pengambilalihan kota salatiga dari kekuasaan belanda ke

advertisement
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Gedung H, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Telepon: (024) 8508081, Fax. (024) 8508082; Email: [email protected]
Website http://www.unnes.ac.id
Data skripsi mahasiswa Universitas Negeri Semarang
NAMA
NIM
PRODI
JURUSAN
FAKULTAS
EMAIL
PEMBIMBING 1
PEMBIMBING 2
TGL UJIAN
: LUTVIA MAHARANI
: 3150405024
: Ilmu Sejarah
: Sejarah
: Ilmu Sosial
: lutviamaharani pada domain yahoo.com
: Drs. Cahyo Budi Utomo, M.Pd.
: Dra. Santi Muji Utami, M.Hum
: 2009-02-25
PENGAMBILALIHAN KOTA SALATIGA DARI KEKUASAAN BELANDA
KE PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945-1950
ABSTRAK
Gerilya dan Kota Salatiga.
Berbagai sarana militer menunjukkan identitas kota Salatiga sebagai kota
militer, sehingga menarik untuk membahas tentang Agresi Militer Belanda di
Salatiga. Permasalahan dalam karya ini ialah: (1) Bagaimana jalannya Agresi
Militer Belanda Pertama di Salatiga; (2) Bagaimana pengaruh pendudukan
Belanda terhadap kondisi Salatiga pada masa tahun 1947 hingga 1950; (3)
Bagaimana proses pengambilalihan Kota Salatiga dari Belanda ke Pemerintah
Republik Indonesia. Ruang lingkup penelitian mengambil Kota Salatiga sebagai
aspek spasial dan tahun 1945 hingga 1950 sebagai aspek temporal. Metode yang
digunakan adalah metode historis yang melalui empat tahap, yakni heuristik,
kritik, interpretasi dan historiografi. Tahap heuristik diperoleh dari koleksi di
beberapa perpustakaan, khazanah arsip di lembaga arsip, hasil wawancara serta
situs internet. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumen, studi
pustaka, observasi dan wawancara. Tahap kritik dilakukan dengan menguji asli
tidaknya dokumen dilihat dari wujudnya (kritik intern), kemudian dilakukan
pengujian kredibilitas sumber dengan mengkroscekkan sumber itu dengan sumber
lainnya atau fakta di lapangan. Untuk tahap interpretasi, penulis mencoba
memberi makna dari masing-masing bukti yang telah dikritik. Langkah
selanjutnya ialah historiografi.
Dari hasil penelitian, dapat diketahui bahwa Agresi Militer Belanda di Salatiga
yang dilakukan dalam tiga tahap (pengintaian, penyerangan dan pendudukan)
berjalan lancar, meski mendapat rintangan dari pejuang RI. Agresi ini disebabkan
oleh faktor politis bahwa Indonesia dinilai membangkang perjanjian Linggajati,
sehingga mengganggu otoritas Belanda di Indonesia. Faktor ekonomi, disebabkan
oleh kurangnya bahan pangan di wilayah pendudukan Belanda akibat blokade
hasil pertanian RI, dan usaha Belanda untuk menguasai kembali perusahaan
dengan nilai ekspor penting, yang di Salatiga berupa perkebunan. Pengaruh dari
agresi ini secara politis yakni perubahan pemerintahan dan dihapusnya Kotapraja
Salatiga; Secara sosial, terjadi eksodus warga Salatiga ke wilayah kekuasaan RI;
Secara budaya, kian lancarnya persebaran kebudayaan Barat dan secara psikis
rakyat tertekan karena rongrongan pihak Belanda dan tuntutan loyalitas dari pihak
RI.
Upaya pertahanan dan usaha pengambilalihan dilakukan dengan perang
gerilya karena kalah dalam persenjataan. Kegiatan mata-mata, penyediaan bahan
pangan dan dapur umum, tempat tinggal serta komunikasi dilakukan dengan
bantuan rakyat. Konflik antara Belanda dan RI diselesaikan dengan mediasi oleh PBB.
