Uploaded by fanasya02

Strategi Bisnis Kerajinan Mendong Singkup Tasikmalaya: Analisis SWOT

advertisement
PROFIL USAHA DAN STRATEGI BISNIS KERAJINAN MENDONG KELURAHAN
SINGKUP KECAMATAN PURBARATU KOTA TASIKMALAYA
BUSINESS PROFILE AND BUSINESS STRATEGY OF MENDONG CRAFT
KELURAHAN SINGKUP KECAMATAN PURBARATU KOTA TASIKMALAYA
YUDHA ARDIANSYAH*, YUSNITA PRIMAWATI, ZULFIKAR NOORMANSYAH
Program Studi Agribisnis Pasca Sarjana Universitas Siliwangi
*Email : [email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil usaha, serta strategi yang dapat diterapkan untuk
mengembangkan bisnis kerajinan mendong. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan
dokumentasi, dianalisis dengan teknik kualitatif dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
profil usaha dapat ditinjau dari aspek produksi, aspek sumber daya manusia, aspek pemasaran, dan
aspek keuangan. Aspek produksi meliputi alat produksi yang berupa ATBM, dengan bahan baku
utama mendong lembaran yang telah ditenun dengan berbagai pewarna tekstil untuk dijadikan kerajian
tangan berbagai fungsi. Aspek sumber daya manusia adalah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk
membuat kerajinan mendong dalam satu perusahaan kurang lebih 20 orang. Sistem pembayaran
pengrajin disesuaikan dengan bidang yang dikerjakan dan tenaga kerja pengerajin secara umum
merupakan buruh borongan. Aspek pemasaran kerajinan mendong masih terkendala dalam promosi.
Aspek keuangan dari usaha kerajinan mendong masih perlu ditingkatkan dalam pembukuan yang
tersusun lengkap. Dari analisis SWOT dapat diketahui bahwa produk yang dihasilkan adalah produk
kerajinan yang memiliki kualitas yang bagus sehingga dapat dijadikan kekuatan untuk menangkap
peluang pasar dengan jumlah pesaing yang cukup tinggi. Dukungan pemerintah sangat dibutuhkan
terutama dalam memberikan fasilitasi dan mengikutsertakan dalam berbagai pameran kerajinan.
Strategi Bisnis usaha kerajinan mendong diutamakan adalah pengembangan dalam inovasi produk
agar lebih kreatif dalam penciptaan bentuk kerajinan tangan yang unik dan berciri khas.
Kata kunci: profil usaha, strategi bisnis, analisis SWOT
ABSTRACT
This study aims to determine the business profile and strategies that can be applied to develop a
mendong craft business. Data were collected by interview and documentation methods, analyzed using
qualitative techniques and SWOT. The results showed that the business profile can be viewed from the
aspects of production, aspects of human resources, aspects of marketing, and aspects of finance. The
production aspect includes production equipment in the form of ATBM, with the main raw material of
mendong sheets that have been woven with various textile dyes to be used as handicrafts for various
functions. The human resource aspect is the labor required to make mendong crafts in a company of
approximately 20 people. The craftsmen's payment system is adjusted to the field they are working on
and the craftsmen workforce in general is piece work. The marketing aspect of Mendong handicrafts
is still constrained by promotion. The financial aspect of the mendong handicraft business still needs
to be improved in complete compiled bookkeeping. From the SWOT analysis, it can be seen that the
product produced is a handicraft product that has good quality so that it can be used as a strength to
seize market opportunities with a high enough number of competitors. Government support is needed,
especially in providing facilitation and participating in various craft fairs. The business strategy of
mendong handicraft business is the development of product innovation to be more creative in creating
unique and distinctive handicraft forms.
