Analisis Pengaruh Faktor – Faktor Fundamental Makroekonomi

advertisement
Analisis Pengaruh Faktor Faktor Fundamental….. (Opod) 127
Analisis Pengaruh Faktor – Faktor Fundamental Makroekonomi Terhadap Kinerja
Keuangan Perusahaan Serta Nilai Perusahaan (Studi Kasus Pada Perusahaan
Perbankan yang Terdaftar di BEI Periode 2009 – 2013)
Chrisna Riane Opod
Program Magister Manajemen Fakutas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi
([email protected])
Abstract
This research aims to analyze the effects of macroeconomics fundamental factors (Inflation,
Interest Rate, Currency Rate, GDP) to the financial firm performance (Cash Ratio, Return on
Equity, Debt to Equity) and firm value (Tobin’s Q value). Path analysis is applied to this
research. The findings of this research is all of the variables represented macroeconomics
fundamental factors ; Inflation (X1), Interest Rate (X2), Currency Rate (X3), GDP (X4) does
not have significant effect to the firm performance and form value. Meanwhile, from the
variables represented financial firm performance ; CR (Y1), ROE (Y2), DER (Y3) Return on
Equity has a significant effect to the firm value (Y4)
Keywords: Macroeconomics Fundamental Factors, Financial Firm Performance, Firm Value
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh faktor – faktor fundamental makro ekonomi
(Inflasi, Tingkat suku bunga, Kurs, serta Pertumbuhan Ekonomi) terhadap kinerja keuangan
perusahaan (Cash Ratio, ROE, dan DER) serta nilai perusahaan. Teknik analisis
menggunakan Path Analysis atau analisis jalur. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dari
semua variabel yang mewakili faktor – faktor fundamental makroekonomi ; Inflasi (X1),
Tingkat suku bunga (X2), Kurs (X3), Pertumbuhan Ekonomi (X4) tidak berpengaruh
signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan serta nilai perusahaan. Namun dari
variabel – variabel yang mewakili kinerja keuangan perusahaan ; CR (Y1), ROE (Y2), DER
(Y3) Return on Equity memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan (Y4).
Kata kunci: Faktor – Faktor Fundamental Makroekonomi, Kinerja Keuangan Perusahaan,
Nilai Perusahaan
insentif kepada para pemegang sahamnya
Latar Belakang
Menurut
prespektif
manajemen
(Mohamed & Sawandi, 2003 : 2). Nilai
keuangan, nilai perusahaan yang maksimal
perusahaan
menjadi
utama
sahamnya (Pujiati dan Widanar, 2009).
perusahaan. Sedangkan tujuan bisnis suatu
Berikut ini adalah rata – rata nilai
perusahaan adalah memberikan nilai dan
perusahaan perbankan yang terdaftar di
salah
satu
tujuan
dapat
dilihat
dari
harga
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol.3 ,No.2, 2015:127-140. 128
Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2009
tetapi juga faktor fundamental mikro yang
– 2013.
berada dalam kendali perusahaan Syahib
Gambar 1. Rata – rata Nilai Perusahaan
Perbankan yang Terdaftar di BEI
Periode 2009 – 2013
(2000).
Gambar 2. Faktor – Faktor Fundamental
Makroekonomi Indonesia
Periode 2009 - 2013
Sumber : BEI Data diolah, Tahun 2014
Dari hasil pengolahan data nilai
perusahaan perbankan yang tercatat di BEI
periode 2009 – 2013 tergambar jelas
Sumber : LPI, BPS, BI Data diolah, Tahun
penurunan yang cukup konsisten dari
tahun
ke
tahun.
Perhitungan
2014
nilai
Dari data diatas terlihat bahwa
perusahaan menggunakan tobin’s q yakni
faktor – faktor fundamental makroekonomi
perhitungan market value of shares (nilai
dalam periode 2009 – 2013 memiliki
pasar saham) ditambah dengan total
kondisi yang fluktuatif, yakni mengalami
hutang dan dibagi dengan total aset
kenaikan maupun penurunan yang tidak
perusahaan. Dengan menurunnya nilai
konsisten.
perusahaan
bahwa
bahwa beberapa variabel ekonomi makro,
manajemen telah gagal dalam mengelolah
seperti fluktuasi nilai tukar yang tinggi
aktiva
(Sudiyatno, 2010 & Rachmawati, 2012),
menggambarkan
perusahaan
dan
potensi
Beberapa peneliti percaya
pertumbuhan investasi rendah (Sudiyatno
tingkat
& Puspitasari, 2010). Kondisi nilai suatu
(Sudiyatno,
perusahaan dapat dipengaruhi oleh faktor
perusahaan mengalami kesulitan keuangan
fundamental. Faktor fundamental sangat
yang
kompleks dan luas cakupannya, meliputi
keuangannya, sehingga berdampak pada
tidak hanya faktor fundamental makro
turunnya nilai perusahaan. Zulbetti (2011)
yang berada diluar kendali perusahaan,
menemukan bahwa inflasi berpengaruh
suku
dapat
bunga
2010),
yang
rendah
menyebabkan
menurunkan
kinerja
Analisis Pengaruh Faktor Faktor Fundamental….. (Opod) 129
terhadap return saham suatu perusahaan
fundamental mikro dapat dikelompokkan
meskipun pengaruhnya adalah negatif.
dalam faktor kebijakan perusahaan dan
Selain itu, pertumbuhan ekonomi (GDP)
faktor
berpengaruh positif terhadap return saham
penelitian ini hanya diteliti faktor kinerja
(Zulbetti,
perusahaan,
2011).
