PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. DAN ANAK

advertisement
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI/
CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009/
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED BALANCE SHEETS
AS AT SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
NERACA KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
2010
2009
ASET
Aset lancar
Kas dan setara kas
Piutang usaha
- Pihak ketiga - bersih
- Pihak hubungan istimewa
Piutang lainnya
- Pihak ketiga
- Pihak hubungan istimewa
Persediaan - bersih
Pajak dibayar di muka
Uang muka pembelian tembakau
Beban dibayar di muka dan
aset lainnya
Jumlah aset lancar
ASSETS
31,389
185,470
8,847,731
371,993
1,348,772
Current assets
Cash and cash equivalents
Trade receivables
Third parties - net Related parties Other receivables
Third parties Related parties Inventories - net
Prepaid taxes
Advance for purchase of tobacco
206,637
163,688
Prepaid expenses and other assets
12,652,982
12,064,194
Total current assets
26,417
20,563
Non-current assets
Deferred tax assets
Investments in shares
4,238,700
173,560
284,629
217,295
Fixed assets - net of accumulated
depreciation of Rp2,196,207
in 2010 (2009: Rp1,993,769)
Land for development
Goodwill - net
Other assets - net
931,919
505,295
24,207
36,331
180,758
9,832,819
403,366
531,650
3,23
4,23
640,372
427,994
46,785
22
23
22
5
24
Aset tidak lancar
Aset pajak tangguhan
Penyertaan saham
Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar
Rp2.196.207 pada tahun 2010
(2009: Rp1.993.769)
Tanah untuk pengembangan
Goodwill - bersih
Aset lainnya - bersih
4,147,021
175,265
246,782
197,196
Jumlah aset tidak lancar
4,811,762
4,961,164
Total non-current assets
17,464,744
17,025,358
TOTAL ASSETS
JUMLAH ASET
29,127
16,371
11
6
7
8
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasi secara keseluruhan
Halaman 1/1
The accompanying notes form an integral part
of these consolidated financial statements
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED BALANCE SHEETS
AS AT SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
NERACA KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
2010
2009
KEWAJIBAN
Kewajiban jangka pendek
Pinjaman jangka pendek
- Pihak ketiga
- Pihak hubungan istimewa
Hutang usaha
- Pihak ketiga
- Pihak hubungan istimewa
Hutang lainnya
- Pihak ketiga
- Pihak hubungan istimewa
Hutang pajak
Hutang cukai
Beban yang masih harus dibayar dan
kewajiban estimasian
Hutang dividen
Pinjaman jangka panjang yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun
- Hutang obligasi
- Hutang sewa pembiayaan
Jumlah kewajiban jangka pendek
LIABILITIES
9
210,321
378,382
190,742
639,160
22
10,23
207,239
268,720
22
23
54,990
52,016
749,471
2,367,033
22
11
12
94,689
51,524
806,966
2,364,874
703,681
3,988,530
13,23
21
720,961
1,139,581
Current liabilities
Short-term borrowings
Third parties Related parties Trade payables
Third parties Related parties Other payables
Third parties Related parties Taxes payable
Excise tax payable
49,944
1,000,000
58,465
Accrued expenses and provisions
Dividend payable
Long-term debts maturing
in one year
Bonds payable Obligations under finance leases -
8,554,368
7,542,921
Total current liabilities
14
Kewajiban jangka panjang
Kewajiban pajak tangguhan
Pinjaman jangka panjang
- Hutang sewa pembiayaan
Pendapatan tangguhan
Kewajiban imbalan pasca-kerja
50,106
42,503
400,155
Jumlah kewajiban jangka panjang
503,658
411,059
Total non-current liabilities
810
3,640
MINORITY INTEREST
HAK MINORITAS
10,894
Non-current liabilities
Deferred tax liabilities
Long-term debts
79,504 Obligations under finance leases 48,234
Deferred revenue
258,430 Post-employment benefit obligations
11
14
24,891
20
EKUITAS
Modal saham
Modal dasar - 6.300.000.000
saham biasa dengan
nilai nominal Rp100
(Rupiah penuh) per saham
Modal ditempatkan dan disetor
penuh - 4.383.000.000
saham biasa
Tambahan modal disetor
Selisih kurs karena penjabaran
laporan keuangan
Selisih transaksi perubahan ekuitas
anak perusahaan
Saldo laba
- Dicadangkan
- Belum dicadangkan
90,000
7,240,122
90,000
7,907,579
Cumulative translation adjustments
Difference in equity transactions
of subsidiaries
Retained earnings
Appropriated Unappropriated -
Jumlah ekuitas
8,405,908
9,067,738
Total equity
17,464,744
17,025,358
TOTAL LIABILITIES AND
EQUITY
JUMLAH KEWAJIBAN DAN
EKUITAS
EQUITY
Share capital
438,300
42,077
Authorised capital - 6,300,000,000
ordinary shares with par value of
Rp100 (full Rupiah) per share
Issued and fully paid 4,383,000,000
438,300
ordinary shares
42,077
Additional paid-in capital
15
625,130
619,503
(29,721)
(29,721)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasi secara keseluruhan
Halaman 1/2
The accompanying notes form an integral part
of these consolidated financial statements
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF INCOME
FOR NINE MONTHS ENDED
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
except basic earnings per share)
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI
UNTUK SEMBILAN BULAN BERAKHIR PADA TANGGAL
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali laba bersih per saham dasar)
Catatan/
Notes
2010
2009
Penjualan bersih
31,335,065
16,22
28,370,444
Net sales
Beban pokok penjualan
22,169,699
7,16,17,
22,24
20,091,436
Cost of goods sold
8,279,008
Gross profit
Laba kotor
9,165,366
Beban usaha
Penjualan
Umum dan administrasi
2,308,166
563,528
2,195,939
573,183
Operating expenses
Selling
General and administrative
Jumlah beban usaha
2,871,694
2,769,122
Total operating expenses
Laba operasi
6,293,672
5,509,886
Operating income
(Beban)/penghasilan lainnya
Penghasilan bunga
Laba penjualan aset tetap
Beban pembiayaan
Amortisasi goodwill
Lain-lain - bersih
7,18,20,22
63,179
12,655
(27,789)
(28,385)
(28,084)
Beban lainnya - bersih
(8,424)
Bagian rugi bersih
perusahaan asosiasi
(586)
Laba sebelum pajak penghasilan
6,284,662
Beban pajak penghasilan
- Kini
- Tangguhan
16
22
7
19,22
8
6,16
40,860
54,019
(133,837)
(28,385)
5,592
Other (expenses)/income
Interest income
Gain on sale of fixed asset
Financing costs
Goodwill amortisation
Miscellaneous - net
(61,751)
Other expenses - net
(140)
Share of results
of associates
5,447,995
Profit before income tax
1,640,177
25,832
1,713,059
45,402
Income tax expense
Current Deferred -
Beban pajak penghasilan - bersih
1,666,009
1,758,461
Income tax expense - net
Laba konsolidasi sebelum
hak minoritas
4,618,653
3,689,534
Consolidated profit before
minority interest
1,141
1,301
Minority interest
4,617,512
3,688,233
Net income
Hak minoritas
Laba bersih
Laba bersih per saham dasar
(Rupiah penuh) dihitung
berdasarkan jumlah rata-rata
tertimbang saham yang beredar
sebesar 4.383.000.000 saham
11
Basic earnings per share
(full Rupiah) calculated based on
outstanding weighted average
number of shares of
841
4,383,000,000 shares
1,054
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasi secara keseluruhan
Halaman 2
The accompanying notes form an integral part
of these consolidated financial statements
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY
FOR NINE MONTHS ENDED
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah)
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI
UNTUK SEMBILAN BULAN BERAKHIR PADA TANGGAL
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah)
Catatan/
Notes
Saldo 1 Januari 2009
Selisih kurs
karena
penjabaran
laporan
keuangan/
Cumulative
translation
adjustments
Tambahan
modal
disetor/
Additional
paid-in
capital
Modal
saham/
Share
capital
438,300
42,077
Selisih kurs karena penjabaran
laporan keuangan
-
-
Laba bersih
-
-
-
Saldo 30 September 2009
Saldo 1 Januari 2010
Selisih
penilaian
kembali aset
tetap/ Fixed
assets
revaluation
reserve
Jumlah/
Total
90,000
6,849,146
-
-
-
-
-
-
-
-
3,688,233
3,688,233
-
-
-
-
-
(2,629,800)
(2,629,800)
438,300
42,077
619,503
(29,721)
-
90,000
7,907,579
9,067,738
Balance at September 30, 2009
438,300
42,077
614,275
(29,721)
-
90,000
9,306,685
10,461,616
Balance at January 1, 2010
Selisih kurs karena penjabaran
laporan keuangan
-
-
10,855
-
-
-
-
10,855
Cumulative translation
adjusments
Laba bersih
-
-
-
-
-
-
4,617,512
4,617,512
Net income
-
-
-
-
-
-
(6,684,075)
(6,684,075)
438,300
42,077
625,130
-
90,000
7,240,122
8,405,908
Dividen
Saldo 30 September 2010
21
21
(38,591)
(29,721)
Saldo laba belum
dicadangkan/
Retained
earnings unappropriated
Saldo laba dicadangkan/
Retained
earnings appropriated
-
Dividen
658,094
Selisih
transaksi
perubahan
ekuitas anak
perusahaan/
Difference in
equity
transactions of
subsidiaries
(29,721)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan
8,047,896
(38,591)
Balance at January 1, 2009
Cumulative translation
adjustments
Net income
Dividends
Dividends
Balance at September 30, 2010
The accompanying notes form an integral part
of these consolidated financial statements
Halaman 3
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI
FOR NINE MONTHS ENDED
UNTUK SEMBILAN BULAN BERAKHIR PADA TANGGAL
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Expressed in millions of Rupiah)
(Dalam jutaan Rupiah)
Catatan/
Notes
2010
Arus kas dari aktivitas operasi
Penerimaan kas dari pelanggan
Pembayaran kas kepada
- Pemasok
- Karyawan
Pajak dan cukai
Beban pembiayaan
Penghasilan bunga
Kegiatan usaha lainnya
Arus kas bersih yang diperoleh dari
aktivitas operasi
Arus kas dari aktivitas investasi
Penerimaan dari:
- Penjualan anak perusahaan
- Penjualan aset tetap
- Penjualan penyertaan saham pada
perusahaan assosiasi
Pembayaran untuk
pembelian aset tetap
Arus kas bersih yang digunakan
untuk aktivitas investasi
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Penerimaan dari
- Pinjaman jangka pendek
- Pinjaman
pihak hubungan istimewa
Pembayaran kembali
- Pinjaman jangka pendek
- Sewa pembiayaan
Dividen yang dibayarkan kepada
pemegang saham
Pemberian pinjaman kepada pihak
hubungan istimewa
Arus kas bersih yang digunakan
untuk aktivitas pendanaan
Kenaikan bersih
kas dan setara kas
Kas dan setara kas
pada awal periode
Kas dan setara kas
pada akhir periode
Cash flows from operating activities
Cash receipts from customers
Cash payments to
(11,534,318)
Suppliers (1,651,189)
Employees (14,698,164)
Taxes and excise tax
(119,384)
Financing costs
40,860
Interest income
10,432
Other operating activities
34,034,629
30,650,908
(10,695,421)
(1,844,045)
(16,732,175)
(23,614)
63,211
(56,877)
4,745,708
2,699,145
58,228
29,825
24
7
8,973
6
(206,324)
Cash flows from financing activities
Proceeds from
6,053,865
Short-term borrowings Receipt of loan from 265,216
related party
Repayments of
(5,414,705)
Short-term borrowings (53,156)
Finance leases -
3,413,132
10,142
(3,507,133)
(45,128)
(3,352,995)
21
(3,481,982)
1,057,402
(1,972,350)
Dividends paid to shareholders
(284,480)
Payment of loan to related party
(1,405,610)
Net cash flows used in
financing activities
937,041
(125,483)
(487,411)
931,919
449,630
931,919
-
Jumlah
931,919
13,848
Net cash flows provided
from operating activities
Cash flows from investing activities
Proceeds from:
Sale of subsidiary 73,274
Sale of fixed assets Sale of investments in shares of associated company
Payments for purchases of
(429,768)
fixed assets
Net cash flows used in
(356,494)
investing activities
(303,350)
Kas dan setara kas pada
akhir periode terdiri dari
- Kas dan setara kas
- Cerukan
Transaksi non kas
Perolehan aset tetap melalui
sewa pembiayaan
2009
Cash and cash equivalents
at the beginning of the period
Cash and cash equivalents
at the end of the period
Cash and cash equivalents
at the end of the period comprises
640,372
Cash and cash equivalents (190,742)
Overdraft -
3
9
7
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasi secara keseluruhan
Halaman 4
Net increase in
cash and cash equivalents
449,630
Total
17,467
Non-cash transactions
Acquisition of fixed assets
using finance leases
The accompanying notes form an integral part
of these consolidated financial statements
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
1.
1.
INFORMASI UMUM
GENERAL INFORMATION
PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (”Perusahaan”)
didirikan di Indonesia pada tanggal 19 Oktober 1963
berdasarkan Akta Notaris Anwar Mahajudin, S.H.,
No. 69. Akta Pendirian Perusahaan disahkan oleh
Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. J.A.5/59/15 tanggal 30 April 1964 serta
diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik
Indonesia No. 94 tanggal 24 Nopember 1964,
Tambahan No. 357. Anggaran dasar Perusahaan telah
mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
Akta Notaris Aulia Taufani, S.H. No. 107 tanggal 15
Desember 2009 dalam rangka menyesuaikan dengan
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang
Perseroan Terbatas. Perubahan Anggaran Dasar ini
sudah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
Surat Keputusan No. AHU-0006503.AH.01.09.Tahun
2010 tanggal 26 Januari 2010.
PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (the “Company”)
was established in Indonesia on October 19, 1963
based on Notarial Deed No. 69 of Anwar Mahajudin,
S.H. The Deed of Establishment of the Company was
approved by the Minister of Justice of the Republic of
Indonesia by virtue of Decision Letter No. J.A.5/59/15
dated April 30, 1964, and was published in the State
Gazette of the Republic of Indonesia No. 94 dated
November 24, 1964, Supplement No. 357. The Articles
of Association of the Company have been amended
several times, lastly by Notarial Deed No. 107 of Aulia
Taufani, S.H., dated December 15, 2009 in order to
comply with Law Number 40 of 2007 regarding Limited
Liability Companies. This Articles of Association
amendment was approved by the Minister of Law and
Human Rights of the Republic of Indonesia by virtue of
Decision Letter No. AHU-0006503.AH.01.09.Year 2010
dated January 26, 2010.
Ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi industri
dan perdagangan rokok serta investasi saham pada
perusahaan-perusahaan lain. Kegiatan produksi rokok
secara komersial telah dimulai pada tahun 1913 di
Surabaya sebagai industri rumah tangga. Pada tahun
1930, industri rumah tangga ini diresmikan dengan
dibentuknya NVBM Handel Maatschapij Sampoerna.
The scope of activities of the Company comprises
manufacturing and trading of cigarettes and investing in
other companies. The Company started its commercial
operations in 1913 in Surabaya, as a home industry. In
1930, this home industry was officially organised under
the name of NVBM Handel Maatschapij Sampoerna.
Perusahaan berkedudukan di Surabaya, dengan kantor
pusat berlokasi di Jl. Rungkut Industri Raya No. 18,
Surabaya, serta memiliki pabrik yang berlokasi di
Surabaya, Pandaan, Malang dan Karawang.
Perusahaan juga memiliki kantor perwakilan korporasi
di Jakarta.
The Company is domiciled in Surabaya, with its head
office located in Jl. Rungkut Industri Raya No. 18,
Surabaya, and its plants are located in Surabaya,
Pandaan, Malang and Karawang. The Company also
has a corporate office in Jakarta.
Pada tanggal 30 September 2010, PT Hanjaya
Mandala Sampoerna Tbk. dan anak perusahaan
(bersama-sama disebut “Grup”) memiliki kurang lebih
27.800 orang karyawan tetap (2009: 28.450 orang).
As at September 30, 2010, PT Hanjaya Mandala
Sampoerna Tbk. and subsidiaries (together the
“Group”) had approximately 27,800 permanent
employees (2009: 28,450 employees).
Pada tahun 1990, Perusahaan melakukan penawaran
umum saham sebanyak 27.000.000 lembar dengan
nilai nominal sebesar Rp1.000 (Rupiah penuh) per
saham melalui Bursa Efek Indonesia dengan harga
penawaran sebesar Rp12.600 (Rupiah penuh) per
saham. Sejak saat itu, Perusahaan telah
melaksanakan transaksi-transaksi yang berkaitan
dengan modal saham sebagai berikut:
In 1990, the Company made a public offering of its
27,000,000 shares with a par value of Rp1,000 (full
Rupiah) per share through the Indonesia Stock
Exchange at the offering price of Rp12,600 (full Rupiah)
per share. Since then, the Company has conducted the
following capital transactions:
Halaman 5/1
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
1.
1.
