Uploaded by common.user152134

Hubungan Motivasi Belajar, Stres, dan Nilai CBT pada Mahasiswa Kedokteran

advertisement
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN STRES DENGAN NILAI
COMPUTER BASED TEST GANGGUAN SISTEM HEMATOLOGI
DAN IMUNOLOGI PADA MAHASISWA FAKULTAS
KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI
SKRIPSI
Oleh :
ANGELIQ SHARON
220111010004
Dosen Pembimbing :
dr. Siemona Lydia Eunike Berhimpon, MARS
dr. Damajanty Hellen Carol Pangemanan, M.Kes, Sp.KKLP, AIFO, AIFM
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SAM RATULANGI
MANADO
2025
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN STRES DENGAN NILAI
COMPUTER BASED TEST GANGGUAN SISTEM HEMATOLOGI
DAN IMUNOLOGI PADA MAHASISWA FAKULTAS
KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI
SKRIPSI
Disusun untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar
Sarjana Kedokteran di Fakultas Kedokteran
Universitas Sam Ratulangi
Oleh :
ANGELIQ SHARON
220111010004
Dosen Pembimbing :
dr. Siemona Lydia Eunike Berhimpon, MARS
dr. Damajanty Hellen Carol Pangemanan, M.Kes, Sp.KKLP, AIFO, AIFM
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SAM RATULANGI
MANADO
2025
LEMBAR PENGESAHAN
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN STRES DENGAN NILAI
COMPUTER BASED TEST GANGGUAN SISTEM HEMATOLOGI
DAN IMUNOLOGI PADA MAHASISWA FAKULTAS
KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI
Oleh:
ANGELIQ SHARON
220111010004
Telah diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Sarjana
Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi pada 21
November 2025 serta dikoreksi dan disetujui oleh:
dr. Siemona Lydia Eunike Berhimpon, MARS
NIP. 198309212012122001
Dosen Pembimbing I
dr. Damajanty Hellen Carol Pangemanan, M.Kes, Sp.KKLP, AIFO, AIFM
NIP. 196411281997022001
Dosen Pembimbing II
Dr. dr. Herlina Ineke Surjane Wungouw, MsAppSc., M.MedEd., AIFM
NIP. 196811091998022001
Koordinator Program Studi Pendidikan Dokter
Dr. dr. Billy Johnson Kepel, M.Med.Sc., Sp.KKLP
NIP. 196606181996011001
Dekan Fakultas Kedokteran
ii
LEMBAR PERNYATAAN BEBAS PLAGIARISME
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Angeliq Sharon
NIM
: 220111010004
Dengan ini saya menyatakan bahwa :
1. Skripsi ini asli dan belum pernah diajukan untuk mendapatkan gelar
akademik Sarjana Kedokteran baik di Universitas Sam Ratulangi maupun
di Perguruan Tinggi lainnya.
2. Skripsi ini murni gagasan, rumusan dan penelitian saya sendiri, tanpa
bantuan dari pihak lain kecuali bimbingan dan arahan dari Pembimbing I,
Pembimbing II , dan koreksi dan/atau masukkan dari Penguji I, Penguji II,
dan Penguji III.
3. Dalam skripsi ini tidak terdapat karya atau pendapat yang ditulis atau
dipublikasikan orang lain kecuali secara tertulis dengan jelas dicantumkan
dalam daftar pustaka.
4. Publikasi jurnal yang tekait dengan skripsi ini telah diketahui dan disetujui
oleh Pembimbing I dan Pembimbing II.
5. Tanda tangan dosen pembimbing skripsi, koordinator program studi
pendidikan dokter dan dekan fakultas kedokteran pada lembar pengesahan
adalah asli dan tidak dipalsukan.
6. Pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan apabila di kemudian
hari terdapat penyimpangan dan ketidakbenaran dalam penyataan ini, saya
bersedia untuk menerima sanksi akademik serta sanksi lainnya sesuai
dengan norma dan aturan yang berlaku di Perguruan Tinggi ini.
Manado, 21 November 2025
Yang membuat pernyataan
Angeliq Sharon
iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yesus Kristus, sumber segala
hikmat dan kasih, atas anugerah, kekuatan, dan penyertaan-Nya yang senantiasa
melimpah dalam setiap proses kehidupan, sehingga penulis akhirnya dapat
menyelesaikan skripsi ini di Medical Education Unit dengan judul :
“HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN STRES DENGAN NILAI
COMPUTER BASED TEST GANGGUAN SISTEM HEMATOLOGI
DAN IMUNOLOGI PADA MAHASISWA FAKULTAS
KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI”
Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk meraih gelar Sarjana
Kedokteran (S-1) pada Program Studi Pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran
Universitas Sam Ratulangi. Penulis merasa bersyukur dan berbahagia karena
akhirnya dapat menuntaskan penulisan skripsi ini. Proses penyusunan tidak terlepas
dari berbagai tantangan dan hambatan yang harus dilewati, namun semua dapat
diatasi berkat doa, dukungan, serta bimbingan dari banyak pihak. Oleh karena itu,
penulis menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah
membantu dalam proses penyelesaian karya ini. Maka dari itu penulis ingin
mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada:
1. Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng., IPU, ASEAN Eng.
selaku Rektor Universitas Sam Ratulangi, Manado.
2. Dr. dr. Billy Johnson Kepel, M.Med.Sc.,Sp.KKLP, selaku Dekan Fakultas
Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado.
3. Dr. dr. Herlina I. S. Wungouw, MsAppSc, M.Med.Ed, AIFM, selaku
Koordinator Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran
iv
Universitas Sam Ratulangi dan Dosen Penguji I yang telah memberikan
arahan dan saran yang dapat menyempurnakan penulisan skripsi ini.
4. dr. Siemona Eunike Lydia Berhimpon, MARS, selaku Ketua Medical
Education Unit Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi dan Dosen
Pembimbing I yang telah meluangkan waktu untuk memberi bimbingan,
saran, arahan, dan dukungan kepada penulis selama proses penyusunan
skripsi.
5. dr. Damajanty Hellen Carol Pangemanan, MKes, Sp.KKLP, AIFM, AIFO
selaku Dosen Pembimbing II yang senantiasa meluangkan waktu untuk
memberi saran, motivasi dan masukan selama proses penyusunan skripsi.
6. dr. Firginia Pricilia Manoppo, M.Pd.Ked dan dr. Julied Dehoop, M.Pd.Ked,
selaku Dosen Penguji II dan III, yang telah memberikan arahan dan saran
yang dapat menyempurnakan penulisan skripsi ini.
7. dr. Diana Shintawati Purwanto, M.LabMed, SpPK, selaku Dosen
Pembimbing Akademik yang sudah memberikan dukungan dan perhatian
kepada penulis selama masa perkuliahan.
8. Mama Kiki tersayang, yang senantiasa mendoakan, memberikan semangat,
dan menjadi tempat pulang ternyaman penulis saat melewati hari – hari yang
berat, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi.
9. Papa Sonny (alm) tersayang dan oma Aaltje (almh) tercinta, yang selalu
menjadi sumber doa dan motivasi bagi penulis.
10. Kepada keluarga: Ma Endang, Ma Ayu, Ma Anti, Om Engky, Christo, Ka
Ica, Ma Ae, Pa Den, Ma Eda, dan Om Rudy, yang selalu memberikan
v
dukungan doa dan semangat kepada penulis selama masa penyusunan
skripsi.
11. Sahabat Penulis : Cece, Caca, Dipa, Eca, Nad, Mele, Geil, Fanny, Jenifer,
Cantika, Cella, Ella, Gebi, Vio, Nagit, dan Icha yang selalu memberikan
pelukan yang hangat, bahu untuk bersandar dan doa yang tulus kepada
penulis selama penulisan skripsi.
12. Teman – teman skripsi di bagian Medical Education Unit, Langgeng, Fabio,
Fely, Vina, Daniel, dan Alvin dan teman- teman Ruang Tutorial 1 “Biri –
biri”: Abi, Indah, Nanda, Lio, Gya, Titin, Niel, Lanen, Fely dan Elim yang
selalu
memberikan
motivasi
serta
doa
sehingga
penulis
dapat
menyelesaikan penulisan skripsi ini.
13. Adik – adik semester 3 angkatan 2024, Program Studi Pendidikan Dokter
Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Tahun 2025 yang bersedia
untuk menjadi bagian dari penelitian.
Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini masih jauh dari
kesempurnaan dan tentu terdapat berbagai keterbatasan. Oleh karena itu, setiap
masukan, saran, serta kritik yang membangun sangat penulis harapkan demi
perbaikan dan peningkatan kualitas karya ini ke depannya. Penulis berharap
semoga hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat serta menambah
wawasan bagi semua pihak yang memerlukan.
Manado, 21 November 2025
Penulis
vi
ABSTRAK
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN STRES DENGAN NILAI
COMPUTER BASED TEST GANGGUAN SISTEM HEMATOLOGI
DAN IMUNOLOGI PADA MAHASISWA FAKULTAS
KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI
Angeliq Sharon1, Siemona L. E. Berhimpon2, Damajanty H. C. Pangemanan3
1
Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Sam
Ratulangi, Manado, Indonesia
2
Medical Education Unit, Fakultas Kedokteran, Universitas Sam Ratulangi,
Manado, Indonesia
Email : [email protected]
Latar belakang: Motivasi belajar dan stres merupakan faktor penting dalam
keberhasilan akademik mahasiswa kedokteran. Nilai Computer Based Test (CBT)
menjadi salah satu tolok ukur capaian kompetensi kognitif mahasiswa. Tujuan:
Menganalisis hubungan motivasi belajar dan stres dengan nilai CBT Gangguan
Sistem Hematologi dan Imunologi pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran
Univesitas Sam Ratulangi. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif
observasional analitik dengan pendekatan studi kohort longitudinal pada 233
mahasiswa semester 3 Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran
Universitas Sam Ratulangi yang telah memenuhi kriteria inklusi. Motivasi belajar
diukur menggunakan kuesioner Motivated Strategies Learning Questionnaire
(MSLQ) dan stres diukur menggunakan kuesioner Medical Student Stressor
Questionnaire (MSSQ) dan nilai CBT diperoleh dari daftar nilai Gangguan Sistem
Hematologi dan Imunologi. Hasil: Hasil dari uji Spearman rho ditemukan korelasi
positif signifikan antara motivasi belajar dan nilai CBT (r = 0,763; p = 0,001), serta
korelasi negatif signifikan antara tingkat stres dan nilai CBT (r = -0,874; p = 0,001).
Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dengan arah positif antara motivasi
belajar dengan nilai CBT serta terdapat hubungan yang signifikan dengan arah
negatif antara tingkat stres dan nilai CBT pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran
Universitas Sam Ratulangi.
Kata kunci: Motivasi Belajar, Stres, Nilai, Mahasiswa Kedokteran
vii
ABSTRACK
THE RELATIONSHIP BETWEEN LEARNING MOTIVATION AND STRESS
WITH COMPUTER-BASED TEST SCORES IN HEMATOLOGY AND
IMMUNOLOGY SYSTEM DISORDERS AMONG MEDICAL
STUDENTS OF THE FACULTY OF MEDICINE,
SAM RATULANGI UNIVERSITY
Angeliq Sharon¹, Siemona L. E. Berhimpon², Damajanty H. C. Pangemanan³
1Medical Student of Faculty of Medicine, Sam Ratulangi University, Manado
2Medical Education Unit, Faculty of Medicine, Sam Ratulangi University,
Manado
Email : [email protected]
Background: Learning motivation and stress are important factors in the academic
success of medical students. The Computer-Based Test (CBT) score serves as one
of the benchmarks for students’ cognitive competence achievement. Objective: To
analyze the relationship between learning motivation and stress with CBT exam
scores on the Hematology and Immunology System Disorder among students of the
Faculty of Medicine, Sam Ratulangi University. Methods: This research employed
a quantitative observational analytic design with a longitudinal cohort study
approach involving 233 third-semester students of the Medical Education Study
Program, Faculty of Medicine, Sam Ratulangi University, who met the inclusion
criteria. Learning motivation was measured using the Motivated Strategies for
Learning Questionnaire (MSLQ), and stress was measured using the Medical
Student Stressor Questionnaire (MSSQ). CBT exam scores were obtained from the
score list of the Hematology and Immunology System Disorder. Results: The
Spearman’s rho test found a significant positive correlation between learning
motivation and CBT scores (r = 0.763; p = 0.001), as well as a significant negative
correlation between stress levels and CBT scores (r = -0.874; p =
0.001). Conclusion: There is a significant positive relationship between learning
motivation and CBT examination scores, and a significant negative relationship
between stress level and CBT examination scores among students of the Faculty of
Medicine, Sam Ratulangi University.
