Kelas : XI IPA-1

advertisement
Nama : Dian Fatmasari
Kelas : XI IPA-1
No
: 04
TATASURYA
http://indra-tatasurya.blogspot.com/2010/04/saturnus-adalah-planet-bercincin-yg-di.html
Saturnus
Saturnus adalah sebuah planet di tata surya yang dikenal juga sebagai planet bercincin, dan
merupakan planet terbesar kedua di tata surya setelah Jupiter. Jarak Saturnus sangat jauh dari
Matahari, karena itulah Saturnus tampak tidak terlalu jelas dari Bumi. Saturnus berevolusi dalam
waktu 29,46 tahun. Setiap 378 hari, Bumi, Saturnus dan Matahari akan berada dalam satu garis
lurus. Selain berevolusi, Saturnus juga berotasi dalam waktu yang sangat singkat, yaitu 10 jam
40 menit 24 detik.
Saturnus memiliki kerapatan yang rendah karena sebagian besar zat penyusunnya berupa gas
dan cairan. Inti Saturnus diperkirakan terdiri dari batuan padat dengan atmosfer tersusun atas gas
amonia dan metana, hal ini tidak memungkinkan adanya kehidupan di Saturnus.
Cincin Saturnus sangat unik, terdiri beribu-ribu cincin yang mengelilingi planet ini. Bahan
pembentuk cincin ini masih belum diketahui. Para ilmuwan berpendapat, cincin itu tidak
mungkin terbuat dari lempengan padat karena akan hancur oleh gaya sentrifugal. Namun, tidak
mungkin juga terbuat dari zat cair karena gaya sentrifugal akan mengakibatkan timbulnya
gelombang. Jadi, sejauh ini, diperkirakan yang paling mungkin membentuk cincin-cincin itu
adalah bongkahan-bongkahan es meteorit. Cincin ini terentang dari 6.630 km - 120.700 km di
atas atmosfer Saturnus.
Hingga 2006, Saturnus diketahui memiliki 56 buah satelit alami. Tujuh di antaranya cukup
masif untuk dapat runtuh berbentuk bola di bawah gaya gravitasinya sendiri. Mereka adalah
Mimas, Enceladus, Tethys, Dione, Rhea, Titan (Satelit terbesar dengan ukuran lebih besar dari
planet Merkurius) dan Iapetus.
Bentuk fisik
Besar Saturnus dibandingkan dengan Bumi. Saturnus memiliki
bentuk yang diratakan di kutub dan dibengkakkan keluar
disekitar khatulistiwa. Diameter khatulistiwa Saturnus sebesar
120.536 km (74.867 mil) dimana diameter dari Kutub Utara ke
Kutub Selatan sebesar 108.728 km (67.535 mil), berbeda sebesar
9%. Bentuk yang diratakan ini disebabkan oleh rotasinya yang
sangat cepat, merotasi setiap 10 jam 14 menit waktu Bumi.
Saturnus adalah satu-satunya Planet di tata surya yang massa
jenisnya lebih sedikit daripada air. Walaupun inti Saturnus
memiliki massa jenis yang lebih besar daripada air, planet ini memiliki atmosfer yang mengandung gas,
sehingga massa jenis relatif planet ini sebesar is 0.69 g/cm³ (lebih sedikit daripada air), sebagai hasilnya,
jika Saturnus diletakan di atas kolam yang penuh air, Saturnus akan mengapung.
1
Atmosfer
Awan heksagonal kutub utara yang pertama dideteksi oleh Voyager 1 dan akhirnya dipastikan oleh
Cassini.
Komposisi
Bagian luar atmosfer Saturnus terbuat dari 96.7% hidrogen dan 3% helium, 0.2% metana dan
0.02% amonia. Pada atmosfer Saturnus juga terdapat sedikit kandungan asetilena, etana dan
fosfin.[10]
Awan
Awan Saturnus, seperti halnya Yupiter, merotasi dengan kecepatan yang berbeda-beda
bergantung dari posisi lintangnya. Tidak seperti Yupiter, awan Saturnus lebih redup dan awan
Saturnus lebih lebar di khatulistiwa. Awan terendah Saturnus dibuat oleh air es dan dengan
ketebalan sekitar 10 kilometer. Temperatur Saturnus cukup rendah, dengan suhu 250 K (-10°F, 23°C). Awan di atasnya, memiliki ketebalan 50 kilometer, terbuat dari es amonium
hidrogensulfida (simbol kimia: NH4HS) dan di atas awan tersebut terdapat awan es amonia
dengan ketebalan 80 kilometer. Bagian teratas dibuat dari gas hidrogen dan helium, dimana
tebalnya sekitar 200 dan 270 kilometer. Aurora juga diketahui terbentuk di mesosfer Saturnus.
Temperatur di awan bagian atas Saturnus sangat rendah, yaitu sebesar 98 K (-283 °F, -175 °C).
Temperatur di awan bagian dalam Saturnus lebih besar daripada yang diluar karena panas yang
diproduksi di bagian dalam Saturn. Angin Saturnus merupakan salah satu dari angin terkencang
di Tata Surya, mencapai kecepatan 500 m/s (1.800 km/h, 1.118 mph), yang jauh lebih cepat
daripada angin yang ada di Bumi.
Pada Atmosfer Saturnus juga terdapat awan berbentuk lonjong yang mirip dengan awan
berbentuk lonjong yang lebih jelas yang ada di Yupiter. Titik lonjong ini adalah badai besar,
mirip dengan angin taufan yang ada di Bumi. Pada tahun 1990, Teleskop Hubble mendeteksi
awan putih didekat khatulistiwa Saturnus. Badai seperti tahun 1990 diketahui dengan nama
Bintik Putih Raksasa, badai unik Saturnus yang hanya ada dalam waktu yang pendek dan
muncul setiap 30 tahun waktu Bumi. Bintik Putih Raksasa juga ditemukan tahun 1876, 1903,
1933 dan tahun 1960. Jika lingkaran konstan ini berlanjut, diprediksi bahwa pada tahun 2020
bintik putih besar akan terbentuk kembali. Pesawat angkasa Voyager 1 mendeteksi awan
heksagonal didekat kutub utara Saturnus sekitar bujur 78° utara. Cassini-Huygens nantinya
mengkonfirmasi hal ini tahun 2006. Tidak seperti kutub utara, kutub selatan tidak menunjukan
bentuk awan heksagonal dan yang menarik, Cassini menemukan badai mirip dengan siklon
tropis terkunci di kutub selatan dengan dinding mata yang jelas. Penemuan ini mendapat catatan
karena tidak ada planet lain kecuali Bumi di tata surya yang memiliki dinding mata.
2
Inti Planet
Inti Planet Saturnus mirip dengan Yupiter. Planet ini memiliki inti planet di pusatnya dan
sangat panas, temperaturnya mencapai 15.000 K (26.540 °F, 14.730 °C). Inti Planet Saturnus
sangat panas dan inti planet ini meradiasi sekitar 21/2 kali lebih panas daripada jumlah
energi yang diterima Saturnus dari Matahari.[11] Inti Planet Saturnus sama besarnya dengan
Bumi, namun jumlah massa jenisnya lebih besar. Diatas inti Saturnus terdapat bagian yang
lebih tipis yang merupakan hidrogen metalik, sekitar 30.000 km (18.600 mil). Diatas bagian
tersebut terdapat daerah liquid hidrogen dan helium.[15] Inti planet Saturnus berat, dengan
massa sekitar 9 sampai 22 kali lebih dari massa inti Bumi. Medan gaya
Saturnus memiliki medan gaya alami yang lebih lemah dari Yupiter. Medan gaya Saturnus unik
karena porosnya simetrikal, tidak seperti planet lainnya. Saturnus menghasilkan gelombang
radio, namun mereka terlalu lemah untuk dideteksi dari Bumi. satelit dari Saturnus, Titan
mengorbit di bagian luar medan gaya Saturnus dan memberikan keluar plasma terhadap daerah
dari partikel dari atmosfer Titan yang yang diionisasi.
Rotasi dan orbit
Animasi awan heksagonal Saturnus.
Jarak antara Matahari dan Saturnus lebih dari 1.4 milyar km,
sekitar 9 kali jarak antara Bumi dan Matahari. Perlu 29,46 tahun
Bumi untuk Saturnus untuk mengorbit Matahari yang diketahui
dengan nama periode orbit Saturnus. Saturnus memiliki periode
rotasi selama 10 jam 40 menit 24 detik waktu Bumi. Namun,
Saturnus tidak merotasi dalam rata-rata yang konstan. Periode rotasi Saturnus tergantung dengan
kecepatan rotasi gelombang radio yang dikeluarkan oleh Saturnus. Pesawat angkasa CassiniHuygens menemukan bahwa emisi radio melambat dan periode rotasi Saturnus meningkat.
Tidak diketahui hal apa yang menyebabkan gelombang radio melambat.
Cincin Saturnus
Saturnus terkenal karena cincin di planetnya, yang menjadikannya sebagai salah satu obyek
dapat dilihat yang paling menakjubkan dalam sistem tata surya.
Sejarah
Cincin itu pertama sekali dilihat oleh Galileo Galilei pada tahun 1610 dengan teleskopnya, tetapi
dia tidak dapat memastikannya. Dia kemudian menulis kepada adipati Toscana bahwa "Saturnus
tidak sendirian, tetapi terdiri dari tiga yang hampir bersentuhan dan tidak bergerak. Cincin itu
tersusun dalam garis sejajar dengan zodiak dan yang di tengah (Saturnus) adalah tiga kali besar
yang lurus (penjuru cincin)". Dia juga mengira bahwa Saturnus memiliki "telinga." Pada tahun
1612 sudut cincin menghadap tepat pada bumi dan cincin tersebut akhirnya hilang dan kemudian
pada tahun 1613 cincin itu muncul kembali, yang membuat Galileo bingung.
Persoalan cincin itu tidak dapat diselesaikan sehingga 1655 oleh Christian Huygens, yang
menggunakan teleskop yang lebih kuat daripada teleskop yang digunakan Galileo.
Pada tahun 1675 Giovanni Domenico Cassini menentukan bahwa cincin Saturnus sebenarnya
terdiri dari berbagai cincin yang lebih kecil dengan ruang antara mereka, bagian terbesar
dinamakan Divisi Cassini.
3
Pada tahun 1859, James Clerk Maxwell menunjukan bahwa cincin tersebut tidak padat, namun
terbuat dari partikel-partikel kecil, yang mengorbit Saturnus sendiri-sendiri dan jika tidak, cincin
itu akan tidak stabil atau terpisah.[18] James Keeler mempelajari cincin itu menggunakan
spektrometer tahun 1895 yang membuktikan bahwa teori Maxwell benar.
Bentuk fisik cincin Saturnus
Saturnus yang terlihat dari pesawat angkasa Cassini tahun 2007.
Cincin Saturnus tersebut dapat dilihat dengan menggunakan
teleskop modern berkekuatan sederhana atau dengan teropong
berkekuatan tinggi. Cincin ini menjulur 6.630 km hingga 120.700
km atas khatulistiwa Saturnus dan terdiri daripada bebatuan
silikon dioksida, oksida besi dan partikel es dan batu. Terdapat
dua teori mengenai asal cincin Saturnus. Teori pertama
diusulkan oleh Édouard Roche pada abad ke-19, adalah cincin tersebut merupakan bekas satelit
Saturnus yang orbitnya datang cukup dekat dengan Saturnus sehingga pecah akibat kekuatan pasang
surut. Variasi teori ini adalah satelit tersebut pecah akibat hantaman dari komet atau asteroid. Teori
kedua adalah cincin tersebut bukanlah dari satelit Saturnus, tetapi ditinggalkan dari nebula asal yang
membentuk Saturnus. Teori ini tidak diterima masa kini disebabkan cincin Saturnus dianggap tidak
stabil melewati periode selama jutaan tahun dan dengan itu dianggap baru terbentuk.
Sementara ruang terluas di cincin, seperti Divisi Cassini dan Divisi Encke, dapat dilihat dari
Bumi, Voyagers mendapati cincin tersebut mempunyai struktur seni yang terdiri dari ribuan
bagian kecil dan cincin kecil. Struktur ini dipercayai terbentuk akibat tarikan graviti satelitsatelit Saturnus melalui berbagai cara. Sebagian bagian dihasilkan akibat satelit kecil yang lewat
seperti Pan dan banyak lagi bagian yang belum ditemukan, sementara sebagian cincin kecil
ditahan oleh medan gravitas satelit penggembala kecil seperti Prometheus dan Pandora. Bagian
lain terbentuk akibat resonansi antara periode orbit dari partikel di beberapa bagian dan bahwa
satelit yang lebih besar yang terletak lebih jauh, pada Mimas terdapat divisi Cassini melalui cara
ini, justru lebih berstruktur dalam cincin sebenarnya terdiri dari gelombang berputar yang
dihasilkan oleh gangguan gravitas satelit secara berkala.
Jari-jari
Jari-jari di cincin Saturnus, difoto oleh pesawat angkasa
Voyager 2.
Voyager menemukan suatu bentuk seperti ikan pari di
cincin Saturnus yang disebut jari-jari. Jari-jari tersebut
terlihat saat gelap ketika disinari sinar Matahari dan terlihat
terang ketika ada dalam sisi yang tidak diterangi sinar
Matahari. Diperkirakan bahwa jari-jari tersebut adalah debu
yang sangat kecil sekali yang naik keatas cincin. Debu itu
merotasi dalam waktu yang sama dengan magnetosfer
planet tersebut dan diperkirakan bahwa debu itu memiliki
koneksi dengan elektromagnetisme. Namun, alasan utama
mengapa jari-jari itu ada masih tidak diketahui.
Cassini menemukan jari-jari tersebut 25 tahun kemudian. Jari-jari tersebut muncul dalam
fenomena musiman, menghilang selama titik balik Matahari.
Satelit alami
Titan, salah satu satelit milik Saturnus
Saturnus memiliki 59 satelit alami, 48 di antaranya memiliki nama.
Banyak satelit Saturnus yang sangat kecil, dimana 33 dari 50 satelit
4
memiliki diameter lebih kecil dari 10 kilometer dan 13 satelit lainnya memiliki diameter lebih
kecil dari 50 km.[19] 7 satelit lainnya cukup besar untuk, dimana satelit tersebut adalah Titan,
Rhea, Iapetus, Dione, Tethys, Enceladus dan Mimas. Titan adalah satelit terbesar, lebih besar
dari planet Merkurius dan satu-satunya satelit di atmosfer yang memiliki atmosfer yang tebal.
Hyperion dan Phoebe adalah satelit terbesar lainnya, dengan diameter lebih besar dari 200 km.
Di Titan, satelit terbesar Saturnus, satelit Desember tahun 2004 dan satelit Januari tahun 2005
banyak foto Titan diambil oleh Cassini-Huygens. 1 bagian dari satelit ini, yaitu Huygens
mendarat di Titan.
Eksplorasi
Zaman kuno dan observasi
Saturnus telah diketahui sejak zaman prasejarah. Pada zaman kuno, planet ini adalah planet
terjauh dari 5 planet yang diketahui di tata surya (termasuk Bumi) dan merupakan karakter
utama dalam berbagai mitologi. Pada mitologi Kekaisaran Romawi, Dewa Saturnus, dimana
nama Planet ini diambil dari namanya, adalah dewa pertanian dan panen. Orang Romawi
menganggap Saturnus sama dengan Dewa Yunani Kronos. Orang Yunani mengeramatkan planet
terluar untuk Kronos, dan orang Romawi mengikutinya.
Pada astrologi Hindu, terdapat 9 planet dimana Tata Surya diketahui dengan nama Navagraha.
Saturnus, salah satu dari mereka, diketahui dengan nama "Sani" atau "Shani," hakim dari semua
Planet dan menentukan seluruhnya menurut kelakuan baik atau buruk yang mereka lakukan.[21]
Kebudayaan Tiongkok dan Jepang kuno menandakan Saturnus sebagai bintang Bumi (土星).
