HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN STRES DENGAN NILAI COMPUTER BASED TEST GANGGUAN SISTEM HEMATOLOGI DAN IMUNOLOGI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI SKRIPSI Oleh : ANGELIQ SHARON 220111010004 Dosen Pembimbing : dr. Siemona Lydia Eunike Berhimpon, MARS dr. Damajanty Hellen Carol Pangemanan, M.Kes, Sp.KKLP, AIFO, AIFM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO 2025 HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN STRES DENGAN NILAI COMPUTER BASED TEST GANGGUAN SISTEM HEMATOLOGI DAN IMUNOLOGI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI SKRIPSI Disusun untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Oleh : ANGELIQ SHARON 220111010004 Dosen Pembimbing : dr. Siemona Lydia Eunike Berhimpon, MARS dr. Damajanty Hellen Carol Pangemanan, M.Kes, Sp.KKLP, AIFO, AIFM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO 2025 LEMBAR PENGESAHAN HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN STRES DENGAN NILAI COMPUTER BASED TEST GANGGUAN SISTEM HEMATOLOGI DAN IMUNOLOGI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI Oleh: ANGELIQ SHARON 220111010004 Telah diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Sarjana Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi pada 21 November 2025 serta dikoreksi dan disetujui oleh: dr. Siemona Lydia Eunike Berhimpon, MARS NIP. 198309212012122001 Dosen Pembimbing I dr. Damajanty Hellen Carol Pangemanan, M.Kes, Sp.KKLP, AIFO, AIFM NIP. 196411281997022001 Dosen Pembimbing II Dr. dr. Herlina Ineke Surjane Wungouw, MsAppSc., M.MedEd., AIFM NIP. 196811091998022001 Koordinator Program Studi Pendidikan Dokter Dr. dr. Billy Johnson Kepel, M.Med.Sc., Sp.KKLP NIP. 196606181996011001 Dekan Fakultas Kedokteran ii LEMBAR PERNYATAAN BEBAS PLAGIARISME Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Angeliq Sharon NIM : 220111010004 Dengan ini saya menyatakan bahwa : 1. Skripsi ini asli dan belum pernah diajukan untuk mendapatkan gelar akademik Sarjana Kedokteran baik di Universitas Sam Ratulangi maupun di Perguruan Tinggi lainnya. 2. Skripsi ini murni gagasan, rumusan dan penelitian saya sendiri, tanpa bantuan dari pihak lain kecuali bimbingan dan arahan dari Pembimbing I, Pembimbing II , dan koreksi dan/atau masukkan dari Penguji I, Penguji II, dan Penguji III. 3. Dalam skripsi ini tidak terdapat karya atau pendapat yang ditulis atau dipublikasikan orang lain kecuali secara tertulis dengan jelas dicantumkan dalam daftar pustaka. 4. Publikasi jurnal yang tekait dengan skripsi ini telah diketahui dan disetujui oleh Pembimbing I dan Pembimbing II. 5. Tanda tangan dosen pembimbing skripsi, koordinator program studi pendidikan dokter dan dekan fakultas kedokteran pada lembar pengesahan adalah asli dan tidak dipalsukan. 6. Pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan apabila di kemudian hari terdapat penyimpangan dan ketidakbenaran dalam penyataan ini, saya bersedia untuk menerima sanksi akademik serta sanksi lainnya sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku di Perguruan Tinggi ini. Manado, 21 November 2025 Yang membuat pernyataan Angeliq Sharon iii KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yesus Kristus, sumber segala hikmat dan kasih, atas anugerah, kekuatan, dan penyertaan-Nya yang senantiasa melimpah dalam setiap proses kehidupan, sehingga penulis akhirnya dapat menyelesaikan skripsi ini di Medical Education Unit dengan judul : “HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN STRES DENGAN NILAI COMPUTER BASED TEST GANGGUAN SISTEM HEMATOLOGI DAN IMUNOLOGI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI” Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk meraih gelar Sarjana Kedokteran (S-1) pada Program Studi Pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Penulis merasa bersyukur dan berbahagia karena akhirnya dapat menuntaskan penulisan skripsi ini. Proses penyusunan tidak terlepas dari berbagai tantangan dan hambatan yang harus dilewati, namun semua dapat diatasi berkat doa, dukungan, serta bimbingan dari banyak pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses penyelesaian karya ini. Maka dari itu penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada: 1. Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng., IPU, ASEAN Eng. selaku Rektor Universitas Sam Ratulangi, Manado. 2. Dr. dr. Billy Johnson Kepel, M.Med.Sc.,Sp.KKLP, selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado. 3. Dr. dr. Herlina I. S. Wungouw, MsAppSc, M.Med.Ed, AIFM, selaku Koordinator Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran iv Universitas Sam Ratulangi dan Dosen Penguji I yang telah memberikan arahan dan saran yang dapat menyempurnakan penulisan skripsi ini. 4. dr. Siemona Eunike Lydia Berhimpon, MARS, selaku Ketua Medical Education Unit Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi dan Dosen Pembimbing I yang telah meluangkan waktu untuk memberi bimbingan, saran, arahan, dan dukungan kepada penulis selama proses penyusunan skripsi. 5. dr. Damajanty Hellen Carol Pangemanan, MKes, Sp.KKLP, AIFM, AIFO selaku Dosen Pembimbing II yang senantiasa meluangkan waktu untuk memberi saran, motivasi dan masukan selama proses penyusunan skripsi. 6. dr. Firginia Pricilia Manoppo, M.Pd.Ked dan dr. Julied Dehoop, M.Pd.Ked, selaku Dosen Penguji II dan III, yang telah memberikan arahan dan saran yang dapat menyempurnakan penulisan skripsi ini. 7. dr. Diana Shintawati Purwanto, M.LabMed, SpPK, selaku Dosen Pembimbing Akademik yang sudah memberikan dukungan dan perhatian kepada penulis selama masa perkuliahan. 8. Mama Kiki tersayang, yang senantiasa mendoakan, memberikan semangat, dan menjadi tempat pulang ternyaman penulis saat melewati hari – hari yang berat, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi. 9. Papa Sonny (alm) tersayang dan oma Aaltje (almh) tercinta, yang selalu menjadi sumber doa dan motivasi bagi penulis. 10. Kepada keluarga: Ma Endang, Ma Ayu, Ma Anti, Om Engky, Christo, Ka Ica, Ma Ae, Pa Den, Ma Eda, dan Om Rudy, yang selalu memberikan v dukungan doa dan semangat kepada penulis selama masa penyusunan skripsi. 11. Sahabat Penulis : Cece, Caca, Dipa, Eca, Nad, Mele, Geil, Fanny, Jenifer, Cantika, Cella, Ella, Gebi, Vio, Nagit, dan Icha yang selalu memberikan pelukan yang hangat, bahu untuk bersandar dan doa yang tulus kepada penulis selama penulisan skripsi. 12. Teman – teman skripsi di bagian Medical Education Unit, Langgeng, Fabio, Fely, Vina, Daniel, dan Alvin dan teman- teman Ruang Tutorial 1 “Biri – biri”: Abi, Indah, Nanda, Lio, Gya, Titin, Niel, Lanen, Fely dan Elim yang selalu memberikan motivasi serta doa sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini. 13. Adik – adik semester 3 angkatan 2024, Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Tahun 2025 yang bersedia untuk menjadi bagian dari penelitian. Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan dan tentu terdapat berbagai keterbatasan. Oleh karena itu, setiap masukan, saran, serta kritik yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan dan peningkatan kualitas karya ini ke depannya. Penulis berharap semoga hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat serta menambah wawasan bagi semua pihak yang memerlukan. Manado, 21 November 2025 Penulis vi ABSTRAK HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN STRES DENGAN NILAI COMPUTER BASED TEST GANGGUAN SISTEM HEMATOLOGI DAN IMUNOLOGI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI Angeliq Sharon1, Siemona L. E. Berhimpon2, Damajanty H. C. Pangemanan3 1 Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia 2 Medical Education Unit, Fakultas Kedokteran, Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia Email : [email protected] Latar belakang: Motivasi belajar dan stres merupakan faktor penting dalam keberhasilan akademik mahasiswa kedokteran. Nilai Computer Based Test (CBT) menjadi salah satu tolok ukur capaian kompetensi kognitif mahasiswa. Tujuan: Menganalisis hubungan motivasi belajar dan stres dengan nilai CBT Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Univesitas Sam Ratulangi. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan studi kohort longitudinal pada 233 mahasiswa semester 3 Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi yang telah memenuhi kriteria inklusi. Motivasi belajar diukur menggunakan kuesioner Motivated Strategies Learning Questionnaire (MSLQ) dan stres diukur menggunakan kuesioner Medical Student Stressor Questionnaire (MSSQ) dan nilai CBT diperoleh dari daftar nilai Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi. Hasil: Hasil dari uji Spearman rho ditemukan korelasi positif signifikan antara motivasi belajar dan nilai CBT (r = 0,763; p = 0,001), serta korelasi negatif signifikan antara tingkat stres dan nilai CBT (r = -0,874; p = 0,001). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dengan arah positif antara motivasi belajar dengan nilai CBT serta terdapat hubungan yang signifikan dengan arah negatif antara tingkat stres dan nilai CBT pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Kata kunci: Motivasi Belajar, Stres, Nilai, Mahasiswa Kedokteran vii ABSTRACK THE RELATIONSHIP BETWEEN LEARNING MOTIVATION AND STRESS WITH COMPUTER-BASED TEST SCORES IN HEMATOLOGY AND IMMUNOLOGY SYSTEM DISORDERS AMONG MEDICAL STUDENTS OF THE FACULTY OF MEDICINE, SAM RATULANGI UNIVERSITY Angeliq Sharon¹, Siemona L. E. Berhimpon², Damajanty H. C. Pangemanan³ 1Medical Student of Faculty of Medicine, Sam Ratulangi University, Manado 2Medical Education Unit, Faculty of Medicine, Sam Ratulangi University, Manado Email : [email protected] Background: Learning motivation and stress are important factors in the academic success of medical students. The Computer-Based Test (CBT) score serves as one of the benchmarks for students’ cognitive competence achievement. Objective: To analyze the relationship between learning motivation and stress with CBT exam scores on the Hematology and Immunology System Disorder among students of the Faculty of Medicine, Sam Ratulangi University. Methods: This research employed a quantitative observational analytic design with a longitudinal cohort study approach involving 233 third-semester students of the Medical Education Study Program, Faculty of Medicine, Sam Ratulangi University, who met the inclusion criteria. Learning motivation was measured using the Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ), and stress was measured using the Medical Student Stressor Questionnaire (MSSQ). CBT exam scores were obtained from the score list of the Hematology and Immunology System Disorder. Results: The Spearman’s rho test found a significant positive correlation between learning motivation and CBT scores (r = 0.763; p = 0.001), as well as a significant negative correlation between stress levels and CBT scores (r = -0.874; p = 0.001). Conclusion: There is a significant positive relationship between learning motivation and CBT examination scores, and a significant negative relationship between stress level and CBT examination scores among students of the Faculty of Medicine, Sam Ratulangi University. Keywords: Learning Motivation, Stress, Scores, Medical Students viii DAFTAR ISI SAMPUL DALAM .................................................................................................. i LEMBAR PENGESAHAN .................................................................................... ii LEMBAR PERNYATAAN BEBAS PLAGIARISME .......................................... iii KATA PENGANTAR ............................................................................................. iv ABSTRAK ............................................................................................................ vii ABSTRACK ........................................................................................................ viii DAFTAR ISI .......................................................................................................... ix DAFTAR TABEL................................................................................................... xi DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ xii DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ xiii BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................1 A. Latar Belakang................................................................................................1 B. Rumusan Masalah...........................................................................................4 C. Tujuan Penelitian ............................................................................................4 1. Tujuan Umum .............................................................................................4 2. Tujuan Khusus ............................................................................................4 D. Manfaat Penelitian ..........................................................................................5 1. Bagi Peneliti ...............................................................................................5 2. Bagi Institusi ...............................................................................................5 3. Bagi Peneliti Selanjutnya............................................................................5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA ..............................................................................6 A. Landasan Teori ...............................................................................................6 1. Motivasi Belajar .........................................................................................6 2. Stres .......................................................................................................... 