Uploaded by common.user152176

Arsitektur Sanksi Indonesia: Sanksi dalam Peraturan UU

advertisement
begin with
Home
Step in
Close in
About Concl
Kelompok 6
Legal
Draftin
Indonesian
Sanction
Architecture
“ SANKSI DALAM PERATURAN UU”
begin with
Home
Step in
Legal
Draftin
Close in
About Concl
Definisi
Sanksi
Sanksi (sanctie) adalah instrumen
pemaksa—ancaman penderitaan yang
menggantikan kekuasaan absolut
dengan mekanisme objektif untuk
menjamin kepatuhan norma.
Kontrol Negara
1. Deterrence (Efek Jera)
2. Prevention (Pencegahan Pelanggaran Baru)
3. Restitution (Pemulihan Keadaan)
4. Retribution (Pembalasan Proporsional)
begin with
Home
Step in
Close in
About Concl
Supremasi Hukum
& Ketertiban Sosial
Perdata
Pidana
Administratif
Mengelola tata kelola Menyelesaikan konflik Merespons perbuatan
antarindividu dan
yang sangat tercela dan
pemerintahan dan
memulihkan hak
mengganggu ketertiban
instrumen kepatuhan
privat.
umum.
birokrasi.
Legal
Draftin
Pemilihan jenis sanksi bukanlah
kebetulan, melainkan Legal Policy
(pilihan kebijakan hukum) yang
didasarkan pada efektivitas dan
sasaran pengaturan.
begin with
Home
Step in
Legal
Draftin
Close in
About Concl
Sanksi Pidana
®
begin with
Home
Step in
Close in
About Concl
Sanksi Pidana
Sanksi pidana merupakan bentuk
sanksi yang paling tajam karena
melibatkan perampasan kemerdekaan,
harta benda, hingga nyawa. Sanksi ini
berupa penderitaan atau nestapa yang
sengaja dibebankan kepada orang yang
melanggar syarat-syarat tertentu dalam
undang-undang.
®
Legal
Draftin
Masa Kolonial
Fokus: Lex Talionis (Pembalasan),
berorientasi pada pemenjaraan dan
penderitaan fisik (overcapacity sistemik).
begin with
Home
Step in
Close in
About Concl
Sanksi Pidana
Sanksi pidana merupakan bentuk
sanksi yang paling tajam karena
melibatkan perampasan kemerdekaan,
harta benda, hingga nyawa. Sanksi ini
berupa penderitaan atau nestapa yang
sengaja dibebankan kepada orang yang
melanggar syarat-syarat tertentu dalam
undang-undang.
®
Legal
Draftin
UU No. 1 Tahun 2023 / KUHP Baru
Paradigma Modern
Fokus: Bersifat korektif, restoratif, dan rehabilitatif.
Tujuan pemidanaan diatur eksplisit (Pasal 51).
Tidak ada lagi pembedaan kejahatan vs. pelanggaran.
begin with
Home
Step in
Close in
About Concl
Sanksi Pidana
Pidana Pokok: Penjara, Tutupan,
Pengawasan, Denda, Kerja Sosial.
Pidana Tambahan: Perampasan barang,
pencabutan hak/izin, ganti rugi,
kewajiban adat (bersifat melengkapi).
Pidana
Khusus:
Pidana
Mati
(diposisikan secara alternatif sebagai
Ultimum Remedium yang sangat
selektif).
®
Legal
Draftin
begin with
Home
1.
Step in
Close in
About Concl
Sanksi Pidana
®
Legal
Draftin
Hak yang Tidak Dapat Dicabut: Meskipun ada sanksi pencabutan
hak, terdapat hak yang bersifat absolut dan tidak bisa dicabut, yaitu
hak kehidupan, hak sipil, dan hak ketatanegaraan.
2. Hak dalam Pidana Kurungan (Hak Pistole): Terpidana kurungan memiliki
hak untuk mengurusi makanan dan alat tidur sendiri atas biaya sendiri.
3.
Hak Restoratif: Dalam paradigma baru, terpidana berhak atas proses
pemasyarakatan dan rehabilitasi untuk memulihkan keseimbangan hukum, bukan
sekadar pembalasan (retribution).
begin with
Home
Step in
Legal
Draftin
Close in
About Concl
Sanksi
Administratif
®
begin with
Home
Step in
Legal
Draftin
Close in
About Concl
Sanksi administratif adalah reaksi
negatif
dari
pemerintah
atas
ketidakpatuhan
terhadap
norma
hukum administrasi. Berbeda dengan
pidana, fokusnya bukan pada
penderitaan pelaku, melainkan pada
penghentian
pelanggaran
dan
pemulihan keadaan (reparatoir).
Sanksi
Administratif
®
Reparatoir (Pemulihan Keadaan)
Fokus bukan pada penderitaan
pelaku, melainkan penghentian
pelanggaran seketika dan pemulihan
keadaan ke situasi semula.
Non-Contentious
(Eksekusi
Sepihak) Dieksekusi sepihak oleh
pemerintah tanpa harus menunggu
proses peradilan panjang.
Karena bersifat sepihak, harus mematuhi Asas-Asas
Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB). Subjek
hukum memiliki hak korektif berupa gugatan ke
Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) untuk
mencegah kesewenang-wenangan.
begin with
Home
Step in
Close in
About Concl
Sanksi
Administratif
®
Legal
Draftin
begin with
Home
Step in
Legal
Draftin
Close in
About Concl
Sanksi Perdata
®
begin with
Home
Step in
Close in
About Concl
Sanksi Perdata
Sanksi perdata bertujuan untuk
memulihkan hak-hak pribadi yang
terlanggar dalam hubungan hukum
antarindividu atau badan hukum. Dasar
utamanya
adalah
Pasal
1365
KUHPerdata mengenai Perbuatan
Melawan Hukum (PMH), yang
mewajibkan pelaku yang bersalah
mengganti kerugian yang ditimbulkan.
®
Legal
Draftin
Bentuk
Ganti Rugi
Pemenuhan
MateriilImmateriil
Prestasi
begin with
Home
Step in
Close in
About Concl
Sanksi Perdata
®
Legal
Draftin
HERE WE GO BRUH, THE CONCLUSION
Supremasi Hukum & Kesejahteraan Beradab tentunya didukung oleh tiga pilar utama:
1. Pidana (Restorasi) Memberikan ruang perbaikan pelaku tanpa mengandalkan
pemenjaraan buta (menghindari over-criminalization).
2. Administratif (Responsivitas) Memastikan pemerintah memiliki alat instan untuk
menjaga fungsionalitas dan ketertiban sistem publik.
3. Perdata (Kepastian) Menjamin hak asasi individu untuk mendapatkan pemulihan dan
kompensasi yang adil.
Sinkronisasi yang tepat antara ketiga rejim sanksi ini bukan sekadar alat penghukuman,
melainkan arsitektur utama untuk mewujudkan keadilan, ketertiban, dan kesejahteraan
umum bagi Indonesia.
THE END....
Download