Hal ini berdasarkan 5 elemen yang secara tradisional digunakan untuk mengklasifikasikan
elemen alami. Orang Ibrani kuno menyebut Saturnus dengan nama "Shabbathai". Malaikatnya
adalah Cassiel. Kepintarannya, atau jiwa bermanfaat, adalah Agiel (layga) dan jiwanya (jiwa
gelap) adalah Zazel (lzaz). Orang Turki Ottoman dan orang Melayu menamainya "Zuhal",
berasal dari bahasa Arab .‫زحل‬
Cincin Saturnus membutuhkan paling sedikit teleskop dengan diameter 75 mm untuk
menemukannya dan cincin tersebut tidak diketahui sampai ditemukan oleh Galileo Galilei tahun
1610. Galileo sempat bingung dengan cincin Saturnus dan mengira bahwa Saturnus bertelinga.
Christian Huygens menggunakan teleskop dengan perbesaran yang lebih besar dan ia
menemukan bahwa cincin itu adalah cincin Saturnus. Huygens juga menemukan satelit dari
Saturnus, Titan. Tidak lama, Giovanni Domenico Cassini menemukan 4 satelit lainnya, Iapetus,
Rhea, Tethys dan Dione. Pada tahun 1675, Cassini juga menemukan celah yang disebut dengan
divisi Cassini.
Tidak ada penemuan lebih lanjut sampai tahun 1789 ketika William Herschel menemukan 2
satelit lagi, Mimas dan Enceladus. satelit Hyperion, yang memiliki resonansi orbit dengan Titan,
ditemukan tahun 1848 oleh tim dari Britania Raya.
Pada tahun 1899, William Henry Pickering menemukan satelit Phoebe. Selama abad ke-20,
penelitian terhadap Titan mengakibatkan adanya konfirmasi pada tahun 1944 bahwa Titan
memiliki atmosfer yang tebal, dimana Titan menjadi satelit yang unik di antara satelit di Tata
Surya lainnya.
Pioneer 11
Saturnus dikunjungi oleh Pioneer 11 pada satelit September tahun 1979. Pioner 11 terbang
20.000 kilometer dari ujung awan Saturnus. Gambar Saturnus dan beberapa satelitnya dengan
resolusi rendah didapat. Resolusi gambar tersebut tidak bagus untuk melihat fitur permukaan.
Pesawat udara juga mempelajari cincin Saturnus, di antara penemuan-penemuan, terdapat
5
penemuan cincin-F dan fakta bahwa celah gelap di cincin terang jika dilihat kearah Matahari,
dalam kata lain, mereka bukan material kosong. Pioneer 11 juga mengukur temperatur Titan.
Voyager
Pada bulan November tahun 1980, Voyager 1 mengunjungi sistem Saturnus. Pesawat ini
mengirim kembali gambar Planet, cincin dan satelitnya dalam resolusi besar. Fitur permukaan
berbagai satelit dilihat pertama kali. Voyager 1 melakukan penerbangan dekat dengan Titan dan
meningkatkan pengetahuan manusia atas Titan, selain itu, Voyager 1 juga membuktikan bahwa
atmosfer Titan tidak dapat dilalui dalam panjang gelombang yang dapat dilihat, sehingga, tidak
ada detail tentang permukaan Titan. 1 tahun kemudian, pada bulan Agustus tahun 1981,
Voyager 2 melanjutkan penelitian sistem Saturnus. Lebih banyak foto satelit-satelit Saturnus
jarak dekat yang didapat. Namun terjadi ketidakberuntungan, selama penerbangan, kamera
satelit tersangkut untuk beberapa hari dan beberapa pengambilan gambar yang direncanakan
hilang. Graviti Saturnus digunakan untuk mengarahkan lintasan pesawat angkasa tersebut
menuju Uranus. Satelit tersebut menemukan dan memperjelas beberapa satelit baru yang
mengorbit di dekat cincin Saturnus. Mereka juga menemukan celah kecil Maxwell dan Keeler
(celah seluas 42 km di cincin Saturnus).
Posisi-posisi Saturnus: 2001–2029
Pada tanggal 1 Juli 2004, pesawat angkasa Cassini–
Huygens melakukan manuver SOI (Saturn Orbit Insertion)
dan memasuki orbit sekitar Saturnus. Sebelum SOI, Cassini
telah mempelajari sistem ini. Pada bulan Juni tahun 2004,
Cassini telah melakukan penerbangan dekat ke Phoebe dan
memberikan data dan gambar dengan resolusi besar.
Penerbangan Cassini ke satelit terbesar Titan telah
menangkap gambar danau besar dan pantai serta beberapa
pulau dan pegunungan. Cassini menyelesaikan 2
penerbangan Titan sebelum mengeluarkan satelit Huygens
pada tanggal 25 Desember 2004. Huygens turun ke
permukaan Titan pada tanggal 14 Januari 2005, mengirim data selama turun ke atmosfer dan
pendaratan. Selama tahun 2005, Cassini melakukan beberapa penerbangan ke Titan dan satelit
yang mengandung es. Penerbangan Cassini ke Titan yang terakhir dijadwalkan pada tanggal 19
Juli 2007.
Sejak awal tahun 2005, ilmuan telah meneliti tentang petir di Saturnus, yang ditemukan oleh
Cassini. Kekuatan petir di Saturnus diperkirakan 1000 kali lebih besar daripada petir di Bumi.
Para ilmuan percaya bahwa badai ini adalah badai terkuat yang pernah terlihat. Pada tanggal 10
Maret 2006, NASA melaporkan bahwa, melalui gambar, satelit Cassini menemukan fakta-fakta
tentang cairan air yang meletus di geiser di salah satu satelit Saturnus, Enceladus. Gambar
tersebut juga menunjukan partikel air di cairan tersebut dipancarkan oleh pancaran es. Menurut
Dr. Andrew Ingersoll dari Institut Teknologi California, "satelit lainnya di tata surya memiliki
samudera cairan air yang ditutup oleh es. Apa yang berbeda disini adalah bahwa cairan air tidak
akan lebih dari 10 meter dibawah permukaan." Pada tanggal 20 September 2006, sebuah foto
dari satelit Cassini menemukan cincin Saturnus yang belum ditemukan, diluar cincin utama
Saturnus yang lebih bercahaya dan di dalam cincin G dan E. Cincin ini merupakan hasil dari
tabrakan meteor dengan 2 satelit Saturnus. Pada bulan Juli tahun 2006, Cassini melihat bukti
pertama danau hidrokarbon didekat kutub utara Titan, yang dikonfirmasi pada bulan Januari
tahun 2007. Pada bulan Maret tahun 2007, beberapa gambar didekat kutub utara Titan
menemukan "lautan" hidrokarbon, yang terbesar dimana besarnya hampir sebesar Laut Kaspia.
Pada tahun 2006, satelit itu telah menemukan dan mengkonfirmasi 4 satelit baru. Misi utama
satelit ini akan berakhir tahun 2008 ketika pesawat angkasa akan diperkirakan menyelesaikan 74
misi mengelilingi orbit disekitar planet. Namun satelit itu diperkirakan baru menyelesaikan
setidak-tidaknya satu misi.
6
Penglihatan paling baik
Saturnus adalah planet terjauh dari 5 planet yang paling mudah dilihat dengan mata telanjang
dan 4 planet lainnya adalah Merkurius, Venus, Mars dan Yupiter (Uranus dan 4 Vesta terlihat
dengan mata telanjang ketika langit gelap) dan planet terakhir yang diketahui oleh astronom
awal sampai Uranus ditemukan tahun 1781. Saturnus muncul dalam penglihatan mata telanjang
pada saat langit malam sebagai titik terang dan berwarna kuning. Bantuan optik (teleskop) perlu
diperbesar setidak-tidaknya 20X untuk melihat cincin Saturnus bagi banyak orang.
http://id.wikipedia.org/wiki/Mars
2. Mars
Mars adalah planet terdekat keempat dari Matahari. Namanya diambil dari dewa perang
Romawi, Mars. Planet ini sering dijuluki sebagai "planet merah" karena tampak dari jauh
berwarna kemerah-kemerahan. Ini disebabkan oleh keberadaan besi(III) oksida di permukaan
planet Mars. Mars adalah planet bebatuan dengan atmosfer yang tipis. Di permukaan Mars
terdapat kawah, gunung berapi, lembah, gurun, dan lapisan es. Periode rotasi dan siklus musim
Mars mirip dengan Bumi. Di Mars berdiri Olympus Mons, gunung tertinggi di Tata Surya, dan
Valles Marineris, lembah terbesar di Tata Surya. Selain itu, di belahan utara terdapat cekungan
Borealis yang meliputi 40% permukaan Mars.
Lingkungan Mars lebih bersahabat bagi kehidupan dibandingkan keadaan Planet Venus. Namun
begitu, keadaannya tidak cukup ideal untuk manusia. Suhu udara yang cukup rendah dan
tekanan udara yang rendah, ditambah dengan komposisi udara yang sebagian besar
karbondioksida, menyebabkan manusia harus menggunakan alat bantu pernapasan jika ingin
tinggal di sana. Misi-misi ke planet merah ini, sampai penghujung abad ke-20, belum
menemukan jejak kehidupan di sana, meskipun yang amat sederhana.
Planet ini memiliki 2 buah satelit, yaitu Phobos dan Deimos. Planet ini mengorbit selama 687
hari dalam mengelilingi Matahari. Planet ini juga berotasi. Kala rotasinya 25,62 jam.
Di planet Mars, terdapat sebuah fitur unik di daerah Cydonia Mensae. Fitur ini merupakan
sebuah perbukitan yang bila dilihat dari atas nampak sebagai sebuah wajah manusia. Banyak
orang yang menganggapnya sebagai sebuah bukti dari peradaban yang telah lama musnah di
Mars, walaupun pada masa kini, telah terbukti bahwa fitur tersebut hanyalah sebuah
kenampakan alam biasa.
Ciri fisik
Perbandingan ukuran Bumi dan Mars.
Mars memiliki jari-jari sekitar setengah dari jari-jari Bumi.
Planet ini kurang padat bila dibandingkan dengan Bumi,
dan hanya mempunyai sekitar 15% volume dan 11% massa
Bumi. Luas permukaannya lebih kecil dari jumlah wilayah kering di Bumi. Mars lebih besar
daripada Merkurius, tetapi Merkurius lebih padat. Akibatnya kedua planet memunyai tarikan
gravitasi yang hampir mirip di permukaan—dan tarikan Mars lebih kuat sekitar kurang dari 1%.
Ukuran, massa, dan gravitasi permukaan Mars berada "di antara" Bumi dan Bulan (diameter
Bulan hanya setengah dari Mars, sementara Bumi dua kalinya; Bumi sembilan kali lebih besar
7
dari Mars, dan Bulan satu per sembilannya). Kenampakan permukaan Mars yang merah-jingga
diakibatkan oleh keberadaan besi(III) oksida, yang lebih dikenal dengan nama hematite.
Geologi
Berdasarkan pengamatan orbit dan pemeriksaan terhadap kumpulan meteorit Mars, permukaan
Mars terdiri dari basalt. Beberapa bukti menunjukkan bahwa sebagian permukaan Mars
memunyai silika yang lebih kaya daripada basalt biasa, dan mungkin mirip dengan batu-batu
andesit di Bumi. Sebagian besar permukaan Mars dilapisi oleh debu besi(III) oksida yang
memberinya kenampakan merah.
Saat ini Mars tidak memunyai medan magnet global, namun hasil pengamatan menunjukkan
bahwa sebagian kerak planet termagnetisasi, dan medan magnet global pernah ada pada masa
lalu. Salah satu teori yang diumumkan pada tahun 1999 dan diperiksa ulang pada Oktober 2005
(dengan bantuan Mars Global Surveyor) menunjukkan bahwa empat miliar tahun yang lalu,
dinamo Mars berhenti berfungsi dan mengakibatkan medan magnetnya menghilang. Ada pula
teori bahwa asteroid yang sangat besar pernah menghantam Mars dan mematikan medan
magnetnya.
Inti Mars, yang jari-jarinya diperkirakan sebesar 1.480 km, terdiri dari besi dan 14-17% sulfur.
Inti besi sulfida ini cair. Lapisan di atas inti Mars adalah mantel silikat yang membentuk banyak
objek tektonik dan vulkanik di Mars, tetapi saat ini mantel tersebut sudah tidak aktif. Di atas
lapisan mantel adalah kerak, yang ketebalan rata-ratanya sekitar 50 km, dan ketebalan
maksimumnya 125 km.
Saat pembentukan Tata Surya, Mars terbentuk dari cakram protoplanet yang mengelilingi
Matahari Matahari. Planet ini punya ciri kimia yang berbeda karena letaknya di Tata Surya.
Unsur dengan titik didih yang rendah seperti klorin, fosfor, dan sulfur ada dalam jumlah yang
lebih besar daripada di Bumi. Unsur-unsur tersebut kemungkinan dihalau dari daerah yang dekat
dengan Matahari oleh angin surya muda yang kuat.
Setelah terbentuk, planet-planet melewati masa "Pengeboman Berat Akhir". Bekas tubrukan dari
masa tersebut dapat dilihat di 60% permukaan Mars. 40% permukaan Mars adalah bagian dari
cekungan yang diakibatkan oleh tubrukan objek sebesar Pluto empat miliar tahun yang lalu.
Cekungan di belahan utara Mars yang membentang sejauh 10.600 km ini kini dikenal dengan
nama cekungan Borealis.
Sejarah geologi Mars dapat dibagi menjadi beberapa masa, tetapi berikut adalah tiga masa
utama:



Masa Noachis (dinamai dari Noachis Terra): Pembentukan permukaan tertua Mars, antara 4,5
miliar hingga 3,5 miliar tahun yang lalu. Permukaan dari masa Noachis dipenuhi kawah
tubrukan yang besar. Tonjolan Tharsis, dataran tinggi vulkanik, diduga terbentuk pada masa ini.
Pada akhir masa ini banjir besar juga terjadi.
Masa Hesperia (dinamai dari Hesperia Planum): 3,5 miliar tahun yang lalu hingga 2,9–3,3 miliar
tahun yang lalu. Masa ini ditandai dengan pembentukan dataran lava.
Masa Amazonis (dinamai dari Amazonis Planitia): 2,9–3,3 miliar tahun yang lalu hingga
sekarang. Olympus Mons terbentuk pada periode
ini, dan begitu pula aliran lava lain.
Aktivitas geologi masih berlangsung di Mars.
Athabasca Valles merupakan tempat mengalirnya lava
sejak 200 juta tahun yang lalu. Aliran air di graben
Cerberus Fossae muncul sekitar 20 juta tahun yang
lalu, yang merupakan tanda-tanda terjadinya intrusi
vulkanik. Pada 19 Februari 2008, citra yang
diabadikan oleh Mars Reconnaissance Orbiter
8
menunjukkan bukti terjadinya longsor di tebing setinggi 700 m.
Tanah
Berdasarkan data dari wahana Phoenix, tanah Mars terdiri dari unsur seperti magnesium,
sodium, potasium, dan klorida. Nutrien tersebut dapat ditemui di kebun Bumi dan penting dalam
pertumbuhan tanaman. Percobaan yang dilakukan oleh wahana Phoenix menunjukkan bahwa
tanah Mars punya pH sebesar 8,3, dan mengandung garam perklorat.
Warna bubuk di Tharsis Tholus (di tengah kiri gambar).
Warna bubuk dapat ditemui di seluruh Mars. Seringkali warna bubuk baru muncul di lereng
curam kawah, palung, dan lembah. Warna bubuk awalnya berwarna gelap, dan seiring
berjalannya waktu, warnanya menjadi semakin menjadi terang. Kadang-kadang warna bubuk
muncul dalam ukuran yang kecil, dan lalu melebar hingga ratusan meter. Warna bubuk juga
mengikuti tepi batuan. Berdasarkan teori yang banyak diterima, warna bubuk merupakan lapisan
tanah gelap di bawah yang muncul karena longsor atau badai debu. Ada pula penjelasan lain,
yang melibatkan air, dan bahkan pertumbuhan organisme.
Hidrologi
Air tidak dapat bertahan di permukaan Mars karena tekanan atmosfernya yang rendah. Di
ketinggian terendah, air masih dapat bertahan dalam waktu yang singkat. lapisan es di Mars
diduga terdiri dari air. Jika dicairkan, volume air di lapisan es kutub selatan mampu melapisi
seluruh permukaan planet dengan kedalaman 11 meter. Lapisan permafrost terbentang dari
kutub hingga lintang 60°.
