PENILAIAN KELELAHAN Khaerani S. Lestari, SKKK Dr. Arif Susanto, MHM, M.Sc., MBA. LATAR BELAKANG Berdasarkan KEPMEN ESDM 1827K/30/MEN/2018 Pengelolaan kelelahan kerja a) b) c) d) Melakukan identifikasi, evaluasi dan pengendalian faktor yang dapat menimbulkan kelelahan pekerja tambang. Memberikan pelatihan dan sosialisasi kepada semua pekerja tambang tentang pengetahuan pengelolaan dan pencegahan kelelahan khususnya bagi pekerja dengan waktu kerja bergilir. Mengatur pola gilir kerja (Shift) pekerja tambang. Melakukan penilaian dan pengelolaan tingkat kelelahan pada pekerja tambang sebelum awal gilir kerja (Shift) dan saat pekerjaan berlangsung. LATAR BELAKANG ● Durasi kerja yang lebih dari 8 jam per hari atau 40 jam dalam seminggu memiliki tingkat risiko tinggi terhadap kejadian kelelahan. Selain itu, bekerja lebih dari 12 jam per hari meningkatkan 37% terjadinya cidera. ● Pekerja yang tidur kurang dari 7 jam setiap hari, berisiko 1,79-2,65 kali untuk mengalami kelelahan. ● Pekerja yang tidak memiliki anak, memiliki waktu tidur yang lama dan mengurangi risiko untuk mengalami kelelahan jika dibandingkan dengan pekerja yang memiliki anak. ● Pekerja yang menempuh waktu perjalanan lebih dari 30 menit dapat menurunkan durasi tidur setiap harinya dan memicu timbulnya kelelahan. ● Indeks Massa Tubuh yang tidak normal cenderung mengalami gangguan tidur yang dapat memicu seseorang lebih berisiko mengalami kelelahan. (Sumber :Theron and Heerden, 2011; Kandelaars et al. 2005; Sagala, 2017; Bauerie et al, 2018; Fernandes-junior et al, 2016; Fairburn,2008; Uzogara, 2016, Morrow, 2010 ) Berdasarkan Jumlah Kasus LATAR BELAKANG FGP Operation Tipe Insiden Resource Management 149 Technical Services Maintenance 122 0 10 20 2019 2018 30 40 50 Berdasarkan Jumlah Individu FGP Operation 19 27 12 INJURY/ILNESS 16 NEAR MISS 2018 PROPERTY DAMAGE Resource Management Technical Services Maintenance 2019 0 (Sumber : Data IMS Tahun 2018 – September 2019) 20 40 2019 60 2018 80 100 120 140 Kelelahan merupakan keadaan dimana individu merasa sangat lelah, letih atau mengantuk akibat kurang tidur, bekerja secara fisik atau mental yang berkepanjangan, serta stres atau cemas yang bekepanjangan. Pekerjaan yang membosankan atau berulang dapat menimbulkan perasaan lelah (CCOHS, 2019) Gejala Kelelahan Lambat berpikir Sering melakukan kesalahan kecil Tingkat kewaspadaan berkurang Respon tubuh lambat Sulit berkonsentrasi Timbul perasaan subjektif (letih, mengantuk, pusing, mudah marah, tidak suka pada pekerjaan) Faktor Penyebab Kelelahan Faktor Terkait Pekerjaan Faktor Tidak Terkait Pekerjaan Kerja Lembur Shift kerja Waktu Istirahat Waktu kerja Desain Kerja Lingkungan Kerja Masa Kerja Usia Jenis Kelamin Indeks Massa Tubuh Waktu perjalanan Tempat tinggal Kuantitas tidur Kualitas tidur Pekerjaan sampingan Kondisi kesehatan fisik dan mental Kewajiban sosial dan keluarga (Status Perkawinan) Tinjauan Pustaka Definisi Kelelahan (Sumber : Fernandes-junior et al, 2016; Fairburn, 2008; Uzogara,2016; Morrow, 2010; Theron and Heerden,2011; Kandelaars et al, 2005; Sagala, 2017; Bauerie et al, 2018) 1. 2. 3. 4. Mengetahui gambaran tingkat kelelahan pada pekerja divisi concentrating PTFI tahun 2019. Mengetahui gambaran faktor terkait pekerjaan dan hubungannya dengan kelelahan pada pekerja divisi concentrating PTFI tahun 2019. Mengetahui gambaran faktor tidak terkait pekerjaan dan hubungannya dengan kelelahan pada pekerja divisi concentrating PTFI tahun 2019. Mengetahui rekomendasi yang tepat dan sesuai TUJUAN PENILAIAN KELELAHAN Mengetahui faktor-faktor penyebab yang berhubungan dengan kelelahan pada pekerja divisi concentrating PTFI Tahun 2019. Populasi dan Sampel Cluster Random Sampling Divisi Concentrating 578 pekerja PTFI 731 pekerja kontraktor Maintenance 660 Pekerja Technical Services 375 Pekerja Operation 240 Pekerja Resource Management 34 Pekerja (Sumber : Data manpower divisi Concentrating) 𝑎 2 𝑍1 − 2 𝑃𝑞𝑁 𝑛= 𝑎 2 d2 𝑁 − 1 + 𝑍1 − 𝑃𝑞 2 Keterangan : n : jumlah sampel minimal yang dibutuhkan Z 1-a/2 : nilai baku distribusi normal pada 𝑎 tertentu (CI=95%, Z1-a/2 = 1,96) P : proporsi variabel