INFORMASI UMUM (lanjutan)
Tahun/
Year
1994
1996
1999
2001
2002
2004
GENERAL INFORMATION (continued)
Jumlah saham
yang beredar
setelah transaksi/
Total outstanding
shares after the
transactions
Keterangan/
Description
Penerbitan saham bonus, setiap pemegang dua saham lama menerima tiga
saham baru/
Issue of bonus shares, whereby each shareholder holding two shares is entitled
to receive three new shares
450,000,000
Perubahan nilai nominal saham dari Rp1.000 (Rupiah penuh) per saham
menjadi Rp500 (Rupiah penuh) per saham/
Change in par value per share from Rp1,000 (full Rupiah) per share to Rp500
(full Rupiah) per share
900,000,000
Penerbitan 28.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp500 (Rupiah penuh)
per saham/
Issue of 28,000,000 new shares with par value of Rp500 (full Rupiah) per share
928,000,000
Perubahan nilai nominal saham dari Rp500 (Rupiah penuh) per saham menjadi
Rp100 (Rupiah penuh) per saham/
Change in par value per share from Rp500 (full Rupiah) per share to Rp100 (full
Rupiah) per share
4,640,000,000
Perolehan kembali 140.000.000 saham/
Repurchase of 140,000,000 shares
4,500,000,000
Perolehan kembali 108.130.500 saham/
Repurchase of 108,130,500 shares
4,391,869,500
Perolehan kembali 8.869.500 saham/
Repurchase of 8,869,500 shares
4,383,000,000
As at September 30, 2010 and 2009, the Company’s
Commissioners and Directors are as follows:
Pada tanggal 30 September 2010 dan 2009, susunan
Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebagai
berikut:
2010
Komisaris:
Presiden Komisaris
Wakil Presiden Komisaris
Komisaris
Matteo Lorenzo Pellegrini
Douglas Walter Werth
Eunice Carol Hamilton
Commissioners:
President Commissioner
Vice President Commissioner
Commissioners
Ekadharmajanto Kasih (*)
Phang Cheow Hock (*)
Niken Rachmad (**)
Direksi:
Presiden Direktur
Direktur
(*)
(**)
John Gledhill
Yos Adiguna Ginting
Paul Norman Janelle
Wayan Mertasana Tantra
Shea Lih Goh
Directors:
President Director
Directors
(*) Act as Independent Commissioners
(**) Effective as of January 1, 2011
Menjalankan fungsi sebagai Komisaris Independen
Efektif sejak tanggal 1 Januari 2011
Halaman 5/2
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
1.
1.
INFORMASI UMUM (lanjutan)
GENERAL INFORMATION (continued)
2009
Komisaris:
Presiden Komisaris
Wakil Presiden Komisaris
Komisaris
Commissioners:
President Commissioner
Vice President Commissioner
Commissioners
Angky Camaro(*)
Matteo Lorenzo Pellegrini
Ekadharmajanto Kasih (**)
Phang Cheow Hock (**)
Douglas Walter Werth
Eunice Carol Hamilton
Direksi:
Presiden Direktur
Direktur
(*)
(**)
Directors:
President Director
Directors
John Gledhill
Yos Adiguna Ginting
Paul Norman Janelle
Wayan Mertasana Tantra
Shea Lih Goh
(*)
(**)
Meninggal pada 22 Juni 2009
Menjalankan fungsi sebagai Komisaris Independen
The consolidated financial statements include the
accounts of the Company and its subsidiaries as
mentioned in Note 2b. The significant subsidiaries of
the Company are listed below:
Laporan keuangan konsolidasi mencakup akun-akun
Perusahaan dan anak-anak perusahaan sebagaimana
disebutkan pada Catatan 2b. Anak perusahaan yang
signifikan adalah sebagai berikut:
Nama perusahaan/
Company name
Kegiatan usaha/
Business activity
Passed away on June 22, 2009
Act as Independent Commissioners
Domisili/
Domicile
Tahun
beroperasi
komersial/
Year of
commercial
operations
Persentase
kepemilikan
efektif/
Percentage of
effective
ownership
2010
2009
Jumlah aset/
Total assets
2010
2009
PT Perusahaan Dagang dan
Industri Panamas (*)
Distribusi rokok/
Cigarette distribution
Indonesia
1989
99.0
99.0
135,887
1,135,646
PT Sampoerna Printpack (*)
Percetakan dan
pengemasan/
Printing and packaging
Indonesia
1989
100.0
100.0
223,946
716,832
PT Handal Logistik Nusantara (*)
Jasa ekspedisi
dan pergudangan/
Expedition and
warehousing
Indonesia
1989
100.0
100.0
27,218
119,662
PT Asia Tembakau
Industri dan perdagangan
rokok/Cigarette
manufacturing and
trading
Indonesia
2002
100.0
100.0
163,273
198,593
PT Sampoerna Air Nusantara (*)
Jasa transportasi udara/
Air transportation
Indonesia
1989
-
100.0
-
84,612
PT Union Sampoerna Dinamika
Investasi saham pada
perusahaan-perusahaan
lain/Equity holdings
Indonesia
2005
100.0
100.0
55,820
45,371
PT Taman Dayu
Pengembangan properti/
Property development
Indonesia
1990
100.0
100.0
278,320
207,993
PT Sampoerna Joo Lan
Sdn. Bhd. (*)
Industri dan perdagangan
rokok/Cigarette
manufacturing and
trading
Malaysia
1998
100.0
100.0
255,612
230,223
Sampoerna International
Pte. Ltd.
Investasi saham di
Perusahaan lain/
Equity holdings
Singapura/Singapore
1995
100.0
100.0
81,560
24,471
(*) Lihat Catatan 24/See Note 24
Halaman 5/3
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
2.
SUMMARY
POLICIES
OF
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
Laporan keuangan konsolidasi Grup disusun oleh
Direksi dan diselesaikan pada tanggal 29 Oktober
2010.
The Group’s consolidated financial statements were
prepared by the Board of Directors and completed on
October 29 , 2010.
Laporan keuangan konsolidasi disusun sesuai dengan
prinsip dan praktik akuntansi yang berlaku umum di
Indonesia yang termasuk di dalam Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Peraturan Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
(BAPEPAM-LK) tentang Pedoman Penyajian dan
Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau
Perusahaan Publik.
The consolidated financial statements have been
prepared in accordance with accounting principles and
practices generally accepted in Indonesia, which are
set out in the Statements of Financial Accounting
Standards and The Capital Market Supervisory Agency
and Financial Institution (BAPEPAM-LK) Rules on
Guidelines in Presentation and Disclosure of Financial
Statements of a Public Company.
a.
a.
Dasar
penyusunan
konsolidasi
laporan
keuangan
Basis of preparation of consolidated financial
statements
Laporan
keuangan
konsolidasi
disusun
berdasarkan konsep biaya perolehan, kecuali
untuk instrumen derivatif yang dinyatakan sebesar
nilai wajar.
The consolidated financial statements are
prepared on the historical cost basis of accounting,
except for derivative instruments which are valued
at fair value.
Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan
menggunakan basis akrual, kecuali untuk laporan
arus kas konsolidasi.
These consolidated financial statements are
prepared using the accrual basis, except for the
consolidated statements of cash flows.
Laporan
arus
kas
konsolidasi
disusun
menggunakan metode langsung dan arus kas
dikelompokkan atas dasar kegiatan operasi,
investasi dan pendanaan.
The consolidated statement of cash flows is
prepared based on the direct method by classifying
cash flows on the basis of operating, investing and
financing activities.
Laporan
keuangan
konsolidasi
disusun
menggunakan asumsi kelangsungan usaha.
Asumsi ini digunakan berdasarkan pengetahuan
manajemen atas fakta-fakta dan keadaan
sekarang, asumsi-asumsi yang timbul atas
pengetahuan tersebut dan ekspektasi saat ini atas
kejadian dan tindakan di masa yang akan datang.
Manajemen menyimpulkan, berdasarkan penilaian
atas risiko-risiko (jika ada) seperti risiko kredit,
likuiditas, pendanaan, pasar dan penawaran,
bahwa asumsi kelangsungan usaha ini telah
sesuai.
The consolidated financial statements have been
prepared using the going concern assumption.
This assumption is being used based on
management’s knowledge of current facts and
circumstances, assumption based on that
knowledge, and current expectations of future
events and actions. Management has concluded,
based on assessment of risks (if any) around
credit, liquidity, funding, market and supply risks,
the going concern basis is appropriate.
Penyusunan laporan keuangan konsolidasi
berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku
umum di Indonesia mengharuskan manajemen
untuk membuat estimasi dan asumsi yang
mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban dan
penjualan bersih dan beban-beban yang
dilaporkan. Karena adanya ketidakpastian yang
melekat dalam penetapan estimasi, maka jumlah
sesungguhnya yang akan dilaporkan di masa
mendatang mungkin berbeda dari jumlah yang
diestimasi tersebut.
The preparation of consolidated financial
statements in conformity with accounting principles
generally accepted in Indonesia requires
management to make estimates and assumptions
that affect the reported amounts of assets and
liabilities and net sales and expenses during the
reporting periods. Due to the inherent uncertainty
in making estimates, actual results reported in
future periods may differ from those estimates.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam
laporan keuangan konsolidasi adalah Rupiah.
Seluruh angka dalam laporan keuangan
konsolidasi ini dibulatkan menjadi dan disajikan
dalam jutaan Rupiah yang terdekat, kecuali bila
dinyatakan lain.
The reporting currency used in the consolidated
financial statements is Indonesian Rupiah. Figures
in the consolidated financial statements are
rounded to and stated in millions of Rupiah, unless
otherwise stated.
Halaman 5/4
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
b.
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
b.
Akuntansi Grup
ACCOUNTING
Group accounting
(1) Subsidiaries
(1) Anak perusahaan
Semua anak perusahaan dikonsolidasikan. Anak
perusahaan adalah suatu entitas dimana
Perusahaan dan anak perusahaan memiliki
kepemilikan sebesar lebih dari 50% hak suara
atau mempunyai pengendalian atas kebijakan
keuangan dan operasional.
Subsidiaries, which are those entities in which the
Company and subsidiaries have an interest of
more than 50% of the voting rights or otherwise
have power to govern the financial and operating
policies, are consolidated.
Anak perusahaan dikonsolidasikan sejak tanggal
kendali atas anak perusahaan tersebut beralih
kepada Grup dan tidak lagi dikonsolidasikan sejak
tanggal kendali tidak lagi dimiliki oleh Grup. Dalam
mencatat akuisisi anak perusahaan digunakan
metode pembelian. Biaya akuisisi diukur sebesar
nilai wajar aset yang diserahkan, saham yang
diterbitkan atau kewajiban yang diambil alih pada
tanggal akuisisi, ditambah biaya yang berkaitan
secara langsung dengan akuisisi. Kelebihan biaya
akuisisi atas proporsi nilai wajar aset bersih anak
perusahaan yang dapat diidentifikasi dicatat
sebagai goodwill (lihat Catatan 2k untuk kebijakan
akuntansi atas goodwill).
Subsidiaries are consolidated from the date on
which control is transferred to the Group and are
no longer consolidated from the date that control
ceases. The purchase method is used to account
for the acquisition of subsidiaries. The cost of an
acquisition is measured as the fair value of the
assets given, shares issued or liabilities incurred or
assumed at the date of acquisition plus costs
directly attributable to the acquisition. The excess
of the cost of acquisition over the proportion of the
fair value of the identifiable net assets of the
subsidiary acquired is recorded as goodwill (see
Note 2k for the accounting policy on goodwill).
Transaksi antar perusahaan dalam Grup, saldo
dan keuntungan yang belum direalisasi dari
transaksi antar perusahaan dalam Grup,
dieliminasi.
Intercompany transactions, balances and
unrealised gains on transactions between Group
companies are eliminated.
Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam
laporan keuangan konsolidasi, telah diterapkan
secara konsisten oleh anak perusahaan, kecuali
bila dinyatakan lain.
The accounting policies adopted in preparing the
consolidated financial statements have been
consistently applied by the subsidiaries, unless
otherwise stated.
(2) Associates
(2) Perusahaan asosiasi
Associates are all entities over which the Group
has significant influence but not control, generally
accompanying a shareholding of between 20%
and 50% of the voting rights. Investments in
associates are accounted for using the equity
method of accounting and are initially recognised
at cost. The Group’s investment in associates
includes goodwill (net of any accumulated
impairment loss) identified on acquisition
(Note 2k).
Perusahaan asosiasi adalah seluruh entitas
dimana Grup mempunyai pengaruh signifikan,
namun tidak sampai mengendalikan entitasentitas tersebut. Dalam hal ini Grup umumnya
memiliki antara 20% sampai 50% hak suara.
Investasi pada perusahaan asosiasi dicatat
dengan menggunakan metode ekuitas dan pada
awalnya dicatat sebesar harga perolehan.
Investasi Grup pada perusahaan asosiasi
mencakup juga goodwill (dikurangi akumulasi
penurunan nilai) yang diidentifikasi pada saat
akuisisi (Catatan 2k).
Halaman 5/5
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
b.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
b.
Akuntansi Grup (lanjutan)
ACCOUNTING
Group accounting (continued)
(2) Associates (continued)
(2) Perusahaan asosiasi (lanjutan)
c.
2.
Bagian Grup atas keuntungan atau kerugian
perusahaan asosiasi yang diperoleh setelah
tanggal akuisisi diakui dalam laporan laba rugi
konsolidasi. Mutasi kumulatif keuntungan atau
kerugian setelah tanggal akuisisi akan
mempengaruhi nilai tercatat investasi. Apabila
bagian Grup atas kerugian dalam perusahaan
asosiasi menyamai atau melebihi bagian
kepemilikannya dalam perusahaan asosiasi, Grup
tidak mengakui kerugian lebih lanjut, kecuali Grup
telah mengakui kewajiban atau melakukan
pembayaran atas nama perusahaan asosiasi.
The Group’s shares of its associates’ postacquisition profits or losses are recognised in the
consolidated statement of income. The cumulative
post-acquisition movements are adjusted against
the carrying amount of the investment. When the
Group’s share of losses in an associate equals or
exceeds its interest in the associate, the Group
does not recognise further losses, unless it has
incurred obligations or made payments on behalf
of the associate.
Keuntungan yang belum direalisasi dari transaksi
antara Grup dengan perusahaan asosiasi,
dieliminasi sebesar jumlah yang mencerminkan
proporsi kepemilikan Grup dalam perusahaan
asosiasi. Kerugian yang belum direalisasi juga
dieliminasi kecuali transaksi tersebut memberikan
bukti adanya penurunan nilai aset yang dialihkan.
Unrealised gains on transactions between the
Group and its associates are eliminated to the
extent of the Group’s interest in the associates.
Unrealised losses are also eliminated unless the
transaction provides evidence of an impairment of
the asset being transferred.
c. Foreign currency translation
Penjabaran mata uang asing
(1) Transactions and balances
(1) Transaksi dan saldo
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke
mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs
yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada tanggal
neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata
uang asing dijabarkan dengan kurs yang berlaku
pada tanggal neraca.
Transactions denominated in a foreign currency are
converted into Rupiah at the exchange rate
prevailing at the date of the transaction. At the
balance sheet date, monetary assets and liabilities
in foreign currencies are translated at the exchange
rates prevailing at that date.
Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul
dari transaksi dalam mata uang asing dan dari
penjabaran aset dan kewajiban moneter dalam
mata uang asing, diakui pada laporan laba rugi
konsolidasi.
Exchange gains and losses arising on transactions
in foreign currency and on the translation of foreign
currency monetary assets and liabilities are
recognised in the consolidated statement of
income.
Pada tanggal 30 September 2010 dan 2009, nilai
tukar yang digunakan, yang dihitung berdasarkan
kurs tengah transaksi terakhir yang dipublikasikan
oleh Bank Indonesia masing-masing pada tanggal
30 September 2010 dan 2009, adalah sebagai
berikut:
As at September 30, 2010 and 2009, the exchange
rates used based on the last published average
transactions exchange rates by Bank Indonesia as
at September 30, 2010 and 2009, respectively,
were as follows:
Rupiah penuh/
Full Rupiah
2010
2009
1 Euro
1 Dolar Amerika Serikat
1 Franc Swiss
12,139
8,924
9,129
Halaman 5/6
14,158
9,681
9,365
Page
1 Euro
1 United States Dollar
1 Swiss Franc
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
ACCOUNTING
c. Penjabaran mata uang asing (lanjutan)
c.
(2) Kegiatan usaha Grup yang merupakan entitas
asing
(2) Foreign entities within the Group
Foreign currency translation (continued)
Laporan laba rugi dan laporan arus kas entitas
asing dijabarkan ke dalam mata uang pelaporan
Grup dengan menggunakan nilai tukar rata-rata
sepanjang periode sedangkan neraca dijabarkan
dengan menggunakan nilai tukar yang berlaku
pada tanggal neraca dan akun ekuitas dijabarkan
berdasarkan kurs historis. Selisih kurs karena
penjabaran laporan keuangan anak perusahaan di
luar negeri dilaporkan secara terpisah dalam akun
“Selisih kurs karena penjabaran laporan
keuangan” pada komponen ekuitas dalam neraca
konsolidasi. Ketika suatu entitas asing dijual,
selisih nilai tukar tersebut diakui dalam laporan
laba rugi konsolidasi sebagai bagian dari
keuntungan atau kerugian atas penjualan.
Statement of income and cash flows of foreign
entities are translated into the Group’s reporting
currency at average exchange rates for the period
and their balance sheets are translated at the
exchange rates prevailing on the balance sheet
date and their equity accounts are translated at the
historical rate. The resulting difference arising from
the translation of the financial statements of foreign
subsidiaries is presented as “Cumulative
translation adjustments” under the equity section in
the consolidated balance sheet. When a foreign
entity is sold, such exchange differences are
recognised in the consolidated statement of
income as part of the gain or loss on sale.
