Uploaded by jual obat di hongkong

JUAL OBAT GATAL HERPES AMPUH DI HONGKONG

advertisement
JUAL OBAT GATAL HERPES AMPUH
DI HONGKONG
PUSAT LAYANAN DE NATURE :
Whatsapp
KLIK DISINI
082136022324 / 081903555115
obat herpes paling manjur,obat herpes de natur,obat herpes herbal,obat herpes di apoti,obat
herpes genital
JUAL OBAT GATAL HERPES AMPUH DI HONGKONG - Herpes merupakan nama kelompok virus
herpesviridae yang dapat menginfeksi manusia.JUAL OBAT GATAL HERPES AMPUH DI
HONGKONG Infeksi virus herpes dapat ditandai dengan munculnya lepuhan kulit dan kulit kering.
Jenis virus herpes yang paling terkenal adalah herpes simplex virus atau HSV. Herpes simplex dapat
menyebabkan infeksi pada daerah mulut, wajah, dan kelamin (herpes genitalia).
Pembagian kelompok virus herpesviridae adalah
sebagai berikut:
Alfa herpesvirus. Kelompok virus ini memiliki siklus hidup untuk menggandakan diri yang pendek,
serta berpotensi menjadi tersembunyi dan infeksi muncul kembali (infeksi laten) di sel saraf. Contoh
alfa herpesvirus adalah HSV tipe 1 dan 2, serta virus varicella-zoster.
Beta herpesvirus. Kelompok virus ini memiliki siklus hidup untuk menggandakan diri yang panjang
dan infeksi virus ini berjalan lambat dalam tubuh manusia. Contoh beta herpesvirus adalah
cytomegalovirus, serta herpesvirus 6 dan 7.
Gamma herpesvirus. Contohnya adalah Epstein-Barr virus dan human herpesvirus 8.
Tahapan Infeksi Herpes
Infeksi herpes yang muncul biasanya terjadi dalam beberapa tahapan. Rincian tahapan infeksi herpes
adalah sebagai berikut:
Stadium primer
Stadium primer terjadi pada hari kedua hingga kedelapan setelah terjadinya infeksi herpes. Gejala
yang muncul adalah blister (kulit yang melepuh) berukuran kecil, namun menyakitkan. Blister
biasanya berisi cairan berwarna bening atau keruh, dan dapat pecah serta menimbulkan luka
terbuka. Daerah di sekitar blister akan berwarna kemerahan.
Stadium laten
Pada stadium ini, gejala herpes seperti blister dan koreng akan mereda. Tetapi pada stadium ini,
sebetulnya virus sedang menyebar ke saraf dekat saraf tulang belakang melalui kulit.
Stadium peluruhan
Pada stadium ini, virus mulai berkembang biak pada ujung-ujung saraf organ tubuh. Jika ujung saraf
yang terinfeksi terletak pada organ tubuh yang menghasilkan cairan, seperti testis atau vagina, virus
herpes dapat terkandung dalam cairan tubuh seperti semen dan lendir Biasanya tidak terjadi gejala
yang terlihat, namun sebenarnya sedang terjadi perkembangbiakan virus di dalam tubuh.
Stadium rekurensi (muncul kembali)
Pada stadium ini, blister pada kulit yang terjadi di stadium pertama dapat muncul kembali. Biasanya
tidak separah lepuhan dan koreng yang sebelumnya. Gejala yang umumnya muncul pada stadium
rekurensi ini adalah gatal, kesemutan, dan nyeri di daerah yang terkena infeksi pada stadium
pertama.
Virus Penyebab dan Gejala Herpes
Artikel ini akan fokus membahas kelompok alfa herpesvirus yang paling sering menyebabkan infeksi.
HSV 1
Herpes simplex virus tipe 1 (HSV 1) merupakan virus yang dapat menyebar dengan cepat, dan
umumnya menyebabkan herpes oral (mulut). Akan tetapi HSV 1 juga dapat menyebabkan terjadinya
herpes kelamin (genital) jika menyebar dari mulut ke alat kelamin pada saat melakukan hubungan
seksual melalui oral. HSV 1 dapat menular melalui kontak langsung sederhana dari penderita herpes
ke orang yang sehat. Contohnya adalah lewat berciuman (termasuk saat mencium bayi), berbagai
pakai peralatan makan atau lipstik dan kosmetik. HSV 1 bahkan dapat ditularkan dari seseorang yang
mengalami infeksi HSV 1 namun tanpa gejala.