11 3. Nilai Computer Based Test .......................................................................18 4. Hubungan Motivasi Belajar dan Stres dengan Nilai CBT ........................20 B. Kerangka Teori .............................................................................................22 C. Kerangka Konsep..........................................................................................23 D. Hipotesis .......................................................................................................23 BAB III METODE PENELITIAN.........................................................................24 A. Jenis Penelitian .............................................................................................24 B. Rancangan Penelitian....................................................................................24 C. Lokasi dan Waktu Penelitian ........................................................................24 1. Lokasi Penelitian ......................................................................................24 ix 2. Waktu Penelitian .......................................................................................24 D. Populasi dan Sampel Penelitian....................................................................25 1. Populasi ....................................................................................................25 2. Sampel ......................................................................................................25 E. Kriteria Inklusi dan Eksklusi ........................................................................25 1. Kriteria Inklusi ..........................................................................................25 2. Kriteria Eksklusi .......................................................................................26 F. Identifikasi Variabel Penelitian......................................................................26 1. Variabel Bebas ..........................................................................................26 2. Variabel Terikat .........................................................................................26 G. Definisi Operasional .....................................................................................27 H. Instrumen Penelitian .....................................................................................27 1. Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) .....................28 2. Medical Student Stress Questionnaire (MSSQ) ........................................29 I. Prosedur Pengambilan atau Pengumpulan Data ............................................31 1. Data Primer ...............................................................................................31 2. Data Sekunder...........................................................................................31 J. Pengolahan dan Analisis Data........................................................................31 1. Pengolahan Data .......................................................................................31 2. Analisis data ..............................................................................................32 K. Alur Penelitian ..............................................................................................33 L. Etika Penelitian .............................................................................................33 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN................................................................34 A. Hasil Penelitian.............................................................................................34 1. Karakteristik Responden...........................................................................34 2. Distribusi Kuesioner Motivasi Belajar .....................................................35 3. Distribusi Kuesioner Stres ........................................................................36 4. Distribusi Nilai CBT Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi .......36 5. Gambaran Motivasi Belajar, Stres dan Nilai Computer Based Test .........37 6. Motivasi belajar dengan Nilai CBT GSHI ................................................39 7. Stres dengan nilai CBT GSHI...................................................................41 B. Pembahasan ..................................................................................................43 1. Gambaran Motivasi Belajar, Stres dan Nilai CBT GSHI .........................43 2. Hubungan antara Motivasi Belajar dan Nilai CBT GSHI ........................45 3. Hubungan antara Stres dan Nilai CBT GSHI ...........................................48 4. Hipotesis ...................................................................................................51 C. Kelebihan dan Keterbatasan Penelitian ........................................................51 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .................................................................53 A. Kesimpulan ...................................................................................................53 B. Saran .............................................................................................................53 DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................55 LAMPIRAN ...........................................................................................................60 RIWAYAT HIDUP .................................................................................................78 x DAFTAR TABEL Tabel 1. Nilai CBT .................................................................................................19 Tabel 2. Definisi Operasional .................................................................................27 Tabel 3. Domain Kuesioner Motivasi Belajar ........................................................29 Tabel 4. Domain Kuesioner Stres...........................................................................30 Tabel 5. Distribusi karakteristik responden ............................................................34 Tabel 6. Distribusi Kuesioner Motivasi Belajar Responden ..................................35 Tabel 7. Distribusi Kuesioner Stres Responden .....................................................36 Tabel 8. Distribusi nilai computer based test .........................................................36 Tabel 9. Gambaran berdasarkan karakteristik ........................................................38 Tabel 10. Uji korelasi spearman rho motivasi belajar dengan nilai computer based test ..........................................................................................................................39 Tabel 11. Domain Motivasi Belajar .......................................................................40 Tabel 12. Uji korelasi Spearman rho stres dengan nilai computer based test ........41 Tabel 13. Domain Stres ..........................................................................................42 xi DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Kerangka Teori`....................................................................................22 Gambar 2. Kerangka Konsep .................................................................................23 Gambar 3. Alur Penelitian ......................................................................................33 xii DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Ethical Clearance ..............................................................................60 Lampiran 2. Informed Consent ..............................................................................61 Lampiran 3. Kuesioner Penelitian ..........................................................................62 Lampiran 4. Hasil penelitian SPSS ........................................................................66 Lampiran 5. Hasil Pengolahan Data.......................................................................71 Lampiran 6. Domain Motivasi Belajar dan Stres ...................................................76 xiii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan kedokteran akan ditempuh dalam jangka waktu yang tidak singkat dan mahasiswa akan diperhadapkan dengan tekanan dan tuntutan untuk mempertahankan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang tinggi agar bisa lulus dengan hasil yang memuaskan (1). Tuntutan tersebut dapat menimbulkan stres, yaitu respon fisiologis dan psikologis terhadap tuntutan yang dirasakan apabila melebihi kapasitas seseorang (2). Pada saat yang sama, keberhasilan belajar tidak hanya dipengaruhi oleh stres, tetapi juga oleh minat belajar. Ketika mahasiswa memiliki minat belajar yang tinggi maka mahasiswa tersebut dapat membangkitkan motivasi belajarnya sendiri (1,3). Motivasi belajar adalah faktor pendorong yang menggerakkan mahasiswa untuk memulai, mempertahankan, dan mengarahkan proses belajar mahasiswa, guna mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Motivasi ini memainkan peran penting dalam memastikan kelangsungan dan keberhasilan kegiatan belajar, serta dalam memfokuskan upaya mahasiswa pada pencapaian hasil yang diharapkan(4). Oleh karena itu, penting untuk mengetahui faktor – faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar pada mahasiswa (5,6). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) pada tahun 2023 menunjukkan bahwa 2% penduduk Indonesia yang berusia ≥15 tahun mengalami masalah kesehatan jiwa, termasuk stres, dan dengan angka di Sulawesi Utara sedikit lebih rendah, yaitu 1,9%. SKI juga mengungkapkan bahwa prevalensi stres cenderung lebih tinggi 1 pada kelompok usia muda yang sedang menempuh pendidikan, terutama di jenjang perguruan tinggi (7). Penelitian yang dilakukan oleh Sahu et al pada tahun 2020 telah menunjukkan prevalensi stres di kalangan mahasiswa kedokteran berkisar 48% (8). Penelitian terdahulu juga yang di lakukan di Arab Saudi mengenai tingkat stres pada mahasiswa kedokteran menunjukkan bahwa prevalensi stres berbeda menurut tingkat pendidikan, yaitu sebesar 74,2% pada mahasiswa tahun pertama, 69,8% pada tahun kedua, 48,6% pada tahun ketiga, dan 30,4% pada mahasiswa tahun keempat (9,10). Pada penelitian yang dilakukan oleh Azifa et al di tahun 2025 menyatakan bahwa stresor memiliki pengaruh yang signifikan terhadap gagasan bunuh diri terutama pada mahasiswa kedokteran dengan hasil nilai p = 0,000 (p < 0,05) (11). Penelitian yang dilakukan di Universitas Islam Al – Mataram tahun 2023 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan motivasi belajar, dimana hasil p-value sebesar 0.000 (<0,05) (4). Hasil analisis statistik dari penelitian yang dilakukan oleh Ajhie et al di Universitas Sam Ratulangi pada tahun 2025 menemukan bahwa sebagian besar mahasiswa kedokteran mengalami stres berat sebesar 46,8%, meskipun 97,1% mahasiswa tetap memiliki motivasi belajar tinggi. Analisis statistik dari penelitian tersebut menunjukkan terdapat hubungan antara stres dengan motivasi belajar (p = 0,002) (12). Berdasarkan berbagai penelitian sebelumnya, diketahui bahwa stres dan motivasi belajar berpengaruh terhadap kondisi akademik mahasiswa yang sebagian besar menilai aspek psikologis dengan nilai modul yang dimana sudah di akumulasi dengan nilai tutorial, praktikum dan tugas (13–16). 2 Di sisi lain penulis secara spesifik ingin mengkaji hubungan stres dan motivasi belajar dengan nilai CBT pada mahasiswa kedokteran. Dalam pendidikan kedokteran, evaluasi pembelajaran berperan penting untuk mengukur capaian kompetensi mahasiswa sesuai tingkat kemampuan kognitif berdasarkan Taksonomi Bloom yang mencakup enam jenjang, yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi (17). Dalam pendidikan akademik kedokteran, ujian modul atau blok umumnya menilai kemampuan kognitif tingkat rendah hingga menengah (C1–C3), sedangkan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) sebagai exit examination nasional menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi (C4–C6) yang mencakup analisis kasus, penalaran klinis, dan pengambilan keputusan medis (18). Dengan demikian, penerapan Computer-Based Test (CBT) pada ujian modul dalam pendidikan kedokteran bisa digunakan untuk menilai atau mengetahui kemampuan kognitif sekaligus bentuk pelatihan (training) dalam menghadapi UKMPPD, karena CBT memiliki format dan karakteristik soal berbasis kasus yang serupa, sehingga dapat membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan klinis (19). Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti tertarik melakukan penelitian ini dengan menggunakan nilai CBT sebagai indikator objektif hasil belajar. Adapun modul Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi (GSHI) dipilih karena berdasarkan data akademik dari tim modul pada angkatan 2022 didapati 69 mahasiswa yang menjawab benar dibawah 50 dari 100 soal modul tersebut. Berdasarkan Penelitian yang dilakukan di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa pada tahun 2022 yang mengatakan bahwa nilai CBT yang rendah mencerminkan bahwa tingkat kognitif mahasiswa pada 3 materi tersebut masih rendah (20). Dengan demikian, penting untuk diteliti lebih lanjut faktor – faktor yang berpotensi mempengaruhi nilai CBT, termasuk stres dan motivasi belajar mahasiswa. B. Rumusan Masalah Apakah terdapat hubungan motivasi belajar dan stres dengan nilai computer based test Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi? C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum Untuk mengetahui hubungan motivasi belajar dan stres dengan nilai computer based test Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. 2. Tujuan Khusus a. Mengetahui gambaran motivasi belajar pada Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi. b. Mengetahui gambaran stres pada Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi. c. Mengetahui gambaran nilai computer based test pada Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi. d. Menganalisis hubungan motivasi belajar dengan nilai computer based test pada Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi. e. Menganalisis hubungan motivasi belajar dengan nilai computer based test pada Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi. 4 D. Manfaat Penelitian 1. Bagi Peneliti Menambah pengetahuan dan pemahaman serta pengalaman dalam melakukan analisis mengenai hubungan motivasi belajar dan stres dengan nilai CBT pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. 