Sedangkan
Subalno
kinerja
perusahaan.
karena
Dalam
Sedangkan
faktor
(2009) menemukan bahwa nilai tukar dan
kinerja perusahaan ditekankan pada aspek
suku bunga SBI memiliki pengaruh yang
financial
signifikan terhadap harga saham.
dengan Cash Ratio (CR) untuk mengukur
Faktor
–
yang
diproksi
fundamental
tingkat likuiditas, Return on Equity (ROE)
mempengaruhi
untuk mengukur tingkat profitabilitas,
fundamental
serta, Debt to Equity Ratio (DER) untuk
mikroekonomi. Hal ini sejalan dengan
mengukur tingkat leverage perusahaan.
penelitian yang dilakukan oleh Rivan,dkk
Anwar & Masodah (2011) menemukan
(2013), yang menemukan bahwa secara
bahwa
keseluruhan
signifikan
makroekonomi
kondisi
faktor
performance
juga
–
faktor
faktor
faktor
fundamental
kinerja
keuangan
terhadap
nilai
berpengaruh
perusahaan.
makroekonomi dengan indikator inflasi,
Senada dengan hal itu, Sudiyatno (2010)
suku bunga, dan nilai tukar memiliki
menyebutkan bahwa kinerja perusahaan
pengaruh yang negatif dan signifikan
berpengaruh
terhadap
terhadap
faktor
fundamental
positif
nilai
dan
signifikan
perusahaan.
Nilai
mikroekonomi dengan indikator Size, CR,
perusahaan yang terkait erat dengan
DR, ROI, ROE, DPR, dan Yield. Secara
kinerja perusahaan tentunya juga akan
tidak
langsung,
hasil
penelitian
–
mengalami
perubahan
seiring
penelitian ini ini mempertegas bahwa
meningkatnya atau menurunnya kinerja
kinerja perusahaan yang dapat tercermin
perusahaan.
dari return sahamnya dipengaruhi oleh
keuangan
faktor – faktor fundamental makroekonomi
perusahaan biasanya analis atau investor
yatu inflasi, pertumbuhan ekonomi, tingkat
akan menghitung rasio-rasio keuangannya
suku bunga serta nilai tukar, dan juga
yang mencakup rasio likuiditas, leverage,
mempengaruhi nilai perusahaan.
aktivitas dan profitabilitas perusahaan
Faktor fundamental mikro dalam
untuk
Penggunaan
yang
dasar
informasi
disediakan
sebuah
pertimbangan
analisis pasar modal sering disebut dengan
keputusan
faktor fundamental perusahaan, faktor ini
leverage dan profitabilitas adalah rasio –
bersifat
rasio yang digunakan dalam mengukur
controllable
dikendalikan
sehingga
perusahaan.
dapat
Faktor
investasi.
Rasio
dalam
likuiditas,
kinerja perusahaan (Riyanto, 2001).
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol.3 ,No.2, 2015:127-140. 130
Penelitian
terdahulu
mengenai
meningkatkan
efisiensi
dari
sistem
hubungan antara kinerja perusahaan dan
keuangan dan akses keuangan. Argumen
nilai perusahaan memiliki hasil yang
ini juga yang menyebabkan penelitian ini
–
berbeda
beda.
Mahendra
(2011)
penting untuk dilakukan.
menemukan bahwa profitabilitas yang
diukur dengan ROE berpengaruh positif
Argumen Orisinalitas / Kebaruan
terhadap nilai perusahaan. Sedangkan
Penelitian
ini
menggabungkan
Rahayu (2010) menemukan bahwa secara
ketiga variabel yakni faktor fundamental
parsial ROE berpengaruh negatif secara
makroekonomi,
signifikan
perusahaan serta nilai perusahaan masih
Selain
itu,
terhadap
nilai
Mahendra
perusahaan.
(2011)
kinerja
juga
relatif
menemukan likuiditas yang diproksikan
hanya
dengan Cash Ratio (CR) berpengaruh
hubungan antara variabel tersebut. Selain
positif tidak signifikan terhadap nilai
itu, penelitian ini juga menggunakan objek
perusahaan yang diwakili oleh harga
perusahaan perbankan yang terdaftar di
saham.
