teori sosialisme dan komunisme - Blog UB

advertisement
TEORI SOSIALISME DAN KOMUNISME
PAPER
Ditulis untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Teori – Teori Pembangunan
Oleh:
Christina Tityanda Putri
(135030100111026)
Dosen Pembimbing:
Prof. Dr. Agus Suryono, M.S
JURUSAN ILMU ADMINISTRASI PUBLIK
FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2014
I. SOSIALISME
A. LATARBELAKANG
Istilah sosialisme pertama kali muncul di Perancis sekitar tahun 1830, yakni adanya
keinginan agar alat-alat produksi dimiliki secara bersama untuk melayani semua
kebutuhan masyarakat, bukan monopoli atas kaum kapitalis. Sosialisme atau sosialism
(Inggris) secara etimologi berasal dari bahasa Perancis, yaitu berarti kemasyarakatan.
Dalam arti di atas ada empat macam aliran yang dinamakan sosialisme: pertama, sosial
demokrasi; kedua, komunisme; ketiga anarkhisme; dan keempat sindikalisme.
Istilah ini juga mulai digunakan sejak awal abad ke-19. Dalam bahasa Inggris, istilah
ini digunakan pertama kali untuk menyebut pengikut , istilah ini mengacu pada para
pengikut doktrin Saint-Simon pada tahun 1832 yang dipopulerkan oleh dalam
l'Encyclopédie Nouvelle. Penggunaan istilah sosialisme sering digunakan dalam berbagai
konteks yang berbeda-beda oleh berbagai kelompok, tetapi hampir semua sepakat bahwa
istilah ini berawal dari pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani pada abad ke-19
hingga awal abad ke-20 berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan
masyarakat egalitarian yang dengan sistem ekonomi menurut mereka dapat melayani
masyarakat banyak daripada hanya segelintir elite.
Sosialisme merupakan merupakan reaksi terhadap revolusi industri dan akibatakibatnya. Awal sosialisme yang muncul pada bagian pertama abad ke-19 dikenal
sebagai sosialis utopia. Sosialisme ini lebih didasarkan pada pandangan kemanusiaan
(humanitarian). Paham sosialis berkeyakinan perubahan dapat dan seyogyanya dilakukan
dengan cara-cara damai dan demokratis. Paham sosialis juga lebih luwes dalam hal
perjuangan perbaikan nasib buruh secara bertahap.
Penggunaan istilah sosialisme sering digunakan dalam berbagai konteks yang
berbeda-beda oleh berbagai kelompok, tetapi hampir semua sepakat bahwa istilah ini
berawal dari pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani pada abad ke-19 hingga
awal abad ke-20 berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan masyarakat
egalitarian yang dengan sistem ekonomi menurut mereka dapat melayani masyarakat
banyak daripada hanya segelintir elite.
Sosialisme atau sosialis adalah sistem sosial dan ekonomi yang ditandai dengan
kepemilikan sosial dari alat-alat produksi dan manajemen koperasi ekonomi serta teori
politik dan gerakan yang mengarah pada pembentukan sistem tersebut. "Kepemilikan
sosial" bisa merujuk ke koperasi, kepemilikan umum, kepemilikan negara, kepemilikan
warga ekuitas, atau kombinasi dari semuanya. Ada banyak jenis sosialisme dan tidak ada
definisi tunggal secara enskapitulasi dari mereka semua. Mereka berbeda dalam jenis
kepemilikan sosial yang mereka ajukan, sejauh mana mereka bergantung pada pasar atau
perencanaan, bagaimana manajemen harus diselenggarakan dalam lembaga-lembaga
yang produktif, dan peran negara dalam membangun sosialisme.
B. TOKOH
(1) Karl Marx
(2) Friedrich Engels
(3) Lenin & Stalin
C. KONSEP & ISI TEORI
(1)
SOSIALISME
Karl Heinrich Marx, menciptakan sosialisme yang didasarkan atas ilmu pengetahuan.
Dikenal sebagai teoritikus dan organisator gerakan sosialisme di Jerman. Ia
mengembangkan sosialisme secara radikal. Karya Karl Marx yang terkenal adalah
“Das Kapital” yang menyatakan bahwa sejarah manusia adalah sejarah perjuangan
kelas dan pemenang dari peperangan itu adalah kaum proletar ( kaum buruh ).
