Uploaded by G. Oktori

Keanekaragaman Amfibi dan Reptil di Ekosistem Mangrove

advertisement
Habitat Di Temukan
Jenis
Nama Ilmiah
Famili
T
1
T
2
T
3
T
4
T
5
T
6
T
7
T
8
Jumlah
Amfibi (Amphibians)
10
Katak sawah
Fejervarya
cancrivora
Ranidae
4
8
4
0
5
0
1
0
22
11
Buduk asia
Bufo
melanostictus
Bufonidae
1
0
0
0
0
0
0
0
1
12
Kodok
tagelan
Fejervarya
limnocharis
Dicroglossidae
2
0
0
0
0
0
0
0
2
13
Ikan
tembakul
Periophthalmus
argentilineatus
Oxudercidae
0
13
15
23
14
23
6
0
94
7
21
19
23
19
23
7
0
119
Total
sedangkan dari kelompok amfibi jenis ikan tembakul (P. argentilineatu) menjadi jenis yang
paling banyak ditemukan, sebealiknya jenis yang paling sedikit di temukan yaitu buduk asia (B.
melanostictus).
temuan tersebut didapat dari pengamatan lansung, namun pada hasil dari pengamatan tidak
lansung jenis yang paling banyak di temukan adalah kadal kebun (E. multifasciata), secara keseluruhan
jumlah yang paling banyak di temukan di ekosistem mangrove desa Teluk Pambang yakni ular tambak
(C. schneiderii), adapun hasil temuan lansung dapat di lihat pada Tabel 2 dan tidak lansung dapat di
lihat pada Tabel 3.
Tabbel()
Lokasi Pengamatan
No
1
2
3
Jenis
Ular welang
Ular Viper
Bakau
Sanca
kembang
4
Ular tambak
5
Biawak
air
6
Kadal bakau
7
8
9
Cicak
tembok
Cicak
kayu
Kadal kebun
Total
Nama Ilmiah
Bungarus
fasciatus
Trimeresurus
purpureomaculatus
Malayopython
reticulatus
Cerberus
schneiderii
Varanus
salvator
Emoia
atrocostata
Cosymbotus
platyurus
Hemidactylus
frenatus
Eutropis
multifasciata
Famili
T2
T3
T4
T5
T6
T
7
T
8
Jumlah
T1
Elapidae
2
1
0
0
0
0
1
0
4
Viperidae
0
1
0
0
1
1
0
0
3
Pythonidae
1
0
0
0
0
0
0
0
1
Homalopsidae
11
11
0
1
0
7
12
0
42
Varanidae
0
4
5
0
0
1
3
0
13
Scincidae
0
2
0
0
0
0
0
0
2
Gekkonidae
6
0
0
0
0
0
0
0
6
Gekkonidae
0
15
8
0
0
0
0
0
23
Scincidae
0
0
7
0
0
0
0
0
7
20
34
20
1
1
9
16
0
101
Tabel 3
Lokasi Pengamatan
No
1
2
3
Jenis
Ular welang
Ular Viper
Bakau
Sanca
kembang
4
Ular tambak
5
Biawak
air
6
Kadal bakau
7
8
9
Cicak
tembok
Cicak
kayu
Kadal kebun
Nama Ilmiah
Bungarus
fasciatus
Trimeresurus
purpureomaculatus
Malayopython
reticulatus
Cerberus
schneiderii
Varanus
salvator
Emoia
atrocostata
Cosymbotus
platyurus
Hemidactylus
frenatus
Eutropis
multifasciata
Famili
T2
T3
T4
T5
T6
T
7
T
8
Jumlah
T1
Elapidae
0
0
0
0
0
0
0
0
0
Viperidae
0
0
0
0
0
0
0
0
0
Pythonidae
0
0
0
0
0
0
0
0
0
Homalopsidae
0
0
0
0
0
0
0
0
0
Varanidae
0
0
0
0
0
0
0
0
0
Scincidae
0
0
0
0
0
3
0
0
3
Gekkonidae
0
0
0
0
0
0
0
0
0
Gekkonidae
1
0
0
0
0
1
1
0
3
Scincidae
0
1
0
3
0
0
0
0
4
1
1
0
3
0
4
1
0
10
Total
Keterangan : T : Transek, T1: Perkebunan, T2: Hutan mangrove sedang, T3: Semak belukar rawa, T4: Semak
belukar rawa, T5: Hutan mangrove rapat, T6: Hutan mangrove rapat, T7: Perkebunan, T8: Hutan
mangrove jarang
Gambar 1. Ular Tambak (C. schneiderii)
Berdasarkan Tabel 3 jenis reptil yang di dapat dari pengamatan tidak lansung yakni kadal
bakau (Emoia atrocostata), cicak kayu (Hemidactylus frenatus) dan kadal kebun (Eutropis
multifasciata), yang bisa di lihat pada Gambar 8.
