Uploaded by rosariy2644

Matriks Penelitian: Topik Tesis Akuntansi

advertisement
MATRIX PENELITIAN
Nama
: Rosariyani
NIM
: 2391011005
Jurusan
: Akuntansi
Fenomena
Fenomena Nyata
Fenomena di Lapangan
Masalah yang ditemukan
Judul
Teori yang
digunakan
Rumusan
Masalah
Variabel
Indikator
Sumber Data
Metode
Penelitian
Research GAP
Identifikasi Penelitian
Judul Artikel/Jurnal
Peneliti dan Tahun
Hasil Temuan
GAP
Opsi Judul Penelitian
No
Judul/Topik Penelitian
1
Perlakuan Akuntansi
dan Pengungkapan Aset
Kripto pada Entitas
Pedagang Aset Kripto
Pasca Buletin
Implementasi DSAK IAI
Volume 8 (2025)
2
Kesiapan Emiten dalam
Mengadopsi PSAK 118
tentang Disagregasi
Laporan Laba Rugi
Berbasis Kategori
Operasi, Investasi, dan
Pendanaan
3
Dampak Revisi PSAK
338 tentang Kombinasi
Bisnis Entitas
Sepengendali (Efektif
2026) terhadap Kualitas
dan Komparabilitas
Laporan Keuangan
Celah Penelitian (Research Gap)
DSAK IAI baru mengesahkan Buletin
Implementasi Aset Kripto pada
Agustus 2025 yang mengatur
kepemilikan aset kripto sebagai
persediaan atau aset takberwujud, serta
perlakuan aset kripto pelanggan yang
dititipkan. Karena panduan ini masih
sangat baru, belum ada studi empiris
yang menguji bagaimana pedagang
aset kripto benar-benar
menerapkannya, konsistensi klasifikasi
antarentitas, maupun kualitas
pengungkapannya.
PSAK 118 telah disahkan dan akan
mewajibkan disagregasi laba rugi ke
kategori operasi, investasi, dan
pendanaan mulai efektif 2027. Karena
standar ini belum diterapkan,
penelitian mengenai kesiapan emiten,
potensi dampaknya terhadap
komparabilitas, dan relevansi nilai
informasi laba di konteks Indonesia
masih sangat minim.
DSAK IAI baru mengesahkan revisi
PSAK 338 mengenai kombinasi bisnis
entitas sepengendali yang efektif per 1
Januari 2026. Restrukturisasi
antarentitas sepengendali umum
terjadi pada grup usaha di Indonesia,
namun studi mengenai bagaimana
perubahan metode akuntansi dalam
revisi ini memengaruhi kualitas
laporan keuangan pasca-restrukturisasi
Rumusan Masalah
Kontribusi Penelitian (Novelty)
Bagaimana konsistensi
penerapan dan kualitas
pengungkapan perlakuan
akuntansi aset kripto oleh
entitas pedagang aset
kripto di Indonesia setelah
terbitnya Buletin
Implementasi tersebut?
Menjadi salah satu kajian empiris awal
yang memotret praktik nyata di lapangan,
mengidentifikasi variasi/inkonsistensi
penerapan, serta memberi masukan bagi
regulator untuk penyempurnaan pedoman
— mengisi kekosongan literatur karena
topik ini belum sempat dikaji secara
akademik.
Sejauh mana kesiapan
emiten di Bursa Efek
Indonesia mengadopsi
format penyajian baru
PSAK 118, dan bagaimana
potensi dampaknya
terhadap relevansi nilai
informasi laba rugi?
Menjadi studi kesiapan (readiness study)
yang dilakukan sebelum tanggal efektif
berlaku, sehingga hasilnya dapat menjadi
masukan awal bagi regulator dan emiten
pada masa transisi — celah waktu ini
adalah momentum riset yang belum banyak
dimanfaatkan peneliti lain.
Bagaimana penerapan
PSAK 338 hasil revisi
memengaruhi kualitas dan
komparabilitas laporan
keuangan entitas yang
melakukan kombinasi
bisnis sepengendali di
Indonesia?
Menjadi salah satu penelitian postimplementation review pertama begitu
standar mulai berlaku, sehingga dapat
mengisi kekosongan evaluasi empiris atas
standar yang sepenuhnya baru ini.