Es air dalam jumlah besar diduga terperangkap di bawah lapisan kriosfer Mars. Data dari Mars
Express dan Mars Reconnaissance Orbiter menunjukkan keberadaan es air yang besar di kedua
kutub (Juli 2005) dan lintang tengah (November 2008). Wahana Phoenix secara langsung
mengambil sampel es air di Mars pada 31 Juli 2008.
Dari kenampakan permukaan Mars dapat dilihat bahwa air pernah mengalir di permukaan planet
tersebut. Saluran banjir besar yang disebut saluran keluar (outflow channel) dapat ditemui di 25
tempat, dan diduga merupakan tanda-tanda terjadinya erosi pada masa lepasnya air dari akuifer
di bawah tanah, meskipun struktur tersebut juga diduga diakibatkan oleh glasier atau lava.
Saluran termuda diduga terbentuk sekitar beberapa juta tahun yang lalu. Di tempat lain, terutama
di wilayah tertua permukaan Mars, jaringan lembah yang bercabang menyebar di sepanjang
bentang alam. Ciri dan persebaran lembah tersebut menunjukkan bahwa lembah tersebut
dibentuk oleh limpasan permukaan yang diakibatkan oleh hujan atau salju pada awal sejarah
Mars. Aliran di bawah permukaan dan proses pengikisan tanah dari lereng oleh air tanah yang
ada di tepi sungai atau lereng bukit mungkin memainkan peran tambahan di beberapa jaringan,
namun hujan kemungkinan merupakan penyebab utama.
Di Mars juga ada ribuan kenampakan di kawah dan dinding lembah yang mirip dengan parit.
Parit tersebut biasanya ada di dataran tinggi belahan selatan. Sejumlah penulis menyatakan
bahwa proses pembentukannya memerlukan air, kemungkinan dari es yang mencair, namun ada
pula yang meyakini bahwa es karbon dioksida dan pergerakan debu kering-lah yang
membentuknya. Parit-parit tersebut sangat muda, bahkan mungkin masih aktif hingga sekarang.
Ciri geologis lain, seperti delta dan kipas alluvial, digunakan sebagai dasar untuk mendukung
gagasan bahwa Mars pada awalnya lebih hangat dan basah. Keadaan semacam itu memerlukan
keberadaan banyak danau di permukaan, dan untuk itu ada bukti-bukti mineralogis,
sedimentalogis, dan geomorfologis. Beberapa penulis bahkan menyatakan bahwa pada masa lalu
9
sebagian besar dataran rendah di utara merupakan samudra, meskipun hal ini masih
diperdebatkan.
Bukti lebih lanjut bahwa air pernah ada di permukaan Mars muncul dari pelacaktemuan
beberapa mineral tertentu seperti hematit dan goetit, yang kadang-kadang terbentuk saat air ada.
Beberapa bukti yang sebelumnya diyakini menunjukkan keberadaan cekungan dan aliran air
kuno telah ditampik oleh penilikan beresolusi tinggi oleh Mars Reconnaissance Orbiter. Pada
tahun 2004, Opportunity melacaktemu mineral jarosit. Mineral ini hanya terbentuk jika ada air
berasam, yang menunjukkan bahwa air pernah ada di Mars.
Lapisan es kutub
Citra lapisan es kutub utara Mars oleh wahana Viking.
Mars punya dua lapisan es kutub permanen. Selama musim
dingin di salah satu kutub, lapisan tersebut diselubungi oleh
kegelapan, sehingga mendinginkan permukaan dan
menyebabkan 25-30% atmosfer mengembun menjadi es
CO2 (es kering). Saat Matahari kembali menyinari kutub,
CO2 yang membeku menyublim, sehingga menghasilkan
angin kencang yang menyapu wilayah kutub dengan
kecepatan 400 km/jam. Peristiwa musiman tersebut
mengangkut banyak debu dan uap air yang menghasilkan embun beku dan awan cirrus besar.
Awan es-air dicitrakan oleh Opportunity pada tahun 2004.
Lapisan es Mars terdiri dari es air. Karbon dioksida beku melapisinya dengan ketebalan satu
meter di kutub utara pada musim dingin; sementara di kutub selatan, lapisan es kering tersebut
bersifat permanen dengan ketebalan delapan meter. Diameter lapisan es kutub utara tercatat
sekitar 1.000 kilometer selama musim panas, dan mengandung sekitar 1,6 juta km kubik es.
Lapisan es kutub selatan memunyai diameter sekitar 350 km dan ketebalan 3 km. Total volume
es di kutub selatan ditambah lapisannya diperkirakan juga sekitar 1,6 juta km kubik. Di kedua
lapisan es terdapat lembang-lembang, yang diduga terbentuk oleh pemanasan Matahari,
ditambah dengan penyubliman es dan pengembunan uap air.
Pembekuan musiman di beberapa wilayah di dekat lapisan es kutub selatan mengakibatkan
pembentukan es kering transparan setebal 1 meter di atas permukaan. Begitu musim semi
datang, tekanan dari penyubliman CO2 mengangkat dan memecahkan lapisan tersebut.
Akibatnya, terjadi letusan gas CO2 yang bercampur dengan pasir atau debu basalt gelap. Proses
ini berlangsung cepat dan tidak biasa dalam geologi Mars. Gas yang bergerak cepat di bawah
lapisan ke tempat letusan menghasilkan pola saluran radial yang seperti laba-laba di bawah es.
] Geografi
Lembah vulkanik (merah) dan cekungan akibat tubrukan
(biru) mendominasi peta topografi Mars ini.
Meskipun dikenang karena memetakan Bulan, Johann
Heinrich Mädler dan Wilhelm Beer merupakan para
"aerografer" pertama. Mereka merintis bahwa sebagian
besar permukaan Mars bersifat permanen, dan
menentukan periode rotasi planet. Pada tahun 1840,
Mädler memadukan hasil pengamatannya selama
sepuluh tahun dan menggambar peta pertama Mars.
Daripada memberi nama, Beer dan Mädler menyebut
beberapa tempat dengan huruf.
10
Saat ini, fitur-fitur di Mars dinamai dari berbagai sumber. Fitur albedo dinamai dari mitologi
klasik. Nama kawah yang lebih besar dari 60 kilometer (37 mil) berasal dari ilmuwan, penulis,
dan tokoh lain yang membantu penelitian Mars. Kawah yang lebih kecil dari 60 km dinamai dari
kota dan desa di dunia dengan jumlah penduduk lebih kecil dari 100.000. Lembah besar dinamai
dari kata mars atau bintang dalam berbagai bahasa, sementara lembah kecil dari sungai-sungai.
Nama fitur albedo besar tetap dipertahankan, tetapi kadang-kadang diperbaharui untuk
melambangkan pengetahuan baru tentang sifat fitur tersebut. Contohnya, Nix Olympica (salju
Olympus) diubah menjadi Olympus Mons (Gunung Olympus). Permukaan Mars seperti yang
terlihat dari Bumi terbagi menjadi dua macam daerah, dengan albedo yang berbeda. Dataran
pucat yang dilapisi debu dan pasir yang kaya akan besi oksida awalnya diduga sebagai 'benua'
Mars dan diberi nama seperti Arabia Terra (tanah Arabia) atau Amazonis Planitia (dataran
Amazonian). Fitur gelap sebelumnya diduga sebagai laut, sehingga dinamai Mare Erythraeum,
Mare Sirenum dan Aurorae Sinus. Fitur gelap terbesar yang dapat terlihat dari Bumi adalah
Syrtis Major Planum. Lapisan es kutub utara yang permanen dinamai Planum Boreum,
sementara lapisan es kutub selatan disebut Planum Australe.
Khatulistiwa Mars ditetapkan melalui rotasinya, namun letak meridian utamanya ditentukan
dengan penetapan titik yang berubah-ubah seperti di Bumi; Mädler dan Beer memilih sebuah
garis pada tahun 1830 untuk peta Mars pertama mereka. Setelah wahana Mariner 9 menyajikan
citra Mars pada tahun 1972, kawah kecil (nantinya disebut Airy-0) yang terletak di Sinus
Meridiani dipilih sebagai tempat bujur 0.0°.
Mars tidak punya samudra sehingga tidak ada 'permukaan laut'. Ketinggian nol harus ditentukan,
dan ini disebut areoid Mars, yang sejalan dengan geoid. Ketinggian nol adalah ketinggian yang
tekanan atmosfernya 610.5 Pa (6.105 mbar),[74] atau sekitar 0,6% dari tekanan permukaan laut di
Bumi (0.006 atm). Tekanan ini sesuai dengan titik tripel air. Praktiknya permukaan ditetapkan
secara langsung melalui pengukuran gravitasi satelit.
Citra Kawah Victoria dari Cape Verde yang
diabadikan oleh Opportunity.
Topografi tubrukan
Dikotomi topografi Mars cukuplah mengejutkan:
dataran utara yang diratakan oleh aliran lava
berkebalikan dengan dataran tinggi di selatan
yang dipenuhi kawah akibat tubrukan pada masa lalu. Penelitian pada tahun 2008 telah
menghasilkan bukti untuk postulat yang diusulkan pada tahun 1980 bahwa belahan utara Mars
ditubruk oleh objek dengan ukuran 1/10 hingga 2/3nya Bulan. Jika ini benar, maka belahan utara
Mars merupakan kawah tubrukan berukuran 10.600 x 8.500 km, menjadikannya kawah tubrukan
terbesar di Tata Surya.
Di Mars terdapat sekitar 43.000 kawah dengan diameter 5 km atau lebih besar. Di antaranya
yang terbesar adalah kawah Hellas, fitur albedo terang yang terlihat dari Bumi. Massa Mars
lebih kecil, sehingga kemungkinan objek bertubrukan dengan planet tersebut sekitar
setengahnya Bumi. Planet ini terletak lebih dekat dengan sabuk asteroid, sehingga kemungkinan
ditubruk oleh benda dari tempat tersebut meningkat. Mars juga lebih mungkin ditubruk oleh
komet berperiode kecil, seperti yang berada di orbit Yupiter. Meskipun begitu, ada lebih sedikit
kawah di Mars daripada Bulan karena atmosfer Mars
melindunginya dari meteor-meteor kecil. Beberapa kawah
memunyai morfologi yang menunjukkan bahwa tanah
menjadi basah setelah meteor menubruk.
Situs tektonik
11
Citra Olympus Mons, gunung tertinggi di Tata Surya.
Gunung berapi perisai Olympus Mons (Gunung Olympus) merupakan gunung tertinggi di Tata
Surya. Ketinggiannya mencapai 27 km, atau tiga kali lipat tinggi Gunung Everest yang hanya
sekitar 8,8 km. Gunung yang sudah tidak aktif ini terletak di wilayah Tharsis, yang juga
merupakan tempat berdirinya beberapa gunung berapi besar lainnya.
Lembah besar Valles Marineris (dalam bahasa Latin berarti Lembah Mariner, juga dikenal
dengan nama Agathadaemon di peta kanal lama) memiliki panjang sekitar 4.000 km dan
kedalaman hingga 7 km. Panjang Valles Marineris setara dengan panjang Eropa dan terbentang
di 1/5 sirkumferensia Mars. Jika dibandingkan, Grand Canyon di Bumi panjangnya hanya 446
km dan kedalamannya hanya 2 km. Valles Marineris terbentuk akibat pembengkakan wilayah
Tharsis yang menyebabkan runtuhnya kerak di wilayah Valles Marineris. Lembah besar lainnya
adalah Ma'adim Vallis (Ma'adim dalam bahasa Ibrani berarti Mars). Lembah ini memiliki
panjang sebesar 700 km, lebar 20 km, dan kedalaman 2 km di beberapa tempat. Kemungkinan
Ma'adin Vallis pernah dialiri air pada masa lalu.
Gua
Citra THEMIS yang menunjukkan pintu masuk gua Mars. Gua
tersebut secara tidak resmi dinamai (A) Dena, (B) Chloe, (C)
Wendy, (D) Annie, (E) Abby (kiri) dan Nikki, dan (F) Jeanne.
Citra dari Thermal Emission Imaging System (THEMIS) di
wahana Mars Odyssey telah menunjukkan tujuh pintu
masuk gua di belakang gunung berapi Arsia Mons. Gua-gua tersebut, yang dinamai dari orang
yang dicintai para penemunya, secara keseluruhan dijuluki "tujuh saudara perempuan. Lebar
pintu masuk gua tersebut berkisar antara 100 hingga 252 m. Gua-gua itu diyakini memiliki
kedalaman antara 73 hingga 96 m. Cahaya tidak mencapai dasar sebagian besar gua, sehingga
kemungkinan gua-gua tersebut bisa lebih dalam lagi. Gua "Dena" merupakan pengecualian;
dasarnya dapat dilihat dan kedalamannya tercatat 130 m. Bagian dalam gua tersebut mungkin
terlindung dari mikrometeoroid, radiasi ultraviolet, semburan Matahari, dan partikel berenergi
tinggi yang menghujani permukaan planet.
Atmosfer
Atmosfer Mars.
Mars kehilangan magnetosfernya 4 miliar tahun yang lalu,
sehingga angin surya bisa berhubungan langsung dengan
ionosfer, yang mengakibatkan penurunan kepadatan
atmosfer dengan mengupas atom-atom dari lapisan
luar.[86][87] Dibandingkan dengan Bumi, atmosfer di Mars
cukup tipis. Tekanan atmosfer di permukaan berkisar dari
30 Pa di Olympus Mons hingga lebih dari 1.155 Pa di
Hellas Planitia, dengan rata-rata tekanan di permukaan 600
Pa. Tekanan permukaan di Mars pada saat terkuatnya sama
dengan tekanan yang dapat ditemui di ketinggian 35 km di atas permukaan Bumi. Ketinggian
skala atmosfer Mars diperkirakan sekitar 10.8 km yang lebih tinggi dari Bumi (6 km) karena
gravitasi permukaan Mars hanya 38% persen-nya Bumi.
12
Atmosfer Mars terdiri dari 95% karbon dioksida, 3% nitrogen, 1,6% argon, serta mengandung
jejak oksigen dan air. Atmosfernya relatif berdebu dan mengandung partikulat berdiameter
1,5 µm yang memberikan kenampakan kuning kecoklatan di langit Mars saat dilihat dari
permukaan.
Metana telah dilacaktemu di atmosfer Mars dengan fraksi mol sekitar 30 ppb. Hidrokarbon
tersebut muncul dalam plume luas, dan dilepas di wilayah yang berlainan. Di utara pada
pertengahan musim panas, plume utama mengandung 19.000 metrik ton metana, dengan
kekuatan sumber sekitar 0,6 kilogram per detik. Kemungkinan terdapat dua sumber lokal: yang
pertama terpusat di dekat 30° U, 260° B, dan yang kedua di dekat 0°, 310° B Diperkirakan Mars
menghasilkan 270 ton metana per tahun.
Rentang waktu kehancuran metana diperkirakan paling lama empat tahun Bumi dan paling
pendek 0,6 tahun Bumi. Pergantian cepat ini merupakan tanda-tanda adanya sumber gas aktif di
Mars. Aktivitas vulkanik, tubrukan komet, dan keberadaan bentuk kehidupan mikrobial
metanogenik diduga merupakan penyebabnya. Metana dapat pula dihasilkan oleh proses nonbiologis yang disebut serpentinisasi yang melibatkan air, karbon dioksida, dan mineral olivin.
Iklim
Mars dari Teleskop Luar Angkasa Hubble 28 Oktober 2005.
Di antara semua planet di Tata Surya, Mars adalah planet
yang musimnya paling mirip dengan Bumi. Hal ini
diakibatkan oleh miripnya kemiringan sumbu kedua planet.
