Uploaded by common.user150283

Pedoman PPI Laboratorium Kesehatan Jambi 2025

advertisement
PEDOMAN KERJA PENCEGAHAN DAN
PENGENDALIAN INFEKSI
1
LEMBAR PERSETUJUAN
Program Kerja Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Laboratorium
Kesehatan Provinsi Jambi tahun 2025 telah disetujui :
Di
: Jambi
Hari/ tanggal
:
Januari 2025
Kepala Balai Laboratorium
Kesehatan Provinsi Jambi
Ketua TIM PPI
dr. Rendra Ferdiyan, MMRS
NIP.198205262000031006
dr. Arif Wahyudi
NIP.198908182024211006
I
KATA PENGANTAR
Puji Syukur ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya,
sehingga kami dapat menyelesaikan “Program Kerja Tim Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi”. Adapun program kerja ini disusun demi membantu
kelancaran kegiatan operasional di Laboratorium Kesehatan Provinsi Jambi,
terutama di bidang pencegahan dan pengendalian infeksi.
Semoga dengan adanya program kerja ini dapat memberikan manfaat bagi
Laboratorium serta pihak-pihak lain terkait dengan penyelenggaraan pelayanan di
Laboratorium Kesehatan Provinsi Jambi.
Kami menyadari bahwa masih terdapat kekurangan pada program kerja ini.
Oleh karena itu diharapkan masukan kritik dan saran yang membangun, serta
evaluasi berkala sesuai perkembangan program akreditasi Laboratorium Kesehata.
Terima kasih
II
DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN ..................................................................
I
KATA PENGANTAR ..............................................................................
II
DAFTAR ISI ............................................................................................
III
I. PENDAHULUAN ................................................................................
1
II. LATAR BELAKANG ........................................................................
2
III. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS .................................
3
IV. RINCIAN KEGIATAN .....................................................................
4
V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN .........................................
13
VI. SASARAN .........................................................................................
15
VII. EVALUASI KEGIATAN PENCATATAN, DAN PELAPORAN
17
VIII. PENUTUP ......................................................................................
18
LAMPIRAN ............................................................................................
19
III
PROGRAM KERJA PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI
(PPI) TAHUN 2025
I. PENDAHULUAN
Pencegahan dan pengendalian infeksi di Laboratorium tetap menjadi prioritas
utama kami dalam upaya untuk menjaga keselamatan pasien. Komite Pencegahan
dan Pengendalian Infeksi (PPI) di Laboratorium adalah fondasi dari mutu
pelayanan kesehatan yang berkualitas. Selain melindungi pasien, kami juga
berkomitmen untuk melindungi staf medis, non-medis, pengunjung, dan keluarga
pasien dari risiko infeksi.
Program Komite PPI tahun 2025 ini dirancang dengan mempertimbangkan bahwa
sangat dibutuhkan nya Komite PPI untuk menjaga dan mencegah terjadinya
penyebaran penyakit. Program kerja ini baru dibentuk tahun ini. Kegiatan Program
akan terus dipantau dan ditingkatkan
Demikianlah, kami berkomitmen untuk menjalankan program kerja tahun 2024
dengan tekad dan dedikasi penuh demi keselamatan dan kesejahteraan pasien, staf
medis, serta seluruh pihak yang terlibat dalam lingkungan rumah sakit kami.
1
II. LATAR BELAKANG
Pada tahun 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan
wabah COVID-19 sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan
Dunia. Sejak saat itu, dunia telah menghadapi tantangan besar dalam menghadapi
pandemi global ini. Di tahun 2024, kita tetap berada dalam kondisi di mana
kesiapan dan respons terhadap COVID-19 tetap menjadi hal yang sangat penting.
Pemahaman tentang virus dan penanganan kasus telah berkembang, tetapi risiko
penyebaran masih ada, dan peran sistem perawatan kesehatan dalam melindungi
masyarakat tetap sangat vital.
Staf medis dan petugas fasilitas layanan kesehatan telah menjadi pahlawan
sejati dalam menghadapi pandemi ini. Mereka telah berada di garis depan,
memberikan pelayanan yang sangat dibutuhkan bagi pasien yang diduga atau
terkonfirmasi terinfeksi COVID-19. Pekerjaan ini seringkali berlangsung dalam
kondisi yang penuh tantangan, dengan risiko tinggi terinfeksi dan tekanan
psikologis yang signifikan. Mereka juga menghadapi kelelahan mental dan stigma.
Pentingnya melindungi staf medis dan petugas fasilitas layanan kesehatan
sangat jelas. Dalam konteks tahun 2025, kita harus terus meningkatkan upaya
pencegahan dan pengendalian infeksi, mengambil pelajaran dari pengalaman
sebelumnya, dan beradaptasi dengan perubahan yang terus berlangsung dalam
dinamika pandemi.
Selain itu, program Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
harus selalu mengacu pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini
dalam pencegahan dan pengendalian infeksi di Laboratorium. Adanya inovasi
dalam prosedur dan alat yang lebih efektif dalam pencegahan infeksi harus menjadi
perhatian utama.
Dalam tahun 2025, Komite PPI akan terus mengupayakan langkah-langkah
pencegahan dan pengendalian infeksi yang lebih efektif dan responsif terhadap
situasi pandemi yang terus berlanjut. Hal ini bertujuan untuk menjaga keselamatan
pasien, staf medis, dan seluruh pihak yang terlibat dalam layanan kesehatan, serta
memastikan bahwa Laboratorium Kesehatan Provinsi Jambi tetap menjadi tempat
yang aman dan efisien dalam penanganan pasien
2
III. TUJUAN UMUM DAN KHUSUS
A. Tujuan Umum
1. Pengidentifikasi dan Penurunan Risiko Infeksi: Mengidentifikasi dan
menurunkan risiko infeksi yang didapat dan ditularkan di antara pasien, staf,
tenaga medis, non-medis dan pengunjung.
2. Keselamatan Pasien dan Petugas Kesehatan: Mewujudkan keselamatan
pasien dan keselamatan petugas kesehatan dengan mencegah dan
mengendalikan risiko infeksi di laboratorium.
B. TUJUAN KHUSUS
1. Pencegahan Infeksi: Terlaksananya kegiatan pencegahan infeksi di
laboratorioum sebagai salah satu upaya menurunkan angka infeksi
laboratorioum sesuai dengan waktu yang ditentukan.
2. Pendidikan Staf dan Edukasi Pasien: Terlaksananya pengembangan dan
pendidikan staf dalam pengendalian infeksi di laboratorioum, serta
penyuluhan/edukasi terhadap pasien, keluarga pasien, dan pengunjung
tentang pentingnya upaya pencegahan dan pengendalian infeksi di
laboratorioum sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
3. Sarana, Prasarana, dan Peralatan: Tersedianya sarana, prasarana, dan
peralatan yang mendukung terlaksananya kegiatan pencegahan dan
pengendalian infeksi di laboratorioum sesuai dengan jadwal yang telah
ditentukan.
4. Peningkatan Tatakelola: Terlaksananya kegiatan penyusunan dokumen
untuk peningkatan tatakelola yang baik, yang akan mendukung kegiatan
pencegahan dan pengendalian infeksi di laboratorioum sesuai dengan
jadwal yang telah ditentukan.
3
IV. RINCIAN KEGIATAN
Berikut adalah rencana kegiatan PPI untuk tahun 2025:
1. Program Kewaspadaan Standar:
a.
Kegiatan Kebersihan Tangan:

Perencanaan Kegiatan:

Audit kebersihan tangan setiap bulan.
Audit kepatuhan kebersihan tangan dilakukan setiap 1 bulan
sekali dengan cara pengamatan pada unit tertentu saat
pelaksanaan tindakan dan dilakukan secara random
sampling. Pelaksanaan audit menggunakan form audit
kebersihan tangan.

Kepatuhan pelaksaan cuci tangan dilakukan setiap hari
sesuai INM
Kepatuhan pelaksanaan cuci tangan di awasi setiap hari nya
oleh penanggung jawab masing masing ruangan dan
dilaporkan setiap bulan nya sesuai dengan ketentuan INM

Ketersediaan fasilitas kebersihan tangan
Mendata kebutuhan fasilitas yang berkaitan dengan
kebersihan tangan seperti wastafel, tempat sampah, tissue,
handrub, leaflet 6 langkah cuci tangan dan 5 momen cuci
tangan

Pelaksanaan Kegiatan:


Koordinasi TIM PPI, TIM Mutu, dan Logistik
Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan:

Evaluasi hasil audit kebersihan tangan secara berkala yang
akan dilakukan setiap 3 bulan sekali.
4
b. Kegiatan Terkait Alat Pelindung Diri (APD):
 Perencanaan Kegiatan:
 Audit kepatuhan penggunaan APD setiap bulan.
Audit kepatuhan penggunaan APD dilakukan setiap 1 bulan
sekali dengan cara pengamatan pada unit tertentu saat
pelaksanaan tindakan dan dilakukan secara random
sampling. Pelaksanaan audit menggunakan form audit
penggunaan APD
 Kepatuhan penggunaan APD dilakukan setiap hari sesuai
INM
Kepatuhan penggunaan APD di awasi setiap hari nya oleh
penanggung jawab masing masing ruangan dan dilaporkan
setiap bulan nya sesuai dengan ketentuan INM
 Pemantauan ketersediaan APD di setiap ruangan.
Mendata ketersediaan dan kebutuhan APD masing-masing
ruangan sesuia dengan standar rungan tersebut.
 Pelaksanaan Kegiatan:
 Koordinasi TIM PPI, TIM Mutu dan gudang logistik.
 Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan:

Evaluasi kepatuhan penggunaan APD secara berkala
dilakukan setiap 3 bulan sekali.
2. Dekontaminasi Peralatan :
a. Perencanaan Kegiatan:

Pelatihan staf tentang pembersihan, disinfeksi, dan sterilisasi.
Melakukan pelatihan terhadap staf tentang prosedur pembersihan,
disinfeksi, dan sterilisasi sesuai standar PPI.

Monitoring kegiatan dekontaminasi alat.
5
Membuat standar pelaksaan dekontaminasi alat dan memonitoring
kegiatan dekontaminas yang dilakukan setiap hari nya yang di awasi
oleh penanggung jawab masing-masing ruangan atau staf yang
ditunjuk oleh penanggung jawab ruangan.
b. Pelaksanaan Kegiatan:

Koordinasi Tim PPI, Pelayanan dengan CS
c. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan:

Evaluasi proses dekontaminasi alat secara berkala dilakukan setiap
3 bulan sekali.
3. Pengendalian Lingkungan:
a. Perencanaan Kegiatan:

Penerapan prosedur pembersihan dan disinfeksi permukaan dan
lingkungan sesuai standar PPI.

Supervisi proses pembersihan dan disinfeksi lingkungan.

Melakukan kegiatan pembersihan dan disinfeksi tambahan di area
berisiko tinggi, yaitu di ruang Laboratorium.

Koordinasi dengan unit terkait dalam upaya kegiatan kebersihan
lingkungan RS.
b. Pelaksanaan Kegiatan:

Melakukan koordinasi dengan unit terkait untuk penerapan prosedur
pembersihan dan disinfeksi permukaan dan lingkungan serta
kegiatan pembersihan dan disinfeksi tambahan di area berisiko
tinggi sesuai standar PPI.

Tim PPI melakukan supervisi proses pembersihan dan disinfeksi
lingkungan.
6
c. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan:

Evaluasi pelaksanaan prosedur pembersihan dan disinfeksi
lingkungan secara berkala dilakukan setiap 3 bulan sekali.
4. Pengolahan Limbah:
a. Perencanaan Kegiatan Pengelolaan Limbah:

Limbah cairan tubuh infeksius.

Penanganan dan pembuangan darah serta komponen darah.

Limbah cair.

Limbah benda tajam dan jarum.

Pelaporan pajanan limbah infeksius.
b. Pelaksanaan Kegiatan:

Supervisi kegiatan pengelolaan limbah dengan benar.