Keywords: Learning Motivation, Stress, Scores, Medical Students
viii
DAFTAR ISI
SAMPUL DALAM .................................................................................................. i
LEMBAR PENGESAHAN .................................................................................... ii
LEMBAR PERNYATAAN BEBAS PLAGIARISME .......................................... iii
KATA PENGANTAR ............................................................................................. iv
ABSTRAK ............................................................................................................ vii
ABSTRACK ........................................................................................................ viii
DAFTAR ISI .......................................................................................................... ix
DAFTAR TABEL................................................................................................... xi
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ xii
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ xiii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................1
A. Latar Belakang................................................................................................1
B. Rumusan Masalah...........................................................................................4
C. Tujuan Penelitian ............................................................................................4
1. Tujuan Umum .............................................................................................4
2. Tujuan Khusus ............................................................................................4
D. Manfaat Penelitian ..........................................................................................5
1. Bagi Peneliti ...............................................................................................5
2. Bagi Institusi ...............................................................................................5
3. Bagi Peneliti Selanjutnya............................................................................5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ..............................................................................6
A. Landasan Teori ...............................................................................................6
1. Motivasi Belajar .........................................................................................6
2. Stres .......................................................................................................... 11
3. Nilai Computer Based Test .......................................................................18
4. Hubungan Motivasi Belajar dan Stres dengan Nilai CBT ........................20
B. Kerangka Teori .............................................................................................22
C. Kerangka Konsep..........................................................................................23
D. Hipotesis .......................................................................................................23
BAB III METODE PENELITIAN.........................................................................24
A. Jenis Penelitian .............................................................................................24
B. Rancangan Penelitian....................................................................................24
C. Lokasi dan Waktu Penelitian ........................................................................24
1. Lokasi Penelitian ......................................................................................24
ix
2. Waktu Penelitian .......................................................................................24
D. Populasi dan Sampel Penelitian....................................................................25
1. Populasi ....................................................................................................25
2. Sampel ......................................................................................................25
E. Kriteria Inklusi dan Eksklusi ........................................................................25
1. Kriteria Inklusi ..........................................................................................25
2. Kriteria Eksklusi .......................................................................................26
F. Identifikasi Variabel Penelitian......................................................................26
1. Variabel Bebas ..........................................................................................26
2. Variabel Terikat .........................................................................................26
G. Definisi Operasional .....................................................................................27
H. Instrumen Penelitian .....................................................................................27
1. Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) .....................28
2. Medical Student Stress Questionnaire (MSSQ) ........................................29
I. Prosedur Pengambilan atau Pengumpulan Data ............................................31
1. Data Primer ...............................................................................................31
2. Data Sekunder...........................................................................................31
J. Pengolahan dan Analisis Data........................................................................31
1. Pengolahan Data .......................................................................................31
2. Analisis data ..............................................................................................32
K. Alur Penelitian ..............................................................................................33
L. Etika Penelitian .............................................................................................33
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN................................................................34
A. Hasil Penelitian.............................................................................................34
1. Karakteristik Responden...........................................................................34
2. Distribusi Kuesioner Motivasi Belajar .....................................................35
3. Distribusi Kuesioner Stres ........................................................................36
4. Distribusi Nilai CBT Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi .......36
5. Gambaran Motivasi Belajar, Stres dan Nilai Computer Based Test .........37
6. Motivasi belajar dengan Nilai CBT GSHI ................................................39
7. Stres dengan nilai CBT GSHI...................................................................41
B. Pembahasan ..................................................................................................43
1. Gambaran Motivasi Belajar, Stres dan Nilai CBT GSHI .........................43
2. Hubungan antara Motivasi Belajar dan Nilai CBT GSHI ........................45
3. Hubungan antara Stres dan Nilai CBT GSHI ...........................................48
4. Hipotesis ...................................................................................................51
C. Kelebihan dan Keterbatasan Penelitian ........................................................51
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .................................................................53
A. Kesimpulan ...................................................................................................53
B. Saran .............................................................................................................53
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................55
LAMPIRAN ...........................................................................................................60
RIWAYAT HIDUP .................................................................................................78
x
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Nilai CBT .................................................................................................19
Tabel 2. Definisi Operasional .................................................................................27
Tabel 3. Domain Kuesioner Motivasi Belajar ........................................................29
Tabel 4. Domain Kuesioner Stres...........................................................................30
Tabel 5. Distribusi karakteristik responden ............................................................34
Tabel 6. Distribusi Kuesioner Motivasi Belajar Responden ..................................35
Tabel 7. Distribusi Kuesioner Stres Responden .....................................................36
Tabel 8. Distribusi nilai computer based test .........................................................36
Tabel 9. Gambaran berdasarkan karakteristik ........................................................38
Tabel 10. Uji korelasi spearman rho motivasi belajar dengan nilai computer based
test ..........................................................................................................................39
Tabel 11. Domain Motivasi Belajar .......................................................................40
Tabel 12. Uji korelasi Spearman rho stres dengan nilai computer based test ........41
Tabel 13. Domain Stres ..........................................................................................42
xi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Kerangka Teori`....................................................................................22
Gambar 2. Kerangka Konsep .................................................................................23
Gambar 3. Alur Penelitian ......................................................................................33
xii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Ethical Clearance ..............................................................................60
Lampiran 2. Informed Consent ..............................................................................61
Lampiran 3. Kuesioner Penelitian ..........................................................................62
Lampiran 4. Hasil penelitian SPSS ........................................................................66
Lampiran 5. Hasil Pengolahan Data.......................................................................71
Lampiran 6. Domain Motivasi Belajar dan Stres ...................................................76
xiii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan kedokteran akan ditempuh dalam jangka waktu yang tidak
singkat dan mahasiswa akan diperhadapkan dengan tekanan dan tuntutan untuk
mempertahankan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang tinggi agar bisa lulus
dengan hasil yang memuaskan (1). Tuntutan tersebut dapat menimbulkan stres,
yaitu respon fisiologis dan psikologis terhadap tuntutan yang dirasakan apabila
melebihi kapasitas seseorang (2). Pada saat yang sama, keberhasilan belajar
tidak hanya dipengaruhi oleh stres, tetapi juga oleh minat belajar. Ketika
mahasiswa memiliki minat belajar yang tinggi maka mahasiswa tersebut dapat
membangkitkan motivasi belajarnya sendiri (1,3). Motivasi belajar adalah faktor
pendorong yang menggerakkan mahasiswa untuk memulai, mempertahankan,
dan mengarahkan proses belajar mahasiswa, guna mencapai tujuan pembelajaran
yang telah ditetapkan.
Motivasi ini memainkan peran penting dalam
memastikan kelangsungan dan keberhasilan kegiatan belajar, serta dalam
memfokuskan upaya mahasiswa pada pencapaian hasil yang diharapkan(4).
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui faktor – faktor yang dapat
mempengaruhi hasil belajar pada mahasiswa (5,6).
Survei Kesehatan Indonesia (SKI) pada tahun 2023 menunjukkan bahwa 2%
penduduk Indonesia yang berusia ≥15 tahun mengalami masalah kesehatan jiwa,
termasuk stres, dan dengan angka di Sulawesi Utara sedikit lebih rendah, yaitu
1,9%. SKI juga mengungkapkan bahwa prevalensi stres cenderung lebih tinggi
1
pada kelompok usia muda yang sedang menempuh pendidikan, terutama di
jenjang perguruan tinggi (7). Penelitian yang dilakukan oleh Sahu et al pada
tahun 2020 telah menunjukkan prevalensi stres di kalangan mahasiswa
kedokteran berkisar 48% (8). Penelitian terdahulu juga yang di lakukan di Arab
Saudi mengenai tingkat stres pada mahasiswa kedokteran menunjukkan bahwa
prevalensi stres berbeda menurut tingkat pendidikan, yaitu sebesar 74,2% pada
mahasiswa tahun pertama, 69,8% pada tahun kedua, 48,6% pada tahun ketiga,
dan 30,4% pada mahasiswa tahun keempat (9,10).
Pada penelitian yang
dilakukan oleh Azifa et al di tahun 2025 menyatakan bahwa stresor memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap gagasan bunuh diri terutama pada mahasiswa
kedokteran dengan hasil nilai p = 0,000 (p < 0,05) (11).
Penelitian yang dilakukan di Universitas Islam Al – Mataram tahun 2023
menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres
dengan motivasi belajar, dimana hasil p-value sebesar 0.000 (<0,05) (4). Hasil
analisis statistik dari penelitian yang dilakukan oleh Ajhie et al di Universitas
Sam Ratulangi pada tahun 2025 menemukan bahwa sebagian besar mahasiswa
kedokteran mengalami stres berat sebesar 46,8%, meskipun 97,1% mahasiswa
tetap memiliki motivasi belajar tinggi. Analisis statistik dari penelitian tersebut
menunjukkan terdapat hubungan antara stres dengan motivasi belajar (p = 0,002)
(12).
Berdasarkan berbagai penelitian sebelumnya, diketahui bahwa stres dan
motivasi belajar berpengaruh terhadap kondisi akademik mahasiswa yang
sebagian besar menilai aspek psikologis dengan nilai modul yang dimana sudah
di akumulasi dengan nilai tutorial, praktikum dan tugas (13–16).
2
Di sisi lain
penulis secara spesifik ingin mengkaji hubungan stres dan motivasi belajar
dengan nilai CBT pada mahasiswa kedokteran. Dalam pendidikan kedokteran,
evaluasi pembelajaran berperan penting untuk mengukur capaian kompetensi
mahasiswa sesuai tingkat kemampuan kognitif berdasarkan Taksonomi Bloom
yang mencakup enam jenjang, yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan,
analisis, sintesis, dan evaluasi (17). Dalam pendidikan akademik kedokteran,
ujian modul atau blok umumnya menilai kemampuan kognitif tingkat rendah
hingga menengah (C1–C3), sedangkan Uji Kompetensi Mahasiswa Program
Profesi Dokter (UKMPPD) sebagai exit examination nasional menuntut
kemampuan berpikir tingkat tinggi (C4–C6) yang mencakup analisis kasus,
penalaran klinis, dan pengambilan keputusan medis (18). Dengan demikian,
penerapan Computer-Based Test (CBT) pada ujian modul dalam pendidikan
kedokteran bisa digunakan untuk menilai atau mengetahui kemampuan kognitif
sekaligus bentuk pelatihan (training) dalam menghadapi UKMPPD, karena CBT
memiliki format dan karakteristik soal berbasis kasus yang serupa, sehingga
dapat membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan klinis (19).
Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti tertarik melakukan penelitian ini
dengan menggunakan nilai CBT sebagai indikator objektif hasil belajar.
Adapun modul Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi (GSHI) dipilih
karena berdasarkan data akademik dari tim modul pada angkatan 2022 didapati
69 mahasiswa yang menjawab benar dibawah 50 dari 100 soal modul tersebut.
Berdasarkan Penelitian yang dilakukan di Fakultas Kedokteran dan Ilmu
Kesehatan Universitas Warmadewa pada tahun 2022 yang mengatakan bahwa
nilai CBT yang rendah mencerminkan bahwa tingkat kognitif mahasiswa pada
3
materi tersebut masih rendah (20). Dengan demikian, penting untuk diteliti lebih
lanjut faktor – faktor yang berpotensi mempengaruhi nilai CBT, termasuk stres
dan motivasi belajar mahasiswa.
B. Rumusan Masalah
Apakah terdapat hubungan motivasi belajar dan stres dengan nilai computer
based test Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi pada mahasiswa
Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi?
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui hubungan motivasi belajar dan stres dengan nilai
computer based test Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi pada
mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi.
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui gambaran motivasi belajar pada Gangguan Sistem Hematologi
dan Imunologi.
b. Mengetahui gambaran stres pada Gangguan Sistem Hematologi dan
Imunologi.
c. Mengetahui gambaran nilai computer based test pada Gangguan Sistem
Hematologi dan Imunologi.
d. Menganalisis hubungan motivasi belajar dengan nilai computer based test
pada Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi.
e. Menganalisis hubungan motivasi belajar dengan nilai computer based test
pada Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi.
4
D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Peneliti
Menambah pengetahuan dan pemahaman serta pengalaman dalam
melakukan analisis mengenai hubungan motivasi belajar dan stres dengan
nilai CBT pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi.
2. Bagi Institusi
Dapat menjadikan penelitian ini sebagai pengetahuan dan evaluasi untuk
mengantisipasi terjadinya stres akademik dan meningkatkan motivasi belajar
pada mahasiswa fakultas kedokteran.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Penelitian ini dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya untuk
mengkaji lebih lanjut hubungan motivasi belajar dan stres dengan nilai CBT,
serta mengembangkan penelitian dengan variabel, metode, atau sampel yang
lebih luas.
5
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
1. Motivasi Belajar
a. Definisi Motivasi Belajar
Istilah motivasi berasal dari bahasa Latin movore yang berarti
dorongan atau kekuatan untuk bergerak(21). Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI), motivasi dijelaskan sebagai dorongan yang muncul
secara sadar maupun tidak sadar untuk melakukan tindakan dengan tujuan
tertentu, sebagai usaha yang menimbulkan gerakan pada individu maupun
kelompok agar melakukan sesuatu demi mencapai tujuan yang diharapkan
atau memperoleh kepuasan dari tindakannya (21,22).
Menurut Abraham Maslow, motivasi merupakan sesuatu yang bersifat
terus-menerus, tidak pernah habis, berfluktuasi, dan kompleks. Abraham
memandang motivasi sebagai aspek universal yang melekat dalam hampir
semua aktivitas makhluk hidup.
Sementara itu, Bernard A.W.
mendefinisikan motivasi sebagai fenomena yang mendorong perilaku
manusia menuju tujuan tertentu, meskipun sebelumnya tidak ada
kecenderungan atau pergerakan ke arah tujuan tersebut. Dengan kata lain,
motivasi berfungsi sebagai dorongan untuk memperluas usaha atau
melaksanakan tindakan dalam rangka mencapai target tertentu. Anwar
Prabu Mangkunegara juga berpendapat bahwa motivasi adalah kondisi
yang mampu membangkitkan, mengarahkan, serta mempertahankan
6
perilaku seseorang, khususnya dalam kaitannya dengan lingkungan kerja
(23).
Motivasi memiliki peran yang sangat penting dalam proses belajar di
perguruan tinggi. Tingginya tujuan yang ingin dicapai melalui belajar
akan mendorong meningkatnya motivasi. Semakin besar motivasi belajar,
maka semakin kuat aktivitas belajar yang akan dilakukan, pola perilaku
tersebut dikenal sebagai proses motivasi belajar.
Dengan demikian,
motivasi belajar mahasiswa dapat diartikan sebagai dorongan internal yang
menyeluruh untuk menciptakan kegiatan belajar yang berkesinambungan
serta terarah, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai (24).
b. Jenis – Jenis Motivasi Belajar
Motivasi belajar berdasarkan sumbernya dapat digolongkan menjadi
dua jenis, yaitu (25):
1) Motivasi Intrinsik
Motivasi intrinsik adalah dorongan yang muncul dari dalam diri
individu tanpa dipengaruhi paksaan atau rangsangan eksternal.
Contohnya, seorang mahasiswa belajar dengan kesadaran sendiri
karena merasa puas dengan proses belajar yang dijalani, bukan karena
menginginkan pujian atau hadiah, tetapi karena ingin memahami materi
dan mendapatkan nilai tinggi sebagai bentuk pencapaian pribadi.
Individu dengan motivasi intrinsik cenderung lebih mandiri dalam
proses belajar, sebab aktivitas belajar dianggap sebagai kebutuhan (25).
7
2) Motivasi Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik muncul karena adanya pengaruh dari luar
individu, baik dari orang lain maupun lingkungannya. Tujuan belajar
pada motivasi ini bukan terletak pada proses memahami materi,
melainkan pada faktor eksternal.
Contohnya, seorang mahasiswa
belajar karena dorongan orang tua untuk memperoleh nilai tinggi (25).
c. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar
Faktor – faktor yang mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa
sebagai berikut(26):
1) Cita – Cita atau Aspirasi Mahasiswa
Mahasiswa yang memiliki tujuan atau cita-cita yang ingin dicapai
akan lebih bersemangat dalam belajar. Pencapaian cita-cita dianggap
sebagai wujud keberhasilan diri sehingga dapat memperkuat dorongan
belajar (26).
2) Kemampuan Belajar
Kemampuan seperti konsentrasi, pemahaman, daya ingat, dan pola
pikir berperan penting dalam proses belajar. Mahasiswa yang memiliki
kemampuan belajar baik lebih sering berhasil, dan keberhasilan tersebut
akan semakin meningkatkan motivasi belajar (26).
3) Kondisi Mahasiswa
Faktor fisik dan psikologis sangat mempengaruhi motivasi.
Mahasiswa yang sehat secara jasmani dan emosional biasanya lebih
8
bersemangat, sedangkan kondisi seperti sakit, lelah, atau tekanan
emosional cenderung menurunkan motivasi (26).
4) Kondisi Lingkungan Belajar
Lingkungan keluarga, kampus, maupun masyarakat yang tertib,
nyaman, dan mendukung dapat memperkuat semangat belajar.
Sebaliknya, lingkungan yang penuh tekanan dapat menurunkan
motivasi mahasiswa (26).
5) Unsur – unsur Dinamis Belajar
Faktor yang sifatnya tidak tetap seperti emosi, semangat, dan
suasana belajar dapat berubah sewaktu-waktu.
Kondisi positif
merupakan kondisi yang dapat mendukung mahasiswa untuk belajar,
seperti perasaan tenang, percaya diri, dan antusias, yang dapat
memperkuat motivasi, sebaliknya kondisi negatif dapat menghambat
belajar, seperti cemas berlebihan, stres akademik, dan perasaan tidak
mampu, yang dapat menurunkan motivasi (26).