Panjang musim di Mars itu sekitar dua kalinya Bumi
karena jarak Mars yang lebih jauh dari Matahari, sehingga
tahun di Mars lebih panjang (dua kalinya Bumi). Suhu
permukaan Mars berkisar antara −87 °C (−125 °F) pada
musim dingin di kutub hingga −5 °C (23 °F) pada musim
panas.[31] Luasnya rentang suhu ini diakibatkan oleh
ketidakmampuan atmosfer yang tipis untuk menyimpan panas Matahari, tekanan atmosfer yang
rendah, dan thermal inertia tanah Mars yang rendah. Jika Mars punya orbit yang seperti Bumi,
musimnya akan mirip dengan Bumi karena sumbu rotasinya mirip dengan Bumi. Eksentrisitas
orbit Mars yang relatif besar memberikan pengaruh yang besar. Mars berada di dekat perihelion
saat musim panas di belahan selatan dan dingin di utara, dan di dekat aphelion saat musim
dingin di belahan selatan adn musim panas di utara. Akibatnya, musim di belahan selatan lebih
ekstrem dan musim di utara lebih ringan. Suhu musim panas di selatan lebih hangat 30 °C
(54.0 °F) daripada suhu musim panas di utara.
Di Mars juga terdapat badai debu terbesar di Tata Surya. Badai-badai tersebut dapat bervariasi,
dari badai di wilayah kecil, hingga badai raksasa yang berkecamuk di seluruh planet. Badai
tersebut biasanya terjadi saat Mars berada dekat dengan Matahari. Badai debu ini juga
meningkatkan suhu global.
Orbit dan rotasi
Rata-rata jarak Mars dari Matahari itu sekitar 230 juta km (1,5 SA) dan periode orbitalnya 687 hari
(Bumi), seperti yang digambarkan oleh jejak merah, sementara orbit Bumi ditunjukkan dengan warna
biru.
Rata-rata jarak Mars dari Matahari diperkirakan sekitar 230 juta km (1,5 SA) dan periode
orbitalnya 687 hari (Bumi). Hari Matahari (atau sol) di Mars itu sekitar 24 jam, 39 menit, dan
13
35,244 detik. Tahun Mars sama dengan 1,8809 tahun Bumi, atau 1 tahun, 320 hari, dan 18,2
jam.
Kemiringan sumbu Mars itu sekitar 25,19 derajat, yang mirip dengan kemiringan sumbu Bumi.
Akibatnya musim di Mars mirip dengan Bumi, meskipun lamanya dua kali lipat karena
tahunnya lebih lama. Saat ini orientasi kutub utara Mars dekat dengan bintang Deneb. Mars
telah melewati perihelionnya pada April 2009 dan aphelionnya Maret2010. Perihelion
berikutnya dilewati pada Maret 2011 dan aphelion selanjutnya Februari 2012.
Mars punya eksentrisitas orbit sekitar 0,09; di antara tujuh planet lainnya di Tata Surya, hanya
Merkurius yang menunjukkan eksentrisitas yang besar. Pada masa lalu Mars punya orbit yang
lebih bundar daripada sekarang. Sekitar 1,35 juta tahun Bumi yang lalu, Mars punya
eksentrisitas sekitar 0,002, yang lebih rendah dari Bumi. Siklus eksentrisitas Mars itu sekitar
96.000 tahun Bumi jika dibandingkan dengan siklus 100.000 tahun planet Bumi Mars juga
punya siklus eksentrisitas yang lebih panjang dengan periode 2,2 juta tahun Bumi. Selama
35.000 tahun terakhir orbit Mars menjadi semakin eksentrik karena pengaruh gravitasi planet
lain. Jarak terdekat antara Bumi dan Mars akan terus berkurang selama 25.000 tahun berikutnya.
Satelit alami
Citra Phobos yang diabadikan oleh Mars Reconnaissance Orbiter
– HiRISE pada 23 Maret 2008
Deimos pada 21 Februari 2009 (skala gambar di atas tidak sama
dengan gambar ini)
Mars punya dua satelit alami yang relatif kecil, yaitu
Phobos dan Deimos. Penangkapan asteroid merupakan
hipotesis yang didukung, namun asal usul satelit-satelit
tersebut masih belum pasti. Kedua satelit ditemukan pada
tahun 1877 oleh Asaph Hall, dan dinamai dari tokoh
Phobos (panik/ketakutan) dan Deimos (teror) yang, dalam
mitologi Yunani, menemani ayah mereka Ares dalam
pertempuran. Ares juga dikenal sebagai Mars oleh orang
Romawi.
Dari permukaan Mars, pergerakan Phobos dan Deimos
tampak sangat berbeda dari Bulan di Bumi. Phobos terbit di
barat, tenggelam di timur, dan terbit lagi dalam waktu 11
jam. Deimos, yang berada di luar orbit sinkron-yang membuat periode orbitalnya sama dengan
periode rotasi planet-terbit di timur namun sangat pelan. Meskipun periode orbital Deimos itu 30
jam, satelit tersebut butuh 2,7 hari untuk tenggelam di Barat.
Orbit Phobos berada di bawah ketinggian sinkron, sehingga gaya pasang surut dari planet Mars
secara bertahap merendahkan orbitnya. Dalam waktu 50 juta tahun satelit tersebut akan
menabrak permukaan Mars atau pecah menjadi struktir cincin yang mengitari planet.
Asal usul kedua satelit tersebut tidak banyak diketahui. Albedo yang rendah dan komposisi
kondrit karbon di kedua satelit tersebut dianggap mirip dengan asteroid, sehingga mendukung
hipotesis penangkapan. Orbit Phobos yang tidak stabil menunjukkan penangkapan yang baru
saja terjadi. Akan tetapi keduanya memunyai orbit bundar dan sangat dekat dengan khatulistiwa;
hal-hal tersebut tidak biasa untuk objek yang ditangkap dan dinamika penangkapan yang
diperlukan untuk itu kompleks. Pertumbuhan pada awal sejarah Mars juga mungkin, namun
14
hipotesis tersebut tidak menjelaskan komposisi yang lebih mirip dengan asteroid daripada Mars
sendiri.
Kemungkinan ketiga adalah keterlibatan objek ketiga atau semacam tubrukan. Bukti terbaru
menunjukkan Phobos memunyai bagian dalam yang berpori. Selain itu, komposisinya terdiri
dari filosilikat dan mineral lain yang diketahui berasal dari Mars. Bukti-bukti ini mendukung
hipotesis bahwa Phobos terbentuk dari materi yang berasal dari tubrukan di Mars, yang mirip
dengan hipotesis mengenai asal usul Bulan. Meski spektra VNIR satelit-satelit Mars mirip
dengan asteroid, spektra inframerah thermal Phobos dilaporkan tidak konsisten dengan kondrit
dari kelompok manapun.
Kehidupan
Berdasarkan pemahaman keterhunian planet, planet-planet yang punya air di permukaan
merupakan planet yang layak huni. Untuk mencapai hal tersebut, orbit suatu planet harus berada
di dalam zona layak huni. Di Tata Surya, zona tersebut terbentang dari setelah Venus hingga
poros semi-mayor Mars.[115] Selama perihelion Mars masuk ke wilayah ini, namun atmosfer
tipisnya mencegah air bertahan untuk waktu yang lama. Bekas aliran air pada masa lalu
menunjukkan potensi keterhunian Mars. Beberapa bukti terbaru memunculkan gagasan bahwa
air di permukaan Mars akan terlalu berasam dan bergaram, sehingga sulit mendukung
kehidupan.
Kurangnya magnetosfer dan tipisnya atmosfer Mars merupakan tantangan. Di permukaan planet
ini tidak banyak terjadi pemindahan panas. Penyekatan terhadap angin surya rendah, sementara
tekanan atmosfer Mars tidak cukup untuk mempertahankan air dalam bentuk cair. Planet ini juga
hampir, atau bahkan sepenuhnya, mati secara geologis; berakhirnya kegiatan vulkanik
menyebabkan berhentinya pendaurulangan bahan kimia dan mineral antara permukaan dengan
bagian dalam planet.
Bukti menunjukkan bahwa planet ini dahulu lebih layak huni daripada sekarang, namun masih
belum diketahui apakah organisme hidup pernah ada atau tidak. Wahana Viking pada
pertengahan tahun 1970an membawa percobaan yang dirancang untuk melacaktemu
mikroorganisme di tanah Mars. Percobaan tersebut membuahkan hasil yang positif, termasuk
peningkatan sementara CO2 pada saat pemaparan dengan air dan nutrien. Tanda-tanda
kehidupan masih dipertentangkan oleh beberapa ilmuwan. Ilmuwan NASA Gilbert Levin
menegaskan bahwa Viking telah menemukan kehidupan. Analisis ulang data Viking telah
menunjukkan bahwa percobaan Viking tidak cukup mutakhir untuk melacaktemu kehidupan.
Percobaan tersebut bahkan bisa membunuh kehidupan. Percobaan yang dilakukan oleh wahana
Phoenix menunjukkan bahwa tanah Mars punya pH yang sangat basa, serta mengandung
magnesium, sodium, potasium, dan klorida. Nutrien tanah bisa mendukung kehidupan, namun
kehidupan masih harus dilindungi dari sinar ultraviolet.
Di laboratorium Johnson Space Center, bentuk-bentuk yang luar biasa telah ditemukan di
meteorit Mars ALH84001. Beberapa ilmuwan mengusulkan bahwa bentuk geometrik tersebut
mungkin merupakan mikroba Mars yang telah terfosilisasi
sebelum meteorit itu terlempar ke angkasa akibat tubrukan
meteor 15 juta tahun yang lalu. Asal usul anorganik
bentuk-bentuk tersebut juga telah diusulkan. Metana dan
formaldehida yang baru saja dilacaktemu oleh pengorbit
Mars diklaim sebagai tanda-tanda kehidupan, karena
senyawa kimia tersebut akan segera hilang di atmosfer
Mars. Ada kemungkinan bahwa senyawa tersebut
dihasilkan oleh aktivitas vulkanis dan geologis, seperti
serpentinisasi.
Penjelajahan
15
Citra yang diambil wahana pendarat Viking 1 pada Februari 1978
Lusinan wahana antariksa telah dikirim ke Mars oleh Uni Soviet, Amerika Serikat, beberapa
negara Eropa, dan Jepang, dengan tujuan untuk meneliti permukaan, iklim, dan geologi planet
itu. Pada tahun 2008, biaya pengiriman barang dari permukaan Bumi ke Mars diperkirakan
sebesar $309.000 per kilogram.
Wahana yang saat ini sedang aktif di Mars (2011) adalah Mars Reconnaissance Orbiter (sejak
2006), Mars Express (sejak 2003), Mars Odyssey 2001 (sejak 2001), dan Opportunity (sejak
2004). Misi yang baru saja selesai adalah Mars Global Surveyor (1997–2006) dan Spirit (2004–
2010).
Kira-kira 2/3 wahana angkasa yang ditujukan ke Mars telah gagal dalam misinya. Pada abad ke21 kegagalan lebih jarang terjadi. Kegagalan misi biasanya diakibatkan oleh masalah teknis,
seperti kegagalan atau kehilangan komunikasi atau kesalahan rancangan, yang seringkali
diakibatkan oleh kurangnya pendanaan atau ketidakcakapan pelaksana misi. Kegagalan tersebut
telah menyebabkan munculnya satir yang menyalahkan "Segitiga Bermuda" di antara BumiMars, "Kutukan" Mars, atau "Setan Galaktik Raksasa" (Great Galactic Ghoul) yang memakan
wahana antariksa Mars. Misi-misi yang baru saja gagal contohnya adalah Beagle 2 (2003), Mars
Climate Orbiter (1999), dan Mars 96 (1996).
Misi sebelumnya
Pendarat Mars 3 di perangko Soviet tahun 1972.
Mars pertama kali dikitari pada 14-15 Juli 1965 oleh
wahana Mariner 4. Pada 14 November 1971, Mariner 9
menjadi pesawat angkasa pertama yang mengorbit planet
lain. Objek pertama yang berhasil mendarat di permukaan
Mars adalah dua wahana Soviet: Mars 2 pada 27 November
dan Mars 3 pada 2 Desember 1971, namun keduanya kehilangan komunikasi setelah mendarat.
Pada tahun 1975 NASA meluncurkan program Viking yang terdiri dari dua pengorbit, dan
masing-masing punya pendarat; kedua pendarat berhasil mencapai permukaan pada tahun 1976.
Viking 1 tetap beroperasi selama enam tahun, sementara Viking 2 selama tiga tahun. Pendarat
Viking mengirimkan citra Mars yang berwarna, dan pengorbit memetakan permukaan dengan
sangat baik hingga gambarnya masih digunakan hingga sekarang.
Wahana Soviet Phobos 1 dan 2 dikirim ke Mars pada tahun 1988 untuk meneliti Mars dan kedua
bolannya. Phobos 1 kehilangan komunikasi dalam perjalanan ke Mars. Phobos 2 berhasil
mencitrakan Mars dan Phobos, namun mengalami kegagalan saat akan melepas dua pendaratnya
ke permukaan Phobos. Setelah kegagalan pengorbit Mars Observer pada tahun 1992, misi Mars
Global Surveyor berhasil mencapai orbit Mars pada tahun 1997. Misi ini berhasil dan telah
menyelesaikan misi pemetaan utamanya pada awal 2001. NASA kehilangan kontak dengan
wahana tersebut pada November 2006 pada saat program ketiganya yang diperpanjang. Mars
Pathfinder, yang kendaraan penjelajah robotik Sojourner, mendarat di Ares Vallis pada musim
panas tahun 1997 dan mengirim kembali banyak citra.
Wahana pendarat Spirit di Mars pada tahun 2004
Wahana pendarat Phoenix tiba di wilayah kutub utara Mars
pada 25 Mei 2008. Lengan robotiknya digunakan untuk
menggali tanah Mars dan keberadaan es air telah dipastikan
16
pada 20 Juni. Misi ditutup pada 10 November 2008 setelah kehilangan kontak.
Misi saat ini
Pengorbit Mars Odyssey milik NASA memasuki orbit Mars pada tahun 2001. Spektrometer
Sinar Gamma Odyssey melacaktemu hidrogen yang diduga terkandung di es air Mars.
Misi Mars Express yang diluncurkan European Space Agency (ESA) mencapai Mars pada tahun
2003. Wahana tersebut membawa pendarat Beagle 2, yang mengalami kegagalan saat penurunan
dan dinyatakan hilang pada Februari 2004. Pada awal tahun 2004, tim Planetary Fourier
Spectrometer mengumumkan bahwa pengorbit telah melacaktemu metana di atmosfer Mars.
ESA mengumumkan penemuan aurora di Mars pada Juni 2006.
Pada Januari, 2004, dua wahana penjelajah NASA, yaitu Spirit (MER-A) dan Opportunity
(MER-B), mendarat di permukaan Mars. Keduanya telah mencapai atau melebihi tujuan misi
mereka. Salah satu penemuan ilmiah yang paling penting adalah bukti keberadaan air pada masa
lalu di tempat mendarat kedua wahana tersebut. Badai debu dan angin telah membersihkan panel
surya kedua wahana, sehingga lama hidup mereka bertambah. Pesawat angkasa Mars
Reconnaissance Orbiter milik NASA tiba di orbit Mars pada 10 Maret 2006 untuk melakukan
penelitian ilmiah selama dua tahun. Pengorbit tersebut akan memetakan daratan dan cuaca Mars
dengan tujuan untuk menemukan tempat pendaratan yang layak bagi misi pendarat berikutnya.
MRO berhasil mencitrakan longsor di kutub utara Mars pada 3 Maret 2008.
Pesawat angkasa Dawn terbang melewati Mars pada Februari 2009 untuk mendapat bantuan
gravitasi dalam perjalanannya menuju 4 Vesta dan 1 Ceres. Misi gabungan Rusia-Cina, yaitu
Phobos-Grunt, telah diluncurkan pada 9 November 2011 dengan tujuan mengambil contoh di
Phobos. Namun, misi ini gagal karena pembakaran roketnya mengalami kegagalan, sehingga
Phobos-Grunt terdampar di orbit rendah Bumi.
Misi ke depan
Mars Science Laboratory, yang dinamai Curiosity, akan diluncurkan pada tahun 2011. Wahana
tersebut lebih besar dan lebih maju dari Mars Exploration Rover, dengan kecepatan 90 m/h.
Wahana ini bisa menyimpulkan bahan batuan dari jarak 13 m. Pada tahun 2008, NASA
mengumumkan misi robotik MAVEN yang akan diluncurkan pada tahun 2013 untuk
menyediakan keterangan mengenai atmosfer Mars. ESA berencana meluncurkan wahana
penjelajah pertamanya ke Mars pada tahun 2018; wahana penjelajah ExoMars mampu menggali
tanah hingga 2 m untuk mencari molekul organik.
