BAB II

advertisement
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Tinjauan umum
ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan
perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak-anak yang tidak lazim dan
cenderung berlebihan. Hal ini ditandai dengan berbagai keluhan perasaan gelisah,
tidak bisa diam, tidak bisa duduk dengan tenang, dan selalu meninggalkan keadaan
yang tetap seperti sedang duduk, atau sedang berdiri. Beberapa kriteria yang lain
sering digunakan adalah suka meletup-letup, akitivitas berlebihan dan suka membuat
keributan.
Anak ADHD akan memporak-porandakan rumahnya seperti angin tornado,
berteriak keras, bergelut dengan kasar, serta menaiki meja-kursi. tidak ada mainan
atau aktivitas yang bisa menarik perhatiannya lebih dari beberapa menit. Mereka
tidak memandang tempat, tidak menyadari akan bahaya, dan sulit diatur. tingkah
laku ini tentu saja sangat melelahkan orang tuanya. Namun, sepertinya mereka tidak
terlalu mengambil pusing karena perilaku anaknya itu di anggap wajar. Tetapi ketika
sang anak menginjak usia 8 tahun ke atas, semakin sulit sang anak untuk ditangani.
orang tuanya perlu usaha keras agar membuat sang anak bisa menyelesaikan tugastugas mereka. Entah itu pekerjaan-pekerjaan kecil di rumah atau pekerjaan yang
didapat dari sekolah.
Anak-anak dengan ADHD bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu. Mereka
cenderung hiperaktif, dan mempunyai masalah dengan pemusatan perhatian. Gejalagejala ini bisa merusak kemampuan anak dalam kehidupan social, akademik, dan di
rumah. Gejala-gejala ADHD berkembang pada usia kanak-kanak, tetapi bisa
bertahan sampai dewasa. tanpa identifikasi dan perawatan yang tepat, ADHD bisa
menimbulkan konsekuensi serius. Beberapa dampak tersebut adalah keterbelakangan
pertumbuhan kronis, kegagalan di sekolah, hubungan yang bermasalah, harga diri
menurun dan bisa menimbulkan depresi, kegelisahan dan penyalahgunaan substansi.
3
4
Menurut National Institute of Mental Health, ADHD mempengaruhi sekitar
3-5% dari jumlah anak-anak usia prasekolah dan sekolah di Amerika serikat. Artinya
dalah kelas terdiri dari 25 sampai 30 anak, terdapat setidaknya satu anak yang
memiliki ADHD. Di seluruh dunia, angka kejadian ADHD diperkirakan mencapai
hingga lebih 5% dan menurut diagnose, dilaporkan bahwa ADHD lebih banyak
Gejala-gejala ADHD bisa muncul dengan sangat berdeba pada setiap orang
dan diberbagai umur. Cara gejala-gejala ini memperaruhi individu, bisa ringan
sampai berat. kemunculan gejala-gejala ini bisa juga bervariasi, bergantung pada
factor-faktor situasional.
Subtipe ADHD ada 3 yaitu:

ADHD: Predominately inattentive type
Pada tipe ini anak biasanya sangat ceroboh, mudah teralihkan
perhatiannya, tidak bisa konsen saat di ajak bicara, sering lupa, sering
menghilangkan barang

ADHD: Predominately hyperactive impulsive type
Pada tipe ini anak biasanya sering gelisah, tidak bisa duduk terlalu lama,
suka berlari-lari, memanjat. tidak bisa sabar, menyela atau mengganggu
orang lain.

ADHD: Combined type
pada tipe ini anak memiliki keriteria inatentif dan hiperaktif-impulsif.
Hal-hal yang harus dipertimbangkan untuk diagnose ADHD adalah:

Seorang anak menunjukan perilaku dari salah satu tiga subtype ADHD
sebelum usia 7 tahun.

Tingkah laku tersebut harus lebih kuat (terlihat) daripada tingkah laku
anak-anak lainnya yang sebaya.

Tingkah laku itu berlangsung paling tidak selama 6 bulan.
5

Tingkah laku tersebut pasti terjadi secara negative mempengaruhi paling
tidak dua area kehidupan anak (misalnya sekolah, rumah, persahabatan).
Penyebab ADHD ada 3 yaitu:
1. Faktor lingkungan /psikososial

Konflik keluarga

Sosial ekonomi keluarga yang tidak memadai

Jumlah keluarga terlalu besar

Orang tua terkena kasus criminal

Anak yang diasuh di penitipan anak

Riwayat kehamilan dengan eklampsia, pendarahan antepertumm
fetal distress, bayi lahir dengan berat badan rendah, ibu merokok
saat hamil dan alkohol.
2. Faktor Genetika
Terdapat mutasi gen penkode neurotransmitter dan reseptor dopamine
(D2 dan D4) pada kromosom 11p.
3. Gangguan otak dan metabolisme

Trauma lahir atau hipoksia, yang berdampak cedera pada lobus
frontalis di otak.