dependen yaitu 0,5 q : proporsi variabel independen yaitu 0,5 d : derajat akurasi (presisi mutlak), umumnya digunakan 100% N : populasi seluruh divisi concentrating, yaitu sebanyak 1300 pekerja Proporsi Pengambilan Sampel & Metode Hasil Perhitungan Cluster Random Sampling Maintenance Technical Services 62 orang Desain Penilaian Instrumen Penilaian kelelahan menggunakan metode kuantitatif dengan desain 1. Kuesioner 2. Lux Meter cross sectional 57 orang Pengumpulan Data Operation 53 orang Resource Management 23 orang (Mengacu pada data Manpower divisi Concentrating) 1. Data Primer : Kuesioner, pengukuran pencahayaan 2. Data Sekunder : Studi literatur dan data dari perusahaan (IMS, manpower ) Pengolahan & Analisis Data Pengolahan data menggunakan SPSS 25 Dengan uji analisis chisquare Definisi Operasional Variabel Kelelahan Definisi Kondisi letih, jenuh dan kekurangan tenaga yang dihitung dengan metode subjektif menggunakan kuesioner IFRC. Kelelahan dibagi menjadi empat tingkatan yaitu : Total skor < 30 = kelelahan rendah Total skor 31 – 60 = kelelahan ringan Total skor 61 – 90 = kelelahan menengah Total skor 91 - 120 = kelelahan berat (Industrial Fatigue Research Committee) Faktor Terkait Pekerjaan Shift Kerja Waktu kerja yang sedang dijalankan responden pada saat pengambilan data. Cara Ukur Pengisian kuesioner Alat Ukur Kuesioner IFRC Pengisian Kuesioner Kuesioner 1. Shift Pagi 2. Shift Malam Ordinal Pencahayaan Sumber cahaya yang menerangi area kerja operator HD. Berdasarkan Permenkes No. 70 Tahun 2016 standar pencahayaan untuk area kerja sesuai jenis pekerjaannya. Mengukur Cahaya Lux Meter 1. Tidak Sesuai Standar 2. Sesuai Standar Ordinal Masa Kerja Lama responden bekerja dihitung sejak pertama masuk kerja pada posisi tertentu hingga penelitian dilakukan pada posisi yang sama. Dikategorikan berdasarkan hasil penelitian mengenai kelelahan pada pertambangan batubara di Kalimantan. (Susilowati et al., 2013) Pengisian Kuesioner Kuesioner 1. > 5 tahun 2. < 5 tahun Ordinal 1. 2. 3. 4. Hasil Ukur Kelelahan rendah Kelelahan ringan Kelelahan menengah Kelelahan berat Skala Ukur Ordinal Definisi Operasional Variabel Definisi Faktor Tidak Terkait Pekerjaan Usia Usia berdasarkan tahun kelahiran yang tertera di KTP pada saat penelitian. Dikategorikan berdasarkan hasil penelitian mengenai kelelahan pada pertambangan batubara di Kalimantan (Susilowati et al., 2013). Indeks Indeks masa tubuh hasil perbandingan antara berat Massa badan dengan tinggi badan kuadrat pada saat Tubuhh penelitian. Dikategorikan sesuai batas ambang IMT Indonesia berdasarkan Departemen Kesehatan Republik Indonesia (2011) Cara Ukur Alat Ukur Pengisian Kuesioner Kuesioner 1. < 35 tahun 2. > 35 tahun Ordinal Pengisian Kuesioner Ordinal Waktu perjalanan Pengisian kuesioner Kuesioner 1. Tidak berisiko (IMT kategori normal) 2. Berisiko (IMT kategori kurus dan gemuk) Kuesioner 1. < 30 menit 2. > 30 menit Pengisian kuesioner Kuesioner 1. > 7 jam 2. < 7 jam Ordinal Kuantitas Tidur Durasi waktu perjalanan yang ditempuh responden dari rumah ke tempat kerja maupun sebaliknya. Dikategorikan berdasarkan Lamanya jam tidur responden dalam 1 hari untuk 1 kali periode tidur. Berdasarkan CDC (2015) tidur yang cukup bagi orang dewasa ialah 7 – 8 jam. Hasil Ukur Skala Ukur Ordinal Definisi Operasional Variabel Definisi Kualitas Tidur Keadaan dimana tidur yang dilakukan oleh individu dapat menghasilkan kesegaran dan kebugaraan saat terbangun. Jika total hasil kuesioner > 5 memiliki makna kualitas tidur buruk dan < 5 memiliki makna kualitas tidur baik (Buysee et al., 2008). Tempat Tempat responden tinggal selama bekerja Tinggal Status Keterangan yang menunjukan riwayat Perkawinan perkawinan pekerja Cara Ukur Pengisian Kuesioner Alat Ukur Hasil Ukur Kuesioner 1. Skor < 5 2. Skor > 5 Skala Ukur Ordinal Pengisian Kuesioner Pengisian Kuesioner Kuesioner 1. 68 mile 2. Ridge Camp Kuesioner 1. Sudah menikah 2. BelumMenikah Ordinal Ordinal Persiapan November M1 M2 M3 M4 M5 M1 M2 M3 M4 √ √ Pengambilan Data √ √ Input Data √ √ Analisis Data Penulisan Laporan √ √ √ √ √ √ Timeline Kegiatan Aktivitas Oktober Terima Kasih