2. Bagi Institusi Dapat menjadikan penelitian ini sebagai pengetahuan dan evaluasi untuk mengantisipasi terjadinya stres akademik dan meningkatkan motivasi belajar pada mahasiswa fakultas kedokteran. 3. Bagi Peneliti Selanjutnya Penelitian ini dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya untuk mengkaji lebih lanjut hubungan motivasi belajar dan stres dengan nilai CBT, serta mengembangkan penelitian dengan variabel, metode, atau sampel yang lebih luas. 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Motivasi Belajar a. Definisi Motivasi Belajar Istilah motivasi berasal dari bahasa Latin movore yang berarti dorongan atau kekuatan untuk bergerak(21). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), motivasi dijelaskan sebagai dorongan yang muncul secara sadar maupun tidak sadar untuk melakukan tindakan dengan tujuan tertentu, sebagai usaha yang menimbulkan gerakan pada individu maupun kelompok agar melakukan sesuatu demi mencapai tujuan yang diharapkan atau memperoleh kepuasan dari tindakannya (21,22). Menurut Abraham Maslow, motivasi merupakan sesuatu yang bersifat terus-menerus, tidak pernah habis, berfluktuasi, dan kompleks. Abraham memandang motivasi sebagai aspek universal yang melekat dalam hampir semua aktivitas makhluk hidup. Sementara itu, Bernard A.W. mendefinisikan motivasi sebagai fenomena yang mendorong perilaku manusia menuju tujuan tertentu, meskipun sebelumnya tidak ada kecenderungan atau pergerakan ke arah tujuan tersebut. Dengan kata lain, motivasi berfungsi sebagai dorongan untuk memperluas usaha atau melaksanakan tindakan dalam rangka mencapai target tertentu. Anwar Prabu Mangkunegara juga berpendapat bahwa motivasi adalah kondisi yang mampu membangkitkan, mengarahkan, serta mempertahankan 6 perilaku seseorang, khususnya dalam kaitannya dengan lingkungan kerja (23). Motivasi memiliki peran yang sangat penting dalam proses belajar di perguruan tinggi. Tingginya tujuan yang ingin dicapai melalui belajar akan mendorong meningkatnya motivasi. Semakin besar motivasi belajar, maka semakin kuat aktivitas belajar yang akan dilakukan, pola perilaku tersebut dikenal sebagai proses motivasi belajar. Dengan demikian, motivasi belajar mahasiswa dapat diartikan sebagai dorongan internal yang menyeluruh untuk menciptakan kegiatan belajar yang berkesinambungan serta terarah, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai (24). b. Jenis – Jenis Motivasi Belajar Motivasi belajar berdasarkan sumbernya dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu (25): 1) Motivasi Intrinsik Motivasi intrinsik adalah dorongan yang muncul dari dalam diri individu tanpa dipengaruhi paksaan atau rangsangan eksternal. Contohnya, seorang mahasiswa belajar dengan kesadaran sendiri karena merasa puas dengan proses belajar yang dijalani, bukan karena menginginkan pujian atau hadiah, tetapi karena ingin memahami materi dan mendapatkan nilai tinggi sebagai bentuk pencapaian pribadi. Individu dengan motivasi intrinsik cenderung lebih mandiri dalam proses belajar, sebab aktivitas belajar dianggap sebagai kebutuhan (25). 7 2) Motivasi Ekstrinsik Motivasi ekstrinsik muncul karena adanya pengaruh dari luar individu, baik dari orang lain maupun lingkungannya. Tujuan belajar pada motivasi ini bukan terletak pada proses memahami materi, melainkan pada faktor eksternal. Contohnya, seorang mahasiswa belajar karena dorongan orang tua untuk memperoleh nilai tinggi (25). c. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Faktor – faktor yang mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa sebagai berikut(26): 1) Cita – Cita atau Aspirasi Mahasiswa Mahasiswa yang memiliki tujuan atau cita-cita yang ingin dicapai akan lebih bersemangat dalam belajar. Pencapaian cita-cita dianggap sebagai wujud keberhasilan diri sehingga dapat memperkuat dorongan belajar (26). 2) Kemampuan Belajar Kemampuan seperti konsentrasi, pemahaman, daya ingat, dan pola pikir berperan penting dalam proses belajar. Mahasiswa yang memiliki kemampuan belajar baik lebih sering berhasil, dan keberhasilan tersebut akan semakin meningkatkan motivasi belajar (26). 3) Kondisi Mahasiswa Faktor fisik dan psikologis sangat mempengaruhi motivasi. Mahasiswa yang sehat secara jasmani dan emosional biasanya lebih 8 bersemangat, sedangkan kondisi seperti sakit, lelah, atau tekanan emosional cenderung menurunkan motivasi (26). 4) Kondisi Lingkungan Belajar Lingkungan keluarga, kampus, maupun masyarakat yang tertib, nyaman, dan mendukung dapat memperkuat semangat belajar. Sebaliknya, lingkungan yang penuh tekanan dapat menurunkan motivasi mahasiswa (26). 5) Unsur – unsur Dinamis Belajar Faktor yang sifatnya tidak tetap seperti emosi, semangat, dan suasana belajar dapat berubah sewaktu-waktu. Kondisi positif merupakan kondisi yang dapat mendukung mahasiswa untuk belajar, seperti perasaan tenang, percaya diri, dan antusias, yang dapat memperkuat motivasi, sebaliknya kondisi negatif dapat menghambat belajar, seperti cemas berlebihan, stres akademik, dan perasaan tidak mampu, yang dapat menurunkan motivasi (26). 6) Upaya Tenaga Pengajar Membelajarkan Mahasiswa Penyampaian materi yang menarik, interaktif, dan adanya evaluasi yang baik dapat meningkatkan minat belajar mahasiswa. Sebaliknya, metode pengajaran yang monoton berpotensi menurunkan motivasi (26). 7) Adanya Stresor di Perkuliahan Kesulitan memahami mata kuliah, nilai yang rendah, atau persaingan antar mahasiswa dapat menimbulkan stres. Peningkatan 9 stres berlebihan sering kali berdampak pada turunnya motivasi belajar (26). d. Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) merupakan instrumen yang digunakan untuk menilai orientasi motivasi mahasiswa serta strategi yang mereka terapkan dalam proses belajar. Kuesioner ini terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu aspek motivasi belajar dan aspek strategi pembelajaran. Bagian motivasi terdiri atas 6 domain, sedangkan bagian strategi belajar mencakup 9 domain, sehingga secara keseluruhan terdapat 15 domain yang diukur melalui Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) (21). Penelitian oleh Lisiswanti menggunakan Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Lembaga Bahasa Universitas Lampung, dengan hasil validitas 0,3 dan reliabilitas 0,846 (21,27). Studi serupa di Universitas Warmadewa pada 190 mahasiswa kedokteran juga menunjukkan seluruh butir pada bagian motivasi belajar valid (r hitung > 0,142) dengan reliabilitas tinggi (cronbach’s alpha 0,89). Instrumen ini menggunakan skala Likert 1–7, mulai dari “sangat tidak sesuai dengan saya” hingga “sangat sesuai dengan saya”. Skor motivasi dikelompokkan menjadi tiga kategori: rendah (31–93), sedang (94–155), dan tinggi (156–217) (21). 10 2. Stres a. Definisi Stres Istilah stress berasal dari bahasa Inggris. Menurut kamus Oxford, stres memiliki 6 makna yang berbeda dan tergantung pada bidang penggunaannya. Definisi tersebut mencakup; rasa tertekan atau cemas akibat masalah dalam kehidupan seseorang, tekanan fisik yang diberikan pada suatu benda hingga dapat merusaknya atau mengubah bentuknya, penekanan atau perhatian khusus terhadap sesuatu, penekanan suara yang diberikan ketika melafalkan kata tertentu, tekanan atau aksen tambahan yang digunakan dalam musik serta gangguan kesehatan yang timbul akibat kondisi fisik yang tidak seimbang (28). Pada tahun 2023, World Health Organization (WHO) menyatakan stres adalah perasaan tertekan atau cemas yang muncul ketika seseorang menghadapi masalah atau situasi yang berat. Kondisi ini sebenarnya merupakan reaksi normal tubuh untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan. Hampir semua orang pernah merasakan stres, tetapi yang paling penting adalah bagaimana cara seseorang mengelola stres tersebut, karena respon stres sangat mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan (29). Menurut American Institute of Stress menyebutkan bahwa sebenanya tidak ada definisi yang pasti untuk stres, dikarenakan setiap individu memiliki respon yang berbeda terhadap stres. National of Association of School Psychologist juga menjelaskan bahwa stres adalah perasaan yang tidak menyenangkan dan ditunjukkan dengan cara yang berbeda – beda (30,31). 11 Menurut Cornelli stres merupakan gangguan yang ada pada tubuh dan pikiran yang dapat disebabkan oleh tuntutan kehidupan dan dipengaruhi oleh lingkungan. Sarafino juga mengatakan bahwa stres adalah kondisi yang disebabkan oleh interaksi antar individu dengan lingkungan dan munculnya persepsi jarak antara tuntutan – tuntutan yang disebabkan oleh keadaan yang bersumber pada sistem biologis, psikologis dan sosial seseorang (30). Maka dari definisi – definisi yang ada diatas, dapat disimpulkan bahwa stres merupakan kondisi individu yang diakibatkan oleh macam macam tuntutan yang berlebih dan bersumber dari aspek biologis, psikologis dan sosial serta juga dapat bersifat mengancam dan membahayakan individu tersebut. Makanya timbul perubahan yang terjadi pada sistem fisik, kognitif dan tingkah laku (30). b. Klasifikasi dan Jenis – Jenis Stres Stres bisa diklasifikasikan berdasarkan pengaruhnya terhadap individu (eustress dan distress), sifat stresor (fisiologis dan psikologis) dan waktu pemaparan stresor (akut atau jangka pendek dan kronik ataujangka panjang) (5,32). Pada umumnya stres dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan pengaruh terhadap individu: yaitu Eustress dan Distress (13). Eustress atau stres positif merupakan bentuk stres yang justru memberikan manfaat, Misalnya menjelang ujian, karena tubuh menghasilkan hormon adrenalin maka hal ini akan membuat seseorang akan lebih bersemangat dan dapat membantu meningkatkan fokus (13). 12 Distress atau stres negatif merupakan stres yang menimbulkan dampak merugikan bagi tubuh. Distress biasanya muncul akibat tekanan berlebih yang tidak dapat ditoleransi oleh tubuh, sehingga menimbulkan gejala seperti mual, tekanan darah tinggi, rasa gugup, penurunan minat belajar, hingga gangguan fisik lainnya (13). Stres negatif ini juga dapat menimbulkan rasa malas, seperti enggan bangun pagi, merasa lemas ketika harus beraktivitas, hingga enggan bertemu orang lain. Jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, maka dapat mengakibatkan kelelahan fisik maupun mental (13,33). Selanjutnya ada stres yang berdasarkan stresor : 1) Stres Fisiologis Stres fisiologis merupakan respons tubuh terhadap pemicu stres yang bersifat fisik (34). Stres ini muncul sebagai reaksi tubuh terhadap stresor internal maupun eksternal keseimbangan homeostasis. yang dapat mengganggu Contoh kondisi yang termasuk stres fisiologis antara lain penyakit, cedera, kurang tidur, hingga kekurangan nutrisi. Faktor-faktor tersebut dapat mengaktifkan jalur stres fisiologis dan berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan serta kesejahteraan individu (35). 2) Stres Psikologis Stres psikologis muncul ketika individu menghadapi emosi yang intens, misalnya rasa cemas, sedih, takut, ataupun marah. Pada kondisi ini tubuh akan mengaktifkan mekanisme fisiologis yang dikenal dengan respons “fight or flight”. Respons “fight or flight” adalah respons 13 fisiologis tubuh terhadap ancaman atau stres psikologis, di mana tubuh secara otomatis memilih untuk menghadapi ancaman (fight) atau menghindarinya (flight) sebagai upaya bertahan. (34). Sumber stres psikologis umumnya berkaitan dengan aspek kognitif dan emosional, seperti persepsi terhadap ancaman, rasa khawatir, atau munculnya pikiran negatif. Beberapa contoh pemicu stres jenis ini antara lain, tuntutan akademik, perbandingan dengan orang lain, maupun ekspektasi yang dibebankan oleh diri sendiri (5,35). Stres berdasarkan jangka waktu pemaparan stresor: 1) Stres Akut Stres akut adalah jenis stres yang muncul secara cepat sebagai reaksi tubuh terhadap suatu keadaan yang dipersepsikan berbahaya atau mengancam yang biasanya berlangsung beberapa menit hingga beberapa hari (36). Kondisi ini sering memunculkan gejala kecemasan yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bagi individu yang mengalaminya (37). 2) Stres Kronik Stres kronik merupakan kondisi stres yang terjadi dalam jangka waktu lama biasanya berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, akibat tekanan yang terus-menerus dan sering kali sulit untuk dikendalikan. Jenis stres ini dapat timbul akibat faktor tekanan pekerjaan, kesulitan finansial, konflik dalam hubungan interpersonal, maupun perubahan besar dalam lingkungan. Stres yang berkepanjangan dapat menimbulkan gangguan baik fisik maupun emosional, menurunkan 14 produktivitas, serta berdampak negatif terhadap kualitas interaksi sosial seseorang (36). c. Tingkat Stres Tingkat stres pada setiap orang dapat bervariasi karena kemampuan tubuh dalam merespons stresor berbeda-beda sesuai kapasitas masing – masing individu. Secara umum, stres dapat dikategorikan menjadi 3 tingkatan, yaitu (12): 1) Stres Ringan Jenis stres ini dialami hampir semua orang karena bersifat wajar dan berlangsung singkat, biasanya hanya dalam hitungan menit hingga beberapa jam. Contohnya adalah rasa jengkel akibat terjebak macet, perasaan setelah dimarahi seseorang, atau lupa membawa barang penting. Gejala yang muncul biasanya ringan, seperti tubuh terasa lemas, bibir kering, rasa takut terhadap ketidakpastian, serta keringat berlebihan (12). 2) Stres Sedang Stres ini dapat berlangsung lebih lama, mulai dari beberapa jam hingga berhari-hari. Contohnya yaitu kecemasan ketika harus melakukan presentasi di depan umum atau konflik dengan teman. Gejala yang sering muncul antara lain mudah lelah, sulit tidur atau beristirahat, mudah tersinggung, serta merasa cemas (12). 