Misi Finlandia-Rusia, MetNet, akan mendaratkan beberapa kendaraan kecil di Mars untuk
mendirikan jaringan pengamatan yang hendak meneliti struktur atmosfer, fisika, dan
meteorologi Mars. Misi pendahulu yang menggunakan satu atau beberapa pendarat dijadwalkan
diluncurkan pada tahun 2014.
Rencana misi berawak
ESA ingin mengirim manusia ke Mars antara tahun 2030 hingga 2035. Ini akan didahului oleh
wahana-wahana yang lebih besar, yang dimulai dengan peluncuran ExoMars dan misi gabungan
NASA-ESA untuk mengambil contoh.
Penjelajahan berawak merupakan tujuan jangka panjang visi penjelajahan angkasa Amerika
Serikat yang diumumkan pada tahun 2004 oleh Presiden George W. Bush. Pesawat angkasa
Orion akan digunakan untuk mengirim manusia ke Bulan pada tahun 2020 sebagai batu loncatan
untuk ekspedisi Mars. Pada 28 September 2007, Michael D. Griffin menyatakan bahwa NASA
berharap dapat mengirim manusia ke Mars pada tahun 2037.
17
Mars Direct, misi berbiaya rendah yang diusulkan oleh Robert Zubrin (pendiri Mars Society),
akan menggunakan roket kelas Saturn V seperti Space X Falcon X, atau Ares V, untuk melewati
pembangunan orbital, pertemuan di orbit rendah Bumi, dan depot bahan bakar Bulan. Sementara
itu proposal "Mars to Stay" mengusulkan untuk tidak langsung memulangkan astronot pertama.
Astronomi di Mars
Phobos melewati Matahari pada 10 Maret 2004.
Dengan adanya berbagai wahana pengorbit, pendarat, dan
penjelajah, kita dapat mempelajari astronomi dari langit
Mars. Meskipun Pohobs tampak seperti 1/3nya diameter
sudut Bulan purnama di Bumi, Deimos terlihat seperti
bintang, dan hanya sedikit lebih cerah dari Venus yang
tampak dari langit Bumi.
Ada juga beberapa fenomena terkenal di Bumi yang juga
ada di Mars, seperti meteor dan aurora. Transit Bumi
akan terjadi pada 10 November 2084. Transit Merkurius dan Venus juga berlangsung.
Pengamatan
Animasi gerak maju mundur tampak Mars seperti yang terlihat dari Bumi pada tahun 2003.
Karena orbit Mars bersifat eksentrik, magnitudo tampaknya dapat beragam antara −3,0 hingga
−1,4. Kecerahan minimumnya tercatat sebesar +1,6. Mars biasanya tampak kuning, jingga, atau
kemerahan. Saat posisinya kurang tepat, Mars tidak akan terlihat karena tertutup oleh kesilauan
Matahari. Saat waktu pengamatannya sedang bagus - yaitu pada interval 15 atau 17 tahun, dan
selalu antara akhir Juli hingga akhir September - permukaan Mars dapat terlihat. Bahkan lapisan
es kutubnya dapat terlihat meskipun pembesaran teleskopnya rendah.
Saat Mars mendekati oposisi, periode gerak maju mundur dimulai. Planet ini akan tampak
bergerak ke arah sebaliknya. Periode ini berlangsung selama 72 hari, dan pada pertengahan
gerak ini, Mars akan mencapai kecerahan maksimumnya.
Jarak terdekat
Relatif
Pada periode oposisi, Mars berada di jarak terdekat relatifnya dengan Bumi. Jarak tersebut
beragam antara 54 hingga 103 juta km karena orbit Mars yang elips. Oposisi Mars terakhir
terjadi pada 29 Januari 2010, dan akan berlangsung lagi pada 3 Maret 2012 di jarak 100 juta km.
Rata-rata waktu antara oposisi-oposisi Mars (periode sinodik) adalah 780 hari.
Absolut
Pada tanggal 27 Agustus 2003 pukul 9:51:13 UT, Mars berada di posisi terdekatnya dengan
Bumi, yaitu 55.758.006 km (0,372719 SA). Saat itu Mars sedang berada satu hari dari
oposisinya dan tiga hari dari perihelionnya. Peristiwa tersebut sebelumnya diperkirakan pernah
terjadi pada 12 September 57.617 SM, dan selanjutnya akan berlangsung pada tahun 2287.
Posisi ini hanya sedikit lebih dekat daripada posisi terdekat lainnya. Contohnya, jarak terdekat
pada 22 Agustus 1924 tercatat sebesar 0,37285 SA, dan jarak terdekat pada 24 Agustus 2208
diperkirakan sebesar 0,37279 SA.
18
Di dunia maya, sebuah surel yang menyatakan bahwa Mars akan berada di posisi terdekatnya
dan tampak sebesar Bulan telah menyebar. Surel tersebut hanyalah hoax.
Sejarah pengamatan
Keberadaan Mars di langit malam telah dicatat oleh astronom Mesir. Pada tahun 1534 SM,
mereka telah memahami gerak maju mundur planet tersebut. Sementara itu astronom Babilonia
telah mencatat posisi dan perilaku planet Mars. Pada abad ke-4 SM, Aristoteles mencatat bahwa
Mars menghilang di belakang Bulan, sehingga menunjukkan bahwa planet tersebut lebih jauh.
Sastra dari Cina Kuno memastikan bahwa Mars telah dikenal oleh astronom Cina sejak abad ke4 SM. Pada abad ke-5 SM, teks astronomis India Surya Siddhanta memperkirakan diameter
Mars.
Selama abad ke-17, Tycho Brahe mengukur paralaks diurnal Mars, yang selanjutnya digunakan
Johannes Kepler untuk menghitung jarak relatif ke planet tersebut. Saat teleskop sudah ada,
paralaks diurnal Mars diukur kembali untuk menentukan jarak Matahari-Bumi. Hal tersebut
pertama kali dilakukan oleh Giovanni Domenico Cassini pada tahun 1672. Pengukuran paralaks
awal terhambat oleh kualitas alat pengukuran.[174] Pada tahun 1610, Mars diamati oleh Galileo
Galilei, yang merupakan orang pertama yang melihatnya lewat teleskop.[175] Tokoh pertama
yang menggambar peta Mars adalah astronom Belanda Christiaan Huygens.[176]
Dalam budaya
Planet ini dinamai dari dewa perang Romawi, Mars. Di peradaban lain, Mars merupakan
lambang kejantanan dan kemudaan. Lambang Mars juga digunakan sebagai lambang gender
pria.
"Orang Mars cerdas"
Ilustrasi bangsa Mars menyerang Bumi dalam The War of the Worlds
karya H.G. Wells.
Pada tahun 1877, astronom Italia Giovanni Schiaparelli
menggunakan teleskop sepanjang 22 cm untuk membuat peta
detail Mars pertama. Di peta tersebut terdapat fitur yang
disebutnya canali. Canali adalah garis panjang di permukaan
Mars. Istilah tersebut, yang berarti "saluran", seringkali
disalahterjemahkan menjadi "kanal". Percival Lowell
terpengaruh oleh pengamatan tersebut dan menerbitkan beberapa buku mengenai Mars dan
kehidupannya. Ia menulis bahwa "kanal" tersebut dibangun oleh peradaban yang berusaha
mengalirkan air dari lapisan es di kutub. Akibatnya, gagasan bahwa Mars dihuni oleh peradaban
yang cerdas pun menyebar luas.
Saat ini, pemetaan beresolusi tinggi tidak menunjukkan tanda-tanda keberadaan kehidupan
cerdas di permukaan Mars. "Canali" yang diamati pun terbukti hanya ilusi optik. Akan tetapi,
spekulasi mengenai kehidupan cerdas di Mars terus berlanjut. Pada tahun 1898, H. G. Wells
menulis novel The War of the Worlds, yang berkisah mengenai bangsa Mars yang berupaya
melarikan diri dari planet mereka yang mati dengan menyerang Bumi. Adaptasi radionya dengan
judul yang sama disiarkan pada tanggal 30 Oktober 1938 oleh Orson Welles, yang menimbulkan
kepanikan karena banyak pendengar yang mengira itu sungguhan.
Contoh karya terkenal lainnya adalah The Martian Chronicles yang ditulis oleh Ray Bradbury.
Novel tersebut bekisah mengenai pengelana manusia yang tanpa sengaja menghancurkan
peradaban Mars. Selain itu, ada juga seri Barsoom karya Edgar Rice Burroughs, Out of the
19
Silent Planet (1938) oleh C. S. Lewis, dan kisah-kisah yang ditulis Robert A. Heinlein sebelum
pertengahan tahun 1960-an. Pengarang Jonathan Swift telah menyebut bulan-bulan Mars sekitar
150 tahun sebelum bulan-bulan itu ditemukan oleh Asaph Hall. Ia mendeskripsikan orbit bulanbulan tersebut dengan cukup akurat dalam novelnya Gulliver's Travels.
Setelah program Mariner dan Viking menunjukkan citra Mars yang kering dan tanpa kehidupan,
spekulasi-spekulasi awal mulai ditinggalkan. Karya yang menggambarkan Mars secara nyata
dan akurat pun berkembang. Di antaranya yang paling terkenal adalah trilogi Mars karya Kim
Stanley Robinson.
Tema koloni Mars yang memperjuangkan kemerdekaannya merupakan plot utama dalam novel
karya Greg Bear, dan juga film Total Recall serta serial televisi Babylon 5. Beberapa permainan
video juga memakai elemen tersebut, seperti Red Faction dan Zone of the Enders
20
SEJARAH DUNIA
http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Prambanan
Candi Prambanan
Candi Prambanan atau Candi Rara Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di
Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga
dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan
Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini
adalah Siwagrha (bahasa sansekerta yang bermakna: 'Rumah Siwa'), dan memang di
garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang
menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan.
Candi ini terletak di desa Prambanan, pulau Jawa, kurang lebih 20 kilometer timur Yogyakarta,
40 kilometer barat Surakarta dan 120 kilometer selatan Semarang, persis di perbatasan antara
provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Rara Jonggrang terletak di desa
Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten.
Candi ini adalah termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia,
sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi
dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi
utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candicandi yang lebih kecil. Sebagai salah satu candi termegah di Asia Tenggara, candi Prambanan
menjadi daya tarik kunjungan wisatawan dari seluruh dunia.
Menurut prasasti Siwagrha, candi ini mulai dibangun pada sekitar tahun 850 masehi oleh Rakai
Pikatan, dan terus dikembangkan dan diperluas oleh Balitung Maha Sambu, di masa kerajaan
Medang Mataram.
Candi Prambanan di antara kabut pagi.
Prambanan adalah candi Hindu terbesar dan termegah yang pernah
dibangun di Jawa kuno, pembangunan candi Hindu kerajaan ini
dimulai oleh Rakai Pikatan sebagai tandingan candi Buddha
Borobudur dan juga candi Sewu yang terletak tak jauh dari
Prambanan. Beberapa sejarawan lama menduga bahwa
pembangunan candi agung Hindu ini untuk menandai kembali
berkuasanya keluarga Sanjaya atas Jawa, hal ini terkait teori
wangsa kembar berbeda keyakinan yang saling bersaing; yaitu
wangsa Sanjaya penganut Hindu dan wangsa Sailendra penganut
Buddha. Pastinya, dengan dibangunnya candi ini menandai bahwa Hinduisme aliran Saiwa
kembali mendapat dukungan keluarga kerajaan, setelah sebelumnya wangsa Sailendra
cenderung lebih mendukung Buddha aliran Mahayana. Hal ini menandai bahwa kerajaan
Medang beralih fokus dukungan keagamaanya, dari Buddha Mahayana ke pemujaan terhadap
Siwa.
Bangunan ini pertama kali dibangun sekitar tahun 850 Masehi oleh Rakai Pikatan dan secara
berkelanjutan disempurnakan dan diperluas oleh Raja Lokapala dan raja Balitung Maha Sambu.
21
Berdasarkan prasasti Siwagrha berangka tahun 856 M, bangunan suci ini dibangun untuk
memuliakan dewa Siwa, dan nama asli bangunan ini dalam bahasa sansekerta adalah Siwagrha
(sansekerta:Shiva-grha yang berarti: 'Rumah Siwa') atau Siwalaya (Sansekerta:Shiva-laya yang
berarti: 'Ranah Siwa' atau 'Alam Siwa').[4] Dalam prasasti ini disebutkan bahwa saat
pembangunan candi Siwagrha tengah berlangsung, dilakukan juga pekerjaan umum perubahan
tata air untuk memindahkan aliran sungai di dekat candi ini. Sungai yang dimaksud adalah
sungai Opak yang mengalir dari utara ke selatan sepanjang sisi barat kompleks candi
Prambanan. Sejarawan menduga bahwa aslinya aliran sungai ini berbelok melengkung ke arah
timur, dan dianggap terlalu dekat dengan candi sehingga erosi sungai dapat membahayakan
konstruksi candi. Proyek tata air ini dilakukan dengan membuat sodetan sungai baru yang
memotong lengkung sungai dengan poros utara-selatan sepanjang dinding barat di luar
kompleks candi. Bekas aliran sungai asli kemudian ditimbun untuk memberikan lahan yang
lebih luas bagi pembangunan deretan candi perwara (candi pengawal atau candi pendamping).
Beberapa arkeolog berpendapat bahwa arca Siwa di garbhagriha (ruang utama) dalam candi
Siwa sebagai candi utama merupakan arca perwujudan raja Balitung, sebagai arca pedharmaan
anumerta beliau. Nama Prambanan, berasal dari nama desa tempat candi ini berdiri, diduga
merupakan perubahan nama dialek bahasa Jawa dari "Para Brahman", yang mungkin merujuk
kepada masa jaya candi ini yang dahulu dipenuhi oleh para brahmana.
Kompleks bangunan ini secara berkala terus disempurnakan oleh raja-raja Medang Mataram
berikutnya, seperti raja Daksa dan Tulodong, dan diperluas dengan membangun ratusan candicandi tambahan di sekitar candi utama. Karena kemegahan candi ini, candi Prambanan berfungsi
sebagai candi agung Kerajaan Mataram, tempat digelarnya berbagai upacara penting kerajaan.
Pada masa puncak kejayaannya, sejarawan menduga bahwa ratusan pendeta brahmana dan
murid-muridnya berkumpul dan menghuni pelataran luar candi ini untuk mempelajari kitab
Weda dan melaksanakan berbagai ritual dan upacara Hindu. Sementara pusat kerajaan atau
keraton kerajaan Mataram diduga terletak di suatu tempat di dekat Prambanan di Dataran Kewu.
[sunting] Diterlantarkan
Sekitar tahun 930-an, ibu kota kerajaan berpindah ke Jawa Timur oleh Mpu Sindok, yang
mendirikan Wangsa Isyana. Penyebab kepindahan pusat kekuasaan ini tidak diketahui secara
pasti. Akan tetapi sangat mungkin disebabkan oleh letusan hebat Gunung Merapi yang
menjulang sekitar 20 kilometer di utara candi Prambanan. Kemungkinan penyebab lainnya
adalah peperangan dan perebutan kekuasaan. Setelah perpindahan ibu kota, candi Prambanan
mulai terlantar dan tidak terawat, sehingga pelan-pelan candi ini mulai rusak dan runtuh.
Bangunan candi ini diduga benar-benar runtuh akibat gempa bumi hebat pada abad ke-16.
Meskipun tidak lagi menjadi pusat keagamaan dan ibadah umat Hindu, candi ini masih dikenali
dan diketahui keberadaannya oleh warga Jawa yang menghuni desa sekitar. Candi-candi serta
arca Durga dalam bangunan utama candi ini mengilhami dongeng rakyat Jawa yaitu legenda
Rara Jonggrang. Setelah perpecahan Kesultanan Mataram pada tahun 1755, reruntuhan candi
dan sungai Opak di dekatnya menjadi tanda pembatas antara wilayah Kesultanan Yogyakarta
dan Kasunanan Surakarta (Solo).
Reruntuhan candi Prambanan segera setelah ditemukan.