Penyesuaian atas goodwill dan nilai wajar yang
timbul dari akuisisi entitas asing diperlakukan
sebagai bagian dari aset dan kewajiban entitas
asing dan dijabarkan dengan menggunakan kurs
pada tanggal neraca.
Goodwill and fair value adjustments arising on the
acquisition of a foreign entity are treated as assets
and liabilities of the foreign entity and translated at
the rate prevailing on the balance sheet date.
Akun-akun anak perusahaan di luar negeri
dikonversikan ke mata uang Rupiah dengan
menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada
tanggal neraca dan kurs tengah rata-rata Bank
Indonesia selama periode berjalan sebagai
berikut:
The accounts of the foreign subsidiaries are
translated into Rupiah amounts using the Bank
Indonesia’s middle rates on the balance sheet date
and Bank Indonesia’s average middle rates during
the period as follows:
Rupiah penuh/Full Rupiah
Aset dan kewajiban/
Laba rugi/
Assets and liabilities
Profit and loss
2010
2009
2010
2009
1 Dolar Amerika Serikat
1 Dolar Singapura
d.
8,924
6,774
9,681
6,841
9,141
6,610
d.
Kas dan setara kas
1 United States Dollar
1 Singapore Dollar
Cash and cash equivalents
Cash and cash equivalents include cash on hand,
cash in bank and time deposits with original
maturities of three months or less. Bank overdrafts
are shown within “short-term borrowings” in current
liabilities on the consolidated balance sheet.
Kas dan setara kas mencakup kas, bank dan
deposito berjangka dengan jangka waktu jatuh
tempo tiga bulan atau kurang. Cerukan disajikan
sebagai bagian dari ”pinjaman jangka pendek”
pada kewajiban lancar dalam neraca konsolidasi.
e.
10,680
7,263
e. Trade receivables
Piutang usaha
Trade receivables are recorded net of a provision
for doubtful accounts, based on a review of the
collectibility of outstanding amounts. Accounts are
written-off as bad debts during the period in which
they are determined to be non-collectible.
Piutang usaha disajikan sebesar jumlah neto
setelah dikurangi dengan penyisihan piutang tidak
tertagih, yang diestimasi berdasarkan penelaahan
atas kolektibilitas saldo piutang. Piutang
dihapuskan pada saat piutang tersebut dipastikan
tidak akan tertagih.
Halaman 5/7
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
f.
g.
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
f.
Persediaan
Inventories
Barang jadi, bahan baku dan supplies, barang
dalam proses, barang dagangan, tanah dan
bangunan untuk dijual diakui sebesar nilai yang
lebih rendah antara harga perolehan dan nilai
realisasi bersih. Biaya perolehan ditentukan
dengan metode rata-rata tertimbang (weightedaverage method), kecuali untuk persediaan pita
cukai yang biayanya ditentukan dengan metode
identifikasi khusus (specific identification method).
Harga perolehan barang jadi dan barang dalam
proses terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja
langsung, biaya-biaya langsung lainnya dan biaya
overhead yang terkait dengan produksi. Nilai
realisasi bersih adalah estimasi harga penjualan
dalam kegiatan usaha normal dikurangi estimasi
biaya penyelesaian dan estimasi biaya penjualan.
Finished goods, raw materials and supplies, work
in progress, merchandise inventory, land and
buildings held for sale are stated at the lower of
cost or net realisable value. Cost is determined by
the weighted-average method, except for the
excise tax inventory, for which cost is determined
by the specific identification method. The cost of
finished goods and work in progress comprises
raw materials, direct labor, other direct costs and
related production overheads. Net realisable value
is the estimated selling price in the ordinary course
of business, less the estimated costs of completion
and the estimated selling expenses.
Penyisihan untuk persediaan usang ditentukan
berdasarkan estimasi penggunaan atau penjualan
masing-masing jenis persediaan pada masa
mendatang.
A provision for obsolete and slow moving
inventories is determined on the basis of estimated
future usage or sale of individual inventory items.
g.
Instrumen derivatif
h.
Aset tetap
Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan,
(kecuali untuk aset tetap tertentu yang telah dinilai
kembali berdasarkan peraturan pemerintah)
dikurangi dengan akumulasi penyusutan.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan
metode garis lurus. Tanah tidak disusutkan.
Taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap
adalah sebagai berikut:
Tahun/Years
Bangunan dan prasarana
Mesin dan peralatan
Perabot dan peralatan kantor
Alat-alat pengangkutan
Lapangan golf
Derivative instruments
Derivative instruments are recorded in the balance
sheet as either an asset or liability and measured
at their fair value. The gains or losses arising from
changes in derivative instruments fair values are
recognised in the consolidated statement of
income.
Instrumen derivatif dicatat sebagai aset atau
kewajiban dalam neraca dan diakui sebesar nilai
wajar. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari
perubahan nilai wajar atas instrumen derivatif
dibukukan pada laporan laba rugi konsolidasi.
h.
ACCOUNTING
4 - 40
10 - 15
3 - 10
5 - 16
20
Fixed assets are stated at historical cost, (except
for assets revalued in accordance with government
regulation) less accumulated depreciation.
Depreciation is computed using the straight-line
method. Land is not depreciated. The economic
useful lives of the assets are estimated as follows:
Building and improvements
Machinery and equipment
Furniture, fixture and office equipment
Transportation equipment
Golf course
The assets’ residual values and useful lives are
reviewed, and adjusted if appropriate, at each
balance sheet date.
Nilai residu dan umur manfaat setiap aset ditelaah,
dan disesuaikan jika perlu, pada setiap tanggal
neraca.
Halaman 5/8
Fixed assets
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
h.
i.
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
h.
Aset tetap (lanjutan)
ACCOUNTING
Fixed assets (continued)
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar
biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari
aset tetap. Akumulasi biaya perolehan akan
dipindahkan ke akun aset tetap yang
bersangkutan pada saat aset tersebut telah
selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan
sesuai
dengan
tujuan
penggunaannya.
Penyusutan mulai dibebankan sejak tanggal aset
tersebut siap untuk digunakan untuk tujuan
penggunaannya.
Construction in progress is stated at historical cost
and presented as part of fixed assets. The
accumulated costs are reclassified to the
appropriate fixed asset account when the
construction is complete and the asset is ready for
its intended use. Depreciation is charged from the
date the asset is ready for its intended use.
Biaya bunga untuk mendanai konstruksi aset tetap
tertentu dikapitalisasi selama periode yang
dibutuhkan untuk menyelesaikan dan menyiapkan
aset tetap tersebut sampai siap digunakan sesuai
tujuan penggunaannya. Biaya-biaya pinjaman
lainnya diakui sebagai beban periode berjalan.
Interest costs to finance the construction of certain
fixed assets are capitalised during the period of
time that is required to complete and prepare the
assets for their intended use. Other borrowing
costs are expensed.
Biaya-biaya setelah perolehan awal diakui sebagai
bagian dari nilai tercatat aset tetap atau sebagai
aset yang terpisah hanya apabila kemungkinan
besar manfaat ekonomis sehubungan dengan aset
tersebut di masa mendatang akan mengalir ke
Grup dan biaya perolehannya dapat diukur secara
handal. Jumlah tercatat komponen yang diganti,
dihapusbukukan. Biaya pemeliharaan dan
perbaikan lainnya dibebankan di laporan laba rugi
konsolidasian pada saat terjadinya.
Subsequent costs are included in the fixed assets’
carrying amount or recognised as a separate
asset, as appropriate, only when it is probable that
future economic benefits associated with the item
will flow to the Group and the cost of the item can
be measured reliably. The carrying amount of the
replaced part is derecognised. All other repairs and
maintenance are charged to the consolidated
statement of income as incurred.
Biaya perolehan tanah tidak termasuk biaya-biaya
lain yang dikeluarkan sehubungan dengan
perolehan atau perpanjangan ijin atas tanah.
Biaya-biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan
perolehan atau perpanjangan ijin atas tanah
tersebut, ditangguhkan dan disajikan pada akun
“Aset lainnya - tidak lancar” serta diamortisasi
sepanjang periode hak atas tanah.
The acquisition cost of land does not include the
related costs incurred to acquire or renew the
licence for the land. The related costs incurred to
acquire or renew the licence for the land are
deferred and presented under “Other assets - noncurrent” and amortised over the legal term of the
land rights.
i.
Sewa
Leases
Grup menyewa aset tetap tertentu. Apabila dalam
suatu kontrak sewa porsi yang signifikan atas
risiko dan manfaat kepemilikan aset tetap berada
di tangan lessor, maka sewa tersebut
diklasifikasikan
sebagai
sewa
operasi.
Pembayaran sewa operasi dibebankan ke laporan
laba rugi konsolidasi atas dasar garis lurus selama
masa sewa.
The Group leases certain fixed assets. Leases in
which a significant portion of the risks and rewards
of ownership are retained by the lessor are
classified as operating leases. Payments made
under operating leases are charged to the
consolidated statement of income on a straight-line
basis over the period of the lease.
Dalam persewaan aset tetap dimana risiko dan
manfaat kepemilikan secara substansi berpindah
ke lessee (Grup), maka sewa tersebut
diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Sewa
pembiayaan dikapitalisasi pada awal masa sewa
sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai
kini pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih
rendah dari nilai wajar.
Leases of fixed assets where the Group has
substantially all the risks and rewards of ownership
are classified as finance leases. Finance leases
are capitalised at the lease’s commencement at
the lower of the fair value of the leased asset and
the present value of the minimum lease payments.
Halaman 5/9
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
i.
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
i.
Sewa (lanjutan)
k.
j.
Tanah untuk pengembangan
Leases (continued)
Each finance lease payment is allocated between
the liability and finance charges so as to achieve a
constant rate on the finance balance outstanding.
The corresponding rental obligations, net of
finance charges, are included in other long-term
payables. The interest element of the finance cost
is charged to the consolidated statement of income
over the lease period so as to produce a constant
periodic rate of interest on the remaining balance
of the liability for each period. The fixed assets
acquired under finance leases are depreciated
over the shorter of the useful life of the assets and
the lease term.
Setiap pembayaran atas sewa pembiayaan
dialokasikan antara bagian yang merupakan
pelunasan kewajiban dan bagian yang merupakan
beban pembiayaan sedemikian rupa sehingga
menghasilkan tingkat suku bunga yang konstan
atas saldo pembiayaan. Jumlah kewajiban sewa,
neto beban pembiayaan disajikan sebagai hutang
jangka panjang lainnya. Unsur bunga dalam beban
pembiayaan dibebankan di laporan laba rugi
konsolidasi selama masa sewa sedemikian rupa
sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga
periodik yang konstan atas saldo kewajiban setiap
periode. Aset tetap yang diperoleh melalui sewa
pembiayaan disusutkan selama jangka waktu yang
lebih pendek antara umur manfaat aset dan masa
sewa.
j.
ACCOUNTING
Land for development
Tanah yang akan dikembangkan dan dimaksudkan
untuk dijual setelah dikembangkan disajikan dalam
akun “Tanah untuk pengembangan” dan
dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara
biaya tercatat dan nilai realisasi bersih.
Land which has yet to be developed and for which
the intention is to sell after being developed, is
presented under “Land for development” and
stated at the lower of carrying cost or net realisable
value.
Pada saat dimulainya pengembangan dan
pembangunan infrastruktur, nilai tanah yang
dimiliki oleh PT Taman Dayu akan dipindahkan ke
akun “Persediaan - tanah dan bangunan untuk
dijual”.
The cost of the land belonging to PT Taman Dayu
is transferred to “Inventory - land and buildings
held for sale” upon commencement of the
development and construction of infrastructure.
k.
Goodwill
Goodwill represents the excess of the cost of an
acquisition of a subsidiary/associate or business
over the fair value of the Group’s share of the
identifiable net assets of the acquired
subsidiary/associate, or business at the date of
acquisition. Goodwill is amortised using the
straight-line method over its estimated useful life,
which is ten years. Management determined the
estimated useful life of goodwill, based on its
evaluation of the benefits the respective
companies or businesses will bring at the time of
the acquisition.
Goodwill merupakan selisih lebih antara harga
perolehan investasi anak perusahaan/perusahaan
asosiasi atau bisnis dan nilai wajar bagian Grup
atas aset bersih anak perusahaan/perusahaan
asosiasi yang dapat diidentifikasi, atau bisnis pada
tanggal akuisisi. Goodwill diamortisasi dengan
metode garis lurus selama estimasi masa
manfaatnya, yaitu sepuluh tahun. Manajemen
menentukan estimasi masa manfaat goodwill
berdasarkan evaluasi atas manfaat yang akan
diperoleh dari perusahaan atau bisnis yang
bersangkutan pada saat akuisisi.
Halaman 5/10
Goodwill
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
l.
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
l.
Penurunan nilai aset
At balance sheet date, the Group reviews whether
there is any indication of asset impairment or not.
Aset tetap dan aset tidak lancar lainnya, termasuk
goodwill ditelaah untuk mengetahui apakah telah
terjadi penurunan nilai bilamana terdapat kejadian
atau
perubahan
keadaan
yang
mengidentifikasikan bahwa nilai tercatat aset
tersebut tidak dapat diperoleh kembali. Kerugian
akibat penurunan nilai diakui sebesar selisih
antara nilai tercatat aset dengan nilai yang dapat
diperoleh kembali dari aset tersebut. Nilai yang
dapat diperoleh kembali adalah nilai yang lebih
tinggi diantara harga jual netto atau nilai pakai
aset. Dalam rangka mengukur penurunan nilai,
aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang
menghasilkan arus kas terpisah.
Fixed assets and other non-current assets,
including goodwill, are reviewed for impairment
whenever events or changes in circumstances
indicate that the carrying amount may not be
recoverable. An impairment loss is recognised for
the amount by which the carrying amount of the
asset exceeds its recoverable amount, which is the
higher of an asset’s net selling price or value in
use. For the purpose of assessing impairment,
assets are grouped at the lowest levels for which
there are separately identifiable cash flows.
m. Provisions
Provisions are recognised when the Group has a
present obligation (legal as well as constructive) as
a result of past events and it is more likely than not
that an outflow of resources embodying economic
benefits will be required to settle the obligation and
a reliable estimate of the amount of the obligation
can be made.
Kewajiban estimasian diakui apabila Grup
mempunyai kewajiban kini (baik bersifat hukum
maupun bersifat konstruktif) sebagai akibat
peristiwa masa lalu dan besar kemungkinan
penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan
arus keluar sumber daya dan kewajiban tersebut
dapat diestimasi dengan andal.
n.
Biaya emisi efek
o.
Pengakuan pendapatan dan beban
Bonds issuance costs
Bonds issuance costs (presented as net of
accumulated amortisation) incurred in connection
with the issue of bonds are presented as a
deduction from the proceeds from the bonds issue.
The bonds issuance costs are amortised using the
straight-line method over the life of the bonds,
which is five years.
Biaya emisi obligasi (setelah dikurangi akumulasi
amortisasi) yang terjadi sehubungan dengan
penerbitan obligasi disajikan sebagai pengurang
dari hasil penerimaan emisi obligasi. Biaya emisi
obligasi diamortisasi dengan menggunakan
metode garis lurus selama jangka waktu obligasi
yaitu selama lima tahun.
o.
Impairment of assets
Pada tanggal neraca, Grup menelaah ada atau
tidaknya indikasi penurunan nilai asset.
m. Kewajiban estimasian
n.
ACCOUNTING
Revenue and expense recognition
Pendapatan dari penjualan diakui pada saat
penyerahan barang atau jasa kepada distributor
atau pelanggan. Di dalam penjualan bersih
termasuk cukai atas rokok yang telah dijual dan
telah dikurangi retur penjualan dan pajak
pertambahan nilai.
Revenue from sales is generally recognised when
the products are delivered or services are rendered
to the distributors or customers. Net sales revenue
includes excise taxes attributable on cigarettes
being sold and is net of returns and value added
tax.
Beban diakui pada saat terjadinya.
Expenses are recognised when incurred.
Halaman 5/11
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
(lanjutan)
p.
q.
PENTING
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
p.
Imbalan pasca-kerja
ACCOUNTING
Post-employment benefits
Perusahaan dan anak perusahaan tertentu di
dalam negeri menyelenggarakan program pensiun
iuran pasti mulai 1 April 2008.
The Company and certain of its domestic
subsidiaries had a defined contribution pension
plan starting April 1, 2008.
Program iuran pasti adalah program pensiun
dimana Grup membayar iuran tetap kepada
sebuah entitas yang terpisah. Iuran ini dicatat
sebagai biaya karyawan pada saat terhutang.
Grup tidak lagi memiliki kewajiban pembayaran
lebih lanjut setelah iuran tersebut dibayarkan.
A defined contribution plan is a pension plan under
which the Group pays fixed contributions into a
separate entity. Contributions are recognised as an
employee benefit expense when they are due. The
Group has no further payment obligations once the
contributions have been paid.
Perusahaan dan anak perusahaan tertentu di
dalam negeri harus menyediakan imbalan
minimum yang diatur dalam Undang-undang
Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 (UUTK).