Kontinuitas aksi gerilya RI yang banyak menguras keuangan Belanda
adalah faktor intern mengapa Belanda mau melakukan gencatan senjata,
sedangkan tekanan dunia internasional dan PBB merupakan faktor eksternal
mengapa Belanda mau mengakui kedaulatan RI. Setelah kesepakatan gencatan
senjata, lantas pemerintah membentuk Local Joint Commissie untuk menangani
masalah pengambilalihan kekuasaan. Adanya penyerahan kekuasaan secara
simbolik di Tengaran pada tanggal 25 Desember 1949 menandai berakhirnya
pendudukan Belanda, dan pemerintah daerah Salatiga berkuasa kembali.
Pemerintah berkesempatan membangun Salatiga meski mendapat banyak kendala
pada awal kinerjanya.
KATA KUNCI
Perubahan Sosial, Konflik Sosial, Masa Revolusi Fisik, Perang
REFERENSI
Sumber Arsip:
Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).’Kementrian Penerangan: Laporan, 15
Mei sampai 25 Mei 1948 tentang Penyiksaan-penyiksaan Belanda pada
Penduduk Desa Bringin, Salatiga’. RA.8: Delegasi Indonesia 1945-1950 No.519.
Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).’Kepolisian Negara: Laporan
Kepolisian Surakarta, 16 Juli 1948 tentang situasi Militer Belanda di Salatiga’.
RA.8: Delegasi Indonesia 1945-1950 No.555.
Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).’Kepala Daerah Pendudukan: Daftar,
19 Januari sampai 31 Maret 1948 tentang Pelanggaran Persetujuan Renville
Belanda di Kabupaten Semarang’. RA.8: Delegasi Indonesia 1945-1950 No.454.
Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).’Jawatan Kepolisian Negara: Laporan,
10 Juni 1948 tentang Penyelundupan Barang-barang ke Daerah Pendudukan di
Kabupaten Semarang’. RA.8: Delegasi Indonesia 1945-1950 No.528.
Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).’Laporan Singkat Penangkapan Orang
Tiong Hoa Salatiga Disertai Surat Pengantar Dari Dewan Pertahanan Negara
Tanggal 3 September 1947, 30 Juli 1947’. RA.14: Kementrian Sosial dan Perburuhan 1946-1950
No.53.
Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).’Telegram-Telegram Kepada Kantor
Sosial Karesidenan Pati, Semarang, Madura, Kediri, Surakarta, Madiun
Mengenai Penerimaan dan Pertolongan Pengungsi, Konsep, Pertinggal, 6-7
Agustus 1947’. RA.14: Kementrian Sosial dan Perburuhan 1946-1950 No.44.
Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).’SK Presiden Mengenai Pembubaran
Delegasi Indonesia untuk Konferensi di Havana; Pembubaran Panitia
Pertimbangan Pucuk Pimpinan Tentara dan Panitia Pembentukan Organisasi
TNI; Pengangkatan Mr.A.G.Pringgodigdo sebagai Sekertaris Negara;
Pernyataan bahwa Karesidenan Surakarta dan Semarang sebagai Daerah
Militer dan Menunjuk Kolonel Gatot Subroto sebagai Komandannya, Salinan
dan Tembusan, 1948-1949. RA.12: Kementrian Penerangan 1945-1949 No.9.
Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).’Laporan Penerangan Daerah Jawa
Tengah Tahun 1948 Mengenai Penerangan di Daerah Sekitar Front
Semarang’. RA.12: Kementrian Penerangan 1945-1949 No.89.
Komando Daerah Militer VII Diponegoro Jawa Tengah (Kodam VII). ’Arsip Organisasi Tahun
1956,1948,1950’.
Sumber Surat Kabar:
Abdulsalam. 1976. ’Kapan Lahirnya Kotamadya Salatiga’. Dalam Suara Merdeka. 21 Juli 1976.
Abdulsalam. 1983. ’Pejabat-pejabat Walikota Salatiga’. Dalam Suara Merdeka. 16 Juli 1983.
Abdulsalam. 1983. ’Benarkah 1 Juni 1950 Berdirinya Kotamadya Salatiga?’. Dalam Suara
Merdeka. 22 Juni 1983.
Andaryoko. 1983. ’Para Pejabat Walikota Salatiga’. Dalam Suara Merdeka. 29 Juni 1983.
