Modul Interpersonal Communication Skill [TM12]

advertisement
MODUL PERKULIAHAN
Komunikasi Interpersonal
Fakultas
Program Studi
Ilmu Komunikasi
Adver & Marcomm
Tatap Muka
Kode MK
Disusun Oleh
11
43015
Gadis Octory, S.Ikom, M.Ikom
Abstract
Kompetensi
Pokok bahasan ini akan memberikan
pemahaman
kepada
teman-teman
mahasiswa lain mengenai komunikasi
Interpersonal termasuk tujuan dan daya
tarik komunikasi Interpersonal dalam
kehidupan manusia
Teman-teman mahasiswa diharapkan dapat
memahami
tentang
Komunikasi
Interpersonal termasuk tujuan dan daya
tarik
Komunikasi
Interpersonaldalam
kehidupan manusia
Pendahuluan
Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada
pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari
kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan
pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli
diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.
Kebanyakan orang masih cenderung mengatakan bahwa pemimipin yang efektif
mempunyai sifat atau ciri-ciri tertentu yang sangat penting misalnya, kharisma, pandangan
ke depan, daya persuasi, dan intensitas. Dan memang, apabila kita berpikir tentang
pemimpin yang heroik seperti Napoleon, Washington, Lincoln, Churcill, Sukarno, Jenderal
Sudirman, dan sebagainya kita harus mengakui bahwa sifat-sifat seperti itu melekat pada
diri mereka dan telah mereka manfaatkan untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan.
Adapun definisi menurut para ahli sebagai berikut :
1. William G. Scott (1962)
Kepemimpinan ialah proses mempengaruhi aktifitas yang diorganisir dalam suatu kelompok
dalam usahanya untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.
2. F. I. Munson “The Management of Man”
Kepemimpinan sebagai kesanggupan atau kemampuan untuk mengatasi orang-orang yang
sedemikian rupa agar mencapai hasil yang sebesar-besarnya dengan kemungkinan
pergesekan yang sekecil-kecilnya dan sebesar mungkin terjalinnya kerja sama.
3. George R. Terry
Kepemimpinan merupakan suatu hubungan yang ada didalam diri seseorang atau
pemimpin dan mempengaruhi orang lain agar mau bekerja dengan sadar dalam hubungan
tugas agar tercapainya sebuah tujuan yang diinginkan.
4. P. Pigors “Ledearship and Domination”
Kepemimpinan merupakan suatu proses dorong-mendorong yang mengontrol daya
manusia guna mengejar tujuan bersama, lewat interaksi yang berhasil dari bermacammacam perbedaan individual.
5. H. Kootz & O’ Donnel “Principles of Management”
2016
2
Interpersonal Communication Skill
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Kepemimpinan merupakan aktifitas mempersuasi orang agar mau bekerjasama dalam
suatu pencapaian tujuan bersama.
Berdasarkan pengertian dari para ahli yang telah disebutkan, dapat digarisbawahi sejumlah
konsep penting dalam definisi kepemimpinan, yaitu:

kepemimpinan merupakan sebuah proses;

kepemimpinan melibatkan pengaruh;

kepemimpinan muncul di dalam kelompok;