Karena UUTK menentukan rumus tertentu untuk
menghitung jumlah minimal imbalan pensiun, pada
dasarnya kewajiban pensiun berdasarkan UUTK
adalah kewajiban imbalan pasti. Bila jumlah yang
diterima karyawan dari program pensiun lebih kecil
dari imbalan seperti yang ditetapkan dalam UUTK,
Perusahaan dan anak perusahaan tertentu di
dalam negeri akan melakukan penyisihan atas
kekurangan yang ada. Tambahan penyisihan
imbalan sesuai dengan UUTK tersebut tidak
didanai (unfunded). Perusahaan dan anak
perusahaan tertentu di dalam negeri juga
mencatat kewajiban imbalan kerja sesuai UUTK
untuk karyawan lainnya yang tidak ikut serta
dalam program pensiun yang diselenggarakan
oleh Perusahaan dan beberapa anak perusahaan
di dalam negeri.
The Company and certain of its domestic
subsidiaries are required to provide minimum
benefits as stipulated in the Labor Law No.
13/2003 (Labor Law). Since the Labor Law sets the
formula for determining the minimum amount of
benefits, in substance the pension obligation under
the Labor Law represents a defined benefit
obligation. If the employee funded portion of the
pension plan benefit is less than the benefit as
required by the Labor Law, the Company and
certain of its domestic subsidiaries will provide for
such shortage. The additional benefit as required
by the Labor Law is unfunded. The Company and
certain of its domestic subsidiaries recognise the
estimated liabilities for employee benefits
obligations stipulated in the Labor Law for their
employees which are not covered by the pension
plans operated by the Company and certain of its
domestic subsidiaries.
q.
Perpajakan
The Group applies the balance sheet liability
method of deferred tax accounting which arises on
temporary differences between tax bases of assets
and liabilities and their carrying amounts in the
consolidated financial statements. For each of the
consolidated subsidiaries, the deferred tax assets
or liabilities are shown at the applicable net
amounts.
Grup menggunakan metode liabilitas neraca
(balance sheet liability method) pada akuntansi
pajak tangguhan yang timbul akibat perbedaan
temporer yang ada antara aset dan kewajiban atas
dasar pajak dengan nilai tercatat aset dan
kewajiban dalam laporan keuangan konsolidasi.
Untuk masing-masing anak perusahaan yang
dikonsolidasi, aset atau kewajiban pajak
tangguhan disajikan dalam jumlah bersih.
Halaman 5/12
Taxation
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR
(lanjutan)
q.
r.
KEBIJAKAN
AKUNTANSI
PENTING
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
q.
Perpajakan (lanjutan)
ACCOUNTING
Taxation (continued)
Pajak penghasilan tangguhan ditentukan dengan
menggunakan tarif pajak berdasarkan undangundang yang telah diberlakukan atau secara
substansi telah diberlakukan pada tanggal neraca
dan diharapkan berlaku pada saat aset pajak
tangguhan direalisasikan atau kewajiban pajak
tangguhan diselesaikan.
Deferred income tax is determined using tax rates
based on laws that have been enacted or
substantially enacted by the balance sheet date
and are expected to apply when the related
deferred income tax asset is recognised or the
deferred income tax liability is settled.
Aset pajak tangguhan diakui apabila terdapat
kemungkinan besar bahwa jumlah laba fiskal pada
masa
datang
akan
memadai
untuk
mengkompensasi perbedaan temporer yang
menimbulkan aset pajak tangguhan tersebut.
Deferred tax assets are recognised to the extent
that it is probable future taxable profits will be
available against which the temporary differences
can be utilised.
Amendemen terhadap kewajiban perpajakan
dicatat pada saat diterimanya surat ketetapan,
atau apabila dilakukan keberatan/banding, ketika
keputusan atas keberatan/banding sudah
diputuskan.
Amendments to taxation obligations are recorded
when an assessment is received or, if objected
to/appealed against, when the results of the
objection/appeal are determined.
r.
Pelaporan segmen
Segment reporting
Suatu segmen usaha adalah sekelompok aset dan
operasi yang menyediakan barang atau jasa yang
memiliki risiko serta tingkat pengembalian yang
berbeda dengan segmen usaha lainnya. Sebuah
segmen geografis menyediakan barang maupun
jasa di dalam lingkungan ekonomi tertentu yang
memiliki risiko serta tingkat pengembalian yang
berbeda dengan segmen operasi lainnya yang
berada dalam lingkungan ekonomi lain.
A business segment is a group of assets and
operations engaged in providing products or
services which are subject to risks and returns that
are different from those of other business
segments. A geographical segment is engaged in
providing products or services within a particular
economic environment which are subject to risks
and return that are different from those of segments
operating in other economic environments.
Grup mensegmentasikan pelaporan keuangan
sebagai berikut:
The Group segments its financial reporting as
follows:
(i) segmen
usaha
(primer),
yang
mengklasifikasikan aktivitas bisnis Grup
menjadi industri dan perdagangan rokok;
percetakan, pengemasan dan pengangkutan;
serta segmen usaha lainnya.
(i) business segments (primary), where the
Group’s business activities are classified into
manufacturing and distribution of cigarettes;
printing, packaging and transportation; and
others.
(ii) segmen geografis (sekunder), yang terdiri dari
kegiatan usaha dalam negeri dan luar negeri.
(ii) geographical segments (secondary), which
consist of Indonesia and outside of Indonesia
operations.
Halaman 5/13
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
(lanjutan)
s.
t.
Transaksi
istimewa
dengan
pihak-pihak
PENTING
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
s. Transactions with related parties
hubungan
Grup melakukan transaksi dengan pihak-pihak
tertentu yang mempunyai hubungan istimewa
seperti yang dijelaskan dalam Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 7 tentang
“Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai
Hubungan Istimewa”.
The Group has transactions with certain parties,
which have related party relationships as defined in
accordance with the Statement of Financial
Accounting Standards No. 7, “Related Party
Disclosures”.
Seluruh transaksi yang signifikan dengan pihakpihak hubungan istimewa telah diungkapkan
dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasi.
All significant transactions with related parties are
disclosed in the notes to the consolidated financial
statements.
t.
Laba bersih per saham dasar
Basic earnings per share
Basic earnings per share are computed by dividing
the net income for the period by the weighted
average number of shares outstanding during the
period.
Laba bersih per saham dasar dihitung
berdasarkan laba bersih periode berjalan dibagi
dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang
beredar selama periode yang bersangkutan.
3.
ACCOUNTING
3.
KAS DAN SETARA KAS
2010
CASH AND CASH EQUIVALENTS
2009
Kas
Bank
Deposito berjangka
61,095
828,300
42,524
95,561
382,835
161,976
Cash on hand
Cash in bank
Time deposits
Jumlah
931,919
640,372
Total
Tidak terdapat saldo bank atau deposito berjangka
yang ditempatkan pada pihak yang mempunyai
hubungan istimewa.
There are no bank balances or time deposits placed at
related parties.
a.
a. Cash in bank
Bank
2010
Rupiah
Deutsche Bank AG
PT Bank Central Asia Tbk.
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk.
PT Bank CIMB Niaga Tbk.
Lain-lain
Jumlah
2009
706,508
16,480
230,383
11,171
14,714
4,052
3,988
23,491
48,639
10,789
Rupiah
Deutsche Bank AG
PT Bank Central Asia Tbk.
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk.
PT Bank CIMB Niaga Tbk.
Others
745,742
324,473
Total
Halaman 5/14
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
3.
3.
KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)
a.
Bank (lanjutan)
a. Cash in bank (continued)
2010
Dolar Amerika Serikat
The Hongkong and Shanghai
Banking Corporation Limited
Lain-lain
2009
1,857
7,076
38,897
791
United States Dollars
The Hongkong and Shanghai
Banking Corporation Limited
Others
Mata uang asing lainnya
73,625
18,674
Other foreign currencies
Jumlah
82,558
58,362
Total
828,300
382,835
Total cash in bank
Jumlah bank
b.
Deposito berjangka
b. Time deposits
2010
\
2009
Rupiah
Deutsche Bank AG
Lain-lain
40,000
2,524
160,000
1,976
Rupiah
Deutsche Bank AG
Others
Jumlah
42,524
161,976
Total
Deposito berjangka di atas memperoleh tingkat bunga
tahunan antara 3,75% - 7,25% (2009: 5,00% 7,25%).
4.
CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued)
The above time deposits received interest income at
3.75% - 7.25% (2009: 5.00% - 7.25%).
4.
PIUTANG USAHA
2010
TRADE RECEIVABLES
2009
Pihak ketiga
Dikurangi
Penyisihan piutang tidak tertagih
509,753
Bersih
505,295
427,994
Net
24,207
46,785
Related parties (Note 22)
529,502
474,779
Total
Pihak hubungan istimewa (Catatan 22)
Jumlah
(4,458)
432,202
(4,208)
Third parties
Less
Provision for doubtful accounts
Piutang usaha - pihak ketiga terutama terdiri dari
tagihan kepada pedagang-pedagang rokok.
Trade receivables from third parties mainly consist of
receivables from cigarette merchants.
Tidak ada transaksi penjualan kepada satu pelanggan
dengan nilai transaksi lebih dari 10% penjualan bersih
konsolidasi.
There were no sales to any single customer exceeding
10% of the consolidated net sales.
Halaman 5/15
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
4.
4.
PIUTANG USAHA (lanjutan)
Analisis umur piutang usaha adalah sebagai berikut:
2010
TRADE RECEIVABLES (continued)
The aging analysis of trade receivables is as follows:
2009
Lancar
Jatuh tempo
1 - 30 hari
31 - 60 hari
61 - 90 hari
> 90 hari
498,718
398,303
28,078
1,235
101
5,828
74,174
461
395
5,654
Jumlah
Dikurangi
Penyisihan piutang tidak tertagih
533,960
478,987
Bersih
529,502
(4,458)
Mutasi penyisihan piutang tidak tertagih adalah
sebagai berikut:
2010
(4,208)
474,779
Net
2009
3,917
1,502
(961)
4,712
919
(1,423)
Saldo pada akhir periode
4,458
4,208
Halaman 5/16
Total
Less
Provision for doubtful accounts
The movements in the provision for doubtful accounts
are as follows:
Saldo pada awal periode
Penambahan penyisihan periode berjalan
Penghapusan
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan akun
piutang masing-masing pelanggan pada akhir periode,
manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan piutang
tidak tertagih tersebut cukup untuk menutup
kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang
usaha di kemudian hari.
Current
Overdue
1 - 30 days
31 - 60 days
61 - 90 days
> 90 days
Balance at beginning of the period
Provision raised during the period
Write-off
Balance at the end of the period
Based on a review of the status of the individual
receivable accounts at the end of the period,
management believes the provision for doubtful
accounts is adequate to cover possible losses from
non-collectible receivables in the future.
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
5.
5.
PERSEDIAAN
INVENTORIES
2010
2009
Barang jadi
Barang dalam proses
Bahan baku
Pita cukai
Suku cadang
Bahan pembantu dan lainnya
Persediaan dalam perjalanan
1,655,587
6,312
6,818,176
539,617
122,078
4,927
52,292
1,413,195
7,294
6,130,220
622,238
143,999
7,003
114,736
Finished goods
Work in progress
Raw materials
Excise tax
Spare parts
Sub-materials and others
Goods in transit
Barang dagangan
9,198,989
608,844
8,438,685
371,902
Merchandise inventory
9,807,833
8,810,587
Jumlah
Dikurangi
Penyisihan persediaan usang
(44,247)
(34,399)
Total
Less
Provision for obsolete and
slow moving inventories
Bersih
Tanah dan bangunan untuk dijual
9,763,586
69,233
8,776,188
71,543
Net
Land and buildings held for sale
Jumlah persediaan
9,832,819
8,847,731
Total inventories
Mutasi penyisihan persediaan usang adalah sebagai
berikut:
2010
Saldo pada awal periode
Penambahan penyisihan periode berjalan
Penghapusan
Saldo pada akhir periode
The movements in the provision for obsolete and slow
moving inventories are as follows:
2009
86,279
8,310
(50,342)
34,031
8,497
(8,129)
44,247
34,399
Balance at beginning of the period
Provision raised during the period
Write-off
Balance at the end of the period
Manajemen
berkeyakinan
bahwa
penyisihan
persediaan usang cukup untuk menutup kemungkinan
kerugian yang terjadi di kemudian hari.
Management believes the provision for obsolete and
slow moving inventories is adequate to cover possible
losses in the future.
Aset tetap dan persediaan Grup telah diasuransikan
terhadap berbagai risiko industri (industrial all risks),
termasuk risiko-risiko business interruption dan marine
cargo, dengan keseluruhan nilai pertanggungan
sampai dengan US$1,5 miliar pada tanggal
30 September 2010 dan 2009 (Catatan 7). Manajemen
berpendapat bahwa nilai pertanggungan asuransi
tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian
yang timbul dari risiko tersebut.
Fixed assets and inventories of the Group are insured
against industrial all risks, including business
interruption and marine cargo, with an insured limit of up
to US$1.5 billion as at September 30, 2010 and 2009
(Note 7). Management believes the insurance coverage
is adequate to cover possible losses from the risks
mentioned above.
Halaman 5/17
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
6.
7.
6.
PENYERTAAN SAHAM
INVESTMENTS IN SHARES
Penyertaan saham terdiri atas 49% kepemilikan Grup di
Vinataba-Philip Morris Limited (d/h Vinasa Tobacco Joint
Venture Company Limited) dan PT San Miguel
Sampoerna Packaging Industries (SMSPI) yang dicatat
berdasarkan metode ekuitas, dan kepemilikan minoritas
di PT Titan Kimia Nusantara Tbk. (Titan) yang dicatat
berdasarkan metode biaya.
Investments in shares includes the Group’s 49%
interests in Vinataba-Philip Morris Limited (previously
Vinasa Tobacco Joint Venture Company Limited) and
PT San Miguel Sampoerna Packaging Industries
(SMSPI) which are both accounted for under the equity
method and a minor interest in PT Titan Kimia
Nusantara Tbk. (Titan) which is accounted for under the
cost method.
Pada kuartal kedua 2010, Grup telah menjual seluruh 49%
kepemilikan saham pada SMSPI dan sebagian
kepemilikan saham minoritasnya di Titan.
The Group sold its 49% interest in SMSPI and a portion of
its minority share interest in Titan in second quarter 2010.
7.
ASET TETAP
FIXED ASSETS
2010
1 Jan 10
Saldo awal/
Beginning
balance
Biaya perolehan
Pemilikan langsung
Tanah
Lapangan golf
Bangunan dan prasarana
Mesin dan peralatan
Perabot dan peralatan
kantor
Alat-alat pengangkutan
Penambahan/
Additions
Pengurangan/
Deductions
Selisih kurs
karena
penjabaran
laporan
keuangan/
Translation
adjustments
30 Sep 10
Saldo akhir/
Ending
balance
345,664
24,385
1,831,807
2,859,882
9,652
59,476
49,047
67
5,355
152,015
6
34
4,988
355,255
24,385
1,885,962
2,761,902
650,796
244,222
87,359
332
73,751
130,301
113
68
664,517
114,321
Historical cost
Direct ownership
Land
Golf course
Building and improvements
Machinery and equipment
Furniture, fixture and
office equipment
Transportation equipment
5,956,756
205,866
361,489
5,209
5,806,342
Total
Sewa pembiayaan
Alat-alat pengangkutan
240,907
13,848
25,250
-
229,505
Finance leases
Transportation equipment
Aset dalam penyelesaian
211,953
291,737
196,309
-
307,381
Construction in progress
(196,309)
(196,309)
-
-
Reclassifications
315,142
386,739
5,209
6,343,228
Total historical cost
Jumlah
Reklasifikasi
Jumlah biaya perolehan
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung
Lapangan golf
Bangunan dan prasarana
Mesin dan peralatan
Perabot dan peralatan
kantor
Alat-alat pengangkutan
Jumlah
6,409,616
Accumulated depreciation
Direct ownership
Golf course
Building and improvements
Machinery and equipment
Furniture, fixture and
office equipment
Transportation equipment
15,749
425,114
983,935
914
74,246
170,191
4,000
117,500
33
3,924
16,663
495,393
1,040,550
450,176
107,599
86,286
8,032
74,341
73,414
54
65
462,175
42,282
1,982,573
339,669
269,255
4,076
2,057,063
Total
116,849
44,021
21,726
-
139,144
Finance leases
Transportation equipment
Jumlah akumulasi
penyusutan
2,099,422
383,690
290,981
4,076
2,196,207
Total accumulated
depreciation
Nilai buku bersih
4,310,194
4,147,021
Net book value
Sewa pembiayaan
Alat-alat pengangkutan
Halaman 5/18
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
7.
7.
