Uploaded by common.user151720

Studi Komparatif Penelitian Komunikasi Interpersonal dan Empati

advertisement
No.
1
Nama Peneliti/
Delia Annisa & Kadek Dristiana Dwivayani / 2024 / eJournal Ilmu
Tahun Peneliti/
Komunikasi Universitas Mulawarman
Nama Jurnal
Judul Penelitian Komunikasi Interpersonal Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH)
kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kelurahan Sempaja Utara
Teori
Penelitian ini menggunakan teori Adaptasi Interaksi (Interaction Adaptation
Theory).
Metode
Deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman (reduksi data,
penyajian data, verifikasi/penyimpulan data).
Hasil Penelitian
Penelitian ini menemukan bahwa komunikasi interpersonal pendamping PKH
kepada KPM sangat penting dalam menyampaikan informasi. Lima aspek
komunikasi interpersonal (keterbukaan, perilaku suportif, perilaku positif,
empatis, dan kesamaan) terbukti mempermudah pendamping dalam
menyampaikan informasi kepada KPM. Hambatan komunikasi muncul
karena tingkat pendidikan KPM yang rendah, sehingga diperlukan kreativitas
pendamping dalam menyampaikan pesan agar mudah dipahami. Pentingnya
keterbukaan dari KPM untuk mencegah kesalahpahaman.
Perbedaan
Penelitian Annisa dan Dwivayani mengkaji keseluruhan aspek komunikasi
Penelitian
interpersonal (keterbukaan, perilaku suportif, perilaku positif, empati, dan
kesamaan) dalam konteks pendampingan PKH yang bersifat program bantuan
sosial ekonomi. Sedangkan penelitian saya lebih spesifik membahas
komunikasi empati saja sebagai fokus utama dalam layanan atensi di UPT
Sentra Mulya Jaya, dimana peserta layanan yang saya teliti membutuhkan
pendampingan psikososial yang lebih mendalam dan terstruktur untuk
kelompok rentan.
No.
2
Nama Peneliti/
Syefira Istian Salasatikhana & Rita Destiwati (2024) / Indonesian Journal of
Tahun Peneliti/
Humanities and Social Sciences.
Nama Jurnal
Judul Penelitian Analisis Keterbukaan, Empati, dan Dukungan dalam Hubungan Single Father
dan Anak: Peluang dan Tantangan.
Teori
Penelitian ini penulis menggunakan Teori Komunikasi Interpersonal.
Metode
Deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi partisipan.
Hasil Penelitian
Penelitian ini menemukan bahwa keterbukaan dalam komunikasi ditandai
dengan percakapan informal dan berbagi pengalaman sehari-hari. Namun
hambatan sering muncul karena kurangnya kedekatan emosional atau adanya
pernikahan baru dari pihak ayah. Empati memainkan peran penting dalam
menciptakan ikatan emosional yang kuat. Kesimpulannya, keterbukaan,
empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan adalah lima elemen
kunci dalam komunikasi interpersonal antara ayah single parent dan anak.
Perbedaan
Penelitian Salasatikhana dan Destiwati melihat komunikasi dalam hubungan
Penelitian
ayah-anak di keluarga yang bersifat informal dan natural, fokusnya pada
keterbukaan, empati, dan dukungan dalam konteks keluarga. Sementara
penelitian saya melihat komunikasi empati dalam hubungan profesional
antara pendamping dan peserta layanan di UPT Sentra Mulya Jaya yang
merupakan lembaga resmi, dimana empati yang saya teliti adalah bagian dari
kompetensi kerja pendamping yang memiliki aturan dan prosedur tertentu,
bukan hubungan keluarga.
No.
3
Nama Peneliti/
Lala Amalia & Ida Ri'aeni (2022) / Journal of Da'wah and Communication
Tahun Peneliti/
Nama Jurnal
Judul Penelitian Analisis Komunikasi Interpersonal dalam Pembentukan Konsep Diri
Penyintas Covid-19
Teori
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori komunikasi interpersonal
menurut De Vito (1997) yang dibagi menjadi 5 yaitu: keterbukaan, empati,
sikap mendukung, sikap positif, kesetaraan. Dan teori konsep diri menurut
Calhoun dan Acocella (1990) yang terbagi menjadi 2 yaitu konsep diri negatif
dan konsep diri positif.
Metode
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan
penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan
observasi,
wawancara
dengan
memberikan
pertanyaan–
pertanyaan
mendalam, dan dokumentasi.
Hasil Penelitian
Penelitian ini menemukan bahwa pengaruh dari orang-orang sekitar seperti
keluarga, teman, dan tetangga dalam bentuk verbal maupun nonverbal sangat
memberikan dampak bagi pembentukan konsep diri seseorang. Dukungan,
perhatian, semangat, dan bantuan-bantuan yang diberikan orang-orang
terdekat dampaknya sangat besar bagi pembentukan konsep diri dari seorang
penyintas covid-19. Komunikasi interpersonal yang diterapkan atas dasar
keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan
membentuk konsep diri yang positif pada diri penyintas.
Perbedaan
Penelitian Amalia dan Ri'aeni melihat komunikasi yang terjadi secara spontan
Penelitian
dan tidak terencana dari berbagai orang (keluarga, teman, tetangga) kepada
penyintas Covid-19 dalam kondisi darurat kesehatan, fokusnya untuk
membangun kepercayaan diri yang positif. Sedangkan penelitian saya melihat
komunikasi empati yang dilakukan secara terencana dan profesional oleh
pendamping yang sudah terlatih kepada peserta layanan di UPT Sentra Mulya
Jaya, dimana penelitian saya fokus pada bagaimana empati digunakan sebagai
cara kerja dalam memberikan layanan kepada kelompok rentan yang butuh
pendampingan.