kepemimpinan melibatkan tujuan bersama.
Terdapat empat implikasi penting dalam definisi:
1. Kepemimpinan melibatkan orang lain berupa karyawan atau pengikut.
2. Kepemimpinan melibatkan distribusi power yang tidak merata antara pemimpin dan
anggota kelompok.
3. Kemampuan menggunakan berbagai bentuk kekuasaan yang memberikan
influence tingkah laku pengikut dengan berbagai cara.
4. Gabungan tiga aspek pertama dan pengakuan bahwa kepemimpinan adalah
mengenai nilai.
KEAHLIAN DAN KEKUATAN YANG DIMILKI PEMIMPIN.
Hasil riset menunjukan bahwa setidaknya diperlukan 5 ketrampilan (skill) perlu
dikembangkan oleh pemimpin terbaik di dalam karir mereka dalam penjualan, yaitu
:
1. Empowerment, yaitu kemampuan untuk berbagi
kekuasaan dengan orang lain
dalam mentukan tujuan dan perencanaan.
2. Intuition, yaitu kemampuan untuk mengantisipasi perubahan dan mengambil resiko.
3. Self understanding,
yaitu pemahaman tentang diri sendiri atau secara tidak
langsung menggambarkan keinginan untuk menerima dan memahami umpan balik
dari orang lain.
4. Vision, kemampuan untuk memahami, menyusun dan membayangkan apa yang
menjadi pengaruh kuat untuk bisnis di masa datang dan perubahan apa yang
dibutuhkan untuk menghadapinya.
2016
3
Interpersonal Communication Skill
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
5. Value congruence, kemapuan untuk menciptakan nilai-nilai yang serasi di dalam
organisasi sehingga setiap orang dalam organisasi berjuang untuk tujuan yang
sama.
Selain membutuhkan ketrampilan di atas, pemimpin juga memerlukan sumber
kekuatan yang akan menjadikan dia memilki kemampuan untuk mempengaruhi
orang lain yang bisa disebut dengan Power. Power ini sangat krusial di dalam
kepemimpinan karena merupakan alasan utama yang menjadikan orang lain mau
untuk mengikuti pemimpin. Terdapat beberapa power yang dapat digunakan oleh
pemimpin atau dengan mengkombinasikannya pada setiap situasi yang berbeda,
yaitu :

Legitimate power,
yaitu kekuatan yang muncul dari posisi manajer di dalam
organisasi yang secara formal memiliki wewenang kan untuk memutuskan dan
melakukan sesuatu.

Reward Power, yaitu kekuatan atau kemampuan manajer dalam memberikan
penghargaan/hadiah pada bawahannya untuk hasil kerja mereka.

Coercive Power, yaitu kekuatan untuk “memaksakan” bawahan untuk melakukan
sesuatu karena takut dengan suatu ganjaran/sangsi tertentu.

Referent Power, Kemampuan mempengaruhi orang karena terdapatnya ikatan
pertemanan.

Expertise Power, Kepercayaan bawahan terhadap keahlian dan pengalaman yang
dimiliki pemimpin dan layak untuk diikuti dalam pencapaian sukses masa depan.
Faktor Internal yang Mempengaruhi Gaya Kepemimpinan
1. Traits, yang menunjuk pada ciri bawaan yang bersifat fisik dan tanggapan yang
konsisten terhadap berbagai situasi atau informasi.
2. Motives, yaitu sesuatu yang selalu dipikirkan atau diinginkan seseorang, yang dapat
mengarahkan,mendorong atau menyebabkan orang melakukan suatu tindakan.
3. Self concept, adalah sikap, nilai atau citra yang dimiliki seseorang tentang dirinya
sendiri; yang memberikan keyakinan kepada seseorang siapa dirinya.
4. Knowledge, adalah informasi yang dimiliki seseorang dalam suatu bidang tertentu.
2016
4
Interpersonal Communication Skill
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
5. Skill, adalah kemampuan untuk melaksanakan tugas tertentu baik mental maupun
fisik.
Spencer dan Kazanas menyatakan kompetensi yang harus dimiliki oleh 3 jenjang
kepemimpinan, yaitu :
1. Pimpinan puncak
orientasi pencapaian hasil, membangun hubungan, inisiatif, pengaruh, pemikiran
strategis, membuat komitmen organisasi, orientasi entrepreneur, memberdayakan
orang lain, mengembangkan orang lain, fleksibel.
2. Pimpinan menengah
Pengaruh, orientasi pencapaian hasil, bekerja dalam tim, pemikiran yang analitis,
inisiatif, memberdayakan orang lain, mengembangkan orang lain, konsep berfikir,
membangun hubungan, orientasi pelayanan, kesadaran interpersonal, kepekaan
lintas budaya, keahlian teknis.
3. Supervisor
Keahlian teknis, memberdayakan orang lain, mengembangkan orang lain,
pemahaman hubungan antar pribadi, orientasi pelayanan, membangun komitmen
organisasi, kepdulian terhadap ketertiban, pengaruh, fleksibel, membangun
hubungan, orientasi pencapaian hasil, bekerja dalam tim dan kepekaan lintas
budaya.
PENDEKATAN DALAM KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan adalah suatu konsep yang kompleks sehingga para ahli mengkaji
masalah ini dari aneka sisi. Masing-masing sisi memiliki keunggulan dan kelemahan
masing-masing. Sebagai contoh, penulis seperti Peter G. Northouse membagi
pendekatan kepemimpinan menjadi:
I.
Pendekatan Sifat (Trait);
II.
Pendekatan Keahlian (Skill);
III.
Pendekatan Gaya (Style);
IV.
Pendekatan Situasional;
V.
Pendekatan Kontijensi;
VI.
Teori Path-Goal;
VII.
Teori Pertukaran Leader-Member;
2016
5
Interpersonal Communication Skill
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
VIII.
Pendekatan Transformasional;
IX.
Pendekatan Otentik;
X.
Pendekatan Tim;
XI.
Pendekatan Psikodinamik.
I.
PENDEKATAN
SIFAT
(TRAIT
APPROACH
ATAU
QUALITY
APPROACH)
Pendekatan sifat menganggap pemimpin itu dilahirkan (given) bukan dilatih
atau diasah. Kepemimpinan terdiri atas atribut tertentu yang melekat pada diri
pemimpin, atau sifat personal, yang membedakan pemimpin dari pengikutnya.
Peter G. Northouse menyimpulkan sifat-sifat yang melekat pada diri seorang
pemimpin yang melakukan kepemimpinan (menurut pendekatan sifat) adalah sifatsifat kualitatif berikut:

Intelijensi
Pemimpin cenderung punya intelijensi dalam hal kemampuan bicara, menafsir, dan
bernalar yang lebih kuat ketimbang yang bukan pemimpin.

Kepercayaan Diri
Kepercayaan diri adalah keyakinan akan kompetensi dan keahlian yang dimiliki, dan
juga meliputi harga diri serta keyakinan diri.

Determinasi
Determinasi adalah hasrat menyelesaikan pekerjaan yang meliputi ciri seperti
berinisiatif, kegigihan, mempengaruhi, dan cenderung menyetir.

Integritas
Integritas adalah kualitas kujujuran dan dapat dipercaya. Integritas membuat
seorang pemimpin dapat dipercaya dan layak untuk diberi kepercayaan oleh para
pengikutnya.

Sosiabilitas
Sosiabilitas adalah kecenderungan pemimpin untuk menjalin hubungan yang
menyenangkan. Pemimpin yang menunjukkan sosiabilitas cenderung bersahabat,
ramah, sopan, bijaksana, dan diplomatis. Mereka sensitif terhadap kebutuhan orang
lain dan menunjukkan perhatian atas kehidupan mereka.
2016
6
Interpersonal Communication Skill
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Sementara itu, secara kuantitatif, pendekatan sifat memilah indikator kepemimpinan
yang juga dikenal sebagai The Big Five Personality Factors sebagai berikut:

Neurotisisme
Kecenderungan menjadi depresi, gelisah, tidak aman, mudah diserang, dan
bermusuhan;

Ekstraversi
Kecenderungan menjadi sosiabel dan tegas serta punya semangat positif;

Keterbukaan
Kecenderungan menerima masukan, kreatif, berwawasan, dan punya rasa ingin
tahu;

Keramahan
Kecenderungan untuk menerima, menyesuaikan diri, bisa dipercaya, dan mengasuh;
dan