ASET TETAP (lanjutan)
FIXED ASSETS (continued)
2009
1 Jan 09
Saldo awal/
Beginning
balance
Biaya perolehan
Pemilikan langsung
Tanah
Lapangan golf
Bangunan dan prasarana
Mesin dan peralatan
Perabot dan peralatan
kantor
Alat-alat pengangkutan
Penambahan/
Additions
Selisih kurs
karena
penjabaran
laporan
keuangan/
Translation
adjustments
Pengurangan/
Deductions
30 Sep 09
Saldo akhir/
Ending
balance
328,832
24,385
1,719,993
2,786,487
21,037
112,312
104,893
1,000
9,030
26,559
(16)
(85)
(18,520)
348,853
24,385
1,823,190
2,846,301
544,790
206,843
68,757
-
6,077
33,501
(472)
(310)
606,998
173,032
Historical cost
Direct ownership
Land
Golf course
Building and improvements
Machinery and equipment
Furniture, fixture and
office equipment
Transportation equipment
5,611,330
306,999
76,167
(19,403)
5,822,759
Total
Sewa pembiayaan
Alat-alat pengangkutan
247,940
17,467
29,134
-
236,273
Finance leases
Transportation equipment
Aset dalam penyelesaian
196,001
283,893
306,457
-
173,437
Construction in progress
(306,457)
(306,457)
-
-
Reclassifications
301,902
105,301
6,232,469
Total historical cost
Jumlah
Reklasifikasi
Jumlah biaya perolehan
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung
Lapangan golf
Bangunan dan prasarana
Mesin dan peralatan
Perabot dan peralatan
kantor
Alat-alat pengangkutan
6,055,271
(19,403)
14,530
350,805
821,408
914
66,497
155,632
7,656
11,869
(73)
(12,289)
15,444
409,573
952,882
345,569
115,632
72,408
6,686
5,998
26,781
(593)
(281)
411,386
95,256
Accumulated depreciation
Direct ownership
Golf course
Building and improvements
Machinery and equipment
Furniture, fixture and
office equipment
Transportation equipment
1,647,944
302,137
52,304
(13,236)
1,884,541
Total
77,821
54,753
23,346
109,228
Finance leases
Transportation equipment
Jumlah akumulasi
penyusutan
1,725,765
356,890
75,650
1,993,769
Total accumulated
depreciation
Nilai buku bersih
4,329,506
4,238,700
Net book value
Jumlah
Sewa pembiayaan
Alat-alat pengangkutan
(13,236)
Pada tanggal 30 September 2010, persentase
penyelesaian rata-rata atas aset dalam penyelesaian
yang diakui dalam pelaporan keuangan adalah sekitar
81,1% (2009: 40,4%). Aset dalam penyelesaian yang
sebagian besar terdiri atas bangunan dan prasarana,
kapitalisasi biaya perangkat lunak dan mesin dan
peralatan diharapkan akan selesai pada tahun 2011.
As at September 30, 2010, the average percentage of
completion of the construction in progress recognised
for financial reporting was approximately 81.1%
(2009: 40.4%). Construction in progress which mainly
consists of building and improvements, capitalized
software cost and machinery and equipment is
expected to be completed in 2011.
Laba atas penjualan aset tetap yang diakui untuk
periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30
September 2010 dan 2009 ditentukan sebagai berikut:
Gain on sale of fixed assets for the period ended
September 30, 2010 and 2009 was determined as
follows:
2010
Hasil penjualan
Nilai buku bersih
2009
29,825
(17,170)
73,274
(19,255)
12,655
54,019
Halaman 5/19
Page
Proceeds of sale
Net book value
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
zx
7.
7.
ASET TETAP (lanjutan)
The depreciation charge for the period ended
September 30, 2010 and 2009 was allocated as
follows:
Penyusutan yang dibebankan untuk periode yang
berakhir pada tanggal 30 September 2010 dan 2009
dialokasikan sebagai berikut:
2010
Beban pokok penjualan
Beban penjualan
Beban umum dan administrasi
8.
FIXED ASSETS (continued)
2009
283,299
63,707
36,684
255,966
61,130
39,794
383,690
356,890
Cost of goods sold
Selling expenses
General and administrative expenses
Aset tetap dan persediaan Grup telah diasuransikan
terhadap berbagai risiko industri (industrial all risks),
termasuk risiko-risiko business interruption dan marine
cargo dengan keseluruhan nilai pertanggungan sampai
dengan US$1,5 miliar pada tanggal 30 September
2010 dan 2009 (Catatan 5).
Fixed assets and inventories of the Group are insured
against industrial all risks, including business
interruption and marine cargo risks, with an insured
limit of up to US$1.5 billion as at September 30, 2010
and 2009 (Note 5).
Aset tetap anak perusahaan tertentu juga
diasuransikan terhadap berbagai risiko industri, antara
lain risiko atas kerugian kebakaran dan pencurian,
berdasarkan paket polis tertentu dengan nilai
pertanggungan sebesar US$31,4 juta dan Rp1,39
miliar
pada
tanggal
30 September
2010
(2009: US$7,5 juta dan Rp42,0 miliar).
Fixed assets of certain subsidiaries are also covered
for industrial all risks insurance against, amongst
others, losses from fire and theft, based on certain
blanket policies which amounted to US$31.4 million
and Rp1.39 billion as at September 30, 2010
(2009: US$7.5 million and Rp42.0 billion).
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan
tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian
yang timbul dari risiko tersebut.
Management believes the sum insured is adequate to
cover possible losses from the risks mentioned above.
Perusahaan memiliki tanah dengan status Hak Guna
Bangunan (HGB) untuk jangka waktu antara 20 tahun
dan 30 tahun yang dapat diperpanjang pada saat
berakhirnya masa berlaku.
The Group has parcels of land with strata titles of
Building Utilization Rights (HGB) ranging from 20 years
to 30 years which are expected to be renewed at their
expiration dates.
8.
GOODWILL
2010
Biaya perolehan
GOODWILL
2009
379,952
379,952
Akumulasi amortisasi
Saldo pada awal periode
Amortisasi periode berjalan
(104,785)
(28,385)
(66,938)
(28,385)
Accumulated amortisation
At the beginning of the period
Current period amortisation
Saldo pada akhir periode
(133,170)
(95,323)
At the end of the period
246,782
284,629
Nilai buku bersih
Halaman 5/20
Page
Cost
Net book value
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
9.
9.
PINJAMAN JANGKA PENDEK
2010
Pihak ketiga
Cerukan
- Deutsche Bank AG
SHORT-TERM BORROWINGS
2009
Third parties
Overdraft
Deutsche Bank AG -
-
190,742
-
190,742
Pihak hubungan istimewa (Catatan 22)
Philip Morris Finance SA
-
639,160
Related party (Note 22)
Philip Morris Finance SA
Jumlah
-
829,902
Total
Pihak ketiga
Third parties
Tingkat bunga tahunan yang berlaku untuk Cerukan
dan Pinjaman bank jangka pendek:
The annual interest rates of the overdraft and shortterm bank loans:
2010
Cerukan
Pinjaman bank jangka pendek
6.30% - 7.50%
7.63%
2009
9.25% - 14.35%
7.63% - 13.85%
Overdraft
Short-term bank loan
Pihak ketiga
Third parties
Pada tanggal 30 September 2010, Grup memiliki
fasilitas-fasilitas pinjaman tanpa jaminan dari beberapa
bank dengan pagu pinjaman keseluruhan sebesar
Rp0,5 triliun dan US$160,0 juta (2009: Rp1,75 triliun
dan US$85,0 juta).
As at September 30, 2010, the Group had unsecured
credit facilities from several banks with maximum limits
of Rp0.5 trillion and US$160.0 million (2009: Rp1.75
trillion and US$85.0 million).
Pada tanggal 30 September 2010 tidak terdapat saldo
pinjaman dari fasilitas di atas.
On September 30, 2010, there was no outstanding
loan from the facility.
Pihak hubungan istimewa
Related party
Pada tanggal 1 September 2008 Perusahaan
memperoleh fasilitas dari Philip Morris Finance SA
sampai dengan 10% dari jumlah pendapatan
Perusahaan (berdasarkan laporan keuangan tahunan
terakhir yang sudah diaudit). Fasilitas pinjaman ini
akan jatuh tempo pada tanggal 1 September 2018.
On September 1, 2008, the Company obtained an
intercompany loan facility from Philip Morris Finance
SA of up to 10% of the total revenue of the Company
(based on the latest audited annual financial
statements). This facility will expire on September 1,
2018.
Pada tanggal 30 September 2009, jumlah saldo
pinjaman adalah sebesar US$66,0 juta (setara dengan
Rp639,2 miliar) yang jatuh tempo dan telah dibayar
pada beberapa tanggal di bulan Oktober 2009 dan
memiliki tingkat suku bunga 0,50875% dalam US$
(Catatan 22).
As at September 30, 2009, the outstanding
intercompany loan amounted to US$66.0 million
(equivalent to Rp639.2 billion) which matured and
were repaid on several dates in October 2009 and
bore annual interest rates of 0.50875% in US$ (Note
22).
Untuk mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar pinjaman
jangka pendek sebesar US$66,0 juta, Perusahaan
menandatangani kontrak foreign currency swap
dengan Citibank N.A dan Standard Chartered Bank
sebesar US$66,0 juta yang mencakup pokok pinjaman
dan bunga. Kontrak foreign currency swap berkisar
antara Rp 10.133 sampai dengan Rp 10.150 per US$1.
Kontrak ini jatuh tempo pada tanggal-tanggal yang
sama dengan penyelesaian pinjaman pada bulan
Oktober 2009.
To mitigate the risk of fluctuations in the exchange rate
from short-term loans of US$66.0 million, the
Company entered into foreign currency swap contracts
with Citibank N.A dan Standard Chartered Bank totaling
US$66.0 million which covered the underlying loan
principal and interest. The foreign curreny swap
contracts rates range from Rp 10,133 to Rp10,150 for
US$1. The contracts matured on the same dates as
the loan settlements in October 2009.
Halaman 5/21
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
9.
9.
PINJAMAN JANGKA PENDEK (lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2009, kontrak foreign
currency swap di atas menghasilkan posisi kewajiban
bersih sebesar Rp30,1 miliar (disajikan sebagai bagian
dari “Hutang lainnya – Pihak ketiga”).
SHORT-TERM BORROWINGS(continued)
As at September 30, 2009, the above foreign currency
swap contracts resulted in a net liability position
amounting to Rp30.1 billion (presented as part of
“Other payables – Third parties”).
10. TRADE PAYABLES
10. HUTANG USAHA
2010
2009
Pihak ketiga
Pihak hubungan istimewa (Catatan 22)
210,321
378,382
207,239
268,720
Third parties
Related parties (Note 22)
Jumlah
588,703
475,959
Total
Trade payables - third parties are mostly derived from
purchases of cloves, tobacco, sauces and wrapping
materials.
Hutang usaha - pihak ketiga terutama timbul dari
pembelian cengkeh, tembakau, saos dan bahan
pembungkus.
Analisis umur hutang usaha adalah sebagai berikut:
2010
The aging analysis of trade payables is as follows:
2009
Lancar
Jatuh tempo
1 - 30 hari
31 - 60 hari
61 - 90 hari
> 90 hari
583,544
469,815
3,592
1,252
292
23
5,522
348
104
170
Current
Overdue
1 - 30 days
31 - 60 days
61 - 90 days
> 90 days
Jumlah
588,703
475,959
Total
11. TAXATION
11. PERPAJAKAN
a.
a.
Hutang pajak
2010
Taxes payable
2009
Pajak Penghasilan Badan Pasal 29
Pajak Pertambahan Nilai
Lain-lain
140,398
412,615
196,458
199,461
395,300
212,205
Corporate Income Tax
Value Added Tax
Others
Jumlah
749,471
806,966
Total
Halaman 5/22
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
11. TAXATION (continued)
11. PERPAJAKAN (lanjutan)
b.
b. Beban/(manfaat) pajak penghasilan
Income tax expense/(benefit)
2010
2009
Perusahaan
Kini
Tangguhan
1,547,659
5,656
1,550,011
42,985
Jumlah
1,553,315
1,592,996
Total
92,518
20,176
163,048
2,417
The Subsidiaries
Current
Deferred
112,694
165,465
Total
Konsolidasi
Kini
Tangguhan
1,640,177
25,832
1,713,059
45,402
Consolidated
Current
Deferred
Jumlah
1,666,009
1,758,461
Total
Anak perusahaan
Kini
Tangguhan
Jumlah
The reconciliation between profit before income
tax, as shown in the consolidated statements of
income and the Company’s estimated taxable
income for the nine months ended September 30,
2010 and 2009 is as follows:
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak
penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasi
dengan penghasilan kena pajak Perusahaan untuk
sembilan bulan yang berakhir pada tanggaltanggal 30 September 2010 dan 2009 adalah
sebagai berikut:
Laba sebelum pajak penghasilan
menurut laporan laba rugi
konsolidasi
Dikurangi
Laba anak perusahaan
sebelum pajak penghasilan
Bagian rugi bersih
perusahaan asosiasi
Laba sebelum pajak penghasilan
Perusahaan
Beda temporer
Kewajiban imbalan pasca-kerja
Beban yang masih harus dibayar
dan kewajiban estimasian
Aset tetap
Amortisasi biaya tangguhan
2010
2009
6,284,662
5,447,995
(264,890)
The Company
Current
Deferred
(426,474)
Profit before income tax per
consolidated statements of income
Less
Profit of subsidiaries
before income tax
586
140
6,020,358
5,021,661
Shares of results of associates
Profit before income tax
attributable to the Company
77,960
12,297
Temporary differences
Post-employment benefit obligations
35,783
(124,389)
(11,977)
(19,873)
(148,055)
929
Accrued expenses and provisions
Fixed assets
Amortisation of deferred charges
Halaman 5/23
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
11. TAXATION (continued)
11. PERPAJAKAN (lanjutan)
b.
Beban/(manfaat) pajak penghasilan (lanjutan)
2010
Beda permanen
Beban yang tidak dapat
dikurangkan
Penghasilan yang telah dikenakan
pajak penghasilan final
- Bunga
- Sewa
Penghasilan kena pajak
Perusahaan
b.
Income tax expense/(benefit) (continued)
2009
Permanent differences
243,141
705,443
(49,129)
(1,109)
(29,925)
(6,725)
6,190,638
5,535,752
Non-deductible expenses
Income already subject to final tax
Interest Rent Taxable income of the Company
The computations of income tax - current , income
tax payable and claims for tax refunds are as
follows:
Perhitungan pajak penghasilan tahun berjalan,
hutang pajak penghasilan dan tagihan pajak
penghasilan adalah sebagai berikut:
2010
2009
Beban pajak penghasilan - kini
- Perusahaan
- Anak perusahaan
1,547,659
92,518
1,550,011
163,048
Income tax expense - current
The Company Subsidiaries -
Jumlah
1,640,177
1,713,059
Total
Dikurangi pembayaran
pajak penghasilan
- Perusahaan
- Anak perusahaan
1,418,325
81,454
1,389,170
124,428
Less payments of income taxes
The Company Subsidiaries -
Jumlah
1,499,779
1,513,598
Total
Hutang pajak penghasilan badan
- Perusahaan
- Anak perusahaan
129,334
11,064
160,841
38,620
Corporate income tax payables
The Company Subsidiaries -
Jumlah
140,398
199,461
Total
Halaman 5/24
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
11. TAXATION (continued)
11. PERPAJAKAN (lanjutan)
b.
Beban/(manfaat) pajak penghasilan (lanjutan)
b.
Income tax expense/(benefit) (continued)
The reconciliations between the income tax
expense by applying the applicable tax rate to
profit before income tax and the income tax
expense as shown in the consolidated statements
of income are as follows:
Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan yang
dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang
berlaku dari laba sebelum pajak penghasilan
dengan beban pajak penghasilan seperti yang
tercantum dalam laporan laba rugi konsolidasi
adalah sebagai berikut:
2010
2009
Laba sebelum pajak penghasilan
Perusahaan
6,020,358
5,021,661
Profit before income tax
attributable to the Company
Pajak dihitung dengan
tarif pajak yang berlaku
1,505,089
1,405,734
Tax calculated at
applicable tax rate
Efek pajak yang berasal dari
perbedaan permanen:
Beban yang tidak dapat
dikurangkan
Penghasilan yang telah dikenakan
pajak penghasilan final
- Bunga
- Sewa
Tax effect of permanent differences:
60,785
(12,282)
(277)
197,524
(8,379)
(1,883)
Non-deductible expenses
Income already subjected to final tax
Interest Rent -
Pajak penghasilan
- Perusahaan
- Anak perusahaan
1,553,315
112,694
1,592,996
165,465
Income tax
The Company Subsidiaries -
Beban pajak penghasilan menurut
laporan laba rugi konsolidasi
1,666,009
1,758,461
Income tax expense per
consolidated statements of income
Rincian beban/manfaat pajak penghasilan tangguhan adalah sebagai berikut:
2010
Perusahaan
- Beban yang masih harus dibayar
dan kewajiban estimasian
- Kewajiban imbalan pasca-kerja
- Amortisasi biaya tangguhan
- Aset tetap
The details of income tax expense/(benefit) deferred are as follows:
2009
The Company
(8,945)
(19,490)
2,994
31,097
3,604
(2,705)
2,212
39,874
Anak perusahaan
5,656
20,176
42,985
2,417
Subsidiaries
Jumlah
25,832
45,402
Total
Halaman 5/25
Page
Accrued expenses and provisions
Post-employment benefit obligations
Amortisation of deferred charges
Fixed assets
-
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
11. TAXATION (continued)
11. PERPAJAKAN (lanjutan)
c.
c.
Pajak penghasilan tangguhan
Deferred income tax
The deferred tax assets and liabilities as at
September 30, 2010 and 2009 are as follows:
Aset dan kewajiban pajak tangguhan pada tanggal
30 September 2010 dan 2009 adalah sebagai
berikut:
2010
Perusahaan
Aset/(kewajiban) pajak
tangguhan - bersih
- Beban yang masih harus dibayar
dan kewajiban estimasian
- Kewajiban imbalan pasca-kerja
- Beban tangguhan
- Aset tetap
Jumlah
Anak perusahaan
Aset pajak tangguhan - bersih
d.
