penanganan keracunan
e. Pemberian antidote
Mengidentifikasi, Setelah mengikuti perkuliahan
melaksanakan
mahasiswa diharapkan dapat :
asuhan
1. Mengkaji pasien dengan
keperawatan
kegawatan gangguan
pasien
dengan
integumen
kegawatan
2. Menganalisa masalah pasien
gangguan
dengan kegawatan gangguan
integumen
integumen
3. Menegakkan diagnosa
keperawatan pasien
kegawatan dengan gangguan
integumen
4. Membuat Perencanaan pasien
kegawatan dengan gangguan
integumen
5. Melaksanakan tindakan
keperawatan pada pasien
dengan kegawatan gangguan
integumen
6. Mengevaluasi pasien dengan
kegawatan gangguan
7. Mendokumentasikan pasien
dengan kegawatan gangguan
integumen
8. Melaksanakan target
Silabi S1 Keperawatan, YULIATI
d. Penanganan keracunan
e. Pemberian antidote
memberi
kesempatan kepada
para
mahasiswa
untuk
belajar
mengelola pasien
kegawatan
gangguan
integumen dengan
pendekatan proses
keperawatan & &
mempresentasikan
kasus per kasus
pasien
yang
dirawatnya melalui
metoda
nursing
round .
Kertas,
Bolpen, Alat
praktek
berdasarkan
target
ketrampilan
1.Evaluasi
Perorangan:
Portofolio,
Praktek klinik/
target
Kompetensi,
ujian
kompetensi
diakhir
praktek klinik
2.Evaluasi
kelompok:
Presentasi
kasus
ketrampilan:
a. Pemberian cairan pada
pasien luka bakar
b. Observasi derajat luka
bakar
c. Observasi luasnya luka
bakar
d. Perawatan luka bakar
e. Perawatan gigitan
binatang
f. Pemberian ATS
g. Pemberian Anti Bisa
Ular/antidote
h. Perawatan luka
Mengidentifikasi,
melaksanakan
asuhan
keperawatan
pasien
dengan
kegawatan
gangguan
musculoskeletal
Setelah mengikuti perkuliahan
mahasiswa diharapkan dapat :
1. Mengkaji pasien dengan
kegawatan gangguan
musculoskeletal
2. Menganalisa masalah pasien
dengan kegawatan gangguan
musculoskeletal
3. Menegakkan diagnosa
keperawatan pasien
kegawatan dengan gangguan
musculoskeletal
4. Membuat Perencanaan pasien
kegawatan dengan gangguan
musculoskeletal
5. Melaksanakan tindakan
Silabi S1 Keperawatan, YULIATI
memberi
kesempatan kepada
para
mahasiswa
untuk
belajar
mengelola pasien
kegawatan
gangguan
musculoskeletal
dengan pendekatan
proses
keperawatan & &
mempresentasikan
kasus per kasus
pasien
yang
dirawatnya melalui
metoda
nursing
Kertas,
Bolpen, Alat
praktek
berdasarkan
target
ketrampilan
1.Evaluasi
Perorangan:
Portofolio,
Praktek klinik/
target
Kompetensi,
ujian
kompetensi
diakhir
praktek klinik
2.Evaluasi
kelompok:
Presentasi
kasus
Mengidentifikasi,
melaksanakan
asuhan
keperawatan
pasien
dengan
kegawatan
gangguan
endokrin
keperawatan pada pasien
dengan kegawatan gangguan
musculoskeletal
6. Mengevaluasi pasien dengan
kegawatan gangguan
musculoskeletal
7. Mendokumentasikan pasien
dengan kegawatan gangguan
musculoskeletal
8. Melaksanakan target
ketrampilan:
a. Pembalutan
b. Pembidaian
round .
Setelah mengikuti perkuliahan
mahasiswa diharapkan dapat :
1. Mengkaji pasien dengan
kegawatan gangguan endokrin
2. Menganalisa masalah pasien
dengan kegawatan gangguan
endokrin
3. Menegakkan diagnosa
keperawatan pasien
kegawatan dengan gangguan
endokrin
4. Membuat Perencanaan pasien
kegawatan dengan gangguan
endokrin
5. Melaksanakan tindakan
keperawatan pada pasien
dengan kegawatan gangguan
memberi
kesempatan kepada
para
mahasiswa
untuk
belajar
mengelola pasien
kegawatan
gangguan endokrin
dengan pendekatan
proses
keperawatan & &
mempresentasikan
kasus per kasus
pasien
yang
dirawatnya melalui
metoda
nursing
round .