Keywords: business profile, business strategy,SWOT analyze
265
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Volume 8, Nomor 1, Januari 2021 : 265-275
serta
PENDAHULUAN
Industri kreatif di Indonesia memiliki
potensi
yang
di
dengan
menghasilkan dan mengeksploitasi daya
kreasi dan daya cipta individu tersebut.
daerahnya. Termasuk di provinsi Jawa
Menurut Kementrian Negara Koperasi dan
Barat yang di kenal sebagai pusatnya
Usaha Kecil dan Menengah Republik
kreativitas dan pusat kebudayaan Sunda
Indonesia (2009) salah
sehingga secara historis telah banyak
agroindustri
melakukan
yang
agroindustri kerajinan yang saat ini cukup
termasuk dalam industri kreatif. Salah satu
berkembang di masing-masing daerah.
daerah
hal
Dengan ciri-ciri usaha yang bertumpu pada
industri kreatif di provinsi Jawa Barat
usaha rumah tangga (mikro) atau industri ,
yaitu Kota Tasikmalaya. Dimana, Kota
kecil dan menengah (UMKM).
kegiatan
baik
pekerjaan
setiap
yang
sangat
lapangan
ekonomi
berkembang
dalam
Tasikmalaya memiliki beberapa komoditi
di
Kerajinan
satu bentuk
Indonesia
Mendong
adalah
merupakan
industri kreatif yaitu beberapa kerajinan
kreasi anyaman dan distribusi produk
tangan
Mendong,
kerajinan yang terbuat dari mendong
kerajinan bambu, bordir, payung geulis,
dengan dikreasikan menggunakan desain
kelom geulis, kerajinan kayu, batik dan
produk yang dibuat dan menggunakan
makanan tradisional khas Tasikmalaya.
desain
Kerajinan Mendong adalah salah satu
produktivitas dan kreativitasnya. Bentuk
komoditi kreatif Kota Tasikmalaya yang
kerajinan
berkontribusi
anyaman yang menggunakan bahan baku
seperti
kerajinan
sebesar
8%
dalam
fashion
untuk
mendong
adalah
tanaman
lebih rendah dari industri bordir tetapi
menjadi sebuah anyaman yang lebih
lebih baik dalam penyerapan tenaga kerja,
bernilai
nilai investasi dan nilai produksi jika
mendong merupakan kerajinan masyarakat
dibandingkan
Kelurahan Singkup Kecamatan Purbaratu
industri
batik.
(Diskumkmperindag,2019)
tinggi.
yang
kerajinan
penyerapan tenaga kerja walaupun masih
dengan
mendong
meningkatkan
Kerajinan
dikreasikan
anyaman
Kota Tasikmalaya.
Kementerian Perdagangan Indonesia
Kerajinan Mendong di Kecamatan
menyatakan bahwa Industri kreatif adalah
Purbaratu
Kota
Tasikmalaya
industri yang berasal dari pemanfaatan
merupakan
sentra
industri
kreativitas,
bakat
mendong Tahun 2016 masih ada 34 usaha
individu untuk menciptakan kesejahteraan
kerajinan Mendong dan pada tahun 2017
keterampilan
serta
266
yang
kerajinan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Volume 8, Nomor 1, Januari 2021 : 265-275
sampai 2019 hanya ada 26 usaha kerajinan
yaitu : differentiation, low cost, dan focus
Mendong(Diskumkmperindag,2019).
strategy.
Menurunya usaha kerajinan mendong di
2011:3)
(Mahmud
dan
Anomsari,
Kecamatan Purbaratu tidak berlaku untuk
Tujuan dari penelitian ini yaitu
UMKM kerajinan mendong yang masih
untuk memberikan gambaran usaha (profil
berproduksi
sampai
usaha) kerajinan mendong dari aspek
produknya
mulai
sekarang,
dimana
berkembang dengan
produksi,
inovasi bentuk produk yang bervariasi.
sumber
daya
manusia,
pemasaran dan keuangan serta untuk
Suryana (2008) menyatakan bahwa
menyususun strategi bisnis yang dapat
profil usaha dalam penyusunan studi
diterapkan pada usaha kerajinan mendong
kelayakan usaha yaitu gambaran umum
di
perusahaan,
Purbaratu.