Pengurangan volume serebrum

Gangguan fungsi astrosit dalam pembentukan dan penyediaan
laktat, serta gangguan fungsi oligodendrosit. Beberapa teori yang
sering
dikemukakan adalah hubungan antara neurotransmitter
dopamine dan epinefrina. Berdasarkan pada teori factor genetik,
beberapa penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwah pada
keluarga penderita, selalu ditemukan setidaknya satu orang dalam
keluarga dekat yang menderita penyakit yang sama. Sedangkan
orang tua dan saudara penderita ADHD, memiliki resiko hingga
2-8 kali terdapat gangguan ADHD.
6
Faktor resiko yang meningkatkan terjadinya ADHD
Berikut adalah beberapa factor yang meningkatkan terjadinya resiko ADHD.

kurangnya deteksi dini.

Ganguan pada masa kehamilan (infeksi, genetic, keracunan obat, alkohol, dan
rokok, serta stress psikogenik).

Gangguan pada masa persalinan (premature, postmatur, hambatan persalinan,
induksi, kelainan persalinan).
Gejala klinis
Gejala yang tibul dapat bervariasi, mulai dari yang ringan hingga yang berat.
Sejak usia bayi gejala ADHD sudah dapat dilihat. Dari segala yang timbul, gejala
yang harus dicermati adalah sensitive terhadap suara dan cahaya, terlalu sering
menangis, suka menjerit dan sulit tidur. Selain itu, bayi seringkali terbangun karena
waktu tidur yang kurang. Gejala lainnya adalah kesulitan minum ASI, tidak senang
digendong, suka membenturkan kepala dan sering marah berlebihan.
Untuk anak yang lebih besar, keluhan yang sering terjadi adalah anak tampak
canggung, sering mengalami kecelakaan, perilaku berubah-ubah, gerakan konstan
atau monoton dan lebih ribut dibandingkan anak-anak lainnya. Anak tersebut juga
terlihat kurang konsentrasi, tidak bisa diam, mudah marah, nafsu makan buruk,
koordinasi mata dan tangan tidak baik, suka menyakiti diri sendiri dan terjadi
gangguan dalam tidurnya.
Untuk mempermudah kita mendiagnosis pada ADHD, ada tiga gejala utama
yang akan tampak pada perilaku anak. ketiga gejala utama itu menurut keath low
adalah:

Inatentif
Anak-anak dan orang dewasa yang tidak atentif memiliki kesulitan mengarahkan
perhatian pada tugas-tugas yang dihadapinya. Mereka dengan mudah teralihkan oleh
pandangan dan suara yang tidak relevan, bergeser dari satu aktivitas ke aktivitas
lainnya dan tampak mudah bosan. Mereka terlihat pelupa atau bingung, seolah-olah
berada dalam kepungan kabut. Mengatur dan menyelesaikan tugas sering menjadi
perkerjaan yang sangat berat bagi mereka, seperti memilah informasi yang relevan
dan tidak relevan.
7

Hiperaktif
Anak-anak dan orang dewasa yang hiperaktif memiliki tingkat aktivitas yang
sangat tinggi, baik berupa aktifitas fisik dan atau verbal. Mereka Nampak berada
dalam gerak yang konstan, terus-menerus “bergerak” seolah-olah dikendalikan
oleh sebuah motor. Mereka kesulitan menjaga tubuhnya diam diam.

Impulsif
Anak-anak dan orang dewasa yang implusif memiliki masalah yang
menghambat tingkah laku dan respon mereka. Mereka sering bertindak dan
berbicara sebelum berpikir. Bereaksi dengan cepat tanpa mempertimbangkan
konsekuensinya. Mereka mungkin suka mengganggu orang lain. Memberikan
respon
dan mengerjakan tugas
dengan tidak cermat
membaca
atau
mendengarkan instruksi. Menunggu dan menjadi sabar akan dirasa sangat sulit
bagi mereka yang impulsif. Mereka lebih menyukai kecepatan daripada
ketepatan dimana sering bisa menyelesaikan tugas dengan cepat, tetapi dengan
cara yang ceroboh. Mereka langsung memasuki, bahkan mungkin menempatkan
diri mereka, dalam situasi yang penuh resiko tanpa berpikir terlebih dahulu.