Gejala yang dapat ditimbulkan oleh infeksi HSV 1
atau herpes oral adalah:
Diawali dengan demam, nyeri otot, dan lemas.
Muncul rasa nyeri, gatal, rasa terbakar atau ditusuk pada tempat infeksi.
Kemudian timbul blister, yaitu lesi kulit seperti melepuh yang pecah dan mengering dalam beberapa
hari.
Blister yang pecah tersebut mengakibatkan luka dengan rasa nyeri. Bila terjadi di mulut, bisa
mengganggu makan.
HSV 2
Herpes simplex virus tipe 2 (HSV 2) merupakan penyebab penyakit herpes genital. Virus ini
menyebar melalui kontak dengan luka pada penderita herpes, misalnya saat hubungan seksual.
Selain itu, HSV 2 juga dapat ditularkan dari ibu kepada bayinya pada saat persalinan.
Baik HSV 1 maupun HSV 2 dapat menjadi infeksi laten di sel saraf dan berisiko muncul
kembali saat seseorang mengalami demam, cedera, stres, dan menstruasi. HSV 2 sendiri
dapat lebih mudah menginfeksi seseorang jika:
- Berjenis kelamin perempuan.
- Bergonta-ganti pasangan seksual.
- Memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.
- Sedang mengalami penyakit menular seksual selain herpes.
- Melakukan hubungan seksual di usia muda.
Beberapa gejala yang umumnya muncul pada
penderita herpes genital, antara lain:
- Gatal.
- Sakit pada saat buang air kecil.
- Keluarnya cairan dari vagina.
- Munculnya benjolan di selangkangan.
- Munculnya koreng yang menyakitkan pada kemaluan, pantat, anus, atau paha.
- Pada pria, herpes dapat menyebabkan kulit penis kering, perih, dan gatal.
VZV
Varicella-zoster virus (VZV) merupakan virus kelompok alfa herpesviridae yang menjadi penyebab
cacar air dan cacar ular (herpes zoster). Cacar air terjadi ketika virus varicella-zoster menginfeksi
seorang anak pertama kali. Sedangkan herpes zoster terjadi ketika cacar air yang diderita seseorang
sudah sembuh namun di tubuh orang tersebut masih ada virus varicella-zoster yang bersifat laten
dan muncul kembali.
VZV utamanya menular melalui kontak langsung dengan penderita cacar air. Virus ini dapat
menimbulkan bintil pada kulit penderita (vesikel) yang berisi cairan dan dapat menjadi perantara
penularan virus. Selain itu, VZV juga dapat menular melalui percikan ludah, yaitu pada saat penderita
cacar air bersin atau batuk.
Seseorang lebih mudah terkena infeksi virus
varicella-zoster jika:
- Berusia di bawah 12 tahun.
- Mengalami permasalahan sistem imun, baik akibat penyakit maupun obat-obatan.
- Pernah mengalami kontak langsung dengan penderita cacar air.
- Bekerja atau beraktivitas di sekolah atau fasilitas khusus anak-anak.
- Tinggal bersama anak-anak.
Jika seseorang pernah mengalami cacar air sebelumnya dan sembuh, risiko orang tersebut untuk
mengalami cacar air kembali berkurang karena adanya kekebalan. Kekebalan tubuh terhadap virus
varicella-zoster juga dapat diperoleh melalui vaksinasi. Seorang ibu hamil yang memiliki kekebalan
terhadap VZV dapat memberikan kekebalannya kepada janin melalui transfer antibodi. Kekebalan
janin yang diperoleh dengan cara tersebut dapat bertahan sekitar 3 bulan sejak lahir.
Herpes zoster dapat terjadi pada siapa saja yang pernah mengalami cacar air. Akan tetapi
seseorang dapat lebih mudah terkena herpes zoster jika:
- Berusia 60 tahun ke atas.
- Sedang menjalani pengobatan kemoterapi atau radioterapi.
- Sedang menjalani pengobatan yang dapat memengaruhi atau melemahkan sistem imun
(imunosupresan).
- Menderita penyakit yang dapat melemahkan sistem imun seperti HIV/AIDS atau kanker.
- Gejala cacar air dimulai dengan ruam kulit berisi cairan (vesikel) yang terasa gatal. Vesikel yang
muncul dapat diikuti dengan adanya gejala lain, seperti demam, hilangnya nafsu makan dan sakit
kepala. Virus tersebut sudah berada di dalam tubuh penderita selama 7-21 hari sebelum dapat
menimbulkan ruam dan gejala lainnya. Penderita sudah dapat menularkan virus varicella-zoster ke
orang lain sejak 48 jam sebelum munculnya ruam.