perizinan,
aspek
teknis
Kelurahan
Singkup
Kecamatan
produksi/operasi, aspek pemasaran, aspek
manajemen,
Menurut
serta
Griffin
aspek
METODE PENELITIAN
tahun
2004
gambaran
usaha
Desember
2020
dilihat dari bidang organisasi manajemen
Kelurahan
Singkup
yang terdiri dari bidang pemasaran,
Purbaratu
Kota
bidang keuangan, bidang operasional,
Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan
bidang sumber daya manusia, dan bidang
penelitian deskriptif, Subjek penelitian ini
administrasi.
adalah
menyatakan
pada
keuangan.
bahwa
Penelitian ini dilakukan pada bulan
Strategi bisnis adalah kemampuan
pengusaha/perusahaan
dalam
analisis
dan
internal
lingkungan
eksternal
perusahaan,
perumusan
strategi,
pelaksanaan
Usaha
yang
berlokasi
di
Kecamatan
Kerajinan
Mendong,
sedangkan yang menjadi objek penelitian
adalah Profil Usaha Kerajinan Mendong.
Jenis
(formulasi)
adalah
(implementasi)
data
data
yang
kualitatif
dipergunakan
berupa
hasil
wawancara dengan pengusaha kerajinan
rencana-rencana yang dirancang untuk
mendong,
mencapai
mendong, dan pengepul mendong. Data
serta
sasaran-sasaran
melakukan
perusahaan,
pengrajin
mendong,
petani
evaluasi
untuk
kuantitatif berupa data keuangan yang
balik
dalam
dimiliki
pengusaha kerajinan mendong.
merumuskan strategi yang akan datang.
Sumber
data
Variabel ini diukur dengan 3 dimensi
penelitian ini adalah data primer berupa
mendapatkan
umpan
267
yang digunakan
dalam
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Volume 8, Nomor 1, Januari 2021 : 265-275
hasil wawancara serta data skunder berupa
berbentuk lembaran, (c) alat yang dipakai
hasil dokumentasi yang telah dimiliki oleh
dalam proses produksi anyaman mendong
pengusaha kerajinan mendong. Adapun
menggunakan alat tenun ATBM (alat
teknik analisis yang dilakukan dalam
tenun bukan mesin) injak. Untuk proses
penelitian ini yaitu analisis deskriptif
pembuatan
dengan
untuk
(handycraft) alat yang digunakan adalah
menggambarkan profil usaha kerajinan
karton untuk membuat pola, gunting,
mendong,
dilanjutkan
cutter, lem, tali dan bahan lain yang sudah
dengan analisis SWOT untuk memperoleh
dibentuk sesuai keinginan konsumen, (d)
strategi
sarana, dalam melaksanakan produksi
pendekatan
kualitatif
yang kemudian
bisnis
yang tepat
pengusaha
kerajinan
Kelurahan
Singkup
digunakan
mendong
di
sarana yang dimaksudkan
dalam
adalah jalan
setiap lembar anyaman mendong ukuran
10
meter
dapat
dilakukan
proses
penganyaman dengan ATBM selama 5 jam
HASIL DAN PEMBAHASAN
sehingga pengerajin anyaman mendong
Profil Usaha Kerajinan Mendong di
Kelurahan Singkup Ditinjau Dari
Aspek Produksi
dapat menentukan target produksi
bulannya yaitu
anyaman
hasil
mendong
raya, listrik, dan air, (e) kapasitas produksi
mengembangkan usahanya.
Dari
kerajinan
wawancara
dapat
setiap
rata-rata 50-60 lembar
mendong
per-satu
ATBM.
Sedangkan untuk pembuatan kerajinan
diperoleh data tentang profil usaha ditinjau
mendong dilakukan sesuai jumlah pesanan
dari aspek produksi yaitu (a) lokasi para
konsumen.
pengerajin mendong di Kelurahan Singkup
secara keseluruhan
khusus
untuk
memiliki tempat
berproduksi.