6) Upaya Tenaga Pengajar Membelajarkan Mahasiswa
Penyampaian materi yang menarik, interaktif, dan adanya evaluasi
yang baik dapat meningkatkan minat belajar mahasiswa. Sebaliknya,
metode pengajaran yang monoton berpotensi menurunkan motivasi
(26).
7) Adanya Stresor di Perkuliahan
Kesulitan memahami mata kuliah, nilai yang rendah, atau
persaingan antar mahasiswa dapat menimbulkan stres. Peningkatan
9
stres berlebihan sering kali berdampak pada turunnya motivasi belajar
(26).
d. Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ)
Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) merupakan
instrumen yang digunakan untuk menilai orientasi motivasi mahasiswa
serta strategi yang mereka terapkan dalam proses belajar. Kuesioner ini
terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu aspek motivasi belajar dan aspek
strategi pembelajaran. Bagian motivasi terdiri atas 6 domain, sedangkan
bagian strategi belajar mencakup 9 domain, sehingga secara keseluruhan
terdapat 15 domain yang diukur melalui Motivated Strategies for Learning
Questionnaire (MSLQ) (21).
Penelitian oleh Lisiswanti menggunakan Motivated Strategies for
Learning Questionnaire (MSLQ) yang telah diterjemahkan ke dalam
bahasa Indonesia oleh Lembaga Bahasa Universitas Lampung, dengan
hasil validitas 0,3 dan reliabilitas 0,846 (21,27). Studi serupa di Universitas
Warmadewa pada 190 mahasiswa kedokteran juga menunjukkan seluruh
butir pada bagian motivasi belajar valid (r hitung > 0,142) dengan
reliabilitas tinggi (cronbach’s alpha 0,89). Instrumen ini menggunakan
skala Likert 1–7, mulai dari “sangat tidak sesuai dengan saya” hingga
“sangat sesuai dengan saya”. Skor motivasi dikelompokkan menjadi tiga
kategori: rendah (31–93), sedang (94–155), dan tinggi (156–217) (21).
10
2. Stres
a. Definisi Stres
Istilah stress berasal dari bahasa Inggris. Menurut kamus Oxford, stres
memiliki 6 makna yang berbeda dan tergantung pada bidang
penggunaannya. Definisi tersebut mencakup; rasa tertekan atau cemas
akibat masalah dalam kehidupan seseorang, tekanan fisik yang diberikan
pada suatu benda hingga dapat merusaknya atau mengubah bentuknya,
penekanan atau perhatian khusus terhadap sesuatu, penekanan suara yang
diberikan ketika melafalkan kata tertentu, tekanan atau aksen tambahan
yang digunakan dalam musik serta gangguan kesehatan yang timbul akibat
kondisi fisik yang tidak seimbang (28).
Pada tahun 2023, World Health Organization (WHO) menyatakan
stres adalah perasaan tertekan atau cemas yang muncul ketika seseorang
menghadapi masalah atau situasi yang berat. Kondisi ini sebenarnya
merupakan reaksi normal tubuh untuk mempersiapkan diri menghadapi
tantangan. Hampir semua orang pernah merasakan stres, tetapi yang
paling penting adalah bagaimana cara seseorang mengelola stres tersebut,
karena respon stres sangat mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan
secara keseluruhan (29).
Menurut American Institute of Stress
menyebutkan bahwa sebenanya tidak ada definisi yang pasti untuk stres,
dikarenakan setiap individu memiliki respon yang berbeda terhadap stres.
National of Association of School Psychologist juga menjelaskan bahwa
stres adalah perasaan yang tidak menyenangkan dan ditunjukkan dengan
cara yang berbeda – beda (30,31).
11
Menurut Cornelli stres merupakan gangguan yang ada pada tubuh dan
pikiran yang dapat disebabkan oleh tuntutan kehidupan dan dipengaruhi
oleh lingkungan. Sarafino juga mengatakan bahwa stres adalah kondisi
yang disebabkan oleh interaksi antar individu dengan lingkungan dan
munculnya persepsi jarak antara tuntutan – tuntutan yang disebabkan oleh
keadaan yang bersumber pada sistem biologis, psikologis dan sosial
seseorang (30).
Maka dari definisi – definisi yang ada diatas, dapat disimpulkan bahwa
stres merupakan kondisi individu yang diakibatkan oleh macam macam
tuntutan yang berlebih dan bersumber dari aspek biologis, psikologis dan
sosial serta juga dapat bersifat mengancam dan membahayakan individu
tersebut.
Makanya timbul perubahan yang terjadi pada sistem fisik,
kognitif dan tingkah laku (30).
b. Klasifikasi dan Jenis – Jenis Stres
Stres bisa diklasifikasikan berdasarkan pengaruhnya terhadap individu
(eustress dan distress), sifat stresor (fisiologis dan psikologis) dan waktu
pemaparan stresor (akut atau jangka pendek dan kronik ataujangka
panjang) (5,32).
Pada umumnya stres dibedakan menjadi dua jenis
berdasarkan pengaruh terhadap individu: yaitu Eustress dan Distress (13).
Eustress atau stres positif merupakan bentuk stres yang justru
memberikan manfaat, Misalnya
menjelang ujian, karena
tubuh
menghasilkan hormon adrenalin maka hal ini akan membuat seseorang
akan lebih bersemangat dan dapat membantu meningkatkan fokus (13).
12
Distress atau stres negatif merupakan stres yang menimbulkan dampak
merugikan bagi tubuh. Distress biasanya muncul akibat tekanan berlebih
yang tidak dapat ditoleransi oleh tubuh, sehingga menimbulkan gejala
seperti mual, tekanan darah tinggi, rasa gugup, penurunan minat belajar,
hingga gangguan fisik lainnya (13).
Stres negatif ini juga dapat
menimbulkan rasa malas, seperti enggan bangun pagi, merasa lemas ketika
harus beraktivitas, hingga enggan bertemu orang lain.
Jika kondisi
tersebut berlangsung terus-menerus, maka dapat mengakibatkan kelelahan
fisik maupun mental (13,33). Selanjutnya ada stres yang berdasarkan
stresor :
1) Stres Fisiologis
Stres fisiologis merupakan respons tubuh terhadap pemicu stres
yang bersifat fisik (34). Stres ini muncul sebagai reaksi tubuh terhadap
stresor
internal
maupun
eksternal
keseimbangan homeostasis.
yang
dapat
mengganggu
Contoh kondisi yang termasuk stres
fisiologis antara lain penyakit, cedera, kurang tidur, hingga kekurangan
nutrisi. Faktor-faktor tersebut dapat mengaktifkan jalur stres fisiologis
dan berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan serta
kesejahteraan individu (35).
2) Stres Psikologis
Stres psikologis muncul ketika individu menghadapi emosi yang
intens, misalnya rasa cemas, sedih, takut, ataupun marah. Pada kondisi
ini tubuh akan mengaktifkan mekanisme fisiologis yang dikenal dengan
respons “fight or flight”. Respons “fight or flight” adalah respons
13
fisiologis tubuh terhadap ancaman atau stres psikologis, di mana tubuh
secara otomatis memilih untuk menghadapi ancaman (fight) atau
menghindarinya (flight) sebagai upaya bertahan. (34). Sumber stres
psikologis umumnya berkaitan dengan aspek kognitif dan emosional,
seperti persepsi terhadap ancaman, rasa khawatir, atau munculnya
pikiran negatif. Beberapa contoh pemicu stres jenis ini antara lain,
tuntutan akademik, perbandingan dengan orang lain, maupun
ekspektasi yang dibebankan oleh diri sendiri (5,35).
Stres berdasarkan jangka waktu pemaparan stresor:
1) Stres Akut
Stres akut adalah jenis stres yang muncul secara cepat sebagai reaksi
tubuh terhadap suatu keadaan yang dipersepsikan berbahaya atau
mengancam yang biasanya berlangsung beberapa menit hingga
beberapa hari (36). Kondisi ini sering memunculkan gejala kecemasan
yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bagi individu yang
mengalaminya (37).
2) Stres Kronik
Stres kronik merupakan kondisi stres yang terjadi dalam jangka
waktu lama biasanya berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, akibat
tekanan yang terus-menerus dan sering kali sulit untuk dikendalikan.
Jenis stres ini dapat timbul akibat faktor tekanan pekerjaan, kesulitan
finansial, konflik dalam hubungan interpersonal, maupun perubahan
besar dalam lingkungan.
Stres yang berkepanjangan dapat
menimbulkan gangguan baik fisik maupun emosional, menurunkan
14
produktivitas, serta berdampak negatif terhadap kualitas interaksi sosial
seseorang (36).
c. Tingkat Stres
Tingkat stres pada setiap orang dapat bervariasi karena kemampuan
tubuh dalam merespons stresor berbeda-beda sesuai kapasitas masing –
masing individu. Secara umum, stres dapat dikategorikan menjadi 3
tingkatan, yaitu (12):
1) Stres Ringan
Jenis stres ini dialami hampir semua orang karena bersifat wajar dan
berlangsung singkat, biasanya hanya dalam hitungan menit hingga
beberapa jam. Contohnya adalah rasa jengkel akibat terjebak macet,
perasaan setelah dimarahi seseorang, atau lupa membawa barang
penting. Gejala yang muncul biasanya ringan, seperti tubuh terasa
lemas, bibir kering, rasa takut terhadap ketidakpastian, serta keringat
berlebihan (12).
2) Stres Sedang
Stres ini dapat berlangsung lebih lama, mulai dari beberapa jam
hingga berhari-hari.
Contohnya yaitu kecemasan ketika harus
melakukan presentasi di depan umum atau konflik dengan teman.
Gejala yang sering muncul antara lain mudah lelah, sulit tidur atau
beristirahat, mudah tersinggung, serta merasa cemas (12).
15
3) Stres Berat
Tingkat stres ini berlangsung dalam periode yang lebih panjang,
bahkan bisa sampai beberapa minggu. Stres berat akan memberikan
dampak jika dalam situasi seperti ada masalah finansial, konflik yang
tidak kunjung selesai, atau perasaan kekurangan dalam hidup dapat
menjadi pemicu.
Dampaknya dapat berupa hilangnya motivasi,
munculnya rasa putus asa, merasa hidup tidak berarti, hingga
kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari (12).
d. Sumber Stres
Menurut Yusoff, pemicu stres pada mahasiswa kedokteran dibagi
dalam 6 kelompok, yaitu (38):
1) Academic Related Stresors (ARS)
Penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab stres pada
mahasiswa adalah ujian, tes, tekanan waktu, serta keterlambatan dalam
menyelesaikan tugas. Mahasiswa yang menaruh ekspektasi terlalu
tinggi pada dirinya cenderung lebih rentan mengalami gangguan
psikologis, terutama karena adanya tuntutan untuk memperoleh prestasi
akademik yang tinggi(38).
2) Intrapersonal and Interpersonal Related Stresors (IRS)
Konflik internal dalam diri (intrapersonal) maupun interaksisosial
dengan orang lain (interpersonal) juga menjadi faktor stres bagi
mahasiswa kedokteran.
Contohnya meliputi kurangnya motivasi
belajar, perselisihan dengan sesama mahasiswa, serta konflik dengan
dosen atau staf pengajar (38).
16
3) Teaching and Learning Related Stresors (TLRS)
Stresor lain berasal dari proses pembelajaran, seperti ketidakpuasan
terhadap kualitas kuliah, bimbingan, maupun umpan balik dari dosen.
Kurangnya kejelasan mengenai apa yang diharapkan dari mahasiswa
juga dapat memicu tekanan (38).
4) Social Related Stresors (SRS)
Ketidakpuasan dalam aktivitas sosial berhubungan dengan
gangguan psikologis pada mahasiswa kedokteran.
Selain itu,
pengalaman menghadapi pasien yang sakit parah atau meninggal, serta
ketidakmampuan menjawab pertanyaan pasien dengan tepat, turut
menjadi sumber stres (38).
5) Drive and Desire Related Stressors (DRS)
Tekanan dari faktor eksternal seperti politik atau keluarga,
ketakutan dalam memilih jalur karier yang dianggap keliru, hingga
ketidakyakinan
atau
ketidakinginan
untuk
melanjutkan
studi
kedokteran, dapat menjadi pemicu stres tersendiri (38).
6) Group Activities Related Stresors (GARS)
Lingkungan belajar berbasis kelompok juga dapat menimbulkan
stres, baik dari segi interaksi dengan tutor, rekan sejawat, maupun
pasien. Selain itu, adanya dorongan atau tuntutan dari orang lain untuk
selalu berprestasi tinggi dalam aktivitas kelompok menambah beban
psikologis mahasiswa (38).
17
e. Medical Student Stressor Questionnaire (MSSQ)
Medical Student Stressor Questionnaire (MSSQ) merupakan instrumen
yang dikembangkan oleh Yusoff & Rahim pada tahun 2010 untuk
mengukur tingkat stres pada mahasiswa kedokteran. Instrumen ini terdiri
atas 40 butir pertanyaan yang mencakup berbagai faktor penyebab stres
selama menempuh pendidikan kedokteran.
MSSQ mengelompokkan
stresor ke dalam 6 dimensi utama, yaitu Academic Related Stressors
(ARS), Intrapersonal and Interpersonal Related Stressors (IRS), Teaching
and Learning Related Stressors (TLRS), Social Related Stressors (SRS),
Drive and Desire Related Stressors (DRS), serta Group Activities Related
Stressors (GARS). Pengukuran MSSQ menggunakan skala Likert dengan
skala 0 – 4 dengan makna “tidak menyebabkan stres” sampai dengan
“menyebabkan stres yang sangat berat”. Pada tahun 2010 MSSQ
Kuesioner ini telah dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas oleh Yusoff
et al dengan nilai cronbach’s alpha adalah sebesar 0,95 (38).
3. Nilai Computer Based Test
a. Modul Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi
Modul Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi (GSHI) diajarkan
kepada mahasiswa semester 3 program studi pendidikan dokter Fakultas
Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Modul ini mempelajari mengenai
penyakit atau gangguan yang berhubungan dengan Hematologi dan
Imunologi. Modul ini merupakan modul gangguan pertama yang akan
dipelajari oleh mahasiswa semester 3.
18
Modul Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi (GSHI), proses
pembelajaran modul ini menggunakan metode Student Centered Learning
(SCL) yang menekankan pada keaktifan dan kemandirian mahasiswa.
Selain itu, diterapkan juga pendekatan Problem Based Learning (PBL)
melalui kuliah pakar dan tutorial, sehingga mahasiswa dapat mengaitkan
teori dengan permasalahan nyata serta mengembangkan keterampilan
yang diperlukan untuk menghadapi tantangan di masa depan (5).
Ujian
modul
Gangguan
Sistem
Hematologi
dan
Imunologi
dilaksanakan secara Computer Based Test (CBT) dengan soal berbentuk
pilihan ganda (multiple choice question) dan berjumlah 100 soal. Batas
kelulusan ditetapkan pada nilai akhir di modul ini dengan minimal 60%.
Mahasiswa yang mendapatkan nilai C+ atau C dinyatakan lulus sedangkan
mahasiswa yang memperoleh nilai D atau E dinyatakan tidak lulus dan
berdasarkan keputusan rektor Universitas Sam Ratulangi pada tahun 2025,
mahasiswa yang mendapatkan nilai C, C+, D, atau E diberikan kesempatan
satu kali untuk mengikuti ujian remedial (39).
