1.1 Latar Belakang Sektor pertanian di Indonesia merupakan salah satu sektor strategis yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional, penyediaan lapangan kerja, serta peningkatan perekonomian masyarakat. Seiring dengan perkembangan teknologi dan meningkatnya kebutuhan produksi pertanian yang efisien, konsep pertanian presisi (precision agriculture) mulai banyak diterapkan pada berbagai perusahaan agribisnis modern di Indonesia. Pertanian presisi merupakan pendekatan pengelolaan pertanian berbasis teknologi yang memanfaatkan data spasial, sensor, dan sistem informasi untuk meningkatkan produktivitas tanaman secara efektif dan efisien. Salah satu teknologi yang berkembang pesat dalam pertanian presisi adalah penggunaan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau drone. Teknologi UAV saat ini telah menjadi salah satu inovasi penting dalam kegiatan monitoring lahan pertanian karena mampu menghasilkan data spasial dengan resolusi tinggi, waktu akuisisi yang cepat, serta biaya operasional yang lebih efisien dibandingkan metode konvensional. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Sutanto dkk. (2015), penggunaan UAV dalam pertanian presisi memiliki kemampuan menghasilkan citra orthophoto dan model permukaan lahan dengan ketelitian tinggi sehingga sangat mendukung kegiatan monitoring vegetasi, kesehatan tanaman, dan evaluasi kondisi lahan pertanian. Selain itu, UAV juga dinilai efektif untuk meningkatkan efisiensi pemantauan area pertanian berskala luas. Pemanfaatan UAV dalam bidang pertanian semakin berkembang karena teknologi ini mampu mendeteksi kondisi kesehatan tanaman secara cepat melalui analisis citra digital dan indeks vegetasi. Berdasarkan penelitian Nina (2023), drone sebagai media penginderaan jauh dapat digunakan untuk memantau kesehatan tanaman melalui citra RGB maupun multispektral yang mampu memberikan informasi mengenai kondisi nutrisi, tingkat pertumbuhan tanaman, serta indikasi serangan hama dan penyakit. Teknologi ini memungkinkan proses monitoring dilakukan secara lebih akurat dan efisien dibandingkan pengamatan manual. Dalam kegiatan perkebunan modern, monitoring kesehatan tanaman menjadi salah satu aspek penting untuk menjaga produktivitas dan kualitas hasil panen. Tanaman yang mengalami stres, kekurangan nutrisi, ataupun serangan penyakit dapat mengalami penurunan produktivitas apabila tidak terdeteksi sejak dini. Oleh karena itu, penggunaan UAV dalam monitoring kesehatan tanaman menjadi solusi yang efektif karena mampu melakukan identifikasi kondisi tanaman secara berkala dengan cakupan area yang luas. Salah satu perusahaan agribisnis yang menerapkan teknologi pertanian presisi di terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang pengolahan hasil pertanian, khususnya komoditas nanas. Dalam kegiatan operasionalnya, perusahaan menerapkan berbagai teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi produksi dan pengelolaan lahan perkebunan. Salah satu penerapan teknologi tersebut dilakukan melalui Divisi Precision Agriculture yang memanfaatkan UAV untuk monitoring kondisi tanaman nanas. Penelitian yang dilakukan oleh Andika dan Suntari (2021) di PT Great Giant Pineapple Lampung menunjukkan bahwa pemanfaatan UAV dalam monitoring tanaman nanas mampu digunakan untuk mengestimasi kandungan unsur fosfor melalui analisis indeks vegetasi seperti GNDVI (Green Normalized Difference Vegetation Index). Penelitian tersebut menunjukkan bahwa penggunaan citra UAV sangat membantu dalam identifikasi kondisi kesehatan tanaman nanas secara spasial dan lebih efisien pada area perkebunan yang luas. Selain itu, perkembangan teknologi UAV juga mendukung penerapan sistem pertanian berkelanjutan karena dapat membantu perusahaan dalam melakukan pengelolaan lahan secara lebih tepat sasaran. Berdasarkan penelitian Parwito dkk. (2025), teknologi