Barisan Rakjat. 1945. ’Radio Repoeblik Indonesia (RRI)’. Dalam Barisan Rakjat No.3 Tahun
1945.
Barisan Rakjat. 1945. ’Radio Repoeblik Indonesia (RRI)’. Dalam Barisan Rakjat No.4 Tahun
1945.
Handjojo, M.S. 1975. ’1 Juni Kotamadya Salatiga Didirikan Kembali: Zaman Dahulu Pernah
Jadi Ibukota Kabupaten’. Dalam Suara Merdeka. Mei 1975. Hal IV.
Handjojo, M.S. 1975. ’1 Juni Kotamadya Salatiga Didirikan Kembali: 25 Tahun
Kota Mekar Dari 12 Km² Menjadi 18,87 Km²’. Dalam Suara Merdeka. 2 Juni 1975. Hal IV.
Soeloeh Rakjat.1947.’Kesan-kesan dari Salatiga’. Dalam Soeloeh Rakjat. 26 Juli 1947. Hal.2.
Soeloeh Rakjat.1947.’Djalannja Aksi’. Dalam Soeloeh Rakjat. 28 Juli 1947. Hal.1.
Soeloeh Rakjat.1947.’Missie Tionghoa Ke Salatiga’. Dalam Soeloeh Rakjat. 28 Juli 1947. Hal.2.
Soeloeh Rakjat.1947.’Ganggoean² Kesentosaan Dipelbagai Tempat’. Dalam Soeloeh Rakjat. 22
Agustus 1947. Hal.2.
Soeloeh Rakjat.1947.’Salatiga Bangoen Kembali Pangreh Praja Bekerdja Seperti Sedia Kala’.
Dalam Soeloeh Rakjat. 12 September 1947. Hal.2.
Suara Merdeka. 1951. ’S.R. Mendapat Perhatian’. Dalam Suara Merdeka. 11 Mei 1951. Hal.2.
Suara Merdeka. 1951. ’Djam Malam’. Dalam Suara Merdeka. 10 Mei 1951. Hal.2.
Suara Merdeka. 1951. ’Pembukaan Djembatan Desa’. Dalam Suara Merdeka. 18 Mei 1951.
Hal.2.
Suara Merdeka. 1951. ’Kawanan Orang Bersendjata’. Dalam Suara Merdeka. 29 Mei 1951.
Hal.2.
Suara Merdeka. 1950. ’Untuk PMI’. Dalam Suara Merdeka. 29 Juli 1950. Hal.2.
Suara Merdeka. 1950. ’Wabah Tjatjar’. Dalam Suara Merdeka. 22 Juli 1950. Hal.2.
Suara Merdeka. 1950. ’Sanatorium Ngawen’. Dalam Suara Merdeka. 23 Juni 1950. Hal.2.
Suara Merdeka. 1950. ’Wakil Wali Kota Salatiga’. Dalam Suara Merdeka. 15 Juni 1950. Hal.2.
Sumber Naskah/Konsep:
Handjojo, M.S. 1973. Konsep Riwayat Kota Salatiga 1942-1970. Naskah Bintaldam VII
Diponegoro: (tidak diterbitkan).
Semarang Cabang 073. 1973. Konsep Sejarah Kota Salatiga 1945. Naskah Bintaldam VII
Diponegoro: (tidak diterbitkan).
Semarang Cabang 073. 1960. Sejarah TNI-AD di Daerah Korem 073 Makutarama Tahap Ke I
Tahun 1945-1949. Naskah Bintaldam VII Diponegoro: (tidak diterbitkan).
Soediro. 1950. Sedjarah Organisasi Perdjoangan Pesindo Lasjkar Rakjat Salatiga. Dokumen
Bintaldam VII Diponegoro: (tidak diterbitkan).
Tonys, Raffaelius Poniman. 2008a. Kaum Muda Indonesia Kembali ke Laut.
Catatan Pribadi: (tidak diterbitkan).
----- 2008b. Merenungkan Perjalanan Perjuangan di tahun 1945-1950 dalam
Wilayah Kota Salatiga dan Sekitarnya. Catatan Pribadi: (tidak diterbitkan).