15 3) Stres Berat Tingkat stres ini berlangsung dalam periode yang lebih panjang, bahkan bisa sampai beberapa minggu. Stres berat akan memberikan dampak jika dalam situasi seperti ada masalah finansial, konflik yang tidak kunjung selesai, atau perasaan kekurangan dalam hidup dapat menjadi pemicu. Dampaknya dapat berupa hilangnya motivasi, munculnya rasa putus asa, merasa hidup tidak berarti, hingga kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari (12). d. Sumber Stres Menurut Yusoff, pemicu stres pada mahasiswa kedokteran dibagi dalam 6 kelompok, yaitu (38): 1) Academic Related Stresors (ARS) Penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab stres pada mahasiswa adalah ujian, tes, tekanan waktu, serta keterlambatan dalam menyelesaikan tugas. Mahasiswa yang menaruh ekspektasi terlalu tinggi pada dirinya cenderung lebih rentan mengalami gangguan psikologis, terutama karena adanya tuntutan untuk memperoleh prestasi akademik yang tinggi(38). 2) Intrapersonal and Interpersonal Related Stresors (IRS) Konflik internal dalam diri (intrapersonal) maupun interaksisosial dengan orang lain (interpersonal) juga menjadi faktor stres bagi mahasiswa kedokteran. Contohnya meliputi kurangnya motivasi belajar, perselisihan dengan sesama mahasiswa, serta konflik dengan dosen atau staf pengajar (38). 16 3) Teaching and Learning Related Stresors (TLRS) Stresor lain berasal dari proses pembelajaran, seperti ketidakpuasan terhadap kualitas kuliah, bimbingan, maupun umpan balik dari dosen. Kurangnya kejelasan mengenai apa yang diharapkan dari mahasiswa juga dapat memicu tekanan (38). 4) Social Related Stresors (SRS) Ketidakpuasan dalam aktivitas sosial berhubungan dengan gangguan psikologis pada mahasiswa kedokteran. Selain itu, pengalaman menghadapi pasien yang sakit parah atau meninggal, serta ketidakmampuan menjawab pertanyaan pasien dengan tepat, turut menjadi sumber stres (38). 5) Drive and Desire Related Stressors (DRS) Tekanan dari faktor eksternal seperti politik atau keluarga, ketakutan dalam memilih jalur karier yang dianggap keliru, hingga ketidakyakinan atau ketidakinginan untuk melanjutkan studi kedokteran, dapat menjadi pemicu stres tersendiri (38). 6) Group Activities Related Stresors (GARS) Lingkungan belajar berbasis kelompok juga dapat menimbulkan stres, baik dari segi interaksi dengan tutor, rekan sejawat, maupun pasien. Selain itu, adanya dorongan atau tuntutan dari orang lain untuk selalu berprestasi tinggi dalam aktivitas kelompok menambah beban psikologis mahasiswa (38). 17 e. Medical Student Stressor Questionnaire (MSSQ) Medical Student Stressor Questionnaire (MSSQ) merupakan instrumen yang dikembangkan oleh Yusoff & Rahim pada tahun 2010 untuk mengukur tingkat stres pada mahasiswa kedokteran. Instrumen ini terdiri atas 40 butir pertanyaan yang mencakup berbagai faktor penyebab stres selama menempuh pendidikan kedokteran. MSSQ mengelompokkan stresor ke dalam 6 dimensi utama, yaitu Academic Related Stressors (ARS), Intrapersonal and Interpersonal Related Stressors (IRS), Teaching and Learning Related Stressors (TLRS), Social Related Stressors (SRS), Drive and Desire Related Stressors (DRS), serta Group Activities Related Stressors (GARS). Pengukuran MSSQ menggunakan skala Likert dengan skala 0 – 4 dengan makna “tidak menyebabkan stres” sampai dengan “menyebabkan stres yang sangat berat”. Pada tahun 2010 MSSQ Kuesioner ini telah dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas oleh Yusoff et al dengan nilai cronbach’s alpha adalah sebesar 0,95 (38). 3. Nilai Computer Based Test a. Modul Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi Modul Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi (GSHI) diajarkan kepada mahasiswa semester 3 program studi pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Modul ini mempelajari mengenai penyakit atau gangguan yang berhubungan dengan Hematologi dan Imunologi. Modul ini merupakan modul gangguan pertama yang akan dipelajari oleh mahasiswa semester 3. 18 Modul Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi (GSHI), proses pembelajaran modul ini menggunakan metode Student Centered Learning (SCL) yang menekankan pada keaktifan dan kemandirian mahasiswa. Selain itu, diterapkan juga pendekatan Problem Based Learning (PBL) melalui kuliah pakar dan tutorial, sehingga mahasiswa dapat mengaitkan teori dengan permasalahan nyata serta mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan di masa depan (5). Ujian modul Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi dilaksanakan secara Computer Based Test (CBT) dengan soal berbentuk pilihan ganda (multiple choice question) dan berjumlah 100 soal. Batas kelulusan ditetapkan pada nilai akhir di modul ini dengan minimal 60%. Mahasiswa yang mendapatkan nilai C+ atau C dinyatakan lulus sedangkan mahasiswa yang memperoleh nilai D atau E dinyatakan tidak lulus dan berdasarkan keputusan rektor Universitas Sam Ratulangi pada tahun 2025, mahasiswa yang mendapatkan nilai C, C+, D, atau E diberikan kesempatan satu kali untuk mengikuti ujian remedial (39). Tabel 1. Nilai CBT Nilai Computer Based Test Jumlah Benar A <80 B+ 75,00 – 79,00 B 70,00 – 74,99 C+ 65,00 – 69,99 C 60,00 – 64,99 D 55,00 – 59,99 E <55 19 Berdasarkan tabel 1, nilai CBT diatas 60% dengan rentang jawaban benar 60 – 100 dan berdasarkan keputusan rektor nilai ini berada di kategori A, B+, B, C+, C, D dan E, yang dinyatakan lulus. b. Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar dibagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal (5,6): 1) Faktor Internal Aspek yang diperhatikan meliputi fisik, seperti kondisi kesehatan organ tubuh; psikologis, yang mencakup intelektual, emosional, dan motivasi; kemampuan kognitif termasuk tingkat kecerdasan dan bakat; serta sosial, seperti keterampilan dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar (5,6). 2) Faktor Eksternal Hal ini mencakup variasi serta tingkat kesulitan materi yang dipelajari, kurikulum yang digunakan, kualitas pengajar, ketersediaan sarana dan prasarana, hingga sistem manajemen yang berlaku. Selain itu, faktor lain yang turut berpengaruh adalah lokasi belajar, iklim dan suasana lingkungan, serta budaya belajar yang berkembang di masyarakat (5,6). 4. Hubungan Motivasi Belajar dan Stres dengan Nilai Computer Based Test Penelitian Dedek et al di Universitas Muhammadiyah Surakarta melaporkan adanya hubungan signifikan antara tingkat stres dengan prestasi belajar mahasiswa kedokteran (40). Namun, hasil berbeda ditunjukkan oleh 20 Waani et al di Universitas Sam Ratulangi pada tahun 2025 yang menemukan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan capaian akademik mahasiswa (5). Penelitian yang dilakukan di Universitas Malahayati pada tahun 2021 oleh Lutfianawati et al menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat stres dengan motivasi belajar pada mahasiswa kedokteran dengan nilai signifikansi sebesar p = 0.001 (<0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa stres memiliki pengaruh kuat terhadap motivasi belajar mahasiswa (41). Stres belajar sendiri merupakan kondisi psikologis individu yang merasa tertekan akibat persepsi dan penilaian terhadap beban akademik, yang dapat diartikan sebagai kejenuhan yang muncul akibat rutinitas belajar yang terusmenerus. Sementara itu, motivasi belajar diartikan sebagai dorongan dari dalam diri maupun lingkungan yang memampukan siswa melakukan perubahan ke arah perbaikan. Selain itu, stres yang tidak menurunkan motivasi belajar pada beberapa individu dikarenakan stres tersebut bersifat positif (eustres) atau karena individu tersebut mampu mengelola stres secara efektif, sehingga stres tidak berubah menjadi stres negatif (distress) yang mengganggu proses belajar. 21 B. Kerangka Teori Gambar 1. Kerangka Teori` 22 C. Kerangka Konsep Gambar 2. Kerangka Konsep D. Hipotesis H0 : Tidak terdapat hubungan antara motivasi belajar dan stres dengan nilai computer based test Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi H1 : Terdapat hubungan antara motivasi belajar dan stres dengan nilai computer based test Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. 23 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. B. Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dan menggunakan pendekatan studi kohort longitudinal. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner dan penelitian ini akan dilakukan dua kali pengambilan data, yaitu kuesioner motivasi belajar yang akan diisi oleh responden sebelum memasuki modul Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi, serta kuesioner stres yang diisi setelah mahasiswa menyelesaikan ujian modul tersebut. Nilai Computer Based Test (CBT) Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi akan diperoleh dari bagian program studi pendidikan dokter. C. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado 2. Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli – Desember tahun 2025 24 D. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi Populasi target pada penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Unversitas Sam Ratulangi Manado. Populasi terjangkau pada penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2024 semester 3 program studi pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Unversitas Sam Ratulangi. 2. Sampel Penelitian ini mengambil sampel menggunakan teknik total sampling. Total sampling ini merupakan teknik pengambilan sampel yang jumlah sampel dipakai sama besar dengan jumlah populasinya. Jumlah sampel yang dipakai dalam penelitian ini berjumlah 233 mahasiswa. E. Kriteria Inklusi dan Eksklusi 1. Kriteria Inklusi a. Mahasiswa angkatan 2024 program studi pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi yang masih aktif. b. Bersedia menjadi subjek dalam penelitian ini dengan mengisi informed consent. c. Mahasiswa yang mengikuti ujian Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi. d. Mahasiswa yang mengisi kuesionar motivasi belajar dan stres dengan baik dan lengkap. 25 2. Kriteria Eksklusi a. Mahasiswa yang mengalami kondisi khusus (misalnya sakit atau cuti akademik) sehingga tidak dapat mengikuti seluruh rangkaian penelitian. F. Identifikasi Variabel Penelitian 1. Variabel Bebas Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah motivasi belajar dan stres. 2. Variabel Terikat Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah nilai computer based test pada Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi. 26 G. Definisi Operasional Tabel 2. Definisi Operasional Variabel Definisi Alat Ukur Hasil Ukur Skala Stres Stres merupakan tekanan mental akibat rasa takut yang berlebih terhadap kemungkinan untuk gagal dalam proses perkuliahan Kuesioner MSSQ (Medical Student Stres Questionnaire) yang terdiri dari 40 pertanyaan Stres ringan (0 – 1,93) Stres sedang (1,94 – 2,06) Stres berat (2,07 – 4,00) Ordinal Motivasi Belajar Motivasi belajar adalah dorongan atau motif psikologis dari dalam atau dari luar diri seseorang. Kuesioner MSLQ (Motivated Strategies for Learning Questionnaire) yang terdiri dari 31 pertanyaan Motivasi rendah (31-93) Motivasi sedang (94-155) Motivasi tinggi (156-217) Ordinal Nilai computer based test Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi Hasil belajar kognitif mahasiswa berupa skor ujian Computer Based Test (CBT) pada Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi. Nilai computer based test berjumlah 100 soal dan nilai akan diambil dari tim modul Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi dengan maksimal nilai benar 100 dan minimal nilai benar 0 Nilai computer based test 0 - 100 Rasio Nilai computer based test untuk gambaran karakteristik : A : >80 B+ :75 – 79,99 B :70,00 – 74,99 C+ : 65 – 69,99 C : 60 – 64,99 D : 55 - 59 E :<55 Ordinal H. Instrumen Penelitian Instrumen Penelitian ini menggunakan google form yang berisikan informed consent dan dua jenis kuesioner yaitu: 27 1. Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) Kuesioner Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) terdiri dari dua bagian yaitu motivasi belajar dan strategi belajar. Pada penelitian ini peneliti hanya menggunakan bagian motivasi belajar sesuai dengan variabel penelitian. Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) bagian motivasi belajar terdiri dari 31 pertanyaan dengan 6 domain. Pengukuran Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) menggunakan skala Likert dengan skala 1 – 7 dengan makna “sangat tidak sesuai dengan saya” sampai dengan “sangat sesuai dengan saya” (21). Kuesioner ini sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dan telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas oleh Lembaga Bahasa Universitas Lampung. Hasil uji validitas sebesar 0,3 dan reliabilitas sebesar 0,846. Maka dapat dikatakan bahwa kuesioner Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) berbahasa Indonesia ini sudah valid dan reliabel. Validitas dan reliabilitas dari kuesioner ini di bagian motivasi belajar juga telah dilakukan pengujian dan didapati hasil r hitung >0,142 untuk setiap butir dan reliabilitas sebesar 0,89 yang bisa diartikan bahwa Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) bagian motivasi belajar adalah valid dan reliabel (21). Kriteria penilaian motivasi belajar : a. Motivasi rendah : Apabila skor yang didapati 31 – 93 b. Motivasi sedang : Apabila skor yang didapati 94 – 155 c. Motivasi tinggi : Apabila skor yang didapati 156 – 217 28 Tabel 3. Domain Kuesioner Motivasi Belajar Domain Butir pertanyaan Orientasi tujuan intrinsik Orientasi tujuan ekstrinsik Nilai tugas Kontrol terhadap pembelajaran Kepercayaan diri (self-efficacy) dalam belajar dan performa Kecemasan ujian 1, 16, 22, 24 7, 11, 13, 30 4, 10, 17, 23, 26, 27 2, 9, 18, 25 5, 6, 12, 15, 20, 21, 29, 31 3, 8, 14, 19, 28 2. Medical Student Stress Questionnaire (MSSQ) Kuesioner ini digunakan sebagai instrumen untuk mengukur tingkat stres yang dirasakan oleh responden yang merupakan mahasiswa angkatan 2024 atau mahasiswa semester 3 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Pengukuran MSSQ menggunakan skala Likert dengan skala 0 – 4 dengan makna “tidak menyebabkan stres” sampai dengan “menyebabkan stres yang sangat berat” (38). Kuesioner MSSQ ini telah dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas oleh Yusoff et al pada tahun 2010 dengan nilai cronbach’s alpha adalah sebesar 0,95. Kriteria penilaian tingkat stres (38): a. Stres ringan : Apabila skor yang didapat 0 – 1,00 b. Stres sedang : Apabila skor yang didapat 1,01 – 2,00 c. Stres berat : Apabila skor yang didapat 2,02 – 3,00 d. Stres sangat berat : Apabila Skor yang didapat 3,01 – 4,00 Tingkat stres dikategorikan menjadi empat (rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi). Namun, dalam penelitian ini kategori tersebut digabung menjadi tiga dikarenakan berat dan sangat berat sudah digabungkan (ringan, 29 sedang, dan berat) dengan menggunakan rumus azwar psikologi kategorisasi menggunakan mean dan standar deviasi teoritik untuk mempermudah analisis data serta menghindari adanya distribusi sampel yang terlalu kecil pada salah satu kategori. a. Stres ringan : Apabila skor yang didapat 0 – 1,93 b. Stres sedang : Apabila skor yang didapat 1,94 – 2,06 c. Stres berat : Apabila skor yang didapat 2,07 – 4,00 Tabel 4. Domain Kuesioner Stres Domain Stresor Butir Pertanyaan Akademik 1, 4, 7, 10, 12, 17, 19, 23, 25, 27, 30, 33, 36 Interpersonal and Intrapersonal 3, 5, 9, 26, 28, 31, 39 Pengajaran dan pembelajaran 8, 14, 16, 20, 22, 35, 37 Sosial 2, 18, 21, 24, 29, 38 Dorongan dan keinginan 6, 32, 40 Kegiatan kelompok 11, 13, 15, 34 Pada bagian awal google form, responden diminta untuk membaca dan menyetujui informed consent untuk menyatakan bahwa responeden bersedia mengisi kuesioner. Selain kedua kuesioner tersebut, penelitian ini juga menggunakan nilai Computer Based Test (CBT) pada Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi sebagai indikator hasil belajar kognitif pada mahasiswa. Data nilai CBT akan diperoleh dari tim modul dengan rentang nilai 0 – 100. Nilai ini kemudian akan dianalisis bersama kuesioner untuk melihat hubungan antara motivasi belajar dan tingkat stres dengan nilai CBT pada Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi. 30 I. Prosedur Pengambilan atau Pengumpulan Data 1. Data Primer Penelitian ini mengambil data primer dengan menggunakan kuesioner Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) dan kuesioner Medical Student Stressor Questionnaire (MSSQ) yang akan diberikan kepada responden dalam bentuk google form dan sudah disertai dengan informed consent. 2. Data Sekunder Penelitian ini akan mengambil data sekunder dari daftar nilai CBT pada Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi pada mahasiswa angkatan 2024 semester 3 dan nilai CBT ini akan diperoleh dari tim modul Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. J. Pengolahan dan Analisis Data 1. Pengolahan Data Tahapan – tahapan yang akan dilakukan dalam pengolahan data: a. Pemeriksaan Data (editing) Peneliti akan melakukan pengecekan kembali kelengkapan data kuesioner yang sudah terkumpul. b. Pengkodean (coding) Peneliti akan memberikan kode pada setiap data yang terdiri atas beberapa kategori. 31 c. Pemasukkan Data (data entry) Peneliti akan memasukkan data yang telah dikumpulkan untuk dianalisis dengan menggunakan Statistical Program for Social Science (SPSS). d. Tabulasi Data (tabulating) Peneliti akan menyajikan data hasil penelitian yang telah dianalisis sebelumnya menggunakan Statistical Program for Social Science (SPSS). 2. Analisis data Data yang didapati dari penelitian ini nantinya akan dianalisis menggunakan perangkat lunak statistitik, yaitu Statistical Product and Service Solution (SPSS). Dalam Penelitian ini, proses analisis data akan dilakukan melalui tahap – tahap berikut : a. Analisis Univariat Analisis Univariat dilakukan untuk menggambarkan variabel bebas yaitu motivasi belajar dan tingkat stres yang akan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan presentase. Variabel terikat yaitu nilai CBT Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi akan disajikan dalam bentuk nilai rata – rata, median, modus, standar deviasi, nilai minimum dan maksimum. b. Analisis Bivariat Analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui hubungan stres dan motivasi belajar dengan nilai CBT Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi (GSHI). Penelitian ini akan menggunakan uji Spearman rho 32 dikarenakan skala variabel adalah ordinal dan rasio maka tidak dilakukan uji normalitas karena Spearman ini tidak menuntut normalitas. K. Alur Penelitian Gambar 3. Alur Penelitian L. Etika Penelitian Sebelum penelitian berlangsung, peneliti akan memberikan penjelasan secara lengkap beserta dengan memberikan informed consent kepada calon responden pada penelitian ini. Peneliti pun menjamin kerahasiaan data responden pada saat mengisi kuesioner. 33 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Pengambilan data penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi belajar dan stres dengan nilai CBT Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi (GSHI), data responden diambil dua kali yaitu, sebelum masuk modul menggunakan kuesioner Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) dan setelah ujian modul menggunakan kuesioner Medical Student Stressor Questionnaire (MSSQ). Subjek penelitian ini berjumlah 233 mahasiswa angkatan 2024 program studi pendidikan dokter yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi melalui teknik total sampling dari populasi yang terjangkau dalam penelitian. Data yang didapatkan diolah dan dianalisis berdasarkan tujuan penelitian dengan menggunakan software Statistical Product and Service Solution (SPSS). 1. Karakteristik Responden Karakteristik responden pada penelitian ini dijabarkan berdasarkan usia dan jenis kelamin dan hasil distribusinya disajikan pada tabel 4. Tabel 5. Distribusi karakteristik responden Usia (tahun) Total Jenis kelamin Kategori 17 18 n 6 84 % 2,6 36,1 19 99 42,5 20 21 22 39 4 1 233 168 65 233 16,7 1,7 0,4 100 72,1 27,9 100 Perempuan Laki - laki Total 34 Berdasarkan tabel 4, paling banyak responden memiliki usia 19 tahun sebanyak 99 orang (42,5%) sementara jumlah usia 22 tahun memiliki jumlah responden paling sedikit, yaitu hanya 1 orang (0,4%). Distribusi sesuai jenis kelamin, didapati kategori paling dominan adalah perempuan sebanyak 168 orang (72,1%) dan laki-laki sebanyak 65 orang (27,9%) sesuai dengan data yang diperoleh dari seluruh responden sebanyak 233 orang. 2. Distribusi Kuesioner Motivasi Belajar Tabel 5, menyajikan distribusi motivasi belajar responden berdasarkan karakteristik MSLQ, sehingga hasil ini menunjukkan proporsi kategori motivasi pada sampel penelitian. Tabel 6. Distribusi Kuesioner Motivasi Belajar Responden MSLQ Karakteristik Rendah Sedang Tinggi Total n 0 62 171 233 % 0 26,6 73,4 100 Berdasarkan tabel 5, distribusi motivasi belajar responden menunjukkan bahwa tidak terdapat responden dengan kategori motivasi belajar rendah atau 0 responden (0%). Sebagian besar responden berada pada kategori motivasi tinggi yaitu sebanyak 171 orang (73,4%), sisanya berada pada kategori motivasi sedang yaitu sebanyak 62 orang (26,6%). Data ini menggambarkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat motivasi belajar yang tinggi. 35 3. Distribusi Kuesioner Stres Tabel 6, menyajikan distribusi stres responden berdasarkan karakteristik MSSQ, sehingga hasil ini menunjukkan proporsi kategori stres pada sampel penelitian. Tabel 7. Distribusi Kuesioner Stres Responden Karakteristik Ringan Sedang Berat Total MSSQ n 9 106 118 233 % 3,9 45,5 50,6 100 Berdasarkan tabel 6, distribusi stres pada responden yang diukur dengan instrumen MSSQ menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami tingkat stres berat, yaitu sebanyak 118 orang (50,6%), stres sedang sebanyak 106 orang (45,5%) dan 9 orang (3,9%) lainnya termasuk dalam kategori stres ringan. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar responden menghadapi tingkat stres yang berat selama modul GSHI. 4. Distribusi Nilai CBT Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi Distribusi nilai CBT pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel 7. Nilai CBT dilakukan uji normalitas dan didapati hasil yang tidak normal maka dari itu data yang akan ditampilkan ditabel adalah mean yang akan menunjukkan rata – rata nilai CBT responden dengan nilai minimum dan maksimum dari responden. Tabel 8. Distribusi nilai computer based test gangguan sistem hematologi dan imunologi Variabel Median (min-maks) Nilai computer based test 59,00 (26 – 88) 36 Berdasarkan tabel 7, distribusi skor nilai CBT responden menunjukkan bahwa nilai median sebesar 59,00 dengan nilai minimum yang diperoleh responden adalah 26, sedangkan nilai maksimum adalah 88. Data ini memberikan gambaran variasi dan kecenderungan nilai CBT yang diperoleh oleh para responden. 5. Gambaran Motivasi Belajar, Stres dan Nilai Computer Based Test Tabel 8 menyajikan distribusi motivasi belajar Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) dan tingkat stres akademik Medical Student Stressor Questionnaire (MSSQ) responden berdasarkan karakteristik usia, jenis kelamin, dan nilai CBT. 37 Tabel 9. Gambaran berdasarkan karakteristik Usia (Tahun) Jenis Kelamin Perempuan Laki - Total 17 18 19 20 21 22 Total Rendah 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Sedang 1 24 36 9 1 1 6 43 19 62 Tinggi 5 60 73 30 3 0 171 123 46 171 6 84 99 39 4 1 233 168 65 233 Ringan 0 1 4 4 0 0 9 5 4 9 Sedang 3 38 46 16 3 0 106 78 28 106 Berat 3 45 49 19 1 1 118 85 33 118 6 84 99 39 4 1 233 168 65 233 laki MSLQ Total MSSQ Total Nilai Computer based test % A (<80,00) 0 1 4 4 0 0 9 5 4 9 3,9 B+ (75,00–79,00) 0 3 2 2 0 0 7 4 3 7 3,0 B (70,00 – 74,99) 1 3 11 1 0 0 16 13 3 16 6,9 C+ (65,00–69,99) 1 14 21 6 2 0 44 32 12 44 18,9 C (60,00 – 64,99) 1 19 12 7 1 0 40 30 10 40 17,2 D (55,00 – 59,99) 1 13 13 8 0 0 35 27 8 35 15,0 E (<55) 2 31 36 11 1 1 82 57 25 82 35,2 6 84 99 39 4 1 233 168 65 233 100 Total Berdasarkan tabel 8, mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 168 orang dengan distribusi usia paling banyak pada kelompok 18, 19 dan 20 tahun, yaitu 222 orang dan distribusi usia paling sedikit pada usia 22 tahun sebanyak 1 orang yang sekaligus merupakan usia tertua di penelitian ini, sedangkan usia termuda pada penelitian ini berada pada usia 17 tahun sebanyak 6 orang. Responden yang memiliki motivasi tinggi sebanyak 171 dan terbanyak berada di usia 19 tahun dengan jenis kelamin yang mendominasi adalah perempuan dikarenakan presentasi perempuan lebih banyak dibandingkan laki - laki. Berdasarkan kuesioner MSLQ didapati 171 38 mahasiswa dengan motivasi tinggi dan kuesioner MSSQ sebanyak 118 orang mengalami stres berat, diantara MSLQ dan MSSQ paling banyak berada di usia 19 tahun. Pada kelompok nilai CBT, setengah dari responden berada di rentang nilai 60-100 sebanyak 116 orang dan sebagian besar pada usia 19 tahun yaitu sebanyak 50 orang, sehingga secara umum gambaran karakteristik responden dalam penelitian ini didominasi oleh perempuan, usia 18-19 tahun, motivasi belajar tinggi, stres berat, dan memperoleh nilai CBT dengan rentang 60-100. 6. Motivasi belajar dengan Nilai CBT GSHI Tabel 9 menyajikan hasil uji korelasi Spearman antara motivasi belajar dan nilai CBT pada GSHI. Tabel 10. Uji korelasi spearman rho motivasi belajar dengan nilai computer based test Variabel Motivasi belajar Nilai CBT N 233 233 r p 0,763 <0,001 Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman pada tabel 9, terdapat hubungan yang signifikan dan arah positif antara motivasi belajar dengan nilai CBT, dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,763 dan nilai signifikansi (p) < 0,001, yang berarti semakin tinggi motivasi belajar yang dimiliki oleh responden maka cenderung semakin tinggi pula nilai CBT yang diperoleh. 39 Tabel 11. Domain Motivasi Belajar Domain Orientasi tujuan intrinsik Orientasi tujuan ekstrinsik Nilai tugas Kontrol terhadap pembelajaran Kepercayaan diri (self - efficacy) dalam belajar dan performa Kecemasan Ujian Nomor 1 16 22 24 7 11 13 30 4 10 17 23 26 27 2 9 18 25 5 6 12 15 20 21 29 31 3 8 14 19 28 Jumlah 1183 1242 1508 1079 1547 354 1288 1379 1186 347 1333 1486 1306 1490 1492 380 1489 624 1338 1219 1359 1215 1356 1332 1317 1324 1081 529 1187 1021 801 Skor 5012/4 =1253 4568/4 =1142 7148/6 =1197,7 3985/4 =996,3 10460/8 =1307,5 4619/5 =923,8 Berdasarkan tabel 10, Domain dari kuesioner motivasi belajar yang paling berkontribusi besar adalah domain kepercayaan diri (self-efficacy) dalam belajar dan performa, diikuti dengan domain orientasi tujuan intrinsik dan selanjutnya domain nilai tugas. 40 7. Stres dengan nilai CBT GSHI Tabel 11, menyajikan hasil uji korelasi Spearman antara stres dan nilai CBT pada GSHI. Tabel 12. Uji korelasi Spearman rho stres dengan nilai computer based test Variabel Stres Nilai CBT N 233 233 r p -0,874 <0,001 Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman pada tabel 11, terdapat hubungan yang signifikan dan arah negatif antara stres dengan nilai CBT, dengan koefisien korelasi sebesar -0,874. Artinya, semakin tinggi tingkat stres yang dialami responden, maka cenderung semakin rendah nilai CBT yang diperoleh. 