drone yang dilengkapi sensor multispektral dan pengolahan data berbasis indeks vegetasi seperti NDVI dan NDRE mampu mendeteksi stres tanaman, kekurangan nutrisi, serta serangan hama dan penyakit pada tahap awal dengan tingkat akurasi yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa UAV memiliki peran penting dalam mendukung pengambilan keputusan pada sistem pertanian modern. Precision Agriculture menjadi salah satu kesempatan untuk memahami secara langsung penerapan teknologi penginderaan jauh dan UAV dalam dunia industri pertanian. Melalui kegiatan monitoring dan identifikasi kesehatan tanaman nanas berbasis citra UAV, mahasiswa dapat mempelajari proses akuisisi data citra udara, pengolahan data spasial, interpretasi kondisi tanaman, hingga pemanfaatan hasil analisis untuk mendukung pengelolaan perkebunan secara efektif. Oleh karena itu, kegiatan kerja praktik dengan judul “Kerja Praktik PT Great Giant Foods Lampung Tengah (Kegiatan: Monitoring dan Identifikasi Kesehatan Tanaman Nanas Berbasis Citra Unmanned Aerial Vehicle (UAV) di Divisi Precision Agriculture)” dilakukan untuk memahami penerapan teknologi UAV dalam monitoring kesehatan tanaman nanas serta mengetahui peran teknologi penginderaan jauh dalam mendukung sistem pertanian presisi pada perusahaan agribisnis modern. Referensi Jurnal dan Link Download 1. Sutanto, A., dkk. (2015). The Potential of UAV-based Remote Sensing for Supporting Precision Agriculture in Indonesia. Procedia Environmental Sciences, 24, 245–253. Link jurnal: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1878029615001000 2. Nina, A. (2023). Efektifitas Drone Sebagai Media Penginderaan Jauh untuk Pemantauan Kesehatan Tanaman. Jurnal Technopreneur (JTech), 11(2), 50–55. Link jurnal: https://jurnal.poligon.ac.id/index.php/jtech/article/view/1186 3. Andika, R., & Suntari, R. (2021). Estimasi Kandungan Fosfor Pada Tanaman Nanas Menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) di PT Great Giant Pineapple, Lampung. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 8(2), 489–497. Link jurnal: https://jtsl.ub.ac.id/index.php/jtsl/article/view/448 4. Parwito, P., Daulay, L. D., Sumartono, E., Bustamam, H., & Arifin, I. (2025). Tinjauan Teoretis Pemanfaatan Teknologi Drone Dalam Pemantauan Kesehatan Tanaman Pada Pertanian Presisi. SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural), 6(2), 401–414. Link jurnal: https://journal.pdmbengkulu.org/index.php/sinta/article/view/1876 5. Saputra, D. M., Hermawan, E., & Agustian, S. (2023). Klasifikasi Kesehatan Pada Tanaman Padi Menggunakan Citra UAV dengan Metode Convolutional Neural Networks (CNN). Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Terapan, 9(3). Link jurnal: https://journal.widyatama.ac.id/index.php/jitter/article/view/1044 Daftar Pustaka Andika, R., & Suntari, R. 2021. Estimasi Kandungan Fosfor Pada Tanaman Nanas Menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) di PT Great Giant Pineapple, Lampung. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 8(2), 489–497. Nina, A. 2023. Efektifitas Drone Sebagai Media Penginderaan Jauh untuk Pemantauan Kesehatan Tanaman. Jurnal Technopreneur (JTech), 11(2), 50–55. Parwito, P., Daulay, L. D., Sumartono, E., Bustamam, H., & Arifin, I. 2025. Tinjauan Teoretis Pemanfaatan Teknologi Drone Dalam Pemantauan Kesehatan Tanaman Pada Pertanian Presisi. SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural), 6(2), 401–414. Saputra, D. M., Hermawan, E., & Agustian, S. 2023. Klasifikasi Kesehatan Pada Tanaman Padi Menggunakan Citra UAV dengan Metode Convolutional Neural Networks (CNN). Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Terapan, 9(3). Sutanto, A., dkk. 2015. The Potential of UAV-based Remote Sensing for Supporting Precision Agriculture in Indonesia. Procedia Environmental Sciences, 24, 245–253.