Sikap menentang
1. Sering melanggar peraturan
2. Bermasalah dengan orang-orang yang memiliki otoritas
3. lebih mudah merasa terganggu, mudah marah (dibandingkan dengan mereka
yang seusia).

Cemas
1. Banyak mengalami rasa khawatir dan takut.
2. Cenderung emosional
3. Sangat sensitif terhadap kritikan
4. Mengalami kecemasan pada situasi yang baru atau yang tidak familiar
5. Terlihat sangat pemalu dan menarik diri
8

Problem social
1. Hanya memiliki sedikit teman
2. Sering memiliki rasa rendah diri dan tidak percaya diri.
Riwayat yang diduga ADHD

Masa bayi
1. Anak serba sulit
2. Menjengkelkan
3. Serakah
4. Sulit tenang
5. Sulit tidur
6. Tidak nafsu makan

Masa prasekolah
1. Terlalu aktif
2. Keras kepala
3. Tidak pernah merasa puas
4. Suka menjengkelkan
5. Tidak bisa diam
6. Sulit beradaptasi dengan lingkungan

Usia sekolah
1. Sulit berkonsentrasi
2. Sulit memfokuskan perhatian
3. Implusif

Dewasa
1. Tidak dapat tenang
2. Sulit untuk berkonsentrasi dan mengingat
3. Tidak konsisten dalam sikap dan penampilan
9
Pengobatan ADHD
ADHD tidak bisa disembuhkan, tetapi ADHD bisa dikendalikan dengan baik. Dokter
anak anda akan berkerja sama dengana dna untuk mengembangkan sebuah rencana
jangka panjang individu. Tujuannya adalah membantu anak belajar menciptakan
atmosfer diaman anak bisa mengendalikan tingkah lakunya.
Beberapa jenis pengobatan yang digunakan untuk mengobati ADHD.

Stimulan
Stimulan adalah pengobatan yang dikenalkan terbaik bagi ADHD. Stimulan
telah digunakan selama lebih dari 50 tahun dalam pengobatan ADHD.
Sejumlah penderita membutuhkan bebrapa dosis setiap harinya. Efek
samping yang mungkin terjadi adalah berkurangnya nafsu makan, sakit perut,
iritasi dan insomnia. Tidak diketahui adanya bukti mengenai efek samping
jangka panjang.

Nonstimulan
Nonstimulan adalah cara alternatif yang baik untuk mengobati ADHD.
Nonstimulsan pertama yang disetujui untuk pengobatan ADHD ditetapkan di
tahun 2003. Jenis pengobatan ini kemungkinan menimbulkan lebih sedikit
efek samping dan bisa bertahan sampai 24 jam. Saat ini, atomoxetime adalah
satu-satunya pengobatan nonstimulan untuk ADHD yang telah disetujui.

Antidepresi
Obat anti depresi kadang-kadang dipilih untuk mengobati ADHD. Namun,
Badan Administrasi Makanan dan Obat Amerika Serikat mengeluarkan
peringatan bahwa obat antidepresi bisa mendorong anak dan remaja bunuh
diri. jika obat antidepresi direkomendasikan bagi anak anda, pastikan untuk
membicarakan resikonya dengan dokter anda.

Terapi tingkah laku
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pengobatan yang digunakan untuk
membantu mengatasi tingkah laku implusif dan kesulitan memusatkan
perhatian menjadi lebih efektif jiga digabungkan dengan terapi tingkah laku.
10
Terapi tingkah laku berusaha mengubah pola-pola tingkah laku
dengan cara:
1. Mengorganisasi kembali lingkungan rumah dan sekolah anak.
2. Memberi petunjuk dan perintah yang jelas
3. Menetapkan system yang konsisten. Memberikan penghargaan untuk
tingkah laku yang tepat atau baik dan memberikan konsekuensi
negatif untuk tingkah laku yang tepat.