Penduduk lokal warga Jawa di sekitar candi sudah
mengetahui keberadaan candi ini. Akan tetapi mereka tidak
tahu latar belakang sejarah sesungguhnya, siapakah raja dan
kerajaan apa yang telah membangun monumen ini. Sebagai
hasil imajinasi, rakyat setempat menciptakan dongeng lokal
untuk menjelaskan asal-mula keberadaan candi-candi ini;
diwarnai dengan kisah fantastis mengenai raja raksasa, ribuan candi yang dibangun oleh
22
makhluk halus jin dan dedemit hanya dalam tempo satu malam, serta putri cantik yang dikutuk
menjadi arca. Legenda mengenai candi Prambanan dikenal sebagai kisah Rara Jonggrang.
Pada tahun 1733, candi ini ditemukan oleh CA. Lons seorang berkebangsaan Belanda. Candi ini
menarik perhatian dunia ketika pada masa pendudukan Britania atas Jawa. Ketika itu Colin
Mackenzie, seorang surveyor bawahan Sir Thomas Stamford Raffles, menemukan candi ini.
Meskipun Sir Thomas kemudian memerintahkan penyelidikan lebih lanjut, reruntuhan candi ini
tetap terlantar hingga berpuluh-puluh tahun. Penggalian tak serius dilakukan sepanjang 1880-an
yang sayangnya malah menyuburkan praktek penjarahan ukiran dan batu candi. Kemudian pada
tahun 1855 Jan Willem IJzerman mulai membersihkan dan memindahkan beberapa batu dan
tanah dari bilik candi. Beberapa saat kemudian Isaäc Groneman melakukan pembongkaran
besar-besaran dan batu-batu candi tersebut ditumpuk secara sembarangan di sepanjang Sungai
Opak. Arca-arca dan relief candi diambil oleh warga Belanda dan dijadikan hiasan taman,
sementara warga pribumi menggunakan batu candi untuk bahan bangunan dan pondasi rumah.
[sunting] Pemugaran
Pemugaran dimulai pada tahun 1918, akan tetapi upaya serius yang sesungguhnya dimulai pada
tahun 1930-an. Pada tahun 1902-1903, Theodoor van Erp memelihara bagian yang rawan
runtuh. Pada tahun 1918-1926, dilanjutkan oleh Jawatan Purbakala (Oudheidkundige Dienst) di
bawah P.J. Perquin dengan cara yang lebih sistematis sesuai kaidah arkeologi. Sebagaimana
diketahui para pendahulunya melakukan pemindahan dan pembongkaran beribu-ribu batu secara
sembarangan tanpa memikirkan adanya usaha pemugaran kembali. Pada tahun 1926 dilanjutkan
De Haan hingga akhir hayatnya pada tahun 1930. Pada tahun 1931 digantikan oleh Ir. V.R. van
Romondt hingga pada tahun 1942 dan kemudian diserahkan kepemimpinan renovasi itu kepada
putra Indonesia dan itu berlanjut hingga tahun 1993
Upaya renovasi terus menerus dilakukan bahkan hingga kini. Pemugaran candi Siwa yaitu candi
utama kompleks ini dirampungkan pada tahun 1953 dan diresmikan oleh Presiden pertama
Republik Indonesia Sukarno. Banyak bagian candi yang direnovasi, menggunakan batu baru,
karena batu-batu asli banyak yang dicuri atau dipakai ulang di tempat lain. Sebuah candi hanya
akan direnovasi apabila minimal 75% batu asli masih ada. Oleh karena itu, banyak candi-candi
kecil yang tak dibangun ulang dan hanya tampak fondasinya saja.
Kini, candi ini termasuk dalam Situs Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO, status ini
diberikan UNESCO pada tahun 1991. Kini, beberapa bagian candi Prambanan tengah direnovasi
untuk memperbaiki kerusakan akibat gempa Yogyakarta 2006. Gempa ini telah merusak
sejumlah bangunan dan patung.
Pemandangan Prambanan dikala malam yang disoroti lampu
dari arah panggung terbuka Trimurti.
Pada awal tahun 1990-an pemerintah memindahkan pasar
dan kampung yang merebak secara liar di sekitar candi,
menggusur kawasan perkampungan dan sawah di sekitar
candi, dan memugarnya menjadi taman purbakala. Taman
purbakala ini meliputi wilayah yang luas di tepi jalan raya
Yogyakarta-Solo di sisi selatannya, meliputi seluruh kompleks candi Prambanan, termasuk
Candi Lumbung, Candi Bubrah, dan Candi Sewu di sebelah utaranya. Pada tahun 1992
Pemerintah Indonesia Perusahaan milik negara, Persero PT Taman Wisata Candi Borobudur,
Prambanan, dan Ratu Boko. Badan usaha ini bertugas mengelola taman wisata purbakala di
Borobudur, Prambanan, Ratu Boko, serta kawasan sekitarnya. Prambanan adalah salah satu daya
tarik wisata terkenal di Indonesia yang banyak dikunjungi wisatawan dalam negeri ataupun
wisatwan mancanegara.
23
Tepat di seberang sungai Opak dibangun kompleks panggung dan gedung pertunjukan Trimurti
yang secara rutin menggelar pertunjukan Sendratari Ramayana. Panggung terbuka Trimurti tepat
terletak di seberang candi di tepi Barat sungai Opak dengan latar belakang Candi Prambanan
yang disoroti cahaya lampu. Panggung terbuka ini hanya digunakan pada musim kemarau,
sedangkan pada musim penghujan, pertunjukan dipindahkan di panggung tertutup. Tari Jawa
Wayang orang Ramayana ini adalah tradisi adiluhung keraton Jawa yang telah berusia ratusan
tahun, biasanya dipertunjukkan di keraton dan mulai dipertunjukkan di Prambanan pada saat
bulan purnama sejak tahun 1960-an. Sejak saat itu Prambanan telah menjadi daya tarik wisata
budaya dan purbakala utama di Indonesia.
Setelah pemugaran besar-besaran tahun 1990-an, Prambanan juga kembali menjadi pusat ibadah
agama Hindu di Jawa. Kebangkitan kembali nilai keagamaan Prambanan adalah karena terdapat
cukup banyak masyarakat penganut Hindu, baik pendatang dari Bali atau warga Jawa yang
kembali menganut Hindu yang bermukim di Yogyakarta, Klaten dan sekitarnya. Tiap tahun
warga Hindu dari provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta berkumpul di candi Prambanan untuk
menggelar upacara pada hari suci Galungan, Tawur Kesanga, dan Nyepi.[7][8]
Pada 27 Mei 2006 gempa bumi dengan kekuatan 5,9 pada skala Richter (sementara United
States Geological Survey melaporkan kekuatan gempa 6,2 pada skala Richter) menghantam
daerah Bantul dan sekitarnya. Gempa ini menyebabkan kerusakan hebat terhadap banyak
bangunan dan kematian pada penduduk sekitar. Gempa ini berpusat pada patahan tektonik Opak
yang patahannya sesuai arah lembah sungai Opak dekat Prambanan. Salah satu bangunan yang
rusak parah adalah kompleks Candi Prambanan, khususnya Candi Brahma. Foto awal
menunjukkan bahwa meskipun kompleks bangunan tetap utuh, kerusakan cukup signifikan.
Pecahan batu besar, termasuk panil-panil ukiran, dan kemuncak wajra berjatuhan dan berserakan
di atas tanah. Candi-candi ini sempat ditutup dari kunjungan wisatawan hingga kerusakan dan
bahaya keruntuhan dapat diperhitungkan. Balai arkeologi Yogyakarta menyatakan bahwa
diperlukan waktu berbulan-bulan untuk mengetahui sejauh mana kerusakan yang diakibatkan
gempa ini. Beberapa minggu kemudian, pada tahun 2006 situs ini kembali dibuka untuk
kunjungan wisata. Pada tahun 2008, tercatat sejumlah 856.029 wisatawan Indonesia dan
114.951 wisatawan mancanegara mengunjungi Prambanan. Pada 6 Januari 2009 pemugaran
candi Nandi selesai. Pada tahun 2009, ruang dalam candi utama tertutup dari kunjungan
wisatawan atas alasan keamanan.
Model arsitektur rekonstruksi kompleks candi Prambanan,
aslinya terdapat 240 candi berdiri di kompleks ini.
Pintu masuk ke kompleks bangunan ini terdapat di keempat
arah penjuru mata angin, akan tetapi arah hadap bangunan
ini adalah ke arah timur, maka pintu masuk utama candi ini
adalah gerbang timur. Kompleks candi Prambanan terdiri
dari:
1. 3 Candi Trimurti: candi Siwa, Wisnu, dan Brahma
2. 3 Candi Wahana: candi Nandi, Garuda, dan Angsa
3. 2 Candi Apit: terletak antara barisan candi-candi Trimurti dan candi-candi Wahana di sisi utara
dan selatan
4. 4 Candi Kelir: terletak di 4 penjuru mata angin tepat di balik pintu masuk halaman dalam atau
zona inti
5. 4 Candi Patok: terletak di 4 sudut halaman dalam atau zona inti
6. 224 Candi Perwara: tersusun dalam 4 barisan konsentris dengan jumlah candi dari barisan
terdalam hingga terluar: 44, 52, 60, dan 68
Maka terdapat total 240 candi di kompleks Prambanan.
24
Aslinya terdapat 240 candi besar dan kecil di kompleks Candi Prambanan.Tetapi kini hanya
tersisa 18 candi; yaitu 8 candi utama dan 8 candi kecil di zona inti serta 2 candi perwara. Banyak
candi perwara yang belum dipugar, dari 224 candi perwara hanya 2 yang sudah dipugar, yang
tersisa hanya tumpukan batu yang berserakan. Kompleks candi Prambanan terdiri atas tiga zona;
pertama adalah zona luar, kedua adalah zona tengah yang terdiri atas ratusan candi, ketiga
adalah zona dalam yang merupakan zona tersuci tempat delapan candi utama dan delapan kuil
kecil.
Penampang denah kompleks candi Prambanan adalah berdasarkan lahan bujur sangkar yan
terdiri atas tiga bagian atau zona, masing-masing halaman zona ini dibatasi tembok batu andesit.
Zona terluar ditandai dengan pagar bujur sangkar yang masing-masing sisinya sepanjang 390
meter, dengan orientasi Timur Laut - Barat Daya. Kecuali gerbang selatan yang masih tersisa,
bagian gerbang lain dan dinding candi ini sudah banyak yang hilang. Fungsi dari halaman luar
ini secara pasti belum diketahui; kemungkinan adalah lahan taman suci, atau kompleks asrama
Brahmana dan murid-muridnya. Mungkin dulu bangunan yang berdiri di halaman terluar ini
terbuat dari bahan kayu, sehingga sudah lapuk dan musnah tak tersisa.
Candi Prambanan adalah salah satu candi Hindu terbesar di Asia Tenggara selain Angkor Wat.
Tiga candi utama disebut Trimurti dan dipersembahkan kepadantiga dewa utama Trimurti: Siwa
sang Penghancur, Wisnu sang Pemelihara dan Brahma sang Pencipta. Di kompleks candi ini
Siwa lebih diutamakan dan lebih dimuliakan dari dua dewa Trimurti lainnya. Candi Siwa
sebagai bangunan utama sekaligus yang terbesar dan tertinggi, menjulang setinggi 47 meter.
Candi Siwa
Candi Siwa, candi utama di kompleks candi Prambanan yang
dipersembahkan untuk dewa Siwa.
Arca Durga Mahisasuramardini di ruang utara candi Siwa.
Halaman dalam adalah zona paling suci dari ketiga zona kompleks
candi. Pelataran ini ditinggikan permukaannya dan berdenah bujur
sangkar dikurung pagar batu dengan empat gerbang di empat
penjuru mata angin. Dalam halaman berpermukaan pasir ini
terdapat delapan candi utama; yaitu tiga candi utama yang disebut
candi Trimurti ("tiga wujud"), dipersembahkan untuk tiga dewa
Hindu tertinggi: Dewa Brahma Sang Pencipta, Wishnu Sang
Pemelihara, dan Siwa Sang Pemusnah.
Candi Siwa sebagai candi utama adalah bangunan terbesar sekaligus tetinggi di kompleks candi
Rara Jonggrang, berukuran tinggi 47 meter dan lebar 34 meter. Puncak mastaka atau kemuncak
candi ini dimahkotai modifikasi bentuk wajra yang melambangkan intan atau halilintar. Bentuk
wajra ini merupakan versi Hindu sandingan dari stupa yang ditemukan pada kemuncak candi
25
Buddha. Candi Siwa dikelilingi lorong galeri yang dihiasi relief yang menceritakan kisah
Ramayana; terukir di dinding dalam pada pagar langkan. Di atas pagar langkan ini dipagari
jajaran kemuncak yang juga berbentuk wajra. Untuk mengikuti kisah sesuai urutannya,
pengunjung harus masuk dari sisi timur, lalu melakukan pradakshina yakni berputar
mengelilingi candi sesuai arah jarum jam. Kisah Ramayana ini dilanjutkan ke Candi Brahma.
Candi Siwa di tengah-tengah, memuat lima ruangan, satu ruangan di setiap arah mata angin dan
satu garbagriha, yaitu ruangan utama dan terbesar yang terletak di tengah candi. Ruangan timur
terhubung dengan ruangan utama tempat bersemayam sebuah arca Siwa Mahadewa
(Perwujudan Siwa sebagai Dewa Tertinggi) setinggi tiga meter. Arca ini memiliki Lakçana
(atribut atau simbol) Siwa, yaitu chandrakapala (tengkorak di atas bulan sabit), jatamakuta
(mahkota keagungan), dan trinetra (mata ketiga) di dahinya. Arca ini memiliki empat lengan
yang memegang atribut Siwa, seperti aksamala (tasbih), camara (rambut ekor kuda pengusir
lalat), dan trisula. Arca ini mengenakan upawita (tali kasta) berbentuk ular naga (kobra). Siwa
digambarkan mengenakan cawat dari kulit harimau, digambarkan dengan ukiran kepala, cakar,
dan ekor harimau di pahanya. Sebagian sejarawan beranggapa bahwa arca Siwa ini merupakan
perwujudan raja Balitung sebagai dewa Siwa, sebagai arca pedharmaan anumerta beliau.
Sehingga ketika raja ini wafat, arwahnya dianggap bersatu kembali dengan dewa penitisnya
yaitu Siwa.[13] Arca Siwa Mahadewa ini berdiri di atas lapik bunga padma di atas landasan
persegi berbentuk yoni yang pada sisi utaranya terukir ular Nāga (kobra).
Tiga ruang yang lebih kecil lainnya menyimpan arca-arca yang ukuran lebih kecil yang
berkaitan dengan Siwa. Di dalam ruang selatan terdapat Resi Agastya, Ganesha putra Siwa di
ruang barat, dan di ruang utara terdapat arca sakti atau istri Siwa, Durga Mahisasuramardini,
menggambarkan Durga sebagai pembasmi Mahisasura, raksasa Lembu yang menyerang
swargaloka. Arca Durga ini juga disebut sebagai Rara Jonggrang (dara langsing) oleh
penduduk setempat. Arca ini dikaitkan dengan tokoh putri legendaris Rara Jonggrang.
Candi Brahma dan Candi Wishnu
Dua candi lainnya dipersembahkan kepada Dewa Wisnu, yang terletak di sisi utara dan satunya
dipersembahkan kepada Brahma, yang terletak di sisi selatan. Kedua candi ini menghadap ke
timur dan hanya terdapat satu ruang, yang dipersembahkan untuk dewa-dewa ini. Candi Brahma
menyimpan arca Brahma dan Candi Wishnu menyimpan arca Wishnu yang berukuran tinggi
hampir 3 meter. Ukuran candi Brahma dan Wishnu adalah sama, yakni lebar 20 meter dan tinggi
33 meter.