Bursa Efek Indonesia periode 2009 – 2013
Peraturan Bank Indonesia Nomor
dengan
sedikit.
keuangan
Kebanyakan
menganalisis
penelitian
secara
mempertimbangkan
terpisah
Peraturan
16 /11/ PBI/ 2014 tentang Pengaturan dan
Bank Indonesia Nomor 16/11/PBI/2014
Pengawasan
tentang
Makroprudensial,
secara
Pengaturan
dan
umum membahas bahwa krisis keuangan
Makroprudensial,
global menimbulkan dampak yang negatif
membahas bahwa krisis keuangan global
terhadap sektor keuangan bahkan kinerja
menimbulkan
makroekonomi serta menimbulkan biaya
terhadap sektor keuangan bahkan kinerja
pemulihan ekonomi yang tinggi. Stabilitas
makroekonomi serta menimbulkan biaya
sistem keuangan yang terjaga menjadi
pemulihan ekonomi yang tinggi
sangat
penting
mengingat
yang
Pengawasan
dampak
secara
yang
umum
negatif
besarnya
dampak yang diberikan oleh kondisi krisis
Kajian Teoritik dan Empiris
keuangan global bahkan oleh resiko
Teori Nilai Perusahaan
sistemik yang mungkin ditimbulkan dalam
Tujuan utama perusahaan menurut
sistem keuangan Negara. Pengaturan dan
theory
of
the
pengawasan Makroprudensial diperlukan
memaksimumkan kekayaan atau nilai
untuk mencegah serta mengurangi resiko
perusahaan (value of the firm) (Salvatore,
sistemik, mendorong fungsi intermediasi
2005). Memaksimalkan nilai perusahaan
yang seimbang dan berkualitas, serta
sangat
penting
firm
artinya
adalah
bagi
untuk
suatu
Analisis Pengaruh Faktor Faktor Fundamental….. (Opod) 131
perusahaan,
karena
dengan
mengembangkan
usahanya,
sehingga
memaksimalkan nilai perusahaan berarti
kinerjanya akan menurun. Jika sudah
juga
demikian, maka sulit bagi manajer untuk
memaksimalkan
kemakmuran
pemegang saham yang merupakan tujuan
meningkatkan
utama perusahaan (Euis dan Taswan,
kemakmuran para pemegang saham.
2002). Menurut Keown (2004) nilai
nilai
perusahaan
atau
Beberapa variabel makroekonomi
perusahaan merupakan nilai pasar atas
yang
dapat
surat berharga hutang dan ekuitas.
memperkirakan kondisi ekonomi suatu
Negara.
Ukuran
digunakan
untuk
ekonomi
tersebut
memberikan kemudahan kepada analis
Teori Faktor Fundamental Makro
Teori ekonomi menyatakan bahwa,
ekonomi
dalam
merangkum
dan
pergerakan inflasi, tingkat bunga, kurs dan
menyimpulkan kondisi ekonomi suatu
pertumbuhan ekonomi berpotensi untuk
Negara. Beberapa variabel ekonomi yang
meningkatkan atau menurunkan investasi
sangat penting diketahui oleh investor
di sektor riil, dan ini akan berdampak
menurut Karvof (2004 : 77 – 84) :
pengaruhnya pada kinerja pasar modal,
Pertama, Produk Domestik Bruto (Gross
dimana investasi di pasar modal menjadi
Domestic Product).
lebih
volatilitas
Bruto (PDB) adalah jmlah produksi barang
pergerakannya tinggi. Pada umumnya
dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk
setiap perusahaan akan merasakan dampak
dalam negeri maupun penduduk asing
dari
yang berada di dalam negeri, tidak
berisiko
perubahan
makroekonomi
jika
faktor
fundamental
Domestik
setiap
termasuk penduduk dalam negeri yang
yang
tinggal di luar negeri. Dengan demikian,
berbeda dari pergerakan inflasi, tingkat
bisa disimpulkan apabila pertumbuhan
bunga, kurs dan pertumbuhan ekonomi.
ekonomi membaik, daya beli masyarakat
Tinggi rendah resiko bagi perusahaan
pun akan meningkat dan ini merupakan
sebagai dampak dari perubahan kondisi
kesempatan bagi
ekonomi makro sangat bergantung pada
untuk
kondisi internal perusahaan. Perusahaan
Dengan
yang sehat secara finansial mungkin
perusahaan, maka kesempatan perusahaan
dampaknya tidak begitu besar, akan tetapi
untuk memperoleh laba juga semakin
bagi perusahaan yang kurang sehat kondisi
meningkat,
keuangannya
mengalami kenaikan, biasanya dividen
perusahaan
Perusahaan
meskipun
Produk
mengalami
bisa
dampak
terjadi
menjadi
sulit
sebaliknya.
bergerak
perusahaan (emiten)
meningkatkan
meningkatnya
dan
apabila
penjualannya.
penjualan
laba
juga
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol.3 ,No.2, 2015:127-140. 132
yang diterima investor pun mengalami
juga akan menyebabkan return yang
peningkatan.
disyaratkan investor dari suatu investasi
Kedua,
Tingkat
Bunga
(Interest
akan meningkat.
