Urgensi Pendidikan Pancasila bagi Mahasiswa di Tengah Tantangan Global 22 September 2025 22:11 Diperbarui: 22 September 2025 22:29 181 0 0 + Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Lihat foto sumber (dokumen pribadi) Mata kuliah Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi memegang peran penting sebagai landasan ideologis bangsa di tengah derasnya arus globalisasi yang semakin kompleks. Globalisasi menghadirkan tantangan seperti hilangnya batas antarnegara, pergeseran ideologi, serta perubahan budaya. Oleh karena itu, mahasiswa membutuhkan pijakan yang kuat agar mampu menyaring pengaruh asing sekaligus tetap teguh pada nilai luhur bangsa. Selain menjadi dasar ideologi, Pendidikan Pancasila juga berfungsi membentuk karakter mahasiswa. Penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan memang esensial, tetapi harus sejalan dengan pemahaman nilai Pancasila dan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang bermoral serta mampu memberikan sumbangsih positif bagi bangsa dan negara. Pada Selasa, 16 September 2025, kelompok 1 dari kelas 1B Jurnalistik mempresentasikan materi "Pengantar Pendidikan Pancasila". Materi ini mencakup Konsep serta Urgensi Pendidikan Pancasila, alasan perlunya mata kuliah tersebut, penelusuran sumber historis, sosiologis, yuridis, dan politik, hingga dinamika serta tantangan yang dihadapi Pendidikan Pancasila di masa depan. Presentasi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang memunculkan dua pertanyaan utama. arrow_forward_iosBaca selengkapnya Pause 00:00 00:01 01:24 Mute Powered by GliaStudios Pertanyaan pertama menyoroti bagaimana Pancasila menjadi pedoman dalam membangun hubungan internasional yang harmonis sekaligus berkontribusi pada perdamaian dunia. Sebagai dasar negara dan ideologi bangsa, Pancasila menjadi rujukan utama dalam diplomasi dan kebijakan luar negeri Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya meliputi: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Mengutamakan penghormatan terhadap hak asasi manusia serta menjunjung nilai kemanusiaan dalam interaksi global. Persatuan Indonesia dalam Kerja Sama Internasionan Menjadi dorongan bagi Indonesia untuk berperan aktif dalam kerja sama antarnegara dengan tetap menjaga kedaulatan nasional. Demokrasi dalam Hubungan Internasional Mengedepankan kerja sama yang setara, saling menghormati, dan menjunjung prinsip demokratis antarbangsa. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Dunia Menjadi pendorong bagi Indonesia untuk ikut serta dalam menciptakan keadilan sosial dan ekonomi secara global. Selain itu, nilai toleransi, musyawarah, dan gotong royong juga berperan besar dalam menjaga perdamaian dunia, memperkuat dialog antarbangsa, menghormati kedaulatan negara lain, dan menghargai keberagaman budaya maupun agama. Pertanyaan kedua membahas peran Pendidikan Pancasila dalam mencegah radikalisme di kalangan generasi muda. Pendidikan Pancasila berfungsi menanamkan nilai toleransi, persatuan, dan cinta tanah air sebagai benteng moral untuk menghadapi pengaruh ideologi ekstrem. Dengan memahami dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, mahasiswa akan lebih kritis dalam menolak paham-paham yang berpotensi memecah belah bangsa. Selain itu, pendidikan ini juga menumbuhkan kemampuan berpikir rasional, berempati, dan menghargai perbedaan sehingga melahirkan generasi yang inklusif serta mampu menjaga harmoni sosial. Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Urgensi Pendidikan Pancasila bagi Mahasiswa di Tengah Tantangan Global", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/miqdadrobbani7640/68d1670934777c0745505932/urgensipendidikan-pancasila-bagi-mahasiswa-di-tengah-tantangan-global?page=all#section1 Kreator: Miqdad Robbani Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com