Sumber buku terbitan, Jurnal dan Ensiklopedi:
Abdullah, Taufik. 2005. ’Di Sekitar Sejarah Lokal Indonesia’, dalam Dalam
Taufik Abdullah. (ed.). Sejarah Lokal Di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah
Mada University Press.Hal.1-39.
Anderson, David Charles. 2003. Peristiwa Madiun: Kudeta atau Konflik Internal
Tentara?. Yogyakarta: Media Presindo.
Atmojo, dkk. 1995. Hari Jadi Kota Salatiga 24 Juli 750 M. Salatiga: Pemerintah
Daerah Kotamadia Daerah Tingkat II Salatiga.
Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta. 2006. Sejarah dan
Budaya sebagai Pendukung Pariwisata Kota Salatiga. Yogyakarta: Balai
Pelestarian Sejarah dan Nilai Budaya Yogyakarta.
Burke, Peter. 2003. Sejarah dan Teori Sosial. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1978. Sejarah Daerah Jawa Tengah.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Frederick, William H. 1989. Pandangan dan Gejolak, Masyarakat Kota dan
Lahirnya Revolusi Indonesia (Surabaya 1926-1946). Jakarta: Gramedia.
Gottschalk, Louis. 1986. Mengerti Sejarah. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Hartatik, Endah. 2005. ’Pembangunan Irigasi di Afdelling Demak dan Grobogan
Masa Awal Abad XX: Sebuah Kajian Historis’. Dalam Paramita: Jurnal
Pengembangan Sejarah No.1. Hal. 35-44.
Kahin, George McTurnan. 1995. Nasionalisme dan Revolusi Indonesia. Surakarta:
UNS Press dan Pustaka Sinar Harapan.
Kartodirdjo, Sartono. 1992. Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah.
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
----- 1999. Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional;
Kolonialisme sampai Nasionalisme Jilid 2. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
----- 1997. ’Kisah Dua Kota: Fragmen Sejarah Yang Teringat’, dalam Denyut Nadi Revolusi
Indonesia. Jakarta: Gramedia.
Karyono. 2005. ’Kota Salatiga: Studi Tentang Perkembangan Kota Kolonial
1917-1942’. Dalam Paramita: Jurnal Pengembangan Sejarah No.1. Hal. 19-26.
Koentjaraningrat. 1994. Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka.
Kuntowijoyo. 2003. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Lucas, Anton E. 2004. One Soul One Struggle: Peristiwa Tiga Daerah Dalam
Revolusi Indonesia. Yogyakarta: Resist Book.
Moedjanto, G. 1992. Indonesia Abad Ke-20 Dari Kebangkitan Nasional sampai
Linggajati. Yogyakarta: Kanisius.
Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta. 2006. Museum Pusat
TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta. Yogyakarta: Museum Pusat
TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta
Oosthoek’s Geillustreerde Encyclopaedie Redacteuren. 1932. Oosthoek’s
Geillustreerde Encyclopaedie. Utrecht: Oosthoek.
Panitia Monumen Daerah Kotamadya Salatiga. 1974. Monumen Perjuangan
Salatiga. Salatiga: Panitia Monumen Daerah Kotamadya Salatiga.
Pemerintah Daerah Kotamadia Daerah Tingkat II Salatiga. 1995. Salatiga:
Selayang Pandang. Salatiga: Pemerintah Daerah Kotamadia Daerah
Tingkat II Salatiga.
Poesponegoro, Marwati Djoenet dan Nugroho Notosusato. 1984. Sejarah
Nasional Indonesia IV. Jakarta. Balai Pustaka.
----- 1993. Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta. Balai Pustaka.
Renier, G. J. 1997. Metode dan Manfaat Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ricklefs, M.C. 1991. Sejarah Indonesia Modern. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Schotman, R.A. 1934. Onderwijsen Locale Belangen Desentralisatie Mededeeling No.51.
Semarang: Misset.
Semarang Kodam VII/Diponegoro. 1977. Sejarah Rumpun Diponegoro dan Pengabdiannya.
Semarang: Yayasan Penerbit Diponegoro.