Tabel 1. Nilai CBT
Nilai Computer Based Test
Jumlah Benar
A
<80
B+
75,00 – 79,00
B
70,00 – 74,99
C+
65,00 – 69,99
C
60,00 – 64,99
D
55,00 – 59,99
E
<55
19
Berdasarkan tabel 1, nilai CBT diatas 60% dengan rentang jawaban
benar 60 – 100 dan berdasarkan keputusan rektor nilai ini berada di
kategori A, B+, B, C+, C, D dan E, yang dinyatakan lulus.
b. Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar dibagi menjadi dua,
yaitu faktor internal dan faktor eksternal (5,6):
1) Faktor Internal
Aspek yang diperhatikan meliputi fisik, seperti kondisi kesehatan
organ tubuh; psikologis, yang mencakup intelektual, emosional, dan
motivasi; kemampuan kognitif termasuk tingkat kecerdasan dan bakat;
serta sosial, seperti keterampilan dalam berinteraksi dengan lingkungan
sekitar (5,6).
2) Faktor Eksternal
Hal ini mencakup variasi serta tingkat kesulitan materi yang
dipelajari, kurikulum yang digunakan, kualitas pengajar, ketersediaan
sarana dan prasarana, hingga sistem manajemen yang berlaku. Selain
itu, faktor lain yang turut berpengaruh adalah lokasi belajar, iklim dan
suasana lingkungan, serta budaya belajar yang berkembang di
masyarakat (5,6).
4. Hubungan Motivasi Belajar dan Stres dengan Nilai Computer Based Test
Penelitian Dedek et al di Universitas Muhammadiyah Surakarta
melaporkan adanya hubungan signifikan antara tingkat stres dengan prestasi
belajar mahasiswa kedokteran (40). Namun, hasil berbeda ditunjukkan oleh
20
Waani et al di Universitas Sam Ratulangi pada tahun 2025 yang menemukan
tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan capaian
akademik mahasiswa (5).
Penelitian yang dilakukan di Universitas
Malahayati pada tahun 2021 oleh Lutfianawati et al menunjukkan adanya
hubungan signifikan antara tingkat stres dengan motivasi belajar pada
mahasiswa kedokteran dengan nilai signifikansi sebesar p = 0.001 (<0,05).
Temuan ini mengindikasikan bahwa stres memiliki pengaruh kuat terhadap
motivasi belajar mahasiswa (41).
Stres belajar sendiri merupakan kondisi psikologis individu yang merasa
tertekan akibat persepsi dan penilaian terhadap beban akademik, yang dapat
diartikan sebagai kejenuhan yang muncul akibat rutinitas belajar yang terusmenerus. Sementara itu, motivasi belajar diartikan sebagai dorongan dari
dalam diri maupun lingkungan yang memampukan siswa melakukan
perubahan ke arah perbaikan. Selain itu, stres yang tidak menurunkan
motivasi belajar pada beberapa individu dikarenakan stres tersebut bersifat
positif (eustres) atau karena individu tersebut mampu mengelola stres secara
efektif, sehingga stres tidak berubah menjadi stres negatif (distress) yang
mengganggu proses belajar.
21
B. Kerangka Teori
Gambar 1. Kerangka Teori`
22
C. Kerangka Konsep
Gambar 2. Kerangka Konsep
D. Hipotesis
H0 : Tidak terdapat hubungan antara motivasi belajar dan stres dengan nilai
computer based test Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi pada
mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi
H1 : Terdapat hubungan antara motivasi belajar dan stres dengan nilai
computer based test Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi pada
mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi.
23
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif.
B. Rancangan Penelitian
Penelitian ini menggunakan rancangan
observasional analitik dan
menggunakan pendekatan studi kohort longitudinal.
Pengambilan data
dilakukan menggunakan kuesioner dan penelitian ini akan dilakukan dua kali
pengambilan data, yaitu kuesioner motivasi belajar yang akan diisi oleh
responden sebelum memasuki modul Gangguan Sistem Hematologi dan
Imunologi, serta kuesioner stres yang diisi setelah mahasiswa menyelesaikan
ujian modul tersebut. Nilai Computer Based Test (CBT) Gangguan Sistem
Hematologi dan Imunologi akan diperoleh dari bagian program studi pendidikan
dokter.
C. Lokasi dan Waktu Penelitian
1. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Sam
Ratulangi Manado
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli – Desember tahun 2025
24
D. Populasi dan Sampel Penelitian
1. Populasi
Populasi target pada penelitian ini adalah mahasiswa program studi
pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Unversitas Sam Ratulangi Manado.
Populasi terjangkau pada penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2024
semester 3 program studi pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Unversitas
Sam Ratulangi.
2. Sampel
Penelitian ini mengambil sampel menggunakan teknik total sampling.
Total sampling ini merupakan teknik pengambilan sampel yang jumlah
sampel dipakai sama besar dengan jumlah populasinya. Jumlah sampel yang
dipakai dalam penelitian ini berjumlah 233 mahasiswa.
E. Kriteria Inklusi dan Eksklusi
1. Kriteria Inklusi
a. Mahasiswa angkatan 2024 program studi pendidikan dokter Fakultas
Kedokteran Universitas Sam Ratulangi yang masih aktif.
b. Bersedia menjadi subjek dalam penelitian ini dengan mengisi informed
consent.
c. Mahasiswa yang mengikuti ujian Gangguan Sistem Hematologi dan
Imunologi.
d. Mahasiswa yang mengisi kuesionar motivasi belajar dan stres dengan
baik dan lengkap.
25
2. Kriteria Eksklusi
a. Mahasiswa yang mengalami kondisi khusus (misalnya sakit atau cuti
akademik) sehingga tidak dapat mengikuti seluruh rangkaian penelitian.
F. Identifikasi Variabel Penelitian
1. Variabel Bebas
Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah motivasi belajar
dan stres.
2. Variabel Terikat
Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah nilai computer
based test pada Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi.
26
G. Definisi Operasional
Tabel 2. Definisi Operasional
Variabel
Definisi
Alat Ukur
Hasil Ukur
Skala
Stres
Stres merupakan
tekanan mental
akibat rasa takut
yang berlebih
terhadap
kemungkinan untuk
gagal dalam proses
perkuliahan
Kuesioner
MSSQ
(Medical
Student Stres
Questionnaire)
yang terdiri dari
40 pertanyaan
Stres ringan (0 –
1,93)
Stres sedang
(1,94 – 2,06)
Stres berat (2,07
– 4,00)
Ordinal
Motivasi
Belajar
Motivasi belajar
adalah dorongan
atau motif
psikologis dari
dalam atau dari luar
diri seseorang.
Kuesioner
MSLQ
(Motivated
Strategies for
Learning
Questionnaire)
yang terdiri dari
31 pertanyaan
Motivasi rendah
(31-93)
Motivasi sedang
(94-155)
Motivasi tinggi
(156-217)
Ordinal
Nilai computer
based test
Gangguan
Sistem
Hematologi
dan Imunologi
Hasil belajar
kognitif mahasiswa
berupa skor ujian
Computer Based
Test (CBT) pada
Gangguan Sistem
Hematologi dan
Imunologi.
Nilai computer
based test
berjumlah 100
soal dan nilai
akan diambil
dari tim modul
Gangguan
Sistem
Hematologi dan
Imunologi
dengan
maksimal nilai
benar 100 dan
minimal nilai
benar 0
Nilai computer
based test
0 - 100
Rasio
Nilai computer
based test untuk
gambaran
karakteristik :
A : >80
B+ :75 – 79,99
B :70,00 – 74,99
C+ : 65 – 69,99
C : 60 – 64,99
D : 55 - 59
E :<55
Ordinal
H. Instrumen Penelitian
Instrumen Penelitian ini menggunakan google form yang berisikan informed
consent dan dua jenis kuesioner yaitu:
27
1. Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ)
Kuesioner Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ)
terdiri dari dua bagian yaitu motivasi belajar dan strategi belajar. Pada
penelitian ini peneliti hanya menggunakan bagian motivasi belajar sesuai
dengan variabel penelitian. Motivated Strategies for Learning Questionnaire
(MSLQ) bagian motivasi belajar terdiri dari 31 pertanyaan dengan 6 domain.
Pengukuran Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ)
menggunakan skala Likert dengan skala 1 – 7 dengan makna “sangat tidak
sesuai dengan saya” sampai dengan “sangat sesuai dengan saya” (21).
Kuesioner ini sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dan telah
dilakukan uji validitas dan reliabilitas oleh Lembaga Bahasa Universitas
Lampung. Hasil uji validitas sebesar 0,3 dan reliabilitas sebesar 0,846. Maka
dapat dikatakan bahwa kuesioner Motivated Strategies for Learning
Questionnaire (MSLQ) berbahasa Indonesia ini sudah valid dan reliabel.
Validitas dan reliabilitas dari kuesioner ini di bagian motivasi belajar juga
telah dilakukan pengujian dan didapati hasil r hitung >0,142 untuk setiap butir
dan reliabilitas sebesar 0,89 yang bisa diartikan bahwa Motivated Strategies
for Learning Questionnaire (MSLQ) bagian motivasi belajar adalah valid dan
reliabel (21). Kriteria penilaian motivasi belajar :
a. Motivasi rendah : Apabila skor yang didapati 31 – 93
b. Motivasi sedang : Apabila skor yang didapati 94 – 155
c. Motivasi tinggi : Apabila skor yang didapati 156 – 217
28
Tabel 3. Domain Kuesioner Motivasi Belajar
Domain
Butir pertanyaan
Orientasi tujuan intrinsik
Orientasi tujuan ekstrinsik
Nilai tugas
Kontrol terhadap pembelajaran
Kepercayaan diri (self-efficacy) dalam
belajar dan performa
Kecemasan ujian
1, 16, 22, 24
7, 11, 13, 30
4, 10, 17, 23, 26, 27
2, 9, 18, 25
5, 6, 12, 15, 20, 21, 29, 31
3, 8, 14, 19, 28
2. Medical Student Stress Questionnaire (MSSQ)
Kuesioner ini digunakan sebagai instrumen untuk mengukur tingkat stres
yang dirasakan oleh responden yang merupakan mahasiswa angkatan 2024
atau mahasiswa semester 3 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi.
Pengukuran MSSQ menggunakan skala Likert dengan skala 0 – 4 dengan
makna “tidak menyebabkan stres” sampai dengan “menyebabkan stres yang
sangat berat” (38).
Kuesioner MSSQ ini telah dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas oleh
Yusoff et al pada tahun 2010 dengan nilai cronbach’s alpha adalah sebesar
0,95. Kriteria penilaian tingkat stres (38):
a. Stres ringan : Apabila skor yang didapat 0 – 1,00
b. Stres sedang : Apabila skor yang didapat 1,01 – 2,00
c. Stres berat : Apabila skor yang didapat 2,02 – 3,00
d. Stres sangat berat : Apabila Skor yang didapat 3,01 – 4,00
Tingkat stres dikategorikan menjadi empat (rendah, sedang, tinggi, dan
sangat tinggi). Namun, dalam penelitian ini kategori tersebut digabung
menjadi tiga dikarenakan berat dan sangat berat sudah digabungkan (ringan,
29
sedang, dan berat) dengan menggunakan rumus azwar psikologi kategorisasi
menggunakan mean dan standar deviasi teoritik untuk mempermudah analisis
data serta menghindari adanya distribusi sampel yang terlalu kecil pada salah
satu kategori.
a. Stres ringan : Apabila skor yang didapat 0 – 1,93
b. Stres sedang : Apabila skor yang didapat 1,94 – 2,06
c. Stres berat : Apabila skor yang didapat 2,07 – 4,00
Tabel 4. Domain Kuesioner Stres
Domain Stresor
Butir Pertanyaan
Akademik
1, 4, 7, 10, 12, 17, 19, 23, 25, 27, 30, 33, 36
Interpersonal and Intrapersonal
3, 5, 9, 26, 28, 31, 39
Pengajaran dan pembelajaran
8, 14, 16, 20, 22, 35, 37
Sosial
2, 18, 21, 24, 29, 38
Dorongan dan keinginan
6, 32, 40
Kegiatan kelompok
11, 13, 15, 34
Pada bagian awal google form, responden diminta untuk membaca dan
menyetujui informed consent untuk menyatakan bahwa responeden bersedia
mengisi kuesioner.
Selain kedua kuesioner tersebut, penelitian ini juga
menggunakan nilai Computer Based Test (CBT) pada Gangguan Sistem
Hematologi dan Imunologi sebagai indikator hasil belajar kognitif pada
mahasiswa. Data nilai CBT akan diperoleh dari tim modul dengan rentang
nilai 0 – 100. Nilai ini kemudian akan dianalisis bersama kuesioner untuk
melihat hubungan antara motivasi belajar dan tingkat stres dengan nilai CBT
pada Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi.
30
I. Prosedur Pengambilan atau Pengumpulan Data
1. Data Primer
Penelitian ini mengambil data primer dengan menggunakan kuesioner
Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) dan kuesioner
Medical Student Stressor Questionnaire (MSSQ) yang akan diberikan kepada
responden dalam bentuk google form dan sudah disertai dengan informed
consent.
2. Data Sekunder
Penelitian ini akan mengambil data sekunder dari daftar nilai CBT pada
Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi pada mahasiswa angkatan 2024
semester 3 dan nilai CBT ini akan diperoleh dari tim modul Gangguan Sistem
Hematologi dan Imunologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi.
J. Pengolahan dan Analisis Data
1. Pengolahan Data
Tahapan – tahapan yang akan dilakukan dalam pengolahan data:
a. Pemeriksaan Data (editing)
Peneliti akan melakukan pengecekan kembali kelengkapan data
kuesioner yang sudah terkumpul.
b. Pengkodean (coding)
Peneliti akan memberikan kode pada setiap data yang terdiri atas
beberapa kategori.
31
c. Pemasukkan Data (data entry)
Peneliti akan memasukkan data yang telah dikumpulkan untuk
dianalisis dengan menggunakan Statistical Program for Social Science
(SPSS).
d. Tabulasi Data (tabulating)
Peneliti akan menyajikan data hasil penelitian yang telah dianalisis
sebelumnya menggunakan Statistical Program for Social Science (SPSS).
2. Analisis data
Data yang didapati dari penelitian ini nantinya akan dianalisis
menggunakan perangkat lunak statistitik, yaitu Statistical Product and
Service Solution (SPSS). Dalam Penelitian ini, proses analisis data akan
dilakukan melalui tahap – tahap berikut :
a. Analisis Univariat
Analisis Univariat dilakukan untuk menggambarkan variabel bebas
yaitu motivasi belajar dan tingkat stres yang akan disajikan dalam bentuk
distribusi frekuensi dan presentase.
Variabel terikat yaitu nilai CBT
Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi akan disajikan dalam bentuk
nilai rata – rata, median, modus, standar deviasi, nilai minimum dan
maksimum.
b. Analisis Bivariat
Analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui hubungan stres dan
motivasi belajar dengan nilai CBT Gangguan Sistem Hematologi dan
Imunologi (GSHI). Penelitian ini akan menggunakan uji Spearman rho
32
dikarenakan skala variabel adalah ordinal dan rasio maka tidak dilakukan
uji normalitas karena Spearman ini tidak menuntut normalitas.