41 Tabel 13. Domain Stres Domain Nomor 1 4 7 10 12 17 19 23 25 27 30 33 36 3 5 9 26 28 31 39 8 14 16 20 22 35 37 2 18 21 24 29 38 6 32 40 11 13 15 34 Akademik Interpersonal dan Intrapersonal Pengajaran dan pembelajaran Sosial Dorongan dan keinginan Kegiatan kelompok 42 Jumlah 993 887 502 926 953 448 516 862 740 758 928 877 513 640 567 654 520 875 515 624 888 761 838 897 1019 448 516 519 513 915 930 710 155 824 597 849 614 641 943 647 Skor 9903/13 =761,8 4395/7 =627,9 5367/7 =766,8 3742/6 =623,7 2270/3 =756,7 2845/4 =711,3 Berdasarkan tabel 12, Domain dari kuesioner stres yang paling berkontribusi besar adalah domain pengajaran dan pembelajaran, diikuti dengan akademik dan dorongan dan keinginan. B. Pembahasan 1. Gambaran Motivasi Belajar, Stres dan Nilai CBT GSHI Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada mahasiswa yang sedang mengikuti modul Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi (GSHI), seperti yang terlihat pada tabel 7, ditemukan bahwa usia terbanyak responden adalah 19 tahun dan yang paling sedikit sekaligus usia tertua berada pada usia 22 tahun sedangkan usia termuda responden adalah 17 tahun. Kehadiran responden berusia 17 tahun menunjukkan adanya mahasiswa yang terlalu cepat masuk sekolah atau dengan riwayat akselerasi, yaitu jalur percepatan pendidikan yang diberikan kepada siswa berkemampuan intelektual tinggi sehingga memungkinkan siswa dapat menyelesaikan jenjang pendidikan lebih cepat dan masuk perguruan tinggi pada usia yang lebih muda dibandingkan rata-rata. Penelitian yang dilakukan oleh Montolalu et al di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, yang melaporkan adanya mahasiswa berusia muda sebagai hasil program akselerasi yang memiliki tingkat kecerdasan cenderung tinggi (42). Responden dengan usia 17 tahun sebanyak 6 orang (2,6%) dan terdapat 2 responden dengan nilai E dan 1 responden dengan nilai D yang dinyatakan tidak lulus. Hal ini berbanding terbalik dengan penelitian di atas yang mengatakan bahwa mahasiswa dengan akselerasi merupakan mahasiswa yang berkemampuan intelektual tinggi, Akan tetapi, meskipun sebagian responden memiliki 43 motivasi belajar yang tinggi, stres berat yang dialami tetap berpotensi menurunkan hasil nilai ujian, sebagaimana ditunjukkan oleh penelitian Fikri et al di Universitas Tarumanegara pada tahun 2023 yang menemukan bahwa tingkat stres akademik yang tinggi berkaitan dengan prestasi belajar yang rendah (43). Disisi lain juga terdapat keberadaan responden berusia 22 tahun yang masih menempuh semester ketiga menunjukkan adanya fenomena gap year, yaitu masa jeda antara kelulusan sekolah menengah atas dan awal perkuliahan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain kegagalan dalam seleksi masuk perguruan tinggi, pertimbangan ekonomi, kebutuhan untuk bekerja sementara waktu, atau keinginan memperoleh pengalaman lain sebelum melanjutkan studi (44). Responden dengan usia 22 tahun sebanyak 1 orang (0,4%) ini, mengalami stres berat dan juga motivasi sedang dengan nilai CBT bernilai 42 dengan kategori E yang dinyatakan tidak lulus. Pada penelitian yang dilakukan oleh Husna et al dikatakan hal ini bisa terjadi jika responden merasa motivasi yang sudah tidak tinggi lagi dikarenakan pernah gagal seleksi masuk perguruan tinggi sehingga saat akhirnya berhasil masuk, ada rasa ketidakpastian dan keraguan akan kemampuan diri sendiri (45). Hasil dari kuesioner motivasi belajar dan stres sebagian besar berada di usia 18 – 19 tahun yang dimana ini merupakan usia kuliah yang sesuai dengan semester 3 dan untuk kategori jenis kelamin didapati mayoritas perempuan pada kuesioner motivasi belajar dengan dominan di stres berat sedangkan pada laki-laki kategori motivasi belajar hanya sebanyak 46 orang dan untuk kuesioner stres berat pada laki - laki sebanyak 33 orang. Hal ini dikarenakan 44 jumlah mahasiswa angkatan 2024 memang di dominasi oleh perempuan. Pada penelitian ini tidak di dapati motivasi rendah dikarenakan dalam lingkungan kedokteran yang kompetitif, ditunjang dengan tujuan akademik menjadi seorang dokter, serta faktor eksternal seperti dukungan orang tua dapat mempertahankan motivasi dari mahasiswa kedokteran, maka motivasi yang kuat dapat mendorong seseorang untuk lebih bersemangat, tekun, serta aktif dalam mengikuti proses pembelajaran, dan menumbuhkan keinginan yang besar untuk meraih prestasi akademik yang optimal, maka semakin kuat motivasi belajar maka semakin kuat pula aktivitas belajar yang akan dilakukan (12,21). Hasil ini juga sejalan dengan penelitian terdahulu oleh Ngongoloy et al, yang menemukan sebagian besar mahasiswa kedokteran memiliki tingkat motivasi belajar tinggi (21). Berbanding terbalik dengan hasil penelitian yang diperoleh oleh Dita et al di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, di mana ditemukan bahwa sebagian besar responden justru memiliki tingkat motivasi belajar rendah, yaitu sebanyak 73,1%. Sementara itu, responden dengan tingkat motivasi belajar tinggi merupakan kelompok dengan proporsi paling kecil, yakni hanya 8,3% (46). 2. Hubungan antara Motivasi Belajar dan Nilai CBT GSHI Hasil uji Spearman rho terhadap hubungan antara motivasi belajar dan nilai Computer Based Test (CBT) pada Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi (GSHI) mahasiswa angkatan 2024 pada penelitian ini menunjukkan nilai p sebesar < 0,001, yang artinya terdapat hubungan yang sangat signifikan secara statistik antara kedua variabel tersebut. Hasil yang 45 diperoleh dari analisis Spearman rho adalah r = 0,763, yang menunjukkan kekuatan korelasi yang kuat dan arah korelasi positif. Korelasi positif mengindikasikan bahwa semakin tinggi motivasi belajar mahasiswa, maka semakin tinggi pula nilai CBT yang bisa diperoleh responden, begitupun sebaliknya, jika motivasi belajar rendah maka nilai CBT mahasiswa cenderung rendah. Arah hubungan yang searah ini menandakan bahwa intervensi untuk meningkatkan motivasi belajar dapat berkontribusi langsung pada peningkatan hasil CBT mahasiswa pada modul GSHI. Hasil serupa juga didapatkan pada penelitian yang dilakukan oleh Afifah et al di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang meneliti hubungan motivasi belajar dengan hasil ujian akhir blok pada mahasiswa kedokteran. Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman rho antara motivasi belajar dan hasil ujian akhir blok, didapatkan hubungan yang signifikan secara statistik, dengan nilai p sebesar 0,014. Korelasi yang ditemukan bersifat positif (searah) dengan nilai r sebesar 0,226 berada pada kategori lemah, maka mahasiswa dengan motivasi belajar yang lebih tinggi cenderung memperoleh nilai ujian blok preklinik yang lebih baik (47). Hasil dari penelitian ini berbanding terbalik dengan temuan dari Henny et al. yang melakukan penelitian di Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen. Pada penelitian tersebut, hasil analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa, dengan nilai p = 0,227. Peneliti juga mengemukakan 46 bahwa ketidakhadiran hubungan ini bisa disebabkan oleh indikator prestasi belajar yang digunakan, yakni nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), yang dinilai kurang mampu merefleksikan motivasi belajar mahasiswa kedokteran secara menyeluruh. Dengan demikian, hasil yang didapat dalam penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian di Universitas HKBP Nommensen (48). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diketahui bahwa motivasi belajar memiliki peran yang sangat penting terhadap hasil belajar mahasiswa kedokteran. Jika mahasiswa mampu menjaga dan meningkatkan motivasinya, maka proses belajar akan berjalan lebih baik dan hasil ujian pun bisa menjadi maksimal, khususnya pada penelitian ini di nilai CBT modul Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi. Semakin tinggi motivasi belajar mahasiswa, semakin tinggi pula nilai ujian yang dicapai. Sebaliknya, jika motivasinya rendah, nilai ujian cenderung ikut menurun (49). Hal ini diperkuat oleh hasil analisis statistik yang menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan searah antara kedua variabel tersebut, artinya motivasi belajar memang sangat berpengaruh, walaupun tetap ada faktor lain yang ikut menentukan keberhasilan. Pada hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa domain yang berperan pada kuesioner MSLQ adalah kepercayaan diri (self-efficacy) dalam belajar dan performa, diikuti dengan domain orientasi tujuan intrinsik dan selanjutnya domain nilai tugas. Domain kepercayaan diri merupakan salah satu aspek terkuat, mahasiswa yang memiliki self-efficacy tinggi akan merasa mampu menghadapi tantangan akademik serta percaya dapat menyelesaikan tugas dan mencapai tujuan belajarnya secara mandiri. Hal ini berkaitan positif 47 dengan semangat belajar dan indeks prestasi, sebagaimana tercermin dalam berbagai penelitian mahasiswa kedokteran di Indonesia (50,51). selain itu domain orientasi tujuan intrinsik dan nilai tugas turut berperan penting dalam membangun motivasi belajar mahasiswa karena dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa secara pribadi dan persepsi pentingnya tugas yang diberikan (50). 3. Hubungan antara Stres dan Nilai CBT GSHI Hasil uji korelasi Spearman rho, menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dengan arah negatif antara tingkat stres dengan nilai Computer Based Test (CBT) pada mahasiswa di modul Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi. Hal ini ditunjukkan pada hasil penelitian diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,874 dengan nilai signifikansi p < 0,001, yang mengindikasikan hubungan signifikan. Nilai koefisien korelasi negatif yang mendekati -1 mengindikasikan semakin tinggi tingkat stres yang dialami oleh mahasiswa, maka semakin rendah pula nilai CBT yang diperoleh, begitu juga sebaliknya. Dengan kata lain, siswa yang memiliki tingkat stres lebih rendah cenderung mendapatkan nilai CBT yang lebih baik. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Suhartini et al, melaporkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara tingkat stres akademik dan pencapaian nilai ujian blok pada mahasiswa kedokteran. Hasil penelitian menunjukkan nilai p sebesar 0,030 yang menandakan hubungan tersebut signifikan secara statistik, serta nilai gamma sebesar 0,309 yang mengindikasikan korelasi sedang. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat stres yang dialami mahasiswa, semakin rendah pula 48 nilai ujian modul yang diperoleh. Peneliti menekankan bahwa stres akademik yang tidak dikelola dengan baik dapat menghambat kemampuan kognitif mahasiswa dan berdampak pada performa belajar mereka (52). Penelitian ini berbanding terbalik dengan penelitian yang dilakukan oleh Waani et al pada tahun 2024 di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, di mana hasil uji Spearman rho hubungan antara tingkat stres dan nilai ujian 1 Modul Gangguan THT pada mahasiswa Angkatan 2022 menunjukkan nilai p > 0,05 dan nilai r = 0,022 yang menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan scara stastitik dengan kekuatan korelasi sangat lemah dengan arah korelasi positif (5). Maka hasil yang berbeda ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya dari sampel dan juga modul yang diteliti (5). Berdsasarkan penelitian di atas dapat dikatakan mahasiswa dengan coping yang efektif, seperti optimisme, self-efficacy tinggi, dan dukungan sosial, bisa memandang tekanan sebagai tantangan yang memotivasi mereka untuk belajar lebih giat dan mempersiapkan diri lebih baik. Maka stres yang tergolong distress, cenderung menghambat proses belajar, menurunkan konsentrasi, memperburuk memori, dan pada akhirnya berdampak negatif terhadap performa akademik (12,53). Distress, yang muncul akibat tekanan akademik yang berlebihan tanpa diimbangi strategi coping yang baik, menjadikan mahasiswa sulit memanfaatkan tekanan sebagai motivasi, sehingga justru mengalami penurunan hasil belajar. Sedangkan, eustress (stres positif) akan memampukan mahasiswa untuk mengelola tekanan akademik dengan baik sehingga tantangan yang dihadapi dapat meningkatkan 49 motivasi, memperkuat optimisme, dan mendorong kinerja belajar secara positif (10,13,33). Hasil dari kuesioner penelitian ini menunjukkan bahwa domain stres utama yang dialami mahasiswa kedokteran berdasarkan kuesioner MSSQ adalah pengajaran dan pembelajaran, diikuti dengan akademik setelah itu dorongan dan keinginan. Ketiga domain ini yang berperan besar pada kuesioner stres. Domain ini meliputi tekanan akibat metode mengajar, beban materi, serta interaksi dalam proses pembelajaran di lingkungan kampus, yang sering kali menjadi pemicu utama tingkat stres sedang hingga berat pada mahasiswa kedokteran (38,53). Domain pengajaran dan pembelajaran dalam kuesioner MSSQ mencakup stresor yang berkaitan dengan kualitas pengajaran, kejelasan tujuan pembelajaran, kompetensi dosen, metode mengajar, beban tugas, serta umpan balik yang diterima mahasiswa. Skor domain yang tinggi menunjukkan bahwa aktivitas pengajaran dan pembelajaran merupakan sumber stres utama bagi mahasiswa. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa faktor yang berkontribusi besar terhadap timbulnya stres pada mahasiswa lebih terkait dengan praktik pengajaran oleh dosen (misalnya cara mengajar, pemberian tugas, dan kualitas umpan balik) daripada karakteristik modul yang sedang berlangsung (54,55). Domain tertinggi kedua yaitu stres akademik yang umumnya ditimbulkan oleh beban materi yang berat, tuntutan ujian yang berulang, serta lingkungan belajar yang kompetitif (56,57). Sementara itu, stres dari domain dorongan dan keinginan muncul akibat motivasi tinggi untuk menjadi dokter profesional serta keinginan kuat mencapai tujuan 50 belajar, sehingga mahasiswa sering merasa tertekan untuk selalu berprestasi. Ketiga domain ini berperan besar dalam meningkatkan tingkat stres sedang hingga berat pada mayoritas mahasiswa kedokteran (58). Perbedaan hasil dari hubungan penelitian ini kemungkinan dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti karakteristik sampel, modul yang diteliti, serta konteks lingkungan belajar yang beragam. Maka dapat diketahui bahwa stres merupakan faktor penting yang tidak boleh diabaikan dalam upaya peningkatan hasil belajar mahasiswa kedokteran. 4. Hipotesis Hasil dari penelitian ini, didapati hipotesis nol (H0) yang menyatakan tidak terdapat hubungan antara motivasi belajar dan stres dengan nilai computer based test Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi pada Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi ditolak, sementara hipotesis alternatif (H1) yang menyatakan terdapat hubungan antara motivasi belajar dan stres dengan nilai computer based test Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi pada Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi diterima. C. Kelebihan dan Keterbatasan Penelitian Penelitian ini memiliki beberapa kelebihan, antara lain menggunakan instrumen terstandar untuk mengukur motivasi belajar dan stres, sehingga hasil yang diperoleh lebih sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, serta berfokus pada satu modul CBT tertentu sehingga memberikan gambaran yang spesifik mengenai hubungan antara motivasi belajar, stres, dan hasil ujian pada konteks pembelajaran kedokteran yang nyata. Di sisi lain, penelitian ini 51 juga memiliki keterbatasan, yakni instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data mengandalkan pengisian kuesioner secara mandiri, sehingga memungkinkan adanya bias subjektivitas dari responden dalam memberikan jawaban, penelitian ini juga menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis korelasi yang hanya mampu melihat hubungan antar variabel yang diteliti secara statistik, sehingga faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil belajar, seperti gaya belajar, dukungan keluarga, metode pengajaran, atau strategi koping terhadap stres belum dapat diidentifikasi secara mendalam; serta analisis yang digunakan bersifat korelasional, sehingga hasil penelitian ini belum dapat menjelaskan hubungan sebab-akibat secara mendalam antara variabel-variabel yang diteliti. 