Jika penderita cacar air yang sudah sembuh kemudian mengalami herpes zoster, gejala yang muncul
biasanya berupa rasa nyeri dan panas pada kulit di salah satu sisi bagian tubuh, sesuai dengan
penjalaran saraf tempat VZV bersembunyi. Nyeri dan panas di bagian tersebut akan diikuti dengan
munculnya ruam kemerahan, membentuk lepuhan (blister) berisi air dan gatal.
Diagnosis Herpes
Herpes dapat didiagnosis melalui pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan fisik, dokter akan mengecek
koreng yang terbentuk akibat herpes serta menanyakan gejala yang muncul pada pasien. Selain itu,
untuk membantu diagnosis herpes agar lebih akurat, dapat dilakukan pemeriksaan tambahan,
seperti:
Kultur virus herpes simplex. Kultur virus herpes bertujuan untuk mendiagnosis adanya virus herpes.
Kultur virus herpes dilakukan dengan cara mengusap area kulit atau genital yang terinfeksi,
mengambil cairan genital atau cairan tubuh lainnya yang diduga mengalami herpes untuk kemudian
diperiksa di laboratorium.
Tes antibodi. Tes antibodi spesifik virus HSV 1 dan HSV 2 dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya
infeksi primer herpes, namun tidak dapat mendeteksi infeksi herpes rekuren. Tes antibodi dilakukan
dengan mengambil sampel darah dari tubuh, kemudian dianalisis di lab untuk dicek keberadaan
antibodi spesifik HSV 1 ataupun HSV 2. Perlu diingat bahwa tubuh memerlukan waktu sekitar 12-16
minggu untuk membentuk antibodi anti HSV 1 atau HSV 2, setelah virus HSV masuk ke dalam tubuh
pertama kali. Tes antibodi HSV 1 dan HSV 2 sangat membantu diagnosis, terutama jika pasien tidak
mengalami koreng atau pelepuhan pada kulit.
Pengobatan Herpes
Fokus pengobatan herpes adalah untuk menghilangkan blister, serta untuk mencegah penyebaran
herpes, meskipun koreng dan lepuhan akibat herpes dapat hilang dengan sendirinya tanpa
pengobatan khusus. Selain itu, pemberian obat-obatan antivirus juga dapat mengurangi komplikasi
akibat herpes. Beberapa obat-obatan antivirus yang dapat digunakan, antara lain adalah:
Acyclovir.
Valacyclovir.
Famciclovir.
Untuk mengurangi nyeri yang ditimbulkan oleh herpes,
tips-tips berikut ini dapat dilakukan selama masa
penyembuhan herpes, antara lain yaitu:
- Mengonsumsi paracetamol atau ibuprofen sebagai obat pereda nyeri.
- Mandi dengan menggunakan air suam
- Kompres dengan air hangat atau atau air dingin pada kulit yang terkena.
- Menggunakan pakaian dalam berbahan katun.
- Menggunakan pakaian longgar.
- Menjaga area koreng tetap kering dan bersih.
JUAL OBAT GATAL HERPES AMPUH DI HONGKONG
PUSAT LAYANAN KONSULTASI : 082136022324 / 081903555115
Khusus ibu hamil, jika sedang atau pernah menderita herpes genital harus berkonsultasi dengan
dokter. Virus herpes dapat menular dari ibu kepada bayi selama masa persalinan, terutama ketika
sedang infeksi aktif, serta dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya bagi bayi. Jika ibu hamil
diketahui sedang atau pernah menderita herpes, diskusikan dengan doker mengenai kemungkinan
melahirkan bayi secara operasi Caesar.
Komplikasi Herpes
Herpes simplex jarang menimbulkan komplikasi serius pada penderita. Herpes simplex dapat
menimbulkan komplikasi, terutama jika penderita juga menderita infeksi HIV. Penderita herpes
simplex yang juga menderita HIV biasanya menderita gejala herpes yang lebih parah dan lebih
sering kambuh. Beberapa komplikasi yang jarang, namun serius, yang dapat ditimbulkan oleh
herpes simplex adalah:
- Penyebaran infeksi ke bagian tubuh lain.
- Radang otak dan selaputnya.
- Radang paru-paru.
- Hepatitis.
- Esofagitis.
- Kematian jaringan retina mata.
- Komplikasi dari infeksi virus varicella-zoster tidak selalu terjadi pada penderita cacar air.