Sosialisme pada masa penjajahan banyak mendapat simpati dari bangsa pribumi.
Paham sosialisme semakin banyak berpengaruh setelah konsep ini dijadikan sebagai
salah satu senjata menghadapi kolonialisme dan imperialisme. Di negara-negara Asia
– Afrika, banyak pemimpin yang tertarik dengan ajaran sosialisme.
Istilah “ sosialis” atau negara sosial demokrat digunakan untuk menunjuk negara yang
menganut paham sosialisme “ moderat” yang dilawankan dengan sosialisme ”radikal”
untuk sebutan lain bagi “komunisme”. Hal ini ditegaskan mengingat dalam proses
perkembangannya di Negara Barat yang pada mulanya menganut paham liberalkapitalis berkembang menjadi Negara sosialis (sosialis demokrat) ( Frans Magnis
Suseno,1975: 19-21). Perbedaan yang paling menonjol antara sosialis-demokrat dan
komunisme (Marxisme-Leninisme) adalah sosial demokrat melaksanakan cita-citanya
melalui jalan evolusi, persuasi, konstitusional-parlementer dan tanpa kekerasan,
sebaliknya Marxisme-Leninisme melalui revolusi.
Sosialisme adalah ajaran kemasyarakatan (pandangan hidup) tertentu yang berhasrat
menguasai sarana-sarana produksi serta pembagian hasil produksi secara merata
(W.Surya Indra, 1979: 309). Dalam membahas sosialisme tidak dapat terlepas dengan
istilah Marxisme-Leninisme karena sebagai gerakan yang mempunyai arti politik,
baru berkembang setelah lahirnya karya Karl Marx, Manifesto Politik Komunis
(1848). Dalam edisi bahasa Inggris 1888 Marx memakai istilah “sosialisme” dan
”komunisme” secara bergantian dalam pengertian yang sama. Hal ini dilakuakn sebab
Marx ingin membedakan teorinya yang disebut “sosialisme ilmiah” dari “ sosialisme
utopia” untuk menghindari kekaburan istilah dua sosialisme dan juga karena
latarbelakang sejarahnya. Marx memakai istilah “komunisme” sebagai ganti
“sosialisme” agar nampak lebih bersifat revolusioner (Sutarjo Adisusilo, 1991: 127).
Setelah kematian Marx, Engels menjadi juru bicara terkemuka bagi teori Marxian dan
dengan mendistorsi dan terlalu meyederhanakan teorinya, meskipun ia tetap setia
pada perspektif politik yang telah ia bangun bersama Marx. Karena beberapa
tulisannya meresahkan pemerintah Prussia, PemerintahanPerancis pada akhirnya
mengusir Marx pada tahun 1845, dan ia berpindah ke Brussel. Radikalismenya
tumbuh, dan ia menjadi anggota aktif gerakan revolusioner internasional. Ia juga
bergabung dengan liga komunis dan diminta menulis satu dokumen yang
memaparkan
tujuan
dan
kepercayaannya.[5] Hasilnya
adalah Communist
Manifesto yang terbit pada tahun 1848, satu karya yang ditandai dengan kumandang
slogan politik. Pada tahun 1849 Marx pindah ke London, dan karena
kegagalan revolusi politiknya pada tahun 1848, ia mulai menarik diri dari aktivitas
revolusioner lalu beralih ke penelitian yang lebih serius dan terperinci tentang
bekerjanya sistem kapitalis. Pada tahun 1852, ia mulai studi terkenalnya tentang
kondisi kerja dalam kapitalisme di British Museum. Studi-studi ini akhirnya
menghasilkan tiga jilid buku Capital, yang jilid pertamanya terbit pada tahun 1867;
dua jilid lainnya terbit setelah ia meninggal. Ia hidup miskin selama tahun-tahun itu,
dan hampir tidak mampu bertahan hidup dengan sedikitnya pendapatan dari tulisantulisannya dan dari bantuan Engels.