2009
The Company
Deferred tax assets/(liabilities) - net
131,752
98,601
(14,960)
(187,229)
102,020
58,419
(13,454)
(142,850)
Accrued expenses and provisions
Post-employment benefit obligations
Deferred charges
Fixed assets
-
28,164
4,135
Total
963
22,282
Subsidiaries
Deferred tax assets - net
Kewajiban pajak tangguhan bersih
(10,894)
(24,891)
Konsolidasi
Aset pajak tangguhan - bersih
29,127
26,417
Kewajiban pajak tangguhan bersih
(10,894)
(24,891)
d.
Peraturan baru
Deferred tax liabilities - net
Consolidated
Deferred tax assets - net
Deferred tax liabilities - net
New regulation
In September 2008, the Indonesian government
issued an amendment to the income tax law which
became effective commencing January 1, 2009.
With this law, the corporate income tax rate was
reduced to a fixed rate of 28% for the fiscal year
2009 and 25% for the fiscal year 2010 onwards.
Di bulan September 2008, pemerintah Indonesia
menerbitkan perubahan atas undang-undang
pajak penghasilan yang berlaku efektif sejak 1
Januari 2009. Dengan berlakunya undang-undang
baru ini, tarif pajak penghasilan badan berkurang
menjadi tarif tetap sebesar 28% di tahun fiskal
2009 dan 25% di tahun fiskal 2010 dan
seterusnya.
12. EXCISE TAX PAYABLE
12. HUTANG CUKAI
Hutang cukai merupakan hutang yang timbul dari
pembelian pita cukai.
Halaman 5/26
Excise tax payable represents payables from the
purchase of excise stamps.
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
13. ACCRUED EXPENSES AND PROVISIONS
13. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR DAN
KEWAJIBAN ESTIMASIAN
2010
2009
Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan
Iklan dan promosi
Sumbangan kepada Yayasan Putera
Sampoerna
Distribusi
Honorarium tenaga ahli
Lain-lain
258,379
188,564
208,185
195,513
24,125
19,353
13,776
199,484
25,875
4,839
17,603
268,946
Salaries, wages and employee benefits
Advertising and promotion
Donation to Putera Sampoerna
Foundation
Distribution
Professional fees
Others
Jumlah
703,681
720,961
Total
14. LONG-TERM DEBT
14. PINJAMAN JANGKA PANJANG
2010
Hutang obligasi
2009
-
1,000,000
Bonds payable
Hutang sewa pembiayaan
100,050
137,969
Obligations under finance leases
Jumlah
100,050
1,137,969
Total
49,944
1,000,000
58,465
Less current maturities
Bonds payable Obligations under finance leases -
49,944
1,058,465
50,106
79,504
Dikurangi bagian yang akan jatuh
tempo dalam waktu satu tahun
- Hutang obligasi
- Hutang sewa pembiayaan
Bagian jangka panjang
Long-term portion
Hutang obligasi
Bonds payable
Pada bulan Oktober 2004, Perusahaan menerbitkan
obligasi tanpa jaminan dengan nilai nominal Rp1,0
triliun (Obligasi III) yang jatuh tempo pada tanggal
26 Oktober 2009, dengan tingkat bunga tetap sebesar
10,75% per tahun yang dibayarkan setiap tiga bulan.
Obligasi III telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia
pada tanggal 26 Oktober 2004.
In October 2004, the Company issued unsecured
bonds with a nominal value of Rp1.0 trillion (Bond III)
which matured on October 26, 2009, bearing a fixed
interest rate at 10.75% a year, payable quarterly. Bond
III was listed on the Indonesia Stock Exchange on
October 26, 2004.
Perusahaan telah melunasi hutang obligasi di atas
pada tanggal 26 Oktober 2009.
The Company settled the bonds above on October 26,
2009.
Hutang sewa pembiayaan
Obligations under finance leases
Grup mengadakan perjanjian sewa pembiayaan
dengan PT Serasi Auto Raya, PT CSM Corporatama
dan PT Adira Sarana Armada untuk pembelian alat
transportasi dengan jangka waktu antara tiga sampai
dengan lima tahun yang akan berakhir pada beberapa
tanggal.
The Group has lease commitments with PT Serasi Auto
Raya, PT CSM Corporatama and PT Adira Sarana
Armada covering transportation equipment under
finance leases with lease terms ranging from three to
five years and expiring on various dates.
Halaman 5/27
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
14. LONG-TERM DEBT (continued)
14. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan)
As at September 30, 2010 and 2009, the future
minimum rental payments required under the lease
agreements are as follows:
Pada tanggal 30 September 2010 dan 2009,
pembayaran sewa minimum di masa yang akan datang
berdasarkan perjanjian-perjanjian tersebut adalah
sebagai berikut:
2010
Dalam 1 tahun
Lebih dari 1 tahun
2009
53,050
61,380
52,975
106,703
Within 1 year
More than 1 year
114,430
159,678
Total
Jumlah
Dikurangi beban bunga yang
belum jatuh tempo
Nilai kini atas pembayaran
sewa minimum
(14,380)
(21,709)
100,050
137,969
Dikurangi bagian yang akan jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
(49,944)
(58,465)
50,106
79,504
Bagian jangka panjang
Hutang sewa pembiayaan dijamin dengan aset tetap
terkait.
Less amount applicable to interest
Present value of minimum
rental payments
Less current portion
Long-term portion
Obligations under finance leases are secured by the
respective fixed assets.
15. SHARE CAPITAL
15. MODAL SAHAM
Saham Perusahaan bernilai nominal Rp100,0 (Rupiah
penuh) per saham. Rincian kepemilikan saham
Perusahaan pada tanggal-tanggal 30 September 2010
dan 2009 adalah sebagai berikut:
The Company’s shares have a par value of Rp100.0
(full Rupiah) per share. The share ownership details of
the Company as at September 30, 2010 and 2009 are
as follows:
2010
Pemegang saham/
Shareholders
Jumlah saham
ditempatkan dan
disetor penuh/
Number of shares
issued and fully paid
Persentase
pemilikan/
Percentage of
ownership
Jumlah/
Amount
PT Philip Morris Indonesia
Masyarakat/Public
4,303,168,205
79,831,795
98.18
1.82
430,317
7,983
Modal saham yang beredar/
Outstanding share capital
4,383,000,000
100.00
438,300
Halaman 5/28
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
16. SEGMENT INFORMATION
16. INFORMASI SEGMEN USAHA
Grup mengklasifikasikan usahanya ke dalam segmen
usaha primer dan sekunder.
The Group classifies its operations into primary and
secondary business segments.
Informasi Segmen Usaha (Primer)
Business Segment Information (Primary)
2010
Industri dan
perdagangan
rokok/
Manufacturing
and distribution
of cigarettes
Percetakan,
pengemasan dan
pengangkutan/
Printing,
packaging and
transportation
Lain-lain/
Others
Eliminasi/
Elimination
Konsolidasi/
Consolidated
Informasi Segmen
Usaha (Primer)
Penjualan bersih segmen
Eksternal
Antar segmen
31,267,184
78,160
50,305
164,777
17,576
10,959
(253,896)
31,335,065
-
Business Segment
Information (Primary)
Segment net sales
External
Inter-segment
Jumlah penjualan bersih
segmen
31,345,344
215,082
28,535
(253,896)
31,335,065
Total segment net sales
Beban pokok penjualan
Eksternal
Antar segmen
21,971,866
266,394
187,642
-
10,191
8,882
(275,276)
22,169,699
-
Cost of goods sold
External
Inter-segment
Jumlah beban pokok
penjualan
22,238,260
187,642
19,073
(275,276)
22,169,699
Total segment cost of
goods sold
6,253,687
20,128
(6,026)
25,883
6,293,672
Operating income/(loss)
Laba/(rugi) operasi
Bagian rugi bersih
perusahaan asosiasi
Aset segmen
Penyertaan saham
Aset yang tidak dapat
dialokasikan
(586)
16,778,444
9,702
-
-
291,289
6,669
287,139
-
(586)
(131,398)
-
Jumlah aset konsolidasi
Kewajiban segmen
Kewajiban yang tidak dapat
dialokasikan
4,573,591
7,370
61,316
(72,763)
Jumlah kewajiban
konsolidasi
17,225,474
16,371
Share of results of
associates
Segment assets
Investments in shares
222,899
Unallocated assets
17,464,744
Total consolidated assets
4,569,514
Segment liabilities
4,488,512
Unallocated liabilities
9,058,026
Total consolidated
liabilities
Pengeluaran modal
307,455
-
9,743
-
317,198
Capital expenditure
Penyusutan dan amortisasi
399,733
12,529
3,385
-
415,647
Depreciation and
amortisation
Informasi Segmen Geografis (Sekunder)
Geographical Segment Information (Secondary)
Penjualan bersih, beban pokok penjualan, aset dan
pengeluaran modal Grup dari usaha di dalam negeri,
pada tahun 2010, masing-masing mencerminkan
98,7%, 98,7%, 96,8% dan 100% dari jumlah penjualan
bersih, beban pokok penjualan, aset dan pengeluaran
konsolidasi.
The Group’s net sales, cost of goods sold, assets and
capital expenditure in Indonesia in 2010, represents
98.7%, 98.7%, 96.8% and 100.0% from the respective
total consolidated net sales, cost of goods sold, assets
and capital expenditure.
Halaman 5/29
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
16. SEGMENT INFORMATION (continued)
16. INFORMASI SEGMEN USAHA (lanjutan)
2009
Industri dan
perdagangan
rokok/
Manufacturing
and
distribution of
cigarettes
Percetakan,
pengemasan
dan
pengangkutan/
Printing,
packaging and
transportation
Lain-lain/
Others
Eliminasi/
Elimination
Konsolidasi/
Consolidated
Informasi Segmen
Usaha (Primer)
Penjualan bersih segmen
Eksternal
Antar segmen
28,230,996
-
114,267
739,281
25,181
21,549
(760,830)
28,370,444
-
Business Segment
Information (Primary)
Segment net sales
External
Inter-segment
Jumlah penjualan bersih
segmen
28,230,996
853,548
46,730
(760,830)
28,370,444
Total segment net sales
Beban pokok penjualan
Eksternal
Antar segmen
19,452,496
696,605
621,651
2
17,289
15,327
(711,934)
20,091,436
-
Cost of goods sold
External
Inter-segment
Jumlah beban pokok
penjualan
20,149,101
621,653
32,616
(711,934)
20,091,436
Total segment cost of
goods sold
5,301,776
179,961
(8,200)
36,349
5,509,886
Operating income/(loss)
Laba/(rugi) operasi
Bagian rugi bersih
perusahaan asosiasi
Aset segmen
Penyertaan saham
Aset yang tidak dapat
dialokasikan
(37)
15,819,844
10,233
(103)
876,619
10,330
372,912
-
(239,092)
-
Jumlah aset konsolidasi
Kewajiban segmen
Kewajiban yang tidak dapat
dialokasikan
4,283,280
80,826
80,508
(117,193)
Jumlah kewajiban
konsolidasi
Pengeluaran modal
442,874
4,894
750
Penyusutan dan amortisasi
363,580
39,811
3,483
(1,283)
-
(140)
16,830,283
20,563
Share of results of
associates
Segment assets
Investments in shares
174,512
Unallocated assets
17,025,358
Total consolidated assets
4,327,421
Segment liabilities
3,626,559
Unallocated liabilities
7,953,980
Total consolidated
liabilities
447,235
Capital expenditure
406,874
Depreciation and
amortisation
Informasi Segmen Geografis (Sekunder)
Geographical Segment Information (Secondary)
Penjualan bersih, beban pokok penjualan, aset dan
pengeluaran modal Grup dari usaha di dalam negeri,
pada tahun 2009, masing-masing mencerminkan
98,5%, 98,5%, 96,7% dan 99,9% dari jumlah penjualan
bersih, beban pokok penjualan, aset dan pengeluaran
konsolidasi.
The Group’s net sales, cost of goods sold, assets and
capital expenditure in Indonesia in 2009, represents
98.5%, 98.5%, 96.7% and 99.9% from the respective
total consolidated net sales, cost of goods sold, assets
and capital expenditure.
Halaman 5/30
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
17. COST OF GOODS SOLD
17. BEBAN POKOK PENJUALAN
2010
2009
Biaya bahan baku
Biaya tenaga kerja dan pabrikasi
3,572,205
2,162,980
3,361,105
2,212,009
Raw material cost
Labor and overhead cost
Jumlah beban produksi
5,735,185
5,573,114
Total production costs
Pita cukai
Persediaan barang jadi dan
barang dagangan awal periode
Pembelian barang dagangan
Persediaan barang jadi dan
barang dagangan akhir periode
12,278,877
10,856,117
2,035,117
4,374,760
1,631,133
3,800,764
(2,264,431)
(1,785,097)
Excise tax
Beginning balance of finished goods and
merchandise inventory
Purchase of merchandise inventory
Ending balance of finished goods and
merchandise inventory
Beban pokok penjualan rokok
Beban pokok penjualan lainnya
22,159,508
10,191
20,076,031
15,405
Cost of goods sold for cigarettes
Cost of other sales
Jumlah
22,169,699
20,091,436
Total
Tidak ada pembelian dari pihak tertentu dengan nilai
transaksi lebih dari 10% penjualan bersih konsolidasi
selain dengan PT Philip Morris Indonesia (Catatan 22).
There were no purchases from any party exceeding
10% of the consolidated net sales other than purchases
from PT Philip Morris Indonesia (Note 22).
18. OPERATING EXPENSES
18. BEBAN USAHA
2010
Penjualan
Iklan dan promosi
Gaji, upah dan kesejahteraan
karyawan (Catatan 20)
Jasa manajemen (Catatan 22)
Pengangkutan dan distribusi
Sewa
Penyusutan
Perbaikan dan pemeliharaan
Perjalanan dinas
Lain-lain (masing-masing di bawah
Rp30 miliar)
Jumlah
2009
192,591
168,555
Selling
Advertising and promotion
Salaries, wages and employee
benefits (Note 20)
Management services (Note 22)
Transportation and distribution
Rent
Depreciation
Repair and maintenance
Travelling expense
Others (less than
Rp30 billion each)
2,308,166
2,195,939
Total
838,639
801,122
571,144
318,111
161,809
85,032
63,707
43,358
33,775
539,240
303,555
184,928
63,454
61,130
39,241
34,714
Umum dan administrasi
Gaji, upah, dan kesejahteraan
karyawan (Catatan 20)
Honorarium tenaga ahli
Penyusutan
Lain-lain (masing-masing di bawah
Rp30 miliar) (Catatan 22)
295,814
37,074
36,684
292,491
38,196
39,794
193,956
202,702
General and administrative
Salaries, wages, and employee
benefits (Note 20)
Professional fees
Depreciation
Others (less than
Rp30 billion each) (Note 22)
Jumlah
563,528
573,183
Total
2,871,694
2,769,122
Total operating expenses
Jumlah beban usaha
Halaman 5/31
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
19. FINANCING COSTS
19. BEBAN PEMBIAYAAN
2010
Beban bunga
Pinjaman bank
Hutang sewa pembiayaan
Pinjaman jangka pendek pihak hubungan istimewa
(Catatan 22)
Hutang obligasi
2009
Interest expense
Bank borrowings
Obligations under finance leases
12,297
10,254
22,889
14,398
305
920
-
80,625
Jumlah
Biaya lindung nilai
Lain-lain
22,856
4,212
721
118,832
12,587
2,418
Total
Hedging costs
Others
Jumlah beban pembiayaan
27,789
133,837
Total financing costs
Short-term borrowings - related party
(Note 22)
Bonds payable
20. POST-EMPLOYMENT BENEFIT OBLIGATIONS
20. KEWAJIBAN IMBALAN PASCA-KERJA
Program pensiun
Pension plan
Pada
tanggal
1
April
2008,
Perusahaan
menyelenggarakan program pensiun iuran pasti yang
dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan AIG
(DPLK AIG). Berdasarkan program pensiun iuran pasti,
imbalan yang akan diterima ditentukan dari besarnya
kontribusi yang dibayarkan oleh pemberi kerja dan
karyawannya ditambah dengan hasil investasi atas
dana tersebut. Kontribusi dari karyawan adalah bersifat
sukarela. Bagian Perusahaan dan anak perusahan
tertentu di dalam negeri atas program pensiun iuran
pasti adalah sebesar 8,50% dari gaji karyawan atau
Rp44,4 miliar untuk periode yang berakhir pada
tanggal 30 September 2010 (2009: Rp40,9 miliar).
On April 1, 2008, the Company established a defined
contribution pension plan managed by Dana Pensiun
Lembaga Keuangan AIG (DPLK AIG). Under the
defined contribution pension plan, the benefit received
by the employee will be determined based on the
contribution paid by the employer and the employee
and the return on investment of the fund. Contributions
from employees are voluntary. The Company and
certain of its domestic subsidiaries’ contribution to the
defined contribution pension plan is 8.50% of the
employee’s basic salary or Rp44.4 billion for the period
ended September 30, 2010 (2009: Rp40.9 billion).
Imbalan pasca-kerja yang tidak dicakup oleh
program pensiun
Post-employment benefits not covered by a
pension
plan
Imbalan pasca-kerja yang tidak dicakup oleh program
pensiun meliputi bagian imbalan berdasarkan UndangUndang Ketenagakerjaan atas karyawan-karyawan
yang tidak ikut serta dalam program pensiun iuran pasti
yang disebut di atas dan bagian imbalan berdasarkan
Undang-Undang Ketenagakerjaan atas karyawankaryawan yang ikut dalam keanggotaan program
pensiun iuran pasti yang melebihi nilai imbalan mereka
sebagai anggota dari program.