Komplikasi seringkali terjadi pada anak-anak, lansia,
wanita hamil, dan orang yang kekebalan tubuhnya
lemah. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi
akibat cacar air adalah:
- Ruam menyebar ke bagian mata.
- Ruam yang diikuti oleh sesak napas dan sakit kepala.
- Ruam yang diikuti dengan infeksi bakteri sekunder pada daerah tersebut.
Herpes zoster dapat menimbulkan komplikasi antara
lain:
Post herpetic neuralgia.
Nyeri yang masih dirasakan walaupun lesi pada kulit sudah menghilang.
Infeksi bakteri.
Infeksi bakteri dapat pada lokasi ruam akibat herpes, yang sering menimbulkan gejala seperti kulit
kemerahan, pembengkakan dan hangat jika disentuh.
Nyeri dan ruam pada mata.
Ruam akibat herpes zoster yang penjalarannya di sekitar mata dapat menginfeksi mata. Ruam di
daerah ini membutuhkan terapi antivirus yang lebih lama dan berisiko menimbulkan kerusakan mata
permanen.
Sindrom Ramsay-Hunt.
Sindrom Ramsay-Hunt dapat terjadi sebagai komplikasi dari herpes zoster. Gejala Sindrom RamsayHunt antara lain adalah kehilangan pendengaran, pusing, nyeri di salah satu telinga dan kehilangan
kemampuan mengecap rasa pada lidah.
Jika komplikasi tersebut muncul, hendaknya segera diperiksakan ke dokter. Komplikasi virus
varicella-zoster dapat berbahaya terutama jika terjadi pada wanita hamil. Jika wanita hamil
menderita infeksi virus varicella-zoster, janin yang dikandungnya dapat mengalami kelainan
bawaan, seperti:
- Kelainan mata dan masalah penglihatan lainnya.
- Disabilitas intelektual (retardasi mental).
- Pertumbuhan yang lambat.
- Kepala yang berukuran lebih kecil dari ukuran normal.
Pencegahan Herpes
Untuk mencegah penyebaran virus herpes ke orang lain, dapat dilakukan langkah-langkah
berikut ini:
Menghindari kontak fisik dengan orang lain, terutama kontak dari koreng yang muncul akibat herpes.
Mencuci tangan secara rutin.
Mengoleskan obat antivirus topikal, misalnya acyclovir topikal, menggunakan kapas agar kulit tangan
tidak menyentuh daerah yang terinfeksi virus herpes.
Jangan berbagi pakai barang-barang yang dapat menyebarkan virus, seperti gelas, cangkir, handuk,
pakaian, make up, dan lip balm.
Jangan melakukan oral seks, ciuman atau aktivitas seksual lainnya, selama munculnya gejala
penyakit herpes.
Khusus bagi penderita herpes genitalia, harus menghindari segala bentuk aktivitas seksual selama
masa tersebut. Perlu diingat bahwa meskipun sudah menggunakan kondom, virus herpes tetap dapat
menyebar melalui kontak kulit yang tidak terlindungi kondom.
Oleh karena itu, lindungi diri Anda dari sekarang dengan memiliki asuransi kesehatan. Selain menjadi
upaya pencegahan, cara ini juga dapat meringankan beban biaya pengobatan bila terkena penyakit
herpes ataupun komplikasinya.
Penyembuhan Dengan Obat Herbal De Nature
De Nature Indonesia adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Obat Tradisional (OT) dari
dalam Negeri, yang mencoba mengangkat dan menghidupkan kembali Budaya Nenek Moyang kita
Yaitu Jamu Tradisional sebagai salah satu warisan leluhur budaya bangsa yang perlu dilestarikan.
JUAL OBAT GATAL HERPES AMPUH DI
HONGKONG
PUSAT LAYANAN KONSULTASI :
082136022324 / 081903555115
Kami menjamin produk dikirimkan sampai
alamat anda via Tiki, JNE, J&T atau Pos.
Garansi 100% uang kembali bila paket
terkendala dan tidak sampai alamat. Kami
De Nature menerima pemesanan dan
mengirimkannya ke seluruh daerah di
Indonesia dan ke berbagai negara lain.
Dengan kata lain, bertransaksi dengan
kami De Nature dijamin aman dan tidak
ada bentuk penipuan apapun. Selain itu
obat herbal dari De Nature indonesia
sudah mempunyai sertifikat halal
MUI,Sertifikat Higienis BPOM dan
Sertifikat ISO 9001-2015.
Download