Profil Usaha Kerajinan Mendong di
Kelurahan Singkup Ditinjau Dari Aspek
Sumber Daya Manusia
Produksi
dilakukan di rumah pribadi pemilik dalam
Hasil
membuat kerajinan dan di rumah pribadi
penelitian
profil
usaha
kerajinan mendong ditinjau dari aspek
pengrajin dalam membuat tenun mendong,
sumber daya manuasia adalah sebagai
(b) kerajinan mendong dihasilkan dari
berikut (a) sistem perencanaan kerja
bahan baku mendong kering yang sudah
dilaksanakan
diproses dengan pewarnaan tekstil dan
secara
sederhana
menyesuaikan dengan kebutuhan. Jumlah
penjemuran kemudian ditenun sehingga
tenaga
268
kerja
yang dibutuhkan
untuk
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Volume 8, Nomor 1, Januari 2021 : 265-275
membuat kerajinan mendong dalam satu
konsentrasi
penuh
perusahaan kurang lebih 20 orang. Sistem
dengan target yang
pembayaran pengrajin disesuaikan dengan
pengusaha.
dan sesuai
diharapkan
bidang yang dikerjakan dan tenaga kerja
pengerajin secara umum merupakan buruh
Profil Usaha Kerajinan Mendong di
Kelurahan Singkup Ditinjau Dari Aspek
Pemasaran
borongan dengan upah Rp.7.000,- sampai
Rp. 30.000,-/jumlah produk yang dibuat,
Profil
(b) pengembangan tenaga kerja (buruh)
kerajinan mendong disesuaikan dengan
mendapatkan pengetahuan kreasi kerajinan
permintaan
melalui pelatihan dan pengalaman pribadi
Kelurahan
Singkup
langsung oleh konsumen. Produk utama
Berdasarkan hasil
pernah
para pengusaha kerajinan mendong adalah
di
produk
mengikuti
Dinas
Koperasi,
para
Kota
Tasikmalaya,
tangga,
pengerajin
anyaman
mendong
menjual hasil anyaman kepada pengepul
(c)
dengan
penilaian prestasi bersumber dari waktu
dan hasil pekerjaan yang
rumah
banyak adalah kotak (box) serbaguna, (b)
UMKM,
Perindustrian dan
Perdaganagan
perlengkapan
produk asesoris, furniture dan yang paling
pelatihan dan pembinaan yang dilakukan
dari
para
laku dipasaran serta produk yang dipesan
kepada pekerja untuk menciptakan kreasi
mendong
pasar, yakni
pengusaha membuat produk yang biasanya
kemudian ilmu tersebut dikembangkan
pengrajin
mendong
sebagai berikut : (a) pembuatan produk
pengusaha kerajinan mendong. Pengusaha
wawancara,
kerajinan
ditinjau dari aspek pemasaran adalah
dilakukan secara sederhana oleh para
kerajinan mendong.
usaha
harga
Rp.3.000,-
sampai
Rp.3.500/meter kemudian pengusaha
dihasilkan oleh
para pengrajin, (d) sistem pemberian
membeli
kompensasi
menggunakan
dari pengepul dengan harga Rp. 10.000,-
sistem borongan, yakni pembayaran upah
/meter. Tenun mendong oleh pengusaha
kerja
kerajinan
dilakukan
tergantung banyaknya hasil yang
dikerjakan dan
waktu penyelesaian.
lembaran
dibuat
anyaman mendong
produk
handycraft
berbagai bentuk dengan kisaran harga
Sedangkan untuk pemeliharaan iklim kerja
Rp10.000
para pengusaha
memiliki ruang produksi
pemasaran kerajinan mendong selain di
yang luas sehingga para pengrajin dapat
Tasikmalaya adalah Jakarta, Malang dan
menyelesaikan
Yogyakarta yang selanjutnya sebagian
pekerjaannya
dengan
269
–
Rp.
500.000.
Daerah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Volume 8, Nomor 1, Januari 2021 : 265-275
produk diekspor ke Amerika, (c) sarana
laba rugi, dan proyeksi arus kas) para
promosi
pengusaha
yang
pernah
diikuti
oleh
mendong
di
Kelurahan Singkup sama sekali tidak
pameran
memiliki pembukuan secara khusus. Dari
difasilitasi oleh Dinas Koperasi ,UMKM,
hasil wawancara mereka hanya mencatat
Perindustrian
pengeluaran dan pemasukan dari setiap
pengusaha
kerajinan
Kelurahan
Singkup
dan
yaitu
Perdagangan
Kota
Tasikmalaya dan Kamar Dagang dan
Industri
(KADIN).