52 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah : 1. Mahasiswa angkatan 2024 Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi sebagian besar memiliki tingkat motivasi belajar yang tinggi. 2. Setengah dari responden mengalami tingkat stres yang berat. 3. Setengah dari responden mempunyai nilai CBT yang lebih dari 60% dengan rentang nilai 60-100. 4. Terdapat hubungan yang signifikan dan arah positif antara motivasi belajar dengan nilai CBT. 5. Terdapat hubungan yang signifikan dan arah negatif antara tingkat stres dengan nilai CBT, B. Saran 1. Bagi Institusi Institusi disarankan untuk memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai informasi dan umpan balik dalam merancang kebijakan atau program yang dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa dan membantu mereka mengelola stres akademik. Langkah-langkah konkret misalnya pengadaan pelatihan keterampilan belajar, layanan konseling, serta penyediaan lingkungan akademik yang mendukung dan nyaman, sehingga mahasiswa 53 dapat mencapai hasil akademik yang optimal dan siap menghadapi tantangan di masa depan. 2. Bagi Mahasiswa Mahasiswa diharapkan dapat lebih aktif dalam mengidentifikasi dan mencari strategi yang sesuai agar motivasi belajar tetap tinggi dan stres dapat diatasi dengan baik. Salah satunya dengan mengikuti kegiatan belajar kelompok, memanfaatkan dukungan teman dan keluarga, serta mengembangkan kemampuan self-regulasi seperti menetapkan tujuan belajar dan manajemen waktu yang efektif. 3. Bagi Peneliti Selanjutnya Mahasiswa diharapkan dapat lebih aktif dalam mengidentifikasi dan mencari strategi yang sesuai agar motivasi belajar tetap tinggi dan stres dapat diatasi dengan baik. Salah satunya dengan mengikuti kegiatan belajar kelompok, memanfaatkan dukungan teman dan keluarga, serta mengembangkan kemampuan self-regulasi seperti menetapkan tujuan belajar dan manajemen waktu yang efektif. 54 DAFTAR PUSTAKA 1. Isnatiya Noviana, Irwan S, Wendy H, Dina Q, Ainin. Hubungan Motivasi Belajar, Lingkungan Belajar Dan Dukungan Keluarga Dengan Kejadian Stres Pada Mahasiswa Boarding School Angkatan 2022 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar. 2024 Oct; 2. Alotiby AA, Khalid B. The Correlation between Stress Levels among Undergraduate Medical Students and Their Motivation for Studying Medicine. Educ Res Int. 2022;2022. 3. Martina Mahardhika D, Ratna Dewi S, Wayan Eka Arsana I. Hubungan antara Stres dengan Motivasi Belajar pada Mahasiswa Tingkat Pertama Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa. Aesculapius Medical Journal |. 2023;3(2). 4. Makarim AA, Syuhada I, Hidayati S, Dahlia Y. Hubungan tingkat stres dengan motivasi belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al - Azhar Mataram [Internet]. JUNI. Mataram; 2023 Jun. Available from: https://publikasi.medikasuherman.ac.id/index.php/jik 5. Gebriela NW. Hubungan Stres Dengan Nilai Ujian Modul Gangguan Telinga Hidung Tenggorok Pada Mahasiswa Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. [Manado]: Universitas Sam Ratulangi; 2025. 6. Putriaji H. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Indeks Prestasi Mahasiswa [Internet]. Unnes Sekaran Gunungpati Semarang; [cited 2025 Aug 29]. Available from: https://journal.unnes.ac.id/nju/kreano/article/viewFile/1243/1289 7. Kebijakan Pembangunan B, Kementerian K, Ri K. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 Dalam angka Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2023. 8. Sahu P, Nayak B, Rodrigues V, Umakanthan S. Prevalence of psychological distress among undergraduate medical students: A cross-sectional study. Int J Appl Basic Med Res. 2020;10(4):270. 9. Hanun S. Hubungan antara stres dengan motivasi belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta angkatan 2019. 2021. 10. Abdulghani HM. Stress and Depression among medical students : A cross sectional study at a Medical College in Saudi Arabia. Pak J Med Sci [Internet]. 2008;24(1):12–7. Available from: www.pjms.com.pk 11. Azifa U. Faktor Risiko Yang Memengaruhi Gagasan Bunuh Diri Pada Mahasiswa Kedokteran Pre Klinik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2017. 55 12. Ajhie WK, Marunduh SR, Engka JNA. Hubungan Tingkat Stres dengan Kualitas Tidur dan Motivasi Belajar pada Mahasiswa Tahun Pertama Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Medical Scope Journal. 2025 Jun 20;8(1):65–9. 13. Ainun Aulia Jusman. Hubungan tingkat stres terhadap motivasi belajar pada mahasiswa tahun pertama dan tahun kedua Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. [Jakarta]: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah; 2020. 14. Putih IL, Miliana A, Novianto MR. Hubungan Stres dengan Prestasi Akademik Mahasiswa Tingka Pertama Program Studi Pendidikan Dokter UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. 2022. 15. Abelia T, Dineva FR. Hubungan Stres Akademik Dengan Motivasi Belajar Pada Mahasiswa Fakultas Keperawatan The Relationship Academic Stress And Learning Motivation Among Nursing Students. Jurnal Ilmu Keperawatan. 2025;12(2). 16. Raditya, Nurikhwan PW, Dwi Sanyoto D, Bakhriansyah M, Limantara S. Hubungan Tingkat Stres Terhadap Nilai Ujian Blok Mahasiswa PSKPS FK ULM. 2023. 17. Anderson LW, Krathwohl DL. A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assesing: A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives. New York; 2001. 18. Dhamanti I. Analysis of Factors Affecting the Results of the National Competency Examination for Indonesian Medical Student (UKMPPD). J Educ Health Promot. 2020; 19. Kusnadi H, Wulandari S. Implementation of Computer - Based Test (CBT) as a Preparation of National Medical Competency Examination. Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia. 2021; 20. Ningrum RK, Ekayani NWD. Gambaran nilai progress test pada mahasiswa kedokteran. JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia). 2022 Jul 15;8(2):304. 21. Juan J, Ngongoloy F. Hubungan antara motivasi belajar dengan self directed learning readiness pada mahasiswa tahun pertama Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. 2024. 22. Setiawan E. Arti kata motivasi [Internet]. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online. . 2023. 23. Muhfizar, Saryanto, Ningsih A, Rudiyanto M, Dewi N. Pengantar Manajemen (Teori Dan Konsep). Media Sains Indonesia. 2021; 56 24. Masni H. Strategi Meningkatkan Motivasi Belajar Mahasiswa. Jurnal Ilmiah Dikdaya. 2015; 25. Djamarah SB. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta; 2011. 26. Sakamoto R. The relationship between motivation, second language learning, and stress in international students. University of Central Missouri; 2015. 27. Lisiswanti R, Sanusi R, Prihatiningsih TS. The Construct Validity and Reliability Motivated Strategies Learning Questionnaire (MSLQ). 2014 [cited 2025 Dec 15]; Available from: https://medicaleducation.fk.ugm.ac.id/publikasi/hubungan-motivasi-danhasil-belajar-mahasiswa-kedokteran/ 28. Hornby AS. Oxford Advanced Learner’s Dictionary. In New York: Oxford University Press; 1995. 29. WHO (World Health Organization). Stres. 2023. 30. Annas B. Hubungan tingkat stres terhadap prestasi akademik pada mahasiswa tahun pertama dan kedua Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2020. 2020. 31. Hadisukanto GES. Buku Ajar Psikiatri Klinis. 2nd ed. Penerbit Fakultas kedokteran indonesia; 2015. 32. Shahsavarani AM, Azad E, Abadi M, Kalkhoran M H. Stress: Facts and Theories through Literature Review. International Journal of Medical Reviews Systematic Review International Journal of Medical Reviews. 2015;Vol. 2. 33. Mumpuni Y, Wulandari A. Cara Jitu Mengatasi Stres. 1st ed. Yogyakarta; 2010. 34. Karuppaiah G, Lee MH, Bhansali S, Manickam P. Electeochemical sensors for cortisol detection: Principles, design, fabrication, and characterisation. Biosens Bioelectron. 2023 Nov; 35. Chu B, Marwaha K, Sanvictores T, Awosika AO, Ayers D. Physiology, Stress Reaction. 2024; 36. Putra MA. Analisis Dampak Stres Kronis pada Kesejahteraan Mental. Literacy Notes. 2023 Nov; 37. MUSRADINUR. Stres dan Cara Mengatasinya dalam Perspektif Psikologi. Jurnal Edukasi Vol 2, Nomor 2. 2016 Jul; 38. Saiful Bahri Yusoff M, Fuad Abdul Rahim A, Jamil Yaacob M, Kerian K. The Development and Validity of the Medical Student Stressor 57 Questionnaire (MSSQ) [Internet]. Vol. 11, ASEAN Journal of Psychiatry. XX XX; 2010 Jun. Available from: https://www.researchgate.net/publication/228486045 39. Ratulangi SU. Peraturan Rektor Universitas Sam Ratulangi Nomor 01 Tahun 2025. 2025; 40. Dani FD, Sulistyani S, Ichsan B, Herawati E. Hubungan Tingkat Stres Terhadap Indeks Prestasi Kumulatif Mahasiswa Fakultas Kedokteran. [Surakarta]; 2021. 41. Dewi L, Dalfian, Muhammad MK. Hubungan Stres Dengan Motivasi Belajar Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mlahayati Angkatan 2018. 2021 Jun;1:198. 42. Montolalu NLHS, Opod H, Pali C. Gambaran tingkat inteligensi mahasiswa tahun pertama program studi pendidikan dokter fakultas kedokteran universitas sam ratulangi. Vol. 4, Jurnal e-Biomedik (eBm). 2016. 43. Fikri M, Hadi S, Tadjudin NS. Pengaruh Stres Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Angkatan 2021. 2023 Dec; 44. Firda HI. Peran Self-Compassion Terhadap Fear of Failure Pada Dewasa Awal yang melakukan Gap-Year. 45. Husna Rofianti. Upaya Mahasiswa Gap Year dalam Meminimalisir Quarter Life Crisis pada Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2025. 46. Martina Mahardhika D, Ratna Dewi S, Wayan Eka Arsana I. Hubungan antara Stres dengan Motivasi Belajar pada Mahasiswa Tingkat Pertama Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa. Aesculapius Medical Journal |. 2023;3(2). 47. Mutiara NA. Hubungan Motivasi Belajar dan Strategi Belajar dengan Hasil Ujian Akhir Blok (UAB) Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. 2021. 48. Erina H, Ompusunggu S. Hubungan Antara Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar Mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen. NJM. 6(1):2020. 49. Hasan M, Malik R. Hubungan motivasi belajar dan prestasi akademik pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2023. Vol. 7, Tarumanagara Medical Journal. 2025. 50. Ishelina Susilo A, Maria Puji Lestari S, Marhayuni E, Tessa S. Hubungan Motivasi Belajar Dengan Efikasi Diri Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. 2023;7(1). 58 51. Ramadhan Hamzah W, Julyani S, Nurul Aisyah W, Paduppai Amir S, Nur Rahmah Akib M, penulis K. Faktor internal dan eksternal yang memengaruhi motivasi belajar mahasiswa program profesi dokter. Holistik Jurnal Kesehatan. 2025;19(7):1756–64. 52. Suhartini SM, Setyawati RFE, Lestari W, Perwita PY, Gunawan B. The Effect of Academic Stress on the Cognitive Function of Medical Students. Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan. 2025 Jun 2;6(2):904–16. 53. Saiful M, Yusoff B. The Medical Student Stressor Questionnaire (MSSQ) Manual [Internet]. 2010. Available from: https://www.researchgate.net/publication/200640404 54. Özalp Ateş FS, Akçay E, Gökmen D, Rahman S. The medical student stressor questionnaire (MSSQ): validation and reliability in Turkish students. BMC Med Educ. 2025 Dec 1;25(1). 55. Jayarajah U, Lakmal K, Athapathu A, Jayawardena AJ, de Silva V. Validating the Medical Students’ Stressor Questionnaire (MSSQ) from a Sri Lankan medical faculty. J Taibah Univ Med Sci. 2020 Oct 1;15(5):344–50. 56. Ambarwati PD, Pinilih SS, Astuti RT. Gambaran Tingkat Stres Mahasiswa. Jurnal Keperawatan Jiwa. 2017;5(1). 57. Kedokteran Tahun Pertama Program Studi Profesi M, Dwina Rahmayani R, Gusya Liza R, Afrainin Syah N. Gambaran Tingkat Stres Berdasarkan Stressor pada [Internet]. Vol. 8, Jurnal Kesehatan Andalas. 2019. Available from: http://jurnal.fk.unand.ac.id 58. Musabiq SA, Karimah I. Gambaran Stres dan Dampaknya Pada Mahasiswa. 2018. 59 LAMPIRAN Lampiran 1. Ethical Clearance 60 Lampiran 2. Informed Consent Kepada Saudara/i yang terhormat, Selamat pagi/siang/sore/malam. Perkenalkan, saya Angeliq Sharon dengan NIM 220111010004, mahasiswa aktif semester 7 program studi pendidikan dokter yang saat ini sedang melaksanakan tugas akhir penulisan skripsi di bagian Medical Education Unit Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado dengan judul: Hubungan Motivasi Belajar dan Stres dengan Nilai CBT Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan motivasi belajar dan stres dengan nilai ujian CBT, serta memberikan gambaran motivasi belajar dan stres dengan nilai ujian CBT pada modul gangguan sistem hematologi dan imunologi. Hasil penelitian dapat dimanfaatkan sebagai pengetahuan teman-teman akan penting tidaknya motivasi belajar dan stres dalam meningkatkan prestasi belajar dalam hal ini nilai ujian CBT pada modul gangguan Hematologi dan Imunologi. Untuk memenuhi penelitian saya, saya meminta partisipasi mahasiswa angkatan 2024 Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi secara sukarela untuk menjadi responden dalam penelitian saya. Identitas dan data teman-teman akan dirahasiakan dan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian ini. Jika ada yang memiliki pertanyaan atau tanggapan, bisa menghubungi contact person (081245137554) a.n Angeliq Sharon. KUESIONER PENELITIAN IDENTITAS DIRI Nama Lengkap : NIM : Umur : Jenis Kelamin : WhatsApp : 61 LEMBAR PERYATAAN KESEDIAAN MENJADI RESPONDEN DENGAN INI, SAYA BERSEDIA MENGISI SETIAP DATA YANG DIPERLUKAN DENGAN SEBAIK-BAIKNYA DAN SEJUJUR-JUJURNYA o YA, SAYA BERSEDIA o TIDAK BERSEDIA Lampiran 3. Kuesioner Penelitian Bagian 2 : Kuesioner Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) Petunjuk pengisian : Bacalah dengan cermat setiap pernyataan mengenai motivasi belajar, kemudian pilih salah satu angka pada skala 1 – 7 sesuai dengan kondisi anda. Angka 1 menunjukkan pernyataan sangat tidak sesuai, angka 7 menunjukkan pernyataan sangat sesuai, sedangkan angka 2 – 6 dipilih jika kondisi anda berada di antara keduanya. Tidak ada jawaban benar atau salah, karena setiap jawaban mencerminkan pengalaman pribadi. Seluruh jawaban dijamin kerahasiaannya, sehingga mohon diisi dengan jujur sesuai keadaan anda. Penilaian No. Pertanyaan 1. Saya memilih mata pelajaran yang menantang untuk belajar hal – hal baru. 2. Saya mampu belajar jika cara belajar saya tepat. Saya merasa tidak percaya diri dan membandingkan diri saya dengan siswa lain ketika melaksanakan ujian. 