Simatupang, T.B. 1980. Laporan dari Banaran: Kisah Pengalaman Seorang
Prajurit Selama Perang Kemerdekaan. Jakarta: Sinar Harapan.
Soekanto, Soedjono. 2001. Sosiologi: Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Soepanto. 1992. Hizbullah Surakarta 1945-1950. Karanganyar: UMS.
Soetomo (ed.). 1994. Biografi Mochtar: Gubernur Jawa Tengah Periode 19601966. Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Supangkat, Edi. 2007. Salatiga: Sketsa Kota Lama. Salatiga: Griya Media.
Tirtoprodjo, Susanto. 1966. Sejarah Revolusi Nasional Indonesia. Jakarta: Pembangunan.
Toer, Pramudya Ananta, dkk. 2002. Kronik Revolusi Indonesia Jilid IV (1948). Jakarta:
Kepustakaan Populer Gramedia.
Tri Agus, Miftahila. 2006. ’Peranan Badan Keamanan Rakyat Kota Salatiga dan Kabupaten
Semarang Dalam Mempertahankan Kemerdekaan Republik
Indonesia Tahun 1945’. Skripsi. Semarang: Fakultas Ilmu Sosial Unnes.
Utami, Shanti Muji. 2000. ‘Pandangan: Sektor-sektor Penting Kehidupan
Ekonomi Kota Kolonial’. Dalam Paramita: Jurnal Pengembangan Sejarah. No.1. Juni 2000.
Utami, Shanti Muji. 2005. ‘Peran Hinterland Bagi Perkembangan Kota Semarang
Awal Abad XX’. Dalam Paramita: Jurnal Pengembangan Sejarah No.1. Hal. 9-18.
Utomo, Cahyo Budi. 1995. Dinamika Pergerakan Kebangsaan Indonesia: dari
Kebangkitan Hingga Kemerdekaan. Semarang: Unnes Press.
Wasino. 2007.Wong Jawadan Wong Cina: Lika-likuHubungan Sosial antara
Etnis Tionghoa dengan Jawa di Solo Tahun 1911-1998. Semarang: Unnes Press.
Wertheim, W.F. 1999. Masyarakat Indonesia dalam Transisi: Studi Perubahan
Sosial. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Winataputra, Udin S (ed). 2007. Materi dan Pembelajaran IPS SD. Jakarta:
Universitas Terbuka.
Zeitlin, Irving M. 1995. Memahami Kembali Sosiologi: Kritik Terhadap Teori
Sosiologi Kontemporer. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Sumber Internet:
Soejatno dan Bennedict Anderson. 1974. ’Revolution and Social Tensions in
Surakarta 1945-1950’. www.jstor.org/pss/3350775 (15 Jan. 2009).
Kadarsilo, Tri. 2007. ‘Salatiga: Militer dan Kristen Sebagai Identitas Lokal’.
http://salatiga.890m.com/blog/?p=57 (15 Jan. 2009).
Leksono, Ninok. 2007. ’Hari Bakti TNI AU:Tuanya Pesawat Jangan Surutkan
Pengabdian’. http://64.203.71.11/kompascetak/
0707/26/nasional/3715540.htm. (6 Okt.2008).
Syahnakri, Kiki. 2009. ‘Baghdad di Ambang “Gerilya Kota”’www.
unisosdem.org /article_printfriendly.php?aid=1551&coid=1&caid=53 (4 Feb 2009).
Paulusma, P.A. 2003. ‘Stories of Veteran-Troopers: That I Shall Never Forget’.
Http://www.stoottroepers.nl/pap-03-g.jpg (15 Jan. 2009).
Http://www.salatiga.nl. 2008. ‘Salatiga: Geschiedenis’.
http://salatiga.nl/geschiedenis/salatiga_geschiedenis_2.htm (26 Des.2008).
Http://www.salatiga.nl. 2008. ‘Topografische Kaart: Salatiga 1940’.
http://salatiga.nl/geschiedenis/salatiga_geschiedenis_2.htm (26 Des.2008).
Http://members.lycos.co.uk/tigerbrigade/1policeaction.htm. 2009. ’Tiger Brigade:
First Police Action’.
http://members.lycos.co.uk/tigerbrigade/1policeaction.htm (15 Jan. 2009).
