Holy Grail : Khayalan dan Kepercayaan Holy Grail, dalam literatur

advertisement
Holy Grail : Khayalan dan Kepercayaan
Holy Grail, dalam literatur Medieval, Cawan Suci yang digunakan Yesus Kristus saat perjamuan
terakhir. Dalam legenda Arthurian – berkaitan dengan King Arthur dari Inggris, ksatria-ksatria king
Arthur berangkat dalam tugas pencarian Grail. Menurut tradisi, Joseph of Arimathea menyimpan
Grail setelah perjamuan terakhir dan untuk menampung darah Yesus saat penyaliban. Setelah
dibawa ke Inggris, benda ini diturun-temurunkan dari generasi ke generasi dalam keluarga Joseph.
Grail diyakini memiliki banyak keajaiban. Ia dapat menyediakan makanan bagi mereka yang tidak
berdosa, dapat membutakan hati yang kotor dan mengunci mulut bagi mereka yang tidak berhak
untuk mendapatkannya.
Dalam Injil, cawan yang digunakan Yesus Kristus pada perjamuan terakhir tidak lebih dari sebuah
benda, tidak memberikan perhatian khusus. Tapi berabad-berabad kemudian, cerita tentang benda
legendaris ini, yang terkenal dengan nama Holy Grail, telah menjadi sebuah cerita dari legenda king
Arthur sampai ke legenda Indiana Jones and the last crusade.
Karena Yesus sendiri yang menggunakan cawan tersebut saat perjamuan terakhir, maka ia menjadi
sebuah simbol bagi pemeluk kristiani, sebuah relik yang sangat suci.
Banyak teori yang mengatakan dimana sebenarnya cawan ini berada. Salah satunya mengatakan
bahwa Knights Templar, kesatuan militer medieval yang berdiri selama lebih dari 200 tahun,
membawanya keluar dari Yerusalem pada saat Holy Crusade.
Ada juga cerita yang mengatakan kalau Joseph sendiri yang membawa Grail tersebut ke
Glastonbury , basis militer Romawi yang ada di Inggris diwaktu penyaliban Yesus. Tahun 1906,
sebuah cawan biru yang diklaim sebagai Grail ditemukan disana, dan sejak itu ada 4 (empat) cawan
lain yang juga dikalim sebagai Grail, 2 (dua) dari Inggris dan Wales dan 2 (dua) dari Timur Tengah.
Tapi kenyataannya adalah, seperti yang dikatakan sejarawan Richard Barber, pengarang buku The
Holy Grail : Imagination and Belief, bahwa kisah Grail hanyalah sebuah cerita.
Percival And The Grail
Holy grail pertama kali memliki peran utama dalam literatur Arthurian dalam sebuah drama
romansa Perceval, ou le conte du graal (Percival, or the Story of the Grail, 1190?) oleh sastrawan
Prancis Chretien de Troyes. Dimasa mudanya, percival berkeinginan untuk menjadi ksatria dalam
kerajaan King Arthur. Dan dalam satu perjalanannya ia sampai pada sebuah Castle of The Fisher
King,
Saat Percival memasuki Kastil King Fisher, ia melihat sebuah iring-iringan yang membawa tombak
berdarah, yang melukai Yesus saat disalib, dan The Holy Grail lewat didepan sang Raja. Sang raja
pun kemudian mengunci mulutnya dihadapan cawan suci. Merasa takjub, Percival gagal
menanyakan apa maksud dari kejadian tidak biasa tersebut. Lama kemudian, ia belajar bahwa jika
ia adalah seorang yang berhati bersih dan jiwa yang tak bersalah, Raja tersebut pastilah akan
mengobatinya. Setelah berkelana kesana kemari, Percival kembali ke hadapan King Fisher dengan
membawa pedang yang telah hancur, atau dalam versi lainnya, percival mengembalikan
kemampuan berbicaranya dihadapan sang raja, dan menjadi penggantinya.
Dalam legenda yang lain, ksatria Galahad, seorang yang sama sekali bersih dari dosa, pada akhirnya
benar-benar menemukan Holy Grail dan mengakhiri tugas pencarian tersebut. Percival dan Ksatria
lainnya menemani Galahad, tapi tidak ikut bersamanya ketika Galahad sendirian mendekatkan
dirinya pada Grail.
“Kisah dengan imajinasi mengesankan”
“Seluruh bagian Grail pada dasarnya adalah imajinasi sastra abad ke-12” kata Richard Barber.
Faktanya, Barber mengatakan bahwa hal yang paling berkesan dari legenda Grail adalah kenyataan
bahwa cerita ini berawal hanya dari satu pengarang. “ Ada banyak orang diluar sana yang mencari
benda tersebut,” ia menambahkan, “ Sebenarnya hal yang paling menarik adalah bahwa seseorang
dapat membayangkan sesuatu diabad ke-12… dan tetap menjadi buah bibir 800 tahun kemudian”.
Dalam mengerjakan karyanya, Chretien berkhayal dari masanya ia hidup saat itu kebelakang
diwaktu masa waktu Yesus masih hidup. “ jadi kamu akan menemukan sebuah karya sastra dengan
imajinasi mengesankan oleh seorang yang menemukan ide tentang Grail”. Kata Barber.
Itu berarti bahwa ini tidaklah hanya sebuah cawan. Akan tetapi seandainya memang benar ada,
Barber bertanya, bagaimana kamu bisa tahu bahwa kamu telah menemukannya? “Kamu tidak akan
menemukan sebuah cawan dengan label yang bertuliskan : ‘Ini Adalah Cawan Perjamuan Terakhir,
Keaslian Terjamin”
Arkeologis Fred Hiebert, seorang anggota National Geographic, setuju bahwa “ aku selau tertarik
untuk menemukan sisa-sisa peninggalan masyarakat kuno, khususnya yang berbentuk gerabah dan
barang-barang logam lainnnya”, ia berkata. Akan tetapi bila hal tersebut berhubungan dengan
legenda spesifik atau kisah keagamaan? “Kami tidak dapat melakukannya”, tambah Hiebert.
Download