PEDOMAN KERJA PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI 1 LEMBAR PERSETUJUAN Program Kerja Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Laboratorium Kesehatan Provinsi Jambi tahun 2025 telah disetujui : Di : Jambi Hari/ tanggal : Januari 2025 Kepala Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Jambi Ketua TIM PPI dr. Rendra Ferdiyan, MMRS NIP.198205262000031006 dr. Arif Wahyudi NIP.198908182024211006 I KATA PENGANTAR Puji Syukur ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan “Program Kerja Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi”. Adapun program kerja ini disusun demi membantu kelancaran kegiatan operasional di Laboratorium Kesehatan Provinsi Jambi, terutama di bidang pencegahan dan pengendalian infeksi. Semoga dengan adanya program kerja ini dapat memberikan manfaat bagi Laboratorium serta pihak-pihak lain terkait dengan penyelenggaraan pelayanan di Laboratorium Kesehatan Provinsi Jambi. Kami menyadari bahwa masih terdapat kekurangan pada program kerja ini. Oleh karena itu diharapkan masukan kritik dan saran yang membangun, serta evaluasi berkala sesuai perkembangan program akreditasi Laboratorium Kesehata. Terima kasih II DAFTAR ISI LEMBAR PERSETUJUAN .................................................................. I KATA PENGANTAR .............................................................................. II DAFTAR ISI ............................................................................................ III I. PENDAHULUAN ................................................................................ 1 II. LATAR BELAKANG ........................................................................ 2 III. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS ................................. 3 IV. RINCIAN KEGIATAN ..................................................................... 4 V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN ......................................... 13 VI. SASARAN ......................................................................................... 15 VII. EVALUASI KEGIATAN PENCATATAN, DAN PELAPORAN 17 VIII. PENUTUP ...................................................................................... 18 LAMPIRAN ............................................................................................ 19 III PROGRAM KERJA PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI) TAHUN 2025 I. PENDAHULUAN Pencegahan dan pengendalian infeksi di Laboratorium tetap menjadi prioritas utama kami dalam upaya untuk menjaga keselamatan pasien. Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di Laboratorium adalah fondasi dari mutu pelayanan kesehatan yang berkualitas. Selain melindungi pasien, kami juga berkomitmen untuk melindungi staf medis, non-medis, pengunjung, dan keluarga pasien dari risiko infeksi. Program Komite PPI tahun 2025 ini dirancang dengan mempertimbangkan bahwa sangat dibutuhkan nya Komite PPI untuk menjaga dan mencegah terjadinya penyebaran penyakit. Program kerja ini baru dibentuk tahun ini. Kegiatan Program akan terus dipantau dan ditingkatkan Demikianlah, kami berkomitmen untuk menjalankan program kerja tahun 2024 dengan tekad dan dedikasi penuh demi keselamatan dan kesejahteraan pasien, staf medis, serta seluruh pihak yang terlibat dalam lingkungan rumah sakit kami. 1 II. LATAR BELAKANG Pada tahun 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan wabah COVID-19 sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia. Sejak saat itu, dunia telah menghadapi tantangan besar dalam menghadapi pandemi global ini. Di tahun 2024, kita tetap berada dalam kondisi di mana kesiapan dan respons terhadap COVID-19 tetap menjadi hal yang sangat penting. Pemahaman tentang virus dan penanganan kasus telah berkembang, tetapi risiko penyebaran masih ada, dan peran sistem perawatan kesehatan dalam melindungi masyarakat tetap sangat vital. Staf medis dan petugas fasilitas layanan kesehatan telah menjadi pahlawan sejati dalam menghadapi pandemi ini. Mereka telah berada di garis depan, memberikan pelayanan yang sangat dibutuhkan bagi pasien yang diduga atau terkonfirmasi terinfeksi COVID-19. Pekerjaan ini seringkali berlangsung dalam kondisi yang