No
4
Judul/Topik Penelitian
Dampak Penerapan
PSAK 117 tentang
Kontrak Asuransi
terhadap Kualitas Laba
dan Volatilitas Ekuitas
Perusahaan Asuransi di
Indonesia
5
Perlakuan Akuntansi
dan Pengendalian
Internal atas Unit
Karbon yang
Diperdagangkan di
Bursa Karbon Indonesia
(IDXCarbon)
6
Kualitas Asurans
Laporan Keberlanjutan
Perusahaan Publik di
Indonesia dalam Masa
Transisi Menuju
Keselarasan dengan
IFRS S1/S2 (ISSB)
Celah Penelitian (Research Gap)
masih sangat terbatas karena standar
ini baru disahkan.
PSAK 117 mengubah signifikan cara
pengakuan liabilitas dan laba kontrak
asuransi, termasuk isu kompleks pada
asuransi sosial yang masih dibahas
DSAK IAI melalui forum diskusi
internal. Kajian akademik yang
mengukur secara empiris efek
penerapan standar ini terhadap kualitas
laba dan volatilitas ekuitas perusahaan
asuransi publik di Indonesia masih
sangat jarang karena penerapannya
relatif baru.
Sebagian besar riset akuntansi karbon
di Indonesia berfokus pada hubungan
pengungkapan emisi karbon dengan
kinerja keuangan atau nilai perusahaan
memakai proksi seperti PROPER dan
indeks GRI 305 — pola penelitian
yang sudah jenuh dan berulang.
Sementara itu, isu pengakuan,
pengukuran, dan klasifikasi unit
karbon yang diperdagangkan di
IDXCarbon, serta risiko double
counting yang menurut kajian regulasi
belum sepenuhnya teratasi, hampir
tidak tersentuh dari sisi akuntansi
keuangan.
Penelitian sustainability reporting di
Indonesia didominasi studi hubungan
pengungkapan keberlanjutan dengan
kinerja keuangan/nilai perusahaan.
Padahal, kredibilitas laporan
keberlanjutan sangat bergantung pada
kualitas asurans (penyedia jasa, tingkat
asurans, independensi) — aspek yang
Rumusan Masalah
Kontribusi Penelitian (Novelty)
Bagaimana penerapan
PSAK 117 memengaruhi
kualitas laba dan
volatilitas ekuitas yang
dilaporkan perusahaan
asuransi terdaftar di Bursa
Efek Indonesia
dibandingkan sebelum
penerapan standar
tersebut?
Melengkapi kajian internal DSAK IAI
dengan bukti empiris independen dari sisi
akademik, sekaligus memberi gambaran
awal bagi investor dan regulator mengenai
dampak riil standar baru ini terhadap
kualitas pelaporan.
Bagaimana perlakuan
akuntansi yang tepat untuk
pengakuan, pengukuran,
dan penyajian unit karbon
yang dimiliki atau
diperdagangkan
perusahaan di IDXCarbon,
serta bagaimana desain
pengendalian internal yang
dapat mencegah risiko
double counting?
Menggeser fokus riset dari pola
“pengungkapan-kinerja” yang jenuh
menuju isu pengakuan-pengukuran yang
lebih mendasar, sekaligus menawarkan
usulan kerangka akuntansi dan
pengendalian yang relevan dengan konteks
regulasi IDXCarbon yang masih terus
berkembang.
Bagaimana kualitas dan
konsistensi praktik asurans
atas laporan keberlanjutan
perusahaan publik di
Indonesia, serta faktor apa
yang memengaruhi
pemilihan tingkat dan
penyedia asurans di tengah
Mengalihkan fokus riset ESG dari sisi
“ada/tidaknya pengungkapan” ke sisi
“kredibilitas pengungkapan” melalui
kacamata kualitas asurans, sekaligus
memberi masukan bagi regulator yang
tengah menyusun kerangka kewajiban
asurans laporan keberlanjutan.
No
Judul/Topik Penelitian
7
Kualitas Pelaporan
Keuangan sebagai
Pemediasi Hubungan
antara Pengungkapan
Praktik Keberlanjutan
dan Akses Pembiayaan
Hijau (Green Financing)
pada UMKM
8
Efektivitas Generative
AI terhadap Kualitas
Audit Judgment dan
Skeptisisme Profesional
Auditor pada Kantor
Akuntan Publik NonBig Four
9
Deteksi Kecurangan
Laporan Keuangan
Berbasis Machine
Learning: Komparasi
Fraud Hexagon Theory
dengan Pendekatan
Feature Importance
pada Emiten BEI
Celah Penelitian (Research Gap)
jarang dikaji, sementara Indonesia
tengah bertransisi menyelaraskan
pelaporan keberlanjutan dengan
standar IFRS S1/S2 terbitan ISSB.