Pengobatan alternative
Saat ini, satu-satunya terapi ADHD yang telah terbukti efektif dalam
penelitian ilmiah adalah pengobatan medis dan terapi tingkah laku. Tetapi
dokter anda mungkin merekomendasikan pengobatan-pengobatan tambahan
bergantung pada gejala dan kebutuhan anak. Sejumlah anak dengan ADHD,
Misalnya, mingkin juga membutuhkan intervensi edukasi seperti tutorial dan
terapi okupasional. Perlu diingat bahwa kebutuhan setiap anak itu berbeda.
2.1.1 Target audience
Demografi

Jenis Kelamin: Wanita dan Pria

Usia: 25-35

Pendidikan: D3, S1

Status: berkeluarga

Kelas Ekonomi: A-B
Geografi

Tempat tinggal: perkotaan
Psikografi

Gaya hidup: berkecukupan, mengasuh anak, ibu rumah tangga.
11
2.2 Tinjauan khusus
2.2.1 Teori Metodologi Desain
form, content & contex adalah Tiga elemen ini penting dalam membuat suatu
desain untuk menentukan target market, membuat identitas visual, sampai media
yang akan dipakai semua berdasarkan dari penggunaan Teori Metodologi Desain ini.
Metodologi sebagai langkah dasar menjawab kebutuhan:
• Memahami kekurangan yang mungkin timbul dari sebuah masalah. penting untuk
memahami persepsi yang ada saat ini.
• Mengamati orang-orang dalam kehidupan sehari-hari untuk mendapatkan gaya
hidup mereka.
• Memvisualisasikan konsep-konsep ; memvisualisasi pengalaman-pengalaman
obyek dengan berbagai macam pendekatan karakter .
• Mengevaluasi dan menyempurnakan secara berulang-ulang dan cepat. hal ini dapat
membantu untuk menemukan gaya yang pas untuk masalah yang ada.
• Menerapkan konsep baru tersebut untuk disosialisasikan. Hasil akhir konsep dan
ide yang ada berhasil tidaknya bergantung kepada kredibilitas semua kerja kreatif
pada tahap sebelumnya. Mempelajari landasan teoritis tentang desain.
2.2.2 Teori Komunikasi
Desain Komunikasi Visual dapat diterapkan menjadi ilmu komunikasi
yang memiliki fungsi dalam sebuah publikasi untuk to identify, to inform, to
persuade .
12
2.2.3 Teori Warna
warna berkaitan dengan apa yang dirasakan dan emosi yang ada. warna juga
berkaitan langsung dengan mata dalam keadaan wajar. karena itu warna dapat
dipandang dari segi visual dan kejiwaan. (Johann Wolfgang Von Gothe)
2.2.4 Teori tipografi
Ada 4 hal yang sangat penting dalam tipografi yaitu legibility, reability,
visibility, clarity.(Rob Carter). Tipografi adalah ilmu yang mempelajari tentang tata
letak, karakter, dan penggunaan huruf dalam suatu desain,huruf memiliki karakter
yang berbeda satu sama lainnya. hal ini membuat pada kondisi tertentu dapat
mempengaruhi audience yang ada.
2.2.5 Analisa SWOT

Strenght
Setiap orang tua pasti memiliki harapan dan impian untuk anak mereka kelak,
bahkan terkadang orang tua ingin anaknya menjadi apa yang merupakan cita-cita
dari mereka yang tidak dapat terwujud sewaktu mereka muda. Setiap orang tua
tidak terlahir untuk menjadi orang tua, ada yang memang memiliki naluri untuk
menjadi orang tua tetapi ada juga yang tidak. Untuk mendidik anak yang normal
saja pasti memiliki kesulitan tersendiri. Buku ini akan memberikan bantuan,
solusi, dan bagaimana cara menangani anak dengan ADHD secara tepat

Weakness
ADHD adalah suatu hal yang cukup baru yang ada sekarang ini, sesuatu yang
baru munking dapat di terima dengan baik atau juga di tolak. karena ADHD
merupakan hal yang baru menjadikan sulit sekali orang tua untuk mendapatkan
banyak informasi tentang ADHD dan terapi-terapi atau solusi yang ada biasanya
memakan dana yang tidak sedikit juga. dan perasaan emosi orang tua saat tahu
anaknya terkena ADHD cukup merupakan kelemahan yang ada di mana rasa
putus asa sangat besar.
13

Opportunities
Buku ini hadir untuk membantu para orang tua dengan anak ADHD supaya
mereka tahu bagaimana cara yang baik untuk menangani anak ADHD. dan buku
ini bukan saja menjadi panduan untuk orang tua tetapi juga menjadi teman orang
tua tersebut dimana buku ini hadir dengan lebih easy going, lebih berwarna dan
lebih berkomunikasi dibandingkan buku-buku text book lainnya.

Thread
Rasa malu, rasa putus asa, dll itu adalah hal yang sangat mempengaruhi dari
kemauan orang tua untuk berjuang demi anaknya. Juga untuk masalah biaya
yang lumayan besar yang harus dikeluarkan.
Download