Rate). Tingkat bunga merupakan ukuran
Ketiga, Inflasi (Inflation). Inflasi
keuntungan investasi yang dapat diperoleh
adalah kenaikan harga barang dan jasa
oleh investor dan juga merupakan ukuran
secara umum dan terus menerus. Tingkat
biaya modal yang harus dikeluarkan oleh
inflasi yang tinggi biasanya dikaitkan
perusahaan untuk menggunakan dana dari
dengan kondisi ekonomi yang terlalu
pemodal. Secara teoretis hubungan antara
panas
tingkat suku bunga dan pasar modal adalah
ekonomi mengalami permintaan terhadap
negatif atau berbanding terbalik. Apabila
suatu barang melebihi kapasitas barang
tingkat
akan
yang ditawarkan. Laju inflasi yang tinggi
mengakibatkan pasar modal mengalami
menjadi beban berat bagi perusahaan
penurunan dan sebaliknya apabila suku
untuk menghasilkan return nyata bagi
bunga turun, akan mengakibatkan pasar
shareholders. Perusahaan harus mampu
modal mengalami kenaikan. Kenaikan
menghasilkan Return on Equity (ROE)
suku bunga pada umumnya akan membuat
lebih tinggi daripada tingkat inflasi agar
harga saham turun karena akan memotong
investor tidak melakukan divestasi atau
laba perusahaan. Hal ini terjadi dengan 2
menarik
(dua) cara. Pertama, kenaikan suku bunga
mengakibatkan harga sahamnya turun dan
akan meningkatkan biaya modal (cost of
membahayakan perusahaan. Di samping
capital) dalam bentuk beban bunga yang
itu,
harus ditanggung perusahaan, sehingga
mengurangi tingkat pendapatan rill yang
labanya bisa terpangkas ; Kedua, ketika
diperoleh
suku bunga tinggi, biaya produksi akan
Sebaliknya, jika tingkat inflasi suatu
meningkat dan harga produk akan semakin
Negara mengalami penurunan, hal ini
mahal
merupakan
suku
sehingga
bunga
naik,
konsumen
mungkin
(overheated).
Artinya,
dananya
inflasi
yang
investor
sinyal
kondisi
yang
tinggi
dari
yang
juga
akan
bisa
investasinya.
positif
bagi
menunda pembeliannya dan menyimpan
investor seiring dengan turunnya risiko
dananya di bank. Akibat selanjutnya
daya beli uang dan risiko penurunan
penjualan
pendapatan rill.
perusahaan
menurun
dan
penurunan penjualan mengakibatkan laba
Keempat, Nilai Tukar (Exchange
juga menurun dan akan menekan harga
Rate). Nilai tukar atau kurs mata uang
sahamnya yang listing di bursa. Di
suatu
samping itu, tingkat bunga yang tinggi
terhadap
Negara
sangat
perkembangan
mempengaruhi
pasar
modal
Analisis Pengaruh Faktor Faktor Fundamental….. (Opod) 133
Negara tersbut. Fluktuasi kurs rupiah
bersifat
terhadap mata uang asing akan sangat
fundamental mikro berasal dari dalam
mempengaruhi iklim investasi di dalam
perusahaan, sehingga sering disebut faktor
negeri, khususnya pasar modal. Terjadinya
internal dan bersifat controllable. Faktor
apresiasi kurs rupiah terhadap dollar
fundamental
Amerika
akan
fundamental perusahaan dapat berupa
terhadap
kebijakan maupun faktor fundamental
Serikat
misalnya,
memberikan
dampak
perkembangan
pemasaran
produk
yang
uncontrollable,
diolah
mikro
dari
maka
atau
laporan
faktor
faktor
keuangan
Indonesia di luar negeri, terutama dalam
perusahaan, seperti; ROA, ROE, Residual
hal persaingan harga. Apabila ini terjadi,
Income, dividend payout ratio, PER, EVA,
secara tidak langsung akan memberikan
MVA dll. Faktor funamental mikro, seperti
pengaruh
neraca
dijelaskan di atas dalam penelitian ini
perdagangan (balance of trade), karena
dibedakan dalam kebijakan perusahaan
menurunnya nilai ekspor dibandingkan
dan kinerja perusahaan.
terhadap
terhadap
dengan nilai impor, seterusnya akan
berpengaruh pula pada neraca pembayaran
Pengukuran Nilai Perusahaan (Tobin’s
(balance
Q)
of
payment)
Indonesia.
Memburuknya balance of payment tentu
Pengukuran nilai perusahaan dalam
terhadap
cadangan
penelitian ini diproksi dengan Tobin’s Q,
international
reserve).
dimana unsur perhitungan Tobin’s Q
Berkurangnya net international reserve
adalah nilai pasar dari common stocks dan
akan
kepercayaan
financial liabilities. Seperti kita ketahui
investor terhadap perekonomian Indonesia,
bahwa nilai perusahaan adalah merupakan
yang selanjutnya menimbulkan dampak
nilai keseluruhan aktiva yang dimiliki
negatif terhadap perdagangan saham di
perusahaan, yang terdiri dari nilai pasar
pasar modal Indonesia terutama Bursa
modal sendiri dan nilai pasar hutang.
Efek Jakarta dan bagi investor asing akan
Tobin’s Q sebagai salah satu alat penilaian
cenderung melakukan penarikan modal
pengukur kinerja perusahaan sudah banyak
sehingga terjadi capital outflow.
dipergunakan
akan
devisa
berpengaruh
(net
dapat
mengurangi
dalam
penelitian
untuk
menentukan nilai perusahaan.