Post-employment benefits not covered by a pension
plan include the benefit entitlements under Labor Law
of those employees who are not members of the
defined contribution pension plan referred to above and
that portion of benefit entitlements under the Labor Law
attributable to employees who are members of the
defined contribution pension plan which are in excess
of their benefits as members of the plan.
Perhitungan atas imbalan pasca-kerja yang tidak
dicakup oleh program pensiun didasarkan pada
penilaian aktuarial yang dilakukan oleh PT Watson
Wyatt Purbajaga, aktuaris independen berdasarkan
metode the “Projected Unit Credit” dengan
menggunakan asumsi sebagai berikut:
Estimated post-employment benefits not covered by a
pension plan have been determined based on the
annual actuarial valuation undertaken by PT Watson
Wyatt Purbajaga, an independent actuary using the
“Projected Unit Credit” method with the following
assumptions:
Halaman 5/32
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
20. POST-EMPLOYMENT
(continued)
20. KEWAJIBAN IMBALAN PASCA-KERJA (lanjutan)
Imbalan pasca-kerja yang tidak dicakup oleh
program pensiun (lanjutan)
Tingkat diskonto tahunan
Tingkat kenaikan gaji tahunan
Usia pensiun normal
Usia pensiun dini
Tabel tingkat kematian
2009
10.75%
8.0%
55 tahun/years
45 tahun/years
TMI’99 Indonesian
Mortality Table 1999
12.5%
10.0%;15.0% (2009)
55 tahun/years
45 tahun/years
TMI’99 Indonesian
Mortality Table 1999
2010
OBLIGATIONS
Post-employment benefits not covered by a pension
plan (continued)
2010
Rincian beban imbalan pasca-kerja yang tidak dicakup
oleh program pensiun adalah sebagai berikut:
BENEFIT
Annual discount rate
Annual salary increase
Retirement age
Early retirement age
Mortality table
The details of the post-employment benefit expenses
not covered by the pension plan were as follows:
2009
Biaya jasa kini
Beban bunga
Biaya jasa lalu
Kerugian bersih aktuarial yang diakui
pada periode berjalan
26,890
38,530
8,495
19,964
30,385
2,250
521
2,511
Current service cost
Interest cost
Past service cost
Net actuarial losses recognised
during the period
Jumlah beban
74,436
55,110
Total expense
Mutasi kewajiban imbalan pasca-kerja adalah sebagai
berikut:
2010
The movements in post-employment
obligations were as follows:
2009
Saldo awal periode
Beban imbalan pasca-kerja periode
berjalan
Pembayaran imbalan kepada karyawan
363,398
243,961
74,436
(37,679)
55,110
(40,641)
Saldo akhir periode
400,155
258,430
Halaman 5/33
benefit
Page
Balance at the beginning of the period
Post-employment benefit expense
Payments to employees
Balance at the end of the period
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
21. DIVIDENDS
21. DIVIDEN
2010
2010
Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang
Saham Tahunan tanggal 18 Juni 2010 (RUPS 2010),
para pemegang saham Perusahaan telah menyetujui
pembayaran dividen kas sebesar Rp6,68 triliun atau
Rp1.525 (Rupiah penuh) per saham yang berasal dari
Rp5,1 triliun laba bersih tahun buku 2009 dan Rp1,6
triliun dari laba ditahan sampai dengan tahun buku
2008 dimana:
Based on a resolution of the Annual Shareholders’
General Meeting on June 18, 2010 (AGMS 2010), the
Company’s shareholders approved a cash dividend of
Rp6.68 trillion or Rp1,525 (full Rupiah) per share from
Rp5.1 trillion of the net income of 2009 Financial Year
and Rp1.6 trillion from the 2008 retained earning in
which:
- Rp2,69 triliun atau Rp615,0 (Rupiah penuh) per
saham telah dibayar pada tanggal 29 September
2010;
- Rp3,99 triliun atau Rp910,0 (Rupiah penuh) akan
dibagikan dalam satu tahap atau lebih dimana
besaran, jadwal dan tata cara distribusinya
dikuasakan kepada Direksi Perusahaan.
- Rp2.69 trillion or Rp615.0 (full Rupiah) per share
paid on September 29, 2010;
- Rp3.99 trillion or Rp910.0 (full Rupiah) per share will
be distributed in one or more phases, in which the
amount, schedule and procedure of the distribution is
delegated to the Directors of the Company.
2009
2009
Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang
Saham Tahunan tanggal 27 Mei 2009, para pemegang
saham Perusahaan telah menyetujui pembayaran
dividen kas sebesar Rp2,63 triliun atau Rp600,0
(Rupiah penuh) per saham yang berasal dari laba
bersih tahun buku 2008, yang telah dibagikan sebagai
berikut:
Based on a resolution of the Annual Shareholders’
General Meeting on May 27, 2009, the Company’s
shareholders approved a cash dividend of Rp2.63
trillion or Rp600.0 (full Rupiah) per share from the 2008
net income, which distributed as follows:
- Rp1,49 triliun atau Rp340,0 (Rupiah penuh) per
saham telah dibayar pada tanggal 6 Juli 2009;
- Rp0,48 triliun atau Rp110,0 (Rupiah penuh) per
saham telah dibayar pada tanggal 22 Desember
2009;
- Rp0,66 triliun atau Rp150,0 (Rupiah penuh) telah
dibayar pada tanggal 25 Pebruari 2010.
- Rp1.49 trillion or Rp340.0 (full Rupiah) per share
paid on July 6, 2009;
- Rp0.48 trillion or Rp110.0 (full Rupiah) per share
paid on December 22, 2009;
- Rp0.66 trillion or Rp150.0 (full Rupiah) per share
paid on February 25, 2010.
Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang
Saham Tahunan tanggal 27 Mei 2008, para pemegang
saham Perusahaan telah menyetujui pembayaran
dividen kas sebesar Rp1,71 triliun atau Rp390,0
(Rupiah penuh) per saham yang berasal dari laba
bersih tahun buku 2007 dimana sebesar Rp1,23 triliun
atau Rp280,0 (Rupiah penuh) per saham dibayar pada
tanggal 29 Oktober 2008 dan Rp0,48 triliun atau
Rp110,0 (Rupiah penuh) per saham dibayar pada
tanggal 25 Maret 2009.
Based on a resolution of the Annual Shareholders’
General Meeting on May 27, 2008, the Company’s
shareholders approved a cash dividend of Rp1.71
trillion or Rp390.0 (full Rupiah) per share from the 2007
net income in which Rp1.23 trillion or Rp280.0 (full
Rupiah) per share was paid on October 29, 2008 and
Rp0.48 trillion or Rp110.0 (full Rupiah) per share was
paid on March 25, 2009.
Halaman 5/34
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
22. INFORMASI
ISTIMEWA
MENGENAI
PIHAK
HUBUNGAN
22. RELATED PARTY INFORMATION
Dalam kegiatan usaha normal, Grup melakukan
transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai
hubungan istimewa dengan metode perhitungan harga
cost plus.
The Group, in its regular conduct of business, has
engaged in transactions with related parties which
have been priced using a cost plus method.
Sifat transaksi material dan hubungan istimewa
Nature of material transactions and relationship
with related parties
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa/
Related parties
Sifat hubungan dengan pihak
yang mempunyai hubungan
istimewa/
Relationship with the related
parties
Transaksi yang signifikan/
Significant transactions
PT Philip Morris Indonesia
Pemegang saham pengendali/
Controlling shareholder
- Penjualan bahan kemasan rokok/Sales of
cigarette packaging materials
- Penjualan mesin dan suku cadang/Sales of
machinery and spare parts
- Pembelian rokok/Purchase of cigarettes
- Pembelian tembakau/Purchase of tobacco
- Pembelian mesin/Purchase of machinery
- Pendapatan jasa manajemen/Management
services income
- Pendapatan jasa kepegawaian/Personnel
services income
- Biaya
jasa
kepegawaian/Personnel
services charges
- Pembiayaan/Financing
Philip Morris Product SA
Pemegang saham utama yang sama/
The same ultimate shareholder
-
Philip
Morris
International
Management SA
Pemegang saham utama yang sama/
The same ultimate shareholder
- Biaya jasa teknis/Technical services
charges
- Biaya jasa manajemen/Management
service charges
- Pendapatan jasa dan lainnya/Service
income and others
Philip Morris
Services SA
Pemegang saham utama yang sama/
The same ultimate shareholder
- Pendapatan jasa kepegawaian/Personnel
services income
- Biaya
jasa
kepegawaian/Personnel
services charges
(Malaysia)
Pemegang saham utama yang sama/
The same ultimate shareholder
- Biaya jasa manajemen/Management
services charges
Philip Morris International IT
Service Center SARL
Pemegang saham utama yang sama/
The same ultimate shareholder
- Biaya jasa
charges
Management
Godfrey Phillips
Sdn. Bhd.
Halaman 5/35
Page
Penjualan rokok/Sales of cigarettes
Pendapatan royalti/Royalty income
Biaya royalti/Royalty charges
Pendapatan
jasa
teknis
untuk
pengembangan produk/Technical services
income for product development
teknis/Technical services
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
22. INFORMASI MENGENAI
ISTIMEWA (lanjutan)
PIHAK
HUBUNGAN
22. RELATED PARTY INFORMATION (continued)
Sifat transaksi material dan hubungan istimewa
(lanjutan)
Nature of material transactions and relationship
with related parties (continued)
Sifat hubungan dengan pihak
yang mempunyai hubungan
istimewa/
Relationship with the related
parties
Transaksi yang signifikan/
Significant transactions
Philip
Morris
Information
Services Limited
Pemegang saham utama yang sama/
The same ultimate shareholder
- Biaya jasa teknis/Technical services
charges
Philip Morris International
Management SA (Tolling)
Pemegang saham utama yang sama/
The same ultimate shareholder
- Penjualan rokok/Sales of cigarettes
- Pembelian
tembakau/Purchase
of
tobacco
- Penjualan tembakau/Sales of tobacco
- Pendapatan
jasa
teknis/Technical
services income
Philip Morris (Malaysia) Sdn.
Bhd.
Pemegang saham utama yang sama/
The same ultimate shareholder
- Penjualan rokok/Sales of cigarette
- Penjualan mesin dan suku cadang/Sales
of machinery and spare parts
- Pembelian
tembakau,
saos
dan
flavor/Purchase of tobacco, sauce and
flavor
- Biaya jasa manajemen/Management
service charges
- Biaya jasa teknis/Technical service
charges
- Pembiayaan/Financing
Philip Morris Finance SA
Pemegang saham utama yang sama/
The same ultimate shareholder
- Pembiayaan/Financing
Philip Morris Ukraine
Pemegang saham utama yang sama/
The same ultimate shareholder
- Pembelian
mesin
cadang/Purchase of
spareparts
Philip Morris Global Services
Inc
Pemegang saham utama yang sama/
The same ultimate shareholder
- Biaya jasa manajemen/Management
service charges
Philip Morris Korea Inc.
Pemegang saham utama yang sama/
The same ultimate shareholder
- Penjualan tembakau/Sales of tobacco
Godfrey Philips (India) Ltd.
Pemegang saham utama yang sama/
The same ultimate shareholder
- Pembelian
tobacco
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa/
Related parties
Halaman 5/36
Page
dan
suku
machinery and
tembakau/Purchase
of
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
22. INFORMASI MENGENAI
ISTIMEWA (lanjutan)
PIHAK
22. RELATED PARTY INFORMATION (continued)
HUBUNGAN
Transaksi hubungan istimewa yang material
Significant transactions with related parties
Rincian transaksi dengan pihak-pihak hubungan
istimewa sebagai berikut:
The details of transactions with related parties are as
follows:
2010
2009
Transaksi usaha
Penjualan
PT Philip Morris Indonesia
Philip Morris International Management
SA (Tolling)
Philip Morris Product SA
Philip Morris Korea Inc
Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd.
Lain-lain (di bawah Rp1,0 miliar)
Persentase terhadap penjualan
bersih konsolidasi
Pembelian
PT Philip Morris Indonesia
Philip Morris International Management
SA (Tolling)
Godfrey Philips India, Ltd.
Philip Morris Product SA
Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd.
Lain-lain (di bawah Rp1,0 miliar)
Persentase terhadap penjualan
bersih konsolidasi
Trade transactions
62,587
67,530
31,652
13,487
3,298
1,946
879
39,084
11,685
3,057
525
113,849
121,881
0.36%
0.43%
4,236,141
3,844,721
31,815
18,145
11,318
437
77
280,738
1,285
441
4,297,933
4,127,185
13.72%
14.55%
Transaksi lainnya
Penjualan lainnya
Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd.
PT Philip Morris Indonesia
Lain-lain (di bawah Rp1,0 miliar)
Sales
PT Philip Morris Indonesia
Philip Morris International Management
SA (Tolling)
Philip Morris Product SA
Philip Morris Korea Inc
Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd.
Others (below Rp1.0 billion)
As a percentage of
the consolidated net sales
Purchases
PT Philip Morris Indonesia
Philip Morris International Management
SA (Tolling)
Godfrey Philips India, Ltd.
Philip Morris Product SA
Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd.
Others (below Rp1.0 billion)
As a percentage of
the consolidated net sales
Other transactions
73
-
4,874
1,983
317
Other sales
Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd.
PT Philip Morris Indonesia
Others (below Rp1.0 billion)
73
7,174
Persentase terhadap penjualan
bersih konsolidasi
0.00%
0.03%
As a percentage of
the consolidated net sales
Pembelian lainnya
Philip Morris Ukraine
PT Philip Morris Indonesia
Lain-lain (di bawah Rp1,0 miliar)
2,734
27
2,870
1,446
Other purchases
Philip Morris Ukraine
PT Philip Morris Indonesia
Others (below Rp1.0 billion)
2,761
4,316
0.01%
0.02%
Persentase terhadap penjualan
bersih konsolidasi
Halaman 5/37
Page
As a percentage of
the consolidated net sales
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
22. INFORMASI MENGENAI
ISTIMEWA (lanjutan)
PIHAK
HUBUNGAN
22. RELATED PARTY INFORMATION (continued)
Transaksi hubungan istimewa yang material
(lanjutan)
2010
Biaya jasa dan lainnya
Philip Morris International
Management SA
Philip Morris Management Services SA
Philip Morris Information Services Limited
Philip Morris International
IT Service Center SARL
Godfrey Phillips (Malaysia) Sdn. Bhd.
Philip Morris Product SA
Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd.
Philip Morris Global Services Inc
Lain-lain (di bawah Rp1,0 miliar)
Persentase terhadap penjualan
bersih konsolidasi
Beban pembiayaan
Philip Morris Finance SA
Persentase terhadap penjualan
bersih konsolidasi
Pendapatan jasa dan lainnya
Philip Morris International Management
SA (Tolling)
Philip Morris Product SA
Philip Morris International
Management SA
PT Philip Morris Indonesia
Philip Morris Korea Inc
Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd.
Lain-lain (di bawah Rp1,0 miliar)
Persentase terhadap penjualan
bersih konsolidasi
Penghasilan bunga
PT Philip Morris Indonesia
Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd.
Philip Morris Finance SA
Persentase terhadap penjualan
bersih konsolidasi
Significant
(continued)
transactions
with
related
parties
2009
Service charges and others
Philip Morris International
Management SA
Philip Morris Management Services SA
Philip Morris Information Services Limited
Philip Morris International
IT Service Center SARL
Godfrey Phillips (Malaysia) Sdn. Bhd.
Philip Morris Product SA
Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd.
Philip Morris Global Services Inc
Others (below Rp1.0 billion)
299,673
105,974
39,900
297,727
134,843
7,356
25,812
18,064
13,087
8,560
2,929
46
31,214
17,015
14,626
41,755
23
514,045
544,559
1.64%
1.92%
As a percentage of
the consolidated net sales
305
920
Financing costs
Philip Morris Finance SA
0.00%
0.00%
As a percentage of
the consolidated net sales
Service income and others
Philip Morris International Management
SA (Tolling)
Philip Morris Product SA
Philip Morris International
Management SA
PT Philip Morris Indonesia
Philip Morris Korea Inc
Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd.
Others (below Rp1.0 billion)
51,174
32,266
12,335
22,054
24,674
15,515
2,638
97
699
12,287
18,270
557
127,063
65,503
0.41%
0.23%
As a percentage of
the consolidated net sales
6,769
3,015
94
3,756
264
Interest income
PT Philip Morris Indonesia
Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd.
Philip Morris Finance SA
9,878
4,020
0.03%
0.01%
Halaman 5/38
Page
As a percentage of
the consolidated net sales
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
22. INFORMASI MENGENAI
ISTIMEWA (lanjutan)
PIHAK
HUBUNGAN
22. RELATED PARTY INFORMATION (continued)
Saldo akun dengan pihak-pihak hubungan istimewa
Account balances with related parties
Rincian saldo dengan pihak-pihak hubungan istimewa
adalah sebagai berikut:
The details of balances from related parties are as
follows:
2010
Piutang usaha
PT Philip Morris Indonesia
Philip Morris International Management
SA (Tolling)
Philip Morris Korea Inc
Lain-lain (di bawah Rp1,0 miliar)
Persentase terhadap aset konsolidasi
Piutang lainnya
Philip Morris Finance SA
Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd.