Kecermatan
Kecenderungan untuk teliti, terorganisir, terkendali, dapat diandalkan, dan bersifat
menentukan.
II.
PENDEKATAN KEAHLIAN (SKILLS APPROACH)
Pendekatan keahlian menekankan pada keahlian dan kemampuan yang dapat
dipelajari dan dikembangkan oleh siapapun yang ingin menjadi pemimpin organisasi.
Pendekatan Keahlian terbagi dua :
(1) Keahlian Administratif Dasar.
Kepemimpinan banyak didasari oleh tiga keahlian administrasi dasar yaitu: teknis,
manusia, dan konseptual. Keahlian-keahlian ini berbeda sesuai sifat dan kualitas
seorang pemimpin.
a. Keahlian Teknis. Keahlian ini merupakan pengetahuan mengenai dan
kemahiran atas jenis pekerjaan tertentu. Keahlian ini meliputi kompetensikompetensi
di
area
spesialisasi
tertentu,
kemampuan
analitis,
dan
kemampuan menggunakan alat dan teknik yang tepat.
b. Keahlian Manusia. Keahlian ini beda dengan keahlian teknis, di mana
keahlian
manusia
berorientasi
manusia,
berorientasi benda.
2016
7
Interpersonal Communication Skill
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
sementara
keahlian
teknis
c. Keahlian Konseptual. Keahlian konseptual bicara tentang kerja dengan ide
atau gagasan. Pemimpin yang punya keahlian konseptual merasa nyaman
tatkala bicara tentang ide yang membentuk suatu organisasi dan dapat
melibatkan diri ke dalamnya. Mereka mahir menempatkan tujuan organisasi
ke dalam kata-kata yang bisa dipahami oleh para pengikutnya.
(2)Model Keahlian Baru.
Model Keahlian Baru dikenal juga dengan nama Model Kapabilitas. Model ini
menguji hubungan antara pengetahuan dan keahlian seorang pemimpin dengan
kinerja yang ditunjukkan oleh pemimpin tersebut dalam memimpin.
III.
PENDEKATAN GAYA KEPEMIMPINAN
Pendekatan gaya kepemimpinan fokus pada apa benar-benar dilakukan oleh
pemimpin dan bagaimana cara mereka bertindak. Pendekatan ini menganggap
kepemimpinan apapun selalu menunjukkan dua perilaku umum :
a. Perilaku Kerja memfasilitasi tercapainya tujuan
b. Perilaku Hubungan membantu bawahan untuk merasa nyaman baik dengan diri
sendiri, dengan orang lain, maupun dengan situasi dimana mereka berada.
Tujuan
utama
pendekatan
gaya
kepemimpinan
adalah
menjelaskan
bagaimana pemimpin mengkombinasikan kedua jenis perilaku (kerja dan hubungan)
guna mempengaruhi bawahan dalam upayanya mencapai tujuan organisasi.
Pendekatan gaya kepemimpinan secara singkat direpresentasikan oleh tiga
riset yang satu sama lain berbeda:
 Riset di Ohio State University
Kelompok riset di Ohio State University memutuskan untuk menganalisis
bagaimana individu bertindak tatkala mereka tengah memimpin suatu kelompok atau
organisasi. Analisis dilakukan dengan menyuruh para bawahan mengisi kuesioner
yang berisi kesan-kesan mereka atas pimpinannya.
Para peneliti menemukan bahwa tanggapan bawahan atas pimpinan dalam
kuesioner yang mereka isi mengelompok pada dua tipe umum perilaku pimpinan:
2016
8
Interpersonal Communication Skill
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id

Struktur prakarsa yaitu sejauh mana seorang pemimpin mendefinisikan
serta menentukan peran-peran para bawahan dalam rangka merancang dan
memenuhi tujuan di area pertanggungjawabannya. Gaya ini menekankan
pengarahan kegiatan pekerja dalam tim ataupun individu lewat perencanaan,
pengkomunikasian, penjadualan, penugasan pekerjaan, penekanan deadline,
dan pemberian perintah.
Dampak positif dari pemimpin yang mengaplikasikan Struktur Prakarsa atas
produktivitas dan kepuasan kerja muncul tatkala :
a. penekanan yang tinggi atas hasil dilakukan oleh orang lain selain dari
pemimpin;
b. pekerjaan memuaskan pekerja;
c. pekerja bergantung pada pemimpin atas informasi dan arahan seputar
bagaimana menyelesaikan pekerjaan;
d. pekerja secara psikologis dapat dipengaruhi lewat pemberian instruksi
seputar dalam hal apa saja yang harus dilakukan dan bagaimana
melakukannya; dan
e. lebih dari 12 pekerja melapor secara intens kepada pemimpin.