Berdasarkan
kerajinan
mendong
mendong di
transaksi secara sederhana.
hasil
STRATEGI BISNIS
wawancara dan dokumentasi salah satu
pengusaha
kerajinan
Berdasarkan
di
hasil
wawancara
Kelurahan Singkup juga pernah mengikuti
mengenai profil usaha kerajinan mendong
pameran di Vietnam dan Singapura.
di Kelurahan Singkup dapat dirumuskan
kekuatan,
kelemahan,
peluang,
serta
Profil Usaha Kerajinan Mendong di
Kelurahan Singkup Ditinjau Dari
Aspek Keuangan
(1) aspek produksi, kekuatan yang dimiliki
Untuk produksi kerajinan mendong
oleh usaha kerajinan mendong ditinjau dari
yang paling dominan yaitu box serbaguna
aspek produksi yaitu produk kerajinan
berbagai ukuran dan model. Sumber dana
mendong
utama berasal dari modal sendiri dengan
pengerajin mendong di Kelurahan Singkup
modal awal usaha sebesar Rp. 1.500.000,-
merupakan hasil kerajinan yang unik
pada Tahun 1996. Selain modal sendiri
dengan kualitas yang bagus. Kelemahan
para pengrajin mendong di Kelurahan
yang
Singkup mendapat bantuan pemerintah
mendong ditinjau dari aspek produksi yaitu
baik pusat maupun daerah untuk ATBM.
perencanaan sistem produksi yang belum
Untuk pengembangan usaha pengusaha
maksimal, yakni perencanan hanya hanya
kerajinan mendong di Kelurahan Singkup
ditentukan dari besar kebutuhan. Peluang
mendapatkan Kredit Usaha Rakyat dari
yang
Bank Negara Indonesia (BNI) dengan
mendong
pinjamann dana sebesar Rp.200.000.000,-
ditinjau dari aspek produksi yaitu para
(dua ratus
juta rupiah) pada tahun 2010
pengerajin mendong telah menjalin kerja
dengan bunga 10% per tahun. Untuk
sama terhadap para pemasok bahan baku
pembukuan (proyeksi neraca, proyeksi
sehinga dapat memperoleh harga yang
ancaman di setiap aspek sebagai berikut :
270
yang
dimiliki
dimiliki
dihasilkan
oleh
oleh
usaha
usaha
oleh
para
kerajinan
kerajinan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Volume 8, Nomor 1, Januari 2021 : 265-275
lebih rendah, serta ancaman yang dimiliki
mereka hasilkan. (3) Aspek Pemasaran,
oleh usaha kerajinan mendong ditinjau dari
kekuatan
aspek produksi yaitu terdapat kenaikan
kerajinan mendong di Kelurahan Singkup
harga bahan baku terutama bahan baku
ditinjau
mendong kering yang di datangkan dari
pengusaha
luar Kota Tasikmalaya. (2) Aspek sumber
memiliki pangsa pasar (konsumen) dan
daya manusia, kekuatan dari aspek sumber
pemasok yang kontinyu dalam pemesanan
daya manusia yang dimiliki oleh usaha
produk kerajinan mendong baik yang ada
kerajinan mendong yaitu para buruh yang
di
bekerja sebagaian besar adalah anggota
Kelemahan yang dimiliki oleh usaha
keluarga
kerajinan mendong di Kelurahan Singkup
atau
kerabat
sehingga
yang
dari
dimiliki
oleh
usaha
aspek
pemasaran
yaitu
kerajinan
mendong
telah
Jakarta,
Yogyakarta
ditinjau
telah mengikuti berbagai pelatihan terkait
promosi hasil industri yang masih belum
dengan penbuatan handycraft. Kelemahan
maksimal, sehingga diduga pengusaha
dari aspek sumber daya manusia yang
kerajinan mendong di Kelurahan Singkup
dimiliki oleh usaha kerajinan mendong
belum bisa menjual langsung ke pasar
adalah para buruh kurang kreatif dalam
yang lebih luas dan belum ada dukungan
membuat
pemerintah
produk
kerajinan
aspek
Malang.