Teori Faktor Fundamental Mikro
Jika faktor fundamental makro
berasal dari luar perusahaan, sehingga
sering disebut sebagai faktor eksternal dan
Kinerja Perusahaan
Kinerja
perusahaan
merupakan
penentuan ukuran-ukuran tertentu yang
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol.3 ,No.2, 2015:127-140. 134
dapat
mengukur
perusahaan
keberhasilan
dalam
(Sucipto,
2003)
suatu
signifikan terhadap nilai perusahaan, 2)
laba
kebijakan dividen tidak mampu secara
keuangan
signifikan memoderasi pengaruh likuiditas
menghasilkan
Kinerja
perusahaan merupakan salah satu faktor
terhadap
yang dilihat oleh calon investor untuk
berpengaruh
menentukan investasi saham.
Melihat
terhadap nilai perusahaan, 4) kebijakan
bukti – bukti yang ada tentang penelitian –
dividen tidak mampu secara signifikan
penelitian maupun data – data yang ada
memoderasi pengaruh leverage terhadap
maka
faktor
nilai
adalah
berpengaruh positif signifikan terhadap
merupakan faktor yang berpotensi untuk
nilai perusahaan, 6) kebijakan dividen
meningkatkan
tidak
bisa
dikatakan
fundamental
bahwa
makroekonomi
atau
menurunkan
nilai
nilai
perusahaan,3)
negatif
tidak
perusahaan,5)
mampu
leverage
signifikan
Profitabilitas
secara
perusahaan, baik secara langsung maupun
memoderasi
tidak
fundamental
terhadap nilai perusahaan. Literatur ini
makroekonomi dengan indikator inflasi,
diambil karena terdapat kesamaan variabel
tingkat bunga, kurs, dan pertumbuhan
yang diteliti yaitu Kinerja Perusahaan (X)
ekonomi, akan berpengaruh pada nilai
dan
perusahaan.
terdapat
langsung.
Faktor
Penelitian
ini
dilakukan
Nilai
pengaruh
signifikan
perusahaan
kesenjangan
profitabilitas
(Y)
/
gap
meskipun
diantara
dengan nilai perusahaan sebagai variabel
penelitian ini dan penelitian yang akan
endogen,
dilakukan yakni variabel pemoderasi yang
dan
untuk
pengukurannya
menggunakan tobin’s q rasio, serta faktor
digunakan berbeda.
– faktor fundamental makroekonomi yang
Kedua, Hernendiastoro (2005) Hasil
diwakili oleh laju inflasi, suku bunga, nilai
penelitian ini adalah bahwa pada interval 3
tukar dan pertumbuhan ekonomi sebagai
bulanan dan 6 bulanan ROA dan suku
variabel eksogen yang mempengaruhi nilai
bunga berengaruh terhadap return saham,
perusahaan .
tetapi pada interval 12 bulanan hanya suku
bunga yang berpengaruh terhadap return
saham, sehingga untuk interval 3 bulanan
Kajian Empiris
Penelitian – penelitian terdahulu
dan 6 bulanan variabel-variabel CR, DER,
yang mendasari penelitian ini adalah
PER, inflasi dan kurs tidak berpengaruh
sebagai berikut : Pertama, Penelitian yang
terhadap return saham; untuk interval 12
dilakukan oleh Mahendra (2011)
Hasil
bulanan variabel-variael CR, DER ,ROA,
penelitian
menunjukkan
bahwa
:
1)
PER, inflasi dan kurs tidak berpengaruh
likuiditas
berpengaruh
positif
tidak
terhadap return saham. Penelitian ini
Analisis Pengaruh Faktor Faktor Fundamental….. (Opod) 135
karena
ekonomi Indonesia periode 2009 – 2013.
melihat kesamaan variabel yang digunakan
Metode pengumpulan data yang digunakan
yakni inflasi, suku bunga dan kurs, yang
adalah
merupakan
Research).
dijadikan
salah
satu
literatur
faktor
fundamental
makroekonomi.
Riset
kepustakaan
(Library
Untuk teknik analisis yang
digunakan adalah path analysis (Hair et
Ketiga, Anwar & Masodah (2012),
al., 2006) dengan Program Amos.
Dari penelitian ini mendapatkan hasil
ROA berpengaruh signifikan terhadap nilai
Pembahasan
perusahaan. Sebagai variabel pemoderasi,
Estimasi Model
baik CSR maupun kepemilikan manajerial
Estimasi dapat dilakukan dengan
tidak mampu memoderasi hubungan antara
menggunakan
ROA dan nilai perusahaan. Keempat,
tersedia
Thobarry
penelitian
digunakan adalah maximum likelihood.
menunjukkan bahwa variabel nilai tukar
Hasil pengolahan AMOS dapat dilihat
memiliki pengaruh positif signifikan dan
pada Gambar 3.