3. 1 4. Saya merasa saya mampu menggunakan materi perkuliahan di kelas lain. 5. Saya percaya saya akan memperoleh nilai yang bagus. 6. Saya yakin saya mampu memahami materi tersulit di kelas ini. 7. Saya merasa puas ketika memperoleh nilai bagus di kelas ini. 62 2 3 4 5 6 7 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. Saya memikirkan soal yang tidak bisa saya jawab ketika melaksanakan ujian. Saya merasa bersalah ketika tidak belajar. Saya merasa penting untuk mempelajari materi perkuliahan. Saya merasa harus meningkatkan nilai saya untuk memperoleh nilai yang memuaskan. Saya yakin mampu memahami konsep dasar materi perkuliahan. Saya ingin mendapatkan nilai yang lebih baik dari semua siswa di kelas. Saya memikirkan kemungkinan gagal ketika melaksanakan ujian. Saya yakin mampu memahami materi tersulit yang diajarkan oleh pengajar di kelas. Saya memilih materi yang membuat saya penasaran meskipun materinya sulit. Saya tertarik dengan materi yang ada di kelas. Saya mampu memahami materi perkuliahan jika saya belajar dengan rajin. Saya kurang percaya diri ketika melaksanakan ujian. Saya yakin mampu mengerjakan tugas dan ujian. Saya yakin mampu memperoleh nilai memuaskan. Saya merasa puas ketika sepenuhnya memahami materi dikelas. Saya merasa materi dikelas sangat berguna bagi saya. Saya memilih tugas yang menantang meskipun tidak menjamin nilai yang bagus. Itu adalah kesalahan saya ketika tidak mampu memahami materi perkuliahan. Saya menyukai materi di kelas. Saya merasa penting untuk memahami materi perkuliahan. Saya merasa jantung saya berdebar dengan keras ketika mengerjakan ujian. Saya yakin mampu menguasai keahlian yang diajarkan di kelas. Saya ingin memperoleh nilai yang memuaskan untuk menunjukkan kemampuan saya kepada keluarga, teman dan orang lain 63 31. Saya merasa mampu memperoleh nilai yang memuaskan dengan tingkat kesulitan materi dan pengajar yang ada. Kategori motivasi belajar: a. Motivasi rendah : Apabila skor yang didapati 31-93 b. Motivasi sedang : Apabila skor yang didapati 94-155 c. Motivasi tinggi : Apabila skor yang didapati 156-217 Domain MLSQ bagian motivasi belajar Domain Orientasi tujuan intrinsik Orientasi tujuan ekstrinsik Nilai tugas Kontrol terhadap pembelajaran Kepercayaan diri (elf - efficacy) dalam belajar dan performa Kecemasan Ujian Butir pertanyaan 1, 16, 22, 24 7, 11, 13, 30 4, 10, 17, 23, 26, 27 2, 9, 18, 25 5, 6, 12, 15, 20, 21, 29, 31 3, 8, 14, 19, 28 Bagian 2 : Kuesioner Medical Student Stressor Questionnaire (MSSQ) Petunjuk pengisian : Bacalah dengan cermat setiap pernyataan mengenai tingkat stres. kemudian pilih salah satu angka pada skala 0 – 4 sesuai dengan kondisi anda. Angka 0 menunjukkan pernyataan tidak membuat saya stres, angka 4 menunjukkan pernyataan membuat saya stres sangat berat, sedangkan angka 1 – 4 dipilih jika kondisi anda berada di antara keduanya. Tidak ada jawaban benar atau salah, karena setiap jawaban mencerminkan pengalaman pribadi. Seluruh jawaban dijamin kerahasiaannya, sehingga mohon diisi dengan jujur sesuai keadaan anda. 64 No. Penilaian Situasi 0 1. Ujian 2. Berbicara dengan pasien tentang masalah pribadi* 3. Konflik dengan mahasiswa lain 4. Sistem penilaian pada ujian 5. Perkataan atau perbuatan kasar dari teman 6. 8. Harapan orang tua terhadap studi kedokteran Saudara Menyelesaikan suatu pekerjaan dengan baik (dengan keinginan sendiri) Tidak memiliki materi belajar yang cukup 9. Konflik dengan staf kampus 10. Beban kuliah yang banyak 11. Diskusi tutorial 12. Ketinggalan dalam belajar 13. Melakukan persentasi di kelas 14. Kurangnya petunjuk atau bimbingan dari dosen 15. Merasa tidak kompeten 16. 17. Ketidakpastian tentang harapan yang Saudara inginkan Kurangnya praktik keterampilan medis* 18. Kurangnya waktu dengan keluarga dan teman 19. Pembelajaran yang penuh kompetisi 20. Kurangnya keterampilan mengajar dosen 21. Tidak bisa menjawab pertanyaan pasien* 22. Tugas yang tidak sesuai (di luar materi) 23. Kesulitan dalam memahami materi 24. Menghadapi kematian pasien* 25. Mendapat nilai yang jelek 26. Motivasi yang kurang dalam belajar 27. Kurangnya waktu untuk mengulangi materi 28. Perkataan atau perlakuan kasar dosen 7. 65 1 2 3 4 29. Interupsi saat belajar oleh sesama mahasiswa 30. Tidak bisa menjawab pertanyaan dosen 31. Konflik dengan dosen 32. Tidak adanya keinginan untuk belajar di kedokteran 33. Banyak cakupan materi yang harus dipelajari 34. 35. Menyelesaikan suatu pekerjaan dengan baik (dipengaruhi mahasiswa lain) Kurangnya umpan balik dari dosen 36. Proses penilaian yang tidak adil 37. Kurangnya pengakuan atas tugas yang dikerjakan 38. Bekerja dengan komputer / laptop 39. Perkataan atau perlakuan kasar dari staf kampus 40. Tanggung jawab untuk keluarga Catatan *bayangkan jika anda berada di situasi seperti itu Penilaian MSSQ No. 1 Kategori Stresor Akademik No. Item / Soal Total 1, 4, 7, 10, 12, 17, 19, 23, 13 25, 27, 30, 33, 36 2 Interpersonal and Intrapersonal 3, 5, 9, 26, 28, 31, 39 7 3 Pengajaran dan pembelajaran 8, 14, 16, 20, 22, 35, 37 7 4 Sosial 2, 18, 21, 24, 29, 38 6 5 Dorongan dan keinginan 6, 32, 40 3 6 Kegiatan kelompok 11, 13, 15, 34 4 Lampiran 4. Hasil penelitian SPSS 66 67 68 69 70 Lampiran 5. Hasil Pengolahan Data Jenis Kelamin Perempuan Laki - laki Perempuan Perempuan Perempuan Laki - laki Laki - laki Laki - laki Laki - laki Laki - laki Laki - laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Laki - laki Perempuan Laki - laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Laki - laki Perempuan Perempuan Perempuan Laki - laki Perempuan Perempuan Laki - laki Perempuan Perempuan Perempuan Laki - laki Perempuan Laki - laki Laki - laki Perempuan Perempuan Usia 18 18 18 19 19 18 18 18 19 18 18 19 18 18 19 19 18 19 18 19 18 19 18 19 18 18 18 18 19 19 19 19 18 19 18 19 18 19 18 19 19 18 18 19 19 19 MSLQ Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Sedang Sedang Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Sedang Sedang Tinggi MSSQ Sedang Sedang Sedang Berat Sedang Berat Berat Berat Berat Sedang Berat Berat Berat Sedang Sedang Sedang Berat Sedang Sedang Berat Sedang Sedang Berat Berat Sedang Berat Berat Sedang Sedang Sedang Sedang Berat Berat Sedang Sedang Berat Sedang Berat Sedang Berat Berat Berat Sedang Berat Berat Sedang 71 Nilai 68 70 62 58 66 55 58 57 50 63 51 56 49 65 67 62 51 66 63 50 64 63 38 35 68 48 59 61 69 60 69 49 54 61 63 54 64 35 63 51 50 51 65 26 47 66 Perempuan Perempuan Perempuan Laki - laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Laki - laki Perempuan Perempuan Laki - laki Laki - laki Perempuan Perempuan Laki - laki Perempuan Perempuan Perempuan Laki - laki Perempuan Laki - laki Laki - laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Laki - laki Perempuan Laki - laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Laki - laki Laki - laki Laki - laki Perempuan Laki - laki Perempuan Perempuan Laki - laki Perempuan Perempuan Perempuan 18 19 18 20 19 19 18 19 19 19 19 18 18 19 20 19 20 20 19 19 18 19 20 20 18 19 18 18 18 19 20 18 20 18 18 18 18 18 19 19 20 18 19 19 19 19 19 19 Sedang Tinggi Sedang Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Sedang Sedang Tinggi Sedang Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Berat Sedang Berat Berat Berat Sedang Berat Berat Sedang Sedang Sedang Berat Berat Berat Sedang Berat Sedang Berat Berat Berat Sedang Sedang Sedang Berat Berat Sedang Berat Berat Sedang Sedang Berat Sedang Berat Sedang Sedang Berat Sedang Berat Sedang Sedang Berat Sedang Berat Sedang Berat Sedang Ringan Sedang 72 48 70 26 46 57 71 66 54 69 66 67 49 45 48 62 47 65 46 58 51 75 70 65 56 58 68 58 56 67 66 47 63 59 60 63 38 62 49 66 73 59 65 57 73 58 70 88 70 Laki - laki Perempuan Perempuan Laki - laki Perempuan Laki - laki Laki - laki Laki - laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Laki - laki Laki - laki Perempuan Perempuan Laki - laki Perempuan Perempuan Perempuan Laki - laki Laki - laki Laki - laki Laki - laki Laki - laki Laki - laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Laki - laki Perempuan Laki - laki Perempuan Perempuan Perempuan 19 19 17 20 18 18 20 19 19 20 20 19 19 19 19 19 19 19 19 18 18 17 19 20 19 19 18 20 18 19 20 18 22 19 20 19 19 18 20 18 20 19 19 20 19 19 18 19 Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Sedang Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Berat Berat Sedang Sedang Sedang Berat Berat Berat Sedang Berat Berat Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Berat Sedang Berat Sedang Berat Berat Sedang Sedang Sedang Berat Sedang Sedang Sedang Berat Berat Sedang Berat Sedang Berat Berat Sedang Sedang Berat Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Berat 73 52 59 66 70 65 59 59 59 61 57 50 67 61 72 67 62 51 66 52 65 39 41 64 68 67 45 61 66 65 59 41 67 42 66 48 55 67 70 59 63 76 67 61 66 69 78 61 51 Perempuan Perempuan Laki - laki Perempuan Perempuan Perempuan Laki - laki Perempuan Perempuan Laki - laki Perempuan Perempuan Perempuan Laki - laki Perempuan Laki - laki Laki - laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Laki - laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Laki - laki Perempuan Perempuan Laki - laki Laki - laki Perempuan Perempuan Laki - laki Perempuan Perempuan Perempuan Laki - laki Perempuan Laki - laki Laki - laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan 19 19 20 19 20 18 20 19 21 18 20 18 20 19 18 20 18 20 21 21 19 18 20 18 18 19 20 19 19 18 18 18 18 20 18 20 17 19 18 18 20 17 20 18 19 18 19 20 Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Berat Berat Berat Berat Sedang Berat Sedang Sedang Sedang Berat Berat Ringan Sedang Ringan Berat Sedang Berat Berat Sedang Sedang Berat Berat Ringan Sedang Ringan Sedang Ringan Sedang Berat Ringan Berat Berat Berat Berat Berat Berat Berat 74 70 65 64 65 79 66 61 60 68 66 65 57 51 52 52 62 58 62 64 68 59 58 83 72 82 49 64 50 59 61 62 52 31 87 76 81 74 83 62 46 81 56 59 40 42 50 40 50 Laki - laki Perempuan Laki - laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Laki - laki Laki - laki Laki - laki Perempuan Laki - laki Perempuan Perempuan Laki - laki Perempuan Perempuan Perempuan Laki - laki Perempuan Perempuan Laki - laki Perempuan Laki - laki Laki - laki Laki - laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Laki - laki Laki - laki Perempuan Perempuan Laki - laki 19 18 19 19 17 18 20 19 19 19 18 19 18 19 19 19 18 21 19 18 19 19 18 19 19 18 18 20 18 19 18 18 20 18 20 19 19 19 18 17 18 20 Sedang Sedang Sedang Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Tinggi Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Tinggi Sedang Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Sedang Sedang Sedang Sedang Tinggi Tinggi Sedang Sedang Tinggi Tinggi Sedang Tinggi Berat Berat Berat Berat Sedang Sedang Berat Sedang Sedang Sedang Berat Ringan Berat Berat Berat Berat Berat Berat Berat Berat Berat Berat Berat Berat Berat Berat Berat Berat Berat Sedang Berat Berat Berat Berat Berat Ringan Berat Berat Sedang Berat Berat Sedang 75 49 40 47 45 64 68 58 70 75 63 56 88 56 47 33 40 44 35 55 49 48 35 50 27 53 46 52 44 51 61 27 41 48 48 53 87 43 49 62 54 46 63 Lampiran 6. Domain Motivasi Belajar dan Stres Domain MSLQ Domain Orientasi tujuan intrinsik Orientasi tujuan ekstrinsik Nilai tugas Kontrol terhadap pembelajaran Kepercayaan diri (self - efficacy) dalam belajar dan performa Kecemasan Ujian Nomor 1 16 22 24 7 11 13 30 4 10 17 23 26 27 2 9 18 25 5 6 12 15 20 21 29 31 3 8 14 19 28 Jumlah 1183 1242 1508 1079 1547 354 1288 1379 1186 347 1333 1486 1306 1490 1492 380 1489 624 1338 1219 1359 1215 1356 1332 1317 1324 1081 529 1187 1021 801 Peringkat Nomor 1 4 7 10 12 17 19 23 25 Jumlah 993 887 502 926 953 448 516 862 740 5012/4 =1253 2 4568/4 =1142 4 7148/6 =1197,7 3 3985/4 =996,3 5 10460/8 =1307,5 1 4619/5 =923,8 6 Domain MSSQ Domain Akademik 76 Peringkat 9903/13 =761,8 2 Interpersonal and Intrapersonal Pengajaran dan pembelajaran Sosial Dorongan dan keinginan Kegiatan kelompok 27 30 33 36 3 5 9 26 28 31 39 8 14 16 20 22 35 37 2 18 21 24 29 38 6 32 40 11 13 15 34 758 928 877 513 640 567 654 520 875 515 624 888 761 838 897 1019 448 516 519 513 915 930 710 155 824 597 849 614 641 943 647 77 4395/7 =627,9 5 5367/7 =766,8 1 3742/6 =623,7 6 2270/3 =756,7 3 2845/4 =711,3 4 RIWAYAT HIDUP Nama Penulis Angeliq Sharon, dilahirkan di Kendari pada tanggal 10 Juli 2004. Penulis merupakan anak tunggal dari pasangan Nelson Eduard Mintje (alm) dan Sri Anggraini. Penulis menempuh Pendidikan Sekolah Dasar di SD Katolik RK13 St. Paulus Manado pada tahun 2010-2016. Tamat Sekolah Menengah Pertama pada tahun 2019 di SMP Katolik Santa Theresia Manado dan menyelesaikan jenjang pendidikan selanjutnya di Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri 1 Manado pada tahun 2022. Pada tahun 2022 penulis diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado dengan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) 220111010004. Penulis telah menyelesaikan Kuliah Kerja Terpadu (KKT) Tematik pada bulan November 2025 di kecamatan Pineleng, Minahasa. 78