mempermudah koordinasi, serta pemilik
inovasi
dari
dan
daerah
pemasaran
dalam
yaitu
membantu
mendong karena mengikuti instruksi dari
promosi produk. Peluang yang dimiliki
pemilik usaha kerajinan. Peluang yang
oleh usaha mendong di Kelurahan Singkup
dimiliki oleh usaha kerajinan mendong
ditinjau
ditinjau dari aspek sumber manusia yaitu
permintaan pasar cukup tinggi, terutama
mudahnya penyerapan tenaga kerja di
pasar
sekitaran
ditinjau
usaha
kerajinan mendong,
dari
luar
aspek
negeri/
dari
aspek
pemasaran
ekspor.
yaitu
Ancaman
pemasaran
yang
serta ancaman dari aspek sumber daya
dimiliki oleh usaha kerajinan mendong di
manusia
usaha
Kelurahan Singkup yaitu adanya pesaing
kerajinan mendong di Kelurahan Singkup
di daerah lain yang lebih dekat jaraknya
yaitu para pesaing di bidang industri
dengan
kerajinan mendong yang ada di luar Kota
mendong. (4) Aspek Keuangan, kekuatan
Tasikmalya memiliki tenaga kerja
yang
yang
dimiliki
oleh
ahli
dalam merancang produk yang
konsumen
dimiliki
oleh
besar
usaha
kerajinan
kerajinan
mendong di Kelurahan Singkup ditinjau
dari aspek keuangan yaitu modal para
271
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Volume 8, Nomor 1, Januari 2021 : 265-275
pengerajin sebagian besar adalah modal
Matriks
Strengths
Weakness
pribadi. Kelemahan yang dimiliki oleh
Opportunities Threats (SWOT) menurut
usaha kerajinan mendong di Kelurahan
David
Singkup ditinjau dari aspek keuangan yaitu
pencocokan yang
sistem keuangan usaha yang belum tertata,
membantu
yakni para pengusaha kerajinan mendong
empat
tidak
( Strengths - Opportunities ), Strategi
memiliki
pembukuan
yang
(2004),
merupakan
perangkat
penting
yang
manajer mengembangkan
tipe
strategi: Strategi SO
sederhana. Peluang yang dimiliki oleh
WO
usaha kerajinan mendong di Kelurahan
(Weakness-Opportunities),
Strategi
ST
Singkup ditinjau dari aspek keuangan yaitu
(Strengths-Threats)
Strategi
WT
adanya
(Weakness-Threats). Mencocokkan faktor-
dukungan
dan
kepercayaan
dan
perbankan dalam pemberian kredit usaha,
faktor
serta ancaman yang dimiliki oleh usaha
merupakan bagian yang sangat sulit dalam
kerajinan mendong di Kelurahan Singkup
mengembangkan
ditinjau
yaitu
memerlukan penilaian yang baik dan tidak
banyaknya pesaing dengan modal yang
ada sekumpulan kecocokan yang paling
besar menguasai pangsa pasar.
baik. Strategi SO atau strategi kekuatan-
dari
aspek
keuangan
eksternal
dan
internal
Matriks
kunci
SWOT
dan
Berdasarkan hasil analisis kualitatif
peluang menggunakan kekuatan internal
dan SWOT untuk memperoleh gambaran
perusahaan untuk memanfaatkan peluang
usaha pengerajin mendong di Kelurahan
eksternal.
Singkup
kelemahan-peluang
dari
pada
penelitian ini ditinjau
aspek produksi, aspek manajemen
Strategi
memperbaiki
WO
atau
strategi
bertujuan
untuk
kelemahan
dengan
sumber daya manusia, aspek pemasaran,
memanfaatkan peluang eksternal. Strategi
serta aspek keuangan. Menurut Rangkuti
ST
(2001), matrik SWOT adalah alat yang
menggunakan kekuatan perusahaan
dipakai untuk menyusun faktor-faktor
untuk
strategis
dampak ancaman eksternal. Strategi WT
perusahaan.