Candi Wahana
Candi Garuda, salah satu candi wahana
Tepat di depan candi Trimurti terdapat tiga candi yang lebih kecil
daripada candi Brahma dan Wishnu yang dipersembahkan kepada
kendaraan atau wahana dewa-dewa ini; sang lembu Nandi wahana
Siwa, sang Angsa wahana Brahma, dan sang Garuda wahana
Wisnu. Candi-candi wahana ini terletak tepat di depan dewa
penunggangnya. Di depan candi Siwa terdapat candi Nandi, di
dalamnya terdapat arca lembu Nandi. Pada dinding di belakang arca
Nandi ini di kiri dan kanannya mengapit arca Chandra dewa bulan
dan Surya dewa matahari. Chandra digambarkan berdiri di atas
kereta yang ditarik 10 kuda, sedangkan Surya berdiri di atas kereta yang ditarik 7 kuda.[14] Tepat
di depan candi Brahma terdapat candi Angsa. Candi ini kosong dan tidak ada arca Angsa di
dalamnya. Mungkin dulu pernah bersemayam arca Angsa sebagai kendaraan Brahma di
dalamnya. Di depan candi Wishnu terdapat candi yang dipersembahkan untuk Garuda, akan
tetapi sama seperti candi Angsa, di dalam candi ini tidak ditemukan arca Garuda. Mungkin dulu
26
arca Garuda pernah ada di dalam candi ini. Hingga kini Garuda menjadi lambang penting di
Indonesia, yaitu sebagai lambang negara Garuda Pancasila.
Candi Apit, Candi Kelir, dan Candi Patok
Di antara baris keenam candi-candi utama ini terdapat Candi Apit. Ukuran Candi Apit hampir
sama dengan ukuran candi perwara, yaitu tinggi 14 meter dengan tapak denah 6 x 6 meter.
Disamping 8 candi utama ini terdapat candi kecil berupa kuil kecil yang mungkin fungsinya
menyerupai pelinggihan dalam Pura Hindu Bali tempat meletakan canang atau sesaji, sekaligus
sebagai aling-aling di depan pintu masuk. Candi-candi kecil ini yaitu; 4 Candi Kelir pada empat
penjuru mata angin di muka pintu masuk, dan 4 Candi Patok di setiap sudutnya. Candi Kelir dan
Candi Patok berbentuk miniatur candi tanpa tangga dengan tinggi sekitar 2 meter.
Candi Perwara
Dua dinding berdenah bujur sangkar yang mengurung dua halaman dalam, tersusun dengan
orientasi sesuai empat penjuru mata angin. Dinding kedua berukuran panjang 225 meter di tiap
sisinya. Di antara dua dinding ini adalah halaman kedua atau zona kedua. Zona kedua terdiri atas
224 candi perwara yang disusun dalam empat baris konsentris. Candi-candi ini dibangun di atas
empat undakan teras-teras yang makin ke tengah sedikit makin tinggi. Empat baris candi-candi
ini berukuran lebih kecil daripada candi utama. Candi-candi ini disebut "Candi Perwara" yaitu
candi pengawal atau candi pelengkap. Candi-candi perwara disusun dalam empat baris
konsentris baris terdalam terdiri atas 44 candi, baris kedua 52 candi, baris ketiga 60 candi, dan
baris keempat sekaligus baris terluar terdiri atas 68 candi.
Masing-masing candi perwara ini berukuran tinggi 14 meter dengan tapak denah 6 x 6 meter,
dan jumlah keseluruhan candi perwara di halaman ini adalah 224 candi. Kesemua candi perwara
ini memiliki satu tangga dan pintu masuk sesuai arah hadap utamanya, kecuali 16 candi di sudut
yang memiliki dua tangga dan pintu masuk menghadap ke dua arah luar.[15] Jika kebanyakan
atap candi di halaman dalam zona inti berbentuk wajra, maka atap candi perwara berbentuk
ratna yang melambangkan permata.
Aslinya ada banyak candi yang ada di halaman ini, akan tetapi hanya sedikit yang telah dipugar.
Bentuk candi perwara ini dirancang seragam. Sejarawan menduga bahwa candi-candi ini
dibiayai dan dibangun oleh penguasa daerah sebagai tanda bakti dan persembahan bagi raja.
Sementara ada pendapat yang mengaitkan empat baris candi perwara melambangkan empat
kasta, dan hanya orang-orang anggota kasta itu yang boleh memasuki dan beribadah di
dalamnya; baris paling dalam hanya oleh dimasuki kasta Brahmana, berikutnya hingga baris
terluar adalah barisan candi untuk Ksatriya, Waisya, dan Sudra. Sementara pihak lain
menganggap tidak ada kaitannya antara candi perwara dan empat kasta. Barisan candi perwara
kemungkinan dipakai untuk beribadah, atau tempat bertapa (meditasi) bagi pendeta dan
umatnya.
Arsitektur
Penampang candi Siwa
Arsitektur candi Prambanan berpedoman kepada tradisi
arsitektur Hindu yang berdasarkan kitab Wastu Sastra.
Denah candi megikuti pola mandala, sementara bentuk
candi yang tinggi menjulang merupakan ciri khas candi
Hindu. Prambanan memiliki nama asli Siwagrha dan
dirancang menyerupai rumah Siwa, yaitu mengikuti bentuk
gunung suci Mahameru, tempat para dewa bersemayam.
Seluruh bagian kompleks candi mengikuti model alam
27
semesta menurut konsep kosmologi Hindu, yakni terbagi atas beberapa lapisan ranah, alam atau
Loka.
Seperti Borobudur, Prambanan juga memiliki tingkatan zona candi, mulai dari yang kurang suci
hingga ke zona yang paling suci. Meskipun berbeda nama, tiap konsep Hindu ini memiliki
sandingannya dalam konsep Buddha yang pada hakikatnya hampir sama. Baik lahan denah
secara horisontal maupun vertikal terbagi atas tiga zona:[16]



Bhurloka (dalam Buddhisme: Kamadhatu), adalah ranah terendah makhluk yang fana; manusia,
hewan, juga makhluk halus dan iblis. Di ranah ini manusia masih terikat dengn hawa nafsu,
hasrat, dan cara hidup yang tidak suci. Halaman terlar dan kaki candi melambangkan ranah
bhurloka.
Bhuwarloka (dalam Buddhisme: Rupadhatu), adalah alam tegah, tempat orang suci, resi,
pertapa, dan dewata rendahan. Di alam ini manusia mulai melihat cahaya kebenaran. Halaman
tengah dan tubuh candi melambangkan ranah bhuwarloka.
Swarloka (dalam Buddhisme: Arupadhatu), adalah ranah trtinggi sekaligus tersuci tempat para
dewa bersemayam, juga disebut swargaloka. Halaman dalam dan atap candi melambangkan
ranah swarloka. Atap candi-candi di kompleks Prambanan dihiasi dengan kemuncak mastaka
berupa ratna (sansekerta: permata), bentuk ratna Prambanan merupakan modifikasi bentuk
wajra yang melambangkan intan atau halilintar. Dalam arsitektur Hindu Jawa kuno, ratna
adalah sandingan Hindu untuk stupa Buddha, yang berfungsi sebagai kemuncak atau mastaka
candi.
Pada saat pemugaran, tepat di bawah arca Siwa di bawah ruang utama candi Siwa terdapat
sumur yang didasarnya terdapat pripih (kotak batu). Sumur ini sedalam 5,75 meter dan peti batu
pripih ini ditemukan diatas timbunan arang kayu, tanah, dan tulang belulang hewan korban. Di
dalam pripih ini terdapat benda-benda suci seperti lembaran emas dengan aksara bertuliskan
Waruna (dewa laut) dan Parwata (dewa gunung). Dalam peti batu ini terdapat lembaran tembaga
bercampur arang, abu, dan tanah, 20 keping uang kuno, beberapa butir permata, kaca, potongan
emas, dan lembaran perak, cangkang kerang, dan 12 lembaran emas (5 diantaranya berbentuk
kura-kura, ular naga (kobra), padma, altar, dan telur).[17]
Relief
Relief di Prambanan menampilkan Shinta tengah diculik Rahwana yang menunggangi raksasa bersayap,
sementara burung Jatayu di sebelah kiri atas mencoba
menolong Shinta.
Panil khas Prambanan, singa di dalam relung diapit dua pohon
kalpataru yang masing-masing diapit oleh sapasang kinnarakinnari atau sepasang margasatwa.
Ramayana dan Krishnayana
Candi ini dihiasi relief naratif yang menceritakan epos Hindu;
Ramayana dan Krishnayana. Relif berkisah ini diukirkan pada dinding sebelah dalam pagar langkan
sepanjang lorong galeri yang mengelilingi tiga candi utama. Relief ini dibaca dari kanan ke kiri dengan
gerakan searah jarum jam mengitari candi. Hal ini sesuai dengan ritual pradaksina, yaitu ritual
mengelilingi bangunan suci searah jarum jam oleh peziarah. Kisah Ramayana bermula di sisi timur candi
Siwa dan dilanjutkan ke candi Brahma temple. Pada pagar langkan candi Wisnu terdapat relief naratif
Krishnayana yang menceritakan kehidupan Krishna sebagai salah satu awatara Wishnu.
Relief Ramayana menggambarkan bagaimana Shinta, istri Rama, diculik oleh Rahwana.
Panglima bangsa wanara (kera), Hanuman, datang ke Alengka untuk membantu Rama mencari
Shinta. Kisah ini juga ditampilkan dalam Sendratari Ramayana, yaitu pagelaran wayang orang
28
Jawa yang dipentaskan secara rutin di panggung terbuka Trimurti setiap malam bulan purnama.
Latar belakang panggung Trimurti adalah pemandangan megah tiga candi utama yang disinari
cahaya lampu.
Lokapala, Brahmana, dan Dewata
Di seberang panel naratif relief, di atas tembok tubuh candi di sepanjang galeri dihiasi arca-arca
dan relief yang menggambarkan para dewata dan resi brahmana. Arca dewa-dewa lokapala,
dewa surgawi penjaga penjuru mata angin dapat ditemukan di candi Siwa. Sementara arca para
brahmana penyusun kitab Weda terdapat di candi Brahma. Di candi Wishnu terdapat arca
dewata yang diapit oleh dua apsara atau bidadari kahyangan.
Panil Prambanan: Singa dan Kalpataru
Di dinding luar sebelah bawah candi dihiasi oleh barisan relung (ceruk) yang menyimpan arca
singa diapit oleh dua panil yang menggambarkan pohon hayat kalpataru. Pohon suci ini dalam
mitologi Hindu-Buddha dianggap pohon yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan manusia.
Di kaki pohon Kalpataru ini diapit oleh pasangan kinnara-kinnari (hewan ajaib bertubuh burung
berkepala manusia), atau pasangan hewan lainnya, seperti burung, kijang, domba, monyet, kuda,
gajah, dan lain-lain. Pola singa diapit kalpataru adalah pola khas yang hanya ditemukan di
Prambanan, karena itulah disebut "Panil Prambanan".
Museum Prambanan
Di dalam kompleks taman purbakala candi Prambanan terdapat sebuah museum yang
menyimpan berbagai temuan benda bersejarah purbakala. Museum ini terletak di sisi utara
Candi Prambanan, antara candi Prambanan dan candi Lumbung. Museum ini dibangun dalam
arsitektur tradisional Jawa, berupa rumah joglo. Koleksi yang tersimpan di museum ini adalah
berbagai batu-batu candi dan berbagai arca yang ditemukan di sekitar lokasi candi Prambanan;
misalnya arca lembu Nandi, resi Agastya, Siwa, Wishnu, Garuda, dan arca Durga
Mahisasuramardini, termasuk pula batu Lingga Siwa, sebagai lambang kesuburan.
Replika harta karun emas temuan Wonoboyo yang terkenal itu, berupa mangkuk berukir
Ramayana, gayung, tas, uang, dan perhiasan emas, juga dipamekan di museum ini. Temuan
Wonoboyo yang asli kini disimpan di Museum Nasional Indonesia di Jakarta. Replika model
arsitektur beberapa candi seperti Prambanan, Borobudur, dan Plaosan juga dipamerkan di
museum ini. Museum ini dapat dimasuki secara gratis oleh pengunjung taman purbakala
Prambanan karena tiket masuk taman wisata sudah termasuk museum ini. Pertunjukan audio
visual mengenai candi Prambanan juga ditampilkan disini.
Candi lain di sekitar Prambanan
Candi Sewu, candi Buddha yang masuk dalam lingkungan Taman Purbalaka Prambanan, dikaitkan
dengan legenda Rara Jonggrang
Dataran Kewu atau dataran Prambanan adalah dataran subur yang membentang antara lereng
selatan kaki gunung Merapi di utara dan jajaran pegunungan kapur Sewu di selatan, dekat
29
perbatasan Yogyakarta dan Klaten, Jawa Tengah. Selain candi Prambanan, lembah dan dataran
di sekitar Prambanan kaya akan peninggalan arkeologi candi-candi Buddha paling awal dalam
sejarah Indonesia, serta candi-candi Hindu. Candi Prambanan dikelilingi candi-candi Buddha.
Masih di dalam kompleks taman wisata purbakala, tak jauh di sebelah utara candi Prambanan
terdapat reruntuhan candi Lumbung dan candi Bubrah. Lebih ke utara lagi terdapat candi Sewu,
candi Buddha terbesar kedua setelah Borobudur. Lebih jauh ke timur terdapat candi Plaosan. Di
arah barat Prambanan terdapat candi Kalasan dan candi Sari. Sementara di arah selatan terdapat
candi Sojiwan, Situs Ratu Baka yang terletak di atas perbukitan, serta candi Banyunibo, candi
Barong, dan candi Ijo.
Dengan ditemukannya begitu banyak peninggalan bersejarah berupa candi-candi yang hanya
berjarak beberapa ratus meter satu sama lain, menunjukkan bahwa kawasan di sekitar
Prambanan pada zaman dahulu kala adalah kawasan penting. Kawasan yang memiliki nilai
penting baik dalam hal keagamaan, politik, ekonomi, dan kebudayaan. Diduga pusat kerajaan
Medang Mataram terletak disuatu tempat di dataran ini. Kekayaan situs arkeologi, serta
kecanggihan dan keindahan candi-candinya menjadikan Dataran Prambanan tak kalah dengan
kawasan bersejarah terkenal lainnya di Asia Tenggara, seperti situs arkeologi kota purbakala
Angkor, Bagan, dan Ayutthaya.
http://id.wikipedia.org/wiki/Pengeboman_Pearl_Harbor
1. Pengeboman Pearl Harbor
Pengeboman Pearl Harbor merupakan serangan mendadak yang dilaksanakan oleh Angkatan
Laut Jepang atas Armada Pasifik Angkatan Laut Amerika Serikat (AL AS) yang tengah
berlabuh di pangkalan Pearl Harbor, Hawai'i, pada tanggal 7 Desember 1941. Serangan ini
mengakibatkan sebanyak +/- 20 kapal-kapal perang dan 188 pesawat terbang Amerika rusak
atau hancur, serta menelan 2.403 korban jiwa. Di lain pihak, Jepang 'hanya' kehilangan 55 dari
441 pesawat yang digunakan dalam serangan.
Setelah peristiwa ini, Jepang baru menyatakan perang kepada Amerika Serikat dan memulai
kampanye militernya di Asia-Pasifik Raya. Serangan ini mengawali keterlibatan Amerika
Serikat dalam Perang Pasifik.
Selayang Pandang
Pada tanggal 26 November 1941, sebuah armada Jepang yang terdiri dari enam kapal induk, dua
kapal tempur, dua penjelajah berat, satu penjelajah ringan, sembilan perusak, dan delapan tanker
bergerak meninggalkan meninggalkan Teluk Hitokappu di Kepulauan Kuril. Armada yang
dipimpin oleh Laksamana Madya Chuichi Nagumo tersebut berlayar menuju Pearl Harbor tanpa
melakukan hubungan radio apapun (radio silence).
Pada pagi hari tanggal 7 Desember 1941, ratusan pesawat tempur, pengebom, dan pengebomtorpedo diluncurkan dari keenam kapal induk tersebut, dan mengebom pangkalan militer
Amerika Serikat di kepulauan Hawaii (terbesar merupakan pangkalan udara Angkatan Darat
Amerika Serikat di pangkalan militer Angkatan Udara Hickam), dan kebanyakan kapal yang
berlabuh di pelabuhan Pearl, termasuk "Barisan Kapal Tempur". Hampir semua kapal terbang
Amerika dimusnahkan di atas tanah; hanya beberapa pejuang berhasil lolos dan bertempur. Dua
belas kapal perang dan kapal lain ditenggelamkan atau rusak, 188 kapal terbang dimusnahkan,
155 telah rusak dan 2.403 orang Amerika kehilangan nyawa mereka. Kapal perang USS Arizona
diledakkan dan tenggelam menyebabkan 1.100 orang kehilangan jiwa, hampir separuh dari
orang Amerika yang mati. Badannya diabadikan menjadi tugu peringatan kepada mereka yang
tewas pada hari itu, kebanyakan dari mereka diabadikan di dalam kapal tersebut.