Sosialisme adalah pandangan hidup dan ajaran kamasyarakatan tertentu , yang
berhasrat menguasai sarana-sarana produksi serta pembagian hasil-hasil produksi
secara merata . Sosialisme sebagai ideology politik adalah suatu keyakinan dan
kepercayaan yang dianggap benar oleh para pengikutnya mengenai tatanan politik
yang mencita-citakan terwujutnya kesejahteraan masyarakat secara merata melalui
jalan evolusi, persuasi , konstitusional –parlementer , dan tanpa kekerasan.
Sosialisme sebagai ideology politik timbul dari keadaan yang kritis di bidang sosial,
ekonomi dan politik akibat revousi industri . Adanya kemiskinan , kemelaratan
,kebodohan kaum buruh , maka sosialisme berjuang untuk mewujudkan kesejahteraan
secara merata. Dalam perkembangan sosialisme terdiri dari pelbagai macam bentuk
seperti sosialisme utopia , sosialisme ilmiah yang kemudian akan melahirkan pelbagai
aliran sesuai dengan nama pendirinya atau kelompok masyarakat pengikutnya seperti
Marxisme-Leninisme ,Febianisme , dan Sosial Demokratis.
Sosialisme dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada masyarakat –bangsa
yang memiliki tradisi demokrasi yang kuat. Unsur-unsur pemikiran yang ada dalam
gerakan sosialis sebagimana tergambar di Inggris mencakup : (a) agama ; (b)
idealisme e tis dan estetis ; (c) empiris Fabian ; dan (d) liberalisme . Sosialisme yang
ada disetiap negara memiliki ciri khas sesuai dengan kondisi sejarahnya . Dalam
sosialisme tidak ada garis sentralitas dan tidak bersifat internasional Sosialisme di
negara-negara berkembang mengandung banyak arti . Sosialisme berarti cita-cita
keadilan sosial ; persaudaraan ; kemanusiaan dan perdamaian dunia yang
berlandaskan hukum ; dan komitmen pada perencanaan. Di negara-negara Barat (
lebih makmur) sosialisme diartikan sebagai cara mendistribusikan kekayaan
masyarakat secara lebih merata sedangkan di Negara berkembang sosialisme diartikan
sebagai cara mengindustrialisasikan Negara yang belum maju atau membangun suatu
perekonomian industri dengan maksud manaikkan tingkat ekonomi dan pendidikan
masyarakat .
Sosialisme sebagai idiologi politik yang merupakan keyakinan dan kepercayaan yang
dianggap benar mengenai tatanan politik yang mencita-citakan terwujudnya
kesejahteraan masyarakat secara merata melalui jalan evolusi, persuasi,
konstitusional-parlementer dan tanpa kekerasan. Sosialisme sebagai ideologi politik
timbul dari keadaan yang kritis di bidang sosial, ekonomi dan politik akibat revousi
industri . Adanya kemiskinan , kemelaratan ,kebodohan kaum buruh , maka
sosialisme berjuang untuk mewujudkan kesejahteraan secara merata. Dalam
perkembangan sosialisme terdiri dari pelbagai macam bentuk seperti sosialisme
utopia, sosialisme ilmiah yang kemudian akan melahirkan pelbagai aliran sesuai
dengan nama pendirinya atau kelompok masyarakat pengikutnya seperti MarxismeLeninisme, Febianisme , dan Sosial Demokratis. Sosialisme dapat tumbuh dan
berkembang dengan baik pada masyarakat –bangsa yang memiliki tradisi demokrasi
yang kuat .
(2)
KOMUNISME
Komunisme merupakan sebuah ideologi dunia yang muncul sebagai reaksi dari
kapitalisme. Paham komunisme mendasarkan pada Marxisme dan Leninisme. Dengan
begitu, Komunisme adalah Marxisme-Leninisme. Karl Marx, pencetus Marxisme
menganggap negara sebagai susunan golongan masyarakat yang dibentuk untuk
menindas golongan lain. Pemilik modal menindas kaum buruh. Menurut Karl Marx,
kaum buruh perlu membuat revolusi (perubahan secara mendadak) untuk merebut
kekuasaan negara dari golongan kapitalis dan borjuis (orang-orang kaya). Dengan
cara ini, kaum buruh akan menjadi penguasa dan dapat mengatur negara.