K. Alur Penelitian
Gambar 3. Alur Penelitian
L. Etika Penelitian
Sebelum penelitian berlangsung, peneliti akan memberikan penjelasan
secara lengkap beserta dengan memberikan informed consent kepada calon
responden pada penelitian ini.
Peneliti pun menjamin kerahasiaan data
responden pada saat mengisi kuesioner.
33
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Pengambilan data penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
motivasi belajar dan stres dengan nilai CBT Gangguan Sistem Hematologi dan
Imunologi (GSHI), data responden diambil dua kali yaitu, sebelum masuk modul
menggunakan kuesioner Motivated Strategies for Learning Questionnaire
(MSLQ) dan setelah ujian modul menggunakan kuesioner Medical Student
Stressor Questionnaire (MSSQ). Subjek penelitian ini berjumlah 233 mahasiswa
angkatan 2024 program studi pendidikan dokter yang memenuhi kriteria inklusi
dan eksklusi melalui teknik total sampling dari populasi yang terjangkau dalam
penelitian. Data yang didapatkan diolah dan dianalisis berdasarkan tujuan
penelitian dengan menggunakan software Statistical Product and Service
Solution (SPSS).
1. Karakteristik Responden
Karakteristik responden pada penelitian ini dijabarkan berdasarkan usia
dan jenis kelamin dan hasil distribusinya disajikan pada tabel 4.
Tabel 5. Distribusi karakteristik responden
Usia
(tahun)
Total
Jenis kelamin
Kategori
17
18
n
6
84
%
2,6
36,1
19
99
42,5
20
21
22
39
4
1
233
168
65
233
16,7
1,7
0,4
100
72,1
27,9
100
Perempuan
Laki - laki
Total
34
Berdasarkan tabel 4, paling banyak responden memiliki usia 19 tahun
sebanyak 99 orang (42,5%) sementara jumlah usia 22 tahun memiliki jumlah
responden paling sedikit, yaitu hanya 1 orang (0,4%). Distribusi sesuai jenis
kelamin, didapati kategori paling dominan adalah perempuan sebanyak 168
orang (72,1%) dan laki-laki sebanyak 65 orang (27,9%) sesuai dengan data
yang diperoleh dari seluruh responden sebanyak 233 orang.
2. Distribusi Kuesioner Motivasi Belajar
Tabel 5, menyajikan distribusi motivasi belajar responden berdasarkan
karakteristik MSLQ, sehingga hasil ini menunjukkan proporsi kategori
motivasi pada sampel penelitian.
Tabel 6. Distribusi Kuesioner Motivasi Belajar Responden
MSLQ
Karakteristik
Rendah
Sedang
Tinggi
Total
n
0
62
171
233
%
0
26,6
73,4
100
Berdasarkan tabel 5, distribusi motivasi belajar responden menunjukkan
bahwa tidak terdapat responden dengan kategori motivasi belajar rendah atau
0 responden (0%). Sebagian besar responden berada pada kategori motivasi
tinggi yaitu sebanyak 171 orang (73,4%), sisanya berada pada kategori
motivasi sedang yaitu sebanyak 62 orang (26,6%). Data ini menggambarkan
bahwa mayoritas responden memiliki tingkat motivasi belajar yang tinggi.
35
3. Distribusi Kuesioner Stres
Tabel 6, menyajikan distribusi stres responden berdasarkan karakteristik
MSSQ, sehingga hasil ini menunjukkan proporsi kategori stres pada sampel
penelitian.
Tabel 7. Distribusi Kuesioner Stres Responden
Karakteristik
Ringan
Sedang
Berat
Total
MSSQ
n
9
106
118
233
%
3,9
45,5
50,6
100
Berdasarkan tabel 6, distribusi stres pada responden yang diukur dengan
instrumen MSSQ menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami
tingkat stres berat, yaitu sebanyak 118 orang (50,6%), stres sedang sebanyak
106 orang (45,5%) dan 9 orang (3,9%) lainnya termasuk dalam kategori stres
ringan. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar responden
menghadapi tingkat stres yang berat selama modul GSHI.
4. Distribusi Nilai CBT Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi
Distribusi nilai CBT pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel 7. Nilai
CBT dilakukan uji normalitas dan didapati hasil yang tidak normal maka dari
itu data yang akan ditampilkan ditabel adalah mean yang akan menunjukkan
rata – rata nilai CBT responden dengan nilai minimum dan maksimum dari
responden.
Tabel 8. Distribusi nilai computer based test
gangguan sistem hematologi dan imunologi
Variabel
Median (min-maks)
Nilai computer based test
59,00 (26 – 88)
36
Berdasarkan tabel
7, distribusi skor nilai CBT responden
menunjukkan bahwa nilai median sebesar 59,00 dengan nilai minimum
yang diperoleh responden adalah 26, sedangkan nilai maksimum adalah
88. Data ini memberikan gambaran variasi dan kecenderungan nilai CBT
yang diperoleh oleh para responden.
5. Gambaran Motivasi Belajar, Stres dan Nilai Computer Based Test
Tabel 8 menyajikan distribusi motivasi belajar Motivated Strategies for
Learning Questionnaire (MSLQ) dan tingkat stres akademik Medical Student
Stressor Questionnaire (MSSQ) responden berdasarkan karakteristik usia,
jenis kelamin, dan nilai CBT.
37
Tabel 9. Gambaran berdasarkan karakteristik
Usia (Tahun)
Jenis Kelamin
Perempuan
Laki -
Total
17
18
19
20
21
22
Total
Rendah
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
Sedang
1
24
36
9
1
1
6
43
19
62
Tinggi
5
60
73
30
3
0
171
123
46
171
6
84
99
39
4
1
233
168
65
233
Ringan
0
1
4
4
0
0
9
5
4
9
Sedang
3
38
46
16
3
0
106
78
28
106
Berat
3
45
49
19
1
1
118
85
33
118
6
84
99
39
4
1
233
168
65
233
laki
MSLQ
Total
MSSQ
Total
Nilai Computer based test
%
A (<80,00)
0
1
4
4
0
0
9
5
4
9
3,9
B+ (75,00–79,00)
0
3
2
2
0
0
7
4
3
7
3,0
B (70,00 – 74,99)
1
3
11
1
0
0
16
13
3
16
6,9
C+ (65,00–69,99)
1
14
21
6
2
0
44
32
12
44
18,9
C (60,00 – 64,99)
1
19
12
7
1
0
40
30
10
40
17,2
D (55,00 – 59,99)
1
13
13
8
0
0
35
27
8
35
15,0
E (<55)
2
31
36
11
1
1
82
57
25
82
35,2
6
84
99
39
4
1
233
168
65
233
100
Total
Berdasarkan tabel 8, mayoritas responden berjenis kelamin perempuan
sebanyak 168 orang dengan distribusi usia paling banyak pada kelompok 18,
19 dan 20 tahun, yaitu 222 orang dan distribusi usia paling sedikit pada usia
22 tahun sebanyak 1 orang yang sekaligus merupakan usia tertua di penelitian
ini, sedangkan usia termuda pada penelitian ini berada pada usia 17 tahun
sebanyak 6 orang. Responden yang memiliki motivasi tinggi sebanyak 171
dan terbanyak berada di usia 19 tahun dengan jenis kelamin yang
mendominasi adalah perempuan dikarenakan presentasi perempuan lebih
banyak dibandingkan laki - laki. Berdasarkan kuesioner MSLQ didapati 171
38
mahasiswa dengan motivasi tinggi dan kuesioner MSSQ sebanyak 118 orang
mengalami stres berat, diantara MSLQ dan MSSQ paling banyak berada di
usia 19 tahun. Pada kelompok nilai CBT, setengah dari responden berada di
rentang nilai 60-100 sebanyak 116 orang dan sebagian besar pada usia 19
tahun yaitu sebanyak 50 orang, sehingga secara umum gambaran karakteristik
responden dalam penelitian ini didominasi oleh perempuan, usia 18-19 tahun,
motivasi belajar tinggi, stres berat, dan memperoleh nilai CBT dengan
rentang 60-100.
6. Motivasi belajar dengan Nilai CBT GSHI
Tabel 9 menyajikan hasil uji korelasi Spearman antara motivasi belajar
dan nilai CBT pada GSHI.
Tabel 10. Uji korelasi spearman rho motivasi belajar dengan nilai computer based
test
Variabel
Motivasi belajar
Nilai CBT
N
233
233
r
p
0,763
<0,001
Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman pada tabel 9, terdapat hubungan
yang signifikan dan arah positif antara motivasi belajar dengan nilai CBT,
dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,763 dan nilai signifikansi (p) <
0,001, yang berarti semakin tinggi motivasi belajar yang dimiliki oleh
responden maka cenderung semakin tinggi pula nilai CBT yang diperoleh.
39
Tabel 11. Domain Motivasi Belajar
Domain
Orientasi tujuan
intrinsik
Orientasi tujuan
ekstrinsik
Nilai tugas
Kontrol terhadap
pembelajaran
Kepercayaan diri
(self - efficacy)
dalam belajar
dan performa
Kecemasan Ujian
Nomor
1
16
22
24
7
11
13
30
4
10
17
23
26
27
2
9
18
25
5
6
12
15
20
21
29
31
3
8
14
19
28
Jumlah
1183
1242
1508
1079
1547
354
1288
1379
1186
347
1333
1486
1306
1490
1492
380
1489
624
1338
1219
1359
1215
1356
1332
1317
1324
1081
529
1187
1021
801
Skor
5012/4
=1253
4568/4
=1142
7148/6
=1197,7
3985/4
=996,3
10460/8
=1307,5
4619/5
=923,8
Berdasarkan tabel 10, Domain dari kuesioner motivasi belajar yang
paling berkontribusi besar adalah domain kepercayaan diri (self-efficacy)
dalam belajar dan performa, diikuti dengan domain orientasi tujuan
intrinsik dan selanjutnya domain nilai tugas.
40
7. Stres dengan nilai CBT GSHI
Tabel 11, menyajikan hasil uji korelasi Spearman antara stres dan nilai
CBT pada GSHI.
Tabel 12. Uji korelasi Spearman rho stres dengan nilai computer based test
Variabel
Stres
Nilai CBT
N
233
233
r
p
-0,874
<0,001
Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman pada tabel 11, terdapat
hubungan yang signifikan dan arah negatif antara stres dengan nilai CBT,
dengan koefisien korelasi sebesar -0,874. Artinya, semakin tinggi tingkat stres
yang dialami responden, maka cenderung semakin rendah nilai CBT yang
diperoleh.
41
Tabel 13. Domain Stres
Domain
Nomor
1
4
7
10
12
17
19
23
25
27
30
33
36
3
5
9
26
28
31
39
8
14
16
20
22
35
37
2
18
21
24
29
38
6
32
40
11
13
15
34
Akademik
Interpersonal dan Intrapersonal
Pengajaran dan pembelajaran
Sosial
Dorongan dan keinginan
Kegiatan kelompok
42
Jumlah
993
887
502
926
953
448
516
862
740
758
928
877
513
640
567
654
520
875
515
624
888
761
838
897
1019
448
516
519
513
915
930
710
155
824
597
849
614
641
943
647
Skor
9903/13
=761,8
4395/7
=627,9
5367/7
=766,8
3742/6
=623,7
2270/3
=756,7
2845/4
=711,3
Berdasarkan tabel 12, Domain dari kuesioner stres yang paling
berkontribusi besar adalah domain pengajaran dan pembelajaran, diikuti
dengan akademik dan dorongan dan keinginan.
B. Pembahasan
1. Gambaran Motivasi Belajar, Stres dan Nilai CBT GSHI
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada mahasiswa yang sedang
mengikuti modul Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi (GSHI),
seperti yang terlihat pada tabel 7, ditemukan bahwa usia terbanyak responden
adalah 19 tahun dan yang paling sedikit sekaligus usia tertua berada pada usia
22 tahun sedangkan usia termuda responden adalah 17 tahun.
Kehadiran responden berusia 17 tahun menunjukkan adanya mahasiswa
yang terlalu cepat masuk sekolah atau dengan riwayat akselerasi, yaitu jalur
percepatan pendidikan yang diberikan kepada siswa berkemampuan
intelektual tinggi sehingga memungkinkan siswa dapat menyelesaikan
jenjang pendidikan lebih cepat dan masuk perguruan tinggi pada usia yang
lebih muda dibandingkan rata-rata. Penelitian yang dilakukan oleh Montolalu
et al di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, yang melaporkan
adanya mahasiswa berusia muda sebagai hasil program akselerasi yang
memiliki tingkat kecerdasan cenderung tinggi (42). Responden dengan usia
17 tahun sebanyak 6 orang (2,6%) dan terdapat 2 responden dengan nilai E
dan 1 responden dengan nilai D yang dinyatakan tidak lulus. Hal ini
berbanding terbalik dengan penelitian di atas yang mengatakan bahwa
mahasiswa dengan akselerasi merupakan mahasiswa yang berkemampuan
intelektual tinggi, Akan tetapi, meskipun sebagian responden memiliki
43
motivasi belajar yang tinggi, stres berat yang dialami tetap berpotensi
menurunkan hasil nilai ujian, sebagaimana ditunjukkan oleh penelitian Fikri
et al di Universitas Tarumanegara pada tahun 2023 yang menemukan bahwa
tingkat stres akademik yang tinggi berkaitan dengan prestasi belajar yang
rendah (43). Disisi lain juga terdapat keberadaan responden berusia 22 tahun
yang masih menempuh semester ketiga menunjukkan adanya fenomena gap
year, yaitu masa jeda antara kelulusan sekolah menengah atas dan awal
perkuliahan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain
kegagalan dalam seleksi masuk perguruan tinggi, pertimbangan ekonomi,
kebutuhan untuk bekerja sementara waktu, atau keinginan memperoleh
pengalaman lain sebelum melanjutkan studi (44). Responden dengan usia 22
tahun sebanyak 1 orang (0,4%) ini, mengalami stres berat dan juga motivasi
sedang dengan nilai CBT bernilai 42 dengan kategori E yang dinyatakan tidak
lulus. Pada penelitian yang dilakukan oleh Husna et al dikatakan hal ini bisa
terjadi jika responden merasa motivasi yang sudah tidak tinggi lagi
dikarenakan pernah gagal seleksi masuk perguruan tinggi sehingga saat
akhirnya berhasil masuk, ada rasa ketidakpastian dan keraguan akan
kemampuan diri sendiri (45).
Hasil dari kuesioner motivasi belajar dan stres sebagian besar berada di
usia 18 – 19 tahun yang dimana ini merupakan usia kuliah yang sesuai dengan
semester 3 dan untuk kategori jenis kelamin didapati mayoritas perempuan
pada kuesioner motivasi belajar dengan dominan di stres berat sedangkan
pada laki-laki kategori motivasi belajar hanya sebanyak 46 orang dan untuk
kuesioner stres berat pada laki - laki sebanyak 33 orang. Hal ini dikarenakan
44
jumlah mahasiswa angkatan 2024 memang di dominasi oleh perempuan. Pada
penelitian ini tidak di dapati motivasi rendah dikarenakan dalam lingkungan
kedokteran yang kompetitif, ditunjang dengan tujuan akademik menjadi
seorang dokter, serta faktor eksternal seperti dukungan orang tua dapat
mempertahankan motivasi dari mahasiswa kedokteran, maka motivasi yang
kuat dapat mendorong seseorang untuk lebih bersemangat, tekun, serta aktif
dalam mengikuti proses pembelajaran, dan menumbuhkan keinginan yang
besar untuk meraih prestasi akademik yang optimal, maka semakin kuat
motivasi belajar maka semakin kuat pula aktivitas belajar yang akan
dilakukan (12,21).