Diskusi kebijakan mengenai transisi
ekonomi hijau menekankan
pentingnya inklusi UMKM melalui
penguatan kapasitas dan akses
pembiayaan hijau, namun mayoritas
riset ESG/pengungkapan keberlanjutan
masih berfokus pada perusahaan besar
yang tercatat di bursa. Mekanisme
bagaimana kualitas pelaporan
keuangan UMKM memediasi
keberhasilan memperoleh pembiayaan
hijau hampir tidak diteliti.
Studi mengenai AI dalam audit di
Indonesia mayoritas bersifat survei
persepsi auditor (perception-based)
dan berfokus pada KAP besar/Big
Four yang sumber dayanya jauh lebih
memadai. Padahal mayoritas jumlah
KAP di Indonesia berskala kecilmenengah dengan keterbatasan
sumber daya, sehingga pengujian
empiris langsung atas efektivitas
generative AI terhadap kualitas
judgment dan skeptisisme profesional
auditor di segmen ini nyaris tidak ada.
Mayoritas riset fraud di Indonesia
menggunakan regresi logistik
konvensional dengan elemen Fraud
Triangle/Pentagon/Hexagon yang diuji
terpisah-pisah, dan jarang
membandingkan daya prediksi model
machine learning modern (misalnya
random forest atau XGBoost) yang
Rumusan Masalah
transisi menuju IFRS
S1/S2?
Kontribusi Penelitian (Novelty)
Apakah kualitas pelaporan
keuangan UMKM
memediasi hubungan
antara pengungkapan
praktik keberlanjutan
sederhana dan
keberhasilan memperoleh
pembiayaan hijau dari
lembaga keuangan?
Memperluas cakupan riset ESG dari level
korporasi besar ke level UMKM yang
jarang disentuh literatur akuntansi
keuangan, sekaligus mendukung agenda
kebijakan inklusi UMKM dalam ekonomi
hijau nasional.
Bagaimana penggunaan
generative AI
memengaruhi kualitas
audit judgment dan
skeptisisme profesional
auditor pada KAP non-Big
Four yang memiliki
keterbatasan sumber daya?
Memperluas riset dari sekadar persepsi ke
pengujian efek langsung (berbasis
eksperimen atau studi lapangan), serta
menyasar segmen KAP yang jumlahnya
dominan di Indonesia namun paling jarang
diteliti terkait adopsi teknologi audit.
Elemen fraud hexagon
manakah yang
memberikan kontribusi
(feature importance)
terbesar dalam
memprediksi kecurangan
laporan keuangan, dan
seberapa besar
Menawarkan novelty metodologis melalui
perbandingan model prediktif modern
dengan pendekatan interpretability (feature
importance), yang secara praktis dapat
membantu auditor dan regulator
memprioritaskan indikator red flag
kecurangan.
No
10
Judul/Topik Penelitian
Kepatuhan Penerapan
PSAK 109 pada
Lembaga Amil Zakat
Berbasis Platform
Digital (Digital
Fundraising Syariah)
Celah Penelitian (Research Gap)
mampu menangkap interaksi nonlinear antarelemen fraud hexagon
secara simultan.
Riset penerapan PSAK 109 selama ini
banyak berfokus pada lembaga amil
zakat konvensional dengan sistem
pencatatan semi-manual, sementara
pertumbuhan platform penggalangan
dana zakat berbasis digital
menciptakan konteks pelaporan baru
dengan arus transaksi lebih cepat dan
jumlah donatur yang lebih besar serta
tersebar — studi kepatuhan dan
tantangan penerapan PSAK 109 pada
konteks ini masih sangat terbatas.
Rumusan Masalah
peningkatan akurasi
prediksi model machine
learning dibandingkan
model regresi logistik
konvensional?
Kontribusi Penelitian (Novelty)
Bagaimana tingkat
kepatuhan dan tantangan
penerapan PSAK 109 pada
lembaga amil zakat yang
mengoperasikan platform
penggalangan dana
digital?
Mengisi celah riset akuntansi syariah pada
konteks digitalisasi filantropi Islam yang
terus tumbuh pesat namun masih jarang
disentuh, sekaligus memberi rekomendasi
praktis bagi lembaga amil zakat digital
dalam memperkuat tata kelola pelaporan
keuangannya.
Download