Perilaku perhatian adalah sejauh mana pemimpin punya hubungan dengan
bawahan yang dicirikan oleh sikap saling percaya, jalinan komunikasi dua
arah, respek pada gagasan pekerja, dan empati atas perasaan mereka. Gaya
ini menekankan pada pemuasan kebutuhan psikologis pekerja. Pemimpin
umumnya menyediakan waktu untuk mendengar, berkeinginan melakukan
perubahan nasib pekerja, mengupayakan kesejahteraan pribadi para pekerja,
bersahabat, dan mudah didekati.
Dampak manfaat dari pemimpin yang menunjukkan perilaku perhatian atas
produktivitas dan kepuasan kerja muncul tatkala
a. tugas bersifat rutin dan sedikit mengabaikan pekerja;
b. bawahan terpengaruh oleh kepemimpinan yang partisipatif;
c. anggota tim harus belajar sesuatu yang baru;
2016
9
Interpersonal Communication Skill
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
d. pekerja merasa keterlibatan mereka dalam proses pengambilan keputusan
memperoleh dukungan dan berdampak atas hasil kinerja mereka; dan
e. pekerja merasa bahwa perbedaan status yang nyata antara mereka dengan
pimpinan seharusnya tidak ada.
 Riset Di University Of Michigan
Titik tekan riset di University of Michigan adalah eksplorasi perilaku kepemimpinan,
yang memberikan perhatian khusus utamanya pada dampak perilaku pemimpin atas
kinerja suatu kelompok kecil. Riset di University of Michigan mengidentifikasi dua
jenis perilaku kepemimpinan:
1. Orientasi pekerja, yaitu perilaku pemimpin yang mendekati bawahan dengan
penekanan hubungan manusia yang kuat.
2. Orientasi produksi, terdiri atas perilaku pemimpin yang menekankan pada
aspek teknis dan produksi dari suatu pekerjaan.
 Blake and Mouton Grid (Kisi-kisi Blake dan Mouton)
Robert R. Blake and Jane S. Mouton tahun 1991 mengembangkan suatu grid (kisikisi) kepemimpinan guna menunjukkan bahwa pemimpin dapat membantu
organisasi mencapai tujuannya lewat dua orientasi, yaitu :
(1)Perhatian atas Produksi, dan
(2)Perhatian atas orang.
Dengan menggunakan grid (kisi-kisi), Blake dan Mouton menciptakan 5 gaya
kepemimpinan. Gaya-gaya tersebut adalah :
1) Gaya Taat Otoritas (Authority-Compliance)
Gaya ini menggambarkan pemimpin yang dikendalikan oleh pencapaian hasil atau
target, dengan sedikit atau bahkan tidak ada perhatian pada manusia kecuali dalam
rangka keterlibatan mereka dalam menyelesaikan pekerjaan. Komunikasi pemimpin
dengan pengikutnya terbatas dan diadakan sekadar untuk memberi instruksi
pekerjaan. Pemimpin-pemimpin ini bercorak pengendali, pengarah, terlalu kuat, dan
penuntut. Sejumlah penelitian menunjukkan tingkat keluar-masuk karyawan yang
tinggi dengan gaya kepemimpinan semacam ini.
2016
10
Interpersonal Communication Skill
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
2) Gaya Country-Club
Gaya country-club menggambarkan pemimpin dengan perhatian tinggi pada orang
tetapi rendah perhatiannya pada hasil atau produksi. Pemimpin ini fokus pada
pemenuhan kebutuhan pekerja sebagai manusia dan penciptaan lingkungan yang
kondusif dalam pekerjaan. Keluar-masuk karyawan menurun di bawah pemimpin
bergaya ini.
3) Gaya Lemah (Impoverished Management)
Gaya lemah menggambarkan pimpinan yang punya sedikit perhatian baik atas
orang ataupun produksi. Pemimpin bergaya ini berlaku sebagai pemimpin tetapi
sesungguhnya terasing dan tidak melibatkan diri dalam organisasi. Pemimpin ini
kerap punya sedikit hubungan dengan pengikut dan dapat saja dianggap tidak
peduli, tidak tegas, pasrah, dan bersikap masa bodoh. Umumnya kita mengenalnya
dengan laissez faire.
4) Gaya Middle-of-the-Road (Gaya Jalan Tengah)
Gaya jalan tengah menggambarkan pemimpin yang kompromistik, yang punya
perhatian menengah atas pekerjaan dan perhatian tengah atas orang-orang yang
melakukan pekerjaan. Pemimpin menghindari konflik dan menekankan pada tingkat