Hasil ini juga sejalan dengan penelitian terdahulu oleh Ngongoloy et al,
yang menemukan sebagian besar mahasiswa kedokteran memiliki tingkat
motivasi belajar tinggi (21). Berbanding terbalik dengan hasil penelitian yang
diperoleh oleh Dita et al di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Universitas Warmadewa, di mana ditemukan bahwa sebagian besar
responden justru memiliki tingkat motivasi belajar rendah, yaitu sebanyak
73,1%. Sementara itu, responden dengan tingkat motivasi belajar tinggi
merupakan kelompok dengan proporsi paling kecil, yakni hanya 8,3% (46).
2. Hubungan antara Motivasi Belajar dan Nilai CBT GSHI
Hasil uji Spearman rho terhadap hubungan antara motivasi belajar dan
nilai Computer Based Test (CBT) pada Gangguan Sistem Hematologi dan
Imunologi (GSHI) mahasiswa angkatan 2024 pada penelitian ini
menunjukkan nilai p sebesar < 0,001, yang artinya terdapat hubungan yang
sangat signifikan secara statistik antara kedua variabel tersebut. Hasil yang
45
diperoleh dari analisis Spearman rho adalah r = 0,763, yang menunjukkan
kekuatan korelasi yang kuat dan arah korelasi positif.
Korelasi positif mengindikasikan bahwa semakin tinggi motivasi belajar
mahasiswa, maka semakin tinggi pula nilai CBT yang bisa diperoleh
responden, begitupun sebaliknya, jika motivasi belajar rendah maka nilai
CBT mahasiswa cenderung rendah. Arah hubungan yang searah ini
menandakan bahwa intervensi untuk meningkatkan motivasi belajar dapat
berkontribusi langsung pada peningkatan hasil CBT mahasiswa pada modul
GSHI.
Hasil serupa juga didapatkan pada penelitian yang dilakukan oleh Afifah
et al di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang meneliti hubungan
motivasi belajar dengan hasil ujian akhir blok pada mahasiswa kedokteran.
Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman rho antara motivasi belajar dan hasil
ujian akhir blok, didapatkan hubungan yang signifikan secara statistik,
dengan nilai p sebesar 0,014. Korelasi yang ditemukan bersifat positif
(searah) dengan nilai r sebesar 0,226 berada pada kategori lemah, maka
mahasiswa dengan motivasi belajar yang lebih tinggi cenderung memperoleh
nilai ujian blok preklinik yang lebih baik (47).
Hasil dari penelitian ini berbanding terbalik dengan temuan dari Henny et
al. yang melakukan penelitian di Fakultas Kedokteran Universitas HKBP
Nommensen. Pada penelitian tersebut, hasil analisis statistik menunjukkan
tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi
belajar mahasiswa, dengan nilai p = 0,227. Peneliti juga mengemukakan
46
bahwa ketidakhadiran hubungan ini bisa disebabkan oleh indikator prestasi
belajar yang digunakan, yakni nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), yang
dinilai kurang mampu merefleksikan motivasi belajar mahasiswa kedokteran
secara menyeluruh. Dengan demikian, hasil yang didapat dalam penelitian ini
tidak sejalan dengan penelitian di Universitas HKBP Nommensen (48).
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diketahui bahwa
motivasi belajar memiliki peran yang sangat penting terhadap hasil belajar
mahasiswa kedokteran. Jika mahasiswa mampu menjaga dan meningkatkan
motivasinya, maka proses belajar akan berjalan lebih baik dan hasil ujian pun
bisa menjadi maksimal, khususnya pada penelitian ini di nilai CBT modul
Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi. Semakin tinggi motivasi
belajar mahasiswa, semakin tinggi pula nilai ujian yang dicapai. Sebaliknya,
jika motivasinya rendah, nilai ujian cenderung ikut menurun (49). Hal ini
diperkuat oleh hasil analisis statistik yang menunjukkan adanya hubungan
yang kuat dan searah antara kedua variabel tersebut, artinya motivasi belajar
memang sangat berpengaruh, walaupun tetap ada faktor lain yang ikut
menentukan keberhasilan.
Pada hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa domain yang berperan
pada kuesioner MSLQ adalah kepercayaan diri (self-efficacy) dalam belajar
dan performa, diikuti dengan domain orientasi tujuan intrinsik dan
selanjutnya domain nilai tugas. Domain kepercayaan diri merupakan salah
satu aspek terkuat, mahasiswa yang memiliki self-efficacy tinggi akan merasa
mampu menghadapi tantangan akademik serta percaya dapat menyelesaikan
tugas dan mencapai tujuan belajarnya secara mandiri. Hal ini berkaitan positif
47
dengan semangat belajar dan indeks prestasi, sebagaimana tercermin dalam
berbagai penelitian mahasiswa kedokteran di Indonesia (50,51). selain itu
domain orientasi tujuan intrinsik dan nilai tugas turut berperan penting dalam
membangun motivasi belajar mahasiswa karena dapat meningkatkan
keterlibatan mahasiswa secara pribadi dan persepsi pentingnya tugas yang
diberikan (50).
3. Hubungan antara Stres dan Nilai CBT GSHI
Hasil uji korelasi Spearman rho, menunjukkan adanya hubungan yang
sangat kuat dengan arah negatif antara tingkat stres dengan nilai Computer
Based Test (CBT) pada mahasiswa di modul Gangguan Sistem Hematologi
dan Imunologi. Hal ini ditunjukkan pada hasil penelitian diperoleh nilai
koefisien korelasi (r) sebesar -0,874 dengan nilai signifikansi p < 0,001, yang
mengindikasikan hubungan signifikan. Nilai koefisien korelasi negatif yang
mendekati -1 mengindikasikan semakin tinggi tingkat stres yang dialami oleh
mahasiswa, maka semakin rendah pula nilai CBT yang diperoleh, begitu juga
sebaliknya. Dengan kata lain, siswa yang memiliki tingkat stres lebih rendah
cenderung mendapatkan nilai CBT yang lebih baik.
Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Suhartini et al, melaporkan
bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara tingkat stres
akademik dan pencapaian nilai ujian blok pada mahasiswa kedokteran. Hasil
penelitian menunjukkan nilai p sebesar 0,030 yang menandakan hubungan
tersebut signifikan secara statistik, serta nilai gamma sebesar 0,309 yang
mengindikasikan korelasi sedang. Penelitian ini menunjukkan bahwa
semakin tinggi tingkat stres yang dialami mahasiswa, semakin rendah pula
48
nilai ujian modul yang diperoleh. Peneliti menekankan bahwa stres akademik
yang tidak dikelola dengan baik dapat menghambat kemampuan kognitif
mahasiswa dan berdampak pada performa belajar mereka (52).
Penelitian ini berbanding terbalik dengan penelitian yang dilakukan oleh
Waani et al pada tahun 2024 di Fakultas Kedokteran Universitas Sam
Ratulangi, di mana hasil uji Spearman rho hubungan antara tingkat stres dan
nilai ujian 1 Modul Gangguan THT pada mahasiswa Angkatan 2022
menunjukkan nilai p > 0,05 dan nilai r = 0,022 yang menunjukkan tidak
adanya hubungan yang signifikan scara stastitik dengan kekuatan korelasi
sangat lemah dengan arah korelasi positif (5). Maka hasil yang berbeda ini
dapat disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya dari sampel dan juga modul
yang diteliti (5).
Berdsasarkan penelitian di atas dapat dikatakan mahasiswa dengan coping
yang efektif, seperti optimisme, self-efficacy tinggi, dan dukungan sosial, bisa
memandang tekanan sebagai tantangan yang memotivasi mereka untuk
belajar lebih giat dan mempersiapkan diri lebih baik. Maka stres yang
tergolong distress, cenderung menghambat proses belajar, menurunkan
konsentrasi, memperburuk memori, dan pada akhirnya berdampak negatif
terhadap performa akademik (12,53). Distress, yang muncul akibat tekanan
akademik yang berlebihan tanpa diimbangi strategi coping yang baik,
menjadikan mahasiswa sulit memanfaatkan tekanan sebagai motivasi,
sehingga justru mengalami penurunan hasil belajar. Sedangkan, eustress
(stres positif) akan memampukan mahasiswa untuk mengelola tekanan
akademik dengan baik sehingga tantangan yang dihadapi dapat meningkatkan
49
motivasi, memperkuat optimisme, dan mendorong kinerja belajar secara
positif (10,13,33).
Hasil dari kuesioner penelitian ini menunjukkan bahwa domain stres
utama yang dialami mahasiswa kedokteran berdasarkan kuesioner MSSQ
adalah pengajaran dan pembelajaran, diikuti dengan akademik setelah itu
dorongan dan keinginan. Ketiga domain ini yang berperan besar pada
kuesioner stres. Domain ini meliputi tekanan akibat metode mengajar, beban
materi, serta interaksi dalam proses pembelajaran di lingkungan kampus,
yang sering kali menjadi pemicu utama tingkat stres sedang hingga berat pada
mahasiswa kedokteran (38,53).
Domain pengajaran dan pembelajaran dalam kuesioner MSSQ mencakup
stresor yang berkaitan dengan kualitas pengajaran, kejelasan tujuan
pembelajaran, kompetensi dosen, metode mengajar, beban tugas, serta umpan
balik yang diterima mahasiswa. Skor domain yang tinggi menunjukkan
bahwa aktivitas pengajaran dan pembelajaran merupakan sumber stres utama
bagi mahasiswa. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa faktor yang
berkontribusi besar terhadap timbulnya stres pada mahasiswa lebih terkait
dengan praktik pengajaran oleh dosen (misalnya cara mengajar, pemberian
tugas, dan kualitas umpan balik) daripada karakteristik modul yang sedang
berlangsung (54,55). Domain tertinggi kedua yaitu stres akademik yang
umumnya ditimbulkan oleh beban materi yang berat, tuntutan ujian yang
berulang, serta lingkungan belajar yang kompetitif (56,57). Sementara itu,
stres dari domain dorongan dan keinginan muncul akibat motivasi tinggi
untuk menjadi dokter profesional serta keinginan kuat mencapai tujuan
50
belajar, sehingga mahasiswa sering merasa tertekan untuk selalu berprestasi.
Ketiga domain ini berperan besar dalam meningkatkan tingkat stres sedang
hingga berat pada mayoritas mahasiswa kedokteran (58).
Perbedaan hasil dari hubungan penelitian ini kemungkinan dipengaruhi
oleh faktor-faktor seperti karakteristik sampel, modul yang diteliti, serta
konteks lingkungan belajar yang beragam. Maka dapat diketahui bahwa stres
merupakan faktor penting yang tidak boleh diabaikan dalam upaya
peningkatan hasil belajar mahasiswa kedokteran.
4. Hipotesis
Hasil dari penelitian ini, didapati hipotesis nol (H0) yang menyatakan
tidak terdapat hubungan antara motivasi belajar dan stres dengan nilai
computer based test Gangguan Sistem Hematologi dan Imunologi pada
Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi ditolak, sementara hipotesis
alternatif (H1) yang menyatakan terdapat hubungan antara motivasi belajar
dan stres dengan nilai computer based test Gangguan Sistem Hematologi dan
Imunologi pada Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi diterima.
C. Kelebihan dan Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini memiliki beberapa kelebihan, antara lain menggunakan
instrumen terstandar untuk mengukur motivasi belajar dan stres, sehingga hasil
yang diperoleh lebih sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,
serta berfokus pada satu modul CBT tertentu sehingga memberikan gambaran
yang spesifik mengenai hubungan antara motivasi belajar, stres, dan hasil ujian
pada konteks pembelajaran kedokteran yang nyata. Di sisi lain, penelitian ini
51
juga memiliki keterbatasan, yakni instrumen yang digunakan dalam
pengumpulan data mengandalkan pengisian kuesioner secara mandiri, sehingga
memungkinkan adanya bias subjektivitas dari responden dalam memberikan
jawaban, penelitian ini juga menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis
korelasi yang hanya mampu melihat hubungan antar variabel yang diteliti secara
statistik, sehingga faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil belajar,
seperti gaya belajar, dukungan keluarga, metode pengajaran, atau strategi koping
terhadap stres belum dapat diidentifikasi secara mendalam; serta analisis yang
digunakan bersifat korelasional, sehingga hasil penelitian ini belum dapat
menjelaskan hubungan sebab-akibat secara mendalam antara variabel-variabel
yang diteliti.
52
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah :
1. Mahasiswa angkatan 2024 Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas
Kedokteran Universitas Sam Ratulangi sebagian besar memiliki tingkat
motivasi belajar yang tinggi.
2. Setengah dari responden mengalami tingkat stres yang berat.
3. Setengah dari responden mempunyai nilai CBT yang lebih dari 60% dengan
rentang nilai 60-100.
4. Terdapat hubungan yang signifikan dan arah positif antara motivasi belajar
dengan nilai CBT.
5. Terdapat hubungan yang signifikan dan arah negatif antara tingkat stres
dengan nilai CBT,
B. Saran
1. Bagi Institusi
Institusi disarankan untuk memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai
informasi dan umpan balik dalam merancang kebijakan atau program yang
dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa dan membantu mereka
mengelola stres akademik. Langkah-langkah konkret misalnya pengadaan
pelatihan keterampilan belajar, layanan konseling, serta penyediaan
lingkungan akademik yang mendukung dan nyaman, sehingga mahasiswa
53
dapat mencapai hasil akademik yang optimal dan siap menghadapi tantangan
di masa depan.
2. Bagi Mahasiswa
Mahasiswa diharapkan dapat lebih aktif dalam mengidentifikasi dan
mencari strategi yang sesuai agar motivasi belajar tetap tinggi dan stres dapat
diatasi dengan baik. Salah satunya dengan mengikuti kegiatan belajar
kelompok,
memanfaatkan
dukungan
teman
dan
keluarga,
serta
mengembangkan kemampuan self-regulasi seperti menetapkan tujuan belajar
dan manajemen waktu yang efektif.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Mahasiswa diharapkan dapat lebih aktif dalam mengidentifikasi dan
mencari strategi yang sesuai agar motivasi belajar tetap tinggi dan stres dapat
diatasi dengan baik. Salah satunya dengan mengikuti kegiatan belajar
kelompok,
memanfaatkan
dukungan
teman
dan
keluarga,
serta
mengembangkan kemampuan self-regulasi seperti menetapkan tujuan belajar
dan manajemen waktu yang efektif.
54
DAFTAR PUSTAKA
1.
Isnatiya Noviana, Irwan S, Wendy H, Dina Q, Ainin. Hubungan Motivasi
Belajar, Lingkungan Belajar Dan Dukungan Keluarga Dengan Kejadian
Stres Pada Mahasiswa Boarding School Angkatan 2022 Fakultas Kedokteran
Universitas Islam Al-Azhar. 2024 Oct;
2.
Alotiby AA, Khalid B. The Correlation between Stress Levels among
Undergraduate Medical Students and Their Motivation for Studying
Medicine. Educ Res Int. 2022;2022.