variabel
(2009),
inflasi
hasil
berpengaruh
negatif
program
dengan
AMOS
yang
model
yang
default
Gambar 3. Path Analysis Analisis
signifikan terhadap indeks harga saham
Pengaruh Faktor – Faktor Fundamental
sektor properti, sedangkan variabel suku
Makroekonomi Terhadap Kinerja
bunga dan pertumbuhan GDP hanya
Keuangan Perusahaan Serta Nilai
signifikan bila diuji secara bersamaan dan
Perusahaan
tidak berpengaruh signifikan bila diuji
(Studi Kasus Pada Perbankan yang Go
Public di BEI Periode 2009 – 2013)
secara parsial..
x1
Metode Penelitian
-.23
Penelitian ini berbentuk penelitian
.48
x2
-.13
-.12
.04
.02 -.06
asosiatif yaitu penelitian yang mencari
.51
hubungan antara satu variabel dengan yang
lainnya. Jenis data yang digunakan adalah
data rasio, atau data yang disajikan dalam
bentuk
.19
-.67
x3
-.13
y1
z2
y2
z3
-.20
.04
.31
-1.88
.04
.02
-.21
-1.31
.36
y3
-2.17
-.30
-.91
angka – angka mutlak. Dalam
.08
-1.40
.01
.35
.73
z1
x4
penelitian ini, data rasio yang digunakan
adalah laporan keuangan Perbankan Yang
Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode
2009 – 2013 serta laporan pertumbuhan
Sumber
: AMOS Output
z4
.18
y4
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol.3 ,No.2, 2015:127-140. 136
Gambar
3
digunakan
untuk
Hasil
analisis
pengolahan
data
menguji model kausalitas yang telah
terlihat bahwa semua konstruk yang
dinyatakan sebelumnya. Melalui analisis
digunakan
akan
dan
model penelitian, pada proses analisis full
hubungan kausalitas yang dibangun oleh
model jalur tidak memenuhi kriteria
model yang diuji. Hasil kesesuaian dalam
goodness of fit yang telah ditetapkan.
penelitian, diperoleh tingkat signifikansi
Namun, sesuai dengan tujuan penelitian ini
untuk uji perbedaan adalah chisquare
bahwa yang akan dianalisis hanyalah
sebesar 36,442 dan probabilitas sebesar
pengaruh antar variabel, apakah terdapat
0.000
batas
pengaruh yang signifikan atau tidak, jadi
signifikansi. Pengujian juga dilakukan
untuk kesesuaian model atau kriteria
dengan dua macam pengujian yaitu :
goodness of fit yang tidak terpenuhi,
terlihat
kesesuian
yang berada
1. Analisis
atas
(Goodness-of-fit)
di
model
bawah
kesesuaian
yaitu
model
untuk
membentuk
sebuah
tidaklah menjadi masalah yang berarti.
menguji
hipotesis nol yang menyatakan bahwa
2. Analisis atas koefisien jalur (Path
tidak terdapat perbedaan antara matriks
coefficient). Analisis atas koefisien jalur
kovarians data sampel dibandingkan
dianalisis melalui signifikansi besaran
dengan matriks kovarians populasi yang
regression weight dari model seperti
diestimasi.
yang disajikan di bawah ini :
Tabel 1. Hasil Pengujian Kelayakan Model
Goodness
of fit
Cutoff
value
Chi
<
Square
7,814
Probability > 0,05
RMSEA
≤ 0,08
Tabel 2. Analisis Koefisien Jalur
Hasil
Evaluasi
Analisis Model
36,442
Kurang baik
0,000
0,435
Kurang baik
Tidak
Marginal
Kurang baik
Kurang baik
Kurang baik
Kurang
Baik
Kurang
Baik
GFI
AGFI
TLI
CFI
≥
≥
≥
≥
0.90
0.90
0.95
0.95
0,869
-0,571
0,072
0.901
CMIN/DF
≤ 2,00
12,141
Sumber:AMOS Output, data diolah
Sumber
: Output AMOS
Analisis Pengaruh Faktor Faktor Fundamental….. (Opod) 137
Pengaruh
Faktor
Makroekonomi
Fundamental
Terhadap
Kinerja
indikator
fundamental
makroekonomi
(inflasi, tingkat suku bunga, kurs, dan
pertumbuhan ekonomi) memiliki pengaruh
Keuangan Perusahaan
Berdasarkan hasil penelitian yang
sudah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa
yang
tidak
signifikan
terhadap
nilai
perusahaan.
faktor fundamental makroekonomi yang
diwakili oleh inflasi, tingkat suku bunga,
Pengaruh
kurs atau nilai tukar serta pertumbuhan
Perusahaan
ekonomi, memiliki pengaruh yang tidak
Perusahaan.
signifikan
terhadap
kinerja
Kinerja
Keuangan
Terhadap
Nilai
keuangan
Berdasarkan hasil penelitian yang
perusahaan yang diwakili oleh tingkat
sudah dilakukan, kinerja perusahaan yang
likuiditas
tingkat
diwakili oleh likuiditas (Cash Ratio),
profitabilitas (ROE), serta tingkat leverage
profitabilitas (Return on Equity) , serta
(DER).
tidak
leverage (Debt to Equity) salah satunya
yang
yakni tingkat profitabilitas perusahaan
(Cash
Temuan
mendukung
Ratio),
penelitian
hasil
ini
penelitian
dilakukan oleh Sudiyatno (2010) yang
memiliki
pengaruh
yang
signifikan
digunakan sebagai prediksi awal, yang
terhadap nilai perusahaan. Namun hasil ini
menyatakan bahwa tingkat suku bunga dan
didukung oleh penelitian dari Gamalasari
kurs memiliki pengaruh yang signifikan
(2012) dan Tjia dan Setiawati (2012)
terhadap kinerja perusahaan.
menemukan hasil bahwa kinerja keuangan
tidak memiliki pengaruh signifikan pada
Pengaruh
Faktor
Makroekonomi
Fundamental
Terhadap
nilai perusahaan.