penuh tantangan, dengan risiko tinggi terinfeksi dan tekanan psikologis yang signifikan. Mereka juga menghadapi kelelahan mental dan stigma. Pentingnya melindungi staf medis dan petugas fasilitas layanan kesehatan sangat jelas. Dalam konteks tahun 2025, kita harus terus meningkatkan upaya pencegahan dan pengendalian infeksi, mengambil pelajaran dari pengalaman sebelumnya, dan beradaptasi dengan perubahan yang terus berlangsung dalam dinamika pandemi. Selain itu, program Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) harus selalu mengacu pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini dalam pencegahan dan pengendalian infeksi di Laboratorium. Adanya inovasi dalam prosedur dan alat yang lebih efektif dalam pencegahan infeksi harus menjadi perhatian utama. Dalam tahun 2025, Komite PPI akan terus mengupayakan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian infeksi yang lebih efektif dan responsif terhadap situasi pandemi yang terus berlanjut. Hal ini bertujuan untuk menjaga keselamatan pasien, staf medis, dan seluruh pihak yang terlibat dalam layanan kesehatan, serta memastikan bahwa Laboratorium Kesehatan Provinsi Jambi tetap menjadi tempat yang aman dan efisien dalam penanganan pasien 2 III. TUJUAN UMUM DAN KHUSUS A. Tujuan Umum 1. Pengidentifikasi dan Penurunan Risiko Infeksi: Mengidentifikasi dan menurunkan risiko infeksi yang didapat dan ditularkan di antara pasien, staf, tenaga medis, non-medis dan pengunjung. 2. Keselamatan Pasien dan Petugas Kesehatan: Mewujudkan keselamatan pasien dan keselamatan petugas kesehatan dengan mencegah dan mengendalikan risiko infeksi di laboratorium. B. TUJUAN KHUSUS 1. Pencegahan Infeksi: Terlaksananya kegiatan pencegahan infeksi di laboratorioum sebagai salah satu upaya menurunkan angka infeksi laboratorioum sesuai dengan waktu yang ditentukan. 2. Pendidikan Staf dan Edukasi Pasien: Terlaksananya pengembangan dan pendidikan staf dalam pengendalian infeksi di laboratorioum, serta penyuluhan/edukasi terhadap pasien, keluarga pasien, dan pengunjung tentang pentingnya upaya pencegahan dan pengendalian infeksi di laboratorioum sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. 3. Sarana, Prasarana, dan Peralatan: Tersedianya sarana, prasarana, dan peralatan yang mendukung terlaksananya kegiatan pencegahan dan pengendalian infeksi di laboratorioum sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. 4. Peningkatan Tatakelola: Terlaksananya kegiatan penyusunan dokumen untuk peningkatan tatakelola yang baik, yang akan mendukung kegiatan pencegahan dan pengendalian infeksi di laboratorioum sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. 3 IV. RINCIAN KEGIATAN Berikut adalah rencana kegiatan PPI untuk tahun 2025: 1. Program Kewaspadaan Standar: a. Kegiatan Kebersihan Tangan: Perencanaan Kegiatan: Audit kebersihan tangan setiap bulan. Audit kepatuhan kebersihan tangan dilakukan setiap 1 bulan sekali dengan cara pengamatan pada unit tertentu saat pelaksanaan tindakan dan dilakukan secara random sampling. Pelaksanaan audit menggunakan form audit kebersihan tangan. Kepatuhan pelaksaan cuci tangan dilakukan setiap hari sesuai INM Kepatuhan pelaksanaan cuci tangan di awasi setiap hari nya oleh penanggung jawab masing masing ruangan dan dilaporkan setiap bulan nya sesuai dengan ketentuan INM Ketersediaan fasilitas kebersihan tangan Mendata kebutuhan fasilitas yang berkaitan dengan kebersihan tangan seperti wastafel, tempat sampah, tissue, handrub, leaflet 6 langkah cuci tangan dan 5 momen cuci tangan Pelaksanaan Kegiatan: Koordinasi TIM PPI, TIM Mutu, dan Logistik Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan: Evaluasi hasil audit kebersihan tangan secara berkala yang akan dilakukan setiap 3 bulan sekali. 4 b. Kegiatan Terkait Alat Pelindung Diri (APD): Perencanaan Kegiatan: Audit kepatuhan penggunaan APD setiap bulan. Audit kepatuhan penggunaan APD dilakukan setiap 1 bulan sekali dengan cara pengamatan pada unit tertentu saat pelaksanaan tindakan dan dilakukan secara random sampling. Pelaksanaan audit menggunakan form audit penggunaan APD Kepatuhan penggunaan APD dilakukan setiap hari sesuai INM Kepatuhan penggunaan APD di awasi setiap hari nya oleh penanggung jawab masing masing ruangan dan dilaporkan setiap bulan nya sesuai dengan ketentuan INM Pemantauan ketersediaan APD di setiap ruangan. Mendata ketersediaan dan kebutuhan APD masing-masing ruangan sesuia dengan standar rungan tersebut. Pelaksanaan Kegiatan: Koordinasi TIM PPI, TIM Mutu dan gudang logistik. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan: Evaluasi kepatuhan penggunaan APD secara berkala dilakukan setiap 3 bulan sekali. 2. Dekontaminasi Peralatan : a. Perencanaan Kegiatan: Pelatihan staf tentang pembersihan, disinfeksi, dan sterilisasi. Melakukan pelatihan terhadap staf tentang prosedur pembersihan, disinfeksi, dan sterilisasi sesuai standar PPI. Monitoring kegiatan dekontaminasi alat. 5 Membuat standar pelaksaan dekontaminasi alat dan memonitoring kegiatan dekontaminas yang dilakukan setiap hari nya yang di awasi oleh penanggung jawab masing-masing ruangan atau staf yang ditunjuk oleh penanggung jawab ruangan. b. Pelaksanaan Kegiatan: Koordinasi Tim PPI, Pelayanan dengan CS c. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan: Evaluasi proses dekontaminasi alat secara berkala dilakukan setiap 3 bulan sekali. 3. Pengendalian Lingkungan: a. Perencanaan Kegiatan: Penerapan prosedur pembersihan dan disinfeksi permukaan dan lingkungan sesuai standar PPI. Supervisi proses pembersihan dan disinfeksi lingkungan. Melakukan kegiatan pembersihan dan disinfeksi tambahan di area berisiko tinggi, yaitu di ruang Laboratorium. Koordinasi dengan unit terkait dalam upaya kegiatan kebersihan lingkungan RS. b. Pelaksanaan Kegiatan: Melakukan koordinasi dengan unit terkait untuk penerapan prosedur pembersihan dan disinfeksi permukaan dan lingkungan serta kegiatan pembersihan dan disinfeksi tambahan di area berisiko tinggi sesuai standar PPI. Tim PPI melakukan supervisi proses pembersihan dan disinfeksi lingkungan. 6 c. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan: Evaluasi pelaksanaan prosedur pembersihan dan disinfeksi lingkungan secara berkala dilakukan setiap 3 bulan sekali. 4. Pengolahan Limbah: a. Perencanaan Kegiatan Pengelolaan Limbah: Limbah cairan tubuh infeksius. Penanganan dan pembuangan darah serta komponen darah. Limbah cair. Limbah benda tajam dan jarum. Pelaporan pajanan limbah infeksius. b. Pelaksanaan Kegiatan: Supervisi kegiatan pengelolaan limbah dengan benar. Audit kepatuhan pengelolaan limbah. c. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan: Evaluasi pengelolaan limbah secara berkala dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sekali. 5. Perlindungan Kesehatan Petugas: a. Perencanaan Kegiatan: Cek up karyawan. Pemeriksaan kesehatan berkala dilakukan setiap 1 (satu) tahun sekali sesuai dengan unit tempat kerjanya dan pajanan yang mungkin dialami. Program pemeriksaan kesehatan berkala mengacu pada dengan program kesehatan karyawan Tim K3 Laboratorium. 7 Penanganan kejadian pajanan limbah infeksius. Melakukan pelaporan setiap kali terjadi pajanan kepada Tim PPI, serta melaksanakan tindak lanjut sesuai dengan alur penanganan pajanan teresebut. Vaksinasi pada karyawan. Melakukan vaksinasi secara bertahap sesuai dengan risiko unit kerja masing dan berkoordinasi dengan Tim K3 untuk teknis pelaksaan nya b. Pelaksanaan Kegiatan: Laporan pajanan setiap bulan/bila ada kejadian. Koordinasi dengan unit terkait untuk kegiatan cek up karyawan. c. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan: Evaluasi hasil vaksinasi dan cek up karyawan secara berkala setiap dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sekali. 6. Kebersihan Pernafasan/Etika Batuk dan Bersin: a. Perencanaan Kegiatan: Edukasi/penyuluhan Kesehatan berupa audio visual, leaflet, poster, dan banner yang ditargetkan kepada semua staf laboratorium, maupun pengunjung yang dilakukan 1 (satu) kali dalam 2 (dua) bulan b. Pelaksanaan Kegiatan: Sesuai dengan jadwal yang Tim PPI c. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan: Evaluasi efektivitas kampanye edukasi pada pasien, keluarga pasien, dan pengunjung dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sekali. 