3.
Martina Mahardhika D, Ratna Dewi S, Wayan Eka Arsana I. Hubungan
antara Stres dengan Motivasi Belajar pada Mahasiswa Tingkat Pertama
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa.
Aesculapius Medical Journal |. 2023;3(2).
4.
Makarim AA, Syuhada I, Hidayati S, Dahlia Y. Hubungan tingkat stres
dengan motivasi belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas
Islam Al - Azhar Mataram [Internet]. JUNI. Mataram; 2023 Jun. Available
from: https://publikasi.medikasuherman.ac.id/index.php/jik
5.
Gebriela NW. Hubungan Stres Dengan Nilai Ujian Modul Gangguan Telinga
Hidung Tenggorok Pada Mahasiswa Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran
Universitas Sam Ratulangi. [Manado]: Universitas Sam Ratulangi; 2025.
6.
Putriaji H. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Indeks Prestasi Mahasiswa
[Internet]. Unnes Sekaran Gunungpati Semarang; [cited 2025 Aug 29].
Available
from:
https://journal.unnes.ac.id/nju/kreano/article/viewFile/1243/1289
7.
Kebijakan Pembangunan B, Kementerian K, Ri K. Survei Kesehatan
Indonesia (SKI) 2023 Dalam angka Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia. 2023.
8.
Sahu P, Nayak B, Rodrigues V, Umakanthan S. Prevalence of psychological
distress among undergraduate medical students: A cross-sectional study. Int
J Appl Basic Med Res. 2020;10(4):270.
9.
Hanun S. Hubungan antara stres dengan motivasi belajar pada mahasiswa
Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta angkatan 2019. 2021.
10.
Abdulghani HM. Stress and Depression among medical students : A cross
sectional study at a Medical College in Saudi Arabia. Pak J Med Sci
[Internet]. 2008;24(1):12–7. Available from: www.pjms.com.pk
11.
Azifa U. Faktor Risiko Yang Memengaruhi Gagasan Bunuh Diri Pada
Mahasiswa Kedokteran Pre Klinik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2017.
55
12.
Ajhie WK, Marunduh SR, Engka JNA. Hubungan Tingkat Stres dengan
Kualitas Tidur dan Motivasi Belajar pada Mahasiswa Tahun Pertama
Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Medical Scope Journal.
2025 Jun 20;8(1):65–9.
13.
Ainun Aulia Jusman. Hubungan tingkat stres terhadap motivasi belajar pada
mahasiswa tahun pertama dan tahun kedua Fakultas Kedokteran UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta. [Jakarta]: Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah; 2020.
14.
Putih IL, Miliana A, Novianto MR. Hubungan Stres dengan Prestasi
Akademik Mahasiswa Tingka Pertama Program Studi Pendidikan Dokter
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. 2022.
15.
Abelia T, Dineva FR. Hubungan Stres Akademik Dengan Motivasi Belajar
Pada Mahasiswa Fakultas Keperawatan The Relationship Academic Stress
And Learning Motivation Among Nursing Students. Jurnal Ilmu
Keperawatan. 2025;12(2).
16.
Raditya, Nurikhwan PW, Dwi Sanyoto D, Bakhriansyah M, Limantara S.
Hubungan Tingkat Stres Terhadap Nilai Ujian Blok Mahasiswa PSKPS FK
ULM. 2023.
17.
Anderson LW, Krathwohl DL. A Taxonomy for Learning, Teaching, and
Assesing: A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives. New
York; 2001.
18.
Dhamanti I. Analysis of Factors Affecting the Results of the National
Competency Examination for Indonesian Medical Student (UKMPPD). J
Educ Health Promot. 2020;
19.
Kusnadi H, Wulandari S. Implementation of Computer - Based Test (CBT)
as a Preparation of National Medical Competency Examination. Jurnal
Pendidikan Kedokteran Indonesia. 2021;
20.
Ningrum RK, Ekayani NWD. Gambaran nilai progress test pada mahasiswa
kedokteran. JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia). 2022 Jul
15;8(2):304.
21.
Juan J, Ngongoloy F. Hubungan antara motivasi belajar dengan self directed
learning readiness pada mahasiswa tahun pertama Fakultas Kedokteran
Universitas Sam Ratulangi. 2024.
22.
Setiawan E. Arti kata motivasi [Internet]. Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI) Online. . 2023.
23.
Muhfizar, Saryanto, Ningsih A, Rudiyanto M, Dewi N. Pengantar
Manajemen (Teori Dan Konsep). Media Sains Indonesia. 2021;
56
24.
Masni H. Strategi Meningkatkan Motivasi Belajar Mahasiswa. Jurnal
Ilmiah Dikdaya. 2015;
25.
Djamarah SB. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta; 2011.
26.
Sakamoto R. The relationship between motivation, second language
learning, and stress in international students. University of Central Missouri;
2015.
27.
Lisiswanti R, Sanusi R, Prihatiningsih TS. The Construct Validity and
Reliability Motivated Strategies Learning Questionnaire (MSLQ). 2014
[cited
2025
Dec
15];
Available
from:
https://medicaleducation.fk.ugm.ac.id/publikasi/hubungan-motivasi-danhasil-belajar-mahasiswa-kedokteran/
28.
Hornby AS. Oxford Advanced Learner’s Dictionary. In New York: Oxford
University Press; 1995.
29.
WHO (World Health Organization). Stres. 2023.
30.
Annas B. Hubungan tingkat stres terhadap prestasi akademik pada
mahasiswa tahun pertama dan kedua Fakultas Kedokteran UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta tahun 2020. 2020.
31.
Hadisukanto GES. Buku Ajar Psikiatri Klinis. 2nd ed. Penerbit Fakultas
kedokteran indonesia; 2015.
32.
Shahsavarani AM, Azad E, Abadi M, Kalkhoran M H. Stress: Facts and
Theories through Literature Review. International Journal of Medical
Reviews Systematic Review International Journal of Medical Reviews.
2015;Vol. 2.
33.
Mumpuni Y, Wulandari A. Cara Jitu Mengatasi Stres. 1st ed. Yogyakarta;
2010.
34.
Karuppaiah G, Lee MH, Bhansali S, Manickam P. Electeochemical sensors
for cortisol detection: Principles, design, fabrication, and characterisation.
Biosens Bioelectron. 2023 Nov;
35.
Chu B, Marwaha K, Sanvictores T, Awosika AO, Ayers D. Physiology, Stress
Reaction. 2024;
36.
Putra MA. Analisis Dampak Stres Kronis pada Kesejahteraan Mental.
Literacy Notes. 2023 Nov;
37.
MUSRADINUR. Stres dan Cara Mengatasinya dalam Perspektif Psikologi.
Jurnal Edukasi Vol 2, Nomor 2. 2016 Jul;
38.
Saiful Bahri Yusoff M, Fuad Abdul Rahim A, Jamil Yaacob M, Kerian K.
The Development and Validity of the Medical Student Stressor
57
Questionnaire (MSSQ) [Internet]. Vol. 11, ASEAN Journal of Psychiatry.
XX
XX;
2010
Jun.
Available
from:
https://www.researchgate.net/publication/228486045
39.
Ratulangi SU. Peraturan Rektor Universitas Sam Ratulangi Nomor 01 Tahun
2025. 2025;
40.
Dani FD, Sulistyani S, Ichsan B, Herawati E. Hubungan Tingkat Stres
Terhadap Indeks Prestasi Kumulatif Mahasiswa Fakultas Kedokteran.
[Surakarta]; 2021.
41.
Dewi L, Dalfian, Muhammad MK. Hubungan Stres Dengan Motivasi Belajar
Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mlahayati Angkatan
2018. 2021 Jun;1:198.
42.
Montolalu NLHS, Opod H, Pali C. Gambaran tingkat inteligensi mahasiswa
tahun pertama program studi pendidikan dokter fakultas kedokteran
universitas sam ratulangi. Vol. 4, Jurnal e-Biomedik (eBm). 2016.
43.
Fikri M, Hadi S, Tadjudin NS. Pengaruh Stres Terhadap Prestasi Belajar
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Angkatan 2021.
2023 Dec;
44.
Firda HI. Peran Self-Compassion Terhadap Fear of Failure Pada Dewasa
Awal yang melakukan Gap-Year.
45.
Husna Rofianti. Upaya Mahasiswa Gap Year dalam Meminimalisir Quarter
Life Crisis pada Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta. 2025.
46.
Martina Mahardhika D, Ratna Dewi S, Wayan Eka Arsana I. Hubungan
antara Stres dengan Motivasi Belajar pada Mahasiswa Tingkat Pertama
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa.
Aesculapius Medical Journal |. 2023;3(2).
47.
Mutiara NA. Hubungan Motivasi Belajar dan Strategi Belajar dengan Hasil
Ujian Akhir Blok (UAB) Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. 2021.
48.
Erina H, Ompusunggu S. Hubungan Antara Motivasi Belajar Dengan
Prestasi Belajar Mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas HKBP
Nommensen. NJM. 6(1):2020.
49.
Hasan M, Malik R. Hubungan motivasi belajar dan prestasi akademik pada
mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2023. Vol. 7,
Tarumanagara Medical Journal. 2025.
50.
Ishelina Susilo A, Maria Puji Lestari S, Marhayuni E, Tessa S. Hubungan
Motivasi Belajar Dengan Efikasi Diri Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran
Universitas Malahayati. 2023;7(1).
58
51.
Ramadhan Hamzah W, Julyani S, Nurul Aisyah W, Paduppai Amir S, Nur
Rahmah Akib M, penulis K. Faktor internal dan eksternal yang memengaruhi
motivasi belajar mahasiswa program profesi dokter. Holistik Jurnal
Kesehatan. 2025;19(7):1756–64.
52.
Suhartini SM, Setyawati RFE, Lestari W, Perwita PY, Gunawan B. The
Effect of Academic Stress on the Cognitive Function of Medical Students.
Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan. 2025 Jun 2;6(2):904–16.
53.
Saiful M, Yusoff B. The Medical Student Stressor Questionnaire (MSSQ)
Manual
[Internet].
2010.
Available
from:
https://www.researchgate.net/publication/200640404
54.
Özalp Ateş FS, Akçay E, Gökmen D, Rahman S. The medical student
stressor questionnaire (MSSQ): validation and reliability in Turkish students.
BMC Med Educ. 2025 Dec 1;25(1).
55.
Jayarajah U, Lakmal K, Athapathu A, Jayawardena AJ, de Silva V. Validating
the Medical Students’ Stressor Questionnaire (MSSQ) from a Sri Lankan
medical faculty. J Taibah Univ Med Sci. 2020 Oct 1;15(5):344–50.
56.
Ambarwati PD, Pinilih SS, Astuti RT. Gambaran Tingkat Stres Mahasiswa.
Jurnal Keperawatan Jiwa. 2017;5(1).
57.
Kedokteran Tahun Pertama Program Studi Profesi M, Dwina Rahmayani R,
Gusya Liza R, Afrainin Syah N. Gambaran Tingkat Stres Berdasarkan
Stressor pada [Internet]. Vol. 8, Jurnal Kesehatan Andalas. 2019. Available
from: http://jurnal.fk.unand.ac.id
58.
Musabiq SA, Karimah I. Gambaran Stres dan Dampaknya Pada Mahasiswa.
2018.
59
LAMPIRAN
Lampiran 1. Ethical Clearance
60
Lampiran 2. Informed Consent
Kepada Saudara/i yang terhormat,
Selamat pagi/siang/sore/malam. Perkenalkan, saya Angeliq Sharon dengan NIM
220111010004, mahasiswa aktif semester 7 program studi pendidikan dokter yang
saat ini sedang melaksanakan tugas akhir penulisan skripsi di bagian Medical
Education Unit Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado dengan
judul:
Hubungan Motivasi Belajar dan Stres dengan Nilai CBT Gangguan Sistem
Hematologi dan Imunologi Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas
Sam Ratulangi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan motivasi belajar dan
stres dengan nilai ujian CBT, serta memberikan gambaran motivasi belajar dan stres
dengan nilai ujian CBT pada modul gangguan sistem hematologi dan imunologi.
Hasil penelitian dapat dimanfaatkan sebagai pengetahuan teman-teman akan
penting tidaknya motivasi belajar dan stres dalam meningkatkan prestasi belajar
dalam hal ini nilai ujian CBT pada modul gangguan Hematologi dan Imunologi.
Untuk memenuhi penelitian saya, saya meminta partisipasi mahasiswa angkatan
2024 Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam
Ratulangi secara sukarela untuk menjadi responden dalam penelitian saya. Identitas
dan data teman-teman akan dirahasiakan dan hanya digunakan untuk kepentingan
penelitian ini.
Jika ada yang memiliki pertanyaan atau tanggapan, bisa menghubungi
contact person (081245137554) a.n Angeliq Sharon.
KUESIONER PENELITIAN
IDENTITAS DIRI
Nama Lengkap :
NIM
:
Umur
:
Jenis Kelamin :
WhatsApp
:
61
LEMBAR PERYATAAN KESEDIAAN MENJADI RESPONDEN
DENGAN INI, SAYA BERSEDIA MENGISI SETIAP DATA YANG
DIPERLUKAN DENGAN SEBAIK-BAIKNYA DAN SEJUJUR-JUJURNYA
o YA, SAYA BERSEDIA
o TIDAK BERSEDIA
Lampiran 3. Kuesioner Penelitian
Bagian 2 : Kuesioner Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ)
Petunjuk pengisian :
Bacalah dengan cermat setiap pernyataan mengenai motivasi belajar, kemudian
pilih salah satu angka pada skala 1 – 7 sesuai dengan kondisi anda. Angka 1
menunjukkan pernyataan sangat tidak sesuai, angka 7 menunjukkan pernyataan
sangat sesuai, sedangkan angka 2 – 6 dipilih jika kondisi anda berada di antara
keduanya. Tidak ada jawaban benar atau salah, karena setiap jawaban
mencerminkan pengalaman pribadi.
Seluruh jawaban dijamin kerahasiaannya, sehingga mohon diisi dengan jujur sesuai
keadaan anda.
Penilaian
No.
Pertanyaan
1.
Saya memilih mata pelajaran yang menantang
untuk belajar hal – hal baru.
2.
Saya mampu belajar jika cara belajar saya
tepat.
Saya merasa tidak percaya diri dan
membandingkan diri saya dengan siswa lain
ketika melaksanakan ujian.
3.
1
4.
Saya merasa saya mampu menggunakan
materi perkuliahan di kelas lain.
5.
Saya percaya saya akan memperoleh
nilai yang bagus.
6.
Saya yakin saya mampu memahami materi
tersulit di kelas ini.
7.
Saya merasa puas ketika memperoleh nilai
bagus di kelas ini.
62
2
3
4
5
6
7
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
Saya memikirkan soal yang tidak bisa saya
jawab ketika melaksanakan ujian.
Saya merasa bersalah ketika tidak belajar.
Saya merasa penting untuk mempelajari
materi perkuliahan.
Saya merasa harus meningkatkan nilai saya
untuk memperoleh nilai yang memuaskan.
Saya yakin mampu memahami konsep dasar
materi perkuliahan.
Saya ingin mendapatkan nilai yang lebih baik
dari semua siswa di kelas.
Saya memikirkan kemungkinan gagal ketika
melaksanakan ujian.