30
Tembakan Amerika pertama dilepaskan pada Perang Dunia II dan korban pertama serangan
Pearl Harbor sebenarnya terjadi saat USS Ward menyerang dan menenggelamkan kapal selam
kerdil Jepang. Terdapat lima kapal selam kerdil kelas Ko-hyoteki yang merancang untuk
mentorpedo kapal Amerika Serikat saat pengeboman dimulai. Tidak satupun kapal selam
tersebut berhasil kembali, dan hanya empat dari lima yang dijumpai semenjak itu. Dari sepuluh
kelasi kapal selam tersebut, sembilan mati dan hanya seorang selamat , Sakamaki Kazuo, yang
ditangkap; dia merupakan tahanan perang pertama yang ditangkap oleh pihak Amerika dalam
Perang Dunia II.
Analisis gambar terkini oleh Institut Angkatan Laut Amerika Serikat - United States Naval
Institute menunjukkan bahwa terdapat kemungkinan besar salah sebuah kapal selam kerdil telah
berhasil memasuki pelabuhan, dan berhasil menembakkan torpedo ke arah USS West Virginia.
Kedudukan terakhir kapal selam ini tidak diketahui.
Kapal induk Jepang yang terlibat dalam serangan tersebut adalah: Akagi, Hiryu, Kaga, Shokaku,
Soryu, Zuikaku. Semuanya memiliki sejumlah 441 kapal terbang, termasuk pejuang, pengebomtorpedo, pengebom penyelam dan pengebom-pejuang (fighter-bombers). Dari semuanya, 29
musnah dalam pertempuran. Kapal terbang menyerang dalam dua gelombang, dan Nagumo
memutuskan untuk membatalkan serangan ketiga untuk mundur.
Serangan pertama terhadap Pearl Harbor adalah pada pukul 07:53 tanggal 7 Desember, Waktu
Hawai'i ataupun pukul 03:23 tanggal 8 Desember Waktu Jepang (lihat Nota Pasukan Penyerang
Pearl Harbor). Militer Jepang mulai memasuki perbatasan Jajahan Baru Hong Kong pada subuh
8 Desember 1941[2]. Hong Kong Time adalah satu jam belakang Masa Kemenangan Jepang,
dengan itu serangan pada Pearl Harbor merupakan sebagian perperangan pentas luas serangan
hampir serentak dan bukannya permulaan —24 jam sebelum serangan di Asia— gambaran yang
mungkin kelihatan jika sekilas melihat tanggal.
Strategi
Angkatan Jepang berlayar ke arah Pearl Harbor tanpa
pemberitahuan sampai saat-saat terakhir.
Tujuan serangan Pearl Harbor adalah untuk melumpuhkan
Angkatan Laut Amerika Serikat di Pasifik, walaupun untuk
sementara. Laksamana Isoroku Yamamoto sendiri menyatakan
bahwa serangan yang berhasil sekalipun hanya memberikan setahun dua tahun kebebasan
bertindak. Jepang telah terlibat dalam perperangan dengan Cina selama beberapa tahun (bermula
pada tahun 1937) dan telah merampas Manchuria beberapa tahun sebelumnya. Rancangan untuk
serangan Pearl Harbor untuk menyokong kelanjutan ketentaraan lanjut bermulai pada Januari
1941, dan latihan untuk misi berlangsung pada pertengahan tahun saat proyek ini dianggap layak
setelah perselisihan sesama tentara laut Kekaisaran (Imperial Navy infighting).
Berkas:Pearl Harbor bombings.jpg
Dua gelombang serangan dilancarkan oleh Jepang yang datang dari pelbagai arah. Radar Amerika
Serikat yang mendeteksi mereka dari sejauh 200 batu terletak di bagian atas peta ini.
Sebagian dari rancangan Jepang untuk serangan ini termasuk memutuskan perundingan dengan
Amerika Serikat sebelum (dan hanya sebelum) serangan tersebut. Duta dari Kedutaan Jepang di
Washington, termasuk wakil istimewa Kurusu Saburu, telah mengadakan perbincangan lanjut
dengan Departemen Negara mengenai reaksi Amerika Serikat terhadap pergerakan Jepang ke
Indochina pada musim panas. Hanya sebelum serangan, perutusan panjang dengan tujuan
mengantarkannya dari Kedutaan ke Kantor Urusan Luar Negeri di Tokyo, dengan tujuan untuk
mengantarkannya ke Sekretaris Hull sejurus sebelum serangan dijadwalkan bermula (contoh.,
31
1 PM waktu Washington). Disebabkan kelewatan nyah-enkripsi dan menaip, tangan kanan
Kedutaan gagal melakukannya; perutusan panjang memutuskan perundingan diantarkan lama
setelah waktu yang sepatutnya, dan lama selepas serangan telah bermulai. Kelewatan
penyampaian nota tersebut menambah kemarahan Amerika Serikat terhadap serangan tersebut,
dan sebab utama bagi gambaran terkemuka Roosevelt sebagai "… tanggal yang akan abadi
dalam kekejian". Yamamoto kelihatannya setuju; dia juga tidak gembira dengan kesalahan
waktu. Dia dikatakan telah berkata, "Saya bimbang apa yang kita lakukan adalah
membangunkan raksasa yang tidur dan memberikannya tekad yang dashyat", tetapi ini dikatakan
petikan yang dicipta untuk filem, Tora! Tora! Tora!. Walaupun petikan itu bukan disebut oleh
Yamamoto, ia kelihatannya menggambarkan perasaannya mengenai serangan tersebut.
Barisan Kapal Tempur memberikan kepadatan
sasaran yang menarik.
Kedua bagian perutusan akhir telah dinyahenkripsi oleh Amerika Serikat lama sebelum
Kedutaan Jepang berhasil melakukannya, dan
nyah-enkripsi bagian kedua yang menyebabkan
Jenderal George Marshall untuk menghantar
peringatan terkenalnya ke Hawaii pada pagi —
yang sebenarnya diantar oleh, penunggang
sepeda perutusan Jepang kelahiran Amerika,
kepada Jenderal Walter Short di Pearl Harbor
beberapa jam selepas serangan berakhir (terdapat kesulitan dengan komunikasi Militer, dan
kelewatan penghantaran akibat kabel perdagangan, dan entah bagaimana kehilangan tanda
"PENTING" dalam penghantarannya).
Dampak sesaat
Tempat penyimpanan peluru hadapan USS Arizona meledak begitu
terkena bom yang digugurkan oleh Kusumi Tadashi.
Dari segi tujuan strategi serangan ke atas Pearl Harbor
merupakan, dalam tempo singkat ke serdahana, kejayaan
gemilang yang melampaui mimpi terbaik perancangnya dan
mempunyai sedikit yang setanding dengannya dalam sejarah
ketentaraan di era apapun. Disebabkan kehilangan yang parah di Pearl Harbor dan penjajahan
lanjutan Jepang di Filipina, dalam tempo enam bulan berikutnya, angkatan laut Amerika Serikat
hampir gagal memainkan peranan penting dalam pentas Asia Perang Dunia II. Dengan Angkatan
Pasifik Amerika Serikat hampir keluar dari perkiraan, pihak Jepang bebas dari kebimbangan
mengenai kekuasaan laut Pasifik lain. Jepang terus menjajah Asia Tenggara, seluruh barat daya
Pasifik dan mengulurkan cengkeramannya jauh ke Samudera Hindia.
Dampak masa panjang
Bagaimanapun, dalam jangka masa panjang serangan ke atas Pearl Harbor merupakan
malapetaka strategis bagi Jepang. Malah Laksamana Yamamoto Isoroku, yang mencetuskan ide
menyerang Pearl Harbor, telah meramalkan bahwa sungguhpun dengan kejayaan menyerang
Angkatan Amerika Serikat tidak akan dan tidak mampu memenangkan peperangan dengan
Amerika Serikat, sebab kemampuan pengeluaran Amerika terlalu besar. Salah satu tujuan
Jepang adalah untuk memusnahkan tiga kapal induk Amerika Serikat yang diletakkan di Pasifik,
tetapi tiada ketika serangan terjadi — Enterprise dalam perjalanan pulang, Lexington telah
berlayar keluar beberapa hari sebelumnya, dan Saratoga berada di San Diego selepas pengubah32
suaian di Galangan Angkatan Laut Puget Sound. Merusak kebanyakan kapal perang Amerika
Serikat dari bertugas, dianggap secara meluas— oleh tenteAngkatan Laut dan pemerhati sedunia
—sebagai keberhasilan cermelang bagi pihak Jepang. Kehilangan kapal perang meninggalkan
AL AS tiada pilihan kecuali meletakkan keyakinan mereka pada kapal induk dan kapal selam,
yang merupakan kebanyakan yang tinggal—dan ini merupakan peralatan dengan mana AL AS
menghentikan dan kemudian mengundurkan kemajuan Jepang. Kehilangan kapal perang
sebenarnya tidak sepenting yang dipikirkan oleh semua orang sebelum (di Jepang) dan selepas
serangan (di Jepang dan Amerika Serikat).
Presiden Franklin Delano Roosevelt menandatangani Deklarasi
Perang terhadap Jepang pada hari berikutnya selepas
serangan.
Kemungkinan yang paling penting, serangan Pearl Harbor
bertindak sebagai katalisator yang menggerakkan sebuah
negara untuk bertindak serta merta yang tidak mungkin
dapat dilakukan oleh perkara lain. Dalam waktu semalam
saja, ia menyatukan seluruh Amerika dengan tujuan
berperang dan memenangkan peperangan dengan Jepang,
dan kemungkinan mendorong kedudukan penyerahan
tanpa syarat yang ditekankan oleh pihak Sekutu. Sebagian
sejarawan percaya bahwa Jepang tetap akan kalah, tanpa
memandang samaada depot minyak dan kedai mesin
dimusnahkan atau sekiranya kapal induk berada di
pelabuhan dan ditenggelamkan.
Tindakan pembalasan Amerika Serikat
Pada 8 Desember 1941, Kongres Amerika Serikat menyatakan perang atas Jepang dengan
Jeannette Rankin yang merupakan orang yang satu-satunya tak setuju atas pernyataan itu.
Franklin D. Roosevelt menandatangani pernyataan perang tidak lama kemudian, menggelar hari
sebelumnya "tanggal yang akan kekal dalam keburukan." Pemerintah Amerika Serikat
meneruskan pengerahan tentara, dan mulai beralih kepada ekonomi perang.
Permasalahan terkait adalah kenapa Jerman Nazi menyatakan perang atas Amerika Serikat pada
11 Desember 1941 sejurus selepas serangan Jepang. Hitler tidak perlu melakukannya di bawah
syarat blok Poros, tetapi tetap melakukannya. In pastinya menggandakan kemarahan penduduk
Amerika dan membenarkan Amerika Serikat untuk menningkatkan sokongannya terhadap
Britania Raya, yang melewatkan sedikit tempo tindakan pembalasan Amerika atas kekalahan di
Pasifik.
Kepentingan dalam sejarah
Pertempuran ini, sebagaimana Pertempuran Lexington dan Concord, mempunyai dampak
terhadap sejarah. Ia hanya mempunyai sedikit dampak militer akibat kegagalan angkatan laut
Jepang untuk menenggelamkan kapal induk Amerika Serikat, tetapi sungguhpun sekiranya kapal
induk telah ditenggelamkan tidak akan membantu Jepang dalam jangka masa panjang. Serangan
tersebut membuat Amerika Serikat terlibat penuh dan ekonomi pengilangan dan pelayanannya
yang besar kepada Perang Dunia II, mendorong pada kekalahan blok Poros sedunia. Saat
mendengar bahwa serangan atas Pearl Harbor akhirnya telah melibatkan Amerika Serikat ke
dalam peperangan, Perdana Menteri Britania Raya, Winston Churchill, menulis "Dengan emosi
dan penuh perasaan yang puas, saya baring ke pembaringan dan tidur dengan tidur orang yang
diselamatkan dan bersyukur". (Sir Winston Churchill – The Second World War, jilid 3, halaman
33
539)". Kemenangan pihak Sekutu dalam pertempuran ini dan kebangkitan Amerika Serikat
sebagai kuasa besar dunia telah membentuk politik internasional sejak saat itu.
http://www.ceritakecil.com/tokoh-ilmuwan-dan-penemu/Thomas-Alva-Edison-6
Thomas Alva Edison
11 February 1847 - 18 Oktober 1931
Bola Lampu
Thomas Alva Edison adalah penemu dari Amerika dan merupakan satu dari penemu terbesar
sepanjang sejarah. Edison mulai bekerja pada usia yang sangat muda dan terus bekerja hingga akhir
hayatnya. Selama karirnya, Thomas Alva Edison telah mempatentkan sekitar dari 1.093 hasil
penemuannya, termasuk bola lampu listrik dan gramophone, juga kamera film. Ketiga
penemuannya membangkitkan industri-industri besar bagi industri listrik, rekaman dan film yang
akhirnya mempengaruhi kehidupan masyarakat di seluruh dunia. Dia juga dikenal sebagai penemu
yang menerapkan prinsip 'produksi massal' bagi penemuan-penemuannya.
Bola lampu pertama
Edison sendiri memperoleh keahliannya dalam bidang kelistrikan dan
telegraphy (telegraph untuk komunikasi) pada usia belasan tahun. Pada tahun
1868, di usia 21 tahun, dia telah mengembangkan dan mempatentkan
penemuannya yang berupa sebuah mesin yang merekam telegraph.
Dimasa kecilnya, Edison hanya bersekolah di sekolah yang resmi selama tiga
bulan, selanjutnya semua pendidikannya diperoleh dari ibunya yang mengajar
Edison di rumah. Ibu Edison mengajarkan Edison cara membaca, menulis, dan matematika. Dia juga
sering memberi dan membacakan buku-buku bagi Edison, antara lain buku-buku yang berasal dari
penulis seperti Edward Gibbon, William Shakespeare dan Charles Dickens.
Edison di usia 12 tahun, memperoleh penghasilan dengan cara
bekerja menjual koran dan surat kabar, buah apel, serta gula-gula di
sebuah jalur kereta api. Di usia itu pula, Edison hampir mengalami
kehilangan seluruh pendengaran karena penyakit yang dideritanya,
penyakit itu membuatnya menjadi setengah tuli. Edison pernah
menulis dalam diarinya: "Saya tidak pernah mendengar burung
bernyanyi sejak saya berusia 12 tahun."
Pada usia 15 tahun, Edison, sambil tetap berjualan, membeli sebuah
mesin cetak kecil bekas yang selanjutnya dipasang pada sebuah
bagasi mobil. Kemudian dia mencetak korannya sendiri, WEEKLY
HERALD, yang di cetak, diedit dan dijualnya di tempat dia
berjualan.
Pada musim panas 1862, Edison menyelamatkan seorang anak berusia tiga tahun yang hampir di
tabrak oleh mobil. Ayah dari anak yang diselamatkan adalah kepala stasiun kereta api di tempatnya
berjualan. Dan sebagai rasa terima kasih, kepala stasiun tersebut mengajari Edison cara
menggunakan telegraph. Setelah 5 bulan mempelajari telegraph, Edison bekerja sebagai ahli
telegraph selama 4 tahun. Hampir semua gaji yang didapatnya dihabiskan dengan membangun
berbagai macam laboratorium dan peralatan listrik.
Edison sangat senang mempelajari sesuatu dan membaca buku-buku yang ada. Dari semua yang
dipelajarinya, Edison menerapkan pelajaran tersebut dengan cara bereksperimen di laboratorium
kecilnya. Edison tinggal di laboratoriumnya, hanya tidur 4 jam sehari, dan makan dari makanan yang
34
dibawa oleh asistennya ke laboratoriumnya. Edison melakukan percobaan dan eksperimen terus
menerus hingga penemuan-penemuannya menjadi sempurna. Mungkin kata yang cocok untuk
menggambarkan kepandaian Edison adalah: "Genius adalah 99% kerja keras"
35
Download