Matrik
ini
atau
strategi
menghindari
atau
mengurangi
menggambarkan secara jelas bagaimana
atau
peluang dan ancaman eksternal yang
merupakan taktik defensif yang diarahkan
dihadapi perusahaan dapat diselesaikan
untuk mengurangi kelemahan internal dan
kekuatan dan kelemahan yang dimiliki.
menghindari ancaman eksternal.
272
strategi
kekuatan-ancaman
kelemahan-ancaman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Volume 8, Nomor 1, Januari 2021 : 265-275
Melalui identifikasi faktor-faktor
pembayaran pengrajin disesuaikan dengan
internal dan eksternal maka diperoleh
bidang yang dikerjakan dan tenaga kerja
kekuatan
pengerajin secara umum merupakan buruh
dan kelemahan
serta peluang
dan ancaman dengan mengkombinasikan
faktor
borongan.
internal dan eksternal maka
diperoleh
yang
beberapa alternatif
dapat
mendong
Kecamatan
di
usaha
pemasaran
kerajinan
strategi
mendong masih terkendala dalam promosi.
untuk
Aspek keuangan dari usaha kerajinan
kerajinan
mendong masih perlu ditingkatkan dalam
Singkup
pembukuan. Dari analisis SWOT dapat
Kota
diketahui bahwa produk yang dihasilkan
diterapkan
mengembangkan
Aspek
Kelurahan
Purbaratu
Tasikmalaya, sebagaimana Tabel 1 .
adalah produk kerajinan yang memiliki
KESIMPULAN DAN SARAN
kualitas
yang
dijadikan
kekuatan
Profil usaha kerajinan mendong di
bagus
sehingga
untuk
dapat
menangkap
Kelurahan Singkup Kecamatan Purbaratu
peluang pasar dengan jumlah pesaing yang
Kota Tasikmalaya dilihat dari
aspek
cukup tinggi. Dukungan pemerintah sangat
produksi meliputi alat produksi yang
dibutuhkan terutama dalam memberikan
berupa ATBM, dengan bahan baku utama
fasilitasi
dan mengikutsertakan dalam
mendong lembaran yang telah ditenun
berbagai
pameran
dengan berbagai pewarna tekstil untuk
Bisnis
usaha
dijadikan kerajian tangan berbagai fungsi.
diutamakan adalah pengembangan dalam
Aspek sumber daya manusia adalah tenaga
inovasi produk agar lebih kreatif dalam
kerja yang dibutuhkan untuk membuat
penciptaan bentuk kerajinan tangan yang
kerajinan mendong dalam satu perusahaan
unik dan berciri khas.
kurang lebih 20 orang dengan sistem
273
kerajinan.
kerajinan
Strategi
mendong
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Volume 8, Nomor 1, Januari 2021 : 265-275
Tabel 1. Matriks SWOT Strategi Bisnis Usaha Kerajinan Mendong Kelurahan
Singkup Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya
INTERNAL
Kekuatan-S
Hasil kerajinan yang unik dan
1)
berkualitas
Kemudahan koordinasi dengan
2)
pengrajin
3) Pemilik usaha kerajinan berpengalaman
4)
Memiliki modal sendiri
EKSTERNAL
Peluang-O
Memiliki kerjasama
1)
dengan pemasok
2)
3)
4)
pemasok bahan baku
dalam rangka meningkatkan daya saing
Memperluas lapangan
kerja
Permintaan ekspor cukup
tinggi
Memiliki kepercayaan dari
produk serta memperkuat jejaring
promosi ,
perbankan
5)
1.
permodalan dan pelanggan
2
Memiliki pangsa pasar
yang
kontinyu
Ancaman-T
1)
Fluktuasi harga bahan baku
1.
yang berasal dari luar kota
2)
3)
4)
Strategi S-O
Meningkatkan kualitas SDM pengrajin
dalam rangka
Produk Pesaing lebih
inovatif
Pesaing memiliki lokasi
yang
lebih dekat dengan
konsumen
Pesaing memiliki modal
yang
1.