Paham yang dicetuskan oleh Karl Marx ini berhubungan dengan aliran materialisme
yang menonjolkan penggolongan, pertentangan antar
golongan, konflik kekerasan atau revolusi, serta perebutan
kekuasaan negara. Ajaran Karl Marx dipopulerkan
oleh Frederick Engels dan dipadu dengan pemikiran Lenin,
menjadi landasan komunisme. Marx berpendapat bahwa
mata pencaharian manusia menentukan cara berpikirnya.
Menurutnya, ekonomi masyarakat ditandai adanya
pertentangan antara kelas atas (kaum kapitalis, pemilik
modal) dan kelas bawah (kaum protelar) yang hanya
memiliki tenaga. Kaum kapitalis ingin meningkatkan
keuntungan dengan menekan biaya produksi, adapun kaum protelar berusaha
meningkatkan pendapatannya.
Dalam usaha merebut dan mempertahankan kekuasaannya, komunisme melakukan
tindakan-tindakan berikut :
 Menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.
 Menciptakan konflik untuk mengadu golongan-golongan tertentu.
 Komunisme tidak mengakui adanya Tuhan (atheisme), tapi lebih mengutamakan
materi.


Masyarakat komunis bercorak internasional. Artinya, masyarakat yang dicitacitakan komunisme adalah masyarakat dunia, tanpa nasionalisme.
Komunisme bercita-cita menciptakan masyarakat tanpa kelas. Pertentangan kelas,
hak milik pribadi, dan pembagian kerja dianggap akan menjauhkan dari suasana
hidup yang aman dan tenteram.
Ideologi komunisme mulai diterapkan saat meletus Revolusi Bolshevik di Rusia, pada
tanggal 7 November 1917. Sejak itu, komunisme diterapkan sebagai sebuah ideologi
dan disebarluaskan ke negara lain, seperti Tiongkok, Vietnam, Korea Utara, Kuba,
dan Laos masih menganut paham komunis. Prinsip-prinsip komunisme yang
memberikan pengaruh terhadap kehidupan bermasyarakat dan bernegara sebagai
berikut :

Pemerintah dipimpin oleh satu partai, yaitu partai komunis. Pemerintahan bersifat
proletariat.
 Komunisme merupakan sistem pemerintahan tunggal
 Hak milik pribadi dihilangkan, tidak ada kebebasan demokrasi, dan menolak
keadilan sosial.
 Pengelolaan ekonomi komunisme:
(1) Tidak ada kebebasan memilih pekerjaan;
(2) Perekonomian ditentukan dan dikuasai negara;
(3) Bebas dari persaingan ekonomi pasar;
(4) Seluruh harta kekayaan menjadi milik negara.
Ciri khas yang melekat pada ideologi komunisme :

Hak milik pribadi atas alat-alat produksi.
 Dalam mencapai kesejahteraan menghalalkan segala cara, dengan tindakan
revolusioner.
 Meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan cara diktator proletariat, terutama pada
masa-masa peralihan (transisi).
 Negara hanya diperlukan untuk sementara waktu saja, selama belum mencapai
kesejahteraan.
Ideologi komunisme mulai diterapkan saat meletus Revolusi Bolshevik di Rusia, pada
tanggal 7 November 1917. Sejak saat itu komunisme diterapkan sebagai sebuah
ideologi dan disebarluaskan ke negara lain. Saat ini Tiongkok, Vietnam, Korea Utara,
Kuba, dan Laos masih menganut paham komunis.
D. KELEMAHAN & KELEBIHAN TEORI
Berdasarkan pembahasan diatas, banyak diantara para pemikir sosialis maupun
praktisi gerakan gerakan sosialisme masih mengandalkan Marxisme sebagai dasar
pemikiran maupun gerakannya. Ada yang menggunakan Marxisme secara kritis
akan tetapi ada juga yang secara dogmatis memujanya habis habisan hingga saat
ini. Kecenderungan kecenderungan demikian terjadi tidak hanya di negara-negara
Eropa akan tetapi juga di negara-negara dunia ketiga sepertihalnya Indonesia. Di
Eropa, Marxisme digunakan sebagai alat analisa pemikiran, artinya peran
Marxisme lebih berlaku pada perdebatan-perdebatan intelektual filsafat dalam
melahirkan berbagai varian varian baru. Sementara di negara-negara dunia ketiga
dimana tingkat kegiatan praksis sosialisme lebih berjalan, Marxisme masih
menjadi ideologi dasar dan terutama bagi mereka yang baru saja lepas dari
kungkungan rezim otoriter militeristik dimana Marxisme masih memukau seperti
‘menemukan air ditengah dahaga ideologi’ dengan teori-teori pembebasannya.