8 7. Kegiatan Pengambilan Spesimen Yang Aman: a. Perencanaan Kegiatan: Supervisi cara pengambilan spesimen yang aman dilakukan seitap 6 (enam) bulan sekali, sehingga dapat meningkatkan kemampuan petugas dalam pengambilan spesimen, dilakukan dengann pengawasan secara langsung dalam pengambilan spesimen Supervisi ketersediaan wadah tahan tusuk. b. Pelaksanaan Kegiatan: Tim PPI berkoordinasi dengan pihak terkait. c. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan: Evaluasi kualitas praktik menyuntik yang aman secara berkala dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sekali. 8. Program Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) serta Edukasi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi: a. In-House Training kepada Staf Klinis dan Non-Klinis: Perencanaan Kegiatan: Sosialisasi dan workshop tentang PPI yang terjadwal yang difasilitasi oleh Laboratorium Kesehatan dan dilatih oleh trainer yang berkopeten. Pelaksanaan Kegiatan: Sosialisasi dan workshop dengan target seluruh staf Laboratorium Kesehatan Provinsi Jambi Monitoring dan Evaluasi Kegiatan: Evaluasi efektivitas pelatihan PPI terhadap staf klinis dan non-klinis secara berkala. 9 b. Pelatihan Eksternal: Perencanaan Kegiatan: Pelatihan dasar PPI, Pelatihan Infection Prevention and Control Nurse (IPCN) dan Seminar dan Workshop terkait PPI terbaru. Pelaksanaan Kegiatan: Mengikuti pelatihan eksternal sesuai dengan program PPI Monitoring dan Evaluasi Kegiatan: Evaluasi dampak pelatihan eksternal terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan PPI. 9. Edukasi kepada Pasien, Keluarga Pasien, dan Pengunjung: a. Perencanaan Kegiatan: Edukasi tentang kebersihan tangan. Membuat banner, leaflet, dan materi edukasi. Memastikan ketersediaan sabun cuci tangan dan hand sanitizer. b. Pelaksanaan Kegiatan: Memberikan edukasi kepada pasien, keluarga pasien, dan pengunjung tentang praktik-praktik pencegahan infeksi di Laboratorium sesuai jadwal. c. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan: Evaluasi pemahaman dan tingkat kepatuhan terhadap praktik pencegahan infeksi oleh pasien, keluarga pasien, dan pengunjung. 10 10. Peningkatan Sarana, Prasarana, dan Peralatan: a. Perencanaan Kegiatan: Memastikan ketersediaan handsanitizer, tissue, sabun antibakteri, kantong plastik kuning, kantong plastik hitam, kantong plastik merah, wadah tahan tusuk, cairan disinfektan yang dilakukan setiap minggu nya. Pemenuhan kebutuhan alat-alat kantor. Peningkatan sarana, prasarana, dan peralatan yang mendukung PPI. b. Pelaksanaan Kegiatan: Pengawasan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung kegiatan pencegahan dan pengendalian infeksi. Pencatatan dan pelaporan pemakaian sarana, prasarana, dan peralatan. c. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan: Evaluasi pemenuhan kebutuhan sarana, prasarana, dan peralatan sesuai dengan standar PPI. 11. Peningkatan Tata Kelola yang Baik: a. Perencanaan Kegiatan: Revisi dokumen Komite PPI. Penyusunan rencana kerja Komite PPI tahun 2025. Penyusunan Standar Prosedur Operasional (SPO) yang dibutuhkan terkait PPI. b. Pelaksanaan Kegiatan: Kelengkapan dokumen yang belum ada. 11 Penyusunan SPO. Rapat dengan Komite PPI tentang penyusunan rencana program kerja Komite PPI. c. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan: Evaluasi keefektifan tata kelola Komite PPI dan implementasi SPO. Seluruh kegiatan tersebut harus didokumentasikan dengan baik, dan ada sistem pelaporan dan tindak lanjut terhadap temuan atau masalah yang muncul. Tim PPI Laboratorium juga perlu menjalin kerja sama yang baik unit-unit terkait untuk memastikan bahwa kebijakan dan pedoman yang telah ditetapkan dijalankan dengan baik. Selain itu, penting untuk terus memantau perkembangan ilmu pengetahuan terkait PPI agar kebijakan dan tindakan dapat diperbarui sesuai kebutuhan. 12 V. CARA PELAKSANAAN KEGIATAN Cara melaksanakan program kegiatan Komite PPI di rumah sakit sangat penting untuk memastikan bahwa upaya pencegahan dan pengendalian infeksi berjalan efektif. Berikut adalah beberapa cara pelaksanaan program Komite PPI di Laboratorium: 1. Kegiatan Supervisi: Melakukan kegiatan supervisi yang terkait dengan pencegahan dan pengendalian infeksi di seluruh aspek pelayanan kesehatan. Hal ini mencakup pengawasan terhadap penerapan protokol kebersihan tangan, sterilisasi alat, serta penggunaan peralatan pelindung diri (APD) oleh staf medis dan non-medis. 