Philip Morris International Management
SA (Tolling)
Philip Morris International
Management SA
Philip Morris Product SA
Philip Morris Management Services SA
Philip Morris Korea Inc
PT Philip Morris Indonesia
Lain-lain (di bawah Rp1,0 miliar)
Persentase terhadap aset konsolidasi
2009
Trade receivables
PT Philip Morris Indonesia
Philip Morris International Management
SA (Tolling)
Philip Morris Korea Inc
Others (below Rp1.0 billion)
12,783
9,158
9,405
1,245
774
36,966
661
24,207
46,785
0.14%
0.27% As a percentage of the consolidated assets
90,450
58,265
45,613
128,987
10,043
4,919
8,402
3,847
3,653
2,884
2,458
756
1,966
1,462
2,357
166
180,758
185,470
1.03%
Other receivables
Philip Morris Finance SA
Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd.
Philip Morris International Management
SA (Tolling)
Philip Morris International
Management SA
Philip Morris Product SA
Philip Morris Management Services SA
Philip Morris Korea Inc
PT Philip Morris Indonesia
Others (below Rp1.0 billion)
1.09% As a percentage of the consolidated assets
Sampoerna International Pte. Ltd. dan Sampoerna
Packaging Asia Pte., anak perusahaan di Singapura,
memberikan fasilitas pinjaman kepada Philip Morris
Finance SA.
Sampoerna International Pte. Ltd. and Sampoerna
Packaging Asia Pte., subsidiaries in Singapore,
provided intercompany loans to Philip Morris Finance
SA.
Jumlah saldo piutang adalah sebesar US$10,1 juta
(setara dengan Rp90,5 miliar) (2009: US$4,7
juta/setara dengan Rp45,6 miliar) dan memiliki tingkat
suku bunga antara 0,09%-0,22% (2009: 0,11625%).
The outstanding intercompany loan amounted to
US$10.1 million (equivalent to Rp90.5 billion) (2009:
US$ 4.7 million/equivalent to Rp45.6 billion) and bore
annual interest rates of 0.09%-0.22% (2009:
0.11625%).
Pada bulan Januari 2008, PT Sampoerna Joo Lan Sdn.
Bhd., anak perusahaan di Malaysia, memberikan
fasilitas pinjaman kepada Philip Morris (Malaysia) Sdn.
Bhd. maksimum sampai dengan setara US$32,0 juta.
In January 2008, PT Sampoerna Joo Lan Sdn. Bhd., a
subsidiary in Malaysia, provided intercompany loans
facility to Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd. up to the
equivalent of US$32.0 million.
Jumlah saldo piutang adalah sebesar RM20,0 juta
(setara dengan Rp58,2 miliar) (2009:RM43,5
juta/setara dengan Rp121,1 miliar) dan memiliki tingkat
suku bunga sebesar 3,67%-4,57% (2009: 3,40%4,70%).
The outstanding intercompany loan amounted to
RM20.0
million
(equivalent
to
Rp58.2
billion)(2009:RM43.5 million/equivalent to Rp121.1
billion) and annual interest rate of 3.67%-4.57% (2009:
3.40%-4.70%).
Halaman 5/39
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
22. INFORMASI MENGENAI
ISTIMEWA (lanjutan)
PIHAK
22. RELATED PARTY INFORMATION (continued)
HUBUNGAN
Account balances with related parties (continued)
Saldo akun dengan pihak-pihak hubungan istimewa
(lanjutan)
2010
2009
Pinjaman jangka pendek
Philip Morris Finance SA
Persentase terhadap
kewajiban konsolidasi
-
639,160
-
8.04%
Short-term borrowings
Philip Morris Finance SA
As a percentage of the consolidated
liabilities
Hutang usaha
PT Philip Morris Indonesia
Philip Morris Product SA
378,380
2
268,720
-
Trade payables
PT Philip Morris Indonesia
Philip Morris Product SA
378,382
268,720
4.18%
3.38%
Persentase terhadap
kewajiban konsolidasi
Hutang lainnya
Philip Morris International
Management SA
Godfrey Phillips (Malaysia) Sdn. Bhd.
Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd.
Philip Morris Information Services Limited
Philip Morris International
IT Service Center SARL
Philip Morris Product SA
Philip Morris Management Services SA
Lain-lain (di bawah Rp1,0 miliar)
Persentase terhadap
kewajiban konsolidasi
15,859
14,729
12,248
4,860
26,018
3,130
6,202
3,551
2,998
1,312
10
2,858
1,155
8,582
28
52,016
51,524
0.57%
0.65%
As a percentage of the consolidated
liabilities
Other payables
Philip Morris International
Management SA
Godfrey Phillips (Malaysia) Sdn. Bhd.
Philip Morris (Malaysia) Sdn. Bhd.
Philip Morris Information Services Limited
Philip Morris International
IT Service Center SARL
Philip Morris Product SA
Philip Morris Management Services SA
Others (below Rp1.0 billion)
As a percentage of the consolidated
liabilities
23. ASET DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM MATA
UANG ASING
23. MONETARY
ASSETS
AND
LIABILITIES
DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES
Pada tanggal 30 September 2010, operasi Grup dalam
negeri memiliki aset dan kewajiban moneter dalam
mata uang asing sebagai berikut:
As at September 30, 2010, the Group’s domestic
operations had monetary assets and liabilities
denominated in foreign currencies, as follows:
2010
Setara Rupiah/
Rupiah
equivalent
Mata uang asing/
Foreign currencies
Aset
Kas dan setara kas
Piutang usaha
Piutang lainnya
Jumlah aset
Kewajiban
Hutang usaha
Hutang lainnya
Beban yang masih harus
dibayar dan kewajiban
estimasian
Jumlah kewajiban
Kewajiban - bersih
US$
886,702
1,280,163
6,787,464
CHF
8,954,329
US$ 7,211,614
274,856
14,339,878
21,826,348
CHF
-
EUR
200
Assets
7,915 Cash and cash equivalents
11,424
Trade receivables
60,572
Other receivables
-
-
-
200
79,911
Total assets
236,415
378,086
67,245
37,067
Liabilities
Trade payables
Other payables
57,423
671,924
128,946
233,258
Accrued expenses
and provisions
Total liabilities
(671,724)
(153,347)
2,070
3,288,822
EUR
30,658
3,321,550
US$(12,872,019) CHF (3,321,550) EUR
Halaman 5/40
Page
Liabilities - net
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
24. PERJANJIAN-PERJANJIAN
PENTING LAINNYA
a.
DAN
INFORMASI
24. SIGNIFICANT
AGREEMENTS
INFORMATION
Pada bulan Agustus 2010, Group telah menjual
seluruh kepemilikan saham di PT Sampoerna Air
Nusantara (SAN) dengan harga jual sebesar US$6,5
juta (setara Rp 58,2 milyar).
a.
AND
OTHER
On August 2010, Group sold all of its ownership in PT
Sampoerna Air Nusantara (SAN) for US$6.5 million
(equivalent to Rp 58.2 billion).
Transaksi ini tidak menimbulkan dampak yang
signifikan pada laporan konsolidasi Perusahaan dan
anak perusahaan.
This transaction has no significant impact to the
consolidated financial statements of the Company
and subsidiaries.
Sehubungan dengan akan diberlakukannya
perjanjian ASEAN Free Trade Area (AFTA) sejak
tanggal
1
Januari
2010,
Perusahaan
merestrukturisasi kegiatan usaha produksi rokok di
Malaysia melalui PT Sampoerna Joo Lan Sdn.
Bhd. (SJL) dan anak perusahaannya.
b. In relation with the implementation of ASEAN Free
Trade Area (AFTA) effective January 1, 2010, the
Company has restructured the cigarette operations
in Malaysia through its subsidiary PT Sampoerna
Joo Lan Sdn. Bhd. (SJL) and its subsidiary.
Perusahaan mengalihkan produksi rokok untuk pasar
Malaysia yang dilakukan oleh SJL ke Perusahaan di
Indonesia. Dengan pengalihan ini, Perusahaan
menutup kegiatan produksi rokok SJL di Malaysia
pada bulan Maret 2010, yang di ikuti oleh terminasi
karyawan SJL.
The Company has moved the manufacture of the
cigarettes for the Malaysian market from SJL to the
Company in Indonesia. As part of this plan, the
Company closed down SJL‘s cigarette production in
Malaysia in March 2010, followed by the termination
of SJL’s employees.
Rencana ini tidak menimbulkan dampak yang
signifikan pada laporan konsolidasi Perusahaan
dan anak perusahaan.
This plan has no significant impact to the
consolidated financial statements of the Company
and subsidiaries.
c. Mulai bulan Januari 2010, Perusahaan melakukan
perluasan
kegiatan,
yaitu
menjual
dan
mendistribusikan produk rokok secara langsung
dan melakukan sendiri percetakan kemasan
produk rokok. Sehubungan dengan hal tersebut,
Perusahaan telah melakukan pembelian aset-aset
tertentu dan kewajiban-kewajiban tertentu dari PT
Perusahaan Dagang dan Industri Panamas, PT
Sampoerna Printpack dan PT Handal Logistik
Nusantara, yang semuanya merupakan anak
perusahaan yang dimiliki seluruhnya oleh
Perusahaan (Catatan 1).
c. Starting January 2010, the Company has expanded
its activity such that it directly sells and distributes
its cigarettes and does its own printing for cigarette
packaging. In connection with this, the Company
acquired certain assets and assumed certain
liabilities of PT Perusahaan Dagang dan Industri
Panamas, PT Sampoerna Printpack and PT Handal
Logistik Nusantara, all of which are wholly owned
subsidiaries of the Company (Note 1).
Transaksi tersebut telah di selesaikan pada bulan
Januari 2010 dan tidak menimbulkan dampak
yang signifikan pada laporan konsolidasi
Perusahaan dan anak perusahaan.
The transaction was finalised in January 2010 and
has no significant impact on the consolidated
financial statements of the Company and
subsidiaries.
d. Pada tanggal 31 Maret 2008, Perusahaan
menandatangani perjanjian pembelian tembakau
dengan PT Sadhana untuk membeli sebagian
besar kebutuhan tembakau domestik selama lima
tahun berdasarkan harga pasar.
d. On March 31, 2008, the Company entered into a
leaf supply agreement with PT Sadhana to procure
a significant portion of the Company’s total
Indonesian packed leaf tobacco requirements for
five years at market price.
Pada tanggal 30 September 2010, Perusahaan
memiliki uang muka sejumlah Rp0,5 triliun (2009:
Rp1,3 triliun) untuk pembelian tembakau yang
belum direalisasikan. Pembayaran uang muka
telah dijamin sepenuhnya oleh Standby Letter of
Credit.
As at September 30, 2010, the Company had
advanced Rp0.5 trillion (2009: Rp1.3 trillion) for the
purchase of tobacco that had yet to be settled.
These advance payments are fully covered by
Standby Letter of Credit.
b.
Halaman 5/41
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
24. PERJANJIAN-PERJANJIAN
DAN
PENTING LAINNYA (lanjutan)
e.
f.
g.
INFORMASI
24. SIGNIFICANT
AGREEMENTS
INFORMATION (continued)
AND
OTHER
Perusahaan
menandatangani
perjanjian
kerjasama dengan Mitra Produksi Sigaret (MPS)
untuk memproduksi sigaret kretek tangan.
Perjanjian ini umumnya berlaku untuk jangka
waktu bervariasi antara satu sampai dengan tiga
tahun dan dapat diperpanjang atas persetujuan
kedua belah pihak.
e. The Company has agreements with third party
operators (TPO) to produce hand-rolled cigarettes.
These agreements vary from one to three years
and are extendable based on mutual agreement by
both parties.
Biaya produksi dan jasa manajemen yang
dibebankan oleh MPS masing-masing sebesar
Rp872,0 miliar untuk sembilan bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2010 (2009: Rp879,6
miliar), termasuk dalam biaya produksi.
Total production costs and management fees
charged by the TPOs of Rp872.0 billion for the nine
months ended September 30, 2010 (2009: Rp879.6
billion), are included within cost of production.
Grup menandatangani berbagai perjanjian dengan
PT Philip Morris Indonesia atau pihak-pihak
terafiliasi sehubungan dengan:
- penyediaan barang (tembakau, bahan baku,
bahan kemasan rokok, mesin dan suku
cadang),
- penyediaan
jasa
(pengelolaan
gudang
tembakau, jasa manajemen, jasa sistem
informasi, jasa penjualan dan manajemen
merek, jasa teknis untuk penelitian dan
pengembangan dan jasa kepegawaian),
- lisensi merek dagang, sub-lisensi merek
dagang, kontrak manufaktur,
- pembiayaan.
f
The Group has various agreements with PT Philip
Morris Indonesia or its affiliated companies in
relation to:
- supply transactions (tobacco, raw materials,
cigarette packaging materials, machinery and
spare parts),
- service
transactions
(leaf
warehouse
management, management services, information
system services, sales and brand management
services, technical support for research and
development and personnel services),
- trademark license, trademark sub-licence,
contract manufacturing,
- financing.
Transaksi hubungan istimewa di atas telah
disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham
Luar Biasa tanggal 27 Juni 2006 dan 18 Oktober
2006.
The above related party arrangements were
approved in the Extraordinary Shareholders’
General Meetings on June 27, 2006 and October
18, 2006.
Pada tanggal 10 Januari 2005, PT Perusahaan
Dagang dan Industri Panamas (Panamas)
menandatangani perjanjian distribusi dengan
PT Philip Morris Indonesia untuk jangka waktu
sepuluh tahun sebagai distributor tunggal untuk
menjual rokok-rokok produksi PT Philip Morris
Indonesia di Indonesia, berlaku sejak tanggal
10 Januari 2005 sampai dengan 28 Pebruari 2015.
g. On January 10, 2005, PT Perusahaan Dagang dan
Industri Panamas (Panamas) entered into a
distribution agreement with PT Philip Morris
Indonesia for ten years as the sole distributor of PT
Philip Morris Indonesia‘s cigarette products in
Indonesia, effective from January 10, 2005 until
February 28, 2015.
Pada tanggal 22 Desember 2009, perjanjian
distribusi diatas telah diubah dengan mengalihkan
seluruh hak Panamas sebagai distributor tunggal
kepada Perusahaan terhitung sejak tanggal
1 Januari 2010.
On December 22, 2009, the distribution agreement
was amended by assigning all Panamas’s rights as
the sole distributor to the Company effective from
January 1, 2010.
Halaman 5/42
Page
PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
SEPTEMBER 30, 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
30 SEPTEMBER 2010 DAN 2009
(Dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
24. PERJANJIAN-PERJANJIAN DAN
PENTING LAINNYA (lanjutan)
h.
INFORMASI
24.
SIGNIFICANT AGREEMENTS
INFORMATION (continued)
h.
PT Taman Dayu (TD) menandatangani perjanjian
kerjasama pengembangan proyek dengan PT
Ciputra Surya Tbk. selama 20 tahun sehubungan
dengan properti milik TD, berlaku sejak tanggal 7
April 2005. Persentase pendapatan TD terhadap
penjualan konsolidasi adalah sebesar 0,06%.
AND
OTHER
PT Taman Dayu (TD) has a 20 year joint project
development agreement with PT Ciputra Surya
Tbk. in relation to property owned by TD, effective
from April 7, 2005. TD revenue as a percentage of
the consolidated revenue was 0.06%.
25. COMMITMENTS
25. KOMITMEN
a. Purchase of fixed assets
a. Pembelian aset tetap
As at September 30, 2010, the Group had
outstanding commitments relating to the purchase
of fixed assets of Rp72.07 billion (2009: Rp100.86
billion).
Pada tanggal 30 September 2010, Grup
mempunyai komitmen sehubungan dengan
pembelian aset tetap sebesar Rp72,07 miliar
(2009: Rp100,86 miliar).
b. Rent
b. Sewa
The future aggregate minimum lease payments
under operating leases are as follows:
Jumlah pembayaran minimum sewa operasi di
masa mendatang yang berasal dari sewamenyewa biasa adalah sebagai berikut:
2010
2009
Tidak lebih dari 1 tahun
Antara lebih dari 1 tahun
sampai 5 tahun
77,483
22,989
131,031
118,602
Not later than 1 year
Later than 1 year and not
later than 5 years
Jumlah
208,514
141,591
Total
26. RECLASSIFICATION OF ACCOUNTS
26. REKLASIFIKASI AKUN
Several accounts in the 2009 consolidated financial
statements have been reclassified to conform with the
presentation of accounts in the 2010 consolidated
financial statements.
Penyajian beberapa akun dalam laporan keuangan
konsolidasi tahun 2009 telah direklasifikasi agar sesuai
dengan penyajian laporan keuangan konsolidasi tahun
2010.
27. ACCOUNTING PRONOUNCEMENTS
27. STANDAR AKUNTANSI
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah menerbitkan
beberapa standar akuntansi revisi yang mungkin
relevan terhadap Grup, dengan ringkasan sebagai
berikut:
The Indonesian Institute of Accountants has issued the
following revised accounting standards which may be
applicable to the Group, with a summary as follows:
- 14 standar yang berlaku untuk laporan keuangan
yang mencakup periode laporan yang dimulai pada
atau setelah tanggal 1 Januari 2011.
- 14 standards applicable for financial statements
covering periods beginning on or after January 1,
2011.
- Satu standar yang berlaku untuk laporan keuangan
yang mencakup periode laporan yang dimulai pada
atau setelah tanggal 1 Januari 2012.
- One standard applicable for financial statements
covering periods beginning on or after January 1,
2012.
Grup masih mempelajari dampak yang mungkin timbul
dari penerapan standar-standar ini terhadap laporan
keuangan.
The Group is still evaluating the possible impact of
these standards on the financial statements.
Halaman 5/43
Page
Download