Harus diakui bahwa hampir satu abad Marxisme memberi kontribusi baik maupun
buruk yang tak terhingga kepada dunia. Marxisme memberi peringatan kepada
kita tentang bahaya kapitalisme industri dan menyadarkan kita tentang pentingnya
kebersamaan manusia secara kolektif.
Meski demikian, Marxisme gagal untuk membuktikan teori-teorinya dan gagal
pula didalam tingkatan yang lebih kongkret. Bubarnya Uni Sovyet, yang
dikatakan masih berada dalam fase sosialis menuju masyarakat komunis adalah
kegagalan Marxisme pada tingkatan tersebut. Maka dapat dikatakan bahwa
Marxisme gagal baik secara teori maupun prakteknya. Kegagalan teoritis
Marxisme yang pertama adalah tentang teori nilai lebih. Marx menafisrkan
kapitalisme dengan teori lebih kerja sebagai suatu sistem eksploitasi kelas buruh
oleh kaum kapitalis. Kaum kapitalis menyimpan bagi dirinya sendiri nilai lebih itu
yang dihasilkan oleh kaum pekerja. Akumulasi dan konsentrasi kekayaan dalam
tangan kelompok kapitalis yang jumlahnya semakin kecil, bersama dengan hukum
kemunduran tingkat keuntungan, menuju kepada kehancuran diri sistem
eksploitasi tersebut. Pada akhirnya menurut Marx, akan terjadi pengambil alihan
oleh kelas buruh. Artinya kelas buruh (proletariat) memegang kendali sarana
produksi dan untuk membangun kediktaturan proletariat sebagai tahap awal
transisi menuju masyarakat tanpa kelas. Hal ini gagal karena kapitalisme tidaklah
menyusut hingga masa sekarang.
Musuh utama Marx, kapitalisme, ternyata bisa menyesuaikan perkembangan
dengan memberi tuntutan tuntutan buruhnya di bawah standar. Hal ini terlihat
seperti di Indonesia, kaum pekerja terjebak dan larut dalam tuntutan tuntutan upah
minimum yang memang di rekayasa olah para kapitalis. Kaum buruhpun tidak
pernah terjadi untuk mengambil alih kepemilikan kaum kapitalis secara ekonomis
mengingat faktor faktor sekunder seperti politik memang tidak pernah
diperhitungkan secara jelas dalam Marxisme. Kegagalan Marxisme yang kedua
adalah klaim tentang sosialisme ilmiah itu sendiri. Marx memang menolak
sosialisme bentuk lama yang dikatakan utopis dan mencoba memberi kerangka
rasional dalam gagasannya. Akan tetapi Marxisme juga tenggelam dalam mimpi
utopiannya sendiri tentang masyarakat tanpa kelas. Mengapa? Sebab penentuan
cita-cita akhir, bagaimanapun hakekatnya bertentangan langsung dengan prinsip
dialektis yang didengungkan oleh Marx sendiri.
Kegagalan Marxisme yang ketiga adalah pemahaman yang dilanjutkan oleh Lenin
dan Stalin telah berubah menjadi suatu kolektivisme sempit. Produksi barang
material tidak lagi diarahkan kepada peningkatan keberadaan personal, melainkan
kepada pertumbuhan kekuasaan kolektif tersebut. Bukti paling kongkret dari
kegagalan kegagalan diatas adalah bubarnya negara Uni Sovyet yang selama 70
tahun lebih memakan korban jutaan warganya. Prinsip sosialisme sebagai
kebersamaan sangatlah penting, meski demikian kita juga tidak bisa mengingkari
hak hak azasi yang paling pribadi sebagai manusia dalam kerangka nilai etis. Fase
kediktaturan proletarian yang sama otoriternya dengan fasisme jelas tidak bisa
diterima bahkan oleh warganya sekalipun.
Download