2. Koordinasi dengan Pimpinan Laboratorium : Melakukan mekanisme koordinasi yang melibatkan pimpinan Laboratorium. Ini penting untuk mendapatkan dukungan dan sumber daya yang diperlukan untuk program pencegahan dan pengendalian infeksi. Pimpinan Laboratorium perlu menyadari pentingnya PPI dan berkomitmen untuk mendukungnya. 3. Survei Kepatuhan Terhadap Kewaspadaan Standar: Melakukan survei untuk mengukur tingkat kepatuhan staf medis, non-medis, dan petugas lainnya terhadap kewaspadaan standar. Survei ini bisa mencakup observasi langsung, penggunaan checklist, atau alat pemantauan lainnya. Hasil survei digunakan untuk menilai keefektifan kebijakan PPI yang ada. 4. Ceramah, Diskusi, dan Penyuluhan: Mengadakan ceramah, diskusi, serta penyuluhan kepada staf medis, non-medis, dan petugas lainnya tentang praktik pencegahan dan 13 pengendalian infeksi. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mereka terkait PPI. 5. Koordinasi dengan Unit Lain Terkait: Melakukan koordinasi dengan unit lain dalam upaya pencegahan dan pengendalian infeksi di layanan kesehatan. Ini termasuk kolaborasi dengan Tim Mutu, Bidang Pelayanan, Bidang Tata Usaha, dan unit lain yang memiliki peran dalam PPI. Kerjasama lintas unit penting untuk mencapai tujuan PPI. Semua cara pelaksanaan program ini harus didokumentasikan dengan baik, termasuk laporan hasil survei, kegiatan supervisi, dan penyuluhan yang telah dilakukan. Langkah-langkah ini membantu memastikan bahwa praktik pencegahan dan pengendalian infeksi di Laboratorium sesuai dengan standar terkini dan berkontribusi pada keselamatan pasien dan staf medis. 14 VI. SASARAN Sasaran dari strategi program Komite PPI di rumah sakit mencakup berbagai komponen yang merupakan bagian integral dari lingkungan rumah sakit. Berikut adalah sasaran strategi yang perlu dilakukan: 1. Petugas Laboratorium: Memastikan bahwa petugas Laboratorium memahami dan menerapkan kewaspadaan standar dan kewaspadaan isolasi dengan baik. Ini mencakup praktik-praktik seperti kebersihan tangan yang baik, penggunaan APD yang sesuai, pengelolaan sampah medis, prosedur sterilisasi, dan praktik pencegahan infeksi lainnya. 2. Dokter: Mengedukasi dokter tentang pentingnya kebersihan tangan, penggunaan APD dan memberikan pelatihan terkait. 3. Petugas Non Medis: Memastikan petugas non medis seperti petugas administrasi, petugas kebersihan, dan petugas layanan dukungan lainnya memahami dan menerapkan praktik kewaspadaan standar, termasuk kebersihan tangan, penggunaan APD, serta pengelolaan sampah yang benar. 4. Penunggunjung dan Pasien: Edukasi diberikan kepada Penunggunjung dan pasien tentang praktik kebersihan tangan, penggunaan masker, etika batuk, dan pentingnya menjauhi kerumunan ketika. Hal ini memiliki peran penting dalam mencegah penularan infeksi di lingkungan rumah sakit. 5. Lingkungan Laboratorium: 15 Melibatkan koordinasi dengan bagian kebersihan lingkungan Laboratorium untuk memastikan bahwa lingkungan Laboratorium tetap bersih dan bebas dari risiko infeksi. Setiap sasaran strategi ini memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda dalam mendukung pencegahan dan pengendalian infeksi di Laboratorium. Melalui edukasi, supervisi, dan koordinasi, Komite PPI di Laboratorium bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi pasien, staf medis, dan pengunjung. 16 VII. EVALUASI KEGIATAN PENCATATAN, DAN PELAPORAN A. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Pelaporan Pelaksanaan evaluasi kegiatan di lakukan oleh TIM PPI setiap bulan dan di laporkan kepada ketua Komite PPI B. Pencatatan dan Pelaporan dan Evaluasi Kegiatan : Pelaksanaan kegiatan melakukan pencatatan dan membuat dokumentasi kegiatan mulai dari perencenaan, pelaksanaan serta pelaporan pelaksanaan kegiatan. Evaluasi pelaksanaan program kegiatan di lakukan setiap 1 tahun sekali 17 VIII. PENUTUP Demikian Program Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) Laboratorium Kesehatan Provinsi Jambi. Semoga program tim ini dapat terlaksana dengan baik dan mendapat dukungan dari pihak manajemen Laboratorium demi terciptanya lingkungan yang aman bagi pasien, pengunjung maupun staf Laboratorium Kesehatan Provinsi Jambi. 18 LAMPIRAN 19