No.
4
Nama Peneliti/
Fadila Aulia, Putri Rahma Dwianggraeni & Ahmad Raihan Ishak / 2023 /
Tahun Peneliti/
Jurnal Mahasiswa Komunikasi Cantrik.
Nama Jurnal
Judul Penelitian Peran Organisasi Mahasiswa dalam Meningkatkan Kemampuan Komunikasi
Interpersonal yang Efektif
Teori
a) Komunikasi Interpersonal dari Joseph A. DeVito (2007) mencakup
lima ciri komunikasi antarpribadi yang efektif: keterbukaan
(openness), sikap positif (positiveness), kesetaraan (equality), empati
(empathy), dan sikap mendukung (supportiveness).
b) Organisasi menurut Stephen F. Robbins sebagai unit yang sengaja
dibentuk untuk jangka waktu lama dengan pola kerja tertentu untuk
mencapai tujuan bersama. Peran dari Burke (2011) sebagai pola-pola
atau norma perilaku yang diharapkan dari seseorang yang menduduki
status atau posisi tertentu.
Metode
Kualitatif dengan strategi fenomenologi. Pengumpulan data melalui
wawancara mendalam terhadap 6 informan mahasiswa yang aktif
berorganisasi di Universitas Islam Indonesia, kemudian observasi dalam
bentuk studi kepustakaan. Teknik analisis data dilakukan dengan cara
penyajian data yang telah diperoleh untuk kemudian di reduksi dan penarikan
kesimpulan.
Hasil Penelitian
Penelitian ini menemukan bahwa organisasi mahasiswa memiliki pengaruh
besar dalam meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal yang
efektif mahasiswa. Pengalaman organisasi meningkatkan rasa percaya diri
dan kemampuan berkomunikasi, mahasiswa menjadi lebih terbuka dalam
berkomunikasi dengan orang lain. Komunikasi kelompok kecil dalam
organisasi
memberikan
kontribusi
signifikan
dalam
meningkatkan
komunikasi interpersonal. Peningkatan yang paling banyak dialami adalah
dalam aspek keterbukaan, dimana mahasiswa yang sebelumnya introvert
menjadi lebih berani berbicara dan mengemukakan pendapat. Para informan
juga mengalami peningkatan dalam aspek empati, sikap positif, dan sikap
mendukung melalui interaksi dalam organisasi.
Perbedaan
Penelitian Aulia dkk mengkaji peningkatan kemampuan komunikasi
Penelitian
interpersonal mahasiswa melalui pengalaman berorganisasi di kampus
dengan fokus pada kelima aspek komunikasi efektif (keterbukaan, sikap
positif, kesetaraan, empati, dan sikap mendukung) secara umum dalam
konteks peer relationship (hubungan sesama mahasiswa). Sedangkan
penelitian saya fokus secara spesifik pada komunikasi empati antara
pendamping profesional dan peserta layanan ATENSI di UPT Sentra Mulya
Jaya dalam konteks hubungan penolong-tertolong dengan pendekatan
manajemen kasus untuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan
lansia terlantar yang membutuhkan pendampingan psikososial terstruktur.
No.
5
Nama Peneliti/
April Laksana, Hani Nur Rizka, Defika Lailatul Nur Khasanah, & Muawanah
Tahun Peneliti/
Aliyah (2024) / Kajian Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi
Nama Jurnal
Judul Penelitian Peran Komunikasi Antarpribadi dalam Resolusi Konflik Antar Karyawan di
Organisasi Perusahaan
Teori
a) Komunikasi Antarpribadi oleh Joseph A. Devito dan R. Wayne Pace
yang mendefinisikan komunikasi antarpribadi.
b) Resolusi Konflik yang mencakup berbagai pendekatan: arbitrasi,
mediasi, negosiasi, kompromi, dan kooperasi; serta strategi-strategi:
avoidance, coercion, conciliation, dan yielding
Metode
Kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data melalui
wawancara mendalam dengan karyawan dan pemimpin, observasi interaksi
antar karyawan, serta dokumentasi kebijakan. Analisis tematik dengan
triangulasi sumber dan metode.
Hasil Penelitian
Penelitian menemukan bahwa penyebab utama konflik adalah komunikasi
yang tidak efektif (ketidakjelasan instruksi, kesalahpahaman, faktor
emosional). Komunikasi antarpribadi yang efektif (mendengarkan aktif,
mengungkapkan perasaan tanpa menyalahkan, sikap terbuka) terbukti
membantu menyelesaikan konflik secara konstruktif. Budaya organisasi
sangat berpengaruh: organisasi dengan budaya komunikasi terbuka dan
kolaboratif lebih berhasil menyelesaikan konflik melalui negosiasi dan
kompromi, sementara organisasi hierarkis cenderung menghindari atau
memaksakan, yang menghasilkan ketidakpuasan.
Perbedaan
Penelitian
Laksana
dkk
mengkaji
komunikasi
antarpribadi
untuk
Penelitian
menyelesaikan konflik antar karyawan di organisasi perusahaan. Sedangkan
penelitian saya mengkaji komunikasi empati antara pendamping dan peserta
layanan atensi di UPT Sentra Mulya Jaya untuk memberikan dukungan
berkelanjutan kepada kelompok rentan.
Download