Silabi S1 Keperawatan, YULIATI
1. Pengkajian pasien dengan
kegawatan gangguan endokrin
2. Analisa masalah pasien
dengan kegawatan gangguan
endokrin
3. Diagnosa keperawatan pasien
kegawatan dengan gangguan
endokrin
4. Perencanaan pasien kegawatan
dengan gangguan endokrin
5. Tindakan keperawatan pada
pasien dengan kegawatan
gangguan endokrin
6. Evaluasi pasien dengan
kegawatan gangguan endokrin
7. Dokumentasikan pasien
dengan kegawatan gangguan
Kertas,
Bolpen, Alat
praktek
berdasarkan
target
ketrampilan
1.Evaluasi
Perorangan:
Portofolio,
Praktek klinik/
target
Kompetensi,
ujian
kompetensi
diakhir
praktek klinik
2.Evaluasi
kelompok:
Presentasi
kasus
endokrin
6. Mengevaluasi pasien dengan
kegawatan gangguan endokrin
7. Mendokumentasikan pasien
dengan kegawatan gangguan
endokrin
8. Melaksanakan target
ketrampilan:
a. Observasi tanda gejala
hipoglikemi
b. Penanganan hipoglikemia
c. Observasi KED/
Ketoasidosis diabetikum
d. Penanganan KED
Mengidentifikasi, Setelah mengikuti perkuliahan
melaksanakan
mahasiswa diharapkan dapat :
asuhan
1. Mengkaji pasien dengan
keperawatan
kegawatan gangguan urologi
pasien
dengan 2. Menganalisa masalah pasien
kegawatan
dengan kegawatan gangguan
gangguan urologi
3. Menegakkan diagnosa urologi
keperawatan pasien
kegawatan dengan gangguan
urologi
4. Membuat Perencanaan pasien
kegawatan dengan gangguan
urologi
5. Melaksanakan tindakan
keperawatan pada pasien
dengan kegawatan gangguan
urologi
Silabi S1 Keperawatan, YULIATI
endokrin
8. Target ketrampilan:
a. Observasi tanda gejala
hipoglikemi
b. Penanganan
hipoglikemia
c. Observasi KED/
Ketoasidosis
diabetikum
d. Penanganan KED
memberi
kesempatan kepada
para
mahasiswa
untuk
belajar
mengelola pasien
kegawatan
gangguan urologi
dengan pendekatan
proses
keperawatan & &
mempresentasikan
kasus per kasus
pasien
yang
dirawatnya melalui
metoda
nursing
round .
1. Pengkajian pasien dengan
kegawatan gangguan urologi
2. Analisa masalah pasien
dengan kegawatan gangguan
urologi
3. Diagnosa keperawatan pasien
kegawatan dengan gangguan
urologi
4. Perencanaan pasien kegawatan
dengan gangguan urologi
5. Tindakan keperawatan pada
pasien dengan kegawatan
gangguan urologi
6. Evaluasi pasien dengan
kegawatan gangguan urologi
7. Dokumentasikan pasien
dengan kegawatan gangguan
Kertas,
Bolpen, Alat
praktek
berdasarkan
target
ketrampilan
1.Evaluasi
Perorangan:
Portofolio,
Praktek klinik/
target
Kompetensi,
ujian
kompetensi
diakhir
praktek klinik
2.Evaluasi
kelompok:
Presentasi
kasus
6. Mengevaluasi pasien dengan
kegawatan gangguan urologi
7. Mendokumentasikan pasien
dengan kegawatan gangguan
urologi
8. Melaksanakan target
ketrampilan:
a. Pemasangan DC kateter
b. Pungsi vesica urinaria
c. Menghitung balance
cairan
Penilaian
a. Penilaian meliputi :
1. Ujian Tengah Semester (UTS)
2.Ujian Akhir Semester (UAS)
3. Ringkasan
4. Portofolio
5. Presentasi dan diskusi dalam seminar
: 15 %
: 20 %
: 5%
: 30 %
: 30 %
b. Syarat mengikuti ujian semester
1. Kehadiran 90-100%
: boleh mengikuti ujian
2. Kehadiran 75-90%
: ujian dengan penugasan/bersyarat
3. Kehadiran < 75%
: tidak boleh mengikuti ujian
c. Standar konversi nilai yang direncanakan:
A:
>80
B:
66 - 80
C:
56 - 65
D:
4 5- 55
Silabi S1 Keperawatan, YULIATI
urologi
8. Target ketrampilan:
a. Pemasangan DC kateter
b. Pungsi vesica urinaria
c. Menghitung balance cairan
E :
< 45
G. Referensi
1. Brunner & Suddart.(2005).Keperawatan Medikal Bedah.Jakarta:EGC
2. Maryline D (2003). Rencana Keperawatan. Jakarta : EGC
3. Anderson, S (2003). Patofisiolgi. Jakarta:EGC
4. Tamboyang (2000).Patofsiologi. Jakarta:EGC
5. Potter&Perry (2002). Fundamental of Nursing. Ed.4.Jakarta:EGC
6. Huddak G (2002). Keperawatan Kritis. Jakarta; EGC
7. Emergency Nurses Association. (2006). Sheehy’s Manual of Emergency Care, 6th edition
8. The League Of Calfornia Community Foundations. (2001).Disaster Preparedness: A Guide To Planning For California Community Foundations
Silabi S1 Keperawatan, YULIATI
Download