Audit kepatuhan pengelolaan limbah.
c. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan:

Evaluasi pengelolaan limbah secara berkala dilakukan setiap 3 (tiga)
bulan sekali.
5. Perlindungan Kesehatan Petugas:
a. Perencanaan Kegiatan:

Cek up karyawan.
Pemeriksaan kesehatan berkala dilakukan setiap 1 (satu) tahun
sekali sesuai dengan unit tempat kerjanya dan pajanan yang
mungkin dialami. Program pemeriksaan kesehatan berkala
mengacu pada dengan program kesehatan karyawan Tim K3
Laboratorium.
7

Penanganan kejadian pajanan limbah infeksius.
Melakukan pelaporan setiap kali terjadi pajanan kepada Tim PPI,
serta melaksanakan tindak lanjut sesuai dengan alur penanganan
pajanan teresebut.

Vaksinasi pada karyawan.
Melakukan vaksinasi secara bertahap sesuai dengan risiko unit kerja
masing dan berkoordinasi dengan Tim K3 untuk teknis pelaksaan
nya
b. Pelaksanaan Kegiatan:

Laporan pajanan setiap bulan/bila ada kejadian.

Koordinasi dengan unit terkait untuk kegiatan cek up karyawan.
c. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan:

Evaluasi hasil vaksinasi dan cek up karyawan secara berkala setiap
dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sekali.
6. Kebersihan Pernafasan/Etika Batuk dan Bersin:
a. Perencanaan Kegiatan:

Edukasi/penyuluhan Kesehatan berupa audio visual, leaflet, poster,
dan banner yang ditargetkan kepada semua staf laboratorium,
maupun pengunjung yang dilakukan 1 (satu) kali dalam 2 (dua)
bulan
b. Pelaksanaan Kegiatan:

Sesuai dengan jadwal yang Tim PPI
c. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan:

Evaluasi efektivitas kampanye edukasi pada pasien, keluarga pasien,
dan pengunjung dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sekali.
8
7. Kegiatan Pengambilan Spesimen Yang Aman:
a. Perencanaan Kegiatan:

Supervisi cara pengambilan spesimen yang aman dilakukan seitap 6
(enam) bulan sekali, sehingga dapat meningkatkan kemampuan
petugas
dalam
pengambilan
spesimen,
dilakukan
dengann
pengawasan secara langsung dalam pengambilan spesimen

Supervisi ketersediaan wadah tahan tusuk.
b. Pelaksanaan Kegiatan:

Tim PPI berkoordinasi dengan pihak terkait.
c. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan:

Evaluasi kualitas praktik menyuntik yang aman secara berkala
dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sekali.
8. Program Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM)
serta Edukasi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi:
a. In-House Training kepada Staf Klinis dan Non-Klinis:

Perencanaan Kegiatan:
Sosialisasi dan workshop tentang PPI yang terjadwal yang
difasilitasi oleh Laboratorium Kesehatan dan dilatih oleh trainer
yang berkopeten.

Pelaksanaan Kegiatan:
Sosialisasi dan workshop dengan target seluruh staf Laboratorium
Kesehatan Provinsi Jambi

Monitoring dan Evaluasi Kegiatan:
Evaluasi efektivitas pelatihan PPI terhadap staf klinis dan non-klinis
secara berkala.
9
b. Pelatihan Eksternal:

Perencanaan Kegiatan:
Pelatihan dasar PPI, Pelatihan Infection Prevention and Control
Nurse (IPCN) dan Seminar dan Workshop terkait PPI terbaru.

Pelaksanaan Kegiatan:
Mengikuti pelatihan eksternal sesuai dengan program PPI

Monitoring dan Evaluasi Kegiatan:
Evaluasi dampak pelatihan eksternal terhadap peningkatan
pengetahuan dan keterampilan PPI.
9. Edukasi kepada Pasien, Keluarga Pasien, dan Pengunjung:
a. Perencanaan Kegiatan:

Edukasi tentang kebersihan tangan.

Membuat banner, leaflet, dan materi edukasi.