Nilai
Perusahaan
Kesimpulan dan Rekomendasi
Berdasarkan hasil penelitian yang
sudah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa
Kesimpulan
Hasil penelitian, dapat disimpulkan
faktor fundamental makroekonomi yang
bahwa
diwakili oleh inflasi, tingkat suku bunga,
makroekonomi yang diwakili oleh inflasi,
kurs atau nilai tukar serta pertumbuhan
tingkat suku bunga, kurs atau nilai tukar
ekonomi, memiliki pengaruh yang tidak
serta pertumbuhan ekonomi, memiliki
signifikan
perusahaan.
pengaruh yang tidak signifikan terhadap
Namun hasil ini didukung oleh penelitian
kinerja keuangan perusahaan yang diwakili
dari
oleh tingkat likuiditas
terhadap
Sudiyatno
nilai
(2010)
yang
juga
menyatakan bahwa semua indikator –
:
(1)
Faktor
fundamental
(Cash Ratio),
tingkat profitabilitas (ROE), serta tingkat
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol.3 ,No.2, 2015:127-140. 138
leverage (DER). (2) Faktor fundamental
Anwar, Dwi Oktaviani & Masodah (2012),
makroekonomi yang diwakili oleh inflasi,
“Pengaruh
tingkat suku bunga, kurs atau nilai tukar
Terhadap Nilai Perusahaan Dengan
serta pertumbuhan ekonomi, memiliki
Pengungkapan
Corporate
pengaruh yang tidak signifikan terhadap
Responsibility
Dan
nilai perusahaan. (3) Kinerja perusahaan
Manajerial
Sebagai
Variabel
yang diwakili oleh likuiditas (Cash Ratio),
Pemoderasi”,
Fakultas
Ekonomi,
profitabilitas (Return on Equity) , serta
Universitas Gunadarma.
leverage (Debt to Equity) salah satunya
Kinerja
Keuangan
Social
Kepemilikan
Arthur, J Keown, dkk (2004), “Prinsip-
yakni tingkat profitabilitas perusahaan
prinsip
memiliki
Keuangan”. Penerbit Indeks, Jakarta.
pengaruh
yang
signifikan
terhadap nilai perusahaan.
dan
16/11/PBI/2014
Pengaturan
Rekomendasi
kesimpulan
Manajemen
Bank Indonesia. Peraturan Bank Indonesia
Nomor
Berdasarkan
Aplikasi
maka
dan
tentang
Pengawasan
Makroprudensial.
diberikan rekomendasi bahwa : (1) Bagi
Dwipartha, Ni Made Witha (2012), “
para calon investor dan investor yang ingin
Pengaruh Faktor Ekonomi Makro dan
berinvestasi saham di sektor perbankan
Kinerja Keuangan Terhadap Nilai
hendaknya
Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek
mengembangkan
faktor
Fakultas
Ekonomi,
teknikal dan psikologi pasar saham secara
Indonesia”.
umum di Indonesia. (2) Pada penelitian
Universitas Udayana. Bali.
selanjutnya, sebaiknya tidak hanya terbatas
Gamalasari,
Dwi
Mei
Intan
(2012),
pada satu industry saja, tetapi pada
“Pengaruh
keseluruhan industry yang ada di Bursa
Terhadap Nilai Perusahaan Dengan
Efek Indonesia sehingga dapat diketahui
Pengungkapan
Corporate
perbedaan faktor – faktor fundamental
Responsibility
Sebagai
Variabel
bagi masing – masing industry. (3) Untuk
Pemoderasi”.
Skripsi.
Fakultas
peneliti selanjutnya, hendaknya meneliti
Ekonomi
Bisnis.
variabel – variabel diluar CR, ROE, DER
Kristen Satya Wacana.
Kinerja
dan
Keuangan
Social
Universitas
serta selain inflasi, tingkat suku bunga,
Hair, et al (2006), “Multivariate Data
kurs, dan pertumbuhan ekonomi yang bisa
Analysis”, 6th Edition, New Jersey :
mempengaruhi nilai perusahaan
Pearson Education.
Hernendiastoro, Andre (2005), “Pengaruh
Daftar Pustaka
Kinerja
Perusahaan
dan
Kondisi
Analisis Pengaruh Faktor Faktor Fundamental….. (Opod) 139
Ekonomi Terhadap Return Saham
Rachmawati,
Rini
(2012),
”Analisis
Dengan Metode Intervalling : Studi
Variabel Mikro dan Makro Terhadap
Kasus Pada Saham – Saham LQ 45 “.