a
ba
c
Tabel 1. Hasil pengamatan langsung dan hasil perangkap jenis amfibi
No
Jenis
1
Katak sawah
2
Buduk asia
3
Kodok tagelan
4
Ikan tembakul
Total
Nama Ilmiah
Fejervarya
cancrivora
Bufo
melanostictus
Fejervarya
limnocharis
Periophthalmus
argentilineatus
Famili
Habitat Di Temukan
T3
T4
T5
T6
T1
T2
Ranidae
4
8
4
0
5
Bufonidae
1
0
0
0
Dicroglossidae
2
0
0
Oxudercidae
0
13
7
21
Total
T7
T8
0
1
0
22
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
2
15
23
14
23
6
0
19
23
19
23
7
94
119
Sumber: Data Olahan Pribadi, 2025
Keterangan: T : Transek, T1: Perkebunan, T2: Hutan mangrove sedang, T3: Semak belukar rawa, T4: Semak
belukar rawa, T5: Hutan mangrove rapat, T6: Hutan mangrove rapat, T7: Perkebunan, T8: Hutan
mangrove jarang
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap keanekaragaman jenis amfibi di setiap lokasi,
ditemukan adanya variasi jenis amfibi yang berbeda-beda. Dari pengamatan tersebut, ikan
tembakul (Periophthalmus argentilineatus) merupakan jenis yang paling sering dijumpai
dengan total sebanyak 104 individu. Ikan tembakul hampir ditemukan di semua transek kecuali
pada transek T1 (perkebunan) dan T8 (hutan mangrove yang jarang).
Gambar 2. Ular sanca kembang (Malayopython reticulatus)
Ikan Tembakul (Periophthalmus argentilineatu) merupakan salah satu anggota family
Oxudercidae. Ikan ini termasuk jenis amfibi yang mampu memanfaatkan sirip pectoralnya
untuk bergerak di atas permukaan tanah. Ikan tembakul memiliki kemampuan adaptasi yang
khas terhadap habitat dengan salinitas air laut. Herpetofauna ini biasanya ditemukan di
lingkungan yang panas, seperti hutan bakau dan daerah berlumpur, ikan tembakul memiliki
peran penting dalam ekosistem hutan mangrove karena kemampuannya bertahan pada substrat
dengan kadar garam rendah (Asmi et al., 2022).
Indeks keanekaragaman jenis amfibi
Hutan mangrove memiliki kondisi fisik yang berubah-ubah, seperti tingkat salinitas yang
tinggi, suhu udara yang panas, dan kelembapan yang bervariasi. Kondisi ini membatasi
keberadaan banyak spesies amfibi yang cenderung sensitif terhadap perubahan lingkungan,
terutama karena kulit amfibi yang tipis dan mudah kehilangan cairan, hanya amfibi yang
memiliki kemampuan adaptasi khusus yang dapat bertahan, sehingga jumlah dan variasi
spesies amfibi di habitat mangrove cenderung rendah (A. Sari et al., 2022).
Salah satu habitat yang cocok untuk amfibi terdapat pada habitat perkebunan karena
kondisi lingkungan yang relatif stabil dan mendukung kehidupan amfibi, ketersediaan air tawar
yang memadai, serta keragaman vegetasi yang menyediakan tempat berlindung dan sumber
makanan yang cukup, sehingga mendukung kelangsungan hidup dan perkembangan berbagai
spesies amfibi dibandingkan dengan habitat mangrove yang memiliki salinitas dan kondisi
ekstrem (Sari et al., 2022).
Download