Memastikan ketersediaan sabun cuci tangan dan hand sanitizer.
b. Pelaksanaan Kegiatan:

Memberikan edukasi kepada pasien, keluarga pasien, dan
pengunjung
tentang
praktik-praktik
pencegahan
infeksi
di
Laboratorium sesuai jadwal.
c. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan:

Evaluasi pemahaman dan tingkat kepatuhan terhadap praktik
pencegahan infeksi oleh pasien, keluarga pasien, dan pengunjung.
10
10. Peningkatan Sarana, Prasarana, dan Peralatan:
a. Perencanaan Kegiatan:

Memastikan ketersediaan handsanitizer, tissue, sabun antibakteri,
kantong plastik kuning, kantong plastik hitam, kantong plastik
merah, wadah tahan tusuk, cairan disinfektan yang dilakukan setiap
minggu nya.

Pemenuhan kebutuhan alat-alat kantor.

Peningkatan sarana, prasarana, dan peralatan yang mendukung PPI.
b. Pelaksanaan Kegiatan:

Pengawasan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung kegiatan
pencegahan dan pengendalian infeksi.

Pencatatan dan pelaporan pemakaian sarana, prasarana, dan
peralatan.
c. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan:

Evaluasi pemenuhan kebutuhan sarana, prasarana, dan peralatan
sesuai dengan standar PPI.
11. Peningkatan Tata Kelola yang Baik:
a. Perencanaan Kegiatan:

Revisi dokumen Komite PPI.

Penyusunan rencana kerja Komite PPI tahun 2025.

Penyusunan Standar Prosedur Operasional (SPO) yang dibutuhkan
terkait PPI.
b. Pelaksanaan Kegiatan:

Kelengkapan dokumen yang belum ada.
11

Penyusunan SPO.

Rapat dengan Komite PPI tentang penyusunan rencana program
kerja Komite PPI.
c. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan:

Evaluasi keefektifan tata kelola Komite PPI dan implementasi SPO.
Seluruh kegiatan tersebut harus didokumentasikan dengan baik, dan ada
sistem pelaporan dan tindak lanjut terhadap temuan atau masalah yang muncul. Tim
PPI Laboratorium juga perlu menjalin kerja sama yang baik unit-unit terkait untuk
memastikan bahwa kebijakan dan pedoman yang telah ditetapkan dijalankan
dengan baik. Selain itu, penting untuk terus memantau perkembangan ilmu
pengetahuan terkait PPI agar kebijakan dan tindakan dapat diperbarui sesuai
kebutuhan.
12
V. CARA PELAKSANAAN KEGIATAN
Cara melaksanakan program kegiatan Komite PPI di rumah sakit sangat penting
untuk memastikan bahwa upaya pencegahan dan pengendalian infeksi berjalan
efektif. Berikut adalah beberapa cara pelaksanaan program Komite PPI di
Laboratorium:
1. Kegiatan Supervisi:

Melakukan kegiatan supervisi yang terkait dengan pencegahan dan
pengendalian infeksi di seluruh aspek pelayanan kesehatan. Hal ini
mencakup pengawasan terhadap penerapan protokol kebersihan
tangan, sterilisasi alat, serta penggunaan peralatan pelindung diri
(APD) oleh staf medis dan non-medis.
2. Koordinasi dengan Pimpinan Laboratorium :

Melakukan mekanisme koordinasi yang melibatkan pimpinan
Laboratorium. Ini penting untuk mendapatkan dukungan dan
sumber daya yang diperlukan untuk program pencegahan dan
pengendalian infeksi. Pimpinan Laboratorium perlu menyadari
pentingnya PPI dan berkomitmen untuk mendukungnya.
3. Survei Kepatuhan Terhadap Kewaspadaan Standar:

Melakukan survei untuk mengukur tingkat kepatuhan staf medis,
non-medis, dan petugas lainnya terhadap kewaspadaan standar.
Survei ini bisa mencakup observasi langsung, penggunaan checklist,
atau alat pemantauan lainnya. Hasil survei digunakan untuk menilai
keefektifan kebijakan PPI yang ada.
4. Ceramah, Diskusi, dan Penyuluhan:

Mengadakan ceramah, diskusi, serta penyuluhan kepada staf medis,
non-medis, dan petugas lainnya tentang praktik pencegahan dan
13
pengendalian infeksi. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan
kesadaran dan pengetahuan mereka terkait PPI.
5. Koordinasi dengan Unit Lain Terkait:

Melakukan koordinasi dengan unit lain dalam upaya pencegahan
dan pengendalian infeksi di layanan kesehatan. Ini termasuk
kolaborasi dengan Tim Mutu, Bidang Pelayanan, Bidang Tata
Usaha, dan unit lain yang memiliki peran dalam PPI. Kerjasama
lintas unit penting untuk mencapai tujuan PPI.
Semua cara pelaksanaan program ini harus didokumentasikan dengan baik,
termasuk laporan hasil survei, kegiatan supervisi, dan penyuluhan yang telah
dilakukan. Langkah-langkah ini membantu memastikan bahwa praktik pencegahan
dan pengendalian infeksi di Laboratorium sesuai dengan standar terkini dan
berkontribusi pada keselamatan pasien dan staf medis.
14
VI. SASARAN
Sasaran dari strategi program Komite PPI di rumah sakit mencakup berbagai
komponen yang merupakan bagian integral dari lingkungan rumah sakit. Berikut
adalah sasaran strategi yang perlu dilakukan:
1. Petugas Laboratorium:

Memastikan
bahwa
petugas
Laboratorium
memahami
dan
menerapkan kewaspadaan standar dan kewaspadaan isolasi dengan
baik. Ini mencakup praktik-praktik seperti kebersihan tangan yang
baik, penggunaan APD yang sesuai, pengelolaan sampah medis,
prosedur sterilisasi, dan praktik pencegahan infeksi lainnya.
2. Dokter:

Mengedukasi dokter tentang pentingnya kebersihan tangan,
penggunaan APD dan memberikan pelatihan terkait.
3. Petugas Non Medis:

Memastikan petugas non medis seperti petugas administrasi,
petugas kebersihan, dan petugas layanan dukungan lainnya
memahami dan menerapkan praktik kewaspadaan standar, termasuk
kebersihan tangan, penggunaan APD, serta pengelolaan sampah
yang benar.
4. Penunggunjung dan Pasien:

Edukasi diberikan kepada Penunggunjung dan pasien tentang
praktik kebersihan tangan, penggunaan masker, etika batuk, dan
pentingnya menjauhi kerumunan ketika. Hal ini memiliki peran
penting dalam mencegah penularan infeksi di lingkungan rumah
sakit.
5. Lingkungan Laboratorium:
15

Melibatkan koordinasi dengan bagian kebersihan lingkungan
Laboratorium untuk memastikan bahwa lingkungan Laboratorium
tetap bersih dan bebas dari risiko infeksi.
Setiap sasaran strategi ini memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda dalam
mendukung pencegahan dan pengendalian infeksi di Laboratorium. Melalui
edukasi, supervisi, dan koordinasi, Komite PPI di Laboratorium bertujuan untuk
menciptakan lingkungan yang aman bagi pasien, staf medis, dan pengunjung.
16
VII. EVALUASI KEGIATAN PENCATATAN, DAN PELAPORAN
A. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Pelaporan

Pelaksanaan evaluasi kegiatan di lakukan oleh TIM PPI setiap bulan dan di
laporkan kepada ketua Komite PPI
B. Pencatatan dan Pelaporan dan Evaluasi Kegiatan :

Pelaksanaan kegiatan melakukan pencatatan dan membuat dokumentasi
kegiatan mulai dari perencenaan, pelaksanaan serta pelaporan pelaksanaan
kegiatan.

Evaluasi pelaksanaan program kegiatan di lakukan setiap 1 tahun sekali
17
VIII. PENUTUP
Demikian Program Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
Laboratorium Kesehatan Provinsi Jambi. Semoga program tim ini dapat terlaksana
dengan baik dan mendapat dukungan dari pihak manajemen Laboratorium demi
terciptanya lingkungan yang aman bagi pasien, pengunjung maupun staf
Laboratorium Kesehatan Provinsi Jambi.
18
LAMPIRAN
19
Download