Kesulitan Keuangan Pada Perusahaan
Tesis
Tekstil dan Produk Tekstil”, Program
Magister
Manajemen.
Universitas Diponegoro. Semarang.
Pasca Sarjana. Fakultas Ekonomi.
Karvof, Anatoli (2004), “ Guide to
Universitas Brawijaya.
Investing In Capital Market “ Cara
Rahayu, Sri (2010), “Pengaruh kinerja
Cerdas Meraih Kebebasan Keuangan
Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan
Untuk Individual yang Bijak. Bandung
Dengan
: Penerbit PT. Citra Aditya Bakti.
Social
Mahendra. Alfredo (2011), “Pengaruh
Pengungkapan
Responsibility
Corporate
Dan
Good
Corporate
Governance
Sebagai
Kinerja Keuangan Terhadap Nilai
Variabel
Pemoderasi”,
Skripsi.
Perusahan (Kebijakan Dividensebagai
Fakultas
Ekonomi.
Variabel
Diponegoro.
Moderating)
Pada
Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek
Rivan, Andrie, dkk
Universitas
(2013), “ Pengaruh
Indonesia”. Pascasarjana Universitas
Faktor Fundamental Makro dan Mikro
Udayana. Denpasar.
Terhadap Nilai Perusahaan (Studi
Mohamed, Mudzamir Bin & Sawandi
(2003),
“Corporate
Pada
Saham
Perusahaan
Sektor
Social
Perdagangan, Jasa dan Investasi yang
Responsibility (CSR) Activities in
Terdaftar di BEI Periode 2010 –
Mobile Telecomunication Industry :
2012)”. Fakultas Ilmu Administrasi,
Case
Universitas Brawijaya. Malang.
Study
of
Malaysia”.
Riyanto, Bambang (2001), “Dasar-dasar
http://www.st-andrews.ac.uk/
business/ecas/7/papers/ECAS-
pembelanjaan
Mudzamir.pdf. Diunduh 19 November
Yogyakarta: BPFE.
Salvatore, Domonick (2005), “Managerial
2014.
Pujiati, Diyah dan Widanar, Erman (2009),
”Pengaruh
Struktur
Terhadap
Nilai
Keputusan
Variabel
Ekonomi
Perusahaan”.
Kepemilikan
Perusahaan
:
Economics”. Fifth Edition. Singapore
: Thomson Learning.
Soliha,
Euis
Keuangan
Sebagai
“Pengaruh
Intervening”,
Jurnal
Terhadap
Kauntansi
Beberapa
Bisnis
dan
Ventura, Vol.12, No.1, Hal : 71-86.
dan
Taswan
Kebijakan
Nilai
Perusahaan
faktor
(2002),
Hutang
serta
yang
Mempengaruhinya”. Jurnal Bisnis dan
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol.3 ,No.2, 2015:127-140. 140
Ekonomi.
Avalaible
from
:
http://wordpress.com
Subalno,
(2009).
Faktor
Jurnal
“Analisis
Fundamental
Pengaruh
dan
Kondisi
Ekonomi Terhadap Return Saham”.
Tesis.
Universitas
Diponegoro,
Semarang.
Sucipto,
Publik di Pasar Modal Indonesia),
Keuangan.”
“Penilaian
Jurnal
dan
Bisnis
Indonesia, Vol. 15, No. 3, Hal. 294312.
Thobarry,
Achmad
(2009),
“Analisis
pengaruh nilai tukar, suku bunga, laju
inflasi,
(2003).
Ekonomi
dan
pertumbuhan
GDP
Kinerja
terhadap indeks harga saham sektor
Akuntansi.
properti, Kajian empiris pada Bursa
Universitas Sumatra Utara. Medan.
Efek Indonesia, periode pengamatan
Sudiyatno, Bambang & Puspitasari (2010),
2000 – 2008”. Magister Manajemen
“Tobin’s dan Altman Z-Score Sebagai
Indikator
Pengukuran
Kinerja
Tjia, O., & Setiawati, L. (2012). “Effect Of
Sebuah
Kajian
CSR Disclosure To Firm Vaue: Study
Perusahaan”.
For Banking Industry In Indonesia”.
Akuntansi.
Sudiyatno.
Universitas Diponegoro. Semarang.
Bambang
(2010),
“Peran
Kinerja Perusahaan Dalam Menetukan
World Journal Of Social Sciences 2
(6), 169 – 178.
Fundamental
Zulbetti. Rita (2011). “Pengaruh rasio –
Sistematis
rasio Camel dan faktor – faktor
Dan Kebijakan Perusahaan Terhadap
makroekonomi terhadap return saham,
Nilai
Studi
Pengaruh
Faktor
Makroekonomi,
Resiko
Perusahaan”.
Desertasi
Universitas Diponegoro, Semarang.
Syahib
Natarsyah,
Pengaruh
2000,
Beberapa
Analisis
Faktor
Fundamental dan Risiko Sistematik
Terhadap
Harga
Saham
(Kasus
Industri Barang Konsumsi yang Go-
empiris
pada
perusahan
perbankan yang tercatat di BEI pada
periode 2000 – 2010”. Politeknik
Piksy Ganesha
Download