Http://extrapages.tripod.com/Tigersignal.html. 2008. ‘Signal Unit Headquarters
T-Brigade’. http://extrapages.tripod.com/Tigersignal.html (26 Des.2008).
Re: [budaya_tionghua] Fwd: PAT & Seputar Perang Kemerdekaan RI.
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/message/28044 (15 Januari 2009).
Http://www.kgwiking.com/newsletter/July2004/ Stoottroepen_Stories2.html.
2004. ‘The Dairy: Limburgian Memories’. Http://www.kgwiking.com/
newsletter/July2004/ Stoottroepen_Stories2.html (15 Jan. 2009).
Http://msbeliever.tripod.com%2FVerbruggeSalatiga.jpg&rurl. 2008. ‘1st Battalion
Stoottroepers Indonesia’. Http://msbeliever.tripod.com%2FVerbruggeSalatiga.
jpg&rurl. (6 Okt. 2008).
Http://faculty.petra.ac.id/ido/ artikel/istilah_militer.html). 2009.’ Istilah Satuan Militer
dari Regu Hingga Divisi’. Http://faculty.petra.ac.id/ido/ artikel/istilah_militer.html) (15
Jan.2009).
Http://www.tni.mil.id. 2006.’Mengenang Pengabdian dan Pengorbanan Para Pejuang
Angkatan Udara. Http://www.tni.mil.id (6 Okt. 2008).
Http://www.tni-au.mil.id/content.asp?contenttype=Sejarah. 2007. ‘Peristiwa 29 Juli
1947’. Http://www.tni-au.mil.id/content.asp?contenttype=Sejarah1947 (6 Okt. 2008).
Http://www.mail-archive.com/[email protected]/msg00485. ‘PSPB’. Http://
www.mail-archive.com/[email protected]/msg00485 (15 Jan.2009).
Http://www.41afdva.net/index.htm. 2008. ‘Foto’s: 2 RVA (Regiment
Veldartillerie) Nederlands-Indie 1946-1949”.
Http://www.41afdva.net/index.htm (6 Okt. 2008).
Http://id.wikipedia.org/wiki/Salatiga. 2008. ‘Salatiga’.
http://id.wikipedia.org/wiki/ Salatiga (8 Feb. 2009).
Sumber Lisan:
Nama : Lettu. Pol.(Purn) Raffaelius Poniman Tonys.
Alamat : Jl. Gilingrejo No. 268 RT. 03, RW.III, Gendongan, Tingkir, Salatiga.
Lahir : Cimahi, 20 Juli 1925.
Pendidikan: Gouvernemen Holland Inlandsche School di Indramayu (1943).
Pendidikan Kaigun Minsefu Kai in Yosejo di Makassar (1944).
Wawancara: Juli 2008.
Keterangan: Agen Polisi di Datasemen Polisi Salatiga (1946-1950) yang
mengawal Kepala Kepolisian Salatiga R.Soetarjo (Wakil
RI) dalam penyerahan kekuasaan dari Lete Mea (Wakil Belanda) ke
Pemerintah Republik RI atas Kota Salatiga.
Nama : Soertini
Alamat : Jl. Gilingrejo No. 268 RT. 03, RW.III, Gendongan, Tingkir, Salatiga.
Lahir : Salatiga, 1924.
Pendidikan: Holland Inlandsche School di Salatiga.
Wawancara: Juli 2008 dan 14 Januari 2009.
Keterangan: Pekerja di Badan Kesehatan di kamp pengungsian Desa Pager
Susukan Kab. Semarang tahun 1947-1949.
Nama : Sarmoedji Soemorahardjo
Alamat : Kupang Tegal RT 2/1V Kupang, Kec.Ambarawa, Kab. Semarang
Lahir : Ambarawa, 10 April 1925
Pendidikan : Schokel Skool Muhammadiyah Ambarawa,
Kepanduan Hesball Whaten Ambarawa.
Wawancara : 22 Januari 2009.
Keterangan : Anggota BKR-TKR-TRI Batalyon III Resimen 23 Divisi III.
Download