produksi serta hubungan personal yang moderat. Gaya kepemimpinan ini kerap
digambarkan sebagai orang yang bijaksana, lebih suka berada di tengah, samar
pendirian
dalam
minat
atas
kemajuan
organisasi,
dan
sulit
menyatakan
ketidaksetujuannya di hadapan pekerja.
5) Gaya Manajemen Tim
Gaya manajemen tim memberi tekanan seimbang, baik pada pekerjaan ataupun
hubungan antarpersonal. Kata yang dapat menggambarkan pemimpin yang
menerapkan gaya manajemen tim adalah menstimulir, partisipatif, penentu tindakan,
pembuka isu, penjelas prioritas, pembuat terobosan, bersikap terbuka, dan penikmat
pekerjaan.
6) Paternalistik/Maternalistik
2016
11
Interpersonal Communication Skill
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Gaya manajemen tim mengintegrasikan perhatian tinggi atas pekerja sekaligus dan
pekerjaan. Pemimpin seperti ini berpindah dari gaya taat otoritas menjadi gaya
country-club bergantung pada situasi. Mereka biasa disebut diktator yang murah
hati, karena mereka bertindak ramah pada pekerja hanya agar pekerjaan selesai,
untuk kemudian berpindah kembali menjadi diktator yang sesungguhnya.
7) Oportunis
Gaya oportunis merujuk pada pemimpin yang secara oportunistik menggunakan
aneka kombinasi dari 5 gaya “resmi” (nomor 1 s/d 5) guna meningkatkan karier
mereka. Black and Mouton menandaskan bahwa pemimpin biasanya punya satu
gaya yang dominan dan satu gaya cadangan. Pemimpin berpindah ke gaya
cadangan tatkala gaya dominan tidak efektif dan mereka tengah berada di bawah
tekanan berat.
IV.
PENDEKATAN KEPEMIMPINAN SITUASIONAL
Pendekatan Situasional dikembangkan oleh Paul Hersey and Kenneth H.
Blanchard tahun 1969 berdasarkan Teori Gaya Manajemen Tiga Dimensi karya
William J. Reddin tahun 1967. Pendekatan kepemimpinan Situasional fokus pada
fenomena kepemimpinan di dalam suatu situasi yang unik. Premis dari pendekatan
ini adalah perbedaan situasi membutuhkan gaya kepemimpinan yang berbeda.
Kepemimpinan situasional menyediakan empat pilihan gaya kepemimpinan.
Keempat gaya tersebut adalah :
1. Gaya Telling (Pemberitahu)
Gaya Pemberitahu adalah gaya pemimpin yang selalu memberikan instruksi yang
jelas, arahan yang rinci, serta mengawasi pekerjaan dari jarak dekat. Gaya
Pemberitahu membantu untuk memastikan pekerja yang baru untuk menghasilkan
kinerja yang maksimal, dan akan menyediakan fundasi solid bagi kepuasan dan
kesuksesan mereka di masa datang.
2. Gaya Selling (Penjual)
Gaya
Penjual
adalah
gaya
pemimpin
yang
menyediakan
pengarahan,
mengupayakan komunikasi dua-arah, dan membantu membangun motivasi dan rasa
2016
12
Interpersonal Communication Skill
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
percaya diri pekerja. Gaya ini muncul tatkala kesiapan pengikut dalam melakukan
pekerjaan
meningkat,
sehingga
pemimpin
perlu
terus
menyediakan
sikap
membimbing akibat pekerja belum siap mengambil tanggung jawab penuh atas
pekerjaan.
3. Gaya Participating (Partisipatif)
Gaya Partisipatif adalah gaya pemimpin yang mendorong pekerja untuk saling
berbagi gagasan dan sekaligus memfasilitasi pekerjaan bawahan dengan semangat
yang mereka tunjukkan. Pemimpin tetap memelihara komunikasi terbuka, tetapi kini
melakukannya dengan cenderung untuk lebih menjadi pendengar yang baik serta
siap membantu pengikutnya.
4. Gaya Delegating (Pendelegasi)
Gaya Pendelegasi adalah gaya pemimpin yang cenderung mengalihkan tanggung
jawab atas proses pembuatan keputusan dan pelaksanaannya. Gaya ini muncul
tatkala
pekerja
ada
pada
tingkat
kesiapan
tertinggi
sehubungan
dengan
pekerjaannya. Gaya ini efektif karena pengikut dianggap telah kompeten dan
termotivasi penuh untuk mengambil tanggung jawab atas pekerjaannya.
2016
13
Interpersonal Communication Skill
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Download