Strategi S-T
Meningkatkan efisiensi produk dan
margin
2.
1.
yang pendek (S1,S2,S4, T1,T2,T3,T4)
Menjaga kepercayaan pelanggan
dengan
kualitas produk melalui manajemen
produksi yang baik (S1,S3,T2,T3,T4)
Tidak ada regenerasi
pengrajin
274
Mengikuti pelatihan
administrasi
keuangan untuk menunjang
pembukuan keuangan yang
baik
(W1,W4,O4)
dengan menggunakan saluran distribusi
2.
Strategi W-O
Optimalisasi penggunaaan
berbagai
berbagai media dalam
meningkatkan
promosi (W2,W3,O3,O5)
( S1,S2,S3,S4,O1,O3,04, O5)
Menjaga hubungan baik dengan
pemasok
untuk menjamin kontinuitas bahan
baku
(S1,S4,O1,O5)
lebih besar
5)
Kelemahan-W
Perencanaan Produksi
1)
belum maksimal
Kurang inovasi dan
2)
kreatifitas
3) Promosi belum maksimal
Belum ada pembukuan
4)
yang
tersusun lengkap
Strategi W-T
Meningkatkan inovasi dan
promosi
produk dengan melihat
perkembangan
pasar (W2,W3,T2,T3,T4)
2.
Melibatkan generasi
penerus untuk
terjun mengembangkan
inovasi dan
membuat pembukuan
keuangan
(W1,W2,W3,W4,
T2,T3,T4,T5)
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Volume 8, Nomor 1, Januari 2021 : 265-275
DAFTAR PUSTAKA
Suprayatni, M, Suharso, N, Dunia, K.
2014. Analisis SWOT terhadap
profil usaha kerajinan kain tenun
Desa Tanglad Kecamatan Nusa
Penida Kabupaten Klungkung.
Jurnal Universitas Pendidikan
Ganesha Singaraja. Vol.4 No.1.
Tahun 2014.
David, F R. 2004. Manajemen Strategis
Konsep-Konsep. Terjemahan. PT.
Indeks
Kelompok
Gramedia.
Jakarta.
Griffin, Ricky W. 2004. Manajemen. Edisi
ke-7. Jakarta: Erlangga.
Hanipah, E. 2017. Analisa Sentra Industri
Kerajinan Mendong di Kecamatan
Purbaratu
Kota
Tasikmalaya
(Pendekatan Quintuple Helix).
Jurnal Universitas Muhamadyah
Yogyakarta.
Suryana. 2008. Kewirausahaan. Pedoman
Praktis:Kiat Menuju Sukses .
jakarta: Salemba Empat.
Utami, K S. 2016. Analisis SWOT
(Strengths,
Weaknesses,
Opportunities, Threats) Kerajinan
Kreatif Anyaman Mendong di
Kabupaten Sleman. Jurnal Solusi
Kajian Informasi dan Bisnis.
Volume 11 Nomor 2 Tahun 2016.
Mahmud dan Anomsari, Analisis Pengaruh
Orientasi
Kewirausahaan,
Kemampuan Manajemen, dan
Strategi Bisnis Dalam Peningkatan
Kinerja Perusahaan (Studi Pada
Usaha Kecil Menengah di Kawasan
Usaha Barito Semarang), Seminar
Nasional Teknologi Informasi &
Komunikasi
Terapan
2011
(Semantik 2011), 2011, hal. 3.
Utomo, D T. 2010. Strategi Pemasaran
Anyaman Tikar Berbahan Baku
Mendong
(Cyperus
Sp)
di
Kabupaten
Wonogiri.
Skripsi
Universitas
Sebelas
Maret.
Surakarta
Rangkuti, F. 2001. Analisis SWOT Teknik
Membedah
Kasus
Bisnis.
Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
275
Download