Saya yakin mampu memahami materi tersulit
yang diajarkan oleh pengajar di kelas.
Saya memilih materi yang membuat saya
penasaran meskipun materinya sulit.
Saya tertarik dengan materi yang ada di kelas.
Saya mampu memahami materi perkuliahan
jika saya belajar dengan rajin.
Saya kurang percaya diri ketika melaksanakan
ujian.
Saya yakin mampu mengerjakan tugas dan
ujian.
Saya yakin mampu memperoleh nilai
memuaskan.
Saya merasa puas ketika sepenuhnya
memahami materi dikelas.
Saya merasa materi dikelas sangat berguna
bagi saya.
Saya memilih tugas yang menantang
meskipun tidak menjamin nilai yang bagus.
Itu adalah kesalahan saya ketika tidak mampu
memahami materi perkuliahan.
Saya menyukai materi di kelas.
Saya merasa penting untuk memahami materi
perkuliahan.
Saya merasa jantung saya berdebar dengan
keras ketika mengerjakan ujian.
Saya yakin mampu menguasai keahlian yang
diajarkan di kelas.
Saya ingin memperoleh nilai yang
memuaskan untuk menunjukkan kemampuan
saya kepada keluarga, teman dan orang lain
63
31.
Saya merasa mampu memperoleh nilai yang
memuaskan dengan tingkat kesulitan materi
dan pengajar yang ada.
Kategori motivasi belajar:
a. Motivasi rendah : Apabila skor yang didapati 31-93
b. Motivasi sedang : Apabila skor yang didapati 94-155
c. Motivasi tinggi : Apabila skor yang didapati 156-217
Domain MLSQ bagian motivasi belajar
Domain
Orientasi tujuan intrinsik
Orientasi tujuan ekstrinsik
Nilai tugas
Kontrol terhadap pembelajaran
Kepercayaan diri (elf - efficacy) dalam
belajar dan performa
Kecemasan Ujian
Butir pertanyaan
1, 16, 22, 24
7, 11, 13, 30
4, 10, 17, 23, 26, 27
2, 9, 18, 25
5, 6, 12, 15, 20, 21, 29, 31
3, 8, 14, 19, 28
Bagian 2 : Kuesioner Medical Student Stressor Questionnaire (MSSQ)
Petunjuk pengisian :
Bacalah dengan cermat setiap pernyataan mengenai tingkat stres. kemudian
pilih salah satu angka pada skala 0 – 4 sesuai dengan kondisi anda. Angka 0
menunjukkan pernyataan tidak membuat saya stres, angka 4 menunjukkan
pernyataan membuat saya stres sangat berat, sedangkan angka 1 – 4 dipilih jika
kondisi anda berada di antara keduanya. Tidak ada jawaban benar atau salah, karena
setiap jawaban mencerminkan pengalaman pribadi.
Seluruh jawaban dijamin kerahasiaannya, sehingga mohon diisi dengan jujur
sesuai keadaan anda.
64
No.
Penilaian
Situasi
0
1.
Ujian
2.
Berbicara dengan pasien tentang masalah pribadi*
3.
Konflik dengan mahasiswa lain
4.
Sistem penilaian pada ujian
5.
Perkataan atau perbuatan kasar dari teman
6.
8.
Harapan orang tua terhadap studi kedokteran
Saudara
Menyelesaikan suatu pekerjaan dengan baik
(dengan keinginan sendiri)
Tidak memiliki materi belajar yang cukup
9.
Konflik dengan staf kampus
10.
Beban kuliah yang banyak
11.
Diskusi tutorial
12.
Ketinggalan dalam belajar
13.
Melakukan persentasi di kelas
14.
Kurangnya petunjuk atau bimbingan dari dosen
15.
Merasa tidak kompeten
16.
17.
Ketidakpastian tentang harapan yang Saudara
inginkan
Kurangnya praktik keterampilan medis*
18.
Kurangnya waktu dengan keluarga dan teman
19.
Pembelajaran yang penuh kompetisi
20.
Kurangnya keterampilan mengajar dosen
21.
Tidak bisa menjawab pertanyaan pasien*
22.
Tugas yang tidak sesuai (di luar materi)
23.
Kesulitan dalam memahami materi
24.
Menghadapi kematian pasien*
25.
Mendapat nilai yang jelek
26.
Motivasi yang kurang dalam belajar
27.
Kurangnya waktu untuk mengulangi materi
28.
Perkataan atau perlakuan kasar dosen
7.
65
1
2
3
4
29.
Interupsi saat belajar oleh sesama mahasiswa
30.
Tidak bisa menjawab pertanyaan dosen
31.
Konflik dengan dosen
32.
Tidak adanya keinginan untuk belajar di kedokteran
33.
Banyak cakupan materi yang harus dipelajari
34.
35.
Menyelesaikan suatu pekerjaan dengan baik
(dipengaruhi mahasiswa lain)
Kurangnya umpan balik dari dosen
36.
Proses penilaian yang tidak adil
37.
Kurangnya pengakuan atas tugas yang dikerjakan
38.
Bekerja dengan komputer / laptop
39.
Perkataan atau perlakuan kasar dari staf kampus
40.
Tanggung jawab untuk keluarga
Catatan *bayangkan jika anda berada di situasi seperti itu
Penilaian MSSQ
No.
1
Kategori Stresor
Akademik
No. Item / Soal
Total
1, 4, 7, 10, 12, 17, 19, 23,
13
25, 27, 30, 33, 36
2
Interpersonal and Intrapersonal
3, 5, 9, 26, 28, 31, 39
7
3
Pengajaran dan pembelajaran
8, 14, 16, 20, 22, 35, 37
7
4
Sosial
2, 18, 21, 24, 29, 38
6
5
Dorongan dan keinginan
6, 32, 40
3
6
Kegiatan kelompok
11, 13, 15, 34
4
Lampiran 4. Hasil penelitian SPSS
66
67
68
69
70
Lampiran 5. Hasil Pengolahan Data
Jenis Kelamin
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Laki - laki
Laki - laki
Laki - laki
Laki - laki
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Laki - laki
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Usia
18
18
18
19
19
18
18
18
19
18
18
19
18
18
19
19
18
19
18
19
18
19
18
19
18
18
18
18
19
19
19
19
18
19
18
19
18
19
18
19
19
18
18
19
19
19
MSLQ
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Sedang
Tinggi
Tinggi
Sedang
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Sedang
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Sedang
Tinggi
Tinggi
Sedang
Sedang
Tinggi
Sedang
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Sedang
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Sedang
Tinggi
Tinggi
Sedang
Tinggi
Tinggi
Sedang
Sedang
Tinggi
MSSQ
Sedang
Sedang
Sedang
Berat
Sedang
Berat
Berat
Berat
Berat
Sedang
Berat
Berat
Berat
Sedang
Sedang
Sedang
Berat
Sedang
Sedang
Berat
Sedang
Sedang
Berat
Berat
Sedang
Berat
Berat
Sedang
Sedang
Sedang
Sedang
Berat
Berat
Sedang
Sedang
Berat
Sedang
Berat
Sedang
Berat
Berat
Berat
Sedang
Berat
Berat
Sedang
71
Nilai
68
70
62
58
66
55
58
57
50
63
51
56
49
65
67
62
51
66
63
50
64
63
38
35
68
48
59
61
69
60
69
49
54
61
63
54
64
35
63
51
50
51
65
26
47
66
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Laki - laki
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Laki - laki
Laki - laki
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Perempuan
18
19
18
20
19
19
18
19
19
19
19
18
18
19
20
19
20
20
19
19
18
19
20
20
18
19
18
18
18
19
20
18
20
18
18
18
18
18
19
19
20
18
19
19
19
19
19
19
Sedang
Tinggi
Sedang
Sedang
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Sedang
Sedang
Sedang
Tinggi
Sedang
Tinggi
Sedang
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Sedang
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Sedang
Tinggi
Sedang
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Berat
Sedang
Berat
Berat
Berat
Sedang
Berat
Berat
Sedang
Sedang
Sedang
Berat
Berat
Berat
Sedang
Berat
Sedang
Berat
Berat
Berat
Sedang
Sedang
Sedang
Berat
Berat
Sedang
Berat
Berat
Sedang
Sedang
Berat
Sedang
Berat
Sedang
Sedang
Berat
Sedang
Berat
Sedang
Sedang
Berat
Sedang
Berat
Sedang
Berat
Sedang
Ringan
Sedang
72
48
70
26
46
57
71
66
54
69
66
67
49
45
48
62
47
65
46
58
51
75
70
65
56
58
68
58
56
67
66
47
63
59
60
63
38
62
49
66
73
59
65
57
73
58
70
88
70
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Laki - laki
Laki - laki
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Laki - laki
Laki - laki
Laki - laki
Laki - laki
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Perempuan
19
19
17
20
18
18
20
19
19
20
20
19
19
19
19
19
19
19
19
18
18
17
19
20
19
19
18
20
18
19
20
18
22
19
20
19
19
18
20
18
20
19
19
20
19
19
18
19
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Sedang
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Sedang
Sedang
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Sedang
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Sedang
Tinggi
Sedang
Tinggi
Sedang
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Berat
Berat
Sedang
Sedang
Sedang
Berat
Berat
Berat
Sedang
Berat
Berat
Sedang
Sedang
Sedang
Sedang
Sedang
Berat
Sedang
Berat
Sedang
Berat
Berat
Sedang
Sedang
Sedang
Berat
Sedang
Sedang
Sedang
Berat
Berat
Sedang
Berat
Sedang
Berat
Berat
Sedang
Sedang
Berat
Sedang
Sedang
Sedang
Sedang
Sedang
Sedang
Sedang
Sedang
Berat
73
52
59
66
70
65
59
59
59
61
57
50
67
61
72
67
62
51
66
52
65
39
41
64
68
67
45
61
66
65
59
41
67
42
66
48
55
67
70
59
63
76
67
61
66
69
78
61
51
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Laki - laki
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Laki - laki
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
19
19
20
19
20
18
20
19
21
18
20
18
20
19
18
20
18
20
21
21
19
18
20
18
18
19
20
19
19
18
18
18
18
20
18
20
17
19
18
18
20
17
20
18
19
18
19
20
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Sedang
Tinggi
Sedang
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Sedang
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Sedang
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Sedang
Sedang
Sedang
Sedang
Sedang
Sedang
Sedang
Sedang
Sedang
Sedang
Sedang
Sedang
Sedang
Sedang
Sedang
Sedang
Berat
Berat
Berat
Berat
Sedang
Berat
Sedang
Sedang
Sedang
Berat
Berat
Ringan
Sedang
Ringan
Berat
Sedang
Berat
Berat
Sedang
Sedang
Berat
Berat
Ringan
Sedang
Ringan
Sedang
Ringan
Sedang
Berat
Ringan
Berat
Berat
Berat
Berat
Berat
Berat
Berat
74
70
65
64
65
79
66
61
60
68
66
65
57
51
52
52
62
58
62
64
68
59
58
83
72
82
49
64
50
59
61
62
52
31
87
76
81
74
83
62
46
81
56
59
40
42
50
40
50
Laki - laki
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Laki - laki
Laki - laki
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Perempuan
Laki - laki
Laki - laki
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
Laki - laki
Perempuan
Perempuan
Laki - laki
19
18
19
19
17
18
20
19
19
19
18
19
18
19
19
19
18
21
19
18
19
19
18
19
19
18
18
20
18
19
18
18
20
18
20
19
19
19
18
17
18
20
Sedang
Sedang
Sedang
Sedang
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Sedang
Sedang
Sedang
Sedang
Sedang
Tinggi
Sedang
Sedang
Sedang
Sedang
Sedang
Tinggi
Sedang
Tinggi
Sedang
Tinggi
Tinggi
Sedang
Sedang
Sedang
Sedang
Tinggi
Tinggi
Sedang
Sedang
Tinggi
Tinggi
Sedang
Tinggi
Berat
Berat
Berat
Berat
Sedang
Sedang
Berat
Sedang
Sedang
Sedang
Berat
Ringan
Berat
Berat
Berat
Berat
Berat
Berat
Berat
Berat
Berat
Berat
Berat
Berat
Berat
Berat
Berat
Berat
Berat
Sedang
Berat
Berat
Berat
Berat
Berat
Ringan
Berat
Berat
Sedang
Berat
Berat
Sedang
75
49
40
47
45
64
68
58
70
75
63
56
88
56
47
33
40
44
35
55
49
48
35
50
27
53
46
52
44
51
61
27
41
48
48
53
87
43
49
62
54
46
63
Lampiran 6. Domain Motivasi Belajar dan Stres
Domain MSLQ
Domain
Orientasi tujuan
intrinsik
Orientasi tujuan
ekstrinsik
Nilai tugas
Kontrol terhadap
pembelajaran
Kepercayaan diri
(self - efficacy)
dalam belajar
dan performa
Kecemasan Ujian
Nomor
1
16
22
24
7
11
13
30
4
10
17
23
26
27
2
9
18
25
5
6
12
15
20
21
29
31
3
8
14
19
28
Jumlah
1183
1242
1508
1079
1547
354
1288
1379
1186
347
1333
1486
1306
1490
1492
380
1489
624
1338
1219
1359
1215
1356
1332
1317
1324
1081
529
1187
1021
801
Peringkat
Nomor
1
4
7
10
12
17
19
23
25
Jumlah
993
887
502
926
953
448
516
862
740
5012/4
=1253
2
4568/4
=1142
4
7148/6
=1197,7
3
3985/4
=996,3
5
10460/8
=1307,5
1
4619/5
=923,8
6
Domain MSSQ
Domain
Akademik
76
Peringkat
9903/13
=761,8
2
Interpersonal and
Intrapersonal
Pengajaran dan
pembelajaran
Sosial
Dorongan dan
keinginan
Kegiatan kelompok
27
30
33
36
3
5
9
26
28
31
39
8
14
16
20
22
35
37
2
18
21
24
29
38
6
32
40
11
13
15
34
758
928
877
513
640
567
654
520
875
515
624
888
761
838
897
1019
448
516
519
513
915
930
710
155
824
597
849
614
641
943
647
77
4395/7
=627,9
5
5367/7
=766,8
1
3742/6
=623,7
6
2270/3
=756,7
3
2845/4
=711,3
4
RIWAYAT HIDUP
Nama Penulis Angeliq Sharon, dilahirkan di Kendari pada
tanggal 10 Juli 2004. Penulis merupakan anak tunggal dari
pasangan Nelson Eduard Mintje (alm) dan Sri Anggraini.
Penulis menempuh Pendidikan Sekolah Dasar di SD Katolik
RK13 St. Paulus Manado pada tahun 2010-2016. Tamat
Sekolah Menengah Pertama pada tahun 2019 di SMP Katolik Santa Theresia
Manado dan menyelesaikan jenjang pendidikan selanjutnya di Sekolah Menengah
Atas di SMA Negeri 1 Manado pada tahun 2022. Pada tahun 2022 penulis diterima
di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi melalui jalur Seleksi Nasional
Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sebagai mahasiswa Program Studi
Pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado
dengan Nomor Induk Mahasiswa (NIM)
220111010004. Penulis telah
menyelesaikan Kuliah Kerja Terpadu (KKT) Tematik pada bulan November 2025
di kecamatan Pineleng, Minahasa.
78
Download